P. 1
Kelas XI SMA Geografi Eni Anjayani

Kelas XI SMA Geografi Eni Anjayani

|Views: 13,262|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Buku Geografi SMA kelas 2. Buku Sekolah Elektronik kemdiknas bse. Geografi-Eni Anjayani
Buku Geografi SMA kelas 2. Buku Sekolah Elektronik kemdiknas bse. Geografi-Eni Anjayani

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Apr 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2015

pdf

text

original

Kalimantan.

Coba cari tahu berapakah

luas hutan rawa gambut di

Indonesia saat ini!

25

Keanekaragaman Hayati

Sesuai dengan ciri-ciri tersebut, maka hutan rawa air
tawar terdapat sangat luas di daerah-daerah dataran rendah
yang memiliki sungai-sungai yang besar, misalnya di
Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Hutan rawa air tawar di
ketiga wilayah tersebut meliputi 95% dari seluruh hutan
rawa air tawar mula-mula di Indonesia.
Hutan rawa air tawar juga dapat ditemukan di
Sulawesi, Jawa, dan Nusa Tenggara. Salah satu di
antaranya adalah hutan rawa air tawar yang terdapat di
Taman Nasional Ujung Kulon yang merupakan habitat
terakhir badak jawa.
Mula-mula hutan rawa air tawar di Indonesia men-
capai luas ±103 juta hektare (Bappenas, 1993). Namun,
sampai dengan 2006, luas hutan tersebut diperkirakan
tinggal 23 juta hektare (lianaindonesia.wordpress).
Diperkirakan semakin menyusut lagi karena sebagian besar
telah dialihkan sebagai lahan pertanian dan perikanan.
Lahan pertanian bekas hutan rawa air tawar mempunyai
tanah yang subur. Unsur hara yang dikandungnya juga
mendukung dikembangkan sebagai perikanan.

8)Hutan Kerangas

Hutan kerangas terdapat pada tanah-tanah podsol dari
pasir kuarsa yang miskin hara dan sangat masam, serta keadaan
iklim yang sama dengan hutan hujan dataran rendah. Akan
tetapi, struktur fisiognomi dan floranya berbeda dari hutan
hujan dataran rendah.
Adapun ciri-ciri hutan kerangas sebagai berikut.
a)Pohon-pohonnya kerdil dan jarang serta atapnya terbuka,
sedangkan jenis tumbuhan di bawahnya rapat dan
berkayu.
b)Tumbuhan yang dominan adalah jenis jambu. Jenis-jenis
pohon utama lainnya adalah cemara, perepat darat,
blangeran, giam padi, giam tembaga, gerunggang, melur,
melur tali, sekel, dan damar. Jenis-jenis perdu dan herba
juga terdapat pada hutan ini.

Hutan kerangas terdapat di Pulau Bangka, Kalimantan
Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Papua.

9)Hutan Batu Kapur

Hutan batu kapur terdapat pada areal sempit dengan habi-
tat dan floranya yang khas. Pada hutan ini terdapat jenis-jenis
flora endemik (hanya terdapat di tempat-tempat tertentu) dan
langka.

10)Hutan pada Batu Ultrabasik

Terdapat di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Tanahnya
berasal dari serpentinit dan mengandung unsur besi (Fe) serta
magnesium (Mg) tinggi, tetapi kandungan silikonnya (Si)
rendah. Selain itu, juga mengandung unsur-unsur lain yang
merupakan racun bagi tanaman dalam jumlah banyak,
terutama nikel, kobalt, dan kromium. Jenis tumbuhannya
bervariasi, mulai dari semak-semak yang terbuka sampai
pohon-pohon yang tinggi dan rapat. Susunan tumbuhannya
dapat sangat lain (merambat dengan batang berkayu panjang)
atau mirip dengan hutan pada tanah-tanah yang lain.

Coba temukan jenis-jenis

flora apakah yang hidup dan

berkembang di hutan batu

kapur!

26

GEOGRAFI Kelas XI

b.Hutan Monsun (Hutan Musim)

1)Hutan Monsun Gugur Daun

Hutan monsun gugur daun terdapat di Pulau Jawa,
Kepulauan Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Papua bagian
selatan. Adapun ciri-ciri hutan monsun gugur daun sebagai
berikut.
a)Terdapat pada ketinggian 0–800 m dpl.
b)Beriklim musiman, biasanya jumlah penguapan melebihi
banyaknya curah hujan.
c)Curah hujannya kurang dari 1.500 mm/tahun. Pada musim
kering, jumlah curah hujan kurang dari 60 mm/tahun.
d)Ada pohon-pohon yang tingginya di bawah 25 m, biasanya
bercabang di bawah.
e)Jumlah jenis pohonnya sedikit.
f)Anakan pohon jarang terdapat.
g)Tidak dijumpai paku pohon, pohon kapur, pakis kurung/
paku payung, maupun daun kendi.
h)Bambu sering ditemukan, juga tumbuh-tumbuhan bawah
yang kebanyakan berupa rumput.
i)Di Sumbawa jenis-jenis pohon yang umum dijumpai, yaitu
tanggulun/katos, kesambi, dan lanji/walikukun.
j)Di Timor dan Wetar dijumpai hutan kayu merah pada
dataran rendah. Jenis-jenis pohon yang membentuk hutan
angsana antara lain meliputi angsana, upas, penjalinan,
dadap, dan balok.
k)Di Jawa, Madura, dan Kangean terdapat formasi hutan jati.

2)Hutan Monsun yang Selalu Hijau

Hutan monsun yang selalu hijau terdapat di
Pulau Sumbawa, Timor, dan Wetar. Di Pulau
Sumbawa hutan monsun terdapat pada ketinggian
800–1.000 m dpl dan di Pulau Timor serta Wetar
terdapat pada ketinggian 1.000 m dpl dan dirajai
oleh Eucalyptus (ampupu). Hutan Eucalyptus
tersebut selain dibentuk oleh ampupu, juga oleh
jenis-jenis pohon lainnya antara lain sengon, kayu
embalo, jambu, pakis, dan kayu tahun.

c.Sabana

Sabana (savana) adalah tanah bersistem pengairan
baik yang sebagian besar ditutupi rumput, semak
(kurang dari 50%), dan pohon (antara 10–30%). Jika
tanah tersebut ditutupi rerumputan dan paku-pakuan
(lebih dari 50%) serta pohon dan semak (kurang dari
10%), disebut padang rumput (grassland/grass savana).
Sabana tumbuh di daerah yang curah hujannya
sedikit hingga sedang. Sabana biasanya dimanfaatkan
untuk usaha peternakan, yaitu sebagai lahan peng-
gembalaan. Sabana banyak terdapat di Nusa Tenggara
dan Sulawesi Selatan.
Pohon-pohon yang merajai pada sabana yang
terdapat di kawasan timur Indonesia adalah kayu putih.
Di Flores, Timor, Alor, Wetar, dan Papua bagian selatan, dirajai
oleh tumbuhan akasia dan ampupu (Eucalyptus). Di Jawa Timur

Sumber:Indonesian Heritage Tumbuhan, halaman 43

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->