PELATIHAN TEKNIS IMPOR-EKSPOR

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROPINSI JABAR

Prosedur dan Proses Pengapalan beserta dokumen-dokumen teknis yang diperlukan didalam kegiatan ekspor-impor
Capt. Nugroho Subroto MMar [27 Pebruari 2012]

nsubroto

Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan

Daftar isi
1. Pendahuluan. 2. Export dan Import. 3. Pihak-pihak yang terkait didalam kegiatan eksporimpor 4. Istilah dalam pelayaran. 5. Term pengapalan. 6. Term perdagangan. 7. Dokumen yang berhubungan dengan pengapalan : - Export. - Import. 8. Alur proses pengapalan di Perusahaan Pelayaran, mulai dari penerimaan booking, pengambilan container empty sampai dengan pemuatan diatas kapal. 9. Alur proses pembuatan BL. 10. Alur proses pengambilan muatan impor, dari pengiriman NOA (Notice of Arrival) sampai dengan pengeluaran container dari pelabuhan. 11. Free Time, Demurrage dan Detention untuk container ekspor dan impor. 12. EIR, SP2 dan EOR. Penutup.

13.

Page 2 of 20

Didalam perdagangan ada istilah Export dan Import. Pendahuluan. Terpisahnya antara pembeli dan penjual karena dibatasi oleh batas-batas negara dan kekuasaan yang dipengaruhi oleh kebijakan suatu negara. Page 3 of 20 . ii. perairan dan ruang udara diatasnya. yang didalam workshop ini INSA sebagai wadah dari Pelayaran Nasional Indonesia akan menyajikan masalah dokumentasi pengapalan. Tujuan dibuatnya aturan-aturan tersebut adalah untuk menyeragamkan persepsi para pelaku niaga ditiap negara sehingga tidak ada “dispute” didalam mengartikan suatu klausul pada perjanjian perdagangan yang dibuat. Kalau kita melihat definisi tersebut diatas. Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. sedangkan disisi perdagangannya diatur oleh peraturan-peraturan internasional yang ada (biasanya dari ICC/International Chamber of Commerce). kemudian dibidang angkutan lautnya diatur oleh peraturan-peraturan keselamatan yang dikeluarkan oleh IMO/International Maritime Organization (SOLAS/Safety of Life at Sea). Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. sehingga untuk mengatasi hal tersebut dibentuklah badan-badan dunia yang menghasilkan bermacam-macam perjanjian atau konvensi internasional seperti GATT. iii. jelas terlihat aktivitas ini akan selalu dikontrol oleh Bea Cukai dengan peraturan-peraturannya.nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan 1. serta tempattempat tertentu di zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen yang didalamnya berlaku Undang-Undang ini. UNCTAD. ICC. WCO. tetapi hanya berbeda pada beberapa hal yang harus diatasi seperti : i. ii. Definisi ekspor dan impor menurut Undang-Undang no 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan adalah : i. Pada beberapa konvensi bahkan mereka telah menyiapkan format-format tertentu yang bisa dipakai secara internasional. Hambatan-hambatan niaga antara negara karena adanya ketidak samaan kebiasaan dalam berniaga. UCP. WTO dsb nya. Pada dasarnya tata cara perdagangan dalam negeri dengan luar negeri adalah sama. INCOTERM. ASEAN. MEE. Impor adalah kegiatan memasukkan barang kedalam daerah pabean.

Importir adalah badan usaha baik berbentuk badan hukum maupun tidak badan hukum termasuk perorangan yang melakukan kegiatan impor. Pihak-pihak yang terkait didalam kegiatan ekspor-impor Ekspor adalah perdagangan dengan cara mengeluarkan barang dari dalam keluar wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. kegiatan ekspor di Indonesia prosedur kepabeanannya lebih mudah jika dibandingkan dengan impor. 3. sementara impor diusahakan direm sehingga cadangan devisa negara menjadi besar. Ekspor dan Impor.nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan Mengingat banyaknya peraturan-peraturan yang harus dikuasai. sehingga harus didatangkan kontainer kosong kalau daerah tersebut “demand location” atau kontainer kosong dikirim keluar kalau daerah tersebut “surplus location”. iii. Pemerintah dalam hal ini ingin menggenjot ekspor sebesar-besarnya. Eksportir adalah badan usaha baik berbentuk badan hukum maupun tidak badan hukum termasuk perorangan yang melakukan kegiatan ekspor. Artinya kontainer yang masuk dan keluar tidak balance. Untuk trucking dipakai perusahaan truck atau kereta api. Catatan : Beberapa Pelayaran menerapkan surcharge untuk biaya ini. 2. Pengiriman kontainer kosong (didalam pelayaran disebut “repositioning empty container”) tentunya akan memakan biaya. Dari sisi Pelayaran jika terjadi ketidak seimbangan antara ekspor dan impor disuatu negara/daerah maka ini disebut imbalance situation. penyedia jasa yang menguasai peraturan-peraturan Untuk jasa pengangkutan dipakai Freight Forwarder atau Logistik Company. maka didalam bisnis ekspor/impor biasanya pelaku akan menggunakan jasa-jasa para perusahaan tersebut seperti : i. Page 4 of 20 . Seringkali satu perusahaan juga bisa memborong semua pekerjaan tersebut diatas. Impor adalah kegiatan memasukkan barang kedalam daerah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. Untuk pengurusan Kepabeanan dipakai EMKL atau PPJK atau Custom Broker. perusahaan ini disebut Perusahaan Logistik (Total Logistic Company). Menurut pengamatan kami. dimana biaya ini akan menjadi komponen biaya pengangkutan ekspor atau impor. ii.

Meningkatkan laba perusahaan melalui perluasan pasar serta untuk memperoleh harga jual yang lebih baik (optimalisasi laba). 2. Bank termasuk didalamnya lembaga-lembaga yang menangani kegiatan ekspor seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia 11. Asuransi (yaitu yang mengasuransikan barang-barang yang dikapalkan sesuai nilai yang disyaratkan. Buying Agent (bertindak sebagai agen untuk satu atau lebih pembeli tertentu diluar negeri) 7. 13. 3. Export Merchant House (yang membeli barang dari perusahaan pembuat barang dan mengkhususkan diri dalam perdagangan dengan negara-negara tertentu yang membutuhkan barang-barang tersebut). Terdapat beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan ekspor-impor yaitu : 1. Confirming House (yang bertindak sebagai perantara pembuat barang diluar negeri dan importir dalam negeri biasanya bertanggungjawab atas pengapalan barang-barang dan pembayaran pada penjual) 6. 9. Memanfaatkan kelebihan kapasitas terpasang (idle capacity). EMK L/ EMKU/PPJK. 4. Membuka pasar baru diluar negeri sebagai perluasan pasar domestik (membuka pasar ekspor). Freight Forwarder/NVOCC/Logistic Company. 5. yang mengeluarkan sertifikat/ polis Page 5 of 20 . Eksportir (pihak yang melakukan penjualan atau pengiriman barang) 2. Pembuat barang ekspor (kalau produksi ekspor tidak dilakukan sendiri). Importir (pihak yang melakukan pembelian atau penerimaan barang) 3. Membiasakan diri bersaing dalam pasar internasional sehingga terlatih dalam persaingan yang ketat dan terhindar dari sebutan jago kandang.nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan Adapun tujuan dari kegiatan ekspor antara lain: 1. 4. Maskapai Pelayaran/ Perkapalan (Menerima barang-barang dagang dari shipper/ eksportir/ freight forwarder dan mengatur pengangkutan barang-barang tersebut serta menerbitkan Bill of Lading (B/ L) atau surat bukti muat barang). Consignment Agent (bertindak sebagai agen penjual diluar negeri). 12. Trading House (badan usaha yang mengumpulkan barang-barang keperluan untuk diekspor dan diimpor) 8. Factor (Lembaga yang setuju untuk membeli piutang dagang/ barangbarang ekspor yang dipunyai eksportir untuk kemudian ditagih kepada importir/ pembeli) 10.

Menyiapkan barang (cargo) dengan kemasan yang laik laut 3. jumlah barang dan lain sebagainya serta memeriksa barang-barang ekspor tertentu dinegara tempat tibanya barang dengan penerbitan surat laporan pemeriksaaan (LKP) dan memeriksa kebenaran barang-barang impor dinegara asal impor barang). Bea Cukai (bagi eksportir bertindak sebagai pihak yang meneliti dokumen serta pembayaran pajak dan memberikan izin barang untuk dimuat dikapal. Tanggungjawab dan kewajiban dalam pengangkutan: A) Pengirim barang (Shipper) 1. 2. Membayar uang tambang sesuai ketentuan. Surveyor/ Pemeriksa (yang ditunjuk oleh pemerintah yang berwenang dalam pemeriksaan mutu. Penerima Barang (consignee) Yaitu orang atau badan hukum. 2. Perusahaan pelayaran mempunyai jaringan pelayaran yang menghubungkan antara satu pelabuhan dengan satu / beberapa pelabuhan lain. 3.nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan asuransi untuk menutupi resiko yang dikehendaki serta yang menyelesaikan tagihan/ tuntutan kerugian-kerugian bila ada) 14. Kedutaan/ Konsulat 16. Pengangkut (carrier) Yaitu perusahaan pelayaran yang melaksanakan pengangkutan barang dari pelabuhan muat ke pelabuhan tujuan. bagi importir bertindak sebagai agen dan akan memberikan izin untuk pelepasan barang-barang bilamana dokumen B/ L atau di Indonesia PPUD. bila ‘freight Prepaid’ Page 6 of 20 . atau ke pelabuhan perantara. Menyiapkan barang (cargo) sesuai jadwal pengapalan. kepada siapa barang dikapalkan atau kepada siapa barang ditujukan. Pengirim Barang (shipper) Yaitu orang atau badan hukum yang memiliki barang untuk dikirim dari pelabuhan tertentu ke pelabuhan lainnya. menunjukan telah dilakukan pembayaran) 15. Perusahaan Pelayaran: Ruang Lingkup perusahaan pelayaran adalah sebagai berikut:  Usaha pokok pelayaran berupa penyelenggaraan angkutan barang dengan menggunakan kapal  Usaha keagenan yang merupakan usaha pelayanan terhadap kapal orang lain  Usaha penunjang kegiatan pelayaran Pihak-pihak yang terlibat dengan Pelayaran: 1. hampir keseluruh pelosok dunia dengan tujuan untuk mempermudah pemindahan barang dan penumpang dari satu tempat ke tempat lainnya.

Melaksanakan pengangkutan barang (cargo) dari pelabuhan muat ke pelabuhan tujuan. Proses Ekspor Barang konventional (7) B O Lading ill f (6 a) M ate R eceipt E ksportir Freight Forw ading (1) shipping Instruction M askapai P elayaran (S hipping Line ) (4) G D n o ow R eceipt (2 a) R encana Tim bun (2) shipping O rder (3) .nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan B) Pengangkut (Carrier) 1. Menerima barang (cargo) dari pengirim barang (shipper) kepada penerima barang (consignee) 2. Mengeluarkan/menerbitkan dokumen pengapalan. Bea Cukai Adalah instansi dipelabuhan yang mengawasi keluar masuk barang ekspor maupun impor. berupa: Page 7 of 20 . Menerima barang (cargo) di pelabuahn tujuan dengan menyerahkan dokumen pengapalan (B/L). sesuai ketentuan. 2. C) Penerima Barang (Consignee) 1. 3. Membayar uang tambang sesuai ketentuan bila ‘freight collect’. atau ke pelabuhan perantara. Perusahaan pelayaran wajib melaporkan kepada bea cukai atas kedatangan dan keberangkatan kapal.K irimBarang -P roses P B E G udang P elabuhan Receiving (5) C argodoring D erm aga P elabuhan (6) S tevedoring (Loading ) K apal P elayaran INSTANSI PELABUHAN TERKAIT 1.

Karantina imigrasi : tempat penampungan sementara terhadap orang asing yang akan dideportasi. Penangkalan: larangan sementara terhadap seseorang masuk wilayah RI 5. 2. Imigrasi Adalah instansi dipelabuhan yang mengatur. 3. Visa untuk RI 3.nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan     Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut (RKSP) Daftar muatan manifest. Outward manifest untuk muatan ekspor.1) Inward manifest adalah daftar kumpulan segala muatan yang terdapat dalam kapal. 7. Inadmissable : penolakan orang asing karena dokumen tidak ada/tidak lengkap untuk memasuki wilayah RI. Syahbandar Adalah instansi pelabuhan yang mengatur:  Keluar/masuk dan labuh tambat kapal  Mengawasi bongkar – muat kapal  Pelayanan jasa untuk kapal Komponen Biaya di Pelabuhan: OPP = Ongkos Pelabuhan pemuatan -- container = THC POL OPT = Ongkos Pelabuhan Tujuan -- container = THC POD Komponen Biaya OPT/OPP untuk kondisi: A) FIOS TERM (Free in and Out Stowage) Biaya pemadatan dan pembongkaran ditanggung oleh consignee. bukan oleh pelayaran. pengusiran atau lainnya. dengan membuat Inward Manifest (BC 1. Deportasi atau pengusiran: tindakan mengeluarkan orang asing dari wilayah RI. karena keberadaanya tidak dikehendaki atau melanggar hukum RI. pelabuhan udara atau tempat keluar/masuk wilayah RI 2. Pencegahan: larangan sementara terhadap seseorang keluar wilayah RI 4. Tempat pemeriksaan: pelabuhan laut. 1. Komponen-komponen biaya OPT/OPP untuk FIOS TERM adalah: a) Stevedoring b) Cargodoring c) Receiving / Delivery Page 8 of 20 . 6. Semua barang / container yang telah dimuat ke kapal harus dibuatkan daftar khusus yang disebut Cargo Manifest.

sedangkan biaya stevedoring termasuk di dalam uang tambang. misalnya tonnage atau rencana pelayaran. Tujuan shipping Conference adalah: . dasarnya adalah kekuatan perusahaan tersebut. Non Vassel Operating Common Carrier (NVOCC) Page 9 of 20 . masingmasing anggota dapat memberikan potongan harga atas ongkos angkut dalam presentase tertentu.Jaminan pelayaran yang tetap dan teratur Ada 2 jenis Conference. Aliansi Aliansi merupakan kerjasama antara 2 perusahaan pelayaran yang besar atau lebih. . Non. Komponen-komponen biaya OPT/OPP untuk liners terms adalah. mulai muatan itu lepas di dermaga pelabuhan tujuan. Mereka bekerjasama dan dapat menggunakan kapal-kapal yang dimiliki oleh kedua perusahaan tersebut.Menghindari persaingan tidak sehat dalam tarif freight diantara sesama anggota. 2.nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan B) LINERS TERM Consignee harus menanggung biaya penanganan muatan. .Conference Liner Perusahaan yang tidak menjadi anggota Conference liner. Conference Liner Shipping Conference adalah kumpulan kelompok perusahaan pelayaran yang menjalani pelayaran tertentu dan dengan jadwal yang tetap. tiap perusahaan pelayaran yang ingin menjadi anggota dapat diterima dengan syarat tertentu.Closed Conference dimana sebuah perusahaan pelayaran hanya dapat menjadi anggota jika para anggota lain setuju. . yaitu: . baik dalam hal pengangkutan maupun dalam hal kepemilikan fasilitas masing-masing perusahaan.Open Conference. 3.Untuk memperkuat posisianggota dan kesetiaan shipper. 4. a) Cargodoring b) Receiving/delivery Pelayaran Internasional memiliki 5 jenis pelayaran: 1.

Penetapan tarif angkutan pelayaran samudra 2.. SHIPPING CONFERENCE = FREIGHT CONFERENCE = RATE AGREEMENT Mengatur masalah: 1....... Istilah Dalam Sistem Pelayaran : " LCL : Less Container Load Barang yang akan dikirim masuk gudang ke pelayaran dan akan di-stuffing bersama barang-barang dari perusahaan lain karena secara kuantitas barang yang akan dikirim sedikit..... 1 x 45 feet Page 10 of 20 ........... 27 m3 ... 1 x 40 feet c....... 70 m3 ..... > 70 m3 ...nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan Merupakan perusahaan freight forwarder yang tidak memiliki kapal... Maks.. Maks........... Tramper Tramper adalah perusahaan yang mengoperasikan kapal-kapalnya tanpa jadwal yang tetap dan waktu singgah yang tidak teratur.. akan tetapi mempergunakan peti kemas dari perusahaan pelayaran yang ada.......... Kapal tramper biasanya disewa atas dasar tarif yang dirundingkan terlebih dahulu dan biasanya digunakan untuk jumlah muatan yang sangat banyak dan sejenis.......... 1 x 20 feet b........... " FCL : Full container Barang yang akan dikirim (ekspor) secara kuantitas berjumlah besar sehingga harus memesan kontainer.......... Penetapan syarat-syarat dan perjanjian pengangkutan yang dikehendaki untuk diterapkan atau dipergunakan dalam trayek pelayaran yang bersangkutan. a. Freight biasanya dibayarkan sebelum kapal berangkat atau paling lambat pada waktu bill of lading diserahkan sesuai dengan kesepakatan yang tercantum di dalam Charter Par SHIPPING CONFERENCE Merupakan perhimpunan para perusahaan pelayaran Liner Service yang melayani antar benua (inter ocean) dalam wilayah operasi tertentu.... 5.. Jadwal pelayaran yang dilakukannya adalah berdasarkan permintaan dan penawaran... Maks.... 55 m3 ..... 1 x 40 feet d........... Pembagian alokasi muatan di antara para anggota conference 3..

CFS (Container Freight Station) : Gudang tempat dimana e.nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan 4. Biaya penumpukan (storage charge) : biaya sewa penumpukan di lapangan yang dibebankan kepada shipper/consignee. Istilah dalam Pelayaran. Late stack atau stack after closing : container ekspor yang masuk kedalam CY setelah closing time atau COT. c. b. d. Early stack : container ekspor yang minta diijinkan masuk CY sebelum open stack. j. h. CY : Container Yard adalah lapangan tempat containercontainer yang akan dimuat kekapal ataupun sehabis dibongkar dari kapal ditumpuk/disusun menunggu pemuatan ataupun pengambilan oleh importir. Page 11 of 20 . i. f. Weekly schedule : adalah schedule kedatangan dan keberangkatan kapal yang diumumkan oleh Perusahaan Pelayaran atau Agen-Agennya di media masa. barang dari dalam container LCL dibongkar dan disimpan. Container Terminal adalah terminal/dermaga tempat kapalkapal container bersandar dan membongkar/memuat container. WEB atau brosur. Closing time atau COT (Cut Off Time): batas waktu dimana container ekspor tidak diperbolehkan lagi masuk CY. g. Sebagian dari istilah-istilah yang sering digunakan adalah sebagai berikut : a. atau GC (Gantry Crane). ETA/ETD : Estimated Time Arrival/Estimated Time Departure adalah perkiraan waktu kedatangan dan keberangkatan kapal di pelabuhan. Open stack : saat/waktu dimana container ekspor mulai diperbolehkan masuk kedalam CY. Terminal ini dilengkapi dengan crane khusus untuk container yang disebut QC (Quay Crane) atau CC (Container Crane). Ada istilah-istilah didalam Pelayaran yang mungkin bagi masyarakat awam (yang tidak biasa bergerak di pelabuhan) belum begitu terbiasa.

kami menyarankan membeli kamus istilah pelayaran jika ingin mengetahui lebih banyak. Shipper : yang mengapalkan barang. ii. Lo/Lo (Lift on/Lift off) : kegiatan menaikan atau menurunkan container dari/ke trailer. Page 12 of 20 . m. namun arti yang sebenarnya adalah container ini dalam penyerahannya nanti barang harus diunstuffing dulu kedalam gudang CFS karena consignee nya banyak (lebih dari satu). Masih banyak lagi istilah-istilah didalam dunia pelayaran. Didalam pengangkutan container dikenal beberapa macam term pengapalan. CFS/CY : Pelayaran menerima muatan di CFS pelabuhan muat dan menyerahkannya di CY pelabuhan tujuan. karena walaupun misalnya tidak penuh tetapi pemilik barang yang ada didalam container hanya 1 orang dan menghendaki container diberangkatkan tanpa ditambah muatan maka status container tersebut juga disebut FCL. “Penuh” disini dalam tanda kutip. iv. Kebalikan dari FCL adalah LCL (Less than Container Load). CY/CFS : Pelayaran menerima muatan di CY pelabuhan muat dan menyerahkan muatan di CFS pelabuhan tujuan. Term pengapalan tersebut : i. arti harfiahnya adalah container yang dimuati kurang dari kapasitasnya. CY/CY : Pelayaran menerima muatan di CY pelabuhan muat dan menyerahkan muatan di CY pelabuhan tujuan. 4. l. Ada juga container dengan status FCL (Full Container Load) artinya container ini sudah diisi “penuh” dengan muatan sehingga bisa diberangkatkan dengan term CY. CFS/CFS : Pelayaran menerima muatan di CFS pelabuhan muat dan menyerahkannya di pelabuhan tujuan. Consignee : yang menerima barang.nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan k. Term Pengapalan. iii. yang pada dasarnya term ini menentukan tempat dimana container/muatan diterima dan diserahkan yang kemudian dihubungkan dengan pembebanan biaya kepada pemilik muatan.

iv. Delivered Duty Paid. Delivered Ex Quay. Cost & Freight. xiii. Free On Board. Yang dimaksud dengan term perdagangan disini adalah term jual beli antara “buyer” dan “seller”. v. Kami tidak membahasnya secara panjang disini. Free Carrier. xi.nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan 5. xii. Cost Insurance & Freight. para peserta tentunya sudah mendapatkannya dari Depdag. Free Alongside Ship. vii. ix. viii. Term-term tersebut antara lain : i. Carriage Paid To. Biasanya ini diatur didalam Incoterm keluaran ICC. iii. Delivered At Frontier. EXW FCA FAS FOB CFR CIF CPT CIP DAF DES DEQ DDU DDP : : : : : : : : : : : : : Ex Works. vi. x. Term Perdagangan. Delivered Duty Unpaid. yang saat ini sudah mencapai Incoterm 2000. Dibawah ini adalah map Incoterm 2000. Carriage & Insurance Paid To. Delivered Ex Ship. ii. Page 13 of 20 .

Didalam bab ini kita bedakan dokumen berdasarkan ekspor dan impor. PEB/NPE (Pemberitahuan Ekspor Barang/Nota Ekspor). Manifes ekspor. iv. SI/SO (Shipping Instruction/Shipping Order) DO/Delivery Order Empty Container. namun dokumendokumen pendukung lainnya juga harus kita perhatikan. dokumen ini bukan semata-mata dokumen pelayaran saja. Dokumen yang berhubungan dengan pengapalan. v. iii. ii. Ekspor : i. karena justru dokumen-dokumen lainnya inilah yang memegang peran penting didalam pengurusan muatan. BL (Bill of Lading).nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan 14. Persetujuan Page 14 of 20 .

PIB/SPPB). Page 15 of 20 . Setelah semua cocok (schedule. Shipper akan menerima hasil akhir saja yaitu BL. NOA dikirimkan oleh pelayaran kepada consignee merupakan pemberitahuan tentang kedatangan barangnya dan biaya-biaya yang harus dibayarkan pada waktu mengambil DO impor di kantor pelayaran. ii. layanan. PIB/SPPB dari Bea Cukai. namun pelayaran memerlukannya untuk deklarasi ekspor manifest ke Bea Cukai (BC 1. term pengapalan) proses selanjutnya : i. Manifes Impor. pengurusan PEB dsb nya) akan dikerjakan oleh Forwarder. ii. Mengirimkan S/I atau S/O ke Pelayaran atau Freight Forwarder yang telah ditunjuk. Invoice. Dipelabuhan muat pemilik barang akan mencari schedule kapal yang tepat untuk pengiriman barangnya. iv. Alur proses pengapalan di Perusahaan Pelayaran. v. Pelayaran akan memberikan DO pengambilan container kosong untuk mengambil container kosong ke Depot Empty Pelayaran. SI/SO bisa dikirim oleh Shipper/Pemilik Barang ke Pelayaran langsung atau ke Freight Forwarder.1 ekspor). Jika barang adalah FCL. Packing List. DO impor. iii. NOA (Notice of Arrival). Manifest. Dalam hal Shipper memutuskan menggunakan Freight Forwarder maka proses berikutnya (pengambilan container empty. Impor : i. pengambilan BL. bisa melalui freight forwarder atau langsung menghubungi pelayaran yang bersangkutan. iii. 7.nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan Catatan : Dokumen PEB/NPE bukan dokumen pelayaran. semua dokumen harus dipastikan sama (BL. Jika muatan adalah LCL maka pemilik barang mengirim barang ke gudang yang ditunjuk oleh Pelayaran atau oleh Forwarder jika booking melalui Forwarder. freight. pengambilan container empty sampai dengan pemuatan diatas kapal. mulai dari penerimaan booking. BL (Bill of Lading). stuffing. Agar tidak terjadi kesulitan pada waktu clearance di Bea Cukai (tutup pos). bisa House BL dari Forwarder bisa juga BL dari Pelayaran kalau Forwarder berfungsi sebagai PPJK saja (Forwarder memiliki juga ijin PPJK).

Dalam situasi tertentu kalau Shipper tidak memberikan final draft BL pada waktu yang ditentukan. akan terjadi perbedaan antara BL dan manifest yang ada di Bea Cukai. Jika booking melalui Freight Forwarder. container dibawa ke Terminal/CY untuk di stack untuk menunggu pemuatan. Ini akan berakibat restitusi tidak diurus. Setelah muatan dimuat diatas kapal pelayaran akan menyiapkan BL untuk shipper. Agar pelayaran dapat memenuhi peraturan tersebut diperlukan kerja sama yang baik dengan para Shipper. Jika LCL. Pelayaran dikenakan sanksi administrasi mimimal Rp 10. Dengan demikian Pelayaran tidak mendapat denda dari Bea Cukai karena keterlambatan melapor manifest keberangkatan. Pelayaran akan memasukkan data seadanya (yang ada di SI/SO) untuk pembuatan manifest. Alur proses pembuatan BLs. vi.000. Setelah container terisi muatan. stuffing dilakukan oleh gudang yang ditunjuk. Jika muatan FCL maka pemilik barang mengambil container kosong dari Depot Container Kosong Pelayaran. sesuai undang-Undang Kepabeanan no 17 tahun 2006. v. muatan akan digabung dengan muatan-muatan lain dengan tujuan sama. jika booking langsung ke Pelayaran.000. Sebelum kapal berangkat manifest keberangkatan (BC 1. Page 16 of 20 . sehingga Pelayaran bisa menyiapkan BL tepat pada waktunya dan kemudian melaporkannya ke Bea Cukai.000 maksimal Rp 100.nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan iv. 15. karena jika nanti ada restitusi (untuk muatan tertentu/ex importir produsen). Jika Pelayaran tidak melaksanakan hal ini. Shipper harus melaporkan final draft BL sesuai batas waktu yang ditentukan.000.1) harus sudah dilaporkan ke Bea Cukai melalui PDE (EDI). Hal ini nanti akan merugikan shipper sendiri. Proses selanjutnya adalah stuffing muatan kedalam container jika term FCL. Proses selanjutnya setelah kapal sandar dan bongkar adalah pemuatan keatas kapal. sebelum perbedaan ini di redress. proses pengambilan container kosong dst nya dilakukan oleh Freight Forwarder. Dibawah ini adalah proses pembuatan dokumen tsb di Pelayaran sampai dengan export custom manifest dan transmisi ke Bea Cukai .

Page 17 of 20 . iii. Surat Tugas. Setelah mendapat NOA (Notice of Arrival) dari Pelayaran. consignee akan datang kekantor Pelayaran dengan membawa : b. Didalam proses ini biasanya consignee akan menguasakan pengurusan dokumen kepada EMKL atau PPJK. Membayar biaya-biaya collect. Alur proses pengambilan muatan impor. demurrage dan jaminan repair container. i. e. Foto copy KTP Petugas. f. Mendapatkan DO dari Pelayaran untuk mengambil container di pelabuhan. Surat Kuasa dari Consignee. c. kecuali jika consignee ini punya divisi yang mengurusnya. ii.nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan 16. dari pengiriman NOA (Notice of Arrival) sampai dengan pengeluaran container dari pelabuhan. Surat pinjaman container. Original BL yang sudah diendorse. d.

Detention : adalah biaya yang dibebankan kepada Shipper karena keterlambatan melaksanakan pengapalan atas container kosong yang diambilnya. Demurrage : adalah biaya yang ditagihkan kepada consignee karena keterlambatan mengeluarkan container dari CY. c. Demurrage dan Detention untuk container ekspor dan impor. Pada impor/ekspor dikenal beberapa istilah yang biasa digunakan. istilah-istilah tersebut adalah : i. et S p te C N IG E OS N E D C MN O U E T C U TR O NE C S IE A H R N e to ta ed ke In o n D bud /O S b it th o in l u m e rig a e d rs dB no e /L / B n ak ga n e u ra te / Sa a e wy B / T le R le s ill e x e ae a n w Cn lo g ith o t L a in R q e t es g eus L tte e r & C n ig e os ne P w r o A rn y o e f tto e C e B /L # h ck th u h D S ro g A H fo th fre tim r e e e o tco e u m ? N O M reth n o a 7 c le d r a na d y o A re d as r g e F e e re tim YS E F eo re f D m ra e e u g C lcu te a la n ce ry e ssa p ym n p r a et e Cn ne o sig e C lle o ct n ce ry e ssa D m ra e e u g p ym n a et R ch ck th e e e o tsta d g u n in b la ce o th a n f e a ut cco n ? U p idb la c n a a ne YS E In o n D bud R ce d e ive /O N O In o n D bud R le se e a d /O 17. Impor.nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan IN O N D M R G P O E SF O C A T B U D E U A E R CS L WH R P rs n / e o Dp . a. Free Time. Detention : adalah biaya yang ditagihkan kepada consignee karena keterlambatan consignee mengembalikan container kosong ex impor. Ekspor. b. Page 18 of 20 . ii.

e. ii. SP2 kepanjangan dari Surat Penyerahan Petikemas sama dengan EIR. g. EIR kepanjangan dari Equipment Interchange Report adalah dokumen serah terima container dari satu pihak kepihak lainnya (misalnya dari Terminal ke Consignee. SP2 dan EOR. EOR kepanjangan dari Estimate of Repair adalah dokumen yang disiapkan oleh Depot Container Kosong Pelayaran yang isinya adalah perkiraan/perhitungan biaya repair atas kerusakan pada suatu kontainer. dari Depot ke Shipper. dari Shipper ke Terminal dsb nya). Free Time Detention Ekspor : adalah waktu yang diberikan oleh Pelayaran kepada Shipper untuk melakukan stuffing barang kedalam container kosong yang diambilnya (biasanya 7 hari). Free Time Demurrage Import : adalah waktu yang diberikan oleh Pelayaran kepada consignee untuk mengeluarkan container impor dari CY (biasanya 7 hari). kemudian ditanda tangani oleh kedua belah pihak (yang menyerahkan dan yang menerima container tersebut). Free Time Detention Import : adalah waktu yang diberikan oleh Pelayaran kepada consignee untuk un-stuffing muatan yang ada didalam container impor setelah container tersebut dikeluarkan dari CY (biasanya 3 hari). SP2 ini dipakai di JICT (Jakarta International Container Terminal). i. f. EIR. Sedikit uraian diatas mengenai proses pengapalan dilihat dari sisi Pelayaran tentunya masih belum cukup sebagai pengetahuan ekspor dan Page 19 of 20 .nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan iii. d. EIR. EIR dan SP2. SP2 dan EOR adalah istilah yang berhubungan dengan container dalam kaitannya dengan serah terima container dari satu pihak kepihak lainnya dan masalah estimasi repair. 18. 19. Penutup. Free Time Storage : adalah waktu yang diberikan oleh Operator Terminal kepada Pengguna Jasa untuk container yang ditumpuk di lapangan container Operator ybs. Free Time. Biaya ini akan ditentukan menjadi beban siapa (Pelayaran atau Consignee) berdasarkan verifikasi EIR yang ada. Didalam dokumen ini disebutkan kondisi container pada waktu serah terima.

dari sisi Bea Cukai (PEB. SC/SN dsb).. LS/Laporan Surveyor. misalnya dari sisi perdagangan (SKA/Surat Keterangan Asal.3 dsb). PO. PIB..dsb. 1. LC..nsubroto Bahan Bacaan 13/04/2012 Pengetahuan Mengenai Dokumen Teknis Pengapalan impor bagi para pengusaha yang ingin bergerak didalam perdagangan luar negeri.1. 1. ooo000ooo Page 20 of 20 . Terima kasih. Masih banyak lagi dokumen-dokumen yang harus dipelajari untuk melengkapi pengetahuan. Mudah-mudahan yang sedikit ini ada gunanya dan bisa menjadikan manfaat bagi kita semua. BC 1.2.. SPPB. dari sisi karantina dsb.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful