GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP

)
Mata kuliah Kode Mata Kuliah Bobot Semester Nama dosen/Tim : : : : : Ketrampilan Dasar Praktik Klinik BD. 208 3 SKS ( T1, P2 ) I (Satu)

1. DESKRIPSI MATA KULIAH Mata kuliah ini memberikan kemampuan untuk melaksanakan ketrampilan dasar praktek kebidanan terhadap ibu, bayi dan anak balita dengan pokok-pokok bahasan pemenuhan dasar manusia, pencegahan infeksi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan diagnostik, prosedur pemberian obat, perawatan bedah kebidanan, asuhan pada klien yang mengalami kehilangan, menghadapi kematian dan setelah kematian B. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa dapat : 1. Memenuhi kebutuhan dasar manusia 2. Melakukan pencegahan infeksi 3. Melakukan pemeriksaan fisik 4. Menyiapkan untuk pemeriksaan diagnostik 5. Menerapkan prosedur pemberian obat 6. Melakukan pemeriksaan bedah kebidanan 7. Melakukan asuhan pada klien yang kehilangan, menghadapi kematian dan setelah kematian C. PROSES PEMBELAJARAN T : Dilaksanakan di kelas dengan ceramah, diskusi, seminar dan penugasan. P : Dilaksanakan di kelas, laboratorium ( baik di kampus maupun dilahan praktek ) dengan menggunakan metoda simulasi, demonstrasi, role play dan bed side teaching. D. EVALUASI Evaluasi dilakukan dengan menggunakan cara :  Teori  UTS : 50 %  UAS : 50 %  Praktik  Latihan  Klinik E. REFERENSI Buku Wajib (BW) 1. Johnson R. Taylor W. 2000. Skill For Midwifery Practice. 2. Smith S. Dueell D. 1985. Clinical Nursing Skill. 3. Varney. 1997. Varney’s Midwifery . Buku Anjuran (BA) 1. Hotma R. Dkk. 2000. Pemeriksaan Fisik. : : 20 % 40 %

2. Carcio H. A. 1999. Advanced Health Assesement Of Women.

5.2. Nutrisi 1.2.2. 7.7.8.2. 19.2.2.1.. Cuci tangan 2. Istirahat dan tidur Kebutuhan psikososial 1.9.3.1. DTT / Sterilisasi 2 Jam 4 Jam BW 1 (Sec 3) BW 2 (Chap.1. 11) BW 2 (Chap 6. 24..2. Oksigen 1.4. 14. 22 – 23) BW 3 (Chap .1.1.  Melakukan pemrosesan alat 2. Dekontaminasi alat 2.1.2. Prinsip pencegahan infeksi 2. Personel hygiene 1. Body mekanik dan posisi 1.3. 5. Rasa aman dan nyaman 2 Jam 8 Jam BW 1 (Sec 4.1.2.2. 8. Transmisi kuman 2. Keamanan lingkungan 1.. Pencucian alat 2.2. Eliminasi 1. 1. Homeostasis dan hemodinamik Kebutuhan fisik 1..3. Ambulasi 1. Hak-hak klien 1.) 4 Jam .2.5.1. 20.1. Cairan dan elektrolit 1. Aseptic dan antiseptic Pemrosesan alat 2.2.1. 10.10.RINCIAN KEGIATAN MINGGU O P S Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menjelaskan kebutuhan dasar manusia  Memenuhi kebutuhan fisik POKOK BAHASAN / SUB POKOK BAHASAN WAKTU T P REFERENSI 1. Prinsip dasar kebutuhan manusia 1.1.2. 9. Teknik isolasi 2.1.2.1. Intake dan output 1.2.  Menjelaskan kebutuhan psikososial 1.3. 25) BW 3 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menerapkan prinsip pencegahan infeksi 2.2.6.4. Pelindung diri 2.3.2.2.3. 9.

2.. Teknik pemeriksaan fisik 2 Jam 8 Jam BW 1 (sec 1. Konsep dasar pemeriksaan fisik 3. Sampah kering 2..2.2. Laparaskopi 4 Jam BW (Chap 18.  Menangani pembuangan sampah Penanganan sampah 2. Tempat Persiapan dan pengambilan specimen 4.3.3.1.1.2.1.2. Urine 4.1.3.3.3.2.2. 4.1. Pemeriksaan fisik pada bayi dan anak balita 3.4..3.1.3.) BA 1 BA 2 (Chap 4. Prinsip dasar pemeriksaan fisik 3.3.5.1. 6) 2 Jam 6 Jam Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menjelaskan persiapan untuk pemeriksaan diagnostik 4.2.3.2. Cairan pervagina 4.2.1.  Melakukan persiapan untuk pemeriksaan laboratorium 4. Darah 4.2. 29) BW 3 (Chap . Pemeriksaan fisik head to toe Pemeriksaan fisik 3.2.3.1. Secret Persiapan untuk pemeriksaan 4.3.1.1.1.4.…. 2.3.2.2. Bahan 4.2.  Menjelaskan persiapan untuk pemeriksaan radiologi Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa Persiapan untuk persiapan diagnostic 4. Pemeriksaan fisik persistem 3.) BA 2 (Unit 3) 2 Jam 2 Jam . Alat 4.  Melakukan pemeriksaan fisik pada bayi dan anak balita 3.3.3..1. USG 4. 8) BW 2 (Chap. Sampah tajam 2 Jam Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Melakukan pemeriksaan fisik pada Ibu 3. Faeces 4.4. 5. CTG 4. 13) BW 3 (Chap .1. Sampah basah 2.1.2. Rontgen 4.. Teknik pemeriksaan fisik 3.

Kulit 6.1.1.4. intra dan post operasi Perawatan luka operasi 7.1.8.1. 26. Vagina 6. Mata 6. 5.1..1..2. Terapi panas dingin 6..1..1.2.2.10. sublingual 6.9. Konsep 5. 5. 28) BW 3 (Chap.3. dasar pemberian obat Persiapan pemberian obat Perhitungan dosis obat Penggunaan unit dosis obat Pencegahan injury pengobatan 1 Jam 2 Jam BW 1 (sec 6. Inhalasi 6.mampu :  Menerapkan prinsip pemberian obat 5.2. 5.1.1.1. Persiapan dan perawatan 7. pengertian pasien yang kritis 7.1.4.1. Oral. Rectum 6. 16.1.1.. 10.6.1. 7. Karekteristik situasi krisis 1 Jam 2 Jam 4 Jam BW 1 (sec 1.1. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Melaksanakan perawatan bedah kebidanan  Melaksanakan perawatan luka pada bedah kebidanan 7.2. 21. 15) BW 2 (Chap 15.1.. Teknik pemberian obat melalui 6.1.1. 13) BW 2 (Chap 22) Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa . Parentral 6.2. Epidural 6.1. 15) BW 2 (Chap 15. 10. 26.1..3.1. Manajemen nyeri 1 Jam 12 Jam BW 1 (sec 6. 16.. Zid bath/kompres 6. ) Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menerapkan teknik pemberian obat 6. Pre Operasi 7. 28) BW 3 Chap .7. 2. 21.11.2.5.1.

Merawat jenasah Jumlah 1 jam 2 jam BW 2 (Chap 31) 16 Jam 62 Jam .1.1.2. Mendampingi klien yang kehilangan 9.1.1.2. Karekteristik situasi krisis 1 Jam 2 Jam BW 2 (Chap 31) Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menangani pasien yang kehilangan 9.2.1.mampu :  Menangani klien yang mengalami krisis 8.1.1. Pengrtian pasien yang krisis 8. Mendampingi pasien yang mengalami krisis 8.1. Mendampingi klien yang hampir meninggal (sakratul maut) 10.1. Pengrtian pasien yang krisis 9. Karekteristik situasi krisis 1 jam 2 jam BW 2 (Chap 31) Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Membantu pasien yang hampir meninggal  Merawat pasien yang meninggal 10.

Melakukan pemeriksaan fisik 4. buka jahitan. Melakan tindakan-tindakan untuk pengobatan (dressing luka. A. penegahan infeksi. 2. Advanced Health Assesement Of Women. 208 3 SKS ( T1. Varney. 3. Memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar sesuai kebutuhan klien 6. 1997. selain itu juga membahas tentang kebutuhan dasar manusia yang berhubungan dengan kebidanan. 2. tindakan untuk pengobatan yang berhubungan dengan asuhan kebidanan. : : 20 % 40 % . Johnson R. penyakit terminal. DESKRIPSI SINGKAT Mata kuliah ini membahas tentang ketrampilan dasar asuhan kebidanan yang meliputi : personal hygiene. Dueell D. pemeriksaan diagnostik. B. Hotma R. 1999. Carcio H. menghadapi kematikan. Melakukan asuhan pada klien yang menghadapi kematian (sakratul maut) D. EVALUASI Evaluasi dilakukan dengan menggunakan cara :  Teori  UTS : 50 %  UAS : 50 %  Praktik  Latihan  Klinik E. Pemeriksaan Fisik. Dkk. Menjelaskan kebutuhan dasar manusia dalam konteksi pelayanan 2. Buku Anjuran (BA) 1. REFERENSI Buku Wajib (BW) 1. Skill For Midwifery Practice. 2000. Clinical Nursing Skill. Varney’s Midwifery. Menjelaskan pemeriksaan diagnostik yang berhubungan dengan kebidanan 5. TUJUAN PEMBELAJARAN ( Umum ) Setelah mengikuti mata kuliah ini. 2000. 1985. Melakukan pencegahan infeksi 8. dll) 7. P2 ) I (Satu) A. pemeriksaan fisik. Melakukan pencegahan infeksi 3. mahasiswa dapat : 1. Taylor W. Smith S.SATUAN ACARA PERKULIAHAN Program Studi Mata kuliah Kode Mata Kuliah Bobot Semester : : : : : Kebidanan D3 Ketrampilan Dasar Praktik Klinik BD.

2. 8.1.5.1. Rasa aman dan nyaman 2 Jam 8 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab. Memenuhi kebutuhan fisik 2.1.3.2.2.. 14.4. 19.10. Dekontaminasi alat 2.3. 1. Hak-hak klien 1.1.2. Oksigen 1. Pelindung diri 2. Istirahat dan tidur Kebutuhan psikososial 1.1.)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek 4 Jam .1. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab. Homeostasis dan hemodinamik Kebutuhan fisik 1.2.7. Aseptic dan antiseptic Pemrosesan alat 2.2.5.1.. 11) BW 2 (Chap 6.1.2. 5.2. Prinsip dasar kebutuhan manusia 1. Transmisi kuman 2. DTT / Sterilisasi 2 Jam 4 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab. Melakukan pemrosesan alat 2.2. Nutrisi 1. Cuci tangan 2. Intake dan output 1. Prinsip pencegahan infeksi 2.1. 25) BW 3     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menerapkan prinsip pencegahan infeksi 1.RINCIAN KEGIATAN MINGGU O P S Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menjelaskan kebutuhan dasar manusia 1.3.1. 10.3.3. 1.2. Eliminasi 1.2.2.8.2.2.. 24.2.9. Pencucian alat 2. Klinik BW 1 (Sec 3) BW 2 (Chap 22 – 23) BW 3 (Chap . 7.1.2. Klinik BW 1 (Sec 4. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab. 9. Keamanan lingkungan 1. Personel hygiene 1.1. Ambulasi 1.3.2. Menjelaskan kebutuhan psikososial POKOK BAHASAN / SUB POKOK BAHASAN WAKTU T P METODE/MEDIA PEMBELAJARAN REFERENSI EVALUASI 1. 2..2. Body mekanik dan posisi 1.2.4. 9. Cairan dan elektrolit 1. 20.1. Teknik isolasi 2. Menangani pembuangan sampah 2.6.

2. Melakukan pemeriksaan fisik pada bayi dan anak balita 3. Sampah tajam 2 Jam Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Melakukan konsep dasar pemeriksaan fisik 1.3. 2.2.2. Penanganan sampah 2. Darah 4.3. 6)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menguraikan persiapan untuk pemeriksaan diagnostik 1. 4.1.1. Konsep dasar pemeriksaan fisik 3. 3..2. Alat 4.1.1.1. Melakukan persiapan untuk pemeriksaan laboratorium 2. Laparaskopi 4 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab. Sampah basah 2. Pemeriksaan fisik pada bayi dan anak balita 3.3.2.2. Melakukan pemeriksaan fisik pada ibu 2.1.4. Secret Persiapan untuk pemeriksaan 4.2. 8) BW 2 (Chap. Teknik pemeriksaan fisik 2 Jam 8 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab. Pemeriksaan fisik head to toe Pemeriksaan fisik 3.….2.3. Tempat Persiapan dan pengambilan specimen 4.3.4.3.2.3. Teknik pemeriksaan fisik 3.2.3. Prinsip dasar pemeriksaan fisik 3.1. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab.2.1. Persiapan untuk persiapan diagnostic 4. Urine 4. Sampah kering 2. Faeces 4.3. 13) BW 3 (Chap .3. USG 4.3.2. Cairan pervagina 4.5.2. 2 Jam Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab. 29) BW 3 (Chap ..1.1.4. Rontgen 4. CTG 4.3.3.. Klinik BW (Chap 18.1. 4. Klinik 2 Jam 6 Jam BW 1 (sec 1.) BA 1 BA 2 (Chap 4. Menjelaskan persiapan untuk pemeriksaan radiologi 4.2. Bahan 4.2.1. 5..1.1. Pemeriksaan fisik persistem 3.3.) BA 2 (Unit 3)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek 2 Jam .1..2.

Pencegahan injury pengobatan 1 Jam 2 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab...1..2..6.Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menerapkan prinsip pemberian obat 5. 21.4. 26.8.1.1. sublingual 6.4. 10. Konsep dasar pemberian obat 5.1. 28) BW 3 (Chap. Teknik pemberian obat melalui 6.7. Zid bath/kompres 6. Oral. Rectum 6. 16. 15) BW 2 (Chap 15. 16.10.. Manajemen nyeri 1 Jam 12 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab.1.5. Vagina 6. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab. 15) BW 2 (Chap 15.1. Persiapan pemberian obat 5. Kulit 6. Penggunaan unit dosis obat 5.1.1. )     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menerapkan teknik pemberian obat 6.2.3. Mata 6. 21.1.1.)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek . Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab.1.1.9. 28) BW 3 (Chap .1. Perhitungan dosis obat 5.1.1.1. Klinik BW 1 (sec 6.. 26..3..11. Klinik BW 1 (sec 6. Terapi panas dingin 6. Parentral 6.1. Epidural 6. 10.1.1. Inhalasi 6.

2. Melaksanakan persiapan dalam perawatan bedah kebidanan 2. Pengrtian pasien yang krisis 9. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab. pengertian pasien yang kritis 7. Klinik BW 2 (Chap 31)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menangani pasien yang kehilangan 1. Karekteristik situasi krisis 1 Jam 2 Jam 4 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab.1.1.1. Klinik BW 1 (sec 1.1. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab. Pre Operasi 7.1. Klinik BW 2 (Chap 31)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek . Mendampingi pasien yang mengalami krisis 8.1.1. 13) BW 2 (Chap 22)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menangani klien yang mengalami krisis 1. Karekteristik situasi krisis 1 jam 2 jam Metode :  CTJ  Praktik Lab. Pengrtian pasien yang krisis 8.2.2.1.2. 7.2.2. Melaksanakan perawatan luka pada bedah kebidanan 7.1.1. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab.Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Melaksanakan perawatan bedah kebidanan 1. Mampu mendampingi klien yang kehilangan 9.1. Persiapan dan perawatan 7. Mendampingi klien yang kehilangan 9.1.1. 2. Karekteristik situasi krisis 1 Jam 2 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab.2. intra dan post operasi Perawatan luka operasi 7. Mampu mendampingi pasien yang krisis 8.

Merawat jenasah 1 jam 2 jam Metode :  CTJ  Praktik Lab. Merawat pasien past mortum 10.Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menangani klien dalam sakratul maut 1. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab.1. Membantu pasien yang hampir meninggal 2. Klinik BW 2 (Chap 31)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek Jumlah 16 Jam 62 Jam .2. Mendampingi klien yang hampir meninggal (sakratul maut) 10.

2. Homeostasis dan hemodinamik Kebutuhan fisik 1.2.1.2.8.a.3. Prinsip pencegahan infeksi 2. SUB POKOK BAHASAN Prinsip dasar kebutuhan manusia 1.2. 2.1. Prinsip pencegahan infeksi 2. Transmisi kuman 2.10. P2 ) I (Satu) POKOK BAHASAN 1. Kebutuhan fisik 1.2. Klinik KET 1. DTT / Sterilisasi Penanganan sampah 2. 208 3 SKS ( T1. Pemrosesan alat/ instrument 2.a.4. 2.2.3.3. Sampah kering 2. Dekontaminasi alat 2. Personel hygiene 1. Aseptic dan antiseptic Pemrosesan alat 2. Oksigen 1.1.9.1. Eliminasi 1. Teknik isolasi 2.ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN Program Studi Mata kuliah Kode Mata Kuliah Bobot Semester : : : : : Kebidanan D3 Ketrampilan Dasar Praktik Klinik BD.1.1. Sampah basah 2. Klinik . Body mekanik dan posisi 1. Penangan sampah 2. Ambulasi 1. 1. Keamanan lingkungan 1.3. Intake dan output 1. Hak-hak klien 1.2.2. Kebutuhan psikososial 1.2.3.b.2.1. Pelindung diri 2.1.1.2.3.3. Sampah tajam     Hand Out LCD OHP Lab.5.2. 2.1.1.3.1. Cairan dan elektrolit 1.2. Nutrisi 1.5.2.1. Pencucian alat 2.2. Rasa aman dan nyaman     MEDIA Hand Out LCD OHP Lab.2.2.3.2.4.1.6.2. Kebutuhan Dasar Manusia 1.b.7.3.3.2. Istirahat dan tidur Kebutuhan psikososial 1. Cuci tangan 2.

Pada bayi dan anak balita 3.3.a. Parentral 6.6.2. Persiapan pemberian obat 5.1.2.1. Secret Persiapan untuk pemeriksaan 4.2. Prinsip pemberian obat 5.3.1.4.1.1. Rontgen 4.2. Pemeriksaan fisik head to toe Pemeriksaan fisik 3.3.1.     Hand Out LCD OHP Lab.3. Persiapan untuk pemeriksaan radiologi 4. Pemeriksaan diagnostik 4. Teknik pemeriksaan fisik Persiapan untuk persiapan diagnostic 4. sublingual 6. 3.1.2.4. CTG 4.1. Teknik pemberian obat 6. Pencegahan injury pengobatan Teknik pemberian obat melalui 6.2.1. Klinik 4. Alat 4. Cairan pervagina 4.1.1.3. Klinik 4.1. USG 4. 5.2.2. Prinsip dasar pemeriksaan fisik 3.1.3. Pada ibu 3. Persiapan pemeriksaan diagnostik 4.1.2.1. Pemeriksaan fisik 3. Inhalasi 6.2. Klinik .1. Laparaskopi Konsep dasar pemberian obat 5. Pemeriksaan fisik persistem 3. Rectum 6. Persiapan untuk pemeriksaan laboratorium 4.     Hand Out LCD OHP Lab.4.b.1.2.1. Bahan 4. Vagina 6. Kulit     Hand Out LCD OHP Lab.5.5.1.1. Faeces 4.2.1.1.2. Perhitungan dosis obat 5.3. 4.3.2.4. Oral.1.1.3.1.3.a.4. Darah 4.1. Urine 4.b.c.     Hand Out LCD OHP Lab. Penggunaan unit dosis obat 5.3.3.1.2. Tempat Persiapan dan pengambilan specimen 4. Klinik 6.2. Pemeriksaan fisik pada bayi dan anak balita 3. Konsep dasar pemeriksaan fisik 3. Teknik pemeriksaan fisik 3.1.

1.1.7.1.2. Zid bath/kompres 6. Pengrtian pasien yang krisis 9. pengertian pasien yang kritis 7. Penanganan klien yang mengalami krisis 8.6. 6.     Hand Out LCD OHP Lab. 6. intra dan post operasi Perawatan luka operasi 7. Manajemen nyeri 7.1.1.Merawat klien post mortum 10.8.11. Perawatan bedah kebidanan 7.a. Mata Epidural Terapi panas dingin 6.1.1. Klinik 7. Klinik 9.1.2.2. Karekteristik situasi krisis Mendampingi klien yang kehilangan 9.1.1.1. Klinik Medan . Mendampingi klien yang hampir meninggal (sakratul maut) 10.2.10.1.1.1.     Hand Out LCD OHP Lab.1. Karekteristik situasi krisis     Hand Out LCD OHP Lab.1.2. Penangan klien yang mengalami krisis kehilangan 9. Persiapan dan perawatan 7. Klinik 10. Karekteristik situasi krisis Mendampingi pasien yang mengalami krisis 8. LATAR BELAKANG . Penangan pasien sakratul maut 10.9.2.1.1. Pengrtian pasien yang krisis 8. Merawat jenasah     Hand Out LCD OHP Lab.2.2.23 Agustus 2011 ( Sr Skolastika FSE ) BAB I PENDAHULUAN 1.1. Pre Operasi 7.1. 8.

sputum ( dahak ). Instrumentasi : sebelum pemeriksaan : saat pemeriksaan (analisa) 3. (www. sputum (dahak). Diharapkan makalah ini memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua. 2. .id). persiapan.net. atau sample dari hasil biopsy. • Tujuan Khusus Adapun tujuan khusus dari makalah ini adalah menambah pengetahuan tentang “PEMERIKSAAN LABORATORIUM”.net. Menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Terdapat 3 faktor utama yang dapat mengakibatkan kesalahan hasil laboratorium yaitu: 1. • Tujuan Umum 1. Pra intrumentasi 2. Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah KDPK. 2.2.indo.dokter.2. BAB II PEMBAHASAN 2. amin. (www. PENGERTIAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM Pemeriksaan laboratorium adalah suatu tindakan dan prosedur tindakan dan pemeriksaan khusus dengan mengambil bahan atau sample dari penderita dapat berupa urine (air kencing). dalam makalah ini penulis akan memberikan penjelasan mengenai pemeriksaan laboratorium. darah. darah. Oleh karena itu. 1.dokter.1. prosedur. TUJUAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM Adapun beberapa tujuan dari pemeriksaan laboratorium antara lain sebagai berikut. Pasca instrumentasi : saat menulis hasil pemeriksaan Namun masih banyak sebagian orang yang belum mengetahui tentang pemeriksaan laboratorium ini seperti. TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.Pemeriksaan laboratorium adalah suatu tindakan dan prosedur tindakan dan pemeriksaan khusus dengan mengambil bahan atau sample dari penderita dapat berupa urine (air kencing).indo. atau sample dari hasil biopsy.id). ataupun pasca pemeriksaan.

umur. Persiapan Penderita a. Hal ini karena tanpa kerjasama yang baik akan mengganggu/mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium. PRA INSTRUMENTASI Pada tahap ini sangat penting diperlukan kerjasama antara petugas.dokter. data klinis/diagnosa. Memberi ketenangan baik pada pasien maupun klinisi karena tidak didapati penyakit 2. tanggal dan kalau diperlukan pengobatan yang sedang diberikan. Persiapan alat yang akan dipakai 4. Mendeteksi penyakit 2. Hal ini penting untuk menghindari tertukarnya hasil ataupun dapat membantu intepretasi hasil terutama pada pasien yang mendapat pengobatan khusus dan jangka panjang. Membantu pemantauan pengobatan 7. Hal ini penting untuk menghindari pengulangan pemeriksaan yang tidak penting. dokter pengirim. alamat/ruangan. 2. . Pemahaman Instruksi dan Pengisian Formulir Pada tahap ini perlu diperhatikan benar.indo. Mengetahui ada tidaknya kelainan/penyakit yang banyak dijumpai danpotensial membahayakan 10. Skrining/uji saring adanya penyakit subklinis 4.id) Yang termasuk dalam tahapan pra instrumentasi meliputi: 1. membantu persiapan pasien sehingga tidak merugikan pasien dan menyakiti pasien. Memantau perkembangan penyakit 9.3.1. Menyediakan informasi prognostic/perjalanan penyakit 8. jenis kelamin. Puasa Dua jam setelah makan sebanyak kira-kira 800 kalori akan mengakibatkan peningkatan volume plasma.net. Menemukan kemungkinan diagnostik yang dapat menyamarkan gejala klinis 6. Pemahaman instruksi dan pengisian formulir laboratorium. sebaliknya setelah berolahraga volume plasma akan berkurang. Persiapan penderita 3. 2. apa yang diperintahkan oleh dokter dan dipindahkan ke dalam formulir. Penanganan awal sample (termasuk pengawetan) dan transportasi. 1. Perubahan volume plasma akan mengakibatkan perubahan susunan kandungan bahan dalam plasma dan jumlah sel darah. Cara pengambilan sample 5. Menentukan risiko 3. Konfirmasi pasti diagnosis 5. pasien dan dokter. (www. Pengisian formulir dilakukan secara lengkap meliputi identitas pasien: nama.

b. Beberapa parameter hematologi seperti jumlah eosinofil dan kadar besi serum menunjukkan variasi diurnal. 3. berlabel. Jumlah eosinofil akan lebih tinggi antara jam 10 pagi sampai malam hari dan lebih rendah dari tengah malam sampai pagi. 2. Kecuali ada instruksi dan indikasi khusus atas perintah dokter. Pengambilan Darah Yang harus dipersiapkan antara lain. Persiapan Alat yang Akan Dipakai 1. Fe. Pada pemberian kortikosteroid akan menurunkan jumlah eosinofil. bersih. Selain itu juga ada pemeriksaan yang tidak melihat waktu berhubung dengan tingkat kegawatan pasien dan memerlukan penanganan segera disebut pemeriksaan sito. Penampungan Urin Digunakan botol penampung urin yang bermulut lebar. sedang adrenalin akan meningkatkan jumlah leukosit dan trombosit. Antikoagulan oral atau heparin mempengaruhi hasil pemeriksaan hemostasis. 4. hasil yang dapat dipengaruhi oleh waktu pengambilan. Untuk urin kumpulan dipakai botol besar kirakira 2 liter dengan memakai pengawet urin. Kadar besi serum lebih tinggi pada pagi hari dan lebih rendah pada sore hari dengan selisih 40-100 µg/dl. c. karet pembendung (torniket). 3. Persiapan Alat Dalam mempersiapkan alat yang akan digunakan selalu diperhatikan instruksi dokter sehingga tidak salah persiapan dan berkesan profesional dalam bekerja. Penampung dapat tanpa anti koagulan atau mengandung anti koagulan tergantung pemeriksaan yang diminta oleh dokter. Waktu Pengambilan Umumnya bahan pemeriksaan laboratorium diambil pada pagi hari terutama pada pasien rawat inap. Penampung khusus . bertutup rapat dapat steril ( untuk biakan ) atau tidak steril. penampung kering bertutup dan berlabel.5 ml atau 5 ml. vitamin B12 dll. Obat Penggunaan obat dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan hematologi misalnya : asam folat. d. Kadar beberapa zat terlarut dalam urin akan menjadi lebih pekat pada pagi hari sehingga lebih mudah diperiksa bila kadarnya rendah. Pemberian transfusi darah akan mempengaruhi komposisi darah sehingga menyulitkan pembacaan morfologi sediaan apus darah tepi maupun penilaian hemostasis. Kadang-kadang diperlukan pula tabung kapiler polos atau mengandung antikoagulan. kering. kapas alkohol 70 %. Posisi pengambilan Posisi berbaring kemudian berdiri mengurangi volume plasma 10 % demikian pula sebaliknya. spuit sekali pakai umumnya 2. Hal lain yang penting pada persiapan penderita adalah menenangkan dan memberitahu apa yang akan dikerjakan sebagai sopan santun atau etika sehingga membuat penderita atau keluarganya tidak merasa asing atau menjadi obyek.

4. 5. Kalau sistemnya memungkinkan dapat dilihat apakah sudah terhitung biayanya (lunas). Yang harus dilakukan : 1) Catat dalam buku ekspedisi dan cocokan sampel dengan label dan formulir. Darah arteri dilakukan di daerah lipat paha (arteri femoralis) atau daerah pergelangan tangan (arteri radialis). 2. beritahukan apa yang akan dikerjakan. Darah dapat diambil dari vena. Khusus pada bayi dapat diambil pada ibu jari kaki atau sisi lateral tumit kaki. Selain itu salah satu yang harus diperhatikan adalah vena yang dipilih tidak di daerah infus yang terpasang/sepihak harus kontra lateral. Hal ini dapat mengakibatkan salah pengobatan pasien. harus menggunakan suhu 4-8° C dalam air es bukan es batu sehingga tidak terjadi hemolisis. Sebagai contoh penundaan pengiriman darah akan mengakibatkan penurunan kadar glukosa. 2) Jangan lupa melakukan homogenisasi pada bahan yang mengandung antikoagulan 3) Segera tutup penampung yang ada sehingga tidak tumpah 4) Segera dikirim ke laboratorium karena tidak baik melakukan penundaan 5) Perhatikan persyaratan khusus untuk bahan tertentu seperti darah arteri untuk analisa gas darah. Yang penting diingat adalah label harus ditulis lengkap identitas penderita seperti pada formulir termasuk jenis pemeriksaan sehingga tidak tertukar. Perubahan akibat tertundanya pengiriman sampel sangat mempengaruhi hasil laboratorium. Syarat mutlak lokasi pengambilan darah adalah tidak ada kelainan kulit di daerah tersebut. Pada urin yang ditunda akan terjadi pembusukan akibat bakteri yang berkembang biak serta penguapan bahan terlarut misalnya keton. tidak pucat dan tidak sianosis. Selain itu nilai pemeriksaan hematologi juga berubah sesuai dengan waktu. Cara pengambilan sample Pada tahap ini perhatikan ulang apa yang harus dikerjakan. Harus segera sampai ke laboratorium dalam waktu sekitar 15-30 menit. peningkatan kadar kalium. lakukan pendekatan dengan pasien atau keluarganya sebagai etika dan sopan santun. Untuk kapiler umumnya diambil pada ujung jari tangan yaitu telunjuk. Karena kepanikan pasien akan mempersulit pengambilan darah karena vena akan konstriksi.Biasanya diperlukan pada pemeriksaan mikrobiologi atau pemeriksaan khusus yang lain. 4. arteri atau kapiler. Lokasi pengambilan darah vena : umumnya di daerah fossa cubiti yaitu vena cubiti atau di daerah dekat pergelangan tangan. PERSIAPAN DAN PENGAMBILAN SPESIMEN . Selalu tanyakan identitas pasien sebelum bekerja sehingga tidak tertukar pasien yang akan diambil bahan dengan pasien lain. Penanganan Awal Sampel dan Transportasi Pada tahap ini sangat penting diperhatikan karena sering terjadi sumber kesalahan ada disini. jari tengah atau jari manis dan anak daun telinga.

1. tergantung jenis pemeriksaan Kulit di hapushamakan dengan kapas alkohol Lakukan penusukan pada daerah yang telah dipilih Bekas tusukan ditekan dengan kapas alkohol Merapikan alat 10) Melepaskan hand scoon Hindari hemolisis saat pengambilan darah dengan memberi cairan sitrat pada tabung. Prosedur Kerja 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Mendekatkan alat Memberi tahu klien dan menyampaikan tujuan serta langkah prosedur Memasang perlak dan pengalas Memasang hand scoon Mempersiapkan bagian yang akan ditusuk. tumit. Pemeriksaan Darah A. . tergantung macam pemeriksaan Bengkok 6) Hand scoon 7) Perlak dan pengalas C. Persiapan Alat 1) 2) 3) 4) 5) Lanset darah atau jarum khusus Kapas alkohol Kapas kering Alat pengukur Hb/ kaca objek/ botol pemeriksaan. Tempat Pengambilan Darah 1) Perifer (pembuluh darah tepi) 2) Vena 3) Arteri 4) Orang dewasa di ambil pada ujung jari atau daun telinga bagian bawah 5) Bayi dan anak kecil dapat diambil pada ibu jari kaki. atau daerah kepala B.

malnutrisi. Gula darah puasa Ø Inspeksi Mendeteksi adanya diabetes atau reaksi hipoklikemik. reagen anti A. jumlah darah yang di ambil 5-10 ml dari vena. AB. malaria dan lain-lain. gangguan ginjal. 1. Jumlah darah yang di perlukan sekitar 5-10 ml dari vena. hepatitis dan sirosis sedangkan bilirubin indirect mendeteksi adanya anemia. asam folat. Golongan Darah Dilakukan untuk mendeteksi golongan darah yang terdiri dari golongan darah A. pemeriksaan dilakukan setelah makan. 1. kanker. Human Chorionic Gonadotropi ( HCG ) Ø Inspeksi . B. 1. Jumlah darah yang diambil sekitar 1 ml dari estrogen. jumlah darah yang diambil 5-10 ml dari darah vena. Gas darah arteri Mendeteksi keseimbangan asam dan basa yang disebabkan oleh gangguan respiratorik atau dengan metabolik. luka bakar dan kehamilan. dan AB. 1. dan indirect ) Mendeteksi kadar bilirubin. 1. Gula darah postprandal Ø Inspeksi Mendeteksi adanya diabetes atau reaksi hipoklimemik. Bahan yang diperlukan : darah. serta stress pisikogenik. luka bakar. Bilirubin ( total. peningkatan pola estrogen dapat mengindekasi adanya tumor ovarium atau kehamilan. B. Estrogen Mendeteksi disfungsi ovarium. 2 jam setelah makan pagi atau siang. dan O. Albumin Mendeteksi kemampuan albumin yang disentesis oleh hepar seperti pada kasus sirosis. 1. jumlah darah yang diperlukan sekitar 5-10ml dari vena. atau kehilangan protein dalam jumlah banyak. jumlah darah yang di ambil 5-10 ml dari darah vena. gejala menopause. anemia. peningkatan pada asam urat dapat di indikasikan penyakit seperti leukimia. direct. 1. 1. Serum glutamik piruvik transaminase ( SGPT ) Di lakukan untuk mendeteksi adanya kerusakan hepatoseluler jumlah darah yang di ambil sekitar 5-10 ml dari vena. gagal ginjal. Asam urat Mendeteksi penyakit ginjal. 1. pada bilirubin direct mendeteksi adanya ikterik obstruktif. eklampsia berat.Macam–macam pemeriksaan menggunakan spesimen darah 1. jumlah darah yang di ambil 5-7 ml dari vena.

kehilangan darah. 2. monitor terapi heparia defesiensi faktor pembekuan. Mengetahui kadar gula pada tiap-tiap waktu makan ( padapasien DM ) B.Mendeteksi adanya kehamilan karena HCG adalah hormon yang diproduksi oleh plasenta. 2. Hemoglobin ( Hb ) Mendeteksi adanya anemia dan penyakit ginjal. . 1. masa protombin. prolaktin. pengambilan 1 jam sebelum pemberian dosis heparin. asidosis. trauma dan lain-lain. 1.5 – 3 jam sesudah makan).urin 24 jam Urin yang dikumpul dalam waktu 24 jam. jumlah darah yang diperlukan sekitar 5-10 ml dari vena. 4. 1. 1. jalan darah yang diperlukan sekitar 7-10 ml dari vena. ginjal kronik serta defisiensi vit B. jumlah darah yang diperlukan sekitar 5-10 ml dari vena. Hematokrik Ø Inspeksi Mendeteksi adanya anemia. 1. Partlal Tromboplastin Time ( PPT ) Mendeteksi variasi trombosit. Menafsirkan proses-proses metabolisme 2. 3. peningkatan Hb. Trombosit Mendeteksi adanya trombositopenia yang berhubungan dengan perdarahan dan trombositosis menyebabkan penigkatan pembekuan jumlah darah yang diambil sekitar 5 ml dari vena. progesteron. serum krolaktin. kortisol. dan lain-lain. Pemeriksaan Urine A. kolesterol. Urin Pagi Dikeluarkan sewaktu pasien bangun tidur. Jenis Pemeriksaan 1. Kegunaan 1. Urin Sewaktu Dikeluarkan sewaktu-waktu bilamana diperlukan pemeriksaan. Jumlah darah yang diperlukan sekitar 5-10 ml dari vena. peningkatan hematokrik adanya dehidrasi. Urin Pasca Prandial Dikeluarkan setelah pasien makan (1. PPOK dan CHF dan lain-lain. Pemeriksaan lainnya yang menggunakan spesimen darah antara lain kadar elektrolit dalam darah. Mengindikasikan adanya dehidrasi.

Bengkok 6. urin yang dibutuhkan tampungan urin 24 jam. Pengertian Menyiapkan faeses untuk pemeriksaan laboratorium dengan cara pengambilan yang tertentu. kanker hepar. ulseratif kolitis dan lain-lain. Urinealisis menentukan berat jenis kadar glukosa. Tujuan Untuk menegakan diagnosa dengan cara mendeteksi adanya kuman Salmonella. .dll. 4. hemolisis.C. Kadar protein menentukan kadar kerusakan glomerulus Pregnadion menentukan adanya gangguan dalam menstruasi dan penilai adanya ovulasi. Asam Urat Mendeteksi penyakit ginjal. Shigella. urine yang dibutukan sekitar 5 tetes. urine 24 jam yang diperlukan sekitar 60 ml. Pemeriksaan lainnya yang mengunakan spesimen urine Ø Ø Ø Ø Urobilinogen menentukan kerusakan hepar. 3. eklampsia. 3. leukimia dengan diet tinggi purin. keton. Wadahi urin dengan tutupnya 3. Kertas etiket 5. Bilirubin Mendeteksi penyakit obstruktif saluran empedu. Hand scoon 4. Scherichia Coli. Persiapan Alat. 1. 2. dan infeksi berat. Human Chorionic Gonatropin Mendeteksi adanya kehamilan karena HCG adalah hormon yang diproduksi oleh plasenta. hepar. Formulir khusus untuk pemeriksaan urin 2. B. Pemeriksaan Faeces A. Buku ekspedisi untuk pemeriksaan laboratorium. dalam pengambilan urine dianjurkan klien untuk puasa cairan 8-12 jam. Staphylococcus. Beberapa pemeriksaan menggunakan spesimen urin 1. keracunan timah hitam..

Setelah dapat. Telunjuk diberi vaselin lalu dimasukkan kedalam anus dengan arah ke atas kemudian diputar ke kiri dan ke kanan sampai teraba tinja 9. D. Caranya sama dengan cara thoucer. Tissue 8. Mendekatkan alat 2. Vasseline 3. Perlak pengalas 7. Persiapan alat 1. Pemeriksaan Faeces (Tinja) untuk Pasien yang Dewasa Untuk pemeriksaan lengkap meliputi warna. Mengatur posisi dorsal recumbent 7. Melepas hand scoon 12. 4. Bengkok 6. Prosedur Tindakan 1. Pengambilan Sputum . konsistensi. Mencuci tangan. Sampiran E. dikeluarkan perlahan-lahan lalu dimasukkan kedalam tempatnya 10. Untuk pemeriksaan kultur (pembiakan) pengambilan tinja dengan cara steril. Lidi dengan kapas lembab dalam tempatnya 5. Mencuci tangan 4.C. Memakai Hand scoon 8. Memasang perlak pengalas dan sampiran 5. tetapi alat-alat yang digunakan dalam keadaan steril. Botol bersih dengan tutup 4. Hand scoon bersih 2. darah. Melepas pakaian bawah pasien 6. Tempat bahan pemeriksaan 9. lendir. bau. Merapikan pasien 13. dan telur cacing. Tinja yang diambil adalah tinja segar. Anus dibersihkan dengan kapas lembab dan keringkan dengan tissue 11. Memberi tahu pasien 3.

Pengertian Sputum adalah bahan yang keluar dari bronchi atau trakea.A. Memakai hand scoon 7. Merapikan pasien dan alat 11. Menyiapkan alat 2. Memasang perlak pengalas dibawah dagu dan menyiapkan bengkok 6. B. Sputum pot (tempat ludah) yang bertutup 2. Indikasi Pasien yang mengalami infeksi atau peradangan saluran pernafasan (apabila diperlukan). Perlak pengalas 6. lalu masukkan ke dalam botol 9. Meminta pasien membatukkan dahaknya ke dalam tempat yang sudah disiapkan (sputum pot) 8. Mencuci tangan 4. bukan ludah atau lendir yang keluar dari mulut.. Mengatur posisi duduk 5. Prosedur Tindakan 1. Mencuci tangan . Botol bersih dengan penutup 3. Membersihkan mulut pasien 10. Persiapan Alat 1. Tujuan Mengetahui basil tahan asam dan mikroorganisme yang ada dalam tubuh pasien sehingga diagnosa dapat ditentukan. Bengkok dan tissue E. Formulir dan etiket 5. hidung atau tenggorokan. Memberitahu pasien 3. Mengambil 5 cc bahan. D. Melepas hand scoon 12. C. Hand scoon 4.

Kain kassa. Kapas lidi steril atau aose b. 3. Sarung tangan e. Membuang kapas lidi dalam bengkok 13. Membereskan alat . Gelas obyek c. A. Bengkok d. 7. Mengambil sekret vagina dengan kapas lidi dan tangan yang dominan sesuai kebutuhan 11. Memasang pengalas dibawah bokong pasien Mengatur posisi pasien dengan kaki ditekuk (dorsal recumbent) Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir mengeringkan dengan handuk bersih Memakai sarung tangan Buka labia mayora dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan yang tidak dominan 10. serta respon terhadap kemoterapi dan radiasi. kapas sublimat g. Memasukkan gelas obyek dalam piring petri atau ke dalam tabung kimia dan ditutup 14. Perlak B.5. Pengambilan spesimen cairan vagina (pap smear) Pap smear adalah pemeriksaan sitologi yang digunakan untuk mendeteksi adanya kanker serviks atau sel prakanker. Prosedur Pelaksanaan 1. Alat dan Bahan a. 2. 8. Memberitahu dan menjelas kan kepada pasien tindakan yang akan dilakukan Menyiapkan alat dan bahan membawa ke dekat pasien Memasang sampiran 4. Memberi label dan mengisi formulir pengiriman spesimen untuk dikirim ke laboratorium 15. Menghapuskan sekret vagina pada gelas obyek yang disediakan 12. Persiapan Pengambilan Spesimen Cairan Vagina 1. 9. mengkaji efek pemberian hormon seks. 6. Spekulum f. Membuka atau menganjurkan pasien menanggalkan pakaian bawah (tetap jaga privacy pasien) 5.

16. Konfirmasi pasti diagnosis 5. Melepas sarung tangan 17. KESIMPULAN Pemeriksaan laboratorium adalah suatu tindakan dan prosedur tindakan dan pemeriksaan khusus dengan mengambil bahan atau sample dari penderita dapat berupa urine (air kencing). Mendeteksi penyakit 2. Memberi ketenangan baik pada pasien maupun klinisi karena tidak didapati penyakit . Menemukan kemungkinan diagnostik yang dapat menyamarkan gejala klinis 6. Pasca instrumentasi : sebelum pemeriksaan : saat pemeriksaan (analisa) : saat menulis hasil pemeriksaan Banyak sekali tujuan dari pemeriksaan laboratorium antara lain sebagai berikut. Mengetahui ada tidaknya kelainan/penyakit yang banyak dijumpai dan potensial membahayakan 10. Memantau perkembangan penyakit 9. Membantu pemantauan pengobatan 7. Skrining/uji saring adanya penyakit subklinis 4. Instrumentasi 3. (www. Menentukan risiko 3. darah.1. 1. Melakukan dokumentasi tindakan yang telah dilakukan BAB III PENUTUP 3. Menyediakan informasi prognostic/perjalanan penyakit 8. Terdapat 3 faktor utama yang dapat mengakibatkan kesalahan hasil laboratorium yaitu: 1. atau sample dari hasil biopsy.id). Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta mengeringkannya dengan handuk bersih 18.dokter. sputum (dahak). Pra intrumentasi 2.indo.net.

2. dkk.Setiap pemeriksaan spesimen dalam pemeriksaan laboratorium harus dilakukan persiapan. 3. dkk. Yogyakarta: Fitramaya Uliyah. 2008. Penuntun Belajar Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan. 2009. Jakarta: Salemba Medika . amin. saran dan kritik yang membangun penulis sangat diharapkan untuk menyempurnakan makalah ini. dan analisa yang tepat dan akurat. 2010. dkk. 2008. KDPK (Keterampilan Dasar Praktik Klinik) Kebidanan. Nurul. Yogyakarta: Nuha Medika Eko. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua. Oleh karena itu. prosedur. DAFTAR PUSTAKA Ambarwati. Eny Retna. Yuni.Yogyakarta: Pustaka Rihamna Kusmiyati. Musrifatul. SARAN Demikianlah makalah ini kami buat sebaik–baiknya namun sebagai manusia penulis selalu tidak lepas dari kesalahan. Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan. KDPK Kebidanan Teori dan Aplikasi.

Dana Mutiara Sakina: Pengetikan Materi. Dana Riska Ermawati: Pengetikan Materi. Dana Sri Harianti: Pengetikan Materi. Dana Lili Agustian: Pengetikan Materi. Formating Documents. Dana Maya Marisa: Pengetikan Materi. Dana Marcellia Eka Putri: Pengetikan Materi. Dana Nindra Wahana: Pengetikan Materi. Dana . Dana Irin Rizky Amalia: Pengetikan Materi. Pengetikan Materi. • • • • • • • • • • Nur Hidayah: Browsing internet. Dana Resti Anggraini: Pengetikan Materi.KONTRIBUSI MAKALAH Kontribusi dalam makalah ini antara lain dapat dirincikan sebagai berikut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful