P. 1
Gambaran Kosmologis Dalam Naskah Sanghyang Raga Dewata

Gambaran Kosmologis Dalam Naskah Sanghyang Raga Dewata

|Views: 130|Likes:
Published by Mausul Kamil

More info:

Published by: Mausul Kamil on Apr 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

GAMBARAN KOSMOLOGIS MASYARAKAT SUNDA Sebagaimana Terungkap dalam

SANGHYANG RAGA DEWATA
(Naskah Lontar Abad XVI Masehi)

Oleh: ELIS SURYANI NS.
Staf Pengajar Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran

Disampaikan dalam Seminar Penelitian Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran

BANDUNG 2006

matahari. dan bintang-bintang di bawah naungan angkasa. Sanghyang Raga Dewata menggambarkan kosmologis masyarakat Sunda. Naskah Sanghyang Raga Dewata ditulis di atas daun lontar pada abad ke-XVI Masehi.ABSTRAK Tulisan ini mengulas Gambaran Kosmologis Masyarakat Sunda yang terdapat dalam Naskah Sunda Kuno yang berjudul Sanghyang Raga Dewata. diciptakanlah bumi. mencapai surga abadi. Setelah itu. yang berisi mitos tentang penciptaan alam semesta. menggunakan bahasa dan aksara Sunda Kuno dan digubah dalam bentuk prosa. yang diawali dengan dibangunkannya siang dari kegelapan oleh kekuatan Sang Bayu. Matahari ditempatkan di arah timur dan bulan di arah barat. Manusia dalam naskah Sanghyang Raga Dewata dipandang sebagai mikrokosmosnya jagat raya yang seluruh kehidupannya harus selalu menjalankan segala siksa 'ajaran' Sanghyang Darma. Itulah yang dianggap manusia ideal yang kelak dapat . bulan.

harus disadari bahwa di dalam naskah-naskah kuno terdapat nilai-nilai kehidupan bangsa yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat masa kini. naskah Sunda Kuno yang ditulis di atas daun lontar. beberapa artikel dan buku katalog yang membicarakan naskah Sunda mengungkapkan informasi bahwa ada puluhan. Memang benar adanya. saeh. jika dikatakan bahwa banyak sekali kesulitan yang dihadapi dalam menggarap naskah-naskah Sunda Kuno. . Ternyata diketahui dari beberapa naskah Sunda Kuno yang diteliti terungkap isi mengenai sejarah. Padahal. Akan tetapi. dan daun kelapa atau sejenisnya yang diperkirakan berasal dari masa kerajaan Sunda atau paling tidak berasal dari kalangan masyarakat pra-Islam atau awal Islam. daun nifah. penggarapan naskah-naskah kuno perlu dilakukan secara sungguh-sungguh dan berkesinambungan. Pengantar Garapan ilmiah terhadap teks-teks hasil penelitian dalam bidang naskah Sunda kuno hingga saat ini masih sangat sedikit. identitas masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Dengan demikian. dan unsur-unsur kebudayaan Sunda kuno lainnya yang merupakan bahan dalam upaya menggali.GAMBARAN KOSMOLOGIS MASYARAKAT SUNDA Sebagaimana Terungkap Dalam SANGHYANG RAGA DEWATA (Naskah Lontar Abad XVI Masehi) Oleh: Elis Suryani NS 1. pandangan hidup. bahkan ada yang mengatakan lebih dari seratus. Hal ini terbukti dengan adanya hasil dari para filolog yang telah dipublikasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Hal lain yang cukup menarik dari keberadaan naskah SRD ialah segi nilai budaya lainnya. Setelah itu. Galuh) dan Cirebon (Talaga) yang ditulis dengan tinta (Holle. 2 Deskripsi Naskah Judul Naskah Nomor Kode Asal Naskah Ukuran (a) Kropak (b) Lempir Jumlah (a) Lempir (b) Halaman Bahan Naskah Aksara : SANGHYANG RAGA DEWATA : dj66. 1882) Bahasa Bentuk Karangan 3.Salah satu naskah Sunda Kuno yang cukup menarik untuk dibahas pada tulisan ini adalah Naskah Sanghyang Raga Dewata (SRD) menggunakan aksara serta bahasa Sunda Kuno.2923 : Sukaraja Tasikmalaya : 26. sastra. dan bintang-bintang di bawah naungan angkasa. Ringkasan Isi Teks Naskah Sanghyang Raga Dewata secara garis besar berisi mitos tentang penciptaan alam yang diawali dengan dibangunkannya siang dari kegelapan oleh kekuatan Sang Bayu.5 cm : 23. dan nilai-nilai tradisional lainnya. diciptakanlah bumi.5 x 4. Teks SRD menggambarkan sistem kosmologis masyarakat Sunda pada abad ke-16 Masehi. pandangan hidup. seperti bidang keagamaan.5 cm : 25 (21 utuh. Batara Guru dapat menjelma sebagai Brahma. matahari. bulan. 4 tidak utuh) : 50 (47 ditulisi.5 x 3. mitologis. Dari bumi. : Sunda Kuno : Prosa .5 x 2. dijadikanlah sebutir telur dari sekepal tanah dan menjelma sebagai Sanghyang Tunggal kemudian menjadi Batara Guru yang ditempatkan di gunung Kahyangan. Wisnu. 3 kosong ) : Lontar : Sunda abad ke-16 Tipe Priangan (Ciburuy. Matahari ditempatkan di arah timur dan bulan di arah barat.

Untuk pertama kalinya nama 'kosmologi' dipergunakan oleh Christian Wolff pada tahun 1731 (cosmologia generalis).1 Pengertian Kosmologi Kosmologi berasal dari kata kosmos yang dalam istilah Yunani berarti Susunan atau ketersusunan yang baik. 4. Manusia dalam naskah Sanghyang Raga Dewata dipandang sebagai mikrokosmosnya jagat raya yang seluruh kehidupannya harus selalu menjalankan segala siksa 'ajaran' Sanghyang Darma. . di samping psikologi rasional dan teologi rasional. Lawan kata dari kosmos adalah khaos.Iswara. Filsafat Skolastik memakai nama 'filsafat alami' (philosophia naturalis). terutama dalam hubungan langsung dengan dirinya sendiri. Menurut tradisi. Untuk mencegah bahaya kekacauan. dan Siwa. Mahadewa. Kemudian diterangkan juga oleh Plato. Istilah kosmologi belum lama dipakai. sebaiknya selalu ditambah kata penjelasan menjadi 'kosmologi filosofis'. untuk menunjukkan ilmu mengenai evolusi kosmis. maka uraian filosofis kerap dipakai nama 'filsafat alam dunia'. akhir-akhir ini juga dipergunakan dalam ilmu-ilmu empiris. baik dalam kehidupan seharihari maupun dalam ilmu pengetahuan. sebagai salah satu pengkhususaan metafisika umum (ontologi). Gambaran Kosmologis 4. Ia juga yang berhak mengendalikan Batara Basuki di bumi dan Batara Baruna di lautan. Pengertian 'dunia' yang menunjukkan objek material mengacu kepada apa yang dialami dan dihayati oleh manusia sebagai lingkungan. Jikalau mempergunakan nama 'kosmologi'. atau lebih khusus 'kosmologi metafisik'. Itulah yang dianggap manusia ideal yang kelak dapat mencapai surga abadi. yang berarti keadaan kacau balau. Istilah kosmologi. Kosmologi merupakan ilmu pengetahuan tentang alam atau pun dunia. Istilah 'dunia' mengandung arti bermacam-macam. untuk pertama kalinya istilah kosmos diterapkan pada alam dunia oleh Pythagoras. serta kata logos yang berarti ilmu. Aristoteles menyebut istilah kosmologi sebagai fusika (tetapi tidak menurut kata modern).

--. Yang dimaksudkan dengan 'dunia' dalam penyelidikan kosmologi. jadi perlu sekali agar manusia diikutsertakan dalam objek penyelidikan kosmologi. berdasarkan beberapa kenyataan. Berdasarkan kesatuan objektif. melainkan mengungkap hakikat sendiri yang membuat dunia itu menjadi dunia. Dunia menurut komprehensinya (kepadatan atau arti) memuat inti sari segala dunia lain. dan manusia tidak boleh dikesampingkan begitu saja dari kosmologi. Maka dunia tidak dengan apriori dapat dibatasi pada dunia biotik saja. kiranya dalam manusia itu unsur kedunia(wi)an bercorak sangat intensif. melainkan 'keutuhan dunia' selengkapnya. dan di dalam manusia juga didapati pokok kedunia(wi)an itu. tidak hanya dipermasalahkan barang benda mati. Manusia pun menjadi bagian dunia.atau menurut akarnya. manusia tidak hanya merupakan bagian dunia dengan begitu saja. Sebenarnya hubungan keduanya sangat erat. dalam rangka kosmologi ditempatkan kembali pada lingkup mendasar yang paling mendalam. Manusia hanya menemui diri dalam korelasi dengan manusia lain dan . Berdasarkan kedua pendapat tersebut.menurut inti dan hakikatnya yang mutlak. karena adanya kesatuan objektif dan kesatuan formal. ataupun makhluk-makhluk lain menurut tubuhnya saja. sehingga tidak hanya menunjukkan aspek ini atau segi pandangan itu. dipelajari menurut kedunia(wi)an atau kekosmosannya. justru menurut inti sari kedunia(wi)an.Dunia menurut ekstensinya (keluasan atau lingkup) mengandung segala macam dunia dengan segala bagian dan aspeknya. Semua dunia lainnya adalah terbatas dan dirangkum dalam dunia yang tuntas itu. sehingga tidak ada apa-apa yang dikecualikan darinya. macam-macam dunia yang Dunia diteliti sejauh mendunia atau sejauh 'mengkosmos'. Justru sebaliknya. dunia diselidiki sejauh merupakan dunia. Semua dunia lainnya lebih sempit dari itu dan menjadi pengkhususan arti mendasar. --. Pada umumnya dunia terlalu dibedakan dari manusia dan manusia dari dunia. Sebaliknya. ditemukan dalam ilmu-ilmu atau yang dialami dalam hidup sehari-hari. adalah dunia sejauh kita alami seutuhnya. Jadi.

Refleksi manusia atas dirinya secara konkret dan menyeluruh merupakan pula refleksi atas dunia. dan hanya manusia yang sungguh-sungguh mempunyai suatu proyek mengenai dunia. Kosmologi pun bertitik tolak pada pengalaman mengenai gejala-gejala dan data-data. . Kosmologi misalnya bertanya: dunia itu apa? Ruang dan waktu itu apa? dsb. atau menurut keberadaannya. Hanya di dalam dan melalui manusia sendiri dunia dapat disentuh secara formal menurut hakikatnya. Struktur dan hukum itu secara formal tidak termasuk dalam parameter-parameter ilmu empiris. Dipelajarinya struktur-struktur kosmos yang pokok dan norma-norma yang terukir di dalamnya dengan langsung. tetapi langsung dipahami menurut intinya dan menurut tempatnya dalam keseluruhan dunia. tetapi selalu 'diandaikannya'. Antarkomunikasi itu pada dasarnya meliputi aspek artipemahaman dan nilai-penghargaan. Kosmologi mencari struktur-struktur dan hukum-hukum yang paling umum dan mendalam dalam kenyataan duniawi seluruhnya. gejala-gejala dan data-data itu tidak ditangkap dalam kekhususannya. Kosmologi adalah pemahaman dasar tentang kosmos sejauh dapat dipertanggungjawabkan secara kritis. atau yang dari satu bidang kenyataan saja. melainkan berpangkal dari 'keseluruhan faktisitas' duniawi. Itu berarti bahwa hanya manusialah yang berhubungan dengan dunia secara sadar. --tidak juga manusia tanpa dunia. demikian juga sebaliknya. Kosmologi tidak bertitik tolak dari hanya satu macam fakta-fakta tertentu. Mereka memungkinkan adanya kenyataan dengan hukum-hukumnya seperti diselidiki oleh ilmu-ilmu empiris itu. Kosmologi menyelidiki dunia sebagai suatu keseluruhan menurut dasarnya. Manusia dan dunia saling mengimplikasikan dan saling mendukung.dengan dunia pada umumnya. Maka dunia tidak mungkin dipahami tanpa manusia. sebalinya dunia hanya ditemukan dalam korelasi dengan manusia. Sedangkan berdasarkan kesatuan formal. Kosmologi juga menjelaskan antarkomunikasi antara semua pengkosmos termasuk manusia. Akan tetapi. refleksi manusia mengenai dirinya sendiri bersama-sama dengan dunia merupakan satu-satunya jalan yang mungkin. Hanya manusia saja yang bertanya tentang dunia.

atau kesaktian. udara. bumi berbentuk keping besar. Kosmos didasari dan dikuasai oleh satu prinsip atau asas. atau seluruh kenyataan merupakan unsur yaitu ada yang tak berubah dan abadi. seperti bola sempurna (sfairos) tanpa kejamakan dan tanpa perbedaan.4. 'kosmos' dan semesta alam merupakan kesatuan bulat. dan roh itu emanasi pertama dari yang satu (To Hen). atau menganggap bahwa kosmos itu merupakan suatu harmoni yang memperdamaikan hal-hal yang berlawanan. atau daya hidup. Daya itu berjumlah tertentu (terbatas). tak terbatas. api. Kosmologi Indonesia memandang bahwa ada kesatuan besar di antara para penghuni kosmos. Dunia bersatu. Yang diperoleh oleh yang satu dikurangi dari yang lainnya. Dunia dan manusia dibedakan. Seluruh kosmos dirasuk (dijiwai) oleh suatu 'zat kejiwaan'. Bagi masing-masing yang ada juga sifat-sifatnya diemanasikan dari intinya. tumbuhan. yaitu Yang Satu. Di dalam orang. atau laut. akan tetapi pada dasarnya semuanya diresapi oleh daya dan sinar sumbernya. tanpa distingsi real. membuat mereka keramat. bilangan-bilangan.2 Pandangan Kosmologi Pandangan para ahli terhadap 'kosmos' berbeda-beda. makhluk dan benda daya itu dapat bertambah atau berkurang. Ada yang menganggap 'prinsip' itu sebagai air. bersandar pada hewan atau telur. Kosmologis ada yang memandang bahwa dunia dan manusia merupakan emanasi dari jiwa sedangkan jiwa itu emanasi roh (Nous). hewan. Ada yang menganggap 'kosmos' merupakan keseluruhan yang bersatu tanpa ketegangan. zat atau daya itu nonpersonal dan pada dasarnya tidak berbeda untuk manusia. Gambaran nyata tentang kosmos kerap sangat primitif. angkasa terwujud taraf-taraf. Oleh karena zat itu ada keserupaan besar di antara mereka. karena dirasuki oleh jiwa dunia sebagai emanasi dari jiwa. Kosmologi di Jawa disistematisasikan kesatuan itu dengan dua cara: . matahari dan bulan ditarik dalam kereta..

manusia (kanibalisme). atau makan daging hewan dihindari. pahing. pusat. dan tidak membawa seluruh jiwa orang lain sertanya. Di seluruh kosmos zat kejiwaan paling banyak hadir dalam manusia. bahkan identitas baku.a. dengan sifat-sifat manusia. Yang segolongan dari masing-masing bidang memiliki kesatuan. Prototipe adalah dunia bersegi empat dengan satu pusat (papat keblat kelimo pancer). tetapi bukanlah identitas (homologi antropokosmis). atau diminum untuk menjadi kuat. dengan pohon-pohon. janganlah mendapat zat kejiwaan dari hewan itu. ludah. sebab zat kejiwaan dalam makanan tersebut terlalu serupa (penampakan. nama) dengan penyakit. agar dia puas. sehingga bisa memberikan kuasa terhadap orang lain. Orang sakit dilarang makan hal-hal tertentu. menurut urutan. serta tulang. jugaada hewan yang memiliki zat kejiwaan kuat. Ini diperkuat oleh . kolomudheng. Manusia dengan napsu-napsu dengan kebatinannya. timur. Penyakit atau rasa sakit berarti kekurangan zat jiwa. sifat). selatan. poncosudo). Juga hari-hari digolongkan: legi. Kelima unsur di bidang lainnya (kiblat angin. Demikian pula terjadi dengan warna-warna. wage. dan bahkan napas. rambut. serupa dengan keteraturan kosmos besar. dan sebaliknya. kliwon. dan khususnya dapat dikonsentrasikan misalnya pada seorang raja atau dukun atau pawang. sehingga dapat tukar tempat satu sama lain (warna tertentu dengan pohon segolongan. misalnya harimau. buaya. atau dengan sifat segolongan). utara. warna. gigi. kuku. empat yang padu dalam kelima (moncopat. Segala bidang kenyataan kosmis diklasifikasikan menjadi lima unsur asasi. darah. barat. dan sebagainya. Hewan kesayangan kadang diakui sederajat dengan tuannya. Daya kejiwaan hewan bisa memperkuat orang. Orang dan hewan sejenis. hewan. Antara manusia (buana kecil atau mikrokosmos) dan alam (buana besar atau makrokosmos) ada keselarasan progresif. banteng. Ludah dan rambut diberi kepada orang yang meninggal. Yang memuat banyak zat kejiwaan atau kesaktian itu ialah jeroan. burung tertentu. Diusahakan untuk melengkapinya dari substansi lain. pon. atau untuk bersatu sebagai sahabat. tumbuhan. Hewan bisa melahirkan manusia. Darah dipakai untuk menciprat. b. Yang memuatnya juga.

Carvaka. Dewa dan roh itu untuk sebagian merupakan personifikasi daya-daya alami. pohon. mata air. berdasarkan 'kekosongan' (sunyata). tambahan zat kejiwaan itu. pohon kelapa. yakni: Kosmologi Hindu. emas. Khusus ada dalam alat-alat yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Budhisme. Masing-masing memiliki bidang 'kerajaan' kesaktiannya. jiwa-jiwa nenek moyang kerap mereinkarnasi dalam hewan. dan melalui suatu evolusi menghasilkan semua substansi. batu. daya tumbuhnya memperlihatkan ukuran kekuatan zat kejiwaan. Daya istimewa dimiliki oleh pusaka-pusaka keraton. -orang dan hewan dari dayanya sendiri atau karena reinkarnasi. dunia adalah prakrti (materi). yaitu roh (manusia). dunia dan manusia bersatu. diperkuat dengan diciprati air atau darah. angkutan. seperti alat tenun. tak sadar dan satu. cendana. Zat kejiwaan juga dimiliki oleh barang benda seperti besi. dengan jalan mengkombinasikan unsur-unsur material. tetapi mereka . Terutama dimilki oleh padi. atau dengan menerima suatu diferensiasi tertentu. juga yang hidup yang sadar. Kesamaan dalam zat kejiwaan juga berlaku untuk tumbuhan. Materi memiliki segala daya dan sifatnya dalam dirinya sendiri. seperti dewa-dewa dan roh-roh pada pintu. dan perak. tetapi pada dasarnya tidak ada distingsi real. entah secara identik dan tanpa diferensiasi. dunia mempunyai adanya dalam Brahman. Sedangkan menurut Kosmologi Budhisme. Purusha-purusha tidak berhubungan satu sama lain. Menurut Kosmologi Hindu. Berdasarkan Carvaka. gunung. sungai. Dan sebaliknya hewan dapat lahir kembali sebagai manusia. makhluk. Adapun menurut Samkhya. Terus-menerus ada persaingan dan perjuangan di antara semua penghuni kosmos untuk memeperoleh Pandangan kosmologi menurut kosmologi India. tetapi yang lebih rendah kerap dengan 'pelindung' pribadi. yang abadi. kencur.pemahaman reinkarnasi. bahwa individualitas orang dan makhluk dan benda menjadi terselubung dalam suatu kolektivisme. benda yang berbeda-beda. aren. perempatan. Dari prakrti secara radikal dibedakan purusha. Namun dalam kenyataan lalu kosmos terpecah belah dalam variasi orang. materi adalah satu-satunya kenyataan dasar. terbagi menjadi beberapa bagian. Sebenarnya kesatuan itu menyebabkan. Prakrti itu abadi. senjata seperti keris. dan Samkhya. khususnya dalam harimau dan buaya.

dan pohon. sesuai dengan empat macam substansi material (tanah. agar dapat mencapai penyadaran diri. Hubungan mereka dengan tubuh bersifat ekstrinsik dan dualistis. kenyataan diwujudkan oleh 'pewujud- . Menurut pandangan Jaina. yaitu manusia. abadi. Sedangkan menurut pandangan Budhisme. yakni: Nyaya yang menyebutkan bahwa kenyataan bukan -ilahi terdiri dari dua macam kenyataan. dan tak kelihatan. Dan ada ataom-atom yang mewujudkan benda dan makhluk material. udara). tanah. Kuantitas semua keempat anasir di seluruh dunia itu tepat sama. yaitu 'cinta' yang menggabungkan anasir-anasir.berhubungan (terikat) pada prakrti. akan tetapi proporsi mereka dalam masing-masing benda itu berbeda-beda. kenyatan terdiri dari dua macam yang berbeda secara radikal. atau ditolak prinsip atau asas intraduniawi mana saja yang menyatukan. Mengenai pandangan pluralistik ini sebagian ahli barat menyebutkan bahwa alam semesta terssusun dari empat anasir. takterbagikan. udara. Substansi-substansi yang bukan berjiwa (ajivas) terdiri dari atomatom. hewan. Ataom-atom itu berjiwa. Ibn Sina. Dua prinsip yang berbeda secara ral dengannya meresapi semua benda duniawi sebagai semacam cairan halus. sebab mereka hanya pasif. tetapi dengan cara berbeda dari macam yang kedua. dan 'benci' yang menceraikannya. Ada substansi-substansi nonmaterial (ruang. dan Ibn Arabi. dan mereka meresapi segala-galanya. mereka melihat dunia dalam kesatuan emanatif atau substansial dengan Allah. air. dan harus membebaskan diri dari keterikatan padanya. yang semua sama saja dan tidak bersifat apa pun. yaitu api. Pandangan pluralistik menurut kosmologi India. dan air. sesuai dengan pendapat al-Farabi. Dan substansi material satu sama lain pun begitu. kekal. Kesatuannya dalam substansi adalah hanya ekstrinsik. atau kesatuan yang masih diterima terlalu lemah dan ekstern. Jenis kedua adalah substansisubstansi berjiwa (jivas) yang berindra dan sadar. Menurut pandangan kosmologis Islam. jiwa. api. Mereka empatmacam. masing-masing dengan sifatnya sendiri. waktu. Atom-atom itu infinitesimal kecilnya. budi) yang bersifat individual. Kosmologi pluralisme dan rendensi pluratistis dipandang bahwa dunia seluruhnya tanpa kesatuan. takterobservasikan. terbagi atas tiga.

yang psikis sensitif. dan demikian pula secara lebih universal berlaku bagi segala substansi kosmis di samping manusia. Gambaran kosmos dalam filsafat Pancasila ditemukan pada keempat sila yang bersangkutan dengan dimensi horisontal (kedua sampai kelima). tetapi bersamanya diasumsikan adanya substansi-substansi infrahuman. Tetapi juga mereka tidak terpisahkan satu sama lain sebagai monad-monad. Dharma itu tidak tetap. mengasumsikan. tetapi diberi dan dipertahankan oleh daya ekstrinsik (Allah). kemudian juga dalam dalam keseluruhan kosmos. Persatuan Indonesia. Menurut tarafnya substansi-substansi berbeda secara esensial. Indonesia mempunyai pandangan sebagaimana kita kenal dengan kosmologi Pancasila. yang terbedakan dan tidak tereduksikan satu sama lain. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. menurut model atomistispluralistis.3 Gambaran Kosmologis Naskah Sanghyang Raga Dewata Naskah Sanghyang Raga Dewata menggambarkan tentang mitos penciptaan alam yang diawali dengan dibangunkannya siang dari kegelapan . dengan identitas dan kepentingan pribadi. tetapi tetap ada keserupaan mendasar. Pluralisme menurut kosmologi Islam.pewujud ultima' (dharma). tetapi mereka bersama dengan manusia merupakan satu keseluruhan. Manusia bertempat pada pusat keempat sila horisontal itu. Kosmologis Pancasila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan perwakilan. pertama-tama dalam jenis dan taraf mereka. dan menjadi suatu hierarki teratur. karena yang satu diganti dan diikuti oleh yang lainnya. Kesatuan substansial mereka tidak muncul dari dirinya sendiri. Mereka adalah: Kemanusiaan yang adil dan beradab. Manusia sekaligus bersifat individual dan bersifat sosial (monodualisme). yang mengkonsenstitusikan suatu proses. Mereka masingmasing berdikari sebagai substansi. merupakan titik-titik seketika. bahwa substansi-substansi kosmos bukanlah merupakan satu substansi raksasa menurut model kolektivis-monistis. dengan sifat-sifat yang berbeda-beda pula. yang biotik. dan yang fisiokismis. Mereka berhubungan satu sama lain. ialah bahwa segala diciptakan oleh Alloh dalam keterpecahan total. 4.

1) yu nuhir rahina kuL m / nu tumapah dYiwang awang ta bayu ya ganal ning bayu / alitning bayu ya di sa 2) rira / ya pananyaan-k[a] alit ning bayu / ka bujanggaan ning bayu / kawisesaaning bayu / ya sanghYang 3) pat t gan / ya sanghYang kasatYan / sanghYan (ng) kapramanaan ning bayu / ngaranYa / (sanghYang warga) sanghYang bayu wisesa 4) / sanghYang bayu si hurip / sanghYang bayu sang kara / sanghYang bayy sakrati/ bagawat saseda tapa/ sanghYang ba yang menjelaskan bahwa setelah dibangunkan siang dari kegelapan. dan bintang-bintang di bawah naungan angkasa: 02 b. Matahari ditempatkan di arah timur dan bulan di arah barat. Gambaran kosmologis masyarakat Sunda yang tampak dalam naskah Sanghyang Raga Dewata dapat kita ketahui melalui teks bagian 02a. Ia juga berhak mengendalikan Batara Basuki di bumi dan Batara Baruna di lautan. matahari.1) aya pr tiwi / hantö pitatanggungnganön nana / aing dek[a] ngayuga akasa / teka breh aya 2) akasa / di bwana / mtöu sakeng tanhana / anggös ta R p pwa k-katuruban-ku akasa / ah care 3) k[a] na tmen pwak[a] aing dek[a] ngayuga wulan / wentang aditYa / ngösYan akasa / ang 4) gös ta breh waya wulan / wentang aditYa / mtöu sakeng tanhana / wulan ti barat / a 02 a. yaitu 021. bulan. matahari. diciptakanlah bumi. Bumi. nirwana. 02 a. Wisnu. dijadikan dari sebutir telur. Setelah itu. kemudian menjadi Batara Guru dapat menjelma sebagai Brahma. dan dari sekepal tanah menjelma sebagai Sanghyang Tunggal.malam oleh kekuatan Sang Bayu. yakni mitos tentang penciptaan alam yang diawali dengan dibangunkannya siang dari kegelapan oleh kekuatan Sang Bayu. Manusia dipandang sebagai mikrokosmosnya jagat raya yang seluruh kehidupannya harus selalu menjalankan segala siksa atau ajaran Sanghyang Darma. Iswara.1) sampai 02a-4. Kemudian mitos penciptaan alam semesta tampak pada teks berikutnya. dan Siwa. bulan.1) dan sebelumnya.1) ditYa ta wetan / agös ta ray börang / cang ang / ti inya manang na tuha na L mah / manan[a] Itulah manusia ideal yang kelak dapat mencapai surga abadi atau . dan bintang-bintang di bawah naungan angkasa. diciptakanlah bumi. Mahadewa.

timur. Gambaran nyata tentang kosmos kerap kali sangat kuno.1) ditYa ta wetan.1-4). selatan serta pusat 'tengah'. kemudian dari sekepal tanah menjelma Sanghyang Tunggal. atau laut. Gambaran tentang adanya mitos sebagaimana tampak dalam teks sejalan dengan pandangan kosmologis Indonesia yang menyebutkan bahwa terdapat kesatuan besar di antara para penghuni kosmos. angkasa terwujud taraf-taraf.2) na akasa / ti inya mana na tuha na pöting manan na börang / carek[a] na tm n anggös wa 3) ya na bumi bwana / aya L mah aya akasa / aya börang / aya pöting / hantö piosYin nana / a 4) ing dek[a] ngayuga raga / ngösYin bwana agös ta breh ta ya raga di bwana / mitu sangke tan ha. bersandar pada hewan atau telur. kiri. matahari dan bulan ditarik dalam kereta. api. Seluruh kosmos dijiwai oleh suatu daya hidup. seperti pendapat bahwa bumi berbentuk keping besar. sebagagaimana dijelaskan dalam teks Sanghyang Raga Dewata. 03 a. 2) kesang di pauc ku ti katuhu / dikepeskön-ka kidul breh jadi laut haru 3) s / di pauc ku ti kecanyca dikepeskön ka tenyca breh laut LöLöy / ang 4) gös ta Rör tutul boc cimata ing / breh jadi caing ngalwa . serta bulan di arah barat dapat dilihat pada teks 02b. bawah. Penempatan matahari di sebelah timur. yaitu bahwa bumi tercipta dari sebutir 'telur'. atau kanan. serta tengah 'pusat' dalam teks SRD tampak pada bagian 03a.2-4) 03a. utara. atas. tampak dalam teks 03a. Tentang penempatan arah angin seperti barat.4) wulan ti barat / a (02 a. dan udara.1) ti / diri ti juti / ngahusir niskala / diri ti sakala / anggös ta masana tm n ökör mangraga / boc[a] 2) kesang di pauc ku ti katuhu / dikepeskön-ka kidul breh jadi laut haru 3) s / di pauc ku ti kecanyca dikepeskön ka tenyca breh laut LöLöy / ang 4) gös ta Rör tutul boc cimata ing / breh jadi caing ngalwa lwahhan / nujang ka ka laut / Kemudian dilanjutkan dengan penciptaan-penciptaan laut (air). tanah.

namun bukanlah identitas (homologi antropokosmis). poncosudo atau pancasada). Manusia dengan nafsu-nafsu. teks SRD lebih lanjut menggambarkan Sanghyang Tunggal yang kemudian menjadi Batara Guru serta ditempatkan di Gunung Kahyangan. bahwa segala bidang kenyataan kosmis diklasifikasikan menjadi lima unsur asasi. pon. serupa dengan keteraturan kosmos besar.lwahhan / nujang ka ka laut / Kesatuan kosmologis. sebagaimana terlihat dalam teks 10b. barat. pahing. Setelah terjadinya proses penciptaan bumi dari sebutir telur. baik di Jawa Tengah (Jawa) maupun di Jawa Barat (Sunda) tersistematisasikan menjadi dua cara: yang pertama.1) na para dewata kabeh / ka magung batara guru / ka yuga sanghYang tugal / mangkuk [a] dina kasorgaan na 2) batara guru / dina brahma wisnu / iswarra / mahadewa / siwah carek[a]na tm n ayöna ma agös[a] 3) waya pidewataönnana / dibönang ngi ngayuga bumi bwana / ka handap ka j RO sapa(ta)la / ba 4) tara basuki sang naga raja / ka laut batara baruna / ayöna ma p p k[a] nuh / aya dewata Teks berikutnya menggambarkan bahwa Batara Guru pun berhak untuk mengendalikan Batara Basuki di bumi dan Batara baruna di lautan. Demikian pula halnya dengan hari-hari. antara manusia (buana kecil atau mikrokosmos) dan alam (buana besar atau makrokosmos) ada keselarasan progresif. wage. kaliwon. sebagaimana tampak pada teks nomor 10b.3) waya pidewataönnana / dibönang ngi ngayuga bumi bwana / ka handap ka j RO sapa(ta)la / ba 4) tara basuki sang naga raja / ka laut batara baruna / ayöna ma p p k[a] nuh / aya dewata Manusia dalam SRD dipandang sebagai mikrokosmosnya jagat raya yang seluruh kehidupannya harus selalu menjalankan segala siksa 'ajaran' Sanghyang . empat yang padu termasuk yang kelima (moncopat. Prototipe adalah dunia bersegi empat dengan satu pusat (papat keblat kelimo pancer atau madhab opat kalima pancer) menurut urutan: selatan. utara.1-2) 10 b. kolomudheng. timur.3-4) 10b. Kedua. pusat. dengan kebatinannya. digolongkan menjadi legi/manis.

yang biotik. demikian pula secara lebih universal berlaku bagi segala substansi kosmis di samping manusia. keempat sila (sila ke-2 sampai ke-5) tersebut mengacu pada sila pertama. yang psikissensitif. yang dapat kita temukan pada keempat sila yang bersangkutan dengan dimensi horisontal (kedua sampai kelima). 5 Penutup . Namun. bahwa segala sesuatu berpusat kepada Sanghynag Tunggal (Yang Mahaesa). 11 a. Itulah manusia ideal yang kelak dapat mencapai surga. dan 11b. dan yang fisiokimis. Hal ini sejalan pula dengan apa yang digambarkan dalam Sanghyang Raga Dewata. Pada akhirnya. Manusia sekaligus bersifat individual dan bersifat sosial (monodualisme). Tetapi bersamanya diasumsikan adanya substansi-substansi infrahuman. Kosmologi Pancasila mengasumsikan bahwa substansi-substansi kosmos bukanlah merupakan satu substansi raksasa menurut model kolektivitas-monistis. Manusia menempati keempat sila horisontal dalam Pancasila.1) da / sang manon lain pangkat laku su sang manon / Löpang tö kajööng tonggong / datang tö kajööng bö 2) ngöt / i yata kat mu pangkat sanghYang kala kaRöpat lakar ngaraning bwana / pata ngaraning bn r / linglang 3) laling L ngny p / tan kasurk ran deneng suk r / apan mtu hilang tanhana / ti sarira / apan 4) nolas sadakala / teka mtu hilang ti sarira / matangYan / tan katuduh ha ku sang manon / ari da 11 b. yakni sila Ketuhana Yang Mahaesa.Darma.1) pada ngaranYa / apan prang nir mala / apan nolasa sadakala / apan sang manon mtu hilang tanhana / apa 2) n sang manon mtu hilang tan pa sarira / apan sa manon mtu hilang tan pa karana / apa sang ma 3) non mtu hiling tan pa kahanan / matangYan tan kas guh paran sang manon / lamun ka i 4) yatnakna sanghYang ming t / haywa lupa / sang manon tan pa dora / lamun kasik p ning nya napa Gambaran kosmologis dalam SRD sejalan dengan gambaran kosmos filsafat Pancasila. seperti tampak pada teks 11a. mereka juga tidak terpisah satu sama lain sebagai monad-monad menurut atomistis-pluralistik.

Achadiat 1988 . Setelah itu. Ikram. (Tesis Magister Humaniora). matahari. Yogyakarta: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi). Tatakrama. Anton. Manusia dalam naskah Sanghyang Raga Dewata dipandang sebagai mikrokosmosnya jagat raya yang seluruh kehidupannya harus selalu menjalankan segala siksa 'ajaran' Sanghyang Darma. Etika. Bud. Sastra. SRD menggambarkan kosmologis masyarakat Sunda pada saat teks itu ditulis. bulan. diciptakanlah bumi.Naskah Sanghyang Raga Dewata merupakan naskah lontar abad ke-16. Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan. 1985 “Keadaan dan Jenis-Jenis Naskah Sunda: Keadaan dan Perkembangan Bahasa. Yogyakarta: Kanisius. Bakker. Matahari ditempatkan di arah timur dan bulan di arah barat. 1998 Sanghyang Hayu: Kajian Filologis Naskah Bahasa Jawa Kuno di Sunda pada Abad XVI. yakni berisi mitos tentang penciptaan alam yang diawali dengan dibangunkannya siang dari kegelapan oleh kekuatan Sang Bayu. Darsa. Itulah yang dianggap manusia ideal yang kelak dapat mencapai surga abadi. DAFTAR PUSTAKA Ayatrohaedi 1981 “Peranan Benda Purbakala dalam Historiografi Tradisional” dalam Majalah Ilmu-Ilmu Sastra Indonesia. Ekadjati. dan bintang-bintang di bawah naungan angkasa. Bandung: Kerjasama Lembaga Kebudayaan Unpad dengan The Toyota Foundation. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Undang Ahmad. Dik. Direktorat Jenderal Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bandung: Pascasarjana Universitas Padjadjaran. dan Seni Pertunjukan Jawa Bali Sunda. Edi Suhardi. Penelitian dan Penerbitan Buku/Majalah Pengetahuan Umum dan Profesi Dep. menggunakan huruf dan aksara Sunda Kuno serta digubah dalam bentuk prosa. 1993 Kosmologi & Ekologi: Filsafat tentang Kosmos sebagai Rumahtangga Manusia.

Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 02 RW. Keterangan Penulis: Elis Suryani NS. 23 Ciharegem RT. 40620 Tlp. 2000 Sanghyang Raga Dewata : Naskah Lontar Abad XVI Masehi Gambaran Kosmologis Masyarakat Sunda. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Suryani . Bandung: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Barat. 1996 Wawacan Raramendut: Sebuah Kajian Filologis. 04 Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang-Bandung. S. No. (022) 91363955 . 2004 Kamus Bahasa Sunda Buhun. Bandung: Alqaprint. Jalan Mochamad Yusuf No.S. 1978 “Pengkajian Sastra-Sastra Tradisional Indonesia’ dalam Bahasa dan Sastra Tahun IV Nomor 6. M.085220621566 . Program Pascasarjana Unpad . Robson. Jakarta: Program Penggalakan Kajian Sumber-sumber Tertulis Nusantara. Staf Pengajar Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran Magister Sains (S2) Tahun 1990.O. Dra. Elis. Bandung: Pascasarjana Unpad. 3 Tahun I. BKU Filologi . 1990 Wawacan Panji Wulung: Sebuah Kajian Filologis (Tesis).1980 “Perlunya Memelihara Sastra Lama”. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran 2003 Kamus Bahasa Sunda Kuno-Indonesia. Analisis Kebudayaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->