P. 1
Kelas XI SMA IPS Sosiologi 2 Suhardi

Kelas XI SMA IPS Sosiologi 2 Suhardi

1.0

|Views: 29,171|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Buku BSE kemdiknas untuk kelas 2 SMA/MA : Sosiologi 2-Suhardi
Buku BSE kemdiknas untuk kelas 2 SMA/MA : Sosiologi 2-Suhardi

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Apr 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2015

pdf

text

original

Kelompok primer (primary group) adalah kelompok sosial yang anggota-

anggotanya berhubungan secara akrab, bersifat informal, personal, dan total.

Hubungan yang total artinya hubungan yang mencakup banyak aspek

pengalaman hidup, di mana setiap anggota bekerja sama secara tatap muka

dan intim. Dua kelompok primer yang utama adalah keluarga dan klik. Keluarga

adalah ikatan suami, istri, dan anak-anaknya, sedangkan klik adalah kelompok

sosial yang anggota-anggotanya terdiri atas teman sebaya. Selain keluarga dan

klik, kelompok primer juga dapat berupa kelompok teman, rukun warga, atau

geng. Apakah Anda merasa terlibat ke dalam semua jenis kelompok sosial se-

perti itu? Kalau iya, cobalah bandingkan pengalaman-pengalaman Anda selama

berhubungan dengan anggota berbagai kelompok sosial tersebut dengan uraian

di bawah ini!

Hubungan antaranggota sebuah kelompok primer bersifat santai dan

manusiawi, yaitu intim dan akrab. Mereka tertarik satu sama lain sebagai suatu

pribadi. Di antara mereka terjalin interaksi yang terbuka, sehingga masing-

Gambar 5.2Kelompok primer dapat terbentuk
kapan saja dan di mana saja.

Sumber: Haryana

144Sosiologi SMA/MA Kelas XI

masing dapat mencurahkan isi hatinya. Mereka saling bertukar perasaan dan

kesan-kesan mengenai berbagai hal, termasuk bergosip secara menyenangkan.

Percakapan-percakapan seperti itu membuat mereka merasa akrab. Kelompok

primer biasanya memiliki sedikit anggota agar hubungan mereka akrab.

Kelompok primer berperan sebagai agen sosialisasi dalam proses trans-

formasi budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Untuk ini tentu

diperlukan adanya interaksi sosial di antara anggota-anggotanya. Contoh, proses

transformasi budaya yang dimainkan oleh kelompok primer adalah proses

pengajaran bahasa daerah dari orang tua kepada anaknya. Kita semua menguasai

bahasa daerah (bahasa ibu) melalui interaksi dengan keluarga.

Secara fisik, kelompok primer terdiri atas anggota-anggota yang saling

berhubungan dekat. Agar setiap anggota dapat berhubungan dekat dan akrab,

maka jumlah anggota harus sedikit. Dalam kelompok kecil seperti itu hubungan

akrab dapat dipertahankan secara lestari. Setiap anggota kelompok primer

saling mengenal. Mereka sering bercakap-cakap bersama dan saling bertemu

untuk mengungkapkan isi pikiran dan perasaan. Kegiatan yang melibatkan se-

mua anggota kelompok sering diadakan, misalnya rekreasi bersama, makan

bersama, jalan-jalan bersama, belajar bersama, atau bermain bersama. Dalam

kelompok kecil seperti itu setiap anggota dapat berpartisipasi aktif menentukan

arah perjalanan kelompoknya.

Apabila dilihat dari hubungan antaranggota, maka dapat dikatakan bahwa

hubungan yang terjadi bukan menjadi alat atau media untuk mencapai tujuan

sebagaimana fungsi hubungan itu pada kelompok sosial lainnya. Hubungan

dalam kelompok primer merupakan tujuan utama. Setiap anggota berhubungan

secara spontan, pribadi, penuh perasaan, dan inklusif. Oleh karena itu, kelompok

ini tidak terbentuk atas dasar perjanjian, kepentingan ekonomi maupun politik,

atau dalam rangka menyelesaikan tugas tertentu. Mereka berhubungan semata-

mata untuk tujuan pribadi. Hubungan seperti itu didasari oleh persamaan tujuan

dan keinginan para anggota. Jika salah satu anggota membutuhkan pertolongan,

maka anggota lainnya akan dengan senang hati membantu, kalau perlu dengan

pengorbanan. Tidak ada unsur paksaan dalam hubungan antaranggota ke-

lompok primer. Hubungan semacam itu dapat dilihat pada anggota-anggota

sebuah keluarga, yaitu ayah, ibu, dan anak-anak yang selalu berhubungan akrab,

saling mengerti, rela membantu, dan berkorban untuk sesama anggota lainnya.

Mereka diikat oleh kesamaan cita-cita, yaitu untuk menciptakan keluarga yang

harmonis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->