KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT kami ucapkan karena kami dapat menyelesaikan tugas Laporan Praktikum Elektronika Telekomunikasi ini dengan baik. Laporan ini berisi tentang prinsip dasar, karakteristik dan cara kerja dari Filter Pasif dan Aktif. Untuk itulah penulis membuat laporan ini guna mempelajari prisip kerja dan karakteristiknya. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak - pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini, antara lain : 1. Bpk. M. Taufik selaku Dosen Praktikum Elektronika Telekomunikasi. 2. Ayah dan Ibu tercinta yang telah memberikan dukungan dan bantuan kepada putra - putrinya baik secara moriil maupun materiil. 3. Dosen Pembimbing serta seluruh staff karyawan Politeknik Negeri Malang. 4. Teman – teman serta pihak lain yang telah membantu kami dalam menyelesaikan laporan ini.

Dalam penyusunan laporan ini pasti terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan.

Penulis

1

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ………………………………………………………………….. Daftar Isi …………………………………………………………....................... BAB I PENDAHULUAN 1.1. Tujuan ……………………………………………..................... 1.2. Teori Dasar ………………………………………………......... BAB II PEMBAHASAN 2.1. Alat dan Bahan Yang Digunakan 2.2. Gambar Rangkaian Percobaan 2.3. Prosedur Percobaan BAB III HASIL PERCOBAAN 3.1. Data Hasil Percobaan …………………………………………... 3.2. Gambar Hasil Praktik ..................................................................... 3.3. Analisa Data ................................................................................... BAB IV PENUTUP 4. Kesimpulan ........................................................................................ 14 9 10 10 ......………..……………. 6 6 7 3 3 1 2

......………..…………….......

................................................................

2

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Tujuan Tujuan dilaksanakannya praktikum filter aktif dan pasif ini adalah : 1. Mengetahui komponen – komponen pada filter aktif dan pasif 2. Memahami cara kerja filter aktif dan pasif 3. Mengetahui bentuk keluaran dari filter aktif dan pasif 4. Mengetahui perbedaan filter aktif dan pasif

1.2. Teori Dasar Low Pass Filter memiliki tegangan output konstan dari DC (0Hz), sampai frekuensi Cut-off ditentukan, (ƒc) titik. Titik frekuensi cut-off adalah 0,707 atau-3dB (dB =-20Log Vout / Vin) dari gain tegangan diizinkan untuk lulus. Rentang frekuensi "di bawah" ini ƒc cut-off point umumnya dikenal sebagai Band Pass sebagai sinyal input diperbolehkan untuk melewati filter. Rentang frekuensi "di atas" titik cut-off umumnya dikenal sebagai Band Stop sebagai sinyal input diblokir atau dihentikan dari melewati. Sebuah rangkaian sederhana untuk low pass filter dapat dibuat dengan menggunakan sebuah resistor tunggal di seri dengan kapasitor non-terpolarisasi tunggal (atau komponen reaktif tunggal) di sebuah sinyal input Vin, sementara output sinyal Vout diambil dari seluruh kapasitor. Frekuensi cut-off atau-3dB, dapat ditemukan dengan menggunakan rumus, ƒc = 1 / (2πRC). Sudut fase dari sinyal output pada ƒc dan-45o untuk Low Pass Filter. Keuntungan dari filter atau penyaring dalam hal ini, umumnya dinyatakan dalam Decibel dan merupakan fungsi dari nilai output dibagi dengan nilai input yang sesuai dan diberikan sebagai:

3

Frekuensi cut-off atau-3dB titik. Bila digunakan seperti ini di aplikasi audio pass filter tinggi kadang-kadang disebut "berpotongan rendah". Umumnya. Bila digunakan seperti ini di aplikasi audio filter lolos rendah kadang disebut "high-cut". sampai ke titik cut-off tertentu (ƒc) frekuensi. Sebuah aplikasi yang sangat umum pass filter pasif tinggi. Sudut fase dari sinyal output pada ƒc adalah +45 o. kita akan memiliki sirkuit yang menghasilkan frekuensi output kurva respons yang sama dengan yang dari Filter High Pass. Tetapi jika kita mengubah sinyal input untuk yang dari "gelombang persegi" sinyal berbentuk yang memiliki 4 . ƒc = 1 / (2πRC). Rentang frekuensi "di bawah" ini pointƒc cut-off umumnya dikenal sebagai Band Berhenti sementara rentang frekuensi "di atas" titik cut-off umumnya dikenal sebagai Band Pass. dapat ditemukan dengan menggunakan rumus. atau "bass memotong" filter. adalah dalam audio amplifier sebagai kapasitor coupling antara dua tahap penguat audio dan dalam sistem speaker untuk mengarahkan sinyal frekuensi tinggi untuk speaker kecil "tweeter" tipe sementara memblokir sinyal bass yang lebih rendah atau juga digunakan sebagai filter untuk mengurangi noise frekuensi rendah atau "gemuruh" distorsi jenis. Titik cut-off frekuensi rendah adalah 70. Vout tegangan output tergantung pada konstanta waktu dan frekuensi dari sinyal input seperti yang terlihat sebelumnya. dan ini dibahas di tutorial berikutnya. Filter ini memiliki tegangan output dari DC (0Hz). Jika kita membalikkan posisi dari resistor dan kapasitor dalam rangkaian sehingga tegangan keluaran sekarang diambil dari resistor. Dengan sinyal AC sinusoidal diterapkan pada sirkuit berperilaku sebagai filter 1st Orde lulus sederhana tinggi. Filter High Pass adalah lawan yang tepat untuk low pass filter.Aplikasi pasif Filter Low Pass berada di amplifier audio dan sistem speaker untuk mengarahkan sinyal frekuensi bass yang lebih rendah untuk speaker bass yang lebih besar atau untuk mengurangi noise frekuensi tinggi atau "mendesis" distorsi jenis.7% atau-3dB (dB =-20Log Vout / Vin) dari gain tegangan diizinkan untuk lulus. atau "cut treble" filter. penyaring bernilai tinggi kurang distorsi dari pass filter setara rendah.

Respons frekuensi dari filter lolos rendah orde kedua adalah identik dengan jenis orde pertama kecuali bahwa stop band roll-off akan dua kali orde pertama filter di 40dB/decade (12dB/octave). Seperti dengan filter pasif. Contoh kita di atas menunjukkan frekuensi output kurva respon untuk lulus "ideal" band filter dengan gain konstan dalam band pass dan mendapatkan nol di band stop. sebuah orde pertama pass filter aktif rendah dapat diubah menjadi pass filter orde kedua rendah hanya dengan menggunakan jaringan RC tambahan di jalur input. dll dan lebih tinggi urutan filter yang curam akan menjadi lereng pada N kali -20dB/decade. Hal ini terdiri dari dua sirkuit tunggal RC filter yang masing-masing orde pertama filter sendiri. keempatorder pass filter tinggi dengan cascading dua orde kedua filter bersama-sama dan sebagainya. Jika filter lebih banyak mengalir bersama rangkaian yang dihasilkan akan dikenal sebagai filter "N-order" di mana "N" adalah nomor komponen reaktif individual dalam sirkuit. Namun. yaitu.masukan langkah hampir vertikal. 5 . dst keempat. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini akan menyediakan beberapa bentuk isolasi listrik antara dua sirkuit filter di bawah ini. filter untuk lulus ketiga tinggi dibentuk oleh cascading di seri filter urutan pertama dan kedua. 4-order. kelima. respon rangkaian perubahan dramatis dan menghasilkan sirkuit umum dikenal sebagai Diferensiator. Dalam prakteknya respons frekuensi Band ini Lulus sirkuit Filter tidak akan sama dengan reaktansi input dari rangkaian high pass akan mempengaruhi respons frekuensi dari rangkaian low pass (komponen yang terhubung secara seri atau paralel) dan sebaliknya. terbentuk hanya dengan cascading bersama filter pertama dan orde kedua. seperti ketiga. nilai kapasitor tunggal dibuat dengan menggabungkan bersamasama dua atau lebih kapasitor individu masih satu kapasitor. Sebagai contoh. Sebuah Filter Pasif Band Pass digolongkan sebagai filter tipe orde kedua karena memiliki dua komponen reaktif dalam desain. kapasitor. Tingkat tinggi pass filter tinggi. 10-order.

Frekuensi cut-off atau sudut lulus filter rendah (LPF) lebih tinggi dari frekuensi cut-off dari filter lolos tinggi (HPF) dan perbedaan antara frekuensi di-3dB titik akan menentukan "bandwidth" dari Band pass filter sementara pelemahan sinyal apa pun di luar titik-titik ini. Filter Aktif Band Pass sedikit berbeda dalam bahwa itu adalah rangkaian filter frekuensi selektif digunakan dalam sistem elektronik untuk memisahkan sinyal pada satu frekuensi tertentu. Namun. adalah kemampuannya untuk lulus frekuensi relatif unattenuated lebih sebuah band tertentu atau penyebaran frekuensi disebut "Band Pass". Salah satu cara untuk membuat Filter Band Pass sangat sederhana Aktif adalah untuk menghubungkan pass filter pasif dasar tinggi dan rendah kita melihat sebelumnya untuk rangkaian op-amp penguatan seperti yang ditunjukkan. Simple Band Pass Filter Aktif dapat dengan mudah dibuat dengan cascading bersama Filterwith Celah tunggal Rendah sebuah Pass Filter Tinggi tunggal seperti yang ditunjukkan. Ini band atau rentang frekuensi diatur antara dua frekuensi cut-off atau sudut poin dinamakan "frekuensi yang lebih rendah" (ƒL) dan "frekuensi yang lebih tinggi" (ƒH) sementara menghaluskan setiap sinyal luar dari kedua poin. atau berbagai sinyal yang terletak dalam "band" tertentu frekuensi dari sinyal pada semua frekuensi lainnya. untuk lulus tinggi menyaring band pass dimulai dari ini-3dB frekuensi cut-off dan terus sampai tak terhingga atau gain loop terbuka maksimum untuk sebuah filter aktif. Seperti kita lihat sebelumnya dalam tutorial Band Pass Filter Pasif. Sama. Untuk lolos rendah menyaring ini band pass dimulai dari 0Hz atau DC dan terus sampai ke titik-cut off frekuensi tertentu di-3dB turun dari keuntungan band pass maksimal. karakteristik utama dari Band Pass Filter atau penyaring dalam hal ini. sedangkan nomor urut ganjil akan mulai dengan filter orde pertama di awal seperti yang ditunjukkan. 6 .Kemudian seorang Pass Filter Aktif Tinggi dengan nomor urut bahkan akan hanya terdiri dari orde kedua filter.

7 .

8 .

Power Supply 5. Kabel banana to banana (kecil) 6. Kabel BNC to jepit 8.BAB II PEMBAHASAN 2. Gambar Rangkaian Percobaan 9 . alat dan bahan yang digunakan antara lain sebagai berikut : 1.2.1. Kabel banana to banana (besar) 7. Function Generator 4. Alat dan Bahan Yang Digunakan Pada percobaan Filter Aktif dan Pasif ini. Osiloskop 3. Tee BNC 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 4 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2. Modul Passive/Active Second Order Filter 2. Kabel BNC to BNC 9.

4.2. 7kHz.2 voltage gain dibuat dalam bentuk grafik untuk membuktikan kebenaran dari filter pasif high pass berikut. sisi kiri merupakan filter pasif sedangkan sisi kanan adalah filter aktif. 4. input amplitudo sebesar 2. 10kHz. input amplitudo sebesar 2. 70kHz dan 100kHz. Sesuai dengan modul percobaan second order filter. 3. Voltage gain dapat dihitung pada setiap frekuensi dan hasilnya dicatat pada tabel 1. 5. sisi kiri merupakan filter pasif sedangkan sisi kanan adalah filter aktif. 7kHz. Frekuensi input diubah – ubah ke angka 1kHz.2. Pada percobaan yang pertama digunakan adalah filter pasif low pass. Frekuensi input diubah – ubah ke angka 1kHz. Dengan menggunakan osiloskop. Percobaan kedua : Passive Second Order High Pass Filter 1. 2. 70kHz dan 100kHz.1 voltage gain dibuat dalam bentuk grafik untuk membuktikan kebenaran dari filter pasif low pass berikut. Prosedur Percobaan Percobaan pertama : Passive Second Order Low Pass Filter 1. Voltage gain dapat dihitung pada setiap frekuensi dan hasilnya dicatat pada tabel 1. 10kHz. besar tegangan sinyal output dapat diukur dan dicatat hasilnya pada tabel 1. 50kHz. 3kHz.2. 3. Pada terminal input. Dari data pada tabel 1. 5kHz.1. Sesuai dengan modul percobaan second order filter. 30kHz. besar tegangan sinyal output dapat diukur dan dicatat hasilnya pada tabel 1. 6. 5kHz.1. 50kHz. 6. Dengan menggunakan osiloskop.5 V dan frekuensi gelombang sinus sebesar 1 kHz. Dari data pada tabel 1. 30kHz. 2. 10 . Pada terminal input.5 V dan frekuensi gelombang sinus sebesar 1 kHz. 3kHz. Pada percobaan yang kedua digunakan adalah filter pasif high pass.3. 5.

30kHz. input amplitudo sebesar 2. 0. 3.5 V dan frekuensi gelombang sinus sebesar 1 kHz. Percobaan keempat : Active Second Order Low Pass Filter 1. 3. Dengan menggunakan osiloskop. 7kHz. 2. 100kHz.5 V dan frekuensi gelombang sinus sebesar 1 kHz. 5. 10kHz dan 30kHz.3.3kHz. Pada percobaan yang keempat digunakan adalah filter aktif low pass. Frekuensi input diubah – ubah ke angka 0. 1kHz. sisi kiri merupakan filter pasif sedangkan sisi kanan adalah filter aktif. 300kHz dan 500kHz.7kHz. Pada terminal input.25kHz. besar tegangan sinyal output dapat diukur dan dicatat hasilnya pada tabel 1. 70kHz. Voltage gain dapat dihitung pada setiap frekuensi dan hasilnya dicatat pada tabel 1. Dengan menggunakan osiloskop. 10kHz. Dari data pada tabel 1. 6. Frekuensi input diubah – ubah ke angka 100Hz. Dari data pada tabel 1.Percobaan ketiga : Passive Second Order Band Pass Filter 1.4kHz. input amplitudo sebesar 2. 11 . 5.5kHz. 5kHz. 50kHz.4. 3kHz. Sesuai dengan modul percobaan second order filter.4 voltage gain dibuat dalam bentuk grafik untuk membuktikan kebenaran dari filter aktif low pass berikut. Voltage gain dapat dihitung pada setiap frekuensi dan hasilnya dicatat pada tabel 1. 0. Sesuai dengan modul percobaan second order filter. 7kHz. 1kHz. 5kHz. sisi kiri merupakan filter pasif sedangkan sisi kanan adalah filter aktif. 0. 4. 6.3.4. besar tegangan sinyal output dapat diukur dan dicatat hasilnya pada tabel 1. Pada terminal input. 0. 4. Pada percobaan yang ketiga digunakan adalah filter pasif band pass. 2.3 voltage gain dibuat dalam bentuk grafik untuk membuktikan kebenaran dari filter pasif band pass berikut. 3kHz.

0.5. 4.5kHz. 3.6 voltage gain dibuat dalam bentuk grafik untuk membuktikan kebenaran dari filter aktif band pass berikut. 3kHz. input amplitudo sebesar 2. 0.7kHz.7kHz. Pada percobaan yang kelima digunakan adalah filter aktif high pass. Voltage gain dapat dihitung pada setiap frekuensi dan hasilnya dicatat pada tabel 1. 4. 1kHz.Percobaan kelima : Active Second Order High Pass Filter 1. sisi kiri merupakan filter pasif sedangkan sisi kanan adalah filter aktif.5 V dan frekuensi gelombang sinus sebesar 1 kHz. 12 . 1kHz. 5kHz. 0. Sesuai dengan modul percobaan second order filter. Dari data pada tabel 1. Pada percobaan yang keempat digunakan adalah filter aktif band pass. 30kHz. 6. 0. Dengan menggunakan osiloskop. input amplitudo sebesar 2.5kHz. 70kHz. Pada terminal input.6. Pada terminal input. 50kHz. 0. 5kHz. besar tegangan sinyal output dapat diukur dan dicatat hasilnya pada tabel 1. 10kHz dan 30kHz. 5. Dari data pada tabel 1. 3. 0. besar tegangan sinyal output dapat diukur dan dicatat hasilnya pada tabel 1. Sesuai dengan modul percobaan second order filter.4kHz. 7kHz. 10kHz. 15kHz. 0.6.5 voltage gain dibuat dalam bentuk grafik untuk membuktikan kebenaran dari filter aktif high pass berikut.3kHz. 100kHz dan 300kHz. 2. Percobaan keenam : Active Second Order Band Pass Filter 1. Dengan menggunakan osiloskop. Frekuensi input diubah – ubah ke angka 0.25kHz.4kHz. 6. Frekuensi input diubah – ubah ke angka 0. sisi kiri merupakan filter pasif sedangkan sisi kanan adalah filter aktif.5.25kHz. 2. 5. 3kHz. 0. Voltage gain dapat dihitung pada setiap frekuensi dan hasilnya dicatat pada tabel 1.5 V dan frekuensi gelombang sinus sebesar 1 kHz. 7kHz.3kHz.

32 0.93820026 -3 dB  setengah daya dimana tegangan turun 13 .724243453 -1.8 4. Data Hasil Percobaan Tabel 1.12 0.72 0.08 Voltage Gain (dB) 0 -0.92 0.6 0.2 3.6 4.9 0.18 0. Hasil pengukuran Passive Second Order Low Pass Filter (input amplitudo = 2.853350071 -9.96 0.41637508 -21.354575339 -0.BAB III HASIL PERCOBAAN 3.1.84 0.5 V dengan V/Div = 5Vpp) Input sinyal frekuensi (kHz) 1 3 5 7 10 30 50 70 100 Output sinyal (Vpp) 5 4.8945499 -18.6 1.897000434 -14.4 Gain (Vo/Vi) 1 0.6 0.514414279 -2.1.

V output 6 5 4 -3 dB 3 2 1 0 V output 1 5 3 4.72424 -1.9 70 0.2 10 3.4 Voltage Gain 0 -5 -10 -15 -20 -25 Voltage Gain 1 0 3 5 7 10 30 50 70 100 -0.6 100 0.6 30 1.51441 -2.4164 -21.9382 14 .8945 -18.8 5 4.897 -14.35458 -0.6 7 4.6 50 0.85335 -9.

96 0.8 4.Tabel 1.8 4.24 0.74 0.2 3.62 0.8 4.354575339 -0.39577517 -4.84 0.354575339 -0.2 3.354575339 -3 dB  setengah daya dimana tegangan turun 15 .91760035 -12.15216621 -2. Hasil pengukuran Passive Second Order High Pass Filter (input amplitudo = 2.96 Voltage Gain -15.8 Gain (Vo/Vi) 0.96 0.96 0.514414279 -0.2 4.8 2.16 0.8 4.2.5 V dengan V/Div = 5Vpp) Input sinyal frekuensi (kHz) 1 3 5 7 10 30 50 70 100 Output sinyal (Vpp) 0.354575339 -0.615365605 -1.

8 3 1.3958 -4.35458 -0.1 7 3.8 50 4.51441 -0.8 Voltage Gain 0 -2 -4 -6 -8 -10 -12 -14 -16 -18 1 3 5 7 10 30 50 70 100 Voltage Gain -15.35458 16 .7 10 4.35458 -0.2 30 4.8 70 4.8 100 4.35458 -0.V output 6 5 4 3 2 1 0 Series1 1 0.15217 -2.2 5 3.61537 -1.9176 -12.

04 Voltage Gain -33.95880017 -3 dB  setengah daya dimana tegangan turun 17 .08 0.68 0. Hasil pengukuran Passive Second Order Band Pass Filter (input amplitudo = 2.97940009 -21.64 0.2 Gain (Vo/Vi) 0.6 1 0.2 0.93820026 -10.853350071 -3.2 2.3.97940009 -18.02 0.Tabel 1.45757491 -7.03623946 -3.13094647 -5.4 3.8 3.12 0.2 3.41637508 -27.5 2.72 0.15216621 -5.4 1.62 0.1 2.56 0.6 3.6 0.349821746 -4.44 0.87640052 -2.5 V dengan V/Div = 5Vpp) Input sinyal frekuensi (Hz) 100 1k 3k 5k 7k 10k 30k 50k 70k 100k 300k 500k max Output sinyal (Vpp) 0 0.3 0.679933127 -13.52 0.

5 2 1.2 30 3.4 70 3.5 3 2.V output 4 3.6 50 3.04 -3.1 1 0.6 300 1 500 0.15 -5.6 1000 0.68 -14 -18.1 0.5 1 0.35 -4.4 -28 18 .8 10 3.2 Voltage Gain 0 -5 -10 -15 -20 -25 -30 -35 -40 0.85 -3.13 -5.88 -2.9 -10.1 1 3 5 7 10 30 50 70 100 300 500 1000 Voltage Gain -34 -21.4 3 1.1 100 2.5 5 2.5 -7.5 0 V output 0.2 7 2.

92256071 -3.5 1 0.285714 0.16228948 12.4 0.5 0.071429 Voltage Gain 21.68641771 20. sehingga pada hasil akhir Voltage Gain untuk mendapatkan -3 dB harus ditambahkan dengan +20 dB.428571 4.64046429 10.1 Gain (Vo/Vi) 12. 19 .59926447 17.90529299 16.214286 0.83771052 -7. Generator Fungsi di setting attenuation sebesar -20 dB.9 0.5 V dengan V/Div = 5Vpp) Input sinyal frekuensi (kHz) 0.71429 7.8813609 -22.857143 6.642857 0.285714 3.4 0.14168956 -2.9225607 -3 dB  setengah daya dimana tegangan turun Keterangan : Pada saat melakukan pengukuran.25 0.14286 10. Hasil pengukuran Active Second Order Low Pass Filter (input amplitudo = 2.428571 0.4.714286 0.35953571 -10.6 0.7 1 3 5 7 10 30 Output sinyal (Vpp) 17 15 11 9 6 4.Tabel 1.3 0.

599317.5 3000 1 5000 0.923 20 .1417 -2.1 Voltage Gain 25 20 15 10 5 0 -5 -10 -15 -20 -25 -30 250 300 400 500 700 1000 3000 5000 7000 10000 30000 voltage gain 21.3595 -10.6 10000 0.8377 -7.686420.V output 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 output 250 17 300 15 400 11 500 9 700 6 1000 4.4 30000 0.9226 -3.881 -22.905316.640510.162312.9 7000 0.

5 V dengan V/Div = 5Vpp) Input sinyal frekuensi (kHz) 0.857143 3.4 0.85831044 -6. 21 .714286 2. sehingga pada hasil akhir Voltage Gain untuk mendapatkan -3 dB harus ditambahkan dengan +20 dB.681664121 9.25 0.9019608 -13.571429 Voltage Gain -25.02059991 4.053571 0.6 6.72531448 14.428571 4.4 4 5.5.7 1 3 5 7 10 30 Output sinyal (Vpp) 75 m 100 m 200 m 300 m 450 m 700 m 2.3801356 -9. Generator Fungsi di setting attenuation sebesar -20 dB.9225607 -16.20103877 -3 dB  setengah daya dimana tegangan turun Keterangan : Pada saat melakukan pengukuran.5 1. Hasil pengukuran Active Second Order High Pass Filter (input amplitudo = 2.214286 0.4 7.4 Gain (Vo/Vi) 0.4213354 -22.5 0.118639113 11.071429 0.3 0.321429 0.Tabel 1.857143 5.142857 0.69371113 13.

92 -16.3 700 0.4 7.7 3000 2.021 4.1186 11.4 5000 4 7000 10000 30000 500000 5.858 -6.6817 9.45 1000 0.42 -22.1 400 0.075 Voltage Gain 20 15 10 5 0 -5 -10 -15 -20 -25 -30 250 300 400 500 700 1000 3000 5000 7000 10000 30000 50000 0 voltage gain -25.201 -16.694 13.4 0.V output 8 7 6 5 4 3 2 1 0 250 300 0.2 output 0.725 14.2 500 0.6 6.9 22 .38 -9.9 -13.

071429 0.142857 0. sehingga pada hasil akhir Voltage Gain untuk mendapatkan -3 dB harus ditambahkan dengan +20 dB.24 440 m 260 m 200 m 80 m 20 m Gain (Vo/Vi) 0.5 0.885714 0.7 1 3 5 7 10 30 50 70 100 300 Output sinyal (Vpp) 40 m 45 m 50 m 70 m 100 m 120 m 380 m 640 m 960 m 1.25 0.457143 0.057143 0.0205999 -22.9019608 -24. Generator Fungsi di setting attenuation sebesar -20 dB. Hasil pengukuran Active Second Order Band Pass Filter (input amplitudo = 2.014286 Voltage Gain -30.6230938 -16.05 0.Tabel 1.085714 0.035714 0.4 0.271429 0.0535072 -14.9431606 -26.9019608 -3 dB  setengah daya dimana tegangan turun Keterangan : Pada saat melakukan pengukuran.3389358 -11.79896123 -3.3268888 -6.3 0.27713605 -1. 23 .185714 0.032143 0.8583104 -28.028571 0.860761 -36.05412701 -10.314286 0.685714 0.6.8813609 -29.5 V dengan V/Div = 5Vpp) Input sinyal frekuensi (kHz) 0.9225607 -21.

9 -36.9 -29.12 0.96 1.05 -10.9 -24.4 0.9 -26 -22.26 Voltage Gain 0 -5 -10 -15 -20 -25 -30 -35 -40 200 300 400 500 700 1000 3000 5000 7000 1000 3000 5000 7000 1000 3000 0 0 0 0 00 00 voltage gain -30.9 -21.4 1.1 -14.07 0.2 0.08 0.6 0.04 0.38 0.64 0.9 -28.02 output 0.24 0.2 1 0.3 -6.9 24 .1.1 1000 3000 5000 7000 1000 3000 0 0 0 0 00 00 0.6 -16.28 -1.8 0.8 -3.2 0 200 300 400 500 V output 700 1000 3000 5000 7000 0.05 0.44 0.045 0.3 -11.

2. Bentuk gelombang 1kHz 3kHz 5kHz 7kHz 10kHz 30kHz 50kHz 70kHz 25 .3. Gambar Hasil Praktik Percobaan pertama : Passive Second Order Low Pass Filter Freq. Bentuk gelombang Freq.

Bentuk gelombang Freq. Bentuk gelombang 1kHz 3kHz 5kHz 7kHz 10kHz 30kHz 50kHz 70kHz 26 .Percobaan kedua : Passive Second Order High Pass Filter Freq.

Percobaan ketiga : Passive Second Order Band Pass Filter Freq. Bentuk gelombang 100Hz 1kHz 3kHz 5kHz 7kHz 10kHz 30kHz 50kHz 27 . Bentuk gelombang Freq.

Freq. Bentuk gelombang 70Hz 100kHz 300kHz 500kHz 700kHz max 28 . Bentuk gelombang Freq.

Bentuk gelombang 250Hz 300Hz 400Hz 500Hz 700Hz 1kHz 3kHz 5kHz 29 . Bentuk gelombang Freq.Percobaan keempat : Active Second Order Low Pass Filter Freq.

Bentuk gelombang Freq. Bentuk gelombang 7kHz 10Hz 30Hz 30 .Freq.

Bentuk gelombang 250Hz 300Hz 400Hz 500Hz 700Hz 1kHz 3kHz 5kHz 31 . Bentuk gelombang Freq.Percobaan kelima : Active Second Order High Pass Filter Freq.

Freq. Bentuk gelombang Freq. Bentuk gelombang 7kHz 10Hz 30Hz 32 .

Bentuk gelombang 250Hz 300Hz 400Hz 500Hz 700Hz 1kHz 3kHz 5kHz 33 . Bentuk gelombang Freq.Percobaan keenam : Active Second Order Band Pass Filter Freq.

Bentuk gelombang 7kHz 10kHz 30kHz 50kHz 70kHz 100kHz 300kHz 34 .Freq. Bentuk gelombang Freq.

Low Pass Filter Pada percobaan keempat ini -3 dB didapatkan pada posisi frekuensi 30 kHz dan gain sebesar 0.72 dengan Voutput 3.7 vpp. artinya semakin tinggi frekuensi maka V output yang terukur semakin besar pula.Band Pass Filter Untuk percobaan ketiga didapatkan -3 dB pada frekuensi sebesar 30 kHz dan gain sebesar 0.6 vpp. . Frekuensi berbanding lurus dengan tegangan keluaran.  Filter Aktif . Analisa Data  Filter Pasif .1 vpp. Frekuensi berbanding lurus dengan tegangan keluaran. Frekuensi berbanding terbalik dengan tegangan keluaran. artinya semakin tinggi frekuensi maka V output yang terukur semakin kecil. 35 .3.6 vpp. Saat frekuensi bertambah tegangan keluaran juga semakin besar lalu pada frekuensi tertentu cut-off bawah tegangan akan konstan. Frekuensi berbanding terbalik dengan tegangan keluaran.Low Pass Filter Pada percobaan pertama ini didapatkan nilai -3 dB pada posisi frekuensi 10 kHz dan gain sebesar 0. artinya semakin tinggi frekuensi maka V output yang terukur semakin kecil.1 vpp.3.74 dan Voutput 3.High Pass Filter Pada percobaan kedua nilai -3 dB didapatkan pada posisi frekuensi 7 kHz dengan gain sebesar 0.07 dengan Voutput sebesar 0. .72 dengan Voutput sebesar 3.High Pass Filter Untuk percobaan kelima nilai -3 dB didapatkan pada frekuensi sebesar 300 Hz dan gain 0.07 dengan tegangan output 0. Bila frekuensi mencapai cut-off atas maka tegangan keluaran akan turun. artinya semakin tinggi frekuensi maka V output yang terukur semakin besar pula. .

Saat frekuensi bertambah tegangan keluaran juga semakin besar lalu pada frekuensi tertentu cut-off bawah tegangan akan konstan.Band Pass Filter Untuk percobaan terakhir didapatkan -3 dB pada frekuensi 700 Hz dengan gain sebesar 0. Bila frekuensi mencapai cut-off atas maka tegangan keluaran akan turun.1 vpp.07 dan tegangan output sebesar 0.. 36 .

high pass dan band pass. penguatan (Gain) dan setengah daya (-3 dB).74 Voltage Gain (dB) -2. Band Pass Filter Frek. Kesimpulan Pada percobaan Filter Pasif. Low Pass Filter Frek.BAB IV PENUTUP 4.ubah) pada setiap filter maka didapatkan tegangan keluaran (Voutput).72 Voltage Gain (dB) -2. High Pass Filter Frek. 37 . Input (kHz) 10 Voutput (Vpp) 3. Input (kHz) 30 Voutput (Vpp) 3.7 Gain 0.853350071 2. Dari percobaan Filter Pasif didapatkan data sebagai berikut : 1. Input (kHz) 7 Voutput (Vpp) 3.853350071 Dengan nilai frekuensi yang variabel (diubah . didapatkan berbagai data filter low pass.72 Voltage Gain (dB) -2.615365605 3.6 Gain 0.6 Gain 0.

9 dB 3.22.9 + 20) dB = -2.22.7 Voutput (Vpp) 0. Pada saat melakukan pengukuran.9 dB Dengan nilai frekuensi yang variabel (diubah .9 dB 2. Input (kHz) 0.Dari percobaan Filter Aktif didapatkan data sebagai berikut : 1.071429 Voltage Gain (dB) -22.1 Gain 0.22.071429 Voltage Gain (dB) -22.1 Gain 0.3 Voutput (Vpp) 0. Generator Fungsi di setting attenuation sebesar -20 dB.9225607 Voltage Gain = (. Low Pass Filter Frek. 38 . Band Pass Filter Frek. sehingga pada hasil akhir Voltage Gain untuk mendapatkan -3 dB harus ditambahkan dengan +20 dB.ubah) pada setiap filter maka didapatkan tegangan keluaran (Voutput).071429 Voltage Gain (dB) -22.1 Gain 0. Input (kHz) 30 Voutput (Vpp) 0.9 + 20) dB = -2.9225607 Voltage Gain = (. Input (kHz) 0.9 + 20) dB = -2. High Pass Filter Frek.9225607 Voltage Gain = (. penguatan (Gain) dan setengah daya (-3 dB).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful