Traksi Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau

gangguan pada tulang dan otot. Traksi adalah pemasangan gaya tarikan ke bagian tubuh. Traksi digunakan untuk meminimalkan spame otot, untuk mereduksi, mensjajarkan, dan mengimubilisasi fraktur; untuk mengurangi deformitas, dan untuk menambah ruangan di antara kedua permukaan patahan tulang. Traksi harus diberikan dengan arah dan besaran yang diinginkan untuk mendapatkan efek terapeutik. Faktor-faktor yang mengganggu keefektifan tarikan traksi harus dihilangkan. Kadang, traksi harus dipasang dengan arah yang lebih dari satu untuk mendapatkan garis tarikan yang diinginkan. Dengan cara ini, bagian garis tarikan yang pertama berkontraksi terhadap garis tarikan lainnya. Garis-garis tarikan tersebut dikenal sebagai vektor gaya. Resultanta gaya tarikan yang sebenarnya terletak di tempat di antar kedua garis tarikan tersebut. Efek traksi yang dipasang harus dievaluasi dengan sinar-X, dan mungkin diperlukan penyesuaian. Bila otot dan jaringan lunak sudah rileks, berat yang digunakan harus diganti untuk memperoleh gaya tarikan yang diinginkan. 2.1.1. Jenis-jenis Traksi Traksi lurus atau langsung memberikan gaya tarikan dalam satu garis luru dengan bagian tubuh berbaring di tempat tidur. Traksi ekstensi Buck dan traksi pelvis merupakan contoh traksi lurus. Traksi suspensi seimbang (gambar 2.1.1) memberi dukungan pada ekstremitas yang sakit di atas tempat tidur sehingga memungkinkan mobilisasi pasien sampai batas tertentu tanpa terputusnya garis tarikan. Traksi dapat dilakukan pada kulit (traksi kulit) atau langsung ke skelet tubuh (traksi skelet). Cara pemasangan ditentukan oleh tujuan traksi. Traksi dapat dipasang dengan tangan (traksi manual). Ini merupakan traksi yang sangat sementara yang bisa digunakan pada saat pemasnagan gips, memberikan perawatan kulit dibawa boot busa ekstensi Buck, atau saat menyesuaikan dan mengatur alat traksi. A. Traksi kulit Traksi kulit menggunakan plaster lebar yang direkatkan pada kulit dan diperkuat dengan perban elastis. Berat maksimum yang dapat diberikan adalah 5 kg yang merupakan batas toleransi kulit.

Traksi dari . a1).Jenis-jenis traksi kulit. digunakan pada anak-anak usia lebih dari 2 tahun (gambar a. dipergunakan pada fraktur suprakondiler humeri anak-anak (gambar a. Beberapa jenis traksi kulit.3).  Traksi dari Gallow atau traksi dari Brayant. yaitu :  Traksi ekstensi dari Buck adalah traksi kulit dimana plaster melekat secara sederhana dengan memakai katrol (gambar.  Traksi dari Dunlop.2).4). dipergunakan pada fraktur femur anak-anak usia di bawah 2 tahun (gambar a.  Hamilton Russel.

Gerakan vertikal pasien masih diperkenankan selama garis resultantatarikantetap dapat dipertahankan.1.1. Indikasi : Indikasi penggunaan traksi kulit adalah : . Traksi suspensi seimbang dengan beban tungkai Thomas.Gambar2.

(K-wire) atau batang dari .  Merupakan pengobatan sementara pada fraktur sambil menunggu terapi definitif. B.  Untuk traksi pada kelainan-kelainan tulang belakang seperti hernia nukleus pulposus (HNP) atau spasme otot-otot tulang belakang.  Traksi pada tengkorak.  Bagian distal metakarpal.  Untuktraksi pada spasme otot atau pada kontraktur sendi misalnya sendi lutut dari panggul.  Trokanter mayor. Traksi pada tulang Traksi pada tulang biasanya menggunakan kawat Krischner Steinmann lokasi-lokasi tertentu.  Pada reduksi tertutup dimana manipulasi dan imobilisasi tidak dapat dilakukan. infeksi serta alergi pada kulit.  Olekranon. Komplikasi : Komplikasi yang dapat terjadi pada traksi kulit.  Kondilus femur.  Fraktur-fraktur yang sangat bengkak dan tidak stabil misalnya fraktur suprakondiler humeri pada anak-anak.  Abersi. Traksi kulit merupakan terapi pilihan pada fraktur femur dan beberapa fraktur suprakondiler humeri anak-anak.  Penyakit trombo emboli. yaitu :  Proksimal tibia.  Kalkaneus (jarang dilakukan karena komplikasinya).

.

 Kegagalan penyambungan tulang (nonunion) akibat traksi yang berlebihan.  Traksi tulang pada olekranon.  Luka akibat tekanan misalnya Thomas splint pada tuberositas tibia. oblik atau komunitif.  Thomas splint dengan pegangan lutut atau alat traksi dari Pearson (gambar b. pada fraktur humerus (gambar b. 2.  Dipergunakan sebagai traksi langsung pada traksi yang sangat berat misalnya dislokasi panggul yang lama sebagai persiapan terapi definitif.4).  Fraktur-faktur tertentu pada daerah sendi.  Traksi pada anak-anak yang lebih besar.1). misalnya infekis melalui kawat/pin yang digunakan.Jenis-jenis traksi tulang  Traksi tulang dengan menggunakan kerangka dari Bohler Braun pada fraktur orang dewasa (gambar b. Crutchfield cranial tong (gambar b. Komplikasi traksi tulang :  Infeksi. Prinsip Traksi Efektif . Indikasi penggunaan traksi tulang :  Apabila diperlukan traksi yang lebih berat dari 5 kg.3).  Pada fraktur yang bersifat tidak stabil.2).1.2.  Fraktur terbuka dengan luka yang sangat jelek dimana fiksasi eksterna tidak dapat dilakukan.  Traksi yang digunakan pada tulang tengkorak misalnya Gradner Well Skull Calipers.  Parese saraf akibat traksi yang berlebihan (overtraksi) atau bila pin mengenai saraf.

Di sini traksi diaplikasikan melalui kulit pasien atau dengan metode skeletal. 1999). diperlukan untuk keefektifan traksi. dimana menggunakan kontratraksi dalam dua cara yang berbeda. 2. (Hukum Newton yang ketiga mengenai gerak. 1995 and Osmond.Pada setiap pemasangan traksi.  Kontratraksi harus dipertahankan agar traksi tetap efektif.  Pemberat tidak boleh diambil kecuali bila traksi dimaksudkan intermiten. juga dikenal sebagai traksi luncur atau berlari. Berat dan katrol digunakan untuk mengaplikasikan tahanan langsung sementara berat tubuh pasien dalam kombinasi dengan elevasi dari dorongan tempat tidur traksi untuk menyediakan kontratraksi (Taylor. kontratraksi mencegah pasien dari jatuh dalam arah dorongan traksi. Yang pertama dikenal dengan traksi keseim-bangan. menyebutkan bahwa bila ada aksi maka akan terjadi reaksi dengan besar yang sama namun arahnya berlawanan). Yang kedua dinamakan traksi fixed dan kontratraksi dimasukkan di antara 2 point cocok yang tidak membutuhkan berat atau elevasi tempat tidur untuk mencapai traksi dan . spasme otot tidak dapat menjadi lebih baik dan semua keuntungan traksi hanya menjadi lewat saja ada dua tipe dari mekanik untuk traksi. Umumnya berat badan pasien dan pengaturan posisi tempat tidur mampu memberikan kontratraksi.1. Tanpa hal itu.  Tali tidak boleh macet. harus dipikirakan adanya kontratraksi.  Simpul pada tali atau telapak kaki tidak boleh menyentuh katrol atau kaki tempat tidur.  Pemberat harus tergantung bebas dan tidak boleh terletak pada tempat tidur atau lantai.3.  Traksi skelet tidak boleh terputus. Dave. dorongan pada arah yang berlawanan. Kontratraksi adalah gaya yang bekerja dengan arah yang berlawanan.  Tubuh pasien harus dalam keadaan sejajar dengan pusat tempat tidur ketika traksi dipasang. Traksi Buck akan menjadi contoh dari hal ini. Traksi harus berkesinambungan agar reduksi dan imobilisasi fraktu efektif. Traksi kulit pelvis dan serviks sering digunakan untuk mengurangi spasme otot dan biasanya diberikan sebagai traksi intermiten. Mekanisme Traksi Mekanisme traksi meliputi tidak hanya dorongan traksi sebenarnya tetapi juga tahanan yang dikenal sebagai kontratraksi. Setiap faktor yang dapat mengurangi tarikan atau mengubah garis resultanta tarikan harus dihilangkan. 1987 Styrcula. 1994a.

Ada dua cara untuk melakukan hal tersebut : (1) memberi pengikat ke kulit (traksi kulit. Traksi membutuhkan waktu untuk diaplikasikan dan diatur. 1987 and Styrcula. Pemasangan GIPS (plaster of Paris) . GIPS 2. a Denham pin. Tali kemudian digunakan untuk mengikat pengikatnya.1. Sudut dan arah dorongan traksi bergantung pada posisi katrol dan jumlah efek katrol sama dengan jumlah dorongan yang diaplikasikan. Tahanan vector diciptakan dengan mengaplikasikan tahanan traksi pada dua yang berbeda tetapi tidak berlawanan terhadap sisi tubuh yang sama.2. 1994a). Berat tersebut dapat mendorong pasien keluar dari tempat tidurnya. Dave. sehingga kita biasanya membutuhkan traksi yang berlawanan dengan meninggikan kaki dari tempat tidurnya. Friksi selalu ada dalam setiap sistem traksi. Friksi memberikan resistansi terhadap dorongan traksi malah mengurangi tahanan traksi. atau (2) untuk menjaga mereka immobile sedang hingga mereka bersatu. arah. 2. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir kapanpun dan bagaimanapun kemungkinan nantinya (Taylor. 1994a). 1995 and Osmond. atau Kirschner wire melalui tulangnya (traksi tulang). Etika dua katrol segaris pada berat traksi yang sama maka disebut dengan ”Block and tackle effect” hampir menggandakan jumlah dari tahanan dorongan. 1987 : 3). Splint Thomas merupakan contoh dari sistem traksi ini (Taylor.2. kita harus menemukan jalan untuk mendapatkan tulang pasien yang fraktur dengan anam. 1987. Salah satu dari tujuan utama dari traksi adalah memperbolehkan pasien untuk melatih ototnya dan menggerakkan sendinya. atau (3) untuk melakukan kedua hal tersebut. dan dicocokkan dengan berat. jadi pastikan bahwa pasien melakukan hal ini. untuk beberapa minggu jika diperlukan. (2) dapat menggunakan Steinmann pin. 199). tahanan vector dan friksi. serta jumlah tahanan traksi yang diaplikasikan (Taylor. 1987 and Styrcula. Komponen mekanis dari sistem traksi. tetapi hal ini dapat dengan mudah diatur dengan asisten. Styrcula 1994a.kontratraksi. Hasil ini menghasilkan tahanan ganda untuk dorongan traksi yang actual (Taylor. katrol (pulley). Untuk mengaplikasikan traksi dengan sempurna. satunya diikuti dengan yang lain. terkait dengan beberapa faktor : cara dimana kontratraksi diaplikasikan dan sudut. Kita dapat menggunakan traksi : (1) untuk mendorong tulang fraktur ke dalam tempat memulai. pin atau wire ditaruh melalui katrol.

2. Pada saat ini sudah tersedia gips yang sangat ringan. Gambar skematis gips yang dapatdipakai untuk menumpu atau berjalan . Bentuk lembaran sehingga gips menutup separuh atau dua pertiga lingkaran permukaan anggota gerak. Gips lembaran yang dipasang pada kedua sisi antero-posterior anggota gerak sehingga merupakan gips yang hampir melingkar.2. 2. 4.1.Gips merupakan suatu bahan kimia yang pada saat ini tersedia dalam lembaran dengan komposisi kimia (CaSO4)2 H2O + 3 H2O = 2 (SaSO42H2O) dan bersifat anhidrasi yang dapat mengikat air sehingga membuat kalsium sulfat hidrat menjadi solid/keras. Bentuk-bentuk Pemasangan GIPS Beberapa bentuk pemasangan gips yang dapat dilakukan adalah : 1. Gip sirkuler yang dipasang lengkap meliputi seluruh anggota gerak.2. Gips yang ditopang dengan besi atau karet dan dapat dipakai untuk menumpu atau berjalan pada patah tulang anggota gerak bawah (gambar 2. indikasi.1. kontraindikasi serta perawatan setelah pemasangan diketahui dengan baik.2. Gambar 2. 3. Pemasangan gips merupakan salah satu pengobatan konservatif pilihan (terutama pada fraktur) dan dapat dipergunakan di daerah terpencil dengan hasil yang cukup baik bila cara pemasangan.2).

5. 5. 4. Gips yang pas tidak akan menimbulkan perlukaan. 8. Dapat diganti setiap saat. Dapat dibuat jendela/lubang pada gips untuk membuka jahitan atau perawatan luka selama imobiliasi. Jangan merusak atau menekan gips. Imobilisasi sementara untuk mengistirahatkan dan mengurangi nyeri misalnya gips korset pada tuberkulosis tulang belakang atau pasca operasi seperti operasi pada skoliosis tulang belakang. Imobilisasi untuk memberikan kesempatan bagi tulang untuk menyatu setelah suatu operasi misalnya pada artrodesis.2. . 2. 4. Indikasi Indikasi pemasangan gips adalah : 1.2. Mengoreksi deformitas pada kelainan bawaan misalnya pada talipes ekuinovarus kongenital atau pada deformitas sendi lutut oleh karena berbagai sebab. Imobilisas setelah operasi pada tendo-tendo tertentu misalnya setelah operasi tendo Achilles. Jangan meletakkan gips lebih rendah dari tubuh terlalu lama. Dapat dipasang dan dibuat cetakan sesuai bentuk anggota gerak. 6. Kelebihan Kelebihan pemakaian gips adalah : 1. 2. Mudah didapatkan. Mura dan mudah dipergunakan oleh setiap dokter.4. Jangan pernah memasukkan benda asing ke dalam gips/ menggaruk. 3. 3. Sebagai pengobatan definitif untuk imobilisasi fraktur terutama pada anak-anak dan fraktur tertentu pada orang dewasa. 3. Gips patah tidak bisa digunakan.2.2. 4. 2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan gips adalah : 1. 6. 2. 6. Imobilisasi untuk mencegah fraktur patologis. Untuk pertolongan pertama pada faktur (berfungsi sebagai bidal). 7. Koreksi secara bertahap jaringan lunak dapat dilakukan membuat sudut tertentu. 5. Gips yang terlalu kecil atau terlalu longgar sangat membahayakan klien.5. Dapat dimanfaatkan sebagai cetakan untuk pembuatan bidai atau protesa.3. 2. Gips bersifat rediolusen sehingga pemeriksaan foto rontgen tetap dapat dilakukan walaupun gips terpasang. 7.

Reguler/irregular : . Gips tidak boleh basah oleh air atau bahan lain yang mengakibatkan kerusakan gips. Alergi dan gatal-gatal akibat gips.2. .Suhu . Fungsi respirasi Misal 4. Kekurangan Di samping kelebihannya. Pemasangan gips yang ketat akan memberikan gangguan atau tekanan pada pembuluh darah. Fungsi gastrointestinal : . Kulit Misal 3.Pengisian kapiler . Merupakan terapi konservatif pilihan untuk menghindari operasi.Kemampuan bergerak .Warna . Disus osteoporosis dan atrofi. c. Pemasangan yang lama dapat menyebabkan kekakuan pada sendi dan mungkin dapat terjadi. harus diperbaiki.3. 2. Perawatan Gips 2. a. 3.Edema . Hal-hal yang perlu diperhatikan setelah pemasangan gips adalah : 1. 2.1. 2. Asuhan Keperawatan pada Traksi 2.2. Gips yang mengalami kerusakan atau lembek pada beberapa tempat. terdapat pula beberapa kekurangan pemakaian gips yang perlu diperhatikan yaitu : 1. Berat dan tidak nyaman dipakai oleh penderita.Kerusakan jaringan kulit.8. tergantung dari lokalisasi pemasangan.7. Setelah pemasangan gips harus dilakukan follow u yang teratur.3.6. Status neurovascular Misal : .Denyut nadi 2. saraf atau tulang itu sendiri. 2. Pengkajian 1.Dekubitus . b.Frekuensi .

Fungsi perkemihan Misal 6. 1 : 1. Dx. Kaji TT setelah melakukan aktifitas.Konstipasi .4. Kurang perawatan diri makan. 3. toileting. 2 : 1. hygiene. Dx.2. Kaji skala nyeri. Bantu klien melakukan mobilisasi pada ekstremitas yang tidak ditraksi. 3. . memaksimalkan kemandirian pasien. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan imobilisasi. .3.Retensi urine . berhubungan dengan traksi. Kaji respon klien terhadap aktifitas. Fungsi kardiovbaskuler Misal : . 4. 2.Perfusi ke daerah traksi. Komplikasi yang dapat timbul : 1.Akral dingin.TD . Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan traksi atau immobilisasi. 3. Diagnosa Keperawatan 1. Status nutrisi Misal : .HR . 3 : 1.Anoreksia.Misal 5. 2. 2. mandi. Kolaborasi pemberian analgesic. Bantu klien belajar memenuhi kebutuhan dirinya seperti makan.Dullness : . Bantu klien mengembangkan secara kreatif rutinitas yang akan berpakaian dan toileting selama diimobilisasi dalam alat traksi.3. 2. Anjurkan klien melakukan teknik distraksi dan relaksasi 4.3. Dekubitus. 2. Intervensi Dx. Monitor tonus otot. 2. 2. Mengajarkan gerak aktif pasif.ISK : . 7.3.

Menunjukkan pemahaman program traksi. cair dengan jumlah yang memadai. Nafs makan normal.3. Melakukan latihan yang dianjurkan. 3. d. kuning. a.5. Konstipasi dan anoreksia. berpakaian. Tampak relaks. Memerlukan sedikit bantuan pada saat makan. a. Menyebutkan peningkatan tingkat kenyamanan. Kongesti paru/pneumonia. b. c. Tidak mengeluh nafas pendek. 4. b. c. Kadang-kadang meminta analgesia oral. 6. Memperlihatkan berkurangnya ansietas. Urine jernih. Evaluasi Hasil yang diharapkan : 1. Paru-peru bersih. 2. b. defekasi. Tidak memperlihatkan adanya komplikasi. dan urinasi. Kulit utuh. . Melakukan aktivitas perawatan diri a. b. Trombosis vena profunda. Batuk tidak produktif. g. 5. b. Stasis dan ISK. Menggunakan mekanisme koping efektif. a. a. Berpartisipasi dalam rencana perawatan. mandi. 2. 5. f. Pola defekasi teratur. 3. e. Mengekspresikan keprihatinan dan perasaannya. Menunjukkan mobilitas yang meningkat.2. Menggunakan alat bantu dengan aman. Tak menunjukkan tanda dan gejala trombosis vena profunda. h. Menjelaskan tujuan traksi. Mengubah posisi sendiri sesering mungkin. 4.

 Traksi kulit. infeksi serta alergi pada kulit.  Pada reduksi tertutup dan imobilisasi tidak dilakukan. Jenis-jeni traksi :  Traksi lurus atau langsung.  Traksi pada spasme otot.  Traksi tulang.BAB III PENUTUP 3. Mekanisme traksi . Prinsip traksi efektif  Kontraksi harus dipertahankan agar treaksi tetap efektif.  Faktur-faktur yang sangat bengkak.1.  Pemberat tidak boleh diambi kecuali bila traksi dimaksudkan intermiten.  Tali tidak boleh macet.  Traksi skelet tidak boleh terputus.  Tubuh pasien harus dalam keadaan sejajar. Indikasi penggunaan traksi kulit  Terapi pilihan pada fraktur femur. Komplikasi  Penyakit trombo emboli.  Traksi suspensi seimbang.  Traksi pada kelainan-kelainan tulang belakang. Kesimpulan Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau gangguan pada tulang otot.  Abderasi.  Pemberat harus tergantung bebas.  Simpul pada tali tidak boleh menyentuh katrol.

3.  Kontes traksi mencegah pasien dari jatuh.  Dorongan pada arah yang berlawanan. memahami dan mampu menerapkan serta mengaplikasikan dalam dunia keperawatan. Pemasangan GIPS merupakan salah satu pengobatan konservatif pilihan.2. Tahanan yang dikenal sebagai kontratraksi. Saran Dengan adanya penjabaran tentang penggunaan traksi dan GIPS diharapkan agar kita lebih mengerti.  Diperlukan ke efektifan traksi. .

JF. Chairuddin. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi.PhD. Bingar’s Weblog.blogspot.askeb. 2001. Makassar : Binatang Lamumpatue. MD. Rasjad. Prof. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddart. Jakarta : EGC.com.DAFTAR PUSTAKA Gabriel. Suzanne C. Traksi/Asuhan Keperawatan. Smeltzer. 1996. http://askep. Fisika Kedokteran. 2003.com. . Jakarta : EGC. dr.

dan kaku sedangkan gips yang basah berwarna abu –abu atau kusam. Siku buasanya dimobilsasi dalam posisi tegak lurus c. teraba lembab. dan satu ekstermitas bawah ( gips spika tunggal atau ganda ) 4. Gips tungkai panjang. Gips ini tudak menjadi lunak jika terkena air. Kekuatan penuh baru tercapai setelah kering. spondilitis TBC. berdenting. Non plester berpori-pori Sehingga masalah kulit dapat dihindari. diimpregnasi dengan serbuk kalsium sulfat an hidrus ( Kristal gypsum ). Non plester Secara umum berarti gips fiber glass. Tujuan pemasangan gips Imobilisasi kasus pemasangan dislokasia sndi♥ . Jika basah dapa dikeringkan dengan pengering rambut yang disetel dingin. gips ini dipasang memanjang dari bawah siku sampai lipatan telapak tangan. Jadi gips adalah alat immobilisasi eksternal yag terbuat dari bahan mineral yang terdapat di alam dengan formula khusus dengan tipe plster atau fiberglass 2.1999 ). Dibuat daribahan rajukan terbuka. Gips lengan panjang. Bahan – bahan gips a. Gips berjalan. Gulungan krinolin. penyakit tulang spondilitis TBC. bahan poliuretan yang diaktivasi air ini mempunyai sufat yang sama dengan gips dan mempunyai kelebihan karena lebih ringan dan lebih kuat. fraktur. sehingga memungkinkan hidroterapi. Lutut harus sedikit fleksi e. Jaket tubuh yang melingkari batang tubuh. tidk berbau. Gips ini dipasang memanjang dari setinggi lipat ketiak sampai disebelah prioksimal lipatan telapak tangan. Indiksi pemasangan gips Indikasi pemasangan gips adalah pasien dislokasi sendi. Jenis-jenis gips a. Pengaertian Gips adalah imobilisasi eksternal yang kaku yang dicetak sesuai kontur tubuh tempat gips dipasang ( brunner dan suddart. 3. Gps ini dipasang memanjang dari bawah lutut sampai dasar jari kaki. tahan air dan tidak mudah pecah. Gips tungkai panjang atau pendek yang dibuat lebih kuat dan dapat disertai telapak untuk berjalan f. Gips ini melingkar dibatang tubuh g. Gips spika bahu. Gips adalah balutan ketat yang digunakan untuk immobilisasi bagian tubuh dengan menggunakan bahan gips tioe plester dan fiberglass ( Barbara Engram . Kristalisasi menghasilkan pembalutan yang kaku. Gips tubuh. memerlukan waktu 24 – 72 jam untuk mengering. tidak menyerap. Gips tungkai pendek. Gips spika. Pengeringan secara merata sangat penting agar tidak melukai kulit 5. perkusinya pekak. Gips ini melibatkan sebagian batang tubuh dan satu atau dua ekstermitas ( gips spika tunggal atau ganda ) h. dan melingkar erat didasar ibu jari b. Gips ini memanjang dari perbatasan sepertiga ats dan tengah paha sampai dasar jari kaki. Jika basah terjadi reaksi kristalisasi dan mengeluarkan panas ( reaksi eksodermis ). Plaster Gips pembalut dapat mengikuti kontur tubuh secara halus. Gips Konsep teori 1. Gips lengan pendek. dan berbau lembap b.askep gips dan traksi A. pasca operasi. skoliosis. 2000 ).diimpregnasi dengan bahan pengeras yang dapat mencapai kekuatan kaku penuhnya hanya dalam beberapa menit c. Kaki dalam sudut tegak lurus dalam posisi netral d. Gips yang kering berwarna putih mengkilap.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful