TUGAS

ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER II
JUDUL :

MULTIPROCESING

KELOMPOK :
I Gede Garbha Putra, S.Pd, M.Pd Herman Lukas Kayai Alam Prayugo 100010564 100010686 100010452

DOSEN PEMBIMBING : I PUTU PUTRA ASTAWA, S.KOM, M.KOM

STIKOM BALI
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN TEHNIK KOMPUTER

2010/2011
i

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dan berkat rahmat dan izinya sehingga tugas Makalah Mata Kuliah Organisasi dan Arsitektur Komputer II yang mengambil tema ” “MULTIPROCESING” dapat kami selesaikan tepat pada waktunya. Dalam penulisan Makalah ini tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak. Sehubungan dengan hal itu, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam kegiatan ini. Kami menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu, kami sangat mengharapkan masukan, kritik dan saran untuk kesempurnaan penulisan makalah ini pada masa yang akan datang. Demikianlah Makalah yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi tim penulis khususnya dan pada pembaca umumnya. Tim Penulis,

i

.2 BAB II PEMBAHASAN 2.......1................ SISD (Single Instruction on Single Data Stream) ...................2.................. Berdasarkan Simetrinya ........4...........4 2.......2...................4 2..............1 1..3 2......3..3....8 2... Penjadwalan Asymmentric Multiprocesing (ASMP) .........................1 1.....9 2........................... i DAFTAR ISI .........DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .............. Pengertian Multiprocesing .....3. Berdasarkan Jumlah Instruksi dan Datanya (Taksonomi Flynn) ........ Berdasarkan Kedekatan Antar Processor ..............5 2..........9 2................ Latar Belakang Penulisan Makalah ..........................................3........3. Lossely Coupled ....1.. SIMD (Single Instruction on Multiple Data Stream)................................................... Symmentric Multirpcesing (SMP) ..1.......................4.......1........................................ Keuntungan Multiprocesing ..........3...................3.................1.................3.........................5 2..5 2.........9 ii ...2....... Jenis-jenis Multiprocesing .2.....1.............2...............1..........6 2.....3..................2 1...........................3..3............3..................... Asymmentric Multiprocesing (ASMP) .........3...2....................2................. Rumusan Masalah .....................4 2......3...............8 2....................... Thightly Coupled ............................................3............................ Penjadwalan Multiprocesing ........................ Tujuan Penulisan Makalah .3.......4............2....................2........1 1..1...................................3...................3 2..............7 2.......... MIMD (Multiple Instruction on Multiple Data Stream) .............. ii BAB I PENDAHULUAN ......................................2........... Manfaat Penulisan Makalah ......... MISD (Multiple Instruction on Single Data Stream)........1......7 2...................4..

............................................................... Affinity dan Load Ballancing.....7............5.................................17 BAB III PENUTUP ....................................15 2..14 2.......5...2.............. Simpulan ....2.... Keuntungan Multicore.......3.........3.12 2................15 2................... Mapping .........................................7....................................2......18 DAFTAR PUSTAKA iii ...................7...7..................16 2.....18 3......... Algglomeration ......... Load Balancing ..... Partioning .......18 3............................11 2.......................................4................. Communication ........................2..............................6....................11 2.................. Multicore .16 2...3................7..1........7...................................1.................................... Multithreading .......2......................7..........................................1.......................................16 2............. Pengaruh Multicore terhadap Software ....1......... Saran ....................................................3...........................................10 2.. Penjadwalan Symmentric Multiprocesing (SMP) .........13 2. Kerugian Multicore ...............4.............. Affinity ...3..........5..............................................15 2...........7...........3...2......................

BAB I PENDAHULUAN 1.1.2. Rumusan Masalah Dengan keterbatasan waktu. Sistem Multiprocessing sering difungsikan sebagai jalan pemecahannya. Meskipun hanya ulasan singkat. Multiprocessing merupakan penggunaan dua atau lebih unit pengolahan pusat (CPU) dalam satu sistem komputer. Istilah ini juga merujuk pada kemampuan sistem untuk mendukung lebih dari satu prosesor dan/atau kemampuan untuk mengalokasikan tugas antara mereka.1 Latar Belakang Penulisan Makalah Dalam sistem multiprocessing. tetapi fungsi ini terkadang cenderung kurang efisien dibandingkan dengan sistem di mana semua CPU yang digunakan. Apa pengertian multiprocessing? 1 . atau hanya satu prosesor pada satu waktu). Sebagai contoh. sedangkan semua pekerjaan lain dalam sistem boleh didistribusikan merata antara CPU. Dalam makalah ini tim penulis menyajikan beberapa ulasan singkat tentang “Multiprocesing” secara terstruktur. semua CPU mungkin sama. atau beberapa mungkin disediakan untuk tujuan khusus. sebagian besar sebagai fungsi dari seberapa CPU. dan kesempatan. dan definisi multiprocessing dapat bervariasi dengan konteks. Sebuah kombinasi antara perangkat lunak. tetapi tim penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat baik bagi pembaca maupun bagi penulis sendiri. 1. sedangkan kode pengguna-mode mungkin dijalankan dalam setiap kombinasi prosesor.2. perangkat keras dan pertimbangan desain sistem operasi sangat menentukan pola simetri dalam sistem Control Unit. perangkat keras atau perangkat lunak mungkin memerlukan pertimbangan bahwa hanya satu CPU menanggapi semua hardware interrupts. Ada banyak variasi pada tema dasar. serta untuk lebih jelas dan akuratnya hasil dari makalah ini maka kami merasa perlu untuk merumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. atau eksekusi kode kernelmode dapat dibatasi hanya satu prosesor (baik prosesor tertentu.

3. Apa itu multicore? 1.1. Apa saja jenis penjadwalan yang ada dalam multiprocessing? 1. 1.2.6.2. 1. 1.4. Untuk dapat mendeskripsikan jenis-jenis multiprocessing. 1.2. 2 .3.1.5.3.6. keuntungan. tipe dan jenis.7.5. 1. dan istilah-istilah seperti multithreading serta istilah multicore yang berkaitan dengan multiprocessing dalam organisasi pararel. Untuk mengetahui tentang multicore.3.3. Apa itu affinity dan load balancing? 1. Manfaat Penulisan Makalah Adapun yang menjadi tujuan kami tim penulis dalam penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan tentang pengertian. Tujuan Penulisan Makalah Adapun yang menjadi tujuan penulis dalam penulisan makalah ini adalah : 1. Untuk mengetahui istilah affinity dan load balancing dalam multiprocessing. Untuk mengetahui tentang pengertian multiprocessing.2.3.2. Untuk mengetahui tentang multithreading.3. 1. Apa saja jenis-jenis multiprocessing? 1.4.2.3.3. Untuk dapat mendeskripsikan tentang keuntungan multiprocessing.4. Disamping itu penulisan makalah ini juga bertujuan untuk melengkapi tugas mata kuliah “Mata Kuliah Organisasi dan Arsitektur Komputer 2”. 1. dasar-dasar penjadwalan.7. Apa itu multithreading? 1.2. Apa saja keuntungan multiprocessing? 1.2. Untuk dapat mengetahui tentang jenis-jenis penjadwalan yang ada dalam multiprocessing.3.

1. Istilah ini juga dapat diartikan sebagai dukungan sebuah sistem untuk mendukung lebih dari satu prosesor dan mengalokasikan tugas kepada prosesor-prosesor tersebut. Peningkatan throughput. Pengertian Multiprocesing Multiprocessing adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang memiliki arti: kemampuan pemrosesan komputer yang dilakukan secara serentak. meski istilah multiprogramming lebih sesuai untuk konsep ini. sebagian besar sebagai fungsi dari seberapa CPU. Sebuah sistem mungkin dapat memiliki dua kemampuan tersebut. atau tidak sama sekali. jika dibandingkan dengan sebuah proses dalam satu waktu. Multiprocessing sering diimplementasikan dalam perangkat keras (dengan menggunakan beberapa CPU sekaligus). Yang meningkat adalah peningkatan jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan dalam waktu tertentu. sementara multiprogramming sering digunakan dalam perangkat lunak. Ada banyak variasi pada tema dasar. dan definisi multiprocessing dapat bervariasi dengan konteks. Jadi yang dimaksud dengan Multiprocessing adalah penggunaan dua atau lebih unit pengolahan pusat (CPU) dalam satu sistem komputer. salah satu di antaranya. 2. Keuntungan Multiprocesing.BAB II PEMBAHASAN 2. Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan dua CPU atau lebih dalam sebuah sistem komputer. Hal ini berarti kemampuan sistem untuk mendukung lebih dari satu prosesor dan/atau kemampuan untuk mengalokasikan tugas antara mereka.2. Beberapa keuntungan multiprocessing antara lain: a. Multiprocessing adalah kemampuan eksekusi terhadap beberapa proses perangkat lunak dalam sebuah sistem secara serentak. 3 .

storage. dan power supply.1. Berdasarkan simetrinya. maka kegagalan salah satu prosesor bisa ditanggulangi oleh prosesor-prosesor yang lain. 4 . multiprocessing dapat dibagi ke dalam : 2. Jenis-jenis Multiprocesing 2.1. Bisa terjadi penurunan performa. Jika pekerjaan terbagi rata. 2. Daripada sistem dengan banyak prosesor tunggal. Sayangnya. model ini memiliki beberapa kelemahan. Peningkatan kehandalan. seperti :   Kegagalan prosesor utama bisa menyebabkan kegagalan keseluruhan sistem.1.b.3. Lebih ekonomis.3. Asymmentric Multiprocesing (ASMP) Setiap prosesor diberikan suatu tugas yang spesifik. c.3. Sebuah prosesor bertindak sebagai master processor yang bertugas menjadwalkan dan mengalokasikan pekerjaan pada prosesor lain yang disebut slave processor. karena bisa berbagi memori. yaitu terjadi bottleneck di prosesor utama karena dialah yang bertanggung jawab atas penjadwalan dan manajenem proses.

2. Symmentric Multiprocesing (SMP) Setiap prosesor menjalankan salinan identik dari sistem operasi dan banyak job yang dapat berjalan pada suatu waktu tanpa mengurangi kinerja. Keuntungan SMP:    Performance Availability Incremental growth 2.   SISD (Single Instruction on Single Data Stream) Satu prosesor Satu instruksi stream 5 .3.2.3. 2. Berdasarkan jumlah instruksi dan datanya.1.1.3. dapat dibagi ke dalam (Taksonomi Flynn).2.2.

2.  Data disimpan di satu memori Disebut Uni-processor 2.3.2.     SIMD (Single Instruction on Multiple Data Stream) Instruksi mesin tunggal Eksekusi dikendalikan secara simultan Terdapat sejumlah elemen proses Setiap instruksi dieksekusi dalam set data yang berbeda oleh proses yang berbeda 6 .

Membagikan sumber independen.3.3.2.4. termasuk memori utama ke prosesor 7 .    MISD (Multiple Instruction on Single Data Stream) Satu Aliran Instruksi Banyak Aliran Data Belum dapat diimplementasikan dengan baik 2.2.    MIMD (Multiple Instruction on Multiple Data Stream) Terdiri dari sejumlah set prosesor Terdiri dari sejumlah set data yang berbeda Secara simultan mengeksekusi urutan instruksi yang berbeda Sifat komputer MIMD:   Mendistribusikan pemrosesan ke sejumlah prosesor independen.3.2.

Setiap prosesor berfungsi secara independen dan bersama-sama. Berdasarkan kedekatan antar processor. 2. memori lokal dan clock sendiri namun semua resource dapat diakses dari setiap site. 8 .3. Proses yang dijalankan pada komputer yang berbeda modul saling berkomunikasi dengan bertukar pesan melalui Message Transfer System (MTS). dapat dibagi ke dalam : 2.   Loosely Coupled Setiap site memiliki processor.3.  Setiap prosesor menjalankan programnya sendiri.1.3.3.

4.  Sebuah memori lokal kecil atau buffer (cache) kemungkinan terdapat pada setiap prosesor untuk memperbaiki kinerja. Penjadwalan Assymmentric Multiprocesing (Penjadwalan ASMP) Pendekatan pertama untuk penjadwalan prosesor jamak adalah penjadwalan asymmetric multiprocessing atau biasa disebut juga sebagai penjadwalan master/slave. satu prosesor menjaga status dari semua proses dalam sistem dan menjadwalkan kinerja untuk semua prosesor 9 . Metode ini sederhana karena hanya satu prosesor yang mengakses struktur data sistem dan juga mengurangi data sharing. Dalam teknik penjadwalan master/slave. 2.1.2.3.4.  Tightly Coupled Prosesor berkomunikasi antara satu dengan yang lain dengan cara berbagi memori utama.3. Dimana pada metode ini hanya satu prosesor (master) yang menangani semua keputusan penjadwalan pemrosesan M/K.2. dan aktivitas sistem lainnya dan prosesor lainnya (slave) hanya mengeksekusi proses. Penjadwalan Multiprocesing 2. sehingga kecepatan komunikasi dari satu prosesor ke yang lain tergantung pada bandwidth memori.

update suatu struktur data. kita harus yakin bahwa dua prosesor tidak memilih proses yang sama dan proses tersebut tidak hilang dari antrian. Beberapa proses terpisah dialokasikan didalam memori. dan memberikan instruksi start processor. Saat slave mengalami sebuah kondisi tertentu seperti meminta M/K.slave. Ruang alamat proses terdiri dari halaman-halaman sehingga hanya sebagian saja dari proses tersebut yang berada dalam memori pada satu waktu. Secara virtual. Dimana setiap prosesor menjadwalkan dirinya sendiri (self scheduling). 10 . Perlu diketahui bahwa prosesor slave yang berbeda dapat ditujukan untuk suatu proses yang sama pada waktu yang berbeda. Sebagai contoh. Gambar diatas mengilustrasikan perilaku dari multiprocessor yang digunakan untuk multiprogramming. prosesor master memilih proses yang akan dieksekusi. Bagaimanapun juga. prosesor slave memberi interupsi kepada prosesor master dan berhenti untuk menunggu perintah selanjutnya. penjadwal dari prosesor-prosesor tersebut harus diprogram dengan hati-hati. Semua proses mungkin berada pada antrian ready yang biasa. Prosesor slave memulai eksekusi pada lokasi memori yang dituju.2.4. atau mungkin setiap prosesor memiliki antrian ready tersendiri. Jika suatu sistem prosesor jamak mencoba untuk mengakses dan meng. penjadwalan terlaksana dengan menjadwalkan setiap prosesor untuk memeriksa antrian ready dan memilih suatu proses untuk dieksekusi. 2. kemudian mencari prosesor yang available. Hal ini memungkinkan banyak proses dapat aktif dalam sistem. Penjadwalan Symmentric Multiprocesing (Penjadwalan SMP) Penjadwalan SMP (Symmetric multiprocessing) adalah pendekatan kedua untuk penjadwalan prosesor jamak.

Contoh sistem yang menyediakan system calls yang mendukung hard affinity adalah Linux.semua sistem operasi modern mendukung SMP. kebanyakan sistem SMP mencoba untuk mencegah migrasi proses antar prosesor sehingga menjaga proses tersebut untuk berjalan di prosesor yang sama. dan  Hard affinity yang menjamin bahwa suatu proses akan berjalan pada prosesor yang sama dan tidak berpindah. Karena mahalnya invalidating dan re-populating dari cache.1. Solaris.5. Namun. Linux. Ada dua jenis afinitas prosesor. dan Mac OS X. Windows Vista.sehingga akses memori yang sukses biasanya terjadi di memori cache. 2.. berpindah dari satu prosesor ke prosesor lainnya akan mengakibatkan isi dari cache memori yang dituju menjadi tidak valid. 11 . sedangkan cache memori dari prosesor asal harus disusun kembali populasi datanya. Windows 2000. Affinity dan Load Balancing 2. Affinity Data yang paling sering diakses oleh beberapa proses akan memadati cache pada prosesor. Hal ini disebut afinitas prosesor (processor affinity). jika suatu proses . termasuk Windows XP. yakni:  Soft affinity yang memungkinkan proses berpindah dari satu prosesor ke prosesor yang lain.5.

prosesor idle selalu menarik proses dari prosesor non. Walaupun pada beberapa sistem. tidak ada aturan tetap keuntungan yang mana yang lebih baik. load balancing tidak diperlukan karena sekali prosesor menjadi idle. Perlu juga diperhatikan bahwa pada sebagian besar sistem operasi kontemporer mendukung SMP. Jika terdapat ketidakseimbangan.idle sedangkan pada 12 . yakni:  Push migration. Kedua pendekatan tersebut tidak harus mutually exclusive dan dalam kenyataannya sering diimplementasikan secara paralel pada sistem load-balancing. mungkin satu atau lebih prosesor idle disaat prosesor lain harus bekerja keras dengan workload yang tinggi. Jika tidak. Pada sistem dengan antrian yang biasa (common queue). sangat penting untuk menjaga keseimbangan workload (banyaknya task yang harus diselesaikan oleh prosesor) antara semua prosesor untuk memaksimalkan keuntungan memiliki multiprocessor.2.5.2. Dalam kasus system engineering. Load Balancing Dalam sistem SMP. jadi setiap prosesor bisa memiliki private queue. yaitu keuntungan menjaga suatu proses berjalan pada satu prosesor yang sama dimana proses dapat memanfaatkan data yang sudah ada pada memori cache prosesor tersebut berkebalikan dengan keuntungan menarik atau memindahkan proses dari satu prosesor ke prosesor lain. Keuntungan dari affinity berlawanan dengan keuntungan dari load balancing. prosesor tersebut segera mengerjakan proses yang dapat dilaksanakan dari antrian biasa tersebut. Ada dua jenis load balancing. Load balancing adalah usaha untuk menjaga workload terdistribusi sama rata untuk semua prosesor dalam sistem SMP. kondisi ini terjadi saat prosesor yang idle menarik (pulling) proses yang sedang menunggu dari prosesor yang sibuk. Perlu diperhatikan bahwa load balancing hanya perlu dilakukan pada sistem dimana setiap prosesor memiliki antrian tersendiri (private queue) untuk proses-proses yang berstatus ready.  Pull migration. maka dilakukan perataan dengan memindahkan( pushing) proses dari yang kelebihan muatan ke prosesor yang idle atau yang memiliki muatan lebih sedikit. pada kondisi ini ada suatu task spesifik yang secara berkala memeriksaload dari tiap-tiap prosesor.

2. seperti cache dan bus. Dari sudut pandang sistem operasi. SMT juga biasa disebut teknologi hyperthreading dalam prosesor intel. setiap logical processor men. Ada sebuah strategi alternatif yang lebih cenderung untuk menyediakan logical processor daripada physical processor. yang berarti bahwa interupsi cenderung dikirimkan ke logical processor dan ditangani oleh logical processor bukan physical processor. Setiap logical processor mempunyai state arsitekturnya sendiri yang mencakup general purpose dan machine state register.share resource dari physical processor-nya.sistem yang lain. Ide dari SMT adalah untuk menciptakan banyak logical processor dalam suatu physical processor yang sama dan mempresentasikan beberapa prosesor kepada sistem operasi. Gambar di atas mengilustrasikan suatu tipe arsitektur SMT dengan dua physical processor dengan masing-masing punya dua logical processor. setiap logical prosesor bertanggung jawab pada penanganan interupsinya sendiri.6. Strategi ini dikenal sebagai SMT (Symetric Multithreading). 13 . Dengan kata lain. Multithreading Sistem SMP mengizinkan beberapa thread untuk berjalan secara bersamaan dengan menyediakan banyak physical processor. Lebih jauh lagi. pada sistem ini terdapat empat prosesor. proses dipindahkan hanya jika terjadi ketidakseimbangan yang besar antara prosesor.

penjadwal pertama kali akan lebih memilih untuk membagi thread ke physical processor daripada membaginya ke logical processor dalam physical processor yang sama. 2. keduanya idle. akan tetapi performa yang diharapkan tidak selalu terjadi pada sistem operasi yang berjalan pada SMT. suatu sistem memiliki 2 physical processor. Multicore Multicore microprocessor adalah kombinasi dua atau lebih prosesor independen ke dalam sebuah integrated circuit (IC). sehingga hardware harus menyediakan representasi state arsitektur dari setiap logical processor sebagaimana representasi dari penanganan interupsinya. 14 . Misalnya. TLP lebih dikenal sebagai chip-level multiprocessing. bukan software.Perlu diketahui bahwa SMT adalah fitur yang disediakan dalam hardware.7. multicore mengizinkan perangkat komputasi untuk memeragakan suatu bentuk thread-level paralelism (TLP) tanpa mengikutsertakan banyak prosesor terpisah. sehingga logical processor pada satu physical processor bisa menjadi sibuk sedangkan physical processor yang lain menjadi idle. Pada umumnya. Sistem operasi tidak perlu didesain khusus jika berjalan pada sistem SMT.

Keuntungan software dari arsitektur multicore adalah kode-kode dapat dieksekusi secara paralel.7. sehingga kekuatan sinyal hanya berkurang sedikit.  Secara fisik.2.  Prosesor dual-core menggunakan sumber daya lebih kecil dibandingkan dengan sepasang prosesor dual-core. Kemampuan prosesor multicore untuk meningkatkan performa aplikasi juga bergantung pada jumlah penggunaan thread dalam aplikasi tersebut. Setiap aplikasi pada sistem 15 .2.  Pengembangan chip multicore membuat produksinya menjadi turun karena bertambahnya tingkat kesulitan untuk mengatur suhu pada chip yang padat.3. dibutuhkan penyesuaian pada software yang ada untuk memaksimalkan kegunaan dari sumber daya komputasi yang disediakan oleh prosesor multicore.  Desain multicore memiliki resiko design error yang lebih rendah daripada desain single-core 2. pemanfaatan daerah permukaan silikon dari desain single-core lebih baik daripada desain multicore. Hal ini dikarenakan sinyal antara CPU yang berbeda mengalir pada jarak yang lebih dekat.7. Kerugian Multicore  Dalam hal sistem operasi.1. Sinyal dengan kualitas baik ini memungkinkan lebih banyak data yang dikirimkan dalam satu periode waktu dan tidak perlu sering di-repeat . Keuntungan Multicore  Meningkatkan performa dari operasi cache snoop (bus snooping). 2. Bus snooping adalah suatu teknik yang digunakan dalam sistem pembagian memori terdistribusi dan multiprocessor yang ditujukan untuk mendapatkan koherensi pada cache.7. Pengaruh Multicore Terhadap Software.  Dari sudut pandang arsitektur. desain CPU multicore menggunakan ruang yang lebih kecil pada PCB (Printed Circuit Board) dibandingkan dengan desain multichip SMP. Dalam sistem operasi. kode-kode tersebut dieksekusi dalam thread-thread atau proses-proses yang terpisah.

Setiap aplikasi harus tertulis secara spesifik untuk memaksimalkan penggunaan dari banyak thread.7.3. Banyak aplikasi software tidak dituliskan dengan menggunakan threadthread yang concurrent karena tingkat kesulitan yang tinggi dalam pembuatannya. Kemudian data harus berpindah-pindah antar tugas dalam melangsungkan komputasi. Communication Tugas-tugas yang telah terpartisi diharapkan dapat langsung dieksekusi secara parallel. Langkah-langkah dalam mendesain aplikasi paralel adalah sebagai berikut: 2.1. 16 . Fokus dari tahap ini adalah mempartisi sejumlah besar tugas dalam ukuran kecil dengan tujuan menguraikan suatu masalah menjadi butiran. Akan tetapi. Kita pertimbangkan juga apakah perlu untuk menggumpalkan (agglomerate) tugas-tugas pada fase partition menjadi lebih sedikit.berjalan pada prosesnya sendiri sehingga aplikasi paralel akan mendapatkan keuntungan dari arsitektur multicore. Partioning Tahap desain ini dimaksudkan untuk membuka peluang awal pengeksekusian secara paralel. 2.3.3. karena eksekusi berjalan secara independen. Aliran informasi inilah yang dispesifikasi dalam fase communication. 2.butiran kecil. Kita tinjau kembali kedua tahap di atas dengan tujuan untuk mendapatkan algoritma pengeksekusian yang lebih efisien. Agglomeration Pada tahap ini kita pindah dari sesuatu yang abstrak ke sesuatu yang konkret.2. pada umumnya tidak bisa. Concurrency memegang peranan utama dalam aplikasi paralel yang sebenarnya.3.7. Pelaksanaan komputasi dalam satu tugas membutuhkan asosiasi data antara masing-masing tugas. dengan masingmasing tugas berukuran lebih besar.7.

kita menspesifikasi di mana tiap tugas akan dieksekusi. Mapping Dalam tahap yang keempat dan terakhir ini. prosesor multicore menjadi ideal karena server mengizinkan banyak user untuk melakukan koneksi ke server secara simultan. 17 . Oleh karena itu.7.3.4. Web server dan application server mempunyai throughput yang lebih baik. Masalah mapping ini tidak muncul pada uniprocessor yang menyediakan penjadwalan tugas. Pada sisi server.2.

kritik. storage. Isi dari makalah ini tidak lepas dari kata sempurna. 3. maka beberapa pengembang chipset berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi ini. Simpulan Multiprocessing adalah penggunaan dua atau lebih unit pengolahan pusat (CPU) dalam satu sistem komputer. Mengingat begitu pentingnya teknologi multiprocecing ini. maka kegagalan salah satu prosesor bisa ditanggulangi oleh prosesorprosesor yang lain. Keuntungan multiprocessing antara lain : a) Dapat meningkatkan throughput. maksudnya adalah peningkatan jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan dalam waktu tertentu. hal ini dikarenakan jika pekerjaan (instruksi) terbagi secara merata. kami mengajak para pembaca untuk mencoba memahami bagian-bagian dari kinerja CPU. c) Dapat meningkatkan performa/kehandalan. dan power supply (hal ini dikarenakan dapat di shared).2. Melalui tulisan dalam makalah ini. maksudnya adalah dibandingkan sebuah sistem dengan banyak prosesor tunggal. metode multiprocessing dapat mengoptimalkan alokasi hardware seperti memori. Untuk menghadapi perkembangan yang sedemikian pesatnya maka diharapkan kepada kita semua untuk mengimbangi dan mengikuti perkembangan itu. Maka yang menjadi tujuan 18 . maka dari itu melalui tulisan ini kami selaku tim penulis dari makalah ini mengundang masukan baik itu berupa saran. khususnya manajemen proses yang diantaranya terdapat multiprocessing control unit. Saran Pesatnya perkembangan teknologi telah merambah ke segala bidang kehidupan manusia terutama pada bidang informasi.1. Hal ini berarti kemampuan sistem untuk mendukung lebih dari satu prosesor dan/atau kemampuan untuk mengalokasikan tugas antara mereka.BAB III PENUTUP 3. ataupun pertanyaan guna melengkapi kajian makalah ini. b) Lebih ekonomis.

19 .penulisan makalah ini adalah agar para pembaca dapat mengetahui teknologi informasi tersebut.

wikipedia.org/wiki/Multiprocessing.staff.files.org/wiki/Multipengolahan Multipengolahan Diakses 10 Desember 2011.wordpress.REFERENSI http://id.com/2009/01/multiprocessor.ac.gunadarma.wikipedia.pdf Materi Arkom Smt.pdf. . Multiprocesing-english language Diakses 8 Desember 2011.3-gunadarma Diakses 9 Desember 2011.id/Downloads/files/262/ArKompPar1. http://amutiara. Multiprocesor Diakses 10 Desember 2011. http://en. http://syahrie.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful