Traksi Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau

gangguan pada tulang dan otot. Traksi adalah pemasangan gaya tarikan ke bagian tubuh. Traksi digunakan untuk meminimalkan spame otot, untuk mereduksi, mensjajarkan, dan mengimubilisasi fraktur; untuk mengurangi deformitas, dan untuk menambah ruangan di antara kedua permukaan patahan tulang. Traksi harus diberikan dengan arah dan besaran yang diinginkan untuk mendapatkan efek terapeutik. Faktor-faktor yang mengganggu keefektifan tarikan traksi harus dihilangkan. Kadang, traksi harus dipasang dengan arah yang lebih dari satu untuk mendapatkan garis tarikan yang diinginkan. Dengan cara ini, bagian garis tarikan yang pertama berkontraksi terhadap garis tarikan lainnya. Garis-garis tarikan tersebut dikenal sebagai vektor gaya. Resultanta gaya tarikan yang sebenarnya terletak di tempat di antar kedua garis tarikan tersebut. Efek traksi yang dipasang harus dievaluasi dengan sinar-X, dan mungkin diperlukan penyesuaian. Bila otot dan jaringan lunak sudah rileks, berat yang digunakan harus diganti untuk memperoleh gaya tarikan yang diinginkan. 2.1.1. Jenis-jenis Traksi Traksi lurus atau langsung memberikan gaya tarikan dalam satu garis luru dengan bagian tubuh berbaring di tempat tidur. Traksi ekstensi Buck dan traksi pelvis merupakan contoh traksi lurus. Traksi suspensi seimbang (gambar 2.1.1) memberi dukungan pada ekstremitas yang sakit di atas tempat tidur sehingga memungkinkan mobilisasi pasien sampai batas tertentu tanpa terputusnya garis tarikan. Traksi dapat dilakukan pada kulit (traksi kulit) atau langsung ke skelet tubuh (traksi skelet). Cara pemasangan ditentukan oleh tujuan traksi. Traksi dapat dipasang dengan tangan (traksi manual). Ini merupakan traksi yang sangat sementara yang bisa digunakan pada saat pemasnagan gips, memberikan perawatan kulit dibawa boot busa ekstensi Buck, atau saat menyesuaikan dan mengatur alat traksi. A. Traksi kulit Traksi kulit menggunakan plaster lebar yang direkatkan pada kulit dan diperkuat dengan perban elastis. Berat maksimum yang dapat diberikan adalah 5 kg yang merupakan batas toleransi kulit.

a1).Jenis-jenis traksi kulit. Traksi dari .2). dipergunakan pada fraktur femur anak-anak usia di bawah 2 tahun (gambar a.  Hamilton Russel. dipergunakan pada fraktur suprakondiler humeri anak-anak (gambar a. digunakan pada anak-anak usia lebih dari 2 tahun (gambar a.  Traksi dari Gallow atau traksi dari Brayant.  Traksi dari Dunlop. yaitu :  Traksi ekstensi dari Buck adalah traksi kulit dimana plaster melekat secara sederhana dengan memakai katrol (gambar. Beberapa jenis traksi kulit.4).3).

1.Gerakan vertikal pasien masih diperkenankan selama garis resultantatarikantetap dapat dipertahankan.1. Traksi suspensi seimbang dengan beban tungkai Thomas. Indikasi : Indikasi penggunaan traksi kulit adalah : .Gambar2.

B.  Fraktur-fraktur yang sangat bengkak dan tidak stabil misalnya fraktur suprakondiler humeri pada anak-anak.  Pada reduksi tertutup dimana manipulasi dan imobilisasi tidak dapat dilakukan.  Abersi. yaitu :  Proksimal tibia.  Traksi pada tengkorak.  Bagian distal metakarpal. Traksi pada tulang Traksi pada tulang biasanya menggunakan kawat Krischner Steinmann lokasi-lokasi tertentu. infeksi serta alergi pada kulit.  Trokanter mayor.  Untuk traksi pada kelainan-kelainan tulang belakang seperti hernia nukleus pulposus (HNP) atau spasme otot-otot tulang belakang.  Olekranon.  Penyakit trombo emboli. (K-wire) atau batang dari .  Untuktraksi pada spasme otot atau pada kontraktur sendi misalnya sendi lutut dari panggul.  Merupakan pengobatan sementara pada fraktur sambil menunggu terapi definitif. Komplikasi : Komplikasi yang dapat terjadi pada traksi kulit.  Kalkaneus (jarang dilakukan karena komplikasinya). Traksi kulit merupakan terapi pilihan pada fraktur femur dan beberapa fraktur suprakondiler humeri anak-anak.  Kondilus femur.

.

2.  Kegagalan penyambungan tulang (nonunion) akibat traksi yang berlebihan.2).2.  Traksi pada anak-anak yang lebih besar.Jenis-jenis traksi tulang  Traksi tulang dengan menggunakan kerangka dari Bohler Braun pada fraktur orang dewasa (gambar b.3). Crutchfield cranial tong (gambar b.  Thomas splint dengan pegangan lutut atau alat traksi dari Pearson (gambar b.  Traksi tulang pada olekranon.  Fraktur terbuka dengan luka yang sangat jelek dimana fiksasi eksterna tidak dapat dilakukan. Indikasi penggunaan traksi tulang :  Apabila diperlukan traksi yang lebih berat dari 5 kg.1).  Dipergunakan sebagai traksi langsung pada traksi yang sangat berat misalnya dislokasi panggul yang lama sebagai persiapan terapi definitif.  Traksi yang digunakan pada tulang tengkorak misalnya Gradner Well Skull Calipers.  Fraktur-faktur tertentu pada daerah sendi. misalnya infekis melalui kawat/pin yang digunakan. Komplikasi traksi tulang :  Infeksi.  Pada fraktur yang bersifat tidak stabil.  Luka akibat tekanan misalnya Thomas splint pada tuberositas tibia.  Parese saraf akibat traksi yang berlebihan (overtraksi) atau bila pin mengenai saraf.1. Prinsip Traksi Efektif . pada fraktur humerus (gambar b.4). oblik atau komunitif.

dorongan pada arah yang berlawanan. Yang kedua dinamakan traksi fixed dan kontratraksi dimasukkan di antara 2 point cocok yang tidak membutuhkan berat atau elevasi tempat tidur untuk mencapai traksi dan . Umumnya berat badan pasien dan pengaturan posisi tempat tidur mampu memberikan kontratraksi. Traksi kulit pelvis dan serviks sering digunakan untuk mengurangi spasme otot dan biasanya diberikan sebagai traksi intermiten. Tanpa hal itu. 1994a.  Tali tidak boleh macet. menyebutkan bahwa bila ada aksi maka akan terjadi reaksi dengan besar yang sama namun arahnya berlawanan). 1999). kontratraksi mencegah pasien dari jatuh dalam arah dorongan traksi. Kontratraksi adalah gaya yang bekerja dengan arah yang berlawanan.  Tubuh pasien harus dalam keadaan sejajar dengan pusat tempat tidur ketika traksi dipasang. 1995 and Osmond.  Pemberat tidak boleh diambil kecuali bila traksi dimaksudkan intermiten. Yang pertama dikenal dengan traksi keseim-bangan. spasme otot tidak dapat menjadi lebih baik dan semua keuntungan traksi hanya menjadi lewat saja ada dua tipe dari mekanik untuk traksi. diperlukan untuk keefektifan traksi.  Traksi skelet tidak boleh terputus. juga dikenal sebagai traksi luncur atau berlari. Dave. 1987 Styrcula. (Hukum Newton yang ketiga mengenai gerak. Di sini traksi diaplikasikan melalui kulit pasien atau dengan metode skeletal. Berat dan katrol digunakan untuk mengaplikasikan tahanan langsung sementara berat tubuh pasien dalam kombinasi dengan elevasi dari dorongan tempat tidur traksi untuk menyediakan kontratraksi (Taylor.  Kontratraksi harus dipertahankan agar traksi tetap efektif.1. Setiap faktor yang dapat mengurangi tarikan atau mengubah garis resultanta tarikan harus dihilangkan.  Simpul pada tali atau telapak kaki tidak boleh menyentuh katrol atau kaki tempat tidur.Pada setiap pemasangan traksi. 2. harus dipikirakan adanya kontratraksi.  Pemberat harus tergantung bebas dan tidak boleh terletak pada tempat tidur atau lantai. Mekanisme Traksi Mekanisme traksi meliputi tidak hanya dorongan traksi sebenarnya tetapi juga tahanan yang dikenal sebagai kontratraksi. Traksi harus berkesinambungan agar reduksi dan imobilisasi fraktu efektif. dimana menggunakan kontratraksi dalam dua cara yang berbeda. Traksi Buck akan menjadi contoh dari hal ini.3.

Hasil ini menghasilkan tahanan ganda untuk dorongan traksi yang actual (Taylor.2. 1987 and Styrcula. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir kapanpun dan bagaimanapun kemungkinan nantinya (Taylor. a Denham pin. Tali kemudian digunakan untuk mengikat pengikatnya. terkait dengan beberapa faktor : cara dimana kontratraksi diaplikasikan dan sudut. 1987. Komponen mekanis dari sistem traksi. 1994a). Traksi membutuhkan waktu untuk diaplikasikan dan diatur.1. Etika dua katrol segaris pada berat traksi yang sama maka disebut dengan ”Block and tackle effect” hampir menggandakan jumlah dari tahanan dorongan. Salah satu dari tujuan utama dari traksi adalah memperbolehkan pasien untuk melatih ototnya dan menggerakkan sendinya. Untuk mengaplikasikan traksi dengan sempurna. Styrcula 1994a. 2. 1994a). untuk beberapa minggu jika diperlukan. Pemasangan GIPS (plaster of Paris) .2. satunya diikuti dengan yang lain. Splint Thomas merupakan contoh dari sistem traksi ini (Taylor. katrol (pulley). 199). (2) dapat menggunakan Steinmann pin. 1995 and Osmond. pin atau wire ditaruh melalui katrol. Dave. Kita dapat menggunakan traksi : (1) untuk mendorong tulang fraktur ke dalam tempat memulai. tetapi hal ini dapat dengan mudah diatur dengan asisten. 1987 and Styrcula. jadi pastikan bahwa pasien melakukan hal ini. serta jumlah tahanan traksi yang diaplikasikan (Taylor. Friksi selalu ada dalam setiap sistem traksi. Ada dua cara untuk melakukan hal tersebut : (1) memberi pengikat ke kulit (traksi kulit. kita harus menemukan jalan untuk mendapatkan tulang pasien yang fraktur dengan anam. Berat tersebut dapat mendorong pasien keluar dari tempat tidurnya. atau (3) untuk melakukan kedua hal tersebut. sehingga kita biasanya membutuhkan traksi yang berlawanan dengan meninggikan kaki dari tempat tidurnya. Friksi memberikan resistansi terhadap dorongan traksi malah mengurangi tahanan traksi. GIPS 2. Tahanan vector diciptakan dengan mengaplikasikan tahanan traksi pada dua yang berbeda tetapi tidak berlawanan terhadap sisi tubuh yang sama. atau Kirschner wire melalui tulangnya (traksi tulang). 1987 : 3). dan dicocokkan dengan berat. atau (2) untuk menjaga mereka immobile sedang hingga mereka bersatu. Sudut dan arah dorongan traksi bergantung pada posisi katrol dan jumlah efek katrol sama dengan jumlah dorongan yang diaplikasikan. arah.kontratraksi. tahanan vector dan friksi.

Pemasangan gips merupakan salah satu pengobatan konservatif pilihan (terutama pada fraktur) dan dapat dipergunakan di daerah terpencil dengan hasil yang cukup baik bila cara pemasangan. Gips yang ditopang dengan besi atau karet dan dapat dipakai untuk menumpu atau berjalan pada patah tulang anggota gerak bawah (gambar 2.1. 2. Pada saat ini sudah tersedia gips yang sangat ringan.1.Gips merupakan suatu bahan kimia yang pada saat ini tersedia dalam lembaran dengan komposisi kimia (CaSO4)2 H2O + 3 H2O = 2 (SaSO42H2O) dan bersifat anhidrasi yang dapat mengikat air sehingga membuat kalsium sulfat hidrat menjadi solid/keras.2. Gambar skematis gips yang dapatdipakai untuk menumpu atau berjalan .2). kontraindikasi serta perawatan setelah pemasangan diketahui dengan baik.2. Gips lembaran yang dipasang pada kedua sisi antero-posterior anggota gerak sehingga merupakan gips yang hampir melingkar. 4. 2. Bentuk lembaran sehingga gips menutup separuh atau dua pertiga lingkaran permukaan anggota gerak.2. Bentuk-bentuk Pemasangan GIPS Beberapa bentuk pemasangan gips yang dapat dilakukan adalah : 1. Gambar 2. Gip sirkuler yang dipasang lengkap meliputi seluruh anggota gerak. indikasi. 3.

2. Jangan pernah memasukkan benda asing ke dalam gips/ menggaruk. Dapat dimanfaatkan sebagai cetakan untuk pembuatan bidai atau protesa. 7. 2. Koreksi secara bertahap jaringan lunak dapat dilakukan membuat sudut tertentu. Gips yang terlalu kecil atau terlalu longgar sangat membahayakan klien. Gips bersifat rediolusen sehingga pemeriksaan foto rontgen tetap dapat dilakukan walaupun gips terpasang. 6. Imobilisas setelah operasi pada tendo-tendo tertentu misalnya setelah operasi tendo Achilles. Indikasi Indikasi pemasangan gips adalah : 1.5. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan gips adalah : 1. Sebagai pengobatan definitif untuk imobilisasi fraktur terutama pada anak-anak dan fraktur tertentu pada orang dewasa. 3. Imobilisasi untuk memberikan kesempatan bagi tulang untuk menyatu setelah suatu operasi misalnya pada artrodesis. 5. . 6. Dapat dipasang dan dibuat cetakan sesuai bentuk anggota gerak.2. 2. 4. Gips patah tidak bisa digunakan.3. 3. Imobilisasi sementara untuk mengistirahatkan dan mengurangi nyeri misalnya gips korset pada tuberkulosis tulang belakang atau pasca operasi seperti operasi pada skoliosis tulang belakang. 6.2. 2. Imobilisasi untuk mencegah fraktur patologis. Jangan merusak atau menekan gips. Gips yang pas tidak akan menimbulkan perlukaan. 7. Jangan meletakkan gips lebih rendah dari tubuh terlalu lama.2. 8. Dapat diganti setiap saat.4. Mudah didapatkan. Untuk pertolongan pertama pada faktur (berfungsi sebagai bidal). 5. Mura dan mudah dipergunakan oleh setiap dokter. 4. 4.2. Dapat dibuat jendela/lubang pada gips untuk membuka jahitan atau perawatan luka selama imobiliasi. Mengoreksi deformitas pada kelainan bawaan misalnya pada talipes ekuinovarus kongenital atau pada deformitas sendi lutut oleh karena berbagai sebab. Kelebihan Kelebihan pemakaian gips adalah : 1. 3. 2. 5.

Pengkajian 1. b. harus diperbaiki. Kulit Misal 3.Kemampuan bergerak .3. 3. Merupakan terapi konservatif pilihan untuk menghindari operasi. Fungsi respirasi Misal 4.Pengisian kapiler . 2. a. Disus osteoporosis dan atrofi. Alergi dan gatal-gatal akibat gips.Reguler/irregular : . Pemasangan yang lama dapat menyebabkan kekakuan pada sendi dan mungkin dapat terjadi. Gips tidak boleh basah oleh air atau bahan lain yang mengakibatkan kerusakan gips. Setelah pemasangan gips harus dilakukan follow u yang teratur. saraf atau tulang itu sendiri.Dekubitus . Berat dan tidak nyaman dipakai oleh penderita.Denyut nadi 2. 2. c. Asuhan Keperawatan pada Traksi 2. Kekurangan Di samping kelebihannya. Perawatan Gips 2.Suhu .Warna . .Edema . Fungsi gastrointestinal : .1.7.2.3. 2.Kerusakan jaringan kulit.6. Pemasangan gips yang ketat akan memberikan gangguan atau tekanan pada pembuluh darah. Status neurovascular Misal : .Frekuensi .2. Gips yang mengalami kerusakan atau lembek pada beberapa tempat. terdapat pula beberapa kekurangan pemakaian gips yang perlu diperhatikan yaitu : 1.8. tergantung dari lokalisasi pemasangan. Hal-hal yang perlu diperhatikan setelah pemasangan gips adalah : 1. 2.

3. Kaji respon klien terhadap aktifitas. Kaji TT setelah melakukan aktifitas. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan imobilisasi.TD .ISK : . 3. Mengajarkan gerak aktif pasif. 4.HR .3. Monitor tonus otot. Kolaborasi pemberian analgesic. Kaji skala nyeri.Misal 5. Dx. Kurang perawatan diri makan. Diagnosa Keperawatan 1.Akral dingin. 3.4.Retensi urine . Bantu klien belajar memenuhi kebutuhan dirinya seperti makan. Bantu klien melakukan mobilisasi pada ekstremitas yang tidak ditraksi. 2. berhubungan dengan traksi. 2. 2 : 1. hygiene. mandi. Dx. 2.3.3. Fungsi perkemihan Misal 6. toileting. Komplikasi yang dapat timbul : 1. .Dullness : . 1 : 1. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan traksi atau immobilisasi. 3 : 1.Perfusi ke daerah traksi. Fungsi kardiovbaskuler Misal : . 2. Bantu klien mengembangkan secara kreatif rutinitas yang akan berpakaian dan toileting selama diimobilisasi dalam alat traksi. 2.2.Konstipasi . memaksimalkan kemandirian pasien. 7. 3. Dekubitus.Anoreksia. Intervensi Dx. Anjurkan klien melakukan teknik distraksi dan relaksasi 4. 2. . Status nutrisi Misal : . 2.

Memperlihatkan berkurangnya ansietas. Tidak memperlihatkan adanya komplikasi. g. Nafs makan normal. b. Menggunakan alat bantu dengan aman. .2. Mengekspresikan keprihatinan dan perasaannya. 5. a. f. Paru-peru bersih. a. Tidak mengeluh nafas pendek. b. Stasis dan ISK.5. mandi. b. Menyebutkan peningkatan tingkat kenyamanan. Batuk tidak produktif. Pola defekasi teratur. b. e. 3. a. 2. 2. Melakukan latihan yang dianjurkan.3. Kadang-kadang meminta analgesia oral. 5. a. Evaluasi Hasil yang diharapkan : 1. Menunjukkan mobilitas yang meningkat. defekasi. Konstipasi dan anoreksia. 4. 3. Menunjukkan pemahaman program traksi. 4. Memerlukan sedikit bantuan pada saat makan. Tampak relaks. 6. h. Melakukan aktivitas perawatan diri a. Trombosis vena profunda. b. Urine jernih. Tak menunjukkan tanda dan gejala trombosis vena profunda. Mengubah posisi sendiri sesering mungkin. Berpartisipasi dalam rencana perawatan. dan urinasi. c. kuning. Menjelaskan tujuan traksi. Menggunakan mekanisme koping efektif. d. Kulit utuh. berpakaian. c. cair dengan jumlah yang memadai. Kongesti paru/pneumonia.

 Traksi pada kelainan-kelainan tulang belakang.  Pada reduksi tertutup dan imobilisasi tidak dilakukan. Mekanisme traksi .  Traksi pada spasme otot.  Abderasi. infeksi serta alergi pada kulit. Komplikasi  Penyakit trombo emboli.  Simpul pada tali tidak boleh menyentuh katrol.  Traksi suspensi seimbang.1.  Traksi kulit.BAB III PENUTUP 3.  Pemberat tidak boleh diambi kecuali bila traksi dimaksudkan intermiten.  Tali tidak boleh macet. Kesimpulan Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau gangguan pada tulang otot.  Faktur-faktur yang sangat bengkak. Jenis-jeni traksi :  Traksi lurus atau langsung.  Traksi skelet tidak boleh terputus.  Tubuh pasien harus dalam keadaan sejajar.  Pemberat harus tergantung bebas.  Traksi tulang. Prinsip traksi efektif  Kontraksi harus dipertahankan agar treaksi tetap efektif. Indikasi penggunaan traksi kulit  Terapi pilihan pada fraktur femur.

3. Pemasangan GIPS merupakan salah satu pengobatan konservatif pilihan.2. Saran Dengan adanya penjabaran tentang penggunaan traksi dan GIPS diharapkan agar kita lebih mengerti.  Diperlukan ke efektifan traksi. memahami dan mampu menerapkan serta mengaplikasikan dalam dunia keperawatan. Tahanan yang dikenal sebagai kontratraksi. .  Kontes traksi mencegah pasien dari jatuh.  Dorongan pada arah yang berlawanan.

askeb. Jakarta : EGC. MD. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddart. Traksi/Asuhan Keperawatan. Prof.PhD. Jakarta : EGC. Makassar : Binatang Lamumpatue.blogspot. Chairuddin. Smeltzer. http://askep. Fisika Kedokteran. Bingar’s Weblog.DAFTAR PUSTAKA Gabriel. . Rasjad. dr. JF. 2001.com. Suzanne C. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. 2003. 1996.com.

Gips spika bahu. tidk berbau. Gips tungkai panjang atau pendek yang dibuat lebih kuat dan dapat disertai telapak untuk berjalan f. Gulungan krinolin. Gips yang kering berwarna putih mengkilap. Bahan – bahan gips a. Gips berjalan. dan satu ekstermitas bawah ( gips spika tunggal atau ganda ) 4. Dibuat daribahan rajukan terbuka. Tujuan pemasangan gips Imobilisasi kasus pemasangan dislokasia sndi♥ .1999 ). Indiksi pemasangan gips Indikasi pemasangan gips adalah pasien dislokasi sendi. dan melingkar erat didasar ibu jari b. Jaket tubuh yang melingkari batang tubuh. Gips tungkai pendek. Pengaertian Gips adalah imobilisasi eksternal yang kaku yang dicetak sesuai kontur tubuh tempat gips dipasang ( brunner dan suddart. bahan poliuretan yang diaktivasi air ini mempunyai sufat yang sama dengan gips dan mempunyai kelebihan karena lebih ringan dan lebih kuat. Kristalisasi menghasilkan pembalutan yang kaku. Gps ini dipasang memanjang dari bawah lutut sampai dasar jari kaki. Gips ini melingkar dibatang tubuh g.diimpregnasi dengan bahan pengeras yang dapat mencapai kekuatan kaku penuhnya hanya dalam beberapa menit c. spondilitis TBC.askep gips dan traksi A. gips ini dipasang memanjang dari bawah siku sampai lipatan telapak tangan. Gips ini memanjang dari perbatasan sepertiga ats dan tengah paha sampai dasar jari kaki. sehingga memungkinkan hidroterapi. tahan air dan tidak mudah pecah. dan berbau lembap b. Kaki dalam sudut tegak lurus dalam posisi netral d. dan kaku sedangkan gips yang basah berwarna abu –abu atau kusam. pasca operasi. Non plester berpori-pori Sehingga masalah kulit dapat dihindari. Gips tungkai panjang. penyakit tulang spondilitis TBC. 3. Gips lengan pendek. Jadi gips adalah alat immobilisasi eksternal yag terbuat dari bahan mineral yang terdapat di alam dengan formula khusus dengan tipe plster atau fiberglass 2. berdenting. Pengeringan secara merata sangat penting agar tidak melukai kulit 5. Gips spika. Lutut harus sedikit fleksi e. Plaster Gips pembalut dapat mengikuti kontur tubuh secara halus. Kekuatan penuh baru tercapai setelah kering. Gips lengan panjang. Gips ini tudak menjadi lunak jika terkena air. Gips ini melibatkan sebagian batang tubuh dan satu atau dua ekstermitas ( gips spika tunggal atau ganda ) h. diimpregnasi dengan serbuk kalsium sulfat an hidrus ( Kristal gypsum ). Non plester Secara umum berarti gips fiber glass. tidak menyerap. memerlukan waktu 24 – 72 jam untuk mengering. 2000 ). Gips tubuh. Gips Konsep teori 1. teraba lembab. fraktur. Gips adalah balutan ketat yang digunakan untuk immobilisasi bagian tubuh dengan menggunakan bahan gips tioe plester dan fiberglass ( Barbara Engram . Jika basah dapa dikeringkan dengan pengering rambut yang disetel dingin. perkusinya pekak. Jenis-jenis gips a. Siku buasanya dimobilsasi dalam posisi tegak lurus c. skoliosis. Gips ini dipasang memanjang dari setinggi lipat ketiak sampai disebelah prioksimal lipatan telapak tangan. Jika basah terjadi reaksi kristalisasi dan mengeluarkan panas ( reaksi eksodermis ).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful