KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “FILSAFAT PANCASILA” ini dengan lancar. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Pancasila Drs. Surasa M.Hum. Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis peroleh dari buku panduan yang berkaitan dengan Pancasila, serta infomasi dari media massa yang berhubungan dengan falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia, tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada pengajar matakuliah Pancasila atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini. Juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini. Penulis harap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai Pancasila yang ditinjau dari aspek filsafat atau falsafah, khususnya bagi penulis. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.

Klaten, 14 November 2011

Penulis

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam mempelajari filsafat Pancasila ada dua hal yang lebih dahulu kita pelajari yaitu Pancasila dan Filsafat mempelajari Pancasila melalui pendekatan sejarah supaya akan dapat mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi dari waktu ke waktu di tanah air kita Indonesia, peristiwa – peristiwa itu yang ada hubunganya dengan pancasila. Sejarah Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan sejarah bangsa Indonesia itu sendiri. Sebagai dasar negara, Pancasila kembali diuji ketahanannya dalam era reformasi sekarang. Merekahnya matahari bulan Juni 1945, 66 tahun yang lalu disambut dengan lahirnya sebuah konsepsi kenengaraan yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu lahirnya Pancasila. Sebagai falsafah negara, tentu Pancasila ada yang merumuskannya. Pancasila memang merupakan karunia terbesar dari Allah SWT dan ternyata merupakan light-star bagi segenap bangsa Indonesia di masa-masa selanjutnya, baik sebagai pedoman dalam memperjuangkan kemerdekaan, juga sebagai alat pemersatu dalam hidup kerukunan berbangsa, serta sebagai pandangan hidup untuk kehidupan manusia Indonesia sehari-hari, dan yang jelas tadi telah diungkapkan sebagai dasar serta falsafah negara Republik Indonesia. Pancasila telah ada dalam segala bentuk kehidupan rakyat Indonesia, terkecuali bagi mereka yang tidak Pancasilais. Pancasila lahir 1 Juni 1945, ditetapkan pada 18 Agustus 1945 bersama-sama dengan UUD 1945. Bunyi dan ucapan Pancasila yang benar berdasarkan Inpres Nomor 12 tahun 1968 adalah satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dan kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sejarah Indonesia telah mencatat bahwa di antara tokoh perumus Pancasila itu ialah, Mr Mohammad Yamin, Prof Mr Soepomo, dan Ir Soekarno. Dapat dikemukakan mengapa Pancasila itu sakti dan selalu dapat bertahan dari guncangan kisruh politik di negara ini, yaitu

2

Bagaimana analisis antar sila dalam pancasila ? d. Dengan demikian bahwa falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia yang harus diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia agar menghormati. Bagaimana pancasila sebagai dasar negara ? C. menghargai. Tujuan Penulisan Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain: 1. Apakah pengertian dari filsafat pancasila ? b. 2. Apakah pengertian pancasila sebagai ideologi nasional indonesia ? f. agar dalam penulisan ini penulis memperoleh hasil yang diinginkan. dan siapa yang menantang Pancasila berarti dia menentang toleransi. Perumusan Masalah Dengan memperhatikan latar belakang tersebut. B. Sehingga baik golongan muda maupun tua tetap meyakini Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tanpa adanya keraguan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia. maka penulis mengemukakan bebe-rapa rumusan masalah. Bagaimanakah pancasila sebagai jati diri bangsa ? c. Untuk menambah pengetahuan tentang Pancasila dari aspek filsafat. Untuk mengetahui pancasila sebagai jati diri bangsa dan dasar negara 3 . Bagaimana keterkaitan antar sila dalam pancasila ? e. Rumusan masalah itu adalah: a. menjaga dan menjalankan apa-apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya pahlawan proklamasi yang telah berjuang untuk kemerdekaan negara Indonesia ini.pertama ialah karena secara intrinsik dalam Pancasila itu mengandung toleransi. Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pancasila. 3.

sila dalam pancasila dan keterkaitan antar sila dalam pancasila D. Manfaat Manfaat yang didapat dari makalah ini adalah: 1. Untuk menganalisis sila. 4 . Mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang Pancasila dari aspek filsafat.4. Untuk mengetahui fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia. 5. 3. 2 Mahasiswa dapat mengetahui landasan filosofis Pancasila.

Melalui filsuf-filsuf yang disponsori Depdikbud. Sukarno tidak pernah menyinggung atau mempropagandakan “Persatuan”. sehingga menghasilkan “Pancasila truly Indonesia”. rasionalisme. Kenyataannya definisi filsafat dalam filsafat Pancasila telah diubah dan diinterpretasi berbeda oleh beberapa filsuf Indonesia. Semua sila dalam Pancasila adalah asli Indonesia dan Pancasila dijabarkan menjadi lebih rinci (butir-butir Pancasila). Hal ini merujuk pidato Sukarno di BPUPKI dan banyak pendiri bangsa merupakan alumni Universitas di Eropa. Pancasila dijadikan wacana sejak 1945. Pada saat itu Sukarno selalu menyatakan bahwa Pancasila merupakan filsafat asli Indonesia yang diambil dari budaya dan tradisi Indonesia dan akulturasi budaya India (Hindu-Budha). sosialisme Jerman. dan Arab (Islam). semua elemen Barat disingkirkan dan diganti interpretasinya dalam budaya Indonesia. Filsafat Pancasila versi Soeharto Oleh Suharto filsafat Pancasila mengalami Indonesiasi. universalisme. Barat (Kristen). Pancasila terinspirasi konsep humanisme. Filsafat Pancasila versi Soekarno Filsafat Pancasila kemudian dikembangkan oleh Sukarno sejak 1955 sampai berakhirnya kekuasaannya (1965). Filsafat Pancasila Asli Pancasila merupakan konsep adaptif filsafat Barat. demokrasi parlementer. Menurut Sukarno “Ketuhanan” adalah asli berasal dari Indonesia. sehingga Pancasila berbeda dari waktu ke waktu.BAB II PEMBAHASAN Pengertian Filsafat Pancasila Pancasila dikenal sebagai filosofi Indonesia. Filsuf Indonesia yang bekerja dan mempromosikan bahwa filsafat Pancasila 5 . Filsafat Pancasila senantiasa diperbarui sesuai dengan permintaan rezim yang berkuasa. sosiodemokrasi. di mana filsafat barat merupakan salah satu materi kuliah mereka. dan nasionalisme. “Keadilan Soasial” terinspirasi dari konsep Ratu Adil.

paling bijaksana. 6 . Kebenaran religius (religi). Soerjanto Poespowardojo. Kebenaran indra (pengetahuan biasa). dan Moerdiono. Bawengan. 3. norma-norma. paling adil. Burhanuddin Salam. paling baik dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia.Moh Yamin pada Seminar Pancasila di Yogyakarta tahun 1959 yang berjudul “Tinjauan Pancasila Terhadap Revolusi Fungsional”. nilai-nilai) yang paling benar. Gerson W.adalah truly Indonesia antara lain Sunoto. Moertono. Azhary. yaitu Friedrich Hegel (1770-1831) bapak dari filsafat Evolusi Kebendaan seperti diajarkan oleh Karl Marx (1818-1883) dan menurut tinjauan Evolusi Kehewanan menurut Darwin Haeckel. Untuk lebih meyakinkan bahwa Pancasila itu adalah ajaran filsafat. sebaiknya kita kutip ceramah Mr. Kebenaran ilmiah (ilmu-ilmu pengetahuan). dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan. Paulus Wahana. Kalau dibedakan anatara filsafat yang religius dan non religius. Wasito Poespoprodjo. serta juga bersangkut paut dengan filsafat kerohanian seperti diajarkan oleh Immanuel Kant (1724-1804). Parmono. yang isinya anatara lain sebagai berikut: Tinjauan Pancasila adalah tersusun secara harmonis dalam suatu sistem filsafat. Marilah kita peringatkan secara ringkas bahwa ajaran Pancasila itu dapat kita tinjau menurut ahli filsafat ulung. Bambang Daroeso. maka filsafat Pancasila tergolong filsafat yang religius. Kebenaran filosofis (filsafat). Kaelan. 2. termasuk kemampuan berpikirnya. Berdasarkan penjelasan diatas maka pengertian filsafat Pancasila secara umum adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang dianggap. filsafat Pancasila mengukur adanya kebenran yang bermacam-macam dan bertingkat-tingkat sebgai berikut: 1. R. Ini berarti bahwa filsafat Pancasila dalam hal kebijaksanaan dan kebenaran mengenal adanya kebenaran mutlak yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa (kebenaran religius) dan sekaligus mengakui keterbatasan kemampuan manusia. Suhadi. 4.

Begitu pula denga ajaran Pancasila suatu sintese negara yang lahir dari antitese. 7 . Dari pertentangan pikiran lahirlah paduan pendapat yang harmonis. sejajar denga tujuan pikiran Hegel beralasanlah pendapat bahwa ajaran Pancasila itu adalah suatu sistem filosofi. Semua sila itu adalah susunan dalam suatu perumahan pikiran filsafat yang harmonis. Pada saat sintese sudah hilang. Saya tidak mau menyulap. Sintese kemerdekaan dengan ajaran Pancasila dan tujuan kejayaan bangsa yang bernama kebahagiaan dan kesejajteraan rakyat. dalam suatu Piagam Negara yang berbentuk Republik Kesatuan berdasarkan ajaran Pancasila. 1950 itu yang berbunyi: Maka dengan ini kami menyusun kemerdekaan kami itu.Menurut Hegel hakikat filsafatnya ialah suatu sintese pikiran yang lahir dari antitese pikiran. Tidakah ini dengan jelas dan nyata suatu sintese pikiran atas dasar antitese pendapat? Jadi. kesejahteraan dan perdamaian dunia dan kemerdekaan. Pancasila sebagai hasil penggalian Bung Karno adalah sesuai pula dengan pemandangan tinjauan hidup Neo-Hegelian. Oleh sebab itu penjajahan harus dihapusakan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Ingatlah kalimat pertama dan Mukadimah UUD Republik Indonesia 1945 yang disadurkan tadi dengan bunyi: Bahwa sesungguhanya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Dan kemerdekaan itu kita susun menurut ajaran falsafah Pancasila yang disebutkan dengan terang dalam Mukadimah Konstitusi R. Kalimat pertama ini adalah sintese yaitu antara penjajahan dan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan ini adalah tepat.I. Di sini disebut sila yang lima untukmewujudkan kebahagiaan. sesuai dengan dialektis Neo-Hegelian. maka lahirlah kemerdekaan. Kalimat ini jelas kalimat antitese.

maka Pancasila yang kita gali dari bumi Indonsia sendiri merupakan : a. Spanyol. serta merupakan ciri khas yang dapat membedakan bangsa Indonesia dari bangsa yang lain. Tiongkok. karena Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia. lingkungan dan suasana waktu sepanjang masa. Mungkin di sana-sini. Belanda dan lain-lain) namun kepribadian bangsa Indonesia tetap hidup dan berkembang. Walaupun bangsa Indonesia sejak dahulu kala bergaul dengan berbagai peradaban kebudayaan bangsa lain (Hindu. maka akan tampak dengan jelas bahwa tiap sila Pancasila itu adalah pencerminan dari bangsa kita. akan tetapi kelima sila yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan itulah yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia secara jelas dapat dibedakan dari bangsabangsa lain.Pancasila sebagai jati diri bangsa Menurut Dewan Perancang Nasional. Garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia yang ditentukan oleh kehidupan budi bangsa Indonesia dan dipengaruhi oleh tempat. c. 8 . Terdapat kemungkinan bahwa tiap-tiap sila secara terlepas dari yang lain bersifat universal. Demikianlah. b. namun pada dasarnya bangsa Indonesia tetap hidup dalam kepribadiannya sendiri. Apabila kita memperhatikan tiap sila dari Pancasila. yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. Portugis. Jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. Pandangan hidup bangsa Indonesia yang dapat mempersatukan kita serta memberi petunjuk dalam masyarakat kita yang beraneka ragam sifatnya. yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di negara kita. yang dimaksudkan dengan jati diri Indonesia ialah : Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia. yang juga dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini. Dasar negara kita. Republik Indonesia. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa. misalnya di daerah-daerah tertentu atau masyarakat kota kepribadian itu dapat dipengaruhi oleh unsur-unsur asing.

berdaulat. bahwa apabila dibicarakan mengenai Pancasila. bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman. e. Apabila Pancasila tidak menyentuh kehidupan nyata. maka lambat laun kehidupannya akan kabur dan kesetiaan kita kepada Pancasila akan luntur. 2. pada generasi yang telah begitu banyak berkorban untuk menegakkan dan membela Pancasila. melainkan karena Pancasila itu telah mampu membuktikan kebenarannya setelah diuji oleh sejarah perjuangan bangsa. Mungkin Pancasila akan hanya tertinggal dalam buku-buku sejarah Indonesia. Kemanusiaan yang adil dan beradab. maka yang kita maksud adalah Pancasila yang dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945. yang merupakan perumusan yang beku dan mati. tertib dan damai. Ketuhanan Yang Maha Esa. tenteram. yaitu : 1. menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam segala segi kehidupan. Tujuan yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia. tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka. serta tidak mempunyai arti bagi kehidupan bangsa kita. bersahabat. Apabila ini terjadi maka segala dosa dan noda akan melekat pada kita yang hidup di masa kini. yakni suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka.d. Perjanjian luhur rakyat Indonesia yang disetujui oleh wakil-wakil rakyat Indonesia menjelang dan sesudah Proklamasi Kemerdekaan yang kita junjung tinggi. 3. 9 . Oleh karena itu yang penting adalah bagaimana kita memahami. Persatuan Indonesia. Akhirnya perlu juga ditegaskan. tidak kita rasakan wujudnya dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa ini maka Pancasila hanya akan merupakan rangkaian kata-kata indah yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945. bukan sekedar karena ia ditemukan kembali dari kandungan kepribadian dan cita-cita bangsa Indonesia yang terpendam sejak berabad-abad yang lalu.

Maka dalam segala aspek penyelenggaraan Negara Indonesia harus sesuai dengan hakikat nila-nilai yang berasal dari tuhan. Seperti yang telah ditunjukkan oleh Ketetapan MPR No. 5.sila pancasila Sila ketuhanan yang maha esa Inti sila ketuhanan yang mahaesa adalah kesesuaian sifat-sifat dan hakikat Negara dengan hakikat Tuhan. yaitu nila-nilai agama. sebab rumusan yang demikian itulah yang ditetapkan oleh wakil-wakil bangsa Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). XI/MPR/1978. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawratan / perwakilan. Telah dijelaskan di muka bahwa pendukung pokok dalam penyelenggaraan Negara adalah manusia. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. sedangkan hakikat kedudukan kodrat manusia adalah sebagai makhluk berdiri sendiri dan sebagai makhluk tuhan. maka segala sesuatu termasuk manusia adalah merupakan ciptaan tuhan (Notonagoro) Hubungan manusia dengan tuhan. Dikatakan sebagai kesatuan yang bulat dan utuh. Tuhan adalah sebagai sebab yang pertama atau kausa prima. terpisah dari keseluruhan sila-sila lainnya. untuk 10 . Pancasila itu merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima silanya. Kesesuaian itu dalam arti kesesuaian sebab-akibat. Rumusan Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 itulah yang kita gunakan. karena masing-masing sila dari Pancasila itu tidak dapat dipahami dan diberi arti secara sendiri-sendiri. Maka menjadi suatu kewajiban manusia sebagai makhluk tuhan. yang menyangkut segala sesuatu yang berkaitan dengan kewajiban manusia sebagai makhluk tuhan terkandung dalam nilainilai agama. Dalam pengertian ini hubungan antara manusia dengan tuhan juga memiliki hubungan sebab-akibat.4. Memahami atau memberi arti setiap sila-sila secara terpisah dari sila-sila lainnya akan mendatangkan pengertian yang keliru tentang Pancasila Makna makna sila.

moral Negara dan para penyelenggara Negara dan lain-lainnya harus sesuai dengan sifat-sifat dan hakikat manusia. Maka dapatlah disimpulkan bahwa Negara adalah sebagai akibat dari manusia. karena Negara adalah lembaga masyarakat dan masyarakat adalah terdiri atas manusiamanusi adapun keberadaan nilai-nilai yang berasal dari tuhan. kebenaran. tujuan Negara . Maka sudah menjadi suatu keharusan bagi Negara untuk merealisasikan nilai-nilai agama yang berasal dari tuhan. terutama dalam pengertian yang lebih sentral pendukung pokok Negara berdasarkan sifat kodrat manusia monodualis yaitu manusia sebagai individu dan makhluk social. Disisi lain Negara adalah suatu lembaga kemanusiaan suatu lembaga kemasyarakatan yang anggota-anggotanya terdiri atas manusia. diadakan oleh manusia untuk manusia. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab Inti sila kemanusiaan yang adil dan beradab adalah landasan manusia. dibentuk oleh anusia untuk memanusia dan mempunyai suatu tujuan bersama untuk manusia pula. kekuasaan Negara. bertujuan untuk melindungi dan mensejahterakan manusia sebagai warganya. yaitu Negara sebagai akibat langsung dari manusia dan manusia sebagai akibat adanya tuhan. Maka Negara berkewajiban untuk merealisasikan kebaikan. namaun juga bukan Negara klass yang hanya 11 . Hal ini dapat dipahami karena Negara adalah lembaga masyarakat yang terdiri atas manusia-manusia. Maka bentuk dan sifat Negara Indonesia bukanlah Negara individualis yang hanya menekankan sifat makhluk individu. kebenaran dan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. kesejahteraan. Jadi hubungan Negara dengan tuhan memiliki hubungan kesesuaian dalam arti sebab akibat yang tidak langsung. bentuk Negara. keadilan perdamaian untuk seluruh warganya. Maka segala aspek penyelenggaraan Negara harus sesuai dengan hakikat dan sifat-sifat manusia Indonesia yang monopluralis . Maka konsekuensinya dalam setiap aspek penyelengaraan Negara antara lain hakikat Negara.merealisasikan nilai-nilai agama yang hakikatnya berupa nila-nilai kebaikan. Oleh karena itu dalam kaitannya dengan hakikat Negara harus sesuai dengan hakikat sifat kodrat manusia yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk social.

merupakan suatu Negara yang mempunyai eksistensi sendiri. Jadi Negara Indonesia ini merupakan suatu kesatuan yang mutlak tidak terbagi-bagi . baik bentuk Negara. setiap bagiannya tidak berdiri sendiri-sendiri. baik yang bersifat kebendaan maupun kejiwaan. Hal itu antara lain meliputi rakyat yang senantiasa merupakan suatu kesatuan bangsa Indonesia. Jadi Negara merupakan suatu kesatuan yang utuh . maka sifat dan hakikat Negara Indonesia adalah monodualis yaitu baik sifat kodrat individu maupun makhluk social secara serasi.satu nasib dalam sejarah. satu jiwa atau satu asas kerokhanian pancasila. harmonis dan seimbang. yang mempunyai bentuk dan susunan sendiri. bangsa dan wilayah Indonesia tersebut. Oleh karena itu dalamn realisasi penyelenggaraan negaranya. membuat Negara dan bangsa indoneisa mempunyai keberadaan sendiri di antara Negara-negara lain di dunia ini Dalam kaitannya dengan sila persatuan Indonesia ini segala aspek penyelenggaraan Negara secara mutlak harus sesuai dengan sifat-sifat dan hakikat satu. Kesuaian Negara dengan hakikat satu tersebut meliputi semua unsur-unsur kenegaraan baik yang bersifat jasmaniah maupun rohania. pemerintah yaitu satu pemerintahan Indonesia yang tidak bergantung pada Negara lain. wilayah yaitu satu tumpah darah Indonesia. namun sifat Negara harus sesuai dengan kedua sifat tersebut yaitu baik kerja jasmani maupun kejiwaan secara serasi dan seimbang. Kesatuan dan persatuan Negara. karena dalam praktek pelaksanaannya hakikat dan sifat Negara harus sesuai dengan hakikat kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk berdiri seniri dan makhluk tuhan.menekankan sifat mahluk social . rakyat dan lain sebagainya harus sesuai dengan hakikat satu serta konsekuensinya harus senantiasa merealisakan kesatuan dan persatuan. tertib hukum. lembaga Negara. satu bahasa yaitu bahasa nasional indoneisa. setiap bagiannya tidak berdiri sendiri-sendiri. penguasa Negara. Mempunyai suatu sifat-sifat dankeadaan sendiri. Sila persatuan Indonesia Inti sila persatuan Indonesia yaitu hakikat dan sifat Negara dengan hakikat dan sifatsifat satu. Selain itu hakikat dan sifat Negara Indonesia bukan hanya menekan kan segi kerja jasmani belaka. yang berarti manusia hanya berarti bila ia dalam masyarakat secara keseluruhan . Kesesuaian ini meliputi sifat-sifat dan keadaan Negara Indonesia yang pada hakekatnya merupakan suatu kesatuan yang utuh. atau juga bukan hanya menekankan segi rohani nya saja. 12 .

Maka pengertian kesesuaian dengan hakikat rakyat tersebut. Dalam hal ini Negara berdasarkan atas hakikat rakyat . Telah dijelaskan di muka bahwa pendukung pokok Negara adalah manusia yang bersifat monodualis sedangkan rakyat pada hakikatnya terdiri atas manusia-manusai. tidak pada golongan atau individu. juga menentukan sifat dan keadaan Negara. Dalam pelaksanaannya demokrasi monodualis ini juga bersifat kekeluargaan yaitu prinsip hidup bersama yang bersifat kekeluargaan. mengandung cita-cita kefilsafatan. Negara pada hakikatnya didukung oleh rakyat oleh rakyat itu dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan. Maka dalam penyelenggaraan Negara bukanlah terletak pada suatu orang dan semua golongan satu buat semua. dalam keseimbangan dinamis yang selalu sesuai dengan situasi. semua buat satu. Negara berdasarkan atas permusyawaratan dan kerjasama dan berdasarkan atas kekuasaan rakyat. yaitu Negara demokrasi monodualis. Oleh karena itu kesesuaian Negara dengan hakikat rakyat ini berkaitan dengan sifat Negara kita.Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan Inti sila keempat adalah kesesuaian sifat-sifat dan hakikat Negara dengan sifat-sifat dan hakikat rakyat. 13 . Dalam praktek pelaksanaannya pengertian kerakyatan bukan hanya sekedar berkaitan dengan pengertian rakyata secara kongkrit saja namun mengandung suatu asas kerokhanian . yaitu untuk keperluan seluruh rakyat . maka bentuk dan sifat-sifat Negara mengandung pengertian suatu cita-cita kefilsafatan yang demokrasi yang didalam pelaksanaannya meliputi demokrasi politik dan demokrasi politik dan demokrasi si=osial ekonomi. yang merupakan suatu keseluruhan penjumlahan semua warga Negara yaitu Negara Indonesia. kondisi dan keadaan zaman. yang berarti demokrasi yang sesuai dengan sifat kodrat manusia yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk social dalam suatu kesatuan dwitunggal. atau dengan lain perkataan kebahagian seluruh rakyat dijamain oleh Negara. maka segala aspek penyelenggaraan Negara harus sesuai dengan sifat-sifat dan hakekat rakyat. Dalam kaitannya dengan sila keempat ini. Negara dilakukan untuk kepentingan seluruh rakyat .

yaitu hubungan keadilan antara warga Negara terhadap Negara. Selanjutnya hakikat adil sebagaimana yang terkandung dalam sila kedua ini terjelma dalam sila kelima. Hal ini menyangkut realisasi keadilan dalam kaitannya dengan Negara Indonesia sendiri (dalam lingkup nasional) maupun dalam hubungan Negara Indonesia dengan Negara lain (lingkup internasional) Dalam lingkup nasional realisasi keadilan diwujudkan dalam tiga segi (keadilan segitiga) yaitu: 1. yaitu sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk social. 3. Keadilan distributive. semua itu 14 . jadi juga bersifat monopluralis . yaitu hubungan keadilan antara Negara dengan warganya. yaitu pemenuhan hak dan wajib pada kodrat manusia hakikat keadilan ini berkaitan dengan hidup manusia . atau dengan perkataan lain hubungan keadilan antara warga Negara. dalam hubungan hidup manusia dengan tuhannya. yaitu memberikan kepada siapapun juga apa yang telah menjadi haknya oleh karena itu inti sila keadilan social adalah memenuhi hakikat adil. yaitu hubungan keadilan antara manusia satu dengan lainnya. Jadi dalam pengertian keadilan legal ini negaralah yang wajib memenuhi keadilan terhadap negaranya. yaitu keadilan antara warga Negara yang satu dengan yang lainnya. Keadilan komulatif. Realisasi keadilan dalam praktek kenegaraan secara kongkrit keadilan social ini mengandung cita-cita kefilsafatan yang bersumber pada sifat kodrat manusia monodualis . Selain itu secara kejiwaan cita-cita keadilan tersebut juga meliputi seluruh unsur manusia. sudah menjadi bawaan hakikatnya hakikat mutlak manusia untuk memenuhi kepentingan hidupnya baik yang ketubuhan maupun yang kejiwaan. dan dalam hubungan hidup manusia dengan dirinya sendiri (notonegoro). Keadilan ini sesuai dengan makna yang terkandung dalam pengertian sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. baik dari dirinya sendiri-sendiri maupun dari orang lain.Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Inti sila kelima yaitu “keadilan” yang mengandung makna sifat-sifat dan keadaan Negara Indonesia harus sesuai dengan hakikat adil. Keadilan bertaat (legal). Negara wajib memenuhi keadilan terhadap warganya yaitu wajib membagi-bagikan terhadap warganya apa yang telah menjadi haknya. 2.

3. 8. hubungan manusia dengan manusia lainnya dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Saling mencintai sesama manusia. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. Berani membela kebenaran dan keadilan. 15 . Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB 1. 4. 3. 2. 4. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila. 5. 36 BUTIR-BUTIR PANCASILA/EKA PRASETIA PANCA KARSA A. Tidak semena-mena terhadap orang lain. Butir-butir pengamalan Pancasila Ketetapan MPR no. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. 7. 6. 2. Mengembangkan sikap tenggang rasa. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA 1. B. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.dalam realisasi hubungan kemanusiaan selengkapnya yaitu hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain. 5. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia. Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. 7. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong. SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA 1. 4. E. dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa.C. Menghormati hak-hak orang lain. 16 . Cinta Tanah Air dan Bangsa. 5. Menempatkan kesatuan. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan. 6. D. kepentingan. 4. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. 2. 3. 3. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. 6. 2. 3. SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN 1. 4. 8. SILA PERSATUAN INDONESIA 1. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. 2. Bersikap adil. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. 5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. persatuan. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.

1.7. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. 3. 9. Tidak bergaya hidup mewah. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tidak bersifat boros. 12. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. 4. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum. Tidak pernah dipublikasikan kajian mengenai apakah butir-butir ini benar-benar diamalkan dalam keseharian warga Indonesia. I/MPR/2003 dengan 45 butir Pancasila. 5. sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Ketetapan ini kemudian dicabut dengan Tap MPR no. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. 17 . Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Menghargai hasil karya orang lain. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 7. Sila pertama Bintang. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 10. 6. Suka bekerja keras. 8. 2. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 11.

Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. persamaan hak. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. 7. 2. tanpa membeda-bedakan suku. 3. agama. dan kewajiban asasi setiap manusia. keturunan. warna kulit dan sebagainya. kedudukan sosial. jenis kelamin.Sila kedua Rantai. Mengakui persamaan derajat. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. 6. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain. kepercayaan. Berani membela kebenaran dan keadilan. 1. serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. 8. 1. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. Mampu menempatkan persatuan. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. 10. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. 5. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira. Sila ketiga Pohon Beringin. 4. 9. 2. 18 . kesatuan.

menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. 8. 5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. hak. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. dan keadilan sosial. 2. Sebagai warga negara dan warga masyarakat. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. 19 . 7. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. 6. 7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. 6. 5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. 4. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. perdamaian abadi. 4. nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. 3. Sila keempat Kepala Banteng 1. dan kewajiban yang sama. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.3. 10. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. 9. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.

pengertian dasar. Pengertian Ideologi Istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan. 10. 6. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. paham. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. 1. konsep. 5. 20 . Mengembangkan perbuatan yang luhur.Sila kelima Padi Dan Kapas. 8. 3. Menghormati hak orang lain. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. Cita-cita yang dimaksudkan adalah cita-cita yang tetap sifatnya dan harus dapat dicapai sehingga cita-cita itu sekaligus merupakan dasar. 9. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Jadi secara harafiah ideologi berarti ilmu tentang pengertian dasar. 7. pandangan. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. 4. citacita dan logos yang berarti ilmu. Suka bekerja keras. 2. 11. yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. ide atau cita-cita.

yaitu: sebagai tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai secara bersama oleh suatu masyarakat. melainkan terdiri dari tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras. Ideologi terbuka. dan sebagai pemersatu masyarakat dan karenanya sebagai prosedur penyelesaian konflik yang terjadi dalam masyarakat. sosial. merupakan suatu pemikiran yang terbuka. Ideologi tertutup. kebudayaan. yang diajukan dengan mutlak. ide. melainkan digali dan diambil dari moral. dan agama. nilai-nilai itu sifatnya dasar. Soerjono Soekanto menyatakan bahwa secara umum ideologi sebagai kumpulan gagasan.S.Ideologi yang semula berarti gagasan. Frans Magnis Suseno mengatakan bahwa ideologi sebagai suatu sistem pemikiran yang dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan ideologi terbuka. merupakan suatu sistem pemikiran tertutup. Gunawan Setiardja merumuskan ideologi sebagai seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup. 21 . melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut. cita-cita itu berkembang menjadi suatu paham mengenai seperangkat nilai atau pemikiran yang oleh seseorang atau sekelompok orang menjadi suatu pegangan hidup. yang menyangkut bidang politik. Ciri-cirinya: merupakan citacita suatu kelompok orang untuk mengubah dan memperbarui masyarakat. Hornby mengatakan bahwa ideologi adalah seperangkat gagasan yang membentuk landasan teori ekonomi dan politik atau yang dipegangi oleh seorang atau sekelompok orang. Ciri-cirinya: bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar. keyakinan. ide. Beberapa pengertian ideologi: A. atas nama ideologi dibenarkan pengorbanan-pengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat. budaya masyarakat itu sendiri. isinya bukan hanya nilai-nilai dan cita-cita tertentu. Fungsi utama ideologi dalam masyarakat menurut Ramlan Surbakti (1999) ada dua. secara garis besar saja sehingga tidak langsung operasional. dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang. kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis.

berbangsa dan bernegara. lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok. memelihara dan memperkuat relevansinya dari waktu ke waktu sehingga bebrsifat dinamis. mengubah dan mencabutnya Sifat Ideologi Ada tiga dimensi sifat ideologi. Dengan demikian memenuhi syarat sebagai suatu ideologi terbuka. yaitu dimensi realitas. sehingga mereka betul-betul merasakan dan menghayati bahwa nilai-nilai dasar itu adalah milik mereka bersama. terutama pada waktu ideologi itu lahir. Pancasila mengandung sifat dimensi realitas ini dalam dirinya. Kenyataan menujukkan bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup danbeku cendnerung meredupkan perkembangan dirinya. Sumber semangat yang menjadikan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah terdapat dalam penjelasan UUD 1945: “terutama bagi negara baru dan negara muda. 2. Pancasila bukan saja memenuhi dimensi idealisme ini tetapi juga berkaitan dengan dimensi realitas. 22 . dan dimensi fleksibilitas. dimensi idealisme. memperkuat relevansinya dari masa ke masa.Pancasila sebagai ideologi mengandung nilai-nilai yang berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafat bangsa. Dimensi fleksibilitas: ideologi itu memberikan penyegaran. 3. bersumber dari nilainilai yang hidup dalam masyarakat. Dimensi idealisme: ideologi itu mengandung cita-cita yang ingin diicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. Pancasila memiliki dimensi fleksibilitas karena memelihara. Faktor Pendorong Keterbukaan Ideologi Pancasila 1. Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat. sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah caranya membuat. 2. Dimensi Realitas: nilai yang terkandung dalam dirinya. 1. demokrastis.

nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai yang disepakati bersama. Dengan kata lain. visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia adalah terwujudnya kehidupan yang ber-Ketuhanan. yang ber-Kerakyatan. yang ber-Persatuan. Penciptaan norma-norma baru harus melalui konsensus. Larangan terhadap ideologi marxisme. Sekalipun Pancasila sebagai ideologi bersifat terbuka. Mencegah berkembangnya paham liberalisme 8. dan yang ber-Keadilan. yang berKemanusiaan.3. Pengalaman sejarah politik masa lampau. 4. Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional. Bila kita terapkan rumusan ini pada Pancasila dengan definisi-definisi filsafat dapat kita simpulkan. Makna Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Makna Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia adalah bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila itu menjadi cita-cita normatif bagi penyelenggaraan bernegara. Pancasila sebagai ideologi nasional selain berfungsi sebagai cita-cita normatif penyelenggaraan bernegara. leninnisme dan komunisme 7. Hasil pemikiran manusia yang sungguh-sungguh secara sistematis radikal itu kemuduian dituangkan dalam suatu rumusan rangkaian kalimat yang mengandung suatu pemikiran yang 23 . kemudian sampai mendekati atau menanggap sebagai suatu kesanggupan yang digenggamnya seirama dengan ruang dan waktu. maka Pancasila itu ialah usaha pemikiran manusia Indonesia untuk mencari kebenaran. Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupan bermasyarakat 9. yaitu: 5. Stabilitas nasional yang dinamis 6. karena itu juga berfungsi sebagai sarana pemersatu masyarakat yang dapat memparsatukan berbagai golongan masyarakat di Indonesia. namun ada batas-batas keterbukaan yang tidak boleh dilanggar.

asas. Peraturan selanjutnya yang disusun untuk mengatasi dan menyalurkan persoalanpersoalan yang timbul sehubungan dengan penyelenggaraan dan perkembangan negara harus didasarkan atas dan berpedoman pada UUD. Kemudian isi rumusan filsafat yang dinami Pancasila itu kemudian diberi status atau kedudukan yang tegas dan jelas serta sistematis dan memenuhi persyaratan sebagai suatu sistem filsafat. Demikian isi rumusan sila-sila dari Pancasila sebagai satu rangkaian kesatuan yang bulat dan utuh merupakan dasar hukum. Di atas dasar itulah akan didirikan gedung Republik Indonesia sebagai perwujudan kemerdekaan politik yang menuju kepada kemerdekaan ekonomi. sosial dan budaya.bermakna bulat dan utuh untuk dijadikan dasar. Adapun dasar itu haruslah berupa suatu filsafat yang menyimpulkan kehidupan dan cita-cita bangsa dan negara Indonesa yang merdeka. dasar moral. Peraturan-peraturan yang bersumber pada UUD itu disebut peraturan-peraturan organik yang menjadi pelaksanaan dari UUD. 24 . agar peraturan dasar itu tahan uji sepanjang masa. kaidah fundamental bagi peri kehidupan bernegara dan masyarakat Indonesia dari pusat sampai ke daerah-daerah Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila yang dikukuhkan dalam sidang I dari BPPK pada tanggal 1 Juni 1945 adalah di kandung maksud untuk dijadikan dasar bagi negara Indonesia merdeka. Dalam keputusan sidang PPKI kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila tercantum secara resmi dalam Pembukaan UUD RI. Sidang BPPK telah menerima secara bulat Pancasila itu sebagai dasar negara Indonesia merdeka. pedoman atau norma hidup dan kehidupan bersama dalam rangka perumusan satu negara Indonesia merdeka. Undang-Undang Dasar yang menjadi sumber ketatanegaraan harus mengandung unsur-unsur pokok yang kuat yang menjadi landasan hidup bagi seluruh bangsa dan negara. yang diberi nama Pancasila. Termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat maka filsafat Pancasila itu berfungsi sebagai Dasar Negara Republik Indonesia yang diterima dan didukung oleh seluruh bangsa atau warga Negara Indonesia.

jurisprudensi. XX/MPRS/1966 ditegaskan. hakim. 25 . undang-undang. yakni Pancasila dasar yang kuat itu bukanlah meniru suatu model yang didatangkan dari luar negeri. Dasar negara kita berakar pada sifat-sifat dan cita-cita hidup bangsa Indonesia. Bahkan dalam Ketetapan MPRS No. dasar yang kokoh. Pancasila mengandung unsur-unsur yang luhur yang tidak hanya memuaskan bangsa Indonesia sebagai dasar negara. yang hidup di tanah air kita sejak dahulu hingga sekarang. traktaat. Pancasila adalah penjelmaan dari kepribadian bangsa Indonesia. Isi dan tujuan dari peraturan perundang-undangan Republik Indonesia tidak boleh menyimpang dari jiwa Pancasila.Oleh karena Pancasila tercantum dalam UUD 1945 dan bahkan menjiwai seluruh isi peraturan dasar tersebut yang berfungsi sebagai dasar negara sebagaimana jelas tercantum dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 tersebut. maka semua peraturan perundang-undangan Republik Indonesia (Ketetapan MPR. Peraturan Pemerintah sebagai pengganti Undang-undang. ilmu pengetahuan hukum). Keputusan Presiden dan peraturanperaturan pelaksanaan lainnya) yang dikeluarkan oleh negara dan pemerintah Republik Indonesia haruslah pula sejiwa dan sejalan dengan Pancasila (dijiwai oleh dasar negara Pancasila). kebiasaan. tetapi juga dapat diterima oleh bangsa-bangsa lain sebagai dasar hidupnya. Pancasila bersifat universal dan akan mempengaruhi hidup dan kehidupan banga dan negara kesatuan Republik Indonesia secara kekal dan abadi. Undang-undang. Peraturan Pemerintah. bahwa Pancasila itu adalah sumber dari segala sumber huum (sumber huum formal. Di sinilah tampak titik persamaan dan tujuan antara jalan yang ditempuh oleh masyarakat dan penyusun peraturan-peraturan oleh negara dan pemerintah Indonesia. Adalah suatu hal yang membanggakan bahwa Indonesia berdiri di atas fundamen yang kuat.

nilai-nilai) yang paling benar.Filsafat Pancasila Filsafat Pancasila adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang dianggap. yang dimaksudkan dengan jati diri Indonesia ialah : Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia. dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan. KESIMPULAN Setelah memperhatikan isi dalam pembahasan di atas. Pancasila adalah penjelmaan dari kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara Dasar negara kita berakar pada sifat-sifat dan cita-cita hidup bangsa Indonesia. yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. 4. 2. yang hidup di tanah air kita sejak dahulu hingga sekarang. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa. paling bijaksana. Fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia yaitu: a) b) c) Filasafat Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia 3. paling baik dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia. maka dapat penulis tarik kesimpulan sebagai berikut: 1.BAB III PENUTUP A. Pancasila sebagai jati diri bangsa Menurut Dewan Perancang Nasional. 26 . paling adil. norma-norma.

memahami dan melaksanakan segala hal yang telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya dalam pemahaman bahwa falsafah Pancasila adalah sebagai dasar falsafah negara Indonesia. 27 . Sehingga kekacauan yang sekarang terjadi ini dapat diatasi dan lebih memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia ini. Kritik dan Saran Warganegara Indonesia merupakan sekumpulan orang yang hidup dan tinggal di negara Indonesia Oleh karena itu sebaiknya warga negara Indonesia harus lebih meyakini atau mempercayai. menghormati. yang diberi nama Pancasilaancasila sebagai ideologi bangsa B. pedoman atau norma hidup dan kehidupan bersama dalam rangka perumusan satu negara Indonesia merdeka. Makalah ini masih jauh dari sempurna.Pancasila mengandung unsur-unsur yang luhur yang tidak hanya memuaskan bangsa Indonesia sebagai dasar negara. nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai yang disepakati bersama. dan yang ber-Keadilan. maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik. yang berKerakyatan. Bila kita terapkan rumusan ini pada Pancasila dengan definisi-definisi filsafat dapat kita simpulkan. visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia adalah terwujudnya kehidupan yang ber-Ketuhanan. 5. maka Pancasila itu ialah usaha pemikiran manusia Indonesia untuk mencari kebenaran. yang ber-Persatuan. menghargai menjaga. Pancasila bersifat universal dan akan mempengaruhi hidup dan kehidupan banga dan negara kesatuan Republik Indonesia secara kekal dan abadi. karena itu juga berfungsi sebagai sarana pemersatu masyarakat yang dapat memparsatukan berbagai golongan masyarakat di Indonesia. Hasil pemikiran manusia yang sungguh-sungguh secara sistematis radikal itu kemuduian dituangkan dalam suatu rumusan rangkaian kalimat yang mengandung suatu pemikiran yang bermakna bulat dan utuh untuk dijadikan dasar. Dengan kata lain. yang ber-Kemanusiaan. tetapi juga dapat diterima oleh bangsa-bangsa lain sebagai dasar hidupnya. Pancasila sebagai ideologi nasional selain berfungsi sebagai cita-cita normatif penyelenggaraan bernegara. Makna Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila itu menjadi cita-cita normatif bagi penyelenggaraan bernegara. asas.

Cet. 1980.II. 9. Kepribadian Revolusi Bangsa Indonesia Notonagoro. Jakarta: Pancoran Tujuh. Pancasila Dasar Filsafat Negara RI I. Burhanuddin. 9. Kitab Kumpulan Peraturan Perundang RI. Cet. 1998. Filsafat Pancasilaisme. Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila. Gramedia.III K. Beberapa Pikiran Sekitar Pancasila. 1980. Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Gramedia Soediman Kartohadiprojo 1970. Nopirin. Jakarta: PT. Jakarta: Rineka Cipta Achmad Notosoetarjo 1962. 1980. Bandung Alumni 28 . Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila. H. Salam.Wantjik Saleh 1978. Notonagoro.DAFTAR PUSTAKA Koentjaraningrat. Jakarta PT. Jakarta: Pantjoran Tujuh.

29 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful