P. 1
Perbup 11 Dinas Daerah

Perbup 11 Dinas Daerah

|Views: 203|Likes:
Published by kel_macorowalie

More info:

Published by: kel_macorowalie on Apr 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2014

pdf

text

original

PERATURAN BUPATI PINRANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PINRANG NOMOR 19 TAHUN 2008

TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN PINRANG BUPATI PINRANG,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka menindaklanjuti ketentuan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pinrang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Pemerintah Kabupaten Pinrang, uraian tugas pokok dan fungsi masing-masing dinas Kabupaten Pinrang, dimana dalam pasal 48 ditentukan bahwa penjabaran lebih lanjut tentang tugas dan fungsi masing-masing dinas diatur dalam suatu uraian tugas yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu dilakukan penjabaran yang dituangkan dalam Peraturan Bupati. : 1. Undang–Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1822 ); 2. Undang–Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok–pokok Kepegawaian ( Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 ( Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890); 3. Undang–Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851 ); 1

Mengingat

4. Undang–Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan ( Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389); 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548); 6. Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4593); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten/kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737 ); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741); 10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah; 11. Peraturan Daerah Kabupaten Pinrang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Kabupaten Pinrang; 12. Peraturan Daerah Kabupaten Pinrang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Pemerintah Kabupaten Pinrang. 2

MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN

DAERAH KABUPATEN PINRANG NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN PINRANG
BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bupati ini, yang dimaksud dengan : 1. Daerah Otonomi yang selanjutnya disebut Daerah adalah kesatuan hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia; 2. Pemerintah Daerah adalah penyelenggara urusan pemerintahan oleh pemerintah Daerah dan DPRD menurut azas otonomi dan tugas pembatuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 3. Pemerintahan Daerah adalah Bupati dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan; 4. Bupati adalah Bupati Pinrang; 5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah lembaga Perwakilan Rakyat Daerah sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah; 6. Organisasi Pemerintahan adalah Organisasi Pemerintah dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Pinrang yang merupakan perangkat daerah kabupaten Pinrang. 7. Dinas adalah Dinas lingkup pemerintah Kabupaten Pinrang yang merupakan unsur pelaksanaan otonomi daerah; 8. Sekretariat adalah Sekretariat pada dinas lingkup pemerintah Kabupaten Pinrang; 9. Bidang adalah bidang pada dinas lingkup pemerintah Kabupaten Pinrang; 10. Seksi adalah seksi pada dinas lingkup pemerintah Kabupaten Pinrang; 11. Sub bagian adalah sub bagian pada dinas lingkup pemerintah Kabupaten Pinrang; 12. Kelompok jabatan fungsional adalah kelompok jabatan fungsional pada dinas lingkup pemerintah Kabupaten Pinrang; 13. Unit pelaksana teknis yang disebut dengan UPT adalah unit pelaksana teknis pada lingkup pemerintah Kabupaten Pinrang; 3

BAB II PELAKSANAAN Pasal 2 Dengan Peraturan Bupati ini melaksanakan Peraturan Daerah Kabupaten Pinrang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Pemerintah Kabupaten Pinrang. BAB III PEMBENTUKAN DAN KEDUDUKAN Pasal 3 Dalam rangka penyelenggaraan pemerintah, pembangunan dan pelayanan umum masyarakat, Pemerintah Daerah membentuk organisasi dan tata kerja dinas lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Pinrang. Pasal 4 (1) Organisasi dan Tata Kerja sebagaimana dimaksud Pasal 3 Peraturan Daerah ini, terdiri dari : a. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga; b. Dinas Kesehatan; c. Dinas Sosial, Kebudayaan dan Pariwisata; d. Dinas Pekerjaan Umum; e. Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air; f. Dinas Kelautan dan Perikanan; g. Dinas Pertanian dan Peternakan; h. Dinas Kehutanan dan Perkebunan; i. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi; j. Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah; k. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil; l. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika; m. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah; n. Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran; dan o. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Mineral (2) Dinas daerah dipimpin oleh seorang Kepala Dinas dan berkedudukan sebagai unsur pelaksana otonomi daerah dan tugas pembantuan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

4

BAB IV DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pasal 5 Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Pendidikan, Pemuda dan Olahraga yang menjadi tanggung jawabnya dan kewenangan lain yang diserahkan oleh Bupati kepadanya. Pasal 6 Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada pasal 4 dinas pendidikan, pemuda dan olahraga mempunyai fungsi : a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan, Pemuda dan Olahraga berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku; b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang Pendidikan, Pemuda dan Olahraga; c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugas dan kewenangannya; d. Pengelolaan admistrasi umum meliputi ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian, dan perlengkapan; e. Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas; f. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya; Bagian Kedua Susunan dan Struktur Organisasi Pasal 7 (1) Organisasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga terdiri dari : a. Kepala Dinas b.Sekretariat 1. Sub Bagian Perencanaan ; 2. Sub Bagian Keuangan 3. Sub Bagian Umum c. Bidang Kurikulum 1. Seksi Kurikulum Dasar 2. Seksi Kurikulum Menengah 3. Seksi Peningakatan mutu d.Bidang Pendidikan Dasar 1. Seksi Manajemen Pendidikan 5

2. Seksi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 3. Seksi Sarana dan Prasarana e. Bidang Pendidikan Menengah 1. Seksi Manajemen Pendidikan 2. Seksi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 3. Seksi Sarana dan Prasarana f. Bidang Pendidikan Luar Sekolah 1. Seksi Pendidikan Anak Usia Dini 2. Seksi Pendidikan Keaksaraan, Kesetaraan dan Agama 3. Seksi Pendidikan Masyarakat dan Kelembagaan g.Bidang Pemuda dan Olahraga 1. Seksi Pembinaan Kepemudaan 2. Seksi Pembinaan Olahraga 3. Seksi Pembinaan Kesiswaan dan Seni h.Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) i. Kelompok Jabatan Fungsional (2) Bagan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga sebagaimana tercantum dalam lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Bupati ini.

Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 8 Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pasal 5 dan 6 Peraturan Bupati ini, serta memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan staf pelaksana Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.

6

Paragraf 2 Sekretariat Pasal 9 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan dan program, surat-menyurat, administrasi perkantoran, pendistribusian, perlengkapan kantor, kepegawaian, keuangan dan urusan umum. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekretariat mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, administrasi perkantoran, perlengkapan, rumah tangga dan pemeliharaan Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga; b. Pelaksanaan pengelolaan Administrasi Kepegawaian; c. Pelaksanaan hasil penyusunan rencana, program kerja dan pelaporan serta pembinaan organisasi dan tata laksana; Paragraf 2.1 Sub Bagian Perencanaan Pasal 10 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor,menyusun data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas,menyusun rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas,menyusun Perogram kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian perencanaan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor; b. Penyusunan data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas; c. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas; d. Penyusunan Program kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas;

7

Paragraf 2.2 Sub Bagian Keuangan Pasal 11 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub bagian keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas ; b. Pengelolaan administrasi keuangan Dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan Dinas; d. Pengevaluasi anggaran dan penggunaan keuangan Dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan dinas; f. Pelaksanaan kegiatan bidang dalam administrasi keuangan; Paragraf 2.3 Sub Bagian Umum Pasal 12 (1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat dan kearsipan serta urusan rumah tangga dan perlengkapan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian umum mempunyai fungsi : a. Pengelolaan kegiatan surat menyurat yang meliputi pengetikan, penggandaan, pengiriman, dan pengarsipan; b. Pengurusan tata usaha perjalanan Dinas; c. Pelaksanaan investasi, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barangbarang inventaris kantor; d. Penyusunan rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan Dinas; e. Pelaksanaan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian. Paragraf 3 Bidang Kurikulum Pasal 13 (1) Bidang kurikulum mempunyai tugas menyusun rencana metode pendidikan, sekolah pendidikan dasar dan pendidikan menengah, membina sumber belajar, mengembangkan teknologi pendidikan, melaksanakan evaluasi mutu pendidikan di 8

sekolah dasar dan menengah sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) bidang kurikulum mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana dan program kerja bidang sebagai pedoman pelaksana tugas; b. Penyusunan konsep rencana mutu pendidikan taman kanak-kanak, sekolah dasar dan pendidikan luar biasa dan sekolah menengah berdasarkan proyeksi data sekolah; c. Penyusunan konsep rencana peningkatan mutu kependidikan berdasarkan data dan informasi serta ketentuan yang berlaku; d. Pemantauan pengembangan Pendidikan dan kurikulum taman kanak-kanak, sekolah luar biasa serta sekolah menengah; e. Pelaksanaan evaluasi pendidikan dan kurikulum petunjuk untuk tahun ajaran baru taman kanak-kanak, sekolah dasar negeri dan swasta, sekolah luar biasa serta sekolah menengah; f. Pelaksanaan pemantauan kurikulum taman kanak-kanak, sekolah dasar negeri dan swasta, sekolah luar biasa serta sekolah menengah; g. Penyusunan laporan bidang sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksana tugas; h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan; Paragraf 3.1 Seksi Kurikulum Dasar Pasal 14 (1) Seksi Kurikulum Dasar mempunyai tugas mempersiapkan bahan petunjuk teknis pembinaan pengembangan penyelenggaraan kurikulum serta evaluasi pendidikan taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah luar biasa. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi kurikulum dasar mempunyai fungsi: a. Pembinaan dan pengembangan kurikulum dalam sumber belajar. b. Pelaksanaan pengembangan kurikulum dalam tehknologi pendidikan; c. Perencanaan dan memprogramkan kurikulum dalam tahun ajaran baru taman kanak-kanak, sekolah dasar negeri dan swasta serta sekolah luar biasa; d. Penyusunan kurikulum taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah luar biasa; e. Pemantauan kurikulum pada taman kanak kanak, sekolah dasar negeri dan swasta serta sekolah luar biasa; 9

f. Pelaksanaan evaluasi kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar di taman kanak kanak, sekolah dasar dan sekolah luar biasa. g. Pelaksanaan evaluasi kurikulum materi muatan lokal dan persiapan kegiatan evaluasi hasil belajar siswa taman kanak kanak, sekolah dasar dan sekolah luar biasa; h. Pelaksanaan kegiatan lain yang diberikan oleh atasan; Paragraf 3.2 Seksi Kurikulum Menengah Pasal 15 (1) Seksi Kurikulum Menengah mempunyai tugas mempersiapkan bahan petunjuk tekhnis pembinaan pengembangan penyelenggaraan kurikulum serta evaluasi pendidikan menengah. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi kurikulum menengah mempunyai fungsi: a. Pembinaan dan mengembangkan kurikulum dalam sumber belajar; b. Pelaksanaan pengembangan kurikulum dalam sumber belajar; c. Perencanaan dan memprogram kurikulum dalam tekhnologi pendidikan; d. Penyusunan kurikulum sekolah menengah; e. Pemantauan kurikulum pada sekolah menengah; f. Pelaksanaan evaluasi kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah menengah; g. Pelaksanaan evaluasi kurikulum materi muatan lokal dan mempersiapkan kegiatan evaluasi hasil belajar sekolah menengah; h. Pelaksanaan kegiatan lain yang diberikan oleh atasan; Paragraf 3.3 Seksi Peningkatan Mutu Pasal 16 (1) Seksi Peningkatan Mutu mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan rencana kebutuhan, peningkatan mutu taman kanak kanak, sekolah dasar dan sekolah luar biasa serta sekolah menengah. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi peningkatan mutu mempunyai fungsi: a. Penyusunan rencana dan program peningkatan mutu pendidikan;

10

b. Penyusunan konsep rencana peningkatan mutu taman kanak kanak, sekolah dasar dan pendidikan luar biasa sekolah menengah berdasarkan proyeksi data persekolahan; c . Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian mutu pendidikan; d Penyusunan laporan sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; e Pelaksanaan kegiatan lainnya yang diberikan oleh atasan; Paragraf 4 Bidang Pendidikan Dasar Pasal 17 (1) Bidang Pendidikan Dasar mempunyai tugas menyusun rencana, pembagian tugas, memberi petunjuk dan pelaksanaan kegiatan di lingkungan bidang pendidikan dasar serta menyusun konsep rencana daya tampung, kebutuhan guru dan memantau pelaksanaan penerimaan siswa baru, kurikulum dan UAS/UAN taman kanak-kanak, sekolah dasar dan pendidikan luar biasa, membina sumber belajar, mengembangkan teknologi pendidikan, melaksanakan evaluasi, menyelenggarakan pendidikan sekolah dasar serta membinan hubungan kerjasama sekolah dengan orang tua murid dan masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksanaan tugas. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) Bidang Pendidikan Dasar mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana dan program kerja bidang sebagai pedoman pelaksana tugas; b. Penyusunan konsep rencana daya tampung taman kanak-kanak, sekolah dasar dan pendidikan luar biasa berdasarkan proyeksi data persekolahan; c. Penyusunan rencana kebutuhan, penyediaan dan pengendalian penggunaan serta perawatan gedung dan perlengkapan sekolah; d. Penyusunan konsep rencana kebutuhan dan peningkatan kemampuan guru dan tenaga kependidikan lainya serta sarana pendidikan berdasarkan data dan informasi serta ketentuan yang berlaku; e. Pembinaan tenaga kependidikan dan administrasi taman kanak-kanak, sekolah dasar negeri dan swasta serta sekolah luar biasa; f. Pemantauan pengembangan pendidikan taman kanak-kanak, sekolah dasar negeri dan swasta serta sekolah luar biasa; g. Pelaksanaan evaluasi pendidikan petunjuk penerimaan siswa baru taman kanakkanak, sekolah dasar negeri dan swasta serta sekolah luar biasa; h. Pemantauan penerimaan siswa baru dan UAS/UAN taman kanak-kanak sekolah dasar negeri dan swasta serta sekolah luar biasa; 11

i.

Pendayagunaan sarana pendidikan taman kanak-kanak, sekolah dasar negeri dan swasta serta sekolah luar biasa; j. Penyusunan laporan bidang sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagi pertanggungjawaban pelaksana tugas; k. Pembinaan kerjasama orang tua murid dan masyarakat dengan sekolah; l. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan; Paragraf 4.1 Seksi Manajemen Pendidikan Pasal 18 (1) Seksi Manajemen Pendididkan mempunyai tugas mempersiapkan bahan petunjuk teknis pembinaan pengembangan penyelenggaraan pendidikan dan kurikulum serta evaluasi pendidikan taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah luar biasa. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi manajemen pendidikan mempunyai fungsi : a. Pembinaan dan pengembangan sumber belajar . b. Pengembangan tekhnologi pendidikan; c. Pelaksanaan evaluasi pendidikan dan petunjuk penerimaan siswa baru taman kanak-kanak, sekolah dasar negeri dan swasta serta sekolah luar biasa; d. Pemantauan penerimaan siswa baru, dan UAS/UAN taman kanak-kanak, sekolah dasar negeri dan swasta serta sekolah luar biasa; e. Pelaksanaan evaluasi tenaga pendidikan dan kegiatan belajar mengajar di taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah luar biasa; f. Pelaksanaan kegiatan lain yang diberikan oleh atasan; Paragraf 4.2 Seksi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Pasal 19 (1) Seksi Pendidikan dan Tenaga Pendidikan mempunyai tugas mempersiapkan bahan dan mengurus penyusunan petunjuk tehnis dan pelaksana pembinaan administrasi dan tenaga kependidikan taman kanak-kanak, sekolah dasar negeri dan swasta serta sekolah luar biasa dan mempersiapkan penyusunan pedoman petunjuk pelaksanaan dan mengadakan hubungan kerjasam dengan masyarakat. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi pendidikan dan tenaga kependidikan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pembinaan administrasi, mengurus pengesahan, pemecahan dan penggabungan taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah luar biasa; 12

b. Penyusunan konsep rencana kebutuhan dan peningkatan kemampuan guru dan tenaga kependidikan lainnya serta sarana pendidikan berdasarkan data dan informasi serta ketentuan yang berlaku; c. Pembinaan tenaga tekhnis dan administrasi taman kanak-kanak, sekolah dasar negeri dan swasta serta sekolah luar biasa; d. Perumusan formasi melakukan registrasi dan sertifikasi untuk tenaga tekhnis sekolah taman kanak-kanak, sekloah dasar negeri dan swasta serta sekolah luar biasa; e. Memproses izin sekolah swasta taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah luar biasa; f. Peningkatan peran badan pembantu penyelenggara pendidikan dan memperluas informasi pendidikan; g. Pembinaan dan pengembangan kerjasama dengan masyarakat dalam bidang pendidikan; h. Penyusunan laporan bidang sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; i. Pengadaan kegiatan lain yang diberikan oleh atasan.

Paragraf 4.3 Seksi Sarana dan Prasarana Pasal 20 (1) Seksi Sarana dan Prasarana sekolah mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan rencana kebutuhan penyediaan sarana dan prasarana taman kanakkanak, sekolah dasar dan sekolah luar biasa; (2) Untuk melaksankan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi sarana dan prasarana sekolah mempunyai fungsi; a. Penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana sekolah; b. Penyusunan konsep rencana daya tampung taman kanak-kanak, sekolah dasar dan pendidikan luar biasa berdasarkan proyeksi data persekolahan; c. Penyusunan rencana kebutuhan, penyediaan dan pengendalian penggunaan serta perawatan gedung dan perlengkapan sekolah; d. Perencanaan dan pengusulan standarisasi perlengkapan sarana dan prasarana sekolah; e. Pelaksanaan pengadaan sarana dan prasarana sekolah; f. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian sarana dan prasarana sekolah; g. Pelaksanaan perawatan sarana dan prasarana sekolah; 13

h. Penyusunan laporan bidang sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagi pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; i. Pelaksanaan kegiatan lain yang diberikan oleh atasan.

Paragraf 5 Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Pasal 21 (1) Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan mempunyai tugas menyusun rencana, pembagian tugas, memberi petunjuk dan pelaksana kegiatan di lingkungan bidang pendidikan menengah serta menyusun konsep rencana daya tampung, kebutuhan guru dan memantau pelaksanaan penerimaan siswa baru, dan UAS/UAN di bidang pendidikan menengah mempunyai tugas membina penyelenggaraan kegiatan administarsi sekolah menengah, membina sumber belajar, mengembangkan tekhnologi pendidikan, melaksanakan evaluasi, menyelenggarakan pendidikan sekolah menengah serta membina hubungan kerjasama sekolah dengan orang tua murid dan masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku; (2) Untuk melaksankan tugas sebagimana dimaksud ayat (1) bidang pendidikan menengah dan kejuruan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana dan program kerja bidang sebagai pedoman pelaksanaan tugas; b. Penyusunan konsep rencana daya tampung sekolah pertama atas sekolah menengah serta sekolah menengah kejuruan berdasarkan proyeksi data persekolahan; c. Penyusunan rencana kebutuhan, penyediaan dan pengendalian penggunaan serta perawatan gedung dan perlengkapan sekolah; d. Penyusunan konsep rencana kebutuhan dan peningkatan kemampuan guru dan tenaga kependidikan lainnya serta sarana pendidikan berdasarkan data dan informasi serta ketentuan yang berlaku; e. Pembinaan tenaga tehknis dan administrasi sekolah pertama dan sekolah menengah atas serta sekolah menengah kejuruan; f. Pemantauan pengembangan pendidikan sekolah pertama dan sekolah menengah atas serta sekolah menengah kejuruan; g. Pelaksanaan evaluasi pendidikan petunjuk penerimaan siswa baru sekolah pertama dan sekolah menengah atas serta sekolah menengah kejuruan; h. Pemantauan penerimaan siswa baru, dan UAS/UAN sekolah pertama dan sekolah menengah atas serta sekolah menegah kejuruan; 14

i.

Pendayagunaan sarana pendidikan sekolah pertama dan sekolah menengah atas serta sekolah menengah kejuruan; j. Penyusunan laporan bidang sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; k. Pembinaan kerjasama orang tua murid dan masyarakat dengan sekolah; l. Pelaksanaan kegiatan lain yang diberikan oleh atasan;

Paragraf 5.1 Seksi Manajemen pendidikan Pasal 22 (1) Seksi Manajemen Pendidikan mempunyai tugas mempersiapkan bahan petunjuk tekhnis pembinaan pengembangan penyelenggaraan pendidikan dan evaluasi pendidikan sekolah menengah; (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi manajemen pendidikan mempunyai fungsi : a. Pembinaan dan pengembangan sumber belajar; b. Pengembangan tekhnologi pendidikan; c. Pemantauan pengembangan pendidikan sekolah pertama dan menengah atas serta sekolah menengah kejuruan ; d. Pelaksanaan evaluasi pendidikan dan petunjuk penerimaan siswa baru sekolah pertama dan sekolah menengah atas serta sekolah menengah kejuruan; e. Pemantauan penerimaan siswa baru, dan UAS/UAN sekolah pertama dan sekolah menengah atas serta sekolah menengah kejuruan ; f. Pelaksanaan evaluasi tenaga kependidikan dan kegiatan belajar mengajar di sekolah menengah; g. Pelaksanaan evaluasi materi muatanlokal dan mempersiapkan kegiatan evaluasi hasil belajar siswa sekolah menengah; h. Penyusunan laporan bidang sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagi pertanggung jawaban pelaksanaan tugas; i. Pelaksanaan kegiatan lain yang diberikan oleh atasan;

15

Paragraf 5.2 Seksi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Pasal 23 (1) Seksi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan mempunyai tugas mempersiapkan bahan dan mengurus penyusunan petunjuk tehnis dan pelaksanaan pembinaan administrasi dan tenaga tekhnis sekolah menengah dan swasta dan mempersiapkan penyusunan pedoman petunjuk pelaksanaan dan mengadakan hubungan kerjasama dengan masyarakat. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seksi pendidikan dan tenaga kependidikan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pembinaan administrasi, mengurus pengesahan, pemecahan dan penggabungan sekolah menengah; b. Penyusunan konsep rencana kebutuhan dan peningkatan kemampuan guru dan tenaga kependidikan lainnya serta sarana pendidikan berdasarkan data dan informasi serta ketentuan yang berlaku; c. Pembinaan tenaga tekhnis dan administrasi sekolah pertama dan sekolah menengah atas serta sekolah menengah kejuruan; d. Pelaksanaan registrasi dan sertifikasi untuk tenaga teknnis sekolah menengah; e. Pelaksanaan proses izin sekolah swasta menengah; f. Pelaksanaan perumusan formasi, melakukan registrasi tenaga tehknis sekolah menengah; g. Peningkatkan peran badan pembantu penyelenggara pendidikan dan memperluas informasi pendidikan; h. Pembinaan dan pengembangan kerjasama dengan masyarakat dalam bidang pendidikan; i. Pelaksanaan kegiatan lain yang diberikan oleh atasan; Paragraf 5.3 Seksi Sarana dan Prasarana Pasal 24 (1) Seksi Sarana dan Prasarana sekolah mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan rencana kebutuhan penyediaan sarana dan prasarana sekolah menengah ;

16

(2) Untuk melaksankan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seksi sarana dan prasarana sekolah mempunyai fungsi; a. Penyusunan rencana dan program kerja bidang sebagai pedoman pelaksanaan tugas; b. Penyusunan konsep rencana daya tampung sekolah pertama dan sekolah menengah atas serta sekolah menengah kejuruan berdasarkan proyeksi data persekolahan; c. Penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana sekolah; d. Perencanaan dan pengusulan standarisasi perlengkapan sarana dan prasarana sekolah; e. Pengadaan sarana dan prasarana sekolah; f. Pendayagunaan sarana pendidikan sekolah pertama dan sekolah menengah atas serta sekolah menengah kejuruan g. Pengawasan dan pengendalian sarana dan prasarana sekolah; h. Perawatan sarana dan prasarana sekolah; i. Penyusunan laporan bidang sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; j. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan Paragraf 6 Bidang Pendidikan Luar Sekolah Pasal 25 (1) Bidang Pendidikan Luar Sekolah mempunyai tugas melaksanakan rencana, program pembinaan pendidikan masyarakat, pendidikan luar sekolah . (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), bidang pendidikan luar sekolah mempunyai fungsi : a. Persiapan bahan pembinaan program kegiatan pendidikan luar sekolah; b. Pengawasan dan pengendalian kegiatan pendidikan luar sekolah dalam rangka standarisasi lulusan; c. Pemeriksaan dan pemberian izin dan ijasah pendidikan luar sekolah; d. Persiapan bahan pembinaan dan pengurusan tenaga kependidikan luar sekolah; e. Persiapan bahan pembinaan sarana pendidikan luar sekolah; f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan;

17

Paragraf 6.1 Seksi Pendidikan Anak Usia Dini Pasal 26 (1) Seksi Pendidikan Anak Usia Dini mempunyai tugas merencanakan program pembinaan kegiatan pendidikan, pengendalian dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan anak usia dini; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi pendidikan anak usia dini mempunyai fungsi : a. Penyusunan bahan pembinaan program kegiatan pendidikan anak usia dini; b. Persiapan bahan pembinaan standarisasi pendidikan anak usia dini; c. Pengendalian dan evaluasi atas kegiatan pendidikan anak usia dini; d. Penyusunan rencana pengadaan tenaga tehknis pendidikan anak usia dini; e. Penyusunan rencana penempatan dan pemerataan tenaga tehknis pendidikan anak usia dini; f. Pembuatan standarisasi tenaga tekhnis pendidikan anak usia dini; g. Pembinaan tenaga tekhnis pendidikan anak usia dini; h. Evaluasi atas penyelenggaraan pendidikan anak usia dini; i. Penyusunan rencana pembinaan dan pemeliharaan sarana pendidikan anak usia dini; j. Pengelolan administrasi sarana pendidikan anak usia dini; k. Pemantauan dan evaluasi sarana pendidikan anak usia dini; l. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan; Paragraf 6.2 Seksi Pendidikan Keaksaraan, Kesetaraan dan Agama Pasal 27 (1) Seksi Pendidikan Keaksaraan, Kesetaraan dan Agama mempunyai tugas menyusun pedoman dan tekhnis pembinaan dan menyusun pedoman kegiatan kesetaraan ujian paket–paket ; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi pendidikan keaksaraan, kesetaraan dan agama mempunyai fungsi : a. Pengumpulan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk tekhnis pembinaan kegiatan kesetaraan pendidikan; b. Pengumpulan bahan pedoman bantuan sarana dan prasarana pendidikan keaksaraan, kesetaraan dan agama ; c. Pelaksanaan kegiatan dibidang Pendidikan Keaksaraan, Kesetaraan dan Agama; d. Pelaksanaan tugas evaluasi kegiatan dan bantuan sarana dan prasarana pendidikan keaksaraan, kesetaraan dan agama; e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan; 18

Paragraf 6.3 Seksi Pendidikan Masyarakat dan Kelembagaan Pasal 28 (1) Seksi Pendidikan Masyarakat dan Kelembagaan mempunyai tugas menyusun pedoman dan petunjuk tekhnis pembinaan pendidikan masyarakat dan kelembagaan, menyusun pedoman kegiatan dan bantuan sarana dan prasarana pendidikan masyarakat dan kelembagaan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi pendidikan masyarakat dan kelembagaan mempunyai fungsi : a. Pengumpulan bahan penyusunan pedoman dan perunjuk tehknis pembinaan kegiatan pendidikan masyarakat dan kelembagaan; b. Penghimpunan bahan pedoman bantuan sarana dan prasarana pendidikan masyarakat dan kelembagaan; c. Pelaksanakan kegiatan dibidang pendidikan masyarakat dan kelembagaan; d. Pelaksanaan evaluasi kegiatan dan bantuan sarana dan prasarana pendidikan masyarakat dan kelembagaan; e. Penyusunan pedoman dan petunjuk tekhnis pembinaan kagiatan pendidikan masyarakat dan kelembagaan; f. Pengumpulan bahan pedoman dan evaluasi serta bantuan sarana dan prasarana pendidikan masyarakat dan kelembagaan; g. Pengumpulan bahan pedoman dan evaluasi serta bantuan sarana dan prasarana kesenian; h. Pelaksanaan pembinaan pendidikan masyarakat dan kelembagaan; i. Pelaksanaan tugas lain yang dibarikan oleh atasan; Paragraf 7 Bidang Pemuda dan Olahraga Pasal 29 (1) Bidang Pemuda dan Olahraga mempunyai tugas mengumpulkan dan menghimpun bahan penyusunan pedoman dan evaluasi bantuan kegiatan serta bantuan sarana dan prasarana kepemudaan, olahraga, kesiswaan dan keseniaan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), bidang pemuda dan olahraga mempunyai fungsi : a. Pengumpulan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk tekhnis pembinaan kegiatan kepemudaan, olahraga, kesiswaan dan seni; b. Pengumpulan bahan pedoman dan evaluasi sarana dan prasarana kepemudaan; c. Pengumpulan bahan pedoman dan evaluasi sarana dan prasarana keolahragaan; 19

d. Pengumpulan bahan pedoman dan evaluasi sarana dan prasarana kesiswaan dan seni; e. Pelaksanaan pembinaan kepemudaan; f. Pelaksanaan pembinaan keolahragaaan; g. Pelaksanaan pembinaan kesiswaan dan seni; h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan; Paragraf 7.1 Seksi Pembinaan Pemuda Pasal 30 (1) Seksi Pembinaan Pemuda mempunyai tugas menyusun pedoman dan petunjuk tekhnis pembinaan kepemudaan, menyusun pedoman kegiatan dan bantuan sarana dan prasarana kepemudaan dan kerjasama antara lembaga organisasi kepemudaan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi pembinaan pemuda mempunyai fungsi; a. Pengumpulan bahan penyusun pedoman dan petunjuk tekhnis pembinaan kegiatan kepemudaan; b. Penghimpunan bahan pedoman bantuan sarana dan prasaran kepemudaan; c. Pelaksanaan kegiatan dibidang kepemudaa d. Pelaksanaan pembinaan Ilmu Pengetahuaan dan Tekhnologi (IPTEK) dan Keimanan Ketakwaan (IMTAQ); e. Pelaksanaan pembinaan dalam kemitraan dan kewirausahaan; f. Pelaksanaan pembinaan dalam rangka peningkatan profesionalisme, kepemimpinan dan kepelaporan; g. Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga organisasi sosial dan yayasan lainnya dalam rangka kegiatan kepemudaan; h. Pelaksanaan pemberdayaan dan pemasyarakatan olahraga serta peningkatan kebugaran jasmani masyarakat; i. Pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan norma dan standar dibidang kepemudaan; j. Pelaksanaan evaluasi kegiatan dan bantuan sarana dan prasarana kepemudaan; k. Pelaksanaan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan;

20

Paragraf 7.2 Seksi Pembinaan Olahraga Pasal 31 (1) Seksi Pembinaan Olahraga mempunyai tugas menyusun pedoman dan petunjuk tekhnis pembinaan olahraga, menyusun pedoman kegiatan dan bantuan sarana dan prasarana keolahragaan; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi pembinaan olahraga mempunyai fungsi : a. Pengumpulan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk tekhnis pembinaan kegiatan olahraga b. Pengumpulan bahan pedoman bantuan sarana dan prasarana keolahragaan c. Pelaksanaan koordinasi antar dinas / instansi terkait dan lembaga non pemerintah; d. Pelaksanaan kegiatan dibidang keolahragaan; e. Pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan olahraga ; f. Pelaksanaan evaluasi kegiatan dan bantuan sarana dan prasarana keolahragaan; g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan; Paragraf 7.3 Seksi Pembinaan Kesiswaan dan Seni Pasal 32 (1) Seksi Pembinaan Kesiswaan dan Seni mempunyai tugas menyusun pedoman dan petunjuk tekhnis pembinaan kesiswaan dan seni, menyusun pedoman kegiatan dan bantuan sarana dan prasarana kesiswaan dan seni; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi pembinaan kesiswaan dan seni mempunyai fungsi : a. Pengumpulan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk tekhnis pembinaan kegiatan kesiswaan dan seni; b. Penghimpun bahan pedoman bantuan sarana dan prasarana keolahragaan; c. Pelaksanaan kegiatan dibidang kesiswaan dan seni; d. Pelaksanaan kegiatan dibidang keolahragaan; e. Pelaksanaan evaluasi kegiatan dan bantuan sarana dan prasarana keolahragaan; f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan;

21

Paragraf 8 Organisasi Pasal 33 (1) Organisasi UPT terdiri dari : a. Kepala UPT b. Kepala Sub Bagian Tata usaha (2) Bagan susunan organisasi UPT tercantum dalam lampiran Peraturan Bupati ini. Paragraf 9 Unit Pelaksana Teknis Pasal 34 UPT bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas pendidikan membina dan mengurus pendidikan pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan. Pasal 35 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pasal 34 UPT mempunyai fungsi : a. Membantu Kepala Dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua jenjang pendidikan dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing; b. Membantu Kepala Dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua jenjang pendidikan sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat; c. Pengusulan mutasi guru dan usul pengangkatan kepala sekolah pada semua jenjang pendidikan di wilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing – masing sesuai tugasnya; d. Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua jenjang pendidikan diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; e. UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing;

22

Paragraf 9.1 Sub Bagian Tata Usaha Pasal 36 (1) Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; (2) Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor unit pelaksana teknis dinas ; (3) Melaksanakan pengelolan administrasi; (4) Mengumpulkan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; (5) Urusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala unit pelaksana teknis dinas; Paragraf 9.2 Pengawasan dan Koordinator Pengawas Pasal 37 (1) Pengawas dan koordinator pengawas adalah tenaga kependidikan profesional yang diberikan tugas, tanggung jawab dan wewenang penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pembinaan dan pengawas pendidikan di sekolah baik pengawasan dalam bidang akademik (tekhnis pendidikan) maupun bidang manajemen (pengelolaan sekolah) (2) Atasan lansung pengawas adalah kepala dinas (3) Koordinator pengawas diangkat atas dasar demokrasi melalui rapat pengawas dan disahkan oleh kepala dinas; (4) Koordinator pengawas mengkoordinir segala tugas kepengawasan di satuan pendidikan TK/SD, SLB, SMP, dan SMS/SMK di kabupaten. Paragraf 9.3 Tugas dan Fungsi Pengawas Pasal 38 1. Tugas Pengawas a. Memantau/mensupervisi kinerja guru dan pembelajaran dan kinerja kepala sekolah dalam mengelola pendidikan; b. Memantau/menilai pelaksanaan ujian sekolah antara lain ; ujian semester, ujian nasional; c. Mengevaluasi pelaksanaan penerimaan murid baru (PMB); d. Membina keprofesionalan guru dan kepala sekolah; 23

e. Melaporkan kinerja guru, pembelajaran dan kepala sekolah dalam mengelola pendidikan; f. Memberi rekomendasi kepada guru dan kepala sekolah yang layak naik pangkat dan layak mendapatkan jabatan tertentu; 2. Fungsi Pengawas a. Pengawas sebagai pengendali mutu pendidikan di sekolah; b. Pengawas sebagai mitra, guru, inovator, konsoler, motivator, assor, evaluator, konsultan serta pusat informasi pendidikan; c. Pengawas membantu guru/kepala sekolah dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan, memberi bimbingan, pakem, inovasi dan penelitian praktis;

Paragraf 9.4 Kewenangan Pengawas 1. 2. 3. 4. Pasal 39 Meningkatkan program peningkatan mutu pendidikan; Menyusun agenda kepengawasan; Menetapkan metode kerja; Menetapkan kinerja sekolah; Paragraf 9.5 Penilik dan Koordinator Penilik (1) Pasal 40 Penilik dan Kordinator Penilik adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggungjawab, wewenang untuk melakukan kegiatan penilikan pendidikan nonformal yang selanjutnya disingkat PNF yang meliputi pendidikan masyarakat, kepemudaan, pendidikan anak usia dini dan keolahragaan. Atasan langsung penilik adalah Kepala Dinas. Koordinator penilik diangkat atas dasar musyawarah dalam rapat pleno penilik dan disahkan oleh Kepala Dinas. Koordinator Penilik mengkoordinir segala kegiatan penilikan pada PKBM dan penyelenggara PNF secara menyeluruh disetiap Kecamatan.

(2) (3) (4)

24

Paragraf 9.6 Tugas Pokok, Sasaran dan Fungsi Penilik Pasal 41 (1) Tugas Pokok Penilik adalah merencanakan, melaksanakan, menilai membimbing dan melaporkan hasil penilaian penilikan PNF. (2) Rincian tugas Penilik sebagai berikut : a. Menyusun rencana tugas kepenilikan; b. Melaksanakan program kerja kepenilikan; c. Melaksanakan pembinaan kepenilikan; d. Melaksanakan penilaian dari kegiatan kepenilikan; e. Melaporkan hasil penilaian kepenilikan; (3) Sasaran penilikan pada program pendidikan masyarakat berkoordinasi bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) adalah : a. Keaksaraan Fungsional (KF); b. Paket A setara SD; c. Paket B setara SMP; d. Paket C setara SMA; e. Penyelenggaraan kursus; f. Kelompok Belajar Usaha (KBU); g. Pengarusutamaan Gender; h. Magang; (4) Sasaran penilikan pada program kepemudaan berkoordinasi bidang pemuda dan olahraga adalah : a. Napak Tilas Route Perjuangan Pahlawan; b. Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP); c. Pembinaan Purna Program Kepemudaan; d. Wisata Pemuda; e. Pemuda Pencinta Alam; f. Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (SP3); g. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka); h. Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP); i. Kemah Satuan Pemuda; (5) Sasaran penilikan pada program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) : a. Taman Penitipan Anak; b. Kelompok Bermain; c. PAUD sejenis; (6) Sasaran penilikan pada program Keolahragaan adalah: a. Olahraga Desa dan Kelurahan; 25

b. Pekan Olahraga Desa dan Kelurahan; c. Kelompok Berlatih Olahraga; (7) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, Penilik mempunyai fungsi : a. Pengendali mutu pendidikan non formal; b. Tutor, inovator, konselor dan pusat informasi pendidikan; c. Mitra kerja dengan pengelola dan penyelenggara program pendidikan formal;

26

BAB V DINAS KESEHATAN Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 42 Dinas Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenangan atau urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Kesehatan yang menjadi tanggung jawabnya dan kewenangan lain yang diserahkan oleh Bupati kepadanya. Pasal 43 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana yang dimaksud pada pasal 42 dinas kesehatan mempunyai fungsi : a. Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi upaya- upaya kesehatan yang meliputi peningkatan kesehatan (Promotif) pencegahan penyakit (perventif) pengobatan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitasi) yang berorientasi pada masyarakat; b. Pelaksanaan pembinaan operasional atas pengelolaan pelayanan kesehatan pada fasilitas-fasiltas kesehatan dan pembinaan kesehatan atas fasilitas non kesehatan yang mempunyai potensi kendali kesehatan masyarakat; c. Pelaksanaan dan evaluasi upaya peningkatan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan; d. Perencanaan dan evaluasi pelaksanaan tugas pelayanan kesehatan keluarga berencana; e. Perencanaan dan evaluasi bantuan pencegahan dan pemberantasan penyakit tertentu yang berjangkit di daerah dan tugas-tugas pemberantasan penyakit lainnya yang berjangkit di daerah dan tugas-tugas pemberantasan lainnya; f. Pelaksanaan dan pengawasan obat, makanan dan minuman; g. Pembinaan dan ketatalaksanaan pelaksanan kesehatan; h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya;

27

Bagian Kedua Susunan dan Struktur Organisasi Pasal 44 (1)Organisasi Dinas Kesehatan terdiri dari : a. Kepala Dinas b. Sekretariat 1. Sub Bagian Perencanaan ; 2. Sub Bagian Keuangan 3. Sub Bagian Umum c. Bidang Bina Pelayanan Kesehatan 1. Seksi Kesehatan Dasar 2. Seksi Kesehatan Rujukan 3. Seksi Pembinaan Puskesmas d. Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 1. Seksi Pengamatan Penyakit, Imunisasi dan Kesehatan Matra 2. Seksi Penanggulangan Penyakit 3. Seksi Penyehatan Lingkungan e. Bidang Kesehatan Masyarakat 1. Seksi Kesehatan keluarga 2. Seksi Gizi Masyarakat 3. Seksi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat f. Bidang Bina Farmasi dan Perbekalan dan Pembiayaan 1. Seksi Farmasi dan Obat Asli Indonesia 2. Seksi Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan 3. Seksi Pengawasan Obat, Makanan dan Alkes g. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) h. Kelompok Jabatan Fungsional (2) Bagan Struktur Organisasi Dinas Kesehatan sebagaimana tercantum dalam lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Bupati ini. Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 45 (1) Kepala Dinas Kesehatan mempunyai tugas pokok memimpin, menyusun, kebijakan pelaksanaan, membina pelaksanaan, sebagaimana dimaksud pasal 42 dan 43 mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan tugas Dinas Kesehatan sesuai 28

dengan kebijaksanaan Bupati dan dengan memperhatikan petunjuk / pedoman teknis dari Menteri Kesehatan RI. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok pada ayat (1) Kepala Dinas mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pembinaan umum di bidang kesehatan, meliputi tugas kewenangan desentralisasi dan di bidang kesehatan sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku; b. Pelaksanaan pembinaan teknis di bidang upaya kesehatan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI; c. Pelaksanaan pembinaan operasional sesuai kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Bupati; Bagian Kedua Paragraf 2 Sekretariat Pasal 46 (1) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas pokok melakukan urusan perencanaan umum dan program, penyediaan data dan informasi kesehatan monitoring dan evaluasi program, kepegawaian, keuangan, perlengkapan surat menyurat, humas dan protokol, perpustakaan serta hukum kesehatan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok pada ayat (1), sekretariat mempunyai fungsi : a. Penyusunan perencanaan umum dan program, penyediaan data dan informasi kesehatan, monitoring dan evaluasi program serta penyusunan laporan; b. Pengelolaan administrasi kepegawaian; c. Pengelolaan administrasi keuangan; d. Pengelolaan urusan umum, surat menyurat, perlengkapan, kerumah tanggaan, humas dan protokol, perpustakaan serta hukum kesehatan; e. Pelaksanaan koordinasi lintas sektor dan program dalam upaya kesekretariatan; f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya;

29

Paragraf 2.1 Sub Bagian Perencanaan Pasal 47 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor, menyusun data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas, menyusun rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas, menyusun perogram kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas. (1) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian perencanaan : a. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor; b. Penyusunan data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas; c. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas; d. Penyusunan Program kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas; Paragraf 2.2 Sub Bagian Keuangan Pasal 48 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas ; b. Pengelolaan administrasi keuangan Dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan Dinas; d. Pelaksanaan evaluasi anggaran dan penggunaan keuangan dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan dinas; f. Pelaksanaan pembantuan kegiatan sub dinas dalam administrasi keuangan;

30

Paragraf 2.3 Sub Bagian Umum Pasal 49 (1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat dan kearsipan serta urusan rumah tangga dan perlengkapan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian umum mempunyai fungsi : a. Pengelolaan kegiatan surat menyurat yang meliputi pengetikan, penggandaan, pengiriman, dan pengarsipan; b. Pengurusan tata usaha perjalanan dinas; c. Pelaksanaan investasi, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barangbarang inventaris kantor; d. Penyusunan rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan dinas; e. Pelaksanaan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian; Paragraf 3 Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Pasal 50 (1) Bidang Bina Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas menyelenggarakan peningkatan mutu dan pembinaan pelayanan kesehatan dasar, kesehatan rujukan serta keperawatan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) , bidang bina pelayanan kesehatan mempunyai fungsi. a. Perencanaan tahunan dan lima tahunan upaya pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan; b. Pembinaan terhadap pelaksanaan manajemen kesehatan pada sarana pelayanan kesehatan; c. Pembinaan terhadap pelaksanaan sistim informasi pada sarana pelayanan kesehatan; d. Pelaksanaan pembinaan terhadap pelaksanaan sistem informasi pada sarana pelayanan kesehatan e. Pengelolaan pelayanan kesehatan rujukan sekunder dan tersier tertentu f. Registrasi, akreditasi, dan sertifikasi sarana kesehatan sesuai bidang tugasnya dan sesuai peraturan perundang-undangan. g. Pemberian rekomendasi izin sarana kesehataan dan ketenagaan h. Penyelenggaraan pembelajaran organisasi dalam bidangnya, baik dalam bentuk rapat-rapat bulanan maupun yang bersifat pendidikan dalam jabatan pelaksanaan progam dalam upaya pelaksanaan pelayanan kesehatan. 31

i.

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai dengan bidang tugasnya. Paragaf 3.1 Seksi Kesehatan Dasar

Pasal 51 (1) Seksi Kesehatan Dasar mempunyai tugas melaksanakan upaya pengaturan, pembinaan dan pengawasan pelayanan kesehatan dasar ( Puskesmas ) (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi Kesehatan dasar mempunyai fungsi : a. Penyusunan dan mengkoordinasikan perencanaan tahunan dan lima tahunan upaya pelayanan kesehatan dasar (puskesmas) b. Pengaturan, membina dan mengawasi pelaksanaan manajemen pelayanan kesehatan dasar ( Puskesmas ) c. Pelaksanaan pembinaan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar ( Puskesmas ) d. Pengaturan, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kegiatan Sistim Informasi Puskesmas ( SIMPUS ) e. Pengkoordiniran , penyusunan perencanaan dan operasional Anggaran ( POA ) puskesmas setiap tahunnya. f. Penyelenggaraan administrasi umum dalam bidang tugasnya dan perlengkapan seksi. g. Penyelenggaraan pembelajaran organisai dalam seksinya, baik dalam bentuk rapat-rapat bulanan maupun kegiatan yang bersifat pendidikan dalam jabatan. h. Pelaksanaan koordinasi lintas program dan sektor sesuai bidang tugasnya. i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang sesuai dengan bidanng tugasnya Paragraf 3.2 Seksi Kesehatan Rujukan Pasal 52 (1) Seksi Kesehatan Rujukan mempunyai tugas melaksanakan upaya pengaturan, pembinaan dan pengawasan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum dan Khusus, baik milik pemerintah maupun milik BUMN dan Swasta (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi kesehatan rujukan mempunyai fungsi : 32

a. Penyusunan dan pengkoordinasian rencana tahunan dan lima tahunan upaya kesehatan rujukan. b. Pelaksanaan koordinasi upaya pelayanan Rumah Sakit. c. Pembinaan dan pengawasan upaya peningkatan mutu Pelayanan Rumah Sakit . d. Pelaksanaan pembinaan terhadap pelaksanaan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS ) e. Pelaksanaan registrasi, sarana kesehatan rujukan sesuai peraturan perundangundangan. f. Pemberian izin dan rekomendasi izin sarana kesehatan meliputi Rumah Sakit pemerintah dan swasta serta sarana kesehatan penunjang lainnya yang setara. g. Penyelenggaraan administtrasi umum perlengkapan seksi; h. Penyelenggaraan pembelajaran organisasi dalam seksinya, baik dalam bentuk rapat-rapat bulanan maupun yang bersifat pendidikan dalam jabatan. i. Pelaksanaan koordinasi lintas program dan sektor sesuai dengan bidang tugasnya j. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang sesuai dengan bidang tugasnya. Paragaf 3.3 Seksi Pembinaan Puskesmas Pasal 53 (1) Seksi Pembinaan Puskesmas mempunyai tugas mempersiapkan bahan, penyusunan petunjuk teknis pembinaan di bidang perawatan puskesmas kesehatan gigi, kesehatan mata, kesehatan jiwa, kesehatan kulit, kelamin, laboratorium dan perawatan kesehatan masyarakat serta praktek pelayanan kesehatan non medis dalam masyarakat; (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi pembinaan puskesmas mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pendidikan dan latihan (Diklat) teknis; b. Penyelenggaraan bimbingan teknis; c. Pelaksanaan penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan program. d. Pelaksanaan bimbingan teknis (Bintek) sesuai standar pelayanan minimal (SPM); e. Pelaksanaan pelayanan kesehatan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP);

33

Paragraf 4 Bidang Bina Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pasal 54 (1) Bidang Bina Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengawasan petunjuk teknis di bidang pencegahan penyakit, pengamatan penyakit, pengendalian penyakit menular, penyakit tidak menular, pembinaan kesehatan matra dan upaya kesehatan lingkungan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bidang bina pencegahan penyakit dan penyehatan lingkungan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan petunjuk teknis dan bimbingan pengendalian program pencegahan penyakit menular maupun tidak menular; b. Pelaksanaan bimbingan dan pemberian petunjuk atas program imunisasi dan kesehatan matra; c. Pelaksanaan dan penyusunan petunjuk teknis pengamatan penyakit dan survailance epidemologi penyakit baik menular maupun tidak menular; d. Penyusunan petunjuk teknis dan pelaksanaan pembinaan, bimbingan peningkatan kualitas penyehatan lingkungan; e. Pengkoordinasian dibidang bina kesehatan masyarakat dalam promosi kesehatan dan upaya peningkatan kesehatan bersumber daya manusia; Paragraf 4.1 Seksi Pengamatan Penyakit, Imunisasi dan Kesehatan Matra Pasal 55 (1) Seksi Pengamatan Penyakit, Imunisasi dan Kesehatan Matra mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan wabah sesuai peraturan perundang-undangan serta penyelenggaraan imunisasi dan kesehatan matra. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pengamatan Penyakit, Imunisasi dan Kesehatan Matra mempunyai fungsi : a. Penyusunan, mengkoordinasikan perencanaan tahunan dan lima tahunan upaya pengamatan penyakit menular dan penyakit tidak menular, imunisasi dan kesehatan matra; b. Pengamatan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit serta upaya pemulihan paska KLB dan paskah bencana c. Penyusunan profil penyakit menular, penyakit tidak menular dan faktor resiko yang ada; 34

d. Penyelenggaraan pengamaan penyakit di unit pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, baik pemerintah maupun swasta; e. Pengaturan, pembinaan dan pengawasan kegiatan pengamatan penyakit, imunisasi dan kesehatan matra; f. Penyelenggaraan administrasi umum dan perlengkapan seksi; g. Penyelenggaraan pembelajaran organisasi dalam seksinya, dalam bentuk rapatrapat bulanan maupun yang bersifat pendidikan dalam jabatan; h. Pelaksanaan koordinasi lintas program dan sektor sesuai dengan bidang tugasnya; i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang sesuai dengan bidang tugasnya; Paragraf 4.2 Seksi Penanggulangan Penyakit Pasal 56 (1) Seksi Penanggulangan Penyakit mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penatalaksanaan kasus penyakit menular serta pengamatan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan wabah sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi penanggulangan penyakit mempunyai fungsi : a. Penyusunan, mengkoordinasikan perencanaan tahunan dan lima tahunan upaya pengendalian penyakit menular; b. Pengaturan, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan upaya pencegahan penyakit menular bersumber dari binatang melalui upaya pengendalian faktor resiko; c. Pengaturan, pembinaan dan pengawasan upaya pengobatan dan perawatan penderita penyakit menular langsung dan penyakit menular bersumber dari binatang; d. Pengadaan, pendistribusian dan pengawasan mutu perbekalan kesehatan obatobatan, reagensia dan peralatan dalam rangka upaya pengendalian penyakit menular; e. Penyelenggaraan pembelajaran organisasi dalam seksinya, dalam bentuk rapatrapat bulanan maupun yang bersifat pendidikan dalam jabatan; f. Pelaksanaan koordinasi lintas program dan sektor sesuai dengan bidang tugasnya; g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang sesuia dengan bidang tugasnya; 35

Paragraf 4.3 Seksi Penyehatan Lingkungan Pasal 57 (1) Seksi Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan upaya-upaya kesehatan air, makanan dan udara, pengendalian binatang menular penyakit serta upaya-upaya pembinaan, penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat dibidang penyehatan lingkungan; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi penyehatan lingkungan mempunyai fungsi : a. Penyusunan, mengkoordinasikan perencanaan tahunan dan lima tahunan upaya penyehatan lingkungan ; b. Pembinaan pelaksanaan pengawasan /inspeksi sanitasi terhadap mutu sarana dan air bersih/ air minum; c. Pelaksanaan pengaturan, pembinaan dan pengawasan pembangunan sarana sanitasi dasar ( jamban, tempat sampah, saluran pembuangan air limbah dan pembuangan sampah); d. Pelaksanaan dan mengkoordinir pengawasan kualitas lingkungan ( air, udara, makanan, tanah ) e. Pelaksanaan dan mengkoordinasikan upaya penyehatan Tempat - Tempat Umum (TTU), Tempat Pengelolaan Makanan (TPM), Tempat Pengolahan Pestisida (PPP) dan perumahan serta Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPA); f. Pelaksanaan koordinasi upaya pengendalian binatang menular penyakit (BPP) g. Pelaksanaan koordinasi upaya pengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan melalui penerapan Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan (ADKL) h. Pelaksanaan pengawasan, pemeriksaan dan kesehatan dan institusi i. Pelaksanaan koordinasi upaya pengembangan wilayah sehat (desa/kelurahan sehat, kecamatan sehat, kabupaten sehat) j. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh kepala bidang sesuai dengan bidang tugasnya. k. Pemberiaan rekomendasi izin kesehatan lingkungan Paragraf 5 Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Pasal 58 (1) Bidang Bina Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan teknis kesehatan keluarga, gizi masyarakat dan upaya kesehatan berbasis masyarakat dan promosi kesehatan. 36

(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) bidang bina kesehatan masyarakat mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan dan penyusunan program upaya kesehatan keluarga, gizi masyarakat dan upaya kesehatan berbasis masyarakat serta promosi kesehatan; b. Penyusunan petunjuk teknis dan pelaksanaan pembinaan dan bimbingan peningkatan kualitas kesehatan keluarga, gizi masyarakat dan upaya kesehatan berbasis masyarakat serta promosi kesehatan; c. Pelaksanaan dan pemberian petunjuk teknis pembinaan kesehatan keluarga, gizi masyarakat dn upaya kesehatan berbasis masyarakat serta promosi kesehatan; Paragraf 5.1 Seksi Kesehatan Keluarga Pasal 59 (1) Seksi Kesehatan Keluarga mempunyai tugas melaksanakan pengaturan, pembinaan dan pengawasan upaya pelayanan kesehatan ibu, balita, anak-anak persekolahan, anak usia sekolah, remaja, anak khusus (meliputi anak cacat, anak jalanan, anak terlantar dan penanganan kekerasan terhadap anak) dan usia lanjut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seksi kesehatan keluarga mempunyai fungsi : a. Penyusunan dan pengkoordinasian perencanaan tahunan dan lima tahunan upaya pelayanan kesehatan keluarga; b. Penyusunan, penyebarluasan dan pengawasan pelaksanaan pedoman pelaksanaan (MANLAK), petunjuk tekhnis (JUKNIS) dan standar upaya kesehatan ibu, balita, anak usia sekolah, remaja, anak khusus dan usia lanjut; c. Pelaksanaan Advokasi dan sosialisasi upaya kesehatan ibu, balita, anak usia sekolah, remaja, anak khusus dan usia lanju;. d. Pembinaan melakukan upaya pasilitasi dan meyelenggarakan upaya kesehatan ibu, balita, anak usia sekolah, remaja, anak khusus dan usia lanjut; e. Penyusunan profil upaya pelayanan kesehatan ibu, balita, anak prasekolah, anak usia sekolah, remaja, anak khusus dan usia lanjut; a. Penyelengaraan administrasi umum dan perlengkapan seksi; f. Penyelenggaraan pembelajaran organisasi dalam seksinya, baik dalam bentuk rapat-rapat bulanan maupun yang bersifat pendidikan dalam jabatan; g. Pemberian fasilitas pelaksanaan pelatihan-pelatihan teknis upaya pelayanan kesehatan keluarga, gizi masyarakat dan promosi kesehatan serta pemberdayaan masyarakat; h. Pelaksanaan koordinasi lintas program dan sektor sesuai dengan bidang tugasnya; 37

i.

Pelaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang sesuai dengan bidang tugasnya; Paragraf 5.2 Seksi Gizi Masyarakat

Pasal 60 (1) Seksi Gizi Masyarakat mempunyai tugas meningkatkan kesadaran gizi keluarga dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat, turutama pada ibu hamil, bayi dan anak balita. (2) Untuk melaksankan tugas sebagai mana dimaksud pada ayat (1), seksi gizi masyarakat mempunyai fungsi : a. Penyusunan dan pengkoordinasian perencanaan tahunan dan lima tahunan upaya gizi masyarakat; b. Pelaksanaan penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), anemia gizi besi, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY), kurang vitamin A dan kekurangan zat gizi mikro lainnya; c. Pelaksanan pengamatan (surveilans) dan penanggulangan gizi kurang dan gizi buruk; d. Pelaksanaan upaya peningkatan pendidikan gizi; e. Penyelenggaraan upaya penanggulangan gizi lebih; f. Pelaksanaan upaya pemenuhan gizi mikro masyarakat; g. Peningkatan pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian Keluarga Kadar Gizi (KADARZI); h. Penyelenggaraan administrasi umum dan perlengkapan seksi; i. Peyelenggaraan pembelajaran organisasi dalam seksinya, dalam bentuk rapatrapat bulanan maupun yang bersifat pendidikan dalam jabatan; j. Pelaksanaan koordinasi lintas program dan sektor sesuai dengan bidang tugasnya; k. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan kepada bidang sesuai dengan bidang tugasnya; Paragraf 5.3 Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Pasal 61 (1) Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas untuk memperdayakan individu, keluarga dan masyarakat, agar mampu menumbuhkan prilaku hidup sehat dan mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat. 38

(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat mempunyai fungsi : a. Penyusunan dan mengkoordinasikan perencanaan tahunan dan lima tahunan upaya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat; b. Penyelengaraan upaya promosi kesehatan berdasarkan situasi dan kondisi sosial kemasyarakatan yang ada; c. Pengembangan metode promosi kesehatan dan teknologi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE); d. Pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan bersumber masyarakat dan generasi muda (UKS, Pos/warung obat desa, Poskestren, Poskesdes, Karang taruna, Posyandu, Saka Bakti Husada, TOGA); e. Pembinaan dan pengembangan organisasi kemasyarakatan yang bergerak dibidang kesehatan masyarakat; f. Pelaksanaan administarasi umum dan perlengkapan seksi; g. Penyelenggaraan pembelajaran organisasi dalam seksinya, dalam bentuk rapatrapat bulanan maupun yang bersifat pendidikan dalam jabatan; h. Pelaksanaan koordinasi lintas program dan sektor sesuai dengan bidang tugasnya; i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang sesuai dengan bidang tugasnya; Paragraf 6 Bidang Bina Farmasi, Perbekalan dan Pembiayaan Pasal 62 (1) Bidang Bina Farmasi, Perbekalan dan Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kefarmasian, perbekalan kesehatan serta pengawasan, penertiban dan pembinaan atas pengadaan peredaran penjualan obat dan makanan, minuman, alkes, registrasi, perzinan tenaga, sarana . (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), bidang bina farmasi, perbekalan dan pembiayaan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pengelolaan kefarmasian dan perbekalan kesehatan; b. Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan obat asli Indonesia; c. Pelaksanaan pembiayaan dan jaminan kesehatan; d. Pelaksanaan pengawasan, penertiban dan pembiayaan atas pengadaan peredaran, penjualan obat, makanan, minuman, kosmetik dan alat kesehatan; e. Pemberian rekomendasi izin sarana dan peralatan kesehatan;

39

Paragraf 6.1 Seksi Farmasi dan Obat Asli Indonesia Pasal 63 (1) Seksi Farmasi dan Obat Asli Indonesia mempunyai tugas mempersiapkan bahan petunjuk teknis pengelolaan kefarmasian, perbekalan kesehatan dan pembinaan, pengembangan obat asli indonesia. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi farmasi dan obat asli Indonesia mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pengendalian mutu sediaan farmasi; b. Pelaksanaan perencanaan kebutuhan, pengamanan pengadaan, penyimpanan, pendistribusian serta pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan; c. Pelaksanaan kegiatan pembinaan tekhnis dan operasional tentang pengelolaan kefarmasian dan obat asli Indonesia; d. Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan obat asli Indonesia; e. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan; f. Pemberian rekomendasi izin sarana kesehatan dalam bidang tugasnya; Paragraf 6.2 Seksi Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Pasal 64 (1) Seksi Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan mempunyai tugas mengatur, membina, dan mengawasi upaya pembiayaan dan jaminan kesehatan masyarakat; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi pembiayaan dan jaminan kesehatan mempunyai fungsi : a. Penyusunan dan pengkoordinasian perencanaan tahunan dan lima tahunan upaya pembiayaan jaminan kesehatan; b. Pembinaan dan pengembangan peserta, pemeliharaan kesehatan dan pembiayaan jaminan pemeliharaan kesehatan; c. Pelaksanaan advokasi dan sosialisasi terhadap peningkatan kapasitas pelaku jaminan pemeliaharaan kesehatan; d. Peningkatan cakupan kepesertaan jaminan pemeliharaan kesehatan dengan pengembangan standarisasi kendali biaya / kendali mutu; e. Penyelenggaraan administrasi umum, perlengkapan dan kepegawaian unit; f. Penyusunan profil pembiayaan dan jaminan pemelihaaan kesehatan sektor, formal dan informal; g. Peningkatan kemitraan dengan penyelenggaraan jaminan kesehatan; h. Penyelenggaraan pembelajaran organisasi dalam seksinya, baik dalam bentuk rapat-rapat bulanan maupun yang bersifat pendidikan dalam jabatan; 40

i. j.

Pelaksanaan koordinasi lintas program dan sektor sesuai dengan bidang tugasnya; Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan bidang tugasnya; Paragraf 6.3 Seksi Pengawasan Obat, Makanan, Minuman dan Alkes

Pasal 65 (1) Seksi Pengawasan Obat , Makanan, Minuman dan Alkes mempunyai tugas mempersiapkan bahan penyusunan petunjuk tekhnis pengawasan, penertiban dan pembinaan atas pengadaan, peredaran, penjualan obat, makanan, minuman, kosmetik dan alkes serta melaksanakan registrasi dan perizinan tenaga, sarana dan alkes. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seksi pengawasan obat , makanan, minuman dan alkes mempunyai fungsi : a. Penyusunan dan pengkoordinasian rencana tahunan dan lima tahunan upaya pembiayaan jaminan kesehatan; b. Penjaminan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan obat generik dan esensial yang bermutu bagi masyarakat; c. Perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pelaporan obat dan perbekalan kesehatan; d. Pelaksanaan pemantauan, monitoring dan evaluasi ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan; e. Pelaksanaan bimbingan dan pengendalian produksi dan distribusi obat, obat tradisional, makanan dan minuman, kosmetik, alat kesehatan dan perbekalan rumah tangga untuk melindungi masyarakat dari peredaran dan penggunaan yang tidak memenuhi syarat; f. Pelaksanaan pemantauan, monitoring dan evaluasi penggunaan zat warna, pemanis buatan dan bahan berbahaya lainnya disarana produksi dan distribusi makanan, minuman, kosmetik dan perbekalan kesehatan rumah tangga; g. Penerapan pelayanan kefarmasian yang baik ( Pharmatical care ), perubahan dari drug oriented ke patien oriented; h. Pemantauan dan pengendalian obat generik berlogo i. Pemantauan dan evaluasi pelayanan kefarmasian; j. Pelaksanaan sosislaisasi penggunaan obat tradisional pada sarana pelayanan kesehatan pemerintah; k. Pelaksanaan pemantauan monitoring dan evaluasi peredaran dan penggunaan narkotik, psikotropika dan bahan berbahaya di toko obat dan apotik dan rumah sakit; 41

l. Pembinaan dan pengendalian distribusi obat dan alat kesehatan; m. Penyelenggaraan pembelajaran organisasi dalam seksinya, baik dalam bentuk rapat-rapat bulanan maupun yang bersifat pendidikan dalam jabatan; n. Pelaksanaan koordinasi lintas program dan sektor sesuai dengan bidang tugasnya; o. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan bidang tugasnya; Paragraf 7 Organisasi Pasal 66 1. Organisasi UPT terdiri dari : a. Kepala UPT b. Kepala Sub Bagian Tata usaha 2. Bagan susunan organisasi UPT tercantum dalam lampiran peraturan Bupati ini. Paragraf 7.1 Unit Pelaksana Tekhnis Tugas Pokok Pasal 67 UPT bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas kesehatan membina dan mengurus unit pelayanan kesehatan pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan. Fungsi Pasal 68 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 67 Unit Pelaksana Teknis mempunyai fungsi : 1. Membantu Kepala Dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua unit pelayanan kesehatan dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing; 2. Membantu kepala dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua unit pelayanan kesehatan sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat; 3. Pengusulan mutasi pegawai dan usul pengangkatan kepala puskesmas pada semua unit pelayanan kesehatan di wilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing – masing sesuai tugasnya; 42

4. Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua unit pelayanan kesehatan diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; 5. UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing; Paragraf 7.2 Sub Bagian Tata Usaha Pasal 69 Tugas sub bagian tata usaha : 1. Urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; 2. Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor cabang dinas ; 3. Melaksanakan pengelolan administrasi; 4. Mengumpulkan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; 5. Urusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala cabang dinas; Paragraf 8 Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 70 (1) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan tugas sebagian kegiatan dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan; (2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Kepala unit masing – masing ; (3) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga dalam jenjang Jabatan Fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahlian; (4) Setiap kelompok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Tenaga Fungsional yang ditunjuk diantara tenaga fungsional yang ada oleh Bupati melalui kepala dinas; (5) Jumlah Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan sifat jenis kebutuhan dan beban kerja; (6) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Keputusan Bupati sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. 43

(7) Kelompok Jabatan fungsional diangkat dan diberhentikan oleh Bupati berdasarkan Perundang-undangan yang berlaku.

44

BAB IV DINAS SOSIAL, KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 71 Dinas Sosial, Kebudayaan dan Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenanganan atau urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang sosial, kebudayaan dan pariwisata yang menjadi tanggung jawabnya dan kewenangan lain yang diserahkan oleh Bupati kepadanya. Pasal 72 Untuk penyelenggaraan tugas tersebut pada pasal 71 Peraturan Daerah ini, Dinas Sosial, Kebudayaan dan Pariwisata mempunyai fungsi sebagai berikut : 1. Perumusan kebijakan teknis di bidang Sosial, Kebudayaan dan Pariwisata berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku; 2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang Sosial, Kebudayaan dan Pariwisata; 3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugas dan kewenangannya; 4. Pengelolaan administrasi umum meliputi ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian , perlengkapan dan peralatan; 5. Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas 6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya; Bagian Kedua Susunan dan Struktur Organisasi Pasal 73 (1). Organisasi Dinas Sosial, Kebudayaan dan Pariwisata terdiri dari : 1. Kepala Dinas 2. Sekretariat a. Sub Bagian Perencanaan ; b. Sub Bagian Keuangan a. Sub Bagian Umum 3. Bidang Pengembangan Kesejahteraan Sosial a. Seksi Pengembangan Orsos, LSM, Karang Tarunan dan Tenaga Kerja Sosial Masyarakat b. Seksi Pelestarian Nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan kejuangan c. Seksi Pengawasan Undian, Pengumpulan dana dan Penyuluhan Bimbingan Sosial 45

4. Bidang Rehabilitasi Bantuan Sosial a. Seksi Rehabilitas, Tuna Sosial dan PACA b. Seksi Bantuan Sosial dan Korban Bencana c. Seksi Pembinaan Keluarga, Fakir Miskin, Anak Terlantar dan Lanjut Usia 5. Bidang Kebudayaan dan kesenian a. Seksi Pengembangan, Suaka Peninggalan Sejarah b. Seksi Pengembangan Budaya dan Kesenian c. Seksi Sarana Kesenian dan Nilai Tradisional 6. Bidang Pengembangan Usaha dan Pemasaran Kepariwisataan a. Seksi Sarana Pariwisata b. Seksi Promisi dan Investasi c. Seksi Penyuluhan dan Perjalan Wisata 7. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) 8. Kelompok Jabatan Fungsional (2). Bagan struktur organisasi dinas sosial, kebudayaan dan pariwisata sebagaimana tercantum dalam lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Bupati ini. Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 74 Kepala Dinas Sosial, Kebudayaan dan Pariwisata mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan tugas fungsi sebagaimana dimaksud pasal 71 dan 72 serta memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan staf pelaksana Dinas Sosial, Kebudayaan dan Pariwisata Paragraf 2 Sekretariat Pasal 75 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat, pendistribusian, perlengkapan kantor, kepegawaian, keuangan dan urusan umum. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekretariat mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan rumah tangga; dan pemeliharaan Kantor Sosial, Kebudayaan dan Pariwisata; b. Pelaksanaan pengelolaan Administrasi Kepegawaian; 46

c. Pengumpulan hasil penyusunan rencana, program kerja dan pelaporan serta pembinaan organisasi dan tata laksana; Paragraf 2.1 Sub Bagian Perencanaan Pasal 76 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor,menyusun data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas,menyusun rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas, menyusun program kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian perencanaan memupunyai fungsi : a. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor; b. Penyusunan data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas; c. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas; d. Penyusunan Program kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas. Paragraf 2.2 Sub Bagian Keuangan Pasal 77 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub bagian keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas ; b. Pengelolaan administrasi keuangan dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan dinas; d. Pengevaluasi anggaran dan penggunaan keuangan dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan dinas. f. Membantu kegiatan bidang dalam administrasi keuangan

47

Paragraf 2.3 Sub Bagian Umum (1) (2) Pasal 78 Sub Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat dan kearsipan serta urusan rumah tangga dan perlengkapan. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian umum mempunyai fungsi : a. Pengelolaan kegiatan surat menyurat yang meliputi pengetikan, penggandaan, pengiriman, dan pengarsipan; b. Pengurusan tata usaha perjalanan Dinas; c. Pelaksanaan investasi, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barangbarang inventaris kantor; d. Penyusunan rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan Dinas; e. Pelaksanaan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian. Paragraf 3 Bidang Pengembangan Kesejahteraan Sosial Pasal 79 (1) Bidang Pengembangan Kesejahteraan Sosial mempunyai tugas membina, mengembangkan dan mengawasi kegiatan lembaga-lembaga sosial, ORSOS/LSM/TKSM, Badan dan yayasan yang bergerak dalam bidang pelayanan kesejahteraan sosial, serta melestarikan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kejuangan serta melaksanakan bimbingan dan penyuluhan sosial. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1) bidang pengembangan kesejateraan sosial mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pembinaan, pengembangan dan pegawasan terhadap kegiatan ORSOS/LSM/TKSM, Badan dan yayasan yang bergerak dalam bidang pelayanan kesejahteraan sosial; b. Pemberian bantuan untuk peningkatan kinerja ORSOS/LSM/TKSM, karang taruna atau lembaga-lembaga lainnya yang bergerak dalam bidang pelayanan kesejahteraan sosial; c. Pelestarian nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kejuangan; d. Pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan sosial; e. Pelaksanaan koordinasi dan pemantauan atas seluruh pelaksanaan kegiatan program pembinaan dan pengembangan kesejahteraan sosial;

48

Paragraf 3.1 Seksi Pengembangan Orsos,LSM, Karang Taruna dan Tenaga Kerja Sosial Masyarakat Pasal 80 (1) Seksi Pengembangan Orsos,LSM, Karang Taruna dan Tenaga Kerja Sosial Masyarakat mempunyai tugas membina, mengembangkan, menilai dan mengawasi seluruh kegiatan ORSOS/LSM/TKSM, serta lembaga-lembaga lainnya yang bergerak dalam bidang kesejahteraan sosial; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi pengembangan Orsos,LSM, Karang Taruna dan tenaga kerja sosial masyarakat mempunyai tugas : a. Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan, penilaian dan pengawasan seluruh kegiatan Orsos,LSM dan lembaga-lembaga lainnya yang bergerak dalam bidang kesejahteraan sosial; b. Pemberian bantuan terhadap lembaga–lembaga sosial lainnya Karang Taruna dan Tenaga Kerja Sosial Masyarakat ; c. Pelaksanaan koordinasi dan pemantauan terhadap seluruh pelaksanaan kegiatan program pembinaan kesejahateraan sosial; d. Penyusunan pedoman dan petunjuk teknis mekanisme kerjasama lembagalembaga sosial, organisasi dan yayasan kesejahteraan sosial; Paragraf 3.2 Seksi Pelestarian Nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kejuangan Pasal 81 (1) Seksi Pelestarian Nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kejuangan mempunyai tugas mengintensifkan sosialisasi nilai kepahlawanan dan kejuangan; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi pelestarian nilai kepahlawanan, keperintisan dan kejuangan mempunyai fungsi ; a. Pelaksanaan identifikasi dan dokumentasi tentang nilai kepahlawanan, keperintisan dan kejuangan; b. Pelaksanaan indentikasi sosialisasi nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kejuangan; c. Pemberian bantuan dan pemberdayaan keluarga pahlawan nasional, perintis kemerdekaan dan pejuang; d. Pendayagunaan Taman Makam Pahlawan, Taman Makam Pahlawan Nasional , Makam Perintis Kemerdekaan sebagai sarana penghormatan dan penghargaan 49

kepada pahlawan, perintis kemerdekaan dan pejuang melalui pemeliharaan dan pemugaran Taman Makam Pahlawan serta makam pejuang; e. Pelaksanaan kerjasama dengan lembaga sektoral lainnya dalam rangka pelestarian, penghayatan, pengamalan nilai kepahlawanan, keperintisan dan kejuangan; Paragraf 3.3 Seksi Pengawasan Undian, Pengumpulan Dana dan Penyuluhan Bimbingan Sosial Pasal 82 (1) Seksi Pengawasan Undian, Pengumpulan Dana dan Penyuluhan Bimbingan Sosial mempunyai tugas meneliti, mengawasi, memberi rekomendasi, dan izin penyelenggaraan undian dan pengumpulan dana sosial yang dilakukan oleh organisasi, badan atau yayasan yang menyelenggarakan undian dan pengumpulan dana sosial. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi pengawasan undian, pengumpulan dana dan penyuluhan bimbingan sosial mempunyai fungsi ; c. Pelaksanaan penelitian dan penilaian permohonan izin penyelenggaraan undian dan pengumpulan sosial; d. Pengurusan kegiatan organisasi, badan dan yayasan yang menyelenggarakan undian dan pengumpulan dana sosial; e. Pemberian rekomendasi kepada organisasi, badan dan yayasan yang menyelenggarakan undian dan pengumpulan dana sosial; Paragraf 4 Bidang Rehabilitasi dan Bantuan Sosial Pasal 83 (1) Bidang Rehabilitasi dan Bantuan Sosial mempunyai tugas menyelenggarakan rehabilitasi tuna sosial dan penyadang cacat, pelayanan bantuan sosial dan korban bencana, menyelenggarakan pembinaan keluarga, fakir miskin, anak terlantar dan lanjut usia; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), bidang rehabilitasi dan bantuan sosial mempunyai fungsi: a. Pelaksanaan rehabilitasi sosial terhadap tuna sosial sesuai kelompok tuna sosial b. Pelaksanaan rehabilitasi sosial bagi penyandang cacat; c. Penyelenggaraan pelayanan bantuan sosial; 50

d. Pemberian bantuan bagi korban bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial; e. Pelaksanaan pembinaan keluarga fakir miskin, anak terlantar dan lanjut usia; Paragraf 4.1 Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial dan Penyandang Cacat Pasal 84 (1) Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial dan penyandang cacat mempunyai tugas menyelenggarakan pendataan dan identifikasi tuna sosial dan penyandang cacat, menyelenggarakan kegiatan penyantunan dan membina peran serta masyarakat dalam penyantunan sosial bagi penyandang cacat serta mewujudkan kemandirian sosial bagi penyandang cacat; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi rehabilitasi tuna sosial dan penyandang cacat mempunyai fungsi: a. Pelaksanaan pendataan dan seleksi terhadap penderita cacat dan tuna sosial lainnya; b. Pelaksanaan penyuluhan sosial kepada penyandang masalah tuna sosial; c. Pelaksanaan indentifikasi dan seleksi kepada penyandang tuna sosial yang meliputi wanita tuna susila, bekas orang hukuman (ex napi ), korban nafsa, penanganan rumah tidak layak huni; d. Pembinaan komunitas adat terpencil (tuna wisma); e. Penyelenggaraan penyantunan dan latihan keterampilan penyandang cacat dan tuna sosial lainnya; f. Pembinaan dan pengembangan peran serta masyarakat dalam kegiatan pembinaan, penyantunan dan penyaluran dalam dunia usaha; Paragraf 4.2 Seksi Bantuan Sosial dan Korban Bencana Pasal 85 (1) Seksi Bantuan Sosial dan Korban Bencana mempunyai tugas melaksanaan pendataan dan identifikasi terhadap korban bencana baik jiwa maupun harta benda dan memberikan bantuan sosial sesegera mungkin bekerjasama dengan lembagalembaga terkait serta mengantisipasi kemungkinan dampak yang timbul akibat bencana dan mencegah dampak negatif penyaluran bantuan itu sendiri agar tepat sasaran; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi bantuan sosial dan korban bencana mempunyai fungsi 51

a. Pembinaan keluarga, fakir miskin, anak terlantar dan lanjut usia pelaksanaan pelayanan bantuan sosial dan pengurusan penampungan sementara bagi korban bencana dan anak terlantar; b. Pengkoordinasian kegiatan kerjasama dengan lembaga sosial dan instasi terkait untuk melakukan pelayanan bantuan sosial dan pencegahan meluasnya dampak negatif akibat bencana; Paragraf 4.3 Seksi Pembinaan Keluarga, Fakir Miskin, Anak Terlantar dan Lanjut Usia Pasal 86 (1) Seksi Pembinaan Keluarga, Fakir Miskin, Anak Terlantar dan Lanjut Usia mempunyai tugas meningkatkan penyuluhan sosial tentang peran dan fungsi keluarga, meningkatkan jangkauan dan pemerataan pelayanan sosial anak terlantar serta membangun dan mengembangkan sistem jaminan dan perlindungan sosial bagi lanjut usia; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi pembinaan keluarga, fakir miskin, anak terlantar dan lanjut usia mempunyai fungsi: a. Pelaksanaan indentifikasi dan penentuan masalah dan kebutuhan bagi keluarga, anak terlantar dan lanjut usia; b. Pelaksanaan sosialisasi tentang peran dan fungsi keluarga; c. Penyelenggaraan pelatihan, penelitian dan pengembangan ketenagaan d. Penyelenggaraan bimbingan peningkatan usaa ekonomi produktif; e. Pelaksanaan pelayanan sosial anak terlantar dan lanjut usia melalui panti dan non panti; f. Peningkatan partisipasi dan dukungan masyarakat termasuk LSM dan dunia usaha dalam pelayanan sosial bagi anak terlantar dan lanjut usia; Paragraf 5 Bidang Kebudayaan dan Kesenian Pasal 87 (1) Bidang Kebudayaan dan Kesenian mempunyai tugas meneliti, membina, mengembangkan dan melestarikan serta mendokumentasikan budaya dan kesenian tradsional dan modern.

52

(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi kebudayaan dan kesenian mempunyai fungsi: a. Perencanaan kegiatan pembinaan, pengembangan dan pelestarian budaya dan kesenian tradsional dan modern; b. Pembinaan dan pengembangan budaya dan sejarah daerah, kepurbakalaan serta permuseuman; c. Perlindungan kegiatan budaya daerah, kesenian serta sejarah dan kepurbakalaan; d. Pengawasan dan pengendalian kegiatan budaya daerah, kesenian tradsional dan moder, sejara dan kepurbakalaan serta permuseuman; e. Pelaksanaan penelitian dan pengkajian budaya daerah, kesenian tradisional maupun modern, sejarah dan kepurbakalaan serta permuseuman; Paragraf 5.1 Seksi Pengembangan Suaka Peninggalan Sejarah Pasal 88 (1) Seksi Pengembangan Suaka Peninggalan Sejarah mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan perlindungan serta pemeliharaan benda cagar (Situs); (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi pengembangan suaka peninggalan sejarah mempunyai fungsi: a. Pembuatan, penerapan pedoman pengelolaan dan pemanfatan benda cagar budaya / situs skala kabupaten; b. Penetapan kebijakan perlindungan, pemeliharaan dan pemanfaatan Benda Cagar Budaya (BCB); c. Penetapan benda cagar budaya / situs skala kabupaten; d. Pembuatan pedoman pendirian museum dan pembangunan museum;

Paragraf 5.2 Seksi Pengembangan Budaya dan Kesenian Pasal 89 (1) Seksi Pengembangan Budaya dan Kesenian mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan, pengembangan dan perlindungan serta pemanfaatan kebudayaan; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi pengembangan budaya dan kesenian mempunyai fungsi: a. Penanaman nilai-nilai tradisi dan pembinaan watak dan pekerti bangsa serta meningkatkan kemitraan dengan berbagai pihak 53

b. Peningkatan apresiasi seni tradisional dan non tradisional berdasarkan kebijakan nasional, norma dan standar serta pedoman penanaman nilai-nilai budaya bangsa di bidang tradisi masyarakat; c. Penyelenggaraan kegiatan revitalisasi dan kajian seni; d. Penyelenggaraan kegiatan festival pameran dan lomba secara berjenjang, baik skala kabupaten maupun nasional serta memberikan izin peyelenggaraan festival/lomba skala kabupaten dan izin membawa Benda Cagar Budaya keluar kabupaten; e. Pemberian fasilitas organisasi/lembaga perfilman serta penapisan dan pengawasan peredaran film dan rekaman vidio; f. Pengajuan usul rekomendasi pembebasan fiskal untuk kegiatan misi kesenian Indonesia ke luar negeri dari kabupaten. Paragraf 5.3 Seksi Sarana Kesenian dan Nilai Tradisional Pasal 90 (1) Seksi Sarana Kesenian dan Nilai Tradisional mempunyai tugas meniliti, membina dan mengembangkan sarana dan prasaranan kesenian serta nilai tradisional ; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi kesenian dan nilai tradisional mempunyai fungsi: a. Perencanaan, pembinaan dan mengembangkan sarana dan prasarana kesenian tradisional; b. Pembangunan dan pengelolaan pusat kegiatan pendidikan dan pelatihan; c. Penerapan dan pelaksanaan prosedur perawatan dan pengamanan aset atau benda kesenian (karya seni) d. Penyelenggaraan pengadaan sarana dan prasarana kesenian tradisional dan kesenian moderen. Paragraf 6 Bidang Pengembangan Usaha dan Pemasaran Kepariwisataan Pasal 91 (1) Bidang Pengembangan Usaha dan Pemasaran Kepariwisataan mempunyai tugas pokok melaksanakan penelitian dan pengkajiaan serta pembinaan objek daya tarik wisata, sarana pariwisata dan upaya pengembangan pemasaran potensi pariwisata; (2)Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Bidang Pengembangan Usaha dan Pemasaran Kepariwisataan mempunyai fungsi :

54

a. Pelaksanaan penyusunan rencana pengembangan dan perumusan program peningkatan usaha obyek wisata, seni dan budaya daerah, usaha akomodasi pariwisata dan pemasaran pariwisata serta bimbingan masyarakat; b. Pelaksanaan pembinaan, penyelenggaraan dan pengelolaan usaha obyek wisata, seni dan budaya daerah, usaha obyek pariwisata dan pemasaran; c. Pelaksanaan koordinasi dan pengembangan kerjasama dengan instansi-instansi terkait dalam kaitan pengembangan usaha pariwisata serta dampak sosial budayanya dalam masyarakat; d. Pelaksanaan pengawasan, pengendalian dan evaluasi terhadap penyelenggaraan usaha-usaha kepariwisataan daerah; e. Pelaksanaan kegiatan penelitian dan studi banding kepariwisataan dalam rangka pengembangan kepariwisataan; f. Pembinaan ketatalaksanaan pelayanan jasa wisata. Paragraf 6.1 Seksi Sarana Pariwisata Pasal 92 (1) Seksi Sarana Pariwisata mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, penyelenggaraan usaha sarana dan tenaga kerja pariwisata. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi sarana pariwisata mempunyai fungsi: a. Penyiapan bahan analisis rencana pengembangan, pembinaan serta pengaturan usaha akomodasi, Rumah Makan dan Bar, Kafe, Diskotik, Bioskop, ketenaga kerjaan serta aneka usaha jasa pelayanan pariwisata; b. Penyiapan kebijakan pembinaan operasional dibidang usaha akomodasi, Rumah Makan dan Bar, Kafe, Diskotik, Bioskop, ketenaga kerjaan serta aneka usaha jasa pelayanan pariwisata; c. Penyiapan perizinan dibidang akomodasi, Rumah Makan dan Bar, Kafe, Diskotik, Bioskop, ketenaga kerjaan serta aneka usaha jasa pelayanan pariwisata lainya; Paragraf 6.2 Seksi Promosi dan Investasi Pasal 93 (1) Seksi Promosi dan investasi mempunyai tugas menyiapkan bahan penyelengaraan promosi wisata dan pengembangan daya tarik obyek wisata serta seni budaya dan prosedur investasi yang mudah dan cepat; 55

(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi promosi dan investasi mempunyai fungsi: a. Penyusunan bahan pembinaan dan petunjuk tehknis penyelenggaraan promosi dan pengembangan daya tarik obyek wisata serta seni dan budaya; b. Pelaksanaan pelayanan bagi investor dalam rangka penyelenggaraan dan pengembangan usaha atraksi wisata serta usaha rekreasi dan hiburan lainnya; c. Pembinaan operasional atas pengelola usaha atraksi wisata serta usaha rekreasi dan hiburan; d. Penyiapan rekomendasi dan izin penerbitan bahan promosi dan pengembangan kepariwisataan; e. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian terhadap usaha-usaha atraksi wisata serta usaha rekreasi dan hiburan secara berkala; Paragraf 6.3 Seksi Penyuluhan dan Perjalanan Wisata Pasal 94 (1)Seksi Penyuluhan dan Perjalanan Wisata mempunyai tugas menyiapkan bahan penyuluhan dan petunjuk teknis perjalanan wisata. (2)Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), Seksi Penyuluhan dan Pejalanan Wisata mempunyai fungsi: a. Penyiapan data dan analisis rencana pengembangan kepariwisataan dan perjalanan wisata; b. Penyusunan sistem informasi wisata dan pedoman penyelenggaraan perjalanan wisata; c. Pelaksanaan penyuluhan dibidang kepariwisataan serta menerbitkan pedoman pengembangan destinasi periwisata; d. Penetapan kebijakan dalam penerapan standarisasi bidang pariwisata; e. Pelaksanaan kerjasama internasional pengembangan distinasi pariwisata; f. Pengiriman dan penerimaan peserta widya wisata; g. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengembangan pariwisata;

56

Paragraf 7 Organisasi Pasal 95 1. Organisasi UPT terdiri dari : a. Kepala UPT b. Kepala Sub Bagian Tata usaha 2. Bagan susunan organisasi UPT tercantum dalam lampiran peraturan Bupati ini. Paragraf 7.1 Unit Pelaksana Tekhnis Tugas Pokok Pasal 96 Unit Pelaksana Teknis bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas sosial, kebudayaan dan kepariwisataan dalam membina dan mengurus pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan. Fungsi Pasal 97 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pasal 96, Unit Pelaksana Teknis mempunyai fungsi: 1. Membantu Kepala Dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua jenjang dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing; 2. Membantu Kepala Dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua jenjang sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat; 3. Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua jenjang diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; 4. UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing;

57

Paragraf 7.2 Sub Bagian Tata Usaha Tugas pokok sub bagian tata usaha : 1. Melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; 2. Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor UPT dinas ; 3. Melaksanakan pengelolan administrasi; 4. Mengumpulkan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; 5. Urusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala UPT dinas Paragraf 7.3 Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 99 (1) Kelompok Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebahagian kegiatan Dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan (2) Kelompok jabatan fungsional dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan (3) Setiap kelompok jabatan dipimpin oleh seorang tenaga fungsional yang disepakati oleh anggota kelompok lainnya (4) Pengangkatan tenaga fungsional dan ketua kelompoknya ditetapkan dengan keputusan Bupati (5) Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala Dinas (6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan Pasal 98

58

BAB VII DINAS PEKERJAAN UMUM Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 100 Dinas Pekerjaan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan bidang pekerjaaan umum, meliputi merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan jalan, jembatan, rencana tata ruang, pemanfaatan ruang pola, Pemanfaatan ruang yang meliputi tata bangunan kota, pemukiman serta sarana dan prasarana fasilitas umum, pemanfaatan dan pengendalian kawasan perkotaan, kawasan pedesaan serta kawasan lainnya dalam rangka mewujudkan keterpaduan sumber daya alam , seumber daya buatan dengan sumber daya manusia. Pasal 101 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaiman dimaksud pada Pasal 100, Dinas Pekerjaan Umum mempunyai fungsi : 1. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya dalam bidang pekerjaan umum; 2. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan lingkup tugasnya dalam bidang pekerjaan umum; 3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang pekerjaan umum; 4. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Bagian Kedua Susunan dan Struktur Organisasi Pasal 102 (1) Organisasi Dinas Pekerjaan Umum terdiri dari : 1. Kepala Dinas 2. Sekretariat a. Sub Bagian Perencanaan ; b. Sub Bagian Keuangan a. Sub Bagian Umum

59

3. Bidang Jalan a. Seksi Pembangunan Jalan b. Seksi Pemeliharaan Jalan c. Seksi Perbengkelan dan Peralatan 4. Bidang Jembatan a. Seksi Pembangunan Jembatan a. Seksi Pemeliharaan Jembatan b. Seksi Penanganan Laboratorium 5. Bidang Cipta Karya a. Seksi Penataan dan Pembangunan Lingkungan b. Seksi Bangunan Gedung c. Seksi Penanganan Air bersih 6. Bidang Tata Ruang a . Seksi Perencanaan Tataruang b. Seksi Pemanfaatan Tataruang c. Seksi Pengawasan dan Pengendalian Tataruang 7. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) 8. Kelompok Jabatan Fungsional (2). Bagan Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum sebagaimana tercantum dalam lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Bupati ini. Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 103 Kepala Dinas mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan tugas atau fungsi sebagaimana dimaksud pada pasal 100 dan 101. Paragraf 2 Sekretariat Pasal 104 (1) Sekertariat mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat, pendistribusian perlengkapan kantor, urusan umum, kepegawaian dan keuangan;

60

(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana yang dimaksud ayat (1), sekretariat mempunyai fungsi; a. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan, rumah tangga, dan pemeliharaan kantor; b. Pelaksanan pengelolaan administrasi kepegawaian; c. Pelaksankan pengelolaan administrasi keuangan; d. Pengumpulan hasil penyusunan rencana program dan peloporan serta pembinaan organisasi dan tata laksan dinas. Paragraf 2.1 Sub Bagian Perencanaan Pasal 105 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor, menyusun data dan informasi organisasi dan tata laksana Dinas, rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan Dinas, Menyusun Perogram kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja Dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Perencanaan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharaan kantor serta pembiayaan kantor b. Penyusunan data informasi organisasi dan tata laksana dinas. c. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas. d. Penyusunan program kerja strategi dan laporan pelaksanaan kinerja dinas. Paragraf 2.2 Sub Bagian Keuangan Pasal 106 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub sub bagian keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas ; b. Pengelolaan administrasi keuangan dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan dinas; d. Pelaksanaan evaluasi anggaran dan penggunaan keuangan dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan dinas; f. Pembantuan kegiatan sub dinas dalam administrasi keuangan; 61

Paragraf 2.3 Sub Bagian Umum Pasal 107 (1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas mengelola kegiatan administrasi perkantoran kegiatan surat menyurat, tatausaha perjalanan Dinas, melakukan penginvestasian, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barang-barang inventaris kantor, menyusun rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan dinas, melaksanakan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian, (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, sub bagian umum mempunyai fungsi : a. Pengelolaan kegiatan administrasi perkantoran; b. Penatausahaan perjalanan dinas; c. Penginventarisasian barang kantor; d. Pengelolaaan administrasi kepegawaian dinas; Paragraf 3 Bidang Jalan Pasal 108 (1) Bidang Jalan mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengendalikan dan mengembangkan pembangunan di bidang jalan serta pengelolaan perbengkalan/peralatan Dinas, melaksanakan tugas lain yang diperintahkan kepala Dinas. (2) Untuk melaksankan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bidan jalan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan penyelenggaraan jalan kabupaten/desa dan menyusun perencanaan umum dan pembiayaan jaringan jalan kabupaten/desa; b. Pelaksanaan bimbingan penyuluhan serta pelatihan-pelatiahan aparatur penyelenggaraan jalan kabupaten/desa c. Pemberian izin rekomendasi, dispensasi dan pertimbangan pemanfaatan ruang manfaat jalan, ruang milik jalan, dan ruang pengawasan jalan; d. Pelaksanaan pembangunan jalan, operasi dan pemeliharaan jalan kabupaten/desa serta pengembangan dan pengelolaan manajemen jalan kabupaten/desa; e. Pelaksanaan evaluasai kinerja penyelenggaraan jalan dan pengendalian fungsi dan menfaat hasil pembangunan jalan;

62

Paragraf 3.1 Seksi Pembangunan Jalan Pasal 109 (1) Seksi Pembangunan Jalan mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Jalan melaksanakan survey pendataan lapangan khususnya yang berkaitan dengan pemeliharaan jalan, melaksanakan pembangunan/peningkatan jalan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan/peningkatan jalan, melaksankan tugas lain yang diperintahkan Kepala Bidang Jalan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pembangunan Jalan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan survey pendataan lapangan khususnya yang berkaitan dengan pemeliharaan jalan; b. Pelaksanaan pembangunan/peningkatan jalan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan/peningkatan jalan; Paragraf 3.2 Seksi Pemeliharaan Jalan Pasal 110 (1) Seksi Pemeliharaan Jalan mempunyai tugas membantu kepala bidang jalan melaksanakan survey dan pendataan lapangan khususnya yang berkaitan dengan pemeliharaan jalan, melaksankan pemeliharaan jalan yang rusak ringan, sedang, dan berat serta mengawasi pelaksanaannya, melaksanakan tugas lain yang diperintahkan Kepala Bidang Jalan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seksi pemeliharaan jalan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan survey pendataan lapangan khususnya yang berkaitan dengan pemeliharaan jalan; b. Pelaksanaan pemeliharaan jalan yang rusak ringan, sedang, dan berat serta mengawasi pelaksanaannya; Paragraf 3.3 Seksi Perbengkelan Pasal 111 (3) Seksi Perbengkelan mempunyai tugas membantu kepala bidang jalan dalam menyusun program pengembangan kapasitas perbengkelan dan peralatan, melaksanakan pengoperasian, perbengkalan dan peralatan serta administrasi 63

penyewaan alat, melaksanakan pengawasan dan pemeliharaan perbengkalan dan peralatan (4) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi perbengkalan dan peralatan mempunyai fungsi a. Penyusunan program pengembangan kapasitas perbengkalan dan peralatan; b. Pelaksanaan pengoperasian, perbengkalan dan peralatan serta administrasi penyewaan alat; c. Pelaksanaan pengawasan dan pemeliharaan perbengkalan dan peralatan; Paragraf 4 Bidang Jembatan Pasal 112 (1)Bidang jembatan mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan pembangunan bidang jembatan serta pengelolaan laboratorium, melaksanakan tugas lain yang diperintahkan kepala dinas; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sub bidang jembatan mempunyai fungsi ; a. Pelaksanaan penyelenggaraan jembatan kabupaten / desa dan menyusun perencanaan dan pembiayaan jembatan kabupaten / desa b. Pelaksanaan bimbingan penyuluh serta pelatihan aparatur penyelenggaraan jembatan kabupaten / desa c. Pelaksanaan pembangunan jembatan, operasi dan pemeliharaan jembatan; d. Pelaksanaan evaluasi kinerja penyelenggaraan jembatan dan pengendalian fungsi dan manfaat hasil pembangunan jembatan; Paragraf 4.1 Seksi Pembangunan Jembatan Pasal 113 (1) Sub Pembangunan Jembatan mempunyai tugas membantu kepala bidang jembatan melaksanakan survey dan pendataan lapangan yang berkaitan dengan program pembangunan jembatan, melaksanakan pembangunan jembatan serta mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan pembangunan jembatan, mengumpulkan dan mengelolah data rencana peningkatan jembatan lintas sungai dan darat. (2) Untuk melaksankan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi pembangunan jembatan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan survey dan pendataan lapangan yang berkaitan dengan program pembangunan jembatan 64

b. Pelaksanaan pembangunan jembatan serta mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan pembangunan jembatan, c. Pengumpulan dan pengelolaan data rencana peningkatan jembatan lintas sungai dan darat. Paragraf 4.2 Seksi Pemeliharaan Jembatan Pasal 114 (1) Seksi Pemeliharaan Jembatan mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Jembatan menyusun program pengembangan kapasitas laboratorium, melaksanakan operasi dan pemeliharaan alat-alat pengujian laboratorium, melakukan pengujian bahan bangunan yang akan digunakan, serta administrasi penggunaan laboratorium, Mengumpulkan dan mengelolah data-data hasil pengujian, melaksanakan tugas lain yang diperintahkan kepala bidang jembatan. (2) Untuk melaksankan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pemeliharaan Jembatan mempunyai fungsi : a. Penyusunan program pengembangan kapasitas laboratorium; b. Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan alalt-alat pengujian laboratorium; c. Pengujian bahan bangunan yang akan digunakan, serta administrasi penggunaan laboratorium; d. Pengumpulan dan pengelolaan data-data hasil pengujian; Paragraf 5 Bidang Cipta Karya Pasal 115 (1) Bidang Cipta Karya mempunyai tugas Pelaksanakan kebijakan dan strategi penanggulangan air bersih, banjir dan genangan serta permukiman kumuh dan menyusun pembiayaan dibidang keciptakaryaan, Penanganan pelaksanaan pembangunan gedung, lingkungan dan perumahan berdasarkan norma standar kabupaten, Menyelenggarakan pembangunan dan pemeliharaan prasarana drainase dengan koordinasi daerah sekitarnya, melaksanakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pembangunan dibidang keciptakaryaan, melaksanakan bimbingan, penyuluhan, serta pelatihan aparatur penyelenggaraan keciptakaryaan; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bidang cipta karya mempunyai fungsi :

65

a. Pelaksanakan kebijakan dan strategi penanggulangan air bersih, banjir dan genangan serta permukiman kumuh dan menyusun pembiayaan dibidang keciptakaryaan; b. Penanganan pelaksanaan pembangunan gedung, lingkungan dan perumahan berdasarkan norma standar kabupaten c. Penyelenggaraan pembangunan dan pemeliharaan prasarana drainase dengan koordinasi daerah sekitarnya; d. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pembangunan dibidang keciptakaryaan; e. Pelaksanaan bimbingan, penyuluhan, serta pelatihan aparatur penyelenggaraan keciptakaryaan; Paragraf 5.1 Seksi Bangunan Gedung Pasal 116 (1) Seksi Bangunan Gedung mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Cipta karya melaksanakan survey dan pendataan lapangan khususnya yang berkaitan dengan program pembangunan/pemeliharaan gedung, melaksanakan pembangunan /pemeliharaan gedung serta mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan pembangunan /pemeliharaan gedung, melaksanakan tugas lain yang diperintahkan Kepala Bidang Cipta Karya. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi bangunan gedung mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan survey dan pendataan lapangan khususnya yang berkaitan dengan program pembangunan/pemeliharaan gedung, b. Pelaksanaan pembangunan /pemeliharaan gedung serta mengendalikan dan mengawasi pelaksnaan pembangunan /pemeliharaan gedung, Paragraf 5.2 Seksi Penataan Pembangunan Lingkungan Pasal 117 (1) Seksi Penataan Pembanguan lingkungan mempunyai tugas membantu kepala bidang cipta karya melaksanakan survey dan pendataan lapangan khususnya yang berkaitan dengan program penataan dan pemabangunan lingkungan di wilayah Kabupaten, melaksanaan penataan dan pembangunan lingkungan kumuh serta genangan air lingkungan di wilayah kabupaten, melaksanakan tugas lain yang diperintahkan Kepala Bidang Cipta Karya 66

(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi penataan pembangunan lingkungan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan survey dan pendataan lapangan khususnya yang berkaitan dengan program penataan dan pemabangunan lingkungan di wilayah Kabupaten. b. Pelaksanaan penataan dan pembangunan lingkungan kumuh serta genangan air lingkungan di wilayah kabupaten; Paragraf 5.3 Seksi Penanganan Air Bersih Pasal 118 (1) Seksi Penanganan Air Bersih mempunyai tugas : a. Membantu Kepala Bidang Cipta Karya melaksanakan survey dan pendataan lapangan khususnya yang berkaiatan dengan program air bersih dan sanitasi; b. Melaksanakan penyediaan air bersih dan sanitasi serta pengembangan jaringan air bersih baik dalam kota maupun luar kota; c. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan Kepala Bidang Cipta Karya; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi penanganan air bersih mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan survey dan pendataan lapangan khususnya yang berkaiatan dengan program air bersih dan sanitasi; b. Pelaksanaan penyediaan air bersih dan sanitasi serta pengembangan jaringan air bersih baik dalam kota maupun luar kota; Paragraf 6 Bidang Tata Ruang Pasal 119 (1) Bidang Tata Ruang mempunyai tugas menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK), rencana tata ruang kawasan strategis kabupaten dan membuat rencana terperinci mengenai Rancangan Detail tata Ruang, Rencana Perletakan ( Site Plan ), dan garis sempadan bangunan sesuai dengan pengembangan tata ruang kabupaten, melakukan pengendalian terhadap izin pemamfaatan ruang yang sesuai dengan pengembangan Taata ruang Kabupaten, melaksanakan tugas lain yang diperintahkan kepala Dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bidang tata ruang mempunyai fungsi : a. Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) rencana tata ruang kawasan strategis kabupaten dan membuat rencana terperinci mengenai 67

Rancangan Detail tata Ruang, Rencana Perletakan ( Site Plan ), dan garis sempadan bangunan sesuai dengan pengembangan tata ruang kabupaten b. Pelaksanaan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan sistem informasi penataan ruang. c. Pememberian penyuluhan pengembangan Paragraf 6.1 Seksi Perencanaan Tata Ruang Pasal 120 (1) Seksi Perencanaan Tata Ruang mempunyai tugas: a. Membantu kepala bidang tata ruang melaksanakan survey dan pendataan lapangan khususnya yang berkaitan dengan program perencanaan tata ruang ; b. Melaksanakan perencanaan kapling dari tiap penggunaan tanah bangunan, perencanaan peletakan bangunan, garis sempadan bangunan yang berkaitan dengan ketertiban, keindahan dan pengembangan kota; c. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan kepala bidang tata ruang; Paragraf 6.2 Seksi Pemanfaatan Tata Ruang Pasal 121 (1) Seksi Pemanfaatan Tata Ruang mempunyai tugas : a. Membantu kepala Bidang tata ruang melaksanakan pendataan lapangan khususnya yang berkaiatan dengan Izin Mendirikan Bangunan ; a. Melaksanakan program pemanfaatan bangunan dan pengelolaan administrasi Izin Mendirikan Bangunan; b. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan kepala Bidang Tata Ruang; Paragraf 6.3 Seksi Pengawasan dan Pengendalian Tata Ruang Pasal 122 (1) Seksi Pengawasan dan Pengendalian Tata Ruang mempunyai tugas a. Membantu Kepala Bidang Tata Ruang melaksanakan koordinasi pengawasan terhadap tumbuhnya bangunan – bangunan yang belum mempunyai Izin Mendirikan Bangunan dan pemanfaatan ruang yang tidak sesuai RTRWK b. Melaksanakan pengawasan peruntukan bangunan dan pengendalian penataan bangunan di bidang tata ruang c. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan kepala bidang tata ruang 68

Paragraf 7 Organisasi Pasal 123 1. Organisasi UPT terdiri dari : a. Kepala UPT b. Kepala Sub Bagian Tata usaha 2. Bagan susunan organisasi UPT tercantum dalam lampiran peraturan Bupati ini. Paragraf 7.1 Unit Pelaksana Tekhnis Tugas Pokok Pasal 124 Unit Pelaksana Teknis bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas sosial, kebudayaan dan kepariwisataan dalam membina dan mengurus pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan. Fungsi Pasal 125 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pasal 96, Unit Pelaksana Teknis mempunyai fungsi: 1. Membantu Kepala Dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua jenjang dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing; 2. Membantu Kepala Dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua jenjang sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat; 3. Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua jenjang diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; 4. UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing; Paragraf 7.2 Sub Bagian Tata Usaha Pasal 126 Tugas pokok sub bagian tata usaha : 69

1. Melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; 2. Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor UPT dinas ; 3. Melaksanakan pengelolan administrasi; 4. Mengumpulkan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; 5. Urusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala UPT dinas Paragraf 7.3 Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 127 (1) Kelompok Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebahagian kegiatan Dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan (2) Kelompok jabatan fungsional dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan (3) Setiap kelompok jabatan dipimpin oleh seorang tenaga fungsional yang disepakati oleh anggota kelompok lainnya (4) Pengangkatan tenaga fungsional dan ketua kelompoknya ditetapkan dengan keputusan Bupati (5) Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala Dinas (6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan;

70

BAB VIII DINAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 128 Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenanganan atau urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Pengelolaan Sumber Daya Air yang menjadi tanggung jawabnya dan kewenangan lain yang diserahkan oleh Bupati kepadanya. Pasal 129 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada pasal 128, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air mempunyai fungsi : 1. Perencanaan kebijakan an pelaksanaan di bidang pengelolaan sumber daya air; 2. Pelaksanaan kegiatan operasional di bidang pengelolaan sumber daya air yang meliputi bina program, pembangunan, operasional dan pemeliharaan serta bina manfaat; 3. Pembangunan dan memelihara jaringan irigasi sungai, rawa dan pantai; 4. Pembinaan dan pemberian penyuluhan serta perizinan terhadap penggunaan fasilias pengairan; 5. Pengawasan, pengendalian dan mengevaluasi pembangunan, peningkatan, rehabilitasi irgasi air bawah tanah dan jaringan tersier; 6. Penyelenggaraan pelayanan teknis administratif yang meliputi bagian umum, kepegawaian dan peralatan serta perbekalan; Bagian Kedua Susunan dan Struktur Organisasi Pasal 130 (1)Organisasi Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air terdiri dari : 1. Kepala Dinas 2. Sekretariat a. Sub Bagian Perencanaan ; b. Sub Bagian Keuangan b. Sub Bagian Umum 3. Bidang Bina Teknik a. Seksi Surfey, Investigasi dan Hidrologi b. Seksi Perencanaan Teknis dan Peningkatan Mutu 71

c. Seksi Monitoring dan Evaluasi 4. Bidang Sungai ,Waduk dan pantai a. Seksi Pembangunan b. Seksi OP Sungai . Waduk dan Pantai c. Seksi Rehabilitasi dan Bencana Alam 5. Bidang Irigasi dan Rawa a. Seksi Operasi Irigasi dan Rawa b. Seksi Pemeliharaan Irigasi dan Rawa c. Seksi Inventarisasi 6. Bidang Bina Manfaat a . Seksi Pembinaan dan Pelaksanaan b. Seksi Penyuluhan dan Perizinan c. Seksi Irigasi Pedesaan 7. Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) 8. Kelompok Jabatan Fungsional (2) Bagan Struktur Organisasi Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air sebagaimana tercantum dalam lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Bupati ini. Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 131 Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan tugas fungsi sebagaimana dimaksud pasal 128 dan 1229 serta memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan staf pelaksana Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Paragraf 2 Sekretariat Pasal 132 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan menyurat, pendistribusian, perlengkapan kantor, kepegawaian, keuangan dan urusan umum. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekretariat mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan rumah tangga dan pemeliharaan kantor dinas pengelolaan sumber daya air b. Pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian; 72

c. Pengumpulan hasil penyusunan rencana, program kerja dan pelaporan serta pembinaan organisasi dan tata laksana. Paragraf 2.1 Sub Bagian Perencanaan Pasal 133 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor, menyusun data dan informasi organisasi dan tata laksana dinas, rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas, menyusun perogram kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub bagian perencanaan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharaan kantor serta pembiayaan kantor b. Penyusunan data informasi organisasi dan tata laksana dinas. c. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas. d. Penyusunan program kerja strategi dan laporan pelaksanaan kinerja dinas. Paragraf 2.2 Sub Bagian Keuangan Pasal 134 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub sub bagian keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas ; b. Pengelolaan administrasi keuangan dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan dinas; d. Pelaksanaan evaluasi anggaran dan penggunaan keuangan dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan dinas. f. Pembantuan kegiatan sub dinas dalam administrasi keuangan

73

Paragraf 2.3 Sub Bagian Umum Pasal 135 (1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas mengelola kegiatan administrasi perkantoran kegiatan surat menyurat, tatausaha perjalanan Dinas, melakukan penginvestasian, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barang-barang inventaris kantor, menyusun rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan dinas, melaksanakan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, sub bagian umum mempunyai fungsi : b. Pengelolaan kegiatan administrasi perkantoran; c. Penatausahaan perjalanan dinas; d. Penginventarisasian barang kantor; e. Pengelolaaan administrasi kepegawaian dinas; Paragraf 3 Bidang Bina Teknik Pasal 136 (2) Bidang Bina Teknik mempunyai tugas melaksanakan, menyusun teknis pengembangan sumber daya air; (3) Untuk melasanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), bidang bina teknik mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan kegiatan survey, investigasi dan data hidrologi ( curah hujan, tempratur, angin, kelembaban, debit air dan lain-lain); b. Pelaksanaan kegiatan perencanaan dan penyusunan program pembangunan sumber daya air c. Pelaksanaan pedoman peningkatan mutu pembangunan sumber daya air d. Pelaksanaan dan penyusunan laporan monitoring dan evaluasi manfaat dan dampak pembangunan sumber daya air; Paragraf 3.1 Seksi Survey, Investigasi dan Hidrologi Pasal 137 (1) Seksi Survey, Investigasi dan Hidrologi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan survey, pengukuran dan pengumpulan data hidrologi unutk menunjang kegiatan perencanaan; 74

(2) Untuk melasanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), seksi survey, investigasi dan hidrologi mempunyai fungsi : a. penyiapan hasil pengukuran untk keperluan perencanaan pengembangan sumber daya air; b. Pengevaluasian dan pembuatan kesimpulan hasil investigasi; c. Penyusunan, penyiapan dan pengelolaan data hidrologi; Paragraf 3.2 Seksi Perencanaan teknis dan Peningkatan Mutu Pasal 138 (1) Seksi Perencanaan Teknis dan Peningkatan Mutu mempunyai tugas melaksanakan kegiatan perencanaan dan peningkatan mutu yang meliputi pengumpulan serta pengelolaan data untuk perencanaan dan pedoman pengembangan sumber daya air; (2) Untuk melasanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), seksi perencanaan teknis dan peningkatan mutu mempunyai fungsi : a. Pengumpulan dan pengelolaan data atau bahan untuk perencanaan pembangunan rehabilitasi dan peningkatan jaringan, pengawasan melalui koordinasi dengan instansi terkait b. Penyiapan bahan pembuatan, penyusunan program dan studi kelayakan pembangunan pengawasan, pemantauan dan pengevaluasian dampak dan manfaat; c. Pelaksanaan pembinaan pengawasan, pengendalian dan pelaksanaan kegiatan perencanaan teknis, penyusunan spesifikasi teknis, rencana anggaran biaya serta penyusunan dokumentasi gambar pelaksanaan; d. Penyiapan dan penyusunan bahan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan peningkatan mutu pembangunan sumber daya air; Paragraf 3.3 Seksi Monitoring dan Evaluasi Pasal 139 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan monitoring hasil pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana sumber daya air; (2) Untuk melasanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), seksi monitoring dan evaluasi mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan kegiatan monitoring hasil pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana sumber daya air; 75

b. Pengevaluasian hasil pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana sumber daya air; Paragraf 4 Bidang Sungai, Waduk dan Pantai Pasal 140 (1) Bidang Sungai, Waduk dan Pantai mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pembangunan rehabilitasi, operasi, pemeliharaan dan konservasi pelestarian sungai dan waduk serta penanganan bencana alam; (2) Untuk penyelenggaraan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bidang sungai, waduk dan pantai mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan kegiatan pembangunan dan pengembangan sumber daya air; b. Pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan peningkatan sumber daya air; c. Pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan sungai, waduk dan penanganan bencana alam serta pengendalian konservasi dan pelestarian sumber daya air; Paragraf 4.1 Seksi Pembangunan Pasal 141 (1) Seksi Pembangunan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana sumber daya air; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi pembangunan mempunyai fungsi : a. Penyiapan dan penyusunan bahan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana sumber daya air; b. Penyusunan dan penyiapan gambar pelaksanaan pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana sumber daya air c. Penyusunan dan penyiapan pengawasan, pengendalian sarana dan prasarana sumber daya air; Paragraf 4.2 Seksi OP, Sungai Waduk dan Pantai Pasal 142 (1) Seksi OP, Sungai Waduk dan Pantai mempunyai tugas melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan sungai, waduk dan pantai serta kegiatan konservasi / pelestarian lingkungan 76

(2) Untuk penyelenggaraan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi OP, sungai waduk dan pantai mempunyai fungsi : a. Penyiapan dan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis kegiatan operasi dan pemeliharaan sungai, waduk dan pantai; b. Penyusunan dan pemantauan sedimentasi, sungai dan waduk serta konservasi / pelestarian lingkungan c. Penyusunan kegiatan survey / pengecekan lokasi penanganan abrasi pantai; d. Pengevaluasian dan pembuatan kesimpulan hasil OP, sungai, waduk, konservasi / pelestarian lingkungan e. Penyusunan rencana anggaran biaya; f. Penyusunan dan penyiapan pengawasan, pengendalian kegiatan Paragraf 4.3 Seksi Rehabilitasi dan Bencana Alam Pasal 143 (1) Seksi Rehabilitasi dan Bencana Alam mempunyai tugas melaksanakan kegiatan rehabilitasi dan peningkatan sarana dan prasarana sumber daya air serta penangangan bencana alam; (2) Untuk penyelenggaraan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi rehabilitasi dan bencana alam mempunyai fungsi : a. Penyiapan dan penyusunan bahan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan peningkatan sarana dan prasarana sumber daya air; b. Penyusunan kegiatan survey / pengecekan lokasi bencana alam c. Penyusunan dan penyiapan pengawasan, pengendalian kegiatan rehabilitasi penanganan bencana alam d. Penyusunan dan penyiapan pengawasan, pengendalian kegiatan rehabilitasi dan penanggulangan bencana alam; Paragraf 5 Bidang Irigasi dan Rawa Pasal 144 (1) Bidang Irigasi dan Rawa mempunyai tugas melasanakan kegiatan pengoperasian, pemeliharaan jaringan irigasi dan irigasi pedesaan serta sarana dan prasarana irigasi dan rawa ; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bidang irigasi dan rawa mempunyai fungsi; 77

a. Perencanaan dan penyusunan petunjuk teknis kegiatan pengendalian dan pengoperasian sarana dan prasarana irigasi dan rawa b. Perencanaan dan penyusunan petunjuk teknis kegiatan pengendalian dan pemelihraan sarana dan prasarana irigasi dan rawa c. Penyusunan penyiapan anggaran biaya operasi dan pemeliharaan serta irgasi pedesaan d. Penyusunan dan penyiapan data inventarisasi luas areal, saluran dan bangunan serta sarana dan prasarana irigasi dan rawa lainnya; e. Pelaksanaan kegiatan operasi, pemeliharaan serta irgasi pedesaan sarana dan prasarana irigasi dan rawa; Paragraf 5.1 Seksi Operasi Irigasi dan Rawa Pasal 145 (1) Seksi Operasi Irigasi dan Rawa mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pembinaan operasi, yang meliputi pengumpulan data dan kualitas Sumber Daya Air serta penyiapan bahan penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan pengendalian dan pengoperasian. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi operasi irigasi dan rawa mempunyai fungsi : a. Penyusunan bahan pedoman petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan operasi sarana, prasarana Irigasi dan Rawa b. Pelaksanaan pengendalian dan pengawasan kualitas air dan sumber air c. Pelaksanaan kegiatan tata tanam d. Pengumpulan dan pengelolaan data areal tanam dan pembagian air e. Perhitungan neraca air dan kebutuhan air irigasi untuk bahan penentuan rencana tata tanam f. Perencanaan supervisi, perencanaan pembagian air dan operasi bangunanbangunan Irigasi dan Rawa g. Pengoperasian sarana dan prasarana Irigasi dan Rawa Paragraf 5.2 Seksi Pemeliharaan Irigasi dan Rawa Pasal 146 (1) Seksi Pemeliharaan Irigasi dan Rawa mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengumpulan dan pengelolaan data kondisi bangunan dan penyiapan bahan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan penegendaliaan pemeliharaan sarana, prasarana irigasi dan rawa 78

(2) Untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi pemeliharaan irigasi dan rawa mempunyai tugas : a. Perencanaan dan penyusunan petunjuk teknis kegiatan penegendalian pemeliharaan sarana, prasarana irigasi dan rawa b. Penyusunan dan penyiapan anggaran biaya kegiatan pemeliharaan sarana, prasarana irigasi dan rawa; c. Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan sarana, prasarana irigasi dan rawa d. Pelaksanaan pembinaan, pemeliharaan bantuaan saran, prasarana irigasi dan rawa; Paragraf 5.3 Seksi Irigasi Pedesaan Pasal 147 (1) Seksi Irigasi Pedesaan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan : mempersiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis pendataan, pengawasan, pengendalian, pelaksanaan pembangunan dan pengembangan irigasi pedesaan (2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), seksi irigasi pedesaan mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Persiapan bahan dan menyusun petunjuk teknis pembangunan dan pembangunan irigasi pedesaan b. Pelaksanaan pendataan, dokumentasi, dan pegelolaan jaringan Irigasi pedesaan c. Pemberian rekomendasi, terhadap masyarakat dalam rangka pengendaliaan dan pelestariaan air dan sumber air. d. Pemberian rekomendasi, mengenai pemanfaatan pemakaian air dan tanah yang dikuasai Dinas Pengelolah Sumber Daya Air (PSDA) e. Pelaksanaan pengawasan pengendalian dan melaksanakan pembangunan peningkatan dan rehabilitasi Irigasi pedesaan, air tanah serta jaringan tersier. Paragraf 6 Bidang Bina Manfaat Pasal 148 (1) Bidang Bina Manfaat mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan pengadministrasian, penyuluhan, perzinaan dan menyusun petunjuk teknis pelaksanaan dan inventarisasi dan pembentukan komisi irigasi dibidang pengelolaan sumber daya air (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), bidang bina manfaat mempunyai fungsi : 79

a. Penyiapan rencana kegiatan Pembinaan dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan prasarana sumber daya air; b. Penyusunan program penyuluhan dan perizinan di bidang pemanfaatan sumber daya air; c. Penyusunan dan penyiapan data inventarisasi sumber daya air. d. Pembentukan komisi irigasi Paragraf 6.1 Seksi Pembinaan dan Pelaksanaan Pasal 149 (1) Seksi Pembinaan dan Pelaksanaan mempunyai tugas menyiapkan rencana kegiatan Pembinaan dan Pelaksanaan serta standar-standar teknis Pengawasan dan Pelaksanaan Konstruksi (2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi pembinaan dan pelaksanaan mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Penyusunan rencana kegiatan seksi pembinaan dan pelaksanaan; b. Pelaksanaan koordinasi penetapan rencana paket-paket pelaksanaan; c. Penyiapan standar-standar teknis pengawasan dan pelaksanaan; d. Pelaksanaan pengawasan untuk persiapan pelaksanaan konstruksi; e. Pelaksanaan pembinaan penerapan sistem jaminan mutu (qualitiy assurance); f. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan; g. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas seksi pembinaan dan pelaksanaan; Paragraf 6.2 Seksi Penyuluan dan Perizinan Pasal 150 (1) Seksi Penyuluhan dan Perizinan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan program penyuluhan dan pelatihan serta pengelolaan perizinan (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi penyuluhan dan perizinan mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Penyusunan rencana kegiatan seksi penyuluh dan perizinan; b. Pelaksanaan inventarisasi penerima manfaat, sumber daya air; c. Penyiapan rencana kerja penyluhan, dan perizinan; d. Pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan pada lembaga dan masyarakat yang memanfaatkan sarana dan prasarana sumber daya air; e. Pengevaluasian kelayakan setiap permintaan masyarakat dalam hal pemanfaatan dan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air yang akan dikelolah 80

masyarakat sendiri, untuk mendirikan, mengubah ataupun membongkar bangunan; f. Pemberian pertimbangan teknis dalam perizinan pemanfaatan dan konservasi sumber daya air dan rekomendasi kepada Bupati untuk diterbitkan perijinannya; Paragraf 6.3 Seksi Inventarisasi Pasal 151 (1) Seksi Inventarisasi mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengumpulan, pemantauan dan evaluasi data Inventrisasi sarana dan Prasarana jaringan Irigasi dan Rawa (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi inventarisasi mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana pelaksanaan inventarisasi sarana dan prasarana b. Penyiapan data Inventarisasi luas areal, saluran dan pembangunan jaringan irigasi/rawa pelaksanaan kegiatan pemantauan, evaluasi dan laporan hasil inventarisasi sarana dan prasarana jarinagan irigasi dan rawa Paragraf 7 Organisasi 1. Organisasi UPT terdiri dari : a. Kepala UPT b. Kepala Sub Bagian Tata usaha 2. Bagan susunan organisasi UPT tercantum dalam lampiran peraturan Bupati ini. Paragraf 7.1 Unit Pelaksana Tekhnis Tugas Pokok Pasal 153 Unit Pelaksana Teknis bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas membina dan mengurus Pengelolaan Sumber Daya Air pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan. Pasal 152

81

Fungsi Pasal 154 Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 153 Unit Pelaksana Teknis mempunyai fungsi : (1) Membantu Kepala Dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua jenjang pendidikan dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing; (2) Membantu Kepala Dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua jenjang pendidikan sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat; (3) Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua jenjang pendidikan diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; (4) UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing; Paragraf 7.2 Sub Bagian Tata Usaha Pasal 155 Urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; (1) Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor cabang dinas ; (2) Melaksanakan pengelolan administrasi; (3) Mengumpulkan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; (4) Urusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala cabang dinas Paragraf 7.3 Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 156 (1) Kelompok Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebahagian kegiatan Dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan (2) Kelompok jabatan fungsional dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan 82

(3) Setiap kelompok jabatan dipimpin oleh seorang tenaga fungsional yang disepakati oleh anggota kelompok lainnya (4) Pengangkatan tenaga fungsional dan ketua kelompoknya ditetapkan dengan keputusan Bupati (5) Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala Dinas (6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan

83

BAB IX DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 157 Dinas Kelautan dan Perikanan mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenanganan atau urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Kelautan dan Perikanan yang menjadi tanggung jawabnya dan kewenangan lain yang diserahkan oleh Bupati kepadanya. Pasal 158 Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut pada pasal 157 Dinas Kelautan dan Perikanan mempunyai fungsi; a. Pelaksanaan inventaris dan identifikasi potensi kekayaan laut kabupaten; b. Perencanaan kebijakan pengelolaan kekayaan laut kabupaten; c. Pembuatan peraturan tentang pengelolaan laut kabupaten; d. Pengawasan dan Pengendalian kegiatan dan usaha-usaha dibidang Perikanan; e. Pelaksanaan bimbingan teknis dibidang Perikanan; f. Pelaksanaan tindak pencegahan dan penyuluhan tentang hukum laut sehubungan dengan penegakan hukum dibidang eksplorasi/eksploitasi kelautan dan Perikanan; g. Pengelolaan unit pelaksanaan teknis Dinas h. Pelaksanaan urusan tata usaha Dinas; Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 159 (1) Organisasi Dinas Kelautan dan Perikanan terdiri : 1. Kepala Dinas. 2. Sekretariat a. Sub Bagian Perencanaan ; b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Umum 3. Bidang Perikanan Budidaya : a. Seksi Budidaya Laut dan Payau: b. Seksi Budidaya Air Tawar dan Perairan Umum c. Seksi Sarana dan Prasarana Budidaya 4. Bidang Kelautan,Pesisir dan Perikanan Tangkap: 84

a. Seksi Kelautan dan Konservasi b. Seksi Perikanan Tangkap c. Seksi Pengembangann Wilayah Pesisir 5. Bidang Bina Usaha Mutu dan Kelembagaan; a. Seksi Pembinaan Usaha b. Seksi Pembinaan Mutu dan Pemasaran Hasil Perikanan c. Seksi Pembinaan Kelembagaan dan Penyuluhan 6. Bidang Pengawasan & Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan a. Seksi Sumber Daya Manusia Pengawasan Kelautan dan Perikanan b. Seksi Sarana dan Prasarana Pengawasan c. Seksi Penataan dan Penegakan Hukum Kelautan dan Perikanan . 7. Unit Pelaksana Teknis (UPT). 8. Kelompok Jabatan Fungsional. (2)Bagian Sususnan Organisasi Dinas Kelautan dan Perikanan sebagaimana tercantum pada lampiran dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Peraturan Bupati ini. Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 160 Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan tugas fungsi sebagaimana dimaksud pasal 157 dan 158, serta memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan staf pelaksana Dinas Kelautan dan Perikanan Paragraf 2 Sekretariat Pasal 161 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan menyurat, pendistribusian, perlengkapan kantor, kepegawaian, keuangan dan urusan umum. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekretariat mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan rumah tangga; dan pemeliharaan kantor dinas kelautan dan perikanan; b. Pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian; 85

c. Pengumpulan hasil penyusunan rencana, program kerja dan pelaporan serta pembinaan organisasi dan tata laksana; Paragraf 2.1 Sub Bagian Perencanaan Pasal 162 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor, menyusun data dan informasi organisasi dan tata laksana dinas, rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas, menyusun program kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub bagian perencanaan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharaan kantor serta pembiayaan kantor, b. Penyusunan data informasi organisasi dan tata laksana dinas; c. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas; d. Penyusunan program kerja strategi dan laporan pelaksanaan kinerja dinas; Paragraf 2.2 Sub Bagian Keuangan Pasal 163 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub sub bagian keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas; b. Pengelolaan administrasi keuangan dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan dinas; d. Pelaksanaan evaluasi anggaran dan penggunaan keuangan dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan dinas; f. Pembantuan kegiatan sub dinas dalam administrasi keuangan;

86

Paragraf 2.3 Sub Bagian Umum Pasal 164 (1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas mengelola kegiatan administrasi perkantoran kegiatan surat menyurat, tatausaha perjalanan Dinas, melakukan penginvestasian, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barang-barang inventaris kantor, menyusun rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan dinas, melaksanakan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, sub bagian umum mempunyai fungsi : a. Pengelolaan kegiatan administrasi perkantoran; b. Penatausahaan perjalanan dinas; c. Penginventarisasian barang kantor; d. Pengelolaaan administrasi kepegawaian dinas; Paragraf 3 Bidang Perikanan Budidaya Pasal 165 (1) Bidang Perikanan Budidaya mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengembangan budidaya perikanan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaiaman dimaksud ayat (1), bidang perikanan budidaya mempunyai fungsi : a. Pemberian fasilitas transformasi teknologi budidaya laut payau dan air tawar; b. Pengembangan dan pengendaliaan budidaya perikanan; c. Pembinaan dan pengaturan sarana dan prasarana budidaya; d. Pelaksanaan analisis data statistik dan informasi budidaya perikanan; e. Pelaksanaan koordinasi penyelenggara program pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi perikanan budidaya; f. Perencanaan pembangunan perikanan budidaya; g. Pembinaan dan bimbingan penerapan teknologi perikanan budidaya; h. Penyusunan pedoman teknis pelepasan dan penarikan varietes induk/benih ikan;

87

Paragraf 3.1 Seksi Budidaya Laut dan Air Payau Pasal 166 (1) Seksi Budidaya Laut dan Air Payau mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi, identifikasi, analisis, standarisasi dan memfasilitasi transformasi teknologi budidaya ikan di laut dan air payau. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud ayat (1), seksi budidaya laut dan air payau mempunyai fungsi : a. Perumusan dan penetapan teknologi dan pola budidaya perikanan secara terkoordinasi; b. inventarisasi, identifikasi, analisis, standarisasi dan memfasilitasi transformasi teknologi budidaya ikan di laut dan air payau c. Penetapan sentral komoditas budidaya laut dan air payu secara terkoordinasi; d. Pembinaan dan bimbingan penerapan teknologi perikanan budidayalaut dan air payau; e. Penetapan kebijakan keramba jaring apung diwilayah laut; Paragraf 3.2 Seksi Budidaya Air Tawar dan Perairan Umum Pasal 167 (1) Seksi Budidaya Air Tawar di Perairan Umum mempunyai tugas melaksanakan inventarisasi, identifikasi, analisis, standarisasi dan memfasilitasi transformasi teknologi budidaya Air Tawar dan Perairan Umum. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud ayat (1), seksi budidaya air tawar dan perairan umum mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan inventarisasi, identifikasi, analisis, standarisasi dan memfasilitasi transformasi teknologi budidaya ikan di air tawar dan perairan umum; b. Fasilitas pengembangan teknik dan pola budidaya air tawar dan perairan umum; c. Penetapan sentral komoditas budidaya air tawar dan perairan umum secara terkoordinasi; d. Pembinaan dan bimbingan penerapan teknologi perikanan budidaya air tawar dan perairan umum; e. Pelaksanaan kebijakan keramba jaring apung di perairan umum;

88

Paragraf 3.3 Seksi Sarana dan Prasarana Budidaya Pasal 168 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Budidaya mempunyai tugas menetapkan standar teknis sarana, prasarana dan mesin perikanan serta memfasilitasi pengembangan dan pengaturan sarana dan prasarana budidaya; (2) Untuk melasanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi sarana dan prasarana budidaya mempunyai fungsi : a. Penetapan standar teknis, norma, sistem dan prosedur perbenihan secara terkoordinasi sesuai dengan ketentuan yang ada; b. Pengidentifikasian, monitoring dan evaluasi penggunaan bibit unggul yang beredar di pasaran dan di masyarakat; c. Penetapan kebijakan introduksi spesies komoditas perikanan; d. Pelaksanaan analisis kebutuhan bimbingan pengadaan dan pemanfaatan sarana dan produksi budidaya; e. Pelaksanaan pengembangan sarana budidaya serta verifikasi dan pengujian lapangan atas mutu sarana budidaya; f. Penetapan kebijakan pengadaan, penggunaan dan peredaran serta pengawasan obat ikan, bahan kimia, bahan biologis dan pakan ikan; g. Penerapan standar teknis serta memfasilitasi pengembangan dan pengaturan prasarana budidaya; h. Pelaksanaan indentifikasi, inventarisasi potensi pengembangan irigasi tambak dan budidaya air tawar pada kawasan / sentra pengembangan komoditas perikanan; i. Pemberian fasiltas rancangan pola penggunaan irigasi tambak dan budidaya lainnya; j. Pemberian fasilitas perencanaan penataan pengembangan dan pemeliharaan irigasi dibidang perikanan; k. Penetapan standar kualitas untuk irigasi tambak dan budidaya ikan lainnya; l. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan penggunaan jaringan irigasi dibidang perikanan; m. Pengkoordinasian pengembangan prasarana listrik, air bersih, perhubungan di wilayah pengembangan budidaya;

89

Paragraf 4 Bidang Kelautan, Pesisir dan Perikanan Tangkap Pasal 169 (1) Bidang Kelautan, Pesisir dan Perikanan Tangkap mempunyai tugas melakukan pembinaan dibidang kelautan, pesisir dan perikanan tangkap (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), bidang kelautan, pesisir dan perikanan tangkap mempunyai fungsi : a. Pembinaan dan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan, penataan ruang laut diwilayah kewenangan kabupaten; b. Pembinaan masyarakat pesisir c. Pembinaan dan koordinasi pengelolaan terpadu dan pemanfaatan sumberdaya laut, dan wilayah pesisir; d. Analisis data dan informasi kalautan, wilayah pesisir dan perikanan tangkap; e. Pembinaan dan pengembangan teknologi penangkapan spesifik daerah; f. Koordinasi kaji terap dan transformasi teknologi perikanan tangkap; g. Pelaksanaan analisa stock sumberdaya diwilayah laut kabupaten; h. Pelaksanaan analisis data sarana dan prasarana perikanan tangkap; i. Pembuatan dan penyebarluasan peta imigrasi dan penyebaran ikan; Paragraf 4.1 Seksi Kelautan dan Konversi Pasal 170 (1) Seksi Kelautan dan Konservasi mempunyai tugas membina dan mengembangkan kelautan dan konsevasi Sumberdaya; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), seksi kelautan dan konservasi mempunyai fungsi : a. Penetapan ruang laut dan pesisir, peta potensi laut wilayah laut kewenangan kabupaten; b. Pelaksanaan dan koordinasi kebijakan penetapan ruang laut sesuai dengan potensi laut wilayah laut kewenangan kabupaten; c. Pelaksanaan dan Koordinasi pengelolaan jasa kalautan dan kemaritiman diwilayah laut kewenangan kabupaten; d. Pelaksanaan koordinasi eksplorasi, eksploitasi, konservasi dan pengelolaan kekayaan perairan danau, sungai, rawa dan wilayah perairan lainnya diwilayah kabupaten; e. Pelaksanaan dan koordinasi penyusunan zonasi dan tata ruang perairan dalam wilayah kewenangan kabupaten; 90

f. Perencanaan, pemanfaatan pengawasan dan pengendalian tat ruang laut wilayah kewenangan kabupaten; g. Pelaksanaan koordinasi pengelolaan konservasi sumberdaya ikan dan lingkungan sumber daya ikan kewenangan kabupaten; h. Pelaksanaan konservasi dan pengkayaan stock sumber daya yang mengalami penurunan populasi; i. Pelaksanaan bimbingan teknis operasional pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan; j. Pelaksanaan konservasi ekosistem laut, pesisir dan pulau-pulau kecil (terumbung karang, lamun dan mangrove) k. Konservasi dan pengelolaan kekayaan laut dan wilayah perairan laut; l. Pelaksanaan dan koordinasi mitigasi kerusakan lingkungan pesisir dan laut wilayah laut kewenangan kabupaten; Paragraf 4.2 Seksi Perikanan Tangkap Pasal 171 (1)Seksi perikanan tangkap mempunyai tugas melaksanakan pembinaan teknologi perikanan tangkap (2)Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana yang dimaksud (1), seksi perikanan tangkap mempunyai fungsi : a. Pembinaan sarana dan prasarana perikanan tangkap; b. Pembinaan dan pengembangan teknologi penangkapan spesifik daerah; c. Pembinaan dan bimbingan penerapan teknologi dibidang penangkapan ikan dan kapal perikanan; d. Pelaksanaan analisis dan statistik dan informasi perikanan tangkap; e. Fasilitasi kerjasama pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan tangkap antara kabupaten/kota; f. Koordinasi penyelenggaraan program, pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi dibidang perikanan tangkap; g. Perencanaan pembangunan perikanan tangkap; h. Koordinasi dan pelaksanaan estimasi stock ikan di wilayah perairan; i. Pembuatan dan penyebarluasan peta pola imigrasi dan penyebaran ikan; j. Pelaksanaan dan koordinasi kebijakan penetapan lokasi pembangunan serta pengelolaan pelabuhan perikanan; k. Pelaksanaan kebijakan pembangunan kapal perikanan; l. Pelaksanaan kebijakan pemeriksaan fisik kapal, standarisasi kelayakan kapal perikanan dan penggunaan alat tangkap ikan; 91

m. Penetapan kebijakan produktifitas kapal perikanan, pembuatan alat tangkap, penggunaan peralatan bantu dan pengenderan jarak jauh untuk penagkapan ikan; n. Pelaksanaan kebijakan pemberdayaan nelayan kecil; o. Pendaftaran kapal perikanan s/d 10 GT; p. Pelaksanaan, koordinasi kebijakan pemanfaatan dan penempatan rumpon di perairan laut; Paragraf 4.3 Seksi Pengembangan Wilayah Pesisir Pasal 172 (1) Seksi pengembangan wilayah pesisir mempunyai tugas melakukan inventarisasi, identifikasi dan pembinaan dibidang pengembangan wilayah pesisir (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud ayat (1), seksi pengembangan wilayah pesisir mempunyai fungsi : a. Perumusan dan penetapan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam diwilayah pesisir; b. Perumusan perencanaan tekhnis, pemberian bimbingan dan pembinaan diwilayah pesisir; c. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait, dalam pengembangan sumber daya diwilayah pesisir; d. Pelestarian dan mengembangkan budaya kelautan; e. Peningkatan akses permodalan pada instansi keuangan legal seperti perbankan dan koperasi; f. Pelaksanaan koordinasi pengembangan ekonomi masyrakat pesisir dan pulaupulau kecil; g. Pelaksanaan kajian pengembangan potensi wilayah pesisir; Paragraf 5 Bidang Bina Usaha, Mutu dan Kelembagaan Pasal 173 (1) Bidang Bina Usaha, Mutu dan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pembinaan usaha, mutu dan kelembagaan dibidang perikanan dan kelautan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud ayat (1), Bidang bina usaha, mutu dan kelembagaan mempunyai fungsi : a. Fasilitasi pembinaan kelembagaan dan permodalan, bimbingan pengelolaan usaha dan kerjasama usaha swasta dibidang kelautan dan perikanan; 92

b. Pelayanan perizinan, pemantauan, pengawasan, pembinaan pemasaran dan promosi; c. Fasilitasi pembinaan teknologi penanganan dan pengelolaan hasil perikanan dan kalautan; d. Analisis dan penyajiaan data serta informasi pasar; e. Peningkatan kapasitas kelembagaan dan SDM bidang kelautan dan perikanan; f. Bimbingan tekhnis pelaksanaan standarisasi, akreditasi lembaga sertifikasi sistem mutu perikanan; g. Penetapan kebijakan dan pelaksanaan pungutan perikanan; h. Pelaksanaan kebijakan ketenagakerjaan dibidang kelautan dan perikanan kewenangan kabupaten; i. Penyelenggaraan penyuluhan dibidang kelautan dan perikanan; Paragraf 5.1 Seksi Pembinaan Usaha Pasal 174 (1) Seksi Pembinaan Usaha mempunyai tugas melakukan inventarisasi, identifikasi, analisasi dan pembinaan usaha. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), seksi pembinaan usaha mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan bimbingan permodalan usaha perikanan; b. Pelayanan dan pengawasan perizinan yang meliputi informasi perizinan, prosedur dan tata cara perizinan serta memantau pelaksanaan perizinan berdasarkan perudang-undangan yang berlaku; c. Pelaksanaan bimbingan analisis usaha serta bimbingan pengelolaan usaha dan kerjasama usaha swasta dibidang perikanan; d. Pelaksanaan penilaian pemberian rekomendasi terhadap pengusaha dan calon pengusaha perikanan; e. Memfasilitasi dan mengawasi program kerjasama usaha pelaku perikanan dalam rangka memberi perlindungan terhadap pelaku usaha perikanan; f. Pemberiaan izin penangkapan dan/atau pengangkutan ikan yang menggunakan kapal perikanan s/d 10 GT serta tidak menggunakan tenaga kerja asing; Paragraf 5.2 Seksi Pembinaan Mutu dan Pemasaran Hasil Perikanan Pasal 175 (1) Seksi Pembinaan Mutu dan Pemasaran Hasil Perikanan mempunyai tugas melakukan inventarisasi, identivikasi, analisa pembinaan mutu serta pemasaran hasil perikanan. 93

(2) Untuk melaksanakan tugas yang dimaksud pada ayat (1), seksi pembinaan mutu dan pemasaran hasil perikanan mempunyai fungsi : a. Pelaksanan bimbingan teknologi, penanganan dan pengolahan hasil perikanan secara terkoordinasi; b. Pembinaan dan pengawasan mutu produk, tenaga, sarana, prosedur dan metode pengujian mutu hasil perikanan; c. Pelayanan, pemantauan dan bimbingan pemasaran dan promosi produk perikanan baik dalam maupun luar negeri; d. Pengembangan sistim jaringan informasi dan pelaksanaan kegiatan pemeran dan promosi perikanan baik dalam maupun luar negeri dalam rangka pengenalan potensi dan pengembangan investasi; e. Perumusan rencana sarana informasi cetak dan elektronik untuk memperkenalkan produk unggulan perikanan; f. Pelaksanan promosi ekspor komoditas perikanan unggulan Daerah Kabupaten; g. Pelaksanaan kerjasama lintas Kabupaten se Sulawesi Selatan dan kawasan timur Indonesia dalam rangka promosi dan pemasaran; h. Pengembangan bursa komoditas secara terkoordinasi; i. Pelaksanaan kebijakan ekspor impor induk dan benih ikan. Paragraf 5.3 Seksi Pembinaan Kelembagaan dan Penyuluhan Pasal 176 (1) Seksi Pembinaan Kelembangaan dan Penyuluhan mempunyai tugas Melakukan inventarisasi, identifikasi, analisa dan pembinaan kelembagaan pembudidayaan ikan dan nelayan serta menyelenggarakan penyuluhan kelautan dan perikanan (2) Untuk melaksanakan tugas yang dimaksud pada ayat (1), seksi Pembinaan kelembagaan dan penyuluhan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan bimbingan tekhnis dan administrasi dalam pembinaan dan pengembangan kelembagaan pembudidayaan ikan dan nelayan b. Pelaksanaan peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga penyuluhan, penggunaan sarana penyuluhan dan perumusan serta penyiapan materi penyuluhan; c. Memfasilitasi dan pelaksanaan pembinaan kelembagaan dan ketenagakerjaan pembudidayaan ikan / nelayaan; d. Pengkoordinasian penyelenggaraan penyuluhan kelautan dan perikanan; e. Pelaksanaan sistem informasi perikanan diwilayah Kabupaten; f. Peragaan, penyebarluasan dan bimbingan penerapan teknologi perikanan.

94

Paragraf 6 Bidang Pengawasan, Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pasal 177 (1) Bidang Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan mempunyai tugas Melakukan pembinaan pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan. (2) Untuk melaksanakan tugas yang dimaksud pada ayat (1), Bidang pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan mempunyai fungsi : a. Pelaksanann sosialisasi dan monitoring terpadu serta pengawasan dan pengamanan sumberdaya ikan dan lingkungan (SISWASMAS); b. Pengidentifikasian biota laut, pelestarian sumberdaya ikan (seareaching, restoking, pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan); c. Peningkatan kapasitas PPNS dan sarana pengawasan. Paragraf 6.1 Seksi Pengembangan SDM Pengawasan Kelautan dan Perikanan Pasal 178 (1) Seksi Pengembangan SDM Pengawasan Kelautan dan Perikanan mempunyai tugas melakukan pembinaan pengembangan SDM pengawasan kelautan dan perikanan. (2) Untuk melaksanakan tugas yang dimaksud pada ayat (1), seksi pengembangan SDM pengawasan kelautan dan perikanan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan inventarisasi data pengawasan perikanan dan kelompok Siswasmas di Kecamatan; b. Peningkatan kapasitas pengawasan perikanan melalui diklat pelatihan, pertemuan/sosialisasi, magang dan studibanding; c. Pembinaan dan pengembangan kelompok masyarakat pengawasan(POKMASWAS); d. Pembangunan jaringan, meningkatkan apresiasi dan membangkitkan partisipasi masyarakat di bidang pengawasan.

95

Paragraf 6.2 Seksi Sarana dan Prasarana Pengawasan Pasal 179 (1) Seksi Sarana dan Prasarana Pengawasan mempunyai tugas melakukan inventarisasi pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan. a. Untuk melaksanakan tugas yang dimaksud pada ayat (1), seksi sarana dan prasarana pengawasan mempunyai fungsi : b. Inventarisasi dan identifikasi sarana dan prasarana pengawasan; c. Penyediaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pengawasan dan d. pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan; e. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengendalian distribusi sarana produksi perikanan; f. Pembinaan dan pengembangan sarana dan prasarana pengawasan; g. Penetapan wilayah pengawasan; h. Perumusan standarisasi pelaksanaan pengawasan kelautan dan perikanan; i. Penyediaan petatematik pencemaaran perairan dan rawan konflik. Pragraf 6.3 Seksi Penataan dan Penegakan Hukum Kelautan dan Perikanan Pasal 180 (1) Seksi Penataan dan Penegakan Hukum Kelautan dan Perikanan mempunyai tugas Melakukan pembinaan penataan dan penegakan hukum kelautan dan perikanan (2) Untuk melaksanakan tugas yang dimaksud pada ayat (1), seksi Penataan dan penegakan hukum kelautan dan perikanan mempunyai fungsi : a. Penyiapan perangkat peraturan dan harmonisasi peraturan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan; b. Pelaksanaan pengawasan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan; c. Pelaksanaan koordinasi dengan istansi terkait dalam rangka pelaksanaan monitoring, controling, surveillnce dan invenstigasi (MCSI); d. Penyusun program, data, dan pelaporan kegiatan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan;

96

e. Publikasi dalam rangka sosialisasi program pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan; f. Pelaksanaan Supervisi pembinaan operasional pengawasan pemanfatan sumberdaya kelautan dan perikanan; g. Pelaksanaan penegakan hukum dan penanganan pelanggaran diwilayah laut kewenangan Kabupaten; h. Monitoring dan evaluasi kegiatan pengawasan perikanan; i. Pengawasan terhadap peran distribusi saran produksi perikanan; j. Inventarisasi, pengolahan dan penyajian data tindak pidana perikanan. Paragraf 7 Organisasi Pasal 181 1. Organisasi UPT terdiri dari : a. Kepala UPT b. Kepala Sub Bagian Tata usaha 2. Bagan susunan organisasi UPT tercantum dalam lampiran peraturan Bupati ini. Paragraf 7.1 Unit Pelaksana Tekhnis Tugas Pokok Pasal 182 Unit Pelaksana Teknis bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas kelautan dan perikanan dalam membina dan mengurus pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan. Fungsi Pasal 183 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pasal 182, unit pelaksana teknis mempunyai fungsi: 1. Membantu Kepala Dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua jenjang dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing;

97

2. Membantu Kepala Dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua jenjang sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat; 3. Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua jenjang diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; 4. UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing; Paragraf 7.2 Sub Bagian Tata Usaha Tugas pokok sub bagian tata usaha : Pasal 184

a. Melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; b. Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor UPT dinas ; c. Melaksanakan pengelolan administrasi; d. Mengumpulkan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; e. Urusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala UPT dinas Paragraf 7.3 Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 185 (1) Kelompok Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebahagian kegiatan Dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan; (2) Kelompok jabatan fungsional dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan; (3) Setiap kelompok jabatan dipimpin oleh seorang tenaga fungsional yang disepakati oleh anggota kelompok lainnya; (4) Pengangkatan tenaga fungsional dan ketua kelompoknya ditetapkan dengan keputusan Bupati; (5) Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala Dinas; (6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan;

98

BAB X DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fugsi Pasal 186 Dinas Pertanian dan Peternakan mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenanganan atau urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Pengelolaan Pertanian dan Peternakan yang menjadi tanggung jawabnya dan kewenangan lain yang diserahkan oleh Bupati kepadanya. Pasal 187 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 186, Dinas Pertanian dan Peternakan mempunyai fungsi : 1. Perumusan dan penetapan kebijakan teknis di bidang pengembangan produksi tanaman pangan dan pengembangan produksi peternakan dan agribisnis tanaman pangan dan peternakan; 2. Penetapan pembinaan teknis pengembangan usaha dan sumber daya tanaman pangan dan peternakan; 3. Perumusan dan penetapan pedoman penaggulangan hama penganggu dan penyakit tanaman; 4. Penetapan pedoman penerapan dan pengembangan teknologi serta spesifikasi alat dan mesin pertanian; 5. Perumusan pedoman pelayanan pemberian izin bidang pertanian tanaman pangan dan peternakan; 6. Penetapan pedoman dan petunjuk katatausahaan dan rumah tangga; Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 188 (1) Organisasi Dinas Pertanian dan Peternakan terdiri : 1. Kepala Dinas. 2. Sekretariat a. Sub Bagian Perencanaan ; b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Umum

99

3. Bidang Pengembangan Produksi dan Agribisnis Holtikultura : a. Seksi Pengembangan Produksi Padi dan Palawija b. Seksi Pengembangan Produksi Holtikultura dan Benih / Bibit c. Seksi Penerapan Paket Telnologi dan Pengembangan Alat/Mesin Pertanian 4. Bidang Perlindungan Tanaman dan Perluasan Areal: a. Seksi Penanggulangan Hama dan Perlindungan Tanaman Pangan ; b. Seksi Pengawasan dan Penggunaan Pupuk dan Pestisida c. Seksi Pengembangan Lahan dan Perluasan Areal 5. Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Agribisnis Pertanian a. Seksi Pegembangan SDM b. Seksi Penunjang Agribisnis c. Seksi Pengembangan Pasca Panen dan Pemasaran Hasil 6. Bidang Pengembangan Produksi dan Agribisnis Peternakan; a. Seksi Budidaya dan Reproduksi Peternakan ; b. Seksi Pakan, Sarana dan Prasarana Peternakan c. Seksi Agribisnis dan Perizinan Usaha Peternakan 7. Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner ; a. Seksi Pengamatan, Penyidikan dan Pelayanan kesehatan Ternak b. Seksi Pencegahan dan Pemberatasan Penyakit Hewan c. Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner (kesmavet). 8. Unit Pelaksana Teknis (UPT). 9. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Bagian Sususnan Organisasi Dinas Pertanian dan Peternakan sebagaimana tercantum pada lampiran dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Peraturan Bupati ini. Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 189 Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan tugas fungsi sebagaimana dimaksud pasal 186 dan 187 serta memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan staf pelaksana Dinas Pertanian dan Peternakan.

100

Paragraf 2 Sekretariat Pasal 190 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan menyurat, pendistribusian, perlengkapan kantor, kepegawaian, keuangan dan urusan umum. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekretariat mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan rumah tangga dan pemeliharaan Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan; b. Pelaksanaan pengelolaan Administrasi Kepegawaian; c. Pengumpulan hasil penyusunan rencana, program kerja dan pelaporan serta pembinaan organisasi dan tata laksana. Paragraf 2.1 Sub Bagian Perencanaan Pasal 191 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor,menyusun data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas,menyusun rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas,menyusun Perogram kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja Dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian perencanaan memupunyai fungsi : a. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor; b. Penyusunan data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas; c. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas; d. Penyusunan Program kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas.

101

Paragraf 2.2 Sub Bagian Keuangan Pasal 192 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub bagian keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas ; b. Pengelolaan administrasi keuangan dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan dinas; d. Pengevaluasi anggaran dan penggunaan keuangan dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan dinas. f. Membantu kegiatan bidang dalam administrasi keuangan Paragraf 2.3 Sub Bagian Umum Pasal 193 (1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat dan kearsipan serta urusan rumah tangga dan perlengkapan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian umum mempunyai fungsi : a. Pengelolaan kegiatan surat menyurat yang meliputi pengetikan, penggandaan, pengiriman, dan pengarsipan; b. Pengurusan tata usaha perjalanan dinas; c. Pelaksanaan investasi, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barangbarang inventaris kantor; d. Penyusunan rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan dinas; e. Pelaksanaan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian.

102

Paragraf 3 Bidang Pengembangan Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Pasal 194 (1) Bidang Pengembangan Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan teknis di bidang produksi padi, palawija, holtikultura dan penggunaan benih/bibit serta penerapan paket teknologi dan pengembangan alat / mesin pertanian ; (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), bidang pengembangan produksi tanaman pangan dan holtikultura mempunyai fungsi : a. Penyiapan bahan penetapan kebijakan bidang pengembangan pendayagunaan lahan dalam penetapan holtikultura tanaman pangan dan holtiultura; b. Penyiapan bahan pembinaan, bimbingan, penggunaan benih / bibit dalam pengembangan produksi tanaman pangan dan holtikultura; c. Penyiapan bahan pembinaan, bimbingan penetapan paket teknologi petunjuk operasional, bimbingan dan pemanfaatan alat / mesin pertanian Paragraf 3.1 Seksi Pengembangan Produksi Padi dan Palawija Pasal 195 (1) Seksi Pengembangan Produksi Padi dan palawija mempunyai tugas mengumpulkan dan menyusun bahan pembinaan pnegadaan, penyebaran dan pemberian bimbingan pendayagunaan lahan serta penetapan pengembangan komoditi; (2) Untuk penyelenggaraan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi pengembangan produksi padi dan palawija mempunyai fungsi ; a. Pemberian bimbingan penerapan pedoman teknis pola tanam, perlakukan terhadap tanaman pangan wilayah kabupaten ; b. Bimbingan peningkatan mutu hasil tanaman pangan wilayah kabupaten ; c. Penyusunan statistik tanaman pangan wilayah kabupaten ; d. Bimbingan penerapan sistim informasi tanaman pangan wilayah kabupaten ;

103

Paragraf 3.2 Seksi Pengembangan Produksi Holtikultura dan Benih / Bibit Pasal 196 (1) Seksi Pengembangan Produksi Holtikultura dan Benih / Bibit mempunyai tugas mengumpulkan dan menyusun bahan pembinaan, pengadaan dan pemberian bimbingan penetapan komiditi pengembangan holtikultura dan penggunaan benih / bibit; (2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seksi pengembangan produksi holtikultura dan benih / bibit mempunyai tugas ; a. Pemberian bimbingan penerapan pedoman teknis pola tanaman, perlakuan tanaman holtikultura wilayah kabupaten; b. Penyusunan statistik holtikultura wilayah kabupaten c. Pelaksanaan bimbingan penerapan sistem infomrasi holtikultura wilayah kabupaten; d. Pelaksanaan bimbingan pedoman perbenihan tanaman dan penyusunan kebijakan benih antar lapang wilayah kabupaten; e. Pelaksanaan bimbingan penerapan standar mutu benih wilayah kabupaten f. Pembinaan dan pengawasan penangkar benih g. Pembangunan dan pengelolaan balai benih wilayah kabupaten ] h. Pembinaan dan pengawasan balai benih milik swasta; Paragraf 3.3 Seksi Penerapan Paket Teknologi dan Pengembangan Alat / Mesin Pertanian Pasal 197 (1) Seksi Penerapan Paket Teknologi dan Pengembangan Alat / Mesin Pertanian mempunyai tugas mengumpulkan dan menyusun bahan pembinaan, pengembangan, petunjuk operasional, demonstrasi, pengkajian dan bimbingan penerapan paket teknologi dan penggunaan alat mesin pertanian sesuai tipe dan ekologi lahan; (2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi penerapan paket teknologi dan pengembangan alat / mesin pertanian mempunyai fungsi ;

104

a. Pelaksanaan kebijakan alat dan mesin pertanian wilayah kabupaten b. Indentifikasi dan inventarisasi kebutuhan alat dan mesin pertanian wilayah kabupaten; c. Pengembangan alat dan mesin pertanian sesuai standar d. Pengawasan dan penerapan standar mutu alat dan mesin pertanian sesuai kebutuhan lokalita e. Pemberian izin pengadaan dan peredaran alat dan mesin pertanian f. Analisis teknis, ekonomis dan sosial budaya alat dan mesin pertanian sesuai kebutuhan lokalita; g. Pemberian bimbingan penggunaan dan pemeliharaan alat dan mesin pertanian; h. Pembinaan dan pengembangan bengkel / pengrajin alat dan mesin pertanian i. Pemberian bimbingan penerapan paket teknologi spesifik lokasi; j. Pelaksanaan bimbingan teknis pengkajian teknologi pertanian;

Paragraf 4 Bidang Perlindungan Tanaman dan Perluasan Areal Pasal 198 (1) Bidang Perlindungan Tanaman dan Perluasan Areal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan teknis pengadaan, penyimpanan peredaran dan pemanfaatan pestisida, perlindungan tanaman serta menyiapkan bahan perencanaan penetapan tata ruang dan pendayagunaan sumber daya lahan sesuai dengan agro ekosistem. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), Bidang Perlindungan Tanaman dan Perluasan Areal mempunyai fungsi : a. Menyusun bahan pembinaan dan bimbingan teknis pemetaan tata ruang dan pendayagunaan sumber daya lahan yang sesuai agro ekosistem b. Menyusun bahan perencanaan logistik penyediaan, penyaluran perstisida serta pengamatan OPT c. Menyiapkan bahan bimbingan pengendaliaan operacional perlindungan tanaman pangan

105

Paragraf 4.1 Seksi Penanggulangan Hama dan Perlindungan Tanaman Pangan Pasal 199 (1) Seksi Penanggulangan Hama dan Perlindungan Tanaman Pangan mempunyai tugas mengumpulkan dan menyusun bahan pembinaan, melakukan monitoring, bimbingan pengawasan dan pengendalian serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta laporan (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi penanggulangan hama dan perlindungan tanaman pangan mempunyai fungsi : a. Pengamatan, identifikasi, pemetaan, pengendaliaan dan analisis dampak kerugiaan OPT/fenomena iklim wilayah kabupaten b. Bimbingan pemantauaan, pengamatan dan peramalan OPT/fenomena iklim wilayah kabupaten c. Penyemaran informasi keadaan serangan OPT/fenomena iklim dan rekomendasi pengendaliaan di wilayah kabupaten d. Pemantauaan dan pengamatan daerah yang diduga sebagai sumber OPT/fenomena iklim wilayah kabupaten. e. Penyediaan dukungan pengendalian, eradikasi tanaman dan bagian tanaman wilayah kabupaten f. Pemantauan, peramalan, pengendalian dan penaggulangan eksplosif OPT/ fenomena iklim wilayah kabupaten g. Penganturan dan pelaksanaan penaggulangan wabah hama dan penyakit tanaman wilayah kabupaten. Paragraf 4.2 Seksi Pengawasan Penggunaan Pupuk dan Pestisida Pasal 200 (1) Seksi Pengawasan Penggunaan Pupuk dan Pestisida mempunyai tugas mengumpulkan dan menyusun bahan pembinaan, melakukan bimbingan, pengendalian operasional pelayanan informasi, penyaluran pupuk dan pestisida dan pengawasan serta pengguna pupuk dan pestisida serta peralatan (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana yang dimaksud ayat (1), seksi pengawasan penggunaan pupuk dan pestisida mempunyai fungsi :

106

a. Pelaksanaan bimbingan penggunaan pupuk b. Pengawasan pengawasan pengadaan, peredaran dan penggunaan pupuk wilayah kabupaten c. Pengembangan dan pembinaan unit usaha pelayanan pupuk d. Pelaksanaan bimbingan penyediaan, penyaluran dan penggunaan pupuk e. Pelaksanaan peringatan dini dan pengamanan terhadap ketersediaan pupuk f. Pelaksanaan bimbingan Penerapan standar mutu pupuk g. Pelaksanaan kebijakan penggunaan pestisida wilayah kabupaten h. Pengawasan pengedaan, peredaran dan penggunaan pestisida wilayah kabupaten i. Pengembangan dan pembinaan unit pelayanan pestisida j. Bimbingan penyediaan, penyaluran dan penggunaan pestisida k. Pelaksanaan peringatan dini dan pengamanan terhadap ketersediaan pestisida l. Bimbingan penerapan standar mutu pestisida. Paragraf 4.3 Seksi Pengembangan Lahan dan Perluasan Areal Pasal 201 (1) Seksi Pengembangan Lahan dan Perluasan Areal mempunyai tugas mengumpulkan dan menyusun bahan pembinaan identifikasi, pemetaan tata ruang, investigasi dan pendayagunaan sumber daya lahan sesuai ekosisitem. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksus ayat (1), Seksi Pengembangan lahan dan Perluasan Areal mempunyai fumgsi : a. Penetapan kebijakan, pedoman dan bimbingan pengembangan, rehabilitasi, konservasi, optimalisasi dan pengendalian lahan pertanian wilayah kabupaten b. Penyusunan peta pengembangan, rehabilitasi, konserfasi, optimalisasi dan pengendalian lahan pertanian wilayah kabupaten c. Penetapan dan pengawasan tata ruang dan tata guna lahan pertanian wilayah kabupaten d. Pemetaan potensi dan pengelolaan lahan pertanian wilayah kabupaten e. Pengembangan lahan pertanian wilayah kabupaten f. Pengaturan dan penerapan kawasan pertanian terpadu wilayah kabupaten g. Penetapan sentra komoditasi pertaniaan wilayah kabupaten h. Penetapan luas baku lahan pertaniaan yang dapat diusahakan sesuai kemampuan sumberdaya lahan yang ada pada skala kabupaten i. Pembangunan dan rehabilitasi pemeliharaan jaringan Irigasi ditingkat usaha tani dan desa

107

j.

Bimbingan dan pengawasan pemanfaatan dan pemeliharaan jaringan Irigasi dan sumber-sumber air dan air Irigasi k. Bimbingan pengembangan dan pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Perkumpulan Petani Pemakai Air Tanah (P3AT) l. Bimbingan dan pelaksanaan konservasi air Irigasi m. Bimbingan penerapan teknologi optimalisasi pengelolaan air untuk usaha tani. Paragraf 5 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Agribisnis Pertanian Pasal 202 (1) Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Agribisnis Pertanian mempunyai tugas melakukan analisis, bimbingan peningkatan SDM, permodalan dan pengelolaan pengembangan usaha, penunjang agribisnis dan pasca panen serta pemasaran hasil (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), bidang pengembangan sumber daya manusia dan agribisnis pertanian mempunyai fungsi : a. Bimbingan analisis terhadap potensi usaha agribisnis b. Bimbingan permodalan, pengelola usaha agribisnis dan pola kemitraan kelompok usaha, bimbingan pengembangan SDM dan kelembagaan kelompok tani, pemanfaatan dan pengendalian keuangan/perkreditan bagi kelompok usaha serta pemasaran hasil c. Pelayanan dan pengawasan rekomendasi dan perizinan usaha d. Bimbingan penanganan pasca panen dan pengelolaan mutu serta pemasaran hasil Paragraf 5.1 Seksi Pengembangan SDM ( Sumber Daya Manisia ) Pasal 203 (1) Seksi Sumber Daya Manusia (SDM) mempunyai tugas melakukan bimbingan, pembinaan, pelatihan kelembagaan usaha kelompok agribisnis; (2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi sumber daya manusia (SDM) mempuyai fungsi : a. Pelasanaan bimbingan, pebinaan dan pelatihan kelembagaan usaha agribisnis b. Pelaksanaaan bimbingan peningkatan fungsi kelembagaan usaha agribisnis c. Pemberian bimbingan manajemen pengelolaan agribisnis; d. Pelaksanaan bimbingan pembuatan perencanaan pengembangan pengelolaan agribibsnis; e. Pengawasan dan pengendalian pelaku agribisnis;

108

Paragraf 5.2 Seksi Penunjang Agrbisnis Pasal 204 (1) Seksi Penunjang Agribisnis mempunyai tugas melakukan analisis usaha agribisnis, bimbingan kelembagaan kelompok usaha, prosedur / tata cara perizinan dan pengembangan kemitraan usaha agribisnis; (2) Untuk melasanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi penunjang agribisnis mempuyai fungsi; a. Pelaksanaan analisis terhadap potensi usaha kelompok agribisnis; b. Penyebarluasan informasi prosedur dan tata cara perizinan usaha c. Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan rekomendasi izin usaha d. Pemantauan dan inventarisir kelompok – kelompok usaha dalam rangka penertiban izin usaha e. Persiapan pelaksanaan promosi hasil – hasil pertanian ; Paragraf 5.3 Seksi Pengembangan Pasca Panen dan Pemasaran Hasil Pertanian Pasal 205 (1) Seksi Pengembangan Pasca Panen dan Pemasaran Hasil Pertanian mempunyai tugas melakukan bimbingan teknologi penanganan pasca panen dan pemasaran hasil pertanian meliputi pembinaan, pengawasan mutu produk, tenaga, sarana prosedur dan metode pengujian (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi pengembangan pasca panen dan pemasaran hasil pertanian mempunyai fungsi; a. Pelaksanaan bimbingan penanganan teknologi pasca panen dan pemasaran hasil pertanian b. Pelaksanaan bimbingan penerapan standar alat pasca panen dan tingkat perkiraan kehilangan hasil pertanian c. Pengawasan dan pengendalian penanganan pasca panen, pengelolaan mutu dan pemasaran hasil pertanian; d. Pelaksanaan bimbingan pemasaran dan promosi hasil pertanian;

109

Paragraf 6 Bidang Pengembangan Produksi dan Agribisnis Peternakan Pasal 206 (1) Bidang Pengembangan Produsi dan Agribisnis Peternakan mempunyai tugas melakukan inventarisasi, indentifikasi, pengembangan dan pembinaan teknis, evaluasi dan analisis, pengendalian dan pengawasan terhadap budidaya dan reproduksi, pakan sarana dan prasarana serta agribisnis dan perizinan usaha peternakan; (2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bidang pengembangan produsi dan agribisnis peternakan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan inventarisasi dan indentifikasi potensi pengembangan budidaya dan reproduksi, pakan sarana dan prasarana serta agribisnis dan perizinan usaha peternakan; b. Pengembangan dan pembinaan teknis budidaya dan reproduksi , pakan sarana dan prasarana serta agribisnis dan perizinan usaha peternakan; c. Evaluasi dan analisis pengembangan budidaya dan reproduksi, , pakan sarana dan prasarana serta agribisnis dan perizinan usaha peternakan; d. Pengendalian dan pengawasan kegiatan yang terkait dengan budidaya reproduksi , pakan sarana dan prasarana serta agribisnis dan perizinan usaha peternakan; Paragraf 6.1 Seksi Budidaya dan Reproduksi Peternakan Pasal 207 (1) Seksi Budidaya dan Reproduksi Peternakan mempunyai tugas melakukan inventarisasi, indentifikasi, pengembangan dan pembinaan teknis, evaluasi dan analisis, pengendalian dan pengawasan terhadap budidaya dan reproduksi peternakan seperti pengembangan bioteknologi, pengembangan pembibitan dan perkawinan ( Inseminasi Buatan / Kawin Alam ), penyebaran ternak serta pengembangan SDM peternakan; (2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi budidaya dan reproduksi peternakan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan bimbingan seleksi ternak bibit wilayah kabupaten b. Bimbingan penerapan standar perbibitan dan plasma mutfah, registrasi / pencatatan ternak bibit serta pembuatan dan pengesahan silsilah ternak wilayah kabupaten; c. Penetapan lokasi dan penyebaran bibit ternak serta penggunaan bibit unggul wilayah kabupaten; 110

d. Pengawasan peredaran bibit ternak wilayah kabupaten e. Pengadaan / produksi dan pengawasan semen beku serta pelaksanaan inseminasi buatan; f. Bimbingan dan pengawasan pelaksanaan inseminasi buatan oleh inseminator dan masyarakat; g. Bimbingan produksi mani beku local ( Lokal Spesifik ) untuk wilayah kabupaten; h. Bimbingan penerapan standar – standar teknis dan spesifikasi perbibitan meliputi sarana, tenaga kerja, mutu dan metode wilayah kabupaten; i. Pelaksanaan penetapan penyaluran ternak bibit yang dilakukan oleh swasta wilayah kabupaten; j. Pelaksanaan registrasi hasil inseminasi buatan; k. Bimbingan kastrasi ternak non bibit, perizinan produksi ternak bibit dan pengadaan dan / atau produksi mudigah, alih mudigah serta pemantauan pelaksanaan dan registrasi hasil mudigah wilayah kabupaten; l. Pengadaan dan Pengawasan bibit ternak wilayah kabupaten m. Bimbingan pelaksanaan inseminasi buatan yang dilakukan swasta, sertifikasi pejantan unggul sebagai pemacek wilayah kabupaten; n. Bimbingan pelaksanaan penyebaran bibit unggul, uji reformasi recording dan seleksi serta identifikasi perbibitan dan penyebaran bibit unggul wilayah kabupaten; o. Bimbingan pelaksanaan kebijakan penyebaran dan pengembangan, pemantauan penyebaran ternak yang dilakukan swasta serta pemantauan lalulintas ternak wilayah kabupaten; p. Bimbingan pelaksanaan penetapan penyebaran, registrasi, retribusi, identifikasi dan seleksi ternak wilayah kabupaten q. Bimbingan pelaksanaan indentifikasi dan seleksi calon penggandah dan calon lokasi; r. Bimbingan pelaksanaan system dan pola penyebaran ternak serta evaluasi pelaporan penyebaran dan pengembangan ternak; Paragraf 6.2 Seksi Pakan, Sarana dan Prasarana Peternakan Pasal 208 (1) Seksi Pakan, Sarana dan Prasarana Peternakan mempunyai tugas melakukan inventarisasi, indentifikasi, pengembangan dan pembinaan teknis, evaluasi dan analisis, pengendalian dan pengawasan terhadap pakan, sarana dan prasarana peternakan seperti pengembangan kawasan peternakan, alat dan mesin peternakan, pemanfaatan lahan dan air, pakan dan pengelohannya serta pemanfaatan teknologi dan pengembangan SDM peternakan; 111

(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi pakan, sarana dan prasarana peternakan mempunyai fungsi : a. Bimbingan pemanfaatan lahan dan air unutk usaha peternakan wilayah kabupaten; b. Bimbingan penerapan teknologi optimalisasi pengelolaan pemanfaatan lahan dan atau untuk usaha c. Penetapan dan pengawasan kawasan peternakan serta penetapan peta potensi dan pandang pengembangan wilayah kabupaten; d. Bimbingan penetapan kawasan industri peternakan rakyat dan pengembangan lahan hijau pakan e. Penerapan kebijakan, identifikasi dan inventarisasi kebutuhan serta pengawasan penerapan standar mutu alat dan mesin peternakan wilayah kabupaten; f. Analisis teknis, ekonomis dan sosial budaya alat dan mesin peternakan serta bimbingan penggunaan dan pemeliharaan alat dan mesin peternakan; g. Pembinaan dan pelaksanaan temuan teknologi baru, kajian dan pengenalan h. Penerapan kebijakan pakan ternak dan bimbingan produksi pakan dan bahan baku pakan ternak serta bimbingan produksi pakan dan bahan baku pakan; i. Pengawasan mutu pakan ternak, pengadaan, perbanyakan dan penyaluran benih/bibit hijauan pakan ternak. j. Penyelenggaraan kebun benih/bibit hijauan pakan ternak. k. Bimbingan pembuatan, penggunaan dan peredaran pakan jadi, pakan konsetrat dan pakan tambahan/pelengkap pengganti (Additive and Supplement ) wilayah kabupaten l. Pelaksanaan pemeriksaan pakan jadi, pakan konsetrat dan pakan tambahan/pelengkap pengganti wilayah kabupaten m. Bimbingan produksi benih/bibit hijauan pakan ternak dan kerjasama perluasan produksi hijauan pakan ternak wilayah kabupaten

Paragraf 6.3 Seksi Agribisnis dan Perizinan Usaha Peternakan Pasal 209 (1) Seksi Agribisnis dan Perizinan Usaha Peternakan mempunyai tugas melakukan inventarisasi, identifikasi, pengembangan dan pembinaan usaha, evaluasi dan analisis, pengendalian dan pengawasan terhadap agribisnis dan perizinan usaha peternakan seperti pembinaan dan pemberdayaan usaha, pengembangan dan pemanfaatan sumber; pembiayaan/kredit program, menyusun rencana usaha agribisnis, memberikan izin/rekomendasi usaha peternakan dan bimbingan 112

penanganan panen, pasca panen dan pengolahan hasil serta pemasaran/promosi peternakan dan pengembangan sistem statistik dan informasi peternakan. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaiamana dimaksud ayat (1), seksi agribisnis dan perizinan usaha peternakan mempunyai fungsi : a. Bimbingan pengembangan dan pemanfaatan sumber-sumber pembiayaan/kredit program, penyusunan rencana usaha agribisnis, pemberdayaan lembaga keuangan mikro pedesaan dan pengawasan penyaluran, pemanfaatan dan kredit program serta penerapan kebijakan dan pedomanpembiayaan dari lembaga keuangan (perbankan dan non perbankan). b. Bimbingan pemasaran hasil peternakan, penyebarluasan informasi pasar dan promosi komoditas peternakan wilayah kabupaten c. Bimbingan penanganan panen, pasca panen dan pengelohan hasil peternakan, penerapan standar unit pengolahan, alat transportasi dan unit penyimpanan dan kemasan hasil peternakan serta penerapan teknologi panen, pasca panen dan pengolahan hasil peternakan wilayah kabupaten d. Pemberian izin/rekomendasi usaha budidaya peternakan dan kegiatan usaha peternakan lainnya. e. Pemberian surat keterangan asal hewan dan produk hewan serta asal/kesehatan bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan. f. Pemberian izin usaha budidaya hewan dan pemantauan/pengawasan pelaksanaan izin usaha peternakan g. Penerapan dan pengawasan pelaksanaan pedoman kerjasama/kemitraan usaha peternakan, bimbingan analisis usaha tani dan pemasaran hasil peternakan, bimbingan kelembagaan usaha tani wilayah kabu;paten. h. Pembinaan mutu dan pengelolaan hasil produk olahan peternakan dan kesehatan hewan, promosi komoditas peternakan serta bimbingan penerapan teknologi panen, pasca panen dan pengolahan hasil peternakan wilayah kabupaten.

i. j.

Bimbingan dan pelaksanaan studi AMDAL dan pelaksanaan AMDAL wilayah Kabupaten. Penerapan system perstastikan dan informasi peternakan; pengumpulan, pengolahan dan analisis data peternakan serta bimbingan penerapan perstatistikan peternakan dan system informasi peternakan wilayah kabupaten. Paragraf 7 Bidang Kesehatan Hewan dan kesehatan Masyarakat Veteriner Pasal 210 113

(1) Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner mempunyai tugas mengamati, menyidik, epidemiologi, mencegah dan membrantas penyakit hewan serta mengawasi urusan kesejahteraan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner; (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner mampunyai fungsi : a. Pengamatan, penyedikan dan epidemiologi penyakit hewan serta pelayanan kesehatan ternak b. Pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan c. Pengawasan obat hewan d. Pengawasan keamanan pangan dan mutu produk asalhewan e. Pengawasan kesehatan masyarkat Veteriner dan kesejahteraan hewan. Paragraf 7.1 Seksi Pengamatan, Penyidikan dan Pelayanan Kesehatan Ternak Pasal 211 (1) Seksi Pengamatan, Penyidikan dan Pelayanan Kesehatan Ternak mempunyai tugas mengamati, menyelidiki, epidemiologi dan pembuatan peta penyakit hewan pelayanan kesehatan ternak; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi pengamatan, penyidikan dan pelayanan kesehatan ternak mempunyai fungsi : a. Pengamatan, penyidikan dan pemetaan penyakit hewan; b. Bimbingan pengamatan dan penyidikan epidemologi penyakit hewan parasit, bakteri, virus dan penyakit hewan lain; c. Bimbingan dan pelaksanaan pengamatan, pemetaan, pencatatan kejadian dan penanggulangan penyakit hewan; d. Bimbingan pelaksanaan pelaporan dan pendataan penyakit individual / menular yang mewabah; e. Penerapan dan pengawasan norma, standar teknis pelayanan kesehatan hewan dan satuan pelayanan peternakan terpadu; f. Bimbingan pembangunan dan pengelolaan unit – unit pelayanan kesehatan hewan (Puskeswan, Praktek Dokter Hewan Mandiri dan klinik Hewan); g. Bimbingan pelayanan kesehatan hewan pada lembaga lembaga maupun perorangan yang mendapat ijin konservasi satwa liar; Paragraf 7.2 Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan Pasal 212 114

(1) Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan mempunyai tugas membimbing, mencegah dan melakukan pemberantasan penyakit hewan serta pengawasan obat hewan; (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan mempunyai fungsi; a. Penanggulangan wabah dan penyakit hewan menular; b. Pemantauan dan pengawasan pelaksanaan peanggulangan wabah dan penyakit hewan menular; c. Pencegahan penyakit hewan menular; d. Penutupan dan pembukaan kembali status daerah wabah; e. Penerapan kebijakan obat hewan; f. Identifikasi dan inventarisasi kebutuhan obat hewan; g. Penerapan standar mutu obat hewan; h. Pengawasan peredaran dan penggunaan obat hewan tingkat depo, toko, kios dan pengecer obat hewan; i. Bimbingan pemakaian obat hewan ditingkat peternakan; j. Bimbingan peredaran obat hewan tingkat depo, toko, kios dan pengecer obat hewan; k. Pemeriksaan, pengadaan, penyimpanan, pemakaian dan peredaran obat hewan; l. Bimbingan penyimpanan dan pemakaian obat hewan; m. Pelaksanaan penerbitan perizinan bidang obat hewan; n. Pelaksanaan penerbitan penyimpangan mutu dan perubahan bentuk obat hewan; o. Bimbingan pemakaian, penyimpangan, penggunaan sediaan vaksin, serta dan bahan diagnostik biologis untuk hewan; p. Bimbingan pelaksanaan pemeriksaan sediaan permik; q. Bimbingan pelaksanaan pendaftaran obat hewan tradisional/pabrikan; r. Bimbingan kelembagaan/Asosiasi bidang obat hewan (ASOHI)

Paragraf 7.3 Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner ( KESMAVET ) Pasal 213 (1) Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner mempunyai tugas; mengawasi higiene sanitasi, keamanan produk Pangan Asal Hewan (PAH) dan kesejahteraan hewan; (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud ayat (1), Seksi kesehatan masyarakat veteriner mempunyai tugas : a. Pembinaan dan pengawasan praktek hygiene – sanitasi pada produsen dan tempat penjajaan PAH (Pangan Asal Hewan); 115

b. Monitoring penerapan persyaratan hygiene – sanitasi pada unit usaha PAH yang mendapat NKV (Nomor Kontrol Veteriner); c. Pengawasan lalulintas ternak, produk ternak dan hewan kesayangan dari/ke wilayah kabupaten; d. Pengaturan dan pengawasan pelaksanaan pelarangan pemasukan hewan, bahan asal hewan ke/ dari wilayah Indonesia antara provinsi di wilayah kabupaten; e. Bimbingan dan penerapan kesejahteraan hewan; f. Bimbingan pembangunan, pemantauan dan pengelolaan pasar hewan serta Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner; g. Bimbingan penerapan dan standar teknis minimal rumah potong hewan/ rumah potong unggas; h. Bimbingan pelaksanaan standarisasi jagal hewan i. Bimbingan pelaksanaan sosialisasi dan surveillance Hazard Analysis Critical Control Point ( HACCP ); j. Pengawasan kesehatan masyarakat veteriner; k. Bimbingan pelaksanaan pemantauan penyakit zoonosis; l. Bimbingan pelaksanaan dan pengawasan larangan pemotongan hewan betina produktif; Paragraf 8 Organisasi Pasal 214 1. Organisasi UPT terdiri dari : a. Kepala UPT b. Kepala Sub Bagian Tata usaha 2. Bagan susunan organisasi UPT tercantum dalam lampiran peraturan Bupati ini.

Paragraf 8.1 Unit Pelaksana Tekhnis Tugas Pokok Pasal 215 Unit Pelaksana Teknis bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas membina dan mengurus dibidang pertanian dan peternakan pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan. Fungsi 116

Pasal 216 Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 215 Unit Pelaksana Teknis mempunyai fungsi : 1. Membantu Kepala Dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua jenjang pertanian dan peternakan dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing; 2. Membantu Kepala Dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua bidang pertanian dan peternakan sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat; 3. Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua jenjang diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; 4. UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing; Paragraf 8.2 Sub Bagian Tata Usaha Pasal 217 Urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; (1) Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor cabang dinas ; (2) Pelaksanaan pengelolan administrasi; (3) Pengumpulan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; (4) Pengurusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala cabang dinas

Paragraf 8.3 Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 218 (1) Kelompok Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebahagian kegiatan Dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan (2) Kelompok jabatan fungsional dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan (3) Setiap kelompok jabatan dipimpin oleh seorang tenaga fungsional yang disepakati oleh anggota kelompok lainnya 117

(4) Pengangkatan tenaga fungsional dan ketua kelompoknya ditetapkan dengan keputusan Bupati (5) Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala Dinas (6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan

BAB IX DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fugsi Tugas Pokok Pasal 219 118

Dinas Kehutanan dan Perkebunan mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenanganan atau urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Kehutanan dan Perkebunan yang menjadi tanggung jawabnya dan kewenangan lain yang diserahkan oleh Bupati kepadanya. Fungsi Pasal 220 Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut pada pasal 219 Dinas Kehutanan dan Perkebunan mempunyai fungsi; a. Perencanaan pengelolaan hutan dan pengembangan lahan perkebunan b. Pengawasan dan pengendalian pemanfaatan hasil hutan dan pembukaan lahan bagi peruntukkan perkebunan; c. Pemberian izin yang berkaitan dengan kegiatan pemanfaatan hasil hutan dan perkebunan; d. Pembinaan asyarakat bagi kepentingan kelestaraian sumber daya hutan; e. Pelaksanaan penyuluhan pengembangan perkebunan dan perhutanan sosial; f. Pelaksanaan pembinaan teknis operasional atas kegiatan produksi perkebunan ; g. Pengawasan dan pengendalian peredaran dan penggunaan pestisida; h. Pembinaan masyarakat dan petani perkebunan untuk pengembangan dan peningkatan kualitas hasil perkebunan; i. Pembinaan peningkatan usaha-usaha perkebunan dan kehutanan; Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 221 (1) Organisasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan terdiri : 1. Kepala Dinas. 2. Sekretariat

a. Sub Bagian Perecanaan b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Umum 3. Bidang Kehutanan : a. Seksi Penghijauan b. Seksi Reboisasi c. Seksi Pesisir Pantai. 119

4 Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam a. Seksi Perizinan dan Peredaran Hasil Hutan b. Seksi Konservasi dan Reklamasi c. Seksi Pengendalian dan Kebakaran Hutan 5. Bidang Perkebunan : a. Seksi Produksi ; b. Seksi Perlindungan Tanaman c. Seksi Perbenihan dan Bahan Tanaman 6. Bidang Agribisnis dan Agroindustri a. Seksi Izin Usaha Perkebunan Hutan; b. Seksi Agribisnis c. Seksi Agroindustri 7. Unit Pelaksana Teknis (UPT). 8. Kelompok Jabatan Fungsional (2)Bagan susunan organisasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan sebagaimana tercantum pada lampiran dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan peraturan Daerah ini. Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 222 Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan mempuyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan seluruh kegiatan Dinas sesuai dengan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada pasal 219 dan 220.

Paragraf 2 Sekretariat Pasal 223 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat, perencanaan, perlengkapan, keuangan dan urusan umum / kepegawaian. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal (1), sekretariat mempunyai fungsi : 120

a. Pengelolaan surat menyurat , perencanaan, kearsipan, perlengkapan, tata laksana rumah tangga dan pemeliharaan kantor; b. Pengelolaan administrasi kepegawaian; c. Pemgelolaan administrasi keuangan; d. Pembinaan organisasi dan tatalaksana; e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tupoksi. Paragraf 2.1 Sub Bagian Perencanaan Pasal 224 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor, menyusun data dan informasi organisasi dan tata laksana Dinas, rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan Dinas, Menyusun Perogram kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja Dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Perencanaan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharaan kantor serta pembiayaan kantor; b. Penyusunan data informasi organisasi dan tata laksana dinas; c. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas; d. Penyusunan program kerja strategi dan laporan pelaksanaan kinerja dinas;

Paragraf 2.2 Sub Bagian Keuangan Pasal 225 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. 121

(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub bagian keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas; b. Pengelolaan administrasi keuangan dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan dinas; d. Pelaksanaan evaluasi anggaran dan penggunaan keuangan dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan dinas; f. Pembantuan kegiatan sub dinas dalam administrasi keuangan; Paragraf 2.3 Sub Bagian Umum Pasal 226 (1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas mengelola kegiatan administrasi perkantoran kegiatan surat menyurat, tatausaha perjalanan Dinas, melakukan penginvestasian, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barang-barang inventaris kantor, menyusun rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan dinas, melaksanakan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, sub bagian umum mempunyai fungsi : a. Pengelolaan kegiatan administrasi perkantoran; b. Penatausahaan perjalanan dinas; c. Penginventarisasian barang kantor; d. Pengelolaaan administrasi kepegawaian dinas;

Paragraf 3 Bidang Kehutanan Pasal 227 (1) Bidang kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penghijauan, reboisasi dan pesisir pantai. 122

(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bidang kehutanan mempunyai fungsi : a. Penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan penghijauan, reboisasi dan pesisir pantai; b. Penyusunan rencana pelaksanaan dan evaluasi kegiatan penghijauan, reboisasi dan pesisir pantai; c. Perencanaan kegiatan pengembangan kehutanan; d. Pengadaan Pembinaan terhadap wilayah kehutanan; e. Pelaksanaan tugas lain yang berikan pimpinan sesuai tupoksinya; Paragraf 3.1 Seksi Penghijauan Pasal 228 (1) Seksi Penghijauan mempunyai tugas melaksanakan penghijauan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), seksi penghijauan mempunyai fungsi: a. Membuat petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan penghijauan; b. Merencanakan kegiatan penghijauan dan pengawasan terhadap hasil-hasil penghijauan; c. Melakukan pembibitan tanaman pengghijauan; d. Melakukan pembinaan kerjasama dengan kelompok tani pengghijauan;

Paragraf 3.2 Seksi Reboisasi Pasal 229 (1) Seksi Reboisasi mempunyai tugas pembinaan pelaksanaan kegiatan reboisasi; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dengan ayat (1), seksi reboisasi mempunyai fungsi : a. Pembuatan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan reboisasi hutan; b. Penyusunan skala prioritas penanganan lahan kritis yang akan mendapatkan kegiatan reboisasi hutan; c. Pelaksanaan pembinaan terhadap lokasi yang telah dilakukan kegiatan reboisasi; d. Pembuatan laporan secara berkala tentang hasil pelaksanaan kegiatan reboisasi yang meliputi pemeliharaan dan penanggulangan bencana. 123

Paragraf 3.3 Seksi Pesisir Pantai Pasal 230 (1) Seksi Pesisir Pantai mempunyai tugas pelaksanaan perlindungan pada pesisir pantai. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi pesisir pantai mempunyai fungsi : a. Penyusun petunjuk teknis (juknis ) kegiatan pesisir pantai; b. Pengadaan pembinaan dan pengawasan terhadap perambah kawasan pantai; c. Pelaksanaan pengamanan kawasan pesisir pantai dan bekerja sama aparat terkait; d. Pengadaan Pembinaan dan pengawasan terhadap sumber daya alam pesisir pantai; e. Pelaksanaan rehabilitasi pesisir pantai. Paragraf 4 Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Pasal 231 (1) Bidang perlindungan Hutan dan Konservasi Alam mempunyai tugas melaksanakan pemberian izin dan pengawasan dan peredaran hasil hutan, konservasi dan reklamasi serta pengendalian kebakaran hutan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bidang perlindungan Hutan dan Konservasi Alam mempunyai fungsi : a. Penyusunan petunjuk teknis perizinan dan pemanfaatan hasil hutan; b. Penyusunan pedoman teknis kegiatan perlindungan hutan dan konservasi alam; c. Pelaksanaan pembinaan terhadap masyarakat sekitar hutan; d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tupoksinya.

Paragraf 4.1 Seksi Perizinan dan Peredaran Hasil Hutan Pasal 232 (1) Seksi perizinan dan peredaran hasil hutan mempunyai tugas menyiapkan peraturan teknis perizinan pemanfaatan hutan, serta melakukan pelayanan perizinan yang 124

meliputi, pemeriksaan dokumen, pemeriksaan lokasi dan penerbitan izin, serta pengawasan dan pengendalian peredaran hasil hutan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) seksi perizinan dan peredaran hasil hutan mempunyai fungsi : a. Pembuatan petunjuk teknis pemanfaatan hasil hutan; b. Pelaksanaan pemeriksaan dokumen permohonan izin usaha pemanfaatan hasil hutan dan dokumen peredaran hasil hutan; c. Penyusunan petunjuk teknis pemanfaatan dan peredaran hasil hutan; d. Pelaksanaan pemeriksaan lokasi hutan yang akan dimanfaatkan; e. Pemberian pertimbangan teknis pemanfaatan hasil hutan; f. Pemberian batas areal pemanfaatan hutan; g. Pelaksanaan analisa dan mengembangkan secara terus menerus peraturan – peraturan teknis tentang perizinan pemanfaatan dan peredaran hasil hutan; Paragraf 4.2 Seksi Konservasi dan Reklamasi Pasal 233 (1) Seksi konservasi dan reklamasi mempunyai tugas menyiapkan peraturan dan petunjuk teknis tentang konservasi hutan dan reklamasi lahan serta pembinaan pelaksanaan kegiatan reklamasi. (2) Untuk melaksanakan tugas pokokl sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) seksi konservasi dan reklamasi mempunyai fungsi : a. Penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan konservasi dan Reklamasi; b. Penyusunan skala prioritas penanganan kegiatan konservasi dan reklamasi; c. Pelaksanaan kegiatan pendataan areal konservasi dan monitoring terhadap kegiatan konservasi dan reklamasi; d. Pembuatan laporan secara berkala tentang hasil pelaksanaan kegiatan konservasi dan reklamasi; e. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan tentang pelaksanaan kegiatan konservasi.

Paragraf 4.3 Seksi Pengendalian dan Kebakaran Hutan Pasal 234 (1) Seksi pengendalian dan kebakaran hutan mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pengendalian kebakaran hutan. 125

(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seksi pengendalian dan kebakaran hutan mempunyai fungsi : a. Pembuatan petunjuk teknis pengendalian kebakaran hutan; b. Pelaksanaan pembinaan terhadap masyarakat sekitar kawasan hutan; c. Merancang strategi pengawasan dan pengendalian kebakaan hutan; d. Pengaturan satuan pengamanan hutan yang bekerja di lapangan; e. Pengkoordinasian dengan pihak-pihak terkait dalam upaya menanggulangi kerusakan dan kebakaran hutan; f. Pembuatan laporan setiap perkembangan keadaan hutan secara berkala. Paragraf 5 Bidang Perkebunan Pasal 235 (1) Bidang Perkebunan mempunyai tugas merencanakan kebijakan dan penyelenggaraan kegiatan dalam bidang perkebunan yang meliputi peningkatan mutu pembinaan dan pengembangan produk tanaman, perlindungan tanaman, pengembangan lahan dan pembinaan pengawasan penggunaan dan peredaran pestisida. (2) Untuk penyelenggaraan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bidang perkebunan mempunyai fungsi : a. Perencanaan dan perumusan kebijakan teknis pelaksanaan pembangunan perkebunan yang meliputi peningkatan mutu produksi tanaman dan pengembangan lahan; b. Pelaksanaan pembinaan teknis operasional atas kegiatan produk tanaman dan pascapanen; 2. Peningkatan mutu hasil produk perkebunan; 3. Pelaksanaan pembinaan terhadap kegiatan rehabilitasi dan peremajaan tanaman perkebunan; 4. Perencanaan pelaksanaan perlindungan dan pemberantasan hama tanaman; 5. Merencanakan pelaksanaan upaya penyiapan dan pengembangan perkebunan; 6. Pelaksanaan upaya peningkatan kualitas hasil penelitian dan pengujian dalam rangka upaya pengembangan, peningkatan kegiatan perlindungan tanaman; 7. Pengawasan dan pengendalian pendistribusian dan penggunaan pestisida; 8. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tupoksinya. Paragraf 5.1 126

Seksi Produk Pasal 236 (1) Seksi produk mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis pengembangan produk dan mesin bagi kepentingan perkebunan. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi produk mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan dan penyusunan petunjuk teknis pembinaan peningkatan dan pengembangan produk perkebunan; b. Pelaksanaan dan penyusunan petunjuk teknis pembinaan peningkatan paket teknologi; c. Pelaksanaan dan penyusunan petunjuk teknis pembinaan pengembangan lahan dan perluasan areal; d. Penyusunan petunjuk teknis rehabilitasi dan peremajaan tanaman. Paragraf 5.2 Seksi Perlindungan Tanaman Pasal 237 (1) Seksi Perlindungan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyusunan petunjuk teknis pengkajian iklim dan tata guna air, monitoring dan prakiraan serangan hama tanaman dan pengendalian hama/penyakit, gulma serta pestisida. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi perlindungan tanaman mempunyai fungsi : a Pelaksanaan dan penyusunan petunjuk pengawasan peredaran pemanfaatan pestisida; b Pelaksanaan dan penyusunan petunjuk teknis pengkajian iklim dan tata guna air; c Pelaksanaan dan penyusunan petunjuk teknis monitoring dan prakiraan serangan hama tanaman; d Pelaksanaan dan penyusunan petunjuk teknis pengendalian hama/penyakit gulma. Paragraf 5.3 Seksi Perbenihan dan Bahan Tanaman Pasal 238 (1) Seksi Perbenihan dan Bahan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan pembinaan terhadap sumber benih, penangkar benih dan tanaman/entries dan penyusunan petunjuk teknis tanaman perkebunan. 127

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi perbenihan dan bahan tanaman mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan inventarisasi sumber benih, entris/bahan tanaman dan penangkar benih; b. Penetapan blok penghasil tinggi sebagai sumber benih dan entris; c. Penyusunan petunjuk teknis perbenihan dan pembibitan tanaman perkebunan; d. Pelaksanaan standarisasi mutu benih dan bibit yang akan disebar ke masyarakat; e. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian terhadap dan pemakaian benih dan bibit tanaman perkebunan. Paragraf 6 Bidang Agribisnis dan Agroindustri Pasal 239 (1) Bidang Agribisnis dan Agroindustri mempunyai tugas merencanakan kebijakan dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang Agribisnis dan Agroindustri yang meliputi sarana prasarana, pengelolaan hasil perkebunan, pemasaran pembinaan kelembagaan petani/perbankan, dan pengawasan/penertiban pemanfaatan alat dan mesin pertanian. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bidang agribisnis dan agroindustri mempunyai fungsi : a. b. c. d. e. Penyusunan petunjuk teknis pemberian izin di bidang usaha perkebunan; Memfasilitasi adanya peluang investasi dan akses permodalan usaha; Penyusunan petunjuk teknis pembinaan pascapanen dan pengolahan hasil; Pembinaan kelembagaan melalui usaha bidang perkebunan; Pengawasan dan penertiban tentang pemanfaatan alat dan mesin pertanian;

Paragraf 6.1 Seksi Izin Usaha Perkebunan Hutan Pasal 240 (1) Seksi izin usaha perkebunan Hutan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan koordinasi pengembangan izin usaha perkebunan, penyusunan petunjuk teknis 128

informasi pemasaran, pemanfaatan sumber daya serta pascapanen dan pengelolaan hasil. (2) Untuk menyelanggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi izin usaha perkebunan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan dan penyusunan teknis pengembangan izin usaha dan informasi pemasaran; b. Penyiapan dan penelitian setiap dokumen yang berhubungan dengan pemberian izin usaha perkebunan; c. Pemberian izin di bidang usaha perkebunan tepat waktu dan tepat sasaran; d. Pelaksanaan pengawasan terhadap izin usaha perkebunan yang telah dikeluarkan; Paragraf 6.2 Seksi Agribisnis Pasal 241 (1) Seksi Agribisnis mempunyai tugas pelaksanaan penyusunan petunjuk teknis pembinaan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana sistem usaha, kelembangaan dan pemasaran hasil perkebunan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seksi Agribisnis mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan petunjuk teknis pemanfaatan sarana dan prasarana; b. Pelaksanaan dan penyusunan teknis pembinaan sistem usaha perkebunan; c. Melaksanakan pembinaan tentang kelembagaan petani; d. Pelaksanaan dan penyusunan petunjuk teknis pembinaan pascapanen, pengolahan hasil dan pemasaran hasil perkebunan; e. Pemantauan peluang investasi dan permodalan usaha perkebunan. Paragraf 6.3 Seksi Agroindustri Pasal 242 (1) Seksi Agroindustri mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pengembangan usaha pengolahan hasil-hasil perkebunan, pemanfaatan alat-alat pertanian dan pengawasan penggunaan alat-alat pengelohan hasil perkebunan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seksi agroindustri mempunyai fungsi : a. Pengidentifikasian jenis alat-alat pengolahan hasil perkebunan yang digunakan; b. Penganalisisan dan perencanaan kegiatan penggunaan alat-alat pengolahan hasil perkebunan; 129

c. Pelaksanaan pemantauan pemanfaatan alat-alat pengolahan hasil perkebunan; d. Pelaksanaan strategi pengolahan usaha perkebunan. Paragraf 7 Organisasi Pasal 243 1. Organisasi UPT terdiri dari : c. Kepala UPT d. Kepala Sub Bagian Tata usaha 2. Bagan susunan organisasi UPT tercantum dalam lampiran peraturan Bupati ini. Paragraf 7.1 Unit Pelaksana Tekhnis Tugas Pokok Pasal 244 Unit Pelaksana Teknis bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas sosial, kebudayaan dan kepariwisataan dalam membina dan mengurus pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan. Fungsi Pasal 245 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pasal 96, Unit Pelaksana Teknis mempunyai fungsi: 1. Membantu Kepala Dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua jenjang dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing; 2. Membantu Kepala Dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua jenjang sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat;

3. Pengusulan mutasi guru dan usul pengangkatan kepala sekolah pada semua jenjang pendidikan di wilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing – masing sesuai tugasnya;

130

4. Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua jenjang diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; 5. UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing; Paragraf 7.2 Sub Bagian Tata Usaha Pasal 246 Tugas pokok sub bagian tata usaha : 1. Melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; 2. Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor UPT dinas ; 3. Melaksanakan pengelolan administrasi; 4. Mengumpulkan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; 5. Urusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala UPT dinas Paragraf 7.3 Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 247 (1) Kelompok Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebahagian kegiatan Dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan (2) Kelompok jabatan fungsional dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan (3) Setiap kelompok jabatan dipimpin oleh seorang tenaga fungsional yang disepakati oleh anggota kelompok lainnya (4) Pengangkatan tenaga fungsional dan ketua kelompoknya ditetapkan dengan keputusan Bupati (5) Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala Dinas (6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan. BAB XII DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI 131

Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 248 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenanganan atau urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi yang menjadi tanggung jawabnya dan kewenangan lain yang diserahkan oleh Bupati kepadanya Pasal 249 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada pasal 248 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai fungsi : a. Perencanaan program ketenagakerjaan dan transmigrasi yang meliputi penempatan tenaga kerja dengan transmigrasi dan perluasan kesempatan kerja, perencanaan dan penyiapan lahan transmigrasi; b. Pengaturan penempatan tenaga kerja dan mengkoordinir penyiapan sarana dan prasarana yang akan dibangun pada lahan transmigrasi; c. Pelaksanaan dan perencanaan program pelatihan bagi tenaga kerja dan mengkoordinir penerimaan kedatangan tenaga kerja d. Penyelesaian perselisihan tenaga kerja dan perselisihan transmigrasi e. Perencanaan, Pengendalian, perlindungan dan pengembangan budaya daerah, sejarah f. Pemberian perizinan, bimbingan dan penyuluhan yang berkaitan dengan kegiatan kebudayaan dan pariwisata; g. Pelaksanaan kerjasama dengan pihak ketiga dalam rangka kegiatan kebudayaan dan pariwisata. Bagian kedua Susunan Organisasi Pasal 250 (1). Susunan Organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terdiri darai : 1. Kepala Dinas 2. Sekretariat; a. Sub Bagian Perencanaan b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Umum

3. Bidang Trasmigrasi : a. Seksi Pendataan dan Penyiapan Lahan Transmigrasi 132

b. Seksi Penempatan dan Penerimaan Transmigrasi c. Seksi Pembinaan Transmigrasi 4. Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja : a. Seksi Pendaftaran dan Penyaluran Tenaga Kerja b. Seksi Perluasan Kerja c. Seksi Penempatan Tenaga Kerja 5. Bidang Pengawasan dan Hubinsyaker : a. Seksi Norma Ketenagakerjaan b. Seksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja c. Seksi Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja 6. Bidang Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja : a. Seksi Pembinaan dan Penyelenggaraan Pelatihan b. Seksi Penyuluhan da`n Kemitraan c. Seksi Pendaftaran Perizinan Lembaga Pelatian 7. Unit pelaksana Teknis (UPT) 8. Kelompok Jabatan Fungsional (2) Bagan susunan organisasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagaimana tercantum pada lampiran merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Peraturan Bupati ini. Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 251 Kepala Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan dinas dalam melaksanakan tugas fungsi sebagaimana dimaksud pasal 248 dan 249 serta memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan staf pelaksana Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Paragraf 2 Sekretariat 133

Pasal 252 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan menyurat, pendistribusian, perlengkapan kantor, kepegawaian, keuangan dan urusan umum. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekretariat mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan rumah tangga dan pemeliharaan dinas tenaga kerja dan transmigrasi ; b. Pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian; c. Pengumpulan hasil penyusunan rencana, program kerja dan pelaporan serta pembinaan organisasi dan tata laksana. Paragraf 2.1 Sub Bagian Perencanaan Pasal 253 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor,menyusun data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas,menyusun rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas,menyusun Perogram kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja Dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian perencanaan memupunyai fungsi : a. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor; b. Penyusunan data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas; c. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas; d. Penyusunan Program kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas. Paragraf 2.2 Sub Bagian Keuangan Pasal 254 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub bagian keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas ; b. Pengelolaan administrasi keuangan dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan dinas; 134

d. Pengevaluasi anggaran dan penggunaan keuangan dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan dinas. f. Membantu kegiatan bidang dalam administrasi keuangan Paragraf 2.3 Sub Bagian Umum Pasal 255 (1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat dan kearsipan serta urusan rumah tangga dan perlengkapan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian umum mempunyai fungsi : a. Pengelolaan kegiatan surat menyurat yang meliputi pengetikan, penggandaan, pengiriman, dan pengarsipan; b. Pengurusan tata usaha perjalanan Dinas; c. Pelaksanaan investasi, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barangbarang inventaris kantor; d. Penyusunan rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan Dinas; e. Pelaksanaan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian. Paragraf 3 Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja Pasal 256 (1) Bidang penempatan tenaga kerja dan perluasan kerja mempunyai tugas melaksanakan pendaftaran dan penyaluran tenaga kerja, perluasan kerja dan penempatan tenaga kerja, merencanakan, mengendalikan dan megawasi perluasan kesempatan kerja. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bidang penempatan tenaga kerja dan perluasan kerja mempunyai fungsi : a. Pengkoordinasian dan pelaksanaan pendaftaran dan penyaluran tenaga kerja; b. Penganalisian dan penyaluran para pekerja sesuai dengan bidangnya; c. Pembangunan sisten informasi ketenagakerjaan; d. Perluasan kesempatan kerja dengan melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait;

e. Menjadi mediator dalam penyaluran dan perluasan kerja serta penempatan tenaga kerja; 135

f. Pengevalusian dan monitoring pelaksanaan kegiatan; g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas Paragraf 3.1 Seksi Pendaftaran dan Penyaluran Tenaga Kerja Pasal 257 (1) Seksi pendaftaran dan penyaluran tenaga kerja memepunyai tugas melakukan, merencanakan, mempersiapkan dan mengatur pendaftaran dan penyaluran tenaga kerja; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, seksi pendaftaran dan penyaluran tenaga kerja mempunyai fungsi : a. Penyusunan peraturan – peraturan teknis tentang pendaftaran dan penyaluran tenaga kerja b. Penyebarluasan informasi tentang prosedur pendaftaran dan penyaluran tenaga kerja c. Pengawasan dan pengendalian kegiatan pendaftaran dan penyaluran tenaga kerja d. Pemberian pelayanan pendaftaran dan penyaluran tenaga kerja; e. Pembukaan daftar lowongan kerja; f. Menghimpun dan mencari informasi tentang pendaftaran dan penyaluran tenaga kerja; g. Pemberian fasilitas penyaluran, pengendalian pendaftaran dan penyaluran tenaga kerja;

Paragraf 3.2 Seksi Perluasan Kerja 136

Pasal 258 (1) Seksi Perluasan Kerja kerja mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengendalikan perluasan tenaga kerja; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, seksi perluasan kerja mempunyai fungsi : a. Perencanaan perluasan; b. Penginvetarisasian dan mengidentifikasi perkembangan perluasan kesempatan kerja; c. Menganalisis dan memprediksi perkembangan perluasan kerja; d. Menjalin kerja sama dengan pihak – pihak terkait dalam ranga perluasan kesempatan kerja; Paragraf 3.3 Seksi Penempatan Tenaga Kerja Pasal 259 (1) Seksi Penempatan tenaga kerja mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengendalikan penempatan tenaga kerja; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, Penempatan tenaga kerja mempunyai fungsi : a. Perencanaan penempatan tenaga kerja b. Penginvetarisasian dan mengidentifikasi perkembangan penempatan kerja c. Menganalisis dan memprediksi perkembangan penempatan tenaga kerja d. Menjalin kerja sama dengan pihak – pihak terkait dalam ranga penempatan tenaga kerja; Paragraf 4 Bidang Pengawasan Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Pasal 260 (1) Bidang pengawasan hubungan industrial dan syarat kerja mempunyai tugas menyusun rencana kegiatan bidang, mendistribusikan tugas, mengendalikan penyimpangan-penyimpangan peraturan perundang – undangan ketenagakerjaan di perusahaan, menangani dan menyelesaikan kasus PHK, perselisihan hubungan industrial, mengkoordinasikan, membuat konsep surat dan bahan lain yang berkaitan dengan bidang hubungan industrial dan syarat kerja berdasarkan data, pedoman dan ketentuan lain yang berlaku.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, bidag hubungan industrial dan syarat kerja mempunyai fungsi : 137

a. Penyusunan rencana kegiatan bidang pengawasan hubungan industrial dan syarat kerja b. Pendistribusian dan pengendalian tugas kepada bawahan di lingkungan bidang pengawasan hubungan industrial dan syarat kerja sesuai bidang tugasnya. c. Pembinaan, pengawasan, pengendalian dan pemberian sanksi terhadap penyimpangan–penyimpangan peraturan perundang–undangan ketenagakerjaan; d. Penanganan penyelesaian kasus perselisihan hubungan industrial, PHK pemogokan buruh / pekerja akibat kebijakan pimpinan perusahaan dan pemerintah agar diketahui permasalahan dan upaya tindak lanjut; e. Pengkoordinasian dan mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan bidang pengawasan hubungan industrial dan syarat kerja f. Pengkoordinasian pembinaan kerjsama dengan instansi terkait guna kelancaran pelaksanaan tugas bidang pengawasan hubungan industrial dan syarat kerja; g. Pembuatan konsep surat, bahan lain laporan, kegiatan bidang pengawasaan hubungaan industrial dan syarat kerja sebagai bahan masukan kepada atasan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. Paragraf 4.1 Seksi Norma Ketenagakerjaan Pasal 261 (1) Seksi Norma Ketenagakerjaan mempunyai tugas menyusun rencana kerja, memberi petunjuk dan memantau pelaksanaan pengawasan norma ketenagakerjaan, berdasarkan data, pedoman dan ketentuan yang berlaku. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi Norma Ketenagakerjaan mempunyai fungsi : a. Menyusun rencana kegiatan seksi norma ketenagakerjaan berdasarkan rencana kegiatan bidang pengawasan hubungan industrial dan syarat kerja sebagai pedoman kerja; b. Menginentarisasi data perusahaan sebagai bahan pembinaan pengawasan peraturan perundang-undangan norma ketenagakerjaan; c. Melakukan Pemantauan, pembinaan dan mengevaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan bidang norma ketenagakerjaan diperusahaan membuat rancangan konsep surat dan bahan lain yang berhubungan dengan norma ketenagakerjaan sesuai dengan petunjuk atau disposisi atasan;

138

d. Pembuatan laporan pelaksanaan kegiatan seksi norma ketenagakerjaan berdasarkan hasil yang dicapai sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas kepada atasan; e. Pemberian petunjuk dan mengevaluasi hasil bawahan f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Paragraf 4.2 Seksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 262 (1) Seksi Keselamatan dan Kesehatan kerja mempunyai tugas menyusun rencana kegiatan, menginventarisasi pemakaian alat, bahan yang digunakan dan hygiene di perusahaan, mengkonfirmasikan laporan kecelakaan kerja, memberi petunjuk dan memantau pelaksanaan tugas bawahan berdasarkan data, pedoman dan ketentuan yang berlaku. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi keselamatan dan kesehatan kerja mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana kegiatan seksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja berdasarkan rencana kegiatan bidang pengawasan hubungan industrial dan syarat kerja sebagai pedoman kerja; b. Penginventarisasian peralatan dan bahan yang digunakan di perusahaan sebagai bahan pembinaan, pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja; c. Pembinaan, pengevaluasian hasil pemeriksaan dan pengujian alat, bahan dan pemeriksaan lingkungan kerja di perusahaan berdasarkan data yang dan peraturan perundag–undangan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja d. Pemberian petunjuk, memeriksa dan pengevaluasian hasil kerja bawahan; e. Pembuatan laporan kegiatan pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan; Paragraf 4.3 Seksi Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Pasal 263 (1) Seksi Hubungan Industrial dan syarat Kerja mempunyai tugas menyusun rencana kegiatan, menginventarisasi data perselisihan hubungan industrial dan persyaratan kerja, menangani pemogokan / unjuk rasa kasus perselisihan hubungan industrial, memberi petunjuk dan memantau pelaksanaan tugas bawahan berdasarkan data, pedoman dan ketentuan yang belaku. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) seksi Norma Ketenagakerjaan mempunyai fungsi : 139

a. Menyusun rencana kegiatan hubungan industrial dan syarat kerja; b. Menginentarisasi data perusahaan dan perselisihan hubungan industrial c. Menangani dan memfasilitasi perselisiahan hubungan industrial, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; d. Pembuatan Laporan pelaksanaan kegiatan seksi hubungan industrial dan syarat kerja berdasarkan hasil yang dicapai sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas g. Mengkoordinasikan dan membina kerja sama dengan organisasi pekerja dan pengusaha h. Memberi petunjuk dan mengevaluasi hasil kerja bawahan i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Paragraf 5 Bidang Pelatihan dan Produktifitas Tenaga kerja Pasal 264 (1) Bidang pelatihan dan produktifitas tenaga kerja mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penyelenggaraan pelatihan dan peningkatan kualitas dan produktifitas tenaga kerja serta merencanakan, mengendalikan, megawasi penyuluhan, kemitraan serta melaksanakan pendaftaran dan perizinan lembaga pelatihan pemerintah dan swasta. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, bidang pelatihan dan produktifitas tenaga kerja mempunyai fungsi:

a. mengkordinir dan merencanakan kegiatan pelatihan, penyuluhan dan kemitraan serta kegiatan pendaftaran dan perizinan lembaga pelatihan pemerintah dan swasta b. Melaksanakan kegiatan pelatihan dan keterampilan bagi pencari kerja dan tenaga kerja c. Mempersiapkan kegiatan pelatihan menyangkut kuriukulum, bahan pelatihan metode pelatihan dan pengajar / instruktur d. Melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan pelatihan e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas

140

Paragraf 5.1 Seksi Pembinaan dan Penyelenggaraan Pelatihan Pasal 265 (1) Seksi pembinaan dan penyelenggaraan pelatihan mempunyai tugas melaksanakan, merencanakan, persiapan dan pengatur penyelenggaraan pelatihan; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seksi pembinaan dan penyelenggaraan pelatihan mempunyai fungsi : a. Perencanaan pelatihan kerja sesuai dengan kebutuhan b. Perencanaan dan pelaksanaan dan kegiatan pelatihan mulai dari penyusunan kurikulum, penunjukan tenaga pengajar / instruktur dan pendaftaran peserta pelatihan . c. Pengevaluasian kegiatan pelatihan mulai dari penyusunan kurikulum, penunjukan tenaga pengajar / instruktur dalam pelaksanaan pelatihan d. Pembuatan laporan pekerbangan pelatihan ketenagakerjaan e. Pemberian fasilitas pelatihan yang dilakukan melalui kerjasama dengan pihak ketiga; f. Perencanaan, pengaturan dan pengendalian kegiatan magang; Paragraf 5.2 Seksi Penyuluhan dan Kemitraan Pasal 266 (1) Seksi penyuluhan dan kemitraan mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengendalikan kegiatan penyuluhan dan kemitraan; (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini Seksi penyuluhan dan kemitraan mempunyai fungsi : a. Perencanaan kegiatan penyuluhan tenaga kerja dan kemitraan b. Penginventarisasian dan identifikasi kegiatan penyuluhan bagi pencari kerja c. Menjalin kerjasama kemitraan dengan pihak-pihak terkait d. Pembuatan laporan perkembangan kegiatan penyuluhan dan kemitraan

141

Paragraf 5.3 Seksi Pendaftaran dan Perizinan Lembaga Pelatihan Pasal 267 (1) Seksi pendaftaran dan perizinan lembaga pelatihan mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengendalikan kegiatan pendaftaran dan perizinan lembaga pelatihan (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini, seksi pendaftaran dan perizinan lembaga pelatihan mempunyai fungsi; a. Perencanaan pendaftaran dan perizinan lembaga pelatihan; b. Penginventarisasian dan identifikasi lembaga pelatihan pemerintah dan swasta; c. Pelaksanaan pendaftaran dan perizinan terhadap lembaga pelatihan d. Evaluasi dan monitoring kegiatan lembaga pelatihan; e. Pembuatan laporan perkembangan kegiatan pendaftaran dan perizinan lembaga pelatihan; Paragraf 6 Bidang Transmigrasi Pasal 268 (1) Bidang Transmigrasi mempunyai tugas merencanakan dan mempersiapkan lahan beserta sarana dan prasarana untuk keperluan transmigrasi, menerima dan menetapkan transmigrasi ke lokasi transmigrasi, mengkoordinasi pembinaan terhadap para transmigrasi serta melakukan perencanaan dan pendapatan dan pendataan mengenai mobilitas transmigran.

(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Transmigrasi mempunyai fungsi : a. Persiapan lahan untuk keperluan transmigrasi beserta perencanaan penataan; b. Pengkoordiniran penyiapan sarana dan prasarana yang akan dibangun pada lahan transmigrasi; c. Pengkoordinasian penerimaan kedatangan para transmigran; d. Pengkoordinasian penempatan para transmigran ke lokasi transmigrasi; e. Pengkoordinasian pembinaan terhadap para transmigran; f. Pelaksanaan pencatatan dan pendataan data kependudukan para transmigran.

142

Paragraf 6.1 Seksi Pendataan dan Penyiapan Lahan Transmigarasi Pasal 269 (1) Seksi Pendataan dan Penyiapan Lahan Transmigrasi mempunyai tugas mengkoordinasikan penyiapan lahan dan sarana/prasarana pendukung transmigrasi serta melakukan pendataan dan pengolaan data ketransmigrasian. (2) Untuk melaksanakaan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pendataan Dan Penyiapan Lahan Transmigrasi mempunyai fungsi : a. Perencanaan kegiatan penyiapan lahan dan sarana/prasarana pendukung yang akan diberikan kepada para transmigran; b. Perencanaan dan pelaksanaan survei lahan-lahan yang akan dijadikan lokasi transmigran; c. Penganalisaan dan pengkajian permasalahan struktur fisik maupun sosial atas lahan yang akan dijadikan lokasi transmigrasi; d. Pengkoordinasian pelaksanaan penyiapan lahan dan sarana / prasarana pendukung dengan instansi/lembaga terkait; e. Pembuatan laporan yang berkaitan dengan kegiatan pendataan dan penyiapan lahan transmigrasi. Paragraf 6.2 Seksi Penerimaan Dan Penempatan Transmigrasi Pasal 270 (1) Seksi Penerimaan dan Penempatan Transmigrasi mempunyai tugas mengkoordinasikan, melaksanakan penerimaan dan penempatan pada lokasi transmigran. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Penerimaan dan Penempatan Transmigrasi mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pendataan terhadap setiap transmigran yang datang; b. Pengkoordinasian penerimaan dan pelaksanaan pemeriksaan seluruh berkas transmigran yang akan ditempatkan di lokasi transmigran; c. Perencanaan dan pengkoordiniran proses penempatan transmigran ke lokasi transmigrasi;

143

Paragraf 6.3 Seksi Pembinaan Transmigrasi Pasal 271 (1) Seksi Pembinaan Transmigrasi mempunyai tugas mengkoordinasikan pembinaan para transmigran. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pembinaan Transmigrasi mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pembinaan terhadap para transmigran, baik didalam kegiatan usahanya maupun di dalam pemeliharaan sarana yang diperolehnya; b. Melaksanakan proses perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi para transmigran; c. Melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pelaksanaan pembinaan transmigran; Paragraf 7 Organisasi 1. Organisasi UPT terdiri dari : a. Kepala UPT b. Kepala Sub Bagian Tata usaha Pasal 272

2. Bagan susunan organisasi UPT tercantum dalam lampiran peraturan Bupati ini. Paragraf 7.1 Unit Pelaksana Tekhnis Tugas Pokok Pasal 273 Unit Pelaksana Teknis bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas sosial, kebudayaan dan kepariwisataan dalam membina dan mengurus pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan.

144

Fungsi Pasal 274 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pasal 273, Unit Pelaksana Teknis mempunyai fungsi: 1. Membantu kepala dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua jenjang dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing; 2. Membantu kepala dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua jenjang sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat; 3. Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua jenjang diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; 4. UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing; Paragraf 7.2 Sub Bagian Tata Usaha Pasal 275 Tugas pokok sub bagian tata usaha : 1. Melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; 2. Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor UPT dinas ; 3. Melaksanakan pengelolan administrasi; 4. Mengumpulkan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; 5. Urusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala UPT dinas Paragraf 7.3 Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 276 (1) Kelompok Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebahagian kegiatan Dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan (2) Kelompok jabatan fungsional dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan

145

(3) Setiap kelompok jabatan dipimpin oleh seorang tenaga fungsional yang disepakati oleh anggota kelompok lainnya (4) Pengangkatan tenaga fungsional dan ketua kelompoknya ditetapkan dengan keputusan Bupati (5) Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala Dinas (6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan;

146

BAB XIII DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 277 Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenanganan atau urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang perkoperasian, Usaha Kecil dan Menengah yang menjadi tanggung jawabnya dan kewenangan lain yang diserahkan oleh Bupati kepadanya. Pasal 278 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pasal 277 Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah mempunyai fungsi : 1. Melaksanakan koordinasi penyusunan program, pengelolaan data dan informasi di bidang perkoperasian dan usaha kecil dan menengah, menfasilitasi dan simpan pinjam; 2. Melaksanakan penyusunan rumusan dan penjabaran kebijaksanaan strategis dan teknis dalam pemberian bimbingan di bidang perkoperasian dan usaha kecil dan menengah serta fasilitas pembiayaan simpan pinjam; 3. Melaksanakan kebijakan strategis dan teknis dalam pemberian bimbingan di bidang perkoperasian dan usaha kecil dan menengah serta fasilitas pembiayaan simpan pinjam; 4. Melakukan pengawasan dan pengendalian teknis atas penyelenggaraan bimbingan di bidang perkoperasian dan usaha kecil dan menengah serta fasilitas pembiayaan simpan pinjam; 5. Melakukan upaya fasilitator dengan pihak-pihak instansi pemerintah terkait, BUMN dan swasta dalam rangka peningkatan dan pertumbuhan usaha Koperasi Usaha Kecil dan Menengah; 6. Pengelolaan urusan umum, administrasi kepegawaian, keuangan, hukum dan kehumasan; 7. Kelompok jabatan fungsional;

147

Bagian kedua Susunan Organisasi Pasal 279 (1) Susunan Organisasi Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah terdiri dari : 1. Kepala Dinas 2. Sekretariat a. Sub Bagian Perencanaan b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Umum 3. Bidang Bina Kelembagaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia : a. Seksi Program, Data dan Informasi b. Seksi Bina Kelembagaan c. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia 4. Bidang Permodalan dan Usaha Koperasi : a. Seksi Permodalan Koperasi b. Seksi Usaha Koperasi c. Seksi Pengawasan dan Pengendalian Koperasi 5. Bidang Bina Usaha Mikro, Kecil dan Menengah : a. Seksi Bina Usaha Mikro b. Seksi Bina Usaha Kecil c. Seksi Bina Usaha Menengah 6. Bidang Bina Koperasi Simpan Pinjam : a. Seksi Bina Jasa Akuntasi Simpan Pinjam b. Seksi Penilaian kesehatan Simpan Pinjam c. Seksi Monitoring dan Evaluasi Koperasi Simpan Pinjam 7. Unit pelaksana Teknis (UPT). 8. Kelompok Jabatan Fungsional (2)Bagan Susunan Oorganisasi Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah sebagaimana tercantum pada lampiran merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Peraturan Bupati ini.

148

Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 280 Kepala Koperasi Usaha Kecil dan Menengah mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan tugas fungsi sebagaimana dimaksud pasal 277 dan 278 serta memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan staf pelaksana Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. Paragraf 2 Sekretariat Pasal 281 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat, pendistribusian, perlengkapan kantor, kepegawaian, keuangan dan urusan umum. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekretariat mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan rumah tangga dan pemeliharaan dinas koperasi, usaha kecil dan menengah; b. Pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian; c. Pengumpulan hasil penyusunan rencana, program kerja dan pelaporan serta pembinaan organisasi dan tata laksana. Paragraf 2.1 Sub Bagian Perencanaan Pasal 282 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor, menyusun data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas, menyusun rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas, menyusun program kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian perencanaan memupunyai fungsi : a. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor; b. Penyusunan data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas; c. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas; d. Penyusunan Program kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas. 149

Paragraf 2.2 Sub Bagian Keuangan Pasal 283 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub bagian keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas ; b. Pengelolaan administrasi keuangan Dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan Dinas; d. Pengevaluasi anggaran dan penggunaan keuangan Dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan Dinas. f. Membantu kegiatan bidang dalam administrasi keuangan Paragraf 2.3 Sub Bagian Umum Pasal 284 (1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat dan kearsipan serta urusan rumah tangga dan perlengkapan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian umum mempunyai fungsi : a. Pengelolaan kegiatan surat menyurat yang meliputi pengetikan, penggandaan, pengiriman, dan pengarsipan; b. Pengurusan tata usaha perjalanan Dinas; c. Pelaksanaan investasi, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barangbarang inventaris kantor; d. Penyusunan rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan Dinas; e. Pelaksanaan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian. Paragraf 3 Bidang Bina Kelembagaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusian Pasal 285 (1) Bidang Bina Kelembagaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana dan program serta perumusan kebijaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis kelembagaan, pendirian dan pembubaran Koperasi, penyediaan data dan informasi koperasi, pengembangan sumber daya manusia koperasi dan usaha kecil menengah. 150

(2) Untuk melaksanakan tugas sebaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Bina Kelembagaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai fungsi a. Menyiapkan rencana dan program serta perumusan kebijaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis kelembagaan, pendirian dan pembubaran koperasi, penyediaan data dan informasi, pengembangan sumber daya manusia koperasi dan usaha kecil menengah; b. Pelaksanaan program dan penyelenggaraan kebijaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis kelembagaan pendirian dan pembubaran koperasi, penyediaan data dan informasi, pengembangan sumber daya manusia koperasi dan usaha kecil menengah; c. Melakukan pengawasan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan atas penyelenggaraan kebijaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis kelembagaan, pendirian dan pembubaran koperasi, penyediaan data dan informasi, pengembangan sumber daya manusia koperasi dan usaha kecil menengah; Paragraf 3.1 Seksi Organisasi dan Tata Laksana Pasal 286 (1) Seksi Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas mempersiapkan bahan kebijaksanaan dalam rangka pembinaan dan bimbingan organisasi koperasi, pembentukan koperasi, fasilitasi pengesahan, akta pendirian koperasi, perubahan anggaran dasar koperasi, pembubaran koperasi, konsultasi hukum di bidang perkoperasian, evaluasi atas pelaksanaan kegiatan. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Organisasi dan Tata Laksana mempunyai fungsi : a. Menyiapkan bahan pembinaan dan bimbingan teknis organisasi koperasi, pembentukan koperasi, fasilitasi pelaksanaan pengesahan akta pendirian koperasi/perubahan anggaran dasar koperasi, pembubaran koperasi, konsultasi hukum di bidang perkoperasian dan usaha kecil menengah; b. Melaksanakan kegiatan pembinaan dan bimbingan teknis organisasi koperasi, pembentukan koperasi, fasilitasi pelaksanaan pengesahan akta pendirian koperasi/ perubahan anggaran dasar koperasi, pembubaran koperasi, konsultasi hukum di bidang perkoperasian dan usaha kecil menengah; c. Melaksanakan pengawasan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan atas penyelenggaraan pembinaan dan bimbingan teknis organisasi koperasi, pembentukan koperasi, fasilitasi pelaksanaan pengesahan akta pendirian koperasi/perubahan anggaran dasar koperasi, pembubaran koperasi, konsultasi hukum di bidang perkoperasian dan usaha kecil menengah; 151

Paragraf 3.2 Seksi Program, Data dan Informasi Pasal 287 (1) Seksi Program, Data dan Informasi mempunyai tugas mempersiapkan bahan perumusan kebijakan dan bimbingan teknis penyusunan profil koperasi, klasifikasi koperasi dan revitalisasi koperasi serta menyusun program pembinaan, menyediakan data dan informasi perkoperasian dan usaha kecil menengah. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Program, Data dan Informasi mempunyai tugas : a. Penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan teknis pembinaan dan bimbingan teknis penyusunan profil koperasi klasifikasi koperasi dan revitalisasi koperasi serta menyusun program pembinaan, menyediakan data dan informasi perkoperasian dan usaha kecil menengah; b. Pelaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis penyusunan profil koperasi, klasifikasi koperasi dan revitalisasi koperasi serta menyusun program pembinaan, menyediakan data dan informasi perkoperasian dan usaha kecil menengah; c. Penyusunan laporan barupa data dan informasi tentang perkembangan koperasi dan usaha kecil menengah. Paragraf 3.3 Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia Pasal 288 (1) Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas merencanakan, menyiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pelatihan, penyuluhan dan studi banding bagi pengurus/pengelola koperasi dan usaha kecil menengah. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan identifikasi dan mengiventarisasi kebutuhan pelatihan, penyuluhan dan studi banding; b. Pelaksanaan kegiatan pelatihan, penyuluhan dan studi banding; c. Pelaksanaan evaluasi hasil pelaksanaan pelatihan, penyuluhan dan studi banding; d. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan kegiatan.

152

Paragraf 4 Bidang Bina Permodalan dan Usaha Koperasi Pasal 289 (1)Bidang Bina Permodalan dan Usaha Koperasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana dan program serta perumusan kebijakan pembinaan dan bimbingan teknis pengembangan usaha koperasi di bidang tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, perikanan dan peternakan. (2)Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Bina Permodalan dan Usaha Koperasi mempunyai fungsi : a. Menyiapkan rencana dan program serta perumusan kebijakan di bidang tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, perikanan, peternakan serta industri dan perdagangan; b. Pelaksanaan program dan penyelenggaraan kebijakan di bidang pembinaan, pemberian bimbingan teknis serta evaluasi pemberian bantuan modal kerja di bidang koperasi tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, perikanan dan peternakan; c. Melakukan pengawasan, pemantauan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan atas pelaksanaan program serta bantuan permodalan dalam rangka penyelenggaraan kebijakan pembinaan dan pengembangan usaha koperasi;

Paragraf 4.1 Seksi Permodalan Koperasi Pasal 290 (1)Seksi Pemodalan Koperasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana program serta rumusan kebijakan pembinaan dan bimbingan teknis aspek permodalan pada koperasi di bidang Koperasi Pertanian dan Non-Pertanian. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Permodalan mempunyai fungsi : a. Menyiapkan rencana program serta perumusan kebijakan teknis pembinaan dan bimbingan pemanfaatan kredit program; Melaksanakan pembinaan, bimbingan dan petunjuk teknis di bidang permodalan; b. Melakukan pemantauan, pengawasan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan terhadap penyaluran kredit program dan non program pada koperasi.

153

Paragraf 4.2 Seksi Usaha koperasi Pasal 291 (1) Seksi Usaha Koperasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rancana program serta perumusan kebijakan pembinaan dan imbingan teknis pengembangan komoditi anggota. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Usaha Koperasi mempunyai tugas : a. Menyiapkan rancana dan program serta perumusan kebijakan teknis pembinaan dan bimbingan di bidang industri pertanian, perdagangan sebagai fungsi utama perkoperasian; b. Melaksanakan rencana dan program serta perumusan kebijakan teknis pembinaan dan bimbingan koperasi di bidang industri, pertanian, perdagangan sebagai fungsi utama perkoperasian; c. Melaksanakan pengawasan, evaluasi dan pelaporan atas penyelenggaraan kebijakan teknis pembinaan dan bimbingan koperasi di bidang koperasi pertanian sebagai fungsi utama perkoperasian.

Paragraf 4.3 Seksi Pengawasan dan Pengendalian Pasal 292 (1) Seksi Pengawasan dan Pengendalian mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan penyiapan rencana program dan perumusan kebijakan di bidang pengawasan dan pengendalian usaha koperasi. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pengawasan dan Pengendalian mempunyai fungsi : a. Menyiapkan bahan dalam rangka pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha koperasi; b. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha koperasi; c. Melakukan evaluasi dan pelaporan atas penyelenggaraan tugas pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha.

154

Paragraf 5 Bidang Bina Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Pasal 293 (1) Bidang Bina Usaha Mikro, Kecil dan Menengah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rencana dan program, serta perumusan kebijakan pembinaan, bimbingan teknis kepada pengusaha mikro, kecil dan menengah yang bergerak pada sektor industri, perdagangan dan aneka jasa. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Bina Usaha Mikro, Kecil dan Menengah mempunyai fungsi : a. Menyiapkan rencana dan program serta perumusan kebijakan teknis pembinaan dan bimbingan kepada pengusaha mikr, kecil dan menengah yang bergerak pada sektor industri, perdagangan dan aneka jasa; b. Melaksanakan rencana dan program serta perumusan kebijakan teknis pembinaan dan bimbingan kepada pengusaha mikro, kecil dan menengah yang bergerak pada sektor industri, perdagangan dan aneka jasa; c. Melakukan pengawasan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan atas penyelenggaraan kebijaksanaan pembinaan dan bimbingan kepada pengusaha mikro, kecil dan menengah yang bergerak pada sektor industri, perdagangan dan aneka jasa. Paragraf 5.1 Seksi Bina Usaha Mikro Pasal 294 (1) Seksi Bina Usaha Mikro mempunyai tugas mempersiapkan bahan kebijakan teknis pemberian bimbingan kepada pengusaha berskala mikro yang bergerak pada sektor industri, perdagangan dan aneka jasa, serta evaluasi atas pelaksanaan tugas; (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Bina Usaha Mikro mempunyai fungsi : a. Penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan teknis kepada pengusaha berskala mikro yang bergerak pada sektor industri, perdagangan dan aneka jasa serta mempersiapkan bahan evaluasi penyelenggaraan kebijakan pembinaan dan bimbingan; b. Pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis kepada pengusaha berskala mikro yang bergerak pada sektor industri, perdagangan dan aneka jasa;

155

c. Melakukan pengawasan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan atas penyelenggaraan kebijaksanaan pembinaan dan pemberian bimbingan kepada pengusaha berskala mikro yang bergerak pada sektor industri , perdagangan dan aneka jasa. Paragraf 5.2 Seksi Bina Usaha Kecil Pasal 295 (1) Seksi Bina Usaha Kecil mempunyai tugas mempersiapkan bahan kebijaksanaan teknis pemberian bimbingan kepada pengusaha berskala kecil yang bergerak pada sektor industri, perdagangan dan aneka jasa serta penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan tugas; (2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), seksi bina usaha kecil mempuyai fungsi : a. Penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan teknis kepada pengusaha berskala kecil yang bergerak pada sektor industri, perdagangan dan aneka jasa; b. Pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis kepada pengusaha berskala kecil yang bergerak pada sektor industri, perdagangan dan aneka jasa; c. Melakukan pengawasan, pemantauan evaluasi, dan pelaporan atas penyelenggaraan kebijaksanaan pembinaan dan pemberian bimbingan kepada pengusaha berskala mikro yang bergerak pada sektor industri , perdagangan dan aneka jasa. Paragraf 5.2 Seksi Bina Usaha Menengah Pasal 296 (1) Seksi Bina Usaha Menengah mempunyai tugas mempersiapkan bahan kebijaksanaan teknis pemberian bimbingan kepada pengusaha berskala menengah yang bergerak pada sektor industri, perdagangan dan aneka jasa serta penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan tugas; (2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), seksi bina usaha menengah mempuyai fungsi : a. Penyiapan bahan pembinaan dan bimbingan teknis kepada pengusaha berskala menengah yang bergerak pada sektor industri, perdagangan dan aneka jasa; b. Pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis kepada pengusaha berskala menengah yang bergerak pada sektor industri, perdagangan dan aneka jasa; 156

c. Melakukan pengawasan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan atas penyelenggaraan kebijaksanaan pembinaan dan pemberian bimbingan kepada pengusaha berskala menengah yang bergerak pada sektor industri , perdagangan dan aneka jasa. Paragraf 6 Bidang Bina Koperasi Simpan Pinjam Pasal 297 (1) Bidang Bina Koperasi Simpan Pinjam mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan penyiapan rencana, program dan perumusan kebijaksanaan pembinaan dan bimbingan petunjuk teknis di bidang koperasi simpan pinjam; (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana di maksud pada ayat (1), bidang bina koperasi simpan pinjam mempunyai fungsi : a. Penyiapan bahan pembinaan, bimbingan dan petunjuk teknis di bidang jasa akuntasi penilaian kesehatan simpan pinjam serta monitoring dan evaluasi koperasi simpan pinjam; b. Pelaksanaan pembinaan, bimbingan dan petunjuk teknis di bidang jasa akuntasi penilaian kesehatan koperasi simpan pinjam serta monitoring dan evaluasi koperasi simpan pinjam; c. Melakukan pengawasan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan atas penyelenggaraan kebijaksanaan pembinaan dan pemberian bimbingan jasa akuntasi penilaian kesehatan koperasi simpan pinjam; Paragraf 6.1 Seksi Bina Jasa Akuntasi Simpan Pinjam Pasal 298 (1) Seksi bina jasa akuntasi simpan pinjam mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengelolaan dan penyiapan bahan perumusan kebijaksanaan teknis, pemberian bimbingan di bidang akuntasi simpan pinjam. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana di maksud ayat (1) , seksi bina jasa akuntasi simpan pinjam mempunyai fungsi : a. Penyiapan rencana dan program serta perumusan kebijakan teknis pembinaan dan bimbingan di bidang jasa akuntasi simpan pinjam; b. Pelaksanaan rencana dan program serta perumusan kebijakan teknis pembinaan dan bimbingan di bidang jasa akuntasi simpan pinjam; c. Melakukan pengawasan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan atas penyelenggaraan kebijakan pembinaan dan pemberian bimbingan jasa akuntasi koperasi simpan pinjam ; 157

Paragraf 6.2 Seksi Penilaian Kesehatan Simpan Pinjam Pasal 299 (1) Seksi penilaian kesehatan simpan pinjam mempunyai tugas melakukan pengumpulan pengelolaan dan penyiapan bahan perumusan kebijaksanaan teknis, pemberian bimbingan di bidang akuntasi simpan pinjam. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana di maksud ayat (1) , seksi penilaian kesehatan simpan pinjam mempunyai fungsi : a. penilaian atas kegiatan pembinaan koperasi simpan pinjam dan unit simpan pinjam; b. Penyelenggaraan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis bagi koperasi di bidang penlilaian kesehatan simpan pinjam dan unit simpan pinjam; c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penilaian dan penetapan kesehatan simpan pinjam ; Paragraf 6.3 Seksi Monitoring dan Evaluasi Koperasi Simpan Pinjam Pasal 300 (1) Seksi Monitoring dan Evaluasi Koperasi Simpan Pinjam mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap pengelolaan usaha koperasi simpan pinjam dan unit simpan pinjam; (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana di maksud ayat (1) , seksi Monitoring dan Evaluasi Koperasi Simpan Pinjam mempunyai fungsi : a. Penyiapan bahan serta kebijakan teknis dalam rangka monitoring dan evaluasi kegiatan usaha koperasi simpan pinjam dan unit simpan pinjam b. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan usaha koperasi simpan pinjam dan unit simpan pinjam c. Pembuatan laporan atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan usaha koperasi simpan pinjam;

158

Paragraf 7 Organisasi Pasal 301 1. Organisasi UPT terdiri dari : a. Kepala UPT b. Kepala Sub Bagian Tata usaha 2. Bagan susunan organisasi UPT tercantum dalam lampiran peraturan Bupati ini. Paragraf 7.1 Unit Pelaksana Tekhnis Tugas Pokok Pasal 302 Unit Pelaksana Teknis bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas Koperasi., Usaha Kecil dan Menengah dalam membina dan mengurus pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan.

Fungsi Pasal 303 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pasal 302, Unit Pelaksana Teknis mempunyai fungsi: 1. Membantu Kepala Dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua jenjang dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing; 2. Membantu Kepala Dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua jenjang sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat; 3. Pengusulan mutasi guru dan usul pengangkatan kepala sekolah pada semua jenjang pendidikan di wilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing – masing sesuai tugasnya; 4. Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua jenjang diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; 5. UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing;

159

Paragraf 7.2 Sub Bagian Tata Usaha Tugas pokok sub bagian tata usaha : 1. Melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; 2. Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor UPT dinas ; 3. Melaksanakan pengelolan administrasi; 4. Mengumpulkan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; 5. Urusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala UPT dinas Paragraf 7.3 Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 305 (1) Kelompok Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebahagian kegiatan Dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan (2) Kelompok jabatan fungsional dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan (3) Setiap kelompok jabatan dipimpin oleh seorang tenaga fungsional yang disepakati oleh anggota kelompok lainnya (4) Pengangkatan tenaga fungsional dan ketua kelompoknya ditetapkan dengan keputusan Bupati (5) Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala Dinas (6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan. Pasal 304

160

BAB XIV DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 306 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenanganan atau urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Kependudukan dan Catatan Sipil yang menjadi tanggung jawabnya dan kewenangan lain yang diserahkan oleh Bupati kepadanya. Pasal 307 Untuk penyelenggaraan tugas tersebut pada Pasal 306 Peraturan Bupati ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, mempunyai fungsi sebagai berikut: 1. Perumusan kebijakan teknis di bidang kependudukan dan Catatan Sipil; 2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang kependudukan dan Catatan Sipil; 3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugas dan kewenangannya; 4. Pengelolaan administrasi umum meliputi ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian perlengkapan dan peralatan; 5. Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas; 6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya; Bagian kedua Susunan Organisasi Pasal 308 (1). Susunan Organisasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terdiri dari : 1. Kepala Dinas 2. Sekretariat a. Sub Bagian Perencanaan b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Umum

161

3. Bidang Kependudukan : a. Seksi Pelayanan Informasi Kependudukan b. Seksi Pendaftaran dan Registrasi Kependudukan c. Seksi Penerbitan KTP dan KK 4. Bidang Catatan Sipil : a. Seksi Pendaftaran dan Registarsi Catatan Sipil b. Seksi Penerbitan Akta Catatan Sipil c. Seksi Pelayanan dan Informasi Catatan Sipil 5. Bidang Pengelolaan Data &Administrasi Kependudukan & Catatan Sipil a. Seksi Pengelolaan Data Kependudukan dan Catatan Sipil b. Seksi Analisa Data dan Kependudukan dan Catatan Sipil c. Seksi Evaluasi Data dan Pelaporan 6. Bidang Pendataan,Pengarsipan, Kependudukan dan Catatan Sipil : a. Seksi Pendataan Penduduk dan Catatan Capil b. Seksi Pengarsipan Kependudukan dan Catatan Sipil c. Seksi Dokumentasi 7. Unit pelaksana Teknis (UPT) 8. Kelompok Jabatan Fungsional (2). Bagan Susunan Organisasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sebagaimana tercantum pada lampiran merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Peraturan Bupati ini. Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 309 Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan tugas fungsi sebagaimana dimaksud pasal 306 dan 307 serta memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan staf pelaksanaan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

162

Paragraf 2 Sekretariat Pasal 310 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat, pendistribusian, perlengkapan kantor, kepegawaian, keuangan dan urusan umum. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekretariat mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan rumah tangga dan pemeliharaan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil; b. Pelaksanaan pengelolaan Administrasi Kepegawaian; c. Pengumpulan hasil penyusunan rencana, program kerja dan pelaporan serta pembinaan organisasi dan tata laksana. Paragraf 2.1 Sub Bagian Perencanaan Pasal 311 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor,menyusun data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas,menyusun rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas,menyusun Perogram kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja Dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian perencanaan memupunyai fungsi : e. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor; f. Penyusunan data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas; g. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas; h. Penyusunan Program kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas.

163

Paragraf 2.2 Sub Bagian Keuangan Pasal 312 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub bagian keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas ; b. Pengelolaan administrasi keuangan Dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan Dinas; d. Pengevaluasi anggaran dan penggunaan keuangan Dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan Dinas. f. Membantu kegiatan bidang dalam administrasi keuangan Paragraf 2.3 Sub Bagian Umum Pasal 313 (1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat dan kearsipan serta urusan rumah tangga dan perlengkapan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian umum mempunyai fungsi : a. Pengelolaan kegiatan surat menyurat yang meliputi pengetikan, penggandaan, pengiriman, dan pengarsipan; b. Pengurusan tata usaha perjalanan Dinas; c. Pelaksanaan investasi, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barangbarang inventaris kantor; d. Penyusunan rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan Dinas; e. Pelaksanaan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian.

164

Paragraf 3 Bidang Kependudukan Pasal 314 (1)Bidang Kependudukan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pendaftaran, pencatatan penduduk dan penertiban administrasi kependudukan. (1) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana di maksud pada ayat (1), bidang kependudukan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan sosialisasi, fasilitasi, bimbingan teknis, advokasi, supervisi dan konsultasi pelaksanaan pendaftaran penduduk; b. Penetapan kebijakan pendaftaran penduduk skala kabupaten ; c. Pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan penduduk skala kabupaten; d. Penyelenggaraan pelayanan pendaftaran penduduk dalam sistem administrasi meliputi; - Pencatatan dan pemutakhiran biodata penduduk serta penerbitan Nomor Induk kependudukan (NIK); - Pendaftaran perubahan alamat; - Pendaftaran pindah data penduduk dalam wilayah RI - Pendaftaran warga negara Indonesia tinggal sementara; - Pendaftaran pindah datang antar negara - Pendaftaran penduduk yang tinggal di perbatasan antar negara ; - Pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan - Penerbitan dokumen kependudukan hasil pendaftaran penduduk; - Penatausahaan pendaftaran penduduk Paragraf 3.1 Seksi Pelayanan Informasi Kependudukan Pasal 315 (1) Seksi Pelayanan Informasi Kependudukan mempunyai tugas mengelola dan menerbitkan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk serta melayani permintaan informasi kependudukan. (2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana di maksud ayat (1), seksi pelayanan informasi kependudukan mempunyai fungsi : a. Penerimaan dan penelitian kartu tanda penduduk yang telah diserahkan oleh kelurahan; b. Penyampaian Kartu Tanda Penduduk yang telah selesai ke Kecamatan

165

c. Pelaksanaan permintaan informasi kependudukan dari instans-instansi dan perorangan; d. Pelaksanaan penyuluhan tentang pendaftaran kependudukan kepada masyarakat; Paragraf 3.2 Seksi Pendaftaran dan Registrasi Kependudukan Pasal 316 (1) Seksi Pendaftaran dan Registrasi Kependudukan mempunyai tugas menyelenggarakan pendaftaran dan registrasi penduduk dalam skala kabupaten; (2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana di maksud ayat (1), seksi pendaftaran dan registrasi kependudukan mempunyai fungsi : a. Pendaftaran perubahan alamat; b. Penetapan kebijakan pendaftaraan penduduk skala kabupaten. c. Penyelenggaraan pelayanan pendaftaran penduduk dalam sistem administrasi kependudukan skala kabupaten meliputi; - Pencatatan dan pemutakhiran biodata penduduk serta penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK); - Pendaftaran perubahan alamat; - Pendaftaran pindah data penduduk dalam wilayah RI; - Pendaftaran warga negara Indonesia tinggal sementara; - Pendaftaran pindah datang antar negara - Pendaftaran penduduk yang tinggal di perbatasan antar negara ; - Pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan - Penerbitan dokumen kependudukan hasil pendaftaran penduduk; - Penatausahaan pendaftaran penduduk Paragraf 3.3 Seksi Penerbitan KTP dan KK Pasal 317 (1) Seksi Penerbitan KTP dan KK mempunyai tugas mengelola dan menerbitkan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk . (2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana di maksud ayat (1), seksi penerbitan KTP dan KK mempunyai fungsi :

166

a. Penerimaan dan penelitian data yang akan diproses dan di terbitkan menjadi kartu identitas kependudukan; b. Pelaksanaan pengeditan data dan identitas penduduk untuk diterbitkan menjadi kartu keluarga dan kartu penduduk; c. Penerbitan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk sesuai aturan pelaksanaan yang berlaku Paragraf 4 Bidang Catatan Sipil Pasal 318 (1) Bidang Catatan Sipil mempunyai tugas Menyelenggarakan pelayanan pencatatan sipil Dalam sistem administrasi kependudukan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana di maksud ayat (1), Bidang Catatan Sipil mempunyai fungsi : a. Fasilitas, Sosialisasi, Bimbingan Tekhnis, Advokasi, Supervisi dan Konsultasi pelaksanaan pencatatan sipil skala kabupaten; b. Pemantauan Evaluasi dan laporan penyelenggaraan Pencatatan Sipil Skala Kabupaten c. Koordinasi Penyelenggaraan Pencatatan Sipil skala kabupaten Penyelenggaraan Pelayanana Pencatatan Sipil meliputi : - Pencatatan kelahiran; - Pencatatan Pelahir Mati ; - Pencatatan Perkawinan; - Pencatatan Kematiaan; - Pencatatan Pengangkatan Anak, Pengakuan Anak dan Pengesahan Anak; - Pencatatan Perubahan Nama; - Pencatatan Perubahan Status Kewarganegaraan; - Pencatatan Peristiwa penting lainnya; - Pencatatan perubahan dan pembatalan Akta; - Penerbitan Dokumen Kependudukan hasil pencatatan sipil; - Penatan Usaha Dokumen Pencatatan Sipil;

167

Paragraf 4.1 Seksi Pendaftaran dan Registrasi Catatan Sipil Pasal 319 (1) Seksi Pendaftaran dan Registrasi Catatan Sipil mempunyai tugas Melakukan pencatatan kelahiran, Melakukan Pencatatan Pekawinan, Perceraian dan Kematian, Melakukan Pencatatan Pengangkatan anak, Pengakuan Anak, Pengesahan Anak, Melaksanakan Pencatatan Perubahan Nama, Perubahan Status Kewarganegaraan, Peristiwa penting lainnya, Pencatatan perubahan dan pembatalan Akta catatan sipil penerbitan dokumen catatan sipil dan penata usaha. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimakasud ayat (1), seksi pendaftaran dan registrasi catatan sipil mempunyai fungsi : a. Mengevaluasi dan melakukan monitoring pelaksanaan penyelenggaraan catatan sipil skala kabupaten; b. Menetapkan kabijakan pencatatan sipil; c. Memfasilitasi serta sosialisasi, Bimbingan teknis, advokasi, supervisi, dan Konsultasi pelaksanaan pencatatan Sipil Skala Kabupaten; d. Melaksanakana laporan penyelenggaraan pencatatan sipil. Paragraf 4.2 Seksi Penerbitan Akta Catatan Sipil Pasal 320 (1) Seksi Penerbitan Akta Catatan Sipil mempunyai tugas mengelolah dan menerbitkan Akte catatan sipil, sistem Administrasi Kependudukan ( SIAK ). (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaiamana yang di maksud ayat (1), seksi penerbitan akta catatan sipil mempunyai fungsi : a. Menerima dan meneliti data yang akan diperoses Untuk diterbitkan menjadi akta catatan sipil; b. Mengerjakan ( mengedit data identitas pemohon untuk diterbitkan akta catatan sipil; c. Menerbitkan akta catatan sipil sesuai dengan aturan yang berlaku.

168

Paragraf 4.3 Seksi Pelayanan dan Informasi Catatan Sipil Pasal 321 (1) Seksi Pelayanan dan Informasi Catatan Sipil mempunyai tugas memberikan pelayanan akta catatan sipil. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), Seksi Pelayanan dan Informasi Catatan Sipil mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan penyuluhan kapada masyarakat tentang pentingnya akte catatan sipil; b. Melayani permintaan informasi tentang akta catatan sipil; c. Pengkoordinasian pengelolaan informasi administrasi kepandudukan skala kabupaten; d. Pembangunan dan pengembangan jaringan komunikasi data skala kabupaten; e. Penyediaan perangkat keras dan perlengkapan lainnya serta jaringan komunikasi sampai dengan tingkat kecamatan atau kalurahan sebagai tempat pelayanan dokumen penduduk; f. Pelaksanaan sistem Informasi administrasi kependudukan; g. Pembangunan replikasi data kependudukan di kabupaten. h. Pembangunan bank data kependudukan kabupaten; i. Pembangunan temapat rekaman data kependudukan dikecamatan; j. Perekaman data hasil pelayanan pendaftaran penduduk; k. Pencatatan sipil serta pemutakhiran data penduduk menggunakan sistem informasi administrasi kependudukan; l. Penyajiaan dan diseminasi Informasi penduduk. Paragraf 5 Bidang Pengelolaan Data & Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil Pasal 322 (1) Bidang Pengelolah Data dan Administrasi Kependudukan dan Sipil mempunyai tugas melakukan pengelolaan data kependudukan dan melaksanakan Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), bidang pengelola data dan administrasi kependudukan dan sipil mempunyai fungsi: a. Penelitian dan pengelolaan mutasi kependudukan sebagaimana mutasi input komputer dan data daftar induk penduduk data pusat pengelolaan;

169

b. Meneliti dan analisis serta penyimpanan data; c. Menerbitkan daftar / diagram statistik kependudukan pelayanan dan penyuluhan; d. Menyusun dan memelihara arsip dan dokumen penduduk; e. Pembangunan replikasi data kependudukan di kabupaten; f. Pembangunan bank data kependudukan di kabupaten; g. Pembangunan tempat perekaman data kependudukan di kecamatan; h. Perekaman data hasil pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil serta pemutakhiran data penduduk menggunakan sisitem informasi administrasi kependudukan; i. Perlindungan data peribadi penduduk pada bank data kependudukan Kabupaten Pinrang; j. Perlindungan data pribadi penduduk dalam proses data hasil pendaftaran penduduk serta pencatatan sipil. Paragraf 5.1 Seksi Pengelolaan Data Kependudukan dan Catatan Sipil Pasal 323 (1) Seksi Pengelolaan Data Kependudukan dan Sipil mempunyai tugas melakukan pengelolaan data kependudukan dan pengelolaan data catatan sipil. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), Seksi pengelolaan data kependudukan dan catatan sipil mempunyai fungsi : a. Penyimpanan data kependudukan dan data catatan sipil sebagai data base kependudukan; b. Pengelolaan data kependudukan dan data catatan sipil untuk dijadikan data base kependudukan; Paragraf 5.2 Seksi Analisis Data Kependudukan dan Catatan Sipil Pasal 324 (1) Seksi Analisis Data Kependudukan dan catatan sipil mempunayi tugas melakukan analisis data kependudukan dan analisis data catatan sipil. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagimana yang dimaksud ayat (1), Seksi Analisis Data Kependudukan dan Catatan Sipil mempunyai fungsi : a. Menganalisis data Kependudukan yang telah terdaftar dan tercatat sebagi data kependudukan; b. Terciptanya Data Base Kependudukan.

170

Paragraf 5.3 Seksi Evaluasi Data dan Pelaporan Pasal 325 (1) Seksi Evaluasi Data dan Pelaporan mempunyai tugas memantau dan mengevaluasi pengelolaan informasi Administrasi kependudukan skala kabupaten. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagimana yang dimaksud ayat (1), Seksi Evaluasi Data dan Pelaporan mempunyai fungsi : a. Pemantauan data Evaluasi kebijakan Pengendaliaan Kualitas penduduk, pengembangan kualitas penduduk, Pengarahan Mobilitas / Penataan Persebaran peduduk, Perlindungan penduduk; b. Pemantauan dan Evaluasi, pelaporan indikator kependudukan, Proyeksi penduduk dan analisis Dampak kependudukan serta penyerasian Kebijakan Kependudukan. Paragraf 6 Bidang Pendataan, Pengarsipan, Kependudukan dan Catatan Sipil Pasal 326 (1) Bidang Pendataan, Pengarsipan, Kependuduksn dan Catatan Sipil mempunyai tugas menyusun program pendataan dan pengarsipan kependudukan dan catatan sipil. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagimana yang dimaksud ayat (1), bidang pendataan, pengarsipan, kependudukan dan catatan sipil mempunyai fungsi: a. Penelitian dan analisis data serta penyimpanan data b. Penyusunan dan pemeliharaan arsip dan dokumentasi penduduk; c. Perlindungan data pribadi penduduk dalam proses data hasil pendaftaran penduduk serta pencatatan sipil; d. Pelindungan data pribadi penduduk pada bank data kependudukan Kabupaten Pinrangl; Paragraf 6.1 Seksi Pendataan Penduduk dan Catatan Sipil Pasal 327 (1) Seksi Pendataan Penduduk dan Catatan Sipil mempunyai tugas melakukan pendataan penduduk dan pencatatatan skala kabupaten. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagimana yang dimaksud ayat (1), Seksi pendataan penduduk dan catatan sipil mempunyai fungsi Pemutakhiran data penduduk dan pencatatan sipil hasil pendataan dan laporan kependudukan dari kecamatan;

171

Paragraf 6.2 Seksi Pengarsipan Kependudukan dan Catatan Sipil Pasal 328 (1) Seksi Pengarsipan Kependudukan dan Catatan Sipil mempunyai tugas melakukan pengarsipan data kependudukan dan catatan sipil . (2) Untuk melaksanakan tugas sebagimana yang dimaksud ayat (1), seksi pengarsipan kependudukan dan catatan sipil mempunyai fungsi : Penyusunan dan penyimpanan arsip-arsip kependudukan dan catatan sipil, baik dalam bentuk data base kependudukan (tersimpan dalam komputer) maupun dalam arsip biasa; Paragraf 6.3 Seksi Dokumentasi Pasal 329 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas menyusun dan menyimpan hasil-hasil kegiatan program kependudukan dan catatan sipil. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagimana yang dimaksud ayat (1), Seksi dokumnetasi mempunyai fungsi: a. Pelaksanaan visualisasi / foto hasil-hasil program kependudukan dan catatan sipil; b. Penyusunan dan penyimpanan dokumen-dokumen kependudukan dan catatan sipil; Paragraf 7.1 Unit Pelaksana Tekhnis Tugas Pokok Pasal 330 Unit Pelaksana Teknis bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas kependudukan dan catatan sipil dalam membina dan mengurus pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan.

172

Fungsi Pasal 331 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pasal 273, Unit Pelaksana Teknis mempunyai fungsi: 1. Membantu Kepala Dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua jenjang dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing; 2. Membantu Kepala Dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua jenjang sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat; 3. Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua jenjang diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; 4. UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing;

Paragraf 7.2 Sub Bagian Tata Usaha Pasal 332 Tugas pokok sub bagian tata usaha : 1. Melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; 2. Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor UPT dinas ; 3. Melaksanakan pengelolan administrasi; 4. Mengumpulkan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; 5. Urusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala UPT dinas

173

Paragraf 7.3 Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 333 (1) Kelompok Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebahagian kegiatan Dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan (2) Kelompok jabatan fungsional dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan; (3) Setiap kelompok jabatan dipimpin oleh seorang tenaga fungsional yang disepakati oleh anggota kelompok lainnya (4) Pengangkatan tenaga fungsional dan ketua kelompoknya ditetapkan dengan keputusan Bupati (5) Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala Dinas (6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan

174

BAB XV DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 334 Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenangan atau urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Perhubungan, Komunikasi dan Informatika yang menjadi tanggung jawabnya dan kewenangan lain yang diserahkan oleh Bupati kepadanya. Pasal 335 Untuk penyelenggaraan tugas tersebut pada Pasal 334 Peraturan Daerah ini, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, mempunyai fungsi sebagai berikut: 1. Perumusan Kebijakan teknis di bidang perhubungan, komunikasi dan informatika berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku; 2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang perhubungan, komunikasi dan informatika; 3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai lingkup tugas dan kewenangannya; 4. Pengelolaan administrasi meliputi ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan peralatan; 5. Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas; 6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya; Bagian kedua Susunan Organisasi Pasal 336 (1) Susunan Organisasi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, terdiri dari : a. Kepala Dinas b. Sekretariat; 1. Sub Bagian Perencanaan 2. Sub Bagian Keuangan 3. Sub Bagian Umum

175

c. Bidang Perhubungan Darat : Seksi Lalu Lintas Seksi Angkutan Seksi Keselamatan dan Teknis. Sarana dan Prasarana d. Bidang Perhubungan Laut Seksi Lalu Lintas Angkutan laut Seksi Kepelabuhanan Seksi Penunjang Keselamaan Pelayaran e. Bidang Bina Pelayanan Perhubungan : Seksi Bina Pelayanan Masyarakat Seksi Bina Pentarifan Seksi BinaPengumpulan data f. Bidang Komunikasi dan Informatika : Seksi Perizinan Seksi komunikasi dan informatika dam Media Seksi Pos dan Telekomunikasi g. Kelompok Jabatan Fungsional (2). Bagan Susunan Organisasi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, sebagaimana tercantum pada lampiran merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Peraturan Bupati ini. Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 337 Kepala Dinas Perhubungan, komunikasi dan informatika mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan tugas fungsi sebagaimana dimaksud pasal 334 dan 335 serta memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan staf pelaksana Dinas Perhubungan komunikasi dan Informatika.

176

Paragraf 2 Sekretariat Pasal 338 (1)Sekretaris mempunyai tugas melaksanakan urusan surat -menyurat, pendistribusian, perlengkapan kantor, kepegawaian, keuangan dan urusan umum. (2)Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekretariat mempunyai fungsi : a. Pelaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan rumah tangga dan pemeliharaan Kantor Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika; b. Pelaksanaan pengelolaan Administrasi Kepegawaian; c. Pelaksanaan pengelolaan Administrasi Keuangan; d. Pengumpulan hasil penyusunan rencana, program kerja dan pelaporan serta pembinaan organisasi dan tata laksana. Paragraf 2.1 Sub Bagian Perencanaan Pasal 339 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor,menyusun data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas,menyusun rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas,menyusun Perogram kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja Dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian perencanaan memupunyai fungsi : a. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor; b. Penyusunan data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas; c. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas; d. Penyusunan Program kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas.

177

Paragraf 2.2 Sub Bagian Keuangan Pasal 340 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub bagian keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas; b. Pengelolaan administrasi keuangan Dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan Dinas; d. Pengevaluasi anggaran dan penggunaan keuangan Dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan dinas. f. Membantu kegiatan bidang dalam administrasi keuangan Paragraf 2.3 Sub Bagian Umum Pasal 341 (1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat dan kearsipan serta urusan rumah tangga dan perlengkapan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian umum mempunyai fungsi : a. Pengelolaan kegiatan surat menyurat yang meliputi pengetikan, penggandaan, pengiriman, dan pengarsipan; b. Pengurusan tata usaha perjalanan Dinas; c. Pelaksanaan investasi, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barangbarang inventaris kantor; d. Penyusunan rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan dinas; e. Pelaksanaan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian.

178

Paragraf 3 Bidang Perhubungan Darat Pasal 342 (1) Bidang Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan pengendalian dan pengawasan operasional manajemen keselamatan dan teknik sarana dan prasarana lalu lintas angkutan jalan. (2) Untuk penyelenggaraan tugas yang dimaksud ayat (1) pasal ini di bidang Perhubungan Darat mempunyai fungsi : a. Penyiapan bahan pengendalian pengawasan operasional manajemen dan lalu lintas darat; b. Penyiapan penyusunan dan penetapan jaringan transportasi dalam kabupaten (lulus jalan); c. Penyiapan pemberian perizinan, pelayanan dan pengendalian kelebihan muatan dan tertib memanfaatkan jalan provinsi dalam kabupaten; d. Penyiapan rencana dan program pembangunan, pemasangan, pemeliharaan alat pengawasan, pengendali dan alat pengamanan (rambu-rambu) lalu lintas. Paragraf 3.1 Seksi Lalu Lintas Pasal 343 (1) Seksi Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan, penyusunan dan penetapan jaringan transportasi jalan kabupaten. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, Seksi Lalu Lintas mempunyai fungsi : a. Melakukan pengumpulan, pengalihan dan analisis data untuk kepentingan tertib lalu lintas; b. Penyusunan dan penetapan jaringan transportasi jalan kabupaten; c. Pelaksanaan pemeriksaan kelayakan Kendaraan Bermotor dan tidak Bermotor Jalan; d. Pembinaan izin operasi becak, ojek dan bentor yang melayani wilayah kota; e. Penggandaan dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, (Traffic Light ) alat pengendali dan pengamanan pemakaian jalan serta fasilitas pendunkung di jalan kabupaten, jalan nasional dan jalan provinsi

179

f. Pemantauan lokasi fasilitas parkir untuk umum; g. Pengoperasian fasilitas parkir untuk umum; h. Pemberian izin penggunaan jalan selain untuk kepentingan lalu lintas di jalan (izin pelataran); i. Penyelenggaraan pencegahan dan penanggulangan kecelakaan lalu lintas di wilayah kabupaten. Paragraf 3.2 Seksi Angkutan Pasal 344 (1) Seksi Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan penetapan dan izin, pelayanan dan pengendalian, kelebihan muatan, penetapan standar batas maksimum muatan dan berat kendaraan pengangkutan barang antar kabupaten. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud ayat (1) pada pasal ini, Seksi Angkutan mempunyai fungsi : a. Penyusunan jaringan trayek angkutan kota dan pedesaan; b. Pemberian izin trayek angkutan kota dan pedesaan; c. Pemberian izin usaha angkutan penumpang dan angkutan barang serta angkutan sewa / taksi dan pariwisata; d. Melakukan pengumpulan, pengelolaan dan analisis dalam berbagai kondisi angkutan yang layak jalan; e. Penyiapan pemberian penyelenggara jasa angkutan barang, angkutan orang dan angkutan khusus; Paragraf 3.3 Seksi Keselamatan dan Teknik Sarana dan Prasarana Pasal 345 (1) Seksi Keselamatan dan Teknik Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan dan penetapan lokasi pemasangan dan pemeliharaan alat pengawasan dan alat pengamanan (rambu-rambu ) lalu lintas jalan serta bimbingan keselamatan, analisis daerah rawan kecelakaan lalu lintas jalan serta penanggulangan kecelakaan lalu lintas. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud ayat (1) pada pasal ini, Seksi Keselamatan dan Teknik Sarana dan Prasarana mempunyai fungsi :

180

a. Penyiapan penetapan lokasi pemasangan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat, alat pengendali dan pengamanan pemakai jalan; b. Menyiapkan bahan bimbingan penanggulangan kecelakaan lalu lintas. c. Melaksanakan pemeriksaan kendaraan di jalan sesuai kewenangannya; Paragraf 4 Bidang Perhubungan Laut Pasal 346 (1) Bidang Perhubungan laut mempunyai tugas melaksanakan pengendalian dan pengawasan, koordinasi kegiatan angkutan laut, dan keselamatan pelayaran, penyiapan penetapan, lokasi pemasangan dan pemeliharaan rambu-rambu laut dalam wilayah batas kewenangan kabupaten 1/3 (sepertiga) laut wilayah (wilayah teritorial) serta pengendalian dan pengawasan pengelolaan pelabuhan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini di Bidang Perhubungan Laut mempunyai fungsi : a. pengendalian dan pengawasan kegiatan operasional angkutan laut; b. Pengendalian dan pengawasan kegiatan operasional kepelabuhanan; c. Pengendalian dan pengawasan kegiatan operasional keselamatan dan pelayaran; Paragraf 4.1 Seksi Angkutan Laut Pasal 347 (1) Seksi angkutan laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengendali dan pengawasan pelaksanaan kegiatan bongkar muat, ekspedisi muatan kapal laut lainnya fasilitas jasa pengurusan transportasi dan menunjang angkutan laut dan tenaga kerja bongkar muat. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud ayat (1) pasal ini seksi angkutan laut berfungsi : a. Pengendalian dan pengawasan keselamatan kapal; b. Penertiban pos perairan daratan dan pencatatan kapal; c. Pemberian surat tanda kebangsaan kapal (pas kecil) dan sertifikat kesempurnaan kapal;

181

d. Pelaksanaan pengawasan pengoperasian penyelenggaraan angkutan penyeberangan; e. Pemeriksaaan mutu pelayanan kapal yang akan dioperasikan pada lintas dalam provinsi; f. Pengawasan barang atau barang berbahaya dengan angkutan laut dan pengawasan pemenuhan mutu pelayanan angkutan. Paragraf 4.2 Seksi Kepelabuhanan Pasal 348 (1) Seksi kepelabuhanan mempuyai tugas melakukan penyiapan penetapan kebijakan tetentu dan perizinan pelabuhan serta penyiapan pengendalian dan pengawasan dan pengelolaan pelabuhan yang dibangun, serta bimbingan pelaksanaan pemanduan, pemberian pengarahan kegiatan pengembangan pemeliharaan fasilitas dan peralatan pelabuhan serta pendalaman hukum dan alur pelayaran (2) Untuk pelaksanaan tugas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) pasal ini seksi kepelabuhanan mempunyai fungsi : a. Penetapan penggunaan tanah lokasi pelabuhanan laut b. Pengelolaan pelabuhanan laut c. Pemberian rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan umum dan pelabuhan khusus d. Penetapan izin pengoperasian pelabuhan e. Pelaksanaan rancang bangunan fasilitas pelabuhan dan pelayaran f. Izin usaha pelayanan rakyat bagi perusahaan yang berdomisili dan beroperasi pada lintas pelabuhan g. Izin usaha bongkar muat barang dari dalam kapal dan izin usaha / freight forwarder Paragraf 4.3 Seksi Keselamatan Pelayaran Pasal 349 (1) Seksi Keselamatan Pelayaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengendalian dan pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan keselamatan kapal pelayaran dan kelautan (2) Untuk pelaksanaan tugas sebagaimana yang dimaksud ayat (1) pasal ini seksi keselamatan pelayaran mempunyai tugas :

182

a. Pelaksanaan pengawasan keselamatan kapal b. Pelaksanaan pemeriksaan intruksi kapal, pemesinan kapal dan perlengkapan kapal c. Penerbitan sertifikat keselamatan kapal d. Pemberian surat izin berlayar. Paragraf 5 Bidang Bina Pelayanan Perhubungan Pasal 350 (1) Bidang bina pelayanan perhubungan mempunyai tugas memberikan pelayanan di bidang informasi jasa dan kebijaksanaan perhubungan kepada masyarakat termasuk kehumasan serta merumuskan sistem pentarifan jasa Perhubungan Kabupaten ; (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaiman dimkasud pada ayat (1) pada pasal ini bidang bina pelayanan perhubungan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pemberian informasi sektor perhubungan b. Perumusan kebijakan dan sistem pentarifan jasa perhubungan di wilayah kabupaten c. Pengumpulan pengelolahan dan analisis data untuk kepentingan pelayanan perhubungan; Paragraf 5.1 Seksi Bina Pelayanan Masyarakat Pasal 351 (1) Seksi bina pelayanan masyarakat mempunyai tugas memberikan pelayanan informasi jasa dan kebijaksanaan perhubungan kepada masyarakat; (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) pada pasal ini seksi bina pelayanan masyarakat mempunyai fungsi : a. Memberikan pelayanan informasi jasa b. Menyiapkan bahan kebijakan Dinas Perhubungan Paragraf 5.2 Seksi Bina Pentarifan Pasal 352 (1) Seksi bina pentarifan mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan penetapan tarif angkutan darat laut lintas kabupaten untuk penumpang kelas ekonomi, serta menyiapkan kebijakan dan sistem pentarifan jasa perhubungan di wilayah Kabupaten Pinrang; 183

(2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud ayat (1) pada pasal ini seksi bina pentarifan mempunyai tugas: a. Penetapan tarif angkutan laut dan darat kelas ekonomi dalam kabupaten b. Penetapan tarif jasa pelabuhan c. Pengawasan pengoperasian penyelenggaraan angkutan darat dan laut Paragraf 5.3 Seksi BinaPengumpulan Data Pasal 353 (1) Seksi Bina Pengumpulan Data mempunyai tugas megumpulkan, mengelolah data dalam memudahkan dalam pengendalian kegiatan pelayanan masyarakat (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud dala ayat (1) pada pasal ini, seksi bina pengungumpulan data mempunyai fungsi : a. Pengumpulan data dan mengola data b. Pelaksanaan analisa data c. Pengendalian pelayanan masyarakat Paragraf 6 Bidang Komunikasi dan Informatika Pasal 354 (1) Bidang Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pengendalian serta evaluasi kegiatan usaha perposan serta fasilitas izin media lokal yang berdasarkan alokasi media nasional yang di tetapkan oleh Pemerintah pusat dan Peraturan Perundang-undangan (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana di maksud pada ayat (1) pasal ini bidang komunikasi dan informatika mempunyai tugas: a. Fasilitas dan analisis serta pelayanan usaha jasa pos fillateli teknologi informatika dan telekomunikasi b. Pemantauan evaluasi pelaksanaan pelayanan jasa pos filateli teknologi informatika dan telekomunikasi c. Penyiapan bahan perizinan media.

184

Paragraf 6.1 Seksi Pos dan Telekomunikasi Pasal 355 (1) Seksi Pos dan Telekomunikasi mempunyai tugas melaksanakan analisis data dan penyiapan bahan penyusunan program pengedalian dan pengawasan evaluasi, bimbingan dan petunjuk tehnis serta penyusunan laporan kegiatan pelayanan usaha perposan dan telekomunikasi. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang di maksud ayat (1), seksi Pos dan telekomunikasi mempunyai tugas : a. Penyelenggaraan pelayanan pos da telekomunikasi di pedesan b. Pemberian rekomendasi untuk pendirian kantor pasar jasa titipan c. Penanggung jawab panggilan darurat telekomunikasi d. Fasilitas pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan pos dan telekomunikasi serta penggunaan frekuensi Radio di daerah Paragraf 6.2 Seksi Infokom dan Media Pasal 356 (1) Seksi Infokom dan Media mempunyai tugas melakukan analisis dan penyiapan bahan penyusunan program, dan evaluasi bimbingan dan petunjuk teknis serta pelayanan informasi termasuk media local berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat yang berlaku dan melakukan pengendalian dan pengawasan serta fasilitasi penyelenggraan jasa teknologi informatika di Kabupaten. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang di maksud ayat (1) dalam Pasal ini seksi infokom dan media mempunyai fungsi : a. Pengawasan dan pengendalian terhadap penyelenggaraan telekomunikasi yang cakupan areanya Kabupaten pelaksanaan pembangunan telekomunikasi warung seluler dan sejenisnya b. Penanggung jawab panggilan darurat telekomunikasi c. Koordinasi dan fasilitas pemberdayaan komunikasi sosial dan pengembangan kemitraan media skala Kabupaten d. Pelaksanaan desiminasi informasi nasional e. Koordinasi dan fasilitas pengembangan kemitraan media dalam Kabupaten

185

Paragraf 6.3 Seksi Perizinan Pasal 357 (1) Seksi perizinan mempunyai tugas melaksanakan pengendalian dan pengawasan telekomunikasi informatika dan pemberian rekomendasi perizinan penyelenggaraan jaringan tertutup lokal cakupan Kabupaten dalam pemberian izin mendirikan bangunan (IMB) menara telekomunikasi sebagai sarana dan prasarana telekomunikasi (2) Untuk melaksanakan tugas ssebagaimana yang dimaksud ayat (1) dalam pasal ini Seksi Perizinan mempunyai fungsi : a. Pemberian izin dan pengawasan jasa titipan dan media lokal b. Pemberian izin dan pengawasan penyelenggraan telekomunikasi dan informatika khusus untuk keperluan Pemerintah dan badan hukum yang cakupan area Kabupaten c. Pemberian rekomendasi terhadap permohonan izin penyelenggraan jaringan tertutup lokal d. Pemberian izin dan pengawasan terhadap intelkom kabel rumah dan gedunggedung; e. Pemberian izin dan pengawasan kantor cabang dalam loket pelayanan operator; f. Pemberian izin dan pengawasan mendirikan bangunan menara telekomunikasi dan izin galian untuk keperluan penyelenggaraan kabel telekomunikasi dalam wilaya kabupaten; g. Pemberian izin dan pengawasan ardonasi gangguan instalasi penangkal petir dan instalasi genset serta kelayakan alat pengukur telekomunikasi; h. Pemberian izin dan pengawasan lokasi pembangunan studio dan stasion pemancar radio. Paragraf 7 Organisasi Pasal 358 1. Organisasi UPT terdiri dari : a. Kepala UPT b. Kepala Sub Bagian Tata usaha 2. Bagan susunan organisasi UPT tercantum dalam lampiran peraturan Bupati ini.

186

Paragraf 7.1 Unit Pelaksana Tekhnis Tugas Pokok Pasal 359 Unit Pelaksana Teknis bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika dalam membina dan mengurus pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan.

Fungsi Pasal 360 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pasal 359, Unit Pelaksana Teknis mempunyai fungsi: 1. Membantu Kepala Dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua jenjang dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing; 2. Membantu Kepala Dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua jenjang sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat; 3. Pengusulan mutasi guru dan usul pengangkatan kepala sekolah pada semua jenjang pendidikan di wilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing – masing sesuai tugasnya; 4. Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua jenjang diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; 5. UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing; Paragraf 7.2 Sub Bagian Tata Usaha Tugas pokok sub bagian tata usaha : 1. Melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; 2. Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor UPT dinas ; Pasal 361

187

3. Melaksanakan pengelolan administrasi; 4. Mengumpulkan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; 5. Urusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala UPT dinas Paragraf 7.3 Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 362 (1) Kelompok Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebahagian kegiatan Dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan (2) Kelompok jabatan fungsional dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan (3) Setiap kelompok jabatan dipimpin oleh seorang tenaga fungsional yang disepakati oleh anggota kelompok lainnya (4) Pengangkatan tenaga fungsional dan ketua kelompoknya ditetapkan dengan keputusan Bupati (5) Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala Dinas (6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan.

188

BAB XI DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET DAERAH Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 363 Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenanganan atau urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset yang menjadi tanggung jawabnya dan kewenangan lain yang diserahkan oleh Bupati kepadanya. Pasal 364 Untuk penyelenggaraan tugas tersebut pada Pasal 363 Peraturan Bupati ini, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah , mempunyai fungsi sebagai berikut: 1. Perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan di bidang pendapatan, pengelolaan keuangan dan asset daerah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; 2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pendapatan, pengelolaan keuangan daerah; 3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugas dan kewenangannya; 4. Pengelolaan administrasi umum ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan peralatan; 5. Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas; 6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya; Bagian kedua Susunan Organisasi Pasal 365 (1). Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya Susunan Organisasi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah terdiri dari : 1. Kepala Dinas 2. Sekretariat

189

a. Sub Bagian Perencanaan b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Umum 3. Bidang Pendapatan Daerah a. Seksi Dana Perimbangan b. Seksi PAD c. Seksi Lain-lain Pendapatan yang Sah 4. Bidang Asset : a. Seksi Kebutuhan dan Distribusi b. Seksi Penilaian c. Seksi Peghapusan 5. Bidang Pembiayaan (Pengelolaan Keuangan) : a. Seksi Anggaran b. Seksi Otorisasi dan Verifikasi c. Seksi Perbendaharaan 6. Bidang Akuntasi: a. Seksi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran b. Seksi Akuntansi Pelaporan Keuangan dan Asset c. Seksi Monitoring, Evaluasi Keuangan dan Asset 7. Unit Pelasana Teknis (UPT) 8 Kelompok Jabatan Fungsional (2). Bagan Susunan Organisasi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah sebagaimana tercantum pada lampiran merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Peraturan Bupati ini. Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 366 Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan tugas fungsi sebagaimana dimaksud pasal 363 dan 364 serta memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan staf pelaksana Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah

190

Paragraf 2 Sekretariat Pasal 367 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan menyurat, pendistribusian, perlengkapan kantor, kepegawaian, keuangan dan urusan umum. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekretariat mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan rumah tangga dan pemeliharaan Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset; b. Pelaksanaan pengelolaan Administrasi Kepegawaian; c. Pengumpulan hasil penyusunan rencana, program kerja dan pelaporan serta pembinaan organisasi dan tata laksana. Paragraf 2.1 Sub Bagian Perencanaan Pasal 368 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor, menyusun data dan informasi organisasi dan tata laksana Dinas, rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan Dinas, Menyusun Perogram kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja Dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Perencanaan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharaan kantor serta pembiayaan kantor, b. Penyusunan data informasi organisasi dan tata laksana dinas. c. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas. d. Penyusunan program kerja strategi dan laporan pelaksanaan kinerja dinas.

191

Paragraf 2.2 Sub Bagian Keuangan Pasal 369 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub sub bagian keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas; b. Pengelolaan administrasi keuangan dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan dinas; d. Pelaksanaan evaluasi anggaran dan penggunaan keuangan dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan dinas. f. Pembantuan kegiatan sub dinas dalam administrasi keuangan Paragraf 2.3 Sub Bagian Umum Pasal 370 (1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas mengelola kegiatan administrasi perkantoran kegiatan surat menyurat, tatausaha perjalanan Dinas, melakukan penginvestasian, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barang-barang inventaris kantor, menyusun rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan dinas, melaksanakan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, sub bagian umum mempunyai fungsi : a. Pengelolaan kegiatan administrasi perkantoran; b. Penatausahaan perjalanan dinas; c. Penginventarisasian barang kantor; d. Pengelolaaan administrasi kepegawaian dinas;

192

Paragraf 3 Bidang Pendapatan Daerah Pasal 371 (1) Bidang Pendapatan Daerah mempuyai tugas melaksanakan pengelolaan sumber – sumber pendapatan daerah yang meliputi pendapatan asli daerah dan perimbangan serta lain – lain pendapatan yang sah; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), bidang pendapatan daerah mempunyai fungsi : a. Penyusunan kebijakan teknis pendapatan b. Penyelenggaraan program dan kegiatan pendapatan; c. Pengkoordinasian, pengendalian, pengawasan program dan kegiatan kepada seksi dalam lingkungan bidang; d. Pelaksanaan penelitian dan pendataan subjek dan objek-objek pajak dan retribusi daerah; e. Pelaksanaan pengelolaan sumber – sumber pendapatan daerah; f. Pelaksanaan pembinaan peningkatan PAD g. Penyelenggaraan evaluasi program dan kegiatan kepada seksi dalam lingkungan bidang;

Paragraf 3.1 Seksi Dana Perimbangan Pasal 372 (1) Seksi Dana Perimbangan mempuyai tugas melaksanakan perhitungan, penagihan, pencatatan, penatausahaan dana perimbangan yang berasal dari pusat maupun dari propinsi; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi dana perimbangan mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan perhitungan besarnya dana perimbangan yang berasal dari pusat dan propinsi; b. Penyiapan administrasi penagihan dan pembayaran; c. Pelaksanaan pencatatan penatausahaan dana perimbangan; d. Pelaksanaan pelaporan realisasi dana perimbangan e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan;

193

Paragraf 3.2 Seksi PAD Pasal 373 (1) Seksi PAD mempuyai tugas melaksanakan kegiatan pendataan, pendaftaran, pemantapan dan pungutan pajak atas revisi data tentang sumber – sumber penerimaan dana lainnya; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi PAD mempunyai fungsi : a. Penyusunan bahan rencana perumusan pendapatan asli daerah; b. Penyusunan kebijakan tekhnis dalam melakukan pencatatan pendaftaran wajib pajak dan retribusi daerah; c. Pelaksanaan perhitungan dan penetapan pajak dan retribusi daerah; d. Pendefinisian data calon wajib pajak dan retribusi daerah; e. Pengumpulan dan pengelolaan data serta pencatatan data objek dan subjek pajak daerah serta mengumpulkan formulir pendataan (SPPTD/SPTRD) kepada wajib pajak / retribusi daerah; f. Pelaksanaan penyuluhan kepada masyarakat tentang pajak dan retribusi daerah; g. Pelaksanaan penagihan pajak dan retribusi daerah; h. Pembuatan dan melayangkan surat keberatan dan surat permohonan banding atas penetapan pajak dan retribusi daerah; i. Pengumpulan data sumber pelaporan administrasi lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; j. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh pimpinan; Paragraf 3.3 Seksi Lain – lain Pendapatan yang Sah Pasal 374 (1) Seksi lain-lain pendapatan yang sah mempuyai tugas melaksanakan perhitungan, penagihan, pendataan dan penatausahaan atas sumber lain pendapatan yang sah; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi lain-lain pendapatan yang sah mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan perhitungan besarnya lain-lain pendapatan yang sah; b. Penyiapan dokumen penagihan c. Pelaksanaan pencatatan dan penatausahaan; d. Penyiapan laporan realisasi penerimaan; e. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh pimpinan;

194

Paragraf 4 Bidang Asset Pasal 375 (1) Bidang Aset mempuyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan tekhnis dan menyusun pedoman standarisasi, perencanaan, pengadaan, penghapusan pelelangan inventarisasi dan pengendalian/pengawasan /pengelolaan aset serta pembelian administrasi barang; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), bidang aset mempunyai fungsi : a. Penyusunan kebijakan tekhnis pengelolaan aset daerah; b. Penyiapan bahan penyusunan tender dan program pengadaan aset dan inventarisasi barang; c. Penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengelolaan aset daerah; d. Penyiapan bahan bimbingan dan petunjuk tekhnis dalam rangka penyimpanan dan pemeliharaan barang; e. Penyiapan bahan bimbingan dan petunjuk tekhnis dalam rangka pembinaan bendahara barang; f. Pelaksanaan koordinasi dalam rangka pemanfaatan dengan pengelolaan aset daerah; g. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan; Paragraf 4.1 Seksi Kebutuhan dan Ditribusi Pasal 376 (1) Seksi Kebutuhan dan Distribusi mempuyai tugas menyusun program rencana kebutuhan barang pemerintah daerah dan melaksanakan pendistribusian; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi kebutuhan dan distribusi mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana kebutuhan barang unit (KBU); b. Penbuatan daftar kebutuhan barang (DKB) pemerintah daerah; c. Pembuatan rencana tahunan unit (RTU) d. Pelaksanaan pendistribusian barang unit kepada masing-masing SKPD; e. Pelaksanaan pengelolaan, pemanfaatan penyampaian aset daerah; f. Pelaksanaan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam rangka penyusunan standarisasi harga barang dan jasa g. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan;

195

Paragraf 4.2 Seksi Penilaian Pasal 377 (1) Seksi Penilaian mempuyai tugas melaksanakan penilaian terhadap pengadaan kebutuhan barang /aset pemerintah daerah baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak serta melaksanakan sertifikasi aset; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi penilaian mempunyai fungsi : a. Perumusan program dan kegiatan dalam bidang investasi dan aset dan penjabaran neraca barang daerah b. Pelaksanaan proses administrasi pencatatan dan pembiayaan barang daerah; c. Pelaksanaan koordinasi dengan unit-unit kerja dalam mengevaluasi dan memberikan data laporan barang unit dan mutasi barang unit dalam lingkup Pemda; d. Perencanaan dan pelaksanaan kebijakan-kebijakan tekhnis perubahan status hukum aset daerah; e. Pelaksanaan pemanfaatan aset-aset daerah; f. Pelaksanaan monitoring ke unit kerja secara berkala tentang pengelolaan inventarisasi barang; g. Pemeriksaan dan penelitian semua pengadaan barang/aset; h. Pembuatan daftar inventarisasi aset barang i. Pembuatan data dasar neraca barang daerah; j. Pelaksanaan perawatan dan pengendalian pemanfaatan aset daerah; k. Pelaksanaan sensus barang daerah; l. Pelaksanaan legal audit aset pemerintah daerah; m. Pelaksanaan tugas kedinasan yang diperuntukkan oleh pimpinan; Paragraf 4.3 Seksi Penghapusan Pasal 378 (1) Seksi penghapusan mempuyai tugas merencanakan dan merumuskan kebijakan dalam rangka penghapusan aset; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi penghapusan mempunyai fungsi :

196

a. Pembuatan bahan kebijakan standar penyuluhan dan penghapusan aset pemerintah daerah; b. Persiapan admintrasi dalam rangka penyerahan dan penghapusan barang / aset daerah; c. Pegecekan / penelitian atas kebenaran usul perbaikan dan penghapusan aset daerah; d. Pelaksanaan pengawasan monitoring penghapusan aset barang daerah; e. Pelaksanaan tugas kedinasan yang diperuntukkan oleh pimpinan; Paragraf 5 Bidang Pembiayaan ( Pengelolaan Keuangan ) Pasal 379 a. Bidang Pembiayaan (Pengelolaan Keuangan ) mempuyai tugas menghimpun dan menyiapkan serta mengkoordinasikan penyusunan program, penyusunan anggaran pokok dan perubahan APBD, menatausahan perbendaharaan dan gaji serta membina administrasi pengelolaan keuangan; b. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), bidang pembiayaan ( pengelolaan keuangan ) mempunyai fungsi : a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis penyusunan APBD pokok dan APBD perubahan; b. Penyiapan bahan penyusunan rencana program adminstrasi dibidang anggaran dan pengeluaran; c. Penyiapan bahan penerbitan Surat Penyediaan Dana ( SPD ) d. Penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian, pengujian kebenaran pengeluaran melalui Surat Permintaan Pembayaran ( SPP ) dan Surat Perintah Pembayaran ( SPM ) yang diajukan oleh SKPD e. Penyiapan penerbitan Surat Perintah Pencarian Dana ( SP2D ) f. Melakukan penelitian dan verifikasi dan penata usaha gaji g. Melakukan penatausahaan pada Kuasa Bendahara Umum Daerah ( BUD ) h. Menyiapkan bahan pembinaan bimbingan dan penyusunan pedoman serta petunjuk teknis administrasi keuangan dibidang anggaran, perbendaharaan dan pengeluaran i. Melaksanakan utang piutang dan pinjaman daerah j. Mengesahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) k. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan.

197

Paragraf 5.1 Seksi Anggaran Pasal 380 (1) Seksi anggaran mempunyai tugas menyiapkan dan melakukan pengumpulan bahan penyusunan RAPBD dan perubahan APBD serta Nota Keuangan dan Dokuman Perencanaan di bidang keuangan petunjuk pelaksanaan APBD. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Anggaran mempunyai fungsi : a. Penyiapan data/bahan penyusunan Naskah Arah Kebijakan Umum (AKU) dan PPAS bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) b. Penyiapan bahan, data dan petunjuk taknis penyusunan Rencana Kerja Anggaran dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) c. Penyiapan bahan/data penyusunan naskah RAPBD, Perubahan APBD dan Nota Keuangan. d. Pelaksanaan evaluasi terhadap RKA yang disusun oleh SKPD dan mempersiapkan Keputusan Kepala Daerah tentang Pengesahan DPA-SKPD e. Penyiapan Keputusan Kepala Daerah untuk menetapkan pejabat pelaksanaan APBD f. Penyiapan penyediaan kredit anggaran bagi SKPD melalui pembuatan SPD g. Menyiapkan bahan/data dan menyusun laporan realisasi penyediaan kredit anggaran secara berkala. h. Penyiapan bahan dan menyusun Surat Edaran tentang petunjuk teknis pelaksanaan APBD i. Penelitian Keputusan Kepala Daerah yang berkaitan dengan pembebanan APBD j. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh pimpinan. Paragraf 5.2 Seksi Otorisasi dan Verifikasi Pasal 381 (1) Seksi Otorisasi dan Verifikasi mempunyai tugas meneliti dan menguji serta memeriksa terhadap realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah serta pembiayaan.

198

(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Otoritas dan Verifikasi mempunyai fungsi : a. Penelitian dan pemeriksaan kelengkapan data pada dokumen Serta Pertanggung Jawaban (SPJ) anggaran yang diajukan oleh bendahara penerimaan dan pengeluaran masing-masing SKPD b. Penelitian dan pemeriksaan bukti-bukti pembeliaan dan pembayaran; c. Pemeriksaan bukti-bukti pendapatan daerah yang dilakukan oleh bendahara penerima serta bukti pernyataan untuk ke kas daerah; d. Pembuatan catatan hasil pemeriksaaan atas pertanggung jawaban bendahara (SPJ Fungsional); e. Persiapan surat pernyataan / teguran atas keterlambatan penyampaian surat pertanggung jawaban (SPJ) dan Laporan Keadaan Kas (LKK); f. Persiapan bahan dan melakukan pembuatan tentang pertanggung jawaban keuangan oleh bendaharawan; g. Pelaksanaan verifkasi penggunaan semua tender / surat berharga pada setiap pembelian benda / surat berharga; h. Pelaksanaan evaluasi terhadap pengesahan SPJ dan penetapan saldo kas bendaharawan; i. Pelaksanaan koordinasi dengan Satuan Unit Kerja (SKP) dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas; j. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan; Paragraf 5.3 Seksi Perbendaharaan Pasal 382 (1) Seksi Perbendaharaan mempunyai tugas meneliti dan menguji kebenaran setiap perintah permintaan pembayaran yang membebani APBD dengan membuat SP2D, daftar penguji serta penyelenggaraan pembinaan perbendaharaan dan penatausahaan gaji PNS. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi perbendaharaan mempunyai fungsi: a. Pemeriksaan dan penelitian serta pengujian kebenaran dan keabsahan surat perintah pembayaran (SPP) dan (SPM) dari bendaharawan pengeuaran; b. Penelitian kebenaran penggunaan anggaran menurut tugas berdasarkan DPA c. Pengelolaan kartu dan daftar sesuai dengan contoh/format yang telah ditetapkan;

199

d. Pembuatan laporan realisasi bulanan anggaran kode rekening anggaran; e. Persiapan data/bahan dalam rangka pelaksanaan tuntutan ganti rugi dan tuntutan perbendaharaan; f. Pelaksanaan penatausahaan, memproses bahan data di dokumen yang diperlukan untuk pembagian sumbangan, hibah dan bagi hasil kepada pemerintah desa; g. Penelitian dan pendataan gaji dan tunjangan lainnya; h. Penelitian daftar tunjangan keluarga (KP-4) yang diajukan oleh SKPD; i. Penelitian surat keterangan pemberhentian pembayaran (SKPP) yang digunakan oleh SKPD; j. Penelitian Surat Setoran Pajak (SSP) Surat Salinan Bank Pengelola (SSBP), atas pendapatan sisa daftar gaji; k. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan; Paragraf 6 Bidang Akuntasi Pasal 383 (1) Bidang Akuntasi mempuyai tugas melaksanakan penelitian, pencatatan dan melakukan pembinaan kepada bendahara, mengkoordinasikan pengelolaan data penerimaan dan pengeluaran baik secara manual maupun secara elektronis yang berbasis pada sistem akuntasi serta menyusun laporan keuangan; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), bidang akuntasi mempunyai fungsi : a. Penyiapan bahan permintaan kebijakan tekhnis penyusunan laporan-laporan perhitungan dan LRA; b. Penyiapan bahan penyusunan dan petunjuk tekhnis dibidang akuntasi; c. Pelaksanaan pembayaran kepada bendahara penerima maupun bendahara pengeluaran; d. Penyiapan perangkat lunak (software) dan jaringan pengelolaan data keuangan e. Pelaksanaan penelitian asas tindak neraca bendahara; f. Penyiapan laporan kas; g. Penyiapan catatan atas laporan keuangan; h. Penyiapan laporan realisasi anggaran persemester dan laporan perhitungan; i. Penyiapan bahan pertimbangan dan penyusunan pedoman serta petunjuk tekhnis administrasi keuangan dibidang akuntasi; j. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan.

200

Paragraf 6.1 Seksi Akuntasi Penerimaan dan Pengeluaran Pasal 384 (1) Seksi Akuntasi Penerimaan dan Pengeluaran mempunyai tugas menyusun laporan keuangan secara sistimatik dan kronologis atau sistem akuntasi atas APBD. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi akuntasi penerimaan dan pengeluaran mempunyai fungsi: a. Penyelenggaraan tata pembukuan secara sistematik dan kronologis atau sistem akuntasi atas APBD; b. Penilaian terhadap pelaporan penerimaan pengeluaran uang serta kaitannya dari pada saldo kas daerah c. Penyiapan bahan laporan realisasi APBD perlunya kas dan arus kas; d. Pelaksanaan pencatatan penerimaan dan pengeluaran daerah pada buku besar atau catatan lainnya, sesuai pada format / contoh yang telah dituliskan dalam penataan Perundang-undangan yang berlaku; e. Pelaksanaan pencatatan / pembukuan terhadap penerimaan dan pengeluaran yang sifatnya administratif; f. Pembukuan semua surat ketetapan pajak daerah / retribusi daerah serta penyetoran kedalam kertas perjenis pajak dan retribusi daerah; g. Penyiapan bahan dan pelaksanaan rekonsiliasi ( Pencocokan ) realisasi APBD dan secara berkala melalui jurnal koreksi / penyesuaian; h. Penyampaian pembetulan pembukuan kepada bendaharawan penerimaan / pengeluaran dan pemegang kas daerah bila terjadi kesalahan pembukuan atas laporan; i. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan Paragraf 6.2 Seksi Akuntasi Pelaporan Keuangan dan Aset Pasal 385 (1) Seksi Akuntasi Pelaporan Keuangan dan Aset mempunyai tugas menyusun laporan keuangan secara sistematis atas realisasi pendapatan belanja pembiayaan serta aset daerah. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Akuntasi Pelaporan Keuangan dan Aset mempunyai fungsi: a. Persiapan data /bahan penyusunan rancangan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang terdiri atas:

201

b. c. d. e. f. g. h.

- Laporan realisasi anggaran - Catatan atas laporan keuangan - Neraca daerah - Laporan arus kas Penyiapan dan penyusunan laporan keuangan secara berkala Pelaksanaan penjurnalan anggaran dan realisasi yang berasal dari mutasi pendapatan belanja, pembiayaan serta aset daerah; Pelaksanaan posting ke buku besar terhadap transaksi pendapatan, belanja dan pembiayaan serta aset dan menyusun neraca saldo; Pelaksanaan pencatatan terhadap aliran kas meliputi aktivitas operasi, aktifitas investasi dan aktifitas pembiayaan serta aktifitas non anggaran; Pelaksanaan pencatatan dan penatausaaan terhadap akun-akun (perkiraan) pada kas, neraca yang meliputi aktiva, utang dan ekuitas; Penyelenggaraan penatausahaan penyusunan pemerintah daerah; Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan Paragraf 6.3 Seksi Monitoring, Evaluasi Keuangan dan Aset

Pasal 386 (1) Seksi Monitoring, Evaluasi Keuangan dan Aset mempunyai tugas melakukan entitas, evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan APBD dan aset daerah melakukan pengembangan dan pemeriksaan aplikasi jaringan sistem informasi dengan menggunakan teknologi informasi yang berbasis pada sistem akuntasi yang berlaku; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Monitoring, Evaluasi Keuangan dan Aset mempunyai fungsi: a. Penyiapan perangkat lunak dan keras dengan menggunakan jaringan sistem informasi setiap SKPD; b. Penyiapan bahan petunjuk tekhnis cara pengoperasian jaringan aplikasi; c. Penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian tekhnis, pengawasan atas kegiatan pengelolaan keuangan dan asset daerah d. Penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian tekhnis dan pengawasan intern dan ekstern yang efektif dalam menunjang peningkatan pengelolaan keuangan; e. Penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian tekhnis penyusunan perundangundangan di bidang pengelolaan keuangan dan aset daerah; f. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan

202

Paragraf 7 Organisasi 1. Organisasi UPT terdiri dari : a. Kepala UPT b. Kepala Sub Bagian Tata usaha 2. Bagan susunan organisasi UPT tercantum dalam lampiran peraturan Bupati ini. Paragraf 7.1 Unit Pelaksana Tekhnis Tugas Pokok Pasal 388 Unit Pelaksana Teknis bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas pendapatan, pengelolaan keuangan dan asset daerah dalam membina dan mengurus pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan. Pasal 387

Fungsi Pasal 389 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pasal 388, Unit Pelaksana Teknis mempunyai fungsi: 1. Membantu Kepala Dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua jenjang dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing; 2. Membantu Kepala Dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua jenjang sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat; 3. Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua jenjang diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; 4. UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing;

203

Paragraf 7.2 Sub Bagian Tata Usaha Tugas pokok sub bagian tata usaha : Pasal 390

1. Melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; 2. Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor UPT dinas ; 3. Melaksanakan pengelolan administrasi; 4. Mengumpulkan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; 5. Urusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala UPT dinas Paragraf 7.3 Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 391 (1) Kelompok Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebahagian kegiatan Dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan (2) Kelompok jabatan fungsional dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan (3) Setiap kelompok jabatan dipimpin oleh seorang tenaga fungsional yang disepakati oleh anggota kelompok lainnya (4) Pengangkatan tenaga fungsional dan ketua kelompoknya ditetapkan dengan keputusan Bupati (5) Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala Dinas (6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan.

204

BAB XI DINAS KEBERSIHAN, PERTAMANAN DAN KEBAKARAN Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 392 Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenanganan atau urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran yang menjadi tanggung jawabnya dan kewenangan lain yang diserahkan oleh Bupati kepadanya. Pasal 393 Untuk penyelenggaraan tugas tersebut pada Pasal 392 Peraturan Daerah ini, Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran mempunyai fungsi : a. Perencanaan dan pelaksanaan sistem pengumpulan, pengangkutan, pemusnahan sampah; b. Pengkordinasian penaggulangan sampah c. Pelaksanaan pengawasan, pengendalian dan pemeliharaan kebersihan d. Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dan pengembangan penerangan jalan dan taman; e. Pengeloaan dan pembibitan dan penghijauan tanaman f. Perencanaan pembangunan dan pengembangan penerangan jalan dan taman g. Pelaksanaan usaha-usaha pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 394 (1) Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya,Susunan dan struktur Organisasi Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran terdiri dari : 1. Kepala Dinas 2. Sekretariat a. Sub Bagian Perencanaan b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Umum

205

Bidang Operasi TPA : a. Seksi Administrasi dan Pencatatan b. Seksi Operasi Land Fill dan Monitoring Lingkungan c. Seksi Daur Ulang Sampah 4. Bidang Kebersihan : a. Seksi Penanggulangan Sampah dan Air Kotor b. Seksi Pembuangan Akhir c. Seksi Sarana dan Perawatan 5. Bidang Pertamanan : a. Seksi Pembangunan Taman dan Penerangan Jalan b. Seksi Pembibitan dan Penghijauan Taman c. Seksi Perkuburan 6. Bidang Kebakaran : a. Seksi Pencegahan Kebakaran b. Seksi Pengendalian Kebakaran c. Seksi Logistik 7. Unit pelaksana Teknis (UPT) 8. Kelompok Jabatan Fungsional (2) Bagan Susunan Organisasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan sebagaimana tercantum pada lampiran merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Peraturan Daerah ini. Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 395 Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan tugas fungsi sebagaimana dimaksud pasal 392 dan 393 serta memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan staf pelaksana Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran

3.

206

Paragraf 2 Sekretariat Pasal 396 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan menyurat, pendistribusian, perlengkapan kantor, kepegawaian, keuangan dan urusan umum. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekretariat mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan rumah tangga dan pemeliharaan Kantor Kebersihan dan Pertamanan b. Pelaksanaan pengelolaan Administrasi Kepegawaian; c. Pengumpulan hasil penyusunan rencana, program kerja dan pelaporan serta pembinaan organisasi dan tata laksana. (3) Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Paragraf 2.1 Sub Bagian Perencanaan Pasal 397 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor,menyusun data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas,menyusun rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas,menyusun Perogram kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja Dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian perencanaan memupunyai fungsi : a. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor; b. Penyusunan data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas; c. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas; d. Penyusunan Program kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas.

207

Paragraf 2.2 Sub Bagian Keuangan Pasal 398 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub bagian keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas ; b. Pengelolaan administrasi keuangan Dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan Dinas; d. Pengevaluasi anggaran dan penggunaan keuangan Dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan Dinas. f. Membantu kegiatan bidang dalam administrasi keuangan

Paragraf 2.3 Sub Bagian Umum Pasal 399 (1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat dan kearsipan serta urusan rumah tangga dan perlengkapan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian umum mempunyai fungsi : a. Pengelolaan kegiatan surat menyurat yang meliputi pengetikan, penggandaan, pengiriman, dan pengarsipan; b. Pengurusan tata usaha perjalanan Dinas; c. Pelaksanaan investasi, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barangbarang inventaris kantor; d. Penyusunan rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan Dinas; e. Pelaksanaan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian.

208

Paragraf 3 Bidang Operasi TPA Pasal 400 (1) Bidang Operasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah mempunyai tugas merencanakan dan menetapkan kebijakan dan strategi pengelolaan dan pemrosesan akhir sampah serta menyelenggarakan sistem pembuangan akhir secara Lang Fill dan melaksanakan pemantauan dan kontrol terhadap lingkungan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat(1), bidang operasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah mempunyai fungsi: a. Perumusan dan penyusunan program, pedoman dan petunjuk teknis pengelolaan dan pemrosesan akhir sampah; b. Menetapkan metode – metode pembuangan akhir sampah secara Land Fill; c. Perencanaan dan pelaksanaan pengadaan ssarana dna prasarana serta alat kelengkapan lainnya sebagai kebutuhan operasional TPA; d. Perencanaan dan pelaksanaan pemantauan dan kontrol terhadap lingkungan TPA; e. Pelaksanaan monitoring dan pencegahan dini terhadap dampak – dampak lingkungan sekitar TPA ; Paragraf 3.1 Seksi Administrasi / Pencatatan Pasal 401 (1) Seksi Administrasi / Pencatatan mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan kegiatan / pencatatan dan melaksanakan perhitungan dan analisis terhadap volume sampah yang masuk TPA. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), seksi administrasi / pencatatan mempunyai fungsi ; a. Pelaksanaan penimbangan dan pencatatan jumlah sampah yang masuk TPA; b. Penetapan ketentuan sampah yang ditangani atau sampah yang boleh masuk di TPA; c. Pelaksanaan evaluasi dan menganalisis jumlah sampa yang masuk TPA;

209

Paragraf 3.2 Seksi Operasi Land Fill dan Monitoring Lingkungan Pasal 402 (1) Seksi Operasi Land Fill dan Monitoring Lingkungan mempunyai tugas merencanakan dan menyelenggarakan sistem pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah secara lang fill serta melakukan pemantauan dan kontrol terhadap lingkungan TPA. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), seksi operasi land fill dan monitoring lingkungan mempunyai fungsi ; a. Penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pengelolaan TPA secara land fill b. Pengaturan dan pelaksanaan tata cara pembongkaran sampah dari kendaraan pengangkut; c. Penggusuran dan penimbunan / penutupan sampah yang masuk TPA serta mengatur tata cara kerja dan pengoperasian alat berat di TPA d. Pelaksanaan monitoring, pemantauan dan kontrol terhadap air lindi dan gas pada lingkungan TPA; e. Perencanaan dan pelaksanaan sistem tanggap darurat terhadap bahaya kebakaran dan kebocoran gas pada lingkungan TPA; Paragraf 3.3 Seksi Daur Ulang Sampah Pasal 403 (1) Seksi Daur Ulang Sampah mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan daur ulang dan pemanfaatan sampah (2) Untuk melaksnakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi daur ulang sampah mempuyai tugas: a. Pelaksanaan pemilahan / pemisahan sampah yang masuk TPA b. Pengadaan dan pengelolaan unit daur ulang sampah unutk pengolahan sampah organik (Komporting) dan menerapkan teknologi tepat guna unutk pengelolaan sampah an organik; c. Pembinaan dan penyuluhan terhadap masyarakat tentang penerapan program 3M ( Mengurangi, Menggunakan kembali dan Mendaur Ulang ). d. Pelaksanaan kerjasama dengan pihak ketuga dalam rangka pengelolaan dan pemanfaatan sampah;

210

Paragraf 4 Bidang Kebersihan Pasal 404 (1) Bidang Kebersihan mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan sistem pengumpulan, pemindahan / pemilihan dan pengangkutan sampah dan air kotor dan mengkoordinasikan penanggulangan sampah, melakukan pengawasan dan pengendalian serta pemeliharaan kebersihan; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi kebersihan mempunyai fungsi ; a. Perumusan kebijakan kebersihan; b. Perencanaan program kegiatan kebersihan c. Perencanaan dan pelaksanaan sistem penanggulangan sampah dan air kotor yang meliputi pengumpulan, pengangkutan, pembuangan dan pemusnahan atau pengelolaan serta pemanfaatan; d. Pelaksanaa pembinaan serta mengerahkan potensi masyarakat unutk mewujudkan lingkungan bersih e. Pelaksanaan kerjasama dan koordinasi dengan instansi terkait untuk menciptakan kebersihan; f. Pelaksnaan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan operasional kebersihan; g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai dengan tupoksinya; Paragraf 4.1 Seksi Penanggulangan Sampah Pasal 405 (1) Seksi Penanggulangan Sampah mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengangkutan dan pembungan sampah; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi penanggulangan sampah mempunyai fungsi : a. Penyusunan sistem pengumpulan, pemilahan dan pengangkutansampah; b. Penyusunan petunjuk teknis operasional pola pengumpulan, pemilahan dan pengangkutan sampah; c. Pelaksanaan kerjasama dan koordinasi dengan instansi terkait untuk memudahkan pengumpulan, pemilahan dan pengangkutan sampah; d. Pembinaan terhadap masyarakat untuk emwujudkan lingkungan yang bersih;

211

Paragraf 4.2 Seksi Penanggulangan Air Kotor Pasal 406 (1) Seksi Penanggulangan Air Kotor mempunyai tugas menyelenggarakan pengumpulan, pengangkutan, pembuangan, pengelolaan dan pemanfaatan air kotor serta mengelola sarana dan prasarana penanggulangan air kotor; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana imaksud ayat (10, seksi penanggulangan air kotor mempunyai fungsi : a. Perencanaan dan pengaturan sistem pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan air kotor; b. Perencanaan dan pengaturan sistem pengelolaan air kotor c. Perencanaan dan pengaturan sistem pengelolaan dan pemanfaatan air kotor; d. Pengelolaan sarana penanggulangan air kotor; Paragraf 4.3 Seksi Sarana dan Perawatan Pasal 407 (1) Seksi Sarana dan Perawatan mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan penyusunan petunjuk teknis tentang pengadaan, pemeliharaan dan penggudangan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi sarana dan perawatan mempunyai fungsi : a. Perencanaan petunjuk teknis pengadaan peralatan sebagai sarana dan program kebersihan; b. Perencanaan penggunaan sarana dan prasarana kebersihan; c. Persiapan tenaga terampil untuk mengoperasikan sarana dan prasarana kebersihan. d. Pelaksanaan perawatan keseluruhan sarana dan prasarana kebersihan; e. Persiapan rencana perbaikan terhadap kerusakan sarana dan prasarana kebersihan;

212

Paragraf 5 Bidang Pertamanan Pasal 408 (1) Bidang Pertamanan mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan pembangunan dan pengembangan pertamanan, pengelolaan pembibitan dan penghijauan taman dan hutan kota serta penerangan jalan dan perkuburan; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi pertamanan mempunyai fungsi : a. Perencanaan pembangunan dan pengembangan pertamanan, pengelolaan pembibitan dan penghijauan penerangan jalan dan taman serta perkuburan; b. Pelaksanaan pembangunan dan pengembangan pertamanan, pengelolaan pembibitan dan penghijauan penerangan jalan dan taman serta perkuburan; c. Pelaksanaan evaluasi pembangunan dan pengembangan pertamanan, pengelolaan pembibitan dan penghijauan penerangan jalan dan taman serta perkuburan d. Penyelenggaraan pelayanan teknis administratif ketatausahaan dan keuangan serta penyusunan rencana dan program kegiatan; \ e. Pelaksanaan kerjasama dan konsultasi dengan instansi terkait dalam penyelenggaraan pertamanan Paragraf 5.1 Seksi Pembangunan Taman dan Penerangan Jalan Pasal 409 (1) Seksi Pembangunan taman dan penerangan jalan mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan taman dan penerangan jalan; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana ayat (1), Seksi Pembangunan Taman dan penerangan jalan mempunyai fungsi : a. Merencanakan petunjuk teknis pembangunan taman dan pemeliharaan taman ; b. Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan taman; c. Merencanakan, menyusun dan mel;aksanakan petunjuk teknis penerangan jalan, dekorasi kota, lampu hias dan reklame; d. Mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan, penerangan jalan, taman, dekorasi kota, lampu hias dan reklame;

213

Paragraf 5.2 Seksi Pembibitan dan Penghijauan Pasal 410 (1) Seksi Pembibitan dan Penghijauan mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan program pembibitan dan penghijauan; (2) Untuk melaksanakana tugas pokok sebagamana dimaksud pada ayat (1), Seksi pembibitan dan penghijauan mempunyai fungsi : a. Merancanakan program pembibitan dan penghijauan taman dan hutan kota; b. Melaksanakan program pembibitan dan penghijauan taman dan hutan kota; c. Melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data kebutuhan dan hutan kota serta tanaman; d. Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait. Paragraf 5.3 Seksi Perkuburan Pasal 411 (1) Seksi Pekuburan mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan kegiatan pelayanan penguburan dan pengabuan mayat/kremasi; (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pekuburan mempunyai fungsi : a. Merencanakan dan mempersiapkan areal tanah pekuburan; b. Mengatur dan menetapkan tempat pekuburan mayat/jenasah; c. Melaksanakan pelayanan penguburan dan pengabuan mayat/kremasi. Paragraf 6 Bidang Kebakaran Pasal 412 (1) Bidang Kebakaran mempunyai tugas pokok melaksnakan usaha-usaha pencegahan, penaggulangan kebakaran serta perlindungan keselamatan jiwa dan harta benda dari bahaya kebakaran. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut pada ayat (1), Bidang kebakaran mempunyai fungsi :

214

a. Melaksanakan usaha-usaha pencegahan terhadap kebakaran; b. Melaksanakan kegiatan operasional pemadam kebakaran; c. Menyelenggarakan pengawasan dan pengendalian terhadap bahan-bahan lain dalam penaggulangan kebakaran; d. Mengusahakan pengadaan sumber-sumber air dan bahan-bahan lain dalam rangka menanggulangi kebakaran; e. Membina peran serta masyarakat dibidang usaha pencegahan pemadam kebakaran; f. Melaksanakan kegiatan penelitian bahan yang berhubungan dengan masalah penaggulangan kebakaran di Laboratorium; g. Melaksanakan koordinasi dan bimbingan teknis terhadap unit-unit pemadam kebakaran instansi pemerintah, swasta dan masyarakat. Paragraf 6.1 Seksi Pencegahan Kebakaran Pasal 413 (1) Seksi Pencegahan Kebakaran mempunyai tugas melaksanakan usaha-usaha yang berhubungan dengan pencegahan kebakaran. (2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pencegahan Kebakaran mempunyai fungsi : a. Perencanaan dan persiapan pencegahan kebakaran. b. Merencanakan dan melaksanakan pengawasan sarana penanggulangan kebakaran. c. Merencanakan dan melaksanakan penyuluhan penanggulangan kebakaran dan pertolongan akibat kebakaran. Paragraf 6.2 Seksi Pengendalian Kebakaran Pasal 414 (1) Seksi Pengendalian kebakaran mempunyai tugas menyusun petunjuk teknis kegiatan pengendalian operasional hubungan informasi dan komonikasi serta bantuan teknis pencegahan dan penanggulangan kebakaran. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pengendalian Kebakaran mempunyai fugsi : a. Penyusunan rencana pola operasional dan mempersiapkan bahan petunjuk teknis pelaksanaan pemadam kebakaran.

215

b. Pengumpulan informasi atau laporan tenteng kegiatan penanggulangan kebakaran. c. Persiapan bahan pelaksanaan kegiatan hubungan komonikasi mengenai kejadian kebakaran. d. Persiapan bahan pelaksanaan upaya kegiatan bantuan teknis pengamanan, penaggulangan dan pemadam kebakaran. e. Persiapan bahan pelaksanaan penyidikan tentang sebab dan akibat kebakaran. Paragraf 6.3 Seksi Logistik Pasal 415 (1) Seksi Logistik mempunyai tugas merencanakan danmengurus pengadaan, perawatan, pengadministrasian, pendistribusian dan pengendalian pemeliharaan peralatan operasional penanggulangan kebakaran. (2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), Seksi Logistik mempunyai fugsi : a. Melaksanakan penyusunan rencana pengadaan kebutuhan peralatan operasional peneggulangan kebakaran. b. Melaksanakan penyimpanan dan penyaluran persediaan peralatan operasional penaggulangan kebakaran c. Persiapan bahan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana pemadam kebakaran; d. Pengecekan lapangan mengenai penyediaan bahan pemadam dan sebab terjadinya kebakaran serta memberikan rekomendasi teknis atas segala jenis alat pemadam kebakaran; Paragraf 7 Organisasi Pasal 416 1. Organisasi UPT terdiri dari : a. Kepala UPT b. Kepala Sub Bagian Tata usaha 2. Bagan susunan organisasi UPT tercantum dalam lampiran peraturan Bupati ini.

216

Paragraf 7.1 Unit Pelaksana Tekhnis Tugas Pokok Pasal 417 Unit Pelaksana Teknis bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran dalam membina dan mengurus pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan. Fungsi Pasal 418 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pasal 96, Unit Pelaksana Teknis mempunyai fungsi: 1. Membantu Kepala Dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua jenjang dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing; 2. Membantu Kepala Dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua jenjang sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat; 3. Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua jenjang diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; 4. UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing; Paragraf 7.2 Sub Bagian Tata Usaha Pasal 419 Tugas pokok sub bagian tata usaha : 1. Melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; 2. Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor UPT dinas ; 3. Melaksanakan pengelolan administrasi; 4. Mengumpulkan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; 5. Urusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala UPT dinas

217

Paragraf 7.3 Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 420 (1) Kelompok Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebahagian kegiatan Dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan (2) Kelompok jabatan fungsional dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan (3) Setiap kelompok jabatan dipimpin oleh seorang tenaga fungsional yang disepakati oleh anggota kelompok lainnya (4) Pengangkatan tenaga fungsional dan ketua kelompoknya ditetapkan dengan keputusan Bupati (5) Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala Dinas (6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan.

218

BAB XI DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN,ENERGI DAN MINERAL Bagian Pertama Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 421 Dinas Perindustrian , Perdagangan, Energi dan Mineral mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenanganan atau urusan Pemerintah Daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Perindustrian , Perdagangan, Energi dan Mineral yang menjadi tanggung jawabnya dan kewenangan lain yang diserahkan oleh Bupati kepadanya. Pasal 422 Untuk penyelenggaraan tugas pokok tersebut pada Pasal 421 Dinas Perindustrian , Perdagangan, Energi, dan Mineral mempunyai fungsi : 1. Menyelenggarakan kegiatan Tata Usaha yang meliputi kepegawaian, keuangan, perencanaan,perlengkapan dan rumah tangga dinas; 2. Merencanakan, mengawasi dan mengendalikan kegiatan di bidang industri, kimia, logam, elektronika dan industri hasil pertanian dan kehutanan serta indutri kecil dan menengah serta kemitraan; 3. Merencanakan, mengawasi dan mengendalikan kegiatan di bidang perdagangan yang meliputi pengadaan dan penyaluran barang, pemberian perizinan dan pembinaan usaha, penyediaan sarana dan prasarana perekonomian serta promosi perdagangan dalan dan luar negeri; 4. Merencanakan, mengawasi dan mengendalikan kegiatan di bidang perlindungan konsumen, pengelolaan metrologi legal dan peningkatan pengawasan barang beredar dan jasa; 5. Merencanakan, mengawasi dan mengendalikan kegiatan di bidang energi dan mineral yang meliputi pembinaan dan pengawasan pertambangan rakyat, pembinaan dan pengawasan ketenaga listrikan, energi mineral dan non migas ; Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 423 (1) Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya, Susunan dan struktur Organisasi Dinas Perindustrian , Perdagangan, Energi dan Mineral terdiri dari :

219

1. Kepala Dinas 2. Sekretariat a. Sub Bagian Perencanaan b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Umum 3. Bidang Perindustrian: a. Seksi Industri Kimia, Logam, dan Elektronika b. Seksi Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan c. Seksi Industri kecil Menengah dan Bina Kemitraan 4. Bidang Perdagangan : a. Seksi Pengadaan dan Penyaluran b. Seksi Perizinan dan Pembinaan Usaha c. Seksi Perekonomian dan Promosi Perdagangan 5. Bidang Perlindungan Konsumen : a. Seksi Perlindungan Konsumen b. Seksi Metrologi Legal c. Seksi Pengawasan Barang Beredar dan Jasa 6. Bidang Energi dan Mineral: a. Seksi Pembinaan dan Pengawasan Pertambangan Rakyat b. Seksi Pembinaan dan Pengawasan Ketenagalistrikan c. Seksi Mineral dan Energi Non Migas 7. Unit pelaksana Teknis (UPT) 8. Kelompok Jabatan Fungsional (2) Bagan Susunan Organisasi Dinas Perindustrian , Perdagangan, Energi dan Mineral sebagaimana tercantum pada lampiran merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Peraturan Bupati ini. Bagian Ketiga Uraian Tugas Paragraf 1 Kepala Dinas Pasal 424 Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Mineral mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan Dinas dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pasal 421 dan 422 serta memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan staf pelaksana Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Mineral

220

Paragraf 2.1 Sekretaris 1. 2. Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan urusan perencanaan dan program, surat menyurat, administrasi perkantoran, pendistribusian, perlengkapan kantor, kepegawaian, keuangan dan urusan umum. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Sekretariat mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pengelolaan surat-menyurat, administrasi perkantoran, perlengkapan, rumah tangga dan pemeliharaan kantor. b. Pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian . c. Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. d. Pengumpulan hasil penyusun rencana program dan pelaporan serta pembinaan organisasi dan tata laksana Paragraf 2.2 Sub Bagian Perencanaan Pasal 425 (1) Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas menyusun rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor, menyusun data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas, menyusun rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas, menyusun Program kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja Dinas. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian perencanaan memupunyai fungsi : a. Penyusunan rencana operasi dan pemeliharan kantor serta pembiayaan kantor; b. Penyusunan data dan informasi organisasi dan tatalaksana dinas; c. Penyusunan rencana pelatihan pegawai dan pengembangan SDM di lingkungan dinas; d. Penyusunan Program kerja strategis dan laporan pelaksanaan kinerja dinas.

221

Paragraf 2.3 Sub Bagian Keuangan Pasal 426 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas, pembukuan anggaran dan verifikasi serta pengurusan perbendaharaan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sub bagian keuangan mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana anggaran dinas ; b. Pengelolaan administrasi keuangan Dinas; c. Pembuatan laporan penggunaan keuangan Dinas; d. Pengevaluasi anggaran dan penggunaan keuangan Dinas; e. Pemberian usulan untuk perbaikan anggaran dan pengelolaan keuangan Dinas. f. Membantu kegiatan bidang dalam administrasi keuangan Paragraf 2.4 Sub Bagian Umum Pasal 427 (1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat dan kearsipan serta urusan rumah tangga dan perlengkapan. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), sub bagian umum mempunyai fungsi : a. Pengelolaan kegiatan surat menyurat yang meliputi pengetikan, penggandaan, pengiriman, dan pengarsipan; b. Pengurusan tata usaha perjalanan Dinas; c. Pelaksanaan investasi, pembelian, pendistribusian, dan pemeliharaan barangbarang inventaris kantor; d. Penyusunan rencana penempatan dan mutasi pegawai di lingkungan Dinas; e. Pelaksanaan administrasi kepegawaian dan pengembangan kepegawaian. Paragraf 3 Bidang Perindustrian Pasal 428 (1) Bidang Perindustrian mempunyai tugas merencaakan, mengawasi dan mengendalikan kegiatan di bidang perindstrian berdasarkan perundang – undangan, melaksanakan koordinasi dan pengembangan kemampuan dan keterampilan 222

industri kecil menengah serta menciptakan iklim kondusif dalam rangka pertumbuhan sektor industri yang berwawasan lingkungan; (2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), bidang perindustrian mempunyai fungsi: a. Perencanaan pengembangan industri kimia, mesin, logam dan elektronika, industri hasil pertanian dan kehutanan, industri kecil menengah serta pembinaa kemitraan; b. Penerbitan Izin Usaha Industri (IUI); c. Pemberian fasilitas usaha dalam rangka pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM); d. Pemberian perlindungan kepastian usaha industri; e. Penyusunan rencana pembangunan jangka pendek, menengah dan jangka panjangdi bidang perindustrian; f. Pelaksanaan penelitian, pengembangan, penerapan teknologi dan promosi produk industri; g. Fasilitasi dan pengawasan dalam penerapan standar kompetensi SDM industri dan kompetensi aparatur pembina industri; h. Fasiltas akses permodalan dan pembinaan industri yang berwawasan lingkungan; i. Fasiltas kemitraan dan kerjasama pengembangan industri; Paragraf 3.1 Seksi Industri Kimia, Mesin, Logam dan Elektronika Pasal 429 (1) Seksi Industri Kimia, Mesin, Logam dan Elektronika mempunyai tugas merencanakan, mengendalikan, mengawasi dan memberikan bimbingan teknis kegiatan industri kimia, mesin, logam dan elektronika serta menerbitkan izin usaha industri (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi industri kimia, mesin, logam dan elektronika mempunyai fungsi : a. Perencanaan aktifitas industri kimia, mesin, logam dan elektronika, b. Pengawasan dan pengendalian usaha industri kimia, mesin, logam dan elektronika c. Pemberian bimbingan dan penyuluhan kegiatan industri kimia, mesin, logam dan elektronika; d. Fasilitas penerbitan Izin Usaha Industri (IUI); e. Penyusunan usaha industri prioritas kabupaten dan penyusunan klaster industri; f. Penyusunan program, pemberian fasilitas dan pengembangan serta perlindungan kepastian usaha industri; 223

Paragraf 3.2 Seksi Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan Pasal 430 (1) Seksi Industri Hasil Pertanian dan kehutanan mempunyai tugas merencanakan, mengendalikan, mengawasi dan memberikan bimbingan teknis kegiatan industri Hasil Pertanian dan Kehutanan. (2) Untuk melaksanakan tugas tersebut seksi Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan mempunyai fungsi : a. Merencanakan aktivitas Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan dan penyusunan program perlindungan kepastian usaha industri b. Mengawasi dan mengendalikan usaha Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan c. Sosialisasi, bimbingan dan penyuluhan kegiatan Industri yang merupakan hasil penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi d. Penyusunan rencana jangka pendek, menengah dan panjang pembangunan industri e. Penyusunan rencana penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi dibidang perindustrian f. Penerapan dan pengawasan standar kompetensi SDM Industri dan Aparatur pembina Industri Paragraf 3.3 Seksi Industri Kecil Menengah dan Bina Kemitraan Pasal 431 (1) Seksi Industri Kecil Menengah dan Bina Kemitraan mempunyai tugas pokok mengendalikan, mengawasi dan memberikan bimbingan teknis kagiatan industri Kecil Menengah dan Pembinaan Kemitraan Usaha . (2) Untuk melaksanakan tugas tersebut Seksi Industri Kecil Menengah dan Bina Kemitraan mempunyai fungsi : a. Merencanakan aktivitas Industri Kecil dan Bina Kemitraan b. Mengawasi dan mengendalikan usaha Industri Kecil Menengah dan Bina Kemitraan c. Bimbingan dan penyuluhan kegiatan Industri Kecil Menengah dan Bina Kemitraan d. Menyusun rencana pembinaan, pemeberian fasilitas dan paket teknologi dalam rangka penegmbangan industri kecil menengah e. Fasilitas akses permodalan melalalui Bank dan Lembaga Keuangan dalam rangka pengembangan industri kecil menengah 224

f. Menyusun rencana fasilitas Kemitraan dan kerja sama antara industri kecil menengah dengan industri besar serta ekonomi lainnya g. Melaksanakan pengawasan terhadap pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan industri Paragraf 4 Bidang Perdagangan Pasal 432 (1) Bidang Perdagangan mempunyai tugas merencanakan, membina, mengawasi, mengendalikan kegiatan di bidang perdagangan meliputi pengadaan dan penyaluran barang dan jasa, pembinaan usaha, fasilitas perizinan dan pendaftaran perusahaan, penyediaan sarana dan prasarana perekonomian, penyiapan data base perdagangan dan promosi perdagangan dalam dan luar negeri (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), bidang perdagangan mempunyai fungsi : a. Menyusun rencana pembinaan, pengawasan, monitoring dan evaluasi serta pemberian izin usaha perdagangan, pendaftaran perusahaan dan pemberdayaan PPNS-WDP b. Pengawasan, pelaporan, monitoring kegiatan dan evaluasi penyediaan, penyaluran dan informasi pasar dan stabilitas harga c. Penyediaan sarana dan prasarana perekonomian d. Sosialisasi, bimbingan dan penyuluhan peningkatan penggunaan produk dalam negeri e. Koordinasi dan kerja sama dengan Instansi terkait dalam rangka penyusunan program dan kegiatan dibidang perdagangan f. Penyusunan rencana promosi perdagangan dalam dan luar negeri g. Pembinaan, penataan tempat dan peningkatan disiplin pedagang kaki lima dan asongan h. Fasilitas penyusunan rencana akses ke Bank dan Lembaga Keuangan dalam rangka pengembangan usaha dagang kecil Paragraf 4.1 Seksi Pengadaan dan Penyaluran Pasal 433 (1) Seksi pengadaan dan penyaluran mempunyai tugas menyusun perencanaan pengendalian, dan pengawasan pengadaan dan penyaluran barang dan jasa. (2) Untuk melaksanakan tugas tersebut, seksi pengadaan dan penyaluran mempunyai fungsi : 225

a. Menyusun rencana pembinaan dan pengembangan usaha kegiatan pengadaan dan penyaluran barang dan atau jasa yang beredar di pasar; b. Melaksanakan pengawasan, monitoring dan evaluasi informasi pasar dan stabilitasi harga kebutuhan pokok c. Pembinaan, pengawasan, monitoring dan evaluasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri d. Penyusunan rencana kerja sama antar pelaku perdagangan pengadaan dan penyaluran barang dan atau jasa e. Faslitas kerja sama dengan Bank dan Lembaga keuangan dalam rangka pengembangan usaha dagang kecil f. Penyusunan rencana pembinaan dan pengaturan penyelenggaraan pasar lelang daerah Paragraf 4.2 Seksi Perizinan dan Pembinaan Usaha Pasal 434 (1) Seksi Perizinan dan Pembinaan Usaha mempunyai tugas menyusun perencanaan, pengendalian dan pengawasan penerbitan izin usaha perdagangan, pendaftaran perusahaan, pendaftaran gudang/ruang dan pembinaan usaha serta bimbingan teknis usaha dagang kecil, kaki lima dan asongan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi perizinan dan pembinaan usaha mempunyai fungsi : a. Pembinaan dan Pengawasan penerbitan surat izin usaha perdagangan pasar tradisional, prasarana dan pengelolaan retribusi pasar kecamatan; b. Penyusunan bahan masukan, sosialisasi, fasilitas, penyediaan informasi data base perdagangan; c. Penyusunan bahan masukan, sosialisasi, fasilitas, penyediaan dan pelaporan produk unggulan yang merupakan potensi ekspor daerah sebagai bahan pertimbangan dan perumusan kebijaksanaan daerah; d. Pelaksanaan kegiatan promosi perdagangan baik lokal, regional dan skala Internasional; e. Koordinasi program dan sosialisasi pengembangan eksport dengan instansi terkait/Asosiasi pengembangan eksport f. Penyusunan rencana klaster produk eksport

226

Paragraf 4.3 Seksi Perekonomian dan Promosi Perdagangan Pasal 435 (1) Seksi Perekonomian dan Promosi Perdangangan mempunyai tugas menyusun perencanaan pengendalian dan pengawasan dalam rangka penyediaan sarana dan prasarana penunjang perekonomian, promosi produk unggulan daerah baik dalam dan luar negeri. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi perekonomian dan promosi perdagangan mempunyai fungsi pelaksanaan pembinaan, pengembangan Paragraf 5 Bidang Perlindungan Konsumen Pasal 436 (1) Bidang Perlindungan Konsumen mempunyai tugas menyusun rencana, pelaksanaan, pembinaan dan pengawasan dalam bidang perlindungan konsumen, penyelenggaraan metrologi legal dan pengawasan barang beredar dan jasa (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaiamana yang dimaksud pada ayat (1), bidang perlindungan konsumen mempunyai fungsi : a. Pembinaan, pengendalian dan evaluasi penyelenggaraan perlindungan konsumen b. Peningkatan koordinasi dan kerjasama dengan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) dan instansi terkait lainnya dalam rangka sinkronisasi program dan kegiatan c. Fasilitas dan pelayanan kagiatan tera ulang alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) d. Peningkatan pengawasan barang beredar dan jasa yang diedarkan, dijual, ditawarkan dan dipamerkan e. Sosialisasi, bimbingan dan penyuluhan perlindungan konsumen, metrologi legal dan pengawasan barang beredar dan jasa f. Peningkatan pengetahuan teknis dan ketrampilan SDM pembina perlindungan konsumen, metrologi legal dan pengawasan barang beredar dan jasa;

227

Paragraf 5.1 Seksi Perlindungan Konsumen Pasal 437 (1) Seksi Perlindungan Konsumen mempunyai tugas menyusun perencanaan pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatanperlindungan konsumen. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi perlindungan konsumen mempunyai fungsi : a. Pembinaan penyelenggaraan perlindungan konsumen b. Peningkatan kerjasama, sinkronisasi dan koordinasi program perlindungan konsumen dengan instansi/lembaga terkait lainnya c. Fasilitas pembentukan dan pendaftaran Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Mayarakat (LPKSM) dan pengusutan pembentukan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) ke tingkat kabupaten, Provinsi dan Pusat; d. Penyuluhan dan Sosialisasi perlindungan konsumen e. Penyediaan informasi dan publikasi perlindungan konsumen; f. Pembinaan dan pemberdayaan motivator dan mediator perlindungan konsumen g. Pelayanan dan penanganan permasalahan-permasalahan sengketa konsumen h. Pembinaan dan pemberdayaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perlindungan Konsumen (PPNS-PK) i. Penyusunan laporan dan evaluasi program dan kegiatan Paragraf 5.2 Seksi Metrologi Legal Pasal 438 (1) Seksi Metrologi Legal mempunyai tugas menyusun perencanaan pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan metrologi legal. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi metrologi legal mempunyai fungsi : a. Pemberian fasilitas dan pelayanan sidang tera dan tera ulang alat ukur , takar, timbang dan perlengkapan (UTTP) setiap tahun dalam wilayah Kabupaten; b. Pembinaan dan pemberdayaan SDM kemetrologian melalui sertifikasi tenaga pengawasan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil; c. Penyediaan dan pemeliharaan sarana alat-alat laboratorium kemetrologian daerah; d. Pembinaan operasional tenaga reparatir dan tenaga pantera UTTP; 228

e. Peningkatan koordinasi dan kerjasama dengan balai Meterologi dalam rangka pengawasan, sidang tera, pelatihan dan keterampilan SDM Kemetrologian; f. Pengawasan dan rasia penggunaan alat UTTP; g. Peningkatan koordinasi dan kerjasama dengan aparat penegak hukum dalam rangka pengawasan dan penyidik tindak lanjut tindak pidana Undang-undang Metrologi Legal (UUML); h. Penyusunan laporan dan evaluasi program dan kegiatan Paragraf 5.3 Seksi Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Pasal 439 (1) Seksi Pengawasan Barang Beredar dan Jasa mempunyai tugas menyusun perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan pengawasan barang beredar dan jasa. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi pengawasan barang beredar dan jasa mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana kegiatan pengawasan barang beredar dan jasa serta penegakan hukum sesuai peraturan perundang-undangan; b. Peningkatan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pengawasan barang beredar dan jasa; c. Pembinaan dan pemberdayaan Petugas Pengawas Barang dan Jasa (PPBJ); d. Pengambilan contoh, pengujian, inspeksi teknis dan sertifikasi mutu barang; e. Penyelenggaraan, pelaporan dan rekomendasi atas pendaftaran manual dan kartu jaminan dalam bahasa Indonesia untuk produk teknologi dan elektonika; f. Penyusunan laporan dan evaluasi program dan kegiatan Paragraf 6 Bidang Energi dan Mineral Pasal 440 (1) Bidang Energi dan Mineral mempunyai tugas menyusun perencanaan, pelaksanaan, pembinaan dan pengawasan dalam bidang pertambanga Rakyat, ketenagalistrikan, Mineral dan Energi (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaiamana yang dimaksud pada ayat (1), bidang energi dan mineral mempunyai fungsi :

229

a. Penyusunan data dan inventarisasi kegiatan usaha pertambangan rakyat b. Pembinaan dan pengawasan penerbitan izin usaha pertambangan kelistrikan, mineral dan izin lokasi pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) c. Penyusunan data dan inventarisasi wilayah yang belum terjangkau listrik d. Pengadaan listrik pedesaan dan koordinasi dengan instransi terkait dalam bidang kelistrikan e. Sosialisasi dan penyuluhan kegiatan pertambangan, kelistrikan, sumber daya mineral dan energi f. Sinkronisasi program dan kegiatan bidang energi dan mineral dengan instansi/lembaga yang terkait

Paragraf 6.1 Seksi Pembinaan dan Pengawasan Pertambangan Rakyat Pasal 441 (1) Seksi Pembinaan dan Pengawasan Pertambangan Rakyat mempuyai tugas menginventarisir, mengawasi dan mengendalikan kegiatan pertambangan rakyat dalam wilayah kabupaten. (2) Untuk melaksanakan tugas tersebut, seksi Pembinaan dan Pengawasan Pertambangan Rakyat mempuyai fungsi : a. Melaksanakan pendataan dan inventarisasi kegiatan usaha pertambangan rakyat dan air bawah tanah; b. Menyusun regulasi dan penataan peraturan perundang-undangan daerah kabupaten dalam bidang Pertambangan Rakyat dan Air Tanah; c. Penerbitan Surat Izin Usaha Pertambangan Rakyat dan Air bawah tanah; d. Melaksanakan pembinaan dan pengawsan terhadap kegiatan usaha pertambangan rakyat; e. Penerbitan rekomendasi teknis untuk izin pengeboran, penggalian dan penyerapan mata air pada cekungan tanah dalam wilayah Kabupaten; f. Penetapan wilayah konservasi air tanah dalam wilayah Kabupaten g. Peningkatan kerjasama dan koordinasi dengan instansi terkait dalam bidang pertambangan Rakyat dalam rangka sinkronisasi program dan kegiatan h. Penyusunan Laporan dan Evaluasi Program dan Kegiatan

230

Paragraf 6.2 Seksi Ketenagalistrikan Pasal 442 (1) Seksi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun Rencana Pelaksanaan dan Pengawasan Umum Ketenagalistrikan Daerah (RUKD) kabupaten. (2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud ayat (1), seksi ketenagalistrikan mempunyai fungsi : a. Pemberian izin usaha ketanagalistrikan unutk kepentingan umum (IUKU) dan izin usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan sendiri ( IUKS) dalam wilayah kabupaten; b. Penerbitan rekomendasi teknis untuk konsumen pemegang IUKU yang izinnya dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Pinrang; c. Pembinaan dan pengawasan pelaksanaan usaha ketenagalistrikan yang izinnya diberikan oleh pemerintah Kabupaten Pinrang; d. Pendataan wilayah yang belum terjangkau listrk; e. Penyediaan listrik pedesaan dalam wilayah kabupaten; f. Peningkatan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait dalam bidang ketenagalistrikan dalam rangka sinkronisasi program dan kegiatan; g. Penyusunan laporan dan evaluasi progrma kegiatan Paragraf 6.3 Seksi Mineral dan Energi Non Migas Pasal 443 (1) Seksi Mineral dan Energi Non Migas mempunyai tugas menyusun perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian di bidang mineral dan energi Non Migas dalam wilayah kabupaten. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, seksi mineral dan energi non migas mempunyai fungsi : a. Pelaksanaan pendataan dan inventarisasi sumber daya Mineral dan Energi Non Migas; b. Penerbitan rekomendasi tekns untuk izin usaha pertambangan Mineral, Batu Bara dan Panas Bumi dalam wilayah Kabupaten; c. Pembinaan dan pengawasan terhadap usaha pertambangan Mineral, batu bara dan Panas Bumi dalam wilayah Kabupaten; d. Penerbitan rekomendasi teknis untuk izin badan usaha jasa pertambanagn mineral, batu bara dan panas bumi; 231

e. Pembinaan, pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja di (JKP) dalam wilayah Kabupaten f. Peningkatan koordinasi dann kerjasama dalam rangka sinkronisasi program dan kegiatan dengan instansi dalam bidang mineral dan energi non migas Paragraf 7 Organisasi Pasal 444 1. Organisasi UPT terdiri dari : a. Kepala UPT b. Kepala Sub Bagian Tata usaha 2. Bagan susunan organisasi UPT tercantum dalam lampiran peraturan Bupati ini. Paragraf 7.1 Unit Pelaksana Tekhnis Tugas Pokok Pasal 445 Unit Pelaksana Teknis bertugas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas sosial, kebudayaan dan kepariwisataan dalam membina dan mengurus pada semua jenjang yang ada di wilayah kecamatan. Fungsi Pasal 446 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pasal 445, Unit Pelaksana Teknis mempunyai fungsi: 1. Membantu Kepala Dinas melaksanakan perencanaan program pembinaan kegiatan pada semua jenjang dalam wilayah kecamatan berkoordinasi sesuai tugas kepala bidang masing - masing; 2. Membantu Kepala Dinas melaksanakan pelayanan langsung pada semua jenjang sesuai tugas koordinasi dengan kepala bidang masing – masing dan camat; 3. Membantu kepala dinas melaksanakan evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut pada semua jenjang diwilayah kecamatan dan berkoordinasi kepada kepala bidang masing-masing sesuai tugasnya; 4. UPT bertanggung jawab langsung kepada kepala dinas dan tetap berkoordinasi kepala bidang masing – masing;

232

Paragraf 7.2 Sub Bagian Tata Usaha Pasal 447 Tugas pokok sub bagian tata usaha : 1. Melaksanakan surat menyurat dan pendistribusian perlengkapan kantor dan urusan umum; 2. Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, perlengkapan dan pemeliharaan kantor UPT dinas ; 3. Melaksanakan pengelolan administrasi; 4. Mengumpulkan hasil penyusunan rencana dan pelaporan ; 5. Urusan tata usaha dipimpin oleh seorang kepala urusan yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala UPT dinas Paragraf 7.3 Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 448 (1) Kelompok Jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebahagian kegiatan dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan (2) Kelompok jabatan fungsional dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan (3) Setiap kelompok jabatan dipimpin oleh seorang tenaga fungsional yang disepakati oleh anggota kelompok lainnya (4) Pengangkatan tenaga fungsional dan ketua kelompoknya ditetapkan dengan keputusan Bupati (5) Kelompok jabatan fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala dinas (6) Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan.

233

BAB XVII JABATAN, PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 449 (1) Kepala Dinas adala Jabatan Eselon II/b; (2) Sekretaris pada Dinas adalah Jabatan Eselon III/a; (3) Kepala Bidang pada Dinas adalah Jabatan Eselon III/b; (4) Kepala Seksi, Kepala Sub Bagian dan Kepala UPT pada Dinas adalah Jabatan eselon IV/a (5) Kepala Sub Bagian pada UPT Dinas adalah Jabatan Eselon IV/b (6) Kepala TU pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Kepala TU Sekolah Menengah adalah Jabatan Eselon V/a Pasal 450 Pejabat Eselon II/b, Pejabat Eselon III/a, Pejabat Eselon III/b, Pejabat Eselon IV/a, Pejabat Eselon IV/b, dan Pejabat Eselon V/a sebagaimana dimaksud pada pasal 449 ayat (1). (2), (3),(4),(5) dan (6) Peraturan Bupati ini diangkat dan diberhentikan oleh BUpati BAB XVIII TATA KERJA Pasal 451 (1) Dalam melaksanakan tugasnya, setiap tingkatan manajemen dan organisasi dinas wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan singkronisasi baik dalam lingkup masing-masing maupun antar satuan organisasi sesuai dengan bidang tugas masing-masing. (2) Setiap pimpinan unit organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dengan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. Pasal 452 (1) Sekretaris pada dinas dipimpin oleh seorang sekretaris dan didalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala dinas; (2) Bidang pada dinas dipimpin oleh seorang kepala bidang dan didalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala dinas; 234

(3) Sub bagian pada dinas dipimpin oleh seorang kepala sub bagian yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala dinas; (4) Seksi pada dinas dipimpin oleh seorang kepala seksi yang dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala dinas; BAB XVIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 453 (1) Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini maka : 1. Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Pinrang; 2. Nomor 13 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Pinrang; 3. Nomor 14 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang,; 4. Nomor 15 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pinrang; 5. Nomor 16 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Pinrang; 6. Nomor 17 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pinrang; 7. Nomor 18 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pinrang; 8. Nomor 19 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pinrang; 9. Nomor 20 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Pinrang; 10. Nomor 21 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Pinrang; 11. Nomor 22 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Pinrang; 12. Nomor 23 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran Kabupaten Pinrang; 13. Serta ketentuan lainnya yang mengatur hal yang sama dinyatakan tidak berlaku lagi ; (2) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Bupati ini, sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur kemudian dengan Keputusan Bupati. 235

BAB XIX KETENTUAN PENUTUP Pasal 454 Peraturna Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Pinrang. Ditetapkan di Pinrang Pada Tanggal 15 Agustus 2008 BUPATI PINRANG, ttd H.A. NAWIR Diundangkan di Pinrang Pada Tanggal 19 Agustus 2008 Plt. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN PINRANG ttd Drs. H. RUSLAN HANAFI.MP. Pangkat : Pembina Utama Muda NIP : 010 088 698 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PINRANG TAHUN 2008 NOMOR 35

236

237

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->