P. 1
Kelas XI SMA IPS Sosiologi 2 Suhardi

Kelas XI SMA IPS Sosiologi 2 Suhardi

1.0

|Views: 29,415|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Buku BSE kemdiknas untuk kelas 2 SMA/MA : Sosiologi 2-Suhardi
Buku BSE kemdiknas untuk kelas 2 SMA/MA : Sosiologi 2-Suhardi

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Apr 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2015

pdf

text

original

Integrasi sosial adalah bagian dari proses sosial yang berupa kecenderungan

untuk saling menarik, saling tergantung, dan saling menyesuaikan diri. Proses

ini bisa terjadi secara suka rela maupun secara terpaksa.

Seperti yang telah Anda pelajari, masyarakat selalu bergerak dinamis dan

berubah. Perubahan itu terjadi karena masyarakat berkembang semakin maju

1

Konflik sosial akan selalu terjadi, karena setiap

manusia dan setiap kelompok memiliki kepen-

tingan yang berbeda.

2

Untuk menekan agar konflik tidak pecah secara

terbuka, pemerintah perlu mengerahkan pasukan

untuk mengawasi masyarakat.

3

Mencegah konflik lebih baik daripada meredam-

nya. Oleh karena itu, perlu dibentuk sarana-

sarana penyaluran konflik di masyarakat.

4

Semakin banyak partai politik, dan semakin

banyak pertentangan kepentingan, berarti akan

semakin besar potensi timbulnya konflik. Oleh

karena itu, sebaiknya partai-partai politik dibatasi

jumlahnya.

5

Di Indonesia, ada banyak suku bangsa dengan

kultur masing-masing. Perbedaan kultur dapat

memicu konflik. Oleh karena itu, selamanya akan

muncul konflik di Indonesia.

No.

Pernyataan

S TSR

Tes Skala Sikap

62

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

dan kompleks. Dalam masyarakat

sederhana (primitif), sebuah keluarga

menjalankan hampir semua pekerjaan

untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Akan tetapi, hal ini sudah tidak berlaku

dalam masyarakat modern, karena di

dalam masyarakat modern sudah terjadi

pembagian kerja di antara warga-warga

masyarakat. Seseorang tidak lagi harus

mendidik anaknya sendiri agar bisa man-

diri, tetapi pekerjaan itu diserahkan

kepada lembaga pendidikan atau guru.

Setiap warga masyarakat primitif harus

dapat menghasilkan bahan pangan, pakaian, dan membangun perumahan sen-

diri. Namun seiring berkembangnya masyarakat, terjadilah pembagian tugas

untuk setiap jenis pekerjaan. Di dalam masyarakat modern sudah terdapat spe-

sialisasi tersebut; ada orang yang bertugas sebagai petani, ada orang yang ber-

tugas sebagai pedagang, dokter, akuntan, politikus, sekretaris, dan sebagainya.

Inilah yang disebut dengan pembagian kerja menurut Emile Durkheim.

Semakin maju suatu masyarakat, maka pembagian kerja akan semakin

heterogen dan kompleks. Akan tetapi, kompleksitas dalam masyarakat modern

tidak menghancurkan solidaritas sosial, karena justru kerumitan pembagian

kerja itu semakin membuat orang-orang atau kelompok-kelompok sosial saling

membutuhkan dan saling bergantung. Setiap orang dan setiap kelompok

memerlukan jasa pekerjaan orang lain. Tidak ada yang bisa berdiri sendiri,

sehingga terjadilah hubungan kerja sama antarkelompok secara fungsional dan

saling membutuhkan. Kesadaran akan rasa saling membutuhkan itulah yang

memungkinkan terjadinya integrasi sosial.

Sebagai contoh, umumnya warga ma-

syarakat keturunan Tionghoa di Indonesia be-

kerja di sektor dunia usaha. Mereka ada yang

membuka toko penjualan barang kebutuhan

sehari-hari, hingga ada yang menjadi kong-

lomerat dan pemilik jaringan usaha besar,

sedanhkan orang pribumi pada umumnya be-

kerja di sektor pertanian. Perbedaan pekerja-

an ini membuat kedua kelompok sosial yang

berbeda secara fungsional (pekerjaan) maupun

secara etnis melakukan kerjasama saling

mendukung. Para pengusaha (toko, pabrik)

dari kalangan keturunan Cina membutuhkan

pasokan barang dan tenaga kerja dari

Gambar 2.10Integrasi sosial.

Sumber: Encarta Encyclopedia

Infososio

PENYELESAIAN KON.LIK

Ada lima cara mengakhiri konflik,

yaitu:

1.tercapainya kemenangan salah

satu pihak,

2.terjadinya kompromi antara

pihak-pihak yang bertikai,

3.terjadinya rekonsiliasi,

4.salah satu pihak memaafkan

pihak lain, dan

5.pencapaian keadaan sepakat

untuk mengakhiri konflik.

George Simmel

Konflik dan Integrasi Sosial

63

golongan pribumi. Selama mereka mampu menjalin hubungan kerja sama saling

menguntungkan (simbiosis mutualisma), maka integrasi dua golongan yang ber-

beda tetap terjamin.

Seperti halnya konflik, integrasi dapat terjadi secara vertikal maupun secara

horisontal. Integrasi vertikal terjadi antara kelas-kelas sosial, sedangkan integrasi

horizontal terjadi antara kelompok-kelompok sosial di masyarakat. Berikut ini

beberapa bentuk integrasi yang lazim terjadi di masyarakat.

a.Integrasi Atas Dasar Paksaan (Coersion)

Dalam sebuah masyarakat majemuk seperti Indonesia, konflik antarkelas

maupun antarkelompok sosial sering terjadi. Seringkali, di antara pihak-pihak

yang berkonflik sulit mencapai titik temu untuk menyelesaikan persoalan yang

membuat mereka selalu berkonflik. Dalam kondisi demikian, diperlukan pihak

ketiga yang bertugas mendamaikan kedua belah pihak. Jika integrasi kedua

kelompok secara damai tidak diperoleh, maka ditempuh pemaksaan agar mereka

menghentikan permusuhan. Pihak ketiga yang mampu menjadi penengah

biasanya kelompok yang lebih dominan, misalnya pemerintah melalui aparatnya.

Berbagai konflik rasial di Indonesia selama ini, selalu melibatkan pemerintah

untuk turun tangan mendamaikan mereka baik dengan cara lunak maupun

dengan pemaksaan (coersion).

Upaya meredam konflik dengan pemaksaan sering pula dilakukan dalam

bentuk sanksi dari pemerintah (governmental sanction). Jenis-jenis sanksi yang

lazim diterapkan, antara lain penyensoran media massa, pembatasan partisipasi

politik, dan pengawasan. Terlepas dari akibat buruk yang ditimbulkan akibat

penerapan sanksi tersebut, kadang-kadang upaya itu dapat meredam konflik

demi menjaga terjadinya integrasi sosial.

b.Integrasi Atas Dasar Saling Ketergantungan Ekonomi

.aktor ekonomi merupakan faktor yang paling banyak mengintegrasikan

masyarakat. Setiap orang atau kelompok, tidak mungkin melepaskan diri dari

usaha pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari yang bersifat ekonomis. Semakin

terspesialisasinya bidang-bidang kehidupan yang dijalani warga masyarakat,

berarti semakin tinggi ketergantungan terhadap orang lain. Tidak ada orang

yang mampu memenuhi kebutuhan ekonomi tanpa bantuan orang lain. Petani

membutuhkan pedagang, sebaliknya pedagang membutuhkan pasokan barang

dari petani. Di antara petani sendiri, terjadi saling ketergantungan, misalnya

penghasil buah-buahan tentu membutuhkan beras dari penanam padi. Demikian

juga di kalangan industri, ketergantungan antara produsen dengan konsumen

membentuk ikatan yang mengintegrasikan keduanya dalam jalinan kerjasama

saling membutuhkan.

Ketergantungan ekonomi seperti di atas dapat menjalin integrasi antar-

kelompok yang lebih luas. Masyarakat kota dengan masyarakat desa, daerah

64

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

yang satu dengan daerah lainnya, atau antarprovinsi, antarnegara, dan bahkan

antarkawasan. Tidak ada suatu kelompok masyarakat pun yang mampu hidup

sendiri tanpa membutuhkan bantuan kelompok masyarakat yang lain, sehingga

terjadilah integrasi sosial.

c.Solidaritas Mekanis

Solidaritas mekanis adalah integrasi sosial yang didasarkan pada kesadaran

kolektif. Kesadaran ini bersumber pada kepercayaan-kepercayaan dan perasaan

sentimen yang ada pada suatu masyarakat. Individu-individu dalam masyarakat

menganut orientasi nilai yang sama, sehingga praktis otonomi individu hampir

tidak ada. Individualitas ditekan hingga tidak muncul sebagai kesadaran baru di

masyarakat. Solidaritas mekanis dapat dilihat pada organisasi-organisasi ke-

agamaan. Individu-individu yang tergabung dalam organisasi keagamaan tidak

diikat oleh paksaan fisik atau harapan mendapatkan keuntungan, akan tetapi

karena adanya kepercayaan bersama, cita-cita, dan komitmen moral. Mereka

merasa satu kelompok berdasarkan pikiran yang sama. Pembagian kerja dalam

tipe solidaritas mekanis relatif kecil, karena semua pekerjaan dilakukan bersama-

sama. Ciri khas dari solidaritas mekanis adalah bahwa solidaritas ini didasarkan

pada suatu tingkat homogenitas yang tinggi dalam kepercayaan, sentimen,

dan komitmen moral.

d.Solidaritas Organis

Solidaritas organis diikat oleh kesadaran saling ketergantungan di antara

bagian-bagian dalam masyarakat. Solidaritas ini juga terjadi pada saat suatu go-

longan berkonflik dengan golongan lain. Ketika menghadapi musuh dari luar,

semua anggota kelompok membentuk solidaritas di dalam. Solidaritas organis

bertujuan untuk memperkokoh pertahanan kelompoknya dengan berbagai cara,

seperti dengan membentuk organisasi sosial untuk kesejahteraan dan pertahanan

bersama, atau dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan untuk

memperkuat ketahanan budaya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->