MITRA CENDEKIA

Mitra Inovasi dan Strategis Cendekia Senin, 19 Desember 2011 ES B: STABILITAS EKONOMI, KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER, HUTANG NEGARA

STABILITAS EKONOMI, KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER, HUTANG NEGARA MAKALAH Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah “Teori Ekonomi Makro 2”

Di susun oleh: M. Mahrus Fathur Rosy C04210058

Dosen Pembimbing : Miftahus Surur, SE,Msi

PRODI EKONOMI SYARI’AH

FAKULTAS SYARI’AH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2011 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga tugas pembuatan makalah kami yang berjudul “Stabilitas ekonomi, kebijakan fiskal dan moneter, hutang negara” Tak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua kami yang telah mendukung secara moril dan materil sehingga pembuatan makalah ini dapat berjalan dengan lancar. Terima kasih juga kami ucapkan kepada dosen pembimbing mata kuliah “Ekonomi Makro 2” yang telah membimbing kami dengan baik sehingga ilmu ini dapat bermanfaat bagi kami. Juga kepada pihak-pihak yang telah membantu proses pembuatan tugas makalah ini hingga dapat terselesaikan. Mengingat masih dalam proses belajar, tim penulis memohon maaf bila terdapat kesalahan dalam makalah yang telah kami buat. Dan harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Surabaya, September 2011

pemakalah

BAB II

Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Artinya.bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan pencetakan uang baru . Sebab Inflasi Terjadi Inflasi yang disebabkan adanya tarikan permintaan (demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga. Inflasi dapat digolongkan menjadi 4 golongan. 1. Inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. B. inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena kemudahan kredit bank . Bertambahnya permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa. Contohnya: : . bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. berat antara 30%—100% setahun dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun. Jadi. Inflasi dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi. antara lain. dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator. tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Dampak Inflasi Terhadap Perekonomian Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor. konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang. A. inflasi sedang antara 10%—30% setahun berat. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun sedang.PEMBAHASAN 1. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi. Inflasi ringan.

Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation). kenaikan harga bahan modal bentuk Inflasi Inflasi campuran. kenaikan harga bahan modal berkurangnya jumlah penawaran naiknya harga barang yang dibarengi dengan turunnya jumlah produksi kenaikan biaya produksi. maka harga barang tersebut meningkat. Begitu juga halnya dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi. inflasi ini timbul karena defisit anggaran belanja negara dan gagalnya pasar yang berakibat harga kebutuhan pokok menjadi mahal. Bagi orang yang meminjam uang kepada bank (debitur). Berdasarkan timbulnya inflasi Inflasi yang berasal dari dalam negeri (domestic inflation). Dampak Postitif Inflasi Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif. terjadi karena kenaikan harga barang di negara lain. Apabila inflasi itu ringan. C. seperti kenaikan upah. terjadi karena kombinasi unsur inflasi tarikan dan inflasi dorongan biaya. nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan. . yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja. tergantung parah atau tidaknya inflasi. Inflasi impor. D. c. b. a. kemudian hasil produksi dari negara tersebut dibutuhkan oleh negara lain dan diimpor. d. b. menabung dan mengadakan investasi. seperti kenaikan upah. kenaikan impor tarif barang E. terjadi karena pengaruh inflasi luar negeri dan adanya perdagangan antar negara. seperti misalnya pengusaha. karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur. kenaikan biaya produksi. biaya produksi barang luar negeri tinggi.Inflasi karena desakan biaya (cost push inflation) terjadi akibat meningkatnya biaya produksi (input) sehingga mengakibatkan harga produk-produk (output) yang dihasilkan ikut naik. inflasi menguntungkan. tidak dirugikan dengan adanya inflasi. justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik. Misalnya: suatu negara sedang mengalami inflasi. Contohnya: a.

ketidakstabilan ekonomi. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu. uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bagi produsen. Pengaruh Inflasi terhadap Perekonomian Inflasi dapat mengakibatkan perekonomian tidak berkembang. daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. namun di tahun 2003 atau tiga belas tahun kemudian. nilai uang tetap saja menurun. inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara. untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Bahkan. menabung. kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman. inflasi berdampak sebagai berikut : 1. mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif. atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Namun. Orang menjadi tidak bersemangat kerja. namun jika tingkat inflasi di atas bunga. Artinya. defisit neraca pembayaran. Memang.Sebaliknya. Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap. yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi). . mendorong tingkat bunga. uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bila hal ini terjadi. Mendorong penanaman modal spekulatif. maka produsen enggan untuk meneruskan produksinya. Dampak Negatif Inflasi Dalam masa inflasi yang parah. Bila orang enggan menabung. Karena. keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. G. produsen akan terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar). Sehubungan dengan pertumbuhan ekonomi. inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. bila tidak sanggup mengikuti laju inflasi. dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Pada tahun 1990. Produsen bisa menghentikan produksinya untuk sementara waktu. Tetapi secara umum. bila inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen. dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. usaha produsen tersebut mungkin akan bangkrut (biasanya terjadi pada pengusaha kecil). F. Inflasi juga menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. kegagalan pelaksanaan pembangunan. tabungan menghasilkan bunga. inflasi sangat merugikan.

Untuk menstabilkan harga-harga barang. 4. 2. Kebijakan Fiskal mempunyai kebijakan yang sama dengan Kebijakan Moneter. Tingginya suku bunga akan mengurangi kegairahan penanaman modal untuk mengembangkan usaha-usaha produktif. khususnya mengatasi inflasi. 3. Cara ini dirasa oleh mereka lebih menguntungkan daripada melakukan investasi yang produktif. Selain itu. Selanjutnya arah perkembangan ekonomi sulit untuk diramal. Menyebabkan tingkat bunga meningkat dan akan mengurangi investasi. lembaga keuangan akan menaikkan tingkat suku bunga pinjaman. Hal ini dilakukan dengan carai membeli rumah. Untuk menghindari kemerosotan nilai uang atau modal yang mereka pinjamkan. Jika dalam Kebijakan Moneter pemerintah mengendalikan jumlah uang yang beredar. Bentuk-bentuk Kebijakan Fiskal Kebijakan fiskal (Fiscal Policy) adalah kebijakan pemerintah dengan menggunakan belanja negara dan perpajakan dalam rangka menstabilkan perekonomian. akan berdampak terhadap ketidakpastian ekonomi. tanah dan emas. Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi di masa depan. arus modal ke luar ngeri akan lebih banyak disbanding yang masuk kedalam negeri. Keadaan semacam ini akan mengurangi kegairahan pengusaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi. Kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengolah / mengarahkan perekonomian ke kondisi yangb lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah-ubah peneriamaan dan pengeluaran pemerintah. Apabila gagal mengendalikan inflasi. maka tingkat suku bunga juga akan tinggi.Inflasi mengakibatkan para pemilik modal cenderung melakukan spekulatif. Inflasi akan menyebabkan harga barabg-barang impor lebih murah daripada harga barang yang dihasilkan di dalam negeri. Perbedaannya terletak pada isntrument kebijakannya. 2. Untuk memperluas lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. Hal ini akan mengakibatkan impor berkembang lebih cepat daripada ekspor. maka dalam Kebijakan Fiskal pemerintah mengendalikan penerimaan ( T ) dan pengeluaran ( G ). a) Tujuan Kebijakan Fiskal Untuk meningkatkan produksi nasional (PDB) dan pertumbuhan ekonomi. . Keadaan ini akan menagibatkan terjadinya deficit neraca pembayaran dan kemerosotan nilai mata uang dalam negeri. Menimbulkan masalah neraca pembayaran. Apabila tingkat inflasi tingg.

pajak dinaikkan dan pengeluaran pemerintah akan dikurangi. Kebijakan ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat . Kebijakan fiskal ekspansif dilakukan pada saat perekonomian mengalami resesi/depresi dan pengangguran yang tinggi. . iii. Pengurangan pajak penghasilan akan menambah daya beli masyarakat dan akan meningkatkan pengeluaran agregat. kebijakan fiskal (Fiscal Policy) adalah sangat penting untuk mengatasi pengangguran. d) Pengaruh Kebijakan Fiskal bagi Perekonomian Pemerintah menggunakan kebijakan fiskal untuk mencapai tujuan-tujuan seperti inflasi yang rendah dan tingkat pengangguran yang rendah. Selanjutnya dalam masa inflasi atau ketika kegiatan ekonomi telah full employment. Kebijakan fiskal kontraktif: menurunkan belanja negara dan menaikkan tingkat pajak. c) Langkah ini akan menurunkan pengeluaran/permintaan agregat dan mengurangi tekanan Jenis-jenis Kebijakan Fiskal Kebijakan fiskal ekspansif (expansionary fiscal policy): menaikkan belanja negara dan menurunkan tingkat pajak netto. inflasi. i. Peningkatan pengeluaran agregat dengan cara menaikkan pengeluaran pemerintah untuk pembelian barang dan jasa maupun untuk menambah investasi. ii. iv. Prosesnya misalnya . langkah sebaliknya harus dilakukan yaitu . Kebijakan ini bertujuan untuk menurunkan daya beli masyarakat dan mengatasi inflasi.b) Perangkat Kebijakan Fiskal Belanja/pengeluaran negara (G = Government Expenditure) Perpajakan (T = Taxes) Menurut pandangan Keynes.

maka pemerintah melakukan suatu cara yaitu menurunkan tingkat bunga penjaman ( tingkat diskonto ). 3. 2) Kebijakan moneter longgar (easy money policy) untuk menambah jumlah uang beredar. Jika pemerintah ingin menambah jumlah uang yang beredar. Jka rasio cadangan wajib diperbesar. pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar. Untuk menambah jumlah uang. Kebijakan moneter Indonesia diputuskan dan dilakukan oleh Bank Sentral yaitu Bank Indonesia. Kebijakan Moneter (istilah lainnya kebijakan uang ketat ) adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan ( lebih baik ) dengan mengatur jumlah uang yang beredar. sekaligus mengendalikan inflasi. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi.Berdasarkan teori ekonomi Keynesian. Bentuk-bentuk Kebijakan Moneter Kebijakan Moneter adalah kebijakan pemerintah untuk mengendalikan jumlah uang beredar. Ø Perangkat/Sarana/Instrumen Kebijakan Moneter 1) Cadangan wajib minimum (reserve requirement) atau Giro Wajib Minimum (GWM). pemerintah menaikkan rasio. tingkat bunga. pemerintah harus mengurangi defisit (atau menerapkan anggaran surplus) untuk mengendalikan inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat. Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan.M) dan mengurangi pengangguran pada saat terjadi resesi/depresi ekonomi. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Ketika terjadi inflasi. Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Salah satu fasilitasnya yaitu adanya tingkat bunga diskonto yang maksudnya adalah tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umun yang meminjam ke bank sentral. dan perkreditan dalam rangka mengendalikan perekonomian. maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibandingkan sebelumnya 2) Kebijakan diskonto (discount policy) dengan menaikan atau menurunkan tingkat bunga diskonto. Ø Jenis-jenis Kebijakan Moneter 1) Kebijakan moneter ketat (tight money policy) untuk mengurangi/membatasi jumlah uang beredar. kenaikan belanja pemerintah sehingga APBN mengalami defisit dapat digunakan untuk merangsang daya beli masyarakat (AD = C + G + I + X . menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh. Dengan tingkat bunga pinjaman yang lebih murah.Penetapan ratio cadangan wajib juga dapat mengubah jumlah uang yang beredar. maka .

terutama dalam penyaluran kredit. Yang perlu diperhatikan hampir seluruh mekanisme transmisi kebijakan moneter harus melewati sektor perbankan. sehingga jumlah uang yang beredar bertambah dan sebaliknya 3) Operasi pasar terbuka (open market operation) dengan jual beli surat-surat berharga seperti SBI (Sertifikat Bank Indonesia). Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities).keinginan bank-bank untuk meminjam uang dari bank sentral menjadi lebih besar. . Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Jika ingin menambah jumlah uang beredar. Dengan imbauan moral. maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Argumen utama mereka adalah efektivitas kebijakan moneter sangat bergantung pada kondisi dari dunia perbankan. Towards a New Paradigm in Monetary Economics. sebagai akibatnya pertambahan kapasitas produksi menjadi kecil. Namun. pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. dan lain-lain. otoritas moneter mencoba mengarahkan atau mengendalikan jumlah uang yang beredar. Stiglitz dan Greenwald (2003) coba menghapus dikotomi ini. bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang. SBPU (Sertifikat Berharga Pasar Uang). Agar dapat mencapai sasaran. kenaikan tingkat bunga mengidentifikasikan telah terjadinya kelebihan permintaan investasi. Akibatnya dapat dilihat dari 2 sisi yaitu : 1) Sisi Output Kenaikan tingkat bunga akan menyebabkan ada beberapa rencana investasi yang dibatalkan. seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian. Ø Kebijakan moneter dan keseimbangan ekonomi: analisis is-lm Dalam perekonomian pasar. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang. untuk Indonesia. Contohnya . sudah terlalu banyak kesalahan dalam kebijakan moneter yang kita buat di masa yang lalu akibat kita tidak cukup memahami mengenai peran bank dan pasar kredit dalam perekonomian Dalam buku terbarunya. otoritas moneter harus memahami komplit soal bagaimana sektor perbankan akan bereaksi terhadap perubahan dalam kebijakan moneter. 2) Sisi Biaya Kenaikan tingkat bunga akan menaikkan biaya produksi dikarenakan naiknya biaya modal yang diperlukan. 4) Himbauan moral (moral suasion).

dan subsidi yang diberikan oleh pemerintah pusat. Akhir hiperinflasi hampir selalu bertepatan dengan reformasi fiskal yang mencakup pemotongan besarbsaran pengeluaran pemerintah dan karenanya mengurangi kebutuhan akan seigniorage. giro. tabungan (saving deposit). pinjaman. dan deposito (time deposit). sehingga dalam praktek yang sering dijumpai adalah kebijaksanaan fiskal yang juga mempunyai konsekuensi-konsekuensi moneter atau kebijaksanaan moneter dengan konsekuensi-konsekuensi fiscal. Dalam hal ini rakyat didaerah semakin mengalami kondisi tidak menentu terhadap krisis dan semakin parah karena kebijakan fiscal daerah dalam penarikan pajak menjadi sesuatu yang sangat memberatkan. kebijakan moneter dan kebijakan fiscal yang dilakukan pemerintah belum mengangkat Indonesia keluar dari krisis moneter. dikarenakan rakyat hari ini tak mempunyai kemampuan untuk berproduksi. Kebijakan moneter dan kebijakan fiscal tidak memberikan stimulant rakyat untuk berproduksi. Ø Dampak Fiskal pada Kebijakan Moneter Salah satu cara pemerintah mendanai defisit anggaran adalah mencetak uang—kebijakan yang mengarah pada inflasi lebih tinggi.Dalam ilmu ekonomi moneter konvensional. kebijakan moneter dan kebijakan fiscal yang dilakukan pemerintah pusat memberi implikasi yang luar biasa pada proses penyelenggaraan pemerintah daerah dan pembangunannya. 4. yaitu pengumpul dana masyarakat yang sekaligus merangkap sebagai penyalur kredit. Keduanya sangat erat berkaitan satu sama lain. Tetapi hal itu hanya dirasakan oleh sekelompok orang yang dalam hal ini pengusaha yang mempunyai kemampuan ekonomi yang justeru hutangnya harus dibayar oleh rakyat. Pemerintah daerah menjadi manja dan terus berharap pada dana perimbangan. peran bank hanya diperhitungkan dari sisi kewajibannya. 34 tahun 2000. Sebagai suatu saran pemerintah pusat harus konsisten melaksnakan undang-undang otonomi daerah dan tegas dalam pelaksanaan undangundang penyelenggraan Negara yang bersih dan bebas KKN. alasan tipikalnya adalah pembuat kebijakan fiskal mengandalkan pajak inflasi untuk membayar sebagian pengeluaran mereka. Broad money (M2) didefinisikan sebagai penjumlahan uang kartal. Tetapi justeru menimbulkan produksi dan konsumsi rakyat menjadi menurun akibat penarikan pajak yang dilakukan oleh pemerintah tidak menggunakan criteria sebagaimana yang diberikan dalam UU No. Konsep ini jelas meniadakan peran bank sebagai lembaga intermediasi keuangan. Definisi ini hanya mengukur uang dari sisi transactional demand dan spending power para penabung. The Traditional View Of Goverment debts Pandangan tradisional dari pemotongan pajak & sesuai peningkatan utang govt . Ø Persamaan Kebijakan Fiskal dan Moneter Kebijaksanaan moneter dan kebijaksanaan fiskal adalah dua kebijaksanaan yang merupakan alat utama bagi perencana ekonomi nasional untuk mengendalikan keseimbangan makro perekonomiannya. Ketika negara mengalami hiperinflasi. Kompetensi Pemerintah daerah untuk memanfaatkan kebijakan moneter dan kebijakn fiscal pemetintah pusat kurang mampu diterjemahkan karena pemerintah daerah poor management.

kita bisa lihat bagaimana perdagangan internasional mempengaruhi perubahan kebijakan ini. tingkat bunga riil. menyebabkan defisit perdagangan.Jangka pendek: _______ Jangka panjang: Y dan u kembali pada tingkat alamiah mereka________ Sangat jangka panjang: ____________ Sampai perekonomian mencapai kondisi mapan baru dengan pendapatan rendah per kapita Dalam pandangan tradisional. yang menurunkan investasi. tahu bahwa hari ini utang pemotongan pajak yang didanai menunjukkan peningkatan pajak masa depan yang sama dalam nilai sekarang --. kita tahu perekonomian lalu akan memiliki modal kurang dari kondisi-mapan Kaidah Emas. Menggunakan Bab 10-11. tabungan nasional. 5. atau PDB riil. pemotongan pajak tidak membuat konsumen lebih baik. Ini juga menyebabkan dolar berapresiasi. Menggunakan Bab 5 dan 12. model pertumbuhan Solow menunjukkan bahwa investasi lebih rendah menimbulkan persediaan modal kondisi-mapan lebih rendah dan output lebih rendah. . sehingga mereka tidak meningkatkan konsumsi.untuk pemotongan pajak. — Bagaimana pemotongan pajak dan defisit anggaran mempengaruhi perekonomian dan kemakmuran ekonomi negara ? Pemotongan pajak mendorong belanja konsumen dan mengurangi tabungan nasional. investasi. yang berarti konsumsi dan kemakmuran ekonomi lebih rendah. Ketika tabungan nasional turun. bahkan dalam jangka pendek. Mereka menyimpan _______________ pemotongan pajak penuh _________________________. yang mengurangi investasi. pemotongan pajak yang didanai oleh utang mengurangi tabungan nasional dan menaikkan suku bunga nasional. Penurunan tabungan menaikkan tingkat bunga. ekspor bersih. baru-baru ini diajukan oleh Robert Barro Menurutnya __________________. Konsumen memandang ke depan. Dari Bab 7. kita bisa menganalisis dampak jangka-pendek dari perubahan kebijakan lewat model IS-LM. orang meminjam dari luar negeri. yang didanai oleh utang pajak ________itu dipotong pada konsumsi. Model MundellFleming menunjukkan bahwa apresiasi dan lalu turunnya ekspor neto mengurangi dampak ekspansif jangka-pendek dari perubahan fiskal. The Ricardian View Of Goverment Debts Karena David Ricardo (1820). Dari Bab 8.--. Dengan demikian.

Pandangan Ricardian atas Utang Pemerintah Konsumen melihat-ke depan beranggapan bahwa pajak lebih rendah sekarang berarti pajak lebih tinggi nantinya. meskipun . membuat konsumsi tidak berubah. konsumen rasional melihat ke depan untuk mengantisipasi pajak masa depan yang dibutuhkan untuk mendukung utang ini. seberapa jauhkonsumen melihat-ke depan ? Pembela pandangan tradisional tentang utang pemerintah percaya bahwa prospek pajak masa depan tidak memiliki pengaruh pada konsumsi masa kini sebesar yang pandangan Ricardian asumsikan. b. a. d. Satu argumen dari pandangan tradisional adalah masyarakat miopia : mereka melihat penurunan pajak sebagai alasan untuk meningkatkan konsumsi mereka karena ‘kemakmuran’ baru ini. Pada kasus ini.Hasil: tabungan pribadi meningkat oleh jumlah tabungan masyarakat jatuh. tapi juga pada pendapatan seumur hidupnya. Ketika pemerintah meminjam untuk membayar belanja saat ini. Mereka tidak melihat bahwa ketika kebijakan fiskal ekspansif didanai melalui obligasi. pendapatan mereka saat ini menentukan apa yang mereka konsumsi. Orang yang ingin mengkonsumsi lebih daripada pendapatannya saat ini harus meminjam. yang merupakan batas berapa banyak seseorang bisa meminjam dari bank atau lembaga-lembaga keuangan lain. Jika mereka tak bisa meminjam untuk mendanai konsumsi mereka saat ini. yang meliputi pendapatan sekarang dan pendapatan yang diharapkan di masa depan. Konsumen dan Pajak Masa Depan Esensi pandangan Ricardian adalah ketika orang memilih konsumsi mereka. “Pemotongan pajak hanyalah penundaan pajak” Ketika pemerintah meminjam untuk membayar belanjanya saat ini ( G lebih tinggi). konsumen rasional melihat ke depan pada pajak masa depan yang dibutuhkan untuk mendukung utang ini. Tapi. mereka melihat ke depan secara rasional pada pajak masa depan yang diimplikasikan oleh utang pemerintah. Pendukung pandangan tradisional berpendapat konsumsi saat ini lebih penting daripada pendapatan seumur hidup untuk konsumen yang menghadapi batasan peminjaman. Batasan Peminjaman Pandangan Ricardian atas utang pemerintah mengasumsikan konsumen mendasarkan pengeluarannya tidak hanya pada pendapatan saat ini. meninggalkan tabungan nasional tidak berubah. pemotongan pajak dibiayai-utang menaikkan pendapatan saat ini dan lalu konsumsi. mereka akan harus membayar pajak lebih banyak di masa depan karena obligasi hanyalah penundaan-pajak. apapun pendapatan masa depan mereka. Konsumen Miopia (berpikir-pendek) Pendukung pandangan Ricardian berasumsi orang itu rasional ketika membuat keputusan seperti berapa banyak pendapatan mereka untuk dikonsumsi dan berapa banyak untuk ditabung. c.

Aturan anggaran berimbang akan menarik kembali kekuatan penstabil otomatis dari sistem pajak dan transfer. ketika pemerintah memotong pajak saat ini dan menaikkan pajak masa depan. pajak halus. 6. investasi. 1992: Presiden George H. atau mendistribusikan beban pajak lintas generasi. dan karena itu tidak mempengaruhi suku bunga. Kebijakan Harga Pangan . e. DAMPAK KEBIJAKAN HARGA PANGAN DAN KEBIJAKAN MONETER TERHADAP STABILITAS EKONOMI MAKRO i. tapi tindakan ini akan semakin menekan permintaan agregat. respons otomatis mendorong anggaran menjadi defisit. kedua pandangan utang govt bertahan hidup. B. Pandangan Ricardian berpendapat bahwa yang didanai oleh utang pemotongan pajak tidak mempengaruhi tabungan nasional. Analisa Dampak kebijakan Stabilisasi Ekonomi yang Dijalankan Pemerintah Stabilisasi Defisit atau surplus anggaran bisa membantu menstabilisasi perekonomian. Sebagian besar ekonom menentang aturan anggaran yang ketat seimbang.W. Tabungan nasional jatuh. A. penerimaan pajak menurun. Intinya. seperti optimisme tentang ekonomi. Ketika perekonomian mengalami resesi. bukan kenaikan pajak masa depan. Bush mengurangi pemotongan pajak penghasilan untuk merangsang ekonomi. berpendapat bahwa pemotongan pajak Reagan tidak memberikan tes yang adil RE Konsumen mungkin telah diharapkan utang yang akan dibayar dengan pemotongan pengeluaran masa depan. karena akan menghambat penggunaan kebijakan fiskal untuk menstabilkan output. dan NX jatuh. tingkat bunga riil naik.pendapatan masa depan lebih rendah. Namun.E. Bukti terhadap Ekuivalensi Ricardian Awal 1980-an: besar pajak pemotongan defisit disebabkan Reagan meningkat. dan transfer otomastis naik. ia memberi pinjaman pada pembayar pajak. Aturan anggaranberimbang kaku akan membuat pemerintah menaikkan pajak atau mengurangi belanja selama resesi. nilai tukar dihargai. Meskipun membantu menstabilkan perekonomian. Tabungan swasta mungkin telah jatuh untuk alasan lain selain pemotongan pajak. Karena data yang tunduk pada penafsiran yang berbeda. Ini pajak hanya tertunda tetapi didnâ € ™ t membuat konsumen lebih baik. Pendukung R. hampir setengah dari konsumen menggunakan sebagian dari ini membayar dibawa pulang ekstra untuk konsumsi.

iii. pajak dan subsidi.47 persen dan menurun menjadi 31. kebijakan harga pertanian dapat dilakukan melalui berbagai instrumen. serta partai politik dan pemerintah diuntungkan karena faktor politik (ketahanan nasional) mengalami penguatan. serta berdampak positif terhadap stabilitas ekonomi makro dan stabilitas politik. dan neraca perdagangan (proksi dari neraca pembayaran) yang merupakan indikator kunci. dan kredit. serta intervensi langsung. pangan dan nonpangan. yaitu melakukan stok atau ekspor saat kebijakan harga dasar ditetapkan dan melakukan operasi pasar saat kebijakan harga atap ditetapkan. pasar tenaga kerja. Pengendalian Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Pada periode 1970-1979 sumbangan bahan makanan dalam inflasi mencapai 57. Ini berimplikasi pengeluaran untuk pangan meningkat dan akan berimbas ke sektor nonpangan berupa penurunan harga dan inflasi akan . 2003). Jika terjadi kegagalan panen pada suatu negara dimana kontribusi pengeluaran pangan masyarakatnya lebih tinggi dari pengeluaran nonpangan. harga pangan akan meningkat. Berdasarkan penyebabnya. pendapatan usahatani dan konsumsi beras. yaitu kebijakan perdagangan. peningkatan harga dasar gabah lebih menguntungkan petani padi. dan stabilitas ekonomi makro terjaga (pertumbuhan ekonomi meningkat. Namun karena kuatnya hubungan harga beras terhadap komoditas lain.17 persen pada periode tahun 1990-1998. serta pasar saham yang membentuk keseimbangan internal (macro equilibrium) dan keseimbangan eksternal (balance of payment-BOP). yaitu kebijakan harga dasar (floor price) dan kebijakan harga tertinggi (ceiling price). Kebijakan input antara lain berupa subsidi harga sarana produksi yang diberlakukan pemerintah terhadap pupuk. Selanjutnya dikatakan. Indikator dan Stabilitas Ekonomi Makro Indikator ekonomi makro yang dimaksud disini adalah inflasi. serta menjamin harga pangan yang stabil bagi konsumen dan stabilitas harga di tingkat makro. pengangguran berkurang dan inflasi mengalami penurunan). Variabel ekonomi makro tersebut saling terkait melalui pasar barang. pestisida. sedangkan peningkatan subsidi pupuk berdampak positif meningkatkan penggunaan pupuk. akan memberikan efek pada ekonomi makro. kesempatan kerja. kebijakan nilai tukar. konsumen beras tetap diuntungkan (ketahanan pangan meningkat). kebijakan stabilisasi harga atau stabilisasi harga dapat dilakukan dengan melakukan kebijakan harga pangan. pertumbuhan ekonomi. Dengan asumsi hanya terdapat dua sektor dalam ekonomi.Salah satu tujuan kebijakan harga pertanian adalah menstabilkan harga pertanian agar mengurangi ketidakpastian usahatani. Gagal panen cenderung akan meningkatkan harga pangan. produksi dan penawaran beras. ii. produktivitas padi. maka stabilisasi harga beras tetap menjadi bagian strategis dari stabilisasi ekonomi (PSE. Penelitian menunjukkan bahwa laju inflasi dipengaruhi oleh harga riil beras eceran. Hal ini mengindikasikan pembangunan pertanian dan kebijakan pendukungnya berhasil meredam peningkatan harga bahan pangan sehingga tidak lagi menjadi sumber penyebab utama inflasi seperti pada periode 1960 – 1970. Kebijakan ini menyebabkan ketidakseimbangan pasar sehingga diperlukan kebijakan pendukung. Secara tidak langsung stabilisasi harga dapat juga dilakukan melalui kebijakan pemasaran output dan kebijakan input. pasar uang. benih.

petani padi.meningkat. Pada kondisi pemerintah melakukan intervensi tanpa sterilisasi dan ekonomi dalam keadaan tertutup. TABEL 1 BEBAN PEMBAYARAN UTANG (DEBT SERVICE) SEBAGAI RASIO TERHADAP PENERIMAAN DALAM NEGERI. sebagai porsi dari total penerimaan pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN). Jika ini dilakukan berdasarkan satu untuk satu. Manejemen Hutang Negara pembayaran utang luar negeri pemerintah ternyata memakan porsi yang besar dari APBN. utang yang dijadwal ulang melalui Paris Club 3 juga mulai habis masa grace period nya. Kemudian suku bunga mempengaruhi investasi di pasar barang. sejak 2003 semakin banyak utang-utang yang dijadwal ulang melalui Paris Club 1 (September 1998) dan Paris Club 2 (April 2000) yang habis masa jeda bayar utangnya (grace period). Dengan demikian. berkisar 13-15%. baik bagi konsumen beras. Konsekwensinya. agar tidak terjadi penurnan harga ekses suplai tersebut perlu dikumpulkan.. atau sekitar 1/5 hingga ¼ dari PPh dan PPN. BI melakukan sterilisasi terhadap perubahan pada suplai uang yang digunakan untuk mengumpulkan dan/atau mendistribusikan suplai beras. tanpa perubahan manajemen utang LN secara radikal.4% penerimaan dalam negeri pemerintah dipakai untuk membayar pokok dan bunga utang luar negeri. maupun produsen manufaktur. Adanya keterkaitan antara variabel secara simultan yang saling mempengaruhi. sekitar 15. jika ada kenaikan produksi pangan. Sebaliknya. Inflasi juga mempengaruhi permintaan tenaga kerja di pasar tenga kerja dan seterusnya ada keterkaitan antara variable ekonomi makro. Kemungkinan pertama. Pengumpulan pangan tersebut membutuhkan dana. beban pembayaran pokok utang pada tahun-tahun mendatang akan meningkat. Kemungkinan kedua. 2001-2003 2001 2002 2003 . Dengan demikian. Pada tahun 2005. sehingga terjadi keseimbangan. Sementara itu. Pembelian excess supply menggunakan dana BI akan meningkatkan suplai uang dan level harga agregat. berarti BI menambah penawaran uang ke pasar dan akan mempengaruhi keseimbangan di pasar uang. setelah dikurangi dengan nilai utang yang dijadwal ulang. Pada periode 2001-2003. fluktuasi panen akan menyebabkan instabilitas. Sebelum tahun 1999. Tujuan utama kebijakan harga pangan adalah untuk menjaga stabilitas harga pangan agar tingkat inflasi dapat dikendalikan. digunakan dana Bank Indonesia (BI). tidak ada “sterilisasi”. foreign debt service tetap berada pada level 20-26%. Ada dua kebijakan berbeda yang mungkin dijalankan terhadap uang yang digunakan untuk menahan dan/atau mendistribusikan suplai pangan. surplus panen tidak menyebabkan peningkatan suplai uang dan level harga agregat. Selanjutnya tingkat inflasi mempengaruhi suku bunga di pasar uang. 7. rasio ini tidak mengalami penurunan yang signifikan. Perlu dicatat. sulit mengharapkan rasio di atas akan membaik secara signifikan. Dalam skenario ini. hasilnya adalah sterilisasi sempurna. Pada tahun 2000. Dalam kasus gangguan suplai positif dan ada intervensi pemerintah.

Sebagai perbandingan. Karena besarnya utang dalam negeri. tanpa penjadwalan ulang.5%.2% 20. atau pemerintah semakin tergantung kepada penjadwalan ulang melalui Paris Club.A. lalu naik menjadi 113%. . Padahal mereka tertolong oleh FDI yang positip 5. tingkat utang LN pemerintah Indonesia memang sudah pada tingkat yang sulit dikelola. Lalu apakah strategi penjadwalan ulang cukup memadai untuk mengatasinya? Jelas tidak. Penerimaan DN E.1 45.7 39. Ini membuat rentan stabilitas makro Indonesia. Sebagai misal. utang LN pemerintah yang jatuh tempo mencapai sekitar US$-.Dengan nilai yang dijadwal ulang.8 16. Sementara Indonesia justru mengalami defisit FDI.8 176.7-9 milyar per tahun.0 174. atau kurang lebih Rp 600 trilyun. Total A+B D. yang mungkin mencapai sekitar 1. Penjadwalan ulang hanya memindahkan persoalan ke waktu yang lebih lama.0 25. Hutang luar negeri pemerintah memakan porsi yang besar dari cadangan devisa. PPh + PPN LN 28.67 milyar.5% Catatan: pembayaran netto adalah selisih antara utang jatuh tempo. Pembayaran C.7 42. tahun 1996 kondisi kita sudah buruk (57%).1% 13.6 206. diperlukan 30-40 tahun lagi agar seluruh utang tersebut lunas. di masa mendatang kemampuan pemerintah membayar utangutangnya cenderung menurun.9 327. Indonesia perlu waktu puluhan tahun untuk melunasi utang luar negeri pemerintahnya. Akibatnya.5 301. Ini setara dengan 1/3-1/4 cadangan devisa Indonesia. Tapi bebannya tetap saja sama.5-2% PDB. utang jangka panjang negara-negara Amerika Latin pada saat puncak krisis "hanya"lah 43% PDB (1983-85). Angka psikologis aman adalah 30-40% PDB. Saat ini tingkat utang sekitar US$-.9 29.7 Netto 10. Setiap tahun. terdapat potensi tekanan permintaan valas yang cukup kuat.4-5 milyar.5 300.8 Rasio C/D 13.2% 26.0% Rasio C/E 22. Ditambah dengan beban utang swasta.2 16. dan turun menjadi sekitar 71% pada tahun 2002. Tingkat utang luar negeri jangka panjang Indonesia ternyata sudah melampaui batas aman.11. Sebelum krisis. Jadi. Bunga utang B. Ini pun dengan asumsi yang "muskil". Kemampuan pemerintah membayar cicilan utang LN antara Rp 15-20 triliun per tahun. total kewajiban LN jangka pendek Indonesia diperkirakan US$-. yaitu pemerintah tidak wajib membayar bunga dan tidak menambah utang baru.3% PDB. Artinya.0% 15.

penjagaan stabilitas makro (tanpa memperhatikan efek sosialnya). stabilitas makro harus dijamin. f. IV. yaitu: I. yaitu debt ratio. termasuk aset BPPN dalam kasus Indonesia. selama 2016-2018 terdapat beban utang dalam negeri sekitar Rp 140 triliun/tahun. pengurangan subsidi besar-besaran. Bahasa teorinya. Dalam manajemen klasik. dipakai debt . sehingga manajemen utang pemerintah sudah benar. Jelas ini membuat beban hutang APBN tahun tersebut akan membengkak. terutama yang bersumber dari sisi pengeluaran seperti kewajiban non-bujeter dan Dana Alokasi Umum dan Khusus dalam rangka desentralisasi. atau debt ratio. Manejemen Hutang Klasik Manajemen Utang LN a la IMF dan Bank Dunia. jangka panjang.Jepang setuju menjadwal ulang utang senilai US$-. sudah optimal dan memenuhi RE. dan perbaikan efisiensi dalam pengeluaran pembangunan. Padahal. terdapat net withdrawal dari masyarakat. Dengan pertumbuhan ekonomi. Intinya. Dengan kata lain. Optimalisasi Manejemen Hutang Indikator Tambahan Manajemen klasik biasanya menggunakan rasio dari outstanding utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Tapi untuk menutup defisit fiskal. Oleh sebab itu. melalui terutama penjadawalan ulang dan reprofiling. Pengelolaan profil pembayaran utang. manajemen klasik ini mengandung beberapa butir kunci. Gaya manajemen di atas diklaim Menteri Keuangan. Pengelolaan resiko fiskal. Ini meliputi sumber pembiayaan dari privatisasi dan penjualan aset-aset lainnya. dibuat utang baru lewat forum CGI. Kepercayaan terhadap RE melahirkan manajemen utang klasik a la IMF dan Bank Dunia. g. III. Maksimisasi pembiayaan di luar utang (non-debt financing). V.2.8 milyar. baik melalui penambahan utang baru. jika debt ratio terlalu tinggi. dan perbaikan iklim investasi. hingga setidaknya tahun 2016. Secara ringkas. Ini berlaku bagi utang jangka pendek. sebagai indikator utamanya. Prakondisinya. IMF dan Bank Dunia berhasil menurunkan debt ratio menjadi 71%. maka utang lama dijadwal ulang. Percepatan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan surplus primer. Untuk peubah “kemampuan membayar utang”. utang pemerintah lebih sustainable. Ini ditempuh melalui peningkatan penerimaan pajak. selain penjadwalan ulang. klaim mereka. domestik maupun luar negeri. I. tolok ukur yang dipakai pun klasik. dan utang menjadi lebih sustainable. Jadi. II. debt ratio (rasio utang terhadap PDB) diharapkan turun. diperlukan strategi lain yang lebih radikal agar manajemen utang LN pemerintah bisa lebih optimal.

atau utang najis. utang pemerintah bisa diperdagangkan di pasar sekunder dengan diskon. Pengendalian debt service sebagai rasio penerimaan negara Dengan tingkat utang yang sangat tinggi.70 juta. sementara di lain pihak terdapat pasar domestik yang sangat besar. sejak Desember 2001 mulai menggunakan sebuah indikator tambahan. II.70-80 juta. Ide dasarnya. terutama kalau dana pemerintah diperoleh dari pencetakan uang.100 juta dengan harga US$-. Pengurangan Pokok Utang a. Broker perusahaan tersebut akan membeli utang pemerintah senilai US$-. Pengurangan debt stock melalui arbitrase internasional Solusi ini memerlukan sinerji dan pembangunan jaringan yang kuat dengan NGOs di negara. Hasilnya. Kalangan NGOs dalam dan luar negeri sangat antusias dengan alternatif ini. Ini juga membawa konsekwensi tambahan. kepada perusahaan. katakanlah. Sehingga. pihak kreditor multilateral (Bank Dunia dll) dan bilateral ikut bertanggungjawab atas kegagalan mereka menjamin tercapainya good governance dalam manajemen utang para debitor. Sebagai contoh. Kalau rasio ini dibandingkan dengan proprosi pos penerimaan atau pengeluaran fiskal lainnya. Ini merupakan debt service ratio to fiscal revenues (DSRFR). di mana kreditor memberikan kemudahan dan hair cut untuk mengkompensasi utang najis tersebut. b. tingkat upah yang kompetitif dan sumber daya alam yang besar. Oleh sebab itu. utang senilai US$-. dengan re-fokus kepada pengurangan debt stock. Tingkat utang yang terlalu besar membuat credit exposure dan default risks kreditor utama Indonesia sangat tinggi. Pemerintah setuju membayar Rupiah senilai. dengan penerimaan ekspor. jalan dan komunikasi. maka diperoleh gambaran mengenai seberapa terakomodasinya aspek keadilan sosial dalam manajemen utang.70 juta. yaitu rasio antara kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang (debt services) terhadap penerimaan pajak atau penerimaan APBN. Memang ada resiko inflatoir. FDI masuk senilai US$-.100 juta terbayar. US$-80 juta. Ini sangat relevan bagi Jepang. Walaupun belum ada preseden yang signifikan. Bisa juga hanya senilai US$-.service ratio yang membandingkan kewajiban pembayaran utang. Penghapusan utang melalui kombinasi rekayasa keuangan dan renegosiasi komersial dengan kreditor. Indonesia sebenarnya memiliki potensi posisi tawar yang tinggi. Tapi justru lebih difokuskan untuk pembangunan infrastruktur seperti listrik. katakanlah.70 juta (diskon 30%). sementara utang pemerintah terhapus 20-30%. Untuk kasus Indonesia. rasio ini juga semakin menunjukkan perlunya reorientasi manajemen utang pemerintah. sebuah perusahaan asing akan menanam modal senilai US$-.negara maju. yang merupakan kreditor . Melalui renegosiasi komersial. yaitu utang baru seyognyanya tidak digunakan untuk sisi konsumsi dalam APBN. bukan pengalihan utang ke generasi mendatang atau penambahan utang baru. 30%. muncullah wacana mengenai odious debt. tapi dikompensasi dengan kemudahan pajak. baik pokok dan bunganya. c. tidak ada salahnya negara-nagara debitor seperti Indonesia mencoba alternatif ini.

Dana tersebut seyogyanya diprioritaskan untuk (antara lain): a.terbesar Indonesia dengan tingkat piutang USD 45 milyar. Hal yang sama bisa diberlakukan bagi utang domestik. Dana tersebut bisa tetap menjadi bagian dari APBN. c. terutama hutang luar negeri. atau dimasukkan ke dalam sebuah Trust Fund. b. Transparansi maksimum dan Forum Multi. sehingga pemerintah bisa menggunakannya sebagai dasar hukum dan sekaligus alat negosiasi dengan para kreditor. sehingga total penerimaan negara benar-benar dihitung secara reasonable. terutama infrastruktur. misalnya 10% dari total penerimaan negara yang berasal dari pajak dan non-pajak. Pembatasan jumlah maksimum pembayaran utang LN pemerintah dalam setiap tahun anggaran. Penetapan batas maksimum di atas perlu didasarkan pada sebuah Undang-Undang. Seandainya pembayaran utang luar negeri pemerintah dipatok maksimum 10% dari total penerimaan negara. maka pada tahun 2002 setidaknya terdapat Rp 42. Butir-butir utamanya antara lain: a. Pengaturan mengenai pengelolaan dana yang semestinya dipakai untuk membayar hutang luar negeri. dan diawasi oleh sebuah Forum Multi-Stakeholder yang melibatkan publik secara luas. b. . Pengaturan mengenai tingkat maksimum kenaikan pajak dan penurunan subsidi.Stakeholder menjadi bagian tak terpisahkan dari pengelolaan dana ini. program padat karya di pedesaan. subsidi kredit program bagi pemulihan sektor riil yang berbasis pada UKM dan sektor. Pengaturan mengenai pembatasan jumlah utang baru yang boleh diambil pemerintah. pertanian dan industri dengan multiplier tinggi dan/ atau yang meningkatkan kapasitas teknologi bangsa.sektor prioritas. Pemberlakuan batas maksimum bagi pembayaran utang pemerintah. e. Pengelolaan dana tersebut harus dilakukan dengan transparansi maksimum. Ini memperkecil peluang bagi IMF dan Bank Dunia untuk menekan pemerintah agar memperbesar jumlah pembayaran utang dengan jalan memperbesar target penerimaan negara. dikaitkan dengan cash flow pemerintah pada saat utang jatuh tempo. yang tidak boleh digunakan untuk berinvestasi di pasar modal dan pasar uang. jelas akan membuat sumber daya dan dana yang tersedia bagi perekonomian domestik makin besar. c.94 triliun dana RAPBN 2002 yang belum dipakai. dan kepentingan ekonomi regional yang besar. Pembiayaan sektor sosial. terutama pendidikan dan kesehatan. baik dalam APBN maupun trust fund. Pengaturan mengenai prioritas penggunaan dana tersebut d.

Inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. konsumen rasional melihat ke depan pada pajak masa depan yang dibutuhkan untuk mendukung utang ini. Inflasi dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi. Pandangan Ricardian atas Utang Pemerintah. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa. Konsumen melihat-ke depan beranggapan bahwa pajak lebih rendah sekarang berarti pajak lebih tinggi nantinya. Artinya. Kebijakan fiskal (Fiscal Policy) adalah kebijakan pemerintah dengan menggunakan belanja negara dan perpajakan dalam rangka menstabilkan perekonomian. konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang. antara lain. Kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengolah / mengarahkan perekonomian ke kondisi yangb lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah-ubah peneriamaan dan pengeluaran pemerintah. . tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi.BAB III PENUTUPAN Kesimpulan Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor. membuat konsumsi tidak berubah. bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. “Pemotongan pajak hanyalah penundaan pajak” Ketika pemerintah meminjam untuk membayar belanjanya saat ini ( G lebih tinggi).

Sadono Sukirno. N Gregory Mankiw. 2006. 2000. Yogyakarta : BPFE. Pengantar Ekonomi Makro edisi keempat. Jakarta : PT Raja Grafindo. Jakarta : Salemba Empat. 2000. Pengantar Ekonomi Makro edisi keenam. Pengantar Ekonomi Makro edisi keenam. Diposkan oleh MITRA CENDEKIA di 18:31 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Posting Lama Beranda Komentar Comments by HTML Comment Box . M Suparmoko. Jakarta : Salemba Empat.DAFTAR PUSTAKA N Gregory Mankiw. Makro Ekonomi Modern. Yogyakarta : BPFE. 2006. Prof Dr Soediyono Reksoprayitno. Pengantar Ekonomi Makro edisi ketiga. 2006.

2011) wahyu joko saputro said: makasih pak (Dec 22. 2011) fiqri umar wachid said: makasih pak atas materinya. 2011) reza robbiansyah said: makasih pak materinya (Dec 22. 2011) Wilujeng Rahayu ESB C04210039 said: siapakah sebenarnya yang berkewajiban membuat kebijakan ekonomi??? presiden beserta para menterinya. apakah hutang itu sangat diperlukan oleh negara kita? (Dec 22. 2011) saiful bahri said: makasih pak materinya (Dec 22..(Dec 22. 2011) Nur Afni Wulansari ESB said: selama ini apa kebijakan pemerintah yang sudah terealisasi untuk mengantisipasi inflasi??? . atau anggota legislatif???? kebijakan apa saja yang dapat memperbaiki sektor perekonomian riil indonesia??? (Dec 22.

(showing 1 to 10) [next] rss Pengikut Arsip Blog ▼ 2011 (12) . 2011) Suryani Nunazzila ESB C04210053 said: apakah tidak bisa kita mendririkan sebuah lembaga yang mana itu bisa menaungi untuk beberapa negara yang mana itu kekurangan anggaran dan seangat membutuhkan anggaran. 2011) NUR MUAWANAH ES B said: apa yang dimaksud hubungan timbal balik antara inflasi dengan suku bunga? (Dec 22. 2011) Refita Avitriani R ESB C04210041 said: perluhkah untuk meninjau ulang dari kebijakan pemerintah yang hingga selama ini berjalannya kurang lancar untuk bisa memperlancar proses pembangunan dalam negri? yang selama ini faktanya masih jauh dari yang di harapkan.(Dec 22. dimanakan letak peran pemerintah disini? (Dec 22. tapi mereka tidak harus berhutang ke negara lain tapi meminjam ke dalam lembaga itu sendiri. 2011) Wilda Ulinnuha Hanun C04210035 E said: apa saja faktor yang menjadi kendala bagi negara kita sehingga hingga saat ini belum bisa melunasi jumlah hutang luar negeri yang semakin meningkat? (Dec 22.

ES B: PEMIKIRAN EKONOMI MAKRO ES E: Pembangunan Daerah ES A: Permintaan dan Penawaran Uang ES B: Permintaan dan Penawaran Uang ► November (7) Mengenai Saya MITRA CENDEKIA Lihat profil lengkapku Template Simple. « Aku. dan Mr Taxi (Part 2) Aku. KEBIJAKAN FISKAL DAN MON. Yoona. Yoona.▼ Desember (5) ES B: STABILITAS EKONOMI. Diberdayakan oleh Blogger. dan Mr Taxi (Part 3) » Utang Pemerintah May 23.. 2011 by wanspeak ..

Pandangan Richardian atas utang pemerintah Menurut pendapat ini. Rumah tangga menabung kelebihan pendapatan disposible untuk membayar . pemotongan pajak seharusnya tidak mendorong konsumen melakukan pengeluaran lebih banyak. konsumen melihat kedepan dan karena itu. Karena itu. Pemotongan pajak yang didanai oleh utang pemerintah tidak akan mengurangi beban pajak . konsumen menanggapi pendapatan setelah pajak mereka yang lebih tinggi dengan melakukan pengeluaran lebih banyak. pemotongan pajak tersebut hanya menjadwal ulang pajak.A Pandangan tradisional atas utang pemerintah. Implikasi dari equivalensi Richardian adalah bahwa pemotongan pajak yang didanai utang tidak mempengaruhi konsumsi. mendasarkan pengeluaran mereka tidak hanya pada pendapatan sekarang. Asumsinya adalah bahwa ketika pemerintah memotong pajak dan menjalani defisit anggaran.1 Vote oleh : Ichwan.B. tetapi juga pada pendapatan masa depan yang mereka harapkan Logika dasar atas pandangan Richardian Kosumen yang melihat kedepan memahami bahwa pinjaman pemerintah saat ini berarti pajak yang lebih tinggi di masa depan.

Kenaikan dalam tabungan swasta ini mengoffset penurunan tabungan publik. Adalah mungkin bahwa beberapa orang mengikuti metode historis ( rules of thumb) yang sederhana dan tidak sepenuhnya rasional ketika memutuskan berapa banyak yang akan ditabung. secara nasional mereka melihat pajak masa depan yang diakibatkan oleh utang pemerintah. seperti memilih berapa banyak dari pendapatan mereka yang dikonsumsi dan seberapa banyak yang ditabung. Para pendukung pandangan Richardian terhadap kebijakan fiskal mengansumsikan bahwa masyarakat bersikap rasional ketika mengambil keputusan. Seorang yang ingin mengkonsumsi lebih banyak daripada pendapatan sekarang mungkin karena ia mengharapkan pendapatan yang lebih penting di masa depan harus melakukannya dengan cara . Konsumen dan pajak masa depan Esensi dari pandangan Richardian adalah bahwa ketika orang – orang memilih konsumsi mereka. tetapi juga pendapatan seumur hidupnya. Para pendukung pandangan tradisional berpendapat bahwa pendapatan sekarang lebih penting daripada pendapatan seumur hidup untuk konsumen yang menghadapi hambatan – hambatan dalam meminjam. pemotongan pajak tidak memiliki dampak seperti yang diprediksi analsisis tradisional. yang meliputi pendapatan sekarang dan pendapatan yang diharapkan dimasa depan. Ketika pemerintah meminjam untuk membayar pengeluaran saat ini. Karena itu. Batasan peminjaman adalah batas seberapa banyak seseorang bisa meminjam dari bank atau lembaga keuangan lain. pemotongan pajak yang didanai oleh utang akan meningkatkan pendapatan sekarang. tetapi tidak mengubah pendapatan atau konsumsi seumur hidup seseorang. konsumen yang rasional melihat pajak masa depan yang dibutuhkan untuk mendukung utang tersebut. Jadi pandangan Richardian mengasumsikan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan dan pandangan jauh kedepan yang baik. Tabungan nasional – jumlah tabungan swasta dan publik – tetap sama.kewajiban pajak masa depan yang ditunjukkan oleh pemotongan pajak. Batasan Peminjaman : Pandangan Richardian atas utang pemerintah mengasumsikan bahwa konsumen mendasarkan pengeluarannya tidak hanya pada pendapatan saat ini. Salah satu pendapat terhadap pandangan tradisional mengenai pemotongan pajak adalah bahwa masyarakat berpandangan pendek. barang kali karena mereka tidak sepenuhnya memahami implikasi dari defisit anggaran pemerintah. Menurut pandangan Richardian. Para pendukung pandangan tradisional atas utang pemerintah percaya bahwa prospek pajak masa depan tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap konsumsi saat ini seperti yang diasumsikan oleh pandangan Richardian.

individu menabung dan meninggalkannya sebagai warisan kepada anak – anaknya yang akan menanggung beban kewajiban pajak masa depan. Ekonom Robert Barro mendukung pandangan Richardian. Esensinya. asumsi yang tepat adalah generasi sekarang sangat peduli pada generasi berikutnya. tanpa memperhatikan berapa pendapatannya seumur hidup. Pemotongan pajak yang didanai utang dapat meningkatkan pendapatan yang seseorang terima dalam hidupnya. Daripada mengkonsumsi pendapatan ekstra dari pemotongan pajak. Menurut analisis Barro unit pengambilan keputusan yang relevan bukan individu. bila pemerintah memotong pajak sekarang dan meningkatkan pajak masa depan. Barro berpendapat karena generasi mendatang adalah anak – anak dan cucu – cucu generasi sekarang. Untuk seseorang yang ingin mendapatkan pinjaman tetapi tidak mampu. yang hidupnya terbatas tetapi keluarga yang berlangsung selamanya. meskipun pendapatan masa depan lebih kecil. individu memutuskan berapa banyak yang akan dikonsumsi tidak hanya berdasarkan pendapatannya sendiri tetapi juga juga pendapatan dari anggota – anggota keluarga mereka dimasa depan. respon otomatis ini mendorong anggaran menjadi defisit. Dalam hal ini. Saat resesi pajak turun dan transfer naik. pemotongan pajak yang didanai oleh utang meningkatkan pendapatan dan konsumsi sekarang.meminjam. maka pendapatannya sekarang menentukan pengeluarannya. pemotongan pajak akan memperbesar peluangnya dan mendorong konsumsi. tetapi pendapatan itu tidak meningkatkan keseluruhan sumber daya keluarganya. pemerintah memberi pinjaman kepada pembayar pajak. Meskipun membantu menstabilkan ekonomi. maka seharusnya tidak memandang mereka sebagai aktor ekonomi independen. Dengan kata lain. Keberadaan warisan menegaskan bahwa banyak orang tidak tega mengambil keuntungan dari peluang mengkonsumsi atas beban yang akan ditanggung anak – anak mereka. Jika ia tidak dapat meminjam untuk membayar konsumsi sekarang. Prospektif lain tentang utang pemerintah Anggaran berimbang versus kebijakan fiskal optimal Terdapat tiga alasan kebijakan fiskal terkadang mengakibatkan defisit atau surplus anggaran 1. Sikap mementingkan kepentingan orang lain antar generasi ini dibuktikan oleh hadiah yang diberikan banyak orang kepada anak – anak mereka. atau hanya bisa meminjam dalam jumlah yang terbatas. Stabilisasi Defisit atau surplus anggaran dapat membantu stabilisasi perekonomian. bahkan dalam bentuk warisan setelah mereka meninggal. pada dasarnya aturan anggaran berimbag akan menarik kembali kekuatan penstabil otomatis dari sistem pajak dan transfer. Aturan anggaran berimbang yang ketat akan mendorong . Padahal ia berpendapat.

Dimensi internasional Utang pemerintah dapat mempengaruhi peran negara dalam perekonomian dunia. oleh karenanya pemerintah dituntut untuk mempertahankan tarif pajak yang stabil (relatif rendah). tingginya tingkat utang pemerintah yang di danai oleh pinjaman luar negeri dapat menurunkan pengaruh politis negara tesebut di mata dunia. dengan menyatakan pailit.pemerintah menaikkan pajak atau mengurangi pengeluaran di masa resesi. Jika hilangnya kepercayaan ini terjadi secara tiba-tiba. hal ini sering mngakibatkan defisit perdagangan yang nantinya akan di danai oleh pinjaman luar negeri. 3. dengan cara menerapkan anggaran defisit saat pendapatan rendah atau resesi yang tidak biasa atau pengeluaran tinggi (perang) yang tidak biasa. Jadi ketika utang pemerintah melonjak. Hubungan antara kedua defisit ini menyebabkan dampak lanjutan atas utang pemerintah. misalnya untuk membiayai biaya perang. • Kedua. Tax smoothing Defisit atau surplus anggaran dapat digunakan untuk mengurangi distorsi insentif yang disebabkan oleh sistem pajak. Re-distribusi intergenerasi Defisit anggaran dapat digunakan untuk menggeser beban pajak dari generasi sekarang ke generasi mendatang. tetapi tindakan ini menekan permintaan agregat 2. . • Pertama. tingkat utang pemerintah yang tinggi dapat meningkatkan resiko bahwa perekonomian akan mengalami penurunan yang merugikan dalam permintaan atas aset nasional dalam pasar uang dunia (capital flight). generasi sekarang dapat mendanai perang dengan defisit anggaran dan pemerintah bisa melunasi utang dengan mengenakan pajak pada generasi mendatang. maka nilai mata uang akan terguncang dan tingkat suku bunga naik. Hal ini biasa dimanfaatkan oleh negara-negara untuk melarikan diri dari utang. pemerintah menurunkan tabungan nasional. Ketika defisit anggaran. investor asing akan membatasi jumlah pinjaman. Tarif pajak yang tinggi akan meningkatkan biaya dalam masyarakat dengan menekan aktivitas ekonomi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful