P. 1
Kelas XI SMA Geografi Eni Anjayani

Kelas XI SMA Geografi Eni Anjayani

|Views: 13,255|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Buku Geografi SMA kelas 2. Buku Sekolah Elektronik kemdiknas bse. Geografi-Eni Anjayani
Buku Geografi SMA kelas 2. Buku Sekolah Elektronik kemdiknas bse. Geografi-Eni Anjayani

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Apr 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2015

pdf

text

original

144

GEOGRAFI Kelas XI

terbuka. Secara alamiah dampak utama yang timbul akibat adanya
penambangan batu bara terhadap lingkungan meliputi erosi dan
sedimentasi, meningkatkan kemiringan lereng, menurunnya stabilitas
dan kesuburan tanah, gangguan siklus hidrologi, serta perubahan
faktor-faktor klimatologi (iklim).
Berdasarkan adanya dampak tersebut, maka harus disusun suatu
perencanaan penambangan batu bara dengan mempertimbangkan
risiko-risiko tersebut. Pertimbangan tersebut minimal meliputi:
a.Jalan pengangkutan batu bara yang harus dikelola dengan baik.
b.Metode penambangan yang tepat dan terpadu serta berencana,
baik tahunan maupun lima tahunan yang disetujui oleh
Departemen atau Dinas Pertambangan dan direkomendasikan oleh
Bapedal/Bapedalda dari segi pengendalian lingkungan.
c.Metode pengangkutan batu bara yang sesuai ke pelabuhan
pengolahan (stockpile), dengan membuat jalan sendiri atau yang
telah disediakan oleh manusia.
d.Pengalokasian zona preservasi dan konservasi dalam areal konsesi
pertambangan serta adanya zona penyangga (buffer zone) yang
dibangun di sepanjang anak sungai atau sistem hidrologi alami
yang ada. Tujuannya adalah untuk menahan bahan pencemar dan
memperlambat laju aliran permukaan (run off).
Nah, berdasarkan cerita tentang pertambangan di atas, dapat
ditarik kesimpulan langkah-langkah yang perlu diambil dalam
pemanfaatan tambang dengan prinsip kelestarian. Langkah tersebut
sebagai berikut.
a.Penghematan dalam pemakaian dengan selalu mengingat generasi
penerus.
b.Melakukan ekspor tambang bukan sebagai bahan mentah, tetapi
sudah menjadi bahan baku ataupun barang jadi.
c.Mengadakan penyelidikan dan penelitian untuk menemukan
lokasi pertambangan yang baru.
d.Apabila dimungkinkan diusahakan bahan pengganti. Misalnya
pemakaian bahan bakar minyak diganti dengan tenaga surya, gas,
maupun alkohol.
Nah, coba pikirkan apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu
kelestarian ini! Lakukanlah, meskipun kecil tetapi pasti sangat
bermanfaat bagi alam.

4. Mengelola Sumber Daya Lahan

Di atas lahan hidup berbagai macam makhluk hidup, di atas lahan
pula makhluk hidup melakukan aktivitasnya. Makhluk hidup di muka
Bumi ini selalu berkembang jumlahnya, tetapi tidak dengan lahan.
Akibatnya, pemakaian terhadap sumber daya lahan akan berlangsung
secara kontinu. Bisakah kamu bayangkan jika hal itu kita lakukan begitu
saja tanpa memerhatikan kondisi lahan? Yang pasti bisa terjadi adalah
kerusakan lahan, lahan pertanian kehilangan kesuburannya menjadi
lahan kritis, hingga akibat-akibat yang timbul dari kesalahan
penggunaan lahan. Belajar dari kenyataan ini, sudah saatnya
penggunaan lahan untuk suatu pemanfaatan tertentu harus memper-
timbangkan persyaratan penggunaan lahan dan tingkat kemampuan
lahan serta tingkat kesesuaian lahan.

145

Pengelolaan Sumber Daya Alam

a.Persyaratan Penggunaan Lahan

Persyaratan penggunaan lahan ini digunakan sebagai pedoman
untuk menerapkan suatu bentuk penggunaan lahan di suatu
kawasan. Persyaratan diterapkan dengan menilai karakteristik
lahan.

1)Penggunaan Lahan untuk Kawasan Lindung

Lahan yang digunakan sebagai kawasan lindung mempunyai
karakteristik kemiringan lereng sangat curam, yaitu >45%,
tanah atau lahan sangat peka terhadap erosi, curah hujan
harian sangat tinggi, dan kawasan lindung dapat berupa jalur
pengaman aliran sungai dan hutan lindung.

2)Penggunaan Lahan untuk Kawasan Penyangga

Kawasan dengan karakteristik lahan seperti berikut ini
merupakan kawasan yang harus dijadikan kawasan
penyangga, yaitu kemiringan lahan antara 25–45% atau curam,
lahan peka terhadap erosi, curah hujan harian sangat tinggi,
dan memungkinkan dimanfaatkan untuk bercocok tanam yang
bernilai ekonomis dan mudah dikembangkan untuk kawasan
penyangga lingkungan alam.

3)Penggunaan Lahan untuk Kawasan Budi Daya Tanaman
Tahunan

Lahan yang dapat digunakan sebagai kawasan budi daya
tanaman tahunan mempunyai karakteristik kemiringan lahan
agak curam, yaitu 15–25%, lahan agak peka terhadap erosi,
curah hujan harian sedang, dan lahan untuk budi daya
tanaman tahunan dapat berupa perkebunan, hutan tanaman
industri (HTI) dan tanaman kayu-kayuan serta memenuhi
kriteria untuk kawasan penyangga.

4)Penggunaan Lahan untuk Kawasan Budi Daya Tanaman
Semusim

Lahan yang dapat digunakan sebagai kawasan budi daya
tanaman semusim mempunyai karakteristik kemiringan lahan
landai, yaitu 8–15%, lahan agak peka terhadap erosi, curah
hujan rendah, dan memenuhi kriteria untuk kawasan budi
daya tahunan.

5)Penggunaan Lahan untuk Kawasan Permukiman

Lahan yang sesuai untuk kawasan permukiman mempunyai
kriteria sesuai untuk kawasan budi daya tanaman semusim
atau tahunan dengan kemiringan lereng 0–8% atau datar.

b.Pemanfaatan Lahan Sesuai Kemampuan Lahan dan Kesesuaian
Lahan

Pemanfaatan lahan yang didasarkan pada kemampuan lahan
dan kesesuaian dilakukan terlebih dahulu dengan melakukan
evaluasi lahan. Evaluasi lahan merupakan proses penilaian
penampilan atau keragaan (performance) lahan untuk tujuan
tertentu, meliputi pelaksanaan interpretasi, survei, dan studi
bentuk lahan, tanah, vegetasi, iklim, serta aspek lahan lainnya,
agar dapat mengidentifikasi dan membuat perbandingan berbagai
penggunaan lahan yang mulai dikembangkan (FAO, 1976).
Evaluasi lahan dilakukan dari berbagai aspek lahan dan kualitas
fisik, biologi, serta teknologi penggunaan lahan dengan tujuan

146

GEOGRAFI Kelas XI

sosial ekonomi. Oleh karena adanya kaitan dengan parameter
sosial ekonomi, maka dapat diterapkan dua pendekatan evaluasi
lahan, yaitu evaluasi secara kualitatif dan evaluasi kuantitatif.
Evaluasi kuantitatif diperlukan pada survei kelayakan setelah
dilakukan survei kualitatif terlebih dahulu. Sedangkan evaluasi
kualitatif merupakan evaluasi yang dilakukan dengan cara
mengelompokkan lahan ke dalam beberapa kategori berdasarkan
perbandingan relatif kualitas lahan tanpa melakukan perhitungan
secara terperinci dan tepat biaya. Kelompok atau klasifikasi yang
digunakan dalam evaluasi lahan dapat berupa klasifikasi
berdasarkan kesesuaian lahan maupun kemampuan lahan.

1)Kesesuaian Lahan

Klasifikasi kesesuaian lahan adalah penilaian dan pengelom-
pokan lahan dalam arti kesesuaian relatif lahan atau
kesesuaian absolut lahan bagi suatu penggunaan lahan
tertentu. Klasifikasi kesesuaian lahan bersifat spesifik untuk
suatu tanaman atau penggunaan lahan tertentu, misalnya
kesesuaian lahan untuk tanaman semusim, kesesuaian lahan
untuk tanaman teh, jati, cokelat, kesesuaian lahan untuk
industri, irigasi, permukiman, dan sebagainya.

2)Kemampuan Lahan

Klasifikasi kemampuan lahan adalah penilaian lahan
(komponen-komponen lahan) secara sistematik dan pengelom-
pokannya ke dalam beberapa kategori berdasarkan sifat-sifat
yang merupakan potensi dan penghambat dalam penggunaan-
nya secara lestari.
Nah, persyaratan penggunaan lahan, kesesuaian lahan, dan
kemampuan lahan tersebut bisa dijadikan pedoman untuk
pengelolaan lahan yang arif dan menganut prinsip berkelanjutan.

5. Mengelola Sumber Daya Kehutanan

Kekayaan hutan di Indonesia kian hari kian menipis. Tuntutan
kebutuhan mendorong manusia melakukan penebangan hutan.
Contohnya kita ambil kasus yang pada saat ini menjadi prioritas
yang harus diselesaikan oleh pemerintah, yaitu illegal logging.
Penebangan hutan di Indonesia pada saat ini meningkat tajam.
Sebenarnya penebangan hutan tetap bisa dilakukan asalkan memenuhi
prinsip ekoefisiensi. Ya, dengan langkah awal, yaitu tebang pilih,
pembibitan, dan penanaman kembali.

Gambar 6.9Prinsip ekoefisiensi dalam penebangan hutan.

Tebang pilih

Sumber:www.economiest.com

Pembibitan

Sumber:www.watala.org.id

Penghijauan

Sumber:Dunia Kita dalam Bahaya, halaman 123

147

Pengelolaan Sumber Daya Alam

Tebang pilih dilakukan dengan mempertimbangkan usia pohon,
ukuran diameter, dan tinggi batang. Pembibitan baik dilakukan
sebelum penebangan, baru setelah penebangan dilakukan penanaman
bibit atau reboisasi. Mengapa penyelamatan hutan amat penting bagi
kelangsungan hidup semua makhluk di muka Bumi ini? Hutan yang
merupakan paru-paru dunia, mampu mengambil CO2 (karbon
dioksida) serta melepaskan kembali O2 (oksigen), yang membuat udara
segar dan diperlukan manusia untuk bernapas. Dapatkah kamu
bayangkan jika udara terkotori dan kamu harus menghirupnya? Pasti
saluran pernapasanmu akan terganggu. Selain itu, tumbuh-tumbuhan
dapat menyimpan air sehingga mampu mencegah banjir. Akar pohon
bisa mengikat tanah, hingga erosi mampu dicegah. Daun-daun yang
gugur, lama-kelamaan akan membusuk dan menjadi lapisan humus.
Bukan itu saja, adanya tumbuh-tumbuhan mampu mengurangi efek
rumah kaca. Efek rumah kaca ini mencegah panas keluar dari Bumi,
mengakibatkan Bumi panas. Mengapa efek rumah kaca ini ada?
Pembakaran batu bara, minyak, gas, serta bahan bakar lainnya akan
melepaskan karbon dioksida, metana, dan uap air ke atmosfer. Jika
gas-gas ini tidak dapat diserap oleh tumbuhan, karena tidak adanya
tumbuhan, maka panas serta gas-gas ini akan menyelubungi Bumi
dan seperti rumah kaca yang menyelubungi Bumi.
Nah, agar kamu memahami benar bagaimana tumbuh-tumbuhan
berperan dalam mengurangi efek rumah kaca, lakukan kegiatan berikut.

Tahukah kamu berapa usia

pohon serta ukuran diameter

dan tinggi batang pohon yang

layak tebang?

Rumah Kaca Mini

a. Tujuan: Memahami prinsip efek rumah kaca.

b. Alat dan Bahan:

1) lima papan kayu dengan ukuran lebar 20 cm dan panjang 1 m,

2) delapan balok beton berukuran 2,5 × 2,5 m,

3) gunting,

4) plastik transparan tebal, dengan ukuran lebar 3,9 cm dan panjang

3 m,

5) bilah kayu dengan ukuran panjang 1 m,

6) pines, serta

7) tanaman dalam pot-pot kecil.

c. Langkah Kerja:

1)Susunlah papan-papan dan balok-

balok untuk membuat rak 4 susun

seperti di samping ini.

2) Potonglah lembaran plastik tebal

untuk menutup bagian belakang

dan sisi rak. Lekatkan plastik ke

rak dengan paku pines.

3) Potonglah lagi lembaran plastik

tebal untuk menutup bagian

depan rak dan lekatkan juga

dengan paku pines pada bagian

atas rak sehingga menggantung

serta bisa dibuka.

Sumber:Dokumen Penulis

148

GEOGRAFI Kelas XI

Reboisasi dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Lalu,
bagaimana dari segi efisiensinya? Efisiensi dapat dilakukan dengan
meningkatkan kekreatifan kita. Jika selama ini kita lebih banyak
mengekspor kayu-kayu gelondongan, ada baiknya jika kita mengolah
kayu-kayu tersebut menjadi barang yang mempunyai nilai tambah,
seperti kerajinan mebel atau industri berbahan baku kayu lainnya.
Satu hal lagi tentang hutan yang terkadang luput dari perhatian
kita. Selain penebangan hutan, kebakaran juga menjadi penyebab
kerusakan hutan. Seperti kebakaran hutan yang sering melanda
Indonesia dianggap merupakan bencana besar bagi lingkungan dan
ekonomi. Sekitar 10 juta hektar hutan, semak belukar dan padang
rumput terbakar, sebagian besar dibakar dengan sengaja. Gumpalan
asap yang pedas meliputi wilayah Sumatra dan Kalimantan, juga
Singapura dan sebagian dari Malaysia dan Thailand. Sekitar 75 juta
orang terkena gangguan kesehatan yang disebabkan oleh
asap. Bahkan lalu lintas udara lumpuh karenanya. Sampai
saat ini kebakaran ini masih sering terjadi, bahkan kejadian
ini membuat Indonesia dianggap menjadi salah satu
pencemar lingkungan terburuk di dunia. Mengapa hal ini
terjadi? Apabila dilihat dari citra satelit dan data ‘hot-spot’
kebakaran menunjukkan lautan api dimulai di daerah
perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit dan
pulp, yang biasa menggunakan api untuk membersihkan
lahan. Namun demikian, selain karena faktor aktivitas
manusia, kebakaran ini bisa juga terjadi secara alami. Nah,
cermati faktor-faktor penyebab berikut dan coba diskusikan
bagaimana upaya penanggulangannya.

a.Pembersihan Lahan

Api sampai sekarang dianggap alat yang murah dan efektif untuk
membersihkan lahan dan diminati oleh kalangan pengusaha
untuk dapat menanam tanaman industri seperti karet dan kelapa
sawit. Bukti nyata dapat kamu cermati dengan berkurangnya luas
hutan menjadi areal perkebunan. Misalnya, perkebunan kelapa
sawit yang meningkat dari 120.000 hektare di tahun 1989 menjadi
hampir 3 juta hektar di tahun 1999.

b.Kebakaran Tanpa Kesengajaan

Kebakaran yang tak disengaja akibat api yang berkobar liar karena
suhu yang tinggi dan sisa pembersihan lahan disinyalir juga
menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan.

4) Berilah bilah kayu di ujung plastik bagian bawah. Ini akan menambah

berat.

5) Masukkan pot-pot tanaman ke dalam rak yang ada.

6) Pada siang hari yang cerah, masukkan tanganmu ke dalam plastik

untuk merasakan suhu di dalam rumah kaca mini.

Catatan: Praktik ini dilakukan dengan sinar matahari di luar ruangan.

d. Analisis:

1) Bagaimana perbandingannya dengan udara yang ada di luar?

2) Bagaimana kesimpulanmu mengenai efek rumah kaca dan

penanggulangannya?

Sumber:www.wikipedia.org

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->