MODUL B3

MATEMATIKA
GURU SD/MI

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SD FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011
BAB I PENDAHULUAN

A. Deskripsi Bahan ajar matematika SD/MI ini disusun untuk membantu Anda dalam mengoptimalkan proses pembelajaran bilangan bulat dan pecahan agar lebih bermakna. Dalam bahan ajar ini Anda akan melakukan kegiatan mulai dari bagaimana menanamkan konsep bilangan bulat dan pecahan, operasi hitung bilangan bulat dan pecahan, strategi dan penyampaian materi kepada siswa dengan menggunakan media dan pendekatan yang sesuai, permasalahan yang dihadapi guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas, serta tambahan materi matematika (sebagai penggayaan) yang sangat berguna bagi Anda untuk memperluas atau memperkuat bekal pengetahuan matematika yang telah Anda miliki. Dari segi materi tentunya Anda tidak mengalami kesulitan yang berarti untuk mempelajarinya, karena istilah-istilah yang ada dalam materi bilangan bulat dan pecahan sudah Anda kenal sebelumnya dan ini dapat Anda jadikan sebagai bekal pengalaman untuk mengikuti pelatihan yang disajikan melalui bahan ajar ini Jika Anda perhatikan buku-buku yang ada di sekolah dasar, sebenarnya cukup banyak disampaikan topik bilangan bulat dan pecahan yang ilustrasi dan penyampaian kurang tepat, dan terlalu abstrak. Padahal dalam usia sekolah dasar proses abstraksi siswa masih perlu dibantu dengan media lain. Hampir semua buku tidak menjelaskan kenapa harus ada bilangan negatif dan bilangan pecahan, bagaimana proses penentuan bilangan negatif dan bilangan pecahan.

2

Kemudian belum dipergunakan media atau alat peraga yang dapat memperlihatkan hasil operasi hitung secara realistik. B. Prasyarat Sebagai prasyarat untuk memahami bilangan bulat dan pecahan, Anda diharapkan telah memahami :konsep bilangan Asli dan cacah, operasi hitung pada bilangan Asli dan cacah, serta cara menyampaikan bilangan asli dan cacah. Dalam bahan ajar ini akan dibahas tentang bilangan bulat dan pecahan yang uraian materinya dimulai dengan membahas atau menjelaskan bagaimana menyampaikan konsep bilangan bulat (perluasan bilangan Asli dan Cacah) dengan pendekatan atau cara yang tepat, penggunaan alat peraga manik-manik dan petak garis bilangan untuk menjelaskan proses menentukan hasil operasi bilangan bulat secara konkret. Kemudian dilanjutkan dengan membahas operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dengan menggunakan garis bilangan dan permasalahannya C. Petunjuk Belajar Untuk memudahkan Anda dalam memahami isi bahan ajar ini, petunjuk belajar berikut akan membekali keberhasilan Anda:: 1. Bacalah setiap uraian materi dengan cermat, teliti dan tertib, sampai Anda memahami pesan, ide, dan makna yang disampaikan 2. Lakukan diskusi dengan teman-teman Anda dalam mengatasi bagian-bagian yang belum Anda pahami. 3. Kerjakan semua soal yang terdapat pada latihan dan tes formatif dengan disiplin yang baik 4. Buatlah alat peraga sederhana untuk mempraktekkan masalah-masalah yang ada di bahan ajar ini, agar Anda secara langsung merasakan kegunaannya sehingga Anda tidak lagi mengalami kesulitan dalam mendemonstrasikan alat peraga tersebut. 5. Perbanyak pula membaca dan mengerjakan soal-soal dari sumber lainnya.

3

pengawas. Isinya membahas tentang cara menanamkan konsep bilangan bulat. penggunaan media atau alat peraga yang tepat pada bilangan bulat. Kompetensi dan Indikator Setelah mempelajari bahan ajar ini diharapkan. menggunakan media atau peragaan yang tepat untuk menyampaikan konsep-konsep operasi hitung pada pembelajaran bilangan bulat dan pecahan 4. Jangan lupa.6. Untuk membantu Anda menguasai kompetensi-kompetensi di atas. serta permasalahan dalam pembelajaran bilangan bulat. operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan beberapa pendekatan (konkret sampai abstrak). bahan ajarnya disajikan ke dalam tiga kegiatan belajar sebagai berikut: Kegiatan Belajar 1 : Pembelajaran Bilangan Bulat di SD/MI dan Permasalahannya. baik sebagai guru kelas. D. melakukan abstraksi terhadap konsep-konsep bilangan bulat dan pecahan 5. dan pejabat di bidang kependidikan dasar yang penuh perhatian dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di SD/MI. mengatasi permasalahan yang mungkin dialami siswa dalam permbelajaran bilangan bulat dan pecahan Kompetensi-kompetensi di atas akan sangat berguna bagi Anda dalam melaksanakan tugas di SD/MI. menjelaskan cara menanamkan konsep bilangan bulat dan pecahan secara tepat 2. tanamkan dalam diri Anda bahwa Anda akan berhasil dan buktikanlah bahwa Anda memang berhasil. kepala sekolah. melakukan proses pembelajaran bilangan bulat dan pecahan yang sesuai dengan tahap perkembangan berpikir anak dengan strategi yang tepat 6. memilih suatu media atau alat peraga yang sesuai dengan tahap pengenalan konsep 3. Anda akan mampu: 1. 4 .

Isinya membahas tentang operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan bulat dengan pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan taraf berpikir anak. Kegiatan Belajar 3 : Bilangan Pecahan dan operasi hitung pada bilangan pecahan. perkalian dan pembagian bilangan pecahan dengan pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan taraf berpikir anak. 5 . penggunaan media yang tepat pada bilangan bulat. pengurangan. penggunaan media yang tepat pada bilangan pecahan.Kegiatan Belajar 2 : Perkalian dan Pembagian bilangan bulat serta sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bulat. Isinya membahas tentang operasi hitung penjumlahan...

tiga dan seterusnya. Pembahasan bilangan bulat (integers) tidak bisa dipisahkan dari uraian tentang bilangan asli (Natural Number) dan bilangan Cacah (Counting Numbers).manik Mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan Mampu melakukan perkalian dan pembagian bilangan bulat dengan menggunakan pola bilangan Mampu perkalian dan pembagian bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan Indikator B. Tentunya kita sepakat salah satu caranya adalah dengan menggunakan jari-jemari anak tersebut dalam mengenalkan bilangan satu. Mengenal bilangan bulat 2. dua. Melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat (pengayaan) • • • • • Mampu mengenal bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari Mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan manik. . Kompetensi dan Indikator Kompetensi: 1. Jadi sebelum membahas kajian bilangan bulatnya. Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat 3. akan disinggung terlebih dahulu tentang pembentuk bilangan bulat dari proses operasi hitung pada bilangan asli dan cacah. Uraian Materi Uraian dalam Kegiatan Belajar I diawali dengan membahas bagaimana menerapkan konsep bilangan bulat dengan pendekatan sebagai berikut.BAB II KEGIATAN BELAJAR 1 PEMBELAJARAN BILANGAN BULAT DI SD/MI DAN PERMASALAHANNYA A. Masih ingatkah Anda pada waktu pertama kali mengenal bilangan. Jadi yang kita kenalkan ini sebenarnya adalah bilangan asli. atau bagaimana kita memperkenalkan bilangan ini kepada anak kita.

. =b tidak selalu dapat dilengkapi bilangan asli.. hasilnya adalah bilangan 9.. sehingga menjadi a + b = c. bagaimana proses menentukan bentuk pelengkap dari a + .. dan untuk mendapatkan bilangan 5 ini dapat diperoleh dengan mengubah kalimat 4 + . kalimat ..... apakah kalimat tersebut selalu dapat dilengkapi oleh bilangan asli? Bagaimana menurut pendapat Anda? Belum tentu.. = 4. yaitu 9. yaitu 9 juga merupakan anggota dari himpunan bilangan asli.. = b di atas.. ... sehingga bentuk kalimat lengkapnya menjadi 3 + 5= 8.kalimat penjumlahan... Sebagai solusinya... = 2. = 9 menjadi 9 ...a = .. 4 + 3 =7. kita dapat melakukan proses perhitungan yang menghasilkan bilangan asli pula.bentuk kalimat seperti 6 + . kita ketahui bahwa 4 dan 5 merupakan bilangan asli.. dan 6 + 5 = 11. Jadi pada kalimat penjumlahan 4+5= . 7 dan 11.. Lalu. = 4 lalu dengan bilangan yang bagaimana kita dapat melengkapi kalimat tersebut agar menjadi kalimat yang benar.. Misalkan untuk bentuk kalimat 6 + . Sekarang. maka bentuk kalimat 4 + . 7 + . sehingga 4 + 5 = 9 sama artinya dengan 9 .. jika a = 9 dan b = 4 ( a > b )? Tentunya solusi dari kalimat tersebut 7 . bagaimana cara memperluas himpunan bilangan asli tersebut agar kita dapat melengkapi bentuk ......) yang solusinya juga 5.4 dengan mengenalkan suatu operasi pengurangan ( . dengan a dan b bilangan asli... misal: 4 + 5 = 9. = 9 solusinya berupa bilangan asli 5. = b atau b . Jadi.. 4 + 3 =. perhatikanlah kalimat yang berbentuk ”a + . berarti pada bilangan asli a dan b selalu ada bilangan asli c untuk melengkapi kalimat a + b=. = 5. . Pada himpunan bilangan asli. = b”.4 = 5. 4 + 5 = . 5 + . dan sebagainya . 6 + 5 =. selalu dapat dilengkapi oleh bilangan asli. Sekarang perhatikanlah kalimat yang membentuk a + . pendapat Anda benar sekali bahwa kalimat a + ... jika a = 4 dan b = 9 ( a < b ).Selanjutnya akan kita kaji proses pembentukan bilangan bulat dengan memperluas himpunan bilangan asli dan cacah.. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah.. sedangkan hasil penjumlahan tersebut. maka kita perlu memperluas himpunan semua bilangan asli agar jawaban dalam kalimat tersebut termuat dalam himpunan bilangan yang baru ini..

Tentunya Anda telah mengenal bilangan 0. kalau mobil bergerak lagi maju dari bilangan 4 ini sebanyak 2 langkah ke kanan. maka mobil akan sampai pada bilangan 4 ( lihat gambar 2. 5.4) 0 1 2 3 4 5 6 8 . 3.3 4 5 6 7 Sekarang. 1. atau yang kita kenal sebagai bilangan cacah . maka mobil akan sampai pada bilangan 1 ( lihat gambar 2.2 ) . maka mobil akan sampai pada bilangan 6 ( lihat gambar 2. dan jika disajikan ke dalam garis bilangan dapat Anda lihat pada gambar 2.1 di bawah ini. 0 1 2 3 4 5 6 7 Gambar 2.2 Selanjutnya. kalau mobil bergerak mundur dari bilangan 5 ke kiri sebanyak 4 langkah. 0 1 2 3 4 5 6 7 Gambar 2. 4. 2.bukanlah merupakan bilangan asli..1 Pada garis bilangan di atas kalau mobil bergerak maju dari 0 ( nol ) ke kanan sebanyak 4 langkah. 0 1 2 3 Gambar 2. Bentuk kalimat ..kalimat seperti inilah yang akan memperluas himpunan semua bilangan asli. 3).

maka bilangan yang dituju sama dengan 0 dikurangi 1 atau (0 – 1). maka bilangan yang dituju sama dengan bilangan tempat mobil mulai bergerak ”dikurangi” 1. ? 0 1 2 3 4 5 6 7 Gambar 2. Contoh: Jika mobil bergerak maju 1 langkah ke kanan dari bilangan 2 maka mobil akan sampai pada bilangan 2 + 1 = 3. maka garis bilangan harus diperpanjang ke kiri. Untuk menjawab pertanyaan tersebut.4 Lalu bagaimana kalau mobil bergerak mundur sebanyak 2 langkah dari bilangan 0 ( nol ).  Kalau mobil bergerak mundur ke arah kiri dari bilangan 0 sebanyak 1 langkah.1 = 3. maka kita akan sampai pada bilangan 4 . Jika Anda sudah paham dengan dua prinsip di atas selanjutnya kita mlengkapi garis bilanganya.  Sebaliknya kalau mobil bergerak ”mundur” ke arah kiri 1 langkah . yaitu dengan kajian sebagai berikut .  Bila mobil bergerak ”maju ” ke kanan 1 langkah maka bilangan yang dituju sama dengan bilangan tempat mobil mulai bergerak di”tambah” 1.bilangan di sebelah kiri 0 pada garis bilangan di atas. Contoh : Jika kita melangkah mundur 1 langkah ke kiri dari bilangan 4.Gambar 2.5 Kemudian kita harus melengkapi terlebih dahulu bilangan . (0–1) 0 1 2 3 4 5 6 7 9 .

-3. negatif 3 ( ditulis -1. -3.3. -4.2.3 dan seterusnya ditulis sebagai negatif 1. tentunya bilangan yang dituju sama dengan 0 dikurangi 3 atau ( 0 3). -5. (0–3) 0 1 2 3 4 5 7 Gambar 2.2 ). -2.Gambar 2.7  Selanjutnya kalau mobil bergerak mundur ke arah kiri dari bilangan 0 sebanyak 3 langkah . dan seterusnya. . -2. Jadi.6  Kalau mobil bergerak mundur ke arah kiri dari bilangan 0 sebanyak 2 langkah. (0–2) 0 1 2 3 4 5 6 7 Gambar 2. negatif 2.1.2... 0 . Dengan demikian kita mendapatkan bilangan – bilangan baru dari perluasan bilangan asli.9 10 . 0 – 2 = .. yaitu: -1. 0 – 1 = 1. 0 – 3 = .sehingga bentuk garis bilanganya menjadi -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 Gambar 2.. maka bilangan yang dituju sama dengan 0 dikurangi 2 atau ( 0 ..) dan seterusnya. 0 .8 Untuk memudahkan penulisan pada garis bilangan berdasarkan kesepakatan para ahli matematika 0 .

. 2. -2... Bilangan – bilangan yang bertanda positif { 1. . − Kemudian dari skala 4 tersebut mobil bergerak mundur sebanyak 6 langkah sampai berhenti di skala -2 dengan arah mobil tetap mengarah ke bilangan positif ( mengapa?).. 3.. } yang selanjutnya disebut bilangan bulat negatif. -2. Anda dapat lihat dalam peragaan berikut ( Lihat gambar 2... = 5..10). dan 9 + . 3. = 4..9 di atas disebut sebagai himpunan bilangan bulat yang ditulis B = { . Bilangan – bilangan yang bertanda negatif {-1.. 7 + . -1.. Berarti pada bilangan bulat terdiri dari : 1. = 4 dapat ditentukan dengan cara atau langkah – langkah sebagai berikut : Bentuk 6 + ..= 4. = 5. 7 + .10 − Mula-mula dari skala 0 mobil bergerak maju sebanyak 4 langkah sampai berhenti di skala 4.. hal ini untuk menunjukkan bilangan positif 4. 2. dan untuk mendapatkan hasil ini. -3.. -2. = 4.. yaitu : 6 + ( -2) = 4 atau 4 – 6 = -2. 1. = 4 dapat ditulis sebagai 4 – 6 = .. -3. − jadi bilangan -2 inilah yang merupakan bentuk selesaian dari kalimat − 6 + .. .. 5 + .. Bilangan 0 ( nol ).. 0. = 2. dan 9 + . 11 .. 4. yaitu -3.... } yang selanjutnya disebut bilangan bulat positif... } . dan 3. Selanjutnya dengan cara yang sama. -4 Keterangan : -3 -2 -1 0 1 2 3 4 Gambar 2. -4. kita dapat menentukan bentuk selesaian dari kalimat – kalimat 5 + . -5... . = 2 .. dengan adanya himpunan bilangan bulat maka bentuk solusi dari kalimat – kalimat 6 + . 2 . Jadi.Jadi bilangan – bilangan yang terdapat pada garis bilangan pada gambar 2.

enam derajat di bawah nol. 4. mengalami kerugian sebesar Rp. = b. turun harga sebesar Rp 125. 500.Dalam kehidupan sehari – hari. dan iptek. 3. hutang 50 rupiah . 2006) bilangan bulat baru diperkenalkan pada siswa SD/MI di kelas IV semester 2 ( pada siswa yang masih dalam taraf berpikir konkret). 150 meter di bawah permukaan laut menyatakan -150. 12 .500. 00. dan lain sebagainya yang ada kaitannya dengan bilangan bulat. seperti : untuk melakukan pembukuan. Operasi Hitung pada Bilangan Bulat Menurut kurikulum KTSP (Depdiknas. pertanyaan – pertanyaan berikut : 1. Jadi perluasan himpunan bilangan asli menjadi bilangan bulat bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan kalimat – kalimat yang berbentuk a + . industri. 00 Sebenarnya pertanyaan di atas merupakan bentuk aplikasi dari bilangan bulat negatif dalam kehidupan sehari – hari. tentunya anda pernah mendengar mengalami kerugian sebesar Rp 1. Dalam proses pembelajaran matematika di SD/MI perlu dijelaskan bahwa keberadaan bilangan negatif memang perlu. Hutang 50 rupiah menyatakan -50. 2.menyatakan – 125. Ini berarti pendekatan yang harus dilakukan harus sesuai dengan tingkat perkembangan mental anak di usianya. pemasaran. enam derajat di bawah nol menyatakan -6.00 menyatakan -1500. dan turun harga sebesar Rp 125. pengukuran suhu (temperatur) yang negatif setelah diukur dengan termometer. misalkan untuk mengetahui kedalaman laut.. dengan a > b melainkan untuk keperluan proses penghitungan yang lebih luas lagi dalam kehidupan nyata. 150 meter di bawah nol. atas bawah seperti pernyataan – pernyataan di atas. perdagangan.. 00. maju – mundur . 1. Selain itu tumbuh pula untuk melakukan proses hutang piutang. 5.

Alat peraga ini biasanya terdiri dari dua warna. Tahap 3: pengenalan konsep secara abstrak. Untuk mengenalkan konsep operasi hitung pada sistem bilangan bulat dapat dilakukan melalui 3 tahap. ( -6 ) + 9. dan seterusnya atau 13 . dua pasang manik-manik. Warna kuning mewakili bilangan bulat positif Warna merah mewakili bilangan bulat negatif Dalam alat ini bilangan nol (netral) diwakili oleh dua buah manik – manik dengan warna berbeda yang dihimpitkan. bentuk alat peraga ini dapat berupa bulatan – bulatan lingkaran. Masalah yang muncul dalam kaitannya dengan soal – soal tersebut adalah bagaimana memberikan penjelasan dan cara menanamkan pengertian operasi tersebut secara konkret. sehingga membentuk sepasang manikmanik (misal warna kuning-merah). Tahap Pengenalan Konsep Secara Konkret Alat peraga manik – manik pendekatannya menggunakan konsep himpunan.Banyak permasalahan yang muncul pada sistem bilangan bulat bagi siswa– siswa SD/MI kelas IV. dan sebagainya. karena kita tahu bahwa pada umumnya siswa berpikir dari hal – hal yang bersifat konkret menuju hal – hal yang bersifat abstrak. Tahap 2: pengenalan konsep secara semi konkret atau semi abstrak. yaitu : Tahap 1: pengenalan konsep secara konkret. ( -3 ) – ( -6 ) 2 – 7 . Seperti kita ketahui bahwa ada himpunan. satu warna untuk menandakan bilangan positif (misal kuning). sedangkan warna lainnya (misal merah) untuk menandakan bilangan negatif. kita dapat menggabungkan atau memisahkan dua himpunan yang dalam hal ini anggotanya berbentuk manik – manik . misalkan pada waktu mereka akan melakukan operasi hitung seperti : 4 + ( -7 ).

Namun demikian. maka gabungkanlah sejumlah manikmanik ke dalam kelompok manik – manik lain yang warnanya sama. maka gabungkanlah sejumlah manik – manik yang mewakili bilangan positif ke dalam kelompok manik – manik yang mewakili bilangan negatif. kalau kita menggabungkan sejumlah manik – manik ke dalam kelompok manik – manik lain sama halnya dengan melakukan penjumlahan. ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan proses penjumlahan.Netral = bernilai 0 atau Menggambarkan bilangan positif (+5) atau Menggambarkan bilangan negatif 5 (-5) Bentuk netral ini dipergunakan pada saat kita akan melakukan operasi pengurangan a – b dengan b > a atau b < 0. proses penggabungan dalam konsep himpunan dapat diartikan sebagai penjumlahan. Selanjutnya. jika a > 0 dan b > 0 atau a < 0 dan b< 0. sedangkan proses permisahan dapat diartikan sebagai pengurangan. yaitu : 1. yaitu : Dalam operasi hitung. selanjutnya. dalam menggunakan alat peraga ini ( dalam hal ini untuk melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan) harus memperhatikan beberapa prinsip kerjanya. 2. lakukan proses ” pemasangan” di antara 14 . Berarti. jika a > 0 dan b < 0 atau sebaliknya.

kalau kita melakukan proses pemisahan sejumlah manik – manik keluar dari kelompok manik – manik. maka sebelum memisahkan sejumlah b manik – manik yang bernilai negatif. dan banyaknya tergantung pada seberapa kurangnya manik – manik yang akan dipisahkan . Melalui proses ini akan menyisakan manik – manik dengan warna tertentu yang tidak mempunyai pasangan yang merupakan hasil penjumlahannya. jika a < 0 dan b < 0 tetapi a > b. 5. 6. terlebih dahulu anda harus melakukan proses penggabungan sejumlah manik – manik yang bersifat netral ke dalam kumpulan manik – manik a. 3. jika a > 0 dan b > 0 tetapi a > b. terlebih dahulu anda harus menggabungkan sejumlah manik – manik yang bersifat netral dan banyaknya tergantung dari besarnya bilangan pengurangan ( b ). maka sama halnya dengan melakukan pengurangan.(bernilai nol). terlebih dahulu Anda harus menggabungkan sejumlah manik – manik yang bersifat netral ke dalam kelompok manik – manik a. jika a > 0 dan b < 0. jika a < 0 dan b < 0 tetapi a < b. 2. maka sebelum melakukan proses pemisahan sejumlah b manik – manik yang bilanganya lebih kecil dari a. yaitu : 1. maka sebelum melakukan proses pemisahan sejumlah b manik – manik yang bernilai positif dari kumpulan manik – manik yang bernilai negatif. Selanjutnya. maka pisahkanlah secara langsung sejumlah b manik – manik yang berjumlah a . terlebih dahulu anda harus menggabungkan sejumlah manik – manik yang bersifat netral ke dalam kumpulan manik – manik a. jika a > 0 dan b > 0 tetapi a < b maka sebelum memisahkan sejumlah b manik – manik yang nilai bilanganya lebih besar dari a. dan banyaknya tergantung dari seberapa kurangnya manik – manik yang akan dipisahkan. jika a < 0 dan b > 0. 15 . maka pisahkanlah secara langsung sejumlah b manik – manik keluar dari kelompok manik – manik yang berjumlah a.. dan banyaknya tergantung pada seberapa besarnya bilangan b. 4.kedua kelompok manik – manik tersebut agar ada yang menjadi netral.

2. Tempatkanlah 3 buah manik-manik kuning yang bertanda positif ke dalam papan peragaan. berikut ini akan diperagakan beberapa contoh penggunaan alat peraga tersebut .C. Latihan Selanjutnya. misal untuk menjelaskan operasi hitung 3 + (-5) dan 3 – 5... Hal ini untuk menunjukkan bilangan positif 3..? Untuk menjalankan proses pembelajaran bentuk operasi ini harus mengacu pada prinsip kerja nomor 2 pada sub bagian penjumlahan yaitu dengan proses kerja sbb : 3 -5 (Musser & Burger. agar Anda dapat memahami prinsip – prinsip di atas. 16 . yaitu dengan langkah – langkah sebagai berikut 1) Penjumlahan: Contoh: 3 + (-5) = . 1991:284 . Tambahkanlah ke dalam papan peragaan tersebut manik-manik merah yang bertanda negatif sebanyak 5 buah yang menunjukkan bilangan negatif 5 atau -5.292 ) -2 1.

.3. 4. Hal ini untuk menunjukkan bilangan 17 . positif 3. terlihat ada 3 pasangan manik-manik (kuning – merah) netral (bernilai nol)... maka seharusnya kita memisahkan dari papan peragaan tersebut manik-manik yang bertanda positif sebanyak 5 buah. 2) Pengurangan: Contoh: 3 – 5 = . kemudian yang tidak mempunyai pasangan ada 2 buah manik-manik berwarna merah (bernilai negatif 2). Tempatkanlah 3 buah manik-manik yang bertanda positif ke dalam papan peragaan. Mengapa? 3. Agar pemisahan dapat dilakukan maka kita perlu menambahkan 2 pasangan manik-manik positif dan negatif (warna kuningmerah) yang netral (bernilai nol) dan letaknya dihimpitkan ke dalam papan peragaan. Namun untuk sementara pengambilan tidak dapat dilakukan. Karena operasi hitungnya berkenaan dengan pengurangan yaitu oleh bilangan positif 5.. Peragaan ini menunjukkan kepada kita bahwa 3 + (-5) = -2. 2. ? diambil/ dipisahkan -2 Untuk menjalankan proses bentuk operasi ini harus mengacu pada prinsip kerja nomor 2 pada sub bagian pengurangan yaitu dengan proses pembelajaran sbb : 1. Dari hasil gabungan di atas. Gabungkan manik-manik yang bertanda positif dengan yang bertanda negatif untuk mencari pasangan bilangan yang bersifat netral (bernilai nol).

4.

Setelah melalui proses tersebut dalam papan

peragaan terlihat ada 5 buah manik yang bertanda positif dan 2 buah manik yang bertanda negatif. Selanjutnya kita dapat memisahkan ke 5 buah manikmanik yang bertanda positif keluar dari papan peragaan. 5. Dari hasil pemisahan tersebut di dalam papan peragaan sekarang tinggal 2 buah manik yang bertanda negatif (bernilai negatif 2). Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa 3 – 5 = -2 Berdasarkan proses kerja dari kedua peragaan di atas secara realistik penggunaan alat peraga ini dapat memperlihatkan perbedaan proses untuk mendapatkan hasil dari operasi hitung dalam sistem bilangan bulat yang berbentuk a + (-b) dan a – b, sekaligus memperlihatkan pula secara nyata keberlakuan konsep a – b = a + (-b). Penggunaan alat peraga ini dapat kita manfaatkan untuk melatih pola pikir siswa dalam memahami suatu persoalan. D. Lembar Kegiatan Selanjutnya untuk memperlancar pemahaman Anda terhadap prinsip-prinsip kerja alat peraga tersebut, khususnya terkait dengan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan ada baiknya Anda coba peragakan a. Masalah penjumlahan 1) 2) 3) 4) 2 + 5 = ... ? - 2 + 5 = ... ? 2 + (-5) = ... ? -2 + (-5) = ... ? 2 − 5 -2 − 5

b. Masalah pengurangan 5) 6) 7) 8) = ... ? = ... ?

2 − (-5) = ... ? -2 − (-5) = ... ?

Selanjutnya Anda diberi kesempatan untuk mengamati fakta hasil pengurangan bilangan bulat yang didapat dengan menggunakan manik-manik atau garis

18

bilangan dan membandingkannya dengan fakta penjumlahan. Peserta diminta untuk mengisi tabel berikut: Dari hasil kolom (1) dan (2) didapat hubungan pengurangan dan penjumlahan (3)

Pengurangan (1) 1). 2 - 5 = ... 2). 2 – (-5) = .. 3). -2 - 5 = ... 4). -2 - (-5)= ...

Penjumlahan (2) 1). 2 + (- 5) = ... 2). 2 + 5 = .. 3).-2 + (- 5) = ... 4). -2 + 5 = ...

Anda diberi kesempatan untuk membuat simpulan tentang konsep pengurangan bilangan bulat bahwa a – b = a + (-b) selanjutnya Anda diberi kesempatan untuk menggunakan konsep pengurangan untuk mengerjakan soal (tanpa alat peraga). Model Peragaan Garis Bilangan Selain alat peraga manik-manik di atas terdapat alat peraga lain yaitu Tangga/pita/garis bilangan. Untuk memperagakan tangga garis bilangan biasanya diperlukan model yang diperankan oleh siswa (siswa melakukan loncatan-loncatan maju atau mundur di atas mistar dan tiap loncatannya mewakili bilangan yang dioperasikan. Pita garis bilangan adalah alat bantu sejenisnya yang dibuat dari karton duplek dan prinsip kerjanya sama dengan tangga garis bilangan. Jika pada tangga garis bilangan modelnya siswa, maka pada pita garis bilangan modelnya orangorangan atau mobil-mobilan. Garis bilangan, prinsip kerja yang harus diperhatikan dalam melakukan operasi penjumlahan atau pengurangan dengan menggunakan alat ini adalah sbb: Anda membuat kesepakatan dengan peserta didik tentang penggunaan garis bilangan untuk mencari hasil penjumlahan sbb Misalkan a dan b bilangan bulat, kita letakkan mobil menghadap kekanan pada posisi 0. Untuk mencari hasil a + b dapat dilakukan peragaan sebagai berikut a. operasi penjumlahan (+) peragaannya dilanjutkan

19

b.

a + b peragaannya mobil menghadap kekanan berangkat dari

nol bergerak a satuan maju (untuk a positif ) atau mundur (untuk a negatif ) dilanjutkan bergerak b satuan maju ( untuk b positif) atau mundur (untuk b negatif) Contoh: 1) 2 + 5 = ... ?

1 2 3 4 6 5 7 . .2 Dari 0 (nol) mobil maju 2 satuan, dan dari 2 maju 5
satuan.berhenti di 7

0

Contoh: 2)

2 + (-5 ) = ... ?

-4
..2

-3

-2

-1

0

1

2

3

Dari 0 (nol) mobilbergerak maju 2 satuan, dan dari 2 bergerak mundur 5 satuan.berhenti di -3

Contoh: 3)

-2 + 5 = .... ?

-3
20

-2

-1

0

1

2

3

-4
..2

Pengurangan Bilangan Bulat Menggunakan garis Bilangan Langkah Pembelajaran Pengurangan Bilangan Bulat 1. ? -7 . -70 + (-14) = 2.. b.. Contoh: 4) -2 + (-5) = . berhenti di -7 . Guru memberikan kesempatan peserta pelatihan untuk mengejakan soal latihan 1) Gunakan alat peraga manik-manik berwarna atau garis bilangan a. dan dari -2 mundur 5 satuan. berhenti di 3 .7 + (-4) = d.7 + c. bilangan.-7 + (-4) = 2) Jawablah pertanyaan berikut tanpa bantuan garis bilangan a. c. 2 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 Dari 0 (nol) mobil bergerak mundur 2 satuan. 70 + 14 = b..-7 + 4 = 4 = b. 70 + (-14) = -70 + 14 = d. Guru menyampaikan pertanyaan tertulis sbb : Tentukan hasil pengurangan di bawah ini dengan menggunakan garis 21 . dan dari -2 maju 5 satuan.Dari 0 mobil mundur 2 satuan.

2 . Letakkan mobil menghadap kekanan peragaannya berbalik arah.b dapat Guru membuat kesepakatan dengan peserta penggunaan garis bilangan untuk mencari hasil -4 ...(-5 ) 2.2 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 22 .5 = -7 . 2 .5 = pada posisi 0.5 2 . mobill maju 2 satuan. . pelatihan tentang pengurangan sbb Misalkan a dan b bilangan bulat.2 -6 .2 -3 -2 -1 0 1 2 3 Dari no. berhenti di -3 Contoh: 2) -2 . c. 2..5 d.dikurangi (-) Untuk mencari hasil a .a. dilakukan peragaan sebagai berikut a) Peragaan menggunakan Garis Bilangan 1. a – b peragaannya mobil menghadap kekanan berangkat dari nol bergerak a satuan maju (untuk a positif) atau mundur (untuk a negatif ) berbalik arah bergerak b satuan maju ( untuk b positif) atau mundur (untuk b negatif) Contoh: 1) 2 . .(-5) b.2 . dari 2 mobil berbalik arah maju 5 satuan.

dari 2 berbalik arah mundur 5 satuan.(-5) = 0 1 2 3 4 5 7 6 .. dari -2 berbalik arah maju 5 satuan.. berhenti di 3 3.(-5) = -4 . dan menulis fakta penjumlahan serta meminta peserta didik untuk mengamati hubungan kedua fakta tersebut sbb: Dari hasil kolom (1) dan (2) didapat hubungan pengurangan dan penjumlahan Pengurangan Penjumlahan 23 . berhenti di -7 Contoh: 3) 2 . berhenti di 7 Contoh: 4) -2 . Guru menulis kembali fakta hasil pengurangan dengan garis bilangan.2 -3 -2 -1 0 1 2 3 Dari nol mobil bergerak mundur 2 satuan. 2 Dari nol maju 2 satuan.Dari nol mundur 2 satuan. dari -2 berbalik arah mundur 5 satuan.

Penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif TAHAP PENGENALAN KONSEP SECARA ABSTRAK Penggunaan alat peraga manik-manik ataupun garis bilangan untuk melakukan operasi hitung bilangan bulat mempunyai keterbatasan. 3). karena tidak dapat menjangkau bilangan-bilangan yang cukup besar.. -2 .5) = . 1). 2 + (-5) = . b. kita harus dapat menyampaikannya tanpa menggunakan alat bantu yang didahului oleh proses abstraksi. -2 + 5 = . seperti pada pengenalan konsep secara konkret.5 = .. 2). 2.. Tahap pengenalan Konsep secara semi konkret/semi abstrak Pada tahap ini proses pengerjaan operasi hitung pada sistem bilangan bulat diarahkan kepada bagaimana menggunakan garis bilangan. (2) 2 + (. Setelah melalui proses abstraksi diharapkan pada saat kita mengenalkan konsep operasi hitung secara abstrak 24 .b = a + (-b).(-5)= . 2 + (. Selanjutnya akan dijabarkan bagaimana kita dapat menjumlahkan 2 bilangan bulat dengan pendekatan yang semi konkret atau semi abstrak ini dengan menggunakan garis bilangan dan sebaran penjumlahannya mencakup: a.5 = .(-5) = . (1) 2 .1).. 2 .. Dengan demikian. -2 . d. 4).. 3).. (3) Peserta pelatihan diberi kesempatan untuk membuat simpulan tentang konsep pengurangan bilangan bulat bahwa a ... Penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif Penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif. Untuk lebih jelasnya perhatikan prinsip kerja penggunaan garis bilangan. namun modelnya mobil-mobilan sudah tidak dipergunakan lagi tetapi cukup menggunakan garis berarah. Penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif.. c... 2)..5) = .. 4).

satu positif dan yang satunya lagi negatif hasilnya dapat berupa bilangan bulat positif atau bilangan negatif. bahwa dari keempat hasil penjumlahan bilangan-bilangan di atas ada beberapa hal menarik yang bisa disimpulkan untuk melakukan ketepatan . yaitu: 1. Untuk memberikan pemahaman kepada anak. atau dapat pula menghasilkan bilangan 0 (nol). (. Hal ini tergantung dari bilangan-bilangan bulat yang dijumlahkan.5) = -3 atau (.kepada siswa tidak terlalu mengalami kendala yang berarti. Misalnya. tampak bahwa angka dari bilangan bulat negatifnya (yaitu 5) lebih besar dari angka bilangan bulat positif nya 25 . (-2) + 5 = 3atau 5 + (. 2 + (.5) + 2 = . dalam uraian berikut akan kita pelajari strategi yang diperlukan guna menyampaikan materi tersebut tanpa alat bantu. 2 + 5 = 7. Kemudian. Misal: (i) 4 + 5 = 9 (ii) 6 + 17 = 23. b.2) = 3. dapat lah disimpulkan bahwa “jumlah dua buah bilangan bulat. Misal: (i) 2 + (-5) =-3 atau (-5) + 2 = -3. mereka diinstruksikan untuk melihat atau memperhatikan kembali hasil-hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pada waktu mereka menggunakan alat bantu. Dari soal butir a.5) = .ketepatan. untuk penjumlahan nya diperlihatkan contoh-contoh seperti: a. Dari butir b dan c. dapatlah disimpulkan bahwa “jumlah dua buah bilangan bulat positif adalah positif lagi”.3. d. Adapun cara untuk memperoleh hasilnya sama saja denga7 menjumlahkan kedua bilangan itu seperti penjumlahan biasa. Dari segi mental siswa siap menerima pelajaran dalam tahap pengenalan konsep yang abstrak. dan sebagainya. informasikanlah kepada siswa Anda.2) + (. Oleh karena itu. c. 2.7. Pada penjumlahan (i).

Dengan menggunakan cara-cara tersebut. dapat di. tampak bahwa angka dari bilangan bulat positifnya (yaitu S) lebih besar dari angka bilangan bulat negatifnya (yaitu 2). Sedangkan cara untuk memperoleh hasilnya sama saja dengan menjumlahkan kedua angka tersebut dan hasilnya diberi tanda negatif. sehingga hasil penjuml2han bilangan .6) + (. (. ( penjumlahan bilangan bulat). Misal: (i) (ii) (iii) (.(yaitu 2).11 ) + (-19) = .4) = .30. (ii) ( -2) + 5 =3 atau 5 + (. Dari soal butir d.(6 + 7) = 13. sehingga hasil penjumlahan adalah selisih dari 5 dengan 2 yang ditandai positif. dapatlah disimpulkan bahwa “jumlah dua buah bilangan bulat negatif adalah bilangan negatif lagi”. strategi dan pendekatan berikut: Pada waktu pengurangan dengan menggunakan alat bantu. Misalnya 26 .35. mantapkanlah pengetahuan siswa Anda dengan contoh-contoh soal yang lain. sehingga hasil penjumlahan nya adalah selisih dari 5 dengan 2 yang ditandai negatif.bilangan itu sama dengan no).(11 + 19) = . (Ingat konsep tentang lawan atau invers aditif pada sifat .31) + (. sebaiknya contoh yang berpola dan pada akhirnya dapat digunakan untuk merumuskan atau menetapkan suatu kesimpulan yang mengarah ke konsep pengurangan pada sistem bilangan bulat. (. 3.7)= .(31 + 4) = . Pada penjumlahan yang bersifat khusus ini.2) = 3 Pada penjumlahan (ii). tampak bahwa angka dari bilangan bulat positif maupun bilangan bulat negatifnya aam7.sifat. (iii) 6 + (-6) = 0 atau (-6) + 6 = 0. Sedangkan untuk bentuk pengurangan nya.

6) =..(. 4 + 6 =..(. 1.. Setelah siswa diperkenalkan dengan konsep pengurangan yang seolah .. 4 . dan secara matematis ditulis sebagai a .. Anda minta pula kepada siswa untuk membandingkan nya dengan peragaan-peragaan yang menyangkut operasi penjumlahan berikut: 1. 4...3) =. 10. 4 ...4) =.b) = a + b.(.. Kemudian. maka di dalam proses pembelajaran selanjutnya baru kita dapat meningkatkan proses berpikir anak ke jenjang: berpikir yang lebih tinggi. 3.. 5.(. 9. 4 . bahwa “mengurangi suatu bilangan bulat sama saja dengan menjumlahkan lawan dari bilangan yang mengurangi”.. 8 dan 7..b = a +(. Misalnya kita ingin menentukan hasil dari 5 dikurangi negatif 8 ditulis (5 . setelah itu baru Anda dapat menegaskan kepada siswa suatu konsep pengurangan pada sistem bilangan bulat. 4 + 3 = . 4 . 4 + 4 =. 2.b) atau a .dapat Anda sajikan beberapa contoh soal berikut.. 3.. tentunya masih banyak variasi contoh soal berpola yang dapat Anda berikan. 5. yaitu 11.7) =. 4 +7 = . 2. 4 + 5 =. maka 27 .. yaitu memasuki tahap pengerjaan soal-soal atau ~ pengerjaan operasi hitung pengurangan bilangan tanpa menggunakan alat peraga.(..olah didapatnya dari proses penemuan.(. Tentunya siswa Anda nantinya dapat melihat fakta bahwa basil yang didapat dari operasi-operasi hitung di atas adalah bilangan-bilangan yang sama... 4..(-8).5) =. 4 . Kalau langkah-langkah pembelajaran seperti itu sudah dijalankan dengan baik dan benar.

-11 – (19) = -11 + (-19) = -30. 5 . PERMASALAHAN DALAM PEMBELAJARAN BILANGAN BULAT DI SD 1. 2. lawan dari . (Ingat.(. Catatan: Untuk dua contoh terakhir. Kurang tepatnya memberikan pengertian bilangan bulat Pada umumnya.6) – 11 = -17. proses penentuan hasilnya sama saja dengan cara pada waktu menjumlahkan dua buah bilangan bulat tanpa alat bantu. dari tulis sebagai berikut: 5 – (-8) = 5 + 8 = 13 Contoh lainnya: 1. (. Atau ada pula buku yang memberi ilustrasi anak berjalan ke kiri dari suatu pohon untuk menandakan bilangan negatif dan di sisi lain dari pohon tersebut diperlihatkan anak sedang berjalan ke arah kanan untuk menandakan bilangan positif. Misal. Padahal untuk menjelaskan pengertian' bilangan bulat = (-b) + (-11) _ bentuk yang terakhir ini dengan mudah Anda dapat menentukan hasitnya secara matematis proses di atas dapat kita 28 . dalam buku-buku pelajaran di sekolah dasar (khususnya untuk kelas 4B) banyak yang tidak memperhatikan bagaimana memberikan penjelasan atau pengertian adanya bilangan bulat secara tepat. Selanjutnya. ada buku yang memberi ilustrasi anak berjalan maju untuk menandakan bilangan positif dan anak mundur untuk bilangan negatif tanpa adanya penjelasan kenapa harus ada bilangan negatif. 3.8 adalah 8).8) menjadi 5 + 8.8 = 5 + (-8) = -3.dengan menggunakan konsep pengurangan di atas kita dapat ubah penulisan 5 .

Di samping itu baca pula uraian materi yang menyangkut bahasan tentang penyampaian konsep operasi hitung tanpa alat bantu. bacalah kembali uraian materi yang menyangkut bahasan operasi hitung bilangan bulat baik yang terdapat dalam madul ini. 2. Anda harus mempunyai keinginan untuk mencoba menggunakan alat peraga dengan prinsip yang benar dan ini harus Anda latih sendiri.8) dan (-5) . barulah dalam penjabaran berikutnya dikaitkan dengan fakta-fakta yang ada dalam kehidupan sehari-hari untuk menambah pemahaman anak terhadap bilangan bulat. bagaimana memperagakan alat peraga manik . Sulitnya memberikan penjelasan bagaimana melakukan operasi hitung pada bilangan bulat secara konkret maupun secara abstrak (tanpa menggunakan alat bantu) Untuk mengatasi hal ini. kerjakan lah latihan berikut! 1) Jelaskan secara tepat.4! 2) Jelaskan secara tepat.(. bagaimana memperagakan garis bilangan untuk menjelaskan bentuk operasi (. Dan jangan lupa.manik untuk menjelas4an bentuk operasi 4 . Yang terpenting. kaitkan lah setiap soal yang Anda sampaikan dengan persoalan dalam kehidupan sehari-hari walaupun tidak semuanya dapat dilakukan. Latihan Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas.6) . sehingga anak akan mengerti kenapa harus ada bilangan negatif yang secara utuh jika digabungkan dengan bilangan cacah menjadi bilangan bulat. maupun dalam bahan pendukung.(khususnya yang menyangkut bilangan yang negatif harus dikaitkan dengan jenis atau bentuk operasi pada bilangan asli seperti yang disampaikan di awal pembahasan bahan ajar ini. serta harus banyak berbuat agar pembelajaran matematika menjadi pelajaran yang menarik dan tidak kering.7 dan (-S) + 8! 3) Apa yang dapat Anda simpulkan tentang gerakan model pada garis bilangan dalam kaitannya dengan gerakan anak panah pada garis bilangan? 29 . Setelah pengertian ini diberikan.

. 4 – 4 = 0 4. 4 . 12. Setelah itu diperintahkan pula beberapa siswa lainnya untuk menyelesaikan soal-soal berikutnya tanpa alat bantu. dan dalam tahap yang mana sebaiknya... 30 . konsep tersebut diperkenalkan kepada siswa? 6) Kajilah beberapa buku pelajaran matematika SD (khusus yang membicarakan pokok bahasan bilangan bulat) di sekitar lingkungan Anda mengajar.... 4 – 2 =2 6. 2. Identifikasilah bentuk-bentuk penyampaian konsep yang kurang tepat.( . 4 -1 =. 3.4) Seorang guru sedang menjelaskan cara penggunaan garis bilangan untuk mengerjakan operasi hitung 6 .. 4 . sifat-sifat apa saja yang berlaku pada himpunan A = {-3. 4 .. 7) Sifat-sifat apa saja yang berlaku pada operasi pengurangan bilangan bulat? 8) Selidikilah. Untuk nomor 4 sampai 9 diperintahkan nya 6 orang siswa untuk melanjutkan pengisiannya. bagaimana seharusnya penyampaian konsep yang Anda anggap salah tersebut. 4 + 1 =. 4 – 0 =.. 4-(-1) =.. 2.(. 4 + 2 =.(. 11. 10. 1.. 9.. gunakanlah rambu-rambu (petunjuk) jawaban berikut sebagai salah satu solusinya... -1.. -2.3). Menurut Anda.9 dengan hasil peragaan nya sebagai Berikut: Menurut Anda apakah peragaan tersebut sudah sesuai dengan prinsip penggunaan garis bilangan yang dikemukakan dalam modul ini? Jelaskan! 5) Seorang guru sedang memberikan beberapa contoh soal dengan menggunakan garis bilangan untuk beberapa soal berikut: 1. 3} terhadap operasi penjumlahan? Petunjuk Jawaban Latihan Untuk mengetahui benar atau tidaknya jawaban yang Anda buat.4)=. Kemudian diskusikan lah bersama teman-teman sejawat Anda. konsep apakah yang hendak ditekankan oleh guru tersebut.(-5) dan 5 ..2).. 4 + 3 =. 0. 8. 7.. 4 – 3 =1 5.

4) Berdasarkan prinsip penggunaan garis bilangan. Untuk bentuk operasi (-5) + 8. Dan perhatikanlah pada skala berapa model tersebut berhenti. pada skala berapa model tersebut berhenti. letakkan pula 8 buah manik-manik yang bertanda positif.manik yang tertinggal itulah hasil dari 4 . maka gerakan model yang terjadi sama halnya dengan gerakan anak panah pada garis bilangan.1) Untuk bentuk operasi (-b) . Kemudian. Maka gambar yang terjadi merupakan gambar arah-arah anak panah seperti pada peragaan garis bilangan. dari skala 0 langkahkanlah model ke arah bilangan negatif di skala -b. Kemudian.4. langkahkanlah mundur model tersebut sebanyak 4 langkah dengan muka model menghadap ke bilangan positif (mengapa?). letakkanlah 5 buah manik-manik yang bertanda negatif ke dalam papan peragaan.(-8). Manik-manik yang tidak mempunyai pasangan itulah merupakan hasil dari (-5) + 8. ada langkah-langkah yang salah pada kedua garis bilangan tersebut yaitu kurang tepatnya 31 .7. Sisa manik . barulah kita ambil manikmanik yang bertanda positif sebanyak 7 buah. letakkan lah empat buah manik-manik yang bertanda positif ke dalam papan peragaan. lakukanlah pemetaan antara manik-manik yang bertanda negatif dan positif sehingga menjadi lingkaran penuh. Kemudian. Setelah itu. letakkan pula 3 buah manik-manik yang bertanda positif dan negatif dengan posisi dihimpitkan sehingga menjadi lingkaran penuh. Tentunya ada beberapa manik-manik dengan tanda positif yang tidak mempunyai pasangan. kemudian langkahkanlah mundur sebanyak 8 langkah dengan muka model menghadap ke bilangan negatif (mengapa?) Lalu. kemudian hapuslah gambar modelnya. 2) Untuk bentuk operasi (-5) . dari skala 0 langkahkan model ke arah bilangan negatif dan berhenti di skala -5. Untuk lebih jelasnya. cobalah Anda gambarkan gerakan-gerakan model untuk operasi hitung tertentu. Untuk bentuk operasi 4 . setelah itu. 3) Kalau kita melakukan peragaan menggunakan balok garis bilangan.7.

Silakan anda sendiri yang menyebutkannya. 2. Dan sebaiknya konsep ini diperkenalkan di akhir tahap pengenalan konsep secara semi konkret atau semi abstrak. Untuk menyampaikan pengertian bilangan bulat. E. sebaiknya diawali dengan penyampaian kasus – kasus dalam operasi hitung pada bilangan asli. -3 -2 -1 0 1 2 3 32 . Coba Anda perbaiki kesalahan langkah anak panah tersebut. agar anak dapat mengerti kenapa harus ada bilangan bulat. penggunaan garis bilangan. atau pengenalan istilah lawan. 5) Yang ditekankan adalah konsep a . 6) Umumnya banyak kesalahan dalam penyampaian konsep pengertian bilangan bulat. sebaiknya dilakukan dalam 3 tahap. Kalau hasil kajian anda benar. Dalam menyampaikan konsep operasi hitung bilangan bulat. lengkapilah tabel yang ada di halaman berikut: + -3 -2 -1 0 1 2 3 kemudian kajilah seperti npda waktu membahas sifat – sifat penjumlahan pada bilangan bulat.b = a + (-b) atau a . 7) Sifat yang berlaku pada pengurangan bilangan bulat hanya sifat ketertutupan. maka ada beberapa sifat yang tidak memenuhi syarat. Rangkuman 1.memperagakan gerakan anak panah untuk bilangan-bilangan keduanya. 8) Untuk menyelidikinya. yaitu: tahap pertama : Tahap pengenalan konsep secara konkrit.(-b) = a + b.

Kurang tepatnya-memberikan pengertian bilangan bulat. e.(-b) sebagai a+b. Pada penjumlahan bilangan bulat berlaku sifat-sifat: a. Tertutup.sebagai operasi hitung dengan tanda + / .sebagai bilangan. b.Tahap kedua semi abstrak Tahap ketiga : Tahap pengenalan konsep secara semi konkrit atau : tahap pengenalan konsep secara abstrak 3. d. Adanya unsur identitas penjumlahan (bilangan 0). 33 . Untuk menghindarkan salah penafsiran hendaknya dibedakan bentuk penulisan tanda . Pada pengenalan konsep secara konkrit sebaiknya diperkenalkan melalui alat peraga. seperti balok garis bilangan dan manik – manik. Salah penafsiran bentuk a + (-b) sebagai a . Penggunaan alat peraga atau garis bilangan yang menyimpang dari prinsip kerjanya. 5. 4. c.b atau a . Masih banyak para guru dan siswa yang tidak dapat membedakan antara tanda + / . Sedangkan pada pengurangan nya hanya berlaku sifat yang pertama.negatif d. Masih cukup banyak ragam permasalahan dalam pembelajaran bilangan bulat. Komutatif. Pada tahap pengenalan konsep secara semi konkrit atau semi abstrak dapat mempergunakan garis bilangan. Asosiatif. c. 8.sebagai operasi hitung dan sebagai jenis bilangan. 6. yaitu sifat tertutup. b. Sedangkan pada tahap pengenalan konsep secara abstrak dapat dilakukan dengan memberikan contoh – contoh soal yang berpola atau mempunyai keistimewaan – keistimewaan. Adanya unsur invers aditif (linear). 7. Ataupun alat peraga lan selama prinsip kerjanya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. seperti: a.

.Tes Formatif Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. 15 ..2 D. 20 + 5 = … 2..e. …. 7 + (-2) C. Kemudian digabung dan dipasangkan.Pernyataan tersebut menyatakan …. A. 9 . kemudian dibelikan lagi 2 kelereng berwarna hitam (menyatakan bilangan bulat negatif). Sulitnya memberikan penjelasan bagaimana melakukan operasi hitung pada bilangan bulat secara konkret maupun secara abstrak... F. -6 + 3. B. 6 + (-2) B..(-2) 4.. A. + 8 = 5 C.. 13 + … = 17 D. Bentuk-bentuk kalimat matematika nerikut yang dapat dijadikan sebagai awal pembahasan bilangan bulat adalah ..7 = …. 6 D. 7 + 2 B. 2 2 2 Peragaan pengerjaan hitung bilangan bulat di atas menyatakan pengerjaan A. 6 + C. kecuali. 5 . Pernyataan di bawah ini benar. Ali dibelikan 6 kelereng berwarna putih (menyatakan bilangan bulat positif). 34 .

tertutup 35 .. (-15) + 20 C... komutatif B. 6 + (-4) 6. semi konkret C. 20 .(-15) sama artinya dengan bentuk operasi hitung. asosiatif C.. 6 + (-2) D. kecuali.. 110 . konkret B.. D.( -23) = 23 5.(-2) C.(-15) D. A.133 23 + ( -23 ) = 0 C. abstrak 7... A. – 110 + 23 = .15 B. Pada operasi pengurangan bilangan-bilangan bulat tidak berlaku sifat sifat berikut. Penggunaan dua buah mistar hitung untuk melakukan operasi hitung bilangan bulat lebih dapat digunakan untuk mengenalkan konsep secara . 20 .4 1 2 3 4 5 6 7 B.(. Peragaan pada garis bilangan di bawah ini menyatakan pengerjaan hitung 0 A.. (-20) + 15 8. semi abstrak D. 6 .23) = 133 B. A.A. 0 . Bentuk operasi hitung 20 . 6 .

(-11 -10) m /detik C. 1 m/detik B. ada unsur inversinya 9. Dari utara tertiup angin dengan kecepatan 11 m/detik. Masih terkait soal nomor 9. A. (11 . bentuk operasi untuk menyatakan kecepatan burung ke arah utara tersebut adalah..... Gambarlah perkalian 5 − 3 dengan menggunakan garis bilangan 36 . 21 m/detik 10. (10 . (10 + (-11)) m /detik Kerjakan 1. A.(-11)) m /detik D. maka besarnya kecepatan burung tersebut ke arah utara adalah. -21 m/detik D. Seekor burung terbang ke utara dengan kecepatan 10 m/detik.10) m /detik B.. -1 m/detik C..D. Gambarlah penjumlahan 5 + (– 3) dengan menggunakan kartu 2 warna yang berbeda: (hitam dan putih) 2.

yaitu: . juga berguna untuk memperluas wawasan pengetahuan Anda. Kompetensi dan Indikator Kompetensi: • Mengalikan bilangan bulat • Membagi bilangan bulat • Mampu melakukan perkalian dua bilangan bulat positif • Mampu melakukan perkalian bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif • Mampu melakukan perkalian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif • Mampu melakukan perkalian dua bilangan bulat negatif • Mampu melakukan pembagian dua bilangan bulat positif • Mampu melakukan pembagian bilangan negatif dengan bilangan positif • Mampu melakukan pembagian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif • Mampu melakukan pembagian dua bilangan bulat negatif Indikator B. Seperti halnya pada waktu membahas operasi penjumlahan dan pengurangan.BAB III KEGIATAN BELAJAR 2 PEMBELAJARAN PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BILANGAN BULAT SERTA PERMASALAHANNYA A. Di samping sebagai materi tambahan. Namun hal ini perlu Anda pelajari pu1a dengan sungguh-sungguh. Uraian Materi Materi yang akan dibahas dalam Kegiatan Belajar 2 ini dapat dikatakan sebagai materi pengayaan. maka untuk mengenalkan konsep operasi hitung perkalian dan pembagian pada sistem bilangan bulat juga dilakukan melalui 3 tahap. sehingga Anda sendiri nantinya punya cukup bekal untuk menyampaikan pengetahuan ini kepada siswa agar tidak terjadi penyampaian konsep yang tidak pada tempatnya.

untuk mencari hasil dari a x b sama halnya dengan cara menunjukkan penjumlahan b + b + b + . 38 . Jika a x b dengan a > 0 dan b > 0. Namun. Berarti. maka prinsip kerja yang Pasang model (mobil) pada skala 0 dan menghadap ke kanan harus dijalankan adalah: (bilangan positif). pada bahan pendukung. maka dapatlah diperlihatkan bentuk . dapat kita tekankan bahwa sebenarnya perkalian pada suatu bilangan dapat diartikan sebagai penjumlahan berulang. Dari uraian yang singkat ini. telah diketahui bahwa “3 x 4” (yang dibaca tiga kali empat) diartikan sebagai “4 + 4 + 4” sedangkan “4 x 3” (yang dibaca empat kali tiga) diartikan sebagai “3 + 3 + 3 + 3”. + b sebanyak a kali. Operasi hitung perkalian bilangan bulat (Pengenalan konsep secara konkret). yaitu: 1. a. tahap pengenalan konsep secara semi konkret dan tahap pengenalan konsep secara abstrak. C. Pada operasi perkalian bilangan cacah. Sebelum membahas perkalian bilangan bulat.tahap pengenalan konsep secara konkret. sedangkan untuk tahap pertama dan tahap kedua dapat Anda pelajari.. ada baiknya Anda pelajari terlebih dahulu bahasan materi yang ada dalam bahan pendukung. dan sifat-sifat yang berlaku pada perkalian bilangan Asli dan Cacah yang mungkin pernah Anda ajarkan kepada siswa Anda di SD kelas rendah. Selanjutnya karena materi yang ada pada kegiatan belajar ini sifatnya pengayaan. cobalah Anda kaji kembali pengertian tentang perkalian bilangan Asli dan Cacah. Berpedoman pada prinsip tersebut.. maka pembahasannya diarahkan ke dalam tahap yang ketiga.bentuk peragaan perkalian bilangan-bilangan bulat menggunakan garis bilangan dengan berbagai kemungkinannya. agar materi yang Anda pelajari ini dapat diterima secara berkesinambungan sebelum melanjutkan pembahasan materi yang ada dalam bahan ajar ini.

dan setiap langkah sebanyak b satuan c. Kedudukan akhir model menunjukkan hasil perkaliannya. tiap gerakan 2 satuan. Langkahkan model (mobil) maju sebanyak a langkah. Langkahkan model mundur sebanyak a langkah. Pasang model pada skala 0 dan menghadap ke bilangan negatif b. maka prinsip kerja yang a. dan setiap langkah sebanyak b satuan... Contoh 2: 3 x (-2) = … ? harus dijalankan adalah: -6 + -4 -3 -2 -5 . 2. b.. maka prinsip kerja yang harus dijalankan adalah: a. 2 Arah mobil menghadap ke kanan dan -1 0 gerakannya mundur 3 kali. c. dan setiap Kedudukan akhir model menunjukkan hasil perkaliannya langkah sebanyak b skala Langkah Peragaan: Contoh 1: 3 x 2 = . Pasang model pada skala 0 dan menghadap ke bilangan negatif.b. Jika a x b dengan a < 0 dan b > 0. Jika a x b dengan a > 0 dan b < 0. ? 0 . 2. c.. Kedudukan akhir model menunjukkan hasil perkaliannya 39 . Langkahkan model maju sebanyak a langkah. 2 1 2 3 4 5 6 7 Arah mobil menghadap ke kanan dan gerakannya maju 3 kali. tiap gerakan 2 satuan.

6 7 40 . dan setiap langkah sebanyak b satuan c. Pasang model pada skala 0 dan menghadap ke bilangan negatif. 3x4=4+4+4=12.bilangan Asli dan Cacah sebagai berikut: a. Kedudukan akhir model menunjukkan hasil perkaliannya. Perkalian mundur 3 Bulattiap gerakan 2 satuan. tiap gerakan 2 satuan. Contoh: -3 x (-2) = . -5 -4 -3 -2 -1 0 3. b. Bulat Positif Bilangan kali. Positif dengan Bilangan Menggunakan Pola Bilangan Mengalikan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif caranya sama seperti: pada waktu melakukan perkalian pada bilangan . c. maka prinsip kerja yang harus dijalankan adalah: a.Contoh 3: ..3 x 2 = … -6 1 7 + . Jika a x b dengan a < O dan b < 0. Langkahkan model mundur sebanyak a langkah. b. 0 2 5 1 2 3 4 5 1 7 + Arah mobil menghadap ke kiri dan gerakannya . 4x3=3+3+3+3 =12. 3 x 7 = 7 + 7 + 7 = 21.Arah mobil menghadap ke kiri dan gerakannya 2 maju 3 kali.. ..2 1.

4) x 2 .4 ) = .4 ) = .8 ) = . c.Dari contoh tersebut.4 ) .5 ) x 2 . b . 4 x ( . 2 x ( . Perkalian Bilangan Bulat Negatif dengan Bilangan Bulat Positif Pada sub bahasan ini masih akan membicarakan perkalian antara bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif. 2.4 ) + ( . Selanjutnya dengan menggunakan pengertian tersebut. atau 3 x 4 = 4 + 4 + 4 = 1 2 . Lalu.3 ) sama artinya dengan (-3) + (-3) + (-3) + (-3) = -11. Artinya kita akan mencari tahu bagaimanakah cara menghitung soal seperti: (.1 2 . 4 x ( .3 ) . Perkalian Bilangan Bulat Positif dengan Bilangan Bulat Negatif Pada subbahasan di atas telah dijelaskan bahwa 3 x 4 sama artinya dengan penjumlahan berulang terhadap bilangan 4 sebanyak 3 kali.1 2 . tetapi dengan penempatan yang berbeda.1 6 . ( . jadi 2 x ( .1 2 . Tentunya proses pengerjaannya tidak dapat dilakukan menggunakan prinsip penjumlahan berulang seperti contoh di atas. Dari keterangan serta penjabaran contoh di atas. 3.8 ) sama artinya dengan (-8) + (-8) = -16. cobalah Anda kerjakan soal-soal perkalian berikut: 3 x ( . dan 2 x ( .perkalian berikut: 41 .6 ) x 2 . dapatlah disimpulkan bahwa: Hasil kali dua buah bilangan bulat positif adalah bilangan bulat positif.4 ) sama artinya dengan (-4) + ( . 3 x ( . ( . Silakan! Kemudian bandingkan lah jawaban Anda dengan keterangan berikut: a . jadi 4 x ( . memberi petunjuk kepada kita bahwa "hasil kali bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat negatif'. jadi: 3 x ( . dan seterusnya dengan posisi bilangan negatif letaknya pada bilangan pertama. bagaimana caranya? Pandang bentuk perkalian .8 ) .3 ) = .

-4 x 2 = .. Hasil-hasil perkalian dari urutan yang teratas ke urutan berikutnya selalu "berkurang 2" (dari 8 ke 6 berkurang 2. yaitu 0.. dikurang 2 42 . dikurang 2 di dapat dari hasil kali bilangan di atasnya. yaitu (.4).. Dalam kelompok tersebut terlihat bahwa dari urutan teratas sampai urutan di bawahnya.. -3 x 2 = . maka dapatlah kita tentukan hasil kali bilangan-bilangan yang ada di bawah garis putusputus. dari 6 ke 4 berkurang 2.. dan seterusnya). Dengan memperhatikan pola atau aturan yang terlihat dari perkalian di atas. ? Amati hasilnya. yaitu: (-1) x 2 = (-2) (-2) x 2 = (-4) (-3) x 2 = (-6) di dapat dari hasil kali bilangan di atasnya. Sedangkan bilangan yang dikalinya tetap. di dapat dari hasil kali bilangan di atasnya...2). perhatikan polanya. dikurang 2... -2 x 2 = .. Simpulan: Hasilkali bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif bulat . amati dan kajilah keterangan berikut: Perhatikan perkalian-perkalian pada contoh di atas. dari 3 ke 2 berkurang 1. dengan pola tersebut jawablah pertanyaan apa yang dapat kamu adalah simpulkan bilangan Untuk dapat melengkapi hasil perkalian di atas. yaitu 2... dan seterusnya).4 x 2 = 8 3 x 2 = 6 2 x 2 = 1 x 2 = 4 2 -2 (berkurang 2) -2 -2 -2 -2 0 x 2 = 0 -1 x 2 = . bilangan pengali selalu "berkurang 1" (dari 4 ke 3 berkurang l. yaitu (.

. 2.? positif yang dapat kamu simpulkan 1 x (-2) = -2 Dari pola-pola tersebut apa yang dapat Anda simpulkan? Ya. Gunakan pola-pola perkalian seperti pola di atas: 4 x (-2) = -8 3 x (-2 ) = -6 2 x (-2 ) = -4 -3 x (-2) dan Amati hasilnya. 4.(. 3.. dikurang 2.. (-4) x 6 = -24. 0 x (-2) = 0 perhatikan -1 x (-2) = . -2 x (-2). dengan -2 x (-2) = . yaitu: "hasil kali bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif adalah bilangan bulat negatif'. (-3) x 9 = -27. yaitu (-6). maka akan selalu menghasilkan bilangan bulat negatif. polanya... Selanjutnya kita dapat menyelesaikan soal-soal seperti: 1... Dan jika perkalian ini diteruskan.. pola tersebut -3 x (-2) = . (-5) x 7 = -35.4) x 2 = (-8) di dapat dari hasil kali bilangan di atasnya. kesimpulan yang dapat diperoleh adalah: "hasil kali dua buah bilangan bulat negatif merupakan 43 . 4. jawablah Simpulan: pertanyaan apa Hasilkali bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat . seterusnya. Perkalian Bilangan Bulat Negatif dengan Bilangan Bulat Negatif Pada subbahasan ini kita akan membahas bagaimana menentukan proses penyelesaian soal-soal seperti -1 x (-2).. Dari pola-pola di atas maka kita dapat menarik suatu kesimpulan. (-2) x 8 = -16.

(-9) x (-6) = 54 4. dengan skala sebesar bilangan pembaginya (misal b). Operasi Pembagian Pada Bilangan Bulat Operasi pembagian pada dasarnya sama dengan mencari faktor (bilangan) yang belum diketahui. Dari bentuk ini. Dengan demikian kita dapat menyelesaikan soal-soal seperti: 1. (bilangan bulat positif x (bilangan bulat negatif) = (bilangan bulat negatif). (-15) x (-20) = 300 Lengkaplah semua perkalian yang mungkin pada bilangan-bilangan bulat. maka pada operasi hitung pembagian pada bilangan bulat pada tahap "pengenalan konsep secara konkret juga dapat di dekati dengan menggunakan alat peraga balok garis bilangan. Dalam pembagian hal tersebut dapat dinyatakan dengan bentuk 12 : 3 = n atau 12 : 4 = n. maka posisi awal model. Karenanya bentuk pembagian dapat dipandang sebagai bentuk operasi perkalian dengan salah satu faktor nya belum diketahui. sehingga dengan mudah kita dapat menghitung hasil kali sebarang dua buah bilangan bulat. untuk memperagakan hasil pembagian bilangan bulat dengan menggunakan balok garis bilangan ini. D. Posisi awal model tergantung pada bilangan pembaginya. baik maju maupun mundur agar dapat sampai ke bilangan a. bagaima7akah proses mencari nilai n-nya? Seperti halnya pada operasi hitung penjumlahan. “menghadap ke bilangan positif.bilangan bulat positif'. maka posisi awal model “menghadap ke bilangan negatif. pengurangan. Bila bilangan pembaginya merupakan bilangan positif (b > 0). Sebagai contoh. kalau dalam perkalian 3 x 4 = n. prinsip kerja yang harus diperhatikan adalah: Untuk menuju bilangan yang akan dibagi (misal a). (-4) x (-5) = 20 3. bila bilangan pembaginya merupakan bilangan negatif (b < 0). (bilangan bulat negatif) x (bilangan bulat negatif) = (bilangan bulat positif). Sebaliknya. (-6) x (-5) = 30 6. maka tentu nilai n = 12. (-7) x (-3) = 21 2. berapa langkahkah kita dapat menjalankan model. Selanjutnya. (-8) x (-7) = 56 5. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa: (bilangan bulat positif x (bilangan bulat positif) = (bilangan bulat positif). (bilangan bulat negatif) x (bilangan bulat positif) = (bilangan bulat negatif). 44 . dan perkalian.

2. berarti posisi awal model menghadap Untuk sampai ke bilangan -6 model bergerak mundur sebanyak 3 masing-masing langkah sebanyak 2 skala (bilangan a. banyak . seperti halnya pada operasi-operasi sebelumnya maka pada operasi pembagian pun prosesnya diarahkan kepada bagaimana “menggunakan garis bilangan".? 1. 3..6 : 2 =. maka hasil baginya merupakan bilangan positif yang besarnya sesuai dengan jumlah langkah yang terjadi. perhatikan peragaan beberapa contoh berikut. dalam tahap pengenalan konsep secara semi konkret. untuk kelancaran memahami proses kerja alat ini.. 2. Dari soalnya diketahui b < 0.. sedangkan jenis bilangannya ditentukan oleh “gerakan maju atau mundurnya model”.Bilangan yang merupakan hasil pembaginya ditentukan dari jumlah langkah. Selanjutnya. . langkah dengan pembaginya 2).. sebanyak 3 langkah). maka hasil baginya merupakan bilangan negatif yang besarnya sesuai dengan langkah yang terjadi. bernrti posisi awal model Untuk sampai ke bilangan -6 model bergerak maju sebanyak 3 langkah dengan masing-masing langkah sebanyak 2 skala (bilangan 3.. bila model bergerak mundur dengan jumlah langkah tertentu. 1. 45 .? ke bilangan positif pada skala 0. Hasil dari – 6 : 2 = -3 (diperlihatkan oleh mundurnya model sebanyak 3 langkah). – 6 : -2 = .banyaklah berlatih dengan contoh-contoh yang Anda buat sendiri. pembaginya -2). . Hasil dari -6 : -2 = 3 (diperlihatkan oleh majunya model menghadap ke bilangan negatif pada skala 0. Sementara itu. Selanjutnya. Bila model bergerak maju dengan jumlah langkah tertentu. . Dari soalnya diketahui b > 0.. b. Untuk lebih jelasnya.

Dengan demikian dapat lah dikatakan bahwa “pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian”. atau 2) Berapakah nilai 15: 3? Dua pertanyaan di atas. (-72): (-9) = … d 45:5 =. b.Demikian uraian singkat bagaimana seharusnya menanamkan konsep operasi hitung pembagian bilangan bulat dalam tahap konkret dan semi konkret. Jadi.. sehingga 12 : 4 = 3 sedangkan dari bentuk 3 x n = 12 didapat n = 4. sebab (-5) x (-8) = 40 c. 7 x c = 28. Yang menjadi pertanyaannya adalah. Untuk mencari nilai a. Coba Anda perhatikanlah bentuk-bentuk perkalian berikut: perkalian tersebut.. sehingga 12 : 3 = 4. c dari perkalian- 46 . berapakah nilai a.. 40: (-8) =. 3 x a =15. Berarti 12: 4 = n ⇔ 4 x n = 12 dan 12: 3= n ⇔ 3 x n = 12 Dari bentuk 4 x n = 12 didapat n = 3. Bagaimana dengan nilai b dan c? Uraian di atas memberikan petunjuk kepada kita bahwa membagi 15 dengan 3 sama artinya dengan mencari bilangan yang harus dikalikan 3 untuk memperoleh 15. uraian berikut akan dipaparkan bagaimana seharusnya kita menanamkan konsep operasi hitung pembagian pada bilangan bulat secara semi abstrak atau abstrak. berarti pula nilai dari 15 : 3 = 5 p a = S. sama artinya dengan mencari jawab pertanyaan berikut: 1) Bilangan manakah yang jika dikalikan dengan 3 menghasilkan 15. tentunya menghasilkan bilangan yang sama. Penyelesaian a. (-48):6 =. Jadi bila dalam pertanyaan pertama sudah pasti bilangan yang dimaksud 5. Selanjutnya. Hitunglah pembagian bilangan-bilangan bulat berikut: a. b. 40: (-8) = -5... 4 x b = I2.. 15: 3 = 5 ⇔ 3 x 5 =15.

Jika hasil penyederhanaan anda benar maka diperoleh bentuk x≤5. -7 25 1 7 + A. -2 x 3 C.. 2 B. (bilangan bulat negatif) x (bilangan bulat positif) = (bilangan bulat negatif). (bilangan bulat positif) : (bilangan bulat negatif) = (bilangan bulat negatif). 2 x 3 -2 x (-3) Peragaan pada garis bilangan di bawah ini menyatakan pengerjaan hitung -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 47 . F. Operasi pembagian pada dasarnya adalah proses perkalian faktor yang belum diketahui dari suatu perkalian. Dalam perkalian bilangan bulat berlaku: (bilangan bulat positif) x (bilangan bulat positif) = (bilangan bulat positif). (bilangan bulat positif) x (bilangan bulat negatif) = (bilangan bulat negatif). 3. Rangkuman sebab (-8) x b = . Tes Formatif 2 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1. 1. Dalam pembagian bilangan bulat berlaku: (bilangan bulat positif) : (bilangan bulat positif) = (bilangan bulat positif). (-48): 6-= -8. d. 2. (bilangan bulat negatif) x (bilangan bulat negatif) = (bilangan bulat positif).48 sebab 9 x 5 = 45 c. (bilangan bulat negatif) : (bilangan bulat positif) = (bilangan bulat negatif) (bilangan bulat negatif) : (bilangan bulat negatif) = (bilangan bulat positif).b. 4. (-72): (-9) = 8. D. 2 x (-3) . sebab 8 x (-9) = -72 E. Operasi perkalian bilangan-bilangan bulat pada dasarnya merupakan operasi penjumlahan yang dilakukan secara berulang. 45: 5 = 9.

( -100 ) = 0 . kecuali. Pernyataan di bawah ini benar. B.. D. A. 2 B. C. -7 25 1 7 + A. A. kemudian dilangkahkan mundur 3 kali dengan setiap langkah 4 skala. ..100 : 100 . 6....100 + (100) = 0 .2.. Pernyataan di bawah ini benar. 3. 2 x (-3) . B. D. -2 x 3 C. kecuali. 4..100 : -100 = -1 = -1 Bila model yang dipasang pada skala 0 dan menghadap ke bilangan negatif. B. C. A. D. 5.100 .( -2 ) = 4 0 : 2 = 0 2 : (-2) = -1 2 + ( -2 ) = 0 2 x ( -2 ) = -4 0 2 = 2 0 x (-2) = 0 2 x 3 -2 x (-3) Peragaan pada garis bilangan di bawah ini menyatakan pengerjaan hitung -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 Pernyataan di bawah ini benar. C. maka peragaan ini menunjukkan operasi hitung. 2 . A. (-3) x (-4) 48 .. kecuali.( -2 ) = 0 2 .. D.

D. maka bentuk formula dari keliling tersebut adalah. A. 9. 3x(-4) (-4)x(-3) (-4)x3 Bila operasi * pada bilangan bulat didefinisikan sebagai a * b = a+b-7 maka nilai x sehingga untuk setiap bilangan bulat a berlaku x * a = a adalah. A. (14x20)+ (14x1) B. (10x95)-(2x95) Bentuk perkalian 8x 45 dapat ditulis seperti berikut... (10x19)+(4x9) D. Bila K adalah keliling persegi panjang tersebut... C.. 7. A.. K = 6x+4 49 . (8x100) + (8x5) D. (8x100) – (8x5) C. Bentuk perkalian 14 x 15 dapat dinyatakan sebagai . Suatu persegi panjang diketahui panjangnya (2x-3) cm dan lebarnya (x+1) cm.. (14x20)+(14x(-1) C. -7 0 7 14 8. (8x90) + (8x5) B. (10x19)-(4x19) 10. kecuali. K = 4x+6 B.B..

Gambarlah perkalian . Buktikan bahwa perkalian pendekatan pola bilangan 2.3 x 2 dengan menggunakan garis bilangan 5 X (– 3) = .15 dengan menggunakan 50 . K =4x-6 Kerjakan 1.C. K = 6x-4 D.

Kompetensi dan Indikator Kompetensi: • Mengenal bilangan pecahan sederhana • Menjumlah dan mengurang bilangan pecahan • Mengalikan dan membagi bilangan pecahan Indikator • Mampu mengenal pecahan biasa • Mampu menjumlahkan dan mengurangkan bilangan oecahan • Mampu mengalikan dan membagi bilangan pecahan B. Pengalaman anak tentang pecahan Anak-anak sudah sejak kecil mengalami arti pecahan dalam kehidupan sehari-hari. melainkan hanya separuh saja. Demikian juga anak-anak kerapkali dihadapkan kepada situasi di mana mereka harus membagi 8 kelereng (duku) diantara beberapa anak. sehingga anak tahu apa yang disebut separuh (setengah). Contoh: 51 . atau satupisang goreng atau satu semangka menjadi beberapa bagian bukan pekerjaan yang asing lagi. Banyak anak dalam keluarga mereka masing-masing tidak mendapat satu telur asin. Betapa orang tua sukar untuk membagi telur atau mangga atau kue mejadi dua atau tiga atau empat bagian yang betul-betul dapat memuaskan masing-masing anak. seperempat dan lain-lain.BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 PEMBELAJARAN BILANGAN PECAHAN DAN PERMASALAHANNYA A. Materi 1. Membagi satu telur asin. sepertiga. Peristiwa demikian di dalam rumah merupakan pengalaman-pengalaman tentang pecahan bagi anak-anak.

Kemudian guru bertanya “ Berapa bagian kita dapat?’ Anak-anak : “ dua bagian” Guru : “ Berapa besar tiap bagian?” Anak-anak: “separuh.Banyaknya kelereng berwarna merah ada 3 buah. cucur). 52 . Perbandingan antara kelereng berwarna merah dengan kelereng berwarna kuning ada 3 : 5 atau 3 . Supaya seluruh anak ikut aktif. tempe) ke sekolah. Menanamkan pengertian tentang pecahan Tahap pertama (menggunakan benda konkret) Sekalipun anak-anak sudah ada “pengertian” tentang pecahan berdasarkan pengalaman-pengalaman diluar sekolah. kita berpindah kepada alat –alat pengajaran (alat peraga) yang lain. Tiap bagian disebut “seperempat”. Kali ini menggunakan kertas. Banyaknya kelereng berwarna kuning ada 5 buah. setengah. Guru memperagakan bagaimana membagi apel menjadi 2 bagian yang sama besar. seperdua”. anak –anak masih memerlukan banyak pengalaman lagi agar supaya mereka dapat memahami arti pecahan. Kata-kata ini tidak asing bagi anak karena sudah banyak mereka dengar dan alami dalam kehidupan sehari-hari. hendaknya kepada tiap-tiap anak diberikan sehelai kertas dan sebuah gunting. Untuk keperluan itu guru membawa beberapa jenis kue (apem. buah-buahan ( apel. Pekerjaan ini kemudian dilanjutkan oleh guru untuk membagi semangka menjadi 4 bagian yang sama besar. Tahap kedua Dari kue dan buah-buahan. 5 2. makanan ( tahu. pisang. semangka).

yaitu lipatan yang satu tepat menutup lipatan yang lain. atau seperdua.Guru: “Lipatlah kertasmu menjadi 2 bagian yang sama besarnya (lipatannya tepat saling menutupi satu sama lain)”. Beberapa bentuk lipatan antara lain adalah: Gambar 4.1. 53 . Beberapa bentuk guntingan mungkin sebagai berikut. 2 Mintalah setiap siswa untuk melipat kembali satu kali kertasnya. kemudian menggunting tepi lipatan dan terjadi lepatan kertas yang mempunyai dua lipatan yang tepat dapat saling menutup. Beri kesempatan kepada mereka untuk membuka dan menutup lipatan kertas masing-masing sampai mereka merasakan bahwa satu lembaran kertas mempunyai dua lipatan yang sama. Masing-masing anak diminta mengambil kertasnya satu lembar dan melipatnya sesuai dengan keinginan masing-masing sehingga lipatan yang satu dapat menutup lipatan yang lain.2. ditulis dengan lambang pecahan 1 . Katakan kepada mereka 1 lipatan dari 2 lipatan yang sama disebut setengah. dengan jalan melipat garis lipatan sehingga tepat berhimpitan. Anak-anak melipat dengan berbagai cara: Mintalah kepada setiap siswa untuk menyediakan lembaran-lembaran kertas. Gambar 4. Kemudian mintalah mereka memotong tepi lembaran kertas yang bukan lipatan.

duaperempat. . angka “1 disebut pembilang”. dan empatperempat. maka kita dapat pula mengenalkan letak pecahan pada garis bilangan. sedangkan angka “4 disebut 4 Apabila kita menggunakan pita atau tongkat yang dipotong dengan pendekatan pengukuran panjang. tigaperempat. yaitu lipatan yang satu dan yang lain tepat bisa saling menutup. Katakan kepada mereka pengertian atau makna seperempat. dan seperti 4 8 3 6 1 3 Pada pecahan penyebut”. 1 . Pita dipotong menjadi 2 sama panjang untuk memperagakan pecahan 1 2 1 2 0 0 1 2 1 54 .Beri kesempatan kepada mereka untuk membuka dan menutup lipatan kertas masing-masing sampai mereka merasakan bahwa satu lembaran kertas mempunyai empat lipatan yang sama. Peragaan tersebut di atas dapat dilanjutkan untuk pecahan gambar di bawah ini: 1 1 1 1 .

Peragaan dengan benda konkret Contoh: Kita akan menunjukkan bahwa 1 2 4 = = dengan menggunakan 3 lembar 2 4 8 kertas yang berbentuk persegi panjang yang konkruen. Pecahan Senilai Pecahan senilai biasanya disebut juga pecahan yang ekuivalen. Untuk menentukan pecahan yang senilai dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Bila digambarkan lipatan-lipatan tersebut sebagai berikut: 8 1 lembar kertas yang ke-1 Dilipat menjadi 2 bagian yang sama Y Yang di arsir 1 lembar kertas yang ke-2 Dari lipatan pertama dilipat lagi menjadi 2 bagian sama Yang di arsir 1 lembar kertas yang ke-3 Dari lipatan yang kedua dilipat lagi menjadi 2 bagian yang sama 55 Yang diarsir . sehingga bagian yang diarsir diperoleh 1 .Pengenalan letak pecahan pada garis bilangan tersebut sangat bermanfaat untuk mencari pecahan yang senilai. sehingga bagian yang diarsir diperoleh Kemudian dilipat lagi menjadi 8 bagian yang sama. Satu lembar kertas dilipat menjadi 2 bagian yang sama. 4 menjadi 4 bagian yang sama. Kemudian dilipat lagi 2 2 . Anggap satu lembar kertas itu sebagai satu bagian utuh. sehingga bagian yang diarsir diperoleh 4 .

Peragaan dengan garis Bilangan Pecahan senilai dapat pula ditunjukkan dengan garis bilangan.Dari gambar di atas jelas bahwa 4 8 1 2 4 1 2 senilai dengan dan atau = = 2 4 8 2 4 1. Berikut ini ditunjukkan beberapa pecahan senilai dengan menggunakan garis bilangan. 0 1 2 1 3 2 3 3 4 1 0 0 1 4 1 1 2 4 56 .

1 1x3 3 3 3:3 1 = = atau sebaliknya = = . 4 4 x3 12 12 12 : 3 4 a axc a:d = = b bxc b:d Secara umum dapat ditulis Pelu pula ditunjukkan kepada siswa bahwa pecahan senilai dapat pula dimanfaatkan untuk mempelajari topik/sub pokok bahasan antara lain : a. mengurutkan pecahan 57 .0 1 6 1 8 2 8 2 6 3 8 3 6 4 8 4 6 5 6 6 8 7 8 1 0 5 8 1 Dengan menggunakan penggaris dapatlah diurutkan dari atas ke bawah dan ditemukan bahwa : 1 2 3 4 = = = 2 4 6 8 1 2 = 4 8 1 2 = 3 6 2 4 = 3 6 3 6 = 4 8 1 = 2 3 4 6 8 = = = = 2 3 4 6 8 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk mencari pecahan yang senilai dapat dilakukan dengan cara mengalikan atau membagi pembilang dan penyebutnya dengan bilangan yang sama. tapi tidak nol.

Pembilang dan penyebutnya tidak sama. maka pecahan yang lebih dari adalah pecahan yang penyebutnya lebih kecil. Contoh. Mengurutkan Pecahan dengan Membandingkan Mengurutkan pecahan dengan membandingkan dapat dilakukan bila penanaman konsep pecahan senilai dengan peragaan konkret pada bagian B dipahami oleh siswa. Pecahan dengan pembilang yang sama. Contoh. bila pembilangnya sama. penjumlahan dan pengurangan pecahan. Untuk mengurutkan dua pecahan yang pembilang dan penyebutnya tidak sama dapat dilakukan sebagai berikut. Penyebutnya sama. Dengan menggunakan peragaan . 3. maka pecahan yang lebih dari adalah yang pembilangnya lebih dari yang lain. 3 3 dengan 7 8 Pada pecahan positip. Contoh: 58 . 2. Sedangkan pada pecahan negatip sebaliknya. Pembilangnya sama. Menggunakan lipatan pita. tali atau ruas garis. Pecahan yang penyebutnya sama mudah dibandingkan.b. 3 5 dengan 7 7 Pada pecahan positip. mudah untuk dibandingkan. a. bila penyebutnya sama. 1.

4 3 Dari gambar tampak bahwa b.Kita menunjukkan mana yang lebih dari antara 2 3 dengan . Yang satu dilipat menjadi 3 bagian yang sama. Selanjutnya dibandingkan. Kita bandingkan 2 3 dengan . dengan cara menyamakan penyebutnya atau 3 4 menentukan pecahan senilainya lebih dahulu. maka dapat ditunjukkan bahwa 12 adalah KPK dari penyebut 3 dan 4. 12 12 4 3 Operasi pada Bilangan Pecahan 1. Dengan 3 4 mengambil dua pita yang panjangnya sama. Penjumlahan pecahan yang penyebutnya sama. seperti gambar di bawah ini. Penjumlahan Penjumlahan pecahan dapat diperagakan dengan model konkret (menggunakan kertas yang dilipat atau gambar) a. yang satu lagi dilipat menjadi 4 bagian yang sama. Dengan menyamakan penyebutnya. maka 9 8 3 2 > jadi > . 2 3 3 4 3 2 > . Karena 9 > 8. 59 . Setelah penyebutnya sama kita bandingkan pembilangnya. 2 8 = 3 12 3 9 = 4 12 Apabila siswa sudah mengenal KPK.

sedangkan penyebutnya tetap. Dengan gambar 2 3 5 + = 6 6 6 Penjumlahan yang berpenyebut sama dapat dilakukan dengan menjumlah pembilangnya.Misal : 2 3 + = . 3 1 Budi mempunyai tali yang panjangnya meter. 3 Jika kedua tali mereka disambung. Bila kalimat disederhanakan menjadi berikut: 60 .. Jadi 2 3 ( 2 + 3) 5 + = = 6 6 6 6 2). 6 6 1).. berapa meter panjangnya? Ali mempunyai tali yang panjangnya Langkah pembelajaran: • • Guru membimbing siswa membaca dan mengartikan kalimat-kalimat dalam soal tersebut. Dengan garis bilangan 0 1 6 2 6 3 6 4 6 5 6 1 2 3 5 + = 6 6 6 Mulai dari 0 (nol) 2 dan 6 3 5 menjadi 6 6 anak panah yang terakhir menunjukkan melangkah ke kanan dilanjutkan dengan hasilnya) Soal cerita: 2 meter.

. meter • Menemukan kata kunci yaitu “disambung” yang berarti tali bertambah panjang atau dijumlah. 5 5 5 61 . Pengurangan Pengurangan pecahan dapat diragakan dengan model konkret Misal: 3 1 = . • Soal disajikan dalam bentuk gambar: • • disambung Langkah pengerjaan menjadi berikut: Tali mereka disambung : ( 2 1 3 + ) meter = meter = 1 meter 3 3 3 2.2 meter 3 1 Tali Budi meter 3 Berapa meter tali mereka bila disambung? Tali Ali • Menemukan apa yang 2 Diketahui : Tali Ali meter 3 1 Tali Budi meter 3 Ditanyakan: Tali mereka = .... 5 5 1). Dengan menggunakan gambar (luasan) 3 1 2 = 5 5 5 Luas daerah yang diarsir semula adalah 3 1 2 diambil (arsiran lain) menjadi .

10 Cokelat Ahmad 3 1 dan dilanjutkan ke kiri menjadi 5 5 62 . Dengan garis bilangan 0 1 5 2 5 3 5 4 5 1 3 1 2 = 5 5 5 Mulai dari 0 (nol) melangkah ke kanan 2 5 ( anak panah yang terakhir menunjukkan hasilnya) Soal cerita 7 bagian 10 3 Diberikan kepada adiknya bagian 10 Tinggal berapa bagian cokelat Ahmad sekarang? Cokelat Ahmad tinggal Langkah pembelajaran: • • Guru membimbing siswa membaca dan mengartikan kalimat-kalimat dalam soal tersebut. 3 1 ( 3 − 1) 2 − = = 5 5 5 5 Jadi 2). 10 3 Diberikan adiknya bagian. dapat disimpulkan bahwa pengurangan pecahan yang berpenyebut sama dapat dilakukan dengan mengurangkan pembilangnya. sedangkan penyebutnya tetap.Dari peragaan di atas. Bila kalimat disederhanakan menjadi berikut: 7 bagian.

bagian? Diketahui: Cokelat Ahmad • • Menemukan kata kunci yaitu “diberikan” yang berarti cokelat berkurang atau dikurang.Cokelat Ahmad sekarang tinggal = .. Perkalian 1 3/4 2/4 1/4 1 1 3/4 2/4 1/4 0 1/5 2/5 3/5 4/5 0 1/5 2/5 3/5 4/5 1 2/4 x 3/5 = 6/20 63 . Soal disajikan dalam bentuk gambar: • Langkah pengerjaan menjadi berikut: Cokelat Ahmad sekarang tinggal = ( 7 3 4 ) bagian = bagian. 10 10 10 2. bagian?  Menemukan apa yang 7 bagian... 10 Ditanyakan: Cokelat Ahmad sekarang tinggal = .. 10 3 Diberikan adiknya bagian.

1. Tunjukkan paling sedikit tiga gambar yang menyatakan pecahan 1 ! 4 2. 3. 64 1 1 1 1 1 5 5 5 5 5 sisa Satu empat perlimaan 1 5 . Tunjukkan cara lain untuk menyatakan 1 × ! 2 5 Petunjuk Jawaban Latihan Gunakan rambu-rambu atau kunci jawaban berikut untuk mengetahui benar atau tidaknya jawaban yang Anda buat. 2.9 C. kerjakanlah latihan berikut! 1. unjukkan cara lain untuk menyatakan 3 2 × ! 4 5 1 3 5. Tunjukkan susunan potongan karton yang menyatakan 4 : ! 5 4. Tunjukkan paling sedikit dua gambar hasil memotong dua kali melipat untuk menunjukkan pecahan 3 ! 4 4 3.Gambar 4. Latihan Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas.

yaitu 6 bagian dari  6  20 bagian    20  2 3 3 5 1 1 3 3 3 1 × = × = 9 dari bagian 2 5 2 5 yang sam a 9 = 10 3 4 3 2 65 .1 1 1 1 1 5 5 5 5 5 1 1 1 1 1 5 5 5 5 5 1 1 1 1 1 5 5 5 5 5 1 1 1 1 1 5 5 5 5 5  6     20  3. 3 2 × = 6 bagian dari 20 bagian yang sama = 4 3 1 5. Daerah yang terkena 2 kali arsiran menyatakan hasil kalinya.

ingatan. 2. Potongan karton dengan warna menarik dan beragam dapat dimanfaatkan untuk membuat bahan manipulatif dalam menjelaskan pecahan. 3. b. 2. Penjelasan dengan bahan manipulatif sebaiknya diakhiri dengan penyelidikan pola atau aturan umum yang berlaku. dan realistic. Kreativitas dan kemauan yang tinggi para guru untuk lebih E. Mengerjakan pecahan sebaiknya tidak mekanistik dan empiric dalam bentuk hapalan. 3. 1 1 1 + = p q p+q p r p+r + = q s qs 66 . Tes formatif 3 1. 5. bermakna manipulatif benda konkret. dan operasi pecahan. Potongan kertas yang dilipat-lipat dan digunting dengan cara tertentu dapat digunakan sebagai salah satu cara agar siswa lebih aktif. Pecahan dan operasinya merupakan salah satu topic matematika SD yang masih dirasakan sulit oleh banyak siswa. Kecenderungan pembelajaran matematika masa kini hendaknya …. dan statis tetapi dalam bentuk konseptual. sifat-sifat pecahan. Rangkuman 1. 6. a. dan masih dirasakan sulit oleh banyak guru dalam mengajarkannya. 4. lebih partisipatif dan lebih terlibat secara mental. Dari pernyataan-pernyataan di bawah ini yang benar adalah ….D. Strategi pembelajaran matematika yang perlu dihindari oleh para guru adalah ….

p r ps − qr + = q s qs t 1 t r : = × u q u s 4. maka ps – qr < 0 q s p r p < . 4× 67 . c. d. Dari pernyataan-pernyataan di bawah ini yang benar adalah …. Jika q. b. Jika q. maka ps – qr = 0 q s 5. d. maka 3 < 2 q s q p r < . a. Jika q. s > 0 dan c. Jika q. maka ps – qr < 0 q s p r > . s ≠ 0 dan d. a. ¼ ¼ ¼ ¼ Peragaan di atas menyatakan …. 6. s > 0 dan b. a.c. s < 0 dan p r < . 1: 1 =4 4 1 =1 4 1 4 4× 1: 4 = 1 1 ×1 = 4 4 ⅓ ⅓ 1 3 ⅓ ⅓ ⅓ ⅓ ⅓ ⅓ ⅓ ⅓ ⅓ ⅓ Peragaan di atas menyatakan ….

1 : 3 = 7. Peragaan di bawah ini menyatakan …. c. d. b. 4: 1 3 3 4 1 3 4:3 = d. Peragaan di atas menyatakan …. 68 . c.b. d. b. a. 7 1 : 5 3 7 1 × 5 3 1 7 : 3 5 1 7 × 3 5 9. 3: 3 =4 4 ¼ ¼ ¼ ¼ ¼ ¼ ¼ ¼ ¼ ¼ ¼ ¼ 1 ×4 =1 4 3: 3× 1 3 = 4 4 1 3 = 4 4 8. c. 1 1 1 1 1 1 1 5 5 5 5 5 5 5 Peragaan di atas dapat digunakan untuk mencari …. a.

Peragaan di bawah ini menyatakan …. c. a. b. c.a. d. 1 1 × 3 4 2 1 × 3 3 3 1 × 2 4 4 3 × 1 2 10. d. 1 2 × 5 3 5 3 × 4 2 4 2 × 5 3 5 2 × 4 3 1 1 69 . b.

1991 Mathematics for Elementary Teachers. William F. Jakarta: Universitas Terbuka Pitadjeng. Athens: Harper Collins Publisher Inc. Jakarta: Depdiknas .2007. Inovasi Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar. Charles H. dan Smith. Muhsetyo. Buku Pembuatan dan Penggunaan Alat Peraga Alternatif Matematika.DAFTAR PUSTAKA Burger. 2005. New York: Macmillan Publishing Company 284 – 292 D’Agustine. 2006. Jakarta: Depdiknas. Kurikulum KTSP: Standar Isi. dkk. Depdiknas. 1992. Winston. dan Tipps. Sri. Teaching Elementary School Mathematics. Gatot. Gary L. Steve. Jakarta : Puskur. Kennedy. dan Musser. Ohio University. Guiding Children’s Learning of Mathematics. California: Wadworth Publishing ompany. 1994. MEQIP. Leonard M. 2006. 2006. C. Pembelajaran Matematika SD. Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan. Belmont. Jakarta: Depdiknas Subarinah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful