KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Bantuan Siswa Miskin (BSM) tahun anggaran 2011. Laporan ini kami susun sebagai bentuk pertanggungjawaban kami atas penggunaan bantuan ini dan juga sebagai informasi tentang bantuan disekolah kami serta untuk bahan pengkajian kegiatan selanjutnya yang berkaitan dengan bantuan seperti ini berikutnya. Dalam pelaksanaan kegiatan Bantuan untuk siswa miskin Tahun Anggaran 2011 yang kami selenggarakan kali ini tidak menemukan kendala yang berarti sehingga semua program dapat terselenggarakan dengan baik. Bersama dengan ini kami ucapkan terima kasih kepada 1. Pimpinan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan SMP

Kami berharap laporan pertanggungjawaban ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan evaluasi untuk program bantuan seperti ini berikutnya

Jakarta, November 2011 Ka. SMP Puspita Persada

Dra. ERLIN SRI WAHYUNINGSIH

Jakarta, November 2011 Nomor Lampiran Perihal : : 1 (satu) bundle : Pengiriman Laporan Bantuan Siswa Miskin ( BSM) Tahun Anggaran 2011 : Pimpinan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pembinaan SMP

Kepada

Dengan hormat, Bersama ini kami kirimkan 1 (satu) berkas laporan pelaksanaan Bantuan Siswa Miskin (BSM) SMP Tahun Anggaran 2011 pada SMP PUSPITA PERSADA Jakarta. Laporan ini merupakan laporan yang kami susun dan dilampirkan dengan bukti – bukti dokumen pendukung. Demikian kiranya dapat dimaklumi, dan atas perhatian serta bantuan Bapak kami ucapkan terima kasih.

Kepala Sekolah SMP Puspita Persada Jakarta

Dra. ERLIN SRI WAHYUNINGSIH

Soal

: Pilihan Ganda : :

Hari/Tanggal Waktu

1.Ditinjau dari asal usul kata kewirausahaan berasal dari 2 kata yaitu wira dan usaha. Kata usaha artinya … a. b. c. 1. a. b. c. d. e. kemauan keras berpikir maju ke depan kemampuan untuk lebih baik Hal yang patut dilakukan untuk mengubah sikap yang baik adalah … lebih baik berbuat kreatif daripada berpikir kritis supel dalam pergaulan dan yakin akan pekerjaan yang dilakukan menggunakan proses pikir yang positif berjuang tidak mengenal lelah kemauan keras d. bekerja secara tekun dan mandiri e. sanggup memikul resiko

1. Seorang wirausahawan akan berusaha untuk mengerjakan segala sesuatu berdasarkan kekuatan dan kemampuannya sendiri tanpa memikirkan pertolongan orang lain terlebih dahulu mulai pembuatan program sampai pelaksanaannya adalah sikap … a. b. Teliti mandiri c. Mengenal potensi diri d. berpedoman pada program e. manajemen yang baik

1. Berpikir secara luas dan luwes sehingga mampu menggabungkan ide-ide/gagasan yang sudah pernah ada sehingga menjadi sebuah gagasan baru, merupakan pengertian dari berpikir … a. b. Regresif kraetif c. Positif d. realistis e. konseptual

1. Seseorang dikatakan kreatif apabila ia memiliki … a. b. Kekayaan kemandirian c. Gagasan baru dan diwujudkan d. kredibilitas e. pengalaman

1. Proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima pesan dalam bahasa yang disepakati sehingga penerima pesan dapat menerima dan memberikan respon disebut … a. b. Informasi sosialisasi c. Komunikasi d. internalisasi e. indoktrinasi

1. Suatu proses yang mengubah ide baru/aplikasi baru menjadi produk, yang berguna disebut … a. Inovasi c. Konsep e. pemanfataan

self confidence e. kreatif e. Kreativitas d. b. berpikir lateral 1. b. b. d. Cara melatih diri kita untuk memiliki komitmen yang tinggi adalah dengan … a. Potensi sosialisasi c. Kombinasi d. disiplin 1. Bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematis dan sinkron antara pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian dapat dilakukan melalui sistem … a. Apatis d. organisasi .b. memperkaya wawasan lingkungan memperluas pergaulan memperkaya imajinasi dan daya khayal meningkatkan tingkat kecerdasan mencari peluang yang sesuai dengan inovasi yang akan dilakukan 1. banyak d. Kunci utama untuk memperoleh keterampilan yang tinggi adalah … a. Salah satu tujuan penganalisisan peluang inovatif dengan cara sistematis adalah … a. Sikap menepati atau menaati norma yang sering terkait dengan faktor waktu disebut … a. Pengajaran Pendidikan c. b. belajar teori semata c. Berkhayal dan bermimpi e. d. berdisiplin menjalankan kebiasaan yang positif berusaha mencapai target produksi memaafkan setiap kesalahan yang dibuat rekanan usaha kita menetapkan tujuan usaha yang bervariasi menolak setiap inovasi dari luar 1. c. banyak berlatih dan disiplin mendengarkan berita b. b. Teledor Posesif c. magang e. e. Suatu sistem pemberian hukuman atau penghargaan/hadiah bagi seseorang atau sekelompok orang/lembaga karena kesalahan atau keberhasilan yang ia ciptakan disebut … a. e. Otosugesti d. penemuan 1. punishment & reward 1. c.

1. Yang tidak termasuk manfaat bagi siswa peserta magang dari pernyataan di bawah ini adalah … a. pengembangan jiwa/sifat profesional produktif b. kemampuan memilih karier dan kompetisi mengembangkan net work c. dapat menghayati peran wirausahawan d. menjadi warga negara yang

e. membangun dan

1. Salah satu cara menggunakan waktu yang lebih baik adalah … a. b. c. d. e. memanfaatkan waktu untuk kegiatan belajar semata banyak istirahat di waktu luang membagi-bagi waktu untuk setiap kegiatan menggunakan waktu luang dengan bepergian bekerja sambil bermain 1. Tidak membuang waktu, tenaga dan uang serta memilih cara yang paling tepat untuk mencapai sasaran, merupakan pengertian dari … a. b. bekerja produktif bekerja secara kreatif c. Bekerja imajinatif d. bekerja efektif dan efisien e. bekerja fleksibel

1. Contoh kegiatan yang dapat melatih atau membentuk perilaku efektif dan efisien dalam diri seseorang adalah … a. b. Origami berkebun c. Berladang d. traveling e. belajar di sekolah

1. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan adalah … a. b. lingkungan wirausahawan lingkungan alam c. Positif dan negatif d. orientasi sejarah e. pemasaran

1. Langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan dimulai dengan … a. b. c. d. e. mencari alternatif pemecahan masalah mengidentifikasi atau mengenali masalah memilih alternatif yang paling efektif dan efisien melaksanakan alternatif yang diperoleh mengevaluasi ketepatan alternatif yang dipilih

1. Bila seseorang wirausahawan hanya mempunyai sedikit informasi tentang hasil keputusan yang diambil dan keputusan tersebut dilaksanakan, dia akan menghadapi suatu kondisi … a. b. kepastian penuh kepastian tidak penuh c. Ketidakpastian sepenuhnya d. stabilitas e. resiko

1. Di bawah ini yang tidak termasuk dalam indikator instrumen analisis ekonomi makro adalah … a. pertumbuhan ekonomi pembayaran b. fluktuasi kurs mata uang c. Kesempatan kerja e. neraca

d. tingkat inflasi

1. Beberapa faktor teknis yang menyebabkan timbulnya kegagalan dalam berusaha yaitu faktor pembiayaan, perencanaan, dan komunikasi. Yang tidak termasuk penyebab gagalnya suatu perencanaan adalah … a. b. c. d. e. rencana kurang terperinci dalam pemaparan tujuan dan sasaran kurangnya analisis situasi yang memadai lemahnya proses komunikasi tujuan dan sasaran yang tidak realistis kurangnya antisipasi dalam menghadapi persaingan dan perubahan trend

1. Mendapatkan keuntungan sehingga dapat mensejahterakan karyawan dan memperluas usaha termasuk … a. visi perusahaan perusahaan b. misi perusahaan c. Tujuan perusahaan e. kunci keberhasilan

d. program perusahaan

1. Apabila suatu jenis produk atau jasa telah memiliki pangsa pasar yang besar dibandingkan dengan produk lain yang sejenis berarti berhasil dalam pemasaran. Produk tersebut dinamakan … a. b. pemimpin pasar menguasai pasar c. Merajai pasar d. mendominasi pasar e. mengalahkan pasar

1. Untuk menganalisa lingkungan eksternal dalam perencanaan usaha seorang wirausaha dapat menggunakan sistem … a. b. c. opportunities and threats opportunities and strength opportunities and weakness d. strength, weakness, opportunities and threats e. strength and weakness

1. Sebuah rencana bisnis berisi tentang kegiatan yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh perusahaan. Informasi yang tidak diperlukan dalam menyusun rencana bisnis adalah … a. b. perkembangan usaha diskripsi produk c. Harga d. segmen pasar e. keuntungan

1. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepercayaan bank terhadap calon nasabah adalah kemampuan (capacity), maksudnya adalah … a. b. c. d. e. kemampuan nasabah untuk menggunakan uang pinjaman kemampuan pihak bank dalam menyediakan dana pinjaman kemampuan nasabah melunasi kredit beserta bunga tepat pada waktunya kemampuan bank untuk mengontrol penggunaan uang kemampuan nasabah untuk mengembangkan usahanya

1. Untuk memperoleh KIK (kredit investasi kecil) dan KMKP (kredit modal kerja permanen) ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain … a. b. c. d. e. ada izin usaha sedang mendapat bantuan dari pihak lain sedang menyelesaikan angsuran terakhir ada rencana usaha jangka panjang pengusaha campuran

1. Kredit jangka menengah atau jangka panjang yang diberikan kepada pengusaha/perusahaan kecil pribumi dengan persyaratan dan prosedur khusus guna pembiayaan barang-barang modal serta jasa yang diperlukan untuk rehabilitasi, modernisasi, perluasan proyek dan pendirian proyek baru disebut … a. kredit modal kerja permanen b. kredit bank c. Kredit investasi kecil e. kredit modal

d. kredit investasi

1. Yang tidak tergolong persyaratan untuk mendapatkan kredit investasi dan kredit modal kerja secara sistematik adalah sebagai berikut … a. perencanaan kredit memperoleh kredit b. permohonan kredit c. Administrasi kredit e. program

d. pengawasan kredit

1. Salah satu pernyataan berikut tidak termasuk aspek pengolahan permohonan kredit bank yaitu … a. analisis permohonan kredit jaminan kredit c. Wawancara e. penetapan

Dalam menjual produk seorang penjual harus memberikan pelayanan yang sebaikbaiknya kepada pembeli/pelanggan. b. kegiatan penelitian dan pengembangan meminjam uang ke bank bekerjasama dengan pemilik modal d. perdagangan/distribusi produksi/industri c. bahan bangunan dan sebagainya. Pelayanan prima d. Untuk menciptakan peluang pasar pengusaha kecil dapat menciptakan produk yang … a. meminta bantuan rekanan bisnis 1. mudah mendapatkan laba mudah mencari relasi mudah menimba pengalaman lebih berorientasi ke depan mudah mengumpulkan informasi untuk mencari peluang usaha 1. jasa konstruksi . Peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh wirausahawan seperti pakaian. c. c. kerajinan. Teori attention d. Jasa telekomunikasi d. Kegiatan ini dikenal dengan istilah … a. Kegiatan yang dapat menunjang terciptanya gagasan untuk produk baru atau perbaikan produk yang sudah ada antara lain … a. Teori yang menjelaskan tentang tahapan-tahapan yang dilalui oleh seorang pembeli sampai akhirnya ia memutuskan untuk membeli sebuah barang adalah … a. pelayanan pembeli 1. pemeriksaan ke tempat usaha 1. b. b. b. pelayanan maksimal pelayanan terpadu c. b. d.b. pelayanan aktif e. teori 3 A e. peralatan rumah tangga. penelitian pendahuluan d. teori ekonomi teori manajemen c. b. c. e. disenani oleh konsumen 1. termasuk bidang usaha … a. canggih teknologinya e. jasa komersial e. Salah satu manfaat yang bisa diperoleh jika calon wirausaha memiliki kemampuan komunikasi adalah … a. banyak berkhayal e. teori AIDAS 1. murah harganya dan mudah dipakainya terjamin kualitasnya dan mudah dipakainya mudah pembuatannya dan disenangi d.

Penawaran konsumen e. isi proposal proposal b. uraian usaha laporan keuangan c. lampiran pelengkap lainnya 1. sepatu. penjelasan singkat tentang usaha yang sedang atau akan dijalankan oleh wirausahawan dicantumkan dalam uraian tentang … a. persaingan dalam pasar produsen b.1. usaha industri c. Dalam menentukan produk yang akan dihasilkan.000. usaha perdagangan 1. usaha jasa d. 9 Tahun 1995 adalah … a. Berikut ini yang tidak termasuk kriteria usaha kecil menurut Undang-undang RI No. c.000. Ditinjau dari jenis produk atau jasa yang dihasilkan maupun aktivitas yang dilakukan. pakaian atau ekspor/impor termasuk ke dalam kelompok … a. Ekspor migas e. usaha 1.usaha perseorangan penjualan tahunan maksimal 1 milyar rupiah d. Pertanian c. Usaha di bidang jasa e. manajemen e. usaha pertanian komersial b. dalam proposal terdapat pada bagian … a. Laporan keuangan d. permintaan produsen 1. tujuan d. kegunaan proposal 1. periklanan . Wirausaha mengajukan kebutuhan dana yang diperlukan dalam ranbgka mengembangkan usahanya secara terperinci alokasinya. proposal kredit e. Produk Personalia c. b. uasaha seperti keagenan minyak. tingkat kedalaman proposal c. kondisi perusahaan lain c. salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh seorang wirausahawan adalah … a. Manajemen d. 200. b. b. milik warga negara Indonesia e. hal ini disebut … a. Arti penting proposal e. SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan usaha di bidang … a. kebutuhan d. Dalam proposal usaha.000. Proposal diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan yaitu pihak yang memerlukan bahan masukan untuk mengambil keputusan. kekayaan diatas Rp. berdiri sendiri 1.

Colateral condition c. b. b. perdagangan dan jasa 1. SIUP dan AMDAL 1. Pendek menengah c.b. Yang tidak termasuk dasar pentingnya dilakukan studi kelayakan perusahaan dari pernyataan berikut adalah aspek … a. kredit memiliki arti … a. Teknik dan teknologi d. Kepercayaan kemampuan c. neraca dan rincian d. uang/modal 1. b. menengah atau panjang e. Kredit investasi diperuntukkan untuk keperluan … a. capacity e. KK e. b. d. penambahan barang modal kerja penambahan modal kerja penambahan fasilitas penambahan modal kerja dan fasilitas penambahan barang modal kerja dan fasilitas 1. akta pendirian perusahaan R/L b. character 1. lokasi 1. Panjang d. pendek atau menengah Catatan : sengaja tidak pakai nomor untuk di random Selamat mengerjakan. semoga sukses ! . Dokumen yang tidak diperlukan dalam permohonan kredit yaitu … a. b. piutang e. Kujujuran dan itikad baik (good will) nasabah yang akan mengembalikan pinjamannya dengan tepat waktu berhubungan dengan … a. Capital d. KTP c. ekonomi dan keuangan e. Penundaan pembayaran d. Kredit investasi kecil adalah kredit yang mempunyai jangka … a. e. SITU. Dalam arti ekonomi. kelautan d. pasar dan pemasaran politik c. c.

berkualitas. misalnya berupa hasil tes prestasi belajar dari sekelompok siswa yang akan dibimbing. Layanan Dasar Bimbingan Layanan dasar merupakan proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya. Pelaksanaan layanan dasar ini sangat memerlukan instrumen asessmen sebagai pijakan dalam memberikan bimbingan. Teknik tes diberikan dengan menyelenggarakan program testing untuk mengetahui potensi atau kemampuan klien. b. Hasil tes prestasi belajar membantu menunjukkan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa berkaitan dengan belajar. II KEDUDUKAN DAN PERAN TES DALAM BK Test mendapat tempat sentral dalam layanan bimbingan dan konseling. Semua layanan bimbingan konseling mesti berpangkal dari hasil asesmen yang memadai. Dengan demikian tes dapat dikatakan berperan sebgai alat untuk membantu konselor memahami siswanya dengan lebih baik dan menyeluruh sehingga siswa yang dibimbing dapat memahami dirinya sendiri dan bisa mengambil keputusan secara tepat (J Cronbach: 1949). Dalam kode etik profesi BK disebutkan bahwa dalam BK terdapat layanan informasi. yaitu: a. Layanan Responsif . konselor memerlukan data pendukung. baik dalam fungsi kuratif. testing merupakan aspek yang dipandang urgen dan perlu untuk dilakukan dengan dasar pemikiran bahwa hasil testing dapat melengkapi hasil non testing. Contohnya. testing dan riset.Kedudukan dan Penggunaan Tes dalam BK I PENDAHULUAN Asesmen adalah hal yang sangat penting bagi bimbingan dan konseling. dalam bimbingan kelompok yang bertujuan untuk merespon kebutuhan dan minat peserta didik. Menurut Shertzer & Stone (1981) dan NA PPPK (2008) ada beberapa komponen layanan program bimbingan di mana di dalam komponen tersebut. Data hasil asesmen yang memadai dapat menjadi dasar melakukan bantuan yang tepat dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Komponen yang terdapat dalam layanan dasar antara lain bimbingan pribadi. Salah satu instrumen dalam kegiatan asesmen adalah tes. Tanpa asesmen yang berkualitas tidak akan ada program bimbingan dan konseling komprehensif. Dengan demikian. Jadi asesmen mutlak perlu dalam program bimbingan dan konseling. belajar dan karir. apalagi fungsi pengembangan (developmental) dan pencegahan (preventif). maupun perseveratif. dan mampu mencapai tujuan layanan dengan tuntas. sosial. tes mempunyai tempat yang sentral dan penting.

Penggunaan instrumen tes bertujuan untuk membantu konselor memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap siswa yang dibantu dari sisi psikologisnya. Dari berbagai layanan pendukung ada beberapa layanan yang menempatkan tes sebagai salah satu instrumennya antara lain: 1) Layanan Informasi . konferensi kasus. Komponen kegiatan yang terdapat dalam layanan responsif antara lain: konseling individual dan kelompok. konselor membantu peserta menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh yaitu menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangan atau aspek-aspek pribadi.Pelayanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. layanan referral. dalam kegiatan layanan responsif khususnya kegiatan layanan konseling individual dan kelompok. dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan professional. administrasi dan skor tes digunakan konselor dalam menyelenggarakan proses konseling. seleksi. menyediakan informasi dan mencapai tujuan pemberian testing. menjawab pertanyaan. Selain berperan dalam penyelesaian masalah psikologis siswa. sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangan. Oleh karena itu testing merupakan bagian yang integral dalam proses konseling. peserta didik akan memiliki pemahaman. bimbingan teman sebaya. tes memiliki peran sebagai data tambahan dalam proses konseling. kolaborasi dengan orang tua. Melalui kegiatan penilaian diri ini. Dalam buku Using Tests In Counseling (Goldman: 1971) dijelaskan bahwa perencanaan. dan dukungan sistem dalam implementasinya didukung oleh beberapa jenis layanan bimbingan dan konseling. penelitian dan pengembangan (Ellis. manajemen program. Di sekolah. staf ahli/penasihat. sebagian besar tes digunakan untuk memberikan tanda adanya hubungan konseling. kedudukan tes dalam kegiatan perencanaan individual adalah memberikan informasi dalam mengambil keputusan. Testing dilakukan untuk memperoleh data secara obyektif. sosial. Secara umum. d. Dukungan Sistem Dukungan sistem adalah kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan. Layanan Perencanaan Individual Dalam layanan perencanaan individual. responsif. hubungan orang tua dan masyarakat luas. dan kunjungan rumah. Dengan demikian. kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar sekolah. memelihara. keseluruhan layanan yang terdapat dalam layanan responsif memerlukan bantuan instrumen baik tes maupun non tes dalam penyelenggaraannya. Kegiatan utama layanan dasar bimbingan. penerimaan dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif sehingga siswa bisa merencanakan sesuatu berbasis kekuatan atau potensi diri yang dimilikinya. 1990). layanan konsultasi. belajar dan karier. konsultasi dengan guru dan segenap komponen sekolah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tes berperan dalam proses penyelesaian masalah psikologis siswa. perencanaan individual. c. kolaborasi dengan guru atau wali kelas.

Data hasil tes berupa intelegensi. Layanan inforamsi dapat diberikan melalui kegiatan bimbingan baik individual maupun kelompok (bimbingan. konselor dapat menghimpun data hasil tes maupun nontes. studi kasus dan metode lainnya. Fakta . ahli hukum dalam penyelenggaraan Career Day. internet. pemilihan karir dan pengambilan keputusan. keterampilan pengembangan kemampuan intrapersonal dan interpersonal. administrator dan orang tua dalam rangka memberikan layanan secara efektif dan memperbaiki kinerja sekolah. atau informasi yang diperoleh dari stakeholder. Penempatan ini dilakukan dengan menyesuaikan siswa sesuai kondisi dan kemampuan seperti kelompok belajar. vokasional. konseling. penjurusan. sosial. Siginifikansi skor tes akan lebih baik apabila dikombinasikan dengan hasil wawancara. maka hasil tes dapat digunakan oleh konselor sebagai salah satu media dalam layanan informasi sehingga siswa dapat mengetahui potensi dirinya. Berkaitan dengan tes. belajar maupun karir. Konsultasi dapat dilakukan dengan meminta narasumber dari ahli terkait seperti ahli medis. bengkel kerja. baik tes maupun non-tes. strategi belajar. lokakarya dan pemberian brosur/leaflet). dan penempatan individu pada lingkungan yang sesuai bagi dirinya serta pemberian kesempatan kepada individu untuk berkembang secara optimal. Informasi yang dapat diberikan oleh konselor meliputi strategi pengembangan kepribadian. mendatangkan narasumber. Fakta menunjukkan bahwa tes membantu dalam pemahaman individu dan pengambilan keputusan (Cronbach. kegiatan ekstrakurikuler. Informasi yang disampaikan itu berbasis data. Narasumber yang diundang diharapkan dapat memberikan informasi kepada orang tua dan siswa tentang potensi siswa. seminar. Dalam penyelenggaraan layanan konseling. konselor dapat membantu siswa untuk mempersiapkan diri dan masa depannya. Fokus utama konseling cenderung pada perkembangan pribadi dan pembuatan keputusan berdasarkan pemahaman diri dan pengetahuan lingkungan. 2) Layanan Konseling Layanan konseling diberikan untuk memfasilitasi pemahaman diri dan perkembangan konseli melalui hubungan individual maupun kelompok. konselor memerlukan data pendukung. pengambilan keputusan yang tepat dan bimbingan lain yang terkait. Dalam memberikan layanan informasi. Informasi dapat diperoleh konselor dari buku. bakat dan minat kemudian diintepretasikan dan dapat digunakan untuk membantu siswa memilih dan mengambil keputusan tentang masa depannya. 4) Layanan Penempatan Layanan penempatan adalah suatu kegiatan bimbingan yang dilakukan untuk membantu individu atau kelompok yang mengalami mismatch (ketidaksesuaian antara potensi dengan usaha pengembangan). Data-data ini dihimpun untuk memberikan informasi yang komprehensif pada konseli (siswa). 3) Layanan Konsultasi Konsultasi dirancang untuk memberikan bantuan teknis kepada guru. Kedua data ini bersifat saling mendukung dan saling melengkapi. kesempatan pendidikan. baik tes maupun nontes. Layanan informasi dapat diberikan secara langsung maupun tidak langsung. 1949).Layanan informasi diselenggarakan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada siswa terkait dengan bimbingan pribadi. Sedangkan data nontes seperti hasil wawancara dan observasi dapat digabungkan dan dikomplementerkan dalam rangka mengarahkan siswa dalam mengambil keputusan.

Dalam penyelenggaraan teknik tes. Melalui hasil data-data baik tes . bakat. Peran tes dalam kegiatan penjurusan ini serupa juga dalam hal kegiatan penyaluran. Anne Anastasia dan Susan Urbina (1971) menyatakan bahwa testing digunakan dalam bimbingan pendidikan dan jabatan seta dipakai untuk merencanakan segala aspek dalam kehidupan individu. dan minat. Sedangkan tes yang bisa digunakan oleh konselor tanpa harus dengan bantuan psikolog antara lain tes prestasi belajar. Penyelenggaraan pengumpulan data teknik nontes dapat dilakukan dengan observasi. Tes data memberikan jawaban tentang jabatan-jabatan yang tersedia. baik yang sifatnya internal (potensi siswa. Dari hasil tes tersebut. Konselor di sekolah membantu siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat dan minat. konselor dan guru diharapkan dapat lebih memahami siswa dan membantu siswa dalam mencapai tugas perkembangannya. 5) Layanan Appraisal dan Tindak Lanjut Layanan appraisal dirancang untuk mengumpulkan. catatan observasi. bakat) maupun eksternal (kondisi lingkungan di rumah. dokumen foto dan data serta data sosiometri. Berdasarkan uraian di atas. perkembangan persiapan jabatan dan penempatan (placement). Tes yang pada umumnya digunakan di sekolah seperti tes intelegensi. identifikasi alternatif jabatan. dapat dikatakan bahwa kedudukan tes dalam layanan penempatan adalah memberikan informasi dalam mengambil keputusan. Layanan ini sekaligus secara tidak langsung dapat berfungsi untuk menilai keberhasilan program bimbingan secara keseluruhan. konselor perlu bekerjasama dengan lembaga/biro psikologi. psikolog membuat suatu interpretasi yang kemudian akan disampaikan kepada konselor. minat. kepribadian. Data hasil nontes antara lain transkrip wawancara. Melalui data atau informasi tentang siswa tersebut. seleksi jabatan. kepribadian. skor tes menjadi bagian informasi yang diberikan pada individu dalam proses pengambilan keputusan. Selain penyaluran dalam kegiatan ekstrakurikuler juga dilakukan pelayanan penyaluran dalam bidang pemilihan sekolah lanjutan yang sesuai dengan kemampuan anak. menganalisa dan menggunakan data obyektif tentang sejauh mana siswa berhasil memahami diri dan mencapai tugas-tugas perkembangannya. Data atau informasi tentang siswa diperoleh melalui pengumpulan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan teknik. dokumentasi dan sosiometri. Semua kegiatan di atas menguatkan peran tes sebagai pemberi informasi dalam proses pengambilan keputusan. dan di luar sekolah).menunjukkan bahwa tes membantu dalam pemahaman individu dan pengambilan keputusan (J Cronbach: 1949). Selanjutnya tugas konselor adalah menginformasikan kepada konseli atau orang tua dan menggunakan data atau hasil tes tersebut untuk kepentingan yang terkait dengan kebutuhan siswa. Dalam kerangka kerja ini. data merupakan alat atau media informasi yang perlu digali untuk memperoleh gambaran tentang siswa. baik tes maupun nontes. Perkembangan individu ini menekankan pada penggunaan tes untuk meningkatkan pemahaman diri dan pengembangan personal. wawancara. Menurut Munandir (1988) informasi yang dibutuhkan konseli antara lain bimbingan dan konseling vokasional. Dari hasil penilaian ini selanjutnya dianalisis dan kemudian merencanakan tindak lanjut bimbingan. Salah satu penggunaan tes dalam konseling vokasional adalah membantu individu memperoleh kesuksesan karir. Untuk tujuan tersebut.

Ada pun kriteria tes yang baik yakni. sedangkan validitas isi mencakup hal-hal yang hendak diketahui melalui tes tersebur harus terwakili didalam isi dari suatu tes tertentu. kriteria penting lainnya adalah suatu tes tertentu harus praktis dalam penggunaan. Pemilihan Tes Berdasarkan Kriteria Untuk melaksanakan tes dalam bimbingan konseling hal penting yang harus dilakukan adalah memilih atau menyeleksi alat tes yang harus digunakan untuk keprluan tertentu. Kepraktisan lain yang harus di pertimbangkan adalah dari segi biaya dan waktu yang di perlukan. Reliabilitas Reliabilitas tes memampukam konselor atau pengguna lainnya menentukan taraf di mana bisa melakukan prediksi secara konsisten. (c) penyesuaian institusi dilakukan guna menemukan kebutuhan dan karakteristik individu tertentu. Norma usia dapat mempresentasikan performa tes individu-individu yang dikelompokkan dan dinormakan berdasarkan usia kronologisnya. 2. baik dalam konstruksi atau penyusunan maupun dari segi isi. Validitas Suatu tes layak digunakan apabila memenuhi kriteria valid. Dalam pelaksanaan tes ada dua kategori tujuan. 1. salah satu hal penting adalah kriteria tes. 3. (b) penempatan individu pada institusi. Praktikalitas Dalam pelaksanaan tes. Super (1957b) dan Bordin (1955) berpendapat bahwa informasi tersebut dapat digunakan dalam Tiga kategori. (2) Penggunaan tes untuk konseling (counseling uses of test) artinya setelah tes dilakukan. yakni. (b) informasi untuk proses .maupun nontes diharapkan membantu siswa untuk menerima. Norma usia Dalam tes usia sangat berpengaruh terhadap kondiisi testi. dan dalam menginterpretasikannya. memahami dan mengoptimalkan potensi diri. Oleh karena itu tes dilakukan guna memperoleh informasi atau data yang penting dan akurat. B. oleh karena itu norma usia merupakan kriteria penting. Tujuan Tes Dalam BK Untuk keperluan bimbingan konseling. dalam penskoran. dan (d) melakukan pengembangan dan revisi institusi untuk menemukan kebutuhan dan karakteristik siswa atau karyawan/pekerja pada umumnya. (a) diagnosis informasi prakonseling (precounseling diagnostic information). (1) Tes untuk keperluan non-konseling (noncounseling uses of test) yang mencakup (a) seleksi calon untuk penempatan pada lembaga/instiusi. III PENGGUNAAN TES DALAM BK A. Validitas konstruk menyoroti ketepatan teori atau konsep yang melandasi instrument tes tertentu. 4. informasi yang telah diperoleh dapat ditindak lanjut untuk keperluan konseling. konnselor harus memiliki sejumlah informasi yang berkaitan dan akurasi mengenai individu dan juga kondisi serta situasi yang ada bahkan informasi lain yang berasal dari orang lain diluar indiividu.

Tes bakat dapat dilakukan untuk mengungkapkan antara lain bakat Khusus. Tes Kecerdasan Tes kecerdasan digunakan untuk mengukur kemampuan akademik. Jenis-Jenis Tes Setelah diketahui bahwa tes yang hendak digunakan merupakan tes standar maka dalam bimbingan konseling ada beberapa instrument atau alat tes yang dapat di gunakan untuk kepentingan penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. tes bakat unik tes bakat skolastik dan lainnya. kemampuan mental dan kemampuan kecerdasan. Skala Wecshler dirancang berbdasarkan perbedaan usia antara lain Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence III (WPPSI-III) dirancang khusus untuk anak-anak usia 2 Tahun 6 Bulan sampai 7 Tahun 3 Bulan. Jadwal Preferensi Pribadi Edwards (EPPS) dan Inventori Multifase Minesota (MMPI). Karena itu inventori minat dirancang untuk menilai minat-minat pribadi dan mengaitkan minat-minat tersebut dengan wilya kerja yang lain. (b) mendukung pengembangan kemampuan istimewa atau potensial individu tertentu. motivasi. dan (c) informasi untuk perencanaan dan tindakan setelah konseling (information for postcounseling plans and action). jensi-jensi tersebut antara lain adalah : 1. hubungan antar pribadi dan sikap. 1997 berpendapat bahwa tes kepribadian merupakan instrument untuk mengukur karakteristik emosi. Tes Kepribadian Anastasi dan Urbina. tes bakat umum. Tes Bakat Tes bakat banyak digunakan oleh para konselor dan tenaga professional lainnya untuk mengidentifikasi (a) kemampuan potensial yang tidak disadari individu. . 3. (c) menyediakan informasi untuk membantu individu membuat keputusan pendidikan dan karir atau alternative pilihan yang ada (d) membantu memprediksi tingkat sukses akademis atau pekerjaan yang bisa di antisipasi individu dan (e) berguna bagi mengelompokkan individu dengan bakat serupa bagi tujuan perkembangan kepribadian dan pendidikan. 4. Wichsler Intelligence Scale for Cildren-Fourt Edition (WISC-IV) dirancang untuk anak-anak usia 6 Tahu sampai remaja usia 16 tahun dan Wechsler Adult Intelligence Scale-Third Edition (WAIS-III) dirancang untuk remaja usia 16 tahun hingga manula usia 89 Tahun 2. Selain itu ada pun tes lain yang bisa digunakan yakni skala Wechsler yang dirancang oleh David Wechsler. yang paling populer dari tes ini adalah digunakan untuk mengukur IQ atau sering dikenal dengan nama tes kecerdasan Stanford-Binet.konseling (information for the counseling itself). sesuatu yang dibedakan dari bakat atau ketrampilan. Inventiori Minat Inventori minat dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa pada setiap individu ada perbedaan dalam minat baik secara umum maupun minat pekerjaan tertentu. C. sesuai dengan nama perancang yakni Alfred Binet pada tahun 1900-an. Tes kepribadaian yang standard an popular digunakan antara lain Indikator Tipe Kepribadian Myers-Briggs (MBTI).

tes hanya memberi informasi tambahan yang dapat digali dalam konseling dan digunakan dalam menghadapi keputusan tertentu. b. Pemilihan Tes a. prediktif. dan evaluatif. keterampilan atau pencapaian dalam suatu bidang sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi prestasi anak-anak. Klien hendaknya terlibat dalam proses pemilihan tes.5. supaya tidak ada unsur pemaksaan dalam pemberian tes oleh koselor. Dalam melakukan interpretasi tersebut yang menjadi hal penting adalah pemahaman terhadap fungsi teori dan teknik interpretasi yang memadai. E. mengelompokkan siswa menurut tingkat pengetahuannya dan memberikan informasi pada orang tua tentang kelemahan dan kelebihan bidang akademik anaknya. b) melengkapi data non-tes dengan data tes. dan (c) menyimpulkan karakteristik suatu populasi dari sampel populasi tersebut. Kaitan Tes dengan Statistik Dalam penggunaan tes baik oleh konselor dan juga tenaga professional lainnya sangat dibutuhkan kontribusi statistik dalam menginterpretasikan hasil tes atau penilaian. hendaknya dieksplorasi. Tes Prestasi Tes prestasi belajar berhubungan dengan tingkat pengetahuan. (b) memprediksi kemungkinan sukses atau gagalnya performa ke depan berdasarkan perilaku saat ini atau masa lalu yang di tes. tes tidak dapat memberi “jawaban”. Sebagai cara untuk mencapai tujuan. . Dasar Interpretasi Tes Interpretasi dilakukan terhadap hasil tes yang merupakan data tentang karakteristik individu yang telah mengikuti tes tertentu. berlaku kode etik testing yang harus dipatuhi tester. maupun pengalaman masa lalu dengan tes. Oleh karena itu pengatahuan tentang statistik merupakan salah satu syarat bagi konselor atau pengguna tes. c. genetik. Seorang klien harus disadarkan bahwa tes hanya alat dan alat yang tidak sempurna. Tuntutan seperti ini tetap harus merujuk pada kode etik yang ditetapkan sehingga malpraktik bisa dihindarkan. yakni deskriptif. Data yang telah diperoleh dianalisis selanjutnya diinterpretasi guna pengambilan keputusan tindakan yang tepat. IV KODE ETIK PENGGUNAAN TES DALAM BK Dalam buku Using Tests In Counseling (Goldman. Dalam keadaan dan maksud pengetesan apapun. Alasan para klien untuk menginginkan tes. Pemahaman mendasar tentang statistik dan psikologi memampukan konselor untuk (a) mendeskripsikan karakteristik individu atau kelompok dibandingkan kelompok atau populasi lain. D. Beberapa kode etik yang wajib diperhatikan oleh konselor (ABKIN): 1. 1971) diuraikan bahwa konselor sekolah perlu: a) menyesuaikan data untuk memprediksi potensi klien. Konselor wajib memberikan orientasi yang tepat kepada klien dan orang tua mengenai alasan digunakannya tes disamping arti dan kegunaannya. Dari beberapa buku menyebutkan bahwa interpretasi dapat dilakukan dalam empat tipe. c) menginterpretasi data untuk membantu klien dalam proses pengambilan keputusan.

Peranan ini berarti bahwa konselor mempunyai pemahaman yang baik mengenai apa tes itu dan mengapa dia mengambilnya. f. Wewenang Pemberian Tes Testing hanya bisa diberikan oleh konselor yang berwenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. Oleh karena itu. menahan diri dari memberi penilaian sebanyak mungkin dan membiarkan klien merumuskan makna dan kesimpulan mereka sendiri. Hal lain yang perlu dipahami konselor adalah faktor kultural. Konselor seharusnya bersifat netral. Testing dilakukan bila diperlukan data yang lebih luas tentang sifat atau ciri kepribadian subyek untuk kepentingan layanan. Data hasil testing wajib diintegrasikan dengan informasi lain yang telah diperoleh dari klien sendiri atau dari sumber lain. V PENUTUP Seluruh uraian di atas menggambarkan bahwa tes mempunyai peran sentral dalam layanan BK. Meskipun demikian. konselor wajib mematuhi kode etik yang ada sehingga tidak melakukan malpraktik yang merugikan martabat testee dan merusak citra profesi konselor. Hasil testing hanya dapat diberitahukan kepada pihak lain sejauh ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien. 2.d. b. Penggunaan Hasil Tes a. konselor harus sadar bahwa hasil tes bukan hanya skor yang seharusnya diberikan kepada klien. 3. etnik. dalam penggunaan tes. . ekonomi yang dapat mempengaruhi skor tes. Penggunaan suatu jenis tes wajib mengikuti secara ketat pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes tersebut. Konselor seharusnya menjelaskan tujuan tes dan menunjukkan keterbatasan tes. Konselor yang berwenang adalah konselor yang telah menempuh pendidikan sertifikasi tes dalam bimbingan dan konseling. tes hendaknya dipahami sebagai sarana pendukung saja dan bukan merupakan suatu hal yang mutlak. Dalam memberikan tes. Dalam hal ini data hasil testing wajib diperlakukan setara dengan data dan informasi lain tentang klien. gender. e. Tes membantu konselor memahami siswa secara utuh dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. tetapi dan terlebih maknanya yang harus digali dalam menafsirkan hasil.

selama. asesmen dapat digunakan sebagai alat untuk menilai keberhasilan sebuah konseling. dan setelah konseling tersebut dilaksanakan/ berlangsung (Ratna Widiastuti. Meskipun . asesmen yaitu mengukur suatu proses konseling yang harus dilakukan konselor sebelum.ASSESMEN DALAM BK Asesmen merupakan salah satu kegiatan pengukuran. Dalam pelaksanaannya. afektif. asesmen merupakan hal yang penting dan harus dilakukan dengan berhati-hati sesuai dengan kaidahnya. Karena itulah asesmen dalam bimbingan dan konseling merupakan bagian yang terintegral dengan proses terapi maupun semua kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri. 2010). tes psikologis. Asesmen yang dilakukan sebelum. namun juga dapat digunakan sebagai sebuah terapi untuk menyelesaikan masalah klien. Asesmen yang dikembangkan adalah asesmen yang baku dan meliputi beberapa aspek yaitu kognitif. Dalam prakteknya. selama dan setelah konseling berlangsung dapat memberi informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi klien. yang kemudian akan dijabarkan dalam bentuk indikator-indikator. Asesmen merupakan kegiatan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan/ kompetensi yang dimiliki oleh klien dalam memecahkan masalah. Hal ini sesuai dengan tujuan asesmen dalam bimbingan dan konseling. dan psikomotor dalam kompetensi dengan menggunakan indikator-indikator yang ditetapkan dan dikembangkan oleh Guru BK/ Konselor sekolah. wawancara. dan sebagainya. atau bahkan dapat memicu munculnya konsekuensi dari tritmen yang merugikan diri klien. Asesmen dilakukan untuk menggali dinamika dan faktor penentu yang mendasari munculnya masalah. Pada umumnya asesmen bimbingan konseling dapat dilakukan dalam bentuk laporan diri. observasi. Dalam konteks bimbingan konseling. yaitu mengumpulkan informasi yang memungkinkan bagi konselor untuk menentukan masalah dan memahami latar belakang serta situasi yang ada pada masalah klien. Asesmen yang diberikan kepada klien merupakan pengembangan dari area kompetensi dasar pada diri klien yang akan dinilai. performance test. Asesmen merupakan salah satu bagian terpenting dalam seluruh kegiatan yang ada dalam konseling (baik konseling kelompok maupun konseling individual). Kesalahan dalam mengidentifikasi masalah karena asesmen yang tidak memadai akan menyebabkan tritmen gagal.

diantaranya adalah untuk: 1. Dengan demikian asesmen akan benar-benar bisa memenuhi kriteria objektivitas dan keadilan. Hood & Johnson (1993) menjelaskan ruang lingkup dalam asesmen (assesment need areas) dalam bimbingan dan konseling ada lima. yaitu perencanaan program untuk memperoleh informasi-informasi yang dapat digunakan untuk membuat keputusan dan untuk menyeleksi bagian–bagian program yang efektif dalam pertemuan-pertemuan antara konselor dengan klien. Hal itu berkaitan dengan apa saja yang relevan untuk mengembangkan intervensi atau tritmen yang efektif. sehingga keputusan yang akan diambil oleh klien dapat benar-benar sesuai dengan kemampuan diri klien itu sendiri. asesmen juga diperlukan untuk memperoleh informasi yang membedakan antara apa ini (what is) dengan apa yang diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling. yaitu “Apa saja yang perlu kuketahui mengenai klien?”. Menjelaskan masalah yang senyatanya 3. yaitu: 1. yaitu asesmen yang dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai status dari suatu sistem. Asesmen yang tidak dilakukan secara objektif.menjadi dasar dalam melakukan tritmen pada klien. Menstimulasi klien maupun konselor mengenai berbagai isu permasalahan 2. Menyediakan metode untuk memperbandingkan alternatif sehingga dapat diambil keputusan 5. kemudian hasilnya dianalisis untuk mengetahui kemampuan klien dalam mengambil keputusan pada akhir konseling. Jika kedua komponen tersebut didesain dengan pendekatan “client centered” atau “bottom up”. Asesmen dalam bimbingan dan konseling adalah asesmen yang berbasis individu dan berkelanjutan. Namun demikian tidaklah efisien dan tidak etis untuk menggali semuanya selama hal tersebut tidak relevan dengan tritmen yang diberikan untuk mengatasi masalah klien. bahkan terhadap konselor itu sendiri untuk jangka panjang maupun jangka pendek. tidak berarti konselor harus menilai (to assess) semua latar belakang dan situasi yang dihadapi klien pada saat itu jika tidak perlu. yaitu mulai dari membuka konseling sampai dengan mengakhiri konseling. Di sinilah muncul fungsi evaluator dalam asesmen. yang memberikan informasi-informasi nyata yang potensial. atau setidak-tidaknya akan ada keseimbangan antara proses konseling dengan hasil konseling. serta tujuan yang sudah dituliskan/ ditetapkan atau outcome yang diharapkan dalam konseling. dan berlangsung lama bagi klien. setiap guru pembimbing/ konselor perlu berpegang pada pedoman pertanyaan sebelum melakukan asesmen. tetapi diukur secara kualitatif. Hood & Johnson (1993) menjelaskan ada beberapa fungsi asesmen. dalam melaksanakan keputusan setelah konseling. Hal ini memiliki makna bahwa asesmen tidak hanya berorientasi pada hasil/ produk akhir. yang membedakan antara apa ini (what is it) dengan apa yang diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling. yang dapat membuat klien mampu membedakan latihan yang dilakukan pada saat konseling dan penerapannya di kehidupan nyata dimana klien harus membuat suatu keputusan. untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan khusus pada tahap pertama. . Hal ini akan berakibat tidak baik pada diri klien. tetapi justru akan lebih terfokus pada proses konseling. Hal inilah yang kemudian membuat asesmen menjadi efektif. 2. serta melihat kendala/ masalah yang dihadapi klien dalam proses konseling maupun kendala dalam melaksanakan keputusan yang telah ditetapkannya. Kadangkala konselor menemukan bahwa ternyata “hidup” klien sangat menarik. asesmen akan mengarah pada inovasi. Karena itu. akan berpengaruh pada pelayanan konseling oleh konselor sekolah/ Guru BK. Program planning. Semua indikator bukan diukur dengan soal seperti dalam pembelajaran. Systems assessment. Asesmen memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan perencanaan dan pelaksanaan model-model pendekatan konseling. Memberi alternatif solusi untuk masalah 4. Memungkinkan evaluasi efektivitas konseling Selain itu. atau memilih alternatif-altenatif yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalahnya. efisien.

dan klien memiliki keberanian serta kemampuan untuk mengambil keputusan. Dalam hal ini apabila guru BK tidak memiliki kewenangan. yaitu yang berkenaan dengan: (a) evaluasi terhadap informasi-informasi yang nyata. Apapun bentuk dan jenis asesmen yang dilakukan. dan peralatan lain yang diperlukan dalam pelaksanaan asesmen. Menurut Center for the Study of Evaluation (CSE). dan sebagainya. (3) ketersediaan instrumen. (c) program-progam yang berhasil. maka Anda dapat mempergunakan tes psikologis. Karena itu. hal ini tetap menuntut suatu perencanaan. dan dengan bantuan guru BK maka klien diharapkan mampu memunculkan ide-ide pemecahan masalah. . maka instrumen dapat menggunakan checklist. misalnya mempersiapkan instrumen. bukan pengambil keputusan mengenai apa yang harus dilakukan klien dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. (b) tujuan yang akan dicapai dalam program. tempat. Apalagi jika pelaksana asesmen tersebut bukan guru BK itu sendiri. hal ini memberikan makna bahwa pada akhir kegiatan akan dilakukan evaluasi akhir sebagai dasar untuk memberikan sertifikasi kepada klien. Banyak instrumen yang dapat digunakan dalam asesmen seperti tes psikologis. misalnya karena instrumen yang digunakan untuk asesmen adalah tes psikologis (tes intelegensi. inventori. keputusan akhir untuk pemecahan masalah yang dihadapi ada pada diri klien. c. Anda dapat merencanakan instrumen yang akan digunakan dalam asesmen. dan sebagainya). Setelah ditentukan fokus area asesmen. mampu memahami diri sendiri. termasuk pada saat melakukan analisis. (4) waktu yang tersedia. tes minat jabatan. Program Implementation. yaitu bagaimana asesmen dilakukan untuk menilai pelaksanaan program dengan memberikan informasi-informasi nyata. Misalnya Anda akan melihat kerjasama klien dalam konseling. yang menjadikan program-program tersebut dapat dinilai apakah sesuai dengan pedoman. Penetapan waktu ini sangat erat berhubungan dengan persiapan pelaksanaan asesmen. inventori kepribadian. misalnya psikolog atau orang yang telah memiliki sertifikasi yang memberikan kewenangan untuk mengadministrasikan tes dimaksud. untuk keberhasilan konseling. (2) kewenangan guru BK (baik dalam mengadministrasikan maupun dalam interpretasi hasilnya). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih instrumen dalam asesmen diantaranya yaitu: (1) kemampuan guru BK sendiri. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan asesmen: 1. Dalam konseling. 4. Perencanaan Aspek yang harus ada dalam perencanaan asesmen adalah: a. Memilih instrumen yang akan digunakan. b. Program Improvement. Program certification. Persiapan akan banyak menentukan keberhasilan suatu asesmen. Dengan demikian maka akan diperoleh alat ukur atau instrumen yang benar-benar dapat diandalkan (valid) dan dapat dipercaya (reliabel) dalam mengukur apa yang seharusnya diukur. observasi. maka guru BK dapat minta bantuan orang yang memiliki kewenangan. dan (5) dana yang tersedia. Konselor/ guru BK bukan pemberi nasihat. dimana asesmen dapat digunakan dalam dalam perbaikan program. tetapi apabila Anda memfokuskan asesmen tentang kemampuan klien dalam memecahkan masalah.3. 5. dan (d) informasi-informasi yang mempengaruhi proses pelaksanaan program-program yang lain. program sertifikasi adalah suatu evaluasi sumatif. maka konselor menentukan akan melakukan asesmen dengan memfokuskan pada salah satu aspek dalam diri klien saja. Dalam hal ini evaluator berfungsi pemberi informasi mengenai hasil evaluasi yang akan digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Memilih fokus asesmen pada aspek tertentu dari diri klien Salah satu penentu keberhasilan konseling adalah kemauan dan kemampuan klien itu sendiri. Tetapi untuk menentukan instrumen sangat tergantung pada aspek apa yang akan diasesmen. yang merupakan akhir kegiatan. klien dapat bekerjasama dengan guru BK/konselor. Berdasarkan hal tersebut di atas. dan mampu menerima dirinya sendiri. Penetapan waktu Perencanaan waktu yang dimaksud adalah kapan asesmen akan dilakukan.

2. Validitas dan reliabilitas Apabila instrumen yang kita gunakan adalah buatan sendiri atau dikembangkan sendiri. yaitu: 1. Pelaksanaan Setelah perencanaan asesmen selesai. menafsirkan pandangan. SPSS. dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam tindakan berikutnya bagi orang-orang lain yang berkepentingan/ berwenang (Cronbach dalam Ratna Widiastuti. yaitu melakukan analisis terhadap data yang diperoleh melalui instrumen yang digunakan untuk mengambil data. maka hasil asesmen harus diinterpretasikan sebagai sarana untuk mengetahui kebaikan klien. 2. dan sebagainya. 2010)). Analisis data Langkah selanjutnya adalah analisis data. 4. Analisis dilakukan dengan mengikuti petunjuk yang ada dalam manual masing-masing instrumen. atau wawancara. e) periksa kebenaran hasil asesmen. Misal data yang diperoleh berbentuk kualitatif atau data kuantitatif. program statistik dapat dengan mudah dilakukan dengan bantuan komputer. 3. Pendekatan key incident memungkinkan bagi kita untuk memasukkan sejumlah besar kesimpulan dari bermacam-macam data yang berasal dari berbagai sumber. Karena validitas dan reliabilitas merupakan suatu syarat mutlak suatu instrumen asesmen. Petunjuk untuk menafsirkan analisis data . maka kita melakukan analisis data kualitatif. dan merumuskan kesimpulan yang mendukung. jujur. misalnya tes inteligensi. Wilcox (dalam Ratna Widiastuti. cara mengerjakan waktu yang digunakan untuk mengerjakan asesmen kunci jawaban cara analisis interpretasi. 2. maka instrumen itu perlu diuji validitas dan reliabilitasnya. misalnya dari catatan lapangan. 3.d. statistik biasa digunakan untuk analisis data hasil tes psikologis. 4. Saat melakukan analisis data kualitatif. Pandangan evaluator juga mempengaruhi penafsiran/ interpretasi data. Dalam bimbingan konseling. dan terbuka. Dewasa ini. perlu dilakukan beberapa langkah sebagai berikut: a) yakinkan semua data telah tersedia. Metode analisis data dalam asesmen konseling sangat tergantung data yang diperoleh. Komponen untuk menafsirkan / interpretasi hasil analisis data Interpretasi berarti menilai objek asesmen dan menentukan dampak asesmen tersebut. Apabila banyak data kualitatif yang dianalisis sementara asesmen masih berlangsung maka beberapa analisis dapat ditunda pelaksanaannya sampai evaluator selesai melakukan asesmen. Berikut ini adalah hal-hal yang harus ada dalam interpretasi. 2010) misalnya menggunakan pendekatan ”key incident” dalam analisis deskripsi kualitatif tentang kegiatan pendidikan. dan sebagainya. LISREL. Interpretasi data Interpretasi diartikan sebagai upaya mengatur dan menilai fakta. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan asesmen adalah pelaksanaannya harus sesuai dengan manual masing-masing instrumen. Untuk asesmen yang akan digunakan untuk membantu fungsi pendidikan. Penafsiran harus dirumuskan dengan hatihati. 5. Metode analisis data kualitatif misalnya deskriptif naratif. b) buatlah salinan data untuk berjaga-jaga kalau ada yang hilang. seperti program excel. Anda tidak perlu mencari validitas dan reliabilitas karena instrumen tersebut sudah jelas memenuhi persyaratan sebagai suatu instrumen. selanjutnya adalah bagaimana melaksanakan rencana yang telah dibuat tersebut. Apabila data bersifat kualitatif. Manual suatu instrumen biasanya memuat: 1. d) gunakan sistem kartu-kartu dalam map. tes bakat. Namun apabila kita menggunakan instrumen yang sudah terstandar. dokumen informasi demografi. Apabila data bersifat kuantitatif maka analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik. c) aturlah data dalam judul dan masukkan dalam file.

atau wawancara) 3. akan tetapi evaluator hanya memberikan pandangan saja dari sekian banyak pandangan. Diantara metodemetode tersebut yang sering dipakai akhir-akhir ini adalah: (1) menentukan apakah tujuan telah dicapai. dan (8) menafsirkan hasil analisis dengan prosedur yang menghasilkannya. apakah klien perlu mendapatkan tritmen tertentu. ide-ide pemecahan masalah. Rujukan diperlukan jika guru pembimbing/ konselor tidak mempunyai kewenangan atau tidak mempunyai kemampuan untuk menangani masalah yang dihadapi klien. Tindak lanjut Tindak lanjut adalah menindak lanjuti hasil asesmen atau penggunaan hasil asesmen dalam konseling. dalam Ratna Widiastuti. (2) menentukna apakah hukum. menentukan fokus yang akan dinilai (misal cara klien dalam merespon. melihat kembali data. konferensi kasus. (5) bertanya kepada kelompok penilai. maka klien perlu dirujuk ke psikiater. demokrasi aturan. dan prinsip-prinsip etik tidak dilupakan. pengambilan keputusan. atau bahkan bisa jadi konselee perlu mendapatkan rujukan (refferal) kepada pihak ketiga. (7) membandingkan analisis yang dilaporkan oleh program yang usahanya sama. Misalnya jika klien sudah mengalami gangguan psikotik. (6) membandingkan variabel-variabel penting dengan hasil yang diharapkan. dan sebagainya) 2. Untuk konseling yang berbasis individu. menanggapi data dengan cermat. menilai kelebihan dan kelemahan penafsiran. dan 6.Worthen dkk. melaporkan data yang telah diolah (laporan hasil konseling) . norma-norma. 5. menginterpretasikan data bukan hanya pekerjaan evaluator saja. menentukan teknik untuk penilaian (misal dengan observasi. melakukan analisis data yang diperoleh dan membicarakan hasilnya dengan klien 5. (4) menentukan nilai pencapaian. menilai keberhasilan dan kegagalan. jika klien mengalami gangguan dislesia maka perlu dirujuk ke terapis khusus yang menangani gangguan tersebut. (3) menentukan apakah analisis kebutuhan telah dikurangi. menggunakan teknik penilaian yang telah ditentukan 4. Namun demikian. maka langkah-langkah khusus peerlu dilakukan. Beberapa kegiatan tindak lanjut diantaranya adalah apakah konselee perlu melakukan konseling yang memfokuskan pada aspek yang berbeda lainnya. 2010) menyatakan bahwa para evaluator telah mengembangkan metode yang sistematik untuk melakukan interpretasi. yaitu dengan cara: 1.

g) Dapat memecahkan konflik. yakni mengenal dirinya dan kekhususan dirinya sendiri. 5) Prinsip Bimbingan Konseling. membuat keputusan sendiri dan unsur pengatasannya sendiri. c) Klien sangat memerlukan bantuan dari konselor dalam memecahkan masalah. Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah suatu proses bantuan dari seseorang kepada orang lain secara berkelanjutan untuk mengembangkan pandangannya sendiri. e) Konselor membantu untuk meningkatkan kemampuan agar klien mampu memecahkan masalahnya sendiri. b) Fungsi pencegahan (preventif). d) Mampu menghargai orang lain. atau menimbulkan kesulitan dalam proses perkembangan. Marsudi dkk mengemukakan bahwa tujuan bimbingan konseling adalah: a) Memiliki kesadaran diri. Fungsi pemahaman ini meliputi: 1. orang muda maupun orang tua untuk mengembangkan pandangannya sendiri. Berdasarkan kedua pendapat di atas maka konseling dapat didefinisikan sebagai bantuan yang diberikan konselor kepada klien dalam memecahkan masalahnya yang terjadi dalam suasana profesional dengan wawancara untuk memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien dan mencapai kehidupan yang sejahtera. Walgito menyatakan bahwa “konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara. Pemahaman tentang lingkungan siswa termasuk keluarga. menghindarkan diri subyek bimbingan agar terhindar dari permasalahan yang dapat mengganggu. dan unsur cara pengatasannya sendiri”. 3. b) Adanya masalah yang dihadapi klien yang harus dipecahkan. Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas. membuat keputusan sendiri. informasi nilai budaya. artinya bahwa kegiatan bimbingan bukan sekali jadi melainkan sebagai suatu proses berkelanjutan sesuai dengan dinamika perkembangan individu. Bimbingan konseling mempunyai unsur-unsur yang dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Adanya wawancara langsung (face to face) dari dua individu. informasi jabatan. Pepinsky mengemukakan bahwa “konseling adalah interaksi yang terjadi antara dua orang individu. yaitu: a) Konselor sejak awal harus memiliki kinerja yang tinggi sehingga harus bekerja keras melaksanakan bimbingan.c. e) Memiliki rasa tanggung jawab. menghambat. dan lingkungan sekolah terutama oleh siswa sendiri dan konselor. Marsudi dkk menyatakan bahwa bimbingan konseling mempunyai fungsi: a) Fungsi Pemahaman. Peran dan Fungsi Guru BK Bimbingan itu suatu proses. f) Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi. . ia perlu bantuan orang lain agar kondisinya berubah menjadi enak. 3) Fungsi Bimbingan Konseling. Selanjutnya Haditono menyatakan bahwa “bimbingan adalah bantuan dari seseorang kepada orang lain baik anak-anak. 4) Tujuan Bimbingan Konseling. Belki dalam Marsudi mengemukakan ada 6 (enam) prinsip bagi konselor agar bimbingan konseling di sekolah memiliki makna. terjadi dalam suasana profesional untuk memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien”. dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapinya untuk mencapai kesejahteraan hidupnya”. adalah fungsi bimbingan yang sifatnya mencegah. Pemahaman tentang subyek sasaran 2. b) Mengembangkan sikap positif. c) Fungsi perbaikan. termasuk informasi pendidikan. 1) Pengertian Konseling. h) Membuat keputusan secara efektif. adalah bimbingan yang menghasilkan terpecahkannya masalah yang dihadapi individu (siswa) siswa yang sedang bermasalah ibarat berada dalam kondisi yang tidak enak. masing-masing sebagai konselor dan klien. d) Ada hubungan timbal balik. pengobatan (curative). c) Membuat pilihan secara sehat. saling menghargai dan menghormati sehingga tumbuh saling percaya mempercayai. 2) Unsur-unsur Bimbingan Konseling. satu sebagai konselor dan yang lain sebagai klien. fungsi pemahaman akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak tertentu (konselor) guna mengembangkan kemampuan siswa.

Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap. pamong belajar. e) Guru harus memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki tindakan yang sesuai dengan norma religius dan perilaku yang bisa diteladani oleh peserta didiknya. b) Guru harus memiliki kompetensi kepribadian yang dewasa dimana guru harus menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru. Secara rinci kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berupa : a) Guru harus memiliki kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator berupa: bertindak sesuai dengan norma hukum bertindak sesuai dengan norma sosial. 2009: 12-15). Azas normative. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. prestasi rendah. 2. widyaiswara.b) Konselor harus bekerja secara profesional menghindarkan sikap elitis (kesombongan. dan berwibawa. dosen. kompetensi professional. kinerja seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya. f) Konselor mampu bekerja sama secara efektif dengan kepala sekolah untuk menegakkan citra bimbingan konseling. Azas alih tangan. yakni guru haruslah memahami peserta didik berdasarkan perkembangan kognitif yang dimilikinya. menilai hasil pembelajaran. Azas keahlian. sekolah dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. Azas Tut Wuri Handayani. Kompetensi pedagogik Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta didik. d) Guru harus memiliki kepribadian yang berwibawa. pemalu dan sebagainya. 6) Azas-azas Bimbingan Konseling. d) Konselor bertanggung jawab kepada semua siswa baik siswa yang gagal. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. Azas keterbukaan.” Selanjutnya pada Pasal 39 ayat 2. dinyatakan bahwa: ”Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Azas kemandirian. Azas kesukarelaan. konselor. fasilitator. Orang yang profesional biasanya melakukan pekerjaan secara otonom dan mengabdikan diri pada pengguna jasa dengan disertai rasa tanggung jawab atas kemampuan profesionalnya itu. pertama orang yang menyandang suatu profesi. memiliki masalah. Kompetensi pedagogik ini memiliki subkompetensi berupa : a) Pemahaman peserta didik secara indikator esensial. dimana sikap guru menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan untuk peserta didik. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. et al (1991:20) dan Danim (2002: 22) professional menunjuk pada dua hal. kinerja itu dimuati unsur-unsur kiat atau seni yang menjadi ciri tampilan profesional seorang penyandang profesi. stabil. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa “Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. . kepribadiannya. suka mengganggu teman. evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. B.” Menurut Sanusi. mengalami kesulitan belajar. arif. serta modalitas belajar siswa. Marsudi dkk mengemukakan bahwa azas-azas bimbingan konseling adalah: Azas Kerahasiaan. Kompetensi Atau Kemampuan Yang Dimiliki Oleh Guru Guru atau pendidik dalam Pasal 1 Ayat 6 Undang-undang No. Azas kedinamisan. Azas kekinian. c) Guru harus memiliki kompetensi arif. Azas keterpaksaan. Azas kegiatan. instruktur. Sementara dalam Undang-undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 dan Peraturan Pemerintah No. tutor. melakukan pembimbingan dan pelatihan. Kedua. e) Konselor mampu mengembangkan potensi siswa melalui berbagai kegiatan. yaitu kompetensi pedagogik. bangga sebagai guru dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. f) Guru harus memiliki kompetensi dalam evaluasi diri dan pengembangan diri dimana dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan berintrospeksi dan mengembangkan potensi diri secara optimal. (Uji Windiyanto. kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Pada tingkat tinggi. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28. Keempat kompetensi yang dimaksud diterangkan berikut ini: 1. keangkuhan) profesional dan atau menjaga hubungan harmonis dengan personil sekolah yang lain. dewasa. dimana guru harus berperilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. c) Konselor harus mampu menerjemahkan peranannya dalam kegiatan nyata atau layanan bimbingan yang dilakukan memberi manfaat nyata bagi siswa. disebutkan bahwa guru yang berkualitas harus memiliki empat kompetensi. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. siswa yang mungkin putus sekolah.

Kompetensi professional memiliki subkompetensi berupa: a) Menguasi substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi dengan memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah. dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. b. berakhlak mulia. tenaga kependidikan. sesama pendidik. Standar sosial: seorang guru harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan bergaul dengan masyarakat lingkungannya. (Kristian Hendrik. 7. Karteristik Kepribadian Guru Guru memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan. 2. Kompetensi kepribadian guru itu terdiri atas: a. C. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. c.b) Merancang pembelajaran. sosial. 2010 : ) Kompetensi kepribadian merupakan kompetensi personal seorang guru. d) Merancang dan melaksanakan evaluasi dimana indikatornya guru dapat merancang dan melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar. dewasa. c) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didk dan masyarakat sekitar. Standar moral: dimana guru harus memiliki budi pekerti luhur dan sikap moral yang tinggi. 4. Kompetensi ini merupakan sosok kepribadian seorang guru yang berkarakter sebagai orang Indonesia serta pribadi yang ideal dari orang yang menjadi teladan di masyarakat. memahami struktur. Menurut Mulyasa. kompetensi profesional. Tandar intelektual: guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik dan professional. b) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur. Standar mental: dimana guru harus memiliki mental yang sehat. dan guru merupakan pihak yang paling besar peranannya dalam menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan. Kompetensi Profesional Kompetensi professional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. 6. dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. dan kebudayaan nasional Indonesia. orang tua/ wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Standar spiritual: guru harus beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang diwujudkan dalam ibadah dalam kehidupan sehari-hari. menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik. dan lingkungan. peserta didik. memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait. dan tidak memiliki penyakit menular yang membahayakan diri. arif. yang mencangkup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya. dan memiliki dedikasi yang tinggi pada tugas dan jabatannya. mencintai. kompetensi sosial maupun kompetensi pribadi”. hukum. Bertindak sesuai dengan norma agama. konsep dan metode keilmuan yang koheren dengan materi ajar. berbadan sehat. 4. Standar fisik: guru harus sehat jasmani. mengabdi. 3. dimana guru dituntut untuk memahami landasan kependidikan. pendidik perlu memiliki standar berupa : 1. dan materi ajar. serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih. 3. 5. Karena guru memegang kunci dalam pendidikan dan pengajaran disekolah. dan berwibawa . menerapkan teori belajar dan pembelajaran. Guru adalah pihak yang paling dekat dengan siswa dalam pelaksanaan pendidikan sehari-hari. sehingga seorang guru dituntut bersikap profesional dalam melaksanakan tugasnya. Guru merupakan pribadi yang dapat menjadi contoh bagi yang lain. mempu menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar. e) Mengembangkan peserta didik dimana guru haruslah memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik maupun potensi non akademik. Standar psikis: guru harus sehat rohani. c) Melaksanakan pembelajaran yang kondusif dimana setting pembelajaran adalah komponen pokok yang harus diperhatikan. b) Menguasai struktur dan metode keilmuan dimana seorang guru dituntut untuk menguasai langkah-langkah penelitian kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi secara professional dalam konteks global. artinya tidak mengalami gangguan jiwa ataupun kelainan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas profesionalnya. Kompetensi sosial Merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik.Saat ini guru dianggap sebuah profesi yang sejajar dengan profesi yang lain. stabil. Guru yang profesional adalah “guru yang mempunyai sejumlah kompetensi yang dapat menunjang tugasnya yang meliputi kompetensi pendagogik. kompetensi yang ingin dicapai. dan mampu memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan kualitas program pembelajaran. Dimana kompetensi guru haruslah: a) Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik.

harapan dan nilai-nilai yang dianut. tanggung jawab. masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. Pada hakikatnya pelaksanaan BK di sekolah untuk mencapai tiga kesuksesan. Konselor sekolah adalah konselor yang mempunyai tugas. tanggungjawab yang tinggi. Disamping itu dapat dikatakan bahwa proses perkembangan seorang individu tidak selalu berlangsung secara mulus. Padahal. 6) Memiliki kepibadian dan prilaku yang terpuji (seperti berwibawa. Tugas-tugas perkembangan dirumuskan sebagai standar kompetensi yang harus dicapai seorang individu. 4) Memiliki integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. atau di luar jangkauan kemampuan. baik fisik. kecerdasan suatu bangsa tidak terbentuk dari penjumlahan kecerdasan dari setiap warganya. sehingga pendekatan ini disebut juga bimbingan dan konseling berbasis standar (standard based guidance and counseling). untuk mencapai kematangan tersebut. atau searah dengan potensi. Pendidikan Indonesia saat ini juga belum bisa membentuk watak dan karakter bangsa. yaitu: sukses bidang akdemik. individual dan berpotensi. Dengan kata lain. yaitu membantu peserta didik mengenali potensi dan mengembangkan kepribadiannya. klinis. (Sunaryo Kartadinata. Perkembangan seorang individu tidak lepas dari pengaruh lingkungan. seorang individu memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya. Guru BK Sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses ke arah kematangan atau kemandirian. lurus. Pendidikan juga belum menanamkan kecerdasan kultural kepada peserta didik sehingga potensi bangsa kurang tergali. . Oleh sebab itu peran guru bimbingan dan konseling ataupun konselor penting untuk menyelenggarakan pendidikan yang utuh. rasa bangga menjadi guru. atau bimbingan dan konseling komprehensif (Comprehensive Guidance and Counseling). Seorang guru bimbingan dan konseling harus memilki kompetensi dalam bidangnya termasuk kompetensi kepribadian yaitu : 1) Mengaplikasikan pendangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual. sukses dalam persiapan karir dan sukses dalam hubungan kemasyarakatan. pengembangan potensi. 5) Memiliki sifat demokratis. bermoral. 2) Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya. dan rasa percaya diri. maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli. Berikut ini adalah karakteristik kepribdian guru dalam tiap spesifikasinya : a. proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier. Pendekatan bimbingan dan konseling perkembangan (Developmental Guidance and Counseling). Di sinilah peran guru bimbingan dan konseling. penyesuaian terhadap lingkungan serta dapat merencanakan masa depannya. ramah. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. Peran guru bimbingan konseling dan konselor semakin penting karena saat ini penyelenggaraan pendidikan di Indonesia masih dalam makna sempit. kepada pendekatan yang berorientasi perkembangan dan preventif. dan pengentasan masalah-masalah individu. jujur. sabar. Pelayanan BK di sekolah merupakan kegiatan untuk membantu siswa dalam upaya menemukan dirinya. dan terpusat pada konselor. Standar dimaksud adalah standar kompetensi kemandirian. Pendidikan yang utuh adalah pendidikan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademis. Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi. Pelayanan bimbingan dan konseling komprehensif didasarkan kepada upaya pencapaian tugas perkembangan. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat. atau bebas dari masalah. yaitu dari pendekatan yang berorientasi tradisional. dan konsisten). tetapi juga mengembangkan karakter dan kepribadian peserta didik. Pendidikan di Indonesia baru sampai pada tujuan mencerdaskan anak didik secara individual saja. Pendidikan hanya cenderung untuk meningkatkan kemampuan akademis semata. seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan. Menunjukkan etos kerja. e. social. wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlah peserta didik. Pada saat ini telah terjadi perubahan paradigma pendekatan bimbingan dan konseling. 3) Menghargai dan mengembagkan potensi positif individu pada umumnya dan individu pada khususnya. Pentingnya peran pendampingan dan konseling disebabkan pendidikan masih dimaknai secara sempit. 7) Memiliki emosi yang stabil 8) Memliki Kasih sayang dan perhatian terhadap individu yang memerlukan bantuan. psikis maupun sosial. juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. 2010).d.

14) Mampu berkomunikasi dengan efektif. 13) Mendorong dengan ikhlas. 11) Penuh kesabaran. menilai bakat dan minat. 74 Tahun 2008 A. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam: 1. dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah. wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. tanggungjawab. Tugas Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan. 12) Mau mendengarkan keluhan orang lain. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. Pengembangan kehidupan pribadi. 10) Menampilkan toleransi tinggi terhadap individu yang menghadapi stress dan frustasi. minat.9) Memiliki kepedulian kepada orang lain. potensi. bakat. Tugas Guru BK/Konselor dan Pengawas Bimbingan dan Konseling Menurut PP No. . peka dan bersifat empati serta menghargai perubahan dan keraguan.

sistematis. magang. 3. yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas. terpadu dan bersifat rahasia. yaitu kegiatan memperoleh data. 7. Pengembangan karir. yang diselenggarakan secara berkelanjutan. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua atau keluarganya. karir/jabatan. untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. Layanan bimbingan kelompok. Tampilan kepustakaan. Konferensi kasus. jurusan/program studi. Kunjungan rumah. karir/jabatan. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi. yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik. belajar. yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya. keluarga. melalui aplikasi berbagai instrumen. yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru. 6. kelompok belajar. Layanan mediasi. 2. berkeadilan dan bermartabat. baik tes maupun nontes. 2. 3. komprehensif. dinamis. dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik 9. 4. 6. yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi. 4. Beban Kerja Minimum Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Beban kerja guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dan paling banyak 250 (dua ratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan yang dilaksanakan dalam bentuk layanan tatap muka terjadwal di kelas untuk layanan klasikal dan/atau di luar kelas untuk layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu . dan karir/jabatan. Jenis layanan adalah sebagai berikut: 1. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis. Pengembangan kehidupan sosial. 4. terutama lingkungan sekolah/ madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari. dan pendidikan lanjutan. Layanan penempatan dan penyaluran. 5. yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri. Layanan konsultasi. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. kemampuan sosial. Layanan konseling perorangan. Himpunan data. yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. kemampuan hubungan sosial. 8. pemahaman. kegiatan belajar. Layanan penguasaan konten. Layanan konseling kelompok. Layanan orientasi.2. Aplikasi instrumentasi. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. industri dan masyarakat. serta memilih dan mengambil keputusan karir. yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. dan kegiatan ekstra kurikuler. 5. kegiatan belajar. dan pengambilan keputusan. yang bersifat terbatas dan tertutup. yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data. terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah/madrasah. serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. Alih tangan kasus. Kegiatan-kegiatan tersebut didukung oleh: 1. Pengembangan kemampuan belajar. program latihan. 3. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik. sosial. yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. Layanan informasi.

strategi/metode kerja (teknik supervisi). Menyusun Laporan Pelaksanaan Program Pengawasan    Setiap pengawas membuat laporan dalam bentuk laporan per sekolah dari seluruh sekolah binaan. Sedangkan beban kerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah membimbing 40 (empat puluh) peserta didik dan guru yang diberi tugas tambahan sebagai wakil kepala sekolah/madrasah membimbing 80 (delapan puluh) peserta B. 3. 2. Kegiatan ini dilakukan di sekolah binaan. Program pengawasan terdiri atas (1) program pengawasan tahunan. Ekuivalensi kegiatan kerja pengawas bimbingan dan konseling terhadap 24 (dua puluh empat) jam tatap muka menggunakan pendekatan jumlah guru yang dibina di satu atau beberapa sekolah pada jenjang pendidikan yang sama atau jenjang pendidikan yang berbeda. penilaian dan instrumen pengawasan. sumberdaya yang diperlukan. Program tahunan. Jumlah guru yang harus dibina untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) dan paling banyak 60 guru BK. . dan RKBK sekurang-kurangnya memuat aspek/masalah. a. d. Melaksanakan penilaian adalah menilai kinerja guru dalam merencanakan. b. Pemantauan dan Penilaian    Kegiatan supervisi bimbingan dan konseling meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan kegiatan dimana terjadi interaksi langsung antara pengawas dengan guru binaanya. Tugas Pengawas Bimbingan dan Konseling Lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling untuk melaksanakan tugas pokok diatur sebagai berikut: 1. Program pengawasan tahunan pengawas disusun oleh kelompok pengawas di kabupaten/kota melalui diskusi terprogram. Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas program pengawasan tahunan di tingkat kabupaten/kota. melaksanakan dan menilai proses pembimbingan. tujuan. sesuai dengan uraian kegiatan dan jadwal yang tercantum dalam RKBK yang telah disusun. program semester. Kegiatan penyusunan program semester oleh setiap pengawas ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. Penyusunan laporan oleh pengawas merupakan upaya untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan atau keterlaksanaan program yang telah direncanakan. (2) program pengawasan semester. c. Penyusunan Program Pengawasan Bimbingan dan Konseling      Setiap pengawas baik secara berkelompok maupun secara perorangan wajib menyusun rencana program pengawasan. Laporan ini lebih ditekankan kepada pencapaian tujuan dari setiap butir kegiatan pengawasan sekolah yang telah dilaksanakan pada setiap sekolah binaan. indikator keberhasilan. Kegiatan penyusunan program tahunan ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu. skenario kegiatan.dan yang memerlukan. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK. Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang dilakukan oleh setiap pengawas pada setiap sekolah tempat guru binaannya berada. Uraian lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut. Rencana Kepengawasan Bimbingan dan Konseling (RKBK) merupakan penjabaran dari program semester yang lebih rinci dan sistematis sesuai dengan aspek/masalah prioritas yang harus segera dilakukan kegiatan supervisi. Penyusunan RKBK ini diperkirakan berlangsung 1 (satu) minggu. pemantauan atau penilaian. dan (3) rencana kepengawasan akademik (RKA). Menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah dengan segera setelah melaksanakan pembinaan. Melaksanakan Pembinaan.

seminar. p e n g a j a r a n . Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK ini dapat dilakukan melalui workshop.PP No.Peraturan Pemerintah 1. individual dan group conference. 28 / 1990 : Pendidikan Dasar BAB X Pasal 25 Ayat 1:Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadasiswa dalam rangka upaya menemukanpribadi. d a n / a t a u l a t i h a n b a g i perannya di masa yang akan datang Pasal 1 A ya t 8 : T e n a ga p e n d i d i k a n a d a l a h a n g g o t a m a s ya r a k a t ya n g bertugas membimbing . observasi. mengenallingkungan dan merencanakan masa depanAyat 2: Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing . mengajar dan / atau melatih peserta didik B.PP No. mengenallingkungan dan merencanakan masa depan Ayat 2:Bimbingan diberikan oleh Guru Pemimbing Ayat 3:Pelaksanaan ketentuan sebagaimana yang dimaksud Ayat (1) dan Ayat (2) diatur oleh Menteri 2. Kegiatan dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi yang akan ditingkatkan.PP No. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X2. 29 / 1990 : Pendidikan Menengah BAB X Pasal 27 Ayat 1: Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadasiswa dalam rangka upaya menemukan pribadi. DASAR LEGAL BIMBINGAN DAN KONSELING A.Undang-Undang No : 2 / 1989 : Sitem Pendidikan Nasional Ayat 1 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan pesertad i d i k m e l a l u i k e gi a t a n b i m b i n g a n .   Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok di Musyawarah Guru Pembimbing (MGP). Dalam pelatihan diperkenalkan kepada guru cara-cara baru yang lebih sesuai dalam melaksanakan suatu proses pembimbingan.

serta menyusun program perbaikan dan pengajaran.Bidang Pengawasa Bimbingan dan Konseling D .No.wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sejumlahpeserta didik (10)Penyusunan program BK adalah membuat rencana P e l a y a n a n B K dalam bidang bimbingan pribadi. belajar dan karir (12) Evaluasi pelaksanaan BK adalah kegiatan menilai layanan BK dalambidang bimbingan pribadi. 7 4 / 2 0 0 8 : Tugas Guru BK / Konselor dan PengawasBimbingan dan konseling SK M ENP AN 1. P P N o . 2. konseling individu. evaluasi belajar. 25 Tahun 1993 “Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. sosial.d.Penyajian program pengajaran/ praktik/ BK c .Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah / Madrasah Diniyah / Sekola DasarLuar Biasa.Bidang pengawasan Taman Kanak-2 / Raudhatul Athfal/ bustanul Athfal. sosial. pembelajaran. konseling kelompok danbimbingan kelompok Pasal 4. evaluasi p e l a k s a n a a n b i m b i n g a n .p e m a h a m a n . konseling kelompok dan bimbingan kelompok(14) Tindak Lanjut pelaksanaan BK adalah kegiatan menindaklanjutihasil analisis evaluasi layanan .” Pasal 1 . p e n g e n t a s a n . Guru Dewasa Tingkat 1 dalammelaksanakan PBM atau BK:a.No. belajar dan karir (13)Analisis Evaluasi pelaksanaan BK adalah menelaah hasil evaluasipelaksanaan BK yang mencakup layanan . 84 / 1993 : Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya Pasal 3 : Tugas Pokok Guru. penempatan danpenyaluran. dan tindak lanjut dalam programbimbingan terhadap peserta didik yang m e n j a d i t a n g g u n g jawabnya. orientasi.Bidang Pengawasan Pendidikan Luar Biasad. terhadappeserta didik yang menjadi tanggung jawabnya . S K B M E N D I K B U D d a n K E P A L A B A K N No : 0433 / P / 1993 dan No. ayat : (1) Standart prestasi kerja Guru Pratama s. E v a l u a s i program pengajaran/ praktik/ BK (2)Standart . k o n s e l i n g i n d i v i d u . p e m b e l a j a r a n . p e m e l i h a r a a n d a n pengembangan dalam bidang bimbingan pribadi. ataub . belajar dan karir (11) Pelaksanaan BK adalah melaksanakan fungsi pelayanan .Bidang Pengawasan Rumpun Mata Pelajaranc. M e n y u s u n p r o g r a m p e n g a j a r a n . adalaha . tanggung jawab.Persiapan program pengajaran/ praktik/ BK b. orientasi. p e n c e g a h a n .penempatan dan penyaluran. melaksanakan programbimbingan. M e n y u s u n P r o g r a m Bimbingan. m e n y a j i k a n p r o g r a m pengajaran. analisis hasil evaluasi belajar.3 . informasi.b. 118 / 1995: Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah d a n Angka Kreditnya Sebagaimana dimaksdukan dalam angka (1) mempunyai bidangpengawasan sbb:a. a n a l i s i s pelaksanaan bimbingan. informasi. sosial. ayat : (4)Guru Pembimbing adalah guru yang mempunyai tugas.

padaayat (1) ditambah :a. Guru Utama. Sebagai inventory ( alat pencatat hasil observasi yang dipergunakan seseorang dalammengamati diri sendiri/pengguna daftar cek selain sebagai observer juga sebagaiobservee ). p a d a a y a t ( 2 ) sesuai dengan jenjang jabatannya ditambah melaksanakan program BK di kelas yang menjad tanggung jawabnya Pasal 5 . D. Sebagai alat pencatat hasil observasi ( pengguna daftar cek hanya sebagai observer ) . C.2.Analisis hasil evaluasi pengajaran/ praktik/ BK b. B. 1985:150)Check list merupakan daftar yang berisi unsur-unsur yang mungkin terdapat dalamsituasi atau tingkah laku atau kegiatan individu yang diamati (Depdikbud:1975:56). Pengertian Check List merupakan suatu daftar yang mengandung atau mencakup faktor-faktor yang ingin diselidiki (Bimo Walgito.d. s e l a i n t s b .prestasi kerja Guru Pembina s. Manfaat Check List Untuk mendapatkan faktor-faktor yang relevan dengan masalah yang sedang menjadipusat perhatian. Fungsi Check List 1.Evaluasi program pengajaran/ praktik/ BK ( 3 ) K h u s u s S t a n d a r t p r e s t a s i k e r j a G u r u K e l a s .Dari pengertian di atas disimpulkan bahwa check list merupakan salah satumetoda untuk memperoleh data yang berbentuk daftar yang berisi pernyataan danpertanyaan yang ingin diselidiki dengan memberi tanda cek oleh individu/kelompok. selain tsb.Penyusunan program pengajaran/ praktik/ BK c. Faktor-faktor yang diperoleh ini dapat terperinci menurut keperluanyaitu sesuai dengan persiapan dan rencana yang telah dibuat sebelum daftar cek inidisiapkan. ayat : (1)Jumlah peserta didik yang harus dibimbing oleh seorang GP adalah 150orang MATERI VDAFTAR CEK (CHECK LIST)A. Tujuan dan maksud Check List Untuk mengetahui / mengecek ada tidaknya sifat/kebiasaanketerampilan/pengalaman dan pengetahuan dari seseorang.

2. Validitas dan reliabilitas. Efisiensi DCM dikatakan efisien. Topik ini berdasarkan pengolahan tertentu tentang masalah. wawancara dan sebagainya. Dikatakan valid dan reliabel. yakni menjelang dan pada waktu mengerjakan. Dengan daftar cek masalah memungkinkan individu mengingat kembali masalahmasalah yang pernah dialaminya. c. autobiografi. b. Petunjuk bagi instruktor Kecakapan melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan. mendalam dan luas. Petunjuk yangharus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instructor dan petunjuk bagi siswa. Sebagai indikator peserta telah mampu memanfaatkan daftar cek ditunjukkan dalam (a) menyusun daftar cek sesuai tujuan dan subyek yang difahami. c. b. yakni sebelum melaksanakan. Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dihadapi. 3. 4. 3. 5. dan (d) mampu memanfaatkan data dari daftar cek untuk kepentingan bimbingan.yaitu : a. Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus. Untuk melengkapi data yang sudah ada. Fungsi dan kegunaan DCM a. Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok. Alasan Penggunaan DCM Terdapat beberapa pertimbangan dalam penggunaan Daftar Cek Masalah. Topik. Untuk menyarankan suatu preoritas program pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai dengan masalah individu maupun kelompok saat itu. B. (c) mampu melakukan analisis terhadap data hasil daftar cek. Intensif Dikatakan intensif. dan (2) Pelaksanaan. karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat. disamping jumlah item kemungkinan masalah yang cukup banyak. Petunjuk Pengadministrasian DCM Agar hasil penelitian ini valid dan reliable perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM. b. Ruangan tempat identitas siswa yang mengerjakan DCM. 2. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan daftar cek sebagai salah satu teknik untuk memahami konseli yang hendak dibmbingnya. antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang sedang ia alami. Instruksi atau petunjuk cara mengerakan. Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan data yang diperoleh dengan cara/alat lain. Kegunaan DCM Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan DCM yaitu : 1. Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan kelompok pada umumnya. 3. Fungsi Daftar Cek Masalah 1. karena data problem yang diperoleh melalui DCM lebih teliti.BAB IV DAFTAR CEK MASALAH Kegiatan belajar 3 A. Pengertian Daftar Cek Masalah (DCM) Daftar cek masalah (DCM) adalah sebuah daftar kemungkinan masalah yang disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah yang pernah atau sedang dialami seseorang. a. Data semacam ini kurang dapat diperoleh melalui teknik lain seperti observasi. 2. Topik-topik masalah dan butir-butirnya. 4. Kedua kecakapan . Isi Daftar Cek Masalah Daftar Cek Masalah berisi: a. Uraian materi 1. (b) mampu melaksanakan asesmen dengan menggunakan daftar cek. d.

Siswa harus menulis identitasnya sendiri. tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu. Mengontrol apakah para siswa telah mengerjakan DCM dengan benar. b. Menyiapkan bahan sesuai dengan jumlah siswa. e. 6. g. Memberi perintah mengerjakan DCM. Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius. Mengontrol situasi ruangan. siswa harus duduk tenang. maka persentase masalah keluarga Abas adalah: n nm x 100% = 30 6 x 100% = 20 % Jadi predikat hubungan keluarga Abas adalah: C (cukup) b. Petunjuk bagi siswa Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa.10 % = 8 = B (cukup baik) 11 % . yaitu: 1. sementara para siswa memperhatikan sambil membaca petunjuk tersebut dalam hati. Mencari jenjang (ranking) masalah. Mengumpulkan pekerjaan siswa. Memberi contoh (misalnya dengan menulis di papan tulis) cara mengerjakan DCM. Mencari presentasi per topik masalah. dengan cara mengurutkan % topic masalah mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil. a. m = banyak siswa yang mengerjakan DCM Contoh: 30 orang siswa bermasalah untuk butir nomor 65. dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah (butir masalah yang dicek) dengan jumlah butir topic masalah. Hal-hal penting dalam persiapan adalah: a. Langkahlangkah menganalisis adalah sebagai berikut: a) Menjumlahkan banyaknya siswa yang mempunyai butir masalah yang sama untuk tiap butir. 3. 2. n = jumlah butir pada topik masalah itu. Konversi harga itu. sebagai berikut: 0 % = 10 = A (baik) 1 % . b. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan. dan motivasi pada siswa. Analisis DCM Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan. Menguasai benar. hanya akan merugikan dirinya sendiri. Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis. 2. Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM. f. d. 3. antara lain: a. Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM. j. b) Mencari % masalah dengan cara mencari rasio antara banyak siswa yang bermasalah untuk butir tertentu dengan jumlah siswa. B. 4. m mm x 100 % = . memperingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang dan teliti dan memberitahukan bahwa waktu yang disediakan cukup lama. Analisis Kelompok Langkah-langkah menganalisa secara kelompok meliputi analisis per butir dan analisis per topik masalah. Apabila dinyatakan dalam rumus. C. ialah: m mm x 100% Dengan keterangan mm = banyak siswa yang bermasalah untuk butir tertentu. Membagikan lembar DCM. Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A. Siswa harus mematuhi bagaimana cara mengerjakan DCM.50% = 4 = D (kurang) 51 % . Kedua analisis tersebut dijelaskan berikut : 1) Analisis per butir masalah Analisis ini bertujuan untuk mengetahui butir masalah apa yang pada umumnya dhadapi oleh siswa. Atau n nm x 100 % Dengan keterangan: nm = jumlah butir yang menjadi masalah pada satu topik masalah. sedangkan jumlah semua topik keluarga ialah 30. siswa yang ikut mengerjakan DCM adalah 120 orang. h. untuk menimbulkan kepercayaan. Menerangkan maksud konselor menggunakan DCM itu. 4. D dan E. Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya.tersebut dirinci lebih jauh berikut : 1. i. Analisis Individual Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menganalisis individual (per siswa) ini adalah: 1.25 % = 6 = C (cukup) 26 % . b. menghindari suara yang mengganggu. 2.100 % = 2 = E (kurang sekali) 2-30 Pemahaman Individu Contoh: Abas mencek 6 butir masalah keluarga. Analisis ini meliputi analisis individual dan analisis kelompok. petunjuk cara mengerjakan DCM. Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah. menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan. c.

b. Memasukkan predikat masalah (A. 8. b.. d) Persentase adalah rasio antara jumlah butir masalah kali jumlah siswa yang bermasalah dengan jumlah butir dalam topik masalah.. 3. Langkah-langkah dalam menganalisis adalah sebagai berikut: a) Harus diketahui.0 + ++ 1. yaitu pencegahan. Mendalami masalah individual maupun masalah kelompok.120 30 x 100 % = 25 % Maka predikat permasalahan butir ini bagi para siswa adalah C (cukup) 2) Analisis per topik masalah Analisa ini bertujuan untuk mengetahui topic masalah apa yang pada umumnya dihadapi oleh siswa. c. Efisiensi pelayanan. b) Harus diketahui jumlah butir yang menjadi masalah siswa. Penggunaan hasil analisis DCM dalam penyusunan program BK Hasil analisis DCM dilengkapi dengan data yang diperoleh dengan teknik-teknik lain. 2. Penyajian kelompok : Masalah yang dihadapi siswa 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 1a 1b 1c 1d Pribadi Keluarga . Individu ini dicatatat sebagai individu yang mempunyai masalah khusus. Pemindahan hasil analisis data DCM ke dalam daftar pribadisiswa Hasil analisis DCM merupakan data pelengkap daftar pribadi siswa. Caranya. pengembangan dan penyembuhan sebelum masalah-masalah itu menjadi akut. Penyajian ini baik secara individual maupun kelompok. 7. dapat dipergunakan untuk merencanakan program BK. c) Harus diketahui jumlah siswa yang mempunyai masalah. Atau dengan rumus: NxM NmxMn x 100% Dengan keterangan: Nm = jumlah butir masalah Mn = jumlah siswa yang mempunyai masalah N = jumlah butir dalam topik masalah M = jumlah siswa (peserta) 3) Masalah individual Dari penjumlahan tiap butir masalah. Penyusunan program BK ini adalah dalam rangka: a. B. C. Teliti lebih dahulu butir-butir aspek kepribadian dalam daftar pribadi yang relevan dengan topik masalah dalam DCM. sebagai berikut: a. Penyajian individual No. Masalah STATUS . 4. a. 9. sering kita jumpai masalah yang hanya dialami oleh 1 orang. Memprioritaskan masalah yang harus segera ditangani. baik program individual maupu program kelompok. jumlah siswa yang ikut mengerjakan DCM. Hampir semua aspek kepribadian dalam daftar pribadi dapat dilengkapi dengan data DCM. D atau E) ke dalam lajur kolom yang sesuai. Hubungan keluarga Pekerjaan Hubungan dengan teman Kepribadian E E E E D D D D C C C C B B B B A A A A b. kali jumlah peserta. Penyajian Hasil Analisis DCM Hasil analisis DCM perlu disajikan untuk dimasukkan dalam cumulative record agar sewaktu-waktu diperlukan dapat dengan mudah ditemukan dan dapat dipergunakan dengan mudah.

kebutuhan mana yang paling menonjol belum terpenuhi. Sebarkan daftar cek yang telah saudara susun kepada sekurangkurangnya 30 orang siswa. Jelaskan untuk apa biasanya daftar cek digunakan dalam kegiatan bimbingan dan konseling 3. Subyek yang hendak diteliti adalah siswa SMTP kelas 1 2. Tujuan penyusunan daftar cek adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat pemenuhan kebutuhan siswa. mengapa dalam analisis daftar cek bukan sekedar melihat kuantitas masalah yang dihadapi siswa. Rangkuman Daftar cek yang sangat bermanfaat bagi konselor utamanya dalam menggali informasi tentang masalahmasalah yang terkadang sudah terlupakan oleh individu. Lakukan analisis individual. 2. tetapi perlu memahami intensitas masalah BAB V TEKNIK SOSIOMETRI . Tuliskan pengertian daftar cek masalah dengan kalimat saudara sendiri 2. Latihan Susunlah daftar cek dengan keterangan sebagai berikut : 1. Analisis DCM bisa dilakukan secara individual maupun kelompok F. kemudian laporkan puladalam bentuk sajian individual dan kelompok E. DCM sangat berguna untuk melengkapi data. dan kebutuhan mana yang khas pada siswa tertentu sehingga jelas kebutuhan mana yang perlu segera mendapat preoritas dalam program bimbingan di sekolah D. Tunjukkan alas an saudara. Jelaskan kelebihan penggunaan daftar cek dibanding dengan interview 4. mendalami masalah individu maupun kelompok.Sosial C. Lakukan analisis individual dan kelompok. Daftar cek digunakan lantara efisien dan intensif bagi pengungkapan masalah-masalah yang dialami individu. Tes Formatif 1. Lembar Kegiatan 1.

Kecenderungan terbentuknya anak kelompok. Tabel dari data sosiometri disebut matrik sosiometri. apabila kita ingin mengetahui mengapa beberapa murid mengalami kesulitan dalam pelajarannya. Sosiometri juga dapat digunakan untuk mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya. sosiometri banyak digunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok. Daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk mendapatkan materi sosiometri dinamakan angket sosiometri. (c) mampu melakukan analisis terhadap data hasilsosiometri. sekolah maupun teman bermain. yaitu dengan membuat sosiogram. Sebagai contoh. Ada dan tidaknya pusat pilihan. Menggambarkan Hasil Angket Sosiometri Data mental yang dikumpulkan dengan angket sosiometri. dan lain-lain. menyelidiki kesukaran seseorang terhadap teman sekelompoknya. B. tiga orang atau lebih. 3) Status pemilihan dan penolakan b. (b) mampu melaksanakan asesmen dengan menggunakan sosiometri. Sekilas tentang Sosiometri Metode ini dikemukakan oleh Moreno. 2) Status penolakan. sedangkan secara akademik mereka pandai. siapa yang paling tidak popular. Hasil angket dari enam orang saja. bila data tersebut kita sajikan dalam bentuk matrik seperti di bawah ini: Subyek PEMILIH Total ABCDEF DIPILIH A B C D E F X X X X X X X . d. Oleh karena itu. baik dalam pekerjaan. dua. 1) Status pemilihan. Untuk lebih memperjelas uraian tersebut di atas.Kegiatan Belajar 4 A. Misalnya: Kelompok yang terdiri dari enam orang. Uraian Materi 1. Keadaan semacam ini dapat diketahui dengan menggunakan sosiometri. Kompetensi Dan Indikator Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta bisa memanfaatkan teknik sosiometri sebagai salah satu teknik untuk memahami konseli yang hendak dibimbingnya. e. apabila belum disusun akan merupakan data yang masih sukar untuk dianalisa dan diketahui (dibaca). Dengan melihat sosiogram akan dapat diketahui dengan mudah mengenai: a. bertujuan untuk meneliti saling hubungan antara anggota kelompokdi dalam suatu kelompok. Hasil angket sebagai berikut: Angket dari A memilih B dan C B memilih A dan C C memilih E dan A D memilih A dan B E memilih A dan D F memilih B dan A. Angket Sosiometri Alat untuk mendapatkan materi sosiometri dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disenangi (diplih) dan siapa yang tidak disenangi (ditolak) dari anggota kelompoknya. Perlu diingat bahwa penyajian data angket sosiometri dalam bentuk matrik ini tidak dapat dilihat mengenai ―saling hubungan‖ antara anggota kelompok. dapat dilihat contoh pembuatan matrik sosiometri dan sosiogram di bawah ini. dan (d) mampu memanfaatkan data darisosiometri untuk kepentingan bimbingan. c. Status sosiometri dari setiap subyek. apabila disajikan dalam bentuk seperti di atas membuat kita kesulitan dalam membaca dan menentukan siapa yang terbanyak pemilihnya. Dengan kata lain. Adapun jawaban yang diberikan oleh responden tentang siapa yang disenangi ataupun siapa yang tidak disenangi tersebut dapat terdiri dari satu. Arah pilihan dari dan terhadap individu tertentu. Ada tidaknya isolasi. 3. f. Agar data tersebut mudah dibaca siapa yang paling popular (paling disenangi) dan siapa yang paling tidak disenangi maka data tersebut harus berupa harus disajikan dalam bentuk tabel. Kualitas arah pilihan. menyelidiki ketidaksukaan terhadap teman sekelompoknya. anak kelompok dan lain-lain. dari bentuk matrik ini dapat dibuat bentuk penyajian sosiometri yang lebih baik. Sebagai indikator peserta telah mampu memanfaatkan teknik sosiometri dengan baik ditunjukkan dalam (a) menyusun sisiometri sesuai tujuan dan subyek yang difahami. Besarnya jumlah pemilih untuk setiap subyek. siapa yang terisolir. Akan sangat berbeda. g. 2. Intensitas pilihan. Dengan menggunakan angket sosiometri untuk memilih dua orang yang paling disenangi dari kelompoknya. hal ini mungkin dapat disebabkan oleh kurangnya penyesuaian diri terhadap teman sekelasnya. h.

X X X X X 5 3 2 1 1 0 Total 2 2 2 2 2 2 12 Dengan matrik sosiometri ini, secara mudah dan cepat dapat diketahui jumlah pemilih untuk setiap orang, siapa yang paling populer dan yang tidak populer, akan tetapi masih sulit pula untuk mengetahui individu yang saling memilih, siapa saja yang menjadi anak kelompok dan lainlain. Maka akan lebih baik jika disajikan dalam bentuk sosiogram, seperti digambarkan di bawah ini: A 54B 32- C D 1- E F 0Keterangan: 0,1,2,3,4,5 frekuensi pemilih. A,B, C, D, E, subyek terpilih. Cara membuat: 1. Buat sumbu ordinat dan dibuat skala yang mencakup frekuensi pemilih yang terbanyak. 2. Letakkan masing-masing individu setinggi frekuensi pemilih yang diperoleh. Misalnya A pemilihnya 5 orang, A diletakkan pada garis yang setinggi frekuensi 5. 3. Buat garis pilihan yang ditandai dengan tanda panah, misalnya: A B berarti A memilih B A B berarti A dan B saling memilih ( A memilih B dan B Juga memilih A) A B berarti A menolak B A B berarti A menolak B dan B juga menolak A Pemahaman Individu 2-39 A B berarti A memilih B dan B menolak A. Bentuk hubungan Bentuk hubungan antar individu dalam suatu kelompok dapat bermacam-macam: 1. Berbentuk segitiga (Triangle) Hubungan yang mempunyai intensitas yang cukup kuat 2. Berbentuk bintang (Star) A Bila pusat (A) tidak ada, maka kelompok akan bubar, karena hubungan kurang menyeluruh 3. Berbentuk jala (Net) Hubungan ini juga mempunyai intensitas cukup kuat. Hubungan cukup menyeluruh, baik, kuat dan hilangnya seseorang tidak akan membuat kelompoknya bubar. 4. A B C D (berbentuk rantai/ Chain) Hubungan searah atau sepihak tidak menyeluruh, kelompok yang demikian ini keadaannya rapuh. 2-40 Pemahaman Individu Selain mengetahui bentuk kelompok, intensitas kelompok, ada tidaknya anak kelompok, arah hubungan dan lain-lain, maka hasil sosiometri ini juga dapat dianalisis lebih lanjut, antara lain: 1. Status Pemilih Pm A = jumlah pemilih A N -1 N = jumlah anggota kelompok Pm A = indek status pemilih A Arti indeks: Pm = 0 berarti tidak ada yang memilih Pm = 1 berarti semua anggota kelompok memilih Indeks pemilih bergerak dari 0 – 1 2. Status Penolak Pn A = jumlah penolak A N -1 Pn A = indeks status penolak A N = jumlah anggota kelompok Arti indeks: Pn = 0 berarti tidak ada yang menolak. Pn = - 1 berarti semua orang menolak Indeks penolakan bergerak dari – 1 sampai 0 3. Status Pemilihan dan Penolakan PmPn A = jumlah pemilih A – jumlah penolak A N–1 Pm Pn A = indeks pemilihan dan penolakan A N = jumlah anggota kelompok Pemahaman Individu 2-41 PmPn A = - 1 berarti semua orang menolak A Pm Pn A = + 1 berarti semua orang memilih A (populer) Indeks pemilihan dan penolakan bergerak dari -1 sampai +1.

C. Latihan Buatlah kelompok belajar dari satu kelas dengan memanfaatkan teknik sosiometri, upayakan setiap kelompok belajar terdiri dari lima orang dengan tetap memperhatikan komposisi jenis kelamin laki-laki dan perempuan, serta memperhatkan arah pilih siswa D. Lembar Kegiatan Sebarkan angket sosiometri pada siswa kelas akhir di mana saudara bertugas, selanjutnya carilah siswa yang menunjukkan gejala terasing kemudian rencanakan program bimbingan individual untuknya E. Rangkuman Sosiometri banyak digunakan untuk mengumpulkan data tentang dinamika kelompok dan mengetahui popularitas seseorang dalam kelompoknya, serta menyelidiki kesukaran seseorang terhadapteman sekelompoknya, baik dalam pekerjaan, sekolah maupun teman bermain. Daftar pertanyaan yang dipergunakan untuk mendapatkan materi sosiometri dinamakan angket sosiometri. Hasil angket sosiometri dapat dibuat dalam bentuk penyajian yang lebih baik yaitu dengan membuat sosiogram. F. Tes Formatif 1. Buatlah rumusan dengan kalimat saudara sendiri, apa yang dimaksud dengan sosiometri 2. Jelaskan apa kegunaan sosiometri dalam bimbingan dan konseling 3. Jelaskan dari mana saudara bisa mengetahui bahwa seorang siswa terasing di kelasnya jika saudar melihat data sosiogram.

BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Materi pemahaman individu mencakup teknik tes dan non-tes.Meski mencakup teknik tes dan non-tes, tetapi dalam buku ini hanya disajikan teknik non tes, yang dalam perkuliahn 1 lazim dikenal dengan mata kuliah ―Pemahaman individu 1‖, sedang teknik tes lazimnya diberikan secara terpisah dalam kemasan materi ―Pemahaman individu 2‖ Lingkup isi buku ajar ini adalah materi perkuliahan pemahaman individu 1, yang di dalamnya di bahas tentang (a) pengertian dan kegunaan pemahaman individu, (b) teknik observasi, (b) daftar cek, (c) sosiometri, (d) wawancara, dan (e) angket. Semua teknik diwali dengan penyajian secara teoretik, selanjutnya pembaca dipandu untuk berlatih mempersiapkan dan mempraktekkkan masing-masing teknik tersebut, untuk selanjutnyua penerapannya dalam bimbingan dan konseling, B. Prasyarat Mengingat aspek yang hendak dipahami utamanya berkaitan dengan gejala-gejala psikis seseorang dalam kerangka bimbingan dan konseling, maka prasyarat yang diperlukan sebelum mempelajari pemahaman individu – baik pemahaman individu 1 maupun 2 – adalah Psikologi dan Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Kebutuhan pengetahuan dasar psikologi ini mutlak, mengingat gejala yang difahami adalah gejala-gejala yang bersifat psikologis yang muncul dalam bentuk ucapan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Sedang kebutuhan akan pengetahuan dasar bimbingan dan konseling mengingat, bahwa hasil pemahaman terhadap individu (konseli)

adalah untuk kepentingan layanan bimbingan, bukan untuk kepentingan selainnya. C. Petunjuk Belajar Dalam mempelajari buku ajar ini, mahasiswa atau peserta pelatihan diseyogiakan menempuh langkahlangkah berikut : 1. Sebelum pelatihan dilaksankan seyoganya peserta pelatihan telah membaca terlebih dahulu materi latih, dan akan lebih bagus lagi jika ada partner yang bisa diajak berdiskusi dalam memahami isi buku ini. Hal-hal yang tidak bisa difahami melalui diskusi dengan teman sejawat seyogianya dicara penjelasannya melalui buku-buku yang relevan, dan jika masih belum terjawab bisa ditanyakan kepada dosen atau instruktur ketika acara pelatihan berlangsung. 2. Ikuti ceramah yang diberikan oleh dosen atau instruktur dengan cermat, dan lakukan pencatatan seperlunya terhadap hal-hal yang saudara pandang penting. Jika diberi kesempatan bertanya oleh dosen, manfaatkanlah untuk minta penjelasan hal-hal yang belum bisa saudara fahami dengan baik, dan jika saudara menemukan sumber yang berbeda tanyakan pula kepada dosen saudara dengan cara yang baik. 3. Pada akhir setiap bab yang membahas suatu teknik, disedikan pula tugas-tugas yang harus saudara lakukan untuk melakukan persiapan hingga melakukan tindakan praktek teknik tertentu. Meski sifatnya latihan, seyogianya saudara lakukan dengan sungguh-sungguh dan lakukan pencatatan dengan sebaikbaiknya sebagai laporan praktek. 4. Untuk mempraktekkan teknik-teknik yang disajikan dalam buku ini tidak terlalu sulit, sebab subyek yang bisa saudara gunakan praktek ada di sekitar saudara; subyek tu bisa jadi bahkan tetangga sebelah, teman duduk, teman kost, teman guru, atau murid di sekolah di mana saudara bertugas. Untuk itu praktekkanlah dan manfaatkan setiap kesempatan untuk berlatih memahami sifat-sifat atau karakteristik orang lain. 5. Untuk lebih mempertajam kaca pandang saudara, ada baiknya saudara suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan kehidupan manusia. D. Kompetensi dan Indikator Salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor -- di samping menguasai konsep dan praksis pendidikan, kesadaran dan komitmen etika professional, menguasai konsep perilaku dan perkembangan individu, menguasai konsep dan praksis bimbingan dan konseling, mampu mengelola program bimbingan dan konseling, menguasai konsep dan perilaku riset dalam bimbingan dan konseling - - menguasai konsep dan praksis asesmen. Oleh sebab itu, indikator tercapainya tujuan pelatihan mata latih pemahman individu adalah jika peserta latih telah menunjukkan penguasaan minimal 80% dari konsep-konsep asesmmen, mampu merancang asesmen, dan melakukan asesmen dengan memanfaatkan teknik-teknik yang dilatihkan secara benar

BAB II PENGERTIAN DAN KEGUNAAN Kegiatan Belajar 1 A. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini, diharapkan peserta memahami hakekat pemahaman individu dalam rangka bimbingan dan konseling. Sebagai indikator bahwa peserta telah memahami hakekat pemahaman individu mereka (a) mampu merumuskan pengertian pemahaman individu dengan kalimat sendiri, (b) memanfaatkan teknkteknik pemahaman indvidu sesuai dengan jenis data yang hendak digali, dan (c) memanfaatkan teknik-teknik pemahaman individu dengan mempertimbangkan karakteristik subyek yang hendak difahami. B. Uraian Materi 1. Pengertian Pemahaman individu atau human assessment didefiniskan oleh Aiken (1997 : 454) sebagai ‖Appraising the presence or magnitude of one or more personal characteristics. Assessing human behavior and mental processes includes such procedures as observations, interviews, rating scale, checklist, inventories, projectives techniques, and tests‖ Dari rumusan Aiken di atas bisa difahami, bahwa pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami, menilai, atau menaksir karakteristik, potensi, dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. Caracara yang digunakan itu mencakup observasi, interview, skala psikologis, daftar cek, inventory, tes proyeksi, dan beberapa macam tes. Pemahaman atau penilaian itu dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada padanya (developmental) dan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya (klinis). Dalam melakukan asesmen itu, lazim digunakan berbagai instrumen yang bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu dengan cara

Untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan. terapi psikologis. dan latar belakang pendidikan serta budayanya berbeda bisa dilakukan dengan teknik yang sama? E. (b) untuk menyaring pelamar pekerjaan. kecakapan mental. klinis. Khususnya bagi konselor di Indonesia. militer. Apakah terdapat perbedaan karakter tumbuhan satu dengan lainnya? Apakah tersdapat pula perbedaan karakteristk binatang satu dengan lainnya? Atau bahkan apakah terdapat perbedaan karakter binatang meskipun dari jenis yang sama? Apa keuntungan bagi pemelihara jika pemelihara itu memahami sifat-sifat setiap jenis tanaman atau binatangnya. pengukuran psikologis berfungsi untuk mengukur perbedaanperbedaan antara individu atau perbedaan reaksi individu yang sama terhadap berbagai situasi yang berbeda. peramalan. Anastasi (2006 : 3) menunjukkan bahwa secara tradisional. dan berbagai program intervensi tingkah laku. pekerjaan. Aiken (1997 : 1) dalam bukunya menunjukkan bahwa manusia dalam kenyataannya berbeda-beda dalam kemampuan berpikirnya. Untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan. tanyakan kepada instruktur saudaradalam kegiatan pelatihan. Lembar kegiatan Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogianya saudara mengikuti langkahlangkah berikut : 1. tes psikologi dan bermacammacam alat ukur (assessment istruments) digunakan dalam bidang yang amat luas. fisik. Berlatihlah merumuskan pengertian dan langkah-langkah itu dengan kalimat sendiri sejauh tidak menyimpang dari maksud kalmat dalam buku ajar ini. dan beberapa macam tes 2. apa yang saudara lakukan untuk tetap memperoleh data yang saudara harapkan? 6. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. Ada beberapa manfaat pengetahuan dan keterampilan melakukan asesmen. dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan. c. konseling perorangan. dipertahankan. dan atau masalah-masalah (gangguan) yang ada pada individu atau sekelompok individu. persamaan apa yang saudara temukan? Apa keuntungan bagi guru atau pimpinan suatu organisasi yang memahami sfat-sifat setiap pribadi yang dipimpinnya? D. fisik. kemampuan berpikirnya berbeda. klinik psikologi. Dakui bahwa pendorong utama munculnya pengkuruan psikologi adalah kebutuhan akan penilaian dari dunia pendidikan. skala psikologis. klinis. tes proyeksi. b. dan keputusan tentang seseorang. intrapersonal. Lakukan pula pengamatan dan pencatatan secara cermat terhadap 10 orang yang ada di sekitar saudara.untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan. dan orang dewasa. menilai.Cara-cara yang digunakan itu mencakup observasi. pendidikan. pelayanan konseling. dan interpersonal sebagai hasil dari pendidikan. pendidikan. atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus. dan rumah sakit . karakter kepribadiannya. 2. remaja. 3. Untuk memilih karyawan mana yang perlu dihentikan (di-PHK). (d). h. intrapersonal. Kegunaan Aiken (1997 : 11) menunjukkan. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. seperti pendidikan. Untuk mendukung penelitian tentang perubahan tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. (g) untuk mendukung penelitian tentang perubahan tingkah laku dan meng-evaluasi efektifitas suatu program atau teknik yang baru. Untuk mengavaluasi perubahan kognitif. 2. jika perlu tanyakan kepada teman atau lihat kamus atau cari penjelasan di buku-buku psikologi. Semuanya itu bisa ditaksir atau diukur dengan bermacammacam cara. Apakah terdapat perbedaan sifat-sifat manusia yang satu dengan lainnya? Adakah sifat-sifat umum yang sama dari semua orang yang saudara observasi. Jika dengan cara itu masih belum saudara temukan penjelasannya. Rangkuman 1. Lakukan pengamatan dan pencatatan dengan cermat terhadap sejumlah tumbuhan atau binatang. . pemerintahan.tes dan non-tes. atau dipromosikan melalui program pendidikan atau pelatihan atau tugas khusus. konseling perorangan. yaitu (a) untuk pengklasifikasian dan penempatan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan. terapi psikologis dan berbagai program intervensi tingkah laku. Sedang secara khusus tujuan pengukuran psikologi adalah : a. potensi. interview. Tujuan utama pengukuran psikologis --baik dengan menggunakan tes maupun non-tes—menurut Aiken (1997 : 11) adalah untuk menilai tingkah laku. 5. dan tingkah lakunya. (e) untuk meramalkan dan menentukan perlakuan (tritmen) psikis. Untuk meramalkan dan menentukan perlakuan (tritmen) psikis. jika saudara gagal dengan suatu cara. Pemahaman individu adalah suatu cara untuk memahami. daftar cek. pekerjaan. Apa pula keuntungan bagi tanaman dan binatang bila pemilik atau pemeliharanya memahami sifat-sifat tanaman atau binatang itu dengan baik? 2. dan penelitan. dan atau program pelatihan. Apakah menggali data dengan subyek yang usianya berbeda. dan rumah sakit f. g. (f) untuk mengevluasi perubahan kognitif. e. Untuk menyaring pelamar pekerjaan. d. dan atau program pelatihan. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna untuk menandai hal-hal yang penting. dan karakteristik kepribadian seseorang dalam rangka membantu mereka dalam membuat keputusan. 4. Lakukan pula percobaan menggali data pada anak-anak. (c) untuk pemberian bantuan dan pengarahan bagi individu dalam pemilihan penddiikan. atau menaksir karakteristik. kemampuan melakukan asesmen adalah salah satu dari tujuh kompetensi yang harus dimilik untuk kepentingan melakukan diagnosis dan pertimbangan dalam memberikan treatmen C. industri dan perdagangan. Latihan 1. Berlatihlah menggali data. dipertahankan. inventory.

atau sekurang-kurangnya membuang-buang energi untuk sampai ke tujuan. (c) mampu memanfaatkan alat-alat bantu observasi dengan benar. Hal ini bisa dijelaskan bahwa ketika seseorang melakukan observasi. kadang ada gejala yang memang tidak bisa ditangkap oleh mata tetapi dengan hidung. kemampuan asesmen merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki konselor. mendengar. Kemampuan melakukan observasi itu ditampilkan dalam (a) mampu memilih jenis teknik observasi yang tepat. Bahkan manakala observasi digunakan sebagai alat pengumpul data penelitian kualitatif. mencium saja yang berjalan. istilah ‖pengamatan‖ tidak sama dengan melihat. bukan hanya kegiatan melihat. Dilihat dari segi psikologi. atau tidak. Dalam arti luas. tetapi lebih dari itu bisa jadi justru berdampak negativ bagi individu yang dibimbing lantaran malpraktek. lidah dan sebagainya. Dalam kaitannyadengan tugas konselor. untuk meyakinkan hasil penglihatan kadang perlu dikuatkan dengan data dari penciuman. yaitu pengertian secara sempit dan luas. mengapa seorang konselor perlu memahami karakteristik individu yang dibimbingnya? 2. tetapi lebih dari itu adalah melihat. ia adalah bagian penting dari kegiatan konseling. pendengaran. bahkan bila dipandang perlu dengan penggunakan pencecap dan peraba. Ia tentu akan tersesat. Dalam arti sempit. dan mencium yang disertai dengan pemusatan perhatian. (d) mampu melaksanakan analisis hasil observasi dengan benar. Dalam rumusan di atas ada satu kata kunci yaitu ‖pengamatan‖. dalam melakukan observasi harus dilakukan dengan penuh perhatian (attention). dan kesadaran terhadap obyek atau gejala- . Tuliskan semua manfaat memahami konselor bila ia terampil menggunakan bermacam-macam teknik asesmen ! 4. observasi meliputi pengamatan yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung terhadap obyek yang sedang diteliti. Mengapa menggunakan pancaindra ? Apakah tidak cukup hanya dengan salah satu indra saja? Tidak semua gejala yang diamati bisa dikenali dengan penglihatan saja. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari materi ini. Tes formatif 1. aktivitas. diharapkan peserta mampu melakukan observasi dalam rangka bimbingan dan konseling dengan benar. penciuman. Tuliskan pula bahayanya jika konselor tidak bisa memahami konseli yang dilayaninya ! BAB III O B S E R V A S I Kegiatan Belajar 2 A. sebab melihat hanya dengan menggunakan penglihatan (mata). Tunjukkan semua alasan yang saudara ketahui. Uraian Materi Pembahasan tentang observasi mencakup tema-tema berikut : 1. Pengertian observasi Secara garis besar terdapat dua rumusan tentang pengertian observasi. mendengar. pencecap dan peraba. Hal in berarti bahwa dalam kegiatan observasi bukan hanya proses fisik tetapi juga proses psikis. (b) mampu merancang atau mempersiapkan observasi dengan benar. pendengaran . F. Khususnya bagi konselor. sedang dalam istilah pengamatan terkandung makna bahwa dalam melakukan pemahaman terhadap subyek yang diamati dilakukan dengan menggunakan pancaindra yaitu dengan penglihatan. telinga. Untuk meyakinkan seorang guru bahwa murid yang sedang dilayaninya baru saja minum minuman keras. observasi berarti pengamatan secara langsung terhadap gejala yang diteliti. Di samping proses pengamatan. maka pengamatan yang dilakukan observer bukan hanya sebatas gejala yang nampak saja.3. dan (e) mampu memanfaatkan hasil observasi untuk kepentingan bimbingan dengan tepat. guru itu bisa melihat pada perubahan wajahnya dan atau sekaligus mencium bau alkohol yang keluar dari mulut peminum itu. tetapi lebih jauh harus mampu menembus latar belakang mengapa gejala itu terjadi. bisa jadi bukan hanya membuang-buang tenaga. Dan jika ada konselor yang tidak memiliki kemampuan dalam bidang asesmen diibaratkan seperti pelayar yang tidak membawa kompas. B. Tunjukkan pula semua alasan mengapa seseorang konselor perlu memahami dan terampil menggunakan bermacam-macam teknik? 3. Di sisi lain.

Observasi partisipan ini memiliki kelebihan. utamnya berkaitan dengan kecermatan dalam melakukan pengamatan dan pencatatan. yaitu bila pihak yang melakukan observasi (observer) turut serta atau berpartisipasi dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh subyek yang sedang diobservasi (observee).L. Blocher (1987) mengelompokan ke dalam tiga bentuk dasar observasi. yaitu bila observer tidak terlibat secara langsung atau tidak berpartisipasi dalam aktivitas yang sedang dilakukan oleh observee. dan sekaligus memanfaatkan kelebihan dari kedua bentuk tersebut. jika mereka mengetahui bahwa mereka sedang diamati. observasi partisipan mengandung kelemahan. observasi bise dibedakan menjadi tiga bentuk. Dalam melakukan observasi ini observer belum mengetahui dengan jelas apa yang harus diobservasi. M. yaitu ketika seseorang mensurvey (mengobservasi) contoh-contoh tertentu dari perilaku individu yang ingin kita nilai. Dalam direct observation. dan pelaporan hasilnya. Bentuk-bentuk Observasi Ada beberapa bentuk observasi yang lazim dilakukan oleh konselor dan atau peneliti. Di sisi lain. Gall dkk (2003 : 254) memandang observasi sebagai salah satu metode pengumpulan data dengan cara mengamati perilaku dan lingkungan (sosial dan atau material) individu yang sedang diamati. sehingga perilaku yang nampak diharapkan wajar atau tidak dibuat-buat. Dilihat dari keterlibatan subyek terhadap obyek yang sedang diobservasi (observee). Selama konseling berlangsung atau segera setelah konseling berakhir. persoalan utama tetap terletak pada tahu atau tidaknya observee bahwa mereka sedang diamati. Gall dkk (2003 : 254) membedakan observasi menjadi dua. konselor menyediakan sebuah daftar berupa penggolongan tingkah laku atau rating. kedua bentuk observasi ini dapat diterapkan. Menurut penulis. yaitu 1) observasi naturalistik (naturalistic observation) jika observasi itu dilakukan secara alamiah atau dalam kondisi apa adanya. R. gejala-gejala apa saja yang perlu diamati. 3) Observasi kuasi-partisipan. ia hanya mengetahui bahwa dia akan menghadapi suatu situasi saja. Dalam situasi konseling. & Mitchell. analisisnya. model pencatatannya. Observasi non-partisipan ini memiliki kelebihan. Melihat pertandingan sepak bola. artinya dalam melakukan observasi observer tidak bisa melakukan hanya secara tiba-tba dan tanpa perencanaan yang jelas. yaitu : 1) Observasi partisipan. finding observation diterapkan bila konselor merasa tidak perlu menggunakan berbagai daftar isian serta inginmendapatkan kesan mengenai tingkah laku konseli yang spontan atau apa adanya. 2. Selama berhadapan dengan situasi itu ia bersikap menjajagi saja. yaitu bila observer terlibat pada sebagian kegiatan yang sedang dilakukan oleh observee. 2) metode survey. Oleh sebab itu konselor seyogianya benar-benar kompeten dalam masalh ini. yaitu . d. seorang peneliti mengamati perilaku binatang di hutan atau kebun binatang adalah contoh observasi naturalistik. yaitu ketika seseorang tidak hanya mengobservasi tetapi memaksakan kondisi-kondisi spesifik terhadap subyek yang diobservasi. Hanna Djumhana (1983 : 205) mengelompokkan observasi menjadi berikut : 1) Finding observation yaitu kegiatan observasi untuk tujuan penjajagan. karakteristik masing-masing gejala.gejala tertentu yang sedang diobservasi. maka perilkunya biasanya dibuat-buat atau tidak wajar. maka sangat mungkin perilaku yang muncul masih ada kemungkinan tidak wajar. Dalam melakukan observasi harus jelas apa tujuannya.H (1995 : 260) memandang observasi sebagai teknik yang bisa dimanfaatkan untuk memilah-milah derajat dalam membuat konklusi tentang orang lain. Observasi partisipan juga sering digunakan dalam penelitian eksploratif. Dilihat dari segi situasi lingkungan di mana subyek diobservasi. kemudian ia mengamati berbagai variabel yang mungkin dapat dijadikan bahan untuk menyusun observasi yang lebih terarah. Daftar ini bisa berupa checklist kategori tingkah laku yang diobservasi. b. 2) observasi eksperimental (experimental observation) jika observasi itu dilakukan terhadap subyek dalam suasana eksperimen atau kondisi yang diciptakan sebelumnya. yaitu observer bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail dan cermat terhadap segala akitivitas yang dilakukan observee. tetapi kelemahannya adalah sering terjadi tingkah laku yang lain dari pada yang digolongkan pada daftarnya. meskipun diakui bahwa penggunaan observasi juga perlu dilengkapi dengan metode lain dalam penilaian manusia. yaitu : a. 3) experimentasi. Akibatnya obsever tidak mendapatkan data yang asli. Mendasarkan pada tujuan dan lapangannya. sementara pada sebagian kegiatan yang lain observer tidak melibatkan diri Bentuk ini merupakan jalan tengah untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk observasi di atas. bahwa observasi juga harus dilakukan secara sistematis dan bertujuan. sangat mungkin observer tidak bisa melakukan pengamatan dan pencatatan secara detail 2) Observasi non-partisipan. 3. yaitu observee bisa jadi tidak mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi. yatu ketika seseorang ingin mengobservasi subyek (observee) dalam kondisi alami atau natural. konselor mengisi daftar tersebut dengan cara memberi tanda pada penggolongan tingkah laku yang sesuai dengan tingkah laku konseli selama proses konseling berlangsung. c. Di sisi lain. Menyusun panduan observasi . bentuk ini juga memiliki kelemahan yaitu bila observee mengetahui bahwa mereka sedang diobservasi. 1) observasi naturalistic. guru mengamati murid ketika sedang bermain di halaman sekolah. sebab ketika observer terlibat langsung dalam aktifitas yang sedangg dilakukan observee. Anna Djamhana (1983 : 201) juga mengingatkan. 2) Direct observation yaitu observasi yang menggunakan ―daftar isian‖ sebagai pedomannya. Pada umumnya pembuatan daftar isian ini didasarkan pada data yang diperoleh dari finding observation dan atau penjabaran dari konsep dalam teori yang dipandang sudah mapan. Cara ini lebih mudah dibanding cara finding observation. Gibson. Khususnya bentuk observasi sistematis. sehingga ada kecenderungan untuk menggolongkannya secara paksa atau mengabaikannya sama sekali.

yaitu (a) daftar riwayat kelakuan. bahkan kepala sekolah. tanduk. b. (b) catatan berkala. Jika benda yang hendak diobservasi itu adalah ‖baju‖. Beberapa alat bantu tersebut dijelaskan secara singkat di bawah ini. tetapi lebih dari itu adalah kualitas atau tingkatannya.Keterangan : Aspek nomor 1. handycam. kaki. mungkin perlu dilacak lebih jauh. dan bulu. Catatan semacam ini sebenarnya bukan hanya dilakukan LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PANDUAN OBSERVASI TETAPKAN TUJUAN OBSERVASI PASTIKAN & FAHAMI MATERI TETAPKAN INDIKATOR GALI VARIABEL & SUB-VARIBEL OBSERVASI PENJAJAGA N JABARKAN KONSEP PANDUAN O B S E R V A S I 2-18 Pemahaman Individu oleh konselor. Pastikan dan fahami materi observasi. Pembuatan daftar cek ini dimaksudkan untuk membuat pencatatan hasil penelitian yang sistematis. Gali pula sub variabel. Untuk kepentingan pemberian layanan yang mendekati tepat. jika obyek atau materi observasi itu adalah ‖kambing‖. (2) penjabaran dari konsep dalam teori yang dipandang sudah mapan. corak pakian dan lain-lain. Daftar cek adalah suatu daftar yang berisi nama subyek dan aspek-aspek (sub-variabel) yang hendak diobservasi. (d) skala penilaian. dengan selalu memperhatikan tujuan observasi diharapkan observer akan lebih terfokus pada tujuan observasi dan sekaligus tidak mudah tertarik kepada gejala-gejala yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tujuan observasi. kecuali kesiapan peralan yang diperlukan dan aktivitas bertanya. (misalnya kepala. mungkin melalui teknik wawancara atau kunjungan rumah untuk melakukan observasi terhadap kehidupan keluarganya. Langkah-langkah dalam menyusun panduan observasi (observasi guide) selanjutnya disajikan pada diagram berikut : 4. ia mengerjakan dengan sungguh-sungguh V 8 Lain-lain . Gali variabel-variabel observasi. Daftar riwayat kelakuan adalah suatu catatan tentang kelakuankelakuan individu yang dipandang istimewa dan luar biasa. maka pada kepala kambing itupun ada mata. Tetapkan tujuan observasi. sehingga terhindar dari salah-diagnosis Catatan berkala adalah catatan yang dibuat pada waktu tertentu saja (misal : pada saat individu mengikuti pelajaran. hidung. karya wisata. d. Untuk itu seorang peneliti seharusnya menguasai konsep tentang variabel yang diteliti itu secara baik. ekor. e. mengikuti upacara. indikator dimaknai sebagai ciri-ciri atau katrekteristik yang ada pada variabel atau subvaribel. saku. Analisis hasil observasi : individual dan kelompok Observasi bisa dilakukan untuk perorangan maupun kelompok. ibarat salah satu variabel dalam obyek observasi adalah ‖kepala kambing‖. kegiatan perkemahan. terkadang suatu obyek bukan hanya terdiri dari satu variabel saja. Kelas : ……………… Observasi Ke : 1/2/3/4 (lingkari yg sesuai) Hari/tgl : …………………. tetapi ia terdiri dari sub-sub variabel. maka variabel yang perlu diperhatikan dalam observasi adalah potongan badan. tetapi bisa saja dilakukan oleh guru bidang studi. panduan wawancara. ia aktif berdiskusi V 6 Aktif belajar di perlustakaan V 7 Bila diberi tugas rumah. Catatan ini bisa dibuat oleh konselor atau guru bidang studi atau wali kelas. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan observasi bisa ditempuh langkah-langkah berikut : a. dan (e) alat-alat mekanik/ elektrik (seperti : tape recorder. c. telinga. atau kuesioner dengan baik. 5.. (c) daftar cek. Ibarat seorang yang hendak membeli seekor kambing seyogianya ia sudah tahu persis gambaran kambing yang hendak dibeli. Untuk menetapkan variabel dan sub variabel observasi bisa ditempuh melalui dua cara. lengan. jangan sampai terjadi ingin membeli ‖kambing‖ ternyata yang dibeli adalah ‖anjing‖ meskipun sama-sama berbulu dan berkaki empat.Agar observasi bisa dilakukan dengan baik. maka perlu dilakukan perencanaan secara cermat dalam bentuk panduan observasi. model pakaian. Bagi seorang konselor sekolah dua indicator yang tidak muncul. Suatu aspek (variabel/sub variabel) bukan hanya dicatat ada atau tidak ada. Dengan indikator yang jelas memungkinkan seorang peneliti mampu menjabarkan variabel dan atau sub-variabel itu ke dalam panduan observasi. Oleh sebab itu seorang observer yang baik tentu tidak cukup bila hanya mengobservasi salah satu sub-varabel kemudian hasilnya disimplukan seolah-oleh sudah seluruh variabel. No Aspek Ya Tdk Keter 1 Hadir di sekolah tepat waktu V 2 Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan V 3 Memperhatikan penjelasan guru V 4 Bila diberi kesempatan bertanya. apa sebenarnya yang hendak diobservasi seyogianya sudah dikuasi dengan baik oleh observer. Alat-alat Bantu Observasi Ada beberapa alat bantu yang bisa dimanfaatkan oleh observer dalam menggunakan metode observasi. krah. badan. Catatan ini amat penting artinya manakala konselor harus melakukan diagnosis dalam proses konseling. DAFTAR CEK INDIVIDUAL Nama siswa : …………………. kunjungan ke suatu tempat dan lain sebagainya). camera CCTV). dan observer hany memberi tanda cek pada aspek-aspek yang sedang diobservasi (selanjutnya periksa bab khusus Daftar Cek) Skala penilaian pencatatan gejala menurut tingkatantingkatannya. ia selalu memanfaatkannya V 5 Bila diberi kesempatan untuk berdiskusi. wali kelas. handphone. variabel-variabel itu adalah bagian-bagian penting yang pasti ada atau menjadi bagian penting dari binatang yang namanya ‖kambing‖. di bawah ini disajikan alat bantu observasi berupa daftar cek untuk perorangan dan kelompok yang hendak mengungkap bagaimana perhatian siswa siswa ketika mengikuti pelajaran di kelas: Dari data di atas bisa difahami bahwa subyek yang diobservasi dalam semua indikator yang menggambarkan seseorang yang memiliki perhatian yang baik ketika mengikuti pelajaran semuanya ada. yaitu (1) melakukan observasi penjajagan (finding observation) kemudian ia mengamati berbagai variabel yang mungkin dapat dijadikan bahan untuk menyusun panduan observasi yang lebih terarah. Tetapkan Indikator. ada baiknya konselor (observer) juga mau memanfaatkan catatan-catatan yang dibuat oleh teman sejawat perihal perilaku konseli. dan lain sebagainya). Hadir di sekolah tepat waktu . yang kemudian dikumpulkan untuk menggambarkan kesan-kesan umum tentang subyek yang diobservasi.

coba lakukan analisis individual mapun kelompok. Bila diberi kesempatan untuk berdiskusi. Buat pesiapan untuk melakukan observasi dengan keterangan : a. daftar cek. studi dokumenter dan lain-lain. Menyiapkan semua peralatan yang diperlukan 3. 3. dan beberapa alat perekam data (selanjutnya baca : beberapa alat bantu observasi). tingkat usia siswa. Pengklasifikasian itu akan lebih baik jika mendasarkan pada variabel dan atau sub-sub variabel penelitian. Menjaga hubungan baik dengan observi. antara lain : catatan biasa. jika perlu tanyakan kepada teman atau lihat kamus atau cari penjelasan di buku-buku psikologi. 2. atau melakukan kegiatan tetapi dengan ogah-ogahan. seperti wawancara. tetapi lebih dari itu adalah motiv-motiv yang mendorong munculnya tingkah laku tersebut. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan observasi a. b. Bila diberi kesempatan bertanya. ia aktif berdiskusi 6. Subyek yang diobservasi adalah siswa kelas III di sekolah saudara sendiri yang berjumlah 40 orang. saudara tetap harus membuat panduan observasi. untuk menjaga obyektifitas hasil pengamatan. Membandingkan antar aspek sehingga bsa diketahui aspek mana yang sudah cukup dan paling kurang sehingga segera DAFTAR CEK KELOMPOK Observee Kls : …… Observasi ke : 1/2/3/4 Tgl/Bl/Th : …………… Tujuan observasi : mengetahui bagaimana perhatian siswa ketika mengikuti pelajaran tertentu No Abs Kode Subyek A s p e k N o m o r 1 2 3 4 5 6 7 8 1Avvvvvvv 2Bv-vvv-v 3C--vvvvv 4Dvvvvvvv 5Evvvvvv6Fvvvvvvv 7Gvvvvvvv 8H------9I------10 J v v v v v v v perlu dilacak oleh konselor. sebelum dan selama pelaksanaan observasi seyogianya observer selalu menjaga hubungan baik dengan observi dan memelihara kewajaran situasi. Jika dengan cara itu masih belum saudara temukan penjelasannya. Pastikan pula. . tanyakan kepada instruktur saudar adalam kegiatan pelatihan. 3. sebab bisa jadi perilaku yang muncul sama tetapi motiv yang mendasarinya berbeda. D. Pengklasifikasian gejala. 2. e. Setelah data terkumpul. siapkan pula alat tulis berupa spidol warna untuk menandai hal-hal yang penting. Latihan Agar saudara bisa memahami dan mempraktekkan teknik observasi dengan baik. sebab hubungan yang tidak baik antara observer dengan observi bisa mengganggu kegiatan observasi. Oleh sebab itu untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap seyogianya penggunaan observasi dilengkapi pula dengan metode yang lain. seyogianya observer melakukan pengklasifikasian gejala guna memudahkan analisis. 2. akhirnya bisa diketahui subyek mana yang paling perhatian atau kurang perhatian dalam mengikuti pelajaran. Memperhatikan penjelasan guru 4. perlu diingat bahwa perilaku manusia bukan sekedar apa yang bisa diamati. d. Jenis manapun yang saudara pilih. ia selalu memanfaatkannya 5. ia mengerjakan dengan sungguh-sungguh 8. Aktif belajar di perlustakaan 7. jenis observasi mana yang hendak saudara pilih sesuai macam-macam observasi yang ada. Pemanfaatan alat pencatat data. 4. mengapa dalam aspek tersebut kurang maksimal 6. ada beberapa alat pencatat data yang bisa dimanfaatkan observer. Cermati beberapa istilah penting yang ada di dalamnya. dan jika dipandang perlu bisa dikerjakan bersama teman dalam kegiatan kelompok. dan lingkungan sosialnya. c. Selanjutnya lanjutkan dengan rencana tindakan bimbingan sesuai data yang ada. kerjakan tugas-tugas di bawah ini dengan sungguh-sungguh.2. Sehingga bisa diketahui subyek mana yang perlau mendapat perhatian berupa layanan bimbingan. ada baiknya jika observasi dilakukan bukan hanya oleh satu orang saja. Tujuan observasi adalah untuk mengetahui apa yang dilakukan mereka dalam menghadapi ujian akhir nasional (UAN) c. seperti mogok. Libatkan beberapa orang observer. Lain-lain Untuk melakukan analisis terhadap data di atas dapat dilakukan dengan cara : 1. b. Penggunakan metode pelengkap. tetapi lebih dari satu orang kemudian hasilnya dibandingkan dan disimpulkan bersamasama C. Pelajari bab II buku ajar ini baik-baik. 1. mengingat data yang diperoleh dari kegiatan observasi bisa sangat banyak dan beragam. Berlatihlah menyusun panduan observasi yang benar dengan aspek yang berbeda-beda dan subyek yang berbeda. Buat pula panduan observasi sesuai tujuan observasi. Lembar Kegiatan Untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam pada bab ini seyogianya saudara mengikuti langkahlangkah berikut : 1. Membandingkan antar subyek dalam satu kelompok. Bila diberi tugas rumah.

Tunjukkan semua alasan mengapa dalam melakukan observasi perlu menggunakan panca indra? 2. observasi identik dengan kegiatan mengamati. bentuk lingkungan. 2. Ada bermacam-macam bentuk observasi. jangan sekali melihat lengsung disimpulkan. melakukan pencatatan segera. bisa dilakukan dengan dua cara yaitu (a) menjabarkan dari konsep yang sudah mapan. dan cobalah mengaplikasikannya dalam dunia bimbingan. Tetapi ingat. tetangga sebelah. observer seyogianya memahami kelemahan-kelemahan tersebut dan berupaya untuk meminimalisir seperti menggunakan alat bantu observasi. 6. Berlatihlah pula melakukan observasi dari lingkungan yang terdekat. Untuk menyusun panduan observasi. dan melibatkan bebrapa orang observer. bisa teman duduk. bentuk observasi mana yang lebih banyak digunakan dalam layanan bimbingan? 3. 3. 4. teman kantor. tetapi tidak sama dengan melihat. dan memanfaatkan metode pelengkap. tujuan observasi. atau siswa di sekolah di mana saudara bertugas. E. Berlatihlah melakukan analisis. Tes Formatif 1. sebab bisa jadi itu baru kulit luar yang belum menggambarkan kondisi yang sebenarnya. dan tingkatan keahlian yang diperlukan. Rangkuman 1. bisa dilihat dari keterlibat-an observer dalam kegiatan yang sedang dilakukan oleh observee. Observasi adalah kegiatan mengenali observee dengan mengguna-kan pancaindra. F. Bentu manapun yang digunakan seyoyanya dilakukan dengan persiapan yang matang dalam bentuk panduan observasi. dan (b) memanfaatkan hasil observasi penjajagan. Apa yang seyogianya dilakukan observer ketika hendak menyusun panduan observasi ternyata tidak ditemukan konsep teoretik yang layak dijadikan rujukan? . Apa yang seyogianya dilakukan observer untuk mengatasi kelemahan observasi berkaitan dengan subyektivitas dalam pengamatan? 4. Ada beberapa macam observasi dilihat dari berbagai sisi. baik untuk kasus perorangan maupun kelompok.5. Ada sejumlah kelemahan observasi.

maka akan memperlancar proses interviu selanjutnya. sehingga interviui lebih mengerti tentang apa yang dimaksudkan. yaitu interviu yang dijalankan untuk keperluan administrasi. Dalam interviu ini seorang interviewer/ pewawancara menghadapi beberapa orang interviewe/ orang yang diwawancarai. yaitu interviu yang dilaksanakan untuk keperluan konseling. 3. 2. d. bagian ini merupakan bagian untuk mengungkap maksud dan tujuan interviu yang harus dicapai. B. misal untuk kesejahteraan organisasi. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajaribab ini. interviu konseling: ditutup dengan menentukan evaluasi treatment. dan pertemuan berikutnya. antara interviuer dengan interviui. yaitu interviu yang dilaksanakan dengan suatu maksud yang berhubungan dengan employment. Informational interview. yaitu interviu yang dilaksanakan secara perorangan. Apabila tujuanminterviu ingin mengungkap latar belakang keluarga. Interviu individual. c. Pendahuluan interviu. Bagian-bagian Interviu Di dalam interviu terdapat bagian-bagian tertentu yang terdapat dalam semua interviu. interviu dapat dibedakan: a. b. Aspek-aspek dalam interviu meliputi: (1) pertemuan tatap muka. dapat dibedakan: a. Interviu kelompok. yaitu interviu yang ditujukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. The repeated interview. Pengertian Interviu Interviu/wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan baik secara langsung atau tidak langsung kepada seseorang. Akhir interviu. b. yaitu interviu yang ditujukan pada orangorang tertentu yang mempunyai hubungan dengan obyek-obyek yang diselidiki. Interviu ini terutama digunakan untuk mencoba mengikuti perkembangan tertentu terutama proses sosial. Kemampuan melakukan interviu ditampilkan dalam (a) mampu merumuskan tujuan interviu (b) mampu menyusun panduan interviu (c) mampu melaksanakan interviu (d) mampu memanfaatkan hasil interviu untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling. b. Pada pertemuan ini biasanya diisi dengan maksud dan tujuan interviu. 4. metode interviu ini juga memiliki kelebihan antara lain: a. Administrative interview. tindak lanjut. Dengan interviu pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas dapat diperjelas oleh interviuer. Pada umumnya interviu ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran sampai di mana sifat-sifat yang dipunyai oleh seseoramng terhadap kriteria yang diminta oleh sesuatu employment. c. Dalam wawancara pertanyaan yang diajukan kepada seseorang dilakukan secara lisan. Kebaikan dan kelemahan Interviu Di samping memiliki kekurangan. The non-directive interview. b. maka pada bagian ini tujuan tersebut harus tercapai. pada bagian ini terutama ditujukan untuk membina hubungan baik (terutama dalam pertemuan pertama). The focused interview. Dilihat dari jumlah orang yang diinterviu. untuk mendapatkan perubahan dalam perilaku. . yaitu interviu yang dilaksanakan secar kelompok. Inti interviu. (3) pertemuan tatap muka itu mempunyai tujuan tertentu. Kalau hubungan baik telah terjalain dan timbul perasaan saling percaya dan saling menghargai.BAB V INTERVIU Kegiatan Belajar 5 A. dalam interviu ini interviui diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan hal-hal yang terkait dengan permasalahan yang sedang dihadapinya. Uraian Materi 1. diharapkan peserta pelatihan mampu melaksanakan interview dengan benar dalam rangka pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. Dilihat dari apa yang ingin dituju interviu dibedakan: a. (2) cara yang digunakan adalah cara lisan. Interviu dapat ditutup dengan menyimpulkan apa yang telah diungkap dalam interviu (misal. Dilihat dari peran yang dimainkan. Counseling interview. c. yaitu bagian untuk mengakhiri jalannya interviu. yaitu interviu yang berulang. Interviu ini biasanya digunakan dalam proses konseling. Macam-macam Interviu Dalam interviu terdapat bermacam-macam jenis sesuai dengan tujuan ataupun sifat-sifat lain yang ada dalam interviu. yang dapat dibedakan: a. The employment interview.

diharapkan dapat menimbulkan suasana persaudaraan yang baik. j. 5. Variabel dikembangkan dalam bentuk sub variabel dan diurai menjadi indikator-indikator. c. berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Waktu pelaksanaan interviu sebenarnya tergantung pada masalah yang diungkap. Apabila interviuer telah mempunyai prasangka terhadap interviui. Cermati istilah-istilah penting dalam materi interviu tersebut. d. informasional. sehingga akan mempunyai pengaruh yang baik juga terhadap hasil interviu. Lembar Kegiatan Agar saudara dapat memahami teknik interviu ini secara mendalam. teliti dan dengan kalimat yang jelas. hal ini akan dapat mengganggu jalannya interviu.informasikan tujuan iterviu. Orang yang akan mengadakan interviu harus mempunyai latarbelakang tentang apa yang akan ditanyakan. tenaga dan biaya. Bahasa yang digunakan oleh interviuer harus disesuaikan dengan kemampuan interviui. dan apabila mengalami kesulitan dapat ditanyakan teman dalam kegiatan kelompok. e. Interviuer harus menjelaskan maksud dan tujuan interviu tersebut. g. 1. dengan menggunakan panduan yang telah disusun E. hendaknya saudara melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. m. maka perlu dipersiapkan dengan cermat yaitu dalam bentuk panduan interviu. i. Interviuer harus menjaga agar tidak ada waktu diam yang terlalu lama. agar dalam pelaksanaan interviu jelas. namun agar tidak terlalu melelahkan kedua belah pihak. maka hasil interviu sudah tidak obyektif lagi. Kalau ada informasi yang bertentangan.b. 3. Macam interviu meliputi. inti dan akhir interviu. apalagi yang terkait dengan pelaksanaan konseling. f. pendahuluan. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun panduan interviu adalah sebagai berikut: a. yang memerlukan keahlian khusus. 4. Pelajari referensi tentang faktor penyebab kesulitan belajar siswa! 2. h. data lebih mendalam. 4. maka interviuer harus minta ketegasan dari interviui tentang informasi yang benar. Interviuer harus melakukan kontrol dalam interviu. C. pembimbing harus dapat menjaga kerahasiaan klien. 2. Pertanyaan yang diajukan hendaknya diajukan dengan hati-hati. jaga rahasia interviui. Dari sisi lain. Susun butir pertanyaan interviu. 2004). Interviu adalah metode untuk mengumpulkan data secara langsung dengan subyek sumber data. untuk mengungkap faktor penyebab kesulitan belajar siswa. maka waktu interviu antara 30-60 menit sudah dianggap cukup. employment. sesuai dengan tujuan yang telah dijabarkan dalam bentuk variabelvariabel. pertanyaan dapat diperluas ke pertanyaan yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut. 5. Keunggulan interviu meliputi. Susun butir pertanyaan dalam interviu! 5. c. kerjakan tugas-tugas dibawah ini dengan sungguh-sungguh. pertanyaan lebih jelas. Lingkungan sekitar harus dijaga agar tidak ada hal-hal yang mengganggu jalannya interviu. adminstratif dan interviu konseling. F. Susun pedoman interviu. Berlatihlah menyusun panduan interviu. l. Susun kisi-kisi pertanyaan dalam interviu! 4. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interviu Agar interviu dapat mencapai hasil yang maksimal. Latihan Agar saudara dapat memahami dalam mempraktekkan teknik interviu dengan baik. c. kalau perlu buat catatan-catatan kecil. b. hal-hal yang kurang menguntungkan dari interviu adalah: a. Hubungan baik ini akan memberikan sumbangan yang besar terhadap proses dan hasil interviu. Susun kisi-kisi butir pertanyaan. cari referensi sesuai dengan tujuan interviu. 2. Simulasikan dengan saudara! D. Interviu kurang hemat. sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Interviuer harus dapat dipercaya. Hindari penonjolan ‖aku‖ dari interviuer (Bimo Walgito. Interviu membutuhkan keahlian. b. Jabarkan dalam indikator-indikator kesulitan belajar! 3. maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: a. dapat dirangkum secara ringkas sebagai berikut: 1. jaga hubungan baik. ingat waktu. Rangkuman Dari materi kajian tentang interviu. Mengapa interviu memerlukan waktu yang lebih lama? Jelaskan! 2. Adanya hubungan langsung (face to face). Hal-hal yang akan ditanyakan harus dipersiapkan sebaik-baiknya agar interviu dapat berjalan sistematis dan lancar. Upayakan jangan memotong pembicaraan interviui. c. b. Bahasa yang digunakan interviuer dapat disesuaikan dengan keadaan interviue. Bagian interviu meliputi. Tes Formatif Setelah saudara mempelajari secara keseluruhan tentang interviu cobalah beberapa pertanyaan berikut dikerjakan! 1. bahasa dapat disesuaikan. Tetapkan tujuan interviu. agar tidak mematikan suasana interviu. Pelajari kegiatan belajar tentang interviu ini secara mendalam. Cara menyampaikan pertanyaan-pertanyaan jangan kaku. Berlatihlah melaksanakan interviu. dalam hal waktu. d. 3. Dalam proses interviu harus dijaga agar selalu ada hubungan yang baik antara interviuer dengan interviui. Dalam kegiatan konseling interviu merupakan metode yang utama. k. terutama dalam proses konseling. Beri penjelasan secukupnya! . 6. Menyusun Panduan Interviu Agar pelaksanaan interviu dapat berjalan dengan lancar. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam interviu antara lain adalah.

Sikap dan tingkah laku seseorang sebagai pencerminan dari segala kejiwaannya adakah unik dan khas. Berikut ini prinsip-prinsip bimbingan konseling yang diramu dari sejumlah sumber. d. sebagai berikut: a. Dalam suatu proses bimbingan orang yang dibimbing harus aktif . sikap dan tingkah laku seseorang. 1997:219).3. Dalam menyusun panduan interviu. c. Prinsip bimbingan adalah memperhatikan keunikan. . Tiap individu mempunyai perbedaan serta mempunyai berbagai kebutuhan. hal apa yang harus dikuasai oleh interviuer? Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling di Sekolah Prinsip merupakan paduan hasil kegiatan teoretik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan (Prayitno. dalam memberikan layanan perlu menggunakan cara-cara yang sesuai atau tepat. b. Oleh karenanya dalam memberikan bimbingan agar dapat efektif perlu memilih teknik-teknik yang sesuai dengan perbedaan dan berbagai kebutuhan individu. mempunyai bayak inisiatif. Bimbingan pada prinsipnya diarahkan pada suatu bantuan yang pada akhirnya orang yang dibantu mampu menghadapi dan mengatasi kesulitannya sendiri. Keunikan ini memberikan ciri atau merupakan aspek kepribadian seseorang.

Maksud penilaian ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program bimbingan. Prinsip ini sebagai tahap evaluasi dalam layanan bimbingan konseling nampaknya masih sering dilupakan. Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh seorang petugas yang benar-benar memiliki keahlian dalam bidang bimbingan. Di samping itu ia mempunyai kesanggupan bekerja sama dengan petugas-petugas lain yang terlibat. . Padahal sebenarnya tahap evaluasi sangat penting artinya. Program bimbingan dan konseling di sekolah harus sejalan dengan program pendidikan pada sekolah yang bersangkutan. Pada tahap awal dalam bimbingan pada prinsipnya dimulai dengan kegiatan identifikasi kebutuhan dan kesulitan-kesulitan yang dialami individu yang dibimbing. Program bimbingan dan konseling di sekolah hendaknya senantiasa diadakan penilaian secara teratur. j. 1997:219). di samping untuk menilai tingkat keberhasilan juga untuk menyempurnakan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling (Prayitno. g.Sehingga proses bimbingan pada prinsipnya berpusat pada orang yang dibimbing. Proses bimbingan pada prinsipnya dilaksanakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan yang dibimbing serta kondisi lingkungan masyarakatnya. Prinsip referal atau pelimpahan dalam bimbingan perlu dilakukan. i. f. Ini terjadi apabila ternyata masalah yang timbul tidak dapat diselesaikan oleh sekolah (petugas bimbingan). Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. h. e. Untuk menangani masalah tersebut perlu diserahkan kepada petugas atau lembaga lain yang lebih ahli.

8. 7.K E P U T U S A N KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PUSPITA PERSADA Nomor : 035/SMP. maka dipandang perlu untuk dibentuk Tim Manajemen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2012 yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala SMP Puspita Persada Kecamatan Pesanggrahan Kotamadya Jakarta Selatan 1. 4. Keptusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 060/U/2002 tentang Pedoman Pendirian Sekolah Memperhatikan : Buku Panduan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu tahun 2012 . Undang-undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasiona Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Mengingat : 10. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. 5. Kolusi. dan Nepotisme. 9.PP/I/2012 TENTANG TIM MANAJEMEN BOS SMP PUSPITA PERSADA UNTUK PENDIDIKAN DALAM RANGKA WAJIB BELAJAR 9 TAHUN YANG BERMUTU DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN TAHUN ANGGARAN 2012 KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PUSPITA PERSADA Menimbang : bahwa untuk kelancaran pelaksanaan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Pendidikan Gratis dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun yang bermutu di SMP Puspita Persada. 2. Keptusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah 11. 3. 6.

Tim Manajemen BOS Kotamadya Jakarta selatan 2. i. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah Membuat laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh sekolah (BOS-11B dan BOS-K2) yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. e. Bila jumlah dana yang diterima lebih dari yang semestinya. j. KETIGA KEEMPAT : : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan selama Tahun Anggaran 2012 dan berlaku sejak tanggal 2 Januari 2012 Apabila terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini akan dilakukan pembetulan sebagaimana mestinya Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA : 2 J a n u a r i 2012 Kepala SMP Puspita Persada. maka harus segera mengembalikan kelebihan dana tersebut ke rekening Tim Manajemen BOS Provinsi dengan memberitahukan ke Tim Manajemen BOS Kabupaten Mengelola dana BOS secara bertanggung jawab dan transparan Mengumumkan daftar komponen yang boleh dan yang tidak boleh dibiayai oleh dana BOS serta penggunaan dana BOS di sekolah menurut komponen dan besar dananya di papan pengumuman sekolah Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (BOS-11A dan BOS-K1) di papan pengumuman sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. KEDUA : Tim Manajemen BOS Tingkat Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA Keputusan ini. Dra. Pengawas Pembina BOS 4. g. mempunyai tugas : a. f. Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Pesanggrahan 3. h. Arsip .Erlin Sriwahyuningsih SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada Yth : 1. c. Melakukan verifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada.MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA : : Membentuk Tim Manajemen BOS SMP Puspita Persada Tahun Anggaran 2012 dengan susunan sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini. d. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah Mengumumkan laporan bulanan pengeluaran dana BOS dan barang-barang yang dibeli oleh sekolah (BOS-11B dan BOS-K2) tersebut di atas di papan pengumuman setiap 3 bulan Bertanggung jawab terhadap penyimpangan penggunaan dana di sekolah Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat Melaporkan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten Memasang spanduk di sekolah terkait kebijakan sekolah gratis (Format BOS-14) b.

Jabatan dalam Tim Penanggung Jawab Anggota Nama Erlin Sriwahyuningsih 1. Erlin Sriwahyuningsih .Lampiran : Keputusan Kepala SMP Puspita Persada Nomor :035/SMP. 1.PP /I/2012 Tanggal : 2 J a n u a r i 2012 _______________________________________ SUSUNAN TIM MANAJEMEN BOS SMP PUSPITA PERSADA TAHUN ANGGARAN 2012 No.Enggay Garlina Kepala SMP Puspita Persada Dra. A s n a w i Jabatan Induk Kepala SMP Puspita Persada Guru SMP Puspita Persada (Selaku Bendahara BOS) Orang Tua Siswa 2. 2.

Rencana biaya produksi Buat tabel/analisa biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi hasil karya tersebut. Perhitungan labah dan rugi Hitunglah rencana keuntungan yang akan diterima dari hasil karya tersebut.TUGAS KEWIRAUSAHAAN SOAL PRAKTEK KEWIRAUSAHAAN Membuat analisa peluang usaha untuk satu buah hasil karya : Misalnya : Ketrampilan membuat tempat sampah dari kaleng bekas cat. Susunlah semua analisa tersebut di jilid dengan sampul warna biru 2. 2. Keunggulan Hasil karya yang dibuat dianalisa kelebihannya 2. Analisa Produksi 1. maupun pemasarannya. Analisa Pemasaran Bagaimana cara memasarkan hasil karya tersebut 1. C. Kelemahan Hasil karya yang dibuat dianalisa kelemahannya atau kekurangannya baik dari segi bahan baku. Hasil karya. A. Rencana harga jual hasil produksi Hasil karya tersebut akan dijual dengan harga berapa dengan mempertimbangkan biaya produksi & biaya lainnya. Buatlah analisa usaha : 1. analisa usaha dikumpulkan hari jum’at 13 Maret 2009 . 3. pengolahan. Cara mengatasi kelemahan Bagaimana cara mengatasi kelemahan yang ada sehingga hasil karya yang diciptakan dapat dijual/dipasarkan dan menghasilkan keuntungan B. dan lain sebagainya 3.

PESANGGRAHAN.PENGAJUAN BANTUAN DANA PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN 2012 SMP PUSPITA PERSADA Jl.com .40 PETUKANGAN UTARA. Telp/Fax : (021) 7351479 Email : smppuspitapersada@yahoo. SMU 63 NO.JAKARTA SELATAN Kode Pos :12260.

A. Kanwil Agama Provinsi DKI Jakarta C. atas perhatian dan terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terima kasih. Samsuri Dra.Fotocopy Sertifikat Nomor Induk Sekolah (NIS) 9.W. 3 Maret 2012 Lampiran :1 (Satu) berkas proposal Perihal : Permohonan Bantuan Dana Media dan alat Peraga Agama Islam Kepada Yth.1.Fotocopy buku Rekening SMP Puspita Persada 6. Wassalamu’alaikum.Fotocopy Sertifikat Nomor Statistik sekolah (NSS) 10.Fotocopy Izin Opersaional 8.Q Kepala Bidang Mapenda Jl. sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan Nabi kita Muhamad. Pesanggrahan.S. Ketua Yaysaan Ka.Panjaitan No.Fotocopy Sertifikat akreditas Sekolah 12.PP/III/2012 Jakarta. Wr. SMP Puspita Persada Drs.Proposal permohonan bantuan pengadaan peralatan kegiatan keagamaan 2.Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 7. Mengetahui. Erlin Sri Wahyuningsih . Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax : (021) 7351479 Nomor : 042/PB/SMP. Untuk dijadikan bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1. Assalamu’alaikum. Wb Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa kita panjatkan puji syukur kehadiratnya dan semoga di ampuni dosa kita. Dalam rangka untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di sekolah menengah pertama adalah adanya sarana penunjang yang memadai dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar/KBM.Sehubungan dengan hal tersebut bersama ini kami sampaikan proposal permohonan bantuan dana Media dan alat Peraga Pendidikan Agama Islam .Fotocopy NPWP Sekolah 3. DI. Wb.Fotocopy Tanda Daftar Yayasan/Badan Sosial Demikian permohonan ini disampaikan. dan semoga kita termasuk umat yang mendapat syafa’at di hari kiamat nanti .YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM PUSPITA PERSADA ( YPIPP ) SMP PUSPITA PERSADA JAKARTA TERAKREDITASI NSS : 202016305343 Jl. Jakarta Timur Di Jakarta Dengan hormat. SMU 63 Petukangan Utara. Wr.Fotocopy Akte Notaris 4. Salah satunya adalah adanya sarana prasarana yang lengkap dan fasilitas yang layak agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.Fotocopy Sertifikat 5.Fotocopy Keterangan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 11.

Erlin Sri Wahyuningsih .LEMBAR PENGESAHAN PENGAJUAN BANTUAN DANA PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP PUSPITA PERSADA Disahkan : di Jakarta Tanggal : 3 Maret 2012 Menyetujui. SMP Puspita Persada Drs. Ketua Yayasan Ka. Samsuri Dra.

.Erlin Sriwahyuningsih i .KATA PENGANTAR Kenyamanan dan semangat belajar siswa akan semakin meningkat dan mengalami hasil yang maksimal jikalau tersedianya ruang kelas yang di lengkapi dengan media dan alat peraga sesuai bidang study masing-masing yang dibutuhkan untuk praktek siswa. Demikian proposal ini kami buat.SMP Puspita Persada Dra. Mengingat betapa pentingnya prasarana tersebut. Ketidak mampuan sekolah untuk menyediakan prasarana belajar dalam hal ini media dan alat peraga adalah salah satu alasan yang membuat siswa kurang mempunyai semangat belajar yang tinggi ditambah lagi perlengkapan proses belajar mengajar yang seadanya dan serba kekurangan menjadi alasan lain yang mendukung kegagalan keberhasilan siswa. Perlengkapan dan kelengkapan kelas dalam proses belajar mengajar adalah salah satu faktor yang utama untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyerap informasi yang diberikan oleh pendidik. atas terkabulnya permohonan ini kami ucapkan terimakasih. Jakarta. guna menunjang proses kegiatan belajar mengajar di SMP Puspita Persada . 3 Maret 2012 Ka. kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan dana untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam kepada kepala Kantor Wilayah Agama provinsi DKI Jakarta UP Mapenda Islam .

...............Identitas Kepala Sekolah ....…....................Identifikasi Fungsi-Fungsi Sasaran……………………………........................Misi Sekolah.........Identitas Sekolah..............................................................Visi Sekolah ..............2 5........5 8..............................................Maksud dan Tujuan………………………………...……............Rencana Dan Program Peningkatan Mutu............1 4............7 3..........Data Siswa……………………………………………………………............Rencana Anggaran Biaya………………………………..........Waktu Belajar…………………………………………………… …..................................................2 BAB II PROFIL SEKOLAH 1............DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .....................Dasar Pemikiran ......8 7.1 3.............................................Fasilitas Sekolah...Nomor Rekening Bank...………………………………6 BAB III PROGRAM KERJA SEKOLAH 1.......................................................................................................Alternatif Langkah-Langkah Pemecahan Persoalan…………..……7 5......4 5................Tujuan Sekolah ...............7 2................. .............7 6...............3 2..................5 9.........................3 4.....................8 BAB IV PENUTUP .........3 3.....................................Program Pengajaran…………………........8 8..................................Analisis SWOT .LAMPIRAN ii .....Sasaran……………………………………………………......................Data Personil sekolah…………………………………………………4 7.....................................4 6...................................................................................….......................................................Rencana Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Dalam Rangka Identifikasi Peningkatan Mutu…………………………....................................7 4...........................................1 2.......................................................................................Agama…………………………………………………………………5 10.............................……...........................................Dasar Pengembangan............................................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN 1...........................Badan Penyelenggara........... 9 LAMPIRAN .... i DAFTAR ISI ...

Rencana pengembangan sarana prasarana pendidikan SMP Puspita Persada dianalisa berdasarkan kebutuhan prioritas yang tidak dapat ditolerir lagi menjadi satu tuntutan kebutuhan mendesak.Untuk mewujudkan sekolah sebagaimana harapan di atas. Maksud dan Tujuan. diperlukan daya dukung dari semua unsur yang memiliki tanggung jawab terhadap dunia pendidikan sebab untuk membangun sekolah seperti tuntunan di atas. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekertiluhur.pengorganisasian dan pengawasan yang kontinu. Kiprah SMP Puspita Persada sekarang terus meningkatkan pelayanan yang sesuai dengan standarisasi Pendidikan. 3.Merealisasikan dengan format yang didukung oleh manajemen partisipatif. Disinilah urgensinya peningkatan pelayanan pendidikan yang berperan sebagai strategi untuk mendorong agar terjadi dinamika yang konstruktif dan kompetitif sehingga dapat memberikan pelayanan pendidikan yang optimal.Menganalisis prioritas yang terpilih hingga menjadi program unggulan. Sekolah sebagai lembaga yang memiliki stackholder yang jelas yaitu guru. berkembang dengan cepat arus informasi dang lobalisasi melalui jaringan teknologi yang canggih.BAB I PENDAHULUAN 1. Untuk hal ini perlu mendapat perhatian dan antisipasi yang tepat.sehingga prediksi-prediksi untuk pembuatan suatu perencanaan dapatterpenuhi dan tepat sasaran. Berbagai strategi terus ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi informasi maupun fasilitas lain akan terus diupayakan sebagai wujud nyata keinginan untuk maju dan berkembang. Sekolah Menengah Pertama/SMP Puspita Persada memilki visi pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat lahir dan batin serta bertaqwa terhadap kepada Tuhan Yang Maha Esa menuju prestasi yang lebih tinggi. 1 . berkepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. peran dunia pendidikan khususnya sekolah sangat diperlukan karena pada institusi ini diharapkanmelahirkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan selaras dengan tingkat satuan pendidikannya. Estetika.Memprediksi berbagai kemungkinan yang dihadapi SMP Puspita Persada di era otonomi pendidikan.Melihat spesifikasi tuntutan masyarakat terhadap SMP Puspita Persada. Estika dan Budaya sendiri. Pada era informasi ini. Visi pendidikan di atas menunjukkan bentuk keseriusan dan konsistensi bangsa Indonesia untuk terus meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan sesuai dengan tantangan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sudah menjadi komitmen civitas akademika SMP Puspita Persada bahwa untuk peningkatan mutu dan proses pengelolaan sekolahseyogyanya dipersiapkan secara memadai melalui perencanaan. Sebagai akumulasi dari itu semua maka terus diupayakan untuk melengkapi sarana penunjang lain yang dipandang masih kurang memadai agar tercipta sarana prasarana sekolah yang representatif. perlu daya dukung sarana dan prasarana yang memadai.Menjawab tantangan arus teknologi dan informasi dengan mengatur kepada nilai Agama. tidak dapat tinggal diam tetapi harus terus meningkatkan kualitas dirinya baik dari segi akademik maupun nonakademik sebagi wujud dari tanggung jawab yang realistis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. memiliki pengetahuan dan keterampilan. kesehatan jasmani dan rohani. Rencana Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Dalam Rangka Intensifikasi Peningkatan Mutu.tata usaha dan masyarakat. bila hal ini tidak dilakukan maka sekolah akan terpuruk dan ditinggalkan oleh stackholdernya. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang konkrit dan realistis diantaranya sebagai berikut : 1. 3. Dari itu semua itu memunculkan suatu hasil analisa tentang kebutuhan yang harus dipenuhi. 6. Pendidikan Nasional bercita-cita untuk mewujudkan bangsa yang cerdas dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Dasar Pemikiran. 2.Menginventarisir berbagai kebutuhan pelayanan yang menjadi prioritasdi SMP Puspita Persada 4. selain itu kompetensi dan profesionalisme pengelolaan pendidikan perlu mendapatkan prioritas pertama karena tanpa itu semua sulit kiranya kita untuk mewujudkan pranata pendidikan yang diharapkan 2. 5.

Rp.500.Rp.Rp.500. 1. 7. 2.000.Rp. 9.Rp.000.Rp. 1.Rp. 500.000.Rp. Dasar Pengembangan.40. 500.Rp.10.000.000. 1.Minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke SMP Puspita Persada semakin tinggi.000. Hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan untuk pengembangan sarana prasarana pendidikan di SMP Puspita Persada antara lain adalah : 1.Rp. 4.Rp.000.Rp.000.000.000.sekolah di Jakarta.000.SMP Puspita Persada Dra. 1. 1.000.000.Rp. 2.000.500. 2. 5.14.4.Erlin Sriwahyuningsih 2 .000.Semakin berkembangnya sekolah .000.Rp.000. 10 11 12 13 14 LCD Proyektor dan Layar Laptop Mukenah Perempuan Sarung dan peci Alquran dan hadis digital Sajadah Islamic Sofware Shof Copy Pembelajaran PAI berbasis ICT Mike dan speaker Poniter/Remote Control Alquran Zuj’ama Bagan skema tajwaid dan materi per KD Pegara gerakan wudlu dan Shalat Jumlah 2 2 20 20 4 20 1 1 1 3 20 20 20 1 135 Rp. 1. 3 Maret 2012 Ka. Rencana Anggaran Biaya Perincian Anggaran Biaya Media dan Alat Peraga Pendidikan Agama Islam NO NAMA BARANG QUANTITAS JUMLAH (Rp) 1 2 3 4 5 6. 1.Kegiatan ekstra kurikuler maupun kegiatan akademis lainnya tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila sarana penunjangnya sangat minim.000.000.000.000. 3.000.Peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana dengan baik apabila sarana prasarana pendidikan masih kurang.500.000.- Jakarta.000.Daya dukung unsur-unsur yang terlibat di sekolah sangat tinggi 5. 8. 2.

Alamat Sekretariat Pesanggrahan 3.10.35/MPK-A2/KP/1998.03930 : 1200 m2 : 500 m2 : Listrik : Ada Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) Nomor Identitas Sekolah (NIS) Izin Operasi Sekolah 9. Alamat Sekolah 6. Nama Sekolah 2.Tenaga Penerangan 13. Nomor Sertifikat Luas Tanah Luas Bangunan 12. SK Terakhir Status Sekolah SK Kelembagaan Nomor Data Sekolah Nomor Statistik Sekolah (NSS) : Swasta : Tahun 1998 : “ Terakreditasi B” : BAS Dikmenti : 200104170 : 202016305343 : 20107001 .1. Status 7.Tanggal 24 Februari 1998 : Milik Sendiri : 13106/IMB/2009 : 09. Nomor IMB 11. Pesanggrahan Jakarta Selatan 12260 2).SMU63 Petukangan Utara.01.Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita Persada : SMP Puspita Persada : 24 Februari 1998 : Jln.02. 11 Tanggal 20 Januari 2009 a.BAB II PROFIL SEKOLAH 1). Akte Notaris / Anggaran Dasar : Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita : Jln.n. Samsuri : No.Air Bersih . SMU 63 Petukangan Utara. Mulai Berdiri 8. Didirikan pada tanggal dan tahun 5. Nama Pimpinan / Ketua Yayasan 4. IDENTITAS SEKOLAH 1. Kepemilikan Tanah 10. BADAN PENYELENGGARA 1. Nama Badan / Yayasan yang mendirikan Persada 2. Jakarta Selatan 12260 : Drs. 201070 : No.

Jurusan : Dra. TMT Menjabat Kepala Sekolah 8. 17 Desember 1964 : 6549 7426 4330 0033 : : Islam : Jl. Jumlah Jam yang diterapkan 5.30 – 17. Golongan/ Pangkat 5. DATA PERSONIL SEKOLAH 1.2.3. 9. Kelas VII 5.00 : 48 jam / minggu : 2 rombongan : 2 rombongan : 2 rombongan : 14 Orang : 1 Orang : 1 Orang : Dra. Kelas IX 6).3. Pagi / Shift Pertama 3. 3. Waktu Belajar / Lama Belajar 3. Siang / Shift Kedua 4.1. 8. Ruang Guru Nama Ruangan No 1. 3. Status Gedung Status Tanah 2. Agama 6. IDENTITAS KEPALA SEKOLAH 1. 10.30 – 12. Erlin Sri Wahyuningsih : Jakarta.PeneranganVI RT009/RW 07 No. Formasi Kelas 5. Erlin Sri Wahyuningsih . 2. NUPTK 4. Alamat Rumah 7. Jumlah Guru 2. Jabatan Sebelumnya 9. 49 Pesanggrahan.1. NOMOR REKENING BANK 1.2. FASILITAS SEKOLAH 1.2. Ruang Belajar 2. 6.00 : Pukul 12. 11. 7. Nama 2. Nama Pimpinan Sekolah : Pukul 06. Nama 2. Ruang Kepala Sekolah 2.3). Tanggal Lahir 3. Pendidikan Terakhir 10. Bank 3. Jakarta Selatan : 2008 : Waka Kurikulum : S1 : PKn 3 4).1.Nomor Rekening : SMP PUSPITA PERSADA : Bank DKI Cabang Permata Hijau : 411-12-01320-1 : Milik Yayasan : Milik Yayasan : 6 Ruang : 1 Ruang : 1 Ruang Fasilitas Belajar Ruang Kelas Perpustakaan Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Tata Usaha Ruang Komputer Ruang Bimbingan Konseling Ruang Osis Ruang UKS Toilet / WC Lapangan Upacara / Olahraga Jumlah 6 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 3 ruang 1 ruang 5). 4. 5. Kelas VIII 5. Jumlah Petugas Tata Usaha 3. Jumlah Pesuruh Sekolah 4. Ruangan 2. Tempat.

1. Agama A. e. DATA SISWA Jumlah Siswa saat ini 1. c. Kelas VIII 3.00 WIB : Senin s. D1 D2 Sarjana Muda ( D3 ) Sarjana ( S1 ) Pasca Sarjana ( S2) Pendidikan : S. 2.5. d. Waktu Belajar 1. c. b. Kepala Sekolah Guru Pegawai Administrasi Pesuruh Sekolah Jumlah Jenis Pegawai Jenis Kelamin Laki – laki 7 1 8 Perempuan 1 8 1 10 Jumlah 1 15 1 1 18 7). Siang : Senin s. SD SMP SMA/SMEA/SMK Jumlah 7 2 10 2 18 4 Jenis Pegawai No. Pagi b.d 17. 4. Kelas IX : 168 orang : 67 orang : 48 orang : 53 orang Keadaan Murid Jenis Kelamin Tingkat Kelas VII VIII IX Jumlah Jumlah Kelas 2 2 2 6 Laki – Laki 38 siswa 30 siswa 31 siswa 99 siswa Perempuan 29 siswa 18 siswa 22 siswa 69 siswa Jumlah Siswa 67 siswa 48 siswa 53 siswa 168 siswa 8). Agama Guru Agama L Islam Protestan 7 Guru P 9 Jml 16 L Karyawan P 1 Jml 1 L 104 4 Siswa P 81 2 Jml 185 6 202 6 Jumlah . b. 3. Pendidikan Terakhir Pimpinan Sekolah Pendidikan Guru No.1 / FKIP / Tahun 1990 Jenis Kelamin Laki – laki Perempuan Jumlah 7 - 2 7 - 2 14 - 2 Tenaga Administrasi/Pesuruh a.00 WIB 9).d Sabtu Pukul 06.d Sabtu Pukul 12.d 12.30 s. 1 Guru a. Intrakurikuler a.30 s. Kelas VII 2.

00 Pendamping Bp.00 WIB Jenis kegiatan Ekstrakurikuler : No. 3.d. 2. Ekstrakurikuler diadakan berlangsung di luar jam kegitan belajar : . 22. Sri Widiato Bp. Program Pengajaran 1.Katholik Budha Hindu Jumlah 7 9 16 - 1 1 108 83 191 208 B.00 – 17.00 15. 2.00 15. Program kurikulum berpedoman pada : a. 17. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. Islam Protestan Katolik Budha Hindu Jumlah Agama Laki-laki 104 4 108 Perempuan 81 2 83 Jumlah 185 6 191 5 10). 3.d 17.30 s.00 – 17. 5. Sri Widianto Bp. b. dan 24 tahun 2004. 1. Rudi Santoso . Program Ekstrakurikuler dilaksanakan di luar kegiatan belajar. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Pertama Tahunn Pelajaran 2011/2012 2. 1.Sabtu Pukul 15. 4.00 s. Agama Murid Jenis Kelamin No.Jumat Pukul 15. Jenis Kegiatan Pramuka Paskibra Beksi ( Silat Betawi ) Hari Sabtu Sabtu Jum’at Waktu 15. 23.00 WIB .30 – 17.

5. Memberikan gambaran pada guru keterkaitan antara pembelajaran PAIKEM dengan Kurikulum Berbasisi KTSP. Untuk itu tujuan kami mengajukan proposal ini adalah : 1. berilmu dan memiliki kepribadian yang luhur. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan minat bakat dan peserta didik 3.6 BAB III PROGRAM KERJA SEKOLAH 1). . Meningkatkan ketrampilan kesiapan dan tanggungjawab siswa untuk memimpin diri sendiri dan kelompok – kelompok kecil SASARAN 4). Menciptakan lingkungan agamis yang diwarnai nilai akhlaqul karimah 4. Mengadakan penambahan media dan peralatan keagamaan untuk kegiatan belajar mengajar. 5. TUJUAN SEKOLAH Tujuan SMP Puspita Persada adalah menghasilkan tamatan yang memiliki prestasi tinggi dalam akademik ataupun non akademik serta berbudi pekerti luhur. sehingga pembelajaran dan penilaian proses pembelajaranakan menjadi lebih maju. Menanamkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa 2. Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas harus berkaitan dengan sarana dan prasarana yang maksimal. 3. MISI SEKOLAH 1. tentunya harus SDM yang berkualitas. Meningkatkan ketrampilan guru dalam penguasaan PTEK. 2). bertaqwa. Meningkatkan kesadaran peserta didik sebagai makhluk 67ocial untuk aktif memelihara dan melestarikan lingkungan dimana saja mereka berada 4. Menanamkam kepribadian yang luhur melalui pendidikan akhlakul kharimah 3). Meningkatkan wawasan kependidikan Agama Islam siswa dan siswi seorang muslim . 2. VISI SEKOLAH Mempersiapkan anak didik menjadi manusia unggul yang beriman. Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis kemampuan siswa 4.

Secara Umum a).Metode Pembelajaran b.Kerjasama dengan Dinas terkait.Target peningkatan mutu Pembelajaran MAPEL Pendidikan Agama Islam dapat tercapai. 8).Ruang Lab IPA b.Penyempurnaan sistem kerja guna memberi pelayanan yang berkualitas.Kesiapan Mengajar b. a.Kekuatan Keunggulan Sekolah (S=Strength) 2.Mengupayakan peningkatan berkala pegawai 5.Memelihara dan melengkapi sarana dan prasarana di sekolah 10.Mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Organisasi Intra Sekolah(OSIS). c. IDENTIFIKASI FUNGSI – FUNGSI SASARAN NO 1. b).Menjalin hubungan yang baik dengan seluruh karyawan sebagai partner dan bukan sebagaiatasan dan bawahan 11. b.Prosentase hasil akhir dan mutu pendidikan Agama Islam tidak mengalami penurunan seiring dengan peningkatan standar nilai minimal lulus yang di tetapkan oleh sekolah.Proses belajar mengajar dengan menggunakan 68ystem atau tehnik bilingual 5.Dukungan Orang Tua.Jumlah Guru b.Ancaman Terhadap Sekolah (T=Theat) ALTERNATIF LANGKAH – LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN 1. 5). c.Membentuk kelompok belajar siswa 7. 8.Peningkatan prestasi dengan mencari informasi melalui internet 7).Melaksanakan pembelajaran berbasis Teknologi dan Informasi .Potensi Guru a. Fasilitas 7 6).Pembelajaran menggunakan media elektronik 4.Mengaktifkan kegiatan ektrakulikuler dan kesenian 9.Menciptakan disiplin yang tinggi dan bertanggung jawab 6.Kelemahan / Kekurangan Sekolah (W=Weakness) 3.Siswa dapat menerapkan teori dan praktik pada tiap SK/KD. RENCANA DAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU 1. Fungsi PBM Fungsi internal a.Motivasi Belajar.Dukungan Masyarakat 2. 2.1. c).Meningkatkan dukungan moral dan finansial dari masyarakat 12.Kreatifitas Guru. Meningkatkan pembelajaran siswa siswi kami yang beragama Islam serta mampu menerapkan pembelajaran PAKEM dengan kurikulum KTSP dalam proses pembelajaran berbasis Multimedia .Mencari dan menggali sumber dana 2.Mengadakan kegiatan pengadaan ruang kelas baru yang 68ystem68ntative 3. Ketenagaan 3.Pengalaman Mengajar d.Ruang Kesenian c.Dukungan Orang tua b.Peluang Ksempatan Sekolah (O=Opportunity) 4.Target kualitas dan mutu siswa siswi muslim meningkat. ANALISA SWOT (ANALISA TINGKAT KESIAPAN FUNGSI) 1.Dukungan c.Pembelajaran melalui jaringan internet 6.Mengadakan evaluasi kedalam secara berkala 4.Pengoptimalan sumber dana dan sumber daya yang ada 3. 2. Secara Khusus a). c.Kualifikasi Guru c.Persiapan Administrasi a.Kesesuaian dengan kemajuan teknologi a. b).Latar belakang pendidikan c.Fasilitas Belajar Fungsi External a.

semoga dengan adanya bantuan pengadaan untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam ini semangat belajar siswa untuk berprestasi menjadi lebih tinggi sekaligus menggugah para pendidik untuk lebih bersemangat lagi dalam melaksanakan kegiatan melajar mengajar dan meningkatkan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa. yang pada akhirnya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dapat dicapai. . Akhirnya. kegiatan Manajemen Berbasis Sekolah dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan.8 BAB IV PENUTUP Demikian penyusunan proposal pengadaan untuk media dan alat peraga Pendidikan Agama Islam SMP Puspita Persada melalui dana bantuan Kementrian Agama tahun anggaran 2012 dalam rangka usaha sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah yang telah ditetapkan pemerintah. Mudah – mudahan dengan adanya bantuan pengadaan untuk media dan alat peraga keagamaan tahun anggaran 2012 ini.

20. 16. 19. Bagan Skema Tajwid dan materi per KD Boneka Dewasa untuk Praktik merawat Jenazah Kain Kafan 1 set Peralatannya Keranda dan tempat memandikan jenazah Pegara Gerakan Wudlu dan Shalat Maket / miniatur ka'bah Kain Ihram/ Baju Ihram Mukena Lajur/ Baju Ihram Perempuan 20 x 75000=1500.000 +30. 17. 21. 9.0000 Peta Perkembangan sejarah Islam Al-Qur'an Mujallad Surat Yaa-Siin lengkap dengan Translitrasi dan terjamah Maktabah Asy Syamilah LCD Proyektor + Layar 5000000 Poniter Laser/ Remot countroll Laptop dengan Spesifikasi sesuai Pesanan 7 juta Shoft Copy Pembelajaran PAI Dengan berbasi ICT Islamic Shoftwere Al-Qur'an dan hadits digital Murattal MP3 Imam Kharamain VCD Manasik Haji dan Umrah Mimbar / Podiumm Bimbingan Do'a-do'a .600. 15. 6. 13. 12. 14.00) x 20 =1. 3.9 DAFTAR BIAYA PENGADAAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1. 2. 18. 5. 22.000 Sarung dan Peci =(50. 7. 10. 4. 8. 11.

POKOK – POKOK PIKIRAN Diakui atau tidak sekarang ini tidak sedikit guru dalam pembelajaran di kelas masih monoton (ceramah). tetapi harus mempunyai makna bagi peserta didik. Memberikan gambaran pada guru keterkaitan antara pembelajaran PAIKEM dengan Kurikulum Berbasisi KTSP. Meningkatkan wawasan kependidikan Agama Islam siswa dan siswi muslim . 3. Termasuk didalamnya guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Diantara caranya adalah dengan adanya inovasi pembelajaran. Inovatif. . Sehingga Pembelajaran Aktif. sehingga pembelajaran. Meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis kemampuan siswa 4. Akibatnya. Dalam Undang-Undang No. menulis atau menggambar dan aktifitas lainnya yang tidak ada hubungan dengan mata pelajaran tersebut. dan penilaian proses pembelajaranakan menjadi lebih maju. 2. Meningkatkan ketrampilan guru dalam penguasaan IPTEK. Guru mengajarkan di depan kelas. Kreatif. TUJUAN PENGADAAN MEDIA 1. Melihat begitu pentingnya mata pelajaran PAI di sekolah. Salah satu bentuknya adalah pembelajaran PAI berbasis Information and Communication Technology (ICT) atau sering disebut dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta adanya dan tepatnya media dan alat peraga. jangan sampai hanya formalitas telah dilaksanakan. peserta didik merasa bosan dengan mata pelajaran yang diajarkan Hal ini ditunjukkan dengan peserta didik yang mengantuk. sering ijin keluar. berbicara dengan teman. sedangkan peserta didik senang atau tidak harus mau mendengarkannya. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan PAI menjadi salah satu mata pelajaran yang harus ada mulai jenjang dasar sampai Pendidikan Tinggi.PROPOSAL PENGADAAN MEDIA DAN ALAT PERAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH 1. Padahal melihat peranan mata pelajaran PAI di sekolah menempatkan posisi yang sangat strategis dalam memberikan dasar keimanan dan ketaqwaan peserta didik ke depan. Efektif dan menyenangkan ( PAIKEM ) dapat kami wujudkan 2.

. b) Target kualitas dan mutu siswa siswi muslim meningkat. b) Prosentase hasil akhir dan mutu pendidikan Agama Islam tidak mengalami penurunan seiring dengan peningkatan standar nilai minimal lulus yang di tetapkan oleh sekolah. PENUTUP Demikian proposal Pengajuan pengadaan media dan alat peraga ini kami buat. VI. 2. TARGET DAN SASARAN 1. Meningkatkan ketrampilan kesiapan dan tanggungjawab siswa untuk memimpin diri sendiri dan kelompok – kelompok kecil 3. c) Siswa dapat menerapkan teori dan praktik pada tiap SK/KD.5. dan atas perhatian serta terkabulnya proposal ini kami ucapkah terima kasih dan mudah – mudahan semua ini dapat menjadikan kemashlahatan bersama bagi kita. Secara Khusus a) Target peningkatan mutu Pembelajaran MAPEL Pendidikan Agama Islam dapat tercapai. Secara Umum a) Meningkatkan pembelajaran siswa siswi kami yang beragama Islam serta mampu menerapkan pembelajaran PAKEM dengan kurikulum KTSP dalam proses pembelajaran berbasis Multimedia .

S.S.SEKRETARIS : MAT ALI.Samsuri . 13 Maret 2012 Ketua YPICPP Drs.ANGGOTA : ROHMATULLAH : MAS’UD Jakarta.MM 3.BENDAHAR : MASWATIH PENGAWAS : 1.KETUA : Drs. SAMSURI 2.KETUA 2. S.H.SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA (YPICPP) PEMBINA : A S N A W I .PDI PENGURUS : 1.IP..

Bagan Skema Tajwid dan materi per KD 2. Mukena Lajur/ Baju Ihram Perempuan 9. Surat Yaa-Siin lengkap dengan Translitrasi dan terjamah 12. Maket / miniatur ka'bah 7. Poniter Laser/ Remot countroll 15. Maktabah Asy Syamilah 13. Pegara Gerakan Wudlu dan Shalat 6. SUSUNAN Kain Ihram/ Baju Ihram 8. Peta Perkembangan sejarah Islam 10. Laptop dengan Spesifikasi se .RENCANA ANGGARAN BIAYA rererBIAY BG NGADAAN ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1. Keranda dan tempat memandikan jenazah 5. Kain Kafan 1 set Peralatannya 4. Boneka Dewasa untuk Praktik merawat Jenazah 3. Al-Qur'an Mujallad 11. LCD Proyektor + Layar 14.

.

Fotocopy Sertifikat Akreditas Sekolah 6.Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (IMB) .Fotocopy Sertifikat Nomor Induk Sekolah (NIS) 3.Fotocopy NPWP Sekolah 7.LAMPIRAN 1.Fotocopy Rekening Koran SMP Puspita Persada 2.Fotocopy Akte Notaris 8.Fotocopy Sertifikat Nomor Statistik sekolah (NSS) 4.Fotocopy Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 5.Fotocopy Sertifikat 9.

Murattal MP3 Imam Kharamain 20. Sosialisasi kepada wali siswa dan rapat pleno yang telah dilaksanakan pada tanggal 5 s. pengusaha. Tersusun RAPBS tahun pelajaran 2009/2010 2. Agar terwujud RAPBS yang baik. 4. 5. Rapat koordinasi ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. UH2 5 s. Bimbingan Do'a-do'a 1. Analisis dan kualitas dari kegiatan tersebut . ruang belajar.Copy Pembelajaran PAI Dengan berbasi ICT 17. 3. VCD Manasik Haji dan Umrah 21. Proposal Kursi Ruang Multimedia c. RAPBS ini dibuat berdasarkan masukan dari Komite.d 6 Oktober 2009 Program Pengembangan dan Penggalian Sumber Dana Pendidikan Beserta Implementasinya 1. Proposal Pengadaan Komputer Siswa e. pemerintah dan menerapkan / menempatkan alokasi dana sesuai kebutuhan. Proposal Dana Pendamping SSN Proposal b.d 15 Agust 2009. Setiap 1 (satu) semester diadakan ulangan harian minimal 3 (tiga) kali setiap mata pelajaran. Tokoh masyarakat. Proposal tersebut ditujukan pada pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Islamic Shoftwere 18. Proposal Pavling halaman ruang laboratorium 2. karyawan dan siswa. Guru. UH3 16 s. Pembuatan RAPBS untuk mengalokasikan anggaran maka dibuat RAPBS. Pelaksanaan remedial teaching maupun remedial tes bagi siswa yang belum tuntas sesuai KKM masing . Program ini bertujuan untuk mencarai sumber dana seluas luasnya dari masyarakat. 3. Soal ulangan harian terkendali oleh tim pengembang penilaian. Proposal Pembangunan Sarana ibadah ( Tempat wudlu ) f. Rapat koordinasi pembuatan proposal dengan hasil : a. 2. Mimbar / Podiumm 22. Program pengembangan dan penggalian sumber dana pendidikan beserta implementasinya. Setelah ulangan selesai diadakan analisis soal dan hasil ulangan harian.d. 4. Rapat koordinasi antara sekolah dan komite dalam rangka penggalian dana. Telah terlaksana Rapat Pleno Komite Sekolah Tahun 2009 3. Kepala Sekolah. transparan dan accountable. Pembuatan proposal pengajuan anggaran untuk kegiatan peningkatan mutu. 21 Nopember 2009. Al-Qur'an dan hadits digital 19. Jadwal pelaksanaan ulangan harian terkendali dan terpadu dengan kegiatan Belajar Mengajar telah dilaksanakan pada tanggal UH1 10 s. Remidi. memperhatikan prioritas kebutuhan sekolah. 10 Oktober 2009. Pelaksanaan Program pengembangan dan system penilaian : Program ini bertujuan untuk meningkatkan frekuensi UH. 1.d. Kegiatan tersebut antara lain : 1. Proposal Ruang Laboratorium Bahasa d. penambahan fasilitas sekolah. 2.

Rapat Pembagian tugas mengajar sesuai dengan keahlian guru masing-masing / bidang studi guru dilaksanakan tangal 18 Juni 2009 b. Pengadaan Jaringan Internet(tower).perpustakaan dan penilaian. Memiliki Tim MGMP Sekolah 3. Mengintensifkan peranan MGMP sekolah setiap mata pelajaran. Pengadaan bahan ajar siswa ( modul.d. Kegiatan ini dilaksanakan pada tgl 15 Nopember 2009 5. 3. Memiliki Jadwal piket jam kosong 5.LKS ) mapel UN akan dilaksaakan tanggal 4 januari s. Peningkatan frekwensi Ulangan Harian Telah dilaksanakan Ulangan Harian sebanyak 3 kali dalam satu semester dan soal ulangan terkoordinasi oleh tim penilaian. Mengadakan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi staf TU bidag entry data base kesiswaan. 3. Peningkatan Remidi Telah dilaksanakan remedial teaching pasca ulangan harian kepada siswa belum tuntas sesuai dengan KKM maple masing-masing 4. Memiliki pembegian tugas mengajar sesuai bidang studi 4. menarik dan bermakna. Memiliki Jadwal Pelajaran 2. 3. 4. 2. Program ini bertujuan untuk melengkapi peralatan pendidikan dan fasilitas sekolah agar lebih nyaman. Pembelian 1 (satu) buah LCD Proyektor. 1.Program pengembangan sarana prasarana dan fasilitas sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2009 oleh 4 org staf TU. e. dilaksanakan tgl 13 Oktober 2009 8. Pembagian rombongan belajar siswa masing-masing kelas berjumlah 32siswa dilaksanakan tanggal 11 Juli 2009 c. Program Peningkatan Tenaga Pendidik dan Kependidikan 1. Kegiatan Ulangan Tengah Semestertelah diulaksaakan pada bulan Oktober 2009 7. Peningkatan Kegiatan Ulangan Tengah Semester Telah terlaksana kegiatan UTS secara terprogram dan terkoordinir melalui tim pengembangan penilaian.masing mata pelajaran dilaksanakan pada bulan Agustus.kepegawaia. Pembentukan tim penyusun KTI melalui penyusunan PTK oelh guru maple UN sejumlah 10 orang guru dilaksanakan bulan Desember 2009 sampai bulan Februari Tahun 2010. alat IPA. 12-17 Okt. 7. Program Pengembangan Proses Belajar Mengajar. September dan Nopember 2009 6. 1. Pelaksanaan Remedial teaching dan Remedial Test semester 1 telah dilaksanakan pada tanggal 18-20 Agust. Sarana Ibadah (tempat wudlu). Workshop pengembangan system peilaian akan dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2010 Hasil Program Pengembangan dan Sistem Penilaian 1. 5. Pengadaan 1 unit computer dilaksaakan tanggal 3 September 2009 Program Pengembangan Sarana Prasarana Demi terpenuhinya sarana prasarana (fasilitas) pembelajaran maka dilakukan penambahan dan pengadaan sarana prasarana antara lain : Pengadaan Kursi Ruang Multi Media. Mengadakan pelatihan pembelajaran berbasis ICT melalui pembuatan Power Point. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2009. Memiliki sumber belajar (modul dan LKS) 4. Penambahan LCD. Mengadakan Pelatihan TIK Dilaksanakan Pelatihan TIK dengan perincian sebagai berikut : . Pengadaan 1 (satu) buah Laptop dan 2 (dua) buah printer kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 September 2009 2. B. Membangunan sarana ibadah (tempat wudlu). kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 Januari 2010 diiukti oleh 30 orang guru.Program pengembangan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dan karyawan dibidang Informasi dan Teknologi. Program ini bertujuan untuk mengaktifkan KBM dan proses PBM lebih fariatif dengan pendekatan CTL a. 3. 23-28 Nop tahun 2009. alat media Vidio shooting dan akses Internet ( pengadaan tower dan jaringannya ). Memiliki Tim Supervisi pembelajaran 6. d. Pembelian DVD video shooting. 2. Peningkatan Analisis Ulangan Harian Telah dilaksanakan analisis ulangan harian sebagai tindak lanjut pelaksanakan ulangan harian. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2009. 4 Februari 2010 Program Pengembangan Proses Belajar Mengajar 1. Pengadaan Kursi Ruang Multi media sejumlah 34 buah dilaksanakan tanggal 5 September 2009 6. Pengadaan bell Elektronik dilaksanakan tanggal 19 Desember 2009.

Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah yaitu kurikulum karena sekolah diharapkan mampu membuat kurikulum sendiri berdasarkan kebutuhan. .Program Pengembangan dan Implementasi manajemen sekolah. Pembuatan RPP semua mata pelajaran dan dilaksanakan pada tanggal 11. program strategis. serta pembuatan anggaran yang dibutuhkan masing masing program. Pembenahan Ruang UKS telah dilaksanakan pada tgl 24 Oktober 2009 4. mudah diakses oleh masyarakat luar. Pembuatan konsep RKS SMP 1 Kepil dilaksanakan pada tanggal 7 . Pembuatan Dokumen Kurikulum SMP 1 Kepil dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2009. Program Kerja Jumat Bersih telah dilaksakan pada tgl 8 Oktober. Penyusunan RKS(RENSTRA) SMP 1 Kepil pada tanggal 20 Juli 2009. Strategis pelaksanaan.2.d 9 Juli 2009. sesuai dengan karakteristik SMP 1 Kepil. Pelaksanaan tersebut adalah : 1. supervisi. Kegiata Home Visit telah dilaksaakan 8 kali tanggal 8 Hasil Program Pengembangan Budaya dan Lingkungan Sehat 1.Pelaksanaan Program penegembangan Budaya dan Lingkungan Sehat. indicator keberhasilan. Terwujudnya Kurikulum SMP 1 Kepil (Dokumen 1 dan lampirannya. RPP dan KKM) 8. Lomba 7 K telah dilaksanakan pada tgl 5 s. nyaman serta kondusif untuk KBM. Hasil Program Pengembangan Pembuatan Kurikulum SMP 1 Kepil 1. 1. Mengadakan Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Pelatihan PTK sementara diikuti oleh 11 orang guru bekerjasama dengan program BERMUTU MGMP Mapel UN pada semester ini sedang pada tahap identifikasi masalah dan rencana tindakan. asri . dipercaya oleh masyarakat dapat dipertanggung jawabkan. 8 Juni 2009 dengan porsenil sebagai berikut : 7. Program ini bertujuan meningkatkan pelayanan dan manajerial SMP 1 Kepil agar lebih tertata.d 8 Agustus 2009 3. Work Shop Tim Pengembang KTSP dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2009 b. TABEL Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. Silabus. 1. 22 Oktober. dilaksanakan tanggal 30 Juni 2009 diikuti oleh 22 peserta. Telah tersusun jadwal piket kebersihan dan program Jum’at bersih karyawan. 5 Nopember dan 19 Nopember 2009 5. tujuan sekolah 4 tahun yang akan datang. 12 dan 13 Juli 2009. Rancangan dari tim ini menjadi konsep dasar pembuatan RKS. Mengadakan Worshop Pembelajaran Berbasis ICT 6. Dibentuk Tim Pengembang Kurikulum TABEL 2 2. jadwal pelaksanaan . Pembuatan silabus semua mata pelajaran yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 s.Pelaksanaan Program Pengembangan Pembuatan Kurikulum SMP 1 Kepil. Strategi pelaksanaan kegiatan ini adalah setiap penanggung jawab program memiliki anggota untuk mengidentifikasi tantangan nyata yang dihadapi sekolah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan lingkungan yang sehat . 3. Pembuatan jadwal piket kebersihan telah dilaksanakan tgl 14 Juli 2009 2. Rapat Koordinasi pembentukan tim pembuat kurikulum SMP 1 Kepil tahun pelajaran 2009/2010. c. Dibuat tim pengembang Kurikulum SMP 1 Kepil. 2.

Keuangan. B. yayasan Puleh Aceh masih di pimpin oleh Dian Marina Sebagai Koordinator Area yang dibantu oleh 7 orang Staf Kegiatan operasional kantor yang dilakukan merupakan kegiatan rutin. kegiatan rutin yang dilakukan di yayasan puleh area aceh. Asset) dan mengelola Seluruh Program yang sedang dijalankan oleh Puleh Aceh. Staf Layanan Langsung. yang terdiri dari: Koordinator Area. Kegiatan operasional ini dilakukan oleh tim Managemen Puleh Aceh.2. Klinik Layanan Langsung Pada tahun 2010. Telah dilaksanakan penataan ruang UKS 4. Operasional Kantor Pada tahun 2010.sebagai berikut: A. Divisi Layanan Langsung Yayasan Puleh Aceh Khususnya Bagian Klinik telah memberikan penanganan psikologis terhadap 8 kasusu kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terdiri dari: . Publikasi dan Dokumentasi. Telah dilaksanakan Lomba 7 K antar Kelas 3. seperti : Mengelola seluruh Sumber Daya yang ada di puleh Aceh (SDM. Staf Pengembangan Kapasitan dan Staf Riset. Staf Admin dan Keuangan. Telah dilaksanaka Home Visit LAPORAN TAHUNAN YAYASAN PULEH ACEH TAHUN 2010 KEGIATAN RUTIN YAYASAN PULEH ACEH Pada tahun 2010. Telah dilaksanakan Kegiatan Budaya Jumat Bersih 5.

yayasan puleh ikut berperan aktif pada kegiatan-kegiatan advokasi dan penanganan kasus. Divisi Riset. Dian Marina (Konselor). D. KEGIATAN PROGRAM YAYASAN PULEH ACEH 2010 A. Haiyunnisa (Psikolog) dan Jackie Viemilawati (Psikolog). seperti: jaringan Penanganan kasus. terdiri dari: Fatmawati Luthan (Konselor). Selain itu yayasan juga memberi kesempatan dengan mengirim stafnya untuk mengikuti kegiatan: seminar. Penguatan Kapasitas Staf Pada tahun 2010. Pada Februari hingga Agustus 2010. Petugas yang memberikan pelayanan di klinik layanan langsung puleh aceh. yayasan puleh sepanjang tahun 2010. Riset Publikasi dan Dokumentasi Pada tahun 2010. untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. baik sebagai perserta maupun sebagai narasumber. dari kegiatan ToT tersebut dipilih 6 orang training yang berasal dari yayasan puleh untuk menjadi fasilitator pada rangkaian training di laksanakan di aceh timur dan dibeberapa tempat lain. puleh aceh memberikan kegiatan penguatan pengembangan kapasitas melalui serangkaian kegiatan: Training of Trainer Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. yayasan Puleh Aceh telah mengambil peran penting dalam upaya pelayanan psikologis pada beberapa kasus kekerasan perempuan dan anak yang di advokasi dan di layani pada jaringan penanganan kasus. Publikasi dan Dokumentasi lebih banyak memberikan support khusus pada program layanan masyarakat. Yayasan Puleh melakukan program penguatan kapasitas bagi pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) aceh timur. E. jaringan gerakan Perempuan Aceh dan gender Working Group.. Kegiatan yang dilakukan adalah: pendokumentasian program berupa pengambilan foto dan audio visual. Notulensi setiap kegiatan dan membantu proses pengembangan Modul dan alat psikoedukasi pada program tersebut. yaitu program pengembangan kapasitas P2TPA aceh timur. Workshop yang di adakan oleh lembaga lain.5 kasus kekerasan terhadap Anak Ke Delapan (8) kasus tersebut: 2 kasus berasal dari rujukan dari lembaga lain. Melalui kerja-kerja jaringan tersebut. Pelatihan. lebih dikenal dikalangan Pemerintah maupun Organisasi Non Pemerintah. Melalui Kerja-kerja jaringan tersebut. Dalam menjalankan program ini yayasan puleh memberikan tecnical assisten khusus penanganan psikologis bagi perempuan dan anak korban kekerasan berkolaborasi dengan Kelompok Kerja transpormasi Gender Aceh (KKTGA) yang memberikan tecnical Assisten khusus pendampingan hukum bagi perempuan dan anak . C. Networking dan Advokasi pada tahun 2010. 2 kasus berasal dari rujukan jaringan penanganan kasus dan 4 kasus langsung mengakses layanan klinik puleh yang memperoleh informasi tentang keberadaan klinik tersebut.3 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan . Program Penguatan Kapasitas bagi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Aceh Timur dan Mitra jaringanya. melalui jaringan kerjasama lintas sektor yang ada di Aceh. hal ini dapat di ketahui melalui banyaknya undangan yang masuk ke yayasan puleh aceh pada kegiatan-kegiatan di Organisasi-organisasi tersebut.

- .TOT Penguatan dan Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan terhadap perempuan dan anak (penjaringan calon fasilitator untuk memfasilitasi training Penguatan dan Pemulihan Psikososial bagi perempuan dan anak korban kekerasan).Pencetakan Modul dan Alat Edukasi Lounching/Peluncuran dan Distribusi Modul dan Alat Edukasi tentang Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus terhadap Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. Program penguatan kapasitas pusat pelayanan terpadu Pusat Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan masyarakat Aceh Timur. - - - . 2 Desa Pilot berkumpul untuk melakukan case conference atau berbagi pengalaman tentang upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan. .Workshop Pembentukan Jaringan Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan anak Training Pemulihan Psikososial bagi Kader Pemberi layanan tingkat Desa dari 2 Desa Pilot Project yaitu Desa Seuneubok Simpang Kec. Bersama dengan para kader melakukan kegiatan Community Discussion (Diskusi komunitas) untuk sosialisasi tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di 2 Desa Pilot Project. bagi 124 peserta yang berasal dari. bagi aparat desa dari 2 Desa Pilot Project.Darul Aman dan Desa Beusa Seberang Kec. B. 24 Tenaga Medis di Puskesmas 24 Kecamatan di Aceh Timur. Training Dasar Mediasi untuk Transformasi Konflik Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak. 28 Personel P2TP2A Aceh Timur. Melalui kegiatan ini. 24 orang dari LSM dan Ormas pemberi layanan kepada perempuan dan anak korban kekerasan.Workshop Pengembangan Draft Modul dan Alat Edukasi tentang Pemulihan Psikososial bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan . terjaring 6 orang calon fasilitator/trainer dari 15 orang peserta TOT Rangkaian Training Penguatan dan Pemulihan Psikososial sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Peureulak Barat. Program ini di danai oleh IRD Serasi-USAID. 24 Tenaga Pekerja Sosial dari 24 Kecamatan. Community Forum. 24 orang Aparat Penegak Hukum. Program ini merupakan program lanjutan dari pada penguatan kapasitas P2TP2A sebelumnya.korban kekerasan. adapun rangkaian kegiatanya sebagai berikut: . beberapa rangkaian kegiatan sebagai berikut: Seminar Sosialisasi Publik tentang Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh Timur Workshop Pelibatan Partisipasi Tokoh Adat dan Tokoh Agama dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. upaya Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (Program Lanjutan).Workshop Finalisasi Modul dan Alat Edukasi .

yang dijalankan Yayasan Al-Jawad. * Kemampuan sosial. . baik harta maupun jiwa dalam mengemban misi dakwah ajaranajaran Ahlulbait as. dalam kehidupan sehari-hari. dalam kehidupan sehari-hari secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. yaitu memahami dan menerjemahkan ajaran-ajaran Ahlulbait as. khususnya keluarga sendiri.sekilas mengenai yayasan pendidikan islam al-jawad Sekilas Yayasan Pendidikan Islam Al-Jawad Lahirnya Yayasan Al-Jawad pada awalnya didasarkan pada kandungan ayat-ayat suci al-Qur'an surat 41:33. yaitu mampu menampilkan pribadi mulia (insan kamil) sejalan dengan akhlak Ahlulbait as. Terciptanya kemampuan personal (anggota) yang berkualitas dalam menangani dakwah ajaran-ajaran Ahlulbait as. Tujuan umum didirikannya Yayasan Al-Jawad adalah untuk mengamalkan ajaran-ajaran Ahlulbait as. 3:104. seluruh gerak Yayasan Al-Jawad dilandasi oleh prinsip mewakafkan seluruh potensi diri personal anggota. 8:72 dan Surat 59:9. yaitu mampu mengontrol diri dalam masyarakat. Dalam pelaksanaannya. yang meliputi : * Kemampuan intelektual. 2. * Kemampuan profesional. Seluruh aktifitas/kegiatan yang dijalankan Yayasan Al-Jawad diarahkan kepada : 1. Terciptanya media penyebaran ajaran-ajaran Ahlibait as. serta mengembangkan dan menyebarkannya ke dalam masyarakat luas. Terhimpunnya sumber dana yang kuat (mapan) yang dapat mendukung seluruh kegiatan dakwah ajaran-ajaran Ahlibait as. baik ke dalam maupun ke luar. (media dakwah) yang dapat menjangkau masyarakat luas. * Kemampuan spiritual. yaitu mampu mengkoordinasi seluruh potensi yang ada di masyarakat untuk kegiatan dakwah ajaran-ajaran Ahlulbait as. 3.

Pada akhir tahun 1418H. 5. Dengan mengundang jama'ah se-Jawa Barat. Yayasan Al-Jawad pun menerbitkan buku-buku ke-ahlibait-an.Program Jangka Panjang Program jangka panjang Yayasan Al-Jawad adalah rencana pengembangan yayasan yang menggunakan progam jangka lima tahunan. Program ini direncanakan satu bulan sekali dengan mengadakan safari ziarah ke beberapa . Pendirian Lembaga Ekonomi Muslim 5. buletin Risalatuna (membahas masalah ketauhidan) dan buletin Al-Ghadir (informasi keilmuan dari Ahlibait as). 3. Peristiwa-peringatan tersebut diantaranya adalah : 1. Buku Mi'raj Ruhani II (1996). Berikut adalah beberapa program jangka pendek Yayasan Al-Jawad yang telah. Pelaksanaan ritual Shalat Iedain 4. Buku Pesan Sang Imam Program Majlis Taklim/Kursus. Buku Mereka Bertanya Ali Menjawab (1998). Buku Benarkah Nabi Bermuka Masam? (1991). III dan IV 5. 7.1997). Paket kursus Bimbingan Puasa 4. 2.1997. Buku Amalan Ramadhan (1994. penerbitan ketiga buletin tersebut digabungkan menjadi satu nama buletin yakni buletin Al-Jawad yang isinya merupakan gabungan dari ketiga buletin tersebut. Pengkoordinasian Jama'ah Ahlul Bait Nasional 6. terdapat beberapa peristiwa besar yang sering kita peringati. Paket kursus Ilmu Mantiq 3. Program Silaturahmi. Adapun rencana-rencana program jangka panjang Yayasan Al-Jawad adalah sebagai berikut : 1. Adapun majlis-majlis yang telah. Peringatan Maulid Nabi 2. Selain menerbitkan buletin secara bulanan. Di dalam agenda agama Islam. Buku Mafaatihul Jinan. Majlis-majlis yang diadakan di tempat dll Program Peringatan Hari Besar Islam. 4. khususnya agenda di kalangan Ahlul Bayt as. Peringatan Idul Ghadir 3. Program majlis yang telah dilaksanakan adalah majlis-majlis yang diadakan di sekretariat baik majlis rutin dalam bentuk paket kajian atau majelis kursus yang melibatkan peserta dari luar jama'ah. Program penerbitan ini telah berjalan dari awal berdirinya Yayasan Al-Jawad hingga sekarang ini. Pusat Informasi dan Riset Keislaman 4. Majlis Khadijiyah 9. Penerbitan yang rutin dilakukan tiap bulan adalah menerbitkan buletin Al-Jawad (berisi masalah bimbingan spiritual). Pendirian Pondok Pesantren 3. 1995. sedang dan akan direncanakan untuk programprogram selanjutnya: Program Penerbitan. di antaranya adalah : 1. Buku Mi'raj Ruhani I (1993). Pengkoordinasian Jama'ah Ahlul Bait Internasional Program Jangka Pendek Program jangka pendek adalah program yayasan yang tersusun dalam rencana kerja bulanan. Adapun peristiwa-peristiwa ritual lainnya hanya diikuti jama'ah seputar wilayah Bandung. Paket kajian Tafsir Amtsal 7. khususnya acara yang diperingati oleh Yayasan Al-Jawad hanya peristiwa Bi'tsah Rasulullah dan Khaul Nabi Muhammad Saaw. Pembangunan Masjid 2. 6. Paket kajian Ja'fary terpadu I. Paket kajian Fikih Ja’fary 8. Paket kursus Bahasa Arab 2. Pelaksanaan ritual Lailatul Qadr 5. Mengingat pengaturan peringatan peristiwa besar di Indonesia ini telah diatur oleh para asatidz maka acara peringatan di Bandung. II. Dan pelaksanaan ritual lainnya. Paket kajian Aqidah Jama’ah 6. sedang dan akan dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1.

YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA ( YPICPP ) AKTE NOTARIS :EDWAR. bahasa Inggris. SMU 63 Petukangan Utara. Sebagian besar koleksi perpustakaan adalah kitab-kitab referensi yang bersumber dari pembelian. Program Divisi Usaha.H.S. Untuk menambah dan meningkatkan pengadaan dana. Program Kesekretariatan. Pelayanan perpustakan untuk jama'ah di wilayah Bandung terdiri koleksi buku berbahasa Indonesia. Program Perpustakaan. Nomor 11 Jl. 13 Maret 2012 Kepada Yth. Kunjungan silaturahmi untuk jama'ah di luar kota pada umumnya disertai dengan kegiatan dakwah dan diskusi.PP/III/2012 Lampiran :1 (Satu) berkas Perihal : Permohonan Perpanjangan Tanda Daftar Yayasan Jakarta. wakaf dan kitab titipan dari beberapa ustadz. maka divisi usaha mencoba untuk mengembangkan dengan membuka percetakan dan sablon. Bahasa Arab dan Bahasa Parsi.tokoh ulama dan beberapa ikhwan baik di dalam maupun di luar kota. Pesanggrahan. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax: (021) 73883179 Nomor : 045/PP/SMP. Kanwil Suku Dinas Sosial Pemerintah Kota Administrasi Jakarta selatan . Untuk melancarkan kegiatan operasional kegiatan Yayasan Al-Jawad. maka setiap hari di sekretariat senantiasa ada aktifitas-aktifitas yang umumnya dilaksanakan pada pagi hingga sore hari.

Fotocopy Sertifikat HAM 5 Fotocopy Tanda Daftar Yayasan Lama 6.H. Hormat Kami Ketua YPICPP Drs. Assalamu’alaikum.Fotocopy Akte Notaris 4. Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1.Surat permohonan perpanjangan tanda daftar yayasan 2.Fotocopy Susunan Pengurus Yayasan 7. Jakarta Selatan 12260 Telp/ Fax: (021) 73883179 SUSUNAN PENGURUS YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA . Wr.Jl. maka dengan ini kami memohon kepada bapak/ibu pimpinan untuk memperpanjang kembali Tanda Daftar Yayasan yang kami pimpin. Wr.Kegiatan Tahunan Sekolah 3. Nomor 11 Jl. Wb. Wb Sehubungan dengan telah habisnya masa Tanda Daftar Yayasan Pendidikan Islam Citra Puspita Persada (YPICPP) tahun 2012.Kebayoran Baru Jakarta selatan Di Jakarta Dengan hormat. Samsuri YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM CITRA PUSPITA PERSADA ( YPICPP ) AKTE NOTARIS : EDWAR.S. atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih.Foto Copy KTP Pengurus yayasan 7. Pesanggrahan.9 Blok I Lt 12.Prapanca Raya No. SMU 63 Petukangan Utara.Fotocopy Keterangan Domosili Demikian permohonan ini kami sampaikan. . Wassalamu’alaikum.

PDI PENGURUS : 1.H.S.KETUA 2.MM 3.S. S a m s u r i .BENDAHAR : MASWATIH PENGAWAS : 1.IP. SAMSURI 2. S. 13 Maret 2012 Drs..ANGGOTA : ROHMATULLAH : MAS’UD Jakarta.(YPICPP) PEMBINA : A S N A W I .SEKRETARIS : MAT ALI.KETUA : Drs.

Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya).ac. Posisi: .id/~anita/kursus_stir_mobil. Dalam menuliskan ini saya banyak juga mengambil referensi dari blog http://bima. langsung saja kita mulai pelajaran setir mobil sendiri tanpa kursus: 1.htm Ok. saya menulis ini juga untuk menyemangati diri agar segera bisa memiliki "Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia".Siapkan mobil dan surat-suratnya 2.Artikel saya ini sengaja saya susun untuk mengingat pengalaman saya belajar setir mobil beberapa tahun yang lalu.ipb. Menghidupkan mobil dalam keadaan kopling di gigi nol 1) Pasang tali / sabuk pengaman 2) Putar kunci untuk menghidupkan mesin 3) Hidupkan AC 4) Turunkan Rem Tangan . Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian) .

tempel pedal rem 2) Injak kopling habis.5) Injak kopling habis. biarkan saja mobil bergerak memakai lumpsum nya. jalankan/belokkan mobil dengan mengangkat kopling sekuku (mobil akan maju merayap). Berhentikan mobil: Angkat kopling sekuku dan injak rem sedikit (tempel rem) 11. pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling pelan2. Ganti gigi pada saat mobil berjalan (kaki kanan masih menginjak gas) 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke posisi yang dikendaki 4) Angkat kopling pelan2 5) Injak gas pelan2. Menghadapi macet di lampu merah menggunakan rem 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem (mainkan sesuai keadaan jalan) 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 9. sampai terasa jalannya mobil stabil sesuai dengan kecepatan seharusnya 6) Lepaskan kaki dari kopling. pindahkan gigi ke gigi R 2) Angkat kopling pelan2. bisa merusak komponen mobilnya nanti) (lihat jalur apakah bebas atau tidak) . dan injak kopling sekuku kalau ingin mengurangi jalan merayapnya mobil. 4) jika dirasa polisi tidur terlalu tinggi.Jika jalur sibuk berhentikan mobil dengan kombinasi mengangkat kopling sekuku dengan menempel rem (biasanya jika kopling diangkat sekuku akan terasa mobil bergetar sedikit) . Injak gas sedikit sampai dirasa mobil bisa melewati polisi tidur 5) Setelah dapat melewati polisi tidur injak gas pelan2 6. Menambah/mengurangi gigi 1) Injak kopling habis 2) Angkat gas 3) Pindahkan gigi ke gigi yang dikehendaki 3) Tempel gas 4) Angkat kaki dari kopling pelan2 7. mobil dijalankan hanya dengan mengangkat kopling sekuku sampai setengah kopling atau kopling tak usah diinjak. Jalankan mobil merayap: Angkat kopling sekuku (Dengan posisi ini mobil akan berjalan merayap) 12. tempel gas b) Injak kopling habis c) Angkat gas d) Pindahkan gigi ke gigi 1 e) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap (=bergerak perlahan). lihat jalur apakah bebas jika ada mobil yang ingin lewat maka injak lagi kopling sekuku sambil menempel rem atau menempel gas (sebaiknya dipilih memberhentikan mobil dengan menempel gas agar jika mau jalan lagi tinggal lepaskan gas dan angkat kopling saja sekuku). atur jalannya mobil hanya dengan menginjak dan mengkat gas saja 5. Jika jalur sudah bebas hambatan. Menghadapi macet di lampu merah tanpa menggunakan rem. angkat kopling sekuku (mobil merayap maju) f) Putar stir 2 x ke kanan (putar stir habis) (ingat jangan memutar stir dalam keadaan mobil diam/berhenti. Belok balik (berputar balik 180o) ke kanan П a) Jika mobil melaju terlalu cepat. Rasakan sampai mobil terasa bergerak mundur. Melalui polisi tidur 1) Angkat gas. Atur bergerak mundurnya mobil dengan cara menginjak dan mengangkat kopling sekuku sampai dengan � kopling (jangan lebih dan jangan mengangkat terlalu cepat agar mesin tidak mati) 4. atau ketika hendak keluar dari gang ke jalan raya 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap 4) atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya 5) Tempel kaki di gas 10. pindahkan gigi ke gigi 1 6) Angkat kopling pelan2 7) sambil Injak gas sedikit demi sedikit sampai terasa mobil bergerak 3.Jika jalur aman. kurangi laju jalannya mobil dengan menginjak kopling sekuku . Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan cepat 1) Injak rem pelan2 sampai terasa mobil berhenti 2) Injak kopling habis 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 4) Angkat rem tangan 8.Memundurkan mobil 1) Injak kopling habis.

MOBIL BERHENTIi) 5) Angkat kopling sekuku (mobil akan merayap maju kembali. apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin.. Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau standar keselamatan maka mulailah dengan sekarang….. tekan rem tangan.Jika mobil di depan berhenti tiba2. baru lepaskan rem. injak habis kopling. lalu angkat kopling sekuku rasakan mobil mulai maju merayap . bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit. angkat kaki dari kopling. MOBIL BERJALAN) 4) Injak kopling sekuku diimbangi dengan menginjak/menempel gas sedikit (mobil akan berhent. angkat kopling sekuku sampai mobil terasa bergetar sedikit (agar mobil tidak mundur). injak habis kopling. Jika jalan menanjak. pindahkan gigi ke gigi 0.Jika jalan menanjak. dan 3 saja jika berada di dalam kota) 13. Kombinasi kopling dangan gas ketika mobil didepan berhenti tiba2 lebih baik digunakan sehingga kalau mobil di depan maju tinggal angkat kopling sambil tempel gas. Kopling. injak kopling. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan. Tiba2 ada orang menyeberang 1) Angkat gas 2) Injak rem 3) Injak kopling habis 17. 2.Jika mobil di depan mulai berhenti perlahan. tempel gas.Jika mobil di depan mulai bergerak sedikit di jalan tanjakan .Jika mobil di depan berhenti lama.Kenali posisi pedal Kopling tekan atau injak dan lepaskan secara perlahan .Jika mobil sedah bergerak stabil. . injak pedal rem. injak kopling. injak rem. injak kopling habis.Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya ( 1 2 3 4 5 R untk mundur) 2. Macet di jalan rata 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. Jika mobil di depan mulai bergerak maju.Jika mobil di depan berhenti lama. masukkan gigi ke gigi 1. Jika mobil di depan mulai bergerak maju. angkat rem tangan. bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit . angkat kaki dari kopling. Jadi maju dan berhentinya mobil hanya menggunakan kombinasi kopling dan gas ! . injak gas (rasakan sampai terasa mobil berhenti perlahan) . pindahkan gigi ke gigi 0. (untuk mobil manual).. .Jika mobil di depan mulai bergerak maju sedikit. angkat rem tangan. Macet di jalan tanjakan 1) Gigi dalam posisi gigi 1 (sebaiknya selalu gunakan gigi 1 kalau jalanan macet) 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2. Tanjakan tanpa menggunakan rem 1) Gigi dalam posisi gigi 1 2) Injak kopling 3) Angkat kopling sekuku (mobil akan bergerak maju perlahan. Jika mobil didepan berhenti di tanjakan . MOBIL BERJALAN). tempel gas 15. Rem. tekan rem tangan. angkat kaki dari kopling. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan . segera putar balik stir 2x ke kiri sambil mobil maju merayap . tempel gas (sesuaikan dengan kondisi lalu lintas). angkat kopling sampai terasa mobil maju jika perlu boleh tambahkan dengan menginjak gas CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDI Langkah awal Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pake belajar/belajar mengemudi. rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan . angkat kopling sekuku.Jika jalur sudah bebas kembali ankat kopling sekukumkembali (mobil akan merayap maju kembali) g) Setelah mobil berhasil belok dan dirasa sudah lurus. Menghidupkan mobil yang mati mesin tiba2 1) Jangan panik ! 2) Injak kopling habis 3) Angkat kopling perlahan2.Jika mobil sudah lurus. jalankan mobil hanya dengan gas saja 14. injak rem perlahan atau angkat kopling sekuku sambil injak gas sedikit. injak rem.Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri 3. injak rem. Untuk berjalan atau dan berhenti dalam posisi ini hanya menggunakan kombinasi injak dan angkat koling sekuku 16. 1. injak kopling habis. angkat kopling perlahan. masukkan gigi ke gigi 1. angkat kopling perlahan sampai � kopling (rasakan sampai mobil bergetar)(agar mobil tidak mundur ketika melapas rem). jika sudah sesuai dengan kondisi jalan yang dihadapi lepaskan kaki dari pedal kopling biarkan jalannya mobil hanya diatur oleh gas (gunakan gigi 1.

anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal 2. namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan . majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full. putar lagi maka anda melihat di speedo miter mobil anda beberapa lampu tanda yang akan menyala denga warna merah atau orange namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup. Langkah selanjutnya.4. posisikan pada posisi netral/ nol. Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir. 6. Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan posisi mesin kendaraan putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir. tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri . Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir. bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu . AWAS kami harap anda janga dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda.Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri. cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T. atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju kedepan. antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang ke kanan dan k ekiri serta ke depan dan ke belakang.Kenali posisi pedal Rem seberapa tekanannya! 1. senyaman mungkin. akhirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan 4. Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya .karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam tahap kita belajar mengemudi.Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemuadi dengan nyaman.Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baikanya anda mengoreksi kondisi tongkat prosnileng ( stik prosnileng ). Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan pedal GAS dengan lembut. Posisi tersebut ada di tengah-tengah.Kenali posisi pedal Gas seberapa efek powernya 5. lalu putar lagi keposisi kanan . Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal . 3. Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata 7.namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebut berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya turunkan tuasnya. Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri. lakukan dengan seharusnya saja jangan paksakan pandangan kita. Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa liat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol pula. 5. maka secara sepontan anda akan merasaka perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda . Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol. karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyaman mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersadarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil.

Menghentikan mobil tiba2 dalam keadaan mobil sedang berjalan pelan 1) Injak kopling habis 2) Tempelkan kaki di rem. pindahkan ke gigi 1 3) Angkat kopling sekuku biarkan mobil maju merayap 4) jika mobil di depannya berhenti tinggal menginjak kopling lalu angkat sedikit kombinasikan dengan menginjak gas sampai mobil terasa berhenti perlahan. maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus.Gigi dalam posisi gigi 0 2) Mainkan rem saja tak perlu gas karena mobil akan berjalan dengan sendirinya tanpa di gas 19.Bila mobil anda sudah molai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanby di posisi Rem . lakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tanpa adanya tenaga untuk menekanya. trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung. 10.. rasakan sampai mobil terasa berhenti secara perlahan2 (jangan menginjak rem terlalu cepat) 3) Pindahkan gigi ke gigi 0 . Lalu angkat ujung kakaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengan katan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kakik kanan anda dari pedal Rem denga catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil 9.posisi tongkat prosneleng ka arah kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek) 8. Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan. KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan anda kan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal.Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikanstandby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan. Macet di jalan turunan 1. Mobil sedang melaju cepat tiba2 mobil didepan jalan merayap 1) Injak rem perlahan 2) Injak kopling habis.Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rileks walaupun tanpa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada piosisi kopling angakat habis atau lepas habis namun denga catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada posisi pedal gas …AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan .Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali . 18. Dengan demikian anda kan dengan sigap dan refleks akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga. sampai anda bisa merasa rileks dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut.namun tentunya cukup pelan saja 11. sentuh sedikit demi sedikit. atau injak kopling dan tempel rem 20.

Contoh cara Parkir(disebelah kiri jalan) 1) Injak kopling habis 2) Lepaskan gas 3) Pindahkan gigi ke gigi 1 4) Putar habis stir ke kiri (putar 2 x ) 5) Angkat kopling sekuku (mobil bergerak maju perlahan) 6) Atur mobil hingga parkir dengan ban lurus ke depan. injak kopling sekuku (untuk memberhentikan laju mobil) kemudian lihat dari kaca spion ruangan di belakang mobil apakah ada jarak atau tidak antara pantat mobil dengan sesuatu dibelakangnya) 6) Jika posisi aman. injak lagi rem 11) injak kopling.jalan . tahan biarkan mobil merayap. pindahkan gigi ke R 3) Mundurkan mobil hanya dengan menggerakkan kopling sedikit. maka angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur kembali) 7) Setelah mobil lurus dan cukup buat memutar mobil kembali. angkat/lepas rem 3) Angkat kopling sekuku Perhatikan ! Jika sudah dapat berhenti dengan kopling + tempel gas. 6) Mata lihat ke kaca spion 7) Perhatikan: Mundur mobil harus diusahakan lurus segaris dengan trotoar Jika pantat mobil sudah sampai di ujung jalan atau kurang sedikit dari ujung jalan tempat parkir maka Injak kopling 8) Putar stir habis kekanan 2 x putaran 9) Angkat kopling sekuku 10) Jika jalan menanjak bantu tenaga mobil dengan menginjak gas 11) Jika kira2 mobil sudah masuk. lalu angkat lagi kopling sekuku. Melambatkan jalannya mobil ketika mundur (Mobil berjalan merayap) 1) Posisi gigi di R.berhenti -jalan dengan cara: Injak kopling sekuku. tahan 4) Putar stir mobil 2 x ke kiri (putar habis) 5) Mobil luruskan (ban luruskan) dengan cara putar balik stir 2 x putaran ke kanan 6) Mundurkan lagi mobil sedikit agar mobil menjadi lurus 24. angkat gas. Parkir mundur di garasi bagain kiri jalan 1) Posisi belakang mobil sedikit sebelum tonggak pagar 2) Injak kopling habis. Parkir maju 1) Lewatkan mobil sebagian besar badannya 2) Belokin stir 3) Jalankan mobil pelan2 kopling diangkat pelan2 sekuku 27. gunanya agar power stering tidak cepat aus/rusak 22. Berhentikan mobil ketika mundur 1) Angkat gas 2) Injak rem perlahan2 3) Injak kopling habis 25. angkat kopling sekuku. luruskan mobil dengan cara injak kopling . pindahkan gigi ke gigi 1 8) Putar habis stir ke kiri ( 2 x putaran) 9) Angkat kopling sekuku (mobil mulai bergerak maju merayap lagi) 10) Jika masih belum dapat. Parkir mundur ke kanan 1) Injak kopling habis 2) Pindahkan gigi ke R 3) Tempel rem 4) Mundur lurus 5) Jalankan mundur perlahan dengan pola: jalan mundur pelan . tahan. maka jika gas ditambah sebesar apapun mobil tak akan bergerak 26. pindahkan gigi ke R 12) Angkat kopling sekuku (mobil merayap mundur) 13) Luruskan stir agar posisi ban atau posis parkir menjadi lurus 23. tempel rem 2) Injak kopling. injak lagi sekuku.4) Angkat rem tangan 21. tahan.berhenti . injak habis kopling. Mundur/parkir ke kanan 1) Putar stir habis ke kanan 2) Mundur merayap 3) Putar balik stir 4) Mundur lurus 28. Memutar mundur mobil 180o (putar melawan arah jam) 1) Injak kopling habis 2) Putar stir habis ke kanan 3) Pindahkan gigi ke gigi R 4) Angkat kopling sekuku (mobil bergerak mundur perlahan dengan buntut mobil ke kanan) 5) Jika posisi sudah lumayan lurus.caranya: injak kopling habis.

matikan mesin mobil. Atau pun Areal yang anda mau pakai bila semua sudah memenuhi syarat atau standar keselamatan maka mulailah dengan sekarang…. macet. dan parkir 11) Gigi 3 untuk jalan raya besar 12) Gigi 2 untuk jalan raya kecil/sempit.Jika kita salah perhitungan ketika membelokkan mundur mobil. belok. copot sealt belt. start awal berjalan. buka pintu .Kenali posisi pedal Kopling tekan atau injak dan lepaskan secara perlahan 4. begitu seterusnya sampai posisi mobil benar2 masuk . gembog stir mobil. injak sekukuku taha.Kenali posisi pedal Gas seberapa efek powernya 5. maka 1) Injak kopling 2) Pindahkan gigi ke gigi 1 3) Majukan mobil sedikit. (untuk mobil manual). jika kira2 sudah lurus (kontrol dengan cara mengatur ban mobil agr lurus dengan cara putar balik stir) 4) Mundurkan mobil dengan cara Injak kopling.12) Putar balik stir 2 x ke kiri 13) Angkat kopling sekuku agar mobil bisa masuk pas ke dalam tempat parkir 14) Injak kopling 15) Tempel rem 16) Pindahkan gigi ke gigi 0 17) Angkat rem tangan 18) Lepaskan kaki dari kopling dan pedal rem 19) Matikan AC.Jangan lupa melihat kondisi jalur jalan sebelah kanan dan kiri serta belakang melalui kaca spion Perhatian saat menyetir mobil : 1) Stir tidak boleh diputar dalam keadaan mobil diam karena bisa merusak ban dan poros ban 2) Kalau jalan menanjak dan jalanan macet agak lama di tanjakan maka pakailah rem tangan jangan selalu mengandalkan kopling sebab kalau tidak dapat merusak mekanik kopling 3) Rem kaki tidak boleh diteka terus tapi harus dengan pola angkat. Kopling. apa sudah sehat atau tidak dalam masalah dalam kondisi mesin. Rem. angkat.. 2. 1. injak (misalnya ketika turunan) sebab dapat menyebabkan rem terbakar 4) Pakailah selalu gigi 1 jika melalui jalan yang berlubang2 5) Untuk perjalanan dalam kota yang ramai dianjurkan untuk selalu menggunakan gigi 1 dan 2 saja 6) Kuasai emosi ketika berjalan lambat setelah berjalan cepat 7) Gigi 1.. angkat lagi sekuku tahan. injak. belok/memutar mobil.Kenali posisi tongkat Prosneleng beserta urutan giginya ( 1 2 3 4 5 R untk mundur) 2.Kenali posisi pedal Rem seberapa tekanannya! . ambil kunci dan simpan.5 tak kuat jika digunakan untuk jalan tanjakan 9) Untuk menghindari mesin mati tiba2 maka angkatlah kopling pelan2 jangan menyentak dan sekaligus 10) setengah kopling berguna untuk jalan menanjak. pindahkan ke gigi R. CARA DASAR BELAJAR MENGEMUDI Langkah awal Anda harus benar-benar tahu tentang kondisi mobil yang anda mau di pake belajar/belajar mengemudi. mundur. 3 untuk jalan lambat dan tanjakan 8) Gigi 4. angkat kopling sekuku tahan.Kenali putaran Stir full kekanan dan kekiri 3.

Kalau sudah siap semuanya instruksi di atas maka mulailah anda menghidupkan posisi mesin kendaraan putar tuas kontak / kunci mobil kita ke arah kanan satu tahap dulu maka biasanya akan terlapas dulu dari posisi kunci setir. Bila berada di posisi aman dan anda sudah bisa merasakan semua kaki kanan harus mencoba untuk menekan posisi pedal Rem supaya mobil anda tidak bergeser dari posisi parkirnya di sebabkan kondisi jalan yang tidak datar / tidak rata 7. posisikan pada posisi netral/ nol. 6. Posisi kaki kiri hanya bertugas di posisi pedal kopling saja tidak bisa berpindah ke posisi pedal yang lain baik Rem maupun pedal gas hanya satu tugas kopling dan kaki kanan mulailah mencoba untuk menenkan pedal GAS dengan lembut. namun bila anda menginginkan untuk melakukan mudur maka tahan posisi tongkat prosneleng ka arah kanan sampai mentok lalu anda tarik ke belakang maka anda akan mendengar suara yang agak khas dari posisi prosneleng atret ( krek) 8. AWAS kami harap anda janga dulu langsung menghidupkan Audio mobil anda. 3.Bila posisi di atas sudah anda kuasai maka mulailah dengan posisi duduk di belakang kemuadi dengan nyaman.Untuk tahap berikutnya periksa kembali HANDREM atau rem tangan yang berposisi di sebelah kiri tempat duduk sopir atau di tengah antar posisi kursi sopir dan penumpang yang di sebelah kiri. Langkah selanjutnya. putar lagi maka anda melihat di speedo miter mobil anda beberapa lampu tanda yang akan menyala denga warna merah atau orange namun di posisi tersebut kondisi mesin mobil belum bisa hidup. bedakan dan rasakan dengungan suara mesin dan getaranya dan anda harus tahu itu . senyaman mungkin.karena kita butuh kosentrasi yang tinggi dalam tahap kita belajar mengemudi. Karena akan berpengaruh sekali pada saat anda melakukan putaran setir. atau anda tahan tongkat prosneleng tersebut ke posisi kiri lalu dorong ke arah depan bila anda menginnginkan untuk melaju kedepan. tangan akan terbentur ke posisi badan dan jok mobil kita sendiri . cara yang ke dua putarlah posisi stir tersebut full kekanan atau kekiri sampai mentok tak tersisa lalu kembalikan kearah berlawannya dengan dua kali putaran stir dan pastikan stir tesebuat ada pada posisi T. Posisi tersebut ada di tengah-tengah. lalu putar lagi keposisi kanan . karena posisi tempat duduk kita akan berpengaruh untuk kenyaman mengemudi kita baik pada saat belajar ataupun bagi anda yang sudah bisa dalam mengemudi bersadarlah ke belakang secara normal jangan berlebihan dan jangan memajukan badan terlalu kedepan dengan tujuan ingin melihat secara sepenuhnya untuk jangkauan pandangan kedepan mobil. antar gigi 3 dan 4 untuk mengetahui lebih jelas di goyang ke kanan dan k ekiri serta ke depan dan ke belakang.1. maka secara sepontan anda akan merasaka perbedaan getaran mobil anda dan akan mendengar suara mesin mobil anda . akhirnya kita tidak bisa melakukan pemutaran setir dengan maksimal cepat dan tepat pada saat kita memasuki tikungan atau menghidardari rintangan 4. Terus tekan pedal Kopling dengan full dan tekan pedal Rem secukupnya . anda sudah mencapai posisi aman dalam tahap awal 2. majukan dulu bila jangkauan kaki kiri anda belum bisa menggapai pedal kompling secara pas dan benar/secara full. Lalu angkat ujung kakaki kiri anda secaha perlahan sekali rasakan kembali getaran mobil tersebut lalu bila anda sudah bisa merasakan perbedaanya dari getaran mobil tersebut yang di sebabkan adanya hasil pengan katan dari kaki kiri maka mulailah anda mengangkat sedikit demi sedikit kakik kanan anda dari pedal Rem denga catatan semua tumit kaki harus tetap berada di posisi lantai mobil .Posisikan kedua tumit anda yang menginjak Kopling maupun Rem untuk tetap menyentuh lantai body Mobil karena itu akan sangat membatu sekali . Pastikan pegangan tangan kita di posisi setir ada pada posisi titik nol untuk mengetahui posisi titik nol tersebut yaitu kita bisa liat dari posisi roda depan mobil kita dalam posisi lurus dan pasti posisi setir kita akan berada di posisi titik nol pula.namun bila type mobil anda yang tahun agak tua maka posisi rem tangan tersebut berada di sebelah depan di bawah kemudi sebelah kiri SETIR mobil anda pastikan terlepas dari fungsinya turunkan tuasnya.Sebelum menyalakan mesin mobil alangkah baikanya anda mengoreksi kondisi tongkat prosnileng ( stik prosnileng ). 5. Lalu masukan Posisi prosneleng keposisi kiri. Posisikan kaki kiri anda di posisi pedal kopling yaitu posisi pedal di sebelah kiri sendiri karena di bawah ada 3 pedal . Bila sudah anda mendapatkan posisi netral atau posisi nol. Atau mundurkan bila kaki kiri atau lutut kiri anda terlalu menekuk dan begitu pula dengan pegangan tangan kita di posisi stir. lakukan dengan seharusnya saja jangan paksakan pandangan kita.

sampai anda bisa merasa rileks dan sedikit tenang serta bisa sedikit menikmati laju dari mobil tersebut.Bila anda sudah mersakan sedikit ketenanngan dan bisa mengemudikan mobil itu dengan rileks walaupun tanpa adanya GAS pada saat itu lajukan mobil tersebut dengan pelan dan sedikit demi sedikit lepaskan pijakan kaki kiri anda yang berada piosisi kopling angakat habis atau lepas habis namun denga catatan posisi kaki kiri tatap redy di posisi pedal kopling dengan kondisi tumit sebagai tumpuan tanpa adanya tekanan sedikitpun pada posisi pedal kopling tersebut dan kaki kanan mulailah untuk berpindah pada posisi pedal gas …AWAS pijakan kaki kanan di posisi Gas tidak boleh bertenaga atau anda harus menekan . Dengan demikian anda kan dengan sigap dan refleks akan menginjak dua pedal yang sudah anda jaga.Bila mobil anda sudah molai bergerak jangan terburu-buru untuk melakukan pelepasan akan semuanya baik pedal Kopling tahan dulu di posisi setengah Kopling dan kaki kanan tetap dulu stanby di posisi Rem . . sentuh sedikit demi sedikit. KOPLING DAN REM namun bila itu tidak anda lakukan besar kemungkinan anda kan menekan GAS bila anda kaget di posisi tikungan tersebut dan yang pasti akan fatal.9. lakukan penyentuhan dengan lembut topangkan kaki kanan tersebut di atas pedal gas tanpa adanya tenaga untuk menekanya.namun tentunya cukup pelan saja 11. 10. Tergantung anda menginginkan seberapa laju mobil yang anda kemudikan. trik yang demikian yang sering di lupakan sehingga sering kali menimbulakan kecelakaan di posisi menikung.Bila anda mau memasuki rute MENIKUNG langkah aman lakukan pemutran stir dengan tenang dan jangan lupa tekan kopling di posisi setengah kopling demi manjaga keseimbangan dan kaki kanan posisikanstandby di posisi REM semua itu untuk menjaga agar anda tidak gugup bila menemukan sesuatu yang dapat membuat anda kaget saat anda mendapat rintangan setelah masuk ke posisi tikungan. maka hasilnya saya pastikan hasil dari setuhan kaki kanan tersebut akan menimbulkan dengungan mesin yang halus..

Jakarta. 5.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 1. 2.pdI .LKS :Rp.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp. 4.Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp.. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp. S. 3.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp. S.H. April 2012 Wali Kelas A s n a w i .

Legalisir Ijazah dan Raport :Rp.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 4. 5. 5. April 2012 Wali Kelas .Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp. 6. 4.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp.LKS :Rp. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp. Jakarta.

Jakarta.Legalisir Ijazah dan Raport :Rp. April 2012 Wali Kelas .Uang Kas Kelas sampai dengan Juni :Rp. 4. 8.Ujian Nasional dan Ujian Sekolah :Rp.PERINCIAN TUNGGAKAN ADMINISTRASI SMP PUSPITA PERSADA Kelas : IX ( Sembilan) Tunggakan : 7. 5. SPP Sampai dengan Bulan Juni :Rp. 9.LKS :Rp.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful