Traksi Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau

gangguan pada tulang dan otot. Traksi adalah pemasangan gaya tarikan ke bagian tubuh. Traksi digunakan untuk meminimalkan spame otot, untuk mereduksi, mensjajarkan, dan mengimubilisasi fraktur; untuk mengurangi deformitas, dan untuk menambah ruangan di antara kedua permukaan patahan tulang. Traksi harus diberikan dengan arah dan besaran yang diinginkan untuk mendapatkan efek terapeutik. Faktor-faktor yang mengganggu keefektifan tarikan traksi harus dihilangkan. Kadang, traksi harus dipasang dengan arah yang lebih dari satu untuk mendapatkan garis tarikan yang diinginkan. Dengan cara ini, bagian garis tarikan yang pertama berkontraksi terhadap garis tarikan lainnya. Garis-garis tarikan tersebut dikenal sebagai vektor gaya. Resultanta gaya tarikan yang sebenarnya terletak di tempat di antar kedua garis tarikan tersebut. Efek traksi yang dipasang harus dievaluasi dengan sinar-X, dan mungkin diperlukan penyesuaian. Bila otot dan jaringan lunak sudah rileks, berat yang digunakan harus diganti untuk memperoleh gaya tarikan yang diinginkan. 2.1.1. Jenis-jenis Traksi Traksi lurus atau langsung memberikan gaya tarikan dalam satu garis luru dengan bagian tubuh berbaring di tempat tidur. Traksi ekstensi Buck dan traksi pelvis merupakan contoh traksi lurus. Traksi suspensi seimbang (gambar 2.1.1) memberi dukungan pada ekstremitas yang sakit di atas tempat tidur sehingga memungkinkan mobilisasi pasien sampai batas tertentu tanpa terputusnya garis tarikan. Traksi dapat dilakukan pada kulit (traksi kulit) atau langsung ke skelet tubuh (traksi skelet). Cara pemasangan ditentukan oleh tujuan traksi. Traksi dapat dipasang dengan tangan (traksi manual). Ini merupakan traksi yang sangat sementara yang bisa digunakan pada saat pemasnagan gips, memberikan perawatan kulit dibawa boot busa ekstensi Buck, atau saat menyesuaikan dan mengatur alat traksi. A. Traksi kulit Traksi kulit menggunakan plaster lebar yang direkatkan pada kulit dan diperkuat dengan perban elastis. Berat maksimum yang dapat diberikan adalah 5 kg yang merupakan batas toleransi kulit.

 Traksi dari Dunlop. digunakan pada anak-anak usia lebih dari 2 tahun (gambar a. dipergunakan pada fraktur suprakondiler humeri anak-anak (gambar a.Jenis-jenis traksi kulit. Traksi dari . yaitu :  Traksi ekstensi dari Buck adalah traksi kulit dimana plaster melekat secara sederhana dengan memakai katrol (gambar.3).  Traksi dari Gallow atau traksi dari Brayant. a1). Beberapa jenis traksi kulit.2).  Hamilton Russel.4). dipergunakan pada fraktur femur anak-anak usia di bawah 2 tahun (gambar a.

Traksi suspensi seimbang dengan beban tungkai Thomas.1.Gerakan vertikal pasien masih diperkenankan selama garis resultantatarikantetap dapat dipertahankan.1.Gambar2. Indikasi : Indikasi penggunaan traksi kulit adalah : .

 Fraktur-fraktur yang sangat bengkak dan tidak stabil misalnya fraktur suprakondiler humeri pada anak-anak.  Abersi. Komplikasi : Komplikasi yang dapat terjadi pada traksi kulit. infeksi serta alergi pada kulit.  Bagian distal metakarpal.  Traksi pada tengkorak.  Merupakan pengobatan sementara pada fraktur sambil menunggu terapi definitif.  Kalkaneus (jarang dilakukan karena komplikasinya).  Olekranon.  Penyakit trombo emboli. (K-wire) atau batang dari .  Kondilus femur.  Pada reduksi tertutup dimana manipulasi dan imobilisasi tidak dapat dilakukan.  Untuk traksi pada kelainan-kelainan tulang belakang seperti hernia nukleus pulposus (HNP) atau spasme otot-otot tulang belakang. Traksi pada tulang Traksi pada tulang biasanya menggunakan kawat Krischner Steinmann lokasi-lokasi tertentu. B.  Untuktraksi pada spasme otot atau pada kontraktur sendi misalnya sendi lutut dari panggul. Traksi kulit merupakan terapi pilihan pada fraktur femur dan beberapa fraktur suprakondiler humeri anak-anak.  Trokanter mayor. yaitu :  Proksimal tibia.

.

2.  Traksi tulang pada olekranon.2).2.  Traksi yang digunakan pada tulang tengkorak misalnya Gradner Well Skull Calipers.1).  Fraktur terbuka dengan luka yang sangat jelek dimana fiksasi eksterna tidak dapat dilakukan.  Kegagalan penyambungan tulang (nonunion) akibat traksi yang berlebihan.  Fraktur-faktur tertentu pada daerah sendi. Crutchfield cranial tong (gambar b.1.3).  Traksi pada anak-anak yang lebih besar. oblik atau komunitif.  Thomas splint dengan pegangan lutut atau alat traksi dari Pearson (gambar b.  Pada fraktur yang bersifat tidak stabil. Prinsip Traksi Efektif .  Luka akibat tekanan misalnya Thomas splint pada tuberositas tibia.  Dipergunakan sebagai traksi langsung pada traksi yang sangat berat misalnya dislokasi panggul yang lama sebagai persiapan terapi definitif.Jenis-jenis traksi tulang  Traksi tulang dengan menggunakan kerangka dari Bohler Braun pada fraktur orang dewasa (gambar b. pada fraktur humerus (gambar b.4). Komplikasi traksi tulang :  Infeksi. misalnya infekis melalui kawat/pin yang digunakan. Indikasi penggunaan traksi tulang :  Apabila diperlukan traksi yang lebih berat dari 5 kg.  Parese saraf akibat traksi yang berlebihan (overtraksi) atau bila pin mengenai saraf.

juga dikenal sebagai traksi luncur atau berlari. Traksi kulit pelvis dan serviks sering digunakan untuk mengurangi spasme otot dan biasanya diberikan sebagai traksi intermiten. Yang pertama dikenal dengan traksi keseim-bangan. 1987 Styrcula.Pada setiap pemasangan traksi. menyebutkan bahwa bila ada aksi maka akan terjadi reaksi dengan besar yang sama namun arahnya berlawanan).  Pemberat harus tergantung bebas dan tidak boleh terletak pada tempat tidur atau lantai. 1999). Traksi harus berkesinambungan agar reduksi dan imobilisasi fraktu efektif. dimana menggunakan kontratraksi dalam dua cara yang berbeda. harus dipikirakan adanya kontratraksi. Dave. Umumnya berat badan pasien dan pengaturan posisi tempat tidur mampu memberikan kontratraksi.  Pemberat tidak boleh diambil kecuali bila traksi dimaksudkan intermiten. Kontratraksi adalah gaya yang bekerja dengan arah yang berlawanan.1. Di sini traksi diaplikasikan melalui kulit pasien atau dengan metode skeletal. Mekanisme Traksi Mekanisme traksi meliputi tidak hanya dorongan traksi sebenarnya tetapi juga tahanan yang dikenal sebagai kontratraksi. 1994a.  Kontratraksi harus dipertahankan agar traksi tetap efektif.  Tali tidak boleh macet.3. Traksi Buck akan menjadi contoh dari hal ini. diperlukan untuk keefektifan traksi.  Simpul pada tali atau telapak kaki tidak boleh menyentuh katrol atau kaki tempat tidur. Setiap faktor yang dapat mengurangi tarikan atau mengubah garis resultanta tarikan harus dihilangkan.  Tubuh pasien harus dalam keadaan sejajar dengan pusat tempat tidur ketika traksi dipasang. Tanpa hal itu. Yang kedua dinamakan traksi fixed dan kontratraksi dimasukkan di antara 2 point cocok yang tidak membutuhkan berat atau elevasi tempat tidur untuk mencapai traksi dan . 1995 and Osmond. 2. spasme otot tidak dapat menjadi lebih baik dan semua keuntungan traksi hanya menjadi lewat saja ada dua tipe dari mekanik untuk traksi. dorongan pada arah yang berlawanan. (Hukum Newton yang ketiga mengenai gerak. kontratraksi mencegah pasien dari jatuh dalam arah dorongan traksi.  Traksi skelet tidak boleh terputus. Berat dan katrol digunakan untuk mengaplikasikan tahanan langsung sementara berat tubuh pasien dalam kombinasi dengan elevasi dari dorongan tempat tidur traksi untuk menyediakan kontratraksi (Taylor.

1987. sehingga kita biasanya membutuhkan traksi yang berlawanan dengan meninggikan kaki dari tempat tidurnya. (2) dapat menggunakan Steinmann pin. Pemasangan GIPS (plaster of Paris) . Friksi selalu ada dalam setiap sistem traksi. Berat tersebut dapat mendorong pasien keluar dari tempat tidurnya. 1987 and Styrcula. atau (3) untuk melakukan kedua hal tersebut. atau Kirschner wire melalui tulangnya (traksi tulang). jadi pastikan bahwa pasien melakukan hal ini. satunya diikuti dengan yang lain. GIPS 2. Komponen mekanis dari sistem traksi. Kita dapat menggunakan traksi : (1) untuk mendorong tulang fraktur ke dalam tempat memulai. Salah satu dari tujuan utama dari traksi adalah memperbolehkan pasien untuk melatih ototnya dan menggerakkan sendinya. 2. Traksi membutuhkan waktu untuk diaplikasikan dan diatur. tetapi hal ini dapat dengan mudah diatur dengan asisten. Etika dua katrol segaris pada berat traksi yang sama maka disebut dengan ”Block and tackle effect” hampir menggandakan jumlah dari tahanan dorongan. arah. Hasil ini menghasilkan tahanan ganda untuk dorongan traksi yang actual (Taylor. 1994a).2. 1995 and Osmond. kita harus menemukan jalan untuk mendapatkan tulang pasien yang fraktur dengan anam. Friksi memberikan resistansi terhadap dorongan traksi malah mengurangi tahanan traksi. Ada dua cara untuk melakukan hal tersebut : (1) memberi pengikat ke kulit (traksi kulit. dan dicocokkan dengan berat. 1987 : 3). Styrcula 1994a. tahanan vector dan friksi. a Denham pin. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir kapanpun dan bagaimanapun kemungkinan nantinya (Taylor. katrol (pulley).1. 199). Sudut dan arah dorongan traksi bergantung pada posisi katrol dan jumlah efek katrol sama dengan jumlah dorongan yang diaplikasikan. 1994a). Splint Thomas merupakan contoh dari sistem traksi ini (Taylor. Tali kemudian digunakan untuk mengikat pengikatnya. terkait dengan beberapa faktor : cara dimana kontratraksi diaplikasikan dan sudut. serta jumlah tahanan traksi yang diaplikasikan (Taylor. 1987 and Styrcula. atau (2) untuk menjaga mereka immobile sedang hingga mereka bersatu. untuk beberapa minggu jika diperlukan.2. Untuk mengaplikasikan traksi dengan sempurna. Tahanan vector diciptakan dengan mengaplikasikan tahanan traksi pada dua yang berbeda tetapi tidak berlawanan terhadap sisi tubuh yang sama. Dave. pin atau wire ditaruh melalui katrol.kontratraksi.

Pada saat ini sudah tersedia gips yang sangat ringan. Gambar 2.2.1. Pemasangan gips merupakan salah satu pengobatan konservatif pilihan (terutama pada fraktur) dan dapat dipergunakan di daerah terpencil dengan hasil yang cukup baik bila cara pemasangan. Gips yang ditopang dengan besi atau karet dan dapat dipakai untuk menumpu atau berjalan pada patah tulang anggota gerak bawah (gambar 2. 2. Bentuk-bentuk Pemasangan GIPS Beberapa bentuk pemasangan gips yang dapat dilakukan adalah : 1. 2.2).1. 3. Bentuk lembaran sehingga gips menutup separuh atau dua pertiga lingkaran permukaan anggota gerak. kontraindikasi serta perawatan setelah pemasangan diketahui dengan baik. Gambar skematis gips yang dapatdipakai untuk menumpu atau berjalan . Gips lembaran yang dipasang pada kedua sisi antero-posterior anggota gerak sehingga merupakan gips yang hampir melingkar.2. 4.Gips merupakan suatu bahan kimia yang pada saat ini tersedia dalam lembaran dengan komposisi kimia (CaSO4)2 H2O + 3 H2O = 2 (SaSO42H2O) dan bersifat anhidrasi yang dapat mengikat air sehingga membuat kalsium sulfat hidrat menjadi solid/keras. indikasi. Gip sirkuler yang dipasang lengkap meliputi seluruh anggota gerak.2.

6. Indikasi Indikasi pemasangan gips adalah : 1. Gips yang pas tidak akan menimbulkan perlukaan. Sebagai pengobatan definitif untuk imobilisasi fraktur terutama pada anak-anak dan fraktur tertentu pada orang dewasa. Dapat dipasang dan dibuat cetakan sesuai bentuk anggota gerak. Mura dan mudah dipergunakan oleh setiap dokter.2. Untuk pertolongan pertama pada faktur (berfungsi sebagai bidal). Imobilisasi untuk memberikan kesempatan bagi tulang untuk menyatu setelah suatu operasi misalnya pada artrodesis.2. Jangan meletakkan gips lebih rendah dari tubuh terlalu lama. Jangan pernah memasukkan benda asing ke dalam gips/ menggaruk. Gips bersifat rediolusen sehingga pemeriksaan foto rontgen tetap dapat dilakukan walaupun gips terpasang. Mudah didapatkan. Imobilisas setelah operasi pada tendo-tendo tertentu misalnya setelah operasi tendo Achilles. 6.4. Dapat dibuat jendela/lubang pada gips untuk membuka jahitan atau perawatan luka selama imobiliasi.5. Mengoreksi deformitas pada kelainan bawaan misalnya pada talipes ekuinovarus kongenital atau pada deformitas sendi lutut oleh karena berbagai sebab. Dapat dimanfaatkan sebagai cetakan untuk pembuatan bidai atau protesa. Gips patah tidak bisa digunakan. 2. 4. 5. 2. Kelebihan Kelebihan pemakaian gips adalah : 1. 4. 3. 8. 4. Koreksi secara bertahap jaringan lunak dapat dilakukan membuat sudut tertentu. Dapat diganti setiap saat.3. 5. . Jangan merusak atau menekan gips. 3. 5. Imobilisasi untuk mencegah fraktur patologis. 7.2. 2. Gips yang terlalu kecil atau terlalu longgar sangat membahayakan klien. 2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan gips adalah : 1. 3. 6. 7. 2. Imobilisasi sementara untuk mengistirahatkan dan mengurangi nyeri misalnya gips korset pada tuberkulosis tulang belakang atau pasca operasi seperti operasi pada skoliosis tulang belakang.2.

2.Dekubitus . 2. c.7. Hal-hal yang perlu diperhatikan setelah pemasangan gips adalah : 1. Perawatan Gips 2.Edema . 3. b.2. harus diperbaiki. tergantung dari lokalisasi pemasangan. Setelah pemasangan gips harus dilakukan follow u yang teratur. Pengkajian 1. .Pengisian kapiler . Pemasangan gips yang ketat akan memberikan gangguan atau tekanan pada pembuluh darah.1. 2.Kerusakan jaringan kulit.Reguler/irregular : . Gips tidak boleh basah oleh air atau bahan lain yang mengakibatkan kerusakan gips. Pemasangan yang lama dapat menyebabkan kekakuan pada sendi dan mungkin dapat terjadi. Berat dan tidak nyaman dipakai oleh penderita. Status neurovascular Misal : .8. Alergi dan gatal-gatal akibat gips.Suhu . Gips yang mengalami kerusakan atau lembek pada beberapa tempat. Fungsi respirasi Misal 4.Denyut nadi 2.6. 2. Fungsi gastrointestinal : . terdapat pula beberapa kekurangan pemakaian gips yang perlu diperhatikan yaitu : 1.Frekuensi . Disus osteoporosis dan atrofi.Kemampuan bergerak . Asuhan Keperawatan pada Traksi 2. Kulit Misal 3.2.Warna . saraf atau tulang itu sendiri. a. Kekurangan Di samping kelebihannya.3. Merupakan terapi konservatif pilihan untuk menghindari operasi.3.

3.2. 2 : 1. 4. Bantu klien melakukan mobilisasi pada ekstremitas yang tidak ditraksi.4. 7. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan traksi atau immobilisasi.3.HR . 3 : 1.Akral dingin. Dx. .Perfusi ke daerah traksi. 2. Kaji respon klien terhadap aktifitas. 3. berhubungan dengan traksi. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan imobilisasi. Fungsi kardiovbaskuler Misal : . Monitor tonus otot. 2. Dx. Bantu klien mengembangkan secara kreatif rutinitas yang akan berpakaian dan toileting selama diimobilisasi dalam alat traksi. .Anoreksia. Kaji skala nyeri.Konstipasi . Mengajarkan gerak aktif pasif. Kaji TT setelah melakukan aktifitas.3.Retensi urine . 2.ISK : . memaksimalkan kemandirian pasien. Anjurkan klien melakukan teknik distraksi dan relaksasi 4.Dullness : . 2. 2. Bantu klien belajar memenuhi kebutuhan dirinya seperti makan. toileting. Kolaborasi pemberian analgesic. 2. mandi.Misal 5. Status nutrisi Misal : .3. Komplikasi yang dapat timbul : 1. 1 : 1. 3. hygiene. Intervensi Dx. Fungsi perkemihan Misal 6. Kurang perawatan diri makan.TD . Diagnosa Keperawatan 1. 3. Dekubitus. 2.

defekasi. c. dan urinasi. b. Kulit utuh. a. e. Menyebutkan peningkatan tingkat kenyamanan. Nafs makan normal. Mengubah posisi sendiri sesering mungkin. berpakaian. 4. Tidak mengeluh nafas pendek. Konstipasi dan anoreksia. b. mandi. Evaluasi Hasil yang diharapkan : 1. g. Memperlihatkan berkurangnya ansietas. b. a. Melakukan aktivitas perawatan diri a. Tak menunjukkan tanda dan gejala trombosis vena profunda. 6. kuning. 3. cair dengan jumlah yang memadai. 2. Tidak memperlihatkan adanya komplikasi. Berpartisipasi dalam rencana perawatan.2. a. 4. 3. . b. a. Menunjukkan mobilitas yang meningkat. Batuk tidak produktif. Memerlukan sedikit bantuan pada saat makan. Menunjukkan pemahaman program traksi. c. Menjelaskan tujuan traksi. Menggunakan mekanisme koping efektif. Melakukan latihan yang dianjurkan. f. Paru-peru bersih. Kongesti paru/pneumonia. 5. 5. d. Urine jernih. Kadang-kadang meminta analgesia oral.3. 2. Tampak relaks. h. Trombosis vena profunda. Stasis dan ISK. Menggunakan alat bantu dengan aman. Mengekspresikan keprihatinan dan perasaannya. Pola defekasi teratur. b.5.

 Faktur-faktur yang sangat bengkak. Komplikasi  Penyakit trombo emboli.  Tubuh pasien harus dalam keadaan sejajar.  Simpul pada tali tidak boleh menyentuh katrol. Jenis-jeni traksi :  Traksi lurus atau langsung. Prinsip traksi efektif  Kontraksi harus dipertahankan agar treaksi tetap efektif.BAB III PENUTUP 3. Indikasi penggunaan traksi kulit  Terapi pilihan pada fraktur femur.  Traksi pada kelainan-kelainan tulang belakang.  Pemberat harus tergantung bebas.  Pemberat tidak boleh diambi kecuali bila traksi dimaksudkan intermiten.  Traksi suspensi seimbang. infeksi serta alergi pada kulit.  Pada reduksi tertutup dan imobilisasi tidak dilakukan.  Tali tidak boleh macet. Kesimpulan Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau gangguan pada tulang otot.  Abderasi.  Traksi kulit.  Traksi skelet tidak boleh terputus.  Traksi pada spasme otot.1.  Traksi tulang. Mekanisme traksi .

 Tahanan yang dikenal sebagai kontratraksi.  Dorongan pada arah yang berlawanan.2. memahami dan mampu menerapkan serta mengaplikasikan dalam dunia keperawatan. Saran Dengan adanya penjabaran tentang penggunaan traksi dan GIPS diharapkan agar kita lebih mengerti.  Kontes traksi mencegah pasien dari jatuh. Pemasangan GIPS merupakan salah satu pengobatan konservatif pilihan.  Diperlukan ke efektifan traksi. 3. .

com. . 2001. Fisika Kedokteran. Smeltzer. Suzanne C. JF. Makassar : Binatang Lamumpatue. Jakarta : EGC.blogspot. 1996. Traksi/Asuhan Keperawatan.PhD. Prof. Chairuddin.askeb. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddart.com. Jakarta : EGC. MD. dr. Bingar’s Weblog. 2003. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. http://askep. Rasjad.DAFTAR PUSTAKA Gabriel.

Gips ini dipasang memanjang dari setinggi lipat ketiak sampai disebelah prioksimal lipatan telapak tangan. Gips tungkai pendek. Gips lengan pendek. dan kaku sedangkan gips yang basah berwarna abu –abu atau kusam. Jika basah terjadi reaksi kristalisasi dan mengeluarkan panas ( reaksi eksodermis ). fraktur. Gips spika bahu. memerlukan waktu 24 – 72 jam untuk mengering. Pengaertian Gips adalah imobilisasi eksternal yang kaku yang dicetak sesuai kontur tubuh tempat gips dipasang ( brunner dan suddart. Gips berjalan. Gips ini melibatkan sebagian batang tubuh dan satu atau dua ekstermitas ( gips spika tunggal atau ganda ) h. spondilitis TBC. Gps ini dipasang memanjang dari bawah lutut sampai dasar jari kaki. dan berbau lembap b. tahan air dan tidak mudah pecah. Gips ini memanjang dari perbatasan sepertiga ats dan tengah paha sampai dasar jari kaki. 3. Gips tungkai panjang atau pendek yang dibuat lebih kuat dan dapat disertai telapak untuk berjalan f. tidak menyerap. Non plester berpori-pori Sehingga masalah kulit dapat dihindari. Jika basah dapa dikeringkan dengan pengering rambut yang disetel dingin. Gips adalah balutan ketat yang digunakan untuk immobilisasi bagian tubuh dengan menggunakan bahan gips tioe plester dan fiberglass ( Barbara Engram . perkusinya pekak. Gips ini tudak menjadi lunak jika terkena air.askep gips dan traksi A. Gips Konsep teori 1. Jaket tubuh yang melingkari batang tubuh. Indiksi pemasangan gips Indikasi pemasangan gips adalah pasien dislokasi sendi. Siku buasanya dimobilsasi dalam posisi tegak lurus c. Gulungan krinolin. berdenting. Jenis-jenis gips a. dan satu ekstermitas bawah ( gips spika tunggal atau ganda ) 4. Gips tungkai panjang. skoliosis. penyakit tulang spondilitis TBC. Dibuat daribahan rajukan terbuka. Lutut harus sedikit fleksi e. Kaki dalam sudut tegak lurus dalam posisi netral d. Gips ini melingkar dibatang tubuh g. Pengeringan secara merata sangat penting agar tidak melukai kulit 5. pasca operasi. 2000 ). Tujuan pemasangan gips Imobilisasi kasus pemasangan dislokasia sndi♥ .diimpregnasi dengan bahan pengeras yang dapat mencapai kekuatan kaku penuhnya hanya dalam beberapa menit c. teraba lembab. sehingga memungkinkan hidroterapi. Jadi gips adalah alat immobilisasi eksternal yag terbuat dari bahan mineral yang terdapat di alam dengan formula khusus dengan tipe plster atau fiberglass 2. dan melingkar erat didasar ibu jari b. gips ini dipasang memanjang dari bawah siku sampai lipatan telapak tangan. Plaster Gips pembalut dapat mengikuti kontur tubuh secara halus. Gips spika. diimpregnasi dengan serbuk kalsium sulfat an hidrus ( Kristal gypsum ). tidk berbau. Gips lengan panjang. Gips tubuh. Kekuatan penuh baru tercapai setelah kering.1999 ). Bahan – bahan gips a. Gips yang kering berwarna putih mengkilap. Non plester Secara umum berarti gips fiber glass. Kristalisasi menghasilkan pembalutan yang kaku. bahan poliuretan yang diaktivasi air ini mempunyai sufat yang sama dengan gips dan mempunyai kelebihan karena lebih ringan dan lebih kuat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful