P. 1
Kelas XI SMA IPS Sosiologi 2 Suhardi

Kelas XI SMA IPS Sosiologi 2 Suhardi

1.0

|Views: 29,178|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Buku BSE kemdiknas untuk kelas 2 SMA/MA : Sosiologi 2-Suhardi
Buku BSE kemdiknas untuk kelas 2 SMA/MA : Sosiologi 2-Suhardi

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Apr 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2015

pdf

text

original

a.Pengertian Deferensiasi Sosial

Di samping ada pengelompokan kelas-kelas sosial yang bertingkat-tingkat,

ternyata di masyarakat juga ada pengelompokkan lain yang tidak menyebabkan

adanya tingkatan. Anda tentu sering mendengar sebutan masyarakat Jawa atau

masyarakat Batak, umat Islam atau umat Kristen, kaum pria atau kaum wanita,

Struktur Sosial dan Dampaknya dalam Kehidupan Kita

13

turis asing atau turis lokal. Semua sebutan ini jelas mengelompokkan orang

dalam kesatuan yang berbeda, namun tidak menunjukkan adanya tingkatan.

Tidak ada seorang pun yang menganggap bahwa orang Jawa berkedudukan

lebih tinggi daripada orang Batak. Tidak ada pula orang yang menganggap

bahwa kaum pria kedudukannya lebih tinggi daripada kaum wanita. Hal itu

menunjukkan bahwa kelompok-kelompok sosial dianggap berkedudukan sama,

tidak bertingkat. Penggolongan seperti ini disebut deferensiasi sosial. Setiap

kelompok yang tercakup dalam deferensiasi disebut kelompok sosial. Banyak

sekali kelompok-kelompok sosial yang ada di masyarakat. Semua itu juga

membentuk kesatuan struktur masyarakat.

Proses deferensiasi sosial menghasilkan adanya kelompok-kelompok sosial

di masyarakat. Deferensiasi (ketidaksamaan) sosial berupa perbedaan prestise

atau pengaruh seseorang terhadap seseorang yang lain. Oleh karena itu, de-

ferensiasi bersifat individual. Deferensiasi sosial dapat terjadi dalam masyarakat

yang bersifat homogen. Masyarakat homogen adalah satu kelompok sosial yang

sama, misalnya kelompok orang Minang. Setiap individu dalam kelompok orang

Minang memiliki perbedaan dalam hal-hal tertentu.

Deferensiasi membedakan kelompok-kelompok dalam masyarakat menurut

ciri-ciri biologis antarmanusia atau atas dasar agama, jenis kelamin, dan profesi.

Oleh karena itu, deferensiasi sosial membedakan orang Minang berjenis kelamin

pria dengan orang Minang yang berjenis kelamin wanita, orang Dayak yang

berprofesi sebagai karyawan dengan orang Dayak yang berprofesi sebagai

pengusaha, dan seterusnya.

b.Deferensiasi Sosial Berdasarkan Ras, Etnik, Agama, dan Gender

Pada dasarnya setiap masyarakat bersifat pluralistik karena di dalamnya

selalu terdapat perbedaan-perbedaan. Perbedaan-perbedaan itu disebabkan oleh

beberapa kenyataan. Kenyataan-kenyataan itu adalah perbedaan dalam hal

agama yang dianut, ciri fisik, kebudayaan (etnik), profesi, dan perbedaan jenis

kelamin. Secara etnik, perbedaan semakin beragam karena terpisah-pisah

menurut perbedaan bahasa, adat-istiadat, sejarah, nilai dan norma, dan wilayah

Gambar 1.5Setiap kelompok sosial berkedudukan sama atau sejajar.

Suku

Jawa

Suku

Batak

Suku

Papua

KELOMPOK SOSIAL

14

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

masing-masing etnis. Setiap orang yang memiliki kesamaan dalam hal unsur-

unsur di atas cenderung mengelompok menjadi satu. Akibatnya, terbentuklah

kelompok-kelompok sosial yang berbeda latar belakangnya.

Dari semua aspek di atas, berikut ini akan diuraikan lebih jauh mengenai

deferensiasi sosial berdasarkan ras, etnik, agama, dan gender (jenis kelamin).

1)Perbedaan Ras

Menurut Horton dan Hunt (1987), ras adalah suatu kelompok manusia

yang agak berbeda dengan kelompok-kelompok lainnya dalam segi ciri fisik

bawaan. Perbedaan menurut ras sangat penting untuk diperhatikan karena

memengaruhi interaksi sosial. Kita selalu mengidentifikasikan diri kita atau orang

lain sebagai bagian dari kelompok ras tertentu, terutama berdasarkan kesama-

an warna kulit. Oleh karena itu, pemahaman mengenai klasifikasi ras sangat

diperlukan dalam rangka memahami perilaku manusia di masyarakat. Ke-

nyataannya, perbedaan ras telah menyebabkan terjadinya prasangka dan

kesalahpahaman rasial di masyarakat.

Contohnya, hubungan antara orang keturunan Cina dengan orang pribumi

di Indonesia senantiasa berbeda dengan hubungan antara sesama orang

keturunan Cina atau sesama keturunan pribumi. Padahal sebagai sesama warga

negara Indonesia semua mendapat perlakuan yang sama di mata hukum.

a)Teori Tiga Ras

Teori ini membagi kelompok manusia di dunia menjadi 3 ras utama.

(1)Ras kulit putih (Kaukasoid) memiliki ciri-ciri fisik meliputi:

(a)wajah dan bagian-bagiannya menonjol,

(b)rambut lurus atau berombak,

(c)hidung sempit,

(d)bertubuh tinggi, dan

(e)warna kulit terang.

(2)Ras kulit kuning dan coklat (Mongoloid) memiliki ciri-ciri fisik meliputi:

(a)wajah mendatar, pangkal hidung rendah dan pipi menonjol ke depan,

(b)celah mata mendatar dengan kerut mongol,

(c)rambut hitam lurus dan tebal, dan

(d)warna kulit kekuningan

(3)Ras kulit hitam (Negroid) memiliki ciri-ciri fisik meliputi:

(a)warna kulit gelap,

(b)rambut keriting,

(c)hidung sangat lebar,

(d)wajah prognat, dan

(e)bibir tebal.

Struktur Sosial dan Dampaknya dalam Kehidupan Kita

15

b)Teori Evolusi

Teori ini berdasarkan pemikiran Charles R. Dawin. Menurut teori evo-

lusi, semua ras manusia berasal dari satu keturunan sehingga secara umum

semua memiliki ciri dasar yang sama sebagai ras manusia. Namun karena

perkembangan dan persebarannya, terjadilah perubahan ciri-ciri fisik yang

disebabkan oleh keadaan lingkungan tempat mereka hidup. Orang yang

tinggal di daerah beriklim dingin mempunyai kulit yang berwarna cerah.

Sementara itu yang tinggal di daerah khatulistiwa mempunyai kulit yang

berwarna gelap. Lebih dari itu, perkembangan manusia selama ribuan tahun

telah membuat beberapa ras saling membaur dalam bentuk perkawinan

sehingga terjadi percampuran.

c)Teori Ras Geografis

Teori ras geografis membagi manusia ke dalam sembilan ras, yaitu:

(1)ras orang-orang Afrika,

(2)ras orang-orang Indian-Amerika,

(3)ras orang-orang Asia,

(4)ras orang-orang Australia,

(5)ras orang-orang Eropa,

(6)ras orang-orang India,

(7)ras orang-orang Melanesia,

(8)ras orang-orang Mikronesia, dan

(9)ras orang Polinesia.

Pembagian kesembilan ras itu didasarkan pada ciri-ciri yang menunjuk-

kan kemiripan.

2)Perbedaan Etnik

Istilah etnik berasal dari bahasa Yunani ethnikos yang berarti memiliki satu

kebangsaan atau kelompok asing. Kelompok etnik adalah suatu kelompok orang

yang memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan kelompok-

Gambar 1.6Indonesia kaya akan kelompok etnik. Mereka bersatu merangkai mutiara
mutumanikam yang bernama Indonesia.

Sumber: Indonesian Heritage dan Insight Guides

16

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

kelompok lain di masyarakat. Kesatuan kelompok tersebut diikat oleh asal

keturunan atau nenek moyang, budaya, bahasa, kebangsaan, agama, atau per-

paduan dari beberapa hal tersebut. Kelompok etnik membuat masyarakat

semakin kaya dan semakin beragam oleh adanya berbagai corak budaya, karena

mereka menyumbangkan berbagai pengaruh budaya yang mereka bawa dari

nenek moyangnya.

Dalam masyarakat, terdapat kelompok etnik minoritas dan mayoritas.

Perbedaan ini bukan hanya didasarkan pada jumlah anggota dalam satu lingkup

geografis tertentu, akan tetapi juga pengaruh dan kekuasaan yang dimiliki.

Contohnya kelompok etnik Cina dianggap minoritas karena jumlahnya lebih

sedikit dibandingkan dengan etnik lainnya. Sebaliknya, pada saat penjajahan

Belanda, mereka dianggap kelompok mayoritas karena mempunyai kekuasaan

walaupun mereka berjumlah lebih sedikit dibanding dengan pribumi. .aktor-

faktor yang membuat semakin beragamnya kelompok etnik adalah migrasi,

perang, perbudakan, perubahan batas wilayah politik, dan bentuk-bentuk per-

pindahan lainnya.

Kelompok-kelompok etnik memiliki kebudayaan tersendiri. Kebudayaan

itu mungkin berasal dari warisan nenek moyang mereka atau hasil asimilasi an-

tara kebudayaan nenek moyangnya dengan kebudayaan lain. Apabila suatu

kelompok sosial dianggap telah memiliki kebudayaan tersendiri, maka kelompok

tersebut telah menjadi satu kesatuan etnik (budaya) tersendiri. Oleh karena itu,

kelompok etnik dapat berupa satu kelompok ras tertentu dan dapat pula

campuran beberapa ras yang telah menyatu membentuk satu kebudayaan sendiri.

Keberadaan kebudayaan itu harus bisa diakui oleh anggota kelompok itu sendiri

maupun oleh kelompok lain.

Kebudayaan atau subkebudayaan setiap kelompok etnik bersifat tidak tetap,

karena hakikat kebudayaan memang selalu berubah. Perubahan itu terutama

diakibatkan oleh asimilasi dan amalgamasi. Asimilasi merupakan pembauran

dua kebudayaan yang berbeda sehingga melahirkan kebudayaan baru, sedang-

kan amalgamasi adalah pembauran dua ras manusia yang berbeda sehingga

menghasilkan satu rumpun. Amalgamasi terjadi lewat perkawinan antarras se-

hingga melahirkan keturunan yang memiliki ciri fisik-biologis perpaduan dua

ras yang berbaur. Namun, ciri fisik asal-usul mereka tidak hilang sepenuhnya.

Baik asimilasi maupun amalgamasi sama-sama mempunyai kemungkinan

melahirkan subkultur baru atau menyebabkan subkultur yang sebelumnya ada

di masyarakat menjadi punah.

Di negara-negara lain, asimilasi dan amalgamasi antara ras kulit putih, kulit

kuning, maupun kulit hitam selalu terjadi sehingga melahirkan kelompok etnik

baru. Begitu pula di Indonesia yang dari dulu memang kaya akan kelompok

etnik. Berbagai suku di Indonesia, seperti Jawa, Batak, Ambon, Makassar,

Madura, Cina, Minang, Papua, dan lain-lain merupakan kelompok-kelompok

etnik yang senantiasa berbaur secara fisik maupun biologis.

Struktur Sosial dan Dampaknya dalam Kehidupan Kita

17

3)Perbedaan Agama

Menurut Emile Durkheim, agama adalah sistem terpadu yang terdiri atas

kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal-hal suci. Kepercayaan

dan praktik tersebut mempersatukan semua orang yang beriman (mempercayai

agama tersebut) ke dalam suatu komunitas moral yang disebut umat.

Agama-agama besar di dunia memiliki lima ciri utama, yaitu:

a)mempercayai adanya suatu kekuatan adikodrati,

b)adanya doktrin (ajaran) untuk menuju keselamatan,

c)adanya ketentuan yang mengatur hubungan antara sesama manusia dan

antara manusia dengan Tuhan,

d)penyampaian ajaran moral dengan menggunakan kisah-kisah yang tertulis

dalam kitab suci, serta

e)adanya upacara dan ritual tertentu.

Dalam dunia ini terdapat bermacam-macam agama yang dipeluk manusia.

Delapan agama besar yang paling dominan adalah Buddha, Nasrani, Kon-

fusianisme, Hindu, Islam, Yahudi, Shinto, dan Taoisme. Di Indonesia sendiri,

agama-agama yang dipeluk warga masyarakat secara berurutan dari yang paling

dominan adalah Islam, Kristen Protestan, Katholik, Buddha, Hindu, dan Khong

Hu Chu.

Agama mempersatukan orang-orang ke dalam satu kesatuan umat, namun

di sisi lain agama juga memisahkan orang-orang ke dalam berbagai kelompok

umat karena banyaknya agama yang ada di masyarakat. Apalagi setiap agama

kadang-kadang terpecah menjadi beberapa aliran atau sekte. Akhirnya, ter-

bentuklah kelompok-kelompok sosial di masyarakat yang menganut agama

atau aliran-aliran agama yang berbeda-beda.

4)Perbedaan Gender

Gender adalah pembedaan manusia menurut jenis kelaminnya. Secara

umum, manusia dikelompokkan menjadi dua jenis kelamin, pria dan wanita,

walaupun ada pengecualian bagi orang-orang yang dianggap memiliki penyim-

pangan seksualitas (homoseksual dan lesbian).

Gambar 1.7Perbedaan gender dapat dilihat dari pekerjaan atau aktivitas yang sedang dilakukan.

Sumber: Haryana

18

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

Secara biologis, pria dan wanita memiliki perbedaan ciri-ciri fisik. Pria

memiliki kekuatan fisik yang melebihi wanita, sedangkan wanita memiliki

kemampuan untuk mengandung dan melahirkan anak. Para ahli sosiologi telah

meneliti pembagian peran sosial pria dan wanita, dan menyimpulkan bahwa

perbedaan itu hanya merupakan hasil sosialisasi, bukan pembawaan. Semua

pekerjaan yang dapat dilakukan pria umumnya dapat pula dilakukan wanita,

begitu juga sebaliknya.

Dalam masyarakat tradisional, wanita dipandang sebagai manusia yang

lemah. Mereka mengalami diskriminasi karena dianggap tidak mampu melalukan

pekerjaan yang mengandalkan kekuatan otot. Dalam masyarakat modern, mulai

muncul gerakan emansipasi wanita untuk menuntut persamaan hak dan ke-

setaraan peran dalam masyarakat. Wanita tidak mau lagi dianggap hanya mampu

melahirkan dan merawat anak, mengurus rumah tangga, dan tidak boleh ber-

karier di luar rumah.

Pada saat ini, gerakan emansipasi masih belum mampu menghilangkan

pembedaan kelompok pria dan wanita. Cita-cita untuk menciptakan masyarakat

androgini kelihatannya sulit terwujud. Androgini adalah suatu masyarakat yang

orang-orangnya memiliki dua kepribadian sekaligus, sebagai pria dan sekaligus

sebagai wanita. Karakter pria yang agresif, bebas, percaya diri, dan penuh

ambisi dalam karier harus dimiliki pula oleh wanita. Sementara itu, karakter

wanita yang lembut, perasa, tergantung pada orang lain, dan suka mengalah

harus pula dimiliki oleh kaum pria. Keinginan seperti itu sulit terwujud, sehingga

perbedaan antara kaum pria dan wanita akan selalu mewarnai struktur sosial

suatu masyarakat.

Pilih dan kerjakan salah satu tugas di bawah ini, kemudian serahkan kepada

guru untuk dinilai!

1.Anda tentu mengenal masyarakat tempat tinggal Anda. Deskripsikanlah

stratifikasi sosial yang ada di masyarakat tempat tinggal Anda! Deskripsi

itu hendaknya meliputi:

a.stratifikasi berdasarkan faktor ekonomi,

b.stratifikasi berdasarkan faktor pekerjaan, serta

c.stratifikasi berdasarkan faktor pendidikan.

2.Seorang sosiolog asing bernama Cliffort Geertz pernah meneliti di-

ferensiasi sosial dalam masyarakat Jawa. Dia menemukan ada kelompok

priyayi, santri, dan abangan. Carilah informasi dari berbagi sumber

dan buatlah makalah mengenai hal itu! Presentasikan makalah Anda

di depan kelas sehingga memperoleh tanggapan!

Aktivitas Siswa

Struktur Sosial dan Dampaknya dalam Kehidupan Kita

19

Kerjakan di buku tugas Anda!

Jawablah dengan tepat!

1.Jelaskan perbedaan deferensiasi sosial dengan stratifikasi sosial!

2.Apakah yang dimaksud dengan struktur sosial?

3.Apakah saja yang menyebabkan masyarakat terkotak-kotak dalam

kelas-kelas sosial?

4.Sebutkan ciri-ciri stratifikasi sosial!

5..aktor-faktor apa saja yang memengaruhi proses deferensiasi sosial?

Kerjakan di buku tugas Anda!

Ungkapkan tanggapan Anda terhadap pernyataan atau kasus di bawah

ini, dengan cara memberi tanda cek ( ) pada kolom S (Setuju), TS (Tidak

Setuju) atau R (Ragu-ragu)!

Pelatihan

Tes Skala Sikap

No.

Pernyataan

S TSR

1.Dalam masyarakat homogen tidak dikenal

adanya struktur sosial.

2.Semakin kompleks suatu masyarakat, maka se-

makin banyak kelas-kelas dan kelompok-kelom-

pok sosial yang terbentuk.

3.Dalam struktur masyarakat Indonesia yang ma-

jemuk, setiap suku bangsa memiliki kedudukan

yang sama. Oleh karena itu, hak dan kewajiban

mereka pun harus disamakan serta tidak boleh

ada anggapan kelompok sosial kelas dua dan

dibiarkan tertinggal.

4.Stratifikasi sosial yang tertutup sangat tidak

menguntungkan, terutama dalam hal memper-

oleh kedudukan atau jabatan. Sebab, apabila

suatu jabatan hanya boleh diisi kelompok sosial

tertentu, maka akan menghilangkan kemung-

kinan masuknya ide-ide baru.

20

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

5.Orang yang memiliki kedudukan sosial tinggi

selalu memiliki kekayaan berlimpah. Sebaliknya,

orang yang memiliki kekayaan berlimpah belum

tentu memiliki kelas sosil tinggi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->