KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Bantuan Siswa Miskin (BSM) tahun anggaran 2011. Laporan ini kami susun sebagai bentuk pertanggungjawaban kami atas penggunaan bantuan ini dan juga sebagai informasi tentang bantuan disekolah kami serta untuk bahan pengkajian kegiatan selanjutnya yang berkaitan dengan bantuan seperti ini berikutnya. Dalam pelaksanaan kegiatan Bantuan untuk siswa miskin Tahun Anggaran 2011 yang kami selenggarakan kali ini tidak menemukan kendala yang berarti sehingga semua program dapat terselenggarakan dengan baik. Bersama dengan ini kami ucapkan terima kasih kepada 1. Pimpinan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan SMP

Kami berharap laporan pertanggungjawaban ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan evaluasi untuk program bantuan seperti ini berikutnya

Jakarta, November 2011 Ka. SMP Puspita Persada

Dra. ERLIN SRI WAHYUNINGSIH

Jakarta, November 2011 Nomor Lampiran Perihal : : 1 (satu) bundle : Pengiriman Laporan Bantuan Siswa Miskin ( BSM) Tahun Anggaran 2011 : Pimpinan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan SMP

Kepada

Dengan hormat, Bersama ini kami kirimkan 1 (satu) berkas laporan pelaksanaan Bantuan Siswa Miskin (BSM) SMP Tahun Anggaran 2011 pada SMP PUSPITA PERSADA Jakarta. Laporan ini merupakan laporan yang kami susun dan dilampirkan dengan bukti – bukti dokumen pendukung. Demikian kiranya dapat dimaklumi, dan atas perhatian serta bantuan Bapak kami ucapkan terima kasih.

Kepala Sekolah SMP Puspita Persada Jakarta

Dra. ERLIN SRI WAHYUNINGSIH

Soal

: Pilihan Ganda : :

Hari/Tanggal Waktu

1.Ditinjau dari asal usul kata kewirausahaan berasal dari 2 kata yaitu wira dan usaha. Kata usaha artinya … a. b. c. 1. a. b. c. d. e. kemauan keras berpikir maju ke depan kemampuan untuk lebih baik Hal yang patut dilakukan untuk mengubah sikap yang baik adalah … lebih baik berbuat kreatif daripada berpikir kritis supel dalam pergaulan dan yakin akan pekerjaan yang dilakukan menggunakan proses pikir yang positif berjuang tidak mengenal lelah kemauan keras d. bekerja secara tekun dan mandiri e. sanggup memikul resiko

1. Seorang wirausahawan akan berusaha untuk mengerjakan segala sesuatu berdasarkan kekuatan dan kemampuannya sendiri tanpa memikirkan pertolongan orang lain terlebih dahulu mulai pembuatan program sampai pelaksanaannya adalah sikap … a. b. Teliti mandiri c. Mengenal potensi diri d. berpedoman pada program e. manajemen yang baik

1. Berpikir secara luas dan luwes sehingga mampu menggabungkan ide-ide/gagasan yang sudah pernah ada sehingga menjadi sebuah gagasan baru, merupakan pengertian dari berpikir … a. b. Regresif kraetif c. Positif d. realistis e. konseptual

1. Seseorang dikatakan kreatif apabila ia memiliki … a. b. Kekayaan kemandirian c. Gagasan baru dan diwujudkan d. kredibilitas e. pengalaman

1. Proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima pesan dalam bahasa yang disepakati sehingga penerima pesan dapat menerima dan memberikan respon disebut … a. b. Informasi sosialisasi c. Komunikasi d. internalisasi e. indoktrinasi

1. Suatu proses yang mengubah ide baru/aplikasi baru menjadi produk, yang berguna disebut … a. Inovasi c. Konsep e. pemanfataan

organisasi . belajar teori semata c. Otosugesti d. b. b. Berkhayal dan bermimpi e. memperkaya wawasan lingkungan memperluas pergaulan memperkaya imajinasi dan daya khayal meningkatkan tingkat kecerdasan mencari peluang yang sesuai dengan inovasi yang akan dilakukan 1. d. e. Bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkron antara pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian dapat dilakukan melalui sistem … a. c. kreatif e. Kombinasi d. e. Suatu sistem pemberian hukuman atau penghargaan/hadiah bagi seseorang atau sekelompok orang/lembaga karena kesalahan atau keberhasilan yang ia ciptakan disebut … a. banyak d. berpikir lateral 1. Potensi sosialisasi c. self confidence e. Kreativitas d. punishment & reward 1. Apatis d. Cara melatih diri kita untuk memiliki komitmen yang tinggi adalah dengan … a. banyak berlatih dan disiplin mendengarkan berita b. Pengajaran Pendidikan c. Kunci utama untuk memperoleh keterampilan yang tinggi adalah … a. d. b. Sikap menepati atau menaati norma yang sering terkait dengan faktor waktu disebut … a. b. berdisiplin menjalankan kebiasaan yang positif berusaha mencapai target produksi memaafkan setiap kesalahan yang dibuat rekanan usaha kita menetapkan tujuan usaha yang bervariasi menolak setiap inovasi dari luar 1. c. magang e.b. Salah satu tujuan penganalisisan peluang inovatif dengan cara sistematis adalah … a. Teledor Posesif c. disiplin 1. penemuan 1. b.

1. Yang tidak termasuk manfaat bagi siswa peserta magang dari pernyataan di bawah ini adalah … a. pengembangan jiwa/sifat profesional produktif b. kemampuan memilih karier dan kompetisi mengembangkan net work c. dapat menghayati peran wirausahawan d. menjadi warga negara yang

e. membangun dan

1. Salah satu cara menggunakan waktu yang lebih baik adalah … a. b. c. d. e. memanfaatkan waktu untuk kegiatan belajar semata banyak istirahat di waktu luang membagi-bagi waktu untuk setiap kegiatan menggunakan waktu luang dengan bepergian bekerja sambil bermain 1. Tidak membuang waktu, tenaga dan uang serta memilih cara yang paling tepat untuk mencapai sasaran, merupakan pengertian dari … a. b. bekerja produktif bekerja secara kreatif c. Bekerja imajinatif d. bekerja efektif dan efisien e. bekerja fleksibel

1. Contoh kegiatan yang dapat melatih atau membentuk perilaku efektif dan efisien dalam diri seseorang adalah … a. b. Origami berkebun c. Berladang d. traveling e. belajar di sekolah

1. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan adalah … a. b. lingkungan wirausahawan lingkungan alam c. Positif dan negatif d. orientasi sejarah e. pemasaran

1. Langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan dimulai dengan … a. b. c. d. e. mencari alternatif pemecahan masalah mengidentifikasi atau mengenali masalah memilih alternatif yang paling efektif dan efisien melaksanakan alternatif yang diperoleh mengevaluasi ketepatan alternatif yang dipilih

1. Bila seseorang wirausahawan hanya mempunyai sedikit informasi tentang hasil keputusan yang diambil dan keputusan tersebut dilaksanakan, dia akan menghadapi suatu kondisi … a. b. kepastian penuh kepastian tidak penuh c. Ketidakpastian sepenuhnya d. stabilitas e. resiko

1. Di bawah ini yang tidak termasuk dalam indikator instrumen analisis ekonomi makro adalah … a. pertumbuhan ekonomi pembayaran b. fluktuasi kurs mata uang c. Kesempatan kerja e. neraca

d. tingkat inflasi

1. Beberapa faktor teknis yang menyebabkan timbulnya kegagalan dalam berusaha yaitu faktor pembiayaan, perencanaan, dan komunikasi. Yang tidak termasuk penyebab gagalnya suatu perencanaan adalah … a. b. c. d. e. rencana kurang terperinci dalam pemaparan tujuan dan sasaran kurangnya analisis situasi yang memadai lemahnya proses komunikasi tujuan dan sasaran yang tidak realistis kurangnya antisipasi dalam menghadapi persaingan dan perubahan trend

1. Mendapatkan keuntungan sehingga dapat mensejahterakan karyawan dan memperluas usaha termasuk … a. visi perusahaan perusahaan b. misi perusahaan c. Tujuan perusahaan e. kunci keberhasilan

d. program perusahaan

1. Apabila suatu jenis produk atau jasa telah memiliki pangsa pasar yang besar dibandingkan dengan produk lain yang sejenis berarti berhasil dalam pemasaran. Produk tersebut dinamakan … a. b. pemimpin pasar menguasai pasar c. Merajai pasar d. mendominasi pasar e. mengalahkan pasar

1. Untuk menganalisa lingkungan eksternal dalam perencanaan usaha seorang wirausaha dapat menggunakan sistem … a. b. c. opportunities and threats opportunities and strength opportunities and weakness d. strength, weakness, opportunities and threats e. strength and weakness

1. Sebuah rencana bisnis berisi tentang kegiatan yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh perusahaan. Informasi yang tidak diperlukan dalam menyusun rencana bisnis adalah … a. b. perkembangan usaha diskripsi produk c. Harga d. segmen pasar e. keuntungan

1. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepercayaan bank terhadap calon nasabah adalah kemampuan (capacity), maksudnya adalah … a. b. c. d. e. kemampuan nasabah untuk menggunakan uang pinjaman kemampuan pihak bank dalam menyediakan dana pinjaman kemampuan nasabah melunasi kredit beserta bunga tepat pada waktunya kemampuan bank untuk mengontrol penggunaan uang kemampuan nasabah untuk mengembangkan usahanya

1. Untuk memperoleh KIK (kredit investasi kecil) dan KMKP (kredit modal kerja permanen) ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain … a. b. c. d. e. ada izin usaha sedang mendapat bantuan dari pihak lain sedang menyelesaikan angsuran terakhir ada rencana usaha jangka panjang pengusaha campuran

1. Kredit jangka menengah atau jangka panjang yang diberikan kepada pengusaha/perusahaan kecil pribumi dengan persyaratan dan prosedur khusus guna pembiayaan barang-barang modal serta jasa yang diperlukan untuk rehabilitasi, modernisasi, perluasan proyek dan pendirian proyek baru disebut … a. kredit modal kerja permanen b. kredit bank c. Kredit investasi kecil e. kredit modal

d. kredit investasi

1. Yang tidak tergolong persyaratan untuk mendapatkan kredit investasi dan kredit modal kerja secara sistematik adalah sebagai berikut … a. perencanaan kredit memperoleh kredit b. permohonan kredit c. Administrasi kredit e. program

d. pengawasan kredit

1. Salah satu pernyataan berikut tidak termasuk aspek pengolahan permohonan kredit bank yaitu … a. analisis permohonan kredit jaminan kredit c. Wawancara e. penetapan

b. c. jasa komersial e. Teori attention d. disenani oleh konsumen 1. b. jasa konstruksi . Salah satu manfaat yang bisa diperoleh jika calon wirausaha memiliki kemampuan komunikasi adalah … a. perdagangan/distribusi produksi/industri c. b. Dalam menjual produk seorang penjual harus memberikan pelayanan yang sebaikbaiknya kepada pembeli/pelanggan. pelayanan pembeli 1. meminta bantuan rekanan bisnis 1. teori AIDAS 1. Peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh wirausahawan seperti pakaian. Untuk menciptakan peluang pasar pengusaha kecil dapat menciptakan produk yang … a. b. b. teori ekonomi teori manajemen c. bahan bangunan dan sebagainya.b. teori 3 A e. penelitian pendahuluan d. kegiatan penelitian dan pengembangan meminjam uang ke bank bekerjasama dengan pemilik modal d. c. mudah mendapatkan laba mudah mencari relasi mudah menimba pengalaman lebih berorientasi ke depan mudah mengumpulkan informasi untuk mencari peluang usaha 1. pemeriksaan ke tempat usaha 1. Teori yang menjelaskan tentang tahapan-tahapan yang dilalui oleh seorang pembeli sampai akhirnya ia memutuskan untuk membeli sebuah barang adalah … a. c. murah harganya dan mudah dipakainya terjamin kualitasnya dan mudah dipakainya mudah pembuatannya dan disenangi d. kerajinan. pelayanan aktif e. Pelayanan prima d. banyak berkhayal e. e. Kegiatan ini dikenal dengan istilah … a. b. peralatan rumah tangga. termasuk bidang usaha … a. pelayanan maksimal pelayanan terpadu c. Jasa telekomunikasi d. d. Kegiatan yang dapat menunjang terciptanya gagasan untuk produk baru atau perbaikan produk yang sudah ada antara lain … a. canggih teknologinya e.

dalam proposal terdapat pada bagian … a. kegunaan proposal 1. salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh seorang wirausahawan adalah … a. kondisi perusahaan lain c. tingkat kedalaman proposal c. kekayaan diatas Rp. periklanan . hal ini disebut … a.1. usaha pertanian komersial b. uraian usaha laporan keuangan c. 9 Tahun 1995 adalah … a. usaha jasa d. Proposal diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan yaitu pihak yang memerlukan bahan masukan untuk mengambil keputusan. berdiri sendiri 1. proposal kredit e. persaingan dalam pasar produsen b. b.000. Laporan keuangan d. usaha industri c.usaha perseorangan penjualan tahunan maksimal 1 milyar rupiah d. pakaian atau ekspor/impor termasuk ke dalam kelompok … a. Wirausaha mengajukan kebutuhan dana yang diperlukan dalam ranbgka mengembangkan usahanya secara terperinci alokasinya. Arti penting proposal e.000. 200. Dalam proposal usaha. Ditinjau dari jenis produk atau jasa yang dihasilkan maupun aktivitas yang dilakukan. tujuan d. Ekspor migas e. b. Produk Personalia c. penjelasan singkat tentang usaha yang sedang atau akan dijalankan oleh wirausahawan dicantumkan dalam uraian tentang … a. Manajemen d. lampiran pelengkap lainnya 1. Pertanian c. uasaha seperti keagenan minyak. SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan usaha di bidang … a. manajemen e. c. kebutuhan d. milik warga negara Indonesia e. Penawaran konsumen e. usaha perdagangan 1. usaha 1. sepatu. Dalam menentukan produk yang akan dihasilkan. Berikut ini yang tidak termasuk kriteria usaha kecil menurut Undang-undang RI No. isi proposal proposal b. permintaan produsen 1. b. Usaha di bidang jasa e.000.

Dokumen yang tidak diperlukan dalam permohonan kredit yaitu … a. capacity e. Colateral condition c. Kujujuran dan itikad baik (good will) nasabah yang akan mengembalikan pinjamannya dengan tepat waktu berhubungan dengan … a. lokasi 1. c. kredit memiliki arti … a. Kredit investasi kecil adalah kredit yang mempunyai jangka … a. SIUP dan AMDAL 1. kelautan d. KK e. pendek atau menengah Catatan : sengaja tidak pakai nomor untuk di random Selamat mengerjakan. perdagangan dan jasa 1. Dalam arti ekonomi. e. Yang tidak termasuk dasar pentingnya dilakukan studi kelayakan perusahaan dari pernyataan berikut adalah aspek … a. b. Teknik dan teknologi d. ekonomi dan keuangan e. menengah atau panjang e. Capital d. akta pendirian perusahaan R/L b. uang/modal 1. KTP c.b. b. Kredit investasi diperuntukkan untuk keperluan … a. semoga sukses ! . Panjang d. b. d. penambahan barang modal kerja penambahan modal kerja penambahan fasilitas penambahan modal kerja dan fasilitas penambahan barang modal kerja dan fasilitas 1. pasar dan pemasaran politik c. character 1. Penundaan pembayaran d. SITU. b. Kepercayaan kemampuan c. Pendek menengah c. neraca dan rincian d. b. piutang e.

sosial. Tanpa asesmen yang berkualitas tidak akan ada program bimbingan dan konseling komprehensif. Dalam kode etik profesi BK disebutkan bahwa dalam BK terdapat layanan informasi. Semua layanan bimbingan konseling mesti berpangkal dari hasil asesmen yang memadai. Layanan Dasar Bimbingan Layanan dasar merupakan proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Komponen yang terdapat dalam layanan dasar antara lain bimbingan pribadi. konselor memerlukan data pendukung. Teknik tes diberikan dengan menyelenggarakan program testing untuk mengetahui potensi atau kemampuan klien. belajar dan karir. Contohnya. Jadi asesmen mutlak perlu dalam program bimbingan dan konseling.Kedudukan dan Penggunaan Tes dalam BK I PENDAHULUAN Asesmen adalah hal yang sangat penting bagi bimbingan dan konseling. Pelaksanaan layanan dasar ini sangat memerlukan instrumen asessmen sebagai pijakan dalam memberikan bimbingan. dalam bimbingan kelompok yang bertujuan untuk merespon kebutuhan dan minat peserta didik. Hasil tes prestasi belajar membantu menunjukkan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa berkaitan dengan belajar. yaitu: a. baik dalam fungsi kuratif. dan mampu mencapai tujuan layanan dengan tuntas. testing merupakan aspek yang dipandang urgen dan perlu untuk dilakukan dengan dasar pemikiran bahwa hasil testing dapat melengkapi hasil non testing. maupun perseveratif. II KEDUDUKAN DAN PERAN TES DALAM BK Test mendapat tempat sentral dalam layanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian tes dapat dikatakan berperan sebgai alat untuk membantu konselor memahami siswanya dengan lebih baik dan menyeluruh sehingga siswa yang dibimbing dapat memahami dirinya sendiri dan bisa mengambil keputusan secara tepat (J Cronbach: 1949). testing dan riset. Menurut Shertzer & Stone (1981) dan NA PPPK (2008) ada beberapa komponen layanan program bimbingan di mana di dalam komponen tersebut. Layanan Responsif . berkualitas. Salah satu instrumen dalam kegiatan asesmen adalah tes. Data hasil asesmen yang memadai dapat menjadi dasar melakukan bantuan yang tepat dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan demikian. b. misalnya berupa hasil tes prestasi belajar dari sekelompok siswa yang akan dibimbing. tes mempunyai tempat yang sentral dan penting. apalagi fungsi pengembangan (developmental) dan pencegahan (preventif).

layanan konsultasi. konferensi kasus. kedudukan tes dalam kegiatan perencanaan individual adalah memberikan informasi dalam mengambil keputusan. perencanaan individual. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tes berperan dalam proses penyelesaian masalah psikologis siswa. Dukungan Sistem Dukungan sistem adalah kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan. Penggunaan instrumen tes bertujuan untuk membantu konselor memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap siswa yang dibantu dari sisi psikologisnya. tes memiliki peran sebagai data tambahan dalam proses konseling. c. dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan professional. dan kunjungan rumah. peserta didik akan memiliki pemahaman. dalam kegiatan layanan responsif khususnya kegiatan layanan konseling individual dan kelompok. administrasi dan skor tes digunakan konselor dalam menyelenggarakan proses konseling. Di sekolah. Dari berbagai layanan pendukung ada beberapa layanan yang menempatkan tes sebagai salah satu instrumennya antara lain: 1) Layanan Informasi . seleksi. Kegiatan utama layanan dasar bimbingan. kolaborasi dengan orang tua.Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. belajar dan karier. sosial. Melalui kegiatan penilaian diri ini. memelihara. menyediakan informasi dan mencapai tujuan pemberian testing. staf ahli/penasihat. Oleh karena itu testing merupakan bagian yang integral dalam proses konseling. hubungan orang tua dan masyarakat luas. kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah. Layanan Perencanaan Individual Dalam layanan perencanaan individual. konsultasi dengan guru dan segenap komponen sekolah. Dengan demikian. penelitian dan pengembangan (Ellis. Secara umum. Selain berperan dalam penyelesaian masalah psikologis siswa. sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. dan dukungan sistem dalam implementasinya didukung oleh beberapa jenis layanan bimbingan dan konseling. sebagian besar tes digunakan untuk memberikan tanda adanya hubungan konseling. penerimaan dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif sehingga siswa bisa merencanakan sesuatu berbasis kekuatan atau potensi diri yang dimilikinya. d. Dalam buku Using Tests In Counseling (Goldman: 1971) dijelaskan bahwa perencanaan. keseluruhan layanan yang terdapat dalam layanan responsif memerlukan bantuan instrumen baik tes maupun non tes dalam penyelenggaraannya. Komponen kegiatan yang terdapat dalam layanan responsif antara lain: konseling individual dan kelompok. menjawab pertanyaan. kolaborasi dengan guru atau wali kelas. manajemen program. bimbingan teman sebaya. layanan referral. konselor membantu peserta menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh yaitu menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek pribadi. 1990). responsif. Testing dilakukan untuk memperoleh data secara obyektif.

strategi belajar. maka hasil tes dapat digunakan oleh konselor sebagai salah satu media dalam layanan informasi sehingga siswa dapat mengetahui potensi dirinya. Informasi dapat diperoleh konselor dari buku. Sedangkan data nontes seperti hasil wawancara dan observasi dapat digabungkan dan dikomplementerkan dalam rangka mengarahkan siswa dalam mengambil keputusan. Informasi yang dapat diberikan oleh konselor meliputi strategi pengembangan kepribadian. internet. bengkel kerja. ahli hukum dalam penyelenggaraan Career Day. konselor dapat membantu siswa untuk mempersiapkan diri dan masa depannya. keterampilan pengembangan kemampuan intrapersonal dan interpersonal. konselor dapat menghimpun data hasil tes maupun nontes. vokasional. seminar. Siginifikansi skor tes akan lebih baik apabila dikombinasikan dengan hasil wawancara. 4) Layanan Penempatan Layanan penempatan adalah suatu kegiatan bimbingan yang dilakukan untuk membantu individu atau kelompok yang mengalami mismatch (ketidaksesuaian antara potensi dengan usaha pengembangan). Konsultasi dapat dilakukan dengan meminta narasumber dari ahli terkait seperti ahli medis. kesempatan pendidikan. belajar maupun karir. Layanan informasi dapat diberikan secara langsung maupun tidak langsung. bakat dan minat kemudian diintepretasikan dan dapat digunakan untuk membantu siswa memilih dan mengambil keputusan tentang masa depannya. Kedua data ini bersifat saling mendukung dan saling melengkapi. Fokus utama konseling cenderung pada perkembangan pribadi dan pembuatan keputusan berdasarkan pemahaman diri dan pengetahuan lingkungan. penjurusan. atau informasi yang diperoleh dari stakeholder.Layanan informasi diselenggarakan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada siswa terkait dengan bimbingan pribadi. Penempatan ini dilakukan dengan menyesuaikan siswa sesuai kondisi dan kemampuan seperti kelompok belajar. baik tes maupun non-tes. 2) Layanan Konseling Layanan konseling diberikan untuk memfasilitasi pemahaman diri dan perkembangan konseli melalui hubungan individual maupun kelompok. Data hasil tes berupa intelegensi. administrator dan orang tua dalam rangka memberikan layanan secara efektif dan memperbaiki kinerja sekolah. pengambilan keputusan yang tepat dan bimbingan lain yang terkait. konseling. pemilihan karir dan pengambilan keputusan. mendatangkan narasumber. 3) Layanan Konsultasi Konsultasi dirancang untuk memberikan bantuan teknis kepada guru. kegiatan ekstrakurikuler. Berkaitan dengan tes. baik tes maupun nontes. Fakta menunjukkan bahwa tes membantu dalam pemahaman individu dan pengambilan keputusan (Cronbach. sosial. Dalam memberikan layanan informasi. 1949). konselor memerlukan data pendukung. Informasi yang disampaikan itu berbasis data. Narasumber yang diundang diharapkan dapat memberikan informasi kepada orang tua dan siswa tentang potensi siswa. Dalam penyelenggaraan layanan konseling. lokakarya dan pemberian brosur/leaflet). Data-data ini dihimpun untuk memberikan informasi yang komprehensif pada konseli (siswa). dan penempatan individu pada lingkungan yang sesuai bagi dirinya serta pemberian kesempatan kepada individu untuk berkembang secara optimal. Layanan inforamsi dapat diberikan melalui kegiatan bimbingan baik individual maupun kelompok (bimbingan. Fakta . studi kasus dan metode lainnya.

kepribadian. psikolog membuat suatu interpretasi yang kemudian akan disampaikan kepada konselor. Selanjutnya tugas konselor adalah menginformasikan kepada konseli atau orang tua dan menggunakan data atau hasil tes tersebut untuk kepentingan yang terkait dengan kebutuhan siswa. bakat) maupun eksternal (kondisi lingkungan di rumah. identifikasi alternatif jabatan. dan minat. 5) Layanan Appraisal dan Tindak Lanjut Layanan appraisal dirancang untuk mengumpulkan. dapat dikatakan bahwa kedudukan tes dalam layanan penempatan adalah memberikan informasi dalam mengambil keputusan. seleksi jabatan. Peran tes dalam kegiatan penjurusan ini serupa juga dalam hal kegiatan penyaluran. Menurut Munandir (1988) informasi yang dibutuhkan konseli antara lain bimbingan dan konseling vokasional. Selain penyaluran dalam kegiatan ekstrakurikuler juga dilakukan pelayanan penyaluran dalam bidang pemilihan sekolah lanjutan yang sesuai dengan kemampuan anak. minat. menganalisa dan menggunakan data obyektif tentang sejauh mana siswa berhasil memahami diri dan mencapai tugas-tugas perkembangannya. Konselor di sekolah membantu siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat dan minat. data merupakan alat atau media informasi yang perlu digali untuk memperoleh gambaran tentang siswa. Perkembangan individu ini menekankan pada penggunaan tes untuk meningkatkan pemahaman diri dan pengembangan personal. Berdasarkan uraian di atas. Untuk tujuan tersebut. Melalui data atau informasi tentang siswa tersebut. Semua kegiatan di atas menguatkan peran tes sebagai pemberi informasi dalam proses pengambilan keputusan. baik tes maupun nontes. Dari hasil penilaian ini selanjutnya dianalisis dan kemudian merencanakan tindak lanjut bimbingan. catatan observasi.menunjukkan bahwa tes membantu dalam pemahaman individu dan pengambilan keputusan (J Cronbach: 1949). Data hasil nontes antara lain transkrip wawancara. perkembangan persiapan jabatan dan penempatan (placement). Dalam kerangka kerja ini. dokumentasi dan sosiometri. konselor perlu bekerjasama dengan lembaga/biro psikologi. Penyelenggaraan pengumpulan data teknik nontes dapat dilakukan dengan observasi. Dari hasil tes tersebut. dokumen foto dan data serta data sosiometri. kepribadian. Tes yang pada umumnya digunakan di sekolah seperti tes intelegensi. Dalam penyelenggaraan teknik tes. Data atau informasi tentang siswa diperoleh melalui pengumpulan data. Sedangkan tes yang bisa digunakan oleh konselor tanpa harus dengan bantuan psikolog antara lain tes prestasi belajar. wawancara. Salah satu penggunaan tes dalam konseling vokasional adalah membantu individu memperoleh kesuksesan karir. skor tes menjadi bagian informasi yang diberikan pada individu dalam proses pengambilan keputusan. Layanan ini sekaligus secara tidak langsung dapat berfungsi untuk menilai keberhasilan program bimbingan secara keseluruhan. dan di luar sekolah). bakat. baik yang sifatnya internal (potensi siswa. Tes data memberikan jawaban tentang jabatan-jabatan yang tersedia. konselor dan guru diharapkan dapat lebih memahami siswa dan membantu siswa dalam mencapai tugas perkembangannya. Anne Anastasia dan Susan Urbina (1971) menyatakan bahwa testing digunakan dalam bimbingan pendidikan dan jabatan seta dipakai untuk merencanakan segala aspek dalam kehidupan individu. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan teknik. Melalui hasil data-data baik tes .

(1) Tes untuk keperluan non-konseling (noncounseling uses of test) yang mencakup (a) seleksi calon untuk penempatan pada lembaga/instiusi.maupun nontes diharapkan membantu siswa untuk menerima. sedangkan validitas isi mencakup hal-hal yang hendak diketahui melalui tes tersebur harus terwakili didalam isi dari suatu tes tertentu. Dalam pelaksanaan tes ada dua kategori tujuan. oleh karena itu norma usia merupakan kriteria penting. Validitas konstruk menyoroti ketepatan teori atau konsep yang melandasi instrument tes tertentu. (b) informasi untuk proses . Super (1957b) dan Bordin (1955) berpendapat bahwa informasi tersebut dapat digunakan dalam Tiga kategori. 3. Kepraktisan lain yang harus di pertimbangkan adalah dari segi biaya dan waktu yang di perlukan. dan dalam menginterpretasikannya. kriteria penting lainnya adalah suatu tes tertentu harus praktis dalam penggunaan. Validitas Suatu tes layak digunakan apabila memenuhi kriteria valid. salah satu hal penting adalah kriteria tes. Oleh karena itu tes dilakukan guna memperoleh informasi atau data yang penting dan akurat. yakni. (b) penempatan individu pada institusi. 4. (c) penyesuaian institusi dilakukan guna menemukan kebutuhan dan karakteristik individu tertentu. baik dalam konstruksi atau penyusunan maupun dari segi isi. dalam penskoran. Praktikalitas Dalam pelaksanaan tes. dan (d) melakukan pengembangan dan revisi institusi untuk menemukan kebutuhan dan karakteristik siswa atau karyawan/pekerja pada umumnya. konnselor harus memiliki sejumlah informasi yang berkaitan dan akurasi mengenai individu dan juga kondisi serta situasi yang ada bahkan informasi lain yang berasal dari orang lain diluar indiividu. Pemilihan Tes Berdasarkan Kriteria Untuk melaksanakan tes dalam bimbingan konseling hal penting yang harus dilakukan adalah memilih atau menyeleksi alat tes yang harus digunakan untuk keprluan tertentu. B. informasi yang telah diperoleh dapat ditindak lanjut untuk keperluan konseling. memahami dan mengoptimalkan potensi diri. Reliabilitas Reliabilitas tes memampukam konselor atau pengguna lainnya menentukan taraf di mana bisa melakukan prediksi secara konsisten. 2. III PENGGUNAAN TES DALAM BK A. 1. Norma usia Dalam tes usia sangat berpengaruh terhadap kondiisi testi. (2) Penggunaan tes untuk konseling (counseling uses of test) artinya setelah tes dilakukan. Tujuan Tes Dalam BK Untuk keperluan bimbingan konseling. Ada pun kriteria tes yang baik yakni. Norma usia dapat mempresentasikan performa tes individu-individu yang dikelompokkan dan dinormakan berdasarkan usia kronologisnya. (a) diagnosis informasi prakonseling (precounseling diagnostic information).

motivasi. (b) mendukung pengembangan kemampuan istimewa atau potensial individu tertentu. C. Tes bakat dapat dilakukan untuk mengungkapkan antara lain bakat Khusus. Inventiori Minat Inventori minat dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa pada setiap individu ada perbedaan dalam minat baik secara umum maupun minat pekerjaan tertentu. Skala Wecshler dirancang berbdasarkan perbedaan usia antara lain Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence III (WPPSI-III) dirancang khusus untuk anak-anak usia 2 Tahun 6 Bulan sampai 7 Tahun 3 Bulan. 1997 berpendapat bahwa tes kepribadian merupakan instrument untuk mengukur karakteristik emosi. Tes Bakat Tes bakat banyak digunakan oleh para konselor dan tenaga professional lainnya untuk mengidentifikasi (a) kemampuan potensial yang tidak disadari individu. . sesuai dengan nama perancang yakni Alfred Binet pada tahun 1900-an. tes bakat unik tes bakat skolastik dan lainnya. Jenis-Jenis Tes Setelah diketahui bahwa tes yang hendak digunakan merupakan tes standar maka dalam bimbingan konseling ada beberapa instrument atau alat tes yang dapat di gunakan untuk kepentingan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. dan (c) informasi untuk perencanaan dan tindakan setelah konseling (information for postcounseling plans and action). 4. Wichsler Intelligence Scale for Cildren-Fourt Edition (WISC-IV) dirancang untuk anak-anak usia 6 Tahu sampai remaja usia 16 tahun dan Wechsler Adult Intelligence Scale-Third Edition (WAIS-III) dirancang untuk remaja usia 16 tahun hingga manula usia 89 Tahun 2. Tes Kepribadian Anastasi dan Urbina. Tes Kecerdasan Tes kecerdasan digunakan untuk mengukur kemampuan akademik. sesuatu yang dibedakan dari bakat atau ketrampilan. hubungan antar pribadi dan sikap. 3. yang paling populer dari tes ini adalah digunakan untuk mengukur IQ atau sering dikenal dengan nama tes kecerdasan Stanford-Binet. (c) menyediakan informasi untuk membantu individu membuat keputusan pendidikan dan karir atau alternative pilihan yang ada (d) membantu memprediksi tingkat sukses akademis atau pekerjaan yang bisa di antisipasi individu dan (e) berguna bagi mengelompokkan individu dengan bakat serupa bagi tujuan perkembangan kepribadian dan pendidikan. Selain itu ada pun tes lain yang bisa digunakan yakni skala Wechsler yang dirancang oleh David Wechsler.konseling (information for the counseling itself). Jadwal Preferensi Pribadi Edwards (EPPS) dan Inventori Multifase Minesota (MMPI). jensi-jensi tersebut antara lain adalah : 1. Karena itu inventori minat dirancang untuk menilai minat-minat pribadi dan mengaitkan minat-minat tersebut dengan wilya kerja yang lain. kemampuan mental dan kemampuan kecerdasan. Tes kepribadaian yang standard an popular digunakan antara lain Indikator Tipe Kepribadian Myers-Briggs (MBTI). tes bakat umum.

Pemahaman mendasar tentang statistik dan psikologi memampukan konselor untuk (a) mendeskripsikan karakteristik individu atau kelompok dibandingkan kelompok atau populasi lain. dan (c) menyimpulkan karakteristik suatu populasi dari sampel populasi tersebut. tes hanya memberi informasi tambahan yang dapat digali dalam konseling dan digunakan dalam menghadapi keputusan tertentu. Data yang telah diperoleh dianalisis selanjutnya diinterpretasi guna pengambilan keputusan tindakan yang tepat. Tuntutan seperti ini tetap harus merujuk pada kode etik yang ditetapkan sehingga malpraktik bisa dihindarkan. Seorang klien harus disadarkan bahwa tes hanya alat dan alat yang tidak sempurna. Dari beberapa buku menyebutkan bahwa interpretasi dapat dilakukan dalam empat tipe. hendaknya dieksplorasi. Pemilihan Tes a. Dalam keadaan dan maksud pengetesan apapun. genetik. Konselor wajib memberikan orientasi yang tepat kepada klien dan orang tua mengenai alasan digunakannya tes disamping arti dan kegunaannya. keterampilan atau pencapaian dalam suatu bidang sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi prestasi anak-anak. Klien hendaknya terlibat dalam proses pemilihan tes. prediktif. c) menginterpretasi data untuk membantu klien dalam proses pengambilan keputusan. b. dan evaluatif. Dasar Interpretasi Tes Interpretasi dilakukan terhadap hasil tes yang merupakan data tentang karakteristik individu yang telah mengikuti tes tertentu. tes tidak dapat memberi “jawaban”. maupun pengalaman masa lalu dengan tes. mengelompokkan siswa menurut tingkat pengetahuannya dan memberikan informasi pada orang tua tentang kelemahan dan kelebihan bidang akademik anaknya. Tes Prestasi Tes prestasi belajar berhubungan dengan tingkat pengetahuan. b) melengkapi data non-tes dengan data tes. berlaku kode etik testing yang harus dipatuhi tester. supaya tidak ada unsur pemaksaan dalam pemberian tes oleh koselor. Beberapa kode etik yang wajib diperhatikan oleh konselor (ABKIN): 1. yakni deskriptif. Kaitan Tes dengan Statistik Dalam penggunaan tes baik oleh konselor dan juga tenaga professional lainnya sangat dibutuhkan kontribusi statistik dalam menginterpretasikan hasil tes atau penilaian. c. Oleh karena itu pengatahuan tentang statistik merupakan salah satu syarat bagi konselor atau pengguna tes. IV KODE ETIK PENGGUNAAN TES DALAM BK Dalam buku Using Tests In Counseling (Goldman. Sebagai cara untuk mencapai tujuan. 1971) diuraikan bahwa konselor sekolah perlu: a) menyesuaikan data untuk memprediksi potensi klien. Alasan para klien untuk menginginkan tes. E. D. (b) memprediksi kemungkinan sukses atau gagalnya performa ke depan berdasarkan perilaku saat ini atau masa lalu yang di tes.5. Dalam melakukan interpretasi tersebut yang menjadi hal penting adalah pemahaman terhadap fungsi teori dan teknik interpretasi yang memadai. .

. Oleh karena itu. Konselor seharusnya bersifat netral. f. etnik. ekonomi yang dapat mempengaruhi skor tes. Testing dilakukan bila diperlukan data yang lebih luas tentang sifat atau ciri kepribadian subyek untuk kepentingan layanan. Hasil testing hanya dapat diberitahukan kepada pihak lain sejauh ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien. Hal lain yang perlu dipahami konselor adalah faktor kultural. Data hasil testing wajib diintegrasikan dengan informasi lain yang telah diperoleh dari klien sendiri atau dari sumber lain. Dalam memberikan tes. konselor harus sadar bahwa hasil tes bukan hanya skor yang seharusnya diberikan kepada klien. 2. Peranan ini berarti bahwa konselor mempunyai pemahaman yang baik mengenai apa tes itu dan mengapa dia mengambilnya. Penggunaan Hasil Tes a. konselor wajib mematuhi kode etik yang ada sehingga tidak melakukan malpraktik yang merugikan martabat testee dan merusak citra profesi konselor. Konselor seharusnya menjelaskan tujuan tes dan menunjukkan keterbatasan tes. e. Wewenang Pemberian Tes Testing hanya bisa diberikan oleh konselor yang berwenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. menahan diri dari memberi penilaian sebanyak mungkin dan membiarkan klien merumuskan makna dan kesimpulan mereka sendiri. Penggunaan suatu jenis tes wajib mengikuti secara ketat pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes tersebut. Dalam hal ini data hasil testing wajib diperlakukan setara dengan data dan informasi lain tentang klien. Meskipun demikian. gender. Tes membantu konselor memahami siswa secara utuh dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. 3.d. Konselor yang berwenang adalah konselor yang telah menempuh pendidikan sertifikasi tes dalam bimbingan dan konseling. dalam penggunaan tes. tes hendaknya dipahami sebagai sarana pendukung saja dan bukan merupakan suatu hal yang mutlak. b. tetapi dan terlebih maknanya yang harus digali dalam menafsirkan hasil. V PENUTUP Seluruh uraian di atas menggambarkan bahwa tes mempunyai peran sentral dalam layanan BK.

atau bahkan dapat memicu munculnya konsekuensi dari tritmen yang merugikan diri klien. Asesmen merupakan kegiatan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan/ kompetensi yang dimiliki oleh klien dalam memecahkan masalah. 2010). dan setelah konseling tersebut dilaksanakan/ berlangsung (Ratna Widiastuti. Asesmen yang diberikan kepada klien merupakan pengembangan dari area kompetensi dasar pada diri klien yang akan dinilai. namun juga dapat digunakan sebagai sebuah terapi untuk menyelesaikan masalah klien. asesmen yaitu mengukur suatu proses konseling yang harus dilakukan konselor sebelum. wawancara. Dalam konteks bimbingan konseling. yaitu mengumpulkan informasi yang memungkinkan bagi konselor untuk menentukan masalah dan memahami latar belakang serta situasi yang ada pada masalah klien. selama. selama dan setelah konseling berlangsung dapat memberi informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien. Pada umumnya asesmen bimbingan konseling dapat dilakukan dalam bentuk laporan diri. asesmen merupakan hal yang penting dan harus dilakukan dengan berhati-hati sesuai dengan kaidahnya. Asesmen merupakan salah satu bagian terpenting dalam seluruh kegiatan yang ada dalam konseling (baik konseling kelompok maupun konseling individual). dan sebagainya. dan psikomotor dalam kompetensi dengan menggunakan indikator-indikator yang ditetapkan dan dikembangkan oleh Guru BK/ Konselor sekolah. observasi. asesmen dapat digunakan sebagai alat untuk menilai keberhasilan sebuah konseling. tes psikologis. Hal ini sesuai dengan tujuan asesmen dalam bimbingan dan konseling. afektif.ASSESMEN DALAM BK Asesmen merupakan salah satu kegiatan pengukuran. performance test. yang kemudian akan dijabarkan dalam bentuk indikator-indikator. Asesmen yang dikembangkan adalah asesmen yang baku dan meliputi beberapa aspek yaitu kognitif. Dalam prakteknya. Meskipun . Asesmen dilakukan untuk menggali dinamika dan faktor penentu yang mendasari munculnya masalah. Karena itulah asesmen dalam bimbingan dan konseling merupakan bagian yang terintegral dengan proses terapi maupun semua kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri. Asesmen yang dilakukan sebelum. Kesalahan dalam mengidentifikasi masalah karena asesmen yang tidak memadai akan menyebabkan tritmen gagal. Dalam pelaksanaannya.

Semua indikator bukan diukur dengan soal seperti dalam pembelajaran. Hal ini memiliki makna bahwa asesmen tidak hanya berorientasi pada hasil/ produk akhir. setiap guru pembimbing/ konselor perlu berpegang pada pedoman pertanyaan sebelum melakukan asesmen. Namun demikian tidaklah efisien dan tidak etis untuk menggali semuanya selama hal tersebut tidak relevan dengan tritmen yang diberikan untuk mengatasi masalah klien. Program planning. Memberi alternatif solusi untuk masalah 4. Menstimulasi klien maupun konselor mengenai berbagai isu permasalahan 2. serta melihat kendala/ masalah yang dihadapi klien dalam proses konseling maupun kendala dalam melaksanakan keputusan yang telah ditetapkannya. 2. Memungkinkan evaluasi efektivitas konseling Selain itu. yaitu mulai dari membuka konseling sampai dengan mengakhiri konseling. yaitu perencanaan program untuk memperoleh informasi-informasi yang dapat digunakan untuk membuat keputusan dan untuk menyeleksi bagian–bagian program yang efektif dalam pertemuan-pertemuan antara konselor dengan klien. dan berlangsung lama bagi klien. Menyediakan metode untuk memperbandingkan alternatif sehingga dapat diambil keputusan 5. yang memberikan informasi-informasi nyata yang potensial. . Menjelaskan masalah yang senyatanya 3. yaitu asesmen yang dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai status dari suatu sistem.menjadi dasar dalam melakukan tritmen pada klien. dalam melaksanakan keputusan setelah konseling. yaitu “Apa saja yang perlu kuketahui mengenai klien?”. Hood & Johnson (1993) menjelaskan ada beberapa fungsi asesmen. untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan khusus pada tahap pertama. efisien. yang dapat membuat klien mampu membedakan latihan yang dilakukan pada saat konseling dan penerapannya di kehidupan nyata dimana klien harus membuat suatu keputusan. atau setidak-tidaknya akan ada keseimbangan antara proses konseling dengan hasil konseling. Hal itu berkaitan dengan apa saja yang relevan untuk mengembangkan intervensi atau tritmen yang efektif. akan berpengaruh pada pelayanan konseling oleh konselor sekolah/ Guru BK. sehingga keputusan yang akan diambil oleh klien dapat benar-benar sesuai dengan kemampuan diri klien itu sendiri. Hal ini akan berakibat tidak baik pada diri klien. yaitu: 1. Karena itu. asesmen juga diperlukan untuk memperoleh informasi yang membedakan antara apa ini (what is) dengan apa yang diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling. bahkan terhadap konselor itu sendiri untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Systems assessment. Di sinilah muncul fungsi evaluator dalam asesmen. asesmen akan mengarah pada inovasi. Jika kedua komponen tersebut didesain dengan pendekatan “client centered” atau “bottom up”. Asesmen memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan perencanaan dan pelaksanaan model-model pendekatan konseling. tetapi justru akan lebih terfokus pada proses konseling. Hood & Johnson (1993) menjelaskan ruang lingkup dalam asesmen (assesment need areas) dalam bimbingan dan konseling ada lima. Asesmen yang tidak dilakukan secara objektif. diantaranya adalah untuk: 1. tetapi diukur secara kualitatif. tidak berarti konselor harus menilai (to assess) semua latar belakang dan situasi yang dihadapi klien pada saat itu jika tidak perlu. Dengan demikian asesmen akan benar-benar bisa memenuhi kriteria objektivitas dan keadilan. Hal inilah yang kemudian membuat asesmen menjadi efektif. kemudian hasilnya dianalisis untuk mengetahui kemampuan klien dalam mengambil keputusan pada akhir konseling. atau memilih alternatif-altenatif yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalahnya. serta tujuan yang sudah dituliskan/ ditetapkan atau outcome yang diharapkan dalam konseling. Asesmen dalam bimbingan dan konseling adalah asesmen yang berbasis individu dan berkelanjutan. Kadangkala konselor menemukan bahwa ternyata “hidup” klien sangat menarik. yang membedakan antara apa ini (what is it) dengan apa yang diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling.

5. yang menjadikan program-program tersebut dapat dinilai apakah sesuai dengan pedoman. maka instrumen dapat menggunakan checklist. (3) ketersediaan instrumen.3. maka konselor menentukan akan melakukan asesmen dengan memfokuskan pada salah satu aspek dalam diri klien saja. maka guru BK dapat minta bantuan orang yang memiliki kewenangan. dan klien memiliki keberanian serta kemampuan untuk mengambil keputusan. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan asesmen: 1. dan sebagainya. Program certification. yaitu yang berkenaan dengan: (a) evaluasi terhadap informasi-informasi yang nyata. Dalam hal ini apabila guru BK tidak memiliki kewenangan. Perencanaan Aspek yang harus ada dalam perencanaan asesmen adalah: a. b. Program Implementation. termasuk pada saat melakukan analisis. Berdasarkan hal tersebut di atas. Program Improvement. misalnya psikolog atau orang yang telah memiliki sertifikasi yang memberikan kewenangan untuk mengadministrasikan tes dimaksud. misalnya mempersiapkan instrumen. bukan pengambil keputusan mengenai apa yang harus dilakukan klien dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. klien dapat bekerjasama dengan guru BK/konselor. Konselor/ guru BK bukan pemberi nasihat. yang merupakan akhir kegiatan. dan (d) informasi-informasi yang mempengaruhi proses pelaksanaan program-program yang lain. yaitu bagaimana asesmen dilakukan untuk menilai pelaksanaan program dengan memberikan informasi-informasi nyata. c. untuk keberhasilan konseling. hal ini tetap menuntut suatu perencanaan. tempat. dan mampu menerima dirinya sendiri. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih instrumen dalam asesmen diantaranya yaitu: (1) kemampuan guru BK sendiri. Tetapi untuk menentukan instrumen sangat tergantung pada aspek apa yang akan diasesmen. (c) program-progam yang berhasil. Memilih instrumen yang akan digunakan. inventori. Anda dapat merencanakan instrumen yang akan digunakan dalam asesmen. Karena itu. inventori kepribadian. Misalnya Anda akan melihat kerjasama klien dalam konseling. Penetapan waktu Perencanaan waktu yang dimaksud adalah kapan asesmen akan dilakukan. mampu memahami diri sendiri. (b) tujuan yang akan dicapai dalam program. Memilih fokus asesmen pada aspek tertentu dari diri klien Salah satu penentu keberhasilan konseling adalah kemauan dan kemampuan klien itu sendiri. dan peralatan lain yang diperlukan dalam pelaksanaan asesmen. tes minat jabatan. Dalam konseling. Banyak instrumen yang dapat digunakan dalam asesmen seperti tes psikologis. tetapi apabila Anda memfokuskan asesmen tentang kemampuan klien dalam memecahkan masalah. Menurut Center for the Study of Evaluation (CSE). Dengan demikian maka akan diperoleh alat ukur atau instrumen yang benar-benar dapat diandalkan (valid) dan dapat dipercaya (reliabel) dalam mengukur apa yang seharusnya diukur. Apapun bentuk dan jenis asesmen yang dilakukan. 4. maka Anda dapat mempergunakan tes psikologis. . Setelah ditentukan fokus area asesmen. program sertifikasi adalah suatu evaluasi sumatif. dan sebagainya). Dalam hal ini evaluator berfungsi pemberi informasi mengenai hasil evaluasi yang akan digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Penetapan waktu ini sangat erat berhubungan dengan persiapan pelaksanaan asesmen. dimana asesmen dapat digunakan dalam dalam perbaikan program. Persiapan akan banyak menentukan keberhasilan suatu asesmen. keputusan akhir untuk pemecahan masalah yang dihadapi ada pada diri klien. hal ini memberikan makna bahwa pada akhir kegiatan akan dilakukan evaluasi akhir sebagai dasar untuk memberikan sertifikasi kepada klien. dan (5) dana yang tersedia. observasi. (4) waktu yang tersedia. (2) kewenangan guru BK (baik dalam mengadministrasikan maupun dalam interpretasi hasilnya). dan dengan bantuan guru BK maka klien diharapkan mampu memunculkan ide-ide pemecahan masalah. Apalagi jika pelaksana asesmen tersebut bukan guru BK itu sendiri. misalnya karena instrumen yang digunakan untuk asesmen adalah tes psikologis (tes intelegensi.

misalnya dari catatan lapangan. Validitas dan reliabilitas Apabila instrumen yang kita gunakan adalah buatan sendiri atau dikembangkan sendiri. 2. 2010)). Wilcox (dalam Ratna Widiastuti. Analisis dilakukan dengan mengikuti petunjuk yang ada dalam manual masing-masing instrumen. yaitu: 1. yaitu melakukan analisis terhadap data yang diperoleh melalui instrumen yang digunakan untuk mengambil data. dan merumuskan kesimpulan yang mendukung. Apabila data bersifat kualitatif. Misal data yang diperoleh berbentuk kualitatif atau data kuantitatif. Berikut ini adalah hal-hal yang harus ada dalam interpretasi. 2. dan terbuka. LISREL. Namun apabila kita menggunakan instrumen yang sudah terstandar. 3. Analisis data Langkah selanjutnya adalah analisis data. Saat melakukan analisis data kualitatif. Pelaksanaan Setelah perencanaan asesmen selesai. Anda tidak perlu mencari validitas dan reliabilitas karena instrumen tersebut sudah jelas memenuhi persyaratan sebagai suatu instrumen. jujur. menafsirkan pandangan. d) gunakan sistem kartu-kartu dalam map. e) periksa kebenaran hasil asesmen. 5. Karena validitas dan reliabilitas merupakan suatu syarat mutlak suatu instrumen asesmen. dan sebagainya.d. b) buatlah salinan data untuk berjaga-jaga kalau ada yang hilang. Metode analisis data dalam asesmen konseling sangat tergantung data yang diperoleh. SPSS. atau wawancara. Manual suatu instrumen biasanya memuat: 1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan asesmen adalah pelaksanaannya harus sesuai dengan manual masing-masing instrumen. maka instrumen itu perlu diuji validitas dan reliabilitasnya. seperti program excel. Penafsiran harus dirumuskan dengan hatihati. Untuk asesmen yang akan digunakan untuk membantu fungsi pendidikan. maka kita melakukan analisis data kualitatif. cara mengerjakan waktu yang digunakan untuk mengerjakan asesmen kunci jawaban cara analisis interpretasi. dokumen informasi demografi. perlu dilakukan beberapa langkah sebagai berikut: a) yakinkan semua data telah tersedia. 3. misalnya tes inteligensi. 2. Pandangan evaluator juga mempengaruhi penafsiran/ interpretasi data. Pendekatan key incident memungkinkan bagi kita untuk memasukkan sejumlah besar kesimpulan dari bermacam-macam data yang berasal dari berbagai sumber. Dewasa ini. 4. 4. dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam tindakan berikutnya bagi orang-orang lain yang berkepentingan/ berwenang (Cronbach dalam Ratna Widiastuti. Apabila data bersifat kuantitatif maka analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik. Dalam bimbingan konseling. statistik biasa digunakan untuk analisis data hasil tes psikologis. Komponen untuk menafsirkan / interpretasi hasil analisis data Interpretasi berarti menilai objek asesmen dan menentukan dampak asesmen tersebut. Apabila banyak data kualitatif yang dianalisis sementara asesmen masih berlangsung maka beberapa analisis dapat ditunda pelaksanaannya sampai evaluator selesai melakukan asesmen. Metode analisis data kualitatif misalnya deskriptif naratif. Petunjuk untuk menafsirkan analisis data . c) aturlah data dalam judul dan masukkan dalam file. maka hasil asesmen harus diinterpretasikan sebagai sarana untuk mengetahui kebaikan klien. 2010) misalnya menggunakan pendekatan ”key incident” dalam analisis deskripsi kualitatif tentang kegiatan pendidikan. dan sebagainya. Interpretasi data Interpretasi diartikan sebagai upaya mengatur dan menilai fakta. selanjutnya adalah bagaimana melaksanakan rencana yang telah dibuat tersebut. tes bakat. program statistik dapat dengan mudah dilakukan dengan bantuan komputer.

2010) menyatakan bahwa para evaluator telah mengembangkan metode yang sistematik untuk melakukan interpretasi. dan 6. menentukan fokus yang akan dinilai (misal cara klien dalam merespon. konferensi kasus. apakah klien perlu mendapatkan tritmen tertentu. Namun demikian. atau bahkan bisa jadi konselee perlu mendapatkan rujukan (refferal) kepada pihak ketiga. dalam Ratna Widiastuti. (7) membandingkan analisis yang dilaporkan oleh program yang usahanya sama.Worthen dkk. pengambilan keputusan. ide-ide pemecahan masalah. (6) membandingkan variabel-variabel penting dengan hasil yang diharapkan. menanggapi data dengan cermat. akan tetapi evaluator hanya memberikan pandangan saja dari sekian banyak pandangan. melihat kembali data. menilai kelebihan dan kelemahan penafsiran. melakukan analisis data yang diperoleh dan membicarakan hasilnya dengan klien 5. Untuk konseling yang berbasis individu. Beberapa kegiatan tindak lanjut diantaranya adalah apakah konselee perlu melakukan konseling yang memfokuskan pada aspek yang berbeda lainnya. dan prinsip-prinsip etik tidak dilupakan. atau wawancara) 3. dan sebagainya) 2. (5) bertanya kepada kelompok penilai. demokrasi aturan. menilai keberhasilan dan kegagalan. melaporkan data yang telah diolah (laporan hasil konseling) . yaitu dengan cara: 1. dan (8) menafsirkan hasil analisis dengan prosedur yang menghasilkannya. norma-norma. maka langkah-langkah khusus peerlu dilakukan. menentukan teknik untuk penilaian (misal dengan observasi. maka klien perlu dirujuk ke psikiater. (4) menentukan nilai pencapaian. (3) menentukan apakah analisis kebutuhan telah dikurangi. Rujukan diperlukan jika guru pembimbing/ konselor tidak mempunyai kewenangan atau tidak mempunyai kemampuan untuk menangani masalah yang dihadapi klien. Tindak lanjut Tindak lanjut adalah menindak lanjuti hasil asesmen atau penggunaan hasil asesmen dalam konseling. Misalnya jika klien sudah mengalami gangguan psikotik. Diantara metodemetode tersebut yang sering dipakai akhir-akhir ini adalah: (1) menentukan apakah tujuan telah dicapai. jika klien mengalami gangguan dislesia maka perlu dirujuk ke terapis khusus yang menangani gangguan tersebut. menggunakan teknik penilaian yang telah ditentukan 4. menginterpretasikan data bukan hanya pekerjaan evaluator saja. (2) menentukna apakah hukum. 5.

Pemahaman tentang subyek sasaran 2. Marsudi dkk menyatakan bahwa bimbingan konseling mempunyai fungsi: a) Fungsi Pemahaman. dan lingkungan sekolah terutama oleh siswa sendiri dan konselor. fungsi pemahaman akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak tertentu (konselor) guna mengembangkan kemampuan siswa. Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah suatu proses bantuan dari seseorang kepada orang lain secara berkelanjutan untuk mengembangkan pandangannya sendiri. adalah bimbingan yang menghasilkan terpecahkannya masalah yang dihadapi individu (siswa) siswa yang sedang bermasalah ibarat berada dalam kondisi yang tidak enak. 2) Unsur-unsur Bimbingan Konseling. c) Fungsi perbaikan. menghindarkan diri subyek bimbingan agar terhindar dari permasalahan yang dapat mengganggu. termasuk informasi pendidikan. dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapinya untuk mencapai kesejahteraan hidupnya”. saling menghargai dan menghormati sehingga tumbuh saling percaya mempercayai. Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas. informasi jabatan. terjadi dalam suasana profesional untuk memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien”. d) Mampu menghargai orang lain. dan unsur cara pengatasannya sendiri”. atau menimbulkan kesulitan dalam proses perkembangan. 3) Fungsi Bimbingan Konseling. satu sebagai konselor dan yang lain sebagai klien. Marsudi dkk mengemukakan bahwa tujuan bimbingan konseling adalah: a) Memiliki kesadaran diri. g) Dapat memecahkan konflik. e) Konselor membantu untuk meningkatkan kemampuan agar klien mampu memecahkan masalahnya sendiri. 3. membuat keputusan sendiri dan unsur pengatasannya sendiri. informasi nilai budaya. c) Klien sangat memerlukan bantuan dari konselor dalam memecahkan masalah. . Selanjutnya Haditono menyatakan bahwa “bimbingan adalah bantuan dari seseorang kepada orang lain baik anak-anak. menghambat. Pepinsky mengemukakan bahwa “konseling adalah interaksi yang terjadi antara dua orang individu. ia perlu bantuan orang lain agar kondisinya berubah menjadi enak. Belki dalam Marsudi mengemukakan ada 6 (enam) prinsip bagi konselor agar bimbingan konseling di sekolah memiliki makna. h) Membuat keputusan secara efektif. e) Memiliki rasa tanggung jawab. f) Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi.c. 4) Tujuan Bimbingan Konseling. Peran dan Fungsi Guru BK Bimbingan itu suatu proses. yakni mengenal dirinya dan kekhususan dirinya sendiri. pengobatan (curative). b) Fungsi pencegahan (preventif). b) Mengembangkan sikap positif. yaitu: a) Konselor sejak awal harus memiliki kinerja yang tinggi sehingga harus bekerja keras melaksanakan bimbingan. Berdasarkan kedua pendapat di atas maka konseling dapat didefinisikan sebagai bantuan yang diberikan konselor kepada klien dalam memecahkan masalahnya yang terjadi dalam suasana profesional dengan wawancara untuk memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien dan mencapai kehidupan yang sejahtera. 5) Prinsip Bimbingan Konseling. c) Membuat pilihan secara sehat. membuat keputusan sendiri. d) Ada hubungan timbal balik. masing-masing sebagai konselor dan klien. 1) Pengertian Konseling. orang muda maupun orang tua untuk mengembangkan pandangannya sendiri. Bimbingan konseling mempunyai unsur-unsur yang dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Adanya wawancara langsung (face to face) dari dua individu. artinya bahwa kegiatan bimbingan bukan sekali jadi melainkan sebagai suatu proses berkelanjutan sesuai dengan dinamika perkembangan individu. adalah fungsi bimbingan yang sifatnya mencegah. Walgito menyatakan bahwa “konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara. Pemahaman tentang lingkungan siswa termasuk keluarga. b) Adanya masalah yang dihadapi klien yang harus dipecahkan. Fungsi pemahaman ini meliputi: 1.

prestasi rendah. d) Konselor bertanggung jawab kepada semua siswa baik siswa yang gagal. Sementara dalam Undang-undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 dan Peraturan Pemerintah No. d) Guru harus memiliki kepribadian yang berwibawa. yakni guru haruslah memahami peserta didik berdasarkan perkembangan kognitif yang dimilikinya. kepribadiannya. Azas keahlian. memiliki masalah. dan berwibawa. Kompetensi pedagogik ini memiliki subkompetensi berupa : a) Pemahaman peserta didik secara indikator esensial.b) Konselor harus bekerja secara profesional menghindarkan sikap elitis (kesombongan. melakukan pembimbingan dan pelatihan. Secara rinci kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berupa : a) Guru harus memiliki kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator berupa: bertindak sesuai dengan norma hukum bertindak sesuai dengan norma sosial. 2009: 12-15). serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa “Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. instruktur. Marsudi dkk mengemukakan bahwa azas-azas bimbingan konseling adalah: Azas Kerahasiaan. 6) Azas-azas Bimbingan Konseling. Azas kemandirian. Azas Tut Wuri Handayani. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap. dimana guru harus berperilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. serta modalitas belajar siswa. stabil. et al (1991:20) dan Danim (2002: 22) professional menunjuk pada dua hal. arif. menilai hasil pembelajaran. Pada tingkat tinggi. e) Konselor mampu mengembangkan potensi siswa melalui berbagai kegiatan. kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. disebutkan bahwa guru yang berkualitas harus memiliki empat kompetensi. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28. Kedua. Azas kekinian. keangkuhan) profesional dan atau menjaga hubungan harmonis dengan personil sekolah yang lain. kinerja seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya. f) Guru harus memiliki kompetensi dalam evaluasi diri dan pengembangan diri dimana dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan berintrospeksi dan mengembangkan potensi diri secara optimal. Azas alih tangan. f) Konselor mampu bekerja sama secara efektif dengan kepala sekolah untuk menegakkan citra bimbingan konseling. sekolah dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. widyaiswara. Keempat kompetensi yang dimaksud diterangkan berikut ini: 1.” Menurut Sanusi. mengalami kesulitan belajar. Kompetensi Atau Kemampuan Yang Dimiliki Oleh Guru Guru atau pendidik dalam Pasal 1 Ayat 6 Undang-undang No. B. dinyatakan bahwa: ”Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Azas kegiatan. dosen.” Selanjutnya pada Pasal 39 ayat 2. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. Azas kesukarelaan. Orang yang profesional biasanya melakukan pekerjaan secara otonom dan mengabdikan diri pada pengguna jasa dengan disertai rasa tanggung jawab atas kemampuan profesionalnya itu. pamong belajar. c) Konselor harus mampu menerjemahkan peranannya dalam kegiatan nyata atau layanan bimbingan yang dilakukan memberi manfaat nyata bagi siswa. b) Guru harus memiliki kompetensi kepribadian yang dewasa dimana guru harus menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru. suka mengganggu teman. dimana sikap guru menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan untuk peserta didik. kinerja itu dimuati unsur-unsur kiat atau seni yang menjadi ciri tampilan profesional seorang penyandang profesi. kompetensi professional. Azas kedinamisan. dewasa. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. bangga sebagai guru dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. e) Guru harus memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki tindakan yang sesuai dengan norma religius dan perilaku yang bisa diteladani oleh peserta didiknya. evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. 2. konselor. pemalu dan sebagainya. (Uji Windiyanto. Azas keterbukaan. pertama orang yang menyandang suatu profesi. Azas normative. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. tutor. . siswa yang mungkin putus sekolah. c) Guru harus memiliki kompetensi arif. Azas keterpaksaan. yaitu kompetensi pedagogik. fasilitator. Kompetensi pedagogik Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta didik.

Dimana kompetensi guru haruslah: a) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. arif. serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih. stabil. Guru adalah pihak yang paling dekat dengan siswa dalam pelaksanaan pendidikan sehari-hari. Kompetensi Profesional Kompetensi professional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. dan mampu memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan kualitas program pembelajaran. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur. Kompetensi sosial Merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. tenaga kependidikan. Standar moral: dimana guru harus memiliki budi pekerti luhur dan sikap moral yang tinggi. 7. c) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didk dan masyarakat sekitar. Kompetensi kepribadian guru itu terdiri atas: a. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. kompetensi yang ingin dicapai. dimana guru dituntut untuk memahami landasan kependidikan. Karteristik Kepribadian Guru Guru memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. b. c) Melaksanakan pembelajaran yang kondusif dimana setting pembelajaran adalah komponen pokok yang harus diperhatikan. Tandar intelektual: guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik dan professional. mengabdi. sosial. dan lingkungan. 3. (Kristian Hendrik. yang mencangkup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya. Kompetensi professional memiliki subkompetensi berupa: a) Menguasi substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi dengan memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah. Standar mental: dimana guru harus memiliki mental yang sehat. C. menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik. sehingga seorang guru dituntut bersikap profesional dalam melaksanakan tugasnya. 2010 : ) Kompetensi kepribadian merupakan kompetensi personal seorang guru. Karena guru memegang kunci dalam pendidikan dan pengajaran disekolah. 6. dan kebudayaan nasional Indonesia. memahami struktur. Standar fisik: guru harus sehat jasmani. peserta didik. sesama pendidik. 2. Standar psikis: guru harus sehat rohani.b) Merancang pembelajaran. dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. berbadan sehat. b) Menguasai struktur dan metode keilmuan dimana seorang guru dituntut untuk menguasai langkah-langkah penelitian kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi secara professional dalam konteks global. 4. b) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. Bertindak sesuai dengan norma agama. dewasa. dan berwibawa . artinya tidak mengalami gangguan jiwa ataupun kelainan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas profesionalnya. berakhlak mulia. kompetensi sosial maupun kompetensi pribadi”. orang tua/ wali peserta didik dan masyarakat sekitar. 3. dan tidak memiliki penyakit menular yang membahayakan diri. c. menerapkan teori belajar dan pembelajaran. hukum. mencintai. Standar sosial: seorang guru harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan bergaul dengan masyarakat lingkungannya. Menurut Mulyasa. pendidik perlu memiliki standar berupa : 1. Guru yang profesional adalah “guru yang mempunyai sejumlah kompetensi yang dapat menunjang tugasnya yang meliputi kompetensi pendagogik. d) Merancang dan melaksanakan evaluasi dimana indikatornya guru dapat merancang dan melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar. memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait. Standar spiritual: guru harus beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang diwujudkan dalam ibadah dalam kehidupan sehari-hari.Saat ini guru dianggap sebuah profesi yang sejajar dengan profesi yang lain. Kompetensi ini merupakan sosok kepribadian seorang guru yang berkarakter sebagai orang Indonesia serta pribadi yang ideal dari orang yang menjadi teladan di masyarakat. konsep dan metode keilmuan yang koheren dengan materi ajar. mempu menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar. dan guru merupakan pihak yang paling besar peranannya dalam menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan. e) Mengembangkan peserta didik dimana guru haruslah memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik maupun potensi non akademik. kompetensi profesional. 5. dan materi ajar. 4. Guru merupakan pribadi yang dapat menjadi contoh bagi yang lain. dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. dan memiliki dedikasi yang tinggi pada tugas dan jabatannya.

Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. 5) Memiliki sifat demokratis. Seorang guru bimbingan dan konseling harus memilki kompetensi dalam bidangnya termasuk kompetensi kepribadian yaitu : 1) Mengaplikasikan pendangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. 2010). sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). e. (Sunaryo Kartadinata. Pendidikan Indonesia saat ini juga belum bisa membentuk watak dan karakter bangsa.d. Oleh sebab itu peran guru bimbingan dan konseling ataupun konselor penting untuk menyelenggarakan pendidikan yang utuh. kecerdasan suatu bangsa tidak terbentuk dari penjumlahan kecerdasan dari setiap warganya. proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. individual dan berpotensi. dan konsisten). Pelayanan BK di sekolah merupakan kegiatan untuk membantu siswa dalam upaya menemukan dirinya. Pada hakikatnya pelaksanaan BK di sekolah untuk mencapai tiga kesuksesan. social. sabar. 6) Memiliki kepibadian dan prilaku yang terpuji (seperti berwibawa. harapan dan nilai-nilai yang dianut. Disamping itu dapat dikatakan bahwa proses perkembangan seorang individu tidak selalu berlangsung secara mulus. yaitu membantu peserta didik mengenali potensi dan mengembangkan kepribadiannya. Menunjukkan etos kerja. . 4) Memiliki integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat. Pelayanan bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. Pendidikan juga belum menanamkan kecerdasan kultural kepada peserta didik sehingga potensi bangsa kurang tergali. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). Pendidikan hanya cenderung untuk meningkatkan kemampuan akademis semata. Di sinilah peran guru bimbingan dan konseling. Pendidikan di Indonesia baru sampai pada tujuan mencerdaskan anak didik secara individual saja. bermoral. Standar dimaksud adalah standar kompetensi kemandirian. untuk mencapai kematangan tersebut. Perkembangan seorang individu tidak lepas dari pengaruh lingkungan. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai seorang individu. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). Dengan kata lain. Padahal. Pentingnya peran pendampingan dan konseling disebabkan pendidikan masih dimaknai secara sempit. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli. Peran guru bimbingan konseling dan konselor semakin penting karena saat ini penyelenggaraan pendidikan di Indonesia masih dalam makna sempit. Guru BK Sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses ke arah kematangan atau kemandirian. Berikut ini adalah karakteristik kepribdian guru dalam tiap spesifikasinya : a. atau di luar jangkauan kemampuan. Konselor sekolah adalah konselor yang mempunyai tugas. 7) Memiliki emosi yang stabil 8) Memliki Kasih sayang dan perhatian terhadap individu yang memerlukan bantuan. dan rasa percaya diri. ramah. lurus. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. sukses dalam persiapan karir dan sukses dalam hubungan kemasyarakatan. klinis. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. 3) Menghargai dan mengembagkan potensi positif individu pada umumnya dan individu pada khususnya. dan terpusat pada konselor. pengembangan potensi. atau searah dengan potensi. tanggung jawab. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. Pendidikan yang utuh adalah pendidikan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademis. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. baik fisik. 2) Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya. jujur. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. seorang individu memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. tanggungjawab yang tinggi. penyesuaian terhadap lingkungan serta dapat merencanakan masa depannya. tetapi juga mengembangkan karakter dan kepribadian peserta didik. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. psikis maupun sosial. wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlah peserta didik. dan pengentasan masalah-masalah individu. rasa bangga menjadi guru. yaitu: sukses bidang akdemik. atau bebas dari masalah.

bakat. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam: 1. 12) Mau mendengarkan keluhan orang lain. 74 Tahun 2008 A. wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah.9) Memiliki kepedulian kepada orang lain. peka dan bersifat empati serta menghargai perubahan dan keraguan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. Tugas Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas. . minat. 10) Menampilkan toleransi tinggi terhadap individu yang menghadapi stress dan frustasi. tanggungjawab. Pengembangan kehidupan pribadi. 11) Penuh kesabaran. potensi. 13) Mendorong dengan ikhlas. Tugas Guru BK/Konselor dan Pengawas Bimbingan dan Konseling Menurut PP No. 14) Mampu berkomunikasi dengan efektif. menilai bakat dan minat.

Layanan penempatan dan penyaluran. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua atau keluarganya. magang. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. 4. Himpunan data. kemampuan hubungan sosial. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. Aplikasi instrumentasi. Jenis layanan adalah sebagai berikut: 1. kegiatan belajar. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. 2. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. dan pendidikan lanjutan. karir/jabatan. Beban Kerja Minimum Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Beban kerja guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dan paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk layanan tatap muka terjadwal di kelas untuk layanan klasikal dan/atau di luar kelas untuk layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu . kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. Layanan bimbingan kelompok. Alih tangan kasus.2. karir/jabatan. Layanan konseling perorangan. serta memilih dan mengambil keputusan karir. terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. Layanan konsultasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. 4. program latihan. 3. Kunjungan rumah. terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah. 3. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. Konferensi kasus. Pengembangan karir. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. dan karir/jabatan. melalui aplikasi berbagai instrumen. sosial. kelompok belajar. baik tes maupun nontes. 5. 4. yang bersifat terbatas dan tertutup. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. 2. Layanan informasi. jurusan/program studi. yaitu kegiatan memperoleh data. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. sistematis. Layanan penguasaan konten. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. 5. 6. 7. berkeadilan dan bermartabat. Layanan konseling kelompok. dinamis. 3. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. Layanan mediasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. industri dan masyarakat. keluarga. 6. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis. pemahaman. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik 9. 8. kegiatan belajar. Pengembangan kemampuan belajar. belajar. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. dan kegiatan ekstra kurikuler. dan pengambilan keputusan. Tampilan kepustakaan. kemampuan sosial. komprehensif. Pengembangan kehidupan sosial. terpadu dan bersifat rahasia. Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh: 1. Layanan orientasi. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik.

. Rencana Kepengawasan Bimbingan dan Konseling (RKBK) merupakan penjabaran dari program semester yang lebih rinci dan sistematis sesuai dengan aspek/masalah prioritas yang harus segera dilakukan kegiatan supervisi. Tugas Pengawas Bimbingan dan Konseling Lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling untuk melaksanakan tugas pokok diatur sebagai berikut: 1. Pemantauan dan Penilaian    Kegiatan supervisi bimbingan dan konseling meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan kegiatan dimana terjadi interaksi langsung antara pengawas dengan guru binaanya. indikator keberhasilan. d. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK. melaksanakan dan menilai proses pembimbingan. strategi/metode kerja (teknik supervisi). Menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah dengan segera setelah melaksanakan pembinaan. Kegiatan ini dilakukan di sekolah binaan. Uraian lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut. Program pengawasan tahunan pengawas disusun oleh kelompok pengawas di kabupaten/kota melalui diskusi terprogram. Penyusunan RKBK ini diperkirakan berlangsung 1 (satu) minggu. Penyusunan Program Pengawasan Bimbingan dan Konseling      Setiap pengawas baik secara berkelompok maupun secara perorangan wajib menyusun rencana program pengawasan. Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas program pengawasan tahunan di tingkat kabupaten/kota. penilaian dan instrumen pengawasan. Sedangkan beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah membimbing 40 (empat puluh) peserta didik dan guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah/madrasah membimbing 80 (delapan puluh) peserta B. sesuai dengan uraian kegiatan dan jadwal yang tercantum dalam RKBK yang telah disusun. Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang dilakukan oleh setiap pengawas pada setiap sekolah tempat guru binaannya berada. pemantauan atau penilaian. program semester. Penyusunan laporan oleh pengawas merupakan upaya untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan atau keterlaksanaan program yang telah direncanakan. Laporan ini lebih ditekankan kepada pencapaian tujuan dari setiap butir kegiatan pengawasan sekolah yang telah dilaksanakan pada setiap sekolah binaan. 2. Program pengawasan terdiri atas (1) program pengawasan tahunan. skenario kegiatan. dan (3) rencana kepengawasan akademik (RKA). sumberdaya yang diperlukan. 3. Kegiatan penyusunan program semester oleh setiap pengawas ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. c. tujuan.dan yang memerlukan. Jumlah guru yang harus dibina untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) dan paling banyak 60 guru BK. Melaksanakan penilaian adalah menilai kinerja guru dalam merencanakan. Kegiatan penyusunan program tahunan ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. Program tahunan. Menyusun Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan    Setiap pengawas membuat laporan dalam bentuk laporan per sekolah dari seluruh sekolah binaan. Melaksanakan Pembinaan. dan RKBK sekurang-kurangnya memuat aspek/masalah. a. (2) program pengawasan semester. b. Ekuivalensi kegiatan kerja pengawas bimbingan dan konseling terhadap 24 (dua puluh empat) jam tatap muka menggunakan pendekatan jumlah guru yang dibina di satu atau beberapa sekolah pada jenjang pendidikan yang sama atau jenjang pendidikan yang berbeda.

mengenallingkungan dan merencanakan masa depan Ayat 2:Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing Ayat 3:Pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) dan Ayat (2) diatur oleh Menteri 2.Peraturan Pemerintah 1. individual dan group conference. Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK ini dapat dilakukan melalui workshop. d a n / a t a u l a t i h a n b a g i perannya di masa yang akan datang Pasal 1 A ya t 8 : T e n a ga p e n d i d i k a n a d a l a h a n g g o t a m a s ya r a k a t ya n g bertugas membimbing .PP No. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X Pasal 27 Ayat 1: Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadasiswa dalam rangka upaya menemukan pribadi.Undang-Undang No : 2 / 1989 : Sitem Pendidikan Nasional Ayat 1 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan pesertad i d i k m e l a l u i k e gi a t a n b i m b i n g a n . 28 / 1990 : Pendidikan Dasar BAB X Pasal 25 Ayat 1:Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadasiswa dalam rangka upaya menemukanpribadi. Kegiatan dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi yang akan ditingkatkan.PP No.   Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok di Musyawarah Guru Pembimbing (MGP). mengenallingkungan dan merencanakan masa depanAyat 2: Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing . observasi. p e n g a j a r a n . seminar.PP No. Dalam pelatihan diperkenalkan kepada guru cara-cara baru yang lebih sesuai dalam melaksanakan suatu proses pembimbingan. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X2. mengajar dan / atau melatih peserta didik B. DASAR LEGAL BIMBINGAN DAN KONSELING A.

Persiapan program pengajaran/ praktik/ BK b.No. tanggung jawab. belajar dan karir (13)Analisis Evaluasi pelaksanaan BK adalah menelaah hasil evaluasipelaksanaan BK yang mencakup layanan . ayat : (1) Standart prestasi kerja Guru Pratama s. konseling kelompok danbimbingan kelompok Pasal 4. p e m e l i h a r a a n d a n pengembangan dalam bidang bimbingan pribadi.serta menyusun program perbaikan dan pengajaran. orientasi. analisis hasil evaluasi belajar. pembelajaran. M e n y u s u n p r o g r a m p e n g a j a r a n .b. 7 4 / 2 0 0 8 : Tugas Guru BK / Konselor dan PengawasBimbingan dan konseling SK M ENP AN 1. konseling individu. adalaha . sosial. 25 Tahun 1993 “Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlahpeserta didik (10)Penyusunan program BK adalah membuat rencana P e l a y a n a n B K dalam bidang bimbingan pribadi. p e n g e n t a s a n . sosial.penempatan dan penyaluran.Penyajian program pengajaran/ praktik/ BK c . konseling kelompok dan bimbingan kelompok(14) Tindak Lanjut pelaksanaan BK adalah kegiatan menindaklanjutihasil analisis evaluasi layanan . m e n y a j i k a n p r o g r a m pengajaran.Bidang Pengawasan Rumpun Mata Pelajaranc. informasi. k o n s e l i n g i n d i v i d u . evaluasi belajar. 2. informasi. sosial.d.Bidang pengawasan Taman Kanak-2 / Raudhatul Athfal/ bustanul Athfal. a n a l i s i s pelaksanaan bimbingan.” Pasal 1 . p e m b e l a j a r a n . 84 / 1993 : Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Pasal 3 : Tugas Pokok Guru. ayat : (4)Guru Pembimbing adalah guru yang mempunyai tugas.p e m a h a m a n . Guru Dewasa Tingkat 1 dalammelaksanakan PBM atau BK:a. evaluasi p e l a k s a n a a n b i m b i n g a n .3 . 118 / 1995: Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah d a n Angka Kreditnya Sebagaimana dimaksdukan dalam angka (1) mempunyai bidangpengawasan sbb:a. belajar dan karir (12) Evaluasi pelaksanaan BK adalah kegiatan menilai layanan BK dalambidang bimbingan pribadi. M e n y u s u n P r o g r a m Bimbingan.Bidang Pengawasa Bimbingan dan Konseling D .Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah / Madrasah Diniyah / Sekola DasarLuar Biasa. E v a l u a s i program pengajaran/ praktik/ BK (2)Standart . penempatan danpenyaluran. dan tindak lanjut dalam programbimbingan terhadap peserta didik yang m e n j a d i t a n g g u n g jawabnya. p e n c e g a h a n .Bidang Pengawasan Pendidikan Luar Biasad.No. terhadappeserta didik yang menjadi tanggung jawabnya . orientasi. S K B M E N D I K B U D d a n K E P A L A B A K N No : 0433 / P / 1993 dan No. P P N o . belajar dan karir (11) Pelaksanaan BK adalah melaksanakan fungsi pelayanan . ataub . melaksanakan programbimbingan.

s e l a i n t s b . Guru Utama.Analisis hasil evaluasi pengajaran/ praktik/ BK b. padaayat (1) ditambah :a. Fungsi Check List 1. p a d a a y a t ( 2 ) sesuai dengan jenjang jabatannya ditambah melaksanakan program BK di kelas yang menjad tanggung jawabnya Pasal 5 . Sebagai alat pencatat hasil observasi ( pengguna daftar cek hanya sebagai observer ) .Dari pengertian di atas disimpulkan bahwa check list merupakan salah satumetoda untuk memperoleh data yang berbentuk daftar yang berisi pernyataan danpertanyaan yang ingin diselidiki dengan memberi tanda cek oleh individu/kelompok. D.2.prestasi kerja Guru Pembina s. Tujuan dan maksud Check List Untuk mengetahui / mengecek ada tidaknya sifat/kebiasaanketerampilan/pengalaman dan pengetahuan dari seseorang. selain tsb.d. 1985:150)Check list merupakan daftar yang berisi unsur-unsur yang mungkin terdapat dalamsituasi atau tingkah laku atau kegiatan individu yang diamati (Depdikbud:1975:56). C. Sebagai inventory ( alat pencatat hasil observasi yang dipergunakan seseorang dalammengamati diri sendiri/pengguna daftar cek selain sebagai observer juga sebagaiobservee ). Manfaat Check List Untuk mendapatkan faktor-faktor yang relevan dengan masalah yang sedang menjadipusat perhatian. Faktor-faktor yang diperoleh ini dapat terperinci menurut keperluanyaitu sesuai dengan persiapan dan rencana yang telah dibuat sebelum daftar cek inidisiapkan.Evaluasi program pengajaran/ praktik/ BK ( 3 ) K h u s u s S t a n d a r t p r e s t a s i k e r j a G u r u K e l a s . Pengertian Check List merupakan suatu daftar yang mengandung atau mencakup faktor-faktor yang ingin diselidiki (Bimo Walgito. B. ayat : (1)Jumlah peserta didik yang harus dibimbing oleh seorang GP adalah 150orang MATERI VDAFTAR CEK (CHECK LIST)A.Penyusunan program pengajaran/ praktik/ BK c.

yakni sebelum melaksanakan. b. Fungsi Daftar Cek Masalah 1. yakni menjelang dan pada waktu mengerjakan. Efisiensi DCM dikatakan efisien. 5. Validitas dan reliabilitas. 2. Topik. antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang sedang ia alami. Petunjuk yangharus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instructor dan petunjuk bagi siswa. Data semacam ini kurang dapat diperoleh melalui teknik lain seperti observasi. (c) mampu melakukan analisis terhadap data hasil daftar cek. 2.yaitu : a. Dikatakan valid dan reliabel. Untuk melengkapi data yang sudah ada. dan (2) Pelaksanaan. 4. c. 3. karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat. autobiografi. karena data problem yang diperoleh melalui DCM lebih teliti. Kegunaan DCM Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan DCM yaitu : 1. Ruangan tempat identitas siswa yang mengerjakan DCM. Topik ini berdasarkan pengolahan tertentu tentang masalah. Sebagai indikator peserta telah mampu memanfaatkan daftar cek ditunjukkan dalam (a) menyusun daftar cek sesuai tujuan dan subyek yang difahami. 3. Petunjuk Pengadministrasian DCM Agar hasil penelitian ini valid dan reliable perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM. dan (d) mampu memanfaatkan data dari daftar cek untuk kepentingan bimbingan. Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan data yang diperoleh dengan cara/alat lain. Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan kelompok pada umumnya. Untuk menyarankan suatu preoritas program pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai dengan masalah individu maupun kelompok saat itu. Topik-topik masalah dan butir-butirnya. Pengertian Daftar Cek Masalah (DCM) Daftar cek masalah (DCM) adalah sebuah daftar kemungkinan masalah yang disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah yang pernah atau sedang dialami seseorang. B. Uraian materi 1. Alasan Penggunaan DCM Terdapat beberapa pertimbangan dalam penggunaan Daftar Cek Masalah. Fungsi dan kegunaan DCM a. Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok. Dengan daftar cek masalah memungkinkan individu mengingat kembali masalahmasalah yang pernah dialaminya. Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dihadapi. disamping jumlah item kemungkinan masalah yang cukup banyak. Instruksi atau petunjuk cara mengerakan. b. d. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan daftar cek sebagai salah satu teknik untuk memahami konseli yang hendak dibmbingnya. 2. 3. a. Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus. c. Petunjuk bagi instruktor Kecakapan melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan. Kedua kecakapan . Isi Daftar Cek Masalah Daftar Cek Masalah berisi: a. Intensif Dikatakan intensif. wawancara dan sebagainya. (b) mampu melaksanakan asesmen dengan menggunakan daftar cek.BAB IV DAFTAR CEK MASALAH Kegiatan belajar 3 A. mendalam dan luas. b. 4.

siswa harus duduk tenang. Mengontrol situasi ruangan. Hal-hal penting dalam persiapan adalah: a. Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis. antara lain: a. Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius. dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah (butir masalah yang dicek) dengan jumlah butir topic masalah. untuk menimbulkan kepercayaan. Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah. 4. 4. e. 3. Menerangkan maksud konselor menggunakan DCM itu. b. ialah: m mm x 100% Dengan keterangan mm = banyak siswa yang bermasalah untuk butir tertentu. a. Mengontrol apakah para siswa telah mengerjakan DCM dengan benar. Menguasai benar. memperingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang dan teliti dan memberitahukan bahwa waktu yang disediakan cukup lama. Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM. c. D dan E. Apabila dinyatakan dalam rumus. Mencari presentasi per topik masalah. Langkahlangkah menganalisis adalah sebagai berikut: a) Menjumlahkan banyaknya siswa yang mempunyai butir masalah yang sama untuk tiap butir. petunjuk cara mengerjakan DCM.25 % = 6 = C (cukup) 26 % . Memberi contoh (misalnya dengan menulis di papan tulis) cara mengerjakan DCM. Analisis Kelompok Langkah-langkah menganalisa secara kelompok meliputi analisis per butir dan analisis per topik masalah. j. Memberi perintah mengerjakan DCM. menghindari suara yang mengganggu. Analisis DCM Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan. h. m mm x 100 % = . 2.tersebut dirinci lebih jauh berikut : 1. Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A. hanya akan merugikan dirinya sendiri. sebagai berikut: 0 % = 10 = A (baik) 1 % . menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan. Atau n nm x 100 % Dengan keterangan: nm = jumlah butir yang menjadi masalah pada satu topik masalah.100 % = 2 = E (kurang sekali) 2-30 Pemahaman Individu Contoh: Abas mencek 6 butir masalah keluarga. m = banyak siswa yang mengerjakan DCM Contoh: 30 orang siswa bermasalah untuk butir nomor 65. Menyiapkan bahan sesuai dengan jumlah siswa. i. Siswa harus mematuhi bagaimana cara mengerjakan DCM. d. n = jumlah butir pada topik masalah itu. b. B. 3. Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM. dan motivasi pada siswa. 2. Analisis Individual Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menganalisis individual (per siswa) ini adalah: 1. Mencari jenjang (ranking) masalah. Siswa harus menulis identitasnya sendiri. C. Petunjuk bagi siswa Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa. dengan cara mengurutkan % topic masalah mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil. Membagikan lembar DCM. 6. Konversi harga itu. b. Analisis ini meliputi analisis individual dan analisis kelompok. maka persentase masalah keluarga Abas adalah: n nm x 100% = 30 6 x 100% = 20 % Jadi predikat hubungan keluarga Abas adalah: C (cukup) b. sedangkan jumlah semua topik keluarga ialah 30. f. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan.10 % = 8 = B (cukup baik) 11 % . g. Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya. siswa yang ikut mengerjakan DCM adalah 120 orang.50% = 4 = D (kurang) 51 % . yaitu: 1. tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu. 2. sementara para siswa memperhatikan sambil membaca petunjuk tersebut dalam hati. b) Mencari % masalah dengan cara mencari rasio antara banyak siswa yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah siswa. Kedua analisis tersebut dijelaskan berikut : 1) Analisis per butir masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui butir masalah apa yang pada umumnya dhadapi oleh siswa. Mengumpulkan pekerjaan siswa.

Penyajian individual No. jumlah siswa yang ikut mengerjakan DCM. 3. 2. Masalah STATUS . B. Teliti lebih dahulu butir-butir aspek kepribadian dalam daftar pribadi yang relevan dengan topik masalah dalam DCM. Hubungan keluarga Pekerjaan Hubungan dengan teman Kepribadian E E E E D D D D C C C C B B B B A A A A b. Penyusunan program BK ini adalah dalam rangka: a. Penggunaan hasil analisis DCM dalam penyusunan program BK Hasil analisis DCM dilengkapi dengan data yang diperoleh dengan teknik-teknik lain. Hampir semua aspek kepribadian dalam daftar pribadi dapat dilengkapi dengan data DCM. kali jumlah peserta. Memasukkan predikat masalah (A. C. b. c) Harus diketahui jumlah siswa yang mempunyai masalah. sering kita jumpai masalah yang hanya dialami oleh 1 orang. Penyajian kelompok : Masalah yang dihadapi siswa 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 1a 1b 1c 1d Pribadi Keluarga .120 30 x 100 % = 25 % Maka predikat permasalahan butir ini bagi para siswa adalah C (cukup) 2) Analisis per topik masalah Analisa ini bertujuan untuk mengetahui topic masalah apa yang pada umumnya dihadapi oleh siswa. a.0 + ++ 1. D atau E) ke dalam lajur kolom yang sesuai. 9. Memprioritaskan masalah yang harus segera ditangani. 7. c.. d) Persentase adalah rasio antara jumlah butir masalah kali jumlah siswa yang bermasalah dengan jumlah butir dalam topik masalah. dapat dipergunakan untuk merencanakan program BK. Efisiensi pelayanan. Penyajian Hasil Analisis DCM Hasil analisis DCM perlu disajikan untuk dimasukkan dalam cumulative record agar sewaktu-waktu diperlukan dapat dengan mudah ditemukan dan dapat dipergunakan dengan mudah. Mendalami masalah individual maupun masalah kelompok. Langkah-langkah dalam menganalisis adalah sebagai berikut: a) Harus diketahui. Caranya.. 8. Penyajian ini baik secara individual maupun kelompok. b) Harus diketahui jumlah butir yang menjadi masalah siswa. 4. b. pengembangan dan penyembuhan sebelum masalah-masalah itu menjadi akut. yaitu pencegahan. Individu ini dicatatat sebagai individu yang mempunyai masalah khusus. sebagai berikut: a. Atau dengan rumus: NxM NmxMn x 100% Dengan keterangan: Nm = jumlah butir masalah Mn = jumlah siswa yang mempunyai masalah N = jumlah butir dalam topik masalah M = jumlah siswa (peserta) 3) Masalah individual Dari penjumlahan tiap butir masalah. baik program individual maupu program kelompok. Pemindahan hasil analisis data DCM ke dalam daftar pribadisiswa Hasil analisis DCM merupakan data pelengkap daftar pribadi siswa.

mengapa dalam analisis daftar cek bukan sekedar melihat kuantitas masalah yang dihadapi siswa. Sebarkan daftar cek yang telah saudara susun kepada sekurangkurangnya 30 orang siswa. DCM sangat berguna untuk melengkapi data. Tes Formatif 1. Rangkuman Daftar cek yang sangat bermanfaat bagi konselor utamanya dalam menggali informasi tentang masalahmasalah yang terkadang sudah terlupakan oleh individu. tetapi perlu memahami intensitas masalah BAB V TEKNIK SOSIOMETRI . mendalami masalah individu maupun kelompok. Jelaskan untuk apa biasanya daftar cek digunakan dalam kegiatan bimbingan dan konseling 3. Tuliskan pengertian daftar cek masalah dengan kalimat saudara sendiri 2. Lembar Kegiatan 1. dan kebutuhan mana yang khas pada siswa tertentu sehingga jelas kebutuhan mana yang perlu segera mendapat preoritas dalam program bimbingan di sekolah D. Lakukan analisis individual. Latihan Susunlah daftar cek dengan keterangan sebagai berikut : 1. 2. Tunjukkan alas an saudara. kebutuhan mana yang paling menonjol belum terpenuhi. Lakukan analisis individual dan kelompok. Daftar cek digunakan lantara efisien dan intensif bagi pengungkapan masalah-masalah yang dialami individu.Sosial C. Analisis DCM bisa dilakukan secara individual maupun kelompok F. Subyek yang hendak diteliti adalah siswa SMTP kelas 1 2. Jelaskan kelebihan penggunaan daftar cek dibanding dengan interview 4. kemudian laporkan puladalam bentuk sajian individual dan kelompok E. Tujuan penyusunan daftar cek adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pemenuhan kebutuhan siswa.

Misalnya: Kelompok yang terdiri dari enam orang. Kualitas arah pilihan. dua. Dengan kata lain. yaitu dengan membuat sosiogram. Kompetensi Dan Indikator Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan teknik sosiometri sebagai salah satu teknik untuk memahami konseli yang hendak dibimbingnya. Angket Sosiometri Alat untuk mendapatkan materi sosiometri dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disenangi (diplih) dan siapa yang tidak disenangi (ditolak) dari anggota kelompoknya. dari bentuk matrik ini dapat dibuat bentuk penyajian sosiometri yang lebih baik. sekolah maupun teman bermain. f. apabila kita ingin mengetahui mengapa beberapa murid mengalami kesulitan dalam pelajarannya. 3) Status pemilihan dan penolakan b. Sebagai contoh. Ada tidaknya isolasi. d. siapa yang paling tidak popular. Oleh karena itu. 2. Sekilas tentang Sosiometri Metode ini dikemukakan oleh Moreno. hal ini mungkin dapat disebabkan oleh kurangnya penyesuaian diri terhadap teman sekelasnya. Ada dan tidaknya pusat pilihan. Sosiometri juga dapat digunakan untuk mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya. g.Kegiatan Belajar 4 A. 3. Daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk mendapatkan materi sosiometri dinamakan angket sosiometri. apabila disajikan dalam bentuk seperti di atas membuat kita kesulitan dalam membaca dan menentukan siapa yang terbanyak pemilihnya. Hasil angket dari enam orang saja. sedangkan secara akademik mereka pandai. apabila belum disusun akan merupakan data yang masih sukar untuk dianalisa dan diketahui (dibaca). bila data tersebut kita sajikan dalam bentuk matrik seperti di bawah ini: Subyek PEMILIH Total ABCDEF DIPILIH A B C D E F X X X X X X X . Sebagai indikator peserta telah mampu memanfaatkan teknik sosiometri dengan baik ditunjukkan dalam (a) menyusun sisiometri sesuai tujuan dan subyek yang difahami. h. sosiometri banyak digunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok. Tabel dari data sosiometri disebut matrik sosiometri. dan (d) mampu memanfaatkan data darisosiometri untuk kepentingan bimbingan. Status sosiometri dari setiap subyek. Hasil angket sebagai berikut: Angket dari A memilih B dan C B memilih A dan C C memilih E dan A D memilih A dan B E memilih A dan D F memilih B dan A. 1) Status pemilihan. Perlu diingat bahwa penyajian data angket sosiometri dalam bentuk matrik ini tidak dapat dilihat mengenai ―saling hubungan‖ antara anggota kelompok. menyelidiki ketidaksukaan terhadap teman sekelompoknya. Keadaan semacam ini dapat diketahui dengan menggunakan sosiometri. Kecenderungan terbentuknya anak kelompok. tiga orang atau lebih. dan lain-lain. Intensitas pilihan. bertujuan untuk meneliti saling hubungan antara anggota kelompokdi dalam suatu kelompok. c. e. baik dalam pekerjaan. dapat dilihat contoh pembuatan matrik sosiometri dan sosiogram di bawah ini. 2) Status penolakan. menyelidiki kesukaran seseorang terhadap teman sekelompoknya. B. Besarnya jumlah pemilih untuk setiap subyek. Untuk lebih memperjelas uraian tersebut di atas. (c) mampu melakukan analisis terhadap data hasilsosiometri. Akan sangat berbeda. Dengan melihat sosiogram akan dapat diketahui dengan mudah mengenai: a. Menggambarkan Hasil Angket Sosiometri Data mental yang dikumpulkan dengan angket sosiometri. Uraian Materi 1. anak kelompok dan lain-lain. (b) mampu melaksanakan asesmen dengan menggunakan sosiometri. Dengan menggunakan angket sosiometri untuk memilih dua orang yang paling disenangi dari kelompoknya. siapa yang terisolir. Arah pilihan dari dan terhadap individu tertentu. Adapun jawaban yang diberikan oleh responden tentang siapa yang disenangi ataupun siapa yang tidak disenangi tersebut dapat terdiri dari satu. Agar data tersebut mudah dibaca siapa yang paling popular (paling disenangi) dan siapa yang paling tidak disenangi maka data tersebut harus berupa harus disajikan dalam bentuk tabel.

X X X X X 5 3 2 1 1 0 Total 2 2 2 2 2 2 12 Dengan matrik sosiometri ini, secara mudah dan cepat dapat diketahui jumlah pemilih untuk setiap orang, siapa yang paling populer dan yang tidak populer, akan tetapi masih sulit pula untuk mengetahui individu yang saling memilih, siapa saja yang menjadi anak kelompok dan lainlain. Maka akan lebih baik jika disajikan dalam bentuk sosiogram, seperti digambarkan di bawah ini: A 54B 32- C D 1- E F 0Keterangan: 0,1,2,3,4,5 frekuensi pemilih. A,B, C, D, E, subyek terpilih. Cara membuat: 1. Buat sumbu ordinat dan dibuat skala yang mencakup frekuensi pemilih yang terbanyak. 2. Letakkan masing-masing individu setinggi frekuensi pemilih yang diperoleh. Misalnya A pemilihnya 5 orang, A diletakkan pada garis yang setinggi frekuensi 5. 3. Buat garis pilihan yang ditandai dengan tanda panah, misalnya: A B berarti A memilih B A B berarti A dan B saling memilih ( A memilih B dan B Juga memilih A) A B berarti A menolak B A B berarti A menolak B dan B juga menolak A Pemahaman Individu 2-39 A B berarti A memilih B dan B menolak A. Bentuk hubungan Bentuk hubungan antar individu dalam suatu kelompok dapat bermacam-macam: 1. Berbentuk segitiga (Triangle) Hubungan yang mempunyai intensitas yang cukup kuat 2. Berbentuk bintang (Star) A Bila pusat (A) tidak ada, maka kelompok akan bubar, karena hubungan kurang menyeluruh 3. Berbentuk jala (Net) Hubungan ini juga mempunyai intensitas cukup kuat. Hubungan cukup menyeluruh, baik, kuat dan hilangnya seseorang tidak akan membuat kelompoknya bubar. 4. A B C D (berbentuk rantai/ Chain) Hubungan searah atau sepihak tidak menyeluruh, kelompok yang demikian ini keadaannya rapuh. 2-40 Pemahaman Individu Selain mengetahui bentuk kelompok, intensitas kelompok, ada tidaknya anak kelompok, arah hubungan dan lain-lain, maka hasil sosiometri ini juga dapat dianalisis lebih lanjut, antara lain: 1. Status Pemilih Pm A = jumlah pemilih A N -1 N = jumlah anggota kelompok Pm A = indek status pemilih A Arti indeks: Pm = 0 berarti tidak ada yang memilih Pm = 1 berarti semua anggota kelompok memilih Indeks pemilih bergerak dari 0 – 1 2. Status Penolak Pn A = jumlah penolak A N -1 Pn A = indeks status penolak A N = jumlah anggota kelompok Arti indeks: Pn = 0 berarti tidak ada yang menolak. Pn = - 1 berarti semua orang menolak Indeks penolakan bergerak dari – 1 sampai 0 3. Status Pemilihan dan Penolakan PmPn A = jumlah pemilih A – jumlah penolak A N–1 Pm Pn A = indeks pemilihan dan penolakan A N = jumlah anggota kelompok Pemahaman Individu 2-41 PmPn A = - 1 berarti semua orang menolak A Pm Pn A = + 1 berarti semua orang memilih A (populer) Indeks pemilihan dan penolakan bergerak dari -1 sampai +1.

C. Latihan Buatlah kelompok belajar dari satu kelas dengan memanfaatkan teknik sosiometri, upayakan setiap kelompok belajar terdiri dari lima orang dengan tetap memperhatikan komposisi jenis kelamin laki-laki dan perempuan, serta memperhatkan arah pilih siswa D. Lembar Kegiatan Sebarkan angket sosiometri pada siswa kelas akhir di mana saudara bertugas, selanjutnya carilah siswa yang menunjukkan gejala terasing kemudian rencanakan program bimbingan individual untuknya E. Rangkuman Sosiometri banyak digunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok dan mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya, serta menyelidiki kesukaran seseorang terhadapteman sekelompoknya, baik dalam pekerjaan, sekolah maupun teman bermain. Daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk mendapatkan materi sosiometri dinamakan angket sosiometri. Hasil angket sosiometri dapat dibuat dalam bentuk penyajian yang lebih baik yaitu dengan membuat sosiogram. F. Tes Formatif 1. Buatlah rumusan dengan kalimat saudara sendiri, apa yang dimaksud dengan sosiometri 2. Jelaskan apa kegunaan sosiometri dalam bimbingan dan konseling 3. Jelaskan dari mana saudara bisa mengetahui bahwa seorang siswa terasing di kelasnya jika saudar melihat data sosiogram.

BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Materi pemahaman individu mencakup teknik tes dan non-tes.Meski mencakup teknik tes dan non-tes, tetapi dalam buku ini hanya disajikan teknik non tes, yang dalam perkuliahn 1 lazim dikenal dengan mata kuliah ―Pemahaman individu 1‖, sedang teknik tes lazimnya diberikan secara terpisah dalam kemasan materi ―Pemahaman individu 2‖ Lingkup isi buku ajar ini adalah materi perkuliahan pemahaman individu 1, yang di dalamnya di bahas tentang (a) pengertian dan kegunaan pemahaman individu, (b) teknik observasi, (b) daftar cek, (c) sosiometri, (d) wawancara, dan (e) angket. Semua teknik diwali dengan penyajian secara teoretik, selanjutnya pembaca dipandu untuk berlatih mempersiapkan dan mempraktekkkan masing-masing teknik tersebut, untuk selanjutnyua penerapannya dalam bimbingan dan konseling, B. Prasyarat Mengingat aspek yang hendak dipahami utamanya berkaitan dengan gejala-gejala psikis seseorang dalam kerangka bimbingan dan konseling, maka prasyarat yang diperlukan sebelum mempelajari pemahaman individu – baik pemahaman individu 1 maupun 2 – adalah Psikologi dan Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Kebutuhan pengetahuan dasar psikologi ini mutlak, mengingat gejala yang difahami adalah gejala-gejala yang bersifat psikologis yang muncul dalam bentuk ucapan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Sedang kebutuhan akan pengetahuan dasar bimbingan dan konseling mengingat, bahwa hasil pemahaman terhadap individu (konseli)

adalah untuk kepentingan layanan bimbingan, bukan untuk kepentingan selainnya. C. Petunjuk Belajar Dalam mempelajari buku ajar ini, mahasiswa atau peserta pelatihan diseyogiakan menempuh langkahlangkah berikut : 1. Sebelum pelatihan dilaksankan seyoganya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih, dan akan lebih bagus lagi jika ada partner yang bisa diajak berdiskusi dalam memahami isi buku ini. Hal-hal yang tidak bisa difahami melalui diskusi dengan teman sejawat seyogianya dicara penjelasannya melalui buku-buku yang relevan, dan jika masih belum terjawab bisa ditanyakan kepada dosen atau instruktur ketika acara pelatihan berlangsung. 2. Ikuti ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat, dan lakukan pencatatan seperlunya terhadap hal-hal yang saudara pandang penting. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen, manfaatkanlah untuk minta penjelasan hal-hal yang belum bisa saudara fahami dengan baik, dan jika saudara menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen saudara dengan cara yang baik. 3. Pada akhir setiap bab yang membahas suatu teknik, disedikan pula tugas-tugas yang harus saudara lakukan untuk melakukan persiapan hingga melakukan tindakan praktek teknik tertentu. Meski sifatnya latihan, seyogianya saudara lakukan dengan sungguh-sungguh dan lakukan pencatatan dengan sebaikbaiknya sebagai laporan praktek. 4. Untuk mempraktekkan teknik-teknik yang disajikan dalam buku ini tidak terlalu sulit, sebab subyek yang bisa saudara gunakan praktek ada di sekitar saudara; subyek tu bisa jadi bahkan tetangga sebelah, teman duduk, teman kost, teman guru, atau murid di sekolah di mana saudara bertugas. Untuk itu praktekkanlah dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih memahami sifat-sifat atau karakteristik orang lain. 5. Untuk lebih mempertajam kaca pandang saudara, ada baiknya saudara suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan kehidupan manusia. D. Kompetensi dan Indikator Salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor -- di samping menguasai konsep dan praksis pendidikan, kesadaran dan komitmen etika professional, menguasai konsep perilaku dan perkembangan individu, menguasai konsep dan praksis bimbingan dan konseling, mampu mengelola program bimbingan dan konseling, menguasai konsep dan perilaku riset dalam bimbingan dan konseling - - menguasai konsep dan praksis asesmen. Oleh sebab itu, indikator tercapainya tujuan pelatihan mata latih pemahman individu adalah jika peserta latih telah menunjukkan penguasaan minimal 80% dari konsep-konsep asesmmen, mampu merancang asesmen, dan melakukan asesmen dengan memanfaatkan teknik-teknik yang dilatihkan secara benar

BAB II PENGERTIAN DAN KEGUNAAN Kegiatan Belajar 1 A. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta memahami hakekat pemahaman individu dalam rangka bimbingan dan konseling. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakekat pemahaman individu mereka (a) mampu merumuskan pengertian pemahaman individu dengan kalimat sendiri, (b) memanfaatkan teknkteknik pemahaman indvidu sesuai dengan jenis data yang hendak digali, dan (c) memanfaatkan teknik-teknik pemahaman individu dengan mempertimbangkan karakteristik subyek yang hendak difahami. B. Uraian Materi 1. Pengertian Pemahaman individu atau human assessment didefiniskan oleh Aiken (1997 : 454) sebagai ‖Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristics. Assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations, interviews, rating scale, checklist, inventories, projectives techniques, and tests‖ Dari rumusan Aiken di atas bisa difahami, bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami, menilai, atau menaksir karakteristik, potensi, dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. Caracara yang digunakan itu mencakup observasi, interview, skala psikologis, daftar cek, inventory, tes proyeksi, dan beberapa macam tes. Pemahaman atau penilaian itu dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada padanya (developmental) dan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya (klinis). Dalam melakukan asesmen itu, lazim digunakan berbagai instrumen yang bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu dengan cara

Aiken (1997 : 1) dalam bukunya menunjukkan bahwa manusia dalam kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berpikirnya. 5. Untuk mengavaluasi perubahan kognitif. pengukuran psikologis berfungsi untuk mengukur perbedaanperbedaan antara individu atau perbedaan reaksi individu yang sama terhadap berbagai situasi yang berbeda. peramalan. intrapersonal. 3. (f) untuk mengevluasi perubahan kognitif. fisik. Latihan 1. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 6. g. inventory. remaja. daftar cek. pendidikan. tanyakan kepada instruktur saudaradalam kegiatan pelatihan. Untuk menyaring pelamar pekerjaan. terapi psikologis dan berbagai program intervensi tingkah laku. yaitu (a) untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan. dan orang dewasa. Kegunaan Aiken (1997 : 11) menunjukkan. menilai. d. Lembar kegiatan Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogianya saudara mengikuti langkahlangkah berikut : 1. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Khususnya bagi konselor di Indonesia. (e) untuk meramalkan dan menentukan perlakuan (tritmen) psikis. (d). dipertahankan. dan rumah sakit f. atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus. Anastasi (2006 : 3) menunjukkan bahwa secara tradisional. Untuk mendukung penelitian tentang perubahan tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. h. pelayanan konseling. (c) untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. dan atau program pelatihan. dan rumah sakit . interview. atau menaksir karakteristik. fisik. dipertahankan. pemerintahan. dan penelitan. pekerjaan. . Untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan. Jika dengan cara itu masih belum saudara temukan penjelasannya. konseling perorangan. militer. potensi. Pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. terapi psikologis. Untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan. Lakukan pengamatan dan pencatatan dengan cermat terhadap sejumlah tumbuhan atau binatang. tes psikologi dan bermacammacam alat ukur (assessment istruments) digunakan dalam bidang yang amat luas. atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus.Cara-cara yang digunakan itu mencakup observasi. e. dan keputusan tentang seseorang. Lakukan pula percobaan menggali data pada anak-anak. jika perlu tanyakan kepada teman atau lihat kamus atau cari penjelasan di buku-buku psikologi. persamaan apa yang saudara temukan? Apa keuntungan bagi guru atau pimpinan suatu organisasi yang memahami sfat-sifat setiap pribadi yang dipimpinnya? D. 2. kemampuan berpikirnya berbeda. klinis. Dakui bahwa pendorong utama munculnya pengkuruan psikologi adalah kebutuhan akan penilaian dari dunia pendidikan. tes proyeksi. Sedang secara khusus tujuan pengukuran psikologi adalah : a. dan berbagai program intervensi tingkah laku. Apakah terdapat perbedaan karakter tumbuhan satu dengan lainnya? Apakah tersdapat pula perbedaan karakteristk binatang satu dengan lainnya? Atau bahkan apakah terdapat perbedaan karakter binatang meskipun dari jenis yang sama? Apa keuntungan bagi pemelihara jika pemelihara itu memahami sifat-sifat setiap jenis tanaman atau binatangnya. Apa pula keuntungan bagi tanaman dan binatang bila pemilik atau pemeliharanya memahami sifat-sifat tanaman atau binatang itu dengan baik? 2. dan latar belakang pendidikan serta budayanya berbeda bisa dilakukan dengan teknik yang sama? E. Berlatihlah menggali data. 2. dan beberapa macam tes 2. dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan. Untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan (di-PHK). industri dan perdagangan. b. karakter kepribadiannya. pendidikan. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. Tujuan utama pengukuran psikologis --baik dengan menggunakan tes maupun non-tes—menurut Aiken (1997 : 11) adalah untuk menilai tingkah laku. dan atau program pelatihan. c. 4. Rangkuman 1. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna untuk menandai hal-hal yang penting. kecakapan mental. Apakah terdapat perbedaan sifat-sifat manusia yang satu dengan lainnya? Adakah sifat-sifat umum yang sama dari semua orang yang saudara observasi. dan karakteristik kepribadian seseorang dalam rangka membantu mereka dalam membuat keputusan.untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan. seperti pendidikan. Berlatihlah merumuskan pengertian dan langkah-langkah itu dengan kalimat sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalmat dalam buku ajar ini. (b) untuk menyaring pelamar pekerjaan. klinik psikologi. skala psikologis. Untuk meramalkan dan menentukan perlakuan (tritmen) psikis. kemampuan melakukan asesmen adalah salah satu dari tujuh kompetensi yang harus dimilik untuk kepentingan melakukan diagnosis dan pertimbangan dalam memberikan treatmen C. jika saudara gagal dengan suatu cara. dan tingkah lakunya. Lakukan pula pengamatan dan pencatatan secara cermat terhadap 10 orang yang ada di sekitar saudara. Semuanya itu bisa ditaksir atau diukur dengan bermacammacam cara. Ada beberapa manfaat pengetahuan dan keterampilan melakukan asesmen. intrapersonal. (g) untuk mendukung penelitian tentang perubahan tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. klinis. konseling perorangan. Apakah menggali data dengan subyek yang usianya berbeda. dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan.tes dan non-tes. pekerjaan.

bukan hanya kegiatan melihat. kemampuan asesmen merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor. tetapi lebih dari itu bisa jadi justru berdampak negativ bagi individu yang dibimbing lantaran malpraktek. sedang dalam istilah pengamatan terkandung makna bahwa dalam melakukan pemahaman terhadap subyek yang diamati dilakukan dengan menggunakan pancaindra yaitu dengan penglihatan. mendengar. telinga. Mengapa menggunakan pancaindra ? Apakah tidak cukup hanya dengan salah satu indra saja? Tidak semua gejala yang diamati bisa dikenali dengan penglihatan saja. penciuman. Hal in berarti bahwa dalam kegiatan observasi bukan hanya proses fisik tetapi juga proses psikis. untuk meyakinkan hasil penglihatan kadang perlu dikuatkan dengan data dari penciuman. bahkan bila dipandang perlu dengan penggunakan pencecap dan peraba. observasi berarti pengamatan secara langsung terhadap gejala yang diteliti. (c) mampu memanfaatkan alat-alat bantu observasi dengan benar. tetapi lebih dari itu adalah melihat. Dalam rumusan di atas ada satu kata kunci yaitu ‖pengamatan‖.3. aktivitas. Untuk meyakinkan seorang guru bahwa murid yang sedang dilayaninya baru saja minum minuman keras. Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik? 3. Kemampuan melakukan observasi itu ditampilkan dalam (a) mampu memilih jenis teknik observasi yang tepat. Tes formatif 1. yaitu pengertian secara sempit dan luas. guru itu bisa melihat pada perubahan wajahnya dan atau sekaligus mencium bau alkohol yang keluar dari mulut peminum itu. mencium saja yang berjalan. Dilihat dari segi psikologi. diharapkan peserta mampu melakukan observasi dalam rangka bimbingan dan konseling dengan benar. dalam melakukan observasi harus dilakukan dengan penuh perhatian (attention). Di sisi lain. Ia tentu akan tersesat. dan (e) mampu memanfaatkan hasil observasi untuk kepentingan bimbingan dengan tepat. Di samping proses pengamatan. F. atau tidak. observasi meliputi pengamatan yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung terhadap obyek yang sedang diteliti. pendengaran . pendengaran. Tuliskan pula bahayanya jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya ! BAB III O B S E R V A S I Kegiatan Belajar 2 A. pencecap dan peraba. bisa jadi bukan hanya membuang-buang tenaga. Dalam kaitannyadengan tugas konselor. Bahkan manakala observasi digunakan sebagai alat pengumpul data penelitian kualitatif. kadang ada gejala yang memang tidak bisa ditangkap oleh mata tetapi dengan hidung. ia adalah bagian penting dari kegiatan konseling. (d) mampu melaksanakan analisis hasil observasi dengan benar. Khususnya bagi konselor. dan kesadaran terhadap obyek atau gejala- . Dalam arti luas. lidah dan sebagainya. Tuliskan semua manfaat memahami konselor bila ia terampil menggunakan bermacam-macam teknik asesmen ! 4. mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya? 2. Pengertian observasi Secara garis besar terdapat dua rumusan tentang pengertian observasi. Dan jika ada konselor yang tidak memiliki kemampuan dalam bidang asesmen diibaratkan seperti pelayar yang tidak membawa kompas. atau sekurang-kurangnya membuang-buang energi untuk sampai ke tujuan. istilah ‖pengamatan‖ tidak sama dengan melihat. B. sebab melihat hanya dengan menggunakan penglihatan (mata). maka pengamatan yang dilakukan observer bukan hanya sebatas gejala yang nampak saja. Dalam arti sempit. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. (b) mampu merancang atau mempersiapkan observasi dengan benar. dan mencium yang disertai dengan pemusatan perhatian. Tunjukkan semua alasan yang saudara ketahui. mendengar. Uraian Materi Pembahasan tentang observasi mencakup tema-tema berikut : 1. Hal ini bisa dijelaskan bahwa ketika seseorang melakukan observasi. tetapi lebih jauh harus mampu menembus latar belakang mengapa gejala itu terjadi.

yaitu : 1) Observasi partisipan. persoalan utama tetap terletak pada tahu atau tidaknya observee bahwa mereka sedang diamati. Daftar ini bisa berupa checklist kategori tingkah laku yang diobservasi. jika mereka mengetahui bahwa mereka sedang diamati. yaitu observee bisa jadi tidak mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi. Dilihat dari segi situasi lingkungan di mana subyek diobservasi. sebab ketika observer terlibat langsung dalam aktifitas yang sedangg dilakukan observee. 3. R. Selama konseling berlangsung atau segera setelah konseling berakhir. Di sisi lain. konselor menyediakan sebuah daftar berupa penggolongan tingkah laku atau rating. 1) observasi naturalistic. Cara ini lebih mudah dibanding cara finding observation. yaitu ketika seseorang tidak hanya mengobservasi tetapi memaksakan kondisi-kondisi spesifik terhadap subyek yang diobservasi. Dilihat dari keterlibatan subyek terhadap obyek yang sedang diobservasi (observee). kedua bentuk observasi ini dapat diterapkan. kemudian ia mengamati berbagai variabel yang mungkin dapat dijadikan bahan untuk menyusun observasi yang lebih terarah. Gall dkk (2003 : 254) membedakan observasi menjadi dua. ia hanya mengetahui bahwa dia akan menghadapi suatu situasi saja. yaitu : a. Akibatnya obsever tidak mendapatkan data yang asli. Hanna Djumhana (1983 : 205) mengelompokkan observasi menjadi berikut : 1) Finding observation yaitu kegiatan observasi untuk tujuan penjajagan. Di sisi lain. Oleh sebab itu konselor seyogianya benar-benar kompeten dalam masalh ini. 3) Observasi kuasi-partisipan.H (1995 : 260) memandang observasi sebagai teknik yang bisa dimanfaatkan untuk memilah-milah derajat dalam membuat konklusi tentang orang lain. tetapi kelemahannya adalah sering terjadi tingkah laku yang lain dari pada yang digolongkan pada daftarnya. yaitu bila observer tidak terlibat secara langsung atau tidak berpartisipasi dalam aktivitas yang sedang dilakukan oleh observee. Menurut penulis. observasi bise dibedakan menjadi tiga bentuk. yaitu ketika seseorang mensurvey (mengobservasi) contoh-contoh tertentu dari perilaku individu yang ingin kita nilai. Pada umumnya pembuatan daftar isian ini didasarkan pada data yang diperoleh dari finding observation dan atau penjabaran dari konsep dalam teori yang dipandang sudah mapan. observasi partisipan mengandung kelemahan. yaitu bila pihak yang melakukan observasi (observer) turut serta atau berpartisipasi dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh subyek yang sedang diobservasi (observee). sangat mungkin observer tidak bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail 2) Observasi non-partisipan. model pencatatannya. Gall dkk (2003 : 254) memandang observasi sebagai salah satu metode pengumpulan data dengan cara mengamati perilaku dan lingkungan (sosial dan atau material) individu yang sedang diamati. utamnya berkaitan dengan kecermatan dalam melakukan pengamatan dan pencatatan. yaitu bila observer terlibat pada sebagian kegiatan yang sedang dilakukan oleh observee. c. 2) metode survey. Blocher (1987) mengelompokan ke dalam tiga bentuk dasar observasi. Mendasarkan pada tujuan dan lapangannya.gejala tertentu yang sedang diobservasi. 3) experimentasi. artinya dalam melakukan observasi observer tidak bisa melakukan hanya secara tiba-tba dan tanpa perencanaan yang jelas. Khususnya bentuk observasi sistematis. Observasi partisipan ini memiliki kelebihan. gejala-gejala apa saja yang perlu diamati. Dalam situasi konseling. yaitu . seorang peneliti mengamati perilaku binatang di hutan atau kebun binatang adalah contoh observasi naturalistik. maka sangat mungkin perilaku yang muncul masih ada kemungkinan tidak wajar. karakteristik masing-masing gejala. M. b. dan sekaligus memanfaatkan kelebihan dari kedua bentuk tersebut. 2. sementara pada sebagian kegiatan yang lain observer tidak melibatkan diri Bentuk ini merupakan jalan tengah untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk observasi di atas. Observasi non-partisipan ini memiliki kelebihan. yaitu observer bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail dan cermat terhadap segala akitivitas yang dilakukan observee. maka perilkunya biasanya dibuat-buat atau tidak wajar. Observasi partisipan juga sering digunakan dalam penelitian eksploratif. yaitu 1) observasi naturalistik (naturalistic observation) jika observasi itu dilakukan secara alamiah atau dalam kondisi apa adanya. Bentuk-bentuk Observasi Ada beberapa bentuk observasi yang lazim dilakukan oleh konselor dan atau peneliti. Menyusun panduan observasi . konselor mengisi daftar tersebut dengan cara memberi tanda pada penggolongan tingkah laku yang sesuai dengan tingkah laku konseli selama proses konseling berlangsung. yatu ketika seseorang ingin mengobservasi subyek (observee) dalam kondisi alami atau natural. Selama berhadapan dengan situasi itu ia bersikap menjajagi saja.L. bahwa observasi juga harus dilakukan secara sistematis dan bertujuan. & Mitchell. 2) Direct observation yaitu observasi yang menggunakan ―daftar isian‖ sebagai pedomannya. analisisnya. Dalam direct observation. Dalam melakukan observasi harus jelas apa tujuannya. 2) observasi eksperimental (experimental observation) jika observasi itu dilakukan terhadap subyek dalam suasana eksperimen atau kondisi yang diciptakan sebelumnya. sehingga perilaku yang nampak diharapkan wajar atau tidak dibuat-buat. Anna Djamhana (1983 : 201) juga mengingatkan. dan pelaporan hasilnya. guru mengamati murid ketika sedang bermain di halaman sekolah. d. finding observation diterapkan bila konselor merasa tidak perlu menggunakan berbagai daftar isian serta inginmendapatkan kesan mengenai tingkah laku konseli yang spontan atau apa adanya. sehingga ada kecenderungan untuk menggolongkannya secara paksa atau mengabaikannya sama sekali. Gibson. Dalam melakukan observasi ini observer belum mengetahui dengan jelas apa yang harus diobservasi. meskipun diakui bahwa penggunaan observasi juga perlu dilengkapi dengan metode lain dalam penilaian manusia. Melihat pertandingan sepak bola. bentuk ini juga memiliki kelemahan yaitu bila observee mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi.

ia aktif berdiskusi V 6 Aktif belajar di perlustakaan V 7 Bila diberi tugas rumah. ia mengerjakan dengan sungguh-sungguh V 8 Lain-lain . camera CCTV). Catatan semacam ini sebenarnya bukan hanya dilakukan LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PANDUAN OBSERVASI TETAPKAN TUJUAN OBSERVASI PASTIKAN & FAHAMI MATERI TETAPKAN INDIKATOR GALI VARIABEL & SUB-VARIBEL OBSERVASI PENJAJAGA N JABARKAN KONSEP PANDUAN O B S E R V A S I 2-18 Pemahaman Individu oleh konselor. telinga. Pembuatan daftar cek ini dimaksudkan untuk membuat pencatatan hasil penelitian yang sistematis. dan bulu. hidung. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut : a. terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja. atau kuesioner dengan baik.. Dengan indikator yang jelas memungkinkan seorang peneliti mampu menjabarkan variabel dan atau sub-variabel itu ke dalam panduan observasi. (c) daftar cek. c. Gali pula sub variabel. sehingga terhindar dari salah-diagnosis Catatan berkala adalah catatan yang dibuat pada waktu tertentu saja (misal : pada saat individu mengikuti pelajaran. dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi. ekor. tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel. (d) skala penilaian. Untuk kepentingan pemberian layanan yang mendekati tepat. (2) penjabaran dari konsep dalam teori yang dipandang sudah mapan. lengan. 5. Daftar riwayat kelakuan adalah suatu catatan tentang kelakuankelakuan individu yang dipandang istimewa dan luar biasa. handphone. Gali variabel-variabel observasi. (b) catatan berkala. ia selalu memanfaatkannya V 5 Bila diberi kesempatan untuk berdiskusi. maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. wali kelas. dan lain sebagainya). di bawah ini disajikan alat bantu observasi berupa daftar cek untuk perorangan dan kelompok yang hendak mengungkap bagaimana perhatian siswa siswa ketika mengikuti pelajaran di kelas: Dari data di atas bisa difahami bahwa subyek yang diobservasi dalam semua indikator yang menggambarkan seseorang yang memiliki perhatian yang baik ketika mengikuti pelajaran semuanya ada. Beberapa alat bantu tersebut dijelaskan secara singkat di bawah ini. yaitu (a) daftar riwayat kelakuan. Bagi seorang konselor sekolah dua indicator yang tidak muncul. mungkin melalui teknik wawancara atau kunjungan rumah untuk melakukan observasi terhadap kehidupan keluarganya. yaitu (1) melakukan observasi penjajagan (finding observation) kemudian ia mengamati berbagai variabel yang mungkin dapat dijadikan bahan untuk menyusun panduan observasi yang lebih terarah. Hadir di sekolah tepat waktu . Pastikan dan fahami materi observasi. Langkah-langkah dalam menyusun panduan observasi (observasi guide) selanjutnya disajikan pada diagram berikut : 4. model pakaian. DAFTAR CEK INDIVIDUAL Nama siswa : …………………. bahkan kepala sekolah. Kelas : ……………… Observasi Ke : 1/2/3/4 (lingkari yg sesuai) Hari/tgl : …………………. Untuk itu seorang peneliti seharusnya menguasai konsep tentang variabel yang diteliti itu secara baik. tetapi bisa saja dilakukan oleh guru bidang studi. dan observer hany memberi tanda cek pada aspek-aspek yang sedang diobservasi (selanjutnya periksa bab khusus Daftar Cek) Skala penilaian pencatatan gejala menurut tingkatantingkatannya. variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ‖kambing‖.Agar observasi bisa dilakukan dengan baik. Alat-alat Bantu Observasi Ada beberapa alat bantu yang bisa dimanfaatkan oleh observer dalam menggunakan metode observasi. apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer. kegiatan perkemahan. krah. Untuk menetapkan variabel dan sub variabel observasi bisa ditempuh melalui dua cara. mungkin perlu dilacak lebih jauh. Analisis hasil observasi : individual dan kelompok Observasi bisa dilakukan untuk perorangan maupun kelompok. panduan wawancara. maka pada kepala kambing itupun ada mata. d.Keterangan : Aspek nomor 1. indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau subvaribel. Tetapkan Indikator. No Aspek Ya Tdk Keter 1 Hadir di sekolah tepat waktu V 2 Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan V 3 Memperhatikan penjelasan guru V 4 Bila diberi kesempatan bertanya. tanduk. maka variabel yang perlu diperhatikan dalam observasi adalah potongan badan. e. kunjungan ke suatu tempat dan lain sebagainya). ada baiknya konselor (observer) juga mau memanfaatkan catatan-catatan yang dibuat oleh teman sejawat perihal perilaku konseli. kecuali kesiapan peralan yang diperlukan dan aktivitas bertanya. Jika benda yang hendak diobservasi itu adalah ‖baju‖. saku. handycam. corak pakian dan lain-lain. Suatu aspek (variabel/sub variabel) bukan hanya dicatat ada atau tidak ada. mengikuti upacara. Catatan ini amat penting artinya manakala konselor harus melakukan diagnosis dalam proses konseling. karya wisata. jangan sampai terjadi ingin membeli ‖kambing‖ ternyata yang dibeli adalah ‖anjing‖ meskipun sama-sama berbulu dan berkaki empat. ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ‖kepala kambing‖. Tetapkan tujuan observasi. Daftar cek adalah suatu daftar yang berisi nama subyek dan aspek-aspek (sub-variabel) yang hendak diobservasi. tetapi lebih dari itu adalah kualitas atau tingkatannya. yang kemudian dikumpulkan untuk menggambarkan kesan-kesan umum tentang subyek yang diobservasi. Catatan ini bisa dibuat oleh konselor atau guru bidang studi atau wali kelas. Ibarat seorang yang hendak membeli seekor kambing seyogianya ia sudah tahu persis gambaran kambing yang hendak dibeli. badan. kaki. jika obyek atau materi observasi itu adalah ‖kambing‖. dan (e) alat-alat mekanik/ elektrik (seperti : tape recorder. b. Oleh sebab itu seorang observer yang baik tentu tidak cukup bila hanya mengobservasi salah satu sub-varabel kemudian hasilnya disimplukan seolah-oleh sudah seluruh variabel. (misalnya kepala.

tanyakan kepada instruktur saudar adalam kegiatan pelatihan. Setelah data terkumpul. dan beberapa alat perekam data (selanjutnya baca : beberapa alat bantu observasi). akhirnya bisa diketahui subyek mana yang paling perhatian atau kurang perhatian dalam mengikuti pelajaran. 2. Sehingga bisa diketahui subyek mana yang perlau mendapat perhatian berupa layanan bimbingan. daftar cek. sebelum dan selama pelaksanaan observasi seyogianya observer selalu menjaga hubungan baik dengan observi dan memelihara kewajaran situasi. b. Pemanfaatan alat pencatat data. Buat pesiapan untuk melakukan observasi dengan keterangan : a. Oleh sebab itu untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap seyogianya penggunaan observasi dilengkapi pula dengan metode yang lain. Aktif belajar di perlustakaan 7. Membandingkan antar aspek sehingga bsa diketahui aspek mana yang sudah cukup dan paling kurang sehingga segera DAFTAR CEK KELOMPOK Observee Kls : …… Observasi ke : 1/2/3/4 Tgl/Bl/Th : …………… Tujuan observasi : mengetahui bagaimana perhatian siswa ketika mengikuti pelajaran tertentu No Abs Kode Subyek A s p e k N o m o r 1 2 3 4 5 6 7 8 1Avvvvvvv 2Bv-vvv-v 3C--vvvvv 4Dvvvvvvv 5Evvvvvv6Fvvvvvvv 7Gvvvvvvv 8H------9I------10 J v v v v v v v perlu dilacak oleh konselor. seyogianya observer melakukan pengklasifikasian gejala guna memudahkan analisis. jenis observasi mana yang hendak saudara pilih sesuai macam-macam observasi yang ada. sebab hubungan yang tidak baik antara observer dengan observi bisa mengganggu kegiatan observasi. sebab bisa jadi perilaku yang muncul sama tetapi motiv yang mendasarinya berbeda. saudara tetap harus membuat panduan observasi. Tujuan observasi adalah untuk mengetahui apa yang dilakukan mereka dalam menghadapi ujian akhir nasional (UAN) c. 3. 2.2. Lain-lain Untuk melakukan analisis terhadap data di atas dapat dilakukan dengan cara : 1. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. dan jika dipandang perlu bisa dikerjakan bersama teman dalam kegiatan kelompok. ia aktif berdiskusi 6. Jika dengan cara itu masih belum saudara temukan penjelasannya. b. Subyek yang diobservasi adalah siswa kelas III di sekolah saudara sendiri yang berjumlah 40 orang. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Pengklasifikasian gejala. Selanjutnya lanjutkan dengan rencana tindakan bimbingan sesuai data yang ada. Berlatihlah menyusun panduan observasi yang benar dengan aspek yang berbeda-beda dan subyek yang berbeda. Bila diberi kesempatan untuk berdiskusi. coba lakukan analisis individual mapun kelompok. tetapi lebih dari itu adalah motiv-motiv yang mendorong munculnya tingkah laku tersebut. ada baiknya jika observasi dilakukan bukan hanya oleh satu orang saja. dan lingkungan sosialnya. Libatkan beberapa orang observer. tingkat usia siswa. ada beberapa alat pencatat data yang bisa dimanfaatkan observer. 4. Pengklasifikasian itu akan lebih baik jika mendasarkan pada variabel dan atau sub-sub variabel penelitian. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna untuk menandai hal-hal yang penting. ia selalu memanfaatkannya 5. seperti wawancara. kerjakan tugas-tugas di bawah ini dengan sungguh-sungguh. 1. untuk menjaga obyektifitas hasil pengamatan. mengapa dalam aspek tersebut kurang maksimal 6. 2. Bila diberi tugas rumah. Jenis manapun yang saudara pilih. jika perlu tanyakan kepada teman atau lihat kamus atau cari penjelasan di buku-buku psikologi. . tetapi lebih dari satu orang kemudian hasilnya dibandingkan dan disimpulkan bersamasama C. atau melakukan kegiatan tetapi dengan ogah-ogahan. seperti mogok. Menjaga hubungan baik dengan observi. studi dokumenter dan lain-lain. Buat pula panduan observasi sesuai tujuan observasi. d. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan observasi a. ia mengerjakan dengan sungguh-sungguh 8. e. Membandingkan antar subyek dalam satu kelompok. Pastikan pula. c. Memperhatikan penjelasan guru 4. D. Lembar Kegiatan Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogianya saudara mengikuti langkahlangkah berikut : 1. Penggunakan metode pelengkap. 3. Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan 3. mengingat data yang diperoleh dari kegiatan observasi bisa sangat banyak dan beragam. Latihan Agar saudara bisa memahami dan mempraktekkan teknik observasi dengan baik. Bila diberi kesempatan bertanya. perlu diingat bahwa perilaku manusia bukan sekedar apa yang bisa diamati. antara lain : catatan biasa.

baik untuk kasus perorangan maupun kelompok. 2. melakukan pencatatan segera. tetangga sebelah. Berlatihlah pula melakukan observasi dari lingkungan yang terdekat. Apa yang seyogianya dilakukan observer untuk mengatasi kelemahan observasi berkaitan dengan subyektivitas dalam pengamatan? 4. dan (b) memanfaatkan hasil observasi penjajagan. observasi identik dengan kegiatan mengamati. bisa dilihat dari keterlibat-an observer dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh observee. Berlatihlah melakukan analisis. bentuk lingkungan. teman kantor. dan tingkatan keahlian yang diperlukan. Apa yang seyogianya dilakukan observer ketika hendak menyusun panduan observasi ternyata tidak ditemukan konsep teoretik yang layak dijadikan rujukan? . jangan sekali melihat lengsung disimpulkan. Rangkuman 1. sebab bisa jadi itu baru kulit luar yang belum menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Ada bermacam-macam bentuk observasi. Bentu manapun yang digunakan seyoyanya dilakukan dengan persiapan yang matang dalam bentuk panduan observasi. bentuk observasi mana yang lebih banyak digunakan dalam layanan bimbingan? 3. Tunjukkan semua alasan mengapa dalam melakukan observasi perlu menggunakan panca indra? 2. Observasi adalah kegiatan mengenali observee dengan mengguna-kan pancaindra. bisa teman duduk. tetapi tidak sama dengan melihat. 3. Ada sejumlah kelemahan observasi. Tetapi ingat. 6. bisa dilakukan dengan dua cara yaitu (a) menjabarkan dari konsep yang sudah mapan. Untuk menyusun panduan observasi. atau siswa di sekolah di mana saudara bertugas. dan cobalah mengaplikasikannya dalam dunia bimbingan. tujuan observasi. observer seyogianya memahami kelemahan-kelemahan tersebut dan berupaya untuk meminimalisir seperti menggunakan alat bantu observasi. Ada beberapa macam observasi dilihat dari berbagai sisi. dan memanfaatkan metode pelengkap. E. 4. F. dan melibatkan bebrapa orang observer. Tes Formatif 1.5.

Administrative interview. metode interviu ini juga memiliki kelebihan antara lain: a. Bagian-bagian Interviu Di dalam interviu terdapat bagian-bagian tertentu yang terdapat dalam semua interviu. . maka akan memperlancar proses interviu selanjutnya. bagian ini merupakan bagian untuk mengungkap maksud dan tujuan interviu yang harus dicapai. Counseling interview. Aspek-aspek dalam interviu meliputi: (1) pertemuan tatap muka. Interviu individual. yaitu interviu yang ditujukan pada orangorang tertentu yang mempunyai hubungan dengan obyek-obyek yang diselidiki. The non-directive interview. The employment interview. Macam-macam Interviu Dalam interviu terdapat bermacam-macam jenis sesuai dengan tujuan ataupun sifat-sifat lain yang ada dalam interviu. tindak lanjut. diharapkan peserta pelatihan mampu melaksanakan interview dengan benar dalam rangka pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. Dilihat dari peran yang dimainkan. yaitu interviu yang dilaksanakan dengan suatu maksud yang berhubungan dengan employment. b. c. Kemampuan melakukan interviu ditampilkan dalam (a) mampu merumuskan tujuan interviu (b) mampu menyusun panduan interviu (c) mampu melaksanakan interviu (d) mampu memanfaatkan hasil interviu untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling. B. (3) pertemuan tatap muka itu mempunyai tujuan tertentu. 3. yaitu interviu yang dilaksanakan secara perorangan. b. Dilihat dari apa yang ingin dituju interviu dibedakan: a. Dalam interviu ini seorang interviewer/ pewawancara menghadapi beberapa orang interviewe/ orang yang diwawancarai. yaitu interviu yang dilaksanakan secar kelompok. untuk mendapatkan perubahan dalam perilaku. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajaribab ini. Pengertian Interviu Interviu/wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan baik secara langsung atau tidak langsung kepada seseorang. (2) cara yang digunakan adalah cara lisan. Akhir interviu. 4. b. 2. The repeated interview. Dengan interviu pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas dapat diperjelas oleh interviuer. antara interviuer dengan interviui. interviu dapat dibedakan: a. Kalau hubungan baik telah terjalain dan timbul perasaan saling percaya dan saling menghargai. yaitu bagian untuk mengakhiri jalannya interviu. Dilihat dari jumlah orang yang diinterviu. maka pada bagian ini tujuan tersebut harus tercapai. Pada pertemuan ini biasanya diisi dengan maksud dan tujuan interviu. Inti interviu.BAB V INTERVIU Kegiatan Belajar 5 A. dapat dibedakan: a. yaitu interviu yang berulang. yaitu interviu yang dijalankan untuk keperluan administrasi. Apabila tujuanminterviu ingin mengungkap latar belakang keluarga. Pendahuluan interviu. Pada umumnya interviu ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran sampai di mana sifat-sifat yang dipunyai oleh seseoramng terhadap kriteria yang diminta oleh sesuatu employment. Dalam wawancara pertanyaan yang diajukan kepada seseorang dilakukan secara lisan. misal untuk kesejahteraan organisasi. Interviu kelompok. Uraian Materi 1. sehingga interviui lebih mengerti tentang apa yang dimaksudkan. dalam interviu ini interviui diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan hal-hal yang terkait dengan permasalahan yang sedang dihadapinya. c. Interviu dapat ditutup dengan menyimpulkan apa yang telah diungkap dalam interviu (misal. Interviu ini terutama digunakan untuk mencoba mengikuti perkembangan tertentu terutama proses sosial. c. Informational interview. yaitu interviu yang dilaksanakan untuk keperluan konseling. The focused interview. b. Interviu ini biasanya digunakan dalam proses konseling. yang dapat dibedakan: a. Kebaikan dan kelemahan Interviu Di samping memiliki kekurangan. pada bagian ini terutama ditujukan untuk membina hubungan baik (terutama dalam pertemuan pertama). yaitu interviu yang ditujukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. interviu konseling: ditutup dengan menentukan evaluasi treatment. d. dan pertemuan berikutnya.

d. Pelajari referensi tentang faktor penyebab kesulitan belajar siswa! 2. pendahuluan. Kalau ada informasi yang bertentangan. c. pertanyaan dapat diperluas ke pertanyaan yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut. pertanyaan lebih jelas. agar dalam pelaksanaan interviu jelas. maka perlu dipersiapkan dengan cermat yaitu dalam bentuk panduan interviu. Macam interviu meliputi. Cara menyampaikan pertanyaan-pertanyaan jangan kaku. Keunggulan interviu meliputi. Cermati istilah-istilah penting dalam materi interviu tersebut. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan interviu adalah sebagai berikut: a. 2004). dengan menggunakan panduan yang telah disusun E. Beri penjelasan secukupnya! . Susun butir pertanyaan dalam interviu! 5. 6. hal-hal yang kurang menguntungkan dari interviu adalah: a. Interviuer harus dapat dipercaya. Tetapkan tujuan interviu. Bahasa yang digunakan oleh interviuer harus disesuaikan dengan kemampuan interviui. Orang yang akan mengadakan interviu harus mempunyai latarbelakang tentang apa yang akan ditanyakan. Interviu adalah metode untuk mengumpulkan data secara langsung dengan subyek sumber data. Berlatihlah melaksanakan interviu. Bahasa yang digunakan interviuer dapat disesuaikan dengan keadaan interviue. Interviu membutuhkan keahlian.informasikan tujuan iterviu. Variabel dikembangkan dalam bentuk sub variabel dan diurai menjadi indikator-indikator. hendaknya saudara melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Interviu kurang hemat. f. Lembar Kegiatan Agar saudara dapat memahami teknik interviu ini secara mendalam. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interviu antara lain adalah. F. Tes Formatif Setelah saudara mempelajari secara keseluruhan tentang interviu cobalah beberapa pertanyaan berikut dikerjakan! 1. Latihan Agar saudara dapat memahami dalam mempraktekkan teknik interviu dengan baik. i. Rangkuman Dari materi kajian tentang interviu. Jabarkan dalam indikator-indikator kesulitan belajar! 3. c. Waktu pelaksanaan interviu sebenarnya tergantung pada masalah yang diungkap. namun agar tidak terlalu melelahkan kedua belah pihak. sehingga akan mempunyai pengaruh yang baik juga terhadap hasil interviu. inti dan akhir interviu. adminstratif dan interviu konseling. Berlatihlah menyusun panduan interviu. Interviuer harus melakukan kontrol dalam interviu. Menyusun Panduan Interviu Agar pelaksanaan interviu dapat berjalan dengan lancar. bahasa dapat disesuaikan. employment. kerjakan tugas-tugas dibawah ini dengan sungguh-sungguh. dapat dirangkum secara ringkas sebagai berikut: 1. Dalam kegiatan konseling interviu merupakan metode yang utama. e. Interviuer harus menjelaskan maksud dan tujuan interviu tersebut. C. Dalam proses interviu harus dijaga agar selalu ada hubungan yang baik antara interviuer dengan interviui. kalau perlu buat catatan-catatan kecil. Susun kisi-kisi butir pertanyaan. teliti dan dengan kalimat yang jelas. b. g. Hubungan baik ini akan memberikan sumbangan yang besar terhadap proses dan hasil interviu. untuk mengungkap faktor penyebab kesulitan belajar siswa. jaga hubungan baik. k. b. Hindari penonjolan ‖aku‖ dari interviuer (Bimo Walgito. Hal-hal yang akan ditanyakan harus dipersiapkan sebaik-baiknya agar interviu dapat berjalan sistematis dan lancar. j.b. 5. pembimbing harus dapat menjaga kerahasiaan klien. Pertanyaan yang diajukan hendaknya diajukan dengan hati-hati. Dari sisi lain. cari referensi sesuai dengan tujuan interviu. Susun butir pertanyaan interviu. agar tidak mematikan suasana interviu. 4. h. ingat waktu. 1. berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. m. dalam hal waktu. maka hasil interviu sudah tidak obyektif lagi. d. c. diharapkan dapat menimbulkan suasana persaudaraan yang baik. Bagian interviu meliputi. b. maka waktu interviu antara 30-60 menit sudah dianggap cukup. Simulasikan dengan saudara! D. data lebih mendalam. 3. sesuai dengan tujuan yang telah dijabarkan dalam bentuk variabelvariabel. Susun kisi-kisi pertanyaan dalam interviu! 4. Pelajari kegiatan belajar tentang interviu ini secara mendalam. Susun pedoman interviu. Upayakan jangan memotong pembicaraan interviui. informasional. terutama dalam proses konseling. yang memerlukan keahlian khusus. Mengapa interviu memerlukan waktu yang lebih lama? Jelaskan! 2. tenaga dan biaya. 2. Apabila interviuer telah mempunyai prasangka terhadap interviui. c. jaga rahasia interviui. 4. l. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interviu Agar interviu dapat mencapai hasil yang maksimal. Adanya hubungan langsung (face to face). maka interviuer harus minta ketegasan dari interviui tentang informasi yang benar. 2. apalagi yang terkait dengan pelaksanaan konseling. Lingkungan sekitar harus dijaga agar tidak ada hal-hal yang mengganggu jalannya interviu. dan apabila mengalami kesulitan dapat ditanyakan teman dalam kegiatan kelompok. Interviuer harus menjaga agar tidak ada waktu diam yang terlalu lama. maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: a. 5. 3. hal ini akan dapat mengganggu jalannya interviu. sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

d. sikap dan tingkah laku seseorang. . Dalam menyusun panduan interviu. Berikut ini prinsip-prinsip bimbingan konseling yang diramu dari sejumlah sumber. Bimbingan pada prinsipnya diarahkan pada suatu bantuan yang pada akhirnya orang yang dibantu mampu menghadapi dan mengatasi kesulitannya sendiri. Tiap individu mempunyai perbedaan serta mempunyai berbagai kebutuhan. mempunyai bayak inisiatif. Oleh karenanya dalam memberikan bimbingan agar dapat efektif perlu memilih teknik-teknik yang sesuai dengan perbedaan dan berbagai kebutuhan individu. Dalam suatu proses bimbingan orang yang dibimbing harus aktif . hal apa yang harus dikuasai oleh interviuer? Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling di Sekolah Prinsip merupakan paduan hasil kegiatan teoretik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan (Prayitno. Prinsip bimbingan adalah memperhatikan keunikan. dalam memberikan layanan perlu menggunakan cara-cara yang sesuai atau tepat. b. 1997:219). c. Keunikan ini memberikan ciri atau merupakan aspek kepribadian seseorang.3. sebagai berikut: a. Sikap dan tingkah laku seseorang sebagai pencerminan dari segala kejiwaannya adakah unik dan khas.

Di samping itu ia mempunyai kesanggupan bekerja sama dengan petugas-petugas lain yang terlibat. Maksud penilaian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program bimbingan. e. Prinsip referal atau pelimpahan dalam bimbingan perlu dilakukan.Sehingga proses bimbingan pada prinsipnya berpusat pada orang yang dibimbing. h. Padahal sebenarnya tahap evaluasi sangat penting artinya. Untuk menangani masalah tersebut perlu diserahkan kepada petugas atau lembaga lain yang lebih ahli. f. Ini terjadi apabila ternyata masalah yang timbul tidak dapat diselesaikan oleh sekolah (petugas bimbingan). Program bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya senantiasa diadakan penilaian secara teratur. i. j. Pada tahap awal dalam bimbingan pada prinsipnya dimulai dengan kegiatan identifikasi kebutuhan dan kesulitan-kesulitan yang dialami individu yang dibimbing. Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh seorang petugas yang benar-benar memiliki keahlian dalam bidang bimbingan. Program bimbingan dan konseling di sekolah harus sejalan dengan program pendidikan pada sekolah yang bersangkutan. g. di samping untuk menilai tingkat keberhasilan juga untuk menyempurnakan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling (Prayitno. . Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. 1997:219). Proses bimbingan pada prinsipnya dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang dibimbing serta kondisi lingkungan masyarakatnya. Prinsip ini sebagai tahap evaluasi dalam layanan bimbingan konseling nampaknya masih sering dilupakan.

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasiona Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Mengingat : 10. 8. 7. Keptusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah 11. 9.K E P U T U S A N KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PUSPITA PERSADA Nomor : 035/SMP. 3. 2. Kolusi. Keptusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 060/U/2002 tentang Pedoman Pendirian Sekolah Memperhatikan : Buku Panduan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu tahun 2012 .PP/I/2012 TENTANG TIM MANAJEMEN BOS SMP PUSPITA PERSADA UNTUK PENDIDIKAN DALAM RANGKA WAJIB BELAJAR 9 TAHUN YANG BERMUTU DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN TAHUN ANGGARAN 2012 KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PUSPITA PERSADA Menimbang : bahwa untuk kelancaran pelaksanaan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan Gratis dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu di SMP Puspita Persada. 6. 4. 5. maka dipandang perlu untuk dibentuk Tim Manajemen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2012 yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala SMP Puspita Persada Kecamatan Pesanggrahan Kotamadya Jakarta Selatan 1. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. dan Nepotisme.

Pengawas Pembina BOS 4.MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA : : Membentuk Tim Manajemen BOS SMP Puspita Persada Tahun Anggaran 2012 dengan susunan sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini. c. KEDUA : Tim Manajemen BOS Tingkat Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA Keputusan ini. i. g. j. mempunyai tugas : a.Erlin Sriwahyuningsih SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth : 1. d. Bila jumlah dana yang diterima lebih dari yang semestinya. maka harus segera mengembalikan kelebihan dana tersebut ke rekening Tim Manajemen BOS Provinsi dengan memberitahukan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten Mengelola dana BOS secara bertanggung jawab dan transparan Mengumumkan daftar komponen yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai oleh dana BOS serta penggunaan dana BOS di sekolah menurut komponen dan besar dananya di papan pengumuman sekolah Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (BOS-11A dan BOS-K1) di papan pengumuman sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. KETIGA KEEMPAT : : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan selama Tahun Anggaran 2012 dan berlaku sejak tanggal 2 Januari 2012 Apabila terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini akan dilakukan pembetulan sebagaimana mestinya Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA : 2 J a n u a r i 2012 Kepala SMP Puspita Persada. Dra. h. f. Arsip . Melakukan verifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah Membuat laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh sekolah (BOS-11B dan BOS-K2) yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Pesanggrahan 3. Tim Manajemen BOS Kotamadya Jakarta selatan 2. e. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah Mengumumkan laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh sekolah (BOS-11B dan BOS-K2) tersebut di atas di papan pengumuman setiap 3 bulan Bertanggung jawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat Melaporkan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten Memasang spanduk di sekolah terkait kebijakan sekolah gratis (Format BOS-14) b.

2. A s n a w i Jabatan Induk Kepala SMP Puspita Persada Guru SMP Puspita Persada (Selaku Bendahara BOS) Orang Tua Siswa 2.PP /I/2012 Tanggal : 2 J a n u a r i 2012 _______________________________________ SUSUNAN TIM MANAJEMEN BOS SMP PUSPITA PERSADA TAHUN ANGGARAN 2012 No. 1. Erlin Sriwahyuningsih .Lampiran : Keputusan Kepala SMP Puspita Persada Nomor :035/SMP.Enggay Garlina Kepala SMP Puspita Persada Dra. Jabatan dalam Tim Penanggung Jawab Anggota Nama Erlin Sriwahyuningsih 1.

Keunggulan Hasil karya yang dibuat dianalisa kelebihannya 2. maupun pemasarannya. C. dan lain sebagainya 3. Cara mengatasi kelemahan Bagaimana cara mengatasi kelemahan yang ada sehingga hasil karya yang diciptakan dapat dijual/dipasarkan dan menghasilkan keuntungan B. Rencana harga jual hasil produksi Hasil karya tersebut akan dijual dengan harga berapa dengan mempertimbangkan biaya produksi & biaya lainnya. Analisa Produksi 1.TUGAS KEWIRAUSAHAAN SOAL PRAKTEK KEWIRAUSAHAAN Membuat analisa peluang usaha untuk satu buah hasil karya : Misalnya : Ketrampilan membuat tempat sampah dari kaleng bekas cat. Perhitungan labah dan rugi Hitunglah rencana keuntungan yang akan diterima dari hasil karya tersebut. Buatlah analisa usaha : 1. analisa usaha dikumpulkan hari jum’at 13 Maret 2009 . Susunlah semua analisa tersebut di jilid dengan sampul warna biru 2. Hasil karya. 3. A. Kelemahan Hasil karya yang dibuat dianalisa kelemahannya atau kekurangannya baik dari segi bahan baku. Analisa Pemasaran Bagaimana cara memasarkan hasil karya tersebut 1. pengolahan. Rencana biaya produksi Buat tabel/analisa biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi hasil karya tersebut. 2.

Telp/Fax : (021) 7351479 Email : smppuspitapersada@yahoo.40 PETUKANGAN UTARA.PENGAJUAN BANTUAN DANA PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN 2012 SMP PUSPITA PERSADA Jl.JAKARTA SELATAN Kode Pos :12260. SMU 63 NO.com . PESANGGRAHAN.

Samsuri Dra.1.Fotocopy Izin Opersaional 8.Fotocopy buku Rekening SMP Puspita Persada 6. Mengetahui. Pesanggrahan.Fotocopy Akte Notaris 4. dan semoga kita termasuk umat yang mendapat syafa’at di hari kiamat nanti . SMP Puspita Persada Drs.Panjaitan No.YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM PUSPITA PERSADA ( YPIPP ) SMP PUSPITA PERSADA JAKARTA TERAKREDITASI NSS : 202016305343 Jl. atas perhatian dan terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terima kasih.Fotocopy Sertifikat 5.Proposal permohonan bantuan pengadaan peralatan kegiatan keagamaan 2.A. Wassalamu’alaikum. Wb Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa kita panjatkan puji syukur kehadiratnya dan semoga di ampuni dosa kita. Dalam rangka untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di sekolah menengah pertama adalah adanya sarana penunjang yang memadai dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar/KBM.S.Q Kepala Bidang Mapenda Jl. Salah satunya adalah adanya sarana prasarana yang lengkap dan fasilitas yang layak agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Erlin Sri Wahyuningsih . Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax : (021) 7351479 Nomor : 042/PB/SMP.Sehubungan dengan hal tersebut bersama ini kami sampaikan proposal permohonan bantuan dana Media dan alat Peraga Pendidikan Agama Islam . Ketua Yaysaan Ka. sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan Nabi kita Muhamad. DI. Jakarta Timur Di Jakarta Dengan hormat.Fotocopy Keterangan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 11. Wr. Wb.PP/III/2012 Jakarta. Assalamu’alaikum. Wr.Fotocopy Sertifikat Nomor Induk Sekolah (NIS) 9. 3 Maret 2012 Lampiran :1 (Satu) berkas proposal Perihal : Permohonan Bantuan Dana Media dan alat Peraga Agama Islam Kepada Yth. Untuk dijadikan bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1.Fotocopy Tanda Daftar Yayasan/Badan Sosial Demikian permohonan ini disampaikan.Fotocopy Sertifikat akreditas Sekolah 12. Kanwil Agama Provinsi DKI Jakarta C.W.Fotocopy Sertifikat Nomor Statistik sekolah (NSS) 10.Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 7.Fotocopy NPWP Sekolah 3. SMU 63 Petukangan Utara.

SMP Puspita Persada Drs. Samsuri Dra. Ketua Yayasan Ka.LEMBAR PENGESAHAN PENGAJUAN BANTUAN DANA PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP PUSPITA PERSADA Disahkan : di Jakarta Tanggal : 3 Maret 2012 Menyetujui. Erlin Sri Wahyuningsih .

atas terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terimakasih. guna menunjang proses kegiatan belajar mengajar di SMP Puspita Persada .Erlin Sriwahyuningsih i . Demikian proposal ini kami buat. Mengingat betapa pentingnya prasarana tersebut. Jakarta. Ketidak mampuan sekolah untuk menyediakan prasarana belajar dalam hal ini media dan alat peraga adalah salah satu alasan yang membuat siswa kurang mempunyai semangat belajar yang tinggi ditambah lagi perlengkapan proses belajar mengajar yang seadanya dan serba kekurangan menjadi alasan lain yang mendukung kegagalan keberhasilan siswa.KATA PENGANTAR Kenyamanan dan semangat belajar siswa akan semakin meningkat dan mengalami hasil yang maksimal jikalau tersedianya ruang kelas yang di lengkapi dengan media dan alat peraga sesuai bidang study masing-masing yang dibutuhkan untuk praktek siswa. kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan dana untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam kepada kepala Kantor Wilayah Agama provinsi DKI Jakarta UP Mapenda Islam .. Perlengkapan dan kelengkapan kelas dalam proses belajar mengajar adalah salah satu faktor yang utama untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyerap informasi yang diberikan oleh pendidik.SMP Puspita Persada Dra. 3 Maret 2012 Ka.

..Identitas Sekolah..................................7 2.......................Identifikasi Fungsi-Fungsi Sasaran……………………………................7 3..........….................................................Data Siswa……………………………………………………………...........................Program Pengajaran………………….......................Agama…………………………………………………………………5 10..................................................................………………………………6 BAB III PROGRAM KERJA SEKOLAH 1.................8 8........................2 5......................................................................................Analisis SWOT ...........................................Fasilitas Sekolah....8 BAB IV PENUTUP .......3 2............................................................................7 4.......................3 4...……7 5.....Waktu Belajar…………………………………………………… ….................................Visi Sekolah .......................1 2.......Dasar Pemikiran .........................................................................Data Personil sekolah…………………………………………………4 7..3 3... i DAFTAR ISI ........…..........................................................................Dasar Pengembangan......7 6....Identitas Kepala Sekolah .....Sasaran……………………………………………………...Rencana Dan Program Peningkatan Mutu.Misi Sekolah....................……......................……................Nomor Rekening Bank.................................. ii BAB I PENDAHULUAN 1........................5 9.........................1 4...............................................................Rencana Anggaran Biaya………………………………................................4 6...................................1 3........4 5........................................................Maksud dan Tujuan………………………………........Alternatif Langkah-Langkah Pemecahan Persoalan………….............Badan Penyelenggara.............................LAMPIRAN ii ..................................................8 7........ .......DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ..................................Rencana Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Dalam Rangka Identifikasi Peningkatan Mutu…………………………...............................Tujuan Sekolah ..........5 8..... 9 LAMPIRAN ..............2 BAB II PROFIL SEKOLAH 1.......

tidak dapat tinggal diam tetapi harus terus meningkatkan kualitas dirinya baik dari segi akademik maupun nonakademik sebagi wujud dari tanggung jawab yang realistis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Estetika. memiliki pengetahuan dan keterampilan. 5. Kiprah SMP Puspita Persada sekarang terus meningkatkan pelayanan yang sesuai dengan standarisasi Pendidikan. Rencana pengembangan sarana prasarana pendidikan SMP Puspita Persada dianalisa berdasarkan kebutuhan prioritas yang tidak dapat ditolerir lagi menjadi satu tuntutan kebutuhan mendesak.Merealisasikan dengan format yang didukung oleh manajemen partisipatif.sehingga prediksi-prediksi untuk pembuatan suatu perencanaan dapatterpenuhi dan tepat sasaran. kesehatan jasmani dan rohani. Maksud dan Tujuan. perlu daya dukung sarana dan prasarana yang memadai. 3. Sudah menjadi komitmen civitas akademika SMP Puspita Persada bahwa untuk peningkatan mutu dan proses pengelolaan sekolahseyogyanya dipersiapkan secara memadai melalui perencanaan. bila hal ini tidak dilakukan maka sekolah akan terpuruk dan ditinggalkan oleh stackholdernya. selain itu kompetensi dan profesionalisme pengelolaan pendidikan perlu mendapatkan prioritas pertama karena tanpa itu semua sulit kiranya kita untuk mewujudkan pranata pendidikan yang diharapkan 2. Pada era informasi ini.Memprediksi berbagai kemungkinan yang dihadapi SMP Puspita Persada di era otonomi pendidikan.Menjawab tantangan arus teknologi dan informasi dengan mengatur kepada nilai Agama. Berbagai strategi terus ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi informasi maupun fasilitas lain akan terus diupayakan sebagai wujud nyata keinginan untuk maju dan berkembang.Untuk mewujudkan sekolah sebagaimana harapan di atas. Visi pendidikan di atas menunjukkan bentuk keseriusan dan konsistensi bangsa Indonesia untuk terus meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan sesuai dengan tantangan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sekolah Menengah Pertama/SMP Puspita Persada memilki visi pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat lahir dan batin serta bertaqwa terhadap kepada Tuhan Yang Maha Esa menuju prestasi yang lebih tinggi. Dasar Pemikiran. Sekolah sebagai lembaga yang memiliki stackholder yang jelas yaitu guru. Rencana Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Dalam Rangka Intensifikasi Peningkatan Mutu.Menginventarisir berbagai kebutuhan pelayanan yang menjadi prioritasdi SMP Puspita Persada 4. 1 . Sebagai akumulasi dari itu semua maka terus diupayakan untuk melengkapi sarana penunjang lain yang dipandang masih kurang memadai agar tercipta sarana prasarana sekolah yang representatif.Melihat spesifikasi tuntutan masyarakat terhadap SMP Puspita Persada. 6. 3.pengorganisasian dan pengawasan yang kontinu. 2. diperlukan daya dukung dari semua unsur yang memiliki tanggung jawab terhadap dunia pendidikan sebab untuk membangun sekolah seperti tuntunan di atas. Estika dan Budaya sendiri. peran dunia pendidikan khususnya sekolah sangat diperlukan karena pada institusi ini diharapkanmelahirkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan selaras dengan tingkat satuan pendidikannya. berkembang dengan cepat arus informasi dang lobalisasi melalui jaringan teknologi yang canggih. berkepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.tata usaha dan masyarakat. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekertiluhur. Untuk hal ini perlu mendapat perhatian dan antisipasi yang tepat.Menganalisis prioritas yang terpilih hingga menjadi program unggulan.BAB I PENDAHULUAN 1. Dari itu semua itu memunculkan suatu hasil analisa tentang kebutuhan yang harus dipenuhi. Pendidikan Nasional bercita-cita untuk mewujudkan bangsa yang cerdas dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang konkrit dan realistis diantaranya sebagai berikut : 1. Disinilah urgensinya peningkatan pelayanan pendidikan yang berperan sebagai strategi untuk mendorong agar terjadi dinamika yang konstruktif dan kompetitif sehingga dapat memberikan pelayanan pendidikan yang optimal.

500. 500. Hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan untuk pengembangan sarana prasarana pendidikan di SMP Puspita Persada antara lain adalah : 1. 1. 2.000.Rp.Rp.Rp.000.14.000.000. 2.000.Rp. 10 11 12 13 14 LCD Proyektor dan Layar Laptop Mukenah Perempuan Sarung dan peci Alquran dan hadis digital Sajadah Islamic Sofware Shof Copy Pembelajaran PAI berbasis ICT Mike dan speaker Poniter/Remote Control Alquran Zuj’ama Bagan skema tajwaid dan materi per KD Pegara gerakan wudlu dan Shalat Jumlah 2 2 20 20 4 20 1 1 1 3 20 20 20 1 135 Rp.Rp.000.Erlin Sriwahyuningsih 2 .000. Rencana Anggaran Biaya Perincian Anggaran Biaya Media dan Alat Peraga Pendidikan Agama Islam NO NAMA BARANG QUANTITAS JUMLAH (Rp) 1 2 3 4 5 6.4. 1.000. 1.000.000.Rp.000.40.000.Kegiatan ekstra kurikuler maupun kegiatan akademis lainnya tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila sarana penunjangnya sangat minim.Rp. 7.000.sekolah di Jakarta.- Jakarta.SMP Puspita Persada Dra.000.Daya dukung unsur-unsur yang terlibat di sekolah sangat tinggi 5. 1.000.000.000.500.Semakin berkembangnya sekolah . 3.Rp.000.000. Dasar Pengembangan. 3 Maret 2012 Ka.000.000.Rp.10.Rp.500.Rp.Rp.000.Minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke SMP Puspita Persada semakin tinggi.500. 4. 2. 2. 9.000. 8.500.Peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana dengan baik apabila sarana prasarana pendidikan masih kurang.000. 5. 1.Rp. 1. 1.Rp.

1. 11 Tanggal 20 Januari 2009 a. SK Terakhir Status Sekolah SK Kelembagaan Nomor Data Sekolah Nomor Statistik Sekolah (NSS) : Swasta : Tahun 1998 : “ Terakreditasi B” : BAS Dikmenti : 200104170 : 202016305343 : 20107001 . Jakarta Selatan 12260 : Drs. SMU 63 Petukangan Utara. Nama Badan / Yayasan yang mendirikan Persada 2. Nomor IMB 11. BADAN PENYELENGGARA 1.03930 : 1200 m2 : 500 m2 : Listrik : Ada Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) Nomor Identitas Sekolah (NIS) Izin Operasi Sekolah 9.Tenaga Penerangan 13.SMU63 Petukangan Utara. Samsuri : No.02. Nama Sekolah 2. Status 7.n. Akte Notaris / Anggaran Dasar : Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita : Jln. 201070 : No.BAB II PROFIL SEKOLAH 1).35/MPK-A2/KP/1998. Nomor Sertifikat Luas Tanah Luas Bangunan 12.Air Bersih .01.10.Tanggal 24 Februari 1998 : Milik Sendiri : 13106/IMB/2009 : 09. Pesanggrahan Jakarta Selatan 12260 2). Mulai Berdiri 8. Kepemilikan Tanah 10. IDENTITAS SEKOLAH 1. Alamat Sekretariat Pesanggrahan 3. Alamat Sekolah 6. Didirikan pada tanggal dan tahun 5. Nama Pimpinan / Ketua Yayasan 4.Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita Persada : SMP Puspita Persada : 24 Februari 1998 : Jln.

Golongan/ Pangkat 5. 9.30 – 12.00 : 48 jam / minggu : 2 rombongan : 2 rombongan : 2 rombongan : 14 Orang : 1 Orang : 1 Orang : Dra. Erlin Sri Wahyuningsih : Jakarta. 49 Pesanggrahan. 3. Tanggal Lahir 3.3). 5. Jakarta Selatan : 2008 : Waka Kurikulum : S1 : PKn 3 4).2. NOMOR REKENING BANK 1. Kelas VIII 5. TMT Menjabat Kepala Sekolah 8. Erlin Sri Wahyuningsih . 8. Agama 6. Pagi / Shift Pertama 3.2.00 : Pukul 12. Status Gedung Status Tanah 2. Alamat Rumah 7. Jumlah Guru 2. Pendidikan Terakhir 10. Jumlah Petugas Tata Usaha 3.3. 3.3. Jabatan Sebelumnya 9. NUPTK 4.30 – 17. Ruang Kepala Sekolah 2. Ruangan 2. 2.1.1. 7. Ruang Belajar 2. Nama 2. Nama Pimpinan Sekolah : Pukul 06. 10.2. Formasi Kelas 5. FASILITAS SEKOLAH 1. 6. 17 Desember 1964 : 6549 7426 4330 0033 : : Islam : Jl. Ruang Guru Nama Ruangan No 1. 11. Kelas VII 5.PeneranganVI RT009/RW 07 No. Bank 3. IDENTITAS KEPALA SEKOLAH 1.Nomor Rekening : SMP PUSPITA PERSADA : Bank DKI Cabang Permata Hijau : 411-12-01320-1 : Milik Yayasan : Milik Yayasan : 6 Ruang : 1 Ruang : 1 Ruang Fasilitas Belajar Ruang Kelas Perpustakaan Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Tata Usaha Ruang Komputer Ruang Bimbingan Konseling Ruang Osis Ruang UKS Toilet / WC Lapangan Upacara / Olahraga Jumlah 6 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 3 ruang 1 ruang 5). DATA PERSONIL SEKOLAH 1. 4. Siang / Shift Kedua 4. Waktu Belajar / Lama Belajar 3. Nama 2.1. Tempat. Kelas IX 6). Jumlah Jam yang diterapkan 5. Jumlah Pesuruh Sekolah 4.Jurusan : Dra.

00 WIB : Senin s.5. Kelas IX : 168 orang : 67 orang : 48 orang : 53 orang Keadaan Murid Jenis Kelamin Tingkat Kelas VII VIII IX Jumlah Jumlah Kelas 2 2 2 6 Laki – Laki 38 siswa 30 siswa 31 siswa 99 siswa Perempuan 29 siswa 18 siswa 22 siswa 69 siswa Jumlah Siswa 67 siswa 48 siswa 53 siswa 168 siswa 8). 3. d. c. 1 Guru a.d 12. Agama A. Pagi b.d Sabtu Pukul 06. DATA SISWA Jumlah Siswa saat ini 1.1 / FKIP / Tahun 1990 Jenis Kelamin Laki – laki Perempuan Jumlah 7 - 2 7 - 2 14 - 2 Tenaga Administrasi/Pesuruh a. D1 D2 Sarjana Muda ( D3 ) Sarjana ( S1 ) Pasca Sarjana ( S2) Pendidikan : S. b. Kelas VII 2. 1. Agama Guru Agama L Islam Protestan 7 Guru P 9 Jml 16 L Karyawan P 1 Jml 1 L 104 4 Siswa P 81 2 Jml 185 6 202 6 Jumlah .30 s.30 s. Kelas VIII 3.d Sabtu Pukul 12. Intrakurikuler a. e. Siang : Senin s.d 17. c. Waktu Belajar 1. Pendidikan Terakhir Pimpinan Sekolah Pendidikan Guru No. b. 4. 2. SD SMP SMA/SMEA/SMK Jumlah 7 2 10 2 18 4 Jenis Pegawai No. Kepala Sekolah Guru Pegawai Administrasi Pesuruh Sekolah Jumlah Jenis Pegawai Jenis Kelamin Laki – laki 7 1 8 Perempuan 1 8 1 10 Jumlah 1 15 1 1 18 7).00 WIB 9).

d. Program Ekstrakurikuler dilaksanakan di luar kegiatan belajar. Sri Widianto Bp. 4. 1. Ekstrakurikuler diadakan berlangsung di luar jam kegitan belajar : . 3. 3. dan 24 tahun 2004. 2. Islam Protestan Katolik Budha Hindu Jumlah Agama Laki-laki 104 4 108 Perempuan 81 2 83 Jumlah 185 6 191 5 10).00 – 17.Katholik Budha Hindu Jumlah 7 9 16 - 1 1 108 83 191 208 B. b. Program kurikulum berpedoman pada : a. 5.00 WIB .d 17. Rudi Santoso . Jenis Kegiatan Pramuka Paskibra Beksi ( Silat Betawi ) Hari Sabtu Sabtu Jum’at Waktu 15.00 s.00 – 17.30 – 17.Jumat Pukul 15.00 15. 22.00 15. Sri Widiato Bp.00 WIB Jenis kegiatan Ekstrakurikuler : No. 23.30 s.00 Pendamping Bp. 17. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Pertama Tahunn Pelajaran 2011/2012 2. Agama Murid Jenis Kelamin No. 1.Sabtu Pukul 15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 2. Program Pengajaran 1.

berilmu dan memiliki kepribadian yang luhur. 2). sehingga pembelajaran dan penilaian proses pembelajaranakan menjadi lebih maju. 3. Menciptakan lingkungan agamis yang diwarnai nilai akhlaqul karimah 4. Meningkatkan ketrampilan guru dalam penguasaan PTEK. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan minat bakat dan peserta didik 3. VISI SEKOLAH Mempersiapkan anak didik menjadi manusia unggul yang beriman. . bertaqwa. Meningkatkan ketrampilan kesiapan dan tanggungjawab siswa untuk memimpin diri sendiri dan kelompok – kelompok kecil SASARAN 4). Meningkatkan kesadaran peserta didik sebagai makhluk 67ocial untuk aktif memelihara dan melestarikan lingkungan dimana saja mereka berada 4. MISI SEKOLAH 1. 5. Menanamkam kepribadian yang luhur melalui pendidikan akhlakul kharimah 3). 2. tentunya harus SDM yang berkualitas. Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas harus berkaitan dengan sarana dan prasarana yang maksimal. Meningkatkan wawasan kependidikan Agama Islam siswa dan siswi seorang muslim . Menanamkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa 2. 5. Memberikan gambaran pada guru keterkaitan antara pembelajaran PAIKEM dengan Kurikulum Berbasisi KTSP. Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis kemampuan siswa 4.6 BAB III PROGRAM KERJA SEKOLAH 1). Mengadakan penambahan media dan peralatan keagamaan untuk kegiatan belajar mengajar. Untuk itu tujuan kami mengajukan proposal ini adalah : 1. TUJUAN SEKOLAH Tujuan SMP Puspita Persada adalah menghasilkan tamatan yang memiliki prestasi tinggi dalam akademik ataupun non akademik serta berbudi pekerti luhur.

Menjalin hubungan yang baik dengan seluruh karyawan sebagai partner dan bukan sebagaiatasan dan bawahan 11. 8.Mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Organisasi Intra Sekolah(OSIS). c. Fungsi PBM Fungsi internal a.Dukungan c. c).Ruang Kesenian c. b). Meningkatkan pembelajaran siswa siswi kami yang beragama Islam serta mampu menerapkan pembelajaran PAKEM dengan kurikulum KTSP dalam proses pembelajaran berbasis Multimedia .Mengupayakan peningkatan berkala pegawai 5.Ruang Lab IPA b.Dukungan Masyarakat 2.Kreatifitas Guru.Pembelajaran menggunakan media elektronik 4.1.Motivasi Belajar.Penyempurnaan sistem kerja guna memberi pelayanan yang berkualitas.Potensi Guru a.Target peningkatan mutu Pembelajaran MAPEL Pendidikan Agama Islam dapat tercapai.Pengalaman Mengajar d. 5).Fasilitas Belajar Fungsi External a.Dukungan Orang tua b. b.Kerjasama dengan Dinas terkait. ANALISA SWOT (ANALISA TINGKAT KESIAPAN FUNGSI) 1. 2. Ketenagaan 3.Peningkatan prestasi dengan mencari informasi melalui internet 7). a.Mencari dan menggali sumber dana 2.Persiapan Administrasi a.Meningkatkan dukungan moral dan finansial dari masyarakat 12.Melaksanakan pembelajaran berbasis Teknologi dan Informasi .Memelihara dan melengkapi sarana dan prasarana di sekolah 10. 8).Siswa dapat menerapkan teori dan praktik pada tiap SK/KD.Latar belakang pendidikan c. Secara Khusus a). RENCANA DAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU 1. 2.Mengaktifkan kegiatan ektrakulikuler dan kesenian 9.Metode Pembelajaran b.Mengadakan evaluasi kedalam secara berkala 4.Kekuatan Keunggulan Sekolah (S=Strength) 2. c. b). IDENTIFIKASI FUNGSI – FUNGSI SASARAN NO 1.Ancaman Terhadap Sekolah (T=Theat) ALTERNATIF LANGKAH – LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN 1. c.Mengadakan kegiatan pengadaan ruang kelas baru yang 68ystem68ntative 3.Target kualitas dan mutu siswa siswi muslim meningkat.Kelemahan / Kekurangan Sekolah (W=Weakness) 3.Pembelajaran melalui jaringan internet 6.Menciptakan disiplin yang tinggi dan bertanggung jawab 6.Kesesuaian dengan kemajuan teknologi a. Secara Umum a).Kesiapan Mengajar b.Dukungan Orang Tua.Membentuk kelompok belajar siswa 7.Prosentase hasil akhir dan mutu pendidikan Agama Islam tidak mengalami penurunan seiring dengan peningkatan standar nilai minimal lulus yang di tetapkan oleh sekolah.Pengoptimalan sumber dana dan sumber daya yang ada 3.Kualifikasi Guru c.Peluang Ksempatan Sekolah (O=Opportunity) 4.Proses belajar mengajar dengan menggunakan 68ystem atau tehnik bilingual 5. Fasilitas 7 6).Jumlah Guru b.

.8 BAB IV PENUTUP Demikian penyusunan proposal pengadaan untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam SMP Puspita Persada melalui dana bantuan Kementrian Agama tahun anggaran 2012 dalam rangka usaha sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah yang telah ditetapkan pemerintah. yang pada akhirnya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dapat dicapai. Akhirnya. kegiatan Manajemen Berbasis Sekolah dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. semoga dengan adanya bantuan pengadaan untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam ini semangat belajar siswa untuk berprestasi menjadi lebih tinggi sekaligus menggugah para pendidik untuk lebih bersemangat lagi dalam melaksanakan kegiatan melajar mengajar dan meningkatkan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa. Mudah – mudahan dengan adanya bantuan pengadaan untuk media dan alat peraga keagamaan tahun anggaran 2012 ini.

8.600. 18. 20. 22. 3.000 +30. 13. 16. 12. 21. 17. 2. 4.000 Sarung dan Peci =(50. Bagan Skema Tajwid dan materi per KD Boneka Dewasa untuk Praktik merawat Jenazah Kain Kafan 1 set Peralatannya Keranda dan tempat memandikan jenazah Pegara Gerakan Wudlu dan Shalat Maket / miniatur ka'bah Kain Ihram/ Baju Ihram Mukena Lajur/ Baju Ihram Perempuan 20 x 75000=1500. 15. 11. 14.0000 Peta Perkembangan sejarah Islam Al-Qur'an Mujallad Surat Yaa-Siin lengkap dengan Translitrasi dan terjamah Maktabah Asy Syamilah LCD Proyektor + Layar 5000000 Poniter Laser/ Remot countroll Laptop dengan Spesifikasi sesuai Pesanan 7 juta Shoft Copy Pembelajaran PAI Dengan berbasi ICT Islamic Shoftwere Al-Qur'an dan hadits digital Murattal MP3 Imam Kharamain VCD Manasik Haji dan Umrah Mimbar / Podiumm Bimbingan Do'a-do'a . 7.00) x 20 =1. 6. 19. 5.9 DAFTAR BIAYA PENGADAAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1. 9. 10.

Salah satu bentuknya adalah pembelajaran PAI berbasis Information and Communication Technology (ICT) atau sering disebut dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta adanya dan tepatnya media dan alat peraga. berbicara dengan teman. Padahal melihat peranan mata pelajaran PAI di sekolah menempatkan posisi yang sangat strategis dalam memberikan dasar keimanan dan ketaqwaan peserta didik ke depan. Termasuk didalamnya guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Memberikan gambaran pada guru keterkaitan antara pembelajaran PAIKEM dengan Kurikulum Berbasisi KTSP. . Efektif dan menyenangkan ( PAIKEM ) dapat kami wujudkan 2. Kreatif. Inovatif. Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan PAI menjadi salah satu mata pelajaran yang harus ada mulai jenjang dasar sampai Pendidikan Tinggi. Akibatnya. dan penilaian proses pembelajaranakan menjadi lebih maju. Diantara caranya adalah dengan adanya inovasi pembelajaran. 2. Meningkatkan wawasan kependidikan Agama Islam siswa dan siswi muslim . peserta didik merasa bosan dengan mata pelajaran yang diajarkan Hal ini ditunjukkan dengan peserta didik yang mengantuk. 3. sering ijin keluar. Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis kemampuan siswa 4.PROPOSAL PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH 1. Sehingga Pembelajaran Aktif. TUJUAN PENGADAAN MEDIA 1. Guru mengajarkan di depan kelas. tetapi harus mempunyai makna bagi peserta didik. menulis atau menggambar dan aktifitas lainnya yang tidak ada hubungan dengan mata pelajaran tersebut. sehingga pembelajaran. Melihat begitu pentingnya mata pelajaran PAI di sekolah. POKOK – POKOK PIKIRAN Diakui atau tidak sekarang ini tidak sedikit guru dalam pembelajaran di kelas masih monoton (ceramah). sedangkan peserta didik senang atau tidak harus mau mendengarkannya. Meningkatkan ketrampilan guru dalam penguasaan IPTEK. jangan sampai hanya formalitas telah dilaksanakan.

dan atas perhatian serta terkabulnya proposal ini kami ucapkah terima kasih dan mudah – mudahan semua ini dapat menjadikan kemashlahatan bersama bagi kita. b) Prosentase hasil akhir dan mutu pendidikan Agama Islam tidak mengalami penurunan seiring dengan peningkatan standar nilai minimal lulus yang di tetapkan oleh sekolah. Secara Khusus a) Target peningkatan mutu Pembelajaran MAPEL Pendidikan Agama Islam dapat tercapai.5. c) Siswa dapat menerapkan teori dan praktik pada tiap SK/KD. Secara Umum a) Meningkatkan pembelajaran siswa siswi kami yang beragama Islam serta mampu menerapkan pembelajaran PAKEM dengan kurikulum KTSP dalam proses pembelajaran berbasis Multimedia . b) Target kualitas dan mutu siswa siswi muslim meningkat. VI. 2. . Meningkatkan ketrampilan kesiapan dan tanggungjawab siswa untuk memimpin diri sendiri dan kelompok – kelompok kecil 3. PENUTUP Demikian proposal Pengajuan pengadaan media dan alat peraga ini kami buat. TARGET DAN SASARAN 1.

PDI PENGURUS : 1.KETUA 2. SAMSURI 2.Samsuri .ANGGOTA : ROHMATULLAH : MAS’UD Jakarta.MM 3.KETUA : Drs.SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA (YPICPP) PEMBINA : A S N A W I . 13 Maret 2012 Ketua YPICPP Drs.IP. S.BENDAHAR : MASWATIH PENGAWAS : 1.S.H.SEKRETARIS : MAT ALI..S.

Boneka Dewasa untuk Praktik merawat Jenazah 3. Bagan Skema Tajwid dan materi per KD 2. Poniter Laser/ Remot countroll 15. Kain Kafan 1 set Peralatannya 4. Mukena Lajur/ Baju Ihram Perempuan 9.RENCANA ANGGARAN BIAYA rererBIAY BG NGADAAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1. Keranda dan tempat memandikan jenazah 5. Peta Perkembangan sejarah Islam 10. Laptop dengan Spesifikasi se . Maktabah Asy Syamilah 13. Maket / miniatur ka'bah 7. SUSUNAN Kain Ihram/ Baju Ihram 8. Surat Yaa-Siin lengkap dengan Translitrasi dan terjamah 12. LCD Proyektor + Layar 14. Pegara Gerakan Wudlu dan Shalat 6. Al-Qur'an Mujallad 11.

.

Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) .Fotocopy NPWP Sekolah 7.LAMPIRAN 1.Fotocopy Sertifikat Nomor Induk Sekolah (NIS) 3.Fotocopy Sertifikat 9.Fotocopy Sertifikat Nomor Statistik sekolah (NSS) 4.Fotocopy Akte Notaris 8.Fotocopy Sertifikat Akreditas Sekolah 6.Fotocopy Rekening Koran SMP Puspita Persada 2.Fotocopy Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 5.

Proposal Ruang Laboratorium Bahasa d. Proposal Pengadaan Komputer Siswa e. 2. karyawan dan siswa. 2. Murattal MP3 Imam Kharamain 20. Mimbar / Podiumm 22. Jadwal pelaksanaan ulangan harian terkendali dan terpadu dengan kegiatan Belajar Mengajar telah dilaksanakan pada tanggal UH1 10 s.Copy Pembelajaran PAI Dengan berbasi ICT 17. RAPBS ini dibuat berdasarkan masukan dari Komite.d. VCD Manasik Haji dan Umrah 21. Kepala Sekolah. Rapat koordinasi pembuatan proposal dengan hasil : a. Pembuatan RAPBS untuk mengalokasikan anggaran maka dibuat RAPBS. 3. pemerintah dan menerapkan / menempatkan alokasi dana sesuai kebutuhan. 3. Setiap 1 (satu) semester diadakan ulangan harian minimal 3 (tiga) kali setiap mata pelajaran. Rapat koordinasi ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Pelaksanaan Program pengembangan dan system penilaian : Program ini bertujuan untuk meningkatkan frekuensi UH. Setelah ulangan selesai diadakan analisis soal dan hasil ulangan harian. Al-Qur'an dan hadits digital 19. Agar terwujud RAPBS yang baik.d 15 Agust 2009. UH2 5 s. Rapat koordinasi antara sekolah dan komite dalam rangka penggalian dana. Program ini bertujuan untuk mencarai sumber dana seluas luasnya dari masyarakat. 4. transparan dan accountable. Bimbingan Do'a-do'a 1. Sosialisasi kepada wali siswa dan rapat pleno yang telah dilaksanakan pada tanggal 5 s. ruang belajar. memperhatikan prioritas kebutuhan sekolah.d. Analisis dan kualitas dari kegiatan tersebut . Program pengembangan dan penggalian sumber dana pendidikan beserta implementasinya. Proposal Kursi Ruang Multimedia c. 1. 5. Tokoh masyarakat. Pelaksanaan remedial teaching maupun remedial tes bagi siswa yang belum tuntas sesuai KKM masing .d 6 Oktober 2009 Program Pengembangan dan Penggalian Sumber Dana Pendidikan Beserta Implementasinya 1. 21 Nopember 2009. Telah terlaksana Rapat Pleno Komite Sekolah Tahun 2009 3. Proposal tersebut ditujukan pada pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Pembuatan proposal pengajuan anggaran untuk kegiatan peningkatan mutu. Tersusun RAPBS tahun pelajaran 2009/2010 2. Islamic Shoftwere 18. Kegiatan tersebut antara lain : 1. Remidi. Proposal Pavling halaman ruang laboratorium 2. penambahan fasilitas sekolah. Guru. 10 Oktober 2009. Proposal Pembangunan Sarana ibadah ( Tempat wudlu ) f. pengusaha. UH3 16 s. 4. Soal ulangan harian terkendali oleh tim pengembang penilaian. Proposal Dana Pendamping SSN Proposal b.

B. Penambahan LCD. September dan Nopember 2009 6.kepegawaia. 1.d. Mengadakan pelatihan pembelajaran berbasis ICT melalui pembuatan Power Point. kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 Januari 2010 diiukti oleh 30 orang guru. Program Pengembangan Proses Belajar Mengajar. Pembelian 1 (satu) buah LCD Proyektor. 5. Membangunan sarana ibadah (tempat wudlu). alat media Vidio shooting dan akses Internet ( pengadaan tower dan jaringannya ). Peningkatan Kegiatan Ulangan Tengah Semester Telah terlaksana kegiatan UTS secara terprogram dan terkoordinir melalui tim pengembangan penilaian. 3. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2009. Pengadaan 1 (satu) buah Laptop dan 2 (dua) buah printer kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 September 2009 2. 23-28 Nop tahun 2009. Pengadaan bell Elektronik dilaksanakan tanggal 19 Desember 2009. Peningkatan frekwensi Ulangan Harian Telah dilaksanakan Ulangan Harian sebanyak 3 kali dalam satu semester dan soal ulangan terkoordinasi oleh tim penilaian. e. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2009 oleh 4 org staf TU.masing mata pelajaran dilaksanakan pada bulan Agustus. Mengadakan Pelatihan TIK Dilaksanakan Pelatihan TIK dengan perincian sebagai berikut : . 4. Program ini bertujuan untuk melengkapi peralatan pendidikan dan fasilitas sekolah agar lebih nyaman. 1. Memiliki Jadwal piket jam kosong 5. 2. Workshop pengembangan system peilaian akan dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2010 Hasil Program Pengembangan dan Sistem Penilaian 1. Pengadaan Kursi Ruang Multi media sejumlah 34 buah dilaksanakan tanggal 5 September 2009 6. Memiliki sumber belajar (modul dan LKS) 4. Program ini bertujuan untuk mengaktifkan KBM dan proses PBM lebih fariatif dengan pendekatan CTL a.Program pengembangan sarana prasarana dan fasilitas sekolah. 2. Peningkatan Analisis Ulangan Harian Telah dilaksanakan analisis ulangan harian sebagai tindak lanjut pelaksanakan ulangan harian. Kegiatan ini dilaksanakan pada tgl 15 Nopember 2009 5. 7. d. Memiliki Tim Supervisi pembelajaran 6. Pembagian rombongan belajar siswa masing-masing kelas berjumlah 32siswa dilaksanakan tanggal 11 Juli 2009 c. Pembelian DVD video shooting. dilaksanakan tgl 13 Oktober 2009 8. Pengadaan Jaringan Internet(tower). Program Peningkatan Tenaga Pendidik dan Kependidikan 1. Pembentukan tim penyusun KTI melalui penyusunan PTK oelh guru maple UN sejumlah 10 orang guru dilaksanakan bulan Desember 2009 sampai bulan Februari Tahun 2010. Pengadaan bahan ajar siswa ( modul. Peningkatan Remidi Telah dilaksanakan remedial teaching pasca ulangan harian kepada siswa belum tuntas sesuai dengan KKM maple masing-masing 4. menarik dan bermakna. 12-17 Okt. Memiliki pembegian tugas mengajar sesuai bidang studi 4. Pelaksanaan Remedial teaching dan Remedial Test semester 1 telah dilaksanakan pada tanggal 18-20 Agust. alat IPA. 3. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2009. Pengadaan 1 unit computer dilaksaakan tanggal 3 September 2009 Program Pengembangan Sarana Prasarana Demi terpenuhinya sarana prasarana (fasilitas) pembelajaran maka dilakukan penambahan dan pengadaan sarana prasarana antara lain : Pengadaan Kursi Ruang Multi Media. Memiliki Tim MGMP Sekolah 3. Mengadakan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi staf TU bidag entry data base kesiswaan. 4 Februari 2010 Program Pengembangan Proses Belajar Mengajar 1. Memiliki Jadwal Pelajaran 2. Rapat Pembagian tugas mengajar sesuai dengan keahlian guru masing-masing / bidang studi guru dilaksanakan tangal 18 Juni 2009 b. Kegiatan Ulangan Tengah Semestertelah diulaksaakan pada bulan Oktober 2009 7. Mengintensifkan peranan MGMP sekolah setiap mata pelajaran. 3.Program pengembangan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dan karyawan dibidang Informasi dan Teknologi.LKS ) mapel UN akan dilaksaakan tanggal 4 januari s. Sarana Ibadah (tempat wudlu).perpustakaan dan penilaian. 3.

. Kegiata Home Visit telah dilaksaakan 8 kali tanggal 8 Hasil Program Pengembangan Budaya dan Lingkungan Sehat 1. 22 Oktober. Terwujudnya Kurikulum SMP 1 Kepil (Dokumen 1 dan lampirannya. Dibuat tim pengembang Kurikulum SMP 1 Kepil. sesuai dengan karakteristik SMP 1 Kepil. supervisi. Pelaksanaan tersebut adalah : 1. Mengadakan Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Pelatihan PTK sementara diikuti oleh 11 orang guru bekerjasama dengan program BERMUTU MGMP Mapel UN pada semester ini sedang pada tahap identifikasi masalah dan rencana tindakan. Work Shop Tim Pengembang KTSP dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2009 b. jadwal pelaksanaan . Pembenahan Ruang UKS telah dilaksanakan pada tgl 24 Oktober 2009 4.Pelaksanaan Program Pengembangan Pembuatan Kurikulum SMP 1 Kepil. tujuan sekolah 4 tahun yang akan datang.Program Pengembangan dan Implementasi manajemen sekolah. Pembuatan silabus semua mata pelajaran yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 s.Pelaksanaan Program penegembangan Budaya dan Lingkungan Sehat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan lingkungan yang sehat . 12 dan 13 Juli 2009. Strategis pelaksanaan. 3. Silabus. nyaman serta kondusif untuk KBM. RPP dan KKM) 8.d 8 Agustus 2009 3. dipercaya oleh masyarakat dapat dipertanggung jawabkan. Rapat Koordinasi pembentukan tim pembuat kurikulum SMP 1 Kepil tahun pelajaran 2009/2010. asri . 8 Juni 2009 dengan porsenil sebagai berikut : 7. dilaksanakan tanggal 30 Juni 2009 diikuti oleh 22 peserta. c.2. Lomba 7 K telah dilaksanakan pada tgl 5 s. Mengadakan Worshop Pembelajaran Berbasis ICT 6. Rancangan dari tim ini menjadi konsep dasar pembuatan RKS. 5 Nopember dan 19 Nopember 2009 5. Pembuatan Dokumen Kurikulum SMP 1 Kepil dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2009. program strategis. Dibentuk Tim Pengembang Kurikulum TABEL 2 2. mudah diakses oleh masyarakat luar. Pembuatan jadwal piket kebersihan telah dilaksanakan tgl 14 Juli 2009 2. Pembuatan RPP semua mata pelajaran dan dilaksanakan pada tanggal 11. Strategi pelaksanaan kegiatan ini adalah setiap penanggung jawab program memiliki anggota untuk mengidentifikasi tantangan nyata yang dihadapi sekolah. 1. Program Kerja Jumat Bersih telah dilaksakan pada tgl 8 Oktober. indicator keberhasilan. Penyusunan RKS(RENSTRA) SMP 1 Kepil pada tanggal 20 Juli 2009. 2. Program ini bertujuan meningkatkan pelayanan dan manajerial SMP 1 Kepil agar lebih tertata. Pembuatan konsep RKS SMP 1 Kepil dilaksanakan pada tanggal 7 . Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah yaitu kurikulum karena sekolah diharapkan mampu membuat kurikulum sendiri berdasarkan kebutuhan.d 9 Juli 2009. serta pembuatan anggaran yang dibutuhkan masing masing program. Telah tersusun jadwal piket kebersihan dan program Jum’at bersih karyawan. TABEL Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. 1. Hasil Program Pengembangan Pembuatan Kurikulum SMP 1 Kepil 1.

B. Klinik Layanan Langsung Pada tahun 2010. seperti : Mengelola seluruh Sumber Daya yang ada di puleh Aceh (SDM. Telah dilaksanakan Lomba 7 K antar Kelas 3. Staf Layanan Langsung. kegiatan rutin yang dilakukan di yayasan puleh area aceh. Telah dilaksanaka Home Visit LAPORAN TAHUNAN YAYASAN PULEH ACEH TAHUN 2010 KEGIATAN RUTIN YAYASAN PULEH ACEH Pada tahun 2010. yayasan Puleh Aceh masih di pimpin oleh Dian Marina Sebagai Koordinator Area yang dibantu oleh 7 orang Staf Kegiatan operasional kantor yang dilakukan merupakan kegiatan rutin. Staf Pengembangan Kapasitan dan Staf Riset. Operasional Kantor Pada tahun 2010. Telah dilaksanakan Kegiatan Budaya Jumat Bersih 5.2. Asset) dan mengelola Seluruh Program yang sedang dijalankan oleh Puleh Aceh. Staf Admin dan Keuangan. Telah dilaksanakan penataan ruang UKS 4.sebagai berikut: A. Divisi Layanan Langsung Yayasan Puleh Aceh Khususnya Bagian Klinik telah memberikan penanganan psikologis terhadap 8 kasusu kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terdiri dari: . Publikasi dan Dokumentasi. yang terdiri dari: Koordinator Area. Keuangan. Kegiatan operasional ini dilakukan oleh tim Managemen Puleh Aceh.

Divisi Riset.3 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan . Kegiatan yang dilakukan adalah: pendokumentasian program berupa pengambilan foto dan audio visual. Yayasan Puleh melakukan program penguatan kapasitas bagi pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) aceh timur. Notulensi setiap kegiatan dan membantu proses pengembangan Modul dan alat psikoedukasi pada program tersebut. 2 kasus berasal dari rujukan jaringan penanganan kasus dan 4 kasus langsung mengakses layanan klinik puleh yang memperoleh informasi tentang keberadaan klinik tersebut. Dalam menjalankan program ini yayasan puleh memberikan tecnical assisten khusus penanganan psikologis bagi perempuan dan anak korban kekerasan berkolaborasi dengan Kelompok Kerja transpormasi Gender Aceh (KKTGA) yang memberikan tecnical Assisten khusus pendampingan hukum bagi perempuan dan anak . Dian Marina (Konselor). Publikasi dan Dokumentasi lebih banyak memberikan support khusus pada program layanan masyarakat. jaringan gerakan Perempuan Aceh dan gender Working Group. Networking dan Advokasi pada tahun 2010. E. melalui jaringan kerjasama lintas sektor yang ada di Aceh. yayasan puleh sepanjang tahun 2010. Melalui Kerja-kerja jaringan tersebut. seperti: jaringan Penanganan kasus. yaitu program pengembangan kapasitas P2TPA aceh timur. D. baik sebagai perserta maupun sebagai narasumber. puleh aceh memberikan kegiatan penguatan pengembangan kapasitas melalui serangkaian kegiatan: Training of Trainer Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. dari kegiatan ToT tersebut dipilih 6 orang training yang berasal dari yayasan puleh untuk menjadi fasilitator pada rangkaian training di laksanakan di aceh timur dan dibeberapa tempat lain. hal ini dapat di ketahui melalui banyaknya undangan yang masuk ke yayasan puleh aceh pada kegiatan-kegiatan di Organisasi-organisasi tersebut. yayasan Puleh Aceh telah mengambil peran penting dalam upaya pelayanan psikologis pada beberapa kasus kekerasan perempuan dan anak yang di advokasi dan di layani pada jaringan penanganan kasus. Haiyunnisa (Psikolog) dan Jackie Viemilawati (Psikolog). Melalui kerja-kerja jaringan tersebut. terdiri dari: Fatmawati Luthan (Konselor). KEGIATAN PROGRAM YAYASAN PULEH ACEH 2010 A. Selain itu yayasan juga memberi kesempatan dengan mengirim stafnya untuk mengikuti kegiatan: seminar. C. Pada Februari hingga Agustus 2010. Pelatihan. Riset Publikasi dan Dokumentasi Pada tahun 2010.5 kasus kekerasan terhadap Anak Ke Delapan (8) kasus tersebut: 2 kasus berasal dari rujukan dari lembaga lain. Program Penguatan Kapasitas bagi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Aceh Timur dan Mitra jaringanya. Petugas yang memberikan pelayanan di klinik layanan langsung puleh aceh. Workshop yang di adakan oleh lembaga lain. Penguatan Kapasitas Staf Pada tahun 2010. yayasan puleh ikut berperan aktif pada kegiatan-kegiatan advokasi dan penanganan kasus. lebih dikenal dikalangan Pemerintah maupun Organisasi Non Pemerintah. untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak..

Training Dasar Mediasi untuk Transformasi Konflik Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak. Bersama dengan para kader melakukan kegiatan Community Discussion (Diskusi komunitas) untuk sosialisasi tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di 2 Desa Pilot Project.korban kekerasan.TOT Penguatan dan Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan terhadap perempuan dan anak (penjaringan calon fasilitator untuk memfasilitasi training Penguatan dan Pemulihan Psikososial bagi perempuan dan anak korban kekerasan). Program ini merupakan program lanjutan dari pada penguatan kapasitas P2TP2A sebelumnya.Workshop Pengembangan Draft Modul dan Alat Edukasi tentang Pemulihan Psikososial bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan . - . 24 orang Aparat Penegak Hukum. Program ini di danai oleh IRD Serasi-USAID. B. Melalui kegiatan ini. bagi aparat desa dari 2 Desa Pilot Project. beberapa rangkaian kegiatan sebagai berikut: Seminar Sosialisasi Publik tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh Timur Workshop Pelibatan Partisipasi Tokoh Adat dan Tokoh Agama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (Program Lanjutan). Program penguatan kapasitas pusat pelayanan terpadu Pusat Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan masyarakat Aceh Timur. 24 orang dari LSM dan Ormas pemberi layanan kepada perempuan dan anak korban kekerasan. 2 Desa Pilot berkumpul untuk melakukan case conference atau berbagi pengalaman tentang upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan. 24 Tenaga Pekerja Sosial dari 24 Kecamatan. bagi 124 peserta yang berasal dari.Pencetakan Modul dan Alat Edukasi Lounching/Peluncuran dan Distribusi Modul dan Alat Edukasi tentang Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus terhadap Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. 24 Tenaga Medis di Puskesmas 24 Kecamatan di Aceh Timur. terjaring 6 orang calon fasilitator/trainer dari 15 orang peserta TOT Rangkaian Training Penguatan dan Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. - - - .Darul Aman dan Desa Beusa Seberang Kec. .Workshop Pembentukan Jaringan Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan anak Training Pemulihan Psikososial bagi Kader Pemberi layanan tingkat Desa dari 2 Desa Pilot Project yaitu Desa Seuneubok Simpang Kec. 28 Personel P2TP2A Aceh Timur. Community Forum. adapun rangkaian kegiatanya sebagai berikut: .Workshop Finalisasi Modul dan Alat Edukasi . Peureulak Barat.

* Kemampuan sosial. seluruh gerak Yayasan Al-Jawad dilandasi oleh prinsip mewakafkan seluruh potensi diri personal anggota. Seluruh aktifitas/kegiatan yang dijalankan Yayasan Al-Jawad diarahkan kepada : 1. baik ke dalam maupun ke luar.sekilas mengenai yayasan pendidikan islam al-jawad Sekilas Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad Lahirnya Yayasan Al-Jawad pada awalnya didasarkan pada kandungan ayat-ayat suci al-Qur'an surat 41:33. dalam kehidupan sehari-hari secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. 8:72 dan Surat 59:9. Terciptanya media penyebaran ajaran-ajaran Ahlibait as. Terciptanya kemampuan personal (anggota) yang berkualitas dalam menangani dakwah ajaran-ajaran Ahlulbait as. 3. . * Kemampuan profesional. Terhimpunnya sumber dana yang kuat (mapan) yang dapat mendukung seluruh kegiatan dakwah ajaran-ajaran Ahlibait as. baik harta maupun jiwa dalam mengemban misi dakwah ajaranajaran Ahlulbait as. khususnya keluarga sendiri. Tujuan umum didirikannya Yayasan Al-Jawad adalah untuk mengamalkan ajaran-ajaran Ahlulbait as. (media dakwah) yang dapat menjangkau masyarakat luas. * Kemampuan spiritual. yaitu mampu mengontrol diri dalam masyarakat. Dalam pelaksanaannya. yaitu mampu menampilkan pribadi mulia (insan kamil) sejalan dengan akhlak Ahlulbait as. dalam kehidupan sehari-hari. yaitu memahami dan menerjemahkan ajaran-ajaran Ahlulbait as. yang meliputi : * Kemampuan intelektual. 3:104. 2. yang dijalankan Yayasan Al-Jawad. yaitu mampu mengkoordinasi seluruh potensi yang ada di masyarakat untuk kegiatan dakwah ajaran-ajaran Ahlulbait as. serta mengembangkan dan menyebarkannya ke dalam masyarakat luas.

Pada akhir tahun 1418H. Paket kajian Aqidah Jama’ah 6. Pengkoordinasian Jama'ah Ahlul Bait Internasional Program Jangka Pendek Program jangka pendek adalah program yayasan yang tersusun dalam rencana kerja bulanan. Paket kajian Tafsir Amtsal 7. III dan IV 5. penerbitan ketiga buletin tersebut digabungkan menjadi satu nama buletin yakni buletin Al-Jawad yang isinya merupakan gabungan dari ketiga buletin tersebut. Majlis-majlis yang diadakan di tempat dll Program Peringatan Hari Besar Islam. Peristiwa-peringatan tersebut diantaranya adalah : 1. Buku Mi'raj Ruhani I (1993). khususnya agenda di kalangan Ahlul Bayt as. Majlis Khadijiyah 9. Buku Mereka Bertanya Ali Menjawab (1998). 7. Berikut adalah beberapa program jangka pendek Yayasan Al-Jawad yang telah. Paket kursus Bahasa Arab 2. II. Program Silaturahmi. buletin Risalatuna (membahas masalah ketauhidan) dan buletin Al-Ghadir (informasi keilmuan dari Ahlibait as). Pelaksanaan ritual Lailatul Qadr 5. Program penerbitan ini telah berjalan dari awal berdirinya Yayasan Al-Jawad hingga sekarang ini. Program majlis yang telah dilaksanakan adalah majlis-majlis yang diadakan di sekretariat baik majlis rutin dalam bentuk paket kajian atau majelis kursus yang melibatkan peserta dari luar jama'ah. Pendirian Lembaga Ekonomi Muslim 5. sedang dan akan dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. terdapat beberapa peristiwa besar yang sering kita peringati. Penerbitan yang rutin dilakukan tiap bulan adalah menerbitkan buletin Al-Jawad (berisi masalah bimbingan spiritual). 3. Dengan mengundang jama'ah se-Jawa Barat. Pendirian Pondok Pesantren 3. Buku Mafaatihul Jinan. Pelaksanaan ritual Shalat Iedain 4. Peringatan Idul Ghadir 3. Program ini direncanakan satu bulan sekali dengan mengadakan safari ziarah ke beberapa . Buku Mi'raj Ruhani II (1996). Buku Pesan Sang Imam Program Majlis Taklim/Kursus. Mengingat pengaturan peringatan peristiwa besar di Indonesia ini telah diatur oleh para asatidz maka acara peringatan di Bandung. 5. Pengkoordinasian Jama'ah Ahlul Bait Nasional 6. Buku Amalan Ramadhan (1994. Pusat Informasi dan Riset Keislaman 4. 6. Dan pelaksanaan ritual lainnya. Paket kajian Ja'fary terpadu I. 2.1997). 1995. Adapun peristiwa-peristiwa ritual lainnya hanya diikuti jama'ah seputar wilayah Bandung. Paket kajian Fikih Ja’fary 8. sedang dan akan direncanakan untuk programprogram selanjutnya: Program Penerbitan. Paket kursus Ilmu Mantiq 3. Di dalam agenda agama Islam. Paket kursus Bimbingan Puasa 4.Program Jangka Panjang Program jangka panjang Yayasan Al-Jawad adalah rencana pengembangan yayasan yang menggunakan progam jangka lima tahunan. khususnya acara yang diperingati oleh Yayasan Al-Jawad hanya peristiwa Bi'tsah Rasulullah dan Khaul Nabi Muhammad Saaw. Selain menerbitkan buletin secara bulanan. 4. Peringatan Maulid Nabi 2.1997. Yayasan Al-Jawad pun menerbitkan buku-buku ke-ahlibait-an. Pembangunan Masjid 2. Adapun rencana-rencana program jangka panjang Yayasan Al-Jawad adalah sebagai berikut : 1. Buku Benarkah Nabi Bermuka Masam? (1991). Adapun majlis-majlis yang telah. di antaranya adalah : 1.

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA ( YPICPP ) AKTE NOTARIS :EDWAR. maka setiap hari di sekretariat senantiasa ada aktifitas-aktifitas yang umumnya dilaksanakan pada pagi hingga sore hari. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax: (021) 73883179 Nomor : 045/PP/SMP. maka divisi usaha mencoba untuk mengembangkan dengan membuka percetakan dan sablon. Pelayanan perpustakan untuk jama'ah di wilayah Bandung terdiri koleksi buku berbahasa Indonesia. Program Divisi Usaha. Kunjungan silaturahmi untuk jama'ah di luar kota pada umumnya disertai dengan kegiatan dakwah dan diskusi. wakaf dan kitab titipan dari beberapa ustadz. SMU 63 Petukangan Utara.H. Bahasa Arab dan Bahasa Parsi. Program Perpustakaan.PP/III/2012 Lampiran :1 (Satu) berkas Perihal : Permohonan Perpanjangan Tanda Daftar Yayasan Jakarta. Program Kesekretariatan. Untuk melancarkan kegiatan operasional kegiatan Yayasan Al-Jawad. Untuk menambah dan meningkatkan pengadaan dana. Nomor 11 Jl. Pesanggrahan. Sebagian besar koleksi perpustakaan adalah kitab-kitab referensi yang bersumber dari pembelian. bahasa Inggris.tokoh ulama dan beberapa ikhwan baik di dalam maupun di luar kota. 13 Maret 2012 Kepada Yth. Kanwil Suku Dinas Sosial Pemerintah Kota Administrasi Jakarta selatan .S.

Pesanggrahan.Fotocopy Susunan Pengurus Yayasan 7.S. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax: (021) 73883179 SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA .9 Blok I Lt 12.Kegiatan Tahunan Sekolah 3.Fotocopy Sertifikat HAM 5 Fotocopy Tanda Daftar Yayasan Lama 6. atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih.Kebayoran Baru Jakarta selatan Di Jakarta Dengan hormat. Nomor 11 Jl. Wr. Wr. SMU 63 Petukangan Utara.Jl.Foto Copy KTP Pengurus yayasan 7.Fotocopy Akte Notaris 4. maka dengan ini kami memohon kepada bapak/ibu pimpinan untuk memperpanjang kembali Tanda Daftar Yayasan yang kami pimpin. Samsuri YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA ( YPICPP ) AKTE NOTARIS : EDWAR. Assalamu’alaikum.Prapanca Raya No. . Wassalamu’alaikum.Fotocopy Keterangan Domosili Demikian permohonan ini kami sampaikan. Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1. Wb.Surat permohonan perpanjangan tanda daftar yayasan 2. Wb Sehubungan dengan telah habisnya masa Tanda Daftar Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita Persada (YPICPP) tahun 2012. Hormat Kami Ketua YPICPP Drs.H.

S.SEKRETARIS : MAT ALI.(YPICPP) PEMBINA : A S N A W I .MM 3.ANGGOTA : ROHMATULLAH : MAS’UD Jakarta.H.KETUA : Drs.BENDAHAR : MASWATIH PENGAWAS : 1.KETUA 2. S a m s u r i .IP.S.PDI PENGURUS : 1. S. 13 Maret 2012 Drs. SAMSURI 2..

ipb.Siapkan mobil dan surat-suratnya 2.Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya).Artikel saya ini sengaja saya susun untuk mengingat pengalaman saya belajar setir mobil beberapa tahun yang lalu. langsung saja kita mulai pelajaran setir mobil sendiri tanpa kursus: 1. saya menulis ini juga untuk menyemangati diri agar segera bisa memiliki "Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia". Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian) .htm Ok.id/~anita/kursus_stir_mobil. Menghidupkan mobil dalam keadaan kopling di gigi nol 1) Pasang tali / sabuk pengaman 2) Putar kunci untuk menghidupkan mesin 3) Hidupkan AC 4) Turunkan Rem Tangan . Posisi: .ac. Dalam menuliskan ini saya banyak juga mengambil referensi dari blog http://bima.

jalankan/belokkan mobil dengan mengangkat kopling sekuku (mobil akan maju merayap). Menghadapi macet di lampu merah menggunakan rem 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem (mainkan sesuai keadaan jalan) 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 9. Atur bergerak mundurnya mobil dengan cara menginjak dan mengangkat kopling sekuku sampai dengan � kopling (jangan lebih dan jangan mengangkat terlalu cepat agar mesin tidak mati) 4. Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan cepat 1) Injak rem pelan2 sampai terasa mobil berhenti 2) Injak kopling habis 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 4) Angkat rem tangan 8. Belok balik (berputar balik 180o) ke kanan П a) Jika mobil melaju terlalu cepat.Jika jalur aman. Rasakan sampai mobil terasa bergerak mundur.Jika jalur sibuk berhentikan mobil dengan kombinasi mengangkat kopling sekuku dengan menempel rem (biasanya jika kopling diangkat sekuku akan terasa mobil bergetar sedikit) . pindahkan gigi ke gigi R 2) Angkat kopling pelan2. bisa merusak komponen mobilnya nanti) (lihat jalur apakah bebas atau tidak) . 4) jika dirasa polisi tidur terlalu tinggi. kurangi laju jalannya mobil dengan menginjak kopling sekuku . Jika jalur sudah bebas hambatan. angkat kopling sekuku (mobil merayap maju) f) Putar stir 2 x ke kanan (putar stir habis) (ingat jangan memutar stir dalam keadaan mobil diam/berhenti. Menambah/mengurangi gigi 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke gigi yang dikehendaki 3) Tempel gas 4) Angkat kaki dari kopling pelan2 7. dan injak kopling sekuku kalau ingin mengurangi jalan merayapnya mobil. mobil dijalankan hanya dengan mengangkat kopling sekuku sampai setengah kopling atau kopling tak usah diinjak. biarkan saja mobil bergerak memakai lumpsum nya. lihat jalur apakah bebas jika ada mobil yang ingin lewat maka injak lagi kopling sekuku sambil menempel rem atau menempel gas (sebaiknya dipilih memberhentikan mobil dengan menempel gas agar jika mau jalan lagi tinggal lepaskan gas dan angkat kopling saja sekuku). Berhentikan mobil: Angkat kopling sekuku dan injak rem sedikit (tempel rem) 11.Memundurkan mobil 1) Injak kopling habis. atur jalannya mobil hanya dengan menginjak dan mengkat gas saja 5. tempel gas b) Injak kopling habis c) Angkat gas d) Pindahkan gigi ke gigi 1 e) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap (=bergerak perlahan). sampai terasa jalannya mobil stabil sesuai dengan kecepatan seharusnya 6) Lepaskan kaki dari kopling. Injak gas sedikit sampai dirasa mobil bisa melewati polisi tidur 5) Setelah dapat melewati polisi tidur injak gas pelan2 6. Melalui polisi tidur 1) Angkat gas.5) Injak kopling habis. atau ketika hendak keluar dari gang ke jalan raya 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap 4) atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 5) Tempel kaki di gas 10. pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling pelan2. Ganti gigi pada saat mobil berjalan (kaki kanan masih menginjak gas) 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke posisi yang dikendaki 4) Angkat kopling pelan2 5) Injak gas pelan2. tempel pedal rem 2) Injak kopling habis. pindahkan gigi ke gigi 1 6) Angkat kopling pelan2 7) sambil Injak gas sedikit demi sedikit sampai terasa mobil bergerak 3. Menghadapi macet di lampu merah tanpa menggunakan rem. Jalankan mobil merayap: Angkat kopling sekuku (Dengan posisi ini mobil akan berjalan merayap) 12.

Macet di jalan rata 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. jika sudah sesuai dengan kondisi jalan yang dihadapi lepaskan kaki dari pedal kopling biarkan jalannya mobil hanya diatur oleh gas (gunakan gigi 1. Kombinasi kopling dangan gas ketika mobil didepan berhenti tiba2 lebih baik digunakan sehingga kalau mobil di depan maju tinggal angkat kopling sambil tempel gas. pindahkan gigi ke gigi 0.Jika mobil di depan berhenti lama.Jika mobil di depan berhenti tiba2.Jika jalur sudah bebas kembali ankat kopling sekukumkembali (mobil akan merayap maju kembali) g) Setelah mobil berhasil belok dan dirasa sudah lurus. Menghidupkan mobil yang mati mesin tiba2 1) Jangan panik ! 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2.Jika mobil sudah lurus. jalankan mobil hanya dengan gas saja 14. ..Kenali posisi pedal Kopling tekan atau injak dan lepaskan secara perlahan . angkat kopling perlahan. tempel gas 15. MOBIL BERJALAN) 4) Injak kopling sekuku diimbangi dengan menginjak/menempel gas sedikit (mobil akan berhent.Jika mobil di depan mulai bergerak maju sedikit. Kopling. Rem. injak rem perlahan atau angkat kopling sekuku sambil injak gas sedikit. lalu angkat kopling sekuku rasakan mobil mulai maju merayap . . Jika jalan menanjak. injak kopling. MOBIL BERJALAN). injak rem.Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya ( 1 2 3 4 5 R untk mundur) 2. segera putar balik stir 2x ke kiri sambil mobil maju merayap . Tanjakan tanpa menggunakan rem 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling 3) Angkat kopling sekuku (mobil akan bergerak maju perlahan.Jika mobil sedah bergerak stabil. injak kopling. angkat rem tangan.Jika mobil di depan mulai bergerak sedikit di jalan tanjakan . angkat kaki dari kopling. injak rem. injak habis kopling. angkat kopling sampai terasa mobil maju jika perlu boleh tambahkan dengan menginjak gas CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDI Langkah awal Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pake belajar/belajar mengemudi.. Jadi maju dan berhentinya mobil hanya menggunakan kombinasi kopling dan gas ! . injak gas (rasakan sampai terasa mobil berhenti perlahan) . rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan . apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin. (untuk mobil manual). tempel gas. baru lepaskan rem. Jika mobil di depan mulai bergerak maju. tempel gas (sesuaikan dengan kondisi lalu lintas). injak kopling habis. injak habis kopling. tekan rem tangan. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan . Untuk berjalan atau dan berhenti dalam posisi ini hanya menggunakan kombinasi injak dan angkat koling sekuku 16. injak rem. injak pedal rem. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan. masukkan gigi ke gigi 1. 2. angkat kopling sekuku. Jika mobil didepan berhenti di tanjakan . MOBIL BERHENTIi) 5) Angkat kopling sekuku (mobil akan merayap maju kembali. tekan rem tangan. angkat rem tangan. bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit. Tiba2 ada orang menyeberang 1) Angkat gas 2) Injak rem 3) Injak kopling habis 17. 1. angkat kopling sekuku sampai mobil terasa bergetar sedikit (agar mobil tidak mundur). dan 3 saja jika berada di dalam kota) 13.Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri 3. bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit . Macet di jalan tanjakan 1) Gigi dalam posisi gigi 1 (sebaiknya selalu gunakan gigi 1 kalau jalanan macet) 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. masukkan gigi ke gigi 1.Jika mobil di depan berhenti lama. angkat kaki dari kopling. angkat kaki dari kopling. Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau standar keselamatan maka mulailah dengan sekarang….Jika mobil di depan mulai berhenti perlahan.Jika jalan menanjak. Jika mobil di depan mulai bergerak maju. pindahkan gigi ke gigi 0.. injak kopling habis. angkat kopling perlahan sampai � kopling (rasakan sampai mobil bergetar)(agar mobil tidak mundur ketika melapas rem).

Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemuadi dengan nyaman.Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri. Langkah selanjutnya. bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu . Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri. maka secara sepontan anda akan merasaka perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda . Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal .Kenali posisi pedal Gas seberapa efek powernya 5. senyaman mungkin.karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam tahap kita belajar mengemudi.4. anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal 2. Posisi tersebut ada di tengah-tengah. atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju kedepan. Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan pedal GAS dengan lembut. karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyaman mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersadarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil. putar lagi maka anda melihat di speedo miter mobil anda beberapa lampu tanda yang akan menyala denga warna merah atau orange namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup. Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa liat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol pula. Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol. tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri . 3. antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang ke kanan dan k ekiri serta ke depan dan ke belakang. Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir.Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baikanya anda mengoreksi kondisi tongkat prosnileng ( stik prosnileng ). lalu putar lagi keposisi kanan . 6. majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full. Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir. 5. lakukan dengan seharusnya saja jangan paksakan pandangan kita.namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebut berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya turunkan tuasnya. namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan .Kenali posisi pedal Rem seberapa tekanannya! 1. akhirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan 4. cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T. posisikan pada posisi netral/ nol. Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya . AWAS kami harap anda janga dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda. Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata 7. Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan posisi mesin kendaraan putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir.

Gigi dalam posisi gigi 0 2) Mainkan rem saja tak perlu gas karena mobil akan berjalan dengan sendirinya tanpa di gas 19. Mobil sedang melaju cepat tiba2 mobil didepan jalan merayap 1) Injak rem perlahan 2) Injak kopling habis.Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rileks walaupun tanpa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada piosisi kopling angakat habis atau lepas habis namun denga catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada posisi pedal gas …AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan . Lalu angkat ujung kakaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengan katan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kakik kanan anda dari pedal Rem denga catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil 9. KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan anda kan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal. rasakan sampai mobil terasa berhenti secara perlahan2 (jangan menginjak rem terlalu cepat) 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 . Macet di jalan turunan 1. maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus.. atau injak kopling dan tempel rem 20. sentuh sedikit demi sedikit. 10.namun tentunya cukup pelan saja 11. 18.Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikanstandby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan. trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung. Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan pelan 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem. Dengan demikian anda kan dengan sigap dan refleks akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga.Bila mobil anda sudah molai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanby di posisi Rem . pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling sekuku biarkan mobil maju merayap 4) jika mobil di depannya berhenti tinggal menginjak kopling lalu angkat sedikit kombinasikan dengan menginjak gas sampai mobil terasa berhenti perlahan.posisi tongkat prosneleng ka arah kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek) 8. Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan. lakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tanpa adanya tenaga untuk menekanya. sampai anda bisa merasa rileks dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut.Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali .

pindahkan gigi ke R 12) Angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur) 13) Luruskan stir agar posisi ban atau posis parkir menjadi lurus 23. pindahkan gigi ke R 3) Mundurkan mobil hanya dengan menggerakkan kopling sedikit. injak habis kopling. Parkir mundur ke kanan 1) Injak kopling habis 2) Pindahkan gigi ke R 3) Tempel rem 4) Mundur lurus 5) Jalankan mundur perlahan dengan pola: jalan mundur pelan . 6) Mata lihat ke kaca spion 7) Perhatikan: Mundur mobil harus diusahakan lurus segaris dengan trotoar Jika pantat mobil sudah sampai di ujung jalan atau kurang sedikit dari ujung jalan tempat parkir maka Injak kopling 8) Putar stir habis kekanan 2 x putaran 9) Angkat kopling sekuku 10) Jika jalan menanjak bantu tenaga mobil dengan menginjak gas 11) Jika kira2 mobil sudah masuk. Memutar mundur mobil 180o (putar melawan arah jam) 1) Injak kopling habis 2) Putar stir habis ke kanan 3) Pindahkan gigi ke gigi R 4) Angkat kopling sekuku (mobil bergerak mundur perlahan dengan buntut mobil ke kanan) 5) Jika posisi sudah lumayan lurus. Berhentikan mobil ketika mundur 1) Angkat gas 2) Injak rem perlahan2 3) Injak kopling habis 25. Parkir maju 1) Lewatkan mobil sebagian besar badannya 2) Belokin stir 3) Jalankan mobil pelan2 kopling diangkat pelan2 sekuku 27. injak lagi sekuku.berhenti -jalan dengan cara: Injak kopling sekuku. maka angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur kembali) 7) Setelah mobil lurus dan cukup buat memutar mobil kembali. Contoh cara Parkir(disebelah kiri jalan) 1) Injak kopling habis 2) Lepaskan gas 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 4) Putar habis stir ke kiri (putar 2 x ) 5) Angkat kopling sekuku (mobil bergerak maju perlahan) 6) Atur mobil hingga parkir dengan ban lurus ke depan. tahan 4) Putar stir mobil 2 x ke kiri (putar habis) 5) Mobil luruskan (ban luruskan) dengan cara putar balik stir 2 x putaran ke kanan 6) Mundurkan lagi mobil sedikit agar mobil menjadi lurus 24. maka jika gas ditambah sebesar apapun mobil tak akan bergerak 26. tempel rem 2) Injak kopling. lalu angkat lagi kopling sekuku. Melambatkan jalannya mobil ketika mundur (Mobil berjalan merayap) 1) Posisi gigi di R. tahan. angkat kopling sekuku. Mundur/parkir ke kanan 1) Putar stir habis ke kanan 2) Mundur merayap 3) Putar balik stir 4) Mundur lurus 28.jalan . angkat gas. luruskan mobil dengan cara injak kopling .caranya: injak kopling habis. angkat/lepas rem 3) Angkat kopling sekuku Perhatikan ! Jika sudah dapat berhenti dengan kopling + tempel gas. Parkir mundur di garasi bagain kiri jalan 1) Posisi belakang mobil sedikit sebelum tonggak pagar 2) Injak kopling habis.berhenti . gunanya agar power stering tidak cepat aus/rusak 22. pindahkan gigi ke gigi 1 8) Putar habis stir ke kiri ( 2 x putaran) 9) Angkat kopling sekuku (mobil mulai bergerak maju merayap lagi) 10) Jika masih belum dapat. injak kopling sekuku (untuk memberhentikan laju mobil) kemudian lihat dari kaca spion ruangan di belakang mobil apakah ada jarak atau tidak antara pantat mobil dengan sesuatu dibelakangnya) 6) Jika posisi aman. tahan.4) Angkat rem tangan 21. injak lagi rem 11) injak kopling. tahan biarkan mobil merayap.

macet. copot sealt belt. jika kira2 sudah lurus (kontrol dengan cara mengatur ban mobil agr lurus dengan cara putar balik stir) 4) Mundurkan mobil dengan cara Injak kopling. angkat. angkat lagi sekuku tahan. pindahkan ke gigi R.. ambil kunci dan simpan. Rem. Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau standar keselamatan maka mulailah dengan sekarang…. injak. buka pintu . injak (misalnya ketika turunan) sebab dapat menyebabkan rem terbakar 4) Pakailah selalu gigi 1 jika melalui jalan yang berlubang2 5) Untuk perjalanan dalam kota yang ramai dianjurkan untuk selalu menggunakan gigi 1 dan 2 saja 6) Kuasai emosi ketika berjalan lambat setelah berjalan cepat 7) Gigi 1. 3 untuk jalan lambat dan tanjakan 8) Gigi 4. 2. angkat kopling sekuku tahan. mundur. gembog stir mobil.Kenali posisi pedal Rem seberapa tekanannya! . belok. CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDI Langkah awal Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pake belajar/belajar mengemudi.5 tak kuat jika digunakan untuk jalan tanjakan 9) Untuk menghindari mesin mati tiba2 maka angkatlah kopling pelan2 jangan menyentak dan sekaligus 10) setengah kopling berguna untuk jalan menanjak. injak sekukuku taha. 1.Kenali posisi pedal Kopling tekan atau injak dan lepaskan secara perlahan 4.Kenali posisi pedal Gas seberapa efek powernya 5. start awal berjalan. begitu seterusnya sampai posisi mobil benar2 masuk . dan parkir 11) Gigi 3 untuk jalan raya besar 12) Gigi 2 untuk jalan raya kecil/sempit.Jika kita salah perhitungan ketika membelokkan mundur mobil. Kopling. matikan mesin mobil.Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya ( 1 2 3 4 5 R untk mundur) 2. maka 1) Injak kopling 2) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Majukan mobil sedikit. apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin.12) Putar balik stir 2 x ke kiri 13) Angkat kopling sekuku agar mobil bisa masuk pas ke dalam tempat parkir 14) Injak kopling 15) Tempel rem 16) Pindahkan gigi ke gigi 0 17) Angkat rem tangan 18) Lepaskan kaki dari kopling dan pedal rem 19) Matikan AC. (untuk mobil manual). belok/memutar mobil.Jangan lupa melihat kondisi jalur jalan sebelah kanan dan kiri serta belakang melalui kaca spion Perhatian saat menyetir mobil : 1) Stir tidak boleh diputar dalam keadaan mobil diam karena bisa merusak ban dan poros ban 2) Kalau jalan menanjak dan jalanan macet agak lama di tanjakan maka pakailah rem tangan jangan selalu mengandalkan kopling sebab kalau tidak dapat merusak mekanik kopling 3) Rem kaki tidak boleh diteka terus tapi harus dengan pola angkat.Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri 3..

Lalu angkat ujung kakaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengan katan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kakik kanan anda dari pedal Rem denga catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil . 5.Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri. Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata 7. cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T.namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebut berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya turunkan tuasnya. atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju kedepan. Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan pedal GAS dengan lembut. lalu putar lagi keposisi kanan . posisikan pada posisi netral/ nol.Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali .Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baikanya anda mengoreksi kondisi tongkat prosnileng ( stik prosnileng ). Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa liat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol pula. karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyaman mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersadarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil. tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri . AWAS kami harap anda janga dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda. maka secara sepontan anda akan merasaka perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda .Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemuadi dengan nyaman. Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal . lakukan dengan seharusnya saja jangan paksakan pandangan kita. bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu . anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal 2. Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol.1. 6. antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang ke kanan dan k ekiri serta ke depan dan ke belakang. Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir. Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan posisi mesin kendaraan putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir. majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full. senyaman mungkin. Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir. Langkah selanjutnya.karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam tahap kita belajar mengemudi. 3. namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan posisi tongkat prosneleng ka arah kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek) 8. putar lagi maka anda melihat di speedo miter mobil anda beberapa lampu tanda yang akan menyala denga warna merah atau orange namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup. Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri. Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya . akhirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan 4. Posisi tersebut ada di tengah-tengah.

Dengan demikian anda kan dengan sigap dan refleks akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga. 10.Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikanstandby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan. KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan anda kan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal.namun tentunya cukup pelan saja 11. sentuh sedikit demi sedikit. maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus.. Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan.Bila mobil anda sudah molai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanby di posisi Rem .Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rileks walaupun tanpa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada piosisi kopling angakat habis atau lepas habis namun denga catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada posisi pedal gas …AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan . lakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tanpa adanya tenaga untuk menekanya. trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung. sampai anda bisa merasa rileks dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut.9. .

April 2012 Wali Kelas A s n a w i . 5. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp. 4. 3. 2.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp. S. S.H.pdI .Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 1.LKS :Rp..Legalisir Ijazah dan Raport :Rp. Jakarta.

LKS :Rp.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp. 5. 6. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp. 4.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 4. Jakarta. 5.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp. April 2012 Wali Kelas .

SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp. 5. 8. 9. 4.LKS :Rp.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 7.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp. April 2012 Wali Kelas . Jakarta.