P. 1
Masalah Dan Tujuan Penelitian

Masalah Dan Tujuan Penelitian

|Views: 1,083|Likes:
Published by Mustaring Gisin
hubungan masalah dan tujuan penelitian
hubungan masalah dan tujuan penelitian

More info:

Published by: Mustaring Gisin on Apr 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/30/2014

pdf

text

original

MODUL 3

MASALAH DAN TUJUAN PENELITIAN

A. MASALAH PENELITIAN 1. Pengertian
Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan kejadian atau keadaan yang sebenarnya terjadi. Masalah penelitian adalah masalah yang akan menjadi objek penelitian (yang akan diteliti), untuk mengetahui faktor-faktor penyebabnya, kemudian mencari alternatif penyelesaiannya, dan kemudian membuat kesimpulan sesuai konteks permasalahan yang sedang diteliti. Seperti dinyatakan oleh Emory (1988) bahwa, baik penelitian murni maupun terapan, hasilnya langsung dapat digunakan untuk membuat keputusan. Jadi setiap penelitian yang akan dilakukan selalu berangkat dari masalah. Walaupun diakui bahwa memilih masalah penelitian sering merupakan hal yang paling sulit dalam proses penelitian (Tuckman, 1988:25). Bila dalam penelitian telah dapat menemukan masalah yang betul-betul masalah, maka pekerjaan penelitian 50% telah selesai.

2. Ciri-Ciri Masalah Penelitian
Pemilihan masalah penelitian ini merupakan tahap awal dari sebuah penelitian. Dalam memilih masalah penelitian ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut : 1) Masalah yang dipilih hendaknya sesuai dengan minat dari peneliti 2) Masalah yang dipilih hendaknya dapat diteliti, artinya penelitiannya dapat dilaksanakan. 3) Tersedia faktor pendukung dari masalah yang diteliti, dalam hal ini ada data dan izin. 4) Masalah yang diteliti harus mempunyai atau memberikan manfaat.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

1

Kerlinger (1986:29) menguraikan bahwa ciri-ciri masalah penelitian adalah sebagai berikut :

1)

Harus mengungkapkan suatu hubungan antara dua variabel atau lebih

2)

Harus dinyatakan secara jelas dan tidak amiqu dalam bentuk pernyataan

3)

Masalah dan pernyataan harus dirumuskan dengan cara tertentu yang menyiratkan adanya kemungkinan pengujian empiris. Suatu masalah yang tidak memuat implikasi pengujian hubungan atau hubungan-hubungan yang dinyatakannya, bukan masalah ilmiah.

Misalnya, adalah sebagai berikut : a) Apakah akibat dari berbagai insentif terhadap hasil belajar siswa ? b) Apakah pokok-pokok ingatan yang berkaitan dengan kejadian yang tidak menyenangkan lebih cepat dilupakan daripada pokok-pokok ingatan yang netral ?

c) Apakah sikap terhadap orang kulit hitam mempengaruhi penilaian
tentang hasil guna alternatif bagi kebijaksanaan yang rasial ?

Nazir (1983:134) menyebutkan bahwa ciri-ciri masalah yang baik
adalah sebagai berikut :

1)

Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai

penilitian
Masalah akan mempunyai nilai penelitian, apabila :

a)

Masalah harus mempunyai keaslian, dalam hal ini

menyangkut hal-hal yang up to date baru, mempunyai nilai ilmiah atau aplikasi ilmiah, tidak berisi hal-hal yang sepele; b) c) Masalah harus menyatakan suatu hubungan; Masalah harus merupakan hal yang penting, dalam hal ini

harus mempunyai arti dan nilai, baik dalam bidang ilmunya sendiri maupun dalam bidang aplikai untuk penelitian terapan;

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

2

d)
serta

Masalah harus dapat diuji dengan perlakuan-perlakuan data dan fasilitas yang ada. Sekurang-kurangnya,

memberikan aplikasi untuk kemungkinan pengujian secara empiris;

e)

Masalah

harus

dapat

dinyatakan

dalam

bentuk

pernyataan yang jelas dan tidak membingungkan.

2)

Masalah yang dipilih harus mempunyai fisibel

Masalah mempunyai fisibilitas apabila masalah tersebut dapat dipecahkan. Ini berarti, adalah sebagai berikut : a) tersedia b) Biaya untuk memecahkan masalah, secara relatif harus dalam batas-batas kemampuan c) d) e) f) Waktu untuk memecahkan masalah harus wajar Biaya dan hasil, minimal harus seimbang Administrasi dan sponsor harus kuat Tidak bertentangan dengan hukum dan adat Data dan metode untuk memecahkan masalah harus

3)

Masalah yang dipilih harus sesuai dengan

kualifikasi si peneliti
Masalah harus sesuai dengan kualifikasi peneliti, sekurang-kurangnya masalah tersebut, adalah sebagai berikut : a) Menarik bagi peneliti, dalam hal ini menarik keingintahuan peneliti dan memberi harapan untuk menemukan jawaban atau menemukan masalah lain yang lebih penting dan lebih menarik. b) Cocok dengan kualifikasi peneliti, dalam hal ini masalah yang harus dipecahkan sesuai dengan derajat keilmiahan yang dipunyai peneliti, atau minimal cocok dengan bidang kemampuannya.

3. Sumber Masalah Penelitian
Masalah penelitian dapat muncul dari :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

3

1) Kehidupan sehari-hari, karena menjumpai hal-hal tertentu atau didorong rasa ingin tahu atau untuk meningkatkan hasil kerja ;

2) Buku-buku / majalah-majalah / koran-koran ;
3) Hasil pemebrian orang lain atau pihak lain ; 4) Diri sendiri, didorong oleh kebutuhan memperoleh jawaban

Nazir (1983:140) menyebutkan sumber-sumber dimana masalah
diperoleh, antara lain yaitu sebagai berikut : 1) Pengamatan terhadap kegiatan manusia 2) Pengamatan terhadap alam sekeliling 3) Bacaan 4) Ulangan serta perluasan penelitian 5) Cabang studi yang sedang dikembangkan 6) Pengalaman dan catatan pribadi 7) Praktek serta keinginan masyarakat 8) Bidang spesialisasi 9) Pelajaran dan mata ajaran yang sedang diikuti 10) Analisis bidang pengetahuan 11) Diskusi-diskusi ilmiah 12) Perasaan intusi

4. Bentuk-Bentuk Masalah Penelitian
Bentuk masalah penelitian menjadi masalah yang bersifat deskriptif, komparatif dan asosiatif.

1) Permasalahan Deskriptif
Permasalahan deskriptif adalah suatu permasalahan yang berkenaan dengan pernyataan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain, dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain. Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang populer dalam bidang bisnis (Emory, 1985).

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

4

Contoh rumusan masalah deskriptif :

a) Seberapa tinggi produktivitas kerja karyawan di PT. Samudra ? b) Seberapa baik interaksi kerja karyawan di industri A ? c) Bagaimana sikap masyarakat terhadap adanya impor gula tanpa
dibebani bea masuk ?

d) Seberapa tinggi efektifitas perdagangan dengan sistem multylevel ?
e) Seberapa tinggi jumlah yang terjal, dan keuntungan PT. Petani (dua variabel) ? Dari beberapa contoh di atas terlihat bahwa setiap pertanyaan penelitian berkenaan dengan satu variabel atau lebih secara mandiri (dibandingkan dengan masalah komparatif asosiatif). Peneliti yang bermaksud mengetahui potensi pasar, kemampuan daya beli, terhadap barang tertentu adalah contoh penelitian deskriptif.

2) Permasalahan Komparatif
Permasalahan komparatif adalah suatu permasalahan penelitian yang bersifat membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda. Contoh rumusan masalahnya :

a) b)
dan B ?

Adakah perbedaan produktivitas kerja antara Pegawai Negeri, BUMN dan Swasta ? (satu variabel pada 3 sampel) Adakah kesamaan cara promosi antara perusahaan A

c)

Adakah perbedaan, kemampuan dan kedisiplinan kerja antara Pegawai Swasta Nasional dan Perusahaan Asing (dua variabel, pada dua sampel).

d)

Adakah perbedaan kenyamanan naik Kereta Api dan Bus menurut berbagai kelompok masyarakat.

e)

Adakah perbedaan daya tahan berdiri pelayan toko yang berasal dari kota dan desa, gunung (satu variabel pada 3 sampel).

f) dan niaga ?

Adakah perbedaan jumlah penjualan antara mobil sedan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

5

g)

Adakah perbedaan kualitas manajemen antara Bank Swasta dan Bank Pemerintah.

Permasalahan Asosiatif
Permasalahan asosiatif adalah suatu pertanyaan penelitian yang bersifat hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk hubungan yaitu : hubungan simetri, hubungan kausal, dan interaktif/resiprocal/timbal balik. h) Hubungan Simetri

Hubungan simetri adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif, contoh rumusan masalahnya adalah sebagai berikut ;

2)

Adakah hubungan antara banyaknya bunyi burung prenjak dengan tamu yang datang ? Hal ini bukan berarti yang menyebabkan tamu datang adalah buni burung. (Di pedesaan Jawa Tengah ada kepercayaan kalau di depan rumah ada bunyi burung Prenjak, maka diyakini akan ada tamu, di Jawa Barat, kupu-kupu dan tamu).

3)

Adakah hubungan antara banyaknya semut di pohon kemampuan marketing ?

4)

Adakah

hubungan

antara

warna

rambut

dengan

kemampuan marketing ?

5)

Adakah hubungan antara sering datang ke Gunung Kawi dengan prestasi bisnis ?

6)

Adakah hubungan antara banyaknya radio di pedesaan dengan sepatu yang dibeli ?

i)

Hubungan Kausal

Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi), contoh :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

6

1)
kerja?

Adakah pengaruh sistem penggajian terhadap prestasi

2)

Seberapa

besar

pengaruh

kepemimpinan

manajer

terhadap iklim kerja perusahaan ?

3)

Seberapa besar pengaruh tata ruang toko terhadap jumlah

pengunjung ?

4)

Seberapa besar pengaruh toko yang diberi AC dan

keramahtamahan pelayan terhadap nilai penjualan. j) Hubungan Interaktif / resiprocal / timbal balik

Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Disini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen, contoh : 1) Hubungan antara motivasi pada prestasi. Disini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi dan juga prestasi mempengaruhi motivasi. 2) Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan. Kecerdasan dapat menyebabkan kaya, demikian juga orang yang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi.

4.

Rumusan Masalah

Masalah yang sudah dibuatkan judulnya, selanjutnya dibuatkan rumusan masalahnya. Rumusan masalah sering disebut dengan pernyataan masalah (statement of problem). Rumusan masalah adalah pernyataan singkat suatu masalah yang akan diteliti. Cara membuat rumusan masalah adalah sebagai berikut :


pernyataan ;

Rumusan

masalah

dinyatakan

dalam

bentuk


Rumusan masalah hendaknya jelas dan padat ; Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah ;

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

7

Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat rumusan masalah, yaitu sebagai berikut ;

 Rumusan masalah sebaiknya tidak dibuat dari masalah yang
berkaitan tentang etika atau moral, sebab pertanyaan-pertanyaan tentang nilai dan value judgement.  Hindarkan rumusan masalah yang masalahnya bersangkutan dengan metodologi penelitian.

5.Merumuskan Masalah
1. Strategi Menentukan Masalah
Salah satu cara untuk membuat perumusan masalah yang baik ialah dengan melakukan proses penyempitan masalah dari yang sangat umum menjadi lebih khusus dan pada akhirnya menjadi masalah yang spesifik dan siap untuk diteliti. Di bawah ini diberikan contoh cara menyempitkan masalah yang berkaitan dengan penelitian dalam dunia bisnis.

Pemikiran manajerial saat ini dan y.a.b Masalah manajerial
Masalah penelitian

Penyaringan identifikasi masalah

Penyaringan formulasi masalah Penyaringan seleksi masalah

Masalah yang khusus dengan tujuan penelitian yang dinyatakan Davis

(1985, 47)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

8

Gambar di atas mengilustrasikan peranan identifikasi masalah dalam proses pengembangan perumusan masalah, yaitu proses penyaringan mulai dari yang umum sampai dengan masalah yang khusus. Masalah dimulai dari adanya pemikiran ”concern” manajerial yang sedang dihadapi atau yang akan dihadapi, kemudian masalah pemikiran tersebut dipersempit menjadi proses penyaringan perumusan masalah dan pada tahap ketiga menjadi penyaringan pemilihan masalah yang akan diteliti dengan disertai tujuan penelitiannya. Contoh kasus :

1) Mengenali suatu gejala
Munculnya rasa ketidakpuasan diantara para programmer

komputer di suatu perusahaan tertentu. Penghasilan perusahaan tersebut terus meningkat dengan baik selama lima tahun terakhir ini. Keluhan-keluhan secara lisan telah diterima dari para pegawai mengenai struktur penggajian yang diangggap sudah tidak memadai lagi.

2) Identifikasi Masalah a) Melakukan evaluasi terhadap data internal dan eksternal

dengan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :  Monitoring ketidakpuasan tersebut dan penyebaran

informasi penghasilan perusahaan.  Melacak apakah pernah ada rasa ketidakpuasan

muncul di masa-masa lalu.  Mencari literatur / acuan yang membahas masalah

yang mirip dengan kejadian yang dialami di perusahaan tersebut dengan masalah di perusahaan lain. b) Melakukan isolasi area masalah

 Pihak manajemen tidak mempunyai perencanaan alokasi
penggajian yang konsisten.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

9

 Berdasarkan

wawancara

diluar

diketahui

adanya

ketidakpuasan terhadap sistem penggajian.

 Pihak direksi telah menginventarisasi keluhan-keluhan dari
pegawai mengenai adanya diskriminasi penggajian.

c)

Rumusan masalah

Rumusan masalah akan berbunyi sebagai berikut :  Faktor-faktor utama apa saja yang berhubungan dengan tingkat-tingkat penggajian bagi para profesional ahli komputer di perusahaan tersebut.  Apakah penghasilan ada hubungan antara meningkatnya di

perusahaan

dengan

ketidakpuasan

kalangan para programmer.

2. Pertimbangan Khusus Dalam Memilih Masalah Yang Akan Diteliti Dalam melakukan pemilihan masalah dapat mempertimbangkan hal-hal dibawah ini : a. Dapat Dilaksanakan

Jika kita memilih masalah tertentu, maka pertanyaan-pertanyaan di bawah ini bermanfaat bagi kita untuk mengecek apakah kita dapat atau tidak melakukan penelitian dengan masalah yang kita tentukan: 1) 2) 3) Apakah masalah tersebut dalam jangkauan kita ? Apakah Apakah memperoleh kita kita mempunyai akan cukup waktu akses untuk untuk melakukan penelitian dengan persoalan tersebut ? mendapatkan akan kita sampel yang gunakan sebagai

responden sebagai sarana pemerolehan data dan informasi ?

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

10

4)

Apakah kita mempunyai alasan khusus sehingga kita percaya akan dapat memperoleh jawaban dari masalah yang kita rumuskan ?

5) b. 1) 2) 3)

Apakah metode yang diperlukan sudah kita kuasai ? Jangkauan Penelitiannya Apakah masalahnya cukup memadai untuk diteliti ? Apakah jumlah variabelnya sudah cukup ? Apakah jumlah datanya cukup untuk dilaporkan secara tertulis?

c. 1) 2) 3)

Keterkaitan Apakah kita tertarik dengan masalah tersebut dan Apakah masalah yang kita teliti berkaitan dengan Jika kita melakukan penelitian dengan masalah

cara pemecahannya ? latar belakang pengetahuan atau pekerjaan kita ? tersebut apakah kita akan mendapatkan nilai tambah bagi pengembangan diri kita ? d. 1) Nilai Teoritis Apakah masalah yang akan diteliti akan mengurangi

adanya kesenjangan teori yang ada ?

2) 3) 4)
e.

Apakah pihak-pihak lain, seperti pembaca atau Apakah hasil penelitiannya nanti akan memberikan Apakah hasil penelitiannya layak dipublikasikan ? Nilai Praktis

pemberi dana akan mengakui kepentingan studi ini ? sumbangan pengetahuan terhadap ilmu yang kita pelajari ?

Apakah hasil penelitiannya nantinya akan ada nilai-nilai praktis bagi para praktisi di bidang yang sesuai dengan masalah yang akan diteliti?

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

11

B. JUDUL PENELITIAN 1. Pengertian Judul Penelitian
Setelah masalah penelitian dapat ditetapkan atau dipilih, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah merumuskan atau membuat judul penelitian. Judul penelitian merupakan identitas atau cermin jiwa dari sebuah penelitian. Judul penelitian pada wujudnya merupakan kalimat, dan hanya satu kalimat pernyataan (bukan kalimat pertanyaan), yang terdiri dari katakata yang kongkrit (bulan umum), jelas (tidak kabur), singkat (tidak bertele-tele), deskriptif (berkaitan atau runtuh), tidak terlalu puitis atau bombastis. Judul penelitian hendaknya bersifat menjelaskan diri dan menarik. Dengan membaca judul ini, maka orang langsung dapat menduga apa materi atau masalahnya serta kaitan aspek lainnya. Selain itu, dapat pula diketahui mengenai obyek, metode, tujuan dan kegunaan penelitian. Dengan demikian, judul penelitian ini pada hakekatnya merupakan gambaran dari conceptual framework suatu penelitian.

2. Dasar Perumusan Judul Penelitian
Dasar utama seorang peneliti dalam merumuskan judul penelitian adalah sebagai berikut : a. Mengetahui status sesuatu Apabila peneliti bermaksud mengetahui keadaan sesuatu mengenai apa dan bagaimana, berapa banyak, dan sebagainya, maka penelitiannya bersifat deskriptif, yaitu menjelaskan atau menerangkan peristiwa. Contoh judul penelitian deskriptif : ”studi diskriptif tentang ...”, ”penelitian tentang pendapat ...”, dan ”tanggapan masyarakat terhadap ...”. b. Membandingkan status dua fenomena atau lebih Dalam melakukan perbandingan, peneliti selalu memandang dua fenomena atau lebih, ditinjau dari perbedaan atau persamaan yang

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

12

ada. Namun, yang sering terjadi, peneliti membandingkan dua fenomena yang terhadap suatu standar. Penelitian ini bersifat komparatif, artinya membandingkan dua atau lebih fenomena. Contoh judul penelitian komparatif : ”penelitian komparsi antara ... dengan”. c. Mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua fenomena atau lebih Penelitian hubungan atau pengaruh, lebih dikenal dengan istilah penelitian korelasi. Penelitian korelasi memiliki dua jenis, yaitu sebagai berikut :

1)

Korelasi sejajar, menyangkut penelitian tentang dua hal atau lebih yang tidak mempunyai hubungan sebab akibat, tetapi dapat dicari alasan mengapa diperkirakan ada hubungannya. Contoh judul penelitian : ”Korelasi antara ... dengan ... ”.

2)

Korelasi sebab akibat, menyangkut penelitian tentang dua hal atau lebih yang saling memiliki pengaruh. Antara keadaan yang satu dengan lainnya terdapat hubungan sebab akibat. Keadaan pertama diperkirakan menjadi penyebab keadaan yang kedua. Keadaan yang pertama berpengaruh pada keadaan kedua. Contoh judul penelitian : ”pengaruh ... terhadap ... ”.

3. Unsur-Unsur Judul Penelitian
Dalam sebuah rumusan judul penelitian diharapkan mencakup unsurunsur : a. b. c. d. e. sifat dan jenis penelitian ; obyek yang diteliti ; subyek penelitian ; lokasi / daerah waktu penelitian ; tahun / waktu terjadinya peristiwa. Contoh : ”analisis pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita karyawan TVRI stasiun pusat Jakarta tahun 2000”.

-

Analisis pengaruh

: sifat dan jenis penelitian

Pelatihan dan kemampuan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

13

membaca berita

: obyek penelitian : subyek penelitian lokasi penelitian

-

Stasiun TVRI

Stasiun pusat Jakarta : Tahun 2002

: tahun penelitian

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

14

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->