Traksi Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau

gangguan pada tulang dan otot. Traksi adalah pemasangan gaya tarikan ke bagian tubuh. Traksi digunakan untuk meminimalkan spame otot, untuk mereduksi, mensjajarkan, dan mengimubilisasi fraktur; untuk mengurangi deformitas, dan untuk menambah ruangan di antara kedua permukaan patahan tulang. Traksi harus diberikan dengan arah dan besaran yang diinginkan untuk mendapatkan efek terapeutik. Faktor-faktor yang mengganggu keefektifan tarikan traksi harus dihilangkan. Kadang, traksi harus dipasang dengan arah yang lebih dari satu untuk mendapatkan garis tarikan yang diinginkan. Dengan cara ini, bagian garis tarikan yang pertama berkontraksi terhadap garis tarikan lainnya. Garis-garis tarikan tersebut dikenal sebagai vektor gaya. Resultanta gaya tarikan yang sebenarnya terletak di tempat di antar kedua garis tarikan tersebut. Efek traksi yang dipasang harus dievaluasi dengan sinar-X, dan mungkin diperlukan penyesuaian. Bila otot dan jaringan lunak sudah rileks, berat yang digunakan harus diganti untuk memperoleh gaya tarikan yang diinginkan. 2.1.1. Jenis-jenis Traksi Traksi lurus atau langsung memberikan gaya tarikan dalam satu garis luru dengan bagian tubuh berbaring di tempat tidur. Traksi ekstensi Buck dan traksi pelvis merupakan contoh traksi lurus. Traksi suspensi seimbang (gambar 2.1.1) memberi dukungan pada ekstremitas yang sakit di atas tempat tidur sehingga memungkinkan mobilisasi pasien sampai batas tertentu tanpa terputusnya garis tarikan. Traksi dapat dilakukan pada kulit (traksi kulit) atau langsung ke skelet tubuh (traksi skelet). Cara pemasangan ditentukan oleh tujuan traksi. Traksi dapat dipasang dengan tangan (traksi manual). Ini merupakan traksi yang sangat sementara yang bisa digunakan pada saat pemasnagan gips, memberikan perawatan kulit dibawa boot busa ekstensi Buck, atau saat menyesuaikan dan mengatur alat traksi. A. Traksi kulit Traksi kulit menggunakan plaster lebar yang direkatkan pada kulit dan diperkuat dengan perban elastis. Berat maksimum yang dapat diberikan adalah 5 kg yang merupakan batas toleransi kulit.

Traksi dari . digunakan pada anak-anak usia lebih dari 2 tahun (gambar a.Jenis-jenis traksi kulit.3).4). a1).2). dipergunakan pada fraktur suprakondiler humeri anak-anak (gambar a.  Hamilton Russel.  Traksi dari Gallow atau traksi dari Brayant.  Traksi dari Dunlop. Beberapa jenis traksi kulit. yaitu :  Traksi ekstensi dari Buck adalah traksi kulit dimana plaster melekat secara sederhana dengan memakai katrol (gambar. dipergunakan pada fraktur femur anak-anak usia di bawah 2 tahun (gambar a.

Gerakan vertikal pasien masih diperkenankan selama garis resultantatarikantetap dapat dipertahankan.1. Indikasi : Indikasi penggunaan traksi kulit adalah : .1. Traksi suspensi seimbang dengan beban tungkai Thomas.Gambar2.

infeksi serta alergi pada kulit. yaitu :  Proksimal tibia.  Untuk traksi pada kelainan-kelainan tulang belakang seperti hernia nukleus pulposus (HNP) atau spasme otot-otot tulang belakang.  Bagian distal metakarpal.  Merupakan pengobatan sementara pada fraktur sambil menunggu terapi definitif.  Olekranon. B. Traksi pada tulang Traksi pada tulang biasanya menggunakan kawat Krischner Steinmann lokasi-lokasi tertentu. Traksi kulit merupakan terapi pilihan pada fraktur femur dan beberapa fraktur suprakondiler humeri anak-anak.  Traksi pada tengkorak.  Abersi.  Penyakit trombo emboli.  Kondilus femur.  Pada reduksi tertutup dimana manipulasi dan imobilisasi tidak dapat dilakukan. Komplikasi : Komplikasi yang dapat terjadi pada traksi kulit.  Untuktraksi pada spasme otot atau pada kontraktur sendi misalnya sendi lutut dari panggul. (K-wire) atau batang dari .  Kalkaneus (jarang dilakukan karena komplikasinya).  Trokanter mayor.  Fraktur-fraktur yang sangat bengkak dan tidak stabil misalnya fraktur suprakondiler humeri pada anak-anak.

.

1.  Kegagalan penyambungan tulang (nonunion) akibat traksi yang berlebihan. Indikasi penggunaan traksi tulang :  Apabila diperlukan traksi yang lebih berat dari 5 kg.  Luka akibat tekanan misalnya Thomas splint pada tuberositas tibia.3). misalnya infekis melalui kawat/pin yang digunakan.  Traksi yang digunakan pada tulang tengkorak misalnya Gradner Well Skull Calipers.1). Prinsip Traksi Efektif . pada fraktur humerus (gambar b.  Traksi pada anak-anak yang lebih besar. Komplikasi traksi tulang :  Infeksi.  Thomas splint dengan pegangan lutut atau alat traksi dari Pearson (gambar b.Jenis-jenis traksi tulang  Traksi tulang dengan menggunakan kerangka dari Bohler Braun pada fraktur orang dewasa (gambar b.2).  Pada fraktur yang bersifat tidak stabil.  Dipergunakan sebagai traksi langsung pada traksi yang sangat berat misalnya dislokasi panggul yang lama sebagai persiapan terapi definitif. oblik atau komunitif.  Fraktur-faktur tertentu pada daerah sendi. Crutchfield cranial tong (gambar b.  Traksi tulang pada olekranon.4). 2.  Parese saraf akibat traksi yang berlebihan (overtraksi) atau bila pin mengenai saraf.2.  Fraktur terbuka dengan luka yang sangat jelek dimana fiksasi eksterna tidak dapat dilakukan.

dimana menggunakan kontratraksi dalam dua cara yang berbeda. Traksi harus berkesinambungan agar reduksi dan imobilisasi fraktu efektif. dorongan pada arah yang berlawanan. juga dikenal sebagai traksi luncur atau berlari.1. 1994a. Berat dan katrol digunakan untuk mengaplikasikan tahanan langsung sementara berat tubuh pasien dalam kombinasi dengan elevasi dari dorongan tempat tidur traksi untuk menyediakan kontratraksi (Taylor. Mekanisme Traksi Mekanisme traksi meliputi tidak hanya dorongan traksi sebenarnya tetapi juga tahanan yang dikenal sebagai kontratraksi.  Tubuh pasien harus dalam keadaan sejajar dengan pusat tempat tidur ketika traksi dipasang.  Kontratraksi harus dipertahankan agar traksi tetap efektif. 2.  Tali tidak boleh macet. (Hukum Newton yang ketiga mengenai gerak.3. Yang pertama dikenal dengan traksi keseim-bangan. 1995 and Osmond.Pada setiap pemasangan traksi. Kontratraksi adalah gaya yang bekerja dengan arah yang berlawanan. 1999). 1987 Styrcula. menyebutkan bahwa bila ada aksi maka akan terjadi reaksi dengan besar yang sama namun arahnya berlawanan). Traksi Buck akan menjadi contoh dari hal ini.  Pemberat tidak boleh diambil kecuali bila traksi dimaksudkan intermiten. Tanpa hal itu. spasme otot tidak dapat menjadi lebih baik dan semua keuntungan traksi hanya menjadi lewat saja ada dua tipe dari mekanik untuk traksi. Umumnya berat badan pasien dan pengaturan posisi tempat tidur mampu memberikan kontratraksi. Di sini traksi diaplikasikan melalui kulit pasien atau dengan metode skeletal. Traksi kulit pelvis dan serviks sering digunakan untuk mengurangi spasme otot dan biasanya diberikan sebagai traksi intermiten. Yang kedua dinamakan traksi fixed dan kontratraksi dimasukkan di antara 2 point cocok yang tidak membutuhkan berat atau elevasi tempat tidur untuk mencapai traksi dan .  Traksi skelet tidak boleh terputus. diperlukan untuk keefektifan traksi.  Pemberat harus tergantung bebas dan tidak boleh terletak pada tempat tidur atau lantai.  Simpul pada tali atau telapak kaki tidak boleh menyentuh katrol atau kaki tempat tidur. Setiap faktor yang dapat mengurangi tarikan atau mengubah garis resultanta tarikan harus dihilangkan. harus dipikirakan adanya kontratraksi. kontratraksi mencegah pasien dari jatuh dalam arah dorongan traksi. Dave.

2. 2. satunya diikuti dengan yang lain. tahanan vector dan friksi. Ada dua cara untuk melakukan hal tersebut : (1) memberi pengikat ke kulit (traksi kulit. 199). Splint Thomas merupakan contoh dari sistem traksi ini (Taylor. (2) dapat menggunakan Steinmann pin.1. 1994a). Traksi membutuhkan waktu untuk diaplikasikan dan diatur. Hasil ini menghasilkan tahanan ganda untuk dorongan traksi yang actual (Taylor. Friksi memberikan resistansi terhadap dorongan traksi malah mengurangi tahanan traksi. 1995 and Osmond. 1987 and Styrcula. atau Kirschner wire melalui tulangnya (traksi tulang). 1987 : 3). Tahanan vector diciptakan dengan mengaplikasikan tahanan traksi pada dua yang berbeda tetapi tidak berlawanan terhadap sisi tubuh yang sama. atau (3) untuk melakukan kedua hal tersebut. GIPS 2. Untuk mengaplikasikan traksi dengan sempurna. Pemasangan GIPS (plaster of Paris) . serta jumlah tahanan traksi yang diaplikasikan (Taylor. katrol (pulley).2.kontratraksi. untuk beberapa minggu jika diperlukan. arah. Komponen mekanis dari sistem traksi. Kita dapat menggunakan traksi : (1) untuk mendorong tulang fraktur ke dalam tempat memulai. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir kapanpun dan bagaimanapun kemungkinan nantinya (Taylor. Styrcula 1994a. Friksi selalu ada dalam setiap sistem traksi. Salah satu dari tujuan utama dari traksi adalah memperbolehkan pasien untuk melatih ototnya dan menggerakkan sendinya. Berat tersebut dapat mendorong pasien keluar dari tempat tidurnya. a Denham pin. Tali kemudian digunakan untuk mengikat pengikatnya. kita harus menemukan jalan untuk mendapatkan tulang pasien yang fraktur dengan anam. 1987 and Styrcula. jadi pastikan bahwa pasien melakukan hal ini. Dave. atau (2) untuk menjaga mereka immobile sedang hingga mereka bersatu. 1994a). dan dicocokkan dengan berat. tetapi hal ini dapat dengan mudah diatur dengan asisten. Etika dua katrol segaris pada berat traksi yang sama maka disebut dengan ”Block and tackle effect” hampir menggandakan jumlah dari tahanan dorongan. sehingga kita biasanya membutuhkan traksi yang berlawanan dengan meninggikan kaki dari tempat tidurnya. Sudut dan arah dorongan traksi bergantung pada posisi katrol dan jumlah efek katrol sama dengan jumlah dorongan yang diaplikasikan. 1987. terkait dengan beberapa faktor : cara dimana kontratraksi diaplikasikan dan sudut. pin atau wire ditaruh melalui katrol.

1. Gips yang ditopang dengan besi atau karet dan dapat dipakai untuk menumpu atau berjalan pada patah tulang anggota gerak bawah (gambar 2. Gips lembaran yang dipasang pada kedua sisi antero-posterior anggota gerak sehingga merupakan gips yang hampir melingkar. indikasi. 2. Gambar 2. Bentuk lembaran sehingga gips menutup separuh atau dua pertiga lingkaran permukaan anggota gerak. Gambar skematis gips yang dapatdipakai untuk menumpu atau berjalan .2. kontraindikasi serta perawatan setelah pemasangan diketahui dengan baik.Gips merupakan suatu bahan kimia yang pada saat ini tersedia dalam lembaran dengan komposisi kimia (CaSO4)2 H2O + 3 H2O = 2 (SaSO42H2O) dan bersifat anhidrasi yang dapat mengikat air sehingga membuat kalsium sulfat hidrat menjadi solid/keras. Pemasangan gips merupakan salah satu pengobatan konservatif pilihan (terutama pada fraktur) dan dapat dipergunakan di daerah terpencil dengan hasil yang cukup baik bila cara pemasangan. Gip sirkuler yang dipasang lengkap meliputi seluruh anggota gerak. 4.2. Bentuk-bentuk Pemasangan GIPS Beberapa bentuk pemasangan gips yang dapat dilakukan adalah : 1. 2.1.2). Pada saat ini sudah tersedia gips yang sangat ringan.2. 3.

Dapat dipasang dan dibuat cetakan sesuai bentuk anggota gerak. Imobilisas setelah operasi pada tendo-tendo tertentu misalnya setelah operasi tendo Achilles. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan gips adalah : 1. Gips bersifat rediolusen sehingga pemeriksaan foto rontgen tetap dapat dilakukan walaupun gips terpasang. 3. 7. Jangan pernah memasukkan benda asing ke dalam gips/ menggaruk. 2.4.2. Jangan merusak atau menekan gips. 6. 2. 6. Sebagai pengobatan definitif untuk imobilisasi fraktur terutama pada anak-anak dan fraktur tertentu pada orang dewasa. 8. 5. Dapat dibuat jendela/lubang pada gips untuk membuka jahitan atau perawatan luka selama imobiliasi.2. Koreksi secara bertahap jaringan lunak dapat dilakukan membuat sudut tertentu. Untuk pertolongan pertama pada faktur (berfungsi sebagai bidal). Gips yang pas tidak akan menimbulkan perlukaan. 3. Imobilisasi sementara untuk mengistirahatkan dan mengurangi nyeri misalnya gips korset pada tuberkulosis tulang belakang atau pasca operasi seperti operasi pada skoliosis tulang belakang. Mengoreksi deformitas pada kelainan bawaan misalnya pada talipes ekuinovarus kongenital atau pada deformitas sendi lutut oleh karena berbagai sebab. 2. Kelebihan Kelebihan pemakaian gips adalah : 1.5. Gips patah tidak bisa digunakan. Dapat diganti setiap saat. 2. 2.3. Dapat dimanfaatkan sebagai cetakan untuk pembuatan bidai atau protesa. Mudah didapatkan. Imobilisasi untuk memberikan kesempatan bagi tulang untuk menyatu setelah suatu operasi misalnya pada artrodesis. 5. Mura dan mudah dipergunakan oleh setiap dokter. Jangan meletakkan gips lebih rendah dari tubuh terlalu lama. . Gips yang terlalu kecil atau terlalu longgar sangat membahayakan klien. 5. 3. 4. Indikasi Indikasi pemasangan gips adalah : 1.2. 6. 4. 7. Imobilisasi untuk mencegah fraktur patologis.2. 4.

Warna . b. Setelah pemasangan gips harus dilakukan follow u yang teratur.Kemampuan bergerak . a. Disus osteoporosis dan atrofi. tergantung dari lokalisasi pemasangan.2. Kulit Misal 3.7. terdapat pula beberapa kekurangan pemakaian gips yang perlu diperhatikan yaitu : 1. Fungsi gastrointestinal : . Pengkajian 1.Dekubitus .3.Suhu .8.Frekuensi .6.Reguler/irregular : . Gips tidak boleh basah oleh air atau bahan lain yang mengakibatkan kerusakan gips. Alergi dan gatal-gatal akibat gips. 2. Hal-hal yang perlu diperhatikan setelah pemasangan gips adalah : 1. 2. Perawatan Gips 2. Status neurovascular Misal : .1. Berat dan tidak nyaman dipakai oleh penderita. Asuhan Keperawatan pada Traksi 2.Denyut nadi 2. . 2.Pengisian kapiler . Kekurangan Di samping kelebihannya. Pemasangan gips yang ketat akan memberikan gangguan atau tekanan pada pembuluh darah.2.Kerusakan jaringan kulit. saraf atau tulang itu sendiri. harus diperbaiki. c.3. Fungsi respirasi Misal 4. Pemasangan yang lama dapat menyebabkan kekakuan pada sendi dan mungkin dapat terjadi. 2. Gips yang mengalami kerusakan atau lembek pada beberapa tempat.Edema . Merupakan terapi konservatif pilihan untuk menghindari operasi. 3.

Retensi urine .Konstipasi . Bantu klien mengembangkan secara kreatif rutinitas yang akan berpakaian dan toileting selama diimobilisasi dalam alat traksi. Fungsi kardiovbaskuler Misal : .2. Dx. Dx. Bantu klien melakukan mobilisasi pada ekstremitas yang tidak ditraksi. Kolaborasi pemberian analgesic. Kaji skala nyeri. hygiene. 2. berhubungan dengan traksi.Misal 5. memaksimalkan kemandirian pasien. 3. Kaji TT setelah melakukan aktifitas.ISK : . Mengajarkan gerak aktif pasif. 3 : 1.3.HR .Akral dingin. 2.Perfusi ke daerah traksi. 2. 3. mandi. Intervensi Dx. 2. Diagnosa Keperawatan 1. 2. . Bantu klien belajar memenuhi kebutuhan dirinya seperti makan.Dullness : .3.3. Kaji respon klien terhadap aktifitas. 7. 2 : 1.TD . 4. Fungsi perkemihan Misal 6.Anoreksia. Status nutrisi Misal : . . Kurang perawatan diri makan. Monitor tonus otot. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan imobilisasi.3. 2. 2.4. Komplikasi yang dapat timbul : 1. Dekubitus. 3. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan traksi atau immobilisasi. toileting. Anjurkan klien melakukan teknik distraksi dan relaksasi 4. 1 : 1.

Pola defekasi teratur. 4. Trombosis vena profunda. 5. mandi. Mengekspresikan keprihatinan dan perasaannya. 6. Paru-peru bersih. 4. Evaluasi Hasil yang diharapkan : 1. e. 2. Berpartisipasi dalam rencana perawatan. Menunjukkan mobilitas yang meningkat. Memperlihatkan berkurangnya ansietas. Memerlukan sedikit bantuan pada saat makan. b. b. b. Stasis dan ISK. Menggunakan alat bantu dengan aman. a. Tidak mengeluh nafas pendek. 3. Kulit utuh. b. 2. a. Nafs makan normal. Menyebutkan peningkatan tingkat kenyamanan. c. g. dan urinasi. Tidak memperlihatkan adanya komplikasi. 5. Mengubah posisi sendiri sesering mungkin. Tampak relaks. a. Melakukan aktivitas perawatan diri a. berpakaian. b. Konstipasi dan anoreksia. cair dengan jumlah yang memadai. Tak menunjukkan tanda dan gejala trombosis vena profunda.5. defekasi. Menggunakan mekanisme koping efektif. c. f. h. Urine jernih. . Kadang-kadang meminta analgesia oral. Menjelaskan tujuan traksi. 3.3. Melakukan latihan yang dianjurkan. a. d. Batuk tidak produktif.2. kuning. Menunjukkan pemahaman program traksi. Kongesti paru/pneumonia.

1.  Traksi skelet tidak boleh terputus. Prinsip traksi efektif  Kontraksi harus dipertahankan agar treaksi tetap efektif.  Traksi suspensi seimbang.  Simpul pada tali tidak boleh menyentuh katrol.  Faktur-faktur yang sangat bengkak.  Traksi pada kelainan-kelainan tulang belakang. Jenis-jeni traksi :  Traksi lurus atau langsung.  Pemberat tidak boleh diambi kecuali bila traksi dimaksudkan intermiten. Indikasi penggunaan traksi kulit  Terapi pilihan pada fraktur femur. Mekanisme traksi .  Pemberat harus tergantung bebas. Komplikasi  Penyakit trombo emboli.  Traksi kulit.  Tali tidak boleh macet. Kesimpulan Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau gangguan pada tulang otot.  Traksi tulang.BAB III PENUTUP 3.  Tubuh pasien harus dalam keadaan sejajar.  Traksi pada spasme otot.  Abderasi.  Pada reduksi tertutup dan imobilisasi tidak dilakukan. infeksi serta alergi pada kulit.

memahami dan mampu menerapkan serta mengaplikasikan dalam dunia keperawatan.  Kontes traksi mencegah pasien dari jatuh. Saran Dengan adanya penjabaran tentang penggunaan traksi dan GIPS diharapkan agar kita lebih mengerti. Tahanan yang dikenal sebagai kontratraksi.  Dorongan pada arah yang berlawanan.2. Pemasangan GIPS merupakan salah satu pengobatan konservatif pilihan. .  Diperlukan ke efektifan traksi. 3.

Prof. Rasjad. Smeltzer. . Traksi/Asuhan Keperawatan. http://askep. Chairuddin.askeb. Bingar’s Weblog. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddart.DAFTAR PUSTAKA Gabriel. MD.PhD. dr.com. Suzanne C. Jakarta : EGC.blogspot. 2003. Fisika Kedokteran. Jakarta : EGC. 1996. 2001.com. JF. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Makassar : Binatang Lamumpatue.

diimpregnasi dengan bahan pengeras yang dapat mencapai kekuatan kaku penuhnya hanya dalam beberapa menit c. Gips ini melingkar dibatang tubuh g. Gips ini tudak menjadi lunak jika terkena air. tahan air dan tidak mudah pecah. Gips spika. Jaket tubuh yang melingkari batang tubuh. perkusinya pekak. tidak menyerap. Dibuat daribahan rajukan terbuka. tidk berbau. Gps ini dipasang memanjang dari bawah lutut sampai dasar jari kaki. Gips ini dipasang memanjang dari setinggi lipat ketiak sampai disebelah prioksimal lipatan telapak tangan. 2000 ). Gips ini memanjang dari perbatasan sepertiga ats dan tengah paha sampai dasar jari kaki. Jika basah terjadi reaksi kristalisasi dan mengeluarkan panas ( reaksi eksodermis ). bahan poliuretan yang diaktivasi air ini mempunyai sufat yang sama dengan gips dan mempunyai kelebihan karena lebih ringan dan lebih kuat. berdenting. fraktur. Jadi gips adalah alat immobilisasi eksternal yag terbuat dari bahan mineral yang terdapat di alam dengan formula khusus dengan tipe plster atau fiberglass 2. Gulungan krinolin. Lutut harus sedikit fleksi e. Kristalisasi menghasilkan pembalutan yang kaku. Gips tubuh. dan berbau lembap b. Gips ini melibatkan sebagian batang tubuh dan satu atau dua ekstermitas ( gips spika tunggal atau ganda ) h. Gips tungkai pendek. Gips lengan pendek. Siku buasanya dimobilsasi dalam posisi tegak lurus c. diimpregnasi dengan serbuk kalsium sulfat an hidrus ( Kristal gypsum ). Gips tungkai panjang. Kaki dalam sudut tegak lurus dalam posisi netral d. pasca operasi. teraba lembab. dan satu ekstermitas bawah ( gips spika tunggal atau ganda ) 4. Gips berjalan. Bahan – bahan gips a.askep gips dan traksi A. Plaster Gips pembalut dapat mengikuti kontur tubuh secara halus. memerlukan waktu 24 – 72 jam untuk mengering. Tujuan pemasangan gips Imobilisasi kasus pemasangan dislokasia sndi♥ . Gips adalah balutan ketat yang digunakan untuk immobilisasi bagian tubuh dengan menggunakan bahan gips tioe plester dan fiberglass ( Barbara Engram . penyakit tulang spondilitis TBC. Non plester Secara umum berarti gips fiber glass. Jenis-jenis gips a. skoliosis. Jika basah dapa dikeringkan dengan pengering rambut yang disetel dingin. Gips spika bahu. dan melingkar erat didasar ibu jari b. spondilitis TBC. Gips yang kering berwarna putih mengkilap.1999 ). Pengeringan secara merata sangat penting agar tidak melukai kulit 5. gips ini dipasang memanjang dari bawah siku sampai lipatan telapak tangan. 3. Indiksi pemasangan gips Indikasi pemasangan gips adalah pasien dislokasi sendi. dan kaku sedangkan gips yang basah berwarna abu –abu atau kusam. Gips tungkai panjang atau pendek yang dibuat lebih kuat dan dapat disertai telapak untuk berjalan f. Kekuatan penuh baru tercapai setelah kering. Pengaertian Gips adalah imobilisasi eksternal yang kaku yang dicetak sesuai kontur tubuh tempat gips dipasang ( brunner dan suddart. Non plester berpori-pori Sehingga masalah kulit dapat dihindari. sehingga memungkinkan hidroterapi. Gips Konsep teori 1. Gips lengan panjang.