PEDOMAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH (KTI) UNTUK GURU

PEDOMAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH (KTI) UNTUK GURU Oleh: Achmad Samsudin, M.Pd. Jurdik Fisika FPMIPA UPI Bandung

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kiranya, kita sependapat bahwa tenaga kependidikan memegang peran dalam mencerdaskan bangsa -- pada sajian ini, guru digunakan sebagai acuan bahasan, namun demikian berbagai kebijakan umumnya juga berlaku bagi pengawas, penilik maupun pamong belajar. Karena itu, berbagai kebijakan kegiatan telah dan akan terus dilakukan untuk meningkatkan: karir, mutu, penghargaan, dan kesejahteraannya. Harapannya, mereka akan lebih mampu bekerja sebagai tenaga profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Salah satu kebijakan penting adalah dikaitkannya promosi kenaikan pangkat/jabatan guru dengan prestasi kerja. Prestasi kerja guru tersebut, sesuai dengan tupoksinya, berada dalam bidang kegiatannya: (1) pendidikan, (2) proses pembelajaran, (3) pengembangan profesi dan (4) penunjang proses pembelajaran. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, serta Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan kebudayaan dan Kepala BAKN Nomor 0433/P/1993, nomor 25 tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, pada prinsipnya bertujuan untuk membina karier kepangkatan dan profesionalisme guru. Kebijakan itu di antaranya mewajibkan guru untuk melakukan keempat kegiatan yang menjadi bidang tugasnya, dan hanya bagi mereka yang berhasil melakukan kegiatan dengan baik diberikan angka kredit. Selanjutnya angka kredit itu dipakai sebagai salah satu persyaratan peningkatan karir. Penggunaan angka kredit sebagai salah satu persyaratan seleksi peningkatan karir, bertujuan memberikan penghargaan secara lebih adil dan lebih professional terhadap kenaikan pangkat yang merupakan pengakuan profesi, serta kemudian memberikan peningkatan kesejahteraannya. 1.2. Permasalahan Terdapat beberapa permasalahan yang terkait dengan kebijakan pengumpulan angka kredit, di antaranya adalah : (a) Pengumpulan angka kredit untuk memenuhi persyaratan kenaikan dari golongan IIIa sampai dengan golongan IVa, relatif mudah diperoleh. Hal ini karena, pada jenjang tersebut, angka kredit dikumpulkan hanya dari tiga macam bidang kegiatan guru, yakni (1) pendidikan, (2) proses pembelajaran, dan (3) penunjang proses pembelajaran. Sedangkan angka kredit dari bidang pengembangan profesi, belum merupakan persyaratan wajib. Akibat dari ―longgarnya‖ proses kenaikan pangkat dari golongan IIIa ke IVa tersebut, tujuan untuk dapat memberikan penghargaan secara lebih adil dan lebih profesional terhadap peningkatan karir, kurang dapat dicapai secara optimal. Longgarnya seleksi peningkatan karir menyulitkan untuk membedakan antara mereka yang

yaitu: (1) menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI). menciptakan karya seni dan 5. BAB II MACAM-MACAM KTI 2. 4. Sementara itu. tidak mau. kenaikan pangkat/jabatan Guru Pembina/Golongan IVa ke atas. (b) Permasalahan kedua. tidak sedikit guru dan pengawas yang ―merasa‖ kurang mampu melaksanakan kegiatan pengembangan profesinya (= yang dalam hal ini membuat KTI) sehingga menjadikan mereka enggan. (c) proses kenaikan pangkat sebelumnya – dari golongan IIIa ke IVa yang ―relatif lancar‖. Penulisngnya. Terlebih lagi dengan adanya fakta bahwa (a) banyaknya KTI yang diajukan dikembalikan karena salah atau belum dapat dinilai. dan kurang mampu memberikan evaluasi pada kinerja profesional. mewajibkan adanya angka kredit dari kegiatan Pengembangan Profesi.1. Posisi Karya Tulis Ilmiah dalam Kegiatan Pengembangan Profesi Sebagaimana diutarakan sebelumnya. Berbeda dengan anggapan umum yang ada saat ini. Pengembangan profesi terdiri dari 5 (lima) macam kegiatan. maka pelaksanaan kegiatan pengembangan profesi. menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI). (3) membuat alat peraga/bimbingan. sebagian terbesar dilakukan melalui KTI. sebagai ―hambatan yang merisaukan‖. 2. karena petunjuk teknis untuk kegiatan nomor 2 sampai dengan nomor 5 belum terlalu operasional. (4) menciptakan karya seni dan (5) mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. Lama kerja pada jenjang kepangkatan. antara lain karena belum jelasnya petunjuk operasional pelaksanaan dan penilaian dari kegiatan selain menyusun KTI. menjadikan sebagian terbesar guru menggunakan kegiatan penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai kegiatan pengembangan profesi. karena untuk kenaikan pangkat golongan IVa ke atas diwajibkan adanya pengumpulan angka kredit dari unsur Kegiatan Pengembangan Profesi. dan bahkan apatis terhadap pengusulan kenaikan golongannya. (b) kenaikan pangkat/golongannya belum memberikan peningkatkan kesejahteraan yang signifikannya. (2) menemukan Teknologi Tepat Guna. dengan berbagai alasan. . Angka kredit kegiatan pengembangan profesi –berdasar aturan yang berlaku saat ini-dapat dikumpulkan dari kegiatan : 1. Kebijakan tersebut seolah-olah merupakan kebijakan kenaikan pangkat yang mengacu pada lamanya waktu kerja. Persyaratan kenaikan dari golongan IVa ke atas relatif sangat sulit. mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. lebih memberikan urunan yang siginifikan pada kenaikan pangkat. Namun. menjadikan ―kesulitan‖ memperoleh angka kredit dari kegiatan pengembangan profesi. menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI) BUKAN merupakan satu-satunya kegiatan pengembangan profesi. menemukan Teknologi Tepat Guna. Permasalahannya terjadi. berbeda dan bahkan bertolak belakang dengan keadaan di atas. 3.berpretasi dan kurang atau tidak berprestasi. membuat alat peraga/bimbingan.

KTI dapat dipilah dalam dua kelompok yaitu (a) KTI yang merupakan laporan hasil pengkajian /penelitian.2. Hubungan KTI dengan Kegiatan Penelitian Penelitian merupakan kegiatan ilmiah. diktat. maka laporan kegiatan ilmiah (KTI) juga beragam bentuknya. diktat dan lain-lain. buku. Keduanya dapat disajikan dalam bentuk buku. Jadi. KTI di atas tidak menjelaskan permasalahan spesifik yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab guru. yaitu: • hal yang dipermasalahkan berada pada kawasan pengetahuan keilmuan • kebenaran isinya mengacu kepada kebenaran ilmiah • kerangka sajiannya mencerminan penerapan metode ilmiah • tampilan fisiknya sesuai dengan tata cara penulisan karya ilmiah Salah satu bentuk KTI yang cenderung banyak dilakukan adalah KTI hasil penelitian perorangan (mandiri) yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan di perpustakaan sekolah dalam bentuk makalah (angka kredit 4). dipakai kembali oleh orang lain dengan cara mengganti nama penulisnya. Bahkan. Akibatnya. KTI yang merupakan laporan hasil penelitian. terdapat hal-hal sebagai berikut: (a) Dari KTI yang diajukan. yang umumnya diambil (dijiplak) dari skripsi. KTI yang tidak berkaitan dengan permasalahan atau kegiatan nyata yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pengembangan profesinya. karya terjemahan. meskipun KTI berada dalam bidang pendidikan tetapi (a) apa manfaat KTI tersebut dalam upaya peningkatan profesi guru?. makalah. Berdasar pengalaman dalam proses penilaian. (c)Tindakan preventif terhadap kenakalan remaja. --tidak sedikit—berupa KTI orang lain yang dinyatakan sebagai karyanya. ada sebagian guru yang masih merasa belum memahami tentang apa dan bagaimana penelitian pembelajaran itu. Mengapa demikian? Karena KTI semacam itulah yang paling mudah ditiru. dan (b) KTI berupa tinjauan/ulasan/ gagasan ilmiah. Pernah terjadi di beberapa daerah. Guru Widyaiswara Pengawas • KTI hasil penelitian • KTI tinjauan/ulasan ilmiah . 2. dll. Sebagai contoh KTI yang berjudul: (a) Membangun karakter bangsa melalui kegiatan ekstra kurikuler. merupakan bagian penting dari macam KTI yang dapat dibuat oleh guru. Mengapa banyak KTI yang belum memenuhi syarat. (b) Banyak pula KTI yang berisi uraian hal-hal yang terlalu umum. (b) bagaimana dapat diketahui bahwa KTI tersebut adalah karya guru yang bersangkutan? 2. sebagaimana tampak pada tabel berikut. atau KTI tersebut DIBUATKAN oleh orang lain. atau berupa artikel yang dimuat di media masa. KTI juga berbeda bentuk penyajiannya sehubungan dengan berbedanya tujuan penulisan serta media yang menerbitkannya. di mana sebagian besar KTI yang diajukan sangat mirip antara yang satu dengan yang lainnya. tenaga dan waktu yang banyak. Sehingga. modul. (b) Peranan orang tua dalam mendidik anak. semua KTI (sebagai tulisan yang bersifat ilmiah) mempunyai kesamaan. (d) Peranan pendidikan dalam pembangunan. Karena berbedanya macam KTI serta bentuk penyajiannya. kerja penelitian dirasakan sebagai kegiatan yang sukar. laporan hasil penelitian juga merupakan Karya Tulis Ilmiah. Meskipun berbeda macam dan besaran angka kreditnya. tesis atau laporan penelitian. Niat guru untuk menggunakan laporan penelitian sebagai KTI sangatlah tinggi.Diketahui bahwa KTI adalah laporan tertulis tentang (hasil) suatu kegiatan ilmiah. memerlukan biaya. widyaiswara maupun pengawas. tulisan di jurnal. berbeda pula penghargaan angka kredit yang diberikan.3. Namun. Karena kegiatan ilmiah itu banyak macamnya. tulisan ilmiah populer. hal mana tentu tidak sepenuhnya benar. Ada yang berbentuk laporan penelitian.

• Tulisan Ilmiah Populer • Prasaran disampaikan dalam pertemuan ilmiah • Buku • Diktat • Karya terjemahan • KTI hasil penelitian • KTI tinjauan/ulasan ilmiah • Tulisan Ilmiah Populer • Prasaran disampaikan dalam pertemuan ilmiah • Buku • Karya terjemahan • Orasi ilmiah sesuai dengan bidang yang diajarkan • KTI hasil penelitian • KTI tinjauan/ulasan ilmiah • Tulisan Ilmiah Populer • Prasaran disampaikan dalam pertemuan ilmiah Sumber: (Suhardjono.5 5 KTI yang berupa buku pelajaran Berupa buku yang bertaraf nasional 5 Berupa buku yang bertaraf propinsi 3 6 KTI yang berupa diktat .5 Berupa tulisan (artikel ilmiah) yang dimuat pada majalah ilmiah yang diakui oleh Depdiknas 6. dengan rincian sebagai berikut: No Macam KTI Macam Publikasinya Angka Kredit 1 KTI hasil penelitian.0 Berupa buku yang tidak diedarkan secara nasional 7.5 3 KTI yang berupa tulisan ilmiah popular yang disebarkan melalui media masa Berupa tulisan (artikel ilmiah) yang dimuat pada media masa 2.0 Berupa tulisan (artikel ilmiah) yang dimuat pada majalah ilmiah yang diakui oleh Depdiknas 4. pengkajian. 2009) KTI pada kegiatan pengembangan profesi guru. atau ulasan ilmiah yang disampaikan sebagai prasaran dalam pertemuan ilmiah Berupa makalah dari prasaran yang disampaikan pada pertemuan ilmiah 2.0 4 KTI yang berupa tinjuan. survei dan atau evaluasi Berupa buku yang diedarkan secara nasional 12.0 Berupa makalah 4.0 Berupa buku yang tidak diedarkan secara nasional 6. gagasan.0 2 KTI yang merupakan tinjuan atau gagasan sendiri dalam bidang pendidikan Berupa buku yang diedarkan secara nasional 8.0 Berupa makalah 3. terdiri dari 7 (tujuh) macam.

dan • Dengan melakukan kegiatan penelitian tersebut. Terdapat beberapa macam penelitian. antara lain adalah dengan melakukan penelitian di kelasnya. mereka akan mendapat jawaban yang benar secara keilmuan terhadap apa yang ingin dikajinya. adalah dilakukannya kegiatan nyata di kelasnya yang ditujukan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajarannya. Kegiatan nyata dalam proses pembelajaran. maka kegiatan tersebut dapat berupa penelitian eksperimen. penelitian diskriptif. dapat berupa tindakan untuk menguji atau menerapkan hal-hal baru dalam praktik pembelajarannya. 2009) Akhir-akhir ini kegiatan membuat KTI yang berupa laporan hasil penelitian. lebih diharapkan dilakukan guru dalam upayanya menulis KTI karena: • KTI tersebut merupakan laporan dari kegiatan nyata yang dilakukan para guru di kelasnya dalam upaya meningkatkan mutu pembelajarannya – (ini tentunya berbeda dengan KTI yang berupa laporan penelitian korelasi. Di samping kedua macam penelitian tersebut. (c) adanya pengamatan dan pengukuran terhadap variabel terikat sebagai akibat dari tindakan manipulasi variabel bebas.4. Penelitian Pembelajaran yang Dilakukan di Kelas Berbagai kegiatan pengembangan profesi yang dapat dilakukan guru dengan melibatkan para siswanya. hal ini karena: 1. Bagi sebagian besar guru. (b) adanya pengendalian atau pengontrolan terhadap semua variabel lain kecuali variabel bebas yang dimanipulasi. berbagai inovasi baru dalam pembelajaran. . Ada dua macam penelitian yang dapat dilakukan di dalam kelas. 2. ada pula yang dinamakan penelitian tindakan (action research). maka para guru telah melakukan salah satu tugasnya dalam kegiatan pengembangan profesionnya. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. antara lain penelitian eksperimen yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang akibat dari adanya suatu treatment atau perlakuan. PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. memerlukan verifikasi maupun penerapan dalam proses pembelajaran. melakukan kegiatan seperti itu. Kegiatan tersebut. Saat ini. dan (b) penelitian tindakan kelas (PTK). harus dilaksanakan dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah. Penelitian eksperimen dilakukan untuk mengetes suatu hipotesis dengan ciri khusus : (a) adanya variabel bebas yang dimanipulasi. atau penelitian tindakan yang semakin layak untuk menjadi prioritas kegiatan. yaitu: (a) penelitian eksperimen. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar-mengajar yang terjadi di kelas.pelajaran Berupa diktat yang digunakan di sekolahnya 1 7 KTI yang berupa karya terjemahan Berupa karya terjemahan buku pelajaran/karya ilmiah yang bermanfaat bagi pendidikan 2. 3. Apabila kegiatan tersebut dilakukan di kelasnya. Penelitian eksperimen atau PTK. yang umumnya tidak memberikan dampak langsung pada proses pembelajaran di kelasnya). karena hanya dengan cara itulah. ataupun ungkapan gagasan.5 Sumber: (Suhardjono. menunjukan jumlah yang semakin meningkat. Para guru makin memahami bahwa salah satu tujuan kegiatan pengembangan profesi. 2. sudah sering / biasa dilakukan.

Dalam makalah ini secara deskriptif.5. dan evaluasi yang baik. Karakteristik Makalah Makalah memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. 2009). Mendemonstrasikan kemampuan guru meramu berbagai sumber informasi dalam satu kesatuan sintesis yang utuh.4. Macam-macam KTI yang Popular Macam-macam KTI yang sering dibuat dan dipublikasikan oleh guru meliputi: 2. dari sudut pandangan yang berbeda-beda dan bahkan penulis dapat memihak pada salah satu aliran atau pendapat yang ada. sintesis. 025/0/1995 (Suhardjono. Menunjukkan kemampuan pemahaman guru terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan. Makalah juga memberikan pendapat baik berupa kritik maupun saran mengenai aliran atau pendapat yang dikemukakan. makalah hasil penelitian adalah suatu karya tulis yang disusun oleh seseorang atau kelompok orang yang membahas suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian.5. prinsip.3. Dalam makalah ini guru tidak perlu memihak satu aliran atau pendapat tertentu dan berargumen untuk mempertahankan pendapat tersebut. Mengilustrasikan pemahaman penulis (guru) tentang permasalahan teoretis yang dikaji atau kemampuan guru dalam menerapkan suatu prosedur. 3. 2008).2. 4. Makalah juga dapat berfungsi sebagai syarat penentu untuk menyelesaikan suatu perkuliahan bagi mahasiswa.Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas.5. Sistematika Makalah . Pengertian Makalah Makalah adalah karya tulis ilmiah ihwal topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu pembelajaran (UPI. 2. 2. Dalam makalah posisi. yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dengan siswa yang sedang belajar. Merupakan hasil kajian pustaka dan atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan yang sesuai dengan cakupan permasalahan suatu pembelajaran.1. Guru dituntut tidak hanya menunjukkan penguasaan terhadap suatu teori atau pandangan tertentu saja tetapi juga harus menunjukkan di posisi mana dia berdiri disertai dengan alasan yang didukung oleh teori dan atau harus memepelajari berbagai sumber tentang aliran dan pendapat tertentu. KTI ini merupakan laporan hasil dari suatu kegiatan penelitian yang telah dilakukan. PTK juga bertujuan untuk meningkatkan kegiatan nyata guru dalam pengembangan profesionalnya.1. penulis dituntut memiliki kemampuan analisis. atau teori yang berhubungan dengan pembelajaran.5. 2. 2. Makalah biasanya dibuat untuk menunjukkan pemahaman penulis terhadap permasalahan yang dibahas.1. tetapi sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan.1. Dengan demikian. Kegiatan penelitian ini tidak saja bertujuan untuk memecahkan masalah. guru menunjukkan posisi teoritiknya dalam suatu kajian. Berdasar definsi pada Kepmendidbud No. Zulmasri (2008) mengatakan bahwa makalah adalah tulisan semi ilmiah yang bentuk dan struktur serta substansinya sederhana dan tidak lengkap.5. Dengan demikian.1.5. Jenis Makalah Ada dua jenis makalah yang biasa berlaku di lingkungan pendidikan. Makalah 2.1. Makalah yang diterbitkan di media cetak biasanya disebut artikel. untuk membuat makalah posisi. penulis (guru) mengemukakan berbagai aliran atau pandangan tentang masalah yang dikaji. yaitu makalah biasa (common paper) dan makalah posisi (position paper). Pada intinya PTK bertujuan untuk memperbaiki berbagai persoalan nyata dan praktis dalam peningkatan mutu pembelajaran di kelas. 2.

Bagian ini merupakan kesimpulan dan bukan ringkasan isi. 3. Pendahuluan. Merupakan suatu hasil gagasan pemikiran yang dilakukan oleh peneliti (guru) yang sesuai dengan cakupan permasalahan dalam suatu pembelajaran untuk diterbitkan dalam jurnal ilmiah atau kegiatan seminar. 2. Sedangkan artikel berupa gagasan ilmiah merupakan hasil pemikiran penulis (guru) dalam memberikan suatu solusi atau pemecahan terhadap permasalah ilmiah yang berkaitan dengan bidangnya untuk dipublikasikan dalam jurnal atau seminar ilmiah. 2. Dalam mengambil kesimpulan tersebut penulis mekalah harus mengacu kembali ke permasalahan yang diajukan dalam bagian pendahuluan. penulis (guru) mengemukakan berbagai hasil penelitian tentang suatu permasalahan atau tema yang diteliti. prosedur pemecahan masalah.5. Artikel biasanya dibuat untuk melaporkan hasil penelitian atau gagasan ilmiah yang sudah dibuat oleh guru (peneliti)dan akan diajukan (ditampilkan) dalam jurnal ilmiah atau seminar ilmiah. Abstract.2. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris sesuai kaidah masing-masing bahasa yang digunakan. 2. isi. yang dilengkapi oleh data pendukung serta argumenargumen yang berlandaskan pandangan pakar dan teori yang relevan.4.2. Kesimpulan. 2.2.2. menggunakan huruf Arial berukuran 11 (sebelas). sebagai berikut : 1. Kata-kata bahasa asing yang tidak dapat dialihbahasakan/disadur dicantumkan dalam bentuk asli dan ditulis dengan huruf miring (italic font).5.5. Pengertian Artikel Artikel atau artikel ilmiah adalah suatu karya tulis ilmiah yang dapat berupa hasil laporan suatu penelitian maupun gagasan yang biasanya dimuat dalam suatu jurnal ilmiah sesuai dengan kaidah dan sistematika masing-masing jurnal yang bersangkutan. gambar. keterangan gambar dan daftar acuan diketik satu spasi pada electronic file dan dicetak dalam kertas HVS.3. Kesimpulan adalah makna yang diberikan penulis terhadap hasil diskusi/uraian yang telah dibuatnya pada bagian isi. Bagian ini menguraikan masalah yang akan dibahas yang meliputi: latar belakang masalah. Judul ditik dengan huruf capital di tengah atas halaman dan dicetak tebal (bold). Sitematika Artikel Penulisan Judul dan Naskah. Judul. Merupakan laporan hasil penelitian yang dilakukan peneliti (guru) terutana yang berkaitan dengan PTK untuk diterbitkan dalam jurnal ilmiah atau kegiatan seminar yang sesuai dengan cakupan permasalahan dalam suatu pembelajaran. Bisanya hasil penelitian yang dilakukan oleh guru menggunakan metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas). yaitu artikel hasil penelitian dan artikel suatu gagasan ilmiah. 2.2. Bagian ini boleh saja terdiri atas lebih dari satu bagian. Karakteristik Artikel Artikel ilmiah memiliki karakteristik sebagai berikut: 1.5.5. Setiap lembar tulisan dalam naskah diberi nomor halaman dengan jumlah maksimum 15 halaman termasuk tabel dan . 4. Artikel Ilmiah 2. Dalam artikel hasil penelitian.Makalah biasa dan makalah posisi. masalah. Jenis Artikel Ada dua jenis artikel yang biasa berlaku di lingkungan pendidikan. Naskah harus selalu dilengkapi dengan Sari (dalam bahasa Indonesia) dan Abstract (dalam bahasa Inggris). Bagian ini memuat uraian tentang hasil kajian penulis dalam mengeksplorasi jawaban terhadap masalah yang diajukan. 2. masing-masing terdiri atas pendahuluan. dan sistematika uraian. catatan kaki tabel. Format Umum Penulisan Artikel Seluruh bagian dari naskah termasuk Sari.2. table. dan kesimpulan.1. Isi.

685 h.D. Kesimpulan dan Saran (Conclusions and Recommendation) Berisi kesimpulan dan saran dari isi yang dikandung dalam makalah/karya tulis. . Geology and geothermal power potential of the Tatun volcanic region. nama dan alamat Instansi bagi masing-masing penulis. terdiri dari 4 (empat) hingga 6 (enam) kata. 1985.).L. C. Maceral distribution in Illinois cals and their palaeoenvironmental implication. 1987. Ucapan Terima Kasih (Acknowledgements) Dapat digunakan untuk menyebutkan sumber dana penyeldikan/penelitian dan untuk pernyataan penghargaan kepada institusi atau orang yang membantu dalam pelaksanaan penyelidikan/penelitian dan penulisan makalah/karya tulis. Pembahasan atau Diskusi (Discussion) Berisi tentang interpretasi terhadap hasil penyelidikan/penelitian dan pembahasan yang terkait dengan hasil-hasil yang pernah dilaporkan. nama penulis/pengarang yang tercantum didahului oleh nama akhir (surename). grafik gambar dan foto yang disajikan harus diacu dalam tulisan dengan keterangan yang jelas dan dapat dibaca. Disarankan disertai kata kunci/keyword yang ditulis di bawah Sari/Abstract. tabel. metodologi.632-683. Pendahuluan (Introduction) Bab ini dapat berisi latar belakang. diberi nomor secara berurutan.. 2008). grafik. 1970.C. H. lokasi dan kesampaian daerah serta materi yang diselidiki/diteliti dengan bab dan subbab tidak perlu menggunakan nomor. John Wiley and Sons. Hasil dan Analisis (Results and Analysis). New York. W. gambar maupun foto. 2nd edition.W. Acuan (References) Acuan ditulis dengan menggunakan sistem nama tahun (Harvard). 1979. faxcimile serta e-mail. R. Semua tabel. h. dengan jumlah maksimum 250 kata. 5. Exploration and Mining Geology. Pencantuman foto atau gambar tidak berlebihan dan hanya mewakili hasil penemuan. J. 2008): Jurnal Harvey. New York. Berisi hasil-hasil penyelidikan/penelitian yang disajikan dengan tulisan.. Hindari penggunaan grafik secara berlebihan apabila dapat disajikan dengan tulisan secara singkat. permasalahan. disusun menurut abjad dan judul makalah/karya tulis ditulis dengan huruf miring (italic font). dan berlaku sebaliknya apabila naskah ditulis dalam bahasa Inggris. dan Dillon.141-165. Sari/Abstract Berisi ringkasan pokok bahasan lengkap dari keseluruhan isi naskah tanpa harus memberikan keterangan terlalu rinci dari setiap bab. (ed. John Willey & Sons. gambar dan foto berukuran minimum 6 (enam) point.. Bab dalam Buku Chen.H. sementara Abstract tercantum di bawah Sari.gambar (Buletin Sumber Daya Geologi. Buku Petters. Di dalam : Barnes. disarankan dibuat catatan kaki yang berisi nomor telepon. maksud dan tujuan penyelidikan/penelitian. Geochemistry of hydrothermal ore deposits. Abstract atau sari yang ditulis di bawah sari atau abstract menggunakan italic font. Sari dicantumkan terlebih dahulu apabila naskah berbahasa Indonesia. International Journal of Coal Geology. Susunan naskah dibuat sebagai berikut : Judul (Title) Pada halaman judul makalah/karya tulis dicantumkan nama setiap penulis dengan jumlah penulis maksimum 5 (lima) orang. Beberapa contoh penulisan sumber acuan (Buletin Sumber Daya Geologi. Font huruf/angka untuk keterangan tabel. Bab berisi pernyataan yang mencukupi sehingga pembaca dapat memahami dan mengevaluasi hasil penyelidikan/penelitian yang berkaitan dengan topik makalah/karya tulis. h.

M.1-12. Proceedings Southeast Asian Coal Geology. West Java. h. Sedimentology and Hydrocarbon Potential of the Permian Mengkarang Formation. Indonesia. dan Suminto. N. of Quarternary Geology Faculty of Earth Science Vrije Universitet Amsterdam. Bandung. Ph.C. The Late Quarternary evolution of The Bandung Basin. 1994. Informasi dari Internet .D Thesis at Dept. Southern Sumatera.. Skripsi/Tesis/Disertasi DAM.Prosiding Suwarna. 1999.A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful