BAB I PENDAHULUAN

Sebelum tahun 1970 hampir 90% kasus uretritis belum diketahui penyebabnya, sedangkan 10% sudah diketahui penyebabnya, yaitu Gonokok, Trichomonas vaginalis, Candida albicans dan benda asing. Dengan semakin majunya fasilitas diagnostik sesudah tahun 1970, penyebab uretritis sudah diketahui 75%, sedangkan sisanya 25% lagi masih dalam taraf penelitian. (1) Uretritis merupakan kondisi urologis yang normal terjadi dan sulit ditegakkan diagnosanya oleh dokter, sehingga mempersulit pemberian pengobatan yang tepat. Organisme seperti Trichomonas vaginalis, Neiserria gonorrheae, Chlamydial trachomatis dan Mycoplasma sp dilaporkan menjadi penyebab terjadinya uretritis. Meski demikian, sebagian pasien dengan uretritis tidak memiliki organisme tersebut. Dengan demikian, diagnosa uretritis khususnya pada pria dengan tidak adanya penanda inflamasi uretra menjadi sulit, karena belum adanya informasi yang jelas mengenai komposisi flora uretra pada pria normal maupun penderita uretritis. (2)

Pada sebuah studi yang dilakukan, didapatkan beberapa mikroorganisme gram positif yang menjadi mikroflora pada uretra seseorang yang normal. Lactobacilli, Coagulase negative staphylococcidan Streptococci dilaporkan juga menjadi bagian dari flora normal. Partisipasi dari beberapa flora normal ini diyakini menjadi bagian untuk mencegah invasi mikroorganisme oportunistik (2) Uretritis merupakan kondisi inflamasi yang terjadi pada uretra yang dapat disebabkan oleh proses infeksi atau non infeksi dengan manifestasi discar, disuria, atau gatal pada ujung uretra. Temuan fisik yang paling sering ditemukan berupa discar uretra, sedangkan temuan laboratorium menunjukkan adanya peningkatan jumlah leukosit polimorfonuklear dengan pengecatan Gram pada usapan uretra atau dari sedimen pancaran urin awal. Untuk memudahkan dalam perawatan, seringkali infeksi uretritis diklasifikasikankan menjadi Uretritis Gonococcal dan Uretritis Non-gonococcal (disebut pula uretritis non spesifik). (3)

1

Disebut sebagai uretritis gonococcal jika pada pemeriksaan laboratorium ditemukan Neisseria gonorrhea, sebaliknya jika tidak ditemukan N.gonorrhea disebut sebagai urethritia non gonococcal atau uretritis non spesifik. Kedua klasifikasi diatas termasuk dalam kategori penyakit dengan transmisi secara seksual. (4) Infeksi Chlamidya trachomatis pada banyak negara merupakan penyebab utama infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Laporan WHO tahun 1995 menunjukkan bahwa infeksi oleh C. trachomatis diperkirakan 89 juta orang. Di Indonesia sendiri sampai saat ini belum ada angka yang pasti mengenai infeksi C. trachomatis. (5)

2

BAB II URETRITIS GONORE

2.1 DEFINISI GONORE Gonore merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh kuman Gram negatif N. gonorrhoeae.Adapun uretritis gonore adalah gonore yang mengenai saluran uretra. (1)

2.2 EPIDEMIOLOGI Gonore dapat terjadi pada semua ras, usia dan tidak memandang strata sosial. Kejadian penyakit ini meningkat dengan adanya kontak seksual dengan banyak mitra.Di dunia diperkirakan 200 juta kasus baru gonore setiap tahunnya. Dimana pria 1,5 kali lebih banyak daripada wanita.Di Amerika Serikat diperkirakan terdapat 600.000 kasus baru gonore setiap tahunnya, kira-kira 240 kasus per 100.000 populasi. Insiden gonore tertinggi terjadi di negara-negara berkembang. Lebih banyak mengenai penduduk dengan sosial ekonomi rendah. (6)

Secara morfologik gonokok ini terdiri atas 4 tipe, yaitu tipe 1 dan 2 yang mempunyai pili yang bersifat virulen, serta tipe 3 dan 4 yang tidak mempunyai pili dan bersifat nonvirulen. Pili akan melekat pada mukosa epitel dan akan menimbulkan reaksi radang. Daerah yang paling mudah terinfeksi ialah daerah dengan mukosa epitel kuboid atau lapis gepeng yang belum berkembang (imatur), yakni pada vagina wanita sebelum pubertas. Galur N. gonorrhoeae penghasil penisilinase (NGPP) merupakan galur gonokokus yang mampu menghasilkan enzim penisilinase atau betalaktamase yang dapat merusak penisilin menjadi senyawa inaktif, sehingga sukar diobati dengan penisilin dan derivatnya, walaupun dengan peninggian dosis. Pertama kali ditemukan pada pertengahan tahun 1970-an dan dengan cepat meluas ke berbagai Negara. (7) Di Afrika Barat dan Timor Jauh, terapat pertama kali ditemukannya, tetap merupakan endemik, dan didapatkan pada lebih sepertiga isolat.Survei di Filipina melaporkan sebanyak 30 – 40% isolat merupakan NGPP, dan terutama ditemukan pada pekerja seks komersial. Di Indonesia mulai dilaporkan pada tahun 1980 di
3

Koloni transparan atau pekat. NGPP terdapat sebanyak 40 – 60%. modified Thayer-Martin).1 Ciri organisme Secara umum ciri-ciri neisseriae adalah bakteri gram negatif. meninggi dan sifatnya mukoid berdiameter 1-5 mm.4 MORFOLOGI NEISSERIA GONORHEA 2. Gonore 2. diplokokus. non motil. (7) 2.Jakarta. ketika organisme berpasangan sisi yang cekung akan berdekatan.4.4.Di kota-kota besar Indonesia. berdiameter mendekati 0. Gonore di agar biakan 4 . tidak berpigmen dan tidak bersifat hemolitik. Masing-masing cocci berbentuk ginjal. (7) Gambar 2 Kultur N. (7) Gambar 1. koloni gonococci berbentuk cembung.2 Kultur Selama 48 jam pada media yang diperkaya (misalnya Mueller-Hinton.8 μm. berkilau. Penampakan mikroskopik N. sedangkan di kota-kota kecil sampai saat ini belum diperoleh data mengenai hal itu.

4.2. pertumbuhannya dapat dihambat oleh beberapa bahan beracun dari media seperti asam lemak dan garam. koloni yang lebih besar yang mengandung gonoccoci yang berpili juga terbentuk. tes oksidase merupakan kunci dalam mengidentifikasi mereka. Ketika bakteri terlihat pada kertas filter yang telah direndam dengan tetrametil parafenilenediamin hidroklorida (oksidase).Varian yang pekat dan transparan pada kedua bentuk koloni (besar dan kecil) juga terbentuk. (7) Gonococci paling baik tumbuh pada media yang mengandung substansi organic yang kompleks seperti darah yang dipanaskan. menghasilkan asam tetapi bukan gas dan pola fermentasi karbohidratnya merupakan faktor yang membedakan spesies mereka.4. Neisseria menghasilkan oksidase dan memberikan reaksi oksidase positif. Gonoccoci diisolasi dari spesimen klinis atau dipertahankan oleh subkultur nonselektifr yang memiliki ciri koloni kecil yang mengandung bakteri berpili. penjemuran.4 Koloni dan Antigen Gonoccoci biasanya menghasilkan koloni yang lebih kecil dibandingkan neisseriae lainnya. hipoxantin dan urasil cenderung tumbuh dengan sangat lambat pada kultur primernya.3 Karakteristik pertumbuhan Neisseriae paling baik tumbuh pada kondisi aerob. namun beberapa spesies dapat tumbuh pada lingkungan anaerob. hemin. koloni yang pekat berhubungan dengan keberadaan protein yang berada di permukaan. Organisme dapat dengan cepat mati oleh pengeringan. (7) 5 . protein hewan dan dalam ruang udara yang mengandung 5% CO2. neisseria akan dengan cepat berubah warna menjadi ungu tua.Pada subkultur nonselektif. pemanasan lembab dan desinfektan. Mereka menghasilkan enzim autolitik yang dihasilkan dari pembengkakan yang cepat dan lisis in vitro pada suhu 25º C dan pada pH alkalis. yang disebut Opa. Gonoccoci yang membutuhkan arginin.Sebagian besar neisseriae memfermentasikan karbohidrat. Mereka membutuhkan syarat pertumbuhan yang kompleks. (7) 2.

Mereka terbuat dari sekumpulan protein pilin (BM 17. Gonore 2. porsi tersebut menempel pada sel inang dan kurang dikenal oleh respon kekebalan. (7) 2. tetapi por dari strain yang berbeda.(7) 6 .Ini terjadi dalam trimer untuk membentuk pori-pori pada permukaan melalui nutrisi yang masuk ke dalam sel. yang mengandung persentase yang tinggi dari asam amino hidrofobik tetap dipertahankan.000.000).Por Por membesar hingga mencapai membran sel gonoccoci. Berat molekul por sangat bervariasi 34.4.terminal amino dari molekul pilin. berbeda pula secara antigen.5 Struktur antigen N. Struktur permukaannya adalah sebagai berikut: 1. Rangkaian asam amino yang dekat dengan setengah porsi molekul juga dipertahankan. gonorrhoeae adalah antigen yang heterogen dan mampu berubah struktur permukaannya pada tabung uji (in vitro) – yang diasumsikan berada pada organisme hidup (in vivo) – untuk menghindar dari pertahanan inang (host). Pili Pili adalah tentakel berbentuk rambut yang dapat memanjang hingga beberapa mikrometer dari permukanaan gonococci. Setiap strain gonoccocus hanya menampilkan satu tipe por.Gambar 3 Struktur permukaan protein Opa pada N. Perpanjangan ini menempel pada sel inang dan resisten terhadap fagositosis.00021.000 hingga 37.

pada gonococci LPS tidak memiliki rantai antigen-O panjang dan disebut dengan lipooligosakarida.Berat molekul Opa berkisar antara 24. Protein ini mengubah berat molekulnya pada saat terjadi reduksi. (7) 5. gonococci membuat molekul LOS yang secara struktural mirip dengan membran sel manusia. Dalam bentuk perkembangbiakan secara molekuler. (7) 7 . Mereka bergabung dengan Por pada saat pembentukan pori-pori pada permukaan sel. Setiap strain gonoccocus dapat menampilkan hingga tiga tipe Opa.7000.Ini membuat gonococci resisten untuk dimatikan oleh sistem antibodi manusia dan mengintervensi gonococci yang mengikat pada penerima (reseptor) dari sel fagositik. Berat molekulnya adalah 3000 . Gonococci dapat menampilkan Iebih dari satu rantai LOS yang secara antigen berbeda secara simultan .000 hingga 32.Pengklasifikasian secara serologis terhadap por dengan menggunakan reaksi aglutinasi dengan antibodi monoklonal dapat dibedakan menjadi 18 serovar PorA dan 28 serovar PorB (serotyping hanya dapat dilakukan berdasarkan referensi laboratorium). (7) 3. Rmp Protein ini (BM sekitar 33. khususnya sel-sel yang menampilkan antigen karsinoembrionik (CD 66). Lipooligosakarida Berbeda dengan batang enterik gram negatif. (7) Terminal galaktosa dari glikostmoolipid sering berkonjugasi dengan asam sialat.Gonococci tidak membuat asam sialat tetapi membuat sialiltransferase yang berfungsi untuk mengambil NANA dari nukleotida otila asam sitidine 5-monofosfo-Nasetilneuraminat (CMP-NANA) dan menempatkan NANA pada terminal galaktosa dari gonococci penerima LOS.Satu porsi dari molekul Opa berada di bagian terluar dari membrangonoccoci dan sisanya berada pada permukaan.000.Toksisitas pada injeksi gonococci sebagian besar disebabkan oleh efek endotoksin dari LOS.Asam sialat adalah asam 9 karbon yang juga disebut dengan asam N asetilneuraminat (NANA). (7) Sialilasi berdampak pada patogenesis dari infeksi gonococci. dimana masing-masing strain memiliki lebih dari 10 gen untuk Opa yang berbeda-beda. Opa Protein ini berfungsi dalam adhesi gonoccoci dalam koloni dan dalam penempelan gonoccoci pada sel inang. yaitu glikosfingolipid.000) secara antigen tersimpan di semua gonoccoci. (7) 4.

namun hanya satu gen yang dimasukkan ke dalam daerah penampakan.6 Genetik dan Heterogenitas Antigen Gonococci telah mengembangkan mekanisme perpindahan yang dimulai dari satu bentuk antigen (pilin. Empat serogrup dari N. Perpindahan tersebut membutuhkan satu tempat untuk setiap 10 . tampak pada saat persediaan besi terbatas. Meningococci. misalnya infeksi pada manusia. Molekul-molekul yang cepat berpindah dari satu bentuk antigen ke bentuk yang lain membantu gonococci untuk mampu menghindar dari sistem kekebalan inang. (7) 6. mengindikasikan bahwa mereka juga memiliki pola biosintetik yang berbeda dari gonococci. sebagian besar selaput lendir immunoglobulin manusia. sebuah perubahan yang sangat cepat bagi bakteri. Fbp (iron binding protein). Haemophilus influenzae dan Streptococcus pneumoniae mengelaborasi protease IgA1 yang sama.Keempat serogrup ini bersialilate dengan LOS-nya menggunakan asam sialat yang berasal dari kolam endogenus.modifiable seperti Opa. Biologi dari ketiga spesies LOS dan beberapa dari spesies neisseriae nonpatogenik adalah sama. meningtidis membuat kapsul asam sialat yang berbeda. Opa atau lipopolisakarida) ke bentuk antigen yang lain dari molekul 25 3 yang sama.4. mereka berperan peting dalam respon kekebalan terhadap infeksi.4. Gonococci menghilangkan seluruh atau sebagian dari gen pilin dan menggantikannya dengan seluruh atau sebagian dari gen pilin yang lain. Gonococci mengkolaborasi IgA1 protease yang memisah dan menonaktifkan IgA1. (7) 2. yang berat molekulnya sama dengan Por. Mekanisme ini membuat gonococci dapat muncul dalam berbagai bentuk molekul pilin sepanjang waktu.Neisseria meningtidis dan Haemophilus influenzae membuat banyak tapi tidak semua struktur LOS yang sama pada N gonorrhoeae. Protein Lain Beberapa protein gonococci yang konstan secara antigen memiliki kinerja yang kurang jelas dalam patogenesisnya.10 gonococci.Karena pilin. Lip (H8) adalah protein yang terdapat pada permukaan dimana heat.7 Mekanisme Perpindahan Pilin Berbeda dengan Mekanisme Opa Gonococci memiliki gen yang jamak. (7) 2. Opa dan lipopolisakacida adalah antigen yang terdapat pada permukaan gonococci. 8 .

Mekanisme perpindahan Opa.4 x 10 dan BM 4. Dengan adanya lipooligosakarida akan menimbulkan invasi dan destruksi sel epitel mukosa dan lapisan submukosa secara progresif. gonorrhoeae menyerang membran mukosa berepitel kolumner. disertai dengan respons dari lekosit polimorfonuklear yang hebat.5 PATOGENESIS Kuman N. Peradangan dan destruksi sel epitel tersebut menimbulkan duh tubuh mukopurulen. penambahan atau penghilangan DNA dari satu atau lebih kode pentamerik mengulang rangkaian. (8) Kuman ini mempunyai pili dan beberapa protein permukaan. kejadian paling tinggi terdapat di area geografis dimana.5 x 10 )dengan gen-gen yang terkode untuk berkonjugasi. mereka mirip dergan plasmid yang ditemukan pada haemofilus yang memproduksi penisilinase dan didapat dari haemofilus atau organisme gram negatif 6 lain. 95% strain memiliki plasmid cryptic kecil 6 6 6 (BM 2. dimana menyebabkan mereka resisten terhadap penicillin. Mekanisme perpindahan lipopolisakarida masih belum diketahui.kode-kode untuk struktur gen Opa. dan faring (10-20%). Sedangkan dua lainnya (BM 3. penisilinase yang menghasilkan gonococci banyak ditemui. 5-20% gonococci mengandung sebuah plasmid (BM 24. sehingga dapat melekat pada sel epitel kolumner dan menuju ruang subepitelial. Pada wanita.4 x 10 ) dari funosi yang belum diketahui. Resistensi terhadap tetrasiklin yang tinggi telah berkembang di dalam gonococci melalui pemasukan kode gen streptococci ke dalam plasmid yang berkonjugasi. Plasmidplasmid ini berpindah melalui konjugasi antara gonococci. (7) 9 . (7) Gonococci mengandung beberapa plasmid.7 x 10 ) mengandung gen yang mempunyai kode produksi _-laktamase. (7) 2. endoserviks merupakan tempat primer dari infeksi gonore (80-90%). Dapat terjadi infeksi asenden hingga mencapai tuba falopii dan ovarium saat teijadinya menstruasi. kemudian pada uretra (80%). rektum (40%).

(1) 10 . Penderita pria biasanya mengeluhkan sakit pada waktu kencing. yang semakin memburuk ketika penyakit ini menyebar ke uretra bagian atas. Penderita sering berkemih dan merasakan desakan untuk berkemih. hal ini disebabkan keadaan anatomi dan fisiologi organ genital pada wanita berbeda dengan pria.Gambar 4 Patogenesis infeksi N. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra. Bila penyakit ini tidak diobati dapat timbul komplikasi berupa peradangan pada alat kelamin. yang beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih dan keluarnya nanah dari penis.6 GAMBARAN KLINIS Uretritis gonore masa tunasnya sulit ditentukan oleh karena pada umumnya asimtomatis. Setelah beberapa hari keluarnya nanah hanya pada pagi hari. Lubang penis tampak merah dan membengkak.Gonore 2. Pada pria gejala awal biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. sedikit dan encer serta rasa nyeri berkurang. Dari mulut saluran kencing keluar nanah kental berwarna kuning hijau.

kemudian dimasukkan kedalam vagina. Duh tubuh yang keluar dari serviks sifatnya purulen atau mukopurulen. Gejala subyektif ini jarang ditemukan dan hampir tidak pernah didapat kelainan obyektif. (9) 2. Cara pengambilan spesimen Spesimen pada penderita servisitis gonore diambil dari endoserviks. digunakan untuk pemeriksaan Gram dan kultur. Umumnya penderita datang bila sudah ada komplikasi atau ditemukan saat pemeriksaan antenatal maupun keluarga berencana. perdarahan uterus intermenstrual dan menoragia. Pengambilan duh tubuh endoserviks dilakukan dengan memakai alat spekulum yang telah dibasahi air. dapat berupa kombinasi peningkatan duh tubuh yang keluar dari vagina.Gambar 5 Keluarnya duh mukopurulen dari OUE Pria Pada wanita penderita yang simtomatis umumnya mengalami gejala lokal setelah 10 hari terinfeksi. disuria. kemudian swab diputar selama 10-3& detik dan diangkat. Swab (lidi kapas) steril dimasukkan kedalam kanalis servikalis sedalam 2-3 cm. (10) 2.7 DIAGNOSIS Pemeriksaan laboratorium 1. Sensitivitas pemeriksaan dengan pewarnaan Gram pada penderita servisitis gonore adalah 50% dan spesifisitasnya sekitar 95% (10) 11 . Apabila terdapat gejala. baik pada keadaan akut maupun kronis. Sediaan langsung Kuman N. gonorrhoeae diperiksa secara langsung dengan pewarnaan Gram atau methylene blueakan tampak sebagai diplokokus Gram negatif didalam dan atau diluar sel lekosit polimorfonuklear. Sering duh tubuh yang keluar dari endoserviks melalui vagina tidak ditemukan.

Media transport digunakan jika letak pengambilan spesimen jauh dari laboratorium. Thayer Martin dan Modified Thayer Martin agar. Setelah koloni tumbuh. gonorrhoeae yaitu media transport dan media pertumbuhan. nistatin. 3. Media tersebut harus segera dimasukkan kedalam pengeram 37°C yang mengandung 5% C02 selama 24 jam atau 48 jam. NaDi sebagai bahan organik akan direduksi menjadi 12 . Gram positif dan jamur. dalam waktu 20-60 detik kertas terlihat berwarna biru sampai biru tua.Beberapa antimikroba dimasukkan kedalam media untuk menghambat kontaminasi kuman Gram negatif. colistin. Obat-obat yang sering digunakan adalah vancomisin. trimetoprim dan amfoterisin B. Keberhasilan kultur gonokokus tergantung 3 faktor: 1.Kultur Pemeriksaan kultur pada gonore mempunyai sensitivitas sekitar 80. koloni kuman tersangka dioleskan pada potongan kertas tersebut. Tes Oksidasi Tes oksidasi untuk membuktikan bahwa koloni yang tumbuh adalah koloni Neisseria. Pemberian antimikroba yang mampu menghambat pertumbuhan kuman komensal tanpa menghambat pertumbuhan gonokokus. 4. Ada juga yang menggunakan potongan kertas yang mengandung reagen / indikator naftol dan dimetilparafenilen-diamin (NaDi). Beberapa media transport yang sekarang tersedia adalah: (10) - Media Stuart yang dimodifikasi Media Amies Media Transgrow Media pertumbuhan yang digunakan untuk menumbuhkan N. Spesimen dalam media transport yang disimpan dalam lemari es dapat tahan selama 24 jam.90%.8 Terdapat beberapa macam media untuk isolasi N. gonorrhoeae diantaranya Mc Loads chocolate agar.Pada koloni diteteskan larutan tetrametil p-fenilendiamin dihidroklorida 1%. 2. Cara yang digunakan untuk mengambil spesimen dan cara inokulasinya. kuman dapat bertahan selama 48 jam pada suhu kamar.Apabila tes oksidasi positif warna koloni berubah menjadi merah muda sampai ungu. Dengan adanya oksigen dan sitokrom oksidase. Pemilihan media yang mampu menumbuhkan gonokokus dari inokulasi yang kecil.

Tes fermentasi Digunakan untuk membedakan N.. dan Pseudomonas spp.pharyngitidis Glukosa + + + Maltosa + + Sukrosa + Laktosa + 6. 13 . Hasil reaksi fermentasi spesies Neisseria tampak pada tabel dibawah. catarrhalis N. Hasilnya positif bila wama berubah menjadi kuning. misalnya Vibrio spp. gonorrhoeae N. Dahulu pemeriksaan ini perlu dilakukan karena pengobatan pada waktu itu ialah pengobatan setempat.(10) 5.molekul kondensasi berwarna biru indofenol. (10) Reaksi fermentasi Neisseria Spesies N. serta fenol merah sebagai indikator. Tes Thomson Tes Thomson ini berguna untuk mengetahui dimana infeksi sudah berlangsung. meningitidis N. sukrosa dan laktosa. maltosa. jika air seni kurang dari 80 ml maka gelas 2 sukar dinilai karena baru menguras uretra anterior. Tes ini juga positif pada beberapa mikroorganisme lain..l urine.(1) Pada tes ini ada syarat yang perlu diperhatikan : - Sebaiknya dilakukan setelah bangun pagi Urin dibagi dalam dua gelas Tidak boleh menahan kencing dari gelas 1 ke gelas 2 Syarat mutlak adalah kandung kencing paling sedikit harus mengandung 80-100 .y Brucella spp.Media yang digunakan adalah cystine trypticase yang mengandung glukosa.gonorhoeae dengan spesies Neisseria yang Iain.

d) cefoxitin 2 gr IM ditambah probenisisd 1 gr p. Rejimen alternatif dengan : 1) spektinomisin 2 gr IM dosis tunggal bagi penderita yang tidak tahan quinolon atau cephalosporin.o dosis tunggal. ciprofloxacin 500 mg p.o .o 2 kali sehari selama 7 hari atau azitromisin 1 gr p. termasuk obat-obat yang direkomendasikan CDC tahun 1998.Hasil pembacaan : Gelas 1 Jernih Keruh Keruh Jernih Gelas 2 Jernih Jernih Keruh Keruh Arti Tidak ada infeksi Infeksi uretritis anterior Panuretritis Tidak mungkin 2.o dan norfloxacin 800 mg p. KOMPLIKASI Gambaran klinis dan komplikasi gonore sangat erat hubungannya dengan susunan anatomi dan faal genitalia. gonorhoeae terhadap beberapa antibiotika. H.Tingkat penurunan kepekaan semakin bertambah dari tahun ketahun. Untuk mengobati koinfeksi G trachomatis ditambah pemberian doksisiklin 100 mg p.masing daerah. 2) golongan cephalosporin dosis tunggal dengan: a) ceftizoxim 500 mg IM. Oleh karena itu perlu pengetahuan susunan anatomi genital 14 . rejimen yang direkomendasikan CDC tahun 1998 adalah : cefixim 400 mg p. Sehingga untuk mendapatkan obat yang efektifitasnya tinggi guna mengontrol gonore.8 PENGOBATAN Pemilihan rejimen pengobatan gonore membutuhkan pertimbangan resistensi strain N. ceftriaxon 125 mg IM dosis tunggal.o (11) Saat ini terdapat penurunan kepekaan N. b) cefotaxim 500 mg IM.o dosis tunggal. perlu dilakukan pemeriksaan kultur dan uji kepekaan. c) cefotetan 1 gr IM. dan bervariasi di masing.o dosis tunggal. kemungkinan koinfeksi dan letak infeksi.o. 3) golongan quinolon dosis tunggal dengan : enoxacin 400 mg p.Untuk servisitis gonore non komplikata. gonorrhoeae terhadap antimikroba. lomefloxacin 400 mg p.o dosis tunggal. ofloxacin 400 mg p.

Miokarditis .Endokarditis .Dermatitis 15 .Meningitis .Perikarditis . Berikut dicantumkan infeksi pertama dan komplikasi pad pria maupun wanita : (1) Pada pria Infeksi pertama Uretritis Komplikasi Lokal : Tysonitis Parauretritis Litritis Cowperitis Ascendens : Prostatitis Vesikulitis Vas drferenitis Epididimitis Trigonitis Pada wanita Infeksi pertama Uretritis Komplikasi Lokal : Parauretritis Bartholinitis Ascendens : Salphingitis PID Komplikasi diseminata pada pria dan wanita dapat berupa : .pria dan wanita.Artritis .

Candida albicans. Candida albicans. Mikroorganisme ini utamanya menyerang traktus genitalia. tetapi mungkin juga asimtomatik. Ada beberapa istilah yang sering digunakan dalam mendiagnosis infeksi genital non spesifik. atau serviks yang disebabkan oleh kuman nonspesifik. dan serviks yang disebabkan bukan oleh kuman Gonokok. Pada pria sering disebut sebagai uretritis non spesifik (UNS) oleh karena terutama mengenai uretra. misalnya gonokok. Infeksi Genital Non Gonokok (IGNG) adalah peradangan di uretra. dimana peradangan hanya pada uretra yang disebabkan oleh kuman non spesifik. Yang dimaksud dengan kuman spesifik adalah kuman yang dengan fasilitas laboratorium biasa atau sederhana dapat ditemukan seketika. (1) Uretritis Non Spesifik (UNS) memiliki pengertian yang lebih sempit dari Infeksi Genital Non Spesifik. rektum. Trichomonas vaginalis. rektum. Uretritis Non Gonokok (UNG) adalah peradangan di uretra yang disebabkan oleh kuman lain selain Gononokok(1) 16 . Chlamydial trachomatismerupakan mikroorganisme tersering di negara maju yang menular melalui kontak seksual. Yang dimaksud dengan kuman spesifik adalah kuman yang dengan fasilitas laboratorium biasa/sederhana dapat diketemukan seketika.BAB III Uretritis NonSpesifik 3. Uretritis Non Spesifik (UNS) adalah peradangan pada uretra yang disebabkan oleh kuman non-spesifik. atau serviks yang disebabkan oleh kuman non spesifik.     Infeksi Genital Non Spesifik (IGNS) adalah penyakit menular seksual yang berupa peradangan di uretra. (1) Berikut adalah beberapa definisi dari istilah yang sering digunakan dalam mendiagnosis infeksi genital non spesifik.1 DEFINISI Infeksi Genital non spesifik (IGNS) adalah penyakit menular seksual berupa peradangan di uretra. Trichomonas vaginalis dan Gardnerella vaginalis(1) Uretritis Non Spesifik ditandai dengan keluarnya sekret dan/atau disuria. rektum. misalnya gonokok. dan Gardnerella vaginalis.

Ureaplasma urealyticum. Banyak organisme berbeda yang berperan dalam terjadinya uretritis terutama agen bakteri basil Gram negative seperti E. WHO memperkirakan terdapat 140 juta kasus yang terjadi akibat infeksi C. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan terhadap kelompok pramuwaria di Jakarta mendapatkan data prevalensi klamidia sebesar 35. Juga ternyata pria lebih banyak daripada wanita dan golongan heteroseksual lebih banyak daripada golongan homoseksual. dari data yang diambil dari poliklinik IMS RS dr. (1) 3. Di RSUP Denpasar prevalensi UNG/IGNS sebesar 13. dan Mycoplasma hominis.trachomatis. usia lebih tua. trachomatis.Coli.3 ETIOLOGI Penyebab paling sering ialah Chlamydia trachomatis. Selain itu ada juga dugaan bahwa penyebab dari UNS adalah alergi dan bakteri.(5) Di dunia. Klebsiella atau Enterobacter. 2010). viral. Candida albicans. Uretritis non spesifik adalah inflamasi pada uretra yang disebabkan oleh infeksi selain gonococcal. dan aktivitas seksual yang tinggi.1 juta kasus dilaporkan di Amerika Serikat dengan prevalensi tertinggi terjadi pada wanita diusia 15-24 tahun pada tahun 2007 (Struble. Proteus. Terdapat 1. ataupun parasit.2 EPIDEMIOLOGI Di beberapa negeri ternyata insidens IGNS merupakan PMS yang paling tinggi dan angka perbandingan dengan uretritis gonore kira-kira 2:1. selanjutnya 4 – 43 % dari pria penderita gonore dan 0 – 7 % dari pria dengan uretritis asimtomatik 3.Pirngadi Medan didapatkan prevalensi UNG sebesar 54% pada tahun 1990-1991. Trichomonas vaginalis dasn Gardnerella vaginalis. Etiologi dari uretritis non spesifik dapat disebabkan oleh bakterial.48% dari 62 orang yang diperiksa sedangkan pada 17 . Sedangkan di Indonesia.Yang dimaksud dengan kuman spesifik adalah kuman dengan fasilitas laboratorium sederhana dapat ditemukan seketika. UNS banyak ditemukan pada orang dengan keadaan social ekonomi lebih tinggi. misalnya gonokok.(1) Chlamydia trachomatis merupakan penyebab Uretritis Non Spesifik (UNS) terbanyak dibanding dengan organisme lain.8% pada tahun 1993-1994. Dari berbagai studi dilaporkan bahwa 30 – 60 % dari penderita UNS dapat diisolasi C. Sehingga istilah IGNS dan UNS memiliki pengertian yang lebih luas daripada IGNG dan UNG.

15-25 % Lain-lain. 20-50 % T. trachomatis. urealyticum. 15-40% M. 2-3% Adenovirus. Telah terbukti bahwa lebih dari 50% kasus Uretritis Non Spesifik disebabkan oleh kuman ini. Chlamydia trachomatis Telah terbukti bahwa lebih 50% daripada semua kasus UNS disebabkan oleh kuman ini. Chlamydial trachomatis merupakan parasit intraobligat. 2-4% Haemophilus sp.(1) 18 .4 MORFOLOGI a. genitalium. gonorrhea Nongonococcal : C. jarang 3. Haemophylus vaginalis. Chlamydia trachomatis merupakan parasit intraobligat. Viral : Herpes simpleks. menyerupai bakteri gram negatif. dan Mycoplasma genitalium. 5-15% U. Adenovirus.(13) Namun pada kasus uretritis non spesifik yang dapat ditularkan secara seksual agen yang sangat berperan adalah (14) :    Bakteri : Chlamydia trachomatis. vaginalis.. Ureaplasma urealyticum. Parasit : Trichomonas vaginalis. <15% HSV. Chlamydial trachomatis penyebab Uretritis Non Spesifik ini termasuk subgroup A dan mempunyai tipe serologic D-K2. Tabel I. 2009). Etiologi Uretritis Menular Seksual Gonococcal : N.pemeriksaan terhadap WTS di Medan menunjukkan prevalensi sebesar 45% (Hakim. menyerupai bakteri negatif-gram.

serovar D sampai K menyebabkan infeksi genital. Intrasitoplasmik.Chlamydia terbagi menjadi tiga spesies yaitu : (1) Chlamydia trachomatis.B dan C menyebabkan tarchoma. (3) Chlamydia pneumoniae. 2. dengan demikian Chlamydia merupakan parasit obligat intraseluler (obligate intracelluler) atau bakteri obligat intraseluler. (5) Species C. Partikel infeksius yang disebut sebagai elementary body (EB) atau badan elementer. Chlamydia membelah secara benary fision dalam badan intrasitoplasma. suatu bentuk yang lebih kecil (30-400nm) dan terdapat diluar sel (extracelluler) yang dapat menimbulkan infeksi. C. Chlamydia merupakan bakteri obligat intraselular. mempunyai siklus hidup bifasik yang unik ( biphasic life cycle) dengan dua bentuk morfologi yang berbeda. hanya dapat berkembang biak di dalam sel eukariot hidup dengan membentuk semacam koloni atau mikrokoloni yang disebut Badan Inklusi (BI). yaitu berupa Badan Inisial.Chlamydia merupakan bakteri gram negatif yang tidak memiliki mekanisme untuk menghasilkan energi metabolik dan tidak dapat mensintesa ATP sehingga membuatnya menjadi bentuk seluler dimana sel host melengkapinya dengan energi yang cukup kaya. serovar L1 sampai L3 menyebabkan limfogranuloma venereum (LGV). trachomatis mempunyai 515 serovar. (5) Kedua bentuk perbedaan morfologi Chlamydia adalah sebagai berikut : 1. dimana serovar A. (5) 19 . (2) Chlamydia psittaci. trachomatis berbeda dari kebanyakkan bakteri karena berkembang mengikuti suatu siklus pertumbuhan yang unik dalam dua bentuk yang berbeda. adalah bentuk yang dapat bereproduksi yang disebut Reticulate Body (RB) atau badan retikulat dengan bentuk yang lebih besar ( 800-1000nm) dan terdapat didalam sel ( Intraceluller) yang tidak menimbulkan infeksi.

minim kontrasepsi. dengan 4-5 juta penderita berada di USA. Gejala terjadi dalam 1-3 minggu setelah infeksi. atau 15-40% dari kasus uretritis non spesifik atau dua kali prevalensi dari kasus Gonorrhea. dengan 1 atau lebih partner seksual. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi 20 . Terhitung 89 juta infeksi terjadi di dunia setiap tahunnya. dan merupakan penyebab penyakit menular seksual yang paling sering terjadi. Namun demikian. (12) Infeksi menular melalui kontak penetrasi seksual termasuk seks oral. Infeksi klamidial terjadi lebih banyak pada kelompok usia di bawah 25 tahun. Transmisi terjadi melalui rute oral. (4) Mikroorganisme ini menginfeksi 3-5% wanita muda yang secara seksual aktif. Pada beberapa kasus didapatkan penularan non kontak seksual. Traktus urogenital merupakan daerah yang paling sering terinfeksi oleh C. trachomatis. tetapi 10-40% akan mengalami penyakit peradangan pelvis. pengguna pil kontrasepsi dan pelaku aborsi kehamilan. sering terjadi infeksi asimtomatik sebesar 80% pada wanita dan 50 % pada pria. Prevalensi kejadian pada pria tidak diketahui tetapi diperkirakan rendah. anal. Masa inkubasinya tidak diketahui. Diperkirakan terjadi 4 juta kasus infeksi Chlamydia tiap tahunnya dengan angka prevalensi > 10 %.Gambar 8 gambaran mikroskopik Chlamydia trachomatis Chlamydial trachomatis adalah bakteri Gram negatif obligat intraseluler. Kebanyakan wanita yang terinfeksi akan mengalami periode asimtomatik dalam hitungan bulan hingga tahun. Co-infeksi dengan penyakit menular seksual lainnya sering kali terjadi terutama gonorrhea. atau melalui hubungan seksual. tetapi sangat jarang terjadi. Prevalensi secara keseluruhan diyakini meningkat. dikarenakan terdapat banyak infeksi yang tidak diketahui sehingga tidak mendapatkan terapi.

dan U. tetapi sekitar 50% kasus asimtomatik. vaginalis merupakan protozoa yang menyebabkan kondisi yang dinamakan trikomoniasis. endometritis. Ureaplasma parvum. urealyticum. pneumonia neonatal. PID. arthritis septic. uretritis dikeluhkan dalam kurun waktu 1 bulan setelah mendapat pajanan infeksi. (12) b. Organisme ini juga berperan dalam 20-30% kasus uretritis nonspesifik. Sekitar 40-80 % wanita yang aktif secara seksual mengalami kolonisasi genital dari ureaplasma. (14) c. menyebabkan ulserasi. (14) Pasien dengan infeksi mycoplasma genital sering tidak terdiagnosis. dan sangat pleomorfik karena tidak mempunyai dinding sel yang kaku. M. Ureaplasma urealyticum dan Mycoplasma hominis Ureaplasma urealyticum merupakan 25% penyebab UNS dan sering bersamaan dengan Chlamydia trachomatis. 21 . dan uretritis. Infeksi pada wanita menyebabkan timbulnya keputihan yang berbau. Pada pria. Mycoplasma hominis juga sering bersama-sama dengan Ureaplasma urealyticum. cervicitis. Mycoplasma hominis sebagai penyebab UNS masih diragukan karena kuman ini bersifat komensal yang dapat menjadi pathogen dalam kondisi-kondisi tertentu.akan mengalami konjungtivitis klamidial (30-50%) atau pneumonia. merupakan salah satu mikroorganisme terkecil yang dapt berkoloni di traktur respirasi dan urogenital. dan meningitis. negatifGram. chorioamnionitis. Spesies lainnya dapat menyebabkan infeksi pernapasan. Infeksi Trichomonas vaginalis Organisme lain seperti Trichomonas vaginalis dan virus herpes simpleks hanya berperan kecil dalam kejadian kasus uretritis non spesifik. T. (14) Mycoplasma sp. yaitu Mycoplasma hominis. berwarna kuning kehijauan. Dahulu dikenal dengan nama T-strain mycoplasma. T. karena gejala yang timbul biasanya dikaitkan dengan patogen lain yang lebih umum seperti Chlamydia. vaginalis menginfeksi epitel vagina dan uretra. genitalium. 4 diantaranya menginfeksi traktus genital. mengakibatkan Seperti halnya Chlamydia. Mycoplasma memiliki 13 spesies. infeksi Mycoplasma genital salpingitis. Ureaplasma urealyticum merupakan mikroorganisme paling kecil.

disertai pruritus. keadaan ini disebut sebagai parasit energi. Pada saat ini kuman sifatnya intraselular dan berada di dalam vakuol yang letaknya melekat pada inti sel hospes. Alasan ini dikemukakan karena pada pemeriksaan sekret UNS tersebut ternyata steril dan pemberian antihistamin dan kortikosteroid mengurangi gejala penyakit. Dalam perkembangannya Chlamydia trachomatis mengalami 2 fase: o Fase I: disebut fase noninfeksiosa. EB didalam sel akan berdiam didalam fagosom dan mulai bereplikasi. (14) Alergi Ada dugaan bahwa UNS disebabkan oleh reaksi alergi terhadap komponen sekret alat urogenital pasangan seksualnya. Setelah 22 . (1) 3. RNA dan protein namun masih tergantung pada sel hostnya untuk suplai energi (ATP). dan frekuensi. Selanjutnya RB kemudian membelah diri secara berulang didalam fagosom.6 PATOGENESIS Dalam perkembangannya. Sesungguhnya bakteri ini dapat tumbuh komensal dan menyebabkan uretritis hanya pada beberapa kasus. bila vakuol pecah kuman keluar dalam bentuk badan elementer yang dapat menimbulkan infeksi pada sel hospes yang baru. (1) Bakteri Mikroorganisme penyebab UNS ini adalah Staphylococcus dan difteroid. EB yang tidak aktif secara metabolik. keluhan yang muncul berupa discar uretra. o Fase II: fase penularan. Fagosom dengan RB didalamnya inilah disebut dengan badan inklusi. menjadi aktif dan membelah diri menjadi RB dimana RB tersebut dapat mensintesa DNA. (1) Siklus bifasik diawali dengan menempelnya infeksius EB ke mikrofili sel host yang rentan. Pada pria seringkali asimtomatis. disebut badan inklusi. nyeri berkemih yang terasa panas. eritema dan dispareunia. Chlamydial trachomatis mengalami 2 fase. EB secara aktif menembus sel host. terjadi keadaan laten yang dapat ditemukan pada genitalia maupun konjungtiva.

namun berbeda pada derajat keparahan gejala yang timbul. frekuensi. dan urgensi sering terjadi pada kedua jenis infeksi. Pada infeksi rectum menyebabkan proktitis pada wanita maupun pria. sedangkan pada kondisi UNG. (3) Gejala Klinis Tanda dan gejala Uretritis Gonococcal (UG) dan Uretritis Non-Gonococcal (UNG) pada dasarnya adalah sama. ditandai dengan discharge encer atau mukoid pada uretra. sel yang terinfeksi akan pecah dan kemudian dilepaskan oleh EB. (13) Gambar 9 Siklus perkembangbiakan Chlamydia trachomatis Manifestasi penyakit yang paling umum terjadi pada infeksi C. Pada UNG. dan gatal pada uretra. Lendir yang sangat banyak. RB kemudian kembali berorganisasi menjadi EB dan antara 48-72 jam kemudian. Infeksi juga dapat termanifestasi sebagai Lymphogranuloma venerum. Masa inkubasi jauh lebih pendek pada infeksi 23 . dysuria. trachomatis adalah uretritis. lendir sering hanya muncul pada pagi hari. dapat disertai dengan disuria. lendir yang dihasilkan lebih sedikit dan mukoid. dan purulen lebih sering pada gonorrhea. Kedua uretritis baik gonococcal maupun non-gonococcal menyebabkan adanya lendir. atau hanya terlihat seperti krusta yang melekat di meatus atau terlihat seperti bercak pada pakaian dalam.terjadi infeksi selam 18-24 jam. hematuria.

gejala muncul dalam 1-5 minggu setelah infeksi. 82% berjumlah sangat banyak dan purulen. (4) Gambar 10 Keluarnya duh seropurulen dari OUE pria Pria Gejala baru mulai timbul biasanya setelah 1-3 minggu kontak seksual dan umumnya tidak seberat gonore. Pada beberapa keadaan tidak terlihat keluarnya cairan duh tubuh. Gejalanya berupa disuria ringan. perjalanan penyakit lebih lama karena masa inkubasi yang lebih lama dan ada kecenderungan kambuh kembali. sehingga menyulitkan 24 . perasaan tidak enak di uretra. Dibandingkan dengan gonore. sedangkan pada UNG. dan 93% pada gonorrhea. yaitu dalam 2-6 hari. sering kencing dan keluarnya duh tubuh seropurulen. Lendir yang dihasilkan pada infeksi N. dengan masa inkubasi rata-rata 2-3 minggu. dan trichomonal. (4) Pada penelitian yang dilakukan oleh Kreiger yang membandingkan manifestasi klinis uretritis gonococcal.gonorrhea. gonorrhea. Hanya 55% pria dengan trichomoniasis yang mengalami lendir uretra. Berbeda dengan infeksi Chlamydia danTrichomonal dengan sedikit lendir berwarna jernih atau mukoid. chlamydial. dibandingkan pada infeksi Chlamydia 82%.

(1) Komplikasi Hampir sama dengan gonore. prokitis. dan Gardnerella vaginalis. Pada wanita dapat terjadi bartolinitis. Candida albicans. (1) Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium. umumnya wanita tidak menunjukkan adanya gejala. Komplikasi yang dapat terjadi berupa prostatitis. Menegakkan diagnosis servisitis atau uretritis oleh klamidia. atau tak ada kelainan. (1) Diagnosis secara klinis sukar untuk membedakan infeksi karena gonore atau non-gonore. salpingitis.diagnosis. Pada pria dapat terjadi prostatitis. Dalam keadaan demikian sangat diperlukan pemeriksaan laboratorium. vesikulitis. Komplikasi dapat berupa bartholinitis. Peritonitis dan hepatitis juga pernah dilaporkan. Sebagian kecil dengan keluhan keluarnya duh tubuh vagina. (1) Wanita Infeksi lebih ringan terjadi di serviks bila dibandingkan dengan vagina. perlu pemeriksaan khusus untuk menemukan atau menentukan adanya C. epididimitis dan striktur uretra. (1) Pada meatus eksternus nampak tanda radang beurpa edema dan kemarahan yang biasanya ringan dan tidak sehebat gonore. dan sistitis. epididimitis. Sama seperti pada gonore. trachomatis. Trichomonas vaginalis. Pada pemeriksaan serviks dapat dilihat tandatanda servisitis yang disertai adanya folikel-folikel kecil yang mudah berdarah. nyeri daerah pelvis dan dispareunia. Sekret uretra dapat berupa purelent 25 . kelenjar Bartholin atau uretra sendiri. trachomatis. Pemeriksaan laboratorium yang umum digunakan sejak lama adalah pemeriksaan sediaan sitologi langsung dan biakan dari inokulum yang diambil dari specimen urogenital. dan striktur uretra. vesikulitis. salfingitis dan sistitis. disuria ringan. proktitis. sering kencing. Pada pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu harus disingkirkan kuman-kuman spesifik yakni gonokok. Baru pada tahun 1980an ditemukan tehnologi pemeriksaan terhadap antigen dan asam nukleat C. Peritonitis dan perihepatitis juga pernah dilaporkan.

dilanjutkan dengan 2 x 100 mg sehari selama 1-2 minggu. kemudian di putar secara perlahan-lahan ke kiri dan ke kanan.Urin gelas yang pertama. mukos. (1) Secara umum. a. spiramisin dan kuinolon 26 . Pada preparat gram tidak ditemukan adanya Diplococcus gram negatif. seromukos atau cairan jernih. Dosis tetrasiklin HCL dan eritromisin adalah 4x500 mg sehari selama 1 minggu atau 4x250 mg sehari selama 2 minggu.(lebih sering pada gonore).Sekret uretra . doksisiklin. c. (15) Kriteria laboratorium uretritis non gonore ditegakkan apabila . Pada umumnya sekret uretra tidak sehebat sekret pada gonore. Di samping itu dapat juga digunakan gabungan sulfa-trimetoprim. . spiramisin. Pada sekret uretra atau hapusan endouretal dilakukan pengecatan gram ditemukan 5 atau lebih sel lekosit polimorphonuklear pada mikroskop dengan pemebsaran 1000 kali. Saat ini pemeriksaan biakan masih dianggap sebagai standar baku emas pemeriksaan klamidia namun pemeriksaannya membutuhkan waktu 3-7 hari.(15) Penatalaksanaan Obat yang paling efektif adalah golongan tetrasiklin dan eritromisin. dan minosiklin dosis pertama 200 mg.(1) LABORATORIUM Bahan yang dilakukan pemeriksaan laboratorium adalah . Kotrimoksasol.Hapusan endouretral. yaitu dengan lidi kapas yang steril dimasukkan ke dalam uretra sedalam 1 – 2 cm di atas fossa navikularis. Pada sedimen urin ditemukan lebih dari 10 sel lekosit polimorphonuklear dengan mikroskop pembesaran 400 kali. dan ofloksasin juga dapat digunakan. Indikasi ertitromisin adalah untuk pasien yang tidak tahan tetrasiklin atau wanita hamil. atau b. Urin yang ditampung sebaiknya urin yang pertama pada pagi hari atau minimal 4 jam setelah kencing terakhir. manajemen obat yang paling efektif adalah golongan tetrasiklin dan eritromisin.

Fluorokuinolon dapat digunakan sebagai terapi alternatif untuk M. (3) 27 . hamil. Pemberian informasi kepada pasangan. sama dengan pengobatan pada chlamydia. Hominis dan Ureaplasma sp. atau < 12 tahun) Sulfa-trimetoprim Azitromisin Spiramisin Ofloksasin 2 x 2 tablet sehari selama 1 minggu 1 gram dosis tunggal 4 x 500mg sehari selama 1 minggu 2 x 200 mg sehari selama 10 hari Pasien dengan infeksi klamidia harus dimonitor selama 2 minggu. (12) Pengobatan untuk infeksi mycoplasma genital. pencegahan hubungan seksual sementara serta penyelesaian terapi dengan benar harus dicek. pada kondisi resistensi terhadap antibiotik lain. Medikasi Tetrasiklin HCl Dosis 4 x 500mg sehari selama 1 minggu atau 4 x 250mg sehari selama 2 minggu Oksitertrasiklin Doksisiklin Eritromisin 4 x 250mg sehari selama 2 minggu 2 x 100mg sehari selama 1 minggu 4 x 500mg sehari selama 1 minggu atau 4 x 250mg sehari selama 2 minggu (untuk penderita tidak tahan tetrasiklin. Dalam hal ini pasangan maupun semua orang yang memiliki kontak seksual langsung dengan penderita harus diidentifikasi dan diberikan saran untuk mendapatkan terapi serupa.Beberapa dosis obat yang dapat digunakan sebagai pada tabel berikut.

Kuantitas discar pada uretritis dapat dikategorikan “banyak” (mengalir secara spontan dari uretra). Hingga saat ini pemeriksaan biakan masih menjadi baku emas pemeriksaan klamidia. edema penis. Prosedur. tetapi sensitivitasnya bervariasi bergantung pada laboratorium yang digunakan (nilai berkisar 7585%). 62%. Lendir berwarna kekuningan atau hijau disebut sebagai lender purulen. termasuk uretritis. Hibridisasi DNA Probe (Gen Probe) mendeteksi DNA CT lebih sensitive dibanding Elisa karena dapat mendeteksi DNA dalam jumlah kecil melalui proses hibridisasi. (1) Metode pendeteksian antigen ada beberapa cara. wanita 41%).BAB III PERBEDAAN URETRITIS GONORE-URETRITIS NON SPESIFIK Pemeriksaan menyeluruh pada pasien dengan penyakit menular seksual. (4) Pemeriksaan sitologi langsung dengan pewarnaan giemsa memiliki sensitivitas tinggi untuk konjungtivitis (95%). yaitu Direct Fluorescent Antibody (DFA) yang menggunakan antibodi monoklonal atau poliklonal dengan mikroskop imunofluoresen dan Enzyme Immuno Assay (EIA) atau Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) yang menggunakan antibodi monoklonal atau poliklonal dengan alat spektrofotometri. dinamakan “jernih”. Adanya inflamasi pada meatus uretra. namun hanya sedikit). trachomatis. dan pembesaran kelenjar limfe juga harus diperhatikan. Warna dan karakter discharge uretra harus diperhatikan. “sedikit” (keluar hanya jika uretra di ekspos). tehnik dan biaya pemeriksaan biakan ini tinggi serta perlu waktu 3 hingga 7 hari. Cara lain menggunakan Amplifikasi Asam Nukleat (Polimerase Chain Reaction dan Ligase Chain Reaction) (1) Dalam sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2008. (1) 28 . Metode pendeteksian terbaru adalah dengan cara mendeteksi asam nukleat C. “sedang” (keluar secara spontan. Jika hanya lendir bening. Sitologi dengan Papaniculou sensitivitasnya juga rendah. sangat penting dalam mengarahkan terapi yang tepat. sedangkan untuk infeksi genital rendah (pria 15%. Lendir berwarna putih yang bercampur cairan jernih dinamakan lender “mukoid”. didapatkan hasil bahwa tidak diperlukan adanya investigasi lebih lanjut menggunakan mikroskopi pada penderita yang asimtomatik karena hanya presentase kecil penderita didapatkan hasil yang positif akan bakteri pathogen. Spesifitasnya mencapai 100%.

pasangan seksual ikut untuk menjalani tes. (4) 29 . sebagai berikut: Discar purulen atau mukopurulen. pasien harus diberikan perawatan yang sesuai. pasien harus di tes untuk konfirmasi infeksi N. (4) Untuk laboratorium dengan fasilitas terbatas. (4) Tes leukosit esterase pada pancaran urin pertama yang menunjukkan hasil positif atau pemeriksaan mikroskopis pancaran urin pertama menunjukkan ≥10 leukosit per lapang pandang besar.Penegakan diagnosis uretritis didasarkan pada tanda klinis serta pemeriksaan laboratorium.(4) Jika tidak ada kriteria diatas yang positif. gonorrhea atau C.trachomatis. Infeksi gonococcal ditegakkan jika ditemukan diplococcus intraseluler pada leukosit. Jika hasil tes menunjukkan infeksi N. gonorrhea atau C. Kriteria secara makroskopis ialah dapat dilihat adanya benang-benang dalam urin. Pengecatan Gram merupakan tes diagnostik yang umum digunakan untuk mengevaluasi uretritis. Pemeriksaan ini cukup sensitif dan spesifik untuk menentukan adanya uretritis dan ada tidaknya infeksi gonococcal. Trichomonas vaginalis. dan Candida albicans. trachomatis. kriteria diagnostik berdasarkan jumlah sel leukosit PMN pada sediaan hapus duh tubuh dengan pewarnaan gram. Pengecatan Gram pada sekresi uretra menunjukkan adanya >5 leukosit per lapang pandang. yakni jumlah sel PMN lebih dari 5 per lapangan penglihatan besar dan tidak ditemukan kuman gonokok.

mukopurulen BAK sakit / pedih Tampak mukosa eritem . epididimitis. Vesikulitis. Epididimitis Wanita : salphingitis. atau Peradangan uretra dengan serviks yang disebabkan oleh kuman penyebab kuman N. sering kencing. salpingitis. perasaan tidak enak di uretra. parauretritis. litritis. rektum.Infeksi genital nonspesifik Definisi Gonore peradangan di uretra.Cefixim 400 mg peroral dosis tunggal Pria : Tysonitis. gonorrhoeae Etiologi Mycoplasma hominis Gardnerella vaginalis Alergi Bakteri Masa inkubasi Gambaran klinis 2-3 minggu disuria ringan. prokitis. Vas drferenitis. cowperitis Ascendens : Prostatitis. Gonorrhoeae nonspesifik Chlamydia trachomatis Ureaplasma urealyticum dan N. edem Pemeriksaan gram dari uretral smear: leukosit pmn >5 Specimen FPU (first pass urine): leukosit pmn 10 Px penunjang Pemeriksaan gram dari uretral smear: leukosit pmn >5 Specimen FPU (first pass urine): leukosit pmn 10 Azytroycin 1gr (dosis tunggal) Doxycycline 2x100mg (selama 7 hari) - Terapi - Komplikasi Pria : prostatitis. dan striktur uretra. PID 30 . Wanita : Bartolinitis. dan duh tubuh seropurulen 1-7 hari Nyeri atau gatal pada ujung kemaluan Discharge retra: banyak pada pagi hari. Peritonitis dan hepatitis juga pernah dilaporkan Ceftriaxon 125 mg IM dosis tunggal . makin lama makin banyak. dan sistitis. vesikulitis.

Seringkali infeksi uretritis diklasifikasikankan menjadi Uretritis Gonococcal dan Uretritis Non-gonococcal (disebut pula uretritis non spesifik). disuria. Hal ini bertujuan untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang mungkin terjadi akibat komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi bila penyakit ini tidak ditatalaksana dengan baik dari awal. atau gatal pada ujung uretra. pemeriksaan fisik dan laboratorium yang tepat sehingga terapi yang diberikan dapat tepat sasaran serta mencegah kekambuhan dan resitensi antibiotik. Untuk dapat mendiagnosis etiologi dari uretritis tersebut diperlukan anamnesis.BAB IV KESIMPULAN Uretritis merupakan kondisi inflamasi yang terjadi pada uretra yang dapat disebabkan oleh proses infeksi atau non infeksi dengan manifestasi discar. 31 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful