Kemajuan suatu negara sangat bergantung pada Sumber Daya Manusianya (SDM).

Karena SDM yang berkualitas dapat memberikan nilai tambah terhadap pertumbuhan suatu negara. Oleh karena itu, Iptek merupakan salah hal yang sangat penting dalam menciptakan SDM yang berkualitas dan mampu bersaing,― kata Kepala BPPT, Marzan A Iskandar pada acara Insan Cendekia Summit 2011 di BPPT, Sabtu (19/3). Melihat kondisi demikian, dalam paparannya yang bertema The Role of Technology Institutions in Human Resources Development, Marzan yang juga merupakan Kepala Bidang Pengembangan Iptek Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menegaskan bahwa sebenarnya SDM yang unggul sangat menjamin lembaga teknologi dapat berkinerja lebih baik.Selanjutnya, Ia menyampaikan bahwa di sebuah lembaga teknologi tentu saja dilakukan beberapa pembinaan SDM agar dapat memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan lembaga tersebut. “Diantaranya, kompetensi teknologi sebagai ajang untuk mempertajam keahlian dan kepakaran dari SDM, serta melalui pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dari sisi pengetahuan,― jelasnya.Sementara itu berbicara mengenai inovasi, menurutnya lembaga teknologi harus dapat menyediakan fasilitas dan atmosfer agar SDM dapat mengembangkan pemikiran-pemikiran inovasi, tetapi tetap pada koridor yang menjadi visi dan misi dari lembaga teknologi tersebut. “Jaringan, juga sangat penting peranannya karena lembaga teknologi tidak bisa berkembang pada lingkungan yang terisolasi. Selain itu, wawasan, karier dan kesejahteraan juga penting sebab apabila tidak terjamin, SDM pasti akan mencari tempat bekerja yang lebih baik dari sisi jaminan kesejahteraan―, jelasnya.Salah satu indikator penting dari kinerja suatu lembaga teknologi adalah Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Di tahun 2010 BPPT sudah memiliki 41 paten yang mendapat sertifikat, inilah jumlah paten terbanyak yang dimiliki lembaga penelitian untuk ukuran institusi―, katanya.Sesuai dengan misi BPPT dan hasil kinerja SDM BPPT, ada beberapa capaian yang telah diraih di tahun 2010 lalu dalam rangka meningkatkan daya saing industri serta mendukung kemandirian bangsa dan meningkatkan pelayanan publik. Diantaranya membangun pabrik turbin uap di Indonesia, mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) skala kecil kapasitas <5MW dengan menerapkan teknologi condensing turbine dan binarycycle serta merekomendasikan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) untuk membangun database kependudukan yang dilengkapi dengan sidik jari dan chip.Insan Cendekia Summit 2011 dengan tema Elevating Education, Into Execellence, dilaksanakan dalam rangka memperingati 15 tahun Insan Cendekia. Acara nasional ini mengangkat permasalahan pendidikan yang ditujukan sebagai ajang pemantapan visi dan misi para pendidik dan pemikir pendidikan di Indonesia untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan luas mengenai keseimbangan Iptek dan Imtak di dalam dunia pendidikan. Rangakaian acara juga dilengkapi dengan penayangan video dari Presiden ke-3 RI, BJ. Habibie, yang menjelaskan sejarah singkat berdirinya SMP/SMU Insan Cendekia atas prakarsanya. Dalam tayangan video tersebut, pencetus konsep cendekia turut menyampaikan pesan kepada para alumni yang hadir. “ICMI sebagai pusat keunggulan pendidikan dengan label yang excellence, telah mempunyai tugas untuk melahirkan SDM terbarukan dimana saja khususnya di Indonesia. SDM yang menjadi harapan dan andalan di masa depan dengan kualitas tinggi dalam imtak dan penguasaan iptek yang mampu mengaktualisasikannya di masyarakKementerian Pendidikan Nasional akan memasukkan materi Kependudukan dan Keluarga Berencana ke dalam kurikulum pendidikan mulai pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Materi Kependudukan dan Keluarga Berencana tidak akan menjadi mata pelajaran khusus, tetapi disisipkan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada, seperti Ilmu Sosial dan kegiatan ekstrakurikuler.Masuknya materi itu dalam kurikulum diharapkan akan mengubah pola pikir dan meningkatkan kesadaran pentingnya isu kependudukan. Hal itu dikemukakan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh seusai menandatangani Nota Kesepahaman Pendidikan Kependudukan dan Keluarga Berencana dengan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief, Kamis (4/8), di BKKBN Pusat Jakarta. "Materi akan dibahas bersama untuk menentukan tema yang sesuai dengan tingkatan usia anak. Jangan sampai ada materi orang dewasa seperti kontrasepsi masuk ke jenjang pendidikan dasar," kata Mendiknas.Sugiri menjelaskan pada tingkat SD materi yang akan disampaikan tentang kehidupan berkeluarga secara umum. Lalu di SMP lebih bertumpu pada materi kependudukan. Adapun di tingkat SMA akan dimasukkan materi kesehatan reproduksi. Indonesia kini menghadapi persoalan kependudukan yang serius. Berdasarkan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia mencapai 238 juta dengan pertumbuhan 1,49 persen. Artinya, jumlah penduduk bertambah sekitar 4 juta per tahun, atau setara jumlah penduduk Singapura. (LUK)Kebutuhan akan materi kependudukan dan keluarga berencana dalam pendidikan mendesak. Ini mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237,64 juta jiwa dan tingkat kelahiran 2,6 dengan pertumbuhan 1,49 persen per tahun.Pendidikan kependudukan belum memasyarakat dan tidak mendapat perhatian pemerintah. Akibatnya, sampai sekarang bentuk pelaksanaan pendidikan kependudukan belum jelas.Hal ini mengemuka dalam pertemuan koordinasi lintas sektor pelaksanaan program pendidikan kependudukan antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama, Rabu hingga Kamis (10/11/2011) di Bandung, Jawa Barat.Implementasi pendidikan kependudukan dan KB diusulkan masuk kurikulum pendidikan dan kegiatan ekstrakurikuler mulai tahun ajaran baru mendatang. Harapannya, akan bisa mengubah pola pikir generasi muda. Meski masuk kurikulum, pendidikan kependudukan tidak menjadi mata pelajaran tersendiri.Kepala Bidang

Fasilitasi Sumberdaya Kemendikbud Dadang Sudarman mengatakan, implementasinya bisa berupa sinergitas program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Posyandu, atau Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah. "Di sekolah, bisa diintegrasikan dalam mata pelajaran, masuk sebagai muatan lokal, atau sebagai kegiatan pengembangan diri," kata Dadang.Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Kemenag Dede Rosada menambahkan, pendidikan kependudukan bisa diterapkan juga di jenjang pendidikan tinggi sebagai mata kuliah umum dasar. "Ini bisa menjadi entry point masuknya pendidikan kependudukan di perndidikan tinggi. Atau bisa juga diselipkan melalui program di forum kerukunan umat beragama," kata Dede.Sebelumnya, Rabu malam, BKKBN meluncurkan Gerakan Perilaku Hidup Berwawasan Kependudukan (PHBK) bekerja sama dengan Kemendikbud dan Kemenag. Keikutsertaan masyarakat untuk menjaga keseimbangan perkembangan penduduk dengan daya dukung lingkungan menjadi inti gerakan PHBK. "Kepedulian pada isu kependudukan ini harus menjadi gerakan kesadaran masyarakat," kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief.Isu kependudukan bukan hanya milik BKKBN tetapi seluruh masyarakat. Direktur Kependudukan BKKBN Lalu Burhan menekankan pentingnya semua pihak untuk berbagi tugas terutama dalam hal pendampingan pendidikan kependudukan. Upaya pendampingan dilakukan segera setelah pendidik mendapat pelatihan pendidikan kependudukan."Semua harus sharing baik tenaga maupun biaya karena BKKBN tidak bisa bekerja sendiri. Langkah awalnya guru dan dosen harus dilatih agar bisa dimengerti dan dipraktikkan siswa," kata Burhan. Dalam rangka memasyarakatkan Kesepahaman Bersama antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi DIY dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi DIY tentang Penguatan Program Pendidikan Kependudukan dan Keluarga Berencana maka dilaksanakan sosialisasi tentang hal tersebut di Kanwil Kemenag, Senin (12/3) kemarin.Acara ini kerjasama BKKBN Provinsi DIY dengan Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag. Dimulai dengan sambutan ketua panitia, Rohdiana Sumariati, S.Sos., M.Sc. dan selanjutnya dibuka secara resmi Kakanwil Kemenag Drs. H. Maskul Haji, M.Pd.I. Diikuti 40 orang peserta yang berasal dari unsur Bidang Urais Kanwil, Seksi Urais Kemenag Kabupaten/Kota serta pengurus BP4. Rohdiana menyampaikan bahwa sosialisasi ini adalah langkah awal setelah ditandatanganinya Kesepahaman Bersama (MoU). Sementara, Drs. H. Maskul Haji, M.Pd.I. menyampaikan tentang pentingnya koordinasi dan sinergitas program antara program-program Kemenag dengan BKKBN terutama yang terkait dengan pendidikan kependudukan. ―Kementerian Agama memiliki banyak media untuk menyampaikan materi pendidikan kependudukan baik melalui pendidikan formal seperti di madrasahmadrasah, maupun pendidikan informal seperti pendidikan di pondok pesantren, majelis taklim dan kursus calon pengantin (suscatin),‖ papar Kakanwil.Sedang Kabid Urais Drs. H. Zainal Abidin, M.Pd.I. dalam pemaparan materinya menyampaikan bahwa sosialisasi pada tahap awal ini difokuskan kepada perlunya pendidikan kependudukan melalui media suscatin ―Diharapkan melalui suscatin, materi pendidikan kependudukan dapat disampaikan kepada para calon pengantin agar mereka memahami pentingnya pendidikan kependudukan untuk mencegah terjadinya ledakan pertumbuhan penduduk,‖ jelas Zainal Abidin. Menurutnya, suscatin memiliki peran strategis dalam rangka mensosialisasikan pentingnya pendidikan kependudukan seperti perlunya pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan dan pengaturan jarak kelahiran, sehingga catin dari awal sudah harus merencanakan dengan matang tentang perencanaan kelahiran.Pada sesi berikutnya, disampaikan materi Kebijakan Pendidikan Kependudukan oleh Kabid Pengendalian Penduduk BKKBN Dra. Umi Haryati. ―Tantangan saat ini adalah pertama jumlah penduduk besar dengan kualitas rendah akan menjadi beban pembangunan, kedua keberhasilan dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan mengembangkan kualitas penduduk akan memperbaiki segala segi pembangunan dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.Diungkapkan pula tentang pentingnya Perilaku Hidup Berwawasan Kependudukan (PHBK) yang merupakan upaya untuk membudayakan anggota keluarga dan masyarakat agar peduli untuk tahu, mau, dan mampu mempraktekkan pengetahuan Kehidupan Berwawasan Kependudukan (KBK ) serta berperan aktif dalam gerakan KB di masyarakat dalam upaya mewujudkan NKKBS. Masih menurut Umi, bahwa PHBK dalam suatu keluarga ditandai dengan pelaksanaan 10 butir PHBK antara lain: (1)Pendewasaan Usia Perkawinan (2)Memiliki 2 anak lebih baik, (3)Pengaturan jarak kelahiran (4)Penggunaan alat kontrasepsi (5)Usaha ekonomi Keluarga, (6)Persalinan ditolong tenaga kesehatan (7)Pelaporan setiap kelahiran, kematian dan perpindahan (8)Keluarga ramah anak dan lingkungan (9)Keluarga berkarakter (sosial budaya dan agama ) dan (10)Keluarga berpendidikan. Terkait dengan Hubungan BP4 dengan PHBK diungkapkan bahwa BP4 mempunyai peran yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku (PSP), individu, keluarga, masyarakat khususnya anak, remaja dan generasi muda pra nikah dan pasca nikah melalui proses membantu sasaran agar berubah : dari tidak tahu menjadi tahu/sadar (aspek knowledge); tahu menjadi mau (aspek attitude); mau menjadi mampu melaksanakan (aspek practice) PHBK. Sementara Kasi Pengembangan Keluarga Sakinah H. Nur Ahmad Ghojali, MA menandaskan pentingnya komitmen, kepedulian dan networking terhadap masalah kependudukan yang semakin kompleks. [sar]Pada dasawarsa terakhir ini, masalah lingkungan mulai menjadi fokus agenda pembicaraan Dunia. Laporan-laporan penelitian tentang pencemaran dan kerusakan lingkungan di muka bumi yang membahayakan bagi kehidupan manusia telah menjadi suatu hal yang menakutkan terhadap keberlanjutan kehidupan. Hal ini dikarenakan lingkungan yang semestinya menjadi salah satu sumber kenikmatan dalam kehidupan, alih- alih kini telah menjadi sumber kegelisahan

Jangan sampai PKLH ini sekadar penambah beban belajar siswa. terkadang masih sebatas seremonial yang dilakukan dalam kegiatan dan acara tertentu saja. Studi terhadap kemungkinan terjadinya bencana dan langkah-langkah pencegahan munculnya permasalahan lingkungan sejogianya telah dilakukan sebelum bencana tersebut benar-benar melanda kehidupan kita. dan pada bagian akhir dilanjutkan dengan cara mengemaskan kegiatan pembelajaran program PKLH yang multi-dimensi: kognitif. Ada banyak di antara kita yang belum peduli dengan permasalahan lingkungan secara sungguh-sungguh. kebudayaan dan lingkungan hidup (anonim 1989). Seharusnya. tema pencemaran air tanah dapat diangkat untuk kegiatan pembelajaran program satu semester beberapa mata pelajaran. 23 tahun 1997 adalah : kesatuan ruang dengan semua benda. Pendidikan lingkungan (environmental education) tidak sama dengan ilmu lingkungan (ecology). Program yang disiapkan lebih terkonsentrasi pada penanggulangan dampak bencana.Guru dapat juga berdiskusi dengan guru lain untuk merencanakan kegiatan proyek dengan melibatkan beberapa guru mata pelajaran untuk menyoroti satu tema khusus. tetapi perilakunya tak berubah.Dengan alasan ini dan dengan tetap mengikuti konstelasi kurikulum yang sedang berlaku. rasanya sekarang belum waktunya untuk mengenalkan mata pelajaran PKLH secara terpisah secara monolitik. dan keterampilan untuk bekerja. mengola.Bilamana kondisi kekurangan pedulian seperti ini terus berlanjut. Kita pun juga sangat mengerti bahwa perubahan yang berlangsung pada masa depan yang berkelanjutan akan bergantung pada proses belajar manusia dalam menyikapi. Cahyana : http://gedehace. menjadi salah satu faktor yang mendesak perlunya pengenalan terhadap pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup (PKLH). guru perlu memberikan contoh.Sejauh ini. Padahal keduanya memiliki sasaran kompetensi yang berbeda. sedangkan pendidikan lingkungan lebih menitikberatkan pada pembentuk sikap dan perilaku manusia terhadap lingkungannya. Dalam kaitan itu. Selain itu. Cukup banyak ditemukan penanganan masalahan lingkungan masih sebatas retorika. bukan tindakan preventif terhadap kemungkinan terjadinya bencana. dan bencana yang terjadi silih berganti. Disatu sisi. misalnya. pengelolaan lingkungan telah menjadi perhatian yang serius.Harus kita diakui bahwa sampai dengan saat ini kepedulian terhadap lingkungan baru dimiliki segelintir individu. Saat ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk menengok kembali terhadap pentingnya ― Pendidikan Lingkungan‖ itu diberikan di semua lembaga pendidikan. sikap dan perilaku yang rasional terhadap hubungan manusia dengan lingkungan hidup. Terlepas dari prokontra itu. Pelaksanaan PKLH ini hendaklah tidak berkutat di ranah teoretis.blogspot. Prof.Tapi sebagai pemerhati dan pendekar lingkungan tidak dengan begitu saja kita pasrah dengan sistem kurikulum yang berlaku. Karakteristik lulusan yang berperilaku dengan wawasan lingkungan dapat dibentuk melalui pemberdayaan mata pelajaran yang sudah ada. tetapi bagaimana berusaha untuk mengintegrasikan program dan materi-materi yang berkenaan dengan PKLH pada mata pelajaran yang diakui dalam kurikulum yang berlaku. Ilmu lingkungan lebih kepada materi bio-fisik lingkungan. Berbagai pendapat pun lantas merebak.Dari kajian tentang Esensi pengenalan dan/atau pemberdayaan program PKLH di jenjang pendidikan dasar dan menengah hingga perguruan tinggi yang kajiannya diawali dengan terjadinya kerusakan lingkungan dari waktu ke waktu akibat ulah manusia termasuk meningkatnya angka pertumbuhan penduduk.dalam Hamzah 2010. khususnya dalam bidang pendidikan mulai dari jenjang pendidikan SD hingga perguruan tinggi.Guru PPKn di SLTP mungkin dapat menyajikan kegiatan diskusi studi kasus dengan simulasi di suatu wilayah kecamatan yang air tanahnya tercemar oleh limbah industri perusahaan tekstil.Padahal. yang telah berketetapan untuk menjadikan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) sebagai muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah di Kota Bandung. hasilnya takkan terasa dan seolah-olah murid-murid berbilang ilmu lingkungan. atau melatih siswa untuk memilah sampah organik dengan sampah non organik dan selanjutnya sampah non organik dimasukkan pada tempat khusus yang sudah disediakan. Beberapa lurah mengusulkan untuk menutup perusahaan tersebut tetapi beberapa lurah yang lain mengusulkan untuk tetap mempertahankan perusahaan itu karena perusahaan itu sering memberikan sumbangan untuk kegiatan umum. Ada juga beberapa lurah yang mengusulkan perusahaan itu dipindahkan supaya air tanah tidak tercemar. pengintegrasian ini harus diusahakan mulai dari jenjang pendidikan yang paling rendah hingga jenjang pendidikan tertinggi supaya tertanam dalam diri masing-masing peserta didik setelah mempelajari PKLH yaitu mempunyai pengertian. karena manusia merupakan bahagian dari lingkungan. Dr. sudah sepantasnya saat ini kita berpikir dan berbuat tentang pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan yang mementingkan generasi mendatang.dan kecemasan.Dalam lingkungan sekolah diperlukan kreatifikas seorang guru untuk mengembangkan sikap peduli siswa terhadap lingkungan dengan tidak membuang limbah domestik secara sembarangan. Kita baru terhenyak tatkala bencana itu melanda. 2010 dalam pidato pengukuhan guru besar PKLH Pengertian Lingkungan Hidup menurut Undang-Undang Republik Indonesia no. namun bencana demi bencana tersebut ternyata hanya mampu mengingatkan pada banyak kita sesaat saja. belum terwujud dalam tindakan nyata yang memadai. wawancara.Intinya bahwa melalui pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup (PKLH) ini. regional maupun nasional dalam sejarah peradaban manusia telah memberikan dua makna bagi manusia.Salah satu gebrakan baru yang dilakukan oleh PEMERINTAH Kota Bandung. yaitu ada yang pro dan kontra. kalaupun ada. pemahaman konsep dan ketrampilan untuk mengapresiasi saling hubungan antara manusia. tetapi lebih banyak yang terjadi karena kesalahan kita dalam mengolah alam. Pendidikan lingkungan hidup menurut konvensi UNESCO di Tbilisi 1977 yang mengadopsi rumusan IUCN/UNESCO tersebut menyatakan bahwa pendidikan lingkungan adalah suatu proses yang bertujuan untuk menciptakan suatu masyarakat dunia yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masalah-masalah yang terkait di dalamnya serta memiliki pengetahuan. terkesan dilakukan seadanya. Apalagi ada banyak pendapat . tapi yang terpenting adalah penekanan taraf signifikansi PKLH yaitu pada porsi praktis-teoretisnya. Hal ini harus terwujud dalam upaya yang sungguh-sungguh. upaya pencegahan telah dilakukan sejak dini. Beragam bencana lingkungan telah kita alami. selalu memegang kulit pisang/kulit rambutan sebelum menemukan tempat sampah. Misalnya. sedangkan di bagian lain menyebabkan bencana dan sekaligus penurunan kualitas hidup manusia. diskusi kasus dalam situasi simulasi.Si. khususnya terhadap kegiatan manusia yang telah mempengaruhi integritas ekologi global yang mengancam masa depan yang sehat dan manusiawi. pada banyak anggota masyarakat hanya dianggap sebagai sesuatu yang biasa dan wajar terjadi. pendidikan lingkungan masih banyak yang melihatnya dengan kacamata yang salah. keadaan.Permasalahan pendudukan dan lingkungan hidup tersebut diatas.Pada kondisi ini peserta didik diberi beragam pengalaman belajar seperti diskusi kelas.Hal-hal yang dikemukakan di atas menunjukkan bahwa akar permasalahan kerusakan lingkungan hidup di Indonesia bermula dari kegagalan kita menyelenggarakan model pengelolaan sumber daya alam yang lestari dan berkelanjutan (sustainable). lalu dilanjutkan dengan perlunya program PKLH baik melalui pendidikan formal maupun melalui pendidikan informal. kesadaran. Perencanaan pencegahan lebih banyak terlupakan. dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya. seberapa pentingkah PLH bagi murid khususnya yang tinggal di Kota Bandung ? (Gede H.Dalam kaitan itu pula maka saat ini baik pada dimensi lokal maupun global. kamoceng di kelas/sekolah. baik secara perorangan maupun kolektif dalam mencari alternatif atau memberi solusi terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada sekarang dan untuk menghindari timbulnya masalah-masalah lingkungan hidup baru (UNESCO. setiap kegiatan pembelajaran selalu diselipkan kegiatan yang mengkondisikan siswa untuk membuang sampah pada tempatnya. “… suatu proses untuk mengenali nilai-nilai dan menjelaskan konsep dalam rangka mengembangkan keterampilan. M. Karenanya. makna yang dirasakan adalah meningkatnya kesejahteraan dan kualitas hidup manusia. persoalan lingkungan yang utama yang kita hadapi saat ini sebenarnya adalah bagaimana membentuk dan menginternalisasikan sikap peduli dan sadar lingkungan pada masyarakat. seperti biasa. Kasus ini mungkin kasus rekaan yang mungkin terjadi di masyarakat. komitmen. Dengan harapan melalui pendidikan tersebut akan memberikan pengetahuan. Kalaupun ada aksi yang dilaksanakan. dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Bandung. sikap yang diperlukan untuk memahami serta menghargai hubungan timbal-balik antara manusia. Lingkungan hidup termasuk sumber daya alamnya baik secara global. Syukri Hamzah. masalah pencegahan ini pada banyak daerah juga tak kunjung menjadi perhatian. Ironisnya. budaya. motivasi. perilaku. Hal ini sekaligus juga bermakna bahwa sesungguhnya kita tengah bunuh diri pelan-pelan secara ekologis.com)Terlepas apakah PKLH tidak harus dimasukkan dalam kurikulum atau harus dimasukkan dalam kurikulum misalnya seperti yang dilakukan oleh pemerintah Bandung yang menjadikan PLH sebagai muatan lokal. tempat cuci tangan. baik pada waktu pengeksploitasiannya hingga pada tahap pengelolaan dan penggunaannya.Northern Illiois University dengan sedikit modifikasi memberikan batasan Pendidikan lingkungan hidup adalah suatu proses pengenalan nilai. Peristiwa. menjadi faktor pendukung terbentuknya interaksi yang saling menguntungkan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Dimana manusia harus bijak didalam mengelola lingkungan hidup. keterampilan di jalur pendidikan sekolah. dan berinteraksi dengan lingkungan. Pendidikan lingkungan juga membutuhkan praktek dalam hal pengambilan keputusan dan memformulasi sendiri prilaku suatu bentuk perilaku yang berkenaan dengan isu kualitas lingkungan‖. mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi dalam bentuk mata pelajaran atau mata kuliah yang berdiri sendiri. Ada banyak yang beranggapan bahwa Ilmu Lingkungan adalah Pendidikan Lingkungan. Guru IPA (Kimia) dapat menyoroti unsur kimia yang sudah mencemari air tanah sedangkan guru Geografi dapat menyajikan unsur pencemaran dengan menampilkannya dalam beragam grafik. kita sangat tahu bahwa setiap bencana lingkungan tidak selalu berasal dari gejala alam. sikap. tak ubahnya kita seperti memelihara bom waktu yang pada saatnya akan muncul dalam bentuk bencana lingkungan. dan lingkungan bio-fisiknya. Dari kegiatan-kegiatan inilah akan melahirkan pendekar-pendekar lingkungan hidup yang selalu berusaha melestarikan lingkungan sekitarnya. Rumusan pendidikan lingkungan pertama kali dikemukakan oleh IUCN/UNESCO (1970) yaitu. Jika hanya teoretis.Upaya mencegah seakan tak pernah tersentuh oleh banyak individu. Kita sering terlalu cepat melupakan bencana lingkungan yang baru dihadapi bahkan tak jarang bencana tersebut dianggap sebagai peristiwa rutin tahunan — seperti bencana banjir dan tanah longsor. Kegiatan diskusi kasus ini akan lebih baik kalau guru dapat mengangkat kasus riil pencemaran yang terjadi di daerahnya. Guru perlu menyediakan lingkungan yang kondusif seperti menyediakan tempat sampah. dengan tetap mengacu kepada konsep pembangunan berkelanjutan dengan meminimalkan dampak dari pengelolaan tersebut. Sementara ketakwajaran yang memicu terjadinya bencana lingkungan luput dari perhatian. 1977). melakukan percobaan. yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. daya. dalam arti bahwa apabila lingkungan rusak manusia akan mengalami masalah dalam kelangsungan hidupnya. memupuk kesadaran dan perilaku si peserta didik akan pentingnya menjaga lingkungan dengan penuh tanggung jawab. melakukan kegiatan sosial untuk membersihkan lingkungan.

kaffah (al-Baqarah (2) : 208. Itu sebabnya.PKLH ini hendaklah dilaksanakan secara bergradasi. (g) menempatkan orang secara proporsional. Selain itu dalam konteks yang berbeda manusia berkualitas adalah orang yang dapat memaksimalkan potensi yang ia miliki. dll). Manusia Berkualitas Menurut al-Qur'anManusia dikatakan sebagai makhluk yang pandai menciptakan bahasa untuk menyatakan fikiran dan perasaan. Hasilnya baru akan tampak setelah sekian tahun kemudian dan ini membutuhkan proses. Ia tidak agresif. (b) menampilkan hubungan yang erat dengan para rekannya. Dalam konteks lain manusia sebagai mendapatkan informasi dari berbagai macam sumber. kesehatan lingkungan. udara. Juga upaya sanitasi dan kesehatan lingkungan yang wajib diketahui pada tingkat dasar dan tindakan preventif-kuratif apa saja yang mesti diambil dalam suatu kasus penyakit tertentu misalnya. (c) kreatif. dan sinergis. dan air limbah atau air kotor. Hal ini tercermin lewat kebersihan akal.Jourard (1980). muttaqin (al-Baqarah (2) : 2.Makanya definisi atau ―pagar-pagar‖-nya harus sudah dibuat terlebih dulu agar PKLH berhasil menjadi pendidikan lingkungan yang erat dengan kehidupan praktis keseharian guru dan murid. Begitu pun yang berkaitan dengan sampah. siswa melihat bagaimana proses polusi air dan apa dampaknya bagi kesehatan. yaitu aspek fisik. (d) membina kesadaran bawahannya untuk menampilkan upaya terbaik. Fathir : 28. tidak mengasingkan diri dari lingkungannya. muflihin. atau secara campuran.Bagaimana hasilnya? Tentu saja tak bisa instan. taqwa (al-Baqarah (2) : 183. butuh waktu untuk pembentukan perilakunya. organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya.Banyak istilah yang digunakan alQur'an dalam menggambarkan manusia berkualitas atau makhluk yang diciptakan Allah dalam sosok yang paling canggih. Dari pengertian tersebut manusia berkualitas adalah mahluk yang memiliki akal budi yang memiliki mutu tertentu. serba meliputi. manusia yang peduli pada pembangunan berkawan lingkungan. sebagai makhluk yang suka bermain. at-Tiin (95) : 6. sebagai makhluk yang mampu membuat alat-alat. Pendeknya. bahasan tentang air.Karen Horney (1942. dan nilai-nilai luhur lainnya. manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia). Ciri-ciri ini dimiliki oleh manusia yang telah matang (mature)".Hal .Materi PKLH itu pun hendaklah dibatasi agar tak terlalu meluas sehingga menjadi persoalan biologi dan mengaburkan masalah lingkungan yang erat dengan kehidupan sehari-hari.Thomas J. namun tetap harus menyadari bahwa dirinya adalah ciptaan Tuhan. Misalnya. kita tahu penilaian orang lain terhadap kita.Yang juga penting adalah rasio waktu belajarnya. kognitif (akademik) dan non-kognitif. syakirin. Tetapi patut pula diakui bahwa kupasannya tidak menyentuh unsur utama lingkungan. dll).hakiki. Inilah PKLH yang implementatif dan berpeluang membentuk perilaku guru dan murid yang berkarib dengan lingkungan. dll.Manusia merupakan makhluk yang paling menakjubkan. ke kolam. Khususnya. "manusia berkualitas dipandang sebagai orang yang telah menunjukkan kemampuan untuk memperluas lingkungan hidupnya. dari pada banyak bertanya. dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup. Dalam hal kerohanian. Sebab. mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. mu'minin. Artinya. dll] dan beramal saleh (QS. air limbah. yaitu pelestarian fungsi atau sustainability dan cederung menjadi lekatan dan tempelan belaka. dan penyebaran informasi dipermudah dengan adanya globalisasi. Misalnya. mengutip Hartanto [1997]. Ia mampu berhubungan dengan lingkungannya. serta berpegang pada pandangan hidup secara utuh. kita akan dinilai rendah.kontra bahwa tak perlulah PKLH lantaran murid sudah dianggap memperolehnya dari pelajaran yang lain. Guru dan murid akan lebih banyak belajar di luar kelas dan berdiskusi. Mujadalah : 11. tindakan kita dalam waktu singkat bisa mengubah nasib hidup. sangat terbuka.Manusia BerkualitasManusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis. Raka & Hendroyuwono [1998]. Siswa langsung melaksanakan pengamatan lapangan. bahwa satu-satunya standart yang membedakan kualitas manusia adalah keimanan dan ketakwaan kepada Allah. berakal (al-Mulk (67) : 10. dll). Di kelas yang lebih tinggi. Empat kapital yang dikemukan ini juga menggambar ciri manusia berkualitas. sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. yang ada di dalam benaknya ialah sumber daya baru yang bahkan mampu menghasilkan uang. dll). shalihin. tanah. Tentu saja harus ada perluasan materi yang diberikan meskipun pokoknya tetap sama. (c) bersifat otonom dan memperlihatkan kewiraswastaan.dll).hal yang jauh lebih utam. dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan. Air limbah pun dijadikan potensi pupuk buatan atau didaur ulang menjadi air minum lagi. environmentaly friendly. dll) . Mereka pasti senang bereksperimen dan mengeksplorasi kemampuan dirinya di alam bebas. MENTAL (pola pikir). jabatan atau seberapa jumlah kekayaannya. dan istilah kebudayaan. al-Fajr (89) : 27-28. al-Qur'an mengatakan manusia itu "hanief" yaitu condong kepada kebenaran. seimbang. wacana ini akan meluas dan di luar kendali sehingga tujuan PKLH menjadi tidak fokus atau bahkan difus (menyimpang jauh) sehingga tidak praktis dan tidak aplikatif. Al-Qur'an. jiwa yang tenang (QS. atau ke tanah lapang sambil melihat-lihat selokan. Terlebih jika kita melanggar norma dan etika agama. Istilah umumnya adalah pembangunan berwawasan lingkungan (sustainable development). yaitu kapital intelektual [intelect capital]. lalu tahu cara mencegah dan mengolah polusi itu menjadi air yang tak tercemar. kesehatan. Di kelas satu dan dua yang perlu diberikan hanya sebatas beda air jernih. alim (al-Ankabut (29) : 43. Efeknya tidak tampak pada perubahan perilaku guru-gurunya apalagi murid-muridnya. melainkan juga mempengaruhi nasib hidup manusia. kapital lembut [soft capital]. ke waduk. makanan. mulai dari kelas satu SD sampai kelas tiga SMA. yaitu perilaku manusia cinta lingkungan. mentauhidkan Tuhan. kapital sosial [social capital]. yang kemudian diberi keterangan untuk mendeskripsikan ciri-cirinya. Misalnya. Sedangkan berkualitas artinya adalah memilki mutu atau kualitas. dan (e) mampu bercinta". mengatakan bahwa "manusia berkualitas adalah orang yang telah mampu menyeimbangkan dorongan-dorongan dalam dirinya. Kualitas manusia sendiri dapat dilihat dari berbagai sisi. sebagai makhluk yang dapat berorganisasi sehingga mampu memanfaatkan lingkungan untuk kepentingan manusia. di antaranya kata manusia beriman [al-Hujarat (49 : 14. Jika kita melakukan hal-hal negatif. Dalam konteks ini manusia sebagai mahluk sosial bebas dalam menjalani hidup. dan sebagai makhluk yang beragama. Kualitas hidup seseorang tidak ditentukan oleh tingkat pendidikan. dalam agama. Al-Qur'an memberi acuan konseptual yang sangat mapan dalam memberi pemenuhan kebutuhan jasmani dan ruhani agar manusia berkembang secara wajar dan baik. dll). (d) mampu bekerja yang memberikan hasil (produktif).Ukuran kualitas manusia sesungguhnya tergantung pada komposisi manusia yang terdiri dari : SIKAP (tindakan). manusia berulangkali diangkat derajatnya karena aktualisasi jiwanya secara posetif.al-Baqarah (2) : 30. hati yang tenteram (al-Ra'd (30) : 28. "manusia berkualitas adalah manusia sehat yang memiliki ciri (a) membuka diri untuk menerima gagasan orang lain. dan ROHANI (keyakinan). adalah orang yang menampilkan ciri-ciri sebagai berikut : (a) memiliki kegemaran untuk selalu berbuat sesuatu. diberi Ilmu (al-Isra (17) : 85. mulai dikenalkan pada parameter kualitasnya secara sambil lalu. baik yang buruk maupun yang baik. PKLH harus dititik beratkan pada sisi afektif – psikomotorik sehingga siswa tak hanya memiliki ilmu tetapi juga mampu mengubah perilakunya. kita harus menjaga sikap agar selalu positif dalam tindakan dan perkataan. dll). sehingga tak sekadar berwawasan lingkungan. rohani. mendudukan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah berupa jasmani dan rohani. dan hidupnya tidak pula bergantung pada orang lain".Djamaludin Ancok [1998:12]. dan tetap menjalani perintahnya serta menjauhi larangannya. memandang dirinya secara obyektif. Guru harus betul-betul siap pada semua kemungkinan pertanyaan yang muncul dan jangan marah apabila belum bisa memberikan penjelasan yang logis dan berterima. Mampu ―melebur‖ dengan lingkungannya. dll. Secara biologis. bukan sang penimbul masalah. Sikap manusia bukan sekedar menentukan kualitas manusia.Oleh sebab itu. selanjutnya masuk ke teknologi madya hingga ke teknologi lanjut. Misalnya berkaitan dengan air minum. Ketika melihat sampah. "menamakan manusia berkualitas dilihat dari keberhasilan menjalankan usaha. Oleh karena itu. Ada juga yang beranggapan bahwa manusia berkualitas adalah manusia yang mengenal dirinya dengan utuh. dan (h) menggunakan prinsip pengawasan yang lentur (longgar tapi ketat)". Belajar tak hanya di kelas. dan kemuliaan perilaku. mempersepsi lingkungan secara realistik. . minimal ada 3 aspek yang dapat ditemukan. dan mempunyai potensi yang agung. mampu menciptakan suasana aman dan harmonis. (e) memandang penting keuletan dalam menjalankan usaha. dll). EMOSI (perasaan).Manusia berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah mahluk berakhlak budi yang mampu menguasai mahluk ciptaan lainnya. muhsinin. PKLH harus mendekatkan guru dan muridnya kepada lingkungan dan menjadi bagian dari solusi. dan kapital spritual [spritual capital]. manusia sebagai khalifah (QS. Di kelas yang lebih tinggi lagi bisa dikenalkan pada teknologi tradisional-konvensional. merasa dan berprilaku. Dalam antropologi kebudayaan. dll). hati. mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana. polusi udara. guru harus terus belajar dan belajar terus. Bila keimanan dan ketakwaan dibarengi dengan ilmu agama(Ilmu Kauliyah) dan ilmu Kauniah (ilmu pengetahuan) maka keimanan dan ketakwaan ini semakin tinggi dan memiliki kekuatan membangun. dan mulia dari sekedar materi yang mampu membedakan mana manusia yang berkualitas mana yang tidak adalah nilainilai spiritual dan prinsip hidup yang akan membentuk pola berfikir. Dalam al-Qur'an. sampah. Nilai-nilai spiritual menyiratkan pesan Allah. telah dipahami bersama bahwa lingkungan itu sangat luas dan semua orang bisa bicara soal lingkungan sesuai dengan persepsi dan latar belakang ilmunya. menerima dirinya sebagaimana adanya. ada empat kapital. dalam mitos. penyakit menular lewat air. tetapi juga di lapangan. sehingga mewujudkan tingkahlaku yang harmonis. sesamanya serta lingkungannya. makhluk yang unik multi dimensi. Peters dan Robert H. air bersih.Gordon Allport (1964). udara. pembagian 30% teori dan 70% praktik menjadi jalan tengah.Waterman.Tak dapat dipungkiri bahwa ada pelajaran yang membahas secara implisit soal lingkungan. (b) peduli terhadap dirinya. Dari aspek non kognitif manusia berkualitas yang dibutuhkan untuk menghadapi lintas budaya yang terjadi adalah seseorang yang dapat memahami hakikat dirinya sebagai mahluk ciptaan Tuhan dan juga mahluk sosial yang berhubungan dengan masyarakat sekitar. Kalau tidak dibatasi atau tidak didefinisikan sejak awal. seorang ahli Psikologi). pergi ke sungai. menghayati situasi untuk dapat berkomunikasi dengan hangat. mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful