P. 1
Kelas XI SMA IPS Sosiologi 2 Suhardi

Kelas XI SMA IPS Sosiologi 2 Suhardi

1.0

|Views: 29,184|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Buku BSE kemdiknas untuk kelas 2 SMA/MA : Sosiologi 2-Suhardi
Buku BSE kemdiknas untuk kelas 2 SMA/MA : Sosiologi 2-Suhardi

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Apr 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2015

pdf

text

original

Berdasarkan penjelasan di atas, keberadaan konflik di masyarakat adalah

sebuah keniscayaan. Artinya, konflik akan selalu ada dan pasti terjadi dalam

masyarakat. Lebih-lebih kalau kita memahaminya dari sudut pandang teori kon-

flik klasik (Karl Marx). Berdasarkan pemahaman teori ini, konflik sosial ternyata

mengandung manfaat positif, yakni sebagai bagian dari proses perubahan sosial.

Namun, konflik sosial juga dapat bersifat negatif, karena konflik menempatkan

warga masyarakat dalam posisi saling bermusuhan. Hal ini berbeda dengan

kompetisi. Dalam kompetisi, interaksi yang terjadi bersifat disasosiatif, namun

berlangsung dalam suasana damai. Hal ini tentu saja berbeda dengan konflik,

karena konflik adalah interaksi sosial yang berlangsung dengan melibatkan indi-

vidu-individu atau kelompok-kelompok yang saling menentang dengan ancaman

kekerasan.

Konflik sosial yang didasari oleh alasan untuk sekadar mempertahankan

diri memang tidak begitu mengarah pada kekerasan, karena konflik sosial seperti

ini hanya bersifat defensif saja. Akan tetapi, ada konflik sosial yang terang-

terangan bertujuan untuk membinasakan pihak lain yang dipandang sebagai

lawan. Konflik sosial jenis kedua inilah yang akan mengarah pada kekerasan,

seperti konflik sosial yang merebak di Sampit, Kalimantan yang melibatkan

Gambar 2.3Inilah harga sebuah konflik..

Sumber: Haryana

Konflik dan Integrasi Sosial

45

suku Dayak dengan kaum pendatang dari Madura. Konflik sepeti ini bersifat

merusak (negatif) karena menimbulkan kerusakan harta benda dan bahkan nyawa

manusia. Dalam sejarah internasional, konflik yang mengarah pada kekerasan

banyak terjadi, seperti perang etnis di Bosnia-Herzegovina menyusul pecahnya

Uni Soviet menjadi negara-negara kecil. Begitu pula yang terjadi antara bangsa

Palestina dengan Israel di Timur Tengah.

Perbedaan antara konflik dan kekerasan sangatlah tipis. Konflik sangat

potensial memicu lahirnya kekerasan. Sebaliknya, kekerasan sering terjadi

sebagai akibat konflik sosial. Walaupun keduanya berjarak sangat tipis, antara

konflik dengan kekerasan memiliki perbedaan yang jelas. Tabel berikut ini merinci

perbedaan-perbedaan itu.

Perbedaan antara Konflik dan Kekerasan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->