Dalam suatu Sistem Periodik Unsur (SPU), tembaga (Cu) termasuk ke dalam golongan 11.

Tembaga, perak dan emas disebut logam koin karena dipakai sejak lama sebagai uang dalam bentuk lempengan (koin). Hal ini disebabkan oleh logam ini tidak reaktif, sehingga tidak berubah dalam waktu yang lama. Tembaga adalah logam berdaya hantar listrik tinggi, maka dipakai sebagai kabel listrik. Tembaga tidak larut dalam asam yang bukan pengoksidasi tetapi tembaga teroksidasi oleh HNO3 sehingga tembaga larut dalam HNO3 [1]. Bentuk pentahidrat yang lazim terhidratnya, yaitu kehilangan empat molekul airnya pada 110 °C dan kelima-lima molekul air pada 150 °C. Pada 650 °C, tembaga (II) sulfat mengurai menjadi tembaga (II) oksida (CuO), sulfur dioksida (SO2) dan oksigen (O2) [2]. Tembaga (Cu) merupakan salah satu logam yang paling ringan dan paling aktif. + Cu mengalami disproporsionasi secara spontan pada keadaan standar (baku). Hal ini bukan berarti larutan senyawa Cu(I) tidak mungkin terbentuk. Untuk menilai pada keadaan bagaimana mereka ditemukan, yaitu jika kita mencoba membuat (Cu+) cukup banyak pada larutan air, Cu2+ akan berada pada jumlah banyak (sebab konsentrasinya harus sekitar dua juta dikalikan pangkat dua dari Cu+. Disproporsionasi akan menajdi sempurna. Di lain pihak jika Cu+ dijaga sangat rendah (seperti pada zat yang sedikit larut atau ion kompleks mantap), Cu2+ sangat kecil dan tembaga (I) menjadi mantap [3]. Tembaga (II) sulfat mempunyai banyak kegunaan di bidang industri diantaranya untuk mebuat campuran Bordeaux (sejenis fungisida) dan senyawa tembaga lainnya. Senyawa ini juga digunakan dalam penyepuhan dan pewarnaan tekstil serta sebagai bahan pengawet kayu. Bentuk anhidratnya digunakan untuk mendeteksi air dalam jumlah kelumit. Tembaga sulfat juga dikenal sebagai vitriol biru [4]. Tembaga (II) sulfat merupakan padatan kristal biru, CuSO4.5H2O triklini. Pentahidratnya kehilangan 4 molekul air pada 1100 C dan yang ke lima pada 1500C membentuk senyawa anhidrat berwarna putih. Pentahidrat ini dibuat dengan mereaksikan tembaga (II) oksida atau tembaga (II) karbonat dengan H2SO4 encer, larutannya dipanaskan hingga jenuh dan pentahidrat yang biru mengkristal jika didinginkan. Pada skala industri, senyawa ini dibuat dengan memompa udara melaluicampuran tembaga panas dengan H2SO4 encer. Dalam bentuk pentahidrat, setiap ion tembaga (II) dikelilingi oleh empat molekul air pada setiap sudut segi empat, kedudukan kelima dan keenam dari oktahedral ditempati oleh atom oksigen dari anion sulfat, sedangkan molekul air kelima terikat oleh ikatan hidrogen [4] Salah satu sifat dari logam tembaga yaitu tembaga tidak larut dalam asam yang bukan pengoksidasi tetapi tembaga teroksidasi oleh HNO3 sehingga tembaga larut dalam HNO3. 3Cu(s) + 8H+(aq) + 2NO3-(aq) 3Cu2+(aq) + 2NO(g) + 4H2O Logam tembaga dibuat dari tembaga sulfida (Cu2S) yang dioksidasi dengan oksigen. Cu2S + 2O2 2CuO + SO2 2CuO + Cu2S SO2 + 4Cu [1].

adalah 500 μg dalam batas konsentrasi 1 dalam 104. Senyawa Cu2O dan Cu2S dapat dibuat langsung dari unsurnya pada suhu tinggi. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Jilid 3. padat. warna ion tembaga (II) dalam larutan air). Garam-garam tembaga (II) umumnya berwarna biru. dan 1. Ralph H. dalam logam-logam paduan.10-12. seperti tembaga (II) sulfat anhidrat CuSO4. Mereka beracun dan mengion yang berwarna gelap (biru gelap) yang terbentuk dengan larutan amonia berlebihan. Senyawa-senyawa Cu (I) berwarna putih kecuali oksidasinya merah. 2. Jakarta. perunggu kuningan. Secara umum garam tembaga (I) tidak larut dalam air dan tidak berwarna. Senyawa-senyawa Cu (II) lebih stabil dalam larutan. Banyak sekali panas yang dilepaskan pada proses ini [4]. warna ini benar-benar khas hanya untuk ion tetraakuokuprat (II) [Cu(H2O)4]2+saja. Garam-garam tembaga (II) anhidrat. Wood. baik dalam bentuk hidrat. alih bahasa Suminar Ahmadi. Erlangga. Sedangkan senyawa Cu (II) hidratnaya biru dan anhidratnya abu-abu. 1992. 1987. 1.Garam tembaga dalam larutan berwarna biru pucat. Kimia Untuk Universitas. perak nikel untuk ketel dan lain-lain [3]. Larutan amonia bila ditambahkan dalam jumlah yang sangat sedikit terbentuk endapan biru suatu garam basa (tembaga sulfat basa). perilakunya mirip perilaku senyawa perak (I). Petrucci. yang dapat diturunkan dari tembaga(II) oksida. CuO. Kedua senyawa ini cenderung nonstoikiometrik karena dapat pula sebagian membentuk CuO dan CuS [1].9.10-9. Cu2Br2. Batas terlihatnya warna ion kompleks tetraakuokuprat(II) (yaitu. Kleinfelter. berwarna putih (atau sedikit kuning) [1]. Mereka mudah dioksidasi menjadi senyawatembaga (II). Penerbit Erlangga . Senyawa CuCl2.10-7. 5. dan karenanya menjadi dapat larut dalam air. monel. Edisi Keenam. Jilid 2. Cu digunakan buat kabel/kawat/peralatan listrik. karena membentuk ion Cu(H2O)42+. tembaga (II) sulfida cenderung teroksidasi menjadi tembaga (II) sulfat. maupun dalam larutan air. Jika larutan ini ditambah amonia akan menghasilkan ion Cu(NH3)42+ yang berwarna biru pekat. Bila dalam keadaan basah dibiarkan terkena udara. Cu2I2 sukar larut dalam air dengan Ksp masing-masing 1. perak jerman. hitam. Keenan.