Kata Pengantar

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Bantuan Siswa Miskin (BSM) tahun anggaran 2011. Laporan ini kami susun sebagai bentuk pertanggungjawaban kami atas penggunaan bantuan ini dan juga sebagai informasi tentang bantuan disekolah kami serta untuk bahan pengkajian kegiatan selanjutnya yang berkaitan dengan bantuan seperti ini berikutnya. Dalam pelaksanaan kegiatan Bantuan untuk siswa miskin Tahun Anggaran 2011 yang kami selenggarakan kali ini tidak menemukan kendala yang berarti sehingga semua program dapat terselenggarakan dengan baik. Bersama dengan ini kami ucapkan terima kasih kepada 1. Pimpinan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan SMP

Kami berharap laporan pertanggungjawaban ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan evaluasi untuk program bantuan seperti ini berikutnya

Jakarta, November 2011 Ka. SMP Puspita Persada

Dra. ERLIN SRI WAHYUNINGSIH

Jakarta, November 2011 Nomor Lampiran Perihal : : 1 (satu) bundle : Pengiriman Laporan Bantuan Siswa Miskin ( BSM) Tahun Anggaran 2011 : Pimpinan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan SMP

Kepada

Dengan hormat, Bersama ini kami kirimkan 1 (satu) berkas laporan pelaksanaan Bantuan Siswa Miskin (BSM) SMP Tahun Anggaran 2011 pada SMP PUSPITA PERSADA Jakarta. Laporan ini merupakan laporan yang kami susun dan dilampirkan dengan bukti – bukti dokumen pendukung. Demikian kiranya dapat dimaklumi, dan atas perhatian serta bantuan Bapak kami ucapkan terima kasih.

Kepala Sekolah SMP Puspita Persada Jakarta

Dra. ERLIN SRI WAHYUNINGSIH

Soal

: Pilihan Ganda : :

Hari/Tanggal Waktu

1.Ditinjau dari asal usul kata kewirausahaan berasal dari 2 kata yaitu wira dan usaha. Kata usaha artinya … a. b. c. 1. a. b. c. d. e. kemauan keras berpikir maju ke depan kemampuan untuk lebih baik Hal yang patut dilakukan untuk mengubah sikap yang baik adalah … lebih baik berbuat kreatif daripada berpikir kritis supel dalam pergaulan dan yakin akan pekerjaan yang dilakukan menggunakan proses pikir yang positif berjuang tidak mengenal lelah kemauan keras d. bekerja secara tekun dan mandiri e. sanggup memikul resiko

1. Seorang wirausahawan akan berusaha untuk mengerjakan segala sesuatu berdasarkan kekuatan dan kemampuannya sendiri tanpa memikirkan pertolongan orang lain terlebih dahulu mulai pembuatan program sampai pelaksanaannya adalah sikap … a. b. Teliti mandiri c. Mengenal potensi diri d. berpedoman pada program e. manajemen yang baik

1. Berpikir secara luas dan luwes sehingga mampu menggabungkan ide-ide/gagasan yang sudah pernah ada sehingga menjadi sebuah gagasan baru, merupakan pengertian dari berpikir … a. b. Regresif kraetif c. Positif d. realistis e. konseptual

1. Seseorang dikatakan kreatif apabila ia memiliki … a. b. Kekayaan kemandirian c. Gagasan baru dan diwujudkan d. kredibilitas e. pengalaman

1. Proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima pesan dalam bahasa yang disepakati sehingga penerima pesan dapat menerima dan memberikan respon disebut … a. b. Informasi sosialisasi c. Komunikasi d. internalisasi e. indoktrinasi

1. Suatu proses yang mengubah ide baru/aplikasi baru menjadi produk, yang berguna disebut … a. Inovasi c. Konsep e. pemanfataan

Apatis d. belajar teori semata c. memperkaya wawasan lingkungan memperluas pergaulan memperkaya imajinasi dan daya khayal meningkatkan tingkat kecerdasan mencari peluang yang sesuai dengan inovasi yang akan dilakukan 1. banyak d. d. Potensi sosialisasi c. Berkhayal dan bermimpi e. Kreativitas d. Teledor Posesif c. berdisiplin menjalankan kebiasaan yang positif berusaha mencapai target produksi memaafkan setiap kesalahan yang dibuat rekanan usaha kita menetapkan tujuan usaha yang bervariasi menolak setiap inovasi dari luar 1. b. organisasi . banyak berlatih dan disiplin mendengarkan berita b. Kombinasi d. c. b. Pengajaran Pendidikan c.b. punishment & reward 1. d. Kunci utama untuk memperoleh keterampilan yang tinggi adalah … a. Salah satu tujuan penganalisisan peluang inovatif dengan cara sistematis adalah … a. Otosugesti d. Suatu sistem pemberian hukuman atau penghargaan/hadiah bagi seseorang atau sekelompok orang/lembaga karena kesalahan atau keberhasilan yang ia ciptakan disebut … a. kreatif e. b. e. e. c. Bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkron antara pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian dapat dilakukan melalui sistem … a. Sikap menepati atau menaati norma yang sering terkait dengan faktor waktu disebut … a. b. disiplin 1. penemuan 1. self confidence e. magang e. b. Cara melatih diri kita untuk memiliki komitmen yang tinggi adalah dengan … a. berpikir lateral 1.

1. Yang tidak termasuk manfaat bagi siswa peserta magang dari pernyataan di bawah ini adalah … a. pengembangan jiwa/sifat profesional produktif b. kemampuan memilih karier dan kompetisi mengembangkan net work c. dapat menghayati peran wirausahawan d. menjadi warga negara yang

e. membangun dan

1. Salah satu cara menggunakan waktu yang lebih baik adalah … a. b. c. d. e. memanfaatkan waktu untuk kegiatan belajar semata banyak istirahat di waktu luang membagi-bagi waktu untuk setiap kegiatan menggunakan waktu luang dengan bepergian bekerja sambil bermain 1. Tidak membuang waktu, tenaga dan uang serta memilih cara yang paling tepat untuk mencapai sasaran, merupakan pengertian dari … a. b. bekerja produktif bekerja secara kreatif c. Bekerja imajinatif d. bekerja efektif dan efisien e. bekerja fleksibel

1. Contoh kegiatan yang dapat melatih atau membentuk perilaku efektif dan efisien dalam diri seseorang adalah … a. b. Origami berkebun c. Berladang d. traveling e. belajar di sekolah

1. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan adalah … a. b. lingkungan wirausahawan lingkungan alam c. Positif dan negatif d. orientasi sejarah e. pemasaran

1. Langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan dimulai dengan … a. b. c. d. e. mencari alternatif pemecahan masalah mengidentifikasi atau mengenali masalah memilih alternatif yang paling efektif dan efisien melaksanakan alternatif yang diperoleh mengevaluasi ketepatan alternatif yang dipilih

1. Bila seseorang wirausahawan hanya mempunyai sedikit informasi tentang hasil keputusan yang diambil dan keputusan tersebut dilaksanakan, dia akan menghadapi suatu kondisi … a. b. kepastian penuh kepastian tidak penuh c. Ketidakpastian sepenuhnya d. stabilitas e. resiko

1. Di bawah ini yang tidak termasuk dalam indikator instrumen analisis ekonomi makro adalah … a. pertumbuhan ekonomi pembayaran b. fluktuasi kurs mata uang c. Kesempatan kerja e. neraca

d. tingkat inflasi

1. Beberapa faktor teknis yang menyebabkan timbulnya kegagalan dalam berusaha yaitu faktor pembiayaan, perencanaan, dan komunikasi. Yang tidak termasuk penyebab gagalnya suatu perencanaan adalah … a. b. c. d. e. rencana kurang terperinci dalam pemaparan tujuan dan sasaran kurangnya analisis situasi yang memadai lemahnya proses komunikasi tujuan dan sasaran yang tidak realistis kurangnya antisipasi dalam menghadapi persaingan dan perubahan trend

1. Mendapatkan keuntungan sehingga dapat mensejahterakan karyawan dan memperluas usaha termasuk … a. visi perusahaan perusahaan b. misi perusahaan c. Tujuan perusahaan e. kunci keberhasilan

d. program perusahaan

1. Apabila suatu jenis produk atau jasa telah memiliki pangsa pasar yang besar dibandingkan dengan produk lain yang sejenis berarti berhasil dalam pemasaran. Produk tersebut dinamakan … a. b. pemimpin pasar menguasai pasar c. Merajai pasar d. mendominasi pasar e. mengalahkan pasar

1. Untuk menganalisa lingkungan eksternal dalam perencanaan usaha seorang wirausaha dapat menggunakan sistem … a. b. c. opportunities and threats opportunities and strength opportunities and weakness d. strength, weakness, opportunities and threats e. strength and weakness

1. Sebuah rencana bisnis berisi tentang kegiatan yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh perusahaan. Informasi yang tidak diperlukan dalam menyusun rencana bisnis adalah … a. b. perkembangan usaha diskripsi produk c. Harga d. segmen pasar e. keuntungan

1. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepercayaan bank terhadap calon nasabah adalah kemampuan (capacity), maksudnya adalah … a. b. c. d. e. kemampuan nasabah untuk menggunakan uang pinjaman kemampuan pihak bank dalam menyediakan dana pinjaman kemampuan nasabah melunasi kredit beserta bunga tepat pada waktunya kemampuan bank untuk mengontrol penggunaan uang kemampuan nasabah untuk mengembangkan usahanya

1. Untuk memperoleh KIK (kredit investasi kecil) dan KMKP (kredit modal kerja permanen) ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain … a. b. c. d. e. ada izin usaha sedang mendapat bantuan dari pihak lain sedang menyelesaikan angsuran terakhir ada rencana usaha jangka panjang pengusaha campuran

1. Kredit jangka menengah atau jangka panjang yang diberikan kepada pengusaha/perusahaan kecil pribumi dengan persyaratan dan prosedur khusus guna pembiayaan barang-barang modal serta jasa yang diperlukan untuk rehabilitasi, modernisasi, perluasan proyek dan pendirian proyek baru disebut … a. kredit modal kerja permanen b. kredit bank c. Kredit investasi kecil e. kredit modal

d. kredit investasi

1. Yang tidak tergolong persyaratan untuk mendapatkan kredit investasi dan kredit modal kerja secara sistematik adalah sebagai berikut … a. perencanaan kredit memperoleh kredit b. permohonan kredit c. Administrasi kredit e. program

d. pengawasan kredit

1. Salah satu pernyataan berikut tidak termasuk aspek pengolahan permohonan kredit bank yaitu … a. analisis permohonan kredit jaminan kredit c. Wawancara e. penetapan

teori AIDAS 1. termasuk bidang usaha … a. b. d. Peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh wirausahawan seperti pakaian. canggih teknologinya e.b. Pelayanan prima d. c. banyak berkhayal e. pemeriksaan ke tempat usaha 1. Teori yang menjelaskan tentang tahapan-tahapan yang dilalui oleh seorang pembeli sampai akhirnya ia memutuskan untuk membeli sebuah barang adalah … a. Jasa telekomunikasi d. pelayanan maksimal pelayanan terpadu c. jasa komersial e. pelayanan aktif e. bahan bangunan dan sebagainya. mudah mendapatkan laba mudah mencari relasi mudah menimba pengalaman lebih berorientasi ke depan mudah mengumpulkan informasi untuk mencari peluang usaha 1. pelayanan pembeli 1. murah harganya dan mudah dipakainya terjamin kualitasnya dan mudah dipakainya mudah pembuatannya dan disenangi d. teori 3 A e. peralatan rumah tangga. Dalam menjual produk seorang penjual harus memberikan pelayanan yang sebaikbaiknya kepada pembeli/pelanggan. kegiatan penelitian dan pengembangan meminjam uang ke bank bekerjasama dengan pemilik modal d. teori ekonomi teori manajemen c. e. Kegiatan ini dikenal dengan istilah … a. kerajinan. penelitian pendahuluan d. Teori attention d. b. c. meminta bantuan rekanan bisnis 1. c. Untuk menciptakan peluang pasar pengusaha kecil dapat menciptakan produk yang … a. Kegiatan yang dapat menunjang terciptanya gagasan untuk produk baru atau perbaikan produk yang sudah ada antara lain … a. jasa konstruksi . Salah satu manfaat yang bisa diperoleh jika calon wirausaha memiliki kemampuan komunikasi adalah … a. perdagangan/distribusi produksi/industri c. b. b. b. b. disenani oleh konsumen 1.

milik warga negara Indonesia e. tingkat kedalaman proposal c. b. uasaha seperti keagenan minyak. pakaian atau ekspor/impor termasuk ke dalam kelompok … a. 200. kondisi perusahaan lain c.000. Proposal diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan yaitu pihak yang memerlukan bahan masukan untuk mengambil keputusan. Wirausaha mengajukan kebutuhan dana yang diperlukan dalam ranbgka mengembangkan usahanya secara terperinci alokasinya. SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan usaha di bidang … a. Produk Personalia c. uraian usaha laporan keuangan c. Manajemen d. Dalam proposal usaha. usaha 1. 9 Tahun 1995 adalah … a. usaha industri c. Laporan keuangan d. b. permintaan produsen 1. Penawaran konsumen e. persaingan dalam pasar produsen b.000. c. Pertanian c. isi proposal proposal b. Dalam menentukan produk yang akan dihasilkan.usaha perseorangan penjualan tahunan maksimal 1 milyar rupiah d. salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh seorang wirausahawan adalah … a. periklanan . usaha perdagangan 1. Usaha di bidang jasa e. berdiri sendiri 1. usaha pertanian komersial b. manajemen e.1. proposal kredit e. Ditinjau dari jenis produk atau jasa yang dihasilkan maupun aktivitas yang dilakukan. kegunaan proposal 1. b. Arti penting proposal e. tujuan d. sepatu. kebutuhan d. Berikut ini yang tidak termasuk kriteria usaha kecil menurut Undang-undang RI No. lampiran pelengkap lainnya 1. hal ini disebut … a. kekayaan diatas Rp. usaha jasa d. dalam proposal terdapat pada bagian … a. penjelasan singkat tentang usaha yang sedang atau akan dijalankan oleh wirausahawan dicantumkan dalam uraian tentang … a. Ekspor migas e.000.

Kepercayaan kemampuan c. Penundaan pembayaran d. uang/modal 1. Panjang d. akta pendirian perusahaan R/L b. e. lokasi 1. Kredit investasi kecil adalah kredit yang mempunyai jangka … a. b. Capital d. piutang e. semoga sukses ! . penambahan barang modal kerja penambahan modal kerja penambahan fasilitas penambahan modal kerja dan fasilitas penambahan barang modal kerja dan fasilitas 1. character 1. d. Dokumen yang tidak diperlukan dalam permohonan kredit yaitu … a.b. KK e. SITU. KTP c. kelautan d. kredit memiliki arti … a. Dalam arti ekonomi. neraca dan rincian d. pendek atau menengah Catatan : sengaja tidak pakai nomor untuk di random Selamat mengerjakan. capacity e. Teknik dan teknologi d. perdagangan dan jasa 1. b. Yang tidak termasuk dasar pentingnya dilakukan studi kelayakan perusahaan dari pernyataan berikut adalah aspek … a. b. ekonomi dan keuangan e. Kujujuran dan itikad baik (good will) nasabah yang akan mengembalikan pinjamannya dengan tepat waktu berhubungan dengan … a. menengah atau panjang e. pasar dan pemasaran politik c. b. Pendek menengah c. c. Kredit investasi diperuntukkan untuk keperluan … a. Colateral condition c. b. SIUP dan AMDAL 1.

misalnya berupa hasil tes prestasi belajar dari sekelompok siswa yang akan dibimbing. Dengan demikian. Contohnya. Menurut Shertzer & Stone (1981) dan NA PPPK (2008) ada beberapa komponen layanan program bimbingan di mana di dalam komponen tersebut. Layanan Responsif . Hasil tes prestasi belajar membantu menunjukkan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa berkaitan dengan belajar. Pelaksanaan layanan dasar ini sangat memerlukan instrumen asessmen sebagai pijakan dalam memberikan bimbingan. b. berkualitas. Komponen yang terdapat dalam layanan dasar antara lain bimbingan pribadi. Dengan demikian tes dapat dikatakan berperan sebgai alat untuk membantu konselor memahami siswanya dengan lebih baik dan menyeluruh sehingga siswa yang dibimbing dapat memahami dirinya sendiri dan bisa mengambil keputusan secara tepat (J Cronbach: 1949). dan mampu mencapai tujuan layanan dengan tuntas. Semua layanan bimbingan konseling mesti berpangkal dari hasil asesmen yang memadai. Data hasil asesmen yang memadai dapat menjadi dasar melakukan bantuan yang tepat dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. II KEDUDUKAN DAN PERAN TES DALAM BK Test mendapat tempat sentral dalam layanan bimbingan dan konseling. Tanpa asesmen yang berkualitas tidak akan ada program bimbingan dan konseling komprehensif. konselor memerlukan data pendukung. belajar dan karir. yaitu: a. Dalam kode etik profesi BK disebutkan bahwa dalam BK terdapat layanan informasi. Teknik tes diberikan dengan menyelenggarakan program testing untuk mengetahui potensi atau kemampuan klien. Salah satu instrumen dalam kegiatan asesmen adalah tes.Kedudukan dan Penggunaan Tes dalam BK I PENDAHULUAN Asesmen adalah hal yang sangat penting bagi bimbingan dan konseling. dalam bimbingan kelompok yang bertujuan untuk merespon kebutuhan dan minat peserta didik. apalagi fungsi pengembangan (developmental) dan pencegahan (preventif). testing merupakan aspek yang dipandang urgen dan perlu untuk dilakukan dengan dasar pemikiran bahwa hasil testing dapat melengkapi hasil non testing. Layanan Dasar Bimbingan Layanan dasar merupakan proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. baik dalam fungsi kuratif. maupun perseveratif. sosial. testing dan riset. Jadi asesmen mutlak perlu dalam program bimbingan dan konseling. tes mempunyai tempat yang sentral dan penting.

bimbingan teman sebaya. d.Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. kolaborasi dengan guru atau wali kelas. Testing dilakukan untuk memperoleh data secara obyektif. kedudukan tes dalam kegiatan perencanaan individual adalah memberikan informasi dalam mengambil keputusan. penerimaan dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif sehingga siswa bisa merencanakan sesuatu berbasis kekuatan atau potensi diri yang dimilikinya. Oleh karena itu testing merupakan bagian yang integral dalam proses konseling. Melalui kegiatan penilaian diri ini. manajemen program. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tes berperan dalam proses penyelesaian masalah psikologis siswa. Dalam buku Using Tests In Counseling (Goldman: 1971) dijelaskan bahwa perencanaan. dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan professional. keseluruhan layanan yang terdapat dalam layanan responsif memerlukan bantuan instrumen baik tes maupun non tes dalam penyelenggaraannya. dan dukungan sistem dalam implementasinya didukung oleh beberapa jenis layanan bimbingan dan konseling. konselor membantu peserta menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh yaitu menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek pribadi. Layanan Perencanaan Individual Dalam layanan perencanaan individual. Dari berbagai layanan pendukung ada beberapa layanan yang menempatkan tes sebagai salah satu instrumennya antara lain: 1) Layanan Informasi . Selain berperan dalam penyelesaian masalah psikologis siswa. sebagian besar tes digunakan untuk memberikan tanda adanya hubungan konseling. hubungan orang tua dan masyarakat luas. seleksi. layanan konsultasi. 1990). Penggunaan instrumen tes bertujuan untuk membantu konselor memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap siswa yang dibantu dari sisi psikologisnya. sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Di sekolah. perencanaan individual. responsif. konsultasi dengan guru dan segenap komponen sekolah. administrasi dan skor tes digunakan konselor dalam menyelenggarakan proses konseling. kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah. Dengan demikian. peserta didik akan memiliki pemahaman. menjawab pertanyaan. staf ahli/penasihat. c. Kegiatan utama layanan dasar bimbingan. Komponen kegiatan yang terdapat dalam layanan responsif antara lain: konseling individual dan kelompok. Secara umum. memelihara. penelitian dan pengembangan (Ellis. dalam kegiatan layanan responsif khususnya kegiatan layanan konseling individual dan kelompok. sosial. kolaborasi dengan orang tua. dan kunjungan rumah. tes memiliki peran sebagai data tambahan dalam proses konseling. layanan referral. belajar dan karier. konferensi kasus. Dukungan Sistem Dukungan sistem adalah kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan. menyediakan informasi dan mencapai tujuan pemberian testing.

studi kasus dan metode lainnya. 4) Layanan Penempatan Layanan penempatan adalah suatu kegiatan bimbingan yang dilakukan untuk membantu individu atau kelompok yang mengalami mismatch (ketidaksesuaian antara potensi dengan usaha pengembangan). Fakta . administrator dan orang tua dalam rangka memberikan layanan secara efektif dan memperbaiki kinerja sekolah. atau informasi yang diperoleh dari stakeholder. 3) Layanan Konsultasi Konsultasi dirancang untuk memberikan bantuan teknis kepada guru. konseling. Fokus utama konseling cenderung pada perkembangan pribadi dan pembuatan keputusan berdasarkan pemahaman diri dan pengetahuan lingkungan. belajar maupun karir. Layanan informasi dapat diberikan secara langsung maupun tidak langsung. Data hasil tes berupa intelegensi. 1949). Dalam penyelenggaraan layanan konseling. 2) Layanan Konseling Layanan konseling diberikan untuk memfasilitasi pemahaman diri dan perkembangan konseli melalui hubungan individual maupun kelompok. Sedangkan data nontes seperti hasil wawancara dan observasi dapat digabungkan dan dikomplementerkan dalam rangka mengarahkan siswa dalam mengambil keputusan. Informasi dapat diperoleh konselor dari buku. pemilihan karir dan pengambilan keputusan. konselor dapat menghimpun data hasil tes maupun nontes. sosial. Fakta menunjukkan bahwa tes membantu dalam pemahaman individu dan pengambilan keputusan (Cronbach. Informasi yang dapat diberikan oleh konselor meliputi strategi pengembangan kepribadian. Konsultasi dapat dilakukan dengan meminta narasumber dari ahli terkait seperti ahli medis. Informasi yang disampaikan itu berbasis data. Dalam memberikan layanan informasi. ahli hukum dalam penyelenggaraan Career Day. mendatangkan narasumber. baik tes maupun non-tes. keterampilan pengembangan kemampuan intrapersonal dan interpersonal. penjurusan. maka hasil tes dapat digunakan oleh konselor sebagai salah satu media dalam layanan informasi sehingga siswa dapat mengetahui potensi dirinya. konselor dapat membantu siswa untuk mempersiapkan diri dan masa depannya. Narasumber yang diundang diharapkan dapat memberikan informasi kepada orang tua dan siswa tentang potensi siswa.Layanan informasi diselenggarakan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada siswa terkait dengan bimbingan pribadi. pengambilan keputusan yang tepat dan bimbingan lain yang terkait. dan penempatan individu pada lingkungan yang sesuai bagi dirinya serta pemberian kesempatan kepada individu untuk berkembang secara optimal. Siginifikansi skor tes akan lebih baik apabila dikombinasikan dengan hasil wawancara. Berkaitan dengan tes. Data-data ini dihimpun untuk memberikan informasi yang komprehensif pada konseli (siswa). kegiatan ekstrakurikuler. seminar. internet. kesempatan pendidikan. Penempatan ini dilakukan dengan menyesuaikan siswa sesuai kondisi dan kemampuan seperti kelompok belajar. lokakarya dan pemberian brosur/leaflet). strategi belajar. konselor memerlukan data pendukung. vokasional. bakat dan minat kemudian diintepretasikan dan dapat digunakan untuk membantu siswa memilih dan mengambil keputusan tentang masa depannya. Layanan inforamsi dapat diberikan melalui kegiatan bimbingan baik individual maupun kelompok (bimbingan. baik tes maupun nontes. bengkel kerja. Kedua data ini bersifat saling mendukung dan saling melengkapi.

Untuk tujuan tersebut. psikolog membuat suatu interpretasi yang kemudian akan disampaikan kepada konselor. kepribadian. dan di luar sekolah). Layanan ini sekaligus secara tidak langsung dapat berfungsi untuk menilai keberhasilan program bimbingan secara keseluruhan. Semua kegiatan di atas menguatkan peran tes sebagai pemberi informasi dalam proses pengambilan keputusan. Dalam penyelenggaraan teknik tes. Anne Anastasia dan Susan Urbina (1971) menyatakan bahwa testing digunakan dalam bimbingan pendidikan dan jabatan seta dipakai untuk merencanakan segala aspek dalam kehidupan individu. Data hasil nontes antara lain transkrip wawancara. perkembangan persiapan jabatan dan penempatan (placement). Data atau informasi tentang siswa diperoleh melalui pengumpulan data. baik yang sifatnya internal (potensi siswa. baik tes maupun nontes. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan teknik. Peran tes dalam kegiatan penjurusan ini serupa juga dalam hal kegiatan penyaluran. identifikasi alternatif jabatan. Tes data memberikan jawaban tentang jabatan-jabatan yang tersedia. Perkembangan individu ini menekankan pada penggunaan tes untuk meningkatkan pemahaman diri dan pengembangan personal. Melalui hasil data-data baik tes . data merupakan alat atau media informasi yang perlu digali untuk memperoleh gambaran tentang siswa. Melalui data atau informasi tentang siswa tersebut. catatan observasi. Salah satu penggunaan tes dalam konseling vokasional adalah membantu individu memperoleh kesuksesan karir. menganalisa dan menggunakan data obyektif tentang sejauh mana siswa berhasil memahami diri dan mencapai tugas-tugas perkembangannya. Menurut Munandir (1988) informasi yang dibutuhkan konseli antara lain bimbingan dan konseling vokasional. Penyelenggaraan pengumpulan data teknik nontes dapat dilakukan dengan observasi. Selanjutnya tugas konselor adalah menginformasikan kepada konseli atau orang tua dan menggunakan data atau hasil tes tersebut untuk kepentingan yang terkait dengan kebutuhan siswa. kepribadian. Selain penyaluran dalam kegiatan ekstrakurikuler juga dilakukan pelayanan penyaluran dalam bidang pemilihan sekolah lanjutan yang sesuai dengan kemampuan anak. bakat. Berdasarkan uraian di atas. minat. Dalam kerangka kerja ini. dokumentasi dan sosiometri. dokumen foto dan data serta data sosiometri. bakat) maupun eksternal (kondisi lingkungan di rumah. skor tes menjadi bagian informasi yang diberikan pada individu dalam proses pengambilan keputusan. dan minat. konselor perlu bekerjasama dengan lembaga/biro psikologi. wawancara. dapat dikatakan bahwa kedudukan tes dalam layanan penempatan adalah memberikan informasi dalam mengambil keputusan. Dari hasil tes tersebut. Konselor di sekolah membantu siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat dan minat. Tes yang pada umumnya digunakan di sekolah seperti tes intelegensi. Dari hasil penilaian ini selanjutnya dianalisis dan kemudian merencanakan tindak lanjut bimbingan. konselor dan guru diharapkan dapat lebih memahami siswa dan membantu siswa dalam mencapai tugas perkembangannya. seleksi jabatan.menunjukkan bahwa tes membantu dalam pemahaman individu dan pengambilan keputusan (J Cronbach: 1949). Sedangkan tes yang bisa digunakan oleh konselor tanpa harus dengan bantuan psikolog antara lain tes prestasi belajar. 5) Layanan Appraisal dan Tindak Lanjut Layanan appraisal dirancang untuk mengumpulkan.

dan dalam menginterpretasikannya. Kepraktisan lain yang harus di pertimbangkan adalah dari segi biaya dan waktu yang di perlukan. (b) informasi untuk proses . (1) Tes untuk keperluan non-konseling (noncounseling uses of test) yang mencakup (a) seleksi calon untuk penempatan pada lembaga/instiusi. memahami dan mengoptimalkan potensi diri. sedangkan validitas isi mencakup hal-hal yang hendak diketahui melalui tes tersebur harus terwakili didalam isi dari suatu tes tertentu. Norma usia dapat mempresentasikan performa tes individu-individu yang dikelompokkan dan dinormakan berdasarkan usia kronologisnya. 4. Reliabilitas Reliabilitas tes memampukam konselor atau pengguna lainnya menentukan taraf di mana bisa melakukan prediksi secara konsisten. yakni. Tujuan Tes Dalam BK Untuk keperluan bimbingan konseling. III PENGGUNAAN TES DALAM BK A. (2) Penggunaan tes untuk konseling (counseling uses of test) artinya setelah tes dilakukan. salah satu hal penting adalah kriteria tes. Validitas konstruk menyoroti ketepatan teori atau konsep yang melandasi instrument tes tertentu. dan (d) melakukan pengembangan dan revisi institusi untuk menemukan kebutuhan dan karakteristik siswa atau karyawan/pekerja pada umumnya. (c) penyesuaian institusi dilakukan guna menemukan kebutuhan dan karakteristik individu tertentu. (a) diagnosis informasi prakonseling (precounseling diagnostic information). kriteria penting lainnya adalah suatu tes tertentu harus praktis dalam penggunaan. B. baik dalam konstruksi atau penyusunan maupun dari segi isi. 3. 2. informasi yang telah diperoleh dapat ditindak lanjut untuk keperluan konseling. 1. oleh karena itu norma usia merupakan kriteria penting. Oleh karena itu tes dilakukan guna memperoleh informasi atau data yang penting dan akurat. Pemilihan Tes Berdasarkan Kriteria Untuk melaksanakan tes dalam bimbingan konseling hal penting yang harus dilakukan adalah memilih atau menyeleksi alat tes yang harus digunakan untuk keprluan tertentu. konnselor harus memiliki sejumlah informasi yang berkaitan dan akurasi mengenai individu dan juga kondisi serta situasi yang ada bahkan informasi lain yang berasal dari orang lain diluar indiividu. (b) penempatan individu pada institusi. Praktikalitas Dalam pelaksanaan tes. Validitas Suatu tes layak digunakan apabila memenuhi kriteria valid. dalam penskoran. Ada pun kriteria tes yang baik yakni. Super (1957b) dan Bordin (1955) berpendapat bahwa informasi tersebut dapat digunakan dalam Tiga kategori. Norma usia Dalam tes usia sangat berpengaruh terhadap kondiisi testi.maupun nontes diharapkan membantu siswa untuk menerima. Dalam pelaksanaan tes ada dua kategori tujuan.

yang paling populer dari tes ini adalah digunakan untuk mengukur IQ atau sering dikenal dengan nama tes kecerdasan Stanford-Binet. (b) mendukung pengembangan kemampuan istimewa atau potensial individu tertentu. Inventiori Minat Inventori minat dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa pada setiap individu ada perbedaan dalam minat baik secara umum maupun minat pekerjaan tertentu. 1997 berpendapat bahwa tes kepribadian merupakan instrument untuk mengukur karakteristik emosi. tes bakat unik tes bakat skolastik dan lainnya. Wichsler Intelligence Scale for Cildren-Fourt Edition (WISC-IV) dirancang untuk anak-anak usia 6 Tahu sampai remaja usia 16 tahun dan Wechsler Adult Intelligence Scale-Third Edition (WAIS-III) dirancang untuk remaja usia 16 tahun hingga manula usia 89 Tahun 2. sesuatu yang dibedakan dari bakat atau ketrampilan. sesuai dengan nama perancang yakni Alfred Binet pada tahun 1900-an. Tes bakat dapat dilakukan untuk mengungkapkan antara lain bakat Khusus. C. tes bakat umum. Tes Bakat Tes bakat banyak digunakan oleh para konselor dan tenaga professional lainnya untuk mengidentifikasi (a) kemampuan potensial yang tidak disadari individu. Tes kepribadaian yang standard an popular digunakan antara lain Indikator Tipe Kepribadian Myers-Briggs (MBTI). kemampuan mental dan kemampuan kecerdasan. dan (c) informasi untuk perencanaan dan tindakan setelah konseling (information for postcounseling plans and action). Karena itu inventori minat dirancang untuk menilai minat-minat pribadi dan mengaitkan minat-minat tersebut dengan wilya kerja yang lain. 4.konseling (information for the counseling itself). Tes Kecerdasan Tes kecerdasan digunakan untuk mengukur kemampuan akademik. 3. Skala Wecshler dirancang berbdasarkan perbedaan usia antara lain Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence III (WPPSI-III) dirancang khusus untuk anak-anak usia 2 Tahun 6 Bulan sampai 7 Tahun 3 Bulan. Jenis-Jenis Tes Setelah diketahui bahwa tes yang hendak digunakan merupakan tes standar maka dalam bimbingan konseling ada beberapa instrument atau alat tes yang dapat di gunakan untuk kepentingan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. motivasi. Jadwal Preferensi Pribadi Edwards (EPPS) dan Inventori Multifase Minesota (MMPI). jensi-jensi tersebut antara lain adalah : 1. . Selain itu ada pun tes lain yang bisa digunakan yakni skala Wechsler yang dirancang oleh David Wechsler. hubungan antar pribadi dan sikap. (c) menyediakan informasi untuk membantu individu membuat keputusan pendidikan dan karir atau alternative pilihan yang ada (d) membantu memprediksi tingkat sukses akademis atau pekerjaan yang bisa di antisipasi individu dan (e) berguna bagi mengelompokkan individu dengan bakat serupa bagi tujuan perkembangan kepribadian dan pendidikan. Tes Kepribadian Anastasi dan Urbina.

mengelompokkan siswa menurut tingkat pengetahuannya dan memberikan informasi pada orang tua tentang kelemahan dan kelebihan bidang akademik anaknya. Dalam keadaan dan maksud pengetesan apapun. Pemilihan Tes a. . berlaku kode etik testing yang harus dipatuhi tester. Seorang klien harus disadarkan bahwa tes hanya alat dan alat yang tidak sempurna. E. Data yang telah diperoleh dianalisis selanjutnya diinterpretasi guna pengambilan keputusan tindakan yang tepat. Oleh karena itu pengatahuan tentang statistik merupakan salah satu syarat bagi konselor atau pengguna tes. Konselor wajib memberikan orientasi yang tepat kepada klien dan orang tua mengenai alasan digunakannya tes disamping arti dan kegunaannya. genetik. b) melengkapi data non-tes dengan data tes. c) menginterpretasi data untuk membantu klien dalam proses pengambilan keputusan. 1971) diuraikan bahwa konselor sekolah perlu: a) menyesuaikan data untuk memprediksi potensi klien. yakni deskriptif. Tes Prestasi Tes prestasi belajar berhubungan dengan tingkat pengetahuan. b. Pemahaman mendasar tentang statistik dan psikologi memampukan konselor untuk (a) mendeskripsikan karakteristik individu atau kelompok dibandingkan kelompok atau populasi lain. tes tidak dapat memberi “jawaban”. dan evaluatif. tes hanya memberi informasi tambahan yang dapat digali dalam konseling dan digunakan dalam menghadapi keputusan tertentu. c. IV KODE ETIK PENGGUNAAN TES DALAM BK Dalam buku Using Tests In Counseling (Goldman. dan (c) menyimpulkan karakteristik suatu populasi dari sampel populasi tersebut. hendaknya dieksplorasi. Tuntutan seperti ini tetap harus merujuk pada kode etik yang ditetapkan sehingga malpraktik bisa dihindarkan. Alasan para klien untuk menginginkan tes. Dari beberapa buku menyebutkan bahwa interpretasi dapat dilakukan dalam empat tipe. Dasar Interpretasi Tes Interpretasi dilakukan terhadap hasil tes yang merupakan data tentang karakteristik individu yang telah mengikuti tes tertentu. maupun pengalaman masa lalu dengan tes. keterampilan atau pencapaian dalam suatu bidang sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi prestasi anak-anak. D. Kaitan Tes dengan Statistik Dalam penggunaan tes baik oleh konselor dan juga tenaga professional lainnya sangat dibutuhkan kontribusi statistik dalam menginterpretasikan hasil tes atau penilaian. supaya tidak ada unsur pemaksaan dalam pemberian tes oleh koselor. prediktif. (b) memprediksi kemungkinan sukses atau gagalnya performa ke depan berdasarkan perilaku saat ini atau masa lalu yang di tes. Sebagai cara untuk mencapai tujuan. Klien hendaknya terlibat dalam proses pemilihan tes. Dalam melakukan interpretasi tersebut yang menjadi hal penting adalah pemahaman terhadap fungsi teori dan teknik interpretasi yang memadai. Beberapa kode etik yang wajib diperhatikan oleh konselor (ABKIN): 1.5.

gender. 3. f. tes hendaknya dipahami sebagai sarana pendukung saja dan bukan merupakan suatu hal yang mutlak. Dalam memberikan tes. Penggunaan suatu jenis tes wajib mengikuti secara ketat pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes tersebut. Dalam hal ini data hasil testing wajib diperlakukan setara dengan data dan informasi lain tentang klien. Meskipun demikian. . Testing dilakukan bila diperlukan data yang lebih luas tentang sifat atau ciri kepribadian subyek untuk kepentingan layanan. Oleh karena itu. Konselor seharusnya bersifat netral. Konselor seharusnya menjelaskan tujuan tes dan menunjukkan keterbatasan tes. ekonomi yang dapat mempengaruhi skor tes. Tes membantu konselor memahami siswa secara utuh dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Wewenang Pemberian Tes Testing hanya bisa diberikan oleh konselor yang berwenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. Konselor yang berwenang adalah konselor yang telah menempuh pendidikan sertifikasi tes dalam bimbingan dan konseling. etnik. menahan diri dari memberi penilaian sebanyak mungkin dan membiarkan klien merumuskan makna dan kesimpulan mereka sendiri. e. tetapi dan terlebih maknanya yang harus digali dalam menafsirkan hasil. Peranan ini berarti bahwa konselor mempunyai pemahaman yang baik mengenai apa tes itu dan mengapa dia mengambilnya. 2.d. Hasil testing hanya dapat diberitahukan kepada pihak lain sejauh ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien. konselor wajib mematuhi kode etik yang ada sehingga tidak melakukan malpraktik yang merugikan martabat testee dan merusak citra profesi konselor. dalam penggunaan tes. V PENUTUP Seluruh uraian di atas menggambarkan bahwa tes mempunyai peran sentral dalam layanan BK. Data hasil testing wajib diintegrasikan dengan informasi lain yang telah diperoleh dari klien sendiri atau dari sumber lain. Penggunaan Hasil Tes a. konselor harus sadar bahwa hasil tes bukan hanya skor yang seharusnya diberikan kepada klien. Hal lain yang perlu dipahami konselor adalah faktor kultural. b.

yang kemudian akan dijabarkan dalam bentuk indikator-indikator. namun juga dapat digunakan sebagai sebuah terapi untuk menyelesaikan masalah klien. dan setelah konseling tersebut dilaksanakan/ berlangsung (Ratna Widiastuti. tes psikologis. dan sebagainya. wawancara. Dalam konteks bimbingan konseling. Asesmen dilakukan untuk menggali dinamika dan faktor penentu yang mendasari munculnya masalah. 2010). Asesmen merupakan kegiatan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan/ kompetensi yang dimiliki oleh klien dalam memecahkan masalah. Asesmen yang dikembangkan adalah asesmen yang baku dan meliputi beberapa aspek yaitu kognitif. afektif. asesmen merupakan hal yang penting dan harus dilakukan dengan berhati-hati sesuai dengan kaidahnya. asesmen yaitu mengukur suatu proses konseling yang harus dilakukan konselor sebelum. asesmen dapat digunakan sebagai alat untuk menilai keberhasilan sebuah konseling. performance test. Karena itulah asesmen dalam bimbingan dan konseling merupakan bagian yang terintegral dengan proses terapi maupun semua kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri.ASSESMEN DALAM BK Asesmen merupakan salah satu kegiatan pengukuran. Asesmen yang diberikan kepada klien merupakan pengembangan dari area kompetensi dasar pada diri klien yang akan dinilai. Dalam prakteknya. yaitu mengumpulkan informasi yang memungkinkan bagi konselor untuk menentukan masalah dan memahami latar belakang serta situasi yang ada pada masalah klien. atau bahkan dapat memicu munculnya konsekuensi dari tritmen yang merugikan diri klien. dan psikomotor dalam kompetensi dengan menggunakan indikator-indikator yang ditetapkan dan dikembangkan oleh Guru BK/ Konselor sekolah. Dalam pelaksanaannya. Kesalahan dalam mengidentifikasi masalah karena asesmen yang tidak memadai akan menyebabkan tritmen gagal. Pada umumnya asesmen bimbingan konseling dapat dilakukan dalam bentuk laporan diri. selama dan setelah konseling berlangsung dapat memberi informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien. Asesmen merupakan salah satu bagian terpenting dalam seluruh kegiatan yang ada dalam konseling (baik konseling kelompok maupun konseling individual). observasi. Meskipun . selama. Hal ini sesuai dengan tujuan asesmen dalam bimbingan dan konseling. Asesmen yang dilakukan sebelum.

atau memilih alternatif-altenatif yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalahnya. Menyediakan metode untuk memperbandingkan alternatif sehingga dapat diambil keputusan 5. Hal itu berkaitan dengan apa saja yang relevan untuk mengembangkan intervensi atau tritmen yang efektif. Systems assessment. efisien. diantaranya adalah untuk: 1.menjadi dasar dalam melakukan tritmen pada klien. sehingga keputusan yang akan diambil oleh klien dapat benar-benar sesuai dengan kemampuan diri klien itu sendiri. Jika kedua komponen tersebut didesain dengan pendekatan “client centered” atau “bottom up”. Asesmen dalam bimbingan dan konseling adalah asesmen yang berbasis individu dan berkelanjutan. Memungkinkan evaluasi efektivitas konseling Selain itu. Hal inilah yang kemudian membuat asesmen menjadi efektif. 2. tidak berarti konselor harus menilai (to assess) semua latar belakang dan situasi yang dihadapi klien pada saat itu jika tidak perlu. Di sinilah muncul fungsi evaluator dalam asesmen. tetapi diukur secara kualitatif. Memberi alternatif solusi untuk masalah 4. dan berlangsung lama bagi klien. Hal ini memiliki makna bahwa asesmen tidak hanya berorientasi pada hasil/ produk akhir. untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan khusus pada tahap pertama. Karena itu. asesmen akan mengarah pada inovasi. kemudian hasilnya dianalisis untuk mengetahui kemampuan klien dalam mengambil keputusan pada akhir konseling. serta melihat kendala/ masalah yang dihadapi klien dalam proses konseling maupun kendala dalam melaksanakan keputusan yang telah ditetapkannya. akan berpengaruh pada pelayanan konseling oleh konselor sekolah/ Guru BK. Asesmen yang tidak dilakukan secara objektif. Asesmen memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan perencanaan dan pelaksanaan model-model pendekatan konseling. Dengan demikian asesmen akan benar-benar bisa memenuhi kriteria objektivitas dan keadilan. atau setidak-tidaknya akan ada keseimbangan antara proses konseling dengan hasil konseling. dalam melaksanakan keputusan setelah konseling. yaitu mulai dari membuka konseling sampai dengan mengakhiri konseling. yaitu “Apa saja yang perlu kuketahui mengenai klien?”. Hood & Johnson (1993) menjelaskan ada beberapa fungsi asesmen. yang memberikan informasi-informasi nyata yang potensial. Hood & Johnson (1993) menjelaskan ruang lingkup dalam asesmen (assesment need areas) dalam bimbingan dan konseling ada lima. asesmen juga diperlukan untuk memperoleh informasi yang membedakan antara apa ini (what is) dengan apa yang diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling. setiap guru pembimbing/ konselor perlu berpegang pada pedoman pertanyaan sebelum melakukan asesmen. Menjelaskan masalah yang senyatanya 3. yaitu asesmen yang dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai status dari suatu sistem. Kadangkala konselor menemukan bahwa ternyata “hidup” klien sangat menarik. tetapi justru akan lebih terfokus pada proses konseling. Menstimulasi klien maupun konselor mengenai berbagai isu permasalahan 2. yaitu: 1. serta tujuan yang sudah dituliskan/ ditetapkan atau outcome yang diharapkan dalam konseling. Semua indikator bukan diukur dengan soal seperti dalam pembelajaran. Program planning. yaitu perencanaan program untuk memperoleh informasi-informasi yang dapat digunakan untuk membuat keputusan dan untuk menyeleksi bagian–bagian program yang efektif dalam pertemuan-pertemuan antara konselor dengan klien. Namun demikian tidaklah efisien dan tidak etis untuk menggali semuanya selama hal tersebut tidak relevan dengan tritmen yang diberikan untuk mengatasi masalah klien. yang dapat membuat klien mampu membedakan latihan yang dilakukan pada saat konseling dan penerapannya di kehidupan nyata dimana klien harus membuat suatu keputusan. . yang membedakan antara apa ini (what is it) dengan apa yang diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling. Hal ini akan berakibat tidak baik pada diri klien. bahkan terhadap konselor itu sendiri untuk jangka panjang maupun jangka pendek.

c. Program certification. 5. Program Improvement. 4. dan mampu menerima dirinya sendiri. dan peralatan lain yang diperlukan dalam pelaksanaan asesmen. yang merupakan akhir kegiatan. untuk keberhasilan konseling. Dalam hal ini evaluator berfungsi pemberi informasi mengenai hasil evaluasi yang akan digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. misalnya mempersiapkan instrumen. (3) ketersediaan instrumen. Berdasarkan hal tersebut di atas. tes minat jabatan. Konselor/ guru BK bukan pemberi nasihat. Tetapi untuk menentukan instrumen sangat tergantung pada aspek apa yang akan diasesmen. Dalam konseling. Persiapan akan banyak menentukan keberhasilan suatu asesmen. yaitu yang berkenaan dengan: (a) evaluasi terhadap informasi-informasi yang nyata. Karena itu. yang menjadikan program-program tersebut dapat dinilai apakah sesuai dengan pedoman. Program Implementation. dan (5) dana yang tersedia. Penetapan waktu Perencanaan waktu yang dimaksud adalah kapan asesmen akan dilakukan. misalnya psikolog atau orang yang telah memiliki sertifikasi yang memberikan kewenangan untuk mengadministrasikan tes dimaksud. keputusan akhir untuk pemecahan masalah yang dihadapi ada pada diri klien. Dalam hal ini apabila guru BK tidak memiliki kewenangan. dan dengan bantuan guru BK maka klien diharapkan mampu memunculkan ide-ide pemecahan masalah. misalnya karena instrumen yang digunakan untuk asesmen adalah tes psikologis (tes intelegensi. dan sebagainya. Setelah ditentukan fokus area asesmen. dan klien memiliki keberanian serta kemampuan untuk mengambil keputusan. observasi. Apapun bentuk dan jenis asesmen yang dilakukan. Memilih instrumen yang akan digunakan. termasuk pada saat melakukan analisis. Anda dapat merencanakan instrumen yang akan digunakan dalam asesmen. dan sebagainya). Memilih fokus asesmen pada aspek tertentu dari diri klien Salah satu penentu keberhasilan konseling adalah kemauan dan kemampuan klien itu sendiri. klien dapat bekerjasama dengan guru BK/konselor. b. dimana asesmen dapat digunakan dalam dalam perbaikan program. Banyak instrumen yang dapat digunakan dalam asesmen seperti tes psikologis. (c) program-progam yang berhasil.3. Misalnya Anda akan melihat kerjasama klien dalam konseling. inventori kepribadian. mampu memahami diri sendiri. maka guru BK dapat minta bantuan orang yang memiliki kewenangan. hal ini tetap menuntut suatu perencanaan. inventori. tetapi apabila Anda memfokuskan asesmen tentang kemampuan klien dalam memecahkan masalah. Dengan demikian maka akan diperoleh alat ukur atau instrumen yang benar-benar dapat diandalkan (valid) dan dapat dipercaya (reliabel) dalam mengukur apa yang seharusnya diukur. . (4) waktu yang tersedia. Penetapan waktu ini sangat erat berhubungan dengan persiapan pelaksanaan asesmen. maka Anda dapat mempergunakan tes psikologis. Perencanaan Aspek yang harus ada dalam perencanaan asesmen adalah: a. Menurut Center for the Study of Evaluation (CSE). hal ini memberikan makna bahwa pada akhir kegiatan akan dilakukan evaluasi akhir sebagai dasar untuk memberikan sertifikasi kepada klien. (2) kewenangan guru BK (baik dalam mengadministrasikan maupun dalam interpretasi hasilnya). tempat. maka konselor menentukan akan melakukan asesmen dengan memfokuskan pada salah satu aspek dalam diri klien saja. dan (d) informasi-informasi yang mempengaruhi proses pelaksanaan program-program yang lain. Apalagi jika pelaksana asesmen tersebut bukan guru BK itu sendiri. maka instrumen dapat menggunakan checklist. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan asesmen: 1. yaitu bagaimana asesmen dilakukan untuk menilai pelaksanaan program dengan memberikan informasi-informasi nyata. (b) tujuan yang akan dicapai dalam program. bukan pengambil keputusan mengenai apa yang harus dilakukan klien dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih instrumen dalam asesmen diantaranya yaitu: (1) kemampuan guru BK sendiri. program sertifikasi adalah suatu evaluasi sumatif.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan asesmen adalah pelaksanaannya harus sesuai dengan manual masing-masing instrumen. Wilcox (dalam Ratna Widiastuti. 2010)). e) periksa kebenaran hasil asesmen. cara mengerjakan waktu yang digunakan untuk mengerjakan asesmen kunci jawaban cara analisis interpretasi. yaitu melakukan analisis terhadap data yang diperoleh melalui instrumen yang digunakan untuk mengambil data. Metode analisis data dalam asesmen konseling sangat tergantung data yang diperoleh. program statistik dapat dengan mudah dilakukan dengan bantuan komputer. LISREL. Namun apabila kita menggunakan instrumen yang sudah terstandar. Apabila banyak data kualitatif yang dianalisis sementara asesmen masih berlangsung maka beberapa analisis dapat ditunda pelaksanaannya sampai evaluator selesai melakukan asesmen. Pelaksanaan Setelah perencanaan asesmen selesai. Saat melakukan analisis data kualitatif. dan sebagainya. Untuk asesmen yang akan digunakan untuk membantu fungsi pendidikan. Penafsiran harus dirumuskan dengan hatihati. perlu dilakukan beberapa langkah sebagai berikut: a) yakinkan semua data telah tersedia. menafsirkan pandangan. dokumen informasi demografi. misalnya dari catatan lapangan. dan merumuskan kesimpulan yang mendukung. Analisis data Langkah selanjutnya adalah analisis data. dan terbuka. Pandangan evaluator juga mempengaruhi penafsiran/ interpretasi data. 2. 2. 4. atau wawancara. seperti program excel. Metode analisis data kualitatif misalnya deskriptif naratif. Anda tidak perlu mencari validitas dan reliabilitas karena instrumen tersebut sudah jelas memenuhi persyaratan sebagai suatu instrumen. maka kita melakukan analisis data kualitatif. Pendekatan key incident memungkinkan bagi kita untuk memasukkan sejumlah besar kesimpulan dari bermacam-macam data yang berasal dari berbagai sumber. Validitas dan reliabilitas Apabila instrumen yang kita gunakan adalah buatan sendiri atau dikembangkan sendiri. yaitu: 1. Dalam bimbingan konseling. maka instrumen itu perlu diuji validitas dan reliabilitasnya. Apabila data bersifat kuantitatif maka analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik. selanjutnya adalah bagaimana melaksanakan rencana yang telah dibuat tersebut. maka hasil asesmen harus diinterpretasikan sebagai sarana untuk mengetahui kebaikan klien. Karena validitas dan reliabilitas merupakan suatu syarat mutlak suatu instrumen asesmen. misalnya tes inteligensi. Berikut ini adalah hal-hal yang harus ada dalam interpretasi. tes bakat. Misal data yang diperoleh berbentuk kualitatif atau data kuantitatif. Interpretasi data Interpretasi diartikan sebagai upaya mengatur dan menilai fakta. 2010) misalnya menggunakan pendekatan ”key incident” dalam analisis deskripsi kualitatif tentang kegiatan pendidikan. statistik biasa digunakan untuk analisis data hasil tes psikologis. jujur. Analisis dilakukan dengan mengikuti petunjuk yang ada dalam manual masing-masing instrumen. d) gunakan sistem kartu-kartu dalam map. 4. Dewasa ini. Manual suatu instrumen biasanya memuat: 1. 3. dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam tindakan berikutnya bagi orang-orang lain yang berkepentingan/ berwenang (Cronbach dalam Ratna Widiastuti. SPSS. b) buatlah salinan data untuk berjaga-jaga kalau ada yang hilang. 5. c) aturlah data dalam judul dan masukkan dalam file. 3. Petunjuk untuk menafsirkan analisis data . Komponen untuk menafsirkan / interpretasi hasil analisis data Interpretasi berarti menilai objek asesmen dan menentukan dampak asesmen tersebut. 2.d. Apabila data bersifat kualitatif. dan sebagainya.

jika klien mengalami gangguan dislesia maka perlu dirujuk ke terapis khusus yang menangani gangguan tersebut. Rujukan diperlukan jika guru pembimbing/ konselor tidak mempunyai kewenangan atau tidak mempunyai kemampuan untuk menangani masalah yang dihadapi klien. demokrasi aturan. (2) menentukna apakah hukum. Beberapa kegiatan tindak lanjut diantaranya adalah apakah konselee perlu melakukan konseling yang memfokuskan pada aspek yang berbeda lainnya. Diantara metodemetode tersebut yang sering dipakai akhir-akhir ini adalah: (1) menentukan apakah tujuan telah dicapai. Misalnya jika klien sudah mengalami gangguan psikotik. menilai kelebihan dan kelemahan penafsiran. dalam Ratna Widiastuti. dan 6. 2010) menyatakan bahwa para evaluator telah mengembangkan metode yang sistematik untuk melakukan interpretasi. menilai keberhasilan dan kegagalan. atau wawancara) 3. dan prinsip-prinsip etik tidak dilupakan. Untuk konseling yang berbasis individu. yaitu dengan cara: 1. akan tetapi evaluator hanya memberikan pandangan saja dari sekian banyak pandangan. menggunakan teknik penilaian yang telah ditentukan 4. maka klien perlu dirujuk ke psikiater. konferensi kasus. dan (8) menafsirkan hasil analisis dengan prosedur yang menghasilkannya. norma-norma. menentukan teknik untuk penilaian (misal dengan observasi. melaporkan data yang telah diolah (laporan hasil konseling) . dan sebagainya) 2. menanggapi data dengan cermat. 5. Tindak lanjut Tindak lanjut adalah menindak lanjuti hasil asesmen atau penggunaan hasil asesmen dalam konseling. (7) membandingkan analisis yang dilaporkan oleh program yang usahanya sama. melakukan analisis data yang diperoleh dan membicarakan hasilnya dengan klien 5. Namun demikian.Worthen dkk. (4) menentukan nilai pencapaian. apakah klien perlu mendapatkan tritmen tertentu. menentukan fokus yang akan dinilai (misal cara klien dalam merespon. (6) membandingkan variabel-variabel penting dengan hasil yang diharapkan. atau bahkan bisa jadi konselee perlu mendapatkan rujukan (refferal) kepada pihak ketiga. ide-ide pemecahan masalah. melihat kembali data. maka langkah-langkah khusus peerlu dilakukan. pengambilan keputusan. (5) bertanya kepada kelompok penilai. menginterpretasikan data bukan hanya pekerjaan evaluator saja. (3) menentukan apakah analisis kebutuhan telah dikurangi.

termasuk informasi pendidikan. Marsudi dkk menyatakan bahwa bimbingan konseling mempunyai fungsi: a) Fungsi Pemahaman.c. menghambat. Walgito menyatakan bahwa “konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara. membuat keputusan sendiri. adalah bimbingan yang menghasilkan terpecahkannya masalah yang dihadapi individu (siswa) siswa yang sedang bermasalah ibarat berada dalam kondisi yang tidak enak. Peran dan Fungsi Guru BK Bimbingan itu suatu proses. yaitu: a) Konselor sejak awal harus memiliki kinerja yang tinggi sehingga harus bekerja keras melaksanakan bimbingan. Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas. atau menimbulkan kesulitan dalam proses perkembangan. yakni mengenal dirinya dan kekhususan dirinya sendiri. f) Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi. fungsi pemahaman akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak tertentu (konselor) guna mengembangkan kemampuan siswa. menghindarkan diri subyek bimbingan agar terhindar dari permasalahan yang dapat mengganggu. Pepinsky mengemukakan bahwa “konseling adalah interaksi yang terjadi antara dua orang individu. satu sebagai konselor dan yang lain sebagai klien. g) Dapat memecahkan konflik. c) Fungsi perbaikan. Berdasarkan kedua pendapat di atas maka konseling dapat didefinisikan sebagai bantuan yang diberikan konselor kepada klien dalam memecahkan masalahnya yang terjadi dalam suasana profesional dengan wawancara untuk memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien dan mencapai kehidupan yang sejahtera. orang muda maupun orang tua untuk mengembangkan pandangannya sendiri. dan lingkungan sekolah terutama oleh siswa sendiri dan konselor. e) Konselor membantu untuk meningkatkan kemampuan agar klien mampu memecahkan masalahnya sendiri. 3. 4) Tujuan Bimbingan Konseling. masing-masing sebagai konselor dan klien. c) Membuat pilihan secara sehat. 1) Pengertian Konseling. informasi nilai budaya. . b) Adanya masalah yang dihadapi klien yang harus dipecahkan. Pemahaman tentang subyek sasaran 2. h) Membuat keputusan secara efektif. Belki dalam Marsudi mengemukakan ada 6 (enam) prinsip bagi konselor agar bimbingan konseling di sekolah memiliki makna. b) Mengembangkan sikap positif. Pemahaman tentang lingkungan siswa termasuk keluarga. ia perlu bantuan orang lain agar kondisinya berubah menjadi enak. Fungsi pemahaman ini meliputi: 1. dan unsur cara pengatasannya sendiri”. 2) Unsur-unsur Bimbingan Konseling. membuat keputusan sendiri dan unsur pengatasannya sendiri. 5) Prinsip Bimbingan Konseling. b) Fungsi pencegahan (preventif). 3) Fungsi Bimbingan Konseling. d) Ada hubungan timbal balik. d) Mampu menghargai orang lain. artinya bahwa kegiatan bimbingan bukan sekali jadi melainkan sebagai suatu proses berkelanjutan sesuai dengan dinamika perkembangan individu. Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah suatu proses bantuan dari seseorang kepada orang lain secara berkelanjutan untuk mengembangkan pandangannya sendiri. informasi jabatan. Bimbingan konseling mempunyai unsur-unsur yang dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Adanya wawancara langsung (face to face) dari dua individu. Marsudi dkk mengemukakan bahwa tujuan bimbingan konseling adalah: a) Memiliki kesadaran diri. pengobatan (curative). saling menghargai dan menghormati sehingga tumbuh saling percaya mempercayai. Selanjutnya Haditono menyatakan bahwa “bimbingan adalah bantuan dari seseorang kepada orang lain baik anak-anak. terjadi dalam suasana profesional untuk memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien”. c) Klien sangat memerlukan bantuan dari konselor dalam memecahkan masalah. e) Memiliki rasa tanggung jawab. dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapinya untuk mencapai kesejahteraan hidupnya”. adalah fungsi bimbingan yang sifatnya mencegah.

fasilitator. prestasi rendah. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa “Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28. Pada tingkat tinggi. b) Guru harus memiliki kompetensi kepribadian yang dewasa dimana guru harus menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru. serta modalitas belajar siswa. Azas alih tangan. (Uji Windiyanto.b) Konselor harus bekerja secara profesional menghindarkan sikap elitis (kesombongan. Azas kemandirian. Kedua. Azas keterpaksaan. Secara rinci kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berupa : a) Guru harus memiliki kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator berupa: bertindak sesuai dengan norma hukum bertindak sesuai dengan norma sosial. yakni guru haruslah memahami peserta didik berdasarkan perkembangan kognitif yang dimilikinya. pemalu dan sebagainya. dinyatakan bahwa: ”Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. kompetensi professional. B. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Azas keterbukaan. dimana guru harus berperilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. Sementara dalam Undang-undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 dan Peraturan Pemerintah No. Orang yang profesional biasanya melakukan pekerjaan secara otonom dan mengabdikan diri pada pengguna jasa dengan disertai rasa tanggung jawab atas kemampuan profesionalnya itu. Keempat kompetensi yang dimaksud diterangkan berikut ini: 1. siswa yang mungkin putus sekolah. sekolah dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. Azas kedinamisan. kinerja itu dimuati unsur-unsur kiat atau seni yang menjadi ciri tampilan profesional seorang penyandang profesi. Marsudi dkk mengemukakan bahwa azas-azas bimbingan konseling adalah: Azas Kerahasiaan. e) Guru harus memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki tindakan yang sesuai dengan norma religius dan perilaku yang bisa diteladani oleh peserta didiknya. Azas kesukarelaan. Azas kegiatan. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Azas keahlian. arif. Azas Tut Wuri Handayani. c) Konselor harus mampu menerjemahkan peranannya dalam kegiatan nyata atau layanan bimbingan yang dilakukan memberi manfaat nyata bagi siswa. Kompetensi pedagogik Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta didik. 2009: 12-15). keangkuhan) profesional dan atau menjaga hubungan harmonis dengan personil sekolah yang lain. . Azas kekinian. d) Guru harus memiliki kepribadian yang berwibawa. f) Konselor mampu bekerja sama secara efektif dengan kepala sekolah untuk menegakkan citra bimbingan konseling. dosen. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran.” Selanjutnya pada Pasal 39 ayat 2. evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. widyaiswara. dimana sikap guru menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan untuk peserta didik. tutor. disebutkan bahwa guru yang berkualitas harus memiliki empat kompetensi. et al (1991:20) dan Danim (2002: 22) professional menunjuk pada dua hal. mengalami kesulitan belajar. yaitu kompetensi pedagogik. d) Konselor bertanggung jawab kepada semua siswa baik siswa yang gagal. Kompetensi pedagogik ini memiliki subkompetensi berupa : a) Pemahaman peserta didik secara indikator esensial. melakukan pembimbingan dan pelatihan. 2. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Kompetensi Atau Kemampuan Yang Dimiliki Oleh Guru Guru atau pendidik dalam Pasal 1 Ayat 6 Undang-undang No. 6) Azas-azas Bimbingan Konseling. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap. dewasa. stabil. dan berwibawa. pertama orang yang menyandang suatu profesi. bangga sebagai guru dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. kinerja seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya.” Menurut Sanusi. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. pamong belajar. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. memiliki masalah. f) Guru harus memiliki kompetensi dalam evaluasi diri dan pengembangan diri dimana dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan berintrospeksi dan mengembangkan potensi diri secara optimal. c) Guru harus memiliki kompetensi arif. e) Konselor mampu mengembangkan potensi siswa melalui berbagai kegiatan. konselor. menilai hasil pembelajaran. Azas normative. instruktur. suka mengganggu teman. kepribadiannya.

5. dan lingkungan. stabil. konsep dan metode keilmuan yang koheren dengan materi ajar. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. sesama pendidik. serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih. d) Merancang dan melaksanakan evaluasi dimana indikatornya guru dapat merancang dan melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar. Kompetensi Profesional Kompetensi professional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. memahami struktur. 3. c) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didk dan masyarakat sekitar. mencintai. dan kebudayaan nasional Indonesia. sosial. c. pendidik perlu memiliki standar berupa : 1. dan mampu memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan kualitas program pembelajaran. yang mencangkup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya. tenaga kependidikan. 7. e) Mengembangkan peserta didik dimana guru haruslah memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik maupun potensi non akademik. C. Standar fisik: guru harus sehat jasmani. Standar mental: dimana guru harus memiliki mental yang sehat. Standar spiritual: guru harus beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang diwujudkan dalam ibadah dalam kehidupan sehari-hari. arif. 4. kompetensi yang ingin dicapai. c) Melaksanakan pembelajaran yang kondusif dimana setting pembelajaran adalah komponen pokok yang harus diperhatikan. Tandar intelektual: guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik dan professional. kompetensi profesional. Guru adalah pihak yang paling dekat dengan siswa dalam pelaksanaan pendidikan sehari-hari. b. mempu menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar. 6. 2. dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. b) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. Dimana kompetensi guru haruslah: a) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. dewasa. memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait.b) Merancang pembelajaran. Karteristik Kepribadian Guru Guru memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. Kompetensi professional memiliki subkompetensi berupa: a) Menguasi substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi dengan memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah. menerapkan teori belajar dan pembelajaran. Guru merupakan pribadi yang dapat menjadi contoh bagi yang lain. menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik. dimana guru dituntut untuk memahami landasan kependidikan. b) Menguasai struktur dan metode keilmuan dimana seorang guru dituntut untuk menguasai langkah-langkah penelitian kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi secara professional dalam konteks global. Bertindak sesuai dengan norma agama. berakhlak mulia. dan memiliki dedikasi yang tinggi pada tugas dan jabatannya. dan materi ajar. Kompetensi sosial Merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Menurut Mulyasa. 2010 : ) Kompetensi kepribadian merupakan kompetensi personal seorang guru. Kompetensi kepribadian guru itu terdiri atas: a. dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. dan guru merupakan pihak yang paling besar peranannya dalam menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan. artinya tidak mengalami gangguan jiwa ataupun kelainan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas profesionalnya. 3. orang tua/ wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur. Kompetensi ini merupakan sosok kepribadian seorang guru yang berkarakter sebagai orang Indonesia serta pribadi yang ideal dari orang yang menjadi teladan di masyarakat. peserta didik.Saat ini guru dianggap sebuah profesi yang sejajar dengan profesi yang lain. Standar psikis: guru harus sehat rohani. dan berwibawa . Karena guru memegang kunci dalam pendidikan dan pengajaran disekolah. Guru yang profesional adalah “guru yang mempunyai sejumlah kompetensi yang dapat menunjang tugasnya yang meliputi kompetensi pendagogik. 4. kompetensi sosial maupun kompetensi pribadi”. mengabdi. hukum. Standar moral: dimana guru harus memiliki budi pekerti luhur dan sikap moral yang tinggi. (Kristian Hendrik. Standar sosial: seorang guru harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan bergaul dengan masyarakat lingkungannya. sehingga seorang guru dituntut bersikap profesional dalam melaksanakan tugasnya. dan tidak memiliki penyakit menular yang membahayakan diri. berbadan sehat.

2) Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya.d. klinis. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. tanggungjawab yang tinggi. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). Pentingnya peran pendampingan dan konseling disebabkan pendidikan masih dimaknai secara sempit. baik fisik. Pelayanan bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. Pendidikan Indonesia saat ini juga belum bisa membentuk watak dan karakter bangsa. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. Pendidikan juga belum menanamkan kecerdasan kultural kepada peserta didik sehingga potensi bangsa kurang tergali. untuk mencapai kematangan tersebut. atau searah dengan potensi. dan pengentasan masalah-masalah individu. (Sunaryo Kartadinata. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. 5) Memiliki sifat demokratis. dan rasa percaya diri. kecerdasan suatu bangsa tidak terbentuk dari penjumlahan kecerdasan dari setiap warganya. 7) Memiliki emosi yang stabil 8) Memliki Kasih sayang dan perhatian terhadap individu yang memerlukan bantuan. Peran guru bimbingan konseling dan konselor semakin penting karena saat ini penyelenggaraan pendidikan di Indonesia masih dalam makna sempit. social. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. penyesuaian terhadap lingkungan serta dapat merencanakan masa depannya. Guru BK Sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses ke arah kematangan atau kemandirian. . Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. tanggung jawab. Pada hakikatnya pelaksanaan BK di sekolah untuk mencapai tiga kesuksesan. seorang individu memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. harapan dan nilai-nilai yang dianut. lurus. Pendidikan di Indonesia baru sampai pada tujuan mencerdaskan anak didik secara individual saja. pengembangan potensi. dan terpusat pada konselor. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai seorang individu. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. jujur. Padahal. wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlah peserta didik. Pendidikan hanya cenderung untuk meningkatkan kemampuan akademis semata. proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. 6) Memiliki kepibadian dan prilaku yang terpuji (seperti berwibawa. individual dan berpotensi. Disamping itu dapat dikatakan bahwa proses perkembangan seorang individu tidak selalu berlangsung secara mulus. Seorang guru bimbingan dan konseling harus memilki kompetensi dalam bidangnya termasuk kompetensi kepribadian yaitu : 1) Mengaplikasikan pendangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual. yaitu: sukses bidang akdemik. Oleh sebab itu peran guru bimbingan dan konseling ataupun konselor penting untuk menyelenggarakan pendidikan yang utuh. Di sinilah peran guru bimbingan dan konseling. 3) Menghargai dan mengembagkan potensi positif individu pada umumnya dan individu pada khususnya. Berikut ini adalah karakteristik kepribdian guru dalam tiap spesifikasinya : a. bermoral. Pendidikan yang utuh adalah pendidikan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademis. 2010). Perkembangan seorang individu tidak lepas dari pengaruh lingkungan. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). ramah. e. Standar dimaksud adalah standar kompetensi kemandirian. atau bebas dari masalah. Dengan kata lain. Pelayanan BK di sekolah merupakan kegiatan untuk membantu siswa dalam upaya menemukan dirinya. dan konsisten). Menunjukkan etos kerja. tetapi juga mengembangkan karakter dan kepribadian peserta didik. rasa bangga menjadi guru. sabar. psikis maupun sosial. atau di luar jangkauan kemampuan. yaitu membantu peserta didik mengenali potensi dan mengembangkan kepribadiannya. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. sukses dalam persiapan karir dan sukses dalam hubungan kemasyarakatan. Konselor sekolah adalah konselor yang mempunyai tugas. 4) Memiliki integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat.

yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. 13) Mendorong dengan ikhlas. potensi. Tugas Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas. . minat. dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah. Pengembangan kehidupan pribadi. peka dan bersifat empati serta menghargai perubahan dan keraguan. 74 Tahun 2008 A. 10) Menampilkan toleransi tinggi terhadap individu yang menghadapi stress dan frustasi. 11) Penuh kesabaran. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam: 1. Tugas Guru BK/Konselor dan Pengawas Bimbingan dan Konseling Menurut PP No. 14) Mampu berkomunikasi dengan efektif. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan.9) Memiliki kepedulian kepada orang lain. tanggungjawab. bakat. wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. menilai bakat dan minat. 12) Mau mendengarkan keluhan orang lain.

kegiatan belajar. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. pemahaman. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. sistematis. Layanan konseling perorangan. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. kegiatan belajar. terpadu dan bersifat rahasia. berkeadilan dan bermartabat. magang. keluarga. Pengembangan kehidupan sosial. industri dan masyarakat. karir/jabatan.2. Himpunan data. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua atau keluarganya. baik tes maupun nontes. 4. serta memilih dan mengambil keputusan karir. melalui aplikasi berbagai instrumen. karir/jabatan. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. Layanan konsultasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. komprehensif. Pengembangan karir. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. 8. kemampuan sosial. Layanan konseling kelompok. Layanan penempatan dan penyaluran. terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh: 1. Beban Kerja Minimum Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Beban kerja guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dan paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk layanan tatap muka terjadwal di kelas untuk layanan klasikal dan/atau di luar kelas untuk layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu . yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. Layanan mediasi. Layanan penguasaan konten. 4. kelompok belajar. dan kegiatan ekstra kurikuler. 2. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. 5. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka. Tampilan kepustakaan. 6. 4. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. belajar. 6. sosial. dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik 9. dan pendidikan lanjutan. terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah. 2. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. Pengembangan kemampuan belajar. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. Jenis layanan adalah sebagai berikut: 1. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis. Konferensi kasus. 3. Layanan orientasi. dan pengambilan keputusan. Alih tangan kasus. Layanan bimbingan kelompok. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. 3. 5. yang bersifat terbatas dan tertutup. dinamis. program latihan. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. yaitu kegiatan memperoleh data. 3. Kunjungan rumah. Layanan informasi. jurusan/program studi. Aplikasi instrumentasi. dan karir/jabatan. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. kemampuan hubungan sosial. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. 7.

dan (3) rencana kepengawasan akademik (RKA). Ekuivalensi kegiatan kerja pengawas bimbingan dan konseling terhadap 24 (dua puluh empat) jam tatap muka menggunakan pendekatan jumlah guru yang dibina di satu atau beberapa sekolah pada jenjang pendidikan yang sama atau jenjang pendidikan yang berbeda. Penyusunan RKBK ini diperkirakan berlangsung 1 (satu) minggu. sesuai dengan uraian kegiatan dan jadwal yang tercantum dalam RKBK yang telah disusun. melaksanakan dan menilai proses pembimbingan. Penyusunan Program Pengawasan Bimbingan dan Konseling      Setiap pengawas baik secara berkelompok maupun secara perorangan wajib menyusun rencana program pengawasan. c. Uraian lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut. b. Jumlah guru yang harus dibina untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) dan paling banyak 60 guru BK. Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas program pengawasan tahunan di tingkat kabupaten/kota. a. Melaksanakan penilaian adalah menilai kinerja guru dalam merencanakan. dan RKBK sekurang-kurangnya memuat aspek/masalah. Program pengawasan tahunan pengawas disusun oleh kelompok pengawas di kabupaten/kota melalui diskusi terprogram. 3. sumberdaya yang diperlukan. skenario kegiatan. Rencana Kepengawasan Bimbingan dan Konseling (RKBK) merupakan penjabaran dari program semester yang lebih rinci dan sistematis sesuai dengan aspek/masalah prioritas yang harus segera dilakukan kegiatan supervisi. Kegiatan ini dilakukan di sekolah binaan. tujuan. Laporan ini lebih ditekankan kepada pencapaian tujuan dari setiap butir kegiatan pengawasan sekolah yang telah dilaksanakan pada setiap sekolah binaan. Program tahunan. Penyusunan laporan oleh pengawas merupakan upaya untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan atau keterlaksanaan program yang telah direncanakan. indikator keberhasilan. 2. Menyusun Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan    Setiap pengawas membuat laporan dalam bentuk laporan per sekolah dari seluruh sekolah binaan. d. program semester. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK. Melaksanakan Pembinaan. (2) program pengawasan semester. Pemantauan dan Penilaian    Kegiatan supervisi bimbingan dan konseling meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan kegiatan dimana terjadi interaksi langsung antara pengawas dengan guru binaanya. Tugas Pengawas Bimbingan dan Konseling Lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling untuk melaksanakan tugas pokok diatur sebagai berikut: 1. Program pengawasan terdiri atas (1) program pengawasan tahunan. penilaian dan instrumen pengawasan. Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang dilakukan oleh setiap pengawas pada setiap sekolah tempat guru binaannya berada. Menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah dengan segera setelah melaksanakan pembinaan. Kegiatan penyusunan program semester oleh setiap pengawas ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. pemantauan atau penilaian.dan yang memerlukan. strategi/metode kerja (teknik supervisi). Sedangkan beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah membimbing 40 (empat puluh) peserta didik dan guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah/madrasah membimbing 80 (delapan puluh) peserta B. . Kegiatan penyusunan program tahunan ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu.

d a n / a t a u l a t i h a n b a g i perannya di masa yang akan datang Pasal 1 A ya t 8 : T e n a ga p e n d i d i k a n a d a l a h a n g g o t a m a s ya r a k a t ya n g bertugas membimbing . Kegiatan dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi yang akan ditingkatkan. 28 / 1990 : Pendidikan Dasar BAB X Pasal 25 Ayat 1:Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadasiswa dalam rangka upaya menemukanpribadi. mengenallingkungan dan merencanakan masa depanAyat 2: Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing . DASAR LEGAL BIMBINGAN DAN KONSELING A. Dalam pelatihan diperkenalkan kepada guru cara-cara baru yang lebih sesuai dalam melaksanakan suatu proses pembimbingan. seminar. mengenallingkungan dan merencanakan masa depan Ayat 2:Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing Ayat 3:Pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) dan Ayat (2) diatur oleh Menteri 2. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X2. mengajar dan / atau melatih peserta didik B.PP No.Peraturan Pemerintah 1.   Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok di Musyawarah Guru Pembimbing (MGP). Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK ini dapat dilakukan melalui workshop. p e n g a j a r a n .Undang-Undang No : 2 / 1989 : Sitem Pendidikan Nasional Ayat 1 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan pesertad i d i k m e l a l u i k e gi a t a n b i m b i n g a n .PP No. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X Pasal 27 Ayat 1: Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadasiswa dalam rangka upaya menemukan pribadi.PP No. observasi. individual dan group conference.

E v a l u a s i program pengajaran/ praktik/ BK (2)Standart . 84 / 1993 : Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Pasal 3 : Tugas Pokok Guru. ayat : (4)Guru Pembimbing adalah guru yang mempunyai tugas.b.Bidang pengawasan Taman Kanak-2 / Raudhatul Athfal/ bustanul Athfal.Bidang Pengawasa Bimbingan dan Konseling D . 2.Persiapan program pengajaran/ praktik/ BK b. analisis hasil evaluasi belajar.Bidang Pengawasan Rumpun Mata Pelajaranc. Guru Dewasa Tingkat 1 dalammelaksanakan PBM atau BK:a. melaksanakan programbimbingan.Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah / Madrasah Diniyah / Sekola DasarLuar Biasa. p e m e l i h a r a a n d a n pengembangan dalam bidang bimbingan pribadi. 118 / 1995: Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah d a n Angka Kreditnya Sebagaimana dimaksdukan dalam angka (1) mempunyai bidangpengawasan sbb:a. belajar dan karir (12) Evaluasi pelaksanaan BK adalah kegiatan menilai layanan BK dalambidang bimbingan pribadi. sosial.wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlahpeserta didik (10)Penyusunan program BK adalah membuat rencana P e l a y a n a n B K dalam bidang bimbingan pribadi. terhadappeserta didik yang menjadi tanggung jawabnya . S K B M E N D I K B U D d a n K E P A L A B A K N No : 0433 / P / 1993 dan No. dan tindak lanjut dalam programbimbingan terhadap peserta didik yang m e n j a d i t a n g g u n g jawabnya. p e n g e n t a s a n . k o n s e l i n g i n d i v i d u . 25 Tahun 1993 “Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. P P N o . sosial. konseling individu.No. evaluasi belajar. belajar dan karir (13)Analisis Evaluasi pelaksanaan BK adalah menelaah hasil evaluasipelaksanaan BK yang mencakup layanan .Penyajian program pengajaran/ praktik/ BK c .No. M e n y u s u n p r o g r a m p e n g a j a r a n . belajar dan karir (11) Pelaksanaan BK adalah melaksanakan fungsi pelayanan . informasi. evaluasi p e l a k s a n a a n b i m b i n g a n .serta menyusun program perbaikan dan pengajaran. pembelajaran. informasi. tanggung jawab.Bidang Pengawasan Pendidikan Luar Biasad. 7 4 / 2 0 0 8 : Tugas Guru BK / Konselor dan PengawasBimbingan dan konseling SK M ENP AN 1. a n a l i s i s pelaksanaan bimbingan.3 .” Pasal 1 .penempatan dan penyaluran. konseling kelompok danbimbingan kelompok Pasal 4. penempatan danpenyaluran. adalaha .p e m a h a m a n . p e m b e l a j a r a n . m e n y a j i k a n p r o g r a m pengajaran.d. orientasi. M e n y u s u n P r o g r a m Bimbingan. sosial. ayat : (1) Standart prestasi kerja Guru Pratama s. p e n c e g a h a n . konseling kelompok dan bimbingan kelompok(14) Tindak Lanjut pelaksanaan BK adalah kegiatan menindaklanjutihasil analisis evaluasi layanan . orientasi. ataub .

Tujuan dan maksud Check List Untuk mengetahui / mengecek ada tidaknya sifat/kebiasaanketerampilan/pengalaman dan pengetahuan dari seseorang.Penyusunan program pengajaran/ praktik/ BK c. p a d a a y a t ( 2 ) sesuai dengan jenjang jabatannya ditambah melaksanakan program BK di kelas yang menjad tanggung jawabnya Pasal 5 . selain tsb. C. D. Faktor-faktor yang diperoleh ini dapat terperinci menurut keperluanyaitu sesuai dengan persiapan dan rencana yang telah dibuat sebelum daftar cek inidisiapkan. B. Manfaat Check List Untuk mendapatkan faktor-faktor yang relevan dengan masalah yang sedang menjadipusat perhatian.Evaluasi program pengajaran/ praktik/ BK ( 3 ) K h u s u s S t a n d a r t p r e s t a s i k e r j a G u r u K e l a s . Guru Utama. s e l a i n t s b .Dari pengertian di atas disimpulkan bahwa check list merupakan salah satumetoda untuk memperoleh data yang berbentuk daftar yang berisi pernyataan danpertanyaan yang ingin diselidiki dengan memberi tanda cek oleh individu/kelompok. padaayat (1) ditambah :a. Sebagai alat pencatat hasil observasi ( pengguna daftar cek hanya sebagai observer ) . Pengertian Check List merupakan suatu daftar yang mengandung atau mencakup faktor-faktor yang ingin diselidiki (Bimo Walgito.2.d. Fungsi Check List 1. 1985:150)Check list merupakan daftar yang berisi unsur-unsur yang mungkin terdapat dalamsituasi atau tingkah laku atau kegiatan individu yang diamati (Depdikbud:1975:56).prestasi kerja Guru Pembina s.Analisis hasil evaluasi pengajaran/ praktik/ BK b. Sebagai inventory ( alat pencatat hasil observasi yang dipergunakan seseorang dalammengamati diri sendiri/pengguna daftar cek selain sebagai observer juga sebagaiobservee ). ayat : (1)Jumlah peserta didik yang harus dibimbing oleh seorang GP adalah 150orang MATERI VDAFTAR CEK (CHECK LIST)A.

Kedua kecakapan . 2. 4. autobiografi. b. 2. Untuk menyarankan suatu preoritas program pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai dengan masalah individu maupun kelompok saat itu. Pengertian Daftar Cek Masalah (DCM) Daftar cek masalah (DCM) adalah sebuah daftar kemungkinan masalah yang disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah yang pernah atau sedang dialami seseorang. Petunjuk Pengadministrasian DCM Agar hasil penelitian ini valid dan reliable perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM. (b) mampu melaksanakan asesmen dengan menggunakan daftar cek. Efisiensi DCM dikatakan efisien. Uraian materi 1. Dengan daftar cek masalah memungkinkan individu mengingat kembali masalahmasalah yang pernah dialaminya. c. (c) mampu melakukan analisis terhadap data hasil daftar cek. karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat. Topik-topik masalah dan butir-butirnya. mendalam dan luas. c. karena data problem yang diperoleh melalui DCM lebih teliti. disamping jumlah item kemungkinan masalah yang cukup banyak. Topik. Fungsi dan kegunaan DCM a. Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan kelompok pada umumnya. Alasan Penggunaan DCM Terdapat beberapa pertimbangan dalam penggunaan Daftar Cek Masalah. Isi Daftar Cek Masalah Daftar Cek Masalah berisi: a. Data semacam ini kurang dapat diperoleh melalui teknik lain seperti observasi. Ruangan tempat identitas siswa yang mengerjakan DCM. Petunjuk yangharus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instructor dan petunjuk bagi siswa. Kegunaan DCM Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan DCM yaitu : 1. yakni menjelang dan pada waktu mengerjakan. b. 4. yakni sebelum melaksanakan. Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok. Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus. d. 5.yaitu : a. Topik ini berdasarkan pengolahan tertentu tentang masalah. Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan data yang diperoleh dengan cara/alat lain. wawancara dan sebagainya. a. Petunjuk bagi instruktor Kecakapan melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan. Sebagai indikator peserta telah mampu memanfaatkan daftar cek ditunjukkan dalam (a) menyusun daftar cek sesuai tujuan dan subyek yang difahami. Fungsi Daftar Cek Masalah 1. dan (2) Pelaksanaan. Validitas dan reliabilitas. dan (d) mampu memanfaatkan data dari daftar cek untuk kepentingan bimbingan. Intensif Dikatakan intensif. Instruksi atau petunjuk cara mengerakan.BAB IV DAFTAR CEK MASALAH Kegiatan belajar 3 A. 3. b. 3. Untuk melengkapi data yang sudah ada. 3. antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang sedang ia alami. B. Dikatakan valid dan reliabel. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan daftar cek sebagai salah satu teknik untuk memahami konseli yang hendak dibmbingnya. 2. Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dihadapi.

Mengontrol apakah para siswa telah mengerjakan DCM dengan benar. 2. Kedua analisis tersebut dijelaskan berikut : 1) Analisis per butir masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui butir masalah apa yang pada umumnya dhadapi oleh siswa. memperingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang dan teliti dan memberitahukan bahwa waktu yang disediakan cukup lama. 4. Memberi contoh (misalnya dengan menulis di papan tulis) cara mengerjakan DCM. Petunjuk bagi siswa Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa. Siswa harus menulis identitasnya sendiri. i. b. m = banyak siswa yang mengerjakan DCM Contoh: 30 orang siswa bermasalah untuk butir nomor 65. Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah. Menguasai benar. yaitu: 1. b. untuk menimbulkan kepercayaan. menghindari suara yang mengganggu. Langkahlangkah menganalisis adalah sebagai berikut: a) Menjumlahkan banyaknya siswa yang mempunyai butir masalah yang sama untuk tiap butir. Hal-hal penting dalam persiapan adalah: a. Menyiapkan bahan sesuai dengan jumlah siswa. Apabila dinyatakan dalam rumus. 4. Analisis Individual Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menganalisis individual (per siswa) ini adalah: 1. h. Siswa harus mematuhi bagaimana cara mengerjakan DCM. petunjuk cara mengerjakan DCM. Analisis Kelompok Langkah-langkah menganalisa secara kelompok meliputi analisis per butir dan analisis per topik masalah. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan.10 % = 8 = B (cukup baik) 11 % . f.25 % = 6 = C (cukup) 26 % . 2. sementara para siswa memperhatikan sambil membaca petunjuk tersebut dalam hati. hanya akan merugikan dirinya sendiri. Mengontrol situasi ruangan. Memberi perintah mengerjakan DCM. Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM. Membagikan lembar DCM. j. c. Atau n nm x 100 % Dengan keterangan: nm = jumlah butir yang menjadi masalah pada satu topik masalah.100 % = 2 = E (kurang sekali) 2-30 Pemahaman Individu Contoh: Abas mencek 6 butir masalah keluarga. Mencari jenjang (ranking) masalah. 3. antara lain: a. n = jumlah butir pada topik masalah itu. a. menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan. Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A. g. m mm x 100 % = . 2. Analisis ini meliputi analisis individual dan analisis kelompok. ialah: m mm x 100% Dengan keterangan mm = banyak siswa yang bermasalah untuk butir tertentu. Analisis DCM Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan.tersebut dirinci lebih jauh berikut : 1. B.50% = 4 = D (kurang) 51 % . Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM. Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya. Konversi harga itu. Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis. b. tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu. Menerangkan maksud konselor menggunakan DCM itu. C. 3. Mencari presentasi per topik masalah. D dan E. siswa harus duduk tenang. 6. sebagai berikut: 0 % = 10 = A (baik) 1 % . Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius. Mengumpulkan pekerjaan siswa. dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah (butir masalah yang dicek) dengan jumlah butir topic masalah. siswa yang ikut mengerjakan DCM adalah 120 orang. d. dengan cara mengurutkan % topic masalah mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil. b) Mencari % masalah dengan cara mencari rasio antara banyak siswa yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah siswa. dan motivasi pada siswa. e. sedangkan jumlah semua topik keluarga ialah 30. maka persentase masalah keluarga Abas adalah: n nm x 100% = 30 6 x 100% = 20 % Jadi predikat hubungan keluarga Abas adalah: C (cukup) b.

b. d) Persentase adalah rasio antara jumlah butir masalah kali jumlah siswa yang bermasalah dengan jumlah butir dalam topik masalah. Penggunaan hasil analisis DCM dalam penyusunan program BK Hasil analisis DCM dilengkapi dengan data yang diperoleh dengan teknik-teknik lain. 3. dapat dipergunakan untuk merencanakan program BK. C. Hubungan keluarga Pekerjaan Hubungan dengan teman Kepribadian E E E E D D D D C C C C B B B B A A A A b. Mendalami masalah individual maupun masalah kelompok. Penyajian kelompok : Masalah yang dihadapi siswa 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 1a 1b 1c 1d Pribadi Keluarga . jumlah siswa yang ikut mengerjakan DCM. Memasukkan predikat masalah (A. Hampir semua aspek kepribadian dalam daftar pribadi dapat dilengkapi dengan data DCM. B. 7. b. a.. Penyajian Hasil Analisis DCM Hasil analisis DCM perlu disajikan untuk dimasukkan dalam cumulative record agar sewaktu-waktu diperlukan dapat dengan mudah ditemukan dan dapat dipergunakan dengan mudah. pengembangan dan penyembuhan sebelum masalah-masalah itu menjadi akut. baik program individual maupu program kelompok.120 30 x 100 % = 25 % Maka predikat permasalahan butir ini bagi para siswa adalah C (cukup) 2) Analisis per topik masalah Analisa ini bertujuan untuk mengetahui topic masalah apa yang pada umumnya dihadapi oleh siswa. Penyusunan program BK ini adalah dalam rangka: a. Individu ini dicatatat sebagai individu yang mempunyai masalah khusus. Pemindahan hasil analisis data DCM ke dalam daftar pribadisiswa Hasil analisis DCM merupakan data pelengkap daftar pribadi siswa. Atau dengan rumus: NxM NmxMn x 100% Dengan keterangan: Nm = jumlah butir masalah Mn = jumlah siswa yang mempunyai masalah N = jumlah butir dalam topik masalah M = jumlah siswa (peserta) 3) Masalah individual Dari penjumlahan tiap butir masalah.0 + ++ 1. b) Harus diketahui jumlah butir yang menjadi masalah siswa. 4. Langkah-langkah dalam menganalisis adalah sebagai berikut: a) Harus diketahui. Penyajian individual No. c) Harus diketahui jumlah siswa yang mempunyai masalah. Caranya. D atau E) ke dalam lajur kolom yang sesuai. 8. Efisiensi pelayanan. kali jumlah peserta. yaitu pencegahan. Memprioritaskan masalah yang harus segera ditangani. Penyajian ini baik secara individual maupun kelompok. Teliti lebih dahulu butir-butir aspek kepribadian dalam daftar pribadi yang relevan dengan topik masalah dalam DCM. Masalah STATUS .. sering kita jumpai masalah yang hanya dialami oleh 1 orang. c. sebagai berikut: a. 2. 9.

tetapi perlu memahami intensitas masalah BAB V TEKNIK SOSIOMETRI . mengapa dalam analisis daftar cek bukan sekedar melihat kuantitas masalah yang dihadapi siswa. dan kebutuhan mana yang khas pada siswa tertentu sehingga jelas kebutuhan mana yang perlu segera mendapat preoritas dalam program bimbingan di sekolah D. Rangkuman Daftar cek yang sangat bermanfaat bagi konselor utamanya dalam menggali informasi tentang masalahmasalah yang terkadang sudah terlupakan oleh individu. Latihan Susunlah daftar cek dengan keterangan sebagai berikut : 1. Daftar cek digunakan lantara efisien dan intensif bagi pengungkapan masalah-masalah yang dialami individu. Subyek yang hendak diteliti adalah siswa SMTP kelas 1 2. Lakukan analisis individual dan kelompok. Jelaskan untuk apa biasanya daftar cek digunakan dalam kegiatan bimbingan dan konseling 3. Jelaskan kelebihan penggunaan daftar cek dibanding dengan interview 4. Lakukan analisis individual.Sosial C. Tunjukkan alas an saudara. Tujuan penyusunan daftar cek adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pemenuhan kebutuhan siswa. DCM sangat berguna untuk melengkapi data. Analisis DCM bisa dilakukan secara individual maupun kelompok F. Lembar Kegiatan 1. kemudian laporkan puladalam bentuk sajian individual dan kelompok E. Sebarkan daftar cek yang telah saudara susun kepada sekurangkurangnya 30 orang siswa. 2. mendalami masalah individu maupun kelompok. Tes Formatif 1. kebutuhan mana yang paling menonjol belum terpenuhi. Tuliskan pengertian daftar cek masalah dengan kalimat saudara sendiri 2.

dari bentuk matrik ini dapat dibuat bentuk penyajian sosiometri yang lebih baik. sosiometri banyak digunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok. Kualitas arah pilihan. bila data tersebut kita sajikan dalam bentuk matrik seperti di bawah ini: Subyek PEMILIH Total ABCDEF DIPILIH A B C D E F X X X X X X X . 3. Intensitas pilihan. dan (d) mampu memanfaatkan data darisosiometri untuk kepentingan bimbingan. sedangkan secara akademik mereka pandai. Kompetensi Dan Indikator Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan teknik sosiometri sebagai salah satu teknik untuk memahami konseli yang hendak dibimbingnya. Sebagai contoh. siapa yang paling tidak popular. sekolah maupun teman bermain. Status sosiometri dari setiap subyek. Uraian Materi 1. Oleh karena itu. dua. Hasil angket dari enam orang saja. Untuk lebih memperjelas uraian tersebut di atas. menyelidiki ketidaksukaan terhadap teman sekelompoknya. anak kelompok dan lain-lain. hal ini mungkin dapat disebabkan oleh kurangnya penyesuaian diri terhadap teman sekelasnya. Sebagai indikator peserta telah mampu memanfaatkan teknik sosiometri dengan baik ditunjukkan dalam (a) menyusun sisiometri sesuai tujuan dan subyek yang difahami. Keadaan semacam ini dapat diketahui dengan menggunakan sosiometri. tiga orang atau lebih. d. apabila belum disusun akan merupakan data yang masih sukar untuk dianalisa dan diketahui (dibaca). Besarnya jumlah pemilih untuk setiap subyek. Menggambarkan Hasil Angket Sosiometri Data mental yang dikumpulkan dengan angket sosiometri. baik dalam pekerjaan. Dengan kata lain. Perlu diingat bahwa penyajian data angket sosiometri dalam bentuk matrik ini tidak dapat dilihat mengenai ―saling hubungan‖ antara anggota kelompok. g. dapat dilihat contoh pembuatan matrik sosiometri dan sosiogram di bawah ini. siapa yang terisolir. B. 3) Status pemilihan dan penolakan b. Arah pilihan dari dan terhadap individu tertentu. Dengan melihat sosiogram akan dapat diketahui dengan mudah mengenai: a.Kegiatan Belajar 4 A. (c) mampu melakukan analisis terhadap data hasilsosiometri. h. Ada tidaknya isolasi. Adapun jawaban yang diberikan oleh responden tentang siapa yang disenangi ataupun siapa yang tidak disenangi tersebut dapat terdiri dari satu. Sosiometri juga dapat digunakan untuk mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya. menyelidiki kesukaran seseorang terhadap teman sekelompoknya. Agar data tersebut mudah dibaca siapa yang paling popular (paling disenangi) dan siapa yang paling tidak disenangi maka data tersebut harus berupa harus disajikan dalam bentuk tabel. Daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk mendapatkan materi sosiometri dinamakan angket sosiometri. Angket Sosiometri Alat untuk mendapatkan materi sosiometri dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disenangi (diplih) dan siapa yang tidak disenangi (ditolak) dari anggota kelompoknya. Sekilas tentang Sosiometri Metode ini dikemukakan oleh Moreno. 1) Status pemilihan. Kecenderungan terbentuknya anak kelompok. 2. Ada dan tidaknya pusat pilihan. apabila disajikan dalam bentuk seperti di atas membuat kita kesulitan dalam membaca dan menentukan siapa yang terbanyak pemilihnya. Misalnya: Kelompok yang terdiri dari enam orang. bertujuan untuk meneliti saling hubungan antara anggota kelompokdi dalam suatu kelompok. c. (b) mampu melaksanakan asesmen dengan menggunakan sosiometri. e. apabila kita ingin mengetahui mengapa beberapa murid mengalami kesulitan dalam pelajarannya. Hasil angket sebagai berikut: Angket dari A memilih B dan C B memilih A dan C C memilih E dan A D memilih A dan B E memilih A dan D F memilih B dan A. Tabel dari data sosiometri disebut matrik sosiometri. yaitu dengan membuat sosiogram. Dengan menggunakan angket sosiometri untuk memilih dua orang yang paling disenangi dari kelompoknya. 2) Status penolakan. Akan sangat berbeda. f. dan lain-lain.

X X X X X 5 3 2 1 1 0 Total 2 2 2 2 2 2 12 Dengan matrik sosiometri ini, secara mudah dan cepat dapat diketahui jumlah pemilih untuk setiap orang, siapa yang paling populer dan yang tidak populer, akan tetapi masih sulit pula untuk mengetahui individu yang saling memilih, siapa saja yang menjadi anak kelompok dan lainlain. Maka akan lebih baik jika disajikan dalam bentuk sosiogram, seperti digambarkan di bawah ini: A 54B 32- C D 1- E F 0Keterangan: 0,1,2,3,4,5 frekuensi pemilih. A,B, C, D, E, subyek terpilih. Cara membuat: 1. Buat sumbu ordinat dan dibuat skala yang mencakup frekuensi pemilih yang terbanyak. 2. Letakkan masing-masing individu setinggi frekuensi pemilih yang diperoleh. Misalnya A pemilihnya 5 orang, A diletakkan pada garis yang setinggi frekuensi 5. 3. Buat garis pilihan yang ditandai dengan tanda panah, misalnya: A B berarti A memilih B A B berarti A dan B saling memilih ( A memilih B dan B Juga memilih A) A B berarti A menolak B A B berarti A menolak B dan B juga menolak A Pemahaman Individu 2-39 A B berarti A memilih B dan B menolak A. Bentuk hubungan Bentuk hubungan antar individu dalam suatu kelompok dapat bermacam-macam: 1. Berbentuk segitiga (Triangle) Hubungan yang mempunyai intensitas yang cukup kuat 2. Berbentuk bintang (Star) A Bila pusat (A) tidak ada, maka kelompok akan bubar, karena hubungan kurang menyeluruh 3. Berbentuk jala (Net) Hubungan ini juga mempunyai intensitas cukup kuat. Hubungan cukup menyeluruh, baik, kuat dan hilangnya seseorang tidak akan membuat kelompoknya bubar. 4. A B C D (berbentuk rantai/ Chain) Hubungan searah atau sepihak tidak menyeluruh, kelompok yang demikian ini keadaannya rapuh. 2-40 Pemahaman Individu Selain mengetahui bentuk kelompok, intensitas kelompok, ada tidaknya anak kelompok, arah hubungan dan lain-lain, maka hasil sosiometri ini juga dapat dianalisis lebih lanjut, antara lain: 1. Status Pemilih Pm A = jumlah pemilih A N -1 N = jumlah anggota kelompok Pm A = indek status pemilih A Arti indeks: Pm = 0 berarti tidak ada yang memilih Pm = 1 berarti semua anggota kelompok memilih Indeks pemilih bergerak dari 0 – 1 2. Status Penolak Pn A = jumlah penolak A N -1 Pn A = indeks status penolak A N = jumlah anggota kelompok Arti indeks: Pn = 0 berarti tidak ada yang menolak. Pn = - 1 berarti semua orang menolak Indeks penolakan bergerak dari – 1 sampai 0 3. Status Pemilihan dan Penolakan PmPn A = jumlah pemilih A – jumlah penolak A N–1 Pm Pn A = indeks pemilihan dan penolakan A N = jumlah anggota kelompok Pemahaman Individu 2-41 PmPn A = - 1 berarti semua orang menolak A Pm Pn A = + 1 berarti semua orang memilih A (populer) Indeks pemilihan dan penolakan bergerak dari -1 sampai +1.

C. Latihan Buatlah kelompok belajar dari satu kelas dengan memanfaatkan teknik sosiometri, upayakan setiap kelompok belajar terdiri dari lima orang dengan tetap memperhatikan komposisi jenis kelamin laki-laki dan perempuan, serta memperhatkan arah pilih siswa D. Lembar Kegiatan Sebarkan angket sosiometri pada siswa kelas akhir di mana saudara bertugas, selanjutnya carilah siswa yang menunjukkan gejala terasing kemudian rencanakan program bimbingan individual untuknya E. Rangkuman Sosiometri banyak digunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok dan mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya, serta menyelidiki kesukaran seseorang terhadapteman sekelompoknya, baik dalam pekerjaan, sekolah maupun teman bermain. Daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk mendapatkan materi sosiometri dinamakan angket sosiometri. Hasil angket sosiometri dapat dibuat dalam bentuk penyajian yang lebih baik yaitu dengan membuat sosiogram. F. Tes Formatif 1. Buatlah rumusan dengan kalimat saudara sendiri, apa yang dimaksud dengan sosiometri 2. Jelaskan apa kegunaan sosiometri dalam bimbingan dan konseling 3. Jelaskan dari mana saudara bisa mengetahui bahwa seorang siswa terasing di kelasnya jika saudar melihat data sosiogram.

BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Materi pemahaman individu mencakup teknik tes dan non-tes.Meski mencakup teknik tes dan non-tes, tetapi dalam buku ini hanya disajikan teknik non tes, yang dalam perkuliahn 1 lazim dikenal dengan mata kuliah ―Pemahaman individu 1‖, sedang teknik tes lazimnya diberikan secara terpisah dalam kemasan materi ―Pemahaman individu 2‖ Lingkup isi buku ajar ini adalah materi perkuliahan pemahaman individu 1, yang di dalamnya di bahas tentang (a) pengertian dan kegunaan pemahaman individu, (b) teknik observasi, (b) daftar cek, (c) sosiometri, (d) wawancara, dan (e) angket. Semua teknik diwali dengan penyajian secara teoretik, selanjutnya pembaca dipandu untuk berlatih mempersiapkan dan mempraktekkkan masing-masing teknik tersebut, untuk selanjutnyua penerapannya dalam bimbingan dan konseling, B. Prasyarat Mengingat aspek yang hendak dipahami utamanya berkaitan dengan gejala-gejala psikis seseorang dalam kerangka bimbingan dan konseling, maka prasyarat yang diperlukan sebelum mempelajari pemahaman individu – baik pemahaman individu 1 maupun 2 – adalah Psikologi dan Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Kebutuhan pengetahuan dasar psikologi ini mutlak, mengingat gejala yang difahami adalah gejala-gejala yang bersifat psikologis yang muncul dalam bentuk ucapan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Sedang kebutuhan akan pengetahuan dasar bimbingan dan konseling mengingat, bahwa hasil pemahaman terhadap individu (konseli)

adalah untuk kepentingan layanan bimbingan, bukan untuk kepentingan selainnya. C. Petunjuk Belajar Dalam mempelajari buku ajar ini, mahasiswa atau peserta pelatihan diseyogiakan menempuh langkahlangkah berikut : 1. Sebelum pelatihan dilaksankan seyoganya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih, dan akan lebih bagus lagi jika ada partner yang bisa diajak berdiskusi dalam memahami isi buku ini. Hal-hal yang tidak bisa difahami melalui diskusi dengan teman sejawat seyogianya dicara penjelasannya melalui buku-buku yang relevan, dan jika masih belum terjawab bisa ditanyakan kepada dosen atau instruktur ketika acara pelatihan berlangsung. 2. Ikuti ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat, dan lakukan pencatatan seperlunya terhadap hal-hal yang saudara pandang penting. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen, manfaatkanlah untuk minta penjelasan hal-hal yang belum bisa saudara fahami dengan baik, dan jika saudara menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen saudara dengan cara yang baik. 3. Pada akhir setiap bab yang membahas suatu teknik, disedikan pula tugas-tugas yang harus saudara lakukan untuk melakukan persiapan hingga melakukan tindakan praktek teknik tertentu. Meski sifatnya latihan, seyogianya saudara lakukan dengan sungguh-sungguh dan lakukan pencatatan dengan sebaikbaiknya sebagai laporan praktek. 4. Untuk mempraktekkan teknik-teknik yang disajikan dalam buku ini tidak terlalu sulit, sebab subyek yang bisa saudara gunakan praktek ada di sekitar saudara; subyek tu bisa jadi bahkan tetangga sebelah, teman duduk, teman kost, teman guru, atau murid di sekolah di mana saudara bertugas. Untuk itu praktekkanlah dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih memahami sifat-sifat atau karakteristik orang lain. 5. Untuk lebih mempertajam kaca pandang saudara, ada baiknya saudara suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan kehidupan manusia. D. Kompetensi dan Indikator Salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor -- di samping menguasai konsep dan praksis pendidikan, kesadaran dan komitmen etika professional, menguasai konsep perilaku dan perkembangan individu, menguasai konsep dan praksis bimbingan dan konseling, mampu mengelola program bimbingan dan konseling, menguasai konsep dan perilaku riset dalam bimbingan dan konseling - - menguasai konsep dan praksis asesmen. Oleh sebab itu, indikator tercapainya tujuan pelatihan mata latih pemahman individu adalah jika peserta latih telah menunjukkan penguasaan minimal 80% dari konsep-konsep asesmmen, mampu merancang asesmen, dan melakukan asesmen dengan memanfaatkan teknik-teknik yang dilatihkan secara benar

BAB II PENGERTIAN DAN KEGUNAAN Kegiatan Belajar 1 A. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta memahami hakekat pemahaman individu dalam rangka bimbingan dan konseling. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakekat pemahaman individu mereka (a) mampu merumuskan pengertian pemahaman individu dengan kalimat sendiri, (b) memanfaatkan teknkteknik pemahaman indvidu sesuai dengan jenis data yang hendak digali, dan (c) memanfaatkan teknik-teknik pemahaman individu dengan mempertimbangkan karakteristik subyek yang hendak difahami. B. Uraian Materi 1. Pengertian Pemahaman individu atau human assessment didefiniskan oleh Aiken (1997 : 454) sebagai ‖Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristics. Assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations, interviews, rating scale, checklist, inventories, projectives techniques, and tests‖ Dari rumusan Aiken di atas bisa difahami, bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami, menilai, atau menaksir karakteristik, potensi, dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. Caracara yang digunakan itu mencakup observasi, interview, skala psikologis, daftar cek, inventory, tes proyeksi, dan beberapa macam tes. Pemahaman atau penilaian itu dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada padanya (developmental) dan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya (klinis). Dalam melakukan asesmen itu, lazim digunakan berbagai instrumen yang bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu dengan cara

kemampuan berpikirnya berbeda. Semuanya itu bisa ditaksir atau diukur dengan bermacammacam cara. persamaan apa yang saudara temukan? Apa keuntungan bagi guru atau pimpinan suatu organisasi yang memahami sfat-sifat setiap pribadi yang dipimpinnya? D. atau menaksir karakteristik. . Sedang secara khusus tujuan pengukuran psikologi adalah : a. dan tingkah lakunya. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. (c) untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. terapi psikologis. 4. Apa pula keuntungan bagi tanaman dan binatang bila pemilik atau pemeliharanya memahami sifat-sifat tanaman atau binatang itu dengan baik? 2. Kegunaan Aiken (1997 : 11) menunjukkan. klinis. interview. jika saudara gagal dengan suatu cara.Cara-cara yang digunakan itu mencakup observasi. g. dan latar belakang pendidikan serta budayanya berbeda bisa dilakukan dengan teknik yang sama? E. tanyakan kepada instruktur saudaradalam kegiatan pelatihan. Apakah terdapat perbedaan sifat-sifat manusia yang satu dengan lainnya? Adakah sifat-sifat umum yang sama dari semua orang yang saudara observasi. pekerjaan. seperti pendidikan. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna untuk menandai hal-hal yang penting. Untuk mendukung penelitian tentang perubahan tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. dipertahankan. (f) untuk mengevluasi perubahan kognitif. Latihan 1.tes dan non-tes. Lakukan pula pengamatan dan pencatatan secara cermat terhadap 10 orang yang ada di sekitar saudara. klinis. fisik. kemampuan melakukan asesmen adalah salah satu dari tujuh kompetensi yang harus dimilik untuk kepentingan melakukan diagnosis dan pertimbangan dalam memberikan treatmen C. pendidikan. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. Untuk meramalkan dan menentukan perlakuan (tritmen) psikis. Untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan. klinik psikologi. atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 6. Untuk menyaring pelamar pekerjaan. dan orang dewasa. Lakukan pula percobaan menggali data pada anak-anak. pendidikan.untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan. dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan. yaitu (a) untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan. (d). potensi. Apakah menggali data dengan subyek yang usianya berbeda. pekerjaan. Apakah terdapat perbedaan karakter tumbuhan satu dengan lainnya? Apakah tersdapat pula perbedaan karakteristk binatang satu dengan lainnya? Atau bahkan apakah terdapat perbedaan karakter binatang meskipun dari jenis yang sama? Apa keuntungan bagi pemelihara jika pemelihara itu memahami sifat-sifat setiap jenis tanaman atau binatangnya. inventory. fisik. 5. Jika dengan cara itu masih belum saudara temukan penjelasannya. menilai. intrapersonal. jika perlu tanyakan kepada teman atau lihat kamus atau cari penjelasan di buku-buku psikologi. terapi psikologis dan berbagai program intervensi tingkah laku. 2. h. Berlatihlah menggali data. Aiken (1997 : 1) dalam bukunya menunjukkan bahwa manusia dalam kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berpikirnya. pengukuran psikologis berfungsi untuk mengukur perbedaanperbedaan antara individu atau perbedaan reaksi individu yang sama terhadap berbagai situasi yang berbeda. (g) untuk mendukung penelitian tentang perubahan tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. dan karakteristik kepribadian seseorang dalam rangka membantu mereka dalam membuat keputusan. pemerintahan. Untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan. remaja. militer. b. dipertahankan. Rangkuman 1. tes psikologi dan bermacammacam alat ukur (assessment istruments) digunakan dalam bidang yang amat luas. Lembar kegiatan Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogianya saudara mengikuti langkahlangkah berikut : 1. d. Khususnya bagi konselor di Indonesia. tes proyeksi. daftar cek. pelayanan konseling. Pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan. Ada beberapa manfaat pengetahuan dan keterampilan melakukan asesmen. dan berbagai program intervensi tingkah laku. karakter kepribadiannya. (e) untuk meramalkan dan menentukan perlakuan (tritmen) psikis. Anastasi (2006 : 3) menunjukkan bahwa secara tradisional. industri dan perdagangan. Untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan (di-PHK). konseling perorangan. e. dan penelitan. dan atau program pelatihan. (b) untuk menyaring pelamar pekerjaan. konseling perorangan. atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus. 2. dan rumah sakit . Untuk mengavaluasi perubahan kognitif. Tujuan utama pengukuran psikologis --baik dengan menggunakan tes maupun non-tes—menurut Aiken (1997 : 11) adalah untuk menilai tingkah laku. 3. dan atau program pelatihan. c. dan beberapa macam tes 2. Dakui bahwa pendorong utama munculnya pengkuruan psikologi adalah kebutuhan akan penilaian dari dunia pendidikan. Lakukan pengamatan dan pencatatan dengan cermat terhadap sejumlah tumbuhan atau binatang. peramalan. dan rumah sakit f. Berlatihlah merumuskan pengertian dan langkah-langkah itu dengan kalimat sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalmat dalam buku ajar ini. dan keputusan tentang seseorang. skala psikologis. intrapersonal. kecakapan mental.

(d) mampu melaksanakan analisis hasil observasi dengan benar. tetapi lebih jauh harus mampu menembus latar belakang mengapa gejala itu terjadi. Uraian Materi Pembahasan tentang observasi mencakup tema-tema berikut : 1. atau tidak. observasi berarti pengamatan secara langsung terhadap gejala yang diteliti. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. untuk meyakinkan hasil penglihatan kadang perlu dikuatkan dengan data dari penciuman. Pengertian observasi Secara garis besar terdapat dua rumusan tentang pengertian observasi. Dan jika ada konselor yang tidak memiliki kemampuan dalam bidang asesmen diibaratkan seperti pelayar yang tidak membawa kompas. diharapkan peserta mampu melakukan observasi dalam rangka bimbingan dan konseling dengan benar. dan kesadaran terhadap obyek atau gejala- . maka pengamatan yang dilakukan observer bukan hanya sebatas gejala yang nampak saja. sebab melihat hanya dengan menggunakan penglihatan (mata). bisa jadi bukan hanya membuang-buang tenaga. Tunjukkan semua alasan yang saudara ketahui. Tuliskan pula bahayanya jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya ! BAB III O B S E R V A S I Kegiatan Belajar 2 A. dan mencium yang disertai dengan pemusatan perhatian. Dalam rumusan di atas ada satu kata kunci yaitu ‖pengamatan‖. kadang ada gejala yang memang tidak bisa ditangkap oleh mata tetapi dengan hidung. Hal in berarti bahwa dalam kegiatan observasi bukan hanya proses fisik tetapi juga proses psikis. pencecap dan peraba. Untuk meyakinkan seorang guru bahwa murid yang sedang dilayaninya baru saja minum minuman keras. Dalam arti sempit. Bahkan manakala observasi digunakan sebagai alat pengumpul data penelitian kualitatif. F. Mengapa menggunakan pancaindra ? Apakah tidak cukup hanya dengan salah satu indra saja? Tidak semua gejala yang diamati bisa dikenali dengan penglihatan saja. Hal ini bisa dijelaskan bahwa ketika seseorang melakukan observasi. aktivitas. Ia tentu akan tersesat. mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya? 2. mendengar. lidah dan sebagainya. bukan hanya kegiatan melihat. pendengaran. ia adalah bagian penting dari kegiatan konseling. (c) mampu memanfaatkan alat-alat bantu observasi dengan benar. Dilihat dari segi psikologi. istilah ‖pengamatan‖ tidak sama dengan melihat. guru itu bisa melihat pada perubahan wajahnya dan atau sekaligus mencium bau alkohol yang keluar dari mulut peminum itu. kemampuan asesmen merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor.3. mendengar. bahkan bila dipandang perlu dengan penggunakan pencecap dan peraba. Kemampuan melakukan observasi itu ditampilkan dalam (a) mampu memilih jenis teknik observasi yang tepat. atau sekurang-kurangnya membuang-buang energi untuk sampai ke tujuan. Dalam kaitannyadengan tugas konselor. penciuman. telinga. pendengaran . Di samping proses pengamatan. yaitu pengertian secara sempit dan luas. B. (b) mampu merancang atau mempersiapkan observasi dengan benar. Khususnya bagi konselor. Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik? 3. Di sisi lain. dan (e) mampu memanfaatkan hasil observasi untuk kepentingan bimbingan dengan tepat. observasi meliputi pengamatan yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung terhadap obyek yang sedang diteliti. mencium saja yang berjalan. tetapi lebih dari itu bisa jadi justru berdampak negativ bagi individu yang dibimbing lantaran malpraktek. dalam melakukan observasi harus dilakukan dengan penuh perhatian (attention). Dalam arti luas. Tes formatif 1. tetapi lebih dari itu adalah melihat. sedang dalam istilah pengamatan terkandung makna bahwa dalam melakukan pemahaman terhadap subyek yang diamati dilakukan dengan menggunakan pancaindra yaitu dengan penglihatan. Tuliskan semua manfaat memahami konselor bila ia terampil menggunakan bermacam-macam teknik asesmen ! 4.

Hanna Djumhana (1983 : 205) mengelompokkan observasi menjadi berikut : 1) Finding observation yaitu kegiatan observasi untuk tujuan penjajagan. Melihat pertandingan sepak bola. sebab ketika observer terlibat langsung dalam aktifitas yang sedangg dilakukan observee. Cara ini lebih mudah dibanding cara finding observation. R. meskipun diakui bahwa penggunaan observasi juga perlu dilengkapi dengan metode lain dalam penilaian manusia. Observasi partisipan ini memiliki kelebihan. kemudian ia mengamati berbagai variabel yang mungkin dapat dijadikan bahan untuk menyusun observasi yang lebih terarah. gejala-gejala apa saja yang perlu diamati. Observasi partisipan juga sering digunakan dalam penelitian eksploratif. 1) observasi naturalistic. c. Gall dkk (2003 : 254) membedakan observasi menjadi dua. maka perilkunya biasanya dibuat-buat atau tidak wajar. & Mitchell. Anna Djamhana (1983 : 201) juga mengingatkan. yaitu 1) observasi naturalistik (naturalistic observation) jika observasi itu dilakukan secara alamiah atau dalam kondisi apa adanya. 3) experimentasi. Bentuk-bentuk Observasi Ada beberapa bentuk observasi yang lazim dilakukan oleh konselor dan atau peneliti. yaitu observee bisa jadi tidak mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi. Dilihat dari segi situasi lingkungan di mana subyek diobservasi. yaitu ketika seseorang tidak hanya mengobservasi tetapi memaksakan kondisi-kondisi spesifik terhadap subyek yang diobservasi. Daftar ini bisa berupa checklist kategori tingkah laku yang diobservasi. bentuk ini juga memiliki kelemahan yaitu bila observee mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi. Selama berhadapan dengan situasi itu ia bersikap menjajagi saja. Dalam melakukan observasi harus jelas apa tujuannya.gejala tertentu yang sedang diobservasi. Dalam direct observation. b. utamnya berkaitan dengan kecermatan dalam melakukan pengamatan dan pencatatan. konselor menyediakan sebuah daftar berupa penggolongan tingkah laku atau rating. karakteristik masing-masing gejala. yaitu bila pihak yang melakukan observasi (observer) turut serta atau berpartisipasi dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh subyek yang sedang diobservasi (observee).L. Blocher (1987) mengelompokan ke dalam tiga bentuk dasar observasi. Menurut penulis. d. Akibatnya obsever tidak mendapatkan data yang asli. 3) Observasi kuasi-partisipan. Di sisi lain. yaitu : a. kedua bentuk observasi ini dapat diterapkan. dan sekaligus memanfaatkan kelebihan dari kedua bentuk tersebut. guru mengamati murid ketika sedang bermain di halaman sekolah. dan pelaporan hasilnya. Selama konseling berlangsung atau segera setelah konseling berakhir. 2) metode survey. 2. seorang peneliti mengamati perilaku binatang di hutan atau kebun binatang adalah contoh observasi naturalistik. Pada umumnya pembuatan daftar isian ini didasarkan pada data yang diperoleh dari finding observation dan atau penjabaran dari konsep dalam teori yang dipandang sudah mapan. yaitu : 1) Observasi partisipan. yaitu ketika seseorang mensurvey (mengobservasi) contoh-contoh tertentu dari perilaku individu yang ingin kita nilai. tetapi kelemahannya adalah sering terjadi tingkah laku yang lain dari pada yang digolongkan pada daftarnya. persoalan utama tetap terletak pada tahu atau tidaknya observee bahwa mereka sedang diamati. Di sisi lain. Observasi non-partisipan ini memiliki kelebihan. 2) observasi eksperimental (experimental observation) jika observasi itu dilakukan terhadap subyek dalam suasana eksperimen atau kondisi yang diciptakan sebelumnya. Khususnya bentuk observasi sistematis. Mendasarkan pada tujuan dan lapangannya. Menyusun panduan observasi . finding observation diterapkan bila konselor merasa tidak perlu menggunakan berbagai daftar isian serta inginmendapatkan kesan mengenai tingkah laku konseli yang spontan atau apa adanya. observasi bise dibedakan menjadi tiga bentuk. maka sangat mungkin perilaku yang muncul masih ada kemungkinan tidak wajar. yaitu observer bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail dan cermat terhadap segala akitivitas yang dilakukan observee. M. 2) Direct observation yaitu observasi yang menggunakan ―daftar isian‖ sebagai pedomannya. Gibson. konselor mengisi daftar tersebut dengan cara memberi tanda pada penggolongan tingkah laku yang sesuai dengan tingkah laku konseli selama proses konseling berlangsung. sementara pada sebagian kegiatan yang lain observer tidak melibatkan diri Bentuk ini merupakan jalan tengah untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk observasi di atas. analisisnya. observasi partisipan mengandung kelemahan. Dilihat dari keterlibatan subyek terhadap obyek yang sedang diobservasi (observee). yaitu bila observer terlibat pada sebagian kegiatan yang sedang dilakukan oleh observee. artinya dalam melakukan observasi observer tidak bisa melakukan hanya secara tiba-tba dan tanpa perencanaan yang jelas. jika mereka mengetahui bahwa mereka sedang diamati. yaitu . model pencatatannya. Gall dkk (2003 : 254) memandang observasi sebagai salah satu metode pengumpulan data dengan cara mengamati perilaku dan lingkungan (sosial dan atau material) individu yang sedang diamati. 3.H (1995 : 260) memandang observasi sebagai teknik yang bisa dimanfaatkan untuk memilah-milah derajat dalam membuat konklusi tentang orang lain. yatu ketika seseorang ingin mengobservasi subyek (observee) dalam kondisi alami atau natural. yaitu bila observer tidak terlibat secara langsung atau tidak berpartisipasi dalam aktivitas yang sedang dilakukan oleh observee. sehingga ada kecenderungan untuk menggolongkannya secara paksa atau mengabaikannya sama sekali. bahwa observasi juga harus dilakukan secara sistematis dan bertujuan. sangat mungkin observer tidak bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail 2) Observasi non-partisipan. sehingga perilaku yang nampak diharapkan wajar atau tidak dibuat-buat. Oleh sebab itu konselor seyogianya benar-benar kompeten dalam masalh ini. Dalam situasi konseling. ia hanya mengetahui bahwa dia akan menghadapi suatu situasi saja. Dalam melakukan observasi ini observer belum mengetahui dengan jelas apa yang harus diobservasi.

dan observer hany memberi tanda cek pada aspek-aspek yang sedang diobservasi (selanjutnya periksa bab khusus Daftar Cek) Skala penilaian pencatatan gejala menurut tingkatantingkatannya. indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau subvaribel. ekor. maka variabel yang perlu diperhatikan dalam observasi adalah potongan badan. maka pada kepala kambing itupun ada mata. Tetapkan tujuan observasi. c. sehingga terhindar dari salah-diagnosis Catatan berkala adalah catatan yang dibuat pada waktu tertentu saja (misal : pada saat individu mengikuti pelajaran. tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel. Daftar cek adalah suatu daftar yang berisi nama subyek dan aspek-aspek (sub-variabel) yang hendak diobservasi. krah. handycam. Daftar riwayat kelakuan adalah suatu catatan tentang kelakuankelakuan individu yang dipandang istimewa dan luar biasa. 5. yaitu (1) melakukan observasi penjajagan (finding observation) kemudian ia mengamati berbagai variabel yang mungkin dapat dijadikan bahan untuk menyusun panduan observasi yang lebih terarah. camera CCTV). ia aktif berdiskusi V 6 Aktif belajar di perlustakaan V 7 Bila diberi tugas rumah. Tetapkan Indikator.Agar observasi bisa dilakukan dengan baik.Keterangan : Aspek nomor 1. bahkan kepala sekolah. b. kaki. atau kuesioner dengan baik. badan. tetapi bisa saja dilakukan oleh guru bidang studi. kegiatan perkemahan. Catatan ini amat penting artinya manakala konselor harus melakukan diagnosis dalam proses konseling. Beberapa alat bantu tersebut dijelaskan secara singkat di bawah ini. Untuk kepentingan pemberian layanan yang mendekati tepat. Untuk itu seorang peneliti seharusnya menguasai konsep tentang variabel yang diteliti itu secara baik. corak pakian dan lain-lain. Suatu aspek (variabel/sub variabel) bukan hanya dicatat ada atau tidak ada. jika obyek atau materi observasi itu adalah ‖kambing‖. d. Pastikan dan fahami materi observasi. Pembuatan daftar cek ini dimaksudkan untuk membuat pencatatan hasil penelitian yang sistematis. mungkin perlu dilacak lebih jauh. karya wisata. ia mengerjakan dengan sungguh-sungguh V 8 Lain-lain . No Aspek Ya Tdk Keter 1 Hadir di sekolah tepat waktu V 2 Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan V 3 Memperhatikan penjelasan guru V 4 Bila diberi kesempatan bertanya. yang kemudian dikumpulkan untuk menggambarkan kesan-kesan umum tentang subyek yang diobservasi. apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer. ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ‖kepala kambing‖. Alat-alat Bantu Observasi Ada beberapa alat bantu yang bisa dimanfaatkan oleh observer dalam menggunakan metode observasi. Analisis hasil observasi : individual dan kelompok Observasi bisa dilakukan untuk perorangan maupun kelompok. (d) skala penilaian. model pakaian. saku. di bawah ini disajikan alat bantu observasi berupa daftar cek untuk perorangan dan kelompok yang hendak mengungkap bagaimana perhatian siswa siswa ketika mengikuti pelajaran di kelas: Dari data di atas bisa difahami bahwa subyek yang diobservasi dalam semua indikator yang menggambarkan seseorang yang memiliki perhatian yang baik ketika mengikuti pelajaran semuanya ada. tetapi lebih dari itu adalah kualitas atau tingkatannya. jangan sampai terjadi ingin membeli ‖kambing‖ ternyata yang dibeli adalah ‖anjing‖ meskipun sama-sama berbulu dan berkaki empat. e. lengan. yaitu (a) daftar riwayat kelakuan. Dengan indikator yang jelas memungkinkan seorang peneliti mampu menjabarkan variabel dan atau sub-variabel itu ke dalam panduan observasi. Catatan ini bisa dibuat oleh konselor atau guru bidang studi atau wali kelas. Ibarat seorang yang hendak membeli seekor kambing seyogianya ia sudah tahu persis gambaran kambing yang hendak dibeli. kecuali kesiapan peralan yang diperlukan dan aktivitas bertanya. wali kelas. Bagi seorang konselor sekolah dua indicator yang tidak muncul. dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi. panduan wawancara. Catatan semacam ini sebenarnya bukan hanya dilakukan LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PANDUAN OBSERVASI TETAPKAN TUJUAN OBSERVASI PASTIKAN & FAHAMI MATERI TETAPKAN INDIKATOR GALI VARIABEL & SUB-VARIBEL OBSERVASI PENJAJAGA N JABARKAN KONSEP PANDUAN O B S E R V A S I 2-18 Pemahaman Individu oleh konselor. Kelas : ……………… Observasi Ke : 1/2/3/4 (lingkari yg sesuai) Hari/tgl : …………………. DAFTAR CEK INDIVIDUAL Nama siswa : ………………….. tanduk. Untuk menetapkan variabel dan sub variabel observasi bisa ditempuh melalui dua cara. Jika benda yang hendak diobservasi itu adalah ‖baju‖. (b) catatan berkala. maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. Gali pula sub variabel. (2) penjabaran dari konsep dalam teori yang dipandang sudah mapan. (misalnya kepala. kunjungan ke suatu tempat dan lain sebagainya). Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut : a. Oleh sebab itu seorang observer yang baik tentu tidak cukup bila hanya mengobservasi salah satu sub-varabel kemudian hasilnya disimplukan seolah-oleh sudah seluruh variabel. mungkin melalui teknik wawancara atau kunjungan rumah untuk melakukan observasi terhadap kehidupan keluarganya. (c) daftar cek. telinga. ada baiknya konselor (observer) juga mau memanfaatkan catatan-catatan yang dibuat oleh teman sejawat perihal perilaku konseli. ia selalu memanfaatkannya V 5 Bila diberi kesempatan untuk berdiskusi. dan (e) alat-alat mekanik/ elektrik (seperti : tape recorder. mengikuti upacara. Hadir di sekolah tepat waktu . dan bulu. Gali variabel-variabel observasi. Langkah-langkah dalam menyusun panduan observasi (observasi guide) selanjutnya disajikan pada diagram berikut : 4. dan lain sebagainya). hidung. variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ‖kambing‖. terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja. handphone.

mengingat data yang diperoleh dari kegiatan observasi bisa sangat banyak dan beragam. atau melakukan kegiatan tetapi dengan ogah-ogahan. ia mengerjakan dengan sungguh-sungguh 8. tanyakan kepada instruktur saudar adalam kegiatan pelatihan. ia aktif berdiskusi 6. 1. Pemanfaatan alat pencatat data. tetapi lebih dari itu adalah motiv-motiv yang mendorong munculnya tingkah laku tersebut. . coba lakukan analisis individual mapun kelompok. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna untuk menandai hal-hal yang penting. sebelum dan selama pelaksanaan observasi seyogianya observer selalu menjaga hubungan baik dengan observi dan memelihara kewajaran situasi. Selanjutnya lanjutkan dengan rencana tindakan bimbingan sesuai data yang ada. Pengklasifikasian itu akan lebih baik jika mendasarkan pada variabel dan atau sub-sub variabel penelitian. Setelah data terkumpul. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan observasi a. ada beberapa alat pencatat data yang bisa dimanfaatkan observer. daftar cek. sebab hubungan yang tidak baik antara observer dengan observi bisa mengganggu kegiatan observasi. c. seyogianya observer melakukan pengklasifikasian gejala guna memudahkan analisis. Pengklasifikasian gejala. Pastikan pula. perlu diingat bahwa perilaku manusia bukan sekedar apa yang bisa diamati. untuk menjaga obyektifitas hasil pengamatan. Lain-lain Untuk melakukan analisis terhadap data di atas dapat dilakukan dengan cara : 1. Latihan Agar saudara bisa memahami dan mempraktekkan teknik observasi dengan baik. dan jika dipandang perlu bisa dikerjakan bersama teman dalam kegiatan kelompok. kerjakan tugas-tugas di bawah ini dengan sungguh-sungguh. jika perlu tanyakan kepada teman atau lihat kamus atau cari penjelasan di buku-buku psikologi. dan beberapa alat perekam data (selanjutnya baca : beberapa alat bantu observasi). ada baiknya jika observasi dilakukan bukan hanya oleh satu orang saja. studi dokumenter dan lain-lain. Membandingkan antar aspek sehingga bsa diketahui aspek mana yang sudah cukup dan paling kurang sehingga segera DAFTAR CEK KELOMPOK Observee Kls : …… Observasi ke : 1/2/3/4 Tgl/Bl/Th : …………… Tujuan observasi : mengetahui bagaimana perhatian siswa ketika mengikuti pelajaran tertentu No Abs Kode Subyek A s p e k N o m o r 1 2 3 4 5 6 7 8 1Avvvvvvv 2Bv-vvv-v 3C--vvvvv 4Dvvvvvvv 5Evvvvvv6Fvvvvvvv 7Gvvvvvvv 8H------9I------10 J v v v v v v v perlu dilacak oleh konselor. Penggunakan metode pelengkap. b. Menjaga hubungan baik dengan observi. Buat pesiapan untuk melakukan observasi dengan keterangan : a. tingkat usia siswa. Membandingkan antar subyek dalam satu kelompok. akhirnya bisa diketahui subyek mana yang paling perhatian atau kurang perhatian dalam mengikuti pelajaran. mengapa dalam aspek tersebut kurang maksimal 6. Libatkan beberapa orang observer. Aktif belajar di perlustakaan 7.2. D. Lembar Kegiatan Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogianya saudara mengikuti langkahlangkah berikut : 1. Buat pula panduan observasi sesuai tujuan observasi. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Memperhatikan penjelasan guru 4. saudara tetap harus membuat panduan observasi. b. jenis observasi mana yang hendak saudara pilih sesuai macam-macam observasi yang ada. 4. Subyek yang diobservasi adalah siswa kelas III di sekolah saudara sendiri yang berjumlah 40 orang. 2. Berlatihlah menyusun panduan observasi yang benar dengan aspek yang berbeda-beda dan subyek yang berbeda. Bila diberi kesempatan bertanya. Jenis manapun yang saudara pilih. antara lain : catatan biasa. tetapi lebih dari satu orang kemudian hasilnya dibandingkan dan disimpulkan bersamasama C. 3. Tujuan observasi adalah untuk mengetahui apa yang dilakukan mereka dalam menghadapi ujian akhir nasional (UAN) c. 2. Sehingga bisa diketahui subyek mana yang perlau mendapat perhatian berupa layanan bimbingan. seperti mogok. d. Bila diberi kesempatan untuk berdiskusi. ia selalu memanfaatkannya 5. dan lingkungan sosialnya. Oleh sebab itu untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap seyogianya penggunaan observasi dilengkapi pula dengan metode yang lain. e. 2. 3. Jika dengan cara itu masih belum saudara temukan penjelasannya. Bila diberi tugas rumah. sebab bisa jadi perilaku yang muncul sama tetapi motiv yang mendasarinya berbeda. seperti wawancara. Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan 3.

bisa teman duduk. Untuk menyusun panduan observasi. Observasi adalah kegiatan mengenali observee dengan mengguna-kan pancaindra. dan melibatkan bebrapa orang observer. dan cobalah mengaplikasikannya dalam dunia bimbingan. 6. bentuk observasi mana yang lebih banyak digunakan dalam layanan bimbingan? 3. Rangkuman 1. teman kantor. Apa yang seyogianya dilakukan observer untuk mengatasi kelemahan observasi berkaitan dengan subyektivitas dalam pengamatan? 4. dan tingkatan keahlian yang diperlukan. Berlatihlah pula melakukan observasi dari lingkungan yang terdekat. observasi identik dengan kegiatan mengamati. Bentu manapun yang digunakan seyoyanya dilakukan dengan persiapan yang matang dalam bentuk panduan observasi.5. 3. atau siswa di sekolah di mana saudara bertugas. 2. tujuan observasi. tetangga sebelah. melakukan pencatatan segera. tetapi tidak sama dengan melihat. sebab bisa jadi itu baru kulit luar yang belum menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Berlatihlah melakukan analisis. Ada bermacam-macam bentuk observasi. Tes Formatif 1. E. jangan sekali melihat lengsung disimpulkan. Ada sejumlah kelemahan observasi. 4. dan (b) memanfaatkan hasil observasi penjajagan. bentuk lingkungan. bisa dilakukan dengan dua cara yaitu (a) menjabarkan dari konsep yang sudah mapan. F. bisa dilihat dari keterlibat-an observer dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh observee. observer seyogianya memahami kelemahan-kelemahan tersebut dan berupaya untuk meminimalisir seperti menggunakan alat bantu observasi. Apa yang seyogianya dilakukan observer ketika hendak menyusun panduan observasi ternyata tidak ditemukan konsep teoretik yang layak dijadikan rujukan? . Tunjukkan semua alasan mengapa dalam melakukan observasi perlu menggunakan panca indra? 2. dan memanfaatkan metode pelengkap. Tetapi ingat. baik untuk kasus perorangan maupun kelompok. Ada beberapa macam observasi dilihat dari berbagai sisi.

Kalau hubungan baik telah terjalain dan timbul perasaan saling percaya dan saling menghargai. c. yaitu interviu yang ditujukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Inti interviu. maka pada bagian ini tujuan tersebut harus tercapai. dan pertemuan berikutnya. untuk mendapatkan perubahan dalam perilaku. Kemampuan melakukan interviu ditampilkan dalam (a) mampu merumuskan tujuan interviu (b) mampu menyusun panduan interviu (c) mampu melaksanakan interviu (d) mampu memanfaatkan hasil interviu untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajaribab ini. Dilihat dari peran yang dimainkan. tindak lanjut. Pada umumnya interviu ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran sampai di mana sifat-sifat yang dipunyai oleh seseoramng terhadap kriteria yang diminta oleh sesuatu employment. c. Pendahuluan interviu. 3. Dilihat dari jumlah orang yang diinterviu. interviu konseling: ditutup dengan menentukan evaluasi treatment. yaitu interviu yang dijalankan untuk keperluan administrasi. yaitu bagian untuk mengakhiri jalannya interviu. b.BAB V INTERVIU Kegiatan Belajar 5 A. The focused interview. (3) pertemuan tatap muka itu mempunyai tujuan tertentu. b. yaitu interviu yang dilaksanakan dengan suatu maksud yang berhubungan dengan employment. pada bagian ini terutama ditujukan untuk membina hubungan baik (terutama dalam pertemuan pertama). yaitu interviu yang ditujukan pada orangorang tertentu yang mempunyai hubungan dengan obyek-obyek yang diselidiki. metode interviu ini juga memiliki kelebihan antara lain: a. Interviu kelompok. Dilihat dari apa yang ingin dituju interviu dibedakan: a. Interviu ini biasanya digunakan dalam proses konseling. yang dapat dibedakan: a. Dalam wawancara pertanyaan yang diajukan kepada seseorang dilakukan secara lisan. Uraian Materi 1. The non-directive interview. Dalam interviu ini seorang interviewer/ pewawancara menghadapi beberapa orang interviewe/ orang yang diwawancarai. misal untuk kesejahteraan organisasi. Apabila tujuanminterviu ingin mengungkap latar belakang keluarga. maka akan memperlancar proses interviu selanjutnya. Kebaikan dan kelemahan Interviu Di samping memiliki kekurangan. Administrative interview. Counseling interview. The employment interview. 4. c. yaitu interviu yang dilaksanakan untuk keperluan konseling. Akhir interviu. d. Informational interview. b. Interviu individual. sehingga interviui lebih mengerti tentang apa yang dimaksudkan. yaitu interviu yang dilaksanakan secar kelompok. Interviu ini terutama digunakan untuk mencoba mengikuti perkembangan tertentu terutama proses sosial. b. dalam interviu ini interviui diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan hal-hal yang terkait dengan permasalahan yang sedang dihadapinya. diharapkan peserta pelatihan mampu melaksanakan interview dengan benar dalam rangka pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. . antara interviuer dengan interviui. Pada pertemuan ini biasanya diisi dengan maksud dan tujuan interviu. Interviu dapat ditutup dengan menyimpulkan apa yang telah diungkap dalam interviu (misal. The repeated interview. Macam-macam Interviu Dalam interviu terdapat bermacam-macam jenis sesuai dengan tujuan ataupun sifat-sifat lain yang ada dalam interviu. interviu dapat dibedakan: a. bagian ini merupakan bagian untuk mengungkap maksud dan tujuan interviu yang harus dicapai. 2. Pengertian Interviu Interviu/wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan baik secara langsung atau tidak langsung kepada seseorang. yaitu interviu yang berulang. (2) cara yang digunakan adalah cara lisan. Bagian-bagian Interviu Di dalam interviu terdapat bagian-bagian tertentu yang terdapat dalam semua interviu. yaitu interviu yang dilaksanakan secara perorangan. Aspek-aspek dalam interviu meliputi: (1) pertemuan tatap muka. B. dapat dibedakan: a. Dengan interviu pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas dapat diperjelas oleh interviuer.

Interviu adalah metode untuk mengumpulkan data secara langsung dengan subyek sumber data. Dari sisi lain. kerjakan tugas-tugas dibawah ini dengan sungguh-sungguh. k. yang memerlukan keahlian khusus. Simulasikan dengan saudara! D. 2. maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: a. diharapkan dapat menimbulkan suasana persaudaraan yang baik. m. Susun butir pertanyaan interviu. c. dengan menggunakan panduan yang telah disusun E. untuk mengungkap faktor penyebab kesulitan belajar siswa. terutama dalam proses konseling. Kalau ada informasi yang bertentangan. 2004). tenaga dan biaya. Macam interviu meliputi. b. sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. 4. Upayakan jangan memotong pembicaraan interviui. Berlatihlah menyusun panduan interviu. jaga rahasia interviui. h. Interviuer harus menjaga agar tidak ada waktu diam yang terlalu lama. 5. c. 3. 6. Dalam proses interviu harus dijaga agar selalu ada hubungan yang baik antara interviuer dengan interviui. Waktu pelaksanaan interviu sebenarnya tergantung pada masalah yang diungkap. c. Apabila interviuer telah mempunyai prasangka terhadap interviui. dapat dirangkum secara ringkas sebagai berikut: 1. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan interviu adalah sebagai berikut: a. Interviuer harus melakukan kontrol dalam interviu. Pertanyaan yang diajukan hendaknya diajukan dengan hati-hati. sesuai dengan tujuan yang telah dijabarkan dalam bentuk variabelvariabel. Tes Formatif Setelah saudara mempelajari secara keseluruhan tentang interviu cobalah beberapa pertanyaan berikut dikerjakan! 1. Interviuer harus dapat dipercaya. 4. Beri penjelasan secukupnya! . pendahuluan. Susun butir pertanyaan dalam interviu! 5. maka waktu interviu antara 30-60 menit sudah dianggap cukup. Jabarkan dalam indikator-indikator kesulitan belajar! 3. Pelajari kegiatan belajar tentang interviu ini secara mendalam. Susun kisi-kisi pertanyaan dalam interviu! 4. jaga hubungan baik. b. agar tidak mematikan suasana interviu. Orang yang akan mengadakan interviu harus mempunyai latarbelakang tentang apa yang akan ditanyakan. Hal-hal yang akan ditanyakan harus dipersiapkan sebaik-baiknya agar interviu dapat berjalan sistematis dan lancar. b. j. Lingkungan sekitar harus dijaga agar tidak ada hal-hal yang mengganggu jalannya interviu. sehingga akan mempunyai pengaruh yang baik juga terhadap hasil interviu. Pelajari referensi tentang faktor penyebab kesulitan belajar siswa! 2. 2. Susun kisi-kisi butir pertanyaan. Rangkuman Dari materi kajian tentang interviu. Variabel dikembangkan dalam bentuk sub variabel dan diurai menjadi indikator-indikator. Interviu kurang hemat. Bahasa yang digunakan interviuer dapat disesuaikan dengan keadaan interviue. namun agar tidak terlalu melelahkan kedua belah pihak. informasional. 5. employment. Adanya hubungan langsung (face to face). pertanyaan lebih jelas. c. Tetapkan tujuan interviu. hendaknya saudara melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. data lebih mendalam. Bagian interviu meliputi. Latihan Agar saudara dapat memahami dalam mempraktekkan teknik interviu dengan baik. Berlatihlah melaksanakan interviu. Menyusun Panduan Interviu Agar pelaksanaan interviu dapat berjalan dengan lancar. e. Interviu membutuhkan keahlian. dan apabila mengalami kesulitan dapat ditanyakan teman dalam kegiatan kelompok. maka interviuer harus minta ketegasan dari interviui tentang informasi yang benar. Lembar Kegiatan Agar saudara dapat memahami teknik interviu ini secara mendalam. pertanyaan dapat diperluas ke pertanyaan yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut. d. maka perlu dipersiapkan dengan cermat yaitu dalam bentuk panduan interviu. pembimbing harus dapat menjaga kerahasiaan klien.informasikan tujuan iterviu. 3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interviu antara lain adalah. Keunggulan interviu meliputi. l. i. Susun pedoman interviu. agar dalam pelaksanaan interviu jelas. bahasa dapat disesuaikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interviu Agar interviu dapat mencapai hasil yang maksimal. cari referensi sesuai dengan tujuan interviu. 1. Cermati istilah-istilah penting dalam materi interviu tersebut. Interviuer harus menjelaskan maksud dan tujuan interviu tersebut. f. kalau perlu buat catatan-catatan kecil. adminstratif dan interviu konseling. Bahasa yang digunakan oleh interviuer harus disesuaikan dengan kemampuan interviui. d. hal ini akan dapat mengganggu jalannya interviu. berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. apalagi yang terkait dengan pelaksanaan konseling. C. Cara menyampaikan pertanyaan-pertanyaan jangan kaku.b. hal-hal yang kurang menguntungkan dari interviu adalah: a. inti dan akhir interviu. ingat waktu. Dalam kegiatan konseling interviu merupakan metode yang utama. dalam hal waktu. teliti dan dengan kalimat yang jelas. g. Mengapa interviu memerlukan waktu yang lebih lama? Jelaskan! 2. maka hasil interviu sudah tidak obyektif lagi. F. Hindari penonjolan ‖aku‖ dari interviuer (Bimo Walgito. Hubungan baik ini akan memberikan sumbangan yang besar terhadap proses dan hasil interviu.

Bimbingan pada prinsipnya diarahkan pada suatu bantuan yang pada akhirnya orang yang dibantu mampu menghadapi dan mengatasi kesulitannya sendiri. sikap dan tingkah laku seseorang. dalam memberikan layanan perlu menggunakan cara-cara yang sesuai atau tepat. Berikut ini prinsip-prinsip bimbingan konseling yang diramu dari sejumlah sumber. d. c. Dalam menyusun panduan interviu. . b. Oleh karenanya dalam memberikan bimbingan agar dapat efektif perlu memilih teknik-teknik yang sesuai dengan perbedaan dan berbagai kebutuhan individu. Sikap dan tingkah laku seseorang sebagai pencerminan dari segala kejiwaannya adakah unik dan khas. Tiap individu mempunyai perbedaan serta mempunyai berbagai kebutuhan. 1997:219). sebagai berikut: a. mempunyai bayak inisiatif. Prinsip bimbingan adalah memperhatikan keunikan.3. Keunikan ini memberikan ciri atau merupakan aspek kepribadian seseorang. Dalam suatu proses bimbingan orang yang dibimbing harus aktif . hal apa yang harus dikuasai oleh interviuer? Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling di Sekolah Prinsip merupakan paduan hasil kegiatan teoretik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan (Prayitno.

Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. Untuk menangani masalah tersebut perlu diserahkan kepada petugas atau lembaga lain yang lebih ahli. e. Ini terjadi apabila ternyata masalah yang timbul tidak dapat diselesaikan oleh sekolah (petugas bimbingan).Sehingga proses bimbingan pada prinsipnya berpusat pada orang yang dibimbing. Prinsip ini sebagai tahap evaluasi dalam layanan bimbingan konseling nampaknya masih sering dilupakan. Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh seorang petugas yang benar-benar memiliki keahlian dalam bidang bimbingan. Di samping itu ia mempunyai kesanggupan bekerja sama dengan petugas-petugas lain yang terlibat. 1997:219). g. di samping untuk menilai tingkat keberhasilan juga untuk menyempurnakan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling (Prayitno. . h. Padahal sebenarnya tahap evaluasi sangat penting artinya. i. Maksud penilaian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program bimbingan. Prinsip referal atau pelimpahan dalam bimbingan perlu dilakukan. f. Proses bimbingan pada prinsipnya dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang dibimbing serta kondisi lingkungan masyarakatnya. Program bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya senantiasa diadakan penilaian secara teratur. Program bimbingan dan konseling di sekolah harus sejalan dengan program pendidikan pada sekolah yang bersangkutan. j. Pada tahap awal dalam bimbingan pada prinsipnya dimulai dengan kegiatan identifikasi kebutuhan dan kesulitan-kesulitan yang dialami individu yang dibimbing.

maka dipandang perlu untuk dibentuk Tim Manajemen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2012 yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala SMP Puspita Persada Kecamatan Pesanggrahan Kotamadya Jakarta Selatan 1. 6. 7. Keptusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah 11. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasiona Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Mengingat : 10. Keptusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 060/U/2002 tentang Pedoman Pendirian Sekolah Memperhatikan : Buku Panduan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu tahun 2012 . Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. 4. 2. 9.K E P U T U S A N KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PUSPITA PERSADA Nomor : 035/SMP. 8. 3. 5. dan Nepotisme.PP/I/2012 TENTANG TIM MANAJEMEN BOS SMP PUSPITA PERSADA UNTUK PENDIDIKAN DALAM RANGKA WAJIB BELAJAR 9 TAHUN YANG BERMUTU DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN TAHUN ANGGARAN 2012 KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PUSPITA PERSADA Menimbang : bahwa untuk kelancaran pelaksanaan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan Gratis dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu di SMP Puspita Persada. Kolusi.

mempunyai tugas : a. i. Arsip . Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Pesanggrahan 3. KEDUA : Tim Manajemen BOS Tingkat Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA Keputusan ini. Pengawas Pembina BOS 4. Melakukan verifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada. d.MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA : : Membentuk Tim Manajemen BOS SMP Puspita Persada Tahun Anggaran 2012 dengan susunan sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini. Tim Manajemen BOS Kotamadya Jakarta selatan 2. h.Erlin Sriwahyuningsih SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth : 1. Dra. j. e. maka harus segera mengembalikan kelebihan dana tersebut ke rekening Tim Manajemen BOS Provinsi dengan memberitahukan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten Mengelola dana BOS secara bertanggung jawab dan transparan Mengumumkan daftar komponen yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai oleh dana BOS serta penggunaan dana BOS di sekolah menurut komponen dan besar dananya di papan pengumuman sekolah Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (BOS-11A dan BOS-K1) di papan pengumuman sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. g. KETIGA KEEMPAT : : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan selama Tahun Anggaran 2012 dan berlaku sejak tanggal 2 Januari 2012 Apabila terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini akan dilakukan pembetulan sebagaimana mestinya Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA : 2 J a n u a r i 2012 Kepala SMP Puspita Persada. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah Membuat laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh sekolah (BOS-11B dan BOS-K2) yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah Mengumumkan laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh sekolah (BOS-11B dan BOS-K2) tersebut di atas di papan pengumuman setiap 3 bulan Bertanggung jawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat Melaporkan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten Memasang spanduk di sekolah terkait kebijakan sekolah gratis (Format BOS-14) b. Bila jumlah dana yang diterima lebih dari yang semestinya. c. f.

PP /I/2012 Tanggal : 2 J a n u a r i 2012 _______________________________________ SUSUNAN TIM MANAJEMEN BOS SMP PUSPITA PERSADA TAHUN ANGGARAN 2012 No. Erlin Sriwahyuningsih . 1.Lampiran : Keputusan Kepala SMP Puspita Persada Nomor :035/SMP. 2. A s n a w i Jabatan Induk Kepala SMP Puspita Persada Guru SMP Puspita Persada (Selaku Bendahara BOS) Orang Tua Siswa 2.Enggay Garlina Kepala SMP Puspita Persada Dra. Jabatan dalam Tim Penanggung Jawab Anggota Nama Erlin Sriwahyuningsih 1.

Keunggulan Hasil karya yang dibuat dianalisa kelebihannya 2. analisa usaha dikumpulkan hari jum’at 13 Maret 2009 . Analisa Produksi 1.TUGAS KEWIRAUSAHAAN SOAL PRAKTEK KEWIRAUSAHAAN Membuat analisa peluang usaha untuk satu buah hasil karya : Misalnya : Ketrampilan membuat tempat sampah dari kaleng bekas cat. Rencana biaya produksi Buat tabel/analisa biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi hasil karya tersebut. C. Rencana harga jual hasil produksi Hasil karya tersebut akan dijual dengan harga berapa dengan mempertimbangkan biaya produksi & biaya lainnya. Analisa Pemasaran Bagaimana cara memasarkan hasil karya tersebut 1. dan lain sebagainya 3. Cara mengatasi kelemahan Bagaimana cara mengatasi kelemahan yang ada sehingga hasil karya yang diciptakan dapat dijual/dipasarkan dan menghasilkan keuntungan B. A. maupun pemasarannya. 2. 3. Buatlah analisa usaha : 1. Kelemahan Hasil karya yang dibuat dianalisa kelemahannya atau kekurangannya baik dari segi bahan baku. Perhitungan labah dan rugi Hitunglah rencana keuntungan yang akan diterima dari hasil karya tersebut. Hasil karya. pengolahan. Susunlah semua analisa tersebut di jilid dengan sampul warna biru 2.

PENGAJUAN BANTUAN DANA PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN 2012 SMP PUSPITA PERSADA Jl. PESANGGRAHAN.JAKARTA SELATAN Kode Pos :12260. SMU 63 NO.40 PETUKANGAN UTARA. Telp/Fax : (021) 7351479 Email : smppuspitapersada@yahoo.com .

Wb Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa kita panjatkan puji syukur kehadiratnya dan semoga di ampuni dosa kita. Wb. DI.Fotocopy Keterangan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 11.Sehubungan dengan hal tersebut bersama ini kami sampaikan proposal permohonan bantuan dana Media dan alat Peraga Pendidikan Agama Islam . Samsuri Dra. SMU 63 Petukangan Utara. SMP Puspita Persada Drs. atas perhatian dan terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terima kasih.Fotocopy Tanda Daftar Yayasan/Badan Sosial Demikian permohonan ini disampaikan.S. Wr. Pesanggrahan. 3 Maret 2012 Lampiran :1 (Satu) berkas proposal Perihal : Permohonan Bantuan Dana Media dan alat Peraga Agama Islam Kepada Yth. Kanwil Agama Provinsi DKI Jakarta C. Mengetahui.Fotocopy Sertifikat 5.PP/III/2012 Jakarta.W.Fotocopy Sertifikat Nomor Statistik sekolah (NSS) 10. sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan Nabi kita Muhamad.Q Kepala Bidang Mapenda Jl. Assalamu’alaikum.1. Wr. Wassalamu’alaikum.Fotocopy Akte Notaris 4.Fotocopy Sertifikat Nomor Induk Sekolah (NIS) 9.Fotocopy Sertifikat akreditas Sekolah 12.Fotocopy Izin Opersaional 8. Jakarta Timur Di Jakarta Dengan hormat.Fotocopy buku Rekening SMP Puspita Persada 6. Ketua Yaysaan Ka.Panjaitan No. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax : (021) 7351479 Nomor : 042/PB/SMP.YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM PUSPITA PERSADA ( YPIPP ) SMP PUSPITA PERSADA JAKARTA TERAKREDITASI NSS : 202016305343 Jl. Dalam rangka untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di sekolah menengah pertama adalah adanya sarana penunjang yang memadai dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar/KBM. Salah satunya adalah adanya sarana prasarana yang lengkap dan fasilitas yang layak agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.Proposal permohonan bantuan pengadaan peralatan kegiatan keagamaan 2.Fotocopy NPWP Sekolah 3. Erlin Sri Wahyuningsih .Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 7. dan semoga kita termasuk umat yang mendapat syafa’at di hari kiamat nanti .A. Untuk dijadikan bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1.

LEMBAR PENGESAHAN PENGAJUAN BANTUAN DANA PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP PUSPITA PERSADA Disahkan : di Jakarta Tanggal : 3 Maret 2012 Menyetujui. Ketua Yayasan Ka. Samsuri Dra. SMP Puspita Persada Drs. Erlin Sri Wahyuningsih .

Demikian proposal ini kami buat.SMP Puspita Persada Dra.Erlin Sriwahyuningsih i . Perlengkapan dan kelengkapan kelas dalam proses belajar mengajar adalah salah satu faktor yang utama untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyerap informasi yang diberikan oleh pendidik..KATA PENGANTAR Kenyamanan dan semangat belajar siswa akan semakin meningkat dan mengalami hasil yang maksimal jikalau tersedianya ruang kelas yang di lengkapi dengan media dan alat peraga sesuai bidang study masing-masing yang dibutuhkan untuk praktek siswa. kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan dana untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam kepada kepala Kantor Wilayah Agama provinsi DKI Jakarta UP Mapenda Islam . Jakarta. guna menunjang proses kegiatan belajar mengajar di SMP Puspita Persada . Mengingat betapa pentingnya prasarana tersebut. Ketidak mampuan sekolah untuk menyediakan prasarana belajar dalam hal ini media dan alat peraga adalah salah satu alasan yang membuat siswa kurang mempunyai semangat belajar yang tinggi ditambah lagi perlengkapan proses belajar mengajar yang seadanya dan serba kekurangan menjadi alasan lain yang mendukung kegagalan keberhasilan siswa. 3 Maret 2012 Ka. atas terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terimakasih.

................................Identitas Kepala Sekolah ...LAMPIRAN ii ............................................7 3...................8 BAB IV PENUTUP ..........................................Rencana Anggaran Biaya………………………………............................... 9 LAMPIRAN ..........................................................DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ...Rencana Dan Program Peningkatan Mutu.....Alternatif Langkah-Langkah Pemecahan Persoalan…………............4 6......1 2...........................7 6......Sasaran……………………………………………………...................................Rencana Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Dalam Rangka Identifikasi Peningkatan Mutu…………………………............................................................................ ...........8 7...Dasar Pemikiran .Badan Penyelenggara........................................................................................Analisis SWOT ......Data Siswa……………………………………………………………...................4 5.......................................................Agama…………………………………………………………………5 10...........Waktu Belajar…………………………………………………… …...........................................Dasar Pengembangan..................……......................................................……7 5.........................................................................3 3..................7 4...............7 2.....................................………………………………6 BAB III PROGRAM KERJA SEKOLAH 1..........Identifikasi Fungsi-Fungsi Sasaran…………………………….........................Fasilitas Sekolah........................................Data Personil sekolah…………………………………………………4 7........................3 4..........................1 3.......Visi Sekolah ........................1 4....Maksud dan Tujuan………………………………........................Program Pengajaran…………………...........….............................................5 9....2 5......................................5 8........……..................3 2....…....... i DAFTAR ISI ............Identitas Sekolah........................ ii BAB I PENDAHULUAN 1......................................Misi Sekolah......Nomor Rekening Bank...................................................8 8....2 BAB II PROFIL SEKOLAH 1..Tujuan Sekolah ........................

tidak dapat tinggal diam tetapi harus terus meningkatkan kualitas dirinya baik dari segi akademik maupun nonakademik sebagi wujud dari tanggung jawab yang realistis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. bila hal ini tidak dilakukan maka sekolah akan terpuruk dan ditinggalkan oleh stackholdernya.Menjawab tantangan arus teknologi dan informasi dengan mengatur kepada nilai Agama.Untuk mewujudkan sekolah sebagaimana harapan di atas. Estika dan Budaya sendiri. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekertiluhur. memiliki pengetahuan dan keterampilan. 6. berkembang dengan cepat arus informasi dang lobalisasi melalui jaringan teknologi yang canggih.BAB I PENDAHULUAN 1.sehingga prediksi-prediksi untuk pembuatan suatu perencanaan dapatterpenuhi dan tepat sasaran. peran dunia pendidikan khususnya sekolah sangat diperlukan karena pada institusi ini diharapkanmelahirkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan selaras dengan tingkat satuan pendidikannya. Visi pendidikan di atas menunjukkan bentuk keseriusan dan konsistensi bangsa Indonesia untuk terus meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan sesuai dengan tantangan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Estetika. Sekolah Menengah Pertama/SMP Puspita Persada memilki visi pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat lahir dan batin serta bertaqwa terhadap kepada Tuhan Yang Maha Esa menuju prestasi yang lebih tinggi. Maksud dan Tujuan.Menginventarisir berbagai kebutuhan pelayanan yang menjadi prioritasdi SMP Puspita Persada 4.Merealisasikan dengan format yang didukung oleh manajemen partisipatif. Berbagai strategi terus ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi informasi maupun fasilitas lain akan terus diupayakan sebagai wujud nyata keinginan untuk maju dan berkembang. Untuk hal ini perlu mendapat perhatian dan antisipasi yang tepat. diperlukan daya dukung dari semua unsur yang memiliki tanggung jawab terhadap dunia pendidikan sebab untuk membangun sekolah seperti tuntunan di atas. Kiprah SMP Puspita Persada sekarang terus meningkatkan pelayanan yang sesuai dengan standarisasi Pendidikan. Pendidikan Nasional bercita-cita untuk mewujudkan bangsa yang cerdas dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. 1 . berkepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. perlu daya dukung sarana dan prasarana yang memadai. Disinilah urgensinya peningkatan pelayanan pendidikan yang berperan sebagai strategi untuk mendorong agar terjadi dinamika yang konstruktif dan kompetitif sehingga dapat memberikan pelayanan pendidikan yang optimal. 2. Rencana Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Dalam Rangka Intensifikasi Peningkatan Mutu.pengorganisasian dan pengawasan yang kontinu. Sebagai akumulasi dari itu semua maka terus diupayakan untuk melengkapi sarana penunjang lain yang dipandang masih kurang memadai agar tercipta sarana prasarana sekolah yang representatif.Menganalisis prioritas yang terpilih hingga menjadi program unggulan. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang konkrit dan realistis diantaranya sebagai berikut : 1. Sudah menjadi komitmen civitas akademika SMP Puspita Persada bahwa untuk peningkatan mutu dan proses pengelolaan sekolahseyogyanya dipersiapkan secara memadai melalui perencanaan. 3. Dasar Pemikiran. 3. Rencana pengembangan sarana prasarana pendidikan SMP Puspita Persada dianalisa berdasarkan kebutuhan prioritas yang tidak dapat ditolerir lagi menjadi satu tuntutan kebutuhan mendesak.Melihat spesifikasi tuntutan masyarakat terhadap SMP Puspita Persada. Dari itu semua itu memunculkan suatu hasil analisa tentang kebutuhan yang harus dipenuhi.tata usaha dan masyarakat.Memprediksi berbagai kemungkinan yang dihadapi SMP Puspita Persada di era otonomi pendidikan. kesehatan jasmani dan rohani. Sekolah sebagai lembaga yang memiliki stackholder yang jelas yaitu guru. Pada era informasi ini. 5. selain itu kompetensi dan profesionalisme pengelolaan pendidikan perlu mendapatkan prioritas pertama karena tanpa itu semua sulit kiranya kita untuk mewujudkan pranata pendidikan yang diharapkan 2.

Dasar Pengembangan. 2. 10 11 12 13 14 LCD Proyektor dan Layar Laptop Mukenah Perempuan Sarung dan peci Alquran dan hadis digital Sajadah Islamic Sofware Shof Copy Pembelajaran PAI berbasis ICT Mike dan speaker Poniter/Remote Control Alquran Zuj’ama Bagan skema tajwaid dan materi per KD Pegara gerakan wudlu dan Shalat Jumlah 2 2 20 20 4 20 1 1 1 3 20 20 20 1 135 Rp.000.000.Semakin berkembangnya sekolah .Rp.000.000. Rencana Anggaran Biaya Perincian Anggaran Biaya Media dan Alat Peraga Pendidikan Agama Islam NO NAMA BARANG QUANTITAS JUMLAH (Rp) 1 2 3 4 5 6.000.Erlin Sriwahyuningsih 2 .Kegiatan ekstra kurikuler maupun kegiatan akademis lainnya tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila sarana penunjangnya sangat minim.000.- Jakarta.000.Rp.Rp.Rp.4. Hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan untuk pengembangan sarana prasarana pendidikan di SMP Puspita Persada antara lain adalah : 1.000. 4. 2.10.500.000. 1. 5.000.000. 500. 1.500. 9.000. 2.000.14.000.Rp. 1.000.40.000.000. 500.500. 7.Peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana dengan baik apabila sarana prasarana pendidikan masih kurang. 3 Maret 2012 Ka.000. 1. 1.Rp. 8.Minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke SMP Puspita Persada semakin tinggi.000.SMP Puspita Persada Dra.Rp.sekolah di Jakarta.Rp.Rp.000. 3.000.000.000. 1.Rp.Daya dukung unsur-unsur yang terlibat di sekolah sangat tinggi 5.000.Rp.Rp. 2.Rp.500.Rp. 1.

BAB II PROFIL SEKOLAH 1). Alamat Sekolah 6. Nama Badan / Yayasan yang mendirikan Persada 2. Mulai Berdiri 8.Tanggal 24 Februari 1998 : Milik Sendiri : 13106/IMB/2009 : 09.Air Bersih . Status 7.SMU63 Petukangan Utara. IDENTITAS SEKOLAH 1. Nomor Sertifikat Luas Tanah Luas Bangunan 12. SMU 63 Petukangan Utara. Nama Sekolah 2. Pesanggrahan Jakarta Selatan 12260 2). 201070 : No.03930 : 1200 m2 : 500 m2 : Listrik : Ada Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) Nomor Identitas Sekolah (NIS) Izin Operasi Sekolah 9.n. Akte Notaris / Anggaran Dasar : Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita : Jln.Tenaga Penerangan 13. Alamat Sekretariat Pesanggrahan 3. Kepemilikan Tanah 10. SK Terakhir Status Sekolah SK Kelembagaan Nomor Data Sekolah Nomor Statistik Sekolah (NSS) : Swasta : Tahun 1998 : “ Terakreditasi B” : BAS Dikmenti : 200104170 : 202016305343 : 20107001 . Jakarta Selatan 12260 : Drs.10.1. Samsuri : No. BADAN PENYELENGGARA 1.35/MPK-A2/KP/1998. Didirikan pada tanggal dan tahun 5.01. Nama Pimpinan / Ketua Yayasan 4. Nomor IMB 11. 11 Tanggal 20 Januari 2009 a.02.Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita Persada : SMP Puspita Persada : 24 Februari 1998 : Jln.

Jumlah Guru 2. Nama 2.1.1.3. Jumlah Petugas Tata Usaha 3. Erlin Sri Wahyuningsih : Jakarta. Nama Pimpinan Sekolah : Pukul 06. Erlin Sri Wahyuningsih . Siang / Shift Kedua 4.00 : 48 jam / minggu : 2 rombongan : 2 rombongan : 2 rombongan : 14 Orang : 1 Orang : 1 Orang : Dra. Pagi / Shift Pertama 3.2. 7. FASILITAS SEKOLAH 1. Pendidikan Terakhir 10. Ruang Guru Nama Ruangan No 1. 3. TMT Menjabat Kepala Sekolah 8. 17 Desember 1964 : 6549 7426 4330 0033 : : Islam : Jl.Jurusan : Dra. DATA PERSONIL SEKOLAH 1. Jabatan Sebelumnya 9. Agama 6. Kelas IX 6). 2.3). 9.2.3. Ruang Kepala Sekolah 2. Jumlah Pesuruh Sekolah 4. 49 Pesanggrahan. Kelas VIII 5. Golongan/ Pangkat 5. Ruangan 2.PeneranganVI RT009/RW 07 No. Formasi Kelas 5.2.00 : Pukul 12. Status Gedung Status Tanah 2.30 – 17. Ruang Belajar 2. NOMOR REKENING BANK 1. 5. Jumlah Jam yang diterapkan 5. 11. Kelas VII 5.30 – 12. Nama 2. IDENTITAS KEPALA SEKOLAH 1. NUPTK 4. Tempat.Nomor Rekening : SMP PUSPITA PERSADA : Bank DKI Cabang Permata Hijau : 411-12-01320-1 : Milik Yayasan : Milik Yayasan : 6 Ruang : 1 Ruang : 1 Ruang Fasilitas Belajar Ruang Kelas Perpustakaan Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Tata Usaha Ruang Komputer Ruang Bimbingan Konseling Ruang Osis Ruang UKS Toilet / WC Lapangan Upacara / Olahraga Jumlah 6 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 3 ruang 1 ruang 5). 10. Waktu Belajar / Lama Belajar 3. Alamat Rumah 7. Bank 3. 4. 6. 8.1. Tanggal Lahir 3. 3. Jakarta Selatan : 2008 : Waka Kurikulum : S1 : PKn 3 4).

1 Guru a.d Sabtu Pukul 06. 2.d 17. b. c. 3. Kepala Sekolah Guru Pegawai Administrasi Pesuruh Sekolah Jumlah Jenis Pegawai Jenis Kelamin Laki – laki 7 1 8 Perempuan 1 8 1 10 Jumlah 1 15 1 1 18 7). Siang : Senin s.00 WIB 9). d. Kelas VII 2. DATA SISWA Jumlah Siswa saat ini 1. c. e. 4. Agama Guru Agama L Islam Protestan 7 Guru P 9 Jml 16 L Karyawan P 1 Jml 1 L 104 4 Siswa P 81 2 Jml 185 6 202 6 Jumlah .00 WIB : Senin s. 1.d Sabtu Pukul 12. Intrakurikuler a. Waktu Belajar 1. SD SMP SMA/SMEA/SMK Jumlah 7 2 10 2 18 4 Jenis Pegawai No. Pagi b. b. Kelas IX : 168 orang : 67 orang : 48 orang : 53 orang Keadaan Murid Jenis Kelamin Tingkat Kelas VII VIII IX Jumlah Jumlah Kelas 2 2 2 6 Laki – Laki 38 siswa 30 siswa 31 siswa 99 siswa Perempuan 29 siswa 18 siswa 22 siswa 69 siswa Jumlah Siswa 67 siswa 48 siswa 53 siswa 168 siswa 8).5. D1 D2 Sarjana Muda ( D3 ) Sarjana ( S1 ) Pasca Sarjana ( S2) Pendidikan : S. Kelas VIII 3. Agama A.1 / FKIP / Tahun 1990 Jenis Kelamin Laki – laki Perempuan Jumlah 7 - 2 7 - 2 14 - 2 Tenaga Administrasi/Pesuruh a.30 s.d 12.30 s. Pendidikan Terakhir Pimpinan Sekolah Pendidikan Guru No.

22. 23. 17.00 Pendamping Bp. Ekstrakurikuler diadakan berlangsung di luar jam kegitan belajar : . 2. Program kurikulum berpedoman pada : a. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.00 WIB .Jumat Pukul 15. 5.d 17. Rudi Santoso .00 15. 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Pertama Tahunn Pelajaran 2011/2012 2.00 s.d.00 WIB Jenis kegiatan Ekstrakurikuler : No. Sri Widianto Bp. Program Ekstrakurikuler dilaksanakan di luar kegiatan belajar.00 – 17. Islam Protestan Katolik Budha Hindu Jumlah Agama Laki-laki 104 4 108 Perempuan 81 2 83 Jumlah 185 6 191 5 10).Sabtu Pukul 15.00 – 17.00 15. Program Pengajaran 1. Jenis Kegiatan Pramuka Paskibra Beksi ( Silat Betawi ) Hari Sabtu Sabtu Jum’at Waktu 15.30 s. b.Katholik Budha Hindu Jumlah 7 9 16 - 1 1 108 83 191 208 B. Sri Widiato Bp. 3. dan 24 tahun 2004.30 – 17. Agama Murid Jenis Kelamin No. 2. 4. 1. 3.

Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas harus berkaitan dengan sarana dan prasarana yang maksimal. 2). TUJUAN SEKOLAH Tujuan SMP Puspita Persada adalah menghasilkan tamatan yang memiliki prestasi tinggi dalam akademik ataupun non akademik serta berbudi pekerti luhur. Menanamkam kepribadian yang luhur melalui pendidikan akhlakul kharimah 3). sehingga pembelajaran dan penilaian proses pembelajaranakan menjadi lebih maju. 5. 5. Meningkatkan ketrampilan kesiapan dan tanggungjawab siswa untuk memimpin diri sendiri dan kelompok – kelompok kecil SASARAN 4). berilmu dan memiliki kepribadian yang luhur.6 BAB III PROGRAM KERJA SEKOLAH 1). tentunya harus SDM yang berkualitas. Untuk itu tujuan kami mengajukan proposal ini adalah : 1. Memberikan gambaran pada guru keterkaitan antara pembelajaran PAIKEM dengan Kurikulum Berbasisi KTSP. VISI SEKOLAH Mempersiapkan anak didik menjadi manusia unggul yang beriman. MISI SEKOLAH 1. Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis kemampuan siswa 4. 2. Menanamkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa 2. Meningkatkan kesadaran peserta didik sebagai makhluk 67ocial untuk aktif memelihara dan melestarikan lingkungan dimana saja mereka berada 4. bertaqwa. Meningkatkan ketrampilan guru dalam penguasaan PTEK. Menciptakan lingkungan agamis yang diwarnai nilai akhlaqul karimah 4. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan minat bakat dan peserta didik 3. Mengadakan penambahan media dan peralatan keagamaan untuk kegiatan belajar mengajar. Meningkatkan wawasan kependidikan Agama Islam siswa dan siswi seorang muslim . . 3.

Prosentase hasil akhir dan mutu pendidikan Agama Islam tidak mengalami penurunan seiring dengan peningkatan standar nilai minimal lulus yang di tetapkan oleh sekolah.Kesesuaian dengan kemajuan teknologi a. a.Membentuk kelompok belajar siswa 7.Ruang Kesenian c.Kesiapan Mengajar b.Peluang Ksempatan Sekolah (O=Opportunity) 4. c.Kerjasama dengan Dinas terkait.Peningkatan prestasi dengan mencari informasi melalui internet 7). Secara Khusus a). 5).Memelihara dan melengkapi sarana dan prasarana di sekolah 10.Pengalaman Mengajar d.Kekuatan Keunggulan Sekolah (S=Strength) 2.Mengadakan kegiatan pengadaan ruang kelas baru yang 68ystem68ntative 3. c. Fasilitas 7 6). b.Kreatifitas Guru.Persiapan Administrasi a. 2.Ruang Lab IPA b. Meningkatkan pembelajaran siswa siswi kami yang beragama Islam serta mampu menerapkan pembelajaran PAKEM dengan kurikulum KTSP dalam proses pembelajaran berbasis Multimedia . b). b).Mengadakan evaluasi kedalam secara berkala 4.Latar belakang pendidikan c.Target kualitas dan mutu siswa siswi muslim meningkat.Mengaktifkan kegiatan ektrakulikuler dan kesenian 9. 8). Ketenagaan 3.Proses belajar mengajar dengan menggunakan 68ystem atau tehnik bilingual 5.Mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Organisasi Intra Sekolah(OSIS). 8.Ancaman Terhadap Sekolah (T=Theat) ALTERNATIF LANGKAH – LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN 1. Secara Umum a). RENCANA DAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU 1.Mencari dan menggali sumber dana 2.Pembelajaran menggunakan media elektronik 4.Dukungan Orang Tua.Mengupayakan peningkatan berkala pegawai 5.Target peningkatan mutu Pembelajaran MAPEL Pendidikan Agama Islam dapat tercapai.Kualifikasi Guru c.Motivasi Belajar.Dukungan Orang tua b. ANALISA SWOT (ANALISA TINGKAT KESIAPAN FUNGSI) 1. IDENTIFIKASI FUNGSI – FUNGSI SASARAN NO 1.Menjalin hubungan yang baik dengan seluruh karyawan sebagai partner dan bukan sebagaiatasan dan bawahan 11.Kelemahan / Kekurangan Sekolah (W=Weakness) 3.Metode Pembelajaran b.Penyempurnaan sistem kerja guna memberi pelayanan yang berkualitas. Fungsi PBM Fungsi internal a.Dukungan Masyarakat 2. 2.Siswa dapat menerapkan teori dan praktik pada tiap SK/KD.Melaksanakan pembelajaran berbasis Teknologi dan Informasi .Meningkatkan dukungan moral dan finansial dari masyarakat 12.Pengoptimalan sumber dana dan sumber daya yang ada 3.Pembelajaran melalui jaringan internet 6.1.Dukungan c.Potensi Guru a.Fasilitas Belajar Fungsi External a.Menciptakan disiplin yang tinggi dan bertanggung jawab 6. c.Jumlah Guru b. c).

yang pada akhirnya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dapat dicapai. Akhirnya. . kegiatan Manajemen Berbasis Sekolah dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan.8 BAB IV PENUTUP Demikian penyusunan proposal pengadaan untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam SMP Puspita Persada melalui dana bantuan Kementrian Agama tahun anggaran 2012 dalam rangka usaha sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah yang telah ditetapkan pemerintah. Mudah – mudahan dengan adanya bantuan pengadaan untuk media dan alat peraga keagamaan tahun anggaran 2012 ini. semoga dengan adanya bantuan pengadaan untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam ini semangat belajar siswa untuk berprestasi menjadi lebih tinggi sekaligus menggugah para pendidik untuk lebih bersemangat lagi dalam melaksanakan kegiatan melajar mengajar dan meningkatkan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa.

12. 14.600. 15. 10. 20.0000 Peta Perkembangan sejarah Islam Al-Qur'an Mujallad Surat Yaa-Siin lengkap dengan Translitrasi dan terjamah Maktabah Asy Syamilah LCD Proyektor + Layar 5000000 Poniter Laser/ Remot countroll Laptop dengan Spesifikasi sesuai Pesanan 7 juta Shoft Copy Pembelajaran PAI Dengan berbasi ICT Islamic Shoftwere Al-Qur'an dan hadits digital Murattal MP3 Imam Kharamain VCD Manasik Haji dan Umrah Mimbar / Podiumm Bimbingan Do'a-do'a . 9. 3. 17.000 Sarung dan Peci =(50. 16. 7. 13.00) x 20 =1.9 DAFTAR BIAYA PENGADAAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1. 4. 21. 6. 8. 18. 11. Bagan Skema Tajwid dan materi per KD Boneka Dewasa untuk Praktik merawat Jenazah Kain Kafan 1 set Peralatannya Keranda dan tempat memandikan jenazah Pegara Gerakan Wudlu dan Shalat Maket / miniatur ka'bah Kain Ihram/ Baju Ihram Mukena Lajur/ Baju Ihram Perempuan 20 x 75000=1500. 19. 2. 22.000 +30. 5.

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan PAI menjadi salah satu mata pelajaran yang harus ada mulai jenjang dasar sampai Pendidikan Tinggi. POKOK – POKOK PIKIRAN Diakui atau tidak sekarang ini tidak sedikit guru dalam pembelajaran di kelas masih monoton (ceramah). Akibatnya. sering ijin keluar. Inovatif. Salah satu bentuknya adalah pembelajaran PAI berbasis Information and Communication Technology (ICT) atau sering disebut dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta adanya dan tepatnya media dan alat peraga. sehingga pembelajaran. Efektif dan menyenangkan ( PAIKEM ) dapat kami wujudkan 2. Termasuk didalamnya guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Melihat begitu pentingnya mata pelajaran PAI di sekolah. 2.PROPOSAL PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH 1. TUJUAN PENGADAAN MEDIA 1. Meningkatkan ketrampilan guru dalam penguasaan IPTEK. Diantara caranya adalah dengan adanya inovasi pembelajaran. Kreatif. Memberikan gambaran pada guru keterkaitan antara pembelajaran PAIKEM dengan Kurikulum Berbasisi KTSP. berbicara dengan teman. dan penilaian proses pembelajaranakan menjadi lebih maju. menulis atau menggambar dan aktifitas lainnya yang tidak ada hubungan dengan mata pelajaran tersebut. Sehingga Pembelajaran Aktif. Meningkatkan wawasan kependidikan Agama Islam siswa dan siswi muslim . Dalam Undang-Undang No. Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis kemampuan siswa 4. tetapi harus mempunyai makna bagi peserta didik. jangan sampai hanya formalitas telah dilaksanakan. Guru mengajarkan di depan kelas. sedangkan peserta didik senang atau tidak harus mau mendengarkannya. 3. peserta didik merasa bosan dengan mata pelajaran yang diajarkan Hal ini ditunjukkan dengan peserta didik yang mengantuk. . Padahal melihat peranan mata pelajaran PAI di sekolah menempatkan posisi yang sangat strategis dalam memberikan dasar keimanan dan ketaqwaan peserta didik ke depan.

TARGET DAN SASARAN 1. PENUTUP Demikian proposal Pengajuan pengadaan media dan alat peraga ini kami buat. VI. 2. Secara Khusus a) Target peningkatan mutu Pembelajaran MAPEL Pendidikan Agama Islam dapat tercapai. b) Prosentase hasil akhir dan mutu pendidikan Agama Islam tidak mengalami penurunan seiring dengan peningkatan standar nilai minimal lulus yang di tetapkan oleh sekolah. Meningkatkan ketrampilan kesiapan dan tanggungjawab siswa untuk memimpin diri sendiri dan kelompok – kelompok kecil 3. b) Target kualitas dan mutu siswa siswi muslim meningkat. dan atas perhatian serta terkabulnya proposal ini kami ucapkah terima kasih dan mudah – mudahan semua ini dapat menjadikan kemashlahatan bersama bagi kita. c) Siswa dapat menerapkan teori dan praktik pada tiap SK/KD. . Secara Umum a) Meningkatkan pembelajaran siswa siswi kami yang beragama Islam serta mampu menerapkan pembelajaran PAKEM dengan kurikulum KTSP dalam proses pembelajaran berbasis Multimedia .5.

S.MM 3.PDI PENGURUS : 1.KETUA : Drs.KETUA 2.ANGGOTA : ROHMATULLAH : MAS’UD Jakarta. S.H.IP..SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA (YPICPP) PEMBINA : A S N A W I .S. 13 Maret 2012 Ketua YPICPP Drs. SAMSURI 2.Samsuri .BENDAHAR : MASWATIH PENGAWAS : 1.SEKRETARIS : MAT ALI.

Pegara Gerakan Wudlu dan Shalat 6. Al-Qur'an Mujallad 11. SUSUNAN Kain Ihram/ Baju Ihram 8. Mukena Lajur/ Baju Ihram Perempuan 9. Maket / miniatur ka'bah 7.RENCANA ANGGARAN BIAYA rererBIAY BG NGADAAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1. Maktabah Asy Syamilah 13. Keranda dan tempat memandikan jenazah 5. Kain Kafan 1 set Peralatannya 4. Boneka Dewasa untuk Praktik merawat Jenazah 3. Surat Yaa-Siin lengkap dengan Translitrasi dan terjamah 12. Bagan Skema Tajwid dan materi per KD 2. Poniter Laser/ Remot countroll 15. LCD Proyektor + Layar 14. Peta Perkembangan sejarah Islam 10. Laptop dengan Spesifikasi se .

.

Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) .Fotocopy Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 5.Fotocopy Akte Notaris 8.Fotocopy Sertifikat 9.Fotocopy NPWP Sekolah 7.Fotocopy Sertifikat Nomor Statistik sekolah (NSS) 4.Fotocopy Sertifikat Nomor Induk Sekolah (NIS) 3.LAMPIRAN 1.Fotocopy Sertifikat Akreditas Sekolah 6.Fotocopy Rekening Koran SMP Puspita Persada 2.

pengusaha. Proposal tersebut ditujukan pada pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Rapat koordinasi antara sekolah dan komite dalam rangka penggalian dana. 3. Program ini bertujuan untuk mencarai sumber dana seluas luasnya dari masyarakat. karyawan dan siswa.d 15 Agust 2009. VCD Manasik Haji dan Umrah 21. Program pengembangan dan penggalian sumber dana pendidikan beserta implementasinya. UH3 16 s. Proposal Dana Pendamping SSN Proposal b. Pelaksanaan remedial teaching maupun remedial tes bagi siswa yang belum tuntas sesuai KKM masing . Soal ulangan harian terkendali oleh tim pengembang penilaian. memperhatikan prioritas kebutuhan sekolah. Analisis dan kualitas dari kegiatan tersebut . ruang belajar. Tokoh masyarakat. Proposal Kursi Ruang Multimedia c. RAPBS ini dibuat berdasarkan masukan dari Komite. Remidi. Proposal Pembangunan Sarana ibadah ( Tempat wudlu ) f. 2. Mimbar / Podiumm 22. 10 Oktober 2009. 21 Nopember 2009. Guru. 3. 2. penambahan fasilitas sekolah. Rapat koordinasi pembuatan proposal dengan hasil : a. Pembuatan RAPBS untuk mengalokasikan anggaran maka dibuat RAPBS. UH2 5 s. Kegiatan tersebut antara lain : 1. Sosialisasi kepada wali siswa dan rapat pleno yang telah dilaksanakan pada tanggal 5 s. Proposal Ruang Laboratorium Bahasa d. Rapat koordinasi ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Setiap 1 (satu) semester diadakan ulangan harian minimal 3 (tiga) kali setiap mata pelajaran. Setelah ulangan selesai diadakan analisis soal dan hasil ulangan harian.d 6 Oktober 2009 Program Pengembangan dan Penggalian Sumber Dana Pendidikan Beserta Implementasinya 1. 4. Proposal Pengadaan Komputer Siswa e.Copy Pembelajaran PAI Dengan berbasi ICT 17.d. 4. Al-Qur'an dan hadits digital 19. Telah terlaksana Rapat Pleno Komite Sekolah Tahun 2009 3.d. Tersusun RAPBS tahun pelajaran 2009/2010 2. Kepala Sekolah. Bimbingan Do'a-do'a 1. pemerintah dan menerapkan / menempatkan alokasi dana sesuai kebutuhan. Murattal MP3 Imam Kharamain 20. Pembuatan proposal pengajuan anggaran untuk kegiatan peningkatan mutu. transparan dan accountable. Pelaksanaan Program pengembangan dan system penilaian : Program ini bertujuan untuk meningkatkan frekuensi UH. 5. Proposal Pavling halaman ruang laboratorium 2. Islamic Shoftwere 18. Jadwal pelaksanaan ulangan harian terkendali dan terpadu dengan kegiatan Belajar Mengajar telah dilaksanakan pada tanggal UH1 10 s. Agar terwujud RAPBS yang baik. 1.

kepegawaia. Mengintensifkan peranan MGMP sekolah setiap mata pelajaran. alat media Vidio shooting dan akses Internet ( pengadaan tower dan jaringannya ). Peningkatan frekwensi Ulangan Harian Telah dilaksanakan Ulangan Harian sebanyak 3 kali dalam satu semester dan soal ulangan terkoordinasi oleh tim penilaian. Kegiatan Ulangan Tengah Semestertelah diulaksaakan pada bulan Oktober 2009 7. 2. Pengadaan Jaringan Internet(tower). Pembentukan tim penyusun KTI melalui penyusunan PTK oelh guru maple UN sejumlah 10 orang guru dilaksanakan bulan Desember 2009 sampai bulan Februari Tahun 2010. e. Memiliki sumber belajar (modul dan LKS) 4. 1. alat IPA. B. Pembelian 1 (satu) buah LCD Proyektor. Peningkatan Kegiatan Ulangan Tengah Semester Telah terlaksana kegiatan UTS secara terprogram dan terkoordinir melalui tim pengembangan penilaian. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2009 oleh 4 org staf TU. 5. Pengadaan 1 unit computer dilaksaakan tanggal 3 September 2009 Program Pengembangan Sarana Prasarana Demi terpenuhinya sarana prasarana (fasilitas) pembelajaran maka dilakukan penambahan dan pengadaan sarana prasarana antara lain : Pengadaan Kursi Ruang Multi Media. 7. Program Pengembangan Proses Belajar Mengajar. Pengadaan 1 (satu) buah Laptop dan 2 (dua) buah printer kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 September 2009 2. Mengadakan pelatihan pembelajaran berbasis ICT melalui pembuatan Power Point. Memiliki pembegian tugas mengajar sesuai bidang studi 4. Workshop pengembangan system peilaian akan dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2010 Hasil Program Pengembangan dan Sistem Penilaian 1.LKS ) mapel UN akan dilaksaakan tanggal 4 januari s. 2. Memiliki Jadwal Pelajaran 2. menarik dan bermakna. 3. Pengadaan bahan ajar siswa ( modul. Rapat Pembagian tugas mengajar sesuai dengan keahlian guru masing-masing / bidang studi guru dilaksanakan tangal 18 Juni 2009 b. Sarana Ibadah (tempat wudlu). Mengadakan Pelatihan TIK Dilaksanakan Pelatihan TIK dengan perincian sebagai berikut : . Program ini bertujuan untuk melengkapi peralatan pendidikan dan fasilitas sekolah agar lebih nyaman.Program pengembangan sarana prasarana dan fasilitas sekolah. kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 Januari 2010 diiukti oleh 30 orang guru. Memiliki Tim MGMP Sekolah 3. Pembelian DVD video shooting. Program ini bertujuan untuk mengaktifkan KBM dan proses PBM lebih fariatif dengan pendekatan CTL a. dilaksanakan tgl 13 Oktober 2009 8. 4 Februari 2010 Program Pengembangan Proses Belajar Mengajar 1. 23-28 Nop tahun 2009. Peningkatan Analisis Ulangan Harian Telah dilaksanakan analisis ulangan harian sebagai tindak lanjut pelaksanakan ulangan harian. Pengadaan Kursi Ruang Multi media sejumlah 34 buah dilaksanakan tanggal 5 September 2009 6. 1. 3. d. Peningkatan Remidi Telah dilaksanakan remedial teaching pasca ulangan harian kepada siswa belum tuntas sesuai dengan KKM maple masing-masing 4.perpustakaan dan penilaian.Program pengembangan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dan karyawan dibidang Informasi dan Teknologi. September dan Nopember 2009 6.masing mata pelajaran dilaksanakan pada bulan Agustus. Kegiatan ini dilaksanakan pada tgl 15 Nopember 2009 5. Program Peningkatan Tenaga Pendidik dan Kependidikan 1. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2009. Pengadaan bell Elektronik dilaksanakan tanggal 19 Desember 2009. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2009. Penambahan LCD. 3. Mengadakan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi staf TU bidag entry data base kesiswaan. 4. Pembagian rombongan belajar siswa masing-masing kelas berjumlah 32siswa dilaksanakan tanggal 11 Juli 2009 c. 3. Memiliki Jadwal piket jam kosong 5. Pelaksanaan Remedial teaching dan Remedial Test semester 1 telah dilaksanakan pada tanggal 18-20 Agust.d. Membangunan sarana ibadah (tempat wudlu). 12-17 Okt. Memiliki Tim Supervisi pembelajaran 6.

Rapat Koordinasi pembentukan tim pembuat kurikulum SMP 1 Kepil tahun pelajaran 2009/2010. Penyusunan RKS(RENSTRA) SMP 1 Kepil pada tanggal 20 Juli 2009. dipercaya oleh masyarakat dapat dipertanggung jawabkan. Strategis pelaksanaan. 2. Mengadakan Worshop Pembelajaran Berbasis ICT 6. RPP dan KKM) 8. 5 Nopember dan 19 Nopember 2009 5. 1. Mengadakan Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Pelatihan PTK sementara diikuti oleh 11 orang guru bekerjasama dengan program BERMUTU MGMP Mapel UN pada semester ini sedang pada tahap identifikasi masalah dan rencana tindakan.d 9 Juli 2009. c. Pelaksanaan tersebut adalah : 1. 12 dan 13 Juli 2009. Silabus.2. Pembuatan silabus semua mata pelajaran yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 s. Program Kerja Jumat Bersih telah dilaksakan pada tgl 8 Oktober. Program ini bertujuan untuk meningkatkan lingkungan yang sehat . Hasil Program Pengembangan Pembuatan Kurikulum SMP 1 Kepil 1. tujuan sekolah 4 tahun yang akan datang. 1. Pembuatan jadwal piket kebersihan telah dilaksanakan tgl 14 Juli 2009 2. Program ini bertujuan meningkatkan pelayanan dan manajerial SMP 1 Kepil agar lebih tertata. indicator keberhasilan. Dibuat tim pengembang Kurikulum SMP 1 Kepil.Program Pengembangan dan Implementasi manajemen sekolah. Strategi pelaksanaan kegiatan ini adalah setiap penanggung jawab program memiliki anggota untuk mengidentifikasi tantangan nyata yang dihadapi sekolah. Terwujudnya Kurikulum SMP 1 Kepil (Dokumen 1 dan lampirannya. mudah diakses oleh masyarakat luar. TABEL Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. 8 Juni 2009 dengan porsenil sebagai berikut : 7. supervisi. Dibentuk Tim Pengembang Kurikulum TABEL 2 2. sesuai dengan karakteristik SMP 1 Kepil. Pembuatan konsep RKS SMP 1 Kepil dilaksanakan pada tanggal 7 .Pelaksanaan Program penegembangan Budaya dan Lingkungan Sehat. Kegiata Home Visit telah dilaksaakan 8 kali tanggal 8 Hasil Program Pengembangan Budaya dan Lingkungan Sehat 1. 22 Oktober. Pembuatan Dokumen Kurikulum SMP 1 Kepil dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2009. Rancangan dari tim ini menjadi konsep dasar pembuatan RKS. Lomba 7 K telah dilaksanakan pada tgl 5 s. dilaksanakan tanggal 30 Juni 2009 diikuti oleh 22 peserta. Work Shop Tim Pengembang KTSP dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2009 b. Telah tersusun jadwal piket kebersihan dan program Jum’at bersih karyawan. asri . Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah yaitu kurikulum karena sekolah diharapkan mampu membuat kurikulum sendiri berdasarkan kebutuhan. . program strategis. jadwal pelaksanaan .Pelaksanaan Program Pengembangan Pembuatan Kurikulum SMP 1 Kepil.d 8 Agustus 2009 3. nyaman serta kondusif untuk KBM. serta pembuatan anggaran yang dibutuhkan masing masing program. 3. Pembuatan RPP semua mata pelajaran dan dilaksanakan pada tanggal 11. Pembenahan Ruang UKS telah dilaksanakan pada tgl 24 Oktober 2009 4.

yang terdiri dari: Koordinator Area.sebagai berikut: A.2. Staf Admin dan Keuangan. Telah dilaksanakan Lomba 7 K antar Kelas 3. Telah dilaksanaka Home Visit LAPORAN TAHUNAN YAYASAN PULEH ACEH TAHUN 2010 KEGIATAN RUTIN YAYASAN PULEH ACEH Pada tahun 2010. kegiatan rutin yang dilakukan di yayasan puleh area aceh. Kegiatan operasional ini dilakukan oleh tim Managemen Puleh Aceh. Asset) dan mengelola Seluruh Program yang sedang dijalankan oleh Puleh Aceh. Staf Pengembangan Kapasitan dan Staf Riset. seperti : Mengelola seluruh Sumber Daya yang ada di puleh Aceh (SDM. Publikasi dan Dokumentasi. yayasan Puleh Aceh masih di pimpin oleh Dian Marina Sebagai Koordinator Area yang dibantu oleh 7 orang Staf Kegiatan operasional kantor yang dilakukan merupakan kegiatan rutin. Operasional Kantor Pada tahun 2010. Divisi Layanan Langsung Yayasan Puleh Aceh Khususnya Bagian Klinik telah memberikan penanganan psikologis terhadap 8 kasusu kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terdiri dari: . Telah dilaksanakan penataan ruang UKS 4. Klinik Layanan Langsung Pada tahun 2010. Telah dilaksanakan Kegiatan Budaya Jumat Bersih 5. B. Staf Layanan Langsung. Keuangan.

Petugas yang memberikan pelayanan di klinik layanan langsung puleh aceh. untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Yayasan Puleh melakukan program penguatan kapasitas bagi pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) aceh timur. dari kegiatan ToT tersebut dipilih 6 orang training yang berasal dari yayasan puleh untuk menjadi fasilitator pada rangkaian training di laksanakan di aceh timur dan dibeberapa tempat lain.. hal ini dapat di ketahui melalui banyaknya undangan yang masuk ke yayasan puleh aceh pada kegiatan-kegiatan di Organisasi-organisasi tersebut. terdiri dari: Fatmawati Luthan (Konselor). E. jaringan gerakan Perempuan Aceh dan gender Working Group. Dian Marina (Konselor). Penguatan Kapasitas Staf Pada tahun 2010. KEGIATAN PROGRAM YAYASAN PULEH ACEH 2010 A. 2 kasus berasal dari rujukan jaringan penanganan kasus dan 4 kasus langsung mengakses layanan klinik puleh yang memperoleh informasi tentang keberadaan klinik tersebut.3 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan . Dalam menjalankan program ini yayasan puleh memberikan tecnical assisten khusus penanganan psikologis bagi perempuan dan anak korban kekerasan berkolaborasi dengan Kelompok Kerja transpormasi Gender Aceh (KKTGA) yang memberikan tecnical Assisten khusus pendampingan hukum bagi perempuan dan anak . lebih dikenal dikalangan Pemerintah maupun Organisasi Non Pemerintah. yayasan puleh sepanjang tahun 2010. yaitu program pengembangan kapasitas P2TPA aceh timur. Pada Februari hingga Agustus 2010. Melalui Kerja-kerja jaringan tersebut. Workshop yang di adakan oleh lembaga lain. Pelatihan. Haiyunnisa (Psikolog) dan Jackie Viemilawati (Psikolog).5 kasus kekerasan terhadap Anak Ke Delapan (8) kasus tersebut: 2 kasus berasal dari rujukan dari lembaga lain. Kegiatan yang dilakukan adalah: pendokumentasian program berupa pengambilan foto dan audio visual. Selain itu yayasan juga memberi kesempatan dengan mengirim stafnya untuk mengikuti kegiatan: seminar. Networking dan Advokasi pada tahun 2010. Notulensi setiap kegiatan dan membantu proses pengembangan Modul dan alat psikoedukasi pada program tersebut. puleh aceh memberikan kegiatan penguatan pengembangan kapasitas melalui serangkaian kegiatan: Training of Trainer Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Publikasi dan Dokumentasi lebih banyak memberikan support khusus pada program layanan masyarakat. baik sebagai perserta maupun sebagai narasumber. Melalui kerja-kerja jaringan tersebut. yayasan puleh ikut berperan aktif pada kegiatan-kegiatan advokasi dan penanganan kasus. Program Penguatan Kapasitas bagi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Aceh Timur dan Mitra jaringanya. D. C. yayasan Puleh Aceh telah mengambil peran penting dalam upaya pelayanan psikologis pada beberapa kasus kekerasan perempuan dan anak yang di advokasi dan di layani pada jaringan penanganan kasus. Divisi Riset. Riset Publikasi dan Dokumentasi Pada tahun 2010. seperti: jaringan Penanganan kasus. melalui jaringan kerjasama lintas sektor yang ada di Aceh.

Community Forum. adapun rangkaian kegiatanya sebagai berikut: .korban kekerasan. Program penguatan kapasitas pusat pelayanan terpadu Pusat Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan masyarakat Aceh Timur. Peureulak Barat. bagi 124 peserta yang berasal dari.Workshop Pengembangan Draft Modul dan Alat Edukasi tentang Pemulihan Psikososial bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan . 24 orang Aparat Penegak Hukum. beberapa rangkaian kegiatan sebagai berikut: Seminar Sosialisasi Publik tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh Timur Workshop Pelibatan Partisipasi Tokoh Adat dan Tokoh Agama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.Workshop Finalisasi Modul dan Alat Edukasi . bagi aparat desa dari 2 Desa Pilot Project. 2 Desa Pilot berkumpul untuk melakukan case conference atau berbagi pengalaman tentang upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan. terjaring 6 orang calon fasilitator/trainer dari 15 orang peserta TOT Rangkaian Training Penguatan dan Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. - . B. Bersama dengan para kader melakukan kegiatan Community Discussion (Diskusi komunitas) untuk sosialisasi tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di 2 Desa Pilot Project. 28 Personel P2TP2A Aceh Timur. 24 Tenaga Pekerja Sosial dari 24 Kecamatan.Darul Aman dan Desa Beusa Seberang Kec. upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (Program Lanjutan).TOT Penguatan dan Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan terhadap perempuan dan anak (penjaringan calon fasilitator untuk memfasilitasi training Penguatan dan Pemulihan Psikososial bagi perempuan dan anak korban kekerasan). . Melalui kegiatan ini. 24 Tenaga Medis di Puskesmas 24 Kecamatan di Aceh Timur.Workshop Pembentukan Jaringan Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan anak Training Pemulihan Psikososial bagi Kader Pemberi layanan tingkat Desa dari 2 Desa Pilot Project yaitu Desa Seuneubok Simpang Kec. - - - . Program ini di danai oleh IRD Serasi-USAID. Training Dasar Mediasi untuk Transformasi Konflik Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak. 24 orang dari LSM dan Ormas pemberi layanan kepada perempuan dan anak korban kekerasan. Program ini merupakan program lanjutan dari pada penguatan kapasitas P2TP2A sebelumnya.Pencetakan Modul dan Alat Edukasi Lounching/Peluncuran dan Distribusi Modul dan Alat Edukasi tentang Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus terhadap Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.

yaitu memahami dan menerjemahkan ajaran-ajaran Ahlulbait as. yang meliputi : * Kemampuan intelektual. * Kemampuan profesional. yaitu mampu mengontrol diri dalam masyarakat. baik ke dalam maupun ke luar. seluruh gerak Yayasan Al-Jawad dilandasi oleh prinsip mewakafkan seluruh potensi diri personal anggota. (media dakwah) yang dapat menjangkau masyarakat luas. 3:104. Terciptanya kemampuan personal (anggota) yang berkualitas dalam menangani dakwah ajaran-ajaran Ahlulbait as. yaitu mampu mengkoordinasi seluruh potensi yang ada di masyarakat untuk kegiatan dakwah ajaran-ajaran Ahlulbait as. * Kemampuan spiritual. Terciptanya media penyebaran ajaran-ajaran Ahlibait as. 2. . dalam kehidupan sehari-hari secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. * Kemampuan sosial. yang dijalankan Yayasan Al-Jawad. 8:72 dan Surat 59:9. Seluruh aktifitas/kegiatan yang dijalankan Yayasan Al-Jawad diarahkan kepada : 1. dalam kehidupan sehari-hari. serta mengembangkan dan menyebarkannya ke dalam masyarakat luas. Tujuan umum didirikannya Yayasan Al-Jawad adalah untuk mengamalkan ajaran-ajaran Ahlulbait as. baik harta maupun jiwa dalam mengemban misi dakwah ajaranajaran Ahlulbait as. Terhimpunnya sumber dana yang kuat (mapan) yang dapat mendukung seluruh kegiatan dakwah ajaran-ajaran Ahlibait as. khususnya keluarga sendiri.sekilas mengenai yayasan pendidikan islam al-jawad Sekilas Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad Lahirnya Yayasan Al-Jawad pada awalnya didasarkan pada kandungan ayat-ayat suci al-Qur'an surat 41:33. 3. Dalam pelaksanaannya. yaitu mampu menampilkan pribadi mulia (insan kamil) sejalan dengan akhlak Ahlulbait as.

Peringatan Maulid Nabi 2. Mengingat pengaturan peringatan peristiwa besar di Indonesia ini telah diatur oleh para asatidz maka acara peringatan di Bandung. Paket kajian Fikih Ja’fary 8. terdapat beberapa peristiwa besar yang sering kita peringati. Di dalam agenda agama Islam. Majlis-majlis yang diadakan di tempat dll Program Peringatan Hari Besar Islam. sedang dan akan direncanakan untuk programprogram selanjutnya: Program Penerbitan. Pada akhir tahun 1418H. Paket kajian Ja'fary terpadu I. penerbitan ketiga buletin tersebut digabungkan menjadi satu nama buletin yakni buletin Al-Jawad yang isinya merupakan gabungan dari ketiga buletin tersebut. Buku Pesan Sang Imam Program Majlis Taklim/Kursus. Selain menerbitkan buletin secara bulanan. Program Silaturahmi. Pengkoordinasian Jama'ah Ahlul Bait Nasional 6. sedang dan akan dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Adapun majlis-majlis yang telah. Pembangunan Masjid 2. Paket kursus Ilmu Mantiq 3. Paket kursus Bimbingan Puasa 4. 3. III dan IV 5. 1995. buletin Risalatuna (membahas masalah ketauhidan) dan buletin Al-Ghadir (informasi keilmuan dari Ahlibait as). Adapun peristiwa-peristiwa ritual lainnya hanya diikuti jama'ah seputar wilayah Bandung. Berikut adalah beberapa program jangka pendek Yayasan Al-Jawad yang telah. Paket kursus Bahasa Arab 2. Pusat Informasi dan Riset Keislaman 4. Penerbitan yang rutin dilakukan tiap bulan adalah menerbitkan buletin Al-Jawad (berisi masalah bimbingan spiritual). 4. Program penerbitan ini telah berjalan dari awal berdirinya Yayasan Al-Jawad hingga sekarang ini. khususnya acara yang diperingati oleh Yayasan Al-Jawad hanya peristiwa Bi'tsah Rasulullah dan Khaul Nabi Muhammad Saaw. Program ini direncanakan satu bulan sekali dengan mengadakan safari ziarah ke beberapa . Buku Mereka Bertanya Ali Menjawab (1998). Program majlis yang telah dilaksanakan adalah majlis-majlis yang diadakan di sekretariat baik majlis rutin dalam bentuk paket kajian atau majelis kursus yang melibatkan peserta dari luar jama'ah. Buku Mi'raj Ruhani II (1996). Pengkoordinasian Jama'ah Ahlul Bait Internasional Program Jangka Pendek Program jangka pendek adalah program yayasan yang tersusun dalam rencana kerja bulanan.1997). Buku Mi'raj Ruhani I (1993). Dan pelaksanaan ritual lainnya. 6. Yayasan Al-Jawad pun menerbitkan buku-buku ke-ahlibait-an. Pendirian Pondok Pesantren 3. Buku Mafaatihul Jinan. Pendirian Lembaga Ekonomi Muslim 5. Peringatan Idul Ghadir 3. Paket kajian Tafsir Amtsal 7. Buku Benarkah Nabi Bermuka Masam? (1991). Buku Amalan Ramadhan (1994. di antaranya adalah : 1. Dengan mengundang jama'ah se-Jawa Barat. Peristiwa-peringatan tersebut diantaranya adalah : 1. Paket kajian Aqidah Jama’ah 6. Majlis Khadijiyah 9.Program Jangka Panjang Program jangka panjang Yayasan Al-Jawad adalah rencana pengembangan yayasan yang menggunakan progam jangka lima tahunan. Pelaksanaan ritual Shalat Iedain 4. Pelaksanaan ritual Lailatul Qadr 5. 7. 2. 5. Adapun rencana-rencana program jangka panjang Yayasan Al-Jawad adalah sebagai berikut : 1. khususnya agenda di kalangan Ahlul Bayt as.1997. II.

Program Kesekretariatan. bahasa Inggris. Pelayanan perpustakan untuk jama'ah di wilayah Bandung terdiri koleksi buku berbahasa Indonesia. YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA ( YPICPP ) AKTE NOTARIS :EDWAR. Program Perpustakaan. Untuk menambah dan meningkatkan pengadaan dana.PP/III/2012 Lampiran :1 (Satu) berkas Perihal : Permohonan Perpanjangan Tanda Daftar Yayasan Jakarta. SMU 63 Petukangan Utara. wakaf dan kitab titipan dari beberapa ustadz.S. Untuk melancarkan kegiatan operasional kegiatan Yayasan Al-Jawad. Bahasa Arab dan Bahasa Parsi. Kanwil Suku Dinas Sosial Pemerintah Kota Administrasi Jakarta selatan .H. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax: (021) 73883179 Nomor : 045/PP/SMP. Kunjungan silaturahmi untuk jama'ah di luar kota pada umumnya disertai dengan kegiatan dakwah dan diskusi. Nomor 11 Jl. maka setiap hari di sekretariat senantiasa ada aktifitas-aktifitas yang umumnya dilaksanakan pada pagi hingga sore hari.tokoh ulama dan beberapa ikhwan baik di dalam maupun di luar kota. Pesanggrahan. 13 Maret 2012 Kepada Yth. Program Divisi Usaha. Sebagian besar koleksi perpustakaan adalah kitab-kitab referensi yang bersumber dari pembelian. maka divisi usaha mencoba untuk mengembangkan dengan membuka percetakan dan sablon.

Surat permohonan perpanjangan tanda daftar yayasan 2.Fotocopy Akte Notaris 4.Kegiatan Tahunan Sekolah 3. Wassalamu’alaikum.Jl. . Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax: (021) 73883179 SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA . Wb Sehubungan dengan telah habisnya masa Tanda Daftar Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita Persada (YPICPP) tahun 2012. atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih. Wr. Wr.Fotocopy Susunan Pengurus Yayasan 7.Fotocopy Sertifikat HAM 5 Fotocopy Tanda Daftar Yayasan Lama 6. Pesanggrahan. Assalamu’alaikum. Wb.S.Prapanca Raya No.H. Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1. maka dengan ini kami memohon kepada bapak/ibu pimpinan untuk memperpanjang kembali Tanda Daftar Yayasan yang kami pimpin. Samsuri YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA ( YPICPP ) AKTE NOTARIS : EDWAR. Nomor 11 Jl. SMU 63 Petukangan Utara.Kebayoran Baru Jakarta selatan Di Jakarta Dengan hormat.Fotocopy Keterangan Domosili Demikian permohonan ini kami sampaikan. Hormat Kami Ketua YPICPP Drs.9 Blok I Lt 12.Foto Copy KTP Pengurus yayasan 7.

SEKRETARIS : MAT ALI.IP.S.H. SAMSURI 2. S a m s u r i .ANGGOTA : ROHMATULLAH : MAS’UD Jakarta.KETUA 2.S.(YPICPP) PEMBINA : A S N A W I . S.KETUA : Drs..PDI PENGURUS : 1. 13 Maret 2012 Drs.BENDAHAR : MASWATIH PENGAWAS : 1.MM 3.

Menghidupkan mobil dalam keadaan kopling di gigi nol 1) Pasang tali / sabuk pengaman 2) Putar kunci untuk menghidupkan mesin 3) Hidupkan AC 4) Turunkan Rem Tangan .Artikel saya ini sengaja saya susun untuk mengingat pengalaman saya belajar setir mobil beberapa tahun yang lalu.ac.Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya).Siapkan mobil dan surat-suratnya 2.htm Ok.ipb. langsung saja kita mulai pelajaran setir mobil sendiri tanpa kursus: 1. Dalam menuliskan ini saya banyak juga mengambil referensi dari blog http://bima.id/~anita/kursus_stir_mobil. Posisi: . Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian) . saya menulis ini juga untuk menyemangati diri agar segera bisa memiliki "Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia".

Memundurkan mobil 1) Injak kopling habis. 4) jika dirasa polisi tidur terlalu tinggi. Ganti gigi pada saat mobil berjalan (kaki kanan masih menginjak gas) 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke posisi yang dikendaki 4) Angkat kopling pelan2 5) Injak gas pelan2. kurangi laju jalannya mobil dengan menginjak kopling sekuku . dan injak kopling sekuku kalau ingin mengurangi jalan merayapnya mobil. atau ketika hendak keluar dari gang ke jalan raya 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap 4) atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 5) Tempel kaki di gas 10. Atur bergerak mundurnya mobil dengan cara menginjak dan mengangkat kopling sekuku sampai dengan � kopling (jangan lebih dan jangan mengangkat terlalu cepat agar mesin tidak mati) 4. tempel gas b) Injak kopling habis c) Angkat gas d) Pindahkan gigi ke gigi 1 e) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap (=bergerak perlahan). angkat kopling sekuku (mobil merayap maju) f) Putar stir 2 x ke kanan (putar stir habis) (ingat jangan memutar stir dalam keadaan mobil diam/berhenti. tempel pedal rem 2) Injak kopling habis.Jika jalur sibuk berhentikan mobil dengan kombinasi mengangkat kopling sekuku dengan menempel rem (biasanya jika kopling diangkat sekuku akan terasa mobil bergetar sedikit) .5) Injak kopling habis. bisa merusak komponen mobilnya nanti) (lihat jalur apakah bebas atau tidak) . Menambah/mengurangi gigi 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke gigi yang dikehendaki 3) Tempel gas 4) Angkat kaki dari kopling pelan2 7. Jika jalur sudah bebas hambatan. lihat jalur apakah bebas jika ada mobil yang ingin lewat maka injak lagi kopling sekuku sambil menempel rem atau menempel gas (sebaiknya dipilih memberhentikan mobil dengan menempel gas agar jika mau jalan lagi tinggal lepaskan gas dan angkat kopling saja sekuku). atur jalannya mobil hanya dengan menginjak dan mengkat gas saja 5. pindahkan gigi ke gigi 1 6) Angkat kopling pelan2 7) sambil Injak gas sedikit demi sedikit sampai terasa mobil bergerak 3. Menghadapi macet di lampu merah menggunakan rem 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem (mainkan sesuai keadaan jalan) 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 9. jalankan/belokkan mobil dengan mengangkat kopling sekuku (mobil akan maju merayap). biarkan saja mobil bergerak memakai lumpsum nya. Injak gas sedikit sampai dirasa mobil bisa melewati polisi tidur 5) Setelah dapat melewati polisi tidur injak gas pelan2 6. Menghadapi macet di lampu merah tanpa menggunakan rem. mobil dijalankan hanya dengan mengangkat kopling sekuku sampai setengah kopling atau kopling tak usah diinjak. Melalui polisi tidur 1) Angkat gas. sampai terasa jalannya mobil stabil sesuai dengan kecepatan seharusnya 6) Lepaskan kaki dari kopling.Jika jalur aman. Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan cepat 1) Injak rem pelan2 sampai terasa mobil berhenti 2) Injak kopling habis 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 4) Angkat rem tangan 8. Rasakan sampai mobil terasa bergerak mundur. pindahkan gigi ke gigi R 2) Angkat kopling pelan2. Berhentikan mobil: Angkat kopling sekuku dan injak rem sedikit (tempel rem) 11. pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling pelan2. Jalankan mobil merayap: Angkat kopling sekuku (Dengan posisi ini mobil akan berjalan merayap) 12. Belok balik (berputar balik 180o) ke kanan П a) Jika mobil melaju terlalu cepat.

apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin.Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya ( 1 2 3 4 5 R untk mundur) 2. jalankan mobil hanya dengan gas saja 14. injak rem. Kopling. Jika mobil didepan berhenti di tanjakan . injak pedal rem. jika sudah sesuai dengan kondisi jalan yang dihadapi lepaskan kaki dari pedal kopling biarkan jalannya mobil hanya diatur oleh gas (gunakan gigi 1.Jika mobil sudah lurus. angkat rem tangan. angkat kopling perlahan sampai � kopling (rasakan sampai mobil bergetar)(agar mobil tidak mundur ketika melapas rem). tekan rem tangan.Jika mobil di depan berhenti lama. 2. injak kopling. injak habis kopling.Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri 3. Jadi maju dan berhentinya mobil hanya menggunakan kombinasi kopling dan gas ! . pindahkan gigi ke gigi 0. injak gas (rasakan sampai terasa mobil berhenti perlahan) . Menghidupkan mobil yang mati mesin tiba2 1) Jangan panik ! 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. 1.Jika mobil di depan berhenti tiba2. . Tiba2 ada orang menyeberang 1) Angkat gas 2) Injak rem 3) Injak kopling habis 17. angkat kaki dari kopling. injak kopling. angkat kopling perlahan.Jika jalur sudah bebas kembali ankat kopling sekukumkembali (mobil akan merayap maju kembali) g) Setelah mobil berhasil belok dan dirasa sudah lurus.Jika mobil di depan mulai bergerak sedikit di jalan tanjakan . Macet di jalan tanjakan 1) Gigi dalam posisi gigi 1 (sebaiknya selalu gunakan gigi 1 kalau jalanan macet) 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2.Kenali posisi pedal Kopling tekan atau injak dan lepaskan secara perlahan . Jika mobil di depan mulai bergerak maju. segera putar balik stir 2x ke kiri sambil mobil maju merayap .. tempel gas. injak habis kopling. Macet di jalan rata 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. injak rem perlahan atau angkat kopling sekuku sambil injak gas sedikit. (untuk mobil manual). dan 3 saja jika berada di dalam kota) 13. Jika jalan menanjak.. angkat kopling sekuku sampai mobil terasa bergetar sedikit (agar mobil tidak mundur). angkat kopling sekuku. masukkan gigi ke gigi 1. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan . . rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan.Jika mobil di depan berhenti lama. tekan rem tangan. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan .Jika mobil di depan mulai berhenti perlahan.Jika mobil sedah bergerak stabil.. MOBIL BERJALAN). masukkan gigi ke gigi 1. angkat kaki dari kopling. Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau standar keselamatan maka mulailah dengan sekarang…. pindahkan gigi ke gigi 0. angkat kaki dari kopling. tempel gas 15. angkat rem tangan. injak kopling habis. lalu angkat kopling sekuku rasakan mobil mulai maju merayap . injak rem.Jika mobil di depan mulai bergerak maju sedikit. Tanjakan tanpa menggunakan rem 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling 3) Angkat kopling sekuku (mobil akan bergerak maju perlahan. bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit . injak kopling habis.Jika jalan menanjak. Rem. Jika mobil di depan mulai bergerak maju. MOBIL BERHENTIi) 5) Angkat kopling sekuku (mobil akan merayap maju kembali. MOBIL BERJALAN) 4) Injak kopling sekuku diimbangi dengan menginjak/menempel gas sedikit (mobil akan berhent. Kombinasi kopling dangan gas ketika mobil didepan berhenti tiba2 lebih baik digunakan sehingga kalau mobil di depan maju tinggal angkat kopling sambil tempel gas. angkat kopling sampai terasa mobil maju jika perlu boleh tambahkan dengan menginjak gas CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDI Langkah awal Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pake belajar/belajar mengemudi. bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit. Untuk berjalan atau dan berhenti dalam posisi ini hanya menggunakan kombinasi injak dan angkat koling sekuku 16. injak rem. tempel gas (sesuaikan dengan kondisi lalu lintas). baru lepaskan rem.

anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal 2. Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri.karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam tahap kita belajar mengemudi. 5. AWAS kami harap anda janga dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda. lakukan dengan seharusnya saja jangan paksakan pandangan kita.namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebut berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya turunkan tuasnya. akhirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan 4. Langkah selanjutnya.Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baikanya anda mengoreksi kondisi tongkat prosnileng ( stik prosnileng ). Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata 7. bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu . 3. antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang ke kanan dan k ekiri serta ke depan dan ke belakang. putar lagi maka anda melihat di speedo miter mobil anda beberapa lampu tanda yang akan menyala denga warna merah atau orange namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup.Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemuadi dengan nyaman.Kenali posisi pedal Rem seberapa tekanannya! 1. namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan . tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri . cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T. posisikan pada posisi netral/ nol. lalu putar lagi keposisi kanan . Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya . atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju kedepan. Posisi tersebut ada di tengah-tengah.Kenali posisi pedal Gas seberapa efek powernya 5. majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full. Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol. Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan posisi mesin kendaraan putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir. senyaman mungkin. maka secara sepontan anda akan merasaka perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda . Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir. Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan pedal GAS dengan lembut. Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir. Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa liat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol pula.Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri. Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal .4. karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyaman mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersadarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil. 6.

atau injak kopling dan tempel rem 20. 18.Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikanstandby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan. Dengan demikian anda kan dengan sigap dan refleks akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga. Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan pelan 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem. sampai anda bisa merasa rileks dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut. trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung. KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan anda kan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal. maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus. Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan.Bila mobil anda sudah molai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanby di posisi Rem .Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali . Lalu angkat ujung kakaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengan katan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kakik kanan anda dari pedal Rem denga catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil 9.Gigi dalam posisi gigi 0 2) Mainkan rem saja tak perlu gas karena mobil akan berjalan dengan sendirinya tanpa di gas 19. rasakan sampai mobil terasa berhenti secara perlahan2 (jangan menginjak rem terlalu cepat) 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 .Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rileks walaupun tanpa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada piosisi kopling angakat habis atau lepas habis namun denga catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada posisi pedal gas …AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan . 10. Macet di jalan turunan 1.namun tentunya cukup pelan saja 11. pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling sekuku biarkan mobil maju merayap 4) jika mobil di depannya berhenti tinggal menginjak kopling lalu angkat sedikit kombinasikan dengan menginjak gas sampai mobil terasa berhenti perlahan. lakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tanpa adanya tenaga untuk menekanya. sentuh sedikit demi sedikit.posisi tongkat prosneleng ka arah kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek) 8.. Mobil sedang melaju cepat tiba2 mobil didepan jalan merayap 1) Injak rem perlahan 2) Injak kopling habis.

injak lagi rem 11) injak kopling. Memutar mundur mobil 180o (putar melawan arah jam) 1) Injak kopling habis 2) Putar stir habis ke kanan 3) Pindahkan gigi ke gigi R 4) Angkat kopling sekuku (mobil bergerak mundur perlahan dengan buntut mobil ke kanan) 5) Jika posisi sudah lumayan lurus. Parkir maju 1) Lewatkan mobil sebagian besar badannya 2) Belokin stir 3) Jalankan mobil pelan2 kopling diangkat pelan2 sekuku 27.4) Angkat rem tangan 21.berhenti -jalan dengan cara: Injak kopling sekuku. Contoh cara Parkir(disebelah kiri jalan) 1) Injak kopling habis 2) Lepaskan gas 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 4) Putar habis stir ke kiri (putar 2 x ) 5) Angkat kopling sekuku (mobil bergerak maju perlahan) 6) Atur mobil hingga parkir dengan ban lurus ke depan.jalan . Berhentikan mobil ketika mundur 1) Angkat gas 2) Injak rem perlahan2 3) Injak kopling habis 25. Parkir mundur ke kanan 1) Injak kopling habis 2) Pindahkan gigi ke R 3) Tempel rem 4) Mundur lurus 5) Jalankan mundur perlahan dengan pola: jalan mundur pelan . injak lagi sekuku. tempel rem 2) Injak kopling. injak kopling sekuku (untuk memberhentikan laju mobil) kemudian lihat dari kaca spion ruangan di belakang mobil apakah ada jarak atau tidak antara pantat mobil dengan sesuatu dibelakangnya) 6) Jika posisi aman. pindahkan gigi ke gigi 1 8) Putar habis stir ke kiri ( 2 x putaran) 9) Angkat kopling sekuku (mobil mulai bergerak maju merayap lagi) 10) Jika masih belum dapat. 6) Mata lihat ke kaca spion 7) Perhatikan: Mundur mobil harus diusahakan lurus segaris dengan trotoar Jika pantat mobil sudah sampai di ujung jalan atau kurang sedikit dari ujung jalan tempat parkir maka Injak kopling 8) Putar stir habis kekanan 2 x putaran 9) Angkat kopling sekuku 10) Jika jalan menanjak bantu tenaga mobil dengan menginjak gas 11) Jika kira2 mobil sudah masuk. angkat/lepas rem 3) Angkat kopling sekuku Perhatikan ! Jika sudah dapat berhenti dengan kopling + tempel gas. Parkir mundur di garasi bagain kiri jalan 1) Posisi belakang mobil sedikit sebelum tonggak pagar 2) Injak kopling habis. pindahkan gigi ke R 3) Mundurkan mobil hanya dengan menggerakkan kopling sedikit. tahan. Mundur/parkir ke kanan 1) Putar stir habis ke kanan 2) Mundur merayap 3) Putar balik stir 4) Mundur lurus 28. tahan biarkan mobil merayap. angkat gas. maka jika gas ditambah sebesar apapun mobil tak akan bergerak 26. injak habis kopling. gunanya agar power stering tidak cepat aus/rusak 22. lalu angkat lagi kopling sekuku. angkat kopling sekuku.berhenti . pindahkan gigi ke R 12) Angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur) 13) Luruskan stir agar posisi ban atau posis parkir menjadi lurus 23. luruskan mobil dengan cara injak kopling . tahan 4) Putar stir mobil 2 x ke kiri (putar habis) 5) Mobil luruskan (ban luruskan) dengan cara putar balik stir 2 x putaran ke kanan 6) Mundurkan lagi mobil sedikit agar mobil menjadi lurus 24. tahan.caranya: injak kopling habis. maka angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur kembali) 7) Setelah mobil lurus dan cukup buat memutar mobil kembali. Melambatkan jalannya mobil ketika mundur (Mobil berjalan merayap) 1) Posisi gigi di R.

Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri 3. belok/memutar mobil. macet. copot sealt belt. injak sekukuku taha. matikan mesin mobil. 2..Kenali posisi pedal Rem seberapa tekanannya! .5 tak kuat jika digunakan untuk jalan tanjakan 9) Untuk menghindari mesin mati tiba2 maka angkatlah kopling pelan2 jangan menyentak dan sekaligus 10) setengah kopling berguna untuk jalan menanjak.Jika kita salah perhitungan ketika membelokkan mundur mobil.. Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau standar keselamatan maka mulailah dengan sekarang…. Kopling. ambil kunci dan simpan. mundur. belok. begitu seterusnya sampai posisi mobil benar2 masuk . CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDI Langkah awal Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pake belajar/belajar mengemudi. pindahkan ke gigi R. injak. gembog stir mobil. 3 untuk jalan lambat dan tanjakan 8) Gigi 4. jika kira2 sudah lurus (kontrol dengan cara mengatur ban mobil agr lurus dengan cara putar balik stir) 4) Mundurkan mobil dengan cara Injak kopling. (untuk mobil manual). buka pintu .Kenali posisi pedal Gas seberapa efek powernya 5.Jangan lupa melihat kondisi jalur jalan sebelah kanan dan kiri serta belakang melalui kaca spion Perhatian saat menyetir mobil : 1) Stir tidak boleh diputar dalam keadaan mobil diam karena bisa merusak ban dan poros ban 2) Kalau jalan menanjak dan jalanan macet agak lama di tanjakan maka pakailah rem tangan jangan selalu mengandalkan kopling sebab kalau tidak dapat merusak mekanik kopling 3) Rem kaki tidak boleh diteka terus tapi harus dengan pola angkat. dan parkir 11) Gigi 3 untuk jalan raya besar 12) Gigi 2 untuk jalan raya kecil/sempit.Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya ( 1 2 3 4 5 R untk mundur) 2.Kenali posisi pedal Kopling tekan atau injak dan lepaskan secara perlahan 4. injak (misalnya ketika turunan) sebab dapat menyebabkan rem terbakar 4) Pakailah selalu gigi 1 jika melalui jalan yang berlubang2 5) Untuk perjalanan dalam kota yang ramai dianjurkan untuk selalu menggunakan gigi 1 dan 2 saja 6) Kuasai emosi ketika berjalan lambat setelah berjalan cepat 7) Gigi 1. apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin. angkat.12) Putar balik stir 2 x ke kiri 13) Angkat kopling sekuku agar mobil bisa masuk pas ke dalam tempat parkir 14) Injak kopling 15) Tempel rem 16) Pindahkan gigi ke gigi 0 17) Angkat rem tangan 18) Lepaskan kaki dari kopling dan pedal rem 19) Matikan AC. angkat kopling sekuku tahan. start awal berjalan. angkat lagi sekuku tahan. Rem. maka 1) Injak kopling 2) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Majukan mobil sedikit. 1.

karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam tahap kita belajar mengemudi. Langkah selanjutnya.Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemuadi dengan nyaman.namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebut berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya turunkan tuasnya. bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu . Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan pedal GAS dengan lembut. namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan posisi tongkat prosneleng ka arah kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek) 8. 5. majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full. Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir. Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata 7. senyaman mungkin. 6. Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal .1.Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri. cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T. atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju kedepan. Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri. karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyaman mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersadarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil. putar lagi maka anda melihat di speedo miter mobil anda beberapa lampu tanda yang akan menyala denga warna merah atau orange namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup. anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal 2. AWAS kami harap anda janga dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda. maka secara sepontan anda akan merasaka perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda . Lalu angkat ujung kakaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengan katan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kakik kanan anda dari pedal Rem denga catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil . Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir.Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali . Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya . Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan posisi mesin kendaraan putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir.Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baikanya anda mengoreksi kondisi tongkat prosnileng ( stik prosnileng ). tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri . posisikan pada posisi netral/ nol. 3. Posisi tersebut ada di tengah-tengah. Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol. lakukan dengan seharusnya saja jangan paksakan pandangan kita. lalu putar lagi keposisi kanan . Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa liat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol pula. akhirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan 4. antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang ke kanan dan k ekiri serta ke depan dan ke belakang.

maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus.Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikanstandby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan. KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan anda kan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal. trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung.. lakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tanpa adanya tenaga untuk menekanya. sentuh sedikit demi sedikit. .namun tentunya cukup pelan saja 11. Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan. Dengan demikian anda kan dengan sigap dan refleks akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga.Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rileks walaupun tanpa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada piosisi kopling angakat habis atau lepas habis namun denga catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada posisi pedal gas …AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan .9.Bila mobil anda sudah molai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanby di posisi Rem . sampai anda bisa merasa rileks dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut. 10.

. 5. 3. S.LKS :Rp. 2. April 2012 Wali Kelas A s n a w i . SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp. Jakarta.H. S.pdI .Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 1.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp. 4.

PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 4. 6. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp. Jakarta.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp.LKS :Rp.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp. 5. April 2012 Wali Kelas . 4. 5.

Jakarta. 5. 9.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 7.LKS :Rp.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp. 8. 4. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp. April 2012 Wali Kelas .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful