P. 1
2. OK Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Oksigenasi

2. OK Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Oksigenasi

|Views: 83|Likes:
Published by Wansyah D Alfian

More info:

Published by: Wansyah D Alfian on Apr 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi

1. Tahap Perkembangan
Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisicairan menjadi berisi udara. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak, diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak danpola napas.

TAHAP PERKEMBANGAN .

• Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. Sebagai respon terhadap panas. makin rendah PaO2. • Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. panas. . akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. sehingga darah akan mengalir ke kulit. Lingkungan • Ketinggian.2. Makin tinggi daratan. dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. .

LINGKUNGAN .

3. • Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. . Gaya Hidup • Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung. . demikian juga suplay oksigen dalam tubuh.

GAYA HIDUP .

. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia. Status Kesehatan • Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. • penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. • Selain itu penyakit-penyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah.4. .

STATUS KESEHATAN .

perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan .5• Narkotika Narkotika seperti morfin dapat menurunkan laju dan kedalamAN pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik. .

Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan.6. .Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan • Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarUhi pernapasan yaitu : a. Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c.

perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan napas. • Hipoksia yaitu suatu kondisi ketidak cukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah .LANJUTAN • Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidakadekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume. difusi gas atau transpor gaso leh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagian-bagian dari proses respirasi. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi.

. lelah dan pucat. dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin.LANJUTAN • Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit. Oksigenasi yangadekuat sangat penting untuk fungsi serebral. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 – 5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. Wajah orang hipoksia akutbiasanya terlihat cemas.

GANGGUAN FUNGSI PERNAFASAN .

7. • Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma. Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat. . denyut jantung meningkat. • Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). Perubahan pola nafas • Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya.

PERUBAHAN POLA NAFAS .

karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. • Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung. dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan. • Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. pharing. Obstruksi jalan napas • Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian • dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah.8. . laring atau trakhea.

. Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi).PERTAHANKAN JALAN NAFAS TERBUKA Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat.

SUMBATAN JALAN NAFAS .

TERIMAKASIH .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->