Nama : Anindya Putri Tamara Kelas : XI IA 9 Absen : 04

Hikmah Shalat Berjama’ah
Abu Mas'ud r.a., sahabat Nabi saw, menyampaikan sebuah kisah. Suatu ketika, saat hendak shalat berjamaah, Nabi menyentuh setiap bahu kami sambil bersabda: "Luruskan shafmu, jangan bengkok-bengkok. Shaf yang bengkok akan menyebabkan hatimu terpecah-belah." (HR Muslim). Hadis tersebut mengandung makna yang sangat patut kita renungkan. Ternyata ada hubungan yang erat antara keadaan shaf umat Islam ketika salat berjamaah dengan keadaan hati mereka. Padahal, hati itulah yang menentukan rasa persaudaraan, persatuan, dan kesatuan umat. Bahkan Alquran menyatakan bila hati bercerai-berai, kendatipun di luar tampak ada persatuan, itu hanya persatuan semu. "Kamu kira mereka itu bersatu, padahal hati mereka bercerai-berai," firman Allah swt dalam surat Al-Hasyr: 14. Tapi, di antara sekian banyak pembicaraan mengenai persatuan umat Islam dewasa ini, hampir-hampir tidak pernah kita temukan ulasan atau analisis yang menghubungkannya dengan shaf salat. Padahal, jika ketidaksempurnaan shaf shalat saja bisa mengakibatkan hati umat Islam terpecah-belah, tentu akan lebih besar lagi pengaruhnya jika salat jamaah itu sendiri memang tidak ditegakkan oleh umat Islam.

salat tidak hanya urusan fiqih belaka. Bagaimana keadaan umat Islam kini. saalat jamaah tetap ditegakkan. pada saat seperti itu. Buktinya.Dari sejarah Nabi kita tahu bahwa sejak salat wajib lima waktu diperintahkan Allah. Untuk itu. Terutama saat salat subuh. Nabi sendiri menghubungkan shaf dengan masalah sosial kemasyarakatan. beliau telah mengajarkan tata-caranya. Tuntutan jam kerja era modern membuat kita harus sibuk. salah-satu sumbernya memang mungkin kita sendiri. umat Islam di Indonesia yang jumlahnya terbesar dibandingkan negara lain? Jawaban pertanyaan tersebut dapat kita lihat di masjid-masjid setiap waktu salat. salat sendirian juga sah. di masjid. Salat jamaah juga tetap dipelihara oleh para sahabat sesudah beliau wafat. misalnya perang. Bahkan dalam keadaan genting sekalipun. untuk itu kita masih merasa punya dalih. Memang itu benar menurut fiqih. Perbedaan antara salat jamaah dan salat sendirian hanya pada pahala. Saat salat lima waktu. Masjid hanya penuh dengan jamaah ketika salat Jumat. Mungkin ada yang berkata. beliau selalu mengerjakannya secara berjamaah. Alhasil. Tepatnya ketika kita tak lagi menegakkan salat jamaah. Jawaban untuk dalih ini adalah sebuah pertanyaan: Adakah yang melebihi kesibukan dan kegentingan perang? Padahal. masjid yang biasanya penuh hanya terisi dua tiga shaf. seperti dicontohkan Nabi. dan salat Ied. salat tarwih. ketika kita sering prihatin karena mudah dipecah-belah dan diadu domba. Nabi tetap salat jamaah? . Tapi. Tapi. khususnya kita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful