STRUKTUR KURIKULUM

Struktur kurikulum terdiri dari beberapa komponen yang akan di uraikan dibawah ini: 1. Tujuan Tujuan Kurikulum didasari atas dua hal. Pertama, perkembangan tuntutan, kebutuhan, dan kondisi masyarakat. Kedua, dari pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai filosofis. Ada tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang. Tujuan jangka pendek menggambarkan apa yang bisa siswa lakukan sebagai hasil pengajaran bahwa siswa tidak bisa melakukan sebelumnya, tujuan jangka menengah adalah tujuan

instruksional. Dan tujuan jangka panjang adalah tujuan pendidikan nasiaonal.

2. Bahan Ajar Bahan ajar tersusun atas beberapa topik dan subtopik tertentu, topik dan subtopik tersusun dalam sekuens dengan beberapa cara seperti sekuens kronologis; sekuens kausal; sekuens structural; sekuens logis dan psikologis; sekuens spiral; rangkaian ke belakang; dan sekuens berdasarkan hierarki belajar.

3. Strategi Mengajar Strategi mengajar membantu guru agar dapat menyajikan bahan ajar sesuai dengan urutan seperti itu. Rowntree (1974: 93-97) membagi strategi mengajar atas Exposition-Discovery Learning (exposition

maksudnya guru menyampaikan bahan ajar dalam bentuk akhir, jd siswa tinggal menguasainya sedangkan discovery menuntut siswa untuk mengolah bahan ajar yang disampaikan), Rote-Meaningful Learning (Rote maksudnya bahan ajar disampaikan tanpa perlu memperhatikan maknanya bagi siswa sedangkan meaningful mengutamakan maknanya bagi siswa), terakhir Group-Indidvidual Learning (Group maksudnya siswa belajar bekerja sama dalam kelompok, sedangkan Individual menuntut

kemampuan individu untuk belajar).

komponen komponen yang dievaluasi meliputi isi. Media Mengajar Rowntree (1974: 104-113) mengelompokkan media belajar menjadi lima. dan dapat bersifat meyeluruh atau sebagian . metode. Yaitu evaluasi formatif yang ditujukan untuk menilai proses pengajaran dan evaluasi sumatif yang ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap bahan ajar yang telah disampaikan. Dalam evaluasi pelaksanaan mengajar. Simbol tertulis merupakan media penyajian bahan ajar yang umum dan tetap efektif. pada dasarnya semua komponen memerlukan penyempurnaan jika dilihat dari peran dan tingkat kelemahannya (Rowntree. Evaluasi Pengajaran Dalam evaluasi hasil belajar-mengajar ada dua evaluasi menurut luas bahan dan waktu belajar. dan biaya. tetapi juga melalui teknik nontes. Untuk pelaksanaan evaluasi tidak hanya melalui teknik tes. yaitu Interaksi insan atau komunikasi langsung antara dua orang atau lebih. Realita merupakan bentuk rangsangan nyata seperti keadaan hal-hal disekitarnya yang dapat diamati. media ini memiliki banyak keuntungan. 1974: 150-151). 6. Pictorial menunjukkan penyajian dalam bentuk audio-visual. fasilitas. oleh individu atau kelompok.4. 5. organisasi. Penyempurnaan Pengajaran Sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi. Penyempurnaan dapat dilakukan secara langsung. Rekaman suara dapat disajikan dalam bentuk suara saja atau dapat di gabung denga media pictorial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful