TUGAS PANGGILAN GEREJA (Pelayanan Perkunjungan

)
Pengantar Ada istilah TmT “Tahu Tapi Tidak mau Tahu”. Barangkali istilah ini terkesan kasar/tidak bertetika ketika diungkapkan dan dinyatakan kepada orang lain. Namun sejujurnya ketika kita menilik kehidupan kita sebagai “gereja”, pelayan gereja (penatua, diaken, pendeta) yang sudah diteguhkan dihadapan jemaat Tuhan, suka atau tidak suka, istilah tersebut kadangkala bahkan mungkin seringkali terjadi pada kita dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kinerja pelayanan gerejawi. Salah satu diantaranya adalah Pelayanan Perkunjungan. Ada pemikiran dan pernyataan bahwa Pelayanan Perkunjungan adalah : 1. Tugas Pendeta yang paham dengan keadaan jemaat dan Alkitabiah yang memang sudah sewajarnya demikian.. (berkaitan tugas dan tanggung jawab Pendeta) 2. Menyita waktu….. (walaupun tidak dinyatakan secara terus terang) 3. Jemaat belum butuh dikunjungi, terbukti kehadiran jemaat dalam ibadah Minggu cukup baik 4. Dan masih banyak lagi pernyataan yang lain (barangkali saat membaca, kita juga memikirkannya ) Dari beberapa pemikiran dan pernyataan diatas, sekilas bisa jadi “benar” (……………………… ), namun pemikiran dan pernyataan diatas akan menjadi tidak benar ketika kita melihat keberadaan diri kita sebagai umat pilihan Allah, Imamat Rajani yang jelas-jelas dipanggil untuk melakukan tugas pelayanan. (band. Mat.20:28). Dan juga seperti yang tertulis dalam PPA GKJ BAB IV Gereja dan Tata Kehidupan Gereja sub. Tugas Panggilan Gereja. Maka disana tertulis secara rinci makna dari Panggilan Gereja dalam Karya Penyelamatan Allah Secara ringkas, makalah ini membahas Prinsip Dasar Pelayanan Perkunjungan (umum dan khusus) dan Tips umum dalam perkunjungan gerejawi. Beberapa Prinsip Dasar: 1. Perkunjungan Gerejawi harus dibedakan dengan kunjungan kepada teman/kenalan. Perkunjungan Gerejawi bukan sekadar mampir; 2. Perkunjungan juga bukan suatu cara untuk menambah jumlah anggota. Beberapa gereja/ persekutuan banyak memanfaatkan cara ini untuk mengambil keuntungan pribadi; 3. Perkunjungan merupakan wujud penghayatan persekutuan antar-jemaat seperti persekutuan antara Tuhan dengan umat manusia. Artinya dengan kuatnya nilai persekutuan maka Perkunjungan dengan sendirinya akan berjalan.dan menjadi “gaya hidup” Perkunjungan Gerejawi Memliliki Beberapa Tujuan: 1. Perkunjungan Umum a. Perkenalan : kunjungan ini biasanya dilakukan kepada simpatisan (pengunjung tetap kebaktian) yang mungkin berkeinginan menjadi anggota jemaat ; b. Penguatan : ditujukan kepada yang sakit, persiapan operasi, persiapan acara-acara besar (perkawinan, ujian, caleg, dan lain-lain); c. Penghiburan : ditujukan kepada jemaat yang mengalami kedukaan. 2. Perkunjungan Khusus a. Penggembalaan (Konseling Pastoral), ditujukan kepada anggota jemaat yang telah diketahui memiliki persoalan (permasalahan) karena tidak pernah datang dalam kebaktian, atau diketahui memiliki ajaran yang menyimpang, dan lain-lain. Dasar Teologis Perkunjungan Gerejawi: Matius 9:13 “Jadi pergilah dan pelajarilah arti Firman ini: “Yang Kuhendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang berdosa”. Matius 20:28 “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang”.

dan lain-lain.kan banyak nasihat padahal nasihat tersebut kadang malah menyesatkan. dengan sopan kita katakan di lain hari akan datang kembali bersama dengan pendeta atau pejabat gereja lainnya. Tuhan Yesus dalam pelayananNya melakukan perkunjungan kepada banyak orang. bermasalah. Hindarilah pikiran yang bercabang atau anda sendiri sedang dalam masalah. Galatia 6:2: “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”.Karena kasih Tuhan yang besar kepada manusia ciptaanNya yang jatuh dalam dosa. Inilah yang membedakan PG dengan mampir kerumah teman. Namun. secara khusus penggembalaan hanya bisa dilakukan oleh pejabat gerejawi atau anggota jemaat yang telah direkomendasikan khusus oleh Majelis Jemaat. Dapat dikatakan PG adalah seni. nyomblangin anak orang. Pelaksanaan Perkunjungan Gerejawi: Pada prinsipnya kunjung-mengunjungi adalah kegiatan biasa umat manusia sebagai mahluk sosial. Mendengarkan Tips ini termasuk sulit. Namun. Kunjungan tersebut berlanjut sebagai ajang jual-beli. Biasanya kita langsung sok-sok’an. 5 Jangan Memanfaatkan Untuk Kepentingan Pribadi Masalah ini sering terjadi pada perkunjungan perkenalan “biasanya ibu-ibu  “. Di bawah ini terdapat beberapa tips antara lain: 1. Sehingga jika dalam satu hari dapat mengunjungi satu jemaat saja tidaklah masalah. misalkan dalam percakapan kita mengingat satu bagian dari ayat-ayat tertentu. Tuhan Memberkati Pelayanan kita Katariksa Dany Putra. S. kedukaan. Hadir seutuhnya Kedatangan/kunjungan kita merupakan pelayanan total seluruh hidup kita. setiap perkunjungan memiliki karakteristik yang berbeda -beda. “Untuk itu pengalaman adalah guru yang terbaik”. ada bahaya lain yaitu seakan-akan kita harus mampu memecahkan/menyelesaikan masalah tersebut. 3. Tips Umum Dalam Perkunjungan: Prinsipnya secara umum. mengunjungi jemaat yang sakit akan berbeda dengan mengunjungi jemaat yang dalam kedukaan. maka Tuhan datang/hadir/berkunjung melawat di tengah-tengah manusia untuk menebus dosa kita. Semakin anda sering melaksanakan pelayanan perkunjungan maka anda akan semakin “ahli”. kita tidak harus melakukan pembacaan dari Alkitab. sebab kebanyakan orang kesulitan untuk diam dan mendengar pembicaraan orang lain. promosi. “Tetapi Tidak Harus Membaca Dari Alkitab” Doa dapat dilakukan sebelum atau sesudah perkunjungan. dan lain-lain. Artinya. Artinya seluruh anggota jemaat diperbolehkan untuk saling mengunjungi. Sampai-sampai dalam Yakobus 1:19 dinasihatkan “Hai saudara-saudara yang Kukasihi. bahkan lebih bagus sebab fokus 2. menjadi seperti seorang konselor menyampai. Sebaiknya jika sejak awal sudah merasa masalah tersebut sulit. Selain itu. ngerumpi. kepada mereka yang sakit. jemaat tanpa sengaja menyampaikan suatu masalah kepada kita. Ada Doa. ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar tetapi lambat untuk berkata-kata…”. 4. namun doa ini harus dilakukan. Maksudnya adalah tidak selalu kita perlu membawa-bawa Alkitab dan membacanya (kecuali penggembalaan).Th 2012 . Jangan Berpikir Untuk Menyelesaikan Suatu Masalah Kadang-kadang dalam perkunjungan. Hal tersebut dapat dimodifikasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful