SISTEM AKUNTANSI

MATERI : 1. sistem akumtansi 2. Metodologi pengembangan sistem akuntansi 3. Formulir 4. Jurnal 5. Buku besar dan buku pembantu 6. Sistem pengendalian intern 7. Sistem penjualan kredit 8. Sistem akuntansi piutang 9. Sistem akuntansi pembelian 10. Sistem akuntansi utang 11. Sistem penggajian dan pengupahan 12. Sistem akuntansi biaya 13. Sistem akuntansi penerimaan kas 14. Sistem akuntansi pengeluaran kas 15. Sistem akuntansi persediaan 16. Sistem akuntansi aktiva tetap

PENILAIAN
 Dasar Penilaian • • • •   Pedoman Penilaian • • • • •

Ujian Tengah Semester (UTS) Ujian Akhir Semester (UAS) Tes (Tugas) Presensi

35 poin 35 poin 20 poin 10 poin 100 poin

A B C D E

> 70 60 – 69,9 50 – 59,9 40 – 49,9 Kebangeten

BAB I SISTEM AKUNTANSI
• SUATU SISTEM pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat

hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. • PENGERTIAN SISTEM secara umum yaitu :  Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur  Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan  Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem  Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar Pertanyaannya adalah “untuk apa suatu sistem diciptakan” ? Setiap sistem dibuat untuk menangani sesuatu yang berulangkali atau yang secara rutin terjadi.

Sering disebut dokumen/media karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) diatas secarik kertas. Formulir adalah dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Buku besar adalah terdiri dari rekening. .SISTEM AKUNTANSI SISTEM AKUNTANSI adalah organisasi formulir.rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal.buku besar dan buku pembantu. Jurnal adalah catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat. mengklasifikasikan dan meringkas data keuangan dan data lainnya. Catatan adalah berupa jurnal. catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.

daftar utang yang akan dibayar. laporan harga pokok penjualan. laporan harga pokok produksi. Kesimpulannya : suatu sistem terdiri dari jaringan prosedur. biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang. laporan biaya pemasaran. sedangkan prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal. laporan rugi-laba. daftar saldo persediaan yang lambat penjualannya. PERBEDAAN PENGERTIAN SISTEM DAN PROSEDUR SISTEM adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.SISTEM AKUNTANSI Laporan adalah hasil akhir proses akuntansi yang dapat berupa neraca. daftar umur piutang. laporan perubahan laba yang ditahan. PROSEDUR adalah suatu urutan kegiatan klerikal. .

Memilih g. Menggandakan c.  Sistem penjualan tunai ini terdiri dari 6 prosedur : . Menghitung d. Mendaftar f. Menulis b. buku jurnal dan buku besar : a. Membandingkan Contoh : sistem penjualan tunai dalam suatu toko buku  Sistem ini dirancang untuk melaksanakan salah satu kegiatan pokok toko buku yaitu penjualan tunai. Memindah h.KEGIATAN KLERIKAL  Kegiatan klerikal terdiri dari kegiatan berikut ini yang dilakukan untuk mencatat informasi dalam formulir. Memberi kode e.

• Dilaksanakan oleh bagian penjualan dengan mengisi faktur penjualan tunai. . harga satuan. kode barang. kuantitas. lembar -1 diserahkan ke pembeli untuk kepentingan pembayaran buku ke bagian kassa. Dengan demikian prosedur order penjualan terdiri dari kegiatan klerikal berikut ini :  Menulis data mengenai tanggal. harga total.kuantitas. lembar ke -3 ditinggal sebagai arsip bagian penjualan. lembar ke -2 diserahkan ke bagian pembungkusan bersamaan dengan penyerahan buku yang dipilih oleh pembeli. • Faktur penjualan tunai ini dibuat oleh bagian penjualan sebanyak 3 lembar.  Menggandakan faktur penjualan tunai dengan cara mengisi formulir tersebut lebih dari satu lembar. harga satuan dan total harga. nama pramuniaga. jenis. Prosedur order penjualan : • Digunakan untuk melayani pembeli yang akan membeli barang.KEGIATAN KLERIKAL a. dengan informasi antara lain : jenis buku.

• Bagian kassa membubuhkan cap “lunas” pada faktur tersebut dan menyerahkan faktur tersebut dilampiri dengan pita register kas kepada pembeli. • Dilaksanakan oleh bagian kassa dengan alat bantu register kas (cash register) yang menghasilkan pita register kas. .KEGIATAN KLERIKAL  Menghitung perkalian harga satuan dengan kuantitas serta jumlah harga yang harus dibayar oleh pembeli. b. Prosedur penerimaan kas : • Digunakan untuk melayani pembeli yang membayar harga buku sesuai yang tercantum dalam faktur penjualan tunai. • Bagian kassa menerima faktur faktur penjualan tunai lembar -1 dan uang tunai dari pembeli.  Memberi kode dengan cara mencantumkan kode buku pada faktur penjualan tunai. • Setelah uang diterima sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam faktur penjualan tunai.

• Dilaksanakan oleh bagian pembungkusan dengan membandingkan faktur penjualan tunai yang diterima dari bagian penjualan bersama dengan buku yang dipilih oleh pembeli. . • Bagian pembungkusan membubuhkan cap “sudah diambil” pada faktur penjualan tunai lembar ke -1 dan lembar ke -2 kemudian menyerahkan buku beserta faktur penjualan tunai lembar ke -2 kepada pembeli.KEGIATAN KLERIKAL Dengan demikian prosedur penerimaan kas ini terdiri dari kegiatan klerikal berikut ini :  Menulis data mengenai jumlah uang yang diterima oleh kasir dalam pita register kas dan membubuhkan cap lunas pada faktur penjualan tunai.  Membandingkan jumlah harga yang harus dibayar oleh pembeli yang tercantum dalam faktur penjualan tunai dengan jumlah uang tunai yang diterima oleh bagian kassa. c. Prosedur penyerahan barang • Digunakan untuk melayani pengambilan barang oleh pembeli yang telah melakukan pembayaran ke bagian kassa.  Menghitung jumlah uang tunai yang diterima dari pembeli.

d. Prosedur pencatatan penjualan • Digunakan untuk mencatat transaksi penjualan ke dalam buku jurnal penjualan.KEGIATAN KLERIKAL • Bagian pembungkusan kemudian menyerahkan faktur penjualan tunai lembar ke -1 beserta pita register kas kepada bagian akuntansi.  Membandingkan jenis barang yang tercantum dalam faktur penjualan tunai yang diterima dari bagian penjualan dengan jenis barang yang tercantum dalam faktur penjualan tunai yang diterima dari pembeli. . • Dilaksanakan oleh bagian akuntansi dengan cara mencatat faktur penjualan tunai lembar ke -1 yang diterima dari bagian pembungkusan ke dalam buku jurnal penjualan. Dengan demikian prosedur barang ini terdiri dari kegiatan klerikal berikut ini :  Menulis data mengenai penyerahan barang dengan cara membubuhkan cap “sudah diambil” pada faktur penjualan tunai.

 Membandingkan jumlah harga yang harus dibayar oleh pembeli yang tercantum dalam faktur penjualan tunai dengan jumlah uang tunai yang diterima oleh kasir sesuai dengan yang tercantum dalam pita register kas. harga satuan dan harga total dalam jurnal penjualan.  Memberi kode rekening buku besar yang harus didebit dan dikredit akibat transaksi penjualan tersebut. . • Prosedur ini dilaksanakan oleh bagian akuntansi dengan cara mencatat bukti setor yang diterima dari bagian kassa ke dalam buku jurnal penerimaan kas. jenis. Prosedur pencatatan penerimaan kas dari penjualan tunai • Digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas ke dalam buku jurnal penerimaan kas. kuantitas. kode. e.KEGIATAN KLERIKAL Dengan demikian prosedur pencatatan penjualan ini terdiri dari kegiatan klerikal berikut ini :  Menulis data tanggal penjualan.

. • Dilaksanakan oleh bagian pemeriksaan intern dengan cara setiap hari melakukan pembacaan terhadap pita register yang dihasilkan oleh mesin register kas dan membandingkan dengan bukti setor. f. Prosedur rekonsiliasi bank • Digunakan untuk mengawasi penerimaan kas dan penyetoran kas bank.  Menulis data tanggal penerimaan kas.KEGIATAN KLERIKAL Dengan demikian prosedur pencatatan penerimaan kas ini terdiri dari kegiatan klerikal berikut ini :  Membandingkan jumlah rupiah yang tercantum dalam bukti setor dengan jumlah rupiah yang tercantum dalam faktur penjualan tunai. sumber penerimaan kas dan total kas yang disetor ke bank dalam jurnal penerimaan kas.  Memberi kode rekening buku besar yang harus didebit dan dikredit akibat transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai tersebut.

KEGIATAN KLERIKAL  Secara periodik bagian pemeriksaan intern menerima rekening koran dari bank dan membuat rekonsiliasi bank dengan cara mencocokkan informasi dalam rekening koran bank dengan catatan kas yang diselenggarakan oleh bagian akuntansi. Dengan demikian prosedur rekonsiliasi bank ini terdiri dari kegiatan klerikal berikut ini :  Membandingkan jumlah rupiah yang tercantum dalam pita register kas harian dengan bukti setor.  Membandingkan informasi yang tercantum dalam rekening koran bank dengan catatan kas yang diselenggarakan oleh bagian akuntansi. .

Komponen utama sistem informasi terdiri dari 6 blok : 1. Model 3. Teknologi 5. Masukan 2. → Memiliki komponen utama yang membentuk struktur bangunan sistem informasi. Basis data 6. Sistem informasi : → terdiri dari blok-blok bangunan yang membentuk sistem tersebut. Pengendalian .KOMPONEN UTAMA SISTEM INFORMASI SISTEM AKUNTANSI merupakan salah satu sistem informasi diantara berbagai sistem informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan. Keluaran 4.

KOMPONEN UTAMA SISTEM INFORMASI  Terlepas dari organisasi yang dilayani oleh sistem informasi atau cara yang dipakai untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi. setiap sistem informasi selalu terdiri dari 6 blok bangunan  Seseorang yang mempunyai tanggungjawab untuk menjadikan blok-blok tersebut menjadi bangunan sistem informasi yang menghasilkan informasi bagi para pemakainya disebut dengan analis sistem .

pengenalan karakteristik fisik seperti sidik jari.KOMPONEN UTAMA SISTEM INFORMASI  BLOK MASUKAN (INPUT BLOK) – masukan adalah data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi beserta metode dan media yang digunakan untuk menangkap dan memasukkan data tersebut ke dalam sistem. – Contoh : sistem akuntansi untuk menghasilkan laporan penjualan per jenis produk. perintah dan pesan. – Cara memasukkan masukan ke dalam sistem dapat berupa tulisan tangan. papan ketik. formulir kertas. – masukan terdiri dari transaksi. . pertanyaan. permintaan.

– Masukan : data tanggal transaksi.jenis produk. – Medianya berupa : formulir faktur penjualan . kuantitas yang dijual.harga jual satuan dan nama pelanggan.

– Pengolahan data pendapatan dan biaya untuk menghasilkan laporan rugi-laba memerlukan logico-mathematical model yang sederhana berikut ini : Laba = Pendapatan .Komponen utama sistem informasi  BLOK MODEL – Terdiri dari logico-mathematical models yang mengolah masukan dan data yang disimpan dengan berbagai macam cara. untuk memproduksi hasil yang dikehendaki atau keluaran.Biaya .

surat order pembelian. dll. faktur. – Media yang dipakai untuk menyajikan keluaran sistem informasi dapat berupa :layar monitor. mesin pencetak. – Keluaran sistem informasi dapat berupa laporan keuangan. baik pemakai intern maupun pemakai luar organisasi. cek.dsb.KOMPONEN UTAMA SISTEM INFORMASI BLOK KELUARAN – Produk suatu sistem informasi adalah keluaran yang berupa informasi yang bermutu dan dokumen untuk semua tingkat manajemen dan semua pemakai informasi. .

menjalankan model. menghasilkan dan menyampaikan keluaran serta mengendalikan seluruh sistem. telekomunikasi. menyimpan dan mengakses data. Teknologi menangkap masukan. – Dalam sistem informasi teknologi terdiri dari 3 berbasis komputer. dan perangkat lunak. komponen yaitu : komputer dan penyimpan data diluar.Komponen utama sistem informasi BLOK TEKNOLOGI – Teknologi ibarat mesin untuk menjalankan sistem informasi. – Contohnya : penggunaan register kas .

. ketelitian dan relevansi pengambilan informasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai. – Fisik berupa media untuk menyimpan data seperti disk.KOMPONEN UTAMA SISTEM INFORMASI BLOK BASIS DATA (DATA BASE BLOK) – Merupakan tempat untuk menyimpan data yang digunakan untuk melayani kebutuhan pemakai informasi. – Basis data dapat diperlakukan dari 2 sudut pandang yaitu fisik dan logis.dll – Logis berupa bagaimana struktur penyimpan data sehingga menjamin ketepatan.

kesalahan dan . penggelapan. kejahatan dll.Komponen utama sistem informasi BLOK PENGENDALIAN (CONTROL BLOK) – Perlindungan terhadap semua sistem informasi terhadap bencana alam.

. pengolahan bahan baku menjadi produk jadi dan penjualan produk jadi kepada pembeli.SISTEM AKUNTANSI DALAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR Kegiatan pokok perusahaan manufaktur terdiri dari desain dan pengembangan produk.

Sistem akuntansi kas 7. umumnya dirancang sistem akuntansi yang terdiri dari : 1. Sistem akuntansi pokok 2.Kegiatan pokok perusahaan  Untuk menangani kegiatan pokok perusahaan. Sistem akuntansi utang 4. Sistem akuntansi piutang 3. Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan 5. Sistem akuntansi biaya 6. Sistem akuntansi persediaan 8. Sistem akuntansi aktiva tetap .

Sistem akuntansi pokok – merupakan organisasi formulir. Dokumen pendukung adalah dokumen yang menguatkan data yang dicantumkan didalam dokumen sumber.buku besar. – sistem akuntansi dalam perusahaan manufaktur terdiri atas formulir atau dokumen.SISTEM AKUNTANSI 1. catatan dan laporan. jurnal. buku pembantu dan laporan. . – Ada 2 macam dokumen : Dokumen Sumber adalah dokumen yang datanya dipakai sebagai sumber pencatatan ke dalam catatan akuntansi.

Sistem akuntansi piutang (account receivable system) – dirancang untuk mencatat transaksi terjadinya piutang dan berkurangnya piutang. . – Terjadinya piutang berasal dari penjualan kredit dan berkurangnya piutang berasal dari retur penjualan dan penerimaan kas dari piutang.Sistem akuntansi 2.

Sistem akuntansi utang (account payable system) – Dirancang untuk mencatat transaksi terjadinya utang dan berkurangnya utang. – Terjadinya utang berasal dari transaksi pembelian kredit dan berkurangnya utang berasal dari transaksi retur pembelian dan pelunasan utang. .SISTEM AKUNTANSI 3.

Sistem akuntansi biaya – Dirancang untuk menangani pengendalian produksi dan pengendalian biaya. 6. untuk menangani transaksi perhitungan gaji dan upah karyawan dan pembayarannya. Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan. 5. Sistem akuntansi kas – Dirancang untuk menangani transaksi penerimaan dan pengeluaran kas. – Dirancang .Sistem akuntansi 4.

. 8. Sistem akuntansi aktiva tetap – Dirancang untuk menangani transaksi yang bersangkutan dengan mutasi aktiva tetap. Sistem akuntansi persediaan – Dirancang untuk menangani transaksi yang bersangkutan dengan mutasi persediaan yang disimpan di gudang.SISTEM AKUNTANSI 7.

ketepatan penyajian maupun struktur informasinya. 2. 4. baik mengenai mutu. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada. 3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru. .TUJUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI  TUJUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI ADALAH : 1. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

Pengembangan suatu sistem akuntansi baru yang lengkap 2. 3.PENUGASAN PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI DAPAT BERBENTUK : 1. Perluasan sistem akuntansi yang sekarang dipakai untuk mencakup kegiatan bisnis yang baru.TIPE PENUGASAN PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI BERDASARKAN TUJUAN PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI. Perbaikan berbagai tahap sistem dan prosedur yang sekarang digunakan. .

PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI BARU PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI BARU YANG LENGKAP MENCAKUP PENGEMBANGAN BERBAGAI SISTEM YAITU : a. . Sistem akuntansi pokok  pengembangan sistem akuntansi pokok ini terdiri dari perancangan klasifikasi dan kode rekening buku besar. buku pembantu. perancangan berbagai buku jurnal dan laporan keuangan yang dihasilkan oleh sistem akuntansi.

 perancangan berbagai sistem akuntansi ini mencakup berbagai jaringan prosedur yang terdapat dalam setiap sistem tersebut. termasuk perancangan berbagai formulir yang digunakan dalam setiap sistem akuntansi. Sistem akuntansi piutang.PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI BARU b. sistem akuntansi persediaan dan sistem akuntansi aktiva tetap. sistem akuntansi kas. sistem akuntansi penggajian dan pengupahan. sistem akuntansi utang. . sistem akuntansi biaya.

Contoh : • cancelled check adalah cek yang diterima kembali oleh pembuat cek melalui sistem perbankan. setelah cek tersebut digunakan sebagai alat pembayaran .SISTEM AKUNTANSI UNTUK MELAKSANAKAN BISNIS Ujung tombak bisnis perusahaan terletak pada sistem akuntansi yang digunakan untuk menjalankan bisnis.

• Sistem akuntansi penjualan dengan COD sale (cash on delivery) sale dapat digunakan untuk memecahkan persoalan tersebut sehingga dapat memperluas pasar dengan cara menjangkau para pembeli luar kota atau luar pulau. .CONTOH • OVER – THE – COUNTER SALE adalah sistem penjualan yang pembeli datang ke perusahaan. Sistem penjualan ini tidak dapat melayani pembeli yang secara geografis jauh dari tempat penjualan barang. melakukan pembayaran harga barang ke kasa dan menerima barang yang dibeli. melakukan pemilihan barang.

End of chapter 1 .