RESUME PEMBELAJARAN BAHASA DI KELAS RENDAH Membaca Menulis Permulaan

Oleh:

PEFRI DERIANTO 1186 / 2009

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2012

Perkembangan KOGNITIF ANAK Menurut PIAGET perkembangan ini dibagi dalam 4 tahap: 1. melainkan harus dengan sesuatu yang bergerak (panggung boneka akan sangat membantu). Karena disamping persiapan mengajar yang matang. Hal ini akan berpengaruh pada tehnik mengajar yang harus digunakan sesuai dengan perkembangan usia mereka. Dengan mempertimbangkan batasan umum Sekolah Minggu. ada dua model yang sangat berpengaruh dalam pengajaran di Sekolah Minggu. Dalam usia ini mereka belum mengerti akan motivasi dan senjata terbesarnya adalah 'menangis'. maka dalam pembahasan inipun dibatasi sampai pada usia pra-remaja dengan perkembangan normal. 2. Dari berbagai ahli yang menyusun tentang tingkat perkembangan anak. Meskipun pada saat berusia 6-7 tahun mereka sudah mulai mengerti motivasi. Anak tersebut juga memiliki kecenderungan untuk meniru orang di sekelilingnya. Keinginan terbesarnya adalah keinginan untuk menyentuh/memegang. . Anggapan seperti inilah yang sering menjadi penyebab kegagalan dalam mengajar. seorang Guru Sekolah Minggu dituntut untuk memahami/memperhatikan perkembangan Psikologi Anak berdasarkan usianya. karena ia tidak bisa melihat dari sudut pandang orang lain. Dalam menyampaikan cerita harus ada alat peraga. karena didorong oleh keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya.Mengenali Perkembangan Anak Sebagian orang berpendapat bahwa mengajar di Sekolah Minggu bukanlah pekerjaan yang sukar. sehingga berkesan 'pelit'. Pra-operasional (usia 2-7 tahun) Pada usia ini anak menjadi 'egosentris'. Sensori Motor (usia 0-2 tahun) Dalam tahap ini perkembangan panca indra sangat berpengaruh dalam diri anak.rumit. Menyampaikan cerita/berita Injil pada anak usia ini tidak dapat hanya sekedar dengan menggunakan gambar sebagai alat peraga. namun mereka tidak mengerti cara berpikir yang sistematis .

2. sehingga tidak perlu menggunakan alat peraga. Fokus terletak pada Panca Indera. baik secara konkrit maupun abstrak. Operasional Formal (usia 11 tahun ke atas) Pengajaran pada anak pra-remaja ini menjadi sedikit lebih mudah. sehingga mereka sangat memerlukan sentuhan dan pelukan. Perkembangan PSYCHO-SOSIAL Menurut ERICK ERICKSON perkembangan Psycho-sosial atau perkembangan jiwa manusia yang dipengaruhi oleh masyarakat dibagi menjadi beberapa tahap: 1. sebagai contoh langsung yang terlihat adalah mereka akan sering berlari-lari dalam Sekolah Minggu. Otonomi/Mandiri >< Malu/Ragu-ragu (usia 2-3 tahun) Tahap ini bisa dikatakan sebagai masa pemberontakan anak atau masa 'nakal'-nya. 4. Namun kenakalannya itu tidak bisa dicegah begitu saja. Namun dalam menyampaikan berita Injil harus diperhatikan penggunaan bahasa. Misalnya: Analogi 'hidup kekal' . Anak sudah dapat dimotivasi dan mengerti hal-hal yang sistematis. karena mereka sudah mengerti konsep dan dapat berpikir. karena ini adalah tahap dimana anak sedang mengembangkan kemampuan motorik (fisik) dan mental (kognitif). Pada saat ini anak sangat .diangkat menjadi anak-anak Tuhan dengan konsep keluarga yang mampu mereka pahami. Namun kesulitan baru yang dihadapi guru adalah harus menyediakan waktu untuk dapat memahami pergumulan yang sedang mereka hadapi ketika memasuki usia pubertas. sehingga yang diperlukan justru mendorong dan memberikan tempat untuk mengembangkan motorik dan mentalnya. Operasional Kongkrit (usia 7-11 tahun) Saat ini anak mulai meninggalkan 'egosentris'-nya dan dapat bermain dalam kelompok dengan aturan kelompok (bekerja sama).3. Trust >< Mistrust (usia 0-1 tahun) Tahap pertama adalah tahap pengembangan rasa percaya diri.

Inisiatif >< Rasa Bersalah (usia 4-5 tahun) Dalam tahap ini anak akan banyak bertanya dalam segala hal. Meskipun terdapat perbedaan individual dalam kecepatan peserta didik memperoleh kemampuan berbahasa. Pengetahuan mereka didasarkan pada tindakan-tindakan fisik. dan pemahaman mereka terbatas pada kejadian-kejadian saat ini atau tidak jauh dari waktu lampau. Normalnya anak-anak mengembangkan keterampilan-keterampilan berbahasa dasar sebelum masuk sekolah. Perkembangan bahasa meliputi dua-duanya. sehingga berkesan cerewet. 1981). dan menjelang usia 3 tahun. Pada usia ini juga mereka mengalami pengembangan inisiatif/ide. urutan perolehan itu serupa untuk seluruh peserta didik. bayi memahami dunia mereka melalui pancaindera mereka.terpengaruh oleh orang-orang penting di sekitarnya (Orang Tua . sampai pada hal-hal yang berbau fantasi. Namun masih memiliki kecenderungan untuk kurang hati-hati dan menuntut perhatian. Industri/Rajin >< Inferioriti (usia 6-11 tahun) Anak usia ini sudah mengerjakan tugas-tugas sekolah . dapat terlibat dalam pembicaraan yang berkelanjutan.Guru Sekolah Minggu) 3. Kemampuan-kemampuan verbal berkembang amat dini. mereka dapat menggunakan dan memahami sejumlah besar kalimat. Pada akhir masa anak usia dini. Hanya apabila akan-anak mengalami transisi dari tahap sensorimotor ke tahap praoperasional (pada usia sekitar 2 tahun) dan mulai berbicara dan menggunakan pikiranpikiran atau konsep-konsep untuk memahami dunia mereka. terkait dengan tindakantindakan fisik dan cara bagaimana benda-benda tampak pada mereka. selama tahap praoperasional. Sesuai dengan batasan usia Sekolah Minggu pada umumnya. Kebanyakan peserta didik tetap berada pada tahap praoperasional perkembangan kognitif sampai mereka berusia 7 atau 8 tahun. peserta didik-peserta didik sudah menjadi pengoceh yang terampil. maka empat tahap berikutnya (Usia diatas 11 tahun) tidak dibahas dalam kolom ini. 4. komunikasi lisan dan tertulis. Pengertian Perkembangan Bahasa Anak Perkembangan Bahasa Peserta Didik Usia Dini Dari lahir sampai kurang lebih usia 2 tahun. dan mengetahui tentang bahasa tulisan (Gleason. Mereka sudah lebih bisa tenang dalam mendengarkan Firman Tuhan di Sekolah Minggu. Meskipun demikian. Pada sekitar .termotivasi untuk belajar. pikiran-pikiran mereka masih pralogis.

dan berbeda dari kecakapankecakapan lain yang sifatnya lebih umum dalam hal memproses informasi atau berperilaku secara cerdas. Dapat dikatakan pula bahwa pemerolehan bahasa adalah awal mula ketika seseorang mendapatkan pengetahuan tentang bahasa dan menggunakannya untuk berkomunikasi. bahasa pada dasarnya untuk manusia. Penguasaan sebuah bahasa oleh seorang anak dimulai dengan perolehan bahasa pertama yang sering kali disebut bahasa ibu (B1). . secara kualitatif sama dalam diri setap orang. bahasa dipakai untuk berkomunikasi. Setelah bahasa ibu diperoleh maka pada usia tertentu anak lain atau bahasa kedua (B2) yang ia kenalnya sebagai khazanah pengetahuan yang baru. bahasa dikuasai oleh semua orang dalam hal yang sama. tetapi bisa juga visual. walaupun bisa jadi tak hanya terbatas untuk manusia. yakni. kata-kata ini secara khusus menyatakan objek-objek dan kejadian-kejadian. bahasa berkomunikasi dalam sebuah komunitas atau budaya wicara. Bahasa ibu adalah bahasa pertama yang dikuasai manusia sejak awal hidupnya melalui interaksi dengan sesama anggota masyarakat bahasanya. seperti keluarga dan masyarakat lingkungan. Pemerolehan Bahasa Bahasa adalah keterampilan khusus yang kompleks. tanpa usaha sadar atau instruksi formal. Konsolidasi dari sejumlah kemungkinan defenisi bahasa itu menghasilkan defenisi gabungan berikut ini: bahasa itu sistematis. berkembang dalam diri anak secara spontan. Darwowidjojo (2003: 225) menyatakan pemerolehan (acquisition). Hal ini menunjukkan bahasa pertama merupakan suatu proses awal yang diperoleh anak dalam mengenal bunyi dan lambang yang disebut bahasa. bahasa dan pembelajaran bahasa sama-sama mempunyai karakteristik universal. dipakai tanpa memahami logika yang mendasarinya. bahasa adalah seperangkat simbol manasuka. Pemerolehan bahasa merupakan sebuah proses yang sangat panjang sejak anak belum mengenal sebuah bahasa sampai fasih berbahasa. simbol mengonvensionalkan makna yang dirujuk. proses penguasaan bahasa yang dilakukan oleh anak secara natural pada waktu dia belajar bahasa ibunya. anak-anak mengucapkan ungkapan-ungkapan satu-kata seperti mama.usia 1 tahun. simbol-simbol itu utamanya adalah vokal.

Sebelum membahas lebih mendalam mengenai pemerolehan bahasa pertama. E. Istilah ini dipakai dalam proses penguasaan bahasa pertama sebagai salah satu perkembangan yang terjadi pada seorang manusia sejak lahir. Pemerolehan bahasa (language acquisition) adalah suatu proses yang diperlukan oleh anak-anak untuk menyesuaikan serangkaian hipotesis yang semakin bertambah rumit ataupun teori-teori yang masih terpendam atau tersembunyi yang mungkin sekali terjadi dengan ucapan-ucapan orang tuanya sampai ia memilih berdasarakan suatu ukuran atau takaran penilaian. Cassier berpendapat bahwa pada dasarnya bahasa merupakan pengungkapan gagasan serta ekspresi perasaan atau emosinya. Kemerdekaan bahasa dimulai ketika anak berusia sekitar usia satu tahun. Ia berpendapat bahwa jeritanjeritan yang keluar dari seorang anak (bayi) merupakan ungkapan emosionalnya.Pemerolehan bahasa atau akuisisi bahasa adalah proses yang berlangsung di dalam otak anak-anak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. di saat anak-anak mulai menggunakan kata-kata lepas atau kata-kata terpisah dari sandi linguistik untuk mencapai aneka tujuan sosial mereka (Tarigan. Sementara itu. dan mendadak. tiba-tiba. bahasa anak yang merupakan ungkapan pikiran atau gagasan mengikuti perkembangan fisik dan pikiran sebagai wujud sosialisasinya dengan lingkungan.Pemerolehan bahasa terjadi secara natural. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dengan pembelajaran bahasa. Lebih jelasnya pemerolehan bahasa diartikan sebagai suatu proses yang pertama kali dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan bahasa sesuai dengan potensi kognitif yang dimiliki dengan didasarkan atas ujaran yang diterima secara alamiah. ada dua masalah penting yang layak dipahami terlebih dahulu. Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seorang anak-anak mempelajari bahasa kedua setelah dia memperoleh bahasa pertamanya. 1988: 4 ) Ada beberapa hipotesis tentang asal mula bahasa dihubungkan dengan pemerolehan bahasa pada anak. Apakah sesungguhnya benda yang diperoleh jika kita berbicara tentang pemerolehan bahasa? Kemudian alat apa yang . Secara alamiah anak akan mengenal bahasa sebagai cara berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. tata bahasa yang baik serta paling sederhana dari bahasa. Istilah pemerolehan merupakan padanan kata acquisition. Bahasa pertama yang dikenal dan selanjutnya dikuasai oleh seorang anak disebut bahasa ibu (mother talk).

dan mengasah keterampilan komunikatif mereka. mereka berusaha meniruka kata-kata dan megucapkan suara-suara yang mereka dengar disekitar mereka. dan dengan atau tanpa suara megirim begitu bayak pesan dan menerima lebih banyak lagi pesan. Ketika beumur satu tahun. Kelancaran dan kreatifitas ini berlanjut hingga usia sekolah ketika anakanak menyerap struktur yang semakin kompleks. Kreatifitas mereka juga sudah mendatangka senyum orang tua dan saudara-saudara kandung mereka. Dari kata pertama sampai puluhan ribu . bahasa pun menjadi berkah sekaligus petaka bagi orang-orang disekitar mereka. anak-anak biasa mencerna kuantitas masukan linguistik yang luar biasa kemampuan wicara dan pemahaman mereka meningkat pesat mereka menjadi produsen ocehan nonstop dan percakapan tiada henti. Pada usia 3 tahun. anak-anak tidak hanya belajar apa yang harus mereka katakan tapi juga apa yang jangan mereka katakan. dan kira-kira pada saat itulah mereka megucapakan kata-katapertama mereka. semantik dan sintaksis. Miller dan Chomsky (1957) menyebutnya LAD (language acquisition device) yang intinya bahwa setiap anak telah memiliki LAD yang dibawa sejak lahir. Bagaimana kita bisa menjelaskan perjalanan fantastis dari tangis pertama saat kelahiran menuju kecakapan bebahasa saat dewasa. pada usia sekolah. LAD ini merupakan suatu perangkat intelek nurani yang khusus untuk menguasai bahasa ibu dengan mudah dan cepat. Kemampuan adalah tata bahasa atau pengetahuan bahasa anak yang terdiri dari tiga komponen. kata-kata itu berlipat ganda dan mulai muncul dalam kalimat dua atau tiga umumya disebut ujaran-ujaran “telegrafis (bergaya telegram)”. yakni: fonologi.Sedangkan benda yang diperoleh adalah kemampuan dan penampilan berbahasa. mendekut. mereka berceloteh. ketika mereka mempelajari fungsi-fungsi sosial bahasa mereka. Kurang lebih umur 18 tahun. Teori Pemerolehan Bahasa Pertama Setiap orang pernah meyaksikan kemampuan menonjol pada anak-anak dalam berkomunikasi. memperluas kosakata mereka.digunakan anak-anak dalam proses pemerolehan itu? Berdasarkan pengamatan dan kajian para ahli bahasa dapat disimpulkan bahwa manusia telah dilengkapi sesuatu yang khusus dan secara alamiah untuk dapat berbahasa dengan cepat dan mudah. menagis.

Reaksi ini akan menjadi suatu kebiasaan jika reaksi tersebut dibenarkan. datang ke dunia dengan pengetahuan bawaan yang sangat spesifik. Seorang behavioris mungkin memandang perilaku bahasa yang efektif sebagai wujud tanggapan yang tepat terhadap stimuli. berfungsi dalam sebuah bahasa terutama melalui interaksi dan wacana. Pada hakikatnya. Dari kalimat terpenggal-peggal seperti telegram pada usia 18 bulan hingga kalimat majemuk-komplek. yag seksama secara kognitif dan tepat secara sosio-kultural.F. hanya dalam beberapa tahun kemudian. sebagaimana yang disampaikan oleh kaum kognitivisme. anak-anak itu kemudian dibentuk oleh lingkungan mereka dan perlahan-lahan dikondisikan melalui berbagai dorongan terprogram. dan para psikolog behavioristik menelitinya dalam rangka kerangka itu dan berusaha merumuskan teori-teori konsisten tentang perolehan bahasa pertama. Perilaku bahasa yang efektif adalah membuat reaksi yang tepat terhadap rangsangan. Skinner Bahasa adalah bagian fundamental dari keseluruhan perilaku manusia.kata. Sebagai contoh. Teori behaviorisme menyoroti aspek perilaku kebahasaan yang dapat diamati langsung dan hubungan antara rangsangan (stimulus) dan reaksi (response). orang bisa memakai satu dari dua pandangan yang berseberangan dalam studi tentang perolehan bahasa pertama. Berikut salah satu teori dalam pemerolehan bahasa : Teori Behaviorisme oleh B. . Sang belajar memahami suatu ujaran dengan memberikan respons tepat terhadapnya dan dengan dirangsang untuk mengeluarkan respons tersebut. Jika sebuah respons tertentu dirangsang berulangulang ia lantas menjadi sebuah kebiasaan atau terkondisikan. Dengan demikian. Sudah pasti si anak akan dikritik oleh ibunya atau siapa saja yang mendengar kata tersebut. Pendekatan behavioristik berfokus pada aspek-aspek yang bisa ditangkap langsung dari perliku linguistik-respons yang bisa diamati secara nyata dan berbagai hubungan atau kaitan antara respons-respons itu dan peristiwa-peristiwa di dunia sekeliling mereka. seorang konstruksif ekstrem akan berpandangan tidak saja bahwa anak-anak. Seorang behaviorisme ekstrem bisa menyatakan pandangannya bahwa anak-anak lahir dengan tabula-rasa. seorang anak mengucapkan bilangkali untuk barangkali. sebidang papan tulis tanpa pemahaman tertentu tentang dunia dan bahasa. anak belajar bahasa pertamanya. Sebaliknya.

Perkembangan kata dan kalimat Kata-kata pertama adalah kata-kata lisan pertama yang diucapkan oleh seorang anak setelah mampu bicara atau berkomunikasi dengan orang lain. Kemampuan ini akan terus berkembang jika anak sering berkomunikasi ataupun berinteraksi dengan orang lain. tetapi bayi mampu memberikan respons yang berbeda-beda terhadap stimulus tersebut. Hal ini dapat berarti: ”ibu tolong saya”. Periode prelingual (usia 0-1 th): Ditandai dengan kemampuan bayi untuk mengoceh sebagai cara berkomunikasi dengan orangtuanya. Kata-kata pertama merupakan cara seorang anak untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Periode Lingual dini (usia 1-2½ tahun) Ditandai dengan kemampuan anak dalam membuat kalimat satu kata maupun dua kata dalam suatu percakapan dengan orang lain. Kematangan kognitif tersebut biasanya ditandai dengan kemampuan anak untuk merangkai susuan kata dalam berbicara baik dengan orang tua atau orang lain. dia tidak mendapat kritikan karena pengucapannya sudah benar. Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama terdapat tiga tahap perkembangan kalimat pada anak usia lima tahun pertama yaitu: a. misalkan: bayi akan tersenyum terhadap orang yang dianggapnya ramah dan akan menangis dan menjerit kepada orang yang dianggap tidak ramah atau ditakutinya. Periode ini terbagi atas 3 tahap yaitu : 1. Pada saat itu bayi tampak pasif menerima stimuls eksternal yang diberikan oleh orangtuanya. ”ibu ke sini”. . Situasi seperti inilah yang dinamakan membuat reaksi yang tepat terhadap rangsangan dan merupakan hal yang pokok bagi pemerolehan bahasa pertama. Misal: anak mengatakan ”ibu”. dan biasanya dianggap sebagai proses perkembangan bahasa yang dipengaruhi oleh kematangan kognitif. ”itu ibu”. b. Oleh karena itu. menurut Schaerlaekens yang dikutip dari Dariyo. Periode kalimat satu kata (holophrase) yaitu kemampuan anak untuk membuat kalimat yang hanya terdiri dari satu kata yang mengandung pengertian secara menyeluruh dalam suatu pembicaraan.Apabila sutu ketika si anak mengucapkan barangkali dengan tepat.

3. Oleh karena itu kosakata awal yang dimiliki oleh anak adalah kata benda. Pada tahap ini terjadi perubahan cara pandang. Mekanisme pengkondisian atau pembiasaan terhadap ucapan yang didengar anak dan diasosiasikan dengan objek atau peristiwa yang terjadi.F Skinner. Berbagai penelitian menemukan berbagai jenis peniruan atau imitasi. Kemampuan ini membuat anak mampu berkomunikasi aktif dengan orang lain. dalam perolehan bahasa terjadi ketika anak menirukan pola bahasa maupun kosa kata dari orang-orang yang signifikan bagi mereka. Mekanisme perolehan bahasa 1. Predikat (P) dan Obyek (O) misal: kakak jatuh. Mekanisme ini diajukan oleh B. Pengondisian. Imitasi. lihat gambar. Periode diferensiasi usia 2½ -5 tahun Ditandai dengan kemampuan anak untuk mengusai bahasa sesuai dengan aturan tata bahasa yang baik dan sempura yaitu kalimatnya terdiri dari SubjekPredikat dan Obyek. Misal: ”Saya makan nasi”. Bahasa kalimatnya belum sempurna karena tidak sesuai dengan susunan kalimat Subyek (S).2. . seperti: a) imitasi spontan b) imitasi perolehan c) imitasi segera d) imitasi lambat e) imitasi perluasan 2. c. Periode kalimat dua kata yaitu periode perkembangan bahasa yang ditandai dengan kemampuan anak membuat kalimat dua kata sebagai ungkapan komunikasi dengan orang lain. Anak sudah memahami pemikiran dan perasaan orang lain dan mengakibatkan berkurangnya sifat egois anak. Periode kalimat lebih dari dua kata yaitu periode perkembangan bahasa yang ditandai dengan kemampuan anak untuk membuat kalimat secara sempurnasesuai dengan susunan S-P-O. Perbendaharaan kayanya pun sudah berkembang baik dari segi kualitas dan kuantitas. biasanya orang tua atau pengasuh.

Mereka hanya belajar ditengah-tengah orang yang menggunakan bahasa dan dengan memiliki akses yang tersedia terhadap lingkungan yang aman. Semua makhluk hidup memiliki bahasa dengan bahasa mereka berkomunikasi. sedangkan proses penerbitan melibatkan kemampuan menghasilkan kalimat-kalimat sendiri. Proses Pemerolehan Bahasa Pertama 1. hubungan dibentuk dan dipertahankan. bahasa isyarat maupun tulisan. and it can be extended to its writen form. Proses pemahaman melibatkan kemampuan mengamati atau mempersepsi kalimat-kalimat yang didengar. Kompetensi ini dibawa oleh setiap anak sejak lahir. dan semantik) secara tidak disadari. Kognisi sosial. morfologi. Perkembangan bahasa pada anak dapat dimulai dari masih dalam kandungan. yaitu proses pemahaman dan proses penerbitan kalimat-kalimat. Kompetensi adalah hasil proses penguasaan tata bahasa (fonologi. Anak adalah pembelajar yang konstruktif. kompetensi memerlukan pembinaan sehingga anak-anak memiliki performansi dalam berbahasa. sixth edition. Performansi terdiri dari dua proses. Performansi adalah kemampuan anak menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Tidak jarang kita mendengar percakapan antara anak dan orangtua seperti di atas. Meskipun dibawa sejak lahir.3. dikatakan bahwa language is defined as a system of communication used by human. Jadi bahasa adalah sebuah sistem komunikasi yang dipakai oleh manusia baik berupa bahasa lisan. 2. Anak mempelajari bahasa dan konsep-konsep penting tanpa melalui pengajaran yang terencana secara khusus. Anak memperoleh pemahaman terhadap kata (semantik) karena secara kognisi ia memahami tujuan seseorang memproduksi suatu fonem melalui mekanisme atensi bersama. Menurut Jo Ann Brewer dalam Introduction to early childhood education. Peran orang-orang terdekat dalam perolehan bahasa pertama. Melalui komunikasi. sintaksis. Orang tua harus belajar cara menafsirkan dan memberi tanggapan terhadap komunikasi yang dilakukan dalam upaya membentuk ikatan batin yang akan menjadi dasar perkembangan anak selanjutnya. Tidak disadari untuk belajar kaidah bahasa (alamiah). It is either produced orally or by sign. Adapun produksi bahasa diperolehnya melalui mekanisme imitasi. menarik dan mengundang eksplorasi indera pendengaran .

Bagi anak lainnya. sementara yang lain mungkin lebih bergantung pada penglihatan dan pendengarannya. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan oleh kedua orang tua sebagai orang yang pertama kali dekat dengan diri anak ketika menerima bahasa pertama sangat berdampak terhadap anak dalam tahapan pemerolehan bahasa kedua. Bagi kebanyakan anak. kombinasi dari kesemuanya itu akan paling bermanfaat. Bahasa daerah merupakan bahasa pertama yang dikenal anak sebagai bahasa pengantar dalam keluarga atau sering disebut sebagai bahasa ibu (B1). Sementara Tarigan dalam Indrawati dan Oktarina mengemukakan bahwa anak mengemban kata dan konsep serta makhluk sosial. Pemerolehan bahasa pertama anak adalah bahasa daerah karena bahasa itulah yang diperolehnya pertama kali. Adapun perkembangan sosial itu sendiri idak terlepas dari faktor orang-orang yang kehadirannya ada di lingkungan diri anak. dan sentuhan pada saat yang bersamaan terasa membingungkan dan. Orangorang yang dimaksud adalah teman. Orang tua dan lingkungan mempunyai andil besar terhadap pemerolehan bahasa yang akan dipelajarinya di lembaga formal. saudara dan yang paling dekat adalah kedua orang tua yaitu ayah serta ibunya. dalam situasi yang berbeda. Masing-masing anak belajar memanfaatkan informasi sensorik yang tersedia dengan caranya sendiri. Perolehan bahasa pertama terjadi apabila seorang anak yang semula tanpa bahasa kini ia memperoleh bahasa.dan indera penglihatan yang dapat membantu anak mengorganisasikan informasi dari lingkungannya. Dijelaskan dalam aliran behavioristik Tolla dalam Indrawati dan Oktarina bahwa proses penguasaan bahasa pertama dikendalikan dari luar. yaitu oleh rangsangan yang disodorkan melalui lingkungan. Setiap anak memiliki perkembangan bahasa lisan yang berbeda-beda karena muatan informasi yang dapat dikumpulkan anak tidak hanya tergantung pada banyaknya dan jenis penglihatan dan pendengaran yang mereka miliki. Beberapa anak berinteraksi dengan dunianya terutama dengan sentuhannya. penglihatan. mereka mungkin memilih untuk menggantungkan terutama pada satu indera. Tarigan memadukan bahwa konsep pemerolehan belajar anak berasal dari konsep kognetif serta perkembangan sosial anak itu sendiri. Namun juga pada cara mereka belajar menggunakan penglihatan dan pendengaran itu. menggunakan pendengaran. Bahasa ibu yang digunakan setiap saat sering kali terbawa ke situasi formal .

orang tua merupakan tokoh identifikasi. Citraan orang tua menjadi dasar pemahaman baru yang diperolehnya sebagai khazanah pengetahuannya artinya apa saja yang dilakukan orang tuanya dianggap baik menurutnya. Bagi anak. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan orang tua dalam berbahasa di dalam keluarga (bahasa ibu) sangat dicermati anak untuk ditirukan.10 Anak serta merta akan meniru apa pun yang ia tangkap di keluarga dan lingkungannya sebagai bahan pengetahuannya yang baru terlepas apa yang didapatkannya itu baik atau tidak baik. Anak bersifat meniru dari semua konsep yang ada di lingkungannya. idaklah mengherankan jika mereka meniru hal-hal yang dilakukan orang tua. Oleh sebab itut. Apapun bahasa yang diperoleh anak dari orang tua dan lingkungannya tersimpan di benaknya sebagai konsep perolehan bahasa anak itu sendiri. .atau resmi yang seharusnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

. 1985. Jakarta: Rineka Cipta. Linguistik Umum. Kisah Pemerolehan Bahasa Anak Indonesia. 2005. Sri dan Santi Oktarina. Bandung. Abdul. Psikolinguistik:Kajian Teoretik. Angkasa. 2000. “Pemerolehan Bahasa Anak TK: Sebuah Kajian Fungsi Bahasa. ECHA. Jakarta. Dardjowidjojo.” Lingua. 7 (1). Abdul. Soenjono. Indrawati. Tarigan. 1994. Chaer.RUJUKAN Chaer. Psikolinguistik. 2003. Henry Guntur. Jakarta: PT Rineka Cipta.Grasindo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful