PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK

)

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA SISWA KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 90 JAKARTA JL SABAR KECAMATAN PESANGGRAHAN JAKARTA SELATAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

OLEH : Dra. Hj Lidya Widaningsih, M.M. NPTT. 0105119

SMA NEGERI 90 JAKARTA JL SABAR KECAMATAN PESANGGRAHAN JAKARTA SELATAN

Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia. bertanggung jawab. Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalami kemajuan. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja.A. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan rnembangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar. berbudi pekerti luhur. berdisiplin. maka dewasa ini pendidikan di sekolahsekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. berkepribadian. manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. tangguh. Pembangunan d bidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidikan dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang membangun. mandiri. sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu ingin menemukan metode dan media pembelajaran baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi semua siswa. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Pada hakekatnya kegiatan beiajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Perubahan-perubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. Sejalan dengan kemajuan tersebut. Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebeh efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut. peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih . bekerja keras. Perkemangan itu terjadi karena terdorong adanya pembaharuan tersebut. tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran. gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. karena guru secara langsung dapat mempengaruhi. Depdikbud (1999). membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor di antaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksirnal. Bahkan secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam sistem pendidi kan yang mencakup seluruh komponen yang ada.

Misalnya dengan mcmbimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsep konsep yang diajarkan. Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi. Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa iebih aktif dalam . Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran FISIKA yang diharapkan oleh guru adalah 90. kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA sangat rendah yaitu mencapai 50. 2001: 4). misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat la. mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. Untuk itu. Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran.model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar. Hal ini disebabkan karena guru dalam proses belajar mengajar hanya menggunakan metode ceramah. yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar IPA. sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa. dan materi pelajaran tidak disampaikan secara kronologis. juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak. Penulis memilih metode pembelaja. 2001 : 3). (Siadari. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran FISIKA. mencari. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa.00. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik. tanpa menggunakan alat peraga. Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi.ngsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA. motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka.an ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan.00.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar helakang di atas. E. Manfaat Penelitian Penulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi : 1. B. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. Siswa Meningkatkan motivasi dan prestasi pada mata pelajaran-pelajaran IPA 3. . Tujuan Penelitian Contoh Proposal PTK Sesuai dengan permasalahan di atas.memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu. 2. Dari latar belakang tersebut di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul " Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V Di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 ". Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008? C. Sekolah Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di sekolah tersebut. penelitian ini bertujuan untuk: 1. maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut: 1. HipotesisTindakan Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut: 1. 2. D. Penerapan pembelajaran disvovery dapat meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008? 2. Guru Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi IPA. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008.

manbuat dugaan. Definisi Operasional Variabel Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini. mencerna. G. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1. Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. dengan diskusi. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri. Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda. a. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut: 1. mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. mengerti. baik sementara maupun tetap. setelah siswa mengikuti pelajaran. Suatu konsep misalnya: segi tiga.2. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang. menjelaskan. Agar anak dapat belaiar sendiri 2. Kajian Pustaka Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Contoh Proposal PTK Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery. Penerapan pembelajaran discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008 F. 4. Prestasi belajar adalah: Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor. demokrasi dan sebagainya. . Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas V 3. Motivasi belajar adalah: Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah. 3. membaca sendiri dan mencoba sendiri. pans. menggolong-golongkan. Dalam penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2007/2008. lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. 5. 2. sedang yang dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan mengembang. Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah : Suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. H. seminar. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati.

J. Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. seminar. Agar anak dapat belajar sendiri. Walalupun demikian baiknya teknik ini toh masih ada pula kelemahan yang perlu diperhatikan ialah:  Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat.  Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut.  Mampu mengarahkan cara siswa belajar. atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. membaca sendiri dan mencoba sendiri. Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa. dengan diskusi. membantu bila diperlukan. Dengan menggunakan discovery learning.  Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengankernampuannya masing-masing. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang . b Motivasi Belajar Contoh Proposal PTK Pengertian Motivasi Motivasi adalah daya dalarn diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu.  Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil.  Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja.  Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan. kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa. Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. memperbanyak kesiapan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.  Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif. sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher learning menjadi situasi student dominated learning. Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut:  Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan. Guru hanya sebagai teman belajar saja.Dr. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sendiri) itu. ialah suatu cara meng~ajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa.  Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. 2000: 28). 1994: ]05) ada beberapa strategi dalam mengaiar untuk membangun motivasi intrins. Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan surnber belajar di sekolah. 2. motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok. Meminta siswa untuk menjeiaskan hasil pekerjaannya. apakah . 2. yaitu: 1. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman. Motivasi Intrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu. Seseorang yang merniliki motivasi intrinsik dalam darinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. suruhan. apakah karena adanya ajakan. :Dalam proses belajar. Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Menurut Winata (dalam Erriniati. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. 3. 4.mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman. Strategi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya. 2000: 29). Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115). Macam-macam Motivasi Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. Motivasi Ekstrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa. 5.k. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.

3. makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan. Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan. angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa. dan lain sebagainya. Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas. Makin jelas tujuan. 5. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117). Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar. tentu saja dengan bimbingan guru. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. 4. untuk mencapai nilai yang tinggi. Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. 2. Jadi. 2000: 29). hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TPK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TPK tersebut. Mengadakan penilaian atau tes. Akan tetapi. c. misalnya adanya persaingan. Prestasi Belajar IPA Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Hal ini terbukti dalam kenyataan bawa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. Dengan demikian. 6. guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru. suruhan. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman.karena adanya ajakan. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil . kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri. Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata lain: 1. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain.

dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan. akan makin berhasil pula pelajaran itu. 2001: 3).yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Secara umum belajar penemuan (discovery) ini melatih keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. 2002: 19). d. Menurut Poerwodarminto (1991: 768). Jadi motivasi akan senantiasa menentukan . Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar. 2001: 7). Penilaian diadakan untuk rnengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik (Nur. memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukan jawaban (Syafi'udin. Dengan motivasi yang tinggi maka intensitas usaha belajar siswa akan tinggi pula. Contoh Proposal PTK Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya motivasi dalam pembelajaran model penemuan (discovery) tersebut maka hasil-hasil belajar akan menjadi optimal. Selain itu. Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan (discovery) akan bertahan lama. prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan. hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Sedangkan metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yarg memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan menberikan informasi singkat (Siadari. Sejalan dengan prestasi belajar. afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar IPA. Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar Terhadap Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertetntu. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. belajar penemuan membangkitkan keingintahuan siswa. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh pctensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar IPA adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan). dekerjakan). mempunyai efek transfer yang lebih baik dan meningkatkan siswa dan kemampuan berfikir secara bebas. Makin tepat motivasi yang diberikan.

d. partisipatif. peneliti sebagai guru dan merencanakan kegiatan berikut : 1. Metode Penelitian Jenis Penelitianti Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) yang bersifat reflektif. proses. Angket Angket merupakan data penunjang yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan respon atau tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif 3. Observasi Observasi dilaksanakan untuk memperoleh data kemampuan berpikir siswa yang terdiri dari beberapa deskriptor yang ada selama pembelajaran berlangsung. PTK yaitu suatu kegaitan menguji cobakan suatu id eke dalam praktik atau situasi nyata dalam harapan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar ( Riyanto. Menyusun angket untuk pembelajaran dan menyusun rencana program pembelajaran 2. bertujuan untuk melakukan perbaikan – perbaikan terhadap sistim. Data dan sumber 1. Sebagai obyek penelitian e. 2. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di……. a. Sumber data penelitian adalah siswa kelas……. Melaksanakan rencana program pembelajaran yang telah dibuat 4. Melaporkan hasil penelitian c. cara kerja. Kehadiran Peneliti Pada penelitian ini. . Hasil ini akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. kolaboratif. Data untuk hasil penelian diperoleh berdasarkan nilai ulangan harian (test). Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir siswa yang diperoleh dengan mengamati munculnya pertanyaan dan jawaban yang muncul selama diskusi berlangsung dan diklasifikasikan menjadi C1 – C 6. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kondisi awal siswa 2. dan spiral. Mengumpulkan data dengan cara mengamati kegiatan pembelajaran dan wawancara untuk mengetahui proses pembelajaran yangdilakukan oleh guru kelas 3. 2001) b. Wawancara Wawancara awal dilakukan pada guru dan siswa untuk menentukan tindakan. Prosedur pengumpulan data Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut : 1. isi. I. dan kompetensi atau situasi pembelajaran.intesitas usaha belajar siswa.

Siklus I 1. Kemampuan Berfikir Kualitas pertanyaan dan jawaban siswa dianalisis dengan rubric. Obsevasi dilakukan oleh 3 orang observer. Tahap-tahap penelitian Contoh Proposal PTK Berdasarkan observasi awal yang dilakukan proses pembelajaran yang dilakukan adalah model pembelajaran kooperatif……… Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus . Kemudian untuk mengetahui peningkatan skor kemampuan berfikir. Test Test dilaksanakan setiap akhir siklus.Observasi ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun. siswa dianggap telah belajar tuntas apabila daya serapnya mencapai 65 %. observasi. Rumus untuk mencari skor klasikal kemampuan bertanya siswa Skor riil X 4 Skor maks Keterangan: Skor riil : skor total yang diperoleh siswa Skor maksimal : Skor total yang seharusnya diperoleh siswa 4 : Skor maksimal dari tiap jawaban( pedoman penskoran lihat lampiran ) 2. Hasil Belajar Hasil belajar pada aspek kognetif dari hasil test dianalisis dengan teknik analisis evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. Secam Aswirara individu. penerapan tindakan. Analisis data 1. hal ini dimaksudkan untuk mengukur hasil yang diperoleh siswa setelah pemberian tindakan. 4. Secara kelompok dainggap tuntas jika telah belajar apabila mencapai 85 % dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65 % (Dedikbud 2000 dalam Aswirda 2007) g. tindakan. Perencanaan . Caranya adalah dengan menganalisis hasil test formatif dengan menggunakan criteria ketuntasan belajar. refleksi. Catatan lapangan Catatan lapangan digunakan sebagai pelengkap data penelitian sehingga diharapkan semua data yang tidak termasuk dalam observasi dapat dikumpulkan pada penelitian ini f. Test tersebut berbentuk multiple choise agar banyak materi tercakup 5. Setiap siklus tediri dari perencanaan. pertanyaan dan janwaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus I dibandingkan dengan pertanyaan dan jawaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus II.

3. Jakarta: Rineka Cipta . Observasi Pengamatan dilakukan selama proses proses pembelajaran berlangsung dan hendaknya pengamat melakukan kolaborasi dalam pelaksanaannya. Refleksi daimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi.  Penyusunan lembar masalah/lembar kerja siswa sesuai dengan indikator pembelajaran yang ingin dicapai  Membuat soal test yang akan diadakan untuk mengetahui hasil pemebelajaran siswa. Kegiatan pada tahap ini adalah :  Penyusunan RPP dengan model pembelajaran yang direncanakan dalam PTK. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya unttuk menghasilkan perbaikan pada siklus II Silus II Kegiatan pada siklus dua pada dasarnya sama dengan pada siklus I hanya saja perencanaan kegiatan mendasarkan pada hasil refleksi pada siklus I sehingga lebih mengarah pada perbaikan pada pelaksanaan siklus I. apa yang dihasilkan. Dalam pelaksanaan penelitian guru menjadi fasilitator selama pembelajaran. siswa dibimbing untuk belajar IPA secara kooperatif learning dengan model……Adapun langkah – langkah yang dilakukan adalah(sesuaikan dengan scenario pembelajaran)  Kegiatan penutup Di akhir pelaksanaan pembelajaran pada tiap siklus.kenapa hal itu terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. jenis kelamin. Refleksi Pada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh. 2002. 4. 1990. Belajar dan Pembelajaran. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Pelaksanaan Tindakan  Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat.  Membentuk kelompok yang bersifat heterogen baik dari segi kemampuan akademis.Sebelum melaksanakan tindakan maka perlu tindakan persiapan. Hasil analisis data yang telah ada dipergunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai.maupun etnis.  Memberikan penjelasan pada siswa mengenai teknik pelaksanaan model pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. Jakarta: Balai Pustaka Dimyati dan Mujiono. guru memberikan test secara tertulis untuk mengevalausi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times