PENGHITUNGAN RETRIBUSI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB

)
MENARA TELEKOMUNIKASI / BASE TRANCEIVER STATION (BTS)

DI KABUPATEN KULONPROGO
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Hukum Pajak

Disusun Oleh : Maria Marganingsih Sekar Puri ( 100510369 / Kelas B ) Irwan Midian Manurung ( 100510400 / Kelas B ) Yacobus Bayu Herkuncahyo ( 100510414 / Kelas B )

Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta 2012

Berdasarkan uraian di atas bahwa Retribusi Daerah diatur dalam Peraturan daerah dan dapat disimpulkan bahwa setiap daerah baik kota maupun kabupaten memiliki kebijakan tarif yang berbeda-beda.” Peraturan Daerah tentang Izin Mendirikan Bangunan menjadi pedoman Pemerintah Daerah dalam menentukan tarif Retribusi sebagai penerimaan daerah dalam menyelenggarakan pelayanan perizinan. maka semua Peraturan Daerah yang mengatur Retribusi Daerah harus menyesuaikan dengan Undang-Undang tersebut. khususnya Izin Mendirikan Bangunan untuk Menara Telekomunikasi/ Base Transceiver Stasion (BTS) di Kabupaten Kulonprogo yang penetapan retribusinya diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kulonprogo Nomor 15 Tahun 2011 dan untuk pembangunan BTS tersebut disesuaikan dengan Peraturan Bupati Kulonprogo Nomor 68 Tahun 2011 dan Peraturan Bupati Kulonprogo Nomor 20 Tahun 2011. yaitu : 1. Apakah Peraturan Daerah Tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009? 2. dalam bentuk Izin Mendirikan Bangunan. LATAR BELAKANG MASALAH Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah. PERMASALAHAN Merujuk pada Latar Belakang Masalah di Atas.A. maka dapat ada beberapa hal yang menjadi pokok permasalahan dan akan kami uraikan lebih lanjut dalam makalah kami ini. Bagaimanakah prosedur dan persyaratan permohonan Izin Mendirikan Bangunan untuk pembangunan Menara Telekomunikasi/ Base Transceiver Stasion (BTS) ? . seperti retribusi dan pungutan lain yang bersifat memaksa diatur dengan Peraturan Daerah. kami melakukan penelitian mengenai Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. sebagaimana diatur dalam Pasal 156 ayat (1) “Retribusi ditetapkan dengan Peraturan Daerah. B. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Untuk makalah yang kami susun ini. Dengan demikian pemungutan Retribusi Daerah harus didasarkan pada Peraturan Daerah. Ditegaskan bahwa penempatan beban kepada rakyat. retribusi ditetapkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

(Pasal 1 butir 5)   Pemohon adalah setiap orang pribadi atau badan hukum yang mengajukan prmohonan izin mendirikan bangunan kepada pemerintah daerah. Hubungan Antara PERDA Kabupaten Kulonprogo Nomor 15 Tahun 2011 dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009. Bagaimanakah cara menghitung besarnya Retribusi untuk pembangunan Menara Telekomunikasi/ Base Transceiver Stasion (BTS) ? C. bagaimana tata cara pemungutan retribusi. Dari ketentuan-ketentuan yang dirumuskan dalam PERDA Kulonprogo Nomor 15 Tahun 2011 telah sesuai dengan ketentuan yang ada dalam UU Nomor 28 Tahun 2009. Dalam Perda ini telah dijelaskan siapakah subyek pajak/ retribusi. (Pasal 1 butir 7) Retribusi IMB adalah pungutan daerah atas pemberian jasa atau pemberian IMB dari pemerintah daerah kepada orang pribadi dan/atau badan sebagai Wajib Retribusi yang menurut peraturan perundang-undangan Retribusi Daerah diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. ANALISIS 1. Peraturan Daerah Kabupaten Kulonprogo Nomor 15 Tahun 2011 sebagai dasar hukum yang mengatur Retribusi Izin Mendirikan Bangunan disusun berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah. Berikut ini merupakan beberapa ketentuan umum yang diatur dalam Pasal 1 PERDA Kabupaten Kulonprogo Nomor 15 Tahun 2011. (Pasal 1 butir 12)  Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau badan yang menurut perundangundangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi. Selain beberapa istilah di atas.3. wajib pajak/ retribusi. termasuk pemungut atau pemotong retribusi. jangka waktu retribusi serta adanya sanksi administratif dan sanksi pidana. khususnya yang berkaitan dengan Retribusi :  Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/ atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. istilah yang berkaitan dengan menara telekomunikasi/ Base Transceiver Stasion (BTS) telah dijelaskan dalam Ketentuan Umum Pasal 1 Peraturan Bupati Kulonprogo Nomor 68 Tahun 2011 : .

lattitude) yang membentuk zona pola persebaran Menara Bersama dalam sebuah radius. (Pasal 1 butir 17) 2. Berdasarkan Peraturan Bupati Kulonprogo Nomor 20 Tahun 2011. badan usaha milik daerah. (Pasal 1 butir 7)  Penyelenggara Telekomunikasi (Telco Operator) adalah perseorangan. badan usaha milik negara. instansi pemerintah dan instansi pertahanan keamanan negara. (Pasal 1 butir 11)  Titik Cell Plan adalah titik pusat jari-jari lingkaran yang diidentifikasi dengan koordinat geografis (longitude. Fotocopy Surat Kepemilikan Tanah f. d. Surat Pernyataan Izin Warga (Sosialisasi) g. (Pasal 1 butir 14)  Base Transceiver Station yang selanjutnya disingkat BTS adalah perangkat razdio selular (berikut antenanya) yang berfungsi untuk menghubungkan antara handphone dengan perangkat selular yang memiliki kapasitas penanganan percakapan dan volume data (traffic handling capacity). atau bangunan yang merupakan satu kesatuan konstruksi dengan bangunan gedung yang dipergunakan untuk kepenringan umum yang struktur fisiknya dapat berupa rangka baja yang diikat oleh berbagai simpul atau berupa tunggal tanpa simpul. pengajuan Izin Pembangunan Menara Telekomunikasi harus diajukan dengan syarat-syarat sebagai berikut : a. Surat Perjanjian Penggunaan Tanah e. Klarifikasi Tanah dari BPN c. badan usaha swasta. menyediakan serta menyewakan menara untuk digunakan bersama oleh penyelenggara telekomunikasi.  Penyedia Menara (Tower Provider) adalah badan usaha yang membangun. memiliki. Surat Kuasa dari Perusahaan Pemilik Tower/ BTS kepada pengurus Izin. b. Blanko Isian (Permohonan. Prosedur permohonan izin. koperasi. Pernyataan Ketua lingkungan). penetapan retribusi dan pembayaran retribusi Izin Mendirikan Bangunan Menara Telekomunikasi di Kabupaten Kulonprogo. Menara Telekomunikasi yang selanjutnya disebut menara adalah bangunan untuk kepentingan umum yang didirikan di atas tanah. Persetujuan Tetangga. Gambar Rencana Bangunan . desain dan konstruksinya disesuaikan sebagai sarana penunjang menempatkan perangkay telekomunikas. dimana fungsi.

karena berdasarkan Pasal 5 Peraturan Bupati Kulonprogo Nomor 68 Tahun 2011. Pemohon izin bisa mendapatkan formulir permohonan izin di Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Kulonprogo. Berdasarkan Pasal 8 PERDA Kabupaten Kulonprogo Nomor 15 Tahun 2011. pembangunan menara baru hanya diperbolehkan pada zona cell plan menara baru atau pada zoba cell plan menara yang sudah ada. setelah terpenuhinya persyaratan. Pada pesyaratan diatas. l. pembuatan duplikat/ salinan dokumen yang dilegalisasi sebagai pengganti dokumen yang hilang atau rusak. Rekomendasi dari Bandasar n. . rehabilitasi/ renovasu dan pelestarian/ pemugaran. Administrasi meliputi pemecahan/ penggabungan dokumen IMB. Dan Kabupaten Kulonprogo m. telah dipergunakan secara bersama-sama oleh paling sedikit 2 (dua) penyelenggara telekomunikasi. khususnya mengenai rekomendasi dari Dishubkominfo Kabupaten Kulonprogo. k. Gambar As Built Drawing i.h. Rekomendasi ini diperlukan sebagai syarat permohonan izin. dan berdasarkan Pasal 12 PERDA Kabupaten Kulonprogo Nomor 15 Tahun 2011. 3. pemutakhiran data atas permohonan pemiliki bangunan dan/ atau perubahan non teknis lainnya. Prop DIY. Penetapan dan Penghitungan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Menara Telekomunikasi. komponen tarif retribusi atas pelayanan IMB Meliputi : a. Perhitungan Struktur Menara Perhitungan Struktur Pondasi Data Sondir Tanah Rekomendasi Dishubkominfo. j. yaitu butir “l”. pemohon izin harus membayar retribusi yang besarnya retribusi dihitung sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam PERDA Kabupaten Kulonprogo Nomor 15 Tahun 2011. Pembinaan penyelenggaraan bangunan dan prasarana bangunan untuk kegiatan pembangunan baru. Keterangan Asuransi untuk warga. penyediaan formulir izin ini tidak dikenakan retribusi. b. Selanjutnya.

00 = Index pembangunan baru Retribusi Prasarana Bangunan Gedung V x l x 1. untuk menghitung tarif retribusi pembinaan penyelenggaraan bangunan gedung dan prasaranan bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 tersebut. termasuk pendaftaran bangunan.00 = Index pembangunan baru Untuk besarnya Index terintegrasi.00 x HSbg Keterangan : L lt = Luas Lantai Bangunan gedung = Index Terintegrasi HSbg = Harga satuan retribusi bangunan gedung 1. dihitung dengan rumus sebagai berikut : lt = lk x lf x lkl x lw Keterangan : lt lk lf = Index terintegrasi = Index kegiatan ( tabel 1 ) = Index parameter fungsi bangunan gedung ( tabel 2 ) .c.00 x HSpbg Keterangan : V l = volume/ besaran (dalam satuan m2. Penyediaan formulir permohonan izin. m1 . Selanjutnya. digunakan rumus sebagai berikut (Pasal 9) : Retribusi Pembangunan Bangunan Gedung Baru L x lt x 1. unit ) = Index HSpbg = Harga satuan retribusi prasarana bangunan gedung 1. (penyediaan formulir tidak termasuk retribusi – Pasal 12).

4.00 Parameter Index 1.10 Jumlah Total Index Klasifikasi Bangunan Gedung .20 0. index parameter yang kami sampaikan melalui tabel di bawah ini hanya akan kami tuliskan khusus untuk penghitungan menara telekomunikasi saja. Ketinggian Gedung ( 0.00 Tabel 3 : TABEL INDEX PARAMETER KLASIFIKASI BANGUNAN GEDUNG (lkl) Hasil axb 0.06 0.05 0.15 ) Lokasi Parameter Index (b) Khusus ( 1.00 Tabel 2 : TABEL INDEX PARAMETER FUNGSI BANGUNAN GEDUNG (lf) No. 3. 1 Fungsi Khusus Fungsi Parameter Index 2. 5. Prasarana Gedung Bangunan Pembangunan Bangunan Gedung Baru 1.25 0. Kepemilikan ( 0.10 ) 7. Pekerjaan Bangunan Gedung Kegiatan Pembangunan bangunan gedung baru 2.06 0. 2.07 (Kepadatan Sedang ( 0. Tabel 1 : TABEL INDEX KEGIATAN BANGUNAN GEDUNG (lk) No 1.40 ) Zona I/ minor ( 0.25 0.745 Bangunan Tinggi (1.05 ) Badan Usaha Swasta ( 1.10) 6.10 0.07 No.015 0.05 0.00 ) 0.00 ) Permanen ( 1.00 ) 0.20 0. Parameter Bobot (a) Kompleksitas ( 0.015 0.15 ) Zonasi Gempa ( 0.20) Resiko Kebakaran ( 0.25) Permanensi (0.lkl lw = Index Parameter klasifikasi bangunan gedung ( tabel 3 ) = Index Parameter Waktu Penggunaan Bangunan Gedung ( tabel 4 ) Untuk selanjutnya. 1.70 ) Bangunan Gedung) ( 0.00 ) Rendah ( 0.10 ) Hasil 0.

00 3. yaitu : a.00 Untuk Harga Satuan Bangunan Gedung (HSbg) dan Harga Satuan Prasarana Bangunan Gedung (HSpbg) ditentukan dalam pasal 10. Dari 100 m2 tersebut 50 m2 digunakan untuk prasaranan dan 50 m2 digunakan untuk gedung.. Berdasarkan yang telah kami sampaikan sebelumnya mengenai komponen retribusi IMB. Konstruksi Menara Konstruksi Instalasi/ Gardu Menara Antena Instalasi Listrik Total Jenis Prasarana Pembatas/ Bangunan Penahan/ Pagar Pembangunan Baru 1./ m2.000.00 Tabel 5 : TABEL PENETAPAN INDEX PENGHITUNGAN BESARNYA RETRIBUSI IMB UNTUK PRASARANA BANGUNAN GEDUNG No 1.00 1. pagar dan instalasi listrik (gardu) di tanah seluas 100 m2 . dan b. Harga satuan retribusi prasarana bangunan gedung adalah sebagai berikut (untuk menara telekomunikasi ): Rp 100. . Fungsi Tetap. Jenis Pengaman 2..Tabel 4 : TABEL INDEX PARAMETER WAKTU PENGGUNAAN BANGUNAN GEDUNG (lw) No. 3.00 1. dengan masa pemanfaatan lebih dari 3 (tiga) tahun. berikut ini adalah contoh penghitungannya : Perusahaan A akan membangun gedung (untuk pengelolaan) beserta prasarananya yang berupa menara telekomunikasi / BTS.000.(sepuluh ribu rupiah) per meter persegi. Setelah mengetahui rumus penghitungan retribusi tersebut di atas. Harga satuan retribusi pembangunan/ rehabilitasi/ renovasi bangunan gedung sebesar Rp 10. sekarang kita bisa menghitung besarnya retribusi yang harus di bayarkan untuk memperoleh IMB. Parameter Index 1. 1.

maka penghitungan Retribusinya untuk komponen peratama (I) yang berupa bangunan gedung dan prasaranan gedung adalah sebagai berikut :  Retribusi Pembangunan Bangunan Gedung Baru Index terintegrasi = 1.115.49 = Rp 14.- = Rp 45.050.. Index (I) untuk prasarana bangunan gedung adalah 3.00 Maka HSpbg = Rp 100.49 Maka HSbg = Rp 10. yang diatur dalam pasal 11 PERDA Kabupaten Kulonprogo nomor 15 Tahun 2011.= Rp 56.050.x 1.00 x Rp 300.000.900. maka untuk komponen retribusi IMB menara komunikasi yang pertama adalah sebesar Rp 11.050..Maka Besarnya Retribusi untuk Prasarana Bangunan Gedung adalah : Retribusi Prasarana Bangunan =V x l x 1. Retribusi Prasarana Bangunan Gedung Berdasarkan tabel 5.050..- = Rp 11.00 x 1.00 x 0.00 x HSbg = 50 m2 x 1.= Rp 56.100..000.Dari kasus di atas.000.00 x HSpbg = 50 m2 x 3.900. maka besar retribusi yang harus dibayar oleh Perusahaan A kepada Pemerintah Kabupaten Kulonprogo adalah sebesar : Rp 56.000..(lima belas ribu rupiah).745 x 1..000.00 = 1.000.000.- Untuk komponen yang kedua (II) atau administrasi adalah sebesar Rp 15.49 x Rp 14.00 = Rp 300.000. Karena untuk komponen yang ketiga ( formulir perizinan ) tidak dikenakan retribusi.100.000.+ Rp 45.000..- .x 3.00 x 2.100.050.Maka Besarnya Retribusi untuk Pembangunan Gedung Baru adalah : Retribusi Bangunan Baru =L x lt x 1.Berdasarkan penghitungan di atas.100.+ Rp 15.

( Pasal 20 ). Pengeluaran surat teguran tersebut atau surat sejenis lainnya sebagai awal tindakan pelaksanaan penagihan retribusi dikeluarkan segera setelah 7 (tujuh) hari sejak jatuh tempo pembayaran. pemungutan retribusi tersebut dilakukan menggunakan SKRD atau Surat Ketetapan Retribusi Daerah dan dibayarkan pada saat diberikannya Izin Mendirikan Bangunan (Pasal 16 PERDA Kabupaten Kulonprogo Nomor 15 Tahun 2011). Penagihan Retribusi terutang menggunakan STRD (Surat Tagihan Retribusi Daerah) dan dihadului dengan Surat Teguran yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang. Pembayaran tersebut dilakukan di Kas Daerah atau Bendahara Penerima pada SKRD pelaksana sesuai waktu yang ditentukan dalam SKRD (Pasal 17 PERDA Kulonprogo Nomor 15 Tahun 2011) dan dengan pembayaran tersebut. pemohon izin akan diberi tanda bukti pembayaran yang sah. . Apabila pemohon izin yang selanjutnya menjadi Wajib Retribusi tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang dalam membayar.Dengan jangka waktu penggunaan lebih dari 3 tahun (berdasarkan tabel 4). Setelah memperoleh besarnya retribusi. Berdasarkan Pasal 21. maka akan dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % ( dua per seratus ) setiap bulan dari retribusi yang terutang yang tidak dibayarkan atau kurang bayar.

Kabupaten kulonprogo merupakan salah satu kabupaten yang terhitung belum lama memilik peraturan daerah tentang hal ini. Berdasarkan analisis yang kami uraikan. . namun ternyata beberapa daerah masih belum memiliki Perda yang mengatur secara khusus tentang Retribusi Menara telekomunikasi ini. yaitu komponen bangunan dan prasarananya. jadi untuk permohonan izin mendirikan bangunan menara telekomunikasi di luar titik cell plan tidak dimungkinkan. khususnya menara telekomunikasi di Kabupaten Kulonprogo : a. Pembangunan Menara Telekomunikasi hanya diperbolehkan dibangun di titik cell plan yang telah ditentukan oleh pemerintah kabupaten kulonprogo. dan formulir permohonan izin. tidak menjadi satu bagian penghitungan. yaitu dengan diundangkannya Undang-undang Nomor 28 tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta penetapan retribusi tersebut perlu diatur dengan Peraturan Daerah (PERDA).yaitu mengenai retribusi izin menfirikan bangunan yang diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kulonprogo Nomor 15 Tahun 2011 dan untuk Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi yang duatur dengan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 Tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. baik dari izin mendirikan bangunan sampai retribusi pengemdalian menara telekomunikasi. Menara Telekomunikasi dimungkinkan untuk digunakan oleh lebih dari 1 (satu) penyelenggara telekomunikasi. c. Penghitungan besarnya retribusi izin mendirikan bangunan terdiri dari 3 komponen. Hal ini menggambarkan bahwa pembangunan menara telekomunikasi ini disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Kabupaten Kulonprogo. PENUTUP 1. berikut beberapa kesimpulan yang dapat kami berikan mengenai retribusi izin mendirikan bangunan. Kesimpulan Meski regulasi yang menetapkan bahwa menara telekomunikasi masuk dalam retribusi daerah sudah diundangkan sejak 2009 lalu. Bangunan dan prasarana dihitung dengan rumus tersendiri.D. komponen administrasi. b.

. yaitu Rp 100./ m2 atau sebagaimana telah dijelaskan dalam analisis. .2. maka salah satu cara untuk menghemat pengeluaran bagi pengusaha/ penyelenggara telekomunikasi adalah menggunakan menara telekomunikasi yang sudah ada dengan cara menyewa dan retribusi yang dikenakan hanyalah retribusi pengelolaan menara bersawa telekomunikasi. menara telekomunikasi diklasifikasikan ke dalam prasarana. yaitu menara telekomunikasi dan gardu instalasi listrik. Saran Dilihat dari contoh penghitungan yang kami sampaikan melalui Analisis dalam makalah kami ini.000. pengusaha bisa meminimalisir prasarana yang digunakan mengingat parameter yang digunakan untuk menghitung HSpbg cukup besar. mungkin lebih baik jika tidak perlu untuk membangun gedung lain selain yang diperlukan. biaya retribusi bisa dikatakan cukup besar. Jika memang keadaan tidak memungkinkan untuk menggunakan menara telekomunikasi bersama-sama. Karena dimungkinkan 1 (satu) menara untuk dipergunakan lebih dari 1 (satu) penyelenggara telekomunikasi.

. DAFTAR PUSTAKA Peraturan Perundang-Undangan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan retribusi Daerah. http://www.E. diupload pada tanggal : 27 Januari 2012 jam 23:32 WIB. Peraturan Daerah Kabupaten Kulonprogo Nomor 15 Tahun 2011 Peraturan Bupati Kabupaten Kulonprogo Nomor 20 Tahun 2011 Peraturan Bupati Kabupaten Kulonprogo Nomor 68 Tahun 2011 Website/ Artikel Menara Telekomunikasi Mulai Dikenai Retribusi.com.suaramerdeka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful