P. 1
Kelas XI SMA Sosiologi Vina Dwi Laning

Kelas XI SMA Sosiologi Vina Dwi Laning

|Views: 1,940|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Buku BSE kemdiknas untuk kelas 2 SMA/MA. Sosiologi 2-Vina Dwi Laning
Buku BSE kemdiknas untuk kelas 2 SMA/MA. Sosiologi 2-Vina Dwi Laning

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Apr 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

Keberadaan sistem diferensiasi dan stratifikasi sosial dalam
masyarakat tentunya membawa pengaruh tersendiri bagi kehidupan
sosial terutama struktur sosial. Mengapa demikian?
Hubungan ini akan kita pelajari bersama pada subbab ini.
Diferensiasi sosial dalam masyarakat mengacu pada
perbedaan atau penggolongan masyarakat walaupun secara
horizontal. Perbedaan-perbedaan ini dapat dilihat dari
adanya keragaman suku dan etnik, keragaman agama,
keragaman pekerjaan, kesemua perbedaan ini menjadikan
struktur masyarakat menjadi majemuk.
Suatu masyarakat yang majemuk umumnya memiliki
kebudayaan yang bersifat diverse (bermacam-macam).
Secara umum masyarakat majemuk ditandai dengan
berkembangnya sistem nilai dari kesatuan-kesatuan sosial
yang menjadi bagian-bagiannya dengan penentuan para anggota secara
tegas dalam bentuknya yang relatif murni, serta oleh timbulnya
konflik-konflik sosial atau setidaknya oleh kurangnya integrasi dan
saling ketergantungan di antara kesatuan-kesatuan sosial yang menjadi
bagian-bagiannya. Namun tidak selamanya masyarakat majemuk
mempunyai dampak negatif. Struktur masyarakat yang majemuk
tentunya memiliki khazanah budaya yang kaya.
Selain itu, adanya diferensiasi sosial menjadikan masyarakat
seolah-olah terkotak-kotak. Situasi ini mendorong munculnya sikap
primordialisme. Istilah primordialisme menggambarkan adanya
ikatan-ikatan seseorang dalam kehidupan sosial dengan hal-hal yang
dibawa sejak awal kelahirannya, misalnya kesukubangsaan,
kedaerahan, ras, dan lain-lain. Dalam sosiologi primordialisme
diartikan sebagai perasaan kesukuan seseorang yang berlebihan. Pada
dasarnya sikap primordialisme berfungsi untuk pelestarian budaya
kelompok sendiri, namun mampu pula memunculkan sikap
etnosentrisme. Sikap etnosentrisme merupakan sikap yang
memandang budaya orang lain dari kacamata budaya sendiri akibatnya
dapat memunculkan sebuah konflik sosial.
Sedangkan sistem stratifikasi sosial menjadikan struktur
masyarakat memiliki kesenjangan sosial. Hal ini dikarenakan dalam
sistem stratifikasi memuat lapisan-lapisan sosial
masyarakat yang berdasarkan tinggi rendahnya kedudukan.
Tingkatan-tingkatan ini diibaratkan sebagai sebuah anak
tangga. Karenanya di dalam masyarakat terdapat
penggolongan secara vertikal, yaitu kelompok masyarakat
yang lebih tinggi atau lebih rendah apabila dibandingkan
dengan kelompok lain. Dengan kata lain, segolongan
kelompok orang-orang dalam suatu strata, jika
dibandingkan dengan orang-orang dari kelompok strata
lain akan terlihat jelas perbedaan-perbedaan yang ada.
Contoh: perbedaan hak, penghasilan, pembatasan, dan
kewajiban. Perbedaan ini sering kali memunculkan sikap
penindasan terhadap kelompok lainnya. Kelompok
masyarakat yang memiliki kedudukan lebih tinggi

Secara umum adanya dife-
rensiasi dan stratifikasi sosial
dalam masyarakat melahirkan
primordialisme, etnosentris-
me, dan konflik. Nah, bagai-
manakah hubungan di antara
ketiganya?

Sumber: www.indonesiameia.com

Gambar 1.23Masyarakat majemuk.

Sumber: Dokumen Penulis

Gambar 1.24Adanya perbedaan hak antara PRT
dengan majikan menjadikan PRT merasa
tertindas oleh majikannya.

21

Struktur Sosial

memiliki hak dan keuntungan serta fasilitas-fasilitas yang lebih banyak
dibanding dengan kelompok-kelompok masyarakat yang menempati
strata lebih rendah. Bertumpu dari keadaan ini, akhirnya kehidupan
masyarakat berstratifikasi akan menampakkan gejala yang membuat
hidup dirasa sebagai penindasan oleh kelompok-kelompok besar
masyarakat.

Tabel Perbedaan Diferensiasi dengan Stratifikasi Sosial

Diferensiasi Sosial

Stratifikasi Sosial

1.Pengelompokan secara horizontal.

Pengelompokan secara vertikal.

2.Berdasarkan ciri dan fungsi.

Berdasarkan posisi, status kelebihan
yang dimiliki, sesuatu yang dihargai.

3.Distribusi kelompok.

Distribusi hak dan wewenang

4.Genotipe.

Stereotipe

5.Kriteria biologis/fisik sosiokultural.

Kriteria ekonomi, pendidikan, kekuasaan,
kehormatan.

Keberadaan diferensiasi dan stratifikasi sangat berpengaruh terhadap
kehidupan sosial dalam masyarakat. Contoh: terbentuknya masyarakat
majemuk, menumbuhkan primordialisme yang akhirnya memunculkan konflik
sosial. Pada dasarnya pengaruh diferensiasi dan stratifikasi sangat mudah
ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Bersama teman sekelompokmu, cobalah
adakan diskusi sederhana menentukan pengaruh diferensiasi sosial dan
stratifikasi sosial dalam masyarakat. Tulislah hasilnya dalam bentuk laporan
diskusi. Hendaknya sertakan data-data atau contoh kasus yang mendukung
penulisanmu dalam laporan diskusi sebagai bekal mempertahankan argumen
kalian saat presentasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->