P. 1
Kuliah Tek for Solid Pak Gusmal

Kuliah Tek for Solid Pak Gusmal

|Views: 578|Likes:

More info:

Published by: Juni Dariyati Bancin on Apr 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

Program S-1 Farmasi TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI- II oleh: Agusmal Dalimunthe Kuliah 5, 6, 7, 8

Kuliah 5, metode pembuatan Kuliah 6, penyusunan formula Kuliah 7, alat-alat pada pembuatan tablet Kuliah 8 masalah dalam pembuatan tablet

References : 1. http:/www.pharmpedia.com/Tablet 2. Pharmaceutical Dosage Forms: Tablets. Vol 1. Herbert A L dan Leon Lachman (Eds).

Metode pembuatan sediaan tablet
Cetak langsung (direct compression) • Belakangan ini, paling banyak tablet menyediakan granulasi bahan aktif dan eksipien. Dengan tersedianya eksipien baru dan bentuk modifikasi dari eksipien lama, dan penemuan mesin baru atau modifikasi mesin lama memberikan kemudahan pembuatan tablet dengan prosedur sederhana yaitu cetak langsung. Diantara teknik pembuatan tablet, cetak langsung merupakan teknologi terunggul. Hanya meliputi pencampuran dan pencetakan, maka memberikan keuntungan pada umumnya karena kecepatan produksi. Membutuhkan unit operasi yang lebih sedikit, sedikit mesin, mengurngi jumlah karyawan dan lamanya waktu prosesing, menambah kestabilan produk • Definisi, proses dimana tablet dikompressi langsung dari campuran serbuk bahan aktif dan eksipien yang cocok. Tidak ada perlakuan awal pencampuran serbuk dengan granulasi basah atau kering.

Metode cetak langsung
Alasan kenapa industri memilih cetak langsung 1. Ketersediaan dipasaran eksipien cetak langsung yang kompresibilitas dan flowabilitasnya baik. Mis. SDL, laktosa anhidrat, Starch-1500, mikrokristalin selulosa, Di Pac, Sorbitol. 2. Keunggulan mesin cetak langsung: 1). Memperbaiki pengisian die. 2). Prekompresi campuran serbuk.

Disolusi partikel lebih cepat. karena unit oprasi yang dibutukan lebih sedikit. sedikit proses validasi. 2. Prosesnya lebih efisien dan ekonomis. Ukuran partikel seragam.Keuntungan cetak langsung 1. 4. biaya karyawan. partikel obat langsung bebas (liberasi) Kecenderungan variasi bet ke bet (batch-to batch). Menyediakan stabilitas efek penuaan yang mempengaruhi kecepatan disolusi. membutuhkan sedikit peralatan. maka menambah bukan hanya stabilitas tetapi juga kesesuain proses untuk bahan aktif termolabil dan yang sensitif lembab. langkah pembuatan lebih sedikit. Setelah disintegrasi. 6. . dan mengurangi konsumsi tenaga. 8. 7. Menghindari masalah stabilitas kimia bahan aktif dan eksipien. 3. Mengeliminasi panas dan kelembaban. Mengurangi waktu prosesing. karena hanya melibatkan pencampuran kering dan kompaksi dari bahan aktif dan eksipien yang diperlukan. 5.

Mis. • a. metode dan kecepatan pengeringan pencampuran basah dan kering. Pengeringan dapat menuju ketidak tercampuran seperti bahan aktif yang larut bermigrasi ke permukaan granul kering. kecepatan penambahan larutan penggranulasi.hidroksida. obat dosis tinggi mempunyai volume serat yang tinggi. Variabel yang diatas dapat merubah densitas dan ukuran partikel dari granul yang dihasilkan. kompressibilitas dan flowabilitas jelek tidak sesuai untuk cetak langsung. Al. jenis mikser yang digunakan dan lamanya pencampuran. masalah keseragaman distribusi obat yang dosis rendah • b. . Sifat granul yang terbentuk dipengaruhi oleh viskositas larutan penggranulasi. memeberikan pengaruh besar terhadap kualitas pengisian bobot dan kompaksi.Cetak langsung dibandingkan proses granulasi basah Keuntungan • Variabel yang dihadapkan dalam prosesing granul bisa unggul menjadi masalah pentabletan yang signifikan. Berhubungan dengan eksipien. Kekurangan • 1).hidroksida dan Mg.

• e. Beberapa bahan aktif tidak kompresibel. peralatan cetak langsung mahal. yang mengakibatkan capping. Pemilihan eksipien untuk cetak langsung sangat kritis.• c. Pengisi dan pengikat harus memiliki kompresibilitas dan flowabilitas yang baik. • b. 2). Perpaduan cetak langsung cenderung tidak terpadu. • f. splitting dan pembelahan tablet. Demikian pula kekurangan kelembaban bisa memberikan perpindahan static yang menuju ketidak perpaduan. • a. baik kristal maupun amorf. • c. Sewaktu kompresi ada penjeratan udara. Berhubungan dengan proses. dalam beberapa kasus. laminasi. . Distribusi yang tidak seragam dari pewarna terutama pada tablet yang warna gelap. membutuhkan peralatan pencampuran dan pencetakan yang canggih. • d. sebab perbedaan ukuran partikel dan densitas obat dan eksipien.

pengikat dan penghancur. Potensi pelarutan tinggi. Mis. Manitol untuk chewable tablet. Kompatible dengan range luas bahan aktif. • 6. • 13. Stabil tehadap berbagai kondisi lingkungan. Inert secara fisilogis. • 7. • 4. • 5. tidak berbau dan tidak berasa. Tidak berwarna.Step cetak langsung 1).Memiliki sifat organoleptik yang sesuai untuk jenis formulasi. • 3. Kompresibilitas bagus • 2. • 8. Eksipien cetak langsung mencakup pengisi. dapat bergabung dengan bahan aktif jumlah banyak • 9. Menerima keseragaman coulorant. • 12. Mudah tersedia (dipasaran)dan biayanya ekonomis . Kekerasan bagus setelah kompresi. Eksipien ideal untuk cetak langsung harus memiliki : • 1. Pencampuran obat dan eksipien 3). • 11. Tidak akan mengganggu bioavailabilitas dan aktifitas biologik bahan aktif. Pencetakan tablet. Penggilingan obat dan eksipien 2). Flowability bagus. Tidak menunjukkan suatu perobahan sifat fisika kimia selama penyimpanan . • 10.

Pharmatose DCL 21 3. Fujicalin 6. . Range luas dari bahan dr beberapa sumber telah dikembangkan dan dipasarkan sebagai pengisi cetak langsung. Tribasic calsium phosphate dihydrate . A-Tab. Laktosa anhidrat. Tri-Tab Co-processed diluent Co-prosessing artinya menggabungkan 2 atau lebih bahan dengan proses yang tepat. turunan selulosa. Avicel 4. Kalsium fosfat. Spherically granulated dicalsium phosphate anhydrate (SGDCPA) 8. Emcompress 5. Kalsium fosfat anhidrat. seperti laktosa. Spray Process 315 2.Bahan pengisi untuk cetak langsung Direct compression diluent 1. Di Tab. Microcrystalline cellulose (MCC). Produk dibentuk sedemikian secara fisik tidak kehilangan struktur kimia dan stabilitasnya. Sekarang ini teknik cetak langsung salah satu metode yang dapt diterima pada pembuatan tablet. Lactose Spray dried. amilum. zat anorganik. Directly compressible dicalsium phosphate dihydrate (DCPD) 7. polialkohol dan berbahan dasar gula.

Sukrosa 97% + modifikasi dekstrin 3%.Untuk menambah perkembangan bahan pengisi cetak langsung dengan memodifikasi zat tunggal.5%+ crosspovidone 3.Laktosa yang diproses secara spray. Sukrosa 93% + Gula invert 7%. Ludipress 4. Bahan pengisi Co-prosessed : 1.stearat 0. Partikel komposit ini diperkenalkan untuk menyediakan sifat pentabletan yang lebih baik dibandingkan bahan tunggal atau campuran fisik. Calcium 90 . Nu-Tab 5. gabungan Crystalline α-lactose monohydrate dan laktosa amorf. Sugartab 7. Kalsium karbonat 90% + Starch 9%. diperkenalkan bahan pengisi Co-prosessed. Emdex 8.5% + Mg. Kalsium karbonat 95% + maltodekstrin 3%. Dekstrosa 93% + Maltosa 7%.5%. Cal-Carb 10. Microcellac 3.5% . Sukrosa 96% + Gula invert 3. Cal-Tab 9. Di-Pac 6. α-Laktosa monohidrat 93% + polivinilpirolidon 3. Kalsium sulfat 93% + Gum vegetable 7%. Fast Flo lactose 2. Laktosa 75% + MCC 25% .

fine yang mencukupi untuk mengisi ruangan celah antar granul. proses pembesaran ukuran dengan megubah partikel kecil memjadi aglomerat yang fisik lebih kuat dan lebih besar. kelembaban yang memadai (1-2%). bentuk sferik. Moist granulation technique (MGT) Karakteristik ideal granul: Meliputi keseragaman. Hal ini menyelesaikan melalui kreasi penambahan densitas. Granulasi basah • 2. flow dan kompaktibilitas yang baik .Metode granulasi • Definisi. . distribusi ukuran partikel sempit. Secara luas granulasi dibagi: • 1. Moisture activited dry granulation (MADG). Granulasi yang menggabungkan ikatan lembab: a). b). Granulasi kering • 3. Dan inkorporasi pengikat jika diperlukan.

mis. Jenis bahan pengikat (kuat atau lemah) 3. mis. . Teofilin anhidrat →teofilin monohidrat . .Efektifitas granulasi tergantung pada: 1. Waktu pembentukan massa (kurang atau berlebih) 5. Jumlah aliran yang dibutuhkan untuk mendistribusi obat. Kecepatan pengeringan yaitu pembentukan hidrat dan polimorf. Glicin bentuk ya g stabil berubah menjadi metastabil α jika digranulasi dengan selulosa mikrokristal.transfoemasi polimorf. Ukuran partikel obat dan eksipien 2.Pembentukan hidrat. 6. Volume bahan pengikat (kurang atau berlebih) 4. bahan pengikat dan lembab.

• Step penting pada granulasi basah 1. . Pengeringan granul lembab. 6. 4.Granulasi basah • Granulasi basah proses aglomerasi yang paling luas digunakan pada industri farmasi. pengayakan basah dan pengeringan. Pencampuran bahan aktif (beberapa bahan aktif) dengan eksipien. glidant dan lubricant. Pengayakan granul kering melalui ayakan 14-20 mesh. 2. Pencampuran bahan pengikat dengan campuran serbuk untuk membentuk massa basah. Pengayakan coarse dari massa basah memakai ayakan 6-12 mesh 5. meliputi pembuatan massa basah dari serbuk yang dicampur dengan cairan penggranulasi. Pembuatan larutan pengikat. 7. Pencampuran granul hasil ayakan dengan bahan penghancur. 3.

kelemahan granulasi basah adalah cost . Inkompatibilitas antara komponen formulasi mengganggu. Granulasi dengan pencampuran kecepatan tinggi b. Extrution-spheronization d. 5. stabilitas mungkin menjadi perhatian besar bagi bahan aktif yang sensitif lembab dan termolabil. 4. Teknik khusus granulasi basah a. meupakan proses yang mahal. peralatan dan space. waktu.Keterbatasan granulasi basah 1. karena penyediaan karyawan. Spray drying . 2. 3. kehilangan material selama beberapa langkah prosesing. Banyaknya langkah proses menambah kompleksitas dan menyulitkan kontrol dan validasi. Granulasi fluid-bed c.

daya alir dan kompaksi dari impeller menghasilkan pencampuran.Aplikasi untuk immediate dan controlled release Spray drying Teknik granulasi yang unik. Merobah secara instant dengan pump. metode untuk menghasilkan multiparticulate untuk aplikasi controlled release Keuntungan -Waktu proses cepat -Lebih sedikit bahan pengikat yang digunakan -Bahan yang kohesifitasnya tinggi dapat digranulasi . Pada kecepatan gas tertentu cairan akan mendorong partikel bergerak tanpa penjeratan. -Proses cepat -Dapat dioprasikan kontinu .Jenis granulasi Granulasi dengan pencampuran pemotongan tinggi Keterangan Pencampuran dan pengeringan massa dilakukan dengan agitasi mekanik tinggi oleh impeller dan chopper. denssifikasi dan aglomerasi Serbuk padat ditransformasi ke cairan melalui kontak degan gas. langsung merubah cairan menjadi serbuk kering dalam satu langkah.Sesuai untuk produk yang sensitif panas .Granulat yang dihasilkan lebih halus. Langkah proses berganda yg dapat membuat partikel sferik ukuran homogen. free flowing dan homogen Granulasi fluidbed Extrutionspheronization -Sanggup menyatukan bahan aktif level tinggi tanpa menghasilkan partikel yang banyak berlebihan .

Fluidized bed granulator Day Nauta mixer processor Double cone / twin cell processor Topo granulator Granulator dengan fasilitas pengeringan Granulator khusus 1.Peralatan untuk granulasi Jenis granulasi Granulasi dengan pemotongan tinggi Equipment 1. 4. Little ford Lodgie granulator 2. Mikser Gral 1. 2. Roto granulator 2. 3. Marumerizer . Diosna granulator 4. Little ford MGT granulator 3.

hidroksi propil selulosa. Yang larut dalam air. karboksi metil selulosa. polimetakrilat. polyvinyl pyrrolidone (PVP). hidroksi propil metil selulosa (HPMC). . Polimer sintetik. pasta amilum. sorbitol. serbuk selulosa. Kalsium fosfat. tragacanth. gelatin. semi sintetik metil selulosa. Yang tak larut dalam air. etil selulosa. larutan glukosa. na. Golongan gula sukrosa. selolosa. 2. polyvinyl alcohol. 2. polyethylen glycol (PEG).Eksipien untuk granulasi basah Bahan pengisi: 1. sukrosa. 3. amilum. asam alginat. Dari alam akasia. pregelatinized starch. Bahan pengikat 1. manitol. α-αlaktosa monohidrat.

PVP. Dibuat segar 2. PEG 6000 (anhidrat). Sesuai untuk chewable tablet 5. Pasta amilum. 5-5% b/b 4.5-5% b/b.. 10-15% b/b. • Konsentrasi bahan pengikat 1. 5-25% b/b. Granulasi untuk bahan yang tidak tahan air dan alkohol . 0. 5-75% b/b bisa juga untuk granulasi kering 3. Pregelatinized starch. HPMC.

kompresibilitas jelek Bekerja swelling Bekerja swelling Na. Na.5-5 0. meningkatkan water uptake .5-10 2-8 10-20 0. superdisintegrant Bersifat juga lubricant Crosslinked PVP Ion exchange resin.5-5 5-10 Dibutuhkan banyak. CMC 2-4 Carbon dioksida 5-20 5-15 1-5 2.• Bahan pengembang (disintegrant) Bahan penghancur Konsentrasi dalam granul (%b/b) Keterangan Amilum Starch-1500 Asam alginat Na. starch glikolat. HPMC. alginat Explotab Avicel Polyplasdone Amberlite Metil selulosa.

.

karena partikel serbuk tidak diikat oleh bahan pengikat • Kekurangan 1. Yang paling luas digunakan slugging. • Keuntungan 1.Granulasi kering • Proses granulasi campuran serbuk tanpa menggunakan panas dan pelarut. Chilosinator. serbuk diprekompressi dan tablet / slug yang dihasilkan digiling untuk menghasilkan granul. Proses cenderung menyebabkan kontaminasi. Metode lain adalah precompressi dengan tekanan mesin. Tidak bisa menyatukan warna 3. Untuk mengembangkan disintegrasi. dan akhirnya dengan mengisi kompak untuk memperoleh granul. mis. Dapat digunakan untuk bahan sensitif panas. Dapat digunakan untuk bahan sensitif lembab 2. Metode ini paling sedikit disukai dari semua metode granulasi. karena menghasilkan debu. . Membutuhkan press tablet yang ringan untuk membentuk slug 2. 3. Dua prosedur dasar untuk pembentukan bahan kompak dengan kompresi.

Pengayakan slug 5. Roller compaction . 2. Kompressi menjadi tablet besar dan keras untuk membuat slug. Penghalusan bahan aktif dengan eksipien. Proses slugging • B. glidant dan lubricant. Dua proses utama pada granulasi kering • A. 6. 3. Pengeringan granul lembab.Step penting pada granulasi kering 1. 4. Pencampuran granul hasil ayakan dengan bahan penghancur. Pencampuran serbuk yang dihaluskan.

Tekanan yang digunakan untuk menghasilkan slug . Ketebalan slug 7. Ukuran punch dan die 6. Jenis mesin 5. Densitas serbuk 4. Compression ratio serbuk 3. Kecepatan kompresi 8.Proses slugging • Proses kompresi serbuk kering formulasi tablet dengan press tablet yang lubang dienya besar (cukup mengisi cepat). Akurasi atau kondisi slug tidak begitu penting. Satu kali slug dihasilkan untuk mengurangi ukuran granul yang digunakan untuk kompresi akhir dengan mengayak atau menggiling. Tekanan harus cukup untuk mengkompaksi serbuk menjadi slug homogen. Kompresibilitas dan kohesifitas bahan 2. 1. Faktor penentu agar suatu bahan dapat di slug.

agregat diayak atau digiling untuk menghasilkan granul. . chilsinator mengeluarkan massa kompak secara kontinu. Tidak sama dengan mesin tablet.Roller compaction • Kompaksi serbuk dengan memanfaatkan tekanan roller (gulungan). Sama halnya dengan slug. Serbuk dimasukkan diantara roller melalui hopper yang ada gerek spiral untuk memasukkan serbuk ke zona kompaksi. bisa juga dikerjakan dengan mesin chilsinator.

Beberapa formula 1. Sta-RxR dsb.005 0. sucrose.012 0. 6 Aerosil koloid 0. microcrystalline cellulose (MCC).0015 0. lactose. calsium sulphate.Formulasi granulasi kering • Eksipien yang digunakan pada dasarnya sama dengan granulasi basah atau cetak langsung. mis.100 0. Bahan pengisi (filler).020 0.0015 . dextrose. Prednison tablet R/ Prednison Calsium sulphate Sta-Rx Micro Crystalline Cellulose Calcium hidrophosphate Sterotex FD&C Yellow no.005 0..020 0.

002 0.040 0.022 0.010 0.075 0.280 0. pantotenat Niacinamida Orange flavor Mannitol Sucrose Corn starch Talkum Mg.003 0.0075 .005 0.010 0.001 3 mcg 0.2.012 0. stearat 5000 IU 400 IU 0. Multivitamin tablet R/ Vitamin A Vitamin D Vitamin C Vitamin B1 Vitamin B2 Vitamin B6 Vitamin B12 Ca.

2. Dibandingkan pelarut organik uap lebih bersahabat 6. Tidak ada kendala penyakit bagi karyawan. uap digunakan sebagai pelarut dari bahan pengikat. Kekurangan 1. Beberapa penghematan/ keuntungan dari granuladsi uap: 1. Keseimbangan panas tercapai\ 4. Waktu proses lebih pendek 5. Tidak sesuai untuk bahan pengikat yang tidak bisa segera kontak dengan uap . Kecepatan difusi yang lebih tinggi kedalam serbuk 3. Tidak sesuai untuk bahan termolabil.Distribusi keseragaman yang tinggi 2.Granulasi yang dipromosikan Granulasi uap • Modifikasi granulasi basah.

Moisture activated dry granulation (MADG) • Mencakup penambahan kelembaban. Bahan pengikat yang tidak larut dalam air. sehingga kelembaban diabsorpsi oleh polimer hidrofilik mis. setil atau stearil alkonol. pada suhu kamar bentuk padat. Menghasilkan granul yang flowabilitas dan keseragaman bagus. Tidak sesuai untuk bahan termolabil. gunakan asam stearat. Digunakan untuk bahan yang sensitif rerhadap air. dengan semburan air teratomisasi. . Jumlah pengikat dapat dikontrol lebih tepat sehingga cost dapat diperkecil. Tidak ada proses pengeringan. Untuk bahan pengikat yang larut dalam air. dan bahan sustained release. Tablet yang dibuat dengan MADG mempunyai distribusi kandungan yang homogen dibanding cetak langsung. silika ditambahkan sebelum pencampuran. gunakan polietilen glikol. Membutuhkan cairan penggranulasi yang sangat sedikit. dapat digunakan untuk controlled release.Granulasi pelelehan / granulasi thermoplastic • Granulasi dicapai dengan menambahkan bahan pengikat yang dapat meleleh. distribusi dan aglomerasi yang minimal. Selulosa. tidak ada pengeringan. tetapi pada suhu 50-80o C meleleh. Distribusi air melalui aliran mikser. lilin. di dan trigliserida.

keseragaman bahan pengikat. tidak ada efek kerusakan granulat. mengurangi waktu pengeringan. Punya keuntungan dibandingkan spray granulasi. mengurangi waktu produksi. tidak ada kelewat basah. membutukan air yang sedikit . MGT) • Sejumlah kecil cairan penggranulasi ditambahkan ke bahan pengikat aktif untuk memgasilitasi aglomerasi. Digunakan untuk granulasi formulasi yang sensitif air. Garnulasi busa • Cairan pengikat ditambahkan sebagai larutan busa. membutuhkan sedikit bahan pengikat untuk formulasi immediate release (IR) dan contolled release (CR).Teknik granulasi lembab (moist granulation technique. Kemudian ditambahkan bahan pengabsorbsi lembab (mis MCC) untuk menyerap kelebihan lembab. . tablet atau sifat disolusi invitro obat. kecepatan penambahan lebih cepat. Tdak ada masalah penyumbatan. Aplikabel untuk mengembangkan formulasi sustained release. Dengan penambahan MCC tidak perlu lagi pengeringan. Thermal Adhesion Granulation Process (TAGP) • Aplikabel untuk formulasi cetak langsung.

rasa 8. Lihat sifat fisika:-bentuk kristal.jenis tablet (biasa. 10. Buat formula: . Lihat dosis:-dosis pemakaian. 9. Tentukan spesifikasi produk: . middle dose. Lihat syarat tablet:-waktu hancur. (perkiraan) kuantitas bahan yang dibutuhkan. kering. -dosis anakanak. hablur. -dosis dewasa. deviasi bobot 6. cetak langsung.salut). -bobot akhir. Tentukan dosis bahan aktif. Bandingkan dengan sediaan yang beredar. kadar. 4. amorf. Tentukan alternatif pembuatan. -kelarutan hidrofil.bahan tambahan. Buat perencanaan. hidrofob. apakah – low dose. high dose. warna. 7. 5. Buat alternatif metode pembuatan: -granulasi basah. . -dosis pencegahan. 3. Tentukan bahan aktif 2.Kuliah 7 Penyusunan formula sediaan tablet 1. 11. diameter.

25. 25.No Bahan aktif 1 2 Aminofilin Asam askorbat Ukuran Yg bere dar. ka dar. 0. dosis (mg) 200. 50. 40 100 125 200. waktu hancur 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Atropin sulfat Deksametason Dekstrometorfan HBr Digoksin Efedrin HCl Etambutol HCl Furosemida Gliseril guaiacolat Griseofulvin (micronized) Ibuprofen Isoniazid Kotrimoksazol R/ Trimetoprim Sulfametoksazol 0.5. Sifat fisika. Syarat tablet.5. 250. 100 dan 300 . 15 0.

25 0. dosis (mg) 100.10 dan 0. ka dar.500 Sifat fisika. 250.000 IU/gram Parasetamol Pipirazin sitrai Prednison Propil tiourasil Propramolol HCl Reserpina Lactas calcicus Ukuran Yg bere dar. waktu hancur .No Ba29han aktif 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Mebendazol Metronidazol Natrium bikarboanat Nistatin 100. 500. Syarat tablet. 500 500 5 100 40 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->