P. 1
GBPP SAP Ketrampilan Dasar Praktik Klinik

GBPP SAP Ketrampilan Dasar Praktik Klinik

|Views: 2,717|Likes:
Published by Lilis Sumardiani

More info:

Published by: Lilis Sumardiani on Apr 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2014

pdf

text

original

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP

)
Mata kuliah Kode Mata Kuliah Bobot Semester Nama dosen/Tim : : : : : Ketrampilan Dasar Praktik Klinik BD. 208 3 SKS ( T1, P2 ) I (Satu)

1. DESKRIPSI MATA KULIAH Mata kuliah ini memberikan kemampuan untuk melaksanakan ketrampilan dasar praktek kebidanan terhadap ibu, bayi dan anak balita dengan pokok-pokok bahasan pemenuhan dasar manusia, pencegahan infeksi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan diagnostik, prosedur pemberian obat, perawatan bedah kebidanan, asuhan pada klien yang mengalami kehilangan, menghadapi kematian dan setelah kematian B. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa dapat : 1. Memenuhi kebutuhan dasar manusia 2. Melakukan pencegahan infeksi 3. Melakukan pemeriksaan fisik 4. Menyiapkan untuk pemeriksaan diagnostik 5. Menerapkan prosedur pemberian obat 6. Melakukan pemeriksaan bedah kebidanan 7. Melakukan asuhan pada klien yang kehilangan, menghadapi kematian dan setelah kematian C. PROSES PEMBELAJARAN T : Dilaksanakan di kelas dengan ceramah, diskusi, seminar dan penugasan. P : Dilaksanakan di kelas, laboratorium ( baik di kampus maupun dilahan praktek ) dengan menggunakan metoda simulasi, demonstrasi, role play dan bed side teaching. D. EVALUASI Evaluasi dilakukan dengan menggunakan cara :  Teori  UTS : 50 %  UAS : 50 %  Praktik  Latihan  Klinik E. REFERENSI Buku Wajib (BW) 1. Johnson R. Taylor W. 2000. Skill For Midwifery Practice. 2. Smith S. Dueell D. 1985. Clinical Nursing Skill. 3. Varney. 1997. Varney’s Midwifery . Buku Anjuran (BA) 1. Hotma R. Dkk. 2000. Pemeriksaan Fisik. : : 20 % 40 %

2. Carcio H. A. 1999. Advanced Health Assesement Of Women.

19. 1.2. 22 – 23) BW 3 (Chap ..1.2. Body mekanik dan posisi 1.3. Pencucian alat 2.3.) 4 Jam .2.2.2. 8.2.. Homeostasis dan hemodinamik Kebutuhan fisik 1. 20.2..2. Dekontaminasi alat 2.10. 25) BW 3 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menerapkan prinsip pencegahan infeksi 2.2. Nutrisi 1.1. 5.6.2. Cuci tangan 2. DTT / Sterilisasi 2 Jam 4 Jam BW 1 (Sec 3) BW 2 (Chap.2. 9.9. Rasa aman dan nyaman 2 Jam 8 Jam BW 1 (Sec 4.1. 9.2.4. Oksigen 1.1. Istirahat dan tidur Kebutuhan psikososial 1. Cairan dan elektrolit 1.2.3.5.1. 10. Teknik isolasi 2.2.2.7. Prinsip dasar kebutuhan manusia 1.1. 7.3.2. Hak-hak klien 1. Ambulasi 1.RINCIAN KEGIATAN MINGGU O P S Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menjelaskan kebutuhan dasar manusia  Memenuhi kebutuhan fisik POKOK BAHASAN / SUB POKOK BAHASAN WAKTU T P REFERENSI 1.3.3.1.1. Transmisi kuman 2.8. Pelindung diri 2. Personel hygiene 1. 24.  Melakukan pemrosesan alat 2.1.2. Keamanan lingkungan 1.  Menjelaskan kebutuhan psikososial 1.. 11) BW 2 (Chap 6.2. Intake dan output 1.1.5.2.4.1.1. Eliminasi 1. 14.1. Prinsip pencegahan infeksi 2. Aseptic dan antiseptic Pemrosesan alat 2.

2. 6) 2 Jam 6 Jam Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menjelaskan persiapan untuk pemeriksaan diagnostik 4.1.2.2.2.  Menangani pembuangan sampah Penanganan sampah 2.2.1.) BA 2 (Unit 3) 2 Jam 2 Jam .1. Teknik pemeriksaan fisik 3.1.3. Sampah basah 2.1.1.2.. Pemeriksaan fisik head to toe Pemeriksaan fisik 3. Konsep dasar pemeriksaan fisik 3.3. Prinsip dasar pemeriksaan fisik 3.1. Pemeriksaan fisik pada bayi dan anak balita 3. Sampah kering 2.2.3. 5. USG 4.2.  Melakukan pemeriksaan fisik pada bayi dan anak balita 3.. Darah 4.3. 2.2. Urine 4.2. 29) BW 3 (Chap . Bahan 4.1. Rontgen 4.1.3. Secret Persiapan untuk pemeriksaan 4.) BA 1 BA 2 (Chap 4.3. CTG 4.  Melakukan persiapan untuk pemeriksaan laboratorium 4.2.1.2.1.3.3.3.3.3.4.2. Sampah tajam 2 Jam Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Melakukan pemeriksaan fisik pada Ibu 3.1.3.1.1.3. Pemeriksaan fisik persistem 3.1.. Faeces 4.….  Menjelaskan persiapan untuk pemeriksaan radiologi Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa Persiapan untuk persiapan diagnostic 4. 4.2.4.2.2. Teknik pemeriksaan fisik 2 Jam 8 Jam BW 1 (sec 1. Tempat Persiapan dan pengambilan specimen 4.. Cairan pervagina 4. Laparaskopi 4 Jam BW (Chap 18.5.3. 13) BW 3 (Chap . Alat 4..4. 8) BW 2 (Chap.

1.1. Pre Operasi 7.. Persiapan dan perawatan 7.1. Karekteristik situasi krisis 1 Jam 2 Jam 4 Jam BW 1 (sec 1.1.3.1. 21. Kulit 6.10..2.2. 5.1.1.4. 2.1. 10. 5. 15) BW 2 (Chap 15.8.4.5. 28) BW 3 Chap .1.6.1. 15) BW 2 (Chap 15.7.1. Zid bath/kompres 6.1.mampu :  Menerapkan prinsip pemberian obat 5. Teknik pemberian obat melalui 6.2.1. 7.1.1. 16.2.2.9.2. Oral.1. ) Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menerapkan teknik pemberian obat 6. 16. 26. sublingual 6. Manajemen nyeri 1 Jam 12 Jam BW 1 (sec 6. 5. 10.3.. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Melaksanakan perawatan bedah kebidanan  Melaksanakan perawatan luka pada bedah kebidanan 7. pengertian pasien yang kritis 7. intra dan post operasi Perawatan luka operasi 7. 28) BW 3 (Chap. Rectum 6. 26. 13) BW 2 (Chap 22) Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa .. Inhalasi 6.1.1.. 21. Mata 6. Parentral 6. dasar pemberian obat Persiapan pemberian obat Perhitungan dosis obat Penggunaan unit dosis obat Pencegahan injury pengobatan 1 Jam 2 Jam BW 1 (sec 6.2.1...1. Konsep 5.1.11..1. Vagina 6.1. Epidural 6. Terapi panas dingin 6.1.

1.1. Pengrtian pasien yang krisis 8. Karekteristik situasi krisis 1 Jam 2 Jam BW 2 (Chap 31) Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menangani pasien yang kehilangan 9. Merawat jenasah Jumlah 1 jam 2 jam BW 2 (Chap 31) 16 Jam 62 Jam .2.1. Mendampingi klien yang hampir meninggal (sakratul maut) 10.2.2. Karekteristik situasi krisis 1 jam 2 jam BW 2 (Chap 31) Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Membantu pasien yang hampir meninggal  Merawat pasien yang meninggal 10.1.1. Pengrtian pasien yang krisis 9.1. Mendampingi pasien yang mengalami krisis 8.1.1. Mendampingi klien yang kehilangan 9.1.mampu :  Menangani klien yang mengalami krisis 8.

Carcio H. selain itu juga membahas tentang kebutuhan dasar manusia yang berhubungan dengan kebidanan. B. A. Pemeriksaan Fisik. 2000. 2000. Advanced Health Assesement Of Women. 2. 3. Johnson R. Varney’s Midwifery. REFERENSI Buku Wajib (BW) 1. Varney. : : 20 % 40 % . P2 ) I (Satu) A. 1997. Menjelaskan pemeriksaan diagnostik yang berhubungan dengan kebidanan 5. 208 3 SKS ( T1. Skill For Midwifery Practice. Buku Anjuran (BA) 1. mahasiswa dapat : 1. buka jahitan. pemeriksaan diagnostik. pemeriksaan fisik. Clinical Nursing Skill. tindakan untuk pengobatan yang berhubungan dengan asuhan kebidanan. Menjelaskan kebutuhan dasar manusia dalam konteksi pelayanan 2. menghadapi kematikan. 2. Melakan tindakan-tindakan untuk pengobatan (dressing luka. 1985. dll) 7. penegahan infeksi. Melakukan pemeriksaan fisik 4. Melakukan pencegahan infeksi 8. Melakukan asuhan pada klien yang menghadapi kematian (sakratul maut) D. EVALUASI Evaluasi dilakukan dengan menggunakan cara :  Teori  UTS : 50 %  UAS : 50 %  Praktik  Latihan  Klinik E. Dkk. Dueell D. Hotma R.SATUAN ACARA PERKULIAHAN Program Studi Mata kuliah Kode Mata Kuliah Bobot Semester : : : : : Kebidanan D3 Ketrampilan Dasar Praktik Klinik BD. Melakukan pencegahan infeksi 3. 1999. DESKRIPSI SINGKAT Mata kuliah ini membahas tentang ketrampilan dasar asuhan kebidanan yang meliputi : personal hygiene. TUJUAN PEMBELAJARAN ( Umum ) Setelah mengikuti mata kuliah ini. penyakit terminal. Taylor W. Memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar sesuai kebutuhan klien 6. Smith S.

7.2. 1..1.)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek 4 Jam .2.4.3..RINCIAN KEGIATAN MINGGU O P S Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menjelaskan kebutuhan dasar manusia 1. Klinik BW 1 (Sec 3) BW 2 (Chap 22 – 23) BW 3 (Chap .2.1.10. Aseptic dan antiseptic Pemrosesan alat 2..2.2.2. DTT / Sterilisasi 2 Jam 4 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab.1. Teknik isolasi 2. Transmisi kuman 2. 9. Pencucian alat 2. Prinsip pencegahan infeksi 2. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab. Intake dan output 1. Prinsip dasar kebutuhan manusia 1. Dekontaminasi alat 2.3. Melakukan pemrosesan alat 2.2. 25) BW 3     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menerapkan prinsip pencegahan infeksi 1.1.2.2.9.2..5.2. Personel hygiene 1.3. 19.2.3. Eliminasi 1.3. 24.2.2. 9. Hak-hak klien 1. Memenuhi kebutuhan fisik 2.1.2. 1. Body mekanik dan posisi 1. 14. Menjelaskan kebutuhan psikososial POKOK BAHASAN / SUB POKOK BAHASAN WAKTU T P METODE/MEDIA PEMBELAJARAN REFERENSI EVALUASI 1.5. Cuci tangan 2.1.1. Nutrisi 1. Oksigen 1.2. 20.1.1. 10. 2. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab. Ambulasi 1.1.2.4. Rasa aman dan nyaman 2 Jam 8 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab. Homeostasis dan hemodinamik Kebutuhan fisik 1. Klinik BW 1 (Sec 4. Menangani pembuangan sampah 2.1. 8.1.6. 5. Pelindung diri 2. Keamanan lingkungan 1.2. 11) BW 2 (Chap 6.2. 7. Cairan dan elektrolit 1.8. Istirahat dan tidur Kebutuhan psikososial 1.3.1.

Prinsip dasar pemeriksaan fisik 3.1.2. Faeces 4. 8) BW 2 (Chap. Teknik pemeriksaan fisik 3.4.3.1.1. Sampah tajam 2 Jam Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Melakukan konsep dasar pemeriksaan fisik 1.1. Urine 4.3.2..2. 4.3.5. Sampah basah 2. Konsep dasar pemeriksaan fisik 3. 13) BW 3 (Chap . Cairan pervagina 4.1.2. Pemeriksaan fisik head to toe Pemeriksaan fisik 3. 2 Jam Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab. 29) BW 3 (Chap .2. Persiapan untuk persiapan diagnostic 4. 6)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menguraikan persiapan untuk pemeriksaan diagnostik 1.2. 3. Melakukan pemeriksaan fisik pada ibu 2.2.2.4.….1.3. Klinik BW (Chap 18. Darah 4. Laparaskopi 4 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab.4. Pemeriksaan fisik pada bayi dan anak balita 3.2. Melakukan persiapan untuk pemeriksaan laboratorium 2.2. USG 4. Teknik pemeriksaan fisik 2 Jam 8 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab. Menjelaskan persiapan untuk pemeriksaan radiologi 4.3. Tempat Persiapan dan pengambilan specimen 4.2.3. Secret Persiapan untuk pemeriksaan 4.3.1. CTG 4.3..2.3. Pemeriksaan fisik persistem 3.1. Rontgen 4. Sampah kering 2.3.3.1. Penanganan sampah 2. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab..3.1. 4.1.2.1.1. Klinik 2 Jam 6 Jam BW 1 (sec 1.3.1.) BA 2 (Unit 3)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek 2 Jam .3.2.. 2. Bahan 4. Melakukan pemeriksaan fisik pada bayi dan anak balita 3.1.2.2. 5.) BA 1 BA 2 (Chap 4. Alat 4..

3.1.4.1.. Perhitungan dosis obat 5.1.2.. Epidural 6.8. Pencegahan injury pengobatan 1 Jam 2 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab.3. Rectum 6. Inhalasi 6. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab.1.1.1. 15) BW 2 (Chap 15. Penggunaan unit dosis obat 5.4..Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menerapkan prinsip pemberian obat 5. 28) BW 3 (Chap . Mata 6..1. )     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menerapkan teknik pemberian obat 6.10.1.11.1.5. 16. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab. 10. Kulit 6. sublingual 6.1. Teknik pemberian obat melalui 6.1. Klinik BW 1 (sec 6.7.1. Zid bath/kompres 6.1. Manajemen nyeri 1 Jam 12 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab.. 26.)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek . Persiapan pemberian obat 5. 16. 15) BW 2 (Chap 15. Oral. Vagina 6.6.1.. 10. 21.2. 21. Klinik BW 1 (sec 6. 26. Konsep dasar pemberian obat 5.1..1.1. Parentral 6.1.9. Terapi panas dingin 6..1. 28) BW 3 (Chap.

13) BW 2 (Chap 22)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menangani klien yang mengalami krisis 1. Karekteristik situasi krisis 1 jam 2 jam Metode :  CTJ  Praktik Lab. 2. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab.1.2. Karekteristik situasi krisis 1 Jam 2 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab.2.2. Persiapan dan perawatan 7.1. Pengrtian pasien yang krisis 8. Melaksanakan persiapan dalam perawatan bedah kebidanan 2.2. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab. Klinik BW 2 (Chap 31)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menangani pasien yang kehilangan 1.1. intra dan post operasi Perawatan luka operasi 7.2.1. Mendampingi klien yang kehilangan 9. Pengrtian pasien yang krisis 9.Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Melaksanakan perawatan bedah kebidanan 1.2.1. Karekteristik situasi krisis 1 Jam 2 Jam 4 Jam Metode :  CTJ  Praktik Lab. Mampu mendampingi pasien yang krisis 8. Klinik BW 1 (sec 1. Klinik BW 2 (Chap 31)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek . pengertian pasien yang kritis 7.1.1. Mampu mendampingi klien yang kehilangan 9.2.1.1.1. Mendampingi pasien yang mengalami krisis 8.1. 7. Pre Operasi 7.1. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab.1. Melaksanakan perawatan luka pada bedah kebidanan 7.

Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu :  Menangani klien dalam sakratul maut 1. Merawat pasien past mortum 10.1. Media :  Hand Out  LCD  OHP  Lab.2. Mendampingi klien yang hampir meninggal (sakratul maut) 10. Merawat jenasah 1 jam 2 jam Metode :  CTJ  Praktik Lab. Klinik BW 2 (Chap 31)     Kuis TJ UTS/UAS Ujian Praktek Jumlah 16 Jam 62 Jam . Membantu pasien yang hampir meninggal 2.

2.1. Kebutuhan Dasar Manusia 1.a.ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN Program Studi Mata kuliah Kode Mata Kuliah Bobot Semester : : : : : Kebidanan D3 Ketrampilan Dasar Praktik Klinik BD.3.1.3.1.1.3.1.3. Rasa aman dan nyaman     MEDIA Hand Out LCD OHP Lab. Oksigen 1. Ambulasi 1.5.2.1.2. Nutrisi 1.9. Teknik isolasi 2.1. Sampah kering 2.1.1. 2.3.2.2. Transmisi kuman 2.1. Body mekanik dan posisi 1. Homeostasis dan hemodinamik Kebutuhan fisik 1. Prinsip pencegahan infeksi 2. Aseptic dan antiseptic Pemrosesan alat 2. Sampah tajam     Hand Out LCD OHP Lab.2.3.2.1.10.1. 1. SUB POKOK BAHASAN Prinsip dasar kebutuhan manusia 1.b.7. Kebutuhan psikososial 1. Hak-hak klien 1.1.2.1.2. Eliminasi 1.2. Klinik .3. Cairan dan elektrolit 1. Penangan sampah 2.2. Intake dan output 1.2.3. 208 3 SKS ( T1.2.b.4. Klinik KET 1. 2. Pemrosesan alat/ instrument 2.6. Prinsip pencegahan infeksi 2.2. Istirahat dan tidur Kebutuhan psikososial 1. Personel hygiene 1.2. Pelindung diri 2.4.5.8.2.2.a. Keamanan lingkungan 1.2. Cuci tangan 2.3. Kebutuhan fisik 1. Dekontaminasi alat 2.3. 2. Sampah basah 2.3. Pencucian alat 2. DTT / Sterilisasi Penanganan sampah 2.2. P2 ) I (Satu) POKOK BAHASAN 1.2.

1.1.5.1.3.1. Persiapan untuk pemeriksaan laboratorium 4. Laparaskopi Konsep dasar pemberian obat 5.2. Klinik 4.b.1.2.3.3. Persiapan pemberian obat 5.1. Oral.1.b.1.1.5. Pada ibu 3.a.2.3.1.1. Persiapan untuk pemeriksaan radiologi 4. Faeces 4. CTG 4.4. Pencegahan injury pengobatan Teknik pemberian obat melalui 6.1. USG 4.1.1.3.3.2.3. Tempat Persiapan dan pengambilan specimen 4.2.     Hand Out LCD OHP Lab.2.4. Vagina 6.2. Persiapan pemeriksaan diagnostik 4.1. Inhalasi 6.6.2. Pemeriksaan fisik persistem 3. Darah 4. Urine 4. Pemeriksaan fisik pada bayi dan anak balita 3.1. 3. sublingual 6. Pada bayi dan anak balita 3.1.2.c.3. Klinik .2.2.a. 5.1. Teknik pemeriksaan fisik Persiapan untuk persiapan diagnostic 4. Prinsip pemberian obat 5.1. 4. Konsep dasar pemeriksaan fisik 3. Prinsip dasar pemeriksaan fisik 3.4.4.1. Cairan pervagina 4.4.1. Klinik 6.1. Pemeriksaan diagnostik 4.1.1.2. Perhitungan dosis obat 5.3.     Hand Out LCD OHP Lab.2.1.2. Teknik pemeriksaan fisik 3.3. Pemeriksaan fisik head to toe Pemeriksaan fisik 3. Teknik pemberian obat 6. Penggunaan unit dosis obat 5. Rontgen 4. Kulit     Hand Out LCD OHP Lab.1. Pemeriksaan fisik 3. Rectum 6.1.3. Klinik 4.3. Secret Persiapan untuk pemeriksaan 4. Parentral 6.     Hand Out LCD OHP Lab.2. Alat 4.2. Bahan 4.1.

2. pengertian pasien yang kritis 7. intra dan post operasi Perawatan luka operasi 7.2.1.6. Penanganan klien yang mengalami krisis 8.1.1.10. Klinik 9.Merawat klien post mortum 10.1. Pre Operasi 7.2.1.1.1.1. Karekteristik situasi krisis Mendampingi klien yang kehilangan 9.1.1.2. Karekteristik situasi krisis Mendampingi pasien yang mengalami krisis 8. LATAR BELAKANG .1.2. Klinik 7. Perawatan bedah kebidanan 7. Klinik Medan . Karekteristik situasi krisis     Hand Out LCD OHP Lab. Persiapan dan perawatan 7.1.1.11.a.1. Pengrtian pasien yang krisis 8.2. Manajemen nyeri 7.2.1.23 Agustus 2011 ( Sr Skolastika FSE ) BAB I PENDAHULUAN 1. Penangan klien yang mengalami krisis kehilangan 9.1. Zid bath/kompres 6. Pengrtian pasien yang krisis 9.9. 6. 8.     Hand Out LCD OHP Lab. Merawat jenasah     Hand Out LCD OHP Lab.7. Mendampingi klien yang hampir meninggal (sakratul maut) 10.1.8.1.1.     Hand Out LCD OHP Lab.2. Mata Epidural Terapi panas dingin 6.1. Klinik 10. Penangan pasien sakratul maut 10. 6.

Pasca instrumentasi : saat menulis hasil pemeriksaan Namun masih banyak sebagian orang yang belum mengetahui tentang pemeriksaan laboratorium ini seperti.id). Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah KDPK.dokter. Terdapat 3 faktor utama yang dapat mengakibatkan kesalahan hasil laboratorium yaitu: 1.net. (www.1.dokter. .Pemeriksaan laboratorium adalah suatu tindakan dan prosedur tindakan dan pemeriksaan khusus dengan mengambil bahan atau sample dari penderita dapat berupa urine (air kencing). • Tujuan Umum 1. prosedur. Instrumentasi : sebelum pemeriksaan : saat pemeriksaan (analisa) 3. 2. ataupun pasca pemeriksaan. Oleh karena itu. Diharapkan makalah ini memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua. sputum (dahak). amin. 1. darah. BAB II PEMBAHASAN 2.net. dalam makalah ini penulis akan memberikan penjelasan mengenai pemeriksaan laboratorium. PENGERTIAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM Pemeriksaan laboratorium adalah suatu tindakan dan prosedur tindakan dan pemeriksaan khusus dengan mengambil bahan atau sample dari penderita dapat berupa urine (air kencing).id). sputum ( dahak ). atau sample dari hasil biopsy.indo. Menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. persiapan. (www.2. TUJUAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM Adapun beberapa tujuan dari pemeriksaan laboratorium antara lain sebagai berikut. 2. • Tujuan Khusus Adapun tujuan khusus dari makalah ini adalah menambah pengetahuan tentang “PEMERIKSAAN LABORATORIUM”. darah. Pra intrumentasi 2. TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. atau sample dari hasil biopsy.2.indo.

Membantu pemantauan pengobatan 7. umur. Puasa Dua jam setelah makan sebanyak kira-kira 800 kalori akan mengakibatkan peningkatan volume plasma. Penanganan awal sample (termasuk pengawetan) dan transportasi. Pengisian formulir dilakukan secara lengkap meliputi identitas pasien: nama. Mengetahui ada tidaknya kelainan/penyakit yang banyak dijumpai danpotensial membahayakan 10. Persiapan alat yang akan dipakai 4.id) Yang termasuk dalam tahapan pra instrumentasi meliputi: 1. 2. Persiapan penderita 3. tanggal dan kalau diperlukan pengobatan yang sedang diberikan. Memantau perkembangan penyakit 9. Perubahan volume plasma akan mengakibatkan perubahan susunan kandungan bahan dalam plasma dan jumlah sel darah.1. . Pemahaman instruksi dan pengisian formulir laboratorium. (www. PRA INSTRUMENTASI Pada tahap ini sangat penting diperlukan kerjasama antara petugas. Menyediakan informasi prognostic/perjalanan penyakit 8. Hal ini karena tanpa kerjasama yang baik akan mengganggu/mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium. Cara pengambilan sample 5. Konfirmasi pasti diagnosis 5. Hal ini penting untuk menghindari tertukarnya hasil ataupun dapat membantu intepretasi hasil terutama pada pasien yang mendapat pengobatan khusus dan jangka panjang. apa yang diperintahkan oleh dokter dan dipindahkan ke dalam formulir.3. Persiapan Penderita a. Memberi ketenangan baik pada pasien maupun klinisi karena tidak didapati penyakit 2. Skrining/uji saring adanya penyakit subklinis 4. Hal ini penting untuk menghindari pengulangan pemeriksaan yang tidak penting. 2. 1. jenis kelamin. Mendeteksi penyakit 2. alamat/ruangan.net. data klinis/diagnosa. sebaliknya setelah berolahraga volume plasma akan berkurang. pasien dan dokter. Menemukan kemungkinan diagnostik yang dapat menyamarkan gejala klinis 6.dokter. Pemahaman Instruksi dan Pengisian Formulir Pada tahap ini perlu diperhatikan benar. Menentukan risiko 3. membantu persiapan pasien sehingga tidak merugikan pasien dan menyakiti pasien.indo. dokter pengirim.

karet pembendung (torniket). Pemberian transfusi darah akan mempengaruhi komposisi darah sehingga menyulitkan pembacaan morfologi sediaan apus darah tepi maupun penilaian hemostasis. Kecuali ada instruksi dan indikasi khusus atas perintah dokter. Pada pemberian kortikosteroid akan menurunkan jumlah eosinofil. 3. penampung kering bertutup dan berlabel. 4. kapas alkohol 70 %. d. vitamin B12 dll. 2. Fe. Antikoagulan oral atau heparin mempengaruhi hasil pemeriksaan hemostasis. hasil yang dapat dipengaruhi oleh waktu pengambilan. c. Kadar besi serum lebih tinggi pada pagi hari dan lebih rendah pada sore hari dengan selisih 40-100 µg/dl. bertutup rapat dapat steril ( untuk biakan ) atau tidak steril.b. Kadar beberapa zat terlarut dalam urin akan menjadi lebih pekat pada pagi hari sehingga lebih mudah diperiksa bila kadarnya rendah. kering. sedang adrenalin akan meningkatkan jumlah leukosit dan trombosit. Posisi pengambilan Posisi berbaring kemudian berdiri mengurangi volume plasma 10 % demikian pula sebaliknya. 3. Persiapan Alat yang Akan Dipakai 1. Jumlah eosinofil akan lebih tinggi antara jam 10 pagi sampai malam hari dan lebih rendah dari tengah malam sampai pagi. Untuk urin kumpulan dipakai botol besar kirakira 2 liter dengan memakai pengawet urin. Beberapa parameter hematologi seperti jumlah eosinofil dan kadar besi serum menunjukkan variasi diurnal. spuit sekali pakai umumnya 2. Obat Penggunaan obat dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan hematologi misalnya : asam folat. Penampung dapat tanpa anti koagulan atau mengandung anti koagulan tergantung pemeriksaan yang diminta oleh dokter. Selain itu juga ada pemeriksaan yang tidak melihat waktu berhubung dengan tingkat kegawatan pasien dan memerlukan penanganan segera disebut pemeriksaan sito. berlabel. Hal lain yang penting pada persiapan penderita adalah menenangkan dan memberitahu apa yang akan dikerjakan sebagai sopan santun atau etika sehingga membuat penderita atau keluarganya tidak merasa asing atau menjadi obyek. Waktu Pengambilan Umumnya bahan pemeriksaan laboratorium diambil pada pagi hari terutama pada pasien rawat inap. bersih. Penampungan Urin Digunakan botol penampung urin yang bermulut lebar. Kadang-kadang diperlukan pula tabung kapiler polos atau mengandung antikoagulan. Penampung khusus . Pengambilan Darah Yang harus dipersiapkan antara lain.5 ml atau 5 ml. Persiapan Alat Dalam mempersiapkan alat yang akan digunakan selalu diperhatikan instruksi dokter sehingga tidak salah persiapan dan berkesan profesional dalam bekerja.

Harus segera sampai ke laboratorium dalam waktu sekitar 15-30 menit. Syarat mutlak lokasi pengambilan darah adalah tidak ada kelainan kulit di daerah tersebut. Untuk kapiler umumnya diambil pada ujung jari tangan yaitu telunjuk. Khusus pada bayi dapat diambil pada ibu jari kaki atau sisi lateral tumit kaki. Selain itu salah satu yang harus diperhatikan adalah vena yang dipilih tidak di daerah infus yang terpasang/sepihak harus kontra lateral. Cara pengambilan sample Pada tahap ini perhatikan ulang apa yang harus dikerjakan. 2) Jangan lupa melakukan homogenisasi pada bahan yang mengandung antikoagulan 3) Segera tutup penampung yang ada sehingga tidak tumpah 4) Segera dikirim ke laboratorium karena tidak baik melakukan penundaan 5) Perhatikan persyaratan khusus untuk bahan tertentu seperti darah arteri untuk analisa gas darah. tidak pucat dan tidak sianosis. peningkatan kadar kalium. lakukan pendekatan dengan pasien atau keluarganya sebagai etika dan sopan santun. 5. Yang penting diingat adalah label harus ditulis lengkap identitas penderita seperti pada formulir termasuk jenis pemeriksaan sehingga tidak tertukar.Biasanya diperlukan pada pemeriksaan mikrobiologi atau pemeriksaan khusus yang lain. Perubahan akibat tertundanya pengiriman sampel sangat mempengaruhi hasil laboratorium. Yang harus dilakukan : 1) Catat dalam buku ekspedisi dan cocokan sampel dengan label dan formulir. Darah arteri dilakukan di daerah lipat paha (arteri femoralis) atau daerah pergelangan tangan (arteri radialis). harus menggunakan suhu 4-8° C dalam air es bukan es batu sehingga tidak terjadi hemolisis. jari tengah atau jari manis dan anak daun telinga. PERSIAPAN DAN PENGAMBILAN SPESIMEN . beritahukan apa yang akan dikerjakan. Kalau sistemnya memungkinkan dapat dilihat apakah sudah terhitung biayanya (lunas). 4. Selain itu nilai pemeriksaan hematologi juga berubah sesuai dengan waktu. Lokasi pengambilan darah vena : umumnya di daerah fossa cubiti yaitu vena cubiti atau di daerah dekat pergelangan tangan. arteri atau kapiler. Karena kepanikan pasien akan mempersulit pengambilan darah karena vena akan konstriksi.4. 2. Sebagai contoh penundaan pengiriman darah akan mengakibatkan penurunan kadar glukosa. Pada urin yang ditunda akan terjadi pembusukan akibat bakteri yang berkembang biak serta penguapan bahan terlarut misalnya keton. Hal ini dapat mengakibatkan salah pengobatan pasien. Selalu tanyakan identitas pasien sebelum bekerja sehingga tidak tertukar pasien yang akan diambil bahan dengan pasien lain. Darah dapat diambil dari vena. Penanganan Awal Sampel dan Transportasi Pada tahap ini sangat penting diperhatikan karena sering terjadi sumber kesalahan ada disini.

tergantung jenis pemeriksaan Kulit di hapushamakan dengan kapas alkohol Lakukan penusukan pada daerah yang telah dipilih Bekas tusukan ditekan dengan kapas alkohol Merapikan alat 10) Melepaskan hand scoon Hindari hemolisis saat pengambilan darah dengan memberi cairan sitrat pada tabung.1. atau daerah kepala B. Prosedur Kerja 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Mendekatkan alat Memberi tahu klien dan menyampaikan tujuan serta langkah prosedur Memasang perlak dan pengalas Memasang hand scoon Mempersiapkan bagian yang akan ditusuk. Persiapan Alat 1) 2) 3) 4) 5) Lanset darah atau jarum khusus Kapas alkohol Kapas kering Alat pengukur Hb/ kaca objek/ botol pemeriksaan. . Pemeriksaan Darah A. tergantung macam pemeriksaan Bengkok 6) Hand scoon 7) Perlak dan pengalas C. tumit. Tempat Pengambilan Darah 1) Perifer (pembuluh darah tepi) 2) Vena 3) Arteri 4) Orang dewasa di ambil pada ujung jari atau daun telinga bagian bawah 5) Bayi dan anak kecil dapat diambil pada ibu jari kaki.

atau kehilangan protein dalam jumlah banyak. 1. dan O. Jumlah darah yang di perlukan sekitar 5-10 ml dari vena. jumlah darah yang di ambil 5-10 ml dari darah vena. 2 jam setelah makan pagi atau siang. anemia. kanker. jumlah darah yang di ambil 5-7 ml dari vena. 1. 1. Gula darah postprandal Ø Inspeksi Mendeteksi adanya diabetes atau reaksi hipoklimemik. Gula darah puasa Ø Inspeksi Mendeteksi adanya diabetes atau reaksi hipoklikemik. reagen anti A.Macam–macam pemeriksaan menggunakan spesimen darah 1. malnutrisi. Human Chorionic Gonadotropi ( HCG ) Ø Inspeksi . Bilirubin ( total. gejala menopause. asam folat. jumlah darah yang diperlukan sekitar 5-10ml dari vena. dan indirect ) Mendeteksi kadar bilirubin. luka bakar dan kehamilan. Estrogen Mendeteksi disfungsi ovarium. pemeriksaan dilakukan setelah makan. 1. 1. Bahan yang diperlukan : darah. 1. jumlah darah yang diambil 5-10 ml dari darah vena. Gas darah arteri Mendeteksi keseimbangan asam dan basa yang disebabkan oleh gangguan respiratorik atau dengan metabolik. gagal ginjal. AB. peningkatan pada asam urat dapat di indikasikan penyakit seperti leukimia. pada bilirubin direct mendeteksi adanya ikterik obstruktif. 1. direct. jumlah darah yang di ambil 5-10 ml dari vena. dan AB. peningkatan pola estrogen dapat mengindekasi adanya tumor ovarium atau kehamilan. 1. eklampsia berat. luka bakar. 1. gangguan ginjal. Asam urat Mendeteksi penyakit ginjal. Jumlah darah yang diambil sekitar 1 ml dari estrogen. Albumin Mendeteksi kemampuan albumin yang disentesis oleh hepar seperti pada kasus sirosis. serta stress pisikogenik. malaria dan lain-lain. Golongan Darah Dilakukan untuk mendeteksi golongan darah yang terdiri dari golongan darah A. B. hepatitis dan sirosis sedangkan bilirubin indirect mendeteksi adanya anemia. B. Serum glutamik piruvik transaminase ( SGPT ) Di lakukan untuk mendeteksi adanya kerusakan hepatoseluler jumlah darah yang di ambil sekitar 5-10 ml dari vena.

jalan darah yang diperlukan sekitar 7-10 ml dari vena. kehilangan darah. 4.5 – 3 jam sesudah makan). Mengetahui kadar gula pada tiap-tiap waktu makan ( padapasien DM ) B. Urin Pasca Prandial Dikeluarkan setelah pasien makan (1. jumlah darah yang diperlukan sekitar 5-10 ml dari vena. Jumlah darah yang diperlukan sekitar 5-10 ml dari vena. PPOK dan CHF dan lain-lain.urin 24 jam Urin yang dikumpul dalam waktu 24 jam. . 1. 1.Mendeteksi adanya kehamilan karena HCG adalah hormon yang diproduksi oleh plasenta. ginjal kronik serta defisiensi vit B. Pemeriksaan lainnya yang menggunakan spesimen darah antara lain kadar elektrolit dalam darah. Partlal Tromboplastin Time ( PPT ) Mendeteksi variasi trombosit. Hemoglobin ( Hb ) Mendeteksi adanya anemia dan penyakit ginjal. kortisol. 2. dan lain-lain. 1. kolesterol. prolaktin. monitor terapi heparia defesiensi faktor pembekuan. Kegunaan 1. Hematokrik Ø Inspeksi Mendeteksi adanya anemia. Pemeriksaan Urine A. Menafsirkan proses-proses metabolisme 2. Jenis Pemeriksaan 1. trauma dan lain-lain. Trombosit Mendeteksi adanya trombositopenia yang berhubungan dengan perdarahan dan trombositosis menyebabkan penigkatan pembekuan jumlah darah yang diambil sekitar 5 ml dari vena. progesteron. masa protombin. pengambilan 1 jam sebelum pemberian dosis heparin. jumlah darah yang diperlukan sekitar 5-10 ml dari vena. peningkatan Hb. 3. 1. 1. Mengindikasikan adanya dehidrasi. asidosis. Urin Pagi Dikeluarkan sewaktu pasien bangun tidur. peningkatan hematokrik adanya dehidrasi. 2. Urin Sewaktu Dikeluarkan sewaktu-waktu bilamana diperlukan pemeriksaan. serum krolaktin.

B. Kertas etiket 5. Pengertian Menyiapkan faeses untuk pemeriksaan laboratorium dengan cara pengambilan yang tertentu. Pemeriksaan Faeces A. Formulir khusus untuk pemeriksaan urin 2. 3.C. Urinealisis menentukan berat jenis kadar glukosa. urine 24 jam yang diperlukan sekitar 60 ml. dan infeksi berat.. dalam pengambilan urine dianjurkan klien untuk puasa cairan 8-12 jam. hepar. Pemeriksaan lainnya yang mengunakan spesimen urine Ø Ø Ø Ø Urobilinogen menentukan kerusakan hepar. urin yang dibutuhkan tampungan urin 24 jam. Wadahi urin dengan tutupnya 3. Asam Urat Mendeteksi penyakit ginjal. 1. 2. urine yang dibutukan sekitar 5 tetes. 3. ulseratif kolitis dan lain-lain. Kadar protein menentukan kadar kerusakan glomerulus Pregnadion menentukan adanya gangguan dalam menstruasi dan penilai adanya ovulasi. 4. Tujuan Untuk menegakan diagnosa dengan cara mendeteksi adanya kuman Salmonella. . kanker hepar. Scherichia Coli. hemolisis. Human Chorionic Gonatropin Mendeteksi adanya kehamilan karena HCG adalah hormon yang diproduksi oleh plasenta. Bilirubin Mendeteksi penyakit obstruktif saluran empedu. keton. Shigella. keracunan timah hitam. Persiapan Alat. Buku ekspedisi untuk pemeriksaan laboratorium. Bengkok 6.dll. eklampsia. Beberapa pemeriksaan menggunakan spesimen urin 1. Staphylococcus. leukimia dengan diet tinggi purin. Hand scoon 4.

Mencuci tangan. darah. Tissue 8. Vasseline 3. Mencuci tangan 4. Pengambilan Sputum . Lidi dengan kapas lembab dalam tempatnya 5. Caranya sama dengan cara thoucer. dan telur cacing. konsistensi. dikeluarkan perlahan-lahan lalu dimasukkan kedalam tempatnya 10. Tempat bahan pemeriksaan 9. Pemeriksaan Faeces (Tinja) untuk Pasien yang Dewasa Untuk pemeriksaan lengkap meliputi warna. D. bau. Tinja yang diambil adalah tinja segar. Melepas hand scoon 12. Bengkok 6. Sampiran E. Memberi tahu pasien 3. Setelah dapat. Untuk pemeriksaan kultur (pembiakan) pengambilan tinja dengan cara steril. Mengatur posisi dorsal recumbent 7. Hand scoon bersih 2. Prosedur Tindakan 1. Merapikan pasien 13. Memakai Hand scoon 8.C. Anus dibersihkan dengan kapas lembab dan keringkan dengan tissue 11. Memasang perlak pengalas dan sampiran 5. Melepas pakaian bawah pasien 6. lendir. Persiapan alat 1. Botol bersih dengan tutup 4. tetapi alat-alat yang digunakan dalam keadaan steril. 4. Telunjuk diberi vaselin lalu dimasukkan kedalam anus dengan arah ke atas kemudian diputar ke kiri dan ke kanan sampai teraba tinja 9. Mendekatkan alat 2. Perlak pengalas 7.

Sputum pot (tempat ludah) yang bertutup 2. Mencuci tangan . Membersihkan mulut pasien 10. Melepas hand scoon 12. Prosedur Tindakan 1. Mengambil 5 cc bahan. bukan ludah atau lendir yang keluar dari mulut. Merapikan pasien dan alat 11. hidung atau tenggorokan. Persiapan Alat 1. Hand scoon 4. Memakai hand scoon 7. Menyiapkan alat 2. B. Meminta pasien membatukkan dahaknya ke dalam tempat yang sudah disiapkan (sputum pot) 8. Tujuan Mengetahui basil tahan asam dan mikroorganisme yang ada dalam tubuh pasien sehingga diagnosa dapat ditentukan. D.A.. Botol bersih dengan penutup 3. Memasang perlak pengalas dibawah dagu dan menyiapkan bengkok 6. lalu masukkan ke dalam botol 9. Indikasi Pasien yang mengalami infeksi atau peradangan saluran pernafasan (apabila diperlukan). Mengatur posisi duduk 5. C. Mencuci tangan 4. Memberitahu pasien 3. Perlak pengalas 6. Bengkok dan tissue E. Pengertian Sputum adalah bahan yang keluar dari bronchi atau trakea. Formulir dan etiket 5.

Alat dan Bahan a. Memberi label dan mengisi formulir pengiriman spesimen untuk dikirim ke laboratorium 15. Memberitahu dan menjelas kan kepada pasien tindakan yang akan dilakukan Menyiapkan alat dan bahan membawa ke dekat pasien Memasang sampiran 4. 6. kapas sublimat g. 9. Menghapuskan sekret vagina pada gelas obyek yang disediakan 12. Membereskan alat . Membuka atau menganjurkan pasien menanggalkan pakaian bawah (tetap jaga privacy pasien) 5. Gelas obyek c. Memasukkan gelas obyek dalam piring petri atau ke dalam tabung kimia dan ditutup 14. Pengambilan spesimen cairan vagina (pap smear) Pap smear adalah pemeriksaan sitologi yang digunakan untuk mendeteksi adanya kanker serviks atau sel prakanker. Spekulum f. Persiapan Pengambilan Spesimen Cairan Vagina 1. Perlak B. Bengkok d. mengkaji efek pemberian hormon seks. serta respon terhadap kemoterapi dan radiasi. 2. Kain kassa. Mengambil sekret vagina dengan kapas lidi dan tangan yang dominan sesuai kebutuhan 11. Memasang pengalas dibawah bokong pasien Mengatur posisi pasien dengan kaki ditekuk (dorsal recumbent) Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir mengeringkan dengan handuk bersih Memakai sarung tangan Buka labia mayora dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan yang tidak dominan 10. Membuang kapas lidi dalam bengkok 13. Prosedur Pelaksanaan 1. 3. A. 8.5. Kapas lidi steril atau aose b. Sarung tangan e. 7.

Menemukan kemungkinan diagnostik yang dapat menyamarkan gejala klinis 6.net. Mendeteksi penyakit 2. Memantau perkembangan penyakit 9.indo. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta mengeringkannya dengan handuk bersih 18. Pasca instrumentasi : sebelum pemeriksaan : saat pemeriksaan (analisa) : saat menulis hasil pemeriksaan Banyak sekali tujuan dari pemeriksaan laboratorium antara lain sebagai berikut. 1.dokter. Skrining/uji saring adanya penyakit subklinis 4.id). Instrumentasi 3. Membantu pemantauan pengobatan 7. Menentukan risiko 3. Menyediakan informasi prognostic/perjalanan penyakit 8. Pra intrumentasi 2. KESIMPULAN Pemeriksaan laboratorium adalah suatu tindakan dan prosedur tindakan dan pemeriksaan khusus dengan mengambil bahan atau sample dari penderita dapat berupa urine (air kencing). atau sample dari hasil biopsy. sputum (dahak). Mengetahui ada tidaknya kelainan/penyakit yang banyak dijumpai dan potensial membahayakan 10. darah. Konfirmasi pasti diagnosis 5. (www. Terdapat 3 faktor utama yang dapat mengakibatkan kesalahan hasil laboratorium yaitu: 1. Memberi ketenangan baik pada pasien maupun klinisi karena tidak didapati penyakit . Melepas sarung tangan 17.1. Melakukan dokumentasi tindakan yang telah dilakukan BAB III PENUTUP 3.16.

2008. dkk. Yuni. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua. Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan. 2008.Setiap pemeriksaan spesimen dalam pemeriksaan laboratorium harus dilakukan persiapan. Musrifatul. Jakarta: Salemba Medika . 2009. Penuntun Belajar Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan. dkk. Nurul. DAFTAR PUSTAKA Ambarwati. Yogyakarta: Nuha Medika Eko. prosedur. Eny Retna. KDPK Kebidanan Teori dan Aplikasi. amin. KDPK (Keterampilan Dasar Praktik Klinik) Kebidanan.2. dan analisa yang tepat dan akurat. dkk.Yogyakarta: Pustaka Rihamna Kusmiyati. Oleh karena itu. SARAN Demikianlah makalah ini kami buat sebaik–baiknya namun sebagai manusia penulis selalu tidak lepas dari kesalahan. Yogyakarta: Fitramaya Uliyah. 3. saran dan kritik yang membangun penulis sangat diharapkan untuk menyempurnakan makalah ini. 2010.

KONTRIBUSI MAKALAH Kontribusi dalam makalah ini antara lain dapat dirincikan sebagai berikut. Dana . Pengetikan Materi. • • • • • • • • • • Nur Hidayah: Browsing internet. Dana Marcellia Eka Putri: Pengetikan Materi. Dana Irin Rizky Amalia: Pengetikan Materi. Dana Lili Agustian: Pengetikan Materi. Formating Documents. Dana Riska Ermawati: Pengetikan Materi. Dana Resti Anggraini: Pengetikan Materi. Dana Maya Marisa: Pengetikan Materi. Dana Mutiara Sakina: Pengetikan Materi. Dana Sri Harianti: Pengetikan Materi. Dana Nindra Wahana: Pengetikan Materi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->