P. 1
Trickle Down Effect

Trickle Down Effect

|Views: 3,336|Likes:
Published by Junita Astrifani

More info:

Published by: Junita Astrifani on Apr 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2014

pdf

text

original

Junita Astrifani 041111068 TE Makro kelas A

1. Trickle Down Effect Trickle Down Effect adalah Teori yang lahir dari aliran kapitalisme yang dulu sangat diagung-agungkan oleh pemerintahan orde baru. Teori ini menjelaskan tentang bagaimana sebuah pertumbuhan akan berdampak pada kemakmuran sebuah negara. Dalam teori ini, kemakmuran akan dapat tercapai dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tanpa perlu memperhitungkan pemerataan ekonomi. Dalam pandangan teori ini, suatu suntikan ekspansi ekonomi akan berdampak pada multiplier effect terhadap pelaku ekonomi di bawahnya, sehingga akan berimbas pada kemakmuran. Sebagai contoh pembangunan sektor konstruksi akan terimbas dampak positif jasa kontraktor langsung, produsen dan pedagang besi, produsen dan pedagang semen, pasir dan seterusnya.

2. Human Development Index Indonesia 2011 Human Development Index adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. Human Development Index digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup.

Indeks ini pada 1990 dikembangkan oleh pemenang nobel India Amartya Sen dan seorang ekonom Pakistan Mahbub ul Haq, serta dibantu oleh Gustav Ranis dari Yale University danLord Meghnad Desai dari London School of Economics. Sejak itu indeks ini dipakai oleh Program pembangunan PBB pada laporan Human Development Index tahunannya.

Amartya Sen menggambarkan indeks ini sebagai "pengukuran vulgar" oleh karena batasannya. Indeks ini lebih berfokus pada hal-hal yang lebih sensitif dan berguna daripada hanya sekedar pendapatan perkapita yang selama ini digunakan.

12. Tahun 1980 = 0. 4.729 Tahun 2007 = 0. menengah .673 Tahun 2003 = 0.624 Tahun 1995 = 0. Pada tahun 2011 Indonesia mendapatkan peringkat 124 dari 187 negara . 6.562 Tahun 1990 = 0. 7.600 Tahun 2011 = 0. 3. Tahun 1985 = 0. atas gross enrollment ratio(bobot satu per tiga).Junita Astrifani 041111068 TE Makro kelas A Indeks ini juga berguna sebagai jembatan bagi peneliti yang serius untuk mengetahui hal-hal yang lebih terinci dalam membuat laporan pembangunan manusianya.714 Tahun 2005 = 0.593 Tahun 2010 = 0.709 Tahun 2004 = 0.723 Tahun 2006 = 0. 10. 8. 5. 14. Human Development Index mengukur pencapaian rata-rata sebuah negara dalam 3 dimensi dasar pembangunan manusia: • hidup yang sehat dan panjang umur yang diukur dengan harapan hidup saat kelahiran • Pengetahuan yang diukur dengan angka tingkat baca tulis pada orang dewasa (bobotnya dua per tiga) dan kombinasi pendidikan dasar .734 Tahun 2008 = perhitungan baru diberlakukan Tahun 2009 = 0.522 2. Angka HDI Indonesia dari tahun ke tahun : 1.617 11. 13.658 Tahun 2000 = 0. 9. • standard kehidupan yang layak diukur dengan logaritma natural dari produk domestik bruto per kapita dalam paritasi daya beli.

(A/Ris/55/2 United Nations Millennium Development Goals). 3. adalah sebuah paradigma pembangunan global. Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup. Millennium Development Goals (MDGS) Millennium Development Goals (MDGs) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Tujuan Pembangunan Milenium.Junita Astrifani 041111068 TE Makro kelas A 3. Dasar hukum dikeluarkannya deklarasi MDGs adalah Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa Nomor 55/2 Tangga 18 September 2000. 2. Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan. Deklarasi ini merupakan kesepakatan anggota PBB mengenai sebuah paket arah pembangunan global yang dirumuskan dalam beberapa tujuan yaitu: 1. perdamaian. 7. Mendorong Kesetaraan Gender. 6. Menurunkan Angka Kematian Anak. Malaria dan Penyakit Menular Lainnya. Meskipun secara glonal ditetapkan 48 indikator namun implementasinya tergantung pada setiap negara disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan ketersediaan data yang digunakan untuk mengatur tingkat kemajuannya. Memerangi HIV/AIDs. dan Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan. Secara global ditetapkan 18 target dan 48 indikator. Meningkatkan Kesehatan Ibu. 5. Setiap tujuan menetapkan satu atau lebih target serta masing-asing sejumlah indikator yang akan diukur tingkat pencapaiannya atau kemajuannya pada tenggat waktu hingga tahun 2015. 4. dan pembangunan. 8. keamanan. Indikator global tersebut bersifat fleksibel bagi setiap negara. Semua negara yang hadir dalam pertemuan tersebut berkomitment untuk mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang sangat mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan manusia. dideklarasikan Konferensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000. . dan Pemberdayaan Perempuan. Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua.

upah. Sektor rumah tangga ke perusahaan (1 dan 2) Sektor rumah tangga menyediakan berbagai faktor produksi yang digunakan oleh perusahaan. sehingga mereka menerima pendapatan sebagai pembayaran atas kontribusinya. misalnya pajak penghasilan. Pembayaran transfer adalah pembayaran yang dilakukan oleh pemerintah kepada orang (masyarakat) meskipun yang bersangkutan tidak . Pajak yang diterima pemerintah salah satunya digunakan untuk membayar sektor rumah tangga yang menjadi pegawai negeri berupa gaji serta pembayaran transfer. 2. Sedangkan negaranegara maju berkewajiban mendukung dan memberikan bantuan terhadap upaya keberhasilan setiap tujuan dan target MDGs. 4. Open Economy 1. Negera-negara berkembang berkewajiban untuk melaksanakannya. Misalnya berupa gaji. deviden.Junita Astrifani 041111068 TE Makro kelas A Deklarasi MDGs merupakan hasil perjuangan dan kesepakatan bersama antara negara-negara berkembang dan maju. bunga atau sewa yang kemudian dibelanjakan untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. termasuk salah satunya Indonesia dimana kegiatan MDGs di Indonesia mencakup pelaksanaan kegiatan monitoring MDGs. Sektor rumah tangga ke pemerintah (3 dan 4) Pendapatan yang diterima oleh sektor rumah tangga sebagian harus dibayarkan kepada pemerintah dalam bentuk pajak.

Pendapatan yang diterima sebagian harus dibayarkan kepada pemerintah dalam bentuk pajak. pendidikan. sektor perusahaan juga menjual barang dan jasa yang dihasilkan kepada pemerintah. AIH). sehingga terjadi ekspor dan impor. 5. 5. yang meyatakan apabila pendapatan mengalami kenaikan. Sektor pemerintah dan luar negeri Interaksi antara sektor rumah tangga dan perusahaan. contohnya adalah tunjangan. selain dijual ke pada sektor rumah tangga dan pemerintah juga di jual ke luar negeri (ekspor). 3. and Money. Sektor perusahaan ke luar negeri (8) Barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. 4. 6. Keynes Psychological Law of Consumption Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Jhon Maynard Keynes lewat bukunya yang berjudul The General Theory of Employment. tetapi dengan jumlah yang lebih kecil. misalnya membeli barang-barang impor atau membiayai pendidikan anaknya dan berobat ke luar negeri. Interest. . Sektor perusahaan pemerintah (6 dan 7) Selain menjual kepada sektor rumah tangga. keamanan. sosial dan veteran. maka konsumsi juga akan mengalami kenaikan.Junita Astrifani 041111068 TE Makro kelas A menyediakan barang dan jasa. Sektor rumah tangga ke luar negeri (5) Bagi sektor rumah tangga yang mempunyai pendapatan tinggi bisa pula membelanjakan uangnya pada barang dan jasa buatan luar negeri (impor). dengan sektor luar negeri dimungkinkan bila pemerintahan suatu negara menganut sistim perekonomian terbuka. Hukum psikologis tentang konsumsi tersebut. yang terbit pertama kali pada tahun 1936 mengemukakan suatu teori konsumsi yang disebut teori pendapatan absolut tentang konsumsi (absolute income theory of consumption) atau lebih dikenal dengan hipotesis pendapatan absolut (absolut income hypotesis. Teori konsumsi dari Keynes tersebut didasarkan atas hukum psikologis yang mendasar tentang konsumsi (the fundamental psychological law of consumption). kesehatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->