P. 1
Dinamika Struktur 1

Dinamika Struktur 1

|Views: 1,443|Likes:
Published by Nur Itu Cahaya

More info:

Published by: Nur Itu Cahaya on Apr 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2015

pdf

text

original

D Di in na am mi ik ka a S St tr ru uk kt tu ur r

Ir. Soetoyo

PENDAHULUAN
Selama ini telah dipelajari perilaku struktur yang mendapat beban statis, artinya beban-
beban tersebut tetap, baik intensitasnya, tempatnya, arah garis kerjanya. Sedangkan
dalam dinamika struktur akan dipelajari perilaku struktur jika struktur tersebut
mendapat beban dinamis, yaitu beban yang berubah-ubah menurut fungsi waktu ( time
varying ).
Perbedaan antara Beban Dinamik dan Beban Statik :
Beban Statik :
Adalah beban tetap, baik besarnya (intensitasnya), titik bekerjanya dan arah garis
kerjanya.
Beban Dinamik :
1. Beban yang besarnya ( intensitasnya ) berubah-ubah menurut waktu, sehingga dapat
dikatakan besarnya beban merupakan fungsi waktu.
2. Bekerja hanya untuk rentang waktu tertentu saja, akan tetapi walaupun hanya bekerja
sesaat akibat yang ditimbulkan dapat merusakkan struktur bangunan, oleh karena itu
beban ini harus diperhitungkan didalam merencanakan struktur bangunan.
3. Beban dinamis lebih kompleks dari pada beban statis.
Contoh-contoh Beban Dinamik
a. Getaran yang di-akibatkan oleh generator.
b. Getaran dijembatan yang diakibatkan oleh gerakan kendaraan.
c. Getaran yang di-akibatkan oleh suara yang keras, seperti mesin jet pesawat terbang.
d. Beban Angin.
Angin dengan kecepatan tinggi dan menerpa suatu struktur bangunan dapat di-
ekivalenkan sebagai suatu gaya yang bekerja sekaligus menggetarkan struktur
bangunan.
e. Beban Gelombang Air Laut.
Gelombang air laut menimpa bangunan pantai seperti pemecah gelombang ( break-
water ), dermaga dll. juga merupakan beban dinamik yang di-ekivalenkan suatu gaya
yang bekerja pada bangunan-bangunan tersebut.
Energi gelombang ini dapat disebabkan adanya tiupan angin yang kencang, maupun
gempa bumi yang terjadi didasar laut dapat menimbulkan gelombang tsunami.
f. Gempa bumi.
g. Ledakan bahan peledak atau bom.
h. Dan lain-lain.







01
D Di in na am mi ik ka a S St tr ru uk kt tu ur r
Ir. Soetoyo


TYPE-TYPE BEBAN DINANIS.
1. GETARAN BEBAS ( FREE VIBRATION )
Jika pada suatu struktur diberikan simpangan kekiri (gambar 1a dan 1b). Jika gaya
dorong ( tangan ) yang memberi simpangan dihilangkan, maka struktur tersebut
akan bergetar secara bebas kekiri dan kekanan. Tetapi makin lama getaran akan
berkurang secara perlahan-lahan mengikuti fungsi waktu, dan akhirnya berhenti.
A A
a b c

Gambar 1

Pengurangan ini disebabkan karena adanya factor redaman ( damping ), dunama
bahan struktur tersebut mempunyai kemampuan untuk meredam getaran.
Pada gambar 1a, struktur diberi suatu simpangan A dengan memberikan gaya luar P.
Kemudian gaya P dihilangkan. Karena keadaan elastis struktur, maka struktur
berusaha kembali kekeadaan semula dengan suatu percepatan tertentu, bahkan akan
menyimpang kearah sebaliknya ( gambar 1c), sehingga sistem akan bergetar terus.
Karena struktur dalam keadaan elastis maka tidak akan terjadi kehilangan energi,
sehingga struktur terebut akan bergetar terus. Tetapi dengan adanya gesekan dengan
udara dan gesekan pertikel-pertikel dalam bahan struktur serta kelelahan bahan,
maka getaran struktur tersebut lama kelamaan akan berhenti. Gaya yang
menyebabkan kehilangan energi tersebut disebur ″ gaya peredam ″ (damping force).
2. GETARAN BERKALA ATAU PERIODIK ( PERIODIC LOADING )
Beban/getaran berkala ini merupakan beban yang berulang-ulang, dimana setelah
waktu getar T tercapai, beban/getaran tersebut akan bekerja lagi seperti semula.
Beban/getaran berkala atau periodik ini dapat dibagi menjadi 2 ( dua ), yaitu :
a. Beban/Getaran Harmonis
Fungsi waktu dari beban/getaran harmonis mengikuti fungsi sinus atau cosinus
seperti digambarkan dibawah ini.
T
F ( t )
( t )
Fungsi sinus
( a )
F ( t )
( t )
T
( b )
Fungsi cosinus

Gambar 2
02
D Di in na am mi ik ka a S St tr ru uk kt tu ur r
Ir. Soetoyo


Contoh dari beban/getaran harmonis ini adalah getaran dari mesin yang
ditempatkan pada gedung.
b. Beban/getaran kompleks tidak harmonis
Beban periodik kompleks merupakan jumlah dari komponen-komponen beban
harmonis.
Beban/getaran kompleks ini juga periodik, jadi setelah waktu getar T tercapai,
beban/getaran akan kembali berulang seperti semula, hal ini dapat dilihat pada
grafik dibawah ini.
T
t
F ( t )

Gambar 3
Contoh dari beban/getaran kompleks tidak harmonis ini adalah gaya hidrodinamis
yang diakibatkan oleh putaran baling-baling kapal.
3. BEBAN/GETARAN TIDAK BERKALA ( NON PERIODIC LOADING )
Pada beban/getaran tidak berkala ( non periodic loading ) ini setelah waktu getar T
tercapai, beban/getaran tidak akan berulang kembali dengan besaran yang sama
seperti pada beban/getaran berkala.
Beban tidak berkala ini ada 2 (dua ), yaitu :
a. Beban Impuls ( Impulsive Load )
Beban Impuls adalah beban yang bekerja sesaat pada rentang waktu t
1
yang
sangat pendek ( singkat ) sekali dibandingkan dengan waktu getarnya ( T ).
F ( t )
t
t1

Gambar 4


03
D Di in na am mi ik ka a S St tr ru uk kt tu ur r
Ir. Soetoyo



Dari grafik gambar 4 diatas tampak bahwa dalam rentang waktu yang sangat
singkat ( t
1
) beban dinamis besarnya akan mencapai puncaknya, kemudian
secara perlahan-lahan akan berkurang sampai pada suatu saat akan berhenti
getarannya.
Contoh beban impuls ini adalah pengaruh ledakan bom pada struktur bangunan.
b. Beban/Getaran tak beraturan dalam jangka lama ( Long duration loading )
Grafik beban/getaran dinamis tak beraturan dalam jangka lama dapat digambarkan
seperti grafik dibawah ini ( gambar 5 ).
F ( t )
t

Gambar 5

Contah beban/getaran ini adalah pengaruh gaya gempa pada tangki air yang berada
dimenara.
DERAJAT KEBEBASAN ( DEGREE OF FREEDOM )
Derajat kebebasan adalah derajat independensi yang diperlukan untuk menyatakan
posisi suatu sistem atau struktur pada setiap saat.
x
y
z
m
Y
X
Z

Gambar 6
Maka dapat dikatakan sistem/struktur massa m tersebut mempunyai 6 ( enam )
derajat kebebasan.



04
Pada gambar disamping ini, suatu massa m
dengan kordinat ( x, y, z ) bebas bergerak
terhadap sumbu X, Y dan Z. Bila pada massa
tersebut dikenakan beban getaran, maka
masssa tersebut kemungkinan dapat bergeser
/ translasi sepanjang sumbu X, Y dan Z.
Selain bergeser/translasi, kemungkinan maka
massa tersebut dapat berputar terhadap
sumbu X, Y dan Z.
D Di in na am mi ik ka a S St tr ru uk kt tu ur r
Ir. Soetoyo


Contoh – contoh :
P ( t )
y
X
Y

Gambar 7
X
Y
y
F ( t )

Gambar 8
X
Y
y
1
2
y
F ( t )

Gambar 9
Model Mathematik pada Problem Dinamik
Untuk memudahkan penyelesaian problem pada Dinamik Struktur, pada umumnya
suatu struktur dibuat model mathematisnya, sehingga penyelesaian persoalan dinamika
dapat dilakukan secara lebih jelas/mudah dan dapat menggunakan prinsip-prinsip
mathematis.

05
Suatu portal seperti gambar disamping ini
dibebani dengan beban dinamis P ( t ).
Akibat beban P ( t ) portal akan bergoyang
kekiri dan kekanan sepanjang sumbu X.
Jadi portal disamping ini mempunyai satu
derajat kebebasan, atau ″ Single Degree of
Freedom ″ dan disingkat S.D.O.F.


Pada gambar 8 disamping ini suatu balok kan-
tilever dibebani dengan beban dinamis F ( t ).
Akibat beban dinamis kantilever akan melendut
kebawah dan kembali keatas, kebawah lagi dan
seterusnya. Gerakan kantilever ini sepanjang
sumbu y, jadi kantilever ini juga mempunyai
satu derajat kebebasan ( Single Degree of Free-
dom ).
Suatu portal 2 tingkat seperti gambar 9 di-
samping ini dibebani dengan gaya dinamis
sebesar F ( t ). Akibat beban dinamis portal
akan bergoyang kekanan dan kekiri sepan-
jang sumbu X. Lantai 1 akan bertranslasi y
1

dan lantai 2 akan bertranslasi y
2
. Sistem
portal seperti gambar disamping ini
dikatakan Multi Degree of Freedom dan di-
singkat M.D.O.F.
D Di in na am mi ik ka a S St tr ru uk kt tu ur r
Ir. Soetoyo


Didalam model mathematis tersebut, semua gaya-gaya aksi ( gaya luar ) dan reaksi ( ter-
masuk gaya-gaya dalam ) yang terlibat dalam sistem yang ditinjau semua telah dimodel-
kan, maka ekspresi mathematik atas keseimbangan sistem yang bersangkutan dapat
disusun dan dikenali dengan mudah, sehingga persoalan dinamika dapat diselesaikan.
STRUKTUR TANPA REDAMAN ( UNDMPED STRUCTURE ).
Struktur portal satu tingkat seperti gambar 6 a dibawah ini memikul beban gravitasi q
yang merupakan beban merata dan beban dinamik horisontal P ( t ).
P ( t )
q = t/m
,
( a )
Struktur yang sebenarnya
k
P ( t )
m
y
( b )
Model Matematik
k
P
y
( c )
Linier Elastik

Gambar 10
Akibat beban dinamik P ( t ) portal akan bergoyang berganti-ganti kekiri dan kekanan.
Disini ada 2 parameter yang akan mempengaruhi besar-kecilnya simpangan goyangan
portal, yaitu : massa ( m ) dan kekakuan kolom ( k ). Dua parameter ini selanjutnya
disebut ″ dinamik karakteristik ″ portal tersebut.
Beban gravitasi dimodelkan sebagai suatu massa m, yang dapat dihitung dengan suatu
rumus :
m =
g
W

Dimana : W = q x panjang beban merata
G = percepatan gravitasi = 9,8 m/det
2

Kemudian struktur portal ini secara matematik dimodelkan seperti gambar 10b diatas.
Massa m dimodelkan sebagai kotak diatas 2 roda yang bergerak diatas landasan akibat
beban dinamik P ( t ), geseran roda dengan landasan disini diabaikan. Gerakan kotak
massa m ini dikendalikan oleh suatu pegar/per dengan konstanta pegas k yang
memodelkan kekakuan kolom k. Simpangan horisontal y di-ukur dari posisi kotak m
dalam keadaan diam. Kolom memegang peranan yang penting didalam proses goyangan
massa, hal ini ditunjukkan dengan adanya kekakuan kolom k. Semakin kaku kolom ( k
makin besar ), maka goyangan atau simpangannya semakin kecil.
Model mathematik diatas adalah model mathematik struktur tanpa redaman ( Undamped
Structure ). Disini kolom masih dianggap berperilaku elastis, sehingga model pegas
yang dipakai adalah pegas linear elastik seperti digambarkan dalam gambar 10c.
Hubungan antara gaya pegas (disini sama dengan beban dinamis) F ( t ), simpangan y
dan konstanta pegas dinyatakan sebagai :
F ( t ) = k . y


06
D Di in na am mi ik ka a S St tr ru uk kt tu ur r
Ir. Soetoyo


STRUKTUR DENGAN REDAMAN ( DAMPED STRUCTURE )
Semua benda yang bergerak diatas bumi ini akan mengalami tahanan ( resistensi ), baik
karena gesekan dengan benda-benda disekelilingnya maupun oleh peristiwa internal
sendiri benda tersebut.
Dengan adanya resistensi ini, maka gerakan gerakan benda tersebut lambat laun akan
melemah, hal ini pada umumnya dikatakan bahwa terdapat ″ penyerapan enersgi atau
redaman ″ pada struktur atau benda tersebut.
Ada tiga jenis redaman pada peristiwa dinamik, yaitu :
1. Structural Damping
Structural damping adalah redaman yang dihasilkan oleh gesekan internal molekul-
molekul didalam bahan struktur, gesekan antara bagian-bagian struktur dengan alat-
alat penyambung, maupun gesekan antara struktur dengan tumpuannya. Kualitas
material, sambungan serta kondisi tumpuan akan berpengaruh terhadap kekuatan
atau gaya redaman C.
2. Coulomb Damping
Coulomb damping adalah redaman yang dihasilkan oleh gesekan sesama benda
padat, misalnya gesekan antara suatu kotak dengan berat / gaya normal N dengan
lantai seperti gambar 11 dibawah ini.
N
F ( t )
G
φ
N
N tanφ

Gambar 11
Kotak mendapat beban dinamik F ( t ), maka kotak akan bergerak dan gerakan kotak
akan mendapat redaman akibat gesekan dengan lantai. Karena keseimbangan, maka
komponen vertikal gaya perlawanan G akan sama besar dengan gaya normal/berat
kotak N. Gaya redaman adalah komponen horisontal dari gaya perlawanan G, yaitu :
C = N tan ∅
Dimana ∅ adalah sudut geser antara kotak dengan lantai,
3. Viscous Damping.
Viscous damping adalah redaman yang dihasilkan oleh antara benda padat dan benda
cair/gas ( air, minyak, olie atau udara ).
Sebagai contoh adalah gerakan torak didalam silinder yang dilumasi olie, gerakan
perahu diatas air, hambatan angin terhadap mobil yang berjalan dijalan raya dsb.



07
D Di in na am mi ik ka a S St tr ru uk kt tu ur r
Ir. Soetoyo


Goyangan struktur akibat beban dinamik pada umumnya dimodelkan sebagai viscous
damping, oleh karena itu didalam model mathematis menggunakan simbol piston
didalam silinder seperti contoh berikut ini.
P ( t )
L
q t/m'
C
A
B
D
E
k
m
P ( t )
( a ) ( b )
C

Gambar 12
Gaya redaman C dapat dihitung dengan rumus : C = c . y′
Dimana : C = gaya redaman
c = koefisien redaman
y′ = kecepatan gerakan/goyangan portal.
Model mathematis portal tersebut seperti digambar 12b
Kekakuan ekivalen
k
1 2 3
k k
k
1
2
k
3
k
m
q
F ( t )
A C E
B D F
Portal 3 kaki ( kolom ) Model Mathematik
( a )
( b )
F ( t )

Gambar 13
Suatu portal dengan 3 kaki ( kolom ) seperti gambar 13a diatas dengan kekakuan
masing-masing kolom adalah sebagai berikut :
Kekakuan kolom AB = k
1

Kekakuan kolom CD = k
2

Kekakuan kolom EF = k
3

Kekakuan kolom dimodelkan sebagai pegas/per yang dipasang paralel dengan konstanta
pegar masing-masing k
1
. k
2
, k
3
seperti gambar 13b diatas
Hubungan antara gaya pegas, konstanta pegas dan translasi pegas dapat dinyatakan
sebagai berikut :
F
1
( t ) = k
1
. y F
2
( t ) = k
2
. y F
3
( t ) = k
3
. y
Karena dipasang paralel maka translasi masing-masing pegas sama, yaitu : y


08
D Di in na am mi ik ka a S St tr ru uk kt tu ur r
Ir. Soetoyo


F ( t ) = F
1
( t ) + F
2
( t ) + F
3
( t ) = ( k
1
+ k
2
+ k
3
) y
Didepan ( halaman 6 ) telah diketahui hubungan antara gaya pegas F ( t ), konstanta
pegas / kekakuan kolom dan simpangan y, sehingga kekakuan ekuivalen adalah :
k
e
= k
1
+ k
2
+ k
3

Jadi secara umum untuk portal dengan model mathematis sebagai pegas yang dipasang
paralel kekakuan ekuivalennya adalah :
k
e
=

=
n
i
i
k
1



k
1
2
k
k
1
2
k
y
P ( t )
m
P ( t )
Portal 2 tingkat
( A )
Model Mathematis Portal 2 tingkat
( B )

Gambar 14

Pada gambar 14 diatas adalah suatu portal dua tingkat dengan kekakuan ekuivalen
kolom bagian bawah k
1
dan kekakuan ekuivalen kolom atas adalah k
2
. Model
mathematik portal ini ( gambar B ) dimana kekakuan kolom dimodelkan sebagai
pegas/per yang dipasang seri dengan konstanta pegas/per masing-masing k
1
dan k
2
.
Hubungan antara gaya pegas P ( t ), konstanta pegas k dan simpangan y untuk masing-
masing pegas adalah sebagai berikut :
Pegas/per 1 ÷→ P ( t ) = k
1
. y
1
÷→ y
1
=
1
) (
k
t P

Pegas per 2 ÷→ P ( t ) = k
2
. y
2
÷→ y
2
=
2
) (
k
t P

Total simpangan : y = y
1
+ y
2
=
1
) (
k
t P
+
2
) (
k
t P
=
|
|
¹
|

\
|
+
2 1
1 1
k k
P ( t )
y =
e
k
1
P ( t )



09
D Di in na am mi ik ka a S St tr ru uk kt tu ur r
Ir. Soetoyo


Sehingga :
e
k
1
=
1
1
k
+
2
1
k

Atau secara umum untuk portal bertingkat dengan model mathematik pegar yang
dipasang seri kekakuan ekuivalen kolomnya adalah :

e
k
1
=

= )
`
¹
¹
´
¦
n
i i
k
1
1


KEKAKUAN LATERAL KOLOM DENGAN TUMPUAN JEPIT
h
EI
( a )
h
EI
y
A
B
A
B B
'
M
AB
BA
M
( b )
H
H

Gambar 15
Suatu kolom dengan tumpuan jepit dan ujung atas kolom juga dijepit, panjang kolom h,
modulus elastisitas kolom E dan momen inersia penampang kolom I ( gambar 15a ).
Kemudian ujung atas kolom diberi simpangan/goyangan y, sehingga timbul momen
M
AB
dan M
BA
. Seperti telah diketahui didalam mekanika teknik besar momen-momen
tersebut adalah :
M
AB
= M
BA
=
2
6
h
EI
y
Sehingga besarnya gaya geser H adalah :
H =
h
M
AB
+
h
M
BA
=
3
12
h
EI
y ( * )
Definisi kekakuan lateral kolom adalah :
Kekakuan lateral kolom adalah suatu gaya lateral yang dapat menimbulkan simpangan
sebesal 1 (satu) satuan.
Dengan kata lain jika pada persamaan ( * ) diatas y = 1, maka H akan sama dengan k,
sehingga :
k =
3
12
h
EI


10
D Di in na am mi ik ka a S St tr ru uk kt tu ur r
Ir. Soetoyo


KEKAKUAN LATERAL KOLOM DENGAN TUMPUAN SENDI
h
EI
( a )
h
EI
y
A
B
A
B B
'
M
BA
( b )
H
H

Gambar 16

Suatu kolom dengan tumpuan sendi dan bagian atas kolom dijepit seperti gambar 15a
diatas. Panjang/tinggi kolom h, modulus elastisitas kolom E dan momen inersia I.
Kolom bagian atas diberi simpangan sebesar y sehingga akan timbul momen M
BA
pada
ujung atas kolom, sedangkan ditumpuan karena berupa sendi tidak akan timbul momen.
Seperti telah diketahui didalam mekanika teknik, maka besarnya momen tersebut adalah
M
BA
=
2
3
h
EI
y
Sehingga besarnya gaya geser horisontal H adalah :
H =
h
M
BA
=
3
3
h
EI
y
Sesuai dengan definisi kekakuan lateral diatas, maka jika y = 1, maka H = k, sehingga :
k =
3
3
h
EI


Contoh Soal :
3
.
2
0
3
.
2
0
3.50
30 x 40 30 x 40
A
B C
D

11
Suatu portal dengan dua kaki/kolom
seperti gambar disamping ini dengan
tumpuan A jepit dan tumpuan B sen-
di. Panjang kolom h = 3,20 m, sedang
ukuran kolom 30 x 40 cm.
Untuk perjanjian dalam menyebutkan
ukuran kolom adalah lebar x tinggi.
D Di in na am mi ik ka a S St tr ru uk kt tu ur r
Ir. Soetoyo


Konstruksi portal diatas dari beton bertulang dengan modulus elastisitas
E = 210.000 kg/cm
2

Hitunglah kekakuan ekuivalen lateral dari portal tersebut.
Penyelesaian :
Momen Inersia kolom I
AB
= I
CD
=
12
1
30 40
3
= 160.000 cm
4
Kekakuan lateral masing-masing kolom :
k
AB
=
3
12
h
EI
AB
=
3
320
000 . 160 000 . 210 12 x x
= 12.305 kg/cm
k
CD
=
3
3
h
EI
CD
=
3
320
000 . 160 000 . 210 3 x x
= 3.076 kg/cm
Jadi kekakuan ekuivalen lateral pari portal :
k
e
= k
AB
+ k
CD
= 12.305 + 3.076 = 15.381 kg/cm



























12

1. bahkan akan menyimpang kearah sebaliknya ( gambar 1c). 2. Karena struktur dalam keadaan elastis maka tidak akan terjadi kehilangan energi. Beban/getaran berkala atau periodik ini dapat dibagi menjadi 2 ( dua ). Jika gaya dorong ( tangan ) yang memberi simpangan dihilangkan. beban/getaran tersebut akan bekerja lagi seperti semula. maka struktur tersebut akan bergetar secara bebas kekiri dan kekanan. Beban/Getaran Harmonis Fungsi waktu dari beban/getaran harmonis mengikuti fungsi sinus atau cosinus seperti digambarkan dibawah ini. sehingga struktur terebut akan bergetar terus. Tetapi makin lama getaran akan berkurang secara perlahan-lahan mengikuti fungsi waktu. Kemudian gaya P dihilangkan. A A a b Gambar 1 c Pengurangan ini disebabkan karena adanya factor redaman ( damping ). struktur diberi suatu simpangan A dengan memberikan gaya luar P. dan akhirnya berhenti. Tetapi dengan adanya gesekan dengan udara dan gesekan pertikel-pertikel dalam bahan struktur serta kelelahan bahan. sehingga sistem akan bergetar terus. maka struktur berusaha kembali kekeadaan semula dengan suatu percepatan tertentu. Pada gambar 1a. maka getaran struktur tersebut lama kelamaan akan berhenti. Soetoyo TYPE-TYPE BEBAN DINANIS. Gaya yang menyebabkan kehilangan energi tersebut disebur ″ gaya peredam ″ (damping force). dimana setelah waktu getar T tercapai. Karena keadaan elastis struktur. GETARAN BERKALA ATAU PERIODIK ( PERIODIC LOADING ) Beban/getaran berkala ini merupakan beban yang berulang-ulang. yaitu : a. GETARAN BEBAS ( FREE VIBRATION ) Jika pada suatu struktur diberikan simpangan kekiri (gambar 1a dan 1b).Dinamika Struktur Ir. dunama bahan struktur tersebut mempunyai kemampuan untuk meredam getaran. F(t) Fungsi sinus F(t) Fungsi cosinus (t) (t) T (a) T (b) Gambar 2 02 .

F(t) t t1 Gambar 4 03 . jadi setelah waktu getar T tercapai. Beban/getaran kompleks tidak harmonis Beban periodik kompleks merupakan jumlah dari komponen-komponen beban harmonis. Soetoyo Contoh dari beban/getaran harmonis ini adalah getaran dari mesin yang ditempatkan pada gedung. Beban/getaran kompleks ini juga periodik. F(t) t T Gambar 3 Contoh dari beban/getaran kompleks tidak harmonis ini adalah gaya hidrodinamis yang diakibatkan oleh putaran baling-baling kapal. BEBAN/GETARAN TIDAK BERKALA ( NON PERIODIC LOADING ) Pada beban/getaran tidak berkala ( non periodic loading ) ini setelah waktu getar T tercapai. beban/getaran tidak akan berulang kembali dengan besaran yang sama seperti pada beban/getaran berkala. beban/getaran akan kembali berulang seperti semula. 3. hal ini dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Beban Impuls ( Impulsive Load ) Beban Impuls adalah beban yang bekerja sesaat pada rentang waktu t1 yang sangat pendek ( singkat ) sekali dibandingkan dengan waktu getarnya ( T ). b.Dinamika Struktur Ir. yaitu : a. Beban tidak berkala ini ada 2 (dua ).

y. 04 . Bila pada massa tersebut dikenakan beban getaran. Soetoyo Dari grafik gambar 4 diatas tampak bahwa dalam rentang waktu yang sangat singkat ( t1 ) beban dinamis besarnya akan mencapai puncaknya.Dinamika Struktur Ir. Beban/Getaran tak beraturan dalam jangka lama ( Long duration loading ) Grafik beban/getaran dinamis tak beraturan dalam jangka lama dapat digambarkan seperti grafik dibawah ini ( gambar 5 ). z ) bebas bergerak terhadap sumbu X. Y dan Z. DERAJAT KEBEBASAN ( DEGREE OF FREEDOM ) Derajat kebebasan adalah derajat independensi yang diperlukan untuk menyatakan posisi suatu sistem atau struktur pada setiap saat. Selain bergeser/translasi. kemungkinan maka massa tersebut dapat berputar terhadap sumbu X. Y dan Z. suatu massa m dengan kordinat ( x. kemudian secara perlahan-lahan akan berkurang sampai pada suatu saat akan berhenti getarannya. Contoh beban impuls ini adalah pengaruh ledakan bom pada struktur bangunan. Gambar 6 Maka dapat dikatakan sistem/struktur massa m tersebut mempunyai 6 ( enam ) derajat kebebasan. F(t) t Gambar 5 Contah beban/getaran ini adalah pengaruh gaya gempa pada tangki air yang berada dimenara. maka masssa tersebut kemungkinan dapat bergeser / translasi sepanjang sumbu X. Y dan Z. b. Z z m X y x Y Pada gambar disamping ini.

F(t) Y y X Gambar 8 Pada gambar 8 disamping ini suatu balok kantilever dibebani dengan beban dinamis F ( t ). kebawah lagi dan seterusnya.O. sehingga penyelesaian persoalan dinamika dapat dilakukan secara lebih jelas/mudah dan dapat menggunakan prinsip-prinsip mathematis.F.F. 05 . Akibat beban P ( t ) portal akan bergoyang kekiri dan kekanan sepanjang sumbu X. jadi kantilever ini juga mempunyai satu derajat kebebasan ( Single Degree of Freedom ). y1 Y X Gambar 9 Model Mathematik pada Problem Dinamik Untuk memudahkan penyelesaian problem pada Dinamik Struktur. Gerakan kantilever ini sepanjang sumbu y. Soetoyo Contoh – contoh : y P(t) Y X Gambar 7 Suatu portal seperti gambar disamping ini dibebani dengan beban dinamis P ( t ). pada umumnya suatu struktur dibuat model mathematisnya.D. F(t) y2 Suatu portal 2 tingkat seperti gambar 9 disamping ini dibebani dengan gaya dinamis sebesar F ( t ). Sistem portal seperti gambar disamping ini dikatakan Multi Degree of Freedom dan disingkat M. Lantai 1 akan bertranslasi y1 dan lantai 2 akan bertranslasi y2 .Dinamika Struktur Ir. atau ″ Single Degree of Freedom ″ dan disingkat S. Jadi portal disamping ini mempunyai satu derajat kebebasan.D. Akibat beban dinamis kantilever akan melendut kebawah dan kembali keatas. Akibat beban dinamis portal akan bergoyang kekanan dan kekiri sepanjang sumbu X.O.

simpangan y dan konstanta pegas dinyatakan sebagai : F(t)=k. Beban gravitasi dimodelkan sebagai suatu massa m. hal ini ditunjukkan dengan adanya kekakuan kolom k. maka ekspresi mathematik atas keseimbangan sistem yang bersangkutan dapat disusun dan dikenali dengan mudah. Model mathematik diatas adalah model mathematik struktur tanpa redaman ( Undamped Structure ). semua gaya-gaya aksi ( gaya luar ) dan reaksi ( termasuk gaya-gaya dalam ) yang terlibat dalam sistem yang ditinjau semua telah dimodelkan.8 m/det2 Kemudian struktur portal ini secara matematik dimodelkan seperti gambar 10b diatas. Disini ada 2 parameter yang akan mempengaruhi besar-kecilnya simpangan goyangan portal. maka goyangan atau simpangannya semakin kecil. Simpangan horisontal y di-ukur dari posisi kotak m dalam keadaan diam. Semakin kaku kolom ( k makin besar ). Gerakan kotak massa m ini dikendalikan oleh suatu pegar/per dengan konstanta pegas k yang memodelkan kekakuan kolom k. Soetoyo Didalam model mathematis tersebut.y 06 . yang dapat dihitung dengan suatu rumus : W m= g Dimana : W = q x panjang beban merata G = percepatan gravitasi = 9. k m y P k P(t) y (a) Struktur yang sebenarnya (b) Model Matematik (c) Linier Elastik P(t) q = t/m Gambar 10 Akibat beban dinamik P ( t ) portal akan bergoyang berganti-ganti kekiri dan kekanan. Massa m dimodelkan sebagai kotak diatas 2 roda yang bergerak diatas landasan akibat beban dinamik P ( t ). yaitu : massa ( m ) dan kekakuan kolom ( k ). . Hubungan antara gaya pegas (disini sama dengan beban dinamis) F ( t ). Disini kolom masih dianggap berperilaku elastis. STRUKTUR TANPA REDAMAN ( UNDMPED STRUCTURE ). Kolom memegang peranan yang penting didalam proses goyangan massa. geseran roda dengan landasan disini diabaikan. Struktur portal satu tingkat seperti gambar 6 a dibawah ini memikul beban gravitasi q yang merupakan beban merata dan beban dinamik horisontal P ( t ). sehingga model pegas yang dipakai adalah pegas linear elastik seperti digambarkan dalam gambar 10c. Dua parameter ini selanjutnya disebut ″ dinamik karakteristik ″ portal tersebut.Dinamika Struktur Ir. sehingga persoalan dinamika dapat diselesaikan.

baik karena gesekan dengan benda-benda disekelilingnya maupun oleh peristiwa internal sendiri benda tersebut. hambatan angin terhadap mobil yang berjalan dijalan raya dsb. Viscous damping adalah redaman yang dihasilkan oleh antara benda padat dan benda cair/gas ( air. gesekan antara bagian-bagian struktur dengan alatalat penyambung. Dengan adanya resistensi ini. Viscous Damping. Structural Damping Structural damping adalah redaman yang dihasilkan oleh gesekan internal molekulmolekul didalam bahan struktur. Coulomb Damping Coulomb damping adalah redaman yang dihasilkan oleh gesekan sesama benda padat. minyak. yaitu : C = N tan ∅ Dimana ∅ adalah sudut geser antara kotak dengan lantai. 3. Kualitas material. misalnya gesekan antara suatu kotak dengan berat / gaya normal N dengan lantai seperti gambar 11 dibawah ini.Dinamika Struktur Ir. olie atau udara ). Sebagai contoh adalah gerakan torak didalam silinder yang dilumasi olie. hal ini pada umumnya dikatakan bahwa terdapat ″ penyerapan enersgi atau redaman ″ pada struktur atau benda tersebut. maupun gesekan antara struktur dengan tumpuannya. maka kotak akan bergerak dan gerakan kotak akan mendapat redaman akibat gesekan dengan lantai. gerakan perahu diatas air. maka komponen vertikal gaya perlawanan G akan sama besar dengan gaya normal/berat kotak N. N F(t) N tan φ φ N G Gambar 11 Kotak mendapat beban dinamik F ( t ). Soetoyo STRUKTUR DENGAN REDAMAN ( DAMPED STRUCTURE ) Semua benda yang bergerak diatas bumi ini akan mengalami tahanan ( resistensi ). 07 . yaitu : 1. Karena keseimbangan. 2. sambungan serta kondisi tumpuan akan berpengaruh terhadap kekuatan atau gaya redaman C. Gaya redaman adalah komponen horisontal dari gaya perlawanan G. Ada tiga jenis redaman pada peristiwa dinamik. maka gerakan gerakan benda tersebut lambat laun akan melemah.

q t/m' P(t) B E k C A L (a) (b) D C m P(t) Gambar 12 Gaya redaman C dapat dihitung dengan rumus : C = c .Dinamika Struktur Ir. y F2 ( t ) = k2 . y′ Dimana : C = gaya redaman c = koefisien redaman y′ = kecepatan gerakan/goyangan portal. y F3 ( t ) = k3 . Soetoyo Goyangan struktur akibat beban dinamik pada umumnya dimodelkan sebagai viscous damping. yaitu : y 08 . Model mathematis portal tersebut seperti digambar 12b Kekakuan ekivalen q F(t) B k1 D k2 k3 k1 A C Portal 3 kaki ( kolom ) (a) E Model Mathematik (b) F k3 k2 F(t) m Gambar 13 Suatu portal dengan 3 kaki ( kolom ) seperti gambar 13a diatas dengan kekakuan masing-masing kolom adalah sebagai berikut : Kekakuan kolom AB = k1 Kekakuan kolom CD = k2 Kekakuan kolom EF = k3 Kekakuan kolom dimodelkan sebagai pegas/per yang dipasang paralel dengan konstanta pegar masing-masing k1 . k3 seperti gambar 13b diatas Hubungan antara gaya pegas. oleh karena itu didalam model mathematis menggunakan simbol piston didalam silinder seperti contoh berikut ini. konstanta pegas dan translasi pegas dapat dinyatakan sebagai berikut : F1 ( t ) = k1 . y Karena dipasang paralel maka translasi masing-masing pegas sama. k2 .

sehingga kekakuan ekuivalen adalah : ke = k1 + k2 + k3 Jadi secara umum untuk portal dengan model mathematis sebagai pegas yang dipasang paralel kekakuan ekuivalennya adalah : ke = ∑k i =1 n i P(t) y k2 k1 k2 m k1 P(t) Model Mathematis Portal 2 tingkat (B) Portal 2 tingkat (A) Gambar 14 Pada gambar 14 diatas adalah suatu portal dua tingkat dengan kekakuan ekuivalen kolom bagian bawah k1 dan kekakuan ekuivalen kolom atas adalah k2. y2 → y2 = P(t ) k1 P(t ) k2 Total simpangan : y = y1 + y2 = y= P(t ) P(t )  1 1  + =  +  P(t) k k  k1 k2 2   1 1 P(t) ke 09 . konstanta pegas k dan simpangan y untuk masingmasing pegas adalah sebagai berikut : Pegas/per 1 → P ( t ) = k1 . Soetoyo F ( t ) = F1 ( t ) + F2 ( t ) + F3 ( t ) = ( k1 + k2 + k3 ) y Didepan ( halaman 6 ) telah diketahui hubungan antara gaya pegas F ( t ). Model mathematik portal ini ( gambar B ) dimana kekakuan kolom dimodelkan sebagai pegas/per yang dipasang seri dengan konstanta pegas/per masing-masing k1 dan k2. y1 → y1 = Pegas per 2 → P ( t ) = k2 .Dinamika Struktur Ir. konstanta pegas / kekakuan kolom dan simpangan y. Hubungan antara gaya pegas P ( t ).

panjang kolom h. maka H akan sama dengan k. Kemudian ujung atas kolom diberi simpangan/goyangan y. Seperti telah diketahui didalam mekanika teknik besar momen-momen tersebut adalah : MAB = MBA = 6 EI y h2 Sehingga besarnya gaya geser H adalah : H= M AB M 12 EI + BA = y h h h3 (*) Definisi kekakuan lateral kolom adalah : Kekakuan lateral kolom adalah suatu gaya lateral yang dapat menimbulkan simpangan sebesal 1 (satu) satuan. Dengan kata lain jika pada persamaan ( * ) diatas y = 1. sehingga timbul momen MAB dan MBA. modulus elastisitas kolom E dan momen inersia penampang kolom I ( gambar 15a ). Soetoyo Sehingga : 1 1 1 = + ke k1 k2 Atau secara umum untuk portal bertingkat dengan model mathematik pegar yang dipasang seri kekakuan ekuivalen kolomnya adalah : 1 = ke ∑ k  i =1 n 1  i KEKAKUAN LATERAL KOLOM DENGAN TUMPUAN JEPIT y B B ' B M BA EI EI MAB A (a) A (b) h h H H Gambar 15 Suatu kolom dengan tumpuan jepit dan ujung atas kolom juga dijepit. sehingga : k= 12 EI h3 10 .Dinamika Struktur Ir.

20 m.50 3. 3. Seperti telah diketahui didalam mekanika teknik.20 3. maka jika y = 1. Untuk perjanjian dalam menyebutkan ukuran kolom adalah lebar x tinggi. Soetoyo KEKAKUAN LATERAL KOLOM DENGAN TUMPUAN SENDI y B B ' B M BA EI EI h h H H A (a) A (b) Gambar 16 Suatu kolom dengan tumpuan sendi dan bagian atas kolom dijepit seperti gambar 15a diatas. sehingga : H= k = 3EI h3 Contoh Soal : B C 30 x 40 30 x 40 A D Suatu portal dengan dua kaki/kolom seperti gambar disamping ini dengan tumpuan A jepit dan tumpuan B sendi. sedangkan ditumpuan karena berupa sendi tidak akan timbul momen.20 11 .Dinamika Struktur Ir. Panjang kolom h = 3. sedang ukuran kolom 30 x 40 cm. maka H = k. Panjang/tinggi kolom h. modulus elastisitas kolom E dan momen inersia I. Kolom bagian atas diberi simpangan sebesar y sehingga akan timbul momen MBApada ujung atas kolom. maka besarnya momen tersebut adalah MBA = 3EI y h2 Sehingga besarnya gaya geser horisontal H adalah : M BA 3EI = y h h3 Sesuai dengan definisi kekakuan lateral diatas.

000 kg/cm2 Hitunglah kekakuan ekuivalen lateral dari portal tersebut.305 + 3. Soetoyo Konstruksi portal diatas dari beton bertulang dengan modulus elastisitas E = 210.000 = = 12.000 cm4 Kekakuan lateral masing-masing kolom : 12 EI AB 12 x 210. Penyelesaian : Momen Inersia kolom IAB = ICD = 112 30 403 = 160.076 = 15.076 kg/cm 3 h 3203 Jadi kekakuan ekuivalen lateral pari portal : ke = kAB + kCD = 12.000 x160.305 kg/cm kAB = 3 h 320 3 3EI CD 3x 210.000 x160.000 kCD = = = 3.Dinamika Struktur Ir.381 kg/cm 12 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->