P. 1
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA

|Views: 913|Likes:
Published by Mysteri Man
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISWA

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Mysteri Man on Apr 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa (atau "murid") di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negaramemiliki sistem pendidikan formal, yang

umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolah-sekolah ini bervariasi menurut negara, tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anakanak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.

Menurut Gray (dalam Winardi, 2002) motivasi merupakan sejumlah proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatan- kegiatan tertentu. Sedangkan Morgan (dalam Soemanto, 1987) mengemukakan bahwa motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek- aspek dari motivasi. Ketiga hal tersebut adalah: keadaan yang mendorong tingkah laku (motivating states), tingkah laku yang di dorong oleh keadaan tersebut (motivated behavior), dan tujuan dari pada tingkah laku tersebut (goals or ends of such behavior). Lembaga pendidikan (sekolah) merupakan wadah para siswa dalam menggali ilmu pengetahuan, salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi tingkat hasil belajar siswa adalah motivasi belajar yang ada pada diri siswa. Adanya motivasi belajar yang kuat membuat siswa belajar dengan tekun yang pada akhirnya terwujud dalam hasil belajar siswa tersebut.Oleh karena itulah motivasi belajar hendaknya ditanamkan pada diri siswa agar dengan demikian ia akan dengan senang hati akan mengikuti materi pelajaran yang diajarkan oleh guru di sekolah. Perlu ditanamkan pada diri siswa bahwa dengan belajarlah akan mendapatkan pengetahuan yang baik,siswa akan mempunyai bekal menjalani kehidupannya di kemudian hari. Hal – hal yang dapat mempengaruhi motivasi belajar pada diri siswa dapat timbul dari dirinya sendiri, lingkungan sekolah maupun dari lingkungan keluarga. Dari lingkungan sekolah misalnya

guru di samping mengajar juga hendaknya menanamkan motivasi belajar kepada siswa yang diajarnya.Banyak siswa yang tidak termotivasi belajar mengakibatkan hasil belajarnya menurun. Oleh karena itulah sekolah hendaknya mengkondisikan

lingkungannya sedemikian rupa dengan demikian siswa akan termotivasi untuk belajar. Mengingat akan pentingnya motivasi belajar ini dalam kegiatan belajar mengajar, maka sudah seharusnya berbagai pihak yang terkait dengan bidang pendidikan menaruh perhatian sebaik-baiknya.

B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka dapatlah diidentifikasi beberapa masalah yaitu sebagai berikut :

a. Apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar siswa dengan hasil belajar siswa ? b. Apakah motivasi guru dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa ? c. Bagaimanakah peranan guru sebagai motivator hubungannya denganprestasi belajar siswa ? d. Bagaimanakah upaya guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa ? e. Pihak-pihak mana saja yang terkait dalam memberikan motivasi belajar pada siswa ?

C. Pembatasan Masalah Banyak faktor-faktor atau variabel yang dapat dikaji untuk ditindaklanjuti dalam penelitian ini. Namun karena luasnya bidang cakupan serta adanya berbagai keterbatasan yang ada baik waktu, dana, maupun jangkauan penulis sehingga dalam penelitian ini tidak semua dapat ditindaklanjuti. Untuk itu dalam penelitian ini dibatasi masalah motivasi belajar yang turut mempengaruhi terhadap hasil belajar siswa.

D. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah serta pembatasan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : Apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar siswa dengan hasil belajar siswa.

E. Tujuan Penelitian 1. Tujuan penelitian ini ditujukan untuk mengetahui sejauh mana hubungan motivasi belajar siswa dengan hasil belajar siswa, serta ingin mengetahui apakah metode pendekatan yang dipergunakan dalam rangka peningkatan hasil belajar siswa.

2. Untuk mengembangkan wawasan berpikir, khususnya dalam memecahkan masalah – masalah yang ada hubungannya dengan motivasi belajar dengan hasil belajar dan meningkatkan motivasi belajar siswa walaupun di luar lingkungan sekolah.

F. Kegunaaan Penelitian Dengan penelitian yang telah dilakukan, penulis berharap penelitian ini mempunyai banyak kegunaan yang di peroleh antara lain:

a. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan yang positif bagi pelaksanaan proses pembelajaran.

b. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi peneliti sendiri guna meningkatkan profesionalisme di bidang penelitian

G. Sistematika Penulisan Untuk dapat memberikan gambaran mengenai penelitian ini dapat disusun sistematika penulisan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN Berisi tentang Latar Belakang Masalah, Identifikasi masalah, Pembatasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian,Kegunaan Penelitian, Sistematika Penulisan.

BAB II LANDASAN TEORITIK, KERANGKA KONSEPTUAL DAN PENELITIAN

HIPOTESIS

Bab ini menguraikan deskripsi teoritik, kerangka konseptual danhipotesis penelitian.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang tempat dan waktu penelitian, populasidan sample, metode penelitian, teknik pengumpulan data, instrument penelitian dan teknis analisa data. BAB IV ANALISIS DATA, PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang deskripsi teoritik, pengujianpersyaratan statistic, pengujian hipotesis dan interpretasi hasil penelitian

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan dari seluruh urain dari bab terdahulu dan saran yang bisa menunjang peningkatan dari permasalahan yang dilakukan penelitian.

BAB II LANDASAN TEORITIK, KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Landasan Teoritik
1. Pengertian Motivasi Belajar Motif seringkali diartikan dengan istilahdorongan. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah-laku, dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu. Setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia selalu di mulai dengan motivasi (niat). Menurut Wexley & Yukl (dalam As’ad, 1987) motivasi adalah pemberian atau penimbulan motif, dapat pula diartikan hal atau keadaan menjadi motif. Sedangkan menurut Mitchell (dalam Winardi, 2002) motivasi mewakili proses- proses psikologikal, yang menyebabkan timbulnya, diarahkanya, dan terjadinya persistensi kegiatan- kegiatan sukarela (volunter) yang diarahkan ke tujuan tertentu.

Dalam bukunya yang berjudul: Belajar Secara Efektif, Hakim berpendapat bahwa yang dimaksud dengan motivasi : “Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu.”

Pendapat di atas menunjukkan bahwa seseorang melaksanakan sesuatu karena ada dorongan dalam dirinya untuk mencapai sesuatu.Makin kuat dorongan tersebut maka makin optimal pula ia berupaya agar sesuatu yang dituju dapat tercapai, di mana kalau sesuatu yang diinginkanitu dapat tercapai maka ia akan merasa berhasil dan juga akan merasapuas.

Menurut Gray (dalam Winardi, 2002) motivasi merupakan sejumlah proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatan- kegiatan tertentu.

Menurut Sardiman A.M Motivasi adalah : Motivasi dapat juga dikatakan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka berusaha untuk meniadakan atau mengelakan perasaan tidak suka tersebut. Jadi motivasi itu dapat dirangkai oleh faktor dari luar tetapi motivasi adalah tumbuh di dalam diri seseorang.”

Motivasi yang tumbuh dalam diri seseorang, kita kenal sebagai motivasi internal yang tumbuh karena adanya kebutuhan dan keinginan. Sedangkan motivasi yang tumbuh di luar diri seseorang disebut motivasi eksternal yang harus diciptakan dan diarahkan supaya dapat membantu tumbuhnya motivasi internal. Sedangkan menurut Hadari Nawawi membedakan motif menjadi dua yaitu : Motif intrinsik, yaitu dorongan yang terdapat didalam pekerjaan, yang dilakukan motif ekstrinsik,

yakni dorongan yang berasal dari luarpekerjaan yang sedang dilakukan.

Motivasi seseorang sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu : a. Faktor Internal; faktor yang berasal dari dalam diri individu, terdiri atas:

1. Persepsi individu mengenai diri sendiri; seseorang termotivasi atau tidak untuk melakukan sesuatu banyak tergantung pada proses kognitif berupa persepsi. Persepsi seseorang tentang dirinya sendiri akan mendorong dan mengarahkanperilaku seseorang untuk bertindak. 2. Harga diri dan prestasi; faktor ini mendorong atau mengarahkan inidvidu (memotivasi) untuk berusaha agar menjadi pribadi yang mandiri, kuat, dan memperoleh kebebasan serta mendapatkan status tertentu dalam lingkungan masyarakat; serta dapat mendorong individu untuk berprestasi. 3. Harapan; adanya harapan-harapan akan masa depan. Harapan ini merupakan informasi objektif dari lingkungan yang mempengaruhi sikap dan perasaan subjektif seseorang. Harapan merupakan tujuan dari perilaku. 4. Kebutuhan; manusia dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjadikan dirinya sendiri yang berfungsi secara penuh, sehingga mampu meraih potensinya secara total. Kebutuhan akan mendorong dan mengarahkan seseorang untuk mencari atau menghindari, mengarahkan dan memberi respon terhadap tekanan yang dialaminya.

5. Kepuasan kerja; lebih merupakan suatu dorongan afektif yang muncul dalam diri individu untuk mencapai goal atau tujuan yang diinginkan dari suatu perilaku.

b. Faktor Eksternal; faktor yang berasal dari luar diri individu, terdiri atas:

1. Jenis dan sifat pekerjaan; dorongan untuk bekerja pada jenis dan sifat pekerjaan tertentu sesuai dengan objek pekerjaan yang tersedia akan mengarahkan individu untuk menentukan sikap atau pilihan pekerjaan yang akan ditekuni. Kondisi ini juga dapat dipengartuhi oleh sejauh mana nilai imbalan yang dimiliki oleh objek pekerjaan dimaksud. 2. Kelompok kerja dimana individu bergabung; kelompok kerja atau organisasi tempat dimana individu bergabung dapat mendorong atau mengarahkan perilaku individu dalam mencapai suatu tujuan perilaku tertentu; peranan kelompok atau organisasi ini dapat membantu individu mendapatkan kebutuhan akan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, kebajikan serta dapat memberikan arti bagi individu sehubungan dengan kiprahnya dalam kehidupan sosial. 3. Situasi lingkungan pada umumnya; setiap individu terdorong untuk berhubungan dengan rasa mampunya dalam melakukan interaksi secara efektif dengan lingkungannya. 4. Sistem imbalan yang diterima; imbalan merupakan karakteristik atau kualitas dari objek pemuas yang dibutuhkan oleh seseorang yang dapat mempengaruhi motivasi atau dapat mengubah arah tingkah laku dari satu objek ke objek lain yang mempunyai nilai imbalan yang lebih besar. Sistem pemberian imbalan dapat mendorong individu untuk berperilaku dalam mencapai tujuan; perilaku dipandang sebagai tujuan, sehingga ketika tujuan tercapai maka akan timbul imbalan. Istilah motivasi adalah kata yang berasal dari bahasa latin yaitu : “movere yang berarti menggerakkan.” Banyak ragam teori motivasi yangakan diutarakan dalam bab ini. Namun terlebuih dahulu akan di tampilkansuatu model yang bisa merangsang tumbuhnya motivasi siswa di dalam pembelajarannya.

Menurut Keller seperti yang di kutip oleh Prasetya, Suciati, danWardani dikemukakan model ARCS (Attention, Relevance, Confidance,and Satisfaction).

a.

Perhatian

Perhatian siswa didorong oleh rasa ingin tahu. Oleh sebab itu rasa ingin tahu ini perlu mendapat rangsangan sehingga siswa akan memberikan perhatian, dan perhatian tersebut terpelihara selama proses beljar mengajar, bahkan lebih lama lagi. Rasa ingin tahu ini dapat dirangsang atau dipancing melalui elemen-elemen yang baru, aneh, lain dengan yang sudah ada. Apabila elemen-elemen seperti itu dimasukan dalam rancangan pembelajaran, hal itu akan menstimulir rasa ingin tahu siswa. Namun yang perlu diperhatikan stimulir tersebut jangan terlalu berlebihan, sebab akan menjadikan hal yang biasaan dan kurang keefektifannya.

b.

Relevan

Relevan menunjukkan adanya hubungan antara materi pelajaran dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Motivasi akan terpelihara apabila mereka menganggap apa yang dipelajari memnuhi kebutuhan pribadi, atau bermanfaat dan sesuai dengan nilai yang dipegang. Kebutuhan pribadi dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu motivasi pribadi, motif instuental, dan motif cultural.

c.

Kepercayaan Diri

Merasa diri kompeten atau atau mampu merupakan potensi untuk dapat berinteraksi secara positif dengan linkungan. Kopnsep tersebut berhubungan dengan keyakinan pribadi siswa bahwa dirinya memiliki untuk melakukan suatu tugas yang menjadi syarat keberhasilan. Prinsip yang berlaku dalam hal ini adalah bahwa motivasi akan meningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. Hal ini seringkali dipengaruhi oleh pengalaman sukses dimasa yang lampau. Dengan demikian ada hubungan spiral antara pengalaman sukses dengan motivasi. Motivasi dapat menghasilkan ketekunan yang membawa keberhasilan (prestasi), dan selanjutnya pengalaman sukses tersebut akan memotivasi siswa untuk mengerjakan tugas berikutnya.

d.

Kepuasan

Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan, dan siswa akan termotivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan serupa. Kepuasan karena mencapai

tujuan dipengaruhi oleh konsekuensi yang diterima, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar diri siswa. Untuk memelihara dan meningkatkan motivasi siswa, guru dapat menggunakan pemberian penguatan berupa pujian, kesempatan dan lain-lain.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah energi aktif yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan pada diri sesorang yang nampak pada gejala kejiwaan, perasaan, dan juga emosi, sehingga mendorong individu untuk bertindak atau melakukan sesuatu dikarenakan adanya tujuan, kebutuhan, atau keinginan yang harus terpuaskan.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas sudah sangat jelas sekali bahwa, seseorang di dalam melakukan sesuatu tindakan pasti mempunyai suatu alasan yang dijadikan dasar, atas sebab apa dia melakukan tindakan tersebut. Pengertian motif tidak bisa dipisahkan dengan kebutuhan.

Seseorang yang melakukan suatu tindakan pasti ada tujuan yang ingin dicapai. Senada dengan pengertian tersebut di atas, Freemont dan James,seperti yang diterjemahkan oleh Hasyim Ali menyatakan : “Motivasi adalah apa yang menggerakkan seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu atau sekurang-kurangnya

mengembangkan sesuatukecenderungan perilaku tertentu, yang dapat dipicu oleh rangsangan luar,atau yang lahir dari dalam diri orang itu sendiri.”

Setiap manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan yang secara sadar maupun tidak, berusaha untuk mewujudkannya. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan merupakan awal timbulnya suatu perilaku, diperlukan adanya suatu dorongan (motivasi) yang mampu menggerakkan atau mengarahkan perilaku tersebut. Setiap manusia berbeda antara satu dengan lainnya, perbedaan itu selain pada kemampuannya dalam bekerja juga tergantung pada keinginannya untuk bekerja atau tergantung kepada keinginan, dorongan dan kebutuhannya untuk bekaerja. Keinginan untuk bekerja dalam hal ini disebut motivasi.

Dari berbagai teori dan penanganan mengenai motivasi yang dikemukakan diatas, dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah suatu kondisi internal yang mampu

menimbulkan dorongan dalam diri manusia yang menggerakkan dan mengarahkan untuk melakukan perilaku dan aktifitas tertentu guna mencapai tujuan dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

2. Hakikat Hasil Belajar

Soedijanto mendefinisikan, tentang hasil belajar adalah sebagai berikut : Hasil belajar adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh belajar dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya (Nana, 2008: 2). Hasil belajar adalah hasil yang dicapai dalam bentuk angka-angka atau skor setelah diberi tes hasil belajar pada setiap akhir pelajaran (Dimyati dan Mudjiono, 2006: 3).

Selanjutnya, menurut Bloom dalam Agus (2010: 6) hasil belajarmencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik, hal yang sama juga diungkapkan oleh Agus (2010: 7) hasil belajar adalah perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi manusia saja.

Menurut

Syaiful

dan

Aswan

(2006:

107)

setiap

proses Belajar selalu

menghasilkan hasil belajar. Masalah yang dihadapi adalah sampai ditingkat mana prestasi (hasil ) belajar yang dicapai.

Berdasarkan pengertian hasil belajar di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil penilaian terhadap kemampuan yang dimiliki siswa yang dinyatakan dalam bentuk angka yang diperoleh siswa dari serangkaian tes yang dilaksanakan setelah siswa mngikuti proses Pembelajaran.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat diklasifikasikansebagai berikut : a. Faktor sosial dalam belajar Yang dimaksud faktor sosial disini adalah factor msnusia, baik manusia itu hadir pada saat terjadi proses belajar maupun tidak hadir.Kehadiran sesorang dapat menggangu kawannya yang sedang belajar,misalnya seorang siswa yang menggangu kawan lainnya yang sedangmengerjakan tugas latihan dikelas sehingga siswa tersebut

menggangukawannya yang sedang mengerjakan tugas latihan.

b. Faktor non sosial dalam belajar Kelompok ini banyak sekali jumlahnya, misalnya waktu,tempat, alat-alat

yang digunakan dalam belajar, keadaan udara, suhuudara, cuaca dan sebagainya. Faktor ini mempengaruhi kegiatanbelajar seseorang.

c. Faktor fisiologis dalam belajar Yang dimaksud keadaan fisiologis adalah keadaan fisik seseorang terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan fungsi pancaindera. Tingkat kebugaran jasmani seseorang akan berpengaruh dalambelajar. Apabila kondisi fisik seseorang tidak fit atau kurang sehatmaka dalam belajar ia akan terganggu, baik perhatian

maupunkonsentrasinya.Begitu juga apabila salah satu panca inderanyaterganggu, misalnya telinga atau mata sakit maka akan mengganggukegiatan belajarnya.

d.

Faktor psikologis dalam belajar

Faktor psikologis yang paling menonjo adalah sesuatu yangmendorong aktivitas seseorang dalam belajar, dengan kata lain alasanyang membuat seseorang untuk melakukan kegiatan belajar.

Hal yang menonjol di dalam memaksimalkan hasil belajar adalah mengenai faktor kepribadian. Kepribadian siswa memberikan kontribusi yang besar terhadap hasil belajar karena komponenkepribadian tersebut mempunyai fungsi yaitu : 1). Fungsi Kognitif Fungsi kognitif merupakan kemampuan manusia menghadapiobyek-obyek dalam bentuk representatif menghadirkan obyek dalam kesadarannya. Hal-hal yang terkait dengan fungsi kognitif manusia antara lain : a. Taraf intelegensi – daya kreativitas. b. Bakat khusus. c. Organisasi kognitif . d. Kemampuan berbahasa. e. Daya fantasi. f. Gaya belajar. g. Tipe belajar. h. Tekhnik atau cara-cara belajar secara efisiensi dan efektif. 2). Fungsi kognitif – DinamisFungsi kognitif Dinamis ini berkisar pada penentuan suatu tujuan dan pemenuhan suatu kebutuhan yang di dasari serta dihayati. Beberapa aspek yang termasuk dalam fungsi kognitif dinamik antara lain adalah : a. Karakter – hasrat – berkehendak. b. Motivasi belajar. c. Konsentrasi-perhatian.

3). Fungsi Afektif Fungsi Afektif membantu siswa dalam mengadakan suatu penelitian terhadap obyekobyek yang dihadapinya, dan dihayati apakah benda tersebut suatu peristiwa atau seseorang, bernilai atau tidak bagi dirinya. Dalam berperasaan dapat terdiri dari beberapa lapisan yang berbeda-beda peranannya terhadap semangat belajarantara lain adalah :

a. Temperamen. b. Perasaan. c. Sikap. d. Minat.

B. Kerangka Konseptual
Proses pembelajaran yang melibatkan berbagai komponen dalam belajar (pendidik dan peserta didik) hendaknya dikemas secara sistematis. Sehingga membuahkan hasil belajar yang optimal. Kemampuan mengemas secara sistematis komponen dalam belajar tersebut hanya dapat dilakukan oleh guru professional. Siswa yang dalam hal ini sebagai subyek didik menjadi titik sentral yang perlu diterapkan oleh guru agar hasil belajar yang dicapai oleh siswa optimal.

Keberhasilan proses pembelajaran dimana parameternya adalah hasil belajar, hal ini memacu baik guru maupun siswa untuk berusaha mencapai tujuan tersebut. Baik guru harus melakukan pemilihan metode dan strategi pembelajaran yang tepat dengan materi yang akan diajarkan. Bagi siswa harus berusaha menumbuhkan motivasi didalam mengikuti semua materi pelajaran.

Berdasarkan perumusan dan pembatasan masalah, maka dapat dikembangkan kerangka berpikir. Dimana motivasi sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa motivasi turut menentukan hasil belajar siswa sehingga makin tinggi motivasi makin tinggi hasil belajar.

C. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan pada landasan teori dan kerangka konseptual di atas, maka selanjutya dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut : Ho : Diperkirakan motivasi belajar tidak memiliki/mempunyai hubungan sama sekali dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa.

Ha : Diperkirakan

motivasi belajar memiliki/mempunyai hubungan dalam upaya

meningkatkan hasil belajar siswa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->