MAKALAH HUKUM AGRARIA “LANDREFORM INDONESIA”

DISUSUN O L E H NICO ANDREAS OCTAVIANI SHELLA REZIE NOVIAN PUTRA DARWIN SAGALA (B1A010011) (B1A010023) (B1A010050) (B1A110054)

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BENGKULU SEMESTER GENAP (2012)

1

LEMLIT Unib Press. LATAR BELAKANG Indonesia adalah negara agraris. sedang reform artinya perombakan atau perubahan untuk membangun atau membentuk atau menata kembali struktur pertanian baru.BAB I PENDAHULUAN I. dalam hal ini berada pada bidang pertanian. Dalam permasalahan tersebut salah satu pemecahannya adalah Landreform. baik yang berupa Undang-Undang maupun Peraturan Pemerintah.1 Atas dasar ketentuan UUPA diterbitkan peraturan perundangan landreform yang bertujuan untuk mengadakan penataan penguasaan tanah dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan rakyat khususnya para petani kecil secara adil dan merata. ekonomi yang timbul dari kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam struktur pertanahan. Masalah tanah. Untuk pelaksanaan prinsip-prinsip landreform yang sudah digariskan dalam UUPA diperlukan peraturan palaksanaan.2 Banyaknya penghalang-penghalang sosial dibidang pertanahan yang seringkali merugikan masyarakat. HUKUM AGRARIA INDONESIA Buku Panduan Mahasiswa. yang bertujuan untuk menghilangkan penghalangpenghalang di bidang sosial. 2 1 2 . Karena Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagian besar rakyatnya menggantungkan kehidupannya pada tanah. mendorong perlunya dilakukan pembaruan agraria di negeri ini.kompasiana. 152. Bengkulu. Seiring dengan perkembangan zaman. Landreform berasal dari bahasa Inggris yaitu “land” dan “reform”. terutama penguasaan tanah merupakan masalah klasik yang terjadi dalam masyarakat agraris. sehingga terbuka kesempatan untuk mengembangkan diri mencapai kemakmuran sebagai bagian dari pembangunan nasional untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam masalah agraria di Indonesia sudah mulai meninggalkan makna dari diundangkannya UUPA. hal. Land artinya tanah. Dalam pengertian lain landreform berarti program untuk melakukan tindakan-tindakan yang saling berhubungan satu sama lain.com/2011/03/23/retribusi-landreform-di-indonesia-bag1/ Tim penulis. Landreform dianggap mampu memecahkan masalah agrarian yang ada. 2001. Sebagaimana negara http://edukasi. tanah merupakan hal yang mutlak yang harus dimiliki oleh masyarakat agraris.

Masih banyak petani yang menggarap tanah yang bukan miliknya sendiri. diolah dan digarap oleh para petani Indonesia. Sangat miris melihat pada dasarnya bumi Indonesia merupakan Negara agraris yang mempunyai lahan yang luas. hingga semua tanah diseluruh wilayah kedaulatan bangsa dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat Namun. Sehingga penulis tergerak untuk mengangkat masalah ini menjadi karya tulis yang nantinya diharapkan dapat membantu perkembangan agraria di Indonesia. tidak merasakan kemakmuran di bumi Indonesia. subur dan seharusnya diperuntukkan. banyak masyarakat kita khususnya petani. dalam kenyataannya tujuan tersebut sudah dilupakan. 2.diwajibkan untuk mengatur pemilikan tanah dan memimpin penggunaannya. RUMUSAN MASALAH 3 .

Berdasarkan pemaparan serta penjelasan yang dikemukakan dalam latar belakang di atas. Apa sajakah organisasi pelaksana dari program Landreform? 3. Apa sajakah obyek tanah dalam landreform di Indonesia? 2. Mengapa landreform mengalami berbagai kendala dalam implementasinya? BAB 2 4 . maka yang menjadi rumusan masalah adalah sebagai berikut : 1.

2006. kemudian pada ayat 3 bahwa tanah-tanah yang merupakan kelebihan dari batas maksimum tersebut akan diambil oleh pemerintah dengan ganti kerugian. hal. isi dan pelaksanaannya. Hukum Agraria Indonesia Sejarah Pembentukan UUPA. Tanah kelebihan dari batas maksimum : Pemilikan dan penguasaan tanah yang melampaui batas merugikan kepentingan umum. Pustaka Bangsa Press. khususnya di daerahdaerah yang padat penduduknya. 2008. Obyek Tanah Dalam Landreform di Indonesia. Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 224 Tahun 1961 tentang Pelaksanaan Pembagian Tanah dan Pemberian Ganti Kerugian. Bengkulu. Politik Hukum Agraria Kajian Atas Landreform Dalam rangka Pembangunan Hukum Ekonomi Indonesia. Pemilikan tanah yang seperti ini dilarang oleh undang-undang. Larangan absentee tidak berlaku apabila tempat tinggal pemilik berbatasan langsung dengan kecamatan tempat letak tanah walaupun berbeda kecamatan. karena walaupun berbeda kecamatan masih dimungkinkan untuk mengerjakan tanahnya secara efisien. Jakarta.3 2. Boedi Harsono. 321. Tanah-tanah absentee (guntai) : Pemilikan tanah secara absentee dipahami sebagai pemilikan tanah pertanian yang pemiliknya berada diluar kecamatan yang berbeda dengan lokasi tanah pertanian yang dimaksud.PEMBAHASAN 1. karena pemilikan tanah secara absentee tersebut dianggap tidak efektif sebab pemilk tanah tersebut berada jauh di luar kecamatan yang berbeda dengan pemiliknya. Pasal 17 merupakan pelaksanaan dari ketentuan asas dalam pasal 7 ayat 1 dan 2. Sebagaimana yang telah dijabarkan sebelumnya bahwa landreform merupakan suatu program pemerintah dalam rangka pemerataan kehidupan masyarakat. dan pemiliknya tidak dapat mengerjakan tanah tersebut secara aktif4. dinyatakan bahwa tanah-tanah yang akan dibagikan dalam rangka landreform adalah : 1. Djambatan. kalau tidak dapat dikatakan hilangnya sama sekali kemungkinan bagi banyak petani untuk memiliki tanah sendiri. baik itu dalam hal pendapatan maupun penguasaan tanah. 3 5 . Kemudian juga larangan tersebut tidak berlaku bagi pemilik tanah yang sedang melaksanakan tugas Negara. 4 Herawan Sauni. hal itu menyebabkan sempitnya. untuk selanjutnya dibagikan kepada rakyat yang membutuhkan. karena berhubungan dengan terbatasnya persediaan tanah pertanian.

hal. bagi hasil dan lain-lain sebagainya ataupun diperuntukkan tanah jabatan dan lain-lainnya. 326. 7 http://repository.7 Demi 5 6 Ibid.Materi yang terkandung dalam larangan tersebut ialah diharapkan agar penguasaan tanah itu dapat dimanfaatkan secara aktif agar tidak ada tanah yang tersia-siakan. Organisasi pelaksana dari program Landreform. demi kepentingan petani kecil. juga tanah-tanah yang benar-benar dimiliki oleh swapraja. penyakap. tanah-tanah kehutanan yang diserahkan kembali kepada Negara dan lain-lain. Tanah lain yang dikuasai langsung oleh Negara. dan buruh tani tak bertanah. baik yang diusahakan dengan cara sewa-menyewa.pdf 6 . karena masih banyak petani yang benar-benar membutuhkan tanah untuk penghidupannya. 326-327. tanah-tanah dengan HGU yang telah berakhir waktunya.6 2.usu.id/bitstream/123456789/5144/1/09E02000. 3. Tanah-tanah lain dalam hal ini seperti bekas tanah-tanah partikelir. Ibid. hal. Gunawan Wiradi menyatakan bahwa landreform mengacu pada penataan kembali susunan penguasaan tanah.ac. Tanah swapraja dan bekas swapraja yang telah beralih kepada Negara : Yang dimaksudkan tanah swapraja atau bekas swapraja yang beralih kepada Negara adalah selain domein swapraja dan bekas swapraja yang dengan berlakunya UUPA menjadi hapus dan beralih ke Negara.5 4. dihentikan atau dibatalkan.

263 Tahun 1964. yakni : 1) Panitia Pertimbangan Landreform Penyelenggaraan landreform menjadi tugas dan tanggung jawab masyarakat dan pemerintah (semua departemen). mereka dibantu oleh sebuah panitia yang disebut Panitia Pertimbangan Landreform. Gubernur Kepala Daerah Propinsi. Daerah Tingkat I. Penyelenggaraan Landreform. Anggota panitia ini terdiri dari unsur/wakil instansi pemerintah yang ada kaitannya dengan pelaksanaan landreform ditambah wakil dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Camat dan Kepala Desa/Lurah yang bersangkutan. Berikut merupakan organisasi pelaksana Landreform. pemerintah pada permulaan pelaksanaan landreform membentuk Panitia Landreform di Tingkat Pusat. Panitia ini dibentuk di tingkat Pusat. Bupati/Walikota Kepala Daerah Kabupaten/Kota. yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden No. Kecamatan dan Desa. 7 Tahun 1970 Pengadilan Landreform ini dihapus. Apabila terjadi sengketa yang berkenaan dengan Landreform. 2) Pengadilan Landreform Untuk menyelesaikan perkara-perkara yang timbul sebagai akibat pelaksanaan landreform dibentuklah Pengadilan Landreform berdasarkan UU No. 131 Tahun 1961 dan kemudian disempurnakan pada tahun 1964 dengan Keputusan Presiden No.terselenggaranya program Landreform dibutuhkan pihak-pihak pelaksana untuk menjamin terlaksananya serta terwujudnya tujuan yang telah ditentukan. Panitia ini dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden No. Propinsi. 1 Tahun 1964. Kabupaten/Kota. Berdasarkan UU No. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Tetapi kenyataannya pengadilan ini tidak dapat bekerja secara efektif. Dalam perkembangannya kepanitiaan ini tidak memenuhi harapan. maka penyelesaiannya dilakukan melalui: 7 . Perubahan penting dalam Keputusan Presiden ini adalah mengenai semua dan wewenang Panitia Landreform beralih dan dilaksanakan masing-masing oleh Menteri Dalam Negeri. 55 Tahun 1980. Tugas panitia ini adalah memberi saran dan pertimbangan mengenai segala yang berhubungan dengan penyelenggaraan landreform. Dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugasnya. sehingga dicabut dan sekaligus diganti dengan organisasi baru yang disebut Organisasi dan Tata Kerja. Daerah Tingkat Il.

S.M. Yayasan ini dibentuk berdasarkan Pasal 16 Peraturan Pemerintah No. yang disusun oleh Dr.H.S. Selanjutnya sumber keuangan yayasan landreform ini adalah: (a) Dana pemerintah (b) Pungutan 10% biaya administrasi dari harga tanah yang harus dibayar oleh petani yang menerima hak milik atas tanah redistribusi (c) Hasil sewa dan penjualan tanah dalam rangka pelaksanaan landreform (d) Lain-lain sumber yang sah yang menjadi wewenang Direktorat Agraria (sekarang Kantor BPN).. 14 Tahun 1970 apabila sengketa itu bersifat perdata atau pidana. 3. Menurut buku Politik Hukum Agraria. pada asasnya yang menjadi akar permasalahan penyebab tidak berjalannya ketentuan landreform di 8 .. 224 Tahun 1961 dan telah diambil alih oleh Departemen Keuangan sejak tahun 1984. (b) Aparat pelaksana landreform apabila mengenai sengketa administrasi. 3) Yayasan Dana Landreform Yayasan dana landreform merupakan badan otonom yang bertujuan untuk memperlancar pengurusan keuangan dalam rangka pelaksanaan landreform. Kendala landreform dalam implementasinya.. Herawan Sauni. berdasarkan UU No.(a) Peradilan Umum.

adanya tahunan) dan jangka pendek (tahunan).30 S PKI 1965 yang kemudian memunculkan stigma bahwa landreform dan UUPA sebagai produk komunis menyebabkan program landreform Indonesia tidak dapat berjalan dengan baik. PJP I (Pambangunan Jangka Panjang Pertama) yang dalam implementasinya dijabarkan melalui pembangunan jangka menengah (lima 9 .Indonesia adalah factor politis. Sejak 1965 sampai dengan 1967 praktis program landreform tersebut tidak berjalan karena ada semacam stigma bahwa program landreform identik dengan Partai Komunis Indonesia. Situasi dan kondisi politik yang terjadi di Indonesia khususnya setelah terjadinya pemberontakan G. yang pada saat itu telah berjalan lebih kurang 3 tahun. Pengaruh peristiwa G.30 S PKI tahun 1965 sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan UUPA khususnya program landreform. maupun perubahan strategi pembangunan yang terjadi di Indonesia pasca UUPA. Sedangkan pada perubahan strategi pembangunan agraria. baik yang berkaitan dengan kondisi politik yang terjadi di Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful