1

Proses Elektrolisis Untuk Pengambilan Seng Dari Limbah Padat Industri Galvanis
Ahmad Farid (L2C004192), Nur Wahid (L2C004257) Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Kampus Tembalang, Semarang
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengurangi kadar Seng dari limbah padat industri galvanis dengan proses elektrolisis dan mengetahui variabel yang paling berpengaruh dari proses elektrolisis. Proses elektrolisis dikenal sebagai kebalikan dari korosi. Ion logam berasal dari suatu elektrolit, dengan penambahan elektron akan menghasilkan suatu atom logam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode faktorial desain untuk 2 level dan 3 variabel berubah. Dari analisa kadar Seng didapat kadar awal Seng dalam limbah padat adalah 32%, sedangkan kadar Seng dalam logam yang menempel pada katoda adalah 46%. Kadar Seng yang terambil tidak murni dikarenakan dalam larutan elektrolit terkandung logam lain yang cukup besar yaitu Fe. Hal ini menyebabkan Fe ikut terelektrolisis. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel yang paling berpengaruh berturut-turut adalah efek temperatur, voltase, dan jarak anoda-katoda. Temperatur memberikan efek paling besar dalam penelitian ini dikarenakan semakin tinggi temperatur menyebabkan konduktivitas larutan semakin besar sehingga dapat mempercepat hantaran arus listrik dari anoda menuju katoda. Temperatur optimal dalam proses elektrolisis ini adalah 70oC-80oC. Kata kunci : Seng, elektrolisis, galvanis Abstract The target of this research are to reduce Zinc rate from galvanizing industries dross with electrolysis and to knowing the variabei prosess that having an effect on electrolysis. Electrolysis is reverse from korosion proses. The metal ion is coming from electrolit, with addition of electron will yielding a metal atom. The method of this research is factorial design with 2 levels and 3 dependents variabel. From analysis, Zinc rate from dross is 32%, and Zinc rate from metal that patching around the cathode is 46%. The Zinc rate is not purification cause electrolit consist in other metal that is Fe. This matter causing Fe following electrolysis. The result of this research is variabel that having an effect on electrolysis successively are temperature, voltage, and space anode to cathode. In this research temperature give the biggest effect because high temperature progressively causing high conductivity of electrolit that can quickening electrics current passing of anode to cathode. The range of optimum temperature this electrolysis is 70oC80oC. Key words : Zinc, electrolysis, galvanizing 1. Pendahuluan Galvanizing merupakan sebuah proses yang sudah sangat lama digunakan dalam industri baja dan metal, bahkan hampir sejak 200 tahun yang lalu. Dilihat dari banyaknya manfaat dari proses galvanizing, ternyata ada juga akibat buruk yang ditimbulkan dari proses ini, salah satunya adalah terbentuknya limbah yang berupa gas, cair dan padat. Limbah inilah yang menjadi masalah baru bagi lingkungan, yaitu rusaknya udara, air dan tanah jika limbah tersebut terdapat dalam kadar yang tinggi pada saat dibuang ke lingkungan dan dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Masalah lain yang timbul adalah adanya logam berat yang bernilai ekonomi tinggi yang ikut terbuang bersama limbah tersebut, dalam hal ini adalah seng (Zn), yang merupakan bahan baku utama dari proses galvanizing. Sementara seng yang terbuang tersebut dapat diambil/direcovery kembali untuk dapat digunakan kembali. Oleh karena itu maka perlu diadakan proses untuk mengolah limbah tersebut agar aman dan dapat diterima oleh lingkungan dan logam yang terbuang tidak terlampau banyak sehingga dapat

rectifier. untuk mengurangi kadar Zn yang terbuang dalam limbah padat industri galvanis. Pat. pompa sirkulasi. Reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut (contoh reaksi Redoks setengah sel pada besi dan seng) : Anoda : Zn2+ + 2e Zno o 2+ Fe + 2e Katoda : Fe Feo + Zn2+ Fe2+ + Zno Pada anoda. Adapun variabel tetap yang digunakan adalah tekanan. logam seng (Zn) akan teroksidasi menjadi ion Zn2+. No. daya tembus (throwing power). Sedangkan katoda tempat ion logam terlarut yang mengendap menggunakan bahan logam berupa Alumunium (Al). Untuk tujuan komersil. Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan penyelesaian masalah pada pengolahan limbah logam berat (Zn) dari industri galvanis. akan tetapi biasanya electron berasal dari elektroda kedua. Cerah Sempurna di Semarang Barat. Limbah ini adalah logam yang diambil dari sisa proses Hot Dip Galvanizing/pencelupan panas pada proses pelapisan logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengambil kembali Zn yang ikut terbuang dalam limbah padat industri galvanis. Dalam operasi galvanizing secara kontinyu. Proses dilakukan dengan menggunakan anoda yang tak aktif seperti karbon. dt Z : BE / 96.2 diraih untung yang lebih besar. Pelaksanaan Penelitian Bahan yang diguanakan adalah larutan HCl 10 % dan limbah padat industri galvanis yang diambil dari P. Titanium.008). Peralatan yang digunakan adalah alat elektrolisis yang terdiri dari bak elektrolisis. jarak anoda-katoda. Mula – mula limbah padat dilarutkan dalam asam seperti H2SO4 atau HCl membentuk larutan garam. temperatur. tegangan. Sehingga hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh industri untuk merecovery Zn yang dapat digunakan kembali oleh industri tersebut. aditif. Dan variabel berubahnya adalah temperatur. Timbal. gr I : kuat arus . dengan penambahan electron akan mengahsilkan suatu atom logam. Proses Elektrolisis dikenal sebagai kebalikan dari korosi. Reaksi yang terjadi pada proses Elektrolisis merupakan reaksi oksidasi – reduksi. sumber elektron/arus listrik. Limbah ini masih mempunyai kandungan Zn yang masih cukup besar yang mencapai 25 – 30 % berat. baja tahan karat. Metode yang dapat digunakan untuk mengambil logam terlarut yang berupa seng ini adalah dengan proses elektrokimia (elektrolisis) menggunakan bantuan arus listrik. Ion Zn2+ ini akan bergerak menuju katoda dan teroksidasi membentuk deposit Zn pada katoda.500 Faktor yang Berpengaruh pada Elektrolisis adalah konsentrasi elektrolit. kontaminasi. voltase dan jarak anoda katoda. Rangkaian alat percobaan dapat dilihat dalam gambar 1. Ion logam dari larutan akan menempel pada katoda sehingga logam terlarut yang berupa seng berangsur-angsur menurun dan akhirnya didapatkan seng dalam keadaan murni yang menempel di katoda.T.075. dan larutan elektrolit. Mn+ + neM0 Untuk proses Elektrolisis diperlukan dua elektrode. 4. Ion logam berasal dari suatu elektrolit. 2. M. heater dan thermostat. electron dihasilkan oleh suatu sumber arus searah yang dihubungkan dengan elektroda. rapat arus dan jarak anoda katoda). rasio dan bentuk anoda-katoda. sekitar 10 % dari total Zn yang digunakan ikut terbuang dalam limbah berupa Seng Oksida ( US. Berat seng (WS) yang melapisi besi dapat dihitung dengan cara sebagai berikut : WS = W1 – W0 Secara teoritis berat seng yang menempel pada besi dalam proses Elektrolisis ini dapat dituliskan sebagai berikut : W =ZxIx t dengan : W : berat endapan . sirkulasi elektrolit. rapat arus. Ampere t : waktu. sistem operasi batch dan waktu operasi. serta untuk mengetahui variabel yang berpengaruh dalam proses elektrolisis (suhu. .

47 3. voltase dan jarak anoda – katoda yang bertujuan untuk mengetahui variabel mana yang paling berpengaruh.38 7. Percobaan ini menggunakan variabel temperatur. selain mengandung elektrolit Zn.5 10 Dari percobaan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 3. Hasil dan Pembahasan 1. Pompa sirkulasi elektrolit 4.94 56.92 50. ada juga elektrolit lain yang cukup besar kandungannya. Hal ini menyebabkan Fe ikut terelektrolisis pada kondisi operasi yang sama.50 4. yaitu Fe yang juga terdapat dalam limbah padat.91 . Selisih berat awal dan akhir katoda adalah berat logam yang terambil selama proses elektrolisis.Variabel berubah Jarak Anoda Level Temperatur(0C) Voltase (Volt) Katoda (cm) Level Atas (+) 50 9 20 Level Bawah (-) 30 7.83 50.83 50. Katoda 5.18 5.73 6. Keterangan : 1. 2.29 50. Hasil analisa kadar Zn 1 3 4 5 2 Gambar 1.42 56. Rectifier 2.12 Berat Logam yang terambil (gram) 7. Rangkaian Alat Utama Kadar awal Zn dalam limbah padat (dross) adalah 32 %. Hasil percobaan awal Pada percobaan awal ini dilakukan sebanyak 8 kali percobaan. Bak elektrolisis 3.30 52. karena pada voltase tersebut (7.21 50.21 Berat Akhir Katoda (gram) 58.80 4.29 51.1.09 55. Kadar Zn yang terambil tidak murni dikarenakan dalam larutan elektrolit.3 Respon yang diamati adalah berat awal katoda sebelum dielektrolisis dan berat akhir katoda setelah dielektrolisis.21 57.47 58.92 51. Anoda 3. Hasil Percobaan Awal Run 1 2 3 4 5 6 7 8 Suhu (0C) + + + + + + Voltase (Volt) + Jarak Anoda Katoda (cm) + + + + Berat Awal Katoda (gram) 50. Variabel yang digunakan adalah sebagai berikut : Tabel 3.2.18 6. dan kadar Zn dalam logam yang menempel di katoda 46 %.5 dan 9 volt) sudah mencukupi bagi Fe untuk elektrolisis.10 56.

4325X 2 − 3. Hasil Optimasi Setelah diketahui variabel yang paling berpengaruh adalah temperatur. Ini menunjukkan variabel yang paling berpengaruh terhadap elektrolisis logam Zn adalah temperatur. 4. hal ini karena semakin besar jarak elektroda maka ion Zn menempel akan semakin sedikit.jarak anoda – katoda (X23). hal ini karena semakin tinggi temperature menyebabkan konduktivitas larutan semakin besar sehingga dapat mempercepat hantaran arus listrik dari anoda menuju katoda. semakin besar tegangan maka akan semakin besar logam yang terambil dalam proses. Akan tetapi hal ini dapat menyebabkan terjadinya polarisasi dan tercapainya tegangan batas.3975X 13 + 0.5 1 1.5 -1. Tegangan batas ditandai tidak terjadinya aliran arus melalui larutan elektrolit sehingga tidak ada logam yang akan menempel di katoda.5 -3. Tapi tetap memberikan efek yang positif. efek jarak anoda-katoda (X3). efek interaksi temperature-voltase. efek voltase(X2). voltase dan jarak anoda katoda. Jarak anoda katoda memberikan efek negative. Hal ini terjadi karena hambatan arus akan menjadi lebih besar jika jarak anoda – katoda semakin jauh. Temperatur memberikan efek paling besar dalam percobaan ini. efek interaksi temperature.5 -2 -1. Yield ebagai Fungsi Variabel Pada percobaan awal dengan menghitung efek temperature(X1).4 Hasil analisa untuk variabel yang paling berpengaruh adalah sebagai berikut : 100 90 80 Probabilitas 70 60 50 40 30 20 10 0 -3.8825(efek temperature).8825 0.1475X 1 2 + 0.1475 Gambar 2.1725X 1 2 3 Dari hasil analisa terhadap variabel yang berpengaruh dapat diketahui bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap proses ini berturut – turut adalah temperatur.5 0 0.4 + 0.1625X 3 + 1. Voltase memberikan efek yang tidak terlalu besar dalam percobaan ini. Bila digambarkan dalam grafik adalah sebagai berikut : . efek interaksi voltase. Hal ini karena semakin tinggi tegangan maka rapat arus akan menjadi semakin besar.3125 0. efek interaksi temperature-voltase(X12).4325 0. 3.5 -1 Efek -0.1725 0.3975 0. Pada temperature yang tinggi dapat diperoleh rapat arus yang besar dan juga mempertinggi tegangan batas polarisasi. Grafik hubungan antara efek variabel berpengaruh Vs probabilitas Dari grafik diatas terlihat bahwa titik paling jauh dari garis normal adalah titik 0.8825X 1 − 1.jarak anoda – katoda (X123) dan efek rata-rata diperoleh persamaan: Y = 8.3125X 2 3 + 0.1625 -3 -2. maka dilakukan percobaan lanjutan untuk optimasi untuk mengetahui temperatur optimum dalam proses elektrolisis ini.jarak anoda – katoda (X13). dan konduktivitas menjadi semakin kecil.

5 10 9.5 13 12.5 11 10. Proses pelarutan limbah padat Zn sebaiknya dilakukan di dalam ruang asam. 3. Kesimpulan 1. 5. Sehingga Zn yang ikut terbuang dalam limbah dapat diambil melalui proses elktrolisis ini dengan kadar kemurnian yang lebih tinggi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan variabel yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Kadar kemurnian Zn dalam limbah yang terambil maeningkat dari 32 % menjadi 46 %.5 14 13. 15 14. .5 7 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 temperatur(celcius) %yield Zn Gambar 4. Ini menunjukkan bahwa pada temperatur tersebut proses elektrolisis sudah mencapai temperatur yang optimum. sementara variabel Jarak Anoda Katoda memberikan efek negatif terhadap proses elektrolisis. Variabel temperatur dan Voltase memberikan efek positif terhadap proses elektrolisis. Grafik Optimasi elektrolisis Dari grafik dapat dilihat bahwa pada temperatur 70 0C – 80 0C. Variabel yang paling berpengaruh adalah Temperatur kemudian Voltase dan kemudian Jarak Anoda Katoda. Optimasi dari variabel yang paling berpengaruh (Temperatur). Sebelum memulai elektrolisis sebaiknya logam anoda dan katoda dibersihkan terlebih dahulu. 3. Grafik Temperatur Vs %Yield Zn Dari grafik di atas dapat dilihat bawa pada temperature 70 oC-80 oC. berat logam yang terambil/yang menempel di katoda cenderung mulai konstan. 2. 2. 4. didapatkan temperatur optimum dalam proses ini adalah 70 – 80 OC. Saran 1.5 12 Berat Logam di Katoda (gram) 10 8 6 4 2 0 0 20 40 60 80 100 Temperatur (Celcius) Gambar 3.5 8 7. Ini menunjukkan bahwa pada temperature tersebut proses elektrolisis sudah mencapai temperature yang optimum.5 12 11.5 9 8. % yield Zn sudah konstan.

1998. 5. Parthasaradhy.G. 1991. 2001. 4... 10. sehingga makalah penelitian ini selesai. 94.. 9. Burton. “Metal Finishing” Guide Book and Directory Issue. 11. 2005. New Jersey.6 6.L. “The Chemical Analysis of Electroplating Solutions”. 2. M. 1991. Chemical Engineering Journal 3.. Ucapan Terima Kasih 1. Syamsul. J. Metcal & Eddy. New York. Ir. Vol. Gravure Association of America.. 2004. New York. Aguilar R. No. McGraw-Hill. “Process Analysis for Tratment of Industrial Plating Wastewater: Simulation and Control Approach”. Bishop. 1970. Chemical Publishing Co. Tcobanoglous. Prentice Hall. New York. Purwanto. “Practical Electroplating Handbook”. New York. 1988. DEA. Irvine. “Teknologi Industri Elektroplating”. Murphy. 1. Purwanto. “Electroplating Engineering Handbook”. 1A. N. Inc. Semua Laboran yang telah membantu dalam penyediaan alat dan tempat penelitian. 3. . 7. Boston. Semarang.. 7. “Process and Technology”. 8. “Wastewater Engineering : Treatment.V. Martinez S.. AESFS. Disposal and Reuse”. Semua teman dan pihak yang telah memberi dukungan dan doa dalam penelitian. van Nostrad Reinhold. T. Gravure. and Soto G. selaku dosen pembimbing yang memberikan arahan dalam pelaksanaan penelitian dan penyusunan laporan penelitian. bekerja sama dengan Dinas Perindustrian Sidoarjo.. 1996. 1970.H. ”Pengolahan Limbah Elektroplating dengan Pengendapan Menggunakan Koagulan”.. F. “Pollution Prevention: Fundamentals and Practice”. 2005. Rodriguez G. McGraw-Hill. Durney.A. 2. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. . GEF dan GAA. Purwanto & Huda.L. Orlando..ed. 6.. P. 4th. Daftar Pustaka An AESF Training Course in Electroplating & Surface Fininshing. Bapak Dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful