P. 1
Traksi

Traksi

|Views: 1,504|Likes:
Published by 'Zie KawuryaNz

More info:

Published by: 'Zie KawuryaNz on Apr 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2013

pdf

text

original

Traksi Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau

gangguan pada tulang dan otot. Traksi adalah pemasangan gaya tarikan ke bagian tubuh. Traksi digunakan untuk meminimalkan spame otot, untuk mereduksi, mensjajarkan, dan mengimubilisasi fraktur; untuk mengurangi deformitas, dan untuk menambah ruangan di antara kedua permukaan patahan tulang. Traksi harus diberikan dengan arah dan besaran yang diinginkan untuk mendapatkan efek terapeutik. Faktor-faktor yang mengganggu keefektifan tarikan traksi harus dihilangkan. Kadang, traksi harus dipasang dengan arah yang lebih dari satu untuk mendapatkan garis tarikan yang diinginkan. Dengan cara ini, bagian garis tarikan yang pertama berkontraksi terhadap garis tarikan lainnya. Garis-garis tarikan tersebut dikenal sebagai vektor gaya. Resultanta gaya tarikan yang sebenarnya terletak di tempat di antar kedua garis tarikan tersebut. Efek traksi yang dipasang harus dievaluasi dengan sinar-X, dan mungkin diperlukan penyesuaian. Bila otot dan jaringan lunak sudah rileks, berat yang digunakan harus diganti untuk memperoleh gaya tarikan yang diinginkan. 2.1.1. Jenis-jenis Traksi Traksi lurus atau langsung memberikan gaya tarikan dalam satu garis luru dengan bagian tubuh berbaring di tempat tidur. Traksi ekstensi Buck dan traksi pelvis merupakan contoh traksi lurus. Traksi suspensi seimbang (gambar 2.1.1) memberi dukungan pada ekstremitas yang sakit di atas tempat tidur sehingga memungkinkan mobilisasi pasien sampai batas tertentu tanpa terputusnya garis tarikan. Traksi dapat dilakukan pada kulit (traksi kulit) atau langsung ke skelet tubuh (traksi skelet). Cara pemasangan ditentukan oleh tujuan traksi. Traksi dapat dipasang dengan tangan (traksi manual). Ini merupakan traksi yang sangat sementara yang bisa digunakan pada saat pemasnagan gips, memberikan perawatan kulit dibawa boot busa ekstensi Buck, atau saat menyesuaikan dan mengatur alat traksi. A. Traksi kulit Traksi kulit menggunakan plaster lebar yang direkatkan pada kulit dan diperkuat dengan perban elastis. Berat maksimum yang dapat diberikan adalah 5 kg yang merupakan batas toleransi kulit.

 Traksi dari Dunlop. dipergunakan pada fraktur femur anak-anak usia di bawah 2 tahun (gambar a. Beberapa jenis traksi kulit.2). yaitu :  Traksi ekstensi dari Buck adalah traksi kulit dimana plaster melekat secara sederhana dengan memakai katrol (gambar. Traksi dari .  Hamilton Russel. digunakan pada anak-anak usia lebih dari 2 tahun (gambar a. a1).Jenis-jenis traksi kulit.  Traksi dari Gallow atau traksi dari Brayant.3). dipergunakan pada fraktur suprakondiler humeri anak-anak (gambar a.4).

Indikasi : Indikasi penggunaan traksi kulit adalah : .Gerakan vertikal pasien masih diperkenankan selama garis resultantatarikantetap dapat dipertahankan. Traksi suspensi seimbang dengan beban tungkai Thomas.1.Gambar2.1.

 Abersi.  Penyakit trombo emboli.  Fraktur-fraktur yang sangat bengkak dan tidak stabil misalnya fraktur suprakondiler humeri pada anak-anak. B.  Bagian distal metakarpal.  Untuk traksi pada kelainan-kelainan tulang belakang seperti hernia nukleus pulposus (HNP) atau spasme otot-otot tulang belakang. Traksi pada tulang Traksi pada tulang biasanya menggunakan kawat Krischner Steinmann lokasi-lokasi tertentu.  Traksi pada tengkorak.  Untuktraksi pada spasme otot atau pada kontraktur sendi misalnya sendi lutut dari panggul.  Merupakan pengobatan sementara pada fraktur sambil menunggu terapi definitif. Komplikasi : Komplikasi yang dapat terjadi pada traksi kulit. Traksi kulit merupakan terapi pilihan pada fraktur femur dan beberapa fraktur suprakondiler humeri anak-anak. infeksi serta alergi pada kulit.  Trokanter mayor.  Pada reduksi tertutup dimana manipulasi dan imobilisasi tidak dapat dilakukan.  Kalkaneus (jarang dilakukan karena komplikasinya).  Kondilus femur. (K-wire) atau batang dari .  Olekranon. yaitu :  Proksimal tibia.

.

pada fraktur humerus (gambar b.  Thomas splint dengan pegangan lutut atau alat traksi dari Pearson (gambar b. misalnya infekis melalui kawat/pin yang digunakan.  Fraktur-faktur tertentu pada daerah sendi.4).  Dipergunakan sebagai traksi langsung pada traksi yang sangat berat misalnya dislokasi panggul yang lama sebagai persiapan terapi definitif.  Luka akibat tekanan misalnya Thomas splint pada tuberositas tibia.  Pada fraktur yang bersifat tidak stabil.  Parese saraf akibat traksi yang berlebihan (overtraksi) atau bila pin mengenai saraf.  Traksi tulang pada olekranon. 2.2.  Traksi yang digunakan pada tulang tengkorak misalnya Gradner Well Skull Calipers.  Fraktur terbuka dengan luka yang sangat jelek dimana fiksasi eksterna tidak dapat dilakukan.1.2).1). Komplikasi traksi tulang :  Infeksi. oblik atau komunitif.3). Indikasi penggunaan traksi tulang :  Apabila diperlukan traksi yang lebih berat dari 5 kg.  Traksi pada anak-anak yang lebih besar.  Kegagalan penyambungan tulang (nonunion) akibat traksi yang berlebihan. Prinsip Traksi Efektif . Crutchfield cranial tong (gambar b.Jenis-jenis traksi tulang  Traksi tulang dengan menggunakan kerangka dari Bohler Braun pada fraktur orang dewasa (gambar b.

Yang pertama dikenal dengan traksi keseim-bangan.  Tali tidak boleh macet. Umumnya berat badan pasien dan pengaturan posisi tempat tidur mampu memberikan kontratraksi. Di sini traksi diaplikasikan melalui kulit pasien atau dengan metode skeletal. Traksi Buck akan menjadi contoh dari hal ini. dimana menggunakan kontratraksi dalam dua cara yang berbeda. Traksi harus berkesinambungan agar reduksi dan imobilisasi fraktu efektif. Yang kedua dinamakan traksi fixed dan kontratraksi dimasukkan di antara 2 point cocok yang tidak membutuhkan berat atau elevasi tempat tidur untuk mencapai traksi dan . dorongan pada arah yang berlawanan. (Hukum Newton yang ketiga mengenai gerak.  Traksi skelet tidak boleh terputus.  Tubuh pasien harus dalam keadaan sejajar dengan pusat tempat tidur ketika traksi dipasang. Dave.3. 1994a. 1987 Styrcula.  Pemberat tidak boleh diambil kecuali bila traksi dimaksudkan intermiten. 1999). Mekanisme Traksi Mekanisme traksi meliputi tidak hanya dorongan traksi sebenarnya tetapi juga tahanan yang dikenal sebagai kontratraksi. Kontratraksi adalah gaya yang bekerja dengan arah yang berlawanan.  Pemberat harus tergantung bebas dan tidak boleh terletak pada tempat tidur atau lantai. Berat dan katrol digunakan untuk mengaplikasikan tahanan langsung sementara berat tubuh pasien dalam kombinasi dengan elevasi dari dorongan tempat tidur traksi untuk menyediakan kontratraksi (Taylor. spasme otot tidak dapat menjadi lebih baik dan semua keuntungan traksi hanya menjadi lewat saja ada dua tipe dari mekanik untuk traksi.1. Setiap faktor yang dapat mengurangi tarikan atau mengubah garis resultanta tarikan harus dihilangkan. diperlukan untuk keefektifan traksi.  Simpul pada tali atau telapak kaki tidak boleh menyentuh katrol atau kaki tempat tidur. menyebutkan bahwa bila ada aksi maka akan terjadi reaksi dengan besar yang sama namun arahnya berlawanan). juga dikenal sebagai traksi luncur atau berlari.Pada setiap pemasangan traksi. harus dipikirakan adanya kontratraksi. 1995 and Osmond. kontratraksi mencegah pasien dari jatuh dalam arah dorongan traksi. Tanpa hal itu. 2. Traksi kulit pelvis dan serviks sering digunakan untuk mengurangi spasme otot dan biasanya diberikan sebagai traksi intermiten.  Kontratraksi harus dipertahankan agar traksi tetap efektif.

Friksi memberikan resistansi terhadap dorongan traksi malah mengurangi tahanan traksi. Komponen mekanis dari sistem traksi. untuk beberapa minggu jika diperlukan. Untuk mengaplikasikan traksi dengan sempurna. tetapi hal ini dapat dengan mudah diatur dengan asisten. GIPS 2. 1994a). arah. Sudut dan arah dorongan traksi bergantung pada posisi katrol dan jumlah efek katrol sama dengan jumlah dorongan yang diaplikasikan. 199). 1987. 1994a). (2) dapat menggunakan Steinmann pin. 1987 and Styrcula. katrol (pulley). satunya diikuti dengan yang lain. tahanan vector dan friksi.kontratraksi. Tahanan vector diciptakan dengan mengaplikasikan tahanan traksi pada dua yang berbeda tetapi tidak berlawanan terhadap sisi tubuh yang sama.2. Kita dapat menggunakan traksi : (1) untuk mendorong tulang fraktur ke dalam tempat memulai. 1995 and Osmond. Hasil ini menghasilkan tahanan ganda untuk dorongan traksi yang actual (Taylor. sehingga kita biasanya membutuhkan traksi yang berlawanan dengan meninggikan kaki dari tempat tidurnya. 2. Ada dua cara untuk melakukan hal tersebut : (1) memberi pengikat ke kulit (traksi kulit. Traksi membutuhkan waktu untuk diaplikasikan dan diatur. a Denham pin. kita harus menemukan jalan untuk mendapatkan tulang pasien yang fraktur dengan anam. dan dicocokkan dengan berat. Salah satu dari tujuan utama dari traksi adalah memperbolehkan pasien untuk melatih ototnya dan menggerakkan sendinya. serta jumlah tahanan traksi yang diaplikasikan (Taylor. pin atau wire ditaruh melalui katrol. Splint Thomas merupakan contoh dari sistem traksi ini (Taylor. jadi pastikan bahwa pasien melakukan hal ini. atau (3) untuk melakukan kedua hal tersebut. Friksi selalu ada dalam setiap sistem traksi.1. Styrcula 1994a. atau (2) untuk menjaga mereka immobile sedang hingga mereka bersatu. 1987 : 3). 1987 and Styrcula. Tali kemudian digunakan untuk mengikat pengikatnya. atau Kirschner wire melalui tulangnya (traksi tulang). terkait dengan beberapa faktor : cara dimana kontratraksi diaplikasikan dan sudut. Pemasangan GIPS (plaster of Paris) . Berat tersebut dapat mendorong pasien keluar dari tempat tidurnya. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir kapanpun dan bagaimanapun kemungkinan nantinya (Taylor. Dave.2. Etika dua katrol segaris pada berat traksi yang sama maka disebut dengan ”Block and tackle effect” hampir menggandakan jumlah dari tahanan dorongan.

2. 4. Gambar 2.2. Gambar skematis gips yang dapatdipakai untuk menumpu atau berjalan .2). kontraindikasi serta perawatan setelah pemasangan diketahui dengan baik. 3.2.1. Gips yang ditopang dengan besi atau karet dan dapat dipakai untuk menumpu atau berjalan pada patah tulang anggota gerak bawah (gambar 2. Pada saat ini sudah tersedia gips yang sangat ringan.Gips merupakan suatu bahan kimia yang pada saat ini tersedia dalam lembaran dengan komposisi kimia (CaSO4)2 H2O + 3 H2O = 2 (SaSO42H2O) dan bersifat anhidrasi yang dapat mengikat air sehingga membuat kalsium sulfat hidrat menjadi solid/keras. Bentuk-bentuk Pemasangan GIPS Beberapa bentuk pemasangan gips yang dapat dilakukan adalah : 1. 2.1. Pemasangan gips merupakan salah satu pengobatan konservatif pilihan (terutama pada fraktur) dan dapat dipergunakan di daerah terpencil dengan hasil yang cukup baik bila cara pemasangan. Bentuk lembaran sehingga gips menutup separuh atau dua pertiga lingkaran permukaan anggota gerak. 2. Gip sirkuler yang dipasang lengkap meliputi seluruh anggota gerak. indikasi. Gips lembaran yang dipasang pada kedua sisi antero-posterior anggota gerak sehingga merupakan gips yang hampir melingkar.

Gips yang pas tidak akan menimbulkan perlukaan. Imobilisasi sementara untuk mengistirahatkan dan mengurangi nyeri misalnya gips korset pada tuberkulosis tulang belakang atau pasca operasi seperti operasi pada skoliosis tulang belakang. 5. Gips patah tidak bisa digunakan. Jangan pernah memasukkan benda asing ke dalam gips/ menggaruk. 2. Koreksi secara bertahap jaringan lunak dapat dilakukan membuat sudut tertentu. 2. Jangan meletakkan gips lebih rendah dari tubuh terlalu lama. Imobilisasi untuk mencegah fraktur patologis. 6. Imobilisasi untuk memberikan kesempatan bagi tulang untuk menyatu setelah suatu operasi misalnya pada artrodesis. . 4. Indikasi Indikasi pemasangan gips adalah : 1. 2. 4. Dapat dibuat jendela/lubang pada gips untuk membuka jahitan atau perawatan luka selama imobiliasi.2. 2. 4. 8.3. Mura dan mudah dipergunakan oleh setiap dokter. 3. Dapat dipasang dan dibuat cetakan sesuai bentuk anggota gerak. 7. 2. 3. Dapat diganti setiap saat. Untuk pertolongan pertama pada faktur (berfungsi sebagai bidal). Dapat dimanfaatkan sebagai cetakan untuk pembuatan bidai atau protesa.5. Kelebihan Kelebihan pemakaian gips adalah : 1. 6.2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan gips adalah : 1.2. 6. Imobilisas setelah operasi pada tendo-tendo tertentu misalnya setelah operasi tendo Achilles. 5. 5. Mudah didapatkan. Mengoreksi deformitas pada kelainan bawaan misalnya pada talipes ekuinovarus kongenital atau pada deformitas sendi lutut oleh karena berbagai sebab. 7. Gips bersifat rediolusen sehingga pemeriksaan foto rontgen tetap dapat dilakukan walaupun gips terpasang. Sebagai pengobatan definitif untuk imobilisasi fraktur terutama pada anak-anak dan fraktur tertentu pada orang dewasa.2.4. 3. Jangan merusak atau menekan gips. Gips yang terlalu kecil atau terlalu longgar sangat membahayakan klien.

b. Gips yang mengalami kerusakan atau lembek pada beberapa tempat.Warna . 2. a. Fungsi respirasi Misal 4. terdapat pula beberapa kekurangan pemakaian gips yang perlu diperhatikan yaitu : 1. Status neurovascular Misal : . Merupakan terapi konservatif pilihan untuk menghindari operasi. 2. Kulit Misal 3.3. .Denyut nadi 2. Alergi dan gatal-gatal akibat gips.Kerusakan jaringan kulit.8. Kekurangan Di samping kelebihannya. c. saraf atau tulang itu sendiri. 3.Reguler/irregular : .Suhu .2. Setelah pemasangan gips harus dilakukan follow u yang teratur.3. 2. tergantung dari lokalisasi pemasangan. Disus osteoporosis dan atrofi. Gips tidak boleh basah oleh air atau bahan lain yang mengakibatkan kerusakan gips.1.Dekubitus .Kemampuan bergerak .2. Berat dan tidak nyaman dipakai oleh penderita. harus diperbaiki. Hal-hal yang perlu diperhatikan setelah pemasangan gips adalah : 1. Asuhan Keperawatan pada Traksi 2. 2.Frekuensi .Edema .Pengisian kapiler . Pemasangan yang lama dapat menyebabkan kekakuan pada sendi dan mungkin dapat terjadi.7. Pemasangan gips yang ketat akan memberikan gangguan atau tekanan pada pembuluh darah. Pengkajian 1. Perawatan Gips 2. Fungsi gastrointestinal : .6.

2. Fungsi kardiovbaskuler Misal : .Misal 5.3.Anoreksia. Dx. Kaji skala nyeri. Status nutrisi Misal : .Dullness : . 2 : 1.2. Dekubitus.Konstipasi . Kaji respon klien terhadap aktifitas. 2. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan imobilisasi. Diagnosa Keperawatan 1. Bantu klien melakukan mobilisasi pada ekstremitas yang tidak ditraksi. berhubungan dengan traksi. Anjurkan klien melakukan teknik distraksi dan relaksasi 4.4. Intervensi Dx.ISK : . Kaji TT setelah melakukan aktifitas. Bantu klien mengembangkan secara kreatif rutinitas yang akan berpakaian dan toileting selama diimobilisasi dalam alat traksi.HR . Kurang perawatan diri makan.Perfusi ke daerah traksi. .Akral dingin. 3 : 1. 4. 2. 7. Monitor tonus otot. 3.TD .3. 2. . toileting. 2. mandi. 3. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan traksi atau immobilisasi. Kolaborasi pemberian analgesic.3.Retensi urine . Komplikasi yang dapat timbul : 1. 1 : 1. Bantu klien belajar memenuhi kebutuhan dirinya seperti makan. hygiene. 2.3. Mengajarkan gerak aktif pasif. 2. Fungsi perkemihan Misal 6. 3. memaksimalkan kemandirian pasien. Dx.

Batuk tidak produktif. 6. 3. Menggunakan alat bantu dengan aman. kuning. Tak menunjukkan tanda dan gejala trombosis vena profunda. g. a. b. Melakukan aktivitas perawatan diri a. Menunjukkan mobilitas yang meningkat. Tidak memperlihatkan adanya komplikasi. Menyebutkan peningkatan tingkat kenyamanan. Memperlihatkan berkurangnya ansietas. Nafs makan normal. Paru-peru bersih. Trombosis vena profunda. Tidak mengeluh nafas pendek. dan urinasi. c. 2. h. Memerlukan sedikit bantuan pada saat makan. Kongesti paru/pneumonia. 3. Pola defekasi teratur. . Evaluasi Hasil yang diharapkan : 1. b. Mengekspresikan keprihatinan dan perasaannya.3. mandi. Berpartisipasi dalam rencana perawatan. b. c. defekasi. a. 4. e. b. d. Kulit utuh.5. 5. f. a. cair dengan jumlah yang memadai. Melakukan latihan yang dianjurkan. 4. 2. a. Menunjukkan pemahaman program traksi. Kadang-kadang meminta analgesia oral. Tampak relaks. b.2. Konstipasi dan anoreksia. Menjelaskan tujuan traksi. Menggunakan mekanisme koping efektif. Stasis dan ISK. berpakaian. Mengubah posisi sendiri sesering mungkin. Urine jernih. 5.

BAB III PENUTUP 3.  Traksi suspensi seimbang.  Pemberat tidak boleh diambi kecuali bila traksi dimaksudkan intermiten.  Abderasi.  Tubuh pasien harus dalam keadaan sejajar.  Traksi kulit.  Pada reduksi tertutup dan imobilisasi tidak dilakukan.  Traksi pada spasme otot. Mekanisme traksi .  Traksi skelet tidak boleh terputus. Komplikasi  Penyakit trombo emboli.  Tali tidak boleh macet.  Traksi tulang. Jenis-jeni traksi :  Traksi lurus atau langsung.1.  Faktur-faktur yang sangat bengkak. infeksi serta alergi pada kulit.  Traksi pada kelainan-kelainan tulang belakang.  Simpul pada tali tidak boleh menyentuh katrol. Kesimpulan Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau gangguan pada tulang otot. Indikasi penggunaan traksi kulit  Terapi pilihan pada fraktur femur.  Pemberat harus tergantung bebas. Prinsip traksi efektif  Kontraksi harus dipertahankan agar treaksi tetap efektif.

. Pemasangan GIPS merupakan salah satu pengobatan konservatif pilihan. Tahanan yang dikenal sebagai kontratraksi.  Dorongan pada arah yang berlawanan.  Kontes traksi mencegah pasien dari jatuh.2. memahami dan mampu menerapkan serta mengaplikasikan dalam dunia keperawatan.  Diperlukan ke efektifan traksi. 3. Saran Dengan adanya penjabaran tentang penggunaan traksi dan GIPS diharapkan agar kita lebih mengerti.

. Bingar’s Weblog. Chairuddin. Jakarta : EGC. http://askep. 2001. Smeltzer. Makassar : Binatang Lamumpatue.askeb. MD.com. JF. Fisika Kedokteran. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddart.blogspot. 1996. 2003.DAFTAR PUSTAKA Gabriel. Suzanne C.PhD. Traksi/Asuhan Keperawatan. Jakarta : EGC. Prof.com. dr. Rasjad. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi.

Gips lengan pendek. tahan air dan tidak mudah pecah. memerlukan waktu 24 – 72 jam untuk mengering. Jenis-jenis gips a.1999 ). Gips yang kering berwarna putih mengkilap. Jika basah terjadi reaksi kristalisasi dan mengeluarkan panas ( reaksi eksodermis ). Gips ini melingkar dibatang tubuh g. 2000 ). Gips tungkai panjang atau pendek yang dibuat lebih kuat dan dapat disertai telapak untuk berjalan f. penyakit tulang spondilitis TBC. Jika basah dapa dikeringkan dengan pengering rambut yang disetel dingin. Kristalisasi menghasilkan pembalutan yang kaku. Jaket tubuh yang melingkari batang tubuh. sehingga memungkinkan hidroterapi. Gps ini dipasang memanjang dari bawah lutut sampai dasar jari kaki. Gips tungkai pendek. gips ini dipasang memanjang dari bawah siku sampai lipatan telapak tangan. Siku buasanya dimobilsasi dalam posisi tegak lurus c. Gips adalah balutan ketat yang digunakan untuk immobilisasi bagian tubuh dengan menggunakan bahan gips tioe plester dan fiberglass ( Barbara Engram . Gips tungkai panjang. dan melingkar erat didasar ibu jari b.diimpregnasi dengan bahan pengeras yang dapat mencapai kekuatan kaku penuhnya hanya dalam beberapa menit c. Gips lengan panjang. Gips Konsep teori 1. Tujuan pemasangan gips Imobilisasi kasus pemasangan dislokasia sndi♥ . Kaki dalam sudut tegak lurus dalam posisi netral d. tidak menyerap. Gips berjalan.askep gips dan traksi A. tidk berbau. dan kaku sedangkan gips yang basah berwarna abu –abu atau kusam. Lutut harus sedikit fleksi e. Gulungan krinolin. Gips spika bahu. Gips tubuh. Gips ini memanjang dari perbatasan sepertiga ats dan tengah paha sampai dasar jari kaki. 3. Indiksi pemasangan gips Indikasi pemasangan gips adalah pasien dislokasi sendi. dan berbau lembap b. Non plester Secara umum berarti gips fiber glass. skoliosis. fraktur. Pengeringan secara merata sangat penting agar tidak melukai kulit 5. Bahan – bahan gips a. Gips ini tudak menjadi lunak jika terkena air. Dibuat daribahan rajukan terbuka. Pengaertian Gips adalah imobilisasi eksternal yang kaku yang dicetak sesuai kontur tubuh tempat gips dipasang ( brunner dan suddart. berdenting. bahan poliuretan yang diaktivasi air ini mempunyai sufat yang sama dengan gips dan mempunyai kelebihan karena lebih ringan dan lebih kuat. pasca operasi. Jadi gips adalah alat immobilisasi eksternal yag terbuat dari bahan mineral yang terdapat di alam dengan formula khusus dengan tipe plster atau fiberglass 2. Gips ini melibatkan sebagian batang tubuh dan satu atau dua ekstermitas ( gips spika tunggal atau ganda ) h. Kekuatan penuh baru tercapai setelah kering. dan satu ekstermitas bawah ( gips spika tunggal atau ganda ) 4. teraba lembab. diimpregnasi dengan serbuk kalsium sulfat an hidrus ( Kristal gypsum ). Gips spika. Gips ini dipasang memanjang dari setinggi lipat ketiak sampai disebelah prioksimal lipatan telapak tangan. Non plester berpori-pori Sehingga masalah kulit dapat dihindari. Plaster Gips pembalut dapat mengikuti kontur tubuh secara halus. spondilitis TBC. perkusinya pekak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->