Jurnal

Cutaneous TBC pada Anak dan Remaja : Sebuah Penelitian pada Rumah Sakit Pendidikan di Pedesaan [Abstak]TBC

Custaneous merupakan bagian kecil dari manifestasi klinis tuberkulosis. Sebuah penelitian terhadap kejadian Custaneous TB pada anak dan remaja dilakukan di Perguruan Tinggi Rajah Muthiah Medis dan Rumah Sakit, Annamalia Nagar, antara tahun 1992 dan 1998. Total 54 pasien yang ditemui selama periode penelitian, dimana lupus vulgaris (LV) merupakan 25 kasus (46,2%), scrofuloderma (SCF) menyumbang 12 kasus (22,2%), dan sisanya, yaitu 17 kasus , (31,6%) adalah tuberkulosis verrucosa Cutis (TVBC). gambaran klinis dan berbagai penelitian lain akan dibahas. [Kata Kunci] Lupus Vulgaris; Scrofuloderma; TBC Verrucosa Cutis, TBC Custaneous, Asam Fast bacilly PERKENALAN TBC terus menjadi masalah kesehatan utama di India dan negara berkembang lainnya. Dengan munculnya Human Immunodeficiency Virus (HIV), infeksi tersebut telah kembali sebagai penyebab penting morbiditas di negaranegara maju. Cutaneous TBC merupakan sebagian kecil dari jenis paruparu pasien TB. Penelitian ini dilakukan untuk menilai kejadian Custaneous TB pada anak dan remaja di Departemen Perguruan Tinggi Rajah Muthiah Medis dan Rumah Sakit, antara tahun 1992 dan 1998. BAHAN DAN METODE Lima puluh empat anak-anak dan remaja dengan TB, menghadiri Rajah Muthiah Medical College Hospital (RMMCH), Annamalia University, sebuah rumah sakit perawatan tersier yang melayani penduduk pedesaan kabupaten Cuddalore Tamil Nadu, India Selatan, yang termasuk dalam penelitian, penelitian tersebut dilakukan dari tahun 1992 ~ 1998. Pasien dikelompokkan ke dalam jenis klinis yang berbeda dan menjadi subjek penyelidikan hematologi dan biokimia rutin. Riwayat keluarga tuberkulosis dan riwayat vaksinasi BCG juga dicatat. Tes Mantoux dan X-ray dada untuk mengesampingkan TB paru telah dilakukan. fine needle aspiration cytology of affected lymph nodes and biopsy of skin and lymph nodes were carried out as found necessary data dianalisis dan dibandingkan dengan laporan dari pekerja yang lainnya.

Biopsi kulit dilakukan pada semua kasus dan aspirasi kelenjar getah bening. 46. TBC verrucosa Cutis (TBVC) [Gambar 2] dan 12 kasus (22. Sedangkan yang lain mengartikan induk babi adalah penyebab para pasien mengalami swilling pada wajah dan leher. dan 8 pasien (47%) dari TVBC pernah diberi vaksinasi BCG. Laki-laki dominan secara keseluruhan dengan M: F rasio 1. sementara beberapa lesi lebih multiplelesi di antara pasien dengan LV (10 kasus. Gambar 6) DISKUSI Scrofuloderma . TB limfadenitis pada leher juga dikenal sebagai scrofula. Biopsi juga dilakukan pada kasus yang relevan untuk evaluasi histopatologi (Tabel 1. minimal yaitu 1 bulan hingga 15 tahun di antara pasien dipenelitian ini .7%) dari LV.1 tahun untuk SCF dan 13. Lesi biasanya pada kelompok lymph nodes .2%) dari scrofuloderma (SCF) [Gambar 3].1) dari TBVC. 11. 3 pasien (25%) dari SCF.75%) dari scrofuloderma. lima pasien (51. 18 pasien (81. (31. dan 8 kasus (41. 13 pasien (52%) dari LV. Pasien termuda di penelitian ini berusia 2 tahun sementara yang tertua adalah berusia 18 tahun. Riwayat keluarga yang positif menderita tuberkulosis terlihat pada 4 pasien (16. Mayoritas adalah lupus vulgaris (LV) (25 kasus. Tanda yang muncul di leher lebih umum pada SCF diikuti dengan aksila. penyakit ini berasal dari bahasa latin Scrofa-a atau induk babi.8%) dari LV dan 6 pasien (60%) dengan scrofuloderma. 25. TB paru secara bersamaan terlihat pada 10 pasien (40%) dari LV. Usia rata-rata pasien dalam kelompok penelitian adalah 11 tahun untuk LV. sementara tanda yang muncul pada tungkai bawah dan kaki lebih umum pada LV dan TVBC. 4 pasien (33.6%). pada angka kejadian TBVC lebih tinggi pada perempuan (gambar 4.8 tahun untuk TBVC.PENGAMATAN Lima puluh empat pasien dengan berbagai jenis TB Custaneous telah muncul selama masa penelitian. SCF juga diketahui menginfeksi tulang. Namun. dan 1 pasien(5.3%) dari scrofuloderma. Durasi penyakit bervariasi. Uji Mantoux positif pada semua 17 pasien (100%) dari TBVC. sendi dan testis.8%) dari TBVC. 40%).2%) [gambar 1] diikuti dalam urutan penurunan frekuensi dengan 17 kasus. SCF yang merupakan tuberkelbasilli pada kulit yang lebih sering terjadi adalah lymph nodes.5) Mayoritas pasien mempunyai lesi tunggal. Synonims lain untuk SCF adalah tuberkulosis colliquativa Cutis dan TBC Cutis culliquativa.

uji Mantoux positif dalam semua kasus (100%) dari TBVC. Terutama daerah acral. Paling tinggi (66% sampai 100%) positif dilaporkan berdasarkan .9%) sedangkan satu pasien memiliki ulkus perianal. Namun dalam penelitian ini SCF (22. submandibula. TB paru terlihat pada 2 pasien (16. yang terjadi dalam individu yang sensitif. Tes Mantoux dilaporkan positif pada 80% kasus. Penyembuhan terhadap bekas luka di satu area dan aktivitas di daerah lain adalah tempat dimana tanda adanya lesi ini muncul.7% menjadi 53.9% kasus dari LV dengan positif Mantoux keseluruhan 83. ekstremitas bawah lebih sering terlibat seperti yang dilaporkan dalam penelitian Indian lainnya. Tingkat keparahan penyakit ini lebih kepada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. LV adalah bentuk paling umum dari TBC Custaneous di India dan Eropa. yang biasanya diikuti oleh aksila. Dalam sebuah penelitian dari Tunish. TBC luposa dan luposa TBC Cutis adalah synonims lainnya untuk kondisi ini.7%) mirip dengan temuan yang dilaporkan dari Delhi. TBVC awalnya bernama Veruka Necrogenica oleh Wilks dan Polland pada tahun 1862. LV pertama kali dijelaskan oleh Erasmas Wilson pada tahun 1865. namun. dari tujuh kasus TB Custaneous. keterlibatan sistemik diamati pada 14 kasus (26.7%) dari SCF. dan 1 pasien (5. dalam studi ini. yang mirip dengan temuan dari Chandigarh. Dalam penelitian ini. PostMortem Wart. Dalam kelompok penelitian ini. Keterlibatan sistemik dalam kasus-kasus TBC Custaneous dilaporkan bervariasi dari 12.4% oleh pekerja bervariasi. epitrochlear.2%) sedangkan untuk LV (47%). Temuan serupa dilaporkan oleh para pekerja dari India Utara. Verrucosus Lupus. dan TBC Cutis Verrucosa. dan supraclavocular lymphnodes. Synonim lainnya untuk kondisi ini adalah Prosector Wart. para-sternum. Cadaver Wart. SCF adalah bentuk paling umum dari TBC Custaneous pada anak. SCF dan LV menyumbang tiga kasus masingmasing (42. dan Warty Tuberculosis. Yang penyakit mungkin unilateral atau bilateral. TBVC terjadi sebagai akibat inokulasi eksogen pada individu sebelumnya dengan keterlibatan ekstremitas bawah. oksipital. Tanda yang muncul pada wajah lebih sering terjadi pada populasi barat sedangkan ekstremitas bawah yang umumnya terjadi pada anak-anak dalam penelitian ini seperti dilansir pekerja Indian lainnya. Gambaran klinis Ulkus seperti robekan ke dalam daging menyerupai kerusakan yang diakibatkan serigala dengan dilengkapi deskripsi klinis maka dinama dengan nama "lupus".dibagian unilateral dan servical. pra dan pasca aurikularis. Butcher’ s Wart. 7 pasien (28%) dari LV.9%) dari TBVC dalam penelitian ini. inguinal. 60% kasus dari SCF dan 88. Mantoux atau uji tuberkulin adalah alat penyaringan yang berguna untuk mendeteksi ada atau tidak adanya atau infeksi TB. Kondisi umum terjadi pada jaman dulu dan kata sifat "Vulgaris" dalam Elve diberikan.3%. Anatomycal Tubercle.

histologi atau perkembangan kuman pada lesi Custaneous sulit seperti yang diamati dalam penelitian ini. disebut juga “captain of these men of death” or “King of Diseases”. dkk. Maka. Hubungan histopatologi bervariasi dari 64% sampai 100% dilaporkan oleh para pekerja yang berbeda. Pasien kami diobati dengan terapi antituberkulosis standar seperti yang digunakan untuk TB paru. tidak ada korelasi antara tingkat. diagnosis histopatologis dan korelasi klinis dianggap lebih penting. dan rifampisin) dan kemudian 2 obat (isoniazide dan rifampisin) selama 4 bulan. Etambutol digunakan dengan hatihati pada anak dan pada beberapa pasien streptomisin dan diganti sesuai kebutuhan. mirip dengan laporan lainnya. tahap awal 2 bulan intensif dengan empat obat (rifampisin. demonstrasi AFB pada sitologi. Karena TB adalah kondisi yang mudah diobati. Bacilllary berbentuk seperti batang.hasil tes pekerja lain. karena penyakit ini bersifat menular dan terdapat pembentukan diparu-paru dan jaringan lain dari tubuh lebih besar tingkat kekebalannya. Namun. jenis atau tingkat keparahan penyakit dengan vaksinasi BCG. Vaksin BCG merupakan perlindungan terhadap TBC yang disebarluaskan. semua pasien yang dites HIV dan hasilnya negatif. Karena hanya sebagian kecil kasus TB Custaneous memiliki BTA positif atau perkembangan kuman. Dalam penelitian ini. Digambarkan sebagai perlindungan moderat terhadap TBC Custaneous sementara yang lain tidak menemukan perbedaan yang significant antara kelompok divaksinasi dan tidak divaksinasi. yaitu.isoniazide. Dalam penelitian sekarang 100% hubungan histopatologi terlihat mirip dengan temuan Lathika. diagnosa dan terapi sudah jauh dalam konteks pengendalian dan pemberantasan penyakit dengan tepat. Dalam penelitian kami. . pirazinamid. tidak ada hubungan antara nilai positif Mantoux. dari penyakit dan laporan vaksinasi BCG sebelumnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful