HAKIKAT PELAJARAN FISIKA

  

Ditulis oleh Sudarwanto Sabtu, 16 April 2011 09:42

Mata pelajaran fisika adalah salah satu mata pelajaran dalam rumpun sains. Hakikat sains adalah ilmu pengetahuan yang objek pengamatannya adalah alam dengan segala isinya termasuk bumi, tumbuhan, hewan, serta manusia. Sains adalah ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode-metode berdasarkan observasi. Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga sains bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (Depdiknas, 2003: 6). Ost dan George (Carin, 1980: 2) menyebutkan:

… science is human activity that has evolved as an intellectual tool to facilitate describing and ordering the environment. Once one accepts the idea that science does not exist in any other realm but the mind, it ceases to be a “thing”, an entity with its own existence. Though scientific truth or fact is ideally objective, it is subject to human perception and logic …. As a method, science is relatively stable and universally applied, while as body of knowledge, it is constantly changing. Artinya, sains adalah aktivitas manusia yang telah berkembang sebagai sebuah perangkat intelektual untuk memudahkan menggambarkan dan mengatur lingkungan. Sesekali diterima akal bahwa sains tidak terdapat dalam realm yang lain kecuali ingatan yang mengendap menjadi sesuatu, sebuah kesatuan yang muncul dengan eksistensinya. Kebenaran ilmiah atau fakta adalah sasaran yang diharapkan, yang merupakan dasar bagi persepsi dan logika manusia. Sebagai metode, sains relatif stabil dan berlaku universal, sementara sebagai kumpulan (bangunan) pengetahuan, sains mengalami perubahan secara terus menerus.

Hakikat fisika menurut Beiser (1962: v), ―Physics, like any other science, involves the active of pursuit of knowledge, and it contains many elements besides its basics concepts”. Menurut Karso (1993: 71), fisika merupakan ilmu yang lahir dan dikembangkan melalui langkah-langkah observasi, perumusan masalah, pengujian hipotesis lewat eksperimen, pengajuan kesimpulan, dan pengajuan teori atau konsep. Menurut Sumadji (1998: 35) fungsi mata pelajaran IPA (sains) adalah sebagai berikut.

1. Memberi bekal pengetahuan dasar, baik untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi
maupun untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mengembangkan keterampilan-keterampilan dalam memperoleh, mengembangkan, dan menerapkan 3. 4. 5. 6. 7.
konsep-konsep IPA. Menanamkan sikap ilmiah dan melatih siswa dalam menggunakan metode ilmiah untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Menyadarkan siswa akan keteraturan alam dan segala keindahannya, sehingga siswa terdorong untuk mencintai dan mengagungkan Penciptanya. Memupuk daya kreatif dan inovatif siswa. Membantu siswa memahami gagasan atau informasi baru dalam bidang IPTEK. Memupuk serta mengembangkan minat siswa terhadap IPA.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa fisika merupakan bagian dari sains yang memungkinkan manusia memperoleh kebenaran ilmiah dari fenomena-fenomena alam sehingga memudahkan menggambarkan dan mengatur alam. Selain itu, mata pelajaran fisika merupakan mata pelajaran yang berfungsi mengembangkan semua aspek belajar yang dimiliki peserta didik (afektif, kognitif, dan psikomotor) sehingga mempunyai sikap percaya diri untuk bekal hidup di masyarakat.

Share

Fisika merupakan salah satu bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam atau dikenal dengan sains. Sains merupakan cabang pengetahuan yang berawal dari fenomena alam. (http://um.ac.id) Sains

didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan tentang obyek dan fenomena alam yang diperoleh dari hasil pemikiran dan penyelidikan ilmuwan yang dilakukan dengan keterampilan bereksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Definisi ini memberi pengertian bahwa sains merupakan cabang pengetahuan yang dibangun berdasarkan pengamatan dan klasifikasi data, dan biasanya disusun dan diverifikasi dalam hukum-hukum yang bersifat kuantitatif, yang melibatkan aplikasi penelaran matematis dan analisis data terhadap gejala-gejala alam. Dengan demikian, pada hakikatnya sains atau fisika merupakan ilmu pengetahuan tentang gejala alam yang dituangkan berupa fakta, konsep, prinsip dan hukum yang teruji kebenarannya dan melalui suatu rangkaian kegiatan dalam metode ilmiah. (http://ksupointer.com) Sains memiliki dua sisi yaitu sebagai proses dan sisi lain sebagai produk. Proses sains merupakan upaya pengumpulan dan penggunaan bukti untuk menguji dan mengembangkan gagasan. Suatu teori pada mulanya berupa gagasan imajinatif dan gagasan itu akan tetap sebagai gagasan imajinatif selama belum bisa menyajikan sejumlah bukti. Penggunaan bukti sangat pokok dalam kegiatan sains termasuk fisika.

Fisika (Bahasa Yunani: φυσικός (physikos), "alamiah", dan φύσις (physis), "Alam") adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos. Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika. Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori fisika. Nah dari pengertian di atas, sobat pasti bakal berpikir kalo fisika itu momok yg menakutkan, lebih drpd genderuwo, nah buat sobatku yg bakal menghadapi un, nih ku kasi latihan file soal fisika, silakan didownload dan yakinkan kalo kamu bs kerjakannya...

4. Menggunakan hipotesa 5. 6.1. 6. menganalisa serla membuat interpretasi. kira-kira. Bebas dari prasangka (bias) 3. Menggunakan prinsip-prinsip analisa. Menggunakan teknik kuantifikasi. maka metode tersebut harus mempunyai kriteria sebagai berikut: 1. legenda-legenda atau kegiatan sejenis. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang objektif. Janganlah penemuan atau pembuktian didasar-kan pada daya khayal. 2. Memformulasikan hipotesa. 3. Membuat Laporan KRITERIA METODE IMIAH Supaya suatu metode yang digunakan dalam penelitian disebut metode ilmiah. 4. Menggunakah ukuran objektif. Memilih dan mendefinisikan masalah. 8. Berdasarkan fakta. Berdasarkan Fakta Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian. . Survei terhadap data yang tersedia. baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa. 6. bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. 7. Membual generalisasi dan kesimpulan. Mengumpulkan data primair.2. Mengolah. Bebas dari Prasangka Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka.Langkah-langkah Metode Ilmiah Langkah-langkah 1. 2. 5. 6.

topik atau judul penelitian.6. 6. sejauh sebatang rokok. Schluter (1926) memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Menggunakan Prinsip Analisa Dalam memahami serta member! arti terhadap fenomena yang kompleks. Menggunakan Hipotesa Dalam metode ilmiah. per detik. kilogram. Marilah lebih dahulu ditinjau langkah-langkah yang diambil oleh beberapa ahli dalam mereka melaksanakan penelitian. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: 1. 5. 3. 4. Pemilihan bidang. Membangun sebuah bibliografi. Tetapi semua kejadian harus dicari sebab-akibat dengan menggunakan analisa yang tajam. Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat deskripsinya saja. dan sebagai¬nya Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal. kecuali untuk artibut-artibut yang tidak dapat dikuantifikasikan Ukuran-ukuran seperti ton. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran peneliti.5.6. mm. Menggunakan Teknik Kuantifikasi Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim harus digunakan.3. Hipotesa harus ada untuk mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat. Menggunakan Ukuran Obyektif Kerja penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif.4. Memformulasikan dan mendefinisikan masalah. ohm. Ukuran tidak boleh dengan merasa-rasa atau menuruti hati nurani. . peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa. 6. 6. 2. Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan. Semua masalah harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis. harus digunakan prinsip analisa. ranking dan rating LANGKAH DALAM METODE ILMIAH Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan. sehitam aspal. Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara objektif dan dengan menggunakan pikiran yang waras. dan sebagainya harus selalu digunakan Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh mata memandang.

b). 14. Mengatur data secara sistematis untuk dianalisa. Jelaskan bebernpa implikasi dari produk hipotesa dengan memberikan beberapa inferensi. Proscdur penelitian yang digunakan harus dinyatakan secara singkat. 4. 15. referensi dan footnote (catatan kaki). Menganalisa data dan bukti yang diperoleh untuk membuat interpretasi. Tunjukkan cara data dilola sampai mempunyai arti dalam memecahkan masalah. Aturlah bukti dalam bnntuk yang sistematis dan logis. fakta dan keterangan-keterangan khas yang diperlukan d). 8. Tentukan judul. situasi dan hal-hal lain yang menyangkut bidang yang akan diteliti. Abclson (1933) mcmberikan langkah-langkah berikut: 1. Urutkan asumsi-asumsi yang digunakan serta luibungannya dalam berbagai fase penelitian. Analisa harus logis. Berikan alasan terhadap pemilihan tersebut. Dalain niemecahkan masalah harus diikuti hal-hal berikut: a). Menentukan apakah data atau bukti yang dipertukan tersedia atau tidak. b). Berikan studi-studi sebelumnya yang pernah dikerjakan yang berhubungan dengan masalah. Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan. 11. Mengatur data untuk persentase dan penampilan. Demikian juga halnya unsur-unsur yang dapat memecahkan masalah. 3. Secara singkat jelaskan materi. Menulis laporan penelitian. Harus dinyatakan bagaimana set dari data diperoleh termasuk referensi yang digunakan. nyatakan dua atau tiga kesimpulan yang mungkin diperoleh b). baik langsung ataupun tidak langsung. Nyatakan apa yang disarankan oleh judul. Pemilihan masalah. Sebutkan ruang lingkup penelitian. Mengklasifikasikan unsur-unsur dalam masalah menurut hu-bungannya dengan data atau bukti. 5. . c). Berikan kesimpulan dari hipotesa. 9. Kesimpulan a).6. Menguji untuk diketahui apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak. f). Judul dinyatakan secara singkat 2. Menentukan data atau bukti mana yang dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam masalah. 12. 7. c) Urutkan data. Pemecahan masalah. Nyatakan perlunya diselidiki masalah menurut kepentingan umum. 10. 13. Menggunakan citasi. Berikan implikasi dari kesimpulan. e). Dalam pemilihan ini harus: a). Dalam melaksanakan penelitian secara ilmiah.

5. Untuk menghilangkan keragu-raguan. Merumuskan serta mcndefinisikan masalah langkah pertama dalam meneliti adalah menetapkan masalah yang akan dipecahkan. Menentukan model untuk menguji hipotesa Setelah hipotesa-hipotesa ditetapkan. Hipotesa tidak lain dari kesimpulan sementara tentang hubunggan sangkut-paut antarvariabel atau fenomena dalam penelitian. pada musim apa. Model matematis dapat juga dibuat untuk mengrefleksikan hubungan antarfenomena yang secara implisif terdapal dalam hipotesa. Data tersebut yang merupakan fakta yang digunakan untuk menguji hipotesa perlu dikumpulkan.5. perumusan masalah dan studi keputusan dapat dikerjakan secara bersamaan. Pada ilmu-ilmu sosial yang telah lebih berkembang. Mengadakan studi kepustakaan Setelah masalah dirumuskan. maka dapal disimpulkan balnwa penelitian dengan mcnggunakan metode ilmiah sckurangkurangnya dilakukan dengan langkah-langkah berikut: 5. Data tersebut bisa saja data prime ataupun data sekunder yang akan dikumpulkan oleh peneliti. Hipotesa merupakan kesimpulan tentatif yang diterima secara sementara sebelum diuji.1.Nyalakan kerja-kerja sebelumnya secara singkat dan berikan referensi bibliografi yang mungkin ada manfaatnya scbagai model dalam memecahkan masalah. Ada kalanya. 5. dan sebagainya 5.2. Kerja mencari bahan di perpustakaan merupakan hal yang tak dapat dihindarkan olch seorang peneliti. Memformulasikan hipotesa Setelah diperoleh infonnasi mengenai hasil penelitian ahli lain yang ada sangkut-pautnya dengan masalah yang ingin dipecahkan. masalah yang dipilih adalah Bagaimana pengaruh mekanisasi terhadap pendapatan usaha tani di Aceh? Berikan definisi tentang usaha tani. untuk diuji dengan teknik statistik yang tersedia. 5. step kedua yang dilakukan dalam mencari data yang tersedia yang pernah ditulis peneliti sebelumnya yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin dipecahkan. tentang mekanisasi. Jika . Mengumpulkan data Peneliti memerlukan data untuk menguji hipotesa. scperti ilmu ekonomi misalnva.4.3. Sampai ke mana luas masalah yang akan dipecahkan Sebutkan beberapa kata kunci (key words) yang terdapal dalam masalah Misalnya. Bcrgantung dan masalah yang dipilih serta metode pcnelitian yang akan digunakan. teknik pengumpulan data akan berbeda-beda. Pcngujian hipotesa menghendaki data yang dikumpulkan untuk keperluan tersebut. maka tiba saatnya peneliti memformulasikan hipotesa-hipolesa unttik penelitian. pcnguji‘an hipotesa didasarkan pada kerangka analisa (analytical framework) yang telah ditetapkan. kerja selanjutnya adalah merumuskan cara-cara untuk menguji hipotesa tersebut. Dari pedoman beberapn ahli di atas. masalah tersebut didefinisikan secara jelas.

5. M. teori dan data untuk memberikan alternatif pemecahan masalah tertentu Langkah² menyusun karya ilmiah sebagai berikut : . and Menyusun interfensi Setelah data terkumpul. maka perlu diberikan tafsiran atau interpretasi terhadap data tersebut.penelitian menggunakan metode percobaan. masalah. baik secara langsung ataupun dengan menggunakan questioner Ada kalanya data adalah hasil pengamatan langsung terhadap perilaku manusia di mana peneliti secara partisipatif berada dalam kelompok orang-orang yang diselidikinya.Membuat laporan ilmiah Langkah terakhir dari suatu penelitian ilmiah adalah membuat laporan ilmiah tentang hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut. (2001:4) bahwa karya ilmiah adalah berbagai macam tulisan yang dilkukan oleh seseorang atau kelompok dengan menggunakan tata cara ilmiah selain itu Djuroto dan Bambang (2003:12-13) mengatakan bahwa karya tulis ilmiah adalah sesuatu tulisan yang membahas suatu masalah. Menganalisa. misalnya. ataukah hiporesa tersebut ditolak. Endang Danial AR. 5. 5. data diperoleh dengan mcngajukan pertanyaan-pertanyaan kepada responden. maka dalam pemaparan karya ilmiah harus berdasarkan pemikiran ilmiah juga. Kesimpulan dan generalisasi ini harus berkaitan dengan hipotesa. tujuan. data diperoleh dan plot-plot pcrcobaan yang dibual sendiri oleh peneliti Pada metodc scjarah ataupun survei normal. Apakah hipotesa benar untuk diterima. Penulisan secara ilmiah mempunyai teknik tersendiri. pemikiran ilmiah adalah pemikiran yang logis dan empiris   Logis artinya masuk akal Empiris artinya dibahas secara mendalam berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan (dapat dibuktikan) jadi Karya Ilmiah adadalah : Berbagai macam tulisan yang dilakuka oleh seseorang atau sekelompok orang dengan menggunakan tata cara ilmia yakni sistem penulisan yang didasarkan pada sistem. Menyusun. pcneliti menyusun data untuk mengadakan analisa Sebelum analisa dilakukan.6. dan selanjutnya memberikan beberapa kesimpulan.8. Pengertian Menurut Dr. Penyusunan data dapat dalam bentuk label ataupun membuat coding untuk analisa dengan komputer. data tersebul disusun lebih dahulu untuk mempermudah analisa.Pd.7. maka peneliti membuat generalisasi dari penemuan-penemuan. Membuat generalisasi dan kesimpulan Setelah tafsiran diberikan. Sesudah data dianalisa.

1. ceramah. Hasil Penelitian yang bermanfaat  Bagi perkembangan ilmu pengetahuan  masyarakat pada umumnya o Sumber Masalah 0. Pengalaman dan pengamatan pribadi 1. seminar dll. tidak putus asa bila ada kendala  Tidak minat : tidak bergairah. koran dll)  Kuliah. Pengalaman orang lain  Publikasi media cetak (buku. o 4 hal yag harus dipenuhi agar masalah dapat dipilih 1. hal ini memungkinkan pelaksaan tindakan untuk pememcahan masalahanya  Pembahasan perlu data dan kepustakaan yang cukup  Apakah masalah yang ada dapat dipecahkan dengan fasilitas yang ada dan memapuan penulis. hasil menjadi kurang baik bahkan gagal  Berkaitan dengan keahlian  Secara etis di persyaratan penulisan karya ilmiah harus sesuai dengan bidang keahlian → lebih baik dan dapat dipertanggung jawabkan 2. artikel. Sesuai dengan minat peneliti  Minat : Tekun. Masalah o Menentukan Masalah/topik yaitu dengan dengan cara memilih secara teliti panduan pertanyaan :  Apakah masalah berguna dan cukup penting di persoalkan  Apakah membahas masalah ini akan menghasilkan sesuatu yang baru/konkrit  Apakah masalah yang ditulis menarik perhatian dan minat penulis  Apakah masalah yang dibahas cukup terbatas (tidak terlalu luas) agar dalam pengumpulan data informasi dan fakta yang spesifik  Jika terlalu luas maka tidak akan terarah dan pembahasan menjadi dangkal  Apakah untuk pembahasan tersedia dat. . Dapat Dilaksanakan  Kemampuan peneliti → Penguasaan teori dan menguasai metode pemecahanan masalahnya  Waktu yang cukup → bila waktu tidak cukup maka karya ilmiah tidak selesai  Tenaga untuk melaksanaka : * Membuat Proposal * Mengumpulkan Data *Mengolah Data * Membuat Pembahasan  Dana yang tersedia 3. Tersedia Faktor Pendukung  Data Tersedia  ada izin dari yang berwenang 4.

Corbett bentuk penyajian laporan resmi yaitu : 1.J. Lokasi 4. figure 4. Rancangan atau desain penelitian 1. Halaman Judul 3. Methods Sampling. Introduction 1. mencakup: 0. wawancara dengan ahli Secara Sekunder : terjemahan. Objek yang diteliti 2. sifat penanganan penulisan yang bersungguh-sungguh 4.2. konsisten dan lengkapnya analisa data o Tepat dan lengkapnya kesimpulan setiap satuan dan keseluruhan analisa data o Tepat dan jelasnya kesimpulan menjawab masalah penelitian/tujuan penulisan karya tulis : hipotesis yang diajukan o Tepat dan mengena implikasi yang dikemukakan serta saran yang diberikan o Tertata segala sesuatu. Rumusan masalah. Pengungkapan pengalaman dengan orang lain melalui wawancara Merumuskan Judul. Contoh Karya Tulis Ilmiah o Laporan Penelitian Kunci dari laporan penelitian menurut Indra budi 0. Result Statement of result tabel. laboratorium o Sumber informasi tersebut dapat diperoleh dengan: Secara Primer : buku. penelitian. abstrack dan reference o o o ada beberapa jenis penyajian laporan penelitian diantaranya yaitu :  Menurut Edward P. Subjek yang diteliti 3. literatur dan hipotesa 2. majalah/jurnal o Person : wawancara dengan orang ahli yang kompeten o Tempat : museum. konsisten dan lengkapnya deskripsi data o Kemampuan deskripsi data o Tepat. Conclusion. Penelusuran Pustaka/Studi Kepustakaan Sumber informasi : o Tulisan : buku. Daftar isi . Waktu 2. Penyajian Karya Ilmiah o Tepat. desain dan prosedur serta pengukuran 3. Surat Penyerahan 2. rangkuman Secara Tersier : petunjuk untuk sumber primer dan sekunder (contoh: kamus) 3.

bagan dan grafik 5. Pendahuluan 3. gambar dan lampiran o Bagian Isi 0. Referensi atau acuan 5. tesis. Penutup utama (hasil penelitian dan pembahasan. Lampiran-lampiran 11. Daftar Isi 8. Abstrak/sari 2.4. Judul 1. Halaman Persetujuan  Persetujuan Pembimbing  Pengesahan untuk para penguji 4. uraian pelaksanaan) 4. Indeks  Menurut Slamet Suseno (Teknik Penulisan Ilmiah Populer) dalam penulisan laporan penelitian sebagai berikut : 0. disertasi)  Nama. Halaman Sampul  Judul  Jenis laporan (KTI. Daftar Saran 10. Ucapan Terimakasih 6. Daftar Bacaan/acuan 12. NIM Mahasiswa  Lambang Institusi  Nama Lengkap Universitas 1. Format Umum Penulisan KTI o Bagian Permulaan 0. Pendahuluan  Latar belakang pengambilan topik  Perumusan masalah  Tujuan *Umum *Khusus  Manfaat Penelitian . Pengantar Laporan 7. Batang Tubuh Laporan 8. kesimpulan dan saran ucapan terima kasih) 5. Abstrak 7. Kata Pengantar 5. Halaman Judul (sama dengan halaman sampul) Penulisan judul jika lebih dari 1 baris maka ditulis seperti piramida terbalik 3. Daftar tabel. Sari Laporan (abstrak) 6. Daftar Ilustrasi. Tubuh Utama (bahan metode penelitian. skripsi. Halaman logo 2. Daftar Kesimpulan 9.

blogspot. tabel gagasan. Sains (Science) dan Dominasi Positivisme Science secara harfiah berasal dari kata Latin scire yang berarti mengetahui. Pembahasan  Mebahas hasil penelelitian berdasarkan tinjauan kepustakaan yang telah dibuat 6. Hasil Penelitian  Penguraian hasil penelitian 5. yang merupakan lawan dari intuisi atau kepercayaan. Simaklah kalimat orang lain tersebut baik untuk dijadikan contoh lalu dituliskan dengan kata sendiri 3. biarlah dulu masalah tata bahasa dan gaya bahasa. sumber http://askep-askeb. Karena itu. Kerangka Teori/Tinjauan Pustaka 2. informasi.html Sains (Science) dan Dominasi Positivisme By Syopiansyah JP & Ujang Maman. Saran Demikian langkah-langkah Penyusunan Karya Ilmiah. Metodologi Penelitian  Rancangan/desain penelitian  Populasi  Pengambilan sampel  Cara pengolahan data 4. Kerangka Konsep  Diagram kerangka konsep  Hipotesa  Defenisi operasional 3. argumentasi dan kesimpulan sementara kedalam draff tulisan 5. science dapat diartikan situasi atau fakta mengetahui. dan disini ada beberap tips dalam menulis : 1. kata science mengalami . Kesimpulan 7. sepadan dengan pengetahuan (knowledge). Pengalaman menunjujkkan bahwa lebih mudah menghapus dan mengurangi dari pada menambahkan sesuatu kemudian. Lihat tulisan orang lain yang sejenis dalam menuangkan ide atau gagasan ke dalam tulisan 2. yang penting mulai menulis samapi selesai satu pargrarf 4.com/2009/07/langkah-langkah-penyusunan-karya-ilmiah. Selanjutnya. jangan takut memasukkan segala bahan.1.

sains cenderung mengakibatkan penolakan eksistensi Tuhan dan penciptaan. Fakta sama sekali tidak terkait dengan nilai. Pengkajian ilmiah. Meminjam ungkapan Al-Attas. sains telah menyeret beberapa tokoh utamanya. eksperimen. lebih dari 60% fisikawan dunia adalah atheis. tapi sempurna. dan pengkajian harus mengarah pada kepastian dan kecermatan. metafisika. dan percobaan-percobaan yang dilakukan untuk mengetahui sifat dasar atau prinsip dari apa yang dikaji. Karakteristik sains yang bersifat fisik. Eksperimen dapat dilakukan. Eksperimen pun dapat dilakukan terhadap manusia. baik di kalangan . Perkembangan berikutnya. pada jenjang kedua mengacu kepada hal-hal metafisik atau abstrak. Menurut Encyclopedia Wikipedia. eksperimental. Inilah karakter sains paling mendasar dalam pandangan epistemologi konvensional. tidak mengherankan. sejalan dengan definisi lain tentang sains sebagai pengetahuan yang sistematis tentang alam dan dunia fisik. Menurut pandangannya. sama sekali tidak terkait dengan nilai. menurut pandangan positivisme. observable. Karena itu. dan metode historis. baik berhubungan dengan benda-benda fisik. Dengan demikian. Pandangan epistemologi positivisme yang dasar-dasarnya diletakkan oleh tokoh klasik. dan terukur telah melahirkan sains yang mendistorsi nilai dan berwatak sekular-materialistik. dalam bukunya Course de Philosophie Positive. Durkheim. mengemukakan pandangan dasarnya mengenai hukum kemajuan manusia atau hukum tiga jenjang. dan astronomi maupun berhubungan dengan psikologi dan sosiologi. Dengan mensyaratkan observasi. lingkup sains hanya terbatas pada dunia fisik. Penjelasan atau hukum-hukum ilmiah. kimia. empiris. Pandangan epistemologi Barat yang bersifat antroposentrisme dengan mendistorsi nilai-nilai religi seperti nampak dalam positivisme — menimbulkan ketidakpuasan. dan lain-lain ke dalam ateisme. seperti yang dilakukan Waston dan penganut aliran psikologi behaviorisme klasik lainnya. manusia menjelaskan fenomena alam dan sosial dengan mengacu pada penjelasan ilmiah. memang sangat menonjol dan memiliki pengaruh sangat meluas dalam sejarah ilmu pengetahuan. Freud. Comte. baik terhadap bendabenda mati (anorganik) maupun makhluk hidup sejauh hasil eksperimen dapat diobservasi secara indrawi. Charles Darwin tokoh evolusionisme biologis — dalam biografinya menuturkan: Ketidak-percayaanku kepada Kristen sebagai agama wahyu merayap perlahan-lahan di atas dadaku. Tegasnya. Sains merupakan produk eksperimen yang bersifat empiris. memiliki ciri-ciri: bahwa obyek yang dikaji harus berupa fakta. biologi. Menurut hasil penelitian. Pandanganpandangan positivisme telah mengukuhkan watak sains yang bertolak belakang dengan keyakinan agama. hanya dapat dilakukan melalui: pengamatan. sains bersifat empiris. ilmu hanya dibangun berdasarkan realitas indrawi. kajian. secara epistemologis. August Comte.perkembangan dan perubahan makna menjadi pengetahuan yang sistematis yang berasal dari observasi. menurut Comte. seperti Laplase. sains lebih bersifat pembuktian. dan positif. yakni: jenjang teologi. apalagi dengan keyakinan religi. sedangkan pada jenjang positif yang merupakan puncak perkembangan intelektual. serta melahirkan budaya yang serba material (duniawi). sains yang berarti pengetahuan berubah menjadi pengetahuan yang sistematis yang berasal dari observasi indrawi. sejarah perkembangan intelektual manusia mengalami tiga tahapan yang semakin meningkat. Pada jenjang pertama manusia menjelaskan gejala di sekitarnya dengan mengacu kepada hal-hal adikodrati. Darwin. perbandingan.

Principles and Prospective (Hendron: The International Institute of Islamic Thought.net/kww. industry. and society in the West and East will lead to ultimated disaster. Sund dan Trowbribge merumuskan bahwa Sains merupakan kumpulan pengetahuan dan proses.inspiredbooks. Pengantar Epistemologi Islam (Jakarta: Mizan. Pengantar Sosiologi (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ilmu steril dari nilai-nilai religi. Islam dan Filsafat Sains. Masalah-masalah ekonomi.Introduction dalam Knowledge Without Wisdom. 1993) Ismail Raji Al-Faruqi. sosial. industri dan masyarakat di Barat dan Timur akan mendorong pada puncak kehancuran).[1] Sains (science) diambil dari kata latin scientia yang arti harfiahnya adalah pengetahuan. politik yang berpatokan pada standar keilmuan sekuler merupakan puncak gunung es dari krisis yang sangat mendalam pada tingkat intelektual dan moral. Bond menyesali bahwa Ilmu berkembang tanpa wisdom. sains yang bersifat sekulermaterialistik mengakibatkan ummat saat ini menghadapi masalah yang sangat berat dalam semua aspek. ia mengusulkan perlunya internalisasi nilai ke dalam sainstek. S. Psikologi Komunikasi (Bandung: Remaja Rosda Karya. visited October 1. education. Jalaluddin Rakhmat. Islamization of Knowledge: Problems. 1995) Mulyadi Kartanegara. . berlaku kapan pun dimana pun. dan atheisme. Referensi. masyarkat modern sejak abad ke-18 menderita akibat revolusi sekularisme. menganalisis dan akhimya menyimpulkan. materialisme. 2003) Mulyadi Kartanegara. atau ilmu pengetahuan alam) adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum. "Real Science is both product and process. pendidikan. terjemahan Saiful Muzani (Jakarta: Mizan. 1986) Syed Muhammad Naquib Al-Attas.htm. 2003) Kamanto Sunarto. mengumpulkan data. Ia menegaskan: The comple secularization of science. (Sekularisasi sains. baik langsung maupun tidak langsung. Menurut Bond. 1988) Paul Bond. menimbulkan malapetaka lingkungan sangat nyata yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sedangkan Kuslan Stone menyebutkan bahwa Sains adalah kumpulan pengetahuan dan cara-cara untuk mendapatkan dan mempergunakan pengetahuan itu. Syed Hossen Nasr memaparkan. The Need for the Sacred Science (Richmond: Curzon Press. Dalam bukunya yang terdiri dari 14 bab. 2002 Ilmu alam (bahasa Inggris: natural science. Sains merupakan produk dan proses yang tidak dapat dipisahkan. Di kalangan ilmuan-agamawan Barat juga terjadi ketidakpuasan. Al-Faruqi menjelaskan. banyak kalangan yang semakin menyadari bahwa aplikasi ilmu pengetahuan modern yang sebagian besar berasal dari Barat. inseparably Joint" (Agus. Integrasi Ilmu dalam Perspektif Filsafat Islam (Jakarta: UIN Jakarta Press. 2003: 11) Sains sebagai proses merupakan langkah-langkah yang ditempuh para ilmuwan untuk melakukan penyelidikan dalam rangka mencari penjelasan tentang gejala-gejala alam.ilmuan muslim maupun ilmuan Barat. http://www. merancang eksperimen. Langkah tersebut adalah merumuskan masalah. 1993) Seyyed Hossein Nasr. merumuskan hipotesis. Dari sini tampak bahwa karakteristik yang mendasar dari Sains ialah kuantifikasi artinya gejala alam dapat berbentuk kuantitas.

terlibat dalam proses-proses biologis. berbeda dengan filsafat alam.3 Sains dalam kurikulum Sekolah Dasar 3 Lihat pula 4 Pranala keluar 5 Referensi [sunting] Cabang utama Cabang-cabang utama dari ilmu alam adalah:         Astronomi Biologi Ekologi Fisika Geologi Geografi fisik berbasis ilmu Ilmu bumi Kimia .2 Hakekat Sains dan Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar o 2.Ilmu alam mempelajari aspek-aspek fisik & nonmanusia tentang Bumi dan alam sekitarnya. "ilmu alam" dapat menjadi arti alternatif bagi biologi. Ilmu-ilmu alam membentuk landasan bagi ilmu terapan. teologi. Daftar isi [sembunyikan]      1 Cabang utama 2 Pendidikan ilmu pengetahuan alam di Indonesia o 2. dan seni.1 Kedudukan ilmu pengetahuan alam (IPA) o 2. Di samping penggunaan secara tradisional di atas. Istilah ilmu alam juga digunakan untuk mengenali "ilmu" sebagai disiplin yang mengikuti metode ilmiah. Di sekolah. akan tetapi digunakan sebagai penyedia alat/perangkat dan kerangka kerja yang digunakan dalam ilmu-ilmu alam. karena hal ini ilmu alam lazim juga disebut ilmu pasti[2]. Tingkat kepastian ilmu alam relatif tinggi mengingat obyeknya yang kongkrit. ilmu alam dipelajari secara umum di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam(biasa disingkat IPA). yang keduanya dibedakan dari ilmu sosial. humaniora. saat ini istilah "ilmu alam" kadang digunakan mendekati arti yang lebih cocok dalam pengertian sehari-hari. dan dibedakan dari ilmu fisik (terkait dengan hukum-hukum fisika dan kimia yang mendasari alam semesta). Matematika tidak dianggap sebagai ilmu alam. Dari sudut ini.

embriologi. geologi. Ilmuilmu alam membagi menjadi dua kelompok yaitu ilmu alam (the physical sciences) dan ilmu hayat (the biological sciences) (Jujun. meteorologi. kimia. Namun dari waktu jarak tersebut semakin lama semakin sempit. yaitu satu sisinya mengandung hakikat Sains (the nature of Science) dan sisi yang lainnya mengandung makna teknologi (the meaning of technology). ibarat mata uang. fisiologi. S. mineralogi. kimia (mempelajari substansi zat). sedangkan life science meliputi anatomi. sehingga semboyan " Sains hari ini adalah teknologi hari esok" merupakan semboyan yang berkali-kali dibuktikan oleh sejarah. Bahkan kini Sains dan teknologi manunggal menjadi budaya ilmu pengetahuan dan teknologi yang saling mengisi (komplementer). serta mengalirnya informasi yang dihasilkannya. zoologi. [sunting] Hakekat Sains dan Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar Ilmu pengetahuan alam (IPA) atau Sains dalam arti sempit telah dijelaskan diatas merupakan disiplin ilmu yang terdiri dari physical sciences (ilmu fisik) dan life sciences (ilmu biologi).[sunting] Pendidikan ilmu pengetahuan alam di Indonesia [sunting] Kedudukan ilmu pengetahuan alam (IPA) Ilmu berkembang dengan pesat. Setiap guru harus paham akan alasan mengapa sains perlu diajarkan di sekolah dasar. Ilmu alam kemudian bercabang lagi menjadi fisika (mempelajari massa dan energi). citologi. 1992:122) bahwa IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala-gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur. mikrobiologi. Mata pelajaran ini pula digunakan dalam UN dan UASBN [sunting] Sains dalam kurikulum Sekolah Dasar Dari uraian di atas Sains adalah ilmu pengetahuan yang mempunyai Obyek. yaitu teknologi adalah lebar. Dengan tersingkapnya tabir rahasia alam itu satu persatu. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Powler (dalam Wina-putra. menggunakan metode Ilmiah sehingga perlu diajarkan di Sekolah Dasar. IPA (Sains) berupaya membangkitkan minat manusia agar mau meningkatkan kecerdasan dan pemahamannya tentang alam seisinya yang penuh dengan rahasia yang tak habis-habisnya. jangkauan Sains semakin luas dan lahirlah sifat terapannya. 2003). Yang termasuk physical sciences adalah ilmu-ilmu astronomi. berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil obervasi dan eksperimen. IPA membahas tentang gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis yang didasarkan pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia. Ilmu alam ialah ilmu yang mempelajari zat yang membentuk alam semesta sedangkan ilmu hayat mempelajari makhluk hidup di dalamnya. dan fisika. yang pada dasarnya ilmu berkembang dari dua cabang utama yaitu filsafat alam yang kemudian menjadi rumpun ilmu-ilmu alam (the natural sciences) dan filsafat moral yang kemudian berkembang ke dalam ilmu-ilmu sosial (the social sciences). Ada berbagai alasan yang menyebabkan satu . astronomi (mempelajari benda-benda langit dan ilmu bumi (the earth sciences) yang mempelajari bumi kita.

Dengan ini anak dihadapkan pada suatu masalah. Kesejahteraan materil suatu bangsa banyak sekali tergantung pada kemampuan bangsa itu dalam bidangsains. Orang tidak menjadi Insinyur elektronika yang baik. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) IPA di SD/MI merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan. Jakarta 2008. 2. maka sains tidaklah merupakan mata pelajaran yang bersifat hafalan belaka. Dapatkah tumbuhan hidup tanpa daun?" Anak diminta untuk mencari dan menyelidiki hal ini. Dani. Bila diajarkan sains menurut cara yang tepat. Filsafat Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Pencapaian SK dan KD didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan. kiranya tidak perlu dipersoalkan panjang lebar. . Hal 11. Indeks. Bila sains diajarkan melalui percobaan -percobaan yang dilakukan sendiri oleh anak. umpamanya dapat dikemukakan suatu masalah demikian". Pengetahuan dasar untuk teknologi ialah sains. sebab sains merupakan dasar teknologi. Jakarta 2008. sering disebut-sebut sebagai tulang punggung pembangunan. Indeks. atau dokter yang baik. [sunting] Lihat pula    Daftar disiplin akademik Sejarah ilmu Filsafat alam [sunting] Pranala keluar    Ilmu-ilmu alam di Universitas Cambridge Sejarah Ilmu dan Teknologi Mutakhir Ulasan Buku-buku mengenai Ilmu Alam [sunting] Referensi 1.mata pelajaran itu dimasuk ke dalam kurikulum suatu sekolah. Filsafat Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Mata pelajaran ini mempunyai: nilai – nilai pendidikan yaitu mempunyai potensi yang dapat membentuk keprbadian anak secara keseluruhan. bekerja ilmiah. Hal 11. ^ Vardiansyah. Dani. tanpa dasar yang cukup luas mengenai berbagai gejala alam. dan pengetahuan sendiri yang difasilitasi oleh guru. maka sains merupakan suatu mata pelajaran yang memberikan kesempatan berpikir kritis. misalnya sains diajarkan dengan mengikuti metode "menemukan sendiri". Usman Samatowa (2006) menegemukakan empat Alasan sains dimasukan dikurikulum Sekolah Dasar yaitu:     Bahwa sains berfaedah Bagi suatu bangsa. ^ Vardiansyah.

Pendidikan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan masyarakat. Pembentukan karakter/ watak dapat melalui berbagai macam cara dan bentuk. dimana rasa keingintahuan dan keberanian sangat tinggi. terlebih bila pendidikan dan pembelajaran yang dialami bersifat joyful learning.Karakter. teknologi dengan segala macam dan bentuk aplikasi telah berkembang dari masa ke masa. walaupun karakter sains cenderung lebih tampak. kepandaian serta pengetahuan yang dimilikinya dapat memperoleh sesuatu secara instan. Generasi yang diharapkan dapat ”dibentuk” bukanlah generasi yang instan yang dengan kepintaran. korupsi. Namun bagi dunia pendidikan hal tersebut merupakan suatu tantangan yang berat untuk mendampingi dan mengarahkan generasi mendatang dengan segala macam konsekuensi yang dihadapi.Berdasarkan pemikiran-pemikiran tersebut. demikian pula sebaliknya. Dalam bentuknya yang sangat sederhana. Menurut Prof. Sains. tidak mampu menahan lajunya kebutuhan dan kepentingan pribadi. Dunia pendidikan. Anak dapat dengan lebih dini menyerap dan mengendapkan apa yang dipelajari. pengetahuan. Pendidikan nasional kedepan diupayakan dapat diwarnai dengan tekanan atau mainstream pada pembentukan watak (character building) dan perilaku. kemudian melebar ke masyarakat atau komunitas sosialnya. Meskipun tidak menutup kemungkinan pada pendidikan IPA juga dapat dapat menyentuh dan mengembangkan karakter sosial. dunia pendidikan telah mendapat tempat dihati masyarakat sebagai "lentera dalam kegelapan". agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Saat ini seiring dengan pesatnya pengetahuan dan teknologi hampir semua dapat dilakukan dengan instan. maupun karsanya. Namun saat ini semakin banyaknya orang yang telah mengeyam pendidikan dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Hal ini dimungkinkan karena Pendidikan IPA Terpadu dengan karakteristik didalamnya bila diterapkan dengan benar dapat menyentuh berbagai ”nilai” yang diperlukan dalam pembentukan karakter siswa. rasa. . Hal ini dikarenakan adanya kesadaran bahwa pendidikan adalah kebutuhan manusia yang paling natural. sekelompok golongan sehingga menimbulkan berbagai macam kesenjangan pada berbagai lapisan. Macam karakter yang akan dikembangkan melalui pendidikan juga sangat bervariasi. Tiada seorang manusiapun yang dapat hidup tanpa adanya pendidikan. a) karakter sosial. Pendidikan merupakan upaya untuk mengembangkan potensi-potensi manusiawi manusia baik potensi fisik potensi cipta. Dalam kurun waktu yang panjang. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan merupakan kiat dalam menerapkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pembentukan manusia seutuhnya. Merosotnya moral dan kurangnya toleransi juga menjadi kritik tajam bagi dunia pendidikan. kerusakan lingkungan sampai pada masalah keteladanan. meskipun dalam kondisi sulit. Djohar terdapat dua karakter yang dapat dikembangkan yaitu. Pendidikan Dunia pendidikan Indonesia mendapat sorotan tajam. Mulai dari merebaknya kasus kriminalitas. Berbagai sorotan masyarakat yang ditujukan pada dunia pendidikan berhubungan dengan adanya kecenderungan sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh banyak pihak. Pendidikan karakter ini harus dimulai sejak usia dini. yang lebih cenderung dikembangkan melalui pendidikan sosial dan b) karakter sains yang lebih banyak dikembangkan melalui pendidikan IPA. Pendidikan berlangsung seumur hidup. orang tua yang tetap berusaha dan mengupayakan anak dapat mencapai tingkat pendidikan minimal. setiap manusia memperoleh pendidikan dari lingkungan keluarga.

metode dan cara yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan rasa ingin tahu tersebut seseorang akan berusaha memenuhi keingintahuannya melalui berbagai cara sehingga terjawab permasalahan yang ingin diketahui. Sehingga pendidikan IPA Terpadu merupakan salah satu solusinya. Menurutnya hidup adalah a self renewing process through action upon environment. Renewal of life tidak berlangsung secara otomatis tetapi tergantung pada banyak faktor seperti teknologi. sehingga dengan mempelajari sains berarti secara tidak langsung kita mengikuti perkembangan zaman. 2.Berikut beberapa yang berkaitan dengan Sains (IPA). menyeluruh sehingga tidak ada ketimpangan didalamnya. Dewey dalam Uyoh (2007) menyampaikan bahwa pendidikan itu penting karena: 1. Melalui IPA Terpadu yang bukan sekedar menggabungkan berbagai disiplin ilmu namun telah lebur menjadi satu kesatuan sehingga diharapkan siswa yang mempelajari sains dapat menjadi sosok ilmuwan maupun cendekiawan yang tidak kehilangan identitasnya. dan merasakan dari yang lebih tua dengan yang muda. Kekhasan Sains (IPA) Pengetahuan merupakan semua yang diketahui tentang suatu objek. Seseorang yang menguasai sains tanpa memiliki filter dapat menyebabkan berbagai masalah yang pada akhirnya cukup kompleks. berpikir. ilmu dan perwujudan moral kemanusiaan. Kehidupan masyarakat tumbuh melalui proses transmisi seperti kehidupan biologis yang berlangsung melalui perantara atau alat komunikasi dalam bertindak. siswa harus selalu diarahkan pada jalur. Namun demikian. B. Maka untuk kelangsungan hidup diperlukan suatu usaha untuk mendidik anggota masyarakat agar nantinya pemenuhan kebutuhan tersebut akan terus berlangsung. Pendidikan sebagai pertumbuhan. Pendidikan merupakan kebutuhan untuk hidup Pendidikan merupakan kebutuhan untuk hidup karena ada anggapan bahwa pendidikan berfungsi sebagai alat dan sebagai pembaharuan hidup. Pengetahuan lahir sebagai akibat dari rasa ingin tahu. Dari pertimbangan mengenai pendidikan. ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan pentingnya pendidikan dilakukan. Dalam pemenuhan kebutuhan tersebut terjadi interaksi antara individu dengan lingkungannya. Adanya kelangsungan hidup karena adanya adaptasi. artinya selalu mengalami perkembangan dan bertambah setiap saat. Penguasaan sains diupayakan dapat utuh. seni. dan Pendidikan Karakter A. Pendidikan IPA. Sains (IPA) memiliki hubungan dengan berbagai konsep dalam berbagai disiplin ilmu. pada perkembangannya akan dikhususkan dalam pengertian dan perkembangan pendidikan menurut basis keilmuan masing-masing. pada siswa yang dalam dirinya penuh dengan rasa ingin tahu akan selalu haus akan penemuan jawaban dan berusaha mencari jawabannya. Pendidikan IPA Sebelum mengkaji mengenai pendidikan IPA. dalam penulisan ini adalah pendidikan IPA. Sains (IPA) bersifat dinamis. dalam menjawab rasa ingin tahu. Pertumbuhan merupakan suatu perubahan tindakan yang berlangsung terus menerus untuk mencapai . Oleh karena itu.

serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. fenomena alam. Sekolah sebagai fungsi social mempunyai fungsi sebagai berikut 1) menyederhanakan dan menertibkan faktor-faktor bawaan yang dibutuhkan untuk berkembang. Aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. 2) memurnikan dan mengidealkan kebiasaan masyarakat yang ada. evaluasi. Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. 2. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: 1. Merujuk pada pengertian IPA itu. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Pertumbuhan merupakan karakteristik dari hidup. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. IPA bersifat open ended. yaitu kapasitas yang dapat tumbuh menjadi sesuatu yang berlainan. Dalam kebelummatangan tersebut anak memiliki kapasitas pertumbuhan potensi. 3. konsep-konsep. Produk: berupa fakta. teori. Kekuatan untuk tumbuh tergantung pada kebutuhan atau ketergantungan anak terhadap orang lain. Pendidikan merupakan cara yang ditempuh masyarakat dalam membimbing anak yang belum matang menurut bentuk susunan sosial sendiri. 3) menciptakan suatu lingkungan yang lebih luas. Lingkungan merupakan syarat bagi pertumbuhan dan fungsi pendidikan merupakan a process of leading and bringing up. karena pengaruh yang datang dari luar. Sikap: rasa ingin tahu tentang benda. Pertumbuhan terjadi karena adanya kebelummatangan. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. pengukuran. Fisik yang lemah diartikan sebagai suatu kebelummampuan dalam meniru lingkungan. dan lebih baik daripada yang diciptakan anak tersebut dan menjadi milik mereka untuk dikembangkan. dan penarikan kesimpulan. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. perancangan eksperimen atau percobaan. makhluk hidup. prinsip. 3. 4. dan hukum. Proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. sedangkan pendidikan adalah hidup itu sendiri dan pertumbuhan itu sendiri.suatu hasil selanjutnya. berlaku umum (universal). Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. . Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Setiap tindakan anak selalu berhubungan dengan lingkungan dan dengan yang lainnya. Pendidikan sebagai fungsi sosial Kelangsungan hidup terjadi karena adanya self renewal yang terjadi karena pertumbuhan. Ketergantungan tersebut haruslah dilihat sebagai pertumbuhan yang tersembunyi yang belum diolah. Cirinya adalah adanya ketergantungan dan plastisitas anak. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis.

“mengapa”. kritis. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai bidang kajian IPA. Oleh karena itu. C. tidak percaya tahyul. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. Namun demikian. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. Peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah. dan efektif. Kecenderungan pembelajaran IPA pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk. metode ilmiah. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen.Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. efisien. Kekhasan Pembelajaran IPA Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. serta dapat berargumentasi secara benar. teori dan hukum. karena dianggap sukar. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. terbuka. kritis. keterbatasan kemampuan peserta didik. mampu berpikir logis. dan bekerja sama dengan orang lain. memahami jawaban. kreatif. sarana. tekun. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan . yaitu sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. lingkungan belajar. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. pengamatan. sikap. memperhatikan keselamatan kerja. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. Dalam kenyataan. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian sehari-hari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. cermat. terutama teknologi informasi dan komunikasi. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. menghafalkan konsep. mencari jawaban. Oleh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. sabar. peduli terhadap lingkungan. jujur. Akibatnya IPA sebagai proses. disiplin. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. ulet.

Collins dan Dixon (1991:6) menyatakan tentang pembelajaran terpadu sebagai berikut: integrated learning occurs when an authentic event or exploration of a topic in the driving force in the curriculum. D. Atas dasar itu. Selanjutnya dijelaskan bahwa dalam pembelajaran terpadu didasarkan pada pendekatan inquiry. Untuk itu aktivitas yang diberikan meliputi aktif mencari. dan makhluk hidup dan proses kehidupan. dan bumi-alam semesta memungkinkan adanya tumpang tindih dan pengulangan. maka pembelajaran akan lebih efisien dan efektif. serta membosankan bagi peserta didik. a. Dengan pendekatan terpadu siswa didorong untuk berani bekerja secara kelompok dan belajar dari hasil pengalamannya sendiri. peserta didik melihat dunia sekitarnya masih secara holistik. Hal ini dimaksudkan agar bahan ajar tidak digunakan secara terpisah-pisah. 1989:9). karena anak pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berpikir operasional konkret ke berpikir abstrak. Selain itu. fakta.pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. Hal ini sesuai dengan program DAP yang dikemukakan Bredekamp (1992:7) dalam proses pembelajaran orang dewasa hendaknya menyediakan berbagai aktivitas dan bahan-bahan yang kaya serta menawarkan pilihan bagi siswa sehingga siswa dapat memilihnya untuk kegiatan kelompok kecil maupun mandiri dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinisiatif sendiri. Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan. Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut. bermakna. Pembelajaran terpadu sangat memperhatikan kebutuhan anak sesuai dengan perkembangannya yang holistik dengan melibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran baik fisik maupun emosionalnya. IPA TERPADU Pembelajaran terpadu merupakan suatu aplikasi salah satu strategi pembelajaran berdasarkan pendekatan kurikulum terpadu yang bertujuan untuk menciptakan atau membuat proses pembelajaran secara relevan dan bermakna bagi anak (Atkinson. dan otentik sehingga siswa dapat menerapkan perolehan belajar untuk memecahkan masalah-masalah yang nyata di dalam kehidupan sehari-hari. melakukan keterampilan atas prakarsa sendiri sebagai aktivitas yang dipilihnya. mengeksplorasi. dan brain storming dari siswa. makhluk hidup dan proses kehidupan. dan peristiwa yang otentik. atau tema yang merupakan kejadian-kejadian. materi dan sifatnya. menggali. Pelaksanaan pembelajaran terpadu pada dasarnya agar kurikulum itu bermakna bagi anak. pembelajaran IPA hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan tidak parsial. yaitu melibatkan siswa mulai dari merencanakan. tetapi merupakan suatu kesatuan bahan yang utuh dan cara belajar yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa. sehingga membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak. Keterpaduan bidang kajian dapat mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan yang holistik. topik. Guru . Di samping itu pembelajaran yang disajikan terpisah-pisah dalam energi dan perubahannya. Pembelajaran terpadu juga menekankan integrasi berbagai aktivitas untuk mengeksplorasi objek. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam lingkup bidang kajian energi dan perubahannya. Banyak ahli yang menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun. materi dan sifatnya.

Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. Contohnya adalah berbuat jujur. hormat dan bertanggungjawab. menyerap. kompetensi dasar. tenaga. karena sesungguhnya terdapat nilai moral universal yang bersifat absolut (bukan bersifat relatif) yang bersumber dari agama-agama di dunia. 2002) Pendidikan karakter mempunyai makna lebih tinggi dari pendidikan moral. pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. menerima. Dalam hal ini.dituntut memiliki kecermatan. karena bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Menurut Wynne (1991) kata karakter berasal dari Bahasa Yunani yang berarti “to mark” (menandai) dan memfokuskan pada bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. yang disebutnya sebagai “the golden rule”. teratur. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar dapat diajarkan sekaligus. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. dan sarana. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh. Di samping itu. karakter itu erat kaitannya dengan “habit” atau kebiasaan yang terus menerus dipraktekkan dan dilakukan. Pembentukan watak tidak lepas dari pendidikan karakter yang dialami oleh seorang anak (siswa) baik dalam lingkungan keluarga. Seperti kata Aristotle. b. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. menyeluruh. Kilpatrick dan Lickona merupakan pencetus utama pendidikan karakter yang percaya adanya keberadaan moral absolute dan bahwa moral absolute itu perlu diajarkan kepada siswa agar mereka paham betul mana yang baik dan benar. dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru. Pembelajaran IPA terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. Lickona (1992) dan Kilpatrick (1992) juga Brooks dan Goble tidak sependapat dengan cara pendidikan moral reasoning dan values clarification yang diajarkan dalam pendidikan di Amerika. menolong orang. . PEMBENTUKAN WATAK Pembentukan watak (character building) yang diharapkan dapat diserap dan diterapkan oleh siswa sejak usia dini. c. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. E. menyeluruh. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. dan analitik.(dwi hastuti. kemampuan analitik. lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang hal yang baik sehingga siswa didik menjadi faham (domain kognitif) tentang mana yang baik dan salah. utuh. sistimik. mampu merasakan (domain afektif) nilai yang baik dan mau melakukannya (domain psikomotor). lingkungan masyarakat maupun lingkungan di pendidikan formal. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. dinamis.

Kemampuan Menerima (Receiving). Berkowitz (1998) menyatakan bahwa kebiasaan berbuat baik tidak selalu menjamin bahwa manusia yang telah terbiasa tersebut secara sadar (cognition) menghargai pentingnya nilai karakter (valuing). Kemampuan Merespon (Responding). Satisfaction in response . Tanpa itu semua manusia akan sama seperti robot yang terindoktrinasi oleh sesuatu paham. b. Menurut Lickona pendidikan karakter yang baik dengan demikian harus melibatkan bukan saja aspek “knowing the good” (moral knowing). dimana seseorang bisa disebut orang yang berkarakter (a person of character) jika tingkah lakunya sesuai dengan kaidah moral. Kategori receiving ini terbagi dalam sub-kategori: a. Awareness b. bukan karena tingginya penghargaan akan nilai itu. Pembentukan watak/ karakter sering dikaitkan dengan ranah afektif. Kepekaan dalam menerima rangsang dari luar dalam bentuk masalah. Untuk memahami apa yang mendorong seseorang dalam perbuatan yang baik (act morally) maka harus dilihat tiga aspek lain dari karakter yaitu : 1) kompetensi (competence). 5) self-control dan 6) humility. Acquiescence in responding. 4) loving the good. tetapi juga “desiring the good” atau “loving the good” (moral feeling) dan “acting the good” (moral action). situasi atau gejala. bukan karena keinginannya yang tulus untuk menghargai nilai kejujuran itu sendiri.Oleh sebab itu seseorang yang berperilaku tidak jujur. 1973): 1. Oleh sebab itu dalam pendidikan karakter diperlukan juga aspek perasaan (domein affection atau emosi). Karena mungkin saja perbuatannya tersebut dilandasi oleh rasa takut untuk berbuat salah. 2) self-esteem. 5) decision making dan 6) self-knowledge. Reaksi yang diberikan terhadap stimulus yang datang dari luar atau keadaan dimana individu memberikan respon seperti biasanya terhadap rangsang. Misalnya saja ketika seseorang berbuat jujur hal itu dilakukannya karena ia takut dinilai oleh orang lain. Goodwin. Jadi istilah karakter erat kaitannya dengan personality (kepribadian) seseorang. Willingness to receiving c. Terdapat enam hal yang menjadi tujuan dari diajarkannya moral knowing yaitu: 1) moral awereness. 2) knowing moral values. Controlled or selected attention 2. 3) persperctive taking. sementara orang yang berperilaku jujur. 1964. 4) moral reasoning. 3) empathy. Ranah Afektif meliputi beberapa aspek kemampuan yang secara bertingkat meliputi (Krathwohl. kejam atau rakus dikatakan sebagai orang yang berkaraktek jelek. Willingness to respond c. Perbuatan/tindakan moral (moral action) ini merupakan hasil (outcome) dari dua komponen karakter lainnya. 2) keinginan (will) dan 3) kebiasaan (habit). suka menolong dikatakan sebagai orang yang berkarakter mulia. Terdapat 6 (enam) hal pula yang merupakan aspek dari emosi (moral feeling) yang harus mampu dirasakan oleh seseorang untuk menjadi manusia berkarakter yakni : 1) conscience. Taraf responding terdiri atas sub-kategori: a. Memakai istilah Lickona (1992) komponen ini dalam pendidikan karakter disebut “desiring the good” atau keinginan untuk berbuat kebaikan.

Selain itu tidak dilakukan praktek perilaku dan penerapan nilai kebaikan dan akhlak mulia dalam kehidupan di sekolah. emosi. Karena itu tidaklah aneh jika dijumpai banyak sekali inkonsistensi antara apa yang diajarkan di sekolah dan apa yang diterapkan anak di luar sekolah. 2. perasaan. tanggungjawab (responsibility). Conceptualization of a value. Kemampuan Menilai atau Memaknakan (Valuing). Organization of a value system. dimana agama di ajarkan di sekolah-sekolah negeri. Dilihat dari metode pendidikan pun tampaknya terjadi kelemahan karena metode pendidikan yang disampaikan dikonsentrasikan atau terpusat pada pendekatan otak kiri/kognitif. sementara akhlak atau kandungan nilainilai kebaikan belum sepenuhnya disampaikan. c. sebab pendidikan karakter (atau akhlak dalam Islam) harus mengandung unsur afeksi. percaya diri (confidence). motivasi (motivation). sentuhan nurani. kemampuan (abilities) dan mesin dalam tubuh (inner engines) yang dapat dipelajari oleh anak dan berperanan amat penting untuk mencapai kesuksesan di sekolah dan di masa mendatang. Kemampuan Mengorganisasi (Organizing). meliputi : 1. Pengembangan dari nilai ke dalam suatu sistem organisasi termasuk hubungan satu nilai dengan nilai yang lain. b. dan prakteknya sekaligus dalam bentuk amalan kehidupan sehari-hari. 4. Kategori ini terdiri atas sub-ketagori: a. dan nuraninya. yaitu hanya mewajibkan siswa didik untuk mengetahui dan menghafal (memorization) konsep dan kebenaran tanpa menyentuh perasaan. 5. meliputi sub-kategori: a.3. karena melalui orangtua pulalah anak memperoleh kesinambungan nilai-nilai kebaikan yang telah ia ketahui di sekolah. Hal ini ia percaya dapat dipelajari dan diajarkan oleh orangtua maupun sekolah yang dinamakannya Mega skills. Characterizing Di Indonesia. . Commitment. Gambaran peningkatan internalisasi dan tingkah laku seseorang dalam memegang suatu nilai dan kepercayaan terhadap gejala atau stimulus. Tingkatan sub-kategori organizing meliputi: a. Dengan demikian peran orangtua dalam pendidikan agama untuk membentuk karakter anak menjadi amat mutlak. kelihatannya pendidikan moral masih belum berhasil dilihat dari parameter kejahatan dan demoralisasi masyarakat yang tampak meningkat pada periode ini. Tanpa keterlibatan orangtua dan keluarga maka sebaik apapun nilai-nilai yang diajarkan di sekolah akan menjadi sia-sia. pemantapan dan prioritas nilai yang dimilikinya. Ini merupakan kesalahan metodologis yang mendasar dalam pengajaran moral bagi manusia. Menurut Dorothy Rich (1997) terdapat nilai (values). Generalized set b. b. Kemampuan Karakterisasi. usaha (effort). 3. Preference for a value. Acceptance of a value. Dilihat dari esensinya seperti yang terlihat dari kurikulum pendidikan agama tampaknya agama lebih mengajarkan pada dasar-dasar agama. 4.

flexibility. terutama kecerdasan emosi dan sosialnya yang meliputi: 1. 2. 6. mercy. Percaya diri. orderliness) 3. kemampuan pemecahan masalah (problem solving). resourcefulness. 6. determination and enthusiasm) 7. reliability. Cinta Tuhan dan kebenaran (love Allah. loyalty) 2. Sebaliknya . modesty) 9. Hormat dan santun (respect. merasakan dan mengerjakan sekaligus nilai-nilai kebajikan. 9. leadership) 8. kemampuan berkomunikasi (communication). friendliness. Amanah (trustworthiness. kepedulian. Hal ini diperlukan agar siswa didik mampu memahami. kemampuan bekerjasama (cooperation). 10. honesty) 4. excellence. Baik dan rendah hati (kindness. rasa empati (empathy) dan 7. dan pantang menyerah (confidence. inisiatif (initiative). berpikir logis (common sense). humility. percaya diri (confidence). courage. creativity. 4. compassion. kemauan kuat (perseverence). serta 11.5. 3. empathy. discipline. kemudahan bergaul dengan sesamanya (socializaation). Nilai tersebut menjadi timpang bila tidak diimbangi dengan penanaman konsep secara utuh. semua nilai-nilai yang diharapkan muncul sebagai hasil akhir pendidikan dan pembelajaran IPA Terpadu dapat muncul. yang kemudian disebut sebagai 9 pilar yaitu: 1. cooperation) 6. 7. Chicago Tribune dalam Megawangi (2002) bahwa US Departement of Health and Human Services menyebutkan beberapa faktor resiko tentang kegagalan sekolah pada anak. moderation. moral feeling atau perasaan tentang moral dan moral action atau perbuatan bermoral. kemampuan kontrol diri (self-control). Ratna Megawangi sebagai pencetus pendidikan karakter di Indonesia telah menyusun karakter mulia yang selayaknya diajarkan kepada siswa. trust. obedience) 5. unity) Melalui pembelajaran IPA Terpadu dengan berbagai karakteristik diatas. Keadilan dan kepemimpinan (justice. Dalam pendidikan karakter Lickona (1992) menekankan pentingya tiga komponen karakter yang baik (components of good character) yaitu moral knowing atau pengetahuan tentang moral. courtessy. assertiveness. kasih sayang (caring). dan kerjasama (love. kerjasama (team work). fairness. berkonsentrasi pada tujuan (focus). generousity. kreatif. reverence. Faktor resiko tersebut bukan pada kemampuan kognitif anak melainkan pada kemampuan psikososial anak. kedisiplinan. peacefulness. self reliance. kemampuan berkonsentrasi (concentration). dan kemandirian (responsibility. caring. 5. 8. Tanggungjawab. Kasih sayang. Toleransi dan cinta damai (tolerance.

dimana dalam pembelajaran ini siswa disentuhkan dan pada diri siswa muncul kesadaran segala sesuatu yang Tuhan ciptakan mempunyai makna. pembelajaran IPA Terpadu dapat menjadi salah satu alternatif pembentukan watak (karakter). Pada pembelajaran IPA siswa telah terbiasa dan dibiasakan melakukan segala sesuatu menggunakan metode ilmiah. Amat disayangkan bila kesempatan membentuk sikap ilmiah dan karakter ilmiah ini lepas dari kegiatan pembelajaran IPA. kesatuan. harmonis. model sains. Pendidikan merupakan usaha penyiapan siswa menghadapi lingkungan yang mengalami perubahan yang semakin pesat. melalui Pendidikan IPA terpadu yang melalui proses pembelajaran bukan hanya memberikan suatu konsep pada siswa. melalui keterpaduan dalam membelajarkan IPA siswa disentuhkan dengan berbagai aspek kehidupan dengan tetap mengacu dan menekankan pada nilai. sehingga mereka selalu dapat mempertanggungjawabkan apa yang mereka lakukan. antara lain sifat sains. memiliki peran masing-masing. Berdasarkan uraian diatas. Dalam melakukan sesuatu mereka akan berusaha melakukannya dengan benar karena Tuhan melihat semua yang dilakukannya. Hal ini selaras dengan konsep pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan. Hal ini karena melalui pembelajaran IPA Terpadu siswa tidak hanya disentuhkan pada salah satu aspek saja dan mengabaikan aspek yang lain. memiliki arti. dan filsafat sains. . pengajaran dan atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang. serta dalam melakukan suatu kegiatan mereka yang mengharuskan mengambil kesempatan hidup makhluk akan berpikir cermat dengan mempertimbangkan kemanfaatannya. Pendidikan merupakan kiat dalam menerapkan prinsipprinsip ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pembentukan manusia seutuhnya. dinamis guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. dimana siswa hafal langkah urutan menggunakan metode ilmiah namun tidak dilandasi dengan sikap ilmiah. Tuhan Maha Besar. dapat muncul nilai cinta Tuhan dan kebenaran. namun siswa juga memiliki hati nurani yang dapat membuka lembaran-lembaran babak baru. 2011 by BLOG GURU KEBONAGUNG Pada dasarnya manusia ingin tahu lebih banyak tentang IPA atau Sains.pemahaman konsep yang utuh dan menyeluruh tanpa disentuhkan dengan nilai akan mengakibatkan berbagai ketimpangan moral. siswa tidak hanya sebagai robot yang diciptakan pandai. Misal. Pada saat setiap orang mengakui pentingnya sains dipelajari dan dipahami. Melalui metode ilmiah dan menggunakan sikap ilmiah siswa telah ditanamkan berbagai nilai penting yang juga akan dibawa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. organis. Pendidikan merupakan proses interaksi manusiawi yang ditandai keseimbangan antara kedaulatan siswa dengan kewibawaan pendidik. Pendidikan ialah usaha sadar untuk mempersiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan. Hal ini memberikan dampak pada pemikiran dan akhirnya diharapkan menyatu dengan diri mereka bahwa Tuhan Maha Esa. Diposkan oleh tata di 23:41 Pembelajaran IPA Posted on March 17. dilandasi oleh sikap ilmiah terlebih bila pembelajaran yang dilakukan telah benar-benar merupakan pendidikan yang terpadu.

Pada umumnya siswa merasa bahwa sains sulit. memperbaiki. disamping memenuhi keperluan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. prinsip. ―Marilah kita mencermati beberapa tonggak . termasuk kebiasaan bekerja ilmiah dengan metode ilmiah dan sikap ilmiah. Selain itu penilaian dalam pengajaran IPA harus dilakukan dengan menggunakan sistem penilaian (asesmen) yang adil. konsepsi mereka yang masih keliru tentang fenomena alam. memberikan kesenangan bermain dan kepuasan intelektual bagi mereka dalam membongkar misteri. dan komprehensif bagi setiap aspek proses dan hasil belajar siswa. Meskipun demikian. proporsional. maupun produk ilmiah. dan untuk mempelajari sains harus mempunyai kemampuan memadai seperti bila akan menjadi seorang ilmuan. keterampilan. pencermatan terhadap realitas di lapangan. Pembelajaran IPA sebagai media pengembangan potensi siswa SD seharusnya didasarkan pada karakteristik psikologis anak.konsep yang kemudian menjadi bahan hapalan bagi siswa. Keseluruhan tujuan dan karakteristik berkenaan dengan pendidikan IPA SD -sebagaimana tertuang dalam kurikulum. pada mayoritas waktu dan tempat. tentang alam sekitar yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah. Ilmu Pengetahuan Alam (sains) merupakan hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan. Hal ini berarti bahwa fisika harus diajarkan pada siswa secara utuh baik sikap ilmiah. kelemahan pembelajaran IPA pada mayoritas SD selama ini adalah bahwa pembelajaran tersebut lebih menekankan pada penguasaan sejumlah fakta dan konsep. Pembelajaran dan pengembangan potensi ini merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam memasuki dunia teknologi. gagasan. Oleh karena target seperti itu maka guru tidak terlalu terdorong untuk menghadirkan fenomena-fenomena alam – betapa pun melalui alat peraga sederhana – ke dalam pembelajaran IPA Belajar sains tidak sekedar belajar informasi sains tentang fakta. dan sikap yang diperlukan untuk memahami dan menyesuaikan diri terhadap fenomena dan perubahan-perubahan di lingkungan sekitar dirinya. transparan. Kemampuan siswa dalam menggunakan metode ilmiah perlu dikembangkan untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan nyata. Tidak jarang pembelajaran IPA bahkan dilaksanakan dalam bentuk latihan-latihan penyelesaian soal-soal tes. mengembangkan potensisaintis yang terdapat dalam dirinya. Pembelajaran IPA yang demikian jelas lebih menekankan pada penguasaan sejumlah konsep dan kurang menekankan pada penguasaan kemampuan dasar kerja ilmiah atau keterampilan proses IPA. sehingga siswa dapat belajar mandiri untuk mencapai hasil yang optimal. pembelajaran IPA di sekolah dasar masih menunjukkan sejumlah kelemahan. dan kurang memfasilitasi siswa agar memiliki hasil belajar yang comprehensive. seluk beluk dan teka-teki fenomena alam di sekitar dirinya. pada era globalisasi. melalui pembelajaran dan pengembangan potensi diri pada pembelajaran IPA siswa akan memperoleh bekal pengetahuan. hukum dalam wujud ‗pengetahuan deklaratif‘. akan tetapi belajar sains juga belajar tentang cara memperoleh informasi sains. proses ilmiah. sambil membekali keterampilan dan membangun konsep-konsep baru yang harus dikuasainya. cara sains dan teknologi bekerja dalam bentuk pengetahuan prosedural.pada kegiatan pembelajaran secara umum telah direduksi menjadi sekedar pemindahan konsep. konsep. semata-mata dalam rangka mencapai target nilai tes tertulis evaluasi hasil belajar sebagai ―ukuran utama‖ prestasi siswa dan kesuksesan guru dalam mengelola pembelajaran. Bobbi dePorter dalam Quantum Learning (1999:22-24) menginformasikan kepada Anda tentang pentingnya menciptakan suasana kelas sebagai tempat ‗ bermain sambil belajar ‗ yang aman dari caci maki dan ancaman serta bermakna bagi siswa. dan konsep yang terorganisir.

Tanpa landasan ilmu dasar yang kuat. Pembelajaran Fisika adalah bagian dari pelajaran ilmu alam. keterampilan ilmia dan nilai religius dengan model pembelajaran IPA yang menggugah selera belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut maka belajar fisika tidak lepas dari penguasaan konsep-konsep dasar fisika melalui pemahaman. Saat Anda merayakan ulang tahun pertama. maka nilai akademis pun insya Allah akan diraih. bahwa Anda tidak mengenal konsep mengenai kegagalan. Boleh jadi anak ini sangat mirip dengan Anda dahulu. fisika adalah ilmu dasar. dan geologi.Pd. sebab teori fisika tidak sekedar hafalan saja akan tetapi harus dibaca dan dipahami serta dipraktikkan. pendekatan atau strategi apapun dalam pembelajaran. biologi. Teori fisika tidak hanya cukup dibaca. ilmu-ilmu terapan tidak dapat maju dengan pesat. maka konsep awal tersebut akan menghasilkan konsep yang benar dan tepat serta terarah. Anda dapat melakukannya walau dengan berkali-kali tersandung dan terjatuh. Ilmu alam secara klasikal dibagi menjadi dua bagian. yaitu (1) ilmu-ilmu fisik (physical sciences) yang objeknya zat. mungkin Anda telah belajar berjalan⎯ suatu proses yang rumit baik secara fisik maupun mental yang hampir-hampir mustahil dapat dijelaskan dengan kata-kata atau diajarkan tanpa mendemons-trasikannya. (Kemble. Meskipun demikian. yaitu memahami konsep ilmiah. astronomi. M. Pada dasarnya. (2) ilmu-ilmu biologi (biological sciences) yang objeknya adalah makhluk hidup dan lingkungannya. Mengapa demikian? Anda dapat mengingat dan membandingkannya dengan beberapa kasus ketika Anda menyerah mempelajari sesuatu yang baru setelah gagal satu atau dua kali. HAKIKAT PEMBELAJARAN FISIKA Oleh : Sigit Suryono. .belajar pada usia awal seorang anak yang normal dan sehat. sehingga siswa mampu menjelaskan permasalahan yang ada.sudah menerapkan 3 prinsip strategi pembelajaran IPA. mengapa justru pada saat kanak-kanak Anda mencoba dan mencoba lagi ketika Anda sedang belajar berjalan? Jawabannya adalah.Pd Fisika merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku alam dalam berbagai bentuk gejala untuk dapat memahami apa yang mengendalikan atau menentukan kelakukan tersebut. 1966: 7) Belajar merupakan upaya memperoleh pengetahuan dan pemahaman melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur yang ada. seperti halnya kimia. harus disajikan guru dalam kemasan yang menarik sehingga membangun minat siswa untuk belajar. energi. Jika guru. terutama konsep awal tentang alam yang ada di sekitarnya. orangtua Anda Akhirnya. Jadi. berbagai model. dan transformasi zat dan energi. Untuk membantu. S. Ilmu-ilmu dasar diperlukan dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan terapan dan teknik. Siswa yang belajar sebenarnya di dalam otak terdapat banyak konsep. Melalui proses pembelajaran yang sistematis.

atau sikap baru pada saat individu berinteraksi dengan informasi dan lingkungan. 2003: 1) Selanjutnya secara garis besar pembelajaran Fisika seperti yang diungkapkan oleh Abu Hamid(sulistyono. Seperti yang dikemukakan Latuheru (1988: 1) bahwa segala sesuatu yang menyangkut pembelajaran merupakan proses komunikasi. prinsip maupun hukum-hukum. atau jawaban yang dapat dipahami dan diterima secara objektif. Pada hakikatnya hasil belajar Fisika merupakan kesadaran murid untuk memperoleh konsep dan jaringan konsep Fisika melalui eksplorasi dan eksperimentasi. Pembelajaran fisika di sekolah menengah pertama merupakan salah satu mata pelajaran IPA yang dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. keterampilan dan sikap percaya diri. adalah sebagai berikut: 1. teori. Komunikasi dalam pembelajaran merupakan komunikasi timbal balik (interaksi edukatif) yang terjadi tidak dengan sendirinya tetapi harus diciptakan oleh guru dan siswa. prinsip. kemudian diharapkan siswa mampu menyusun kembali dalam bahasanya sendiri sesuai dengan tingkat kematangan dan perkembangan intelektualnya. jujur dan rasional. prinsip. prinsip maupun hukum-hukum fisika sehingga dalam proses pembelajarannya harus mempertimbangkan strategi atau metode pembelajaran yang efektif dan efisien. Proses belajar Fisika bersifat untuk menentukan konsep. serta kesadaran murid untuk menerapkan pengetahuannya untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya sehari-hari. teori. akan sangat memudahkan siswa jika pembelajaran Sains mengajak anak untuk belajar merumuskan konsep secara induktif berdasar fakta-fakta empiris di lapangan.Dalam belajar fisika. (Depdiknas. baik secara kualitatif maupun kuantitatif dengan menggunakan matematika. 1986 : 195) pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah-laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu Pembelajaran fisika dipandang sebagai suatu proses untuk mengembangkan kemampuan memahami konsep.1998:12). Pada hakikatnya mengajar Fisika merupakan suatu usaha untuk memilih strategi mendidik dan mengajar yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan. serta dapat mengembangkan pengetahuan. Menurut Corey (Yusufhadi Miarso. agar murid secara fisik dan psikologis dapat melakukan proses eksplorasi untuk menemukan konsep. Hal ini juga sesuai dengan tingkat perkembangan mental siswa SMP yang masih berada pada fase transisi dari konkrit ke formal. dan hukum-hukum alam serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. yang pertama dituntut adalah kemampuan untuk memahami konsep. . Dalam pembelajaran fisika. serta untuk dapat menimbulkan reaksi. induktif dan deduktif dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar. dan upaya untuk menyediakan kondisi-kondisi dan situasi belajar Fisika yang kondusif. 3. pengalaman proses sains dan pemahaman produk sains dalam bentuk pengalaman langsung akan sangat berarti dalam membentuk konsep siswa. 2. keterampilan. Dalam pembelajaran akan ada komunikasi antara guru dengan siswa. Pembelajaran merupakan proses pengembangan pengetahuan. dan hukum-hukum alam. Belajar fisika yang dikembangkan adalah kemampuan berpikir analitis.

sumber pesannya bisa guru. atau grafis komputer). dinamis. atau paduan keduanya (misalnya foto. Hal ini berarti bahwa prinsip-prinsip desain pesan akan tergantung pada apakah medianya bersifat statis. norma-norma sosial. 2003: 33). film. rasa lelah dan mengantuk) (Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. Pesan. Selain hal tersebut hambatan-hambatan komunikasi yang mengakibatkan gangguan proses komunikasi yaitu gangguan berasal dari saluran (misal pesan yang disajikan dalam bentuk saluran visual. Ada beberapa faktor yang menjadi penghambat atau penghalang proses komunikasi yang disebut dengan barriers. halaman dan layar. Unsur-unsur dalam proses komunikasi meliputi : sumber pesan. sakit. dan cacat tubuh. (4) hambatan lingkungan yaitu hambatan yang ditimbulkan oleh situasi dan kondisi keadaan sekitar (Sadiman dkk. sumber pesan. Hambatan tersebut antara lain (1) hambatan psikologis seperti minat. atau noises. kepercayaan. pendapat. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran ataupun didikan yang ada dalam kurikulum. (2) hambatan fisik seperti misalnya kelelahan. Proses komunikasi yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan. melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan. tetapi disampaikan dengan ceramah). saluran/ media dan penerima pesan adalah komponen–komponen proses komunikasi. (3) hambatan kultural seperti misalnya perbedaan adat-istiadat. urutan penyajian. salurannya media pendidikan dan penerima pesannya adalah siswa atau juga guru. 2003: 11) Message (pesan) secara tradisional berupa tanda/ pola yang digunakan untuk komunikasi antara pengirim dan penerima. kepercayaan dan nilai-nilai kepanutan. dan gangguan dari penerima pesan (disebabkan oleh daya tangkap penerima yang rendah. Desain pesan lebih banyak berhubungan dengan level mikro melalui unit-unit kecil seperti visual. transmisi/saluran. dan penerima pesan. Karakteristik lain desain pesan ialah bahwa disain haruslah bersifat spesifik baik dalam medianya maupun dalam tugas belajarnya. inteligensi. keterampilan atau pengembangan strategi belajar. proses komunikasi belajar mengajar . pesan.Unsur-unsur dalam proses komunikasi dapat di gambarkan dalam bagan sebagai berikut : Bagan Proses Komunikasi Model Claude Shannon (Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. pengetahuan. apakah tugasnya melibatkan pembentukan konsep atau sikap. baik sewaktu meng-encode pesan maupun men-decode-nya. sikap. 2003: 13). dan upaya mengingat. 2003: 33). siswa. tiadanya motivasi. keterbatasan daya indera. Karena adanya berbagai jenis hambatan tersebut baik dalam diri guru maupun siswa. orang lain ataupun penulis buku dan produser media. (Sadiman dkk.

Bandung : Sinar Baru Algensindo Sulistiyono. Program tersebut dibuat bukan untuk mengganti peran guru fisika atau mengganti kegiatan eksperimen fisika tetapi sebagai alat bantu guru dalam mengajar. jarak waktu. Teknologi pengajaran. Media pendidikan. its structure and development. Physical science. Messachusetts : The M. Rajawali Pers. dkk. Definisi teknologi pendidikan: Satuan tugas definisi dan terminology AECT. Yusufhadi Miarso. Program tersebut dapat membantu memperjelas pemahaman siswa mengenai gejala alam dan peristiwa-peristiwa fisika yang masih abstrak sehingga tidak terjadi miskonsepsi. (2003). modul interaktif. Jakarta : CV. (2003). Perbedaan gaya belajar. Nana Sudjana & Ahmad Rivai. pengertian. Media pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar yang dapat menyalurkan pesan dapat membantu mengatasi hal tersebut.I. Salah satu media tersebut adalah program komputer dalam bentuk software pembelajaran berbantuan komputer untuk fisika. Jakarta : Depdikbud. ataupun elearning dimaksudkan untuk membantu terjadinya proses belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien. D. (1994).seringkali berlangsung secara tidak efisien dan efektif.C : AECT (buku asli diterbitkan tahun 1977)      . Skripsi. Efektivitas penggunaan media modul tercetak dan media transparasi serta media konvensional untuk pokok bahasan tata surya dalam pengejaran fisika kelas 2 SMU Negeri 1 Seyegan tahun ajaran 1997/ 1998. Washington. mengemukakan bahwa dalam komunikasi interaksi edukatif terasa bahwa media pembelajaran sangat penting apabila dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan secara kualitas dan kuantitas. (1998). Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sebagai proses komunikasi memerlukan media pembelajaran untuk menyampaikan pesan dan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Latuheru (1988: 2). FPMIPA IKIP Yogyakarta. dan lain-lain dapat dibantu dengan pemanfaatan media pembelajaran (Sadiman dkk. Media pembelajaran dalam proses belajar mengajar masa kini. Kemble. E. (1988). 2003: 13). C. minat. dan pemanfaatannya. intelegensi. Reference : Arief S Sadiman. keterbatasan daya indera. Penggunaan media pembelajaran baik berupa modul tercetak. John D Latuheru. pengembangan.T Press. (1966). cacat tubuh atau hambatan jarak geografis.

penggunaan media dan sumber belajar. Variasi dapat dilakukan pada gaya mengajar. baik di awal. Keempat. Penjelasan harus bermakna dan menarik perhatian peserta didik dan sesuai dengan materi standar dan kompetensi dasar. Penjelasan dapat diberikan untuk menjawab pertanyaan peserta didik dan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat kemampuan peserta didik. memupuk perilaku positif peserta didik dalam pembelajaran. Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. penguatan merupakan respon terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut. diantaranya adalah ketrampilan membelajarkan atau ketrampilan mengajar. di tengah. dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Ketiga. karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuyk mengajukan pertanyaan. menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang sesuatu benda. membuka dan menutup pelajaran merupakan dua kegiatan rutin yang dilakukan guru untuk memulai dan mengakhiri pelajaran. Ketrampilan mengajar merupakan kompetensi profesional yang cukup kompleks. meningkatkan kegiatan belajar. keterampilan bertanya sangat perlu dikuasai guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Oleh karena itu. dan membina perilaku yang produktif. maupun di akhir pembelajaran. fakta. Kelima. untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan diperlukan berbagai ketrampilan. meliputi: Pertama. mengadakan variasi merupakan ketrampilan yang harus dikuasai guru yang bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi standar yang relevan. merangsang dan meningkatkan motivasi belajar. Beberap keterampilan mengajar yang sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran. serta memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuannya. dan variasi dalam kegiatan pembelajaran. Penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran. Penjelasan dapat diberikan selama pembelajaran. Kedua. memberikan kesempatan bagi perkembangan bakat peserta didik terhadap berbagai hal baru dalam pembelajaran. pola interaksi. sebagai integrasi dari berbagai kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh. dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban peserta didik. Membuka dan menutup pelajaran yang dilakukan secara profesional . keadaan.

mengelola kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif. membina kerjasama yang sehat dalam kelompok yang kohesif dan bertanggung jawab. siswa memahami hubungan antara pengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya dengan hal-hal baru yang akan dipelajari. Ketujuh. misalnya dapat dilakukan melalui pembelajaran mikro. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah kehangatan dan keantusiasan. serta menemukan dan mengatasi perilaku yang menimbulkan masalah. meningkatkan pemahaman terhadap masalah yang penting dalam pembelajaran. mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik. agar apa yang disampaikan bisa diserap dan diterima oleh peserta didik. dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik. Keenam. mengembangkan kemampuan berfikir dan berkomunikasi. meningkatkan ketrampilan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. . variasi. siswa dapat menghubungkan konsep-konsep atau genelalisasi dalam suatu peristiwa pembelajaran. dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. siswa memperoleh gambaran yang jelas mengenai pembelajaran yang akan berlangsung. Kedelapan. fleksibel. Khusus dalam melakukan pembelajaran perorangan perlu diperhatikan kemampuan dan kematangan berfikir peserta didik. siswa memiliki kejelasan mengenai tugas-tugas yang harus dikerjakan. membimbing diskusi kelompok kecil yang bermanfaat agar siswa dapat berbagi informasi dan pengalaman dalam pemecahan suatu masalah. akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran diataranya adalah membangkitkan motivasi belajar. tantangan. penekanan pada hal-hal positif. Komponen keterampilan mengelola kelas adalah penciptaan dan pemeliharaan iklim pembelajaran yang optimal. keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal. dan penanaman disiplin diri. pengelolaan kelompok dengan cara peningkatan kerjasama dan keterlibatan siswa dan menangani konflik dan memperkecil masalah yang timbul. Pada akhirnya siswa mengetahui tingkat keberhasilannya terhadap materi yang dipelajari dan guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan atau efektifitas kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. sehingga diperlukan latihan yang sistematis. Penguasaan terhadap semua ketrampilan mengajar tersebut harus utuh dan terintegrasi.

dan psikomotorik yang telah ditentukan untuk jangka waktu satu semester. . Tahapan pertama pelaksanaan pembelajaran melalui lima tahap. 4. kegiatan inti yaitu menjelaskan materi pelajaran. Tahap kedua.shvoong. 4. 2.160-161 perencanaan pembelajaran dibagi menjadi dua tahap. Penentuan tujuan instruksional.1997 hlm. kemudian penutupan pada proses pembelajaran. Dimulai dari apersepsi. Menyusun tabel spesifikasi satuan bahasan atau silabus. Berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang meliputi aspek-aspek kognitif. Setiap tahapan meliputi langkah-langkah kerja khusus. Sumber: http://id. merencanakan satuan pelajaran yang memungkinkan semua siswa atau mahasiswa dapat dan mau belajar tuntas.Tbel ini memuat materi pembelajaran 3. Membuat tabel spesifikasi satuan bahasan. Pemberian tugas tambahan agar lebih menguatkan lagi penguasaan materi pembelajaran. Setian satuan pelajaran hany memuat satu himpunan indikator dan beberapa tujuan yang hendak dicapai. Pengecekan tabel spesifikasi/ silabus dan penentuan tujuan instruksional yang disesuaikan dengan Standat Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta pembagian waktu. Mengidentifikasi satuan pelajaran. 2. Penentuan alat untuk memeriksa hasil akhir belajar 5. Tabel ini merupakan rincian bahan sebagai dasar usaha pengembangan lebih lanjut. Langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut: 1. refleksi sampai kepada evaluasi untuk mengukur tuntas tidaknya pelajaran saat itu. Penentuan standar prilaku yang merupakan indikator tingkat penguasaan bahan oleh siswa. efektif. Tabel ini memuat satuan-satuan bahasan yang akan disampaikan 3. tahapan ini dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Perencanaan kegiatan belajar mengajar atau skenario pembelajaran. tanya jawab.com/social-sciences/education/2073899-langkah-langkahpembelajaran-kreatif-dan/#ixzz1qzBtxGwq Menurut Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya.

konsep. dan cara untuk penyelidikan (―a way of investigating‖)". maka sampai pada tahap ini kita dapat menyamakan psi bahwa hakekat fisika adalah sama dengan hakekat IPA atau sains. fisika sebagai sikap (―a way of thinking‖). a. dan model keberadaannya adalah untuk . Pra kegiatan pembelajaran menggambarkan hal yang perlu dipersiapkan dan rencana kegiatan. teori. Fakta merupakan dasar bagi konsep. Pengelompokkan hasil-hasil penemuan itu menurut bidang kajian yang sejenis menghasilkan ilmu pengetahuan yang kemudian disebut sebagai fisika. hukum. kumpulan pengetahuan itu dapat berupa fakta. Sebaliknya kita juga dapat menyatakan bahwa. prinsip. IPA sebagai sikap untuk pengganti pernyataan IPA sebagai cara atau jalan berpikir (―a way of thinking‖). 1. Jadi hakekat fisika adalah sebagai produk (―a body of knowledge‖). pandangan para ilmuwan. dan IPA sebagai proses untuk pengganti pernyataan IPA sebagai cara untuk penyelidikan (―a way of investigating‖). prinsip. Menurut Collette dan Chiappetta (1994) menyatakan bahwa ―sains pada hakekatnya merupakan sebuah kumpulan pengetahuan (―a body of knowledge‖). Dalam wacana ilmiah. pandangan kebanyakan orang. Sumber: http://id. cara atau jalan berpikir (―a way of thinking‖).shvoong.com/social-sciences/education/2043101-langkah-langkahpembelajaran/#ixzz1qzC1PSJ4 Oleh: Rudy Kustijono Sebagian besar orang memahami bahwa IPA adalah ilmu pengetahuan yang terdiri dari fisika. sedangkan para ilmuwan memandang IPA sebagai sebuah cara (metoda) untuk menguji dugaan (hipotesis). Masing-masing pandangan hanya merupakan salah satu dari tiga hakekat IPA dalam pernyataan itu.Menurut M. prinsip. biologi dan kimia. Di samping itu sebagian orang memandang IPA sebagai kumpulan informasi ilmiah. Sementara itu kesamaan pandangan para pendidik dan pengajar tentang hakekat IPA termasuk fisika di dalamnya sangatlah penting. Shohibul Kahfi 2003 hlm. dan fisika sebagai proses (―a way of investigating‖). dikumpulkan dan disusun secara sistematik menjadi sebuah kumpulan pengetahuan yang kemudian disebut sebagai produk atau ―a body of knowledge‖. Dengan mengacu kepada pernyataan tersebut. teori atau model. Detil kegiatan menggambarkan secara rinci aktifitas pembelajaran yang tercantum dalam rencana kegiatan. terjadi interaksi antara mia dengan alam lingkungan. dan para ahli filsafat memandang IPA sebagai cara bertanya tentang kebenaran dari segala sesuatu yang tahui. hasil-hasil penemuan dari berbagai kegiatan penyelidikan yang kreatif dari para ilmuwan dinventarisir. Interaksi itu memberikan pembelajaran kepada mia sehinga menemukan pengalaman yang semakin menambah pengetahuan dan kemampuannya serta berubah perilakunya. dan pandangan para ahli filsapat seperti yang telah mukakan di atas tidaklah salah. Karena fisika merupakan bagian dari IPA atau sains. agar tidak terjadi disparitas dalam merencanakan dan mengembangkan pembelajaran IPA. teori dan model. Pernyataan Collette dan Chiappetta lebih merupakan pandangan yang komprehensif atas hakekat IPA atau sains. Untuk fisika. yaitu pra kegiatan pembelajaran dan detil kegiatan pembelajaran.17 Langkah pembelajaran disusun dalam dua tahap. hukum. Fisika sebagai produk Dalam rangka pemenuhan kebutuhan mia. Masing-masing pandangan itu adalah benar menurut sudut pandang yang digunakannya. kimia dan biologi. konsep. hukum. Pernyataan yang lebih tepat tentang hakekat IPA adalah IPA sebagai produk untuk pengganti pernyataan IPA sebagai sebuah kumpulan pengetahuan (―a body of knowledge‖). rumus. Fakta Fakta adalah keadaan atau kenyataan yang sesungguhnya dari segala peristiwa yang terjadi di alam.

Menurut Bruner. fenomena dan fakta. untuk memahami fenomena alam dan hukum-hukum yang berlaku. definisi. objek. dan konsep yang baik contoh maupun atributnya tidak dapat diamati. Model sangat berguna untuk membantu memahami suatu fenomena alam. teori kinetik gas. atribut. Jadi IPA sebagai proses memberikan gambaran mengenai pendekatan yang digunakan untuk menyusun pengetahuan. Dalam rumus kita dapat melihat saling keterkaitan antara konsep-konsep dan variable-variabel. Pada umumnya prinsip dan hukum dapat dinyatakan secara matematis. dan contoh. Dengan demikian pembelajaran fisika sebagai proses hendaknya berhasil mengembangkan keterampilan proses sain pada diri siswa. Indikator dari setiap . konsep fisika dapat dibedakan atas konsep yang baik contoh maupun atributnya dapat diamati. dugaan. melainkan kejadian alam (fakta) yang dijelaskan keberadaannya oleh prinsip dan atau hukum. juga berguna untuk membantu memahami suatu teori.c. 2. konsep. Objek-objek dan kejadian-kejadian alam itu harus diselidiki dengan melakukan eksperimen dan observasi serta dicari penjelasannya melalui proses pemikiran untuk mendapatkan alasan dan argumentasinya. Pembelajaran yang merupakan tugas guru termasuk ke dalam bagian mempublikasikan itu. Konsep memiliki sifat-sifat dan atribut-atribut tertentu. konsep yang contohnya dapat diamati tetapi atributnya tidak dapat diamati. pengamatan. Sesuai dengan perkembangan intelektual anak. perlu dipelajari objek-objek dan kejadian-kejadian di alam itu. dan sebagainya. konsep maupun hukum‖ f. Jadi pemahaman fisika sebagai proses adalah pemahaman mengenai bagaimana informasi ilmiah dalam fisika diperoleh. keabstrakan dari setiap konsep adalah berbeda bagi setiap anak. nilai (value). bentuk. Goodnow dan Austin (collette dan chiappetta: 1994) konsep memiliki lima elemen atau unsur penting yaitu nama. ukuran. Jadi. Prinsip dan hukum Istilah prinsip dan hukum sering digunakan secara bergantian karena dianggap sebagai sinonim. Teori tetaplah teori tidak mungkin menjadi hukum atau fakta. menyusun pengetahuan mengenai astronomi dengan berdasarkan kepada observasi dan prediksi. d. penyelidikan. e. dan publikasi. Dalam IPA nal banyak metoda yang menunjukkan usaha mia untuk menyelesaikan masalah. Prinsip dan hukum dibentuk oleh fakta-fakta dan konsep-konsep. Dari uraian di atas kiranya dapat disimpulkan bahwa pemahaman fisika sebagai proses sangat berkaitan dengan kata-kata kunci fenomena. Ilmuwan lain banyak yang menyusun pengetahuan dengan berdasarkan kepada kegiatan laboratorium atau eksperimen yang terfokus pada hubungan sebab akibat. dan teori. Sebagai contoh. teori relativitas. Konsep Konsep adalah abstraksi dari berbagai kejadian. Ini sangat perlu dipahami bahwa. Model Model adalah sebuah presentasi yang dibuat untuk sesuatu yang tidak dapat dilihat. Hawking (1988) yang dikutip oleh Collette dan Chiappetta (1994) menyatakan bahwa ―kita tidak dapat membuktikan kebenaran suatu teori meskipun banyak hasil eksperimen mendukung teori tersebut. hukum. Fisika sebagai proses IPA sebagai proses atau juga disebut sebagai ―a way of investigating‖ memberikan gambaran mengenai bagaimana para ilmuwan bekerja melakukan penemuanpenemuan. Para ilmuwan astronomi misalnya. Menurut Herron dan kawan-kawan (dalam Collette dan Chiappetta 1994). dan divalidasikan. Teori bersifat tentatif sampai terbukti tidak benar dan diperbaiki. teori memiliki fungsi yang berbeda dengan fakta. karena kita tidak pernah yakin bahwa pada waktu yang akan dating hasilnya tidak akan kontradiksi dengan teori tersebut. diuji. misalnya teori atom. Teori Teori disusun untuk menjelaskan sesuatu yang tersembunyi atau tidak dapat langsung diamati. model atom Bohr membantu untuk memahami teori atom. Yang dimaksud dengan atribut itu misalnya adalah warna. Rumus Rumus adalah pernyataan matematis dari suatu fakta. prinsip. bau. b.menjelaskan dan memahami fakta. sedangkan kita dapat membuktikan ketidakbenaran suatu teori cukup dengan hanya satu bukti yang menyimpang. hukum dan prinsip fisika tidaklah mengatur kejadian alam (fakta). pengukuran. Sampai pada tahap ini kiranya cukup jelas bahwa.

keteraturan. sehingga akhirnya dapat melakukan kegiatan-kegiatan ilmiah itu. dan mengkomunikasikan. Memilih bentuk pengamatan yang sesuai. sikap objektif. Menjelaskan suatu pola. diiringi dengan rasa percaya.Memberi sumbangan saran pada kelompok dis. mengklasifikasi. pengukuran dan penyelidikan atau percobaan. Mencatat kekecualian/atau hal yg tak diharapkan. dll.Mengidentifikasi pertanyaan yang dapat dijawab dengan penemuan ilmiah. rasa ingin tahu dan rasa penasaran mereka yang besar. perbedaan. Sikap-sikap itulah yang kemudian memaknai hakekat fisika sebagai sikap atau ―a way of thinking‖.a.keterampilan proses yang meliputi: mengamati. merumuskan hipotesis.b. Menemukenali (identifikasi menurut pola tertentu). Indikator mengamati (observasi): Menggunakan alat indera yang sesuai.Menggunakan teknologi informasi yang tepat. merencanakan penyelidikan. karena ide-ide dan penjelasan-penjelasan dari suatu gejala alam disusun . Pemikiranpemikiran para ilmuwan yang bergerak dalam bidang fisika itu menggambarkan. Fisika sebagai sikap Dari penjelasan mengenai hakekat fisika sebagai produk dan hakekat fisika sebagai proses di atas. Indikator menginterpretasi/menafsirkan informasi:Menarik kesimpulan.Membuat dan mencari pembenaran dari kesimpulan taraMembuat prediksi berdasarkan pola atau patokan tertentuh. dipandang sebagai kegiatan kreatif.Menyadari fakta bahwa terdapat beberapa kemungkinan untuk menjelaskan suatu gejala. mengajukan pertanyaan. jujur dan terbuka serta mau mendengarkan pendapat orang lain. Indikator berkomunikasi:Mengikuti penjelasan secara verbal. grafik.Menggunakan sumber tidak langsung untuk memperoleh informasi.c. Memilih (memisahkan dengan jumlah kelompok tertentu).Menggunakan penjelasan untuk membuat prediksi dari sesuai yang dapat diamati atau dibuktikanf.Mengubah pertanyaan menjadi bentuk yang dapat dijawab dengan percobaan. mengukur.Menemukenali variabel kontrol.Menyadari bahwa kesimpulan bersifat tentatifMenggeneralisasi.Mendengarkan laporan. Jadi dengan pemikirannya orang bertindak dan bersikap. menafsirkan. pekerjaaan dan pemikian para ilmuwan IPA termasuk fisika di dalamnya.Merancang cara melakukan pengamatan untuk memecahkan masalahMemilih alat dan bahan yang sesuaiMenentukan langkah-langkah percobaanMenentukan cara yang tepat untuk mengumpulkan datag.Memilih cara yang paling tepat untuk menyajikan informasi. Membandingkan Membuat pengamatan dalam perioda tertentu. Mencari persamaan dan perbedaan. Memberi penjelasan apa yang diamati. Indikator merumuskan hipotesis:Merncoba menjelaskan pengamatan dalam terminologi konsep dan prinsip. adalah seperti daftar di bawah ini. dan memilih metoda yang tepat. menggunakan diagram. Indikator mengajukan pertanyaan:Mengajukan sebanyak mungkin pertanyaan. tampak terlihat bahwa penyusunan pengetahuan fisika diawali dengan kegiatan-kegiatan kreatif seperti pengamatan.3.e. untuk menyajikan informasi.Menggunakan kunci atau klasifikasi.Menggunakan tabel. Menentukan kriteria pengelompikkan. Indikator merencanakan penyelidikan/percobaan:Merumuskan masalah. Mengelompokkan berdasarkan ciri-ciri tertentu yang ditemukan dalam pengamatan Memisahkan dengan berbagai cara.Menjelaskan kegiatan secara lisan. Oleh para ahli psikologi kognitif. Indikator mengukur/melakukan pengukuran: Memilih alat ukur yang sesuai Memperkirakan dengan lebih tepat Menggunakan alat ukur dengan ketepatan tertentu Menemukan ketidakpastian pengukurand. yang kesemuanya itu memerlukan proses mental dan sikap yang berasal dan pemikiran. menanggapi dan memberikan saran.Menghargai adanya perbedaan dari audien. Mencatat persamaan. Indikator mengklasifikasi /mengkatagori/seriasi: Memberi urutan pada peristiwa yang terjadi. model.Membandingkan variabel bebas dan variabel terikat. Menempatkan pada kelompok tertentu berdasarkan kriteria.Merumuskan pertanyaan berlatar belakang hipotesis (jawab dapat dibuktikan).

Sumber : .dalam fikiran. pemikiran dan argumentasi para ilmuwan dalam bekerja menjadi rambu-rambu penting dalam kaitannya dengan hakekat fisika sebagai sikap. Oleh sebab itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful