P. 1
Waris Beda Agama

Waris Beda Agama

|Views: 529|Likes:
Published by Key Vie Lee

More info:

Published by: Key Vie Lee on Apr 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2013

pdf

text

original

“PEMBAGIAN HARTA WARISAN BAGI AHLI WARIS YANG BERBEDA AGAMA DENGAN PEWARIS DALAM PESPEKTIF SYARI‟AH” Kata

Pengantar Alhamdulillah, kami panjatkan syukur ke hadirat Allah „Azza wa Jalla, Tuhan yang Maha Esa, pencipta seluruh manusia dan mahluk di alam semesta ini. Kami memuji, ruku‟, serta sujud kepada Allah, dzat yang Maha Besar, Maha Mulia, Maha Suci, Maha Agung dan Maha Cepat Perhitungannya. Ya Allah, limpahkanlah curahan shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad saw., hamba dan utusan-Mu yang mulia, nabi pembawa cahaya, penyampai wahyu dan amanah-Mu yang sangat jujur terpercaya, serta penutup para nabi. Kami haturkan pula salam sejahtera kepada keluarga Nabi, sahabat-sahabatnya, serta para pengikutnya hingga akhir zaman nanti.

Merupakan kewajiban bagi para ahli waris, selain mengurus, memandikan, memberi kain kafan, menshalatkan, serta menguburkan jenazah pewaris, juga harus bertanggung jawab dalam menunaikan segala wasiat, pembayaran hutang serta pembagian warisan secara adil diantara mereka. Allah swt. telah menetapkan tata cara pembagian warisan ini di dalam AlQur‟an secara detail, agar tidak ada ahli waris yang terdzalimi dalam menerima hak warisannya, dan agar semua ahli waris dapat menerima secara ikhlas ketetapan pembagian tersebut, karena yang menetapkan adalah Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Adil.

Banyak sekali perselisihan yang terjadi dikalangan masyarakat akibat pembagian warisan yang tidak adil. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat tentang pembagian harta waris secara islami. Banyak masyarakat awam enggan menggunakan hukum waris yang sesuai dengan Al-Qur‟an, karena masyarakat masih banyak yang menggunakan hukum atau tata cara pembagian harta waris sesuai dengan adat, tradisi atau budaya tradisional.

Semoga karya tulis ini dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan yang terjadi dikalangan masyarakatmengenai hukum waris atau pembagian harta waris.Sehingga tidak akan terjadi perselisihan dalam pembagian harta waris dikalangan masyarakat.

BAB I. PENDAHULUAN Hukum kewarisan islam pada dasarnya berlaku untuk umat islam dimana saja di dunia ini. Corak suatu negara islam dan kehidupan masyarakat di negara atau daerah tersebut memberi pengaruh atas hukum pewarisan di daerah itu.

sebab dalam Islam. B. sering disebut dengan Faraid‟. PEMBAHASAN A.)ميراث‬Maksudnya adalah diartikan semakna dengan lafadz َ ْ ُ‫انتِّركةُ انَّتِي خهَفَها انميِّتُ ووزثَها غيره‬ َُْ َ َ َ َ َْ َ َ “Harta peninggalan yang ditinggalkan oleh si mati dan diwarisi oleh yang lainnya (ahli waris)”. termasuk di dalamnya terhadap harta peninggalan pewarisnya sendiri. RUMUSAN MASALAH “Bagaimana hukum pembagian harta warisan bagi ahli waris yang berbeda agama dengan pewaris dalam prespektif islam?” BAB II. Terjadinya kasus-kasus gugat waris di pengadilan. namun ada sebagian ulama‟yang memperbolehkannya melalui jalan wasiat wajibah. mewarisi. memberi. Hal seperti ini sangat mungkin terjadi. . baik pengadilan agama maupun pengadilan negri. bahwa ahli waris yang berbeda agama dengan pewaris tidak bisa mendapatkan harta waris (terhalang).)فريضة‬oleh ulama Faradhiyunmafrudhah (‫ . bilamana pihak-pihak terkait tidak konsisten dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan. LATAR BELAKANG MASALAH Kematian seseorang sering berakibat timbulnya silang sengketa dikalangan ahli waris mengenai harta peninggalannya. mengetahui bagian-bagian yang diterima dari harta peninggalan itu untuk setiap yang berhak. Kenyataan demikian telah ada dalam sejarah umat manusia.Dasar pokok dari semuanya adalah hukum kewarisan islam yang telah ditetapkan dalam AlQur‟an dan Sunnah Rosul. kemudian diterapkan pada masyarakat indonesia. Hasby Ash-Siddieqie mengemukakan pewarisan adalah hukum yang mengatur siapa-siapa orang yang mewarisi dan yang tidak mewarisi. Naluriah manusia yang menyukai harta benda tidak jarang memotivasi seseorang untuk menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan harta benda tersebut. Berbeda dengan dua definisi di atas. bagian penerimaan setiap ahli waris dan cara-cara pembagiannya. Hukum pewarisan. Wirjono Prodjodikoro menjelaskan warisan adalah soal apa dan bagaimana berbagai hak-hak dan kewajiban-kewajiban tentang kekayaan seseorang pada waktu meninggal akan beralih kepada orang lain yang masih hidup. C. Sedangkan secara istilah hukum kewarisan adalah hukum pembagian warisan. Dalam redaksi yang lain.)الفَرئِض‬sebagai jamak dari َ lafadz faridhah (‫ . Hukum kewarisan dalam islam mendapat perhatian besar karena pembagian warisan sering menimbulkan akibat-akibat yang tidak menguntungkan bagi keluarga yang ditinggalkan oleh pewarisnya.Adapun lafadz al-Mawarits (‫ )المواريث‬merupakan jamak dari lafadz mirats (‫ .)مفروضة‬yakni bagian yang telah dipastikan atau ditentukan kadarnya. mengganti. hingga saat ini. Lafadz faraidh (‫ . menunjukan fenomena ini. Perbedaan agama sangat memungkinkan terjadinya sengketa waris. Pengertian Waris Secara bahasa warisan berasal dari warosa yang berarti. mayoritas ulama‟ telah mengambil suatu pendapat.

dan bagi wanita ada bagian warisan dari harta peninggalan ibu bapak dan keluarga dekat. pengetahuantentangcaraperhitungan yang dapatmenyelesaikanpewarisantersebutdanpengetahuantentangbagian-bagian yang wajibdarihartapeninggalanbagisetiappemilikhakwaris (ahliwaris)”. orangorang yang berhakmenerimahartapeninggalantersebut.  Muhammad Muhyidin Abdul Hamid mendefinisikansebagaiberikut: ‫انعهم انمىصم إِنًَ معرفَة قَدر ما يَجة تِكم ذي حق منَ انتِّركة‬ ِ َ ْ ِ َ ْ ِ ِّ ُ ُ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ْ َ ُ ِّ َ ُ ْ ُ ْ ِ “Ilmu yang membahastentangkadar (bagian) darihartapeninggalanbagisetiap orang yang berhakmenerimanya (ahliwaris)”. bagianmasing-masingahliwaris. kadar-kadar yang diterimaoelhtiaptiapahliwarisdancarapembagiannya”. bagian yang diwajibkan” . ada yang mendapat sedikit ada yang mendapat banyak.  Rifa‟IAriefmendefinisikansebagaiberikut: ‫قَىاعد وأُصىل تُعرفُ تِها انىرثَوُ واننَّصية انمقَدر نَهم وطريقَوُ تَقسثم انتَّركة نِمستَحقِّها‬ ُِ َ ْ ِ َ َ ْ ُ ُ َّ ُ ْ ُ ْ ِ َ ِ َ ْ َ َ ِ ْ ُ ِ َ ْ ِْ ِ ْ َْ ٌ ْ ُ “Kaidah-kaidahdanpokok yang membahastentangparaahliwaris.Sedangakanpendapat-pendapatulamamengenaidefinisiilmufaraidhatauFiqihMawaris:  Muhammad al-SyarbinymendefinisikanilmuFaraidhsebagaiberikut: ‫انفِقوُ انمتَعهِّق تاإلرث ومعرفَة انحساب انمىصم اِنًَ معرفَة ذانِك ومعرفَة قَدر انىجة منَ انتَّركة نِكم ذي حق‬ َ ْ ِ ِّ ُ ِ َ ْ ِ ِ ِ َْ ِ ْ ِ ِ َْ َ َ َ ِ ِ َْ ُ ِّ َ ُ ِ َ ِ ْ ِ ِ ْ َ َ ِ ْ ِ ِ ُ َ ُ ْ “Ilmufiqih yang berkaitandenganpewarisan. Dari beberapadefinisitersebut. Beberapa ayat dan hadits mengenai kewarisan yaitu sebagai berikut : Q. dapatdisimpulkanbahwailmufaraidhataufiqihMawarisadalahilmu yang membicarakanhalihwalpemindahanhartapeninggalandariseseorang yang meninggalduniakepada yang masihhidup. maupuncarapenyelesaianpembagianhartapeninggalantersebut.  Hasbi Ash-Shiddieqymendefinisikansebagaiberikut: ‫عهم يُعرفُ تِو منْ يَرث ومنْ الَ يَرث ومقدَار كم وارث وكيفِيَةُ انتَّىزيع‬ ْ َ َ ٍ ِ َ ِّ ُ ُ ْ ِ َ ُ ِ َْ ٌِْ َ َ ُ ِ َ ِ ِ ِْ ْ “Ilmu yang mempelajaritentangsiapa yang mendapatkanwarisandansiapa yang tidakmendapatkannya. bagian-bagian yang telahditentukanbagimereka (ahliwaris) dancaramembagikanhartapeninggalankepada orang (ahliwaris) yang berhakmenerimanya”.S An-Nisa ayat 7: Artinya : “Bagi laki-laki ada bagian warisan dari harta peninggalan ibu bapak dan keluarga dekat. baikmengenaiharta yang ditinggalkannya.

Hampir dua orang yang bertengkar tentang pembagian warisan tidak mendapatkan seorangpun yang dapat memberi fatwa kepada mereka” (riwayat Ahmad.Daruqutni). Yaitu pada saat Abu Thalib meninggal dunia sebelum masuk islam. Selain hadits dan ayat di atas. Al. dan Al. (riwayat Ashab al-Sunan) Kedua hadits tersebut dikuatkan oleh firman Allah dalam surat An-Nisa ayat : “Dan Allah sekali-kali tidak akan memberikan suatu jalan bagi orang-orang kafir (untuk menguasai orang mu’min)”. Al-Wala (memerdekakan hamba sahaya) Sebab-sebab penghalang saling mewarisi dalam Islam adalah : 1. Pewarisan Berbeda Agama Yang dimaksud berbeda agama di sini adalah antara orang islam dan non-islam.Qarabah (Pertalian darah) 2. dan Talib yang belum masuk islam. dan Ali serta Ja‟far yang telah masuk islam. Uqail.Hadits Nabi : “Pelajarilah oleh kalian Al-Qur’an dan ajarkanlah kepada orang lain. sedangkan ilmu akan dihilangkan. Berbeda agama C. Al-Musaharah (hubungan perkawinan) 3. (riwayat Bukhori dan Muslim) “Tidak dapat mewarisi antara dua orang pemeluk agama yang berbeda-beda”. meninggalkan empat orang anak. Perbudakkan 3. B. Nabi Muhammad SAW mempraktekkan pembagian warisan. Karena Aku adalah manusia yang bakal terenggut kematian. Penyebab dan Penghalang Saling Mewarisi Sebab-sebab saling mewarisi dalam Islam adalah : 1. Al-Nasa’i. Oleh . dan pelajarilah ilmu fara’id dan ajarkanlah kepada orang lain. Pembunuhan 2. Dasar hukum berbeda agam sebagai penghalang saling mewarisi adalah sebagai berikut : “ Orang islam tidak berhak mewarisi harta orang kafir dan orang kafir tidak berhak mewarisi harta orang islam”. bahwa perbedaan agama menyebabkan antara mereka tidak bisa saling mewarisi. Perbedaan agama yang bukan islam (misalnya orang kristen dan Budha) tidak termasuk dalam pengertian ini.

” . maka muncul wasiat wajibah yaitu wasiat yang pelaksanaanya tidak dipengaruhi atau tidak tergantung kepada kemauan atau kehendak si pewasiat.Rosulullah SAW harta warisan diberikan kepada Uqail dan Talib. Mahkamah Agung memberikan wasiat wajibah kepada saudara kandung non muslim berdasarkan pemahaman Al-Quran surah AlBaqarah /2:180. Berawal dari pemikiran ibn Hazm. Wasiat wajibah yang diberikan Mahkamah Agung tersebut adalah untuk saudara kandung non muslim. Upaya ini sebagai langkah positif bahwa hukum Islam tidaklah eksklusif dan diskriminatif terhadap pemeluk agama yang lain.” seperti yang telah dijelaskan dalam KHI Pasal 171 huruf (c). Sesuai dengan ungkapan “kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya harus berorientasi kepada kemaslahatannya. 51. Sedangkan nasakhmansukh ayat wasiat dengan waris. menurut Pengadilan Agama Jakarta. apabila seorang diantara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut.Artinya. khususnya dalam sebuah keluarga. ahli waris non muslim tetap sebagai orang yang terhalang untuk mendapatkan bagian dari harta peninggalan saudara kandungnya yang muslim. wasiat wajibah dalam Kompilasi Hukum Islam dianalogikan kepada anak angkat dan orang tua angkat.1999. berlaku untuk sementara waktu. Pendapat ibn Hazm mengatakan wasiat itu hukumnya wajib terutama untuk kaum krabat yang terhalang untuk mendapatkan warisan. Berdasarkan pertimbangan ini PA Jakarta menetapkan untuk tidak memberikan hak waris kepada ahli waris beda agama.. Padahal. Sedangkan perbedaan agama tetap merupakan salah satu penghalang untuk dapat saling mewarisi. Mengenai ketentuan hukum tentang pemberian hak waris terhadap ahli waris beda agama. ahli waris yang berbeda agama dengan pewaris. “ahli waris yang berbeda keyakinan dengan pewaris adalah terhalang untuk menjadi ahli waris. maka hukum tersebut berlaku kembali. Ketika ayat hukum yang dinasakh tersebut dapat membawa kemaslahatan dan terciptanya keamanan serta kesejahteraan masyarakat. Setelah diteliti dari data-data yang telah dikumpulkan. Relevansi wasiat wajibah terhadap realitas masyarakat Indonesia yang beragam. akan tetapi penguasa atau hakim sebagai aparat negara mempunyai wewenang untuk memaksa atau memberikan putusan wasiat wajibah kepada kaum krabat tertentu. Pemberian wasiat wajibah kepada saudara kandung non muslim ini telah memberikan sumbangan yang baru dalam pembaharuan hukum Islam di Indonesia. yaitu untuk menjaga keutuhan keluarga dan mengakomodir adanya realitas sosial masyarakat Indonesia yang pluralitas yang terdiri dari berbagai etnis dan keyakinan. tapi bersifat terbatas. Sedangkan ayat-ayat hukum tentang wasiat wajibah telah dinasakh oleh ayatayat mawaris maupun oleh hadis Nabi SAW. Ini menunjukan bahwa perbedaan agama menjadi penghalang untuk bisa mewarsisi. Hal itu telah dilakukan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam perkara No.K/AG. Artinya: “diwajibkan atas kamu. berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara makruf. pemerintah beserta ulama‟ berupaya untuk mendukung berlakunya wasiat wajibah demi terciptanya kemaslahatan dan kedamaian. tapi hukum Islam dapat memberikan perlindungan dan rasa keadilan kepada non muslim. jika ia meninggalkan harta yang banyak. Majelis Hakim pada Mahkamah Kasasi berpendapat bahwa. Serta kemaslahatan untuk memenuhi rasa keadilan. dapat memperoleh pusaka melalui jalan wasiat wajibah. (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa” Pertimbangan lainnya mengenai hukum waris ini.

(Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu. . 2. atau memberi putusan wajib wasiat bagi orang yang telah meninggal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan. jika yang meninggal itu mempunyai anak. Firman Allah: “Allah mensyari`atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu.w. jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara. maka ia memperoleh separo harta. al-Nisa [4]: 141). Dari Abdullah bin Umar r. dan orang Kafir tidak (boleh) mewarisi orang Muslim” (HR. bersabda: “tidak ada saling mewarisi antara dua pemeluk agama (yang berbeda)”(HR. maka ibunya mendapat seperenam. bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan. imam empat dan Turmudzi).a. bersabda: “Orang Muslim tidak (boleh) mewarisi orang Kafir. (Pembagianpembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja). maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. namun oleh nash tidak diberikan bagian. Ini adalah ketetapan dari Allah. (QS. Dari Usamah bin Zaid r. dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua.w.W.. Ahmad.a.A. kami dapat menarik beberapa kesimpulan mengenai pembagian harta waris kepada ahli waris yang berbeda agama (non muslim).a.Pengertian wasiat wajibah sendiri adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa atau hakim sebagai aparat negara untuk memaksa. Hadis Rasul Allah S. muttafaq alaih). sesungguhnya nabi s. Yaitu memberikan bagian kepada ahli waris yang mempunyai pertalian darah. dia berkata: Rasul Allah s. (QS. maka ibunya mendapat sepertiga.a. al-Nisa [4] : 11) “…Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman”. 1. KESIMPULAN Dari uraian artikel yang kami susun dalam karya tulis ini.. jika anak perempuan itu seorang saja. yang diberikan kepada orang tertentu dalam keadaan tertentu. kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfa`atnya bagimu. Dan untuk dua orang ibu-bapa.

Namun dalam hal ini ahli waris yang beda agama hanya akan diberikan harta dalam bentuk hibah atau hadiah. dan keputusan fatwa MUI.Berdasarkan keputusan fatwa Majelis Ulama Indonesia tahun 2005 musyawarah nasional VII tentang waris beda agama. Kami dapat menarik kesimpulan bahwa ahli waris yang berbeda agama dengan pewarisnya tidak akan mendapatkan bagian seperti saudaranya yang muslim. hadis Rosulullah. Dengan bertawakkal kepada Allah SWT. Pemberian harta antar orang yang berbeda agama hanya dapat dilakukan dalam bentuk hibah. ditetapkan bahwa: 1. 2. Karena sudah jelas bahwa ahli waris yang beda agama tidak bisa mendapatkan harta waris (terhalang). Berpedoman pada firman Allah. wasiat dan hadiah. Hukum waris Islam tidak memberikan hak saling mewarisi antar orang-orang yang berbeda agama (antara muslim dengan nonmuslim). .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->