PEMBINAAN DUKUN BAYI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Asuhan Kebidanan Komunitas dengan pokok bahasan ”PEMBINAAN DUKUN BAYI” Alhamdulillah tugas makalah ini telah selesai, tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing kami Ibu Suwarni, SPd dan semua pihak yang ikut membantu. Kami menyadari Makalah ini belum sempurna, oleh karenanya kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan tugas dihari esok. Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan kami penulis pada khususnya. Atas semua kekurangan kami, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Bojonegoro, April 2011

Penyusun

seperti dukun. (Rita Yulifah. Delapan puluh persen (80%) persalinan di masyarakat masih di tolong oleh tenaga nonkesehatan. Tri Johan Agus Y. dukun di anggap sebagai tokoh masyarakat. Salah satu bentuk kemitraan tersebut adalah dengan melakukan pembinaan dukun.BAB II PENDAHULUAN Tingginya angka kematian ibu dan bayi menunjukkan masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan. Masyarakat masih mempercayakan pertolongan persalinan oleh dukun. seperti merawat dan memandikan bayi. 2009 : 131) . pemerintah membuat suatu terobosan dengan melakukan kemitraan dukun dan bidan. Untuk mengatasi permasalahan persalinan oleh dukun. karena pertolongan persalinan oleh dukun dianggap murah dan dukun tetap memberikan pendampingan pada ibu setelah melahirkan. Dukun di masyarakat masih memegang peranan penting.

http://wwwfitry. (Dep Kes RI. umumnya buta huruf o Pekerjaan sebagai dukun umumnya bukan untuk tujuan mencari uang tetapi karena ‘panggilan’ atau melalui mimpi-mimpi.com/2011/02/pembinaan-dukun-bayi.blogspot. misalnya kedudukan dukun bayi dalam masyarakat .BAB II PEMBAHASAN I.com/2010/04/pembinaan-dukun-bayi-pemberitahuan-ibu. o Pendidikan tidak melebihi pendidikan orang biasa. pada umumnya seorang wanita yang mendapat kepercayaan serta memiliki ketrampilan menolong persalinan secara tradisional dan memperoleh ketrampilan tersebut dengan cara turun temurun belajar secara praktis atau cara lain yang menjurus kearah penigkatan ketrampilan tersebut serta melalui petugas kesehatan. PENGERTIAN Dukun bayi adalah orang yang dianggap terampil dan dipercaya oleh masyarakat untuk menolong persalinan dan perawatan ibu dan anak sesuai kebutuhan masyarakat.html : 19-042011:10:10 Ø Dukun mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : o Pada umumnya adalah seorang anggota masyarakat yang cukup dikenal di desa. Misalnya petani. 1994 : 2) Dukun bayi adalah seorang anggota masyarakat. Kemampuan ini diperoleh secara turun menurun dari ibu kepada anak atau dari keluarga dekat lainnya (Kusnada Adimihardja) http://dhila31.blogspot. dengan tujuan untuk menolong sesama o Disamping menjadi dukun. pada umumnya seorang wanita yang mendapat kepercayaan serta memiliki keterampilan menolong persalinan secara tradisional dan memperoleh keterampilan tersebut dengan cara turun-temurun belajar secara praktis atau cara lain yang menjurus kearah peningkatan keterampilan tersebut serta melalui petugas kesehatan.html:19-04-2011: 10 :10 Dukun bayi adalah seorang anggota masyarakat. mereka mempunyai pekerjaan lainnya yang tetap. tetapi menurut kemampuan dari masing-masing orang yang ditolong sehingga besar kecil uang yang diterima tidak sama setiap waktunya o Umumnya dihormati dalam masyarakat atau umumnya merupakan tokoh yang berpengaruh. atau buruh kecil sehingga dapat dikatakan bahwa pekerjaan dukun hanyalah pekerjaan sambilan o Ongkos yang harus dibayar tidak ditentukan. Dukun bayi adalah seorang wanita atau pria yang menolong persalinan.

gizi serta pencatatan kelahiran dan kematian. Menurut Depkes RI. Pembinaan dukun merupakan salah satu upaya menjalin kemitraan antara tenaga kesehatan (bidan) dan dukun dengan tujuan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. http://wwwfitry. deteksi dini terhadap risiko tinggi pada ibu dan bayi. 2009 : 132) Ø Supervise / pembinaan adalah Bimbingan teknis yang terus menerus dan berkesinambungan untuk mencapai suatu tujuan.html:19-042011:10:10 Pembinaan dukun adalah suatu pelatihan yang di berikan kepada dukun bayi oleh tenaga kesehatan yang menitikberatkan pada peningkatan pengetahuan dukun yang bersangkutan. http://dhila31.com/2010/04/pembinaan-dukun-bayi-pemberitahuan-ibu. Dukun Bayi Terlatih. Tri Johan Agus Y.blogspot. serta pengetahuan tentang perawatan kehamilan . adalah dukun bayi yang telah mendapatkan pelatihan oleh tenaga kesehatan yang dinyatakan lulus. dukun bayi dibagi menjadi 2 yaitu : 1.http://dhila31. yaitu mengenai kebersihan alat – alat persalinan dan perawatan bayi baru lahir. Pembinaan hasil kegiatan yang dilaksanan oleh dukun bayi. 2.html:19-042011:10:10 Ø Pembagian Dukun Bayi.html:19-04-2011:10:10 Ø Kesalahan yang sering dilakukan oleh dukun sehingga dapat mengakibatkan kematian ibu dan bayi. (Rita Yulifah. Dukun Bayi Tidak Terlatih. KB. adalah dukun bayi yang belum pernah terlatih oleh tenaga kesehatan atau dukun bayi yang sedang dilatih dan belum dinyatakan lulus. Pembinaan ketrampilan dukun bayi b. . antara lain : § Terjadinya robekan rahim karena tindakan mendorong bayi didalam rahim dari luar sewaktu melakukan pertolongan pada ibu bersalin § Terjadinya perdarahan pasca bersalin yang disebabkan oleh tindakan mengurut-ngurut rahim pada waktu kala III § Terjadinya partus tidak maju. Menjangkau 2 aspek : a.blogspot.com/2011/02/pembinaan-dukun-bayi.blogspot. terutama dalam hal higiene sanitasi.com/2010/04/pembinaan-dukun-bayi-pemberitahuan-ibu. Untuk mencegah kesalahan tindakan dukun tersebut di perlukan suatu bimbingan bagi dukun. karena tidak mengenal tanda kelainan partus dan tidak mau merujuk ke puskesmas atau RS.

bulin dan bufas c. Menjaga. . Sebagai kesempatan pemasukan bahan habis pakai Sebagai bahan asupan dalam penyusunan laporan kegiatan petugas puskesmas.http://dhila31. persainan. (Rita Yulifah. Menjaga.com/2011/02/pembinaan-dukun-bayi. Memperbesar peran dukun bayi dalam program KB dan pendidikan kesehatan di berbagai aspek kesehatan reproduksi dan kesehatan anak. 3. nifas dan bayi baru lahir. TUJUAN PEMBINAAN Ø Tujuan supervisi / bimbingan dukun bayi : a. seperti memberikan. Dukun tidak mengenal keadaan patologis dan kehamilan.com/2010/04/pembinaan-dukun-bayi-pemberitahuan-ibu. 2. Untuk memperbaiki kegiatan – kegiatan yang sebenarnya sudah dilakukan oleh dukun. Kekurangan Dukun belum mengerti teknik septik dan anti-septik dalam menolong persalinan. sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat dikurangi atau di cegah sedini mungkin. http://wwwfitry. d. maka di lakukan upaya pelatihan dan pembinaan dukun dengan tujuan : 1. menpertahankan. Tri Johan Agus Y.blogspot.html:19-042011:10:10 II. Kelebihan o Dukun merawat ibu dan bayinya sampai tali pusatnya putus o Kontak ibu dan bayi lebih awal dan lama o Persalinan dilakukan di rumah o Biaya murah dan tidak ditentukan. mempertahankan dan meningkatkan cakupan hasil kegiatan dukun dalam merawat bumil. 2009 :133) Ø Kelebihan dan Kekurangan persalinan yang ditolong oleh dukun antara lain: 1. serta mengatasi masalah yang mungkin muncul pada saat persalinan. saran tentang kehamilan. melakukan persalinan bersih dan aman. meningkatkan ketrampilan dukun bayi b. Agar mereka memiliki pengetahuan dan ide baru yang dapat di sampaikan dan diterima oleh anggota masyarakat. 2.html:19-04-2011:10:10 Untuk meningkatkan status dukun.blogspot.

Posyandu pada hari buka oleh petugas / pembina posyandu . Melakukan pendekatan dengan para tokoh masyarakat setempat. Menganjurkan dan mengajak dukun merujuk kasus – kasus risiko tinggi kehamilan kepada tenaga kesehatan. (Rita Yulifah. 1992). 2009 : 133) Ø Pelaksana supervisi / bimbingan / pembinaan . Tri Johan Agus Y. di butuhkan upaya agar bidan dapat melakukan pembinaan dukun. 6.Petugas imunisasi .Petugas gizi Ø Tempat pelasanaan pembinaan dukun bayi . Melakukan pendekatan dengan para dukun. Memberi pengetahuan kepada para dukun tentang komplikasi – komplikasi kehamilan dan bahaya proses persalinan. 3. UPAYA PEMBINAAN DUKUN Masyarakat masih menganggap dukun sebagai tokoh masyarakat yang patut di hormati.Dokter .Perawat kesehatan . 2.blogspot.html:19-042011:10:10 III. Membina kemitraan denga dukun dengan memegang asas saling menguntungkan. http://dhila31.Pengetahuan dukun rendah sehingga sukar ditatar dan di ikutsertakan dalam program pemerintah. Memberikan pengetahuan kepada para dukun tentang pentingnya persalinan yang bersih dan aman. memiliki peranan penting bagi ibu – ibu di desa. Ø Beberapa upaya yang dapat di lakukan bidan di antaranya adalah : 1. 5. Oleh karena itu. 4. (Pedoman Supervise Dukun Bayi.com/2010/04/pembinaan-dukun-bayi-pemberitahuan-ibu.Bidan .

dll) b. Ø Waktu pelaksanaan pembinaan dukun bayi o Saat kunjungan supervisi petugas puskesmas di posyandu di desa tempat tinggal dukun. Pengenalan golongan risiko tinggi Ibu yang termasuk dalam golongan risiko tinggi adalah : Umur terlalu muda (kurang dari 16 tahun) atau terlalu tua (lebih dari 35 tahun) Tinggi badan kurang dari 145 cm Jarak antar kehamilan terlalu dekat (kurang dari 2 tahun) atau terlalu lama (lebih dari 10 tahun) Hamil dengan anemia Ibu dengan riwayat persalinan buruk (perdarahan. Nifas dan Rujukan Berikut adalah materi – materi dalam pelaksanaan pembinaan dukun : a. dan wajah . Tri Johan Agus Y. 1.blogspot. operasi. Dukun bayi dapat di libatkan dalam perawatan bayi baru lahir. (Rita Yulifah. yaitu dengan melakukan pendekatan dengan dukun bayi yang ada di desa untuk bekerja sama dalam pertolongan persalinan.com/2011/02/pembinaan-dukun-bayi. o Pertemuan rutin yang telah disepakat o Waktu-waktu lain saat petugas bertemu dengan dukun bayi o Saat mendampingi dukun bayi waktu menolong persalinan http://wwwfitry. KLASIFIKASI MATERI PEMBINAAN DUKUN Promosi Bidan Siaga Salah satu cara untuk melakukan promosi bidan siaga. Bidan dapat memberikan imbalan jasa yang sesuai apabila dukun menyerahkan ibu hamil untuk bersalin ke tempat bu bidan. 2009 : 133) 2. Pengenalan tanda – tanda bahaya pada kehamilan Tanda bahaya pada kehamilan meliputi : Perdarahan pada kehamilan sebelum waktunya Ibu demam tinggi Bengkak pada kaki.Perkumpulan dukun bayi dilaksankan di puskesmas.html IV. Pengenalan Tanda Bahaya Kehamilan.. Persalinan. tangan.

Pengenalan tanda – tanda kelainan pada nifas Tanda kelainan pada nifas meliputi : Perdarahan melalui jalan lahir Keluarnya cairan barbau dari jalan lahir Demam lebih dari dua hari Bengkak pada muka. dan tangan Sakit kepala dan kejang – kejang Payudara bengkak disertai rasa sakit Ibu mengalami gangguan jiwa (Rita Yulifah. Tri Johan Agus Y. . kaki. Pengenalan tanda – tanda bahaya pada persalinan Tanda bahaya pada persalinan yaitu : Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak ibu merasakan mulas Tali pusat atau tangan bayi keluar dari jalan lahir Ibu tidak kuat mengejan atau mengalami kejang Air ketuban keruh dan berbau Plasenta tidak keluar setelah bayi lahir Ibu gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat d. a. BBLR. 2009 : 134) 3. Kebanyakan terjadi karena penggunaan alat pemotong tali pusat yang tidak steril. Tetanus neonatorum menyerang bayi usia di bawah satu bulan. Pengenalan Dini Tetanus Neonatorum. dan Rujukan Tetanus Neonatorum Tetanus Neonatorum adalah salah satu penyakit yang paling berisiko terhadap kematian bayi baru lahir yang di sebabkan oleh Clostridium tetani.Sakit kepala atau kejang Keluar air ketuban sebelum waktunya Frekuensi gerakan bayi berkurang atau bayi tidak bergerak Ibu muntah terus dan tidak mau makan c. penyakit ini sangat menular dan menyebabkan risiko kematian.

bersalin. pergerakan lemah. Pencatatan Kelahiran dan Kematian Ibu dan Bayi Materi lain yang penting dalam pembinaan dukun adalah pencatatan kelahiran dan kematian. sehingga dapat menekan angka kejadian tetanus neonatorum.5 Kg. Tri Johan Agus Y. karena bayi dengan berat badan lahir rendah memerlukan perawatan khusus. Tri Johan Agus Y. dan nifas dengan makanan bergizi. Melalui penyuluhan gizi dan KB yang di lakukan oleh tenaga kesehatan kepada dukun. dan peraturan dari masing – masing daerah atau dukun berasal. memotivasi ibu untuk melakukan imunisasi. Penyuluhan Gizi dan KB Dukun sebagai orang terdekat dengan ibu hamil di masyarakat berkontribusi terhadap suksesnya pelaksanaan program KB dan menjaga kesehatan ibu hamil.136) V. 2009 : 135 . b. 2009 : 132 . dan sianosis. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) BBLR adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2. adat. serta bermanfaat dalam pelaksanaan proses audit apabila ada kematian baik ibu maupun bayi. Mengajak dukun bayi yang sudah di latih untuk ikut serta memberikan penyuluhan dan membantu melakukan deteksi dini ibu risiko tinggi di posyandu maupun pada kegiatan – kegiatan yang ada di masyarakat.133) .Dengan di berikan pembekalan materi tetanus neonatorum di harapkan dukun dapat memperhatikan kebersihan alat persalinan. di harapkan dukun dapat menindaklanjuti dengan menyebarkan kepada masyarakat. Beberapa langkah yang dapat di lakukan bidan dalam pembinaan dukun adalah sebagai berikut : 1. d. LANGKAH – LANGKAH PEMBINAAN DUKUN Pembinaan dukun di lakukan dengan memperhatikan kondisi. (Rita Yulifah. 2. (Rita Yulifah. di sertai dengan tanda – tanda kulit keriput. dan melakukan persalinan pada tenaga kesehatan. karena tidaklah mudah mengajak seorang dukun untuk mengikuti pembinaan. Pemberian materi pencatatan kelahiran dan kematian di tujukan untuk mempermudah dalam pendataan jumlah kelahiran dan kematian di suatu wilayah atau desa. Meminta bantuan pamong desa untuk memotivasi dukun bayi agar bersedia mengikuti pelatihan – pelatihan dukun yang di selenggarakan. Dukun di harapkan dapat segera melakukan rujukan ke Puskesmas atau tenaga kesehatan apabila menemukan tanda – tanda bayi dengan berat badan lahir rendah. c.

Dukun bayi biasanya adalah orang yang di kenal masyarakat setempat. Dukun bayi masih memiliki peranan penting bagi perempuan di pedesaan. Biaya pertolongan persalinan dukun jauh lebih murah daripada tenaga kesehatan. Pelayanan dukun di lakukan sampai ibu selesai masa nifas. sehingga tokoh – tokoh masyarakat dapat . HAMBATAN DAN SOLUSI DALAM PEMBINAAN DUKUN Hambatan – hambatan yang sering di jumpai dalam melakukan pembinaan dukun di masyarakat di antaranya adalah sebagai berikut : Sikap dukun yang kurang kooperatif Kultur yang kuat Sosial ekonomi Tingkat pendidikan 1. Kultur yang Kuat Sosial budaya mengenai dukun yang merupakan hambatan dalam upaya pembinaan dukun adalah sebagai berikut : a. misalnya pamong desa. 2. tokoh agama yang sangat berpengaruh pada pola pikir masyarakat dengan memberikan penjelasan pentingnya pembinaan dukun. e. misalnya memandikan bayi. dukun merasa tersaingi oleh bidan. c. Solusi : Lakukan berbagai metode pendekatan dengan tokoh – tokoh masyarakat. para petua – petua desa. Solusi : Informasikan dan tekankan kepada dukun bahwa pembinaan yang di lakukan bukan untuk melakukan perubahan metode atau kebiasaan yang di lakukan oleh dukun dalam melakukan pertolongan persalinan atau untuk bersaing. pembinaan yang di lakukan bertujuan untuk memberikan suatu pemahaman baru dalam pelayanan kebidanan. Bidan harus mengajak dukun untuk bekerja sama dengan cara memberikan imbalan sebagai ucapan terima kasih. Sikap Dukun yang Kurang Kooperatif Faktor yang menyebabkan sikap dukun tidak kooperatif adalah adanya perasaan malu apabila di latih oleh bidan. Libatkan dukun dalam perawatan bayi baru lahir. dan dukun terlalu idealis dengan cara pertolongan persalinan yang di lakukan. Masyarakat masih terbiasa dengan cara – cara tradisional. Akan tetapi.VI. b. f. d. Kepercayaan masyarakat terhadap dukun di peroleh secara turun temurun.

dan ambulans desa. dukun adalah orang tua yang harus di hormati dan mempunyai latar belakang pendidikan rendah. nifas. dan bayi baru lahir. Tingkat pendidikan Kebanyakan di masyarakat. Bidan dapat bekerja sama dengan masyarakat untuk melakukan pemetaan ibu hamil. Sosial Ekonomi Masyarakat denagn sosial ekonomi rendah atau miskin dengan pendidikan yang rendah cenderung mencari pertolongan persalinan pada dukun. dan pembayarannya dapat di angsur. Lakukan pendekatan sesuai dengan tingkat pendidikan dukun. membentuk tabungan ibu bersalin (Tabulin). 3. Tri Johan Agus Y. berdayakan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi dengan pertolongan persalinan di tenaga kesehatan. (Rita Yulifah. dan dapat memperbaiki kebudayaan yang melekat pada diri masyarakat yang dapat merugikan kesehatan terutama kesehatan ibu dan bayi. persalinan. sehingga tidak jarang dukun sulit untuk menerima pemahaman dan pengetahuan baru. donor darah berjalan. Oleh karena dukun memliki latar belakang pendidikan rendah.melakukan advokasi kepada masyarakat. 2009 : 136 . Bidan harus dapat bekerja sama dengan masyarakat mengenai persalinan. Masyarakat yang demikian beranggapan bahwa dukun adalah seorang pahlawan. sehingga mereka dapat memahami dan menerima pengetahuan serta pemahaman baru khususnya mengenai kahamilan. dukun bersedia di bayar dengan barang.138) . Solusi : Sosialisasikan atau apabila di butuhkan musyawarahkan dengan masyarakat tentang biaya persalinan di tenaga kesehatan (bidan). Solusi : Bidan harus memiliki ketrampilan komunikasi interpersonal dan memahami tradisi setempat untuk melakukan pendekatan dan pembinaan ke dukun – dukun. 4. karena melahirkan di dukun lebih murah.

DAFTAR PUSTAKA Yulifah Rita.Jakarta:Salemba Medika Dep Kes RI.2009.1994.”Pedoman Supervisi Dukun Bayi” . Tri Johan Agus Yuswanto.”Asuhan Kebidanan Komunitas”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful