KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Bantuan Siswa Miskin (BSM) tahun anggaran 2011. Laporan ini kami susun sebagai bentuk pertanggungjawaban kami atas penggunaan bantuan ini dan juga sebagai informasi tentang bantuan disekolah kami serta untuk bahan pengkajian kegiatan selanjutnya yang berkaitan dengan bantuan seperti ini berikutnya. Dalam pelaksanaan kegiatan Bantuan untuk siswa miskin Tahun Anggaran 2011 yang kami selenggarakan kali ini tidak menemukan kendala yang berarti sehingga semua program dapat terselenggarakan dengan baik. Bersama dengan ini kami ucapkan terima kasih kepada 1. Pimpinan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan SMP

Kami berharap laporan pertanggungjawaban ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan evaluasi untuk program bantuan seperti ini berikutnya

Jakarta, November 2011 Ka. SMP Puspita Persada

Dra. ERLIN SRI WAHYUNINGSIH

Jakarta, November 2011 Nomor Lampiran Perihal : : 1 (satu) bundle : Pengiriman Laporan Bantuan Siswa Miskin ( BSM) Tahun Anggaran 2011 : Pimpinan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan SMP

Kepada

Dengan hormat, Bersama ini kami kirimkan 1 (satu) berkas laporan pelaksanaan Bantuan Siswa Miskin (BSM) SMP Tahun Anggaran 2011 pada SMP PUSPITA PERSADA Jakarta. Laporan ini merupakan laporan yang kami susun dan dilampirkan dengan bukti – bukti dokumen pendukung. Demikian kiranya dapat dimaklumi, dan atas perhatian serta bantuan Bapak kami ucapkan terima kasih.

Kepala Sekolah SMP Puspita Persada Jakarta

Dra. ERLIN SRI WAHYUNINGSIH

Soal

: Pilihan Ganda : :

Hari/Tanggal Waktu

1.Ditinjau dari asal usul kata kewirausahaan berasal dari 2 kata yaitu wira dan usaha. Kata usaha artinya … a. b. c. 1. a. b. c. d. e. kemauan keras berpikir maju ke depan kemampuan untuk lebih baik Hal yang patut dilakukan untuk mengubah sikap yang baik adalah … lebih baik berbuat kreatif daripada berpikir kritis supel dalam pergaulan dan yakin akan pekerjaan yang dilakukan menggunakan proses pikir yang positif berjuang tidak mengenal lelah kemauan keras d. bekerja secara tekun dan mandiri e. sanggup memikul resiko

1. Seorang wirausahawan akan berusaha untuk mengerjakan segala sesuatu berdasarkan kekuatan dan kemampuannya sendiri tanpa memikirkan pertolongan orang lain terlebih dahulu mulai pembuatan program sampai pelaksanaannya adalah sikap … a. b. Teliti mandiri c. Mengenal potensi diri d. berpedoman pada program e. manajemen yang baik

1. Berpikir secara luas dan luwes sehingga mampu menggabungkan ide-ide/gagasan yang sudah pernah ada sehingga menjadi sebuah gagasan baru, merupakan pengertian dari berpikir … a. b. Regresif kraetif c. Positif d. realistis e. konseptual

1. Seseorang dikatakan kreatif apabila ia memiliki … a. b. Kekayaan kemandirian c. Gagasan baru dan diwujudkan d. kredibilitas e. pengalaman

1. Proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima pesan dalam bahasa yang disepakati sehingga penerima pesan dapat menerima dan memberikan respon disebut … a. b. Informasi sosialisasi c. Komunikasi d. internalisasi e. indoktrinasi

1. Suatu proses yang mengubah ide baru/aplikasi baru menjadi produk, yang berguna disebut … a. Inovasi c. Konsep e. pemanfataan

e. Sikap menepati atau menaati norma yang sering terkait dengan faktor waktu disebut … a. b. Cara melatih diri kita untuk memiliki komitmen yang tinggi adalah dengan … a. Pengajaran Pendidikan c. organisasi . b. c. berdisiplin menjalankan kebiasaan yang positif berusaha mencapai target produksi memaafkan setiap kesalahan yang dibuat rekanan usaha kita menetapkan tujuan usaha yang bervariasi menolak setiap inovasi dari luar 1. Bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkron antara pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian dapat dilakukan melalui sistem … a. Berkhayal dan bermimpi e. Kombinasi d. Kunci utama untuk memperoleh keterampilan yang tinggi adalah … a. Salah satu tujuan penganalisisan peluang inovatif dengan cara sistematis adalah … a. Potensi sosialisasi c. penemuan 1. b. self confidence e.b. disiplin 1. e. kreatif e. Teledor Posesif c. punishment & reward 1. banyak d. magang e. Apatis d. d. b. Suatu sistem pemberian hukuman atau penghargaan/hadiah bagi seseorang atau sekelompok orang/lembaga karena kesalahan atau keberhasilan yang ia ciptakan disebut … a. c. banyak berlatih dan disiplin mendengarkan berita b. b. belajar teori semata c. memperkaya wawasan lingkungan memperluas pergaulan memperkaya imajinasi dan daya khayal meningkatkan tingkat kecerdasan mencari peluang yang sesuai dengan inovasi yang akan dilakukan 1. Kreativitas d. Otosugesti d. d. berpikir lateral 1.

1. Yang tidak termasuk manfaat bagi siswa peserta magang dari pernyataan di bawah ini adalah … a. pengembangan jiwa/sifat profesional produktif b. kemampuan memilih karier dan kompetisi mengembangkan net work c. dapat menghayati peran wirausahawan d. menjadi warga negara yang

e. membangun dan

1. Salah satu cara menggunakan waktu yang lebih baik adalah … a. b. c. d. e. memanfaatkan waktu untuk kegiatan belajar semata banyak istirahat di waktu luang membagi-bagi waktu untuk setiap kegiatan menggunakan waktu luang dengan bepergian bekerja sambil bermain 1. Tidak membuang waktu, tenaga dan uang serta memilih cara yang paling tepat untuk mencapai sasaran, merupakan pengertian dari … a. b. bekerja produktif bekerja secara kreatif c. Bekerja imajinatif d. bekerja efektif dan efisien e. bekerja fleksibel

1. Contoh kegiatan yang dapat melatih atau membentuk perilaku efektif dan efisien dalam diri seseorang adalah … a. b. Origami berkebun c. Berladang d. traveling e. belajar di sekolah

1. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan adalah … a. b. lingkungan wirausahawan lingkungan alam c. Positif dan negatif d. orientasi sejarah e. pemasaran

1. Langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan dimulai dengan … a. b. c. d. e. mencari alternatif pemecahan masalah mengidentifikasi atau mengenali masalah memilih alternatif yang paling efektif dan efisien melaksanakan alternatif yang diperoleh mengevaluasi ketepatan alternatif yang dipilih

1. Bila seseorang wirausahawan hanya mempunyai sedikit informasi tentang hasil keputusan yang diambil dan keputusan tersebut dilaksanakan, dia akan menghadapi suatu kondisi … a. b. kepastian penuh kepastian tidak penuh c. Ketidakpastian sepenuhnya d. stabilitas e. resiko

1. Di bawah ini yang tidak termasuk dalam indikator instrumen analisis ekonomi makro adalah … a. pertumbuhan ekonomi pembayaran b. fluktuasi kurs mata uang c. Kesempatan kerja e. neraca

d. tingkat inflasi

1. Beberapa faktor teknis yang menyebabkan timbulnya kegagalan dalam berusaha yaitu faktor pembiayaan, perencanaan, dan komunikasi. Yang tidak termasuk penyebab gagalnya suatu perencanaan adalah … a. b. c. d. e. rencana kurang terperinci dalam pemaparan tujuan dan sasaran kurangnya analisis situasi yang memadai lemahnya proses komunikasi tujuan dan sasaran yang tidak realistis kurangnya antisipasi dalam menghadapi persaingan dan perubahan trend

1. Mendapatkan keuntungan sehingga dapat mensejahterakan karyawan dan memperluas usaha termasuk … a. visi perusahaan perusahaan b. misi perusahaan c. Tujuan perusahaan e. kunci keberhasilan

d. program perusahaan

1. Apabila suatu jenis produk atau jasa telah memiliki pangsa pasar yang besar dibandingkan dengan produk lain yang sejenis berarti berhasil dalam pemasaran. Produk tersebut dinamakan … a. b. pemimpin pasar menguasai pasar c. Merajai pasar d. mendominasi pasar e. mengalahkan pasar

1. Untuk menganalisa lingkungan eksternal dalam perencanaan usaha seorang wirausaha dapat menggunakan sistem … a. b. c. opportunities and threats opportunities and strength opportunities and weakness d. strength, weakness, opportunities and threats e. strength and weakness

1. Sebuah rencana bisnis berisi tentang kegiatan yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh perusahaan. Informasi yang tidak diperlukan dalam menyusun rencana bisnis adalah … a. b. perkembangan usaha diskripsi produk c. Harga d. segmen pasar e. keuntungan

1. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepercayaan bank terhadap calon nasabah adalah kemampuan (capacity), maksudnya adalah … a. b. c. d. e. kemampuan nasabah untuk menggunakan uang pinjaman kemampuan pihak bank dalam menyediakan dana pinjaman kemampuan nasabah melunasi kredit beserta bunga tepat pada waktunya kemampuan bank untuk mengontrol penggunaan uang kemampuan nasabah untuk mengembangkan usahanya

1. Untuk memperoleh KIK (kredit investasi kecil) dan KMKP (kredit modal kerja permanen) ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain … a. b. c. d. e. ada izin usaha sedang mendapat bantuan dari pihak lain sedang menyelesaikan angsuran terakhir ada rencana usaha jangka panjang pengusaha campuran

1. Kredit jangka menengah atau jangka panjang yang diberikan kepada pengusaha/perusahaan kecil pribumi dengan persyaratan dan prosedur khusus guna pembiayaan barang-barang modal serta jasa yang diperlukan untuk rehabilitasi, modernisasi, perluasan proyek dan pendirian proyek baru disebut … a. kredit modal kerja permanen b. kredit bank c. Kredit investasi kecil e. kredit modal

d. kredit investasi

1. Yang tidak tergolong persyaratan untuk mendapatkan kredit investasi dan kredit modal kerja secara sistematik adalah sebagai berikut … a. perencanaan kredit memperoleh kredit b. permohonan kredit c. Administrasi kredit e. program

d. pengawasan kredit

1. Salah satu pernyataan berikut tidak termasuk aspek pengolahan permohonan kredit bank yaitu … a. analisis permohonan kredit jaminan kredit c. Wawancara e. penetapan

peralatan rumah tangga. jasa konstruksi . Kegiatan ini dikenal dengan istilah … a. c. murah harganya dan mudah dipakainya terjamin kualitasnya dan mudah dipakainya mudah pembuatannya dan disenangi d. teori 3 A e. perdagangan/distribusi produksi/industri c. Teori yang menjelaskan tentang tahapan-tahapan yang dilalui oleh seorang pembeli sampai akhirnya ia memutuskan untuk membeli sebuah barang adalah … a. c. teori ekonomi teori manajemen c. Dalam menjual produk seorang penjual harus memberikan pelayanan yang sebaikbaiknya kepada pembeli/pelanggan. b. Pelayanan prima d. pelayanan pembeli 1. b. e. disenani oleh konsumen 1. kegiatan penelitian dan pengembangan meminjam uang ke bank bekerjasama dengan pemilik modal d. d. c. pemeriksaan ke tempat usaha 1. pelayanan maksimal pelayanan terpadu c. jasa komersial e. b. canggih teknologinya e. Kegiatan yang dapat menunjang terciptanya gagasan untuk produk baru atau perbaikan produk yang sudah ada antara lain … a. b. kerajinan. Jasa telekomunikasi d.b. termasuk bidang usaha … a. meminta bantuan rekanan bisnis 1. b. b. Untuk menciptakan peluang pasar pengusaha kecil dapat menciptakan produk yang … a. Peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh wirausahawan seperti pakaian. penelitian pendahuluan d. Teori attention d. mudah mendapatkan laba mudah mencari relasi mudah menimba pengalaman lebih berorientasi ke depan mudah mengumpulkan informasi untuk mencari peluang usaha 1. pelayanan aktif e. Salah satu manfaat yang bisa diperoleh jika calon wirausaha memiliki kemampuan komunikasi adalah … a. banyak berkhayal e. bahan bangunan dan sebagainya. teori AIDAS 1.

000. Proposal diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan yaitu pihak yang memerlukan bahan masukan untuk mengambil keputusan. usaha 1. usaha industri c. Penawaran konsumen e. uraian usaha laporan keuangan c. salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh seorang wirausahawan adalah … a. pakaian atau ekspor/impor termasuk ke dalam kelompok … a. proposal kredit e. Produk Personalia c. berdiri sendiri 1. penjelasan singkat tentang usaha yang sedang atau akan dijalankan oleh wirausahawan dicantumkan dalam uraian tentang … a. Dalam proposal usaha. isi proposal proposal b. Dalam menentukan produk yang akan dihasilkan. uasaha seperti keagenan minyak. Wirausaha mengajukan kebutuhan dana yang diperlukan dalam ranbgka mengembangkan usahanya secara terperinci alokasinya. b. dalam proposal terdapat pada bagian … a. 9 Tahun 1995 adalah … a. Usaha di bidang jasa e. tujuan d. persaingan dalam pasar produsen b. milik warga negara Indonesia e. b. usaha jasa d. kekayaan diatas Rp. hal ini disebut … a. SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan usaha di bidang … a. Pertanian c. 200. sepatu. b. usaha pertanian komersial b. usaha perdagangan 1. permintaan produsen 1. kebutuhan d. Ditinjau dari jenis produk atau jasa yang dihasilkan maupun aktivitas yang dilakukan. kegunaan proposal 1. Ekspor migas e. c. Manajemen d. Arti penting proposal e. kondisi perusahaan lain c. lampiran pelengkap lainnya 1. periklanan .000. tingkat kedalaman proposal c.usaha perseorangan penjualan tahunan maksimal 1 milyar rupiah d. Laporan keuangan d. Berikut ini yang tidak termasuk kriteria usaha kecil menurut Undang-undang RI No.1.000. manajemen e.

neraca dan rincian d. e. d. kredit memiliki arti … a. KK e. Colateral condition c. menengah atau panjang e. Yang tidak termasuk dasar pentingnya dilakukan studi kelayakan perusahaan dari pernyataan berikut adalah aspek … a. semoga sukses ! . b. SIUP dan AMDAL 1. KTP c. b. Kredit investasi kecil adalah kredit yang mempunyai jangka … a. b. uang/modal 1. b. Kredit investasi diperuntukkan untuk keperluan … a. Kujujuran dan itikad baik (good will) nasabah yang akan mengembalikan pinjamannya dengan tepat waktu berhubungan dengan … a. pasar dan pemasaran politik c. ekonomi dan keuangan e. character 1. Pendek menengah c. perdagangan dan jasa 1. Dalam arti ekonomi. SITU. Panjang d. Penundaan pembayaran d. c. Capital d. Dokumen yang tidak diperlukan dalam permohonan kredit yaitu … a. b. pendek atau menengah Catatan : sengaja tidak pakai nomor untuk di random Selamat mengerjakan. capacity e. kelautan d. penambahan barang modal kerja penambahan modal kerja penambahan fasilitas penambahan modal kerja dan fasilitas penambahan barang modal kerja dan fasilitas 1. akta pendirian perusahaan R/L b. Teknik dan teknologi d. Kepercayaan kemampuan c. lokasi 1. piutang e.b.

baik dalam fungsi kuratif. konselor memerlukan data pendukung.Kedudukan dan Penggunaan Tes dalam BK I PENDAHULUAN Asesmen adalah hal yang sangat penting bagi bimbingan dan konseling. Komponen yang terdapat dalam layanan dasar antara lain bimbingan pribadi. Pelaksanaan layanan dasar ini sangat memerlukan instrumen asessmen sebagai pijakan dalam memberikan bimbingan. Data hasil asesmen yang memadai dapat menjadi dasar melakukan bantuan yang tepat dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Contohnya. II KEDUDUKAN DAN PERAN TES DALAM BK Test mendapat tempat sentral dalam layanan bimbingan dan konseling. Salah satu instrumen dalam kegiatan asesmen adalah tes. berkualitas. Layanan Dasar Bimbingan Layanan dasar merupakan proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Dalam kode etik profesi BK disebutkan bahwa dalam BK terdapat layanan informasi. Jadi asesmen mutlak perlu dalam program bimbingan dan konseling. Dengan demikian. tes mempunyai tempat yang sentral dan penting. dalam bimbingan kelompok yang bertujuan untuk merespon kebutuhan dan minat peserta didik. Tanpa asesmen yang berkualitas tidak akan ada program bimbingan dan konseling komprehensif. testing dan riset. Layanan Responsif . misalnya berupa hasil tes prestasi belajar dari sekelompok siswa yang akan dibimbing. dan mampu mencapai tujuan layanan dengan tuntas. apalagi fungsi pengembangan (developmental) dan pencegahan (preventif). Semua layanan bimbingan konseling mesti berpangkal dari hasil asesmen yang memadai. Dengan demikian tes dapat dikatakan berperan sebgai alat untuk membantu konselor memahami siswanya dengan lebih baik dan menyeluruh sehingga siswa yang dibimbing dapat memahami dirinya sendiri dan bisa mengambil keputusan secara tepat (J Cronbach: 1949). b. Hasil tes prestasi belajar membantu menunjukkan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa berkaitan dengan belajar. testing merupakan aspek yang dipandang urgen dan perlu untuk dilakukan dengan dasar pemikiran bahwa hasil testing dapat melengkapi hasil non testing. maupun perseveratif. sosial. yaitu: a. Menurut Shertzer & Stone (1981) dan NA PPPK (2008) ada beberapa komponen layanan program bimbingan di mana di dalam komponen tersebut. belajar dan karir. Teknik tes diberikan dengan menyelenggarakan program testing untuk mengetahui potensi atau kemampuan klien.

tes memiliki peran sebagai data tambahan dalam proses konseling. layanan konsultasi. kolaborasi dengan orang tua. konsultasi dengan guru dan segenap komponen sekolah. konferensi kasus. layanan referral. Testing dilakukan untuk memperoleh data secara obyektif. kedudukan tes dalam kegiatan perencanaan individual adalah memberikan informasi dalam mengambil keputusan. keseluruhan layanan yang terdapat dalam layanan responsif memerlukan bantuan instrumen baik tes maupun non tes dalam penyelenggaraannya. sosial. Oleh karena itu testing merupakan bagian yang integral dalam proses konseling. c. staf ahli/penasihat. Dengan demikian. seleksi. Dari berbagai layanan pendukung ada beberapa layanan yang menempatkan tes sebagai salah satu instrumennya antara lain: 1) Layanan Informasi . perencanaan individual. peserta didik akan memiliki pemahaman. memelihara. belajar dan karier. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tes berperan dalam proses penyelesaian masalah psikologis siswa. Dalam buku Using Tests In Counseling (Goldman: 1971) dijelaskan bahwa perencanaan. dan dukungan sistem dalam implementasinya didukung oleh beberapa jenis layanan bimbingan dan konseling. bimbingan teman sebaya. dalam kegiatan layanan responsif khususnya kegiatan layanan konseling individual dan kelompok. Penggunaan instrumen tes bertujuan untuk membantu konselor memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap siswa yang dibantu dari sisi psikologisnya. Komponen kegiatan yang terdapat dalam layanan responsif antara lain: konseling individual dan kelompok. hubungan orang tua dan masyarakat luas. kolaborasi dengan guru atau wali kelas. responsif. Kegiatan utama layanan dasar bimbingan. penerimaan dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif sehingga siswa bisa merencanakan sesuatu berbasis kekuatan atau potensi diri yang dimilikinya. Melalui kegiatan penilaian diri ini. manajemen program. Dukungan Sistem Dukungan sistem adalah kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan. administrasi dan skor tes digunakan konselor dalam menyelenggarakan proses konseling. Selain berperan dalam penyelesaian masalah psikologis siswa. Secara umum. dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan professional. sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. menjawab pertanyaan. menyediakan informasi dan mencapai tujuan pemberian testing. penelitian dan pengembangan (Ellis. kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah. Layanan Perencanaan Individual Dalam layanan perencanaan individual. Di sekolah. 1990).Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. d. dan kunjungan rumah. sebagian besar tes digunakan untuk memberikan tanda adanya hubungan konseling. konselor membantu peserta menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh yaitu menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek pribadi.

atau informasi yang diperoleh dari stakeholder. konselor dapat menghimpun data hasil tes maupun nontes. Kedua data ini bersifat saling mendukung dan saling melengkapi. penjurusan. bakat dan minat kemudian diintepretasikan dan dapat digunakan untuk membantu siswa memilih dan mengambil keputusan tentang masa depannya. 4) Layanan Penempatan Layanan penempatan adalah suatu kegiatan bimbingan yang dilakukan untuk membantu individu atau kelompok yang mengalami mismatch (ketidaksesuaian antara potensi dengan usaha pengembangan). pemilihan karir dan pengambilan keputusan. mendatangkan narasumber. kegiatan ekstrakurikuler. maka hasil tes dapat digunakan oleh konselor sebagai salah satu media dalam layanan informasi sehingga siswa dapat mengetahui potensi dirinya. Narasumber yang diundang diharapkan dapat memberikan informasi kepada orang tua dan siswa tentang potensi siswa. sosial. konselor dapat membantu siswa untuk mempersiapkan diri dan masa depannya. Penempatan ini dilakukan dengan menyesuaikan siswa sesuai kondisi dan kemampuan seperti kelompok belajar. vokasional. Dalam memberikan layanan informasi. strategi belajar. konselor memerlukan data pendukung. baik tes maupun non-tes. Fakta menunjukkan bahwa tes membantu dalam pemahaman individu dan pengambilan keputusan (Cronbach. konseling. Informasi dapat diperoleh konselor dari buku. 3) Layanan Konsultasi Konsultasi dirancang untuk memberikan bantuan teknis kepada guru. Layanan inforamsi dapat diberikan melalui kegiatan bimbingan baik individual maupun kelompok (bimbingan.Layanan informasi diselenggarakan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada siswa terkait dengan bimbingan pribadi. Konsultasi dapat dilakukan dengan meminta narasumber dari ahli terkait seperti ahli medis. Fokus utama konseling cenderung pada perkembangan pribadi dan pembuatan keputusan berdasarkan pemahaman diri dan pengetahuan lingkungan. kesempatan pendidikan. bengkel kerja. Dalam penyelenggaraan layanan konseling. Layanan informasi dapat diberikan secara langsung maupun tidak langsung. lokakarya dan pemberian brosur/leaflet). 2) Layanan Konseling Layanan konseling diberikan untuk memfasilitasi pemahaman diri dan perkembangan konseli melalui hubungan individual maupun kelompok. Fakta . Sedangkan data nontes seperti hasil wawancara dan observasi dapat digabungkan dan dikomplementerkan dalam rangka mengarahkan siswa dalam mengambil keputusan. internet. belajar maupun karir. keterampilan pengembangan kemampuan intrapersonal dan interpersonal. Berkaitan dengan tes. baik tes maupun nontes. Informasi yang disampaikan itu berbasis data. administrator dan orang tua dalam rangka memberikan layanan secara efektif dan memperbaiki kinerja sekolah. Data hasil tes berupa intelegensi. 1949). Data-data ini dihimpun untuk memberikan informasi yang komprehensif pada konseli (siswa). Siginifikansi skor tes akan lebih baik apabila dikombinasikan dengan hasil wawancara. dan penempatan individu pada lingkungan yang sesuai bagi dirinya serta pemberian kesempatan kepada individu untuk berkembang secara optimal. studi kasus dan metode lainnya. seminar. ahli hukum dalam penyelenggaraan Career Day. Informasi yang dapat diberikan oleh konselor meliputi strategi pengembangan kepribadian. pengambilan keputusan yang tepat dan bimbingan lain yang terkait.

bakat. Berdasarkan uraian di atas. Melalui hasil data-data baik tes . Anne Anastasia dan Susan Urbina (1971) menyatakan bahwa testing digunakan dalam bimbingan pendidikan dan jabatan seta dipakai untuk merencanakan segala aspek dalam kehidupan individu. 5) Layanan Appraisal dan Tindak Lanjut Layanan appraisal dirancang untuk mengumpulkan. Tes yang pada umumnya digunakan di sekolah seperti tes intelegensi. bakat) maupun eksternal (kondisi lingkungan di rumah. dan di luar sekolah). minat. konselor perlu bekerjasama dengan lembaga/biro psikologi. Tes data memberikan jawaban tentang jabatan-jabatan yang tersedia. Konselor di sekolah membantu siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat dan minat. psikolog membuat suatu interpretasi yang kemudian akan disampaikan kepada konselor. Layanan ini sekaligus secara tidak langsung dapat berfungsi untuk menilai keberhasilan program bimbingan secara keseluruhan. Dari hasil tes tersebut. Salah satu penggunaan tes dalam konseling vokasional adalah membantu individu memperoleh kesuksesan karir. Menurut Munandir (1988) informasi yang dibutuhkan konseli antara lain bimbingan dan konseling vokasional. menganalisa dan menggunakan data obyektif tentang sejauh mana siswa berhasil memahami diri dan mencapai tugas-tugas perkembangannya. Dalam penyelenggaraan teknik tes. Semua kegiatan di atas menguatkan peran tes sebagai pemberi informasi dalam proses pengambilan keputusan. Peran tes dalam kegiatan penjurusan ini serupa juga dalam hal kegiatan penyaluran. Penyelenggaraan pengumpulan data teknik nontes dapat dilakukan dengan observasi. Perkembangan individu ini menekankan pada penggunaan tes untuk meningkatkan pemahaman diri dan pengembangan personal. Untuk tujuan tersebut. dan minat. wawancara. perkembangan persiapan jabatan dan penempatan (placement). kepribadian. Selain penyaluran dalam kegiatan ekstrakurikuler juga dilakukan pelayanan penyaluran dalam bidang pemilihan sekolah lanjutan yang sesuai dengan kemampuan anak. Data hasil nontes antara lain transkrip wawancara. Melalui data atau informasi tentang siswa tersebut. dokumentasi dan sosiometri. skor tes menjadi bagian informasi yang diberikan pada individu dalam proses pengambilan keputusan. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan teknik. Dari hasil penilaian ini selanjutnya dianalisis dan kemudian merencanakan tindak lanjut bimbingan. baik yang sifatnya internal (potensi siswa. dapat dikatakan bahwa kedudukan tes dalam layanan penempatan adalah memberikan informasi dalam mengambil keputusan. Sedangkan tes yang bisa digunakan oleh konselor tanpa harus dengan bantuan psikolog antara lain tes prestasi belajar. konselor dan guru diharapkan dapat lebih memahami siswa dan membantu siswa dalam mencapai tugas perkembangannya. Data atau informasi tentang siswa diperoleh melalui pengumpulan data. data merupakan alat atau media informasi yang perlu digali untuk memperoleh gambaran tentang siswa.menunjukkan bahwa tes membantu dalam pemahaman individu dan pengambilan keputusan (J Cronbach: 1949). identifikasi alternatif jabatan. Selanjutnya tugas konselor adalah menginformasikan kepada konseli atau orang tua dan menggunakan data atau hasil tes tersebut untuk kepentingan yang terkait dengan kebutuhan siswa. kepribadian. catatan observasi. dokumen foto dan data serta data sosiometri. baik tes maupun nontes. Dalam kerangka kerja ini. seleksi jabatan.

oleh karena itu norma usia merupakan kriteria penting. kriteria penting lainnya adalah suatu tes tertentu harus praktis dalam penggunaan. konnselor harus memiliki sejumlah informasi yang berkaitan dan akurasi mengenai individu dan juga kondisi serta situasi yang ada bahkan informasi lain yang berasal dari orang lain diluar indiividu. Super (1957b) dan Bordin (1955) berpendapat bahwa informasi tersebut dapat digunakan dalam Tiga kategori. memahami dan mengoptimalkan potensi diri. Praktikalitas Dalam pelaksanaan tes. Tujuan Tes Dalam BK Untuk keperluan bimbingan konseling. (2) Penggunaan tes untuk konseling (counseling uses of test) artinya setelah tes dilakukan. Norma usia Dalam tes usia sangat berpengaruh terhadap kondiisi testi. dan dalam menginterpretasikannya. baik dalam konstruksi atau penyusunan maupun dari segi isi. Reliabilitas Reliabilitas tes memampukam konselor atau pengguna lainnya menentukan taraf di mana bisa melakukan prediksi secara konsisten. yakni. salah satu hal penting adalah kriteria tes. III PENGGUNAAN TES DALAM BK A. Pemilihan Tes Berdasarkan Kriteria Untuk melaksanakan tes dalam bimbingan konseling hal penting yang harus dilakukan adalah memilih atau menyeleksi alat tes yang harus digunakan untuk keprluan tertentu. 3. (1) Tes untuk keperluan non-konseling (noncounseling uses of test) yang mencakup (a) seleksi calon untuk penempatan pada lembaga/instiusi. (b) penempatan individu pada institusi. Oleh karena itu tes dilakukan guna memperoleh informasi atau data yang penting dan akurat. Dalam pelaksanaan tes ada dua kategori tujuan. Validitas Suatu tes layak digunakan apabila memenuhi kriteria valid. 1. sedangkan validitas isi mencakup hal-hal yang hendak diketahui melalui tes tersebur harus terwakili didalam isi dari suatu tes tertentu. Norma usia dapat mempresentasikan performa tes individu-individu yang dikelompokkan dan dinormakan berdasarkan usia kronologisnya. (c) penyesuaian institusi dilakukan guna menemukan kebutuhan dan karakteristik individu tertentu. 4. (a) diagnosis informasi prakonseling (precounseling diagnostic information). Kepraktisan lain yang harus di pertimbangkan adalah dari segi biaya dan waktu yang di perlukan. Validitas konstruk menyoroti ketepatan teori atau konsep yang melandasi instrument tes tertentu. Ada pun kriteria tes yang baik yakni. informasi yang telah diperoleh dapat ditindak lanjut untuk keperluan konseling.maupun nontes diharapkan membantu siswa untuk menerima. 2. B. dan (d) melakukan pengembangan dan revisi institusi untuk menemukan kebutuhan dan karakteristik siswa atau karyawan/pekerja pada umumnya. dalam penskoran. (b) informasi untuk proses .

hubungan antar pribadi dan sikap. dan (c) informasi untuk perencanaan dan tindakan setelah konseling (information for postcounseling plans and action). Tes Kepribadian Anastasi dan Urbina. 1997 berpendapat bahwa tes kepribadian merupakan instrument untuk mengukur karakteristik emosi. sesuatu yang dibedakan dari bakat atau ketrampilan.konseling (information for the counseling itself). tes bakat umum. . Jadwal Preferensi Pribadi Edwards (EPPS) dan Inventori Multifase Minesota (MMPI). 4. 3. motivasi. (b) mendukung pengembangan kemampuan istimewa atau potensial individu tertentu. tes bakat unik tes bakat skolastik dan lainnya. Tes Kecerdasan Tes kecerdasan digunakan untuk mengukur kemampuan akademik. Skala Wecshler dirancang berbdasarkan perbedaan usia antara lain Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence III (WPPSI-III) dirancang khusus untuk anak-anak usia 2 Tahun 6 Bulan sampai 7 Tahun 3 Bulan. C. jensi-jensi tersebut antara lain adalah : 1. yang paling populer dari tes ini adalah digunakan untuk mengukur IQ atau sering dikenal dengan nama tes kecerdasan Stanford-Binet. Tes Bakat Tes bakat banyak digunakan oleh para konselor dan tenaga professional lainnya untuk mengidentifikasi (a) kemampuan potensial yang tidak disadari individu. (c) menyediakan informasi untuk membantu individu membuat keputusan pendidikan dan karir atau alternative pilihan yang ada (d) membantu memprediksi tingkat sukses akademis atau pekerjaan yang bisa di antisipasi individu dan (e) berguna bagi mengelompokkan individu dengan bakat serupa bagi tujuan perkembangan kepribadian dan pendidikan. Jenis-Jenis Tes Setelah diketahui bahwa tes yang hendak digunakan merupakan tes standar maka dalam bimbingan konseling ada beberapa instrument atau alat tes yang dapat di gunakan untuk kepentingan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. kemampuan mental dan kemampuan kecerdasan. Karena itu inventori minat dirancang untuk menilai minat-minat pribadi dan mengaitkan minat-minat tersebut dengan wilya kerja yang lain. Inventiori Minat Inventori minat dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa pada setiap individu ada perbedaan dalam minat baik secara umum maupun minat pekerjaan tertentu. Tes kepribadaian yang standard an popular digunakan antara lain Indikator Tipe Kepribadian Myers-Briggs (MBTI). Wichsler Intelligence Scale for Cildren-Fourt Edition (WISC-IV) dirancang untuk anak-anak usia 6 Tahu sampai remaja usia 16 tahun dan Wechsler Adult Intelligence Scale-Third Edition (WAIS-III) dirancang untuk remaja usia 16 tahun hingga manula usia 89 Tahun 2. Selain itu ada pun tes lain yang bisa digunakan yakni skala Wechsler yang dirancang oleh David Wechsler. sesuai dengan nama perancang yakni Alfred Binet pada tahun 1900-an. Tes bakat dapat dilakukan untuk mengungkapkan antara lain bakat Khusus.

5. keterampilan atau pencapaian dalam suatu bidang sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi prestasi anak-anak. b. Pemilihan Tes a. c) menginterpretasi data untuk membantu klien dalam proses pengambilan keputusan. Pemahaman mendasar tentang statistik dan psikologi memampukan konselor untuk (a) mendeskripsikan karakteristik individu atau kelompok dibandingkan kelompok atau populasi lain. Dalam melakukan interpretasi tersebut yang menjadi hal penting adalah pemahaman terhadap fungsi teori dan teknik interpretasi yang memadai. yakni deskriptif. genetik. dan (c) menyimpulkan karakteristik suatu populasi dari sampel populasi tersebut. hendaknya dieksplorasi. maupun pengalaman masa lalu dengan tes. mengelompokkan siswa menurut tingkat pengetahuannya dan memberikan informasi pada orang tua tentang kelemahan dan kelebihan bidang akademik anaknya. Tes Prestasi Tes prestasi belajar berhubungan dengan tingkat pengetahuan. Beberapa kode etik yang wajib diperhatikan oleh konselor (ABKIN): 1. Konselor wajib memberikan orientasi yang tepat kepada klien dan orang tua mengenai alasan digunakannya tes disamping arti dan kegunaannya. tes tidak dapat memberi “jawaban”. dan evaluatif. prediktif. Dari beberapa buku menyebutkan bahwa interpretasi dapat dilakukan dalam empat tipe. Dalam keadaan dan maksud pengetesan apapun. 1971) diuraikan bahwa konselor sekolah perlu: a) menyesuaikan data untuk memprediksi potensi klien. b) melengkapi data non-tes dengan data tes. D. Kaitan Tes dengan Statistik Dalam penggunaan tes baik oleh konselor dan juga tenaga professional lainnya sangat dibutuhkan kontribusi statistik dalam menginterpretasikan hasil tes atau penilaian. IV KODE ETIK PENGGUNAAN TES DALAM BK Dalam buku Using Tests In Counseling (Goldman. Seorang klien harus disadarkan bahwa tes hanya alat dan alat yang tidak sempurna. Tuntutan seperti ini tetap harus merujuk pada kode etik yang ditetapkan sehingga malpraktik bisa dihindarkan. Data yang telah diperoleh dianalisis selanjutnya diinterpretasi guna pengambilan keputusan tindakan yang tepat. E. Oleh karena itu pengatahuan tentang statistik merupakan salah satu syarat bagi konselor atau pengguna tes. Dasar Interpretasi Tes Interpretasi dilakukan terhadap hasil tes yang merupakan data tentang karakteristik individu yang telah mengikuti tes tertentu. c. . Sebagai cara untuk mencapai tujuan. berlaku kode etik testing yang harus dipatuhi tester. (b) memprediksi kemungkinan sukses atau gagalnya performa ke depan berdasarkan perilaku saat ini atau masa lalu yang di tes. tes hanya memberi informasi tambahan yang dapat digali dalam konseling dan digunakan dalam menghadapi keputusan tertentu. supaya tidak ada unsur pemaksaan dalam pemberian tes oleh koselor. Klien hendaknya terlibat dalam proses pemilihan tes. Alasan para klien untuk menginginkan tes.

ekonomi yang dapat mempengaruhi skor tes. Peranan ini berarti bahwa konselor mempunyai pemahaman yang baik mengenai apa tes itu dan mengapa dia mengambilnya. menahan diri dari memberi penilaian sebanyak mungkin dan membiarkan klien merumuskan makna dan kesimpulan mereka sendiri. f. Oleh karena itu. b. etnik. 3. tes hendaknya dipahami sebagai sarana pendukung saja dan bukan merupakan suatu hal yang mutlak. . Hal lain yang perlu dipahami konselor adalah faktor kultural. Konselor seharusnya menjelaskan tujuan tes dan menunjukkan keterbatasan tes. Data hasil testing wajib diintegrasikan dengan informasi lain yang telah diperoleh dari klien sendiri atau dari sumber lain. 2. Dalam hal ini data hasil testing wajib diperlakukan setara dengan data dan informasi lain tentang klien. dalam penggunaan tes. Hasil testing hanya dapat diberitahukan kepada pihak lain sejauh ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien.d. gender. Tes membantu konselor memahami siswa secara utuh dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Penggunaan Hasil Tes a. Wewenang Pemberian Tes Testing hanya bisa diberikan oleh konselor yang berwenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. konselor wajib mematuhi kode etik yang ada sehingga tidak melakukan malpraktik yang merugikan martabat testee dan merusak citra profesi konselor. e. V PENUTUP Seluruh uraian di atas menggambarkan bahwa tes mempunyai peran sentral dalam layanan BK. tetapi dan terlebih maknanya yang harus digali dalam menafsirkan hasil. Penggunaan suatu jenis tes wajib mengikuti secara ketat pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes tersebut. Dalam memberikan tes. Testing dilakukan bila diperlukan data yang lebih luas tentang sifat atau ciri kepribadian subyek untuk kepentingan layanan. konselor harus sadar bahwa hasil tes bukan hanya skor yang seharusnya diberikan kepada klien. Konselor yang berwenang adalah konselor yang telah menempuh pendidikan sertifikasi tes dalam bimbingan dan konseling. Meskipun demikian. Konselor seharusnya bersifat netral.

asesmen merupakan hal yang penting dan harus dilakukan dengan berhati-hati sesuai dengan kaidahnya. Karena itulah asesmen dalam bimbingan dan konseling merupakan bagian yang terintegral dengan proses terapi maupun semua kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri. Dalam prakteknya. performance test. yaitu mengumpulkan informasi yang memungkinkan bagi konselor untuk menentukan masalah dan memahami latar belakang serta situasi yang ada pada masalah klien. Asesmen yang dikembangkan adalah asesmen yang baku dan meliputi beberapa aspek yaitu kognitif. Asesmen dilakukan untuk menggali dinamika dan faktor penentu yang mendasari munculnya masalah. selama. observasi. Asesmen yang dilakukan sebelum. Hal ini sesuai dengan tujuan asesmen dalam bimbingan dan konseling. Meskipun . Dalam pelaksanaannya. selama dan setelah konseling berlangsung dapat memberi informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien. Dalam konteks bimbingan konseling. Asesmen merupakan kegiatan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan/ kompetensi yang dimiliki oleh klien dalam memecahkan masalah. asesmen dapat digunakan sebagai alat untuk menilai keberhasilan sebuah konseling. wawancara. afektif. dan psikomotor dalam kompetensi dengan menggunakan indikator-indikator yang ditetapkan dan dikembangkan oleh Guru BK/ Konselor sekolah. dan setelah konseling tersebut dilaksanakan/ berlangsung (Ratna Widiastuti. atau bahkan dapat memicu munculnya konsekuensi dari tritmen yang merugikan diri klien.ASSESMEN DALAM BK Asesmen merupakan salah satu kegiatan pengukuran. tes psikologis. 2010). Kesalahan dalam mengidentifikasi masalah karena asesmen yang tidak memadai akan menyebabkan tritmen gagal. Asesmen merupakan salah satu bagian terpenting dalam seluruh kegiatan yang ada dalam konseling (baik konseling kelompok maupun konseling individual). asesmen yaitu mengukur suatu proses konseling yang harus dilakukan konselor sebelum. Asesmen yang diberikan kepada klien merupakan pengembangan dari area kompetensi dasar pada diri klien yang akan dinilai. Pada umumnya asesmen bimbingan konseling dapat dilakukan dalam bentuk laporan diri. namun juga dapat digunakan sebagai sebuah terapi untuk menyelesaikan masalah klien. dan sebagainya. yang kemudian akan dijabarkan dalam bentuk indikator-indikator.

Menstimulasi klien maupun konselor mengenai berbagai isu permasalahan 2. akan berpengaruh pada pelayanan konseling oleh konselor sekolah/ Guru BK. Hood & Johnson (1993) menjelaskan ada beberapa fungsi asesmen. Hal ini memiliki makna bahwa asesmen tidak hanya berorientasi pada hasil/ produk akhir. efisien. serta melihat kendala/ masalah yang dihadapi klien dalam proses konseling maupun kendala dalam melaksanakan keputusan yang telah ditetapkannya. asesmen juga diperlukan untuk memperoleh informasi yang membedakan antara apa ini (what is) dengan apa yang diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling. diantaranya adalah untuk: 1. Dengan demikian asesmen akan benar-benar bisa memenuhi kriteria objektivitas dan keadilan. Kadangkala konselor menemukan bahwa ternyata “hidup” klien sangat menarik. Hal inilah yang kemudian membuat asesmen menjadi efektif. Menyediakan metode untuk memperbandingkan alternatif sehingga dapat diambil keputusan 5. Karena itu. Jika kedua komponen tersebut didesain dengan pendekatan “client centered” atau “bottom up”. atau memilih alternatif-altenatif yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalahnya. Hal itu berkaitan dengan apa saja yang relevan untuk mengembangkan intervensi atau tritmen yang efektif. serta tujuan yang sudah dituliskan/ ditetapkan atau outcome yang diharapkan dalam konseling. dalam melaksanakan keputusan setelah konseling. Asesmen yang tidak dilakukan secara objektif. dan berlangsung lama bagi klien. Asesmen memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan perencanaan dan pelaksanaan model-model pendekatan konseling. yang membedakan antara apa ini (what is it) dengan apa yang diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling. setiap guru pembimbing/ konselor perlu berpegang pada pedoman pertanyaan sebelum melakukan asesmen. untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan khusus pada tahap pertama. Hood & Johnson (1993) menjelaskan ruang lingkup dalam asesmen (assesment need areas) dalam bimbingan dan konseling ada lima. Menjelaskan masalah yang senyatanya 3. sehingga keputusan yang akan diambil oleh klien dapat benar-benar sesuai dengan kemampuan diri klien itu sendiri. Semua indikator bukan diukur dengan soal seperti dalam pembelajaran. kemudian hasilnya dianalisis untuk mengetahui kemampuan klien dalam mengambil keputusan pada akhir konseling. yaitu mulai dari membuka konseling sampai dengan mengakhiri konseling. yaitu: 1. yaitu perencanaan program untuk memperoleh informasi-informasi yang dapat digunakan untuk membuat keputusan dan untuk menyeleksi bagian–bagian program yang efektif dalam pertemuan-pertemuan antara konselor dengan klien. tetapi justru akan lebih terfokus pada proses konseling. 2. bahkan terhadap konselor itu sendiri untuk jangka panjang maupun jangka pendek. yang memberikan informasi-informasi nyata yang potensial. asesmen akan mengarah pada inovasi. Memberi alternatif solusi untuk masalah 4. Systems assessment. yaitu asesmen yang dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai status dari suatu sistem. yaitu “Apa saja yang perlu kuketahui mengenai klien?”. yang dapat membuat klien mampu membedakan latihan yang dilakukan pada saat konseling dan penerapannya di kehidupan nyata dimana klien harus membuat suatu keputusan. Namun demikian tidaklah efisien dan tidak etis untuk menggali semuanya selama hal tersebut tidak relevan dengan tritmen yang diberikan untuk mengatasi masalah klien. Asesmen dalam bimbingan dan konseling adalah asesmen yang berbasis individu dan berkelanjutan. Program planning. atau setidak-tidaknya akan ada keseimbangan antara proses konseling dengan hasil konseling. Di sinilah muncul fungsi evaluator dalam asesmen. tidak berarti konselor harus menilai (to assess) semua latar belakang dan situasi yang dihadapi klien pada saat itu jika tidak perlu. Memungkinkan evaluasi efektivitas konseling Selain itu. Hal ini akan berakibat tidak baik pada diri klien. .menjadi dasar dalam melakukan tritmen pada klien. tetapi diukur secara kualitatif.

yaitu bagaimana asesmen dilakukan untuk menilai pelaksanaan program dengan memberikan informasi-informasi nyata. 5. Perencanaan Aspek yang harus ada dalam perencanaan asesmen adalah: a. Persiapan akan banyak menentukan keberhasilan suatu asesmen. keputusan akhir untuk pemecahan masalah yang dihadapi ada pada diri klien. Memilih instrumen yang akan digunakan. mampu memahami diri sendiri. misalnya karena instrumen yang digunakan untuk asesmen adalah tes psikologis (tes intelegensi. (b) tujuan yang akan dicapai dalam program. Konselor/ guru BK bukan pemberi nasihat. dan klien memiliki keberanian serta kemampuan untuk mengambil keputusan. Anda dapat merencanakan instrumen yang akan digunakan dalam asesmen. Penetapan waktu Perencanaan waktu yang dimaksud adalah kapan asesmen akan dilakukan. Banyak instrumen yang dapat digunakan dalam asesmen seperti tes psikologis. Memilih fokus asesmen pada aspek tertentu dari diri klien Salah satu penentu keberhasilan konseling adalah kemauan dan kemampuan klien itu sendiri. Dalam hal ini apabila guru BK tidak memiliki kewenangan. Misalnya Anda akan melihat kerjasama klien dalam konseling. misalnya psikolog atau orang yang telah memiliki sertifikasi yang memberikan kewenangan untuk mengadministrasikan tes dimaksud. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan asesmen: 1. hal ini tetap menuntut suatu perencanaan. maka guru BK dapat minta bantuan orang yang memiliki kewenangan. Apapun bentuk dan jenis asesmen yang dilakukan. 4. inventori. Dalam hal ini evaluator berfungsi pemberi informasi mengenai hasil evaluasi yang akan digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. dan dengan bantuan guru BK maka klien diharapkan mampu memunculkan ide-ide pemecahan masalah. dan mampu menerima dirinya sendiri. Program Improvement. inventori kepribadian. Dengan demikian maka akan diperoleh alat ukur atau instrumen yang benar-benar dapat diandalkan (valid) dan dapat dipercaya (reliabel) dalam mengukur apa yang seharusnya diukur. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih instrumen dalam asesmen diantaranya yaitu: (1) kemampuan guru BK sendiri. dan sebagainya). (c) program-progam yang berhasil. Setelah ditentukan fokus area asesmen. yang menjadikan program-program tersebut dapat dinilai apakah sesuai dengan pedoman. Menurut Center for the Study of Evaluation (CSE). klien dapat bekerjasama dengan guru BK/konselor. (4) waktu yang tersedia. termasuk pada saat melakukan analisis. tempat. hal ini memberikan makna bahwa pada akhir kegiatan akan dilakukan evaluasi akhir sebagai dasar untuk memberikan sertifikasi kepada klien. . maka instrumen dapat menggunakan checklist. Dalam konseling. dan (5) dana yang tersedia. dan sebagainya. c. yaitu yang berkenaan dengan: (a) evaluasi terhadap informasi-informasi yang nyata. Apalagi jika pelaksana asesmen tersebut bukan guru BK itu sendiri. untuk keberhasilan konseling. yang merupakan akhir kegiatan. maka konselor menentukan akan melakukan asesmen dengan memfokuskan pada salah satu aspek dalam diri klien saja. tes minat jabatan. program sertifikasi adalah suatu evaluasi sumatif. maka Anda dapat mempergunakan tes psikologis. dan (d) informasi-informasi yang mempengaruhi proses pelaksanaan program-program yang lain. Berdasarkan hal tersebut di atas. dimana asesmen dapat digunakan dalam dalam perbaikan program. observasi. Tetapi untuk menentukan instrumen sangat tergantung pada aspek apa yang akan diasesmen. dan peralatan lain yang diperlukan dalam pelaksanaan asesmen. Karena itu. bukan pengambil keputusan mengenai apa yang harus dilakukan klien dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.3. Program certification. (3) ketersediaan instrumen. (2) kewenangan guru BK (baik dalam mengadministrasikan maupun dalam interpretasi hasilnya). Program Implementation. tetapi apabila Anda memfokuskan asesmen tentang kemampuan klien dalam memecahkan masalah. misalnya mempersiapkan instrumen. b. Penetapan waktu ini sangat erat berhubungan dengan persiapan pelaksanaan asesmen.

LISREL. 4. selanjutnya adalah bagaimana melaksanakan rencana yang telah dibuat tersebut. Apabila data bersifat kuantitatif maka analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik. dan merumuskan kesimpulan yang mendukung. Karena validitas dan reliabilitas merupakan suatu syarat mutlak suatu instrumen asesmen. Pandangan evaluator juga mempengaruhi penafsiran/ interpretasi data. Anda tidak perlu mencari validitas dan reliabilitas karena instrumen tersebut sudah jelas memenuhi persyaratan sebagai suatu instrumen. Metode analisis data kualitatif misalnya deskriptif naratif. Misal data yang diperoleh berbentuk kualitatif atau data kuantitatif. 5. dan terbuka. dokumen informasi demografi. 4. 2010)). Dewasa ini. Dalam bimbingan konseling. Interpretasi data Interpretasi diartikan sebagai upaya mengatur dan menilai fakta. Metode analisis data dalam asesmen konseling sangat tergantung data yang diperoleh. Penafsiran harus dirumuskan dengan hatihati. yaitu: 1. Wilcox (dalam Ratna Widiastuti. statistik biasa digunakan untuk analisis data hasil tes psikologis. Saat melakukan analisis data kualitatif. dan sebagainya. misalnya dari catatan lapangan. maka instrumen itu perlu diuji validitas dan reliabilitasnya. Apabila data bersifat kualitatif. Apabila banyak data kualitatif yang dianalisis sementara asesmen masih berlangsung maka beberapa analisis dapat ditunda pelaksanaannya sampai evaluator selesai melakukan asesmen. c) aturlah data dalam judul dan masukkan dalam file. Manual suatu instrumen biasanya memuat: 1. atau wawancara. misalnya tes inteligensi. jujur. Analisis data Langkah selanjutnya adalah analisis data. 2. dan sebagainya. seperti program excel. maka kita melakukan analisis data kualitatif. e) periksa kebenaran hasil asesmen. Komponen untuk menafsirkan / interpretasi hasil analisis data Interpretasi berarti menilai objek asesmen dan menentukan dampak asesmen tersebut. cara mengerjakan waktu yang digunakan untuk mengerjakan asesmen kunci jawaban cara analisis interpretasi. Pendekatan key incident memungkinkan bagi kita untuk memasukkan sejumlah besar kesimpulan dari bermacam-macam data yang berasal dari berbagai sumber. Namun apabila kita menggunakan instrumen yang sudah terstandar. Pelaksanaan Setelah perencanaan asesmen selesai. 3. Validitas dan reliabilitas Apabila instrumen yang kita gunakan adalah buatan sendiri atau dikembangkan sendiri. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan asesmen adalah pelaksanaannya harus sesuai dengan manual masing-masing instrumen. Analisis dilakukan dengan mengikuti petunjuk yang ada dalam manual masing-masing instrumen. 2010) misalnya menggunakan pendekatan ”key incident” dalam analisis deskripsi kualitatif tentang kegiatan pendidikan. menafsirkan pandangan. Untuk asesmen yang akan digunakan untuk membantu fungsi pendidikan. Petunjuk untuk menafsirkan analisis data . 2. b) buatlah salinan data untuk berjaga-jaga kalau ada yang hilang. Berikut ini adalah hal-hal yang harus ada dalam interpretasi. 3. yaitu melakukan analisis terhadap data yang diperoleh melalui instrumen yang digunakan untuk mengambil data. dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam tindakan berikutnya bagi orang-orang lain yang berkepentingan/ berwenang (Cronbach dalam Ratna Widiastuti. 2.d. maka hasil asesmen harus diinterpretasikan sebagai sarana untuk mengetahui kebaikan klien. d) gunakan sistem kartu-kartu dalam map. tes bakat. perlu dilakukan beberapa langkah sebagai berikut: a) yakinkan semua data telah tersedia. program statistik dapat dengan mudah dilakukan dengan bantuan komputer. SPSS.

yaitu dengan cara: 1. menentukan fokus yang akan dinilai (misal cara klien dalam merespon. atau bahkan bisa jadi konselee perlu mendapatkan rujukan (refferal) kepada pihak ketiga. akan tetapi evaluator hanya memberikan pandangan saja dari sekian banyak pandangan. atau wawancara) 3. 2010) menyatakan bahwa para evaluator telah mengembangkan metode yang sistematik untuk melakukan interpretasi. Tindak lanjut Tindak lanjut adalah menindak lanjuti hasil asesmen atau penggunaan hasil asesmen dalam konseling. melakukan analisis data yang diperoleh dan membicarakan hasilnya dengan klien 5. (5) bertanya kepada kelompok penilai. (6) membandingkan variabel-variabel penting dengan hasil yang diharapkan. 5. demokrasi aturan. ide-ide pemecahan masalah. jika klien mengalami gangguan dislesia maka perlu dirujuk ke terapis khusus yang menangani gangguan tersebut. Diantara metodemetode tersebut yang sering dipakai akhir-akhir ini adalah: (1) menentukan apakah tujuan telah dicapai. (4) menentukan nilai pencapaian. Namun demikian. Rujukan diperlukan jika guru pembimbing/ konselor tidak mempunyai kewenangan atau tidak mempunyai kemampuan untuk menangani masalah yang dihadapi klien. Untuk konseling yang berbasis individu. melihat kembali data. dan (8) menafsirkan hasil analisis dengan prosedur yang menghasilkannya. dalam Ratna Widiastuti. dan prinsip-prinsip etik tidak dilupakan. melaporkan data yang telah diolah (laporan hasil konseling) . maka klien perlu dirujuk ke psikiater. (7) membandingkan analisis yang dilaporkan oleh program yang usahanya sama. dan sebagainya) 2. (2) menentukna apakah hukum. (3) menentukan apakah analisis kebutuhan telah dikurangi. Beberapa kegiatan tindak lanjut diantaranya adalah apakah konselee perlu melakukan konseling yang memfokuskan pada aspek yang berbeda lainnya. menanggapi data dengan cermat. apakah klien perlu mendapatkan tritmen tertentu. norma-norma. menggunakan teknik penilaian yang telah ditentukan 4. menentukan teknik untuk penilaian (misal dengan observasi. dan 6. Misalnya jika klien sudah mengalami gangguan psikotik. konferensi kasus. menilai keberhasilan dan kegagalan.Worthen dkk. maka langkah-langkah khusus peerlu dilakukan. menginterpretasikan data bukan hanya pekerjaan evaluator saja. pengambilan keputusan. menilai kelebihan dan kelemahan penafsiran.

b) Adanya masalah yang dihadapi klien yang harus dipecahkan. adalah fungsi bimbingan yang sifatnya mencegah. e) Memiliki rasa tanggung jawab. c) Membuat pilihan secara sehat. terjadi dalam suasana profesional untuk memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien”. 5) Prinsip Bimbingan Konseling. Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas.c. Fungsi pemahaman ini meliputi: 1. dan unsur cara pengatasannya sendiri”. c) Fungsi perbaikan. . yakni mengenal dirinya dan kekhususan dirinya sendiri. Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah suatu proses bantuan dari seseorang kepada orang lain secara berkelanjutan untuk mengembangkan pandangannya sendiri. Walgito menyatakan bahwa “konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara. Pemahaman tentang lingkungan siswa termasuk keluarga. dan lingkungan sekolah terutama oleh siswa sendiri dan konselor. 3) Fungsi Bimbingan Konseling. yaitu: a) Konselor sejak awal harus memiliki kinerja yang tinggi sehingga harus bekerja keras melaksanakan bimbingan. Belki dalam Marsudi mengemukakan ada 6 (enam) prinsip bagi konselor agar bimbingan konseling di sekolah memiliki makna. membuat keputusan sendiri. artinya bahwa kegiatan bimbingan bukan sekali jadi melainkan sebagai suatu proses berkelanjutan sesuai dengan dinamika perkembangan individu. menghambat. 1) Pengertian Konseling. fungsi pemahaman akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak tertentu (konselor) guna mengembangkan kemampuan siswa. saling menghargai dan menghormati sehingga tumbuh saling percaya mempercayai. adalah bimbingan yang menghasilkan terpecahkannya masalah yang dihadapi individu (siswa) siswa yang sedang bermasalah ibarat berada dalam kondisi yang tidak enak. c) Klien sangat memerlukan bantuan dari konselor dalam memecahkan masalah. Berdasarkan kedua pendapat di atas maka konseling dapat didefinisikan sebagai bantuan yang diberikan konselor kepada klien dalam memecahkan masalahnya yang terjadi dalam suasana profesional dengan wawancara untuk memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien dan mencapai kehidupan yang sejahtera. menghindarkan diri subyek bimbingan agar terhindar dari permasalahan yang dapat mengganggu. g) Dapat memecahkan konflik. Selanjutnya Haditono menyatakan bahwa “bimbingan adalah bantuan dari seseorang kepada orang lain baik anak-anak. Peran dan Fungsi Guru BK Bimbingan itu suatu proses. orang muda maupun orang tua untuk mengembangkan pandangannya sendiri. e) Konselor membantu untuk meningkatkan kemampuan agar klien mampu memecahkan masalahnya sendiri. h) Membuat keputusan secara efektif. d) Mampu menghargai orang lain. dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapinya untuk mencapai kesejahteraan hidupnya”. Marsudi dkk mengemukakan bahwa tujuan bimbingan konseling adalah: a) Memiliki kesadaran diri. termasuk informasi pendidikan. b) Fungsi pencegahan (preventif). membuat keputusan sendiri dan unsur pengatasannya sendiri. 3. informasi nilai budaya. Pepinsky mengemukakan bahwa “konseling adalah interaksi yang terjadi antara dua orang individu. Pemahaman tentang subyek sasaran 2. 2) Unsur-unsur Bimbingan Konseling. atau menimbulkan kesulitan dalam proses perkembangan. ia perlu bantuan orang lain agar kondisinya berubah menjadi enak. pengobatan (curative). d) Ada hubungan timbal balik. informasi jabatan. f) Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi. Marsudi dkk menyatakan bahwa bimbingan konseling mempunyai fungsi: a) Fungsi Pemahaman. masing-masing sebagai konselor dan klien. 4) Tujuan Bimbingan Konseling. b) Mengembangkan sikap positif. Bimbingan konseling mempunyai unsur-unsur yang dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Adanya wawancara langsung (face to face) dari dua individu. satu sebagai konselor dan yang lain sebagai klien.

Sementara dalam Undang-undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 dan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28. Azas kegiatan. suka mengganggu teman. pemalu dan sebagainya. kepribadiannya. c) Guru harus memiliki kompetensi arif. konselor. Azas keahlian. siswa yang mungkin putus sekolah. b) Guru harus memiliki kompetensi kepribadian yang dewasa dimana guru harus menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru. dosen. e) Konselor mampu mengembangkan potensi siswa melalui berbagai kegiatan.b) Konselor harus bekerja secara profesional menghindarkan sikap elitis (kesombongan. tutor. Secara rinci kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berupa : a) Guru harus memiliki kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator berupa: bertindak sesuai dengan norma hukum bertindak sesuai dengan norma sosial. dan berwibawa. yaitu kompetensi pedagogik. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. Pada tingkat tinggi. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. menilai hasil pembelajaran. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.” Selanjutnya pada Pasal 39 ayat 2. dewasa. Kompetensi Atau Kemampuan Yang Dimiliki Oleh Guru Guru atau pendidik dalam Pasal 1 Ayat 6 Undang-undang No. pertama orang yang menyandang suatu profesi. Kompetensi pedagogik ini memiliki subkompetensi berupa : a) Pemahaman peserta didik secara indikator esensial. Azas keterbukaan. Azas alih tangan. Azas kesukarelaan. instruktur. pamong belajar. kinerja itu dimuati unsur-unsur kiat atau seni yang menjadi ciri tampilan profesional seorang penyandang profesi. 2009: 12-15). Azas keterpaksaan. serta modalitas belajar siswa. kompetensi professional. keangkuhan) profesional dan atau menjaga hubungan harmonis dengan personil sekolah yang lain. f) Konselor mampu bekerja sama secara efektif dengan kepala sekolah untuk menegakkan citra bimbingan konseling. sekolah dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. kinerja seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya. Azas kekinian. Kedua. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Azas Tut Wuri Handayani. dinyatakan bahwa: ”Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. prestasi rendah. B. memiliki masalah. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap. (Uji Windiyanto. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa “Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. 2. Orang yang profesional biasanya melakukan pekerjaan secara otonom dan mengabdikan diri pada pengguna jasa dengan disertai rasa tanggung jawab atas kemampuan profesionalnya itu. fasilitator. yakni guru haruslah memahami peserta didik berdasarkan perkembangan kognitif yang dimilikinya. disebutkan bahwa guru yang berkualitas harus memiliki empat kompetensi. dimana guru harus berperilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. et al (1991:20) dan Danim (2002: 22) professional menunjuk pada dua hal. kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. stabil.” Menurut Sanusi. Azas normative. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. f) Guru harus memiliki kompetensi dalam evaluasi diri dan pengembangan diri dimana dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan berintrospeksi dan mengembangkan potensi diri secara optimal. melakukan pembimbingan dan pelatihan. c) Konselor harus mampu menerjemahkan peranannya dalam kegiatan nyata atau layanan bimbingan yang dilakukan memberi manfaat nyata bagi siswa. . Marsudi dkk mengemukakan bahwa azas-azas bimbingan konseling adalah: Azas Kerahasiaan. widyaiswara. d) Konselor bertanggung jawab kepada semua siswa baik siswa yang gagal. e) Guru harus memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki tindakan yang sesuai dengan norma religius dan perilaku yang bisa diteladani oleh peserta didiknya. Azas kedinamisan. d) Guru harus memiliki kepribadian yang berwibawa. bangga sebagai guru dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. Keempat kompetensi yang dimaksud diterangkan berikut ini: 1. Kompetensi pedagogik Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta didik. mengalami kesulitan belajar. Azas kemandirian. 6) Azas-azas Bimbingan Konseling. dimana sikap guru menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan untuk peserta didik. arif.

memahami struktur. artinya tidak mengalami gangguan jiwa ataupun kelainan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas profesionalnya. Dimana kompetensi guru haruslah: a) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. kompetensi profesional. mencintai. dimana guru dituntut untuk memahami landasan kependidikan. dan memiliki dedikasi yang tinggi pada tugas dan jabatannya. peserta didik. Kompetensi professional memiliki subkompetensi berupa: a) Menguasi substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi dengan memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah. Menurut Mulyasa. e) Mengembangkan peserta didik dimana guru haruslah memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik maupun potensi non akademik. (Kristian Hendrik. mempu menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar. Kompetensi Profesional Kompetensi professional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. C. dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. stabil. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. Kompetensi sosial Merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. dan berwibawa . dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. mengabdi.b) Merancang pembelajaran. 2. Standar moral: dimana guru harus memiliki budi pekerti luhur dan sikap moral yang tinggi. dewasa. Standar psikis: guru harus sehat rohani. Standar spiritual: guru harus beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang diwujudkan dalam ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi kepribadian guru itu terdiri atas: a. berbadan sehat. 7.Saat ini guru dianggap sebuah profesi yang sejajar dengan profesi yang lain. b) Menguasai struktur dan metode keilmuan dimana seorang guru dituntut untuk menguasai langkah-langkah penelitian kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi secara professional dalam konteks global. menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik. Guru yang profesional adalah “guru yang mempunyai sejumlah kompetensi yang dapat menunjang tugasnya yang meliputi kompetensi pendagogik. 4. Standar sosial: seorang guru harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan bergaul dengan masyarakat lingkungannya. kompetensi yang ingin dicapai. yang mencangkup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya. memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait. b) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. Standar mental: dimana guru harus memiliki mental yang sehat. serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih. sosial. Karena guru memegang kunci dalam pendidikan dan pengajaran disekolah. sesama pendidik. dan tidak memiliki penyakit menular yang membahayakan diri. dan materi ajar. konsep dan metode keilmuan yang koheren dengan materi ajar. Guru adalah pihak yang paling dekat dengan siswa dalam pelaksanaan pendidikan sehari-hari. kompetensi sosial maupun kompetensi pribadi”. c. tenaga kependidikan. 2010 : ) Kompetensi kepribadian merupakan kompetensi personal seorang guru. Guru merupakan pribadi yang dapat menjadi contoh bagi yang lain. b. c) Melaksanakan pembelajaran yang kondusif dimana setting pembelajaran adalah komponen pokok yang harus diperhatikan. dan guru merupakan pihak yang paling besar peranannya dalam menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan. sehingga seorang guru dituntut bersikap profesional dalam melaksanakan tugasnya. arif. 3. berakhlak mulia. dan kebudayaan nasional Indonesia. orang tua/ wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Standar fisik: guru harus sehat jasmani. Tandar intelektual: guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik dan professional. 5. 3. Karteristik Kepribadian Guru Guru memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. c) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didk dan masyarakat sekitar. menerapkan teori belajar dan pembelajaran. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur. hukum. 6. Bertindak sesuai dengan norma agama. d) Merancang dan melaksanakan evaluasi dimana indikatornya guru dapat merancang dan melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar. dan lingkungan. pendidik perlu memiliki standar berupa : 1. 4. dan mampu memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan kualitas program pembelajaran. Kompetensi ini merupakan sosok kepribadian seorang guru yang berkarakter sebagai orang Indonesia serta pribadi yang ideal dari orang yang menjadi teladan di masyarakat.

sabar. dan konsisten). 2) Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlah peserta didik. 6) Memiliki kepibadian dan prilaku yang terpuji (seperti berwibawa. tetapi juga mengembangkan karakter dan kepribadian peserta didik. e. (Sunaryo Kartadinata. harapan dan nilai-nilai yang dianut. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. atau bebas dari masalah.d. Pelayanan BK di sekolah merupakan kegiatan untuk membantu siswa dalam upaya menemukan dirinya. klinis. Padahal. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. 2010). pengembangan potensi. yaitu membantu peserta didik mengenali potensi dan mengembangkan kepribadiannya. Seorang guru bimbingan dan konseling harus memilki kompetensi dalam bidangnya termasuk kompetensi kepribadian yaitu : 1) Mengaplikasikan pendangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. atau searah dengan potensi. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. jujur. kecerdasan suatu bangsa tidak terbentuk dari penjumlahan kecerdasan dari setiap warganya. bermoral. seorang individu memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. Menunjukkan etos kerja. sukses dalam persiapan karir dan sukses dalam hubungan kemasyarakatan. Pendidikan di Indonesia baru sampai pada tujuan mencerdaskan anak didik secara individual saja. social. Perkembangan seorang individu tidak lepas dari pengaruh lingkungan. tanggungjawab yang tinggi. yaitu: sukses bidang akdemik. dan terpusat pada konselor. 3) Menghargai dan mengembagkan potensi positif individu pada umumnya dan individu pada khususnya. atau di luar jangkauan kemampuan. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). dan rasa percaya diri. 7) Memiliki emosi yang stabil 8) Memliki Kasih sayang dan perhatian terhadap individu yang memerlukan bantuan. proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. Konselor sekolah adalah konselor yang mempunyai tugas. Pendidikan Indonesia saat ini juga belum bisa membentuk watak dan karakter bangsa. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai seorang individu. dan pengentasan masalah-masalah individu. penyesuaian terhadap lingkungan serta dapat merencanakan masa depannya. tanggung jawab. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. ramah. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli. 5) Memiliki sifat demokratis. 4) Memiliki integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat. Berikut ini adalah karakteristik kepribdian guru dalam tiap spesifikasinya : a. Pelayanan bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. Oleh sebab itu peran guru bimbingan dan konseling ataupun konselor penting untuk menyelenggarakan pendidikan yang utuh. Pendidikan hanya cenderung untuk meningkatkan kemampuan akademis semata. lurus. Pada hakikatnya pelaksanaan BK di sekolah untuk mencapai tiga kesuksesan. Dengan kata lain. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. rasa bangga menjadi guru. Di sinilah peran guru bimbingan dan konseling. psikis maupun sosial. Pendidikan yang utuh adalah pendidikan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademis. Peran guru bimbingan konseling dan konselor semakin penting karena saat ini penyelenggaraan pendidikan di Indonesia masih dalam makna sempit. . Pendidikan juga belum menanamkan kecerdasan kultural kepada peserta didik sehingga potensi bangsa kurang tergali. untuk mencapai kematangan tersebut. Guru BK Sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses ke arah kematangan atau kemandirian. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). individual dan berpotensi. baik fisik. Standar dimaksud adalah standar kompetensi kemandirian. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). Disamping itu dapat dikatakan bahwa proses perkembangan seorang individu tidak selalu berlangsung secara mulus. Pentingnya peran pendampingan dan konseling disebabkan pendidikan masih dimaknai secara sempit. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi.

Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan. 10) Menampilkan toleransi tinggi terhadap individu yang menghadapi stress dan frustasi. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam: 1. 11) Penuh kesabaran. Tugas Guru BK/Konselor dan Pengawas Bimbingan dan Konseling Menurut PP No. Pengembangan kehidupan pribadi. dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah. wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. 12) Mau mendengarkan keluhan orang lain. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami.9) Memiliki kepedulian kepada orang lain. 74 Tahun 2008 A. minat. . Tugas Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas. menilai bakat dan minat. peka dan bersifat empati serta menghargai perubahan dan keraguan. bakat. potensi. 13) Mendorong dengan ikhlas. 14) Mampu berkomunikasi dengan efektif. tanggungjawab.

kelompok belajar. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua atau keluarganya. 4. dan kegiatan ekstra kurikuler. Layanan mediasi. serta memilih dan mengambil keputusan karir. 5. sistematis. kegiatan belajar. 6. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. kemampuan hubungan sosial. 2. Pengembangan karir. Kunjungan rumah. komprehensif. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. baik tes maupun nontes. kemampuan sosial. terpadu dan bersifat rahasia. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. 4. 6. Beban Kerja Minimum Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Beban kerja guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dan paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk layanan tatap muka terjadwal di kelas untuk layanan klasikal dan/atau di luar kelas untuk layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu . yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka. 2. dinamis. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. sosial. jurusan/program studi. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. berkeadilan dan bermartabat. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. Layanan penguasaan konten. Layanan konsultasi. Pengembangan kehidupan sosial. dan pendidikan lanjutan. Himpunan data. dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik 9. magang. 5. Layanan konseling perorangan. Layanan informasi. 3. terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah. Layanan penempatan dan penyaluran. Layanan konseling kelompok. dan karir/jabatan. Tampilan kepustakaan. keluarga. Pengembangan kemampuan belajar. 4. 3. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. Layanan orientasi. Aplikasi instrumentasi. terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. 7. belajar. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. karir/jabatan. Jenis layanan adalah sebagai berikut: 1. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. yang bersifat terbatas dan tertutup. Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh: 1. karir/jabatan. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. 3. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. 8. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. program latihan. dan pengambilan keputusan. melalui aplikasi berbagai instrumen. industri dan masyarakat. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. Konferensi kasus. Layanan bimbingan kelompok.2. Alih tangan kasus. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. yaitu kegiatan memperoleh data. pemahaman. kegiatan belajar.

Melaksanakan penilaian adalah menilai kinerja guru dalam merencanakan. Tugas Pengawas Bimbingan dan Konseling Lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling untuk melaksanakan tugas pokok diatur sebagai berikut: 1. Program tahunan. Kegiatan penyusunan program semester oleh setiap pengawas ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK. Penyusunan RKBK ini diperkirakan berlangsung 1 (satu) minggu. dan (3) rencana kepengawasan akademik (RKA). penilaian dan instrumen pengawasan. dan RKBK sekurang-kurangnya memuat aspek/masalah. a. Penyusunan laporan oleh pengawas merupakan upaya untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan atau keterlaksanaan program yang telah direncanakan. Penyusunan Program Pengawasan Bimbingan dan Konseling      Setiap pengawas baik secara berkelompok maupun secara perorangan wajib menyusun rencana program pengawasan. Rencana Kepengawasan Bimbingan dan Konseling (RKBK) merupakan penjabaran dari program semester yang lebih rinci dan sistematis sesuai dengan aspek/masalah prioritas yang harus segera dilakukan kegiatan supervisi. strategi/metode kerja (teknik supervisi). sumberdaya yang diperlukan. Ekuivalensi kegiatan kerja pengawas bimbingan dan konseling terhadap 24 (dua puluh empat) jam tatap muka menggunakan pendekatan jumlah guru yang dibina di satu atau beberapa sekolah pada jenjang pendidikan yang sama atau jenjang pendidikan yang berbeda. . 2. Program pengawasan terdiri atas (1) program pengawasan tahunan. b. Uraian lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut. Kegiatan penyusunan program tahunan ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. skenario kegiatan. Kegiatan ini dilakukan di sekolah binaan. program semester. Sedangkan beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah membimbing 40 (empat puluh) peserta didik dan guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah/madrasah membimbing 80 (delapan puluh) peserta B. d. Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang dilakukan oleh setiap pengawas pada setiap sekolah tempat guru binaannya berada. Jumlah guru yang harus dibina untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) dan paling banyak 60 guru BK. Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas program pengawasan tahunan di tingkat kabupaten/kota. sesuai dengan uraian kegiatan dan jadwal yang tercantum dalam RKBK yang telah disusun. Pemantauan dan Penilaian    Kegiatan supervisi bimbingan dan konseling meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan kegiatan dimana terjadi interaksi langsung antara pengawas dengan guru binaanya. Menyusun Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan    Setiap pengawas membuat laporan dalam bentuk laporan per sekolah dari seluruh sekolah binaan. Laporan ini lebih ditekankan kepada pencapaian tujuan dari setiap butir kegiatan pengawasan sekolah yang telah dilaksanakan pada setiap sekolah binaan. c.dan yang memerlukan. pemantauan atau penilaian. tujuan. Program pengawasan tahunan pengawas disusun oleh kelompok pengawas di kabupaten/kota melalui diskusi terprogram. (2) program pengawasan semester. Menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah dengan segera setelah melaksanakan pembinaan. 3. indikator keberhasilan. Melaksanakan Pembinaan. melaksanakan dan menilai proses pembimbingan.

d a n / a t a u l a t i h a n b a g i perannya di masa yang akan datang Pasal 1 A ya t 8 : T e n a ga p e n d i d i k a n a d a l a h a n g g o t a m a s ya r a k a t ya n g bertugas membimbing . seminar.Peraturan Pemerintah 1. observasi.PP No.PP No. mengenallingkungan dan merencanakan masa depan Ayat 2:Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing Ayat 3:Pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) dan Ayat (2) diatur oleh Menteri 2. 28 / 1990 : Pendidikan Dasar BAB X Pasal 25 Ayat 1:Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadasiswa dalam rangka upaya menemukanpribadi. DASAR LEGAL BIMBINGAN DAN KONSELING A. Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK ini dapat dilakukan melalui workshop.   Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok di Musyawarah Guru Pembimbing (MGP). p e n g a j a r a n . mengajar dan / atau melatih peserta didik B. Kegiatan dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi yang akan ditingkatkan. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X Pasal 27 Ayat 1: Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadasiswa dalam rangka upaya menemukan pribadi. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X2.PP No. individual dan group conference.Undang-Undang No : 2 / 1989 : Sitem Pendidikan Nasional Ayat 1 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan pesertad i d i k m e l a l u i k e gi a t a n b i m b i n g a n . Dalam pelatihan diperkenalkan kepada guru cara-cara baru yang lebih sesuai dalam melaksanakan suatu proses pembimbingan. mengenallingkungan dan merencanakan masa depanAyat 2: Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing .

p e m e l i h a r a a n d a n pengembangan dalam bidang bimbingan pribadi. informasi. 84 / 1993 : Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Pasal 3 : Tugas Pokok Guru.penempatan dan penyaluran. melaksanakan programbimbingan.Persiapan program pengajaran/ praktik/ BK b. pembelajaran.” Pasal 1 . Guru Dewasa Tingkat 1 dalammelaksanakan PBM atau BK:a. belajar dan karir (12) Evaluasi pelaksanaan BK adalah kegiatan menilai layanan BK dalambidang bimbingan pribadi. p e m b e l a j a r a n . orientasi. tanggung jawab. sosial. ayat : (1) Standart prestasi kerja Guru Pratama s. m e n y a j i k a n p r o g r a m pengajaran. M e n y u s u n p r o g r a m p e n g a j a r a n .b. analisis hasil evaluasi belajar. p e n g e n t a s a n .Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah / Madrasah Diniyah / Sekola DasarLuar Biasa. 118 / 1995: Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah d a n Angka Kreditnya Sebagaimana dimaksdukan dalam angka (1) mempunyai bidangpengawasan sbb:a. M e n y u s u n P r o g r a m Bimbingan. konseling kelompok dan bimbingan kelompok(14) Tindak Lanjut pelaksanaan BK adalah kegiatan menindaklanjutihasil analisis evaluasi layanan .Bidang pengawasan Taman Kanak-2 / Raudhatul Athfal/ bustanul Athfal.p e m a h a m a n . informasi. evaluasi p e l a k s a n a a n b i m b i n g a n . p e n c e g a h a n .wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlahpeserta didik (10)Penyusunan program BK adalah membuat rencana P e l a y a n a n B K dalam bidang bimbingan pribadi.Penyajian program pengajaran/ praktik/ BK c . 2. ataub . 25 Tahun 1993 “Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.serta menyusun program perbaikan dan pengajaran.No.3 . terhadappeserta didik yang menjadi tanggung jawabnya . belajar dan karir (11) Pelaksanaan BK adalah melaksanakan fungsi pelayanan . konseling kelompok danbimbingan kelompok Pasal 4. k o n s e l i n g i n d i v i d u . 7 4 / 2 0 0 8 : Tugas Guru BK / Konselor dan PengawasBimbingan dan konseling SK M ENP AN 1.Bidang Pengawasan Rumpun Mata Pelajaranc. sosial. E v a l u a s i program pengajaran/ praktik/ BK (2)Standart . penempatan danpenyaluran.Bidang Pengawasan Pendidikan Luar Biasad. S K B M E N D I K B U D d a n K E P A L A B A K N No : 0433 / P / 1993 dan No.d. evaluasi belajar. adalaha . P P N o . a n a l i s i s pelaksanaan bimbingan. ayat : (4)Guru Pembimbing adalah guru yang mempunyai tugas.No. sosial. dan tindak lanjut dalam programbimbingan terhadap peserta didik yang m e n j a d i t a n g g u n g jawabnya. konseling individu.Bidang Pengawasa Bimbingan dan Konseling D . orientasi. belajar dan karir (13)Analisis Evaluasi pelaksanaan BK adalah menelaah hasil evaluasipelaksanaan BK yang mencakup layanan .

d. Fungsi Check List 1. 1985:150)Check list merupakan daftar yang berisi unsur-unsur yang mungkin terdapat dalamsituasi atau tingkah laku atau kegiatan individu yang diamati (Depdikbud:1975:56). Sebagai inventory ( alat pencatat hasil observasi yang dipergunakan seseorang dalammengamati diri sendiri/pengguna daftar cek selain sebagai observer juga sebagaiobservee ). p a d a a y a t ( 2 ) sesuai dengan jenjang jabatannya ditambah melaksanakan program BK di kelas yang menjad tanggung jawabnya Pasal 5 . Pengertian Check List merupakan suatu daftar yang mengandung atau mencakup faktor-faktor yang ingin diselidiki (Bimo Walgito.Evaluasi program pengajaran/ praktik/ BK ( 3 ) K h u s u s S t a n d a r t p r e s t a s i k e r j a G u r u K e l a s . C.prestasi kerja Guru Pembina s. padaayat (1) ditambah :a.Penyusunan program pengajaran/ praktik/ BK c.2. s e l a i n t s b . Faktor-faktor yang diperoleh ini dapat terperinci menurut keperluanyaitu sesuai dengan persiapan dan rencana yang telah dibuat sebelum daftar cek inidisiapkan. D. Tujuan dan maksud Check List Untuk mengetahui / mengecek ada tidaknya sifat/kebiasaanketerampilan/pengalaman dan pengetahuan dari seseorang.Analisis hasil evaluasi pengajaran/ praktik/ BK b. selain tsb. Guru Utama. ayat : (1)Jumlah peserta didik yang harus dibimbing oleh seorang GP adalah 150orang MATERI VDAFTAR CEK (CHECK LIST)A. Manfaat Check List Untuk mendapatkan faktor-faktor yang relevan dengan masalah yang sedang menjadipusat perhatian. B. Sebagai alat pencatat hasil observasi ( pengguna daftar cek hanya sebagai observer ) .Dari pengertian di atas disimpulkan bahwa check list merupakan salah satumetoda untuk memperoleh data yang berbentuk daftar yang berisi pernyataan danpertanyaan yang ingin diselidiki dengan memberi tanda cek oleh individu/kelompok.

Instruksi atau petunjuk cara mengerakan. Topik. Data semacam ini kurang dapat diperoleh melalui teknik lain seperti observasi. 3. Petunjuk bagi instruktor Kecakapan melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan. Efisiensi DCM dikatakan efisien. a. c. Kegunaan DCM Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan DCM yaitu : 1. Alasan Penggunaan DCM Terdapat beberapa pertimbangan dalam penggunaan Daftar Cek Masalah. d. wawancara dan sebagainya. Petunjuk yangharus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instructor dan petunjuk bagi siswa. antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang sedang ia alami. Fungsi Daftar Cek Masalah 1. Isi Daftar Cek Masalah Daftar Cek Masalah berisi: a. mendalam dan luas. b.BAB IV DAFTAR CEK MASALAH Kegiatan belajar 3 A. Kedua kecakapan . Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan data yang diperoleh dengan cara/alat lain. dan (d) mampu memanfaatkan data dari daftar cek untuk kepentingan bimbingan. Untuk melengkapi data yang sudah ada. 2. disamping jumlah item kemungkinan masalah yang cukup banyak. (b) mampu melaksanakan asesmen dengan menggunakan daftar cek. B. 2. Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus. Untuk menyarankan suatu preoritas program pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai dengan masalah individu maupun kelompok saat itu. c. autobiografi. dan (2) Pelaksanaan. 2. Pengertian Daftar Cek Masalah (DCM) Daftar cek masalah (DCM) adalah sebuah daftar kemungkinan masalah yang disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah yang pernah atau sedang dialami seseorang. Intensif Dikatakan intensif. Topik-topik masalah dan butir-butirnya. 4. karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat. 5. Validitas dan reliabilitas. Topik ini berdasarkan pengolahan tertentu tentang masalah. Dengan daftar cek masalah memungkinkan individu mengingat kembali masalahmasalah yang pernah dialaminya. Fungsi dan kegunaan DCM a. 4. (c) mampu melakukan analisis terhadap data hasil daftar cek. yakni sebelum melaksanakan. 3. b. Petunjuk Pengadministrasian DCM Agar hasil penelitian ini valid dan reliable perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM. b. karena data problem yang diperoleh melalui DCM lebih teliti. Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan daftar cek sebagai salah satu teknik untuk memahami konseli yang hendak dibmbingnya. Uraian materi 1. Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan kelompok pada umumnya.yaitu : a. Sebagai indikator peserta telah mampu memanfaatkan daftar cek ditunjukkan dalam (a) menyusun daftar cek sesuai tujuan dan subyek yang difahami. yakni menjelang dan pada waktu mengerjakan. 3. Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dihadapi. Dikatakan valid dan reliabel. Ruangan tempat identitas siswa yang mengerjakan DCM.

b. f. B. C. siswa harus duduk tenang. sementara para siswa memperhatikan sambil membaca petunjuk tersebut dalam hati.tersebut dirinci lebih jauh berikut : 1. siswa yang ikut mengerjakan DCM adalah 120 orang. Konversi harga itu. Memberi contoh (misalnya dengan menulis di papan tulis) cara mengerjakan DCM. Membagikan lembar DCM. 3. Langkahlangkah menganalisis adalah sebagai berikut: a) Menjumlahkan banyaknya siswa yang mempunyai butir masalah yang sama untuk tiap butir. Mengumpulkan pekerjaan siswa. antara lain: a. menghindari suara yang mengganggu. Menyiapkan bahan sesuai dengan jumlah siswa. tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu. menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan. 4. Analisis DCM Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan. dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah (butir masalah yang dicek) dengan jumlah butir topic masalah. Mencari jenjang (ranking) masalah. Memberi perintah mengerjakan DCM. sedangkan jumlah semua topik keluarga ialah 30. hanya akan merugikan dirinya sendiri. a. Siswa harus mematuhi bagaimana cara mengerjakan DCM. c. Mengontrol situasi ruangan. Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya. Apabila dinyatakan dalam rumus. m mm x 100 % = . m = banyak siswa yang mengerjakan DCM Contoh: 30 orang siswa bermasalah untuk butir nomor 65. b. 4.50% = 4 = D (kurang) 51 % . petunjuk cara mengerjakan DCM. Analisis Kelompok Langkah-langkah menganalisa secara kelompok meliputi analisis per butir dan analisis per topik masalah. 6. Atau n nm x 100 % Dengan keterangan: nm = jumlah butir yang menjadi masalah pada satu topik masalah.100 % = 2 = E (kurang sekali) 2-30 Pemahaman Individu Contoh: Abas mencek 6 butir masalah keluarga. ialah: m mm x 100% Dengan keterangan mm = banyak siswa yang bermasalah untuk butir tertentu. i. Siswa harus menulis identitasnya sendiri. memperingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang dan teliti dan memberitahukan bahwa waktu yang disediakan cukup lama. 2. D dan E.10 % = 8 = B (cukup baik) 11 % . Menerangkan maksud konselor menggunakan DCM itu. Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah. e. maka persentase masalah keluarga Abas adalah: n nm x 100% = 30 6 x 100% = 20 % Jadi predikat hubungan keluarga Abas adalah: C (cukup) b. dan motivasi pada siswa. Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A. sebagai berikut: 0 % = 10 = A (baik) 1 % . Mencari presentasi per topik masalah. Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius. Hal-hal penting dalam persiapan adalah: a. h. 3. j. Kedua analisis tersebut dijelaskan berikut : 1) Analisis per butir masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui butir masalah apa yang pada umumnya dhadapi oleh siswa. b. Petunjuk bagi siswa Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa. Menguasai benar. 2. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan. n = jumlah butir pada topik masalah itu. d. 2. yaitu: 1.25 % = 6 = C (cukup) 26 % . Mengontrol apakah para siswa telah mengerjakan DCM dengan benar. b) Mencari % masalah dengan cara mencari rasio antara banyak siswa yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah siswa. Analisis ini meliputi analisis individual dan analisis kelompok. Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM. Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM. dengan cara mengurutkan % topic masalah mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil. Analisis Individual Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menganalisis individual (per siswa) ini adalah: 1. untuk menimbulkan kepercayaan. g. Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis.

120 30 x 100 % = 25 % Maka predikat permasalahan butir ini bagi para siswa adalah C (cukup) 2) Analisis per topik masalah Analisa ini bertujuan untuk mengetahui topic masalah apa yang pada umumnya dihadapi oleh siswa. Individu ini dicatatat sebagai individu yang mempunyai masalah khusus. Penggunaan hasil analisis DCM dalam penyusunan program BK Hasil analisis DCM dilengkapi dengan data yang diperoleh dengan teknik-teknik lain. Penyajian individual No. Penyajian ini baik secara individual maupun kelompok. Masalah STATUS . kali jumlah peserta. D atau E) ke dalam lajur kolom yang sesuai. Pemindahan hasil analisis data DCM ke dalam daftar pribadisiswa Hasil analisis DCM merupakan data pelengkap daftar pribadi siswa. Memasukkan predikat masalah (A. b. Penyajian kelompok : Masalah yang dihadapi siswa 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 1a 1b 1c 1d Pribadi Keluarga . pengembangan dan penyembuhan sebelum masalah-masalah itu menjadi akut. c) Harus diketahui jumlah siswa yang mempunyai masalah. jumlah siswa yang ikut mengerjakan DCM. Hampir semua aspek kepribadian dalam daftar pribadi dapat dilengkapi dengan data DCM. Atau dengan rumus: NxM NmxMn x 100% Dengan keterangan: Nm = jumlah butir masalah Mn = jumlah siswa yang mempunyai masalah N = jumlah butir dalam topik masalah M = jumlah siswa (peserta) 3) Masalah individual Dari penjumlahan tiap butir masalah. 3. B.0 + ++ 1. Langkah-langkah dalam menganalisis adalah sebagai berikut: a) Harus diketahui. Efisiensi pelayanan. Mendalami masalah individual maupun masalah kelompok. dapat dipergunakan untuk merencanakan program BK. Memprioritaskan masalah yang harus segera ditangani. Caranya. 9. 8. C. yaitu pencegahan. Penyajian Hasil Analisis DCM Hasil analisis DCM perlu disajikan untuk dimasukkan dalam cumulative record agar sewaktu-waktu diperlukan dapat dengan mudah ditemukan dan dapat dipergunakan dengan mudah.. b) Harus diketahui jumlah butir yang menjadi masalah siswa. c. Penyusunan program BK ini adalah dalam rangka: a. d) Persentase adalah rasio antara jumlah butir masalah kali jumlah siswa yang bermasalah dengan jumlah butir dalam topik masalah. sering kita jumpai masalah yang hanya dialami oleh 1 orang. 2. b. 7. a.. Teliti lebih dahulu butir-butir aspek kepribadian dalam daftar pribadi yang relevan dengan topik masalah dalam DCM. baik program individual maupu program kelompok. Hubungan keluarga Pekerjaan Hubungan dengan teman Kepribadian E E E E D D D D C C C C B B B B A A A A b. sebagai berikut: a. 4.

Tes Formatif 1. Tunjukkan alas an saudara. 2. DCM sangat berguna untuk melengkapi data. kebutuhan mana yang paling menonjol belum terpenuhi. Sebarkan daftar cek yang telah saudara susun kepada sekurangkurangnya 30 orang siswa. Lembar Kegiatan 1. tetapi perlu memahami intensitas masalah BAB V TEKNIK SOSIOMETRI . dan kebutuhan mana yang khas pada siswa tertentu sehingga jelas kebutuhan mana yang perlu segera mendapat preoritas dalam program bimbingan di sekolah D. Latihan Susunlah daftar cek dengan keterangan sebagai berikut : 1. Jelaskan untuk apa biasanya daftar cek digunakan dalam kegiatan bimbingan dan konseling 3. Daftar cek digunakan lantara efisien dan intensif bagi pengungkapan masalah-masalah yang dialami individu. kemudian laporkan puladalam bentuk sajian individual dan kelompok E. Analisis DCM bisa dilakukan secara individual maupun kelompok F. Tujuan penyusunan daftar cek adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pemenuhan kebutuhan siswa. mendalami masalah individu maupun kelompok. Tuliskan pengertian daftar cek masalah dengan kalimat saudara sendiri 2. Rangkuman Daftar cek yang sangat bermanfaat bagi konselor utamanya dalam menggali informasi tentang masalahmasalah yang terkadang sudah terlupakan oleh individu. Subyek yang hendak diteliti adalah siswa SMTP kelas 1 2. Lakukan analisis individual dan kelompok. Lakukan analisis individual.Sosial C. Jelaskan kelebihan penggunaan daftar cek dibanding dengan interview 4. mengapa dalam analisis daftar cek bukan sekedar melihat kuantitas masalah yang dihadapi siswa.

Ada dan tidaknya pusat pilihan. apabila belum disusun akan merupakan data yang masih sukar untuk dianalisa dan diketahui (dibaca). baik dalam pekerjaan. anak kelompok dan lain-lain. Angket Sosiometri Alat untuk mendapatkan materi sosiometri dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disenangi (diplih) dan siapa yang tidak disenangi (ditolak) dari anggota kelompoknya. c. dan lain-lain. B. siapa yang paling tidak popular. 2) Status penolakan. dan (d) mampu memanfaatkan data darisosiometri untuk kepentingan bimbingan. Kecenderungan terbentuknya anak kelompok. Besarnya jumlah pemilih untuk setiap subyek. apabila kita ingin mengetahui mengapa beberapa murid mengalami kesulitan dalam pelajarannya. Keadaan semacam ini dapat diketahui dengan menggunakan sosiometri. Daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk mendapatkan materi sosiometri dinamakan angket sosiometri. 1) Status pemilihan. d. Sekilas tentang Sosiometri Metode ini dikemukakan oleh Moreno. Adapun jawaban yang diberikan oleh responden tentang siapa yang disenangi ataupun siapa yang tidak disenangi tersebut dapat terdiri dari satu. menyelidiki kesukaran seseorang terhadap teman sekelompoknya. hal ini mungkin dapat disebabkan oleh kurangnya penyesuaian diri terhadap teman sekelasnya. Sebagai contoh. (b) mampu melaksanakan asesmen dengan menggunakan sosiometri. yaitu dengan membuat sosiogram. dua. e. Ada tidaknya isolasi. Tabel dari data sosiometri disebut matrik sosiometri. sekolah maupun teman bermain. Hasil angket sebagai berikut: Angket dari A memilih B dan C B memilih A dan C C memilih E dan A D memilih A dan B E memilih A dan D F memilih B dan A. Kualitas arah pilihan. 2. Intensitas pilihan. Misalnya: Kelompok yang terdiri dari enam orang. Hasil angket dari enam orang saja. Dengan kata lain. apabila disajikan dalam bentuk seperti di atas membuat kita kesulitan dalam membaca dan menentukan siapa yang terbanyak pemilihnya. menyelidiki ketidaksukaan terhadap teman sekelompoknya. Akan sangat berbeda. Sosiometri juga dapat digunakan untuk mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya. 3. Kompetensi Dan Indikator Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan teknik sosiometri sebagai salah satu teknik untuk memahami konseli yang hendak dibimbingnya. g. 3) Status pemilihan dan penolakan b. h. f. dapat dilihat contoh pembuatan matrik sosiometri dan sosiogram di bawah ini. Uraian Materi 1. tiga orang atau lebih. sosiometri banyak digunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok. Perlu diingat bahwa penyajian data angket sosiometri dalam bentuk matrik ini tidak dapat dilihat mengenai ―saling hubungan‖ antara anggota kelompok. Oleh karena itu. sedangkan secara akademik mereka pandai. Agar data tersebut mudah dibaca siapa yang paling popular (paling disenangi) dan siapa yang paling tidak disenangi maka data tersebut harus berupa harus disajikan dalam bentuk tabel. Dengan melihat sosiogram akan dapat diketahui dengan mudah mengenai: a. bertujuan untuk meneliti saling hubungan antara anggota kelompokdi dalam suatu kelompok. Sebagai indikator peserta telah mampu memanfaatkan teknik sosiometri dengan baik ditunjukkan dalam (a) menyusun sisiometri sesuai tujuan dan subyek yang difahami. (c) mampu melakukan analisis terhadap data hasilsosiometri. siapa yang terisolir. dari bentuk matrik ini dapat dibuat bentuk penyajian sosiometri yang lebih baik. Untuk lebih memperjelas uraian tersebut di atas. bila data tersebut kita sajikan dalam bentuk matrik seperti di bawah ini: Subyek PEMILIH Total ABCDEF DIPILIH A B C D E F X X X X X X X .Kegiatan Belajar 4 A. Menggambarkan Hasil Angket Sosiometri Data mental yang dikumpulkan dengan angket sosiometri. Arah pilihan dari dan terhadap individu tertentu. Status sosiometri dari setiap subyek. Dengan menggunakan angket sosiometri untuk memilih dua orang yang paling disenangi dari kelompoknya.

X X X X X 5 3 2 1 1 0 Total 2 2 2 2 2 2 12 Dengan matrik sosiometri ini, secara mudah dan cepat dapat diketahui jumlah pemilih untuk setiap orang, siapa yang paling populer dan yang tidak populer, akan tetapi masih sulit pula untuk mengetahui individu yang saling memilih, siapa saja yang menjadi anak kelompok dan lainlain. Maka akan lebih baik jika disajikan dalam bentuk sosiogram, seperti digambarkan di bawah ini: A 54B 32- C D 1- E F 0Keterangan: 0,1,2,3,4,5 frekuensi pemilih. A,B, C, D, E, subyek terpilih. Cara membuat: 1. Buat sumbu ordinat dan dibuat skala yang mencakup frekuensi pemilih yang terbanyak. 2. Letakkan masing-masing individu setinggi frekuensi pemilih yang diperoleh. Misalnya A pemilihnya 5 orang, A diletakkan pada garis yang setinggi frekuensi 5. 3. Buat garis pilihan yang ditandai dengan tanda panah, misalnya: A B berarti A memilih B A B berarti A dan B saling memilih ( A memilih B dan B Juga memilih A) A B berarti A menolak B A B berarti A menolak B dan B juga menolak A Pemahaman Individu 2-39 A B berarti A memilih B dan B menolak A. Bentuk hubungan Bentuk hubungan antar individu dalam suatu kelompok dapat bermacam-macam: 1. Berbentuk segitiga (Triangle) Hubungan yang mempunyai intensitas yang cukup kuat 2. Berbentuk bintang (Star) A Bila pusat (A) tidak ada, maka kelompok akan bubar, karena hubungan kurang menyeluruh 3. Berbentuk jala (Net) Hubungan ini juga mempunyai intensitas cukup kuat. Hubungan cukup menyeluruh, baik, kuat dan hilangnya seseorang tidak akan membuat kelompoknya bubar. 4. A B C D (berbentuk rantai/ Chain) Hubungan searah atau sepihak tidak menyeluruh, kelompok yang demikian ini keadaannya rapuh. 2-40 Pemahaman Individu Selain mengetahui bentuk kelompok, intensitas kelompok, ada tidaknya anak kelompok, arah hubungan dan lain-lain, maka hasil sosiometri ini juga dapat dianalisis lebih lanjut, antara lain: 1. Status Pemilih Pm A = jumlah pemilih A N -1 N = jumlah anggota kelompok Pm A = indek status pemilih A Arti indeks: Pm = 0 berarti tidak ada yang memilih Pm = 1 berarti semua anggota kelompok memilih Indeks pemilih bergerak dari 0 – 1 2. Status Penolak Pn A = jumlah penolak A N -1 Pn A = indeks status penolak A N = jumlah anggota kelompok Arti indeks: Pn = 0 berarti tidak ada yang menolak. Pn = - 1 berarti semua orang menolak Indeks penolakan bergerak dari – 1 sampai 0 3. Status Pemilihan dan Penolakan PmPn A = jumlah pemilih A – jumlah penolak A N–1 Pm Pn A = indeks pemilihan dan penolakan A N = jumlah anggota kelompok Pemahaman Individu 2-41 PmPn A = - 1 berarti semua orang menolak A Pm Pn A = + 1 berarti semua orang memilih A (populer) Indeks pemilihan dan penolakan bergerak dari -1 sampai +1.

C. Latihan Buatlah kelompok belajar dari satu kelas dengan memanfaatkan teknik sosiometri, upayakan setiap kelompok belajar terdiri dari lima orang dengan tetap memperhatikan komposisi jenis kelamin laki-laki dan perempuan, serta memperhatkan arah pilih siswa D. Lembar Kegiatan Sebarkan angket sosiometri pada siswa kelas akhir di mana saudara bertugas, selanjutnya carilah siswa yang menunjukkan gejala terasing kemudian rencanakan program bimbingan individual untuknya E. Rangkuman Sosiometri banyak digunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok dan mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya, serta menyelidiki kesukaran seseorang terhadapteman sekelompoknya, baik dalam pekerjaan, sekolah maupun teman bermain. Daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk mendapatkan materi sosiometri dinamakan angket sosiometri. Hasil angket sosiometri dapat dibuat dalam bentuk penyajian yang lebih baik yaitu dengan membuat sosiogram. F. Tes Formatif 1. Buatlah rumusan dengan kalimat saudara sendiri, apa yang dimaksud dengan sosiometri 2. Jelaskan apa kegunaan sosiometri dalam bimbingan dan konseling 3. Jelaskan dari mana saudara bisa mengetahui bahwa seorang siswa terasing di kelasnya jika saudar melihat data sosiogram.

BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Materi pemahaman individu mencakup teknik tes dan non-tes.Meski mencakup teknik tes dan non-tes, tetapi dalam buku ini hanya disajikan teknik non tes, yang dalam perkuliahn 1 lazim dikenal dengan mata kuliah ―Pemahaman individu 1‖, sedang teknik tes lazimnya diberikan secara terpisah dalam kemasan materi ―Pemahaman individu 2‖ Lingkup isi buku ajar ini adalah materi perkuliahan pemahaman individu 1, yang di dalamnya di bahas tentang (a) pengertian dan kegunaan pemahaman individu, (b) teknik observasi, (b) daftar cek, (c) sosiometri, (d) wawancara, dan (e) angket. Semua teknik diwali dengan penyajian secara teoretik, selanjutnya pembaca dipandu untuk berlatih mempersiapkan dan mempraktekkkan masing-masing teknik tersebut, untuk selanjutnyua penerapannya dalam bimbingan dan konseling, B. Prasyarat Mengingat aspek yang hendak dipahami utamanya berkaitan dengan gejala-gejala psikis seseorang dalam kerangka bimbingan dan konseling, maka prasyarat yang diperlukan sebelum mempelajari pemahaman individu – baik pemahaman individu 1 maupun 2 – adalah Psikologi dan Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Kebutuhan pengetahuan dasar psikologi ini mutlak, mengingat gejala yang difahami adalah gejala-gejala yang bersifat psikologis yang muncul dalam bentuk ucapan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Sedang kebutuhan akan pengetahuan dasar bimbingan dan konseling mengingat, bahwa hasil pemahaman terhadap individu (konseli)

adalah untuk kepentingan layanan bimbingan, bukan untuk kepentingan selainnya. C. Petunjuk Belajar Dalam mempelajari buku ajar ini, mahasiswa atau peserta pelatihan diseyogiakan menempuh langkahlangkah berikut : 1. Sebelum pelatihan dilaksankan seyoganya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih, dan akan lebih bagus lagi jika ada partner yang bisa diajak berdiskusi dalam memahami isi buku ini. Hal-hal yang tidak bisa difahami melalui diskusi dengan teman sejawat seyogianya dicara penjelasannya melalui buku-buku yang relevan, dan jika masih belum terjawab bisa ditanyakan kepada dosen atau instruktur ketika acara pelatihan berlangsung. 2. Ikuti ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat, dan lakukan pencatatan seperlunya terhadap hal-hal yang saudara pandang penting. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen, manfaatkanlah untuk minta penjelasan hal-hal yang belum bisa saudara fahami dengan baik, dan jika saudara menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen saudara dengan cara yang baik. 3. Pada akhir setiap bab yang membahas suatu teknik, disedikan pula tugas-tugas yang harus saudara lakukan untuk melakukan persiapan hingga melakukan tindakan praktek teknik tertentu. Meski sifatnya latihan, seyogianya saudara lakukan dengan sungguh-sungguh dan lakukan pencatatan dengan sebaikbaiknya sebagai laporan praktek. 4. Untuk mempraktekkan teknik-teknik yang disajikan dalam buku ini tidak terlalu sulit, sebab subyek yang bisa saudara gunakan praktek ada di sekitar saudara; subyek tu bisa jadi bahkan tetangga sebelah, teman duduk, teman kost, teman guru, atau murid di sekolah di mana saudara bertugas. Untuk itu praktekkanlah dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih memahami sifat-sifat atau karakteristik orang lain. 5. Untuk lebih mempertajam kaca pandang saudara, ada baiknya saudara suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan kehidupan manusia. D. Kompetensi dan Indikator Salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor -- di samping menguasai konsep dan praksis pendidikan, kesadaran dan komitmen etika professional, menguasai konsep perilaku dan perkembangan individu, menguasai konsep dan praksis bimbingan dan konseling, mampu mengelola program bimbingan dan konseling, menguasai konsep dan perilaku riset dalam bimbingan dan konseling - - menguasai konsep dan praksis asesmen. Oleh sebab itu, indikator tercapainya tujuan pelatihan mata latih pemahman individu adalah jika peserta latih telah menunjukkan penguasaan minimal 80% dari konsep-konsep asesmmen, mampu merancang asesmen, dan melakukan asesmen dengan memanfaatkan teknik-teknik yang dilatihkan secara benar

BAB II PENGERTIAN DAN KEGUNAAN Kegiatan Belajar 1 A. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta memahami hakekat pemahaman individu dalam rangka bimbingan dan konseling. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakekat pemahaman individu mereka (a) mampu merumuskan pengertian pemahaman individu dengan kalimat sendiri, (b) memanfaatkan teknkteknik pemahaman indvidu sesuai dengan jenis data yang hendak digali, dan (c) memanfaatkan teknik-teknik pemahaman individu dengan mempertimbangkan karakteristik subyek yang hendak difahami. B. Uraian Materi 1. Pengertian Pemahaman individu atau human assessment didefiniskan oleh Aiken (1997 : 454) sebagai ‖Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristics. Assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations, interviews, rating scale, checklist, inventories, projectives techniques, and tests‖ Dari rumusan Aiken di atas bisa difahami, bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami, menilai, atau menaksir karakteristik, potensi, dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. Caracara yang digunakan itu mencakup observasi, interview, skala psikologis, daftar cek, inventory, tes proyeksi, dan beberapa macam tes. Pemahaman atau penilaian itu dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada padanya (developmental) dan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya (klinis). Dalam melakukan asesmen itu, lazim digunakan berbagai instrumen yang bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu dengan cara

dan beberapa macam tes 2. persamaan apa yang saudara temukan? Apa keuntungan bagi guru atau pimpinan suatu organisasi yang memahami sfat-sifat setiap pribadi yang dipimpinnya? D. skala psikologis. karakter kepribadiannya. remaja. (e) untuk meramalkan dan menentukan perlakuan (tritmen) psikis. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik.untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan. intrapersonal. 2. Sedang secara khusus tujuan pengukuran psikologi adalah : a. daftar cek. dipertahankan. Ada beberapa manfaat pengetahuan dan keterampilan melakukan asesmen. Lembar kegiatan Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogianya saudara mengikuti langkahlangkah berikut : 1. pekerjaan. (f) untuk mengevluasi perubahan kognitif. terapi psikologis. pengukuran psikologis berfungsi untuk mengukur perbedaanperbedaan antara individu atau perbedaan reaksi individu yang sama terhadap berbagai situasi yang berbeda. intrapersonal. Lakukan pengamatan dan pencatatan dengan cermat terhadap sejumlah tumbuhan atau binatang. Apakah menggali data dengan subyek yang usianya berbeda. Untuk meramalkan dan menentukan perlakuan (tritmen) psikis. d. (d). interview. klinik psikologi. pendidikan. Jika dengan cara itu masih belum saudara temukan penjelasannya. Apa pula keuntungan bagi tanaman dan binatang bila pemilik atau pemeliharanya memahami sifat-sifat tanaman atau binatang itu dengan baik? 2. Rangkuman 1. Untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan. Kegunaan Aiken (1997 : 11) menunjukkan. Latihan 1. konseling perorangan. (c) untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan. fisik. tes psikologi dan bermacammacam alat ukur (assessment istruments) digunakan dalam bidang yang amat luas. pendidikan. militer. Untuk mengavaluasi perubahan kognitif. . (b) untuk menyaring pelamar pekerjaan. inventory. dan latar belakang pendidikan serta budayanya berbeda bisa dilakukan dengan teknik yang sama? E. dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan. 4. pemerintahan. peramalan. Dakui bahwa pendorong utama munculnya pengkuruan psikologi adalah kebutuhan akan penilaian dari dunia pendidikan. Apakah terdapat perbedaan sifat-sifat manusia yang satu dengan lainnya? Adakah sifat-sifat umum yang sama dari semua orang yang saudara observasi. b. 5. kemampuan melakukan asesmen adalah salah satu dari tujuh kompetensi yang harus dimilik untuk kepentingan melakukan diagnosis dan pertimbangan dalam memberikan treatmen C. yaitu (a) untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan. dan atau program pelatihan. Semuanya itu bisa ditaksir atau diukur dengan bermacammacam cara. Aiken (1997 : 1) dalam bukunya menunjukkan bahwa manusia dalam kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berpikirnya. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. dan rumah sakit f. jika saudara gagal dengan suatu cara. seperti pendidikan. Khususnya bagi konselor di Indonesia. h. kecakapan mental. Apakah terdapat perbedaan karakter tumbuhan satu dengan lainnya? Apakah tersdapat pula perbedaan karakteristk binatang satu dengan lainnya? Atau bahkan apakah terdapat perbedaan karakter binatang meskipun dari jenis yang sama? Apa keuntungan bagi pemelihara jika pemelihara itu memahami sifat-sifat setiap jenis tanaman atau binatangnya. Berlatihlah menggali data. Anastasi (2006 : 3) menunjukkan bahwa secara tradisional. (g) untuk mendukung penelitian tentang perubahan tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. Lakukan pula percobaan menggali data pada anak-anak. e. klinis. g. fisik. konseling perorangan. klinis. Untuk menyaring pelamar pekerjaan. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 6. dan karakteristik kepribadian seseorang dalam rangka membantu mereka dalam membuat keputusan. tanyakan kepada instruktur saudaradalam kegiatan pelatihan. menilai. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. dan penelitan. Untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan. Untuk mendukung penelitian tentang perubahan tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. Pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. dipertahankan.tes dan non-tes. atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus. c. tes proyeksi. Lakukan pula pengamatan dan pencatatan secara cermat terhadap 10 orang yang ada di sekitar saudara. 2. pelayanan konseling. pekerjaan. atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus. dan orang dewasa. industri dan perdagangan. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna untuk menandai hal-hal yang penting. Tujuan utama pengukuran psikologis --baik dengan menggunakan tes maupun non-tes—menurut Aiken (1997 : 11) adalah untuk menilai tingkah laku. dan atau program pelatihan. dan rumah sakit . 3.Cara-cara yang digunakan itu mencakup observasi. kemampuan berpikirnya berbeda. dan keputusan tentang seseorang. potensi. Untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan (di-PHK). terapi psikologis dan berbagai program intervensi tingkah laku. atau menaksir karakteristik. Berlatihlah merumuskan pengertian dan langkah-langkah itu dengan kalimat sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalmat dalam buku ajar ini. jika perlu tanyakan kepada teman atau lihat kamus atau cari penjelasan di buku-buku psikologi. dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan. dan tingkah lakunya. dan berbagai program intervensi tingkah laku.

Dalam arti luas. tetapi lebih dari itu adalah melihat. mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya? 2. mendengar. untuk meyakinkan hasil penglihatan kadang perlu dikuatkan dengan data dari penciuman. Hal ini bisa dijelaskan bahwa ketika seseorang melakukan observasi. Dilihat dari segi psikologi. dalam melakukan observasi harus dilakukan dengan penuh perhatian (attention). sedang dalam istilah pengamatan terkandung makna bahwa dalam melakukan pemahaman terhadap subyek yang diamati dilakukan dengan menggunakan pancaindra yaitu dengan penglihatan. (b) mampu merancang atau mempersiapkan observasi dengan benar. observasi meliputi pengamatan yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung terhadap obyek yang sedang diteliti. pendengaran . telinga. Kemampuan melakukan observasi itu ditampilkan dalam (a) mampu memilih jenis teknik observasi yang tepat. Dalam kaitannyadengan tugas konselor. tetapi lebih jauh harus mampu menembus latar belakang mengapa gejala itu terjadi. tetapi lebih dari itu bisa jadi justru berdampak negativ bagi individu yang dibimbing lantaran malpraktek. bukan hanya kegiatan melihat. Hal in berarti bahwa dalam kegiatan observasi bukan hanya proses fisik tetapi juga proses psikis. (d) mampu melaksanakan analisis hasil observasi dengan benar. Tunjukkan semua alasan yang saudara ketahui. atau sekurang-kurangnya membuang-buang energi untuk sampai ke tujuan. Di samping proses pengamatan. Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik? 3. penciuman. Pengertian observasi Secara garis besar terdapat dua rumusan tentang pengertian observasi. observasi berarti pengamatan secara langsung terhadap gejala yang diteliti. Tuliskan pula bahayanya jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya ! BAB III O B S E R V A S I Kegiatan Belajar 2 A. Tuliskan semua manfaat memahami konselor bila ia terampil menggunakan bermacam-macam teknik asesmen ! 4. maka pengamatan yang dilakukan observer bukan hanya sebatas gejala yang nampak saja. lidah dan sebagainya. atau tidak. Mengapa menggunakan pancaindra ? Apakah tidak cukup hanya dengan salah satu indra saja? Tidak semua gejala yang diamati bisa dikenali dengan penglihatan saja. kadang ada gejala yang memang tidak bisa ditangkap oleh mata tetapi dengan hidung. F. Dan jika ada konselor yang tidak memiliki kemampuan dalam bidang asesmen diibaratkan seperti pelayar yang tidak membawa kompas. (c) mampu memanfaatkan alat-alat bantu observasi dengan benar. mendengar. istilah ‖pengamatan‖ tidak sama dengan melihat. B. mencium saja yang berjalan. pendengaran. ia adalah bagian penting dari kegiatan konseling. Di sisi lain. kemampuan asesmen merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor. bisa jadi bukan hanya membuang-buang tenaga. Dalam arti sempit. sebab melihat hanya dengan menggunakan penglihatan (mata). Dalam rumusan di atas ada satu kata kunci yaitu ‖pengamatan‖. dan (e) mampu memanfaatkan hasil observasi untuk kepentingan bimbingan dengan tepat.3. diharapkan peserta mampu melakukan observasi dalam rangka bimbingan dan konseling dengan benar. yaitu pengertian secara sempit dan luas. Tes formatif 1. Ia tentu akan tersesat. Khususnya bagi konselor. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. Untuk meyakinkan seorang guru bahwa murid yang sedang dilayaninya baru saja minum minuman keras. aktivitas. bahkan bila dipandang perlu dengan penggunakan pencecap dan peraba. guru itu bisa melihat pada perubahan wajahnya dan atau sekaligus mencium bau alkohol yang keluar dari mulut peminum itu. dan kesadaran terhadap obyek atau gejala- . Bahkan manakala observasi digunakan sebagai alat pengumpul data penelitian kualitatif. Uraian Materi Pembahasan tentang observasi mencakup tema-tema berikut : 1. dan mencium yang disertai dengan pemusatan perhatian. pencecap dan peraba.

yaitu : a. Khususnya bentuk observasi sistematis. yaitu ketika seseorang mensurvey (mengobservasi) contoh-contoh tertentu dari perilaku individu yang ingin kita nilai. M. konselor menyediakan sebuah daftar berupa penggolongan tingkah laku atau rating. Dilihat dari keterlibatan subyek terhadap obyek yang sedang diobservasi (observee). model pencatatannya. finding observation diterapkan bila konselor merasa tidak perlu menggunakan berbagai daftar isian serta inginmendapatkan kesan mengenai tingkah laku konseli yang spontan atau apa adanya. Akibatnya obsever tidak mendapatkan data yang asli. Cara ini lebih mudah dibanding cara finding observation. 2) Direct observation yaitu observasi yang menggunakan ―daftar isian‖ sebagai pedomannya. jika mereka mengetahui bahwa mereka sedang diamati. karakteristik masing-masing gejala. dan sekaligus memanfaatkan kelebihan dari kedua bentuk tersebut. observasi partisipan mengandung kelemahan. yaitu bila pihak yang melakukan observasi (observer) turut serta atau berpartisipasi dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh subyek yang sedang diobservasi (observee). bahwa observasi juga harus dilakukan secara sistematis dan bertujuan. Observasi partisipan juga sering digunakan dalam penelitian eksploratif. d. kedua bentuk observasi ini dapat diterapkan. Dalam direct observation. yaitu : 1) Observasi partisipan. Di sisi lain. yatu ketika seseorang ingin mengobservasi subyek (observee) dalam kondisi alami atau natural. Observasi partisipan ini memiliki kelebihan. 1) observasi naturalistic. & Mitchell. maka sangat mungkin perilaku yang muncul masih ada kemungkinan tidak wajar. Melihat pertandingan sepak bola. yaitu . observasi bise dibedakan menjadi tiga bentuk. konselor mengisi daftar tersebut dengan cara memberi tanda pada penggolongan tingkah laku yang sesuai dengan tingkah laku konseli selama proses konseling berlangsung. yaitu bila observer terlibat pada sebagian kegiatan yang sedang dilakukan oleh observee.gejala tertentu yang sedang diobservasi. sementara pada sebagian kegiatan yang lain observer tidak melibatkan diri Bentuk ini merupakan jalan tengah untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk observasi di atas. Dilihat dari segi situasi lingkungan di mana subyek diobservasi. 3) Observasi kuasi-partisipan. yaitu bila observer tidak terlibat secara langsung atau tidak berpartisipasi dalam aktivitas yang sedang dilakukan oleh observee. tetapi kelemahannya adalah sering terjadi tingkah laku yang lain dari pada yang digolongkan pada daftarnya. dan pelaporan hasilnya. Selama konseling berlangsung atau segera setelah konseling berakhir. yaitu 1) observasi naturalistik (naturalistic observation) jika observasi itu dilakukan secara alamiah atau dalam kondisi apa adanya. Hanna Djumhana (1983 : 205) mengelompokkan observasi menjadi berikut : 1) Finding observation yaitu kegiatan observasi untuk tujuan penjajagan. ia hanya mengetahui bahwa dia akan menghadapi suatu situasi saja. Observasi non-partisipan ini memiliki kelebihan. Daftar ini bisa berupa checklist kategori tingkah laku yang diobservasi. Di sisi lain. Selama berhadapan dengan situasi itu ia bersikap menjajagi saja. sangat mungkin observer tidak bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail 2) Observasi non-partisipan. Mendasarkan pada tujuan dan lapangannya. Gibson. yaitu observee bisa jadi tidak mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi. Dalam situasi konseling.H (1995 : 260) memandang observasi sebagai teknik yang bisa dimanfaatkan untuk memilah-milah derajat dalam membuat konklusi tentang orang lain. 2. sehingga perilaku yang nampak diharapkan wajar atau tidak dibuat-buat. Pada umumnya pembuatan daftar isian ini didasarkan pada data yang diperoleh dari finding observation dan atau penjabaran dari konsep dalam teori yang dipandang sudah mapan. Blocher (1987) mengelompokan ke dalam tiga bentuk dasar observasi. seorang peneliti mengamati perilaku binatang di hutan atau kebun binatang adalah contoh observasi naturalistik. Anna Djamhana (1983 : 201) juga mengingatkan. Bentuk-bentuk Observasi Ada beberapa bentuk observasi yang lazim dilakukan oleh konselor dan atau peneliti.L. yaitu observer bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail dan cermat terhadap segala akitivitas yang dilakukan observee. Menurut penulis. 3. Menyusun panduan observasi . sehingga ada kecenderungan untuk menggolongkannya secara paksa atau mengabaikannya sama sekali. artinya dalam melakukan observasi observer tidak bisa melakukan hanya secara tiba-tba dan tanpa perencanaan yang jelas. Gall dkk (2003 : 254) membedakan observasi menjadi dua. Dalam melakukan observasi ini observer belum mengetahui dengan jelas apa yang harus diobservasi. Dalam melakukan observasi harus jelas apa tujuannya. guru mengamati murid ketika sedang bermain di halaman sekolah. Oleh sebab itu konselor seyogianya benar-benar kompeten dalam masalh ini. utamnya berkaitan dengan kecermatan dalam melakukan pengamatan dan pencatatan. persoalan utama tetap terletak pada tahu atau tidaknya observee bahwa mereka sedang diamati. sebab ketika observer terlibat langsung dalam aktifitas yang sedangg dilakukan observee. 2) observasi eksperimental (experimental observation) jika observasi itu dilakukan terhadap subyek dalam suasana eksperimen atau kondisi yang diciptakan sebelumnya. gejala-gejala apa saja yang perlu diamati. kemudian ia mengamati berbagai variabel yang mungkin dapat dijadikan bahan untuk menyusun observasi yang lebih terarah. meskipun diakui bahwa penggunaan observasi juga perlu dilengkapi dengan metode lain dalam penilaian manusia. bentuk ini juga memiliki kelemahan yaitu bila observee mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi. yaitu ketika seseorang tidak hanya mengobservasi tetapi memaksakan kondisi-kondisi spesifik terhadap subyek yang diobservasi. maka perilkunya biasanya dibuat-buat atau tidak wajar. Gall dkk (2003 : 254) memandang observasi sebagai salah satu metode pengumpulan data dengan cara mengamati perilaku dan lingkungan (sosial dan atau material) individu yang sedang diamati. b. R. 2) metode survey. c. analisisnya. 3) experimentasi.

ia aktif berdiskusi V 6 Aktif belajar di perlustakaan V 7 Bila diberi tugas rumah. Hadir di sekolah tepat waktu . krah. karya wisata. Tetapkan Indikator. badan. kunjungan ke suatu tempat dan lain sebagainya). tetapi bisa saja dilakukan oleh guru bidang studi. model pakaian. atau kuesioner dengan baik. tanduk. d. No Aspek Ya Tdk Keter 1 Hadir di sekolah tepat waktu V 2 Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan V 3 Memperhatikan penjelasan guru V 4 Bila diberi kesempatan bertanya.Agar observasi bisa dilakukan dengan baik. camera CCTV). ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ‖kepala kambing‖. Oleh sebab itu seorang observer yang baik tentu tidak cukup bila hanya mengobservasi salah satu sub-varabel kemudian hasilnya disimplukan seolah-oleh sudah seluruh variabel. Jika benda yang hendak diobservasi itu adalah ‖baju‖. c. maka pada kepala kambing itupun ada mata. (b) catatan berkala. yaitu (1) melakukan observasi penjajagan (finding observation) kemudian ia mengamati berbagai variabel yang mungkin dapat dijadikan bahan untuk menyusun panduan observasi yang lebih terarah. dan bulu. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut : a. ia mengerjakan dengan sungguh-sungguh V 8 Lain-lain . yang kemudian dikumpulkan untuk menggambarkan kesan-kesan umum tentang subyek yang diobservasi. Gali pula sub variabel. dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi. yaitu (a) daftar riwayat kelakuan. kegiatan perkemahan. lengan.. panduan wawancara. Analisis hasil observasi : individual dan kelompok Observasi bisa dilakukan untuk perorangan maupun kelompok. Untuk itu seorang peneliti seharusnya menguasai konsep tentang variabel yang diteliti itu secara baik. Catatan ini amat penting artinya manakala konselor harus melakukan diagnosis dalam proses konseling. Tetapkan tujuan observasi. mungkin perlu dilacak lebih jauh. Daftar cek adalah suatu daftar yang berisi nama subyek dan aspek-aspek (sub-variabel) yang hendak diobservasi. b. Gali variabel-variabel observasi. (c) daftar cek. Kelas : ……………… Observasi Ke : 1/2/3/4 (lingkari yg sesuai) Hari/tgl : …………………. telinga. jangan sampai terjadi ingin membeli ‖kambing‖ ternyata yang dibeli adalah ‖anjing‖ meskipun sama-sama berbulu dan berkaki empat. Ibarat seorang yang hendak membeli seekor kambing seyogianya ia sudah tahu persis gambaran kambing yang hendak dibeli. di bawah ini disajikan alat bantu observasi berupa daftar cek untuk perorangan dan kelompok yang hendak mengungkap bagaimana perhatian siswa siswa ketika mengikuti pelajaran di kelas: Dari data di atas bisa difahami bahwa subyek yang diobservasi dalam semua indikator yang menggambarkan seseorang yang memiliki perhatian yang baik ketika mengikuti pelajaran semuanya ada. tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel. ia selalu memanfaatkannya V 5 Bila diberi kesempatan untuk berdiskusi. e. ada baiknya konselor (observer) juga mau memanfaatkan catatan-catatan yang dibuat oleh teman sejawat perihal perilaku konseli. hidung. kecuali kesiapan peralan yang diperlukan dan aktivitas bertanya. Pembuatan daftar cek ini dimaksudkan untuk membuat pencatatan hasil penelitian yang sistematis. 5. jika obyek atau materi observasi itu adalah ‖kambing‖. Pastikan dan fahami materi observasi. dan lain sebagainya). maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. sehingga terhindar dari salah-diagnosis Catatan berkala adalah catatan yang dibuat pada waktu tertentu saja (misal : pada saat individu mengikuti pelajaran. kaki. Langkah-langkah dalam menyusun panduan observasi (observasi guide) selanjutnya disajikan pada diagram berikut : 4. wali kelas. corak pakian dan lain-lain. bahkan kepala sekolah. mengikuti upacara. (2) penjabaran dari konsep dalam teori yang dipandang sudah mapan. dan (e) alat-alat mekanik/ elektrik (seperti : tape recorder. ekor. maka variabel yang perlu diperhatikan dalam observasi adalah potongan badan. tetapi lebih dari itu adalah kualitas atau tingkatannya. variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ‖kambing‖. apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer.Keterangan : Aspek nomor 1. Suatu aspek (variabel/sub variabel) bukan hanya dicatat ada atau tidak ada. DAFTAR CEK INDIVIDUAL Nama siswa : …………………. Alat-alat Bantu Observasi Ada beberapa alat bantu yang bisa dimanfaatkan oleh observer dalam menggunakan metode observasi. Beberapa alat bantu tersebut dijelaskan secara singkat di bawah ini. Dengan indikator yang jelas memungkinkan seorang peneliti mampu menjabarkan variabel dan atau sub-variabel itu ke dalam panduan observasi. mungkin melalui teknik wawancara atau kunjungan rumah untuk melakukan observasi terhadap kehidupan keluarganya. terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja. handycam. Catatan semacam ini sebenarnya bukan hanya dilakukan LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PANDUAN OBSERVASI TETAPKAN TUJUAN OBSERVASI PASTIKAN & FAHAMI MATERI TETAPKAN INDIKATOR GALI VARIABEL & SUB-VARIBEL OBSERVASI PENJAJAGA N JABARKAN KONSEP PANDUAN O B S E R V A S I 2-18 Pemahaman Individu oleh konselor. handphone. Daftar riwayat kelakuan adalah suatu catatan tentang kelakuankelakuan individu yang dipandang istimewa dan luar biasa. Bagi seorang konselor sekolah dua indicator yang tidak muncul. indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau subvaribel. (misalnya kepala. (d) skala penilaian. Untuk menetapkan variabel dan sub variabel observasi bisa ditempuh melalui dua cara. Untuk kepentingan pemberian layanan yang mendekati tepat. dan observer hany memberi tanda cek pada aspek-aspek yang sedang diobservasi (selanjutnya periksa bab khusus Daftar Cek) Skala penilaian pencatatan gejala menurut tingkatantingkatannya. saku. Catatan ini bisa dibuat oleh konselor atau guru bidang studi atau wali kelas.

atau melakukan kegiatan tetapi dengan ogah-ogahan. b. untuk menjaga obyektifitas hasil pengamatan. ia mengerjakan dengan sungguh-sungguh 8. tingkat usia siswa. Penggunakan metode pelengkap. tetapi lebih dari satu orang kemudian hasilnya dibandingkan dan disimpulkan bersamasama C. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. antara lain : catatan biasa. Berlatihlah menyusun panduan observasi yang benar dengan aspek yang berbeda-beda dan subyek yang berbeda. jika perlu tanyakan kepada teman atau lihat kamus atau cari penjelasan di buku-buku psikologi. Buat pesiapan untuk melakukan observasi dengan keterangan : a. mengapa dalam aspek tersebut kurang maksimal 6. sebelum dan selama pelaksanaan observasi seyogianya observer selalu menjaga hubungan baik dengan observi dan memelihara kewajaran situasi. seperti mogok. Pengklasifikasian gejala. sebab bisa jadi perilaku yang muncul sama tetapi motiv yang mendasarinya berbeda. Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan 3. Tujuan observasi adalah untuk mengetahui apa yang dilakukan mereka dalam menghadapi ujian akhir nasional (UAN) c. seyogianya observer melakukan pengklasifikasian gejala guna memudahkan analisis.2. Pengklasifikasian itu akan lebih baik jika mendasarkan pada variabel dan atau sub-sub variabel penelitian. Pemanfaatan alat pencatat data. 2. dan jika dipandang perlu bisa dikerjakan bersama teman dalam kegiatan kelompok. Bila diberi kesempatan bertanya. Bila diberi kesempatan untuk berdiskusi. Oleh sebab itu untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap seyogianya penggunaan observasi dilengkapi pula dengan metode yang lain. coba lakukan analisis individual mapun kelompok. Membandingkan antar aspek sehingga bsa diketahui aspek mana yang sudah cukup dan paling kurang sehingga segera DAFTAR CEK KELOMPOK Observee Kls : …… Observasi ke : 1/2/3/4 Tgl/Bl/Th : …………… Tujuan observasi : mengetahui bagaimana perhatian siswa ketika mengikuti pelajaran tertentu No Abs Kode Subyek A s p e k N o m o r 1 2 3 4 5 6 7 8 1Avvvvvvv 2Bv-vvv-v 3C--vvvvv 4Dvvvvvvv 5Evvvvvv6Fvvvvvvv 7Gvvvvvvv 8H------9I------10 J v v v v v v v perlu dilacak oleh konselor. Setelah data terkumpul. Jika dengan cara itu masih belum saudara temukan penjelasannya. Sehingga bisa diketahui subyek mana yang perlau mendapat perhatian berupa layanan bimbingan. akhirnya bisa diketahui subyek mana yang paling perhatian atau kurang perhatian dalam mengikuti pelajaran. Bila diberi tugas rumah. 3. D. e. tetapi lebih dari itu adalah motiv-motiv yang mendorong munculnya tingkah laku tersebut. Buat pula panduan observasi sesuai tujuan observasi. Lain-lain Untuk melakukan analisis terhadap data di atas dapat dilakukan dengan cara : 1. jenis observasi mana yang hendak saudara pilih sesuai macam-macam observasi yang ada. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan observasi a. perlu diingat bahwa perilaku manusia bukan sekedar apa yang bisa diamati. ia aktif berdiskusi 6. Subyek yang diobservasi adalah siswa kelas III di sekolah saudara sendiri yang berjumlah 40 orang. b. studi dokumenter dan lain-lain. mengingat data yang diperoleh dari kegiatan observasi bisa sangat banyak dan beragam. Libatkan beberapa orang observer. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna untuk menandai hal-hal yang penting. 2. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. Menjaga hubungan baik dengan observi. Jenis manapun yang saudara pilih. Latihan Agar saudara bisa memahami dan mempraktekkan teknik observasi dengan baik. Selanjutnya lanjutkan dengan rencana tindakan bimbingan sesuai data yang ada. daftar cek. dan lingkungan sosialnya. Memperhatikan penjelasan guru 4. 4. ada baiknya jika observasi dilakukan bukan hanya oleh satu orang saja. saudara tetap harus membuat panduan observasi. ia selalu memanfaatkannya 5. Aktif belajar di perlustakaan 7. seperti wawancara. 2. 1. dan beberapa alat perekam data (selanjutnya baca : beberapa alat bantu observasi). . kerjakan tugas-tugas di bawah ini dengan sungguh-sungguh. sebab hubungan yang tidak baik antara observer dengan observi bisa mengganggu kegiatan observasi. c. ada beberapa alat pencatat data yang bisa dimanfaatkan observer. Membandingkan antar subyek dalam satu kelompok. d. Pastikan pula. tanyakan kepada instruktur saudar adalam kegiatan pelatihan. 3. Lembar Kegiatan Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogianya saudara mengikuti langkahlangkah berikut : 1.

dan cobalah mengaplikasikannya dalam dunia bimbingan.5. tetangga sebelah. Ada sejumlah kelemahan observasi. atau siswa di sekolah di mana saudara bertugas. observer seyogianya memahami kelemahan-kelemahan tersebut dan berupaya untuk meminimalisir seperti menggunakan alat bantu observasi. dan tingkatan keahlian yang diperlukan. Observasi adalah kegiatan mengenali observee dengan mengguna-kan pancaindra. 4. bisa dilakukan dengan dua cara yaitu (a) menjabarkan dari konsep yang sudah mapan. jangan sekali melihat lengsung disimpulkan. observasi identik dengan kegiatan mengamati. Apa yang seyogianya dilakukan observer ketika hendak menyusun panduan observasi ternyata tidak ditemukan konsep teoretik yang layak dijadikan rujukan? . Ada beberapa macam observasi dilihat dari berbagai sisi. dan memanfaatkan metode pelengkap. baik untuk kasus perorangan maupun kelompok. Untuk menyusun panduan observasi. teman kantor. bisa teman duduk. bentuk lingkungan. bentuk observasi mana yang lebih banyak digunakan dalam layanan bimbingan? 3. Berlatihlah pula melakukan observasi dari lingkungan yang terdekat. tujuan observasi. Tunjukkan semua alasan mengapa dalam melakukan observasi perlu menggunakan panca indra? 2. Apa yang seyogianya dilakukan observer untuk mengatasi kelemahan observasi berkaitan dengan subyektivitas dalam pengamatan? 4. bisa dilihat dari keterlibat-an observer dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh observee. 2. Ada bermacam-macam bentuk observasi. tetapi tidak sama dengan melihat. Tetapi ingat. melakukan pencatatan segera. Berlatihlah melakukan analisis. Tes Formatif 1. Rangkuman 1. dan (b) memanfaatkan hasil observasi penjajagan. 6. sebab bisa jadi itu baru kulit luar yang belum menggambarkan kondisi yang sebenarnya. dan melibatkan bebrapa orang observer. F. Bentu manapun yang digunakan seyoyanya dilakukan dengan persiapan yang matang dalam bentuk panduan observasi. E. 3.

Kebaikan dan kelemahan Interviu Di samping memiliki kekurangan. Pengertian Interviu Interviu/wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan baik secara langsung atau tidak langsung kepada seseorang. Informational interview. Pada pertemuan ini biasanya diisi dengan maksud dan tujuan interviu. antara interviuer dengan interviui. The focused interview. Aspek-aspek dalam interviu meliputi: (1) pertemuan tatap muka. b. Interviu dapat ditutup dengan menyimpulkan apa yang telah diungkap dalam interviu (misal. yaitu interviu yang ditujukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. bagian ini merupakan bagian untuk mengungkap maksud dan tujuan interviu yang harus dicapai. Kalau hubungan baik telah terjalain dan timbul perasaan saling percaya dan saling menghargai. Pendahuluan interviu. dapat dibedakan: a. Interviu individual. Interviu ini terutama digunakan untuk mencoba mengikuti perkembangan tertentu terutama proses sosial. yaitu interviu yang dilaksanakan untuk keperluan konseling. dalam interviu ini interviui diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan hal-hal yang terkait dengan permasalahan yang sedang dihadapinya. c. Dengan interviu pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas dapat diperjelas oleh interviuer. c. Dilihat dari peran yang dimainkan. interviu konseling: ditutup dengan menentukan evaluasi treatment. metode interviu ini juga memiliki kelebihan antara lain: a. Counseling interview. yaitu interviu yang dilaksanakan dengan suatu maksud yang berhubungan dengan employment. The repeated interview. sehingga interviui lebih mengerti tentang apa yang dimaksudkan. The employment interview. 4. b. Interviu ini biasanya digunakan dalam proses konseling. B. maka akan memperlancar proses interviu selanjutnya. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajaribab ini. b. Apabila tujuanminterviu ingin mengungkap latar belakang keluarga. yaitu interviu yang dilaksanakan secar kelompok. (2) cara yang digunakan adalah cara lisan. 2. d. misal untuk kesejahteraan organisasi. The non-directive interview. dan pertemuan berikutnya. yaitu interviu yang berulang. Pada umumnya interviu ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran sampai di mana sifat-sifat yang dipunyai oleh seseoramng terhadap kriteria yang diminta oleh sesuatu employment. Dilihat dari apa yang ingin dituju interviu dibedakan: a. Akhir interviu. yang dapat dibedakan: a. interviu dapat dibedakan: a. Dalam wawancara pertanyaan yang diajukan kepada seseorang dilakukan secara lisan. Kemampuan melakukan interviu ditampilkan dalam (a) mampu merumuskan tujuan interviu (b) mampu menyusun panduan interviu (c) mampu melaksanakan interviu (d) mampu memanfaatkan hasil interviu untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling. yaitu interviu yang ditujukan pada orangorang tertentu yang mempunyai hubungan dengan obyek-obyek yang diselidiki. tindak lanjut. c. Bagian-bagian Interviu Di dalam interviu terdapat bagian-bagian tertentu yang terdapat dalam semua interviu. diharapkan peserta pelatihan mampu melaksanakan interview dengan benar dalam rangka pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. (3) pertemuan tatap muka itu mempunyai tujuan tertentu.BAB V INTERVIU Kegiatan Belajar 5 A. Macam-macam Interviu Dalam interviu terdapat bermacam-macam jenis sesuai dengan tujuan ataupun sifat-sifat lain yang ada dalam interviu. b. Uraian Materi 1. Interviu kelompok. Dalam interviu ini seorang interviewer/ pewawancara menghadapi beberapa orang interviewe/ orang yang diwawancarai. yaitu interviu yang dijalankan untuk keperluan administrasi. yaitu bagian untuk mengakhiri jalannya interviu. maka pada bagian ini tujuan tersebut harus tercapai. untuk mendapatkan perubahan dalam perilaku. Administrative interview. Dilihat dari jumlah orang yang diinterviu. Inti interviu. . pada bagian ini terutama ditujukan untuk membina hubungan baik (terutama dalam pertemuan pertama). 3. yaitu interviu yang dilaksanakan secara perorangan.

Upayakan jangan memotong pembicaraan interviui. Bahasa yang digunakan interviuer dapat disesuaikan dengan keadaan interviue. dengan menggunakan panduan yang telah disusun E. Berlatihlah menyusun panduan interviu. ingat waktu. e. Pelajari referensi tentang faktor penyebab kesulitan belajar siswa! 2. yang memerlukan keahlian khusus. sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Jabarkan dalam indikator-indikator kesulitan belajar! 3. Apabila interviuer telah mempunyai prasangka terhadap interviui. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interviu Agar interviu dapat mencapai hasil yang maksimal. Susun butir pertanyaan dalam interviu! 5. Macam interviu meliputi. b. maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: a. cari referensi sesuai dengan tujuan interviu. adminstratif dan interviu konseling. 4. Variabel dikembangkan dalam bentuk sub variabel dan diurai menjadi indikator-indikator. Dalam kegiatan konseling interviu merupakan metode yang utama. Latihan Agar saudara dapat memahami dalam mempraktekkan teknik interviu dengan baik. agar tidak mematikan suasana interviu. Keunggulan interviu meliputi. teliti dan dengan kalimat yang jelas. 3. Interviuer harus menjelaskan maksud dan tujuan interviu tersebut. dapat dirangkum secara ringkas sebagai berikut: 1. Waktu pelaksanaan interviu sebenarnya tergantung pada masalah yang diungkap. jaga hubungan baik. Lembar Kegiatan Agar saudara dapat memahami teknik interviu ini secara mendalam. d. Tes Formatif Setelah saudara mempelajari secara keseluruhan tentang interviu cobalah beberapa pertanyaan berikut dikerjakan! 1. Lingkungan sekitar harus dijaga agar tidak ada hal-hal yang mengganggu jalannya interviu. Interviu membutuhkan keahlian. Rangkuman Dari materi kajian tentang interviu. F. Simulasikan dengan saudara! D. b. l. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interviu antara lain adalah. 2. j. hal ini akan dapat mengganggu jalannya interviu. informasional. Bahasa yang digunakan oleh interviuer harus disesuaikan dengan kemampuan interviui. Cermati istilah-istilah penting dalam materi interviu tersebut. Susun kisi-kisi pertanyaan dalam interviu! 4. f. pendahuluan. Pelajari kegiatan belajar tentang interviu ini secara mendalam. 4. dalam hal waktu. sesuai dengan tujuan yang telah dijabarkan dalam bentuk variabelvariabel. Hindari penonjolan ‖aku‖ dari interviuer (Bimo Walgito.informasikan tujuan iterviu. terutama dalam proses konseling. hendaknya saudara melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. 6. Hal-hal yang akan ditanyakan harus dipersiapkan sebaik-baiknya agar interviu dapat berjalan sistematis dan lancar. Susun pedoman interviu. h. jaga rahasia interviui. maka waktu interviu antara 30-60 menit sudah dianggap cukup. 2. g. Berlatihlah melaksanakan interviu. Interviu adalah metode untuk mengumpulkan data secara langsung dengan subyek sumber data. Susun butir pertanyaan interviu. Interviuer harus menjaga agar tidak ada waktu diam yang terlalu lama. dan apabila mengalami kesulitan dapat ditanyakan teman dalam kegiatan kelompok. pertanyaan lebih jelas. 3. sehingga akan mempunyai pengaruh yang baik juga terhadap hasil interviu. maka perlu dipersiapkan dengan cermat yaitu dalam bentuk panduan interviu. 5. maka hasil interviu sudah tidak obyektif lagi. kerjakan tugas-tugas dibawah ini dengan sungguh-sungguh. i. 2004). Hubungan baik ini akan memberikan sumbangan yang besar terhadap proses dan hasil interviu. d. Interviuer harus dapat dipercaya. Cara menyampaikan pertanyaan-pertanyaan jangan kaku. pertanyaan dapat diperluas ke pertanyaan yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut. inti dan akhir interviu. tenaga dan biaya. 1. c. Dalam proses interviu harus dijaga agar selalu ada hubungan yang baik antara interviuer dengan interviui. c. pembimbing harus dapat menjaga kerahasiaan klien. Bagian interviu meliputi. C. Interviu kurang hemat. Interviuer harus melakukan kontrol dalam interviu. Tetapkan tujuan interviu. diharapkan dapat menimbulkan suasana persaudaraan yang baik. c. Menyusun Panduan Interviu Agar pelaksanaan interviu dapat berjalan dengan lancar. m. Kalau ada informasi yang bertentangan. apalagi yang terkait dengan pelaksanaan konseling. berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. agar dalam pelaksanaan interviu jelas. namun agar tidak terlalu melelahkan kedua belah pihak. Pertanyaan yang diajukan hendaknya diajukan dengan hati-hati. employment. Dari sisi lain. 5. data lebih mendalam. maka interviuer harus minta ketegasan dari interviui tentang informasi yang benar. kalau perlu buat catatan-catatan kecil. Susun kisi-kisi butir pertanyaan. untuk mengungkap faktor penyebab kesulitan belajar siswa. Adanya hubungan langsung (face to face). Beri penjelasan secukupnya! . hal-hal yang kurang menguntungkan dari interviu adalah: a. bahasa dapat disesuaikan. c. k. b.b. Orang yang akan mengadakan interviu harus mempunyai latarbelakang tentang apa yang akan ditanyakan. Mengapa interviu memerlukan waktu yang lebih lama? Jelaskan! 2. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan interviu adalah sebagai berikut: a.

Oleh karenanya dalam memberikan bimbingan agar dapat efektif perlu memilih teknik-teknik yang sesuai dengan perbedaan dan berbagai kebutuhan individu. Bimbingan pada prinsipnya diarahkan pada suatu bantuan yang pada akhirnya orang yang dibantu mampu menghadapi dan mengatasi kesulitannya sendiri. 1997:219). sikap dan tingkah laku seseorang.3. Prinsip bimbingan adalah memperhatikan keunikan. Tiap individu mempunyai perbedaan serta mempunyai berbagai kebutuhan. b. hal apa yang harus dikuasai oleh interviuer? Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling di Sekolah Prinsip merupakan paduan hasil kegiatan teoretik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan (Prayitno. d. Dalam suatu proses bimbingan orang yang dibimbing harus aktif . sebagai berikut: a. Dalam menyusun panduan interviu. Berikut ini prinsip-prinsip bimbingan konseling yang diramu dari sejumlah sumber. c. Sikap dan tingkah laku seseorang sebagai pencerminan dari segala kejiwaannya adakah unik dan khas. dalam memberikan layanan perlu menggunakan cara-cara yang sesuai atau tepat. Keunikan ini memberikan ciri atau merupakan aspek kepribadian seseorang. mempunyai bayak inisiatif. .

Prinsip referal atau pelimpahan dalam bimbingan perlu dilakukan. Prinsip ini sebagai tahap evaluasi dalam layanan bimbingan konseling nampaknya masih sering dilupakan.Sehingga proses bimbingan pada prinsipnya berpusat pada orang yang dibimbing. g. h. Ini terjadi apabila ternyata masalah yang timbul tidak dapat diselesaikan oleh sekolah (petugas bimbingan). Padahal sebenarnya tahap evaluasi sangat penting artinya. Di samping itu ia mempunyai kesanggupan bekerja sama dengan petugas-petugas lain yang terlibat. Program bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya senantiasa diadakan penilaian secara teratur. 1997:219). . e. j. f. di samping untuk menilai tingkat keberhasilan juga untuk menyempurnakan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling (Prayitno. Program bimbingan dan konseling di sekolah harus sejalan dengan program pendidikan pada sekolah yang bersangkutan. Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh seorang petugas yang benar-benar memiliki keahlian dalam bidang bimbingan. Pada tahap awal dalam bimbingan pada prinsipnya dimulai dengan kegiatan identifikasi kebutuhan dan kesulitan-kesulitan yang dialami individu yang dibimbing. Proses bimbingan pada prinsipnya dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang dibimbing serta kondisi lingkungan masyarakatnya. Untuk menangani masalah tersebut perlu diserahkan kepada petugas atau lembaga lain yang lebih ahli. i. Maksud penilaian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program bimbingan. Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan.

6. Keptusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 060/U/2002 tentang Pedoman Pendirian Sekolah Memperhatikan : Buku Panduan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu tahun 2012 .K E P U T U S A N KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PUSPITA PERSADA Nomor : 035/SMP. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. maka dipandang perlu untuk dibentuk Tim Manajemen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2012 yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala SMP Puspita Persada Kecamatan Pesanggrahan Kotamadya Jakarta Selatan 1. 5. Keptusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah 11.PP/I/2012 TENTANG TIM MANAJEMEN BOS SMP PUSPITA PERSADA UNTUK PENDIDIKAN DALAM RANGKA WAJIB BELAJAR 9 TAHUN YANG BERMUTU DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN TAHUN ANGGARAN 2012 KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PUSPITA PERSADA Menimbang : bahwa untuk kelancaran pelaksanaan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan Gratis dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu di SMP Puspita Persada. 7. Kolusi. 2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasiona Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Mengingat : 10. 4. 3. dan Nepotisme. 9. 8.

Arsip . Tim Manajemen BOS Kotamadya Jakarta selatan 2. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah Membuat laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh sekolah (BOS-11B dan BOS-K2) yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. maka harus segera mengembalikan kelebihan dana tersebut ke rekening Tim Manajemen BOS Provinsi dengan memberitahukan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten Mengelola dana BOS secara bertanggung jawab dan transparan Mengumumkan daftar komponen yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai oleh dana BOS serta penggunaan dana BOS di sekolah menurut komponen dan besar dananya di papan pengumuman sekolah Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (BOS-11A dan BOS-K1) di papan pengumuman sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. g. h. mempunyai tugas : a. f. Melakukan verifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada. i. j. KETIGA KEEMPAT : : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan selama Tahun Anggaran 2012 dan berlaku sejak tanggal 2 Januari 2012 Apabila terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini akan dilakukan pembetulan sebagaimana mestinya Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA : 2 J a n u a r i 2012 Kepala SMP Puspita Persada. Bila jumlah dana yang diterima lebih dari yang semestinya. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah Mengumumkan laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh sekolah (BOS-11B dan BOS-K2) tersebut di atas di papan pengumuman setiap 3 bulan Bertanggung jawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat Melaporkan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten Memasang spanduk di sekolah terkait kebijakan sekolah gratis (Format BOS-14) b. d. Dra. c. e.Erlin Sriwahyuningsih SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth : 1. KEDUA : Tim Manajemen BOS Tingkat Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA Keputusan ini.MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA : : Membentuk Tim Manajemen BOS SMP Puspita Persada Tahun Anggaran 2012 dengan susunan sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini. Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Pesanggrahan 3. Pengawas Pembina BOS 4.

Jabatan dalam Tim Penanggung Jawab Anggota Nama Erlin Sriwahyuningsih 1. Erlin Sriwahyuningsih .Lampiran : Keputusan Kepala SMP Puspita Persada Nomor :035/SMP.PP /I/2012 Tanggal : 2 J a n u a r i 2012 _______________________________________ SUSUNAN TIM MANAJEMEN BOS SMP PUSPITA PERSADA TAHUN ANGGARAN 2012 No. A s n a w i Jabatan Induk Kepala SMP Puspita Persada Guru SMP Puspita Persada (Selaku Bendahara BOS) Orang Tua Siswa 2.Enggay Garlina Kepala SMP Puspita Persada Dra. 1. 2.

Keunggulan Hasil karya yang dibuat dianalisa kelebihannya 2. dan lain sebagainya 3. 3. Hasil karya.TUGAS KEWIRAUSAHAAN SOAL PRAKTEK KEWIRAUSAHAAN Membuat analisa peluang usaha untuk satu buah hasil karya : Misalnya : Ketrampilan membuat tempat sampah dari kaleng bekas cat. Cara mengatasi kelemahan Bagaimana cara mengatasi kelemahan yang ada sehingga hasil karya yang diciptakan dapat dijual/dipasarkan dan menghasilkan keuntungan B. 2. Analisa Pemasaran Bagaimana cara memasarkan hasil karya tersebut 1. C. Rencana harga jual hasil produksi Hasil karya tersebut akan dijual dengan harga berapa dengan mempertimbangkan biaya produksi & biaya lainnya. Rencana biaya produksi Buat tabel/analisa biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi hasil karya tersebut. A. Analisa Produksi 1. Perhitungan labah dan rugi Hitunglah rencana keuntungan yang akan diterima dari hasil karya tersebut. Susunlah semua analisa tersebut di jilid dengan sampul warna biru 2. pengolahan. Buatlah analisa usaha : 1. Kelemahan Hasil karya yang dibuat dianalisa kelemahannya atau kekurangannya baik dari segi bahan baku. analisa usaha dikumpulkan hari jum’at 13 Maret 2009 . maupun pemasarannya.

JAKARTA SELATAN Kode Pos :12260.40 PETUKANGAN UTARA. PESANGGRAHAN. Telp/Fax : (021) 7351479 Email : smppuspitapersada@yahoo.com .PENGAJUAN BANTUAN DANA PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN 2012 SMP PUSPITA PERSADA Jl. SMU 63 NO.

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM PUSPITA PERSADA ( YPIPP ) SMP PUSPITA PERSADA JAKARTA TERAKREDITASI NSS : 202016305343 Jl. Wr. Wr. Ketua Yaysaan Ka.Q Kepala Bidang Mapenda Jl.A.Fotocopy Akte Notaris 4.Fotocopy Sertifikat akreditas Sekolah 12. 3 Maret 2012 Lampiran :1 (Satu) berkas proposal Perihal : Permohonan Bantuan Dana Media dan alat Peraga Agama Islam Kepada Yth.Fotocopy buku Rekening SMP Puspita Persada 6.1. dan semoga kita termasuk umat yang mendapat syafa’at di hari kiamat nanti . Salah satunya adalah adanya sarana prasarana yang lengkap dan fasilitas yang layak agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.Fotocopy Sertifikat 5. Jakarta Timur Di Jakarta Dengan hormat. Dalam rangka untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di sekolah menengah pertama adalah adanya sarana penunjang yang memadai dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar/KBM.Proposal permohonan bantuan pengadaan peralatan kegiatan keagamaan 2.Fotocopy Sertifikat Nomor Induk Sekolah (NIS) 9.Fotocopy NPWP Sekolah 3. Erlin Sri Wahyuningsih . Untuk dijadikan bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1.Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 7. SMP Puspita Persada Drs.Panjaitan No. Pesanggrahan. Kanwil Agama Provinsi DKI Jakarta C.S.PP/III/2012 Jakarta. Samsuri Dra. atas perhatian dan terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terima kasih. DI. SMU 63 Petukangan Utara.Fotocopy Keterangan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 11. Assalamu’alaikum.Fotocopy Tanda Daftar Yayasan/Badan Sosial Demikian permohonan ini disampaikan.Fotocopy Izin Opersaional 8. Wb. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax : (021) 7351479 Nomor : 042/PB/SMP. sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan Nabi kita Muhamad. Mengetahui.W.Sehubungan dengan hal tersebut bersama ini kami sampaikan proposal permohonan bantuan dana Media dan alat Peraga Pendidikan Agama Islam . Wb Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa kita panjatkan puji syukur kehadiratnya dan semoga di ampuni dosa kita.Fotocopy Sertifikat Nomor Statistik sekolah (NSS) 10. Wassalamu’alaikum.

SMP Puspita Persada Drs. Erlin Sri Wahyuningsih . Ketua Yayasan Ka. Samsuri Dra.LEMBAR PENGESAHAN PENGAJUAN BANTUAN DANA PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP PUSPITA PERSADA Disahkan : di Jakarta Tanggal : 3 Maret 2012 Menyetujui.

Mengingat betapa pentingnya prasarana tersebut.Erlin Sriwahyuningsih i . 3 Maret 2012 Ka.KATA PENGANTAR Kenyamanan dan semangat belajar siswa akan semakin meningkat dan mengalami hasil yang maksimal jikalau tersedianya ruang kelas yang di lengkapi dengan media dan alat peraga sesuai bidang study masing-masing yang dibutuhkan untuk praktek siswa.. Jakarta. Ketidak mampuan sekolah untuk menyediakan prasarana belajar dalam hal ini media dan alat peraga adalah salah satu alasan yang membuat siswa kurang mempunyai semangat belajar yang tinggi ditambah lagi perlengkapan proses belajar mengajar yang seadanya dan serba kekurangan menjadi alasan lain yang mendukung kegagalan keberhasilan siswa. guna menunjang proses kegiatan belajar mengajar di SMP Puspita Persada . Perlengkapan dan kelengkapan kelas dalam proses belajar mengajar adalah salah satu faktor yang utama untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyerap informasi yang diberikan oleh pendidik. atas terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terimakasih. kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan dana untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam kepada kepala Kantor Wilayah Agama provinsi DKI Jakarta UP Mapenda Islam .SMP Puspita Persada Dra. Demikian proposal ini kami buat.

........7 4..Alternatif Langkah-Langkah Pemecahan Persoalan………….......1 3.....................3 2. ............................................................ 9 LAMPIRAN ...................................Data Personil sekolah…………………………………………………4 7.................2 BAB II PROFIL SEKOLAH 1.......................................Tujuan Sekolah ........Waktu Belajar…………………………………………………… …..........7 2..........Program Pengajaran…………………............LAMPIRAN ii ..................2 5............................................………………………………6 BAB III PROGRAM KERJA SEKOLAH 1...................Visi Sekolah .......................Analisis SWOT .7 3................Misi Sekolah.................................1 2....................5 8.... ii BAB I PENDAHULUAN 1... i DAFTAR ISI .....................................................……........................4 6............3 4..........Dasar Pemikiran ................................................3 3..8 7..............................................Identitas Kepala Sekolah ........Rencana Dan Program Peningkatan Mutu....................7 6.........................................................................................................Data Siswa……………………………………………………………......................................Nomor Rekening Bank.........8 BAB IV PENUTUP ................Rencana Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Dalam Rangka Identifikasi Peningkatan Mutu………………………….............................……7 5....Fasilitas Sekolah....Rencana Anggaran Biaya……………………………….......................Identitas Sekolah..................8 8...............…….........Badan Penyelenggara..............…..................................................................................Agama…………………………………………………………………5 10.....................................................…..............................5 9...........4 5..............................................Sasaran……………………………………………………................1 4...........Maksud dan Tujuan………………………………......................................................................DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .......................................Identifikasi Fungsi-Fungsi Sasaran……………………………................Dasar Pengembangan.......................................

berkepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Estetika. Sekolah sebagai lembaga yang memiliki stackholder yang jelas yaitu guru. Pendidikan Nasional bercita-cita untuk mewujudkan bangsa yang cerdas dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Visi pendidikan di atas menunjukkan bentuk keseriusan dan konsistensi bangsa Indonesia untuk terus meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan sesuai dengan tantangan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Menganalisis prioritas yang terpilih hingga menjadi program unggulan.Untuk mewujudkan sekolah sebagaimana harapan di atas. Berbagai strategi terus ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi informasi maupun fasilitas lain akan terus diupayakan sebagai wujud nyata keinginan untuk maju dan berkembang. Maksud dan Tujuan. kesehatan jasmani dan rohani. diperlukan daya dukung dari semua unsur yang memiliki tanggung jawab terhadap dunia pendidikan sebab untuk membangun sekolah seperti tuntunan di atas. Kiprah SMP Puspita Persada sekarang terus meningkatkan pelayanan yang sesuai dengan standarisasi Pendidikan. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang konkrit dan realistis diantaranya sebagai berikut : 1. Disinilah urgensinya peningkatan pelayanan pendidikan yang berperan sebagai strategi untuk mendorong agar terjadi dinamika yang konstruktif dan kompetitif sehingga dapat memberikan pelayanan pendidikan yang optimal. memiliki pengetahuan dan keterampilan. tidak dapat tinggal diam tetapi harus terus meningkatkan kualitas dirinya baik dari segi akademik maupun nonakademik sebagi wujud dari tanggung jawab yang realistis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. perlu daya dukung sarana dan prasarana yang memadai. Dari itu semua itu memunculkan suatu hasil analisa tentang kebutuhan yang harus dipenuhi.Menjawab tantangan arus teknologi dan informasi dengan mengatur kepada nilai Agama. 6.Merealisasikan dengan format yang didukung oleh manajemen partisipatif. Rencana pengembangan sarana prasarana pendidikan SMP Puspita Persada dianalisa berdasarkan kebutuhan prioritas yang tidak dapat ditolerir lagi menjadi satu tuntutan kebutuhan mendesak. 3. 5.Memprediksi berbagai kemungkinan yang dihadapi SMP Puspita Persada di era otonomi pendidikan. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekertiluhur.Melihat spesifikasi tuntutan masyarakat terhadap SMP Puspita Persada. Rencana Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Dalam Rangka Intensifikasi Peningkatan Mutu. 1 . Pada era informasi ini. selain itu kompetensi dan profesionalisme pengelolaan pendidikan perlu mendapatkan prioritas pertama karena tanpa itu semua sulit kiranya kita untuk mewujudkan pranata pendidikan yang diharapkan 2. Sebagai akumulasi dari itu semua maka terus diupayakan untuk melengkapi sarana penunjang lain yang dipandang masih kurang memadai agar tercipta sarana prasarana sekolah yang representatif. 3.pengorganisasian dan pengawasan yang kontinu. Sekolah Menengah Pertama/SMP Puspita Persada memilki visi pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat lahir dan batin serta bertaqwa terhadap kepada Tuhan Yang Maha Esa menuju prestasi yang lebih tinggi. Untuk hal ini perlu mendapat perhatian dan antisipasi yang tepat. Dasar Pemikiran.tata usaha dan masyarakat. Estika dan Budaya sendiri. berkembang dengan cepat arus informasi dang lobalisasi melalui jaringan teknologi yang canggih.BAB I PENDAHULUAN 1.sehingga prediksi-prediksi untuk pembuatan suatu perencanaan dapatterpenuhi dan tepat sasaran. peran dunia pendidikan khususnya sekolah sangat diperlukan karena pada institusi ini diharapkanmelahirkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan selaras dengan tingkat satuan pendidikannya.Menginventarisir berbagai kebutuhan pelayanan yang menjadi prioritasdi SMP Puspita Persada 4. 2. Sudah menjadi komitmen civitas akademika SMP Puspita Persada bahwa untuk peningkatan mutu dan proses pengelolaan sekolahseyogyanya dipersiapkan secara memadai melalui perencanaan. bila hal ini tidak dilakukan maka sekolah akan terpuruk dan ditinggalkan oleh stackholdernya.

1. 1.000.000. 8.000.Rp. Dasar Pengembangan.Peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana dengan baik apabila sarana prasarana pendidikan masih kurang. Rencana Anggaran Biaya Perincian Anggaran Biaya Media dan Alat Peraga Pendidikan Agama Islam NO NAMA BARANG QUANTITAS JUMLAH (Rp) 1 2 3 4 5 6. 5.000.Semakin berkembangnya sekolah .000.10.000.Daya dukung unsur-unsur yang terlibat di sekolah sangat tinggi 5.Rp.4.40.000. 500.SMP Puspita Persada Dra.000. 10 11 12 13 14 LCD Proyektor dan Layar Laptop Mukenah Perempuan Sarung dan peci Alquran dan hadis digital Sajadah Islamic Sofware Shof Copy Pembelajaran PAI berbasis ICT Mike dan speaker Poniter/Remote Control Alquran Zuj’ama Bagan skema tajwaid dan materi per KD Pegara gerakan wudlu dan Shalat Jumlah 2 2 20 20 4 20 1 1 1 3 20 20 20 1 135 Rp.Kegiatan ekstra kurikuler maupun kegiatan akademis lainnya tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila sarana penunjangnya sangat minim.000.- Jakarta.Rp. 500.000. 2.500.000.000.000.500.Rp. 7. 1. 1.000.sekolah di Jakarta.Rp. 4.Erlin Sriwahyuningsih 2 . 9. 3.Rp.000.Rp.Rp.000.14.Rp.Rp.Rp. 1.000. Hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan untuk pengembangan sarana prasarana pendidikan di SMP Puspita Persada antara lain adalah : 1.000. 1. 3 Maret 2012 Ka.500. 2.000. 1.Rp.000.000. 2.000.Minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke SMP Puspita Persada semakin tinggi.500.Rp.Rp.000. 2.000.

SMU63 Petukangan Utara.02. Jakarta Selatan 12260 : Drs. 11 Tanggal 20 Januari 2009 a. Alamat Sekolah 6.n.03930 : 1200 m2 : 500 m2 : Listrik : Ada Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) Nomor Identitas Sekolah (NIS) Izin Operasi Sekolah 9. BADAN PENYELENGGARA 1. Nomor IMB 11. Status 7.Tanggal 24 Februari 1998 : Milik Sendiri : 13106/IMB/2009 : 09. Akte Notaris / Anggaran Dasar : Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita : Jln. Nomor Sertifikat Luas Tanah Luas Bangunan 12. Nama Pimpinan / Ketua Yayasan 4.01. Kepemilikan Tanah 10. Alamat Sekretariat Pesanggrahan 3.1. SMU 63 Petukangan Utara.BAB II PROFIL SEKOLAH 1). SK Terakhir Status Sekolah SK Kelembagaan Nomor Data Sekolah Nomor Statistik Sekolah (NSS) : Swasta : Tahun 1998 : “ Terakreditasi B” : BAS Dikmenti : 200104170 : 202016305343 : 20107001 . IDENTITAS SEKOLAH 1. 201070 : No. Didirikan pada tanggal dan tahun 5. Pesanggrahan Jakarta Selatan 12260 2).35/MPK-A2/KP/1998.Tenaga Penerangan 13.Air Bersih . Nama Sekolah 2.Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita Persada : SMP Puspita Persada : 24 Februari 1998 : Jln. Mulai Berdiri 8.10. Samsuri : No. Nama Badan / Yayasan yang mendirikan Persada 2.

Golongan/ Pangkat 5.2. Kelas VII 5. Jumlah Guru 2. Formasi Kelas 5. 17 Desember 1964 : 6549 7426 4330 0033 : : Islam : Jl.3). 6. 3. Jumlah Jam yang diterapkan 5. Tanggal Lahir 3.1.00 : Pukul 12. 2.00 : 48 jam / minggu : 2 rombongan : 2 rombongan : 2 rombongan : 14 Orang : 1 Orang : 1 Orang : Dra. Nama Pimpinan Sekolah : Pukul 06. Agama 6. Pendidikan Terakhir 10. TMT Menjabat Kepala Sekolah 8.1. 8. 49 Pesanggrahan. 5. Kelas IX 6). Jumlah Pesuruh Sekolah 4.1. 4.3. Jumlah Petugas Tata Usaha 3. Ruang Guru Nama Ruangan No 1. 11.30 – 17.30 – 12. Erlin Sri Wahyuningsih .2. 3. Waktu Belajar / Lama Belajar 3. Kelas VIII 5. NOMOR REKENING BANK 1. Erlin Sri Wahyuningsih : Jakarta.Nomor Rekening : SMP PUSPITA PERSADA : Bank DKI Cabang Permata Hijau : 411-12-01320-1 : Milik Yayasan : Milik Yayasan : 6 Ruang : 1 Ruang : 1 Ruang Fasilitas Belajar Ruang Kelas Perpustakaan Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Tata Usaha Ruang Komputer Ruang Bimbingan Konseling Ruang Osis Ruang UKS Toilet / WC Lapangan Upacara / Olahraga Jumlah 6 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 3 ruang 1 ruang 5).PeneranganVI RT009/RW 07 No. Nama 2. Alamat Rumah 7. Status Gedung Status Tanah 2. Ruang Kepala Sekolah 2. Nama 2. Bank 3. Jabatan Sebelumnya 9. Pagi / Shift Pertama 3. 10.2. 7. FASILITAS SEKOLAH 1.Jurusan : Dra. 9. Jakarta Selatan : 2008 : Waka Kurikulum : S1 : PKn 3 4). NUPTK 4. Ruang Belajar 2. DATA PERSONIL SEKOLAH 1. IDENTITAS KEPALA SEKOLAH 1.3. Siang / Shift Kedua 4. Ruangan 2. Tempat.

30 s. 3.1 / FKIP / Tahun 1990 Jenis Kelamin Laki – laki Perempuan Jumlah 7 - 2 7 - 2 14 - 2 Tenaga Administrasi/Pesuruh a. Intrakurikuler a. Waktu Belajar 1.00 WIB 9). 2.30 s. d. D1 D2 Sarjana Muda ( D3 ) Sarjana ( S1 ) Pasca Sarjana ( S2) Pendidikan : S. Agama A.00 WIB : Senin s. 1 Guru a.d 17. c. b.5. Kelas IX : 168 orang : 67 orang : 48 orang : 53 orang Keadaan Murid Jenis Kelamin Tingkat Kelas VII VIII IX Jumlah Jumlah Kelas 2 2 2 6 Laki – Laki 38 siswa 30 siswa 31 siswa 99 siswa Perempuan 29 siswa 18 siswa 22 siswa 69 siswa Jumlah Siswa 67 siswa 48 siswa 53 siswa 168 siswa 8). Siang : Senin s. Kepala Sekolah Guru Pegawai Administrasi Pesuruh Sekolah Jumlah Jenis Pegawai Jenis Kelamin Laki – laki 7 1 8 Perempuan 1 8 1 10 Jumlah 1 15 1 1 18 7). e.d Sabtu Pukul 06. Kelas VIII 3. 1. DATA SISWA Jumlah Siswa saat ini 1. c. Agama Guru Agama L Islam Protestan 7 Guru P 9 Jml 16 L Karyawan P 1 Jml 1 L 104 4 Siswa P 81 2 Jml 185 6 202 6 Jumlah .d 12. Pagi b. SD SMP SMA/SMEA/SMK Jumlah 7 2 10 2 18 4 Jenis Pegawai No. Kelas VII 2. Pendidikan Terakhir Pimpinan Sekolah Pendidikan Guru No.d Sabtu Pukul 12. 4. b.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. Ekstrakurikuler diadakan berlangsung di luar jam kegitan belajar : . 5.Jumat Pukul 15.00 WIB .Sabtu Pukul 15. 1. 23.00 – 17.00 – 17. Program Pengajaran 1. b. Islam Protestan Katolik Budha Hindu Jumlah Agama Laki-laki 104 4 108 Perempuan 81 2 83 Jumlah 185 6 191 5 10). 1. 2. Jenis Kegiatan Pramuka Paskibra Beksi ( Silat Betawi ) Hari Sabtu Sabtu Jum’at Waktu 15. Agama Murid Jenis Kelamin No.00 s.00 WIB Jenis kegiatan Ekstrakurikuler : No.00 Pendamping Bp. 2. 3.Katholik Budha Hindu Jumlah 7 9 16 - 1 1 108 83 191 208 B. 3.30 – 17. 17. 4.d 17.00 15. Rudi Santoso .30 s. dan 24 tahun 2004. Program kurikulum berpedoman pada : a. Sri Widianto Bp. Sri Widiato Bp. 22.d. Program Ekstrakurikuler dilaksanakan di luar kegiatan belajar. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Pertama Tahunn Pelajaran 2011/2012 2.00 15.

sehingga pembelajaran dan penilaian proses pembelajaranakan menjadi lebih maju. tentunya harus SDM yang berkualitas. Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis kemampuan siswa 4. Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas harus berkaitan dengan sarana dan prasarana yang maksimal. 5. Meningkatkan ketrampilan kesiapan dan tanggungjawab siswa untuk memimpin diri sendiri dan kelompok – kelompok kecil SASARAN 4). Mengadakan penambahan media dan peralatan keagamaan untuk kegiatan belajar mengajar. Menanamkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa 2. 3. Meningkatkan kesadaran peserta didik sebagai makhluk 67ocial untuk aktif memelihara dan melestarikan lingkungan dimana saja mereka berada 4. Menciptakan lingkungan agamis yang diwarnai nilai akhlaqul karimah 4. VISI SEKOLAH Mempersiapkan anak didik menjadi manusia unggul yang beriman. bertaqwa. MISI SEKOLAH 1. 2. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan minat bakat dan peserta didik 3. Meningkatkan wawasan kependidikan Agama Islam siswa dan siswi seorang muslim . Untuk itu tujuan kami mengajukan proposal ini adalah : 1. Meningkatkan ketrampilan guru dalam penguasaan PTEK. 2). TUJUAN SEKOLAH Tujuan SMP Puspita Persada adalah menghasilkan tamatan yang memiliki prestasi tinggi dalam akademik ataupun non akademik serta berbudi pekerti luhur. Memberikan gambaran pada guru keterkaitan antara pembelajaran PAIKEM dengan Kurikulum Berbasisi KTSP. berilmu dan memiliki kepribadian yang luhur. Menanamkam kepribadian yang luhur melalui pendidikan akhlakul kharimah 3).6 BAB III PROGRAM KERJA SEKOLAH 1). . 5.

8. c. 2.Kekuatan Keunggulan Sekolah (S=Strength) 2.Kreatifitas Guru. 5).Kelemahan / Kekurangan Sekolah (W=Weakness) 3.Peluang Ksempatan Sekolah (O=Opportunity) 4.Mengupayakan peningkatan berkala pegawai 5.Meningkatkan dukungan moral dan finansial dari masyarakat 12.Penyempurnaan sistem kerja guna memberi pelayanan yang berkualitas. RENCANA DAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU 1.Jumlah Guru b.Menjalin hubungan yang baik dengan seluruh karyawan sebagai partner dan bukan sebagaiatasan dan bawahan 11.Menciptakan disiplin yang tinggi dan bertanggung jawab 6.Persiapan Administrasi a. Secara Umum a).Mencari dan menggali sumber dana 2. ANALISA SWOT (ANALISA TINGKAT KESIAPAN FUNGSI) 1. 2.Pembelajaran melalui jaringan internet 6.1.Kesiapan Mengajar b.Dukungan Masyarakat 2.Target kualitas dan mutu siswa siswi muslim meningkat. Fungsi PBM Fungsi internal a. Fasilitas 7 6).Pembelajaran menggunakan media elektronik 4.Mengaktifkan kegiatan ektrakulikuler dan kesenian 9.Ruang Kesenian c. Ketenagaan 3.Proses belajar mengajar dengan menggunakan 68ystem atau tehnik bilingual 5.Siswa dapat menerapkan teori dan praktik pada tiap SK/KD.Pengoptimalan sumber dana dan sumber daya yang ada 3.Kualifikasi Guru c.Membentuk kelompok belajar siswa 7.Mengadakan kegiatan pengadaan ruang kelas baru yang 68ystem68ntative 3.Prosentase hasil akhir dan mutu pendidikan Agama Islam tidak mengalami penurunan seiring dengan peningkatan standar nilai minimal lulus yang di tetapkan oleh sekolah.Ruang Lab IPA b.Motivasi Belajar. b.Mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Organisasi Intra Sekolah(OSIS).Dukungan c.Metode Pembelajaran b. c.Ancaman Terhadap Sekolah (T=Theat) ALTERNATIF LANGKAH – LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN 1.Pengalaman Mengajar d. b).Dukungan Orang tua b. b).Memelihara dan melengkapi sarana dan prasarana di sekolah 10.Potensi Guru a. c). IDENTIFIKASI FUNGSI – FUNGSI SASARAN NO 1.Dukungan Orang Tua.Fasilitas Belajar Fungsi External a.Kerjasama dengan Dinas terkait. 8). c.Melaksanakan pembelajaran berbasis Teknologi dan Informasi .Peningkatan prestasi dengan mencari informasi melalui internet 7). Meningkatkan pembelajaran siswa siswi kami yang beragama Islam serta mampu menerapkan pembelajaran PAKEM dengan kurikulum KTSP dalam proses pembelajaran berbasis Multimedia . Secara Khusus a).Kesesuaian dengan kemajuan teknologi a.Mengadakan evaluasi kedalam secara berkala 4. a.Latar belakang pendidikan c.Target peningkatan mutu Pembelajaran MAPEL Pendidikan Agama Islam dapat tercapai.

8 BAB IV PENUTUP Demikian penyusunan proposal pengadaan untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam SMP Puspita Persada melalui dana bantuan Kementrian Agama tahun anggaran 2012 dalam rangka usaha sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah yang telah ditetapkan pemerintah. Mudah – mudahan dengan adanya bantuan pengadaan untuk media dan alat peraga keagamaan tahun anggaran 2012 ini. yang pada akhirnya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dapat dicapai. . kegiatan Manajemen Berbasis Sekolah dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. Akhirnya. semoga dengan adanya bantuan pengadaan untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam ini semangat belajar siswa untuk berprestasi menjadi lebih tinggi sekaligus menggugah para pendidik untuk lebih bersemangat lagi dalam melaksanakan kegiatan melajar mengajar dan meningkatkan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa.

000 Sarung dan Peci =(50. 22. 6.600. 16.0000 Peta Perkembangan sejarah Islam Al-Qur'an Mujallad Surat Yaa-Siin lengkap dengan Translitrasi dan terjamah Maktabah Asy Syamilah LCD Proyektor + Layar 5000000 Poniter Laser/ Remot countroll Laptop dengan Spesifikasi sesuai Pesanan 7 juta Shoft Copy Pembelajaran PAI Dengan berbasi ICT Islamic Shoftwere Al-Qur'an dan hadits digital Murattal MP3 Imam Kharamain VCD Manasik Haji dan Umrah Mimbar / Podiumm Bimbingan Do'a-do'a . 7. 11. 19. 21. 20. 4. 9.000 +30. 2. 15. 8. 12. 13. 18. 10. 17. 5.9 DAFTAR BIAYA PENGADAAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1.00) x 20 =1. Bagan Skema Tajwid dan materi per KD Boneka Dewasa untuk Praktik merawat Jenazah Kain Kafan 1 set Peralatannya Keranda dan tempat memandikan jenazah Pegara Gerakan Wudlu dan Shalat Maket / miniatur ka'bah Kain Ihram/ Baju Ihram Mukena Lajur/ Baju Ihram Perempuan 20 x 75000=1500. 14. 3.

Meningkatkan wawasan kependidikan Agama Islam siswa dan siswi muslim . menulis atau menggambar dan aktifitas lainnya yang tidak ada hubungan dengan mata pelajaran tersebut. Padahal melihat peranan mata pelajaran PAI di sekolah menempatkan posisi yang sangat strategis dalam memberikan dasar keimanan dan ketaqwaan peserta didik ke depan.PROPOSAL PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH 1. sehingga pembelajaran. tetapi harus mempunyai makna bagi peserta didik. Salah satu bentuknya adalah pembelajaran PAI berbasis Information and Communication Technology (ICT) atau sering disebut dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta adanya dan tepatnya media dan alat peraga. sedangkan peserta didik senang atau tidak harus mau mendengarkannya. peserta didik merasa bosan dengan mata pelajaran yang diajarkan Hal ini ditunjukkan dengan peserta didik yang mengantuk. Sehingga Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif. TUJUAN PENGADAAN MEDIA 1. Melihat begitu pentingnya mata pelajaran PAI di sekolah. Guru mengajarkan di depan kelas. . Termasuk didalamnya guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis kemampuan siswa 4. sering ijin keluar. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan PAI menjadi salah satu mata pelajaran yang harus ada mulai jenjang dasar sampai Pendidikan Tinggi. 2. POKOK – POKOK PIKIRAN Diakui atau tidak sekarang ini tidak sedikit guru dalam pembelajaran di kelas masih monoton (ceramah). Memberikan gambaran pada guru keterkaitan antara pembelajaran PAIKEM dengan Kurikulum Berbasisi KTSP. Dalam Undang-Undang No. Efektif dan menyenangkan ( PAIKEM ) dapat kami wujudkan 2. Diantara caranya adalah dengan adanya inovasi pembelajaran. 3. Meningkatkan ketrampilan guru dalam penguasaan IPTEK. Akibatnya. dan penilaian proses pembelajaranakan menjadi lebih maju. jangan sampai hanya formalitas telah dilaksanakan. berbicara dengan teman.

. PENUTUP Demikian proposal Pengajuan pengadaan media dan alat peraga ini kami buat. Secara Khusus a) Target peningkatan mutu Pembelajaran MAPEL Pendidikan Agama Islam dapat tercapai. Secara Umum a) Meningkatkan pembelajaran siswa siswi kami yang beragama Islam serta mampu menerapkan pembelajaran PAKEM dengan kurikulum KTSP dalam proses pembelajaran berbasis Multimedia . b) Target kualitas dan mutu siswa siswi muslim meningkat. dan atas perhatian serta terkabulnya proposal ini kami ucapkah terima kasih dan mudah – mudahan semua ini dapat menjadikan kemashlahatan bersama bagi kita. c) Siswa dapat menerapkan teori dan praktik pada tiap SK/KD. TARGET DAN SASARAN 1.5. Meningkatkan ketrampilan kesiapan dan tanggungjawab siswa untuk memimpin diri sendiri dan kelompok – kelompok kecil 3. b) Prosentase hasil akhir dan mutu pendidikan Agama Islam tidak mengalami penurunan seiring dengan peningkatan standar nilai minimal lulus yang di tetapkan oleh sekolah. VI. 2.

S.H. SAMSURI 2.S.MM 3. 13 Maret 2012 Ketua YPICPP Drs. S.SEKRETARIS : MAT ALI.ANGGOTA : ROHMATULLAH : MAS’UD Jakarta.KETUA 2.SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA (YPICPP) PEMBINA : A S N A W I .IP.KETUA : Drs.BENDAHAR : MASWATIH PENGAWAS : 1..PDI PENGURUS : 1.Samsuri .

Bagan Skema Tajwid dan materi per KD 2. Poniter Laser/ Remot countroll 15. Al-Qur'an Mujallad 11. Kain Kafan 1 set Peralatannya 4. Mukena Lajur/ Baju Ihram Perempuan 9. LCD Proyektor + Layar 14. Laptop dengan Spesifikasi se . Surat Yaa-Siin lengkap dengan Translitrasi dan terjamah 12. SUSUNAN Kain Ihram/ Baju Ihram 8. Maktabah Asy Syamilah 13. Maket / miniatur ka'bah 7. Pegara Gerakan Wudlu dan Shalat 6. Peta Perkembangan sejarah Islam 10.RENCANA ANGGARAN BIAYA rererBIAY BG NGADAAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1. Boneka Dewasa untuk Praktik merawat Jenazah 3. Keranda dan tempat memandikan jenazah 5.

.

Fotocopy NPWP Sekolah 7.Fotocopy Sertifikat Nomor Statistik sekolah (NSS) 4.Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) .Fotocopy Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 5.LAMPIRAN 1.Fotocopy Rekening Koran SMP Puspita Persada 2.Fotocopy Sertifikat 9.Fotocopy Sertifikat Nomor Induk Sekolah (NIS) 3.Fotocopy Akte Notaris 8.Fotocopy Sertifikat Akreditas Sekolah 6.

Proposal Pavling halaman ruang laboratorium 2. Telah terlaksana Rapat Pleno Komite Sekolah Tahun 2009 3. Rapat koordinasi pembuatan proposal dengan hasil : a. Soal ulangan harian terkendali oleh tim pengembang penilaian. Guru. penambahan fasilitas sekolah. Proposal tersebut ditujukan pada pemerintah daerah dan pemerintah pusat. 2. pemerintah dan menerapkan / menempatkan alokasi dana sesuai kebutuhan. RAPBS ini dibuat berdasarkan masukan dari Komite. VCD Manasik Haji dan Umrah 21. Pembuatan RAPBS untuk mengalokasikan anggaran maka dibuat RAPBS. memperhatikan prioritas kebutuhan sekolah. 5. karyawan dan siswa. UH2 5 s. Pelaksanaan Program pengembangan dan system penilaian : Program ini bertujuan untuk meningkatkan frekuensi UH.d 6 Oktober 2009 Program Pengembangan dan Penggalian Sumber Dana Pendidikan Beserta Implementasinya 1. pengusaha. Pelaksanaan remedial teaching maupun remedial tes bagi siswa yang belum tuntas sesuai KKM masing . Mimbar / Podiumm 22. Remidi. Proposal Pembangunan Sarana ibadah ( Tempat wudlu ) f. Sosialisasi kepada wali siswa dan rapat pleno yang telah dilaksanakan pada tanggal 5 s. Al-Qur'an dan hadits digital 19. Program ini bertujuan untuk mencarai sumber dana seluas luasnya dari masyarakat. Jadwal pelaksanaan ulangan harian terkendali dan terpadu dengan kegiatan Belajar Mengajar telah dilaksanakan pada tanggal UH1 10 s. 1. Proposal Pengadaan Komputer Siswa e. Tersusun RAPBS tahun pelajaran 2009/2010 2. 3. ruang belajar. UH3 16 s. Pembuatan proposal pengajuan anggaran untuk kegiatan peningkatan mutu. Rapat koordinasi antara sekolah dan komite dalam rangka penggalian dana.Copy Pembelajaran PAI Dengan berbasi ICT 17. 10 Oktober 2009. Proposal Dana Pendamping SSN Proposal b. transparan dan accountable.d.d. Setiap 1 (satu) semester diadakan ulangan harian minimal 3 (tiga) kali setiap mata pelajaran. 4. Kegiatan tersebut antara lain : 1. Murattal MP3 Imam Kharamain 20. Analisis dan kualitas dari kegiatan tersebut . 21 Nopember 2009. Agar terwujud RAPBS yang baik. Islamic Shoftwere 18. Program pengembangan dan penggalian sumber dana pendidikan beserta implementasinya. Setelah ulangan selesai diadakan analisis soal dan hasil ulangan harian. 3.d 15 Agust 2009. Proposal Kursi Ruang Multimedia c. Bimbingan Do'a-do'a 1. Rapat koordinasi ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Kepala Sekolah. 4. Tokoh masyarakat. Proposal Ruang Laboratorium Bahasa d. 2.

Pembagian rombongan belajar siswa masing-masing kelas berjumlah 32siswa dilaksanakan tanggal 11 Juli 2009 c. 4. Kegiatan Ulangan Tengah Semestertelah diulaksaakan pada bulan Oktober 2009 7. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2009. Program ini bertujuan untuk melengkapi peralatan pendidikan dan fasilitas sekolah agar lebih nyaman. Memiliki Tim Supervisi pembelajaran 6. September dan Nopember 2009 6. alat media Vidio shooting dan akses Internet ( pengadaan tower dan jaringannya ). Pengadaan 1 unit computer dilaksaakan tanggal 3 September 2009 Program Pengembangan Sarana Prasarana Demi terpenuhinya sarana prasarana (fasilitas) pembelajaran maka dilakukan penambahan dan pengadaan sarana prasarana antara lain : Pengadaan Kursi Ruang Multi Media. Pengadaan bahan ajar siswa ( modul. 1. Pembelian 1 (satu) buah LCD Proyektor. Pengadaan Jaringan Internet(tower). kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 Januari 2010 diiukti oleh 30 orang guru. alat IPA. d. 2. Peningkatan Kegiatan Ulangan Tengah Semester Telah terlaksana kegiatan UTS secara terprogram dan terkoordinir melalui tim pengembangan penilaian.LKS ) mapel UN akan dilaksaakan tanggal 4 januari s. Pelaksanaan Remedial teaching dan Remedial Test semester 1 telah dilaksanakan pada tanggal 18-20 Agust. Kegiatan ini dilaksanakan pada tgl 15 Nopember 2009 5. Pengadaan 1 (satu) buah Laptop dan 2 (dua) buah printer kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 September 2009 2. menarik dan bermakna. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2009.d. 2.Program pengembangan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dan karyawan dibidang Informasi dan Teknologi. Mengintensifkan peranan MGMP sekolah setiap mata pelajaran. 4 Februari 2010 Program Pengembangan Proses Belajar Mengajar 1. Pengadaan bell Elektronik dilaksanakan tanggal 19 Desember 2009. Peningkatan Remidi Telah dilaksanakan remedial teaching pasca ulangan harian kepada siswa belum tuntas sesuai dengan KKM maple masing-masing 4. Memiliki Jadwal Pelajaran 2. 3. 5. Mengadakan pelatihan pembelajaran berbasis ICT melalui pembuatan Power Point. 3. e. 3. Sarana Ibadah (tempat wudlu). 3. Memiliki Tim MGMP Sekolah 3. Penambahan LCD.perpustakaan dan penilaian. Peningkatan Analisis Ulangan Harian Telah dilaksanakan analisis ulangan harian sebagai tindak lanjut pelaksanakan ulangan harian.kepegawaia. Mengadakan Pelatihan TIK Dilaksanakan Pelatihan TIK dengan perincian sebagai berikut : . Memiliki sumber belajar (modul dan LKS) 4. Program Pengembangan Proses Belajar Mengajar. 1. Mengadakan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi staf TU bidag entry data base kesiswaan. Membangunan sarana ibadah (tempat wudlu). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2009 oleh 4 org staf TU. Peningkatan frekwensi Ulangan Harian Telah dilaksanakan Ulangan Harian sebanyak 3 kali dalam satu semester dan soal ulangan terkoordinasi oleh tim penilaian. 12-17 Okt. Rapat Pembagian tugas mengajar sesuai dengan keahlian guru masing-masing / bidang studi guru dilaksanakan tangal 18 Juni 2009 b. B. Pengadaan Kursi Ruang Multi media sejumlah 34 buah dilaksanakan tanggal 5 September 2009 6.masing mata pelajaran dilaksanakan pada bulan Agustus. 7. Pembentukan tim penyusun KTI melalui penyusunan PTK oelh guru maple UN sejumlah 10 orang guru dilaksanakan bulan Desember 2009 sampai bulan Februari Tahun 2010. Memiliki Jadwal piket jam kosong 5.Program pengembangan sarana prasarana dan fasilitas sekolah. Program ini bertujuan untuk mengaktifkan KBM dan proses PBM lebih fariatif dengan pendekatan CTL a. Workshop pengembangan system peilaian akan dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2010 Hasil Program Pengembangan dan Sistem Penilaian 1. dilaksanakan tgl 13 Oktober 2009 8. Memiliki pembegian tugas mengajar sesuai bidang studi 4. Pembelian DVD video shooting. Program Peningkatan Tenaga Pendidik dan Kependidikan 1. 23-28 Nop tahun 2009.

1. Program Kerja Jumat Bersih telah dilaksakan pada tgl 8 Oktober. Program ini bertujuan meningkatkan pelayanan dan manajerial SMP 1 Kepil agar lebih tertata. c. mudah diakses oleh masyarakat luar. Rancangan dari tim ini menjadi konsep dasar pembuatan RKS. Pembuatan jadwal piket kebersihan telah dilaksanakan tgl 14 Juli 2009 2. Strategi pelaksanaan kegiatan ini adalah setiap penanggung jawab program memiliki anggota untuk mengidentifikasi tantangan nyata yang dihadapi sekolah. Kegiata Home Visit telah dilaksaakan 8 kali tanggal 8 Hasil Program Pengembangan Budaya dan Lingkungan Sehat 1. Mengadakan Worshop Pembelajaran Berbasis ICT 6. 12 dan 13 Juli 2009. Work Shop Tim Pengembang KTSP dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2009 b. Program ini bertujuan untuk meningkatkan lingkungan yang sehat . Pembuatan RPP semua mata pelajaran dan dilaksanakan pada tanggal 11. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah yaitu kurikulum karena sekolah diharapkan mampu membuat kurikulum sendiri berdasarkan kebutuhan. indicator keberhasilan.d 8 Agustus 2009 3. asri . . Mengadakan Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Pelatihan PTK sementara diikuti oleh 11 orang guru bekerjasama dengan program BERMUTU MGMP Mapel UN pada semester ini sedang pada tahap identifikasi masalah dan rencana tindakan. serta pembuatan anggaran yang dibutuhkan masing masing program. Telah tersusun jadwal piket kebersihan dan program Jum’at bersih karyawan. TABEL Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. Pelaksanaan tersebut adalah : 1. Dibuat tim pengembang Kurikulum SMP 1 Kepil. 1. Pembuatan silabus semua mata pelajaran yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 s. Pembuatan konsep RKS SMP 1 Kepil dilaksanakan pada tanggal 7 . dipercaya oleh masyarakat dapat dipertanggung jawabkan. Lomba 7 K telah dilaksanakan pada tgl 5 s. Silabus.d 9 Juli 2009. Strategis pelaksanaan. 8 Juni 2009 dengan porsenil sebagai berikut : 7. 5 Nopember dan 19 Nopember 2009 5. Terwujudnya Kurikulum SMP 1 Kepil (Dokumen 1 dan lampirannya.Program Pengembangan dan Implementasi manajemen sekolah. program strategis. 2. nyaman serta kondusif untuk KBM. Pembuatan Dokumen Kurikulum SMP 1 Kepil dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2009. RPP dan KKM) 8. jadwal pelaksanaan . 3. Dibentuk Tim Pengembang Kurikulum TABEL 2 2. 22 Oktober. dilaksanakan tanggal 30 Juni 2009 diikuti oleh 22 peserta. Rapat Koordinasi pembentukan tim pembuat kurikulum SMP 1 Kepil tahun pelajaran 2009/2010. Pembenahan Ruang UKS telah dilaksanakan pada tgl 24 Oktober 2009 4.2. tujuan sekolah 4 tahun yang akan datang. Hasil Program Pengembangan Pembuatan Kurikulum SMP 1 Kepil 1. sesuai dengan karakteristik SMP 1 Kepil.Pelaksanaan Program penegembangan Budaya dan Lingkungan Sehat. supervisi. Penyusunan RKS(RENSTRA) SMP 1 Kepil pada tanggal 20 Juli 2009.Pelaksanaan Program Pengembangan Pembuatan Kurikulum SMP 1 Kepil.

Kegiatan operasional ini dilakukan oleh tim Managemen Puleh Aceh. Telah dilaksanakan Lomba 7 K antar Kelas 3. Staf Layanan Langsung. Staf Admin dan Keuangan.2.sebagai berikut: A. Divisi Layanan Langsung Yayasan Puleh Aceh Khususnya Bagian Klinik telah memberikan penanganan psikologis terhadap 8 kasusu kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terdiri dari: . seperti : Mengelola seluruh Sumber Daya yang ada di puleh Aceh (SDM. B. yang terdiri dari: Koordinator Area. yayasan Puleh Aceh masih di pimpin oleh Dian Marina Sebagai Koordinator Area yang dibantu oleh 7 orang Staf Kegiatan operasional kantor yang dilakukan merupakan kegiatan rutin. Staf Pengembangan Kapasitan dan Staf Riset. Asset) dan mengelola Seluruh Program yang sedang dijalankan oleh Puleh Aceh. Telah dilaksanakan penataan ruang UKS 4. Publikasi dan Dokumentasi. Keuangan. Operasional Kantor Pada tahun 2010. Telah dilaksanakan Kegiatan Budaya Jumat Bersih 5. kegiatan rutin yang dilakukan di yayasan puleh area aceh. Telah dilaksanaka Home Visit LAPORAN TAHUNAN YAYASAN PULEH ACEH TAHUN 2010 KEGIATAN RUTIN YAYASAN PULEH ACEH Pada tahun 2010. Klinik Layanan Langsung Pada tahun 2010.

Melalui kerja-kerja jaringan tersebut. Selain itu yayasan juga memberi kesempatan dengan mengirim stafnya untuk mengikuti kegiatan: seminar. Program Penguatan Kapasitas bagi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Aceh Timur dan Mitra jaringanya. Melalui Kerja-kerja jaringan tersebut. lebih dikenal dikalangan Pemerintah maupun Organisasi Non Pemerintah. Notulensi setiap kegiatan dan membantu proses pengembangan Modul dan alat psikoedukasi pada program tersebut. dari kegiatan ToT tersebut dipilih 6 orang training yang berasal dari yayasan puleh untuk menjadi fasilitator pada rangkaian training di laksanakan di aceh timur dan dibeberapa tempat lain. Networking dan Advokasi pada tahun 2010. Riset Publikasi dan Dokumentasi Pada tahun 2010. Pelatihan. Publikasi dan Dokumentasi lebih banyak memberikan support khusus pada program layanan masyarakat. puleh aceh memberikan kegiatan penguatan pengembangan kapasitas melalui serangkaian kegiatan: Training of Trainer Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Workshop yang di adakan oleh lembaga lain. terdiri dari: Fatmawati Luthan (Konselor). melalui jaringan kerjasama lintas sektor yang ada di Aceh. Dian Marina (Konselor). baik sebagai perserta maupun sebagai narasumber. Pada Februari hingga Agustus 2010. untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.3 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan . C.5 kasus kekerasan terhadap Anak Ke Delapan (8) kasus tersebut: 2 kasus berasal dari rujukan dari lembaga lain. E.. Yayasan Puleh melakukan program penguatan kapasitas bagi pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) aceh timur. seperti: jaringan Penanganan kasus. Penguatan Kapasitas Staf Pada tahun 2010. Divisi Riset. yayasan puleh ikut berperan aktif pada kegiatan-kegiatan advokasi dan penanganan kasus. hal ini dapat di ketahui melalui banyaknya undangan yang masuk ke yayasan puleh aceh pada kegiatan-kegiatan di Organisasi-organisasi tersebut. jaringan gerakan Perempuan Aceh dan gender Working Group. Petugas yang memberikan pelayanan di klinik layanan langsung puleh aceh. 2 kasus berasal dari rujukan jaringan penanganan kasus dan 4 kasus langsung mengakses layanan klinik puleh yang memperoleh informasi tentang keberadaan klinik tersebut. yaitu program pengembangan kapasitas P2TPA aceh timur. KEGIATAN PROGRAM YAYASAN PULEH ACEH 2010 A. D. yayasan Puleh Aceh telah mengambil peran penting dalam upaya pelayanan psikologis pada beberapa kasus kekerasan perempuan dan anak yang di advokasi dan di layani pada jaringan penanganan kasus. Dalam menjalankan program ini yayasan puleh memberikan tecnical assisten khusus penanganan psikologis bagi perempuan dan anak korban kekerasan berkolaborasi dengan Kelompok Kerja transpormasi Gender Aceh (KKTGA) yang memberikan tecnical Assisten khusus pendampingan hukum bagi perempuan dan anak . yayasan puleh sepanjang tahun 2010. Haiyunnisa (Psikolog) dan Jackie Viemilawati (Psikolog). Kegiatan yang dilakukan adalah: pendokumentasian program berupa pengambilan foto dan audio visual.

adapun rangkaian kegiatanya sebagai berikut: . - .Darul Aman dan Desa Beusa Seberang Kec. upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (Program Lanjutan). - - - . 28 Personel P2TP2A Aceh Timur. Program penguatan kapasitas pusat pelayanan terpadu Pusat Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan masyarakat Aceh Timur. 2 Desa Pilot berkumpul untuk melakukan case conference atau berbagi pengalaman tentang upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan. 24 orang Aparat Penegak Hukum. 24 Tenaga Medis di Puskesmas 24 Kecamatan di Aceh Timur. Training Dasar Mediasi untuk Transformasi Konflik Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak. beberapa rangkaian kegiatan sebagai berikut: Seminar Sosialisasi Publik tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh Timur Workshop Pelibatan Partisipasi Tokoh Adat dan Tokoh Agama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. bagi aparat desa dari 2 Desa Pilot Project.Pencetakan Modul dan Alat Edukasi Lounching/Peluncuran dan Distribusi Modul dan Alat Edukasi tentang Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus terhadap Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.korban kekerasan. 24 orang dari LSM dan Ormas pemberi layanan kepada perempuan dan anak korban kekerasan. . bagi 124 peserta yang berasal dari. 24 Tenaga Pekerja Sosial dari 24 Kecamatan. Program ini di danai oleh IRD Serasi-USAID.Workshop Pengembangan Draft Modul dan Alat Edukasi tentang Pemulihan Psikososial bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan . B. Melalui kegiatan ini. Community Forum.TOT Penguatan dan Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan terhadap perempuan dan anak (penjaringan calon fasilitator untuk memfasilitasi training Penguatan dan Pemulihan Psikososial bagi perempuan dan anak korban kekerasan).Workshop Pembentukan Jaringan Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan anak Training Pemulihan Psikososial bagi Kader Pemberi layanan tingkat Desa dari 2 Desa Pilot Project yaitu Desa Seuneubok Simpang Kec. Peureulak Barat. Program ini merupakan program lanjutan dari pada penguatan kapasitas P2TP2A sebelumnya. terjaring 6 orang calon fasilitator/trainer dari 15 orang peserta TOT Rangkaian Training Penguatan dan Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Bersama dengan para kader melakukan kegiatan Community Discussion (Diskusi komunitas) untuk sosialisasi tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di 2 Desa Pilot Project.Workshop Finalisasi Modul dan Alat Edukasi .

yaitu mampu mengontrol diri dalam masyarakat. seluruh gerak Yayasan Al-Jawad dilandasi oleh prinsip mewakafkan seluruh potensi diri personal anggota. 3:104. dalam kehidupan sehari-hari secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. yang meliputi : * Kemampuan intelektual. Seluruh aktifitas/kegiatan yang dijalankan Yayasan Al-Jawad diarahkan kepada : 1. * Kemampuan sosial. 3. 8:72 dan Surat 59:9. khususnya keluarga sendiri. yang dijalankan Yayasan Al-Jawad. . baik ke dalam maupun ke luar. Terciptanya kemampuan personal (anggota) yang berkualitas dalam menangani dakwah ajaran-ajaran Ahlulbait as. Terhimpunnya sumber dana yang kuat (mapan) yang dapat mendukung seluruh kegiatan dakwah ajaran-ajaran Ahlibait as. (media dakwah) yang dapat menjangkau masyarakat luas. dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaannya. Tujuan umum didirikannya Yayasan Al-Jawad adalah untuk mengamalkan ajaran-ajaran Ahlulbait as. * Kemampuan profesional.sekilas mengenai yayasan pendidikan islam al-jawad Sekilas Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad Lahirnya Yayasan Al-Jawad pada awalnya didasarkan pada kandungan ayat-ayat suci al-Qur'an surat 41:33. Terciptanya media penyebaran ajaran-ajaran Ahlibait as. baik harta maupun jiwa dalam mengemban misi dakwah ajaranajaran Ahlulbait as. serta mengembangkan dan menyebarkannya ke dalam masyarakat luas. yaitu memahami dan menerjemahkan ajaran-ajaran Ahlulbait as. * Kemampuan spiritual. 2. yaitu mampu menampilkan pribadi mulia (insan kamil) sejalan dengan akhlak Ahlulbait as. yaitu mampu mengkoordinasi seluruh potensi yang ada di masyarakat untuk kegiatan dakwah ajaran-ajaran Ahlulbait as.

Peristiwa-peringatan tersebut diantaranya adalah : 1. Program Silaturahmi. Paket kursus Bahasa Arab 2. Buku Benarkah Nabi Bermuka Masam? (1991). Adapun peristiwa-peristiwa ritual lainnya hanya diikuti jama'ah seputar wilayah Bandung. 3. Berikut adalah beberapa program jangka pendek Yayasan Al-Jawad yang telah. khususnya acara yang diperingati oleh Yayasan Al-Jawad hanya peristiwa Bi'tsah Rasulullah dan Khaul Nabi Muhammad Saaw. Pada akhir tahun 1418H. Pengkoordinasian Jama'ah Ahlul Bait Nasional 6. Majlis Khadijiyah 9. Program ini direncanakan satu bulan sekali dengan mengadakan safari ziarah ke beberapa .1997. Selain menerbitkan buletin secara bulanan. Paket kajian Fikih Ja’fary 8. Adapun majlis-majlis yang telah. sedang dan akan direncanakan untuk programprogram selanjutnya: Program Penerbitan. Buku Mi'raj Ruhani I (1993). Paket kursus Bimbingan Puasa 4. Paket kajian Aqidah Jama’ah 6. Pengkoordinasian Jama'ah Ahlul Bait Internasional Program Jangka Pendek Program jangka pendek adalah program yayasan yang tersusun dalam rencana kerja bulanan. 7. Yayasan Al-Jawad pun menerbitkan buku-buku ke-ahlibait-an. 1995. Buku Pesan Sang Imam Program Majlis Taklim/Kursus. Peringatan Maulid Nabi 2. Pelaksanaan ritual Shalat Iedain 4. Peringatan Idul Ghadir 3. sedang dan akan dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. II. Pembangunan Masjid 2.Program Jangka Panjang Program jangka panjang Yayasan Al-Jawad adalah rencana pengembangan yayasan yang menggunakan progam jangka lima tahunan. penerbitan ketiga buletin tersebut digabungkan menjadi satu nama buletin yakni buletin Al-Jawad yang isinya merupakan gabungan dari ketiga buletin tersebut. Program penerbitan ini telah berjalan dari awal berdirinya Yayasan Al-Jawad hingga sekarang ini. Pendirian Lembaga Ekonomi Muslim 5. Buku Mafaatihul Jinan. Adapun rencana-rencana program jangka panjang Yayasan Al-Jawad adalah sebagai berikut : 1.1997). Paket kajian Ja'fary terpadu I. Program majlis yang telah dilaksanakan adalah majlis-majlis yang diadakan di sekretariat baik majlis rutin dalam bentuk paket kajian atau majelis kursus yang melibatkan peserta dari luar jama'ah. Pendirian Pondok Pesantren 3. 4. 5. 6. buletin Risalatuna (membahas masalah ketauhidan) dan buletin Al-Ghadir (informasi keilmuan dari Ahlibait as). terdapat beberapa peristiwa besar yang sering kita peringati. Pusat Informasi dan Riset Keislaman 4. Mengingat pengaturan peringatan peristiwa besar di Indonesia ini telah diatur oleh para asatidz maka acara peringatan di Bandung. Buku Amalan Ramadhan (1994. Pelaksanaan ritual Lailatul Qadr 5. khususnya agenda di kalangan Ahlul Bayt as. Buku Mi'raj Ruhani II (1996). Dan pelaksanaan ritual lainnya. Buku Mereka Bertanya Ali Menjawab (1998). Paket kursus Ilmu Mantiq 3. 2. Di dalam agenda agama Islam. Penerbitan yang rutin dilakukan tiap bulan adalah menerbitkan buletin Al-Jawad (berisi masalah bimbingan spiritual). Majlis-majlis yang diadakan di tempat dll Program Peringatan Hari Besar Islam. di antaranya adalah : 1. Dengan mengundang jama'ah se-Jawa Barat. III dan IV 5. Paket kajian Tafsir Amtsal 7.

H. wakaf dan kitab titipan dari beberapa ustadz. Untuk menambah dan meningkatkan pengadaan dana. Sebagian besar koleksi perpustakaan adalah kitab-kitab referensi yang bersumber dari pembelian. Bahasa Arab dan Bahasa Parsi. Kanwil Suku Dinas Sosial Pemerintah Kota Administrasi Jakarta selatan . Program Perpustakaan. maka setiap hari di sekretariat senantiasa ada aktifitas-aktifitas yang umumnya dilaksanakan pada pagi hingga sore hari. Pesanggrahan. Program Kesekretariatan. maka divisi usaha mencoba untuk mengembangkan dengan membuka percetakan dan sablon. SMU 63 Petukangan Utara.tokoh ulama dan beberapa ikhwan baik di dalam maupun di luar kota. Nomor 11 Jl. Kunjungan silaturahmi untuk jama'ah di luar kota pada umumnya disertai dengan kegiatan dakwah dan diskusi. bahasa Inggris. Pelayanan perpustakan untuk jama'ah di wilayah Bandung terdiri koleksi buku berbahasa Indonesia. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax: (021) 73883179 Nomor : 045/PP/SMP. Program Divisi Usaha. Untuk melancarkan kegiatan operasional kegiatan Yayasan Al-Jawad.PP/III/2012 Lampiran :1 (Satu) berkas Perihal : Permohonan Perpanjangan Tanda Daftar Yayasan Jakarta. YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA ( YPICPP ) AKTE NOTARIS :EDWAR.S. 13 Maret 2012 Kepada Yth.

atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih. Wr. Assalamu’alaikum.Surat permohonan perpanjangan tanda daftar yayasan 2. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax: (021) 73883179 SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA .Fotocopy Sertifikat HAM 5 Fotocopy Tanda Daftar Yayasan Lama 6. Samsuri YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA ( YPICPP ) AKTE NOTARIS : EDWAR.9 Blok I Lt 12.Prapanca Raya No. Wr. Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1.Foto Copy KTP Pengurus yayasan 7. Nomor 11 Jl. Pesanggrahan. . Hormat Kami Ketua YPICPP Drs.Kebayoran Baru Jakarta selatan Di Jakarta Dengan hormat. Wb Sehubungan dengan telah habisnya masa Tanda Daftar Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita Persada (YPICPP) tahun 2012. Wassalamu’alaikum.Fotocopy Akte Notaris 4. SMU 63 Petukangan Utara.Fotocopy Susunan Pengurus Yayasan 7.Fotocopy Keterangan Domosili Demikian permohonan ini kami sampaikan.H.S.Jl. Wb.Kegiatan Tahunan Sekolah 3. maka dengan ini kami memohon kepada bapak/ibu pimpinan untuk memperpanjang kembali Tanda Daftar Yayasan yang kami pimpin.

(YPICPP) PEMBINA : A S N A W I . SAMSURI 2. S a m s u r i .S.IP.MM 3.PDI PENGURUS : 1..KETUA : Drs. S.SEKRETARIS : MAT ALI. 13 Maret 2012 Drs.KETUA 2.H.BENDAHAR : MASWATIH PENGAWAS : 1.S.ANGGOTA : ROHMATULLAH : MAS’UD Jakarta.

Siapkan mobil dan surat-suratnya 2. saya menulis ini juga untuk menyemangati diri agar segera bisa memiliki "Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia". Posisi: . langsung saja kita mulai pelajaran setir mobil sendiri tanpa kursus: 1.ipb.id/~anita/kursus_stir_mobil.Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya).ac.Artikel saya ini sengaja saya susun untuk mengingat pengalaman saya belajar setir mobil beberapa tahun yang lalu. Dalam menuliskan ini saya banyak juga mengambil referensi dari blog http://bima. Menghidupkan mobil dalam keadaan kopling di gigi nol 1) Pasang tali / sabuk pengaman 2) Putar kunci untuk menghidupkan mesin 3) Hidupkan AC 4) Turunkan Rem Tangan .htm Ok. Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian) .

Menghadapi macet di lampu merah tanpa menggunakan rem. tempel pedal rem 2) Injak kopling habis.Jika jalur aman. Atur bergerak mundurnya mobil dengan cara menginjak dan mengangkat kopling sekuku sampai dengan � kopling (jangan lebih dan jangan mengangkat terlalu cepat agar mesin tidak mati) 4. lihat jalur apakah bebas jika ada mobil yang ingin lewat maka injak lagi kopling sekuku sambil menempel rem atau menempel gas (sebaiknya dipilih memberhentikan mobil dengan menempel gas agar jika mau jalan lagi tinggal lepaskan gas dan angkat kopling saja sekuku). pindahkan gigi ke gigi R 2) Angkat kopling pelan2. Jika jalur sudah bebas hambatan. pindahkan gigi ke gigi 1 6) Angkat kopling pelan2 7) sambil Injak gas sedikit demi sedikit sampai terasa mobil bergerak 3. Berhentikan mobil: Angkat kopling sekuku dan injak rem sedikit (tempel rem) 11. atau ketika hendak keluar dari gang ke jalan raya 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap 4) atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 5) Tempel kaki di gas 10. Melalui polisi tidur 1) Angkat gas.Jika jalur sibuk berhentikan mobil dengan kombinasi mengangkat kopling sekuku dengan menempel rem (biasanya jika kopling diangkat sekuku akan terasa mobil bergetar sedikit) . jalankan/belokkan mobil dengan mengangkat kopling sekuku (mobil akan maju merayap). Menghadapi macet di lampu merah menggunakan rem 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem (mainkan sesuai keadaan jalan) 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 9. mobil dijalankan hanya dengan mengangkat kopling sekuku sampai setengah kopling atau kopling tak usah diinjak. tempel gas b) Injak kopling habis c) Angkat gas d) Pindahkan gigi ke gigi 1 e) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap (=bergerak perlahan). biarkan saja mobil bergerak memakai lumpsum nya. angkat kopling sekuku (mobil merayap maju) f) Putar stir 2 x ke kanan (putar stir habis) (ingat jangan memutar stir dalam keadaan mobil diam/berhenti.5) Injak kopling habis. Menambah/mengurangi gigi 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke gigi yang dikehendaki 3) Tempel gas 4) Angkat kaki dari kopling pelan2 7. pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling pelan2. Injak gas sedikit sampai dirasa mobil bisa melewati polisi tidur 5) Setelah dapat melewati polisi tidur injak gas pelan2 6. dan injak kopling sekuku kalau ingin mengurangi jalan merayapnya mobil. Belok balik (berputar balik 180o) ke kanan П a) Jika mobil melaju terlalu cepat. Jalankan mobil merayap: Angkat kopling sekuku (Dengan posisi ini mobil akan berjalan merayap) 12. sampai terasa jalannya mobil stabil sesuai dengan kecepatan seharusnya 6) Lepaskan kaki dari kopling. Ganti gigi pada saat mobil berjalan (kaki kanan masih menginjak gas) 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke posisi yang dikendaki 4) Angkat kopling pelan2 5) Injak gas pelan2. 4) jika dirasa polisi tidur terlalu tinggi. atur jalannya mobil hanya dengan menginjak dan mengkat gas saja 5. kurangi laju jalannya mobil dengan menginjak kopling sekuku . Rasakan sampai mobil terasa bergerak mundur.Memundurkan mobil 1) Injak kopling habis. Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan cepat 1) Injak rem pelan2 sampai terasa mobil berhenti 2) Injak kopling habis 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 4) Angkat rem tangan 8. bisa merusak komponen mobilnya nanti) (lihat jalur apakah bebas atau tidak) .

injak pedal rem. angkat kopling sampai terasa mobil maju jika perlu boleh tambahkan dengan menginjak gas CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDI Langkah awal Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pake belajar/belajar mengemudi. apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin.Jika mobil di depan berhenti tiba2. MOBIL BERJALAN) 4) Injak kopling sekuku diimbangi dengan menginjak/menempel gas sedikit (mobil akan berhent. . Menghidupkan mobil yang mati mesin tiba2 1) Jangan panik ! 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. MOBIL BERJALAN). bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit. angkat kaki dari kopling. injak kopling. Jika mobil di depan mulai bergerak maju. masukkan gigi ke gigi 1. Rem. Kombinasi kopling dangan gas ketika mobil didepan berhenti tiba2 lebih baik digunakan sehingga kalau mobil di depan maju tinggal angkat kopling sambil tempel gas. masukkan gigi ke gigi 1. MOBIL BERHENTIi) 5) Angkat kopling sekuku (mobil akan merayap maju kembali. Untuk berjalan atau dan berhenti dalam posisi ini hanya menggunakan kombinasi injak dan angkat koling sekuku 16. Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau standar keselamatan maka mulailah dengan sekarang….Jika mobil di depan mulai berhenti perlahan. dan 3 saja jika berada di dalam kota) 13. pindahkan gigi ke gigi 0. pindahkan gigi ke gigi 0. angkat kopling perlahan. angkat kopling sekuku. injak habis kopling. injak rem. lalu angkat kopling sekuku rasakan mobil mulai maju merayap .Jika mobil di depan berhenti lama.Jika jalan menanjak. 2. injak kopling habis. injak kopling habis. angkat kopling perlahan sampai � kopling (rasakan sampai mobil bergetar)(agar mobil tidak mundur ketika melapas rem).. Jika jalan menanjak. angkat kopling sekuku sampai mobil terasa bergetar sedikit (agar mobil tidak mundur). injak kopling. bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit .Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya ( 1 2 3 4 5 R untk mundur) 2. injak rem. segera putar balik stir 2x ke kiri sambil mobil maju merayap .Jika mobil sedah bergerak stabil. Tanjakan tanpa menggunakan rem 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling 3) Angkat kopling sekuku (mobil akan bergerak maju perlahan.. Tiba2 ada orang menyeberang 1) Angkat gas 2) Injak rem 3) Injak kopling habis 17. jalankan mobil hanya dengan gas saja 14.Jika mobil di depan mulai bergerak sedikit di jalan tanjakan . Macet di jalan rata 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan. baru lepaskan rem. Kopling.Jika mobil di depan mulai bergerak maju sedikit. (untuk mobil manual). tekan rem tangan. tempel gas 15. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan . injak habis kopling.Jika mobil di depan berhenti lama.Kenali posisi pedal Kopling tekan atau injak dan lepaskan secara perlahan . tempel gas (sesuaikan dengan kondisi lalu lintas). Jadi maju dan berhentinya mobil hanya menggunakan kombinasi kopling dan gas ! . angkat kaki dari kopling. angkat rem tangan. jika sudah sesuai dengan kondisi jalan yang dihadapi lepaskan kaki dari pedal kopling biarkan jalannya mobil hanya diatur oleh gas (gunakan gigi 1. angkat kaki dari kopling. tekan rem tangan. angkat rem tangan. tempel gas. injak gas (rasakan sampai terasa mobil berhenti perlahan) . .Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri 3.Jika mobil sudah lurus.Jika jalur sudah bebas kembali ankat kopling sekukumkembali (mobil akan merayap maju kembali) g) Setelah mobil berhasil belok dan dirasa sudah lurus. injak rem.. injak rem perlahan atau angkat kopling sekuku sambil injak gas sedikit. Jika mobil didepan berhenti di tanjakan . Macet di jalan tanjakan 1) Gigi dalam posisi gigi 1 (sebaiknya selalu gunakan gigi 1 kalau jalanan macet) 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. Jika mobil di depan mulai bergerak maju. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan . 1.

putar lagi maka anda melihat di speedo miter mobil anda beberapa lampu tanda yang akan menyala denga warna merah atau orange namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup. 6. antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang ke kanan dan k ekiri serta ke depan dan ke belakang. Posisi tersebut ada di tengah-tengah.Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemuadi dengan nyaman. majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full.namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebut berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya turunkan tuasnya.Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri. 3. cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T. karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyaman mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersadarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil. Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir. AWAS kami harap anda janga dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda.4. Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir. Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri. lakukan dengan seharusnya saja jangan paksakan pandangan kita. Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya . Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa liat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol pula.karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam tahap kita belajar mengemudi. namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan . Langkah selanjutnya. 5. bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu . Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan pedal GAS dengan lembut. posisikan pada posisi netral/ nol. atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju kedepan. Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal . Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan posisi mesin kendaraan putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir. Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol.Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baikanya anda mengoreksi kondisi tongkat prosnileng ( stik prosnileng ).Kenali posisi pedal Rem seberapa tekanannya! 1. lalu putar lagi keposisi kanan . Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata 7. tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri . maka secara sepontan anda akan merasaka perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda . anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal 2. senyaman mungkin.Kenali posisi pedal Gas seberapa efek powernya 5. akhirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan 4.

sampai anda bisa merasa rileks dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut.Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali . lakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tanpa adanya tenaga untuk menekanya. sentuh sedikit demi sedikit. Dengan demikian anda kan dengan sigap dan refleks akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga.Bila mobil anda sudah molai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanby di posisi Rem . trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung.Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikanstandby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan. 18. KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan anda kan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal. maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus. pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling sekuku biarkan mobil maju merayap 4) jika mobil di depannya berhenti tinggal menginjak kopling lalu angkat sedikit kombinasikan dengan menginjak gas sampai mobil terasa berhenti perlahan. Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan pelan 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem.Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rileks walaupun tanpa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada piosisi kopling angakat habis atau lepas habis namun denga catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada posisi pedal gas …AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan . Mobil sedang melaju cepat tiba2 mobil didepan jalan merayap 1) Injak rem perlahan 2) Injak kopling habis. atau injak kopling dan tempel rem 20. 10.. rasakan sampai mobil terasa berhenti secara perlahan2 (jangan menginjak rem terlalu cepat) 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 . Lalu angkat ujung kakaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengan katan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kakik kanan anda dari pedal Rem denga catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil 9. Macet di jalan turunan 1.namun tentunya cukup pelan saja 11.Gigi dalam posisi gigi 0 2) Mainkan rem saja tak perlu gas karena mobil akan berjalan dengan sendirinya tanpa di gas 19. Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan.posisi tongkat prosneleng ka arah kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek) 8.

injak habis kopling. injak lagi rem 11) injak kopling. luruskan mobil dengan cara injak kopling . 6) Mata lihat ke kaca spion 7) Perhatikan: Mundur mobil harus diusahakan lurus segaris dengan trotoar Jika pantat mobil sudah sampai di ujung jalan atau kurang sedikit dari ujung jalan tempat parkir maka Injak kopling 8) Putar stir habis kekanan 2 x putaran 9) Angkat kopling sekuku 10) Jika jalan menanjak bantu tenaga mobil dengan menginjak gas 11) Jika kira2 mobil sudah masuk.caranya: injak kopling habis. Berhentikan mobil ketika mundur 1) Angkat gas 2) Injak rem perlahan2 3) Injak kopling habis 25. Mundur/parkir ke kanan 1) Putar stir habis ke kanan 2) Mundur merayap 3) Putar balik stir 4) Mundur lurus 28. gunanya agar power stering tidak cepat aus/rusak 22. tahan.4) Angkat rem tangan 21. Contoh cara Parkir(disebelah kiri jalan) 1) Injak kopling habis 2) Lepaskan gas 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 4) Putar habis stir ke kiri (putar 2 x ) 5) Angkat kopling sekuku (mobil bergerak maju perlahan) 6) Atur mobil hingga parkir dengan ban lurus ke depan. Melambatkan jalannya mobil ketika mundur (Mobil berjalan merayap) 1) Posisi gigi di R. angkat/lepas rem 3) Angkat kopling sekuku Perhatikan ! Jika sudah dapat berhenti dengan kopling + tempel gas.berhenti .berhenti -jalan dengan cara: Injak kopling sekuku. Parkir mundur ke kanan 1) Injak kopling habis 2) Pindahkan gigi ke R 3) Tempel rem 4) Mundur lurus 5) Jalankan mundur perlahan dengan pola: jalan mundur pelan . tahan biarkan mobil merayap. maka angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur kembali) 7) Setelah mobil lurus dan cukup buat memutar mobil kembali. Parkir mundur di garasi bagain kiri jalan 1) Posisi belakang mobil sedikit sebelum tonggak pagar 2) Injak kopling habis. maka jika gas ditambah sebesar apapun mobil tak akan bergerak 26. tahan 4) Putar stir mobil 2 x ke kiri (putar habis) 5) Mobil luruskan (ban luruskan) dengan cara putar balik stir 2 x putaran ke kanan 6) Mundurkan lagi mobil sedikit agar mobil menjadi lurus 24. tahan. tempel rem 2) Injak kopling.jalan . injak kopling sekuku (untuk memberhentikan laju mobil) kemudian lihat dari kaca spion ruangan di belakang mobil apakah ada jarak atau tidak antara pantat mobil dengan sesuatu dibelakangnya) 6) Jika posisi aman. angkat gas. Memutar mundur mobil 180o (putar melawan arah jam) 1) Injak kopling habis 2) Putar stir habis ke kanan 3) Pindahkan gigi ke gigi R 4) Angkat kopling sekuku (mobil bergerak mundur perlahan dengan buntut mobil ke kanan) 5) Jika posisi sudah lumayan lurus. Parkir maju 1) Lewatkan mobil sebagian besar badannya 2) Belokin stir 3) Jalankan mobil pelan2 kopling diangkat pelan2 sekuku 27. lalu angkat lagi kopling sekuku. pindahkan gigi ke R 3) Mundurkan mobil hanya dengan menggerakkan kopling sedikit. injak lagi sekuku. pindahkan gigi ke R 12) Angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur) 13) Luruskan stir agar posisi ban atau posis parkir menjadi lurus 23. pindahkan gigi ke gigi 1 8) Putar habis stir ke kiri ( 2 x putaran) 9) Angkat kopling sekuku (mobil mulai bergerak maju merayap lagi) 10) Jika masih belum dapat. angkat kopling sekuku.

belok/memutar mobil. gembog stir mobil. apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin. ambil kunci dan simpan. matikan mesin mobil. angkat kopling sekuku tahan. injak (misalnya ketika turunan) sebab dapat menyebabkan rem terbakar 4) Pakailah selalu gigi 1 jika melalui jalan yang berlubang2 5) Untuk perjalanan dalam kota yang ramai dianjurkan untuk selalu menggunakan gigi 1 dan 2 saja 6) Kuasai emosi ketika berjalan lambat setelah berjalan cepat 7) Gigi 1. Kopling. buka pintu . Rem.. angkat lagi sekuku tahan.12) Putar balik stir 2 x ke kiri 13) Angkat kopling sekuku agar mobil bisa masuk pas ke dalam tempat parkir 14) Injak kopling 15) Tempel rem 16) Pindahkan gigi ke gigi 0 17) Angkat rem tangan 18) Lepaskan kaki dari kopling dan pedal rem 19) Matikan AC.. CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDI Langkah awal Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pake belajar/belajar mengemudi. angkat.Jangan lupa melihat kondisi jalur jalan sebelah kanan dan kiri serta belakang melalui kaca spion Perhatian saat menyetir mobil : 1) Stir tidak boleh diputar dalam keadaan mobil diam karena bisa merusak ban dan poros ban 2) Kalau jalan menanjak dan jalanan macet agak lama di tanjakan maka pakailah rem tangan jangan selalu mengandalkan kopling sebab kalau tidak dapat merusak mekanik kopling 3) Rem kaki tidak boleh diteka terus tapi harus dengan pola angkat. copot sealt belt.Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya ( 1 2 3 4 5 R untk mundur) 2.Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri 3. 3 untuk jalan lambat dan tanjakan 8) Gigi 4. jika kira2 sudah lurus (kontrol dengan cara mengatur ban mobil agr lurus dengan cara putar balik stir) 4) Mundurkan mobil dengan cara Injak kopling. begitu seterusnya sampai posisi mobil benar2 masuk . Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau standar keselamatan maka mulailah dengan sekarang….Jika kita salah perhitungan ketika membelokkan mundur mobil. mundur. macet. (untuk mobil manual). belok. start awal berjalan.5 tak kuat jika digunakan untuk jalan tanjakan 9) Untuk menghindari mesin mati tiba2 maka angkatlah kopling pelan2 jangan menyentak dan sekaligus 10) setengah kopling berguna untuk jalan menanjak. dan parkir 11) Gigi 3 untuk jalan raya besar 12) Gigi 2 untuk jalan raya kecil/sempit. 2.Kenali posisi pedal Kopling tekan atau injak dan lepaskan secara perlahan 4. pindahkan ke gigi R.Kenali posisi pedal Rem seberapa tekanannya! . injak sekukuku taha.Kenali posisi pedal Gas seberapa efek powernya 5. 1. injak. maka 1) Injak kopling 2) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Majukan mobil sedikit.

majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full. atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju kedepan. akhirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan 4. bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu . AWAS kami harap anda janga dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda. senyaman mungkin.namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebut berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya turunkan tuasnya. Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir. Langkah selanjutnya. anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal 2. maka secara sepontan anda akan merasaka perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda . Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa liat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol pula. 6.karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam tahap kita belajar mengemudi. Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan posisi mesin kendaraan putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir. Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri.1. Lalu angkat ujung kakaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengan katan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kakik kanan anda dari pedal Rem denga catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil .Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri. tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri . Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir. cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T. namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan posisi tongkat prosneleng ka arah kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek) 8. lalu putar lagi keposisi kanan . 3. putar lagi maka anda melihat di speedo miter mobil anda beberapa lampu tanda yang akan menyala denga warna merah atau orange namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup.Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baikanya anda mengoreksi kondisi tongkat prosnileng ( stik prosnileng ). 5. Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal . Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan pedal GAS dengan lembut.Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemuadi dengan nyaman. Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol. karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyaman mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersadarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil. Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata 7. posisikan pada posisi netral/ nol. Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya . lakukan dengan seharusnya saja jangan paksakan pandangan kita.Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali . antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang ke kanan dan k ekiri serta ke depan dan ke belakang. Posisi tersebut ada di tengah-tengah.

trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung. maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus.namun tentunya cukup pelan saja 11. KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan anda kan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal.Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikanstandby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan. sentuh sedikit demi sedikit. sampai anda bisa merasa rileks dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut. Dengan demikian anda kan dengan sigap dan refleks akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga. .Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rileks walaupun tanpa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada piosisi kopling angakat habis atau lepas habis namun denga catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada posisi pedal gas …AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan .. Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan. 10.9.Bila mobil anda sudah molai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanby di posisi Rem . lakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tanpa adanya tenaga untuk menekanya.

2. 3.LKS :Rp.pdI .Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp. 4.. Jakarta.H.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 1. 5.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp. S.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp. S. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp. April 2012 Wali Kelas A s n a w i .

Jakarta.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp. 4. April 2012 Wali Kelas .Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 4. 5. 5. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp. 6.LKS :Rp.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp.

Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 7. 5. 8.LKS :Rp. 4. Jakarta. 9.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp. April 2012 Wali Kelas . SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful