Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais

1

MODUL IV PROSES FRAIS

1. TUJUAN PRAKTIKUM Setelah mengikut praktikum ini, seluruh praktikan diharapkan dapat memahami: 1. Mengetahui prinsip proses pengfraisan. 2. Mengetahui jenis-jenis mesin pada proses frais. 3. Mengetahui paramater pemotongan pada mesin milling. 4. Mengetahui pemrograman CNC dan fungsi kode NC.

2. LANDASAN TEORI 2.1 Pendahuluan Proses pemesinan frais (milling) adalah proses penyayatan benda kerja menggunakan alat potong dengan mata potong jamak yang berputar. Proses penyayatan dengan gigi potong yang banyak yang mengitari pisau ini bisa menghasilkan proses pemesinan lebih cepat. Permukaan yang disayat bisa berbentuk datar, menyudut, atau melengkung. Permukaan benda kerja bisa juga berbentuk kombinasi dari beberapa bentuk. Terjadinya pemotongan/penyayatan dengan kedalaman yang disesuaikan karena alat potong yang berputar dan gigi potong yang menyentuh permukaan benda kerja yang dijepit pada ragum meja mesin milling menghasilkan benda produksi sesuai dengan gambar kerja yang dikehendaki. Adapun prinsip-prinsip pemotongan pada proses frais dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais

2

Gambar 4.1 Prinsip pemotongan pada mesin frais

Gambar 4.1 a menunjukkan prinsip pemotongan/pengefraisan datar bagian permukaan (face milling) dimana cutter bergerak berputar memotong keatas (cutting up) sedang benda kerjanya bergerak lurus melawan cutter pada mesin frais horizontal. Demikian pula yang terjadi pada mesin frais tegak (Gambar 4.1 b- d), sedangkan gambar 4.1 e menunjukkan pemotongan bagian muka dan sisi (side and face cutting) dan gambar 4.1 f menunjukkan pemotongan pada mesin frais horisontal. Dengan prinsip-prinsip pemotongan diatas, kita dapat melakukan pembuatan benda kerja dengan berbagai bentuk-bentuk diantaranya: a. Bidang rata datar b. Bidang rata miring menyudut c. Bidang siku d. Bidang sejajar e. Alur lurus atau melingkar f. Segi beraturan atau tidak beraturan g. Pengeboran lubang atau memperbesar lubang dan lain-lain.

Untuk mesin frais konvensional tidak direkomendasikan melaksanakan proses frais turun.2 a. Sebagai contoh. 2. Gerak dari putaran pisau berlawanan arah terhadap gerak makan meja mesin frais. Sebagai contoh jika pisau berputar berlawanan arah jarum jam. karena meja mesin frais akan tertekan dan ditarik oleh pisau. dinamakan juga climb milling. Proses frais ini sesuai untuk mesin frais CNC. Frais turun (down milling) 1. pada proses frais naik apabila pisau berputar searah jarum jam.2 Metode Proses Frais Metode proses frais ditentukan berdasarkan arah relatif gerak makan meja mesin frais terhadap putaran pisau. dan b. Frais naik (up milling). Penampang melintang bentuk beram (chips) untuk proses frais naik adalah seperti koma diawali dengan ketebalan minimal kemudian menebal. dan dilengkapi backlash compensation. Metode proses frais ada dua yaitu frais naik dan frais turun seperti gambar dibawah ini. . Gambar 4. biasanya disebut frais konvensional. Frais naik (up milling). Proses frais ini sesuai untuk mesin frais konvensional/manual. karena pada mesin konvensional backlash ulir trnasportirnya relatif besar dan tidak dilengkapi backlash compensation. karena pada mesin CNC gerakan meja dipandu oleh ulir dari bola baja.Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 3 2. Frais turun (down milling). Penampang melintang bentuk beram (chips) untuk proses frais naik adalah seperti koma diawali dengan ketebalan maksimal kemudian menipis. benda kerja disayat ke arah kanan. benda kerja disayat ke kanan. Arah dari putaran pisau sama dengan arah gerak makan meja mesin frais.

Pada pemotongan ini hasilnya kurang baik karena meja (benda kerja) cenderung tertarik oleh cutter.3 Pemotongan searah benda kerja 2. Pemotongan searah benda kerja. dan netral. yang dimaksud pemotongan berlawanan arah adalah pemotongan yang datangnya benda kerja berlawanan dengan arah putaran sisi potong cutter. yang dimaksud pemotongan searah adalah pemotongan yang datangnya benda kerja searah dengan putaran sisi potong cutter. Pemotongan jenis ini hanya berlaku untuk mesin frais vertical. .3 Metoda Pemotongan Benda Kerja Metode pemotongan pada frais dibagi menjadi tiga. pemotongan netral yaitu pemotongan yang terjadi apabila lebar benda yang disayat lebih kecil dari ukuran diameter pisau atau diameter pisau tidak lebih besar dari bidang yang disayat.4 Pemotongan berlawanan benda kerja 3. antara lain. Gambar 4. 1. pemotongan berlawanan arah jarum jam. Gambar 4.Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 4 2. Pemotongan netral. Pemotongan berlawanan arah benda kerja. pemotongan searah jarum jam. Pada pemotongan ini hasilnya dapat maksimal karena meja (benda kerja) tidak tertarik oleh cutter.

dan penyayatannya disebut mesin milling. Mesin milling dengan kendali CNC hampir semuanya adalah . Ada dua jenis mesin milling sesuai dengan cara kerjanya. Mesin konvensional manual posisi spindelnya ada dua macam yaitu horizontal dan vertikal.6 Skematik dari gerakan-gerakan dan komponen-komponen dari (a) Mesin milling vertikal tipe column and knee.5 Pemotongan netral 2. memutar pisau.4 Mesin Milling Mesin yang digunakan untuk memegang benda kerja. dan (b) Mesin milling horizontal tipe column and knee Mesin milling ada yang dikendalikan secara konvensional dan ada yang dengan bantuan CNC.Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 5 Gambar 4. Gambar 4. seperti pada gambar dibawah ini.

Prinsip kerja mesin milling CNC yaitu meja kerja bergerak melintang dan horizontal yang dinotasikan pada sumbu x dan y.7 Mesin milling konvensional Mesin milling konvensional cara pengerjaannya dilakukan secara manual oleh operator. Adapun mesin milling konvensional dapat dilihat pada gambar dibawah ini. keuntungannya yaitu mesin mampu diperintah untuk melakukan pengerjaan secara mengulang gerakan yang sama secara terus menerus dengan tingkat ketelitian yang sama. sehingga semua gerakan yang berjalan sesuai dengan program yang diberikan. Sedangkan mesin milling cnc dikendalikan oleh komputer.Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 6 mesin frais vertikal. Gambar 4. sedangkan pisau/cutter berputar pada sumbu z. . Adapun mesin milling CNC dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

.5 Bagian Utama Mesin Milling CNC 1. alat ini digunakan ntuk menjepit pisau pada saat penyayatan benda kerja. 2. Di bagian dalam tool holder dilengkapi sebuah alat bantu pencekaman. Penjepit alat potong Penjepit alat potong atau tool holder pada mesin milling adalah penjepit manual. Alat bantu tersebut dinamakan collet.Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 7 Gambar 4. Collet terbuat dari bahan logam. Alat bantu tersebut berfungsi untuk memperkuat pencekaman dari tool holder. Rumah alat potong Rumah alat potong digunakan untuk menjepit tool holder (alat potong) pada saat proses pengerjaan benda kerja. dengan kecepatan 5000 RPM. Eretan Eretan merupakan gerak persumbuan jalannya mesin yaitu pada sumbu x dan y dengan gerakan arah melintang dan horizontal. Sumber putaran rumah alat potong dihasilkan dari motor penggerak utama.8 Mesin milling CNC 2. di mana diameter lubang pada collet sesuai dengan besarnya diameter pisau. Bentuk penjepit ini biasany disesuaikan dengan bentuk rumah alat potong. 3.

6 Cara Mengoperasikan Mesin CNC Secara umum. yaitu : . Setiap jenis mesin CNC mempunyai karakteristik tersendiri sesuai dengan pabrik yang membuat mesin tersebut.Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 8 Gambar 4. Ragum ini dioperasikan secara manual. Ragum Ragum ini berfungsi untuk menjepit benda kerja pada saat proses penyayatan. Namun demikian secara garis besar da ri karakteristik cara mengoperasikan mesin CNC dapat dilakukan dengan dua macam cara. Ragum bisa diganti sesuai kebutuhan. cara mengoperasikan mesin CNC dengan cara memasukkan perintah numeric melalaui tombol-tombol yang tersedia pada panel instrument di tiap -tiap mesin.9 Collet 4. 5. 2. Bagian pengendali Bagian pengendali/kontrol merupakan bak kontrol mesin CNC yang berisikan tombol-tombol dan saklar serta dilengkapi dengan monitor. Pada kotak kontrol merupakan unsur layanan langsung yang berhubungan dengan operator.

baik pada mesin milling vertikal maupun horizontal. Untuk mesin bubut. titik referensinya diletakkan pada pertemuan antara dua sisi pada benda kerja yang akan dikerjakan. Biasanya digunakan untuk pemakanan permukaan kasar (roughing) dan lebar. maka telah dikembangkan berbagai variasi dari mesin CNC. Sejalan dengan berkembangnya kebutuhan akan berbagai produk industri yang beragam dengan tingkat kesulitan yang bervariasi. Hal ini dimaksud untuk memenuhi kebutuhan jenis pekerjaan dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Untuk mesin bubut maupun mesin frais diberlakukan cara yang sama. Berikut ini diperlihatkan berbagai variasi mesin CNC. Setiap kali suatu gerakan pada proses pengerjaan benda kerja berakhir. titik referensinya diletakkan pada sumbu (pusat) benda kerja yang akan dikerjakan pada bagian ujung.Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 9 a. . Adapun jenisjenis pisau frais. 2. antara lain. maka titik akhir dari gerakan alat potong itu dianggap sebagai titik awal gerakan alat potong pada tahap berikutnya.7 Alat-alat Potong Mesin Milling Alat potong mesin milling memilikii banyak sekali jenis dan bentuknya. b. Sistem Incremental Pada system ini titik awal penempatan yang digunakan sebagai acuan adalah selalu berpindah sesuai dengan titik actual yang dinyatakan terakhir. Pemilihan pisau berdasarkan pada bentuk benda kerja serta mudah atau kompleksnya benda kerja yang dibuat. pisau jenis ini dipakai pada mesin frais horizontal. Sistem Absolut Pada sistem ini titik awal penempatan alat potong yang digunakan sebagai acuan adalah menetapkan titik referensi yang berlaku tetap selama proses operasi mesin berlangsung. Pisau mantel (helical milling cutter). Sedangkan pada mesin frais. 1.

Gambar 4.11 a dan b menunjukkan jenis pisau alur mata sayat satu sisi.10 Cutter mantel 2.11 e dan f menunjukkan pisau alur dua mata sayat yaitu muka dan sisi dengan mata sayat silang.11 c dan d menunjukkan pisau alur dua mata sayat yaitu muka dan sisi. Gambar 4.11 Pisau alur dan penggunaanya 3. Jenis pisau ini ada beberapa macam yang penggunaanya disesuaikan dengan kebutuhan. Pisau alur (slot milling cutter). Gambar dibawah ini menunjukan salah satu jenis gear cutter. Pisau frais gigi (gear cutter). . ini digunakan untuk membuat roda gigi sesuai jenis dan jumlah gigi yang diinginkan. berfungsi untuk mebuat alur pada bidang permukaan benda kerja.Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 10 Gambar 4. gambar 4. gambar 4.

13 Cutter radius cekung 5.12 Gear cutter 4. Pisau frais radius cembung (concave cutter). Pisau frais radius cekung (convex cutter).Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 11 Gambar 4.14 Cutter radius cembung . pisau jenis ini digunakan untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki radius luar (cembung). pisau jenis ini digunakan untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki radius dalam (cekung). Gambar 4. Gambar 4.

70° dan 80°. pisau jenis ini digunakan untuk membuat alur berbentuk sudut yang hasilnya sesuai dengan sudut pisau yang digunakan. 60°. Pisau jenis ini memilki sudut-sudut yang berbeda diantaranya: 30°.16 c menunjukkan pisau dua sudut 30°x60° (double angle cutter). Gambar 4. Pisau jari (end mill cutter). Gambar 4. Gambar 4. namun pada kondisi tertentu dapat juga dipasang posisi horizontal yaitu langsung dipasang pada spindle mesin frais.15 Cutter alur T 7. 45°. ukuran pisau jenis ini sangat bervariasi mulai ukuran kecil sampai ukuran besar.Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 12 6. Pisau frais sudut. . Pisau frais alur T (T slot cutter). 50°. Cutter ini biasanya dipakai untuk membuat alur pada bidang datar atau pasak dan jenis pisau ini pada umumnya dipasang pada posisi tegak (mesin frais vertical). Gambar 4. pisau jenis ini hanya digunakan untuk untuk membuat alur berbentuk “T” seperti halnya pada meja mesin frais. Gambar 4.16 a menunjukkan pisau satu sudut 60° (angle cutter).16 Pisau sudut dan penggunaanya 8.16 b menunjukkan pisau dua sudut 45°x45° (double angle cutter).

sehingga cutter ini mampu melakukan penyayatan yang cukup besar Gambar 4. Pisau frais gergaji (slitting saw).18 menunjukkan pisau frais muka dan sisi. Pada sisinya berbentuk alur helik yang dapat digunakan untuk menyayat benda kerja dari sisi potong cutter. .18 Shell endmill cutter 10.19 Pisau pengasaran 11. dapat digunakan untuk mengefrais bidang rata dan bertingkat. Pisau frais muka dan sisi (shell endmill cutter). Pisau frais pengasaran (heavy duty endmill cutter).Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 13 Gambar 4. pisau jenis ini mempunyai satu ciri khas yang berbeda dengan cutter yang lain. Selain itu juga dapat digunakan untuk membuat alur yang memilki ukuran lebar kecil. pisau frais jenis ini digunakan untuk memotong atau membelah benda kerja. Gambar 4.17 Cutter Endmill 9. jenis pisau ini memilki mata sayat dimuka dan disisi. Gambar 4.

Kecepatan potong adalah jarak yang ditempuh oleh satu titik (dalam satuan meter) pada selubung pisau dalam waktu satu menit.8 Parameter Yang Dapat Diatur Pada Mesin Milling Parameter yang dapat diatur pada mesin milling yaitu parameter yang dapat diatur secara langsung oleh operator mesin ketika sedang mengoperasikan mesin. Parameter tersebut yaitu putaran spindel (n). Putaran spindel bisa langsung diatur dengan cara mengubah posisi handle pengatur putaran mesin. Gerak makan bisa diatur dengan cara mengatur handle gerak makan sesuai dengan tabel f yang ada di mesin. Kecepatan potong ditentukan oleh kombinasi material pisau dan material benda kerja. atau dengan cara menurunkan pisau. dan kedalaman potong (a). Dengan demikian rumus untuk menghitung putaran spindel menjadi : .20 Pisau frais gergaji 2. Kedalaman potong diatur dengan cara menaikkan benda kerja. Pada mesin milling besarnya diameter yang digunakan adalah diamater pisau. Putaran spindel (n) ditentukan berdasarkan kecepatan potong. Dimana : Cs = kecepatan potong (m/menit) d = diamter pisau (mm) n = putaran spindel (rpm) Karena nilai kecepatan potong untuk setiap jenis bahan sudah ditetapkan secara baku. maka parameter yang dapat diatur adalah putaran spindel (n).Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 14 Gambar 4. Rumus kecepatan potong identik dengan rumus kecepatan potong pada rumus mesin lathe. Rumus kecepatan potong. gerak makan (f).

215 90 .1 Kecepatan potong untuk beberapa jenis bahan Bahan Baja perkakas Baja karbon rendah Baja karbon menengah Besi cor kelabu Kuningan Alumunium Cutter HSS Halus Kasar 75 . kecepatan pemakanan (f) adalah gerak maju alat potong atau benda kerja dalam (n) putaran benda kerja/pisau permenit.110 60 .110 20 .45 85 .1 0. Kecepatan pemakanan tiap mata potong pisau frais.75 120 .90 25 . Pada gerak putar.120 140 .215 75 .25 0.85 40 .185 110 .100 70 .40 25 .15 0.05 ÷ 0.05 ÷ 0. Pada mesin milling. Adapun nilai kecepatan pemakanan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.1 ÷ 0. Kecepatan pemakanan adalah jarak tempuh gerak maju pisau/benda kerja dalam satuan milimeter permenit atau feet permenit.05 ÷ 0. Tabel 4.2 Kecepatan pemakanan (feeding) pergigi untuk HSS Pisau spiral (slab) mill (up to 30º helix angle of tooth) spiral mill (30 + 00º helix angle) face mill and shell end miel end mill Saw slotting cutter form cutter feed/tooth (mm) 0.2 .230 110 . Tabel 4.40 60 .45 70 .25 0.215 140 .1 ÷ 0.5 0.90 Setelah kecepatan potong diketahui.30 45 .1 ÷ 0.100 25 .05 ÷ 0.140 170 .45 Cutter Carbide Halus Kasar 185 . kecepatan pemakanan dinyatakan dalam satuan millimeter permenit dimana dalam pemakaiannya perlu disesuaikan dengan jumlah mata potong pisau yang digunakan. (f) untuk setiap jenis pisau dan setiap jenis bahan sudah dibakukan.Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 15 Nilai kecepatan potong yang telah baku dapat dilihat pada tabel dibawah ini.2 0. maka kecepatan pemakanan harus ditentukan.150 60 .70 30 .140 185 .

garis/bidang lengkung yang mengikuti fungsi matematik tertentu. Dalam pembuatan program NC untuk proses pemesinan suatu produk diperlukan tiga langkah utama. lempengan. Dimensi benda kerja dan control gerak pahatnya merupakan faktor yang perlu juga dipertimbangkan. atau bentuk-bentuk khusus hasil proses pembentukan. forbidden area) harus diperhatikan untuk menghindari tabrakan pahat pada permukaan fixture. Daerah bebas pahat (daerah terlarang.Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 16 Kedalaman potong (a) ditentukan berdasarkan selisih tebal benda kerja awal terhadap tebal benda kerja akhir. Dengan mempelajari geometri komponen tersebut dapat ditentukan garis besar jenis proses permesinan. Berdasarkan dimensi serta bentuk bahan (batang. pengekleman (clamping). dan toleransinya (toleransi dimensi. Langkah persiapan a. atau proses permesinan sebelumnya). b.9 Pemrograman CNC Program NC sebenarnya meupakan sejumlah urutan perintah logis yang dibuat bagi suatu jenis mesin perkakas CNC dalam rangka pembuatan suatu komponen mesin/peralatan. machnie control unit). Program NC dibuat dengan suatu format/bahasa yang tertentu yang dapat dimengerti oleh unit pengendali mesin (MCU. 2. pelaksanaan. . 1. urutan pekerjaannya. kubus. peralatan mesin/alat bantu lainnya ataupun pada permukaan benda yang tidak dikerjakan. ditentukan cara penempatan (positioning). silinder. Masing-masing langkah ini mengandung beberapa jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan yang secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut. Mempelajari gambar teknis yakni menentukan ukuran/dimensi untuk elemenelemen geometris (garis/bidang lurus. dan jenis mesin perkakas CNC yang cocok. yaitu langkah persiapan. dan volume ruang kerja yang ditentukan oleh dimensi meja atau spindel tempat benda kerja dipasang. bentuk dan posisi). radius. diameter dan sebagainya). dan langkah percobaan. serta desain alat bantu pemegang (fixture).

produktivitas) dapat dicapai. penggantian benda kerja. yang akan digunakan sebagai masukan (input) pada unit pengontrol mesin supaya lokasi/posisi mata potong sewaktu pahat dipakai dapat dipastikan. paling optimum) untuk mengerjakan benda kerja sampai terbentuk permukaan akhir (produk).Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 17 c. kecepatan makan. Demikian pula halnya dengan perintah-perintah lain seperti penggantian pahat. dan kedalaman potong) ditentukan sesuai dengan tujuan proses. daya. Jenis kontrol gerakan sumbu mesin (satu sumbu. dengan memperhatikan berbagai kendala (proses pembentukan geram. Untuk setiap langkah permesinan kondisi pemotongannya (kecepatan potong. Jenis dan jumlah pahat dipilih sesuai dengan urutan pengerjaan tersebut. Cara atau urutan proses permesinan harus ditentukan sebaik mungkin (jalan yang paling baik. kehalusan permukaan). 2. Dengan kode tertentu berbagai fungsi persiapan (preparation functions) dan fungsi tambahan (miscellaneous functions) dipilih. dua sumbu atau lebih secara bersamaan bergerak untuk melaksanakan perintah tersebut) menentukan kemampuan mesin perkakas NC . Setiap pahat diberi kode tertentu beserta keterangan mengenai geometrik dan dimensinya. sehingga pahat dapat digerakkan relatif terhadap benda kerja sesuai dengan langkah dan kondisi pemotongan yang telah disiapkan di atas. sehingga diharapkan kondisi potongan yang optimum (ongkos. Dengan cara ini suatu program NC yang berhasil dapat digunakan lagi di saat lain dan sementara itu pahat yang dibutuhkan tidak perlu mempunyai dimensi yang persis sama dengan pahat yang dahulu dipakai. d. paling singkat. menjalankan/mematikan spindel dan cairan pendingin dan sebagainya. Dalam hal ini selain geometrinya maka panjang dan/atau diameter masing-masing pahat ditetapkan sesuai dengan bidang/sumbu referensi mesin yang digunakan. Langkah pelaksanaan Pembuatan program secara manual biasanya dilakukan dengan terlebih dahulu menuliskan semua perintah pada lembar dengan format tertentu sebelum diketik sebagai input ke unit pengontrol mesin. gaya.

Dalam hal yang terakhir ini programmer dapat melihat lintasan gerakan pahat pada layar monitor (TV screen dengan graphic display) sewaktu proses pemrograman berlangsung. Jika unit pengontrol mesin siap melaksanakan pekerjaan. Pembuatan program seringkali dilaksanakan dengan bantuan komputer pemrogram yang dilengkapi dengan perangkat lunak pemroses (processor dan post processor). Sebelum proses pemotongan dengan benda kerja sesungguhnya dilakukan. mempercepat. . dan menghindarkan kemungkinan terjadinya kesalahan pada proses pembuatan program secara manual. untuk mengecek kebenaran program dan memastikan bahwa tidak terjadi tabrakan (tool collition). maka berbagai jenis bahasa pemrograman (perangkat lunak/soft-ware) yang lebih canggih mulai diperkenalkan. yang pertama kali dilakukan biasanya menjalankan mesin tanpa memotong (dry-run) dengan satu atau beberapa sumbu mesin dimatikan (axis-lock). untuk melaksanakan analisa geometrik langkah gerak pahat serta penerjemahan dan penggabungan berbagai fungsi teknologis sesuai dengan karakteristik mesin dan kontrol CNC yang spesifik.Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 18 di dalam memotong benda kerja dengan hasil permukaan dengan bentuk dan orientasi yang diinginkan. Ketelitian geometris (toleransi) produk hanya dapat dipastikan kebenarannya dengan melakukan proses pemotongan benda kerja sesungguhnya dan memgukur produknya dengan cermat. 3. yaitu mempermudah. maka dapat dilakukan pemotongan material yang lunak (plastik atau steorofoam) sehingga bentuk produk secara kasar dapat diperiksa dan diukur. Dengan semakin majunya komputer yang dipakai sebagai unit pemrogram ataupun langsung sebagai unit pengontrol mesin. maka perintah-perintah tersebut dapat dimasukkan ke dalam memori komputer mesin lewat bagian pengendali. Tujuannya adalah jelas. Langkah percobaan Setelah lembar program NC selesai ditulis.

Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 19 2.10 Fungsi – fungsi Kode NC Mesin CNC hanya dapat membaca kode standar yang telah disepakati oleh industri yang membuat mesin CNC. G 65 : Operasi disket (menyimpan atau memanggil program) G 73 : Siklus pengeboran dengan pemutusan tatal G 81 : Siklus pengeboran langsung G 82 : Siklus pengeboran dengan berhenti sesaat G 83 : Siklus pengeboran dengan penarikan tatal G 85 : Siklus pereameran G 89 : Siklus pereameran sampai batas ukuranyang ditentukan G 90 : Program absolut G 91 : Program Incremental G 92 : Penetapan posisi pahat secara absolute 2. Fungsi kode G G 00 : Gerak lurus cepat (tidak boleh menyayat) G 01 : Gerak lurus penyayatan G 02 : Gerak melengkung searah jarum jam (CW) G 03 : Gerak melengkung berlawanan arah arum jam (CCW) G 04 : Gerak penyayatan (feed) berhenti sesaat G 21 : Baris blok sisipan yang dibuat dengan menekan tombol ~ dan INP G 25 : Memanggil program sub routine G 27 : Perintah meloncat ke nomor blok yang dituju G 64 : Mematikan arus step motor. Dengan kode standar tersebut. pabrik mesin CNC dapat menggunakan PC sebagai input yang diproduksi sendiri atau yang direkomendasikan. Fungsi Kode M M 00 : Program berhenti M 03 : Spindel/sumbu utama berputar searah jarum jam (CW) . Kode standar pada mesin CNC yaitu : 1.

Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 20 M 05 : Putaran spindel berhenti M 06 : Perintah penggantian alat potong (tool) M 17 : Perintah kembali ke program utama M 30 : Program berakhir M 99 : Penentuan parameter I dan K 3. Fungsi kode alarm A 00 : Kesalahan perintah pada fungsi G atau M A 01 : Kesalahan perintah pada fungsi G02 dan G03 A 02 : Kesalahan pada nilai X A 03 : Kesalahan pada niilai F A 04 : Kesalahan pada nilai Z A 05 : Kurang perintah M30 A 06 : Kurang perintah M03 A 07 : Tidak ada arti A 08 : Pita habis pada penyipanan ke kaset A 09 : Program tidak ditemukan pada disket A 10 : Disket diprotek A 11 : Salah memuat disket A 12 : Salah pengecekan A 13 : Salah satuan mm atau inch dalam pemuatan A 14 : Salah posisi kepala frais A 15 : Nilai Y salah A 16 : Tidak ada nilai radius pisau frais A 17 : Salah sub program A 18 : Jalannya kompensasi radius pisau frais lebih dari Nol .

M.21 Contoh gambar kerja Dari gambar kerja di atas diketahui : Diameter pisau : 10 mm Posisi Sumbu X : -10 mm Posisi Sumbu Y : -10 mm Posisi Sumbu Z : 20 mm.Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 21 2.11 Contoh-contoh aplikasi fungsi G. kode alarm Gambar 4. Buatlah susunan program plotter dengan metode absolut Metode Absolut N 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 G 92 M03 00 00 00 00 00 00 00 00 00 00 00 00 M05 M30 X -1000 00 -1000 -1000 5000 5000 00 00 00 00 2500 2500 2500 -1000 Y -1000 00 00 00 00 5000 5000 00 00 2500 2500 5000 5000 -1000 Z 2000 2000 00 00 00 00 00 00 2000 00 00 00 2000 2000 .

TUGAS 1.Praktikum Proses Manufaktur 2011 / Modul 4 – Proses Frais 22 Keterangan gerakan: N 00 : Fungsi G92 menunjukan program absolut N 01 : Spindle utama berputar N 02 : Pisau didekatkan pada titk 0 sumbu Y N 03 : Pisau diturunkan pada titik 0 Sumbu Z N 04 : Proses plotter pisau bergerak dari titik A ke titik B N 05 : Proses plotter pisau bergerak dari titik ke titik C N 06 : Proses plotter pisau bergerak dari titik C ke titik D N 07 : Proses plotter pisau bergerak dari titik D ke titik A N 08 : di Titik A pisau dinaikkan +20 mm. dari titik 0 sumbu Z N 14 : Pahat dikembalikan di posisi awal X-1000. Y-1000 N 15 : Spindle dimatikan N 16 : Program selesai. sumbu Z N 09 : Dari titik A pisau dipindah ke titik E N 10 : Di Titik E pisau diturunkan pada titik 0 sumbu Z N 11 : Proses plotter dari titik E ke titik F N 12 : Proses plotter dari titik F ke titik G N 13 : Di titik G pisau dinaikkan +20mm. Buat program dan berikan gambar bentuk pada benda kerja yang akan diproses ! . 3.