KETERANGAN PERS BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENJELASAN HASIL PENGUJIAN SUSU FORMULA

Nomor: HM.04.02.1.23.02.11.01067 Jakarta, 10 Februari 2011 Sehubungan dengan tugas Badan Pengawas Obat dan Makanan RI dibidang Pengawasan Obat dan Makanan, terkait dengan keamanan, mutu, dan gizi pangan, Badan POM RI selaku otoritas Pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia perlu memberikan penjelasan sesuai dengan tugas dan fungsinya, sebagai berikut: 1. Badan POM sebagai institusi yang memiliki otoritas pengawasan, telah dan akan secara terus menerus melakukan pengawasan produk pangan termasuk produk formula bayi. Pengawasan dilakukan secara komprehensif sesuai dengan kaidah yang berlaku secara internasional meliputi pengawasan yang dimulai dari produk sebelum beredar ( pre market control ) sampai dengan produk di peredaran ( post market control ). 2. Post market control dilakukan secara rutin antara lain melalui inspeksi terhadap sarana produksi untuk pemenuhan penerapan persyaratan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB). Selain itu juga dilakukan sampling produk dari peredaran untuk dilakukan pengujian laboratorium . 3. Sebagai respon atas hasil penelitian IPB yang dipublikasikan pada Februari 2008 dan sebagai tindakan untuk melindungi kesehatan masyarakat serta menjamin bahwa susu formula bayi yang beredar memenuhi syarat, maka pada Maret 2008 Badan POM telah melakukan sampling dan pengujian terhadap 96 (sembilan puluh enam) produk formula bayi . Meskipun pada saat itu sebenarnya belum ditetapkan adanya persyaratan cemaran Enterobacter sakazakii dalam produk formula bayi berbentuk bubuk baik secara nasional maupun internasional ( Codex Alimentarius

Commission/CAC) . Hasil pengujian Badan POM menunjukkan seluruh sampel yang diuji tidak mengandung Enterobacter sakazakii. 4. CAC baru pada Juli 2008 menetapkan k riteria mikrob iologi, antara lain persyaratan batas maksimum cemaran Enterobacter sakazakii untuk produk formula bayi

Badan POM akan tetap mengawal keamanan. C AC dan WHO juga telah menetapkan Guidelines for the Safe Preparation.go.06. tahun 2010 sebanyak 99 sampel. penyiapan dan penyajian sesuai dengan petunjuk yang tercantum dalam label . Selain itu. dan gizi atas produk pangan yang beredar dan a pabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan POM (hukmas@pom. sebagaimana tercantum dalam Code of Hygienic Practice For Powdered Formulae For Infants and Young Children. maka dalam penetapan regulasi terkait dengan standar dan persyaratan produk pangan termasuk produk formula bayi berbentuk bubuk.1.00. Badan POM mengacu pada standar yang ditetapkan oleh CAC. dan tahun 2011 sampai dengan awal Februari sebanyak 18 sampel. kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi formula bayi dengan tetap mengikuti petunjuk penyimpanan. Sesuai dengan tugas dan fungsi Badan POM dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat atas produk susu formula bayi yang beredar. 7.idulpk@pom.52. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas. pada tahun 2009 Badan POM telah menetapkan Peraturan Nomor HK.idhukmas@pom.id) atau melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ulpk@pom. Berdasarkan hal itu.go.berbentuk bubuk.3920 tentang Pengawasan Formula Bayi dan Formula Bayi Untuk Keperluan Medis Khusus.52. HIMBAUAN: 8.id atau 021-4263333 atau 02132199000) . 6. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel tidak mengandung Enterobacter sakazakii. .go. 5. Pada tahun 2009 dilakukan sampling dan pengujian terhadap 11 sampel.05.4011 tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba dan Kimia dalam Makanan. Oleh karena itu pada tahun 2009 Badan POM menetapkan Peraturan Nomor HK.go.1. yang isinya antara lain memuat cara m embersihkan dan sterilisasi peralatan dan cara menyiapkan dan menyajikan formula bayi.00. 9. mutu. Mengingat Indonesia merupakan salah satu dari 184 negara anggota CAC. Storage and Handling of Powdered Infant Formula (FAO/WHO-2007). maka secara konsisten Badan POM melakukan sampling dan pengujian .

.Demikian penjelasan ini kami sampaikan untuk dapat diketahui sebagaimana mestinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful