P. 1
PENDEKATAN PROMOSI KESEHATAN

PENDEKATAN PROMOSI KESEHATAN

|Views: 4,408|Likes:
Published by Bayi Zal

More info:

Published by: Bayi Zal on Apr 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2013

pdf

text

original

PENDEKATAN PROMOSI KESEHATAN

03:07 No comments

PENDEKATAN PROMOSI KESEHATAN

A. STRATEGI GLOBAL Berdasarkan rumusan WHO (1994), strategi promosi kesehatan secara global ini terdiri dari 3 hal, yaitu: 1. Advokasi (Advocacy) Advokasi adalah kegiatan untuk meyakinkan orang lain, agar orang lain terse but membantu atau mendukung terhadap apa yang diinginkan. Dalam konteks promosi kesehatan, advokasi adalah pendekatan kepada para pembuat keputusan at au penentu kebijakan di berbagai sektor, dan di berbagai tingkat, sehingga para pejabat tersebut mau mendukung program kesehatan yang kita inginkan. Dukungan dari para pejabat pembuat keputusan tersebut dapat berupa kebijakankebijakan yang dikeluarkan dalam bentuk undang-undang, peraturan pemerintah, surat keputusan, surat instruksi, dan sebagainya. Kegiatan advokasi ini ada bermacam-macam bentuk, baik secara formal inaupun informal. Secara formal misalnya, penyajian atau presentasi dan seminar tentang issu atau usulan program yang ingin dimintakan dukun~an dari para pejabat yang terkait. Kegiatan advokasi secara informal misalnya sowan kepada para pejabat yang relevan dengan program yang diusulkan, untuk secara informal minta dukungan, baik dalam bentuk kebijakan, atau mungkin dalam bentuk dana atau fasilitas lain. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa sasaran advokasi adalah para pejabat baik eksekutif maupun legislatif, di berbagai tingkat dan sektor, yang terkait dengan masalah kesehatan (sasaran tertier) 2. Dukungan Sosial (Social support) Strategi dukungan sosial ini adalah suatu kegiatan untuk mencari dukungan sosial melalui tokohtokoh masyarakat (toma), baik tokoh masyarakat formal maupun informal. Tujuan utama kegiatan ini adalah agar para tokoh masyarakat, sebagai jembatan antara sektor kesehatan sebagai (pelaksana program kesehatan) dengan masyarakat (penerima program) kesehatan. Dengan kegiatan mencari dukungan sosial melalui toma pada dasarnya adalah mensosialisasikan program-program kesehatan, agar masyarakat mau menerima dan mau berpartisipasi terhadap program kesehatan tersebut. Oleh sebab itu, strategi ini juga dapat dikatakan sebagai upaya bina suasana, atau membina suasana yang kondusif terliadap kesehatan. Bentuk kegiatan dukungan sosial ini antara lain: pelatihan-pelatihan para toma, seminar, lokakarya, bimbingan kepada toma, dan sebagainya. Dengan demikian maka sasaran utama dukungan sasial atau bina suasana adalah para tokoh masyarakat di berbagai tingkat (sasaran sekunder). 3. Pemberdayaan Masyarakat (Empowerment) Pemberdayaan adalah strategi promosi kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat langsung. Tujuan utama pember¬dayaan adalah mewujudkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (visi promosi kesehatan). Bentuk kegiatan pemberdayaan ini dapat diwujudkan dengan berbagai kegiatan, antara lain: penyuluhan kesehatan, pengorganisasian dan pengembangan masyarakat dalam bentuk misalnya: koperasi,

pelatihan-pelatihan untuk kemampuan peningkatan pendapatan keluarga (income gener¬ating skill). Dengan meningkatnya kemampuan ekonomi keluarga akan berdampak terhadap kemampuan dalam peme¬liharan kesehatan mereka, misalnya: terbentuknya dana sehat, terbentuknya pos obat desa, berdirinya polindes, dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan semacam ini di masyarakat sering disebut "gerakan masyarakat" untuk kesehatan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sasaran pemberdayaan masyarakat adalah masyarakat (sasaran primer). B. STRATEGI BERDASARKAN OTAWA CHARTER Konferensi lnternasional Promosi Kesehatan di Ottawa¬ Canada pada tahun 1986 menghasilkan Piagam Ottawa (Ottawa Charter). Di dalam Piagam Ottawa tersebut dirumuskan pula strategi baru promosi kesehatan, yang mencakup 5 butir, yaitu: 1. Kebijakan Berwawasan Kebijakan (Healthy Public Policy) Adalah suatu strategi promosi kesehatan yang ditujukan kepada para penentu atau pembuat kebijakan, agar mereka mengeluarkan kebijakan-kebijakan publik yang mendukung atau menguntungkan kesehatan. Dengan perkataan lain, agar kebijakan-kebijakan dalam bentuk peraturan, perundangan, surat-surat keputusan, dan sebagainya, selalu berwawasan atau berorientasi kepada kesehatan publik. Misalnya, ada paraturan atau undang-undang yang mengatur adanya analisis dampak lingkungan untuk mendirikan pabrik, perusahaan, rumah sakit, dan sebagainya. Dengan perkataan lain, setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pejabat publik, harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan (kesehatan masyarakat). 2. Lingkungan yang Mendukung (Supportive Environment) Strategi ini ditujukan kepada para pengelola tempat umum, termasuk pemerintah kota, agar mereka menyediakan sarana¬prasarana atau fasilitas yang mendukung terciptanya perilaku sehat bagi masyarakat, atau sekurang-kurangnya pengunjung tempat-tempat umum tersebut. Lingkungan yang mendukung kesehatan bagi tempat-tempat umum antara lain: tersedianya temp at sampah, tersedianya temp at buang air besar/kecil, tersedianya air bersih, tersedianya ruangan bagi perokok dan non-perokok, dan sebagainya. Dengan perkataan lain, para pengelola tempattempat umum, pasar, terminal, stasiun kereta api, bandara, pelabuhan, mall, dan sebagainya, harus menyedia¬kan sarana-prasarana untuk mendukung perilaku sehat bagi pengunjungnya. 3. Reorientasi Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Services) Sudah nienjadi pemahaman masyarakat pada umumnya, bahwa dalam pelayanan kesehatan itu ada "provider" dan "con¬sumer". Penyelenggara (penyedia) pelayanan kesehatan adalah pemerintah dan swasta dan masyarakat adalah sebagai pemakai atau pengguna pelayanan kesehatan. Pemahaman semacam ini harus diubah, harus direorientasi lagi, bahwa masyarakat bukan hanya sekadar pengguna atau penerima pelayanan kesehatan, tetapi sekaligus juga sebagai penyelenggara juga, dalam batas¬-batas tertentu. Realisasi dari reorientasi pelayanan kesehatan ini adalah, para penyelenggara pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta harus melibatkan, bahkan member¬dayakan masyarakat agar mereka juga dapat berperan bukan hanya sebagai penerima pelayanan kesehatan, tetapi juga seka¬ligus sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan masayarakat. Dalam mereorientasikan pelayanan kesehatan ini peran promosi kesehatan sangat penting. 4. Keterampilan individu (Personnel Skill) Kesehatan masyarakat adalah kesehatan agregat, yang rerdiri dari individu, keluarga, dan kelompok-kelompok. Oleh sebab, itu, kesehatan masyarakat akan terwujud apabila kesehatan individu-individu, keluarga-keluarga, dan kelompok¬kelompok terse but terwujud. Oleh sebab itu, strategi untuk mewujudkan keterampilan individu-individu (personnel skill) dalam

mencari pengobatan ke fasilitas kesehatan profesional.memelihara dan meningkatkan kesehatan adalah sangat penting. Tanpa adanya kegiatan masya¬rakat di bidang kesehatan. Oleh sebab itu. mencegah penyakit. . meningkatkan kesehatan. niscaya terwujud perilaku yang kon¬dusif untuk kesehatan. Metode dan teknik pemberian pemahaman ini lebih bersifat individual daripada massa. atau masyarakat yang mau dan mampu memelihara serta meningkatkan kesehatan mereka. promosi kesehatan harus men¬dorong dan memacu kegiatan-kegiatan di masyarakat dalam mewujudkan kesehatan mereka. Gerakan Masyarakat (Community Action) Untuk mendukung perwujudan masyarakat yang mau dan mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya seperti tersebut dalam visi promosi kesehatan ini. Langkah awal dari peningkatan keterampilan dalam memelihara dan meningkatan kesehatan mereka ini adalah mem¬berikan pemahaman-pemahaman kepada anggota masyarakat tentang cara-cara memelihara kesehatan. 5. dan sebagainya. mengenal penyakit. maka di dalam masyarakat itu sendiri harus ada gerakan atau kegiatan-kegiatan untuk kesehatan.

mencakup berjalan. makan makanan yang baik dan seterusnya.PENDEKATAN PROMOSI KESEHATAN Pendekatan medical yaitu pendekatan dengan pencegahan terhadap penyakit. nilai-nilai. • Faktor-faktor pendorong (renforcing factors). Ada beberapa hal yang mempengaruhi perilaku seseorang. berpakaian. keyakinan. persepsi dan emosi juga merupakan perilaku manusia. bereaksi. misalnya puskesmas. wanita untuk memanfaatkan klinik keluarga berencana dan pria umur pertengahan untuk dilakukan screening takanan darah. Orang-orang yang menerapkan pendekatan ini akan merasa yakin bahwa gaya hidup “sehat “merupakan hal paling baik bagi kliennya dan akan melihatnya sebagai tanggung jawab mereka untuk mendorong sebanyak mungkin orang untuk mengadopsi gaya hidup sehat yang menguntungkan. Pendekatan ini melibatkan kedokteran untuk mencegah atau meringankan kesakitan. Tujuan dari pendekatan ini adalah mengubah sikap dan perilaku individu masyarakat. kepercayaan. Perilaku dan gejala perilaku yang tampak pada kegiatan organisme tersebut dipengaruhi baik oleh faktor genetik (keturunan) dan lingkungan. sikap. Pendekatan ini memberikan arti penting dari tindakan pencegahan medic dan tanggung jawab profesi kedokteran untuk membuat kepastian bahwa pasien patuh pada prosedur yang dianjurkan. dan sebagainya. memberitahu orang tua agar membawa anak mereka untuk imunisasi. • Faktor-faktor pendukung ( enebling factors). kanker. tersedia atau tidak tersedianya fasilitas-fasilitas atau sarana-sarana kesehatan. seperti penyakit infeksi. jamban. yang terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lain. mungkin dengan metode persuasive maupun paternalistic. Pendekatan perubahan prilaku yaitu dengan mendorong seseorang untuk menjalankan prilakuprilaku kesehatan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. sehingga mereka mengambil gaya hidup sehat. yang terwujud dalam lingkungan fisik. dan sebagainya. Secara umum dapat dikatakan bahwa faktor genetik dan lingkungan ini merupakan penentu dari perilaku makhluk hidup termasuk perilaku manusia. dan sebagainya. Adapun tujuan akhir ini untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dini. mendorong orang untuk melakukan latihan olahraga. dan penyakit jantung. Secara garis besar perilaku manusia dapat dilihat dari 3 aspek yakni : • Aspek fisik • Aspek psikis • Aspek social Perilaku dibentuk oleh 3 faktor antara lain : • Faktor-faktor predisposisi (predisposing factors) yang terwujud dalam pengetahuan. baik dapat diamati secara langsung atau secara tidak langsung. Tujuan dari pendekatan ini adalah kebebasan dari penyakit dan kecacatan yang didefinisikan secara medic. Jadi perilaku manusia pada hakekatnya adalah suatu aktivitas dari manusia itu sendiri. Sebagai contoh. Oleh sebab itu. berbicara. Contohnya antara lain mengajarkan orang bagaimana menghentikan merokok. perilaku manusia itu mempunyai bentangan yang sangat luas. obatobatan. sebagian terletak di dalam individu sendiri . pendidikan tentang minum alcohol “ wajar “. memelihara gigi. PENDEKATAN PERUBAHAN PERILAKU Perilaku dari pandangan biologis adalah merupakan suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan. yang merupakan kelompok referensi dari perilaku masyarakat. Untuk kepentingan kerangka analisis dapat dikatakan bahwa perilaku adalah apa yang dikerjakan oleh organisme tersebut. Keberhasilannya dapat dilihat pada program imunisasi dan vaksinasi. B. alat-alat kontrasepsi. Bahkan kegiatan internal (internal activity) seperti berpikir.

Tujuan utama pendekatan edukatif adalah untuk mengembangkan kemampuan masyarkat sehingga masyarakat yang bersangkutan dapat memcahkan masalah yang dihadapi atas dasar swadaya sebatas kemampuan mereka. informasi merupakan satu hal pada edukasi. Sikap tidaklah sama dengan perilaku. ketersediaan fasilitas. dan kemudian atas dasar rumusan masalah kesehatan yang telah mereka sepakati dikembangkanlah rencana penanggulangannya. Tindakan nyata ditentukan tidak hanya oleh sikap. sikap. Yang dimaksud dengan provider adalah para petugas yang peduli terhadap kesehatan. kepercayaan. Untuk mencapai tujuan tersebut. Pengembangan provider ini bertujuan agar mereka mempunyai persamaan pandangan atau sikap positif terhadap kesehatan dan pendekatan edukatif. Contoh Perubahan Perilaku sebagai Dampak Adanya Promosi Kesehatan • Perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan HIV-AIDS Para pengidap HIV-AIDS didampingi dan diarahkan untuk memelihara kesehatan dengan mengonsumsi obat dan vaksin.dalam stategi point paksaan juga berhubungan dengan promosi kesehatan lewat informasi. karna semua promosi kesehatan berupa informasi. karna melalui promosi kesehatan tersebut masyarakat/sesorang dapat mngetahui ancaman berupa penyakit yang ditimbulkan jika tidak melaksanakan perilaku hidup sehat. Pesan tentang cuci tangan pakai sabun pun mulai semarak digalakkan sebagai alat untuk mengubah perilaku masyarakat. Disimpulkan bahwa perilaku seseorang atau masyarakat tentang kesehatan ditentukan oleh pengetahuan. dan perilaku tidaklah selalu mencerminkan sikap seseorang. yaitu faktor lingkungan. utamanya petugas kesehaan yang terlibat langsung dengan masalah kesehatan masyarakat. tradisi.yang disebut faktor intern dan sebagian terletak diluar dirinya yang disebut faktor ekstern. Namun faktanya. sikap. Secara lebih rinci pengembangan provider ini diharapkan . Sikap seseorang dapat berubah dengan diperolehnya tambahan informasi tentang objek tersebut. meninggalkan perilaku yang bisa menghantarkan pada penularan penyakit tersebut kepada orang lain serta memberdayakan kemampuan yang mereka miliki untuk menghilangkan stigma di tengah masyarakat. masyarakat belum menyadari pentingnya penerapan praktek cuci tangan pakai sabun dalam kehidupannya sehari-hari. akan tetapi oleh berbagai faktor eksternal lainnya. Pendekatan edukatif adalah serangkaian kegiatan untuk membantu masyarakat: mengenali dan menemukan masalah mereka sendiri. PENDEKATAN PENDIDIKAN (EDUCATIONAL) Pendekatan educational yaitu dengan memfasilitasi individu untuk proses pembelajaran dan memberikan fasilitas penunjang. melalui persuasi serta tekanan dari kelompok sosialnya (Sarwono 1993). Informasi merupakan hal yang utama dalam promosi kesehatan. dan perilaku para petugas kesehatan terhadap kesehatan juga akan mendukung dan memperkuat terbentuknya perilaku. sebab seringkali terjadi bahwa seseorang memperlihatkan tindakan yang bertentangan dengan sikapnya. Jadi promosi kesehatan memberikan informasi tentang perilaku hidup sehat ang mampu menjadi strategi dalam merubah perilaku. • Perubahan perilaku masyarakat dalam penanganan lingkungan bersih dan sehat Perilaku cuci tangan pakai sabun telah terbukti secara ilmiah dapat mengurangi angka kematian balita yang disebabkan oleh diare. dan sebagainya dari orang atau masyarakat yang bersangkutan. Strategi perubahan perilaku pada point edukasi. Informasi merupakan salah satu sumber utama dari knowledge (pengetahuan) yang menjadi salah satu strategi dalam perubahan perilaku pada point fasilitasi (penyediaan sarana dan prasarana). Dalam strategi merubah perilaku melalui point persuasi. C. Disamping itu. strategi dasar yang ditempuh adalah mengembangkan provider dan masyarakat. informasi dapat di peroleh melalui diskusi yang menjadi salah satu media promosi kesehatan.

Dalam perkembangan selanjutnya pendekatan semacam ini disebut ”advocacy”. Jenis data yang diperlukan antara lain: 1. tempat pembuangan sampah. Oleh sebabab itu dalam menggalang kerjasama dalam rangka pendekatan edukatif ini. para petugas atau provider harus mengumpulkan sendiri data dan memahaminya sendiri. Tujuan dari pendekatan ini adalah memberikan informasi dan memastikan pengetahuan dan pemahaman tentang perihal kesehatan dan membuat keputusan yang ditetapkan atas dasar informasi yang ada. Dalam rangka mewujudkan kerjasama antar provider. daerah dan lokal. dan sebagainya. dan sebagainya. maupun secara vertikal.akan menciptakan suatu kerja sama lintas sektor yang terkoordinir. antara lain: data pertanian. misalnya: kebaiasaan buang air besar. Manfaat data bagi provider disamping untuk mengenal masalah yang ada di masyarakat. Data umum. dan membuat keputusan mereka sendiri. perilaku pencegahan penyakit. kesehatan (jamban keluarga. juga merupakan pembanding (data awal) yang dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil kegiatan. demografi. saluran air limbah. terutama pejabat pemerintahan (gubernur. status gizi anak balita. camat. b. Pendekatan terhadap para pelaksana dari berbagai sektor dan tingkat: Pendekatan ini bertujuan agar para pelaksanan dilapangan dari berbagai sektor memperoleh pemahaman yang sama terhadap program atau pendekatan yang akan dilakukan. dsb) adalah merupakan kunci kerja sama. yakni data dari masing-masing sektor. c. pendidikan. antara sektor yang sama di tingkat administrasi yang berbeda (diatas atau dibawahnya). Pendekatan ini dapat dilakukan baik secara horisontal (antar sektor pada tingkat sektor yang sama). Informasi tentang kesehatan disajikan dan orang dibantu untuk menggali nilai dan sikap. dan merupakan bukti bahwa masalah memang ada di masyarakat secara riil (faktual). Pengumpulan data oleh provider tingkat kecamatan Data adalah fakta empiris dari lapangan atau masyarakat. Tujuan pendekatan kepada para penjabat ini adalah untuk memperoleh dukungan politis. program pendidikan kesehatan sekolah. bupati. Oleh sebab itu. yakni data tentang kondisi geografi wilayah. 3. Bantuan dalam melaksanakan keputusan-keputusan itu dan mengadopsi praktek kesehatan baru dapat pula ditawarkan. karena program merupakan upaya pemecahan masalah. akan menghargai hal individu untuk memilih perilaku mereka sendiri. kebiasan mandi. sejenisnya. Data khusus. kebiasaan makan. D. sumber air bersih. PENDEKATAN PEMBERDAYAAN ( PENDEKATAN YANG BERPUSAT PADA KLIEN ) Proses pemberdayaan masyarakat merupakan suatu proses yang bertitik tolak untuk memandirikan masyarakat agar dapat meningkatkan taraf hidupnya sendiri dengan menggunakan . media komunikasi yang ada. dilakukan langkah-langkah: a. dan sebagainya 2. pemuka masyarakat. tidak hanya memperoleh pengetahuannya. Data perilaku. dan dari masalah inilah program atau kegiatan akan dimulai. misalnya menekankan membantu murid mempelajari ketrampilan hidup sehat. orang-orang yang mendukung pendekatan ini akan memberi arti tinggi bagi proses pendidikan. Pendekatan terhadap para penjabat penentu kebijakan: Para penjabat lintas sektor baik tingkat pusat. khususnya perilaku yang berkaitan dengan kesehatan. harus dilakukan pendekatan terhadap mereka ini. dan akan melihatnya sebagai tanggung jawab mereka mengangkat bersama persoalan-persoalan kesehatan yang mereka anggap menjadi hal yang paling baik bagi klien mereka. Dari data inilah masalah ada.

Tujuan dari pendekatan ini adalah melakukan perubahan-perubahan pada lingkungan fisik. Peran promotor kesehatan adalah bertindak sebagai fasilitator. Ketiga. Temuan-temuan ilmu dan teknologi kedokteran. mempunyai komitmen pada penempatan kesehatan dalam agenda politik di berbagai tingkat dan pada pentingnya pembentukan lingkungan yang sehat daripada pembentukan kehidupan individu-individu orang yang tinggal di tempat itu. Tujuan dari pendekatan ini adalah bekerja dengan klien agar dapat membantu mereka mengidentifikasi apa yang ingin mereka ketahui dan lakukan. derajat kesehatan yang masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga dan kurangnya kemandirian dalam pembangunan kesehatan. Kedua. Program pembangunan kesehatan yang dilaksanakan telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara cukup bermakna. Pemberdayaan diri sendiri klien dilihat sebagai central dari tujuan ini. perubahan pada dinamika kependudukan. Contohnya adalah mengubah masyarakat. bukan pada pengubahan perilaku individu-individunya. Oleh karena itu diperlukan adanya reformasi di bidang kesehatan untuk mengatasi ketimpangan hasil pembangunan kesehatan antar daerah dan antar golongan. Orang-orang yang menerapkan pendekatan ini memberikan nilai penting bagi hak demokrasi mereka mengubah masyarakat.dan mengakses sumberdaya setempat sebaik mungkin. politik yang dianut dan tingkat sosial ekonominya. Pertama. E. Proses tersebut menempatkan masyarakat sebagai pihak utama atau pusat pengembangan (people or community centered development). 44444444444444444 Etika Promosi Kesehatan ETIKA PROMOSI KESEHATAN Eny Retna Ambarwati Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. social dan ekonomi. agama. dan membuat keputusan dan pilihan mereka sendiri sesuai dengan kepentingan dan nilai mereka. membantu orang mengidentifikasi kepedulian-kepedulian mereka dan memperoleh pengetahuan serta ketrampilan yang mereka butuhkan agar memungkinkan terjadi perubahan. ketrampilan dan kemampuan berkontribusi dan siapa yang mempunyai hak absolute untuk mengontrol tujuan kesehatan mereka sendiri. PENDEKATAN PERUBAHAN SOSIAL Pendekatan perubahan sosial untuk memastikan bahwa sehat itu mudah dijangkau salah satunya dengan memperluas jaringan kerjasama dengan pembuat kebijakan. Reformasi di bidang kesehatan perlu dilakukan mengingat lima fenomena yang berpengaruh terhadap pembangunan kesehatan. walaupun masih dijumpai berbagai masalah dan hambatan yang akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. Dalam konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia tahun 1948 disepakati antara lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah hak yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras. Tantangan . Klien dihargai sama yang mempunyai pengetahuan. supaya dapat membuatnya lebih mendukung untuk keadaan yang sehat.

Disamping itu dengan perilaku sehat para tokoh masyarakat sebagai hasil pendidikan kesehatan yang diterima. tokoh agama. anak sekolah untuk kesehatan remaja. B. maka para tokoh masyarakat ini akan memberikan contoh atau acuan perilaku sehat bagi masyarakat sekitarnya. Paradigma pembangunan kesehatan yang baru yaitu Paradigma Sehat merupakan upaya untuk lebih meningkatkan kesehatan masyarakat yang bersifat proaktif. Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010 yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. MENETAPKAN TUJUAN Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran. Sasaran tersier Para pembuat keputusan atau penentuan kebijakan baik ditingkat pusat. MENETAPKAN SASARAN 1. Paradigma sehat sebagai model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk mandiri dalam menjaga kesehatan melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidp dengan perilaku dan dalam lingkungan sehat. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. telekomunikasi dan transportasi. Sasaran primer Masyarakat pada umumnya menjadi sasaran langsung segala upaya pendidikan atau promosi kesehatan. Dalam Indonesia Sehat 2010. pemukiman yang sehat. dan juga kepada masyarakat umum (sasaran primer). Perubahan pemahaman konsep akan sehat dan sakit serta semakin maju IPTEK dengan informasi tentang determinan penyebab penyakit telah menggugurkan paradigma pembangunan kesehatan yang lama yang mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif. maupun daerah adalah sasaran tersier pendidikan kesehatan dengan kebijakan – kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok ini akan mempunyai dampak terhadap perilaku para tokoh masyarakat (sasaran sekunder). lingkungan yang diharapkan adalah yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi. Sesuai dengan permasalahan kesehatan. Sasaran sekunder Para tokoh masyarakat. Demokratisasi. Upaya promosi yang dilakukan terhadap sasaran primer ini sejalan dengan strategi pemberdayaan masyarakat (empow-erment). tokoh adat. sanitasi lingkungan yang memadai. 3. Perubahan lingkungan . revolusi informasi. tersedianya air bersih. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat. Disebut sasaran sekunder karena dengan memberikan pendidikan kesehatan pada kelompok ini diharapkan untuk selanjutnya kelompok ini akan memberikan pendidikan kesehatan pada masyarakat disekitarnya. Upaya promosi kesehatan yang ditujukan kepada sasaran sekunder ini adalah sejalan dengan strategi dukungan sosial (social support). dan sebagainya. perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong. A. Upaya promosi kesehatan yang ditujukan kepada sasaran tersier ini sejalan dengan strategi advokasi.Kelima. ibu hamil dan menyusui untuk masalah KIA (kesehatan ibu dan anak). memiliki kemampuan untuk menjangkau . 2. mencegah risiko terjadinya penyakit. Keempat. maka sasaran ini dapat dikelompokkan menjadi kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum.global sebagai akibat dari kebijakan perdagangan bebas. dan sebagainya.

Program lingkungan pemukiman. Program keselamatan dan kesehatan kerja 8. maka yang terpenting adalah menetapkan kegiatan operasional yang harus tercakup dalam pelayanan kesehatan dasar: 1. makanan dan minuman 10. Program upaya kesehatan 4. visual (flip charts). Program kebijakan kesehatan. C. alkohol dan madat 9. pengorganisasian dan penyelenggaraan yang efisien . Program perbaikan gizi 3. selanjutnya dikomunikasikan dengan dukungan seperti audio visual (video. Oleh karena pelayanan kesehatan dasar merupakan kunci untuk mencapai derajat kesehatan yang layak bagi semua. E. Program peningkatan perilaku hidup sehat dan kesehatan mental 5. pada tahap ini telah dapat menentukan perubahan perilaku dan menempatkan pesan dengan tepat dengan memadukan semua informasi yang telah dikumpulkan. Program pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan Untuk meningkatkan percepatan perbaikan derajat kesehatan masyarakat yang dinilai penting untuk mendukung keberhasilan program pembangunan nasional ditetapkan 10 pogram unggulan kesehatan(DepKes RI. serta memiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Indonesia. MENETAPKAN PESAN POKOK Program-program pembangunan kesehatan dikelompokkan dalam pokok-pokok program yang pelaksanaannya dilakukan secara terpadu dengan pembangunan sektor lain yang memerlukan dukungan dan peran serta masyarakat. maka perencanaan. bahan berbahaya. MENETAPKAN KEGIATAN OPERASIONAL Untuk mencapai taraf kesehatan bagi semua. pembiayaan kesehatan dan hukum kesehatan 2. cara pencegahan dan pemberantasannya 2. cetak (poster. Program pencegahan penyakit menular termasuk imunisasi 4. film). kesehatan reproduksi dan keluarga berencana 7.pelayanan kesehatan yang bermutu adil dan merata. leaflet). Program kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan 7. Program lingkungan sehat 3. oral (radio). Program pencegahan kecelakaan. Program anti tembakau. 1999) : 1. makanan dan obat berbahaya 6. Pengobatan dan pengadaan obat 7. Disusun 7 Program pembangunan kesehatan yaitu (DepKes RI. Program kesehatan keluarga. Penyediaan air minum dan sanitasi dasar 4. Program perilaku dan pemberdayaan masyarakat 2. Pendidikan tentang masalah kesehatan umum. air dan sehat 6. 1999) : 1. Program pengawasan obat. Program pengembangan sumber daya kesehatan 5. Program pengawasan obat. Imunisasi 6. MENETAPKAN METODE DAN SALURAN KOMUNIKASI Merancang program komunikasi. rudapaksa dan keselamatan lalu lintas D. Peningkatan persediaan pangan dan kecukupan gizi 3. Pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana 5.

Mengidentifikasikan perubahan perilaku masyarakat. Pengutamaan upaya kesehatan promotif dan upaya kesehatan preventif 9. Memperkenalkan kepada masyarakat gagasan dan teknik perilaku Program promosi Hygiene Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu. menarik yang dirancang untuk dikomunikasikan lewat sarana lokal seperti poster. 19. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak hanya berada ditangan pemerintah. 21. Untuk terselenggaranya tugas penyelenggaraan upaya kesehatan yang harus diutamakan adalah bersifat promotif dan preventif yang didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif. Setiap program pembangunan nasional yang diselenggarakan di Indonesia harus memberikan konstribusi positif terhadap kesehatan. para penanggung jawab program pembangunan harus memasukkan pertimbangan-pertimbangan kesehatan dalam semua kebijakan pembangunannya. melainkan mengikutsertakan masyarakat dan potensi swasta. untuk itu diperlukan pesanpesan sederhana. Misi Pembangunan Kesehatan 12. leaflet. Beberapa hal penting yang harus diterapkan adalah (DepKes RS. 1999): pembangunan berwawasan kesehatan 23. Oleh karena itu seluruh elemen dari Sistem Kesehatan Nasional harus berperan sebagai penggerak utama pembangunan nasional berwawasan kesehatan. yaitu terbentuknya lingkungan sehat dan pembentukan perilaku sehat. Sehingga dapat ditentukan cara pendekatan baru terhadap perbaikan hygiene sehingga diharapkan anak-anak terhindar dari . Dalam mewujudkan Visi Indonesia Sehat 2010. Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan 14. dan dilakukan masyarakat. 2. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. 17. Kesehatan sebagai hak asasi. dalam tahap ini akan dilakukan identifikasi perilaku beresiko melalui pengamatan terstruktur. Program ini dimulai dari apa yang diketahui. yang merupakan pendekatan terencana untuk mencegah penyakit diare melalui pengadopsian perubahan perilaku oleh masyarakat secara meluas.mutlak diperlukan disamping harus berdasarkan : Perikemanusiaan. merata dan terjangkau 18. keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya 20. merata dan terjangkau oleh masyarakat. Salah satu tanggung jawab sektor kesehatan adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang bermutu. 15. 1999) 13. Strategi pembangunan nasional harus berdasarkan pada kebijakan nasional. mencakup garis besar kegiatan dimana semua sektor yang terlibat untuk mewujudkan kebijaksanaan tersebut. Perencanaan suatu program promosi hygiene untuk masyarakat dilakukan berdasarkan jawaban atau pertanyaan diatas atau bekerjasama dengan pihak yang terlibat. MENETAPKAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI 1. Strategi Pembangunan Kesehatan 22. positif. diinginkan. Untuk dapat terwujudnya Indonesia Sehat 2010. Pemberdayaan dan kemandirian masyarakat 8. Perilaku sehat dan kemampuan masyarakat untuk memilih dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu sangat menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan. Dukungan sumber daya kesehatan 11. telah ditetapkan misi pembangunan kesehatan (DepKes RI. Pelayanan kesehatan perorangan yang sesuai kebutuhan 10. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat 16. F.

Faktor – faktor penguat. WHO. Hal ini ditunjukkan dengan pentingnya peran tenaga kesehatan masyarakat dalam merubah perilaku masyarakat menuju hidup bersih dan sehat. 1997. wawancara dan melalui uji coba perilaku 5. Program promosi perilaku hidup bersih dan sehat yang biasa dikenal PHBS/Promosi Higiene merupakan pendekatan terencana untuk mencegah penyakit menular yang lain melaui pengadopsian perubahan perilaku oleh masyarakat luas. UNICEF. Sehat dan Sejahtera). Dan faktor tersebut ditentukan oleh 3 faktor utama yaitu : a. Membuat pesan yang tepat sehingga sasaran mau melakukan perubahan perilaku 6. edukasi dan menyampaikan informasi secara tepat dan benar yang sekarang disebut dengan promosi kesehatan. Faktor – faktor pemungkin. Program ini dimulai dengan apa yang diketahui. Faktor – faktor predisposisi. 3. Mencari tahu apa yang dirasakan oleh kelompok sasaran mengenai perilaku tersebut melalui diskusi terfokus. Tenaga kesehatan masyarakat diharapkan mampu mengambil bagian dalam promosi PHBS sehingga dapat melakukan perubahan perilaku masyarakat untuk hidup berdasarkan PHBS. c. Menciptakan sebuah pesan sederhana. Faktor yang menentukan atau membentuk perilaku ini disebut determinan. menarik berdasarkan apa yang disukai kelompok sasaran G. Teori Lawrence Green Ada 2 determinan masalah kesehatan tersebut yaitu Behavioral factor (faktor perilaku) dan Non Behavioral factor (faktor non perilaku). tradisi dan sebagainya. positif. nilai – nilai.lingkungan yang terkontaminasi. langkah-langkah untuk memotivikasi orang untuk mengadopsi perilaku hygiene termasuk memilih beberapa perubaha perilaku yang diharapkan dapat diterapkan 4. Bersih. diinginkan dan dilakukan masyarakat setempat dan mengembangkan program berdasarkan informasi tersebut (Curtis V dkk. sikap. Tenaga kesehatan masyarakat telah mempunyai bekal yang cukup untuk dikembangkan dan pada waktunya disumbangkan kepada masyarakat dimana mereka bekerja. yaitu faktor – faktor yang mempermudah atau mempredisposisi terjadinya perilaku seseorang. b. HUBUNGAN DENGAN KLIEN Tenaga kesehatan masyarakat berhubungan erat dengan klien/masyarakat. Dalam bidang perilaku kesehatan ada 3 teori yang sering menjadi acuan dalam penelitian – penelitian kesehatan yaitu : 1. Program promosi PHBS harus dilakukan secara profesional oleh individu dan kelompok yang mempunyai kemampuan dan komitmen terhadap kesehatan masyarakat serta memahami tentang lingkungan dan mampu melaksanakan komunikasi. keyakinan. yaitu faktor. Memotivasi perubahan perilaku masyarakat. KEPEDULIAN DENGAN DETERMINAN SOSIAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN KESEHATAN Perilaku adalah resultan antar stimulus (faktor eksternal) dengan respons (faktor internal) dalam subjek atau orang yang berperilaku tersebut. kepercayaan. antara lain pengetahuan. H. yaitu faktor – faktor yang memungkinkan atau yang memfasilitasi perilaku atau tindakan.faktor yang mendorong atau memperkuat terjadinya . Perilaku seseorang atau subjek dipengaruhi atau ditentukan oleh faktor – faktor baik dari dalam maupun dari luar subjek.

Terjangkaunya informasi. Adanya otonomi atau kebebasan pribadi untuk mengambil keputusan e. memelihara gigi. sehingga mereka mengambil gaya hidup “ sehat “. J. wanita untuk memanfaatkan klinik keluarga berencana dan pria umur pertengahan untuk dilakukan screening takanan darah. .perilaku. Adanya kondisi dan situasi yang memuingkinkan 3. dan penyakit jantung. Pendekatan ini melibatkan kedokteran untuk mencegah atau meringankan kesakitan. dilihat dari status pengetahuan sekarang yang dapat memberikan manfaat kepada klien. PENDEKATAN PROMOSI KESEHATAN 1. makan makanan yang baik dan seterusnya. Sebagai contoh. Pendekatan Perubahan Perilaku Tujuan dari pendekatan ini adalah mengubah sikap dan perilaku individu masyarakat. Promotor kesehatan akan menghargai kerahasiaan informasi yang dapat mereka akses kecuali atas permintaan hokum dan demi kepentingan klien 3. Adanya niat (intention) seseorang untuk bertindak sehubungan dengan objek atau stimulus diluar dirinya. memberitahu orang tua agar membawa anak mereka untuk imunisasi. yaitu tersedianya informasi – informasi terkait dengan tindakan yang akan di ambil oleh seseorang d. Adanya acuan atau referensi dari seseorang atau pribadi yang dipercayai c. I. 2. pendidikan tentang minum alcohol “ wajar “. Sosio budaya merupakan faktor eksternal untuk terbentuknya perilaku seseorang.Karr Mengidentifikasi adanya 5 determinan perilaku. Teori Snehandu B. Pendekatan ini memberikan arti penting dari tindakan pencegahan medic dan tanggung jawab profesi kedokteran untuk membuat kepastian bahwa pasien patuh pada prosedur yang dianjurkan. seperti penyakit infeksi. Promotor kesehatan harus tidak melakukan kegiatan promosi kesehatan yang tidak kompoten bisa kerjakan. mereka berusaha mengikuti perkembangan promosi kesehatan 2. yaitu : a. Contohnya antara lain mengajarkan orang bagaimana menghentikan merokok. mendorong orang untuk melakukan latihan olahraga. Teori WHO Ada 4 determinan yaitu : a. Adany dukungan dari masyarakat sekitar (social support) c. mungkin dengan metode persuasive maupun paternalistic. 2. b. Orangorang yang menerapkan pendekatan ini akan merasa yakin bahwa gaya hidup “sehat “merupakan hal paling baik bagi kliennya dan akan melihatnya sebagai tanggung jawab mereka untuk mendorong sebanyak mungkin orang untuk mengadopsi gaya hidup sehat yang menguntungkan. Sumber daya yang tersedia merupakan pendukung untuk terjadinya perilaku seseorang atau masyarakat d. Pendekatan Medik Tujuan dari pendekatan ini adalah kebebasan dari penyakit dan kecacatan yang didefinisikan secara medic. Pemikiran dan perasaan yaitu merupakan modal awal untuk bertindak atau berperilaku b. PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN ETIS Pertimbangan-pertimbangan etis yang perlu kita lakukan dan pikirkan yakni : 1. kanker. Promotor kesehatan tidak akan secara sengaja menunda pelayanan atau informasi.

maka setiap perilaku seseorang dipengaruhi oleh pikirannya. orang-orang yang mendukung pendekatan ini akan memberi arti tinggi bagi proses pendidikan. social dan ekonomi. membantu orang mengidentifikasi kepedulian-kepedulian mereka dan memperoleh pengetahuan serta ketrampilan yang mereka butuhkan agar memungkinkan terjadi perubahan. Orangorang yang menerapkan pendekatan ini memberikan nilai penting bagi hak demokrasi mereka mengubah masyarakat. ketrampilan dan kemampuan berkontribusi dan siapa yang mempunyai hak absolute untuk mengontrol tujuan kesehatan mereka sendiri. dan akan melihatnya sebagai tanggung jawab mereka mengangkat bersama persoalan-persoalan kesehatan yang mereka anggap menjadi hal yang paling baik bagi klien mereka. Pemberdayaan diri sendiri klien dilihat sebagai central dari tujuan ini. tidak hanya memperoleh pengetahuannya. Hasil olah pikir manusia itulah yang memotivasi perilaku manusia. 4. dan membuat keputusan mereka sendiri. akan menghargai hal individu untuk memilih perilaku mereka sendiri. supaya dapat membuatnya lebih mendukung untuk keadaan yang sehat. semua perilaku manusia dipengaruhi oleh cara berpikir manusia tersebut. Pendekatan Perubahan Sosial Tujuan dari pendekatan ini adalah melakukan perubahan-perubahan pada lingkungan fisik. Peran promotor kesehatan adalah bertindak sebagai fasilitator. Bantuan dalam melaksanakan keputusan-keputusan itu dan mengadopsi praktek kesehatan baru dapat pula ditawarkan. bukan pada pengubahan perilaku individu-individunya. Dari sudut pandang . dan membuat keputusan dan pilihan mereka sendiri sesuai dengan kepentingan dan nilai mereka. mempunyai komitmen pada penempatan kesehatan dalam agenda politik di berbagai tingkat dan pada pentingnya pembentukan lingkungan yang sehat daripada pembentukan kehidupan individu-individu orang yang tinggal di tempat itu 55555555555555 Prinsip Perubahan Perilaku PRINSIP PERUBAHAN PERILAKU Eny Retna Ambarwati Dari sisi psikologis manusia. Sedangkan menurut faham psikoanalisis.3. Klien dihargai sama yang mempunyai pengetahuan. Pendekatan Berpusat Pada Klien Tujuan dari pendekatan ini adalah bekerja dengan klien agar dapat membantu mereka mengidentifikasi apa yang ingin mereka ketahui dan lakukan. Menurut sudut pandang faham psikologi kognitif. Contohnya adalah mengubah masyarakat. misalnya menekankan membantu murid mempelajari ketrampilan hidup sehat. Informasi tentang kesehatan disajikan dan orang dibantu untuk menggali nilai dan sikap. program pendidikan kesehatan sekolah. Pendekatan Edukasional Tujuan dari pendekatan ini adalah memberikan informasi dan memastikan pengetahuan dan pemahaman tentang perihal kesehatan dan membuat keputusan yang ditetapkan atas dasar informasi yang ada. 5. perilaku manusia dipengaruhi oleh mentalitas manusia tersebut.

Keinginan atau dorongan hati itulah yang mempengaruhi akal pikir dan kemudian menggerakkan manusia untuk berbuat atau bertindak. Sikap merupakan kecondongan evaluatif terhadap suatu obyek atau subyek yang memiliki konsekuensi yakni bagaimana seseorang berhadapan dengan obyek sikap. sikap (afektif). Pemaknaan keterampilan dalam hal ini kemampuan sebagai level of competence. Seseorang dikatakan menguasai kecakapan motoris bukan saja karena ia dapat melakukan hal-hal atau gerakan yang telah ditentukan. maupun dari sisi motivasi hatinya. Dalam hal ini terdapat kecenderungan terkoordinasikannya aktivitas fisik karena pengenalan dan kelenturan jasmani untuk digerakkan sesuai ketentuan gerakan yang mestinya dilakukan (Suparno. Keterampilan adalah aktivitas fisik yang dilakukan seseorang yang menggambarkan kemampuan kegiatan motorik dalam kawasan psikomotor. Sikap adalah perasaan. 2. didasari oleh seberapa jauh pengetahuannya terhadap rangsang tersebut. Baik akal pikir atau cara berpikirnya. atau suka-tidak suka terhadap sesuatu. A. Dengan demikian pada dasarnya pengetahuan akan terus bertambah bervariatif dengan asumsi senantiasa manusia akan mendapatkan proses pengalaman atau mengalami. tetapi juga karena mereka melakukannya dalam keseluruhan gerak yang lancar dan tepat waktu. Keterampilan adalah kemampuan melakukan pola-pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun rapi secara mulus dan sesuai dengan keadaan untuk mencapai hasil tertentu. PENGERTIAN PERILAKU Perilaku merupakan seperangkat perbuatan/tindakan seseorang dalam melakukan respon terhadap sesuatu dan kemudian dijadikan kebiasaan karena adanya nilai yang diyakini. 2001). Baik perspektif psikologis yang digunakan. yaitu mengecek apakah cara mengolah informasi telah memadai (Brunner dalam Suparno. pikiran.metafisik. Proses transformasi. 3. terdapat dua . Dalam konteks ini maka setiap perbuatan seseorang dalam merespon sesuatu pastilah terkonseptualisasikan dari ketiga ranah ini. yaitu jika ingin dilakukan sebuah perubahan di dalam perilaku seseorang. yaitu : 1. Proses pengetahuan tersebut menurut Brunner melibatkan tiga aspek. Ini berarti sikap seseorang akan keterampilan pada kesetujuan-ketidaksetujuan. dipahami bahwa tindakan manusia atau perilaku manusia itu di pengaruhi oleh cara berpikir manusia tersebut. semua menuju ke satu arah. maka ada sesuatu dalam diri orang tersebut yang harus diubah dan dididik. dan kecenderungan seseorang yang kurang lebih bersifat permanen mengenai aspek-aspek tertentu dalam lingkungannya. Proses mengevaluasi. dan keterampilan (psikomotor) atau tindakan. dipengaruhi oleh akal manusia tersebut dan akal manusia dipengaruhi oleh dorongan hatinya. Perbuatan seseorang atau respon seseorang terhadap rangsang yang datang. yaitu proses memanipulasi pengetahuan agar sesuai dengan tugas-tugas baru. dan seberapa besar keterampilannya dalam melaksanakan atau melakukan perbuatan yang diharapkan. Proses mendapatkan informasi baru dimana seringkali informasi baru ini merupakan pengganti pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya atau merupakan penyempurnaan informasi sebelumnya. Perilaku manusia pada dasarnya terdiri dari komponen pengetahuan (kognitif). bagaimana perasaan dan penerimaannya berupa sikap terhadap obyek rangsang tersebut. Pengetahuan adalah segala apa yang diketahui berdasarkan pengalaman yang didapatkan oleh setiap manusia. maupun perspektif metafisik yang digunakan. Keterampilan bukan hanya meliputi gerakan motorik melainkan juga pengejawantahan fungsi mental yang bersifat kognitif. 2001).

akan menjadi dasar bagi pengembangan pengetahuan. Misalnya. kursus-kursus atau seminar-seminar. hanya dapat dilakukan melalui proses yang disengaja dengan grand design mencakup proses: 1. dan karakteristik orang dalam melakukan berbagai tugas pekerjaan untuk menghasilkan outputjabatan yang efektif. Bertambahnya pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki pada dasarnya merupakan kelanjutan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya. Kebutuhan pendekatan khusus sehingga proses belajar formal ini tidak terjebak oleh formalitas yang hanya mampu mentransfer pengetahuan tanpa memberikan “bekas” ruh jiwa pada peserta didik. Pendidikan informal. 2. baik keluarga. 3. sikap dan keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan. Moh Surya (1997) mengemukakan ciri-ciri dari perubahan perilaku. misalnya pengetahuannya semakin bertambah atau keterampilannya semakin meningkat. Perubahan kearah perilaku yang diharapkan (expected behavior) berupa perilaku yang lebih baik. Perubahan yang alamiah ini dapat diperoleh oleh seseorang dengan belajar dari lingkungannya. Begitu juga. sikap dan keterampilan yang telah diperoleh itu. 2. dengan memperoleh sejumlah pengetahuan.penggunaan istilah competence (y). Perubahan perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yang bersangkutan. Begitu juga dengan hasil-hasilnya. Pendidikan non formal. yaitu : 1. melalui pendekatan pelatihan. Perubahan perilaku menurut. kemudian disebut kompetensi (competency). dan individu-individu kunci yang akan dijadikan model oleh publik. Proses belajar yang alamiah sebagai hasil pengaruh lingkungan ini disebut dengan pendidikan informal. dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu proses belajar. Diperlukan konsistensi proses belajar informal dalam keluarga. sikap. 2. setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan perilaku. Kompetensi adalah behavior repertoire yang dilakukan oleh sebagian orang dengan lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya. seorang mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. yakni: 1. Begitu juga. pengetahuan. sikap. Pendekatan pertama mengarah pada job specification. dalam pergaulan di masyarakat. Digunakan untuk merujuk pada area pekerjaan atas peranan yang mampu dilakukan oleh seseorang dengan kompeten jadi fokusnya mendeskripsikan tugas-tugas pekerjaan dan output jabatan. Misalnya. outstanding. Dalam proses ini pemerintah dan masyarakat melakukan upaya aktif untuk meningkatkan daya upaya proses pembelajaran yang dilakukan secara insidental atau regular. 2004). atau superior. dengan asumsi bahwa perubahan dapat terjadi pada ketiga ranah (pengetahuan. Pendidikan formal. keterampilan) sekaligus atau salah satu ranah saja. komunitas tempat tinggal atau masyarakat lebih luas secara informal. Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional). kemudian disebut kompeten (competence). Dia menyadari bahwa dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. seorang mahasiswa telah belajar Psikologi Pendidikan tentang . Perilaku seseorang pastilah berubah. sikap dan keterampilan berikutnya. Digunakan untuk merujuk pada dimensi-dimensi perilaku yang berada di balik kinerja yang kompeten jadi fokusnya mendeskripsikan mengenai perilaku. Perubahan yang berkesinambungan (kontinyu). individu yang bersangkutan menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan. yang kedua kepada person specification (Prihadi.

baik tujuan jangka pendek. 3. Misalnya. Perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan. Misalnya. dia memahami dan berkeinginan untuk menerapkan prinsip – prinsip perbedaan individual maupun prinsipprinsip perkembangan individu jika dia kelak menjadi guru. sikap dan keterampilan tentang psikologi pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk kelulusan dengan memperoleh nilai A. 2003). namun setelah mengikuti pembelajaran Psikologi Pendidikan. tujuan yang ingin dicapai dalam panjang pendek mungkin dia ingin memperoleh pengetahuan. Contoh : seorang mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan. 7. maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer tersebut akan menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut. perubahan perilaku yang merupakan hasil belajar . individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukan perubahan. jangka menengah maupun jangka panjang. maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan membaca dan mengkaji buku-buku psikologi pendidikan. Perubahan yang bertujuan dan terarah. Individu melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai. Perubahan perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. Berbagai aktivitas dilakukan dan diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. seorang mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi Pendidikan menganggap bahwa dalam dalam Prose Belajar Mengajar tidak perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan individual atau perkembangan perilaku dan pribadi peserta didiknya. Menurut Gagne (Abin Syamsuddin Makmun. Perubahan perilaku belajar bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan semata. Misalnya. Perubahan perilaku secara keseluruhan. Misalnya. 8. Perubahan yang bersifat aktif. sikap dan keterampilannya tentang “Hakekat Belajar” akan dilanjutkan dan dapat dimanfaatkan dalam mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”. 6. Ketika dia mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”. Perubahan yang fungsional. maka pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari dan mengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari dan mengembangkan perilaku para peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru. baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang. 5. tetapi termasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan keterampilannya. Begitu juga. dia memperoleh keterampilan dalam menerapkan “Teori-Teori Belajar”. maka pengetahuan. 4. Untuk memperoleh perilaku baru. seorang mahasiswa belajar psikologi pendidikan. mahasiswa ingin memperoleh pengetahuan baru tentang psikologi pendidikan. disamping memperoleh informasi atau pengetahuan tentang “Teori-Teori Belajar”. Misalnya. Perubahan yang bersifat positif. berdiskusi dengan teman tentang psikologi pendidikan dan sebagainya. dia juga memperoleh sikap tentang pentingnya seorang guru menguasai “Teori-Teori Belajar”. mahasiswa belajar mengoperasikan komputer. mahasiswa belajar tentang “Teori-Teori Belajar”.“Hakekat Belajar”. Setiap perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individu yang bersangkutan. Sedangkan tujuan jangka panjangnya dia ingin menjadi guru yang efektif dengan memiliki kompetensi yang memadai tentang Psikologi Pendidikan. Perubahan yang bersifat pemanen.

misalnya pemberian nama-nama terhadap suatu benda. Sementara itu. sedangkan strategi kognitif lebih menekankan pada pada proses pemikiran. was-was. menafsirkan. kecewa. Pengamatan yakni proses menerima. strategi kognitif yaitu kemampuan mengendalikan ingatan dan cara – cara berfikir agar terjadi aktivitas yang efektif. kecakapan individu untuk melakukan pengendalian dan pengelolaan keseluruhan aktivitasnya.dapat berbentuk : Informasi verbal. Moh. didalamnya terdapat unsur pemikiran. mandi. dan sebagainya. Ancaman dan hukuman bukanlah sesuatu yang dibutuhkan oleh anak. Kesenangan bermain dan memperoleh pengetahuan dari berbagai macam bentuk permainan itu lah yang dibutuhkan oleh anak. makan. Kecakapan intelektual. perasaan yang menyertai pemikiran dan kesiapan untuk bertindak. Adapun beberapa contoh perubahan perilaku antara lain : 1. bangun di pagi hari. Ketika diminta membereskan mainan. sehingga akhirnya ia terbiasa dengan penggunaan bahasa secara baik dan benar. Dalam konteks proses pembelajaran. Kegiatan-kegiatan rutin yang membuat orang tua dapat mengambil kesimpulan bahwa anaknya sulit diatur dan tidak disiplin. konsep abstrak. dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui indera-indera secara obyektif sehingga peserta didik mampu mencapai pengertian yang benar. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi pemecahan masalah. Termasuk dalam keterampilan intelektual adalah kecakapan dalam membedakan (discrimination). baik secara tertulis maupun tulisan. Sikap. seperti peserta didik belajar bahasa berkali-kali menghindari kecenderungan penggunaan kata atau struktur yang keliru. definisi. Berfikir asosiatif yakni berfikir dengan cara mengasosiasikan sesuatu dengan lainnya dengan menggunakan daya ingat. gembira. misalnya: penggunaan simbol matematika. keterampilanketerampilan itu memerlukan koordinasi gerak yang teliti dan kesadaran yang tinggi. dan lain sebagainya. marah. Strategi kognitif. Kecakapan motorik ialah hasil belajar yang berupa kecakapan pergerakan yang dikontrol oleh otot dan fisik. Berfikir rasional dan kritis yakni menggunakan prinsip-prinsip dan dasar-dasar pengertian dalam menjawab pertanyaan kritis seperti “bagaimana” (how) dan “mengapa” (why). misalnya kenapa pintu lemari bisa dibuka dan ditutup. Sama halnya dengan membereskan mainan. memahami konsep konkrit. senang. Keterampilan seperti menulis dan berolah raga yang meskipun sifatnya motorik. Sikap yakni kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan. Sikap adalah keadaan dalam diri individu yang akan memberikan kecenderungan vertindak dalam menghadapi suatu obyek atau peristiwa. sedih. Anak tidak merasa perlu mendapatkan informasi bahwa bermain pintu ataupun api itu berbahaya. yaitu penguasaan informasi dalam bentuk verbal. Kecakapan intelektual menitikberatkan pada hasil pembelajaran. benci. Dengan kata lain. Hal ini di karenakan jangankan untuk mengingat perilaku negatif mereka. yaitu hasil pembelajaran yang berupa kecakapan individu untuk memilih macam tindakan yang akan dilakukan. anak justru melanjutkan permaianan . Surya (1997) mengemukakan bahwa hasil belajar akan tampak dalam kebiasaan. aturan dan hukum. Perubahan Prilaku Pada Anak Yang Terpaksa Karena Orang Tua. yaitu keterampilan individu dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya dengan menggunakan simbol-simbol. atau kenapa api lilin itu seperti bergoyang-goyang. Mereka akan menerima informasi yang memang mereka perlukan. anak-anak bahkan tidak dapat menerima informasi jika mereka tidak membutuhkannya. Perilaku afektif yakni perilaku yang bersangkutan dengan perasaan takut.

Jika reward dan target perilaku telah berhasil diputuskan. tergantung dari tingkat kesulitan perubahan perilaku. karena kadang-kadang benda atau moment yang diinginkan anak sebagai reward tidak mudah diperoleh. Berat bagi orang tua karena tidak boleh menghukum atau mengancam. menjadikannya suatu reward dalam kontrak kerja sama antara orang tua dan anak. Baik bagi orang tua maupun anak. maka kamu harus …” Berat. Pertama. adalah tahap yang paling berat. justru semakin ramai pergulatan yang terjadi. akan membuat anak bete sepanjang pagi. Tahap yang berikutnya. Misalnya.atau mengambil mainan yang lain. Pada tahap ini. Kontrak kerja diberlakukan pada anak? Kesannya memang sulit. Berat. anak dikenalkan pada konsep tujuan. . yang nantinya akan berisi simbol keberhasilan setiap perilaku yang sesuai dengan kontrak. masih ada beberapa tahap lagi. Letakkan di tempat yang mudah dilihat oleh semua orang. anak mau membereskan mainannya sendiri. anak justru asyik bermain dengan peralatan mandinya. kalau kamu mau …. Syarat yang akan selalu ditemuinya di seluruh waktu hidupnya kelak. main ke mall atau tempat rekreasi. Anda mau membeli baju? Anda harus punya uang. Reward di sini tidak selalu berupa barang (mainan. Sebaiknya satu perilaku untuk setiap reward agar anak lebih mudah mengingat syaratnya. karena kadang-kadang anak berubah pikiran mereka mengenai apa yang diinginkan. televisi. Salah satu cara yang sebenarnya paling jitu untuk melatih kedisiplinan anak adalah mencari tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh anak. Jangka waktu yang tepat akan sangat berguna untuk melatih anak dalam menunda keinginan dan melatih orang tua untuk bersabar. Misalnya. padahal sebenarnya sangat mudah asalkan orang tua maupun orang dewasa di sekitar anak tetap menjaga kekonsistenannya.Anda mau uang? Anda harus bekerja. orang tua sebaiknya bernegosiasi sampai mendapatkan suatu bentuk reward yang memang masuk akal. Tahap berikutnya adalah membuat bukti tertulis dari kontrak tersebut. tetapi bisa juga kesempatan untuk menonton film. bisa mulai dari 1 hari sampai 3 bulan. namun waktu yang terlalu lama akan membuat kedua belah pihak akan bosan dan kehilangan momen. Alih-alih mengatakan “Awas … kalau kamu … maka ayah/ibu akan …” maka dengan sistem kontrak orang tua hanya boleh mengatakan “Kamu mau … khan? Masih ingat janjinya? Hayo. Jangan lupa untuk menyertakan kolom bukti perilaku. anak justru asyik mengaduk-aduk makanannya atau justru sama sekali tidak mengindahkan panggilan untuk makan. Siapkan saja kertas yang bertuliskan semua tahap di atas (bisa juga dengan gambar jika anak masih belum bisa membaca) dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. yaitu tahap pelaksanaan. Setelah reward berhasil diputuskan bersama. Waktu yang terlalu singkat tidak akan merubah perilaku anak secara permanen. menegosiasikan jangka waktu kontrak. dlsb). atau bangun di pagi hari. Ketika diminta untuk mandi. sepeda. atau perubahan perilaku yang lainnya. baik orang tua maupun anak. sekarang giliran orang tua yang menegosiasikan keinginan mereka untuk merubah perilaku anak. Jika yang diinginkannya tidak masuk akal. Simbol ini dapat berupa stempel atau stiker yang ditempelkan setiap kali anak menunjukkan perilaku yang ditargetkan. Ketika diminta bangun di pagi hari. Semakin tinggi atau keras hukuman orang tua maka akan bertambah tinggi pula tingkat stress di kedua belah pihak. Pada tahap ini anak akan mulai mengenal syarat dalam memenuhi keinginannya. Ketika diminta untuk makan. Semakin orang tua memaksa. serta secara konsisten menegakkan. baju. Orang tua dan anak tinggal mendiskusikan apa yang sangat diinginkan oleh anak. hanya mengingatkan anak atas reward yang diinginkan anak jika kontrak berhasil.

melalui KPI meminta agar tayangan ini dihentikan pemutarannya di Indonesia. Pujilah keberhasilannya dan diskusikan situasi-situasi sulit yang mungkin pernah terjadi dengan tetap mengingatkan …bahwa si anak akhirnya berhasil. terutama orang tua. informasi dan hiburan yang sehat. Perubahan Prilaku Pada Anak Yang Ingin Meniru. terus kamu bilang kalau nggak bisa. Dari pihak orang tua pun mengalami kerugian materiil untuk penyembuhan anak-anak mereka. orang tua harus benar-benar memahami kemampuan anak dalam kaitannya dengan perubahan perilaku yang diharapkan. Acara tersebut menayangkan adegan perkelahian yang telah diatur sesuai skenario agar tampak seperti adegan perkelahian yang sesungguhnya. sehingga anak-anak pelaku peniruan tersebut mengalami patah tulang dan bahkan ada yang meninggal dunia. menyebabkan masyarakat. menurut KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Tayangan televisi yang diangkat dalam makalah ini adalah tayangan “Smackdown”. Berat bagi anak karena seringkali perilaku yang ditargetkan adalah perilaku yang tidak mereka sukai atau memang sulit dilakukannya.00 itu banyak ditiru oleh anak-anak. Anak-anak dengan cepat menghapal adegan-adegan yang ditayangkan hingga nama-nama tokoh dalam acara tersebut. Jangan pernah memberikan reward pada anak sebelum waktunya karena anak tidak akan belajar apa pun. Tayangan “Smackdown” menjadi kontroversi dikarenakan acara yang ditayangkan pada pukul 21. Namun ternyata tujuan yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. di mana perilaku anak berubah dan ia bahagia karena mendapatkan reward. yang paling penting dan harus dipastikan pemerolehannya. tanpa ada kekhawatiran akan berdampak negatif di kemudian hari. ini buktinya kamu dapat hadiahnya. Pihak televisi dianggap tidak memperhatikan dampak buruk dari tayangan tersebut dan terkesan hanya ingin mencari keuntungan saja dengan menayangkan acara tersebut. cedera parah pada anak-anak dan kerugian materiil yang memiliki nominal yang tidak sedikit. maka solusi yang dapat diberikan adalah: pemberian sanksi hukum terhadap stasiun televisi yang melanggar atau bertentangan dengan tugas lembaga penyiaran. Tahap terakhir adalah tahap yang paling menyenangkan. Untuk menghindari hal ini lah maka tahap pertama. Dengan timbulnya korban jiwa dan cedera. nah. agar tidak terjebak dalam situasi yang membosankan atau justru situasi yang membuat “panas”.sehingga orang tua “terpaksa” harus membelinya terlebih dahulu sebelum kehabisan. tugas televisi sebagai lembaga penyiaran adalah memberikan pendidikan. yaitu . Stasiun televisi mungkin pada awalnya menampilkan tayangan ini dengan tujuan untuk memberikan hiburan yang unik pada masyarakat. Teknik bela diri pun secara kilat mereka “kuasai” dan mempraktikannya pada temanteman mereka. Padahal seharusnya. karena tayangan tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa pada anak-anak. Tayangan ini kemudian diminta untuk dihentikan pemutarannya dikarenakan telah menimbulkan korban jiwa. Untuk mengatasi hal ini lah maka pada tahap ke dua. tayangan yang merupakan program acara asing yang ditayangkan di Indonesia. yaitu tahap syarat. setelah dampak yang ditimbulkannya. terus kamu nangis. Suasana selama pelaksanaan kontrak pun tetap harus dijaga keasyikan-nya. Misalnya dengan mengatakan “Tu … waktu itu kamu marah-marah. yaitu tahap reward. Dan tayangan “Smackdown” tidak dapat dikatakan sebagai tayangan yang sehat. Berarti bisa khan? Anak ibu/ayah khan hebat!” 2. serta tidak menginginkan adanya dampak buruk yang lain. Berdasarkan permasalahan diatas.

diperlukan beberapa langkah. Pemberian logo pada tiap acara. sebagai pelaku peniruan tayangan kekerasan “Smackdown”. bukan hanya lembaga yang berkaitan dengan perfilman saja. kapasitas sastra dalam menyerap pikiran dan emosi akan menyadarkan pembacanya ke arah hidup yang . baik secara emosional maupun secara intelektual. dan mereaksi karya sastra. karya sastra harus memberikan imajinasi yang mampu menghadirkan pengalaman sastra yang menakjubkan. Melalui perasaan empati dan simpati terhadap karya sastra. penghayatan sejati terhadap karya sastra dengan memasuki cipta sastra secara inten. 2005 : 78 -79) mengemukakan bahwa apresiasi harus memperhatikan beberapa aspek. yaitu dengan cara menayangkan acara yang tidak pantas disaksikan anak pada jam-jam yang diperkirakan anak sudah tidur. sesungguhnya kita telah dibawa ke tingkat manusia terdidik. 2005:53). sebaiknya tayangan yang yang memiliki nilai budaya yang bertentangan dengan nilai luhur budaya sendiri atau nilai-nilai moral tidak ditayangkan. dan humanis (Endraswara. menghayati. memahami. dan mempertajam pengalaman-pengalaman baru. yaitu manusia yang mampu berpikir tentang hidup. menikmatinya dengan kedalaman jiwa dan imajinasi. Sosialisasi/penyuluhan pada siswa Sekolah Dasar (SD). 3. peserta didik akan mampu memahami diri secara individu dan kelompok. yaitu : apresiasi sastra harus mampu berpengaruh pada kejiwaan individu. Diharapkan orang dewasa dapat memberikan penjelasan mengenai adegan yang ditayangkan. Seleksi tayangan televisi tidak dikhususkan pada tayangan yang diperankan oleh manusia dewasa saja. peristiwa. Untuk sampai pada kemampuan apresiatif.00. melainkan juga pada acara kartun anak. merespon. Pembentukan lembaga yang bertugas untuk menyeleksi tayangan yang akan diputar di stasiun televisi Indonesia. Terkait dengan tayangan asing. individu mampu merespon pada karya yang sedang dinikmati. Teknis penayangan yang lebih aman terhadap kemungkinan anak-anak untuk menonton. sehingga peserta didik akan mampu menerima. Perubahan Prilaku Menghayati Melalui pengajaran sastra. bermental baik. Pada akhirnya mereka akan mampu menginterpretasikan sastra atas dasar pengalamannya. Melalui pengajaran sastra pula. dan karakter sesuai dengan pengalaman pribadinya. kegunaan sastra sampai pada lahirnya pemahaman diri sendiri. dengan maksud memberikan informasi mengenai kategori usia penonton. Pemberian sanksi terkait terhadap pihak-pihak yang menggunakan jasa promosi (iklan) pada saat acara tersebut ditayangkan. Jadi pengajaran sastra melibatkan pendidikan kejiwaan sekaligus kemanusiaan. dengan demikian diharapkan tidak ada pihak yang menggunakan jasa tersebut dan membuat pihak televisi kehilangan sumber keuntungan jika menayangkan tayangan kekerasan. misalnya pukul 22. Hal ini dapat dijadikan acuan bagi orang tua dalam memilihkan acara bagi putra-putrinya. Jangan sampai anak salah menafsirkan suatu adegan dan akhirnya meniru adegan tersebut. yaitu : keterlibatan jiwa. Pengajaran sastra seharusnya bertumpu pada pembinaan apresiasi. sehingga mereka lebih selektif terhadap tayangan mereka. sehingga akan menjadi manusia yang utuh. pembaca akan mampu menginternalisasi tokoh. pandai memahami rahasia hidup. mengenai bahaya dari perilaku meniru adegan dalam tayangan tersebut. Pengimplentasian pengalaman yang ada dalam karya sastra dengan kehidupan nyata. menghayati kehidupan dengan arif. Pendampingan terhadap anak-anak pada saat menonton oleh orang dewasa. informasi dan memberikan hiburan yang sehat. sehingga sebuah karya sastra menjadi bermakna dan kontekstual (Endraswara.pendidikan.

oleh karena itu sekalipun setiap orang memiliki tipe perilaku yang dominan dalam dirinya akan tetapi perilaku seseorang dapat dikatakan bersifat situasional. Menurut koentjaraningrat (1974) mengatakan bahwa dua dari mentalitet bangsa kita adalah : 1. memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang lain. Mentalitet yang suka menerabas Potong kompas. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. EQ dan SQ. kelompok maupun masyarakat. asertif. Secara etimologi ”nilai” suatu sifat atau hal yang penting atau berguna bagi kehidupan manusia. kemitraan dengan dunia usaha swasta dan masyarakat. komitmen pada lingkungan hidup. tanpa dirinya merasa terancam. berguna bagi seseorang. ingin cepat sukses. Aspek apresiatif mengarahkan kita pada pemahaman bahwa pengajaran sastra seharusnya mengarah pada aspek pragmatis. yaitu. demokrasi. nilai juga merupakan pandangan seseorang terhadap sesuatu hal yang mengacu kepada pengertian baik dan buruk atau boleh dan tidak boleh dilakukan. yaitu kegunaan atau fungsi sastra bagi peserta didik. ingin cepat selesai. supremasi hukum. Terkait dengan upaya perwujudan tata kepemerintahan yang baik. pemerolehan kompetensi pada tataran pengalaman yang akan memungkinkan peserta didik mengakses berbagai hal lewat pembacaan karya sastra. yang penting ada output dan kurangnya jiwa bersaing. Kecerdasan Intelektual atau dapat disebut juga dengan IQ adalah kemampuan kognitif dan keterampilan teknis yang dimiliki oleh seseorang. Mentalitet merendahkan mutu Menomorduakan mutu. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku salah satunya adalah nilai. lugas. EQ dan SQ yang dimiliki oleh seseorang dapat menyebabkan perilaku seseorang akan tidak sesuai dengan pendidikan atau gelar tinggi yang dimilikinya. profesionalisme dan kompetensi. IQ berkait dengan keterampilan seseorang menghadapi persoalan teknikal dan intelektual. 2. pemerolehan gambaran dan penjelasan secara luas dari pengalaman itu sendiri (Endraswara.sejati. senang bahkan mendorong melihat anak buah sukses. Di samping itu. Terdapat dua fungsi pokok pengajaran sastra. Terdapat empat unsur pokok dalam kecerdasan emosional: kemampuan seseorang memahami dan memotivasi potensi dirinya. daya tanggap. yaitu terampil menyampaikan pikiran dan perasaan dengan baik. partisipasi masyarakat. Di lain hal. tanggung gugat.IQ. komitmen pada pasar yang fair. Kecerdasan Emosional atau dapat disebut juga dengan EQ adalah kemampuan untuk mengendalikan hal-hal negatif seperti kemarahan dan keragu-raguan atau rasa kurang percaya diri dan juga kemampuan untuk memusatkan perhatian pada hal-hal positif seperti rasa percaya diri dan keharmonisan dengan orang-orang di sekeliling. desentralisasi. 2005:42). Lebih dari itu. efisiensi dan efektivitas. nilai suatu yang diyakini memiliki kebenaran. B. dan jelas tanpa harus membuat orang lain . Keseluruan prinsip-prinsip tersebut meliputi: wawasan ke depan. keterbukaan dan transparansi. ingin cepat berhasil tanpa prosedur proses yang harus dilalui dengan benar dan mengambil keuntungan sebesar-besarnya ketika ada kesempatan. pertama. Kedua. maka yang menjadi nilai-nilainya adalah keseluruhan prinsip-prinsip yang terkandung dalam tata kepemerintahan yang baik itu sendiri. kondisional dan temporal. komitmen pada pengurangan kesenjangan. Tidak adanya keseimbangan antara IQ. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU Manusia adalah makhluk yang dinamis.

analogi. 2. Setelah seseorang menyadari untuk merubah perilakunya. Menyadari. C. Di samping itu instropeksi juga berguna untuk mendeteksi kadar self-excusing yang bisa jadi masih tetap ada dalam diri seseorang hanya karena lupa membuat elaborasi. Berikut beberapa langkah yang perlu diambil untuk merubah perilaku: 1. dan perasan yang diyakini salah. Mengganti. Menyadari merupakan proses dimana seseorang membuat identifikasi tentang apa/ bagian mana yang diinginkan untuk diubah dan mengapa perubahan tersebut diinginkan. Mengganti merupakan proses melawan bentuk keyakinan. 3. Mengintrospeksi. maka proses selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengganti. PROSES PERUBAHAN PERILAKU Pembentukan perilaku merupakan bagian yang sangat penting dari usaha mengubah perilaku seseorang. atau interpretasi dalam memahami dan melaksanakan. Dalam hal ini perlu diingat bahwa kesadaran tersebut harus menyatakan keinginan bukan ketakutan. pemikiran. Mengintrospeksi merupakan proses dimana seseorang membuat penilaian mengenai apa yang sudah diraih dan apalagi yang perlu untuk dilakukan. 666666666666666 .tersinggung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->