P. 1
surealisme

surealisme

|Views: 35|Likes:
Published by mmabong

More info:

Published by: mmabong on Apr 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2012

pdf

text

original

Mar

Seni Lukis Surealisme
Posted by gery wantscurly in Uncategorized. Leave a Comment Surealisme, adalah sebuah aliran seni dan kesusastraan yang menjelajahi dan merayakan alam mimpi dan pikiran bawah sadar melalui penciptaan karya visual, puisi, dan film. Surealisme diluncurkan secara resmi di Paris, Perancis, pada tahun 1924, ketika penulis Perancis Andre Breton menulis manifesto pertama surealisme, mengguratkan ambisi-ambisi akan kelahiran gerakan baru. (Breton menuliskan dua lagi manifesto surealis, pada tahun 1930 dan 1942). Gerakan tersebut segera menyebar ke wilayah lain di Eropa, juga ke wilayah Amerika Utara dan Selatan. Di antara kontribusi-kontribusi yang paling penting dari gerakan surealis adalah penemuan teknik artistik baru yang terhubung ke alam pikiran bawah sadar seniman. TEKNIK-TEKNIK SUREALIS Continue reading TEKNIK-TEKNIK SUREALIS Sebuah strategi yang digunakan para surealis untuk mengangkat gambaran-gambaran dari alam bawah sadar disebut “Exquisite Corpse”. Dalam bentuk seni kolaborasi ini, sehelai kertas dilipat menjadi empat bagian lipatan, dan empat seniman berbeda memberi kontribusi berupa representasi gambarannya tanpa melihat kontribusi seniman-seniman lainnya. Yang pertama menggambar kepala, melipat lagi kertasnya lalu menyerahkannya kepada seniman lainnya, yang menggambar bagian atas tubuh; yang ketiga menggambar kedua kaki, dan yang keempat, menggambar bagian bawah tubuh. Para seniman itu lalu membuka lipatan kertas untuk mempelajari dan menginterpretasikan kombinasi gambar tersebut. Max Ernst, surealis Jerman, menemukan teknik lain yang menggunakan kemungkinan dan ketidaksengajaan: frottage (bahasa Perancis untuk “menggosok”). Dengan menempatkan kepingan-kepingan kayu atau logam yang kasar di bawah kanvas dan selanjutnya melukis atau menggambar dengan pensil di atasnya, sang seniman mentransfer motif kasar dari permukaan tersebut ke dalam karya-jadi. Dalam “Laocoon, Father and Sons” (1926, Menil Collection, Houston, Texas), Ernst meracik motif kasar kemungkinan dengan cara menggosok, sambil merujuk juga pada tokoh mitos Yunani, Laocoon, seorang imam Troya yang bergulat dengan piton-piton raksasa. Barangkali teknik paling penting yang digunakan surealis untuk mengangkat alam bawah sadar adalah “automatisme”. Dalam lukisan, automatisme dibuat dengan membiarkan tangan menjelajahi permukaan kanvas tanpa campur tangan dari pikiran sadar. Tanda-tanda yang dihasilkan, mereka pikir, tidak akan menjadi acak atau tak berarti, tapi akan dibimbing pada setiap titiknya dengan memfungsikan pikiran bawah sadar sang seniman, dan bukan oleh pikiran rasional atau pelatihan keartistikan. Dalam “The Kill” (1944, Museum of Modern Art, New York City), pelukis Perancis Andre Mason menerapkan teknik ini, tapi kemudian ia menggunakan tanda-tanda yang telah diimprovisasi sebagai dasar untuk penguraiannya. Betapapun mengadaadanya penyerupaannya dengan objek nyata (dalam hal ini, wajah atau bagian tubuh), ia

Karena Masson tidak menentukan sebelumnya hal yang menjadi subjek dari lukisannya. New York City). Vienna. bagaimanapun juga. para surealis mengklaim bahwa uraian-uraiannya selanjutnya dimotivasi secara murni oleh keadaan emosionalnya selama pembuatannya. Museum of Modern Art. Judul “Birth of the World” menyiratkan bahwa dunia diciptakan dari tiada. Beberapa surealis. . lalu. tapi juga merepresentasikan lahirnya kesadaran melalui penciptaan lukisan. terinspirasi oleh bentuk-bentuk dan makna-makna yang mereka anjurkan. Sang seniman mungkin telah merenungkan warna yang akan dituangkan ke atas kanvas untuk beberapa lama. dan Roberto Matta dari Chili. contohnya. menciptakan serentetan hasil yang tak bisa ia prediksi ke depannya. Objek-objek tersebut. diantaranya Ernst. Museum of Modern Art. ia menuangkan zat warna secara acak ke atas kanvas dan membiarkan lukisannya melaju melintasi permukaannya mengikuti gravitasi. Sejalan dengan Masson. Mereka sesudahnya kesulitan untuk menyimpannya ke dalam sebuah kategori. bentuk-bentuk abstrak yang memunculkan wujud-wujud hidup. langkah dalam karya lukisan seniman lainnya malah dibuat lebih secara disengaja dan diperhitungkan. menambahkan beberapa lekukan. Austria) contohnya. sangat ambigu sehingga penyimaknya bisa melihatnya dengan berbagai cara dan menyimpulkan interpretasi mereka sendiri-sendiri terhadap lukisan tersebut. Seniman lainnya yang menggunakan teknik automatisme adalah pelukis Spanyol Joan Miro. sang seniman telah membuat ruang dan objek-objek tiga dimensi yang kelihatan solid. Dalam “Birth of the World” (1925. Dalam karya Matta “The Unknowing” (1951.memperbaikinya untuk membuat hubungannya tampak lebih jelas. menggunakan kombinasi teknik-teknik tersebut untuk menyiratkan keadaan alam mimpi atau untuk menghasilkan perbendaharaan abstrak dari bentuk-bentuk. Yves Tanguy dari Perancis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->