MUSYARAKAH

Definisi Al Musyarakah

Pengertian Secara Bahasa

Musyarakah secara bahasa diambil dari bahasa arab yang berarti mencampur. Dalam hal ini mencampur satu modal dengan modal yang lain sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kata syirkah dalam bahasa arab berasal dari kata syarika (fi‟il madhi), yashruku (fi‟il mudhari‟) syarikan/syirkatan/syarikatan (masdar/kata dasar); artinya menjadi sekutu atau syarikat (kamus al Munawar) Menurut arti asli bahasa arab, syirkah berarti mencampurkan dua bagian atau lebih sehingga tidak boleh dibedakan lagi satu bagian dengan bagian lainnya. • Pengertian menurut ulama 1) Menurut ulama Hanafiyah syirkah adalah perjanjian antara dua pihak yang bersyarikat mengenai pokok harta dan keuntungannya. 2) Menurut ulama Malikiyah syirkah adalah suatu keizinan untuk bertindak secara hukum bagi dua orang yang bekerjasama terhadap harta mereka. 3) Menurut Ulama Syafi‟iyah dan Hanabilah, syirkah adalah hak bertindak hukum bagi dua orang atau lebih pada sesuatu yang mereka sepakati. Jadi dapat disimpulkan bahwa Al-Musyarakah adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana (atau amal/expertise} dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.

Dasar Hukum Al Musyarakah Al Qur‟an: “ … maka mereka berserikat pada sepertiga ….” (An-Nisaa‟ : 12)

Rasulullah SAW. Al-Hadits: Dari Abu Hurairah. dalam kitab al-Buyu. yang mencakup modal atau pekerjaan d. yaitu: .” (HR Abu Dawud no 2936. dan Hakim) Ijma: Ibnu Qudamah dalam kitabnya. Objek aqad (mahal) yang disebut juga ma‟qud alaihi.“… Dan Sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Rukun dan Syarat Musyarakah Rukun Musyarakah antara lain : a. sedangkan dalam surat Shaad : 24 terjadi atas dasar akad (ikhtiyari). ” Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman. „Kaum muslimin telah berkonsensus terhadap legitimasi musyarakah secara global walaupun terdapat perbedaan pendapat dalam beberapa elemen darinya. bersabda. b. al-Mughni telah berkata. „Aku pihak ketiga dari dua orang yang berserikat selama salah satunya tidak menghianati yang lainnya. Dua pihak yang berakad („aqidani) dan memiliki kecakapan melakukan pengelolaan harta c. Dalam hal ini terdapat dua syarat. Nisbah bagi hasil Syarat Syirkah menurut Hanafiah : 1) Sesuatu yang bertalian dengan semua bentuk syirkah baik dengan harta maupun yang lainnya. Ijab-kabul (sighah) adalah adanya kesepakatan antara kedua belah pihak yang bertransakasi. Hanya saja dalam surat An-Nisaa‟ : 12 perkongsian terjadi secara otomatis (jabr) karena waris.” (Shaad : 24) Kedua ayat tersebut diatas menunjukkan perkenan dan pengakuan Allah SWT akan adanya perserikatan dalam kepemilikan harta.

2) Sesuatu yang bertalian dengan syirkah mal (harta) dalam hal ini terdapat dua perkara yang harus dipenuhi yaitu :   Bahwa modal yang dijadikan objek akad syirkah adalah dari alat pembayaran (nuqud). semua jenis syirkah mengandung arti perwakilan. tidak boleh ditentukan dalam jumlah tertentu/pasti. Yang berkenaan dengan keuntungan yaitu pembagian keuntungan yang jelas dan diketahui orang pihak-pihak yang bersyirkah. . Berarti salah satu pihak diperbolehkan untuk menerima atau mengirimkan wakilnya untuk bertindak hukum terhadap objek perserikatan sesuai dengan izin pihak – pihak lainnya. Yang dijadikan modal (harta pokok) ada ketika akad syirkah dilakukan. Syarat Syirkah menurut Malikiyah : 1) Merdeka 2) Baligh 3) Pintar Syarat – syarat syirkah secara umum sebagai berikut: 1) Perserikatan merupakan transaksi yang bisa diwakilkan.  Yang berkenaan dengan benda yang diakadkan adalah harus dapat diterima sebagai perwakilan. 3) Keuntungan untuk masing – masing pihak ditentukan secara global berdasarkan presentase tertentu sesuai kesepakatan. menurut Iman Hanafi. 2) Presentase pembagian keuntunagn untuk masing-masing pihak yang berserikat hendaknya diketahui ketika berlangsungnya akad.

Ini berdasarkan dalil hadith Nabi s. orang-orang pada masa itu telah bermuamalat dengan cara ber-syirkah dan Nabi Muhammad s. Pada saat Baginda diutus oleh Allah sebagai nabi. silalah kalian bayar” Hukum melakukan syirkah dengan kafir Zimmi Hukum melakukan syirkah dengan kafir zimmi juga adalah mubah.w berupa taqrir terhadap syirkah. zahiriah dan Imamiah hanya 2 syirkah yang sah yaitu inan dan mudharabah.” Lalu kami didatangi oleh Al Barra‟bin azib. Imam Muslim pernah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar yang mengatakan: “Rasulullah saw pernah memperkerjakan penduduk khaibar(penduduk Yahudi) dengan mendapat bagian dari hasil tuaian buah dan tanaman” Pandangan Mazhab Fiqih tentang Syirkah Mazhab Hanafi berpandangan ada empat jenis syirkah yang syari‟e iaitu syirkah inan. telah mengadakan pembagian. ( Wahbah Az Zuhaili.Hukum Syirkah Syirkah hukumnya mubah. Dia menjawab. Baginda menjawab: “barang yang (diperoleh) dengan cara tunai silkan kalian ambil. . mudharabah dan wujuh.W membenarkannya. abdan. Al Fiqh al Islami wa Adillatuhu) Mazhab Maliki hanya 3 jenis syirkah yang sah yaitu syirkah inan. wujuh dan mufawadhah.a. “ Aku dan rekan kongsiku. Kalau salah satunya khianat. Ada pun pembagian boleh samada berbagi hak milik (syirkatul amlak) atau/dan pembagian aqad Syeikh Taqiuddin AnNabhani dalam kitabnya Sistem Ekonomi Alternatif Perspektif Islam berijtihad terdapat 5 jenis syirkah yang syari‟i sama seperti pandangan mazhab Hanafi dan Zaidiah. alBaihaqi dan adDaruquthni) Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Aba Manhal pernah mengatakan . mudharabah. aku keluar dari keduanya.a. abdan dan mudharabah. Kami lalu bertanya kepadanya. “aku dan rekan pembagianku telah membeli sesuatu dengan cara tunai dan utang.w tentang tindakan kami. (Hr Abu dawud. Zaiq bin Arqam. Kemudian kami bertanya kepada Nabi s. Mazhab hanafi dan zaidiah berpandangan ada 5 jenis syirkah yang sah yaitu syirkah inan. Sedangkan yang (diperoleh) secara utang. Sabda Baginda sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra: Allah „Azza wa jalla telah berfirman. Aku adalah pihak ketiga dari 2 pihak yang bersyirkah selama salah satunya tidak mengkhianati yang lainnya. Menurut mazhab syafi‟e. abdan.a.

Perkongsian mereka tidak melibatkan perkongsian kos. Sebab masing-masing pihak. Modal dalam bentuk harta benda seperti kereta mestilah diakadkan pada awal transaksi.50. Sebagai contoh: Jalal adalah tukang buat rumah dan Rafi adalah juruelektrik yang berkongsi menyiapkan proyek sebuah rumah. Perkongsian ini diperbolehkan berdasarkan As-Sunnah dan ijma‟sahabah. (An-Nabhani. Hadith ini diketahui Rasulullah s.w dan beliau membenarkannya. Keuntungan adalah berdasarkan persetujuan mereka. 3) Syirkah Mudharabah Syirkah Mudharabah adalah syirkah dua pihak atau lebih dengan ketentuan. Syirkah abdan hukumnya mubah berdasarkan dalil As-sunnah. sedangkan keuntungan bergantung kepada apa yang mereka sepakati” 2) Syirkah Abdan Perkongsian abdan adalah perkongsian 2 orang atau lebih yang hanya melibat tenaga(badan) mereka tanpa melibatkan perkongsian modal.1) Syirkah Inan Syirkah inan adalah syirkah yang mana 2 pihak atau lebih.a yang mengatakan: “kerugian bergantung kepada modal. setiap pihak menyumbangkan modal dan menjalankan kerja.000 setiap seorang. dengan memberi/berkongsi modal kepada rekan kongsinya bererti telah memberikan kepercayaan dan mewakilkan kepada rekan kongsinya untuk mengelola perniagaan. satu pihak menjalankan kerja (amal) sedangkan pihak lain mengeluarkan modal (mal). Keuntungan adalah berdasarkan kesepakatan semua pihak yang bekerja sama manakala kerugian berdasarkan peratusan modal yang dikeluarkan. Abdurrazzak dalam kitab Al-Jami‟ meriwayatkan dari Ali r. Kerja sama ini dibangun oleh konsep perwakilan(wakalah) dan kepercayaan(amanah). . Ibnu mas‟ud pernah berkata” aku berkongsi dengan Ammar bin Yasir dan Saad bin Abi Waqqash mengenai harta rampasan perang badar. Contoh bagi syirkah inan: Khalid dan Faizal berbagi menjalankan perniagaan burger bersama-sama dan masing-masing mengeluarkan modal RP. sedangkan ulama Hijaz menyebutnya qiradh. Sa‟ad membawa dua orang tawanan sementara aku dan Ammar tidak membawa apa pun” (HR Abu Dawud dan Atsram). Istilah mudharabah dipakai oleh ulama Iraq. 1990: 152). Disyaratkan bahawa modal yang dibagi adalah berupa uang.a.

Jika ada keuntungan. ketokohan atau keahlian (wujuh) seseorang di tengah masyarakat. Dalam hal ini. Az-Zuhaili. Pertama. atas dasar kepercayaan pedagang kepada keduanya tanpa sumbangan modal dari masing-masing pihak. Dalam syirkah mudharabah. pengelola turut menanggung kerugian jika kerugian itu terjadi kerana melanggar syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemodal. Lalu A dan B bersyirkah wujuh dengan cara membeli barang dari seorang pedagang C secara kredit. Syirkah semacam ini hakikatnya termasuk dalam syirkah mudharabah sehingga berlaku ketentuanketentuan syirkah mudharabah padanya. 1990:154) Bentuk kedua syirkah wujuh adalah syirkah antara 2 pihak atau lebih yang bersyirkah dalam barangan yang mereka beli secara kredit. 1990:152). Pemodal tidak berhak turut campur dalam tasharruf. Lalu keduanya menjual barang tersebut dan keuntungannya dibagi dua. 1996: 42. 1984: 836). hak melakukan tasharruf hanyalah menjadi hak pengelola. Kedua. dalam mudharabah berlaku wakalah (perwakilan). pihak pertama (misalnya A) memberikan konstribusi modal dan kerja sekaligus. Namun demikian. Kedua-dua bentuk syirkah ini masih tergolong dalam syirkah mudharabah (An-Nabhani. A dan B bersepakat masing-masing memiliki 50% dari barang yang dibeli. ia dibagi sesuai kesepakatan di antara pemodal dan pengelola. (An-Nabhani. 4) Syirkah Wujuh Disebut syirkah wujuh kerana didasarkan pada kedudukan. 1990: 152). sedangkan kerugian ditanggung hanya oleh pemodal. sedangkan harga pokoknya dikembalikan kepada C . pihak A dan B adalah tokoh masyarakat. sementara seorang wakil tidak menanggung kerosakan harta atau kerugian dana yang diwakilkan kepadanya (An-Nabhani. pengelola terikat dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemodal. 2 pihak (misalnya A dan B) sama-sama memberikan mengeluarkan modal sementara pihak ketiga (katakanlah C) memberikan menjalankan kerja sahaja. Misalnya A dan B tokoh yang dipercayai pedagang. Sebab.(Al-Jaziri. dengan pihak ketiga (misalnya C) yang mengeluarkan modal (mal). Ada 2 bentuk lain sebagai variasi syirkah mudharabah. Sebagai contoh: Khairi sebagai pemodal memberikan modalnya sebanyak RM 100 ribu kepada Abu Abas yang bertindak sebagai pengelola modal dalam pasaraya ikan. Namun demikian. Syirkah wujuh adalah syirkah antara 2 pihak (misalnya A dan B) yang sama-sama melakukan kerja (amal). sedangkan pihak kedua (misalnya B) hanya memberikan konstribusi modal tanpa konstribusi kerja.

yang dikenal tidak jujur atau suka memungkiri janji dalam urusan kewangan.(pedagang). Syirkah wujuh kedua ini hakikatnya termasuk dalam syirkah „abdan (An-Nabhani. iaitu ditanggung oleh pemodal sesuai dengan nisbah modal (jika berupa syirkah inan) atau ditanggung pemodal sahaja (jika berupa syirkah mudharabah) atau ditanggung pengusaha usaha berdasarkan peratusan barang dagangan yang dimiliki (jika berupa syirkah wujuh). Kemudian B dan C juga sepakat untuk menyumbang modal untuk membeli barang secara kredit atas dasar kepercayaan pedagang kepada B dan C. setiap jenis syirkah yang sah berdiri sendiri maka sah pula ketika digabungkan dengan jenis syirkah lainnya. Dalam syirkah kedua ini. Syirkah mufawadhah dalam pengertian ini. Ketika B dan C membeli barang secara kredit atas dasar kepercayaan pedagang kepada keduanya bererti terwujud syirkah wujuh antara B dan C. menurut An-Nabhani adalah boleh. AnNabhani mengingatkan bahawa ketokohan (wujuh) yang dimaksud dalam syirkah wujuh adalah kepercayaan kewangan (tsiqah maliyah). tidak sah syirkah yang dilakukan seorang tokoh (katakanlah seorang menteri atau pedagang besar). Di sini A sebagai pemodal. Dalam hal ini. pada awalnya yang ada adalah syirkah „abdan iaitu B dan C sepakat masing-masing bersyirkah dengan memberikan konstribusi kerja sahaja. keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan. Dengan . Namun demikian. sedangkan B dan C sebagai pengelola. 5) Syirkah Mufawadhah Syirkah mufawadhah adalah syirkah antara 2 pihak atau lebih yang menggabungkan semua jenis syirkah di atas (syirkah inan. Maka dari itu. Sedangkan kerugian ditanggung oleh masing-masing pengusaha wujuh usaha berdasarkan kesepakatan. ketika A memberikan modal kepada B dan C. „abdan. menyumbang modal kepada B dan C. dua jurutera awam yang sebelumnya sepakat bahawa masing-masing melakukan kerja. bukan semata-mata ketokohan di masyarakat. Ketika B dan C sepakat bahawa masing-masing memberikan suntikan modal di samping melakukan kerja. mudharabah dan wujuh). Contoh: A adalah pemodal. 1990:154). bererti di antara mereka bertiga wujud syirkah mudharabah. Keuntungan yang diperoleh dibagi sesuai dengan kesepakatan. bukan berdasarkan nisbah barang dagangan yang dimiliki. sedangkan kerugian ditanggung sesuai dengan jenis syirkahnya. Sebaliknya sah syirkah wujuh yang dilakukan oleh seorang biasa-biasa saja. Sebab. tetapi oleh para pedagang dia dianggap memiliki kepercayaan kewangan (tsiqah maliyah) yang tinggi misalnya dikenal jujur dan tepat janji dalam urusan kewangan. bererti terwujud syirkah inan di antara B dan C. Lalu.

syirkah di antara ahli waris terhadap harta warisan tertentu. namun para mitra memutuskan untuk tetap memilikinya bersama. Dengan kata lain. Apabila harta bersama (warisan/hibah/wasiat) dapat dibagi. para mitra harus berbagi atas harta kekayaan tersebut berikut pendapatan yang dapat dihasilkannya sesuai dengan porsi masing-masing sampai mereka memutuskan untuk membagi atau menjualnya. pengambilan keputusan yang menyangkut harta bersama harus mendapat persetujuan semua mitra. sebelum dilakukan pembagian. apabila barang tersebut tidak dapat dibagi-bagi dan mereka terpaksa harus memilikinya bersama. maka syirkah al milk tersebut bersifat ikhtiyari (sukarela/voluntary). bentuk syirkah seperti ini telah menggabungkan semua jenis syirkah yang ada yang disebut syirkah mufawadhah.demikian. Misalnya. dua orang atau lebih menerima warisan/hibah/wasiat sebidang tanah atau harta kekayaan atau perusahaan baik yang dapat dibagi atau tidak dapat dibagi-bagi. Contoh lain. Namun. Contoh lain dari syirkah jenis ini adalah kepemilikan suatu jenis barang (misalnya rumah) yang dibeli secara bersama. 6) syirkah al milk Syirkah Al Milk mengandung arti kepemilikan bersama (co-ownership) yang keberadaannya muncul apabila dua orang atau lebih memperoleh kepemilikan bersama (joint ownership) atau suatu kekayaan (aset). Dalam hal ini. Untuk tetap menjaga kelangsungan kerja sama. Syirkah al milk kadang bersifat ikhtiyariyyah (ikhtiari/sukarela/voluntary) atau jabariyyah (jabari/tidak sukarela/involuntary). berupa kepemilikan suatu jenis barang (misalnya. . Misalnya. seorang mitra tidak dapat bertindak dalam penggunaan harta bersama kecuali atas izin mitra yang bersangkutan. maka syirkah al milk bersifat jabari (tidak sukarela/involuntary atau terpaksa). rumah) yang dibeli bersama.