KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Bantuan Siswa Miskin (BSM) tahun anggaran 2011. Laporan ini kami susun sebagai bentuk pertanggungjawaban kami atas penggunaan bantuan ini dan juga sebagai informasi tentang bantuan disekolah kami serta untuk bahan pengkajian kegiatan selanjutnya yang berkaitan dengan bantuan seperti ini berikutnya. Dalam pelaksanaan kegiatan Bantuan untuk siswa miskin Tahun Anggaran 2011 yang kami selenggarakan kali ini tidak menemukan kendala yang berarti sehingga semua program dapat terselenggarakan dengan baik. Bersama dengan ini kami ucapkan terima kasih kepada 1. Pimpinan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan SMP

Kami berharap laporan pertanggungjawaban ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan evaluasi untuk program bantuan seperti ini berikutnya

Jakarta, November 2011 Ka. SMP Puspita Persada

Dra. ERLIN SRI WAHYUNINGSIH

Jakarta, November 2011 Nomor Lampiran Perihal : : 1 (satu) bundle : Pengiriman Laporan Bantuan Siswa Miskin ( BSM) Tahun Anggaran 2011 : Pimpinan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan SMP

Kepada

Dengan hormat, Bersama ini kami kirimkan 1 (satu) berkas laporan pelaksanaan Bantuan Siswa Miskin (BSM) SMP Tahun Anggaran 2011 pada SMP PUSPITA PERSADA Jakarta. Laporan ini merupakan laporan yang kami susun dan dilampirkan dengan bukti – bukti dokumen pendukung. Demikian kiranya dapat dimaklumi, dan atas perhatian serta bantuan Bapak kami ucapkan terima kasih.

Kepala Sekolah SMP Puspita Persada Jakarta

Dra. ERLIN SRI WAHYUNINGSIH

Soal

: Pilihan Ganda : :

Hari/Tanggal Waktu

1.Ditinjau dari asal usul kata kewirausahaan berasal dari 2 kata yaitu wira dan usaha. Kata usaha artinya … a. b. c. 1. a. b. c. d. e. kemauan keras berpikir maju ke depan kemampuan untuk lebih baik Hal yang patut dilakukan untuk mengubah sikap yang baik adalah … lebih baik berbuat kreatif daripada berpikir kritis supel dalam pergaulan dan yakin akan pekerjaan yang dilakukan menggunakan proses pikir yang positif berjuang tidak mengenal lelah kemauan keras d. bekerja secara tekun dan mandiri e. sanggup memikul resiko

1. Seorang wirausahawan akan berusaha untuk mengerjakan segala sesuatu berdasarkan kekuatan dan kemampuannya sendiri tanpa memikirkan pertolongan orang lain terlebih dahulu mulai pembuatan program sampai pelaksanaannya adalah sikap … a. b. Teliti mandiri c. Mengenal potensi diri d. berpedoman pada program e. manajemen yang baik

1. Berpikir secara luas dan luwes sehingga mampu menggabungkan ide-ide/gagasan yang sudah pernah ada sehingga menjadi sebuah gagasan baru, merupakan pengertian dari berpikir … a. b. Regresif kraetif c. Positif d. realistis e. konseptual

1. Seseorang dikatakan kreatif apabila ia memiliki … a. b. Kekayaan kemandirian c. Gagasan baru dan diwujudkan d. kredibilitas e. pengalaman

1. Proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima pesan dalam bahasa yang disepakati sehingga penerima pesan dapat menerima dan memberikan respon disebut … a. b. Informasi sosialisasi c. Komunikasi d. internalisasi e. indoktrinasi

1. Suatu proses yang mengubah ide baru/aplikasi baru menjadi produk, yang berguna disebut … a. Inovasi c. Konsep e. pemanfataan

Suatu sistem pemberian hukuman atau penghargaan/hadiah bagi seseorang atau sekelompok orang/lembaga karena kesalahan atau keberhasilan yang ia ciptakan disebut … a. Cara melatih diri kita untuk memiliki komitmen yang tinggi adalah dengan … a. e. c. Potensi sosialisasi c. b. c. banyak berlatih dan disiplin mendengarkan berita b. punishment & reward 1. memperkaya wawasan lingkungan memperluas pergaulan memperkaya imajinasi dan daya khayal meningkatkan tingkat kecerdasan mencari peluang yang sesuai dengan inovasi yang akan dilakukan 1. b. banyak d. berdisiplin menjalankan kebiasaan yang positif berusaha mencapai target produksi memaafkan setiap kesalahan yang dibuat rekanan usaha kita menetapkan tujuan usaha yang bervariasi menolak setiap inovasi dari luar 1. Pengajaran Pendidikan c. kreatif e. Kreativitas d. Kunci utama untuk memperoleh keterampilan yang tinggi adalah … a. Kombinasi d. b. penemuan 1. berpikir lateral 1. self confidence e. Sikap menepati atau menaati norma yang sering terkait dengan faktor waktu disebut … a. magang e. e. Otosugesti d. b. Salah satu tujuan penganalisisan peluang inovatif dengan cara sistematis adalah … a. Bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkron antara pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian dapat dilakukan melalui sistem … a. d. b. Berkhayal dan bermimpi e. disiplin 1. d. organisasi . Teledor Posesif c. Apatis d. belajar teori semata c.b.

1. Yang tidak termasuk manfaat bagi siswa peserta magang dari pernyataan di bawah ini adalah … a. pengembangan jiwa/sifat profesional produktif b. kemampuan memilih karier dan kompetisi mengembangkan net work c. dapat menghayati peran wirausahawan d. menjadi warga negara yang

e. membangun dan

1. Salah satu cara menggunakan waktu yang lebih baik adalah … a. b. c. d. e. memanfaatkan waktu untuk kegiatan belajar semata banyak istirahat di waktu luang membagi-bagi waktu untuk setiap kegiatan menggunakan waktu luang dengan bepergian bekerja sambil bermain 1. Tidak membuang waktu, tenaga dan uang serta memilih cara yang paling tepat untuk mencapai sasaran, merupakan pengertian dari … a. b. bekerja produktif bekerja secara kreatif c. Bekerja imajinatif d. bekerja efektif dan efisien e. bekerja fleksibel

1. Contoh kegiatan yang dapat melatih atau membentuk perilaku efektif dan efisien dalam diri seseorang adalah … a. b. Origami berkebun c. Berladang d. traveling e. belajar di sekolah

1. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan adalah … a. b. lingkungan wirausahawan lingkungan alam c. Positif dan negatif d. orientasi sejarah e. pemasaran

1. Langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan dimulai dengan … a. b. c. d. e. mencari alternatif pemecahan masalah mengidentifikasi atau mengenali masalah memilih alternatif yang paling efektif dan efisien melaksanakan alternatif yang diperoleh mengevaluasi ketepatan alternatif yang dipilih

1. Bila seseorang wirausahawan hanya mempunyai sedikit informasi tentang hasil keputusan yang diambil dan keputusan tersebut dilaksanakan, dia akan menghadapi suatu kondisi … a. b. kepastian penuh kepastian tidak penuh c. Ketidakpastian sepenuhnya d. stabilitas e. resiko

1. Di bawah ini yang tidak termasuk dalam indikator instrumen analisis ekonomi makro adalah … a. pertumbuhan ekonomi pembayaran b. fluktuasi kurs mata uang c. Kesempatan kerja e. neraca

d. tingkat inflasi

1. Beberapa faktor teknis yang menyebabkan timbulnya kegagalan dalam berusaha yaitu faktor pembiayaan, perencanaan, dan komunikasi. Yang tidak termasuk penyebab gagalnya suatu perencanaan adalah … a. b. c. d. e. rencana kurang terperinci dalam pemaparan tujuan dan sasaran kurangnya analisis situasi yang memadai lemahnya proses komunikasi tujuan dan sasaran yang tidak realistis kurangnya antisipasi dalam menghadapi persaingan dan perubahan trend

1. Mendapatkan keuntungan sehingga dapat mensejahterakan karyawan dan memperluas usaha termasuk … a. visi perusahaan perusahaan b. misi perusahaan c. Tujuan perusahaan e. kunci keberhasilan

d. program perusahaan

1. Apabila suatu jenis produk atau jasa telah memiliki pangsa pasar yang besar dibandingkan dengan produk lain yang sejenis berarti berhasil dalam pemasaran. Produk tersebut dinamakan … a. b. pemimpin pasar menguasai pasar c. Merajai pasar d. mendominasi pasar e. mengalahkan pasar

1. Untuk menganalisa lingkungan eksternal dalam perencanaan usaha seorang wirausaha dapat menggunakan sistem … a. b. c. opportunities and threats opportunities and strength opportunities and weakness d. strength, weakness, opportunities and threats e. strength and weakness

1. Sebuah rencana bisnis berisi tentang kegiatan yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh perusahaan. Informasi yang tidak diperlukan dalam menyusun rencana bisnis adalah … a. b. perkembangan usaha diskripsi produk c. Harga d. segmen pasar e. keuntungan

1. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepercayaan bank terhadap calon nasabah adalah kemampuan (capacity), maksudnya adalah … a. b. c. d. e. kemampuan nasabah untuk menggunakan uang pinjaman kemampuan pihak bank dalam menyediakan dana pinjaman kemampuan nasabah melunasi kredit beserta bunga tepat pada waktunya kemampuan bank untuk mengontrol penggunaan uang kemampuan nasabah untuk mengembangkan usahanya

1. Untuk memperoleh KIK (kredit investasi kecil) dan KMKP (kredit modal kerja permanen) ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain … a. b. c. d. e. ada izin usaha sedang mendapat bantuan dari pihak lain sedang menyelesaikan angsuran terakhir ada rencana usaha jangka panjang pengusaha campuran

1. Kredit jangka menengah atau jangka panjang yang diberikan kepada pengusaha/perusahaan kecil pribumi dengan persyaratan dan prosedur khusus guna pembiayaan barang-barang modal serta jasa yang diperlukan untuk rehabilitasi, modernisasi, perluasan proyek dan pendirian proyek baru disebut … a. kredit modal kerja permanen b. kredit bank c. Kredit investasi kecil e. kredit modal

d. kredit investasi

1. Yang tidak tergolong persyaratan untuk mendapatkan kredit investasi dan kredit modal kerja secara sistematik adalah sebagai berikut … a. perencanaan kredit memperoleh kredit b. permohonan kredit c. Administrasi kredit e. program

d. pengawasan kredit

1. Salah satu pernyataan berikut tidak termasuk aspek pengolahan permohonan kredit bank yaitu … a. analisis permohonan kredit jaminan kredit c. Wawancara e. penetapan

bahan bangunan dan sebagainya. c. b. c. banyak berkhayal e. b. pelayanan maksimal pelayanan terpadu c. Pelayanan prima d. b. c. meminta bantuan rekanan bisnis 1. murah harganya dan mudah dipakainya terjamin kualitasnya dan mudah dipakainya mudah pembuatannya dan disenangi d. mudah mendapatkan laba mudah mencari relasi mudah menimba pengalaman lebih berorientasi ke depan mudah mengumpulkan informasi untuk mencari peluang usaha 1. termasuk bidang usaha … a. jasa komersial e. pelayanan aktif e. Peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh wirausahawan seperti pakaian. b. Jasa telekomunikasi d. teori ekonomi teori manajemen c. e. b. canggih teknologinya e.b. d. teori AIDAS 1. kegiatan penelitian dan pengembangan meminjam uang ke bank bekerjasama dengan pemilik modal d. b. Salah satu manfaat yang bisa diperoleh jika calon wirausaha memiliki kemampuan komunikasi adalah … a. Untuk menciptakan peluang pasar pengusaha kecil dapat menciptakan produk yang … a. pemeriksaan ke tempat usaha 1. penelitian pendahuluan d. Kegiatan yang dapat menunjang terciptanya gagasan untuk produk baru atau perbaikan produk yang sudah ada antara lain … a. Dalam menjual produk seorang penjual harus memberikan pelayanan yang sebaikbaiknya kepada pembeli/pelanggan. jasa konstruksi . peralatan rumah tangga. Teori attention d. kerajinan. teori 3 A e. disenani oleh konsumen 1. perdagangan/distribusi produksi/industri c. pelayanan pembeli 1. Kegiatan ini dikenal dengan istilah … a. Teori yang menjelaskan tentang tahapan-tahapan yang dilalui oleh seorang pembeli sampai akhirnya ia memutuskan untuk membeli sebuah barang adalah … a.

usaha industri c. penjelasan singkat tentang usaha yang sedang atau akan dijalankan oleh wirausahawan dicantumkan dalam uraian tentang … a. uasaha seperti keagenan minyak. b. tujuan d. Penawaran konsumen e. c. Wirausaha mengajukan kebutuhan dana yang diperlukan dalam ranbgka mengembangkan usahanya secara terperinci alokasinya.1. isi proposal proposal b. Produk Personalia c. kekayaan diatas Rp. periklanan . permintaan produsen 1.000. tingkat kedalaman proposal c. milik warga negara Indonesia e. usaha pertanian komersial b. Laporan keuangan d. Arti penting proposal e. salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh seorang wirausahawan adalah … a. Manajemen d. pakaian atau ekspor/impor termasuk ke dalam kelompok … a. Pertanian c. kebutuhan d.usaha perseorangan penjualan tahunan maksimal 1 milyar rupiah d. dalam proposal terdapat pada bagian … a. sepatu. usaha 1. Dalam proposal usaha.000. b. kegunaan proposal 1. Proposal diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan yaitu pihak yang memerlukan bahan masukan untuk mengambil keputusan. Ditinjau dari jenis produk atau jasa yang dihasilkan maupun aktivitas yang dilakukan. lampiran pelengkap lainnya 1. Dalam menentukan produk yang akan dihasilkan. manajemen e. Ekspor migas e. hal ini disebut … a. persaingan dalam pasar produsen b. usaha perdagangan 1. Berikut ini yang tidak termasuk kriteria usaha kecil menurut Undang-undang RI No. berdiri sendiri 1. uraian usaha laporan keuangan c. usaha jasa d. Usaha di bidang jasa e. SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan usaha di bidang … a.000. 9 Tahun 1995 adalah … a. 200. proposal kredit e. kondisi perusahaan lain c. b.

KTP c. e. akta pendirian perusahaan R/L b. Kredit investasi kecil adalah kredit yang mempunyai jangka … a. neraca dan rincian d. Colateral condition c. kelautan d. capacity e. Penundaan pembayaran d. b. Dokumen yang tidak diperlukan dalam permohonan kredit yaitu … a. b. SITU. d. Kujujuran dan itikad baik (good will) nasabah yang akan mengembalikan pinjamannya dengan tepat waktu berhubungan dengan … a. pendek atau menengah Catatan : sengaja tidak pakai nomor untuk di random Selamat mengerjakan. Teknik dan teknologi d. b. c.b. character 1. b. piutang e. uang/modal 1. Panjang d. Kredit investasi diperuntukkan untuk keperluan … a. pasar dan pemasaran politik c. b. Pendek menengah c. Kepercayaan kemampuan c. semoga sukses ! . KK e. kredit memiliki arti … a. SIUP dan AMDAL 1. lokasi 1. perdagangan dan jasa 1. Dalam arti ekonomi. penambahan barang modal kerja penambahan modal kerja penambahan fasilitas penambahan modal kerja dan fasilitas penambahan barang modal kerja dan fasilitas 1. menengah atau panjang e. ekonomi dan keuangan e. Yang tidak termasuk dasar pentingnya dilakukan studi kelayakan perusahaan dari pernyataan berikut adalah aspek … a. Capital d.

Teknik tes diberikan dengan menyelenggarakan program testing untuk mengetahui potensi atau kemampuan klien. Komponen yang terdapat dalam layanan dasar antara lain bimbingan pribadi. apalagi fungsi pengembangan (developmental) dan pencegahan (preventif). tes mempunyai tempat yang sentral dan penting. maupun perseveratif. sosial. Dengan demikian. testing dan riset. dan mampu mencapai tujuan layanan dengan tuntas. baik dalam fungsi kuratif. berkualitas. Jadi asesmen mutlak perlu dalam program bimbingan dan konseling. konselor memerlukan data pendukung. testing merupakan aspek yang dipandang urgen dan perlu untuk dilakukan dengan dasar pemikiran bahwa hasil testing dapat melengkapi hasil non testing. Hasil tes prestasi belajar membantu menunjukkan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa berkaitan dengan belajar. b. belajar dan karir. Layanan Responsif . Semua layanan bimbingan konseling mesti berpangkal dari hasil asesmen yang memadai. Tanpa asesmen yang berkualitas tidak akan ada program bimbingan dan konseling komprehensif. Data hasil asesmen yang memadai dapat menjadi dasar melakukan bantuan yang tepat dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Contohnya. Layanan Dasar Bimbingan Layanan dasar merupakan proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. dalam bimbingan kelompok yang bertujuan untuk merespon kebutuhan dan minat peserta didik. II KEDUDUKAN DAN PERAN TES DALAM BK Test mendapat tempat sentral dalam layanan bimbingan dan konseling. misalnya berupa hasil tes prestasi belajar dari sekelompok siswa yang akan dibimbing.Kedudukan dan Penggunaan Tes dalam BK I PENDAHULUAN Asesmen adalah hal yang sangat penting bagi bimbingan dan konseling. yaitu: a. Dengan demikian tes dapat dikatakan berperan sebgai alat untuk membantu konselor memahami siswanya dengan lebih baik dan menyeluruh sehingga siswa yang dibimbing dapat memahami dirinya sendiri dan bisa mengambil keputusan secara tepat (J Cronbach: 1949). Salah satu instrumen dalam kegiatan asesmen adalah tes. Dalam kode etik profesi BK disebutkan bahwa dalam BK terdapat layanan informasi. Menurut Shertzer & Stone (1981) dan NA PPPK (2008) ada beberapa komponen layanan program bimbingan di mana di dalam komponen tersebut. Pelaksanaan layanan dasar ini sangat memerlukan instrumen asessmen sebagai pijakan dalam memberikan bimbingan.

layanan referral. Dalam buku Using Tests In Counseling (Goldman: 1971) dijelaskan bahwa perencanaan. Layanan Perencanaan Individual Dalam layanan perencanaan individual. Oleh karena itu testing merupakan bagian yang integral dalam proses konseling. kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah. kolaborasi dengan guru atau wali kelas. seleksi. 1990). Testing dilakukan untuk memperoleh data secara obyektif. sosial. belajar dan karier. dan dukungan sistem dalam implementasinya didukung oleh beberapa jenis layanan bimbingan dan konseling. Melalui kegiatan penilaian diri ini. hubungan orang tua dan masyarakat luas. memelihara. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tes berperan dalam proses penyelesaian masalah psikologis siswa. penelitian dan pengembangan (Ellis. dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan professional. peserta didik akan memiliki pemahaman. layanan konsultasi. Penggunaan instrumen tes bertujuan untuk membantu konselor memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap siswa yang dibantu dari sisi psikologisnya. Kegiatan utama layanan dasar bimbingan. responsif. Dukungan Sistem Dukungan sistem adalah kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan. d. bimbingan teman sebaya. Secara umum. dan kunjungan rumah. Selain berperan dalam penyelesaian masalah psikologis siswa. sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Dari berbagai layanan pendukung ada beberapa layanan yang menempatkan tes sebagai salah satu instrumennya antara lain: 1) Layanan Informasi . perencanaan individual. konselor membantu peserta menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh yaitu menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek pribadi.Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. c. konferensi kasus. Di sekolah. Dengan demikian. keseluruhan layanan yang terdapat dalam layanan responsif memerlukan bantuan instrumen baik tes maupun non tes dalam penyelenggaraannya. konsultasi dengan guru dan segenap komponen sekolah. penerimaan dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif sehingga siswa bisa merencanakan sesuatu berbasis kekuatan atau potensi diri yang dimilikinya. kedudukan tes dalam kegiatan perencanaan individual adalah memberikan informasi dalam mengambil keputusan. manajemen program. menyediakan informasi dan mencapai tujuan pemberian testing. kolaborasi dengan orang tua. Komponen kegiatan yang terdapat dalam layanan responsif antara lain: konseling individual dan kelompok. sebagian besar tes digunakan untuk memberikan tanda adanya hubungan konseling. tes memiliki peran sebagai data tambahan dalam proses konseling. dalam kegiatan layanan responsif khususnya kegiatan layanan konseling individual dan kelompok. administrasi dan skor tes digunakan konselor dalam menyelenggarakan proses konseling. staf ahli/penasihat. menjawab pertanyaan.

Dalam memberikan layanan informasi. Layanan informasi dapat diberikan secara langsung maupun tidak langsung. bengkel kerja. Informasi dapat diperoleh konselor dari buku. Berkaitan dengan tes. baik tes maupun non-tes. 1949). penjurusan. belajar maupun karir. administrator dan orang tua dalam rangka memberikan layanan secara efektif dan memperbaiki kinerja sekolah. Sedangkan data nontes seperti hasil wawancara dan observasi dapat digabungkan dan dikomplementerkan dalam rangka mengarahkan siswa dalam mengambil keputusan. Data-data ini dihimpun untuk memberikan informasi yang komprehensif pada konseli (siswa). Narasumber yang diundang diharapkan dapat memberikan informasi kepada orang tua dan siswa tentang potensi siswa. Data hasil tes berupa intelegensi. konselor memerlukan data pendukung. konselor dapat menghimpun data hasil tes maupun nontes. vokasional. mendatangkan narasumber. dan penempatan individu pada lingkungan yang sesuai bagi dirinya serta pemberian kesempatan kepada individu untuk berkembang secara optimal. 3) Layanan Konsultasi Konsultasi dirancang untuk memberikan bantuan teknis kepada guru. konseling. seminar. bakat dan minat kemudian diintepretasikan dan dapat digunakan untuk membantu siswa memilih dan mengambil keputusan tentang masa depannya. kesempatan pendidikan. studi kasus dan metode lainnya. 4) Layanan Penempatan Layanan penempatan adalah suatu kegiatan bimbingan yang dilakukan untuk membantu individu atau kelompok yang mengalami mismatch (ketidaksesuaian antara potensi dengan usaha pengembangan). Informasi yang dapat diberikan oleh konselor meliputi strategi pengembangan kepribadian. Penempatan ini dilakukan dengan menyesuaikan siswa sesuai kondisi dan kemampuan seperti kelompok belajar. Informasi yang disampaikan itu berbasis data. atau informasi yang diperoleh dari stakeholder. Fokus utama konseling cenderung pada perkembangan pribadi dan pembuatan keputusan berdasarkan pemahaman diri dan pengetahuan lingkungan.Layanan informasi diselenggarakan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada siswa terkait dengan bimbingan pribadi. Konsultasi dapat dilakukan dengan meminta narasumber dari ahli terkait seperti ahli medis. Fakta . Kedua data ini bersifat saling mendukung dan saling melengkapi. 2) Layanan Konseling Layanan konseling diberikan untuk memfasilitasi pemahaman diri dan perkembangan konseli melalui hubungan individual maupun kelompok. ahli hukum dalam penyelenggaraan Career Day. baik tes maupun nontes. Fakta menunjukkan bahwa tes membantu dalam pemahaman individu dan pengambilan keputusan (Cronbach. Siginifikansi skor tes akan lebih baik apabila dikombinasikan dengan hasil wawancara. pemilihan karir dan pengambilan keputusan. strategi belajar. kegiatan ekstrakurikuler. internet. Layanan inforamsi dapat diberikan melalui kegiatan bimbingan baik individual maupun kelompok (bimbingan. konselor dapat membantu siswa untuk mempersiapkan diri dan masa depannya. maka hasil tes dapat digunakan oleh konselor sebagai salah satu media dalam layanan informasi sehingga siswa dapat mengetahui potensi dirinya. Dalam penyelenggaraan layanan konseling. keterampilan pengembangan kemampuan intrapersonal dan interpersonal. pengambilan keputusan yang tepat dan bimbingan lain yang terkait. lokakarya dan pemberian brosur/leaflet). sosial.

baik tes maupun nontes. catatan observasi. Melalui data atau informasi tentang siswa tersebut. Dari hasil tes tersebut. wawancara. bakat. baik yang sifatnya internal (potensi siswa. Perkembangan individu ini menekankan pada penggunaan tes untuk meningkatkan pemahaman diri dan pengembangan personal. Konselor di sekolah membantu siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat dan minat. dan di luar sekolah). Berdasarkan uraian di atas. menganalisa dan menggunakan data obyektif tentang sejauh mana siswa berhasil memahami diri dan mencapai tugas-tugas perkembangannya. bakat) maupun eksternal (kondisi lingkungan di rumah. Tes yang pada umumnya digunakan di sekolah seperti tes intelegensi. Peran tes dalam kegiatan penjurusan ini serupa juga dalam hal kegiatan penyaluran. Untuk tujuan tersebut. Semua kegiatan di atas menguatkan peran tes sebagai pemberi informasi dalam proses pengambilan keputusan. konselor dan guru diharapkan dapat lebih memahami siswa dan membantu siswa dalam mencapai tugas perkembangannya. Penyelenggaraan pengumpulan data teknik nontes dapat dilakukan dengan observasi. seleksi jabatan. Selanjutnya tugas konselor adalah menginformasikan kepada konseli atau orang tua dan menggunakan data atau hasil tes tersebut untuk kepentingan yang terkait dengan kebutuhan siswa. Salah satu penggunaan tes dalam konseling vokasional adalah membantu individu memperoleh kesuksesan karir. Tes data memberikan jawaban tentang jabatan-jabatan yang tersedia. Data atau informasi tentang siswa diperoleh melalui pengumpulan data. psikolog membuat suatu interpretasi yang kemudian akan disampaikan kepada konselor. dapat dikatakan bahwa kedudukan tes dalam layanan penempatan adalah memberikan informasi dalam mengambil keputusan. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan teknik. Data hasil nontes antara lain transkrip wawancara. dokumentasi dan sosiometri. perkembangan persiapan jabatan dan penempatan (placement). Melalui hasil data-data baik tes .menunjukkan bahwa tes membantu dalam pemahaman individu dan pengambilan keputusan (J Cronbach: 1949). Dalam kerangka kerja ini. Layanan ini sekaligus secara tidak langsung dapat berfungsi untuk menilai keberhasilan program bimbingan secara keseluruhan. konselor perlu bekerjasama dengan lembaga/biro psikologi. Anne Anastasia dan Susan Urbina (1971) menyatakan bahwa testing digunakan dalam bimbingan pendidikan dan jabatan seta dipakai untuk merencanakan segala aspek dalam kehidupan individu. kepribadian. minat. Selain penyaluran dalam kegiatan ekstrakurikuler juga dilakukan pelayanan penyaluran dalam bidang pemilihan sekolah lanjutan yang sesuai dengan kemampuan anak. data merupakan alat atau media informasi yang perlu digali untuk memperoleh gambaran tentang siswa. 5) Layanan Appraisal dan Tindak Lanjut Layanan appraisal dirancang untuk mengumpulkan. Menurut Munandir (1988) informasi yang dibutuhkan konseli antara lain bimbingan dan konseling vokasional. Dalam penyelenggaraan teknik tes. kepribadian. Sedangkan tes yang bisa digunakan oleh konselor tanpa harus dengan bantuan psikolog antara lain tes prestasi belajar. skor tes menjadi bagian informasi yang diberikan pada individu dalam proses pengambilan keputusan. Dari hasil penilaian ini selanjutnya dianalisis dan kemudian merencanakan tindak lanjut bimbingan. dan minat. dokumen foto dan data serta data sosiometri. identifikasi alternatif jabatan.

(c) penyesuaian institusi dilakukan guna menemukan kebutuhan dan karakteristik individu tertentu. (b) informasi untuk proses . Oleh karena itu tes dilakukan guna memperoleh informasi atau data yang penting dan akurat. Dalam pelaksanaan tes ada dua kategori tujuan. (1) Tes untuk keperluan non-konseling (noncounseling uses of test) yang mencakup (a) seleksi calon untuk penempatan pada lembaga/instiusi. salah satu hal penting adalah kriteria tes. yakni. 4. 1. Super (1957b) dan Bordin (1955) berpendapat bahwa informasi tersebut dapat digunakan dalam Tiga kategori. kriteria penting lainnya adalah suatu tes tertentu harus praktis dalam penggunaan. Validitas Suatu tes layak digunakan apabila memenuhi kriteria valid. Reliabilitas Reliabilitas tes memampukam konselor atau pengguna lainnya menentukan taraf di mana bisa melakukan prediksi secara konsisten. III PENGGUNAAN TES DALAM BK A. 3. Norma usia dapat mempresentasikan performa tes individu-individu yang dikelompokkan dan dinormakan berdasarkan usia kronologisnya. Tujuan Tes Dalam BK Untuk keperluan bimbingan konseling. oleh karena itu norma usia merupakan kriteria penting. dan (d) melakukan pengembangan dan revisi institusi untuk menemukan kebutuhan dan karakteristik siswa atau karyawan/pekerja pada umumnya. 2. sedangkan validitas isi mencakup hal-hal yang hendak diketahui melalui tes tersebur harus terwakili didalam isi dari suatu tes tertentu. Pemilihan Tes Berdasarkan Kriteria Untuk melaksanakan tes dalam bimbingan konseling hal penting yang harus dilakukan adalah memilih atau menyeleksi alat tes yang harus digunakan untuk keprluan tertentu. baik dalam konstruksi atau penyusunan maupun dari segi isi. (2) Penggunaan tes untuk konseling (counseling uses of test) artinya setelah tes dilakukan. dalam penskoran. Kepraktisan lain yang harus di pertimbangkan adalah dari segi biaya dan waktu yang di perlukan. B. Ada pun kriteria tes yang baik yakni. (a) diagnosis informasi prakonseling (precounseling diagnostic information). Validitas konstruk menyoroti ketepatan teori atau konsep yang melandasi instrument tes tertentu. konnselor harus memiliki sejumlah informasi yang berkaitan dan akurasi mengenai individu dan juga kondisi serta situasi yang ada bahkan informasi lain yang berasal dari orang lain diluar indiividu. memahami dan mengoptimalkan potensi diri. dan dalam menginterpretasikannya. informasi yang telah diperoleh dapat ditindak lanjut untuk keperluan konseling. (b) penempatan individu pada institusi.maupun nontes diharapkan membantu siswa untuk menerima. Norma usia Dalam tes usia sangat berpengaruh terhadap kondiisi testi. Praktikalitas Dalam pelaksanaan tes.

Tes Kepribadian Anastasi dan Urbina. (c) menyediakan informasi untuk membantu individu membuat keputusan pendidikan dan karir atau alternative pilihan yang ada (d) membantu memprediksi tingkat sukses akademis atau pekerjaan yang bisa di antisipasi individu dan (e) berguna bagi mengelompokkan individu dengan bakat serupa bagi tujuan perkembangan kepribadian dan pendidikan. 3. Tes bakat dapat dilakukan untuk mengungkapkan antara lain bakat Khusus. Karena itu inventori minat dirancang untuk menilai minat-minat pribadi dan mengaitkan minat-minat tersebut dengan wilya kerja yang lain. C. sesuai dengan nama perancang yakni Alfred Binet pada tahun 1900-an. Jadwal Preferensi Pribadi Edwards (EPPS) dan Inventori Multifase Minesota (MMPI). Jenis-Jenis Tes Setelah diketahui bahwa tes yang hendak digunakan merupakan tes standar maka dalam bimbingan konseling ada beberapa instrument atau alat tes yang dapat di gunakan untuk kepentingan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. kemampuan mental dan kemampuan kecerdasan. Tes kepribadaian yang standard an popular digunakan antara lain Indikator Tipe Kepribadian Myers-Briggs (MBTI). 1997 berpendapat bahwa tes kepribadian merupakan instrument untuk mengukur karakteristik emosi. yang paling populer dari tes ini adalah digunakan untuk mengukur IQ atau sering dikenal dengan nama tes kecerdasan Stanford-Binet. sesuatu yang dibedakan dari bakat atau ketrampilan. Tes Bakat Tes bakat banyak digunakan oleh para konselor dan tenaga professional lainnya untuk mengidentifikasi (a) kemampuan potensial yang tidak disadari individu. tes bakat unik tes bakat skolastik dan lainnya. . (b) mendukung pengembangan kemampuan istimewa atau potensial individu tertentu. hubungan antar pribadi dan sikap. motivasi. Selain itu ada pun tes lain yang bisa digunakan yakni skala Wechsler yang dirancang oleh David Wechsler. dan (c) informasi untuk perencanaan dan tindakan setelah konseling (information for postcounseling plans and action). Wichsler Intelligence Scale for Cildren-Fourt Edition (WISC-IV) dirancang untuk anak-anak usia 6 Tahu sampai remaja usia 16 tahun dan Wechsler Adult Intelligence Scale-Third Edition (WAIS-III) dirancang untuk remaja usia 16 tahun hingga manula usia 89 Tahun 2. 4. Inventiori Minat Inventori minat dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa pada setiap individu ada perbedaan dalam minat baik secara umum maupun minat pekerjaan tertentu. Skala Wecshler dirancang berbdasarkan perbedaan usia antara lain Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence III (WPPSI-III) dirancang khusus untuk anak-anak usia 2 Tahun 6 Bulan sampai 7 Tahun 3 Bulan. jensi-jensi tersebut antara lain adalah : 1.konseling (information for the counseling itself). Tes Kecerdasan Tes kecerdasan digunakan untuk mengukur kemampuan akademik. tes bakat umum.

b) melengkapi data non-tes dengan data tes. Kaitan Tes dengan Statistik Dalam penggunaan tes baik oleh konselor dan juga tenaga professional lainnya sangat dibutuhkan kontribusi statistik dalam menginterpretasikan hasil tes atau penilaian. tes tidak dapat memberi “jawaban”. . Konselor wajib memberikan orientasi yang tepat kepada klien dan orang tua mengenai alasan digunakannya tes disamping arti dan kegunaannya. Dasar Interpretasi Tes Interpretasi dilakukan terhadap hasil tes yang merupakan data tentang karakteristik individu yang telah mengikuti tes tertentu. yakni deskriptif.5. Tuntutan seperti ini tetap harus merujuk pada kode etik yang ditetapkan sehingga malpraktik bisa dihindarkan. Seorang klien harus disadarkan bahwa tes hanya alat dan alat yang tidak sempurna. Tes Prestasi Tes prestasi belajar berhubungan dengan tingkat pengetahuan. prediktif. Dari beberapa buku menyebutkan bahwa interpretasi dapat dilakukan dalam empat tipe. keterampilan atau pencapaian dalam suatu bidang sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi prestasi anak-anak. Pemahaman mendasar tentang statistik dan psikologi memampukan konselor untuk (a) mendeskripsikan karakteristik individu atau kelompok dibandingkan kelompok atau populasi lain. hendaknya dieksplorasi. E. Klien hendaknya terlibat dalam proses pemilihan tes. Beberapa kode etik yang wajib diperhatikan oleh konselor (ABKIN): 1. Data yang telah diperoleh dianalisis selanjutnya diinterpretasi guna pengambilan keputusan tindakan yang tepat. (b) memprediksi kemungkinan sukses atau gagalnya performa ke depan berdasarkan perilaku saat ini atau masa lalu yang di tes. tes hanya memberi informasi tambahan yang dapat digali dalam konseling dan digunakan dalam menghadapi keputusan tertentu. maupun pengalaman masa lalu dengan tes. Dalam keadaan dan maksud pengetesan apapun. b. Alasan para klien untuk menginginkan tes. D. Sebagai cara untuk mencapai tujuan. berlaku kode etik testing yang harus dipatuhi tester. dan (c) menyimpulkan karakteristik suatu populasi dari sampel populasi tersebut. Dalam melakukan interpretasi tersebut yang menjadi hal penting adalah pemahaman terhadap fungsi teori dan teknik interpretasi yang memadai. dan evaluatif. mengelompokkan siswa menurut tingkat pengetahuannya dan memberikan informasi pada orang tua tentang kelemahan dan kelebihan bidang akademik anaknya. 1971) diuraikan bahwa konselor sekolah perlu: a) menyesuaikan data untuk memprediksi potensi klien. c. genetik. Pemilihan Tes a. c) menginterpretasi data untuk membantu klien dalam proses pengambilan keputusan. supaya tidak ada unsur pemaksaan dalam pemberian tes oleh koselor. Oleh karena itu pengatahuan tentang statistik merupakan salah satu syarat bagi konselor atau pengguna tes. IV KODE ETIK PENGGUNAAN TES DALAM BK Dalam buku Using Tests In Counseling (Goldman.

etnik. f. Konselor seharusnya menjelaskan tujuan tes dan menunjukkan keterbatasan tes. b. Meskipun demikian. . Testing dilakukan bila diperlukan data yang lebih luas tentang sifat atau ciri kepribadian subyek untuk kepentingan layanan. 2. gender. menahan diri dari memberi penilaian sebanyak mungkin dan membiarkan klien merumuskan makna dan kesimpulan mereka sendiri. Konselor yang berwenang adalah konselor yang telah menempuh pendidikan sertifikasi tes dalam bimbingan dan konseling. e. Oleh karena itu. Dalam memberikan tes. Penggunaan Hasil Tes a. Konselor seharusnya bersifat netral. Data hasil testing wajib diintegrasikan dengan informasi lain yang telah diperoleh dari klien sendiri atau dari sumber lain. Dalam hal ini data hasil testing wajib diperlakukan setara dengan data dan informasi lain tentang klien. tetapi dan terlebih maknanya yang harus digali dalam menafsirkan hasil. Penggunaan suatu jenis tes wajib mengikuti secara ketat pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes tersebut. Peranan ini berarti bahwa konselor mempunyai pemahaman yang baik mengenai apa tes itu dan mengapa dia mengambilnya.d. 3. Wewenang Pemberian Tes Testing hanya bisa diberikan oleh konselor yang berwenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. tes hendaknya dipahami sebagai sarana pendukung saja dan bukan merupakan suatu hal yang mutlak. V PENUTUP Seluruh uraian di atas menggambarkan bahwa tes mempunyai peran sentral dalam layanan BK. konselor harus sadar bahwa hasil tes bukan hanya skor yang seharusnya diberikan kepada klien. dalam penggunaan tes. konselor wajib mematuhi kode etik yang ada sehingga tidak melakukan malpraktik yang merugikan martabat testee dan merusak citra profesi konselor. Hasil testing hanya dapat diberitahukan kepada pihak lain sejauh ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien. Hal lain yang perlu dipahami konselor adalah faktor kultural. ekonomi yang dapat mempengaruhi skor tes. Tes membantu konselor memahami siswa secara utuh dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya.

observasi. yang kemudian akan dijabarkan dalam bentuk indikator-indikator. Asesmen yang dikembangkan adalah asesmen yang baku dan meliputi beberapa aspek yaitu kognitif. atau bahkan dapat memicu munculnya konsekuensi dari tritmen yang merugikan diri klien. Pada umumnya asesmen bimbingan konseling dapat dilakukan dalam bentuk laporan diri. Asesmen merupakan kegiatan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan/ kompetensi yang dimiliki oleh klien dalam memecahkan masalah. asesmen dapat digunakan sebagai alat untuk menilai keberhasilan sebuah konseling. tes psikologis. dan sebagainya. selama dan setelah konseling berlangsung dapat memberi informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien. namun juga dapat digunakan sebagai sebuah terapi untuk menyelesaikan masalah klien. Karena itulah asesmen dalam bimbingan dan konseling merupakan bagian yang terintegral dengan proses terapi maupun semua kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri. Dalam pelaksanaannya. Asesmen merupakan salah satu bagian terpenting dalam seluruh kegiatan yang ada dalam konseling (baik konseling kelompok maupun konseling individual). afektif. asesmen merupakan hal yang penting dan harus dilakukan dengan berhati-hati sesuai dengan kaidahnya. selama. performance test. asesmen yaitu mengukur suatu proses konseling yang harus dilakukan konselor sebelum. Asesmen dilakukan untuk menggali dinamika dan faktor penentu yang mendasari munculnya masalah. Asesmen yang dilakukan sebelum. dan psikomotor dalam kompetensi dengan menggunakan indikator-indikator yang ditetapkan dan dikembangkan oleh Guru BK/ Konselor sekolah. Dalam konteks bimbingan konseling. yaitu mengumpulkan informasi yang memungkinkan bagi konselor untuk menentukan masalah dan memahami latar belakang serta situasi yang ada pada masalah klien. Kesalahan dalam mengidentifikasi masalah karena asesmen yang tidak memadai akan menyebabkan tritmen gagal.ASSESMEN DALAM BK Asesmen merupakan salah satu kegiatan pengukuran. Asesmen yang diberikan kepada klien merupakan pengembangan dari area kompetensi dasar pada diri klien yang akan dinilai. Hal ini sesuai dengan tujuan asesmen dalam bimbingan dan konseling. dan setelah konseling tersebut dilaksanakan/ berlangsung (Ratna Widiastuti. wawancara. Meskipun . Dalam prakteknya. 2010).

Namun demikian tidaklah efisien dan tidak etis untuk menggali semuanya selama hal tersebut tidak relevan dengan tritmen yang diberikan untuk mengatasi masalah klien. Hal inilah yang kemudian membuat asesmen menjadi efektif. yaitu perencanaan program untuk memperoleh informasi-informasi yang dapat digunakan untuk membuat keputusan dan untuk menyeleksi bagian–bagian program yang efektif dalam pertemuan-pertemuan antara konselor dengan klien. atau setidak-tidaknya akan ada keseimbangan antara proses konseling dengan hasil konseling. Menjelaskan masalah yang senyatanya 3. sehingga keputusan yang akan diambil oleh klien dapat benar-benar sesuai dengan kemampuan diri klien itu sendiri. tetapi justru akan lebih terfokus pada proses konseling. Memberi alternatif solusi untuk masalah 4. asesmen akan mengarah pada inovasi. dalam melaksanakan keputusan setelah konseling. diantaranya adalah untuk: 1. yaitu asesmen yang dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai status dari suatu sistem. Dengan demikian asesmen akan benar-benar bisa memenuhi kriteria objektivitas dan keadilan. Hal ini memiliki makna bahwa asesmen tidak hanya berorientasi pada hasil/ produk akhir. Menstimulasi klien maupun konselor mengenai berbagai isu permasalahan 2. yaitu: 1. atau memilih alternatif-altenatif yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalahnya. Hood & Johnson (1993) menjelaskan ada beberapa fungsi asesmen. yaitu mulai dari membuka konseling sampai dengan mengakhiri konseling. yang membedakan antara apa ini (what is it) dengan apa yang diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling. Memungkinkan evaluasi efektivitas konseling Selain itu. Menyediakan metode untuk memperbandingkan alternatif sehingga dapat diambil keputusan 5. Asesmen memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan perencanaan dan pelaksanaan model-model pendekatan konseling. kemudian hasilnya dianalisis untuk mengetahui kemampuan klien dalam mengambil keputusan pada akhir konseling. tidak berarti konselor harus menilai (to assess) semua latar belakang dan situasi yang dihadapi klien pada saat itu jika tidak perlu. akan berpengaruh pada pelayanan konseling oleh konselor sekolah/ Guru BK. Di sinilah muncul fungsi evaluator dalam asesmen. Program planning. bahkan terhadap konselor itu sendiri untuk jangka panjang maupun jangka pendek. tetapi diukur secara kualitatif. untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan khusus pada tahap pertama.menjadi dasar dalam melakukan tritmen pada klien. Karena itu. Hal ini akan berakibat tidak baik pada diri klien. Hood & Johnson (1993) menjelaskan ruang lingkup dalam asesmen (assesment need areas) dalam bimbingan dan konseling ada lima. Asesmen yang tidak dilakukan secara objektif. yaitu “Apa saja yang perlu kuketahui mengenai klien?”. Hal itu berkaitan dengan apa saja yang relevan untuk mengembangkan intervensi atau tritmen yang efektif. asesmen juga diperlukan untuk memperoleh informasi yang membedakan antara apa ini (what is) dengan apa yang diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling. Systems assessment. . serta tujuan yang sudah dituliskan/ ditetapkan atau outcome yang diharapkan dalam konseling. Asesmen dalam bimbingan dan konseling adalah asesmen yang berbasis individu dan berkelanjutan. Jika kedua komponen tersebut didesain dengan pendekatan “client centered” atau “bottom up”. serta melihat kendala/ masalah yang dihadapi klien dalam proses konseling maupun kendala dalam melaksanakan keputusan yang telah ditetapkannya. Kadangkala konselor menemukan bahwa ternyata “hidup” klien sangat menarik. Semua indikator bukan diukur dengan soal seperti dalam pembelajaran. dan berlangsung lama bagi klien. yang dapat membuat klien mampu membedakan latihan yang dilakukan pada saat konseling dan penerapannya di kehidupan nyata dimana klien harus membuat suatu keputusan. efisien. setiap guru pembimbing/ konselor perlu berpegang pada pedoman pertanyaan sebelum melakukan asesmen. yang memberikan informasi-informasi nyata yang potensial. 2.

Apapun bentuk dan jenis asesmen yang dilakukan. Dalam hal ini apabila guru BK tidak memiliki kewenangan. maka instrumen dapat menggunakan checklist. dan (5) dana yang tersedia. (4) waktu yang tersedia. Anda dapat merencanakan instrumen yang akan digunakan dalam asesmen. observasi. (c) program-progam yang berhasil. Penetapan waktu Perencanaan waktu yang dimaksud adalah kapan asesmen akan dilakukan. inventori kepribadian. termasuk pada saat melakukan analisis. mampu memahami diri sendiri.3. tes minat jabatan. maka Anda dapat mempergunakan tes psikologis. Banyak instrumen yang dapat digunakan dalam asesmen seperti tes psikologis. (3) ketersediaan instrumen. misalnya karena instrumen yang digunakan untuk asesmen adalah tes psikologis (tes intelegensi. Program certification. b. dan klien memiliki keberanian serta kemampuan untuk mengambil keputusan. Memilih fokus asesmen pada aspek tertentu dari diri klien Salah satu penentu keberhasilan konseling adalah kemauan dan kemampuan klien itu sendiri. Menurut Center for the Study of Evaluation (CSE). bukan pengambil keputusan mengenai apa yang harus dilakukan klien dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Misalnya Anda akan melihat kerjasama klien dalam konseling. 5. Persiapan akan banyak menentukan keberhasilan suatu asesmen. tempat. program sertifikasi adalah suatu evaluasi sumatif. untuk keberhasilan konseling. dan (d) informasi-informasi yang mempengaruhi proses pelaksanaan program-program yang lain. hal ini memberikan makna bahwa pada akhir kegiatan akan dilakukan evaluasi akhir sebagai dasar untuk memberikan sertifikasi kepada klien. Dengan demikian maka akan diperoleh alat ukur atau instrumen yang benar-benar dapat diandalkan (valid) dan dapat dipercaya (reliabel) dalam mengukur apa yang seharusnya diukur. (2) kewenangan guru BK (baik dalam mengadministrasikan maupun dalam interpretasi hasilnya). . (b) tujuan yang akan dicapai dalam program. Dalam konseling. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih instrumen dalam asesmen diantaranya yaitu: (1) kemampuan guru BK sendiri. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan asesmen: 1. misalnya mempersiapkan instrumen. yang menjadikan program-program tersebut dapat dinilai apakah sesuai dengan pedoman. Konselor/ guru BK bukan pemberi nasihat. c. Setelah ditentukan fokus area asesmen. hal ini tetap menuntut suatu perencanaan. yaitu bagaimana asesmen dilakukan untuk menilai pelaksanaan program dengan memberikan informasi-informasi nyata. dimana asesmen dapat digunakan dalam dalam perbaikan program. dan sebagainya. inventori. Berdasarkan hal tersebut di atas. dan peralatan lain yang diperlukan dalam pelaksanaan asesmen. Penetapan waktu ini sangat erat berhubungan dengan persiapan pelaksanaan asesmen. Karena itu. keputusan akhir untuk pemecahan masalah yang dihadapi ada pada diri klien. Program Improvement. misalnya psikolog atau orang yang telah memiliki sertifikasi yang memberikan kewenangan untuk mengadministrasikan tes dimaksud. Perencanaan Aspek yang harus ada dalam perencanaan asesmen adalah: a. yaitu yang berkenaan dengan: (a) evaluasi terhadap informasi-informasi yang nyata. tetapi apabila Anda memfokuskan asesmen tentang kemampuan klien dalam memecahkan masalah. Memilih instrumen yang akan digunakan. Apalagi jika pelaksana asesmen tersebut bukan guru BK itu sendiri. dan sebagainya). maka konselor menentukan akan melakukan asesmen dengan memfokuskan pada salah satu aspek dalam diri klien saja. 4. maka guru BK dapat minta bantuan orang yang memiliki kewenangan. yang merupakan akhir kegiatan. Tetapi untuk menentukan instrumen sangat tergantung pada aspek apa yang akan diasesmen. Program Implementation. klien dapat bekerjasama dengan guru BK/konselor. dan mampu menerima dirinya sendiri. Dalam hal ini evaluator berfungsi pemberi informasi mengenai hasil evaluasi yang akan digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. dan dengan bantuan guru BK maka klien diharapkan mampu memunculkan ide-ide pemecahan masalah.

dan sebagainya. Misal data yang diperoleh berbentuk kualitatif atau data kuantitatif. 2010) misalnya menggunakan pendekatan ”key incident” dalam analisis deskripsi kualitatif tentang kegiatan pendidikan. Interpretasi data Interpretasi diartikan sebagai upaya mengatur dan menilai fakta. 5. 2. tes bakat. dokumen informasi demografi. Penafsiran harus dirumuskan dengan hatihati. 2. 4. Berikut ini adalah hal-hal yang harus ada dalam interpretasi. Anda tidak perlu mencari validitas dan reliabilitas karena instrumen tersebut sudah jelas memenuhi persyaratan sebagai suatu instrumen. Dalam bimbingan konseling. Metode analisis data kualitatif misalnya deskriptif naratif. 3. Analisis dilakukan dengan mengikuti petunjuk yang ada dalam manual masing-masing instrumen. jujur. Validitas dan reliabilitas Apabila instrumen yang kita gunakan adalah buatan sendiri atau dikembangkan sendiri. Pendekatan key incident memungkinkan bagi kita untuk memasukkan sejumlah besar kesimpulan dari bermacam-macam data yang berasal dari berbagai sumber. Dewasa ini. maka instrumen itu perlu diuji validitas dan reliabilitasnya. maka hasil asesmen harus diinterpretasikan sebagai sarana untuk mengetahui kebaikan klien. maka kita melakukan analisis data kualitatif. Saat melakukan analisis data kualitatif. SPSS. Apabila data bersifat kualitatif. Apabila banyak data kualitatif yang dianalisis sementara asesmen masih berlangsung maka beberapa analisis dapat ditunda pelaksanaannya sampai evaluator selesai melakukan asesmen. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan asesmen adalah pelaksanaannya harus sesuai dengan manual masing-masing instrumen. seperti program excel. Namun apabila kita menggunakan instrumen yang sudah terstandar. Metode analisis data dalam asesmen konseling sangat tergantung data yang diperoleh. b) buatlah salinan data untuk berjaga-jaga kalau ada yang hilang. dan merumuskan kesimpulan yang mendukung. program statistik dapat dengan mudah dilakukan dengan bantuan komputer. cara mengerjakan waktu yang digunakan untuk mengerjakan asesmen kunci jawaban cara analisis interpretasi. statistik biasa digunakan untuk analisis data hasil tes psikologis. Petunjuk untuk menafsirkan analisis data . e) periksa kebenaran hasil asesmen. 3. yaitu: 1. c) aturlah data dalam judul dan masukkan dalam file. LISREL. dan sebagainya. Manual suatu instrumen biasanya memuat: 1. 2010)). dan terbuka. Karena validitas dan reliabilitas merupakan suatu syarat mutlak suatu instrumen asesmen. 2. dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam tindakan berikutnya bagi orang-orang lain yang berkepentingan/ berwenang (Cronbach dalam Ratna Widiastuti. Apabila data bersifat kuantitatif maka analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik. 4. atau wawancara. misalnya dari catatan lapangan. Wilcox (dalam Ratna Widiastuti. Analisis data Langkah selanjutnya adalah analisis data. misalnya tes inteligensi. Komponen untuk menafsirkan / interpretasi hasil analisis data Interpretasi berarti menilai objek asesmen dan menentukan dampak asesmen tersebut. selanjutnya adalah bagaimana melaksanakan rencana yang telah dibuat tersebut. menafsirkan pandangan. Untuk asesmen yang akan digunakan untuk membantu fungsi pendidikan. Pandangan evaluator juga mempengaruhi penafsiran/ interpretasi data. Pelaksanaan Setelah perencanaan asesmen selesai. d) gunakan sistem kartu-kartu dalam map. yaitu melakukan analisis terhadap data yang diperoleh melalui instrumen yang digunakan untuk mengambil data. perlu dilakukan beberapa langkah sebagai berikut: a) yakinkan semua data telah tersedia.d.

menginterpretasikan data bukan hanya pekerjaan evaluator saja. dan (8) menafsirkan hasil analisis dengan prosedur yang menghasilkannya. Tindak lanjut Tindak lanjut adalah menindak lanjuti hasil asesmen atau penggunaan hasil asesmen dalam konseling. norma-norma. akan tetapi evaluator hanya memberikan pandangan saja dari sekian banyak pandangan. maka klien perlu dirujuk ke psikiater.Worthen dkk. apakah klien perlu mendapatkan tritmen tertentu. (7) membandingkan analisis yang dilaporkan oleh program yang usahanya sama. dalam Ratna Widiastuti. Misalnya jika klien sudah mengalami gangguan psikotik. 5. maka langkah-langkah khusus peerlu dilakukan. (4) menentukan nilai pencapaian. konferensi kasus. dan prinsip-prinsip etik tidak dilupakan. dan sebagainya) 2. menanggapi data dengan cermat. menentukan fokus yang akan dinilai (misal cara klien dalam merespon. demokrasi aturan. (6) membandingkan variabel-variabel penting dengan hasil yang diharapkan. Rujukan diperlukan jika guru pembimbing/ konselor tidak mempunyai kewenangan atau tidak mempunyai kemampuan untuk menangani masalah yang dihadapi klien. (5) bertanya kepada kelompok penilai. jika klien mengalami gangguan dislesia maka perlu dirujuk ke terapis khusus yang menangani gangguan tersebut. menggunakan teknik penilaian yang telah ditentukan 4. melihat kembali data. pengambilan keputusan. menentukan teknik untuk penilaian (misal dengan observasi. (3) menentukan apakah analisis kebutuhan telah dikurangi. melaporkan data yang telah diolah (laporan hasil konseling) . atau bahkan bisa jadi konselee perlu mendapatkan rujukan (refferal) kepada pihak ketiga. dan 6. menilai keberhasilan dan kegagalan. Untuk konseling yang berbasis individu. 2010) menyatakan bahwa para evaluator telah mengembangkan metode yang sistematik untuk melakukan interpretasi. Namun demikian. Beberapa kegiatan tindak lanjut diantaranya adalah apakah konselee perlu melakukan konseling yang memfokuskan pada aspek yang berbeda lainnya. atau wawancara) 3. ide-ide pemecahan masalah. (2) menentukna apakah hukum. melakukan analisis data yang diperoleh dan membicarakan hasilnya dengan klien 5. Diantara metodemetode tersebut yang sering dipakai akhir-akhir ini adalah: (1) menentukan apakah tujuan telah dicapai. yaitu dengan cara: 1. menilai kelebihan dan kelemahan penafsiran.

f) Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi. b) Fungsi pencegahan (preventif). dan unsur cara pengatasannya sendiri”. b) Mengembangkan sikap positif. c) Fungsi perbaikan. masing-masing sebagai konselor dan klien. Pemahaman tentang lingkungan siswa termasuk keluarga. . 1) Pengertian Konseling. Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah suatu proses bantuan dari seseorang kepada orang lain secara berkelanjutan untuk mengembangkan pandangannya sendiri. termasuk informasi pendidikan. b) Adanya masalah yang dihadapi klien yang harus dipecahkan. orang muda maupun orang tua untuk mengembangkan pandangannya sendiri. 5) Prinsip Bimbingan Konseling. c) Membuat pilihan secara sehat. Peran dan Fungsi Guru BK Bimbingan itu suatu proses. d) Ada hubungan timbal balik. Fungsi pemahaman ini meliputi: 1. Bimbingan konseling mempunyai unsur-unsur yang dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Adanya wawancara langsung (face to face) dari dua individu. d) Mampu menghargai orang lain. dan lingkungan sekolah terutama oleh siswa sendiri dan konselor. membuat keputusan sendiri dan unsur pengatasannya sendiri. fungsi pemahaman akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak tertentu (konselor) guna mengembangkan kemampuan siswa. membuat keputusan sendiri. Belki dalam Marsudi mengemukakan ada 6 (enam) prinsip bagi konselor agar bimbingan konseling di sekolah memiliki makna. artinya bahwa kegiatan bimbingan bukan sekali jadi melainkan sebagai suatu proses berkelanjutan sesuai dengan dinamika perkembangan individu. 3. yakni mengenal dirinya dan kekhususan dirinya sendiri. informasi nilai budaya. atau menimbulkan kesulitan dalam proses perkembangan. 4) Tujuan Bimbingan Konseling. Selanjutnya Haditono menyatakan bahwa “bimbingan adalah bantuan dari seseorang kepada orang lain baik anak-anak. saling menghargai dan menghormati sehingga tumbuh saling percaya mempercayai. Marsudi dkk mengemukakan bahwa tujuan bimbingan konseling adalah: a) Memiliki kesadaran diri. Pemahaman tentang subyek sasaran 2. informasi jabatan. menghambat. 2) Unsur-unsur Bimbingan Konseling. Marsudi dkk menyatakan bahwa bimbingan konseling mempunyai fungsi: a) Fungsi Pemahaman. yaitu: a) Konselor sejak awal harus memiliki kinerja yang tinggi sehingga harus bekerja keras melaksanakan bimbingan. Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas. Berdasarkan kedua pendapat di atas maka konseling dapat didefinisikan sebagai bantuan yang diberikan konselor kepada klien dalam memecahkan masalahnya yang terjadi dalam suasana profesional dengan wawancara untuk memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien dan mencapai kehidupan yang sejahtera. menghindarkan diri subyek bimbingan agar terhindar dari permasalahan yang dapat mengganggu. Walgito menyatakan bahwa “konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara. 3) Fungsi Bimbingan Konseling.c. adalah bimbingan yang menghasilkan terpecahkannya masalah yang dihadapi individu (siswa) siswa yang sedang bermasalah ibarat berada dalam kondisi yang tidak enak. c) Klien sangat memerlukan bantuan dari konselor dalam memecahkan masalah. e) Konselor membantu untuk meningkatkan kemampuan agar klien mampu memecahkan masalahnya sendiri. Pepinsky mengemukakan bahwa “konseling adalah interaksi yang terjadi antara dua orang individu. pengobatan (curative). h) Membuat keputusan secara efektif. adalah fungsi bimbingan yang sifatnya mencegah. ia perlu bantuan orang lain agar kondisinya berubah menjadi enak. g) Dapat memecahkan konflik. e) Memiliki rasa tanggung jawab. satu sebagai konselor dan yang lain sebagai klien. dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapinya untuk mencapai kesejahteraan hidupnya”. terjadi dalam suasana profesional untuk memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien”.

Azas alih tangan. kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Kedua. yakni guru haruslah memahami peserta didik berdasarkan perkembangan kognitif yang dimilikinya. yaitu kompetensi pedagogik. 6) Azas-azas Bimbingan Konseling. melakukan pembimbingan dan pelatihan. Azas kedinamisan. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa “Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. dimana sikap guru menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan untuk peserta didik. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. f) Konselor mampu bekerja sama secara efektif dengan kepala sekolah untuk menegakkan citra bimbingan konseling. Azas normative. instruktur. f) Guru harus memiliki kompetensi dalam evaluasi diri dan pengembangan diri dimana dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan berintrospeksi dan mengembangkan potensi diri secara optimal. Kompetensi Atau Kemampuan Yang Dimiliki Oleh Guru Guru atau pendidik dalam Pasal 1 Ayat 6 Undang-undang No. siswa yang mungkin putus sekolah. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. mengalami kesulitan belajar. Azas keahlian. Orang yang profesional biasanya melakukan pekerjaan secara otonom dan mengabdikan diri pada pengguna jasa dengan disertai rasa tanggung jawab atas kemampuan profesionalnya itu. 2009: 12-15). kinerja itu dimuati unsur-unsur kiat atau seni yang menjadi ciri tampilan profesional seorang penyandang profesi. Azas kegiatan. widyaiswara. dosen. dimana guru harus berperilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. Azas keterbukaan. fasilitator. tutor. d) Guru harus memiliki kepribadian yang berwibawa. Pada tingkat tinggi. keangkuhan) profesional dan atau menjaga hubungan harmonis dengan personil sekolah yang lain. bangga sebagai guru dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. Azas keterpaksaan. menilai hasil pembelajaran.b) Konselor harus bekerja secara profesional menghindarkan sikap elitis (kesombongan. Kompetensi pedagogik Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta didik. B. Azas Tut Wuri Handayani. Azas kesukarelaan. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28. Marsudi dkk mengemukakan bahwa azas-azas bimbingan konseling adalah: Azas Kerahasiaan. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap. arif. pamong belajar. prestasi rendah. d) Konselor bertanggung jawab kepada semua siswa baik siswa yang gagal. e) Guru harus memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki tindakan yang sesuai dengan norma religius dan perilaku yang bisa diteladani oleh peserta didiknya. e) Konselor mampu mengembangkan potensi siswa melalui berbagai kegiatan. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. stabil. (Uji Windiyanto.” Menurut Sanusi. kepribadiannya. konselor. kompetensi professional.” Selanjutnya pada Pasal 39 ayat 2. pertama orang yang menyandang suatu profesi. 2. serta modalitas belajar siswa. dewasa. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. dinyatakan bahwa: ”Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. . disebutkan bahwa guru yang berkualitas harus memiliki empat kompetensi. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Azas kemandirian. pemalu dan sebagainya. suka mengganggu teman. Sementara dalam Undang-undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 dan Peraturan Pemerintah No. Secara rinci kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berupa : a) Guru harus memiliki kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator berupa: bertindak sesuai dengan norma hukum bertindak sesuai dengan norma sosial. et al (1991:20) dan Danim (2002: 22) professional menunjuk pada dua hal. memiliki masalah. b) Guru harus memiliki kompetensi kepribadian yang dewasa dimana guru harus menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru. kinerja seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya. dan berwibawa. Kompetensi pedagogik ini memiliki subkompetensi berupa : a) Pemahaman peserta didik secara indikator esensial. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. c) Konselor harus mampu menerjemahkan peranannya dalam kegiatan nyata atau layanan bimbingan yang dilakukan memberi manfaat nyata bagi siswa. Keempat kompetensi yang dimaksud diterangkan berikut ini: 1. c) Guru harus memiliki kompetensi arif. Azas kekinian. sekolah dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.

dan materi ajar. Kompetensi sosial Merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. dimana guru dituntut untuk memahami landasan kependidikan. stabil. mempu menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar. hukum. 7. orang tua/ wali peserta didik dan masyarakat sekitar. dan berwibawa . Standar fisik: guru harus sehat jasmani. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. (Kristian Hendrik. Dimana kompetensi guru haruslah: a) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. peserta didik. artinya tidak mengalami gangguan jiwa ataupun kelainan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas profesionalnya. mengabdi. Guru yang profesional adalah “guru yang mempunyai sejumlah kompetensi yang dapat menunjang tugasnya yang meliputi kompetensi pendagogik. c. menerapkan teori belajar dan pembelajaran. 3. 4. 2010 : ) Kompetensi kepribadian merupakan kompetensi personal seorang guru. Guru merupakan pribadi yang dapat menjadi contoh bagi yang lain. kompetensi yang ingin dicapai. yang mencangkup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya. berbadan sehat. tenaga kependidikan. Bertindak sesuai dengan norma agama. mencintai. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur. sosial. dan memiliki dedikasi yang tinggi pada tugas dan jabatannya. 6. dan kebudayaan nasional Indonesia. Karteristik Kepribadian Guru Guru memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. dan mampu memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan kualitas program pembelajaran. b. Kompetensi Profesional Kompetensi professional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Standar moral: dimana guru harus memiliki budi pekerti luhur dan sikap moral yang tinggi. 5. c) Melaksanakan pembelajaran yang kondusif dimana setting pembelajaran adalah komponen pokok yang harus diperhatikan. memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait. dan tidak memiliki penyakit menular yang membahayakan diri.Saat ini guru dianggap sebuah profesi yang sejajar dengan profesi yang lain. dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. Standar mental: dimana guru harus memiliki mental yang sehat. C. b) Menguasai struktur dan metode keilmuan dimana seorang guru dituntut untuk menguasai langkah-langkah penelitian kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi secara professional dalam konteks global. kompetensi sosial maupun kompetensi pribadi”. 4.b) Merancang pembelajaran. Kompetensi kepribadian guru itu terdiri atas: a. kompetensi profesional. b) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. e) Mengembangkan peserta didik dimana guru haruslah memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik maupun potensi non akademik. serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih. Tandar intelektual: guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik dan professional. Karena guru memegang kunci dalam pendidikan dan pengajaran disekolah. arif. d) Merancang dan melaksanakan evaluasi dimana indikatornya guru dapat merancang dan melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar. Standar spiritual: guru harus beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang diwujudkan dalam ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Guru adalah pihak yang paling dekat dengan siswa dalam pelaksanaan pendidikan sehari-hari. dewasa. Kompetensi professional memiliki subkompetensi berupa: a) Menguasi substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi dengan memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah. berakhlak mulia. konsep dan metode keilmuan yang koheren dengan materi ajar. sesama pendidik. 2. c) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didk dan masyarakat sekitar. menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik. Standar psikis: guru harus sehat rohani. dan guru merupakan pihak yang paling besar peranannya dalam menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan. sehingga seorang guru dituntut bersikap profesional dalam melaksanakan tugasnya. Menurut Mulyasa. 3. pendidik perlu memiliki standar berupa : 1. Standar sosial: seorang guru harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan bergaul dengan masyarakat lingkungannya. dan lingkungan. memahami struktur. Kompetensi ini merupakan sosok kepribadian seorang guru yang berkarakter sebagai orang Indonesia serta pribadi yang ideal dari orang yang menjadi teladan di masyarakat.

2010). Pentingnya peran pendampingan dan konseling disebabkan pendidikan masih dimaknai secara sempit. yaitu: sukses bidang akdemik. 6) Memiliki kepibadian dan prilaku yang terpuji (seperti berwibawa. 7) Memiliki emosi yang stabil 8) Memliki Kasih sayang dan perhatian terhadap individu yang memerlukan bantuan. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. kecerdasan suatu bangsa tidak terbentuk dari penjumlahan kecerdasan dari setiap warganya. Menunjukkan etos kerja. individual dan berpotensi. (Sunaryo Kartadinata. Pada hakikatnya pelaksanaan BK di sekolah untuk mencapai tiga kesuksesan. Oleh sebab itu peran guru bimbingan dan konseling ataupun konselor penting untuk menyelenggarakan pendidikan yang utuh. bermoral. Dengan kata lain. baik fisik. Pendidikan yang utuh adalah pendidikan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademis. untuk mencapai kematangan tersebut. seorang individu memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. Disamping itu dapat dikatakan bahwa proses perkembangan seorang individu tidak selalu berlangsung secara mulus. 4) Memiliki integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat. atau searah dengan potensi. Pendidikan Indonesia saat ini juga belum bisa membentuk watak dan karakter bangsa. Perkembangan seorang individu tidak lepas dari pengaruh lingkungan. tanggungjawab yang tinggi. wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlah peserta didik. sabar. e. tanggung jawab. Pendidikan hanya cenderung untuk meningkatkan kemampuan akademis semata. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. 3) Menghargai dan mengembagkan potensi positif individu pada umumnya dan individu pada khususnya. ramah. social. Pelayanan bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. harapan dan nilai-nilai yang dianut. dan terpusat pada konselor. atau bebas dari masalah. psikis maupun sosial. penyesuaian terhadap lingkungan serta dapat merencanakan masa depannya. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). sukses dalam persiapan karir dan sukses dalam hubungan kemasyarakatan.d. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). Konselor sekolah adalah konselor yang mempunyai tugas. 2) Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya. Padahal. Peran guru bimbingan konseling dan konselor semakin penting karena saat ini penyelenggaraan pendidikan di Indonesia masih dalam makna sempit. atau di luar jangkauan kemampuan. Berikut ini adalah karakteristik kepribdian guru dalam tiap spesifikasinya : a. Pelayanan BK di sekolah merupakan kegiatan untuk membantu siswa dalam upaya menemukan dirinya. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. . atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). klinis. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli. Standar dimaksud adalah standar kompetensi kemandirian. dan pengentasan masalah-masalah individu. yaitu membantu peserta didik mengenali potensi dan mengembangkan kepribadiannya. tetapi juga mengembangkan karakter dan kepribadian peserta didik. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. jujur. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. dan konsisten). Guru BK Sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses ke arah kematangan atau kemandirian. pengembangan potensi. Pendidikan di Indonesia baru sampai pada tujuan mencerdaskan anak didik secara individual saja. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. dan rasa percaya diri. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. Pendidikan juga belum menanamkan kecerdasan kultural kepada peserta didik sehingga potensi bangsa kurang tergali. Di sinilah peran guru bimbingan dan konseling. lurus. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai seorang individu. 5) Memiliki sifat demokratis. rasa bangga menjadi guru. Seorang guru bimbingan dan konseling harus memilki kompetensi dalam bidangnya termasuk kompetensi kepribadian yaitu : 1) Mengaplikasikan pendangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual.

potensi. minat. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan. . 12) Mau mendengarkan keluhan orang lain. 10) Menampilkan toleransi tinggi terhadap individu yang menghadapi stress dan frustasi. menilai bakat dan minat.9) Memiliki kepedulian kepada orang lain. 74 Tahun 2008 A. tanggungjawab. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam: 1. Tugas Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas. Tugas Guru BK/Konselor dan Pengawas Bimbingan dan Konseling Menurut PP No. 13) Mendorong dengan ikhlas. peka dan bersifat empati serta menghargai perubahan dan keraguan. wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. 11) Penuh kesabaran. Pengembangan kehidupan pribadi. 14) Mampu berkomunikasi dengan efektif. bakat.

2. Layanan penempatan dan penyaluran. Kunjungan rumah. kemampuan hubungan sosial. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. 2. Layanan konseling kelompok. Layanan penguasaan konten. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. jurusan/program studi. Himpunan data. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. Konferensi kasus.2. kelompok belajar. 4. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis. 8. kegiatan belajar. yang bersifat terbatas dan tertutup. dan pengambilan keputusan. kegiatan belajar. Layanan orientasi. Pengembangan kehidupan sosial. dan kegiatan ekstra kurikuler. Layanan konseling perorangan. Beban Kerja Minimum Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Beban kerja guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dan paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk layanan tatap muka terjadwal di kelas untuk layanan klasikal dan/atau di luar kelas untuk layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu . Layanan informasi. karir/jabatan. 3. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. serta memilih dan mengambil keputusan karir. 4. Aplikasi instrumentasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. 5. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. magang. karir/jabatan. sosial. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. 3. terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka. Alih tangan kasus. 6. keluarga. Jenis layanan adalah sebagai berikut: 1. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. Layanan konsultasi. belajar. program latihan. Layanan bimbingan kelompok. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. industri dan masyarakat. pemahaman. Pengembangan karir. 4. baik tes maupun nontes. berkeadilan dan bermartabat. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik 9. Tampilan kepustakaan. Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh: 1. 6. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. sistematis. kemampuan sosial. terpadu dan bersifat rahasia. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. dan karir/jabatan. yaitu kegiatan memperoleh data. melalui aplikasi berbagai instrumen. 5. 7. Pengembangan kemampuan belajar. Layanan mediasi. dinamis. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. 3. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua atau keluarganya. dan pendidikan lanjutan. komprehensif.

pemantauan atau penilaian. Melaksanakan penilaian adalah menilai kinerja guru dalam merencanakan. penilaian dan instrumen pengawasan. Pemantauan dan Penilaian    Kegiatan supervisi bimbingan dan konseling meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan kegiatan dimana terjadi interaksi langsung antara pengawas dengan guru binaanya. Menyusun Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan    Setiap pengawas membuat laporan dalam bentuk laporan per sekolah dari seluruh sekolah binaan. (2) program pengawasan semester. dan RKBK sekurang-kurangnya memuat aspek/masalah. tujuan. Jumlah guru yang harus dibina untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) dan paling banyak 60 guru BK.dan yang memerlukan. Tugas Pengawas Bimbingan dan Konseling Lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling untuk melaksanakan tugas pokok diatur sebagai berikut: 1. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK. program semester. melaksanakan dan menilai proses pembimbingan. skenario kegiatan. sesuai dengan uraian kegiatan dan jadwal yang tercantum dalam RKBK yang telah disusun. Uraian lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut. d. Penyusunan Program Pengawasan Bimbingan dan Konseling      Setiap pengawas baik secara berkelompok maupun secara perorangan wajib menyusun rencana program pengawasan. Kegiatan penyusunan program semester oleh setiap pengawas ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. c. . a. 2. sumberdaya yang diperlukan. Penyusunan laporan oleh pengawas merupakan upaya untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan atau keterlaksanaan program yang telah direncanakan. Laporan ini lebih ditekankan kepada pencapaian tujuan dari setiap butir kegiatan pengawasan sekolah yang telah dilaksanakan pada setiap sekolah binaan. Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang dilakukan oleh setiap pengawas pada setiap sekolah tempat guru binaannya berada. Program pengawasan terdiri atas (1) program pengawasan tahunan. strategi/metode kerja (teknik supervisi). Sedangkan beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah membimbing 40 (empat puluh) peserta didik dan guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah/madrasah membimbing 80 (delapan puluh) peserta B. dan (3) rencana kepengawasan akademik (RKA). Penyusunan RKBK ini diperkirakan berlangsung 1 (satu) minggu. Menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah dengan segera setelah melaksanakan pembinaan. Program tahunan. Melaksanakan Pembinaan. Kegiatan penyusunan program tahunan ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. Program pengawasan tahunan pengawas disusun oleh kelompok pengawas di kabupaten/kota melalui diskusi terprogram. b. Kegiatan ini dilakukan di sekolah binaan. Ekuivalensi kegiatan kerja pengawas bimbingan dan konseling terhadap 24 (dua puluh empat) jam tatap muka menggunakan pendekatan jumlah guru yang dibina di satu atau beberapa sekolah pada jenjang pendidikan yang sama atau jenjang pendidikan yang berbeda. Rencana Kepengawasan Bimbingan dan Konseling (RKBK) merupakan penjabaran dari program semester yang lebih rinci dan sistematis sesuai dengan aspek/masalah prioritas yang harus segera dilakukan kegiatan supervisi. indikator keberhasilan. 3. Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas program pengawasan tahunan di tingkat kabupaten/kota.

PP No. Kegiatan dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi yang akan ditingkatkan. Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK ini dapat dilakukan melalui workshop. DASAR LEGAL BIMBINGAN DAN KONSELING A. d a n / a t a u l a t i h a n b a g i perannya di masa yang akan datang Pasal 1 A ya t 8 : T e n a ga p e n d i d i k a n a d a l a h a n g g o t a m a s ya r a k a t ya n g bertugas membimbing . seminar. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X2. mengajar dan / atau melatih peserta didik B. mengenallingkungan dan merencanakan masa depanAyat 2: Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing .Undang-Undang No : 2 / 1989 : Sitem Pendidikan Nasional Ayat 1 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan pesertad i d i k m e l a l u i k e gi a t a n b i m b i n g a n .Peraturan Pemerintah 1.PP No.   Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok di Musyawarah Guru Pembimbing (MGP).PP No. observasi. mengenallingkungan dan merencanakan masa depan Ayat 2:Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing Ayat 3:Pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) dan Ayat (2) diatur oleh Menteri 2. 28 / 1990 : Pendidikan Dasar BAB X Pasal 25 Ayat 1:Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadasiswa dalam rangka upaya menemukanpribadi. p e n g a j a r a n . individual dan group conference. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X Pasal 27 Ayat 1: Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadasiswa dalam rangka upaya menemukan pribadi. Dalam pelatihan diperkenalkan kepada guru cara-cara baru yang lebih sesuai dalam melaksanakan suatu proses pembimbingan.

serta menyusun program perbaikan dan pengajaran. S K B M E N D I K B U D d a n K E P A L A B A K N No : 0433 / P / 1993 dan No. dan tindak lanjut dalam programbimbingan terhadap peserta didik yang m e n j a d i t a n g g u n g jawabnya. E v a l u a s i program pengajaran/ praktik/ BK (2)Standart .Bidang Pengawasan Rumpun Mata Pelajaranc. orientasi.Penyajian program pengajaran/ praktik/ BK c . 25 Tahun 1993 “Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. evaluasi belajar. Guru Dewasa Tingkat 1 dalammelaksanakan PBM atau BK:a. 2.wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlahpeserta didik (10)Penyusunan program BK adalah membuat rencana P e l a y a n a n B K dalam bidang bimbingan pribadi. belajar dan karir (11) Pelaksanaan BK adalah melaksanakan fungsi pelayanan . terhadappeserta didik yang menjadi tanggung jawabnya .penempatan dan penyaluran. penempatan danpenyaluran. 7 4 / 2 0 0 8 : Tugas Guru BK / Konselor dan PengawasBimbingan dan konseling SK M ENP AN 1. konseling individu. p e m b e l a j a r a n . m e n y a j i k a n p r o g r a m pengajaran.No.Bidang pengawasan Taman Kanak-2 / Raudhatul Athfal/ bustanul Athfal. P P N o . p e n g e n t a s a n . konseling kelompok danbimbingan kelompok Pasal 4.3 . melaksanakan programbimbingan. evaluasi p e l a k s a n a a n b i m b i n g a n . p e n c e g a h a n . ataub . pembelajaran. 84 / 1993 : Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Pasal 3 : Tugas Pokok Guru. k o n s e l i n g i n d i v i d u .Persiapan program pengajaran/ praktik/ BK b. M e n y u s u n P r o g r a m Bimbingan. informasi. sosial. belajar dan karir (12) Evaluasi pelaksanaan BK adalah kegiatan menilai layanan BK dalambidang bimbingan pribadi. sosial. sosial. ayat : (1) Standart prestasi kerja Guru Pratama s. 118 / 1995: Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah d a n Angka Kreditnya Sebagaimana dimaksdukan dalam angka (1) mempunyai bidangpengawasan sbb:a.No. konseling kelompok dan bimbingan kelompok(14) Tindak Lanjut pelaksanaan BK adalah kegiatan menindaklanjutihasil analisis evaluasi layanan .Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah / Madrasah Diniyah / Sekola DasarLuar Biasa. M e n y u s u n p r o g r a m p e n g a j a r a n . tanggung jawab. belajar dan karir (13)Analisis Evaluasi pelaksanaan BK adalah menelaah hasil evaluasipelaksanaan BK yang mencakup layanan . ayat : (4)Guru Pembimbing adalah guru yang mempunyai tugas. informasi.p e m a h a m a n . adalaha .” Pasal 1 .d.Bidang Pengawasan Pendidikan Luar Biasad.b. analisis hasil evaluasi belajar. orientasi. a n a l i s i s pelaksanaan bimbingan. p e m e l i h a r a a n d a n pengembangan dalam bidang bimbingan pribadi.Bidang Pengawasa Bimbingan dan Konseling D .

Tujuan dan maksud Check List Untuk mengetahui / mengecek ada tidaknya sifat/kebiasaanketerampilan/pengalaman dan pengetahuan dari seseorang. Fungsi Check List 1. s e l a i n t s b . Faktor-faktor yang diperoleh ini dapat terperinci menurut keperluanyaitu sesuai dengan persiapan dan rencana yang telah dibuat sebelum daftar cek inidisiapkan. selain tsb. Manfaat Check List Untuk mendapatkan faktor-faktor yang relevan dengan masalah yang sedang menjadipusat perhatian.2. B. ayat : (1)Jumlah peserta didik yang harus dibimbing oleh seorang GP adalah 150orang MATERI VDAFTAR CEK (CHECK LIST)A.d. padaayat (1) ditambah :a. D. Pengertian Check List merupakan suatu daftar yang mengandung atau mencakup faktor-faktor yang ingin diselidiki (Bimo Walgito.Dari pengertian di atas disimpulkan bahwa check list merupakan salah satumetoda untuk memperoleh data yang berbentuk daftar yang berisi pernyataan danpertanyaan yang ingin diselidiki dengan memberi tanda cek oleh individu/kelompok. 1985:150)Check list merupakan daftar yang berisi unsur-unsur yang mungkin terdapat dalamsituasi atau tingkah laku atau kegiatan individu yang diamati (Depdikbud:1975:56).Analisis hasil evaluasi pengajaran/ praktik/ BK b. Sebagai alat pencatat hasil observasi ( pengguna daftar cek hanya sebagai observer ) . Sebagai inventory ( alat pencatat hasil observasi yang dipergunakan seseorang dalammengamati diri sendiri/pengguna daftar cek selain sebagai observer juga sebagaiobservee ). C.Penyusunan program pengajaran/ praktik/ BK c. p a d a a y a t ( 2 ) sesuai dengan jenjang jabatannya ditambah melaksanakan program BK di kelas yang menjad tanggung jawabnya Pasal 5 . Guru Utama.Evaluasi program pengajaran/ praktik/ BK ( 3 ) K h u s u s S t a n d a r t p r e s t a s i k e r j a G u r u K e l a s .prestasi kerja Guru Pembina s.

(c) mampu melakukan analisis terhadap data hasil daftar cek. c. 5. karena data problem yang diperoleh melalui DCM lebih teliti. Instruksi atau petunjuk cara mengerakan. Dengan daftar cek masalah memungkinkan individu mengingat kembali masalahmasalah yang pernah dialaminya. Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan kelompok pada umumnya. Ruangan tempat identitas siswa yang mengerjakan DCM. Petunjuk yangharus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instructor dan petunjuk bagi siswa. 2. 2. yakni menjelang dan pada waktu mengerjakan. Petunjuk Pengadministrasian DCM Agar hasil penelitian ini valid dan reliable perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM. Fungsi Daftar Cek Masalah 1. Kegunaan DCM Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan DCM yaitu : 1. Alasan Penggunaan DCM Terdapat beberapa pertimbangan dalam penggunaan Daftar Cek Masalah. Kedua kecakapan . Topik. B. antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang sedang ia alami. Uraian materi 1. Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan data yang diperoleh dengan cara/alat lain. 2. disamping jumlah item kemungkinan masalah yang cukup banyak. Intensif Dikatakan intensif. Fungsi dan kegunaan DCM a. wawancara dan sebagainya. Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus. Dikatakan valid dan reliabel. Sebagai indikator peserta telah mampu memanfaatkan daftar cek ditunjukkan dalam (a) menyusun daftar cek sesuai tujuan dan subyek yang difahami. Validitas dan reliabilitas. b. autobiografi. karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan daftar cek sebagai salah satu teknik untuk memahami konseli yang hendak dibmbingnya. b. b. yakni sebelum melaksanakan. 4. a. Petunjuk bagi instruktor Kecakapan melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan. Data semacam ini kurang dapat diperoleh melalui teknik lain seperti observasi. c. 3. Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok. Topik-topik masalah dan butir-butirnya. Isi Daftar Cek Masalah Daftar Cek Masalah berisi: a. Pengertian Daftar Cek Masalah (DCM) Daftar cek masalah (DCM) adalah sebuah daftar kemungkinan masalah yang disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah yang pernah atau sedang dialami seseorang. Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dihadapi. dan (d) mampu memanfaatkan data dari daftar cek untuk kepentingan bimbingan.yaitu : a. dan (2) Pelaksanaan. Efisiensi DCM dikatakan efisien. Untuk menyarankan suatu preoritas program pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai dengan masalah individu maupun kelompok saat itu.BAB IV DAFTAR CEK MASALAH Kegiatan belajar 3 A. 3. 4. mendalam dan luas. (b) mampu melaksanakan asesmen dengan menggunakan daftar cek. 3. Topik ini berdasarkan pengolahan tertentu tentang masalah. d. Untuk melengkapi data yang sudah ada.

100 % = 2 = E (kurang sekali) 2-30 Pemahaman Individu Contoh: Abas mencek 6 butir masalah keluarga. 4. Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah. 2. B. maka persentase masalah keluarga Abas adalah: n nm x 100% = 30 6 x 100% = 20 % Jadi predikat hubungan keluarga Abas adalah: C (cukup) b. Analisis Individual Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menganalisis individual (per siswa) ini adalah: 1. b. a. yaitu: 1. Konversi harga itu. ialah: m mm x 100% Dengan keterangan mm = banyak siswa yang bermasalah untuk butir tertentu. siswa harus duduk tenang. m mm x 100 % = . Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan. j. Mengontrol apakah para siswa telah mengerjakan DCM dengan benar. i. Langkahlangkah menganalisis adalah sebagai berikut: a) Menjumlahkan banyaknya siswa yang mempunyai butir masalah yang sama untuk tiap butir. Analisis ini meliputi analisis individual dan analisis kelompok. Membagikan lembar DCM. antara lain: a. 3. b. n = jumlah butir pada topik masalah itu. Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis. menghindari suara yang mengganggu. e. Mengumpulkan pekerjaan siswa. Mengontrol situasi ruangan. c. Analisis Kelompok Langkah-langkah menganalisa secara kelompok meliputi analisis per butir dan analisis per topik masalah. 6. m = banyak siswa yang mengerjakan DCM Contoh: 30 orang siswa bermasalah untuk butir nomor 65. dengan cara mengurutkan % topic masalah mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil. 3. 2. d. Menguasai benar. Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM. h. hanya akan merugikan dirinya sendiri. sementara para siswa memperhatikan sambil membaca petunjuk tersebut dalam hati. siswa yang ikut mengerjakan DCM adalah 120 orang. 2. Menerangkan maksud konselor menggunakan DCM itu. Memberi perintah mengerjakan DCM.10 % = 8 = B (cukup baik) 11 % .50% = 4 = D (kurang) 51 % . sedangkan jumlah semua topik keluarga ialah 30. petunjuk cara mengerjakan DCM. b) Mencari % masalah dengan cara mencari rasio antara banyak siswa yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah siswa. Apabila dinyatakan dalam rumus. Analisis DCM Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan. untuk menimbulkan kepercayaan. Siswa harus mematuhi bagaimana cara mengerjakan DCM. Memberi contoh (misalnya dengan menulis di papan tulis) cara mengerjakan DCM. dan motivasi pada siswa. Mencari presentasi per topik masalah. Kedua analisis tersebut dijelaskan berikut : 1) Analisis per butir masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui butir masalah apa yang pada umumnya dhadapi oleh siswa. f. Menyiapkan bahan sesuai dengan jumlah siswa. Petunjuk bagi siswa Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa. Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM. Atau n nm x 100 % Dengan keterangan: nm = jumlah butir yang menjadi masalah pada satu topik masalah. 4. Siswa harus menulis identitasnya sendiri.25 % = 6 = C (cukup) 26 % . tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu. b. memperingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang dan teliti dan memberitahukan bahwa waktu yang disediakan cukup lama.tersebut dirinci lebih jauh berikut : 1. g. C. Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A. Hal-hal penting dalam persiapan adalah: a. D dan E. sebagai berikut: 0 % = 10 = A (baik) 1 % . dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah (butir masalah yang dicek) dengan jumlah butir topic masalah. Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya. Mencari jenjang (ranking) masalah. Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius. menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan.

Memprioritaskan masalah yang harus segera ditangani. Penyusunan program BK ini adalah dalam rangka: a. Penyajian kelompok : Masalah yang dihadapi siswa 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 1a 1b 1c 1d Pribadi Keluarga . Individu ini dicatatat sebagai individu yang mempunyai masalah khusus. B. jumlah siswa yang ikut mengerjakan DCM.. 2. Efisiensi pelayanan. Penggunaan hasil analisis DCM dalam penyusunan program BK Hasil analisis DCM dilengkapi dengan data yang diperoleh dengan teknik-teknik lain. baik program individual maupu program kelompok. Mendalami masalah individual maupun masalah kelompok. yaitu pencegahan. Hampir semua aspek kepribadian dalam daftar pribadi dapat dilengkapi dengan data DCM. d) Persentase adalah rasio antara jumlah butir masalah kali jumlah siswa yang bermasalah dengan jumlah butir dalam topik masalah.120 30 x 100 % = 25 % Maka predikat permasalahan butir ini bagi para siswa adalah C (cukup) 2) Analisis per topik masalah Analisa ini bertujuan untuk mengetahui topic masalah apa yang pada umumnya dihadapi oleh siswa. sering kita jumpai masalah yang hanya dialami oleh 1 orang. Penyajian Hasil Analisis DCM Hasil analisis DCM perlu disajikan untuk dimasukkan dalam cumulative record agar sewaktu-waktu diperlukan dapat dengan mudah ditemukan dan dapat dipergunakan dengan mudah.0 + ++ 1. a. sebagai berikut: a. kali jumlah peserta. c. Langkah-langkah dalam menganalisis adalah sebagai berikut: a) Harus diketahui. 7.. Penyajian individual No. 9. 8. Caranya. C. 4. b. Pemindahan hasil analisis data DCM ke dalam daftar pribadisiswa Hasil analisis DCM merupakan data pelengkap daftar pribadi siswa. Penyajian ini baik secara individual maupun kelompok. Atau dengan rumus: NxM NmxMn x 100% Dengan keterangan: Nm = jumlah butir masalah Mn = jumlah siswa yang mempunyai masalah N = jumlah butir dalam topik masalah M = jumlah siswa (peserta) 3) Masalah individual Dari penjumlahan tiap butir masalah. b) Harus diketahui jumlah butir yang menjadi masalah siswa. dapat dipergunakan untuk merencanakan program BK. Memasukkan predikat masalah (A. D atau E) ke dalam lajur kolom yang sesuai. b. Teliti lebih dahulu butir-butir aspek kepribadian dalam daftar pribadi yang relevan dengan topik masalah dalam DCM. c) Harus diketahui jumlah siswa yang mempunyai masalah. Masalah STATUS . 3. pengembangan dan penyembuhan sebelum masalah-masalah itu menjadi akut. Hubungan keluarga Pekerjaan Hubungan dengan teman Kepribadian E E E E D D D D C C C C B B B B A A A A b.

Tuliskan pengertian daftar cek masalah dengan kalimat saudara sendiri 2. mengapa dalam analisis daftar cek bukan sekedar melihat kuantitas masalah yang dihadapi siswa. dan kebutuhan mana yang khas pada siswa tertentu sehingga jelas kebutuhan mana yang perlu segera mendapat preoritas dalam program bimbingan di sekolah D. Analisis DCM bisa dilakukan secara individual maupun kelompok F.Sosial C. Tes Formatif 1. kebutuhan mana yang paling menonjol belum terpenuhi. kemudian laporkan puladalam bentuk sajian individual dan kelompok E. Jelaskan untuk apa biasanya daftar cek digunakan dalam kegiatan bimbingan dan konseling 3. tetapi perlu memahami intensitas masalah BAB V TEKNIK SOSIOMETRI . Rangkuman Daftar cek yang sangat bermanfaat bagi konselor utamanya dalam menggali informasi tentang masalahmasalah yang terkadang sudah terlupakan oleh individu. DCM sangat berguna untuk melengkapi data. Tunjukkan alas an saudara. mendalami masalah individu maupun kelompok. Lakukan analisis individual dan kelompok. Latihan Susunlah daftar cek dengan keterangan sebagai berikut : 1. Subyek yang hendak diteliti adalah siswa SMTP kelas 1 2. Lakukan analisis individual. Lembar Kegiatan 1. Daftar cek digunakan lantara efisien dan intensif bagi pengungkapan masalah-masalah yang dialami individu. 2. Jelaskan kelebihan penggunaan daftar cek dibanding dengan interview 4. Tujuan penyusunan daftar cek adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pemenuhan kebutuhan siswa. Sebarkan daftar cek yang telah saudara susun kepada sekurangkurangnya 30 orang siswa.

sosiometri banyak digunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok. Sosiometri juga dapat digunakan untuk mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya. Angket Sosiometri Alat untuk mendapatkan materi sosiometri dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disenangi (diplih) dan siapa yang tidak disenangi (ditolak) dari anggota kelompoknya. Daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk mendapatkan materi sosiometri dinamakan angket sosiometri. Sebagai contoh. Ada dan tidaknya pusat pilihan. Tabel dari data sosiometri disebut matrik sosiometri. Adapun jawaban yang diberikan oleh responden tentang siapa yang disenangi ataupun siapa yang tidak disenangi tersebut dapat terdiri dari satu. c. Sebagai indikator peserta telah mampu memanfaatkan teknik sosiometri dengan baik ditunjukkan dalam (a) menyusun sisiometri sesuai tujuan dan subyek yang difahami. 2. 3. dapat dilihat contoh pembuatan matrik sosiometri dan sosiogram di bawah ini. h. dari bentuk matrik ini dapat dibuat bentuk penyajian sosiometri yang lebih baik. bertujuan untuk meneliti saling hubungan antara anggota kelompokdi dalam suatu kelompok. (c) mampu melakukan analisis terhadap data hasilsosiometri. Kualitas arah pilihan. siapa yang terisolir. 2) Status penolakan. Misalnya: Kelompok yang terdiri dari enam orang. apabila belum disusun akan merupakan data yang masih sukar untuk dianalisa dan diketahui (dibaca). Agar data tersebut mudah dibaca siapa yang paling popular (paling disenangi) dan siapa yang paling tidak disenangi maka data tersebut harus berupa harus disajikan dalam bentuk tabel. Dengan melihat sosiogram akan dapat diketahui dengan mudah mengenai: a. g. siapa yang paling tidak popular. bila data tersebut kita sajikan dalam bentuk matrik seperti di bawah ini: Subyek PEMILIH Total ABCDEF DIPILIH A B C D E F X X X X X X X . Ada tidaknya isolasi. dan (d) mampu memanfaatkan data darisosiometri untuk kepentingan bimbingan. Oleh karena itu. anak kelompok dan lain-lain. dan lain-lain.Kegiatan Belajar 4 A. Sekilas tentang Sosiometri Metode ini dikemukakan oleh Moreno. Menggambarkan Hasil Angket Sosiometri Data mental yang dikumpulkan dengan angket sosiometri. Akan sangat berbeda. Perlu diingat bahwa penyajian data angket sosiometri dalam bentuk matrik ini tidak dapat dilihat mengenai ―saling hubungan‖ antara anggota kelompok. apabila disajikan dalam bentuk seperti di atas membuat kita kesulitan dalam membaca dan menentukan siapa yang terbanyak pemilihnya. menyelidiki ketidaksukaan terhadap teman sekelompoknya. B. dua. e. d. Besarnya jumlah pemilih untuk setiap subyek. Arah pilihan dari dan terhadap individu tertentu. (b) mampu melaksanakan asesmen dengan menggunakan sosiometri. f. Status sosiometri dari setiap subyek. Dengan kata lain. Uraian Materi 1. apabila kita ingin mengetahui mengapa beberapa murid mengalami kesulitan dalam pelajarannya. Untuk lebih memperjelas uraian tersebut di atas. Hasil angket sebagai berikut: Angket dari A memilih B dan C B memilih A dan C C memilih E dan A D memilih A dan B E memilih A dan D F memilih B dan A. Dengan menggunakan angket sosiometri untuk memilih dua orang yang paling disenangi dari kelompoknya. 3) Status pemilihan dan penolakan b. Keadaan semacam ini dapat diketahui dengan menggunakan sosiometri. sekolah maupun teman bermain. Kompetensi Dan Indikator Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan teknik sosiometri sebagai salah satu teknik untuk memahami konseli yang hendak dibimbingnya. yaitu dengan membuat sosiogram. menyelidiki kesukaran seseorang terhadap teman sekelompoknya. Hasil angket dari enam orang saja. Intensitas pilihan. tiga orang atau lebih. Kecenderungan terbentuknya anak kelompok. hal ini mungkin dapat disebabkan oleh kurangnya penyesuaian diri terhadap teman sekelasnya. sedangkan secara akademik mereka pandai. 1) Status pemilihan. baik dalam pekerjaan.

X X X X X 5 3 2 1 1 0 Total 2 2 2 2 2 2 12 Dengan matrik sosiometri ini, secara mudah dan cepat dapat diketahui jumlah pemilih untuk setiap orang, siapa yang paling populer dan yang tidak populer, akan tetapi masih sulit pula untuk mengetahui individu yang saling memilih, siapa saja yang menjadi anak kelompok dan lainlain. Maka akan lebih baik jika disajikan dalam bentuk sosiogram, seperti digambarkan di bawah ini: A 54B 32- C D 1- E F 0Keterangan: 0,1,2,3,4,5 frekuensi pemilih. A,B, C, D, E, subyek terpilih. Cara membuat: 1. Buat sumbu ordinat dan dibuat skala yang mencakup frekuensi pemilih yang terbanyak. 2. Letakkan masing-masing individu setinggi frekuensi pemilih yang diperoleh. Misalnya A pemilihnya 5 orang, A diletakkan pada garis yang setinggi frekuensi 5. 3. Buat garis pilihan yang ditandai dengan tanda panah, misalnya: A B berarti A memilih B A B berarti A dan B saling memilih ( A memilih B dan B Juga memilih A) A B berarti A menolak B A B berarti A menolak B dan B juga menolak A Pemahaman Individu 2-39 A B berarti A memilih B dan B menolak A. Bentuk hubungan Bentuk hubungan antar individu dalam suatu kelompok dapat bermacam-macam: 1. Berbentuk segitiga (Triangle) Hubungan yang mempunyai intensitas yang cukup kuat 2. Berbentuk bintang (Star) A Bila pusat (A) tidak ada, maka kelompok akan bubar, karena hubungan kurang menyeluruh 3. Berbentuk jala (Net) Hubungan ini juga mempunyai intensitas cukup kuat. Hubungan cukup menyeluruh, baik, kuat dan hilangnya seseorang tidak akan membuat kelompoknya bubar. 4. A B C D (berbentuk rantai/ Chain) Hubungan searah atau sepihak tidak menyeluruh, kelompok yang demikian ini keadaannya rapuh. 2-40 Pemahaman Individu Selain mengetahui bentuk kelompok, intensitas kelompok, ada tidaknya anak kelompok, arah hubungan dan lain-lain, maka hasil sosiometri ini juga dapat dianalisis lebih lanjut, antara lain: 1. Status Pemilih Pm A = jumlah pemilih A N -1 N = jumlah anggota kelompok Pm A = indek status pemilih A Arti indeks: Pm = 0 berarti tidak ada yang memilih Pm = 1 berarti semua anggota kelompok memilih Indeks pemilih bergerak dari 0 – 1 2. Status Penolak Pn A = jumlah penolak A N -1 Pn A = indeks status penolak A N = jumlah anggota kelompok Arti indeks: Pn = 0 berarti tidak ada yang menolak. Pn = - 1 berarti semua orang menolak Indeks penolakan bergerak dari – 1 sampai 0 3. Status Pemilihan dan Penolakan PmPn A = jumlah pemilih A – jumlah penolak A N–1 Pm Pn A = indeks pemilihan dan penolakan A N = jumlah anggota kelompok Pemahaman Individu 2-41 PmPn A = - 1 berarti semua orang menolak A Pm Pn A = + 1 berarti semua orang memilih A (populer) Indeks pemilihan dan penolakan bergerak dari -1 sampai +1.

C. Latihan Buatlah kelompok belajar dari satu kelas dengan memanfaatkan teknik sosiometri, upayakan setiap kelompok belajar terdiri dari lima orang dengan tetap memperhatikan komposisi jenis kelamin laki-laki dan perempuan, serta memperhatkan arah pilih siswa D. Lembar Kegiatan Sebarkan angket sosiometri pada siswa kelas akhir di mana saudara bertugas, selanjutnya carilah siswa yang menunjukkan gejala terasing kemudian rencanakan program bimbingan individual untuknya E. Rangkuman Sosiometri banyak digunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok dan mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya, serta menyelidiki kesukaran seseorang terhadapteman sekelompoknya, baik dalam pekerjaan, sekolah maupun teman bermain. Daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk mendapatkan materi sosiometri dinamakan angket sosiometri. Hasil angket sosiometri dapat dibuat dalam bentuk penyajian yang lebih baik yaitu dengan membuat sosiogram. F. Tes Formatif 1. Buatlah rumusan dengan kalimat saudara sendiri, apa yang dimaksud dengan sosiometri 2. Jelaskan apa kegunaan sosiometri dalam bimbingan dan konseling 3. Jelaskan dari mana saudara bisa mengetahui bahwa seorang siswa terasing di kelasnya jika saudar melihat data sosiogram.

BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Materi pemahaman individu mencakup teknik tes dan non-tes.Meski mencakup teknik tes dan non-tes, tetapi dalam buku ini hanya disajikan teknik non tes, yang dalam perkuliahn 1 lazim dikenal dengan mata kuliah ―Pemahaman individu 1‖, sedang teknik tes lazimnya diberikan secara terpisah dalam kemasan materi ―Pemahaman individu 2‖ Lingkup isi buku ajar ini adalah materi perkuliahan pemahaman individu 1, yang di dalamnya di bahas tentang (a) pengertian dan kegunaan pemahaman individu, (b) teknik observasi, (b) daftar cek, (c) sosiometri, (d) wawancara, dan (e) angket. Semua teknik diwali dengan penyajian secara teoretik, selanjutnya pembaca dipandu untuk berlatih mempersiapkan dan mempraktekkkan masing-masing teknik tersebut, untuk selanjutnyua penerapannya dalam bimbingan dan konseling, B. Prasyarat Mengingat aspek yang hendak dipahami utamanya berkaitan dengan gejala-gejala psikis seseorang dalam kerangka bimbingan dan konseling, maka prasyarat yang diperlukan sebelum mempelajari pemahaman individu – baik pemahaman individu 1 maupun 2 – adalah Psikologi dan Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Kebutuhan pengetahuan dasar psikologi ini mutlak, mengingat gejala yang difahami adalah gejala-gejala yang bersifat psikologis yang muncul dalam bentuk ucapan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Sedang kebutuhan akan pengetahuan dasar bimbingan dan konseling mengingat, bahwa hasil pemahaman terhadap individu (konseli)

adalah untuk kepentingan layanan bimbingan, bukan untuk kepentingan selainnya. C. Petunjuk Belajar Dalam mempelajari buku ajar ini, mahasiswa atau peserta pelatihan diseyogiakan menempuh langkahlangkah berikut : 1. Sebelum pelatihan dilaksankan seyoganya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih, dan akan lebih bagus lagi jika ada partner yang bisa diajak berdiskusi dalam memahami isi buku ini. Hal-hal yang tidak bisa difahami melalui diskusi dengan teman sejawat seyogianya dicara penjelasannya melalui buku-buku yang relevan, dan jika masih belum terjawab bisa ditanyakan kepada dosen atau instruktur ketika acara pelatihan berlangsung. 2. Ikuti ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat, dan lakukan pencatatan seperlunya terhadap hal-hal yang saudara pandang penting. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen, manfaatkanlah untuk minta penjelasan hal-hal yang belum bisa saudara fahami dengan baik, dan jika saudara menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen saudara dengan cara yang baik. 3. Pada akhir setiap bab yang membahas suatu teknik, disedikan pula tugas-tugas yang harus saudara lakukan untuk melakukan persiapan hingga melakukan tindakan praktek teknik tertentu. Meski sifatnya latihan, seyogianya saudara lakukan dengan sungguh-sungguh dan lakukan pencatatan dengan sebaikbaiknya sebagai laporan praktek. 4. Untuk mempraktekkan teknik-teknik yang disajikan dalam buku ini tidak terlalu sulit, sebab subyek yang bisa saudara gunakan praktek ada di sekitar saudara; subyek tu bisa jadi bahkan tetangga sebelah, teman duduk, teman kost, teman guru, atau murid di sekolah di mana saudara bertugas. Untuk itu praktekkanlah dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih memahami sifat-sifat atau karakteristik orang lain. 5. Untuk lebih mempertajam kaca pandang saudara, ada baiknya saudara suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan kehidupan manusia. D. Kompetensi dan Indikator Salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor -- di samping menguasai konsep dan praksis pendidikan, kesadaran dan komitmen etika professional, menguasai konsep perilaku dan perkembangan individu, menguasai konsep dan praksis bimbingan dan konseling, mampu mengelola program bimbingan dan konseling, menguasai konsep dan perilaku riset dalam bimbingan dan konseling - - menguasai konsep dan praksis asesmen. Oleh sebab itu, indikator tercapainya tujuan pelatihan mata latih pemahman individu adalah jika peserta latih telah menunjukkan penguasaan minimal 80% dari konsep-konsep asesmmen, mampu merancang asesmen, dan melakukan asesmen dengan memanfaatkan teknik-teknik yang dilatihkan secara benar

BAB II PENGERTIAN DAN KEGUNAAN Kegiatan Belajar 1 A. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta memahami hakekat pemahaman individu dalam rangka bimbingan dan konseling. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakekat pemahaman individu mereka (a) mampu merumuskan pengertian pemahaman individu dengan kalimat sendiri, (b) memanfaatkan teknkteknik pemahaman indvidu sesuai dengan jenis data yang hendak digali, dan (c) memanfaatkan teknik-teknik pemahaman individu dengan mempertimbangkan karakteristik subyek yang hendak difahami. B. Uraian Materi 1. Pengertian Pemahaman individu atau human assessment didefiniskan oleh Aiken (1997 : 454) sebagai ‖Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristics. Assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations, interviews, rating scale, checklist, inventories, projectives techniques, and tests‖ Dari rumusan Aiken di atas bisa difahami, bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami, menilai, atau menaksir karakteristik, potensi, dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. Caracara yang digunakan itu mencakup observasi, interview, skala psikologis, daftar cek, inventory, tes proyeksi, dan beberapa macam tes. Pemahaman atau penilaian itu dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada padanya (developmental) dan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya (klinis). Dalam melakukan asesmen itu, lazim digunakan berbagai instrumen yang bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu dengan cara

Pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. konseling perorangan. dan orang dewasa. jika perlu tanyakan kepada teman atau lihat kamus atau cari penjelasan di buku-buku psikologi. Apakah menggali data dengan subyek yang usianya berbeda. Untuk mengavaluasi perubahan kognitif. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 6. interview. intrapersonal. intrapersonal. Ada beberapa manfaat pengetahuan dan keterampilan melakukan asesmen. Untuk meramalkan dan menentukan perlakuan (tritmen) psikis. pemerintahan. pekerjaan. Aiken (1997 : 1) dalam bukunya menunjukkan bahwa manusia dalam kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berpikirnya. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. dan karakteristik kepribadian seseorang dalam rangka membantu mereka dalam membuat keputusan. remaja. peramalan. daftar cek. 2. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. pendidikan. klinis. Semuanya itu bisa ditaksir atau diukur dengan bermacammacam cara. Berlatihlah menggali data. Apakah terdapat perbedaan karakter tumbuhan satu dengan lainnya? Apakah tersdapat pula perbedaan karakteristk binatang satu dengan lainnya? Atau bahkan apakah terdapat perbedaan karakter binatang meskipun dari jenis yang sama? Apa keuntungan bagi pemelihara jika pemelihara itu memahami sifat-sifat setiap jenis tanaman atau binatangnya. dipertahankan. h. Lakukan pula percobaan menggali data pada anak-anak. Anastasi (2006 : 3) menunjukkan bahwa secara tradisional. Untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan.Cara-cara yang digunakan itu mencakup observasi. Latihan 1. dan penelitan. (g) untuk mendukung penelitian tentang perubahan tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. Tujuan utama pengukuran psikologis --baik dengan menggunakan tes maupun non-tes—menurut Aiken (1997 : 11) adalah untuk menilai tingkah laku. yaitu (a) untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan. dipertahankan. tes psikologi dan bermacammacam alat ukur (assessment istruments) digunakan dalam bidang yang amat luas. (c) untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan. c. karakter kepribadiannya. Jika dengan cara itu masih belum saudara temukan penjelasannya. atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus. dan tingkah lakunya. tes proyeksi. (b) untuk menyaring pelamar pekerjaan. Kegunaan Aiken (1997 : 11) menunjukkan. Untuk mendukung penelitian tentang perubahan tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. kemampuan melakukan asesmen adalah salah satu dari tujuh kompetensi yang harus dimilik untuk kepentingan melakukan diagnosis dan pertimbangan dalam memberikan treatmen C. fisik. dan atau program pelatihan. d. Lakukan pengamatan dan pencatatan dengan cermat terhadap sejumlah tumbuhan atau binatang. Dakui bahwa pendorong utama munculnya pengkuruan psikologi adalah kebutuhan akan penilaian dari dunia pendidikan. terapi psikologis dan berbagai program intervensi tingkah laku. dan beberapa macam tes 2. atau menaksir karakteristik. klinis. tanyakan kepada instruktur saudaradalam kegiatan pelatihan. inventory. pekerjaan. seperti pendidikan. 4. dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan. pendidikan. jika saudara gagal dengan suatu cara.untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan. Khususnya bagi konselor di Indonesia. persamaan apa yang saudara temukan? Apa keuntungan bagi guru atau pimpinan suatu organisasi yang memahami sfat-sifat setiap pribadi yang dipimpinnya? D. Rangkuman 1. pelayanan konseling. fisik. Apa pula keuntungan bagi tanaman dan binatang bila pemilik atau pemeliharanya memahami sifat-sifat tanaman atau binatang itu dengan baik? 2. konseling perorangan. terapi psikologis. atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus. . Berlatihlah merumuskan pengertian dan langkah-langkah itu dengan kalimat sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalmat dalam buku ajar ini. 5. dan rumah sakit f. Lembar kegiatan Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogianya saudara mengikuti langkahlangkah berikut : 1. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna untuk menandai hal-hal yang penting. kecakapan mental. Sedang secara khusus tujuan pengukuran psikologi adalah : a. dan keputusan tentang seseorang. skala psikologis. Untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan (di-PHK). b. (e) untuk meramalkan dan menentukan perlakuan (tritmen) psikis. 3. dan atau program pelatihan. (f) untuk mengevluasi perubahan kognitif. dan berbagai program intervensi tingkah laku. dan latar belakang pendidikan serta budayanya berbeda bisa dilakukan dengan teknik yang sama? E. Apakah terdapat perbedaan sifat-sifat manusia yang satu dengan lainnya? Adakah sifat-sifat umum yang sama dari semua orang yang saudara observasi. 2. Untuk menyaring pelamar pekerjaan. Untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan. klinik psikologi. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik.tes dan non-tes. militer. e. menilai. industri dan perdagangan. dan rumah sakit . pengukuran psikologis berfungsi untuk mengukur perbedaanperbedaan antara individu atau perbedaan reaksi individu yang sama terhadap berbagai situasi yang berbeda. potensi. Lakukan pula pengamatan dan pencatatan secara cermat terhadap 10 orang yang ada di sekitar saudara. (d). g. kemampuan berpikirnya berbeda. dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan.

ia adalah bagian penting dari kegiatan konseling. Ia tentu akan tersesat. (b) mampu merancang atau mempersiapkan observasi dengan benar. Dalam rumusan di atas ada satu kata kunci yaitu ‖pengamatan‖. Khususnya bagi konselor. dan kesadaran terhadap obyek atau gejala- . sedang dalam istilah pengamatan terkandung makna bahwa dalam melakukan pemahaman terhadap subyek yang diamati dilakukan dengan menggunakan pancaindra yaitu dengan penglihatan. dan (e) mampu memanfaatkan hasil observasi untuk kepentingan bimbingan dengan tepat. tetapi lebih dari itu bisa jadi justru berdampak negativ bagi individu yang dibimbing lantaran malpraktek. (d) mampu melaksanakan analisis hasil observasi dengan benar. dalam melakukan observasi harus dilakukan dengan penuh perhatian (attention). diharapkan peserta mampu melakukan observasi dalam rangka bimbingan dan konseling dengan benar. tetapi lebih jauh harus mampu menembus latar belakang mengapa gejala itu terjadi. Tuliskan pula bahayanya jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya ! BAB III O B S E R V A S I Kegiatan Belajar 2 A. Bahkan manakala observasi digunakan sebagai alat pengumpul data penelitian kualitatif. bisa jadi bukan hanya membuang-buang tenaga. Dalam arti luas. penciuman. mendengar. B. Dan jika ada konselor yang tidak memiliki kemampuan dalam bidang asesmen diibaratkan seperti pelayar yang tidak membawa kompas. Uraian Materi Pembahasan tentang observasi mencakup tema-tema berikut : 1. (c) mampu memanfaatkan alat-alat bantu observasi dengan benar.3. Untuk meyakinkan seorang guru bahwa murid yang sedang dilayaninya baru saja minum minuman keras. guru itu bisa melihat pada perubahan wajahnya dan atau sekaligus mencium bau alkohol yang keluar dari mulut peminum itu. maka pengamatan yang dilakukan observer bukan hanya sebatas gejala yang nampak saja. mendengar. bukan hanya kegiatan melihat. yaitu pengertian secara sempit dan luas. Dalam kaitannyadengan tugas konselor. dan mencium yang disertai dengan pemusatan perhatian. Di sisi lain. kadang ada gejala yang memang tidak bisa ditangkap oleh mata tetapi dengan hidung. kemampuan asesmen merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor. Hal ini bisa dijelaskan bahwa ketika seseorang melakukan observasi. Di samping proses pengamatan. Tuliskan semua manfaat memahami konselor bila ia terampil menggunakan bermacam-macam teknik asesmen ! 4. Tunjukkan semua alasan yang saudara ketahui. atau tidak. observasi meliputi pengamatan yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung terhadap obyek yang sedang diteliti. istilah ‖pengamatan‖ tidak sama dengan melihat. Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik? 3. Mengapa menggunakan pancaindra ? Apakah tidak cukup hanya dengan salah satu indra saja? Tidak semua gejala yang diamati bisa dikenali dengan penglihatan saja. atau sekurang-kurangnya membuang-buang energi untuk sampai ke tujuan. mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya? 2. aktivitas. Dalam arti sempit. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. mencium saja yang berjalan. pendengaran. lidah dan sebagainya. F. bahkan bila dipandang perlu dengan penggunakan pencecap dan peraba. Pengertian observasi Secara garis besar terdapat dua rumusan tentang pengertian observasi. tetapi lebih dari itu adalah melihat. pendengaran . observasi berarti pengamatan secara langsung terhadap gejala yang diteliti. Dilihat dari segi psikologi. sebab melihat hanya dengan menggunakan penglihatan (mata). Hal in berarti bahwa dalam kegiatan observasi bukan hanya proses fisik tetapi juga proses psikis. pencecap dan peraba. Tes formatif 1. untuk meyakinkan hasil penglihatan kadang perlu dikuatkan dengan data dari penciuman. Kemampuan melakukan observasi itu ditampilkan dalam (a) mampu memilih jenis teknik observasi yang tepat. telinga.

konselor menyediakan sebuah daftar berupa penggolongan tingkah laku atau rating. Menurut penulis. maka perilkunya biasanya dibuat-buat atau tidak wajar. b. model pencatatannya. c. Mendasarkan pada tujuan dan lapangannya. yaitu observer bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail dan cermat terhadap segala akitivitas yang dilakukan observee. Selama konseling berlangsung atau segera setelah konseling berakhir. R. maka sangat mungkin perilaku yang muncul masih ada kemungkinan tidak wajar. sehingga perilaku yang nampak diharapkan wajar atau tidak dibuat-buat. kedua bentuk observasi ini dapat diterapkan. yaitu observee bisa jadi tidak mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi. Di sisi lain. bahwa observasi juga harus dilakukan secara sistematis dan bertujuan. 3) Observasi kuasi-partisipan. Dalam direct observation. konselor mengisi daftar tersebut dengan cara memberi tanda pada penggolongan tingkah laku yang sesuai dengan tingkah laku konseli selama proses konseling berlangsung.H (1995 : 260) memandang observasi sebagai teknik yang bisa dimanfaatkan untuk memilah-milah derajat dalam membuat konklusi tentang orang lain. observasi partisipan mengandung kelemahan. Menyusun panduan observasi . yaitu . Dalam melakukan observasi ini observer belum mengetahui dengan jelas apa yang harus diobservasi. sementara pada sebagian kegiatan yang lain observer tidak melibatkan diri Bentuk ini merupakan jalan tengah untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk observasi di atas. seorang peneliti mengamati perilaku binatang di hutan atau kebun binatang adalah contoh observasi naturalistik. yaitu ketika seseorang tidak hanya mengobservasi tetapi memaksakan kondisi-kondisi spesifik terhadap subyek yang diobservasi. sebab ketika observer terlibat langsung dalam aktifitas yang sedangg dilakukan observee. yaitu bila pihak yang melakukan observasi (observer) turut serta atau berpartisipasi dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh subyek yang sedang diobservasi (observee). sangat mungkin observer tidak bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail 2) Observasi non-partisipan. observasi bise dibedakan menjadi tiga bentuk. 1) observasi naturalistic. dan pelaporan hasilnya. karakteristik masing-masing gejala. Observasi partisipan juga sering digunakan dalam penelitian eksploratif. 2) observasi eksperimental (experimental observation) jika observasi itu dilakukan terhadap subyek dalam suasana eksperimen atau kondisi yang diciptakan sebelumnya. yaitu bila observer terlibat pada sebagian kegiatan yang sedang dilakukan oleh observee.L. 2. Anna Djamhana (1983 : 201) juga mengingatkan. Khususnya bentuk observasi sistematis. Bentuk-bentuk Observasi Ada beberapa bentuk observasi yang lazim dilakukan oleh konselor dan atau peneliti. bentuk ini juga memiliki kelemahan yaitu bila observee mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi. analisisnya. Daftar ini bisa berupa checklist kategori tingkah laku yang diobservasi. Dilihat dari segi situasi lingkungan di mana subyek diobservasi. Cara ini lebih mudah dibanding cara finding observation. Dalam melakukan observasi harus jelas apa tujuannya. yaitu 1) observasi naturalistik (naturalistic observation) jika observasi itu dilakukan secara alamiah atau dalam kondisi apa adanya. Blocher (1987) mengelompokan ke dalam tiga bentuk dasar observasi. & Mitchell. Gall dkk (2003 : 254) memandang observasi sebagai salah satu metode pengumpulan data dengan cara mengamati perilaku dan lingkungan (sosial dan atau material) individu yang sedang diamati. Dilihat dari keterlibatan subyek terhadap obyek yang sedang diobservasi (observee). d. yatu ketika seseorang ingin mengobservasi subyek (observee) dalam kondisi alami atau natural. dan sekaligus memanfaatkan kelebihan dari kedua bentuk tersebut. Gibson. yaitu : 1) Observasi partisipan. yaitu : a. yaitu ketika seseorang mensurvey (mengobservasi) contoh-contoh tertentu dari perilaku individu yang ingin kita nilai. tetapi kelemahannya adalah sering terjadi tingkah laku yang lain dari pada yang digolongkan pada daftarnya. utamnya berkaitan dengan kecermatan dalam melakukan pengamatan dan pencatatan. kemudian ia mengamati berbagai variabel yang mungkin dapat dijadikan bahan untuk menyusun observasi yang lebih terarah. Gall dkk (2003 : 254) membedakan observasi menjadi dua. 2) metode survey. ia hanya mengetahui bahwa dia akan menghadapi suatu situasi saja. persoalan utama tetap terletak pada tahu atau tidaknya observee bahwa mereka sedang diamati. 3. Hanna Djumhana (1983 : 205) mengelompokkan observasi menjadi berikut : 1) Finding observation yaitu kegiatan observasi untuk tujuan penjajagan. M. yaitu bila observer tidak terlibat secara langsung atau tidak berpartisipasi dalam aktivitas yang sedang dilakukan oleh observee. guru mengamati murid ketika sedang bermain di halaman sekolah. Oleh sebab itu konselor seyogianya benar-benar kompeten dalam masalh ini. Dalam situasi konseling. Di sisi lain. Pada umumnya pembuatan daftar isian ini didasarkan pada data yang diperoleh dari finding observation dan atau penjabaran dari konsep dalam teori yang dipandang sudah mapan. jika mereka mengetahui bahwa mereka sedang diamati. 3) experimentasi. finding observation diterapkan bila konselor merasa tidak perlu menggunakan berbagai daftar isian serta inginmendapatkan kesan mengenai tingkah laku konseli yang spontan atau apa adanya. Observasi partisipan ini memiliki kelebihan.gejala tertentu yang sedang diobservasi. Selama berhadapan dengan situasi itu ia bersikap menjajagi saja. Akibatnya obsever tidak mendapatkan data yang asli. 2) Direct observation yaitu observasi yang menggunakan ―daftar isian‖ sebagai pedomannya. Melihat pertandingan sepak bola. meskipun diakui bahwa penggunaan observasi juga perlu dilengkapi dengan metode lain dalam penilaian manusia. gejala-gejala apa saja yang perlu diamati. artinya dalam melakukan observasi observer tidak bisa melakukan hanya secara tiba-tba dan tanpa perencanaan yang jelas. Observasi non-partisipan ini memiliki kelebihan. sehingga ada kecenderungan untuk menggolongkannya secara paksa atau mengabaikannya sama sekali.

kunjungan ke suatu tempat dan lain sebagainya). telinga. panduan wawancara. Daftar riwayat kelakuan adalah suatu catatan tentang kelakuankelakuan individu yang dipandang istimewa dan luar biasa. DAFTAR CEK INDIVIDUAL Nama siswa : …………………. ada baiknya konselor (observer) juga mau memanfaatkan catatan-catatan yang dibuat oleh teman sejawat perihal perilaku konseli. di bawah ini disajikan alat bantu observasi berupa daftar cek untuk perorangan dan kelompok yang hendak mengungkap bagaimana perhatian siswa siswa ketika mengikuti pelajaran di kelas: Dari data di atas bisa difahami bahwa subyek yang diobservasi dalam semua indikator yang menggambarkan seseorang yang memiliki perhatian yang baik ketika mengikuti pelajaran semuanya ada. apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer. sehingga terhindar dari salah-diagnosis Catatan berkala adalah catatan yang dibuat pada waktu tertentu saja (misal : pada saat individu mengikuti pelajaran. Untuk itu seorang peneliti seharusnya menguasai konsep tentang variabel yang diteliti itu secara baik. b. kegiatan perkemahan. atau kuesioner dengan baik. variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ‖kambing‖. Pembuatan daftar cek ini dimaksudkan untuk membuat pencatatan hasil penelitian yang sistematis. Beberapa alat bantu tersebut dijelaskan secara singkat di bawah ini. yaitu (a) daftar riwayat kelakuan. terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja.Agar observasi bisa dilakukan dengan baik. 5. badan. mengikuti upacara. (d) skala penilaian. camera CCTV). dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi.. (c) daftar cek. dan (e) alat-alat mekanik/ elektrik (seperti : tape recorder. handphone. Kelas : ……………… Observasi Ke : 1/2/3/4 (lingkari yg sesuai) Hari/tgl : …………………. hidung. krah. (2) penjabaran dari konsep dalam teori yang dipandang sudah mapan. kecuali kesiapan peralan yang diperlukan dan aktivitas bertanya. Suatu aspek (variabel/sub variabel) bukan hanya dicatat ada atau tidak ada. corak pakian dan lain-lain. Alat-alat Bantu Observasi Ada beberapa alat bantu yang bisa dimanfaatkan oleh observer dalam menggunakan metode observasi. tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel. kaki. yang kemudian dikumpulkan untuk menggambarkan kesan-kesan umum tentang subyek yang diobservasi. maka variabel yang perlu diperhatikan dalam observasi adalah potongan badan.Keterangan : Aspek nomor 1. saku. c. Catatan semacam ini sebenarnya bukan hanya dilakukan LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PANDUAN OBSERVASI TETAPKAN TUJUAN OBSERVASI PASTIKAN & FAHAMI MATERI TETAPKAN INDIKATOR GALI VARIABEL & SUB-VARIBEL OBSERVASI PENJAJAGA N JABARKAN KONSEP PANDUAN O B S E R V A S I 2-18 Pemahaman Individu oleh konselor. handycam. Bagi seorang konselor sekolah dua indicator yang tidak muncul. dan bulu. mungkin perlu dilacak lebih jauh. Untuk kepentingan pemberian layanan yang mendekati tepat. d. Langkah-langkah dalam menyusun panduan observasi (observasi guide) selanjutnya disajikan pada diagram berikut : 4. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut : a. lengan. ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ‖kepala kambing‖. Oleh sebab itu seorang observer yang baik tentu tidak cukup bila hanya mengobservasi salah satu sub-varabel kemudian hasilnya disimplukan seolah-oleh sudah seluruh variabel. Daftar cek adalah suatu daftar yang berisi nama subyek dan aspek-aspek (sub-variabel) yang hendak diobservasi. Pastikan dan fahami materi observasi. karya wisata. yaitu (1) melakukan observasi penjajagan (finding observation) kemudian ia mengamati berbagai variabel yang mungkin dapat dijadikan bahan untuk menyusun panduan observasi yang lebih terarah. Hadir di sekolah tepat waktu . Untuk menetapkan variabel dan sub variabel observasi bisa ditempuh melalui dua cara. tetapi bisa saja dilakukan oleh guru bidang studi. Ibarat seorang yang hendak membeli seekor kambing seyogianya ia sudah tahu persis gambaran kambing yang hendak dibeli. tetapi lebih dari itu adalah kualitas atau tingkatannya. (misalnya kepala. dan observer hany memberi tanda cek pada aspek-aspek yang sedang diobservasi (selanjutnya periksa bab khusus Daftar Cek) Skala penilaian pencatatan gejala menurut tingkatantingkatannya. No Aspek Ya Tdk Keter 1 Hadir di sekolah tepat waktu V 2 Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan V 3 Memperhatikan penjelasan guru V 4 Bila diberi kesempatan bertanya. Analisis hasil observasi : individual dan kelompok Observasi bisa dilakukan untuk perorangan maupun kelompok. Gali variabel-variabel observasi. jika obyek atau materi observasi itu adalah ‖kambing‖. (b) catatan berkala. Catatan ini bisa dibuat oleh konselor atau guru bidang studi atau wali kelas. indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau subvaribel. wali kelas. Tetapkan Indikator. model pakaian. e. dan lain sebagainya). Tetapkan tujuan observasi. bahkan kepala sekolah. ia selalu memanfaatkannya V 5 Bila diberi kesempatan untuk berdiskusi. mungkin melalui teknik wawancara atau kunjungan rumah untuk melakukan observasi terhadap kehidupan keluarganya. ia aktif berdiskusi V 6 Aktif belajar di perlustakaan V 7 Bila diberi tugas rumah. tanduk. ekor. ia mengerjakan dengan sungguh-sungguh V 8 Lain-lain . Jika benda yang hendak diobservasi itu adalah ‖baju‖. maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. jangan sampai terjadi ingin membeli ‖kambing‖ ternyata yang dibeli adalah ‖anjing‖ meskipun sama-sama berbulu dan berkaki empat. maka pada kepala kambing itupun ada mata. Gali pula sub variabel. Dengan indikator yang jelas memungkinkan seorang peneliti mampu menjabarkan variabel dan atau sub-variabel itu ke dalam panduan observasi. Catatan ini amat penting artinya manakala konselor harus melakukan diagnosis dalam proses konseling.

d. Subyek yang diobservasi adalah siswa kelas III di sekolah saudara sendiri yang berjumlah 40 orang. Pengklasifikasian itu akan lebih baik jika mendasarkan pada variabel dan atau sub-sub variabel penelitian. e. Oleh sebab itu untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap seyogianya penggunaan observasi dilengkapi pula dengan metode yang lain. jenis observasi mana yang hendak saudara pilih sesuai macam-macam observasi yang ada. Buat pesiapan untuk melakukan observasi dengan keterangan : a. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. 2. dan beberapa alat perekam data (selanjutnya baca : beberapa alat bantu observasi). 2. Latihan Agar saudara bisa memahami dan mempraktekkan teknik observasi dengan baik. kerjakan tugas-tugas di bawah ini dengan sungguh-sungguh. Membandingkan antar subyek dalam satu kelompok. seperti mogok. Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan 3. Lain-lain Untuk melakukan analisis terhadap data di atas dapat dilakukan dengan cara : 1. tetapi lebih dari itu adalah motiv-motiv yang mendorong munculnya tingkah laku tersebut.2. Sehingga bisa diketahui subyek mana yang perlau mendapat perhatian berupa layanan bimbingan. ia aktif berdiskusi 6. perlu diingat bahwa perilaku manusia bukan sekedar apa yang bisa diamati. dan lingkungan sosialnya. coba lakukan analisis individual mapun kelompok. sebab hubungan yang tidak baik antara observer dengan observi bisa mengganggu kegiatan observasi. Libatkan beberapa orang observer. Aktif belajar di perlustakaan 7. Pemanfaatan alat pencatat data. Pastikan pula. Jenis manapun yang saudara pilih. akhirnya bisa diketahui subyek mana yang paling perhatian atau kurang perhatian dalam mengikuti pelajaran. 3. ada baiknya jika observasi dilakukan bukan hanya oleh satu orang saja. atau melakukan kegiatan tetapi dengan ogah-ogahan. studi dokumenter dan lain-lain. 1. ada beberapa alat pencatat data yang bisa dimanfaatkan observer. tanyakan kepada instruktur saudar adalam kegiatan pelatihan. ia mengerjakan dengan sungguh-sungguh 8. Buat pula panduan observasi sesuai tujuan observasi. Bila diberi tugas rumah. Jika dengan cara itu masih belum saudara temukan penjelasannya. jika perlu tanyakan kepada teman atau lihat kamus atau cari penjelasan di buku-buku psikologi. Berlatihlah menyusun panduan observasi yang benar dengan aspek yang berbeda-beda dan subyek yang berbeda. saudara tetap harus membuat panduan observasi. sebab bisa jadi perilaku yang muncul sama tetapi motiv yang mendasarinya berbeda. Memperhatikan penjelasan guru 4. c. seyogianya observer melakukan pengklasifikasian gejala guna memudahkan analisis. Selanjutnya lanjutkan dengan rencana tindakan bimbingan sesuai data yang ada. Setelah data terkumpul. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. . Bila diberi kesempatan bertanya. b. seperti wawancara. antara lain : catatan biasa. 4. ia selalu memanfaatkannya 5. Membandingkan antar aspek sehingga bsa diketahui aspek mana yang sudah cukup dan paling kurang sehingga segera DAFTAR CEK KELOMPOK Observee Kls : …… Observasi ke : 1/2/3/4 Tgl/Bl/Th : …………… Tujuan observasi : mengetahui bagaimana perhatian siswa ketika mengikuti pelajaran tertentu No Abs Kode Subyek A s p e k N o m o r 1 2 3 4 5 6 7 8 1Avvvvvvv 2Bv-vvv-v 3C--vvvvv 4Dvvvvvvv 5Evvvvvv6Fvvvvvvv 7Gvvvvvvv 8H------9I------10 J v v v v v v v perlu dilacak oleh konselor. daftar cek. dan jika dipandang perlu bisa dikerjakan bersama teman dalam kegiatan kelompok. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna untuk menandai hal-hal yang penting. tetapi lebih dari satu orang kemudian hasilnya dibandingkan dan disimpulkan bersamasama C. D. mengingat data yang diperoleh dari kegiatan observasi bisa sangat banyak dan beragam. mengapa dalam aspek tersebut kurang maksimal 6. Tujuan observasi adalah untuk mengetahui apa yang dilakukan mereka dalam menghadapi ujian akhir nasional (UAN) c. 3. untuk menjaga obyektifitas hasil pengamatan. Bila diberi kesempatan untuk berdiskusi. tingkat usia siswa. Pengklasifikasian gejala. 2. Lembar Kegiatan Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogianya saudara mengikuti langkahlangkah berikut : 1. Penggunakan metode pelengkap. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan observasi a. sebelum dan selama pelaksanaan observasi seyogianya observer selalu menjaga hubungan baik dengan observi dan memelihara kewajaran situasi. Menjaga hubungan baik dengan observi. b.

dan cobalah mengaplikasikannya dalam dunia bimbingan. dan memanfaatkan metode pelengkap. Ada sejumlah kelemahan observasi. tujuan observasi. F. Ada bermacam-macam bentuk observasi. 4. atau siswa di sekolah di mana saudara bertugas. Berlatihlah melakukan analisis. Untuk menyusun panduan observasi. Tes Formatif 1. Tunjukkan semua alasan mengapa dalam melakukan observasi perlu menggunakan panca indra? 2. dan melibatkan bebrapa orang observer. dan (b) memanfaatkan hasil observasi penjajagan. Tetapi ingat. melakukan pencatatan segera. dan tingkatan keahlian yang diperlukan. observer seyogianya memahami kelemahan-kelemahan tersebut dan berupaya untuk meminimalisir seperti menggunakan alat bantu observasi. Rangkuman 1. E. observasi identik dengan kegiatan mengamati. bentuk lingkungan. Bentu manapun yang digunakan seyoyanya dilakukan dengan persiapan yang matang dalam bentuk panduan observasi. 6. bentuk observasi mana yang lebih banyak digunakan dalam layanan bimbingan? 3. bisa dilihat dari keterlibat-an observer dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh observee. tetapi tidak sama dengan melihat. sebab bisa jadi itu baru kulit luar yang belum menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Berlatihlah pula melakukan observasi dari lingkungan yang terdekat. Observasi adalah kegiatan mengenali observee dengan mengguna-kan pancaindra. bisa dilakukan dengan dua cara yaitu (a) menjabarkan dari konsep yang sudah mapan. 3.5. baik untuk kasus perorangan maupun kelompok. bisa teman duduk. jangan sekali melihat lengsung disimpulkan. teman kantor. 2. Apa yang seyogianya dilakukan observer untuk mengatasi kelemahan observasi berkaitan dengan subyektivitas dalam pengamatan? 4. tetangga sebelah. Ada beberapa macam observasi dilihat dari berbagai sisi. Apa yang seyogianya dilakukan observer ketika hendak menyusun panduan observasi ternyata tidak ditemukan konsep teoretik yang layak dijadikan rujukan? .

yaitu interviu yang dilaksanakan secar kelompok. The focused interview. b. dan pertemuan berikutnya. Inti interviu. Dalam wawancara pertanyaan yang diajukan kepada seseorang dilakukan secara lisan. yaitu bagian untuk mengakhiri jalannya interviu. The repeated interview. Administrative interview. untuk mendapatkan perubahan dalam perilaku. Interviu kelompok. misal untuk kesejahteraan organisasi. Pengertian Interviu Interviu/wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan baik secara langsung atau tidak langsung kepada seseorang. b. yang dapat dibedakan: a. dapat dibedakan: a. yaitu interviu yang dilaksanakan secara perorangan. 3. The non-directive interview. c. Dilihat dari jumlah orang yang diinterviu. Uraian Materi 1. Akhir interviu. Dengan interviu pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas dapat diperjelas oleh interviuer. Bagian-bagian Interviu Di dalam interviu terdapat bagian-bagian tertentu yang terdapat dalam semua interviu. Interviu ini terutama digunakan untuk mencoba mengikuti perkembangan tertentu terutama proses sosial. Aspek-aspek dalam interviu meliputi: (1) pertemuan tatap muka. Pada pertemuan ini biasanya diisi dengan maksud dan tujuan interviu. Kebaikan dan kelemahan Interviu Di samping memiliki kekurangan. Dilihat dari peran yang dimainkan. 2. b. maka akan memperlancar proses interviu selanjutnya. (2) cara yang digunakan adalah cara lisan. Pendahuluan interviu. Pada umumnya interviu ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran sampai di mana sifat-sifat yang dipunyai oleh seseoramng terhadap kriteria yang diminta oleh sesuatu employment. yaitu interviu yang ditujukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Macam-macam Interviu Dalam interviu terdapat bermacam-macam jenis sesuai dengan tujuan ataupun sifat-sifat lain yang ada dalam interviu. d. yaitu interviu yang dilaksanakan dengan suatu maksud yang berhubungan dengan employment. 4. yaitu interviu yang dijalankan untuk keperluan administrasi. (3) pertemuan tatap muka itu mempunyai tujuan tertentu. sehingga interviui lebih mengerti tentang apa yang dimaksudkan.BAB V INTERVIU Kegiatan Belajar 5 A. yaitu interviu yang dilaksanakan untuk keperluan konseling. Dalam interviu ini seorang interviewer/ pewawancara menghadapi beberapa orang interviewe/ orang yang diwawancarai. interviu dapat dibedakan: a. B. c. Informational interview. The employment interview. Counseling interview. pada bagian ini terutama ditujukan untuk membina hubungan baik (terutama dalam pertemuan pertama). interviu konseling: ditutup dengan menentukan evaluasi treatment. c. dalam interviu ini interviui diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan hal-hal yang terkait dengan permasalahan yang sedang dihadapinya. maka pada bagian ini tujuan tersebut harus tercapai. bagian ini merupakan bagian untuk mengungkap maksud dan tujuan interviu yang harus dicapai. Apabila tujuanminterviu ingin mengungkap latar belakang keluarga. Interviu ini biasanya digunakan dalam proses konseling. antara interviuer dengan interviui. yaitu interviu yang berulang. metode interviu ini juga memiliki kelebihan antara lain: a. tindak lanjut. diharapkan peserta pelatihan mampu melaksanakan interview dengan benar dalam rangka pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. Dilihat dari apa yang ingin dituju interviu dibedakan: a. Kemampuan melakukan interviu ditampilkan dalam (a) mampu merumuskan tujuan interviu (b) mampu menyusun panduan interviu (c) mampu melaksanakan interviu (d) mampu memanfaatkan hasil interviu untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling. . Kalau hubungan baik telah terjalain dan timbul perasaan saling percaya dan saling menghargai. Interviu individual. Interviu dapat ditutup dengan menyimpulkan apa yang telah diungkap dalam interviu (misal. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajaribab ini. b. yaitu interviu yang ditujukan pada orangorang tertentu yang mempunyai hubungan dengan obyek-obyek yang diselidiki.

Mengapa interviu memerlukan waktu yang lebih lama? Jelaskan! 2. Tetapkan tujuan interviu. Cermati istilah-istilah penting dalam materi interviu tersebut. h. Bahasa yang digunakan oleh interviuer harus disesuaikan dengan kemampuan interviui. terutama dalam proses konseling. agar dalam pelaksanaan interviu jelas. c. Susun kisi-kisi butir pertanyaan. Bahasa yang digunakan interviuer dapat disesuaikan dengan keadaan interviue. hendaknya saudara melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. pertanyaan dapat diperluas ke pertanyaan yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut. Simulasikan dengan saudara! D. Interviu membutuhkan keahlian. Menyusun Panduan Interviu Agar pelaksanaan interviu dapat berjalan dengan lancar. yang memerlukan keahlian khusus. untuk mengungkap faktor penyebab kesulitan belajar siswa. dan apabila mengalami kesulitan dapat ditanyakan teman dalam kegiatan kelompok. sesuai dengan tujuan yang telah dijabarkan dalam bentuk variabelvariabel. b. Apabila interviuer telah mempunyai prasangka terhadap interviui. 3.b. Adanya hubungan langsung (face to face). Hindari penonjolan ‖aku‖ dari interviuer (Bimo Walgito. 4. c. sehingga akan mempunyai pengaruh yang baik juga terhadap hasil interviu. 5. hal ini akan dapat mengganggu jalannya interviu. pendahuluan. hal-hal yang kurang menguntungkan dari interviu adalah: a. k. c. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interviu antara lain adalah. Interviu kurang hemat. inti dan akhir interviu. Pelajari referensi tentang faktor penyebab kesulitan belajar siswa! 2. Keunggulan interviu meliputi. maka hasil interviu sudah tidak obyektif lagi. kalau perlu buat catatan-catatan kecil. Dari sisi lain. namun agar tidak terlalu melelahkan kedua belah pihak. Pelajari kegiatan belajar tentang interviu ini secara mendalam. Pertanyaan yang diajukan hendaknya diajukan dengan hati-hati. 2004). Jabarkan dalam indikator-indikator kesulitan belajar! 3. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan interviu adalah sebagai berikut: a. 4. Variabel dikembangkan dalam bentuk sub variabel dan diurai menjadi indikator-indikator. f. e. d. Hal-hal yang akan ditanyakan harus dipersiapkan sebaik-baiknya agar interviu dapat berjalan sistematis dan lancar. Interviuer harus dapat dipercaya. j. maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: a. Cara menyampaikan pertanyaan-pertanyaan jangan kaku. data lebih mendalam. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interviu Agar interviu dapat mencapai hasil yang maksimal. m. apalagi yang terkait dengan pelaksanaan konseling. Susun butir pertanyaan interviu. Rangkuman Dari materi kajian tentang interviu. b. c. bahasa dapat disesuaikan. l. pertanyaan lebih jelas. Hubungan baik ini akan memberikan sumbangan yang besar terhadap proses dan hasil interviu. C. maka interviuer harus minta ketegasan dari interviui tentang informasi yang benar. 6. Berlatihlah melaksanakan interviu. tenaga dan biaya. Macam interviu meliputi. i. Waktu pelaksanaan interviu sebenarnya tergantung pada masalah yang diungkap. d. dengan menggunakan panduan yang telah disusun E. Upayakan jangan memotong pembicaraan interviui. Susun pedoman interviu. Dalam proses interviu harus dijaga agar selalu ada hubungan yang baik antara interviuer dengan interviui. maka waktu interviu antara 30-60 menit sudah dianggap cukup. berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. informasional. Kalau ada informasi yang bertentangan. Interviuer harus menjelaskan maksud dan tujuan interviu tersebut. Orang yang akan mengadakan interviu harus mempunyai latarbelakang tentang apa yang akan ditanyakan. dalam hal waktu. pembimbing harus dapat menjaga kerahasiaan klien. Dalam kegiatan konseling interviu merupakan metode yang utama. dapat dirangkum secara ringkas sebagai berikut: 1. Berlatihlah menyusun panduan interviu. agar tidak mematikan suasana interviu. jaga hubungan baik. 3. Lembar Kegiatan Agar saudara dapat memahami teknik interviu ini secara mendalam. Latihan Agar saudara dapat memahami dalam mempraktekkan teknik interviu dengan baik. 2. Bagian interviu meliputi. 1. Interviu adalah metode untuk mengumpulkan data secara langsung dengan subyek sumber data. Susun butir pertanyaan dalam interviu! 5. employment. Beri penjelasan secukupnya! . g. Susun kisi-kisi pertanyaan dalam interviu! 4. sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.informasikan tujuan iterviu. ingat waktu. 2. diharapkan dapat menimbulkan suasana persaudaraan yang baik. kerjakan tugas-tugas dibawah ini dengan sungguh-sungguh. adminstratif dan interviu konseling. b. Lingkungan sekitar harus dijaga agar tidak ada hal-hal yang mengganggu jalannya interviu. cari referensi sesuai dengan tujuan interviu. teliti dan dengan kalimat yang jelas. F. 5. maka perlu dipersiapkan dengan cermat yaitu dalam bentuk panduan interviu. Interviuer harus melakukan kontrol dalam interviu. Interviuer harus menjaga agar tidak ada waktu diam yang terlalu lama. Tes Formatif Setelah saudara mempelajari secara keseluruhan tentang interviu cobalah beberapa pertanyaan berikut dikerjakan! 1. jaga rahasia interviui.

mempunyai bayak inisiatif. c. 1997:219). sebagai berikut: a. Dalam suatu proses bimbingan orang yang dibimbing harus aktif . Prinsip bimbingan adalah memperhatikan keunikan. sikap dan tingkah laku seseorang. Berikut ini prinsip-prinsip bimbingan konseling yang diramu dari sejumlah sumber. Sikap dan tingkah laku seseorang sebagai pencerminan dari segala kejiwaannya adakah unik dan khas. . hal apa yang harus dikuasai oleh interviuer? Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling di Sekolah Prinsip merupakan paduan hasil kegiatan teoretik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan (Prayitno. d.3. Bimbingan pada prinsipnya diarahkan pada suatu bantuan yang pada akhirnya orang yang dibantu mampu menghadapi dan mengatasi kesulitannya sendiri. Keunikan ini memberikan ciri atau merupakan aspek kepribadian seseorang. Tiap individu mempunyai perbedaan serta mempunyai berbagai kebutuhan. b. dalam memberikan layanan perlu menggunakan cara-cara yang sesuai atau tepat. Dalam menyusun panduan interviu. Oleh karenanya dalam memberikan bimbingan agar dapat efektif perlu memilih teknik-teknik yang sesuai dengan perbedaan dan berbagai kebutuhan individu.

Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh seorang petugas yang benar-benar memiliki keahlian dalam bidang bimbingan. 1997:219). i. g. Ini terjadi apabila ternyata masalah yang timbul tidak dapat diselesaikan oleh sekolah (petugas bimbingan). e. . Prinsip referal atau pelimpahan dalam bimbingan perlu dilakukan. Pada tahap awal dalam bimbingan pada prinsipnya dimulai dengan kegiatan identifikasi kebutuhan dan kesulitan-kesulitan yang dialami individu yang dibimbing. Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. Di samping itu ia mempunyai kesanggupan bekerja sama dengan petugas-petugas lain yang terlibat. Program bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya senantiasa diadakan penilaian secara teratur. Proses bimbingan pada prinsipnya dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang dibimbing serta kondisi lingkungan masyarakatnya. Prinsip ini sebagai tahap evaluasi dalam layanan bimbingan konseling nampaknya masih sering dilupakan. h. Program bimbingan dan konseling di sekolah harus sejalan dengan program pendidikan pada sekolah yang bersangkutan. j. Untuk menangani masalah tersebut perlu diserahkan kepada petugas atau lembaga lain yang lebih ahli.Sehingga proses bimbingan pada prinsipnya berpusat pada orang yang dibimbing. Padahal sebenarnya tahap evaluasi sangat penting artinya. f. di samping untuk menilai tingkat keberhasilan juga untuk menyempurnakan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling (Prayitno. Maksud penilaian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program bimbingan.

8. Kolusi. Keptusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah 11. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasiona Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Mengingat : 10. 3.PP/I/2012 TENTANG TIM MANAJEMEN BOS SMP PUSPITA PERSADA UNTUK PENDIDIKAN DALAM RANGKA WAJIB BELAJAR 9 TAHUN YANG BERMUTU DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN TAHUN ANGGARAN 2012 KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PUSPITA PERSADA Menimbang : bahwa untuk kelancaran pelaksanaan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan Gratis dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu di SMP Puspita Persada. dan Nepotisme. 2. 9.K E P U T U S A N KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PUSPITA PERSADA Nomor : 035/SMP. 6. 7. Keptusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 060/U/2002 tentang Pedoman Pendirian Sekolah Memperhatikan : Buku Panduan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu tahun 2012 . 5. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. 4. maka dipandang perlu untuk dibentuk Tim Manajemen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2012 yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala SMP Puspita Persada Kecamatan Pesanggrahan Kotamadya Jakarta Selatan 1.

c. h. Pengawas Pembina BOS 4. Dra. f. Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Pesanggrahan 3. Arsip . d. maka harus segera mengembalikan kelebihan dana tersebut ke rekening Tim Manajemen BOS Provinsi dengan memberitahukan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten Mengelola dana BOS secara bertanggung jawab dan transparan Mengumumkan daftar komponen yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai oleh dana BOS serta penggunaan dana BOS di sekolah menurut komponen dan besar dananya di papan pengumuman sekolah Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (BOS-11A dan BOS-K1) di papan pengumuman sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Bila jumlah dana yang diterima lebih dari yang semestinya. g. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah Membuat laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh sekolah (BOS-11B dan BOS-K2) yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. e. mempunyai tugas : a. Tim Manajemen BOS Kotamadya Jakarta selatan 2. Melakukan verifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada.Erlin Sriwahyuningsih SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth : 1. KETIGA KEEMPAT : : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan selama Tahun Anggaran 2012 dan berlaku sejak tanggal 2 Januari 2012 Apabila terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini akan dilakukan pembetulan sebagaimana mestinya Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA : 2 J a n u a r i 2012 Kepala SMP Puspita Persada. KEDUA : Tim Manajemen BOS Tingkat Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA Keputusan ini. j. i.MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA : : Membentuk Tim Manajemen BOS SMP Puspita Persada Tahun Anggaran 2012 dengan susunan sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah Mengumumkan laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh sekolah (BOS-11B dan BOS-K2) tersebut di atas di papan pengumuman setiap 3 bulan Bertanggung jawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat Melaporkan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten Memasang spanduk di sekolah terkait kebijakan sekolah gratis (Format BOS-14) b.

Jabatan dalam Tim Penanggung Jawab Anggota Nama Erlin Sriwahyuningsih 1. 1.PP /I/2012 Tanggal : 2 J a n u a r i 2012 _______________________________________ SUSUNAN TIM MANAJEMEN BOS SMP PUSPITA PERSADA TAHUN ANGGARAN 2012 No.Enggay Garlina Kepala SMP Puspita Persada Dra. 2.Lampiran : Keputusan Kepala SMP Puspita Persada Nomor :035/SMP. A s n a w i Jabatan Induk Kepala SMP Puspita Persada Guru SMP Puspita Persada (Selaku Bendahara BOS) Orang Tua Siswa 2. Erlin Sriwahyuningsih .

Cara mengatasi kelemahan Bagaimana cara mengatasi kelemahan yang ada sehingga hasil karya yang diciptakan dapat dijual/dipasarkan dan menghasilkan keuntungan B.TUGAS KEWIRAUSAHAAN SOAL PRAKTEK KEWIRAUSAHAAN Membuat analisa peluang usaha untuk satu buah hasil karya : Misalnya : Ketrampilan membuat tempat sampah dari kaleng bekas cat. dan lain sebagainya 3. Rencana harga jual hasil produksi Hasil karya tersebut akan dijual dengan harga berapa dengan mempertimbangkan biaya produksi & biaya lainnya. A. Kelemahan Hasil karya yang dibuat dianalisa kelemahannya atau kekurangannya baik dari segi bahan baku. 2. Hasil karya. Susunlah semua analisa tersebut di jilid dengan sampul warna biru 2. pengolahan. maupun pemasarannya. Analisa Pemasaran Bagaimana cara memasarkan hasil karya tersebut 1. Analisa Produksi 1. Keunggulan Hasil karya yang dibuat dianalisa kelebihannya 2. 3. C. Perhitungan labah dan rugi Hitunglah rencana keuntungan yang akan diterima dari hasil karya tersebut. Buatlah analisa usaha : 1. Rencana biaya produksi Buat tabel/analisa biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi hasil karya tersebut. analisa usaha dikumpulkan hari jum’at 13 Maret 2009 .

com .40 PETUKANGAN UTARA. PESANGGRAHAN.JAKARTA SELATAN Kode Pos :12260.PENGAJUAN BANTUAN DANA PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN 2012 SMP PUSPITA PERSADA Jl. Telp/Fax : (021) 7351479 Email : smppuspitapersada@yahoo. SMU 63 NO.

DI. Wb Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa kita panjatkan puji syukur kehadiratnya dan semoga di ampuni dosa kita. Kanwil Agama Provinsi DKI Jakarta C.Sehubungan dengan hal tersebut bersama ini kami sampaikan proposal permohonan bantuan dana Media dan alat Peraga Pendidikan Agama Islam .PP/III/2012 Jakarta.Fotocopy Sertifikat 5. Assalamu’alaikum.Panjaitan No.YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM PUSPITA PERSADA ( YPIPP ) SMP PUSPITA PERSADA JAKARTA TERAKREDITASI NSS : 202016305343 Jl. Wb. Wassalamu’alaikum.Fotocopy Sertifikat Nomor Induk Sekolah (NIS) 9.Fotocopy buku Rekening SMP Puspita Persada 6.Fotocopy Akte Notaris 4. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax : (021) 7351479 Nomor : 042/PB/SMP. Untuk dijadikan bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1. Erlin Sri Wahyuningsih . SMP Puspita Persada Drs.Fotocopy NPWP Sekolah 3. Pesanggrahan. Ketua Yaysaan Ka. 3 Maret 2012 Lampiran :1 (Satu) berkas proposal Perihal : Permohonan Bantuan Dana Media dan alat Peraga Agama Islam Kepada Yth.A. Wr. sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan Nabi kita Muhamad.Q Kepala Bidang Mapenda Jl.Fotocopy Sertifikat akreditas Sekolah 12. Mengetahui.Fotocopy Keterangan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 11. Samsuri Dra.S. Wr. Salah satunya adalah adanya sarana prasarana yang lengkap dan fasilitas yang layak agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Dalam rangka untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di sekolah menengah pertama adalah adanya sarana penunjang yang memadai dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar/KBM.Fotocopy Izin Opersaional 8.Proposal permohonan bantuan pengadaan peralatan kegiatan keagamaan 2.Fotocopy Tanda Daftar Yayasan/Badan Sosial Demikian permohonan ini disampaikan. SMU 63 Petukangan Utara.Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 7. atas perhatian dan terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terima kasih. dan semoga kita termasuk umat yang mendapat syafa’at di hari kiamat nanti .1.W.Fotocopy Sertifikat Nomor Statistik sekolah (NSS) 10. Jakarta Timur Di Jakarta Dengan hormat.

SMP Puspita Persada Drs.LEMBAR PENGESAHAN PENGAJUAN BANTUAN DANA PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP PUSPITA PERSADA Disahkan : di Jakarta Tanggal : 3 Maret 2012 Menyetujui. Samsuri Dra. Ketua Yayasan Ka. Erlin Sri Wahyuningsih .

Demikian proposal ini kami buat. Mengingat betapa pentingnya prasarana tersebut. 3 Maret 2012 Ka. Jakarta. Perlengkapan dan kelengkapan kelas dalam proses belajar mengajar adalah salah satu faktor yang utama untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyerap informasi yang diberikan oleh pendidik. guna menunjang proses kegiatan belajar mengajar di SMP Puspita Persada . Ketidak mampuan sekolah untuk menyediakan prasarana belajar dalam hal ini media dan alat peraga adalah salah satu alasan yang membuat siswa kurang mempunyai semangat belajar yang tinggi ditambah lagi perlengkapan proses belajar mengajar yang seadanya dan serba kekurangan menjadi alasan lain yang mendukung kegagalan keberhasilan siswa. kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan dana untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam kepada kepala Kantor Wilayah Agama provinsi DKI Jakarta UP Mapenda Islam ..KATA PENGANTAR Kenyamanan dan semangat belajar siswa akan semakin meningkat dan mengalami hasil yang maksimal jikalau tersedianya ruang kelas yang di lengkapi dengan media dan alat peraga sesuai bidang study masing-masing yang dibutuhkan untuk praktek siswa.Erlin Sriwahyuningsih i . atas terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terimakasih.SMP Puspita Persada Dra.

............. .............................Program Pengajaran…………………....................Tujuan Sekolah .…............Misi Sekolah.Rencana Anggaran Biaya………………………………...................................4 5..............................................Identifikasi Fungsi-Fungsi Sasaran……………………………......Sasaran…………………………………………………….......Data Siswa……………………………………………………………..Visi Sekolah .................DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .................Badan Penyelenggara........................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN 1...3 2...........Analisis SWOT ...................................................................................................................2 BAB II PROFIL SEKOLAH 1...................…..........5 8.....LAMPIRAN ii .........................Rencana Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Dalam Rangka Identifikasi Peningkatan Mutu………………………….............................8 7..........................................………………………………6 BAB III PROGRAM KERJA SEKOLAH 1.................................................……...... 9 LAMPIRAN .……...........................................Rencana Dan Program Peningkatan Mutu...................1 4.8 8.............1 2................7 2......................................……7 5........................Identitas Kepala Sekolah .....................................................................Agama…………………………………………………………………5 10......................................................................2 5...........................Alternatif Langkah-Langkah Pemecahan Persoalan………….................3 4..Nomor Rekening Bank.................................................7 4..........................................................................................Identitas Sekolah....7 6.....................8 BAB IV PENUTUP ..5 9...........Fasilitas Sekolah.Maksud dan Tujuan………………………………...........................................3 3......Waktu Belajar…………………………………………………… ….......... i DAFTAR ISI ..................................................7 3...................................4 6.....................Data Personil sekolah…………………………………………………4 7..........................1 3........Dasar Pengembangan...........Dasar Pemikiran ...........

perlu daya dukung sarana dan prasarana yang memadai. tidak dapat tinggal diam tetapi harus terus meningkatkan kualitas dirinya baik dari segi akademik maupun nonakademik sebagi wujud dari tanggung jawab yang realistis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Maksud dan Tujuan.BAB I PENDAHULUAN 1. Estika dan Budaya sendiri.sehingga prediksi-prediksi untuk pembuatan suatu perencanaan dapatterpenuhi dan tepat sasaran. 2. Kiprah SMP Puspita Persada sekarang terus meningkatkan pelayanan yang sesuai dengan standarisasi Pendidikan. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Untuk hal ini perlu mendapat perhatian dan antisipasi yang tepat. 6. berkepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Rencana Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Dalam Rangka Intensifikasi Peningkatan Mutu. peran dunia pendidikan khususnya sekolah sangat diperlukan karena pada institusi ini diharapkanmelahirkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan selaras dengan tingkat satuan pendidikannya. Berbagai strategi terus ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi informasi maupun fasilitas lain akan terus diupayakan sebagai wujud nyata keinginan untuk maju dan berkembang. Sebagai akumulasi dari itu semua maka terus diupayakan untuk melengkapi sarana penunjang lain yang dipandang masih kurang memadai agar tercipta sarana prasarana sekolah yang representatif. 1 . Sudah menjadi komitmen civitas akademika SMP Puspita Persada bahwa untuk peningkatan mutu dan proses pengelolaan sekolahseyogyanya dipersiapkan secara memadai melalui perencanaan.Menginventarisir berbagai kebutuhan pelayanan yang menjadi prioritasdi SMP Puspita Persada 4. Visi pendidikan di atas menunjukkan bentuk keseriusan dan konsistensi bangsa Indonesia untuk terus meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan sesuai dengan tantangan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.tata usaha dan masyarakat. Estetika. Dasar Pemikiran. selain itu kompetensi dan profesionalisme pengelolaan pendidikan perlu mendapatkan prioritas pertama karena tanpa itu semua sulit kiranya kita untuk mewujudkan pranata pendidikan yang diharapkan 2.Untuk mewujudkan sekolah sebagaimana harapan di atas.Memprediksi berbagai kemungkinan yang dihadapi SMP Puspita Persada di era otonomi pendidikan. kesehatan jasmani dan rohani.Melihat spesifikasi tuntutan masyarakat terhadap SMP Puspita Persada. bila hal ini tidak dilakukan maka sekolah akan terpuruk dan ditinggalkan oleh stackholdernya.Merealisasikan dengan format yang didukung oleh manajemen partisipatif. Rencana pengembangan sarana prasarana pendidikan SMP Puspita Persada dianalisa berdasarkan kebutuhan prioritas yang tidak dapat ditolerir lagi menjadi satu tuntutan kebutuhan mendesak. Sekolah sebagai lembaga yang memiliki stackholder yang jelas yaitu guru. berkembang dengan cepat arus informasi dang lobalisasi melalui jaringan teknologi yang canggih. Dari itu semua itu memunculkan suatu hasil analisa tentang kebutuhan yang harus dipenuhi. 3. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang konkrit dan realistis diantaranya sebagai berikut : 1. Pendidikan Nasional bercita-cita untuk mewujudkan bangsa yang cerdas dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. 5.pengorganisasian dan pengawasan yang kontinu. Sekolah Menengah Pertama/SMP Puspita Persada memilki visi pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat lahir dan batin serta bertaqwa terhadap kepada Tuhan Yang Maha Esa menuju prestasi yang lebih tinggi.Menjawab tantangan arus teknologi dan informasi dengan mengatur kepada nilai Agama.Menganalisis prioritas yang terpilih hingga menjadi program unggulan. diperlukan daya dukung dari semua unsur yang memiliki tanggung jawab terhadap dunia pendidikan sebab untuk membangun sekolah seperti tuntunan di atas. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekertiluhur. Disinilah urgensinya peningkatan pelayanan pendidikan yang berperan sebagai strategi untuk mendorong agar terjadi dinamika yang konstruktif dan kompetitif sehingga dapat memberikan pelayanan pendidikan yang optimal. 3. Pada era informasi ini.

Semakin berkembangnya sekolah . 1.Rp.40.500. 2.000.000.000.Kegiatan ekstra kurikuler maupun kegiatan akademis lainnya tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila sarana penunjangnya sangat minim.000.Rp.000.000. 500.000.000.- Jakarta.Rp. 2.500.000. 8.500.000.Rp.Rp. Dasar Pengembangan.Rp. 5. 3.000.10.Daya dukung unsur-unsur yang terlibat di sekolah sangat tinggi 5.Rp. Hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan untuk pengembangan sarana prasarana pendidikan di SMP Puspita Persada antara lain adalah : 1.000. 1. 500.000.000.4.SMP Puspita Persada Dra. 4.000.000.sekolah di Jakarta. 2.000.500. Rencana Anggaran Biaya Perincian Anggaran Biaya Media dan Alat Peraga Pendidikan Agama Islam NO NAMA BARANG QUANTITAS JUMLAH (Rp) 1 2 3 4 5 6.Rp. 9.000.Minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke SMP Puspita Persada semakin tinggi.Rp.Erlin Sriwahyuningsih 2 . 1. 1. 1.000.000.Peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana dengan baik apabila sarana prasarana pendidikan masih kurang.Rp. 2. 3 Maret 2012 Ka.Rp. 1.14.000.Rp. 10 11 12 13 14 LCD Proyektor dan Layar Laptop Mukenah Perempuan Sarung dan peci Alquran dan hadis digital Sajadah Islamic Sofware Shof Copy Pembelajaran PAI berbasis ICT Mike dan speaker Poniter/Remote Control Alquran Zuj’ama Bagan skema tajwaid dan materi per KD Pegara gerakan wudlu dan Shalat Jumlah 2 2 20 20 4 20 1 1 1 3 20 20 20 1 135 Rp.000.Rp.Rp.000. 7.000. 1.

Tenaga Penerangan 13. SK Terakhir Status Sekolah SK Kelembagaan Nomor Data Sekolah Nomor Statistik Sekolah (NSS) : Swasta : Tahun 1998 : “ Terakreditasi B” : BAS Dikmenti : 200104170 : 202016305343 : 20107001 .35/MPK-A2/KP/1998. Didirikan pada tanggal dan tahun 5. Nama Pimpinan / Ketua Yayasan 4. Alamat Sekretariat Pesanggrahan 3.n. SMU 63 Petukangan Utara.1. Jakarta Selatan 12260 : Drs.BAB II PROFIL SEKOLAH 1).03930 : 1200 m2 : 500 m2 : Listrik : Ada Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) Nomor Identitas Sekolah (NIS) Izin Operasi Sekolah 9. Status 7. Nama Sekolah 2. IDENTITAS SEKOLAH 1. Akte Notaris / Anggaran Dasar : Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita : Jln. Samsuri : No. 11 Tanggal 20 Januari 2009 a.Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita Persada : SMP Puspita Persada : 24 Februari 1998 : Jln.10. Pesanggrahan Jakarta Selatan 12260 2). BADAN PENYELENGGARA 1. Nomor Sertifikat Luas Tanah Luas Bangunan 12.SMU63 Petukangan Utara. Alamat Sekolah 6.Tanggal 24 Februari 1998 : Milik Sendiri : 13106/IMB/2009 : 09. Kepemilikan Tanah 10. Mulai Berdiri 8.02. Nomor IMB 11.Air Bersih . Nama Badan / Yayasan yang mendirikan Persada 2.01. 201070 : No.

30 – 12. 8.2. DATA PERSONIL SEKOLAH 1. Bank 3.PeneranganVI RT009/RW 07 No.3. Jabatan Sebelumnya 9. Kelas IX 6). Kelas VIII 5.1.30 – 17. TMT Menjabat Kepala Sekolah 8.Jurusan : Dra. Pagi / Shift Pertama 3.3. Agama 6. Tempat. Kelas VII 5. 49 Pesanggrahan. Tanggal Lahir 3. 6. Jumlah Pesuruh Sekolah 4. Ruang Guru Nama Ruangan No 1.1. IDENTITAS KEPALA SEKOLAH 1. NUPTK 4. 3.Nomor Rekening : SMP PUSPITA PERSADA : Bank DKI Cabang Permata Hijau : 411-12-01320-1 : Milik Yayasan : Milik Yayasan : 6 Ruang : 1 Ruang : 1 Ruang Fasilitas Belajar Ruang Kelas Perpustakaan Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Tata Usaha Ruang Komputer Ruang Bimbingan Konseling Ruang Osis Ruang UKS Toilet / WC Lapangan Upacara / Olahraga Jumlah 6 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 3 ruang 1 ruang 5). Pendidikan Terakhir 10.2. Erlin Sri Wahyuningsih : Jakarta. 9. Jumlah Petugas Tata Usaha 3. 11. 10. Nama Pimpinan Sekolah : Pukul 06.3). Siang / Shift Kedua 4. Alamat Rumah 7. NOMOR REKENING BANK 1.2. 7. 5. 2. Nama 2.00 : Pukul 12. Status Gedung Status Tanah 2. Golongan/ Pangkat 5. Jumlah Jam yang diterapkan 5. Jakarta Selatan : 2008 : Waka Kurikulum : S1 : PKn 3 4). FASILITAS SEKOLAH 1. Jumlah Guru 2. 3. Formasi Kelas 5.1. 4. Ruangan 2. Nama 2. Erlin Sri Wahyuningsih .00 : 48 jam / minggu : 2 rombongan : 2 rombongan : 2 rombongan : 14 Orang : 1 Orang : 1 Orang : Dra. Ruang Kepala Sekolah 2. 17 Desember 1964 : 6549 7426 4330 0033 : : Islam : Jl. Ruang Belajar 2. Waktu Belajar / Lama Belajar 3.

30 s. c. 1.5. Kelas VII 2. d. Agama A.00 WIB 9). Pagi b.30 s. Siang : Senin s. Kelas IX : 168 orang : 67 orang : 48 orang : 53 orang Keadaan Murid Jenis Kelamin Tingkat Kelas VII VIII IX Jumlah Jumlah Kelas 2 2 2 6 Laki – Laki 38 siswa 30 siswa 31 siswa 99 siswa Perempuan 29 siswa 18 siswa 22 siswa 69 siswa Jumlah Siswa 67 siswa 48 siswa 53 siswa 168 siswa 8).00 WIB : Senin s.1 / FKIP / Tahun 1990 Jenis Kelamin Laki – laki Perempuan Jumlah 7 - 2 7 - 2 14 - 2 Tenaga Administrasi/Pesuruh a. DATA SISWA Jumlah Siswa saat ini 1. Agama Guru Agama L Islam Protestan 7 Guru P 9 Jml 16 L Karyawan P 1 Jml 1 L 104 4 Siswa P 81 2 Jml 185 6 202 6 Jumlah . D1 D2 Sarjana Muda ( D3 ) Sarjana ( S1 ) Pasca Sarjana ( S2) Pendidikan : S.d 17. SD SMP SMA/SMEA/SMK Jumlah 7 2 10 2 18 4 Jenis Pegawai No.d Sabtu Pukul 12. Waktu Belajar 1. b. b. Kelas VIII 3. 1 Guru a. Kepala Sekolah Guru Pegawai Administrasi Pesuruh Sekolah Jumlah Jenis Pegawai Jenis Kelamin Laki – laki 7 1 8 Perempuan 1 8 1 10 Jumlah 1 15 1 1 18 7). 2. e. 4. c.d Sabtu Pukul 06. Intrakurikuler a. Pendidikan Terakhir Pimpinan Sekolah Pendidikan Guru No.d 12. 3.

Program Pengajaran 1. 22. dan 24 tahun 2004. Program kurikulum berpedoman pada : a.30 – 17. 2. Ekstrakurikuler diadakan berlangsung di luar jam kegitan belajar : . Jenis Kegiatan Pramuka Paskibra Beksi ( Silat Betawi ) Hari Sabtu Sabtu Jum’at Waktu 15. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Pertama Tahunn Pelajaran 2011/2012 2.00 s. 4.00 WIB .00 15.d. b. Rudi Santoso . Program Ekstrakurikuler dilaksanakan di luar kegiatan belajar. 5. 2.d 17. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.30 s. 3. 17. Islam Protestan Katolik Budha Hindu Jumlah Agama Laki-laki 104 4 108 Perempuan 81 2 83 Jumlah 185 6 191 5 10). 23.00 Pendamping Bp. Agama Murid Jenis Kelamin No. Sri Widiato Bp. 1. Sri Widianto Bp.Sabtu Pukul 15.Katholik Budha Hindu Jumlah 7 9 16 - 1 1 108 83 191 208 B. 1.00 WIB Jenis kegiatan Ekstrakurikuler : No.00 15.Jumat Pukul 15.00 – 17.00 – 17. 3.

Mengadakan penambahan media dan peralatan keagamaan untuk kegiatan belajar mengajar. . Menanamkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa 2. bertaqwa. Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis kemampuan siswa 4.6 BAB III PROGRAM KERJA SEKOLAH 1). 5. sehingga pembelajaran dan penilaian proses pembelajaranakan menjadi lebih maju. Meningkatkan wawasan kependidikan Agama Islam siswa dan siswi seorang muslim . Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan minat bakat dan peserta didik 3. 2). MISI SEKOLAH 1. Meningkatkan ketrampilan kesiapan dan tanggungjawab siswa untuk memimpin diri sendiri dan kelompok – kelompok kecil SASARAN 4). berilmu dan memiliki kepribadian yang luhur. tentunya harus SDM yang berkualitas. Menanamkam kepribadian yang luhur melalui pendidikan akhlakul kharimah 3). Untuk itu tujuan kami mengajukan proposal ini adalah : 1. Meningkatkan kesadaran peserta didik sebagai makhluk 67ocial untuk aktif memelihara dan melestarikan lingkungan dimana saja mereka berada 4. TUJUAN SEKOLAH Tujuan SMP Puspita Persada adalah menghasilkan tamatan yang memiliki prestasi tinggi dalam akademik ataupun non akademik serta berbudi pekerti luhur. Menciptakan lingkungan agamis yang diwarnai nilai akhlaqul karimah 4. 2. 3. Meningkatkan ketrampilan guru dalam penguasaan PTEK. Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas harus berkaitan dengan sarana dan prasarana yang maksimal. Memberikan gambaran pada guru keterkaitan antara pembelajaran PAIKEM dengan Kurikulum Berbasisi KTSP. VISI SEKOLAH Mempersiapkan anak didik menjadi manusia unggul yang beriman. 5.

5).Pembelajaran melalui jaringan internet 6. 2.1.Penyempurnaan sistem kerja guna memberi pelayanan yang berkualitas.Kualifikasi Guru c.Mengadakan evaluasi kedalam secara berkala 4.Melaksanakan pembelajaran berbasis Teknologi dan Informasi . c). a.Potensi Guru a.Meningkatkan dukungan moral dan finansial dari masyarakat 12.Pengalaman Mengajar d.Mencari dan menggali sumber dana 2.Fasilitas Belajar Fungsi External a.Motivasi Belajar. c.Kelemahan / Kekurangan Sekolah (W=Weakness) 3. Fungsi PBM Fungsi internal a.Dukungan Orang tua b. c.Mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Organisasi Intra Sekolah(OSIS).Mengupayakan peningkatan berkala pegawai 5.Ancaman Terhadap Sekolah (T=Theat) ALTERNATIF LANGKAH – LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN 1.Pengoptimalan sumber dana dan sumber daya yang ada 3. 8.Persiapan Administrasi a.Kreatifitas Guru.Dukungan Masyarakat 2. Secara Khusus a).Dukungan Orang Tua. Meningkatkan pembelajaran siswa siswi kami yang beragama Islam serta mampu menerapkan pembelajaran PAKEM dengan kurikulum KTSP dalam proses pembelajaran berbasis Multimedia .Kesesuaian dengan kemajuan teknologi a.Proses belajar mengajar dengan menggunakan 68ystem atau tehnik bilingual 5.Peningkatan prestasi dengan mencari informasi melalui internet 7). RENCANA DAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU 1.Target kualitas dan mutu siswa siswi muslim meningkat.Kesiapan Mengajar b. b).Mengadakan kegiatan pengadaan ruang kelas baru yang 68ystem68ntative 3.Metode Pembelajaran b.Jumlah Guru b.Mengaktifkan kegiatan ektrakulikuler dan kesenian 9.Dukungan c. Fasilitas 7 6).Target peningkatan mutu Pembelajaran MAPEL Pendidikan Agama Islam dapat tercapai. Secara Umum a). b. ANALISA SWOT (ANALISA TINGKAT KESIAPAN FUNGSI) 1. IDENTIFIKASI FUNGSI – FUNGSI SASARAN NO 1.Kekuatan Keunggulan Sekolah (S=Strength) 2.Siswa dapat menerapkan teori dan praktik pada tiap SK/KD. c. Ketenagaan 3. 2.Ruang Lab IPA b. 8).Membentuk kelompok belajar siswa 7.Pembelajaran menggunakan media elektronik 4.Menjalin hubungan yang baik dengan seluruh karyawan sebagai partner dan bukan sebagaiatasan dan bawahan 11.Menciptakan disiplin yang tinggi dan bertanggung jawab 6.Prosentase hasil akhir dan mutu pendidikan Agama Islam tidak mengalami penurunan seiring dengan peningkatan standar nilai minimal lulus yang di tetapkan oleh sekolah.Peluang Ksempatan Sekolah (O=Opportunity) 4.Kerjasama dengan Dinas terkait.Latar belakang pendidikan c. b).Ruang Kesenian c.Memelihara dan melengkapi sarana dan prasarana di sekolah 10.

yang pada akhirnya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dapat dicapai. .8 BAB IV PENUTUP Demikian penyusunan proposal pengadaan untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam SMP Puspita Persada melalui dana bantuan Kementrian Agama tahun anggaran 2012 dalam rangka usaha sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah yang telah ditetapkan pemerintah. Mudah – mudahan dengan adanya bantuan pengadaan untuk media dan alat peraga keagamaan tahun anggaran 2012 ini. Akhirnya. semoga dengan adanya bantuan pengadaan untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam ini semangat belajar siswa untuk berprestasi menjadi lebih tinggi sekaligus menggugah para pendidik untuk lebih bersemangat lagi dalam melaksanakan kegiatan melajar mengajar dan meningkatkan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa. kegiatan Manajemen Berbasis Sekolah dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan.

19. 20.0000 Peta Perkembangan sejarah Islam Al-Qur'an Mujallad Surat Yaa-Siin lengkap dengan Translitrasi dan terjamah Maktabah Asy Syamilah LCD Proyektor + Layar 5000000 Poniter Laser/ Remot countroll Laptop dengan Spesifikasi sesuai Pesanan 7 juta Shoft Copy Pembelajaran PAI Dengan berbasi ICT Islamic Shoftwere Al-Qur'an dan hadits digital Murattal MP3 Imam Kharamain VCD Manasik Haji dan Umrah Mimbar / Podiumm Bimbingan Do'a-do'a . Bagan Skema Tajwid dan materi per KD Boneka Dewasa untuk Praktik merawat Jenazah Kain Kafan 1 set Peralatannya Keranda dan tempat memandikan jenazah Pegara Gerakan Wudlu dan Shalat Maket / miniatur ka'bah Kain Ihram/ Baju Ihram Mukena Lajur/ Baju Ihram Perempuan 20 x 75000=1500. 21. 9. 6. 8.00) x 20 =1. 12. 7. 13. 3.000 +30. 18. 17. 10. 22.600.9 DAFTAR BIAYA PENGADAAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1. 11. 4.000 Sarung dan Peci =(50. 14. 16. 2. 5. 15.

Salah satu bentuknya adalah pembelajaran PAI berbasis Information and Communication Technology (ICT) atau sering disebut dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta adanya dan tepatnya media dan alat peraga. Efektif dan menyenangkan ( PAIKEM ) dapat kami wujudkan 2. menulis atau menggambar dan aktifitas lainnya yang tidak ada hubungan dengan mata pelajaran tersebut. 2. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan PAI menjadi salah satu mata pelajaran yang harus ada mulai jenjang dasar sampai Pendidikan Tinggi. Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis kemampuan siswa 4. Meningkatkan wawasan kependidikan Agama Islam siswa dan siswi muslim .PROPOSAL PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH 1. Termasuk didalamnya guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Guru mengajarkan di depan kelas. dan penilaian proses pembelajaranakan menjadi lebih maju. berbicara dengan teman. Akibatnya. sehingga pembelajaran. jangan sampai hanya formalitas telah dilaksanakan. Dalam Undang-Undang No. Sehingga Pembelajaran Aktif. peserta didik merasa bosan dengan mata pelajaran yang diajarkan Hal ini ditunjukkan dengan peserta didik yang mengantuk. Inovatif. Padahal melihat peranan mata pelajaran PAI di sekolah menempatkan posisi yang sangat strategis dalam memberikan dasar keimanan dan ketaqwaan peserta didik ke depan. Diantara caranya adalah dengan adanya inovasi pembelajaran. sering ijin keluar. Melihat begitu pentingnya mata pelajaran PAI di sekolah. TUJUAN PENGADAAN MEDIA 1. Memberikan gambaran pada guru keterkaitan antara pembelajaran PAIKEM dengan Kurikulum Berbasisi KTSP. 3. Meningkatkan ketrampilan guru dalam penguasaan IPTEK. POKOK – POKOK PIKIRAN Diakui atau tidak sekarang ini tidak sedikit guru dalam pembelajaran di kelas masih monoton (ceramah). sedangkan peserta didik senang atau tidak harus mau mendengarkannya. . tetapi harus mempunyai makna bagi peserta didik. Kreatif.

c) Siswa dapat menerapkan teori dan praktik pada tiap SK/KD. Meningkatkan ketrampilan kesiapan dan tanggungjawab siswa untuk memimpin diri sendiri dan kelompok – kelompok kecil 3. PENUTUP Demikian proposal Pengajuan pengadaan media dan alat peraga ini kami buat. . VI. 2. dan atas perhatian serta terkabulnya proposal ini kami ucapkah terima kasih dan mudah – mudahan semua ini dapat menjadikan kemashlahatan bersama bagi kita. TARGET DAN SASARAN 1. b) Prosentase hasil akhir dan mutu pendidikan Agama Islam tidak mengalami penurunan seiring dengan peningkatan standar nilai minimal lulus yang di tetapkan oleh sekolah. Secara Umum a) Meningkatkan pembelajaran siswa siswi kami yang beragama Islam serta mampu menerapkan pembelajaran PAKEM dengan kurikulum KTSP dalam proses pembelajaran berbasis Multimedia .5. b) Target kualitas dan mutu siswa siswi muslim meningkat. Secara Khusus a) Target peningkatan mutu Pembelajaran MAPEL Pendidikan Agama Islam dapat tercapai.

13 Maret 2012 Ketua YPICPP Drs.MM 3. SAMSURI 2.SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA (YPICPP) PEMBINA : A S N A W I .SEKRETARIS : MAT ALI. S.KETUA : Drs.KETUA 2.PDI PENGURUS : 1.S.Samsuri .S.H.ANGGOTA : ROHMATULLAH : MAS’UD Jakarta.IP..BENDAHAR : MASWATIH PENGAWAS : 1.

LCD Proyektor + Layar 14. Bagan Skema Tajwid dan materi per KD 2. Al-Qur'an Mujallad 11. Mukena Lajur/ Baju Ihram Perempuan 9. Peta Perkembangan sejarah Islam 10. Pegara Gerakan Wudlu dan Shalat 6.RENCANA ANGGARAN BIAYA rererBIAY BG NGADAAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1. Keranda dan tempat memandikan jenazah 5. Boneka Dewasa untuk Praktik merawat Jenazah 3. SUSUNAN Kain Ihram/ Baju Ihram 8. Laptop dengan Spesifikasi se . Kain Kafan 1 set Peralatannya 4. Maktabah Asy Syamilah 13. Maket / miniatur ka'bah 7. Surat Yaa-Siin lengkap dengan Translitrasi dan terjamah 12. Poniter Laser/ Remot countroll 15.

.

Fotocopy NPWP Sekolah 7.Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) .Fotocopy Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 5.Fotocopy Sertifikat Nomor Statistik sekolah (NSS) 4.LAMPIRAN 1.Fotocopy Rekening Koran SMP Puspita Persada 2.Fotocopy Sertifikat Akreditas Sekolah 6.Fotocopy Sertifikat 9.Fotocopy Akte Notaris 8.Fotocopy Sertifikat Nomor Induk Sekolah (NIS) 3.

4. Guru. Islamic Shoftwere 18. Rapat koordinasi ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Sosialisasi kepada wali siswa dan rapat pleno yang telah dilaksanakan pada tanggal 5 s. 5. Bimbingan Do'a-do'a 1. Tersusun RAPBS tahun pelajaran 2009/2010 2. Analisis dan kualitas dari kegiatan tersebut . Proposal Dana Pendamping SSN Proposal b. UH3 16 s.d 15 Agust 2009. karyawan dan siswa. ruang belajar. pemerintah dan menerapkan / menempatkan alokasi dana sesuai kebutuhan. Pembuatan RAPBS untuk mengalokasikan anggaran maka dibuat RAPBS. Jadwal pelaksanaan ulangan harian terkendali dan terpadu dengan kegiatan Belajar Mengajar telah dilaksanakan pada tanggal UH1 10 s. Program ini bertujuan untuk mencarai sumber dana seluas luasnya dari masyarakat. Setiap 1 (satu) semester diadakan ulangan harian minimal 3 (tiga) kali setiap mata pelajaran. 3. Murattal MP3 Imam Kharamain 20. memperhatikan prioritas kebutuhan sekolah. Proposal Kursi Ruang Multimedia c. Pelaksanaan Program pengembangan dan system penilaian : Program ini bertujuan untuk meningkatkan frekuensi UH. 10 Oktober 2009. Rapat koordinasi pembuatan proposal dengan hasil : a. transparan dan accountable. 2.Copy Pembelajaran PAI Dengan berbasi ICT 17. Kegiatan tersebut antara lain : 1. VCD Manasik Haji dan Umrah 21. RAPBS ini dibuat berdasarkan masukan dari Komite. Proposal Pavling halaman ruang laboratorium 2. Pembuatan proposal pengajuan anggaran untuk kegiatan peningkatan mutu. Rapat koordinasi antara sekolah dan komite dalam rangka penggalian dana. UH2 5 s.d. 21 Nopember 2009. 3. Soal ulangan harian terkendali oleh tim pengembang penilaian. Telah terlaksana Rapat Pleno Komite Sekolah Tahun 2009 3. Setelah ulangan selesai diadakan analisis soal dan hasil ulangan harian.d 6 Oktober 2009 Program Pengembangan dan Penggalian Sumber Dana Pendidikan Beserta Implementasinya 1. Pelaksanaan remedial teaching maupun remedial tes bagi siswa yang belum tuntas sesuai KKM masing . Al-Qur'an dan hadits digital 19. Proposal Pembangunan Sarana ibadah ( Tempat wudlu ) f. 4. Proposal tersebut ditujukan pada pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Agar terwujud RAPBS yang baik. Remidi. pengusaha. Tokoh masyarakat. Program pengembangan dan penggalian sumber dana pendidikan beserta implementasinya. 2. Proposal Ruang Laboratorium Bahasa d. Mimbar / Podiumm 22. penambahan fasilitas sekolah. Kepala Sekolah.d. 1. Proposal Pengadaan Komputer Siswa e.

4. 1.perpustakaan dan penilaian. Pengadaan Kursi Ruang Multi media sejumlah 34 buah dilaksanakan tanggal 5 September 2009 6. Pembagian rombongan belajar siswa masing-masing kelas berjumlah 32siswa dilaksanakan tanggal 11 Juli 2009 c. 3. alat IPA. menarik dan bermakna. Pengadaan bahan ajar siswa ( modul. 1.d. Mengintensifkan peranan MGMP sekolah setiap mata pelajaran.masing mata pelajaran dilaksanakan pada bulan Agustus. 12-17 Okt. 3. Pengadaan bell Elektronik dilaksanakan tanggal 19 Desember 2009. Rapat Pembagian tugas mengajar sesuai dengan keahlian guru masing-masing / bidang studi guru dilaksanakan tangal 18 Juni 2009 b. 2. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2009. 7. Memiliki sumber belajar (modul dan LKS) 4. Pengadaan Jaringan Internet(tower). Kegiatan ini dilaksanakan pada tgl 15 Nopember 2009 5. B. Memiliki Tim MGMP Sekolah 3. alat media Vidio shooting dan akses Internet ( pengadaan tower dan jaringannya ). Memiliki Jadwal Pelajaran 2.Program pengembangan sarana prasarana dan fasilitas sekolah. Mengadakan Pelatihan TIK Dilaksanakan Pelatihan TIK dengan perincian sebagai berikut : . Memiliki Tim Supervisi pembelajaran 6. Peningkatan frekwensi Ulangan Harian Telah dilaksanakan Ulangan Harian sebanyak 3 kali dalam satu semester dan soal ulangan terkoordinasi oleh tim penilaian. Memiliki Jadwal piket jam kosong 5. 3.kepegawaia.LKS ) mapel UN akan dilaksaakan tanggal 4 januari s. Peningkatan Kegiatan Ulangan Tengah Semester Telah terlaksana kegiatan UTS secara terprogram dan terkoordinir melalui tim pengembangan penilaian. 3. Peningkatan Remidi Telah dilaksanakan remedial teaching pasca ulangan harian kepada siswa belum tuntas sesuai dengan KKM maple masing-masing 4. Pembentukan tim penyusun KTI melalui penyusunan PTK oelh guru maple UN sejumlah 10 orang guru dilaksanakan bulan Desember 2009 sampai bulan Februari Tahun 2010. Program ini bertujuan untuk mengaktifkan KBM dan proses PBM lebih fariatif dengan pendekatan CTL a. Penambahan LCD. 4 Februari 2010 Program Pengembangan Proses Belajar Mengajar 1. Mengadakan pelatihan pembelajaran berbasis ICT melalui pembuatan Power Point. 2. Membangunan sarana ibadah (tempat wudlu). 5. e. dilaksanakan tgl 13 Oktober 2009 8. Pelaksanaan Remedial teaching dan Remedial Test semester 1 telah dilaksanakan pada tanggal 18-20 Agust. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2009 oleh 4 org staf TU.Program pengembangan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dan karyawan dibidang Informasi dan Teknologi. Workshop pengembangan system peilaian akan dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2010 Hasil Program Pengembangan dan Sistem Penilaian 1. Kegiatan Ulangan Tengah Semestertelah diulaksaakan pada bulan Oktober 2009 7. September dan Nopember 2009 6. d. Mengadakan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi staf TU bidag entry data base kesiswaan. Pembelian 1 (satu) buah LCD Proyektor. 23-28 Nop tahun 2009. Program Pengembangan Proses Belajar Mengajar. Memiliki pembegian tugas mengajar sesuai bidang studi 4. Pengadaan 1 (satu) buah Laptop dan 2 (dua) buah printer kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 September 2009 2. Peningkatan Analisis Ulangan Harian Telah dilaksanakan analisis ulangan harian sebagai tindak lanjut pelaksanakan ulangan harian. Program ini bertujuan untuk melengkapi peralatan pendidikan dan fasilitas sekolah agar lebih nyaman. Program Peningkatan Tenaga Pendidik dan Kependidikan 1. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2009. kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 Januari 2010 diiukti oleh 30 orang guru. Sarana Ibadah (tempat wudlu). Pengadaan 1 unit computer dilaksaakan tanggal 3 September 2009 Program Pengembangan Sarana Prasarana Demi terpenuhinya sarana prasarana (fasilitas) pembelajaran maka dilakukan penambahan dan pengadaan sarana prasarana antara lain : Pengadaan Kursi Ruang Multi Media. Pembelian DVD video shooting.

Mengadakan Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Pelatihan PTK sementara diikuti oleh 11 orang guru bekerjasama dengan program BERMUTU MGMP Mapel UN pada semester ini sedang pada tahap identifikasi masalah dan rencana tindakan. RPP dan KKM) 8. 1. Rapat Koordinasi pembentukan tim pembuat kurikulum SMP 1 Kepil tahun pelajaran 2009/2010. tujuan sekolah 4 tahun yang akan datang. 5 Nopember dan 19 Nopember 2009 5. Mengadakan Worshop Pembelajaran Berbasis ICT 6. supervisi. TABEL Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. Dibentuk Tim Pengembang Kurikulum TABEL 2 2. dilaksanakan tanggal 30 Juni 2009 diikuti oleh 22 peserta. asri . 3. nyaman serta kondusif untuk KBM.Pelaksanaan Program penegembangan Budaya dan Lingkungan Sehat. 8 Juni 2009 dengan porsenil sebagai berikut : 7. Pelaksanaan tersebut adalah : 1. Rancangan dari tim ini menjadi konsep dasar pembuatan RKS. Program Kerja Jumat Bersih telah dilaksakan pada tgl 8 Oktober. Pembuatan jadwal piket kebersihan telah dilaksanakan tgl 14 Juli 2009 2. Work Shop Tim Pengembang KTSP dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2009 b. serta pembuatan anggaran yang dibutuhkan masing masing program.d 9 Juli 2009. 1. Telah tersusun jadwal piket kebersihan dan program Jum’at bersih karyawan. Pembuatan Dokumen Kurikulum SMP 1 Kepil dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2009. c. jadwal pelaksanaan .Program Pengembangan dan Implementasi manajemen sekolah. . 12 dan 13 Juli 2009. Pembuatan konsep RKS SMP 1 Kepil dilaksanakan pada tanggal 7 . mudah diakses oleh masyarakat luar. Silabus.Pelaksanaan Program Pengembangan Pembuatan Kurikulum SMP 1 Kepil. Hasil Program Pengembangan Pembuatan Kurikulum SMP 1 Kepil 1. Terwujudnya Kurikulum SMP 1 Kepil (Dokumen 1 dan lampirannya. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah yaitu kurikulum karena sekolah diharapkan mampu membuat kurikulum sendiri berdasarkan kebutuhan. Pembuatan RPP semua mata pelajaran dan dilaksanakan pada tanggal 11. Program ini bertujuan meningkatkan pelayanan dan manajerial SMP 1 Kepil agar lebih tertata. dipercaya oleh masyarakat dapat dipertanggung jawabkan. Strategi pelaksanaan kegiatan ini adalah setiap penanggung jawab program memiliki anggota untuk mengidentifikasi tantangan nyata yang dihadapi sekolah. sesuai dengan karakteristik SMP 1 Kepil. 2.2. 22 Oktober. Dibuat tim pengembang Kurikulum SMP 1 Kepil. Pembuatan silabus semua mata pelajaran yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 s.d 8 Agustus 2009 3. Lomba 7 K telah dilaksanakan pada tgl 5 s. Strategis pelaksanaan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan lingkungan yang sehat . Penyusunan RKS(RENSTRA) SMP 1 Kepil pada tanggal 20 Juli 2009. program strategis. Pembenahan Ruang UKS telah dilaksanakan pada tgl 24 Oktober 2009 4. indicator keberhasilan. Kegiata Home Visit telah dilaksaakan 8 kali tanggal 8 Hasil Program Pengembangan Budaya dan Lingkungan Sehat 1.

Staf Admin dan Keuangan. B. Telah dilaksanakan penataan ruang UKS 4. Klinik Layanan Langsung Pada tahun 2010. yayasan Puleh Aceh masih di pimpin oleh Dian Marina Sebagai Koordinator Area yang dibantu oleh 7 orang Staf Kegiatan operasional kantor yang dilakukan merupakan kegiatan rutin. kegiatan rutin yang dilakukan di yayasan puleh area aceh. Publikasi dan Dokumentasi. Divisi Layanan Langsung Yayasan Puleh Aceh Khususnya Bagian Klinik telah memberikan penanganan psikologis terhadap 8 kasusu kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terdiri dari: . Telah dilaksanaka Home Visit LAPORAN TAHUNAN YAYASAN PULEH ACEH TAHUN 2010 KEGIATAN RUTIN YAYASAN PULEH ACEH Pada tahun 2010. Staf Layanan Langsung. seperti : Mengelola seluruh Sumber Daya yang ada di puleh Aceh (SDM. Telah dilaksanakan Lomba 7 K antar Kelas 3. Asset) dan mengelola Seluruh Program yang sedang dijalankan oleh Puleh Aceh.sebagai berikut: A. Staf Pengembangan Kapasitan dan Staf Riset. Telah dilaksanakan Kegiatan Budaya Jumat Bersih 5. Kegiatan operasional ini dilakukan oleh tim Managemen Puleh Aceh.2. Keuangan. yang terdiri dari: Koordinator Area. Operasional Kantor Pada tahun 2010.

Workshop yang di adakan oleh lembaga lain. yayasan puleh sepanjang tahun 2010. Dian Marina (Konselor). Pada Februari hingga Agustus 2010. Penguatan Kapasitas Staf Pada tahun 2010. Melalui kerja-kerja jaringan tersebut. Networking dan Advokasi pada tahun 2010. jaringan gerakan Perempuan Aceh dan gender Working Group. Pelatihan.5 kasus kekerasan terhadap Anak Ke Delapan (8) kasus tersebut: 2 kasus berasal dari rujukan dari lembaga lain. untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Kegiatan yang dilakukan adalah: pendokumentasian program berupa pengambilan foto dan audio visual.. KEGIATAN PROGRAM YAYASAN PULEH ACEH 2010 A. melalui jaringan kerjasama lintas sektor yang ada di Aceh. Melalui Kerja-kerja jaringan tersebut. D. 2 kasus berasal dari rujukan jaringan penanganan kasus dan 4 kasus langsung mengakses layanan klinik puleh yang memperoleh informasi tentang keberadaan klinik tersebut. dari kegiatan ToT tersebut dipilih 6 orang training yang berasal dari yayasan puleh untuk menjadi fasilitator pada rangkaian training di laksanakan di aceh timur dan dibeberapa tempat lain. yayasan Puleh Aceh telah mengambil peran penting dalam upaya pelayanan psikologis pada beberapa kasus kekerasan perempuan dan anak yang di advokasi dan di layani pada jaringan penanganan kasus. E. Publikasi dan Dokumentasi lebih banyak memberikan support khusus pada program layanan masyarakat. baik sebagai perserta maupun sebagai narasumber. seperti: jaringan Penanganan kasus. hal ini dapat di ketahui melalui banyaknya undangan yang masuk ke yayasan puleh aceh pada kegiatan-kegiatan di Organisasi-organisasi tersebut.3 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan . Notulensi setiap kegiatan dan membantu proses pengembangan Modul dan alat psikoedukasi pada program tersebut. yaitu program pengembangan kapasitas P2TPA aceh timur. terdiri dari: Fatmawati Luthan (Konselor). Divisi Riset. Yayasan Puleh melakukan program penguatan kapasitas bagi pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) aceh timur. Petugas yang memberikan pelayanan di klinik layanan langsung puleh aceh. puleh aceh memberikan kegiatan penguatan pengembangan kapasitas melalui serangkaian kegiatan: Training of Trainer Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Dalam menjalankan program ini yayasan puleh memberikan tecnical assisten khusus penanganan psikologis bagi perempuan dan anak korban kekerasan berkolaborasi dengan Kelompok Kerja transpormasi Gender Aceh (KKTGA) yang memberikan tecnical Assisten khusus pendampingan hukum bagi perempuan dan anak . yayasan puleh ikut berperan aktif pada kegiatan-kegiatan advokasi dan penanganan kasus. Program Penguatan Kapasitas bagi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Aceh Timur dan Mitra jaringanya. Selain itu yayasan juga memberi kesempatan dengan mengirim stafnya untuk mengikuti kegiatan: seminar. Haiyunnisa (Psikolog) dan Jackie Viemilawati (Psikolog). lebih dikenal dikalangan Pemerintah maupun Organisasi Non Pemerintah. C. Riset Publikasi dan Dokumentasi Pada tahun 2010.

Workshop Pengembangan Draft Modul dan Alat Edukasi tentang Pemulihan Psikososial bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan . 24 Tenaga Medis di Puskesmas 24 Kecamatan di Aceh Timur.TOT Penguatan dan Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan terhadap perempuan dan anak (penjaringan calon fasilitator untuk memfasilitasi training Penguatan dan Pemulihan Psikososial bagi perempuan dan anak korban kekerasan). adapun rangkaian kegiatanya sebagai berikut: .korban kekerasan. Melalui kegiatan ini. bagi aparat desa dari 2 Desa Pilot Project. bagi 124 peserta yang berasal dari. Training Dasar Mediasi untuk Transformasi Konflik Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak. - . Program penguatan kapasitas pusat pelayanan terpadu Pusat Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan masyarakat Aceh Timur.Workshop Pembentukan Jaringan Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan anak Training Pemulihan Psikososial bagi Kader Pemberi layanan tingkat Desa dari 2 Desa Pilot Project yaitu Desa Seuneubok Simpang Kec. terjaring 6 orang calon fasilitator/trainer dari 15 orang peserta TOT Rangkaian Training Penguatan dan Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Bersama dengan para kader melakukan kegiatan Community Discussion (Diskusi komunitas) untuk sosialisasi tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di 2 Desa Pilot Project. Community Forum. Peureulak Barat. 28 Personel P2TP2A Aceh Timur. 24 Tenaga Pekerja Sosial dari 24 Kecamatan. - - - . 24 orang dari LSM dan Ormas pemberi layanan kepada perempuan dan anak korban kekerasan. B.Darul Aman dan Desa Beusa Seberang Kec. Program ini di danai oleh IRD Serasi-USAID. . Program ini merupakan program lanjutan dari pada penguatan kapasitas P2TP2A sebelumnya. beberapa rangkaian kegiatan sebagai berikut: Seminar Sosialisasi Publik tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh Timur Workshop Pelibatan Partisipasi Tokoh Adat dan Tokoh Agama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (Program Lanjutan). 24 orang Aparat Penegak Hukum.Pencetakan Modul dan Alat Edukasi Lounching/Peluncuran dan Distribusi Modul dan Alat Edukasi tentang Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus terhadap Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. 2 Desa Pilot berkumpul untuk melakukan case conference atau berbagi pengalaman tentang upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan.Workshop Finalisasi Modul dan Alat Edukasi .

yaitu mampu menampilkan pribadi mulia (insan kamil) sejalan dengan akhlak Ahlulbait as. yaitu mampu mengkoordinasi seluruh potensi yang ada di masyarakat untuk kegiatan dakwah ajaran-ajaran Ahlulbait as. 2. yaitu memahami dan menerjemahkan ajaran-ajaran Ahlulbait as. Terciptanya kemampuan personal (anggota) yang berkualitas dalam menangani dakwah ajaran-ajaran Ahlulbait as. seluruh gerak Yayasan Al-Jawad dilandasi oleh prinsip mewakafkan seluruh potensi diri personal anggota. yang meliputi : * Kemampuan intelektual. baik ke dalam maupun ke luar. * Kemampuan sosial. Terciptanya media penyebaran ajaran-ajaran Ahlibait as. serta mengembangkan dan menyebarkannya ke dalam masyarakat luas. * Kemampuan profesional. khususnya keluarga sendiri. 3. . * Kemampuan spiritual. (media dakwah) yang dapat menjangkau masyarakat luas. 3:104.sekilas mengenai yayasan pendidikan islam al-jawad Sekilas Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad Lahirnya Yayasan Al-Jawad pada awalnya didasarkan pada kandungan ayat-ayat suci al-Qur'an surat 41:33. Terhimpunnya sumber dana yang kuat (mapan) yang dapat mendukung seluruh kegiatan dakwah ajaran-ajaran Ahlibait as. Dalam pelaksanaannya. yaitu mampu mengontrol diri dalam masyarakat. dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh aktifitas/kegiatan yang dijalankan Yayasan Al-Jawad diarahkan kepada : 1. yang dijalankan Yayasan Al-Jawad. dalam kehidupan sehari-hari secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Tujuan umum didirikannya Yayasan Al-Jawad adalah untuk mengamalkan ajaran-ajaran Ahlulbait as. 8:72 dan Surat 59:9. baik harta maupun jiwa dalam mengemban misi dakwah ajaranajaran Ahlulbait as.

Paket kajian Ja'fary terpadu I. Paket kursus Ilmu Mantiq 3. Majlis-majlis yang diadakan di tempat dll Program Peringatan Hari Besar Islam. Program majlis yang telah dilaksanakan adalah majlis-majlis yang diadakan di sekretariat baik majlis rutin dalam bentuk paket kajian atau majelis kursus yang melibatkan peserta dari luar jama'ah. Buku Benarkah Nabi Bermuka Masam? (1991). Program penerbitan ini telah berjalan dari awal berdirinya Yayasan Al-Jawad hingga sekarang ini. sedang dan akan direncanakan untuk programprogram selanjutnya: Program Penerbitan. Dan pelaksanaan ritual lainnya. 1995. Peringatan Idul Ghadir 3. Adapun majlis-majlis yang telah. penerbitan ketiga buletin tersebut digabungkan menjadi satu nama buletin yakni buletin Al-Jawad yang isinya merupakan gabungan dari ketiga buletin tersebut. Dengan mengundang jama'ah se-Jawa Barat. Berikut adalah beberapa program jangka pendek Yayasan Al-Jawad yang telah.1997). Buku Mafaatihul Jinan.Program Jangka Panjang Program jangka panjang Yayasan Al-Jawad adalah rencana pengembangan yayasan yang menggunakan progam jangka lima tahunan. Pengkoordinasian Jama'ah Ahlul Bait Nasional 6. Penerbitan yang rutin dilakukan tiap bulan adalah menerbitkan buletin Al-Jawad (berisi masalah bimbingan spiritual). III dan IV 5. terdapat beberapa peristiwa besar yang sering kita peringati. Pendirian Lembaga Ekonomi Muslim 5. Adapun rencana-rencana program jangka panjang Yayasan Al-Jawad adalah sebagai berikut : 1. 4. Pelaksanaan ritual Lailatul Qadr 5. Paket kajian Tafsir Amtsal 7. di antaranya adalah : 1. Selain menerbitkan buletin secara bulanan. Peristiwa-peringatan tersebut diantaranya adalah : 1. Pembangunan Masjid 2. Pada akhir tahun 1418H. II.1997. Paket kursus Bimbingan Puasa 4. 3. Di dalam agenda agama Islam. Pusat Informasi dan Riset Keislaman 4. Program Silaturahmi. Paket kajian Aqidah Jama’ah 6. Pengkoordinasian Jama'ah Ahlul Bait Internasional Program Jangka Pendek Program jangka pendek adalah program yayasan yang tersusun dalam rencana kerja bulanan. 5. Majlis Khadijiyah 9. Buku Amalan Ramadhan (1994. Buku Mi'raj Ruhani I (1993). Program ini direncanakan satu bulan sekali dengan mengadakan safari ziarah ke beberapa . khususnya acara yang diperingati oleh Yayasan Al-Jawad hanya peristiwa Bi'tsah Rasulullah dan Khaul Nabi Muhammad Saaw. Pelaksanaan ritual Shalat Iedain 4. Paket kursus Bahasa Arab 2. sedang dan akan dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Buku Mi'raj Ruhani II (1996). Buku Pesan Sang Imam Program Majlis Taklim/Kursus. Adapun peristiwa-peristiwa ritual lainnya hanya diikuti jama'ah seputar wilayah Bandung. Paket kajian Fikih Ja’fary 8. 2. Buku Mereka Bertanya Ali Menjawab (1998). khususnya agenda di kalangan Ahlul Bayt as. Mengingat pengaturan peringatan peristiwa besar di Indonesia ini telah diatur oleh para asatidz maka acara peringatan di Bandung. Yayasan Al-Jawad pun menerbitkan buku-buku ke-ahlibait-an. Peringatan Maulid Nabi 2. 7. 6. Pendirian Pondok Pesantren 3. buletin Risalatuna (membahas masalah ketauhidan) dan buletin Al-Ghadir (informasi keilmuan dari Ahlibait as).

wakaf dan kitab titipan dari beberapa ustadz. Untuk menambah dan meningkatkan pengadaan dana. Program Kesekretariatan. Program Perpustakaan. Untuk melancarkan kegiatan operasional kegiatan Yayasan Al-Jawad. bahasa Inggris. Bahasa Arab dan Bahasa Parsi. maka divisi usaha mencoba untuk mengembangkan dengan membuka percetakan dan sablon. Nomor 11 Jl. maka setiap hari di sekretariat senantiasa ada aktifitas-aktifitas yang umumnya dilaksanakan pada pagi hingga sore hari. Pelayanan perpustakan untuk jama'ah di wilayah Bandung terdiri koleksi buku berbahasa Indonesia. SMU 63 Petukangan Utara. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax: (021) 73883179 Nomor : 045/PP/SMP. Program Divisi Usaha. Kanwil Suku Dinas Sosial Pemerintah Kota Administrasi Jakarta selatan . 13 Maret 2012 Kepada Yth.H.PP/III/2012 Lampiran :1 (Satu) berkas Perihal : Permohonan Perpanjangan Tanda Daftar Yayasan Jakarta. Sebagian besar koleksi perpustakaan adalah kitab-kitab referensi yang bersumber dari pembelian. Pesanggrahan. Kunjungan silaturahmi untuk jama'ah di luar kota pada umumnya disertai dengan kegiatan dakwah dan diskusi.S. YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA ( YPICPP ) AKTE NOTARIS :EDWAR.tokoh ulama dan beberapa ikhwan baik di dalam maupun di luar kota.

.Fotocopy Sertifikat HAM 5 Fotocopy Tanda Daftar Yayasan Lama 6. maka dengan ini kami memohon kepada bapak/ibu pimpinan untuk memperpanjang kembali Tanda Daftar Yayasan yang kami pimpin. Wb Sehubungan dengan telah habisnya masa Tanda Daftar Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita Persada (YPICPP) tahun 2012.Jl.H.Fotocopy Susunan Pengurus Yayasan 7. Wb. Pesanggrahan.Fotocopy Keterangan Domosili Demikian permohonan ini kami sampaikan. Hormat Kami Ketua YPICPP Drs. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax: (021) 73883179 SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA . Samsuri YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA ( YPICPP ) AKTE NOTARIS : EDWAR.9 Blok I Lt 12. Wassalamu’alaikum. atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih. SMU 63 Petukangan Utara.Kegiatan Tahunan Sekolah 3. Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1.Surat permohonan perpanjangan tanda daftar yayasan 2.Prapanca Raya No.Fotocopy Akte Notaris 4. Assalamu’alaikum.Foto Copy KTP Pengurus yayasan 7. Wr.Kebayoran Baru Jakarta selatan Di Jakarta Dengan hormat.S. Wr. Nomor 11 Jl.

13 Maret 2012 Drs.IP.SEKRETARIS : MAT ALI.H.S.PDI PENGURUS : 1.(YPICPP) PEMBINA : A S N A W I .S.ANGGOTA : ROHMATULLAH : MAS’UD Jakarta.MM 3. S a m s u r i .KETUA 2. SAMSURI 2.KETUA : Drs. S.BENDAHAR : MASWATIH PENGAWAS : 1..

Dalam menuliskan ini saya banyak juga mengambil referensi dari blog http://bima.ipb. saya menulis ini juga untuk menyemangati diri agar segera bisa memiliki "Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia".ac.Siapkan mobil dan surat-suratnya 2.Artikel saya ini sengaja saya susun untuk mengingat pengalaman saya belajar setir mobil beberapa tahun yang lalu. langsung saja kita mulai pelajaran setir mobil sendiri tanpa kursus: 1. Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian) .id/~anita/kursus_stir_mobil.Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya). Posisi: .htm Ok. Menghidupkan mobil dalam keadaan kopling di gigi nol 1) Pasang tali / sabuk pengaman 2) Putar kunci untuk menghidupkan mesin 3) Hidupkan AC 4) Turunkan Rem Tangan .

Belok balik (berputar balik 180o) ke kanan П a) Jika mobil melaju terlalu cepat. pindahkan gigi ke gigi 1 6) Angkat kopling pelan2 7) sambil Injak gas sedikit demi sedikit sampai terasa mobil bergerak 3. bisa merusak komponen mobilnya nanti) (lihat jalur apakah bebas atau tidak) . Jika jalur sudah bebas hambatan. kurangi laju jalannya mobil dengan menginjak kopling sekuku . Injak gas sedikit sampai dirasa mobil bisa melewati polisi tidur 5) Setelah dapat melewati polisi tidur injak gas pelan2 6.Jika jalur aman. Rasakan sampai mobil terasa bergerak mundur. biarkan saja mobil bergerak memakai lumpsum nya. dan injak kopling sekuku kalau ingin mengurangi jalan merayapnya mobil.Memundurkan mobil 1) Injak kopling habis. Menghadapi macet di lampu merah menggunakan rem 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem (mainkan sesuai keadaan jalan) 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 9. jalankan/belokkan mobil dengan mengangkat kopling sekuku (mobil akan maju merayap). Melalui polisi tidur 1) Angkat gas. atur jalannya mobil hanya dengan menginjak dan mengkat gas saja 5. angkat kopling sekuku (mobil merayap maju) f) Putar stir 2 x ke kanan (putar stir habis) (ingat jangan memutar stir dalam keadaan mobil diam/berhenti.Jika jalur sibuk berhentikan mobil dengan kombinasi mengangkat kopling sekuku dengan menempel rem (biasanya jika kopling diangkat sekuku akan terasa mobil bergetar sedikit) . Atur bergerak mundurnya mobil dengan cara menginjak dan mengangkat kopling sekuku sampai dengan � kopling (jangan lebih dan jangan mengangkat terlalu cepat agar mesin tidak mati) 4. 4) jika dirasa polisi tidur terlalu tinggi. Berhentikan mobil: Angkat kopling sekuku dan injak rem sedikit (tempel rem) 11. sampai terasa jalannya mobil stabil sesuai dengan kecepatan seharusnya 6) Lepaskan kaki dari kopling. Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan cepat 1) Injak rem pelan2 sampai terasa mobil berhenti 2) Injak kopling habis 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 4) Angkat rem tangan 8. lihat jalur apakah bebas jika ada mobil yang ingin lewat maka injak lagi kopling sekuku sambil menempel rem atau menempel gas (sebaiknya dipilih memberhentikan mobil dengan menempel gas agar jika mau jalan lagi tinggal lepaskan gas dan angkat kopling saja sekuku).5) Injak kopling habis. Jalankan mobil merayap: Angkat kopling sekuku (Dengan posisi ini mobil akan berjalan merayap) 12. Menambah/mengurangi gigi 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke gigi yang dikehendaki 3) Tempel gas 4) Angkat kaki dari kopling pelan2 7. tempel pedal rem 2) Injak kopling habis. pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling pelan2. atau ketika hendak keluar dari gang ke jalan raya 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap 4) atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 5) Tempel kaki di gas 10. Menghadapi macet di lampu merah tanpa menggunakan rem. tempel gas b) Injak kopling habis c) Angkat gas d) Pindahkan gigi ke gigi 1 e) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap (=bergerak perlahan). pindahkan gigi ke gigi R 2) Angkat kopling pelan2. Ganti gigi pada saat mobil berjalan (kaki kanan masih menginjak gas) 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke posisi yang dikendaki 4) Angkat kopling pelan2 5) Injak gas pelan2. mobil dijalankan hanya dengan mengangkat kopling sekuku sampai setengah kopling atau kopling tak usah diinjak.

rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan . tekan rem tangan..Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya ( 1 2 3 4 5 R untk mundur) 2.Jika mobil sudah lurus. tempel gas (sesuaikan dengan kondisi lalu lintas).Jika mobil di depan mulai berhenti perlahan. injak habis kopling. angkat kopling sekuku sampai mobil terasa bergetar sedikit (agar mobil tidak mundur). angkat kaki dari kopling. injak rem perlahan atau angkat kopling sekuku sambil injak gas sedikit. angkat kaki dari kopling. tempel gas. 1. masukkan gigi ke gigi 1. tempel gas 15. angkat kopling sampai terasa mobil maju jika perlu boleh tambahkan dengan menginjak gas CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDI Langkah awal Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pake belajar/belajar mengemudi. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan . MOBIL BERJALAN). Jika mobil di depan mulai bergerak maju. injak rem.Jika jalan menanjak. injak rem. 2. baru lepaskan rem. angkat rem tangan. Menghidupkan mobil yang mati mesin tiba2 1) Jangan panik ! 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2.Jika mobil di depan berhenti lama. MOBIL BERJALAN) 4) Injak kopling sekuku diimbangi dengan menginjak/menempel gas sedikit (mobil akan berhent. injak kopling habis. angkat kopling sekuku. injak rem. Untuk berjalan atau dan berhenti dalam posisi ini hanya menggunakan kombinasi injak dan angkat koling sekuku 16. MOBIL BERHENTIi) 5) Angkat kopling sekuku (mobil akan merayap maju kembali. injak habis kopling. Macet di jalan tanjakan 1) Gigi dalam posisi gigi 1 (sebaiknya selalu gunakan gigi 1 kalau jalanan macet) 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2.. . angkat kaki dari kopling. jika sudah sesuai dengan kondisi jalan yang dihadapi lepaskan kaki dari pedal kopling biarkan jalannya mobil hanya diatur oleh gas (gunakan gigi 1. lalu angkat kopling sekuku rasakan mobil mulai maju merayap . Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau standar keselamatan maka mulailah dengan sekarang…. dan 3 saja jika berada di dalam kota) 13.Jika mobil di depan mulai bergerak maju sedikit. injak kopling habis. (untuk mobil manual).Jika mobil sedah bergerak stabil. pindahkan gigi ke gigi 0. Kombinasi kopling dangan gas ketika mobil didepan berhenti tiba2 lebih baik digunakan sehingga kalau mobil di depan maju tinggal angkat kopling sambil tempel gas. angkat rem tangan. bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit .Jika mobil di depan berhenti tiba2. Jika jalan menanjak. pindahkan gigi ke gigi 0. injak pedal rem. injak gas (rasakan sampai terasa mobil berhenti perlahan) . Tanjakan tanpa menggunakan rem 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling 3) Angkat kopling sekuku (mobil akan bergerak maju perlahan.Jika jalur sudah bebas kembali ankat kopling sekukumkembali (mobil akan merayap maju kembali) g) Setelah mobil berhasil belok dan dirasa sudah lurus. angkat kopling perlahan sampai � kopling (rasakan sampai mobil bergetar)(agar mobil tidak mundur ketika melapas rem).Jika mobil di depan mulai bergerak sedikit di jalan tanjakan . Tiba2 ada orang menyeberang 1) Angkat gas 2) Injak rem 3) Injak kopling habis 17.Kenali posisi pedal Kopling tekan atau injak dan lepaskan secara perlahan . Macet di jalan rata 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. . Rem. tekan rem tangan. jalankan mobil hanya dengan gas saja 14.Jika mobil di depan berhenti lama.. Jadi maju dan berhentinya mobil hanya menggunakan kombinasi kopling dan gas ! . injak kopling. Kopling. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan. segera putar balik stir 2x ke kiri sambil mobil maju merayap . bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit. Jika mobil didepan berhenti di tanjakan . apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin. injak kopling.Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri 3. Jika mobil di depan mulai bergerak maju. angkat kopling perlahan. masukkan gigi ke gigi 1.

Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata 7. 6. antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang ke kanan dan k ekiri serta ke depan dan ke belakang. 3. Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa liat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol pula. majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full. lalu putar lagi keposisi kanan . bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu . senyaman mungkin. Posisi tersebut ada di tengah-tengah.Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baikanya anda mengoreksi kondisi tongkat prosnileng ( stik prosnileng ).Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri. lakukan dengan seharusnya saja jangan paksakan pandangan kita. Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol. Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan posisi mesin kendaraan putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir. Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri. Langkah selanjutnya.4. 5.Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemuadi dengan nyaman. Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir. AWAS kami harap anda janga dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda. tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri . namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan . maka secara sepontan anda akan merasaka perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda . akhirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan 4. Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal . anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal 2. posisikan pada posisi netral/ nol. atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju kedepan.karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam tahap kita belajar mengemudi. putar lagi maka anda melihat di speedo miter mobil anda beberapa lampu tanda yang akan menyala denga warna merah atau orange namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup. Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan pedal GAS dengan lembut.namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebut berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya turunkan tuasnya.Kenali posisi pedal Gas seberapa efek powernya 5. Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya . cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T. Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir. karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyaman mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersadarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil.Kenali posisi pedal Rem seberapa tekanannya! 1.

Lalu angkat ujung kakaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengan katan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kakik kanan anda dari pedal Rem denga catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil 9. lakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tanpa adanya tenaga untuk menekanya.Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikanstandby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan. Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan pelan 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem. 10. trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung.Bila mobil anda sudah molai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanby di posisi Rem .posisi tongkat prosneleng ka arah kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek) 8. 18. Macet di jalan turunan 1.Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali . Dengan demikian anda kan dengan sigap dan refleks akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga. sampai anda bisa merasa rileks dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut. maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus.Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rileks walaupun tanpa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada piosisi kopling angakat habis atau lepas habis namun denga catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada posisi pedal gas …AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan .namun tentunya cukup pelan saja 11. Mobil sedang melaju cepat tiba2 mobil didepan jalan merayap 1) Injak rem perlahan 2) Injak kopling habis.Gigi dalam posisi gigi 0 2) Mainkan rem saja tak perlu gas karena mobil akan berjalan dengan sendirinya tanpa di gas 19. Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan. pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling sekuku biarkan mobil maju merayap 4) jika mobil di depannya berhenti tinggal menginjak kopling lalu angkat sedikit kombinasikan dengan menginjak gas sampai mobil terasa berhenti perlahan. atau injak kopling dan tempel rem 20.. KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan anda kan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal. rasakan sampai mobil terasa berhenti secara perlahan2 (jangan menginjak rem terlalu cepat) 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 . sentuh sedikit demi sedikit.

maka angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur kembali) 7) Setelah mobil lurus dan cukup buat memutar mobil kembali. Memutar mundur mobil 180o (putar melawan arah jam) 1) Injak kopling habis 2) Putar stir habis ke kanan 3) Pindahkan gigi ke gigi R 4) Angkat kopling sekuku (mobil bergerak mundur perlahan dengan buntut mobil ke kanan) 5) Jika posisi sudah lumayan lurus.jalan . Parkir maju 1) Lewatkan mobil sebagian besar badannya 2) Belokin stir 3) Jalankan mobil pelan2 kopling diangkat pelan2 sekuku 27.4) Angkat rem tangan 21. injak kopling sekuku (untuk memberhentikan laju mobil) kemudian lihat dari kaca spion ruangan di belakang mobil apakah ada jarak atau tidak antara pantat mobil dengan sesuatu dibelakangnya) 6) Jika posisi aman. Melambatkan jalannya mobil ketika mundur (Mobil berjalan merayap) 1) Posisi gigi di R. pindahkan gigi ke gigi 1 8) Putar habis stir ke kiri ( 2 x putaran) 9) Angkat kopling sekuku (mobil mulai bergerak maju merayap lagi) 10) Jika masih belum dapat. pindahkan gigi ke R 12) Angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur) 13) Luruskan stir agar posisi ban atau posis parkir menjadi lurus 23. 6) Mata lihat ke kaca spion 7) Perhatikan: Mundur mobil harus diusahakan lurus segaris dengan trotoar Jika pantat mobil sudah sampai di ujung jalan atau kurang sedikit dari ujung jalan tempat parkir maka Injak kopling 8) Putar stir habis kekanan 2 x putaran 9) Angkat kopling sekuku 10) Jika jalan menanjak bantu tenaga mobil dengan menginjak gas 11) Jika kira2 mobil sudah masuk. Parkir mundur ke kanan 1) Injak kopling habis 2) Pindahkan gigi ke R 3) Tempel rem 4) Mundur lurus 5) Jalankan mundur perlahan dengan pola: jalan mundur pelan . pindahkan gigi ke R 3) Mundurkan mobil hanya dengan menggerakkan kopling sedikit. Contoh cara Parkir(disebelah kiri jalan) 1) Injak kopling habis 2) Lepaskan gas 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 4) Putar habis stir ke kiri (putar 2 x ) 5) Angkat kopling sekuku (mobil bergerak maju perlahan) 6) Atur mobil hingga parkir dengan ban lurus ke depan. Mundur/parkir ke kanan 1) Putar stir habis ke kanan 2) Mundur merayap 3) Putar balik stir 4) Mundur lurus 28.berhenti -jalan dengan cara: Injak kopling sekuku. tahan. gunanya agar power stering tidak cepat aus/rusak 22. tahan 4) Putar stir mobil 2 x ke kiri (putar habis) 5) Mobil luruskan (ban luruskan) dengan cara putar balik stir 2 x putaran ke kanan 6) Mundurkan lagi mobil sedikit agar mobil menjadi lurus 24. injak lagi sekuku. Berhentikan mobil ketika mundur 1) Angkat gas 2) Injak rem perlahan2 3) Injak kopling habis 25. injak lagi rem 11) injak kopling. angkat kopling sekuku. Parkir mundur di garasi bagain kiri jalan 1) Posisi belakang mobil sedikit sebelum tonggak pagar 2) Injak kopling habis.caranya: injak kopling habis. maka jika gas ditambah sebesar apapun mobil tak akan bergerak 26. lalu angkat lagi kopling sekuku. tahan. injak habis kopling. tempel rem 2) Injak kopling. luruskan mobil dengan cara injak kopling .berhenti . angkat gas. tahan biarkan mobil merayap. angkat/lepas rem 3) Angkat kopling sekuku Perhatikan ! Jika sudah dapat berhenti dengan kopling + tempel gas.

belok/memutar mobil.Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya ( 1 2 3 4 5 R untk mundur) 2. matikan mesin mobil. mundur. 3 untuk jalan lambat dan tanjakan 8) Gigi 4. belok. dan parkir 11) Gigi 3 untuk jalan raya besar 12) Gigi 2 untuk jalan raya kecil/sempit. start awal berjalan. (untuk mobil manual). macet. gembog stir mobil. apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin. Rem. angkat..Jangan lupa melihat kondisi jalur jalan sebelah kanan dan kiri serta belakang melalui kaca spion Perhatian saat menyetir mobil : 1) Stir tidak boleh diputar dalam keadaan mobil diam karena bisa merusak ban dan poros ban 2) Kalau jalan menanjak dan jalanan macet agak lama di tanjakan maka pakailah rem tangan jangan selalu mengandalkan kopling sebab kalau tidak dapat merusak mekanik kopling 3) Rem kaki tidak boleh diteka terus tapi harus dengan pola angkat.5 tak kuat jika digunakan untuk jalan tanjakan 9) Untuk menghindari mesin mati tiba2 maka angkatlah kopling pelan2 jangan menyentak dan sekaligus 10) setengah kopling berguna untuk jalan menanjak. ambil kunci dan simpan. Kopling. 1. begitu seterusnya sampai posisi mobil benar2 masuk . CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDI Langkah awal Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pake belajar/belajar mengemudi. buka pintu .Kenali posisi pedal Kopling tekan atau injak dan lepaskan secara perlahan 4. angkat kopling sekuku tahan. injak.Kenali posisi pedal Gas seberapa efek powernya 5.12) Putar balik stir 2 x ke kiri 13) Angkat kopling sekuku agar mobil bisa masuk pas ke dalam tempat parkir 14) Injak kopling 15) Tempel rem 16) Pindahkan gigi ke gigi 0 17) Angkat rem tangan 18) Lepaskan kaki dari kopling dan pedal rem 19) Matikan AC. pindahkan ke gigi R.. copot sealt belt. injak sekukuku taha.Jika kita salah perhitungan ketika membelokkan mundur mobil. injak (misalnya ketika turunan) sebab dapat menyebabkan rem terbakar 4) Pakailah selalu gigi 1 jika melalui jalan yang berlubang2 5) Untuk perjalanan dalam kota yang ramai dianjurkan untuk selalu menggunakan gigi 1 dan 2 saja 6) Kuasai emosi ketika berjalan lambat setelah berjalan cepat 7) Gigi 1. angkat lagi sekuku tahan.Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri 3.Kenali posisi pedal Rem seberapa tekanannya! . 2. jika kira2 sudah lurus (kontrol dengan cara mengatur ban mobil agr lurus dengan cara putar balik stir) 4) Mundurkan mobil dengan cara Injak kopling. maka 1) Injak kopling 2) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Majukan mobil sedikit. Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau standar keselamatan maka mulailah dengan sekarang….

Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir. Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir. AWAS kami harap anda janga dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda.Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali . 5. 6. Lalu angkat ujung kakaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengan katan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kakik kanan anda dari pedal Rem denga catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil . lalu putar lagi keposisi kanan . atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju kedepan. Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan pedal GAS dengan lembut. putar lagi maka anda melihat di speedo miter mobil anda beberapa lampu tanda yang akan menyala denga warna merah atau orange namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup. namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan posisi tongkat prosneleng ka arah kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek) 8. Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa liat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol pula. Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya . karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyaman mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersadarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil. majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full. Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol. anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal 2. 3. cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T. posisikan pada posisi netral/ nol.Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri. tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri . senyaman mungkin. maka secara sepontan anda akan merasaka perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda .karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam tahap kita belajar mengemudi.namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebut berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya turunkan tuasnya. Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri.Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baikanya anda mengoreksi kondisi tongkat prosnileng ( stik prosnileng ). lakukan dengan seharusnya saja jangan paksakan pandangan kita. Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal . akhirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan 4. Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan posisi mesin kendaraan putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir.1. antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang ke kanan dan k ekiri serta ke depan dan ke belakang.Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemuadi dengan nyaman. Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata 7. Posisi tersebut ada di tengah-tengah. Langkah selanjutnya. bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu .

lakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tanpa adanya tenaga untuk menekanya. Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan. sentuh sedikit demi sedikit.9. . maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus.Bila mobil anda sudah molai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanby di posisi Rem . trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung. 10.namun tentunya cukup pelan saja 11..Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikanstandby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan. Dengan demikian anda kan dengan sigap dan refleks akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga.Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rileks walaupun tanpa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada piosisi kopling angakat habis atau lepas habis namun denga catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada posisi pedal gas …AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan . sampai anda bisa merasa rileks dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut. KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan anda kan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal.

.LKS :Rp. April 2012 Wali Kelas A s n a w i . SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp. 4.H.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp. S. 5. 2.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 1.pdI . Jakarta. S. 3.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp.

5.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp. 5.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 4.LKS :Rp. 4. April 2012 Wali Kelas . SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp. 6. Jakarta.

8. 4. Jakarta.LKS :Rp.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp. April 2012 Wali Kelas .Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp. 5.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 7. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp. 9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful