RANGKUMAN

JUDUL BUKU “PERENCANAAN PEMBELAJARAN’’ Dr. Hamzah B. Uno, M.Pd.
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perencanaan Pembelajaran

Di kerjakan oleh :

Yuli Yuliani 0900212

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BAB I. KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN
A. Definisi Perencanaan Perencanaan adalah suatu cara untuk mengantisipasi dan menyeimbangkan perubahan. B. Perencanaan Pembelajaran Pembelajaran atau pengajaran menurut Degeng adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau perancangan (desain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. C. Dasar Perlunya Perencanaan Pembelajaran Perlunya perencanaan pembelajaran sebagaimana disebutkan diatas, dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Upaya perbaikan pembelajaran ini dilakukan dengan asumsi sebagai berikut: 1. Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran Haruslah diawali dengan perbaikan desain pembelajaran. Itu dapat dijadikan titik awal perbaikan kualitas pembrlajaran. Hal ini dimungkinkan karena dalam desain pembelajaran, tahapan yang akan dilakukan oleh guru atau dosen dalam mengajar telah terancang dengan baik. 2. Untuk pembelajaran dirancang dengan Pendekatan sistem Hal ini didasari bahwa dengan pendekatan sistem, akan memberikan peluang yang lebih besar dalam mengintegrasikan semua variabel yang mempengaruhi belajar, termasuk keterkaitan antarvariabel pengajaran yakni variabel kondisi pembelajaran, variabel metode, dan variabel hasil pembelajaran. 3. Desain Pembelajaran Mengacu pada Bagaimana Seseorang Belajar Kualitas pembelajaran juga banyak tergantung pada bagaimana pembelajaran itu dirancang. Rancangan pembelajaran biasanya dibuat berdasarkan pendekatan perancangannya. 4. Desain Pembelajaran Diacukan Pada Siswa Perorangan Seseorang belajar memiliki potensi yang perlu dikembangkan. Tindakan atau perilaku belajar dapat ditata atau dipengaruhi, tetapi tindakan atau perilaku belajar itu akan tetap berjalan sesuai dengan karakteristik siswa. Dalam hal ini jika perencanaan pembelajaran tidak diacukan pada individu yang belajar seperti ini, maka besar kemungkinan bahwa siswa yang lambat belajar akan makin tertinggal, dan yang cepat berpikir makin maju pembelajarannya. 5. Desain Pembelajaran Harus Diacukan Pada Tujuan

6. 3. Mengajar harus berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki siswa. (3) kondisi pembelajaran bisa memiliki pengaruh yang konsisten pada hasil pengajaran. Desain Pembelajaran Melibatkan Variabel Pembelajaran Desain pembelajaran diupayakan mencakup semua variabel pembelajaran yang dirasa turut mempengaruh belajar. atau hasil pengiring. Desain Pembelajaran Diarahkan pada Kemudahan Belajar Dalam kondisi yang ditata dengan baik. Jika hal ini dilakukan dengan bai. E. Ada tiga prinsip yang perlu dipertimbangkan dalam upaya menetapkan metode pembelajaran yakni. strategi yang direncanakan akan memberikan peluang dicapainya hasil pembelajaran. 8. dan pengembangan variabel metode pembelajaran. Desain Pembelajaran Penetapan Metode untuk Mencapai Tujuan Fokus utama perancangan pembelajaran adalah pada pemilihan. Tipe-Tipe Balajar Pada hakikatnya merupakan prinsip umum baik dalam belajar maupun mengajar. Mengajar harus mengikuti prinsip psikologi tentang belajar. (1) tidak ada satu metode pembelajaran yang unggul untuk semua tujuan dalam semua kondisi. pentapan.Perancangan pembelajaran perlu memilah hasil pembelajaran yang langsung dapat diukur setelah melalui keseluruhan proses pembelajaran. 5. dan guru dapat dengan mudah melakukan kegiatan pembelajaran. Ada tiga variabel pembelajaran yang perlu perlu dipertimbangkan dalam merancang pembelajaran yakni. 6. (2) metode (strategi) pembelajaran yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda dan konsisten pada hasil pembelajaran dan. 2. Belajar Isyarat . Tujuan pengajaran harus diketahui siswa. Mengajar harus memperhatikan perbedaan individual setiap siswa. Pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan harus bersifat praktis. Dengan desain pembelajaran. sudah tentu sasaran akhir dari pembelajaran adalah terjadinya kemudahan belajar siswa dapat dicapai. setiap kegiatan yang dilakukan guru telah terencana. 1. 7. variabel kondisi. 4. Kesiapan (readiness) dalam belajar sangat penting dijadikan landasan dalam mengajar. Prinsip-Prinsip Umum Tentang Mengajar Prinsip-prinsip umum yang harus dijadikan pegangan guru dalam melaksanakan proses belajar mengejar adalah sebagai berikut : 1. D. metode dan variabel hasil pembelajaran.

7. 8.Tipe belajar seperti ini dilakukan dengan merespons suatu isyarat. Misalnya konsep tentang manusia dll. 2. Belajar Rangkaian Semacam rangkaian antara berbagai S-R yang bersifat segera. BAB II. Belajar Konsep (Concept Learning) Konsep merupakan simbol berfikir. dan hubungan antara berbagai fakta. 5. Belajar Pemecahan masalah (Problem Solving) Tipe belajar ini dapat dilakukan oleh seseorang apabila dalam dirinya sudah mampu mengaplikasikan berbagai aturan yang relevan dengan masalah yang dihadapinya. Hal ini diperoleh dari hasil memuat tafsiran terhadap fakta atau realita. Hal ini berlaku pula pada tipe belajar stimulus respons. Belajar Diskriminasi (Discrimination Learning) Tipe belajar ini adalah pembedaan terhadap berbagai rangkaian seperti membedakan berbagai bentuk wajah. tumbuhan. dalam arti respons diberikan secara tidak sadar. Belajar Stimulus-Respons (Stimulus Respons Learning) Belajar stimulus respons sama dengan teori asosiasi (S-Rbond). Menurut Therndike (1961) bntuk belajar seperti ini biasanya bersifat tidak disadari. 3. hewan. makan-minum-merokok. Suatu konsep dapat diklasifikasikan berdasarkan ciri tertentu. Asosiasi Verbal (Verbal Assosiation) Tipe belajar ini mampu mengaitkan suatu yang bersifat verbalisme kepada sesuatu yang sudah dimilikinya. 6. Pendekatan Sistem Dalam Kegiatan Pembelajaran A. Kedelapan tipe belajar di atas tampaknya para ahli sepakat merupakan tipe belajar yang memiliki hierarki. . Belajar Aturan (Rule Learning) Tipe belajar ini lebih meningkat dari tipe belajar konsep. dan lain-lain. Pengertian Sistem Pengertian sistem adalah suatu kesatuan unsur-unsur yang saling berinteraksi secara fungsional yang memperoleh masukan menjadi keluaran. Seperti gerakan dalam mengikat sepatu. Setiap respons dapat diperkuat dengan reinforcement. hukum atau dalil. Setiap tipe belajar merupakan prasyarat bagi tipe belajar lainnya. 4. Dalam belajar aturan seseorang dianggap telah memiliki berbagai konsep yang dapat digunakan untuk mengemukakan berbagai formula.

D. tujuan instruksional ialah agar siswa belajar mengalami perubahan perilaku tertentu sesuai dengan tingkatan taksonomi yang telah dirumuskan terlebih dahulu. Tujuan ini merupakan akhir dari apa yang dikehendaki oleh suatu kegiatan. maka diperlukan adanya aliran listrik untukmembantu memberikan sinar dalam jaringan OHP. Rektor. Penggabungan Yang Menimbulkan Jaringan Keterpaduan . Komponen-Komponen Sistem Bagian-bagian yang merupakan komponen pelaksana fungsi dapat ditunjukan pada tabel berikut : Nama Instruksional Tujuan Siswa belajar prilaku tertentu yang telah ditetapkan Terlebih dahulu Fungsi-fungsi Riset Rancangan Produksi Seleksi Logistik Pemanfaatan Evaluasi Manajemen Organisasi Manajemen Personil Pelaksana Fungsi Dosen. Tujuan Sistem Suatu sistem mempunyai tujua. Sebagai misal dalam proes pembelajaran disajikan penyampaian pesan melalui media OHP. Ketua UPP.B. F. Ketua Lembaga. Misalnya seorang manusia agar dapat hidup dan menunaikan tugasnya di dalam dirinya diperlukan adanya fungsi koordinasi dan penggerak dan sebagainya. karena masing-masing bagian atau komponen itu sesungguhnya adalah suatu sistem pula. C. Seperti tujuan suatu lembaga pendidikan ialah memberikan pelayanan pendidikan kepada yang membutuhkan. Interaksi Atau Saling Hubungan Semua komponen dalam sistem pembelajaran haruslah saling berhubungan satu sama lain. Fungsi-Fungsi Sistem Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. E. Teknisi Dosen Dosen Ketua Jurusan. Ketua Dekan Komponen yang melakukan proses transformasi disebut subsiste. diperlukan berbagai fungsi yang beraktivitas. Ahli Pengembangan Instruksional Spesialis Media Dosen Pustakawan. Peneliti Dosen.

yaitu : 1. pengukuran hasil belajar. B. Kondisi Pembelajaran . diagnosis kemampuan awal siswa. Pemrosesan kedua akan menghasilkan sesuatu yang akan dikeluarkan oleh sistem pemrosesan dan ditampung lagi oleh sistem lain lagi. Strategi pengorganisasian Metode untuk mengorganisasi isi bidang studi yang telah dipilih untuk pembelajaran.Dalam kaitan dengan kegiatan pembelajaran. yang dikatakannya sebagai komponen utama dari ilmu merancang menjadi tiga yaitu (1) altenative goals or requirement. Fungsinya yaitu menyampaiakan isi pembelajaran kepada si belajar dan menyediakan informasi atau bahan-bahan yang diperlukan siswa untuk menampilkan unjuk kerja 3. (2) possibilities for action. Strategi penyampaian Merupakan komponen variabel metode untuk melaksanakan proses pembelajaran. BAB III. G. TIGA VARIABEL PEMBELAJARAN A. Metode Pembelajaran Variabel metode pembelajaran diklasifikasikan lebih lanjut menjadi 3 (tiga) jenis. Proses Transformasi Proses kerja sistem ini secara sederhana dapat dilukiskan seperti berikut: Hasil yang dikeluarkan oleh suatu sistem kepada sebuah atau beberapa sistem lainnya sebagai masukan yang akan diproses lebih lanjut. dan siswa. 1976) yang disebutnya empat components of a psychology of instruction. Strategi ini. Strategi pengelolaan Merupakan komponen variabel metode yang berurusan dengan bagaimana menata interaksi antara si belajar dengan variabel metode pembelajaran lainnya. guru. atau antara materi. antara guru dengan siswa. para guru sebaiknya berusaha menjalin keterpaduan antara sesama guru. Klasifikasi lain dikemukakan oleh Glaser (1965. Pendahuluan Simon (1969). C. proses pembelajaran. umpamanya telah mengklasifikasikan variabel-variabel pelajaran ini. media. 2. lebih lanjut dibedakan menjadi dua jenis yaitu strategi mikro dan strategi makro. (3) fixed parameters or constrains. Keempat komponen ini adalah sebagai berikut : analisis isi bidang studi.

dan hasil belajar yang telah dimilikinya. menurut Dick and Carrey (1985) dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. 3. Keuntungan tujuan pembelajaran yang dirumuskan secara spesifik dan jelas diantara lain: . Karakteristik si belajar : Aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa seperti bakat. Sementara proses pengajaran merupakan suatu proses yang sistematis. Mengidentifikasi tujuan umum pengajaran Dick and Carrey (1985) menjelaskan bahwa tujuan pengajaran adalah untuk menentukan apa yang dapat dilakukan oleh anak didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Tujuan ini bisa sangat umum. Pendahuluan Sebagai seorang tenaga pengajar (guru). motivasi. 2. Kendala dan karakteristik bidang studi : Aspek-aspek suatu bidang studi yang dapat memberikan landasan yang berguna sekali dalam mendeskripsikan strategi pembelajaran. aktivitas kegiatannya tidak dapat dilepaskan dengan proses pengajaran. Tujuan dan karakteristik bidang studi : pernyataan tentang hasil pembelajaran apa yang diharapkan. Efisiensi : biasanya diukur dengan rasio antara keefektifan dan jumlah waktu yang dipakai si belajar dan/atau jumlah biaya pembelajaran yang digunakan. 3. Keefektifan : keefektifan pembelajaran biasanya diukur dengan tingkat pencapaian si belajar. B. yang tiap komponennya sangat menentukan keberhasilan belajar anak didik. hasil pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tig yaitu : 1. Daya tarik : biasanya diukur dengan mengamati kecenderungan siswa untuk tetap belajar. di mana kualitas pembelajaran biasanya akan mempengaruhi keduanya. Hasil Pembelajaran Pada tingkat yang amat umum sekali.Reigeluth dan Merril (1979) mengelompokan variabel kondisi pembelajaran menjadi tiga kelompok yaitu : 1. 2. kemudian erat sekali kaitannya dengan daya tarik bidang studi. D. sangat khusus atau di mana saja dalam kontinu khusus. BAB IV. Desain Pembelajaran Menurut Dick And Carrey Salah satu model dalam mengorganisir pengajaran. SEPULUH LANGKAH MENDESAIN PEMBELAJARAN MENURUT DICK AND CARREY A.

sebagai perilaku yang menurut urutan gerak fisik berlangsung lebih dahulu. Istilah patokan (criterion) digunakan karena soal-soal tes merupakan rambu-rambu untuk menentukan kelayakan penampilan siswa dalam tujuan keberhasilan siswa dalam tes ini menentukan apakah siswa telah mencapai tujuan khusus yang telah ditentukan atau belum. 4. Menyebutkan tujuan. Mengembangkan strategi pengajaran Komponen strategi pembelajaran terdiri atas: . 2. tes acuan patokan disebut juga tes acuan tujuan.a. Guru untuk dapat mengatur kegiatan instruksionalnya. Merumuskan tujuan performansi Menurut Dick an Carrey (1985) menyatakan bahwa tujuan performansi terdiri atas : 1. Jadi hal ini dalam keseluruhan desain pembelajaran merupakan perilaku prasyarat. metodenya. 3. atau diperbuat oleh anak didik. perilaku yang menurut proses psikologis muncul lebih dahulu atau secara kronologis terjadi lebih awal. 2. Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik mahasiswa sangat perlu dilakukan untuk mengetahui kualitas perseorangan untuk dapat dijadikan sebagai petunjuk dalam menmpreskripsikan strategi pengelolaan pembelajaran. b. Siswa untuk dapat mengatur waktu. Menyebutkan kriteria yang digunakan untuk menilai unjuk perbuatan anak didik yang dimaksudkan pada tujuan. 5. 6. c. dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. dan pemusatan perhatian pada tujuan yang ingin dicapai. Tujuan harus menguraikan apa yang akan dapat dikerjakan. 3. Mengembangkan butir-butir es acuan patokan Tes acuan patokan terdiri atas soal-soal secara langsung mengukur istilah patokan yang dideskripsikan dalam suatu perangkap tujuan khusus. yang ahadir pada waktu anak didik berbuat. sehingga analisis ini merupakan acuan dasar dalam melanjutkan langkah-langkah desain berikutnya. Evaluator untuk dapat menyusun tes sesuai dengan apa yang harus dicapai oleh anak didik. Melaksanakan analisis pengajaran Dengan hal ini akan diidentifikasikan keterampilan-keterampilan bawahan. memberikan kondisi atau keadaan yang menjadi syarat.

Peran serta mahasiswa : Anak didik (siswa atau mahasiswa) harus diberi kesempatan (terlibat) dalam setiap langkah pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pengajaran memilih dan mengubah bahan yang ada agar sesuai dengan strategi pembelajaran. pascates. semua tahap pembelajaran dimasukkan ke dalam bahan. e. 8. Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif dilakukan karena evaluasi ini adalah salah satu langkah dalam mengembangkan desain pembelajaran yang berfungsi untuk mengumpulkan data untuk perbaikan pembelajaran. prates. yaitu sebagai berikut : 1. Kegiatan tindak lanjut : kegiatan tindak lanjut dilakukan karena rancangan pembelajaran dalam mata kuliah atau mata pelajaran tertentu dapat dikuasi seluruhnya oleh anak didik (siswa atau mahasiswa) diukur pada penguasaan pascates. 9. yaitu : tes tingkah laku masukan. 2. c. tetapi menyampaikan semua pelajaran menurut strategi pembelajarannya yang telah disusunnya.a. Pengajar tidak memakai bahan. anak didik (siswa atau mahasiswa) akan tahu seberapa jauh material pembelajaran yang harus mereka pelajari. 7. 3. d. kecuali prates dan pascates. Penyajian informasi : karena dengan adanya penyajian informasi. Pengetesan : Untuk keperlaun pengetesan ada 4 macam tes acuan patokan yang dapat digunakan . disajikan sesuai dengan urutannya. apakah itu dalam tanya jawab atau mengerjakan soal-soal latihan untuk mencapai tujuan pembelajaran. tes sisipan. Pengajar merancang bahan pembelajaran individual. Keuntungan strategi ini adalah pengajar dapat dengan segera memperbaiki dan memperbarui pembelajaran bila terjadi perubahan isi. Kegiatan prapembelajaran : kegiatan ini sangat penting untuk memotivasi anak didik atau (mahasiswa) untuk mempelajari mata kuliah perencanaan pembelajaran. Kerugiannya adalah sebagian besar waktu tersita untuk menyampaikan informasi. sehingga sedikit sekali waktu untuk membantu anak didik (mahasiswa). b. keterlibatan mereka dalam setiap urutan pembelajaran. Mengembangkan dan memilih materiiial pengajaran Dick and Carrey (1985) menyarankan ada tiga pola yang dapat diikuti oleh pengajar untuk merancang atau menyampaikan pembelajaran. Merevisi bahan pembelajaran .

Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif Hal ini dilakukan karena melalui evaluasi sumatif dapat ditetapkan atau diberikan nilai apakah suatu desain pembelajaran. efektif bila digunakan dalam keperluan pembelajaran. Urutan tingkatan dari yang paling sederhana sampai ke yang paling kompleks (tertinggi) adalah : persepsi.Hal ini dilakukan karena untuk menyempurnakan bahan pembelajaran sehingga lebih menarik. 2. tingkat analisis. tingkat evaluasi. Kognitif : kawasan yang membahas tujuan pembelajaran berkenaan dengan proses mental yang berawal dari tingkat pengetahuan sampai ketingkat yang lebih tinggi yakni evaluasi. penerapan karya. tingkat penerapan. Benyamin S. respon terbimbing. Psikomotor : domain psikomotor mencakup tujuan yang berkaitan dengan keterampilan (skill) yang bersifat manual atau motorik. 10. Kawasan kognitif ini terdiri atas 6 tingkatan : tingkat pengetahuan. nilai-nilai interes. Afektif : suatu domain yang berkaitan dengan sikap. kemahiran. Bloom dan D. berkeyakinan. sehingga memudahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Krathwohl (1964) memilah taksonomi pembelajaran dalam tiga kawasan. tingkat pemahaman. kemauan menanggapi. Sebagai segala kegiatan pembelajaran muaranya pada tercapainya tujuan tersebut B. originasi. Taksonomi Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran biasanya diarahkan pada salah satu kawasan dari taksonomi. BAB V. Tingkatan afektif ini adal lima dari yang sederhana sampai ke yang kompleks adalah sebagai berikut : kemauan menerima. apresiasi (penghargaan) dan penyesuaian perasaan sosial. mekanisme. adaptasi. di mana dasar keputusan penilaian didasarkan pada keefektifan dan efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar. kesiapan melakukan suatu kegiatan. 3. ketekunan dan ketelitian. tingkat sintesis. yakni: 1. C. Mager (1962) pengertian tujuan pemebelajaran sebagai perialaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. . TUJUAN PEMBELAJARAN A. Arti Tujuan Pembelajaran Banyak pengertian dari para ahli salah satunya menurut Robert F. Pendahuluan Tujuan pembelajaran merupakan salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan pembelajaran.

yang mengacu pada cara untuk membuat urutan dan mensintesis fakta. (2) development.D. Konsep Desain dalam Teknologi Pembelajaran Teknlogi pembelajaran adalah penerapan secara sistemik dan sistematik strategi dan teknik yang diambil dari konsep ilmu perilaku dan ilmu yang bersifat fisik serta pengetahuan lain untuk keperluan pemecahan masalah pembelajaran. B. (3) utilization. konsep. (4) management. Salah satu dari unsur desain adalah desain pesan. STRATEGI PEMBELAJARAN A. C. Sebab dari tujuan pembelajaran tersebut dapat dilihat konsep atau proses berfikir seseorang dalam menuangkan ide-idenya. Karakteristik Isi Pesan Pesan dalam media massa diupayakan agar khalayak akan tertarik apabila pesan mengandung unsur-unsur sebagai berikut : 1. (5) evaluation. Pengorganisasian pengajaran secara khusus. merupakan fase yang amat penting dalam rancangan pengajaran. Strategi Pengorganisasian Pengajaran Strategi mengorganisasi isi pengajaran disebut oleh Reigeluth. prosedur dan prinsip yang berkaitan. makna dan data. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan oleh komponen lain dapat berupa ide. BAB 6. Novelty (sesuatu yang baru). (3) strategi pengelolaan pembelajaran. Bunderson. Ada tiga jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran. Format Untuk Menulis Tujuan Pembelajaran Untuk menulis tujuan pembelajaran. BAB 7. yakni (1) strategi pengorganisasian pembelajaran. (2) strategi penyampaian pembelajaran. pendengar akan tertarik apabila yang disajikan sesuatu yang baru. B. fakta. Desain Pesan dalam Penelitian Teknologi Pendidikan Dalam kawasan teknologi pendidikan terdapat lima kawasan yang menjadi bidang garapan penelitian diantaranya (1) design. . dan Merrill (1977) sebagai struktural strategi. DESAIN PESAN DAN KARAKTERISTIK SISWA DALAM PEMBELAJARAN A. Sekilas Tentang Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses pembelajaran. tata bahasa merupakan unsur yang perlu diperhatikan.

(2) model kode tunggal. 3. dan (3) model semantik sensori. pendengar akan lebih tertarik apabila yang disajikan suatu peristiwa yang dekat secara fisik dengan pengalamannya. Emosi. (4) respon yang efektif terhadap gamabar. 7. Struktur Pesan Struktur pesan mengacu pada bagaimana mengorganisasi elemen-elemen pokok dalam sebuah pesan. 4. penarikan kesimpulan. Pertentangan (conflict). Hal ini sesuai dengan efek superioritas gambar (picture superiority effect). 9.berbentuk climax versus anticlimax order dan recency and primacy model. 2. membuat suatu kesimpulan dapat secara merata langsung dan jelas (explisit) atau secara tidak langsung (implisit). Nostalgia. Model Memori Bukti-bukti memperlihatkan bahwa pada umumnya memori gambar lebih baik dari pada memori kata. G. pada dasarnya akan menyukai tentang cerita yang menyangkut kehidupan orang lain (sendjaja:1993) D. (3) pembelajaran dan kognisi. ide yang meliputi fear (threat) appeals. F. hal-hal yang mengungkapkan pengalaman di masa lalu. rational appeals dan humor appeals. hal-hal yang lucu dan menyenangkan akan lebih menarik untuk didengar sehingga tidak membosankan. Daya Tarik Pesan Daya tarik pesan berkaitan dengan teknik penampilan dalam penyusunan suatu pesan. dan Winn. Popularitas. Keindahan. sesuatu yang mengungkapkan pertentangan. pemberitaan seorang tokoh yang populer akan mempunyai daya tarik tersendiri. Kedekatan (proximity). yaitu (1) model kode gambar. 1994. 1973. emotional appeals. Komedi (humor).2. yaitu : 1. sesuatu yang membangkitkan emosi dan menyentuh perasaan yang merupakan daya tarik tersendiri dalam pengemasan suatu pesan 8. Paling tidak ada tiga teori yang dapat menggambarkan picture superiority effect. Reiber. 6. Beberapa Teori Pembelajaran Visual Riset yang dilaukukan (Knolton. 1966. sisi pesan. menyenangi keindahan dan kecantikan adalah salah satu sifat manusia. . terdiri atas dua bentuk penyusunan yaitu satu sisi dan dua sisi. Human interest. 3. 5. E. (2) memori atau gambar. urutan penyajian. Levie & Dickie. 1987) telah membuktikan bahwa paling sedikit ada empat riset mengenai ilustrasi yang meliputi : (1) persepsi gambar.

Gambar Statis dan Pemerolehan Pengetahuan Ilustrasi gambar statis dapat bertindak sebagai fasilitas pemerolehan pengetahuan bilamana disajikan bersamaan dengan teks materi.H. Ketiga variabel tersebut yaitu Tujuan & karaketristik Bidang studi Kendala & karaketristik Bidang studi karaketristik Siswa Strategi pengorganisasian pengajaran Strategi Penyampaian Pengajaran Strategi Pengelolaan Pengajaran Keefektifan. Tinjauan Karakteristik Siswa dalam Penelitian Teknologi Pendidikan Untuk menganalisis desain pesan dan karakteristik siswa sebagai bidang garapan dalam penelitian teknologi pendidikan Reigeluth dan Merril (1987) mengklasifikasikan variabel pengajaran. Aliran Behaviorisme Kaitannya dengan Karakteristik Siswa . sedangkan desain pesan berada dalam variabel strategis penyampaian pengajaran yang penjelasannya di bawah ini. J. K. Variabel ini didefinisikan sebagai aspek atau kualitas perseorangan siswa. dan Daya Tarik Pengajaran Berdasarkan diagram variabel pengajaran di atas. karakteristik siswa berada pada variabel kondisi pengajaran. Karakteristik siswa akan amat berpengaruh dalam pemilihan strategi peneglolaan. yang berkaitan dengan bagaimana menata pengajaran. gaya belajar. minat. Karakteristik Siswa Sebagaimana diuraikan di atas bahwa karakteristik siswa merupakan salah satu variabel dari kondisi pengajaran. khususnya komponen-komponen strategi pengajaran agar sesuai dengan karakteristik peeerseorangan siswa. I. sikap. Akan tetapi gambar tadi tidak akan bisa menjawab semua situasi belajar. motivasi belajar. Aspek-aspek ini bisa berupa bakat. kemampuan berfikir dan kemampuan awal (hasil belajar) yang telah dimilikinya. Efisiensi.

Pengaruh dari pengetahuan murid tentang tujuan perilaku pada cara belajar. Analisis Tugas dan Tujuan Perilaku Riset dalam tujuan perilaku dimasukkan ke dalam 4 kategori : 1. analisis komunikasi. Analisis komunikasi mencoba mencari prinsip-prinsip untuk mendesain secara logis dari rangkaian mengajar efektif. M. Pengaruh dari tuuan yang spesifik dengan tujuan yang umum pada belajar. menggunakan kata-kata tertulis. Desain Saat ini dan Model Penyampaian Tiga desain perilaku/ model penyampaian akan jelas melalui cara-cara: 1. Pengaruh pada belajar murid dari penguasaan materi dari guru dan penggunaan dari suatu tujuan. guru sebagai motivator. Pengaruh pada penguasaan murid dari tujuan-tujuan perilaku tentang efisiensi. 3. L. 4. Analisis perilaku berkaitan dengan bagaimana lingkungan mempengaruhi perilaku. PSI mempunyai 5 (lima) karakteristik. yaitu analisis perilaku. . Precision Teaching (Ketepatan Mengajar) Suatu metode yang lebih menekankan monitoring kegiatan belajar di dalam kelas. Analisis dari sistem pengetahuan berfokus pada organisasi yang logis atau kualifikasi dari pengetahuan dimana keahlian dan konsep yang sama dapat diajarkan dengan cara yang sama. menyusun sendiri kecepatan belajarnya. Ketepatan mengajar telah menciptakan temuan-temuan praktis dari potensi penggunaan pada teknologi pendidikan. yaitu : menggunakan instruktur atau pengajar. 1974). 2. PSI (Personalized System of Instruction) Sistem ini sama seperti instruksi terprogram. 3. dan analisis sistem ilmu pengetahuan. 2. menggunakan ajaran dari aliran perilaku dan penguasaan cara belajar. Direction Instruction (Pembelajaran Langsung) Dalam mendesain pembelajaran agar belajar dapat lebih dimengerti diperlukan tiga analisis. penguasaan materi pelajaran. seperti contoh seorang guru yang tetap secara konsisten bahwa murid-murid yang diberikan tugas yang lebih sulit (menghasilkan tingkat kesalahan yang lebih tinggi) dan lebih cepatnya tingkat untuk belajar kembali. dibanding dengan menciptakan program yang didasarkan pada temuan-temuan di laboratorium.Aliran perilaku stimulus dan respons (S-R) adalah suau aliran perilaku yang menekankan antecendent sebagai penyebab dari prilaku yang umumnya disebut metodologi aliran perilaku (Skiner.

optimisme. berusaha menyeimbangkan antara batas-batas yang jelas dan lingkungan rumah yang baik untuk tumbuh. Menurut Lawrence Shapiro (1997) kecerdasan emosional anak dapat dilihat pada keuletan. D. yaitu korteks. Idealnya. namun keduanya saling bergantung. C. Sebaliknya orang tua permisif. sebagaimana ditunjukan oleh negarawan besar dunia. yakn otoriter. motivasi diri. namun keduanya berinteraksi secara dinamis.BAB 8. EQ Versus IQ Keterampilan EQ bukanlah lawan keterampilan IQ atau keterampilan kognitif. penyendiri. baik pada tingkatan konseptual maupun di dunia nyata. permisif. Konsep Dasar Emosional Kecerdasan emosional adalah suatu cara baru untuk membesarkan anak. Anatomi Saraf Emosi Para ilmuwan sering membicarakan bagian otak yang digunakan untuk berfikir. B. Kedua otak tersebut menjalankan fungsi yang berbeda dalam menentukan perilaku kita. Mempelajari perkembangan kepribadian anak intelligence quotient (IQ) merupakan salah satu alat yang banyak digunakan untuk mengetahuinya. Orang tua otoritatif. PERLUNYA MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR EMOSIONAL ANAK DALAM MERANCANG PEMBELAJARAN A. dan sulit mempercayai orang lain. Penelitian menyatakan bahwa anak-anak yang berasal dari keluarga yang menerpakan keotoriteran dan pengawasan ketat tidak memperhatikanpola yang berhasil. antusiasme. yaitu (a) otak logika dan (b) otak emosi. Mereka cenderung tidak bahagia. Namun belakangan berkembang suatu alat yang disebut emotional quotient (EQ) yang oleh pakar dianggap sebagai salah satu alat yang baik untuk mengukur kecerdasan emosional anak. Kadang-kadang disebut neokorteks sebagai bagian yang berbeda dari bagian otak yang mengurusi emosi yakni sistem limbik tetapi sesungguhnya hubungan antara kedua bagian inilah yang menentukan kecerdasan emosional seseorang. seseorang dapat menguasai keterampilan kognitif sekaligus keterampilan sosial dan emosional. tapi cenderung sangat pasif ketika sampai ke masalah penetapan batas-batas atau menanggapi ketidakpatuhan. berusaha menerima dan mendidik sebaik mungkin. menghargai kemandirian anak-anaknya tetapi menuntut . Menurut Lawrence otak manusia dapat digoongkan dalam dua fungsi. dan otoritatif. Menjadi Orang Tua Ber-EQ Tinggi Para peneliti yang mempelajari reaksi orang tua terhadap anak-anaknya menemukan bahwa ada tiga gaya yang umum bagaimana orang tua menjalankan peranannya sebagai orang tua.

yaitu : (1) reaksi emosi pada orang lain yang normalnya berkembang dalam enam tahun pertama kehidupan anak-anak. ramah. Emosi Moral Negatif: Rasa Malu dan Rasa Bersalah . Emosi dan Segi Moral Willian Damon. dermawan. (2) anda dapat menjadikan kejujuran dan etika sebagai bahan perbincangan sejak anak masuk sangat mudah dengan memilihkan buku-buku dan video untuk dinikmati bersama anak. dan pemaaf. F. memainkan permainan kepercayaan. 3. bersalah marah. Empati dan Kepedulian kepada Anak Salah satu unsur dari emosional adalah empati. G. dan (2) reaksi kognitif yang sampai sejauh mana anak-anak dari sudut pandang atau perspektif orang lain.mereka memenuhi standar tanggung jawab yang tinggi kepada keluarga. perkembangan moral anak tidak dapat dipisahkan dengan emosi seseorang. perhatian dan rasa tanggung jawab atas kesejahteraan dan hak-hak orang lain. Mengembangkan Empati dan Kepedulian Para psikolog perkembangan menegaskan bahwa sesungguhnya ada dua komponen empati : reaksi emosi kepada orang lain yang normalnya berkembang dalam enam tahun pertam kehidupan anak dan reaksi kognitif yang menentukan sampai sejauh mana anak-anak ketika sudah leih besar mampu memandang sesuatu dari sudut pandang atau perspektif orang lain. seorang profesor Amerika dalam perkembangan moral anak-anak dan remaja menyatakan anak-anak harus mendapatkan keterampilan emosional sebagai berikut: 1. Menurut William Damon. teman dan masyarakat. yang diungkapkan melalui sikap peduli. I. Mereka harus merasakan reaksi emosi negatif seperti malu. Mereka harus mengembangkan kepedulian. H. Para psikolog pengembangan menegaskan bahwa seseungguhnya ada dua komponen empati. takut. Keterampilan EQ yang Harus Diingat Hal yang perlu diingat dalam EQ dalam hal ini adalah (1) ajarkan nilai kejujuran kepada anak sejak mereka masih muda dan konsisten dengan pesan anda waktu usia mereka bertambah. Mereka harus mengikuti dan memahami perbedaan antara perilaku yang baik dan buruk serta mengembangkan kebiasaan dalam hal perbuatan yang konsisten dengan sesuatu yang dianggap baik. dan rendah diri bila melanggar aturan moral. E. 2. dan memahami berubahnya kebutuhan anak atas privasi. Empati merupakan suatu sikap kepribadian seseorang dimana seseorang mampu menempatkan diri dalam posisi orang lain.

Aplikasi Pertimbangan Faktor Emosional Anak dalam Perencanaan Pembelajaran Emotional Qoutient (EQ) merupakan faktor penting dalam perkembangan intelektual anak. hal ini sejalan dengan pandangan Semiawan bahwa stimulasi intelektual sangat dipengaruhi oleh keterlibatan emosional. Memanfaatkan rasa malu a. 4. Keuntungan Optimisme 4. Membuat Kerangka Baru Suatu Masalah dan Menuliskannya J. antara IQ dan EQ tidak dapat dipisahkan perannya satu sama lain. 2. merupakan akibat dan proses fisiologikal yang berbeda. Takut dan marah misalnya. Upaya mempermalukan harus diberikan apabila seorang anak tidak memiliki reaksi emosi setelah melakukan sesuatu yang seharusnya membuatnya malu.Malu didefinisikan sebagai salah satu bentuk rasa rendah diri. sirkulasi (termasuk di dalamnya perubahan tekanan darah. 1. emosi negatif rasa malu dan rasa bersalah dapat dimanfaatkan secara konstruktif untuk membentuk perilaku moral anak. Impilkasi Emosi . K. bahkan emosi juga sangat menentukan perkembangan intelektual anak secara bertahap artinya secar timbal balik faktor kognitif juga terlibat dalam perkembangan emosional. ekstrem yang terjadi ketika anak-anak merasa gagal memenuhi harapan orang lain dalam bertindak. Mengubah Kelakuan Anak dengan Mengubah Pola Pikir Mereka 5. Mendefinisikan Masalah Sebagai “Musuh” 6. b. Kondisi bangkitnya (arousal state) emosi dan motivasi sangat mirip satu sama lain. Berfikir Realistis 3. Aplikasi Emosi dalam Kehidupan Sehari-hari Dalam kehidupan sehari-hari faktor emosi anak dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan mencerdaskan anak di lingkungan keluarga. 3. Dengan demikian. yaitu terjadinya emosi ditandai oleh adanya perubahan dalam diri (visceral change). Beberapa hal yang terkait dengan ini dijelaskan sebagai berikut. perubahan kimiawi dan distribusinya). Proses emosi dapat dijelaskan dari proses fisiologik. 1. 2. Upaya mempermalukan harus dipertimbangkan sebagai strategi perubahan perilaku yang sah apabila cara pendisiplinan yang lebih lunak dianggap gagal. Perubahan dalam refleks kulit galvanis-RKG (galvanis skin refleks-GSR). Membuat anak merasa malu akan perbuatan anti sosialnya merupakan cara manjur untuk mengubah perilaku ini.

Penjelasan proses emsi yang secara umum dan ringkas dapat dipetik sebuah implikasi bahwa dengan diketahuinya emosi dan sebab-sebabnya. menilai dan mengevaluasi. BAB 9. perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Mengevaluasi adalah proses mengukur dan memulai. yaitu mengukur. Hakikatnya didasarkan pada materi perkuliahan dan buku bacaan wajib serta sejumlah handout yang diberikan. Fungsi Ujian sebagai Instrumen Evaluasi Ujian mempunyai tiga fungsi. C. b. B. Melaksanakan standar penilaian ujian. 2. akan dapat diambil manfaat atau kegunaan. dibutuhkan mutu ujian yang baik pula. Memberikan ukuran yang dipakai : seperti bagaimana mengukur. yaitu soal yang valid. Terdiri atas serangkaian soal ujian yang baik. Struktur Sosial Ujian Di dalam ujian seyogianya semua pokok bahasan harus terwakili dalam ujian sehingga ujian tersebut dapat dikatakan ujian yang representatif. dan seimbang. 4. Menguji apa yang hendak diuji. menilai dan mengevaluasi karena macam ujian tergantung pada objek pengajaran apa yang akan dievaluasi. dan Pengevaluasian Hasil Belajar Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan ukuran tertentu dan bersifat kuantitatif. Mendiskusikan tentang fungsi penilaian untuk memperoleh pemahaman tentang hal-hal apasaja yang dapat dinilai melalui ujian. 3. Pengukuran. baik untukn keperluan penelitian dan pengembangan ilmu maupun untuk keperluan praktis. Materi perkuliahan . Menilai adalah mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran subjektif dan bersifat kualitatif. rancangan ujian harus relevan dengan fungsi evaluasi mana yang diinginkan. spesifik. Suatu ujian dikatakan bermutu baik apabila ujian tersebut : a. MERANCANG EVALUASI HASIL BELAJAR A. Soal yang baik adalah soal yang berkualitas baik. Merancang soal-soal ujian dalam struktur soal sedemikian rupa sehingga jumlah maupun derajat kesukaran soal tetap relevan. Pendahuluan Sering kali dalam proses belajar mengajar (PBM) itu aspek evaluasi hasil belajar ini diabaikan. Penilaian. Ini berarti melakukan penilaian yang baik. relevan. D. Dalam membuat soal ujian atau evaluasi hasil belajar. representatif.

Selain itu. Dalam menbuat RKP perlu ditampilkan atau disiapkan tujuan pembelajaran yang jelas dan dapat dilaksanakan sesuai dengan kondisi setempat. Beberapa Konsep yang Berkaitan dengan Evaluasi Validitas Instrumen. Perlunya Penyiapan Rancangan Kegiatan Pembelajaran (RKP) Rancanangan kegiatan pembelajaran (RKP) adalah seperangkat tulisan yang berisi rencana pembelajaran dan praktikum dari dosen atau tenaga pengajar dalam memberikan kuliah dan/atau praktikum. suatu ujian akan dikatakan bermutu apabila ujian tersebut terdiri atas serangkaian soal yanga telah diorganisasikan dalam suatu struktur soal sedemikian rupa sehingga rangkaian soal itu akan menunjukan representatif. rangkaian soal itu akan tidak terorganisasi. Jenis validitas ada 4 (empat) macam. Kriteria Evaluasi Untuk melakukan penilaian terhadap kemampuan individual mahasiswa dibutuhkan beberapa syarat. MERANCANG KEGIATAN PEMBELAJARAN A. B. Pertama soal ujian harus dibuat secara spesifik. (b) validitas empiris meliputi. Maksudnya suatu instrumen dapat dikatakan mempunyai taraf kepecayaan yang tinggi jika dapat memberikan hasil yang tetap. Bagaimana Menyusun Rancangan Kegiatan Pembelajaran Paling tidak ada sepuluh langkah yang dilalui dalam menyiapkan kegiatan pembelajaran. Ada dua acuan penilaian dalam pengambilan keputusan : a. hakikatnya berhubungan dengan masalah kepercayaan. validitas ada sekarang. penilaian dilakukan secara dikotomi artinya bobot yang diberikan sebagai penghargaan kepada mahasiswa untuk setiap soal yang yang dikerjakan harus ekstrem mendekati. Reabilitas Instrumen. validitas prediksi. seimbang dan relevansi dengan sasaran belajar sekaligus. Penilaian acuan patokan (PAP) b. Suatu ujian dikatakan seimbang apabila pokok bahasan terpenting juga ditanyakan paling banyak. hakikatnya adalah berhubungan dengan sejauh mana suatu alat mampu mengukur apa yang dianggap orang seharusnya diukur oleh alat tersebut. BAB 10. yaitu (a) validitas logis meliputi validitas isi. Kedua. validitas konstruksi. Tanpa struktur soal.yang sifatnya must know (harus diketahui) merupakan materi terpenting dan karenanya harus ditanyakan paling banyak dalam ujian. E. Beberapa yang dapat dijadikan acuan misalnya apa yang pernah ditulis oleh Atwi Suparman . Penilaian acuan norma (PAN) F.

Untuk menentukan kegiatan mengajar. Merumuskan TIU untuk Tiap Pokok Bahasan Perlu dibedakan antara TIU untuk mata kuliah dan TIU untum setiap pokok bahasan. Penulisan TIU untuk kepentingan dosen dalam mengarahkan kuliah yang dibimbingnya. Rumusan TIU dapat berorientasi pada dosen (perilaku memberikan kuliah) dan mahasiswa (perilaku mahasiswa dalam belajar). Apa yang diinginkan dosen dalam memberikan kuliah dan apa pula yang harus dikerjakan mahasiswa dalam kaitannya dengan kuliah tersebut. Jumlahnya sedikit saja. Sebagai dasar untuk menyusun Sasbel. a. 4). Sebagai dasar untuk menjelaskan tujuan mata kuliah secara ringkas.(1993). d. 3). Untuk menjelaskan kedudukan mata kuliah di dalam kurikulum. c. Banyaknya pokok bahasan setiap mata kuliah akan berbeda satu sama lain dan setiap subpokok bahasan terdiri atas satu atau lebih dari sasaran belajar (Sasbel). Sejauh mana mahasiswa mengetahui materi kuliah yang diberikan dosen. Namun secara singkat digambarkan sebagai berikut: 1. Menentukan Frekuensi Kuliah untuk Setiap Pokok Bahasan Karena tiap mata kuliah mempunyai bobot yang berbeda misalnya 4sks. dkk. (1993). (1993). Luas dan Umum. Menyusun Pokok Bahasan dan Subpokok Bahasan dalam Skema Hubungan 5. Fungsi TIU adalah : a. Jangan menuliskan TIU secara spesifik 2). dan 2sks. 2. dkk. b. dan Asmawi Zainul. Bahan ajar apa yang akan diberikan kepada mahasiswanya. ia harus selalu ingat pada tiga hal penting berikut . Adapun sifat dari TIU adalah sebagai berikut : 1). Toeti Soekamto. Setiap pokok bahasan terdiri atas subpokok bahasan. Misalnya setiap Pokok Bahasan hanya ada satu atau dua. 4. maka tiap mata kuliah mempunyai Pokok Bahasan yang berbeda pula satu sama yang . b. Menuliskan Pokok Bahasan dan Subpokok Bahasan Pkok bahasan (PB) itu berupa materi pokok kuliah yang akan diberikan dalan kuliah atau praktikum. 3sks. 3. Pentingnya Dosen Mencari Informasi Sebanyak-banyaknya Apabila dosen ingin menyiapkan bahan perkuliahan. c.

2). Bentuk Pengajaran f. Media Pengajaran g. yaitu mulai dari : a. Sasbel. sehingga terjadi 16 kegiatan per semester. Satu kali midtest. Menentukan Ujian dan Bobot Soal Seperti diketahui. . Terperinci. Midtest dengan bobot 20%. Pokok Bahasan c. Sesuai dengan sarana yang ada. waktu tatap muka yang diperlukan dan Pustaka. penyusunan Sasbel harus benar.lain. yang pada umumnya terdiri atas: a. Tugas Terstruktur. d. Sasbel e. dan b. Penulisan Pustaka (buku wajib atau pendukung “Readers”) 8. terletak pada sasaran belajar (Sasbel). Subpokok Bahasan. b. 7. Sesuai dengan hasil minimal yang ingin dicapai. Untuk penulisan matriks ini sudah relatif baku. Membuat Matriks Rencana Kegiatan Perkuliahan (RKP) Matriks RKP berisi seperangkat informasi yang menjelaskan secara rinci hubungan antara Pokok Bahasan. Satu kali ujian akhir semester. e. Merumuskan Sasaran Belajar Sebenarnya inti dari kegiatan perkuliahan. c. Pembobotannya juga berbeda antara midtest. Diberiakan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Bentuk Pengajaran Media Pengajaran. biasanya dalam satu semester itu terdiri atas 14 kali tatap muka (termasuk penyelesaian tugas terstruktur). Ada 3 tugas terstruktur masing-masing diberi bobot 10% sehingga berjumlah 30%. maka frekuensi kuliah setiap Pokok Bahasan untuk setiap mata kuliah juga berbeda. Oleh karena itu. Ujian Akhir Semester (UAS) dan Tugas Terstruktur. Nomor urut b. 6. Subpokok Bahasan d. Sesuai dengan perilaku mahasiswa (dan terukur). Karena Pokok Bahasan untuk setiap mata kuliah berbeda. Pokok Bahasan tersebut i. Untuk itu penulisan Sasbel sebaiknya harus : a. Waktu yang diperlukan setiap tatap muka dalam menjelaskan h. Sebagai contoh seorang dosen membagi bobot soalnya sebagai berikut : 1).

maupun secara psikomotorik. sehingga secara keseluruha akan diperoleh penilaian 100%. Selanjutnya ditetapkan Pedoman Perkuliahan. Dengan KBK guru dituntut untuk membuktikan keprofesionalanny. Esensi KBK KBK yang telah diberlakukan pada tahun pelajaran 2003/2004 di dalamnya telah melaksanakan suatu sistem pembelajaran yang (mungkin) asing bagi guru yang terbiasa menggunakan sistem klasikal. afektif. Kompetensi yang Diharapkan dalam Pembelajaran Kompetensi yang diharapkan akan muncul dan dikembangkan dari peserta didik melalui kurikulum berbasis kompetensi. C. ke jurusan dan lainnyamenjadi pegangan kita sebagai dosen. maka secepatnya diadakan revisi. PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DALAM PEMBELAJARAN A. mereka dituntut untuk dapat menyusun dan membuat rencana pembelajaran yang berdasarkan kemampuan dasar apa yang dapat digali dan dikembangkan oleh peserta didik. Pendahuluan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) merupakan suatu paradigma baru dalam sistem pembaruan kurikulum pendidikan di sekolah. 10. Menyerahkan Rencana Kegiatan Perkuliahan (RKP) Rencana Perkuliahan biasanya hanya bersifat tentatif. UAS diberi nilai bobot 50%. secara garis besar perlu kita ingatkan kompetensi pada jenjang pendidikan sebelumnya sebagai berikut: . Menyusun Pedoman Perkuliahan dan RKP Untuk menyusun suatu pedoman perkuliahan.3). Munculnya kurikulum berbasis kompetensi didasari oleh lemahnya kemampuan lulusan sekolah formal sekarang ini dalam arti lulusan sekolah kurang memiliki kemampuan taksonomi yan diharapkan baik secara kognitif. 9. Meskipun demikian jika telah selesai dibuat yang bersifat tentatif. B. BAB 11. sangat baik diadakan diskusi terlebih dahulu dengan teman-teman untuk selalu merevisi isi dan format RKP yang telah dibuat. Jika sudah dioperasionalkan pelaksanaannya dan mengalami hambatan. segera diserahkan ke bagian akademik. artinya pembuatan RKP tersebut adalah bersifat sementara yang menuntut perbaikan dan penyempurnaan.

c. Meyakini. dan kebugaran jasmani. Memiliki keyakinan dan ketakwaan sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Mengembangkan pola hidup berdasarkan nilai-nilai kebersihan. Menghargai dan berekspresi seni. bersih. Karakteristik Mata Pelajaran Matematika . Madrasah Tsanawiyah. f. dan kreatif serta berkomunikasi terutama dengan kelompok sebaya. Mengenali dan menjalankan hak dan kewajiban diri. b. 2. dan sederajat diharapkan memiliki kompetensi : a. bugar serta sehat rohani dan jasmani. Tamatan Sekolah Menengah Pertama. f. belajar dan beraktivitas sehari-hari. Memahami dan menjalankan hak dan kewajiban untuk belajar dan mempersiapkan karier. Memilki pemahaman dan wawasan yang luas. e. c. b. kesehatan rohani. g. dan sehat. Memiliki rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan tanah air. Menjalankan pola hidup mandiri dan sosial yang sehat. Madrasah Ibtidaiyah. bugar. Berfikir logis. serta berkomunikasi melalui media. kreatif inovatif. Menguasai pengetahuan dan keterampilan akademik. kritis. Madrasah Aliyah. c. Tamatan Sekolah Menengah Umum /Kejuruan. memecahkan masalah. d. D. b. KBK Penerapannya dalam Pembelajaran Matematika 1. e. h. dan sederajat diharapkan memiliki kompetensi : a. d.1. dan mengamalkan ajaran agama yang dianut dalam kehidupan. d. Menyenangi dan menghargai seni. memahami. dan sederajat diharapkan memilki kompetensi : a. Mengalihgunakan kemampuan akademik dan keterampilan berkarya. Tamatan Sekolah Dasar. Memiliki nilai dasar humaniora untuk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan. Berfikir logis. serta peduli terhadap lingkungan. 3. kritis. Berpartisipasi dan berwawasan kebangsaan dalam kehidupan. Berpartisipasi dalam kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bengga terhadap bangsa dan tanah air. Mengenal dan berperilaku sesuai dengan ajaran agamanya. Membiasakan hidup bersih. e.

b. dan perilaku. deret. telah dirumuskan sembilan standar kompetensi sebagai berikut : a. i. f. g. Standar adalah arahan atau acuan bagi pendidik tentang kemampuan dan keterampilan yang menjadi fokus proses pembelajaran dan penilaian. melakukan perbaikan. mendiagnosis kesulitan belajar. Untuk mata pelajaran matematika di SMA. 3. transformasi. Jadi standar kompetensi adalah batas dan arah kemampuan yang harus dimiliki dan dapat dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran suatu mata pelajaran tertentu.Ditinjau dari aspek kompetensi yang ingin dicapai. d.dalam pemecahan masalah. Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan dalam pemecahan masalah. Menggunakan operasi dan sifat serta manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat. fungsi. Menyusun dan menggunakan persamaan lingkaran. Disusun berdasarkan prinsip yang berorientasi pada pencapaian kompetensi. jarak. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika Kompetensi adalah kemampuan yang dapat dilakukan peserta didik yang mencakup pengetahuan. Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah Merancang dan menggunakan model matematika program linear serta menggunakan sifat dan aturan yang berkaitan dengan barisan. mata pelajaran matematika menekankan penguasaan konsep dan algoritma disamping kemampuan memecahkan masalah. . dan memotivasi siswa untuk belajar lebih baik. sudut dan volum. persamaan. Menggunakan manipulasi aljabar untuik merancang rumus trigonometri dan menyusun bukti. akar dan logaritma. garis dan bidang. keterampilan. matriks. Menggunakan aturan statistika dalam menyajikan dan meringkas data dengan berbagai cara. h. e. vektor. Silabus dan sistem penilaian berfungsi untuk mengetahui kemajuan belajar sisw. 2. c. Pengembangan Silabus dan Sistem Penilaian Silabus dan sistem penilaian merupakan urutan penyajian bagian-bagian dari silabus dan sistem penilaian suatu mata pelajaran. Menggunakan perbandingan. dan identitas trigonometri dalam pemecahan masalah. memotivasi guru agar mengajar lebih baik. Menggunakan sifat dan aturan geometri dalam menentukan kedudukan titik. memberiakan umpan balik.

4. Langkah Penyusunan Instrumen Bentuk Instrumen dan Penskorannya 1. ulangan blok. c. Penskoran instrumen uraian objektif dapat dilakukan dengan memberikan skor tertentukan langkah-langkah dalam menjawab soal. responsi atau ujian praktek. Jenis tagihan berupa: kuis. Pemilihan pengalaman belajar. Penyusunan dan Analisis Instrumen . Penjabaran indikator ke dalam instrumen penilaian. penskoran pertanyaan lisan dapat dilakukan dengan pola kontinum 0 s. Pertanyaan lisan. Penjabaran kompetensi dasar menjadi indikator. sintesis dan evaluasi. c. dan sebagainya. tafsirkan. a. 4. Untuk memudahkan penskoran. Instrumen ini digunakan untuk menilai aspek sikap dan minat terhadap mata pelajaran. d. b. Sumber atau bahan atau alat. g. pertanyaan lisan. Pilihan Ganda. tugas individu. i.d 100. Penentuan Materi Pokok dan uraian materi pokok. Bentuk Instrumen Nontes dan Penskorannya Instrumen nontes meliputi angket. analisis. e. laporan kerja praktik. sampai pada tingkat berfikir tinggi seperti aplikasi. Menentukan alokasi waktu. pertanyaan yang biasa digunakan adalah simpulkan. f. ulangan harian. b. dan pengamatan.d 10 atau 0 s. 2. tugas kelompok.Langkah-langkah Penyusunan Silabus dan Sistem Penilaian a. Bentuk instrumen ini dapat dipakai untuk mengukur kompetensi siswa dalam semua tingkat ranah kognitif. Untuk memudahkan penskoran dibuat rambu-rambu jawaban yang akan dijadikan acuan. h. Identifikasi Pengurutan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Uraian objektif. konsep diri dan nilai. dibuat ramburambu jawaban yang akan dijadikan acuan. Uraian bebas. inventori. Penskoran pilihan ganda dapat dilakukan dengan rumus : Skor = B/N x 100 B = adalah banyaknya butir yang dijawab benar N = adalah banyaknya butir soal 3. dapat dipakai untuk menguji penguasaan kompetensi pada tingkat berfikir rendah seperti pengetahuan (recall) dan pemahaman.

(b) mengetahui konsep-konsep atau teori yang belum dikuasai. 6. materi. Pelaporan dilakukan secara kualitatif. dan (d) memperbaiki strategi belajar. 2. b. Dengan mengevaluasi hasil belajar. Membantu sekolah melengkapi fasilitas belajar.(c). 5. Memotivasi anaknya belajar. Analisis instrumen Suatu instrumen hendaknya dianalisis dahulu sebelum digunakan. misalnya dengan rentangan 4-1 atau 1-4 tergantung arah pertanyaan/pernyataan.Penilaian terhadap minat siswa dapat menggunakan skala bertingkat. Untuk Guru dan Kepala Sekolah Untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan siswa dalam satu kelas sekolah dalam semua mata pelajaran. (c) memotivasi diri untuk belajar lebih baik. c. Dari evalusi tersebut dapat diketahui kompetensi dasar. Untuk Siswa Dapat dimanfaatkan siswa untuk : (a) mengetahui kemajuan hasil belajar diri. Membantu anaknya belajar. Hasil penilaian harus dapat mendorong guru untuk mengajar . (b). guru akan mendapatkan manfaat yang besar untuk melakukan program perbaikan yang tepat. Pelaporan Hasil Penilaian dan Pemanfaatannya 1. Pelaporan Hasil Penilaian Hasil penilaian ranah kognitif dan psikomotor dapat berupa nilai angka maupun deskripsi kualitatif terhadap kompetensi dasar tertentu. Pelaporan hasil inventori afektif ini akan sangat bermanfaat khususnya untuk mengetahui sikap dan minat siswa terhadap pelajaran matematika dan dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sikap serta minat siswa terhadap pembelajaran matematika. atau indikator yang belum mencapai ketuntasan. Untuk Orang Tua Informasi hasil belajar dimanfaatkan oleh orang tua untuk : (a). Pemanfaatan Hasil Penilaian a. Evaluasi Hasil Penilaian Evaluasi terhadap hasil belajar bertujuan untuk mengetahui ketuntasan siswa dalam menguasai kompetensi dasar. Membantu sekolah meningkatkan hasil belajar siswa. Analisis kuantitatif dilakukan dengan cara menguji cobakan instrumen yang telah dianalisis secara kualitatif kepada sejumlah siswa yang memiliki karakteristik sama dengan siswa yang akan diuji dengan instrumen tersebut. Ada dua model analisis yang dapat dilakukan. yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif adalah analisis yang dilakukan oleh teman sejawat dalam rumpun keahlian yang sama. E. (d).

lebih baik. dan mendorong sekolah agar memberi fasilitas belajar lebih baik. membantu guru untuk menentukan strategi mengajar yang lebih tepat. .