P. 1
PERNYATAAN-2 MAKALAH-IBD

PERNYATAAN-2 MAKALAH-IBD

|Views: 19|Likes:
Published by Andri Aprianto

More info:

Published by: Andri Aprianto on Apr 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2012

pdf

text

original

Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin Topik Makalah Peran Budaya Daerah Dalam

Memperkokoh Ketahanan Budaya Bangsa Kelas : 1-KA33 Tanggal Penyerahan Makalah : 13 April 2012 Tanggal Upload Makalah : 14 April 2012

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain. Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

Penyusun

NPM 11111364

Nama Lengkap Bagus dwi setyanto

Tanda Tangan

Program Sarjana Sistem Informasi UNIVERSITAS GUNADARMA 1

KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT Yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya Sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Peran Budaya Daerah MemperkokohKetahanan Budaya Nasional. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah IlmuBudaya Dasar Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Makalah ini berisi informasi tentang Peranan Budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Nasional,yang kami harapkan dapat memberikan informasi kepada para pembaca. Harapan penulis, Makalah ini minimal menambah pengetahuan pembaca mengenai Kebudayaan yang ada di Indonesia Penulis sadar makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata Saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pembaca, dan memohon pintu maaf kepada para pembaca bila ada kesalahan baik dalam penulisan kata dan pengertian, karena yng salah datangnya dari saya, dan yang benar datangnya dari Allah SWT, semoga Allah SWT selalu memberikan umatnya petunjuk ke jalan yang benar, Amin.

2

DAFTAR ISI Pernyataan……………………………………………………..…………………..................i Kata Pengantar…………………………………………………..……………......…………ii Daftar Isi…………………………………………………………..……………........……….iii Bab 1 Pendahuluan…………………………………………………….…………..........………....1 1.Latar Belakang…………………………………………………………..............………...1 2.Tujuan…………………………………………………………………..............…………..2 3.Sasaran……………………………………………………………..................…………...2 Bab 2 Permasalahan……………………………………………...............................…………….2 1.Kekuatan……………………………………………......................................…………..3 2.Kelemahan…………………………………………....................................…………….3 3.Peluang……………………………………………...........………………………………..4 4.Tantangan/Hambatan………………………………..................………………………...4 Bab3 Kesimpulan dan Rekomendasi……………………………………………... …………………………………5 1.Kesimpulan…………………………………….……............……………………………..5 2.Rekomendasi…………………………………………....…………………………………5 3.Referensi……………......………………………………………………………………….6

3

BAB.I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan atau budaya menurut Bapak Antropologi Indonesia, Koenjtaraningrat (1996), adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Pengertian tersebut merujuk pada gagasan J. J Honigmann (1973) tentang wujud kebudayaan atau disebut juga ‟gejala kebudayaan‟. Honigmann membagi kebudayan kedalam tiga wujud, yakni kebudayaan dalam wujud ide, pola tindakan dan artefak atau benda-benda. Indonesia merupaksan salah satu negara di dunia yang paling majemuk komposisi jati diri budaya dan etniknya, dan kemajemukan itu menjadi salah satu sumber kebanggaan bangsa. Semboyan yang tercantum pada lambang negara Bhineka Tunggal Ika. Kemajemukan suku bangsa ini tentunya dapat menciptakan budaya yang beragam. Sebagaimana tercantum dalam penjelasan UUD 45, bahwa “Kebudayaan bangsa adalah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia”. Dengan begitu keanekaragaman yang tercakup dalam “Bhineka Tunggal Ika” dimasudkan lebih pada keanekaragaman kebudayaan (multicultural society). Keadaan geografis yang membagi wilayah Indonesia atas kurang lebih 3.000 pulau yang tersebar disuatu daerah ekuator sepanjang kurang lebih 3.000 mil dari timur ke barat dan lebih dari 1.000 mil dari utara ke selatan, merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap terciptanya pluralitas sukubangsa di Indonesia, ditambah letak geografis Indonesia yang berada diantara benua asia dan australia. Isolasi geografis yang demikian di kemudian hari mengakibatkan penduduk yang menempati setiap pulau atau sebagian dari suatu pulau di Nusantara ini tumbuh menjadi kesatuan sukubangsa yang sedikit banyak terisolasi dari kesatuan sukubangsa yang lain. Tiap kesatuan sukubangsa terdiri dari sejumlah orang yang dipersatukan oleh ikatanikatan emosional, serta memandang diri mereka masing-masing sebagai suatu jenis tersendiri. Dengan perkecualian yang sangat kecil , mereka pada umumnya memiliki bahasa dan warisan kebudayaan yang sama. Dari banyaknya kebudayaan beragam dari berbagai daerah tersebut,( Hidred Geertz 1981, misalnya, menyebutkan adanya lebih dari 300 sukubangsa di Indonesia, masing-masing dengan bahasa dan identitas kultural yang berbeda) terciptalah kebudayaan nasional. Budaya Nasional adalah gabungan dari budaya daerah yang ada di Negara tersebut, dalam hal ini Indonesia. Menurut Ki Hajar Dewantara, kebudayaan nasional Indonesia adalah puncak-puncak kebudayaan daerah. Berdasarkan keterangan diatas, budaya daerah termasuk dalam salah satu kekayaan nasional yang wajib hukumnya dijaga oleh seluruh warga Indonesia. Karena budaya adalah suatu yang mahal, 4

hingga banyak budaya daerah di klaim sebagai budaya Negara lain, karena banyak Rakyat Indonesia tidak banyak mengenal budaya di setiap daerah yang jumlahnya banyak, ditambah perhatian pemerintah yang masih menomor sekiankan budaya daerah dalam sekala prioritas dibandingkan dengan kepentingan lain, seperti pemberantasan korupsi, criminal, kemiskinan, Kelaparan, dll. 2. Tujuan Tulisan yang dibuat bertujuan untuk: · Melaksanakan tugas mata kuliah ilmu budaya dasar · Menambah wawasan baik untuk penulis ataupun pembaca · Memberikan sedikit gambaran mengenai kehidupan berbudaya yang ada di Indonesia · Menggugah rasa nasionalisme penulis dan pembaca untuk terus melestarikan kebudayaan nasional. · Meningkatkan rasa persatuan bangsa. · Rasa memiliki budaya daerah lain sebagai bagian dari budaya nasional. · Menggunakan budaya daerah sebagai sumber pemasukan melalui sector pariwisata. · Semua warga Negara Indonesia saling menjaga berbagai budaya daerah yang beragam, sehingga tercipta kesatuan yang kokoh dalam melindungi kebudayaan nasional. · Sebagai pengimbang dari berbagai macam kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. 2. Sasaran Sasaran dari penulisan makalah ini adalah semua pembaca minimal dapat sedikit memahami, bagaimana peran budaya daerah dalam membentuk budaya nasional, dan melestarikanya. Sehingga kebudayaan nasional tetap menjadi kekayaan Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal. BAB.2 PERMASALAHAN Kebudayaan daerah yang majemuk di Negara Kesatuan Reapublik Indonesia menjadi keutungan sekaligus hal yang dapat memecah belah rakyat Indonesia bila tidak didasari suatu pemahaman yang seragam. Kebudayaan merupakan aset bangsa yang luarbiasa berharganya, dan menjadi tangung jawab seluruh warga negara republik Indonesia. Pada jaman globalisasi saat ini mau tidak mau, Indonesia menjadi negara yang terbuka dalam menerima segala hal, oleh karena itu masyarakat perlu mengetahui betapa pentingnya memilih, dan memilah apa saja hal asing yang yang masuk ke Indonesia tanpa membuat buta masyarakat mengenai pentingnya juga mempelajari budaya luar, 5

Secara singkat pengamatan penulis deskripsikan dengan Analisa SWOT. Analisa SWOT (Streangth, Weakness, Oppurtunity, Threats ) adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat Analisa yang mampu memberikan jawaban dari segala permasalahan yang terjadi.Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu : 1. S = Strength (kekuatan) adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari Keadaan Kebudayaan pada saat ini. 2. W = Weakness (kelemahan) adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari Keadaan Kebudayaan pada saat ini. 3. O = Opportunity (kesempatan) adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi Keadaan dalam hal ini kebudayaan Indonesai di masa depan. 4. T =Threat (ancaman) adalah situasi yang merupakan ancaman bagi Kebudayaan yang datang dari luar Kebudayaan dan dapat mengancam eksistensi Kebudayaan di masa depan 2.1. Strenght ( Kekuatan )

a) Kemajemukan budaya daerah yang ada di Indonesia dapat menjadi sebuah Indentitas khas yang tidak dimiliki Negara lain. b) Keanekaragaman kebudayaan dapat menjadi ajang promosi Pariwisata Negara dan daerah. c) Menjadi kekuatan sendiri bagi sebuah negara untuk ikut serta dalam pergulatan dunia Internasional, karena budaya dapat mempengaruhi cara diplomasi dan posisi sebuah negara, dalam hal ini organisasi UNESCO memegang peranan penting. d) Kebudayaan yang ada dapat dipergunakan sebagai alat pemersatu bangsa, melalui berbagai acara, seperti kirab kebudayaan, pekan olahraga, 6

2.2. Kelemahan (Weakness) a) Kurangnya perhatian pemerintah karena lebih memprioritaskan program penanggulangan kemiskinan, dan pendidikan rakyat tidak mampu, sehingga memberi porsi sedikit untuk membahas kebudayaan. b) Tidak banyak tayangan televisi yang menayangkan keberagaman budaya nasional, namun lebih mementingkan rating sehingga masyarakat luas tidak begitu mengetahui apa sebenarnya yang dimiliki Indonesia, ditambah buaya global yang sangat digembar-gemborkan dan membuat imej budaya daerah itu kuno. c) Kesibukan warga negara yang memakan banyak waktu sehingga tidak sempat mempelajari, atau memperhatikan kebudayaan yang ada. d) Kendala bahasa yang masih sangat berpengaruh, karena bahasa Indonesia belum bisa menjadi bahasa yang diketahui Seluruh warga negara, sehingga menjadi sedikit penghambat. 2.3 Peluang (Opportunity) a) Rasa nasionalisme rakyat Indonesia begitu tinggi, contoh ketika beberapa kebudayaan Indonesia diakui negara lain, maka akan timbul reaksi penentangan yang luar biasa dari seluruh elemen bangsa, secara tidak langsung dapat memperkuat kesatuan bangsa. b) Perkembangan jaman yang membuat semua hal dapat dipelajari dengan cepat dan mudah menjadi sebuah peluang yang sangat besar jika dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan promosi kebudayaan daerah. c) Keanekaragaman budaya Daerah dapat menambah pendapatan baik bagi daerah asal budaya tersebut, maupun bagi pusat melalui sektor pariswisata, sebagai contoh sebuah spot pariwisata dapat menjadi sumber penghidupan warga lokal yang membuka usaha baik penginapan, penyewaan, dan buah tangan khas daerah tersebut d) Besarnya perhatian dunia Internasional mengenai kebudayaan suatu negara sehingga PBB membuat satu oraganisasi yang khusus untuk Pendidikan, Ilmu, dan Budaya yang bernama UNESCO(United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). 2.4. Tantangan/Hambatan (Threats) a) Besarnya wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia namun sarana transportasi yang masih sangat memprihatinkan sampai saat ini menjadi satu 7

hambatan yang besar untuk intansi atau perorangan yang ingin mempelajari atau sekedar berwisata budaya ke daerah. b) Persaingan dengan budaya asing, hal ini tidak dapat dihindari karena kemajuan teknologi informasi yang sangat global, ditambah media komunikasi yang hanya mementingkan materi. c) Masih banyak warga negara yang hidup tidak layak dan tingkat pendidikan yang sangat rendah, sehingga kurang peduli dengan hal lain diluar hal primer, seperti makan, minum, mencari nafkah, dan lain-lain, dalam hal ini pemerintah harus bertanggung jawab. d) Pencurian kebudayaan oleh negara lain karena kedudukan diplomasi pemerintah yang lemah yang diketahui penulis karena beberapa hal: · Hutang negara yang besar menjadi beban tersendiri yang dimiliki pemerintah. · Tidak jelasnya posisi Indonesia dalam dunia internasional, karena lemahnya posisi diplomasi. · Ketergantungan akan barang ekspor menjadi suatu beban yang besar untuk dihapi, karena belum mandirinya Industri dalam negeri. · Lemahnya angkatan bersenjata republik Indonesia karena jumlah dan kualitas alutsista yang dimiliki Indonesia masih tertinggal dibanding negara tetangga, sehingga tidak mempunyai efek menggentarkan negara lain yang ingin “main-main” dengan Republik Indonesia. BAB.3 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 3.1 Kesimpulan 1. Kebudayaan dapat menjadi alat pemersatu bangsa jika dipelajari, namun juka dapat menjadi batu untuk menyatukan bangsa bila suatu daerah masih terkotak-kotak dan kaku karena ketidakmampuan menggunakan bahasa pemersatu, dalam hal ini bahasa Indonesia. 2. Media masa memegang peranan penting dalam mengarahkan kebudayaan, dan memberi pengetahuan kepada masyarakat. arah

3. Kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan masih menjadi hambatan besar dalam kemajuan bangsa, dalam hal ini tugas pemerintah menjadi sangat penting. 4. Budaya belum menjadi suatu hal primer baik untuk dipelajari atau menjadi 8

andalan dalam sektor pariwisata. 5. Pemuda harus dapat menyaring kebudayaan asing yang masuk untuk melindungi budaya daerah, dengan cara mempelajari keanekaragaman budaya. 6. Pemerintah berserta seluruh rakyat negara indonesia wajib melindungi dan minimal tahu budaya yang berasal dari daerahnya, karena ketidak tahuan membawa kepada kebodohan, dan kebodohan membawa pada kemiskinan. 3.2 Rekomendasi. 1. Pemerintah harus aktif memperhatikan segala aspek yang berhubungan dengan kebudayaan, mulai dari sarana, dan prasarana, hingga pertahanan negara. 2. Menurunkan angka kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah untuk kemudian lebih memperhatikan hal lain, seperti kebudayaan. 3. Media massa diminta lebih sering menayangkan kebudayaan tradisional dan lebih selektif bila ingin menayangkan hal asing yang dapat mempengaruhi trend dan imej pemuda terhadap kebudayaan. 4. Promosi budaya daerah harus lebih intensif menggunakan media massa.

9

REFERENSI http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya http://www.anneahira.com/arti-budaya.htm http://www.budaya-indonesia.org/iaci/Halaman_Utama http://www.pnri.go.id/default.aspx

10

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->