P. 1
Kelas XII SMA Sosiologi 3 Suhardi

Kelas XII SMA Sosiologi 3 Suhardi

|Views: 9,193|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Buku Sekolah Elektronik untuk pelajar kelas 12/ Kelas 3 SMA/ MA oleh : Suhardi. Silahkan download buku BSE gratis bila perlu
Buku Sekolah Elektronik untuk pelajar kelas 12/ Kelas 3 SMA/ MA oleh : Suhardi. Silahkan download buku BSE gratis bila perlu

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Apr 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

Kondisi masyarakat sekitar kita

dari waktu ke waktu selalu berubah.

Perubahan itu meliputi berbagai

aspek kehidupan manusia dalam

bermasyarakat. Misalnya, bentuk

arsitektur bangunan, peralatan dan

teknologi, hingga cara berpikir

manusia. Contoh lain adalah

bahasa. Apabila Anda membaca

puisi-puisi karangan penyair pada

tahun 1930-an, pasti banyak sekali

kata atau rangkaian kalimat yang

tidak Anda mengerti artinya. Hal

tersebut menunjukkan bahwa baha-

sa pada zaman itu berbeda dengan bahasa kita sekarang. Atau, datanglah ke

salah satu sisi kota Anda yang mempertahankan gedung-gedung peninggalan

masa lalu. Di kota Semarang, misalnya, ada satu bagian kota yang disebut

Lawangsewu atau Kotalama. Di sana masih berdiri tegar bangunan-bangunan

bergaya arsitektur lama. Sementara itu, bagian lain kota Semarang telah dipenuhi

bentuk-bentuk bangunan baru. Anda juga dapat mencoba mewawancarai kakek

atau ayah Anda mengenai keadaan daerah Anda pada masa mereka masih

kecil. Bandingkanlah dengan keadaan sekarang. Semua itu membuktikan

perubahan sosial selalu terjadi di mana pun.

Masyarakat dikatakan mengalami perubahan apabila terjadi ketidaksamaan

antara keadaan di masa lampau dengan sekarang dalam waktu yang cukup

lama. Masyarakat yang selalu mengalami perubahan relatif cepat disebut

masyarakat dinamis, misalnya masyarakat perkotaan. Sifat masyarakat kota

yang terbuka terhadap masuknya pengaruh luar membuatnya menjadi cepat

berubah, sedangkan masyarakat yang mengalami perubahan sangat lambat,

bahkan tidak ada perubahan sama sekali disebut sebagai masyarakat statis.

Misalnya, masyarakat pedesaan yang terisolir. Keterisoliran suatu masyarakat

menyulitkan masuknya unsur-unsur kebudayaan asing. Warga masyarakat

pedesaan lebih berpegang teguh kepada budaya asli, seperti yang terjadi pada

masyarakat Badui di wilayah Banten.

Sebenarnya, perubahan sosial merupakan suatu proses yang bermula sejak

manusia hidup bermasyarakat. Proses itu tidak pernah berhenti sampai kapan

pun, karena manusia selalu menciptakan hal-hal baru dalam hidupnya.

Perubahan sosial adalah sesuatu yang bersifat konstan atau tetap. Artinya,

perubahan sosial terjadi terus-menerus tanpa henti. Menurut Paul B. Horton

Gambar 1.2 Bentuk bangunan (arsitektur) merupakan
salah satu aspek kehidupan manusia yang selalu
berubah dari waktu ke waktu.

Sumber: www.semarang.go.id.

4

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

(1999), tidak ada satu masyarakat pun yang

generasi barunya meniru atau mengambil alih

seratus persen kebudayaan generasi sebelum-

nya. Kondisi sosial dikatakan berubah apabila

struktur sosial mengalami perubahan secara

signifikan (berarti). Perubahan jangka pendek

dalam hal turun naiknya jumlah penganggur-

an bukan merupakan perubahan sosial. Per-

ubahan berbagai mode, fashion, atau per-

ubahan perilaku dan gagasan yang bersifat

sementara juga bukan termasuk perubahan

sosial. Demikian juga proses pemilihan umum

untuk mengganti pemerintah juga bukan

perubahan sosial. Akan tetapi, apabila setelah

pemilihan umum atau bahkan tanpa pemilih-

an umum (terjadi kudeta, misalnya) muncul

seorang pemimpin pemerintahan yang ber-

sifat otoriter dan diktator sehingga struktur

pemerintahan berubah, barulah dapat disebut

telah terjadi perubahan sosial.

Dua istilah yang sering dibicarakan para

ahli sosiologi mengenai perubahan ma-

syarakat, yaitu perubahan sosial (social

change) dan perubahan budaya (cultural

change). Perubahan sosial merupakan perubahan dalam segi struktur sosial

dan hubungan sosial, sedangkan perubahan budaya menyangkut perubahan

dalam segi budaya masyarakat.

Perubahan dalam hal struktur dan hubungan sosial menyangkut berbagai

segi. Segi-segi tersebut antara lain perubahan nilai-nilai dan norma-norma sosial,

perubahan pola-pola perilaku organisasi, perubahan susunan lembaga kema-

syarakatan, dan perubahan di bidang kependudukan. Perubahan nilai dan norma

sosial mencakup perubahan peran suami yang semula sebagai pemimpin

keluarga berubah menjadi mitra istri dalam keluarga demokratis, penurunan

kadar rasa kekeluargaan, dan perubahan dalam hal kekuasaan dan wewenang.

Perubahan dalam bidang kependudukan berupa perubahan dalam hal distribusi

kelompok usia, tingkat kelahiran penduduk, perpindahan orang dari desa ke

kota, dan tingkat pendidikan rata-rata. Di samping itu, perubahan struktur sosial

dapat berupa perubahan fungsi masyarakat, perubahan kelas-kelas dan

kelompok-kelompok sosial.

Perubahan budaya dapat berupa penemuan dan penggunaan teknologi

baru. Wujudnya dapat berupa penyebaran mobil sebagai sarana transportasi,

dan perkembangan teknologi komunikasi yang berbasis komputer. Unsur

kebudayaan lain yang turut berubah antara lain penambahan kata-kata baru

Infososio

LINGKUP PERUBAHAN

SOSIAL

1.Perubahan komposisi pendu-

duk akibat migrasi, mobilitas

horizontal, kelahiran dan ke-

matian.

2.Perubahan strukur sosial, me-

liputi stratifikasi sosial, terben-

tuknya kelas dan kelompok

sosial.

3.Perubahan fungsi, meliputi

spesialisasi pekerjaan.

4.Perubahan batas sosial, misal-

nya penggabungan beberapa

kelompok sosial.

5.Perubahan hubungan antar-

subsistem, misalnya pemerin-

tah otoriter dalam mengenda-

likan keluarga.

6.Perubahan lingkungan, misal-

nya kerusakan ekologi dan

gempa bumi.

Sumber: Piotr Sztompka, 1993

5

Perubahan Sosial

dalam bahasa kita, perubahan pemahaman mengenai tata susila dan moralitas,

lahirnya bentuk seni baru dan kecenderungan masyarakat yang menghendaki

adanya persamaan gender (sex equality) dan lain-lain.

Semua perubahan sosial selalu berdampak pada perubahan budaya, namun

tidak semua perubahan budaya berdampak kepada perubahan sosial. Contoh-

nya, perubahan mode pakaian yang selalu terjadi setiap saat. Hal tersebut

tidak berpengaruh terhadap lembaga-lembaga dan sistem sosial. Oleh karena

itu, ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas daripada perubahan sosial.

Apabila dipahami secara teliti, sebenarnya kedua konsep perubahan tersebut

saling bertumpang tindih. Misalnya, kecenderungan persamaan gender berkaitan

dengan perubahan norma budaya menyangkut peran pria dan wanita, dan

juga berkaitan dengan perubahan hubungan sosial. Hampir semua perubahan

besar di masyarakat menyangkut perubahan sosial dan budaya sekaligus. Oleh

karena itu, pengertian kedua istilah itu sering dianggap sama dan sering terbolak-

balik. Bahkan, terkadang kedua istilah itu disatukan menjadi perubahan sosial-

budaya (socio-cultural change) agar mencakup kedua konsep di atas. Perubahan

sosial budaya menyangkut perubahan pola-pola perilaku dan perubahan norma-

norma lama ke arah norma-norma baru.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->