P. 1
Kelas XII SMA Sosiologi 3 Suhardi

Kelas XII SMA Sosiologi 3 Suhardi

|Views: 9,184|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Buku Sekolah Elektronik untuk pelajar kelas 12/ Kelas 3 SMA/ MA oleh : Suhardi. Silahkan download buku BSE gratis bila perlu
Buku Sekolah Elektronik untuk pelajar kelas 12/ Kelas 3 SMA/ MA oleh : Suhardi. Silahkan download buku BSE gratis bila perlu

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Apr 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

Dari semua pengaruh di atas, ter-

utama yang bersifat negatif, akhirnya

modernisasi mendapat kritik atau

kecaman. Kritik itu berasal dari para

pakar yang mampu melihat sisi yang

merugikan akibat modernisasi. Be-

berapa kritik itu antara lain sebagai

berikut.

a.Modernisasi Membuat Ma-

nusia menjadi Terasing (Ter-

alienasi)

Menurut Karl Marx, manusia

adalah makhluk yang bersifat bebas

dan suka bergaul. Modernisasi telah

membuat masyarakat manusia menjadi berkelas-kelas, dan kelas terbesar adalah

kaum buruh yang tertindas dan hanya dijadikan sebagai mesin ekonomi.

Akibatnya, mereka mengalami alienisasi (keterasingan). Alienasi berarti hilangnya

dorongan untuk bergaul (egois), tidak memiliki kreativitas karena terperangkap

da-lam kerutinan kerja yang monoton, kehilangan kontrol terhadap tindakan

(pasif), dan tidak memiliki otonomi. Semua ini membuat manusia tak ber-

perikemanusiaan (sifat kemanusiaannya hilang).

b.Modernisasi Membuat Masyarakat menjadi Anomi

Menurut Emile Durkheim, sifat dasar manusia adalah buas, egoistis, dan

individualistis. Manusia selalu siap bertempur untuk memperjuangkan

kepentingannya tanpa menghiraukan orang lain. Sifat seperti itu hanya dapat

dikendalikan oleh nilai dan norma sosial, sehingga kehidupan di masyarakat

menjadi selaras. Apabila di dalam masyarakat terjadi suatu keadaan tanpa norma

(anomi) maka berbagai penyimpangan perilaku akan menganggu keselarasan

masyarakat. Menurut Emile Durkheim, kondisi kehidupan modern telah merusak

berbagai nilai dan norma tradisional yang sebelumnya menjadi pengontrol

perilaku manusia. Oleh karena itu, dalam masyarakat modern banyak terjadi

berbagai masalah sosial.

Gambar 2.6 Modernisasi telah membawa kemajuan
besar dalam masyarakat, tetapi juga membawa
dampak yang negatif pada kehidupan manusia.

Sumber: Gatra, 19 Juli 2006

58

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

c.Modernitas Menghancurkan Kebersamaan

Menurut .erdinand Tonnies, masyarakat paguyuban (Gemeinshaft) yang

didasari nilai-nilai tradisional lebih baik daripada masyarakat patembayam

(Gesselschaft). Modernitas yang ditandai dengan industrialisasi, urbanisasi, dan

demokratisasi telah membuat masyarakat mengalami disintegrasi sosial. Dalam

kondisi disintegrasi sosial, manusia kehilangan rasa kebersamaan dan ikatan

pribadi (keakraban). Masyarakat modern tidak memperlakukan setiap individu

sebagai pribadi-pribadi berbeda, semua dianggap sama. Misalnya dalam istilah

warga negara, konsumen, atau buruh. Hubungan antarpribadi menjadi bersifat

resmi dan tidak akrab (impersonal). Mereka hanya berbicara seperlunya sebatas

urusan bisnis dan terkesan dingin, tidak ada komunikasi yang hangat untuk

mencurahkan isi hati.

d.Modernisasi Merusak Ekosistem

Para pakar ilmu alam dan ilmu ekonomi sangat memperhatikan kelestarian

lingkungan hidup (ekosistem). Modernisasi yang ditandai dengan industrialisasi

mengancam kelestarian sumber daya alam. Industrialisasi yang menguras sumber

daya alam, menimbulkan kerusakan lingkungan hidup. Berbagai bentuk pen-

cemaran, baik di darat, laut, maupun udara mengancam kelestarian lingkungan.

Misalnya, ancaman akan habisnya minyak bumi dan desertifikasi (berubahnya

hutan menjadi gurun) akibat penebangan hutan yang melampaui batas.

e.Modernisasi Menimbulkan Kolonialisasi atau Neokolonialisasi

Lenin beranggapan, bahwa para kapitalis selalu berusaha mencari

keuntungan sebesar-besarnya. Keuntungan sebesar-besarnya diperoleh dengan

cara mencari tenaga kerja dan bahan mentah industri semurah mungkin, serta

daerah pemasaran yang luas bagi produk-produk industri. Hal tersebut

menyebabkan terjadinya kolonialisasi (negara maju menduduki negara lain secara

militer) dan neokolonialisme (penjajahan secara ekonomi atau politik). Indonesia

pernah mengalami kolonialisasi oleh Belanda. Pada saat itu, kita dikuasai secara

langsung dan hasil bumi kita diangkut ke negeri Belanda. Demikian juga negara-

negara Eropa lainya yang pernah menjajah bangsa-bangsa Asia, Afrika, dan

Amerika Latin. Jadi, kalau sekarang bangsa-bangsa Eropa (Barat) makmur tidak

lain karena mereka telah mengambil kekayaan alam negeri-negeri jajahannya,

kolonialisasi modern terwujud dengan berbagai bentuk kerja sama ekonomi

antara negara maju dengan negara-negara berkembang, yang pada dasarnya

merupakan suatu bentuk hubungan ketergantungan. Negara berkembang atau

negara miskin dijadikan sumber bahan mentah industri sekaligus daerah

pemasaran produk industri negara-negara maju. Hal ini berlangsung hingga

saat ini dan sulit untuk diakhiri, karena posisi negara-negara terbelakang dan

berkembang yang lemah, belum menguasai teknologi, dan tidak cukup memiliki

modal untuk membangun industri.

59

Modernisasi dan Globalisasi Serta Pengaruh Perubahan Sosial Secara Umum

f.Modernisasi dapat Menyulut Peperangan

Zygmunt Bauman (1990) mengungkapkan, bahwa selama proses

modernisasi di seluruh dunia, telah terjadi perang yang menyebabkan 100 juta

orang tewas. Alasan pertama, industrialisasi yang menekankan perolehan ke-

untungan sebesar-besarnya telah menimbulkan konflik tajam dalam bidang

ekonomi. Alasan kedua, menurunnya nilai kemanusiaan akibat sikap efisiensi

dan rasionalitas. Menurunnya nilai kemanusiaan membuat kaum kapitalis tak

segan-segan mendanai perang untuk menyingkirkan hambatan-hambatan untuk

memenangkan kompetisi. Alasan ketiga, perkembangan teknologi membuat

teknologi peralatan perang semakin canggih. Ketiga alasan tersebut me-

nimbulkan dampak paling buruk bagi masyarakat manusia.

g.Modernisasi Melahirkan Ketimpangan Sosial

Industrialisasi sebagai ciri modernisasi melahirkan kelompok sosial baru

yang didasarkan pada kepemilikan modal besar. Jumlah kelompok ini sangat

sedikit, namun menguasai perputaran perekonomian. Akibatnya, kegiatan

ekonomi terpusat pada beberapa orang saja sehingga perindustribusian hasil

ekonomi juga tidak merata. Dengan demikian, kesejahteraan ekonomi hanya

dirasakan oleh segelintir orang saja, sementara yang lain tetap dalam kondisi

kekurangan. Modernisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan

masyarakat, justru berpotensi sebaliknya yaitu memiskinkan masyarakat. Hal

ini disebabkan oleh sulitnya kelompok miskin dan pemodal kecil untuk

berkompetensi dengan pemilik modal besar. Kondisi ini dapat diatasi apabila

kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah memihak orang miskin.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->