P. 1
Kata Pengantar

Kata Pengantar

|Views: 737|Likes:
Published by Asnawi Alsutoni

More info:

Published by: Asnawi Alsutoni on Apr 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Bantuan Siswa Miskin (BSM) tahun anggaran 2011. Laporan ini kami susun sebagai bentuk pertanggungjawaban kami atas penggunaan bantuan ini dan juga sebagai informasi tentang bantuan disekolah kami serta untuk bahan pengkajian kegiatan selanjutnya yang berkaitan dengan bantuan seperti ini berikutnya. Dalam pelaksanaan kegiatan Bantuan untuk siswa miskin Tahun Anggaran 2011 yang kami selenggarakan kali ini tidak menemukan kendala yang berarti sehingga semua program dapat terselenggarakan dengan baik. Bersama dengan ini kami ucapkan terima kasih kepada 1. Pimpinan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan SMP

Kami berharap laporan pertanggungjawaban ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan evaluasi untuk program bantuan seperti ini berikutnya

Jakarta, November 2011 Ka. SMP Puspita Persada

Dra. ERLIN SRI WAHYUNINGSIH

Jakarta, November 2011 Nomor Lampiran Perihal : : 1 (satu) bundle : Pengiriman Laporan Bantuan Siswa Miskin ( BSM) Tahun Anggaran 2011 : Pimpinan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan SMP

Kepada

Dengan hormat, Bersama ini kami kirimkan 1 (satu) berkas laporan pelaksanaan Bantuan Siswa Miskin (BSM) SMP Tahun Anggaran 2011 pada SMP PUSPITA PERSADA Jakarta. Laporan ini merupakan laporan yang kami susun dan dilampirkan dengan bukti – bukti dokumen pendukung. Demikian kiranya dapat dimaklumi, dan atas perhatian serta bantuan Bapak kami ucapkan terima kasih.

Kepala Sekolah SMP Puspita Persada Jakarta

Dra. ERLIN SRI WAHYUNINGSIH

Soal

: Pilihan Ganda : :

Hari/Tanggal Waktu

1.Ditinjau dari asal usul kata kewirausahaan berasal dari 2 kata yaitu wira dan usaha. Kata usaha artinya … a. b. c. 1. a. b. c. d. e. kemauan keras berpikir maju ke depan kemampuan untuk lebih baik Hal yang patut dilakukan untuk mengubah sikap yang baik adalah … lebih baik berbuat kreatif daripada berpikir kritis supel dalam pergaulan dan yakin akan pekerjaan yang dilakukan menggunakan proses pikir yang positif berjuang tidak mengenal lelah kemauan keras d. bekerja secara tekun dan mandiri e. sanggup memikul resiko

1. Seorang wirausahawan akan berusaha untuk mengerjakan segala sesuatu berdasarkan kekuatan dan kemampuannya sendiri tanpa memikirkan pertolongan orang lain terlebih dahulu mulai pembuatan program sampai pelaksanaannya adalah sikap … a. b. Teliti mandiri c. Mengenal potensi diri d. berpedoman pada program e. manajemen yang baik

1. Berpikir secara luas dan luwes sehingga mampu menggabungkan ide-ide/gagasan yang sudah pernah ada sehingga menjadi sebuah gagasan baru, merupakan pengertian dari berpikir … a. b. Regresif kraetif c. Positif d. realistis e. konseptual

1. Seseorang dikatakan kreatif apabila ia memiliki … a. b. Kekayaan kemandirian c. Gagasan baru dan diwujudkan d. kredibilitas e. pengalaman

1. Proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima pesan dalam bahasa yang disepakati sehingga penerima pesan dapat menerima dan memberikan respon disebut … a. b. Informasi sosialisasi c. Komunikasi d. internalisasi e. indoktrinasi

1. Suatu proses yang mengubah ide baru/aplikasi baru menjadi produk, yang berguna disebut … a. Inovasi c. Konsep e. pemanfataan

b. e. kreatif e. belajar teori semata c. b. banyak d. Cara melatih diri kita untuk memiliki komitmen yang tinggi adalah dengan … a. Salah satu tujuan penganalisisan peluang inovatif dengan cara sistematis adalah … a. d. b. Otosugesti d. e. Potensi sosialisasi c. penemuan 1. banyak berlatih dan disiplin mendengarkan berita b. Apatis d. berpikir lateral 1. Kunci utama untuk memperoleh keterampilan yang tinggi adalah … a. c. memperkaya wawasan lingkungan memperluas pergaulan memperkaya imajinasi dan daya khayal meningkatkan tingkat kecerdasan mencari peluang yang sesuai dengan inovasi yang akan dilakukan 1. self confidence e. Pengajaran Pendidikan c. Teledor Posesif c. magang e. organisasi . Bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkron antara pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian dapat dilakukan melalui sistem … a. disiplin 1. Kreativitas d. Suatu sistem pemberian hukuman atau penghargaan/hadiah bagi seseorang atau sekelompok orang/lembaga karena kesalahan atau keberhasilan yang ia ciptakan disebut … a. Kombinasi d. berdisiplin menjalankan kebiasaan yang positif berusaha mencapai target produksi memaafkan setiap kesalahan yang dibuat rekanan usaha kita menetapkan tujuan usaha yang bervariasi menolak setiap inovasi dari luar 1. Berkhayal dan bermimpi e. punishment & reward 1. b. c. Sikap menepati atau menaati norma yang sering terkait dengan faktor waktu disebut … a.b. d. b.

1. Yang tidak termasuk manfaat bagi siswa peserta magang dari pernyataan di bawah ini adalah … a. pengembangan jiwa/sifat profesional produktif b. kemampuan memilih karier dan kompetisi mengembangkan net work c. dapat menghayati peran wirausahawan d. menjadi warga negara yang

e. membangun dan

1. Salah satu cara menggunakan waktu yang lebih baik adalah … a. b. c. d. e. memanfaatkan waktu untuk kegiatan belajar semata banyak istirahat di waktu luang membagi-bagi waktu untuk setiap kegiatan menggunakan waktu luang dengan bepergian bekerja sambil bermain 1. Tidak membuang waktu, tenaga dan uang serta memilih cara yang paling tepat untuk mencapai sasaran, merupakan pengertian dari … a. b. bekerja produktif bekerja secara kreatif c. Bekerja imajinatif d. bekerja efektif dan efisien e. bekerja fleksibel

1. Contoh kegiatan yang dapat melatih atau membentuk perilaku efektif dan efisien dalam diri seseorang adalah … a. b. Origami berkebun c. Berladang d. traveling e. belajar di sekolah

1. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan adalah … a. b. lingkungan wirausahawan lingkungan alam c. Positif dan negatif d. orientasi sejarah e. pemasaran

1. Langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan dimulai dengan … a. b. c. d. e. mencari alternatif pemecahan masalah mengidentifikasi atau mengenali masalah memilih alternatif yang paling efektif dan efisien melaksanakan alternatif yang diperoleh mengevaluasi ketepatan alternatif yang dipilih

1. Bila seseorang wirausahawan hanya mempunyai sedikit informasi tentang hasil keputusan yang diambil dan keputusan tersebut dilaksanakan, dia akan menghadapi suatu kondisi … a. b. kepastian penuh kepastian tidak penuh c. Ketidakpastian sepenuhnya d. stabilitas e. resiko

1. Di bawah ini yang tidak termasuk dalam indikator instrumen analisis ekonomi makro adalah … a. pertumbuhan ekonomi pembayaran b. fluktuasi kurs mata uang c. Kesempatan kerja e. neraca

d. tingkat inflasi

1. Beberapa faktor teknis yang menyebabkan timbulnya kegagalan dalam berusaha yaitu faktor pembiayaan, perencanaan, dan komunikasi. Yang tidak termasuk penyebab gagalnya suatu perencanaan adalah … a. b. c. d. e. rencana kurang terperinci dalam pemaparan tujuan dan sasaran kurangnya analisis situasi yang memadai lemahnya proses komunikasi tujuan dan sasaran yang tidak realistis kurangnya antisipasi dalam menghadapi persaingan dan perubahan trend

1. Mendapatkan keuntungan sehingga dapat mensejahterakan karyawan dan memperluas usaha termasuk … a. visi perusahaan perusahaan b. misi perusahaan c. Tujuan perusahaan e. kunci keberhasilan

d. program perusahaan

1. Apabila suatu jenis produk atau jasa telah memiliki pangsa pasar yang besar dibandingkan dengan produk lain yang sejenis berarti berhasil dalam pemasaran. Produk tersebut dinamakan … a. b. pemimpin pasar menguasai pasar c. Merajai pasar d. mendominasi pasar e. mengalahkan pasar

1. Untuk menganalisa lingkungan eksternal dalam perencanaan usaha seorang wirausaha dapat menggunakan sistem … a. b. c. opportunities and threats opportunities and strength opportunities and weakness d. strength, weakness, opportunities and threats e. strength and weakness

1. Sebuah rencana bisnis berisi tentang kegiatan yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh perusahaan. Informasi yang tidak diperlukan dalam menyusun rencana bisnis adalah … a. b. perkembangan usaha diskripsi produk c. Harga d. segmen pasar e. keuntungan

1. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepercayaan bank terhadap calon nasabah adalah kemampuan (capacity), maksudnya adalah … a. b. c. d. e. kemampuan nasabah untuk menggunakan uang pinjaman kemampuan pihak bank dalam menyediakan dana pinjaman kemampuan nasabah melunasi kredit beserta bunga tepat pada waktunya kemampuan bank untuk mengontrol penggunaan uang kemampuan nasabah untuk mengembangkan usahanya

1. Untuk memperoleh KIK (kredit investasi kecil) dan KMKP (kredit modal kerja permanen) ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain … a. b. c. d. e. ada izin usaha sedang mendapat bantuan dari pihak lain sedang menyelesaikan angsuran terakhir ada rencana usaha jangka panjang pengusaha campuran

1. Kredit jangka menengah atau jangka panjang yang diberikan kepada pengusaha/perusahaan kecil pribumi dengan persyaratan dan prosedur khusus guna pembiayaan barang-barang modal serta jasa yang diperlukan untuk rehabilitasi, modernisasi, perluasan proyek dan pendirian proyek baru disebut … a. kredit modal kerja permanen b. kredit bank c. Kredit investasi kecil e. kredit modal

d. kredit investasi

1. Yang tidak tergolong persyaratan untuk mendapatkan kredit investasi dan kredit modal kerja secara sistematik adalah sebagai berikut … a. perencanaan kredit memperoleh kredit b. permohonan kredit c. Administrasi kredit e. program

d. pengawasan kredit

1. Salah satu pernyataan berikut tidak termasuk aspek pengolahan permohonan kredit bank yaitu … a. analisis permohonan kredit jaminan kredit c. Wawancara e. penetapan

Jasa telekomunikasi d. Salah satu manfaat yang bisa diperoleh jika calon wirausaha memiliki kemampuan komunikasi adalah … a. b. Untuk menciptakan peluang pasar pengusaha kecil dapat menciptakan produk yang … a. Pelayanan prima d. murah harganya dan mudah dipakainya terjamin kualitasnya dan mudah dipakainya mudah pembuatannya dan disenangi d. c. teori ekonomi teori manajemen c. peralatan rumah tangga. pelayanan pembeli 1. pelayanan maksimal pelayanan terpadu c. mudah mendapatkan laba mudah mencari relasi mudah menimba pengalaman lebih berorientasi ke depan mudah mengumpulkan informasi untuk mencari peluang usaha 1. b. d. pemeriksaan ke tempat usaha 1. jasa komersial e.b. Kegiatan yang dapat menunjang terciptanya gagasan untuk produk baru atau perbaikan produk yang sudah ada antara lain … a. perdagangan/distribusi produksi/industri c. e. kerajinan. bahan bangunan dan sebagainya. Peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh wirausahawan seperti pakaian. Teori yang menjelaskan tentang tahapan-tahapan yang dilalui oleh seorang pembeli sampai akhirnya ia memutuskan untuk membeli sebuah barang adalah … a. pelayanan aktif e. termasuk bidang usaha … a. Dalam menjual produk seorang penjual harus memberikan pelayanan yang sebaikbaiknya kepada pembeli/pelanggan. b. penelitian pendahuluan d. c. Teori attention d. disenani oleh konsumen 1. jasa konstruksi . meminta bantuan rekanan bisnis 1. b. teori AIDAS 1. canggih teknologinya e. teori 3 A e. kegiatan penelitian dan pengembangan meminjam uang ke bank bekerjasama dengan pemilik modal d. c. b. Kegiatan ini dikenal dengan istilah … a. b. banyak berkhayal e.

Dalam proposal usaha. Berikut ini yang tidak termasuk kriteria usaha kecil menurut Undang-undang RI No. hal ini disebut … a. manajemen e. c. b. 9 Tahun 1995 adalah … a. Wirausaha mengajukan kebutuhan dana yang diperlukan dalam ranbgka mengembangkan usahanya secara terperinci alokasinya. kegunaan proposal 1. Usaha di bidang jasa e. Ekspor migas e. usaha 1. sepatu. kondisi perusahaan lain c. Arti penting proposal e. usaha perdagangan 1. Produk Personalia c. usaha industri c. uasaha seperti keagenan minyak. kebutuhan d.usaha perseorangan penjualan tahunan maksimal 1 milyar rupiah d. Laporan keuangan d. Penawaran konsumen e. isi proposal proposal b. persaingan dalam pasar produsen b. lampiran pelengkap lainnya 1. 200. Manajemen d. Dalam menentukan produk yang akan dihasilkan.000. dalam proposal terdapat pada bagian … a. uraian usaha laporan keuangan c. Ditinjau dari jenis produk atau jasa yang dihasilkan maupun aktivitas yang dilakukan. permintaan produsen 1.000. b.000. usaha pertanian komersial b.1. penjelasan singkat tentang usaha yang sedang atau akan dijalankan oleh wirausahawan dicantumkan dalam uraian tentang … a. berdiri sendiri 1. pakaian atau ekspor/impor termasuk ke dalam kelompok … a. tingkat kedalaman proposal c. periklanan . b. kekayaan diatas Rp. Pertanian c. tujuan d. Proposal diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan yaitu pihak yang memerlukan bahan masukan untuk mengambil keputusan. proposal kredit e. SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan usaha di bidang … a. milik warga negara Indonesia e. salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh seorang wirausahawan adalah … a. usaha jasa d.

e. d. neraca dan rincian d. c. ekonomi dan keuangan e. Capital d. piutang e. pendek atau menengah Catatan : sengaja tidak pakai nomor untuk di random Selamat mengerjakan. b. kredit memiliki arti … a. Kepercayaan kemampuan c. akta pendirian perusahaan R/L b. capacity e. uang/modal 1. SITU. SIUP dan AMDAL 1. Panjang d. Kredit investasi diperuntukkan untuk keperluan … a. Penundaan pembayaran d. Yang tidak termasuk dasar pentingnya dilakukan studi kelayakan perusahaan dari pernyataan berikut adalah aspek … a. Kujujuran dan itikad baik (good will) nasabah yang akan mengembalikan pinjamannya dengan tepat waktu berhubungan dengan … a. KK e. kelautan d. lokasi 1. Teknik dan teknologi d. Dalam arti ekonomi. b. penambahan barang modal kerja penambahan modal kerja penambahan fasilitas penambahan modal kerja dan fasilitas penambahan barang modal kerja dan fasilitas 1. b. Kredit investasi kecil adalah kredit yang mempunyai jangka … a. KTP c. character 1. Pendek menengah c. semoga sukses ! . Dokumen yang tidak diperlukan dalam permohonan kredit yaitu … a. perdagangan dan jasa 1. pasar dan pemasaran politik c. b. Colateral condition c. menengah atau panjang e.b. b.

Tanpa asesmen yang berkualitas tidak akan ada program bimbingan dan konseling komprehensif. dan mampu mencapai tujuan layanan dengan tuntas. Data hasil asesmen yang memadai dapat menjadi dasar melakukan bantuan yang tepat dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. II KEDUDUKAN DAN PERAN TES DALAM BK Test mendapat tempat sentral dalam layanan bimbingan dan konseling.Kedudukan dan Penggunaan Tes dalam BK I PENDAHULUAN Asesmen adalah hal yang sangat penting bagi bimbingan dan konseling. Teknik tes diberikan dengan menyelenggarakan program testing untuk mengetahui potensi atau kemampuan klien. Contohnya. Dengan demikian tes dapat dikatakan berperan sebgai alat untuk membantu konselor memahami siswanya dengan lebih baik dan menyeluruh sehingga siswa yang dibimbing dapat memahami dirinya sendiri dan bisa mengambil keputusan secara tepat (J Cronbach: 1949). Menurut Shertzer & Stone (1981) dan NA PPPK (2008) ada beberapa komponen layanan program bimbingan di mana di dalam komponen tersebut. b. misalnya berupa hasil tes prestasi belajar dari sekelompok siswa yang akan dibimbing. dalam bimbingan kelompok yang bertujuan untuk merespon kebutuhan dan minat peserta didik. belajar dan karir. Pelaksanaan layanan dasar ini sangat memerlukan instrumen asessmen sebagai pijakan dalam memberikan bimbingan. Jadi asesmen mutlak perlu dalam program bimbingan dan konseling. tes mempunyai tempat yang sentral dan penting. testing dan riset. maupun perseveratif. konselor memerlukan data pendukung. yaitu: a. Layanan Responsif . baik dalam fungsi kuratif. testing merupakan aspek yang dipandang urgen dan perlu untuk dilakukan dengan dasar pemikiran bahwa hasil testing dapat melengkapi hasil non testing. Dalam kode etik profesi BK disebutkan bahwa dalam BK terdapat layanan informasi. Semua layanan bimbingan konseling mesti berpangkal dari hasil asesmen yang memadai. Salah satu instrumen dalam kegiatan asesmen adalah tes. berkualitas. sosial. Layanan Dasar Bimbingan Layanan dasar merupakan proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Komponen yang terdapat dalam layanan dasar antara lain bimbingan pribadi. apalagi fungsi pengembangan (developmental) dan pencegahan (preventif). Dengan demikian. Hasil tes prestasi belajar membantu menunjukkan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa berkaitan dengan belajar.

Dukungan Sistem Dukungan sistem adalah kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan. konferensi kasus. Dalam buku Using Tests In Counseling (Goldman: 1971) dijelaskan bahwa perencanaan. kolaborasi dengan guru atau wali kelas. menyediakan informasi dan mencapai tujuan pemberian testing. layanan konsultasi. keseluruhan layanan yang terdapat dalam layanan responsif memerlukan bantuan instrumen baik tes maupun non tes dalam penyelenggaraannya. bimbingan teman sebaya. sosial. Kegiatan utama layanan dasar bimbingan. kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah. Secara umum. Di sekolah. hubungan orang tua dan masyarakat luas. konselor membantu peserta menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh yaitu menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek pribadi. belajar dan karier. sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. perencanaan individual. Selain berperan dalam penyelesaian masalah psikologis siswa. menjawab pertanyaan. d. 1990). konsultasi dengan guru dan segenap komponen sekolah. memelihara. Penggunaan instrumen tes bertujuan untuk membantu konselor memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap siswa yang dibantu dari sisi psikologisnya. dan dukungan sistem dalam implementasinya didukung oleh beberapa jenis layanan bimbingan dan konseling. kolaborasi dengan orang tua. tes memiliki peran sebagai data tambahan dalam proses konseling. responsif. dan kunjungan rumah. Melalui kegiatan penilaian diri ini.Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. peserta didik akan memiliki pemahaman. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tes berperan dalam proses penyelesaian masalah psikologis siswa. dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan professional. Layanan Perencanaan Individual Dalam layanan perencanaan individual. Testing dilakukan untuk memperoleh data secara obyektif. Dari berbagai layanan pendukung ada beberapa layanan yang menempatkan tes sebagai salah satu instrumennya antara lain: 1) Layanan Informasi . staf ahli/penasihat. penelitian dan pengembangan (Ellis. Komponen kegiatan yang terdapat dalam layanan responsif antara lain: konseling individual dan kelompok. sebagian besar tes digunakan untuk memberikan tanda adanya hubungan konseling. seleksi. Oleh karena itu testing merupakan bagian yang integral dalam proses konseling. kedudukan tes dalam kegiatan perencanaan individual adalah memberikan informasi dalam mengambil keputusan. administrasi dan skor tes digunakan konselor dalam menyelenggarakan proses konseling. dalam kegiatan layanan responsif khususnya kegiatan layanan konseling individual dan kelompok. Dengan demikian. penerimaan dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif sehingga siswa bisa merencanakan sesuatu berbasis kekuatan atau potensi diri yang dimilikinya. layanan referral. c. manajemen program.

studi kasus dan metode lainnya. 4) Layanan Penempatan Layanan penempatan adalah suatu kegiatan bimbingan yang dilakukan untuk membantu individu atau kelompok yang mengalami mismatch (ketidaksesuaian antara potensi dengan usaha pengembangan). lokakarya dan pemberian brosur/leaflet). konselor dapat menghimpun data hasil tes maupun nontes. Layanan inforamsi dapat diberikan melalui kegiatan bimbingan baik individual maupun kelompok (bimbingan. Dalam penyelenggaraan layanan konseling. strategi belajar. seminar. dan penempatan individu pada lingkungan yang sesuai bagi dirinya serta pemberian kesempatan kepada individu untuk berkembang secara optimal. bakat dan minat kemudian diintepretasikan dan dapat digunakan untuk membantu siswa memilih dan mengambil keputusan tentang masa depannya. Fakta . administrator dan orang tua dalam rangka memberikan layanan secara efektif dan memperbaiki kinerja sekolah. internet. Fokus utama konseling cenderung pada perkembangan pribadi dan pembuatan keputusan berdasarkan pemahaman diri dan pengetahuan lingkungan. Siginifikansi skor tes akan lebih baik apabila dikombinasikan dengan hasil wawancara. Sedangkan data nontes seperti hasil wawancara dan observasi dapat digabungkan dan dikomplementerkan dalam rangka mengarahkan siswa dalam mengambil keputusan. pemilihan karir dan pengambilan keputusan. Informasi yang disampaikan itu berbasis data. vokasional. Data hasil tes berupa intelegensi. 2) Layanan Konseling Layanan konseling diberikan untuk memfasilitasi pemahaman diri dan perkembangan konseli melalui hubungan individual maupun kelompok. konseling. sosial. kegiatan ekstrakurikuler. Layanan informasi dapat diberikan secara langsung maupun tidak langsung. penjurusan. 3) Layanan Konsultasi Konsultasi dirancang untuk memberikan bantuan teknis kepada guru. ahli hukum dalam penyelenggaraan Career Day. Informasi yang dapat diberikan oleh konselor meliputi strategi pengembangan kepribadian. konselor dapat membantu siswa untuk mempersiapkan diri dan masa depannya. Informasi dapat diperoleh konselor dari buku. kesempatan pendidikan. konselor memerlukan data pendukung. bengkel kerja. atau informasi yang diperoleh dari stakeholder. Konsultasi dapat dilakukan dengan meminta narasumber dari ahli terkait seperti ahli medis. Penempatan ini dilakukan dengan menyesuaikan siswa sesuai kondisi dan kemampuan seperti kelompok belajar. belajar maupun karir. Data-data ini dihimpun untuk memberikan informasi yang komprehensif pada konseli (siswa). keterampilan pengembangan kemampuan intrapersonal dan interpersonal. Kedua data ini bersifat saling mendukung dan saling melengkapi. pengambilan keputusan yang tepat dan bimbingan lain yang terkait. Dalam memberikan layanan informasi. baik tes maupun non-tes. baik tes maupun nontes.Layanan informasi diselenggarakan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada siswa terkait dengan bimbingan pribadi. Narasumber yang diundang diharapkan dapat memberikan informasi kepada orang tua dan siswa tentang potensi siswa. 1949). mendatangkan narasumber. Fakta menunjukkan bahwa tes membantu dalam pemahaman individu dan pengambilan keputusan (Cronbach. maka hasil tes dapat digunakan oleh konselor sebagai salah satu media dalam layanan informasi sehingga siswa dapat mengetahui potensi dirinya. Berkaitan dengan tes.

Dalam kerangka kerja ini. Penyelenggaraan pengumpulan data teknik nontes dapat dilakukan dengan observasi. skor tes menjadi bagian informasi yang diberikan pada individu dalam proses pengambilan keputusan. Konselor di sekolah membantu siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat dan minat. konselor perlu bekerjasama dengan lembaga/biro psikologi. Semua kegiatan di atas menguatkan peran tes sebagai pemberi informasi dalam proses pengambilan keputusan. Perkembangan individu ini menekankan pada penggunaan tes untuk meningkatkan pemahaman diri dan pengembangan personal. Data hasil nontes antara lain transkrip wawancara. dan di luar sekolah). wawancara. 5) Layanan Appraisal dan Tindak Lanjut Layanan appraisal dirancang untuk mengumpulkan. Menurut Munandir (1988) informasi yang dibutuhkan konseli antara lain bimbingan dan konseling vokasional. kepribadian. Selanjutnya tugas konselor adalah menginformasikan kepada konseli atau orang tua dan menggunakan data atau hasil tes tersebut untuk kepentingan yang terkait dengan kebutuhan siswa. perkembangan persiapan jabatan dan penempatan (placement). kepribadian. Melalui hasil data-data baik tes . Sedangkan tes yang bisa digunakan oleh konselor tanpa harus dengan bantuan psikolog antara lain tes prestasi belajar. seleksi jabatan. baik yang sifatnya internal (potensi siswa. bakat. dapat dikatakan bahwa kedudukan tes dalam layanan penempatan adalah memberikan informasi dalam mengambil keputusan. dan minat. baik tes maupun nontes. Tes data memberikan jawaban tentang jabatan-jabatan yang tersedia. Tes yang pada umumnya digunakan di sekolah seperti tes intelegensi. Dari hasil penilaian ini selanjutnya dianalisis dan kemudian merencanakan tindak lanjut bimbingan. identifikasi alternatif jabatan. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan teknik. dokumentasi dan sosiometri. catatan observasi. Berdasarkan uraian di atas. Dari hasil tes tersebut. Untuk tujuan tersebut. Data atau informasi tentang siswa diperoleh melalui pengumpulan data. Peran tes dalam kegiatan penjurusan ini serupa juga dalam hal kegiatan penyaluran. Melalui data atau informasi tentang siswa tersebut. minat. bakat) maupun eksternal (kondisi lingkungan di rumah. data merupakan alat atau media informasi yang perlu digali untuk memperoleh gambaran tentang siswa.menunjukkan bahwa tes membantu dalam pemahaman individu dan pengambilan keputusan (J Cronbach: 1949). dokumen foto dan data serta data sosiometri. Selain penyaluran dalam kegiatan ekstrakurikuler juga dilakukan pelayanan penyaluran dalam bidang pemilihan sekolah lanjutan yang sesuai dengan kemampuan anak. psikolog membuat suatu interpretasi yang kemudian akan disampaikan kepada konselor. Layanan ini sekaligus secara tidak langsung dapat berfungsi untuk menilai keberhasilan program bimbingan secara keseluruhan. Anne Anastasia dan Susan Urbina (1971) menyatakan bahwa testing digunakan dalam bimbingan pendidikan dan jabatan seta dipakai untuk merencanakan segala aspek dalam kehidupan individu. Salah satu penggunaan tes dalam konseling vokasional adalah membantu individu memperoleh kesuksesan karir. menganalisa dan menggunakan data obyektif tentang sejauh mana siswa berhasil memahami diri dan mencapai tugas-tugas perkembangannya. konselor dan guru diharapkan dapat lebih memahami siswa dan membantu siswa dalam mencapai tugas perkembangannya. Dalam penyelenggaraan teknik tes.

Oleh karena itu tes dilakukan guna memperoleh informasi atau data yang penting dan akurat. III PENGGUNAAN TES DALAM BK A. Validitas Suatu tes layak digunakan apabila memenuhi kriteria valid. memahami dan mengoptimalkan potensi diri. Validitas konstruk menyoroti ketepatan teori atau konsep yang melandasi instrument tes tertentu. kriteria penting lainnya adalah suatu tes tertentu harus praktis dalam penggunaan. 3. (c) penyesuaian institusi dilakukan guna menemukan kebutuhan dan karakteristik individu tertentu. Reliabilitas Reliabilitas tes memampukam konselor atau pengguna lainnya menentukan taraf di mana bisa melakukan prediksi secara konsisten. dan (d) melakukan pengembangan dan revisi institusi untuk menemukan kebutuhan dan karakteristik siswa atau karyawan/pekerja pada umumnya. Dalam pelaksanaan tes ada dua kategori tujuan. Norma usia dapat mempresentasikan performa tes individu-individu yang dikelompokkan dan dinormakan berdasarkan usia kronologisnya. (2) Penggunaan tes untuk konseling (counseling uses of test) artinya setelah tes dilakukan. (a) diagnosis informasi prakonseling (precounseling diagnostic information). Norma usia Dalam tes usia sangat berpengaruh terhadap kondiisi testi. (b) penempatan individu pada institusi. (1) Tes untuk keperluan non-konseling (noncounseling uses of test) yang mencakup (a) seleksi calon untuk penempatan pada lembaga/instiusi. baik dalam konstruksi atau penyusunan maupun dari segi isi. Tujuan Tes Dalam BK Untuk keperluan bimbingan konseling. salah satu hal penting adalah kriteria tes.maupun nontes diharapkan membantu siswa untuk menerima. Ada pun kriteria tes yang baik yakni. dalam penskoran. B. oleh karena itu norma usia merupakan kriteria penting. informasi yang telah diperoleh dapat ditindak lanjut untuk keperluan konseling. sedangkan validitas isi mencakup hal-hal yang hendak diketahui melalui tes tersebur harus terwakili didalam isi dari suatu tes tertentu. Praktikalitas Dalam pelaksanaan tes. (b) informasi untuk proses . 1. dan dalam menginterpretasikannya. Kepraktisan lain yang harus di pertimbangkan adalah dari segi biaya dan waktu yang di perlukan. 4. yakni. konnselor harus memiliki sejumlah informasi yang berkaitan dan akurasi mengenai individu dan juga kondisi serta situasi yang ada bahkan informasi lain yang berasal dari orang lain diluar indiividu. Pemilihan Tes Berdasarkan Kriteria Untuk melaksanakan tes dalam bimbingan konseling hal penting yang harus dilakukan adalah memilih atau menyeleksi alat tes yang harus digunakan untuk keprluan tertentu. Super (1957b) dan Bordin (1955) berpendapat bahwa informasi tersebut dapat digunakan dalam Tiga kategori. 2.

1997 berpendapat bahwa tes kepribadian merupakan instrument untuk mengukur karakteristik emosi. Tes Kepribadian Anastasi dan Urbina. tes bakat umum. motivasi. sesuatu yang dibedakan dari bakat atau ketrampilan. Tes bakat dapat dilakukan untuk mengungkapkan antara lain bakat Khusus. Tes kepribadaian yang standard an popular digunakan antara lain Indikator Tipe Kepribadian Myers-Briggs (MBTI). Tes Bakat Tes bakat banyak digunakan oleh para konselor dan tenaga professional lainnya untuk mengidentifikasi (a) kemampuan potensial yang tidak disadari individu. Selain itu ada pun tes lain yang bisa digunakan yakni skala Wechsler yang dirancang oleh David Wechsler. Skala Wecshler dirancang berbdasarkan perbedaan usia antara lain Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence III (WPPSI-III) dirancang khusus untuk anak-anak usia 2 Tahun 6 Bulan sampai 7 Tahun 3 Bulan. Inventiori Minat Inventori minat dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa pada setiap individu ada perbedaan dalam minat baik secara umum maupun minat pekerjaan tertentu. C. dan (c) informasi untuk perencanaan dan tindakan setelah konseling (information for postcounseling plans and action). tes bakat unik tes bakat skolastik dan lainnya. sesuai dengan nama perancang yakni Alfred Binet pada tahun 1900-an. Tes Kecerdasan Tes kecerdasan digunakan untuk mengukur kemampuan akademik. (b) mendukung pengembangan kemampuan istimewa atau potensial individu tertentu. . Karena itu inventori minat dirancang untuk menilai minat-minat pribadi dan mengaitkan minat-minat tersebut dengan wilya kerja yang lain. Jenis-Jenis Tes Setelah diketahui bahwa tes yang hendak digunakan merupakan tes standar maka dalam bimbingan konseling ada beberapa instrument atau alat tes yang dapat di gunakan untuk kepentingan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. kemampuan mental dan kemampuan kecerdasan. (c) menyediakan informasi untuk membantu individu membuat keputusan pendidikan dan karir atau alternative pilihan yang ada (d) membantu memprediksi tingkat sukses akademis atau pekerjaan yang bisa di antisipasi individu dan (e) berguna bagi mengelompokkan individu dengan bakat serupa bagi tujuan perkembangan kepribadian dan pendidikan. jensi-jensi tersebut antara lain adalah : 1. Jadwal Preferensi Pribadi Edwards (EPPS) dan Inventori Multifase Minesota (MMPI).konseling (information for the counseling itself). yang paling populer dari tes ini adalah digunakan untuk mengukur IQ atau sering dikenal dengan nama tes kecerdasan Stanford-Binet. 3. 4. hubungan antar pribadi dan sikap. Wichsler Intelligence Scale for Cildren-Fourt Edition (WISC-IV) dirancang untuk anak-anak usia 6 Tahu sampai remaja usia 16 tahun dan Wechsler Adult Intelligence Scale-Third Edition (WAIS-III) dirancang untuk remaja usia 16 tahun hingga manula usia 89 Tahun 2.

dan (c) menyimpulkan karakteristik suatu populasi dari sampel populasi tersebut. Pemahaman mendasar tentang statistik dan psikologi memampukan konselor untuk (a) mendeskripsikan karakteristik individu atau kelompok dibandingkan kelompok atau populasi lain. genetik. Oleh karena itu pengatahuan tentang statistik merupakan salah satu syarat bagi konselor atau pengguna tes. Dalam melakukan interpretasi tersebut yang menjadi hal penting adalah pemahaman terhadap fungsi teori dan teknik interpretasi yang memadai. D. Alasan para klien untuk menginginkan tes. Dari beberapa buku menyebutkan bahwa interpretasi dapat dilakukan dalam empat tipe. E. Tes Prestasi Tes prestasi belajar berhubungan dengan tingkat pengetahuan. keterampilan atau pencapaian dalam suatu bidang sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi prestasi anak-anak. hendaknya dieksplorasi. maupun pengalaman masa lalu dengan tes. Sebagai cara untuk mencapai tujuan. c. Konselor wajib memberikan orientasi yang tepat kepada klien dan orang tua mengenai alasan digunakannya tes disamping arti dan kegunaannya. Data yang telah diperoleh dianalisis selanjutnya diinterpretasi guna pengambilan keputusan tindakan yang tepat. IV KODE ETIK PENGGUNAAN TES DALAM BK Dalam buku Using Tests In Counseling (Goldman. Tuntutan seperti ini tetap harus merujuk pada kode etik yang ditetapkan sehingga malpraktik bisa dihindarkan. (b) memprediksi kemungkinan sukses atau gagalnya performa ke depan berdasarkan perilaku saat ini atau masa lalu yang di tes. b. c) menginterpretasi data untuk membantu klien dalam proses pengambilan keputusan. 1971) diuraikan bahwa konselor sekolah perlu: a) menyesuaikan data untuk memprediksi potensi klien. Klien hendaknya terlibat dalam proses pemilihan tes. Beberapa kode etik yang wajib diperhatikan oleh konselor (ABKIN): 1.5. Kaitan Tes dengan Statistik Dalam penggunaan tes baik oleh konselor dan juga tenaga professional lainnya sangat dibutuhkan kontribusi statistik dalam menginterpretasikan hasil tes atau penilaian. berlaku kode etik testing yang harus dipatuhi tester. . Pemilihan Tes a. prediktif. mengelompokkan siswa menurut tingkat pengetahuannya dan memberikan informasi pada orang tua tentang kelemahan dan kelebihan bidang akademik anaknya. yakni deskriptif. dan evaluatif. Dasar Interpretasi Tes Interpretasi dilakukan terhadap hasil tes yang merupakan data tentang karakteristik individu yang telah mengikuti tes tertentu. supaya tidak ada unsur pemaksaan dalam pemberian tes oleh koselor. b) melengkapi data non-tes dengan data tes. tes tidak dapat memberi “jawaban”. Seorang klien harus disadarkan bahwa tes hanya alat dan alat yang tidak sempurna. tes hanya memberi informasi tambahan yang dapat digali dalam konseling dan digunakan dalam menghadapi keputusan tertentu. Dalam keadaan dan maksud pengetesan apapun.

Oleh karena itu. Konselor yang berwenang adalah konselor yang telah menempuh pendidikan sertifikasi tes dalam bimbingan dan konseling. Penggunaan suatu jenis tes wajib mengikuti secara ketat pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes tersebut. Peranan ini berarti bahwa konselor mempunyai pemahaman yang baik mengenai apa tes itu dan mengapa dia mengambilnya. 3. Konselor seharusnya bersifat netral. gender. ekonomi yang dapat mempengaruhi skor tes. tetapi dan terlebih maknanya yang harus digali dalam menafsirkan hasil. Penggunaan Hasil Tes a. b. f. menahan diri dari memberi penilaian sebanyak mungkin dan membiarkan klien merumuskan makna dan kesimpulan mereka sendiri. Data hasil testing wajib diintegrasikan dengan informasi lain yang telah diperoleh dari klien sendiri atau dari sumber lain. Meskipun demikian. konselor wajib mematuhi kode etik yang ada sehingga tidak melakukan malpraktik yang merugikan martabat testee dan merusak citra profesi konselor. konselor harus sadar bahwa hasil tes bukan hanya skor yang seharusnya diberikan kepada klien. 2. etnik. tes hendaknya dipahami sebagai sarana pendukung saja dan bukan merupakan suatu hal yang mutlak. e. Testing dilakukan bila diperlukan data yang lebih luas tentang sifat atau ciri kepribadian subyek untuk kepentingan layanan.d. Hasil testing hanya dapat diberitahukan kepada pihak lain sejauh ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien. dalam penggunaan tes. Wewenang Pemberian Tes Testing hanya bisa diberikan oleh konselor yang berwenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. Dalam hal ini data hasil testing wajib diperlakukan setara dengan data dan informasi lain tentang klien. V PENUTUP Seluruh uraian di atas menggambarkan bahwa tes mempunyai peran sentral dalam layanan BK. . Hal lain yang perlu dipahami konselor adalah faktor kultural. Dalam memberikan tes. Tes membantu konselor memahami siswa secara utuh dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Konselor seharusnya menjelaskan tujuan tes dan menunjukkan keterbatasan tes.

yaitu mengumpulkan informasi yang memungkinkan bagi konselor untuk menentukan masalah dan memahami latar belakang serta situasi yang ada pada masalah klien. selama. Asesmen yang diberikan kepada klien merupakan pengembangan dari area kompetensi dasar pada diri klien yang akan dinilai. Asesmen yang dilakukan sebelum. dan setelah konseling tersebut dilaksanakan/ berlangsung (Ratna Widiastuti. Karena itulah asesmen dalam bimbingan dan konseling merupakan bagian yang terintegral dengan proses terapi maupun semua kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri. atau bahkan dapat memicu munculnya konsekuensi dari tritmen yang merugikan diri klien. Asesmen merupakan salah satu bagian terpenting dalam seluruh kegiatan yang ada dalam konseling (baik konseling kelompok maupun konseling individual).ASSESMEN DALAM BK Asesmen merupakan salah satu kegiatan pengukuran. Asesmen dilakukan untuk menggali dinamika dan faktor penentu yang mendasari munculnya masalah. dan psikomotor dalam kompetensi dengan menggunakan indikator-indikator yang ditetapkan dan dikembangkan oleh Guru BK/ Konselor sekolah. tes psikologis. Pada umumnya asesmen bimbingan konseling dapat dilakukan dalam bentuk laporan diri. selama dan setelah konseling berlangsung dapat memberi informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien. performance test. Meskipun . Asesmen yang dikembangkan adalah asesmen yang baku dan meliputi beberapa aspek yaitu kognitif. Asesmen merupakan kegiatan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan/ kompetensi yang dimiliki oleh klien dalam memecahkan masalah. asesmen merupakan hal yang penting dan harus dilakukan dengan berhati-hati sesuai dengan kaidahnya. yang kemudian akan dijabarkan dalam bentuk indikator-indikator. Hal ini sesuai dengan tujuan asesmen dalam bimbingan dan konseling. 2010). Dalam prakteknya. observasi. asesmen yaitu mengukur suatu proses konseling yang harus dilakukan konselor sebelum. Dalam konteks bimbingan konseling. afektif. namun juga dapat digunakan sebagai sebuah terapi untuk menyelesaikan masalah klien. dan sebagainya. asesmen dapat digunakan sebagai alat untuk menilai keberhasilan sebuah konseling. Kesalahan dalam mengidentifikasi masalah karena asesmen yang tidak memadai akan menyebabkan tritmen gagal. Dalam pelaksanaannya. wawancara.

Program planning. Hal ini akan berakibat tidak baik pada diri klien. akan berpengaruh pada pelayanan konseling oleh konselor sekolah/ Guru BK. Hal ini memiliki makna bahwa asesmen tidak hanya berorientasi pada hasil/ produk akhir. bahkan terhadap konselor itu sendiri untuk jangka panjang maupun jangka pendek. yaitu: 1. Jika kedua komponen tersebut didesain dengan pendekatan “client centered” atau “bottom up”. serta tujuan yang sudah dituliskan/ ditetapkan atau outcome yang diharapkan dalam konseling. yaitu perencanaan program untuk memperoleh informasi-informasi yang dapat digunakan untuk membuat keputusan dan untuk menyeleksi bagian–bagian program yang efektif dalam pertemuan-pertemuan antara konselor dengan klien. dan berlangsung lama bagi klien. 2. asesmen akan mengarah pada inovasi. Semua indikator bukan diukur dengan soal seperti dalam pembelajaran. yang membedakan antara apa ini (what is it) dengan apa yang diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling. Hal itu berkaitan dengan apa saja yang relevan untuk mengembangkan intervensi atau tritmen yang efektif. asesmen juga diperlukan untuk memperoleh informasi yang membedakan antara apa ini (what is) dengan apa yang diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling. setiap guru pembimbing/ konselor perlu berpegang pada pedoman pertanyaan sebelum melakukan asesmen. sehingga keputusan yang akan diambil oleh klien dapat benar-benar sesuai dengan kemampuan diri klien itu sendiri. Memungkinkan evaluasi efektivitas konseling Selain itu. yang dapat membuat klien mampu membedakan latihan yang dilakukan pada saat konseling dan penerapannya di kehidupan nyata dimana klien harus membuat suatu keputusan. yaitu mulai dari membuka konseling sampai dengan mengakhiri konseling. Asesmen memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan perencanaan dan pelaksanaan model-model pendekatan konseling. serta melihat kendala/ masalah yang dihadapi klien dalam proses konseling maupun kendala dalam melaksanakan keputusan yang telah ditetapkannya. Menjelaskan masalah yang senyatanya 3. Menyediakan metode untuk memperbandingkan alternatif sehingga dapat diambil keputusan 5. Namun demikian tidaklah efisien dan tidak etis untuk menggali semuanya selama hal tersebut tidak relevan dengan tritmen yang diberikan untuk mengatasi masalah klien. efisien. Kadangkala konselor menemukan bahwa ternyata “hidup” klien sangat menarik. Hood & Johnson (1993) menjelaskan ada beberapa fungsi asesmen. Di sinilah muncul fungsi evaluator dalam asesmen. untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan khusus pada tahap pertama. yaitu “Apa saja yang perlu kuketahui mengenai klien?”. . atau setidak-tidaknya akan ada keseimbangan antara proses konseling dengan hasil konseling. Hood & Johnson (1993) menjelaskan ruang lingkup dalam asesmen (assesment need areas) dalam bimbingan dan konseling ada lima. Systems assessment. Karena itu. Asesmen dalam bimbingan dan konseling adalah asesmen yang berbasis individu dan berkelanjutan. tetapi justru akan lebih terfokus pada proses konseling. yaitu asesmen yang dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai status dari suatu sistem.menjadi dasar dalam melakukan tritmen pada klien. tetapi diukur secara kualitatif. kemudian hasilnya dianalisis untuk mengetahui kemampuan klien dalam mengambil keputusan pada akhir konseling. dalam melaksanakan keputusan setelah konseling. yang memberikan informasi-informasi nyata yang potensial. atau memilih alternatif-altenatif yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalahnya. tidak berarti konselor harus menilai (to assess) semua latar belakang dan situasi yang dihadapi klien pada saat itu jika tidak perlu. Hal inilah yang kemudian membuat asesmen menjadi efektif. diantaranya adalah untuk: 1. Memberi alternatif solusi untuk masalah 4. Asesmen yang tidak dilakukan secara objektif. Menstimulasi klien maupun konselor mengenai berbagai isu permasalahan 2. Dengan demikian asesmen akan benar-benar bisa memenuhi kriteria objektivitas dan keadilan.

maka instrumen dapat menggunakan checklist. Memilih fokus asesmen pada aspek tertentu dari diri klien Salah satu penentu keberhasilan konseling adalah kemauan dan kemampuan klien itu sendiri. keputusan akhir untuk pemecahan masalah yang dihadapi ada pada diri klien. Anda dapat merencanakan instrumen yang akan digunakan dalam asesmen. Penetapan waktu ini sangat erat berhubungan dengan persiapan pelaksanaan asesmen. Misalnya Anda akan melihat kerjasama klien dalam konseling. Persiapan akan banyak menentukan keberhasilan suatu asesmen. dan sebagainya. (c) program-progam yang berhasil. maka guru BK dapat minta bantuan orang yang memiliki kewenangan. dan sebagainya). b. yang merupakan akhir kegiatan. dan mampu menerima dirinya sendiri. inventori. Tetapi untuk menentukan instrumen sangat tergantung pada aspek apa yang akan diasesmen. Apalagi jika pelaksana asesmen tersebut bukan guru BK itu sendiri. misalnya mempersiapkan instrumen. mampu memahami diri sendiri. Menurut Center for the Study of Evaluation (CSE). yaitu yang berkenaan dengan: (a) evaluasi terhadap informasi-informasi yang nyata. (2) kewenangan guru BK (baik dalam mengadministrasikan maupun dalam interpretasi hasilnya). Penetapan waktu Perencanaan waktu yang dimaksud adalah kapan asesmen akan dilakukan. tetapi apabila Anda memfokuskan asesmen tentang kemampuan klien dalam memecahkan masalah. Setelah ditentukan fokus area asesmen. Dalam hal ini apabila guru BK tidak memiliki kewenangan. Banyak instrumen yang dapat digunakan dalam asesmen seperti tes psikologis. Dengan demikian maka akan diperoleh alat ukur atau instrumen yang benar-benar dapat diandalkan (valid) dan dapat dipercaya (reliabel) dalam mengukur apa yang seharusnya diukur. dan (d) informasi-informasi yang mempengaruhi proses pelaksanaan program-program yang lain. c.3. hal ini tetap menuntut suatu perencanaan. tes minat jabatan. hal ini memberikan makna bahwa pada akhir kegiatan akan dilakukan evaluasi akhir sebagai dasar untuk memberikan sertifikasi kepada klien. dan dengan bantuan guru BK maka klien diharapkan mampu memunculkan ide-ide pemecahan masalah. inventori kepribadian. Program Improvement. Perencanaan Aspek yang harus ada dalam perencanaan asesmen adalah: a. dan (5) dana yang tersedia. termasuk pada saat melakukan analisis. (b) tujuan yang akan dicapai dalam program. 5. program sertifikasi adalah suatu evaluasi sumatif. (4) waktu yang tersedia. Karena itu. misalnya psikolog atau orang yang telah memiliki sertifikasi yang memberikan kewenangan untuk mengadministrasikan tes dimaksud. Dalam konseling. Program Implementation. yaitu bagaimana asesmen dilakukan untuk menilai pelaksanaan program dengan memberikan informasi-informasi nyata. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan asesmen: 1. bukan pengambil keputusan mengenai apa yang harus dilakukan klien dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Konselor/ guru BK bukan pemberi nasihat. observasi. maka Anda dapat mempergunakan tes psikologis. untuk keberhasilan konseling. . 4. klien dapat bekerjasama dengan guru BK/konselor. Dalam hal ini evaluator berfungsi pemberi informasi mengenai hasil evaluasi yang akan digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Program certification. Memilih instrumen yang akan digunakan. Apapun bentuk dan jenis asesmen yang dilakukan. maka konselor menentukan akan melakukan asesmen dengan memfokuskan pada salah satu aspek dalam diri klien saja. dan klien memiliki keberanian serta kemampuan untuk mengambil keputusan. yang menjadikan program-program tersebut dapat dinilai apakah sesuai dengan pedoman. misalnya karena instrumen yang digunakan untuk asesmen adalah tes psikologis (tes intelegensi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih instrumen dalam asesmen diantaranya yaitu: (1) kemampuan guru BK sendiri. dan peralatan lain yang diperlukan dalam pelaksanaan asesmen. Berdasarkan hal tersebut di atas. tempat. dimana asesmen dapat digunakan dalam dalam perbaikan program. (3) ketersediaan instrumen.

Metode analisis data dalam asesmen konseling sangat tergantung data yang diperoleh. c) aturlah data dalam judul dan masukkan dalam file. Untuk asesmen yang akan digunakan untuk membantu fungsi pendidikan. d) gunakan sistem kartu-kartu dalam map. seperti program excel. selanjutnya adalah bagaimana melaksanakan rencana yang telah dibuat tersebut. Anda tidak perlu mencari validitas dan reliabilitas karena instrumen tersebut sudah jelas memenuhi persyaratan sebagai suatu instrumen. Namun apabila kita menggunakan instrumen yang sudah terstandar. e) periksa kebenaran hasil asesmen. Saat melakukan analisis data kualitatif. Dewasa ini. 2. Apabila banyak data kualitatif yang dianalisis sementara asesmen masih berlangsung maka beberapa analisis dapat ditunda pelaksanaannya sampai evaluator selesai melakukan asesmen. 2010) misalnya menggunakan pendekatan ”key incident” dalam analisis deskripsi kualitatif tentang kegiatan pendidikan. 4. 2. dan merumuskan kesimpulan yang mendukung. misalnya tes inteligensi. Petunjuk untuk menafsirkan analisis data . Apabila data bersifat kualitatif. dokumen informasi demografi. 4. jujur. Misal data yang diperoleh berbentuk kualitatif atau data kuantitatif. tes bakat. yaitu melakukan analisis terhadap data yang diperoleh melalui instrumen yang digunakan untuk mengambil data. SPSS. Apabila data bersifat kuantitatif maka analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik. 3. Manual suatu instrumen biasanya memuat: 1. Pandangan evaluator juga mempengaruhi penafsiran/ interpretasi data. maka instrumen itu perlu diuji validitas dan reliabilitasnya. dan sebagainya. yaitu: 1. LISREL. statistik biasa digunakan untuk analisis data hasil tes psikologis. Wilcox (dalam Ratna Widiastuti. maka hasil asesmen harus diinterpretasikan sebagai sarana untuk mengetahui kebaikan klien. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan asesmen adalah pelaksanaannya harus sesuai dengan manual masing-masing instrumen. Pendekatan key incident memungkinkan bagi kita untuk memasukkan sejumlah besar kesimpulan dari bermacam-macam data yang berasal dari berbagai sumber. Penafsiran harus dirumuskan dengan hatihati. maka kita melakukan analisis data kualitatif. Metode analisis data kualitatif misalnya deskriptif naratif. 5. Pelaksanaan Setelah perencanaan asesmen selesai. Komponen untuk menafsirkan / interpretasi hasil analisis data Interpretasi berarti menilai objek asesmen dan menentukan dampak asesmen tersebut. dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam tindakan berikutnya bagi orang-orang lain yang berkepentingan/ berwenang (Cronbach dalam Ratna Widiastuti. Validitas dan reliabilitas Apabila instrumen yang kita gunakan adalah buatan sendiri atau dikembangkan sendiri. 2010)).d. Interpretasi data Interpretasi diartikan sebagai upaya mengatur dan menilai fakta. Berikut ini adalah hal-hal yang harus ada dalam interpretasi. program statistik dapat dengan mudah dilakukan dengan bantuan komputer. atau wawancara. Karena validitas dan reliabilitas merupakan suatu syarat mutlak suatu instrumen asesmen. cara mengerjakan waktu yang digunakan untuk mengerjakan asesmen kunci jawaban cara analisis interpretasi. dan sebagainya. b) buatlah salinan data untuk berjaga-jaga kalau ada yang hilang. Dalam bimbingan konseling. misalnya dari catatan lapangan. 3. Analisis data Langkah selanjutnya adalah analisis data. Analisis dilakukan dengan mengikuti petunjuk yang ada dalam manual masing-masing instrumen. 2. dan terbuka. perlu dilakukan beberapa langkah sebagai berikut: a) yakinkan semua data telah tersedia. menafsirkan pandangan.

atau wawancara) 3. dalam Ratna Widiastuti. Rujukan diperlukan jika guru pembimbing/ konselor tidak mempunyai kewenangan atau tidak mempunyai kemampuan untuk menangani masalah yang dihadapi klien. (5) bertanya kepada kelompok penilai. Tindak lanjut Tindak lanjut adalah menindak lanjuti hasil asesmen atau penggunaan hasil asesmen dalam konseling. maka klien perlu dirujuk ke psikiater. menentukan fokus yang akan dinilai (misal cara klien dalam merespon. (4) menentukan nilai pencapaian. (2) menentukna apakah hukum. menilai keberhasilan dan kegagalan. dan 6. yaitu dengan cara: 1. akan tetapi evaluator hanya memberikan pandangan saja dari sekian banyak pandangan. ide-ide pemecahan masalah. menanggapi data dengan cermat. melihat kembali data. Untuk konseling yang berbasis individu.Worthen dkk. menentukan teknik untuk penilaian (misal dengan observasi. pengambilan keputusan. Beberapa kegiatan tindak lanjut diantaranya adalah apakah konselee perlu melakukan konseling yang memfokuskan pada aspek yang berbeda lainnya. dan (8) menafsirkan hasil analisis dengan prosedur yang menghasilkannya. Diantara metodemetode tersebut yang sering dipakai akhir-akhir ini adalah: (1) menentukan apakah tujuan telah dicapai. menggunakan teknik penilaian yang telah ditentukan 4. jika klien mengalami gangguan dislesia maka perlu dirujuk ke terapis khusus yang menangani gangguan tersebut. 5. melakukan analisis data yang diperoleh dan membicarakan hasilnya dengan klien 5. Misalnya jika klien sudah mengalami gangguan psikotik. demokrasi aturan. menilai kelebihan dan kelemahan penafsiran. (6) membandingkan variabel-variabel penting dengan hasil yang diharapkan. (7) membandingkan analisis yang dilaporkan oleh program yang usahanya sama. dan sebagainya) 2. Namun demikian. (3) menentukan apakah analisis kebutuhan telah dikurangi. 2010) menyatakan bahwa para evaluator telah mengembangkan metode yang sistematik untuk melakukan interpretasi. melaporkan data yang telah diolah (laporan hasil konseling) . norma-norma. dan prinsip-prinsip etik tidak dilupakan. atau bahkan bisa jadi konselee perlu mendapatkan rujukan (refferal) kepada pihak ketiga. maka langkah-langkah khusus peerlu dilakukan. apakah klien perlu mendapatkan tritmen tertentu. konferensi kasus. menginterpretasikan data bukan hanya pekerjaan evaluator saja.

c. termasuk informasi pendidikan. Pemahaman tentang subyek sasaran 2. e) Konselor membantu untuk meningkatkan kemampuan agar klien mampu memecahkan masalahnya sendiri. g) Dapat memecahkan konflik. Bimbingan konseling mempunyai unsur-unsur yang dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Adanya wawancara langsung (face to face) dari dua individu. 5) Prinsip Bimbingan Konseling. saling menghargai dan menghormati sehingga tumbuh saling percaya mempercayai. menghambat. c) Klien sangat memerlukan bantuan dari konselor dalam memecahkan masalah. d) Mampu menghargai orang lain. 3) Fungsi Bimbingan Konseling. b) Adanya masalah yang dihadapi klien yang harus dipecahkan. informasi nilai budaya. Marsudi dkk mengemukakan bahwa tujuan bimbingan konseling adalah: a) Memiliki kesadaran diri. Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas. . h) Membuat keputusan secara efektif. Belki dalam Marsudi mengemukakan ada 6 (enam) prinsip bagi konselor agar bimbingan konseling di sekolah memiliki makna. dan unsur cara pengatasannya sendiri”. c) Fungsi perbaikan. informasi jabatan. membuat keputusan sendiri. yaitu: a) Konselor sejak awal harus memiliki kinerja yang tinggi sehingga harus bekerja keras melaksanakan bimbingan. 1) Pengertian Konseling. orang muda maupun orang tua untuk mengembangkan pandangannya sendiri. c) Membuat pilihan secara sehat. membuat keputusan sendiri dan unsur pengatasannya sendiri. Marsudi dkk menyatakan bahwa bimbingan konseling mempunyai fungsi: a) Fungsi Pemahaman. fungsi pemahaman akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak tertentu (konselor) guna mengembangkan kemampuan siswa. adalah fungsi bimbingan yang sifatnya mencegah. terjadi dalam suasana profesional untuk memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien”. atau menimbulkan kesulitan dalam proses perkembangan. f) Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi. satu sebagai konselor dan yang lain sebagai klien. 4) Tujuan Bimbingan Konseling. b) Mengembangkan sikap positif. Pemahaman tentang lingkungan siswa termasuk keluarga. d) Ada hubungan timbal balik. yakni mengenal dirinya dan kekhususan dirinya sendiri. Pepinsky mengemukakan bahwa “konseling adalah interaksi yang terjadi antara dua orang individu. Selanjutnya Haditono menyatakan bahwa “bimbingan adalah bantuan dari seseorang kepada orang lain baik anak-anak. menghindarkan diri subyek bimbingan agar terhindar dari permasalahan yang dapat mengganggu. Fungsi pemahaman ini meliputi: 1. pengobatan (curative). Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah suatu proses bantuan dari seseorang kepada orang lain secara berkelanjutan untuk mengembangkan pandangannya sendiri. 2) Unsur-unsur Bimbingan Konseling. Berdasarkan kedua pendapat di atas maka konseling dapat didefinisikan sebagai bantuan yang diberikan konselor kepada klien dalam memecahkan masalahnya yang terjadi dalam suasana profesional dengan wawancara untuk memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien dan mencapai kehidupan yang sejahtera. dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapinya untuk mencapai kesejahteraan hidupnya”. dan lingkungan sekolah terutama oleh siswa sendiri dan konselor. Walgito menyatakan bahwa “konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara. artinya bahwa kegiatan bimbingan bukan sekali jadi melainkan sebagai suatu proses berkelanjutan sesuai dengan dinamika perkembangan individu. masing-masing sebagai konselor dan klien. adalah bimbingan yang menghasilkan terpecahkannya masalah yang dihadapi individu (siswa) siswa yang sedang bermasalah ibarat berada dalam kondisi yang tidak enak. b) Fungsi pencegahan (preventif). ia perlu bantuan orang lain agar kondisinya berubah menjadi enak. 3. Peran dan Fungsi Guru BK Bimbingan itu suatu proses. e) Memiliki rasa tanggung jawab.

mengalami kesulitan belajar. dosen. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. keangkuhan) profesional dan atau menjaga hubungan harmonis dengan personil sekolah yang lain. menilai hasil pembelajaran. Kompetensi Atau Kemampuan Yang Dimiliki Oleh Guru Guru atau pendidik dalam Pasal 1 Ayat 6 Undang-undang No. d) Guru harus memiliki kepribadian yang berwibawa. fasilitator. f) Konselor mampu bekerja sama secara efektif dengan kepala sekolah untuk menegakkan citra bimbingan konseling. (Uji Windiyanto. d) Konselor bertanggung jawab kepada semua siswa baik siswa yang gagal. melakukan pembimbingan dan pelatihan. Azas kedinamisan. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. yaitu kompetensi pedagogik. kinerja itu dimuati unsur-unsur kiat atau seni yang menjadi ciri tampilan profesional seorang penyandang profesi. dewasa. memiliki masalah. Kompetensi pedagogik ini memiliki subkompetensi berupa : a) Pemahaman peserta didik secara indikator esensial. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. 6) Azas-azas Bimbingan Konseling. suka mengganggu teman. stabil. kompetensi professional. e) Guru harus memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki tindakan yang sesuai dengan norma religius dan perilaku yang bisa diteladani oleh peserta didiknya. Orang yang profesional biasanya melakukan pekerjaan secara otonom dan mengabdikan diri pada pengguna jasa dengan disertai rasa tanggung jawab atas kemampuan profesionalnya itu. . 2009: 12-15). Keempat kompetensi yang dimaksud diterangkan berikut ini: 1. kinerja seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya. tutor. widyaiswara. Azas Tut Wuri Handayani. Azas kekinian. Azas kesukarelaan. evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Sementara dalam Undang-undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 dan Peraturan Pemerintah No. sekolah dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. c) Guru harus memiliki kompetensi arif. pertama orang yang menyandang suatu profesi. kepribadiannya. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.” Menurut Sanusi. disebutkan bahwa guru yang berkualitas harus memiliki empat kompetensi. dimana guru harus berperilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. dimana sikap guru menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan untuk peserta didik. prestasi rendah. Azas keahlian. bangga sebagai guru dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. serta modalitas belajar siswa. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. dinyatakan bahwa: ”Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Azas normative. f) Guru harus memiliki kompetensi dalam evaluasi diri dan pengembangan diri dimana dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan berintrospeksi dan mengembangkan potensi diri secara optimal. Kedua. Secara rinci kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berupa : a) Guru harus memiliki kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator berupa: bertindak sesuai dengan norma hukum bertindak sesuai dengan norma sosial. konselor. c) Konselor harus mampu menerjemahkan peranannya dalam kegiatan nyata atau layanan bimbingan yang dilakukan memberi manfaat nyata bagi siswa. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap. B. arif. pamong belajar. Marsudi dkk mengemukakan bahwa azas-azas bimbingan konseling adalah: Azas Kerahasiaan. Azas keterbukaan. Azas kemandirian. Azas alih tangan. et al (1991:20) dan Danim (2002: 22) professional menunjuk pada dua hal. siswa yang mungkin putus sekolah. Pada tingkat tinggi. kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. instruktur. pemalu dan sebagainya. Azas kegiatan.b) Konselor harus bekerja secara profesional menghindarkan sikap elitis (kesombongan. dan berwibawa. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. yakni guru haruslah memahami peserta didik berdasarkan perkembangan kognitif yang dimilikinya. 2. Azas keterpaksaan. Kompetensi pedagogik Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta didik. e) Konselor mampu mengembangkan potensi siswa melalui berbagai kegiatan. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa “Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. b) Guru harus memiliki kompetensi kepribadian yang dewasa dimana guru harus menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28.” Selanjutnya pada Pasal 39 ayat 2.

konsep dan metode keilmuan yang koheren dengan materi ajar. b. dan kebudayaan nasional Indonesia. dan tidak memiliki penyakit menular yang membahayakan diri. tenaga kependidikan. 3. Guru merupakan pribadi yang dapat menjadi contoh bagi yang lain. serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih. mengabdi.Saat ini guru dianggap sebuah profesi yang sejajar dengan profesi yang lain. dan lingkungan. C. Menurut Mulyasa. d) Merancang dan melaksanakan evaluasi dimana indikatornya guru dapat merancang dan melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar. (Kristian Hendrik. mencintai. Standar mental: dimana guru harus memiliki mental yang sehat. dan mampu memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan kualitas program pembelajaran. dimana guru dituntut untuk memahami landasan kependidikan. 6. artinya tidak mengalami gangguan jiwa ataupun kelainan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas profesionalnya. Guru yang profesional adalah “guru yang mempunyai sejumlah kompetensi yang dapat menunjang tugasnya yang meliputi kompetensi pendagogik. peserta didik. c) Melaksanakan pembelajaran yang kondusif dimana setting pembelajaran adalah komponen pokok yang harus diperhatikan. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur. stabil. dan materi ajar. c) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didk dan masyarakat sekitar. dan memiliki dedikasi yang tinggi pada tugas dan jabatannya. Guru adalah pihak yang paling dekat dengan siswa dalam pelaksanaan pendidikan sehari-hari. sosial. yang mencangkup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya. berakhlak mulia. kompetensi yang ingin dicapai. Karena guru memegang kunci dalam pendidikan dan pengajaran disekolah. menerapkan teori belajar dan pembelajaran. Dimana kompetensi guru haruslah: a) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. 2010 : ) Kompetensi kepribadian merupakan kompetensi personal seorang guru. Standar sosial: seorang guru harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan bergaul dengan masyarakat lingkungannya. 2. c. Standar moral: dimana guru harus memiliki budi pekerti luhur dan sikap moral yang tinggi. Kompetensi kepribadian guru itu terdiri atas: a. Kompetensi sosial Merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Standar spiritual: guru harus beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang diwujudkan dalam ibadah dalam kehidupan sehari-hari. dewasa. 4. Kompetensi professional memiliki subkompetensi berupa: a) Menguasi substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi dengan memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah.b) Merancang pembelajaran. sehingga seorang guru dituntut bersikap profesional dalam melaksanakan tugasnya. Standar psikis: guru harus sehat rohani. memahami struktur. orang tua/ wali peserta didik dan masyarakat sekitar. e) Mengembangkan peserta didik dimana guru haruslah memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik maupun potensi non akademik. menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik. dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. b) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. kompetensi profesional. Standar fisik: guru harus sehat jasmani. 4. kompetensi sosial maupun kompetensi pribadi”. memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait. pendidik perlu memiliki standar berupa : 1. sesama pendidik. dan guru merupakan pihak yang paling besar peranannya dalam menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan. b) Menguasai struktur dan metode keilmuan dimana seorang guru dituntut untuk menguasai langkah-langkah penelitian kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi secara professional dalam konteks global. 3. Bertindak sesuai dengan norma agama. Kompetensi Profesional Kompetensi professional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. 7. 5. hukum. berbadan sehat. Tandar intelektual: guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik dan professional. mempu menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar. Kompetensi ini merupakan sosok kepribadian seorang guru yang berkarakter sebagai orang Indonesia serta pribadi yang ideal dari orang yang menjadi teladan di masyarakat. arif. Karteristik Kepribadian Guru Guru memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. dan berwibawa . Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap.

maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli. Menunjukkan etos kerja. dan terpusat pada konselor. 6) Memiliki kepibadian dan prilaku yang terpuji (seperti berwibawa. atau searah dengan potensi. psikis maupun sosial. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. Perkembangan seorang individu tidak lepas dari pengaruh lingkungan. (Sunaryo Kartadinata. Pelayanan bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. Disamping itu dapat dikatakan bahwa proses perkembangan seorang individu tidak selalu berlangsung secara mulus. 2) Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya. kecerdasan suatu bangsa tidak terbentuk dari penjumlahan kecerdasan dari setiap warganya. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). Pentingnya peran pendampingan dan konseling disebabkan pendidikan masih dimaknai secara sempit. Konselor sekolah adalah konselor yang mempunyai tugas. yaitu: sukses bidang akdemik. individual dan berpotensi. Pendidikan hanya cenderung untuk meningkatkan kemampuan akademis semata. Pada hakikatnya pelaksanaan BK di sekolah untuk mencapai tiga kesuksesan. Pendidikan Indonesia saat ini juga belum bisa membentuk watak dan karakter bangsa. proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. e. 4) Memiliki integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. penyesuaian terhadap lingkungan serta dapat merencanakan masa depannya. ramah. atau di luar jangkauan kemampuan.d. dan pengentasan masalah-masalah individu. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai seorang individu. Berikut ini adalah karakteristik kepribdian guru dalam tiap spesifikasinya : a. Pendidikan juga belum menanamkan kecerdasan kultural kepada peserta didik sehingga potensi bangsa kurang tergali. yaitu membantu peserta didik mengenali potensi dan mengembangkan kepribadiannya. dan rasa percaya diri. tetapi juga mengembangkan karakter dan kepribadian peserta didik. pengembangan potensi. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. bermoral. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. baik fisik. Peran guru bimbingan konseling dan konselor semakin penting karena saat ini penyelenggaraan pendidikan di Indonesia masih dalam makna sempit. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). untuk mencapai kematangan tersebut. 3) Menghargai dan mengembagkan potensi positif individu pada umumnya dan individu pada khususnya. 7) Memiliki emosi yang stabil 8) Memliki Kasih sayang dan perhatian terhadap individu yang memerlukan bantuan. lurus. rasa bangga menjadi guru. klinis. Pendidikan yang utuh adalah pendidikan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademis. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlah peserta didik. Padahal. social. jujur. tanggung jawab. Oleh sebab itu peran guru bimbingan dan konseling ataupun konselor penting untuk menyelenggarakan pendidikan yang utuh. atau bebas dari masalah. Dengan kata lain. seorang individu memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. Di sinilah peran guru bimbingan dan konseling. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). harapan dan nilai-nilai yang dianut. Seorang guru bimbingan dan konseling harus memilki kompetensi dalam bidangnya termasuk kompetensi kepribadian yaitu : 1) Mengaplikasikan pendangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual. 5) Memiliki sifat demokratis. tanggungjawab yang tinggi. sabar. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. dan konsisten). yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. Standar dimaksud adalah standar kompetensi kemandirian. 2010). kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. . sukses dalam persiapan karir dan sukses dalam hubungan kemasyarakatan. Pelayanan BK di sekolah merupakan kegiatan untuk membantu siswa dalam upaya menemukan dirinya. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. Pendidikan di Indonesia baru sampai pada tujuan mencerdaskan anak didik secara individual saja. Guru BK Sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses ke arah kematangan atau kemandirian.

11) Penuh kesabaran. 13) Mendorong dengan ikhlas. Tugas Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. minat. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan. 74 Tahun 2008 A. . Tugas Guru BK/Konselor dan Pengawas Bimbingan dan Konseling Menurut PP No. menilai bakat dan minat. Pengembangan kehidupan pribadi. 14) Mampu berkomunikasi dengan efektif. dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah. wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. 12) Mau mendengarkan keluhan orang lain. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam: 1.9) Memiliki kepedulian kepada orang lain. peka dan bersifat empati serta menghargai perubahan dan keraguan. bakat. potensi. tanggungjawab. 10) Menampilkan toleransi tinggi terhadap individu yang menghadapi stress dan frustasi.

4. 3. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. dan karir/jabatan. industri dan masyarakat. Layanan konseling perorangan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. Aplikasi instrumentasi. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. kegiatan belajar. 5. sistematis. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. Layanan konsultasi. 2. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. kegiatan belajar. Tampilan kepustakaan. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. karir/jabatan. Beban Kerja Minimum Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Beban kerja guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dan paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk layanan tatap muka terjadwal di kelas untuk layanan klasikal dan/atau di luar kelas untuk layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu . Layanan penguasaan konten. jurusan/program studi. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. Pengembangan karir. Layanan penempatan dan penyaluran. 4. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. Layanan mediasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka. serta memilih dan mengambil keputusan karir. yaitu kegiatan memperoleh data. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. sosial. Himpunan data. dinamis. Layanan informasi. 5. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. 3. Layanan orientasi. 4. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua atau keluarganya. terpadu dan bersifat rahasia. terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah. terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. dan pengambilan keputusan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. dan kegiatan ekstra kurikuler. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. 3. 6. kemampuan hubungan sosial. 2. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. magang. Konferensi kasus. belajar. Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh: 1. dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik 9. dan pendidikan lanjutan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. Layanan konseling kelompok. keluarga. karir/jabatan. kemampuan sosial. Alih tangan kasus. 6. komprehensif. kelompok belajar. Pengembangan kemampuan belajar. baik tes maupun nontes.2. Layanan bimbingan kelompok. Kunjungan rumah. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. 7. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. pemahaman. Jenis layanan adalah sebagai berikut: 1. 8. program latihan. yang bersifat terbatas dan tertutup. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. Pengembangan kehidupan sosial. melalui aplikasi berbagai instrumen. berkeadilan dan bermartabat. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis.

dan (3) rencana kepengawasan akademik (RKA). Penyusunan Program Pengawasan Bimbingan dan Konseling      Setiap pengawas baik secara berkelompok maupun secara perorangan wajib menyusun rencana program pengawasan. Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang dilakukan oleh setiap pengawas pada setiap sekolah tempat guru binaannya berada. Program pengawasan tahunan pengawas disusun oleh kelompok pengawas di kabupaten/kota melalui diskusi terprogram. Penyusunan laporan oleh pengawas merupakan upaya untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan atau keterlaksanaan program yang telah direncanakan. Rencana Kepengawasan Bimbingan dan Konseling (RKBK) merupakan penjabaran dari program semester yang lebih rinci dan sistematis sesuai dengan aspek/masalah prioritas yang harus segera dilakukan kegiatan supervisi. Laporan ini lebih ditekankan kepada pencapaian tujuan dari setiap butir kegiatan pengawasan sekolah yang telah dilaksanakan pada setiap sekolah binaan. c. indikator keberhasilan. dan RKBK sekurang-kurangnya memuat aspek/masalah. skenario kegiatan. a. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK. Ekuivalensi kegiatan kerja pengawas bimbingan dan konseling terhadap 24 (dua puluh empat) jam tatap muka menggunakan pendekatan jumlah guru yang dibina di satu atau beberapa sekolah pada jenjang pendidikan yang sama atau jenjang pendidikan yang berbeda. Melaksanakan Pembinaan. Kegiatan penyusunan program tahunan ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. pemantauan atau penilaian. (2) program pengawasan semester. Penyusunan RKBK ini diperkirakan berlangsung 1 (satu) minggu. Kegiatan ini dilakukan di sekolah binaan. Sedangkan beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah membimbing 40 (empat puluh) peserta didik dan guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah/madrasah membimbing 80 (delapan puluh) peserta B. sesuai dengan uraian kegiatan dan jadwal yang tercantum dalam RKBK yang telah disusun. Uraian lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut. tujuan. 2. Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas program pengawasan tahunan di tingkat kabupaten/kota. melaksanakan dan menilai proses pembimbingan. strategi/metode kerja (teknik supervisi). b. program semester. Menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah dengan segera setelah melaksanakan pembinaan. Pemantauan dan Penilaian    Kegiatan supervisi bimbingan dan konseling meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan kegiatan dimana terjadi interaksi langsung antara pengawas dengan guru binaanya. . 3. Menyusun Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan    Setiap pengawas membuat laporan dalam bentuk laporan per sekolah dari seluruh sekolah binaan. Melaksanakan penilaian adalah menilai kinerja guru dalam merencanakan. Program tahunan. d. sumberdaya yang diperlukan. Kegiatan penyusunan program semester oleh setiap pengawas ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. Tugas Pengawas Bimbingan dan Konseling Lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling untuk melaksanakan tugas pokok diatur sebagai berikut: 1.dan yang memerlukan. penilaian dan instrumen pengawasan. Jumlah guru yang harus dibina untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) dan paling banyak 60 guru BK. Program pengawasan terdiri atas (1) program pengawasan tahunan.

Undang-Undang No : 2 / 1989 : Sitem Pendidikan Nasional Ayat 1 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan pesertad i d i k m e l a l u i k e gi a t a n b i m b i n g a n .PP No. p e n g a j a r a n . 28 / 1990 : Pendidikan Dasar BAB X Pasal 25 Ayat 1:Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadasiswa dalam rangka upaya menemukanpribadi. Dalam pelatihan diperkenalkan kepada guru cara-cara baru yang lebih sesuai dalam melaksanakan suatu proses pembimbingan. d a n / a t a u l a t i h a n b a g i perannya di masa yang akan datang Pasal 1 A ya t 8 : T e n a ga p e n d i d i k a n a d a l a h a n g g o t a m a s ya r a k a t ya n g bertugas membimbing . DASAR LEGAL BIMBINGAN DAN KONSELING A. individual dan group conference. mengenallingkungan dan merencanakan masa depanAyat 2: Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing .   Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok di Musyawarah Guru Pembimbing (MGP). Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK ini dapat dilakukan melalui workshop. mengenallingkungan dan merencanakan masa depan Ayat 2:Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing Ayat 3:Pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) dan Ayat (2) diatur oleh Menteri 2.Peraturan Pemerintah 1.PP No. mengajar dan / atau melatih peserta didik B. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X Pasal 27 Ayat 1: Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadasiswa dalam rangka upaya menemukan pribadi. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X2. observasi. Kegiatan dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi yang akan ditingkatkan. seminar.PP No.

melaksanakan programbimbingan. penempatan danpenyaluran. a n a l i s i s pelaksanaan bimbingan. orientasi. sosial. 84 / 1993 : Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Pasal 3 : Tugas Pokok Guru.Persiapan program pengajaran/ praktik/ BK b. p e m e l i h a r a a n d a n pengembangan dalam bidang bimbingan pribadi. 118 / 1995: Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah d a n Angka Kreditnya Sebagaimana dimaksdukan dalam angka (1) mempunyai bidangpengawasan sbb:a. orientasi. analisis hasil evaluasi belajar.b. p e n g e n t a s a n . belajar dan karir (12) Evaluasi pelaksanaan BK adalah kegiatan menilai layanan BK dalambidang bimbingan pribadi. pembelajaran. informasi. tanggung jawab. E v a l u a s i program pengajaran/ praktik/ BK (2)Standart . S K B M E N D I K B U D d a n K E P A L A B A K N No : 0433 / P / 1993 dan No.d.penempatan dan penyaluran.wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlahpeserta didik (10)Penyusunan program BK adalah membuat rencana P e l a y a n a n B K dalam bidang bimbingan pribadi. konseling kelompok dan bimbingan kelompok(14) Tindak Lanjut pelaksanaan BK adalah kegiatan menindaklanjutihasil analisis evaluasi layanan . M e n y u s u n p r o g r a m p e n g a j a r a n .Bidang Pengawasan Rumpun Mata Pelajaranc. sosial.Bidang pengawasan Taman Kanak-2 / Raudhatul Athfal/ bustanul Athfal.Bidang Pengawasa Bimbingan dan Konseling D . belajar dan karir (11) Pelaksanaan BK adalah melaksanakan fungsi pelayanan . p e n c e g a h a n . m e n y a j i k a n p r o g r a m pengajaran. ataub . konseling kelompok danbimbingan kelompok Pasal 4. adalaha . P P N o . belajar dan karir (13)Analisis Evaluasi pelaksanaan BK adalah menelaah hasil evaluasipelaksanaan BK yang mencakup layanan .No. 25 Tahun 1993 “Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. konseling individu. ayat : (1) Standart prestasi kerja Guru Pratama s. ayat : (4)Guru Pembimbing adalah guru yang mempunyai tugas. Guru Dewasa Tingkat 1 dalammelaksanakan PBM atau BK:a. evaluasi belajar. p e m b e l a j a r a n . informasi.Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah / Madrasah Diniyah / Sekola DasarLuar Biasa. terhadappeserta didik yang menjadi tanggung jawabnya .No. k o n s e l i n g i n d i v i d u .” Pasal 1 .p e m a h a m a n .Penyajian program pengajaran/ praktik/ BK c . evaluasi p e l a k s a n a a n b i m b i n g a n . sosial. dan tindak lanjut dalam programbimbingan terhadap peserta didik yang m e n j a d i t a n g g u n g jawabnya. M e n y u s u n P r o g r a m Bimbingan. 2.Bidang Pengawasan Pendidikan Luar Biasad.3 .serta menyusun program perbaikan dan pengajaran. 7 4 / 2 0 0 8 : Tugas Guru BK / Konselor dan PengawasBimbingan dan konseling SK M ENP AN 1.

Pengertian Check List merupakan suatu daftar yang mengandung atau mencakup faktor-faktor yang ingin diselidiki (Bimo Walgito. selain tsb. Guru Utama.prestasi kerja Guru Pembina s.Dari pengertian di atas disimpulkan bahwa check list merupakan salah satumetoda untuk memperoleh data yang berbentuk daftar yang berisi pernyataan danpertanyaan yang ingin diselidiki dengan memberi tanda cek oleh individu/kelompok.Penyusunan program pengajaran/ praktik/ BK c. 1985:150)Check list merupakan daftar yang berisi unsur-unsur yang mungkin terdapat dalamsituasi atau tingkah laku atau kegiatan individu yang diamati (Depdikbud:1975:56). Faktor-faktor yang diperoleh ini dapat terperinci menurut keperluanyaitu sesuai dengan persiapan dan rencana yang telah dibuat sebelum daftar cek inidisiapkan. padaayat (1) ditambah :a. Sebagai inventory ( alat pencatat hasil observasi yang dipergunakan seseorang dalammengamati diri sendiri/pengguna daftar cek selain sebagai observer juga sebagaiobservee ). C. s e l a i n t s b .2.Evaluasi program pengajaran/ praktik/ BK ( 3 ) K h u s u s S t a n d a r t p r e s t a s i k e r j a G u r u K e l a s . D. ayat : (1)Jumlah peserta didik yang harus dibimbing oleh seorang GP adalah 150orang MATERI VDAFTAR CEK (CHECK LIST)A.d. p a d a a y a t ( 2 ) sesuai dengan jenjang jabatannya ditambah melaksanakan program BK di kelas yang menjad tanggung jawabnya Pasal 5 . Tujuan dan maksud Check List Untuk mengetahui / mengecek ada tidaknya sifat/kebiasaanketerampilan/pengalaman dan pengetahuan dari seseorang. Sebagai alat pencatat hasil observasi ( pengguna daftar cek hanya sebagai observer ) . Manfaat Check List Untuk mendapatkan faktor-faktor yang relevan dengan masalah yang sedang menjadipusat perhatian. B.Analisis hasil evaluasi pengajaran/ praktik/ BK b. Fungsi Check List 1.

(c) mampu melakukan analisis terhadap data hasil daftar cek. Kegunaan DCM Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan DCM yaitu : 1. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan daftar cek sebagai salah satu teknik untuk memahami konseli yang hendak dibmbingnya. autobiografi.BAB IV DAFTAR CEK MASALAH Kegiatan belajar 3 A. Efisiensi DCM dikatakan efisien. 5. Isi Daftar Cek Masalah Daftar Cek Masalah berisi: a. 3. Dikatakan valid dan reliabel. Fungsi Daftar Cek Masalah 1. Untuk menyarankan suatu preoritas program pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai dengan masalah individu maupun kelompok saat itu. Untuk melengkapi data yang sudah ada. Instruksi atau petunjuk cara mengerakan. antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang sedang ia alami. b. Validitas dan reliabilitas. Sebagai indikator peserta telah mampu memanfaatkan daftar cek ditunjukkan dalam (a) menyusun daftar cek sesuai tujuan dan subyek yang difahami. Intensif Dikatakan intensif. wawancara dan sebagainya. karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat. Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dihadapi. karena data problem yang diperoleh melalui DCM lebih teliti. a. 4. mendalam dan luas. Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok. 2. B. Dengan daftar cek masalah memungkinkan individu mengingat kembali masalahmasalah yang pernah dialaminya. 3. 2. Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus. 3. Petunjuk yangharus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instructor dan petunjuk bagi siswa. c. yakni sebelum melaksanakan. Data semacam ini kurang dapat diperoleh melalui teknik lain seperti observasi. Topik.yaitu : a. Ruangan tempat identitas siswa yang mengerjakan DCM. Pengertian Daftar Cek Masalah (DCM) Daftar cek masalah (DCM) adalah sebuah daftar kemungkinan masalah yang disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah yang pernah atau sedang dialami seseorang. Kedua kecakapan . dan (d) mampu memanfaatkan data dari daftar cek untuk kepentingan bimbingan. Topik ini berdasarkan pengolahan tertentu tentang masalah. b. dan (2) Pelaksanaan. Fungsi dan kegunaan DCM a. d. c. Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan data yang diperoleh dengan cara/alat lain. Uraian materi 1. Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan kelompok pada umumnya. Topik-topik masalah dan butir-butirnya. Alasan Penggunaan DCM Terdapat beberapa pertimbangan dalam penggunaan Daftar Cek Masalah. disamping jumlah item kemungkinan masalah yang cukup banyak. Petunjuk bagi instruktor Kecakapan melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan. b. 4. 2. Petunjuk Pengadministrasian DCM Agar hasil penelitian ini valid dan reliable perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM. (b) mampu melaksanakan asesmen dengan menggunakan daftar cek. yakni menjelang dan pada waktu mengerjakan.

h. b) Mencari % masalah dengan cara mencari rasio antara banyak siswa yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah siswa. menghindari suara yang mengganggu. Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A. g. 4. dan motivasi pada siswa. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan. dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah (butir masalah yang dicek) dengan jumlah butir topic masalah.tersebut dirinci lebih jauh berikut : 1. Analisis Kelompok Langkah-langkah menganalisa secara kelompok meliputi analisis per butir dan analisis per topik masalah. b. Memberi contoh (misalnya dengan menulis di papan tulis) cara mengerjakan DCM. 3. 2. 3. Mencari jenjang (ranking) masalah. dengan cara mengurutkan % topic masalah mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil. Langkahlangkah menganalisis adalah sebagai berikut: a) Menjumlahkan banyaknya siswa yang mempunyai butir masalah yang sama untuk tiap butir. memperingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang dan teliti dan memberitahukan bahwa waktu yang disediakan cukup lama. 4. Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis. a. Memberi perintah mengerjakan DCM. Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah. b. Membagikan lembar DCM. sebagai berikut: 0 % = 10 = A (baik) 1 % . Apabila dinyatakan dalam rumus. Mengumpulkan pekerjaan siswa. Petunjuk bagi siswa Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa. Atau n nm x 100 % Dengan keterangan: nm = jumlah butir yang menjadi masalah pada satu topik masalah. d. Analisis DCM Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan. Analisis ini meliputi analisis individual dan analisis kelompok. tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu. Siswa harus mematuhi bagaimana cara mengerjakan DCM. i. 2. siswa harus duduk tenang. Mengontrol situasi ruangan. 6. sedangkan jumlah semua topik keluarga ialah 30. Mengontrol apakah para siswa telah mengerjakan DCM dengan benar. Menyiapkan bahan sesuai dengan jumlah siswa.100 % = 2 = E (kurang sekali) 2-30 Pemahaman Individu Contoh: Abas mencek 6 butir masalah keluarga. untuk menimbulkan kepercayaan. sementara para siswa memperhatikan sambil membaca petunjuk tersebut dalam hati. antara lain: a. n = jumlah butir pada topik masalah itu. f. c. petunjuk cara mengerjakan DCM. b. Analisis Individual Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menganalisis individual (per siswa) ini adalah: 1. Siswa harus menulis identitasnya sendiri. ialah: m mm x 100% Dengan keterangan mm = banyak siswa yang bermasalah untuk butir tertentu. Hal-hal penting dalam persiapan adalah: a. e. menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan.50% = 4 = D (kurang) 51 % . hanya akan merugikan dirinya sendiri. yaitu: 1. Kedua analisis tersebut dijelaskan berikut : 1) Analisis per butir masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui butir masalah apa yang pada umumnya dhadapi oleh siswa. Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM. 2. B. maka persentase masalah keluarga Abas adalah: n nm x 100% = 30 6 x 100% = 20 % Jadi predikat hubungan keluarga Abas adalah: C (cukup) b. Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya. C. j. m mm x 100 % = .10 % = 8 = B (cukup baik) 11 % . Menerangkan maksud konselor menggunakan DCM itu. m = banyak siswa yang mengerjakan DCM Contoh: 30 orang siswa bermasalah untuk butir nomor 65. D dan E. Mencari presentasi per topik masalah. Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM. siswa yang ikut mengerjakan DCM adalah 120 orang.25 % = 6 = C (cukup) 26 % . Konversi harga itu. Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius. Menguasai benar.

Individu ini dicatatat sebagai individu yang mempunyai masalah khusus. D atau E) ke dalam lajur kolom yang sesuai. Memprioritaskan masalah yang harus segera ditangani. Caranya. kali jumlah peserta. Penggunaan hasil analisis DCM dalam penyusunan program BK Hasil analisis DCM dilengkapi dengan data yang diperoleh dengan teknik-teknik lain. pengembangan dan penyembuhan sebelum masalah-masalah itu menjadi akut. b. c. a. Efisiensi pelayanan. C. Memasukkan predikat masalah (A. dapat dipergunakan untuk merencanakan program BK. sebagai berikut: a. jumlah siswa yang ikut mengerjakan DCM.120 30 x 100 % = 25 % Maka predikat permasalahan butir ini bagi para siswa adalah C (cukup) 2) Analisis per topik masalah Analisa ini bertujuan untuk mengetahui topic masalah apa yang pada umumnya dihadapi oleh siswa. Penyusunan program BK ini adalah dalam rangka: a. Masalah STATUS . Teliti lebih dahulu butir-butir aspek kepribadian dalam daftar pribadi yang relevan dengan topik masalah dalam DCM. b) Harus diketahui jumlah butir yang menjadi masalah siswa. Atau dengan rumus: NxM NmxMn x 100% Dengan keterangan: Nm = jumlah butir masalah Mn = jumlah siswa yang mempunyai masalah N = jumlah butir dalam topik masalah M = jumlah siswa (peserta) 3) Masalah individual Dari penjumlahan tiap butir masalah. Hubungan keluarga Pekerjaan Hubungan dengan teman Kepribadian E E E E D D D D C C C C B B B B A A A A b. 2. yaitu pencegahan. Hampir semua aspek kepribadian dalam daftar pribadi dapat dilengkapi dengan data DCM. d) Persentase adalah rasio antara jumlah butir masalah kali jumlah siswa yang bermasalah dengan jumlah butir dalam topik masalah. B. Mendalami masalah individual maupun masalah kelompok. 3. 4.. Langkah-langkah dalam menganalisis adalah sebagai berikut: a) Harus diketahui. Pemindahan hasil analisis data DCM ke dalam daftar pribadisiswa Hasil analisis DCM merupakan data pelengkap daftar pribadi siswa. Penyajian ini baik secara individual maupun kelompok. c) Harus diketahui jumlah siswa yang mempunyai masalah.. Penyajian individual No. 7. 9. 8. Penyajian Hasil Analisis DCM Hasil analisis DCM perlu disajikan untuk dimasukkan dalam cumulative record agar sewaktu-waktu diperlukan dapat dengan mudah ditemukan dan dapat dipergunakan dengan mudah. Penyajian kelompok : Masalah yang dihadapi siswa 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 1a 1b 1c 1d Pribadi Keluarga . b.0 + ++ 1. sering kita jumpai masalah yang hanya dialami oleh 1 orang. baik program individual maupu program kelompok.

Jelaskan kelebihan penggunaan daftar cek dibanding dengan interview 4. Sebarkan daftar cek yang telah saudara susun kepada sekurangkurangnya 30 orang siswa. DCM sangat berguna untuk melengkapi data. Lakukan analisis individual. kebutuhan mana yang paling menonjol belum terpenuhi. Tes Formatif 1. Tunjukkan alas an saudara. Rangkuman Daftar cek yang sangat bermanfaat bagi konselor utamanya dalam menggali informasi tentang masalahmasalah yang terkadang sudah terlupakan oleh individu. kemudian laporkan puladalam bentuk sajian individual dan kelompok E. dan kebutuhan mana yang khas pada siswa tertentu sehingga jelas kebutuhan mana yang perlu segera mendapat preoritas dalam program bimbingan di sekolah D. Jelaskan untuk apa biasanya daftar cek digunakan dalam kegiatan bimbingan dan konseling 3. Lakukan analisis individual dan kelompok. mengapa dalam analisis daftar cek bukan sekedar melihat kuantitas masalah yang dihadapi siswa. Latihan Susunlah daftar cek dengan keterangan sebagai berikut : 1. Lembar Kegiatan 1. Tuliskan pengertian daftar cek masalah dengan kalimat saudara sendiri 2. Daftar cek digunakan lantara efisien dan intensif bagi pengungkapan masalah-masalah yang dialami individu. mendalami masalah individu maupun kelompok. Analisis DCM bisa dilakukan secara individual maupun kelompok F. 2. Tujuan penyusunan daftar cek adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pemenuhan kebutuhan siswa. Subyek yang hendak diteliti adalah siswa SMTP kelas 1 2.Sosial C. tetapi perlu memahami intensitas masalah BAB V TEKNIK SOSIOMETRI .

siapa yang terisolir. c. sosiometri banyak digunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok. Dengan kata lain. Oleh karena itu. Dengan melihat sosiogram akan dapat diketahui dengan mudah mengenai: a. Intensitas pilihan. 1) Status pemilihan. (c) mampu melakukan analisis terhadap data hasilsosiometri. Kecenderungan terbentuknya anak kelompok. Sebagai contoh. Status sosiometri dari setiap subyek. Kompetensi Dan Indikator Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan teknik sosiometri sebagai salah satu teknik untuk memahami konseli yang hendak dibimbingnya. apabila disajikan dalam bentuk seperti di atas membuat kita kesulitan dalam membaca dan menentukan siapa yang terbanyak pemilihnya. Sebagai indikator peserta telah mampu memanfaatkan teknik sosiometri dengan baik ditunjukkan dalam (a) menyusun sisiometri sesuai tujuan dan subyek yang difahami. e. Misalnya: Kelompok yang terdiri dari enam orang. d. h. 2) Status penolakan. Ada dan tidaknya pusat pilihan. Akan sangat berbeda. Menggambarkan Hasil Angket Sosiometri Data mental yang dikumpulkan dengan angket sosiometri. tiga orang atau lebih. anak kelompok dan lain-lain. dan (d) mampu memanfaatkan data darisosiometri untuk kepentingan bimbingan.Kegiatan Belajar 4 A. hal ini mungkin dapat disebabkan oleh kurangnya penyesuaian diri terhadap teman sekelasnya. 2. sedangkan secara akademik mereka pandai. Hasil angket dari enam orang saja. apabila belum disusun akan merupakan data yang masih sukar untuk dianalisa dan diketahui (dibaca). Sekilas tentang Sosiometri Metode ini dikemukakan oleh Moreno. siapa yang paling tidak popular. 3. dua. Kualitas arah pilihan. Arah pilihan dari dan terhadap individu tertentu. (b) mampu melaksanakan asesmen dengan menggunakan sosiometri. Hasil angket sebagai berikut: Angket dari A memilih B dan C B memilih A dan C C memilih E dan A D memilih A dan B E memilih A dan D F memilih B dan A. menyelidiki kesukaran seseorang terhadap teman sekelompoknya. bertujuan untuk meneliti saling hubungan antara anggota kelompokdi dalam suatu kelompok. dari bentuk matrik ini dapat dibuat bentuk penyajian sosiometri yang lebih baik. Dengan menggunakan angket sosiometri untuk memilih dua orang yang paling disenangi dari kelompoknya. g. Angket Sosiometri Alat untuk mendapatkan materi sosiometri dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disenangi (diplih) dan siapa yang tidak disenangi (ditolak) dari anggota kelompoknya. Sosiometri juga dapat digunakan untuk mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya. Uraian Materi 1. Tabel dari data sosiometri disebut matrik sosiometri. Ada tidaknya isolasi. bila data tersebut kita sajikan dalam bentuk matrik seperti di bawah ini: Subyek PEMILIH Total ABCDEF DIPILIH A B C D E F X X X X X X X . Agar data tersebut mudah dibaca siapa yang paling popular (paling disenangi) dan siapa yang paling tidak disenangi maka data tersebut harus berupa harus disajikan dalam bentuk tabel. Untuk lebih memperjelas uraian tersebut di atas. Adapun jawaban yang diberikan oleh responden tentang siapa yang disenangi ataupun siapa yang tidak disenangi tersebut dapat terdiri dari satu. f. Daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk mendapatkan materi sosiometri dinamakan angket sosiometri. dapat dilihat contoh pembuatan matrik sosiometri dan sosiogram di bawah ini. dan lain-lain. B. Perlu diingat bahwa penyajian data angket sosiometri dalam bentuk matrik ini tidak dapat dilihat mengenai ―saling hubungan‖ antara anggota kelompok. baik dalam pekerjaan. Besarnya jumlah pemilih untuk setiap subyek. yaitu dengan membuat sosiogram. 3) Status pemilihan dan penolakan b. apabila kita ingin mengetahui mengapa beberapa murid mengalami kesulitan dalam pelajarannya. sekolah maupun teman bermain. menyelidiki ketidaksukaan terhadap teman sekelompoknya. Keadaan semacam ini dapat diketahui dengan menggunakan sosiometri.

X X X X X 5 3 2 1 1 0 Total 2 2 2 2 2 2 12 Dengan matrik sosiometri ini, secara mudah dan cepat dapat diketahui jumlah pemilih untuk setiap orang, siapa yang paling populer dan yang tidak populer, akan tetapi masih sulit pula untuk mengetahui individu yang saling memilih, siapa saja yang menjadi anak kelompok dan lainlain. Maka akan lebih baik jika disajikan dalam bentuk sosiogram, seperti digambarkan di bawah ini: A 54B 32- C D 1- E F 0Keterangan: 0,1,2,3,4,5 frekuensi pemilih. A,B, C, D, E, subyek terpilih. Cara membuat: 1. Buat sumbu ordinat dan dibuat skala yang mencakup frekuensi pemilih yang terbanyak. 2. Letakkan masing-masing individu setinggi frekuensi pemilih yang diperoleh. Misalnya A pemilihnya 5 orang, A diletakkan pada garis yang setinggi frekuensi 5. 3. Buat garis pilihan yang ditandai dengan tanda panah, misalnya: A B berarti A memilih B A B berarti A dan B saling memilih ( A memilih B dan B Juga memilih A) A B berarti A menolak B A B berarti A menolak B dan B juga menolak A Pemahaman Individu 2-39 A B berarti A memilih B dan B menolak A. Bentuk hubungan Bentuk hubungan antar individu dalam suatu kelompok dapat bermacam-macam: 1. Berbentuk segitiga (Triangle) Hubungan yang mempunyai intensitas yang cukup kuat 2. Berbentuk bintang (Star) A Bila pusat (A) tidak ada, maka kelompok akan bubar, karena hubungan kurang menyeluruh 3. Berbentuk jala (Net) Hubungan ini juga mempunyai intensitas cukup kuat. Hubungan cukup menyeluruh, baik, kuat dan hilangnya seseorang tidak akan membuat kelompoknya bubar. 4. A B C D (berbentuk rantai/ Chain) Hubungan searah atau sepihak tidak menyeluruh, kelompok yang demikian ini keadaannya rapuh. 2-40 Pemahaman Individu Selain mengetahui bentuk kelompok, intensitas kelompok, ada tidaknya anak kelompok, arah hubungan dan lain-lain, maka hasil sosiometri ini juga dapat dianalisis lebih lanjut, antara lain: 1. Status Pemilih Pm A = jumlah pemilih A N -1 N = jumlah anggota kelompok Pm A = indek status pemilih A Arti indeks: Pm = 0 berarti tidak ada yang memilih Pm = 1 berarti semua anggota kelompok memilih Indeks pemilih bergerak dari 0 – 1 2. Status Penolak Pn A = jumlah penolak A N -1 Pn A = indeks status penolak A N = jumlah anggota kelompok Arti indeks: Pn = 0 berarti tidak ada yang menolak. Pn = - 1 berarti semua orang menolak Indeks penolakan bergerak dari – 1 sampai 0 3. Status Pemilihan dan Penolakan PmPn A = jumlah pemilih A – jumlah penolak A N–1 Pm Pn A = indeks pemilihan dan penolakan A N = jumlah anggota kelompok Pemahaman Individu 2-41 PmPn A = - 1 berarti semua orang menolak A Pm Pn A = + 1 berarti semua orang memilih A (populer) Indeks pemilihan dan penolakan bergerak dari -1 sampai +1.

C. Latihan Buatlah kelompok belajar dari satu kelas dengan memanfaatkan teknik sosiometri, upayakan setiap kelompok belajar terdiri dari lima orang dengan tetap memperhatikan komposisi jenis kelamin laki-laki dan perempuan, serta memperhatkan arah pilih siswa D. Lembar Kegiatan Sebarkan angket sosiometri pada siswa kelas akhir di mana saudara bertugas, selanjutnya carilah siswa yang menunjukkan gejala terasing kemudian rencanakan program bimbingan individual untuknya E. Rangkuman Sosiometri banyak digunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok dan mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya, serta menyelidiki kesukaran seseorang terhadapteman sekelompoknya, baik dalam pekerjaan, sekolah maupun teman bermain. Daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk mendapatkan materi sosiometri dinamakan angket sosiometri. Hasil angket sosiometri dapat dibuat dalam bentuk penyajian yang lebih baik yaitu dengan membuat sosiogram. F. Tes Formatif 1. Buatlah rumusan dengan kalimat saudara sendiri, apa yang dimaksud dengan sosiometri 2. Jelaskan apa kegunaan sosiometri dalam bimbingan dan konseling 3. Jelaskan dari mana saudara bisa mengetahui bahwa seorang siswa terasing di kelasnya jika saudar melihat data sosiogram.

BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Materi pemahaman individu mencakup teknik tes dan non-tes.Meski mencakup teknik tes dan non-tes, tetapi dalam buku ini hanya disajikan teknik non tes, yang dalam perkuliahn 1 lazim dikenal dengan mata kuliah ―Pemahaman individu 1‖, sedang teknik tes lazimnya diberikan secara terpisah dalam kemasan materi ―Pemahaman individu 2‖ Lingkup isi buku ajar ini adalah materi perkuliahan pemahaman individu 1, yang di dalamnya di bahas tentang (a) pengertian dan kegunaan pemahaman individu, (b) teknik observasi, (b) daftar cek, (c) sosiometri, (d) wawancara, dan (e) angket. Semua teknik diwali dengan penyajian secara teoretik, selanjutnya pembaca dipandu untuk berlatih mempersiapkan dan mempraktekkkan masing-masing teknik tersebut, untuk selanjutnyua penerapannya dalam bimbingan dan konseling, B. Prasyarat Mengingat aspek yang hendak dipahami utamanya berkaitan dengan gejala-gejala psikis seseorang dalam kerangka bimbingan dan konseling, maka prasyarat yang diperlukan sebelum mempelajari pemahaman individu – baik pemahaman individu 1 maupun 2 – adalah Psikologi dan Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Kebutuhan pengetahuan dasar psikologi ini mutlak, mengingat gejala yang difahami adalah gejala-gejala yang bersifat psikologis yang muncul dalam bentuk ucapan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Sedang kebutuhan akan pengetahuan dasar bimbingan dan konseling mengingat, bahwa hasil pemahaman terhadap individu (konseli)

adalah untuk kepentingan layanan bimbingan, bukan untuk kepentingan selainnya. C. Petunjuk Belajar Dalam mempelajari buku ajar ini, mahasiswa atau peserta pelatihan diseyogiakan menempuh langkahlangkah berikut : 1. Sebelum pelatihan dilaksankan seyoganya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih, dan akan lebih bagus lagi jika ada partner yang bisa diajak berdiskusi dalam memahami isi buku ini. Hal-hal yang tidak bisa difahami melalui diskusi dengan teman sejawat seyogianya dicara penjelasannya melalui buku-buku yang relevan, dan jika masih belum terjawab bisa ditanyakan kepada dosen atau instruktur ketika acara pelatihan berlangsung. 2. Ikuti ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat, dan lakukan pencatatan seperlunya terhadap hal-hal yang saudara pandang penting. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen, manfaatkanlah untuk minta penjelasan hal-hal yang belum bisa saudara fahami dengan baik, dan jika saudara menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen saudara dengan cara yang baik. 3. Pada akhir setiap bab yang membahas suatu teknik, disedikan pula tugas-tugas yang harus saudara lakukan untuk melakukan persiapan hingga melakukan tindakan praktek teknik tertentu. Meski sifatnya latihan, seyogianya saudara lakukan dengan sungguh-sungguh dan lakukan pencatatan dengan sebaikbaiknya sebagai laporan praktek. 4. Untuk mempraktekkan teknik-teknik yang disajikan dalam buku ini tidak terlalu sulit, sebab subyek yang bisa saudara gunakan praktek ada di sekitar saudara; subyek tu bisa jadi bahkan tetangga sebelah, teman duduk, teman kost, teman guru, atau murid di sekolah di mana saudara bertugas. Untuk itu praktekkanlah dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih memahami sifat-sifat atau karakteristik orang lain. 5. Untuk lebih mempertajam kaca pandang saudara, ada baiknya saudara suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan kehidupan manusia. D. Kompetensi dan Indikator Salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor -- di samping menguasai konsep dan praksis pendidikan, kesadaran dan komitmen etika professional, menguasai konsep perilaku dan perkembangan individu, menguasai konsep dan praksis bimbingan dan konseling, mampu mengelola program bimbingan dan konseling, menguasai konsep dan perilaku riset dalam bimbingan dan konseling - - menguasai konsep dan praksis asesmen. Oleh sebab itu, indikator tercapainya tujuan pelatihan mata latih pemahman individu adalah jika peserta latih telah menunjukkan penguasaan minimal 80% dari konsep-konsep asesmmen, mampu merancang asesmen, dan melakukan asesmen dengan memanfaatkan teknik-teknik yang dilatihkan secara benar

BAB II PENGERTIAN DAN KEGUNAAN Kegiatan Belajar 1 A. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta memahami hakekat pemahaman individu dalam rangka bimbingan dan konseling. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakekat pemahaman individu mereka (a) mampu merumuskan pengertian pemahaman individu dengan kalimat sendiri, (b) memanfaatkan teknkteknik pemahaman indvidu sesuai dengan jenis data yang hendak digali, dan (c) memanfaatkan teknik-teknik pemahaman individu dengan mempertimbangkan karakteristik subyek yang hendak difahami. B. Uraian Materi 1. Pengertian Pemahaman individu atau human assessment didefiniskan oleh Aiken (1997 : 454) sebagai ‖Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristics. Assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations, interviews, rating scale, checklist, inventories, projectives techniques, and tests‖ Dari rumusan Aiken di atas bisa difahami, bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami, menilai, atau menaksir karakteristik, potensi, dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. Caracara yang digunakan itu mencakup observasi, interview, skala psikologis, daftar cek, inventory, tes proyeksi, dan beberapa macam tes. Pemahaman atau penilaian itu dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada padanya (developmental) dan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya (klinis). Dalam melakukan asesmen itu, lazim digunakan berbagai instrumen yang bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu dengan cara

militer. dan penelitan. kemampuan melakukan asesmen adalah salah satu dari tujuh kompetensi yang harus dimilik untuk kepentingan melakukan diagnosis dan pertimbangan dalam memberikan treatmen C. Untuk meramalkan dan menentukan perlakuan (tritmen) psikis. dan latar belakang pendidikan serta budayanya berbeda bisa dilakukan dengan teknik yang sama? E. peramalan. fisik.Cara-cara yang digunakan itu mencakup observasi. dan keputusan tentang seseorang. g. intrapersonal. dipertahankan. 4. klinis.tes dan non-tes. klinik psikologi. tanyakan kepada instruktur saudaradalam kegiatan pelatihan. Pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. pekerjaan. Tujuan utama pengukuran psikologis --baik dengan menggunakan tes maupun non-tes—menurut Aiken (1997 : 11) adalah untuk menilai tingkah laku. interview. Sedang secara khusus tujuan pengukuran psikologi adalah : a. terapi psikologis dan berbagai program intervensi tingkah laku. Latihan 1. c. Khususnya bagi konselor di Indonesia. remaja. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. (f) untuk mengevluasi perubahan kognitif. kecakapan mental. (c) untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan. seperti pendidikan. Jika dengan cara itu masih belum saudara temukan penjelasannya.untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 6. kemampuan berpikirnya berbeda. atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus. Aiken (1997 : 1) dalam bukunya menunjukkan bahwa manusia dalam kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berpikirnya. Apa pula keuntungan bagi tanaman dan binatang bila pemilik atau pemeliharanya memahami sifat-sifat tanaman atau binatang itu dengan baik? 2. potensi. yaitu (a) untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan. dan tingkah lakunya. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Ada beberapa manfaat pengetahuan dan keterampilan melakukan asesmen. b. dan atau program pelatihan. menilai. d. daftar cek. Lakukan pula pengamatan dan pencatatan secara cermat terhadap 10 orang yang ada di sekitar saudara. pendidikan. Apakah menggali data dengan subyek yang usianya berbeda. dan rumah sakit . Dakui bahwa pendorong utama munculnya pengkuruan psikologi adalah kebutuhan akan penilaian dari dunia pendidikan. Berlatihlah merumuskan pengertian dan langkah-langkah itu dengan kalimat sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalmat dalam buku ajar ini. e. Untuk mendukung penelitian tentang perubahan tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. Apakah terdapat perbedaan sifat-sifat manusia yang satu dengan lainnya? Adakah sifat-sifat umum yang sama dari semua orang yang saudara observasi. h. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. Lakukan pengamatan dan pencatatan dengan cermat terhadap sejumlah tumbuhan atau binatang. inventory. dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan. dan atau program pelatihan. Semuanya itu bisa ditaksir atau diukur dengan bermacammacam cara. konseling perorangan. klinis. tes psikologi dan bermacammacam alat ukur (assessment istruments) digunakan dalam bidang yang amat luas. Berlatihlah menggali data. skala psikologis. atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus. konseling perorangan. 5. Untuk mengavaluasi perubahan kognitif. Kegunaan Aiken (1997 : 11) menunjukkan. pendidikan. dan karakteristik kepribadian seseorang dalam rangka membantu mereka dalam membuat keputusan. jika perlu tanyakan kepada teman atau lihat kamus atau cari penjelasan di buku-buku psikologi. Lembar kegiatan Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogianya saudara mengikuti langkahlangkah berikut : 1. atau menaksir karakteristik. 2. Lakukan pula percobaan menggali data pada anak-anak. fisik. Rangkuman 1. Untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan (di-PHK). dan berbagai program intervensi tingkah laku. dan rumah sakit f. intrapersonal. (g) untuk mendukung penelitian tentang perubahan tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. . Untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan. pelayanan konseling. dan beberapa macam tes 2. terapi psikologis. pekerjaan. 3. pemerintahan. (e) untuk meramalkan dan menentukan perlakuan (tritmen) psikis. 2. Untuk menyaring pelamar pekerjaan. jika saudara gagal dengan suatu cara. karakter kepribadiannya. (b) untuk menyaring pelamar pekerjaan. dipertahankan. pengukuran psikologis berfungsi untuk mengukur perbedaanperbedaan antara individu atau perbedaan reaksi individu yang sama terhadap berbagai situasi yang berbeda. dan orang dewasa. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna untuk menandai hal-hal yang penting. Apakah terdapat perbedaan karakter tumbuhan satu dengan lainnya? Apakah tersdapat pula perbedaan karakteristk binatang satu dengan lainnya? Atau bahkan apakah terdapat perbedaan karakter binatang meskipun dari jenis yang sama? Apa keuntungan bagi pemelihara jika pemelihara itu memahami sifat-sifat setiap jenis tanaman atau binatangnya. Anastasi (2006 : 3) menunjukkan bahwa secara tradisional. dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan. (d). tes proyeksi. Untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan. industri dan perdagangan. persamaan apa yang saudara temukan? Apa keuntungan bagi guru atau pimpinan suatu organisasi yang memahami sfat-sifat setiap pribadi yang dipimpinnya? D.

bahkan bila dipandang perlu dengan penggunakan pencecap dan peraba. Ia tentu akan tersesat. pencecap dan peraba. telinga. (c) mampu memanfaatkan alat-alat bantu observasi dengan benar. bisa jadi bukan hanya membuang-buang tenaga. ia adalah bagian penting dari kegiatan konseling. Dan jika ada konselor yang tidak memiliki kemampuan dalam bidang asesmen diibaratkan seperti pelayar yang tidak membawa kompas. Dalam arti luas. Hal ini bisa dijelaskan bahwa ketika seseorang melakukan observasi. Kemampuan melakukan observasi itu ditampilkan dalam (a) mampu memilih jenis teknik observasi yang tepat. atau tidak. sedang dalam istilah pengamatan terkandung makna bahwa dalam melakukan pemahaman terhadap subyek yang diamati dilakukan dengan menggunakan pancaindra yaitu dengan penglihatan. pendengaran. pendengaran . F. mendengar. Dilihat dari segi psikologi. observasi berarti pengamatan secara langsung terhadap gejala yang diteliti. guru itu bisa melihat pada perubahan wajahnya dan atau sekaligus mencium bau alkohol yang keluar dari mulut peminum itu. Untuk meyakinkan seorang guru bahwa murid yang sedang dilayaninya baru saja minum minuman keras. observasi meliputi pengamatan yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung terhadap obyek yang sedang diteliti. mendengar. (b) mampu merancang atau mempersiapkan observasi dengan benar. untuk meyakinkan hasil penglihatan kadang perlu dikuatkan dengan data dari penciuman.3. istilah ‖pengamatan‖ tidak sama dengan melihat. Dalam rumusan di atas ada satu kata kunci yaitu ‖pengamatan‖. tetapi lebih jauh harus mampu menembus latar belakang mengapa gejala itu terjadi. Di samping proses pengamatan. lidah dan sebagainya. mencium saja yang berjalan. dan kesadaran terhadap obyek atau gejala- . aktivitas. mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya? 2. Uraian Materi Pembahasan tentang observasi mencakup tema-tema berikut : 1. sebab melihat hanya dengan menggunakan penglihatan (mata). tetapi lebih dari itu bisa jadi justru berdampak negativ bagi individu yang dibimbing lantaran malpraktek. Dalam arti sempit. dan (e) mampu memanfaatkan hasil observasi untuk kepentingan bimbingan dengan tepat. dan mencium yang disertai dengan pemusatan perhatian. maka pengamatan yang dilakukan observer bukan hanya sebatas gejala yang nampak saja. bukan hanya kegiatan melihat. kadang ada gejala yang memang tidak bisa ditangkap oleh mata tetapi dengan hidung. Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik? 3. Pengertian observasi Secara garis besar terdapat dua rumusan tentang pengertian observasi. Di sisi lain. dalam melakukan observasi harus dilakukan dengan penuh perhatian (attention). diharapkan peserta mampu melakukan observasi dalam rangka bimbingan dan konseling dengan benar. Tuliskan pula bahayanya jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya ! BAB III O B S E R V A S I Kegiatan Belajar 2 A. Tunjukkan semua alasan yang saudara ketahui. penciuman. Tes formatif 1. atau sekurang-kurangnya membuang-buang energi untuk sampai ke tujuan. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. B. Hal in berarti bahwa dalam kegiatan observasi bukan hanya proses fisik tetapi juga proses psikis. (d) mampu melaksanakan analisis hasil observasi dengan benar. Bahkan manakala observasi digunakan sebagai alat pengumpul data penelitian kualitatif. Khususnya bagi konselor. Mengapa menggunakan pancaindra ? Apakah tidak cukup hanya dengan salah satu indra saja? Tidak semua gejala yang diamati bisa dikenali dengan penglihatan saja. yaitu pengertian secara sempit dan luas. Dalam kaitannyadengan tugas konselor. tetapi lebih dari itu adalah melihat. Tuliskan semua manfaat memahami konselor bila ia terampil menggunakan bermacam-macam teknik asesmen ! 4. kemampuan asesmen merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor.

2) metode survey. yaitu : a. Selama konseling berlangsung atau segera setelah konseling berakhir. dan pelaporan hasilnya. Anna Djamhana (1983 : 201) juga mengingatkan. b. Melihat pertandingan sepak bola. Dalam direct observation. & Mitchell.L. yaitu 1) observasi naturalistik (naturalistic observation) jika observasi itu dilakukan secara alamiah atau dalam kondisi apa adanya. sehingga perilaku yang nampak diharapkan wajar atau tidak dibuat-buat. 2) observasi eksperimental (experimental observation) jika observasi itu dilakukan terhadap subyek dalam suasana eksperimen atau kondisi yang diciptakan sebelumnya. Cara ini lebih mudah dibanding cara finding observation. sebab ketika observer terlibat langsung dalam aktifitas yang sedangg dilakukan observee. R. 3. Dilihat dari segi situasi lingkungan di mana subyek diobservasi. yaitu observer bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail dan cermat terhadap segala akitivitas yang dilakukan observee. yaitu bila observer terlibat pada sebagian kegiatan yang sedang dilakukan oleh observee. gejala-gejala apa saja yang perlu diamati. Gibson. Di sisi lain. konselor menyediakan sebuah daftar berupa penggolongan tingkah laku atau rating. Selama berhadapan dengan situasi itu ia bersikap menjajagi saja. analisisnya. yaitu ketika seseorang tidak hanya mengobservasi tetapi memaksakan kondisi-kondisi spesifik terhadap subyek yang diobservasi. yaitu ketika seseorang mensurvey (mengobservasi) contoh-contoh tertentu dari perilaku individu yang ingin kita nilai. konselor mengisi daftar tersebut dengan cara memberi tanda pada penggolongan tingkah laku yang sesuai dengan tingkah laku konseli selama proses konseling berlangsung. 2) Direct observation yaitu observasi yang menggunakan ―daftar isian‖ sebagai pedomannya. Bentuk-bentuk Observasi Ada beberapa bentuk observasi yang lazim dilakukan oleh konselor dan atau peneliti. seorang peneliti mengamati perilaku binatang di hutan atau kebun binatang adalah contoh observasi naturalistik. Menurut penulis. Mendasarkan pada tujuan dan lapangannya. yaitu observee bisa jadi tidak mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi. Pada umumnya pembuatan daftar isian ini didasarkan pada data yang diperoleh dari finding observation dan atau penjabaran dari konsep dalam teori yang dipandang sudah mapan. Oleh sebab itu konselor seyogianya benar-benar kompeten dalam masalh ini. Di sisi lain. M. Dalam melakukan observasi ini observer belum mengetahui dengan jelas apa yang harus diobservasi. meskipun diakui bahwa penggunaan observasi juga perlu dilengkapi dengan metode lain dalam penilaian manusia. 3) Observasi kuasi-partisipan. Gall dkk (2003 : 254) membedakan observasi menjadi dua. observasi bise dibedakan menjadi tiga bentuk. yaitu bila observer tidak terlibat secara langsung atau tidak berpartisipasi dalam aktivitas yang sedang dilakukan oleh observee. maka perilkunya biasanya dibuat-buat atau tidak wajar. observasi partisipan mengandung kelemahan. Gall dkk (2003 : 254) memandang observasi sebagai salah satu metode pengumpulan data dengan cara mengamati perilaku dan lingkungan (sosial dan atau material) individu yang sedang diamati. kedua bentuk observasi ini dapat diterapkan. yatu ketika seseorang ingin mengobservasi subyek (observee) dalam kondisi alami atau natural. yaitu . Khususnya bentuk observasi sistematis. 3) experimentasi. Observasi partisipan ini memiliki kelebihan. Observasi non-partisipan ini memiliki kelebihan. utamnya berkaitan dengan kecermatan dalam melakukan pengamatan dan pencatatan. bentuk ini juga memiliki kelemahan yaitu bila observee mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi. ia hanya mengetahui bahwa dia akan menghadapi suatu situasi saja. guru mengamati murid ketika sedang bermain di halaman sekolah. Daftar ini bisa berupa checklist kategori tingkah laku yang diobservasi. Dalam melakukan observasi harus jelas apa tujuannya. Menyusun panduan observasi . Dilihat dari keterlibatan subyek terhadap obyek yang sedang diobservasi (observee). yaitu bila pihak yang melakukan observasi (observer) turut serta atau berpartisipasi dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh subyek yang sedang diobservasi (observee). 2.gejala tertentu yang sedang diobservasi. tetapi kelemahannya adalah sering terjadi tingkah laku yang lain dari pada yang digolongkan pada daftarnya. bahwa observasi juga harus dilakukan secara sistematis dan bertujuan. Blocher (1987) mengelompokan ke dalam tiga bentuk dasar observasi. Observasi partisipan juga sering digunakan dalam penelitian eksploratif. d. c. jika mereka mengetahui bahwa mereka sedang diamati. finding observation diterapkan bila konselor merasa tidak perlu menggunakan berbagai daftar isian serta inginmendapatkan kesan mengenai tingkah laku konseli yang spontan atau apa adanya. kemudian ia mengamati berbagai variabel yang mungkin dapat dijadikan bahan untuk menyusun observasi yang lebih terarah. persoalan utama tetap terletak pada tahu atau tidaknya observee bahwa mereka sedang diamati. sangat mungkin observer tidak bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail 2) Observasi non-partisipan. artinya dalam melakukan observasi observer tidak bisa melakukan hanya secara tiba-tba dan tanpa perencanaan yang jelas. maka sangat mungkin perilaku yang muncul masih ada kemungkinan tidak wajar.H (1995 : 260) memandang observasi sebagai teknik yang bisa dimanfaatkan untuk memilah-milah derajat dalam membuat konklusi tentang orang lain. Dalam situasi konseling. sehingga ada kecenderungan untuk menggolongkannya secara paksa atau mengabaikannya sama sekali. sementara pada sebagian kegiatan yang lain observer tidak melibatkan diri Bentuk ini merupakan jalan tengah untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk observasi di atas. Hanna Djumhana (1983 : 205) mengelompokkan observasi menjadi berikut : 1) Finding observation yaitu kegiatan observasi untuk tujuan penjajagan. karakteristik masing-masing gejala. dan sekaligus memanfaatkan kelebihan dari kedua bentuk tersebut. 1) observasi naturalistic. Akibatnya obsever tidak mendapatkan data yang asli. yaitu : 1) Observasi partisipan. model pencatatannya.

tanduk. tetapi lebih dari itu adalah kualitas atau tingkatannya. hidung. Gali variabel-variabel observasi. telinga. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut : a. badan. Untuk menetapkan variabel dan sub variabel observasi bisa ditempuh melalui dua cara. (c) daftar cek. Gali pula sub variabel. kunjungan ke suatu tempat dan lain sebagainya). maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. Tetapkan tujuan observasi. (misalnya kepala.. handphone. d. yaitu (1) melakukan observasi penjajagan (finding observation) kemudian ia mengamati berbagai variabel yang mungkin dapat dijadikan bahan untuk menyusun panduan observasi yang lebih terarah. e. krah. kaki. Pastikan dan fahami materi observasi. corak pakian dan lain-lain. ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ‖kepala kambing‖. ia mengerjakan dengan sungguh-sungguh V 8 Lain-lain . jika obyek atau materi observasi itu adalah ‖kambing‖. Ibarat seorang yang hendak membeli seekor kambing seyogianya ia sudah tahu persis gambaran kambing yang hendak dibeli. Catatan semacam ini sebenarnya bukan hanya dilakukan LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PANDUAN OBSERVASI TETAPKAN TUJUAN OBSERVASI PASTIKAN & FAHAMI MATERI TETAPKAN INDIKATOR GALI VARIABEL & SUB-VARIBEL OBSERVASI PENJAJAGA N JABARKAN KONSEP PANDUAN O B S E R V A S I 2-18 Pemahaman Individu oleh konselor. No Aspek Ya Tdk Keter 1 Hadir di sekolah tepat waktu V 2 Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan V 3 Memperhatikan penjelasan guru V 4 Bila diberi kesempatan bertanya. (b) catatan berkala. jangan sampai terjadi ingin membeli ‖kambing‖ ternyata yang dibeli adalah ‖anjing‖ meskipun sama-sama berbulu dan berkaki empat. dan observer hany memberi tanda cek pada aspek-aspek yang sedang diobservasi (selanjutnya periksa bab khusus Daftar Cek) Skala penilaian pencatatan gejala menurut tingkatantingkatannya. tetapi bisa saja dilakukan oleh guru bidang studi. Bagi seorang konselor sekolah dua indicator yang tidak muncul. Suatu aspek (variabel/sub variabel) bukan hanya dicatat ada atau tidak ada. mungkin perlu dilacak lebih jauh. ia aktif berdiskusi V 6 Aktif belajar di perlustakaan V 7 Bila diberi tugas rumah. (2) penjabaran dari konsep dalam teori yang dipandang sudah mapan. Kelas : ……………… Observasi Ke : 1/2/3/4 (lingkari yg sesuai) Hari/tgl : …………………. mungkin melalui teknik wawancara atau kunjungan rumah untuk melakukan observasi terhadap kehidupan keluarganya. bahkan kepala sekolah. yang kemudian dikumpulkan untuk menggambarkan kesan-kesan umum tentang subyek yang diobservasi. Oleh sebab itu seorang observer yang baik tentu tidak cukup bila hanya mengobservasi salah satu sub-varabel kemudian hasilnya disimplukan seolah-oleh sudah seluruh variabel. Tetapkan Indikator. maka pada kepala kambing itupun ada mata. Jika benda yang hendak diobservasi itu adalah ‖baju‖. sehingga terhindar dari salah-diagnosis Catatan berkala adalah catatan yang dibuat pada waktu tertentu saja (misal : pada saat individu mengikuti pelajaran. Daftar cek adalah suatu daftar yang berisi nama subyek dan aspek-aspek (sub-variabel) yang hendak diobservasi. dan (e) alat-alat mekanik/ elektrik (seperti : tape recorder. yaitu (a) daftar riwayat kelakuan. handycam. Hadir di sekolah tepat waktu . Analisis hasil observasi : individual dan kelompok Observasi bisa dilakukan untuk perorangan maupun kelompok. panduan wawancara.Keterangan : Aspek nomor 1. karya wisata. Catatan ini amat penting artinya manakala konselor harus melakukan diagnosis dalam proses konseling. c. atau kuesioner dengan baik. camera CCTV). Alat-alat Bantu Observasi Ada beberapa alat bantu yang bisa dimanfaatkan oleh observer dalam menggunakan metode observasi. 5. apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer. Catatan ini bisa dibuat oleh konselor atau guru bidang studi atau wali kelas. variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ‖kambing‖. dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi. wali kelas. (d) skala penilaian. model pakaian. ia selalu memanfaatkannya V 5 Bila diberi kesempatan untuk berdiskusi. terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja. dan bulu.Agar observasi bisa dilakukan dengan baik. Daftar riwayat kelakuan adalah suatu catatan tentang kelakuankelakuan individu yang dipandang istimewa dan luar biasa. tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel. Untuk kepentingan pemberian layanan yang mendekati tepat. saku. DAFTAR CEK INDIVIDUAL Nama siswa : …………………. kegiatan perkemahan. Beberapa alat bantu tersebut dijelaskan secara singkat di bawah ini. maka variabel yang perlu diperhatikan dalam observasi adalah potongan badan. ekor. lengan. indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau subvaribel. b. kecuali kesiapan peralan yang diperlukan dan aktivitas bertanya. ada baiknya konselor (observer) juga mau memanfaatkan catatan-catatan yang dibuat oleh teman sejawat perihal perilaku konseli. di bawah ini disajikan alat bantu observasi berupa daftar cek untuk perorangan dan kelompok yang hendak mengungkap bagaimana perhatian siswa siswa ketika mengikuti pelajaran di kelas: Dari data di atas bisa difahami bahwa subyek yang diobservasi dalam semua indikator yang menggambarkan seseorang yang memiliki perhatian yang baik ketika mengikuti pelajaran semuanya ada. Pembuatan daftar cek ini dimaksudkan untuk membuat pencatatan hasil penelitian yang sistematis. mengikuti upacara. Untuk itu seorang peneliti seharusnya menguasai konsep tentang variabel yang diteliti itu secara baik. Dengan indikator yang jelas memungkinkan seorang peneliti mampu menjabarkan variabel dan atau sub-variabel itu ke dalam panduan observasi. Langkah-langkah dalam menyusun panduan observasi (observasi guide) selanjutnya disajikan pada diagram berikut : 4. dan lain sebagainya).

3. kerjakan tugas-tugas di bawah ini dengan sungguh-sungguh. Libatkan beberapa orang observer. dan lingkungan sosialnya. seperti mogok. Lain-lain Untuk melakukan analisis terhadap data di atas dapat dilakukan dengan cara : 1. atau melakukan kegiatan tetapi dengan ogah-ogahan. Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan 3. Penggunakan metode pelengkap. Bila diberi tugas rumah. dan beberapa alat perekam data (selanjutnya baca : beberapa alat bantu observasi). dan jika dipandang perlu bisa dikerjakan bersama teman dalam kegiatan kelompok. mengingat data yang diperoleh dari kegiatan observasi bisa sangat banyak dan beragam. 2. e. 2. Bila diberi kesempatan bertanya. Jika dengan cara itu masih belum saudara temukan penjelasannya. Berlatihlah menyusun panduan observasi yang benar dengan aspek yang berbeda-beda dan subyek yang berbeda. jenis observasi mana yang hendak saudara pilih sesuai macam-macam observasi yang ada. ia aktif berdiskusi 6. Pengklasifikasian gejala. 4. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan observasi a. saudara tetap harus membuat panduan observasi. ada beberapa alat pencatat data yang bisa dimanfaatkan observer. coba lakukan analisis individual mapun kelompok. Selanjutnya lanjutkan dengan rencana tindakan bimbingan sesuai data yang ada. b. jika perlu tanyakan kepada teman atau lihat kamus atau cari penjelasan di buku-buku psikologi. Lembar Kegiatan Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogianya saudara mengikuti langkahlangkah berikut : 1. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya.2. tetapi lebih dari itu adalah motiv-motiv yang mendorong munculnya tingkah laku tersebut. ia mengerjakan dengan sungguh-sungguh 8. Sehingga bisa diketahui subyek mana yang perlau mendapat perhatian berupa layanan bimbingan. d. sebelum dan selama pelaksanaan observasi seyogianya observer selalu menjaga hubungan baik dengan observi dan memelihara kewajaran situasi. Buat pesiapan untuk melakukan observasi dengan keterangan : a. 2. Pemanfaatan alat pencatat data. Memperhatikan penjelasan guru 4. Aktif belajar di perlustakaan 7. ia selalu memanfaatkannya 5. 3. perlu diingat bahwa perilaku manusia bukan sekedar apa yang bisa diamati. 1. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. untuk menjaga obyektifitas hasil pengamatan. tingkat usia siswa. Jenis manapun yang saudara pilih. seperti wawancara. seyogianya observer melakukan pengklasifikasian gejala guna memudahkan analisis. sebab bisa jadi perilaku yang muncul sama tetapi motiv yang mendasarinya berbeda. c. antara lain : catatan biasa. b. sebab hubungan yang tidak baik antara observer dengan observi bisa mengganggu kegiatan observasi. daftar cek. studi dokumenter dan lain-lain. akhirnya bisa diketahui subyek mana yang paling perhatian atau kurang perhatian dalam mengikuti pelajaran. . Menjaga hubungan baik dengan observi. Pastikan pula. Buat pula panduan observasi sesuai tujuan observasi. Pengklasifikasian itu akan lebih baik jika mendasarkan pada variabel dan atau sub-sub variabel penelitian. tetapi lebih dari satu orang kemudian hasilnya dibandingkan dan disimpulkan bersamasama C. Tujuan observasi adalah untuk mengetahui apa yang dilakukan mereka dalam menghadapi ujian akhir nasional (UAN) c. Setelah data terkumpul. Membandingkan antar aspek sehingga bsa diketahui aspek mana yang sudah cukup dan paling kurang sehingga segera DAFTAR CEK KELOMPOK Observee Kls : …… Observasi ke : 1/2/3/4 Tgl/Bl/Th : …………… Tujuan observasi : mengetahui bagaimana perhatian siswa ketika mengikuti pelajaran tertentu No Abs Kode Subyek A s p e k N o m o r 1 2 3 4 5 6 7 8 1Avvvvvvv 2Bv-vvv-v 3C--vvvvv 4Dvvvvvvv 5Evvvvvv6Fvvvvvvv 7Gvvvvvvv 8H------9I------10 J v v v v v v v perlu dilacak oleh konselor. Membandingkan antar subyek dalam satu kelompok. mengapa dalam aspek tersebut kurang maksimal 6. Bila diberi kesempatan untuk berdiskusi. D. Subyek yang diobservasi adalah siswa kelas III di sekolah saudara sendiri yang berjumlah 40 orang. tanyakan kepada instruktur saudar adalam kegiatan pelatihan. Latihan Agar saudara bisa memahami dan mempraktekkan teknik observasi dengan baik. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna untuk menandai hal-hal yang penting. ada baiknya jika observasi dilakukan bukan hanya oleh satu orang saja. Oleh sebab itu untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap seyogianya penggunaan observasi dilengkapi pula dengan metode yang lain.

dan (b) memanfaatkan hasil observasi penjajagan. 4. tujuan observasi. observasi identik dengan kegiatan mengamati. dan tingkatan keahlian yang diperlukan. dan memanfaatkan metode pelengkap. Tunjukkan semua alasan mengapa dalam melakukan observasi perlu menggunakan panca indra? 2. bentuk observasi mana yang lebih banyak digunakan dalam layanan bimbingan? 3. E. bentuk lingkungan. baik untuk kasus perorangan maupun kelompok. bisa dilihat dari keterlibat-an observer dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh observee.5. melakukan pencatatan segera. 6. Rangkuman 1. Ada beberapa macam observasi dilihat dari berbagai sisi. teman kantor. 2. Ada bermacam-macam bentuk observasi. dan cobalah mengaplikasikannya dalam dunia bimbingan. Ada sejumlah kelemahan observasi. Tes Formatif 1. jangan sekali melihat lengsung disimpulkan. Untuk menyusun panduan observasi. Bentu manapun yang digunakan seyoyanya dilakukan dengan persiapan yang matang dalam bentuk panduan observasi. tetangga sebelah. Berlatihlah pula melakukan observasi dari lingkungan yang terdekat. Apa yang seyogianya dilakukan observer untuk mengatasi kelemahan observasi berkaitan dengan subyektivitas dalam pengamatan? 4. Apa yang seyogianya dilakukan observer ketika hendak menyusun panduan observasi ternyata tidak ditemukan konsep teoretik yang layak dijadikan rujukan? . bisa teman duduk. Berlatihlah melakukan analisis. observer seyogianya memahami kelemahan-kelemahan tersebut dan berupaya untuk meminimalisir seperti menggunakan alat bantu observasi. atau siswa di sekolah di mana saudara bertugas. tetapi tidak sama dengan melihat. 3. Tetapi ingat. sebab bisa jadi itu baru kulit luar yang belum menggambarkan kondisi yang sebenarnya. F. dan melibatkan bebrapa orang observer. bisa dilakukan dengan dua cara yaitu (a) menjabarkan dari konsep yang sudah mapan. Observasi adalah kegiatan mengenali observee dengan mengguna-kan pancaindra.

Bagian-bagian Interviu Di dalam interviu terdapat bagian-bagian tertentu yang terdapat dalam semua interviu. c. The employment interview. dan pertemuan berikutnya. Dengan interviu pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas dapat diperjelas oleh interviuer. The repeated interview. c. yaitu bagian untuk mengakhiri jalannya interviu. yaitu interviu yang berulang. 3. sehingga interviui lebih mengerti tentang apa yang dimaksudkan. pada bagian ini terutama ditujukan untuk membina hubungan baik (terutama dalam pertemuan pertama). tindak lanjut. Uraian Materi 1. Kebaikan dan kelemahan Interviu Di samping memiliki kekurangan.BAB V INTERVIU Kegiatan Belajar 5 A. yang dapat dibedakan: a. antara interviuer dengan interviui. Interviu individual. interviu konseling: ditutup dengan menentukan evaluasi treatment. maka akan memperlancar proses interviu selanjutnya. Inti interviu. yaitu interviu yang dilaksanakan dengan suatu maksud yang berhubungan dengan employment. B. The non-directive interview. yaitu interviu yang dilaksanakan secar kelompok. d. Dalam wawancara pertanyaan yang diajukan kepada seseorang dilakukan secara lisan. bagian ini merupakan bagian untuk mengungkap maksud dan tujuan interviu yang harus dicapai. Administrative interview. dapat dibedakan: a. b. interviu dapat dibedakan: a. Kalau hubungan baik telah terjalain dan timbul perasaan saling percaya dan saling menghargai. yaitu interviu yang ditujukan pada orangorang tertentu yang mempunyai hubungan dengan obyek-obyek yang diselidiki. Dilihat dari apa yang ingin dituju interviu dibedakan: a. Akhir interviu. 4. misal untuk kesejahteraan organisasi. Interviu ini terutama digunakan untuk mencoba mengikuti perkembangan tertentu terutama proses sosial. . Informational interview. (3) pertemuan tatap muka itu mempunyai tujuan tertentu. Dilihat dari jumlah orang yang diinterviu. untuk mendapatkan perubahan dalam perilaku. Pendahuluan interviu. Pada umumnya interviu ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran sampai di mana sifat-sifat yang dipunyai oleh seseoramng terhadap kriteria yang diminta oleh sesuatu employment. maka pada bagian ini tujuan tersebut harus tercapai. Pada pertemuan ini biasanya diisi dengan maksud dan tujuan interviu. yaitu interviu yang dilaksanakan secara perorangan. (2) cara yang digunakan adalah cara lisan. dalam interviu ini interviui diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan hal-hal yang terkait dengan permasalahan yang sedang dihadapinya. Macam-macam Interviu Dalam interviu terdapat bermacam-macam jenis sesuai dengan tujuan ataupun sifat-sifat lain yang ada dalam interviu. Interviu kelompok. yaitu interviu yang dilaksanakan untuk keperluan konseling. 2. Interviu ini biasanya digunakan dalam proses konseling. Kemampuan melakukan interviu ditampilkan dalam (a) mampu merumuskan tujuan interviu (b) mampu menyusun panduan interviu (c) mampu melaksanakan interviu (d) mampu memanfaatkan hasil interviu untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling. b. yaitu interviu yang dijalankan untuk keperluan administrasi. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajaribab ini. b. The focused interview. Dalam interviu ini seorang interviewer/ pewawancara menghadapi beberapa orang interviewe/ orang yang diwawancarai. Counseling interview. b. Dilihat dari peran yang dimainkan. diharapkan peserta pelatihan mampu melaksanakan interview dengan benar dalam rangka pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. c. yaitu interviu yang ditujukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Pengertian Interviu Interviu/wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan baik secara langsung atau tidak langsung kepada seseorang. Aspek-aspek dalam interviu meliputi: (1) pertemuan tatap muka. Apabila tujuanminterviu ingin mengungkap latar belakang keluarga. metode interviu ini juga memiliki kelebihan antara lain: a. Interviu dapat ditutup dengan menyimpulkan apa yang telah diungkap dalam interviu (misal.

Variabel dikembangkan dalam bentuk sub variabel dan diurai menjadi indikator-indikator. Berlatihlah melaksanakan interviu. Bahasa yang digunakan interviuer dapat disesuaikan dengan keadaan interviue. adminstratif dan interviu konseling. Cermati istilah-istilah penting dalam materi interviu tersebut. 5. inti dan akhir interviu. l. 3. b. Susun kisi-kisi butir pertanyaan. Hubungan baik ini akan memberikan sumbangan yang besar terhadap proses dan hasil interviu. Lembar Kegiatan Agar saudara dapat memahami teknik interviu ini secara mendalam. F. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan interviu adalah sebagai berikut: a. dalam hal waktu. 2004). Interviuer harus melakukan kontrol dalam interviu. maka waktu interviu antara 30-60 menit sudah dianggap cukup. Susun kisi-kisi pertanyaan dalam interviu! 4. Keunggulan interviu meliputi. maka hasil interviu sudah tidak obyektif lagi. terutama dalam proses konseling. 2. informasional. h. Mengapa interviu memerlukan waktu yang lebih lama? Jelaskan! 2. pertanyaan lebih jelas. apalagi yang terkait dengan pelaksanaan konseling. g. 5. untuk mengungkap faktor penyebab kesulitan belajar siswa. c. d. Rangkuman Dari materi kajian tentang interviu. sehingga akan mempunyai pengaruh yang baik juga terhadap hasil interviu. ingat waktu. Macam interviu meliputi. namun agar tidak terlalu melelahkan kedua belah pihak. Orang yang akan mengadakan interviu harus mempunyai latarbelakang tentang apa yang akan ditanyakan. 6. Kalau ada informasi yang bertentangan. Bahasa yang digunakan oleh interviuer harus disesuaikan dengan kemampuan interviui. Menyusun Panduan Interviu Agar pelaksanaan interviu dapat berjalan dengan lancar. Interviu kurang hemat. pertanyaan dapat diperluas ke pertanyaan yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut. 4. diharapkan dapat menimbulkan suasana persaudaraan yang baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interviu Agar interviu dapat mencapai hasil yang maksimal. dapat dirangkum secara ringkas sebagai berikut: 1. jaga hubungan baik. pembimbing harus dapat menjaga kerahasiaan klien. f. Adanya hubungan langsung (face to face). c. 2. Pelajari referensi tentang faktor penyebab kesulitan belajar siswa! 2. Tetapkan tujuan interviu. tenaga dan biaya. b. berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. agar dalam pelaksanaan interviu jelas. bahasa dapat disesuaikan. maka interviuer harus minta ketegasan dari interviui tentang informasi yang benar. maka perlu dipersiapkan dengan cermat yaitu dalam bentuk panduan interviu. i. Berlatihlah menyusun panduan interviu. hal-hal yang kurang menguntungkan dari interviu adalah: a. Susun butir pertanyaan interviu. teliti dan dengan kalimat yang jelas. Dalam proses interviu harus dijaga agar selalu ada hubungan yang baik antara interviuer dengan interviui. Upayakan jangan memotong pembicaraan interviui. hendaknya saudara melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. data lebih mendalam. Hindari penonjolan ‖aku‖ dari interviuer (Bimo Walgito. hal ini akan dapat mengganggu jalannya interviu. kalau perlu buat catatan-catatan kecil. Interviuer harus menjaga agar tidak ada waktu diam yang terlalu lama. Bagian interviu meliputi. m. sesuai dengan tujuan yang telah dijabarkan dalam bentuk variabelvariabel. Cara menyampaikan pertanyaan-pertanyaan jangan kaku. Jabarkan dalam indikator-indikator kesulitan belajar! 3. Interviuer harus dapat dipercaya. Beri penjelasan secukupnya! . Lingkungan sekitar harus dijaga agar tidak ada hal-hal yang mengganggu jalannya interviu. Susun butir pertanyaan dalam interviu! 5. 3. e. Hal-hal yang akan ditanyakan harus dipersiapkan sebaik-baiknya agar interviu dapat berjalan sistematis dan lancar.informasikan tujuan iterviu. 1. maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: a. Susun pedoman interviu. dengan menggunakan panduan yang telah disusun E. Apabila interviuer telah mempunyai prasangka terhadap interviui. k. sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Latihan Agar saudara dapat memahami dalam mempraktekkan teknik interviu dengan baik. Interviuer harus menjelaskan maksud dan tujuan interviu tersebut. b. 4. cari referensi sesuai dengan tujuan interviu. C. Pertanyaan yang diajukan hendaknya diajukan dengan hati-hati. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interviu antara lain adalah. Waktu pelaksanaan interviu sebenarnya tergantung pada masalah yang diungkap. pendahuluan. Simulasikan dengan saudara! D. employment. c. Interviu adalah metode untuk mengumpulkan data secara langsung dengan subyek sumber data. Pelajari kegiatan belajar tentang interviu ini secara mendalam.b. Dari sisi lain. dan apabila mengalami kesulitan dapat ditanyakan teman dalam kegiatan kelompok. c. kerjakan tugas-tugas dibawah ini dengan sungguh-sungguh. Tes Formatif Setelah saudara mempelajari secara keseluruhan tentang interviu cobalah beberapa pertanyaan berikut dikerjakan! 1. Dalam kegiatan konseling interviu merupakan metode yang utama. yang memerlukan keahlian khusus. jaga rahasia interviui. d. agar tidak mematikan suasana interviu. j. Interviu membutuhkan keahlian.

Oleh karenanya dalam memberikan bimbingan agar dapat efektif perlu memilih teknik-teknik yang sesuai dengan perbedaan dan berbagai kebutuhan individu. Dalam suatu proses bimbingan orang yang dibimbing harus aktif . Sikap dan tingkah laku seseorang sebagai pencerminan dari segala kejiwaannya adakah unik dan khas. b. sebagai berikut: a. Dalam menyusun panduan interviu. d. Keunikan ini memberikan ciri atau merupakan aspek kepribadian seseorang. Berikut ini prinsip-prinsip bimbingan konseling yang diramu dari sejumlah sumber. Tiap individu mempunyai perbedaan serta mempunyai berbagai kebutuhan. hal apa yang harus dikuasai oleh interviuer? Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling di Sekolah Prinsip merupakan paduan hasil kegiatan teoretik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan (Prayitno.3. c. Bimbingan pada prinsipnya diarahkan pada suatu bantuan yang pada akhirnya orang yang dibantu mampu menghadapi dan mengatasi kesulitannya sendiri. sikap dan tingkah laku seseorang. mempunyai bayak inisiatif. dalam memberikan layanan perlu menggunakan cara-cara yang sesuai atau tepat. Prinsip bimbingan adalah memperhatikan keunikan. . 1997:219).

Padahal sebenarnya tahap evaluasi sangat penting artinya. Prinsip ini sebagai tahap evaluasi dalam layanan bimbingan konseling nampaknya masih sering dilupakan. Ini terjadi apabila ternyata masalah yang timbul tidak dapat diselesaikan oleh sekolah (petugas bimbingan). Untuk menangani masalah tersebut perlu diserahkan kepada petugas atau lembaga lain yang lebih ahli. j. g. Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh seorang petugas yang benar-benar memiliki keahlian dalam bidang bimbingan. Maksud penilaian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program bimbingan. Prinsip referal atau pelimpahan dalam bimbingan perlu dilakukan. Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. i. 1997:219). f. . Program bimbingan dan konseling di sekolah harus sejalan dengan program pendidikan pada sekolah yang bersangkutan. Di samping itu ia mempunyai kesanggupan bekerja sama dengan petugas-petugas lain yang terlibat. Program bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya senantiasa diadakan penilaian secara teratur. Pada tahap awal dalam bimbingan pada prinsipnya dimulai dengan kegiatan identifikasi kebutuhan dan kesulitan-kesulitan yang dialami individu yang dibimbing. Proses bimbingan pada prinsipnya dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang dibimbing serta kondisi lingkungan masyarakatnya. h. di samping untuk menilai tingkat keberhasilan juga untuk menyempurnakan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling (Prayitno.Sehingga proses bimbingan pada prinsipnya berpusat pada orang yang dibimbing. e.

K E P U T U S A N KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PUSPITA PERSADA Nomor : 035/SMP. 8. 9. 6. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. 3. Keptusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah 11. Kolusi. maka dipandang perlu untuk dibentuk Tim Manajemen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2012 yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala SMP Puspita Persada Kecamatan Pesanggrahan Kotamadya Jakarta Selatan 1. 5.PP/I/2012 TENTANG TIM MANAJEMEN BOS SMP PUSPITA PERSADA UNTUK PENDIDIKAN DALAM RANGKA WAJIB BELAJAR 9 TAHUN YANG BERMUTU DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN TAHUN ANGGARAN 2012 KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PUSPITA PERSADA Menimbang : bahwa untuk kelancaran pelaksanaan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan Gratis dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu di SMP Puspita Persada. 4. dan Nepotisme. 7. Keptusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 060/U/2002 tentang Pedoman Pendirian Sekolah Memperhatikan : Buku Panduan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu tahun 2012 . Undang-undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasiona Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Mengingat : 10. 2.

e. f. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah Membuat laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh sekolah (BOS-11B dan BOS-K2) yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. c. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah Mengumumkan laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh sekolah (BOS-11B dan BOS-K2) tersebut di atas di papan pengumuman setiap 3 bulan Bertanggung jawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat Melaporkan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten Memasang spanduk di sekolah terkait kebijakan sekolah gratis (Format BOS-14) b. Dra. d.Erlin Sriwahyuningsih SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth : 1. Melakukan verifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada. mempunyai tugas : a. maka harus segera mengembalikan kelebihan dana tersebut ke rekening Tim Manajemen BOS Provinsi dengan memberitahukan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten Mengelola dana BOS secara bertanggung jawab dan transparan Mengumumkan daftar komponen yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai oleh dana BOS serta penggunaan dana BOS di sekolah menurut komponen dan besar dananya di papan pengumuman sekolah Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (BOS-11A dan BOS-K1) di papan pengumuman sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. g. KEDUA : Tim Manajemen BOS Tingkat Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA Keputusan ini. Bila jumlah dana yang diterima lebih dari yang semestinya. h. Arsip . j. Tim Manajemen BOS Kotamadya Jakarta selatan 2. Pengawas Pembina BOS 4. Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Pesanggrahan 3. i. KETIGA KEEMPAT : : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan selama Tahun Anggaran 2012 dan berlaku sejak tanggal 2 Januari 2012 Apabila terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini akan dilakukan pembetulan sebagaimana mestinya Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA : 2 J a n u a r i 2012 Kepala SMP Puspita Persada.MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA : : Membentuk Tim Manajemen BOS SMP Puspita Persada Tahun Anggaran 2012 dengan susunan sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini.

1. A s n a w i Jabatan Induk Kepala SMP Puspita Persada Guru SMP Puspita Persada (Selaku Bendahara BOS) Orang Tua Siswa 2.Lampiran : Keputusan Kepala SMP Puspita Persada Nomor :035/SMP. Erlin Sriwahyuningsih .PP /I/2012 Tanggal : 2 J a n u a r i 2012 _______________________________________ SUSUNAN TIM MANAJEMEN BOS SMP PUSPITA PERSADA TAHUN ANGGARAN 2012 No.Enggay Garlina Kepala SMP Puspita Persada Dra. Jabatan dalam Tim Penanggung Jawab Anggota Nama Erlin Sriwahyuningsih 1. 2.

Hasil karya. 2. Rencana harga jual hasil produksi Hasil karya tersebut akan dijual dengan harga berapa dengan mempertimbangkan biaya produksi & biaya lainnya. Perhitungan labah dan rugi Hitunglah rencana keuntungan yang akan diterima dari hasil karya tersebut. C. Rencana biaya produksi Buat tabel/analisa biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi hasil karya tersebut. pengolahan. analisa usaha dikumpulkan hari jum’at 13 Maret 2009 . 3. Keunggulan Hasil karya yang dibuat dianalisa kelebihannya 2. maupun pemasarannya. Analisa Pemasaran Bagaimana cara memasarkan hasil karya tersebut 1. Analisa Produksi 1. A. Cara mengatasi kelemahan Bagaimana cara mengatasi kelemahan yang ada sehingga hasil karya yang diciptakan dapat dijual/dipasarkan dan menghasilkan keuntungan B.TUGAS KEWIRAUSAHAAN SOAL PRAKTEK KEWIRAUSAHAAN Membuat analisa peluang usaha untuk satu buah hasil karya : Misalnya : Ketrampilan membuat tempat sampah dari kaleng bekas cat. Kelemahan Hasil karya yang dibuat dianalisa kelemahannya atau kekurangannya baik dari segi bahan baku. dan lain sebagainya 3. Buatlah analisa usaha : 1. Susunlah semua analisa tersebut di jilid dengan sampul warna biru 2.

PESANGGRAHAN.JAKARTA SELATAN Kode Pos :12260.com . Telp/Fax : (021) 7351479 Email : smppuspitapersada@yahoo.40 PETUKANGAN UTARA. SMU 63 NO.PENGAJUAN BANTUAN DANA PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN 2012 SMP PUSPITA PERSADA Jl.

A. Erlin Sri Wahyuningsih . Ketua Yaysaan Ka. dan semoga kita termasuk umat yang mendapat syafa’at di hari kiamat nanti . DI. Samsuri Dra. SMP Puspita Persada Drs.Fotocopy Keterangan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 11. Mengetahui.S. Dalam rangka untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di sekolah menengah pertama adalah adanya sarana penunjang yang memadai dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar/KBM.PP/III/2012 Jakarta.Fotocopy Sertifikat akreditas Sekolah 12.Fotocopy Tanda Daftar Yayasan/Badan Sosial Demikian permohonan ini disampaikan.Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 7. sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan Nabi kita Muhamad.W. Wb.1.YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM PUSPITA PERSADA ( YPIPP ) SMP PUSPITA PERSADA JAKARTA TERAKREDITASI NSS : 202016305343 Jl.Fotocopy Sertifikat Nomor Statistik sekolah (NSS) 10.Fotocopy Akte Notaris 4.Sehubungan dengan hal tersebut bersama ini kami sampaikan proposal permohonan bantuan dana Media dan alat Peraga Pendidikan Agama Islam .Fotocopy Sertifikat 5. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax : (021) 7351479 Nomor : 042/PB/SMP. Jakarta Timur Di Jakarta Dengan hormat. Wassalamu’alaikum.Q Kepala Bidang Mapenda Jl.Panjaitan No. Wb Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa kita panjatkan puji syukur kehadiratnya dan semoga di ampuni dosa kita. 3 Maret 2012 Lampiran :1 (Satu) berkas proposal Perihal : Permohonan Bantuan Dana Media dan alat Peraga Agama Islam Kepada Yth.Fotocopy Sertifikat Nomor Induk Sekolah (NIS) 9.Fotocopy NPWP Sekolah 3. Pesanggrahan. Assalamu’alaikum. SMU 63 Petukangan Utara.Fotocopy Izin Opersaional 8.Fotocopy buku Rekening SMP Puspita Persada 6. Salah satunya adalah adanya sarana prasarana yang lengkap dan fasilitas yang layak agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.Proposal permohonan bantuan pengadaan peralatan kegiatan keagamaan 2. Kanwil Agama Provinsi DKI Jakarta C. Wr. Wr. Untuk dijadikan bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1. atas perhatian dan terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terima kasih.

Samsuri Dra. Ketua Yayasan Ka.LEMBAR PENGESAHAN PENGAJUAN BANTUAN DANA PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP PUSPITA PERSADA Disahkan : di Jakarta Tanggal : 3 Maret 2012 Menyetujui. Erlin Sri Wahyuningsih . SMP Puspita Persada Drs.

kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan dana untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam kepada kepala Kantor Wilayah Agama provinsi DKI Jakarta UP Mapenda Islam . Demikian proposal ini kami buat.SMP Puspita Persada Dra.KATA PENGANTAR Kenyamanan dan semangat belajar siswa akan semakin meningkat dan mengalami hasil yang maksimal jikalau tersedianya ruang kelas yang di lengkapi dengan media dan alat peraga sesuai bidang study masing-masing yang dibutuhkan untuk praktek siswa. Ketidak mampuan sekolah untuk menyediakan prasarana belajar dalam hal ini media dan alat peraga adalah salah satu alasan yang membuat siswa kurang mempunyai semangat belajar yang tinggi ditambah lagi perlengkapan proses belajar mengajar yang seadanya dan serba kekurangan menjadi alasan lain yang mendukung kegagalan keberhasilan siswa. 3 Maret 2012 Ka. Mengingat betapa pentingnya prasarana tersebut. guna menunjang proses kegiatan belajar mengajar di SMP Puspita Persada .. Perlengkapan dan kelengkapan kelas dalam proses belajar mengajar adalah salah satu faktor yang utama untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyerap informasi yang diberikan oleh pendidik. Jakarta.Erlin Sriwahyuningsih i . atas terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terimakasih.

.Identifikasi Fungsi-Fungsi Sasaran……………………………...............................................…..................Alternatif Langkah-Langkah Pemecahan Persoalan………….............Fasilitas Sekolah..................................Misi Sekolah.............................Rencana Dan Program Peningkatan Mutu..........................................8 8..........................3 3..........................7 3.......................7 2..................................5 8.....1 2.2 BAB II PROFIL SEKOLAH 1.......LAMPIRAN ii ............……7 5........................ i DAFTAR ISI .....................................…...............................3 4...............Dasar Pengembangan..............................4 6..............................……...............DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ......... ii BAB I PENDAHULUAN 1....……...............8 BAB IV PENUTUP ..................Agama…………………………………………………………………5 10.................................................................8 7.........................................Waktu Belajar…………………………………………………… …..Data Siswa…………………………………………………………….................................1 4..........................................................................................................................7 4......Tujuan Sekolah ..................………………………………6 BAB III PROGRAM KERJA SEKOLAH 1..............Rencana Anggaran Biaya……………………………….......7 6..........Data Personil sekolah…………………………………………………4 7..........................1 3. ..................5 9.......................3 2...........................Analisis SWOT ............Sasaran……………………………………………………...Rencana Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Dalam Rangka Identifikasi Peningkatan Mutu…………………………..Identitas Kepala Sekolah ................................................................2 5.....Badan Penyelenggara.........Visi Sekolah .....Identitas Sekolah..................................................................Maksud dan Tujuan……………………………….............................................Dasar Pemikiran ......................................................................................Nomor Rekening Bank..... 9 LAMPIRAN ................................Program Pengajaran…………………......4 5................................

Disinilah urgensinya peningkatan pelayanan pendidikan yang berperan sebagai strategi untuk mendorong agar terjadi dinamika yang konstruktif dan kompetitif sehingga dapat memberikan pelayanan pendidikan yang optimal.Menginventarisir berbagai kebutuhan pelayanan yang menjadi prioritasdi SMP Puspita Persada 4. diperlukan daya dukung dari semua unsur yang memiliki tanggung jawab terhadap dunia pendidikan sebab untuk membangun sekolah seperti tuntunan di atas. 2. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Sekolah sebagai lembaga yang memiliki stackholder yang jelas yaitu guru.BAB I PENDAHULUAN 1.tata usaha dan masyarakat. Visi pendidikan di atas menunjukkan bentuk keseriusan dan konsistensi bangsa Indonesia untuk terus meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan sesuai dengan tantangan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekertiluhur.sehingga prediksi-prediksi untuk pembuatan suatu perencanaan dapatterpenuhi dan tepat sasaran. berkembang dengan cepat arus informasi dang lobalisasi melalui jaringan teknologi yang canggih. Dari itu semua itu memunculkan suatu hasil analisa tentang kebutuhan yang harus dipenuhi. Rencana Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Dalam Rangka Intensifikasi Peningkatan Mutu. selain itu kompetensi dan profesionalisme pengelolaan pendidikan perlu mendapatkan prioritas pertama karena tanpa itu semua sulit kiranya kita untuk mewujudkan pranata pendidikan yang diharapkan 2. 3. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang konkrit dan realistis diantaranya sebagai berikut : 1. Pada era informasi ini. Sebagai akumulasi dari itu semua maka terus diupayakan untuk melengkapi sarana penunjang lain yang dipandang masih kurang memadai agar tercipta sarana prasarana sekolah yang representatif.Melihat spesifikasi tuntutan masyarakat terhadap SMP Puspita Persada. 1 . Berbagai strategi terus ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi informasi maupun fasilitas lain akan terus diupayakan sebagai wujud nyata keinginan untuk maju dan berkembang. perlu daya dukung sarana dan prasarana yang memadai. Dasar Pemikiran. kesehatan jasmani dan rohani. Sekolah Menengah Pertama/SMP Puspita Persada memilki visi pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat lahir dan batin serta bertaqwa terhadap kepada Tuhan Yang Maha Esa menuju prestasi yang lebih tinggi.Menganalisis prioritas yang terpilih hingga menjadi program unggulan. berkepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Pendidikan Nasional bercita-cita untuk mewujudkan bangsa yang cerdas dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya.pengorganisasian dan pengawasan yang kontinu. bila hal ini tidak dilakukan maka sekolah akan terpuruk dan ditinggalkan oleh stackholdernya. Rencana pengembangan sarana prasarana pendidikan SMP Puspita Persada dianalisa berdasarkan kebutuhan prioritas yang tidak dapat ditolerir lagi menjadi satu tuntutan kebutuhan mendesak.Untuk mewujudkan sekolah sebagaimana harapan di atas. Untuk hal ini perlu mendapat perhatian dan antisipasi yang tepat. peran dunia pendidikan khususnya sekolah sangat diperlukan karena pada institusi ini diharapkanmelahirkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan selaras dengan tingkat satuan pendidikannya. 3. 5. Sudah menjadi komitmen civitas akademika SMP Puspita Persada bahwa untuk peningkatan mutu dan proses pengelolaan sekolahseyogyanya dipersiapkan secara memadai melalui perencanaan. 6.Merealisasikan dengan format yang didukung oleh manajemen partisipatif. Maksud dan Tujuan.Menjawab tantangan arus teknologi dan informasi dengan mengatur kepada nilai Agama.Memprediksi berbagai kemungkinan yang dihadapi SMP Puspita Persada di era otonomi pendidikan. tidak dapat tinggal diam tetapi harus terus meningkatkan kualitas dirinya baik dari segi akademik maupun nonakademik sebagi wujud dari tanggung jawab yang realistis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Estika dan Budaya sendiri. Kiprah SMP Puspita Persada sekarang terus meningkatkan pelayanan yang sesuai dengan standarisasi Pendidikan. Estetika.

500.Rp.Rp.Rp. 3 Maret 2012 Ka. 5. 500.000.Rp.14.000.000.Rp. 2.000. 8. 9. 10 11 12 13 14 LCD Proyektor dan Layar Laptop Mukenah Perempuan Sarung dan peci Alquran dan hadis digital Sajadah Islamic Sofware Shof Copy Pembelajaran PAI berbasis ICT Mike dan speaker Poniter/Remote Control Alquran Zuj’ama Bagan skema tajwaid dan materi per KD Pegara gerakan wudlu dan Shalat Jumlah 2 2 20 20 4 20 1 1 1 3 20 20 20 1 135 Rp. 1.Minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke SMP Puspita Persada semakin tinggi.500. Dasar Pengembangan.SMP Puspita Persada Dra. 1.000. 2.Rp.Rp. 1.000.4. 1.000.Kegiatan ekstra kurikuler maupun kegiatan akademis lainnya tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila sarana penunjangnya sangat minim.Rp. Hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan untuk pengembangan sarana prasarana pendidikan di SMP Puspita Persada antara lain adalah : 1.10.Rp.000.000.500.000. 2.000.Rp.Peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana dengan baik apabila sarana prasarana pendidikan masih kurang.500.- Jakarta.000.000.000. 1.40.000.Rp.Rp.500.Daya dukung unsur-unsur yang terlibat di sekolah sangat tinggi 5.000.Rp.000.Semakin berkembangnya sekolah .000. Rencana Anggaran Biaya Perincian Anggaran Biaya Media dan Alat Peraga Pendidikan Agama Islam NO NAMA BARANG QUANTITAS JUMLAH (Rp) 1 2 3 4 5 6. 3.sekolah di Jakarta.000.000.000.Erlin Sriwahyuningsih 2 . 7.000. 1. 2.Rp.000. 1.000. 4.

Jakarta Selatan 12260 : Drs. 201070 : No. Mulai Berdiri 8. Akte Notaris / Anggaran Dasar : Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita : Jln. Alamat Sekretariat Pesanggrahan 3.35/MPK-A2/KP/1998. Kepemilikan Tanah 10. Nomor Sertifikat Luas Tanah Luas Bangunan 12. IDENTITAS SEKOLAH 1.Air Bersih .Tenaga Penerangan 13.SMU63 Petukangan Utara.Tanggal 24 Februari 1998 : Milik Sendiri : 13106/IMB/2009 : 09. Nama Badan / Yayasan yang mendirikan Persada 2.BAB II PROFIL SEKOLAH 1).Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita Persada : SMP Puspita Persada : 24 Februari 1998 : Jln. Samsuri : No. SMU 63 Petukangan Utara.1. SK Terakhir Status Sekolah SK Kelembagaan Nomor Data Sekolah Nomor Statistik Sekolah (NSS) : Swasta : Tahun 1998 : “ Terakreditasi B” : BAS Dikmenti : 200104170 : 202016305343 : 20107001 . Pesanggrahan Jakarta Selatan 12260 2). Nomor IMB 11. Alamat Sekolah 6. Didirikan pada tanggal dan tahun 5.01. Status 7.02. BADAN PENYELENGGARA 1.10. 11 Tanggal 20 Januari 2009 a.n. Nama Pimpinan / Ketua Yayasan 4.03930 : 1200 m2 : 500 m2 : Listrik : Ada Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) Nomor Identitas Sekolah (NIS) Izin Operasi Sekolah 9. Nama Sekolah 2.

3. Jumlah Petugas Tata Usaha 3.1. 5.00 : Pukul 12. Kelas VIII 5. Jakarta Selatan : 2008 : Waka Kurikulum : S1 : PKn 3 4). 11. Siang / Shift Kedua 4. Pendidikan Terakhir 10. 2. 49 Pesanggrahan. Erlin Sri Wahyuningsih . Jumlah Guru 2. Nama 2. 8. Waktu Belajar / Lama Belajar 3. 9. NOMOR REKENING BANK 1. Status Gedung Status Tanah 2.30 – 17. Tanggal Lahir 3.PeneranganVI RT009/RW 07 No.30 – 12. Kelas IX 6). Ruangan 2.1. Bank 3. DATA PERSONIL SEKOLAH 1.2. Jumlah Pesuruh Sekolah 4.00 : 48 jam / minggu : 2 rombongan : 2 rombongan : 2 rombongan : 14 Orang : 1 Orang : 1 Orang : Dra. TMT Menjabat Kepala Sekolah 8. 4.Nomor Rekening : SMP PUSPITA PERSADA : Bank DKI Cabang Permata Hijau : 411-12-01320-1 : Milik Yayasan : Milik Yayasan : 6 Ruang : 1 Ruang : 1 Ruang Fasilitas Belajar Ruang Kelas Perpustakaan Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Tata Usaha Ruang Komputer Ruang Bimbingan Konseling Ruang Osis Ruang UKS Toilet / WC Lapangan Upacara / Olahraga Jumlah 6 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 3 ruang 1 ruang 5). Pagi / Shift Pertama 3.1. Jumlah Jam yang diterapkan 5. Erlin Sri Wahyuningsih : Jakarta. NUPTK 4.2.3. Formasi Kelas 5.Jurusan : Dra. Ruang Kepala Sekolah 2. Nama Pimpinan Sekolah : Pukul 06. Nama 2. IDENTITAS KEPALA SEKOLAH 1. Ruang Belajar 2. 3. Agama 6. FASILITAS SEKOLAH 1. Jabatan Sebelumnya 9.3. Golongan/ Pangkat 5. 7. 6.3). Tempat. Kelas VII 5. 10. 17 Desember 1964 : 6549 7426 4330 0033 : : Islam : Jl. Ruang Guru Nama Ruangan No 1. Alamat Rumah 7.2.

1 Guru a.5. b. Pendidikan Terakhir Pimpinan Sekolah Pendidikan Guru No.30 s. Pagi b.1 / FKIP / Tahun 1990 Jenis Kelamin Laki – laki Perempuan Jumlah 7 - 2 7 - 2 14 - 2 Tenaga Administrasi/Pesuruh a. Agama Guru Agama L Islam Protestan 7 Guru P 9 Jml 16 L Karyawan P 1 Jml 1 L 104 4 Siswa P 81 2 Jml 185 6 202 6 Jumlah .d 12. c. Waktu Belajar 1.d 17. e. 4. Kepala Sekolah Guru Pegawai Administrasi Pesuruh Sekolah Jumlah Jenis Pegawai Jenis Kelamin Laki – laki 7 1 8 Perempuan 1 8 1 10 Jumlah 1 15 1 1 18 7). c. 2. D1 D2 Sarjana Muda ( D3 ) Sarjana ( S1 ) Pasca Sarjana ( S2) Pendidikan : S. DATA SISWA Jumlah Siswa saat ini 1. Kelas IX : 168 orang : 67 orang : 48 orang : 53 orang Keadaan Murid Jenis Kelamin Tingkat Kelas VII VIII IX Jumlah Jumlah Kelas 2 2 2 6 Laki – Laki 38 siswa 30 siswa 31 siswa 99 siswa Perempuan 29 siswa 18 siswa 22 siswa 69 siswa Jumlah Siswa 67 siswa 48 siswa 53 siswa 168 siswa 8).d Sabtu Pukul 06.d Sabtu Pukul 12. d. 1. Intrakurikuler a. Kelas VIII 3.00 WIB 9). Siang : Senin s. Agama A. Kelas VII 2. b. 3.00 WIB : Senin s. SD SMP SMA/SMEA/SMK Jumlah 7 2 10 2 18 4 Jenis Pegawai No.30 s.

Sri Widiato Bp. 3. 1.Katholik Budha Hindu Jumlah 7 9 16 - 1 1 108 83 191 208 B.30 s.00 – 17. Program kurikulum berpedoman pada : a. Rudi Santoso .00 s. 23.00 WIB . 17. Program Pengajaran 1.d 17. 2.30 – 17. Program Ekstrakurikuler dilaksanakan di luar kegiatan belajar. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Pertama Tahunn Pelajaran 2011/2012 2. Sri Widianto Bp. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.Sabtu Pukul 15. b.00 WIB Jenis kegiatan Ekstrakurikuler : No. Jenis Kegiatan Pramuka Paskibra Beksi ( Silat Betawi ) Hari Sabtu Sabtu Jum’at Waktu 15.00 15.Jumat Pukul 15. 1. 4.00 – 17.d. 2. Islam Protestan Katolik Budha Hindu Jumlah Agama Laki-laki 104 4 108 Perempuan 81 2 83 Jumlah 185 6 191 5 10). Ekstrakurikuler diadakan berlangsung di luar jam kegitan belajar : . dan 24 tahun 2004. 5. 22.00 15.00 Pendamping Bp. Agama Murid Jenis Kelamin No. 3.

Menciptakan lingkungan agamis yang diwarnai nilai akhlaqul karimah 4. bertaqwa. Memberikan gambaran pada guru keterkaitan antara pembelajaran PAIKEM dengan Kurikulum Berbasisi KTSP. VISI SEKOLAH Mempersiapkan anak didik menjadi manusia unggul yang beriman. Meningkatkan ketrampilan guru dalam penguasaan PTEK. Meningkatkan kesadaran peserta didik sebagai makhluk 67ocial untuk aktif memelihara dan melestarikan lingkungan dimana saja mereka berada 4. sehingga pembelajaran dan penilaian proses pembelajaranakan menjadi lebih maju. Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas harus berkaitan dengan sarana dan prasarana yang maksimal. 2. MISI SEKOLAH 1. 5. .6 BAB III PROGRAM KERJA SEKOLAH 1). 3. Untuk itu tujuan kami mengajukan proposal ini adalah : 1. 5. Menanamkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa 2. tentunya harus SDM yang berkualitas. Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis kemampuan siswa 4. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan minat bakat dan peserta didik 3. Meningkatkan ketrampilan kesiapan dan tanggungjawab siswa untuk memimpin diri sendiri dan kelompok – kelompok kecil SASARAN 4). TUJUAN SEKOLAH Tujuan SMP Puspita Persada adalah menghasilkan tamatan yang memiliki prestasi tinggi dalam akademik ataupun non akademik serta berbudi pekerti luhur. Mengadakan penambahan media dan peralatan keagamaan untuk kegiatan belajar mengajar. Meningkatkan wawasan kependidikan Agama Islam siswa dan siswi seorang muslim . Menanamkam kepribadian yang luhur melalui pendidikan akhlakul kharimah 3). berilmu dan memiliki kepribadian yang luhur. 2).

Secara Khusus a).Kekuatan Keunggulan Sekolah (S=Strength) 2.Mengadakan evaluasi kedalam secara berkala 4. b). IDENTIFIKASI FUNGSI – FUNGSI SASARAN NO 1.Proses belajar mengajar dengan menggunakan 68ystem atau tehnik bilingual 5.Jumlah Guru b.Pengoptimalan sumber dana dan sumber daya yang ada 3.Kesiapan Mengajar b. a.Mengaktifkan kegiatan ektrakulikuler dan kesenian 9.Latar belakang pendidikan c.Kreatifitas Guru.Metode Pembelajaran b.Potensi Guru a. Secara Umum a). ANALISA SWOT (ANALISA TINGKAT KESIAPAN FUNGSI) 1. c.Motivasi Belajar.Pengalaman Mengajar d.Membentuk kelompok belajar siswa 7.Kelemahan / Kekurangan Sekolah (W=Weakness) 3.Melaksanakan pembelajaran berbasis Teknologi dan Informasi .Target peningkatan mutu Pembelajaran MAPEL Pendidikan Agama Islam dapat tercapai.Mengupayakan peningkatan berkala pegawai 5.Target kualitas dan mutu siswa siswi muslim meningkat.Peluang Ksempatan Sekolah (O=Opportunity) 4.Penyempurnaan sistem kerja guna memberi pelayanan yang berkualitas. b. 8. RENCANA DAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU 1.Mencari dan menggali sumber dana 2.1. c).Dukungan c. Meningkatkan pembelajaran siswa siswi kami yang beragama Islam serta mampu menerapkan pembelajaran PAKEM dengan kurikulum KTSP dalam proses pembelajaran berbasis Multimedia . b).Peningkatan prestasi dengan mencari informasi melalui internet 7).Dukungan Orang Tua.Mengadakan kegiatan pengadaan ruang kelas baru yang 68ystem68ntative 3.Pembelajaran melalui jaringan internet 6.Fasilitas Belajar Fungsi External a.Menjalin hubungan yang baik dengan seluruh karyawan sebagai partner dan bukan sebagaiatasan dan bawahan 11. Fungsi PBM Fungsi internal a. 5).Prosentase hasil akhir dan mutu pendidikan Agama Islam tidak mengalami penurunan seiring dengan peningkatan standar nilai minimal lulus yang di tetapkan oleh sekolah. 2. 2.Ruang Lab IPA b.Persiapan Administrasi a. c. Fasilitas 7 6).Kesesuaian dengan kemajuan teknologi a.Mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Organisasi Intra Sekolah(OSIS).Dukungan Orang tua b.Dukungan Masyarakat 2.Kualifikasi Guru c. Ketenagaan 3. c.Pembelajaran menggunakan media elektronik 4.Meningkatkan dukungan moral dan finansial dari masyarakat 12.Kerjasama dengan Dinas terkait.Memelihara dan melengkapi sarana dan prasarana di sekolah 10.Menciptakan disiplin yang tinggi dan bertanggung jawab 6.Ancaman Terhadap Sekolah (T=Theat) ALTERNATIF LANGKAH – LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN 1.Ruang Kesenian c.Siswa dapat menerapkan teori dan praktik pada tiap SK/KD. 8).

Mudah – mudahan dengan adanya bantuan pengadaan untuk media dan alat peraga keagamaan tahun anggaran 2012 ini. yang pada akhirnya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dapat dicapai. semoga dengan adanya bantuan pengadaan untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam ini semangat belajar siswa untuk berprestasi menjadi lebih tinggi sekaligus menggugah para pendidik untuk lebih bersemangat lagi dalam melaksanakan kegiatan melajar mengajar dan meningkatkan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa. kegiatan Manajemen Berbasis Sekolah dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan.8 BAB IV PENUTUP Demikian penyusunan proposal pengadaan untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam SMP Puspita Persada melalui dana bantuan Kementrian Agama tahun anggaran 2012 dalam rangka usaha sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah yang telah ditetapkan pemerintah. . Akhirnya.

8.00) x 20 =1. 4. 14. 9. 10. 6.000 +30. 22.600. 18. 12. 16. 21. 20. 11. 5. Bagan Skema Tajwid dan materi per KD Boneka Dewasa untuk Praktik merawat Jenazah Kain Kafan 1 set Peralatannya Keranda dan tempat memandikan jenazah Pegara Gerakan Wudlu dan Shalat Maket / miniatur ka'bah Kain Ihram/ Baju Ihram Mukena Lajur/ Baju Ihram Perempuan 20 x 75000=1500. 17.9 DAFTAR BIAYA PENGADAAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1. 3. 19.000 Sarung dan Peci =(50. 7. 13.0000 Peta Perkembangan sejarah Islam Al-Qur'an Mujallad Surat Yaa-Siin lengkap dengan Translitrasi dan terjamah Maktabah Asy Syamilah LCD Proyektor + Layar 5000000 Poniter Laser/ Remot countroll Laptop dengan Spesifikasi sesuai Pesanan 7 juta Shoft Copy Pembelajaran PAI Dengan berbasi ICT Islamic Shoftwere Al-Qur'an dan hadits digital Murattal MP3 Imam Kharamain VCD Manasik Haji dan Umrah Mimbar / Podiumm Bimbingan Do'a-do'a . 15. 2.

peserta didik merasa bosan dengan mata pelajaran yang diajarkan Hal ini ditunjukkan dengan peserta didik yang mengantuk. Termasuk didalamnya guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis kemampuan siswa 4. POKOK – POKOK PIKIRAN Diakui atau tidak sekarang ini tidak sedikit guru dalam pembelajaran di kelas masih monoton (ceramah). Melihat begitu pentingnya mata pelajaran PAI di sekolah. Sehingga Pembelajaran Aktif. Kreatif. Guru mengajarkan di depan kelas. Padahal melihat peranan mata pelajaran PAI di sekolah menempatkan posisi yang sangat strategis dalam memberikan dasar keimanan dan ketaqwaan peserta didik ke depan. Efektif dan menyenangkan ( PAIKEM ) dapat kami wujudkan 2. 3. . 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan PAI menjadi salah satu mata pelajaran yang harus ada mulai jenjang dasar sampai Pendidikan Tinggi. Salah satu bentuknya adalah pembelajaran PAI berbasis Information and Communication Technology (ICT) atau sering disebut dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta adanya dan tepatnya media dan alat peraga. 2. sehingga pembelajaran. sedangkan peserta didik senang atau tidak harus mau mendengarkannya.PROPOSAL PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH 1. tetapi harus mempunyai makna bagi peserta didik. Diantara caranya adalah dengan adanya inovasi pembelajaran. sering ijin keluar. Memberikan gambaran pada guru keterkaitan antara pembelajaran PAIKEM dengan Kurikulum Berbasisi KTSP. Akibatnya. menulis atau menggambar dan aktifitas lainnya yang tidak ada hubungan dengan mata pelajaran tersebut. dan penilaian proses pembelajaranakan menjadi lebih maju. Dalam Undang-Undang No. jangan sampai hanya formalitas telah dilaksanakan. Meningkatkan wawasan kependidikan Agama Islam siswa dan siswi muslim . TUJUAN PENGADAAN MEDIA 1. Meningkatkan ketrampilan guru dalam penguasaan IPTEK. Inovatif. berbicara dengan teman.

5. TARGET DAN SASARAN 1. Secara Khusus a) Target peningkatan mutu Pembelajaran MAPEL Pendidikan Agama Islam dapat tercapai. b) Target kualitas dan mutu siswa siswi muslim meningkat. Meningkatkan ketrampilan kesiapan dan tanggungjawab siswa untuk memimpin diri sendiri dan kelompok – kelompok kecil 3. 2. . VI. b) Prosentase hasil akhir dan mutu pendidikan Agama Islam tidak mengalami penurunan seiring dengan peningkatan standar nilai minimal lulus yang di tetapkan oleh sekolah. Secara Umum a) Meningkatkan pembelajaran siswa siswi kami yang beragama Islam serta mampu menerapkan pembelajaran PAKEM dengan kurikulum KTSP dalam proses pembelajaran berbasis Multimedia . dan atas perhatian serta terkabulnya proposal ini kami ucapkah terima kasih dan mudah – mudahan semua ini dapat menjadikan kemashlahatan bersama bagi kita. PENUTUP Demikian proposal Pengajuan pengadaan media dan alat peraga ini kami buat. c) Siswa dapat menerapkan teori dan praktik pada tiap SK/KD.

PDI PENGURUS : 1.IP.KETUA 2.S. 13 Maret 2012 Ketua YPICPP Drs. SAMSURI 2.ANGGOTA : ROHMATULLAH : MAS’UD Jakarta.KETUA : Drs.Samsuri .SEKRETARIS : MAT ALI.BENDAHAR : MASWATIH PENGAWAS : 1. S..H.SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA (YPICPP) PEMBINA : A S N A W I .S.MM 3.

Surat Yaa-Siin lengkap dengan Translitrasi dan terjamah 12. Keranda dan tempat memandikan jenazah 5. Al-Qur'an Mujallad 11. Boneka Dewasa untuk Praktik merawat Jenazah 3. Pegara Gerakan Wudlu dan Shalat 6. Peta Perkembangan sejarah Islam 10. Poniter Laser/ Remot countroll 15. Maket / miniatur ka'bah 7. Kain Kafan 1 set Peralatannya 4. LCD Proyektor + Layar 14. Laptop dengan Spesifikasi se .RENCANA ANGGARAN BIAYA rererBIAY BG NGADAAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1. Bagan Skema Tajwid dan materi per KD 2. Maktabah Asy Syamilah 13. Mukena Lajur/ Baju Ihram Perempuan 9. SUSUNAN Kain Ihram/ Baju Ihram 8.

.

Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) .Fotocopy Sertifikat Nomor Induk Sekolah (NIS) 3.Fotocopy Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 5.Fotocopy NPWP Sekolah 7.Fotocopy Rekening Koran SMP Puspita Persada 2.LAMPIRAN 1.Fotocopy Akte Notaris 8.Fotocopy Sertifikat Nomor Statistik sekolah (NSS) 4.Fotocopy Sertifikat Akreditas Sekolah 6.Fotocopy Sertifikat 9.

d. 4. 2. Proposal Pavling halaman ruang laboratorium 2. Program ini bertujuan untuk mencarai sumber dana seluas luasnya dari masyarakat. Proposal Kursi Ruang Multimedia c. Tersusun RAPBS tahun pelajaran 2009/2010 2. Jadwal pelaksanaan ulangan harian terkendali dan terpadu dengan kegiatan Belajar Mengajar telah dilaksanakan pada tanggal UH1 10 s. VCD Manasik Haji dan Umrah 21. Soal ulangan harian terkendali oleh tim pengembang penilaian. 21 Nopember 2009. Pembuatan proposal pengajuan anggaran untuk kegiatan peningkatan mutu. UH3 16 s. Rapat koordinasi pembuatan proposal dengan hasil : a. UH2 5 s. Setelah ulangan selesai diadakan analisis soal dan hasil ulangan harian. Analisis dan kualitas dari kegiatan tersebut . Kegiatan tersebut antara lain : 1. Tokoh masyarakat. Telah terlaksana Rapat Pleno Komite Sekolah Tahun 2009 3. transparan dan accountable. Pembuatan RAPBS untuk mengalokasikan anggaran maka dibuat RAPBS. Islamic Shoftwere 18.d. Proposal tersebut ditujukan pada pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Setiap 1 (satu) semester diadakan ulangan harian minimal 3 (tiga) kali setiap mata pelajaran. 1. 2. RAPBS ini dibuat berdasarkan masukan dari Komite. Sosialisasi kepada wali siswa dan rapat pleno yang telah dilaksanakan pada tanggal 5 s. Agar terwujud RAPBS yang baik. 3. Mimbar / Podiumm 22. Proposal Ruang Laboratorium Bahasa d. Remidi. Proposal Pembangunan Sarana ibadah ( Tempat wudlu ) f.d 15 Agust 2009. Pelaksanaan remedial teaching maupun remedial tes bagi siswa yang belum tuntas sesuai KKM masing . Pelaksanaan Program pengembangan dan system penilaian : Program ini bertujuan untuk meningkatkan frekuensi UH. 5. Rapat koordinasi ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. 4. Program pengembangan dan penggalian sumber dana pendidikan beserta implementasinya. Guru. Kepala Sekolah. Bimbingan Do'a-do'a 1. memperhatikan prioritas kebutuhan sekolah. 3. Al-Qur'an dan hadits digital 19.Copy Pembelajaran PAI Dengan berbasi ICT 17. ruang belajar. Rapat koordinasi antara sekolah dan komite dalam rangka penggalian dana. penambahan fasilitas sekolah. karyawan dan siswa. pengusaha. Murattal MP3 Imam Kharamain 20.d 6 Oktober 2009 Program Pengembangan dan Penggalian Sumber Dana Pendidikan Beserta Implementasinya 1. pemerintah dan menerapkan / menempatkan alokasi dana sesuai kebutuhan. 10 Oktober 2009. Proposal Dana Pendamping SSN Proposal b. Proposal Pengadaan Komputer Siswa e.

Memiliki Jadwal piket jam kosong 5.perpustakaan dan penilaian. Peningkatan frekwensi Ulangan Harian Telah dilaksanakan Ulangan Harian sebanyak 3 kali dalam satu semester dan soal ulangan terkoordinasi oleh tim penilaian. 2. 1. 23-28 Nop tahun 2009. Memiliki Tim Supervisi pembelajaran 6. Sarana Ibadah (tempat wudlu). Pembentukan tim penyusun KTI melalui penyusunan PTK oelh guru maple UN sejumlah 10 orang guru dilaksanakan bulan Desember 2009 sampai bulan Februari Tahun 2010. Memiliki sumber belajar (modul dan LKS) 4. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2009. Peningkatan Kegiatan Ulangan Tengah Semester Telah terlaksana kegiatan UTS secara terprogram dan terkoordinir melalui tim pengembangan penilaian. Peningkatan Analisis Ulangan Harian Telah dilaksanakan analisis ulangan harian sebagai tindak lanjut pelaksanakan ulangan harian. Mengadakan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi staf TU bidag entry data base kesiswaan. Pembelian 1 (satu) buah LCD Proyektor. Pengadaan 1 (satu) buah Laptop dan 2 (dua) buah printer kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 September 2009 2. Mengadakan pelatihan pembelajaran berbasis ICT melalui pembuatan Power Point. B. Memiliki pembegian tugas mengajar sesuai bidang studi 4. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2009. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2009 oleh 4 org staf TU. menarik dan bermakna.LKS ) mapel UN akan dilaksaakan tanggal 4 januari s. dilaksanakan tgl 13 Oktober 2009 8. alat media Vidio shooting dan akses Internet ( pengadaan tower dan jaringannya ). Program Pengembangan Proses Belajar Mengajar. 4. September dan Nopember 2009 6. 12-17 Okt. Program Peningkatan Tenaga Pendidik dan Kependidikan 1. 2. Pengadaan Kursi Ruang Multi media sejumlah 34 buah dilaksanakan tanggal 5 September 2009 6. 3. Peningkatan Remidi Telah dilaksanakan remedial teaching pasca ulangan harian kepada siswa belum tuntas sesuai dengan KKM maple masing-masing 4. 3. Kegiatan Ulangan Tengah Semestertelah diulaksaakan pada bulan Oktober 2009 7. Workshop pengembangan system peilaian akan dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2010 Hasil Program Pengembangan dan Sistem Penilaian 1. Pengadaan Jaringan Internet(tower). Membangunan sarana ibadah (tempat wudlu). Pengadaan bahan ajar siswa ( modul. 1. Pembagian rombongan belajar siswa masing-masing kelas berjumlah 32siswa dilaksanakan tanggal 11 Juli 2009 c. Memiliki Tim MGMP Sekolah 3.kepegawaia.d. Mengintensifkan peranan MGMP sekolah setiap mata pelajaran. kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 Januari 2010 diiukti oleh 30 orang guru. 3. Memiliki Jadwal Pelajaran 2. Pengadaan 1 unit computer dilaksaakan tanggal 3 September 2009 Program Pengembangan Sarana Prasarana Demi terpenuhinya sarana prasarana (fasilitas) pembelajaran maka dilakukan penambahan dan pengadaan sarana prasarana antara lain : Pengadaan Kursi Ruang Multi Media. 3. 5. 4 Februari 2010 Program Pengembangan Proses Belajar Mengajar 1. alat IPA. 7.Program pengembangan sarana prasarana dan fasilitas sekolah. Rapat Pembagian tugas mengajar sesuai dengan keahlian guru masing-masing / bidang studi guru dilaksanakan tangal 18 Juni 2009 b. Kegiatan ini dilaksanakan pada tgl 15 Nopember 2009 5.Program pengembangan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dan karyawan dibidang Informasi dan Teknologi. e. Mengadakan Pelatihan TIK Dilaksanakan Pelatihan TIK dengan perincian sebagai berikut : . Penambahan LCD. Pengadaan bell Elektronik dilaksanakan tanggal 19 Desember 2009. Pelaksanaan Remedial teaching dan Remedial Test semester 1 telah dilaksanakan pada tanggal 18-20 Agust. Pembelian DVD video shooting.masing mata pelajaran dilaksanakan pada bulan Agustus. Program ini bertujuan untuk melengkapi peralatan pendidikan dan fasilitas sekolah agar lebih nyaman. d. Program ini bertujuan untuk mengaktifkan KBM dan proses PBM lebih fariatif dengan pendekatan CTL a.

Rancangan dari tim ini menjadi konsep dasar pembuatan RKS. Pembuatan silabus semua mata pelajaran yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 s. c. Mengadakan Worshop Pembelajaran Berbasis ICT 6. Strategis pelaksanaan. Pembuatan jadwal piket kebersihan telah dilaksanakan tgl 14 Juli 2009 2. serta pembuatan anggaran yang dibutuhkan masing masing program. asri . 12 dan 13 Juli 2009. dilaksanakan tanggal 30 Juni 2009 diikuti oleh 22 peserta. sesuai dengan karakteristik SMP 1 Kepil. Rapat Koordinasi pembentukan tim pembuat kurikulum SMP 1 Kepil tahun pelajaran 2009/2010. 8 Juni 2009 dengan porsenil sebagai berikut : 7. Terwujudnya Kurikulum SMP 1 Kepil (Dokumen 1 dan lampirannya. jadwal pelaksanaan . dipercaya oleh masyarakat dapat dipertanggung jawabkan. 1. Program ini bertujuan untuk meningkatkan lingkungan yang sehat . Pembuatan konsep RKS SMP 1 Kepil dilaksanakan pada tanggal 7 .Pelaksanaan Program Pengembangan Pembuatan Kurikulum SMP 1 Kepil.d 8 Agustus 2009 3.d 9 Juli 2009. 22 Oktober. 1. tujuan sekolah 4 tahun yang akan datang. indicator keberhasilan. Pembenahan Ruang UKS telah dilaksanakan pada tgl 24 Oktober 2009 4. Mengadakan Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Pelatihan PTK sementara diikuti oleh 11 orang guru bekerjasama dengan program BERMUTU MGMP Mapel UN pada semester ini sedang pada tahap identifikasi masalah dan rencana tindakan. Penyusunan RKS(RENSTRA) SMP 1 Kepil pada tanggal 20 Juli 2009. RPP dan KKM) 8. TABEL Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. Strategi pelaksanaan kegiatan ini adalah setiap penanggung jawab program memiliki anggota untuk mengidentifikasi tantangan nyata yang dihadapi sekolah. Program Kerja Jumat Bersih telah dilaksakan pada tgl 8 Oktober. supervisi. program strategis. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah yaitu kurikulum karena sekolah diharapkan mampu membuat kurikulum sendiri berdasarkan kebutuhan. mudah diakses oleh masyarakat luar. Work Shop Tim Pengembang KTSP dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2009 b. .Program Pengembangan dan Implementasi manajemen sekolah.2. Pembuatan Dokumen Kurikulum SMP 1 Kepil dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2009. Hasil Program Pengembangan Pembuatan Kurikulum SMP 1 Kepil 1. Pelaksanaan tersebut adalah : 1. Program ini bertujuan meningkatkan pelayanan dan manajerial SMP 1 Kepil agar lebih tertata. nyaman serta kondusif untuk KBM.Pelaksanaan Program penegembangan Budaya dan Lingkungan Sehat. Silabus. Lomba 7 K telah dilaksanakan pada tgl 5 s. Dibentuk Tim Pengembang Kurikulum TABEL 2 2. Kegiata Home Visit telah dilaksaakan 8 kali tanggal 8 Hasil Program Pengembangan Budaya dan Lingkungan Sehat 1. 2. 5 Nopember dan 19 Nopember 2009 5. 3. Telah tersusun jadwal piket kebersihan dan program Jum’at bersih karyawan. Pembuatan RPP semua mata pelajaran dan dilaksanakan pada tanggal 11. Dibuat tim pengembang Kurikulum SMP 1 Kepil.

2. Divisi Layanan Langsung Yayasan Puleh Aceh Khususnya Bagian Klinik telah memberikan penanganan psikologis terhadap 8 kasusu kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terdiri dari: . Kegiatan operasional ini dilakukan oleh tim Managemen Puleh Aceh. yang terdiri dari: Koordinator Area. seperti : Mengelola seluruh Sumber Daya yang ada di puleh Aceh (SDM. Asset) dan mengelola Seluruh Program yang sedang dijalankan oleh Puleh Aceh. Telah dilaksanakan penataan ruang UKS 4. Klinik Layanan Langsung Pada tahun 2010. Publikasi dan Dokumentasi. yayasan Puleh Aceh masih di pimpin oleh Dian Marina Sebagai Koordinator Area yang dibantu oleh 7 orang Staf Kegiatan operasional kantor yang dilakukan merupakan kegiatan rutin. kegiatan rutin yang dilakukan di yayasan puleh area aceh. Telah dilaksanaka Home Visit LAPORAN TAHUNAN YAYASAN PULEH ACEH TAHUN 2010 KEGIATAN RUTIN YAYASAN PULEH ACEH Pada tahun 2010.sebagai berikut: A. Staf Pengembangan Kapasitan dan Staf Riset. B. Operasional Kantor Pada tahun 2010. Staf Layanan Langsung. Keuangan. Staf Admin dan Keuangan. Telah dilaksanakan Lomba 7 K antar Kelas 3. Telah dilaksanakan Kegiatan Budaya Jumat Bersih 5.

puleh aceh memberikan kegiatan penguatan pengembangan kapasitas melalui serangkaian kegiatan: Training of Trainer Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.. E. Melalui kerja-kerja jaringan tersebut. yayasan puleh sepanjang tahun 2010. jaringan gerakan Perempuan Aceh dan gender Working Group. Program Penguatan Kapasitas bagi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Aceh Timur dan Mitra jaringanya. Workshop yang di adakan oleh lembaga lain. terdiri dari: Fatmawati Luthan (Konselor). D. C. Selain itu yayasan juga memberi kesempatan dengan mengirim stafnya untuk mengikuti kegiatan: seminar. yayasan Puleh Aceh telah mengambil peran penting dalam upaya pelayanan psikologis pada beberapa kasus kekerasan perempuan dan anak yang di advokasi dan di layani pada jaringan penanganan kasus. lebih dikenal dikalangan Pemerintah maupun Organisasi Non Pemerintah. Dalam menjalankan program ini yayasan puleh memberikan tecnical assisten khusus penanganan psikologis bagi perempuan dan anak korban kekerasan berkolaborasi dengan Kelompok Kerja transpormasi Gender Aceh (KKTGA) yang memberikan tecnical Assisten khusus pendampingan hukum bagi perempuan dan anak . yayasan puleh ikut berperan aktif pada kegiatan-kegiatan advokasi dan penanganan kasus. Pelatihan. Pada Februari hingga Agustus 2010. dari kegiatan ToT tersebut dipilih 6 orang training yang berasal dari yayasan puleh untuk menjadi fasilitator pada rangkaian training di laksanakan di aceh timur dan dibeberapa tempat lain. Divisi Riset. Notulensi setiap kegiatan dan membantu proses pengembangan Modul dan alat psikoedukasi pada program tersebut. Publikasi dan Dokumentasi lebih banyak memberikan support khusus pada program layanan masyarakat. Riset Publikasi dan Dokumentasi Pada tahun 2010. baik sebagai perserta maupun sebagai narasumber. Penguatan Kapasitas Staf Pada tahun 2010. Kegiatan yang dilakukan adalah: pendokumentasian program berupa pengambilan foto dan audio visual. hal ini dapat di ketahui melalui banyaknya undangan yang masuk ke yayasan puleh aceh pada kegiatan-kegiatan di Organisasi-organisasi tersebut. Yayasan Puleh melakukan program penguatan kapasitas bagi pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) aceh timur.5 kasus kekerasan terhadap Anak Ke Delapan (8) kasus tersebut: 2 kasus berasal dari rujukan dari lembaga lain. untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Petugas yang memberikan pelayanan di klinik layanan langsung puleh aceh. melalui jaringan kerjasama lintas sektor yang ada di Aceh. yaitu program pengembangan kapasitas P2TPA aceh timur. Melalui Kerja-kerja jaringan tersebut. Networking dan Advokasi pada tahun 2010. Dian Marina (Konselor). KEGIATAN PROGRAM YAYASAN PULEH ACEH 2010 A. seperti: jaringan Penanganan kasus.3 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan . Haiyunnisa (Psikolog) dan Jackie Viemilawati (Psikolog). 2 kasus berasal dari rujukan jaringan penanganan kasus dan 4 kasus langsung mengakses layanan klinik puleh yang memperoleh informasi tentang keberadaan klinik tersebut.

Pencetakan Modul dan Alat Edukasi Lounching/Peluncuran dan Distribusi Modul dan Alat Edukasi tentang Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus terhadap Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. adapun rangkaian kegiatanya sebagai berikut: .Workshop Pengembangan Draft Modul dan Alat Edukasi tentang Pemulihan Psikososial bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan . Bersama dengan para kader melakukan kegiatan Community Discussion (Diskusi komunitas) untuk sosialisasi tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di 2 Desa Pilot Project. Community Forum.Darul Aman dan Desa Beusa Seberang Kec. Peureulak Barat. 24 orang Aparat Penegak Hukum. Program penguatan kapasitas pusat pelayanan terpadu Pusat Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan masyarakat Aceh Timur. 28 Personel P2TP2A Aceh Timur. beberapa rangkaian kegiatan sebagai berikut: Seminar Sosialisasi Publik tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh Timur Workshop Pelibatan Partisipasi Tokoh Adat dan Tokoh Agama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (Program Lanjutan). 24 Tenaga Medis di Puskesmas 24 Kecamatan di Aceh Timur. Program ini merupakan program lanjutan dari pada penguatan kapasitas P2TP2A sebelumnya. - . .Workshop Pembentukan Jaringan Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan anak Training Pemulihan Psikososial bagi Kader Pemberi layanan tingkat Desa dari 2 Desa Pilot Project yaitu Desa Seuneubok Simpang Kec.TOT Penguatan dan Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan terhadap perempuan dan anak (penjaringan calon fasilitator untuk memfasilitasi training Penguatan dan Pemulihan Psikososial bagi perempuan dan anak korban kekerasan). 24 orang dari LSM dan Ormas pemberi layanan kepada perempuan dan anak korban kekerasan.Workshop Finalisasi Modul dan Alat Edukasi . 2 Desa Pilot berkumpul untuk melakukan case conference atau berbagi pengalaman tentang upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan. B.korban kekerasan. bagi 124 peserta yang berasal dari. Program ini di danai oleh IRD Serasi-USAID. - - - . Melalui kegiatan ini. Training Dasar Mediasi untuk Transformasi Konflik Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak. terjaring 6 orang calon fasilitator/trainer dari 15 orang peserta TOT Rangkaian Training Penguatan dan Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. bagi aparat desa dari 2 Desa Pilot Project. 24 Tenaga Pekerja Sosial dari 24 Kecamatan.

dalam kehidupan sehari-hari. baik ke dalam maupun ke luar. serta mengembangkan dan menyebarkannya ke dalam masyarakat luas. . 3:104. khususnya keluarga sendiri. baik harta maupun jiwa dalam mengemban misi dakwah ajaranajaran Ahlulbait as. seluruh gerak Yayasan Al-Jawad dilandasi oleh prinsip mewakafkan seluruh potensi diri personal anggota. 2. * Kemampuan profesional. yaitu mampu mengkoordinasi seluruh potensi yang ada di masyarakat untuk kegiatan dakwah ajaran-ajaran Ahlulbait as. (media dakwah) yang dapat menjangkau masyarakat luas. 8:72 dan Surat 59:9. yaitu memahami dan menerjemahkan ajaran-ajaran Ahlulbait as.sekilas mengenai yayasan pendidikan islam al-jawad Sekilas Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad Lahirnya Yayasan Al-Jawad pada awalnya didasarkan pada kandungan ayat-ayat suci al-Qur'an surat 41:33. Dalam pelaksanaannya. dalam kehidupan sehari-hari secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. 3. * Kemampuan sosial. * Kemampuan spiritual. yang dijalankan Yayasan Al-Jawad. Terhimpunnya sumber dana yang kuat (mapan) yang dapat mendukung seluruh kegiatan dakwah ajaran-ajaran Ahlibait as. Seluruh aktifitas/kegiatan yang dijalankan Yayasan Al-Jawad diarahkan kepada : 1. Terciptanya kemampuan personal (anggota) yang berkualitas dalam menangani dakwah ajaran-ajaran Ahlulbait as. yaitu mampu mengontrol diri dalam masyarakat. yaitu mampu menampilkan pribadi mulia (insan kamil) sejalan dengan akhlak Ahlulbait as. Terciptanya media penyebaran ajaran-ajaran Ahlibait as. yang meliputi : * Kemampuan intelektual. Tujuan umum didirikannya Yayasan Al-Jawad adalah untuk mengamalkan ajaran-ajaran Ahlulbait as.

Adapun majlis-majlis yang telah. Dengan mengundang jama'ah se-Jawa Barat. 3. Peristiwa-peringatan tersebut diantaranya adalah : 1. III dan IV 5. Paket kajian Tafsir Amtsal 7. 1995. 2.Program Jangka Panjang Program jangka panjang Yayasan Al-Jawad adalah rencana pengembangan yayasan yang menggunakan progam jangka lima tahunan. Buku Benarkah Nabi Bermuka Masam? (1991). Pendirian Lembaga Ekonomi Muslim 5. 5. Paket kursus Bahasa Arab 2. Adapun peristiwa-peristiwa ritual lainnya hanya diikuti jama'ah seputar wilayah Bandung. Peringatan Idul Ghadir 3. Pendirian Pondok Pesantren 3. Paket kajian Ja'fary terpadu I. khususnya agenda di kalangan Ahlul Bayt as. Berikut adalah beberapa program jangka pendek Yayasan Al-Jawad yang telah. Pada akhir tahun 1418H. Pelaksanaan ritual Shalat Iedain 4. Pelaksanaan ritual Lailatul Qadr 5. Paket kajian Fikih Ja’fary 8. di antaranya adalah : 1. terdapat beberapa peristiwa besar yang sering kita peringati. Buku Mafaatihul Jinan. Program penerbitan ini telah berjalan dari awal berdirinya Yayasan Al-Jawad hingga sekarang ini. Pembangunan Masjid 2. Peringatan Maulid Nabi 2. buletin Risalatuna (membahas masalah ketauhidan) dan buletin Al-Ghadir (informasi keilmuan dari Ahlibait as). sedang dan akan dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Mengingat pengaturan peringatan peristiwa besar di Indonesia ini telah diatur oleh para asatidz maka acara peringatan di Bandung. Buku Amalan Ramadhan (1994. Penerbitan yang rutin dilakukan tiap bulan adalah menerbitkan buletin Al-Jawad (berisi masalah bimbingan spiritual). II. 4. Majlis-majlis yang diadakan di tempat dll Program Peringatan Hari Besar Islam. Pengkoordinasian Jama'ah Ahlul Bait Internasional Program Jangka Pendek Program jangka pendek adalah program yayasan yang tersusun dalam rencana kerja bulanan. penerbitan ketiga buletin tersebut digabungkan menjadi satu nama buletin yakni buletin Al-Jawad yang isinya merupakan gabungan dari ketiga buletin tersebut. Buku Pesan Sang Imam Program Majlis Taklim/Kursus.1997). Adapun rencana-rencana program jangka panjang Yayasan Al-Jawad adalah sebagai berikut : 1. Program ini direncanakan satu bulan sekali dengan mengadakan safari ziarah ke beberapa . Program majlis yang telah dilaksanakan adalah majlis-majlis yang diadakan di sekretariat baik majlis rutin dalam bentuk paket kajian atau majelis kursus yang melibatkan peserta dari luar jama'ah. Pengkoordinasian Jama'ah Ahlul Bait Nasional 6. Buku Mereka Bertanya Ali Menjawab (1998). Di dalam agenda agama Islam.1997. Dan pelaksanaan ritual lainnya. 7. Majlis Khadijiyah 9. Pusat Informasi dan Riset Keislaman 4. Paket kursus Bimbingan Puasa 4. Selain menerbitkan buletin secara bulanan. sedang dan akan direncanakan untuk programprogram selanjutnya: Program Penerbitan. Yayasan Al-Jawad pun menerbitkan buku-buku ke-ahlibait-an. Paket kajian Aqidah Jama’ah 6. 6. khususnya acara yang diperingati oleh Yayasan Al-Jawad hanya peristiwa Bi'tsah Rasulullah dan Khaul Nabi Muhammad Saaw. Program Silaturahmi. Paket kursus Ilmu Mantiq 3. Buku Mi'raj Ruhani II (1996). Buku Mi'raj Ruhani I (1993).

Program Divisi Usaha. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax: (021) 73883179 Nomor : 045/PP/SMP. Untuk melancarkan kegiatan operasional kegiatan Yayasan Al-Jawad. maka divisi usaha mencoba untuk mengembangkan dengan membuka percetakan dan sablon. Kunjungan silaturahmi untuk jama'ah di luar kota pada umumnya disertai dengan kegiatan dakwah dan diskusi. Program Kesekretariatan. YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA ( YPICPP ) AKTE NOTARIS :EDWAR. maka setiap hari di sekretariat senantiasa ada aktifitas-aktifitas yang umumnya dilaksanakan pada pagi hingga sore hari.H. bahasa Inggris. Bahasa Arab dan Bahasa Parsi. Nomor 11 Jl. Kanwil Suku Dinas Sosial Pemerintah Kota Administrasi Jakarta selatan .S. wakaf dan kitab titipan dari beberapa ustadz.tokoh ulama dan beberapa ikhwan baik di dalam maupun di luar kota. Sebagian besar koleksi perpustakaan adalah kitab-kitab referensi yang bersumber dari pembelian. Untuk menambah dan meningkatkan pengadaan dana. Pesanggrahan. Program Perpustakaan.PP/III/2012 Lampiran :1 (Satu) berkas Perihal : Permohonan Perpanjangan Tanda Daftar Yayasan Jakarta. Pelayanan perpustakan untuk jama'ah di wilayah Bandung terdiri koleksi buku berbahasa Indonesia. 13 Maret 2012 Kepada Yth. SMU 63 Petukangan Utara.

Wr.H.Surat permohonan perpanjangan tanda daftar yayasan 2. Hormat Kami Ketua YPICPP Drs.Foto Copy KTP Pengurus yayasan 7.Prapanca Raya No. atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih.Fotocopy Sertifikat HAM 5 Fotocopy Tanda Daftar Yayasan Lama 6.Fotocopy Susunan Pengurus Yayasan 7.S. Wb Sehubungan dengan telah habisnya masa Tanda Daftar Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita Persada (YPICPP) tahun 2012. Pesanggrahan. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax: (021) 73883179 SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA .Fotocopy Keterangan Domosili Demikian permohonan ini kami sampaikan.9 Blok I Lt 12. . maka dengan ini kami memohon kepada bapak/ibu pimpinan untuk memperpanjang kembali Tanda Daftar Yayasan yang kami pimpin. Wb.Kegiatan Tahunan Sekolah 3. Samsuri YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA ( YPICPP ) AKTE NOTARIS : EDWAR. Assalamu’alaikum. Wr.Kebayoran Baru Jakarta selatan Di Jakarta Dengan hormat. Wassalamu’alaikum. Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1. SMU 63 Petukangan Utara. Nomor 11 Jl.Fotocopy Akte Notaris 4.Jl.

(YPICPP) PEMBINA : A S N A W I .SEKRETARIS : MAT ALI.IP. SAMSURI 2. 13 Maret 2012 Drs.MM 3.KETUA : Drs. S.ANGGOTA : ROHMATULLAH : MAS’UD Jakarta.BENDAHAR : MASWATIH PENGAWAS : 1.. S a m s u r i .S.PDI PENGURUS : 1.H.KETUA 2.S.

Posisi: . Dalam menuliskan ini saya banyak juga mengambil referensi dari blog http://bima.Siapkan mobil dan surat-suratnya 2. langsung saja kita mulai pelajaran setir mobil sendiri tanpa kursus: 1. Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian) .ipb. saya menulis ini juga untuk menyemangati diri agar segera bisa memiliki "Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia".htm Ok.id/~anita/kursus_stir_mobil.Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya).Artikel saya ini sengaja saya susun untuk mengingat pengalaman saya belajar setir mobil beberapa tahun yang lalu.ac. Menghidupkan mobil dalam keadaan kopling di gigi nol 1) Pasang tali / sabuk pengaman 2) Putar kunci untuk menghidupkan mesin 3) Hidupkan AC 4) Turunkan Rem Tangan .

Jika jalur sibuk berhentikan mobil dengan kombinasi mengangkat kopling sekuku dengan menempel rem (biasanya jika kopling diangkat sekuku akan terasa mobil bergetar sedikit) . Belok balik (berputar balik 180o) ke kanan П a) Jika mobil melaju terlalu cepat. biarkan saja mobil bergerak memakai lumpsum nya. lihat jalur apakah bebas jika ada mobil yang ingin lewat maka injak lagi kopling sekuku sambil menempel rem atau menempel gas (sebaiknya dipilih memberhentikan mobil dengan menempel gas agar jika mau jalan lagi tinggal lepaskan gas dan angkat kopling saja sekuku). Injak gas sedikit sampai dirasa mobil bisa melewati polisi tidur 5) Setelah dapat melewati polisi tidur injak gas pelan2 6. kurangi laju jalannya mobil dengan menginjak kopling sekuku . pindahkan gigi ke gigi R 2) Angkat kopling pelan2. Melalui polisi tidur 1) Angkat gas. Menghadapi macet di lampu merah tanpa menggunakan rem. Ganti gigi pada saat mobil berjalan (kaki kanan masih menginjak gas) 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke posisi yang dikendaki 4) Angkat kopling pelan2 5) Injak gas pelan2. Menambah/mengurangi gigi 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke gigi yang dikehendaki 3) Tempel gas 4) Angkat kaki dari kopling pelan2 7. jalankan/belokkan mobil dengan mengangkat kopling sekuku (mobil akan maju merayap). mobil dijalankan hanya dengan mengangkat kopling sekuku sampai setengah kopling atau kopling tak usah diinjak. pindahkan gigi ke gigi 1 6) Angkat kopling pelan2 7) sambil Injak gas sedikit demi sedikit sampai terasa mobil bergerak 3. tempel pedal rem 2) Injak kopling habis. Berhentikan mobil: Angkat kopling sekuku dan injak rem sedikit (tempel rem) 11. 4) jika dirasa polisi tidur terlalu tinggi. bisa merusak komponen mobilnya nanti) (lihat jalur apakah bebas atau tidak) . angkat kopling sekuku (mobil merayap maju) f) Putar stir 2 x ke kanan (putar stir habis) (ingat jangan memutar stir dalam keadaan mobil diam/berhenti. tempel gas b) Injak kopling habis c) Angkat gas d) Pindahkan gigi ke gigi 1 e) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap (=bergerak perlahan).Jika jalur aman. Atur bergerak mundurnya mobil dengan cara menginjak dan mengangkat kopling sekuku sampai dengan � kopling (jangan lebih dan jangan mengangkat terlalu cepat agar mesin tidak mati) 4. Menghadapi macet di lampu merah menggunakan rem 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem (mainkan sesuai keadaan jalan) 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 9. atau ketika hendak keluar dari gang ke jalan raya 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap 4) atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 5) Tempel kaki di gas 10.Memundurkan mobil 1) Injak kopling habis. dan injak kopling sekuku kalau ingin mengurangi jalan merayapnya mobil. Rasakan sampai mobil terasa bergerak mundur. Jalankan mobil merayap: Angkat kopling sekuku (Dengan posisi ini mobil akan berjalan merayap) 12. Jika jalur sudah bebas hambatan. atur jalannya mobil hanya dengan menginjak dan mengkat gas saja 5. Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan cepat 1) Injak rem pelan2 sampai terasa mobil berhenti 2) Injak kopling habis 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 4) Angkat rem tangan 8. pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling pelan2.5) Injak kopling habis. sampai terasa jalannya mobil stabil sesuai dengan kecepatan seharusnya 6) Lepaskan kaki dari kopling.

jika sudah sesuai dengan kondisi jalan yang dihadapi lepaskan kaki dari pedal kopling biarkan jalannya mobil hanya diatur oleh gas (gunakan gigi 1. MOBIL BERJALAN).Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri 3. Kopling.Jika mobil di depan mulai berhenti perlahan. Jika mobil didepan berhenti di tanjakan . Kombinasi kopling dangan gas ketika mobil didepan berhenti tiba2 lebih baik digunakan sehingga kalau mobil di depan maju tinggal angkat kopling sambil tempel gas. angkat kaki dari kopling. masukkan gigi ke gigi 1. Macet di jalan tanjakan 1) Gigi dalam posisi gigi 1 (sebaiknya selalu gunakan gigi 1 kalau jalanan macet) 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin. injak kopling habis.Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya ( 1 2 3 4 5 R untk mundur) 2. MOBIL BERJALAN) 4) Injak kopling sekuku diimbangi dengan menginjak/menempel gas sedikit (mobil akan berhent. injak habis kopling. . angkat kopling perlahan sampai � kopling (rasakan sampai mobil bergetar)(agar mobil tidak mundur ketika melapas rem). angkat kopling sampai terasa mobil maju jika perlu boleh tambahkan dengan menginjak gas CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDI Langkah awal Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pake belajar/belajar mengemudi. Macet di jalan rata 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2.Jika mobil di depan mulai bergerak sedikit di jalan tanjakan . (untuk mobil manual). angkat kopling sekuku. injak rem perlahan atau angkat kopling sekuku sambil injak gas sedikit. injak rem. 1.Jika mobil di depan berhenti lama. Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau standar keselamatan maka mulailah dengan sekarang…. . Tanjakan tanpa menggunakan rem 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling 3) Angkat kopling sekuku (mobil akan bergerak maju perlahan. pindahkan gigi ke gigi 0. MOBIL BERHENTIi) 5) Angkat kopling sekuku (mobil akan merayap maju kembali. tempel gas 15.Jika jalur sudah bebas kembali ankat kopling sekukumkembali (mobil akan merayap maju kembali) g) Setelah mobil berhasil belok dan dirasa sudah lurus.Jika mobil di depan berhenti tiba2. Untuk berjalan atau dan berhenti dalam posisi ini hanya menggunakan kombinasi injak dan angkat koling sekuku 16. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan . segera putar balik stir 2x ke kiri sambil mobil maju merayap .Jika jalan menanjak. baru lepaskan rem. injak gas (rasakan sampai terasa mobil berhenti perlahan) . angkat kopling sekuku sampai mobil terasa bergetar sedikit (agar mobil tidak mundur).Jika mobil sudah lurus. Tiba2 ada orang menyeberang 1) Angkat gas 2) Injak rem 3) Injak kopling habis 17. tempel gas (sesuaikan dengan kondisi lalu lintas). Jika mobil di depan mulai bergerak maju. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan . injak pedal rem. Jika jalan menanjak. bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit. angkat kopling perlahan. injak rem. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan. pindahkan gigi ke gigi 0.Jika mobil di depan mulai bergerak maju sedikit. dan 3 saja jika berada di dalam kota) 13. injak kopling. injak kopling habis. angkat rem tangan. Menghidupkan mobil yang mati mesin tiba2 1) Jangan panik ! 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. angkat kaki dari kopling.. injak habis kopling. tempel gas. Jadi maju dan berhentinya mobil hanya menggunakan kombinasi kopling dan gas ! .Jika mobil sedah bergerak stabil. tekan rem tangan. angkat rem tangan. 2. tekan rem tangan. angkat kaki dari kopling.. jalankan mobil hanya dengan gas saja 14.. Jika mobil di depan mulai bergerak maju. injak rem.Kenali posisi pedal Kopling tekan atau injak dan lepaskan secara perlahan .Jika mobil di depan berhenti lama. Rem. lalu angkat kopling sekuku rasakan mobil mulai maju merayap . bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit . masukkan gigi ke gigi 1. injak kopling.

putar lagi maka anda melihat di speedo miter mobil anda beberapa lampu tanda yang akan menyala denga warna merah atau orange namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup.Kenali posisi pedal Rem seberapa tekanannya! 1. Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya .4. Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan pedal GAS dengan lembut. maka secara sepontan anda akan merasaka perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda . Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata 7.Kenali posisi pedal Gas seberapa efek powernya 5.Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemuadi dengan nyaman. lakukan dengan seharusnya saja jangan paksakan pandangan kita. Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol. Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir.namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebut berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya turunkan tuasnya. Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir.karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam tahap kita belajar mengemudi. majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full. tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri . karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyaman mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersadarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil. posisikan pada posisi netral/ nol. Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa liat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol pula. akhirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan 4. namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan . anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal 2. 5. atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju kedepan. Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal . Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan posisi mesin kendaraan putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir. lalu putar lagi keposisi kanan . antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang ke kanan dan k ekiri serta ke depan dan ke belakang.Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baikanya anda mengoreksi kondisi tongkat prosnileng ( stik prosnileng ). 3. Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri. bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu . senyaman mungkin. AWAS kami harap anda janga dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda.Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri. Posisi tersebut ada di tengah-tengah. Langkah selanjutnya. 6. cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T.

Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan.Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikanstandby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan. 10.Gigi dalam posisi gigi 0 2) Mainkan rem saja tak perlu gas karena mobil akan berjalan dengan sendirinya tanpa di gas 19.namun tentunya cukup pelan saja 11. rasakan sampai mobil terasa berhenti secara perlahan2 (jangan menginjak rem terlalu cepat) 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 . atau injak kopling dan tempel rem 20. KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan anda kan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal.Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rileks walaupun tanpa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada piosisi kopling angakat habis atau lepas habis namun denga catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada posisi pedal gas …AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan .Bila mobil anda sudah molai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanby di posisi Rem . sampai anda bisa merasa rileks dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut. sentuh sedikit demi sedikit. Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan pelan 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem.posisi tongkat prosneleng ka arah kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek) 8.. Macet di jalan turunan 1. Mobil sedang melaju cepat tiba2 mobil didepan jalan merayap 1) Injak rem perlahan 2) Injak kopling habis. lakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tanpa adanya tenaga untuk menekanya.Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali . maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus. Lalu angkat ujung kakaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengan katan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kakik kanan anda dari pedal Rem denga catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil 9. trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung. pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling sekuku biarkan mobil maju merayap 4) jika mobil di depannya berhenti tinggal menginjak kopling lalu angkat sedikit kombinasikan dengan menginjak gas sampai mobil terasa berhenti perlahan. 18. Dengan demikian anda kan dengan sigap dan refleks akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga.

injak lagi rem 11) injak kopling. pindahkan gigi ke R 3) Mundurkan mobil hanya dengan menggerakkan kopling sedikit. Melambatkan jalannya mobil ketika mundur (Mobil berjalan merayap) 1) Posisi gigi di R. tahan. Parkir mundur di garasi bagain kiri jalan 1) Posisi belakang mobil sedikit sebelum tonggak pagar 2) Injak kopling habis. injak lagi sekuku. Parkir maju 1) Lewatkan mobil sebagian besar badannya 2) Belokin stir 3) Jalankan mobil pelan2 kopling diangkat pelan2 sekuku 27. injak kopling sekuku (untuk memberhentikan laju mobil) kemudian lihat dari kaca spion ruangan di belakang mobil apakah ada jarak atau tidak antara pantat mobil dengan sesuatu dibelakangnya) 6) Jika posisi aman. Contoh cara Parkir(disebelah kiri jalan) 1) Injak kopling habis 2) Lepaskan gas 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 4) Putar habis stir ke kiri (putar 2 x ) 5) Angkat kopling sekuku (mobil bergerak maju perlahan) 6) Atur mobil hingga parkir dengan ban lurus ke depan. gunanya agar power stering tidak cepat aus/rusak 22. injak habis kopling.berhenti -jalan dengan cara: Injak kopling sekuku.berhenti . maka jika gas ditambah sebesar apapun mobil tak akan bergerak 26. tahan 4) Putar stir mobil 2 x ke kiri (putar habis) 5) Mobil luruskan (ban luruskan) dengan cara putar balik stir 2 x putaran ke kanan 6) Mundurkan lagi mobil sedikit agar mobil menjadi lurus 24. angkat/lepas rem 3) Angkat kopling sekuku Perhatikan ! Jika sudah dapat berhenti dengan kopling + tempel gas.caranya: injak kopling habis. 6) Mata lihat ke kaca spion 7) Perhatikan: Mundur mobil harus diusahakan lurus segaris dengan trotoar Jika pantat mobil sudah sampai di ujung jalan atau kurang sedikit dari ujung jalan tempat parkir maka Injak kopling 8) Putar stir habis kekanan 2 x putaran 9) Angkat kopling sekuku 10) Jika jalan menanjak bantu tenaga mobil dengan menginjak gas 11) Jika kira2 mobil sudah masuk. pindahkan gigi ke R 12) Angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur) 13) Luruskan stir agar posisi ban atau posis parkir menjadi lurus 23. tahan. maka angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur kembali) 7) Setelah mobil lurus dan cukup buat memutar mobil kembali. lalu angkat lagi kopling sekuku. Parkir mundur ke kanan 1) Injak kopling habis 2) Pindahkan gigi ke R 3) Tempel rem 4) Mundur lurus 5) Jalankan mundur perlahan dengan pola: jalan mundur pelan . angkat kopling sekuku.jalan . Berhentikan mobil ketika mundur 1) Angkat gas 2) Injak rem perlahan2 3) Injak kopling habis 25. luruskan mobil dengan cara injak kopling .4) Angkat rem tangan 21. Memutar mundur mobil 180o (putar melawan arah jam) 1) Injak kopling habis 2) Putar stir habis ke kanan 3) Pindahkan gigi ke gigi R 4) Angkat kopling sekuku (mobil bergerak mundur perlahan dengan buntut mobil ke kanan) 5) Jika posisi sudah lumayan lurus. pindahkan gigi ke gigi 1 8) Putar habis stir ke kiri ( 2 x putaran) 9) Angkat kopling sekuku (mobil mulai bergerak maju merayap lagi) 10) Jika masih belum dapat. angkat gas. tempel rem 2) Injak kopling. Mundur/parkir ke kanan 1) Putar stir habis ke kanan 2) Mundur merayap 3) Putar balik stir 4) Mundur lurus 28. tahan biarkan mobil merayap.

begitu seterusnya sampai posisi mobil benar2 masuk . injak. angkat kopling sekuku tahan. macet. maka 1) Injak kopling 2) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Majukan mobil sedikit. injak sekukuku taha. jika kira2 sudah lurus (kontrol dengan cara mengatur ban mobil agr lurus dengan cara putar balik stir) 4) Mundurkan mobil dengan cara Injak kopling. gembog stir mobil. buka pintu . belok/memutar mobil. dan parkir 11) Gigi 3 untuk jalan raya besar 12) Gigi 2 untuk jalan raya kecil/sempit. injak (misalnya ketika turunan) sebab dapat menyebabkan rem terbakar 4) Pakailah selalu gigi 1 jika melalui jalan yang berlubang2 5) Untuk perjalanan dalam kota yang ramai dianjurkan untuk selalu menggunakan gigi 1 dan 2 saja 6) Kuasai emosi ketika berjalan lambat setelah berjalan cepat 7) Gigi 1.12) Putar balik stir 2 x ke kiri 13) Angkat kopling sekuku agar mobil bisa masuk pas ke dalam tempat parkir 14) Injak kopling 15) Tempel rem 16) Pindahkan gigi ke gigi 0 17) Angkat rem tangan 18) Lepaskan kaki dari kopling dan pedal rem 19) Matikan AC. Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau standar keselamatan maka mulailah dengan sekarang…. 2. 3 untuk jalan lambat dan tanjakan 8) Gigi 4.Jika kita salah perhitungan ketika membelokkan mundur mobil. ambil kunci dan simpan.Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya ( 1 2 3 4 5 R untk mundur) 2.5 tak kuat jika digunakan untuk jalan tanjakan 9) Untuk menghindari mesin mati tiba2 maka angkatlah kopling pelan2 jangan menyentak dan sekaligus 10) setengah kopling berguna untuk jalan menanjak. angkat lagi sekuku tahan. pindahkan ke gigi R. 1. Rem.. belok. angkat.Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri 3. start awal berjalan.Kenali posisi pedal Kopling tekan atau injak dan lepaskan secara perlahan 4. (untuk mobil manual). matikan mesin mobil.Jangan lupa melihat kondisi jalur jalan sebelah kanan dan kiri serta belakang melalui kaca spion Perhatian saat menyetir mobil : 1) Stir tidak boleh diputar dalam keadaan mobil diam karena bisa merusak ban dan poros ban 2) Kalau jalan menanjak dan jalanan macet agak lama di tanjakan maka pakailah rem tangan jangan selalu mengandalkan kopling sebab kalau tidak dapat merusak mekanik kopling 3) Rem kaki tidak boleh diteka terus tapi harus dengan pola angkat.Kenali posisi pedal Gas seberapa efek powernya 5.Kenali posisi pedal Rem seberapa tekanannya! . copot sealt belt. apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin. CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDI Langkah awal Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pake belajar/belajar mengemudi. mundur.. Kopling.

6. majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full. posisikan pada posisi netral/ nol. Langkah selanjutnya. lakukan dengan seharusnya saja jangan paksakan pandangan kita. maka secara sepontan anda akan merasaka perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda . Posisi tersebut ada di tengah-tengah. atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju kedepan. Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri. Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan posisi mesin kendaraan putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir. Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan pedal GAS dengan lembut. 5. anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal 2.karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam tahap kita belajar mengemudi. cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T. Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol. lalu putar lagi keposisi kanan . namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan posisi tongkat prosneleng ka arah kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek) 8. akhirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan 4. bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu . Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir. putar lagi maka anda melihat di speedo miter mobil anda beberapa lampu tanda yang akan menyala denga warna merah atau orange namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup. karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyaman mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersadarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil. 3. senyaman mungkin.Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemuadi dengan nyaman. Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir. tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri . Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa liat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol pula.Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri. Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal .Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali . Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata 7. Lalu angkat ujung kakaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengan katan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kakik kanan anda dari pedal Rem denga catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil . Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya .1. AWAS kami harap anda janga dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda.Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baikanya anda mengoreksi kondisi tongkat prosnileng ( stik prosnileng ). antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang ke kanan dan k ekiri serta ke depan dan ke belakang.namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebut berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya turunkan tuasnya.

maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus. lakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tanpa adanya tenaga untuk menekanya.Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikanstandby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan. Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan.namun tentunya cukup pelan saja 11. ..9. 10. trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung. Dengan demikian anda kan dengan sigap dan refleks akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga. sampai anda bisa merasa rileks dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut. sentuh sedikit demi sedikit. KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan anda kan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal.Bila mobil anda sudah molai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanby di posisi Rem .Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rileks walaupun tanpa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada piosisi kopling angakat habis atau lepas habis namun denga catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada posisi pedal gas …AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan .

pdI . SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp.H.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp. 4.LKS :Rp. April 2012 Wali Kelas A s n a w i .Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp. Jakarta. S. S. 5. 2. 3.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 1..

4.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 4. 6. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp.LKS :Rp. Jakarta. April 2012 Wali Kelas . 5.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp. 5.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp.

8. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp.LKS :Rp. Jakarta. 5. April 2012 Wali Kelas . 4.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 7.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp. 9.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->