KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Bantuan Siswa Miskin (BSM) tahun anggaran 2011. Laporan ini kami susun sebagai bentuk pertanggungjawaban kami atas penggunaan bantuan ini dan juga sebagai informasi tentang bantuan disekolah kami serta untuk bahan pengkajian kegiatan selanjutnya yang berkaitan dengan bantuan seperti ini berikutnya. Dalam pelaksanaan kegiatan Bantuan untuk siswa miskin Tahun Anggaran 2011 yang kami selenggarakan kali ini tidak menemukan kendala yang berarti sehingga semua program dapat terselenggarakan dengan baik. Bersama dengan ini kami ucapkan terima kasih kepada 1. Pimpinan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan SMP

Kami berharap laporan pertanggungjawaban ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan evaluasi untuk program bantuan seperti ini berikutnya

Jakarta, November 2011 Ka. SMP Puspita Persada

Dra. ERLIN SRI WAHYUNINGSIH

Jakarta, November 2011 Nomor Lampiran Perihal : : 1 (satu) bundle : Pengiriman Laporan Bantuan Siswa Miskin ( BSM) Tahun Anggaran 2011 : Pimpinan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan SMP

Kepada

Dengan hormat, Bersama ini kami kirimkan 1 (satu) berkas laporan pelaksanaan Bantuan Siswa Miskin (BSM) SMP Tahun Anggaran 2011 pada SMP PUSPITA PERSADA Jakarta. Laporan ini merupakan laporan yang kami susun dan dilampirkan dengan bukti – bukti dokumen pendukung. Demikian kiranya dapat dimaklumi, dan atas perhatian serta bantuan Bapak kami ucapkan terima kasih.

Kepala Sekolah SMP Puspita Persada Jakarta

Dra. ERLIN SRI WAHYUNINGSIH

Soal

: Pilihan Ganda : :

Hari/Tanggal Waktu

1.Ditinjau dari asal usul kata kewirausahaan berasal dari 2 kata yaitu wira dan usaha. Kata usaha artinya … a. b. c. 1. a. b. c. d. e. kemauan keras berpikir maju ke depan kemampuan untuk lebih baik Hal yang patut dilakukan untuk mengubah sikap yang baik adalah … lebih baik berbuat kreatif daripada berpikir kritis supel dalam pergaulan dan yakin akan pekerjaan yang dilakukan menggunakan proses pikir yang positif berjuang tidak mengenal lelah kemauan keras d. bekerja secara tekun dan mandiri e. sanggup memikul resiko

1. Seorang wirausahawan akan berusaha untuk mengerjakan segala sesuatu berdasarkan kekuatan dan kemampuannya sendiri tanpa memikirkan pertolongan orang lain terlebih dahulu mulai pembuatan program sampai pelaksanaannya adalah sikap … a. b. Teliti mandiri c. Mengenal potensi diri d. berpedoman pada program e. manajemen yang baik

1. Berpikir secara luas dan luwes sehingga mampu menggabungkan ide-ide/gagasan yang sudah pernah ada sehingga menjadi sebuah gagasan baru, merupakan pengertian dari berpikir … a. b. Regresif kraetif c. Positif d. realistis e. konseptual

1. Seseorang dikatakan kreatif apabila ia memiliki … a. b. Kekayaan kemandirian c. Gagasan baru dan diwujudkan d. kredibilitas e. pengalaman

1. Proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima pesan dalam bahasa yang disepakati sehingga penerima pesan dapat menerima dan memberikan respon disebut … a. b. Informasi sosialisasi c. Komunikasi d. internalisasi e. indoktrinasi

1. Suatu proses yang mengubah ide baru/aplikasi baru menjadi produk, yang berguna disebut … a. Inovasi c. Konsep e. pemanfataan

Potensi sosialisasi c. b. Berkhayal dan bermimpi e. berdisiplin menjalankan kebiasaan yang positif berusaha mencapai target produksi memaafkan setiap kesalahan yang dibuat rekanan usaha kita menetapkan tujuan usaha yang bervariasi menolak setiap inovasi dari luar 1. c. self confidence e. banyak berlatih dan disiplin mendengarkan berita b. d. b. Pengajaran Pendidikan c. penemuan 1. Apatis d. Sikap menepati atau menaati norma yang sering terkait dengan faktor waktu disebut … a. banyak d. d. Kreativitas d. magang e. Cara melatih diri kita untuk memiliki komitmen yang tinggi adalah dengan … a. Suatu sistem pemberian hukuman atau penghargaan/hadiah bagi seseorang atau sekelompok orang/lembaga karena kesalahan atau keberhasilan yang ia ciptakan disebut … a.b. organisasi . e. Salah satu tujuan penganalisisan peluang inovatif dengan cara sistematis adalah … a. Kunci utama untuk memperoleh keterampilan yang tinggi adalah … a. b. memperkaya wawasan lingkungan memperluas pergaulan memperkaya imajinasi dan daya khayal meningkatkan tingkat kecerdasan mencari peluang yang sesuai dengan inovasi yang akan dilakukan 1. kreatif e. Teledor Posesif c. Kombinasi d. punishment & reward 1. e. disiplin 1. Bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkron antara pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian dapat dilakukan melalui sistem … a. Otosugesti d. b. belajar teori semata c. berpikir lateral 1. b. c.

1. Yang tidak termasuk manfaat bagi siswa peserta magang dari pernyataan di bawah ini adalah … a. pengembangan jiwa/sifat profesional produktif b. kemampuan memilih karier dan kompetisi mengembangkan net work c. dapat menghayati peran wirausahawan d. menjadi warga negara yang

e. membangun dan

1. Salah satu cara menggunakan waktu yang lebih baik adalah … a. b. c. d. e. memanfaatkan waktu untuk kegiatan belajar semata banyak istirahat di waktu luang membagi-bagi waktu untuk setiap kegiatan menggunakan waktu luang dengan bepergian bekerja sambil bermain 1. Tidak membuang waktu, tenaga dan uang serta memilih cara yang paling tepat untuk mencapai sasaran, merupakan pengertian dari … a. b. bekerja produktif bekerja secara kreatif c. Bekerja imajinatif d. bekerja efektif dan efisien e. bekerja fleksibel

1. Contoh kegiatan yang dapat melatih atau membentuk perilaku efektif dan efisien dalam diri seseorang adalah … a. b. Origami berkebun c. Berladang d. traveling e. belajar di sekolah

1. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan adalah … a. b. lingkungan wirausahawan lingkungan alam c. Positif dan negatif d. orientasi sejarah e. pemasaran

1. Langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan dimulai dengan … a. b. c. d. e. mencari alternatif pemecahan masalah mengidentifikasi atau mengenali masalah memilih alternatif yang paling efektif dan efisien melaksanakan alternatif yang diperoleh mengevaluasi ketepatan alternatif yang dipilih

1. Bila seseorang wirausahawan hanya mempunyai sedikit informasi tentang hasil keputusan yang diambil dan keputusan tersebut dilaksanakan, dia akan menghadapi suatu kondisi … a. b. kepastian penuh kepastian tidak penuh c. Ketidakpastian sepenuhnya d. stabilitas e. resiko

1. Di bawah ini yang tidak termasuk dalam indikator instrumen analisis ekonomi makro adalah … a. pertumbuhan ekonomi pembayaran b. fluktuasi kurs mata uang c. Kesempatan kerja e. neraca

d. tingkat inflasi

1. Beberapa faktor teknis yang menyebabkan timbulnya kegagalan dalam berusaha yaitu faktor pembiayaan, perencanaan, dan komunikasi. Yang tidak termasuk penyebab gagalnya suatu perencanaan adalah … a. b. c. d. e. rencana kurang terperinci dalam pemaparan tujuan dan sasaran kurangnya analisis situasi yang memadai lemahnya proses komunikasi tujuan dan sasaran yang tidak realistis kurangnya antisipasi dalam menghadapi persaingan dan perubahan trend

1. Mendapatkan keuntungan sehingga dapat mensejahterakan karyawan dan memperluas usaha termasuk … a. visi perusahaan perusahaan b. misi perusahaan c. Tujuan perusahaan e. kunci keberhasilan

d. program perusahaan

1. Apabila suatu jenis produk atau jasa telah memiliki pangsa pasar yang besar dibandingkan dengan produk lain yang sejenis berarti berhasil dalam pemasaran. Produk tersebut dinamakan … a. b. pemimpin pasar menguasai pasar c. Merajai pasar d. mendominasi pasar e. mengalahkan pasar

1. Untuk menganalisa lingkungan eksternal dalam perencanaan usaha seorang wirausaha dapat menggunakan sistem … a. b. c. opportunities and threats opportunities and strength opportunities and weakness d. strength, weakness, opportunities and threats e. strength and weakness

1. Sebuah rencana bisnis berisi tentang kegiatan yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh perusahaan. Informasi yang tidak diperlukan dalam menyusun rencana bisnis adalah … a. b. perkembangan usaha diskripsi produk c. Harga d. segmen pasar e. keuntungan

1. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepercayaan bank terhadap calon nasabah adalah kemampuan (capacity), maksudnya adalah … a. b. c. d. e. kemampuan nasabah untuk menggunakan uang pinjaman kemampuan pihak bank dalam menyediakan dana pinjaman kemampuan nasabah melunasi kredit beserta bunga tepat pada waktunya kemampuan bank untuk mengontrol penggunaan uang kemampuan nasabah untuk mengembangkan usahanya

1. Untuk memperoleh KIK (kredit investasi kecil) dan KMKP (kredit modal kerja permanen) ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain … a. b. c. d. e. ada izin usaha sedang mendapat bantuan dari pihak lain sedang menyelesaikan angsuran terakhir ada rencana usaha jangka panjang pengusaha campuran

1. Kredit jangka menengah atau jangka panjang yang diberikan kepada pengusaha/perusahaan kecil pribumi dengan persyaratan dan prosedur khusus guna pembiayaan barang-barang modal serta jasa yang diperlukan untuk rehabilitasi, modernisasi, perluasan proyek dan pendirian proyek baru disebut … a. kredit modal kerja permanen b. kredit bank c. Kredit investasi kecil e. kredit modal

d. kredit investasi

1. Yang tidak tergolong persyaratan untuk mendapatkan kredit investasi dan kredit modal kerja secara sistematik adalah sebagai berikut … a. perencanaan kredit memperoleh kredit b. permohonan kredit c. Administrasi kredit e. program

d. pengawasan kredit

1. Salah satu pernyataan berikut tidak termasuk aspek pengolahan permohonan kredit bank yaitu … a. analisis permohonan kredit jaminan kredit c. Wawancara e. penetapan

c. jasa komersial e. bahan bangunan dan sebagainya. murah harganya dan mudah dipakainya terjamin kualitasnya dan mudah dipakainya mudah pembuatannya dan disenangi d. d. b. Dalam menjual produk seorang penjual harus memberikan pelayanan yang sebaikbaiknya kepada pembeli/pelanggan. disenani oleh konsumen 1. penelitian pendahuluan d. peralatan rumah tangga. Jasa telekomunikasi d. banyak berkhayal e. e. teori 3 A e. pemeriksaan ke tempat usaha 1. teori AIDAS 1. b. perdagangan/distribusi produksi/industri c. termasuk bidang usaha … a. pelayanan pembeli 1. c. b. teori ekonomi teori manajemen c.b. Peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh wirausahawan seperti pakaian. Pelayanan prima d. canggih teknologinya e. b. pelayanan maksimal pelayanan terpadu c. Untuk menciptakan peluang pasar pengusaha kecil dapat menciptakan produk yang … a. Teori attention d. kerajinan. Salah satu manfaat yang bisa diperoleh jika calon wirausaha memiliki kemampuan komunikasi adalah … a. pelayanan aktif e. Kegiatan yang dapat menunjang terciptanya gagasan untuk produk baru atau perbaikan produk yang sudah ada antara lain … a. jasa konstruksi . meminta bantuan rekanan bisnis 1. mudah mendapatkan laba mudah mencari relasi mudah menimba pengalaman lebih berorientasi ke depan mudah mengumpulkan informasi untuk mencari peluang usaha 1. b. Kegiatan ini dikenal dengan istilah … a. kegiatan penelitian dan pengembangan meminjam uang ke bank bekerjasama dengan pemilik modal d. Teori yang menjelaskan tentang tahapan-tahapan yang dilalui oleh seorang pembeli sampai akhirnya ia memutuskan untuk membeli sebuah barang adalah … a. c. b.

Ekspor migas e. Manajemen d. milik warga negara Indonesia e. Proposal diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan yaitu pihak yang memerlukan bahan masukan untuk mengambil keputusan. usaha 1. Berikut ini yang tidak termasuk kriteria usaha kecil menurut Undang-undang RI No. berdiri sendiri 1. 200. manajemen e. b. Dalam menentukan produk yang akan dihasilkan. Usaha di bidang jasa e. uasaha seperti keagenan minyak. b. Produk Personalia c.usaha perseorangan penjualan tahunan maksimal 1 milyar rupiah d. hal ini disebut … a. pakaian atau ekspor/impor termasuk ke dalam kelompok … a. periklanan . SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan usaha di bidang … a. Arti penting proposal e.000. 9 Tahun 1995 adalah … a. usaha pertanian komersial b. uraian usaha laporan keuangan c.1.000. kondisi perusahaan lain c. lampiran pelengkap lainnya 1. Penawaran konsumen e. dalam proposal terdapat pada bagian … a. usaha industri c. kekayaan diatas Rp. permintaan produsen 1. usaha jasa d. tingkat kedalaman proposal c. Wirausaha mengajukan kebutuhan dana yang diperlukan dalam ranbgka mengembangkan usahanya secara terperinci alokasinya. b. sepatu. kebutuhan d. Laporan keuangan d. usaha perdagangan 1. Dalam proposal usaha. tujuan d. c. salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh seorang wirausahawan adalah … a. kegunaan proposal 1. proposal kredit e. isi proposal proposal b. Pertanian c. persaingan dalam pasar produsen b.000. Ditinjau dari jenis produk atau jasa yang dihasilkan maupun aktivitas yang dilakukan. penjelasan singkat tentang usaha yang sedang atau akan dijalankan oleh wirausahawan dicantumkan dalam uraian tentang … a.

SIUP dan AMDAL 1. kelautan d. Yang tidak termasuk dasar pentingnya dilakukan studi kelayakan perusahaan dari pernyataan berikut adalah aspek … a. b. KTP c. character 1. akta pendirian perusahaan R/L b. Kujujuran dan itikad baik (good will) nasabah yang akan mengembalikan pinjamannya dengan tepat waktu berhubungan dengan … a. b. neraca dan rincian d. Pendek menengah c. Capital d. kredit memiliki arti … a. Colateral condition c. Kredit investasi kecil adalah kredit yang mempunyai jangka … a. Dalam arti ekonomi. SITU. uang/modal 1. perdagangan dan jasa 1. capacity e. piutang e. KK e. penambahan barang modal kerja penambahan modal kerja penambahan fasilitas penambahan modal kerja dan fasilitas penambahan barang modal kerja dan fasilitas 1. ekonomi dan keuangan e. semoga sukses ! . menengah atau panjang e. c. Dokumen yang tidak diperlukan dalam permohonan kredit yaitu … a. b. lokasi 1. pasar dan pemasaran politik c. Penundaan pembayaran d. Teknik dan teknologi d. pendek atau menengah Catatan : sengaja tidak pakai nomor untuk di random Selamat mengerjakan. b.b. d. b. Kepercayaan kemampuan c. Panjang d. e. Kredit investasi diperuntukkan untuk keperluan … a.

Data hasil asesmen yang memadai dapat menjadi dasar melakukan bantuan yang tepat dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. maupun perseveratif. Dalam kode etik profesi BK disebutkan bahwa dalam BK terdapat layanan informasi. belajar dan karir. testing dan riset. Salah satu instrumen dalam kegiatan asesmen adalah tes. baik dalam fungsi kuratif. II KEDUDUKAN DAN PERAN TES DALAM BK Test mendapat tempat sentral dalam layanan bimbingan dan konseling. Menurut Shertzer & Stone (1981) dan NA PPPK (2008) ada beberapa komponen layanan program bimbingan di mana di dalam komponen tersebut. misalnya berupa hasil tes prestasi belajar dari sekelompok siswa yang akan dibimbing. dalam bimbingan kelompok yang bertujuan untuk merespon kebutuhan dan minat peserta didik. testing merupakan aspek yang dipandang urgen dan perlu untuk dilakukan dengan dasar pemikiran bahwa hasil testing dapat melengkapi hasil non testing. Hasil tes prestasi belajar membantu menunjukkan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa berkaitan dengan belajar. Semua layanan bimbingan konseling mesti berpangkal dari hasil asesmen yang memadai. konselor memerlukan data pendukung. Layanan Dasar Bimbingan Layanan dasar merupakan proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. apalagi fungsi pengembangan (developmental) dan pencegahan (preventif).Kedudukan dan Penggunaan Tes dalam BK I PENDAHULUAN Asesmen adalah hal yang sangat penting bagi bimbingan dan konseling. b. Layanan Responsif . yaitu: a. Teknik tes diberikan dengan menyelenggarakan program testing untuk mengetahui potensi atau kemampuan klien. tes mempunyai tempat yang sentral dan penting. dan mampu mencapai tujuan layanan dengan tuntas. berkualitas. Komponen yang terdapat dalam layanan dasar antara lain bimbingan pribadi. Dengan demikian tes dapat dikatakan berperan sebgai alat untuk membantu konselor memahami siswanya dengan lebih baik dan menyeluruh sehingga siswa yang dibimbing dapat memahami dirinya sendiri dan bisa mengambil keputusan secara tepat (J Cronbach: 1949). Jadi asesmen mutlak perlu dalam program bimbingan dan konseling. Pelaksanaan layanan dasar ini sangat memerlukan instrumen asessmen sebagai pijakan dalam memberikan bimbingan. Dengan demikian. sosial. Tanpa asesmen yang berkualitas tidak akan ada program bimbingan dan konseling komprehensif. Contohnya.

1990). Secara umum. seleksi. layanan konsultasi. tes memiliki peran sebagai data tambahan dalam proses konseling. kedudukan tes dalam kegiatan perencanaan individual adalah memberikan informasi dalam mengambil keputusan. dalam kegiatan layanan responsif khususnya kegiatan layanan konseling individual dan kelompok. memelihara. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tes berperan dalam proses penyelesaian masalah psikologis siswa. hubungan orang tua dan masyarakat luas. belajar dan karier. Komponen kegiatan yang terdapat dalam layanan responsif antara lain: konseling individual dan kelompok. Testing dilakukan untuk memperoleh data secara obyektif. Dukungan Sistem Dukungan sistem adalah kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan. manajemen program. responsif. kolaborasi dengan orang tua. konferensi kasus. bimbingan teman sebaya. keseluruhan layanan yang terdapat dalam layanan responsif memerlukan bantuan instrumen baik tes maupun non tes dalam penyelenggaraannya. Dari berbagai layanan pendukung ada beberapa layanan yang menempatkan tes sebagai salah satu instrumennya antara lain: 1) Layanan Informasi . penerimaan dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif sehingga siswa bisa merencanakan sesuatu berbasis kekuatan atau potensi diri yang dimilikinya. Melalui kegiatan penilaian diri ini. menyediakan informasi dan mencapai tujuan pemberian testing. Oleh karena itu testing merupakan bagian yang integral dalam proses konseling. peserta didik akan memiliki pemahaman. konsultasi dengan guru dan segenap komponen sekolah. sosial. staf ahli/penasihat. menjawab pertanyaan. Layanan Perencanaan Individual Dalam layanan perencanaan individual. penelitian dan pengembangan (Ellis. sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Di sekolah. perencanaan individual. d. dan dukungan sistem dalam implementasinya didukung oleh beberapa jenis layanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian. c. kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah. konselor membantu peserta menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh yaitu menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek pribadi. dan kunjungan rumah. sebagian besar tes digunakan untuk memberikan tanda adanya hubungan konseling. dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan professional. Penggunaan instrumen tes bertujuan untuk membantu konselor memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap siswa yang dibantu dari sisi psikologisnya. kolaborasi dengan guru atau wali kelas. Kegiatan utama layanan dasar bimbingan.Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. Dalam buku Using Tests In Counseling (Goldman: 1971) dijelaskan bahwa perencanaan. layanan referral. administrasi dan skor tes digunakan konselor dalam menyelenggarakan proses konseling. Selain berperan dalam penyelesaian masalah psikologis siswa.

mendatangkan narasumber. 4) Layanan Penempatan Layanan penempatan adalah suatu kegiatan bimbingan yang dilakukan untuk membantu individu atau kelompok yang mengalami mismatch (ketidaksesuaian antara potensi dengan usaha pengembangan). seminar. dan penempatan individu pada lingkungan yang sesuai bagi dirinya serta pemberian kesempatan kepada individu untuk berkembang secara optimal. ahli hukum dalam penyelenggaraan Career Day. Penempatan ini dilakukan dengan menyesuaikan siswa sesuai kondisi dan kemampuan seperti kelompok belajar. 2) Layanan Konseling Layanan konseling diberikan untuk memfasilitasi pemahaman diri dan perkembangan konseli melalui hubungan individual maupun kelompok. Fokus utama konseling cenderung pada perkembangan pribadi dan pembuatan keputusan berdasarkan pemahaman diri dan pengetahuan lingkungan. konselor dapat membantu siswa untuk mempersiapkan diri dan masa depannya. baik tes maupun non-tes. atau informasi yang diperoleh dari stakeholder. internet. Data hasil tes berupa intelegensi. Fakta menunjukkan bahwa tes membantu dalam pemahaman individu dan pengambilan keputusan (Cronbach. konselor memerlukan data pendukung. Fakta . 1949). lokakarya dan pemberian brosur/leaflet). belajar maupun karir. Informasi yang dapat diberikan oleh konselor meliputi strategi pengembangan kepribadian. strategi belajar. kegiatan ekstrakurikuler. konseling. penjurusan. pengambilan keputusan yang tepat dan bimbingan lain yang terkait. Dalam memberikan layanan informasi. Layanan inforamsi dapat diberikan melalui kegiatan bimbingan baik individual maupun kelompok (bimbingan. Data-data ini dihimpun untuk memberikan informasi yang komprehensif pada konseli (siswa). vokasional. bakat dan minat kemudian diintepretasikan dan dapat digunakan untuk membantu siswa memilih dan mengambil keputusan tentang masa depannya. Berkaitan dengan tes. 3) Layanan Konsultasi Konsultasi dirancang untuk memberikan bantuan teknis kepada guru. kesempatan pendidikan. Sedangkan data nontes seperti hasil wawancara dan observasi dapat digabungkan dan dikomplementerkan dalam rangka mengarahkan siswa dalam mengambil keputusan. Konsultasi dapat dilakukan dengan meminta narasumber dari ahli terkait seperti ahli medis. konselor dapat menghimpun data hasil tes maupun nontes.Layanan informasi diselenggarakan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada siswa terkait dengan bimbingan pribadi. Siginifikansi skor tes akan lebih baik apabila dikombinasikan dengan hasil wawancara. administrator dan orang tua dalam rangka memberikan layanan secara efektif dan memperbaiki kinerja sekolah. baik tes maupun nontes. Narasumber yang diundang diharapkan dapat memberikan informasi kepada orang tua dan siswa tentang potensi siswa. pemilihan karir dan pengambilan keputusan. sosial. bengkel kerja. studi kasus dan metode lainnya. keterampilan pengembangan kemampuan intrapersonal dan interpersonal. Layanan informasi dapat diberikan secara langsung maupun tidak langsung. Informasi yang disampaikan itu berbasis data. Informasi dapat diperoleh konselor dari buku. Dalam penyelenggaraan layanan konseling. Kedua data ini bersifat saling mendukung dan saling melengkapi. maka hasil tes dapat digunakan oleh konselor sebagai salah satu media dalam layanan informasi sehingga siswa dapat mengetahui potensi dirinya.

5) Layanan Appraisal dan Tindak Lanjut Layanan appraisal dirancang untuk mengumpulkan. Melalui data atau informasi tentang siswa tersebut. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan teknik. Sedangkan tes yang bisa digunakan oleh konselor tanpa harus dengan bantuan psikolog antara lain tes prestasi belajar. bakat) maupun eksternal (kondisi lingkungan di rumah. Layanan ini sekaligus secara tidak langsung dapat berfungsi untuk menilai keberhasilan program bimbingan secara keseluruhan. Selain penyaluran dalam kegiatan ekstrakurikuler juga dilakukan pelayanan penyaluran dalam bidang pemilihan sekolah lanjutan yang sesuai dengan kemampuan anak. minat. baik tes maupun nontes. Dalam penyelenggaraan teknik tes. kepribadian. Perkembangan individu ini menekankan pada penggunaan tes untuk meningkatkan pemahaman diri dan pengembangan personal. menganalisa dan menggunakan data obyektif tentang sejauh mana siswa berhasil memahami diri dan mencapai tugas-tugas perkembangannya. Semua kegiatan di atas menguatkan peran tes sebagai pemberi informasi dalam proses pengambilan keputusan. perkembangan persiapan jabatan dan penempatan (placement). Penyelenggaraan pengumpulan data teknik nontes dapat dilakukan dengan observasi. Untuk tujuan tersebut. dokumen foto dan data serta data sosiometri. Salah satu penggunaan tes dalam konseling vokasional adalah membantu individu memperoleh kesuksesan karir. Peran tes dalam kegiatan penjurusan ini serupa juga dalam hal kegiatan penyaluran. Tes data memberikan jawaban tentang jabatan-jabatan yang tersedia. Berdasarkan uraian di atas. kepribadian. identifikasi alternatif jabatan. Dalam kerangka kerja ini. catatan observasi. Anne Anastasia dan Susan Urbina (1971) menyatakan bahwa testing digunakan dalam bimbingan pendidikan dan jabatan seta dipakai untuk merencanakan segala aspek dalam kehidupan individu. dapat dikatakan bahwa kedudukan tes dalam layanan penempatan adalah memberikan informasi dalam mengambil keputusan. Konselor di sekolah membantu siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat dan minat. Melalui hasil data-data baik tes . Menurut Munandir (1988) informasi yang dibutuhkan konseli antara lain bimbingan dan konseling vokasional. konselor dan guru diharapkan dapat lebih memahami siswa dan membantu siswa dalam mencapai tugas perkembangannya. dan di luar sekolah).menunjukkan bahwa tes membantu dalam pemahaman individu dan pengambilan keputusan (J Cronbach: 1949). dokumentasi dan sosiometri. psikolog membuat suatu interpretasi yang kemudian akan disampaikan kepada konselor. bakat. konselor perlu bekerjasama dengan lembaga/biro psikologi. Selanjutnya tugas konselor adalah menginformasikan kepada konseli atau orang tua dan menggunakan data atau hasil tes tersebut untuk kepentingan yang terkait dengan kebutuhan siswa. seleksi jabatan. skor tes menjadi bagian informasi yang diberikan pada individu dalam proses pengambilan keputusan. Tes yang pada umumnya digunakan di sekolah seperti tes intelegensi. data merupakan alat atau media informasi yang perlu digali untuk memperoleh gambaran tentang siswa. baik yang sifatnya internal (potensi siswa. Data atau informasi tentang siswa diperoleh melalui pengumpulan data. Dari hasil penilaian ini selanjutnya dianalisis dan kemudian merencanakan tindak lanjut bimbingan. Dari hasil tes tersebut. dan minat. Data hasil nontes antara lain transkrip wawancara. wawancara.

Norma usia dapat mempresentasikan performa tes individu-individu yang dikelompokkan dan dinormakan berdasarkan usia kronologisnya. Tujuan Tes Dalam BK Untuk keperluan bimbingan konseling. salah satu hal penting adalah kriteria tes. Validitas konstruk menyoroti ketepatan teori atau konsep yang melandasi instrument tes tertentu. Reliabilitas Reliabilitas tes memampukam konselor atau pengguna lainnya menentukan taraf di mana bisa melakukan prediksi secara konsisten. Ada pun kriteria tes yang baik yakni. Pemilihan Tes Berdasarkan Kriteria Untuk melaksanakan tes dalam bimbingan konseling hal penting yang harus dilakukan adalah memilih atau menyeleksi alat tes yang harus digunakan untuk keprluan tertentu. memahami dan mengoptimalkan potensi diri. dan dalam menginterpretasikannya. (2) Penggunaan tes untuk konseling (counseling uses of test) artinya setelah tes dilakukan. (c) penyesuaian institusi dilakukan guna menemukan kebutuhan dan karakteristik individu tertentu. Dalam pelaksanaan tes ada dua kategori tujuan. dan (d) melakukan pengembangan dan revisi institusi untuk menemukan kebutuhan dan karakteristik siswa atau karyawan/pekerja pada umumnya.maupun nontes diharapkan membantu siswa untuk menerima. konnselor harus memiliki sejumlah informasi yang berkaitan dan akurasi mengenai individu dan juga kondisi serta situasi yang ada bahkan informasi lain yang berasal dari orang lain diluar indiividu. informasi yang telah diperoleh dapat ditindak lanjut untuk keperluan konseling. Kepraktisan lain yang harus di pertimbangkan adalah dari segi biaya dan waktu yang di perlukan. Norma usia Dalam tes usia sangat berpengaruh terhadap kondiisi testi. baik dalam konstruksi atau penyusunan maupun dari segi isi. Oleh karena itu tes dilakukan guna memperoleh informasi atau data yang penting dan akurat. (b) penempatan individu pada institusi. Validitas Suatu tes layak digunakan apabila memenuhi kriteria valid. (1) Tes untuk keperluan non-konseling (noncounseling uses of test) yang mencakup (a) seleksi calon untuk penempatan pada lembaga/instiusi. kriteria penting lainnya adalah suatu tes tertentu harus praktis dalam penggunaan. 4. (a) diagnosis informasi prakonseling (precounseling diagnostic information). (b) informasi untuk proses . 1. B. Praktikalitas Dalam pelaksanaan tes. 2. sedangkan validitas isi mencakup hal-hal yang hendak diketahui melalui tes tersebur harus terwakili didalam isi dari suatu tes tertentu. 3. Super (1957b) dan Bordin (1955) berpendapat bahwa informasi tersebut dapat digunakan dalam Tiga kategori. yakni. dalam penskoran. III PENGGUNAAN TES DALAM BK A. oleh karena itu norma usia merupakan kriteria penting.

. (c) menyediakan informasi untuk membantu individu membuat keputusan pendidikan dan karir atau alternative pilihan yang ada (d) membantu memprediksi tingkat sukses akademis atau pekerjaan yang bisa di antisipasi individu dan (e) berguna bagi mengelompokkan individu dengan bakat serupa bagi tujuan perkembangan kepribadian dan pendidikan. yang paling populer dari tes ini adalah digunakan untuk mengukur IQ atau sering dikenal dengan nama tes kecerdasan Stanford-Binet. (b) mendukung pengembangan kemampuan istimewa atau potensial individu tertentu. kemampuan mental dan kemampuan kecerdasan. jensi-jensi tersebut antara lain adalah : 1. tes bakat unik tes bakat skolastik dan lainnya. sesuai dengan nama perancang yakni Alfred Binet pada tahun 1900-an. Tes Kepribadian Anastasi dan Urbina. 1997 berpendapat bahwa tes kepribadian merupakan instrument untuk mengukur karakteristik emosi. tes bakat umum. Karena itu inventori minat dirancang untuk menilai minat-minat pribadi dan mengaitkan minat-minat tersebut dengan wilya kerja yang lain. Tes Kecerdasan Tes kecerdasan digunakan untuk mengukur kemampuan akademik. Jenis-Jenis Tes Setelah diketahui bahwa tes yang hendak digunakan merupakan tes standar maka dalam bimbingan konseling ada beberapa instrument atau alat tes yang dapat di gunakan untuk kepentingan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. Tes Bakat Tes bakat banyak digunakan oleh para konselor dan tenaga professional lainnya untuk mengidentifikasi (a) kemampuan potensial yang tidak disadari individu. motivasi. Jadwal Preferensi Pribadi Edwards (EPPS) dan Inventori Multifase Minesota (MMPI).konseling (information for the counseling itself). 4. dan (c) informasi untuk perencanaan dan tindakan setelah konseling (information for postcounseling plans and action). Inventiori Minat Inventori minat dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa pada setiap individu ada perbedaan dalam minat baik secara umum maupun minat pekerjaan tertentu. C. Skala Wecshler dirancang berbdasarkan perbedaan usia antara lain Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence III (WPPSI-III) dirancang khusus untuk anak-anak usia 2 Tahun 6 Bulan sampai 7 Tahun 3 Bulan. Tes bakat dapat dilakukan untuk mengungkapkan antara lain bakat Khusus. sesuatu yang dibedakan dari bakat atau ketrampilan. hubungan antar pribadi dan sikap. Tes kepribadaian yang standard an popular digunakan antara lain Indikator Tipe Kepribadian Myers-Briggs (MBTI). Wichsler Intelligence Scale for Cildren-Fourt Edition (WISC-IV) dirancang untuk anak-anak usia 6 Tahu sampai remaja usia 16 tahun dan Wechsler Adult Intelligence Scale-Third Edition (WAIS-III) dirancang untuk remaja usia 16 tahun hingga manula usia 89 Tahun 2. Selain itu ada pun tes lain yang bisa digunakan yakni skala Wechsler yang dirancang oleh David Wechsler. 3.

supaya tidak ada unsur pemaksaan dalam pemberian tes oleh koselor.5. maupun pengalaman masa lalu dengan tes. Kaitan Tes dengan Statistik Dalam penggunaan tes baik oleh konselor dan juga tenaga professional lainnya sangat dibutuhkan kontribusi statistik dalam menginterpretasikan hasil tes atau penilaian. Alasan para klien untuk menginginkan tes. yakni deskriptif. dan (c) menyimpulkan karakteristik suatu populasi dari sampel populasi tersebut. . Klien hendaknya terlibat dalam proses pemilihan tes. 1971) diuraikan bahwa konselor sekolah perlu: a) menyesuaikan data untuk memprediksi potensi klien. dan evaluatif. Data yang telah diperoleh dianalisis selanjutnya diinterpretasi guna pengambilan keputusan tindakan yang tepat. Tes Prestasi Tes prestasi belajar berhubungan dengan tingkat pengetahuan. IV KODE ETIK PENGGUNAAN TES DALAM BK Dalam buku Using Tests In Counseling (Goldman. c) menginterpretasi data untuk membantu klien dalam proses pengambilan keputusan. tes tidak dapat memberi “jawaban”. tes hanya memberi informasi tambahan yang dapat digali dalam konseling dan digunakan dalam menghadapi keputusan tertentu. D. Pemahaman mendasar tentang statistik dan psikologi memampukan konselor untuk (a) mendeskripsikan karakteristik individu atau kelompok dibandingkan kelompok atau populasi lain. Konselor wajib memberikan orientasi yang tepat kepada klien dan orang tua mengenai alasan digunakannya tes disamping arti dan kegunaannya. Oleh karena itu pengatahuan tentang statistik merupakan salah satu syarat bagi konselor atau pengguna tes. Sebagai cara untuk mencapai tujuan. Dalam keadaan dan maksud pengetesan apapun. Tuntutan seperti ini tetap harus merujuk pada kode etik yang ditetapkan sehingga malpraktik bisa dihindarkan. (b) memprediksi kemungkinan sukses atau gagalnya performa ke depan berdasarkan perilaku saat ini atau masa lalu yang di tes. prediktif. Dari beberapa buku menyebutkan bahwa interpretasi dapat dilakukan dalam empat tipe. keterampilan atau pencapaian dalam suatu bidang sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi prestasi anak-anak. Pemilihan Tes a. c. E. b. b) melengkapi data non-tes dengan data tes. Beberapa kode etik yang wajib diperhatikan oleh konselor (ABKIN): 1. genetik. Seorang klien harus disadarkan bahwa tes hanya alat dan alat yang tidak sempurna. hendaknya dieksplorasi. mengelompokkan siswa menurut tingkat pengetahuannya dan memberikan informasi pada orang tua tentang kelemahan dan kelebihan bidang akademik anaknya. berlaku kode etik testing yang harus dipatuhi tester. Dalam melakukan interpretasi tersebut yang menjadi hal penting adalah pemahaman terhadap fungsi teori dan teknik interpretasi yang memadai. Dasar Interpretasi Tes Interpretasi dilakukan terhadap hasil tes yang merupakan data tentang karakteristik individu yang telah mengikuti tes tertentu.

f. etnik. Tes membantu konselor memahami siswa secara utuh dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. 2. Hasil testing hanya dapat diberitahukan kepada pihak lain sejauh ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien. Peranan ini berarti bahwa konselor mempunyai pemahaman yang baik mengenai apa tes itu dan mengapa dia mengambilnya. konselor harus sadar bahwa hasil tes bukan hanya skor yang seharusnya diberikan kepada klien. Konselor seharusnya bersifat netral. . b. Dalam memberikan tes. konselor wajib mematuhi kode etik yang ada sehingga tidak melakukan malpraktik yang merugikan martabat testee dan merusak citra profesi konselor. V PENUTUP Seluruh uraian di atas menggambarkan bahwa tes mempunyai peran sentral dalam layanan BK. Oleh karena itu. ekonomi yang dapat mempengaruhi skor tes. Penggunaan suatu jenis tes wajib mengikuti secara ketat pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes tersebut. Konselor seharusnya menjelaskan tujuan tes dan menunjukkan keterbatasan tes. Hal lain yang perlu dipahami konselor adalah faktor kultural. menahan diri dari memberi penilaian sebanyak mungkin dan membiarkan klien merumuskan makna dan kesimpulan mereka sendiri. tes hendaknya dipahami sebagai sarana pendukung saja dan bukan merupakan suatu hal yang mutlak. tetapi dan terlebih maknanya yang harus digali dalam menafsirkan hasil. Testing dilakukan bila diperlukan data yang lebih luas tentang sifat atau ciri kepribadian subyek untuk kepentingan layanan. Wewenang Pemberian Tes Testing hanya bisa diberikan oleh konselor yang berwenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. Konselor yang berwenang adalah konselor yang telah menempuh pendidikan sertifikasi tes dalam bimbingan dan konseling. Data hasil testing wajib diintegrasikan dengan informasi lain yang telah diperoleh dari klien sendiri atau dari sumber lain. Meskipun demikian. e. gender. Penggunaan Hasil Tes a. Dalam hal ini data hasil testing wajib diperlakukan setara dengan data dan informasi lain tentang klien. dalam penggunaan tes.d. 3.

Asesmen yang diberikan kepada klien merupakan pengembangan dari area kompetensi dasar pada diri klien yang akan dinilai. asesmen dapat digunakan sebagai alat untuk menilai keberhasilan sebuah konseling. Kesalahan dalam mengidentifikasi masalah karena asesmen yang tidak memadai akan menyebabkan tritmen gagal. namun juga dapat digunakan sebagai sebuah terapi untuk menyelesaikan masalah klien. wawancara. performance test. atau bahkan dapat memicu munculnya konsekuensi dari tritmen yang merugikan diri klien. Dalam pelaksanaannya. Karena itulah asesmen dalam bimbingan dan konseling merupakan bagian yang terintegral dengan proses terapi maupun semua kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri. selama dan setelah konseling berlangsung dapat memberi informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien. asesmen yaitu mengukur suatu proses konseling yang harus dilakukan konselor sebelum. observasi. 2010).ASSESMEN DALAM BK Asesmen merupakan salah satu kegiatan pengukuran. dan setelah konseling tersebut dilaksanakan/ berlangsung (Ratna Widiastuti. dan psikomotor dalam kompetensi dengan menggunakan indikator-indikator yang ditetapkan dan dikembangkan oleh Guru BK/ Konselor sekolah. Hal ini sesuai dengan tujuan asesmen dalam bimbingan dan konseling. Meskipun . Asesmen dilakukan untuk menggali dinamika dan faktor penentu yang mendasari munculnya masalah. afektif. Asesmen yang dilakukan sebelum. Asesmen yang dikembangkan adalah asesmen yang baku dan meliputi beberapa aspek yaitu kognitif. selama. yaitu mengumpulkan informasi yang memungkinkan bagi konselor untuk menentukan masalah dan memahami latar belakang serta situasi yang ada pada masalah klien. tes psikologis. Asesmen merupakan salah satu bagian terpenting dalam seluruh kegiatan yang ada dalam konseling (baik konseling kelompok maupun konseling individual). Asesmen merupakan kegiatan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan/ kompetensi yang dimiliki oleh klien dalam memecahkan masalah. asesmen merupakan hal yang penting dan harus dilakukan dengan berhati-hati sesuai dengan kaidahnya. Pada umumnya asesmen bimbingan konseling dapat dilakukan dalam bentuk laporan diri. Dalam konteks bimbingan konseling. yang kemudian akan dijabarkan dalam bentuk indikator-indikator. dan sebagainya. Dalam prakteknya.

Menstimulasi klien maupun konselor mengenai berbagai isu permasalahan 2. dan berlangsung lama bagi klien. Asesmen dalam bimbingan dan konseling adalah asesmen yang berbasis individu dan berkelanjutan. Asesmen memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan perencanaan dan pelaksanaan model-model pendekatan konseling. diantaranya adalah untuk: 1. Namun demikian tidaklah efisien dan tidak etis untuk menggali semuanya selama hal tersebut tidak relevan dengan tritmen yang diberikan untuk mengatasi masalah klien. serta melihat kendala/ masalah yang dihadapi klien dalam proses konseling maupun kendala dalam melaksanakan keputusan yang telah ditetapkannya. atau memilih alternatif-altenatif yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalahnya. asesmen juga diperlukan untuk memperoleh informasi yang membedakan antara apa ini (what is) dengan apa yang diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling. Hood & Johnson (1993) menjelaskan ruang lingkup dalam asesmen (assesment need areas) dalam bimbingan dan konseling ada lima. Asesmen yang tidak dilakukan secara objektif. Menyediakan metode untuk memperbandingkan alternatif sehingga dapat diambil keputusan 5. yang dapat membuat klien mampu membedakan latihan yang dilakukan pada saat konseling dan penerapannya di kehidupan nyata dimana klien harus membuat suatu keputusan. untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan khusus pada tahap pertama. Memberi alternatif solusi untuk masalah 4. Semua indikator bukan diukur dengan soal seperti dalam pembelajaran. . Di sinilah muncul fungsi evaluator dalam asesmen. yaitu mulai dari membuka konseling sampai dengan mengakhiri konseling. Menjelaskan masalah yang senyatanya 3. yang memberikan informasi-informasi nyata yang potensial. akan berpengaruh pada pelayanan konseling oleh konselor sekolah/ Guru BK. sehingga keputusan yang akan diambil oleh klien dapat benar-benar sesuai dengan kemampuan diri klien itu sendiri. Jika kedua komponen tersebut didesain dengan pendekatan “client centered” atau “bottom up”. Systems assessment. kemudian hasilnya dianalisis untuk mengetahui kemampuan klien dalam mengambil keputusan pada akhir konseling. Karena itu. yaitu asesmen yang dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai status dari suatu sistem. Program planning. asesmen akan mengarah pada inovasi. yang membedakan antara apa ini (what is it) dengan apa yang diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling. yaitu “Apa saja yang perlu kuketahui mengenai klien?”. atau setidak-tidaknya akan ada keseimbangan antara proses konseling dengan hasil konseling.menjadi dasar dalam melakukan tritmen pada klien. tidak berarti konselor harus menilai (to assess) semua latar belakang dan situasi yang dihadapi klien pada saat itu jika tidak perlu. Hal ini akan berakibat tidak baik pada diri klien. setiap guru pembimbing/ konselor perlu berpegang pada pedoman pertanyaan sebelum melakukan asesmen. Hal itu berkaitan dengan apa saja yang relevan untuk mengembangkan intervensi atau tritmen yang efektif. Hal ini memiliki makna bahwa asesmen tidak hanya berorientasi pada hasil/ produk akhir. dalam melaksanakan keputusan setelah konseling. Hood & Johnson (1993) menjelaskan ada beberapa fungsi asesmen. bahkan terhadap konselor itu sendiri untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Memungkinkan evaluasi efektivitas konseling Selain itu. tetapi diukur secara kualitatif. tetapi justru akan lebih terfokus pada proses konseling. serta tujuan yang sudah dituliskan/ ditetapkan atau outcome yang diharapkan dalam konseling. Dengan demikian asesmen akan benar-benar bisa memenuhi kriteria objektivitas dan keadilan. yaitu: 1. Hal inilah yang kemudian membuat asesmen menjadi efektif. yaitu perencanaan program untuk memperoleh informasi-informasi yang dapat digunakan untuk membuat keputusan dan untuk menyeleksi bagian–bagian program yang efektif dalam pertemuan-pertemuan antara konselor dengan klien. Kadangkala konselor menemukan bahwa ternyata “hidup” klien sangat menarik. 2. efisien.

Apalagi jika pelaksana asesmen tersebut bukan guru BK itu sendiri. dan sebagainya. termasuk pada saat melakukan analisis. dan (d) informasi-informasi yang mempengaruhi proses pelaksanaan program-program yang lain. . program sertifikasi adalah suatu evaluasi sumatif. yang merupakan akhir kegiatan. Dalam hal ini apabila guru BK tidak memiliki kewenangan. Setelah ditentukan fokus area asesmen. Anda dapat merencanakan instrumen yang akan digunakan dalam asesmen. yaitu bagaimana asesmen dilakukan untuk menilai pelaksanaan program dengan memberikan informasi-informasi nyata. Perencanaan Aspek yang harus ada dalam perencanaan asesmen adalah: a. mampu memahami diri sendiri. Dalam hal ini evaluator berfungsi pemberi informasi mengenai hasil evaluasi yang akan digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. maka instrumen dapat menggunakan checklist. (4) waktu yang tersedia. misalnya mempersiapkan instrumen. misalnya psikolog atau orang yang telah memiliki sertifikasi yang memberikan kewenangan untuk mengadministrasikan tes dimaksud. tes minat jabatan. dan peralatan lain yang diperlukan dalam pelaksanaan asesmen.3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih instrumen dalam asesmen diantaranya yaitu: (1) kemampuan guru BK sendiri. yang menjadikan program-program tersebut dapat dinilai apakah sesuai dengan pedoman. Apapun bentuk dan jenis asesmen yang dilakukan. misalnya karena instrumen yang digunakan untuk asesmen adalah tes psikologis (tes intelegensi. dan mampu menerima dirinya sendiri. dan (5) dana yang tersedia. Dalam konseling. Dengan demikian maka akan diperoleh alat ukur atau instrumen yang benar-benar dapat diandalkan (valid) dan dapat dipercaya (reliabel) dalam mengukur apa yang seharusnya diukur. Karena itu. 4. hal ini memberikan makna bahwa pada akhir kegiatan akan dilakukan evaluasi akhir sebagai dasar untuk memberikan sertifikasi kepada klien. hal ini tetap menuntut suatu perencanaan. Memilih fokus asesmen pada aspek tertentu dari diri klien Salah satu penentu keberhasilan konseling adalah kemauan dan kemampuan klien itu sendiri. dan dengan bantuan guru BK maka klien diharapkan mampu memunculkan ide-ide pemecahan masalah. klien dapat bekerjasama dengan guru BK/konselor. observasi. maka guru BK dapat minta bantuan orang yang memiliki kewenangan. untuk keberhasilan konseling. b. Berdasarkan hal tersebut di atas. dan klien memiliki keberanian serta kemampuan untuk mengambil keputusan. maka Anda dapat mempergunakan tes psikologis. Penetapan waktu Perencanaan waktu yang dimaksud adalah kapan asesmen akan dilakukan. Memilih instrumen yang akan digunakan. (c) program-progam yang berhasil. tempat. Program Implementation. Misalnya Anda akan melihat kerjasama klien dalam konseling. tetapi apabila Anda memfokuskan asesmen tentang kemampuan klien dalam memecahkan masalah. Konselor/ guru BK bukan pemberi nasihat. Tetapi untuk menentukan instrumen sangat tergantung pada aspek apa yang akan diasesmen. (2) kewenangan guru BK (baik dalam mengadministrasikan maupun dalam interpretasi hasilnya). (b) tujuan yang akan dicapai dalam program. Penetapan waktu ini sangat erat berhubungan dengan persiapan pelaksanaan asesmen. Menurut Center for the Study of Evaluation (CSE). inventori. Program Improvement. maka konselor menentukan akan melakukan asesmen dengan memfokuskan pada salah satu aspek dalam diri klien saja. Banyak instrumen yang dapat digunakan dalam asesmen seperti tes psikologis. bukan pengambil keputusan mengenai apa yang harus dilakukan klien dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. yaitu yang berkenaan dengan: (a) evaluasi terhadap informasi-informasi yang nyata. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan asesmen: 1. keputusan akhir untuk pemecahan masalah yang dihadapi ada pada diri klien. c. dimana asesmen dapat digunakan dalam dalam perbaikan program. dan sebagainya). (3) ketersediaan instrumen. Program certification. 5. inventori kepribadian. Persiapan akan banyak menentukan keberhasilan suatu asesmen.

yaitu: 1. Interpretasi data Interpretasi diartikan sebagai upaya mengatur dan menilai fakta. Manual suatu instrumen biasanya memuat: 1. program statistik dapat dengan mudah dilakukan dengan bantuan komputer. Apabila data bersifat kualitatif. Komponen untuk menafsirkan / interpretasi hasil analisis data Interpretasi berarti menilai objek asesmen dan menentukan dampak asesmen tersebut. 2. 2010)). Misal data yang diperoleh berbentuk kualitatif atau data kuantitatif. selanjutnya adalah bagaimana melaksanakan rencana yang telah dibuat tersebut. cara mengerjakan waktu yang digunakan untuk mengerjakan asesmen kunci jawaban cara analisis interpretasi. 2. tes bakat. 3. Validitas dan reliabilitas Apabila instrumen yang kita gunakan adalah buatan sendiri atau dikembangkan sendiri. Pandangan evaluator juga mempengaruhi penafsiran/ interpretasi data. maka instrumen itu perlu diuji validitas dan reliabilitasnya. Namun apabila kita menggunakan instrumen yang sudah terstandar. 5. Pelaksanaan Setelah perencanaan asesmen selesai. Berikut ini adalah hal-hal yang harus ada dalam interpretasi. dan terbuka. menafsirkan pandangan. Untuk asesmen yang akan digunakan untuk membantu fungsi pendidikan. statistik biasa digunakan untuk analisis data hasil tes psikologis. Karena validitas dan reliabilitas merupakan suatu syarat mutlak suatu instrumen asesmen. b) buatlah salinan data untuk berjaga-jaga kalau ada yang hilang. atau wawancara. dokumen informasi demografi. Analisis data Langkah selanjutnya adalah analisis data. dan sebagainya. 4. Petunjuk untuk menafsirkan analisis data . Metode analisis data kualitatif misalnya deskriptif naratif. dan sebagainya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan asesmen adalah pelaksanaannya harus sesuai dengan manual masing-masing instrumen. 2010) misalnya menggunakan pendekatan ”key incident” dalam analisis deskripsi kualitatif tentang kegiatan pendidikan. misalnya dari catatan lapangan. Penafsiran harus dirumuskan dengan hatihati. LISREL. 4. misalnya tes inteligensi. Anda tidak perlu mencari validitas dan reliabilitas karena instrumen tersebut sudah jelas memenuhi persyaratan sebagai suatu instrumen. seperti program excel. 2. Apabila data bersifat kuantitatif maka analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik. Saat melakukan analisis data kualitatif. dan merumuskan kesimpulan yang mendukung. Pendekatan key incident memungkinkan bagi kita untuk memasukkan sejumlah besar kesimpulan dari bermacam-macam data yang berasal dari berbagai sumber. 3. maka kita melakukan analisis data kualitatif. maka hasil asesmen harus diinterpretasikan sebagai sarana untuk mengetahui kebaikan klien. yaitu melakukan analisis terhadap data yang diperoleh melalui instrumen yang digunakan untuk mengambil data. Dewasa ini. Metode analisis data dalam asesmen konseling sangat tergantung data yang diperoleh. Dalam bimbingan konseling. SPSS. perlu dilakukan beberapa langkah sebagai berikut: a) yakinkan semua data telah tersedia. d) gunakan sistem kartu-kartu dalam map. Analisis dilakukan dengan mengikuti petunjuk yang ada dalam manual masing-masing instrumen. c) aturlah data dalam judul dan masukkan dalam file.d. jujur. Wilcox (dalam Ratna Widiastuti. Apabila banyak data kualitatif yang dianalisis sementara asesmen masih berlangsung maka beberapa analisis dapat ditunda pelaksanaannya sampai evaluator selesai melakukan asesmen. e) periksa kebenaran hasil asesmen. dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam tindakan berikutnya bagi orang-orang lain yang berkepentingan/ berwenang (Cronbach dalam Ratna Widiastuti.

melihat kembali data. jika klien mengalami gangguan dislesia maka perlu dirujuk ke terapis khusus yang menangani gangguan tersebut. apakah klien perlu mendapatkan tritmen tertentu. Misalnya jika klien sudah mengalami gangguan psikotik. menilai kelebihan dan kelemahan penafsiran. melakukan analisis data yang diperoleh dan membicarakan hasilnya dengan klien 5. (6) membandingkan variabel-variabel penting dengan hasil yang diharapkan. menginterpretasikan data bukan hanya pekerjaan evaluator saja. maka langkah-langkah khusus peerlu dilakukan. maka klien perlu dirujuk ke psikiater. dan prinsip-prinsip etik tidak dilupakan. melaporkan data yang telah diolah (laporan hasil konseling) . Rujukan diperlukan jika guru pembimbing/ konselor tidak mempunyai kewenangan atau tidak mempunyai kemampuan untuk menangani masalah yang dihadapi klien. Namun demikian. dan 6. dan (8) menafsirkan hasil analisis dengan prosedur yang menghasilkannya. menentukan fokus yang akan dinilai (misal cara klien dalam merespon. ide-ide pemecahan masalah. menentukan teknik untuk penilaian (misal dengan observasi. (5) bertanya kepada kelompok penilai. menanggapi data dengan cermat. yaitu dengan cara: 1.Worthen dkk. menggunakan teknik penilaian yang telah ditentukan 4. Tindak lanjut Tindak lanjut adalah menindak lanjuti hasil asesmen atau penggunaan hasil asesmen dalam konseling. atau wawancara) 3. norma-norma. demokrasi aturan. Untuk konseling yang berbasis individu. 2010) menyatakan bahwa para evaluator telah mengembangkan metode yang sistematik untuk melakukan interpretasi. Beberapa kegiatan tindak lanjut diantaranya adalah apakah konselee perlu melakukan konseling yang memfokuskan pada aspek yang berbeda lainnya. (3) menentukan apakah analisis kebutuhan telah dikurangi. atau bahkan bisa jadi konselee perlu mendapatkan rujukan (refferal) kepada pihak ketiga. dan sebagainya) 2. (7) membandingkan analisis yang dilaporkan oleh program yang usahanya sama. dalam Ratna Widiastuti. akan tetapi evaluator hanya memberikan pandangan saja dari sekian banyak pandangan. Diantara metodemetode tersebut yang sering dipakai akhir-akhir ini adalah: (1) menentukan apakah tujuan telah dicapai. konferensi kasus. menilai keberhasilan dan kegagalan. (2) menentukna apakah hukum. pengambilan keputusan. 5. (4) menentukan nilai pencapaian.

Pemahaman tentang subyek sasaran 2. Marsudi dkk menyatakan bahwa bimbingan konseling mempunyai fungsi: a) Fungsi Pemahaman. d) Ada hubungan timbal balik. f) Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi. b) Fungsi pencegahan (preventif). 5) Prinsip Bimbingan Konseling.c. . yakni mengenal dirinya dan kekhususan dirinya sendiri. 2) Unsur-unsur Bimbingan Konseling. ia perlu bantuan orang lain agar kondisinya berubah menjadi enak. menghambat. dan unsur cara pengatasannya sendiri”. masing-masing sebagai konselor dan klien. termasuk informasi pendidikan. 1) Pengertian Konseling. terjadi dalam suasana profesional untuk memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien”. Belki dalam Marsudi mengemukakan ada 6 (enam) prinsip bagi konselor agar bimbingan konseling di sekolah memiliki makna. Selanjutnya Haditono menyatakan bahwa “bimbingan adalah bantuan dari seseorang kepada orang lain baik anak-anak. b) Mengembangkan sikap positif. Berdasarkan kedua pendapat di atas maka konseling dapat didefinisikan sebagai bantuan yang diberikan konselor kepada klien dalam memecahkan masalahnya yang terjadi dalam suasana profesional dengan wawancara untuk memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien dan mencapai kehidupan yang sejahtera. 3) Fungsi Bimbingan Konseling. adalah fungsi bimbingan yang sifatnya mencegah. Peran dan Fungsi Guru BK Bimbingan itu suatu proses. dan lingkungan sekolah terutama oleh siswa sendiri dan konselor. h) Membuat keputusan secara efektif. c) Klien sangat memerlukan bantuan dari konselor dalam memecahkan masalah. membuat keputusan sendiri dan unsur pengatasannya sendiri. pengobatan (curative). c) Membuat pilihan secara sehat. Marsudi dkk mengemukakan bahwa tujuan bimbingan konseling adalah: a) Memiliki kesadaran diri. e) Memiliki rasa tanggung jawab. yaitu: a) Konselor sejak awal harus memiliki kinerja yang tinggi sehingga harus bekerja keras melaksanakan bimbingan. e) Konselor membantu untuk meningkatkan kemampuan agar klien mampu memecahkan masalahnya sendiri. membuat keputusan sendiri. Pemahaman tentang lingkungan siswa termasuk keluarga. Pepinsky mengemukakan bahwa “konseling adalah interaksi yang terjadi antara dua orang individu. 3. d) Mampu menghargai orang lain. c) Fungsi perbaikan. Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah suatu proses bantuan dari seseorang kepada orang lain secara berkelanjutan untuk mengembangkan pandangannya sendiri. 4) Tujuan Bimbingan Konseling. adalah bimbingan yang menghasilkan terpecahkannya masalah yang dihadapi individu (siswa) siswa yang sedang bermasalah ibarat berada dalam kondisi yang tidak enak. g) Dapat memecahkan konflik. dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapinya untuk mencapai kesejahteraan hidupnya”. artinya bahwa kegiatan bimbingan bukan sekali jadi melainkan sebagai suatu proses berkelanjutan sesuai dengan dinamika perkembangan individu. satu sebagai konselor dan yang lain sebagai klien. b) Adanya masalah yang dihadapi klien yang harus dipecahkan. Bimbingan konseling mempunyai unsur-unsur yang dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Adanya wawancara langsung (face to face) dari dua individu. saling menghargai dan menghormati sehingga tumbuh saling percaya mempercayai. fungsi pemahaman akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak tertentu (konselor) guna mengembangkan kemampuan siswa. orang muda maupun orang tua untuk mengembangkan pandangannya sendiri. Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas. informasi nilai budaya. Fungsi pemahaman ini meliputi: 1. atau menimbulkan kesulitan dalam proses perkembangan. menghindarkan diri subyek bimbingan agar terhindar dari permasalahan yang dapat mengganggu. Walgito menyatakan bahwa “konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara. informasi jabatan.

bangga sebagai guru dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. Azas alih tangan. siswa yang mungkin putus sekolah. c) Konselor harus mampu menerjemahkan peranannya dalam kegiatan nyata atau layanan bimbingan yang dilakukan memberi manfaat nyata bagi siswa. Orang yang profesional biasanya melakukan pekerjaan secara otonom dan mengabdikan diri pada pengguna jasa dengan disertai rasa tanggung jawab atas kemampuan profesionalnya itu. Azas kedinamisan. Keempat kompetensi yang dimaksud diterangkan berikut ini: 1. 2009: 12-15). Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap. e) Konselor mampu mengembangkan potensi siswa melalui berbagai kegiatan. c) Guru harus memiliki kompetensi arif. fasilitator. yakni guru haruslah memahami peserta didik berdasarkan perkembangan kognitif yang dimilikinya. Azas Tut Wuri Handayani. Kompetensi pedagogik Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta didik. Secara rinci kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berupa : a) Guru harus memiliki kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator berupa: bertindak sesuai dengan norma hukum bertindak sesuai dengan norma sosial. Azas keterbukaan. tutor. instruktur. kinerja itu dimuati unsur-unsur kiat atau seni yang menjadi ciri tampilan profesional seorang penyandang profesi.b) Konselor harus bekerja secara profesional menghindarkan sikap elitis (kesombongan. kepribadiannya. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. widyaiswara. b) Guru harus memiliki kompetensi kepribadian yang dewasa dimana guru harus menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru. arif. Kedua.” Selanjutnya pada Pasal 39 ayat 2. mengalami kesulitan belajar. dimana sikap guru menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan untuk peserta didik. kinerja seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya. dinyatakan bahwa: ”Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. (Uji Windiyanto. pertama orang yang menyandang suatu profesi. Azas normative. Marsudi dkk mengemukakan bahwa azas-azas bimbingan konseling adalah: Azas Kerahasiaan. Sementara dalam Undang-undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 dan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28. Azas kesukarelaan. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. B. dan berwibawa. 2. Azas kekinian. Azas kemandirian. . e) Guru harus memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki tindakan yang sesuai dengan norma religius dan perilaku yang bisa diteladani oleh peserta didiknya. et al (1991:20) dan Danim (2002: 22) professional menunjuk pada dua hal. Pada tingkat tinggi. keangkuhan) profesional dan atau menjaga hubungan harmonis dengan personil sekolah yang lain. d) Konselor bertanggung jawab kepada semua siswa baik siswa yang gagal. Azas keterpaksaan. pamong belajar. Kompetensi pedagogik ini memiliki subkompetensi berupa : a) Pemahaman peserta didik secara indikator esensial. disebutkan bahwa guru yang berkualitas harus memiliki empat kompetensi. f) Konselor mampu bekerja sama secara efektif dengan kepala sekolah untuk menegakkan citra bimbingan konseling. memiliki masalah. d) Guru harus memiliki kepribadian yang berwibawa. konselor. dosen. stabil. pemalu dan sebagainya. serta modalitas belajar siswa. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa “Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. prestasi rendah. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. kompetensi professional. melakukan pembimbingan dan pelatihan. suka mengganggu teman. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.” Menurut Sanusi. f) Guru harus memiliki kompetensi dalam evaluasi diri dan pengembangan diri dimana dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan berintrospeksi dan mengembangkan potensi diri secara optimal. dewasa. sekolah dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. Azas kegiatan. dimana guru harus berperilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. menilai hasil pembelajaran. yaitu kompetensi pedagogik. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. 6) Azas-azas Bimbingan Konseling. Kompetensi Atau Kemampuan Yang Dimiliki Oleh Guru Guru atau pendidik dalam Pasal 1 Ayat 6 Undang-undang No. Azas keahlian. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Saat ini guru dianggap sebuah profesi yang sejajar dengan profesi yang lain. c. Karteristik Kepribadian Guru Guru memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. menerapkan teori belajar dan pembelajaran. stabil. konsep dan metode keilmuan yang koheren dengan materi ajar. arif. mempu menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. dan kebudayaan nasional Indonesia. 3. sesama pendidik. dan guru merupakan pihak yang paling besar peranannya dalam menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan. C. hukum. peserta didik. memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait. Standar fisik: guru harus sehat jasmani. dan tidak memiliki penyakit menular yang membahayakan diri. b) Menguasai struktur dan metode keilmuan dimana seorang guru dituntut untuk menguasai langkah-langkah penelitian kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi secara professional dalam konteks global.b) Merancang pembelajaran. dan berwibawa . Standar mental: dimana guru harus memiliki mental yang sehat. d) Merancang dan melaksanakan evaluasi dimana indikatornya guru dapat merancang dan melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar. e) Mengembangkan peserta didik dimana guru haruslah memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik maupun potensi non akademik. Guru merupakan pribadi yang dapat menjadi contoh bagi yang lain. Standar moral: dimana guru harus memiliki budi pekerti luhur dan sikap moral yang tinggi. 3. memahami struktur. pendidik perlu memiliki standar berupa : 1. b) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik. 2. berbadan sehat. b. 5. Kompetensi professional memiliki subkompetensi berupa: a) Menguasi substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi dengan memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur. Karena guru memegang kunci dalam pendidikan dan pengajaran disekolah. berakhlak mulia. kompetensi sosial maupun kompetensi pribadi”. 7. kompetensi profesional. Menurut Mulyasa. Guru adalah pihak yang paling dekat dengan siswa dalam pelaksanaan pendidikan sehari-hari. 4. Bertindak sesuai dengan norma agama. artinya tidak mengalami gangguan jiwa ataupun kelainan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas profesionalnya. 4. Kompetensi sosial Merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Standar spiritual: guru harus beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang diwujudkan dalam ibadah dalam kehidupan sehari-hari. mencintai. tenaga kependidikan. c) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didk dan masyarakat sekitar. Kompetensi Profesional Kompetensi professional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. dan materi ajar. serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih. orang tua/ wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Standar psikis: guru harus sehat rohani. c) Melaksanakan pembelajaran yang kondusif dimana setting pembelajaran adalah komponen pokok yang harus diperhatikan. Tandar intelektual: guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik dan professional. Guru yang profesional adalah “guru yang mempunyai sejumlah kompetensi yang dapat menunjang tugasnya yang meliputi kompetensi pendagogik. kompetensi yang ingin dicapai. Kompetensi ini merupakan sosok kepribadian seorang guru yang berkarakter sebagai orang Indonesia serta pribadi yang ideal dari orang yang menjadi teladan di masyarakat. 6. dan mampu memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan kualitas program pembelajaran. dan memiliki dedikasi yang tinggi pada tugas dan jabatannya. Kompetensi kepribadian guru itu terdiri atas: a. 2010 : ) Kompetensi kepribadian merupakan kompetensi personal seorang guru. dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. mengabdi. sosial. dewasa. sehingga seorang guru dituntut bersikap profesional dalam melaksanakan tugasnya. Standar sosial: seorang guru harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan bergaul dengan masyarakat lingkungannya. (Kristian Hendrik. dimana guru dituntut untuk memahami landasan kependidikan. dan lingkungan. yang mencangkup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya. dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Dimana kompetensi guru haruslah: a) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik.

Padahal. Di sinilah peran guru bimbingan dan konseling. psikis maupun sosial. individual dan berpotensi. Disamping itu dapat dikatakan bahwa proses perkembangan seorang individu tidak selalu berlangsung secara mulus. Oleh sebab itu peran guru bimbingan dan konseling ataupun konselor penting untuk menyelenggarakan pendidikan yang utuh. Dengan kata lain. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. Perkembangan seorang individu tidak lepas dari pengaruh lingkungan. atau bebas dari masalah. Guru BK Sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses ke arah kematangan atau kemandirian. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). baik fisik. harapan dan nilai-nilai yang dianut. pengembangan potensi. atau di luar jangkauan kemampuan. Pendidikan yang utuh adalah pendidikan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademis. untuk mencapai kematangan tersebut. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Pendidikan hanya cenderung untuk meningkatkan kemampuan akademis semata. sukses dalam persiapan karir dan sukses dalam hubungan kemasyarakatan. Menunjukkan etos kerja. . Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. 2) Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya. tanggung jawab. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. Konselor sekolah adalah konselor yang mempunyai tugas. yaitu: sukses bidang akdemik. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. tetapi juga mengembangkan karakter dan kepribadian peserta didik. Seorang guru bimbingan dan konseling harus memilki kompetensi dalam bidangnya termasuk kompetensi kepribadian yaitu : 1) Mengaplikasikan pendangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual. Pendidikan juga belum menanamkan kecerdasan kultural kepada peserta didik sehingga potensi bangsa kurang tergali. (Sunaryo Kartadinata. 3) Menghargai dan mengembagkan potensi positif individu pada umumnya dan individu pada khususnya. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. penyesuaian terhadap lingkungan serta dapat merencanakan masa depannya. dan rasa percaya diri. rasa bangga menjadi guru. dan konsisten). Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai seorang individu. 2010). social. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). klinis. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. jujur. atau searah dengan potensi. yaitu membantu peserta didik mengenali potensi dan mengembangkan kepribadiannya. e. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). tanggungjawab yang tinggi. dan pengentasan masalah-masalah individu. Standar dimaksud adalah standar kompetensi kemandirian. Pendidikan Indonesia saat ini juga belum bisa membentuk watak dan karakter bangsa. sabar. Berikut ini adalah karakteristik kepribdian guru dalam tiap spesifikasinya : a. 5) Memiliki sifat demokratis.d. Pelayanan BK di sekolah merupakan kegiatan untuk membantu siswa dalam upaya menemukan dirinya. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. Pada hakikatnya pelaksanaan BK di sekolah untuk mencapai tiga kesuksesan. bermoral. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. seorang individu memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. 6) Memiliki kepibadian dan prilaku yang terpuji (seperti berwibawa. Pelayanan bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. ramah. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli. Pendidikan di Indonesia baru sampai pada tujuan mencerdaskan anak didik secara individual saja. Pentingnya peran pendampingan dan konseling disebabkan pendidikan masih dimaknai secara sempit. dan terpusat pada konselor. wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlah peserta didik. 7) Memiliki emosi yang stabil 8) Memliki Kasih sayang dan perhatian terhadap individu yang memerlukan bantuan. lurus. kecerdasan suatu bangsa tidak terbentuk dari penjumlahan kecerdasan dari setiap warganya. 4) Memiliki integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat. Peran guru bimbingan konseling dan konselor semakin penting karena saat ini penyelenggaraan pendidikan di Indonesia masih dalam makna sempit. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi.

Pengembangan kehidupan pribadi. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. potensi. 11) Penuh kesabaran. dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam: 1. wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik.9) Memiliki kepedulian kepada orang lain. 14) Mampu berkomunikasi dengan efektif. 12) Mau mendengarkan keluhan orang lain. Tugas Guru BK/Konselor dan Pengawas Bimbingan dan Konseling Menurut PP No. bakat. . Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan. tanggungjawab. 10) Menampilkan toleransi tinggi terhadap individu yang menghadapi stress dan frustasi. 74 Tahun 2008 A. Tugas Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas. 13) Mendorong dengan ikhlas. minat. peka dan bersifat empati serta menghargai perubahan dan keraguan. menilai bakat dan minat.

serta memilih dan mengambil keputusan karir. Layanan orientasi. 8. yaitu kegiatan memperoleh data. berkeadilan dan bermartabat. Pengembangan kehidupan sosial. Alih tangan kasus. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. sosial. 3. 6. magang. Tampilan kepustakaan. komprehensif. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik 9. Layanan konseling perorangan. program latihan. 3. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. kegiatan belajar. belajar. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. kegiatan belajar. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis. terpadu dan bersifat rahasia.2. Layanan konsultasi. Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh: 1. sistematis. Pengembangan kemampuan belajar. 4. Aplikasi instrumentasi. baik tes maupun nontes. kelompok belajar. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. Layanan penempatan dan penyaluran. 4. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. 2. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. melalui aplikasi berbagai instrumen. Kunjungan rumah. jurusan/program studi. pemahaman. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka. Layanan mediasi. Himpunan data. terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah. 5. 6. Konferensi kasus. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. Layanan penguasaan konten. Pengembangan karir. karir/jabatan. 2. 7. yang bersifat terbatas dan tertutup. Layanan bimbingan kelompok. dinamis. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. Beban Kerja Minimum Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Beban kerja guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dan paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk layanan tatap muka terjadwal di kelas untuk layanan klasikal dan/atau di luar kelas untuk layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu . keluarga. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan informasi. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. 4. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. dan kegiatan ekstra kurikuler. Layanan konseling kelompok. kemampuan hubungan sosial. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. industri dan masyarakat. dan karir/jabatan. dan pendidikan lanjutan. dan pengambilan keputusan. karir/jabatan. kemampuan sosial. Jenis layanan adalah sebagai berikut: 1. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. 5. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua atau keluarganya. 3.

Penyusunan Program Pengawasan Bimbingan dan Konseling      Setiap pengawas baik secara berkelompok maupun secara perorangan wajib menyusun rencana program pengawasan. Program pengawasan terdiri atas (1) program pengawasan tahunan. Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas program pengawasan tahunan di tingkat kabupaten/kota. Uraian lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut. a. (2) program pengawasan semester. Kegiatan ini dilakukan di sekolah binaan. sumberdaya yang diperlukan. Sedangkan beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah membimbing 40 (empat puluh) peserta didik dan guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah/madrasah membimbing 80 (delapan puluh) peserta B.dan yang memerlukan. Program pengawasan tahunan pengawas disusun oleh kelompok pengawas di kabupaten/kota melalui diskusi terprogram. d. Ekuivalensi kegiatan kerja pengawas bimbingan dan konseling terhadap 24 (dua puluh empat) jam tatap muka menggunakan pendekatan jumlah guru yang dibina di satu atau beberapa sekolah pada jenjang pendidikan yang sama atau jenjang pendidikan yang berbeda. Menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah dengan segera setelah melaksanakan pembinaan. Kegiatan penyusunan program semester oleh setiap pengawas ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. Penyusunan laporan oleh pengawas merupakan upaya untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan atau keterlaksanaan program yang telah direncanakan. Penyusunan RKBK ini diperkirakan berlangsung 1 (satu) minggu. sesuai dengan uraian kegiatan dan jadwal yang tercantum dalam RKBK yang telah disusun. . c. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK. melaksanakan dan menilai proses pembimbingan. Melaksanakan penilaian adalah menilai kinerja guru dalam merencanakan. dan (3) rencana kepengawasan akademik (RKA). Melaksanakan Pembinaan. strategi/metode kerja (teknik supervisi). indikator keberhasilan. Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang dilakukan oleh setiap pengawas pada setiap sekolah tempat guru binaannya berada. Laporan ini lebih ditekankan kepada pencapaian tujuan dari setiap butir kegiatan pengawasan sekolah yang telah dilaksanakan pada setiap sekolah binaan. program semester. Menyusun Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan    Setiap pengawas membuat laporan dalam bentuk laporan per sekolah dari seluruh sekolah binaan. Jumlah guru yang harus dibina untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) dan paling banyak 60 guru BK. Program tahunan. Tugas Pengawas Bimbingan dan Konseling Lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling untuk melaksanakan tugas pokok diatur sebagai berikut: 1. tujuan. pemantauan atau penilaian. penilaian dan instrumen pengawasan. dan RKBK sekurang-kurangnya memuat aspek/masalah. Rencana Kepengawasan Bimbingan dan Konseling (RKBK) merupakan penjabaran dari program semester yang lebih rinci dan sistematis sesuai dengan aspek/masalah prioritas yang harus segera dilakukan kegiatan supervisi. skenario kegiatan. b. Kegiatan penyusunan program tahunan ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. 2. Pemantauan dan Penilaian    Kegiatan supervisi bimbingan dan konseling meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan kegiatan dimana terjadi interaksi langsung antara pengawas dengan guru binaanya. 3.

Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK ini dapat dilakukan melalui workshop.PP No. seminar. Dalam pelatihan diperkenalkan kepada guru cara-cara baru yang lebih sesuai dalam melaksanakan suatu proses pembimbingan.   Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok di Musyawarah Guru Pembimbing (MGP). DASAR LEGAL BIMBINGAN DAN KONSELING A. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X2. p e n g a j a r a n . observasi.PP No. 28 / 1990 : Pendidikan Dasar BAB X Pasal 25 Ayat 1:Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadasiswa dalam rangka upaya menemukanpribadi. Kegiatan dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi yang akan ditingkatkan. d a n / a t a u l a t i h a n b a g i perannya di masa yang akan datang Pasal 1 A ya t 8 : T e n a ga p e n d i d i k a n a d a l a h a n g g o t a m a s ya r a k a t ya n g bertugas membimbing .Peraturan Pemerintah 1. mengenallingkungan dan merencanakan masa depan Ayat 2:Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing Ayat 3:Pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) dan Ayat (2) diatur oleh Menteri 2.PP No.Undang-Undang No : 2 / 1989 : Sitem Pendidikan Nasional Ayat 1 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan pesertad i d i k m e l a l u i k e gi a t a n b i m b i n g a n . 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X Pasal 27 Ayat 1: Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadasiswa dalam rangka upaya menemukan pribadi. mengenallingkungan dan merencanakan masa depanAyat 2: Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing . individual dan group conference. mengajar dan / atau melatih peserta didik B.

informasi.Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah / Madrasah Diniyah / Sekola DasarLuar Biasa. M e n y u s u n P r o g r a m Bimbingan. analisis hasil evaluasi belajar. Guru Dewasa Tingkat 1 dalammelaksanakan PBM atau BK:a.penempatan dan penyaluran. sosial.Penyajian program pengajaran/ praktik/ BK c . adalaha . penempatan danpenyaluran. evaluasi belajar. ayat : (1) Standart prestasi kerja Guru Pratama s. belajar dan karir (13)Analisis Evaluasi pelaksanaan BK adalah menelaah hasil evaluasipelaksanaan BK yang mencakup layanan . 118 / 1995: Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah d a n Angka Kreditnya Sebagaimana dimaksdukan dalam angka (1) mempunyai bidangpengawasan sbb:a.No. M e n y u s u n p r o g r a m p e n g a j a r a n .wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlahpeserta didik (10)Penyusunan program BK adalah membuat rencana P e l a y a n a n B K dalam bidang bimbingan pribadi. dan tindak lanjut dalam programbimbingan terhadap peserta didik yang m e n j a d i t a n g g u n g jawabnya. ataub .b.No.Persiapan program pengajaran/ praktik/ BK b. p e n c e g a h a n . tanggung jawab. konseling individu. melaksanakan programbimbingan. belajar dan karir (12) Evaluasi pelaksanaan BK adalah kegiatan menilai layanan BK dalambidang bimbingan pribadi.3 . sosial.Bidang Pengawasan Rumpun Mata Pelajaranc. k o n s e l i n g i n d i v i d u . orientasi. 25 Tahun 1993 “Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. 2. konseling kelompok danbimbingan kelompok Pasal 4. S K B M E N D I K B U D d a n K E P A L A B A K N No : 0433 / P / 1993 dan No. p e m b e l a j a r a n . orientasi. terhadappeserta didik yang menjadi tanggung jawabnya . belajar dan karir (11) Pelaksanaan BK adalah melaksanakan fungsi pelayanan . sosial. 84 / 1993 : Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Pasal 3 : Tugas Pokok Guru. p e n g e n t a s a n . pembelajaran. a n a l i s i s pelaksanaan bimbingan. konseling kelompok dan bimbingan kelompok(14) Tindak Lanjut pelaksanaan BK adalah kegiatan menindaklanjutihasil analisis evaluasi layanan .Bidang pengawasan Taman Kanak-2 / Raudhatul Athfal/ bustanul Athfal. E v a l u a s i program pengajaran/ praktik/ BK (2)Standart .” Pasal 1 .Bidang Pengawasa Bimbingan dan Konseling D . 7 4 / 2 0 0 8 : Tugas Guru BK / Konselor dan PengawasBimbingan dan konseling SK M ENP AN 1. ayat : (4)Guru Pembimbing adalah guru yang mempunyai tugas.Bidang Pengawasan Pendidikan Luar Biasad. evaluasi p e l a k s a n a a n b i m b i n g a n .serta menyusun program perbaikan dan pengajaran. p e m e l i h a r a a n d a n pengembangan dalam bidang bimbingan pribadi. m e n y a j i k a n p r o g r a m pengajaran.p e m a h a m a n . informasi. P P N o .d.

d. 1985:150)Check list merupakan daftar yang berisi unsur-unsur yang mungkin terdapat dalamsituasi atau tingkah laku atau kegiatan individu yang diamati (Depdikbud:1975:56). selain tsb. Faktor-faktor yang diperoleh ini dapat terperinci menurut keperluanyaitu sesuai dengan persiapan dan rencana yang telah dibuat sebelum daftar cek inidisiapkan.Dari pengertian di atas disimpulkan bahwa check list merupakan salah satumetoda untuk memperoleh data yang berbentuk daftar yang berisi pernyataan danpertanyaan yang ingin diselidiki dengan memberi tanda cek oleh individu/kelompok. s e l a i n t s b . B. ayat : (1)Jumlah peserta didik yang harus dibimbing oleh seorang GP adalah 150orang MATERI VDAFTAR CEK (CHECK LIST)A.Evaluasi program pengajaran/ praktik/ BK ( 3 ) K h u s u s S t a n d a r t p r e s t a s i k e r j a G u r u K e l a s . Pengertian Check List merupakan suatu daftar yang mengandung atau mencakup faktor-faktor yang ingin diselidiki (Bimo Walgito. Sebagai alat pencatat hasil observasi ( pengguna daftar cek hanya sebagai observer ) . padaayat (1) ditambah :a. D. Sebagai inventory ( alat pencatat hasil observasi yang dipergunakan seseorang dalammengamati diri sendiri/pengguna daftar cek selain sebagai observer juga sebagaiobservee ). p a d a a y a t ( 2 ) sesuai dengan jenjang jabatannya ditambah melaksanakan program BK di kelas yang menjad tanggung jawabnya Pasal 5 .Analisis hasil evaluasi pengajaran/ praktik/ BK b. C. Tujuan dan maksud Check List Untuk mengetahui / mengecek ada tidaknya sifat/kebiasaanketerampilan/pengalaman dan pengetahuan dari seseorang.2.Penyusunan program pengajaran/ praktik/ BK c.prestasi kerja Guru Pembina s. Fungsi Check List 1. Manfaat Check List Untuk mendapatkan faktor-faktor yang relevan dengan masalah yang sedang menjadipusat perhatian. Guru Utama.

Isi Daftar Cek Masalah Daftar Cek Masalah berisi: a. antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang sedang ia alami. b. dan (2) Pelaksanaan. Ruangan tempat identitas siswa yang mengerjakan DCM. 2. Efisiensi DCM dikatakan efisien. autobiografi.yaitu : a. 3. 4. Intensif Dikatakan intensif. Topik-topik masalah dan butir-butirnya. Kegunaan DCM Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan DCM yaitu : 1. Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan kelompok pada umumnya. 5. Dengan daftar cek masalah memungkinkan individu mengingat kembali masalahmasalah yang pernah dialaminya.BAB IV DAFTAR CEK MASALAH Kegiatan belajar 3 A. Data semacam ini kurang dapat diperoleh melalui teknik lain seperti observasi. d. Validitas dan reliabilitas. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan daftar cek sebagai salah satu teknik untuk memahami konseli yang hendak dibmbingnya. Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus. mendalam dan luas. c. Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok. b. Fungsi Daftar Cek Masalah 1. karena data problem yang diperoleh melalui DCM lebih teliti. Uraian materi 1. 3. Dikatakan valid dan reliabel. Petunjuk Pengadministrasian DCM Agar hasil penelitian ini valid dan reliable perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM. (b) mampu melaksanakan asesmen dengan menggunakan daftar cek. Fungsi dan kegunaan DCM a. disamping jumlah item kemungkinan masalah yang cukup banyak. c. Untuk melengkapi data yang sudah ada. Instruksi atau petunjuk cara mengerakan. b. Topik. Sebagai indikator peserta telah mampu memanfaatkan daftar cek ditunjukkan dalam (a) menyusun daftar cek sesuai tujuan dan subyek yang difahami. dan (d) mampu memanfaatkan data dari daftar cek untuk kepentingan bimbingan. yakni menjelang dan pada waktu mengerjakan. 4. Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan data yang diperoleh dengan cara/alat lain. Petunjuk bagi instruktor Kecakapan melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan. a. karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat. Untuk menyarankan suatu preoritas program pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai dengan masalah individu maupun kelompok saat itu. Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dihadapi. 2. yakni sebelum melaksanakan. Topik ini berdasarkan pengolahan tertentu tentang masalah. Alasan Penggunaan DCM Terdapat beberapa pertimbangan dalam penggunaan Daftar Cek Masalah. 2. Pengertian Daftar Cek Masalah (DCM) Daftar cek masalah (DCM) adalah sebuah daftar kemungkinan masalah yang disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah yang pernah atau sedang dialami seseorang. Petunjuk yangharus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instructor dan petunjuk bagi siswa. Kedua kecakapan . B. (c) mampu melakukan analisis terhadap data hasil daftar cek. 3. wawancara dan sebagainya.

b. i. Menguasai benar. 3.100 % = 2 = E (kurang sekali) 2-30 Pemahaman Individu Contoh: Abas mencek 6 butir masalah keluarga. m mm x 100 % = .50% = 4 = D (kurang) 51 % . b) Mencari % masalah dengan cara mencari rasio antara banyak siswa yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah siswa. Mencari jenjang (ranking) masalah. tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu. B. siswa yang ikut mengerjakan DCM adalah 120 orang. siswa harus duduk tenang. ialah: m mm x 100% Dengan keterangan mm = banyak siswa yang bermasalah untuk butir tertentu. 4.25 % = 6 = C (cukup) 26 % . Mengumpulkan pekerjaan siswa. g. Mengontrol situasi ruangan. Menyiapkan bahan sesuai dengan jumlah siswa. Analisis DCM Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan. 2. b. Apabila dinyatakan dalam rumus. sementara para siswa memperhatikan sambil membaca petunjuk tersebut dalam hati. Siswa harus menulis identitasnya sendiri. Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius. Membagikan lembar DCM. dengan cara mengurutkan % topic masalah mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil. Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya. Analisis ini meliputi analisis individual dan analisis kelompok. Atau n nm x 100 % Dengan keterangan: nm = jumlah butir yang menjadi masalah pada satu topik masalah. e. 6. f. petunjuk cara mengerjakan DCM. Langkahlangkah menganalisis adalah sebagai berikut: a) Menjumlahkan banyaknya siswa yang mempunyai butir masalah yang sama untuk tiap butir. memperingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang dan teliti dan memberitahukan bahwa waktu yang disediakan cukup lama. hanya akan merugikan dirinya sendiri. dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah (butir masalah yang dicek) dengan jumlah butir topic masalah. sedangkan jumlah semua topik keluarga ialah 30. Mencari presentasi per topik masalah. dan motivasi pada siswa. menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan. maka persentase masalah keluarga Abas adalah: n nm x 100% = 30 6 x 100% = 20 % Jadi predikat hubungan keluarga Abas adalah: C (cukup) b. 3.10 % = 8 = B (cukup baik) 11 % . Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM. Memberi perintah mengerjakan DCM. Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah. Analisis Kelompok Langkah-langkah menganalisa secara kelompok meliputi analisis per butir dan analisis per topik masalah. Hal-hal penting dalam persiapan adalah: a. Konversi harga itu. n = jumlah butir pada topik masalah itu. Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A. Memberi contoh (misalnya dengan menulis di papan tulis) cara mengerjakan DCM. 2. Siswa harus mematuhi bagaimana cara mengerjakan DCM. D dan E. h. Mengontrol apakah para siswa telah mengerjakan DCM dengan benar.tersebut dirinci lebih jauh berikut : 1. Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM. d. j. Analisis Individual Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menganalisis individual (per siswa) ini adalah: 1. Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis. yaitu: 1. b. c. sebagai berikut: 0 % = 10 = A (baik) 1 % . Menerangkan maksud konselor menggunakan DCM itu. 2. m = banyak siswa yang mengerjakan DCM Contoh: 30 orang siswa bermasalah untuk butir nomor 65. menghindari suara yang mengganggu. a. C. Petunjuk bagi siswa Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa. Kedua analisis tersebut dijelaskan berikut : 1) Analisis per butir masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui butir masalah apa yang pada umumnya dhadapi oleh siswa. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan. untuk menimbulkan kepercayaan. 4. antara lain: a.

B. 2. 3. 4. Caranya. Efisiensi pelayanan. Penyajian Hasil Analisis DCM Hasil analisis DCM perlu disajikan untuk dimasukkan dalam cumulative record agar sewaktu-waktu diperlukan dapat dengan mudah ditemukan dan dapat dipergunakan dengan mudah. Langkah-langkah dalam menganalisis adalah sebagai berikut: a) Harus diketahui. c.. 7. Penggunaan hasil analisis DCM dalam penyusunan program BK Hasil analisis DCM dilengkapi dengan data yang diperoleh dengan teknik-teknik lain. 8. b. Penyajian ini baik secara individual maupun kelompok. Mendalami masalah individual maupun masalah kelompok. c) Harus diketahui jumlah siswa yang mempunyai masalah. yaitu pencegahan. D atau E) ke dalam lajur kolom yang sesuai. jumlah siswa yang ikut mengerjakan DCM. Penyajian kelompok : Masalah yang dihadapi siswa 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 1a 1b 1c 1d Pribadi Keluarga . Hubungan keluarga Pekerjaan Hubungan dengan teman Kepribadian E E E E D D D D C C C C B B B B A A A A b. Hampir semua aspek kepribadian dalam daftar pribadi dapat dilengkapi dengan data DCM. Masalah STATUS . Atau dengan rumus: NxM NmxMn x 100% Dengan keterangan: Nm = jumlah butir masalah Mn = jumlah siswa yang mempunyai masalah N = jumlah butir dalam topik masalah M = jumlah siswa (peserta) 3) Masalah individual Dari penjumlahan tiap butir masalah. C. Pemindahan hasil analisis data DCM ke dalam daftar pribadisiswa Hasil analisis DCM merupakan data pelengkap daftar pribadi siswa. Penyusunan program BK ini adalah dalam rangka: a. Memprioritaskan masalah yang harus segera ditangani. Teliti lebih dahulu butir-butir aspek kepribadian dalam daftar pribadi yang relevan dengan topik masalah dalam DCM. Individu ini dicatatat sebagai individu yang mempunyai masalah khusus.. dapat dipergunakan untuk merencanakan program BK.0 + ++ 1. 9. Penyajian individual No.120 30 x 100 % = 25 % Maka predikat permasalahan butir ini bagi para siswa adalah C (cukup) 2) Analisis per topik masalah Analisa ini bertujuan untuk mengetahui topic masalah apa yang pada umumnya dihadapi oleh siswa. d) Persentase adalah rasio antara jumlah butir masalah kali jumlah siswa yang bermasalah dengan jumlah butir dalam topik masalah. pengembangan dan penyembuhan sebelum masalah-masalah itu menjadi akut. sebagai berikut: a. a. b. sering kita jumpai masalah yang hanya dialami oleh 1 orang. kali jumlah peserta. b) Harus diketahui jumlah butir yang menjadi masalah siswa. baik program individual maupu program kelompok. Memasukkan predikat masalah (A.

Rangkuman Daftar cek yang sangat bermanfaat bagi konselor utamanya dalam menggali informasi tentang masalahmasalah yang terkadang sudah terlupakan oleh individu. dan kebutuhan mana yang khas pada siswa tertentu sehingga jelas kebutuhan mana yang perlu segera mendapat preoritas dalam program bimbingan di sekolah D. kebutuhan mana yang paling menonjol belum terpenuhi. Tuliskan pengertian daftar cek masalah dengan kalimat saudara sendiri 2. Lakukan analisis individual. Tujuan penyusunan daftar cek adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pemenuhan kebutuhan siswa. Lembar Kegiatan 1. mendalami masalah individu maupun kelompok. Jelaskan untuk apa biasanya daftar cek digunakan dalam kegiatan bimbingan dan konseling 3. Lakukan analisis individual dan kelompok. Analisis DCM bisa dilakukan secara individual maupun kelompok F. DCM sangat berguna untuk melengkapi data. Subyek yang hendak diteliti adalah siswa SMTP kelas 1 2. Jelaskan kelebihan penggunaan daftar cek dibanding dengan interview 4. Daftar cek digunakan lantara efisien dan intensif bagi pengungkapan masalah-masalah yang dialami individu. Sebarkan daftar cek yang telah saudara susun kepada sekurangkurangnya 30 orang siswa.Sosial C. kemudian laporkan puladalam bentuk sajian individual dan kelompok E. mengapa dalam analisis daftar cek bukan sekedar melihat kuantitas masalah yang dihadapi siswa. 2. tetapi perlu memahami intensitas masalah BAB V TEKNIK SOSIOMETRI . Latihan Susunlah daftar cek dengan keterangan sebagai berikut : 1. Tunjukkan alas an saudara. Tes Formatif 1.

2. dan lain-lain. Dengan melihat sosiogram akan dapat diketahui dengan mudah mengenai: a. siapa yang terisolir. dan (d) mampu memanfaatkan data darisosiometri untuk kepentingan bimbingan. Sebagai indikator peserta telah mampu memanfaatkan teknik sosiometri dengan baik ditunjukkan dalam (a) menyusun sisiometri sesuai tujuan dan subyek yang difahami. Keadaan semacam ini dapat diketahui dengan menggunakan sosiometri. B. g. sekolah maupun teman bermain. apabila disajikan dalam bentuk seperti di atas membuat kita kesulitan dalam membaca dan menentukan siapa yang terbanyak pemilihnya. Dengan menggunakan angket sosiometri untuk memilih dua orang yang paling disenangi dari kelompoknya. menyelidiki ketidaksukaan terhadap teman sekelompoknya. tiga orang atau lebih. bertujuan untuk meneliti saling hubungan antara anggota kelompokdi dalam suatu kelompok. baik dalam pekerjaan. 2) Status penolakan. Kompetensi Dan Indikator Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan teknik sosiometri sebagai salah satu teknik untuk memahami konseli yang hendak dibimbingnya. Misalnya: Kelompok yang terdiri dari enam orang. Menggambarkan Hasil Angket Sosiometri Data mental yang dikumpulkan dengan angket sosiometri. h. Daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk mendapatkan materi sosiometri dinamakan angket sosiometri. Tabel dari data sosiometri disebut matrik sosiometri. siapa yang paling tidak popular. Oleh karena itu. f. Untuk lebih memperjelas uraian tersebut di atas. Status sosiometri dari setiap subyek. Kecenderungan terbentuknya anak kelompok. e. (b) mampu melaksanakan asesmen dengan menggunakan sosiometri. 3) Status pemilihan dan penolakan b. Sebagai contoh. bila data tersebut kita sajikan dalam bentuk matrik seperti di bawah ini: Subyek PEMILIH Total ABCDEF DIPILIH A B C D E F X X X X X X X . dua. sosiometri banyak digunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok. apabila kita ingin mengetahui mengapa beberapa murid mengalami kesulitan dalam pelajarannya. Hasil angket dari enam orang saja. Adapun jawaban yang diberikan oleh responden tentang siapa yang disenangi ataupun siapa yang tidak disenangi tersebut dapat terdiri dari satu. apabila belum disusun akan merupakan data yang masih sukar untuk dianalisa dan diketahui (dibaca). (c) mampu melakukan analisis terhadap data hasilsosiometri. dapat dilihat contoh pembuatan matrik sosiometri dan sosiogram di bawah ini. Besarnya jumlah pemilih untuk setiap subyek. Perlu diingat bahwa penyajian data angket sosiometri dalam bentuk matrik ini tidak dapat dilihat mengenai ―saling hubungan‖ antara anggota kelompok. c. Agar data tersebut mudah dibaca siapa yang paling popular (paling disenangi) dan siapa yang paling tidak disenangi maka data tersebut harus berupa harus disajikan dalam bentuk tabel. Arah pilihan dari dan terhadap individu tertentu. Kualitas arah pilihan. 3. Angket Sosiometri Alat untuk mendapatkan materi sosiometri dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disenangi (diplih) dan siapa yang tidak disenangi (ditolak) dari anggota kelompoknya. yaitu dengan membuat sosiogram. Akan sangat berbeda. Sosiometri juga dapat digunakan untuk mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya. Hasil angket sebagai berikut: Angket dari A memilih B dan C B memilih A dan C C memilih E dan A D memilih A dan B E memilih A dan D F memilih B dan A. d. Ada dan tidaknya pusat pilihan. Ada tidaknya isolasi. dari bentuk matrik ini dapat dibuat bentuk penyajian sosiometri yang lebih baik. Sekilas tentang Sosiometri Metode ini dikemukakan oleh Moreno. sedangkan secara akademik mereka pandai. Intensitas pilihan. Uraian Materi 1. menyelidiki kesukaran seseorang terhadap teman sekelompoknya. hal ini mungkin dapat disebabkan oleh kurangnya penyesuaian diri terhadap teman sekelasnya.Kegiatan Belajar 4 A. 1) Status pemilihan. anak kelompok dan lain-lain. Dengan kata lain.

X X X X X 5 3 2 1 1 0 Total 2 2 2 2 2 2 12 Dengan matrik sosiometri ini, secara mudah dan cepat dapat diketahui jumlah pemilih untuk setiap orang, siapa yang paling populer dan yang tidak populer, akan tetapi masih sulit pula untuk mengetahui individu yang saling memilih, siapa saja yang menjadi anak kelompok dan lainlain. Maka akan lebih baik jika disajikan dalam bentuk sosiogram, seperti digambarkan di bawah ini: A 54B 32- C D 1- E F 0Keterangan: 0,1,2,3,4,5 frekuensi pemilih. A,B, C, D, E, subyek terpilih. Cara membuat: 1. Buat sumbu ordinat dan dibuat skala yang mencakup frekuensi pemilih yang terbanyak. 2. Letakkan masing-masing individu setinggi frekuensi pemilih yang diperoleh. Misalnya A pemilihnya 5 orang, A diletakkan pada garis yang setinggi frekuensi 5. 3. Buat garis pilihan yang ditandai dengan tanda panah, misalnya: A B berarti A memilih B A B berarti A dan B saling memilih ( A memilih B dan B Juga memilih A) A B berarti A menolak B A B berarti A menolak B dan B juga menolak A Pemahaman Individu 2-39 A B berarti A memilih B dan B menolak A. Bentuk hubungan Bentuk hubungan antar individu dalam suatu kelompok dapat bermacam-macam: 1. Berbentuk segitiga (Triangle) Hubungan yang mempunyai intensitas yang cukup kuat 2. Berbentuk bintang (Star) A Bila pusat (A) tidak ada, maka kelompok akan bubar, karena hubungan kurang menyeluruh 3. Berbentuk jala (Net) Hubungan ini juga mempunyai intensitas cukup kuat. Hubungan cukup menyeluruh, baik, kuat dan hilangnya seseorang tidak akan membuat kelompoknya bubar. 4. A B C D (berbentuk rantai/ Chain) Hubungan searah atau sepihak tidak menyeluruh, kelompok yang demikian ini keadaannya rapuh. 2-40 Pemahaman Individu Selain mengetahui bentuk kelompok, intensitas kelompok, ada tidaknya anak kelompok, arah hubungan dan lain-lain, maka hasil sosiometri ini juga dapat dianalisis lebih lanjut, antara lain: 1. Status Pemilih Pm A = jumlah pemilih A N -1 N = jumlah anggota kelompok Pm A = indek status pemilih A Arti indeks: Pm = 0 berarti tidak ada yang memilih Pm = 1 berarti semua anggota kelompok memilih Indeks pemilih bergerak dari 0 – 1 2. Status Penolak Pn A = jumlah penolak A N -1 Pn A = indeks status penolak A N = jumlah anggota kelompok Arti indeks: Pn = 0 berarti tidak ada yang menolak. Pn = - 1 berarti semua orang menolak Indeks penolakan bergerak dari – 1 sampai 0 3. Status Pemilihan dan Penolakan PmPn A = jumlah pemilih A – jumlah penolak A N–1 Pm Pn A = indeks pemilihan dan penolakan A N = jumlah anggota kelompok Pemahaman Individu 2-41 PmPn A = - 1 berarti semua orang menolak A Pm Pn A = + 1 berarti semua orang memilih A (populer) Indeks pemilihan dan penolakan bergerak dari -1 sampai +1.

C. Latihan Buatlah kelompok belajar dari satu kelas dengan memanfaatkan teknik sosiometri, upayakan setiap kelompok belajar terdiri dari lima orang dengan tetap memperhatikan komposisi jenis kelamin laki-laki dan perempuan, serta memperhatkan arah pilih siswa D. Lembar Kegiatan Sebarkan angket sosiometri pada siswa kelas akhir di mana saudara bertugas, selanjutnya carilah siswa yang menunjukkan gejala terasing kemudian rencanakan program bimbingan individual untuknya E. Rangkuman Sosiometri banyak digunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok dan mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya, serta menyelidiki kesukaran seseorang terhadapteman sekelompoknya, baik dalam pekerjaan, sekolah maupun teman bermain. Daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk mendapatkan materi sosiometri dinamakan angket sosiometri. Hasil angket sosiometri dapat dibuat dalam bentuk penyajian yang lebih baik yaitu dengan membuat sosiogram. F. Tes Formatif 1. Buatlah rumusan dengan kalimat saudara sendiri, apa yang dimaksud dengan sosiometri 2. Jelaskan apa kegunaan sosiometri dalam bimbingan dan konseling 3. Jelaskan dari mana saudara bisa mengetahui bahwa seorang siswa terasing di kelasnya jika saudar melihat data sosiogram.

BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Materi pemahaman individu mencakup teknik tes dan non-tes.Meski mencakup teknik tes dan non-tes, tetapi dalam buku ini hanya disajikan teknik non tes, yang dalam perkuliahn 1 lazim dikenal dengan mata kuliah ―Pemahaman individu 1‖, sedang teknik tes lazimnya diberikan secara terpisah dalam kemasan materi ―Pemahaman individu 2‖ Lingkup isi buku ajar ini adalah materi perkuliahan pemahaman individu 1, yang di dalamnya di bahas tentang (a) pengertian dan kegunaan pemahaman individu, (b) teknik observasi, (b) daftar cek, (c) sosiometri, (d) wawancara, dan (e) angket. Semua teknik diwali dengan penyajian secara teoretik, selanjutnya pembaca dipandu untuk berlatih mempersiapkan dan mempraktekkkan masing-masing teknik tersebut, untuk selanjutnyua penerapannya dalam bimbingan dan konseling, B. Prasyarat Mengingat aspek yang hendak dipahami utamanya berkaitan dengan gejala-gejala psikis seseorang dalam kerangka bimbingan dan konseling, maka prasyarat yang diperlukan sebelum mempelajari pemahaman individu – baik pemahaman individu 1 maupun 2 – adalah Psikologi dan Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Kebutuhan pengetahuan dasar psikologi ini mutlak, mengingat gejala yang difahami adalah gejala-gejala yang bersifat psikologis yang muncul dalam bentuk ucapan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Sedang kebutuhan akan pengetahuan dasar bimbingan dan konseling mengingat, bahwa hasil pemahaman terhadap individu (konseli)

adalah untuk kepentingan layanan bimbingan, bukan untuk kepentingan selainnya. C. Petunjuk Belajar Dalam mempelajari buku ajar ini, mahasiswa atau peserta pelatihan diseyogiakan menempuh langkahlangkah berikut : 1. Sebelum pelatihan dilaksankan seyoganya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih, dan akan lebih bagus lagi jika ada partner yang bisa diajak berdiskusi dalam memahami isi buku ini. Hal-hal yang tidak bisa difahami melalui diskusi dengan teman sejawat seyogianya dicara penjelasannya melalui buku-buku yang relevan, dan jika masih belum terjawab bisa ditanyakan kepada dosen atau instruktur ketika acara pelatihan berlangsung. 2. Ikuti ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat, dan lakukan pencatatan seperlunya terhadap hal-hal yang saudara pandang penting. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen, manfaatkanlah untuk minta penjelasan hal-hal yang belum bisa saudara fahami dengan baik, dan jika saudara menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen saudara dengan cara yang baik. 3. Pada akhir setiap bab yang membahas suatu teknik, disedikan pula tugas-tugas yang harus saudara lakukan untuk melakukan persiapan hingga melakukan tindakan praktek teknik tertentu. Meski sifatnya latihan, seyogianya saudara lakukan dengan sungguh-sungguh dan lakukan pencatatan dengan sebaikbaiknya sebagai laporan praktek. 4. Untuk mempraktekkan teknik-teknik yang disajikan dalam buku ini tidak terlalu sulit, sebab subyek yang bisa saudara gunakan praktek ada di sekitar saudara; subyek tu bisa jadi bahkan tetangga sebelah, teman duduk, teman kost, teman guru, atau murid di sekolah di mana saudara bertugas. Untuk itu praktekkanlah dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih memahami sifat-sifat atau karakteristik orang lain. 5. Untuk lebih mempertajam kaca pandang saudara, ada baiknya saudara suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan kehidupan manusia. D. Kompetensi dan Indikator Salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor -- di samping menguasai konsep dan praksis pendidikan, kesadaran dan komitmen etika professional, menguasai konsep perilaku dan perkembangan individu, menguasai konsep dan praksis bimbingan dan konseling, mampu mengelola program bimbingan dan konseling, menguasai konsep dan perilaku riset dalam bimbingan dan konseling - - menguasai konsep dan praksis asesmen. Oleh sebab itu, indikator tercapainya tujuan pelatihan mata latih pemahman individu adalah jika peserta latih telah menunjukkan penguasaan minimal 80% dari konsep-konsep asesmmen, mampu merancang asesmen, dan melakukan asesmen dengan memanfaatkan teknik-teknik yang dilatihkan secara benar

BAB II PENGERTIAN DAN KEGUNAAN Kegiatan Belajar 1 A. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta memahami hakekat pemahaman individu dalam rangka bimbingan dan konseling. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakekat pemahaman individu mereka (a) mampu merumuskan pengertian pemahaman individu dengan kalimat sendiri, (b) memanfaatkan teknkteknik pemahaman indvidu sesuai dengan jenis data yang hendak digali, dan (c) memanfaatkan teknik-teknik pemahaman individu dengan mempertimbangkan karakteristik subyek yang hendak difahami. B. Uraian Materi 1. Pengertian Pemahaman individu atau human assessment didefiniskan oleh Aiken (1997 : 454) sebagai ‖Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristics. Assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations, interviews, rating scale, checklist, inventories, projectives techniques, and tests‖ Dari rumusan Aiken di atas bisa difahami, bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami, menilai, atau menaksir karakteristik, potensi, dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. Caracara yang digunakan itu mencakup observasi, interview, skala psikologis, daftar cek, inventory, tes proyeksi, dan beberapa macam tes. Pemahaman atau penilaian itu dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada padanya (developmental) dan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya (klinis). Dalam melakukan asesmen itu, lazim digunakan berbagai instrumen yang bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu dengan cara

(f) untuk mengevluasi perubahan kognitif. d. potensi. remaja. pemerintahan. Ada beberapa manfaat pengetahuan dan keterampilan melakukan asesmen. Berlatihlah menggali data. dan rumah sakit . c. Untuk mendukung penelitian tentang perubahan tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. Apakah menggali data dengan subyek yang usianya berbeda. pelayanan konseling. pendidikan. dan atau program pelatihan. atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus. Jika dengan cara itu masih belum saudara temukan penjelasannya. Berlatihlah merumuskan pengertian dan langkah-langkah itu dengan kalimat sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalmat dalam buku ajar ini. yaitu (a) untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan. atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus. persamaan apa yang saudara temukan? Apa keuntungan bagi guru atau pimpinan suatu organisasi yang memahami sfat-sifat setiap pribadi yang dipimpinnya? D. kemampuan berpikirnya berbeda. Apakah terdapat perbedaan sifat-sifat manusia yang satu dengan lainnya? Adakah sifat-sifat umum yang sama dari semua orang yang saudara observasi. pekerjaan. dan berbagai program intervensi tingkah laku. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. dipertahankan. karakter kepribadiannya. dan karakteristik kepribadian seseorang dalam rangka membantu mereka dalam membuat keputusan. tanyakan kepada instruktur saudaradalam kegiatan pelatihan. terapi psikologis dan berbagai program intervensi tingkah laku. 2. klinik psikologi. Lakukan pengamatan dan pencatatan dengan cermat terhadap sejumlah tumbuhan atau binatang. pekerjaan. 5. fisik. dan penelitan. (g) untuk mendukung penelitian tentang perubahan tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. 4.tes dan non-tes. Dakui bahwa pendorong utama munculnya pengkuruan psikologi adalah kebutuhan akan penilaian dari dunia pendidikan. dan atau program pelatihan. peramalan. g. Khususnya bagi konselor di Indonesia. klinis. h. b. daftar cek. skala psikologis. (c) untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan. Untuk meramalkan dan menentukan perlakuan (tritmen) psikis. e. intrapersonal. jika perlu tanyakan kepada teman atau lihat kamus atau cari penjelasan di buku-buku psikologi. (d). fisik. dan latar belakang pendidikan serta budayanya berbeda bisa dilakukan dengan teknik yang sama? E. Semuanya itu bisa ditaksir atau diukur dengan bermacammacam cara. intrapersonal. inventory. konseling perorangan. Untuk mengavaluasi perubahan kognitif. Lakukan pula percobaan menggali data pada anak-anak. Untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan. tes psikologi dan bermacammacam alat ukur (assessment istruments) digunakan dalam bidang yang amat luas. dan rumah sakit f. Lembar kegiatan Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogianya saudara mengikuti langkahlangkah berikut : 1. dan keputusan tentang seseorang. pengukuran psikologis berfungsi untuk mengukur perbedaanperbedaan antara individu atau perbedaan reaksi individu yang sama terhadap berbagai situasi yang berbeda. Anastasi (2006 : 3) menunjukkan bahwa secara tradisional. . siapkan pula alat tulis berupa spidol warna untuk menandai hal-hal yang penting. konseling perorangan. pendidikan. atau menaksir karakteristik. Sedang secara khusus tujuan pengukuran psikologi adalah : a. (b) untuk menyaring pelamar pekerjaan. dipertahankan. (e) untuk meramalkan dan menentukan perlakuan (tritmen) psikis. Apa pula keuntungan bagi tanaman dan binatang bila pemilik atau pemeliharanya memahami sifat-sifat tanaman atau binatang itu dengan baik? 2. Untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan. Pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. tes proyeksi. Untuk menyaring pelamar pekerjaan. kecakapan mental. dan beberapa macam tes 2. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 6. Kegunaan Aiken (1997 : 11) menunjukkan. kemampuan melakukan asesmen adalah salah satu dari tujuh kompetensi yang harus dimilik untuk kepentingan melakukan diagnosis dan pertimbangan dalam memberikan treatmen C. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. terapi psikologis. Tujuan utama pengukuran psikologis --baik dengan menggunakan tes maupun non-tes—menurut Aiken (1997 : 11) adalah untuk menilai tingkah laku. 2. Lakukan pula pengamatan dan pencatatan secara cermat terhadap 10 orang yang ada di sekitar saudara. 3. Untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan (di-PHK). Rangkuman 1. dan orang dewasa. dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan. menilai. interview. dan tingkah lakunya.Cara-cara yang digunakan itu mencakup observasi. klinis. jika saudara gagal dengan suatu cara. Aiken (1997 : 1) dalam bukunya menunjukkan bahwa manusia dalam kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berpikirnya. dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan. industri dan perdagangan. militer. Latihan 1. seperti pendidikan.untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan. Apakah terdapat perbedaan karakter tumbuhan satu dengan lainnya? Apakah tersdapat pula perbedaan karakteristk binatang satu dengan lainnya? Atau bahkan apakah terdapat perbedaan karakter binatang meskipun dari jenis yang sama? Apa keuntungan bagi pemelihara jika pemelihara itu memahami sifat-sifat setiap jenis tanaman atau binatangnya.

(b) mampu merancang atau mempersiapkan observasi dengan benar. Tuliskan semua manfaat memahami konselor bila ia terampil menggunakan bermacam-macam teknik asesmen ! 4. bukan hanya kegiatan melihat. dan kesadaran terhadap obyek atau gejala- . mendengar. bahkan bila dipandang perlu dengan penggunakan pencecap dan peraba. Dalam arti luas. Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik? 3. atau sekurang-kurangnya membuang-buang energi untuk sampai ke tujuan. pencecap dan peraba. Pengertian observasi Secara garis besar terdapat dua rumusan tentang pengertian observasi. Tuliskan pula bahayanya jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya ! BAB III O B S E R V A S I Kegiatan Belajar 2 A. dalam melakukan observasi harus dilakukan dengan penuh perhatian (attention). dan (e) mampu memanfaatkan hasil observasi untuk kepentingan bimbingan dengan tepat. ia adalah bagian penting dari kegiatan konseling. pendengaran. tetapi lebih dari itu bisa jadi justru berdampak negativ bagi individu yang dibimbing lantaran malpraktek. F. (c) mampu memanfaatkan alat-alat bantu observasi dengan benar.3. Uraian Materi Pembahasan tentang observasi mencakup tema-tema berikut : 1. observasi meliputi pengamatan yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung terhadap obyek yang sedang diteliti. lidah dan sebagainya. yaitu pengertian secara sempit dan luas. untuk meyakinkan hasil penglihatan kadang perlu dikuatkan dengan data dari penciuman. mendengar. maka pengamatan yang dilakukan observer bukan hanya sebatas gejala yang nampak saja. Dalam arti sempit. tetapi lebih dari itu adalah melihat. kemampuan asesmen merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor. penciuman. Bahkan manakala observasi digunakan sebagai alat pengumpul data penelitian kualitatif. Kemampuan melakukan observasi itu ditampilkan dalam (a) mampu memilih jenis teknik observasi yang tepat. Khususnya bagi konselor. pendengaran . diharapkan peserta mampu melakukan observasi dalam rangka bimbingan dan konseling dengan benar. sebab melihat hanya dengan menggunakan penglihatan (mata). tetapi lebih jauh harus mampu menembus latar belakang mengapa gejala itu terjadi. Ia tentu akan tersesat. Dalam rumusan di atas ada satu kata kunci yaitu ‖pengamatan‖. Mengapa menggunakan pancaindra ? Apakah tidak cukup hanya dengan salah satu indra saja? Tidak semua gejala yang diamati bisa dikenali dengan penglihatan saja. observasi berarti pengamatan secara langsung terhadap gejala yang diteliti. B. atau tidak. Tunjukkan semua alasan yang saudara ketahui. istilah ‖pengamatan‖ tidak sama dengan melihat. guru itu bisa melihat pada perubahan wajahnya dan atau sekaligus mencium bau alkohol yang keluar dari mulut peminum itu. aktivitas. Dalam kaitannyadengan tugas konselor. Tes formatif 1. telinga. Di sisi lain. Hal in berarti bahwa dalam kegiatan observasi bukan hanya proses fisik tetapi juga proses psikis. bisa jadi bukan hanya membuang-buang tenaga. (d) mampu melaksanakan analisis hasil observasi dengan benar. Dilihat dari segi psikologi. mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya? 2. dan mencium yang disertai dengan pemusatan perhatian. Di samping proses pengamatan. mencium saja yang berjalan. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. kadang ada gejala yang memang tidak bisa ditangkap oleh mata tetapi dengan hidung. sedang dalam istilah pengamatan terkandung makna bahwa dalam melakukan pemahaman terhadap subyek yang diamati dilakukan dengan menggunakan pancaindra yaitu dengan penglihatan. Untuk meyakinkan seorang guru bahwa murid yang sedang dilayaninya baru saja minum minuman keras. Hal ini bisa dijelaskan bahwa ketika seseorang melakukan observasi. Dan jika ada konselor yang tidak memiliki kemampuan dalam bidang asesmen diibaratkan seperti pelayar yang tidak membawa kompas.

observasi bise dibedakan menjadi tiga bentuk. c. yaitu : a. yatu ketika seseorang ingin mengobservasi subyek (observee) dalam kondisi alami atau natural. Melihat pertandingan sepak bola. Hanna Djumhana (1983 : 205) mengelompokkan observasi menjadi berikut : 1) Finding observation yaitu kegiatan observasi untuk tujuan penjajagan. Blocher (1987) mengelompokan ke dalam tiga bentuk dasar observasi. yaitu ketika seseorang tidak hanya mengobservasi tetapi memaksakan kondisi-kondisi spesifik terhadap subyek yang diobservasi. Dilihat dari keterlibatan subyek terhadap obyek yang sedang diobservasi (observee).gejala tertentu yang sedang diobservasi. sehingga ada kecenderungan untuk menggolongkannya secara paksa atau mengabaikannya sama sekali. yaitu observer bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail dan cermat terhadap segala akitivitas yang dilakukan observee. Gall dkk (2003 : 254) membedakan observasi menjadi dua. 2) Direct observation yaitu observasi yang menggunakan ―daftar isian‖ sebagai pedomannya. M. Menyusun panduan observasi . Anna Djamhana (1983 : 201) juga mengingatkan. 2) metode survey. 2) observasi eksperimental (experimental observation) jika observasi itu dilakukan terhadap subyek dalam suasana eksperimen atau kondisi yang diciptakan sebelumnya. b. Dalam melakukan observasi harus jelas apa tujuannya. yaitu bila observer terlibat pada sebagian kegiatan yang sedang dilakukan oleh observee. finding observation diterapkan bila konselor merasa tidak perlu menggunakan berbagai daftar isian serta inginmendapatkan kesan mengenai tingkah laku konseli yang spontan atau apa adanya. gejala-gejala apa saja yang perlu diamati. yaitu . yaitu ketika seseorang mensurvey (mengobservasi) contoh-contoh tertentu dari perilaku individu yang ingin kita nilai. seorang peneliti mengamati perilaku binatang di hutan atau kebun binatang adalah contoh observasi naturalistik. dan pelaporan hasilnya. konselor menyediakan sebuah daftar berupa penggolongan tingkah laku atau rating. Selama berhadapan dengan situasi itu ia bersikap menjajagi saja. yaitu observee bisa jadi tidak mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi. maka sangat mungkin perilaku yang muncul masih ada kemungkinan tidak wajar. tetapi kelemahannya adalah sering terjadi tingkah laku yang lain dari pada yang digolongkan pada daftarnya. Daftar ini bisa berupa checklist kategori tingkah laku yang diobservasi. jika mereka mengetahui bahwa mereka sedang diamati. sehingga perilaku yang nampak diharapkan wajar atau tidak dibuat-buat. Oleh sebab itu konselor seyogianya benar-benar kompeten dalam masalh ini. Observasi partisipan ini memiliki kelebihan. yaitu bila pihak yang melakukan observasi (observer) turut serta atau berpartisipasi dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh subyek yang sedang diobservasi (observee). dan sekaligus memanfaatkan kelebihan dari kedua bentuk tersebut. bentuk ini juga memiliki kelemahan yaitu bila observee mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi. Gall dkk (2003 : 254) memandang observasi sebagai salah satu metode pengumpulan data dengan cara mengamati perilaku dan lingkungan (sosial dan atau material) individu yang sedang diamati. Observasi partisipan juga sering digunakan dalam penelitian eksploratif. maka perilkunya biasanya dibuat-buat atau tidak wajar. Dilihat dari segi situasi lingkungan di mana subyek diobservasi. persoalan utama tetap terletak pada tahu atau tidaknya observee bahwa mereka sedang diamati. & Mitchell. 3) experimentasi. Mendasarkan pada tujuan dan lapangannya. Selama konseling berlangsung atau segera setelah konseling berakhir. guru mengamati murid ketika sedang bermain di halaman sekolah. 1) observasi naturalistic. Di sisi lain. kedua bentuk observasi ini dapat diterapkan. sementara pada sebagian kegiatan yang lain observer tidak melibatkan diri Bentuk ini merupakan jalan tengah untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk observasi di atas. yaitu 1) observasi naturalistik (naturalistic observation) jika observasi itu dilakukan secara alamiah atau dalam kondisi apa adanya. observasi partisipan mengandung kelemahan. karakteristik masing-masing gejala. bahwa observasi juga harus dilakukan secara sistematis dan bertujuan. analisisnya. Gibson. model pencatatannya. Di sisi lain. Dalam situasi konseling. Pada umumnya pembuatan daftar isian ini didasarkan pada data yang diperoleh dari finding observation dan atau penjabaran dari konsep dalam teori yang dipandang sudah mapan. yaitu bila observer tidak terlibat secara langsung atau tidak berpartisipasi dalam aktivitas yang sedang dilakukan oleh observee. 3. ia hanya mengetahui bahwa dia akan menghadapi suatu situasi saja. yaitu : 1) Observasi partisipan. sangat mungkin observer tidak bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail 2) Observasi non-partisipan. Observasi non-partisipan ini memiliki kelebihan.L. artinya dalam melakukan observasi observer tidak bisa melakukan hanya secara tiba-tba dan tanpa perencanaan yang jelas. R. Akibatnya obsever tidak mendapatkan data yang asli. Bentuk-bentuk Observasi Ada beberapa bentuk observasi yang lazim dilakukan oleh konselor dan atau peneliti. Dalam direct observation. meskipun diakui bahwa penggunaan observasi juga perlu dilengkapi dengan metode lain dalam penilaian manusia. Cara ini lebih mudah dibanding cara finding observation. d.H (1995 : 260) memandang observasi sebagai teknik yang bisa dimanfaatkan untuk memilah-milah derajat dalam membuat konklusi tentang orang lain. Khususnya bentuk observasi sistematis. kemudian ia mengamati berbagai variabel yang mungkin dapat dijadikan bahan untuk menyusun observasi yang lebih terarah. 2. konselor mengisi daftar tersebut dengan cara memberi tanda pada penggolongan tingkah laku yang sesuai dengan tingkah laku konseli selama proses konseling berlangsung. sebab ketika observer terlibat langsung dalam aktifitas yang sedangg dilakukan observee. Dalam melakukan observasi ini observer belum mengetahui dengan jelas apa yang harus diobservasi. utamnya berkaitan dengan kecermatan dalam melakukan pengamatan dan pencatatan. 3) Observasi kuasi-partisipan. Menurut penulis.

Pembuatan daftar cek ini dimaksudkan untuk membuat pencatatan hasil penelitian yang sistematis. maka variabel yang perlu diperhatikan dalam observasi adalah potongan badan. indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau subvaribel. badan. atau kuesioner dengan baik. Untuk menetapkan variabel dan sub variabel observasi bisa ditempuh melalui dua cara. Catatan ini bisa dibuat oleh konselor atau guru bidang studi atau wali kelas. terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja. Beberapa alat bantu tersebut dijelaskan secara singkat di bawah ini. tetapi bisa saja dilakukan oleh guru bidang studi. jika obyek atau materi observasi itu adalah ‖kambing‖. apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer. camera CCTV). yaitu (a) daftar riwayat kelakuan. kecuali kesiapan peralan yang diperlukan dan aktivitas bertanya. dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi. bahkan kepala sekolah. maka pada kepala kambing itupun ada mata. jangan sampai terjadi ingin membeli ‖kambing‖ ternyata yang dibeli adalah ‖anjing‖ meskipun sama-sama berbulu dan berkaki empat. handphone. mungkin perlu dilacak lebih jauh. Suatu aspek (variabel/sub variabel) bukan hanya dicatat ada atau tidak ada. handycam. mungkin melalui teknik wawancara atau kunjungan rumah untuk melakukan observasi terhadap kehidupan keluarganya. Untuk itu seorang peneliti seharusnya menguasai konsep tentang variabel yang diteliti itu secara baik. (2) penjabaran dari konsep dalam teori yang dipandang sudah mapan. Untuk kepentingan pemberian layanan yang mendekati tepat. tetapi lebih dari itu adalah kualitas atau tingkatannya. ekor. Tetapkan tujuan observasi. Kelas : ……………… Observasi Ke : 1/2/3/4 (lingkari yg sesuai) Hari/tgl : …………………..Keterangan : Aspek nomor 1. No Aspek Ya Tdk Keter 1 Hadir di sekolah tepat waktu V 2 Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan V 3 Memperhatikan penjelasan guru V 4 Bila diberi kesempatan bertanya. Tetapkan Indikator. e. dan (e) alat-alat mekanik/ elektrik (seperti : tape recorder. Ibarat seorang yang hendak membeli seekor kambing seyogianya ia sudah tahu persis gambaran kambing yang hendak dibeli. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut : a. (b) catatan berkala. maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. Hadir di sekolah tepat waktu . Dengan indikator yang jelas memungkinkan seorang peneliti mampu menjabarkan variabel dan atau sub-variabel itu ke dalam panduan observasi. ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ‖kepala kambing‖. b. Langkah-langkah dalam menyusun panduan observasi (observasi guide) selanjutnya disajikan pada diagram berikut : 4. variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ‖kambing‖. yang kemudian dikumpulkan untuk menggambarkan kesan-kesan umum tentang subyek yang diobservasi.Agar observasi bisa dilakukan dengan baik. krah. 5. panduan wawancara. wali kelas. Catatan ini amat penting artinya manakala konselor harus melakukan diagnosis dalam proses konseling. Gali variabel-variabel observasi. dan lain sebagainya). sehingga terhindar dari salah-diagnosis Catatan berkala adalah catatan yang dibuat pada waktu tertentu saja (misal : pada saat individu mengikuti pelajaran. dan bulu. Analisis hasil observasi : individual dan kelompok Observasi bisa dilakukan untuk perorangan maupun kelompok. corak pakian dan lain-lain. tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel. lengan. yaitu (1) melakukan observasi penjajagan (finding observation) kemudian ia mengamati berbagai variabel yang mungkin dapat dijadikan bahan untuk menyusun panduan observasi yang lebih terarah. model pakaian. dan observer hany memberi tanda cek pada aspek-aspek yang sedang diobservasi (selanjutnya periksa bab khusus Daftar Cek) Skala penilaian pencatatan gejala menurut tingkatantingkatannya. Pastikan dan fahami materi observasi. kunjungan ke suatu tempat dan lain sebagainya). tanduk. Jika benda yang hendak diobservasi itu adalah ‖baju‖. d. c. Alat-alat Bantu Observasi Ada beberapa alat bantu yang bisa dimanfaatkan oleh observer dalam menggunakan metode observasi. karya wisata. DAFTAR CEK INDIVIDUAL Nama siswa : …………………. Daftar cek adalah suatu daftar yang berisi nama subyek dan aspek-aspek (sub-variabel) yang hendak diobservasi. kegiatan perkemahan. Gali pula sub variabel. ada baiknya konselor (observer) juga mau memanfaatkan catatan-catatan yang dibuat oleh teman sejawat perihal perilaku konseli. hidung. Daftar riwayat kelakuan adalah suatu catatan tentang kelakuankelakuan individu yang dipandang istimewa dan luar biasa. ia aktif berdiskusi V 6 Aktif belajar di perlustakaan V 7 Bila diberi tugas rumah. ia selalu memanfaatkannya V 5 Bila diberi kesempatan untuk berdiskusi. Bagi seorang konselor sekolah dua indicator yang tidak muncul. (d) skala penilaian. Oleh sebab itu seorang observer yang baik tentu tidak cukup bila hanya mengobservasi salah satu sub-varabel kemudian hasilnya disimplukan seolah-oleh sudah seluruh variabel. Catatan semacam ini sebenarnya bukan hanya dilakukan LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PANDUAN OBSERVASI TETAPKAN TUJUAN OBSERVASI PASTIKAN & FAHAMI MATERI TETAPKAN INDIKATOR GALI VARIABEL & SUB-VARIBEL OBSERVASI PENJAJAGA N JABARKAN KONSEP PANDUAN O B S E R V A S I 2-18 Pemahaman Individu oleh konselor. telinga. kaki. (misalnya kepala. mengikuti upacara. di bawah ini disajikan alat bantu observasi berupa daftar cek untuk perorangan dan kelompok yang hendak mengungkap bagaimana perhatian siswa siswa ketika mengikuti pelajaran di kelas: Dari data di atas bisa difahami bahwa subyek yang diobservasi dalam semua indikator yang menggambarkan seseorang yang memiliki perhatian yang baik ketika mengikuti pelajaran semuanya ada. ia mengerjakan dengan sungguh-sungguh V 8 Lain-lain . saku. (c) daftar cek.

ia selalu memanfaatkannya 5. Jenis manapun yang saudara pilih. Selanjutnya lanjutkan dengan rencana tindakan bimbingan sesuai data yang ada. Berlatihlah menyusun panduan observasi yang benar dengan aspek yang berbeda-beda dan subyek yang berbeda. jenis observasi mana yang hendak saudara pilih sesuai macam-macam observasi yang ada. 4. 2. 1. seperti mogok. Bila diberi tugas rumah. mengapa dalam aspek tersebut kurang maksimal 6. atau melakukan kegiatan tetapi dengan ogah-ogahan. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. tanyakan kepada instruktur saudar adalam kegiatan pelatihan. Libatkan beberapa orang observer. . dan jika dipandang perlu bisa dikerjakan bersama teman dalam kegiatan kelompok. sebab hubungan yang tidak baik antara observer dengan observi bisa mengganggu kegiatan observasi. dan beberapa alat perekam data (selanjutnya baca : beberapa alat bantu observasi). Menjaga hubungan baik dengan observi. Pastikan pula. c. seperti wawancara. Pemanfaatan alat pencatat data. b. ada baiknya jika observasi dilakukan bukan hanya oleh satu orang saja. 2. Bila diberi kesempatan untuk berdiskusi. Jika dengan cara itu masih belum saudara temukan penjelasannya. dan lingkungan sosialnya. d. Subyek yang diobservasi adalah siswa kelas III di sekolah saudara sendiri yang berjumlah 40 orang. Buat pesiapan untuk melakukan observasi dengan keterangan : a. Membandingkan antar subyek dalam satu kelompok. b. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. Aktif belajar di perlustakaan 7. Pengklasifikasian itu akan lebih baik jika mendasarkan pada variabel dan atau sub-sub variabel penelitian. Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan 3. kerjakan tugas-tugas di bawah ini dengan sungguh-sungguh. 2. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna untuk menandai hal-hal yang penting. Setelah data terkumpul. sebelum dan selama pelaksanaan observasi seyogianya observer selalu menjaga hubungan baik dengan observi dan memelihara kewajaran situasi. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan observasi a. e. Tujuan observasi adalah untuk mengetahui apa yang dilakukan mereka dalam menghadapi ujian akhir nasional (UAN) c. mengingat data yang diperoleh dari kegiatan observasi bisa sangat banyak dan beragam. tetapi lebih dari satu orang kemudian hasilnya dibandingkan dan disimpulkan bersamasama C. ia mengerjakan dengan sungguh-sungguh 8. coba lakukan analisis individual mapun kelompok. 3. Latihan Agar saudara bisa memahami dan mempraktekkan teknik observasi dengan baik. 3. jika perlu tanyakan kepada teman atau lihat kamus atau cari penjelasan di buku-buku psikologi. sebab bisa jadi perilaku yang muncul sama tetapi motiv yang mendasarinya berbeda. Memperhatikan penjelasan guru 4. Bila diberi kesempatan bertanya. Lembar Kegiatan Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogianya saudara mengikuti langkahlangkah berikut : 1. tetapi lebih dari itu adalah motiv-motiv yang mendorong munculnya tingkah laku tersebut. akhirnya bisa diketahui subyek mana yang paling perhatian atau kurang perhatian dalam mengikuti pelajaran.2. ada beberapa alat pencatat data yang bisa dimanfaatkan observer. Sehingga bisa diketahui subyek mana yang perlau mendapat perhatian berupa layanan bimbingan. antara lain : catatan biasa. tingkat usia siswa. perlu diingat bahwa perilaku manusia bukan sekedar apa yang bisa diamati. Lain-lain Untuk melakukan analisis terhadap data di atas dapat dilakukan dengan cara : 1. saudara tetap harus membuat panduan observasi. studi dokumenter dan lain-lain. Buat pula panduan observasi sesuai tujuan observasi. Pengklasifikasian gejala. Oleh sebab itu untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap seyogianya penggunaan observasi dilengkapi pula dengan metode yang lain. ia aktif berdiskusi 6. D. seyogianya observer melakukan pengklasifikasian gejala guna memudahkan analisis. Penggunakan metode pelengkap. untuk menjaga obyektifitas hasil pengamatan. daftar cek. Membandingkan antar aspek sehingga bsa diketahui aspek mana yang sudah cukup dan paling kurang sehingga segera DAFTAR CEK KELOMPOK Observee Kls : …… Observasi ke : 1/2/3/4 Tgl/Bl/Th : …………… Tujuan observasi : mengetahui bagaimana perhatian siswa ketika mengikuti pelajaran tertentu No Abs Kode Subyek A s p e k N o m o r 1 2 3 4 5 6 7 8 1Avvvvvvv 2Bv-vvv-v 3C--vvvvv 4Dvvvvvvv 5Evvvvvv6Fvvvvvvv 7Gvvvvvvv 8H------9I------10 J v v v v v v v perlu dilacak oleh konselor.

melakukan pencatatan segera. jangan sekali melihat lengsung disimpulkan. bentuk lingkungan. dan melibatkan bebrapa orang observer. teman kantor. observasi identik dengan kegiatan mengamati. bisa teman duduk. dan memanfaatkan metode pelengkap. E. sebab bisa jadi itu baru kulit luar yang belum menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Berlatihlah pula melakukan observasi dari lingkungan yang terdekat. Berlatihlah melakukan analisis. tujuan observasi. dan tingkatan keahlian yang diperlukan. tetapi tidak sama dengan melihat. F. Ada bermacam-macam bentuk observasi. bentuk observasi mana yang lebih banyak digunakan dalam layanan bimbingan? 3. 6. Apa yang seyogianya dilakukan observer ketika hendak menyusun panduan observasi ternyata tidak ditemukan konsep teoretik yang layak dijadikan rujukan? . Bentu manapun yang digunakan seyoyanya dilakukan dengan persiapan yang matang dalam bentuk panduan observasi. Apa yang seyogianya dilakukan observer untuk mengatasi kelemahan observasi berkaitan dengan subyektivitas dalam pengamatan? 4. atau siswa di sekolah di mana saudara bertugas. baik untuk kasus perorangan maupun kelompok. Observasi adalah kegiatan mengenali observee dengan mengguna-kan pancaindra. Ada beberapa macam observasi dilihat dari berbagai sisi.5. dan (b) memanfaatkan hasil observasi penjajagan. Ada sejumlah kelemahan observasi. 4. 2. tetangga sebelah. Tetapi ingat. Rangkuman 1. Untuk menyusun panduan observasi. dan cobalah mengaplikasikannya dalam dunia bimbingan. Tes Formatif 1. Tunjukkan semua alasan mengapa dalam melakukan observasi perlu menggunakan panca indra? 2. observer seyogianya memahami kelemahan-kelemahan tersebut dan berupaya untuk meminimalisir seperti menggunakan alat bantu observasi. bisa dilakukan dengan dua cara yaitu (a) menjabarkan dari konsep yang sudah mapan. bisa dilihat dari keterlibat-an observer dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh observee. 3.

(3) pertemuan tatap muka itu mempunyai tujuan tertentu. b. 2. 3. Uraian Materi 1. Dalam interviu ini seorang interviewer/ pewawancara menghadapi beberapa orang interviewe/ orang yang diwawancarai. maka akan memperlancar proses interviu selanjutnya. Aspek-aspek dalam interviu meliputi: (1) pertemuan tatap muka. The employment interview. Interviu ini biasanya digunakan dalam proses konseling. yaitu interviu yang dijalankan untuk keperluan administrasi. c. Kalau hubungan baik telah terjalain dan timbul perasaan saling percaya dan saling menghargai. Dalam wawancara pertanyaan yang diajukan kepada seseorang dilakukan secara lisan. interviu dapat dibedakan: a. Dilihat dari peran yang dimainkan. untuk mendapatkan perubahan dalam perilaku. yaitu interviu yang ditujukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. yaitu interviu yang dilaksanakan dengan suatu maksud yang berhubungan dengan employment. antara interviuer dengan interviui. yaitu interviu yang dilaksanakan secara perorangan. Akhir interviu. b. dalam interviu ini interviui diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan hal-hal yang terkait dengan permasalahan yang sedang dihadapinya. yang dapat dibedakan: a. b. 4. B. The non-directive interview. Macam-macam Interviu Dalam interviu terdapat bermacam-macam jenis sesuai dengan tujuan ataupun sifat-sifat lain yang ada dalam interviu.BAB V INTERVIU Kegiatan Belajar 5 A. Dilihat dari jumlah orang yang diinterviu. c. Administrative interview. bagian ini merupakan bagian untuk mengungkap maksud dan tujuan interviu yang harus dicapai. tindak lanjut. (2) cara yang digunakan adalah cara lisan. dapat dibedakan: a. Pengertian Interviu Interviu/wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan baik secara langsung atau tidak langsung kepada seseorang. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajaribab ini. Apabila tujuanminterviu ingin mengungkap latar belakang keluarga. Dengan interviu pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas dapat diperjelas oleh interviuer. Kebaikan dan kelemahan Interviu Di samping memiliki kekurangan. Informational interview. Dilihat dari apa yang ingin dituju interviu dibedakan: a. yaitu interviu yang dilaksanakan secar kelompok. Counseling interview. Inti interviu. sehingga interviui lebih mengerti tentang apa yang dimaksudkan. metode interviu ini juga memiliki kelebihan antara lain: a. yaitu interviu yang dilaksanakan untuk keperluan konseling. Interviu ini terutama digunakan untuk mencoba mengikuti perkembangan tertentu terutama proses sosial. Bagian-bagian Interviu Di dalam interviu terdapat bagian-bagian tertentu yang terdapat dalam semua interviu. The repeated interview. Pada pertemuan ini biasanya diisi dengan maksud dan tujuan interviu. Interviu individual. misal untuk kesejahteraan organisasi. . Interviu kelompok. b. The focused interview. Kemampuan melakukan interviu ditampilkan dalam (a) mampu merumuskan tujuan interviu (b) mampu menyusun panduan interviu (c) mampu melaksanakan interviu (d) mampu memanfaatkan hasil interviu untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling. Pendahuluan interviu. yaitu interviu yang ditujukan pada orangorang tertentu yang mempunyai hubungan dengan obyek-obyek yang diselidiki. dan pertemuan berikutnya. diharapkan peserta pelatihan mampu melaksanakan interview dengan benar dalam rangka pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. pada bagian ini terutama ditujukan untuk membina hubungan baik (terutama dalam pertemuan pertama). Pada umumnya interviu ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran sampai di mana sifat-sifat yang dipunyai oleh seseoramng terhadap kriteria yang diminta oleh sesuatu employment. Interviu dapat ditutup dengan menyimpulkan apa yang telah diungkap dalam interviu (misal. yaitu interviu yang berulang. yaitu bagian untuk mengakhiri jalannya interviu. interviu konseling: ditutup dengan menentukan evaluasi treatment. d. maka pada bagian ini tujuan tersebut harus tercapai. c.

Simulasikan dengan saudara! D. pembimbing harus dapat menjaga kerahasiaan klien. pertanyaan lebih jelas. Bagian interviu meliputi. maka waktu interviu antara 30-60 menit sudah dianggap cukup. hal-hal yang kurang menguntungkan dari interviu adalah: a. c. Jabarkan dalam indikator-indikator kesulitan belajar! 3. 4. Interviuer harus menjaga agar tidak ada waktu diam yang terlalu lama.informasikan tujuan iterviu. Apabila interviuer telah mempunyai prasangka terhadap interviui. data lebih mendalam. Susun kisi-kisi butir pertanyaan. sehingga akan mempunyai pengaruh yang baik juga terhadap hasil interviu.b. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interviu antara lain adalah. terutama dalam proses konseling. hendaknya saudara melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Lingkungan sekitar harus dijaga agar tidak ada hal-hal yang mengganggu jalannya interviu. maka perlu dipersiapkan dengan cermat yaitu dalam bentuk panduan interviu. Hindari penonjolan ‖aku‖ dari interviuer (Bimo Walgito. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interviu Agar interviu dapat mencapai hasil yang maksimal. 2. Macam interviu meliputi. cari referensi sesuai dengan tujuan interviu. 4. m. d. dalam hal waktu. maka interviuer harus minta ketegasan dari interviui tentang informasi yang benar. hal ini akan dapat mengganggu jalannya interviu. pendahuluan. tenaga dan biaya. Dalam proses interviu harus dijaga agar selalu ada hubungan yang baik antara interviuer dengan interviui. Bahasa yang digunakan oleh interviuer harus disesuaikan dengan kemampuan interviui. C. c. 5. 6. Keunggulan interviu meliputi. namun agar tidak terlalu melelahkan kedua belah pihak. maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: a. b. yang memerlukan keahlian khusus. apalagi yang terkait dengan pelaksanaan konseling. Interviuer harus melakukan kontrol dalam interviu. Berlatihlah menyusun panduan interviu. Kalau ada informasi yang bertentangan. Susun butir pertanyaan interviu. h. Susun kisi-kisi pertanyaan dalam interviu! 4. berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. inti dan akhir interviu. Susun butir pertanyaan dalam interviu! 5. bahasa dapat disesuaikan. maka hasil interviu sudah tidak obyektif lagi. informasional. b. Variabel dikembangkan dalam bentuk sub variabel dan diurai menjadi indikator-indikator. l. Tes Formatif Setelah saudara mempelajari secara keseluruhan tentang interviu cobalah beberapa pertanyaan berikut dikerjakan! 1. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan interviu adalah sebagai berikut: a. Interviu kurang hemat. Orang yang akan mengadakan interviu harus mempunyai latarbelakang tentang apa yang akan ditanyakan. d. b. Tetapkan tujuan interviu. agar dalam pelaksanaan interviu jelas. Lembar Kegiatan Agar saudara dapat memahami teknik interviu ini secara mendalam. Pelajari referensi tentang faktor penyebab kesulitan belajar siswa! 2. 1. g. Adanya hubungan langsung (face to face). Beri penjelasan secukupnya! . 3. F. j. Hubungan baik ini akan memberikan sumbangan yang besar terhadap proses dan hasil interviu. Cara menyampaikan pertanyaan-pertanyaan jangan kaku. Latihan Agar saudara dapat memahami dalam mempraktekkan teknik interviu dengan baik. agar tidak mematikan suasana interviu. untuk mengungkap faktor penyebab kesulitan belajar siswa. Dari sisi lain. Hal-hal yang akan ditanyakan harus dipersiapkan sebaik-baiknya agar interviu dapat berjalan sistematis dan lancar. jaga rahasia interviui. employment. i. Waktu pelaksanaan interviu sebenarnya tergantung pada masalah yang diungkap. jaga hubungan baik. sesuai dengan tujuan yang telah dijabarkan dalam bentuk variabelvariabel. diharapkan dapat menimbulkan suasana persaudaraan yang baik. sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan konseling interviu merupakan metode yang utama. Cermati istilah-istilah penting dalam materi interviu tersebut. k. Berlatihlah melaksanakan interviu. Upayakan jangan memotong pembicaraan interviui. dengan menggunakan panduan yang telah disusun E. e. Bahasa yang digunakan interviuer dapat disesuaikan dengan keadaan interviue. ingat waktu. 2004). kalau perlu buat catatan-catatan kecil. Pertanyaan yang diajukan hendaknya diajukan dengan hati-hati. teliti dan dengan kalimat yang jelas. c. Susun pedoman interviu. adminstratif dan interviu konseling. f. pertanyaan dapat diperluas ke pertanyaan yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut. Interviuer harus menjelaskan maksud dan tujuan interviu tersebut. kerjakan tugas-tugas dibawah ini dengan sungguh-sungguh. 3. Interviuer harus dapat dipercaya. Interviu adalah metode untuk mengumpulkan data secara langsung dengan subyek sumber data. c. Menyusun Panduan Interviu Agar pelaksanaan interviu dapat berjalan dengan lancar. Mengapa interviu memerlukan waktu yang lebih lama? Jelaskan! 2. dapat dirangkum secara ringkas sebagai berikut: 1. Interviu membutuhkan keahlian. Pelajari kegiatan belajar tentang interviu ini secara mendalam. Rangkuman Dari materi kajian tentang interviu. 2. dan apabila mengalami kesulitan dapat ditanyakan teman dalam kegiatan kelompok. 5.

1997:219). sikap dan tingkah laku seseorang. sebagai berikut: a. d. b. hal apa yang harus dikuasai oleh interviuer? Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling di Sekolah Prinsip merupakan paduan hasil kegiatan teoretik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan (Prayitno. Keunikan ini memberikan ciri atau merupakan aspek kepribadian seseorang. Berikut ini prinsip-prinsip bimbingan konseling yang diramu dari sejumlah sumber.3. Prinsip bimbingan adalah memperhatikan keunikan. . c. Dalam menyusun panduan interviu. mempunyai bayak inisiatif. Bimbingan pada prinsipnya diarahkan pada suatu bantuan yang pada akhirnya orang yang dibantu mampu menghadapi dan mengatasi kesulitannya sendiri. Sikap dan tingkah laku seseorang sebagai pencerminan dari segala kejiwaannya adakah unik dan khas. Dalam suatu proses bimbingan orang yang dibimbing harus aktif . Oleh karenanya dalam memberikan bimbingan agar dapat efektif perlu memilih teknik-teknik yang sesuai dengan perbedaan dan berbagai kebutuhan individu. dalam memberikan layanan perlu menggunakan cara-cara yang sesuai atau tepat. Tiap individu mempunyai perbedaan serta mempunyai berbagai kebutuhan.

Program bimbingan dan konseling di sekolah harus sejalan dengan program pendidikan pada sekolah yang bersangkutan. i. Di samping itu ia mempunyai kesanggupan bekerja sama dengan petugas-petugas lain yang terlibat. Untuk menangani masalah tersebut perlu diserahkan kepada petugas atau lembaga lain yang lebih ahli. f. Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. Prinsip referal atau pelimpahan dalam bimbingan perlu dilakukan. Proses bimbingan pada prinsipnya dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang dibimbing serta kondisi lingkungan masyarakatnya. h. di samping untuk menilai tingkat keberhasilan juga untuk menyempurnakan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling (Prayitno. j. Padahal sebenarnya tahap evaluasi sangat penting artinya. 1997:219). Ini terjadi apabila ternyata masalah yang timbul tidak dapat diselesaikan oleh sekolah (petugas bimbingan). Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh seorang petugas yang benar-benar memiliki keahlian dalam bidang bimbingan.Sehingga proses bimbingan pada prinsipnya berpusat pada orang yang dibimbing. Prinsip ini sebagai tahap evaluasi dalam layanan bimbingan konseling nampaknya masih sering dilupakan. Program bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya senantiasa diadakan penilaian secara teratur. Pada tahap awal dalam bimbingan pada prinsipnya dimulai dengan kegiatan identifikasi kebutuhan dan kesulitan-kesulitan yang dialami individu yang dibimbing. . e. g. Maksud penilaian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program bimbingan.

5. Keptusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah 11. Kolusi. 4. maka dipandang perlu untuk dibentuk Tim Manajemen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2012 yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala SMP Puspita Persada Kecamatan Pesanggrahan Kotamadya Jakarta Selatan 1.K E P U T U S A N KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PUSPITA PERSADA Nomor : 035/SMP. 7. 8. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasiona Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Mengingat : 10.PP/I/2012 TENTANG TIM MANAJEMEN BOS SMP PUSPITA PERSADA UNTUK PENDIDIKAN DALAM RANGKA WAJIB BELAJAR 9 TAHUN YANG BERMUTU DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN TAHUN ANGGARAN 2012 KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PUSPITA PERSADA Menimbang : bahwa untuk kelancaran pelaksanaan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan Gratis dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu di SMP Puspita Persada. dan Nepotisme. Keptusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 060/U/2002 tentang Pedoman Pendirian Sekolah Memperhatikan : Buku Panduan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu tahun 2012 . 3. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. 6. 2. 9.

c. Pengawas Pembina BOS 4. KEDUA : Tim Manajemen BOS Tingkat Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA Keputusan ini. i. maka harus segera mengembalikan kelebihan dana tersebut ke rekening Tim Manajemen BOS Provinsi dengan memberitahukan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten Mengelola dana BOS secara bertanggung jawab dan transparan Mengumumkan daftar komponen yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai oleh dana BOS serta penggunaan dana BOS di sekolah menurut komponen dan besar dananya di papan pengumuman sekolah Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (BOS-11A dan BOS-K1) di papan pengumuman sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. h. j. Melakukan verifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada. Bila jumlah dana yang diterima lebih dari yang semestinya. mempunyai tugas : a. Arsip . Bendahara dan Ketua Komite Sekolah Mengumumkan laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh sekolah (BOS-11B dan BOS-K2) tersebut di atas di papan pengumuman setiap 3 bulan Bertanggung jawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat Melaporkan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten Memasang spanduk di sekolah terkait kebijakan sekolah gratis (Format BOS-14) b. Tim Manajemen BOS Kotamadya Jakarta selatan 2. g. KETIGA KEEMPAT : : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan selama Tahun Anggaran 2012 dan berlaku sejak tanggal 2 Januari 2012 Apabila terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini akan dilakukan pembetulan sebagaimana mestinya Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA : 2 J a n u a r i 2012 Kepala SMP Puspita Persada. d. Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Pesanggrahan 3. e.MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA : : Membentuk Tim Manajemen BOS SMP Puspita Persada Tahun Anggaran 2012 dengan susunan sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah Membuat laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh sekolah (BOS-11B dan BOS-K2) yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. f. Dra.Erlin Sriwahyuningsih SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth : 1.

2. A s n a w i Jabatan Induk Kepala SMP Puspita Persada Guru SMP Puspita Persada (Selaku Bendahara BOS) Orang Tua Siswa 2.Lampiran : Keputusan Kepala SMP Puspita Persada Nomor :035/SMP. Jabatan dalam Tim Penanggung Jawab Anggota Nama Erlin Sriwahyuningsih 1. 1. Erlin Sriwahyuningsih .Enggay Garlina Kepala SMP Puspita Persada Dra.PP /I/2012 Tanggal : 2 J a n u a r i 2012 _______________________________________ SUSUNAN TIM MANAJEMEN BOS SMP PUSPITA PERSADA TAHUN ANGGARAN 2012 No.

3.TUGAS KEWIRAUSAHAAN SOAL PRAKTEK KEWIRAUSAHAAN Membuat analisa peluang usaha untuk satu buah hasil karya : Misalnya : Ketrampilan membuat tempat sampah dari kaleng bekas cat. pengolahan. Hasil karya. maupun pemasarannya. Kelemahan Hasil karya yang dibuat dianalisa kelemahannya atau kekurangannya baik dari segi bahan baku. dan lain sebagainya 3. 2. analisa usaha dikumpulkan hari jum’at 13 Maret 2009 . A. Rencana biaya produksi Buat tabel/analisa biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi hasil karya tersebut. C. Cara mengatasi kelemahan Bagaimana cara mengatasi kelemahan yang ada sehingga hasil karya yang diciptakan dapat dijual/dipasarkan dan menghasilkan keuntungan B. Rencana harga jual hasil produksi Hasil karya tersebut akan dijual dengan harga berapa dengan mempertimbangkan biaya produksi & biaya lainnya. Susunlah semua analisa tersebut di jilid dengan sampul warna biru 2. Analisa Pemasaran Bagaimana cara memasarkan hasil karya tersebut 1. Buatlah analisa usaha : 1. Analisa Produksi 1. Perhitungan labah dan rugi Hitunglah rencana keuntungan yang akan diterima dari hasil karya tersebut. Keunggulan Hasil karya yang dibuat dianalisa kelebihannya 2.

com . PESANGGRAHAN. Telp/Fax : (021) 7351479 Email : smppuspitapersada@yahoo.40 PETUKANGAN UTARA. SMU 63 NO.PENGAJUAN BANTUAN DANA PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN 2012 SMP PUSPITA PERSADA Jl.JAKARTA SELATAN Kode Pos :12260.

SMU 63 Petukangan Utara.Panjaitan No.S. Assalamu’alaikum. sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan Nabi kita Muhamad. Ketua Yaysaan Ka.YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM PUSPITA PERSADA ( YPIPP ) SMP PUSPITA PERSADA JAKARTA TERAKREDITASI NSS : 202016305343 Jl.Fotocopy NPWP Sekolah 3. Samsuri Dra.1.PP/III/2012 Jakarta. Wb. Wassalamu’alaikum. Mengetahui.Fotocopy Sertifikat 5.Fotocopy Keterangan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 11.Fotocopy Sertifikat Nomor Statistik sekolah (NSS) 10.Fotocopy Sertifikat Nomor Induk Sekolah (NIS) 9. 3 Maret 2012 Lampiran :1 (Satu) berkas proposal Perihal : Permohonan Bantuan Dana Media dan alat Peraga Agama Islam Kepada Yth. Erlin Sri Wahyuningsih .W. Wr. Kanwil Agama Provinsi DKI Jakarta C. Untuk dijadikan bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1.A.Fotocopy Izin Opersaional 8. Dalam rangka untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di sekolah menengah pertama adalah adanya sarana penunjang yang memadai dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar/KBM.Fotocopy Sertifikat akreditas Sekolah 12.Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 7. Jakarta Timur Di Jakarta Dengan hormat. Wr.Sehubungan dengan hal tersebut bersama ini kami sampaikan proposal permohonan bantuan dana Media dan alat Peraga Pendidikan Agama Islam . Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax : (021) 7351479 Nomor : 042/PB/SMP. Wb Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa kita panjatkan puji syukur kehadiratnya dan semoga di ampuni dosa kita. SMP Puspita Persada Drs. Salah satunya adalah adanya sarana prasarana yang lengkap dan fasilitas yang layak agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.Proposal permohonan bantuan pengadaan peralatan kegiatan keagamaan 2. DI. dan semoga kita termasuk umat yang mendapat syafa’at di hari kiamat nanti .Fotocopy Akte Notaris 4.Fotocopy buku Rekening SMP Puspita Persada 6.Fotocopy Tanda Daftar Yayasan/Badan Sosial Demikian permohonan ini disampaikan. Pesanggrahan. atas perhatian dan terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terima kasih.Q Kepala Bidang Mapenda Jl.

Ketua Yayasan Ka. SMP Puspita Persada Drs. Erlin Sri Wahyuningsih . Samsuri Dra.LEMBAR PENGESAHAN PENGAJUAN BANTUAN DANA PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP PUSPITA PERSADA Disahkan : di Jakarta Tanggal : 3 Maret 2012 Menyetujui.

Mengingat betapa pentingnya prasarana tersebut.SMP Puspita Persada Dra. Perlengkapan dan kelengkapan kelas dalam proses belajar mengajar adalah salah satu faktor yang utama untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyerap informasi yang diberikan oleh pendidik. guna menunjang proses kegiatan belajar mengajar di SMP Puspita Persada . Ketidak mampuan sekolah untuk menyediakan prasarana belajar dalam hal ini media dan alat peraga adalah salah satu alasan yang membuat siswa kurang mempunyai semangat belajar yang tinggi ditambah lagi perlengkapan proses belajar mengajar yang seadanya dan serba kekurangan menjadi alasan lain yang mendukung kegagalan keberhasilan siswa.Erlin Sriwahyuningsih i . kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan dana untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam kepada kepala Kantor Wilayah Agama provinsi DKI Jakarta UP Mapenda Islam .KATA PENGANTAR Kenyamanan dan semangat belajar siswa akan semakin meningkat dan mengalami hasil yang maksimal jikalau tersedianya ruang kelas yang di lengkapi dengan media dan alat peraga sesuai bidang study masing-masing yang dibutuhkan untuk praktek siswa.. atas terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terimakasih. Jakarta. Demikian proposal ini kami buat. 3 Maret 2012 Ka.

................…...........................................................3 2..........3 3...........................................2 BAB II PROFIL SEKOLAH 1...........................................4 5.... ii BAB I PENDAHULUAN 1....................Visi Sekolah ......................................................................................................................................…....................................Badan Penyelenggara.............................................................Agama…………………………………………………………………5 10................................Misi Sekolah.......5 9....................LAMPIRAN ii .............Alternatif Langkah-Langkah Pemecahan Persoalan………….5 8..……...........................Rencana Anggaran Biaya………………………………..........................................................2 5...............Data Personil sekolah…………………………………………………4 7...........................................………………………………6 BAB III PROGRAM KERJA SEKOLAH 1..Dasar Pengembangan..................7 3...................................................................................7 4..........................3 4....4 6.....................Dasar Pemikiran ............Waktu Belajar…………………………………………………… ….............Rencana Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Dalam Rangka Identifikasi Peningkatan Mutu………………………….......……7 5........……...........................................................................Program Pengajaran…………………..Identifikasi Fungsi-Fungsi Sasaran……………………………......................................................Nomor Rekening Bank..............................................Identitas Kepala Sekolah ...................Data Siswa……………………………………………………………....................... i DAFTAR ISI ...........8 7...............1 3...........Fasilitas Sekolah.Tujuan Sekolah ...................Sasaran……………………………………………………........8 8.......Identitas Sekolah.....DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ...............8 BAB IV PENUTUP ........................................Rencana Dan Program Peningkatan Mutu..1 2......................... 9 LAMPIRAN ......7 6.....................1 4...............7 2..........Analisis SWOT .........................................Maksud dan Tujuan……………………………….. ....................

Memprediksi berbagai kemungkinan yang dihadapi SMP Puspita Persada di era otonomi pendidikan. Estika dan Budaya sendiri.pengorganisasian dan pengawasan yang kontinu.Merealisasikan dengan format yang didukung oleh manajemen partisipatif. 2. peran dunia pendidikan khususnya sekolah sangat diperlukan karena pada institusi ini diharapkanmelahirkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan selaras dengan tingkat satuan pendidikannya. Disinilah urgensinya peningkatan pelayanan pendidikan yang berperan sebagai strategi untuk mendorong agar terjadi dinamika yang konstruktif dan kompetitif sehingga dapat memberikan pelayanan pendidikan yang optimal. selain itu kompetensi dan profesionalisme pengelolaan pendidikan perlu mendapatkan prioritas pertama karena tanpa itu semua sulit kiranya kita untuk mewujudkan pranata pendidikan yang diharapkan 2.Melihat spesifikasi tuntutan masyarakat terhadap SMP Puspita Persada. Rencana pengembangan sarana prasarana pendidikan SMP Puspita Persada dianalisa berdasarkan kebutuhan prioritas yang tidak dapat ditolerir lagi menjadi satu tuntutan kebutuhan mendesak.Menjawab tantangan arus teknologi dan informasi dengan mengatur kepada nilai Agama. Visi pendidikan di atas menunjukkan bentuk keseriusan dan konsistensi bangsa Indonesia untuk terus meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan sesuai dengan tantangan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan Nasional bercita-cita untuk mewujudkan bangsa yang cerdas dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya.Menganalisis prioritas yang terpilih hingga menjadi program unggulan.Untuk mewujudkan sekolah sebagaimana harapan di atas. 5. Sekolah sebagai lembaga yang memiliki stackholder yang jelas yaitu guru. Rencana Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Dalam Rangka Intensifikasi Peningkatan Mutu. 1 . Estetika. Untuk hal ini perlu mendapat perhatian dan antisipasi yang tepat. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekertiluhur. berkepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. perlu daya dukung sarana dan prasarana yang memadai. Kiprah SMP Puspita Persada sekarang terus meningkatkan pelayanan yang sesuai dengan standarisasi Pendidikan. 3. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang konkrit dan realistis diantaranya sebagai berikut : 1. Sudah menjadi komitmen civitas akademika SMP Puspita Persada bahwa untuk peningkatan mutu dan proses pengelolaan sekolahseyogyanya dipersiapkan secara memadai melalui perencanaan. Maksud dan Tujuan.Menginventarisir berbagai kebutuhan pelayanan yang menjadi prioritasdi SMP Puspita Persada 4. berkembang dengan cepat arus informasi dang lobalisasi melalui jaringan teknologi yang canggih. diperlukan daya dukung dari semua unsur yang memiliki tanggung jawab terhadap dunia pendidikan sebab untuk membangun sekolah seperti tuntunan di atas. 3. Berbagai strategi terus ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi informasi maupun fasilitas lain akan terus diupayakan sebagai wujud nyata keinginan untuk maju dan berkembang. Sekolah Menengah Pertama/SMP Puspita Persada memilki visi pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat lahir dan batin serta bertaqwa terhadap kepada Tuhan Yang Maha Esa menuju prestasi yang lebih tinggi. bila hal ini tidak dilakukan maka sekolah akan terpuruk dan ditinggalkan oleh stackholdernya. Dari itu semua itu memunculkan suatu hasil analisa tentang kebutuhan yang harus dipenuhi. tidak dapat tinggal diam tetapi harus terus meningkatkan kualitas dirinya baik dari segi akademik maupun nonakademik sebagi wujud dari tanggung jawab yang realistis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. memiliki pengetahuan dan keterampilan. kesehatan jasmani dan rohani.BAB I PENDAHULUAN 1. Sebagai akumulasi dari itu semua maka terus diupayakan untuk melengkapi sarana penunjang lain yang dipandang masih kurang memadai agar tercipta sarana prasarana sekolah yang representatif.sehingga prediksi-prediksi untuk pembuatan suatu perencanaan dapatterpenuhi dan tepat sasaran. Pada era informasi ini.tata usaha dan masyarakat. 6. Dasar Pemikiran.

2.500.- Jakarta.10.Rp.Erlin Sriwahyuningsih 2 . 1.Rp.500.40.000.Rp. 1.4. 5.000.000.Rp.000.Kegiatan ekstra kurikuler maupun kegiatan akademis lainnya tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila sarana penunjangnya sangat minim. 8. 2.000.000.000.000. Hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan untuk pengembangan sarana prasarana pendidikan di SMP Puspita Persada antara lain adalah : 1. 10 11 12 13 14 LCD Proyektor dan Layar Laptop Mukenah Perempuan Sarung dan peci Alquran dan hadis digital Sajadah Islamic Sofware Shof Copy Pembelajaran PAI berbasis ICT Mike dan speaker Poniter/Remote Control Alquran Zuj’ama Bagan skema tajwaid dan materi per KD Pegara gerakan wudlu dan Shalat Jumlah 2 2 20 20 4 20 1 1 1 3 20 20 20 1 135 Rp.Rp.Daya dukung unsur-unsur yang terlibat di sekolah sangat tinggi 5.000.Rp. 3. 1. Dasar Pengembangan.000.Semakin berkembangnya sekolah .000.Rp.500.Rp.000.Peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana dengan baik apabila sarana prasarana pendidikan masih kurang. 3 Maret 2012 Ka.000.Rp. 4.Rp. 2.000. 9.000.Rp.Rp.000.000. 1.14. 7. 2. 500.000.000.000.000.Rp.000. Rencana Anggaran Biaya Perincian Anggaran Biaya Media dan Alat Peraga Pendidikan Agama Islam NO NAMA BARANG QUANTITAS JUMLAH (Rp) 1 2 3 4 5 6.000. 1. 500. 1. 1.500.Rp.Minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke SMP Puspita Persada semakin tinggi.sekolah di Jakarta.000.SMP Puspita Persada Dra.

201070 : No. Akte Notaris / Anggaran Dasar : Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita : Jln.35/MPK-A2/KP/1998. Status 7.n. Nama Badan / Yayasan yang mendirikan Persada 2.1. Didirikan pada tanggal dan tahun 5. Mulai Berdiri 8.Tenaga Penerangan 13. Pesanggrahan Jakarta Selatan 12260 2). Nomor IMB 11. Nomor Sertifikat Luas Tanah Luas Bangunan 12. Nama Sekolah 2.01. Alamat Sekolah 6. BADAN PENYELENGGARA 1. Samsuri : No. 11 Tanggal 20 Januari 2009 a.BAB II PROFIL SEKOLAH 1).02.03930 : 1200 m2 : 500 m2 : Listrik : Ada Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) Nomor Identitas Sekolah (NIS) Izin Operasi Sekolah 9.Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita Persada : SMP Puspita Persada : 24 Februari 1998 : Jln.10. Jakarta Selatan 12260 : Drs. Kepemilikan Tanah 10. IDENTITAS SEKOLAH 1. Nama Pimpinan / Ketua Yayasan 4.Tanggal 24 Februari 1998 : Milik Sendiri : 13106/IMB/2009 : 09. Alamat Sekretariat Pesanggrahan 3.SMU63 Petukangan Utara.Air Bersih . SMU 63 Petukangan Utara. SK Terakhir Status Sekolah SK Kelembagaan Nomor Data Sekolah Nomor Statistik Sekolah (NSS) : Swasta : Tahun 1998 : “ Terakreditasi B” : BAS Dikmenti : 200104170 : 202016305343 : 20107001 .

Ruang Kepala Sekolah 2. 7. Status Gedung Status Tanah 2. Ruang Belajar 2. Alamat Rumah 7. Kelas IX 6). 10. Jumlah Jam yang diterapkan 5. 49 Pesanggrahan. 6.2.3. Agama 6.3. Formasi Kelas 5. Jumlah Guru 2.Nomor Rekening : SMP PUSPITA PERSADA : Bank DKI Cabang Permata Hijau : 411-12-01320-1 : Milik Yayasan : Milik Yayasan : 6 Ruang : 1 Ruang : 1 Ruang Fasilitas Belajar Ruang Kelas Perpustakaan Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Tata Usaha Ruang Komputer Ruang Bimbingan Konseling Ruang Osis Ruang UKS Toilet / WC Lapangan Upacara / Olahraga Jumlah 6 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 3 ruang 1 ruang 5). Jumlah Pesuruh Sekolah 4. 11. DATA PERSONIL SEKOLAH 1. 3. 4. Kelas VIII 5. Tempat.3). FASILITAS SEKOLAH 1. Siang / Shift Kedua 4.00 : Pukul 12.2. IDENTITAS KEPALA SEKOLAH 1. Nama Pimpinan Sekolah : Pukul 06. 5. Ruang Guru Nama Ruangan No 1. Erlin Sri Wahyuningsih : Jakarta. Bank 3.1.30 – 17. 3. Kelas VII 5.PeneranganVI RT009/RW 07 No. Jumlah Petugas Tata Usaha 3.2. Tanggal Lahir 3.1. 9. Jabatan Sebelumnya 9. Waktu Belajar / Lama Belajar 3. NOMOR REKENING BANK 1.Jurusan : Dra. Golongan/ Pangkat 5.30 – 12. Nama 2. Jakarta Selatan : 2008 : Waka Kurikulum : S1 : PKn 3 4).00 : 48 jam / minggu : 2 rombongan : 2 rombongan : 2 rombongan : 14 Orang : 1 Orang : 1 Orang : Dra. TMT Menjabat Kepala Sekolah 8. Nama 2. 17 Desember 1964 : 6549 7426 4330 0033 : : Islam : Jl. Ruangan 2. 2. NUPTK 4. 8. Pagi / Shift Pertama 3. Pendidikan Terakhir 10. Erlin Sri Wahyuningsih .1.

Kelas VII 2. b. Agama A.00 WIB 9). c. Kelas IX : 168 orang : 67 orang : 48 orang : 53 orang Keadaan Murid Jenis Kelamin Tingkat Kelas VII VIII IX Jumlah Jumlah Kelas 2 2 2 6 Laki – Laki 38 siswa 30 siswa 31 siswa 99 siswa Perempuan 29 siswa 18 siswa 22 siswa 69 siswa Jumlah Siswa 67 siswa 48 siswa 53 siswa 168 siswa 8). 1. b.d 12. Pendidikan Terakhir Pimpinan Sekolah Pendidikan Guru No.d Sabtu Pukul 06.00 WIB : Senin s. e. Waktu Belajar 1. DATA SISWA Jumlah Siswa saat ini 1.5. Kelas VIII 3. Pagi b.30 s. Agama Guru Agama L Islam Protestan 7 Guru P 9 Jml 16 L Karyawan P 1 Jml 1 L 104 4 Siswa P 81 2 Jml 185 6 202 6 Jumlah . 2.d 17.1 / FKIP / Tahun 1990 Jenis Kelamin Laki – laki Perempuan Jumlah 7 - 2 7 - 2 14 - 2 Tenaga Administrasi/Pesuruh a. 1 Guru a. Intrakurikuler a. D1 D2 Sarjana Muda ( D3 ) Sarjana ( S1 ) Pasca Sarjana ( S2) Pendidikan : S. 4. SD SMP SMA/SMEA/SMK Jumlah 7 2 10 2 18 4 Jenis Pegawai No.30 s. c.d Sabtu Pukul 12. d. Kepala Sekolah Guru Pegawai Administrasi Pesuruh Sekolah Jumlah Jenis Pegawai Jenis Kelamin Laki – laki 7 1 8 Perempuan 1 8 1 10 Jumlah 1 15 1 1 18 7). 3. Siang : Senin s.

Jumat Pukul 15.00 WIB . b.d 17. Islam Protestan Katolik Budha Hindu Jumlah Agama Laki-laki 104 4 108 Perempuan 81 2 83 Jumlah 185 6 191 5 10). 3.30 – 17. 17. Program Ekstrakurikuler dilaksanakan di luar kegiatan belajar. Jenis Kegiatan Pramuka Paskibra Beksi ( Silat Betawi ) Hari Sabtu Sabtu Jum’at Waktu 15. 4.d.Sabtu Pukul 15.00 15. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Pertama Tahunn Pelajaran 2011/2012 2. 2. 23. Sri Widianto Bp.00 WIB Jenis kegiatan Ekstrakurikuler : No.00 Pendamping Bp. 1. Program kurikulum berpedoman pada : a.Katholik Budha Hindu Jumlah 7 9 16 - 1 1 108 83 191 208 B. 5. 2. Program Pengajaran 1. 3.00 s. Ekstrakurikuler diadakan berlangsung di luar jam kegitan belajar : .00 – 17. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 1. Rudi Santoso . Agama Murid Jenis Kelamin No.00 15.30 s. dan 24 tahun 2004. 22.00 – 17. Sri Widiato Bp.

berilmu dan memiliki kepribadian yang luhur. Menanamkam kepribadian yang luhur melalui pendidikan akhlakul kharimah 3). Menciptakan lingkungan agamis yang diwarnai nilai akhlaqul karimah 4. Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas harus berkaitan dengan sarana dan prasarana yang maksimal. Meningkatkan kesadaran peserta didik sebagai makhluk 67ocial untuk aktif memelihara dan melestarikan lingkungan dimana saja mereka berada 4. VISI SEKOLAH Mempersiapkan anak didik menjadi manusia unggul yang beriman. . Memberikan gambaran pada guru keterkaitan antara pembelajaran PAIKEM dengan Kurikulum Berbasisi KTSP.6 BAB III PROGRAM KERJA SEKOLAH 1). Menanamkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa 2. Meningkatkan ketrampilan guru dalam penguasaan PTEK. Meningkatkan ketrampilan kesiapan dan tanggungjawab siswa untuk memimpin diri sendiri dan kelompok – kelompok kecil SASARAN 4). Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis kemampuan siswa 4. 5. sehingga pembelajaran dan penilaian proses pembelajaranakan menjadi lebih maju. tentunya harus SDM yang berkualitas. bertaqwa. 5. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan minat bakat dan peserta didik 3. 2). MISI SEKOLAH 1. TUJUAN SEKOLAH Tujuan SMP Puspita Persada adalah menghasilkan tamatan yang memiliki prestasi tinggi dalam akademik ataupun non akademik serta berbudi pekerti luhur. Meningkatkan wawasan kependidikan Agama Islam siswa dan siswi seorang muslim . 3. 2. Mengadakan penambahan media dan peralatan keagamaan untuk kegiatan belajar mengajar. Untuk itu tujuan kami mengajukan proposal ini adalah : 1.

Pengalaman Mengajar d.Dukungan Masyarakat 2. c.Kesiapan Mengajar b.Pembelajaran menggunakan media elektronik 4.Target peningkatan mutu Pembelajaran MAPEL Pendidikan Agama Islam dapat tercapai.Dukungan Orang tua b. Ketenagaan 3. 8). Fasilitas 7 6).Pengoptimalan sumber dana dan sumber daya yang ada 3.Melaksanakan pembelajaran berbasis Teknologi dan Informasi .Mengadakan evaluasi kedalam secara berkala 4.Latar belakang pendidikan c. ANALISA SWOT (ANALISA TINGKAT KESIAPAN FUNGSI) 1. a. 2.Ruang Lab IPA b.Menjalin hubungan yang baik dengan seluruh karyawan sebagai partner dan bukan sebagaiatasan dan bawahan 11.Kerjasama dengan Dinas terkait. b).Dukungan c. IDENTIFIKASI FUNGSI – FUNGSI SASARAN NO 1.Kreatifitas Guru. b. c. 5). 2.Potensi Guru a. b).Kekuatan Keunggulan Sekolah (S=Strength) 2.Motivasi Belajar.Memelihara dan melengkapi sarana dan prasarana di sekolah 10.Peluang Ksempatan Sekolah (O=Opportunity) 4. Secara Khusus a).Siswa dapat menerapkan teori dan praktik pada tiap SK/KD.Peningkatan prestasi dengan mencari informasi melalui internet 7).1.Proses belajar mengajar dengan menggunakan 68ystem atau tehnik bilingual 5.Metode Pembelajaran b.Fasilitas Belajar Fungsi External a.Mencari dan menggali sumber dana 2.Ruang Kesenian c.Ancaman Terhadap Sekolah (T=Theat) ALTERNATIF LANGKAH – LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN 1.Penyempurnaan sistem kerja guna memberi pelayanan yang berkualitas. Fungsi PBM Fungsi internal a. c.Jumlah Guru b. c).Mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Organisasi Intra Sekolah(OSIS).Target kualitas dan mutu siswa siswi muslim meningkat.Mengadakan kegiatan pengadaan ruang kelas baru yang 68ystem68ntative 3.Mengupayakan peningkatan berkala pegawai 5.Dukungan Orang Tua. RENCANA DAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU 1. Secara Umum a).Membentuk kelompok belajar siswa 7. 8.Kelemahan / Kekurangan Sekolah (W=Weakness) 3.Mengaktifkan kegiatan ektrakulikuler dan kesenian 9.Persiapan Administrasi a.Kesesuaian dengan kemajuan teknologi a.Meningkatkan dukungan moral dan finansial dari masyarakat 12.Kualifikasi Guru c.Menciptakan disiplin yang tinggi dan bertanggung jawab 6.Prosentase hasil akhir dan mutu pendidikan Agama Islam tidak mengalami penurunan seiring dengan peningkatan standar nilai minimal lulus yang di tetapkan oleh sekolah.Pembelajaran melalui jaringan internet 6. Meningkatkan pembelajaran siswa siswi kami yang beragama Islam serta mampu menerapkan pembelajaran PAKEM dengan kurikulum KTSP dalam proses pembelajaran berbasis Multimedia .

yang pada akhirnya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dapat dicapai.8 BAB IV PENUTUP Demikian penyusunan proposal pengadaan untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam SMP Puspita Persada melalui dana bantuan Kementrian Agama tahun anggaran 2012 dalam rangka usaha sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah yang telah ditetapkan pemerintah. Mudah – mudahan dengan adanya bantuan pengadaan untuk media dan alat peraga keagamaan tahun anggaran 2012 ini. kegiatan Manajemen Berbasis Sekolah dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. . semoga dengan adanya bantuan pengadaan untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam ini semangat belajar siswa untuk berprestasi menjadi lebih tinggi sekaligus menggugah para pendidik untuk lebih bersemangat lagi dalam melaksanakan kegiatan melajar mengajar dan meningkatkan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa. Akhirnya.

14.0000 Peta Perkembangan sejarah Islam Al-Qur'an Mujallad Surat Yaa-Siin lengkap dengan Translitrasi dan terjamah Maktabah Asy Syamilah LCD Proyektor + Layar 5000000 Poniter Laser/ Remot countroll Laptop dengan Spesifikasi sesuai Pesanan 7 juta Shoft Copy Pembelajaran PAI Dengan berbasi ICT Islamic Shoftwere Al-Qur'an dan hadits digital Murattal MP3 Imam Kharamain VCD Manasik Haji dan Umrah Mimbar / Podiumm Bimbingan Do'a-do'a . 20. 5. 7.9 DAFTAR BIAYA PENGADAAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1. 10. 17. 11. 6. 15. 3. 13. 12. 19. 4. 21.600. 22. 2. 9. 16.00) x 20 =1. Bagan Skema Tajwid dan materi per KD Boneka Dewasa untuk Praktik merawat Jenazah Kain Kafan 1 set Peralatannya Keranda dan tempat memandikan jenazah Pegara Gerakan Wudlu dan Shalat Maket / miniatur ka'bah Kain Ihram/ Baju Ihram Mukena Lajur/ Baju Ihram Perempuan 20 x 75000=1500.000 +30. 18.000 Sarung dan Peci =(50. 8.

Meningkatkan ketrampilan guru dalam penguasaan IPTEK. Guru mengajarkan di depan kelas. 3. Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis kemampuan siswa 4. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan PAI menjadi salah satu mata pelajaran yang harus ada mulai jenjang dasar sampai Pendidikan Tinggi. POKOK – POKOK PIKIRAN Diakui atau tidak sekarang ini tidak sedikit guru dalam pembelajaran di kelas masih monoton (ceramah). Salah satu bentuknya adalah pembelajaran PAI berbasis Information and Communication Technology (ICT) atau sering disebut dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta adanya dan tepatnya media dan alat peraga. Melihat begitu pentingnya mata pelajaran PAI di sekolah. Akibatnya. dan penilaian proses pembelajaranakan menjadi lebih maju. Dalam Undang-Undang No. Meningkatkan wawasan kependidikan Agama Islam siswa dan siswi muslim . peserta didik merasa bosan dengan mata pelajaran yang diajarkan Hal ini ditunjukkan dengan peserta didik yang mengantuk. menulis atau menggambar dan aktifitas lainnya yang tidak ada hubungan dengan mata pelajaran tersebut. Padahal melihat peranan mata pelajaran PAI di sekolah menempatkan posisi yang sangat strategis dalam memberikan dasar keimanan dan ketaqwaan peserta didik ke depan. Kreatif. Sehingga Pembelajaran Aktif. sedangkan peserta didik senang atau tidak harus mau mendengarkannya.PROPOSAL PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH 1. sehingga pembelajaran. Inovatif. sering ijin keluar. tetapi harus mempunyai makna bagi peserta didik. berbicara dengan teman. Diantara caranya adalah dengan adanya inovasi pembelajaran. jangan sampai hanya formalitas telah dilaksanakan. 2. Efektif dan menyenangkan ( PAIKEM ) dapat kami wujudkan 2. Termasuk didalamnya guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). TUJUAN PENGADAAN MEDIA 1. Memberikan gambaran pada guru keterkaitan antara pembelajaran PAIKEM dengan Kurikulum Berbasisi KTSP. .

b) Target kualitas dan mutu siswa siswi muslim meningkat. Secara Khusus a) Target peningkatan mutu Pembelajaran MAPEL Pendidikan Agama Islam dapat tercapai.5. c) Siswa dapat menerapkan teori dan praktik pada tiap SK/KD. . Meningkatkan ketrampilan kesiapan dan tanggungjawab siswa untuk memimpin diri sendiri dan kelompok – kelompok kecil 3. 2. b) Prosentase hasil akhir dan mutu pendidikan Agama Islam tidak mengalami penurunan seiring dengan peningkatan standar nilai minimal lulus yang di tetapkan oleh sekolah. dan atas perhatian serta terkabulnya proposal ini kami ucapkah terima kasih dan mudah – mudahan semua ini dapat menjadikan kemashlahatan bersama bagi kita. PENUTUP Demikian proposal Pengajuan pengadaan media dan alat peraga ini kami buat. TARGET DAN SASARAN 1. Secara Umum a) Meningkatkan pembelajaran siswa siswi kami yang beragama Islam serta mampu menerapkan pembelajaran PAKEM dengan kurikulum KTSP dalam proses pembelajaran berbasis Multimedia . VI.

MM 3.BENDAHAR : MASWATIH PENGAWAS : 1.ANGGOTA : ROHMATULLAH : MAS’UD Jakarta. 13 Maret 2012 Ketua YPICPP Drs.KETUA : Drs.KETUA 2.Samsuri .H.PDI PENGURUS : 1..S.SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA (YPICPP) PEMBINA : A S N A W I .SEKRETARIS : MAT ALI.IP.S. S. SAMSURI 2.

Pegara Gerakan Wudlu dan Shalat 6. Bagan Skema Tajwid dan materi per KD 2. Kain Kafan 1 set Peralatannya 4. Poniter Laser/ Remot countroll 15. Maket / miniatur ka'bah 7. Peta Perkembangan sejarah Islam 10.RENCANA ANGGARAN BIAYA rererBIAY BG NGADAAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1. Laptop dengan Spesifikasi se . Surat Yaa-Siin lengkap dengan Translitrasi dan terjamah 12. Mukena Lajur/ Baju Ihram Perempuan 9. Boneka Dewasa untuk Praktik merawat Jenazah 3. LCD Proyektor + Layar 14. Maktabah Asy Syamilah 13. Al-Qur'an Mujallad 11. SUSUNAN Kain Ihram/ Baju Ihram 8. Keranda dan tempat memandikan jenazah 5.

.

Fotocopy Akte Notaris 8.Fotocopy Sertifikat 9.Fotocopy Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 5.Fotocopy Rekening Koran SMP Puspita Persada 2.Fotocopy NPWP Sekolah 7.Fotocopy Sertifikat Nomor Statistik sekolah (NSS) 4.Fotocopy Sertifikat Akreditas Sekolah 6.LAMPIRAN 1.Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) .Fotocopy Sertifikat Nomor Induk Sekolah (NIS) 3.

Analisis dan kualitas dari kegiatan tersebut . transparan dan accountable. 2. Guru. Rapat koordinasi ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Proposal Kursi Ruang Multimedia c. 3. Proposal Ruang Laboratorium Bahasa d. Murattal MP3 Imam Kharamain 20. Kepala Sekolah. Program ini bertujuan untuk mencarai sumber dana seluas luasnya dari masyarakat. Bimbingan Do'a-do'a 1. Proposal Pengadaan Komputer Siswa e.d. Mimbar / Podiumm 22. UH3 16 s. 4. Sosialisasi kepada wali siswa dan rapat pleno yang telah dilaksanakan pada tanggal 5 s. Agar terwujud RAPBS yang baik. Telah terlaksana Rapat Pleno Komite Sekolah Tahun 2009 3. Pembuatan RAPBS untuk mengalokasikan anggaran maka dibuat RAPBS. UH2 5 s. Pembuatan proposal pengajuan anggaran untuk kegiatan peningkatan mutu.d 6 Oktober 2009 Program Pengembangan dan Penggalian Sumber Dana Pendidikan Beserta Implementasinya 1. 2.Copy Pembelajaran PAI Dengan berbasi ICT 17. Program pengembangan dan penggalian sumber dana pendidikan beserta implementasinya. karyawan dan siswa. Proposal Pembangunan Sarana ibadah ( Tempat wudlu ) f. Soal ulangan harian terkendali oleh tim pengembang penilaian. 1. Proposal Pavling halaman ruang laboratorium 2. ruang belajar. 21 Nopember 2009. Remidi. 3. Tokoh masyarakat. 5. Proposal tersebut ditujukan pada pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Al-Qur'an dan hadits digital 19. Rapat koordinasi antara sekolah dan komite dalam rangka penggalian dana. Islamic Shoftwere 18. pengusaha. Rapat koordinasi pembuatan proposal dengan hasil : a. Jadwal pelaksanaan ulangan harian terkendali dan terpadu dengan kegiatan Belajar Mengajar telah dilaksanakan pada tanggal UH1 10 s.d. penambahan fasilitas sekolah. 4.d 15 Agust 2009. Tersusun RAPBS tahun pelajaran 2009/2010 2. Setiap 1 (satu) semester diadakan ulangan harian minimal 3 (tiga) kali setiap mata pelajaran. Setelah ulangan selesai diadakan analisis soal dan hasil ulangan harian. VCD Manasik Haji dan Umrah 21. Pelaksanaan Program pengembangan dan system penilaian : Program ini bertujuan untuk meningkatkan frekuensi UH. Pelaksanaan remedial teaching maupun remedial tes bagi siswa yang belum tuntas sesuai KKM masing . 10 Oktober 2009. Kegiatan tersebut antara lain : 1. pemerintah dan menerapkan / menempatkan alokasi dana sesuai kebutuhan. memperhatikan prioritas kebutuhan sekolah. RAPBS ini dibuat berdasarkan masukan dari Komite. Proposal Dana Pendamping SSN Proposal b.

Program pengembangan sarana prasarana dan fasilitas sekolah. Mengintensifkan peranan MGMP sekolah setiap mata pelajaran. 3. 1.perpustakaan dan penilaian. dilaksanakan tgl 13 Oktober 2009 8. Pengadaan 1 unit computer dilaksaakan tanggal 3 September 2009 Program Pengembangan Sarana Prasarana Demi terpenuhinya sarana prasarana (fasilitas) pembelajaran maka dilakukan penambahan dan pengadaan sarana prasarana antara lain : Pengadaan Kursi Ruang Multi Media. Pengadaan bahan ajar siswa ( modul. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2009 oleh 4 org staf TU. Peningkatan frekwensi Ulangan Harian Telah dilaksanakan Ulangan Harian sebanyak 3 kali dalam satu semester dan soal ulangan terkoordinasi oleh tim penilaian. Pembentukan tim penyusun KTI melalui penyusunan PTK oelh guru maple UN sejumlah 10 orang guru dilaksanakan bulan Desember 2009 sampai bulan Februari Tahun 2010.d. 4. Penambahan LCD. Pengadaan Kursi Ruang Multi media sejumlah 34 buah dilaksanakan tanggal 5 September 2009 6. e. Mengadakan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi staf TU bidag entry data base kesiswaan. 2. Memiliki Tim MGMP Sekolah 3. Memiliki Jadwal piket jam kosong 5. alat IPA. 3. 23-28 Nop tahun 2009. September dan Nopember 2009 6. Program Pengembangan Proses Belajar Mengajar. 3. Rapat Pembagian tugas mengajar sesuai dengan keahlian guru masing-masing / bidang studi guru dilaksanakan tangal 18 Juni 2009 b. Memiliki pembegian tugas mengajar sesuai bidang studi 4. Memiliki Tim Supervisi pembelajaran 6.masing mata pelajaran dilaksanakan pada bulan Agustus. 4 Februari 2010 Program Pengembangan Proses Belajar Mengajar 1. Workshop pengembangan system peilaian akan dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2010 Hasil Program Pengembangan dan Sistem Penilaian 1.Program pengembangan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dan karyawan dibidang Informasi dan Teknologi. kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 Januari 2010 diiukti oleh 30 orang guru. Pengadaan Jaringan Internet(tower). Mengadakan Pelatihan TIK Dilaksanakan Pelatihan TIK dengan perincian sebagai berikut : . Peningkatan Kegiatan Ulangan Tengah Semester Telah terlaksana kegiatan UTS secara terprogram dan terkoordinir melalui tim pengembangan penilaian. Kegiatan Ulangan Tengah Semestertelah diulaksaakan pada bulan Oktober 2009 7.LKS ) mapel UN akan dilaksaakan tanggal 4 januari s. Mengadakan pelatihan pembelajaran berbasis ICT melalui pembuatan Power Point. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2009. Pembelian DVD video shooting. alat media Vidio shooting dan akses Internet ( pengadaan tower dan jaringannya ). 3. Kegiatan ini dilaksanakan pada tgl 15 Nopember 2009 5. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2009. Peningkatan Analisis Ulangan Harian Telah dilaksanakan analisis ulangan harian sebagai tindak lanjut pelaksanakan ulangan harian. 7. Pengadaan 1 (satu) buah Laptop dan 2 (dua) buah printer kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 September 2009 2. Pembagian rombongan belajar siswa masing-masing kelas berjumlah 32siswa dilaksanakan tanggal 11 Juli 2009 c. menarik dan bermakna.kepegawaia. Program ini bertujuan untuk melengkapi peralatan pendidikan dan fasilitas sekolah agar lebih nyaman. Pengadaan bell Elektronik dilaksanakan tanggal 19 Desember 2009. B. Program ini bertujuan untuk mengaktifkan KBM dan proses PBM lebih fariatif dengan pendekatan CTL a. 5. 12-17 Okt. Pembelian 1 (satu) buah LCD Proyektor. 1. Peningkatan Remidi Telah dilaksanakan remedial teaching pasca ulangan harian kepada siswa belum tuntas sesuai dengan KKM maple masing-masing 4. Program Peningkatan Tenaga Pendidik dan Kependidikan 1. Pelaksanaan Remedial teaching dan Remedial Test semester 1 telah dilaksanakan pada tanggal 18-20 Agust. 2. d. Memiliki sumber belajar (modul dan LKS) 4. Sarana Ibadah (tempat wudlu). Membangunan sarana ibadah (tempat wudlu). Memiliki Jadwal Pelajaran 2.

mudah diakses oleh masyarakat luar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan lingkungan yang sehat . Strategi pelaksanaan kegiatan ini adalah setiap penanggung jawab program memiliki anggota untuk mengidentifikasi tantangan nyata yang dihadapi sekolah. Terwujudnya Kurikulum SMP 1 Kepil (Dokumen 1 dan lampirannya. asri . .2. Dibentuk Tim Pengembang Kurikulum TABEL 2 2. 1. sesuai dengan karakteristik SMP 1 Kepil. Pembuatan silabus semua mata pelajaran yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 s.Pelaksanaan Program Pengembangan Pembuatan Kurikulum SMP 1 Kepil. 1. Rancangan dari tim ini menjadi konsep dasar pembuatan RKS.Program Pengembangan dan Implementasi manajemen sekolah. 12 dan 13 Juli 2009. 5 Nopember dan 19 Nopember 2009 5.Pelaksanaan Program penegembangan Budaya dan Lingkungan Sehat. supervisi. Dibuat tim pengembang Kurikulum SMP 1 Kepil. Pelaksanaan tersebut adalah : 1. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah yaitu kurikulum karena sekolah diharapkan mampu membuat kurikulum sendiri berdasarkan kebutuhan. Pembuatan RPP semua mata pelajaran dan dilaksanakan pada tanggal 11. Work Shop Tim Pengembang KTSP dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2009 b. 3. Silabus. 2. Mengadakan Worshop Pembelajaran Berbasis ICT 6. Lomba 7 K telah dilaksanakan pada tgl 5 s. c. Strategis pelaksanaan. RPP dan KKM) 8. Penyusunan RKS(RENSTRA) SMP 1 Kepil pada tanggal 20 Juli 2009. Kegiata Home Visit telah dilaksaakan 8 kali tanggal 8 Hasil Program Pengembangan Budaya dan Lingkungan Sehat 1. nyaman serta kondusif untuk KBM. serta pembuatan anggaran yang dibutuhkan masing masing program. Pembuatan konsep RKS SMP 1 Kepil dilaksanakan pada tanggal 7 . Pembenahan Ruang UKS telah dilaksanakan pada tgl 24 Oktober 2009 4. TABEL Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : a.d 8 Agustus 2009 3. Pembuatan jadwal piket kebersihan telah dilaksanakan tgl 14 Juli 2009 2. Mengadakan Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Pelatihan PTK sementara diikuti oleh 11 orang guru bekerjasama dengan program BERMUTU MGMP Mapel UN pada semester ini sedang pada tahap identifikasi masalah dan rencana tindakan. Program Kerja Jumat Bersih telah dilaksakan pada tgl 8 Oktober. 8 Juni 2009 dengan porsenil sebagai berikut : 7. dipercaya oleh masyarakat dapat dipertanggung jawabkan. indicator keberhasilan. Program ini bertujuan meningkatkan pelayanan dan manajerial SMP 1 Kepil agar lebih tertata. Pembuatan Dokumen Kurikulum SMP 1 Kepil dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2009. Rapat Koordinasi pembentukan tim pembuat kurikulum SMP 1 Kepil tahun pelajaran 2009/2010. Telah tersusun jadwal piket kebersihan dan program Jum’at bersih karyawan. jadwal pelaksanaan . dilaksanakan tanggal 30 Juni 2009 diikuti oleh 22 peserta. program strategis. 22 Oktober. Hasil Program Pengembangan Pembuatan Kurikulum SMP 1 Kepil 1.d 9 Juli 2009. tujuan sekolah 4 tahun yang akan datang.

Divisi Layanan Langsung Yayasan Puleh Aceh Khususnya Bagian Klinik telah memberikan penanganan psikologis terhadap 8 kasusu kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terdiri dari: . Staf Pengembangan Kapasitan dan Staf Riset. Telah dilaksanaka Home Visit LAPORAN TAHUNAN YAYASAN PULEH ACEH TAHUN 2010 KEGIATAN RUTIN YAYASAN PULEH ACEH Pada tahun 2010. Staf Layanan Langsung. seperti : Mengelola seluruh Sumber Daya yang ada di puleh Aceh (SDM. Telah dilaksanakan Lomba 7 K antar Kelas 3. B. Klinik Layanan Langsung Pada tahun 2010. Asset) dan mengelola Seluruh Program yang sedang dijalankan oleh Puleh Aceh. Operasional Kantor Pada tahun 2010. yayasan Puleh Aceh masih di pimpin oleh Dian Marina Sebagai Koordinator Area yang dibantu oleh 7 orang Staf Kegiatan operasional kantor yang dilakukan merupakan kegiatan rutin. Publikasi dan Dokumentasi. Kegiatan operasional ini dilakukan oleh tim Managemen Puleh Aceh. yang terdiri dari: Koordinator Area. Telah dilaksanakan Kegiatan Budaya Jumat Bersih 5.sebagai berikut: A. Staf Admin dan Keuangan.2. kegiatan rutin yang dilakukan di yayasan puleh area aceh. Keuangan. Telah dilaksanakan penataan ruang UKS 4.

Haiyunnisa (Psikolog) dan Jackie Viemilawati (Psikolog). Notulensi setiap kegiatan dan membantu proses pengembangan Modul dan alat psikoedukasi pada program tersebut. lebih dikenal dikalangan Pemerintah maupun Organisasi Non Pemerintah. Melalui Kerja-kerja jaringan tersebut. Pada Februari hingga Agustus 2010. yayasan puleh sepanjang tahun 2010.5 kasus kekerasan terhadap Anak Ke Delapan (8) kasus tersebut: 2 kasus berasal dari rujukan dari lembaga lain. Selain itu yayasan juga memberi kesempatan dengan mengirim stafnya untuk mengikuti kegiatan: seminar. E. Dian Marina (Konselor). untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. yayasan puleh ikut berperan aktif pada kegiatan-kegiatan advokasi dan penanganan kasus. jaringan gerakan Perempuan Aceh dan gender Working Group. seperti: jaringan Penanganan kasus. KEGIATAN PROGRAM YAYASAN PULEH ACEH 2010 A. Workshop yang di adakan oleh lembaga lain. hal ini dapat di ketahui melalui banyaknya undangan yang masuk ke yayasan puleh aceh pada kegiatan-kegiatan di Organisasi-organisasi tersebut. yayasan Puleh Aceh telah mengambil peran penting dalam upaya pelayanan psikologis pada beberapa kasus kekerasan perempuan dan anak yang di advokasi dan di layani pada jaringan penanganan kasus. puleh aceh memberikan kegiatan penguatan pengembangan kapasitas melalui serangkaian kegiatan: Training of Trainer Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. melalui jaringan kerjasama lintas sektor yang ada di Aceh. Yayasan Puleh melakukan program penguatan kapasitas bagi pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) aceh timur. yaitu program pengembangan kapasitas P2TPA aceh timur. Kegiatan yang dilakukan adalah: pendokumentasian program berupa pengambilan foto dan audio visual. Divisi Riset. Program Penguatan Kapasitas bagi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Aceh Timur dan Mitra jaringanya.. 2 kasus berasal dari rujukan jaringan penanganan kasus dan 4 kasus langsung mengakses layanan klinik puleh yang memperoleh informasi tentang keberadaan klinik tersebut. Melalui kerja-kerja jaringan tersebut. Riset Publikasi dan Dokumentasi Pada tahun 2010. C. Dalam menjalankan program ini yayasan puleh memberikan tecnical assisten khusus penanganan psikologis bagi perempuan dan anak korban kekerasan berkolaborasi dengan Kelompok Kerja transpormasi Gender Aceh (KKTGA) yang memberikan tecnical Assisten khusus pendampingan hukum bagi perempuan dan anak .3 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan . Publikasi dan Dokumentasi lebih banyak memberikan support khusus pada program layanan masyarakat. terdiri dari: Fatmawati Luthan (Konselor). Pelatihan. D. baik sebagai perserta maupun sebagai narasumber. Penguatan Kapasitas Staf Pada tahun 2010. Petugas yang memberikan pelayanan di klinik layanan langsung puleh aceh. Networking dan Advokasi pada tahun 2010. dari kegiatan ToT tersebut dipilih 6 orang training yang berasal dari yayasan puleh untuk menjadi fasilitator pada rangkaian training di laksanakan di aceh timur dan dibeberapa tempat lain.

beberapa rangkaian kegiatan sebagai berikut: Seminar Sosialisasi Publik tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh Timur Workshop Pelibatan Partisipasi Tokoh Adat dan Tokoh Agama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.Workshop Pembentukan Jaringan Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan anak Training Pemulihan Psikososial bagi Kader Pemberi layanan tingkat Desa dari 2 Desa Pilot Project yaitu Desa Seuneubok Simpang Kec. Program penguatan kapasitas pusat pelayanan terpadu Pusat Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan masyarakat Aceh Timur. 24 Tenaga Pekerja Sosial dari 24 Kecamatan.TOT Penguatan dan Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan terhadap perempuan dan anak (penjaringan calon fasilitator untuk memfasilitasi training Penguatan dan Pemulihan Psikososial bagi perempuan dan anak korban kekerasan).korban kekerasan.Darul Aman dan Desa Beusa Seberang Kec. upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (Program Lanjutan). 24 orang Aparat Penegak Hukum. bagi 124 peserta yang berasal dari. B. - . 2 Desa Pilot berkumpul untuk melakukan case conference atau berbagi pengalaman tentang upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan. Bersama dengan para kader melakukan kegiatan Community Discussion (Diskusi komunitas) untuk sosialisasi tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di 2 Desa Pilot Project. adapun rangkaian kegiatanya sebagai berikut: . Melalui kegiatan ini.Pencetakan Modul dan Alat Edukasi Lounching/Peluncuran dan Distribusi Modul dan Alat Edukasi tentang Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus terhadap Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.Workshop Pengembangan Draft Modul dan Alat Edukasi tentang Pemulihan Psikososial bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan . Program ini di danai oleh IRD Serasi-USAID. 24 Tenaga Medis di Puskesmas 24 Kecamatan di Aceh Timur. . Community Forum. bagi aparat desa dari 2 Desa Pilot Project.Workshop Finalisasi Modul dan Alat Edukasi . Program ini merupakan program lanjutan dari pada penguatan kapasitas P2TP2A sebelumnya. 28 Personel P2TP2A Aceh Timur. - - - . Training Dasar Mediasi untuk Transformasi Konflik Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak. Peureulak Barat. 24 orang dari LSM dan Ormas pemberi layanan kepada perempuan dan anak korban kekerasan. terjaring 6 orang calon fasilitator/trainer dari 15 orang peserta TOT Rangkaian Training Penguatan dan Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

sekilas mengenai yayasan pendidikan islam al-jawad Sekilas Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad Lahirnya Yayasan Al-Jawad pada awalnya didasarkan pada kandungan ayat-ayat suci al-Qur'an surat 41:33. dalam kehidupan sehari-hari secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. (media dakwah) yang dapat menjangkau masyarakat luas. yaitu memahami dan menerjemahkan ajaran-ajaran Ahlulbait as. Tujuan umum didirikannya Yayasan Al-Jawad adalah untuk mengamalkan ajaran-ajaran Ahlulbait as. . yang dijalankan Yayasan Al-Jawad. baik harta maupun jiwa dalam mengemban misi dakwah ajaranajaran Ahlulbait as. dalam kehidupan sehari-hari. * Kemampuan profesional. yang meliputi : * Kemampuan intelektual. 3:104. Dalam pelaksanaannya. seluruh gerak Yayasan Al-Jawad dilandasi oleh prinsip mewakafkan seluruh potensi diri personal anggota. 3. 2. * Kemampuan sosial. baik ke dalam maupun ke luar. yaitu mampu mengkoordinasi seluruh potensi yang ada di masyarakat untuk kegiatan dakwah ajaran-ajaran Ahlulbait as. Terciptanya media penyebaran ajaran-ajaran Ahlibait as. 8:72 dan Surat 59:9. Terciptanya kemampuan personal (anggota) yang berkualitas dalam menangani dakwah ajaran-ajaran Ahlulbait as. yaitu mampu menampilkan pribadi mulia (insan kamil) sejalan dengan akhlak Ahlulbait as. serta mengembangkan dan menyebarkannya ke dalam masyarakat luas. yaitu mampu mengontrol diri dalam masyarakat. Seluruh aktifitas/kegiatan yang dijalankan Yayasan Al-Jawad diarahkan kepada : 1. * Kemampuan spiritual. khususnya keluarga sendiri. Terhimpunnya sumber dana yang kuat (mapan) yang dapat mendukung seluruh kegiatan dakwah ajaran-ajaran Ahlibait as.

Pendirian Lembaga Ekonomi Muslim 5. Peringatan Idul Ghadir 3. Peringatan Maulid Nabi 2. khususnya acara yang diperingati oleh Yayasan Al-Jawad hanya peristiwa Bi'tsah Rasulullah dan Khaul Nabi Muhammad Saaw. Pada akhir tahun 1418H. Program Silaturahmi. Pelaksanaan ritual Lailatul Qadr 5. khususnya agenda di kalangan Ahlul Bayt as. Pembangunan Masjid 2. II. terdapat beberapa peristiwa besar yang sering kita peringati. Buku Benarkah Nabi Bermuka Masam? (1991). Paket kajian Tafsir Amtsal 7. Paket kursus Ilmu Mantiq 3. Paket kajian Ja'fary terpadu I. penerbitan ketiga buletin tersebut digabungkan menjadi satu nama buletin yakni buletin Al-Jawad yang isinya merupakan gabungan dari ketiga buletin tersebut. 1995. 7. Berikut adalah beberapa program jangka pendek Yayasan Al-Jawad yang telah. Dengan mengundang jama'ah se-Jawa Barat. sedang dan akan direncanakan untuk programprogram selanjutnya: Program Penerbitan. di antaranya adalah : 1. sedang dan akan dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. 5. Buku Pesan Sang Imam Program Majlis Taklim/Kursus. Majlis-majlis yang diadakan di tempat dll Program Peringatan Hari Besar Islam. Adapun rencana-rencana program jangka panjang Yayasan Al-Jawad adalah sebagai berikut : 1. Program penerbitan ini telah berjalan dari awal berdirinya Yayasan Al-Jawad hingga sekarang ini. Mengingat pengaturan peringatan peristiwa besar di Indonesia ini telah diatur oleh para asatidz maka acara peringatan di Bandung. Penerbitan yang rutin dilakukan tiap bulan adalah menerbitkan buletin Al-Jawad (berisi masalah bimbingan spiritual). Paket kursus Bimbingan Puasa 4.1997. Pendirian Pondok Pesantren 3. Pelaksanaan ritual Shalat Iedain 4. Buku Mi'raj Ruhani I (1993). 3. Selain menerbitkan buletin secara bulanan. Buku Mi'raj Ruhani II (1996). 6. 2. 4. Peristiwa-peringatan tersebut diantaranya adalah : 1. Pengkoordinasian Jama'ah Ahlul Bait Internasional Program Jangka Pendek Program jangka pendek adalah program yayasan yang tersusun dalam rencana kerja bulanan. Pusat Informasi dan Riset Keislaman 4. Paket kajian Fikih Ja’fary 8. buletin Risalatuna (membahas masalah ketauhidan) dan buletin Al-Ghadir (informasi keilmuan dari Ahlibait as). Majlis Khadijiyah 9. Dan pelaksanaan ritual lainnya. Adapun majlis-majlis yang telah. Adapun peristiwa-peristiwa ritual lainnya hanya diikuti jama'ah seputar wilayah Bandung. Di dalam agenda agama Islam. Yayasan Al-Jawad pun menerbitkan buku-buku ke-ahlibait-an. Program ini direncanakan satu bulan sekali dengan mengadakan safari ziarah ke beberapa .1997). Buku Mereka Bertanya Ali Menjawab (1998). Paket kursus Bahasa Arab 2. Paket kajian Aqidah Jama’ah 6. Program majlis yang telah dilaksanakan adalah majlis-majlis yang diadakan di sekretariat baik majlis rutin dalam bentuk paket kajian atau majelis kursus yang melibatkan peserta dari luar jama'ah.Program Jangka Panjang Program jangka panjang Yayasan Al-Jawad adalah rencana pengembangan yayasan yang menggunakan progam jangka lima tahunan. Buku Mafaatihul Jinan. Buku Amalan Ramadhan (1994. III dan IV 5. Pengkoordinasian Jama'ah Ahlul Bait Nasional 6.

Sebagian besar koleksi perpustakaan adalah kitab-kitab referensi yang bersumber dari pembelian.S. wakaf dan kitab titipan dari beberapa ustadz. Bahasa Arab dan Bahasa Parsi. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax: (021) 73883179 Nomor : 045/PP/SMP. SMU 63 Petukangan Utara.PP/III/2012 Lampiran :1 (Satu) berkas Perihal : Permohonan Perpanjangan Tanda Daftar Yayasan Jakarta. YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA ( YPICPP ) AKTE NOTARIS :EDWAR. 13 Maret 2012 Kepada Yth. bahasa Inggris. Program Kesekretariatan. Pesanggrahan. Untuk melancarkan kegiatan operasional kegiatan Yayasan Al-Jawad. Kunjungan silaturahmi untuk jama'ah di luar kota pada umumnya disertai dengan kegiatan dakwah dan diskusi. Program Perpustakaan. Kanwil Suku Dinas Sosial Pemerintah Kota Administrasi Jakarta selatan .tokoh ulama dan beberapa ikhwan baik di dalam maupun di luar kota. Program Divisi Usaha. maka divisi usaha mencoba untuk mengembangkan dengan membuka percetakan dan sablon. Pelayanan perpustakan untuk jama'ah di wilayah Bandung terdiri koleksi buku berbahasa Indonesia. Untuk menambah dan meningkatkan pengadaan dana. Nomor 11 Jl. maka setiap hari di sekretariat senantiasa ada aktifitas-aktifitas yang umumnya dilaksanakan pada pagi hingga sore hari.H.

Assalamu’alaikum. Wb. SMU 63 Petukangan Utara. Wr. Samsuri YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA ( YPICPP ) AKTE NOTARIS : EDWAR. . Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1. Pesanggrahan.Kebayoran Baru Jakarta selatan Di Jakarta Dengan hormat.9 Blok I Lt 12.Jl. maka dengan ini kami memohon kepada bapak/ibu pimpinan untuk memperpanjang kembali Tanda Daftar Yayasan yang kami pimpin. Nomor 11 Jl. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax: (021) 73883179 SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA . Wassalamu’alaikum.Fotocopy Susunan Pengurus Yayasan 7.Prapanca Raya No.H. atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih.Fotocopy Akte Notaris 4.Surat permohonan perpanjangan tanda daftar yayasan 2.Fotocopy Keterangan Domosili Demikian permohonan ini kami sampaikan. Wr.Fotocopy Sertifikat HAM 5 Fotocopy Tanda Daftar Yayasan Lama 6. Wb Sehubungan dengan telah habisnya masa Tanda Daftar Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita Persada (YPICPP) tahun 2012.S.Kegiatan Tahunan Sekolah 3.Foto Copy KTP Pengurus yayasan 7. Hormat Kami Ketua YPICPP Drs.

SEKRETARIS : MAT ALI.ANGGOTA : ROHMATULLAH : MAS’UD Jakarta. S.PDI PENGURUS : 1.H.KETUA 2.S. SAMSURI 2.KETUA : Drs.BENDAHAR : MASWATIH PENGAWAS : 1.(YPICPP) PEMBINA : A S N A W I .MM 3. 13 Maret 2012 Drs. S a m s u r i .IP.S..

Dalam menuliskan ini saya banyak juga mengambil referensi dari blog http://bima.ipb. Menghidupkan mobil dalam keadaan kopling di gigi nol 1) Pasang tali / sabuk pengaman 2) Putar kunci untuk menghidupkan mesin 3) Hidupkan AC 4) Turunkan Rem Tangan . Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian) .ac.id/~anita/kursus_stir_mobil. Posisi: .Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya).Siapkan mobil dan surat-suratnya 2.Artikel saya ini sengaja saya susun untuk mengingat pengalaman saya belajar setir mobil beberapa tahun yang lalu.htm Ok. langsung saja kita mulai pelajaran setir mobil sendiri tanpa kursus: 1. saya menulis ini juga untuk menyemangati diri agar segera bisa memiliki "Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia".

biarkan saja mobil bergerak memakai lumpsum nya. atau ketika hendak keluar dari gang ke jalan raya 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap 4) atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 5) Tempel kaki di gas 10.Jika jalur aman. kurangi laju jalannya mobil dengan menginjak kopling sekuku . lihat jalur apakah bebas jika ada mobil yang ingin lewat maka injak lagi kopling sekuku sambil menempel rem atau menempel gas (sebaiknya dipilih memberhentikan mobil dengan menempel gas agar jika mau jalan lagi tinggal lepaskan gas dan angkat kopling saja sekuku). Jika jalur sudah bebas hambatan. bisa merusak komponen mobilnya nanti) (lihat jalur apakah bebas atau tidak) . Jalankan mobil merayap: Angkat kopling sekuku (Dengan posisi ini mobil akan berjalan merayap) 12. Belok balik (berputar balik 180o) ke kanan П a) Jika mobil melaju terlalu cepat. Ganti gigi pada saat mobil berjalan (kaki kanan masih menginjak gas) 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke posisi yang dikendaki 4) Angkat kopling pelan2 5) Injak gas pelan2. Melalui polisi tidur 1) Angkat gas. tempel gas b) Injak kopling habis c) Angkat gas d) Pindahkan gigi ke gigi 1 e) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap (=bergerak perlahan). pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling pelan2. Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan cepat 1) Injak rem pelan2 sampai terasa mobil berhenti 2) Injak kopling habis 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 4) Angkat rem tangan 8. dan injak kopling sekuku kalau ingin mengurangi jalan merayapnya mobil.Jika jalur sibuk berhentikan mobil dengan kombinasi mengangkat kopling sekuku dengan menempel rem (biasanya jika kopling diangkat sekuku akan terasa mobil bergetar sedikit) . jalankan/belokkan mobil dengan mengangkat kopling sekuku (mobil akan maju merayap). atur jalannya mobil hanya dengan menginjak dan mengkat gas saja 5. tempel pedal rem 2) Injak kopling habis. Rasakan sampai mobil terasa bergerak mundur. Menambah/mengurangi gigi 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke gigi yang dikehendaki 3) Tempel gas 4) Angkat kaki dari kopling pelan2 7.5) Injak kopling habis. Berhentikan mobil: Angkat kopling sekuku dan injak rem sedikit (tempel rem) 11. Injak gas sedikit sampai dirasa mobil bisa melewati polisi tidur 5) Setelah dapat melewati polisi tidur injak gas pelan2 6. 4) jika dirasa polisi tidur terlalu tinggi. pindahkan gigi ke gigi 1 6) Angkat kopling pelan2 7) sambil Injak gas sedikit demi sedikit sampai terasa mobil bergerak 3. sampai terasa jalannya mobil stabil sesuai dengan kecepatan seharusnya 6) Lepaskan kaki dari kopling. pindahkan gigi ke gigi R 2) Angkat kopling pelan2.Memundurkan mobil 1) Injak kopling habis. Menghadapi macet di lampu merah menggunakan rem 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem (mainkan sesuai keadaan jalan) 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 9. Menghadapi macet di lampu merah tanpa menggunakan rem. angkat kopling sekuku (mobil merayap maju) f) Putar stir 2 x ke kanan (putar stir habis) (ingat jangan memutar stir dalam keadaan mobil diam/berhenti. Atur bergerak mundurnya mobil dengan cara menginjak dan mengangkat kopling sekuku sampai dengan � kopling (jangan lebih dan jangan mengangkat terlalu cepat agar mesin tidak mati) 4. mobil dijalankan hanya dengan mengangkat kopling sekuku sampai setengah kopling atau kopling tak usah diinjak.

tempel gas (sesuaikan dengan kondisi lalu lintas). baru lepaskan rem. apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin. Kopling. Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau standar keselamatan maka mulailah dengan sekarang…. Macet di jalan rata 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. MOBIL BERJALAN).Jika jalan menanjak.Kenali posisi pedal Kopling tekan atau injak dan lepaskan secara perlahan . injak kopling habis. pindahkan gigi ke gigi 0. angkat kopling sampai terasa mobil maju jika perlu boleh tambahkan dengan menginjak gas CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDI Langkah awal Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pake belajar/belajar mengemudi.Jika jalur sudah bebas kembali ankat kopling sekukumkembali (mobil akan merayap maju kembali) g) Setelah mobil berhasil belok dan dirasa sudah lurus. angkat kaki dari kopling. Jika mobil didepan berhenti di tanjakan . rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan . Jika mobil di depan mulai bergerak maju. injak kopling habis. masukkan gigi ke gigi 1.Jika mobil di depan berhenti lama. ..Jika mobil di depan mulai bergerak sedikit di jalan tanjakan . angkat kaki dari kopling. angkat kopling sekuku sampai mobil terasa bergetar sedikit (agar mobil tidak mundur).Jika mobil di depan mulai bergerak maju sedikit. injak rem. segera putar balik stir 2x ke kiri sambil mobil maju merayap . masukkan gigi ke gigi 1. angkat kaki dari kopling. . Jika mobil di depan mulai bergerak maju. Tiba2 ada orang menyeberang 1) Angkat gas 2) Injak rem 3) Injak kopling habis 17. 1. Kombinasi kopling dangan gas ketika mobil didepan berhenti tiba2 lebih baik digunakan sehingga kalau mobil di depan maju tinggal angkat kopling sambil tempel gas. injak kopling. Menghidupkan mobil yang mati mesin tiba2 1) Jangan panik ! 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. pindahkan gigi ke gigi 0. injak kopling. Tanjakan tanpa menggunakan rem 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling 3) Angkat kopling sekuku (mobil akan bergerak maju perlahan. injak habis kopling. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan.Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri 3. Jika jalan menanjak. lalu angkat kopling sekuku rasakan mobil mulai maju merayap .Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya ( 1 2 3 4 5 R untk mundur) 2. angkat rem tangan. injak pedal rem. injak rem.Jika mobil di depan berhenti tiba2. tekan rem tangan.Jika mobil sedah bergerak stabil. MOBIL BERHENTIi) 5) Angkat kopling sekuku (mobil akan merayap maju kembali. injak rem perlahan atau angkat kopling sekuku sambil injak gas sedikit. bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit . Untuk berjalan atau dan berhenti dalam posisi ini hanya menggunakan kombinasi injak dan angkat koling sekuku 16. angkat rem tangan. bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit. Jadi maju dan berhentinya mobil hanya menggunakan kombinasi kopling dan gas ! . jalankan mobil hanya dengan gas saja 14.Jika mobil sudah lurus.Jika mobil di depan berhenti lama. angkat kopling perlahan.. (untuk mobil manual). tempel gas 15. Macet di jalan tanjakan 1) Gigi dalam posisi gigi 1 (sebaiknya selalu gunakan gigi 1 kalau jalanan macet) 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan . angkat kopling sekuku. injak habis kopling.Jika mobil di depan mulai berhenti perlahan. injak gas (rasakan sampai terasa mobil berhenti perlahan) . Rem. 2. injak rem. dan 3 saja jika berada di dalam kota) 13. tekan rem tangan. tempel gas. MOBIL BERJALAN) 4) Injak kopling sekuku diimbangi dengan menginjak/menempel gas sedikit (mobil akan berhent. jika sudah sesuai dengan kondisi jalan yang dihadapi lepaskan kaki dari pedal kopling biarkan jalannya mobil hanya diatur oleh gas (gunakan gigi 1.. angkat kopling perlahan sampai � kopling (rasakan sampai mobil bergetar)(agar mobil tidak mundur ketika melapas rem).

5. AWAS kami harap anda janga dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda. Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol. Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir.namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebut berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya turunkan tuasnya. Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir. senyaman mungkin.Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri. lakukan dengan seharusnya saja jangan paksakan pandangan kita. namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan . Posisi tersebut ada di tengah-tengah. Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan pedal GAS dengan lembut. akhirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan 4. Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal .Kenali posisi pedal Gas seberapa efek powernya 5. Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan posisi mesin kendaraan putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir. anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal 2. posisikan pada posisi netral/ nol.4. bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu . Langkah selanjutnya. lalu putar lagi keposisi kanan . atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju kedepan. maka secara sepontan anda akan merasaka perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda . cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T. karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyaman mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersadarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil.karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam tahap kita belajar mengemudi. majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full. Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa liat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol pula. Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata 7.Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baikanya anda mengoreksi kondisi tongkat prosnileng ( stik prosnileng ).Kenali posisi pedal Rem seberapa tekanannya! 1. antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang ke kanan dan k ekiri serta ke depan dan ke belakang. putar lagi maka anda melihat di speedo miter mobil anda beberapa lampu tanda yang akan menyala denga warna merah atau orange namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup. Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya . Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri. 6. tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri . 3.Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemuadi dengan nyaman.

10.posisi tongkat prosneleng ka arah kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek) 8. trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung.Bila mobil anda sudah molai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanby di posisi Rem . Mobil sedang melaju cepat tiba2 mobil didepan jalan merayap 1) Injak rem perlahan 2) Injak kopling habis.namun tentunya cukup pelan saja 11. lakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tanpa adanya tenaga untuk menekanya.Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rileks walaupun tanpa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada piosisi kopling angakat habis atau lepas habis namun denga catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada posisi pedal gas …AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan . sampai anda bisa merasa rileks dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut. Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan. maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus. rasakan sampai mobil terasa berhenti secara perlahan2 (jangan menginjak rem terlalu cepat) 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 .Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali . pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling sekuku biarkan mobil maju merayap 4) jika mobil di depannya berhenti tinggal menginjak kopling lalu angkat sedikit kombinasikan dengan menginjak gas sampai mobil terasa berhenti perlahan. Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan pelan 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem.Gigi dalam posisi gigi 0 2) Mainkan rem saja tak perlu gas karena mobil akan berjalan dengan sendirinya tanpa di gas 19. KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan anda kan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal. atau injak kopling dan tempel rem 20.. Dengan demikian anda kan dengan sigap dan refleks akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga.Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikanstandby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan. Macet di jalan turunan 1. 18. Lalu angkat ujung kakaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengan katan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kakik kanan anda dari pedal Rem denga catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil 9. sentuh sedikit demi sedikit.

injak habis kopling. tahan. tempel rem 2) Injak kopling. maka jika gas ditambah sebesar apapun mobil tak akan bergerak 26. pindahkan gigi ke R 12) Angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur) 13) Luruskan stir agar posisi ban atau posis parkir menjadi lurus 23. Contoh cara Parkir(disebelah kiri jalan) 1) Injak kopling habis 2) Lepaskan gas 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 4) Putar habis stir ke kiri (putar 2 x ) 5) Angkat kopling sekuku (mobil bergerak maju perlahan) 6) Atur mobil hingga parkir dengan ban lurus ke depan.jalan .caranya: injak kopling habis. Melambatkan jalannya mobil ketika mundur (Mobil berjalan merayap) 1) Posisi gigi di R. Parkir maju 1) Lewatkan mobil sebagian besar badannya 2) Belokin stir 3) Jalankan mobil pelan2 kopling diangkat pelan2 sekuku 27. angkat gas. angkat/lepas rem 3) Angkat kopling sekuku Perhatikan ! Jika sudah dapat berhenti dengan kopling + tempel gas. maka angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur kembali) 7) Setelah mobil lurus dan cukup buat memutar mobil kembali. luruskan mobil dengan cara injak kopling . injak lagi rem 11) injak kopling.berhenti -jalan dengan cara: Injak kopling sekuku. Mundur/parkir ke kanan 1) Putar stir habis ke kanan 2) Mundur merayap 3) Putar balik stir 4) Mundur lurus 28. tahan. 6) Mata lihat ke kaca spion 7) Perhatikan: Mundur mobil harus diusahakan lurus segaris dengan trotoar Jika pantat mobil sudah sampai di ujung jalan atau kurang sedikit dari ujung jalan tempat parkir maka Injak kopling 8) Putar stir habis kekanan 2 x putaran 9) Angkat kopling sekuku 10) Jika jalan menanjak bantu tenaga mobil dengan menginjak gas 11) Jika kira2 mobil sudah masuk. angkat kopling sekuku. injak lagi sekuku. injak kopling sekuku (untuk memberhentikan laju mobil) kemudian lihat dari kaca spion ruangan di belakang mobil apakah ada jarak atau tidak antara pantat mobil dengan sesuatu dibelakangnya) 6) Jika posisi aman. lalu angkat lagi kopling sekuku. pindahkan gigi ke R 3) Mundurkan mobil hanya dengan menggerakkan kopling sedikit. pindahkan gigi ke gigi 1 8) Putar habis stir ke kiri ( 2 x putaran) 9) Angkat kopling sekuku (mobil mulai bergerak maju merayap lagi) 10) Jika masih belum dapat. tahan 4) Putar stir mobil 2 x ke kiri (putar habis) 5) Mobil luruskan (ban luruskan) dengan cara putar balik stir 2 x putaran ke kanan 6) Mundurkan lagi mobil sedikit agar mobil menjadi lurus 24.berhenti . Memutar mundur mobil 180o (putar melawan arah jam) 1) Injak kopling habis 2) Putar stir habis ke kanan 3) Pindahkan gigi ke gigi R 4) Angkat kopling sekuku (mobil bergerak mundur perlahan dengan buntut mobil ke kanan) 5) Jika posisi sudah lumayan lurus. Berhentikan mobil ketika mundur 1) Angkat gas 2) Injak rem perlahan2 3) Injak kopling habis 25. gunanya agar power stering tidak cepat aus/rusak 22.4) Angkat rem tangan 21. Parkir mundur ke kanan 1) Injak kopling habis 2) Pindahkan gigi ke R 3) Tempel rem 4) Mundur lurus 5) Jalankan mundur perlahan dengan pola: jalan mundur pelan . Parkir mundur di garasi bagain kiri jalan 1) Posisi belakang mobil sedikit sebelum tonggak pagar 2) Injak kopling habis. tahan biarkan mobil merayap.

CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDI Langkah awal Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pake belajar/belajar mengemudi. start awal berjalan. jika kira2 sudah lurus (kontrol dengan cara mengatur ban mobil agr lurus dengan cara putar balik stir) 4) Mundurkan mobil dengan cara Injak kopling. maka 1) Injak kopling 2) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Majukan mobil sedikit. begitu seterusnya sampai posisi mobil benar2 masuk . Kopling. macet. injak.. Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau standar keselamatan maka mulailah dengan sekarang…. angkat kopling sekuku tahan.Kenali posisi pedal Kopling tekan atau injak dan lepaskan secara perlahan 4.Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri 3. belok/memutar mobil. ambil kunci dan simpan. pindahkan ke gigi R. apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin. gembog stir mobil. mundur. 2. buka pintu . injak (misalnya ketika turunan) sebab dapat menyebabkan rem terbakar 4) Pakailah selalu gigi 1 jika melalui jalan yang berlubang2 5) Untuk perjalanan dalam kota yang ramai dianjurkan untuk selalu menggunakan gigi 1 dan 2 saja 6) Kuasai emosi ketika berjalan lambat setelah berjalan cepat 7) Gigi 1. matikan mesin mobil. dan parkir 11) Gigi 3 untuk jalan raya besar 12) Gigi 2 untuk jalan raya kecil/sempit.Jangan lupa melihat kondisi jalur jalan sebelah kanan dan kiri serta belakang melalui kaca spion Perhatian saat menyetir mobil : 1) Stir tidak boleh diputar dalam keadaan mobil diam karena bisa merusak ban dan poros ban 2) Kalau jalan menanjak dan jalanan macet agak lama di tanjakan maka pakailah rem tangan jangan selalu mengandalkan kopling sebab kalau tidak dapat merusak mekanik kopling 3) Rem kaki tidak boleh diteka terus tapi harus dengan pola angkat. injak sekukuku taha. belok.Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya ( 1 2 3 4 5 R untk mundur) 2.Kenali posisi pedal Gas seberapa efek powernya 5. 3 untuk jalan lambat dan tanjakan 8) Gigi 4. Rem.. angkat. copot sealt belt. 1.12) Putar balik stir 2 x ke kiri 13) Angkat kopling sekuku agar mobil bisa masuk pas ke dalam tempat parkir 14) Injak kopling 15) Tempel rem 16) Pindahkan gigi ke gigi 0 17) Angkat rem tangan 18) Lepaskan kaki dari kopling dan pedal rem 19) Matikan AC. (untuk mobil manual).5 tak kuat jika digunakan untuk jalan tanjakan 9) Untuk menghindari mesin mati tiba2 maka angkatlah kopling pelan2 jangan menyentak dan sekaligus 10) setengah kopling berguna untuk jalan menanjak. angkat lagi sekuku tahan.Kenali posisi pedal Rem seberapa tekanannya! .Jika kita salah perhitungan ketika membelokkan mundur mobil.

Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri. lalu putar lagi keposisi kanan . Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya .Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri. Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan posisi mesin kendaraan putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir. 5.Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemuadi dengan nyaman. majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full.karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam tahap kita belajar mengemudi.1. Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol.Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baikanya anda mengoreksi kondisi tongkat prosnileng ( stik prosnileng ). Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal . 3. antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang ke kanan dan k ekiri serta ke depan dan ke belakang. akhirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan 4. putar lagi maka anda melihat di speedo miter mobil anda beberapa lampu tanda yang akan menyala denga warna merah atau orange namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup. cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T. AWAS kami harap anda janga dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda. bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu . anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal 2. posisikan pada posisi netral/ nol. Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir. Posisi tersebut ada di tengah-tengah. tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri . lakukan dengan seharusnya saja jangan paksakan pandangan kita.namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebut berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya turunkan tuasnya. namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan posisi tongkat prosneleng ka arah kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek) 8. Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir. Langkah selanjutnya.Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali . Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa liat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol pula. 6. maka secara sepontan anda akan merasaka perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda . Lalu angkat ujung kakaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengan katan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kakik kanan anda dari pedal Rem denga catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil . Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan pedal GAS dengan lembut. atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju kedepan. karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyaman mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersadarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil. Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata 7. senyaman mungkin.

Bila mobil anda sudah molai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanby di posisi Rem .namun tentunya cukup pelan saja 11. Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan. 10. sampai anda bisa merasa rileks dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut. Dengan demikian anda kan dengan sigap dan refleks akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga. . KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan anda kan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal.Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rileks walaupun tanpa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada piosisi kopling angakat habis atau lepas habis namun denga catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada posisi pedal gas …AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan . trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung.Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikanstandby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan.9.. lakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tanpa adanya tenaga untuk menekanya. sentuh sedikit demi sedikit. maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus.

LKS :Rp.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 1.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp. 5. 4.pdI .H. S. 3. Jakarta. 2.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp. April 2012 Wali Kelas A s n a w i . S.. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp.

5. 4.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 4. 5.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp. 6.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp.LKS :Rp. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp. April 2012 Wali Kelas . Jakarta.

LKS :Rp.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp. 5. 8. 9.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp. 4.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp. Jakarta. April 2012 Wali Kelas .PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 7. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp.